BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
|
|
|
- Verawati Santoso
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT. Agri First Indonesia PT. Agri First Indonesia adalah perusahaan manufaktur asal Singapura yang bergerak di bidang produksi bahan makanan tepung terigu. PT. Agri First Indonesia berdiri pada tahun 2010 berlokasi di di jalan Pulau Pinang V No. 9 Kawasan Industri Medan (KIM) II Sumatera Utara dan beroperasi secara komersial pada tahun Saat ini, PT. Agri First Indonesia telah mampu bersaing dengan perusahaan pesaing di bidang tepung terigu. PT. Agri First Indonesia berkomitmen untuk memberikan kualitas yang terbaik sehingga konsumen tidak kecewa dan percaya pada produk- produk yang dihasilkan. Oleh karena itu, PT. Agri First Indonesia menggunakan mesin-mesin dan peralatan yang didukung oleh pembuat mesin tepung terigu terkemuka yaitu Buhler. PT. Agri First Indonesia juga sangat memperhatikan pengadaan bahan baku gandum. PT. Agri First Indonesia hanya mengimpor gandum dengan kualitas terjamin seperti gandum dari Amerika, Kanada, dan Australia. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk memastikan dan menjaga kualitas bahan baku yang akan dijadikan tepung terigu. PT. Agri First Indonesia juga berkomitmen untuk selalu meningkatkan mutu dan keamanan makanan secara berkesinambungan dan terus menerus mengikuti perkembangan teknologi terkini serta memberi pelatihan- pelatihan kepada karyawan demi memenuhi kebutuhan dan kepuasan pelanggan. Hal ini
2 tertuang dalam visi perusahaan PT. Agri First Indonesia yaitu menjadi produsen tepung terigu dengan kualitas terbaik dan mitra terbaik bagi pengguna tepung terigu, serta turut berperan dalam peningkatan dan pembangunan gizi bangsa Indonesia. Untuk melaksanakan visi tersebut, PT. Agri First Indonesia memiliki beberapa misi yaitu: 1. Menjadi produsen tepung terigu dengan kualitas terbaik, halal dan turut membantu keamanan pangan yang terjamin. 2. Inovasi terus menerus untuk menciptakan produk yang sesuai dengan perkembangan pasar dan kebutuhan konsumen. 3. Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia untuk mengikuti perkembangan, perubahan dan inovasi tepung terigu di masa sekarang dan akan datang. 4. Membangun gizi bangsa Indonesia dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menggunakan produk pangan yang berkualitas Ruang Lingkup Bidang Usaha PT. Agri First Indonesia bergerak di bidang produksi bahan makanan tepung terigu. Secara umum, PT Agri First Indonesia memproduksi tepung terigu dengan berbagai spesifikasi yaitu AFI Emas, AFI Hitam, AFI Cokelat, AFI Kuning, AFI Orange, AFI Biru, AFI Merah, Armada Biru, Armada Orange, Armada Merah, dan flour industry yaitu ayam kinantan. Seiring dengan kebutuhan masyarakat yang beragam baik dari faktor kualitas maupun harga, maka perusahaan sering menerima pesanan khusus seperti Armada Orange Sari Murni, AFI Cokelat Ganda, Armada Orange GM28, AFI Kuning Rusindo, Armada Biru
3 Rusindo, dan lain-lain. Jenis aplikasi dan spesifikasi produk PT. Agri First Indonesia ditunjukkan pada Tabel 2.1. Tabel 2.1. Aplikasi dan Spesifikasi Produk PT. Agri First Indonesia Spesifikasi Nama Aplikasi Ash Wet Produk Moisture Protein (14 mb) gluten (%) (db) % % (db) % AFI Emas Pembuatan roti max 13,8 min 14,50 max 0,40 min 35% AFI Hitam Pembuatan roti dan mie max 14,0 min 14,0 max 0,57 min 34 AFI Cokelat Pembuatan roti max 14,0 min 13,50 max 0,57 min 32 AFI Biru Pembuatan roti manis, kue tar, kue kukus dan bolu, mie, max 14,0 min 11,5 max 0,60 min 28 dan donat AFI Kuning Pembuatan mie max 14,0 min 13,0 max 0,55 min 31 AFI Merah Pembuatan roti manis, biskuit, mie, pelapis gorengan, dan max 14,0 min 11,0 max 0,60 min 26 bahan makanan ringan AFI Orange Aneka kue dan mie max 14,0 min 14,0 max 0,55 min 34 Armada Gorengan Merah max 14,0 min 10,5 max 0,63 min 24 Armada Gorengan Orange max 14,0 min 10,5 max 0,63 min 24 Armada Gorengan Biru max 14,0 min 10,5 max 0,63 min 24 Ayam Pakan ternak dan Kinantan udang max 14,0 min 11,0 max 1,0 min 25 Sumber : PT. Agri First Indonesia PT. Agri First juga menghasilkan produk sampingan yang berasal sisa pengolahan gandum yang tidak dapat diolah menjadi tepung terigu yaitu Bran dan Pollard. Bran dan Pollard dijual ke industri pengolahan makanan ternak sebagai bahan baku pembuatan pakan ternak yaitu kepada PT. Charoen Pokpand dan PT. Central Protein Prima.
4 2.3. Lokasi Perusahaan PT. Agri First Indonesia berlokasi di Jalan Pulau Pinang V No. 9 Kawasan Industri Medan (KIM) II, Saentis Percut Sei Tuan, Deli Serdang , Sumatera Utara Daerah Pemasaran PT. Agri First Indonesia memasarkan produk tepung terigu ke berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri. Untuk memperlancar pendistribusian produk, PT. Agri First Indonesia memiliki beberapa distributor yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia yaitu Sumatera Utara (meliputi Medan, Binjai, Tebing Tinggi, Padang Sidempuan, dan Pematang Siantar), Batam, Pekanbaru, Baganbatu, Padang, Aceh, dan Jakarta. PT. Agri First Indonesia juga memasarkan produk ke beberapa negara seperti Singapura, Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, Maladewa dan negara lainnya. Selain distributor tersebut, konsumen produk tepung terigu dapat juga mengambil produk secara langsung ke pabrik PT. Agri First Indonesia di daerah Kawasan Industri Medan II. Untuk produk sampingan yaitu Bran dan Pollard, PT. Agri First Indonesia memasarkan ke industri pengolahan makanan ternak yang berada di Kawasan Industri Medan seperti PT. Charoen Pokpand dan PT. Central Protein Prima.
5 2.5. Organisasi dan Manajemen Struktur Organisasi Perusahaan Bentuk organisasi di PT. Agri First Indonesia adalah bentuk organisasi fungsional dan staff (functional and staff organization). Berdasarkan struktur organisasi yang ditunjukkan pada Gambar 2.1, wewenang dari top management yang terdiri atas president commissioner, commissioner, president director, director, dan general manager dilimpahkan ke bagian di bawahnya dalam bidangbidang pekerjaan tertentu sesuai dengan kebutuhan organisasi. Manajer setiap departemen tersebut berhak memberikan perintah kepada semua pelaksana yang ada sepanjang menyangkut bidang tugasnya masing-masing. Pada gambar tersebut terlihat bahwa General Manager bertanggung jawab atas kegiatan operasional Departemen Produksi, Human Resource, Warehouse, Quality Control, Maintenance, dan Marketing. Untuk melaksanakan kegiatan tersebut General Manager dapat melimpahkan wewenangnya kepada manajer di tiap departemen yaitu Departemen Produksi, Human Resource, Warehouse, Quality Control, Maintenance, dan Marketing dan berlangsung ke bawah sampai ke Head Section. Manajer produksi bertanggung jawab dalam bidang produksi baik kualitas dan kuantitas, namun untuk mencapai tujuan perusahaan manajer produksi juga tetap memerlukan bantuan pimpinan dari departemen lain seperti manajer marketing untuk mengetahui informasi penjualan produk, supervisor warehouse untuk mengetahui informasi persediaan produk, manajer quality control untuk mengetahui kualitas gandum dan produk, head (kepala) internal auditor untuk mengevaluasi kinerja lantai produksi, dan
6 hubungan lainnya dengan pimpinan di setiap departemen. Oleh karena itu setiap manajer/ supervisor/ head di suatu departemen harus mengadakan koordinasi dan hubungan timbal balik dengan pimpinan di departemen lain sepanjang menyangkut informasi perusahaan dan hubungan ini disebut dengan hubungan fungsional. Untuk menjalankan kegiatan perusahaan, melakukan sistem pengadaan gandum, dan pengambilan keputusan tertentu, Top Management dapat meminta saran dari Komite Wheat Procurement dan Risk Management dimana hubungan ini dinamakan hubungan staff. Struktur organisasi perusahaan ditunjukkan pada Gambar 2.1.
7 TOP MANAGEMENT President Commisioner TOP MANAGEMENT Commisioner WHEAT PROCUREMENT Comitte TOP MANAGEMENT President Director TOP MANAGEMENT Director RISK MANAGEMENT Comitte ISO TOP MANAGEMENT TOP MANAGEMENT M. Representative General Management Secretary IT DEPT. Supervisor F & A DEPT. Manager INTERNAL AUDITOR Head WAREHOUSE DEPT. Supervisor HR DEPT. Manager QC & RND DEPT. Manager PRODUCTION DEPT. Manager MAINTENANCE DEPT. Manager MARKETING DEPT. Manager PROCUREMENT Supervisor LOGISTIC Head Gambar 2.1 Struktur Organisasi PT. Agri First Indonesia
8
9 Pembagian Tugas dan Tanggung Jawab Pembagian tugas dan tanggung jawab dari setiap bagian organisasi di PT. Agri First Indonesia ditunjukkan pada Lampiran Jumlah Tenaga Kerja dan Jam Kerja Jumlah tenaga kerja di PT. Agri First Indonesia adalah 219 orang dengan pembagian sebagai berikut. 1. General Manager : 1 orang 2. Finance and Accounting Department : 8 orang 3. Human Resources Department : 13 orang 4. IT Department : 5 orang 5. Marketing Department : 35 orang 6. Procurement : 3 orang 7. Logistic : 6 orang 8. Personal Assistant : 5 orang 9. ISO : 2 orang 10. Internal auditor : 4 orang 11. Quality Control Research and Development Department : 23 orang 12. Maintenance Department : 21 orang 13. Production Department : 64 orang 14. Warehouse Department : 29 orang Jumlah jam kerja di PT. Agri First Indonesia mengacu pada Undangundang Ketenagakerjaan Pasal 77 seperti dijelaskan berikut ini. V-1
10 1. Hari kerja karyawan reguler yaitu karyawan selain Departemen Produksi adalah hari Senin sampai dengan Jumat dengan pembagian jam kerja sebagai berikut. a. Jam WIB : waktu kerja b. Jam WIB : waktu istirahat c. Jam WIB : waktu kerja 2. Hari kerja karyawan Departemen Produksi adalah Senin sampai dengan Sabtu dengan pembagian jam kerja 3 shift/ hari. Jumlah jam kerja hari Senin- Jumat adalah 8 jam/ shift dengan pembagian sebagai berikut: a. Shift I : Pukul WIB b. Shift II : Pukul WIB c. Shift III : Pukul WIB Jumlah jam kerja hari Sabtu adalah 5 jam/ shift dengan pembagian sebagai berikut: a. Shift I : Pukul WIB b. Shift II : Pukul WIB c. Shift III : Pukul WIB Sistem Pengupahan dan Fasilitas Lainnya Upah karyawan di PT. Agri First Indonesia ini terdiri dari: 1. Upah pokok 2. Tunjangan jabatan 3. Tunjangan transpor, makan dan lain-lain
11 Penetapan upah karyawan ditentukan berdasarkan jabatan, keahlian, kecakapan, prestasi kerja dari karyawan yang bersangkutan, sedangkan pajak atas upah (Pajak Penghasilan) menjadi tanggungan pribadi karyawan. Fasilitas yang diberikan perusahaan kepada karyawan antara lain: 1. Jaminan kesehatan, kecelakaan, hari tua dan kematian dengan memberikan BPJS kesehatan dan BPJS ketenagakerjaan. 2. Sarana transportasi berupa bus antar jemput dan prasarana yaitu kantin dan rumah ibadah 3. Cuti tahunan sebanyak 12 hari kerja per tahun 2.6. Proses Produksi Bahan yang Digunakan Bahan yang digunakan oleh PT. Agri First Indonesia dalam menghasilkan produk dibagi atas 3 jenis yaitu bahan baku, baku penolong, dan bahan tambahan. Jenis-jenis bahan yang digunakan adalah sebagai berikut. 1. Bahan Baku Bahan baku adalah bahan utama yang digunakan dalam pembuatan produk, masuk dalam proses produksi dan memiliki persentase terbesar dibandingkan dengan bahan-bahan lain. Bahan baku yang digunakan PT. Agri First Indonesia dalam menghasilkan produk tepung terigu adalah: a. Gandum Bahan baku yang digunakan PT. Agri First Indonesia untuk menghasilkan tepung terigu adalah gandum (Triticum aestivum L.). Gandum yang
12 digunakan berasal dari berbagai negara penghasil gandum di dunia antara lain Australia, Canada, Amerika, Maldova, Rusia, Ukraina, India dan lainlain. Jenis-jenis gandum yang digunakan di PT. Agri First Indonesia berdasarkan negara asal pengekspor dapat dilihat pada Tabel 2.2. Tabel 2.2 Jenis Gandum yang Digunakan di PT. Agri First Indonesia Negara Jenis Gandum Nama Gandum Australia Keras (Hard Wheat) Medium Wheat Soft Wheat Australian Prime Hard (APH) Australian Hard (AH) Australian Premium White (APW) Australian Soft Wheat(ASW) Amerika Soft Wheat Soft White Winter (SWW) Canada Hard wheat Canada Western Red Spring (CWRS) Ukraina Medium Wheat Ukraina Medium Wheat (UMW) Maldova Medium Wheat Maldova Medium Wheat (MMW) Rusia Medium Wheat Russian Medium Wheat (RMW) Sumber : Departemen Produksi PT. Agri First Indonesia 2. Bahan Tambahan Bahan tambahan adalah bahan-bahan yang dibutuhkan guna meningkatkan mutu suatu produk atau suatu bahan yang dapat dilihat pada produk akhir. Bahan tambahan yang digunakan yaitu:
13 a. Vitamin/ Mineral Vitamin/ mineral ditambahkan sebagai sumber vitamin/ mineral tambahan pada tepung terigu yang dihasilkan. Vitamin/ mineral yang ditambahkan pada produk tepung terigu PT. Agri First Indonesia adalah fortitech dan premix. Fortitech yang ditambahkan pada tepung sekitar ppm. Vitamin/ mineral mempunyai komposisi antara lain asam folat, vitamin B1, zat besi, dan seng. b. Karung (Woven bag) Karung digunakan sebagai tempat untuk mengemas produk tepung terigu sehingga siap untuk dipasarkan. Karung yang digunakan adalah karung plastik dengan kapasitas 25 kg dan 50 kg. c. Benang Benang digunakan untuk menjahit karung yang telah diisi tepung pada proses packing. 3. Bahan penolong Bahan penolong adalah bahan yang digunakan untuk membantu/ mempermudah proses produksi, tetapi tidak terlihat di produk akhir. Bahan penolong yang digunakan adalah air. Air diperlukan pada saat dampening (penambahan air) dan pengkondisian gandum untuk meningkatkan kadar air sampai diperoleh kadar air gandum sesuai dengan standar proses.
14 Uraian Proses Produksi Secara umum, proses produksi mulai dari gandum hingga menjadi tepung terigu terdiri atas beberapa tahap yaitu pre cleaning, intake, cleaning, milling, dan mixing and packing. Proses produksi di PT. Agri First Indonesia diuraikan sebagai berikut. 1. Penerimaan Bahan Baku/ Pre Cleaning Gandum yang digunakan PT. Agri First Indonesia didatangkan dari negaranegara pengekspor gandum seperti Australia, Kanada, Rusia, Maldova, Amerika, dan Ukraina. Gandum didatangkan di dalam kontainer-kontainer. Frekuensi kedatangan gandum ke pabrik diatur oleh bagian manajemen. Bahan baku di kontainer masuk melalui pos penerimaan pabrik. Bahan baku di kontainer truk ditimbang untuk mengetahui kuantitas dan menyesuaikan data dengan bill of leading. Setelah gandum diterima, bagian Quality Control akan melakukan analisa kualitas gandum yang diterima apakah layak disimpan di Big Silo atau tidak. Proses pre cleaning ditunjukkan pada Gambar 2.2. Penimbangan Gandum Bill of Leading Penerimaan Gandum Pengecekan Kualitas Bagian QC Gambar 2.2 Proses Pre Cleaning
15 2. Intake Setelah gandum dinyatakan layak untuk masuk ke silo, maka akan dilakukan proses pembongkaran (unloading) gandum dari kontainer atau disebut intake. Proses intake adalah proses memindahkan gandum dari kontainer ke wheat silo. Gandum yang diterima bervariasi tergantung negara penghasil gandum tersebut. Jenis gandum di PT. Agri First Indonesia adalah AHW AH12, RMW 11.5, UMW 11.5, APW, CWRS, APH, MMW, ASW, APW 10.5, NS2, SWW. Gandum yang telah diterima tidak boleh dicampur dengan gandum yang lain karena gandum memiliki perbedaan kandungan protein, harga, dan produk yang akan dihasilkan. Urutan intake di PT. Agri First Indonesia ditunjukkan pada Gambar Cleaning Setelah gandum masuk ke raw wheat bin, maka akan dilakukan proses cleaning untuk membersihkan gandum dari impurities yang berukuran lebih kecil dari impurities di proses intake. Proses cleaning di PT. Agri First Indonesia dibagi atas 3 yaitu first cleaning, second dampening, dan second cleaning. Waktu yang dibutuhkan untuk proses cleaning tergantung dari jenis gandum. Secara umum ada 3 jenis gandum dan lama waktu pengkondisiannya yaitu: a. Soft (SWW, ASW) : 8-16 jam b. Medium (APW, RMW, MMW, UMW) : jam c. Hard (CWRS 13.5, NS2, AH13, AH2) : jam Proses cleaning gandum yang berada di raw wheat bin ditunjukkan pada Gambar 2.4.
16 Pembongkaran kontainer berisi gandum Naik ke atas hidrolic dan diangkat menggunakan tenaga palm oil Gandum dijatuhkan ke big screening yaitu tempat penuangan gandum dan menyaring impurities awal yang besar Pemisahan gandum yang kering, basah, dan bergumpal yang dilakukan secara manual oleh tim intake Gandum dibawa dengan menggunakan chain conveyor menuju hooper dan naik menggunakan bucket elevator untuk transmisi gandum ke silo Gandum masuk ke drum sieve untuk membersihkan batang gandumyang lebih besar, kulit, sampah Gandum turun menggunakan bucket elevator dan masuk ke magnet separator untuk memisahkan gandum dari magnet Gandum dibawa naik menggunakan bucket elevator untuk masuk ke silo Unloading silo besar Unloading raw wheat bin Gandum dibawa menggunakan chain conveyor bertipe double sleeve Gandum naik menggunakan bucket elevator dan melalui black box untuk memisahkan silo yang masuk ke raw wheat bin Masuk ke big silo Gandum dibawa dengan menggunakan chain conveyor dan bucket elevator Gandum dibawa ke vibro separator untuk memisahkan benda yang memiliki diameter lebih besar (10-12 mm) dan lebih kecil (3 mm) dari gandum Gandum dibawa ke vibro separator untuk memisahkan benda yang memiliki diameter lebih besar (10-12 mm) dan lebih kecil (3 mm) dari gandum Masuk ke raw wheat bin Gandum dibawa menggunakan chain conveyor Gandum masuk ke raw wheat bin Gambar 2.3 Proses Intake
17 Gandum berada di raw wheat bin Gandum ditransfer dengan menggunakan chain conveyor dan bucket elevator Gandum ditimbang dengan menggunakan scale Gandum masuk ke mesin magnet apparatus untuk penangkapan logam yang ada pada gandum Gandum masuk ke combi cleaner untuk membersihkan gandum dari impurities seperti batu, jagung, plastik, batang ganduml Gandum masuk ke Monocromatic Optical Sorting Machine Sortex yaitu mesin untuk memisahkan gandum berdasarkan warna dengan infra red sehingga material lain yang sama bentuk dengan gandum tetapi berbeda warna bisa dibuang Gandum masuk ke scourer yaitu mesin untuk membersihkan gandum dari kulit kulit gandum yang kotor dan menghisap debu Gandum masuk ke mesin MYFC dan dilakukan pengukuran tingkat mouisture/ kandungan air gandum dan dilakukan analisa kualitas First cleaning Dilakukan penambahan air I dengan menggunakan dampener turbonizer dimana jumlah air yang ditambahkan sebesar 70% dari jumlah total air Gandum masuk ke tempering bin (T301-T304) dan dilakukan conditioning selama 70% dari total conditioning time Gandum ditimbang dengan automatic flow balancer dan dilakukan analisa kualitas second dampening Dilakukan penambahan air II dengan menggunakan dampener dimana jumlah air yang ditambahkan sebesar 30% dari jumlah total air Gandum masuk ke bin T305 dan T306 dan dilakukan proses conditioning II selama 30% dari total conditioning time Second Dampening Gandum ditimbang dengan menggunakan automatic flow balancer Gandum masuk ke mesin scourer untuk mematikan kutu dan menghaluskan gandum sehingga tidak ada serat Gandum melewati aspiration channel untuk menghisap debu dan kulit gandum yang ringan Mouisture gandum tercapai? Tidak Gandum mengalami proses second cleaning dan dilakukan penambahan air Ya Gandum masuk ke tempat penyimpanan (B1) sebelum digiling dan dilakukan analisa kualitas B1 Gandum masuk ke tempat penyimpanan (B1) sebelum digiling dan dilakukan analisa kualitas B1 Gambar 2.4 Proses Cleaning dan Conditioning Gandum
18 4. Milling Prinsip utama dari proses milling adalah memisahkan endosperm dari bran dan germ dan mereduksi endosperm tersebut menjadi tepung yang sekecil mungkim ( mikron) dengan nilai ekstraksi yang tinggi dan kadar abu yang rendah atau kualitas tepung sesuai dengan spesifikasi produk. Kualitas dan kuantitas dari tepung yang dihasilkan harus berjalan selaras untuk mendapatkan mill performance yang baik. Jumlah hasil ekstraksi yang diharapkan sekitar 75-76% sedangkan sisanya adalah produk sampingan berupa bran dan pollard. Secara umum struktur gandum ditunjukkan pada Gambar 2.5. Sumber : Gambar 2.5 Struktur Gandum Bran merupakan kulit luar gandum dan terdapat sebanyak 14,5% dari total keseluruhan gandum. Bran memiliki granulasi lebih besar dibanding pollard, serta memiliki kandungan protein dan kadar serat tinggi sehingga baik dikonsumsi ternak besar. Endosperm merupakan bagian yang terbesar dari biji
19 gandum (80-83%) yang banyak mengandung protein, pati, dan air. Pada proses penggilingan, bagian inilah yang akan diambil sebanyak-banyaknya untuk diubah menjadi tepung terigu dengan tingkat kehalusan tertentu. Lembaga (germ) terdapat pada biji gandum sebesar 2,5-3%. Tahapan proses milling terdiri atas proses pencacahan gandum (breaking process), proses pengayakan (sifting process), dan proses reduksi (reduction process). a. Breaking Process Breaking process adalah proses membuka atau memecah gandum dan memisahkannya dari bran untuk melepaskan endosperm dalam bentuk middling dan semolina. Semolina adalah partikel partikel endosperm yang masih besar dan kasar, sedangkan middling adalah partikel partikel endosperm yang sudah agak halus. Ukuran partikel penggilingan gandum ditunjukkan pada Tabel 2.3. Tabel 2.3 Ukuran Partikel Gandum Nama Ukuran (mikron) Coarse semolina Fine semolina Coarse middling Fine middling Flour Sumber : Departemen Produksi PT. Agri First Indonesia Proses milling PT. Agri First Indonesia menggunakan 5 tingkat breaking dengan menggunakan break roll mill yaitu B1, B2, dan B3, B4, dan B5.
20 Tingkat B1 dan B2 dilakukan secara bersama-sama sehingga pada roll B1 dan B2 dihasilkan coarse semolina, fine semolina, dan middling. Tingkat B3 merupakan proses pemecahan dan penyikatan sisa sisa endosperm yang masih tertinggal pada bran. Hasil dari proses ini adalah middling tepung dengan kadar abu yang masih tinggi. Bran yang masih mengandung endosperm terbagi menjadi B4c dan B4f. Tingkat B4 dan B5 merupakan tahap penyikatan sisa - sisa endosperm yang mungkin masih ada di dalam bran. Hasil dari tahap ini adalah tepung, bran, dan pollard. b. Proses pengayakan (sifting process) Sifting adalah proses pengayakan atau pemisahan produk yang kasar dan yang halus yang merupakan hasil breaking process. Tujuan dari proses pengayakan adalah untuk memisahkan produk berdasarkan ukuran mikron. Produk dari roll masuk ke plan sifter dan diayak. Produk yang telah diayak dan masih kasar akan digiling lagi di dalam roll, produk yang sudah halus akan dibawa ke purifier untuk dimurnikan dan memisahkan karakter semolina, dan impact bran finisher berfungsi untuk mengambil sisa endosperm yang masih ada pada lapisan permukaan bran. Impact bran finisher terdiri dari alat pemukul (beater) dan saringan, dimana produk akan dihempaskan pada saringan sehingga endosperm terlepas dari bran dan lolos saringan sehingga bran akan tertinggal. Plansifter pada proses milling adalah alat pada sifting process yang dalam satu unit terdapat 12 compartment. Bahan ayakan yang dipakai terbuat dari nilon. Ukuran yang dipakai tergantung dari ukuran partikel yang diayak. Dalam satu lapis ayakan terdapat lubang untuk passthrough dan lubang untuk tailing.
21 Dalam proses pengayakan dengan plan sifter, material yang tidak lolos ayakan akan keluar dari plan sifter melalui bagian tepi, sedangkan material yang lolos ayakan akan terus turun melewati ayakan-ayakan selanjutnya dan masuk ke tahap purifikasi di mesin purifier. c. Proses reduksi (reduction process) Tujuan dari proses ini adalah untuk mereduksi middling menjadi tepung. Proses reduksi berarti proses mengecilkan granulasi endosperm hasil proses pemecahan menjadi tepung. Pada proses reduksi terdapat roll C1 - C10. Tepung paling banyak diekstraksi dari bagian pertama reduksi middling, dan pada bagian akhir proses reduksi ekstraksi tepung makin berkurang karena middling semakin halus dan serta terdapat kemungkinan terbentuknya bran powder. Mesin yang digunakan adalah reduction roll. Hasil dari proses reduksi akan masuk ke impact detacher untuk membunuh telur kutu yang mungkin ada di tepung. Tepung ini akan diayak kembali dengan menggunakan plan sifter dan hasil ayakan ini akan dibagi menjadi dua yaitu Flour 1 dan Flour 2. Flour 2 tidak selalu dihasilkan karena spesifikasi produk yang kurang sesuai. Flour 1 dan Flour 2 akan ditransfer dengan menggunakan screw conveyor, masuk ke control sifter untuk proses pengayakan ketiga. Hasil F1 dan F2 akan ditimbang dan dilakukan penangkapan serbuk besi/ logam yang terkandung pada tepung dengan menggunakan magnet. Hasil F1 dan F2 masuk ke tempat penampungan sementara (hopper) dan masuk ke impact detacher F1 dan F2 untuk membunuh kemungkinan telur kutu yang ada pada tepung. Tepung yang sudah dianalisa kualitasnya dan layak untuk disimpan masuk ke penyimpanan tepung yaitu
22 Flour Bin. Flour 1 akan masuk ke Flour Bin F501 - F511, sedangkan Flour 2 akan masuk ke Flour Bin F512 - F Mixing dan Packing Mixing adalah proses pencampuran dua atau beberapa jenis gandum sesuai dengan grist/ komposisi jenis tepung yang telah ditentukan untuk menghasilkan produk tertentu. Grist produk di PT. Agri First Indonesia ditunjukkan pada Tabel 2.4. Tabel 2.4 Grist Produk PT. Agri First Indonesia Produk Grist Jumlah (%) AFI Emas CWRS NS2 50 APW 20 AFI hitam CWRS NS2 30 APH14 65 AFI Orange APW 25 CWRS 10 AFI Cokelat CWRS 45 RMW AH12 20 AFI Biru APW 65 ASW 15 AFI Kuning AH12 65 APW 35 APW 35 AFI merah ASW 15 RMW APW 25 Armada Orange ASW 30 UMW 45 Armada Biru ASW 30 UMW 70 Armada Merah MMW 100 Sumber : Departemen Produksi PT. Agri First Indonesia
23 Tepung dari Flour Bin akan ditimbang dengan menggunakan scale. Setiap produk akan ditambahkan vitamin berupa premix dan fortitech. Jumlah fortitech yang ditambahkan sekitar ppm dan ditimbang dengan menggunakan micro feeder dosing. Grist tepung dan vitamin akan dicampur dengan menggunakan mixer. Waktu yang dibutuhkan untuk proses pencampuran adalah detik/ ton untuk hard wheat, detik/ ton untuk medium wheat, dan 60 detik/ ton untuk soft wheat. Tepung yang telah dicampur masuk ke tempat penampungan sementara yaitu hopper below mixer. Tepung akan melalui spout magnet untuk menangkap serbuk besi/ logam yang mungkin terkandung di tepung karena interaksi dengan peralatan. Tepung akan masuk ke tempat penampungan sementara yaitu hopper mixing line dan melewati impact detacher untuk membunuh telur kutu yang ada di tepung. Rotary distributor akan mengarahkan tepung ke mesin packing single spot atau carousel. Tepung akan diayak dengan menggunakan plan sifter dan melewati magnet untuk menangkap kandungan serbuk besi/ logam pada tepung. Tepung akan masuk ke penampungan packing bin yang telah diarahkan baik single spot atau carousel. Tepung akan ditimbang dengan menggunakan scale dimana berat produk yang dihasilkan 25 kg/ karung. Tepung akan dimasukkan ke dalam karung melalui mesin baging single spot/ carousel, karung dijahit dengan menggunakan baging closing machine. Produk akan diberikan kode produksi dengan menggunakan ink zet coding machine. Produk yang sudah jadi disusun di pallet dan dipindahkan ke tempat penyimpanan dengan menggunakan forklift.
24 2.7. Mesin dan Peralatan PT. Agri First Indonesia memiliki komitmen untuk memberikan kualitas yang terbaik sehingga mesin-mesin dan peralatan yang dipergunakan semuanya didukung oleh pembuat mesin tepung terigu terkemuka, Buhler. Mesin yang digunakan PT. Agri First Indonesia untuk proses produksi dikendalikan oleh Programmable Logic Control (PLC) dan operator melakukan proses monitoring melalui PC (personal computer). Mesin dan peralatan yang digunakan untuk kegiatan produksi di PT. Agri First Indonesia ditunjukkan pada Tabel 2.5. Tabel 2.5 Mesin dan Peralatan Produksi di PT. Agri First Indonesia Nama Nama Mesin/ Nomor Mesin/ Proses Peralatan Peralatan Fungsi Pre Cleaning Weighting bridge MUGI E1205 Penimbangan gandum di kontainer truck Intake pit Penerimaan gandum dari kontainer Intake Hidrolic Tippler Pembongkaran gandum dari kontainer Kontainer Tempat penyimpanan gandum Big Screening Memisahkan impurities awal yang besar Chain conveyor Alat pemindahan gandum secara horizontal Bucket elevator Alat pemindahan gandum secara vertikal dengan menggunakan mangkok sebagai alat pemindah gandum Hopper Tempat penampungan gandum sementara sebelum proses selanjutnya Drum Sieve A1004 Membersihkan gandum dari sampah dan batang gandum yang berukuran besar Magnet separator A1006-KCL 01 Menangkap logam yang terdapat pada gandum Wheat Silo Silo 101, 102, 104, 105, Tempat penyimpanan gandum yang berukuran besar 106,108, 109, 110 Vibro Separator A1112 Memisahkan material berdasarkan ukuran
25 Tabel 2.5 Mesin dan Peralatan Produksi di PT. Agri First Indonesia (Lanjutan) Nama Proses Cleaning Nama Mesin/ Peralatan Raw wheat bin (steel silo) Automatic Flow Balancer Screw Conveyor, Bucket Elevator Scale Magnet separator Combi Cleaner Monocromatic Optical Sorting Machine Sortex Horizontal Scourer Nomor Mesin/ Peralatan R201, R202, R203, R204, R207, R208, R209, R210 MZAH-15 AHKA-50 (SC), AHGL-250 Scale Tubex MWBL-120 (A- 2022) Magnet Apparatus MMUA-30 (A- 2023) MTKB-120/120 (2024) SORTEX- Z+2M SCOURER MHXS 45/80 (A2037) Aspiration MVSG-100 (A- Channel 2038) Mouisture MYFC (A- Measuring Device 2039) Dampener DAMPENER Turbonizer MOZF-1000 (A2042) Tempering Bin BIN T-301, T- 302, T-303- T- 304 Dampener MOZF-315 (A2070) Tempering Bin Scourer BIN T-305, BIN T-306 SCOURER MHXS 45/80 (A2086) Fungsi Tempat penyimpanan gandum Mengatur kapasitas aliran gandum berdasarkan volume Alat transfer gandum Menimbang berat gandum Menangkap logam yang terdapat pada gandum Membersihkan gandum dari partikel berupa batu, jagung, plastik, dan batang gandum Memisahkan gandum dari partikel lain berdasarkan warna Membersihkan gandum dari kotoran yang masih melekat pada gandum dengan cara menggosok gandum pada permukaan ayakan Menghisap debu yang terdapat pada gandum Mengukur tingkat mouisture gandum Mencampurkan sejumlah air ke dalam gandum untuk proses first cleaning Bin pengkondisian gandum yang telah diberi air selama waktu tertentu (first dampening) Mencampurkan sejumlah air ke dalam gandum untuk proses second dampening Bin pengkondisian gandum II (second dampening) Mematikan kutu dan menghaluskan gandum agar tidak ada serat
26 Tabel 2.5 Mesin dan Peralatan Produksi di PT. Agri First Indonesia (Lanjutan) Nama Proses Milling Nama Mesin/ Peralatan Aspiration Channel Bin B1 Automatic Hopper Scale Magnet Apparatus Eight Break Roll Mill Nomor Mesin/ Peralatan MVSG-100 (A- 2087) KIE-3015 (4041) SCALE MWBL-120 (A- 4002) Magnet MMUA-30 (A- 4003) Roll MDDQ 1250/250 Fungsi Menghisap kotoran ringan seperti debu, batang, dan kulit gandum yang masih tertinggal Tempat penyimpanan gandum yang akan digiling Penimbangan gandum yang akan digiling Penangkapan logam yang terdapat di gandum Memecahkan gandum dan memisahkan dari bran untuk melepaskan endosperm dalam bentuk semolina dan middling Mengayak tepung berdasarkan ukuran mikron Plan sifter MPAP-826 NOVA Purifier MQRF-46/200 Memurnikan hasil dan memisahkan semolina dari tepung Impact Bran MKLA-45/110 Mengambil sisa endosperm yang Finisher masih ada pada lapisan permukaan bran Reduction Roll Roll MDDP Mereduksi middling menjadi tepung 1250/250 Impact Detacher MJZF Membunuh telur kutu yang terdapat pada tepung Plan Sifter MPAP-826 Pengayakan tepung dan membagi menjadi Flour 1 dan Flour 2 Screw Conveyor F1 SC AHAS 250 Memindahkan Flour 1 dengan menggunakan screw Screw Conveyor F2 SC AHAS 200 Memindahkan Flour 2 dengan menggunakan screw Control Sifter Double Sifter Mengayak tepung F1 MPAQ-209 Control Sifter Single Sifter Mengayak tepung F2 MPAR-10 Scale F1 MWBL 120 Menimbang tepung F1 Scale F2 MWBL 60 Menimbang tepung F2 Magnet F1 MMUD-20 Menangkap logam yang terdapat pada tepung F1 Magnet F2 MMUD-12 Menangkap logam yang terdapat pada tepung F2
27 Tabel 2.5 Mesin dan Peralatan Produksi di PT. Agri First Indonesia (Lanjutan) Nama Proses Nama Mesin/ Nomor Mesin/ Fungsi Peralatan Peralatan Hopper F1 KIE3015 Penampungan sementara F1 Hopper F2 KIE3015 Penampungan sementara F2 Impact Detacher MJZG-51D Membunuh telur kutu pada tepung F1 F1 Impact Detacher MJZG-43D Membunuh telur kutu pada tepung F1 F2 Flour Silo F1 Flour Silo 501 Penyimpanan tepung F1 s/d 511 Flour Silo F2 Flour Silo 511 Penyimpanan tepung F2 s/d 514 Start up Bin FTC-262 Penampungan tepung yang belum masuk spesifikasi Mixing Scale MEAF-DMS/T Penimbangan tepung (A5048) Micro Feeder dosing MWBU 20 (A5046) Penimbangan bahan tambahan/ vitamin Mixer AHML-2000 (A5049) Pencampuran tepung sesuai dengan grist Hopper Below Mixer AFML (A5050) Penampungan sementara tepung yang telah dicampur Spout Magnet MMUD-20 MMUJ 75/32 (A5053) Penangkapan serbuk besi/ logam yang terdapat pada tepung Hopper Mixing KIE-3015 (A- Penampungan sementara tepung Line 5054) Impact Detacher MJZG-62D- Membunuh telur kutu pada tepung 75KW Rotary Distributor MAYV-4 (A5083) Mengarahkan produk untuk masuk ke packing bin single spot atau carousell Plan sifter MPAP-424 (A5084) Mengayak tepung dan memisahkan karakter yang tidak sesuai Magnet MMUD-20 (A- 5085) Penangkapan serbuk besi/ logam yang terdapat pada tepung Flour bin packing single spot Flour silo 515 Bin penampungan tepung yang akan di-packing di single spot Flour bin packing Carousel Flour silo 516 Bin penampungan tepung yang akan di-packing di Carousel Scale single spot MWBL- Penimbangan produk di single spot 120(5092) Scale carousel MSDB-80 D Penimbangan produk di Carousel (5102) Baging single spot MWPE Pengisian tepung ke karung di single spot dengan 1 titik karung
28 Tabel 2.5 Mesin dan Peralatan Produksi di PT. Agri First Indonesia (Lanjutan) Nama Proses Nama Mesin/ Nomor Mesin/ Peralatan Peralatan Fungsi Baging Carousel MWPM Pengisian tepung ke karung di carousel dengan 6 titik karung Bag Closing Machine Bafang SZ-4 Penjahitan karung yang telah diisi tepung Ink Zet Coding Machine Video Zet 1510 Pemberian kode produksi pada kemasan tepung Pallet Tempat untuk menyusun produk sesuai jumlah yang ditetapkan Forklift Forklift 1,2,3 Alat material handling produk Sumber : Departemen Produksi PT. Agri First Indonesia Dalam menjalankan proses produksi pengolahan tepung terigu ini, ada beberapa bin/ tempat penyimpanan yang digunakan baik penyimpanan gandum dan tepung. Jenis-jenis bin yang digunakan PT. Agri First Indonesia dan kapasitas penyimpanannya ditunjukkan pada Tabel 2.6. Nama Silo/ No Bin 1 Big Silo/ Silo besar 2 Raw wheat bin/ silo kecil Tabel 2.6 Jenis-jenis Silo/ Bin di PT. Agri First Indonesia Nomor Silo/ Bin Silo 101, 102, 104, 105, 106, 108, 109, 110 R201, R202, R203, R204, R207, R208, R209, R210 T301, T302, T303, Kapasitas tiap Silo Fungsi (ton) Tempat penyimpanan gandum 370 Tempat penyimpanan gandum yang akan diproses 100 Tempat untuk 3 Tempering bin I T304 conditioning I 4 Tempering bin T305, T Tempat untuk II conditioning II 5 Bin B1 T401 5 Tempat penyimpanan sementara gandum yang akan digiling 6 Start up bin F Tempat menampung produk yang belum masuk spesifikasi Tabel 2.6 Jenis-jenis Silo/ Bin di PT. Agri First Indonesia (Lanjutan)
29 No Nama Silo/ Bin Nomor Silo/ Bin 7 Flour Bin F501, F502, F503, F504, F505, F506, F507, F508, F509 Kapasitas tiap Silo (ton) 100 Fungsi Tempat penyimpanan tepung yang telah digiling F F511, F512, F513, 25 F514 8 Packing Bin P515, P Tempat penyimpanan tepung yang siap untuk dikemas 9 Impurities Bin S Tempat penampungan sampah gandum 10 Tempat vitamin D030, D031, D032 0,02 Tempat premix, fortitech, dan KP 11 Bran bin B517 Tempat penampungan bran sebelum dikemas Sumber : Departemen Produksi PT. Agri First Indonesia 2.8. Utilitas Utilitas merupakan fasilitas penunjang untuk kelancaran melakukan proses produksi. Fasilitas penunjang di pabrik PT. Agri First Indonesia adalah: 1. Water treatment Air yang digunakan pada proses produksi berasal dari air bawah tanah dan diolah untuk keperluan produksi dan kantor. Air yang digunakan akan melalui proses water treatment. Uraian water treatment ditunjukkan pada Gambar 2.6.
30 Air dipompa dengan menggunakan pompa sumur bor Check Water Quality Air masuk ke bak air 1 Filter Pump Proses filter : Sand, manganese, carbon Check Water Quality Tanki baru Bak 2 Bak 3 Transfer Pump Hydrant Pump Mill Transfer Pump Office Transfer Pump Mill Water Tank Office Water Tank Gambar 2.6 Proses Water Treatment 2. Pembangkit Listrik PT. Agri First Indonesia menggunakan fasilitas listrik dari perusahaan listrik negara (PLN) dengan kapasitas terpasang sebesar 1040 KVA. Selain itu listrik juga dihasilkan generator listrik sebanyak 2 buah dengan kapasitas 1500 KVA. Generator ini akan akan digunakan apabila listrik dari PLN terputus Safety and Fire Protection Tenaga kerja di bagian produksi dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD) berupa ear plug, masker, dan penutup kepala. Hal ini bertujuan untuk
31 menghindari penyakit kerja akibat paparan kebisingan mesin di lantai produksi dan gangguan pernafasan, serta menghindari operator dari kecelakaan kerja. PT. Agri First Indonesia juga sangat memperhatikan bahaya kebakaran yang dapat timbul secara tiba-tiba. Oleh karena itu, bagian internal audit membuat beberapa usaha untuk mencegah kebakaran yaitu: 1. Pencegahan kebakaran Usaha preventive yang dilakukan perusahaan adalah dengan memberikan prosedur kerja yang jelas kepada seluruh karyawan sehingga terhindar dari kecelakaan kerja atau kebakaran yang disebabkan oleh kesalahan operator. Perusahaan memberikan display mengenai larangan merokok yang dapat menimbulkan kebakaran. Perusahaan juga menyediakan fire alarm control panel di control room untuk mendeteksi jika ada api dapat kebakaran serta korban jiwa dapat dihindari. 2. Penanggulangan Kebakaran Untuk menanggulangi masalah kebakaran, perusahaan telah menyediakan jalur evakuasi untuk semua karyawan untuk menghindari korban yang mungkin terjadi. Sedangkan untuk pemadaman api, perusahaan menempatkan fire extinguiser di lantai produksi dan beberapa ruangan kantor Penanganan Limbah PT. Agri First Indonesia tidak menghasilkan limbah baik limbah padat, cair, atau gas karena sisa pengolahan gandum akan diolah dan menghasilkan produk sampingan yaitu Bran dan Pollard. Impurities hasil pemisahan pada proses
32 cleaning dikumpulkan pada Bin S402. Impurities akan dihancurkan dengan hammer mill dan digabungkan dengan bran hasil penggilingan dan ditransfer ke by product packing. Bran dan pollard ini akan dijual ke industri pengolahan pakan ternak. Woven bag atau karung plastik yang cacat atau sisa dari repack product akan dijual.
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT. Agri First Indonesia PT. Agri First Indonesia merupakan perusahaan manufaktur asal Singapura yang bergerak dibidang produksi bahan makanan tepung
PROSES PENGOLAHAN BIJI GANDUM MENJADI TEPUNG TERIGU DI PT. INDOFOOD SUKSES MAKMUR, TBK. BOGASARI FLOUR MILLS SURABAYA
PROSES PENGOLAHAN BIJI GANDUM MENJADI TEPUNG TERIGU DI PT. INDOFOOD SUKSES MAKMUR, TBK. BOGASARI FLOUR MILLS SURABAYA LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI PENGOLAHAN PANGAN OLEH: IGNATIUS RYAN PRANATA NRP: 6103013006
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT. Sabas Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak di pengolahan pakan ternak unggas dan perikanan. Perusahaan ini didirikan pada bulan April
PROSES PENGOLAHAN GANDUM MENJADI TEPUNG TERIGU DI PT. INDOFOOD SUKSES MAKMUR, TBK. BOGASARI FLOUR MILLS SURABAYA
PROSES PENGOLAHAN GANDUM MENJADI TEPUNG TERIGU DI PT. INDOFOOD SUKSES MAKMUR, TBK. BOGASARI FLOUR MILLS SURABAYA LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI PENGOLAHAN PANGAN OLEH: CHRISTINE S. (6103012002) CHAI LIANG
PROSES PENGOLAHAN TERIGU DI PT. INDOFOOD SUKSES MAKMUR TBK. BOGASARI FLOUR MILLS SURABAYA
PROSES PENGOLAHAN TERIGU DI PT. INDOFOOD SUKSES MAKMUR TBK. BOGASARI FLOUR MILLS SURABAYA LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI PENGOLAHAN PANGAN OLEH: AGNES AYU P. (6103013075) ZITA A.R PUTRI (6103013134) PROGRAM
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan CV. Topaz Profile and Frame didirikan pada bulan Agustus 2011, pendiri sekaligus pemilik pabrik ini adalah Bapak Tanib S. Cjolia. Pabrik ini didirikan
PROSES PENGOLAHAN TEPUNG TERIGU DI PT. INDOFOOD SUKSES MAKMUR TBK. BOGASARI FLOUR MILLS SURABAYA LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI PENGOLAHAN PANGAN
PROSES PENGOLAHAN TEPUNG TERIGU DI PT. INDOFOOD SUKSES MAKMUR TBK. BOGASARI FLOUR MILLS SURABAYA LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI PENGOLAHAN PANGAN OLEH: CYNTHIA INNEKE CATHERINA (6103012003) AMELIA ONGKOWIDODO
PROSES PENGOLAHAN TEPUNG TERIGU DI PT. INDOFOOD SUKSES MAKMUR TBK. BOGASARI FLOUR MILLS SURABAYA
PROSES PENGOLAHAN TEPUNG TERIGU DI PT. INDOFOOD SUKSES MAKMUR TBK. BOGASARI FLOUR MILLS SURABAYA LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI PENGOLAHAN PANGAN OLEH: RONNY KUSUMA S. (6103013037) DAVID PUTRA JAYA (6103013093)
PENGOLAHAN BIJI GANDUM MENJADI TEPUNG TERIGU DI PT. PAKINDO JAYA PERKASA SIDOARJO JAWA TIMUR LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI PENGOLAHAN PANGAN
PENGOLAHAN BIJI GANDUM MENJADI TEPUNG TERIGU DI PT. PAKINDO JAYA PERKASA SIDOARJO JAWA TIMUR LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI PENGOLAHAN PANGAN OLEH : LAKSA ADI HANOM T. (6103010042) YOHANES HERLY H. (6103010125)
PERENCANAAN UNIT PENGOLAHAN BIJI GANDUM MENJADI TERIGU PROTEIN SEDANG PADA PABRIK DENGAN KAPASITAS BAHAN BAKU 150 TON/HARI
PERENCANAAN UNIT PENGOLAHAN BIJI GANDUM MENJADI TERIGU PROTEIN SEDANG PADA PABRIK DENGAN KAPASITAS BAHAN BAKU 150 TON/HARI TUGAS PERENCANAAN UNIT PENGOLAHAN PANGAN OLEH: RACHEL MEILIAWATI Y. 6103011033
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT. Salix Bintama Prima adalah perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan limbah kayu menjadi bahan bakar pelet kayu (wood pellet). Perusahaan
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. proses produksi plastik kantongan dari bijih plastik. PT. Megah Plastik didirikan
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Sejarah Perusahaan PT. Megah Plastik merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang proses produksi plastik kantongan dari bijih plastik. PT. Megah Plastik didirikan
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
II-22 BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT Olagafood Industri didirikan pada bulan Mei 1997 di Medan, Indonesia oleh Bapak Djoesianto Law. Awalnya, perusahaan ini bergerak dalam produksi
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. industri pakan ikan di Medan, Sumatera Utara, Indonesia.
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT. Mabar Feed Indonesia merupakan salah satu perseroan dalam bidang industri pakan ikan di Medan, Sumatera Utara, Indonesia. Lokasi pabrik dan kantor
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT Sumatra Industri Cat merupakan perusahaan swasta yang bergerak dalam bidang produksi cat. PT Sumatra Industri Cat didirikan pada bulan Juni tahun
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT. Sari Tani Jaya Sumatera merupakan suatu perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan ubi kayu untuk menghasilkan produk tepung tapioka yang
BAB I PENDAHULUAN. secara hukum pada tanggal 23 April 1993 dengan nama PT. Citra Flour Mills.
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Profil Perusahaan PT. Panganmas Inti Persada didirikan oleh Siti Herdiyati Rukmana dan sah secara hukum pada tanggal 23 April 1993 dengan nama PT. Citra Flour Mills. Tujuan didirikan
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
V-31 BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT XYZ merupakan perusahaan yang menghasilkan produk tepung tapioka. Perusahaan ini berlokasi di salah satu Kabupaten di Provinsi Sumatera Utara.
BAB 2 GAMBARAN UMUM OBJEK
BAB 2 GAMBARAN UMUM OBJEK 2.1. Sejarah Singkat Perusahaan PT. Bogasari Flour Mills terbentuk pada tanggal 07 Agustus 1970, dan memulai operasi sebagai pabrik tepung terigu pertama di Indonesia yang terletak
MEMPELAJARI KUALITAS TEPUNG TERIGU PT. INDOFOOD SUKSES MAKMUR TBK. DIVISI BOGASARI FLOUR MILLS
MEMPELAJARI KUALITAS TEPUNG TERIGU PT. INDOFOOD SUKSES MAKMUR TBK. DIVISI BOGASARI FLOUR MILLS Nama : Herydho Octa Ardyansyah NPM : 33411368 Jurusan : Teknik Industri Pembimbing : Dr. Ina Siti Hasanah,
EVALUASI GOOD HALAL MANUFACTURING PRACTICE (GHMP) DI MILL MNO PT.ISM BOGASARI FLOUR MILLS
Tugas Akhir EVALUASI GOOD HALAL MANUFACTURING PRACTICE (GHMP) DI MILL MNO PT.ISM BOGASARI FLOUR MILLS OLEH : INAS ZAHRAH D221 07 009 NURFAIDAH TAHIR D221 07 028 PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI JURUSAN MESIN
BAB II LANDASAN TEORI. Menurut Syarbini ( 2013 : 15 ), tepung terigu adalah hasil dari
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Tepung Terigu 2.1.1 Pengertian Tepung Terigu Menurut Syarbini ( 2013 : 15 ), tepung terigu adalah hasil dari penggilingan biji gandum. Gandum merupakan salah satu tanaman biji-bijian
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Singkat Perusahaan PT Ivana Mery Lestari Matras adalah salah satu produsen spring bed yang berada di Medan dimana perusahaan berdiri pada tahun 1997 dan langsung
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
V-29 BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT. Sinar Utama Nusantara (PT. SUN) merupakan perusahaan yang berlokasi di jalan Batang kuis Km 3,8 Desa Telaga Sari, Tanjung Morawa yang didirikan
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT. Asahan Crumb Rubber merupakan suatu badan usaha yang bergerak dalam bidang usaha pengolahan karet, yaitu mengolah bahan baku karet yang berasal
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan UD. Kreasi Lutvi merupakan sebuah perusahaan yang memproduksi makanan ringan keripik singkong. UD. Kreasi Lutvi berdiri pada tahun 1999. Sejarah
BAB 2 GAMBARAN UMUM OBJEK
BAB 2 GAMBARAN UMUM OBJEK 2.1 Sejarah dan Perkembangan Perusahaan PT. Bogasari Flour Mills dibentuk pada tanggal 7 Agustus 1970, dan setelah masa konstruksi selama setahun, pada tanggal 29 November 1971
BAB I TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN
1 BAB I TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN 1.1 LATAR BELAKANG Kerja praktek ini dapat meningkatkan keterampilan mahasiswa untuk dapat terjun langsung ke lapangan sesuai dengan program study yang sudah ditempuh.
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Sejarah Perusahaan PT. Siantar Top, Tbk merupakan suatu perusahaan yang bergerak dalam bidang industri makanan ringan (food industries) perusahaan ini berlokasi di jalan
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT. Sinar Utama Nusantara merupakan perusahaan yang berlokasi di jalan Batangkuis Km 3,8 Desa Telaga Sari, Tanjung Morawa yang didirikan melalui
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
V-26 BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT. Florindo Makmur merupakan perusahaan manufaktur yang mengolah singkong menjadi tepung tapioka.perusahaan ini berlokasi di Jl. Besar Desa
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. dalam bidang industri pengolahan minyak goreng. Perusahaan Permata Hijau
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan Perusahaan Permata Hijau Group (PHG) adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang industri pengolahan minyak goreng. Perusahaan Permata Hijau Group
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Umum Perusahaan CV. Makmur Palas merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pendaur ulangan sampah plastik menjadi kantong plastik. Perusahaan ini
BAB 1 PENDAHULUAN. PT. ISM Tbk Bogasari Flour Mills merupakan sebuah perusahaan yang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang PT. ISM Tbk Bogasari Flour Mills merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang industri tepung terigu dan merupakan produsen tepung terigu terbesar di dunia.
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Sejarah Perusahaan CV. Topaz Profile and Frame didirikan pada bulan Agustus 2011, pendiri sekaligus pemilik pabrik ini adalah Ir. Tanib Sembiring Cjolia, M.Eng. Pabrik
V. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
V. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 5.1 Sejarah dan Perkembangan Perusahaan PT. Indofood Sukses Makmur Bogasari Flour Mills adalah produsen tepung terigu di Indonesia dengan kapasitas produksi sebesar 3.6 juta
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.. Sejarah Perusahaan PT. Sarana Panen Perkasa merupakan sebuah perusahaan swasta yang bergerak di bidang produksi alat-alat pertanian terkhususnya perkebunan kelapa sawit.
BAB I PENDAHULUAN. apa yang dibutuhkan untuk mendapatkan produk yang telah ditetapkan.
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perencanaan produksi adalah suatu kegiatan yang berkenaan dengan penentuan apa yang harus diproduksi, berapa banyak diproduksi dan sumber daya apa yang dibutuhkan
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Sejarah Perusahaan PT. Tirta Sibayakindo PT. Tirta Sibayakindo adalah perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang produksi air minum dalam kemasan (AMDK) bermerek
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT. Sinar Sanata Electronic Industry merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produksi bola lampu untuk kebutuhan rumah tangga (merk Dai-ichi)
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT. Latexindo Toba-Perkasa adalah perusahaan yang bergerak di bidang produksi sarung tangan berbahan latex. PT. Latexindo Toba-Perkasa didirikan
BAB I PENDAHULUAN. pemasaran minyak goreng dengan bahan dasar kopra dan kelapa sawit. Pabrik ini telah
BAB I PENDAHULUAN I.1. Sejarah Perusahaan PT. Sari Mas Permai adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang pengolahan dan pemasaran minyak goreng dengan bahan dasar kopra dan kelapa sawit. Pabrik ini telah
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Sejarah PT. Ocean Centra Furnindo PT. Ocean Centra Furnindo merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur khususnya industri spring bed. Tempat
LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara
LAMPIRAN Lampiran-1 Uraian Tugas dan Tanggung Jawab Tenaga Kerja pada PT. Sejati Coconut Industri Adapun tugas dan tanggung jawab setiap bagian dalam struktur organisasi perusahaan adalah sebagai berikut:
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT. Tirta Sibayakindo adalah perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang produksi air minum dalam kemasan (AMDK) bermerek AQUA yang telah
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. PT. Central Proteinaprima Tbk (CPP) didirikan pada 30 April 1980
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT. Central Proteinaprima Tbk (CPP) didirikan pada 30 April 1980 dengan nama PT. Proteina Prima, dimana PT. Central Proteinaprima Tbk adalah anak
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan Pada tahun 1970-an, industri mie instan di Industri mulai berkembang. Akan tetapi, hanya ada satu atau dua perusahaan di Indonesia yang memproduksi
Bab III CUT Pilot Plant
Bab III CUT Pilot Plant 3.1 Sistem CUT Pilot Plant Skema proses CUT Pilot Plant secara keseluruhan dapat dilihat pada Gambar 3.1. Pada gambar tersebut dapat dilihat bahwa sistem CUT dibagi menjadi beberapa
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan Sejarah perusahaan pakan ternak di Asia Tenggara dipelopori oleh Perusahaan Zuellig Group sejak tahun 1953, dengan perusahaan induk berada di Swiss
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Singkat Perusahaan PT Ivana Mery Lestari Matras berdiri pada tahun 1997 dan langsung disahkan sebagai perusahaan berbadan hukum dalam bentuk perseroan terbatas
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan UD. Tiga Bawang merupakan sebuah industri kecil menengah yang bergerak dibidang pembuatan keripik dengan bahan baku ubi kayu. UD. Tiga Bawang adalah
PT Karya Murni Perkasa didirikan pada tanggal 4 Februari 1978 dengan. nama CV. Karya Murni Perkasa yang berlokasi di jalan Sei Musi NO.
2.1 Sejarah Perusahaan PT Karya Murni Perkasa didirikan pada tanggal 4 Februari 1978 dengan nama CV. Karya Murni Perkasa yang berlokasi di jalan Sei Musi NO. 21 A dengan pendirian dihadapan Notaris Walter
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN Bab ini menjelaskan beberapa hal mengenai perusahaan yang menjadi tempat penelitian, yaitu PT. XYZ. Beberapa hal tersebut adalah sejarah perusahaan, ruang lingkup bidang
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. PT. Mewah Indah Jaya merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT. Mewah Indah Jaya merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang industri pengolahan alat-alat kebutuhan rumah tangga. Perusahaan ini didirikan
TUGAS AKHIR. Disusun Oleh:
LAPORAN MAGANG DI PT. INDOFOOD SUKSES MAKMUR BOGASARI FLOUR MILLS DIVISI TANJUNG PRIOK, JAKARTA UTARA (PROSES PENGOLAHAN DAN KONTROL PROSES PENGOLAHAN TEPUNG TERIGU SPESIAL) TUGAS AKHIR Diajukan Untuk
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Sejarah Perusahaan PT. Kurnia Aneka Gemilang berdiri sejak tahun 1969, dengan nama UD. Kurnia. Perusahaan ini menjalankan usaha yang bergerak dibidang produksi sirup
BAB III PENGGUNAAN ENERGI LISTRIK PADA INDUSTRI MAKANAN PT. FORISA NUSAPERSADA
BAB III PENGGUNAAN ENERGI LISTRIK PADA INDUSTRI MAKANAN PT. FORISA NUSAPERSADA 3.1 UMUM Pada suatu industri, untuk menghasilkan suatu produk dibutuhkan peralatan yang memadai. Dalam pemakaian peralatan
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT. Tirta Sibayakindo adalah perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang produksi air minum dalam kemasan (AMDK) bermerek AQUA yang telah
PERENCANAAN UNIT PENGOLAHAN BIJI GANDUM MENJADI TERIGU PROTEIN SEDANG PADA PABRIK DENGAN KAPASITAS BAHAN BAKU 150 TON/HARI
PERENCANAAN UNIT PENGOLAHAN BIJI GANDUM MENJADI TERIGU PROTEIN SEDANG PADA PABRIK DENGAN KAPASITAS BAHAN BAKU 150 TON/HARI TUGAS PERENCANAAN UNIT PENGOLAHAN PANGAN OLEH: RACHEL MEILIAWATI Y. 6103011033
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT. Bamindo Agrapersada adalah perusahaan swasta yang bergerak di bidang industri pengolahan bambu. Produk yang dihasilkan oleh perusahaan ini adalah
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan CV. Mitra Lestari Plastik merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan biji plastik menjadi kemasan plastik. Perusahaan ini diprakarsai
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT. Pancakarsa Bangun Reksa adalah perusahaan swasta yang bergerak di bidang jasa Konsultan, Desain dan Konstruksi, Mekanikal, Sipil dan Elektrikal
BAB 2 GAMBARAN UMUM OBJEK. PT. Charoen Pokphand Indonesia (CPI) adalah perusahaan perseroan dengan
BAB 2 GAMBARAN UMUM OBJEK 2.1 Sejarah dan Perkembangan Perusahaan PT. Charoen Pokphand Indonesia (CPI) adalah perusahaan perseroan dengan Surat Izin Usaha Perusahaan (SIUP) nomor : 659/III/PMA/1992, tanggal
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT. Sinar Sanata Electronic Industry adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan bola lampu untuk kebutuhan rumah tangga dan kendaraan
IV. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
IV. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN A. SEJARAH SINGKAT DAN PERKEMBANGAN PERUSAHAAN PT. X merupakan produsen tepung terigu pertama dan terbesar di Indonesia yang berdiri secara notarial pada tanggal 7 Agustus
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. untuk mendapatkan kesempatan berusaha di Thailand. Awalnya mereka
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT. Charoen Pokphand Indonesia didirikan pada tahun 1921 oleh dua bersaudara Chia Ek dan Chia Seow Whooy yang meninggalkan negeri China untuk mendapatkan
LAMPIRAN 1. Uraian Tugas dan Tanggung Jawab. Tugas dan tanggung jawab dari direktur adalah sebagai berikut:
LAMPIRAN 1 Uraian Tugas dan Tanggung Jawab 1. Direktur Tugas dan tanggung jawab dari direktur adalah sebagai berikut: a. Merencanakan dan merumuskan kebijakan mengenai perbaikan dan perkembangan perusahaan
BAB 1 PENDAHULUAN. PT. Federal Karyatama adalah suatu perusahaan yang bergerak di bidang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang PT. Federal Karyatama adalah suatu perusahaan yang bergerak di bidang industri manufaktur yang menghasilkan pelumas (oli). PT. Federal Karyatama berusaha untuk tepat
BAB VII LAMPIRAN. Perhitungan Neraca Massa pada Proses Pengolahan Sari Buah Jambu Biji Merah:
BAB VII LAMPIRAN Perhitungan Neraca Massa pada Proses Pengolahan Sari Buah Jambu Biji Merah: Ukuran buah jambu biji merah: - Diameter = + 10 cm - 1kg = 7-8 buah jambu biji merah (berdasarkan hasil pengukuran)
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
II-1 BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT. Central Proteina Prima Tbk merupakan pabrik makanan ternak yang pada awalnya bernama PT. Charoen Pokphand Indonesia yang berganti nama pada
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT Cakrawala Elecorindo yang beralamat di Jl. Pancing No. 8 Blok C Komplek Pergudangan MMTC. merupakan salah satu perusahaan yang berbentuk perseroan
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. UD Pusaka Bakti adalah UKM yang mengolah sabut kelapa menjadi
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan UD Pusaka Bakti adalah UKM yang mengolah sabut kelapa menjadi cocopress, keset kaki dan cocopeat yang dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan pupuk.
LAPORAN MAGANG DI PT. PUNDI KENCANA FLOUR MILLS CILEGON PROSES PRODUKSI TEPUNG TERIGU
digilib.uns.ac.id LAPORAN MAGANG DI PT. PUNDI KENCANA FLOUR MILLS CILEGON PROSES PRODUKSI TEPUNG TERIGU TUGAS AKHIR Diajukan Guna Memenuhi Persyaratan Guna Memperoleh Derajat Ahli Madya Diploma Tiga Teknologi
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT. Florindo Makmur merupakan perusahaan yang pengolahan singkong menjadi tepung tapioka sebagai produk jadi. Perusahaan ini berlokasi di Jl. Besar
MEMPELAJARI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA PT TIRTA ALAM SEGAR OLEH: SNEZANA YOFANDA/
MEMPELAJARI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA PT TIRTA ALAM SEGAR OLEH: SNEZANA YOFANDA/ 37412094 PENDAHULUAN Latar Belakang Kecelakaan Kerja Program K3 PT Tirta Alam Segar PERUMUSAN PENELITIAN Mengetahui
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan Berdirinya UD. Ponimin pada tahun 1998, UD. Ponimin merupakan industri rumah tangga yang memproduksi tahu. UD. Ponimin ini milik Bapak Ponimin. Awalnya
BAB 2 GAMBARAN UMUM OBJEK
BAB 2 GAMBARAN UMUM OBJEK 2.1. Sejarah Perusahaan Berdiri dengan nama PT. Indoaluminium Intikarsa Industri atau sering disebut dengan PT. 3I, pada tanggal 17 April 1990 dalam rangka Penanaman Modal Dalam
I.1 Latar Belakang. Gambar I.1 Struktur Organisasi Departemen FSBP FSBP FLOUR SILO AND BULK FLOUR PACKING & BY PRODUCT PACKING
Bab I Pendahuluan I.1 Latar Belakang Saat ini dunia telah memasuki era globalisasi yang ditandai dengan adanya perdagangan bebas. Hal tersebut menyebabkan persaingan bisnis yang semakin ketat di bidang
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT. Apindowaja Ampuh Persada merupakan industri manufaktur yang bergerak di bidang pembuatan dan perbaikan mesin-mesin produksi kelapa sawit. PT.
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT. Bamindo Agrapersada adalah perusahaan swasta yang bergerak di bidang pengolahan bambu menjadi kertas budaya cina atau dalam istilah etnis cina
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan UD. Pusaka Bakti merupakan sebuah badan usaha yang bergerak di bidang produksi pembuatan keset kaki dari sabut kelapa dan serat sabut yang telah
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan Perusahaan PT. Carsurindo Siperkasa merupakan perusahaan pengolah kayu yang berlokasi di jalan Sumbawa 2 KIM II Mabar Belawan. Perusahaan ini didirikan
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT. Kharisma Cakranusa Rubber Industry (PT. KCRI) adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan bahan baku untuk industri ban vulkanisir.
BAB 2 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB 2 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Sejarah dan Perkembangan Perusahaan PT. Simba merupakan suatu perusahaan swasta yang berdiri dengan nama lengkap PT Simba Indosnack Makmur. Keterangan-keterangan umum
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT. Medan Canning & Frozen Industries (PT. MTC) didirikan pada tahun 1984 berdasarkan akte pendirian No. 153 tanggal 31 Januari 1984 dibuat oleh
PENINGKATAN KAPASITAS PRODUKSI PADA PABRIK PAKAN TERNAK DENGAN MENGGUNAKAN PRINSIP SYNCHRONOUS MANUFACTURING
PENINGKATAN KAPASITAS PRODUKSI PADA PABRIK PAKAN TERNAK DENGAN MENGGUNAKAN PRINSIP SYNCHRONOUS MANUFACTURING Budi Christianto, Witantyo Program Studi Magister Manajemen Teknologi ITS Jl. Cokroaminoto 12A
EXECUTIVE SUMMARY TUGAS PERANCANGAN PABRIK KIMIA PRA-RANCANGAN PABRIK WONOCAF DENGAN BAHAN BAKU UBI KAYU
EXECUTIVE SUMMARY TUGAS PERANCANGAN PABRIK KIMIA PRA-RANCANGAN PABRIK WONOCAF DENGAN BAHAN BAKU UBI KAYU Oleh: ANGGRA WIDHI W NIM: 21030110151110 ARI EKO PRASETYO NIM: 21030110151116 JURUSAN TEKNIK KIMIA
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Sejarah Perusahaan Perusahaan Daerah (PD) Aneka Industri dan Jasa Sumatera Utara berdiri pada tanggal 27 Juli 1985 berdasarkan Peraturan Daerah (PERDA) No 26 tahun 1985
BAB X PENGAWASAN MUTU
BAB X PENGAWASAN MUTU Pengawasan mutu merupakan aktivitas (manajemen perusahaan) untuk menjaga dan mengarahkan agar kualitas produk dan jasa perusahaan dapat mempertahanan sebagaimana yang telah direncanakan
BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan produk plastik pada saat ini cukup pesat dimana semakin
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan produk plastik pada saat ini cukup pesat dimana semakin meningkatnya pemesanan oleh masyarakat. Oleh karena itu PT. PANCA BUDI IDAMAN lebih meningkatkan
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT. Indojaya Agrinusa merupakan industri yang memproduksi pakan ternak, seperti pakan ayam, pakan puyuh dan pakan ikan. PT. Indojaya Agrinusa berdiri
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT. Sinar Sanata Electronic Industry merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produksi bola lampu untuk kebutuhan rumah tangga (merk Dai-ichi)
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan UD.Pusaka Bakti merupakan usaha pembuatan keset kaki dari sabut kelapa yang dikelola oleh Bapak Suyanto, dimana Beliau merupakan pemilik usaha tersebut.ud
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan CV. Sigma Block didirikan pada tahun 2008 oleh Petrus Barus, dan mulai beroperasi pada bulan Agustus 2008 yang berlokasi di Jl. Ngumban Surbakti
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Sejarah Perusahaan PT Karya Murni Perkasa didirikan pada tanggal 4 Februari 1978 dengan nama CV. Karya Murni Perkasa yang berlokasi di jalan Sei Musi NO. 21 A dengan
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT. Putra Sejahtera Mandiri adalah perusahaan yang bergerak di bidang pendaurulangan (vulkanisir) ban. Vulkanisir ban adalah suatu proses perbaikan
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT. Budi Raya Perkasa merupakan suatu perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur yang memproduksi spring bed. Perusahaan ini berdiri pada bulan
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan CV. Cendana Baru merupakan usaha yang bergerak dibidang perancangan alat yang didirikan oleh Bapak Tut Wuri Handayani, S.T sejak tahun 1990. CV.
