BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN"

Transkripsi

1 BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT. Kreasibeton Nusapersada adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri bahan dan bangunan. Perusahaan ini berdiri sejak tahun 2003 dengan nama Perusahaan PT. Kreasibeton Nusapersada. PT. Kreasibeton Nusapersada beralamat di Jalan Pulau Karimun Kawasan Industri Medan II, Desa Saentis, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. PT. Kreasibeton Nusapersada berpartisipasi dalam pengembangan aktivitas clalam mendukung penerapan produk-produk bangunan di Indonesia yaitu ready mix concrete dan tiang pancang. PT. Kreasibeton Nusapersada telah tumbuh dan badan usaha kecil yang bergerak di bidang industri bahan dan bangunan dan menjadi perusahaan yang berhasil dan berkembang. PT. Kreasibeton memiliki jumlah karyawan sebanyak 81 orang yaitu mulai dan tingkat manager, staf/administrasi, pengawas, karyawan tetap, petugas kebersihan, dan petugas satpam.waktu operasi pabrik dalam satu han adalah 8 jam, dalam satu minggu 6 hari kerja, dan jumlah shift tenaga kerja adalah 1 shift. Sejalan dengan tumbuhnya industri produk beton ini, maka perusahaan mengembangkan produk untuk bahan dasar bangunan seperti Ready mix concrete dan tiang pancang.

2 2.2. Ruang Lingkup Bidang Usaha PT. Kreasibeton Nusapersada mengelola pabrik pengolahan ready mix concrete dan pembuatan tiang pancang yang berasal dan semen, pasir, bath gulilpecah untuk konstruksi, jems produksi utama yaitu ready mix concrete dan tiang pancang untuk kebutuhan di daerah Sumatera Utara dan luar propinsi seperti NAD, Riau. Adapun jenis produksi PT. Kreasibeton Nusapersada dapat disajikan pada yaitu: 1. Ready mix concrete/ Beton Cor 2. Tiang pancang Bahan material yang digunakan untuk produksi ready mix concrete dan tiang pancang adalah semen, pasir, batu pecah, retarder dan superplasticizer 2.3. Lokasi Perusahaan PT. Kreasibeton Nusapersada berlokasi di Jl.Pulau Karimun Kav. 392 Kawasan Industri Medan II, Desa Saentis, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara dengan luas areal pabrik ± meter persegi Daerah Pemasaran Produk-produk dan PT. Kreasibeton Nusapersada, telah dipasarkan ke berbagai daerah di propinsi Sumatera Utara seperti Medan, Binjai, Kuala Namu, Perbaungan, dan Sei Rampah. Bagi pcrusahaan, keberhasilan pemasaran

3 dapat dipengaruhi oleh harga produk menjadi hal yang sangat sensitif.dengan demikian pihak perusahaan selalu berusaha untuk menetapkan harga yang dapat bersaing dengan perusahaan-perusahaan lain yang sejenis Proses Produksi Proses produksi adalah serangkaian kegiatan berupa cara, metode dan teknik untuk menciptakan atau meningkatkan nilai tambah suatu barang atau jasa dengan menggunakan sumber-sumber daya berupa ténaga kerja, mesin, bahan baku dan modal yang ada. Pada PT. Kreasileton Nusapersada, jenis proses produksinya adalah proses produksi yang terputus-putus (intermittent process). Dalam proses produksinya PT. Kreasibeton Nusapersada selalu memperhatikan mutu produknya. Pembuatan tiang pancang dan ready mix concrete memerlukan pengawasan yang baik, mulai dan pengontrolan mutu bahan baku, bahan tambahan, pengontrolan proses sampai pada pengontrolan setelah menjadi produk jadi. Tujuannya adalah agar produk yang dihasilkan nantinya akan memenuhi standar sesuai dengan yang ditetapkan, sehingga konsumen merasa puas akan hasil produk keluaran dan pabrik tersebut Standard Mutu Produk Keberhasilan perusahaan sangat tergantung dan seberapa jauh perusahaan dapat mengetahui, mengerti dan memahami perinjntaan pelanggan tersebut. Untuk itu, pengawasan mutu dilakukan terhadap proses produksi yang ditujukan untuk menjaga konsistensi dan mutu produk dengan melakukan pemeriksaan yang

4 selektif terhadap mutu bahan baku yang diterima di laboratorium.untuk memperoleh tiang pancamg dan ready mix concreteyang bermutu baik diterapkafl spesifikasi standard mutu untuk pasir, korallsplit, semen, PC wire, besi beton, besi plat sambung,dan zat additive.standar mutu bahan dapat diperlihatkan pada Tabel 2.1., Tabel 2.2., dan Tabel 2.3.sebagai berikut: Tabel 2.1. Bahan Baku Material Alam No Bahan Standard 1 Pasir 2 Batu Pecah Kadar lumpur < 5% Diameter < 4 mm Kadar lumpur < 1% Diamatar < 8 mm BS , ph<3, 3 Air tingkat kesadahan 73 mg/l Sumber.PT. Kreasibeton Nusapersada Tabel 2.2. Bahan Baku Material Industri No Bahan Standard 1 Semen SNI Kawat Spiral SNI berdiameter 4 mm 3 Plat Joint SNI berdiameter 300mm, 350mm, 400mm

5 Tabel 2.2. Bahan Baku Material Industri (Lanjutan) No Bahan Standard 4 Cat SNI SNI berdiameter 6-7mm 5 PC Pile dengan kekuatan tarik N/mm 2 Sumber.PT. Kreasibeton Nusapersada Tabel 2.3.Bahan Tambahan Additive No Bahan Standard 1 Retarder SNI 2 superplasticizer SNI Sumber.PT. Kreasibeton Nusapersada Bahan yang Digunakan Bahan Baku Bahan baku adalah semua barang atau bahan, tidak melihat jenis dan komposisinya, yang digunakan sebagai bahan atau komponen untuk menghasilkan barang jadi. Adapun yang menjadi bahan baku utama dalam produksi beton pada PT. Kreasibeton Nusapersada adalah: 1. Semen Semen portlan tipe I (SN! ) yaitu semen Andalas dan semen Padang.

6 2. Pasir Pasir yang digunakan adalah pasir sungai. Perusahaan memesan pasir sesuai dengan peraturan beton bertulang Indonesia, yaitu: a. Pasir untuk beton adalah merupakan pasir alam sebagai hasil desintegrasi alami batu-batuan. b. Pasir harus terdiri dan silika. Silika iniharus bersifat melekat, artinya tidak pecah atau hancur oleh pengaruh cuaca seperti : terik matahari dan hujan. c. Pasir tidak boleh mengandung bahan-bahan. Organisme yang terlalu banyak. d. Kadar lumpur tidak boleh lebih dan 5%, karena apabila lebih dapat menurunkan mutu beton yang mengakibatkan : sompel/pecah, retak, berongga. 3. Batu Kerikil (agregat kasar) Batu kerikil yang digunakan adalah dengan diameter < 8 mm. 4. Air berfungsi untuk membantu pengadukan pada saat pencampuran adukan beton, berfungsi untuk membersihkan sisa adukan beton pada pinggir cetakan (mal). 5. Kawat baja spiral diameter 4 mm untuk pembuatan spiral sebagai lilitan pada tulangan PC Pile 6. PC Pile dengan diameter 7 mm, 6mm. 7. Plat Joint (plat sambung), yang digunakan pada mal pembuatan tiang pancang.

7 Bahan Penolong Yang dimaksud dengan bahan penolong adalah bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk membantu kelancaran proses, tetapi bahan tersebut tidak terdapat pada produk akhir. Adapun yang termasuk bahan penolong pada produk yaitu: 1. Minyak Ressiner (pelumas), adalah sejenis minyak pelican yang dioleskan pada hagian dalam dan mal yang herguna agar bahan-bahan campuran tidak Iengket pada mal dan dapat menghasilkan permukaan tiang yang halus. 2. Minyak gemuk, digunakan sebagai bahan pelicin baut mal. 3. Oli, digunakan pada mesin-mesin produksi agar mesin dapat bergerak dengan lancar Bahan Tambahan Yang dimaksud bahan tambahan adalah bahan yang ditambahkan pada proses pengolahan untuk melengkapi dan memperbaiki mutu dan produk yang dihasilkan oleh proses produksi. Yang termasuk bahan tambahan adalah: 1. Cat Pylox yang digunakan untuk pembuatan merk, nomor. kode tipe tiang. 2. Superplasticizer Superplasticizermerupakan jenis chemical admixture yang ditambahkan dalam proses pembuatan adukan beton untuk mempermudah adukan supaya homogen dan mengurangi pemakaian air dengan tidak mengurangi mutu.

8 3. Retarder, satu bahan kimia yang ditambahkan pada campuran beton yang berguna untuk mempercepat proses pengeringan dan memperkuat ikatan antara masing-masing unsur campuran beton Uraian Proses Produksi Proses produksi adalah metode atau teknik untuk membuat suatu barang atau jasa dengan menggunakan sumber tenaga kerja, mesin, bahan baku. bahan penolong Pencampuran Beton Cor Proses produksi pada ready mix concreteterdiri dan 3 tahap: 1. Bahan baku adonan (semen, agregat halus, dan agregat kasar) dimasukkan ke dalam tanki mixer batching plant dengan menggunakan conveyor. Semua bahan tersebut dicampur dengan komposisi yang telah ditentukan sesuai dengan standart mutu dan jenis produk. 2. Air harus diisikan ke dalam alat campur pada saat rnasuknya material untuk dapat membasahi material sehingga didapatkan campuran seragam. 3. Pencampuran harus berlangsung selama ± 2 menit hingga campuran beton homogen. Proses produksi pada ready mix concreteterdiri dapat dilihat pada Gambar 2.1. sebagai berikut.

9 Gambar 2.1. Pembuatan Beton Cor Adapun standar campuran beton cor K 500 dapat dilihat pada Tabel 2.4.berikut: Tabel 2.4. Standar Campuran Beton Cor K 500 Campuran Bahan Ukuran Faktor air semen 25% Perbandingan pasir dengan agregat 40% Air Semen Pasir Batu pecah Retarder Superplasticizer 125 L 500 kg 710 kg 1065 kg 0,5 L 3 L Pengujian mutu beton merupakan aktivitas yang penting dalam pelaksanaan produksi agar produk yang dihasilkan tetap berada dalam standar yang telah ditetapkan. Pada saat adukan beton telah selesai diproses, diambil sampel adukan secara manual dan dimasukkan kedalam cetakan yang berbentuk

10 silinder dengan tinggi 30 cm, diameter 15 cm. Sampel adukan tersebut disimpan di dalam ruangan selama 2 minggu dan diberikan kode pada sampel tersebut. Kemudian dilakukan proses pengujian beton, proses pengujian mutubeton mi dilakukan untuk memeriksa kuat tekan beton apakah sesuai dengan standar PC Pile (Tiang Pancang) Uraian proses produksi pada tiang pancang yaitu; 1. Persiapan mal Permukaan cetakan yang bersih lalu dioleskan dengan minyak pelumas secara merata. Kemudian plat joint dihubungkan dengan kepala plat joint dengan menggunakan baut. Setelah itu, plat joint yang telah dipasang kepala plat diikat ke tulangan utama pada mal.persiapan mal dapat dilihat pada Gambar 2.2. Gambar 2.2.Persiapan Mal 2. Pemasangan spiralwire Spiral digunakan sebagai tulangan yang berbentuk spiral.spiral mi dililitkan ke PC Pile.Kemudian PC Pile dimasukkan ke dalam cetakan.pemasangan Spiral Wire dapat dilihat pada Gambar 2.3.

11 Gambar 2.3. Pemasangan PC Pile 3. Pemberian tegangan Dilakukan pemberian tegangan dengan menggunakan mesin tank sesuai dengan tipe dan kekuatan yang diinginkan.pemberian tegangan dapat dilihat pada Gambar 2.4. Gambar 2.4. Pemberian Tegangan 4. Pemasukan adonan beton cor/ready mix concrete Adonan beton cor yang telah dihasilkan dibawa ke tempat pembuatan tiang pancang dengan truk molen, dan dirnasukkafl ke dalam cetakan tersebut. 5. Pengecoran dan pemberian getaran

12 Beton cor yang telah dimasukkan ke dalam cetakan diratakan secara perlahan-lahan.setelah pengecoran kemudian dipadatkan dengan menggunakan vibrator.pengecoran dan pemberian getaran dapat dilihat pada Gambar 2.5. Gambar 2.5.Pengecoran 6. Proses pengeringan Agar proses pengeringan dapat lebih cepat maka pada beton cor tersebut dicampur dengan rhebolid. Proses pengeringan berlangsung secara manual selama ± 8 jam. 7. Pembukaan cetakan Cetakan bagian atas dibuka dengan rnenggunakan impact tool. Kemudian produk diinspeksi apakah sudah sesuai dengan standar. 8. Pengangkatan tiang pancang Tiang pancang diangkat dan mal dengan menggunakan hoist crane. Pengangkatan tiang pancang dapat dilihat pada Gambar 2.6.

13 Gambar 2.6. Pengangkatan Tiang Pancang 9. Penumpukan dan perawatan tiang pancang Sebelum tiang pancang dikirim ke konsumen, tiang pancang ditumpuk di areal terbuka selama ± 2 minggu. Perawatannya tiang pancang disiram air 3 x sehari. Penumpukan dan perawatan tiang pancang dapat dilihat pada Gambar Delivery Gambar 2.7. Penumpukan Tiang Pancang Tiang pancang dikirim kepada konsumen Struktur Organisasi dan Manajemen Perusahaan Struktur Organisasi Dalam menjalankan kegiatan perusahaan diperlukan struktur organisasi serta uraian tugas yang jelas dan setiap orang yang terlibat dalam organisasi

14 tersebut. Struktur organisasi memberikan gambaran tentang posisi dan hubungan keria sama antara setiap unit-unit kerja yang ada pada perusahaan. Masing-masing unit kerja tersebut mempunyai tujuan umum yang samauntuk mewujudkan suatu keberhasilan. Hal ini dijumpai di PT. Kreasi Beton Nusapersada yang mempunyai tujuan untuk memperoleh keuntungan maksimum dengan kesejahteraan karyawan dan kegiatan perusahaan. Struktur organisasi PT. Kreasi Beton Nusapersada dikategorikan dalam bentuk fungsional. Struktur organisasi pada PT. Kreasibeton Nusapersada mengelompokkan aktivitas dan tugas yang sama untuk membentuk unit-unit kerja yang memiliki fungsi yang terspesialisasi. Pelaksanaan struktur organisasi seperti ini memerlukan uraian tugas yang jelas. Tugas dan tanggung jawab berjalan secara vertikal menurut garis lurus antara atasan dan bawahan juga dengan saling mengawasi dan memberikan saran satu yang lainnya yang untuk kejelasan informasi bagi karyawan dalam melaksanakan tugasnya Unsur orgánisasi PT. Kreasi Nusapersada Beton terdiri dan: 1. Pimpinan pabnik : Direktur 2. Departemen Departemen pada perusahaan PT. Kreasi Beton Nusapersada terdapat 6 departemen, yaitu: - Departemen Finansial - Departemen Logistik - Departemen Pembelian - Departemen Perawatan - Departemen Produksi

15 - Departemen Pengendalian Kualitas Struktur organisasi PT. Kreasibeton Nusapersada dapat dilihat pada Gambar 2.8.di bawah ini. Hubungan Lini Director Hubungan Fungsional General Manager Sekretaris Manajer Administrasi dan Personalia Manajer Departemen keuangan Manajer Departemen Pembelian dan Logistik Manajer Departemen Perawatan Plant Manager Kepala Pengendalian Kualitas Kepala Administrasi Kepala Personalia Kepala Produksi Beton Cor Kepala Produksi Tiang Pancang Gambar 2.8. Struktur Organisasi PT. Kreasibeton Nusapersada Tugas dan Tanggung jawab Dalam rangka pengelolahan pabrik beton dan semakin meningkatnya volume dan ragam maka untuk memisahkan pengelolahan fungsi administrasi dan keuangan yang secara khusus menangani perencanaan dan evaluasi produksi di pabrik. Adapun fungsi utama dan tanggung jawab masing-masing fungsi yang terdapat pada PT. Kreasibeton Nusapersada adalah sebagai berikut: 1. Director Mengkoordinir kegiatan operasional. Adapun kegiatan operasional mi meliputi kegiatan penjualan, pembelian, dan lain- lain.

16 2. General Manager PT. Kreasibeton Nusapersada dipimpin seorang manajer pabrik yang diangkat direksi atau pejabat yang berwenang dan bertanggung jawab langsung kepada manajer produksi. Tugasdan Tanggung Jawab General Manager a. Mengelola kegiatan produksi, melaksanakan pengendalian mutu dan produktivitas, melaksanakan perencanaan dan evaluasi produksi, b. Melaksanakan administrasi. dan keuangan pabrik untuk menghasilkan produk secara efisien dan efektif untuk memperoleh harga pabrik produksi yang bersaing c. Tercapainya produksi sesuai dengan rencana produksi dan penjualan yang ditetapkan perusahaan d. Terlaksananya proses produksi untuk menghasilkan produk bermutu dengan metode yang efisien dan efektif, serta sesuai dengan standar produk dan proses yang telah ditetapkan perusahaan e. Terlaksananya pengelolahan dan pemanfaatan sumber daya yang menjadi tanggung jawabnya secara efisien dan efektif. f. Terlaksananya upaya peningkatan efisien produksi melalui perbaikan proses produksi secara berkesinambungan dan merekomendasikan penerapannya kepada unit kerja terkait. g. Terlaksananya peningkatan kemampuan sumber daya manusia dalam bidang manajemen dan teknis yang meliputi keahlian dan keterampilan yang sesuai dengan lingkup tugasnya. h. Terlaksananya kegiatan administrasi dan keuangan serta personalia.

17 i. Terlaksananya pembinaan hubungan baik antara pabrik dengan lingkungan sekitarnya. j. Terlaksananya penerapan sistem manajemen muth ISO dan sistem manajemen kesehatandan keselamatan kerja (SMK3) 3. Sekretaris Tugas dan tanggung jawab sekretaris adalah a. melaksanakan korespondensi b. menyimpan arsip- arsip, c. sebagai perantara pihak internal dengan pihak eksternal perusahaan 4. Manager Administrasi dan Personalia Tugas dan tanggung jawab Manager Personalia adalah sebagai berikut. a. Membuat anggaran kerja bagi perusahaan b. Membuat job analysis, job description, dan job specification c. Mengadakan seleksi penerimaan tenaga kerja d. Mengadakan peniliain kinerja karyawan e. Meramalkan permintaan dan penawaran sumber daya manusia pada masa yang akan datang f. Mengatur mutasi karyawan baik vertical maupun horizontal g. Bertanggung jawab atas pelaksanaan pekerjaan karyawan 5. Bagian Administrasi Tugas dan tanggung jawab Administrasiadalah: a. Melaksanakan sistem dan prosedur pembukuan sesuai dengan pedoman direksi.

18 b. Memeriksa dan memberi kode pada bukti-bukti pembukuan memorial (tentang bahan masuk, bahan keluar, jam oran dan jam mesin, rekening koran dan lain-lain bukti intern perusahaan). c. Mengawasi dan membimbing pelaksanaan administrasi persediaan kantor serta mengusahakan penyesuaiannya dengan administrasi persediaan gudang. d. Mengumpulkan dan mengolah data biaya order dan kemajuan fisik. e. Memimpin dan mengawasi aktivitas seluruh pegawai yang berada di bawahnya. f. Melaksanakan tugas-tugas lain yang ditetapkan oleh bagian administrasi keuangan dan personalia & umum. 6. KepalaPersonalia Tugas dan tanggung jawab KepalaPersonalia adalah: a. Melatih karyawan dalam disiplin kerja b. Melakukan perekrutan karyawan sesuai dengan instruksi manajer administrasi, mengatur kegiatan yang berhubungan dengan karyawan. 7. Departemen Keuangan Tugas dan tanggung jawabdepartemenkeuangan a. Sebagai penanggung jawab langsung pengelolahan aspek keuangan akuntansi, personalia dalam rangka pencapaian tingkat efisiensi dan efektivitas proses produksi b. Departemen keuangan diangkat oleh direksi bertanggung jawab kepada manajer pabrik

19 c. Tersusunnya anggaran secara terpadu guna tercapainya sasaran produksi d. Tercapainya efisiensi dan efektivitas pemanfaatan dana dipabrik e. Tersedianya informasi keuangan, akuntansi, personalia bagi kepentingan pabrik f. Terlaksananya pengupayaan penerapan fungsi keuangan, akuntansi, perpajakan dan informasi secara tertib g. Tersajinya laporan keuangan pabrik secara berskala sesuai dengan ketentuan perusahaan h. Terlaksananya penerapan sistem manajemen mutu ISO 9000 : 2000 keselamatan dan kesehatan kerja 8. Departemen Pembelian dan Logistik Tugas Dan Tanggung JawabPembelian dan Logistik : a. Perencanaan Membuat perencanaan pembelian barang maupun jasa sesuai permintaan pembelian yang diterima dan department terkait. b. Pengaturan Mengatur pembelian agar barang dan kedatangannya sesuai dengan yang diharapkan oleh department terkait dan mengatur pekerjaan bawahan agar dapat dilakukan lebih efesien c. Pencarian Sumber-Sumber Informasi Mencari dan membandingkan beberapa supplier untuk mendapatkan harga dan kualitas yang baik dan memberikan beberapa alternatif pengganti untuk barang/jasa (jika diperlukan)

20 d. Negosiasi Melakukan negosiasi harga, penalty, cara dan waktu pembayaran serta cara dan waktu pengiriman dan membuat claim / complain supplier jika terjadi penyimpangan. e. Pengendalian Mengontrol kegiatan pembelian (harga, kualitas, dan delivery) dan administrasi pembelian. f. Administrasi Memproses permintaan pembelian menjadi PO (Purchase Order) serta memonitor kedatangan barang /jasa 9. Departemen Perawatan Sebagai penanggung jawab langsung pelaksanaan dan evaluasi penyediaan suku cadang dan peralatan beserta pengoperasian dan pemeliharaan pencapaian tingkat efisiensi dan efektivitas produksi. Tugasdan Tanggung jawab Departemen Perawatan adalah : a. Tersedianya peralatan-peralatan yang akan digunakan dalam proses produksi b. Tersedianya suku cadang yang cukup c. Terselenggaranya pergantian komponen sesuai dengan jadwal yang ditentukan 10.Plant Manager Bertindak sebagai pengambil keputusan kebijakan di dalam pabrik. 11.Departemen Produksi Beton Cor

21 Tugasdan Tanggung Jawab Departemen Produksi a. Sebagai penanggung jawab langsung perencana, pelaksanaan dan penyediaan proses produksi dalam rangka pencpaian tingkat efisiensi dan efektivitas produksi pabrik b. Unit produksi dipimpin oleh seorang kepala unit produksi yang diangkat dan bertanggung jawab kepada manajer Pabrik c. Tersusunnya perencanaan jadwal produksi detail dan kebutuhan sumbe daya untuk keperluan jalur produksi guna tercapainya sasaran produksi d. Terkelolanya jalur produksi dalam melaksanakan sesuai denganjadwal dan mutu yang ditetapkan e. Tercapainya tingkat efesiensi dan efektivitas pengelolahan sumber daya. f. Terkendalinya proses produksi g. Terlaksananya pembinaan bawahan yang menjadi tanggung jawab sesuai dengan arah perkembangan perusahaan 12.Departemen Produksi Tiang Pancang Tugas dan Tanggung Jawab Departemen Produksi a. Sebagai penanggung jawab langsung perencana, pelaksanaan dan penyediaan proses produksi dalam rangka pencpaian tingkat efisiensi dan efektivitas produksi pabrik b. Unit produksi dipimpin oleh seorang kepala unit produksi yang diangkat dan bertanggung jawab kepada manajer Pabrik c. Tersusunnya perencanaan jadwal produksi detail dan kebutuhan sumbe daya untuk keperluan jalur produksi guna tercapainya sasaran produksi

22 d. Terkelolanya jalur produksi dalam melaksanakan sesuai denganjadwal dan mutu yang ditetapkan e. Tercapainya tingkat efesiensi dan efektivitas pengelolahan sumber daya. f. Terkendalinya proses produksi g. Terlaksananya pembinaan bawahan yang menjadi tanggung jawab sesuai dengan arah perkembangan perusahaan 13.Departemen Pengendalian Mutu Tugasdan Tanggung Jawab Departemen Pengendalian Mutu adalah : a. Departemen Pengendalian Mum mempunyai fungsi sebagai penanggung jawab langsung pelaksanaan pengendalian aspek teknik dan terjaminnya mutu produk dalam rangka pencapaian kualitas produk di pabrik. b. Departemen Pengendalian Mutu diangkat oleh Direksi dan bertanggung jawab kepada Manajer Pabrik. c. Tersusunnya rencana teknik untuk tercapainya sasaran mutu produk sesuai dengan persyaratan teknis di dalam dokumen yang telah disepakati oleh pelanggan dan perusahaan. d. Tercapainya tingkat efektivitas pemanfaatan sumber daya di pabrik melalui optimalisasi desain dan metode produksi e. Terlaksananya pengujian standar yang dihasilkan Gugus Kendali Mutu dipabrik dan merekomendasikan hasil pengujian tersebut sebagai standar produk dalam lingkungan pabrik. f. Tersusunnya rencana pengawasan dan pengujian berupa prosedur, sistem dan pedoman lingkungan pabrik.

23 g. Terlaksananya penerapan sistem manajemen mutu Iso 9000 : 2000 keselamatan dan kesehatan keija h. Terlaksananya penelitian terhadap metode produksi serta rekomendasi peningkatan sistem produksi agar dicapai standar kualitas yang diinginkan i. Terlaksananya pembinaan bawahan yang meliputi tanggung jawab sesuai dengan arahan perkembangan perusahaan Tenaga Kerja dan Jam Kerja Penjelasan lebih lanjut mengenai sumber tenaga kerja, jumlah tenagakerja, dan jam keija yang berlaku di PT. Kreasibeton Nusapersada, akan dijelaskan sebagai berikut Jumlah Tenaga Kerja Data tenaga kerja pada PT. Kreasibeton Nusapersada Medan dapat dilihat pada Tabel 2.5.berikut: Tabel 2.5.Jumlah Tenaga Kerja PT. Kreasibeton Nusapersada Klasifikasi Laki-laki Jenis Kelamin Perempuan Total Manajer ke atas Staff Karyawan Total Sumber : PT. Kreasibeton Nusapersada

24 Jam Kerja Adapun waktu operasi pabrik adalah sebagai berikut: 1. Jam kerja dalam sam han adalah 8-10 jam 2. Jam kerja dalam satu minggu adalah 7 han jam kerja Jumlah Shift tenaga kerja adalah 1(satu) shift Sistem Pengupahan Gaji adalah pembayaran berupa uang yang diberikan kepada pegawai atas pekerjaan yang dilaksanakan dan diserahkan setiap bulan pada tanggal yang telah ditetapkan perusahaan. Jumlah gaji yang diterima oleh pegawai tergantung dan gaji pokok dan tunjangan-tunjangan yang diperoleh dan yang ditentukan oleh perusahaan. Upah adalah pembayaran berupa uang yang diberikan kepada karyawan atas pekerjaan yang dilaksanakan. Gaji untuk karyawan harian, besarnya didasarkan tarif upah per hari yang sesuai dengan ketentuan upah minimum yang telah ditetapkan oleh Departemen Tenaga Kerja. Perusahaan memberikan insentif dan fasilitas berupa materi maupun non materi untuk mendorong staff dan karyawan agar tetap bekerja lebih giat dalam meningkatkan prestasinya, yaitu 1. Pemberian Cuti Pemberian cuti tahunan, cuti sakit kepada staff dan karyawan tetap serta cuti khusus dan cuti insidentil untuk staff dan pusat. 2. Perawatan kesehatan

25 Diberikan perawatan Rumah Sakit untuk 1 orang istri dan 3 orang anak. 3. Fasilitas Keija Perusahaan memberikan pakaian keija, sarung tangan, kaca mata las, helm dan alat pengaman kepada regu produksi. 4. Jaminan sosial Seluruh staff dan karyawan yang bekerja di PBB Sumatera Utara diikutsertakan pada PERUM JAMSOSTEK. 5. Premi Produksi Setiap karyawan mendapat premi jika mampu bekerja baik sehingga produk yang dihasilkan melebihi target yang telah ditetapkan untuk shift produksi. 6. Memberikan tunjangan Memberikan tunjangan berupa THR atau Tahun Baru sebesar 1 bulan upah. 7. Sarana/fasilitas Staff dan karyawan mendapat fasilitas mess/penginapan, mushalla, serta lapangan tennis. 8. Koperasi Karyawan Perusahaan juga memikili koperasi yang dikelola oleh para karyawan di bawah pengawasan perusahaan. 9. Training Setahun sekali diadakan training kepada seluruh staff dan karyawan, misalnya mengenai: a. Pengaruh kebisingan b. Pemeriksaaan Boiler

26 c. UU ketenagakerjaan

BAB IV MATERIAL DAN PERALATAN

BAB IV MATERIAL DAN PERALATAN BAB IV MATERIAL DAN PERALATAN 4.1 Material Perlu kita ketahui bahwa bahan bangunan atau material bangunan memegang peranan penting dalam suatu konstruksi bangunan ini menentukan kekuatan, keamanan, dan

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan CV. Sigma Block didirikan pada tahun 2008 oleh Petrus Barus, dan mulai beroperasi pada bulan Agustus 2008 yang berlokasi di Jl. Ngumban Surbakti

Lebih terperinci

LAMPIRAN 1 URAIAN TUGAS, WEWENANG DAN TANGGUNG JAWAB UNTUK MASING MASING JABATAN DI PT. KARYA DELI STEELINDO MEDAN.

LAMPIRAN 1 URAIAN TUGAS, WEWENANG DAN TANGGUNG JAWAB UNTUK MASING MASING JABATAN DI PT. KARYA DELI STEELINDO MEDAN. 20 LAMPIRAN 1 URAIAN TUGAS, WEWENANG DAN TANGGUNG JAWAB UNTUK MASING MASING JABATAN DI PT. KARYA DELI STEELINDO MEDAN. 1. Direktur Direktur merupakan pimpinan tertinggi dalam perusahaan sekaligus pemilik

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT. Wijaya Karya didirikan pada tanggal 11 Maret 1960 berdasarkan keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Kerja No. 5 Tahun 1960 dengan nama

Lebih terperinci

BAB IV TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT-ALAT. alat - alat tertentu sesuai kebutuhan untuk mendukung pembangunan tersebut.

BAB IV TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT-ALAT. alat - alat tertentu sesuai kebutuhan untuk mendukung pembangunan tersebut. BAB IV TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT-ALAT 4.1 Peralatan Dalam melaksanakan proyek pembangunan maka pastilah digunakan alat - alat tertentu sesuai kebutuhan untuk mendukung pembangunan tersebut. Alat

Lebih terperinci

TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT YANG DIGUNAKAN. tinggi dapat menghasilkan struktur yang memenuhi syarat kekuatan, ketahanan,

TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT YANG DIGUNAKAN. tinggi dapat menghasilkan struktur yang memenuhi syarat kekuatan, ketahanan, BAB IV TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT YANG 4.1. Tinjauan Bahan dan Material Bahan dan material bangunan merupakan elemen terpenting dari suatu proyek pembangunan, karena dari berbagai macam bahan dan

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT. Budi Raya Perkasa merupakan suatu perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur yang memproduksi spring bed. Perusahaan ini berdiri pada bulan

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Sejarah Perusahaan PT Karya Murni Perkasa didirikan pada tanggal 4 Februari 1978 dengan nama CV. Karya Murni Perkasa yang berlokasi di jalan Sei Musi NO. 21 A dengan

Lebih terperinci

PENELITIAN AWAL TENTANG PENGGUNAAN CONSOL FIBER STEEL SEBAGAI CAMPURAN PADA BALOK BETON BERTULANG

PENELITIAN AWAL TENTANG PENGGUNAAN CONSOL FIBER STEEL SEBAGAI CAMPURAN PADA BALOK BETON BERTULANG PENELITIAN AWAL TENTANG PENGGUNAAN CONSOL FIBER STEEL SEBAGAI CAMPURAN PADA BALOK BETON BERTULANG Denny 1,Jonathan 2 dan Handoko 3 ABSTRAK : Dalam dunia konstruksi, balok beton bertulang adalah barang

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT. Apindowaja Ampuh Persada merupakan industri manufaktur yang bergerak di bidang pembuatan dan perbaikan mesin-mesin produksi kelapa sawit. PT.

Lebih terperinci

BAB VI KEMAJUAN PEKERJAAN DAN PENGENDALIAN PROYEK

BAB VI KEMAJUAN PEKERJAAN DAN PENGENDALIAN PROYEK BAB VI KEMAJUAN PEKERJAAN DAN PENGENDALIAN PROYEK 6.1 Uraian Umum Dalam setiap proyek konstruksi, perencanaan dan pengendalian merupakan aspek yang harus dipersiapkan dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Tinjauan Umum Variabel bebas yaitu variasi perbandingan agregat kasar, antara lain : Variasi I (1/1 : 1/2 : 2/3 = 3 : 1 : 2) Variasi II (1/1 : 1/2 : 2/3 = 5 : 1 : 3) Variasi

Lebih terperinci

material lokal kecuali semen dan baja tulangan. Pembuatan benda uji, pengujian

material lokal kecuali semen dan baja tulangan. Pembuatan benda uji, pengujian BAB IV PELAKSANAAN PENELITIAN 4.1 Tinjauan Umum Dalam pelaksanaan penelitian ini yang dilakukan adalah membuat benda uji balok dengan tiga variasi. Pembuatan adukan beton untuk benda uji direncanakan dengan

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN Bab ini menjelaskan beberapa hal mengenai perusahaan yang menjadi tempat penelitian, yaitu PT. XYZ. Beberapa hal tersebut adalah sejarah perusahaan, ruang lingkup bidang

Lebih terperinci

Viscocrete Kadar 0 %

Viscocrete Kadar 0 % 68 Viscocrete Kadar 0 % T. Depan T. Belakang T. Depan T. Belakang T. Depan T. Belakang 300 150 150 150 150 150 150 Pola Retak Benda Uji Silinder Umur Perawatan 3 hari 300 150 150 150 150 150 150 Pola Retak

Lebih terperinci

BAB VI PENGENDALIAN PROYEK

BAB VI PENGENDALIAN PROYEK BAB VI PENGENDALIAN PROYEK 6.1 Uraian Umum Pengawasan (controlling) adalah kegiatan dalam suatu proyek sebagai penilaian yang bertujuan agar hasil pekerjaan sesuai dengan pedoman perencanaan yang telah

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. proyek pembangunan. Hal ini karena beton mempunyai banyak keuntungan lebih

BAB 1 PENDAHULUAN. proyek pembangunan. Hal ini karena beton mempunyai banyak keuntungan lebih BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Struktur beton merupakan struktur yang paling sering digunakan untuk proyek pembangunan. Hal ini karena beton mempunyai banyak keuntungan lebih dibandingkan

Lebih terperinci

LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara

LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara LAMPIRAN Universitas Sumatera Utara Proses pembagian tugas pada lantai produksi dibagi menjadi 17 bagian, yaitu: 1. Direktur a. Merencanakan arah, strategi, dan kebijakan perusahaan dalam rangka mencapai

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Umum Metode yang dipakai dalam penelitian ini yaitu metode eksperimen. Adapun faktor yang diteliti adalah penggunaan agregat daur ulang sebagai pengganti dari agregat

Lebih terperinci

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN A.

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN A. BAB IV METODOLOGI PENELITIAN A. Bahan dan Material Penelitian Bahan-bahan yang digunakan dalam campuran beton dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. 1. Agregat halus yang digunakan dalam penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN III-1 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Tinjauan Umum Dalam penelitian ini yang digunakan adalah variabel bebas dan terikat. Variabel bebas meliputi prosentase Silica fume dalam campuran beton (5%) dan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. TINJAUAN UMUM Dalam penelitian ini variabel yang digunakan adalah variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu variasi persentase limbah

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 1. Semen yang digunakan pada penelitian ini ialah semen PCC merek

III. METODOLOGI PENELITIAN. Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 1. Semen yang digunakan pada penelitian ini ialah semen PCC merek 25 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Bahan Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 1. Semen yang digunakan pada penelitian ini ialah semen PCC merek Holcim, didapatkan dari toko bahan bangunan

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Sejarah PT. Ocean Centra Furnindo PT. Ocean Centra Furnindo merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur khususnya industri spring bed. Tempat

Lebih terperinci

JUDUL MODUL II: PEMBUATAN DAN PENGUJIAN BETON DI LABORATORIUM MODUL II.a MENGUJI KELECAKAN BETON SEGAR (SLUMP) A. STANDAR KOMPETENSI: Membuat Adukan Beton Segar untuk Pengujian Laboratorium B. KOMPETENSI

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan UKM Gunung Jati merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan paving block dan Riol. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1980an oleh bapak

Lebih terperinci

LAMPIRAN 1 STRUKTUR ORGANISASI PT. KARYA DELI STEELINDO

LAMPIRAN 1 STRUKTUR ORGANISASI PT. KARYA DELI STEELINDO LAMPIRAN 1 STRUKTUR ORGANISASI PT. KARYA DELI STEELINDO LAMPIRAN 2 URAIAN TUGAS, WEWENANG DAN TANGGUNG JAWAB UNTUK MASING-MASING JABATAN DI PT. KARYA DELI STEELINDO MEDAN. 1. Direktur Direktur merupakan

Lebih terperinci

LAPIS PONDASI AGREGAT SEMEN (CEMENT TREATED BASE / CTB)

LAPIS PONDASI AGREGAT SEMEN (CEMENT TREATED BASE / CTB) BAB V LAPIS PONDASI AGREGAT SEMEN (CEMENT TREATED BASE / CTB) 5.1. UMUM a. Lapis Pondasi Agregat Semen (Cement Treated Base / CTB) adalah Lapis Pondasi Agregat Kelas A atau Kelas B atau Kelas C yang diberi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. sebagai lapisan atas struktur jalan selain aspal atau beton. Paving block dibuat dari

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. sebagai lapisan atas struktur jalan selain aspal atau beton. Paving block dibuat dari BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Paving block merupakan salah satu bahan bangunan yang dimanfaatkan sebagai lapisan atas struktur jalan selain aspal atau beton. Paving block dibuat dari bahan campuran

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Dunia konstruksi bangunan di Indonesia saat ini mengalami perkembangan

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Dunia konstruksi bangunan di Indonesia saat ini mengalami perkembangan BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dunia konstruksi bangunan di Indonesia saat ini mengalami perkembangan yang cukup signifikan dari tahun ke tahun. Hal tersebut dibuktikan dengan bertambah banyaknya

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Umum Perusahaan CV. Makmur Palas merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pendaur ulangan sampah plastik menjadi kantong plastik. Perusahaan ini

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini menggunakan obyek berupa paving blok mutu rencana 400 Kg/ dan 500 Kg/ sebanyak masing-masing 64 blok. Untuk setiap percobaan kuat tekan dan tarik belah paving

Lebih terperinci

BAB IV MATERIAL DAN PERALATAN

BAB IV MATERIAL DAN PERALATAN BAB IV MATERIAL DAN PERALATAN 4.1 Material Dari standar teknis yang ditetapkan untuk suatu pekerjaan pondasi bored pile dimana material yang digunakan semuanya harus sesuai dengan kriteria standar teknis

Lebih terperinci

LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara

LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara LAMPIRAN PEMBAGIAN TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB Pembagian tugas dan tanggung jawab dari masing-masing jabatan pada PT. Intan Suar Kartika adalah sebagai berikut: 1. Dewan Komisaris a. Menentukan visi dan misi

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.. Sejarah Perusahaan PT. Sarana Panen Perkasa merupakan sebuah perusahaan swasta yang bergerak di bidang produksi alat-alat pertanian terkhususnya perkebunan kelapa sawit.

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. dalam bidang industri pengolahan minyak goreng. Perusahaan Permata Hijau

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. dalam bidang industri pengolahan minyak goreng. Perusahaan Permata Hijau BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan Perusahaan Permata Hijau Group (PHG) adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang industri pengolahan minyak goreng. Perusahaan Permata Hijau Group

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. terletak di Jalan Raya Medan-Binjai km 15,5 Diski, Deli Serdang. PT. Wijaya

BAB I PENDAHULUAN. terletak di Jalan Raya Medan-Binjai km 15,5 Diski, Deli Serdang. PT. Wijaya BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang PT. Wijaya Karya Beton Pabrik Produk Beton Sumatera Utara (PPB Sumut) merupakan salah satu dari 7 pabrik PT Wijaya Karya Beton di Indonesia, terletak di Jalan Raya

Lebih terperinci

BAB VI BAHAN DAN PERALATAN

BAB VI BAHAN DAN PERALATAN BAB VI BAHAN DAN PERALATAN 6.1 Jenis-jenis dan Mutu Bahan Yang Digunakan Mutu dari setiap bahan yang akan digunakan tidak boleh berkurang dan diharapkan dapat memenuhi target yang telah direncanakan. Adapun

Lebih terperinci

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB IV METODE PENELITIAN BAB IV METODE PENELITIAN A. Bahan atau Material Penelitian Bahan-bahan pembuatan beton yang digunakan pada penelitian ini adalah : A. Agregat kasar (split) berupa batu pecah yang berasal dari Clereng,

Lebih terperinci

BAB IV METODE PENELITIAN. A. Bahan atau Material Penelitian

BAB IV METODE PENELITIAN. A. Bahan atau Material Penelitian 23 BAB IV METODE PENELITIAN A. Bahan atau Material Penelitian Bahan-bahan penyusun campuran beton yang digunakan pada penelitian ini, Bahan-bahan tersebut antara lain : 1. Agregat kasar kerikil yang berasal

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. faktor efektifitas dan tingkat efisiensinya. Secara umum bahan pengisi (filler)

BAB I PENDAHULUAN. faktor efektifitas dan tingkat efisiensinya. Secara umum bahan pengisi (filler) BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pembangunan dibidang struktur dewasa ini mengalami kemajuan yang sangat pesat, yang berlangsung diberbagai bidang, misalnya gedung-gedung, jembatan, tower, dan sebagainya.

Lebih terperinci

Pengaruh Variasi Jumlah Semen Dengan Faktor Air Yang Sama Terhadap Kuat Tekan Beton Normal. Oleh: Mulyati, ST., MT*, Aprino Maramis** Abstrak

Pengaruh Variasi Jumlah Semen Dengan Faktor Air Yang Sama Terhadap Kuat Tekan Beton Normal. Oleh: Mulyati, ST., MT*, Aprino Maramis** Abstrak Pengaruh Variasi Jumlah Semen Dengan Faktor Air Yang Sama Terhadap Kuat Tekan Beton Normal Oleh: Mulyati, ST., MT*, Aprino Maramis** *Dosen Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan **

Lebih terperinci

BAB IV TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT-ALAT. Manajemen pelaksanaan dilakukan dalam rangka menjamin kelancaran

BAB IV TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT-ALAT. Manajemen pelaksanaan dilakukan dalam rangka menjamin kelancaran BAB IV TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT-ALAT 4.1 Uraian Umum Manajemen pelaksanaan dilakukan dalam rangka menjamin kelancaran pelaksanaan pekerjaan proyek yang akan berlangsung. Manajemen pelaksanaan bukan

Lebih terperinci

BAB VI BAHAN DAN PERALATAN

BAB VI BAHAN DAN PERALATAN 6-1 BAB VI BAHAN DAN PERALATAN 6.1 Jenis-jenis dan Mutu Bahan Yang Digunakan Mutu dari setiap bahan tidak boleh berkurang dan diharapkan dapat memenuhi target yang telah direncanakan. Adapun jenis dan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Metodelogi penelitian dilakukan dengan cara membuat benda uji (sampel) di

BAB III METODE PENELITIAN. Metodelogi penelitian dilakukan dengan cara membuat benda uji (sampel) di 26 BAB III METODE PENELITIAN Metodelogi penelitian dilakukan dengan cara membuat benda uji (sampel) di Laboratorium Bahan dan Konstruksi Fakultas Teknik Universitas Lampung. Benda uji dalam penelitian

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT Wijaya Karya adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang konstruksi di Indonesia. Perusahaan ini didirikan pada tanggal 11 Maret 1960 berdasarkan

Lebih terperinci

Setelah melakukan kegiatan/praktikum ini diharapkan :

Setelah melakukan kegiatan/praktikum ini diharapkan : 3.4 Membuat Paving Blok A. TUJUAN Setelah melakukan kegiatan/praktikum ini diharapkan : Mengetahui fungsi paving blok. Menghitung / kalkulasi komposisi campuran yang akan digunakan dalam membuat paving

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dilakukan agar berat bangunan dapat dikurangi yang berdampak pada efisiensi

BAB I PENDAHULUAN. dilakukan agar berat bangunan dapat dikurangi yang berdampak pada efisiensi BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pada masa sekarang, dalam pembuatan konstruksi beton banyak cara yang dilakukan agar berat bangunan dapat dikurangi yang berdampak pada efisiensi biaya. Selain berusaha

Lebih terperinci

PT Karya Murni Perkasa didirikan pada tanggal 4 Februari 1978 dengan. nama CV. Karya Murni Perkasa yang berlokasi di jalan Sei Musi NO.

PT Karya Murni Perkasa didirikan pada tanggal 4 Februari 1978 dengan. nama CV. Karya Murni Perkasa yang berlokasi di jalan Sei Musi NO. 2.1 Sejarah Perusahaan PT Karya Murni Perkasa didirikan pada tanggal 4 Februari 1978 dengan nama CV. Karya Murni Perkasa yang berlokasi di jalan Sei Musi NO. 21 A dengan pendirian dihadapan Notaris Walter

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. dalam Usaha Kecil Menegah (UKM) mikro yang bergerak di bidang industri jasa

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. dalam Usaha Kecil Menegah (UKM) mikro yang bergerak di bidang industri jasa BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Umum Perusahaan Industri logam jalan Mahkamah Medan adalah suatu usaha yang tergolong dalam Usaha Kecil Menegah (UKM) mikro yang bergerak di bidang industri

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah: yang padat. Pada penelitian ini menggunakan semen Holcim yang

III. METODE PENELITIAN. Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah: yang padat. Pada penelitian ini menggunakan semen Holcim yang III. METODE PENELITIAN A. Bahan Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1. Semen Semen adalah bahan pembentuk beton yang berfungsi sebagai pengikat butiran agregat dan mengisi ruang antar

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pozolanik) sebetulnya telah dimulai sejak zaman Yunani, Romawi dan mungkin juga

BAB I PENDAHULUAN. pozolanik) sebetulnya telah dimulai sejak zaman Yunani, Romawi dan mungkin juga BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penggunaan beton dan bahan-bahan vulkanik sebagai pembentuknya (seperti abu pozolanik) sebetulnya telah dimulai sejak zaman Yunani, Romawi dan mungkin juga sebelum

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pembangunan merupakan upaya yang dilakukan secara terus-menerus

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pembangunan merupakan upaya yang dilakukan secara terus-menerus BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pembangunan merupakan upaya yang dilakukan secara terus-menerus yang diarahkan pada peningkatan taraf hidup masyarakat dan kesejahteraan secara umum. Dalam pelaksanaannya,

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Beton PT. Pionir Beton

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Beton PT. Pionir Beton BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Lokasi dan Sampel penelitian Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Beton PT. Pionir Beton Cimareme, Padalarang, Bandung. Sampel dalam penilitian menggunakan benda uji

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Umum Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Beton Fakultas Teknik Departemen Teknik Sipil Universitas Sumatera Utara. Metode campuran beton yang digunakan dalam penelitian

Lebih terperinci

LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara

LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara LAMPIRAN Universitas Sumatera Utara Pembagian Tugas dan Tanggung Jawab Pembagian tugas dan tanggung jawab dari jabatan pada struktur organisasi perusahaan, yaitu : 1. Direktur Adapun kewajiban Direktur

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI DAN PELAKSANAAN PENELITIAN. Persiapan : - Studi literatur - Survey ke Ready Mix CV. Jati Kencana Beton

BAB III METODOLOGI DAN PELAKSANAAN PENELITIAN. Persiapan : - Studi literatur - Survey ke Ready Mix CV. Jati Kencana Beton BAB III METODOLOGI DAN PELAKSANAAN PENELITIAN III.1. TAHAPAN PENELITIAN Pada penelitian ini dilakukan beberapa tahapan metode penelitian dari mulai persiapan sampai dengan pengambilan kesimpulan dan saran.

Lebih terperinci

: MANAGER & STAFF. 5 Apakah terdapat rotasi pekerjaan yang dilakukaan perusahaan?

: MANAGER & STAFF. 5 Apakah terdapat rotasi pekerjaan yang dilakukaan perusahaan? Nama Perusahaan Dilengkapi oleh Jabatan : PT. PP LONDON SUMATRA INDONESIA TBK : PROCUREMENT & HUMAN RESOURCES : MANAGER & STAFF FUNGSI PEMBELIAN A. Umum Ya Tidak Ket. 1 Apakah struktur organisasi telah

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah : Semen yang digunakan pada penelitian ini ialah semen PCC (Portland

III. METODE PENELITIAN. Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah : Semen yang digunakan pada penelitian ini ialah semen PCC (Portland III. METODE PENELITIAN A. Bahan Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 1. Semen Semen yang digunakan pada penelitian ini ialah semen PCC (Portland Composite Cement) Merek Holcim, didapatkan

Lebih terperinci

Lampiran 1: Tugas dan Tanggung Jawab Karyawan

Lampiran 1: Tugas dan Tanggung Jawab Karyawan Lampiran : Tugas dan Tanggung Jawab Karyawan Pembagian tugas dan tanggung jawab dari masing-masing jabatan dalam PT. Bintang Persada Satelit secara garis besar adalah sebagai berikut:. Direktur Direktur

Lebih terperinci

BAB I GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB I GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN Penentuan harga pokok produksi metode job order cost pada perusahaan Tegel Karya Indah Sukoharjo Upik Yuli Asri F 3300041 BAB I GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN A. Sejarah Dan Perkembangan Perusahaan Perusahaan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI. Yufiter (2012) dalam jurnal yang berjudul substitusi agregat halus beton

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI. Yufiter (2012) dalam jurnal yang berjudul substitusi agregat halus beton BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI A. Tinjauan Pustaka Yufiter (2012) dalam jurnal yang berjudul substitusi agregat halus beton menggunakan kapur alam dan menggunakan pasir laut pada campuran beton

Lebih terperinci

BAB VI PENGENDALIAN MUTU PROYEK

BAB VI PENGENDALIAN MUTU PROYEK BAB VI PENGENDALIAN MUTU PROYEK 6.1 Uraian Umum Pengawasan (controlling) adalah suatu penilaian kegiatan dengan tujuan agar hasil pekerjaan sesuai dengan rencana, dengan mengusahakan agar semua yang terlibat

Lebih terperinci

dengan menggunakan metode ACI ( American Concrete Institute ) sebagai dasar

dengan menggunakan metode ACI ( American Concrete Institute ) sebagai dasar BAB III PELAKSANAAN PENELITIAN 3.1 Tinjauan Umum Dalam pelaksanaan penelitian ini yang dilakukam adalah membuat benda uji balok dengan tiga variasi. Pembebanan adukan beton untuk benda uji direncanakan

Lebih terperinci

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB IV METODE PENELITIAN BAB IV METODE PENELITIAN A. Waktu dan Lokasi Penelitian Lokasi penelitian ini dilakukan di Laboratorium Teknologi Bahan Konstruksi, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Penelitian ini dilaksanakan pada

Lebih terperinci

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB IV METODE PENELITIAN berikut. BAB IV METODE PENELITIAN A. Bahan atau Material Penelitian Bahan bahan yang digunakan dalam penelitian ini terdapat pada uraian 1. Agregat halus yang berupa pasir Merapi, 2. Agregat kasar yang

Lebih terperinci

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB IV METODE PENELITIAN BAB IV METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Waktu dan tempat pelaksanaan penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. waktu pelaksanaan penelitian dimulai pada jam 08.00 sampai dengan 12.00

Lebih terperinci

PENGENDALIAN MUTU DAN PROSES PEMBUATAN TIANG PANCANG SENTRIFUGAL PADA PT WIJAYA KARYA BETON JL. RAYA BINJAI KM 15,5 DELI SERDANG

PENGENDALIAN MUTU DAN PROSES PEMBUATAN TIANG PANCANG SENTRIFUGAL PADA PT WIJAYA KARYA BETON JL. RAYA BINJAI KM 15,5 DELI SERDANG PENGENDALIAN MUTU DAN PROSES PEMBUATAN TIANG PANCANG SENTRIFUGAL PADA PT WIJAYA KARYA BETON JL. RAYA BINJAI KM 15,5 DELI SERDANG LAPORAN Ditulis untuk Menyelesaikan Mata Kuliah Tugas Akhir Semester VI

Lebih terperinci

PERBAIKAN BETON PASCA PEMBAKARAN DENGAN MENGGUNAKAN LAPISAN MORTAR UTAMA (MU-301) TERHADAP KUAT TEKAN BETON JURNAL TUGAS AKHIR

PERBAIKAN BETON PASCA PEMBAKARAN DENGAN MENGGUNAKAN LAPISAN MORTAR UTAMA (MU-301) TERHADAP KUAT TEKAN BETON JURNAL TUGAS AKHIR PERBAIKAN BETON PASCA PEMBAKARAN DENGAN MENGGUNAKAN LAPISAN MORTAR UTAMA (MU-301) TERHADAP KUAT TEKAN BETON JURNAL TUGAS AKHIR Disusun sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan Program Sarjana Strata

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. beton (concrete). Beton merupakan bahan gabungan dari material-material

BAB I PENDAHULUAN. beton (concrete). Beton merupakan bahan gabungan dari material-material BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Secara umum pertumbuhan dan perkembangan industri di Indonesia sangat pesat, hampir sebagian besar material yang digunakan dalam pekerjaan konstruksi adalah beton (concrete).

Lebih terperinci

BAB III PERENCANAAN PENELITIAN

BAB III PERENCANAAN PENELITIAN BAB III PERENCANAAN PENELITIAN 3.1. Tinjauan Umum Penelitian mengenai pengaruh perawatan beton terhadap kuat tekan dan absorpsi beton ini bersifat aplikatif dan simulatif, yang mencoba untuk mendekati

Lebih terperinci

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Hasil Pemeriksaan Bahan

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Hasil Pemeriksaan Bahan BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Pemeriksaan Bahan Pemeriksaan bahan material harus dilakukan sebelum direncanakannya perhitungan campuran beton (mix design). Adapun hasil pemeriksaanpemeriksaan agregat

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. industri yang cukup ketat. Untuk mencapai hal tersebut, perusahaan dituntut untuk

BAB 1 PENDAHULUAN. industri yang cukup ketat. Untuk mencapai hal tersebut, perusahaan dituntut untuk BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan dunia industri yang semakin kompetitif dalam era globalisasi sekarang ini menuntut industri atau perusahaan untuk dapat menyusun strategi yang tepat agar

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI. (admixture). Penggunaan beton sebagai bahan bangunan sering dijumpai pada. diproduksi dan memiliki kuat tekan yang baik.

BAB III LANDASAN TEORI. (admixture). Penggunaan beton sebagai bahan bangunan sering dijumpai pada. diproduksi dan memiliki kuat tekan yang baik. BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Beton Berdasarkan SNI 03 2847 2012, beton diartikan sebagai campuran semen, agregat halus, agregat kasar, dan air serta tanpa atau dengan bahan tambah (admixture). Penggunaan

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN digilib.uns.ac.id BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1. Uraian Umum Metode penelitian adalah langkah-langkah atau metode yang dilakukan dalam penelitian suatu masalah, kasus, gejala, issue atau lainnya dengan jalan

Lebih terperinci

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB IV METODE PENELITIAN BAB IV METODE PENELITIAN A. Bahan Penelitian Bahan-bahan yang digunakan dalam penilitian ini adalah : 1). Semen Portland jenis I merk Semen Gersik 2). Agregat kasar berupa krikil, berasal dari Sukoharjo

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas ekspor non migas yang sangat potensial di Indonesia terutama untuk meningkatkan pendapatan negara. Saat

Lebih terperinci

BAB V METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN

BAB V METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN BAB V METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN 5.1 Uraian Umum Metoda pelaksanaan dalam sebuah proyek konstruksi adalah suatu bagian yang sangat penting dalam proyek konstruksi untuk mencapai hasil dan tujuan yang

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1. TAHAP DAN PROSEDUR PENELITIAN Dalam penelitian ini dilakukan beberapa tahapan kerja seperti yang tercantum dalam bagan alir di bawah ini : T Persiapan Bahan dan Peralatan

Lebih terperinci

Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 1. Semen yang digunakan pada penelitian ini ialah semen portland komposit

Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 1. Semen yang digunakan pada penelitian ini ialah semen portland komposit III. METODE PENELITIAN A. Bahan Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 1. Semen yang digunakan pada penelitian ini ialah semen portland komposit merek Holcim, didapatkan dari toko bahan

Lebih terperinci

BAB V HASIL PEMBAHASAN

BAB V HASIL PEMBAHASAN BAB V HASIL PEMBAHASAN A. Umum Penelitian ini merupakan studi eksperimen yang dilaksanakan di laboratorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Fakultas Teknik Jurusan Teknik Sipil, dalam pelaksanaan eksperimen

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. khususnya pembangunan infrastruktur dan properti yang membutuhkan material salah

BAB I PENDAHULUAN. khususnya pembangunan infrastruktur dan properti yang membutuhkan material salah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sektor industri merupakan salah satu sektor penting dalam pembangunan perekonomian di Indonesia. Berbagai macam industri mengalami perkembangan yang cukup pesat. Salah

Lebih terperinci

STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH BERBAGAI KADAR VISCOCRETE PADA BERBAGAI UMUR KUAT TEKAN BETON MUTU TINGGI f c = 45 MPa

STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH BERBAGAI KADAR VISCOCRETE PADA BERBAGAI UMUR KUAT TEKAN BETON MUTU TINGGI f c = 45 MPa STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH BERBAGAI KADAR VISCOCRETE PADA BERBAGAI UMUR KUAT TEKAN BETON MUTU TINGGI f c = 45 MPa Willyanto Wantoro NRP : 0221107 Pembimbing : Ny. Winarni Hadipratomo, Ir. FAKULTAS TEKNIK

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT Sumatra Industri Cat merupakan perusahaan swasta yang bergerak dalam bidang produksi cat. PT Sumatra Industri Cat didirikan pada bulan Juni tahun

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA Beton adalah bahan yang diperoleh dengan mencampurkan agregat halus, agregat kasar, semen Portland, dan air ( PBBI 1971 N.I. 2 ). Seiring dengan penambahan umur, beton akan semakin

Lebih terperinci

Naskah Publikasi. untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat Sarjana-1 Teknik Sipil. diajukan oleh : BAMBANG SUTRISNO NIM : D

Naskah Publikasi. untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat Sarjana-1 Teknik Sipil. diajukan oleh : BAMBANG SUTRISNO NIM : D TINJAUAN KUAT GESER BALOK BETON SEDERHANA DENGAN SENGKANG KOMBINASI ANTARA SENGKANG ALTERNATIF DAN SENGKANG MODEL U ATAU n YANG DIPASANGAN SECARA MIRING SUDUT TIGA PULUH DERAJAT Naskah Publikasi untuk

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dibidang konstruksi. Dalam bidang konstruksi, material konstruksi yang paling disukai dan

BAB I PENDAHULUAN. dibidang konstruksi. Dalam bidang konstruksi, material konstruksi yang paling disukai dan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Secara umum perkembangan teknologi semakin maju disegala bidang, termasuk dibidang konstruksi. Dalam bidang konstruksi, material konstruksi yang paling disukai dan paling

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1. Tinjauan Umum Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen, yaitu dengan melakukan percobaan untuk mendapatkan hasil yang menunjukkan hubungan antara

Lebih terperinci

Cara uji berat isi beton ringan struktural

Cara uji berat isi beton ringan struktural Standar Nasional Indonesia Cara uji berat isi beton ringan struktural ICS 91.100.30 Badan Standardisasi Nasional Daftar isi Daftar isi...i Prakata...ii Pendahuluan... iii 1 Ruang lingkup...1 2 Acuan normatif...1

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1. Tinjauan Umum Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dan penelitian dilaksanakan di Laboratorium Bahan Fakultas Teknik Universitas Negeri Sebelas Maret

Lebih terperinci

BAB IV METODE PENELITIAN. A. Metode Penelitian

BAB IV METODE PENELITIAN. A. Metode Penelitian BAB IV METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang peneliti lakukan adalah dengan cara membuat benda uji di laboratorium Teknik Bahan Konstruksi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, dimana penelitian

Lebih terperinci

PEMBUATAN BETON KEDAP AIR DENGAN MEMANFAATKAN KLELET SEBAGAI PENGGANTI

PEMBUATAN BETON KEDAP AIR DENGAN MEMANFAATKAN KLELET SEBAGAI PENGGANTI PEMBUATAN BETON KEDAP AIR DENGAN MEMANFAATKAN KLELET SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT Tugas Akhir untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat Sarjana S-1 Teknik Sipil diajukan oleh : RINA RAHMIATI LESTARI

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Lokasi dan Sampel Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium beton PT. Pionirbeton, Cimareme, Ngamprah, Bandung Barat. Bentuk sampel penelitian ini berupa

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan CV. Topaz Profile and Frame didirikan pada bulan Agustus 2011, pendiri sekaligus pemilik pabrik ini adalah Bapak Tanib S. Cjolia. Pabrik ini didirikan

Lebih terperinci

ANALISA WAKTU PENGECORAN PADA LANTAI EMPAT PROYEK GEDUNG SEKOLAH DI SURABAYA

ANALISA WAKTU PENGECORAN PADA LANTAI EMPAT PROYEK GEDUNG SEKOLAH DI SURABAYA ANALISA WAKTU PENGECORAN PADA LANTAI EMPAT PROYEK GEDUNG SEKOLAH DI SURABAYA Sentosa Limanto 1 1 Prodi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Kristen Surabaya Jl. Siwalankerto 121-131 Surabaya 60236

Lebih terperinci

Jurnal Teknik Sipil No. 1 Vol. 1, Agustus 2014

Jurnal Teknik Sipil No. 1 Vol. 1, Agustus 2014 JURNAL PENGARUH PENAMBAHAN MATERIAL HALUS BUKIT PASOLO SEBAGAI PENGGANTI SEBAGIAN PASIR TERHADAP KUAT TEKAN BETON dipersiapkan dan disusun oleh PRATIWI DUMBI NIM: 5114 08 051 Jurnal ini telah disetujui

Lebih terperinci

BAB IV TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT ALAT YANG DIGUNAKAN

BAB IV TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT ALAT YANG DIGUNAKAN BAB IV TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT ALAT YANG DIGUNAKAN 4.1. Bahan Bahan Bangunan Bahan bangunan merupakan hal penting dalam sebuah pembangunan karena menentukan kekuatan sebuah bangunan dan jumlah

Lebih terperinci

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB IV METODE PENELITIAN BAB IV METODE PENELITIAN A. Alat-alat yang Digunakan Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini mulai dari pemeriksaan bahan susun beton, pembuatan benda uji, perawatan benda uji, dan sampai dengan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi beton dalam bidang konstruksi semakin pesat, baik dari segi material maupun metode pelaksanaan konstruksi yang dilakukan. Dalam pekerjaan pembetonan

Lebih terperinci