BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
|
|
|
- Erlin Tan
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT Wijaya Karya adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang konstruksi di Indonesia. Perusahaan ini didirikan pada tanggal 11 Maret 1960 berdasarkan keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Kerja No. 5 Tahun 1960 serta hasil dari nasionalisasi perusahaan Belanda yaitu Naamloze Vennotschap Technische Handel Maatschappij en Bouwbedijf Vis en Co atau NV Vis en Co. Dimulai sebagai sub kontraktor, di akhir tahun 1960-an WIKA berkembang menjadi pemborong pemasangan jaringan listrik tegangan rendah, menengah, dan tinggi. Di awal tahun 1970, WIKA memperluas usahanya menjadi perusahaan kontraktor sipil dan bangunan perumahan. Perusahaan memasuki babak baru pada 20 Desember Melalui Akta No. 110, perusahaan berubah status menjadi Perseroan Terbatas Wijaya Karya (Persero). WIKA selalu melakukan terobosan dan berevolusi menjadi perusahaan infrastruktur yang terintegrasi melalui pengembangan sejumlah anak perusahaan yaitu WIKA Beton, WIKA Intrade, dan WIKA Realty. Pertumbuhan WIKA sebagai perusahaan infrastruktur terintegrasi yang kuat semakin mendapat pengakuan dari berbagai pihak. PT Wijaya Karya telah bertumbuh dari badan usaha kecil yang bergerak dalam bidang instalasi listrik
2 menjadi perusahaan yang bergerak dalam berbagai bidang usaha yaitu jasa konstruksi, realti, perdagangan dan industri. Berdasarkan Akta Notaris No.44 pada tanggal 11 Maret 1997 Divisi Produk Beton PT. Wijaya Karya berubah menjadi anak perusahaan dengan nama PT Wijaya Karya Beton. PT Wijaya Karya Beton sebagai salah satu anak perusahaan dari PT Wijaya Karya merupakan bagian dari ekspansi perusahaan yang mengkhususkan diri dalam industri beton pracetak. PT Wijaya Karya Beton memiliki visi untuk menjadi perusahaan terkemuka di industri pracetak produk beton. Saat ini WIKA Beton adalah produsen terbesar produk beton pracetak di Indonesia dan bahkan di Asia Tenggara. Keuntungan lain dari WIKA Beton adalah memiliki pabrik yang tersebar di seluruh Indonesia yang memiliki pertumbuhan yang tinggi dari industri konstruksi dan menerapkan pola Precast Teknik-Produksi-Instalasi (EPI). PT. Wijaya Karya Beton didukung oleh 7 pabrik yang tersebar di Indonesia yaitu sebagai berikut: 1. Pabrik Produk Beton Sumatera Utara, Kabupaten Binjai-Sumatera Utara. 2. Pabrik Produk Beton Lampung, Natar-Lampung Selatan. 3. Pabrik Produk Beton Bogor, Cileungsi-Jawa Barat 4. Pabrik produk Beton Majalengka, Jati Wangi - Jabar. 5. Pabrik Produk Beton Boyolali, Mojosongo - Jawa Tengah. 6. Pabrik Produk Beton Pasuruan, Japanan - Jawa Timur. 7. Pabrik Produk Beton Sulawesi Selatan, Ujung Pandang. Salah satu pabrik Wijaya Karya Beton yang berada di Sumatera Utara adalah PT. Wijaya Karya Beton PPB SUMUT. Perusahaan ini terletak di jalan
3 Medan-Binjai Km 15,5 Desa Sei Semayang Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang dengan luas area m 2. Alasan pertimbangan didirikannya PT. Wijaya Karya Beton adalah sebagai berikut: 1. Bahan baku mudah diperoleh. 2. Dari segi wilayah lebih layak dan strategis dalam rangka menjangkau pasar Ruang Lingkup Bidang Usaha PT. Wijaya Karya Beton PPB SUMUT merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang produk beton pracetak. Jenis beton yang diproduksi PT. Wijaya Karya Beton PPB SUMUT adalah sebagai berikut: 1. PC Poles PC Poles merupakan produk beton yang berbentuk tiang listrik yang digunakan untuk menyangga kabel/kawat yang dialiri arus listrik. Jenis tiang listrik terdiri dari tiang distribusi, tiang transmisi, tiang catenary, tiang penerangan, tiang telekomunikasi, tiang netting. 2. PC Piles PC Piles merupakan produk beton yang berbentuk tiang pancang yang digunakan untuk pondasi bangunan dan gedung bertingkat. Bentuk tiang pancang terdiri dari tiang pancang bulat berongga, kotak berongga, kotak, dan segitiga. 3. Railway Concrete Product Railway Concrete Product merupakan produk beton untuk jalan rel kereta api yang digunakan sebagai alas besi rel kereta api sehingga besi rel tidak langsung menyentuh tanah. 4. Bridge Concrete Product Bridge Concrete Product merupakan produk beton yang digunakan untuk pondasi
4 jembatan. 5. Retaining Wall Concrete Product Retaining Wall Concrete Product merupakan produk beton yang digunakan untuk dinding penahan tanah. 6. Hydro Structure Concrete Product Hydro Structure Concrete Product merupakan produk beton untuk produk keairan seperti pipa, pipa bertekanan, saluran terbuka, lining, dan u-ditch. 7. Building and Housing Concrete Product Building and Housing Concrete Product merupakan produk beton untuk keperluan bangunan gedung, rumah dan lain-lain. 8. Marine Structure Concrete Product Marine Structure Concrete Product merupakan produk beton untuk bagian kelautan. 9. Other Concrete Product Other Concrete Product merupakan produk beton yang digunakan untuk produkproduk non standar seperti produk kelautan untuk terumbu karang Organisasi dan Manajemen Organisasi merupakan kerjasama dari beberapa orang untuk mencapai tujuan bersama. Organisasi dibutuhkan sebagai wadah pembentukan tingkah laku hubungan antar manusia secara efektif sehingga dapat bekerjasama secara efisien dan memperoleh kepuasan pribadi dalam melaksanakan tugas-tugasnya dan memberikan kondisi lingkungan tertentu untuk pencapaian tujuan. Manajemen merupakan suatu usaha untuk mengkoordinasikan semua tugas yang dilakukan oleh beberapa orang dan mengarahkannya pada tujuan yang hendak dicapai. Dalam suatu organisasi diperlukan sebuah struktur organisasi dalam mencapai
5 tujuan bersama. Struktur organisasi merupakan susunan dan hubungan antar komponenkomponen, bagian dan posisi dalam sebuah perusahaan. Tujuan perancangan struktur organisasi adalah merinci pembagian aktivitas kerja, menunjukkan tingkat spesialisasi dari suatu pekerjaan, menunjukkan hierarki dan struktur wewenang, serta memperlihatkan hubungan pelaporannya. PT Wijaya Karya Beton PPB SUMUT menggunakan struktur organisasi secara matriks. Dalam struktur organisasi ini, tiap seksi menuju ke unit produksi dimana masingmasing seksi dapat menangani seksi lain. Setiap seksi terintegrasi antara yang satu dengan yang lain. Struktur organisasi PT Wijaya Karya Beton PPB SUMUT dapat dilihat pada Gambar 2.1. Manajer Pabrik Seksi Teknik dan Mutu Seksi Perencanaan & Evaluasi Produksi Seksi Produksi Seksi Peralatan Seksi Keuangan dan Personalia Gambar 2.1. Struktur organisasi PT Wijaya Karya Beton PPB SUMUT
6 2.4. Pembagian Tugas dan Tanggung Jawab Struktur organisasi menunjukkan adanya pembagian kerja dan menunjukkan bagaimana fungsi-fungsi atau kegiatan-kegiatan yang berbeda-beda tersebut saling diintegrasikan (koordinasi). Dalam menjalankan aktivitas sehari - hari pada suatu organisasi dibutuhkan personil-personil untuk menduduki jabatan tertentu yang mampu menjalankan tugas, wewenang, dan tanggung jawab yang dibebankan sesuai dengan jabatan tersebut. Uraian tugas dan tanggung jawab dari masing-masing bagian yang terdapat dalam struktur organisasi PT Wijaya Karya Beton PPB SUMUT dapat dilihat pada Lampiran Tenaga Kerja, Jam Kerja, dan Sistem Pengupahan Tenaga Kerja Jumalah tenaga kerja pada PT Wijaya Karya Beton PPB SUMUT adalah 122 orang. Jumlah tenaga kerja dijelaskan pada Tabel Tabel Jumlah Tenaga Kerja PT. Wijaya Karya Beton No Departemen Jumlah 1 Manajer Pabrik 1 2 Seksi Teknik dan Mutu Kepala Seksi 1 Inspektur K3 2 QA Lab. Mutu Beban 1 QA Proses dan Kualifikasi 6 QA Material Suku Cadang 1 Administrasi Teknik Mutu 1 QA Standarisasi 1 QA Produk Jadi 1 3 Seksi Perencanaan dan Evaluasi Produk Kepala Seksi 1 Administrasi Produksi 2 Evaluasi Produksi 2 Stock Yard 3 Administrasi Gudang 4
7 Operator Wheel Loader 2 Operator Dum Truk 1 4 Seksi Peralatan Kepala Seksi 1 Staf Seksi Peralatan 1 Administrasi Peralatan 1 Karu Storing 3 Anggota Storing 5 Work Shop Peralatan 1 Operator Boiler 4 Operator Forklif 1 5 Seksi Keuangan dan Personalia Kepala Seksi 1 Kasir 1 Akuntansi 2 Logistik 2 Tabel Jumlah Tenaga Kerja PT. Wijaya Karya Beton (Lanjutan) No Departemen Jumlah Sekretariat 1 Administrasi Personalia 1 Umum 1 Satpam 7 Driver 1 6 Seksi Produksi Kepala Unit Produksi 1 Kepala Shift 1 KKR 4 KKRS 3 Sumber: PT. Wijaya Karya Beton Administrasi Produksi 1 Karu 6 Anggota Regu Produksi 39 Total Jam Kerja PT Wijaya Karya Beton PPB SUMUT dibagi menjadi 3 bagian yaitu:
8 1. Jam Kerja Kantor Jam kerja kantor diberlakukan kepada staf dan karyawan PT Wijaya Karya Beton PPB SUMUT. Jam kerja yang digunakan adalah delapan jam/hari dan perincian jam kerja dapat dilihat pada Tabel 2.2. Tabel 2.2. Jam Kerja Bagian Kantor pada PT Wijaya Karya Beton PPB SUMUT Jam Keterangan Kerja Istirahat Kerja Sumber: PT. Wijaya Karya Beton 2. Jam Kerja Shift Jam kerja shift diberlakukan untuk bagian produksi, bagian peralatan, dan bagian teknik. Jam kerja shift terdiri dari dua shift yaitu shift pagi dan shift malam. Pembagian jam kerja dapat dilihat pada Tabel 2.3. Tabel 2.3. Jam Kerja Shift Pagi dan Malam pada PT Wijaya Karya Beton PPB SUMUT Shift Jam Keterangan Pagi Kerja Istirahat Kerja Malam Kerja Istirahat Kerja Sumber: PT. Wijaya Karya Beton 3. Jam Kerja Lembur Jam kerja lembur pada PT Wijaya Karya Beton PPB SUMUT dibuat sesuai dengan
9 peraturan pemerintah. Perincian jam kerja lembur adalah sebagai berikut: a. Hari Kerja Biasa Perhitungan upah kerja lembur untuk hari kerja biasa adalah sebagai berikut: 1) Upah lembur jam pertama = 1,5 x upah/jam kerja 2) Upah lembur jam kedua dan jam selanjutnya = 2 x upah/jam kerja b. Hari Minggu Perhitungan upah kerja lembur untuk hari minggu = 2 x upah/jam kerja c. Hari Besar Keagamaan dan Hari Besar Lainnya Perhitungan upah kerja lembur = 3 x upah/jam kerja Sistem Pengupahan Upah/gaji merupakan salah faktor yang memotivasi pekerja dalam menjalankan pekerjaannya. Pemberian gaji disesuaikan dengan peraturan pemerintah dan peraturan perusahaan. Besarnya kenaikan gaji didasarkan atas prestasi kerja, tanggung jawab terhadap pekerjaan dan sikap pekerja. PT Wijaya Karya Beton PPB SUMUT menetapkan upah karyawan sesuai dengan Upah Minimum Karyawan Regional (UMR) yang ditetapkan pemerintah. Sistem pengupahan pada PT Wijaya Karya Beton PPB SUMUT adalah sebagai berikut: 1. Karyawan Tetap Karyawan tetap menerima gaji bulanan dari perusahaan pusat yaitu PT. Wijaya Karya. Karyawan tetap memperoleh fasilitas pelayanan kesehatan dan asuransi. Pembayaran gaji dilakukan pada tanggal terakhir bulan berjalan, apabila tanggal tersebut jatuh pada hari Minggu atau hari besar, maka pembayaran gaji dimajukan pada tanggal sebelumnya
10 2. Karyawan Sistem Kontrak Karyawan ini merupakan tenaga kerja yang diperbantukan di perusahaan dan bekerja sesuai dengan lama kontrak kerja tersebut. Karyawan kontrak berasal dari berbagai profesi, misalnya dokter, sopir dan tenaga keamanan. Karyawan sistem kontrak menerima gaji dari PT Wijaya Karya Beton PPB SUMUT. 3. Karyawan harian Karyawan harian direkrut berdasarkan kebutuhan perusahaan seperti mandor dan operator. Gaji karyawan harian dibayar oleh pihak PT Wijaya Karya Beton PPB SUMUT berdasarkan volume kerja per hari. Pemberian upah setiap dua minggu sekali Proses Produksi Standar Mutu Bahan/Produk Mutu menurut ISO 9000:2000 adalah karakteristik yang melekat pada produk, mencakup persyaratan atau keinginan. Standar mutu adalah kesepakatankesepakatan yang telah didokumentasikan terdiri dari spesifikasi-spesifikasi teknis atau kriteria-kriteria akurat yang digunakan sebagai peraturan, petunjuk atau definisi-definisi tertentu untuk menjamin suatu barang, produk, proses atau jasa sesuai dengan yang telah dinyatakan. Keberhasilan perusahaan sangat tergantung dari seberapa jauh perusahaan dapat mengetahui, mengerti dan memahami permintaan pelanggan tersebut. Pengawasan mutu dilakukan terhadap proses produksi yang ditujukan untuk menjaga konsistensi dari mutu produk dengan melakukan pemeriksaan yang
11 selektif terhadap mutu bahan baku yang diterima. Standar mutu bahan dapat dilihat pada Tabel 2.4, Tabel 2.5, dan Tabel 2.6. Tabel 2.4. Bahan Baku Material Alam No Parameter Standard 1 Pasir Kadar lumpur < 5 % 2 Koral/split Kadar lumpur < 3 % Sumber: PT. Wijaya Karya Beton Tabel 2.5. Bahan Baku Material Industri No Parameter Standard 1 Semen SNI 2 PC Wire SNI 3 Kawat spiral SNI 4 Besi beton SNI 5 Besi plat sambung SNI 6 Cat SNI Sumber: PT. Wijaya Karya Beton Tabel 2.6. Bahan Tambahan Additive No Parameter Standard 1 Kaomighty SNI 2 Rheobuild 900 i Degusa SNI 3 Sicament NN SNI 4 Glenium SNI 5 Viscocrate SNI Sumber: PT. Wijaya Karya Beton Bahan Bahan yang digunakan oleh PT. Wijaya Karya Beton untuk menghasilkan produk seng dikelompokkan menjadi bahan baku, bahan penolong, dan bahan tambahan.
12 Bahan Baku Bahan baku adalah bahan utama yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan sebuah produk. Bahan baku yang digunakan untuk proses pembuatan produk beton ini antara lain : 1. Material alam a. Pasir Pasir dipesan dari suplier yang diperoleh dari sungai dengan persyaratan sesuai dengan mutu beton bertulang Indonesia yang telah di standarkan. b. Koral/Split (Batu Pecah) Ukuran untuk batu pecah yang digunakan adalah 5 mm 20 mm. 2. Material Industri a. Semen Semen yang digunakan adalah semen padang dan semen andalas atau tergantung permintaan dari konsumen sesuai dengan tipe yang diinginkan. b. Batangan baja tulangan prategang (Prestressed Concrete Wire/PC Wire) PC wire yang digunakan adalah 7 mm dan 9 mm atau sesuai dengan permintaan konsumen. c. Besi/plat sambung (Joint Plate) Besi/plat sambung yang digunakan adalah Ν 300 mm, 350 mm, 400 mm, 450 mm, 500 mm, dan 600 mm. d. Kawat spiral (Spiral Wire)
13 Kawat spiral yang digunakan adalah Ν 3 mm, 4,2 mm, dan 5,5 mm. e. Besi beton Besi beton digunakan untuk membuat cincin kerangka tulangan tiang listrik Ν 4,2 mm dan cincin tiang pancang Ν 5,5 mm Bahan Penolong Bahan penolong adalah suatu bahan yang digunakan untuk memperlancar proses produksi, tetapi tidak tampak di bagian akhir produk. Bahan penolong pembuatan tiang beton adalah sebgai berikut: 1. Water (H 2 O) Fungsi dari water adalah sebagai kebutuhan proses mengaduk pada mixing dan membersihkan material yang masih mengandung kadar lumpur. 2. Sangkar Plat Sambung Tiang Pancang Fungsi dari sangkar plat sambung tiang pancang adalah sebagai kebutuhan proses untuk plat sambung dengan PC Wire sehingga lebih kuat pada setiap produk 3. Terminal Grounding pada TL Fungsi terminal grounding pada TL adalah sebagai anti petir. 4. Besi Penghantar Grounding pada TL Fungsi besi penghantar grounding pada TL adalah sebagai arde penghantar arus ke bawah tanah. 5. LPG Fungsi LPG adalah sebagai sumber energi untuk pemotongan sisa PC Wire
14 yang terdapat pada bagian atas dan bawah produk akhir. 6. Trafo Las Fungsi trafo las adalah sebagai sumber energi untuk menyambung spiral dengan PC Wire pada sangkar plat sambung Bahan Tambahan Bahan tambahan adalah bahan yang digunakan dalam proses produksi dan berfungsi meningkatkan mutu produk serta merupakan bagian dari produk akhir. Bahan tambahan yang digunakan adalah sebagai berikut: 1. Minyak Cetak Fungsi dari minyak cetak adalah memoles bagian dalam mal cetakan agar campuran beton tidak lengket dan menghasilkan permukaan beton yang halus. 2. Cat Semprot Fungsi dari cat semprot adalah sebagai pembuatan merek WIKA, kode tipe tiang, dan tanggal produksinya. 3. Karet Busa Fungsi dari karet busa adalah sebagai kebutuhan dalam sisi kanan dan kiri cetakan pada saat penutupan cetakan terkunci dengan rapat yang menghasilkan produk yang mulus. 4. Zat Additive Fungsi zat additive adalah untuk mempermudah adukan supaya homogen dan mengurangi pemakaian air dalam pembuatan adukan beton dengan tidak mengurangi mutu, tetapi meningkatkan kekuatan dan dapat mempermudah pekerjaan.
15 5. Kawat Ikat Fungsi kawat ikat adalah sebagai kebutuhan proses untuk mengikat spiral ke besi prategang. 6. Kawat las Fungsi dari kawat las adalah untuk menyambung rangkaian besi dan spiral pada sangkar plat sambung Uraian Proses Produksi Proses produksi adalah metode atau teknik untuk membuat suatu barang atau jasa bertambah nilainya dengan menggunakan sumber tenaga kerja, mesin, bahan baku, bahan penolong dan dana yang ada. Proses produksi pembuatan tiang pancang adalah sebagai berikut: 1. Pembuatan Rakitan Tulangan Pembuatan rakitan tulangan dimulai dari pemotongan PC bar dan dilanjutkan dengan proses heading. Setelah proses heading selesai maka dilanjutkan dengan proses caging yang menghasilkan satu rakitan tulangan. 2. Proses Penulangan Proses penulangan dimulai dari proses pembersihan cetakan dilanjutkan dengan proses pelumasan cetakan. Setelah proses pelumasan selesai, rakitan dimasukkan dalam cetakan. Langkah terakhir adalah pengencangan baut tahan plat sambung. 3. Pengadukan Beton Pengadukan beton dimulai dari proses penimbangan material yang terdiri dari batu split, pasir, air, semen, dan zat additive, dilanjutkan dengan pengadukan beton. Setelah proses pengadukan, maka adukan beton dituang kedalam hoper saple. Langkah terakhir adalah penuangan hasil adukan beton kedalam hoper distribusi.
16 4. Pengecoran Proses pengecoran dimulai dari hoper distribusi berada di atas cetakan sampai dengan pendistribusian adukan beton kedalam cetakan menggunakan hoper distribusi. 5. Stressing Proses stressing dimulai dari pembersihan bibir cetakan, pemasangan spond, penguncian baut cetakan menggunakan impact tool, dan langkah terakhir adalah proses pemberian gaya tegangan (stressing) sesuai dengan tipe tulangan. 6. Spining/Pemadatan Proses spining/pemadatan dimulai dari pendistribusian adukan beton, pembentukan beton sesuai dengan cetakan, dan langkah terakhir adalah pemadatan. 7. Penguapan Proses penguapan dimulai dari pembuangan limbah dengan menggunakan hoist crane, proses pengangkatan cetakan ke bak uap dengan menggunakan hoist crane, penutupan bak uap sampai dengan proses penguapan. 8. Pengeluaran Produk dari Cetakan Pengeluaran produk dari cetakan dimulai dari pembukaan baut cetakan menggunakan impact tool, pengangkatan tutup cetakan, pemberian label (logo perusahaan, tipe produk, tanggal produksi, nomor produksi), pembukaan baut tahan plat sambung dan langkah terakhir pelepasan/pengeluaran produk dari cetakan.
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT. Wijaya Karya didirikan pada tanggal 11 Maret 1960 berdasarkan keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Kerja No. 5 Tahun 1960 dengan nama
1. Berapa banyak jumlah tenaga kerja yang ada di PT Wijaya Karya Beton. 2. Sebutkan produk apa sajakah yang dihasilkan selama tahun 2007?
Kuesioner. Berapa banyak jumlah tenaga kerja yang ada di PT Wijaya Karya Beton sampai saat ini?. Sebutkan produk apa sajakah yang dihasilkan selama tahun 007?. Apakah ada standar ukuran untuk pengadukan
BAB II PROFIL PERUSAHAAN. industri beton pracetak di tahun 1977 dengan mengembangkan produk beton
BAB II PROFIL PERUSAHAAN A. Sejarah Singkat Perusahaan PT. Wijaya Karya Beton (Wika Beton) adalah satu dari anak perusahaan yang telah berdiri sejak 11 Maret 1997, anak dari perusahaan ini merupakan perluasan
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.. Sejarah Umum Perusahaan PT. Wijaya Karya didirikan pada tanggal Maret 960 berdasarkan keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Kerja No. 5 Tahun 960 dengan nama Perusahaan
PENGENDALIAN MUTU DAN PROSES PEMBUATAN TIANG PANCANG SENTRIFUGAL PADA PT WIJAYA KARYA BETON JL. RAYA BINJAI KM 15,5 DELI SERDANG
PENGENDALIAN MUTU DAN PROSES PEMBUATAN TIANG PANCANG SENTRIFUGAL PADA PT WIJAYA KARYA BETON JL. RAYA BINJAI KM 15,5 DELI SERDANG LAPORAN Ditulis untuk Menyelesaikan Mata Kuliah Tugas Akhir Semester VI
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
39 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian 1. Gambaran Umum Perusahaan a. Sejarah Perusahaan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) terbentuk dari hasil proses nasionalisasi perusahaan
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT. Kreasibeton Nusapersada adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri bahan dan bangunan. Perusahaan ini berdiri sejak tahun 2003 dengan
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT Rapi Arjasa berdiri pada tahun 1969 dengan akte notaris No. 51 tanggal 14 Oktober 1969 dimana ketika perusahaan ini didirikan masih berbentuk
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Sejarah PT. Ocean Centra Furnindo PT. Ocean Centra Furnindo merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur khususnya industri spring bed. Tempat
BAB II PROFIL PERUSAHAAN. A. Sejarah Ringkas PT. Wijaya Karya Beton ( WIKA Beton )
BAB II PROFIL PERUSAHAAN A. Sejarah Ringkas PT. Wijaya Karya Beton ( WIKA Beton ) PT. Wijaya Karya Beton (WIKA Beton) adalah salah satu perusahaan anak PT. Wijaya Karya (WIKA) yang khusus bergerak dalam
BAB II STUDI PUSTAKA
BAB II STUDI PUSTAKA 2.1 Hollow Core Slab ( HCS ) Suatu terobosan baru dalam konstruksi lantai beton untuk bangunan bertingkat telah hadir di Indonesia, yaitu plat beton berongga prategang pracetak (precast
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN Pendahuluan memuat latar belakang, rumusan masalah, tujuan kajian, batasan masalah, manfaat, metodologi, dan sistematika penulisan laporan yang saling berkaitan satu sama lain. Latar
BAB I PENDAHULUAN. Dari alokasi belanja modal sebesar 216,1 triliun rupiah, sebesar 203,7 triliun
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring perkembangan belanja infrastruktur yang cukup signifikan dari tahun ke tahun, pemerintah melakukan penambahan alokasi anggaran infrastruktur dalam Anggaran
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Umum Perusahaan PT. Sumbetri Megah merupakan perusahaan yang bergerak dalam usaha pembuatan tiang listrik beton pra-tegang. Pada awalnya, perusahaan ini bernama
BAB I PENDAHULUAN. terletak di Jalan Raya Medan-Binjai km 15,5 Diski, Deli Serdang. PT. Wijaya
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang PT. Wijaya Karya Beton Pabrik Produk Beton Sumatera Utara (PPB Sumut) merupakan salah satu dari 7 pabrik PT Wijaya Karya Beton di Indonesia, terletak di Jalan Raya
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT. Bintang Persada Satelit merupakan perusahaan manufaktur yang memproduksi parabola dengan merek BP Sat dan merek QQ. PT. Bintang Persada Satelit
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT Sumatra Industri Cat merupakan perusahaan swasta yang bergerak dalam bidang produksi cat. PT Sumatra Industri Cat didirikan pada bulan Juni tahun
Oleh : AGUSTINA DWI ATMAJI NRP DAHNIAR ADE AYU R NRP
PERBANDINGAN METODE PELAKSANAAN PLAT PRECAST DENGAN PLAT CAST IN SITU DITINJAU DARI WAKTU DAN BIAYA PADA GEDUNG SEKOLAH TINGGI KESEHATAN DAN AKADEMI KEBIDANAN SIDOARJO Oleh : AGUSTINA DWI ATMAJI NRP. 3107
LAMPIRAN 1 ASPEK KEUANGAN PT. WIJAYA KARYA BETON. Tabel Neraca Keuangan PT. WIKA Beton Tahun (dinyatakan dalam jutaan rupiah)
L.1 LAMPIRAN 1 ASPEK KEUANGAN PT. WIJAYA KARYA BETON Tabel Neraca Keuangan PT. WIKA Beton Tahun 2003-2006 (dinyatakan dalam jutaan rupiah) Uraian Tahun 2003 2004 2005 2006 AKTIVA Aktiva Lancar 259,017
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. struktur yang paling utama dalam sebuah bangunan. Suatu struktur kolom
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Beton Konvensional Menurut Ervianto (2006), beton konvensional adalah suatu komponen struktur yang paling utama dalam sebuah bangunan. Suatu struktur kolom dirancang untuk bisa
BAB 2 TINJAUAN KEPUSTAKAAN
BAB 2 TINJAUAN KEPUSTAKAAN 2.1 Manajemen Konstruksi Dalam sebuah proyek konstruksi, terdapat sangat banyak perilaku dan fenomena kegiatan proyek yang mungkin dapat terjadi. Untuk mengantisipasi perilaku
HARGA SATUAN POKOK KEGIATAN (HSPK)
NOMOR : TANGGAL : NOMOR URAIAN KEGIATAN Koef. A BANGUNAN GEDUNG 24.01 Pekerjaan Persiapan & Tanah 24.01.01.01 Pembuatan Bouwplank /Titik Titik 23.02.04.01.01.F Mandor 0.0045 Orang Hari 158,000.00 711.00
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT. Apindowaja Ampuh Persada merupakan industri manufaktur yang bergerak di bidang pembuatan dan perbaikan mesin-mesin produksi kelapa sawit. PT.
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan CV. Sigma Block didirikan pada tahun 2008 oleh Petrus Barus, dan mulai beroperasi pada bulan Agustus 2008 yang berlokasi di Jl. Ngumban Surbakti
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT Rapi Arjasa berdiri pada tahun 1969 dengan akte notaris No. 51 tanggal 14 Oktober 1969 dimana ketika perusahaan ini didirikan masih berbentuk
KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI
KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI KEMAMPUAN USAHA PENUNJANG MIGAS PT. WIJAYA KARYA BETON, Tbk. PERINGKAT NILAI BMP KANTOR PUSAT: : Gedung WIKA Tower 1.
BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Perusahaan dewasa ini berada di tengah-tengah transformasi yang
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Perusahaan dewasa ini berada di tengah-tengah transformasi yang revolusioner, persaingan abad industri telah bergeser kepada persaingan abad informasi. Keberhasilan
BAB VII ANALISA BIAYA
BAB VII ANALISA BIAYA 7.1 ANALISA BIAYA STRUKTUR DERMAGA 7.1.1 HARGA MATERIAL DAN UPAH Harga material dan upah diambil dari Harga Satuan Pokok Kegiatan Pemerintah Kota Surabaya Th 2005 dan Tugas Akhir
BAB II PROFIL PERUSAHAAN. A. Sejarah Ringkas PT. Wijaya Karya Beton ( WIKA Beton )
BAB II PROFIL PERUSAHAAN A. Sejarah Ringkas PT. Wijaya Karya Beton ( WIKA Beton ) PT. Wijaya Karya Beton (WIKA Beton) adalah salah satu perusahaan anak PT. Wijaya Karya (WIKA) yang khusus bergerak dalam
BAB IV PERALATAN YANG DIGUNAKAN. Pada setiap pelaksanaan proyek konstruksi, alat-alat menjadi faktor yang sangat
BAB IV PERALATAN YANG DIGUNAKAN Pada setiap pelaksanaan proyek konstruksi, alat-alat menjadi faktor yang sangat signifikan dalam menentukan proses pelaksanaan pekerjaan tersebut dengan baik, benar, dan
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT. Bintang Persada Satelit adalah perusahaan yang memproduksi parabola merek BP Sat dan merek QQ. Pada awalnya pemilik perusahaan ini, bapak Susanto
PRODUKTIVITAS DAN KETERLAMBATAN PRODUKSI TIANG PANCANG DAN TIANG LISTRIK PADA PERUSAHAAN X DENGAN MPDM
PRODUKTIVITAS DAN KETERLAMBATAN PRODUKSI TIANG PANCANG DAN TIANG LISTRIK PADA PERUSAHAAN X DENGAN MPDM Alvin J.L. 1, Leonard F.A. 2, Sentosa Limanto 3 & Jonathan H.K. 4 ABSTRAK : Perkembangan teknologi
BAB I SYARAT SYARAT PENAWARAN
DAFTAR ISI Halaman BAB I SYARAT SYARAT PENAWARAN... 1/7 Pasal 01 Maksud... 1/7 Pasal 02 Dokumen Pelelangan... 1/7 Pasal 03 Itikat Penawaran... 6/7 Pasal 04 Masa Berlaku Penawaran... 6/7 Pasal 05 Keabsahan
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Yang menjadi objek penelitian karya akhir ini adalah beban pajak dan kinerja keuangan dari perusahaan usaha jasa konstruksi selama suatu periode tertentu.
PT Karya Murni Perkasa didirikan pada tanggal 4 Februari 1978 dengan. nama CV. Karya Murni Perkasa yang berlokasi di jalan Sei Musi NO.
2.1 Sejarah Perusahaan PT Karya Murni Perkasa didirikan pada tanggal 4 Februari 1978 dengan nama CV. Karya Murni Perkasa yang berlokasi di jalan Sei Musi NO. 21 A dengan pendirian dihadapan Notaris Walter
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT. Jaya Beton Indonesia dibangun oleh PT. Pembangunan Jaya pada tahun 1978 yang muncul dari aspirasi untuk mengikuti kemajuan perkembangan yang
RSNI Rancangan Standar Nasional Indonesia
RSNI T-12-2002 RSNI Rancangan Standar Nasional Indonesia Analisa Biaya Konstruksi (ABK) bangunan gedung dan perumahan pekerjaan persiapan DEPATEMEN PERMUKIMAN DAN PRASARANA WILAYAH Daftar Isi Daftar Isi...
BAB IV MATERIAL DAN PERALATAN
BAB IV MATERIAL DAN PERALATAN 4.1. Material Perlu diketahui bahwa bangunan atau material bangunan memegang peranan penting dalam suatu konstruksi bangunan ini menentukan kekuatan, keamanan dan kekakuan
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT. Putra Tunas Megah pada awalnya didirikan oleh perusahaan asing yang berdomisili di Singapura (Asysmec, Co.). PT. Putra Tunas Megah didirikan
APLIKASI METODE SIMPLEKS DALAM MENENTUKAN JUMLAH OPTIMAL PRODUKSI TIANG PANCANG DI PABRIK PT.WIKA BETON Jl MEDAN - BINJAI KM.
APLIKASI METODE SIMPLEKS DALAM MENENTUKAN JUMLAH OPTIMAL PRODUKSI TIANG PANCANG DI PABRIK PT.WIKA BETON Jl MEDAN - BINJAI KM.15,5 TUGAS AKHIR Ditulis Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh Gelar Sarjana
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT. Salix Bintama Prima adalah perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan limbah kayu menjadi bahan bakar pelet kayu (wood pellet). Perusahaan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjaun Umum Jembatan adalah suatu struktur yang melintasi suatu rintangan baik rintangan alam atau buatan manusia (sungai, jurang, persimpangan, teluk dan rintangan lain) dan
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Sejarah Perusahaan PT Karya Murni Perkasa didirikan pada tanggal 4 Februari 1978 dengan nama CV. Karya Murni Perkasa yang berlokasi di jalan Sei Musi NO. 21 A dengan
BAB IV TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT-ALAT. manajemen yang baik untuk menunjang kelancaran
BAB IV Tinjauan Bahan Bangunan Dan Alat - Alat BAB IV TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT-ALAT 4.1 Tinjauan Umum Penyediaan alat kerja dan bahan bangunan pada suatu proyek memerlukan manajemen yang baik untuk
TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT YANG DIGUNAKAN. tinggi dapat menghasilkan struktur yang memenuhi syarat kekuatan, ketahanan,
BAB IV TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT YANG 4.1. Tinjauan Bahan dan Material Bahan dan material bangunan merupakan elemen terpenting dari suatu proyek pembangunan, karena dari berbagai macam bahan dan
BAB IV METODE PENGECORAN KOLOM, DINDING CORE WALL, BALOK DAN PLAT LANTAI APARTEMENT GREEN BAY PLUIT LANTAI 15 - LANTAI 25
BAB IV METODE PENGECORAN KOLOM, DINDING CORE WALL, BALOK DAN PLAT LANTAI APARTEMENT GREEN BAY PLUIT LANTAI 15 - LANTAI 25 4.1 SYARAT PELAKSANAAN Syarat pelaksanaan diantaranya sebagai berikut: a. Pekerjaan
BAB IV MATERIAL DAN PERALATAN
BAB IV MATERIAL DAN PERALATAN 4.1 Material Perlu kita ketahui bahwa bahan bangunan atau material bangunan memegang peranan penting dalam suatu konstruksi bangunan ini menentukan kekuatan, keamanan, dan
KEBIJAKAN PERUSAHAAN TERHADAP RISIKO PERMINTAAN PRECAST TIANG PANCANG PADA PT WIJAYA KARYA BETON (PT WIKA BETON) WILAYAH PENJUALAN 1 SUMATERA UTARA
KEBIJAKAN PERUSAHAAN TERHADAP RISIKO PERMINTAAN PRECAST TIANG PANCANG PADA PT WIJAYA KARYA BETON (PT WIKA BETON) WILAYAH PENJUALAN 1 SUMATERA UTARA TUGAS AKHIR Diajukan sebagai Salah Satu Syarat Memperoleh
BAB II KAJIAN PUSTAKA
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Pondasi Dalam Pondasi dalam adalah pondasi yang dipakai pada bangunan di atas tanah yang lembek. Pondasi ini umumnya dipakai pada bangunan dengan bentangan yang cukup lebar, salah
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Umum Perusahaan PT. Sumbetri Megah adalah salah satu industri pembuatan tiang listrik beton pra tegang yang ada di Sumatera Utara. Perusahaan ini berdiri pada
PEMBUATAN BETON KEDAP AIR DENGAN MEMANFAATKAN KLELET SEBAGAI PENGGANTI
PEMBUATAN BETON KEDAP AIR DENGAN MEMANFAATKAN KLELET SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT Tugas Akhir untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat Sarjana S-1 Teknik Sipil diajukan oleh : RINA RAHMIATI LESTARI
BAB V MANAJEMEN PERUSAHAAN
BAB V MANAJEMEN PERUSAHAAN V.1. Bentuk Perusahaan Pabrik isopropil alkohol yang akan didirikan, direncanakan mempunyai: - Bentuk : Perseroan Terbatas (PT) - Lapangan usaha : Industri isopropil alkohol
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan CV. Cendana Baru merupakan usaha yang bergerak dibidang perancangan alat yang didirikan oleh Bapak Tut Wuri Handayani, S.T sejak tahun 1990. CV.
PROGRAM STUDI TEKNIK MANAJEMEN PABRIK P R O G R A M D I P L O M A I V F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2009
USULAN PERBAIKAN EFEKTIVITAS MESIN DENGAN MENGGUNAKAN METODE OVERALL EQUIPMENT EFECTIVENESS SEBAGAI DASAR PENERAPAN TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE DI PT. WIKA KARYA AKHIR Diajukan untuk Memenuhi Sebagian
SPESIFIKASI TEKNIS. Pasal 1 JENIS DAN LOKASI PEKERJAAN
SPESIFIKASI TEKNIS Pasal 1 JENIS DAN LOKASI PEKERJAAN 1. Nama Kegiatan : Penataan Listrik Perkotaan 2. Nama pekerjaan : Penambahan Lampu Taman (65 Batang) 3. Lokasi : Pasir Pengaraian Pasal 2 PEKERJAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan CV. Kompaki Amin Bjaya didirikan oleh Pak Aminuddin di jl. Aluminium Raya Gg. Banten No. 30 Tanjung Mulia - Medan pada Tahun 2004. Usaha ini didirikan
I. PENDAHULUAN. komponen di tempat khusus di permukaan tanah (pabrikasi), lalu dibawa ke
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sistem beton pracetak adalah metode konstruksi yang mampu menjawab kebutuhan di era ini. Pada dasarnya sistem ini melakukan pengecoran komponen di tempat khusus di permukaan
PERBAIKAN BETON PASCA PEMBAKARAN DENGAN MENGGUNAKAN LAPISAN MORTAR UTAMA (MU-301) TERHADAP KUAT TEKAN BETON JURNAL TUGAS AKHIR
PERBAIKAN BETON PASCA PEMBAKARAN DENGAN MENGGUNAKAN LAPISAN MORTAR UTAMA (MU-301) TERHADAP KUAT TEKAN BETON JURNAL TUGAS AKHIR Disusun sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan Program Sarjana Strata
LAMPIRAN 1 URAIAN TUGAS, WEWENANG DAN TANGGUNG JAWAB UNTUK MASING MASING JABATAN DI PT. KARYA DELI STEELINDO MEDAN.
20 LAMPIRAN 1 URAIAN TUGAS, WEWENANG DAN TANGGUNG JAWAB UNTUK MASING MASING JABATAN DI PT. KARYA DELI STEELINDO MEDAN. 1. Direktur Direktur merupakan pimpinan tertinggi dalam perusahaan sekaligus pemilik
6 Estimasi Biaya. 6.1 Umum. Bab 6
Bab 6 6 Estimasi Biaya Penanganan Kerusakan Dermaga Studi Kasus Dermaga A I Pelabuhan Palembang 6.1 Umum Perkiraan biaya konstruksi Pekerjaan Perbaikan Dermaga Konvensional A s/d I dan pemasangan sistem
BAB IV TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT-ALAT. Manajemen pelaksanaan dilakukan dalam rangka menjamin kelancaran
BAB IV TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT-ALAT 4.1 Uraian Umum Manajemen pelaksanaan dilakukan dalam rangka menjamin kelancaran pelaksanaan pekerjaan proyek yang akan berlangsung. Manajemen pelaksanaan bukan
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT. Sinar Sanata Electronic Industry merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produksi bola lampu untuk kebutuhan rumah tangga (merk Dai-ichi)
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. PT. Mewah Indah Jaya merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT. Mewah Indah Jaya merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang industri pengolahan alat-alat kebutuhan rumah tangga. Perusahaan ini didirikan
BAB V METODE PELAKSANAAN STRUKTUR ATAS. dalam mencapai sasaran pelaksanaan proyek konstruksi. Dimana sasaran proyek
BAB V METODE PELAKSANAAN STRUKTUR ATAS BAB V METODE PELAKSANAAN STRUKTUR ATAS 5.1. Uraian Umum Metode pelaksanaan proyek konstruksi adalah bagian yang sangat penting dalam mencapai sasaran pelaksanaan
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Umum Perusahaan PT. Jaya Beton Indonesia dibangun oleh PT. Pembangunan Jaya pada tahun 1978 yang muncul dari aspirasi untuk mengikuti kemajuan perkembangan
BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN. Pekerjaan persiapan berupa Bahan bangunan merupakan elemen
BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN 5.1 Pekerjaan Persiapan Pekerjaan persiapan berupa Bahan bangunan merupakan elemen terpenting dari suatu proyek pembangunan, karena kumpulan berbagai macam material itulah yang
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. dalam Usaha Kecil Menegah (UKM) mikro yang bergerak di bidang industri jasa
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Umum Perusahaan Industri logam jalan Mahkamah Medan adalah suatu usaha yang tergolong dalam Usaha Kecil Menegah (UKM) mikro yang bergerak di bidang industri
BAB IV TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT-ALAT. alat - alat tertentu sesuai kebutuhan untuk mendukung pembangunan tersebut.
BAB IV TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT-ALAT 4.1 Peralatan Dalam melaksanakan proyek pembangunan maka pastilah digunakan alat - alat tertentu sesuai kebutuhan untuk mendukung pembangunan tersebut. Alat
BAB IV TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT-ALAT. Penyediaan alat kerja dan bahan bangunan pada suatu proyek memerlukan
BAB IV TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT-ALAT 4.1 Tinjauan Umum Penyediaan alat kerja dan bahan bangunan pada suatu proyek memerlukan manajemen yang baik untuk menunjang kelancaran pengerjaannya. Pengadaan
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Umum Perusahaan CV. Makmur Palas merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pendaur ulangan sampah plastik menjadi kantong plastik. Perusahaan ini
Selamat Datang MANDOR PEMBESIAN/ PENULANGAN BETON 1.1
Selamat Datang MANDOR PEMBESIAN/ PENULANGAN BETON 1.1 PELATIHAN : DAFTAR MODUL Mandor Pembesian / Penulangan Beton NO. KODE JUDUL NO. REPRESENTASI UNIT KOMPETENSI 1. RCF - 01 UUJK, K3 dan Pengendalian
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT. Sinar Sanata Electronic Industry merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produksi bola lampu untuk kebutuhan rumah tangga (merk Dai-ichi)
METODE PELAKSANAAN PENGECORAN PROYEK SUDIRMAN PALACE [MARET 2004]
METODE PELAKSANAAN PENGECORAN PROYEK SUDIRMAN PALACE [MARET 2004] I. TEKNIS a. Persiapan konstruksi yang akan dicor (kontraktor) b. Persiapan pit untuk pembuangan air c. Persiapan lokasi pengambilan dan
BONDEK DAN HOLLOW CORE SLAB
BONDEK DAN HOLLOW CORE SLAB Dibuat Untuk Memenuhi Persyaratan Perkuliahan Struktur Beton Gedung Semester IV Tahun Ajaran 2015 Dibuat oleh : KELOMPOK 6 Deasy Monica Parhastuti 131111003 Gani Adnan Sastrajaya
BAB 2 TINJAUAN KEPUSTAKAAN Pengetahuan Umum Rencana Anggaran Biaya ( RAB ) diberikan sebagai dasar pemikiran lebih lanjut.
BAB 2 TINJAUAN KEPUSTAKAAN 2.1. Pengetahuan Umum Rencana Anggaran Biaya ( RAB ) Pelaksanaan atau pekerjaan sebuah proyek konstruksi dimulai dengan penyusunan perencanaan, penyusunan jadwal (penjadwalan)
R E K A P I T U L A S I BILL OF QUANTITY (BOQ)
R E K A P I T U L A S I BILL OF QUANTITY (BOQ) PEKERJAAN KECAMATAN BALAESANG TAHUN ANGGARAN : 2012 NO. URAIAN PEKERJAAN JUMLAH HARGA ( Rp) I. PEKERJAAN PERSIAPAN 750,000.00 II. III. IV. PEKERJAAN JEMBATAN
BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN
BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN 5.1 Pekerjaan Kolom Kolom merupakan bagian dari suatu struktur suatu bangunan. Fungsi Kolom itu sendiri sebagai penyangga stuktur pelat dan balok atau juga meneruskan beban
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas ekspor non migas yang sangat potensial di Indonesia terutama untuk meningkatkan pendapatan negara. Saat
Lampiran 1: Tugas dan Tanggung Jawab Karyawan
Lampiran : Tugas dan Tanggung Jawab Karyawan Pembagian tugas dan tanggung jawab dari masing-masing jabatan dalam PT. Bintang Persada Satelit secara garis besar adalah sebagai berikut:. Direktur Direktur
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT. Asahan Crumb Rubber merupakan suatu badan usaha yang bergerak dalam bidang usaha pengolahan karet, yaitu mengolah bahan baku karet yang berasal
Bidang Teknik PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN MUTU BETON
Majalah Ilmiah Unikom, Vol.6, hlm. 61-68 PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN MUTU BETON Bidang Teknik PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN MUTU BETON YATNA SUPRIYATNA Jurusan Teknik Sipil Universitas Komputer Indonesia
Sejarah Perusahaan LOGO
Sejarah Perusahaan JHS adalah suatu kelompok usaha yang bergerak di bidang industri dan konstruksi yang berkembang menjadi beberapa jenis usaha. Kelompok JHS berdiri sejak tahun 1982 oleh Alm. Bpk. Ir.
BAB VIII. SISTEM MANAJEMEN DAN ORGANISASI PERUSAHAAN
128 BAB VIII. SISTEM MANAJEMEN DAN ORGANISASI PERUSAHAAN Keberhasilan suatu perusahaan sangat bergantung pada bentuk dan struktur organisasinya. Sistem pengelolaan (manajemen) organisasi perusahaan bertugas
RANCANGAN PEDOMAN TEKNIS BAHAN KONSTRUKSI BANGUNAN DAN REKAYASA SIPIL. Konsep. Pedoman Analisa Harga Satuan Pekerjaan
Konsep Pd.T. xx-200x.a RPT0 RANCANGAN PEDOMAN TEKNIS BAHAN KONSTRUKSI BANGUNAN DAN REKAYASA SIPIL Konsep Pedoman Analisa Harga Satuan Pekerjaan Volume I: Umum Bagian 4: Beton dan Bekisting ICS 93.010 BIDANG
BAB VII TINJAUAN KHUSUS METODE PELAKSANAAN PILE CAP DAN RETAINING WALL. Dalam setiap proyek konstruksi, metode pelaksanaan konstruksi
BAB VII TINJAUAN KHUSUS METODE PELAKSANAAN PILE CAP DAN RETAINING WALL 7.1 Uraian Umum Dalam setiap proyek konstruksi, metode pelaksanaan konstruksi merupakan salah satu proses pelaksanaan yang harus direncanakan
TINJAUAN PUSTAKA. menahan gaya angkat keatas. Pondasi tiang juga digunakan untuk mendukung
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Teori Dasar Pondasi Tiang digunakan untuk mendukung bangunan yang lapisan tanah kuatnya terletak sangat dalam, dapat juga digunakan untuk mendukung bangunan yang menahan gaya angkat
Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan beton untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan
SNI 7394:2008 Standar Nasional Indonesia Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan beton untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan ICS 91.010.20 Badan Standardisasi Nasional SNI 7394:2008 Daftar
BAB IV TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT-ALAT
BAB IV TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT-ALAT 4.1 Tinjauan Umum Penyediaan alat kerja dan bahan bangunan pada suatu proyek memerlukan manajemen yang baik untuk menunjang kelancaran pengerjaannya. Pengadaan
KOP PERUSAHAAN REKAPITULASI HARGA PERKIRAAN SENDIRI : SEMENISASI JALAN DESA KAHALA ILIR KEC. KENOHAN KABUPATEN U R A I A N. ( 10 % x A ) - ( C )
KOP PERUSAHAAN REKAPITULASI HARGA PERKIRAAN SENDIRI : PENINGKATAN JALAN DAN JEMBATAN : SEMENISASI JALAN DESA KAHALA ILIR KEC. KENOHAN KABUPATEN : KUTAI KARTANEGARA SUMBER DANA : APBD II KAB. KUTAI KARTANEGARA
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT. Pancakarsa Bangun Reksa adalah perusahaan swasta yang bergerak di bidang jasa Konsultan, Desain dan Konstruksi, Mekanikal, Sipil dan Elektrikal
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Tinjauan Umum Variabel bebas yaitu variasi perbandingan agregat kasar, antara lain : Variasi I (1/1 : 1/2 : 2/3 = 3 : 1 : 2) Variasi II (1/1 : 1/2 : 2/3 = 5 : 1 : 3) Variasi
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan CV. Topaz Profile and Frame didirikan pada bulan Agustus 2011, pendiri sekaligus pemilik pabrik ini adalah Bapak Tanib S. Cjolia. Pabrik ini didirikan
TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT-ALAT. Penyediaan alat kerja dan bahan bangunan pada suatu proyek memerlukan
BAB III TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT-ALAT 4.1 Tinjauan Umum Penyediaan alat kerja dan bahan bangunan pada suatu proyek memerlukan manajemen yang baik untuk menunjang kelancaran pengerjaannya. Pengadaan
LAMPIRAN C FABRIKASI SEGMEN GELAGAR BETON PRATEKAN, PENGGABUNGAN SEGMEN GELAGAR BETON PRATEKAN
LAMPIRAN C FABRIKASI SEGMEN GELAGAR BETON PRATEKAN, PENGGABUNGAN SEGMEN GELAGAR BETON PRATEKAN 1 FABRIKASI SEGMEN GELAGAR BETON PRATEKAN 1. Persiapan Material (1) Agregat Agregat yang digunakan terdiri
BAB V METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN. Dalam pelaksanaan suatu proyek baik proyek besar maupun proyek kecil selalu
BAB V METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN Dalam pelaksanaan suatu proyek baik proyek besar maupun proyek kecil selalu diharapkan hasil dengan kualitas yang baik dan memuaskan, yaitu : 1. Memenuhi spesifikasi
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 KESIMPULAN 1. Kuat tekan beton yang direncanakan adalah 250 kg/cm 2 dan kuat tekan rencana ditargetkan mencapai 282 kg/cm 2. Menurut hasil percobaan yang telah dilakukan
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan Perusahaan Inti Jaya Logam berdidri pada tahun berdasarkan akta notaris nomor 0079 tahun 1998 dihadapan notaris Sartono Simbolon, SH. Perusahaan
LAPORAN PRAKTIK PROFESI
LAPORAN PRAKTIK PROFESI PEKERJAAN ARSITEKTUR FASADE PADA PROYEK MIXED USE KEBAYORAN ICON Jl. Cileduk Raya No.35, Jakarta Selatan ZAHRA ZULFA FIRDAUSY 41213010074 PROGRAM STUDI ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK
LAPORAN KEMAJUAN 70% PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT IPTEKS TEPAT GUNA BAGI MASYARAKAT (ITGbM)
PPM - ITGbM LAPORAN KEMAJUAN 70% PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT IPTEKS TEPAT GUNA BAGI MASYARAKAT (ITGbM) APLIKASI BETON NON PASIR PADA INDUSTRI PEMBUATAN KUSEN BETON TIM PENGUSUL Ketua: Yusep Ramdani, ST.,
BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
50 BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN IV.1 Sejarah Perusahaan Sejarah PT. Iga Bina Mix bermula dari kesepakatan bersama (Memorandum Of Understanding) antara PT. Igasar Semen Padang yang berkedudukan di Pekanbaru
