KATA PENGANTAR. Taufik Hidayat
|
|
|
- Fanny Susanto
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 KATA PENGANTAR D alam rangka peningkatan kualitas maintenance, khususnya operator PH, maka perlu kiranya dibuatkan buku panduan yang berisi tentang peralatan yang menjadi tanggung jawabnya - dalam hal ini Kompresor - mulai dari spesifikasi peralatan, inspeksi & service hingga spare parts yang harus diganti pada kondisi tertentu. Materi buku ini diambil dari manual book masing-masing, dengan perubahan seperlunya tanpa mengurangi maksud. Tanpa maksud menggurui, penulis berharap keberadaan buku ini dapat dijadikan patokan dan banyak membantu pelaksanaan kegiatan perawatan dilingkungan PH agar peralatan dapat digunakan pada waktunya dengan lancar dan dapat diservice tepat pada waktunya, sehingga tidak menggangu proses produksi. Demi kemajuan bersama, penulis mengharapkan saran & kritik yang membangun dari pimpinan dan rekan-rekan semua untuk merevisi buku ini dikemudian hari. Selamat bekerja, semoga menjadi ibadah bagi kita semua, amin. Jakarta, 22 Mei 2007 Taufik Hidayat 1
2 DIPERIKSA OLEH : Eko Budi M (Ka. Bag. Maintenance) DISETUJUI OLEH : Aidil B, ST. (Wa. Ka. Dept. Teknik) Ian Anwari, ST. (Ka. Dept. Teknik) 2
3 DAFTAR ISI Kata pengantar...1 Daftar isi...2 I Pendahuluan...3 II Data peralatan...4 III Metode inspeksi, cleaning dan service..5 A. Inspeksi tes record kompresor B. Inspeksi harian kompresor & dryer...5 C. Inspeksi mingguan kompresor & dryer D. Inspeksi & cleaning bulanan dryer...5 E. Inspeksi & cleaning 3 bulanan kompresor...5 F. Service 2000, 4000 & jam...5 IV Spare parts list...12 V Setting operation...23 VI Parameter kondisi sistem...25 VII Prosedur service...29 VIII Problem solving
4 I. PENDAHULUAN K ompresor adalah alat yang dapat mengkompresi udara sekitar menjadi udara bertekanan, sehingga dapat digunakan untuk memberikan gaya pada peralatan yang membutuhkannya. Secara umum ada dua tipe kompresor, yaitu Dynamic compressor & Displacement Compressor. Power House mempunyai 6 unit kompresor dengan tipe 2 unit Displacement & 4 unit screw. Kompresor- kompresor tersebut adalah : 1. BT 6 = 2 unit OFF 2. ZR 200 = 1 unit AKTIF 3. ZR 250 = 1 unit AKTIF 4. ZT 200 = 1 unit AKTIF 5. ZT 275 = 1 unit AKTIF Keempat kompresor yang masih aktif tersebut merupakan kompresor oil free yang tidak membutuhkan oli untuk melumasi screw di dalam mesinnya, sehingga diharapkan udara bertekanan yang dihasilkan tidak mengandung fluida, oli misalnya. Oli yang diperlukan kompresor hanya digunakan untuk melumasi bearing screw dan sebagai pendingin screw. Bagian-bagian utama dari kompresor adalah : Motor Inter & After Cooler Element (low & high pressure) Air dan Oil Filter Untuk pendinginannya, ZR 200 & 250 menggunakan air, ZT 200 & 275 menggunakan udara. Peralatan tambahan yang digunakan untuk memperbaiki kualitas udara yang yang dihasilkan kompresor adalah Air Dryer, dimana fungsi Dryer itu sendiri adalah untuk mengeringkan udara yang dihasilkan oleh kompresor, agar uap air yang ada diharapkan tidak terbawa ke peralatan yang disuplai. Tipe dari Dryer itu adalah MD 600 W untuk keempat kompresor tetapi untuk ZT 275 ada tambahan Dryer yaitu FDT 500 VSD yang menggunakan Freon sebagai media pendinginnya. Bagian-bagian utama dari Dryer adalah : Rotor Drum Kompresor, Exhaust (ZT 275) Motor Penggerak Freon (ZT 275) 4
5 II. DATA PERALATAN TECHNICAL DATA COMP. 11 COMP. 12 COMP. 13 COMP. 14 COMPRESSOR Comp. Type ZR 200 ZR 250 ZT 200 ZT 275 FF SN of Compressor AIF AIF AIF APF Max. Pressure 7.5 Bar 7.5 Bar 7.5 Bar 7.5 Bar Input Power 200 kw 245 kw 197 kw 272 kw RPM Capasity 599 L/s 718 L/s 557 L/s 729 L/s Year of Mfg AIR DRYER Dryer Type MD 600 W MD 600 W MD 600 W FDT 500 VSD Serial Number APF Year of Mfg III. METODE INSPEKSI, CLEANING & SERVICE Metode inspeksi, cleaning dan service yang dilakukan dibuat dari manual book serta dari kegiatan yang selama ini dilakukan. Metode tersebut terdiri dari : A. Inspeksi Test Record Compressor B. Inspeksi harian (daily) untuk kompresor dan dryer C. Inspeksi mingguan (weekly) untuk kompresor dan dryer D. Inspeksi dan cleaning bulanan (monthly) untuk dryer E. Inspeksi dan cleaning 3 bulanan untuk kompresor F. Service 2000 jam untuk greasing motor kompresor G. Service 4000 jam untuk kompresor dan dryer H. Service jam untuk kompresor 5
6 Berikut akan diuraikan tiap-tiap metode tersebut. A. Inspeksi Test Record Compressor Dasar dari inspeksi ini diambil dari inspeksi yang telah berjalan, tetapi intervalnya dikurangi, dari tiap jam menjadi 2 jam sekali, dan isi dari inspeksi itu dapat dilihat dari display panel. Display Panel 6
7 B. Inspeksi harian (daily) untuk kompresor dan dryer Inspeksi harian berisi data kondisi kompresor sebelum, sedang dan setelah beroperasi. Ada dua jenis, untuk kompresor dan dryer. Tujuannya adalah untuk mendapatkan kondisi terkini dari peralatan secara visual. 7
8 Pemeriksaan dilakukan setiap hari. Pada kolom Condition, lingkari sesuai keadaan sesungguhnya, kemudian pada kolom By, isi dengan petugas piket, isi juga tanggal dan jam saat melakukan pengecekan pada kolom disampingnya. Terakhir beri keterangan bila ditemukan kelainan. Keterangan untuk kompresor : 1. Cek level oli Pada gelas ukur, pastikan oli berada diatas MIN 2. Periksa tampilan layar. Pada panel display, cek apakah semua tulisan dapat terbaca dengan jelas. 3. Untuk poin ini, cukup dilihat dari drain. 4. Dilakukan khusus untuk kompresor no.11 dan No. 1 Intercooler No. 2 Aftercooler 8
9 5. Diisi kapan waktu kompresor ON dan OFF setiap harinya. Keterangan untuk air dryer : 1. Cek Electronic Water Drain (EWD). Pengecekan dilakukan pada saat kompresor ON, untuk memastikannya lihat secara visual kondensat yang keluar dari water drain. 2. Drain kondensat setelah kompresor OFF. Buka semua kran udara yang ada, agar di dalam kompresor maupun dryer tidak ada lagi udara bertekanan. C. Inspeksi mingguan (weekly) untuk kompresor dan dryer Dilakukan seminggu sekali, baik untuk kompresor maupun dryer. Di titikberatkan pada kemungkinan kebocoran yang terjadi dan kelembaban dryer. 9
10 Prosedur pengisian inspeksi mingguan ini sama dengan pengisian inspeksi harian. Semuanya dilakukan secara visual dengan memperhatikan kondisi yang diperiksa. Keterangan untuk air dryer : 1. Indikator kelembaban. Perhatikan warna butiran didalamnya, bila warnanya biru, berarti kondisinya masih OK, tetapi bila sudah berubah warna (biasanya putih) kondisinya sudah NG. 10
11 D. Inspeksi dan cleaning bulanan (monthly) untuk dryer Hanya berisi inspeksi terhadap oli pada motor dryer dan kebersihan dryer. Untuk pengecekan level oli pada dryer, hanya dilakukan pada kompresor no. 11 dan 12. Tidak dilakukan pada kompresor no. 13 dan 14 (tipe ZT) karena sifat dari motornya yang maintenance free. Caranya dengan membuka tutup oli dan memeriksa kwantitasnya. 11
12 E. Inspeksi dan cleaning 3 bulanan untuk kompresor Terdiri dari pemeriksaan kebersihan dari kompresor dan air filter. Catatan : - Membersihkan air filter harus diluar ruang PH, hal ini untuk menghindari debu masuk ke kompresor. - Parts No. : (kompresor 11 dan 12) (kompresor 13 dan 14) Air Filter untuk kompresor no. 11 & Air Filter untuk kompresor no. 13 & 14
13 F. Service 2000, 4000 dan jam Service yang didasarkan dari running hours kompresor, merupakan hal paling kritis yang harus dilaksanakan. Keterangan : 1. Filter gear casing breather. Berfungsi sebagai ventilasi dari oli yang menguap, jika sampai mampat dikhawatirkan uap oli yang terjadi akan mendorong sealseal yang ada sehingga terjadi kebocoran. Ganti tiap 4000 jam. Catatan : - a. Parts No. : (khusus tipe ZT) - b. Parts No. : (tipe ZR dan ZT) a b 13
14 2. Filter oli (Oil Filter). Hal ini penting untuk menjaga agar sirkulasi oli lancar sehingga tidak terjadi panas berlebih didalam sistem. Ganti tiap 4000 jam. Catatan : - Parts No. : (kompresor 11 dan 12) (kompresor 13 dan 14) 3. Filter udara (Air Filter). Hal ini tidak kalah penting, karena filter ini berfungsi untuk menyaring udara yang akan dikompres, agar udara yang masuk seminimal mungkin mengandung kotoran. Karena bila yang masuk kotorannya berlebihan, dikhawatirkan akan merusak elemen screw. Ganti tiap 4000 jam. Catatan : - Parts No. : (kompresor 11 dan 12) (kompresor 13 dan 14) 14
15 4. Safety valve. Pengecekan ini dilakukan hanya untuk keamanan saja. Safety valve ini diset hingga tekanan 11 Bar. Safety valve ini dipasang pada dryer, sedangkan dryer itu sendiri mampu menahan hingga tekanan 20 Bar. Pengecekan ini dilakukan tiap 4000 jam oleh Atlas Copco. Catatan : - Parts No. : (semua kompresor) 5. Total inspeksi, pengecekan sensor, electrical interlocking dan alat ukur lainnya. Pengecekan yang dilakukan tiap 4000 jam, bisa dilakukan oleh operator yang mengerti kelistrikan, tetapi disarankan dilakukan oleh Atlas Copco. 6. Ganti oli. Penggantian oli dilakukan oleh operator tiap 4000 jam. Oli yang digunakan adalah BP Energol RC-R 68, dan kapasitas masingmasing kompresor ± 50 liter. 7. Greasing motor kompresor. Kegiatan ini belum dimasukan pada form diatas, karena baru diketahui belakangan. Dilakukan tiap 2000 jam oleh operator. Kwantitasnya sampai mengisi semua bagian motor. Grease yang digunakan adalah Altron Ganti screw element. Screw ini merupakan bagian yang paling inti dari kompresor, karena screw inilah yang berfungsi untuk mengkompresikan udara 15
16 sehingga dihasilkan udara bertekanan. Ada dua jenis, yaitu high pressure & low pressure. Dilakukan tiap jam oleh Atlas Copco. IV. SPARE PARTS LIST Berikut adalah Spare parts yang rutin dan atau bisa dikerjakan oleh operator. No. SPARE PARTS PART NUMBER REMARKS 1 Air Filter Tipe ZR Tipe ZT 2 Oil Filter Tipe ZR dan ZT 3 Muffler Tipe ZR Tipe ZT 4 Rubber Coupling Tipe ZR dan ZT 5 Oli motor kompresor BP Energol RC-R 68 ± 60 L tiap Komp. 6 Diaphragma Load/Unload Tipe ZR Tipe ZT 7 Spare parts kit EWD Khusus tipe ZT 8 Spare parts kit EWD Tipe ZR dan ZT 9 Filter gear casing breather Tipe ZT Tipe ZR dan ZT 16
17 V. SETTING OPERATION Berikut adalah pengesetan pada display Electronicon Regulator. No. ITEM SETTING MIN SETTING MAX 1 Unloading pressure 1) bar 2 Loading pressure 1) bar (13 & 14) (13 & 14) 7.2 (13 & 14) Compressor element 1 outlet temperature (shut-down warning level) 2) C Compressor element 1 outlet temperature (shut-down level) 2) C Compressor element 2 outlet temperature (shut-down warning level) 2) C Compressor element 2 outlet temperature (shut-down level) 2) C Compressor element 2 intlet temperature (shut-down warning level) 2) C Compressor element 2 intlet temperature (shut-down level) 2) C Oil temperature (shut-down warning level) 2) C Oil temperature (shut-down level) 2) C Oil pressure (shut-down warning level) 2) bar Oil pressure (shut-down level) 2) bar Oil filter lifetime (running hours) hours Oil lifetime (running hours) hours Drive motor regreasing time hours Factory setting : Service warning level for air filter 3) bar Factory setting :
18 Catatan : 1) Regulator tidak akan mau jika setingan sama dengan batas maksimum. Contoh, jika kita menyeting unloading pressure pada 7,5 bar, maka secara otomatis regulator akan merubah batas maksimumnya menjadi 7,4. Jarak minimum yang direkomendasikan antara unloading & loading adalah 1 bar. 2) Regulator tidak akan mau jika setingan maksimum shut-down level dibawah shut-down warning level. Contoh, jika kita menyeting shut-down warning level pada 210 o C, maka secara otomatis regulator akan merubah shut-down level menjadi 211 o C. Jarak minimum yang direkomendasikan antara shut-down warning level & shut-down level adalah 10 o C. 3) Bersihkan air filter tiap 3 bulan dan ganti air filter bila sudah mencapai 4000 jam. 18
19 VI. PARAMETER KONDISI SISTEM Berikut adalah parameter untuk mengetahui kelayakan sistem yang dilihat dari display Electronicon regulator. No. ITEM SETTING MIN SETTING MAX 1 Maximum working pressure bar p air pressure bar Dibawah Intercooler pressure bar 1.9 ~ Oil pressure bar 2 ~ Oil temperature C Kira-kira 40 6 Air temperature element 1 out C 160 ~ Air temperature element 2 out C 140 ~ Air temperature element 2 in C 25 ~ 30 9 Air outlet temperature C Kira-kira Cooling water inlet temperature C Dibawah Cooling water inlet temperature bar Dibawah Maximum air inlet temperature C Maximum cooling water inlet temperature C Maximum cooling water outlet temperature C Maximum cooling water inlet pressure bar 7 19
20 VII. SERVICING PROCEDURES A. Filter udara (Air Filter) 1. Pembersihan filter udara - Kompresor tipe ZT Lihat SOP dengan kode : SOP-MTC-7.12-ALL Kompresor tipe ZR Lihat SOP dengan kode : SOP-MTC ALL Penggantian filter udara - Kompresor tipe ZT Lihat SOP dengan kode : SOP-MTC-7.12-ALL Kompresor tipe ZR Lihat SOP dengan kode : SOP-MTC-7.12-ALL-144 B. Oli dan filter oli - Kompresor tipe ZT dan ZR Lihat SOP dengan kode : SOP-MTC-7.12-ALL-146 C. Electronic Water Drain (EWD) 50 & Pembersihan dan penggantian Lihat SOP dengan kode : SOP-MTC-7.12-ALL-148 GBR. 2 20
21 VIII. PROBLEM SOLVING PERHATIAN : Sebelum melakukan perbaikan atau penyetelan, matikan kompresor dan turunkan breaker induknya, buka valve pembuangan secara manual, jika perlu tekan emergency stop. Kompresor boleh hidup hanya dalam kondisi tertentu saja.. PENANGGULANGAN / KONDISI PENYEBAB Kompresor dihidupkan tetapi tidak mau loading setelah delay time Kapasitas working pressure rendah atau kurang dari biasanya (standar ± 7 bar) Oil pressure terlalu rendah (standar ± 2.1 bar) Oil temperature terlalu tinggi (standar ± 60 ºC) Electronic condensate drain OPEN Condensate drain dryer OPEN Diruang Kompresor banyak ceceran oli Pressure masih diatas setingan loading prssure Loading solenoid vavle rusak Plunyer air intake bergeser Diaphragm sobek Kebutuhan di line produksi tinggi Banyak kebocoran Dp air filter terlalu rendah ( bar) k m,arena Air filter kotor Oil level terlalu rendah Oil filter kotor Cooler kotor Valve EWD di dalam kompresor terbuka Valve EWD di dryer terbuka Filter gear casing breather kotor 21 KETERANGAN Tunggu sampai tekanan dibawah setingan loading pressure Periksa, jika perlu ganti baru Seting secara perlahan dengan kondisi kompresor hidup Ganti baru (tipe ZR) (tipe ZT) Review instalasi pipa Perbaiki kebocoran Bersihkan, jika perlu ganti baru Tambahkan oli Ganti baru Bersihkan Tekan tombol RUN pada EWD ±10 detik sampai lampu merahnya hilang Service EWD (lihat bab VII : Servicing Procedure) Ganti baru Tekan tombol RUN pada EWD ±10 detik sampai lampu merahnya hilang Service EWD (lihat bab VII : Servicing Procedure) Ganti baru Ganti baru (part number : & ) Seal rusak Ganti seal *) Tabel diambil dari Manual Book dan pengalaman aktual di lapangan, jadi mungkin saja ada masalah yang belum ditulis di atas.
STEAM TURBINE. POWER PLANT 2 X 15 MW PT. Kawasan Industri Dumai
STEAM TURBINE POWER PLANT 2 X 15 MW PT. Kawasan Industri Dumai PENDAHULUAN Asal kata turbin: turbinis (bahasa Latin) : vortex, whirling Claude Burdin, 1828, dalam kompetisi teknik tentang sumber daya air
ANALISIS KERUSAKAN KOMPRESSOR TYPE ZT ATLAS COPCO
Hasil-hasil Penelitian EBN Tahun 2009 ISSN 0854-5561 ANALISIS KERUSAKAN KOMPRESSOR TYPE ZT 245-8 ATLAS COPCO Ahroji, Dwi Djoko N. ABSTRAK ANALISIS KERUSAKAN KOMPRESSOR TYPE ZT 245-8 ATLAS COPCO. Kompresor
Session 13 STEAM TURBINE OPERATION
Session 13 STEAM TURBINE OPERATION SISTEM OPERASI Operasi plant yang baik harus didukung oleh hal-hal berikut: Kelengkapan buku manual dari pabrikan Prosedur operasi standar yang meliputi instruksi untuk
INSTRUKSI KERJA ALAT DRYING OVEN BINDER ED-53
INSTRUKSI KERJA ALAT DRYING OVEN BINDER ED-53 Laboratorium Sains Program Studi Teknik Kimia Universitas Brawijaya Malang 2015 Instruksi Kerja Drying Oven BINDER ED-53 Laboratorium Sains Program Studi Teknik
TURBOCHARGER BEBERAPA CARA UNTUK MENAMBAH TENAGA
TURBOCHARGER URAIAN Dalam merancang suatu mesin, harus diperhatikan keseimbangan antara besarnya tenaga dengan ukuran berat mesin, salah satu caranya adalah melengkapi mesin dengan turbocharger yang memungkinkan
Instruksi Kerja Penggunaan Oven Carbolite
Instruksi Kerja Penggunaan Oven Carbolite Laboratorium Kesmavet Program kedokteran Hewan Universitas Brawijaya 2012 1 Instruksi Kerja Penggunaan Oven Carbolite Laboratorium Kesmavet Program Kedokteran
COOLING SYSTEM ( Sistim Pendinginan )
COOLING SYSTEM ( Sistim Pendinginan ) Adalah sistim dalam engine diesel yang berfungsi: 1. Mendinginkan engine untuk mencegah Over Heating.. 2. Memelihara suhu kerja engine. 3. Mempercepat dan meratakan
BAB IV ANALISA DAN HASIL DATA. Flight controls hydraulic modular package adalah suatu komponen yang
BAB IV ANALISA DAN HASIL DATA 4.1. Analisa Data 4.1.1. Umum Flight controls hydraulic modular package adalah suatu komponen yang berfungsi sebagai pengontrol dari tenaga hydraulic untuk aileron, rudder,
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
54 BAB III METODOLOGI PENELITIAN Pada perancangan modifikasi sistem kontrol panel mesin boiler ini, selain menggunakan metodologi studi pustaka dan eksperimen, metodologi penelitian yang dominan digunakan
Program pemeliharaan. Laporan pemeliharaan
17 BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN 4.1 PROSES KERJA PEMERIKSAAN DAN PEMELIHARAAN Berikut diagram alir proses perawatan dan pemeliharaan Jadwal pemeliharaan Program pemeliharaan Pemeliharaan Mingguan
Penggunaan sistem Pneumatik antara lain sebagai berikut :
SISTEM PNEUMATIK SISTEM PNEUMATIK Pneumatik berasal dari bahasa Yunani yang berarti udara atau angin. Semua sistem yang menggunakan tenaga yang disimpan dalam bentuk udara yang dimampatkan untuk menghasilkan
MANUAL BOOK COMPRESSOR INSTALLATION, PREVENTIF MAINTENANCE AND TROUBLE-SHOOTING
MANUAL BOOK COMPRESSOR INSTALLATION, PREVENTIF MAINTENANCE AND TROUBLE-SHOOTING A. INSTALLATION 1. Pemilihan Lokasi a. Lokasi Harus bersih dan kering dengan lantai yang kuat untuk menyangga beban kompresor
BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN
31 BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN 4.1 ALUR PROSES PELAKSANAAN Mulai perawatan Pemeriksaan dan penyetelan pada mesin oil sealed rotary vacuum pump model P450 Membongkar dan memperbaiki komponen tersebut
COOLING WATER SYSTEM
2.8. Pengertian Cooling Water System pada Gas Turbine merupakan suatu sistem pendinginan tertutup yang digunakan untuk pendinginan lube oil dan udara pendingin generator. Cooling Water System menggunakan
ANALISIS TERJADINYA HIGH OIL CONSUMPTION PADA LUBRICATION SYSTEM PESAWAT BOEING PK-GGF
ANALISIS TERJADINYA HIGH OIL CONSUMPTION PADA LUBRICATION SYSTEM PESAWAT BOEING 737-500 PK-GGF Eko Yuli Widianto 1, Herry Hartopo 2 Program Studi Motor Pesawat Fakultas Teknik Universitas Nurtanio Bandung
Session 11 Steam Turbine Protection
Session 11 Steam Turbine Protection Pendahuluan Kesalahan dan kondisi tidak normal pada turbin dapat menyebabkan kerusakan pada plant ataupun komponen lain dari pembangkit. Dibutuhkan sistem pengaman untuk
Gambar struktur fungsi solenoid valve pneumatic
A. PNEUMATIK 1. Prinsip Kerja Peralatan Pneumatik Prinsip kerja dari solenoid valve/katup (valve) solenoida yaitu katup listrik yang mempunyai koil sebagai penggeraknya dimana ketika koil mendapat supply
LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara
LAMPIRAN Lampiran 1. Scope Pemeliharaan P1 P8 Scope Pemeliharaan P1 & P2 (Pemeliharaan Harian) PLTD Titi Kuning meliputi: 1. Membersihkan mesin, peralatan-peralatan bantu serta lantai lokasi mesin dari
Analisa Kebocoran Silinder Hidrolik pada Mesin Gravity Casting di Industri Manufaktur
Analisa Kebocoran Silinder Hidrolik pada Mesin Gravity Casting di Industri Manufaktur Syahril Ardi 1,a, Rudi Setiawan 1 1 Politeknik Manufaktur Astra, Komplek Astra International Jl. Gaya Motor Raya No.
Tire Pressure Monitoring System INDOTPMS
Tire Pressure Monitoring System INDOTPMS Universal Type For 4 Tires Vehicle With Internal Sensors Posisi Sensor Factory Default Sensor no. 5 (optional) We guard your safety all the way... Daftar Isi :
BAB IV BAGIAN PENTING MODIFIKASI
75 BAB IV BAGIAN PENTING MODIFIKASI Pada bab IV ada beberapa hal penting yang akan disampaikan terkait dengan perancangan modifikasi sistem kontrol panel mesin boiler ini, terutama mengenai penggantian,
BAB V ANALISA KERJA RANGKAIAN KONTROL
82 BAB V ANALISA KERJA RANGKAIAN KONTROL Analisa rangkaian kontrol pada rangkaian yang penulis buat adalah gabungan antara rangkaian kontrol dari smart relay dan rangkaian kontrol konvensional yang terdapat
BAB I PENDAHULUAN. Kompressor udara (air compressor) merupakan peralatan yang sangat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kompressor udara (air compressor) merupakan peralatan yang sangat banyak dalam dunia industri, salah satunya indutstri manufaktur seperti kaleng minuman. Penggunaan
III. METODOLOGI PENELITIAN. berdasarkan prosedur yang telah di rencanakan sebelumnya. Dalam pengambilan data
26 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Instalasi Pengujian Pengujian dengan memanfaatkan penurunan temperatur sisa gas buang pada knalpot di motor bakar dengan pendinginan luar menggunakan beberapa alat dan
MEMBUAT STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PADA UNIT WATER TRUCK
BAB III MEMBUAT STANDAR OPERA SIONA L PR OSEDUR PADA UNIT WA TER TRUC K MEMBUAT STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PADA UNIT WATER TRUCK 1.1 Bagian-Bagian Utama water truck. Pada bagian ini dijelaskan nama-nama
PERAWATAN DAN PERBAIKAN AC MOBIL
M O D U L PERAWATAN DAN PERBAIKAN AC MOBIL Oleh: Drs. Ricky Gunawan, MT. Ega T. Berman, S.Pd., M.Eng. BIDANG KEAHLIAN TEKNIK REFRIGERASI DAN TATA UDARA JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK MESIN FAKULTAS PENDIDIKAN
LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara
LAMPIRAN Lampiran 1. Scope Pemeliharaan P1 P8 Scope Pemeliharaan P1 & P2 (Pemeliharaan Harian) PLTD Titi Kuning meliputi : 1. Membersihkan mesin, peralatan-peralatan bantu serta lantai lokasi mesin dari
Analisis Availability Mesin Kompressor Dengan Penerapan TPM Dalam Produksi Blowing Agent Di PT. Dong Jin
Analisis Availability Mesin Kompressor Dengan Penerapan TPM Dalam Produksi Blowing Agent Di PT. Dong Jin http://www.gunadarma.ac.id/ Randy Kusmandanu 30405591 Pendahuluan Latar Belakang Agar Perusahaan
PENGOSONGAN & PENGISIAN FREON DENGAN MESIN RECYCLE AC
JOB SHEET 10 PENGOSONGAN & PENGISIAN FREON DENGAN MESIN RECYCLE AC Oleh: Sutiman, M.T ([email protected]) Ibnu Siswanto, M.Pd. ([email protected]) PENDIDIKAN TEKNIK OTOMOTIF Semester IV Revisi : 01
BAB IV PERAWATAN KOMPRESOR SENTRAL DI PT.PLN APP DURIKOSAMBI
BAB IV PERAWATAN KOMPRESOR SENTRAL DI PT.PLN APP DURIKOSAMBI 4.1 In Service / Visual Inspection 4.1.1 Pengertian Merupakan kegiatan inspeksi atau pengecekan yang dilakukan dengan menggunakan 5 sense (panca
TWIN Tips. Technical & Warranty Information Tips Mengatur Engine Speed Idle. Edisi XIII Juli 2015
Daftar Isi Mengatur Engine Speed Idle...hal 1 Penggantian Servo Clutch Model Baru.hal 2 Proses Pemasangan Servo Clutch Model Baru..hal 2 Air di Housing Filter Cartridge adalah Normal..hal 3 Information
BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Refrigerant Refrigeran adalah zat yang mengalir dalam mesin pendingin (refrigerasi) atau mesin pengkondisian udara
BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Refrigerant Refrigeran adalah zat yang mengalir dalam mesin pendingin (refrigerasi) atau mesin pengkondisian udara (AC). Zat ini berfungsi untuk menyerap panas dari benda/media
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Dasar-dasar Pompa Sentrifugal Pada industri minyak bumi, sebagian besar pompa yang digunakan ialah pompa bertipe sentrifugal. Gaya sentrifugal ialah sebuah gaya yang timbul akibat
SIFAT, KEUNTUNGAN, DAN KERUGIAN UDARA BERTEKANAN
MATERI DEFINISI PNEUMATIK SIFAT, KEUNTUNGAN, DAN KERUGIAN UDARA BERTEKANAN HUKUM-HUKUM FISIKA DALAM PNEUMATIK PEMAHAMAN DAN PENGGAMBARAN SIMBOL KOMPONEN PNEUMATIK SESUAI DENGAN STANDARISASI ISO 1219 PENGENALAN
KUMPULAN SOAL PNEUMATIC By Industrial Electronic Dept. Of SMKN 1 Batam
KUMPULAN SOAL PNEUMATIC By Industrial Electronic Dept. Of SMKN 1 Batam Petunjuk: Pilihlah jawaban yang paling tepat dengan cara memberi tanda silang (X) pada lembar jawaban yang tersedia. 01. Berikut ini
BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN
25 BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN 4.1 ALUR PROSES PRODUKSI Dalam perkitan hydraulic power unit ada beberapa proses dari mulai sampai selesai, dan berikut adalah alur dari proses produksi Gambar 4.1
BAB II LINGKUP KERJA PRAKTEK
BAB II LINGKUP KERJA PRAKTEK 2.1 Lingkup Kerja Praktek di PT. Safari Dharma Sakti Lingkup kerja praktek di PT.Safari Dharma Sakti pemeliharaan secara berkala kendaraan bus Mercedes Benz dan Hino meliputi
Komponen Sistem Pneumatik
Komponen Sistem Pneumatik Komponen Sistem Pneumatik System pneumatik terdiri dari beberapa tingkatan yang mencerminkan perangkat keras dan aliran sinyal. Beberapa tingkatan membentuk lintasan kontrol untuk
BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN
32 BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN 1.1 PERAWATAN MESIN DOUBLE FACER 1.1.1 Tahapan-Tahapan Perawatan Pada perawatan mesin double facer kali ini hanya akan dijelaskan perawatan terhadap mesin double facer
TREATMENT PLANT DI PT.TENAGA LISTRIK GORONTALO
INSTRUKSI KERJA Dokumen No. : Tanggal Berlaku : INSTRUKSI KERJA PENGOPERASIAN WATER Revisi Ke : Revisi 0 TREATMENT PLANT DI PT.TENAGA LISTRIK GORONTALO Halaman : Dibuat Oleh: Diperiksa Oleh: Disetujui
MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR JASA KONSTRUKSI BIDANG PEKERJAAN MEKANIKAL JABATAN KERJA OPERATOR BACKHOE LOADER
MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR JASA KONSTRUKSI BIDANG PEKERJAAN MEKANIKAL JABATAN KERJA OPERATOR BACKHOE LOADER PEMELIHARAAN HARIAN BACKHOE LOADER SETELAH OPERASI KODE UNIT KOMPETENSI F45.500.2.2.19.II.02.005.01
BAB III METODE PENELITIAN
75 BAB III METODE PENELITIAN Pada penelitian ini penulis meneliti tentang Analisa BBM Pertamina pada Yamaha Mio M3 dengan membandingkan 3 jenis BBM pertamina yaitu : Premium (RON 88), Pertalite (RON 90),
BAB IV PEMBUATAN SIMULASI MESIN PRES SIL OLI
BAB IV PEMBUATAN SIMULASI MESIN PRES SIL OLI 4.1 Identifikasi dan Perumusan Masalah Telah dirumuskan di Bab 1.2 yaitu : Dengan melihat keadan line produksi sekarang dan data waktu (kosu) produksi saat
Dengan cara pemakaian yang benar, Anda akan mendapatkan manfaat yang maksimal selama bertahun-tahun.
SELAMAT ATAS PILIHAN ANDA MENGGUNAKAN PEMANAS AIR (WATER HEATER) DOMO Dengan cara pemakaian yang benar, Anda akan mendapatkan manfaat yang maksimal selama bertahun-tahun. Bacalah buku petunjuk pengoperasian
BAB III PROSES PERAKITAN KOMPRESOR SHARK L.1/2 HP. mesin dan metode. Sistem manufaktur terbagi menjadi 2, yaitu :
BAB III PROSES PERAKITAN KOMPRESOR SHARK L.1/2 HP 3.1. SISTEM MANUFAKTUR 3.1.1. JENIS SISTEM MANUFAKTUR Proses manufaktur merupakan suatu proses perubahan bentuk dari bahan baku atau bahan setengah jadi
INSTALASI PERMESINAN
INSTALASI PERMESINAN DIKLAT MARINE INSPECTOR TYPE-A TAHUN 2010 OLEH MUHAMAD SYAIFUL DITKAPEL DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN LAUT KEMENTRIAN PERHUBUNGAN KAMAR MESIN MACHINERY SPACE / ENGINE ROOM RUANG
Spesifikasi Oli dan Cairan Pendingin Untuk Kendaraan RIV
N o Spesifikasi Oli dan Cairan Pendingin Untuk Kendaraan RIV Tipe Lubricant Temperatur Kerja dan Spesifikasi Lubricant Di atas 0 C 0 C sampai - 8 C -8 C sampai 0 C Grease, Automotive, dan artilery NLGI
BEKOMAT TERDEPAN DALAM DRAINASE KONDENSASI
BEKOMAT TERDEPAN DALAM DRAINASE KONDENSASI TETESAN KECIL BERDAMPAK BESAR TERHADAP HASIL PRODUKSI Pembuangan air kondensasi dengan BEKOMAT dikontrol secara elektronik tanpa menimbulkan kehilangan udara
1. EMISI GAS BUANG EURO2
1. EMISI GAS BUANG EURO2 b c a Kendaraan Anda menggunakan mesin spesifikasi Euro2, didukung oleh: a. Turbocharger 4J 4H Turbocharger mensuplai udara dalam jumlah yang besar ke dalam cylinder sehingga output
BAB III 2.1. Prosedur sebelum dan sesudah melakukan "overhaul" Mesin Induk di kapal, ialah: Sebelum overhaul:
BAB III 2.1. Prosedur sebelum dan sesudah melakukan "overhaul" Mesin Induk di kapal, ialah: Sebelum overhaul: Melapor kepada Nakhoda bahwa Mesin Induk akan diperbaiki dan kapal akan delay untuk jangka
PT. BANGKITGIAT USAHA MANDIRI
NO. ISK/PKS-PRS/08 Status Dokumen No. Distribusi DISAHKAN Pada tanggal 15 Februari 2013 Dimpos Giarto Valentino Tampubolon Direktur Utama Dilarang memperbanyak dokumen ini tanpa izin Wakil Manajemen /Pengendali
BUKU PANDUAN Portable MZ 07-25, WZ 10-25
BUKU PANDUAN Portable MZ 07-5, WZ 10-5 AIR COMPRESSOR PT. SHARPRINDO DINAMIKA PRIMA AIR COMPRESSOR MANUFACTURER Layanan service : (01) 5903411 Website : www. shark.co.id Bersertifikasi ISO 9001 : 008 PERHATIAN...!
PENGUJIAN DAN PERHITUNGAN PERFORMA MESIN KOMATSU SA12V140-1 SETELAH PROSES REMANUFACTURING
6 PENGUJIAN DAN PERHITUNGAN PERFORMA MESIN KOMATSU SA12V140-1 SETELAH PROSES REMANUFACTURING Hendro Purwono 1* dan Thomas Djunaedi 2 1 Jurusan D3 Perawatan Alat Berat, Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
No. JST/OTO/OTO410/14 Revisi : 02 Tgl : 6 Februari 2014 Hal 1 dari 10 I. Kompetensi : Setelah melaksanakan praktik, mahasiswa diharapkan dapat : 1. Mengidentifikasi komponen sistem bahan bakar, kontrol
BAB II SISTEM MESIN LAS DAN POTONG KANTONG PLASTIK BERBASIS PNEUMATIK DENGAN MIKROKONTROLER
BAB II SISTEM MESIN LAS DAN POTONG KANTONG PLASTIK BERBASIS PNEUMATIK DENGAN MIKROKONTROLER Secara fisik, mesin terdiri dari bagian mekanik dan elektronik. Bagian mekanik berfungsi untuk menarik plastik
INSTRUKSI KERJA ALAT Thermo Scientific CIMAREC Stirring Hot Plates
INSTRUKSI KERJA ALAT Thermo Scientific CIMAREC Stirring Hot Plates Laboratorium Sains Program Studi Teknik Kimia Universitas Brawijaya Malang 2015 Instruksi Kerja Thermo Scientific CIMAREC Stirring Hot
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
No. JST/OTO/OTO410/13 Revisi: 03 Tgl: 22 Agustus 2016 Hal 1 dari 10 I. Kompetensi: Setelah melaksanakan praktik, mahasiswa diharapkan dapat: 1. Mengidentifikasi komponen sistem bahan bakar, kontrol udara
PENGOPERASIAN CHILLER UNTUK MENUNJANG MANAGEMENT TATA UDARA INSTALASI PENGOLAHAN LIMBAH RADIOAKTIF. Budi Arisanto Pusat Teknologi Limbah Radioaktif
PENGOPERASIAN CHILLER UNTUK MENUNJANG MANAGEMENT TATA UDARA INSTALASI PENGOLAHAN LIMBAH RADIOAKTIF Budi Arisanto Pusat Teknologi Limbah Radioaktif ABSTRAK PENGOPERASIAN CHILLER UNTUK MENUNJANG MANAGEMENT
MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR JASA KONSTRUKSI BIDANG PEKERJAAN MEKANIKAL JABATAN KERJA OPERATOR BACKHOE LOADER
MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR JASA KONSTRUKSI BIDANG PEKERJAAN MEKANIKAL JABATAN KERJA OPERATOR BACKHOE LOADER PEMELIHARAAN HARIAN BACKHOE LOADER SEBELUM OPERASI KODE UNIT KOMPETENSI:.01
PERAWATAN TURBOCHARGER PADA GENSET MESIN DIESEL 1380 KW. Oleh: Dr. Ir. Heru Mirmanto, MT
TUGAS AKHIR PERAWATAN TURBOCHARGER PADA GENSET MESIN DIESEL 1380 KW Oleh: Bagus Adi Mulya P 2107 030 002 DOSEN PEMBIMBING: Dr. Ir. Heru Mirmanto, MT PROGRAM DIPLOMA 3 BIDANG KEAHLIAN KONVERSI ENERGI JURUSAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. cutting turbocharger. Berikut adalah beberapa langkah yang dilakukan : Proses pengerjaan cutting Turbocharger
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Proses cutting Turbocharger Dalam pengerjaan media pembelajaran dalam sistim Turbocharger, adapun langkah yang dilakukan dalam pengerjaan proses cutting turbocharger. Berikut
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. METODE PENELITIAN Penelitian dilakukan untuk mengetahui fenomena yang terjadi pada mesin Otto dengan penggunaan bahan bakar yang ditambahkan aditif dengan variasi komposisi
PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN. Alur Proses Pada Perawatan Automatic Brake Handle
44 BAB IV 4.1 ALUR PROSES PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN Alur Proses Pada Perawatan Handle start Pemeriksaan awal per-periodik Pengecheckan kebocoran Haandle Indeks Kerusakan Perbaikan Handle Test Ulang Kebocoran
Perawatan Ac Kantor Kcj, Dipo Depok, Stasiun, Griyakarya, Poskes, dan PPK Lintas Jabodetabek
Lampiran RKS : 036/LL/KCJ/RKS/I/2016 KERANGKA ACUAN KERJA TERM OF REFERENCE Perawatan Ac Kantor Kcj, Dipo Depok, Stasiun, Griyakarya, Poskes, dan PPK Lintas Jabodetabek I. Maksud dan Tujuan Air Conditioner
STANDAR LATIHAN KERJA DAFTAR MODUL
STANDAR LATIHAN KERJA DAFTAR MODUL NO. KODE JUDUL 1. WLO 01 ETIKA PROFESI DAN ETOS KERJA 2. WLO 02 KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) 3. WLO 03 STRUKTUR DAN FUNGSI WHEEL LOADER 4. WLO 04 PEMELIHARAAN
PERENCANAAN PERAWATAN PREVENTIVE DAN CORRECTIVE PADA KOMPONEN SISTEM HIDROLIK EXCAVATOR KOMATSU PC200-8
PERENCANAAN PERAWATAN PREVENTIVE DAN CORRECTIVE PADA KOMPONEN SISTEM HIDROLIK EXCAVATOR KOMATSU PC200-8 Aulia Firdaus 1, Turmizi 2, Ariefin 2 1 Mahasiswa Prodi D-IV Teknik Mesin Produksi dan Perawatan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Bahan Penelitian Pada penelitian ini refrigeran yang digunakan adalah Yescool TM R-134a.
3.1. Lokasi Penelitian BAB III METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Motor Bakar Jurusan Teknik Mesin Universitas Sebelas Maret Surakarta. 3.2. Bahan Penelitian Pada penelitian
BAB III PROSES PENGUJIAN APU GTCP36-4A
BAB III PROSES PENGUJIAN APU GTCP36-4A 3.1 Teori Dasar APU Auxiliary Power Unit (APU) merupakan mesin turbin gas yang berfungsi sebagai supporting engine pada pesawat. APU tergolong dalam jenis turboshaft,
PEMANAS AIR GAS INSTAN
BAHASA INDONESIA PEMANAS AIR GAS INSTAN PETUNJUK PEMASANGAN DAN PENGGUNAAN MODEL: REU-5CFC REU-8CFB REU-10CFB SARAN KHUSUS Gunakan regulator gas serta selang gas yang berkualitas baik. Pemanas air tidak
LEMBAR KERJA PENGOPERASIAN SIMULASI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GAS
LEMBAR KERJA PENGOPERASIAN SIMULASI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GAS Proses Nama Penanggung Jawab Jabatan Tanda tangan Perumusan Ainun Nidhar, A.Md Asisten Persetujuan Agus Sukandi, M.T. Ka. Lab Energi-Mekanik
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Sistem Refrigerasi Refrigerasi merupakan suatu kebutuhan dalam kehidupan saat ini terutama bagi masyarakat perkotaan. Refrigerasi dapat berupa lemari es pada rumah tangga, mesin
Air induction System. Jalur udara masuk
Air induction System Adalah sistim pada engine diesel yang berfungsi untuk memperoleh udara yang mencukupi untuk proses pembakaran seluruh bahan bakar di dalam silinder, sehingga dapat menghasilkan tenaga/power
Rencana Pembelajaran Kegiatan Mingguan (RPKPM).
Rencana Pembelajaran Kegiatan Mingguan (RPKPM). Pertemuan ke Capaian Pembelajaran Topik (pokok, subpokok bahasan, alokasi waktu) Teks Presentasi Media Ajar Gambar Audio/Video Soal-tugas Web Metode Evaluasi
SELAMAT ATAS PILIHAN ANDA MENGGUNAKAN DISPENSER DOMO
SELAMAT ATAS PILIHAN ANDA MENGGUNAKAN DISPENSER DOMO Dengan cara pemakaian yang benar, Anda akan mendapatkan manfaat yang maksimal selama bertahun-tahun. Bacalah buku petunjuk pengoperasian ini dengan
BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN. Masinis lapor. Masinis menyerahkan handel RH & T.200. Pengawas menanyakan keadaan lok selama dilintas.
36 BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Alur Proses Pemeriksaan Lokomotif Lokomotif masuk depo Masinis lapor Masinis mengisi form lok masuk Masinis menyerahkan handel RH & T.200 Pengawas menanyakan keadaan
SISTEM AIR CONDITIONER (AC)
SISTEM AIR CONDITIONER (AC) KOMPETENSI Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan dapat : 1. Menjelaskan prinsip terjadinya pendinginan pada sistem AC. 2. Menjelaskan Fungsi AC pada mobil. 3. Menjelaskan
BAB IV PEMBAHASAN 4.1 PERAWATAN DAN PENGOPERASIAN RINGAN PADA GENSET DAN PANEL ATS AMF AGAR TETAP OPTIMAL. Gambar 4.1 Mesin Genset
BAB IV PEMBAHASAN 4.1 PERAWATAN DAN PENGOPERASIAN RINGAN PADA GENSET DAN PANEL ATS AMF AGAR TETAP OPTIMAL Gambar 4.1 Mesin Genset Ada beberapa hal yang harus di perhatikan untuk sistem otomatisasi agar
BAB III METODE PENGUJIAN DAN PEMBAHASAN PERHITUNGAN SERTA ANALISA
BAB III METODE PENGUJIAN DAN PEMBAHASAN PERHITUNGAN SERTA ANALISA 3.1 Metode Pengujian 3.1.1 Pengujian Dual Fuel Proses pembakaran di dalam ruang silinder pada motor diesel menggunakan sistem injeksi langsung.
PERAWATAN INSTALASI PENGOLAHAN LIMBAH RADIOAKTIF. Purwantara Pusat Teknologi Limbah Radioaktif
PERAWATAN INSTALASI PENGOLAHAN LIMBAH RADIOAKTIF Purwantara Pusat Teknologi Limbah Radioaktif ABSTRAK Instalasi pengolahan limbah radioaktif telah berdiri sejak 5 Desember 1988. Untuk kelangsungan operasional
Aku berbakti pada Bangsaku,,,,karena Negaraku berjasa padaku. Pengertian Turbocharger
Pengertian Turbocharger Turbocharger merupakan sebuah peralatan, untuk menambah jumlah udara yang masuk kedalam slinder dengan memanfaatkan energi gas buang. Turbocharger merupakan perlatan untuk mengubah
BAB V ANALISA HASIL PERBANDINGAN KOMPRESOR PISTON DENGAN SCREW
BAB V ANALISA HASIL PERBANDINGAN KOMPRESOR PISTON DENGAN SCREW 5.1.Hasil Perbandingan kapasitas kompresor Hasil perhitungan dengan menggunakan ompressor screw untuk memenuhi kebutuhan produksi,maka kompressor
SESSION 12 POWER PLANT OPERATION
SESSION 12 POWER PLANT OPERATION OUTLINE 1. Perencanaan Operasi Pembangkit 2. Manajemen Operasi Pembangkit 3. Tanggung Jawab Operator 4. Proses Operasi Pembangkit 1. PERENCANAAN OPERASI PEMBANGKIT Perkiraan
BAB I PENDAHULUAN. Penyusunan tugas akhir ini terinspirasi berawal dari terjadinya kerusakan
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Penyusunan tugas akhir ini terinspirasi berawal dari terjadinya kerusakan pada mesin boiler satu burner dengan dua bahan bakar natural gas dan solar bekapasitas
BAB IV PERHTUNGAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV PERHTUNGAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Perhitungan Data perancangan untuk proses pemilihan pompa didapatkaan dari kebutuhan yang diinginkan perusahaan pengolahan gula. Data ini bisanya dibuat oleh process
BAB III PENGETAHUAN DASAR TENTANG AC ( AIR CONDITIONER )
BAB III PENGETAHUAN DASAR TENTANG AC ( AIR CONDITIONER ) A. Pengertian Dasar Tentang AC (Air Conditioner) Secara umum pengertian dari AC (Air Conditioner) suatu rangkaian mesin yang memiliki fungsi sebagai
BAB III TINJAUAN PUSTAKA
BAB III TINJAUAN PUSTAKA 3.1 MOTOR DIESEL Motor diesel adalah motor pembakaran dalam (internal combustion engine) yang beroperasi dengan menggunakan minyak gas atau minyak berat sebagai bahan bakar dengan
BAB IV PEMBAHASAN. 4.1 Umum
BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Umum Ada dua hal yang sangat spesifik yang harus dimengerti dan dipahami dalam menangani simulator pesawat terbang yaitu simulation software atau program komputer untuk simulasi dan
2.3.1.PERBAIKAN BAGIAN ATAS MESIN. (TOP OVERHAUL)
BAB VII 2.3.1.PERBAIKAN BAGIAN ATAS MESIN. (TOP OVERHAUL) Perbaikan bagian atas adalah yang meliputi bagian. atas dari motor Diesel, yaitu seluruh bagian pada kepala silinder (Cylinder head) atau seluruh
TUGAS TEKNIK DAN MANAJEMEN PERAWATAN SISTEM PEMELIHARAAN AC CENTRAL
TUGAS TEKNIK DAN MANAJEMEN PERAWATAN SISTEM PEMELIHARAAN AC CENTRAL Disusun Oleh: KELOMPOK 9 Angga Eka Wahyu Ramadan (2113100122) Citro Ariyanto (2113100158) Ahmad Obrain Ghifari (2113100183) INSTITUT
telah aus 3) Penggantian Komponen {Discard Task) dan Intervalnya Pekerjaan Penggantian
nspeksi Interval Sistem 2level.3 dilakukan yang J3 pemeliharaan Pekerjaan 635 d CO CO diatur sudah stop screw tepat yang steering Inspeksi gears mengetahui untuk oli ada/tidaknya tie dan link drag Inspeksi
Daftar Isi. Halaman judul... Lembar Nomor Persoalan... Lembar Pengesahan... Lembar Motto... Lembar Persembahan... Kata Pengantar... Intisari...
Daftar Isi Halaman judul... Lembar Nomor Persoalan... Lembar Pengesahan... Lembar Motto... Lembar Persembahan... Kata Pengantar... i ii iii iv v vi Intisari... viii Abstract... ix Surat Pernyataan... Daftar
BAB II LINGKUP KERJA PRAKTEK DAN LANDASAN TEORI
BAB II LINGKUP KERJA PRAKTEK DAN LANDASAN TEORI 2.1 LINGKUP KERJA PRAKTEK Lingkup kerja praktek perawatan mesin ini meliputi maintenance partner dan workshop improvement special truk dan bus, kebutuhan
OPERASIONAL DAN PERAWATAN MESIN CARTONING C2404 DI PT. KALBE FARMA Tbk
OPERASIONAL DAN PERAWATAN MESIN CARTONING C2404 DI PT. KALBE FARMA Tbk Nama : Rifqi Anggriawan NPM : 26412349 Jurusan : Teknik Mesin Pembimbing : Doddi Yuniardi, ST., MT LATAR BELAKANG MASALAH Mesin Cartoning
BAB IV PERHITUNGAN DAN ANALISA DATA
BAB IV PERHITUNGAN DAN ANALISA DATA 4.1. Menentukan Nilai Severity, Occurrence, Detection dan RPN 4.1.1 Oli dan Filter Hidrolik Kotor Kerusakan pada oli dan filter hidrolik dapat menyebabkan kenaikan temperature
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Penelitian Untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai maka dalam penelitian ini akan digunakan metode penelitian eksperimental yaitu metode yang dapat dipakai untuk menguji
BAB III LOW PRESSURE DRAIN PUMP
BAB III LOW PRESSURE DRAIN PUMP 3.1 Pengaruh LP drain pump terhadap effisiensi thermal Low Pressure drain pump (LP drain pump) merupakan jenis pompa sentrifugal yang digunakan untuk memindahkan fluida
ANALISIS KERUSAKAN SISTEM UDARA TEKAN CO 230 DI IRM
ISSN 0854-5561 Hasil-hasil Penelitian EBN Tahun 2009 ANALISIS KERUSAKAN SISTEM UDARA TEKAN CO 230 DI IRM Iskak Haryono, Asep Fathudin, Sutardi ABSTRAK ANALISIS KERUSAKAN SISTEM UOARA TEKAN co 230 01 IRM,
BAB IV PEMBAHASAN. Produksi gula pada PT.PN X UNIT PG. Tjoekir Jombang terdapat beberapa
BAB IV PEMBAHASAN Produksi gula pada PT.PN X UNIT PG. Tjoekir Jombang terdapat beberapa proses produksi. Proses dari tebu kemudian berubah menjadi butiran butiran kristal gula yang siap jual. Dari beberapa
BUKU PANDUAN Gasoline Generator SG 3000 & SG 7500
S A G E BUKU PANDUAN Gasoline Generator SG 3000 & SG 7500 SG300W GASOLINE GENERATOR O L INE E N G I N SE 168s PT. SHARPRINDO DINAMIKA PRIMA Layanan service : (021) 5903411 Website : www. shark.co.id Bersertifikasi
Lampiran Lampiran 1 Prosedur Pengoperasian Generator PT XYZ
Lampiran Lampiran 1 Prosedur Pengoperasian Generator PT XYZ Semua operator yang menjalankan pengoperasian generator harus mengikuti SOP (Standard Operation Procedure) yang telah dibuat dan ditentukan sebagai
