POWER PLANT OPERATION
|
|
|
- Sukarno Sanjaya
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 POWER PLANT OPERATION
2
3
4
5
6
7
8 PRINSIP KERJA GENERATOR
9 . STEAM TURBINE Steam turbin generator adalah suatu alat pembangkit tenaga listrik yang menggunakan tenaga uap dengan tekanan tertentu Tujuan penggunaan steam turbin pada pabrik pengolahan buah kelapa sawit adalah, Untuk menekan biaya operasi, karena turbin digerakan oleh steam dari boiler dimana steam tersebut merupakan hasil dari pembakaran dengan pemanfaatan ampas buah kelapa sawit ( fibre dan cangkang ) yang cukup tersedia. Komponen dan fungsi a) Steam separator untuk membersihkan dan membuang air dari steam ( steam separator ) yang dilengkapi steam trap b) Valve inlet steam / kerangan manual valve masukan steam yang dapat diatur secara manual pada awal pengoperasian turbin c) Valve control valve masukan steam yang di kontrol oleh governor ( di lengkapi dengan steam trap ) d) Governor mengatur putaran turbin dengan mengatur steam yang masuk melalui control valve e) Pin over speed control & valve apabila terjadi over speed dimana akan menstop valve over speed sehingga turbin stop f) Nozzle dan sudu sudu ( blades ) mengarahkan dan menjadikan steam tekanan tinggi menjadi steam berkecepatan tinggi ke sudu sudu, sehingga terjadi aksi mengerakan rotor berputar
10 g) Pompa Oil memompakan oli ke bagian turbin seperti bearing, shaft dan gearbox h) Filter Oli untuk mengikat kotoran kotoran yang terdapat pada oli i) Oil Cooler pendingin oil j) Valve drain - untuk membuang kandungan air - untuk membuang air dari bagian bagian turbin k) Carbon ring membatasi air / steam tidak merembes ke bearing atau tidak terjadi pencampuran air dan oli. l) Switch Emergency untuk menstop turbin apabila terjadi tekanan oli sangat rendah / tinggi m) Oli Pressure Switch mengontrol tekanan oli n) Coupling - untuk menghubungkan poros turbin dengan gear box - untuk menghubungkan gear box dengan generator o) Gear box / speed reduser Untuk mengurangi putaran turbin sesuai dengan kebutuhan generator Rpm. p) Generator, AVR, ACB
11
12
13
14 Interaksi dan permasalahan yang sering timbul pada pengoperasian 1. Oli bercampur air Kemungkinan oil cooler bocor pada sekat sekat oil cooler Kemungkinan carbon ring rusak 2. Pada awal pengoperasian, turbin over speed Posisi valve control belum tepat Kemungkinan valve control rusak Pin over speed rusak 3. Putaran turbin tidak stabil Tangkai valve control yang di gerakkan governor macet (tidak bebas bergerak ) di perlukan pembersihan dengan semprotan WD 40. Perhatikan steam inlet yang mungkin basah System governor tidak normal. 4. Tegangan yang dihasilkan generator tidak stabil Adanya getaran pada turbin Kemungkinan AVR generator tidak normal perlu pengesetan 5. Apabila tekanan turun dan frekwensi turun perlu pengurangan tekanan secara manual pada BPV.
15 Langkah pengoperasian steam turbin - periksa kondisi dan volume oli pada gearbox dan governor - buka kran air pendingin oli - hidupkan pompa oli elektrik secara otomatis - periksa tekanan steam yang tersedia - buka valve valve drain - pastikan governor dalam keadaan standby : speed setting dan load limit pada posisi nol - buka aliran / valve steam bekas ke BPV - angkat handle emergency swith dan buka valve over speed - buka valve inlet steam secara perlahan lahan - putar load limit governor dari nol sampai angka sepuluh - tutup semua valve valve drain - putar speed setting governor secara perlahan sampai putaran 1500 rpm pada generator - set tegangan 220/380 volt dan frekwensi 50 Hz - hidupkan ACB untuk menghubungkannya dengan panel utama (paralel) - berikan beban secara bertahap dan catat semua parameter
16 Langkah menghentikan steam turbin - Paralel dengan pembangkit lain / diesel generator - pindahkan beban secara bertahap dan off kan ACB - putar load limit dan speed setting sampai nol - tutup valve inlet steam - pompa oli elektrik hidup secara otomatis - tutup valve exhaust - buka semua valve drain - matikan swith emergency - matikan kembali pompa oli - Tutup kran air pendingin oli
17 C. BACK PRESSURE STEAM VESSEL Merupakan suatu bejana bertekanan yang berfungsi menampung uap bekas ( Exhaust Steam ) dari Turbine yang kemudian mendistribusikannya ke Stasiun stasiun pengolahan. Komponen dan Fungsi : - Inlet steam valve : Sebagai Valve aliran masuk steam ke BPV. - Outlet steam valve : Untuk mendistribusikan steam ke stasiun stasiun pengolahan. - Safety Valve : Sebagai pengaman BPV dari tekanan lebih. - Reducer Valve : Untuk mengontrol tekanan steam di BPV. - Valve By Pass : Untuk mengalirkan steam ke BPV dari pipa induk secara manual apabila diperlukan. - Compressor : Supply tekanan untuk buka / tutup valve. - Pressure switch control : High pressure switch. Low pressure switch. Safety valve pressure switch.
18 Parameter yang harus dikontrol. - Tekanan steam : Kg/ Cm² - Temperatur steam : C. - Kandungan air yang ada di dalam BPV. System control BPV. Apabila tekanan di BPV turun dan tekanan pada Pipa induk tinggi maka reducer valve akan membuka untuk menambah tekanan di BPV sampai maksimal. Interaksi dan hal hal yang perlu diperhatikan. 1. Tekanan di BPV harus selalu diperhatikan, apabila tekanan lebih safety valve harus terbuka secara otomatis, namun bila tidak harus dibuka secara manual. 2. Kondisi air di BPV harus diperhatikan dan di drain bila perlu.
19 BACK PRESSURE VESSEL Dari Boiler Keterangan : 1. Pressure switch safety valve. 2. Low pressure switch. 3. High pressure switch. 4. Safety valve electrick. 5. Safety valve manual. 6. Inlet steam. 7. Inlet steam dari boiler ( Reducer Valve ). 8. Manometer. 9. Thermometer. 10.Reducer valve. 11.Valve by pass. 12.Out let steam
20 D. PARALEL OPERASI / SINKRONISASI Sinkronisasi adalah suatu pengoperasian secara bersama sama dua atau lebih mesin pembangkit listrik pada satu sistem panel dengan kondisi dan persyaratan tertentu. Syarat syarat sinkronisasi adalah : - Tegangan kerja masing masing pembangkit harus sama ( 220 / 380 V ). - Frekwensi masing masing pembangkit harus sama ( 50 Hz ). - Urutan phase masing masing pembangkit harus sama. Tujuan sinkronisasi adalah untuk dapat menampung beban operasi yang lebih besar dari kapasitas masing masing pembangkit dan pada waktu penggantian pengoperasian pembangkit, beban operasi tidak terputus.
21 Komponen dan fungsi. 1. Sinkronisasi unit dan protector synkron. Untuk mengontrol / mendeteksi tegangan dan frekwensi dari pembangkit yang akan di synkron dengan tegangan / frekwensi busbar hingga benar benar sama dan menginduksikannya berupa lampu synkron dan jarum synkron ( Scope ). 2. Selektor switch dan key synkron. Sebagai penghubung tegangan / frekwensi dari pembangkit dan busbar ke synkronising unit dengan menggunakan contactor 3. Volt Meter switch / hand trimmer Untuk menambah atau mengurangi tegangan pembangkit dari panel serta pengaturan cos Ø. 4. Frekwensi switch Untuk menambah / mengurangi frekwensi pembangkit dari panel serta pengaturan beban.
22 5. Komponen lain pengaman generator yang dipasang di panel. - OCR ( Over Current Relay ) dan indicator lamp untuk mengamankan pembangkit dari arus lebih dengan memutus hubungan ke beban melalui ACB. - EFR ( Eart Fault Relay ) dan indicator lamp untuk mengamankan pembangkit dari adanya gangguan hubungan pentanahan. RPR ( Reverse Power Relay ) dan indicator lamp untuk mengamankan pembangkit dari adanya arus balik akibat turunnya tegangan / frekwensi dari pembangkit.
23 Langkah langkah synkronisasi. 1. Siapkan dan operasikan mesin pembangkit yang akan di paralel 2. Sambung netral switch. 3. Atur dan samakan tegangan dan frekwensi terhadap pembangkit yang sudah beroperasi ( Busbar ). 4. Putar selector switch sinkron pada posisi pembangkit yang akan di sinkron. 5. On kan key sinkron, lampu indicator synkron akan menyala terang berganti gelap dan jarum sinkron akan berputar. 6. Atur kembali tegangan dan frekwensi sampai benar benar sama dengan di busbar yang ditandai lampu indicator mati dan jarum sinkron berputar semakin lambat menuju titik Nol hingga hampir berhenti. 7. Pada posisi demikian jarum synkron pada titik nol tekan push bottom On ACB yang sebelumnya sudah dipompa untuk menghubungkan pembangkit dengan beban secara paralel. 8. Atur beban masing masing pembangkit melalui frekwensi switch sesuai dengan kapasitas pembangkit.
24 Interaksi operator. 1. Pengontrolan selalu alat alat ukur yang ada. 2. Pengaturan beban harus disesuaikan dengan kapasitas masing masing pembangkit. 3. Pada waktu salah satu pembangkit akan di OFF kan beban harus benar benar nol pada pembangkit tersebut. 4. Panel utama harus bebas dari benda benda lain
25
26 DRESSER RAND History Moore Merged in 1937 Clark Merged in 1938 Whiton Merged in 1968 Worthington Merged in 1970 Terry Merged in 1974 Turbodyne Merged in 1984 IR Merged in 1987 Nedrowsky, Coppus Merged in 2005
27 COPPUS TURBINE MODELS RLA Type RLVA Type RLHA/B Type
28 NADROWSKI TURBINE MODELS
29 Dresser rand adalah pemimpin dunia dalam design, manufaktur dan service untuk turbin-turbin single-stage. Pengalaman membuktikan 90 tahun dan 80,000 turbine sudah di instalasi di 100 negara di dunia.
30 Population Steam Turbine DR in Indonesia CPO Mill Lebih dari 250 unit populasi Dresser Rand Steam Turbine ada di CPO Mills (PMKS) di seluruh Indonesia
31 Introduction Steam Turbine (Turbin Uap) Epotensi Uap EKinetik E Mekanik (Shaft Turbin) Langsung/Gear Box Mekanisme yang di gerakkan Bagian penting dari Turbin 1. Nozel, uap tekanan tinggi di konversikan Uap berkecepatan tinggi 2. Blade (Sudu-Sudu). Merubah arah uap dari Nozel sehingga terjadi aksi akibat perubahan momentum. Gaya yang terjadi pada rotor di pindahkan melalui shat turbine 3. Casing (Rumah turbin). Mengontrol pancaran dari uap supaya tidak bocor ke atmosfir Boiler Turbin/ Gear Box Alternator E.Potensial E.Kinetic/ E.Mechanic E.Listrik
32 Introduction
33 Introduction Type Turbin Uap untuk PKS - Turbin De Leval. Satu buah rotor dengan satu baris sudu - Turbin Curtis. Satu buah rotor dengan dua buah baris sudu yang di lengkapi dengan sudu pengarah balik
34 STEAM FLOW PATH Carbon steel drilled and reamed nozzle block.
35 HAND VALVES Hand valves di gunakan untuk menambah/ mengurangi steam flow yang melewati area nozle. Ada dua fungsi. 1. Untuk kondisi part load, efisiensi dapat ditambah dengan menutup satu atau lebih hand valve. 2. Hand valve bisa digunakan untuk menjaga overloading atau menjaga beban full.
36 GENERATOR OUTPUT POWER VS INLET STEAM FLOW (Saturated Steam)
37 Specific Steam Consumption (SSC) Latar belakang penggunaan Hand Nozel (Hand Valve) adalah untuk menjaga governor valve tetap terbuka penuh. Jika governor valve tidak terbuka penuh, maka akan terjadi pencekikan. Pada kondisi normal (beban penuh), penurunan tekanan uap masuk adalah +/- 5%. Jika teradi pencekikan, penurunan tekanan akan lebih tinggi, yang menjadikan entalphi yang tersedia di nozel berkurang yang berakibat SSC menjadi tinggi. Contoh untuk beban 650 kw, kedua Hand Valve di tutup, kebutuhan uap adalah 17,000 kg/hr. Jika Hand Valve di buka satu, kebutuhan uap menjadi 19,000 kg/hr.
38 GLANDS Carbon Ring glands digunakan pada Turbine untuk putaran 8000 RPM atau dibawahnya. Carbon ring terdiri dari 3 segment dan setiap carbon ring memiliki spring. Carbon ring mempunyai sisi yang miring pada bagian luar untuk tempat spring. Radial Force : Carbon ring yang terdiri dari 3-segment berfungsi mengimbangi gaya radial yang diakibatkan oleh putaran shaft. Axial Force : Mengimbangi gaya axial dengan cara menempatkan spring carbon ring dengan spacer. Jumlah carbon ring pada Steam End 5 bh. Jumlah carbon ring pada Exhaust End 5 bh.
39 Thrust Bearing Sebuah thrust bearing kapasitas tinggi, 9310-U- diletakkan pada shaft turbin di posisi steam end. Thrust bearing berfunsi untuk mencegah pergerakan axial dari turbin rotor. Thrust bearing menggunakan shim pada shaft turbin. Recomendasi running clearance : 0.35 mm
40 Journal Bearings Ada dua bearing pada rotor turbin. Steam end bearing Exhaust end bearings. Journal bearing menggunakan material steel di bagian belakangnya dan diisi dengan pelumasan ( Oil pressure 1.4 Bar) Pada journal bearing ada stop pin untuk mencegah journal bearing berputar di shaft.
41 TRIP VALVE ( Type-1) Ini adalah type trip valve, single seat ventury, mechanisme digerakkan oleh spring & linkages. Ventury trip valve akan bekerja apabila.. Low Oil pressure Saftey. Over Speed Governor. Trip lever dapat di gerakkan secara manual oleh operator.
42 6 INCH VENTURY TRIP VALVE
43 TRIP & THROTTLE VALVE ( Type-2) Trip & Throttle valve dapat di gerakan secara manual dengan roda tangan. Mekanisme pergerakan dengan menutup valve oleh gaya spring. Tekanan minyak pelumas yang dibutuhkan 20 PSI untuk menjaga valve pada posisi normal terbuka. Mempunyai kapasitas untuk Low oil pressure trip. Over Speed Trip. Remote stop (dilakukan oleh Solenoid Valve) Trip lever dapat digerakkan secara manual (oleh operator).
44 LOW OIL PRESSURE SAFTEY (LOPT) LOPT ada dibagian bawah yang memiliki spring bertekanan yang secara mekanisme dapat menggerakkan latch trip. Pada saat tekanan minyak pelumas berkurang dapat menggerakkan latch sehingga trip. Jika minyak pelumas terlalu rendah (0.5 bar), spring akan menggerakkan latch sehingga turbin trip. TURBINE LOW OIL PRESSURE TRIP SAFTEY
45 TURBINE LOW OIL PRESSURE TRIP SAFTEY
46 TURBINE OVERSPEED TRIP SAFTEY Over Speed trip mechanism sangat PENTING bagi turbin sebagai saftey untuk menjaga kemungkinan rusak untuk kejadian putaran lebih di turbin. Terdiri dari atas bolt yang dapat bergerak keluar oleh gaya sentrifugal dengan melawan gaya spring. Over speed turbin dapat disetting. Governor Cup Assembly
47 WOODWARD GOVERNOR TYPE UG10 FUNGSI GOVERNOR ADALAH UNTUK MENJAGA PUTRAN TURBIN SPEED SETTING KNOB : KNOB DAPAT DI PUTAR UNTUK MENAMBAH ATAU MENGURANGI PUTARAN TURBIN. LOAD LIMIT : LOAD LIMIT BERTUJUAN MENGKONTROL DAN MEMBATASI PERGERAKAN DARI GOVERNOR OUTPUT SHAFT. SPEED DROOP KNOB : UNTUK SETTING SPEED DROOP. %DROOP= NO LOAD SPEED- FULL LOAD SPEED X100 FULL LOAD SPEED SYNCHRONISER INDICATOR HANYA SEBAGAI PETUNJUK (INDICATOR) UNTUK PUTARAN TURBIN.
48 Lube oil system components. Main oil pump : Capacity ; RPM, Rated Pressure 6 bar. Driven by gearbox low speed shaft Auxiliary oil pump : Capacity RPM, Rated Pressure 6 bar. Driven by 3 phase 380 V, electrical motor, 1 KW. Oil cooler : 2 pass - Shell and tube type, Water flow :100 LPM, Oil flow : 200 LPM Oil Filter : 25 Microns, 200 LPM. Rated pressure 15 Bar. Pressure Relief Valve : Oil pressure adjustment range 1-3 bar. Oil tank : 200 Liters. ( ISO VG 68) Oil pressure gauges 3 Nos. Oil temperature gauge : degc 1 No. Oil requirement for gearbox: +/ bar. Oil requirement for Turbine bearing : +/ bar. Oil relieved through PRV : +/- 30 LPM
49 Operating Instructions TURBINE STARTING PROCEDURE: 1. Check kondisi tekanan uap masuk ( sesuaikan dengan kondisi standart uap) 2. Check level minyak pelumas di reservoir. 3. Check level minyak pelumas di governor. 4. Hidupkan pompa auxiliary. 5. Check tekanan minyak pelumas. Tekanan minyak tidak boleh kurang dari +/- 1 Bar di bearing turbin. 6. Buka valve untuk air masuk dan yang keluar dari Oil Cooler. 7. Buka semua VALVE DRAINAGE di Turbin, sebelum valve uap masuk dan Steam separator yang bertujuan untuk membuang semua kondensasi air dari turbin. 8. Buka pelan-pelan valve uap keluar. Yakinkan bahwa Valve uap keluar dalam keadaan TERBUKA PENUH. (Putar berlawanan lebih kurang ¼ putaran untuk mencegah valve dari kondisi yang macet). 9. Set kembali emergency trip lever. Untuk turbin yang menggunakan low oil pressure trip, Yakinkan bahwa linkage harus benar-benar dibawah latch.
50 10. Putar knob governor sehingga turbin berputar perlahan-lahan. 11. Buka pelan-pelan valve UAP MASUK ke turbin, dan lihat apakah rotor sudah mulai berputar. 12. Selanjutnya buka PELAN-PELAN uap masuk hingga governor dapat mengkontrol putaran turbin. 13. Check semua untuk kondisi getaran, kondisi suara,kebocoran minyak pelumas dan lainnya dari turbin atau gear box. 14. Setelah putaran turbin dapat di kontrol oleh governor, Yakinkan bahwa valve uap masuk dalam keadaan TERBUKA PENUH. (Putar berlawanan lebih kurang ¼ putaran untuk mencegah valve dari kondisi yang macet). 15. Tutup seluruhnya VALVE DRAINAGE apabila air kondensasi sudah benar-benar terbuang, sedangkan untuk system kondensate biarkan valve dalam keadaan terbuka. 16. Sesuaikan putaran turbin dengan RPM yang di kehendaki.
51 17. Check semua parameter dari TURBIN GENERATOR. 1. Vibration level dari Turbin, Gearbox dan Generator. 2. Tekanan minyak pelumas di bearing turbin, bearing Gearbox (1.4 bar -1.8 bar) 3. Temperatur minyak pelumas yang keluar dari Oil Cooler 49 Deg C. 4. Temperatur bearing di gear box < 75 Deg C. 5. Abnormal Noise. 18. Selanjutnya turbin generator dapat di syncronize dan dibebani sesuai dengan kapasitas. 19. Check semua parameter dari Turbin Generator dan laporannya setiap jam. 20. Untuk keadaan yang tidak normal, Stop segera turbin dan lakukan pengecekan/ perbaikan.
52 TURBINE SHUTDOWN PROCEDURE 1. Kurangi beban di turbin sampai posisi minimum. 2. Lepaskan secara manual emergency trip valve. 3. Tutup valve UAP MASUK. 4. Tutup valve UAP KELUAR. 5. Stop minyak pelumas dengan mematikan pompa auxiliary beberapa menit setelah turbin benar-benar berhenti. 6. Buka semua Valve DRAINAGE turbin. CAUTION: Jika beban di turbin generator tidak dapat dikurangi dengan cara normal, Ini menunjukkan governor valve dalam keadaan macet. Untuk kondisi seperti ini jangan langsung mematikan CB generator karena sangat BERBAHAYA terjadinya over speed. Beban di turbin generator dapat dikurangi dengan cara menutup valve UAP MASUK dan berhentikan turbin menggunakan emergency trip.
53 RECCOMENDED MAINTENANCE SCHEDULE. DAILY MAINTENANCE CHECKS MAINTENANCE HARIAN 01. Check secara visual kondisi minyak pelumas, air dan kebocoran steam di turbin. 02. Check secara visual kerusakan external / kerusakan accessories turbin. 03. Check level minyak pelumas pada reservoir. 04. Check level minyak pelumas pada WOODWARD governor. 05. Check level getaran (Vibration level) di turbin, gear box dan generator. 06. Jaga turbin generator dalam kondisi yang bersih.
54 RECCOMENDED MAINTENANCE SCHEDULE. WEEKLY MAINTENANCE CHECKS & RECORD MAINTENANCE MINGGUAN & LAPORAN 1. Check secara visual kondisi minyak pelumas, air dan kebocoran steam di turbin. 2. Check kebocoran uap dari pipa/ valve uap masuk/ keluar. 3. Check level minyak pelumas di WOODWARD governor dan di tambah jika diperlukan. 4. Check & Laporan Vibration level (level getaran) turbin generator. 5. Bersihkan dan lumasi governor lever connecting rod end dan semua linkage. 6. Check pengoperasian minyak pelumas dari pompa auxiliary dan laporan tentang tekanan minyak pelumas. 7. Check fungsi dari alat low oil pressure shutdown. 8. Check fungsi dari system emergency trip. 9. Check fungsi dari governor valve. 10. Jaga turbin generator dalam kondisi bersih.
55 RECCOMENDED MAINTENANCE SCHEDULE. MONTHLY MAINTENANCE CHECKS & RECORD MAINTENACE BULANAN & LAPORAN 1. Check kondisi minyak pelumas, air dan kebocoran uap di trubin. 2. Check kebocoran uap di valve uap masuk/ keluar dan perbaiki. 3. Check secara visual LS & HS coupling dari kebocoran pelumasan grease, dan kondisi dari baut coupling. 4. Check level minyak pelumas di reservoir dan ambil sedikit sampel untuk mengetahui kadar air dalam minyak pelumas. 5. Check level minyak pelumas di WOODWARD governor dan tambah jika diperlukan. 6. Check & laporan level getaran (Vibration level) dari turbin generator. 7. Bersihkan & lumasi governor lever connecting rod end dan semua linkage. 8. Check pengoperasian minyak pelumas dari pompa auxiliary dan laporan tekanan minyak pelumas. 9. Check fungsi dari alat low oil pressure shutdown. 10. Check performance dari oil cooler. 11. Check fungsi dari system emergency trip. 12. Check fungsi dari governor valve. 13. Check over speed trip dan laporan nilai yang diperoleh. 14. Jaga Turbin generator dalam kondisi bersih.
56 RECCOMENDED MAINTENANCE SCHEDULE. MAINTENANCE CKECK ( PERTENGAHAN TAHUN) 1. Check kondisi dari governor valve, Buka dan bersihkan steam strainer. 2. Buka cover casing turbin. 3. Check kondisi wheel, dan sudu-sudu. 4. Check kondisi shaft pada gland seal area, dan journal bearing. 5. Check kondisi dari Nozzle. 6. Check kondisi dari guide ring. 7. Check kondisi dari baffle oil. 8. Check penggunaan carbon ring, keluarkan, bersihkan shaft area dan ganti dengan dengan yang baru. 9. Check thrust bearing dan end play. 10. Check kondisi steam end dan exhaust end bearing. 11. Check kondisi dari thrust bearing & bearing shell. 12. Check clearance antara wheel dan Nozzle dan adjust jika diperlukan. 13. Check kondisi dari tripping finger dan adjust clearance. 14. Check kondisi dari system governor drive. 15. Check sentimental valve for proper operation. 16. Check high speed coupling dan low speed coupling gear, alignment coupling, isi dengan grease yang baru. 17. Check kondisi dari oil cooler dan bersihkan semua tube. 18. Keluarkan minyak pelumas & bersihkan reservoir, isi dengan minyak pelumas yang baru, dan ganti oil filter. 19. Buka cover gear box dan check kondisi dari gear, teeth contact. 20. Check Governor dan adjust pergerakan dari linkage governor. 21. Check dan ikat kuat seluruh baut di turbin,generator, gearbox dan fondasi. 22. Assemble kembali turbin. 23. Check generator, rotating diodes, bersihkan dengan kompresor udara. Lumasi bearing. 24. Check system dari LOPT safety. 25. Check system dari Over speed safety. 26. Check dari vibration level (level getaran) untuk turbin, gear box, dan generator.
57 IMPORTANT NOTICE User harus dapat memberikan uap yang bersih bagi turbin dalam pengoperasian. Uap yang di suply dari boiler ke turbin dalam pengoperasiannya harus di cegah dari senyawa kimia yang berlebihan bagi turbin sehingga dapat mengakibatkan tidak berfungsinya governor valve dan system emergency trip yang dapat berbahaya over speed dan kerusakan serius lainnya. Dresser - Rand merekomendasikan pengoperasian turbin sesuai dengan kondisi uap dari manufacturer untuk tekanan uap masuk, temperatur, tekanan uap keluar dan kapasitas uap. Pengoperasian turbin untuk kondisi uap MAXIMUM dan MINIMUM dapat mengakibatkan overloading pada sudu-sudu turbin. Buka valve uap keluar terlebih dahulu sebelum turbin di hidupkan. Jika ini tidak dilakukan hal ini akan berbahaya bagi turbin. Pengoperasian turbin pada tekanan uap masuk yang rendah bisa mengakibatkan kerusakan sudusudu dan thrust bearing. Sebelum menghidupkan Turbin, buka semua VALVE DRAINAGE di Turbin, sebelum Valve uap masuk dan Steam separator untuk membuang seluruh air kondensasi dari turbin. Kalau hal ini tidak dilakukan dapat mengakibatkan kerusakan pada sudu-sudu. Check semua safety yang ada pada Turbin (over speed safety ) setiap bulannya. Tekanan minyak pelumas dan temperatur minyak pelumas harus selalu di monitor dan disesuaikan dengan standart yang berlaku. Hal ini dilakukan untuk mencegah kerusakan bearing di turbin dan gear box.
58 TROUBLE SHOOTING TROUBLE SHOOTING TURBIN UAP SATU TINGKAT TROUBLE PENYEBAB PENANGGULANGAN Kurang Tenaga Krangan Hand Nozzle tidak terbuka. Buka krangan hand nozzle dan sesuaikan dengan jumlah beban yang digunakan. Governor valve tidak dalam keadaan Setting lingkage governor terbuka penuh Nozzle tersumbat Ceck rotor, jika mungkin lakukan dengan membersihkan dengan brush kawat Beban lebih dari kapasitas turbin tekanan Jika beban turbin ingin ditambah, konsultasikan dengan Dresser Rand Uap yang masuk terlalu rendah atau tekanan Check tekanan uap masuk pada Boiler uap yang keluar terlalu tinggi
59 Boros konsumsi uap Beban lebih besar dari kenyataannya. Jika beban tidak dapat dikurangi, turbin dapat dilakukan dengan design nozzle, sehingga menyebabkan penambahan beban. Konsultasikan dengan Dresser Rand. Kecepatan dibawah normal check tekanan uap dan tekanan balik. Yakinkan bahwa governor valve dalam keadaan terbuka penuh Krangan Hand Nozzle terbuka banyak Uap yang masuk terlalu rendah atau tekanan Tutup krangan Hand Nozzle Check tekanan uap dari boiler uap yang keluar terlalu tinggi Uap basah, atau kadar uap kering terlalu rendah Kondisi seperti ini tidak hanya menyebabkan kerugian tenaga, tetapi dapat mengakibatkan berbahaya/erosi pada nozle dan sudu. Set kondisi uap yang direkomendasikan Kerusakan pada nozzle dan sudu Pasa kondisi ini turbin akan berkurang, sebaiknya nozzle dan sudu diperbaiki atau diganti
60 Getar Misalignment Check alignment pada kondisi turbin masih panas Tidak balance Banyak kotoran pada sudu. Pasa waktu turbin stop/shutdown turbin harus didrainage yang cukup untuk mencegah karat.getaran yang kuat mengakibatkan hilangnya beberapa sudu atau selendang sudu Bergeser Kerusakan pada shaft Perbaiki posisi axial rotor. Jika perlu setting pada trust bearing Kemungkinan disebabkan oleh panas bering, ketatnya glands atau kerusakan mechanic. Kerusakan rotor wheel Gland yang terpasang terlalu ketat Rotor harus diperbaiki atau duganti. Ketatnya pemasangan carbon ring dapat mengakibatkan getar dan overheating Kebocoran Gland Sudah aus atau carbon ring rusak Ganti dengan yang baru Buruknya carbon ring yang diakibatkan oleh kotoran atau kerak yang dibawa oleh steam Jalur pembuangan tidak bebas terbuang Kebocoran pada tekanan exhaust Carbon ring harus bebas dan bergerak. Bersihakan permukaan carbon ring dan reset kembali Yakinkan bahwa tidak ada tekanan balik dari drainage Diakibatkan oleh rusaknya packling sehingga bisa mengakibatkan oli bercampur air.
61 Bearing panas dan Penggunaan minyak pelumas yang salah Minyak pelumas harus bersih dan gunakan viskositas yang sesuai pemakaian Air pendingin tidak dipakai, atau air pendingan terlalu panas Oli campur air Missalignment Tidak balance Kerasnya permukaan journal bearing Kondisi seperti ini dapat mengakibatkan trust bearing dan main bearing terlalu panas. Temperatur minyak pelumas yang keluar dari oil cooler tidak lebih dari 120 F (49 C) Hal ini diakibatkan oleh kebocoran gland oil cooler atau condensasi Buat seminimum mungkin terjadinya kondensasi. Selanjutnya check oli di reservoir dan drain air dalam reservoir tersebut. Secara umum misalingment dapat mengakibatkan kerusakan pada bearing. Babbit akan retak atau rusak Hal tersebut disebabkan oleh kerak-kerak yang menempel di rotor wheel. Bersihkan. Hal tersebut diakibatkan oleh kotoran-kotoran yang kecil yang ada pada juornal bearing.
62
STEAM TURBINE. POWER PLANT 2 X 15 MW PT. Kawasan Industri Dumai
STEAM TURBINE POWER PLANT 2 X 15 MW PT. Kawasan Industri Dumai PENDAHULUAN Asal kata turbin: turbinis (bahasa Latin) : vortex, whirling Claude Burdin, 1828, dalam kompetisi teknik tentang sumber daya air
BAB III TURBIN UAP PADA PLTU
BAB III TURBIN UAP PADA PLTU 3.1 Turbin Uap Siklus Renkine setelah diciptakan langsung diterima sebagai standar untuk pembangkit daya yang menggunakan uap (steam ). Siklus Renkine nyata yang digunakan
Session 13 STEAM TURBINE OPERATION
Session 13 STEAM TURBINE OPERATION SISTEM OPERASI Operasi plant yang baik harus didukung oleh hal-hal berikut: Kelengkapan buku manual dari pabrikan Prosedur operasi standar yang meliputi instruksi untuk
TURBOCHARGER BEBERAPA CARA UNTUK MENAMBAH TENAGA
TURBOCHARGER URAIAN Dalam merancang suatu mesin, harus diperhatikan keseimbangan antara besarnya tenaga dengan ukuran berat mesin, salah satu caranya adalah melengkapi mesin dengan turbocharger yang memungkinkan
Session 11 Steam Turbine Protection
Session 11 Steam Turbine Protection Pendahuluan Kesalahan dan kondisi tidak normal pada turbin dapat menyebabkan kerusakan pada plant ataupun komponen lain dari pembangkit. Dibutuhkan sistem pengaman untuk
LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara
LAMPIRAN Lampiran 1. Scope Pemeliharaan P1 P8 Scope Pemeliharaan P1 & P2 (Pemeliharaan Harian) PLTD Titi Kuning meliputi: 1. Membersihkan mesin, peralatan-peralatan bantu serta lantai lokasi mesin dari
2.3.1.PERBAIKAN BAGIAN ATAS MESIN. (TOP OVERHAUL)
BAB VII 2.3.1.PERBAIKAN BAGIAN ATAS MESIN. (TOP OVERHAUL) Perbaikan bagian atas adalah yang meliputi bagian. atas dari motor Diesel, yaitu seluruh bagian pada kepala silinder (Cylinder head) atau seluruh
Kata Pengantar. sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan
Kata Pengantar Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang turbin uap ini dengan baik meskipun
BAB IV PEMBAHASAN 4.1 CARA PERAWATAN TURBOCHARGER Gambar 4.1 Turbocharger (Sumber : Data Pribadi) Turbocharger adalah bagian yang dibuat secara presisi, tetapi memiliki desain yang sangat sederhana, dan
ANALISIS TERJADINYA HIGH OIL CONSUMPTION PADA LUBRICATION SYSTEM PESAWAT BOEING PK-GGF
ANALISIS TERJADINYA HIGH OIL CONSUMPTION PADA LUBRICATION SYSTEM PESAWAT BOEING 737-500 PK-GGF Eko Yuli Widianto 1, Herry Hartopo 2 Program Studi Motor Pesawat Fakultas Teknik Universitas Nurtanio Bandung
JENIS TURBIN. Jenis turbin menurut bentuk blade terdiri dari. Jenis turbin menurut banyaknya silinder. Jenis turbin menurut arah aliran uap
TURBINE PERFORMANCE ABSTRACT Pada umumnya steam turbine di operasikan secara kontinyu dalam jangka waktu yang lama.masalah-masalah pada steam turbin yang akan berujung pada berkurangnya efisiensi dan performansi
MEMBUAT STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PADA UNIT WATER TRUCK
BAB III MEMBUAT STANDAR OPERA SIONA L PR OSEDUR PADA UNIT WA TER TRUC K MEMBUAT STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PADA UNIT WATER TRUCK 1.1 Bagian-Bagian Utama water truck. Pada bagian ini dijelaskan nama-nama
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. cutting turbocharger. Berikut adalah beberapa langkah yang dilakukan : Proses pengerjaan cutting Turbocharger
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Proses cutting Turbocharger Dalam pengerjaan media pembelajaran dalam sistim Turbocharger, adapun langkah yang dilakukan dalam pengerjaan proses cutting turbocharger. Berikut
PERAWATAN TURBOCHARGER PADA GENSET MESIN DIESEL 1380 KW. Oleh: Dr. Ir. Heru Mirmanto, MT
TUGAS AKHIR PERAWATAN TURBOCHARGER PADA GENSET MESIN DIESEL 1380 KW Oleh: Bagus Adi Mulya P 2107 030 002 DOSEN PEMBIMBING: Dr. Ir. Heru Mirmanto, MT PROGRAM DIPLOMA 3 BIDANG KEAHLIAN KONVERSI ENERGI JURUSAN
Session 10 Steam Turbine Instrumentation
Session 10 Steam Turbine Instrumentation Pendahuluan Pengoperasian turbin yang terus menerus dan kondisi yang abnormal mempengaruhi kondisi turbin. Instrumen dibutuhkan untuk memantau kondisi turbin dan
SESSION 12 POWER PLANT OPERATION
SESSION 12 POWER PLANT OPERATION OUTLINE 1. Perencanaan Operasi Pembangkit 2. Manajemen Operasi Pembangkit 3. Tanggung Jawab Operator 4. Proses Operasi Pembangkit 1. PERENCANAAN OPERASI PEMBANGKIT Perkiraan
PT. BANGKITGIAT USAHA MANDIRI
NO. ISK/PKS-PRS/08 Status Dokumen No. Distribusi DISAHKAN Pada tanggal 15 Februari 2013 Dimpos Giarto Valentino Tampubolon Direktur Utama Dilarang memperbanyak dokumen ini tanpa izin Wakil Manajemen /Pengendali
LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara
LAMPIRAN Lampiran 1. Scope Pemeliharaan P1 P8 Scope Pemeliharaan P1 & P2 (Pemeliharaan Harian) PLTD Titi Kuning meliputi : 1. Membersihkan mesin, peralatan-peralatan bantu serta lantai lokasi mesin dari
Kata Kunci : PLC, ZEN OMRON, HP Bypass Turbine System, pompa hidrolik
Makalah Seminar Kerja Praktek SIMULASI PLC SEDERHANA SEBAGAI RESPRESENTASI KONTROL POMPA HIDROLIK PADA HIGH PRESSURE BYPASS TURBINE SYSTEM Fatimah Avtur Alifia (L2F008036) Jurusan Teknik Elektro Fakultas
Aku berbakti pada Bangsaku,,,,karena Negaraku berjasa padaku. Pengertian Turbocharger
Pengertian Turbocharger Turbocharger merupakan sebuah peralatan, untuk menambah jumlah udara yang masuk kedalam slinder dengan memanfaatkan energi gas buang. Turbocharger merupakan perlatan untuk mengubah
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
54 BAB III METODOLOGI PENELITIAN Pada perancangan modifikasi sistem kontrol panel mesin boiler ini, selain menggunakan metodologi studi pustaka dan eksperimen, metodologi penelitian yang dominan digunakan
Pengoperasian pltu. Simple, Inspiring, Performing,
Pengoperasian pltu PERSIAPAN COLD START PLTU 1. SISTEM AUXILIARY STEAM (UAP BANTU) FUNGSI : a. Menyuplai uap ke sistem bahan bakar minyak pada igniter untuk mengabutkan bahan bakar minyak (Atomizing sistem).
BAB III PROSES PENGUJIAN APU GTCP36-4A
BAB III PROSES PENGUJIAN APU GTCP36-4A 3.1 Teori Dasar APU Auxiliary Power Unit (APU) merupakan mesin turbin gas yang berfungsi sebagai supporting engine pada pesawat. APU tergolong dalam jenis turboshaft,
Dua orang berkebangsaan Jerman mempatenkan engine pembakaran dalam pertama di tahun 1875.
ABSIC ENGINE Dua orang berkebangsaan Jerman mempatenkan engine pembakaran dalam pertama di tahun 1875. Pada pertengahan era 30-an, Volvo menggunakan engine yang serupa dengan engine Diesel. Yaitu engine
BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN
31 BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN 4.1 ALUR PROSES PELAKSANAAN Mulai perawatan Pemeriksaan dan penyetelan pada mesin oil sealed rotary vacuum pump model P450 Membongkar dan memperbaiki komponen tersebut
BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN
25 BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN 4.1 SEA WATER BOOSTER PUMP Sea Water Booster Pump adalah suatu pompa sentrifugal yang berfungsi untuk menambah tekanan air laut yang berasal dari Circulating Water
BAB IV ANALISA DAN HASIL DATA. Flight controls hydraulic modular package adalah suatu komponen yang
BAB IV ANALISA DAN HASIL DATA 4.1. Analisa Data 4.1.1. Umum Flight controls hydraulic modular package adalah suatu komponen yang berfungsi sebagai pengontrol dari tenaga hydraulic untuk aileron, rudder,
MANUAL BOOK COMPRESSOR INSTALLATION, PREVENTIF MAINTENANCE AND TROUBLE-SHOOTING
MANUAL BOOK COMPRESSOR INSTALLATION, PREVENTIF MAINTENANCE AND TROUBLE-SHOOTING A. INSTALLATION 1. Pemilihan Lokasi a. Lokasi Harus bersih dan kering dengan lantai yang kuat untuk menyangga beban kompresor
BAB II LINGKUP KERJA PRAKTEK
BAB II LINGKUP KERJA PRAKTEK 2.1 Lingkup Kerja Praktek di PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Lingkup kerja praktek di PT.Kereta Api Indonesia (Persero) perawatan secara berkala lokomotif di dipo Tanah
BAB III DESKRIPSI ALAT UJI DAN PROSEDUR PENGUJIAN
BAB III DESKRIPSI ALAT UJI DAN PROSEDUR PENGUJIAN 3.1. Rancangan Alat Uji Pada penelitian ini alat uji dirancang sendiri berdasarkan dasar teori dan pengalaman dari penulis. Alat uji ini dirancang sebagai
Turbin Uap BOILER. 1 4 konderser
Turbin Uap Siklus Renkine setelah diciptakan langsung diterima sebagai standar untuk pembangkit daya yang menggunakan uap (steam ). Siklus Renkine nyata yang digunakan dalam instalasi pembangkit daya jauh
BAB II LANDASAN TEORI. stage nozzle atau nozzle tingkat pertama atau suhu pengapian turbin. Apabila suhu
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Kendali suhu Pembatasan suhu sebenarnya adalah pada turbin inlet yang terdapat pada first stage nozzle atau nozzle tingkat pertama atau suhu pengapian turbin. Apabila suhu pengapian
KATA PENGANTAR. Taufik Hidayat
KATA PENGANTAR D alam rangka peningkatan kualitas maintenance, khususnya operator PH, maka perlu kiranya dibuatkan buku panduan yang berisi tentang peralatan yang menjadi tanggung jawabnya - dalam hal
MODUL POMPA AIR IRIGASI (Irrigation Pump)
MODUL POMPA AIR IRIGASI (Irrigation Pump) Diklat Teknis Kedelai Bagi Penyuluh Dalam Rangka Upaya Khusus (UPSUS) Peningkatan Produksi Kedelai Pertanian dan BABINSA KEMENTERIAN PERTANIAN BADAN PENYULUHAN
BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN
25 BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN 4.1 ALUR PROSES PRODUKSI Dalam perkitan hydraulic power unit ada beberapa proses dari mulai sampai selesai, dan berikut adalah alur dari proses produksi Gambar 4.1
LUBRICATING SYSTEM. Fungsi Pelumas Pada Engine: 1. Sebagai Pelumas ( Lubricant )
LUBRICATING SYSTEM Adalah sistim pada engine diesel yang dapat merawat kerja diesel engine agar dapat berumur panjang, dengan memberikan pelumasan pada bagian-bagian engine yang saling bergerak/mengalami
Gambar struktur fungsi solenoid valve pneumatic
A. PNEUMATIK 1. Prinsip Kerja Peralatan Pneumatik Prinsip kerja dari solenoid valve/katup (valve) solenoida yaitu katup listrik yang mempunyai koil sebagai penggeraknya dimana ketika koil mendapat supply
BAB III CARA KERJA MESIN PERAKIT RADIATOR
BAB III CARA KERJA MESIN PERAKIT RADIATOR 3.1 Mesin Perakit Radiator Mesin perakit radiator adalah mesin yang di gunakan untuk merakit radiator, yang terdiri dari tube, fin, end plate, dan side plate.
BAB III LANDASAN TEORI
BAB III LANDASAN TEORI 3.1 TEORI DASAR GENSET Genset adalah singkatan dari Generating Set. Secara garis besar Genset adalah sebuah alat /mesin yang di rangkai /di design /digabungkan menjadi satu kesatuan.yaitu
GLOSSARY STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG PEMBANGKITAN ENERGI BARU DAN TERBARUKAN
GLOSSARY GLOSSARY STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG PEMBANGKITAN ENERGI BARU DAN TERBARUKAN Bangunan Sipil Adalah bangunan yang dibangun dengan rekayasa sipil, seperti : bangunan
1. EMISI GAS BUANG EURO2
1. EMISI GAS BUANG EURO2 b c a Kendaraan Anda menggunakan mesin spesifikasi Euro2, didukung oleh: a. Turbocharger 4J 4H Turbocharger mensuplai udara dalam jumlah yang besar ke dalam cylinder sehingga output
UNIVERSITAS GUNADARMA FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI PENULISAN ILMIAH
UNIVERSITAS GUNADARMA FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI PENULISAN ILMIAH ANALISA PROSES KERJA SOOT BLOWER TIPE FIXED ROTARY PADA PROTOTYPE MINI STEAM POWER PLANT DI PT. NW INDUSTRIES Nama : Rachmat Shaleh NPM
SESSION 3 GAS-TURBINE POWER PLANT
SESSION 3 GAS-TURBINE POWER PLANT Outline 1. Dasar Teori Turbin Gas 2. Proses PLTG dan PLTGU 3. Klasifikasi Turbin Gas 4. Komponen PLTG 5. Kelebihan dan Kekurangan 1. Dasar Teori Turbin Gas Turbin gas
Prinsip kerja PLTG dapat dijelaskan melalui gambar dibawah ini : Gambar 1.1. Skema PLTG
1. SIKLUS PLTGU 1.1. Siklus PLTG Prinsip kerja PLTG dapat dijelaskan melalui gambar dibawah ini : Gambar 1.1. Skema PLTG Proses yang terjadi pada PLTG adalah sebagai berikut : Pertama, turbin gas berfungsi
STANDAR LATIHAN KERJA DAFTAR MODUL
STANDAR LATIHAN KERJA DAFTAR MODUL NO. KODE JUDUL 1. WLO 01 ETIKA PROFESI DAN ETOS KERJA 2. WLO 02 KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) 3. WLO 03 STRUKTUR DAN FUNGSI WHEEL LOADER 4. WLO 04 PEMELIHARAAN
BAB IV PROSES ASSEMBLY POWER SECTION APU GTCP85-129
BAB IV PROSES ASSEMBLY POWER SECTION APU GTCP85-129 4.1 Pengantar Proses assemble power section dibagi menjadi 3 tahapan proses assembly yaitu : 1. Assembly rotating group 2. Assembly component support
COOLING WATER SYSTEM
2.8. Pengertian Cooling Water System pada Gas Turbine merupakan suatu sistem pendinginan tertutup yang digunakan untuk pendinginan lube oil dan udara pendingin generator. Cooling Water System menggunakan
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO KONSENTRASI TEKNIK ELEKTRONIKA FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI UNIVERSITAS GUNADARMA
ANALISA SISTEM KONTROL LEVEL DAN INSTRUMENTASI PADA HIGH PRESSURE HEATER PADA UNIT 1 4 DI PLTU UBP SURALAYA. Disusun Oleh : ANDREAS HAMONANGAN S (10411790) JURUSAN TEKNIK ELEKTRO KONSENTRASI TEKNIK ELEKTRONIKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI. memanfaatkan energi kinetik berupa uap guna menghasilkan energi listrik.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka Pembangkit Listrik Tenaga Uap merupakan pembangkit yang memanfaatkan energi kinetik berupa uap guna menghasilkan energi listrik. Pembangkit
BAB IV PERAWATAN KOMPRESOR SENTRAL DI PT.PLN APP DURIKOSAMBI
BAB IV PERAWATAN KOMPRESOR SENTRAL DI PT.PLN APP DURIKOSAMBI 4.1 In Service / Visual Inspection 4.1.1 Pengertian Merupakan kegiatan inspeksi atau pengecekan yang dilakukan dengan menggunakan 5 sense (panca
Program pemeliharaan. Laporan pemeliharaan
17 BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN 4.1 PROSES KERJA PEMERIKSAAN DAN PEMELIHARAAN Berikut diagram alir proses perawatan dan pemeliharaan Jadwal pemeliharaan Program pemeliharaan Pemeliharaan Mingguan
BAB IV PEMBAHASAN 4.1 PERAWATAN DAN PENGOPERASIAN RINGAN PADA GENSET DAN PANEL ATS AMF AGAR TETAP OPTIMAL. Gambar 4.1 Mesin Genset
BAB IV PEMBAHASAN 4.1 PERAWATAN DAN PENGOPERASIAN RINGAN PADA GENSET DAN PANEL ATS AMF AGAR TETAP OPTIMAL Gambar 4.1 Mesin Genset Ada beberapa hal yang harus di perhatikan untuk sistem otomatisasi agar
ANALISIS UNJUK KERJA TURBIN AIR KAPASITAS 81,1 MW UNIT 1 PADA BEBAN NORMAL DAN BEBAN PUNCAK DI PT INDONESIA ASAHAN ALUMINIUM POWER PLANT
ANALISIS UNJUK KERJA TURBIN AIR KAPASITAS 81,1 MW UNIT 1 PADA BEBAN NORMAL DAN BEBAN PUNCAK DI PT INDONESIA ASAHAN ALUMINIUM POWER PLANT LAPORAN TUGAS AKHIR Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan
PERALATAN INDUSTRI KIMIA (MATERIAL HANDLING)
PERALATAN INDUSTRI KIMIA (MATERIAL HANDLING) Kimia Industri (TIN 4206) PERALATAN INDUSTRI KIMIA YANG DIBAHAS : I Material Handling II Size Reduction III Storage IV Reaktor V Crystallization VI Heat treatment
KERJA PRAKTEK BAB III PEMBAHASAN. 3. Sistem Kerja Dan Pemeliharaan Governor Pada Pesawat Dakota
BAB III PEMBAHASAN 3. Sistem Kerja Dan Pemeliharaan Governor Pada Pesawat Dakota 3.1 Dasar Pengertian Governor Governor adalah suatu benda atau alat penggerak mekanik variable propeller pada pesawat untuk
Ash/sisa abu yang menempel pada permukaan pipa pipa boiler di bagian evaporator.
Ash/sisa abu yang menempel pada permukaan pipa pipa boiler di bagian evaporator. Komponen Utama Sootblower Tipe Fixed Rotary Motor Elektrik Berfungsi untuk menggerakkan gear yang terhubung dengan lance
Komponen mesin pendingin
Komponen mesin pendingin Berdasarkan fungsi atau kegunaannya komponen mesin pendingin sistem kompresi dibedakan menjadi 2 bagian yaitu : A. Komponen pokok Yang dimaksud dengan komponen pokok adalah komponen
BOILER FEED PUMP. b. Pompa air pengisi yang menggunakan turbin yaitu : - Tenaga turbin :
BOILER FEED PUMP A. PENGERTIAN BOILER FEED PUMP Pompa adalah suatu alat atau mesin yang digunakan untuk memindahkan cairan dari suatu tempat ke tempat yang lain melalui suatu media perpipaan dengan cara
COOLING SYSTEM ( Sistim Pendinginan )
COOLING SYSTEM ( Sistim Pendinginan ) Adalah sistim dalam engine diesel yang berfungsi: 1. Mendinginkan engine untuk mencegah Over Heating.. 2. Memelihara suhu kerja engine. 3. Mempercepat dan meratakan
Ayrton Humardhani P Pembimbing Dr.Bambang Lelono Widjiantoro, ST, MT.
Ayrton Humardhani P 2411 105 024 Pembimbing Dr.Bambang Lelono Widjiantoro, ST, MT. Belum dilakukanya penentuan nilai safety integrity level di PLTU unit 1. Pentingnya evaluasi dalam sistem keamanan komponen
BAB IV PEMBAHASAN & ANALISA
BAB IV PEMBAHASAN & ANALISA 4.1. Pembahasan Instalasi Pemipaan Sprinkler Pada instalasi pemipaan sprinkler terdapat satu riser (pipa tegak) dimana riser ini diameter pipanya adalah sebesar 100 mm yang
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. METODE PENELITIAN Penelitian dilakukan untuk mengetahui fenomena yang terjadi pada mesin Otto dengan penggunaan bahan bakar yang ditambahkan aditif dengan variasi komposisi
BAB III 2.1. Prosedur sebelum dan sesudah melakukan "overhaul" Mesin Induk di kapal, ialah: Sebelum overhaul:
BAB III 2.1. Prosedur sebelum dan sesudah melakukan "overhaul" Mesin Induk di kapal, ialah: Sebelum overhaul: Melapor kepada Nakhoda bahwa Mesin Induk akan diperbaiki dan kapal akan delay untuk jangka
PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GAS (PLTG) Prepared by: anonymous
PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GAS (PLTG) Prepared by: anonymous Pendahuluan PLTG adalah pembangkit listrik yang menggunakan tenaga yang dihasilkan oleh hasil pembakaran bahan bakar dan udara bertekanan tinggi.
PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN. Alur Proses Pada Perawatan Automatic Brake Handle
44 BAB IV 4.1 ALUR PROSES PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN Alur Proses Pada Perawatan Handle start Pemeriksaan awal per-periodik Pengecheckan kebocoran Haandle Indeks Kerusakan Perbaikan Handle Test Ulang Kebocoran
berupa fibre dan sheel yang di gunakan untuk membakar tabung boiler yang berisi air
127 Dalam waktu 20 jam. Dalam distribusi tenaga kalori listrik pabrik kelapa sawit yang menggunakan boiler sebagai pembangkit nya, membutuhkan bahan bakar berupa fibre dan sheel yang di gunakan untuk membakar
BAB V ANALISA KERJA RANGKAIAN KONTROL
82 BAB V ANALISA KERJA RANGKAIAN KONTROL Analisa rangkaian kontrol pada rangkaian yang penulis buat adalah gabungan antara rangkaian kontrol dari smart relay dan rangkaian kontrol konvensional yang terdapat
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Skema Oraganic Rankine Cycle Pada penelitian ini sistem Organic Rankine Cycle secara umum dibutuhkan sebuah alat uji sistem ORC yang terdiri dari pompa, boiler, turbin dan
BAB III. 3.1 Pemeliharan dan perawatan propeller
BAB III 3.1 Pemeliharan dan perawatan propeller 3.2 Manajemen Manajemen merupakan suatu proses kegiatan yang dilakukan oleh suatu perusahaan dalam mengatur sumber daya sumber daya yang dimilikinya agar
PERENCANAAN MOTOR BAKAR DIESEL PENGGERAK POMPA
TUGAS AKHIR PERENCANAAN MOTOR BAKAR DIESEL PENGGERAK POMPA Disusun : JOKO BROTO WALUYO NIM : D.200.92.0069 NIRM : 04.6.106.03030.50130 JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
TROUBLE SHOOTING SISTEM INJEKSI MESIN DIESEL MITSUBISHI L300 DAN CARA MENGATASINYA
TROUBLE SHOOTING SISTEM INJEKSI MESIN DIESEL MITSUBISHI L300 DAN CARA MENGATASINYA Suprihadi Agus Program Studi D III Teknik Mesin Politeknik Harapan Bersama Jln. Mataram No. 09 Tegal Telp/Fax (0283) 352000
ANALISA KERUSAKAN SHAFT PADA TURBOCHARGER ENGINE 3406 S/N:7N7723
ANALISA KERUSAKAN SHAFT PADA TURBOCHARGER ENGINE 3406 S/N:7N7723 Nama NPM Jurusan Pembimbing : Andri Dwi Putra : 2A413704 : Teknik Mesin : Dr. Rr. Sri Poernomo Sari, ST., MT Latar Belakang Unit Alat Berat
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Dasar-dasar Pompa Sentrifugal Pada industri minyak bumi, sebagian besar pompa yang digunakan ialah pompa bertipe sentrifugal. Gaya sentrifugal ialah sebuah gaya yang timbul akibat
BAB III SPESIFIKASI TRANSFORMATOR DAN SWITCH GEAR
38 BAB III SPESIFIKASI TRANSFORMATOR DAN SWITCH GEAR 3.1 Unit Station Transformator (UST) Sistem PLTU memerlukan sejumlah peralatan bantu seperti pompa, fan dan sebagainya untuk dapat membangkitkan tenaga
BAB III METODE PENGUJIAN DAN PEMBAHASAN PERHITUNGAN SERTA ANALISA
BAB III METODE PENGUJIAN DAN PEMBAHASAN PERHITUNGAN SERTA ANALISA 3.1 Metode Pengujian 3.1.1 Pengujian Dual Fuel Proses pembakaran di dalam ruang silinder pada motor diesel menggunakan sistem injeksi langsung.
Gambar 2.2 Flow Diagram PLTP Kamojang
BAB II GAMBARAN UMUM PLTP UBP KAMOJANG 2.1 Definisi PLTP Pembangkit Listrik Tenaga Geothermal ( Panas Bumi ) yang kita sebut dengan PLTP adalah sebuah instalasi yang merubah energi panas menjadi energi
1. POMPA MENURUT PRINSIP DAN CARA KERJANYA
1. POMPA MENURUT PRINSIP DAN CARA KERJANYA 1. Centrifugal pumps (pompa sentrifugal) Sifat dari hidrolik ini adalah memindahkan energi pada daun/kipas pompa dengan dasar pembelokan/pengubah aliran (fluid
Pratama Akbar Jurusan Teknik Sistem Perkapalan FTK ITS
Pratama Akbar 4206 100 001 Jurusan Teknik Sistem Perkapalan FTK ITS PT. Indonesia Power sebagai salah satu pembangkit listrik di Indonesia Rencana untuk membangun PLTD Tenaga Power Plant: MAN 3 x 18.900
MAKALAH. SMK Negeri 5 Balikpapan SISTEM PENDINGIN PADA SUATU ENGINE. Disusun Oleh : 1. ADITYA YUSTI P. 2.AGUG SETYAWAN 3.AHMAD FAKHRUDDIN N.
MAKALAH SISTEM PENDINGIN PADA SUATU ENGINE Disusun Oleh : 1. ADITYA YUSTI P. 2.AGUG SETYAWAN 3.AHMAD FAKHRUDDIN N. Kelas : XI. OTOMOTIF Tahun Ajaran : 2013/2014 SMK Negeri 5 Balikpapan Pendahuluan Kerja
BAB III SISTEM PLTGU UBP TANJUNG PRIOK
BAB III SISTEM PLTGU UBP TANJUNG PRIOK 3.1 Konfigurasi PLTGU UBP Tanjung Priok Secara sederhana BLOK PLTGU UBP Tanjung Priok dapat digambarkan sebagai berikut: deaerator LP Header Low pressure HP header
BAB 9 MENGIDENTIFIKASI MESIN PENGGERAK UTAMA
BAB 9 MENGIDENTIFIKASI MESIN PENGGERAK UTAMA 9.1. MESIN PENGGERAK UTAMA KAPAL PERIKANAN Mesin penggerak utama harus dalam kondisi yang prima apabila kapal perikanan akan memulai perjalanannya. Konstruksi
BAB I PENDAHULUAN. gesekan pada saat rotor turbin berputar, maka bantalan-bantalan. penyangga tersebut harus dilumasi dengan minyak pelumas.
0 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sistem pelumas sistem yang cukup vital untuk turbin. Fungsinya bukan hanya terbatas untuk pelumasan kerja saja, tetapi juga untuk memindahkan panas, memindahkan
LEMBAR KERJA PENGOPERASIAN SIMULASI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GAS
LEMBAR KERJA PENGOPERASIAN SIMULASI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GAS Proses Nama Penanggung Jawab Jabatan Tanda tangan Perumusan Ainun Nidhar, A.Md Asisten Persetujuan Agus Sukandi, M.T. Ka. Lab Energi-Mekanik
Lampiran Lampiran 1 Prosedur Pengoperasian Generator PT XYZ
Lampiran Lampiran 1 Prosedur Pengoperasian Generator PT XYZ Semua operator yang menjalankan pengoperasian generator harus mengikuti SOP (Standard Operation Procedure) yang telah dibuat dan ditentukan sebagai
telah aus 3) Penggantian Komponen {Discard Task) dan Intervalnya Pekerjaan Penggantian
nspeksi Interval Sistem 2level.3 dilakukan yang J3 pemeliharaan Pekerjaan 635 d CO CO diatur sudah stop screw tepat yang steering Inspeksi gears mengetahui untuk oli ada/tidaknya tie dan link drag Inspeksi
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pabrik Kelapa Sawit (PKS) merupakan sebuah unit produksi yang memelukan sumber energi yang besar untuk menggerakkan mesin-mesin serta peralatan lain yang memerlukan
PROSES PERENCANAAN PERAWATAN POMPA LEAN AMINE[STUDI KASUS DI HESS (INDONESIA- PANGKAH)LTD]
PROSES PERENCANAAN PERAWATAN POMPA LEAN AMINE[STUDI KASUS DI HESS (INDONESIA- PANGKAH)LTD] ANDRILA N. AKBAR (2108 100 621) DOSEN PEMBIMBING Ir. Arino Anzip M.Eng.sc JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNOLOGI
BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN
32 BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN 1.1 PERAWATAN MESIN DOUBLE FACER 1.1.1 Tahapan-Tahapan Perawatan Pada perawatan mesin double facer kali ini hanya akan dijelaskan perawatan terhadap mesin double facer
KONVERSI ENERGI PANAS BUMI HASBULLAH, MT
KONVERSI ENERGI PANAS BUMI HASBULLAH, MT TEKNIK ELEKTRO FPTK UPI, 2009 POTENSI ENERGI PANAS BUMI Indonesia dilewati 20% panjang dari sabuk api "ring of fire 50.000 MW potensi panas bumi dunia, 27.000 MW
BAB IV PENGENALAN MESIN KILN
BAB IV PENGENALAN MESIN KILN 4.1 Deskripsi Mesin Kiln Mesin Kiln pada proses produksi keramik melalui beberapa tahapan yang salah satunya adalah pembakaran. Pembakaran bertujuan mengubah material keramik
BUKU PANDUAN Portable MZ 07-25, WZ 10-25
BUKU PANDUAN Portable MZ 07-5, WZ 10-5 AIR COMPRESSOR PT. SHARPRINDO DINAMIKA PRIMA AIR COMPRESSOR MANUFACTURER Layanan service : (01) 5903411 Website : www. shark.co.id Bersertifikasi ISO 9001 : 008 PERHATIAN...!
BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN 4.1 TAHAP-TAHAP PERAWATAN MESIN SINGLE FACER
27 BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN 4.1 TAHAP-TAHAP PERAWATAN MESIN SINGLE FACER Pada perawatan mesin single facer kali ini hanya akan dijelaskan perawatan terhadap mesin single facer SF-20Q yang digunakan
BAB III LOW PRESSURE DRAIN PUMP
BAB III LOW PRESSURE DRAIN PUMP 3.1 Pengaruh LP drain pump terhadap effisiensi thermal Low Pressure drain pump (LP drain pump) merupakan jenis pompa sentrifugal yang digunakan untuk memindahkan fluida
BAB III 1 METODE PENELITIAN
17 BAB III 1 METODE PENELITIAN 1.1 Prosedur Penelitian Prosedur yang dilakukan dalam penelitian ini terdiri dari beberapa langkah. Langkah pertama, yaitu melakukan studi literatur dari berbagi sumber terkait.
BAB III PENGUKURAN DAN GAMBAR KOMPONEN UTAMA PADA MESIN MITSUBISHI L CC
BAB III PENGUKURAN DAN GAMBAR KOMPONEN UTAMA PADA MESIN MITSUBISHI L 100 546 CC 3.1. Pengertian Bagian utama pada sebuah mesin yang sangat berpengaruh dalam jalannya mesin yang didalamnya terdapat suatu
BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN
41 BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN Start Alat berat masuk ke Workshop Pengecekan sistem hidrolik secara keseluruhan komponen Maintenance Service kerusakan Ganti oli Ganti filter oli Ganti hose hidrolik
DIGITAL LOAD CONTROLLER (DLC)
DIGITAL LOAD CONTROLLER (DLC) FOR INDUCTION GENERATOR (IGC) & SYNCHRONOUS GENERATOR (ELC) DESKRIPSI ELC berfungsi sebagai pengatur speed turbin (governor) untuk system pembangkit dengan generator sinkron.
Perawatan System C V T
Perawatan System C V T A. Pelumasan Colar pada pulley primer Sebab : Jika tidak ada pelumasan, akselerasi / percepatan tidak halus karena gerakan penyesuai pada primary sheave tidak bekerja dengan baik.
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Diagram Alir Pengujian Kinerja Damper Position Blower Persiapan Pencatatan data awal Pengujian Kinerja Blower: -Ampere Actual - Tekanan Pencatatan hasil pengujian performance
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Peralatan 3.1.1 Instalasi Alat Uji Alat uji head statis pompa terdiri 1 buah pompa, tangki bertekanan, katup katup beserta alat ukur seperti skema pada gambar 3.1 : Gambar
