BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN
|
|
|
- Yuliana Sanjaya
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 38 BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN Adapun analisa dan pembahasan ini dibagi menjadi dua bagian, menurut dari bentuk data yang dapatkan. Dimana yang pertama adalah data yang kami dapatkan langsung dari perusahaan secara utuh, melalui data-data historis dan observasi. Sedangkan yang kedua adalah data hasil analisa kami menggunakan teori-teori akademik yang kami pelajari dibangku kuliah, bukubuku referensi dan sumber-sumber lainya yang dianggap berguna untuk perancangan Balanced Scorecard ini 4.1 Tinjauan Perusahaan Berikut ini adalah analisa bagian pertama, dimana pembahasan menggunakan data yang kami dapatkan secara langsung dari perusahaan, yang meliputi; latar belakan perusahaan dan proses operasi Latar Belakang Perusahaan Puspa Catering berdiri pada tahun 1984, ketika itu salah satu anggota keluarga Poespowidjojo yaitu Ibu Titiek Puspa masih aktif dalam kegiatan produksi operet TVRI. Saat itu Ibu Titiek Puspa ditugaskan menyediakan
2 39 makanan untuk para artis dan kru pada saat syuting. Biasanya makanan di pesan dari restoran dan sering terjadi keterlambatan, karena alasan ini ibu Titiek Puspa meminta bantuan adik dan kakak-kakaknya untuk membantu menyediakan makanan untuk para artis dan kru. Semua anggota keluarga Poespowidjojo dikerahkan dalam proses produksi mulai dari purchasing, cooking sampai dishwashing. Tanpa disangka semua kru dan artis menyukai cita rasa dari masakan keluarga Poespowidjojo, dari sana terjadi word of mouth marketing dimana para artis dan kru mulai bercerita kepada teman dan keluarganya. Minggu-minggu berikutnya keluarga Poespowidjojo menerima pesanan pelanggan mulai dari pesanan untuk makanan rumah sampai makanan untuk acara pesta. Keluarga merasakan kebutuhan untuk meningkatkan kapasitas produksinya agar dapat melayani pelanggannya secara profesional dan karena alasan itu maka Puspa Catering dibentuk. Pada tahun 1994 Puspa Catering dikabulkan permohonan pinjaman oleh Bank BRI. Menggunakan dana pinjaman dan modal perusahaan sendiri, Puspa Catering dapat membangun kantor sendiri dan memperluas fasilitas produksi yang terletak di Jl.Perdatam Raya No.35 Jakarta Selatan. Setelah berjalan selama sepuluh tahun, bangunan dan fasilitas ini dianggap sudah tidak mencukupi kebutuhan perusahaan untuk memenuhi meningkatnya permintaan dari industri tersebut. Dengan modal pinjaman dari
3 40 Bank Mandiri pada tahun 2003, Puspa Catering membangun fasilitas baru dengan luas total meter persegi yang berlokasi di Jl.Perdatam Raya No.21 Jakarta Selatan. Fasilitas baru ini terdiri dari: Kantor Dapur Gudang Penyimpanan dingin (Freezer) Ruang Serba guna Bangunan Lainnya Total : 490 meter persegi : 636 meter persegi : 270 meter persegi : 84 meter persegi : 350 meter persegi : 630 meter persegi : meter persegi Saat ini Puspa Catering memliki 242 karyawan, ditambah dengan tenga kerja part-time yang jumlahnya beragam. Penambahan tenaga kerja part-time tersebut, disesuaikan dengan volume pekerjaan terutama dari reception hall. Berdasarkan keterangan diatas, dapat dilihat perubahan yang terjadi pada Puspa Catering. Perubahan tersebut adalah berawal dari catering rumahan sampai menjadi catering skala besar. Adapun beberapa factor sukses (Differentiation) dari Puspa catering adalah sebagai berikut: Inovatif dan fokus kepada Food Consultancy Services Dukungan yang kuat antar departemen
4 41 Kepemimpinan yang kuat Berani dalam mengambil keputusan Menjaga sifat profesional Analisis Departemen Berdasarkan Fungsi Umumnya Fungsi umum yang ada di dalam setiap departemen pada Puspa Catering adalah sebagai berikut; Departemen Servis dalam Puspa Catering bertanggung jawab atas pemberian jasa pelayanan pada saat sebelum dan saat acara berlangsung, dengan melakukan koordinasi administrasi, pengelolaan operasional pelayanan, dekorasi, peralatan dan makanan yang akan disajikan. Departemen produksi adalah departemen yang bertanggung jawab atas perumusan, pengendalian, koordinasi, evaluasi dan administrasi dalam pengelolaan produksi makanan dan minuman. Departemen keuangan bertanggung jawab untuk perumusan dan pengendalian biaya (cost control), pengaturan kas keluar dan kas masuk perusahaan dan bagian pembelian (purchasing). Departemen General Affair adalah supporting unit yang bertanggung jawab atas fungsi-fungsi maintenance, outsourcing, legal issues, sekuriti, office boy, transportasi, cleaning service, sekretariat, IT, personalia, ATK dan kantin.
5 42 Departemen pemasaran dan penjualan adalah departemen yang bertanggung jawab terhadap peningkatan jumlah dan niai penjualan serta bertanggung jawab atas mempersiapkan konsep untuk rencana pemasaran tahunan berdasarkan penetapan budget penjualan yang ditetapan oleh manajemen. Untuk lebih jelasnya pembagian fungsi departemen pada Puspa catering dapat di lihat pada gambar 4.1 berikut ini.
6 42 Gambar 4.1 Bagan Organisasi PUSPA CATERING KOMISARIS DIREKTUR UTAMA DIREKTUR ADM&UMUM DIREKTUR PRODUKSI DIREKTUR SALES & MARKETING DIREKTUR OPERASI ACC.MNGR HRD.MNGR (PRSNL) G.AFFAIR MNGR PASTRY CHEF BANQUET CHEF PURCHASING MNGR SALES MNGR MARKETING MNGR BANQUET SERVICE MNGR Sumber : PUSPA CATERING Ket: Departemen yang di pilih sebagai Key Pilot Project
7 Proses Operasi Puspa Catering Puspa catering beroperasi sebagai off premise caterer yaitu catering yang mengantarkan makanan ke lokasi yang dipilih oleh pelanggan. Acara yang biasa dialayani Puspa Catering biasanya adalah resepsi pernikahan dan acara-acara keluarga lainnya yang biasanya diadakan di gedung resepsi pada hari jumat sampai minggu. Biasa disebut dengan reception hall market. Segmen selain reception hall market adalah layanan untuk acara rapat kantor, pelatihan di perusahaan, pesta ulang tahun, social gathering dan lainlain yang biasanya diadakan dari hari Senin sampai Kamis. Biasa disebut dengan non reception hall market. Adapun pemahaman alur proses operasi sebagai panduan kami untuk mengidentifikasi aktifitas-aktifitas yang ada di Puspa Catering. Alur proses operasi dimulai dari penetapan Menu diikuti dengan serangkaian proses yang tujuan akhirnya adalah kepuasan pelanggan. Berikut ini adalah proses operasi perusahaan dan untuk gambar skema proses operasi perusahaan dapat dilihat di gambar ) Penetapan Menu / Menu Planning Menetapkan menu adalah langkah pertama dan paling mendasar dalam perencanaan operasi catering. Setelah menu telah ditetapkan, rencana dan prosedur untuk menentukan bahan/produk yang dibutuhkan, peralatan,
8 44 desain fasilitas dan layout, dan sistem produksi dapat dikembangkan dan diimplementasikan. 2) Pembelian Barang / Purchasing Dalam rangka tujuan akhir memberikan kepuasan kepada pelanggan, maka tujuan membeli barang untuk keperluan operasi makanan adalah mendapatkan barang yang baik kualitasnya, berdasarkan ketentuanketentuan yang ditetapkan oleh pimpinan dapur, dan dengan harga yang serendah mungkin (mutu yang baik dan cocok untuk digunakan). 3) Penerimaan Barang / Receiving Penyerahan barang oleh pemasok diterima oleh Receiving dengan menggunakan dasar dan syarat-syarat yang tercantum dalam pesanan pembelian yang bersangkutan. 4) Penyimpanan Barang / Storing Barang-barang yang diterima dari Receiving, oleh bagian gudang disimpan dalam gudang sesuai dengan prosedur penyimpanan masingmasing barang. Pengeluaran Barang / Issuing Pengeluaran barang dilakukan oleh bagian gudang/issuing berdasarkan permintaan gudang yang diajukan oleh bagian lain
9 45 5) Persiapan / Preparing Dalam proses persiapan ini bahan baku diperiksa kualitasnya dan dibersihkan secara seksama hingga bersih, terutama sayur-sayuran dan buah-buahan. 6) Cooking Bahan baku yang telah dibersihkan segera diolah sesuai dengan standard recipe yang telah ada. Standard recipe merupakan basic production tools karena menjelaskan bagaimana makanan harus dibuat / diolah. 7) Holding Pada tahap ini bahan baku yang telah diolah menjadi makanan diperiksa kembali kualitas dan kuantitasnya beberapa kali. Setelah selesai diperiksa makanan harus segera disajikan. 8) Penyajian / Serving Banyak faktor yang mempengaruhi kualitas dari pelayanan dalam operasi ini. Hal tersebut meliputi komunikasi dan kerjasama antara petugas dapur dan petugas pelayanan. Hubungan antara penyaji makanan (server/waiter) dan konsumen (guest) adalah sangat penting, sehingga penyaji makanan harus menyadari bahwa konsumen memiliki kebutuhan-kebutuhan, keinginan-keinginan, dan harapan-harapan yang harus dialami selama pengalaman makannya.
10 46 9) Kepuasan Pelanggan / Customer Satisfaction Kepuasan pelanggan dimasukan kedalam proses operasi karena PT PWU adalah perusahaan jasa boga, dimana jasa merupakan salah satu dari nilai utama yang ditawarkan perusahaan. Skema dari proses operasi ini dapat dilihat pada gambar 4.2.
11 47 Kepuasan Pelanggan Serving/ Penyajian Holding Cooking Aktifitas Produksi Preparing Pengeluaran Barang Penyimpanan barang Pembelian Barang Penetapan Menu Gambar 4.2 Skema Proses Operasi Sumber : PUSPA CATERING
12 SWOT ANALYSIS Seperti telah dijelaskan sebelumnya untuk pembahasan bagian kedua, kami menggunakan data hasil analisa menggunakan teori-teori akademik yang kami pelajari dibangku kuliah, buku-buku referensi dan sumber-sumber lainya. Analisa-analisa selanjutnya ini adalah hasil pengolahan data-data yang dilakukan penyusun. Analisa-analisa ini digunakan sebagai acuan dalam perancangan Balanced Scorecard ini. Berikut ini adalah hasil analisa-analisa yang kami lakukan. SWOT analysis: Strengths Bangunan dan fasilitas yang mempunyai standard yang tinggi Posisi financial yang baik Kualitas dan mutu produk yang baik Adanya menu development Citra dan reputasi perusahaan yang baik dimata konsumen Kemampuan dan pengetahuan karyawan yang meningkat karena sering diadakan pelatihan
13 49 Adanya Tim Lintas Fungsi (TLF) yang dibentuk untuk melakukan review atas kegiatan operasi minggu sebelumnya dan rencana untuk melakukan perbaikan kegiatan operasi untuk minggu berikutnya Skill dan teamwork yang baik People development terencana dengan baik Rekanan istana negara Weaknesses Utilisasi kapasitas produksi yang rendah (±40 hari senin-kamis) Tingginya biaya charge dari gedung wedding hall Harga yang dianggap mahal oleh konsumen Meningkatnya harga bahan mentah tidak dapat diikuti oleh harga produk catering Bargaining power yang rendah terhadap gedung resepsi Opportunities Permintaan yang tinggi untuk segmen non reception hall market Sektor pasar yang belum di layani seperti sektor pendidikan, luxurious dining, high quality foods (organic, diabetic) Masuk ke bisnis jasa boga lainnya seperti restoran dan bakery
14 50 Threats Tingginya tingkat persaingan terutama dari pesaing sepuluh besar yang mempunyai segmen dan skala operasi yang sama Posisi gedung resepsi yang kuat memungkinkan untuk melemahkan atau mengatur perusahaan catering Ancaman dari industri lain yang bergerak di bidang jasa boga juga seperti hotel dan restoran
15 51 TOWS Analysis Strengths Bangunan dan fasilitas yang mempunyai standard yang tinggi Posisi financial yang baik Kualitas dan mutu produk yang baik Adanya menu development Citra dan reputasi perusahaan yang baik dimata konsumen Kemampuan dan pengetahuan karyawan yang meningkat karena sering diadakan pelatihan Adanya Tim Lintas Fungsi (TLF) yang dibentuk untuk melakukan review atas kegiatan operasi minggu sebelumnya dan rencana untuk melakukan perbaikan kegiatan operasi untuk minggu berikutnya Skill dan teamwork yang baik Weaknesses Utilisasi kapasitas produksi yang rendah (±40 hari senin-kamis) Tingginya biaya charge dari gedung wedding hall Harga yang dianggap mahal oleh konsumen Tingginya kompetisi dalam mendapatkan tenaga kerja partime untuk memenuhi pesanan-pesanan yang besar Meningkatnya harga bahan mentah tidak dapat diikuti oleh harga produk catering Bargaining power yang rendah terhadap gedung resepsi Tabel 4.1 Matriks TOWS Analysis Opportunities Permintaan yang tinggi untug segmen non reception hall market Sektor pasar yang belum di layani seperti sektor pendidikan, luxurious dining, high quality foods (organic, diabetic) Masuk ke bisnis Jasa boga lainnya seperti restoran dan bakery Mempertahankan harga, pelayanan dan kualitas di setiap produknya Meningkatkan usaha untuk penetrasi pasar non reception hall Key Success Factor: Meningkatkan stragegi pemasaran, tim dan eksekusi strategi Key Risk Factor: Kehilangan market share di segmen reception hall Meningkatkan utilisasi kapasitas produksi pada hari senin-kamis Perencanaan dan kerjasama yang lebih baik dengan tenaga kerja partime Key Success Factor: Meningkatkan stragegi pemasaran, tim dan eksekusi strategi dan operational exellence Key Risk Factor: Naiknya harga bahan mentah dan ketidakpastian kesediaan partime worker Threats Tingginya tingkat persaingan terutaman dari competitor sepuluh besar yang mempunyai segmen dan skala operasi yang sama Posisi gedung resepsi yang kuat memungkinkan untuk melemahkan/atau mengatur perusahaan catering Meningkatkan pendapatan dari pasar non reception hall Mempertahankan dan meningkatkan kualitas pelayanan, brand equity, dan reputasi perusahaan Key Success Factor: Meningkatkan stragegi pemasaran, tim dan eksekusi strategi Key Risk Factor: Kehilangan market share di segmen reception hall Meningkatkan efisiensi operasi dan pendapatan pada hari senin-kamis yaitu dari non reception hall market Key Success Factor: Meningkatkan stragegi pemasaran, tim dan eksekusi strategi dan operational exellence Key Risk Factor: Naiknya harga bahan mentah dan ketidakpastian kesediaan partime worker
16 Analisa Industri Porter s 5 Forces digunakan sebagai alat analisa, untuk mengetahui situasi pada industri catering dan juga tingkat attractiveness untuk menjalankan dan memasuki industri ini. Ancaman dari Produk pengganti MEDIUM Ancaman dari masuknya pemain baru MEDIUM Tingkat persaingan industry HIGH Bargaining power dari pelanggan HIGH Bargaining power dari suppliers LOW 50:50=hardware:software Gambar 4.3 Porter 5 Forces pada Industry Katering a) Ancaman dari masuknya pemain baru Ancaman masuknya pemain baru dinilai sedang, karena modal untuk masuk ke industri ini luas dan bervariasi mulai dari kecil sampai besar. Akan tetapi pemain baru sebaiknya mempunyai atau memiliki pengetahuan dan pengalaman untuk sistem inventori, karena ini merupakan salah satu kunci dalam keberhasilan.
17 53 b) Bargaining power dari pelanggan Kekuatan menawar pelanggan dinilai tinggi, karena banyaknya jumlah pemain. Terdapat sekitar 1000 catering dengan 10 catering menjadi pesaing utama bagi Puspa Catering, dan rendahnya switching cost sehingga pelanggan dapat dengan mudah pindah ke catering lain. c) Ancaman dari produk pengganti Ancaman terhadap adanya produk subtitusi, dinilai sedang. Yang menjadi potensi untuk produk subsitusi datang dari restoran dan hotel, dimana mereka juga menawarkan paket-paket untuk wedding dan pesta yang mirip dengan catering. d) Bargaining power dari suppliers Kekuatan supplier dinilai rendah karena banyaknya vendor di industry, ini menyebabkan bagi catering dapat berpindah pemasok, sehingga para pemasok menyadari pentingnya eksistensi catering untuk membeli produk mereka dalam jumlah yang besar. e) Tingkat persaingan Industri Intensitas persaingan dinilai tinggi, dengan banyaknya jumlah pemain. Perusahaan catering harus meyakinkan konsumen dengan harga dan kualitas produk dan pelayanan yang baik, sehingga setiap perusahaan saling berlomba untuk merebut pasar. Berdasarkan analisa diatas industry catering dinilai masih Attractive.
18 Perancangan Balanced Scorecard Balanced Scorecard dibuat dengan tujuan untuk memberikan panduan kepada setiap departemen atau bagian yang ada di perusahaan untuk mencapai tujuan,visi dan Misi perusahaan. Perancangan Balanced Scorecard dimulai dengan beberapa tahapan utama yaitu penetapan visi dan misi, peta strategi perusahaan, Key Perfirmance Indicator (KPI) dan measurers. Penyusunan Balanced scorecard dibuat dalam empat perspektif yaitu keuangan, perspektif pelanggan, perpektif proses bisnis internal dan perspektif pertumbuhan dan pembelajaran Visi, Misi dan Strategi Puspa Catering Visi dan Misi berikut ini kami dapatkan dari perusahaan, dimana telah lama ditetapkan dan dibawa sejak berdirinya Puspa Catering. Visi Menjadi sebuah marketing company di industri catering dan berkomitmen untuk menghasilkan kepuasan pelanggan yang berkesinambungan, kepada tiga stakeholders utamanya yaitu customer, people in the organization (karyawan) dan shareholders.
19 55 Misi Marketing bukan saja menjadi suatu fungsi departemen tetapi harus menjadi jiwa dari setiap orang yang terlibat didalam perusahaan, sehingga pelanggan dilayani dengan hati dan jiwa marketer. Nilai-nilai perusahaan 1. Brand (merek dagang) Puspa Catering membina dan memperjuangkan perusahaan, agar menjadi aset utama perusahaan. Apabila brand sudah kuat dan mempunyai brand equity yang tinggi, maka brand tersebut akan menimbulkan asosiasi tertentu di benak konsumen dan akhirnya dipersepsikan mempunyai kualitas yang baik (perceived quality) 2. Service (pelayanan) Merupakan nilai yang diterima pelanggan. Dalam hal ini bukan value added melainkan value in use. Service yang diberikan kepada customer harus diberikan oleh seluruh karyawan dari bagian manapun baik langsung maupun tidak langsung. Semua bagian terlibat dalam proses menciptakan kepuasan pelanggan, kepuasan bisa dilakukan dengan berbagai macam cara, tetapi yang lebih penting bagaimana bisa menyamai bahkan melebihi harapan pelanggan.
20 56 3. Process (proses) Perusahaan tidak mungkin dapat menciptakan kepuasan pelanggan, apabila tidak menjalankan proses dengan baik. Organisasi bukan sekedar terdiri dari fungsi-fungsi yang masing-masing bekerja sendiri sesuai dengan job description nya, melainkan terdiri dari serangkaian prosesproses. 4. Leadership (kepemimpinan) Setiap karyawan Puspa Catering diharapkan mempunyai jiwa kepemimpinan, dengan visi dan tujuan yang tepat. 5. Commitment (komitmen) Komitmen yang tinggi untuk bekerja dengan baik, untuk patuh terhadap semua prosedur meliputi prosedur perusahaan dan petunjuk kerja dan menjadi individu yang mandiri maupun berkelompok yang berfokus pada tujuan akhir. 6. Integrity (integritas) Secara terus menerus menunjukan profesionalisme, kejujuran dan bertanggung jawab atas setiap perkataan dan perbuatan.
21 57 Strategi perusahaan Puspa Catering merupakan off premise caterer yang melayani pelanggan menengah keatas. Dengan menggunakan strategic positioning dapat diketahui posisi Puspa Catering saat ini, area mana yang masih tersedia peluang untuk dimasuki dan area mana yang sebaiknya dihindari. Strategic positioning dapat dibagi menjadi 4 area yaitu: 1. Uniqueness and industrywide 2. Uniqueness and Particular segment 3. Low cost and industry wide 4. Lowcost and Particular segment Industry Wide (Uniqueness and industry wide) DIFFERENTIATION Stuck in the middle (Low cost and industry wide) COST LEADERSHIP Particular Segment Puspa Catering FOCUSED DIFFERENTIATION (Uniqueness and Particular Segment) FOCUSED COST (Low cost and particular segment) Gambar 4.4 Competitive advantage
22 58 Posisi strategi perusahaan saat ini dan yang masih direkomendasikan ada berada di focused differentiation di karenakan masih banyak peluang bisnis yang cocok dengan competitive advantage perusahaan. Setelah menggunakan alat analisa strategic positioning diatas dapat disimpulkan bahwa service position Puspa Catering berada pada segmen uniqueness and particular. Segmen ini dianggap cocok dengan competitive advantage Puspa Catering yaitu sebagai berikut: Competitive advantage: Differentiation Brand awareness yang tinggi Kualitas produk dan layanan yang tinggi Cita rasa makanan yang baik Standar proses produksi yang tinggi Keamanan dan sanitasi yang baik Kualitas bahan mentah/baku yang baik Menu development yang baik Kapasitas produksi yang tinggi Penanganan keluhan yang baik
23 59 Competitive scope: Focus Segment Pelanggan menengah keatas Reception Hall dan Non Reception Hall Segmentasi terdiri dari retail, corporate dan government institution Strategi Jangka Pendek Puspa Catering Mencapai target penjualan sebesar 54.5 miliar untuk tahun 2009 Mencapai target rasio penjualan reception hall dan non reception hall 55:45 Meningkatkan kedisplinan dalam penerapan SOP Menigkatkan On time delivery Meningkatkan kompetensi personil/skill Menigkatkan kualitas pelayanan service Promote after sales service Menigkatkan hubungan baik dengan pelanggan
24 60 Follow up pelanggan sesusai event Memperbaiki cash flow Strategi Jangka Panjang Puspa Catering Melakukan pergeseran strategic positioning dari posisi uniquenessparticular segment menjadi uniqueness-industrywide segment untuk mendapatkan pangsa pasar yang lebih besar Kuestioner Sebagai Alat Pengumpulan Data KPI Data diperoleh melalui instrumen penelitian dengan menggunakan kuesioner dan wawancara. Kuesioner disebarkan pada responden yang merupakan karyawan supervisi ke atas. Data yang diperoleh berdasarkan hasil wawancara digunakan untuk mengkonfirmasi dan memperkuat hasil analisis yang diperoleh dari kuesioner. Dalam menggunakan instrumen penelitian kuesioner, kami menggunakan skala Likert yang merupakan jenis data ordinal. Skala Likert tersebut dibuat menggunakan skala 5, untuk menyatakan tingkat kepentingan atau ketidakpentingan KPI terhadap kesesuaiannya terhadap keadaan Puspa Catering saat ini. Kelima skala tersebut adalah sebagai berikut: Skala 1 Sangat Tidak Penting, Skala 2 Tidak Penting, Skala 3 Netral,
25 61 Skala 4 Penting, Skala 5 Sangat Penting. Agar variabel-variabel tersebut dapat diolah dengan menggunakan matematis, maka masing-masing skala tersebut diubah menjadi bobot sehingga data yang sebelumnya ordinal menjadi data interval. Skala 1 diberikan bobot 2, skala 2 diberikan bobot 4, skala 3 diberikan bobot 6, skala 4 diberikan bobot 8, dan skala 5 diberikan bobot 10. Hasil dari pembobotan pada kuesioner ini dijumlah kan dalam bentuk tabulasi, untuk mengetahui tingkat kepntingan dari KPI-KPI tersebut. Instrumen penelitian wawancara akan memperdalam dan mempertajam hasil yang diperoleh dari kuesioner. Yang kemudian dapat menjadi input perancangan Balanced Scorecard BAGIAN I Dalam pengumpulan data, kuesioner diberikan kepada 30 responden. Karakteristik responden dalam penelitian ini terdiri dari jenis kelamin responden, Usia, Departemen, Jabatan, serta tingkat pendidikan. 1. Jenis Kelamin Pada Tabel 4.2 di bawah ini dapat dilihat deskripsi jenis kelamin responden dimana total jumlah responden adalah 30 orang, yang
26 62 didominasi oleh responden laki-laki 76.7% sedangkan responden perempuan 23.3%. Tabel 4.2 Deskripsi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin N % Laki-laki Perempuan Total Usia Dari 30 orang responden, diperoleh data usia responden sebagai berikut. Tabel 4.3 Deskripsi Responden Kuesioner Berdasarkan Usia Usia (Thn) N % % % 45 tahun % Total % 3. Departemen Dari 30 orang responden, diperoleh data departemen responden sebagai berikut.
27 63 Tabel 4.4 Deskripsi Responden Kuesioner Berdasarkan Departemen Departemen N % Pemasaran dan Penjualan 9 30% Service % General Affair % Produksi 6 20% Total % 4. Jabatan Dari 30 orang responden, diperoleh data Jabatan responden sebagai berikut. Tabel 4.5 Deskripsi Responden Kuesioner Berdasarkan Jabatan Jabatan N % Supervisor 15 50% Direktur % Manager % General Manager 1 3.3% Total %
28 64 5. Pendidikan Dari 30 orang responden, diperoleh data pendidikan responden sebagai berikut. Tabel 4.6 Deskripsi Responden Kuesioner Berdasarkan Pendidikan Pendidikan N % SMA 3 10% D % S % S % Total % 6. Karakteristik Responden Wawancara Dalam wawancara yang diadakan untuk mengkonfirmasikan hasil tabulasi kuesioner, sekaligus untuk menggali informasi yang belum terdapat di dalam kuesioner, kami berhasil menghubungi 10 orang responden yang memiliki karakteristik kepangkatan sebagai berikut (Tabel 4.7). Tabel 4.7 Deskripsi Responden Wawancara Berdasarkan Kepangkatan Pangkat N Direktur 1 Manager 6 Supervisor 3
29 65 Kesepuluh responden tersebut dipilih berdasarkan perannya dalam perusahaan. Selain itu, wawancara kepada pihak-pihak tersebut juga dilakukan mempertimbangkan jabatan responden. Jabatan dari Direksi adalah Direktur pengelola, dan pada level manager dan supervisor untuk mewakili setiap departemen yang ada BAGIAN II Dari pengumpulan data kuesioner yang diberikan kepada 30 responden. Didapat hasil pembobotan dari setiap KPI berikut. Tabel 4.8 Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran No KEY PERFORMANCE INDICATOR Total Bobot 1 Tingkat kepuasan karyawan Pengukuran Indeks Kompetensi Karyawan Jumlah Pelatihan pertahun Total jam pelatihan pertahun Pelatihan untuk meningkatkan kemampuan dan 282 keahlian karyawan 6 Pelatihan technical skill Pelatihan soft skill (leadership, manajerial dll) Pelatihan untk menggunakan software 196
30 66 9 Jumlah minimal pelatihan dalam 1 tahun Rata-rata kesenjangan kompetensi karyawan 142 Tabel 4.9 Perspektif Proses Bisnis Internal No KEY PERFORMANCE INDICATOR Total Bobot 1 Persentase produk gagal Jumlah kecelakaan kerja Tingkat pemenuhan rencana produksi Jumlah keluhan pelanggan Rata-rata turn over piutang Stok yang akurat Sistem prosedur yang menunjang kegiatan 278 perusahaan 8 Implementasi system IT pada proses bisnis Kesesuaian target market berdasarkan segmen Pemenuhan kebutuhan pelanggan 288 Tabel 4.10 Perspektif Pelanggan No KEY PERFORMANCE INDICATOR Total Bobot 1 Market share Kepuasan pelanggan 290
31 67 3 Jumlah keluhan Tingkat pemenuhan kebutuhan pelanggan Mempertahankan pelanggan Mencari pelanggan baru Brand awareness Ketersediaan produk Jumlah produk baru per tahun Implementasi CRM 290 Tabel 4.11 Perspektif Keuangan No KEY PERFORMANCE INDICATOR Total Bobot 1 ROI Operating Efficiency ratio Penjualan % profitabilitas Realisasi vs anggaran Biaya operasi Tingkat pemanfaatan anggaran kerja Tingkat penyimpangan anggaran Efisiensi Biaya 244
32 68 10 Akurasi laporan keuangan 240 Berdasarkan hasil tabulasi data kuesioner dan hasil wawancara maka dapat disimpulkan bahwa puspa catering mempunyai 11 focus KPI antara lain: 1. F1-Penjualan 2. F1-Profitabilitas 3. C1-Tingkat kepuasan pelanggan 4. B1-Rata-rata turn over piutang 5. B1-Stok yang akurat 6. B2-Kesesuaian pencapaian target berdasarkan Segmen 7. B2-Pemenuhan kebutuhan pelanggan 8. B3-Implementasi sistem IT pada bisnis 9. B3-Sistem prosedur yang menunjang kegiatan perusahaan 10. L1-Pelatihan untuk meningkatkan kemampuan dan keahlian karyawan 11. L1-Kepuasan karyawan Daftar untuk focus KPI dari puspa catering dapat dilihat pada berikut.
33 69 Perspektif Pelanggan 1. Market share 2. Kepuasan pelanggan 3. Jumlah keluhan 4. Tingkat pemenuhan kebutuhan pelanggan 5. Mempertahankan pelanggan 6. Mencari pelanggan baru 7. Brand awareness 8. Ketersediaan produk 9. Jumlah produk baru per tahun 10. Implementasi CRM Perspektif Keuangan 1. ROI 2. Operating Efficiency ratio 3. Penjualan 4. % profitabilitas 5. Realisasi vs anggaran 6. Biaya operasi 7. Tingkat pemanfaatan anggaran kerja 8. Tingkat penyimpangan anggaran 9. Efisiensi Biaya 10. Akurasi laporan keuangan Perspektif Proses Bisnis Internal Focus KPI : 11 F1- Penjualan F1-Profitabilitas C1-Tingkat kepuasan pelanggan B1- Rata-rata turn over piutang B1- Stok yang akurat B2-kesesuaian pencapaian target berdasarkan segmen B2- Pemenuhan kebutuhan pelanggan B3- Proses bisnis dan mendukung proses penjualan produk dan jasa dan didukung juga oleh system IT juga oleh system IT B3-Sistem prosedur yang menunjang kegiatan perusahaan L1-Pelatihan untuk meningkatkan kemampuan dan keahlian karyawan L1-Kepuasan karyawan Pembelajaran dan Pertumbuhan 1. Persentase produk gagal 2. Jumlah kecelakaan kerja 3. Tingkat pemenuhan rencana produksi 4. Jumlah keluhan pelanggan 5. Rata rata turn over piutang 6. Stok yang akurat 7. Sistem prosedur yang menunjang kegiatan perusahaan 8. Implementasi system IT pada proses bisnis 9. Kesesuaian target market berdasarkan segmen 10. Pemenuhan kebutuhan pelanggan 1. Tingkat kepuasan karyawan 2. Pengukuran Indeks Kompetensi Karyawan 3. Jumlah Pelatihan pertahun 4. Total jam pelatihan pertahun 5. Pelatihan untuk meningkatkan kemampuan dan keahlian karyawan 6. Pelatihan technical skill 7. Pelatihan soft skill (leadership, manajerial dll) 8. Pelatihan untk menggunakan software 9. Jumlah minimal pelatihan dalam 1 tahun 10. Rata rata kesenjangan kompetensi karyawan Gambar 4.5 Focus KPI
34 Penerapan Strategy Map / Peta Strategi Strategy Map atau peta strategi perusahaan merupakan gambaran alur mengenai apa yang akan dicapai perusahaan dan cara menempuhnya. Peta strategi ini dibuat menggunakan 4 perspektif mulai dari perspektif pembelajaran dan pertumbuhan, proses bisnis internal, pelanggan dan keuangan sebagai landasan untuk berikutnya menetapkan KPI (Key Performance Indicator). Dimana KIP merupakan indicator kunci yang ingin dicapai dan menjadi tolak ukur keberhasilan dari program yang dilaksanakan, untuk memudahkan dalam monitoring dan pencapaian target. KPI ini harus dibuat lebih terukur, untuk dibuatkan ukuran-ukuran atau measurers. Untuk lebih jelasnya berikut ini diuraikan megenai strategi.
35 71 Profit Perspektif Keuangan Peningkatan Revenue Efisiensi biaya Perspektif Pelanggan Kepuasan dan Loyalitas pelanggan Perpektif Proses Bisnis Internal Proses Bisnis Infrastruktur yang baik & penerapan SOP Efisiensi operasi Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan Sumber daya manusia dengan skill, pengetahuan dan kompetensi Gambar 4.6 Peta Strategi Puspa Catering
36 72 Tabel 4.12 Balanced Scorecard Puspa Catering Perspektif Strategik Obyektif Measure / KPI Ukuran Target Note/Inisiatif Perluasan distribusi Keuangan F1 Mendorong pertumbuhan yang sehat untuk memaksimalkan potensi pasar F1 Penjualan F1 Angka F1 54.5M F1 Profitabilitas F1 Persentase F1 8% dari penjualan Pendekatan manajemen pasar Pengembangan produk baru Program promosi yang efektif dan fisien Evaluasi bisnis yang berkesinambungan Pelanggan C1 Menjadikan Puspa catering sebagai rekan sepanjang usia C1 Tingkat kepuasan pelanggan C1 Persentase C1 95% Menjual/memperkenalkan produk dan pelayanan yang berorientasi kepada pelanggan untuk menciptakan sustainable satiisfaction, dibandingkan hanya menjual produk fisik saja B1 Menjalankan aliran proses bisnis yang lancer B1 Rata rata turn over piutang B1 Minggu B1 2 minggu B1 Stok yang akurat B1 Persentase B1 95% Proses Bisnis Internal B2 Melaksanakan kegiatan organisasi dengan maksimal B3 Mempunyai infrasturktur dan sistim prosedur yang baik B2 Kesesuaian pencapaian target berdasarkan segmen B2 Porsi Persentase B2 Gedung : Non gedung = 55:45 B2 Pemenuhan kebutuhan pelanggan B2 Persentase B2 95% B3 Proses bisnis dan mendukung proses penjualan produk dan jasa dan didukung juga oleh system IT B3 % Penggunaan teknologi sistem informasi B3 85% Peninjauan sistim yang terusmenerus, penekanan manajeman berbasis sistem, sumberdaya manusia yang handal B3 Sistem prosedur yang menunjang kegiatan perusahaan B3 Jumlah Program B3 2 SOP dan P&P
37 73 Pembelajaran dan Pertumbuhan L1 Meningkatkan kemampuan karyawan untuk dapat menjalankan roda proses bisnis yang terus dapat berkembang L1 Pelatihan untuk meningkatkan kemampuan dan keahlian karyawan L1 Angka L1 17 Pelatihan per tahun L1 Kepuasan karyawan L1 Persentase L1 80% Meningkatkan keahlian, pengetahuan dan kesejahteraan karyawan
38 Scorecard Departemen Service Departemen Servis dalam Puspa Catering bertanggung jawab atas pemberian jasa pelayanan pada saat sebelum dan saat acara berlangsung, dengan melakukan koordinasi administrasi, pengelolaan operasional pelayanan, dekorasi, peralatan dan makanan yang akan disajikan Perspektif Keuangan Peningkatan efisiensi dan efektifitas dalam pelaksanaan operasionalnya dengan melakukan pengendalian biaya yang lebih baik. Service cost yang yang ditetapkan perusahaan sebesar 14 % dari total penjualan yang terdiri dari komponen biaya keperluan pelanggan, linen dan laundry, sewa peralatan, dekorasi dan honor tenaga lepas Perspektif Pelanggan Untuk memberikan kontribusi dalam pencapaian target kepuasan pelanggan sebesar 95% maka dalam hal ini departemen service mempunyai objektif kepuasan pelanggan on event (pada saat acara berlangsung). KPI yang digunakan adalah tingkat kesuksesan penyelesaian on-event problem dan tingkat kepuasan pelanggan untuk mencapai target KPI yang telah ditetapkan perusahaan mempunyai inisiatif yaitu peningkatan dari keahlian, pengetahuan dan kepemimpinan dari captain waiter dan komitmen untuk
39 75 selalu memberikan pelayanan yang superior kepada pelanggan pada sebelum dan saat acara berlangsung Perspektif Proses Bisnis Internal Peningkatan Quality Service Departemen service mengutamakan peningkatan quality service melalui pengukuran-pengukuran yang dilakukan pada quality service, lead lime loading peralatan dan makanan serta lead time waktu set-up peralatan dan makanan. Peningkatan peningkatan tersebut akan dicapai melalui peningkatan kualitas service melalui koordinasi dengan pihak gedung dan vendor serta koordinasi dengan departemen lain yang terkait seperti deartemen pemasaran dan produksi. Adapun target yang ditetapkan adalah quality service sebesar 95%, lead time loading peralatan dan makanan 4 jam sebelum event dan leadtime set up peralatan dan makanan 1 jam sebelum acara dimulai. Peningkatan Sarana dan Prasarana Untuk mendukung marketing plan yang dibuat satu tahun sekali setiap bulan September oleh departemen pemasaran dan penjualan maka departemen service diharapkan untuk menyusun sebuah rencana kerja dan anggaran dalam peningkatan sarana dan prasarana dalam bentuk pembelian peralatan-peralatan kerja.
40 Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran SDM dengan keahlian dan pengetahuan yang baik di departemen service dapat dicapai dengan melakukan pelatihan-pelatihan. Untuk itu perusahaan melakukan inisiatif seperti pelatihan dan workshop yang diadakan 2 kali dalam 1 tahun.
41 77 Perspektif Keuangan Peningkatan Efisiensi Biaya Perspektif Pelanggan Pelayanan on-event Kepuasan Pelanggan Perpektif Proses Bisnis Internal Peningkatan Sarana dan Prasarana Peningkatan Quality of Service Penurunan Biaya Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan Peningkatan Kompetensi dalam Keahlian dan Pengetahuan Pelatihan Gambar 4.7 Peta Strategi Puspa Catering Departemen Service
42 78 Tabel 4.13 Balanced Scorecard Puspa Catering Departemen Service Perspektif Strategik Obyektif Measure / KPI Ukuran Target Note/Inisiatif Keuangan F1 Peningkatan efisiensi biaya F1 Biaya service F1 persentase (dari total penjualan) 14% Pengendalian Biaya C1 Tingkat kesuksesan penyelesaian C1 persentase 95% Keahlian, pengetahuan dan Pelanggan C1 Kepuasan pelanggan on event on event problem Leadership dari captain waiter C1 Tingkat kepuasan pelanggan C1 persentase 95% Pelayanan yang superior B1 1 Quality of service, B1 persentase 95% Peningkatan kualitas service Proses Bisnis Internal B1 Peningkatan quality of service B1 2 Lead time loading peralatan dan makanan sesuai rencana kerja B1 3 Lead time set up makanan dan peralatan sesuai rencana kerja B1 jam B1 jam 4 Jam sebelum event 1 Jam sebelum event Koordinasi dengan pihak gedung,vendor Koordinasi dengan departemen lain yang terkail Seperti : dept.pemasaran & produksi B3 Peningkatan sarana dan prasarana B3 Peningkatan sarana dan prasarana B3 persentase 100% sesuai dengan rencana marketing plan Peningkatan sarana dan prasarana penunjang pekerjaan Pembelajaran dan Pertumbuhan L1 SDM yang memiliki Keahlian dan pengetahuan yang baik L1 Peningkatan kemampuan team service dalam merespon pelayanan pelanggan L1 angka 2 kali pelatihan pertahun Jumlah pelatihan yang dapat dilakukan tim service
43 Scorecard Departemen Produksi Departemen produksi adalah departemen yang bertanggung jawab atas perumusan, pengendalian, koordinasi, evaluasi dan administrasi dalam pengelolaan produksi makanan dan minuman. Seperti yang tertera pada gambar 4.2 kegiatan proses operasi pada Puspa Catering secara garis besar terbagi menjadi tiga bagian yaitu: 1. Preparing 2. Cooking 3. Holding Pada tahap preparing bahan baku diperiksa kualitasnya dan dibersihkan secara seksama hingga bersih, terutama sayur-sayuran dan buah-buahan. Langkah kedua adalah cooking yaitu dimana bahan baku yang telah dibersihkan segera diolah sesuai dengan standard recipe yang telah ada. Standard recipe merupakan basic production tools karena menjelaskan bagaimana makanan harus dibuat / diolah. Tahap terakhir adalah holding, pada tahap ini bahan baku yang telah diolah menjadi makanan diperiksa kembali kualitas dan kuantitasnya beberapa kali. Setelah selesai diperiksa makanan harus segera disajikan.
44 Perspektif Keuangan Peningkatan Efisiensi Biaya Produksi Perusahaan melakukan efisiensi biaya produksi dengan mengukur persentase biaya operasional dengan total penjualan ditargetkan sebesar 29% melalui pengendalian biaya yang baik. Penurunan persentase penyimpangan anggaran yang ditargetkan oleh departemen produksi adalah sebesar 50%, untuk itu perusahaan melakukan pengelolaan budget yang efektif diukur dari menurunnya persentase penyimpangan penggunaan anggaran melalui forecasting yang lebih baik dan akurat Perspektif Pelanggan Departemen produksi mempunyai objektif unutk menciptakan produkproduk yang dapat diterima pasar secara luas. Untuk mengukur objektif tersebut dilakukan survey kepuasan pelanggan dengan target sebesar 95% sehingga dapat diketahui tren dari selera pasar saat ini. untuk itu diperlukan adanya R&D (Research and Development) yang produktif.
45 Perspektif Proses Bisnis Internal Penurunan Biaya Walaupun foodcost sebesar 29 % yang sudah ada saat ini dinilai sudah baik dalam industri catering tetapi perusahaan menargetkan penurunan foodcost sebesar 1 % yang dihasilkan dari peningkatan volume produksi. Peningkatan Sarana dan Prasarana Departemen produksi mengalokasikan biaya untuk penambahan sarana dan prasarana kerja sebesar 250 juta rupiah pertahun atau sebesar 5% dari total penjualan Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran SDM dengan keahlian dan pengetahuan yang baik di departemen produksi dapat dicapai dengan melakukan pelatihan-pelatihan dalam bidang keahlian planning and control for food and beverage operation, food safety dan sanitasi dan hygiene. Untuk itu perusahaan melakukan inisiatif seperti pelatihan dan workshop yang diadakan 4 kali setahun dan morning briefing yang diadakan hari senin sampai kamis pada jam 10 sampai 12 siang tergantung dari volume pekerjaan hari itu.
46 82 Perspektif Keuangan Pengelolaan Budget yang Efektif Peningkatan Efisiensi Biaya Perspektif Pelanggan Produk yang Dapat Diterima Pasar Perpektif Proses Bisnis Internal Peningkatan Sarana dan Prasarana Penurunan Biaya Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan Kepuasan Kerja Karyawan SDM yang Memiliki Keahlian dan Pengetahuan yang Baik Training Gambar 4.8 Peta Strategi Puspa Catering Departemen Produksi
47 83 Tabel 4.14 Balanced Scorecard Puspa Catering Departemen Produksi Perspektif Strategik Obyektif Measure / KPI Ukuran Target Note/Inisiatif Keuangan Pelanggan Proses bisnis internal Pembelajaran dan Pertumbuhan F1 Peningkatan efisiensi biaya produksi F2 Pengelolaan budget yang efektif C1 menciptakan produk yang dapat pasar secara luas F1 % biaya operasional vs total penjualan F2 Penurunan persentase penyimpangan anggaran C1 Tingkat kepuasan pelanggan B1 Penurunan biaya B1 % penurunan food cost B2 Peningkatan sarana dan prasarana L1 SDM yang memiliki keahlian dan pengetahuan yang baik L2 iklim kerja yang kondusif F1 Persentase F2 Persentase C1 Persentase B1 Persentase B2 Peningkatan sarana dan prasarana B2 angka L1 Peningkatan kemampuan team produksi dalam merespon pelayanan pelanggan L2 Indeks kepuasan kerja karyawan L1 Angka L2 Persentase 29% Pengendalian Biaya 50% Forecasting biaya yang baik 95% R&D yang produktif 1% 250 jt/tahun (5% dari target penjualan) 4cpelatihan per tahun Perbandingan biaya yang harus dikeluarkan untuk operasional dengan penjualan yang ada Peningkatan sarana dan prasarana penunjang pekerjaan Jumlah pelatihan yang dapat dilakukan 80% Meningkatkan rasa kepemilikan dan loyalitas
48 Scorecard Departemen Keuangan Departemen keuangan bertanggung jawab untuk perumusan dan pengendalian biaya (cost control), pengaturan kas keluar dan kas masuk perusahaan dan bagian pembelian (purchasing) Perspektif Keuangan Mengatur Arus Kas Strategi objektif perusahaan mengatur arus kas dengan cara menetapkan target rata-rata pengeluaran per bulan perusahaan sebesar Rp.4 Miliar rupiah dan pendapatan rata-rata sebesar Rp.5 Miliar dengan demikian perusahaan dapat menjaga likuiditas perusahaan. Rata-rata umur piutang ditetapkan 2 minggu meskipun ada kebijakan pelunasan H-2 untuk acara non-hall dan H-7 untuk acara non wedding hall disebabkan adanya special customer. Meningkatkan Akurasi Laporan Keuangan Akurasi laporan keuangan dapat dicapai dengan melakukan follow-up terhadap laporan-laporan penggunaan anggaran dari departemen yang terkait agar tidak terjadi keterlambatan pencatatan. Laporan Keuangan yang Tepat Waktu Laporan keuangan yang tepat waktu, perusahaan menetapkan tanggal 5 setiap bulannya untuk penerbitan laporan keuangan.
49 Perspektif Pelanggan Terdapat 2 jenis pelanggan dalam departemen keuangan, pelanggan yang pertama adalah pelanggan eksternal yaitu vendor dan pelanggan pengguna jasa catering dan pelanggan internal yaitu departemen lain yang terkait Perspektif Proses Bisnis Internal Menjaga Jumlah Stok yang Akurat Menjaga jumlah stok yang akurat dilakukan dengan menggunakan sistem inventori control yang efektif maka perusahaan menargetkan ketepatan laporan sebesar 95%. Waktu Pemesanan Terhadap Vendor Perusahaan menetapkan waktu proses pemesanan terhadap vendor dengan lead time 3 hari Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan SDM Menjalankan Kegiatan Operasi Administrasi Dengan Baik Agar SDM dapat menjalankan kegiatan administrasi keuangan dengan efektif dan efisien dilakukan pelatihan program aplikasi untuk proses finance dan accounting dengan on the job training dan pelatihan diluar untuk keahlian pajak.
50 86 Perspektif Keuangan Akurasi Laporan Arus Kas Mempercepat Laporan Perspektif Pelanggan Kepuasan Pelanggan Internal Kepuasan Planggan External Perpektif Proses Bisnis Internal Stock yang Akurat Mempercepat Waktu Proses Pemesanan Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan On the job Training SDM yang Memiliki Skill and Knowledge yang Baik Outsource Training Gambar 4.9 Peta Strategi Puspa Catering Departemen Keuangan
51 87 Tabel 4.15 Balanced Scorecard Puspa Catering Departemen Keuangan Perspektif Strategik Obyektif Measure / KPI Ukuran Target Note/Inisiatif Keuangan F1 Mengatur arus kas F2 Meningkatkan akurasi laporan keuangan F1 Rata rata pengeluaran F1 Pendapatan F1 angka (Rp) F1 angka (Rp) 4 Miliar perbulan 5 Miliar perbulan F1 Rata rata turn over piutang B1 minggu B1 2 F2 Akurasi perhitungan laporan keuangan F2 Persentase 90% Penerapan SOP: pelaporan realisasi penggunaan anggaran dari departemen yag terkait Sistem dan prosedur kerja yang jelas dan terkendali Follow up oleh petugas keuangan atas laporan anggaran untuk departemen yang terkait F3 Laporan keuangan yang tepat waktu F3 Waktu yang diperlukan dalam pembuatan laporan keuangan F3 waktu(hari) Tanggal 5 setiap bulannya Sumber daya menusia yang mampu menjalankan sistem dan prosedur dengan baik C1 Meningkatkan kepuasan pelanggan internal C1 Kepuasan palanggan internal terhadap kebutuhan yang diperlukan oleh departemen lain C1 Persentase 95% Proses bisnis internal yang berjalan dengan baik Pelanggan C2 Meningkatkan kepuasan pelanggan external C2 Kepuasan pelanggan external seperti pemenuhan kebutuhan barang C2 Persentase 95% pelunasan tepat waktu terhadap vendor yaitu per 2 minggu pembagian pesanan yang merata terhadap vendor vendor B1 Menjaga jumlah stok yang akurat B1 Laporan stok yang akurat B1 persentase 95% sistem dan prosedur kerja yang jelas dan terkendali Kontrol dari aktivitas operasional Proses Bisnis Internal B2 Waktu proses pemesanan kepada vendor B2 Waktu yang diperlukan mulai dari pemesanan sampai barang tiba di gudang puspa B2 waktu (hari) 3 hari Analisa periode low season dan high season Stok opname yang dilakukan 1 bulan sekali Sumber daya menusia yang mampu menjalankan SOP dengan baik
52 88 Pembelajaran dan Pertumbuhan L1 SDM menjalankan kegiatan operasi administrasi keuangan dengan efektif dan efisien L1 Pelatihan menggunakan program aplikasi untuk proses finance dan accounting L1 Pelatihan pajak L1 waktu (bulan) L1 angka 3 bulan on the job training 1 kali pertahun outsource training
53 Scorecard Departemen General Affairs Departemen General Affair adalah supporting unit yang bertanggung jawab atas fungsi-fungsi maintenance, outsourcing, legal issues, sekuriti, office boy, transportasi, cleaning service, sekretariat, IT, personalia, ATK dan kantin Perspektif Keuangan Dalam strategi optimalisasi budget diharapkan biaya sesuai dengan anggaran dimana sebalumnya telah ditetapkan untuk payroll sebesar 23,35%, maintenance 0,42%,, listrik dan telepon 1,5%, dan biaya general and administration 1,89% dari total penjualan yang telah disetujui oleh manajemen. Target ini dapat dicapai dengan pengendalian alokasi biaya yang optimal dan memonitor alat dan penggunaan fasilitas perusahaan Perspektif Pelanggan Meningkatkan Loyalitas Karyawan Meningkatkan loyalitas karyawan dengan cara meningkatkan kepuasan karyawan secara keseluruhan melalui program kesejahteraan karyawan dengan menggunakan employee satisfaction indeks sebesar 80%. Zero demo juga merupakan suatu ukuran yang digunakan untuk menentukan loyalitas karyawan.
54 90 Company Image Perusahan menetapkan company image yang tinggi sebesar 98%, karena company Image akan berpengaruh terhadap persepsi pelanggan puspa catering. Company image yang baik yang sudah dimiliki perusahaan saat ini akan dipertahankan dengan cara memberikan tampilan dan hal yang memberikan pengaruh khas Perspektif Proses Bisnis Internal Turn Over Karyawan Saat ini turn over karyawan Puspa Catering adalah sebesar 15%, perusahaan menargetkan turn over karyawan untuk turun menjadi 10%. Untuk mencapai target ini dilakukan perekrutan karyawan sesuai dengan permintaan kebutuhan karyawan dari setiap departemen. Pengendalian Legal Issues Pengendalian legal Issues dengan cara mengikuti aturan ketenaga kerjaan dengan target 98%, penyelesaian masalah hukum sebesar 95% dan pencapaian on time legal document sebesar 100%. Target-target tersebut akan dicapai dengan cara mensosialisasikan peraturan dan tata tertib perusahaan dengan mebina komunikasi internal untuk setiap pimpinan dalam implementasi aturan dan tata tertib tersebut. Menyelesaikan
55 91 masalah yang timbul dengan tuntas dan pengerjaan legal document yang tepat waktu. Kapabilitas Karyawan Kapabilitas karyawan diukur dengan cara menargetkan akurasi kerja administrasi sebesar 95%, dan toleransi 1 masalah kecil yang tidak terselesaikan tiap tahun. Kapabilitas ini akan dijaga dengan mengimplementasikan dua buah program yaitu SOP dan P&P. Meningkatkan Komunikasi Komunikasi lintas perusahaan yang baik merupakan suatu tujuan yang di utamakan perusahaan maka diharapkan setiap informasi yang diberikan perusahaan dapat diterima dengan baik Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan Keahlian, pengetahuan dan kesejahteraan karyawan ditingkatkan agar karyawan mempunyai kemampuan untuk menjalankan roda bisnis dan administrasi dengan cara menargetkan jumlah jam pelatihan yang harus diikuti oleh karyawan yaitu 172 jam pertahun.
56 92 Perspektif Keuangan Optimalisasi Budget Perspektif Pelanggan Company Image Loyalitas Karyawan Proses Bisnis Internal Pengendalian Legal Issues Komunikasi yang Baik Turn over Karyawan Kapabilitas Karyawan Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan SDM yang Memiliki Skill and Knowledge yang Baik Pelatihan Gambar 4.10 Peta Strategi Puspa Catering Departemen General Affairs
57 93 Tabel 4.17 Balanced Scorecard Puspa Catering Departemen General Affairs Perspektif Strategik Obyektif Measure / KPI Ukuran Target Note/Inisiatif Keuangan F1 Optimalisasi Budget F1 Budget biaya Payroll F1 Biaya maintenance F1 Listrik dan telepon F1 Biaya General and Administration F1 Persentase F1 persentase F1 persentase F1 persentase F % dari total penjualan F1 0,42% dari total penjualan F1 1,5% dari total penjualan F1 1,89% dari total penjualan Pengendalian alokasi biaya yang optimal Memonitor alat dan penggunaan fasilitas perusahaan C1 Meningkatkan loyalitas karyawan C1 Tingkat kepuasan karyawan C1 Persentase C1 80% Mengajukan program kesejahteraan karyawan, penerapan lembur Depnaker dan jaminan kecelakaan diluar kerja C1 Zero demo C1 angka C1 0 Seluruh manajemen dapat menerima aturan dan Policy perusahaan Pelanggan C2 Company image C2 Company image C1 Persentase C1 98% Tampilan dan hal yang dapat dilihat yang memberikan pengaruh pikiran yang khas seperti: logo perusahaan, situs website, tampilan kartu nama, situs website, kualitas kertas, penampilan Wisma Puspa, Lokasi bangunan, interaksi yang baik dari karyawan secara pribadi terhadap pelanggan
58 94 B1 Turn over karyawan B1 Turn over karyawan B1 Persentase B1 10% Merekrut karyawan sesuai denga permintaan kebutuhan karyawan dari setap departemen B2 Kesesuaian dengan UU tenaga kerja rata rata B2 Persentase B2 98% Sosialisai peraturan dan tata tertib perusahaan dengan membina komunikasi internal untuk setiap pimpinan dalam implementasi aturan dan tata tertib Proses Bisnis Internal B2 Pengendalian legal issues B2 Penyelesaian masalah hukum B2 Persentase B2 95% Menggunakan mesin fingerprint untuk absensi guna menghindari kesalahan input pada absen karyawan dan perhitungan lembur berdasarkan mesin tersebut B2 On time legal document B2 Persentase B2 100% Menyelesaikan tiap masalah yang timbul dengan tuntas B3 akurasi kerja administrasi B3 Persentase B3 95% Pengerjaan Legal document yang tepat waktu B3 Kapabilitas karyawan B3 Jumlah masalah kecil yang tidak terselesaikan B3 angka B3 1 Masalah yang timbul diselesaikan secara tuntas B3 Number of program implemented B3 angka B3 2 SOP dan P&P B4 Meningkatkan komunikasi B4 Komunikasi lintas perusahaan yang baik B4 Persentase B4 95% Setiap informasi yang diberikan perusahaan dapat diterima dengan baik Pembelajaran dan Pertumbuhan L1 Meningkatkan kemampuan karyawan untuk dapat menjalankan roda bisnis yang terus dapat berkembang L1 Jumlah jam training L1 jam L1 172 jam Meningkatkan keahlian, pengetahuan dan kesejahteraan karyawan
59 Scorecard Departemen Pemasaran dan Penjualan Departemen pemasaran dan penjualan adalah departemen yang bertanggung jawab terhadap peningkatan jumlah dan niai penjualan serta bertanggung jawab atas mempersiapkan konsep untuk rencana pemasaran tahunan berdasarkan penetapan budget penjualan yang ditetapkan oleh manajemen. Pada Puspa Catering pasar yang menjadi sasaran menjadi dua bagian yaitu reception hall market dan non reception hall market. Kategori yang termasuk reception hall market adalah setiap acara yang dilangsungkan digedung pertemuan yang dikenakan charge gedung berkisar antara 10%- 40%, kebanyakan acara yang di langsungkan adalah resepsi perkawinan. Kategori yang termasuk non reception hall market adalah setiap acara yang dilaksanakan selain di gedung pertemuan dan tidak dikenakan biaya charge gedung seperti acara yang diselenggarakan di rumah atau kantor Perspektif Keuangan Sales and Budget Accuration Pencapaian target penjualan yang diukur dari target yang telah ditetapkan perusahaan dalam bentuk total penjualan sebesar 54,5 miliar untuk tahun 2009 maupun persentase segmen pasar yang telah ditentukan yaitu wedding hall (gedung) sebesar 55% dan non wedding hall (non gedung)
60 96 45%. Perusahaan menetapkan budget untuk biaya pemasaran sebesar 2.8% dari total penjualan dan dalam rangka untuk menekan biaya charge gedung menjadi 10% maka perusahaan melakukan inisiatif meningkatkan penjualan non reception hall market sehingga akan menghasilkan efisiensi biaya yang akan berdampak langsung terhadap tingkat profitabilitas Perspektif Pelanggan Customer Retention Dengan utilisasi database pelanggan perusahaan dapat menjalankan kegiatan CRM dengan baik. Diharapkan terjadi peningkatkan kepuasan pelanggan sehingga jumlah pelanggan yang melakukan pembelian kembali semakin bertambah adapun target yang ingin dicapai oleh perusahaan adalah customer retention sebesar 70% Adding New Customer Melalui kegiatan promosi below the line dan above the line, sales call, penjualan paket, customized service diharapkan jumlah pelanggan semakin bertambah terutama dalam perluasan pasar untuk pasar non reception hall market sebesar 45% di tahun 2009
61 97 Kepuasan pelanggan Dengan mengetahui seberapa besar tingat kepuasan pelanggan maka diharapkan dapat melakukan langkah-langkah strategis untuk pengembangan pasar melalui riset pasar untuk kepuasan pelanggan, event report yang berisi komentar pelanggan terus membenahi MOT di Puspa Catering. Adapun target yang ingin dicapai oleh perusahaan adalah kepuasan pelanggan sebesar 95%. Market positioning Untuk menempatkan positioning dari Puspa Catering di benak target pasarnya maka perusahaan menetapkan level of brand awareness yang harus dicapai perusahaan sebesar 90% unutk mencapai target ini perusahaan melakukan inisiatif seperti, food testing, mengikuti exhibition dan sales call Perspektif Proses Bisnis Internal Untuk menciptakan program kerja yang akurat maka perusahaan menetapkan KPI yaitu ketepatan pendistribusian event order, ketepatan laporan hasil sales call dan laporan hasil follow up pelanggan. Untuk mencapai target dari KPI tersebut maka perusahaan melakukan inisiatif menetapkan kontrak yang jelas dan penjadwalan waktu sales call.
62 Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan SDM dengan keahlian dan pengetahuan yang baik di departemen pemasaran dan penjualan dapat dicapai dengan melakukan pelatihan-pelatihan dalam bidang keahlian menjual, manangani pelanggan, menangani keluhan. Untuk itu perusahaan melakukan inisiatif seperti pelatihan dan workshop yang diadakan 2 kali dalam 1 tahun, morning briefing yang diadakan 2 kali seminggu dan program pengembangan karir 6 bulan sekali.
63 99 Perspektif keuangan Peningkatan Penjualan Optimalisasi Budget Perspektif Pelanggan New Market Customer Retentions Kepuasan Pelanggan Market Positioning Perspektif Proses Bisnis Internal Follow up Customer Akurasi Program Kerja Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan Pelatihan SDM yang Memiliki Skill dan Knowledge yang Baik Job Rotation Gambar 4.11 Peta Strategi Puspa Catering Departemen Penjualan dan Pemasaran
64 100 Tabel 4.18 Balanced Scorecard Departemen Penjualan dan Pemasaran Puspa Catering Perspektif Strategik Obyektif Measure / KPI Ukuran Target Note / Inisiatif Keuangan Pelanggan F1 Akurasi anggaran dan penjualan C1 Mempertahankan pelanggan C2 Menambah pelanggan baru F1 Pencapaian Target Penjualan F1 Angka F2 Kesesuaian pencapaian target berdasarkan segmen F3 Biaya Pemasaran F4 Biaya Charge Gedung C1 Pelanggan yang melakukan pembelian kembali C2 Perluasan pasar F2 Persentase F3 Persentase F4 Persentase C1 Persentase C2 Persentase Rp. 54,5 M/Tahun 2009 Hall : Non Hall = 55 : % Pembagian tugas sales berdasarkan target yang dituju Sales Call Analisa hasil pemasaran mengenai efektivitas dan efisiensi dari sarana komunikasi yang dilakukan 10% Meningkatkan penjualan non gedung 70% 55% untuk pasar nonhall Tele sales berdasarkan database, mulai dari 2 bulan sebelum kemungkinan acara dilaksanakan. Komunikasi below the line seperti Website, Brosur, dll Sales Call / Canvassing Pembuatan Paket paket menu untuk meraup pasar baru (paket breakfast, set menu full service, paket berdasarkan gedung rekanan, dll) Penanganan berbeda untuk customer yang melakukan pembelian rutin dengan sistem kontrak, mulai dari penulisan judul, penanganan sumber daya, sampai pelaksanaan di lap. Event report yang berisi komentar pelanggan dan tanda tangannya C3 Kepuasan Pelanggan C3 Kepuasan umum pelanggan terhadap kinerja Puspa Catering C3 Persentase 95% Pemberian tertulis ucapan terima kasih kepada setiap pelanggan Terus membenahi dan menyempurnakan MOT di Puspa Catering C3 Peningkatan Words of Mouth C3 Persentase 80% Kesadaran bahwa sarana pemasaran/komunikasi yang paling baik adalah pada setiap event yang terjadi.
65 101 Sales Call Proses Bisnis Internal Pembelajaran dan Pertumbuhan C4 Market Positioning C4 Brand Awareness B1 Work Program Accuracy B1 Ketepatan pendistribusian Event Order B1 Ketepatan laporan hasil salescall B2 Follow up Customer B2 Laporan hasil follow up pelanggan L1 SDM yang memiliki keahlian dan pengetahuan yang baik L2 Enthusiasm C4 Persentase B1 Hari B1 Persentase B2 Persentase 90% Maksimal H 2 untuk Non Gedung dan H 7 untuk Gedung L1 Lulus dalam masa percobaan L1 Bulan 3 bulan L1 Dapat mengetahui dan menjalankan penjualan Puspa di rekanan yang berbedabeda L1 Pengetahuan akan informasi terbaru baik dari internal atau eksternal Puspa L2 Pengetahuan dan kemampuan diluar jobdesk L1 Angka L1 Angka 90% 95% 3 bulan sekali 2 kali per minggu 2 pelatihan per tahun Mengikuti ekhibition yang diselenggarakan oleh rekanan Food Tasting untuk pelanggan dari 2 segmen yang berbeda Adanya kontrak yang berisikan info mulai dari waktu pembayaran, finalisasi menu dan aturan lainnya dalam syarat dan perjanjian dengan pelanggan yang saling menguntungkan Schedulling waktu salescall dan laporannya Dalam masa percobaan 3 bulan pertama, para sales baru wajib mendapatkan dan memahami pengetahuan dasar bisnis catering umumnya dan catering Puspa khususnya Sistem rotasi pada saat kunjungan berkala ke rekanan Morning briefing Workshop yang diselenggarakan oleh eksternal puspa L2 Angka 6 bulan sekali Program pengembangan karir
66 Scorecard Manager Penjualan Perspektif Keuangan Pencapaian target pemasaran dan penjualan yang optimal dengan mengontrol dan mengendalikan biaya operasional. Dari segi perspektif keuangan manajer penjualan diharuskan dapat mencapai target penjualan sebesar 54,5 miliar dan pencapaian target berdasarkan target segmen 55:45. Tugas mengontrol atau mengendalikan biaya operasional dengan tetapan target biaya pemasaran sebesar 2,8% dan biaya charge gedung sebesar 10 % dari total penjualan menjadi pendukung pencapaian scorecard departemen. Target target tersebut ditetapkan sesuai dengan strategi objektif yang ditetapkan pada tingkatan departemen oleh manajemen Perspektif Pelanggan Strategi objektif menjaga citra merek dan perusahaan terhadap pelanggan menjadi pendukung strategi objektif kepuasan pelanggan dan market positioning untuk scorecard departemen pemasaran dan penjualan. Target KPI yang ditetapkan perusahaan adalah adalah brand awareness dan brand equity sebesar 90% Menerapkan CRM. CRM adalah alat yang digunakan manajer penjualan untuk mencapai strategi objektif mempertahankan pelanggan dan kepuasan pelanggan
67 103 pada scorecard departemen pemasaran dan penjualan. Adapun KPI yang digunakan adalah, peningkatan jumlah pelanggan 20%, tingkat kepuasan umum pelanggan 95% dan pelanggan yang melakukan repeat order sebesar 70% Perspektif Proses Bisnis Internal Sales plan Manajer penjualan diharapkan untuk merancang sebuah sales plan guna menyusun rencana kerja dengan target rencana dapat diaktualisasikan sebesar 90%. Pengumpulan data Rencana kerja dapat dicapai dengan cara pengumpulan data sehingga forecasting yang dilakukan manager dapat mempunya tingkat akurasi sebesar 80 %. Ketepatan program kerja Berbekal dengan forecasting dan rencana kerja yang baik sales manager diharapkan mempunyai ketepatan program kerja yang diukur menggunakan persentase budget vs realisasi sebesar 80% dan jumlah loss order yang tidak melebihi 5%.
68 Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan Sales manager diharapkan dapat meningkatkan kemampuan manajerial dengan melakuakn pelatihan soft skill yang difokuskan untuk membangun kerja sama yang solid antara staff maupun divisi yang dipimpinnya, serta memiliki kemampuan leadership yang baik. Sedikitnya pelatihan tersebut akan dilakukan satu kali setahun. Dengan demikian strategi objektif SDM yang memliki keahlian dan pengetahuna yang baik pada scorecard departemen dapat tercapai.
69 105 Tabel 4.19 Balanced Scorecard Manager Penjualan Perspektif Strategik Obyektif Measure / KPI Ukuran Target F1 Pencapaian Target Penjualan F1 Angka Rp. 54,5 M/Tahun 2009 Keuangan F1 pencapaian target pemasaran dan penjualan yang optimal dengan mengontrol dan mengendalikan biaya operasional F2 Kesesuaian pencapaian target berdasarkan segmen F2 Persentase Gedung : Non Gedung = 55 : 45 F3 Biaya Pemasaran F3 Persentase 2.80% F4 Biaya Charge Gedung F4 Persentase 10% C1 Menjaga citra merek dan citra perusahaan terhadap kepuasan pelanggan C1 Brand awareness dan brand equity C1 Persentase 90% Pelanggan C2 Menerapkan CRM C2 Peningkatan jumlah pelanggan C2 Persentase 20% C2 Tingkat kepuasan umum pelanggan terhadap puspa catering C2 Persentase 95% C2 Repeat order C2 Persentase 70% B1 Sales plan B1 Rencana kerja B1 Persentase 90% Proses Bisnis Internal B2 Pengumpulan data B2 Forecasting B2 Persentase 80% B3 Persentase budget vs realisasi B3 Persentase 80% B3 Ketepatan program kerja B3 Jumlah loss order B3 Persentase 5% Pembalajaran dan pertumbuhan L1 Peningkatan kemampuan manajerial L1 Jumlah pelatihan manajerial pertahun L1 Angka 1 kali pertahun
70 Scorecard Staf Penjualan Perspektif Keuangan Annual sales, Untuk mencapai target penjualan berdasarkan segmen pasar yang ditentukan (55:45) staff penjualan dibagi menjadi 2 bagian yaitu sales gedung dan non gedung dan total penjualan sebesar 54,5 miliar, maka setiap sales memiliki target penjualan berbeda yaitu untuk gedung 7 miliar pertahun dan non gedung 4.5 miliar pertahun. Alat ukur yang digunakan adalah penjualan individu tahunan gedung dan non gedung dan persentase prospek pelanggan yang menjadi penjualan sebesar 95% Perspektif Pelanggan Peningkatan Pelayanan. Strategi ini diukur melalui jumlah kunjungan kepada pelanggan/rekanan yang dilakukan oleh personel sales dalam rangka menjalin kemitraan terhadap pelanggan maupun bentuk peningkatan pelayanan. Target kunjungan kepada pelanggan atau rekanan ditetapkan sebanyak 3 kali dalam seminggu. Pertumbuhan Sales Pertumbuhan sales diharapkan akan terjadi melalui pendapatan minimal 3 pelanggan baru dalam satu minggu dan repeat order sebesar 70 persen. Persentase repeat order erat kaitannya dengan pelanggan atas produk-produk
71 107 dan pelayanan yang diberikan, dengan melakukan pengukuran ini diharapkan tim penjualan dapat lebih focus terhadap pelanggan Perspektif Proses Bisnis Internal Ketepatan Program kerja, strategi ini diukur melalui jumlah miss order yang dilakukan oleh personil sales. Kesalahan sering kali terjadi dalam penyampaian order dari pelanggan ke departemen yang terkait hal ini sebisa mungkin di eliminasi dengan menekan kesalahan dalam pembuatan Event Order (EO). Target yang ditetapkan jumlah miss order yang diperbolehkan sebesar 5% Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan Peningkatan product knowledge bertujuan agar personel sales dapat meningkatkan pelayanan kepada pelanggan, untuk itu perusahaan menetapkan jumlah kehadiran dalam pelatihan yang diadakan oleh perusahaan untuk personel sales sedikitnya 90%.
72 108 Tabel 4.20 Balanced Scorecard Staff Penjualan Perspektif Strategik Obyektif Measure / KPI Ukuran Target Keuangan F1 Annual sales F1 Penjualan individu tahunan Gedung F1 Angka F1 Penjualan individu tahunan Non Gedung F1 Angka *Berbeda setiap sales individu *Berbeda setiap sales individu F1 Persentase prospek pelanggan yang menjadi penjualan F1 Persentase 95% C1 Peningkatan pelayanan C1 Jumlah kunjungan pelanggan/rekanan perbulan C1 Angka 3 kali seminggu Pelanggan C2 Pertumbuhan sales C2 Repeat order C2 Persentase 70% C2 Pelanggan baru C2 Angka 3 pelanggan perminggu Proses Bisnis Internal B1 Ketepatan Program kerjai B1 Jumlah Miss order B1 Persentase 5% Pembelajaran dan Pertumbuhan L1 Peningkatan product knowledge L1 Jumlah kehadiran dalam training yang diadakan L1 Persentase 90%
73 Pengukuran Kinerja Setelah ditetapkannya target-target pada setiap KPI yang ada maka diperlukan suatu strandar pencapaian untuk mengukur kinerja, sebagai alat evaluasi untuk melihat tercapai atau tidaknya target tersebut. Dalam pengukuran kinerja ini metode yang digunakan adalah, dengan sistem pembobotan nilai. Metode tersebut berupa pembobotan dengan skala nilai 1 sampai 5. Peringkat pembobotan dapat dilihat pada table berikut; Range target Tabel 4.21 Pringkat Pembobotan 40%-59,9% 50%-69,9% 70%-89,9% 90%-99,9% 100% Nilai Untuk mengetahui pencapaiannya dilakukan pengukuran kinerja selama satu tahun dimana nilai tersebut di dihitung rata-ratanya, dengan menggunakan rumus sebagai berikut: Nilai rata-rata = ( Jumlah nilai/jumlah ukuran) Pada tahapan perancangan BSC ini ditetapkan terlebih dahulu bobot nilai dari tiap KPI yang ada oleh penyusun dan manajemen. Pembobotan nilai ini biasanya diberikan menurut fungsi-fungsi yang berhubungan dengan departemen maupun pihak yang bersangkutan. Tiap departemen maupun bagian mempunyai komposisi bobot nilai yang berbeda-beda, hasil pembobotan ini dihitung nilai pencapaiannya. Dengan demikian didapat nilai
74 110 rata-rata dari setiap KPI nya yang kemudian dibuat ranking pencapaian target menggunakan ukuran ranking sebagai berikut; Tabel 4.22 Ranking Pencapaian Target Rentang nilai Pencapaian target 4-5 Sangat Baik 3-3,9 Baik 2-2,9 Sedang 1,1-1,9 Kurang 1 Sangat Kurang Sangat baik berarti suatu departemen atau personil telah mampu mencapai atau melampaui target yang telah ditetapkan oleh perusahaan dengan mencapai rentang nilai 4-5. Baik berarti suatu departemen atau personil mampu mencapai target yang telah ditetapkan oleh perusahaan dengan mencapai rentang nilai 3-3,9. Sedang berarti suatu departemen atau personil masih perlu meningkatkan kinerja karena poin yang dicapai hanya berkisar pada rentang nilai 2-2,9. Kurang berarti suatu departemen atau personil tidak mencapai target karena kisaran poinnya hanya mencapai rentang nilai 1,1-1,9. Sangat kurang berarti suatu departemen atau personil dianggap mempunyai kinerja yang buruk dan sangat berbahaya bagi perusahaan karena hanya mecapai nilai 1
75 111 Metode pengukuran kinerja ini digunakan untuk memantau kinerja departemen atau personil yang dibagi menjadi 5 kategori yaitu Sangat baik, Baik, Sedang, Buruk, Sangat buruk. Evaluasi kinerja ini dapat dipantau secara triwulan, semesteran atau tahunan yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Perancangan balanced scorecard ini, diharapkan dapat membantu perusahan untuk menilai kinerjanya terhadap inisiatif dan strategi perusahaan dengan target-target
BAB III METODOLOGI. Market Assessment. Marketing Strategy. Business Plan. Conclusion
40 BAB III METODOLOGI 3.1. Kerangka Pikir Market Assessment SWOT Porter s Five Forces Marketing Strategy Business Plan Conclusion Gambar 3.1 Kerangka Pikir 41 3.2. Penjelasan Kerangka Pikir Pertama-tama,
BAB III LANGKAH PEMECAHAN MASALAH
BAB III LANGKAH PEMECAHAN MASALAH 3.1 Langkah-langkah penelitian 3.1.1 Observasi di PT Pertamina Gas Pada tahap ini, dilakukan pengamatan langsung ke Departemen Sumber daya manusia PT Pertamina Gas yang
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN
50 BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. Metode pengukuran kinerja di PT Tera Data Indonusa Selama ini PT. Tera Data Indonusa mengukur kinerja dengan melakukan analisis terhadap laporang keuangannya dan membandingkannya
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Semakin berkembangnya zaman diikuti juga dengan semakin banyaknya perusahaan yang tumbuh dan bersaing dengan perusahaan yang telah lebih dulu ada. Setiap pemilik perusahaan
BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISA DATA
BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISA DATA 4.1. Penyajian data 4.1.1.Gambaran Umum Perusahaan Awal mulanya pada tahun 2006 perusahaan ini didirikan oleh dua pemegang saham dengan nama PT Citra Profoam Indonesia.
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Perencanaan Strategi Sistem dan Teknologi Informasi 2.1.1 Pengertian Perencanaan Strategis Perencanaan strategis, menurut Ward dan Peppard (2002, p462) adalah analisa
URAIAN JABATAN. Merencanakan, mengarahkan dan mengawasi seluruh kegiatan Direktorat Pemasaran untuk merencanakan strategi Pemasaran sesuai RKAP
Job Description Direktur Tanggung Jawab Utama: Dewan Penasehat Direktur Marketing & Resources Department URAIAN JABATAN Identitas Jabatan Nama Jabatan : Direktur Pemasaran Departemen : Pemasaran Atasan
BAB III KERANGKA PEMIKIRAN. teoretik. Manajemen strategi didefinisikan sebagai ilmu tentang perumusan
22 BAB III KERANGKA PEMIKIRAN 3.1. Kerangka Pemikiran Teoritis 3.1.1. Manajemen Strategi Penelitian ini menggunakan perencanaan strategi sebagai kerangka teoretik. Manajemen strategi didefinisikan sebagai
BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN. bidang packaging, seperti membuat bungkusan dari suatu produk seperti, chiki,
BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN 3.1 Riwayat Perusahaan PT. Karya Indah Bersama adalah sebuah perusahaan yang bergerak pada bidang packaging, seperti membuat bungkusan dari suatu produk seperti, chiki,
Resume Chapter 2: Charting a Company s Direction: Its Vision, Mission, Objectives, and Strategy
Resume Chapter 2: Charting a Company s Direction: Its Vision, Mission, Objectives, and Strategy Perusahaan yang memiliki keunggulan bersaing diharuskan mampu dalam memahami perubahan struktur pasar dan
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. melalui Five Forces Porter Analysis dan analisis SWOT, maka dapat diambil
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI 5.1 Kesimpulan Setelah melakukan analisis terhadap lingkungan eksternal dan internal melalui Five Forces Porter Analysis dan analisis SWOT, maka dapat diambil kesimpulan
ANALISIS STRATEGIK DAN MANAJEMEN BIAYA STRATEGIK
3 ANALISIS STRATEGIK DAN MANAJEMEN BIAYA STRATEGIK strategik Visi Misi Corporate Strategy Tujuan tujuan yang ingin dicapai di masa depan jalan pilihan yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan seperangkat
BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN. PT. Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) merupakan hasil merger dari
59 BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN 3.1 Riwayat Perusahaan PT. Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) merupakan hasil merger dari tiga BUMN Niaga yaitu PT. Dharma Niaga, PT. Pantja Niaga dan PT.
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Business Model Menurut Alan Afuah business model adalah kumpulan aktivitas yang telah dilakukan sebuah perusahaan, bagaimana hal tersebut dilakukan, dan
BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN. Kesimpulan yang didapat dari analisis adalah :
BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan Kesimpulan yang didapat dari analisis adalah : Dari segi politik terdapat perundang-undangan yang mengatur mengenai pemenuhan bahan baku Industri pulp dan paper terdapat
BAB III KERANGKA PEMIKIRAN
BAB III KERANGKA PEMIKIRAN 3.1. Kerangka Pemikiran Teoritis 3.1.1. Konsep Strategi Perusahaan Manajemen meliputi perencanaan, pengarahan, pengorganisasian dan pengendalian atas keputusan-keputusan dan
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Pendahuluan PT Bank CIMB Niaga Tbk telah menetapkan visi dan misinya yaitu Menjadi Bank terpercaya di Indonesia, bagian dari jaringan universal banking terkemuka
: MANAGER & STAFF. 5 Apakah terdapat rotasi pekerjaan yang dilakukaan perusahaan?
Nama Perusahaan Dilengkapi oleh Jabatan : PT. PP LONDON SUMATRA INDONESIA TBK : PROCUREMENT & HUMAN RESOURCES : MANAGER & STAFF FUNGSI PEMBELIAN A. Umum Ya Tidak Ket. 1 Apakah struktur organisasi telah
BAB I PENDAHULUAN. terciptanya konsep balanced scorecard. Sejarah balanced scorecard dimulai dan
BAB I PENDAHULUAN A.Latar Belakang Masalah Idealnya, setiap manajemen perusahaan memerlukan suatu alat ukur untuk mengetahui seberapa baik performa perusahaan. Objek yang selalu diukur adalah bagian keuangan,
KULIAH 7 MANAJEMEN STRATEGIS
KULIAH 7 MANAJEMEN STRATEGIS Prentice Hall, 2002 8-1 PENTINGNYA MANAJEMEN STRATEGIS APA YANG DIMAKSUD MANAJEMEN STRATEGIS? Sekumpulnan keputusan dan tindakan manajerial yang menentukan kinerja organisasi
E-COMMERCE. Achmad Dwi Saputro S.Kom, MM
E-COMMERCE Achmad Dwi Saputro S.Kom, MM 2 Balanced Scorecard Balanced Scorecard merupakan suatu alat managemen yang menilai progres organisasional menuju tujuan strategik melalui pengukuran kinerja pada
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN 3.1 Profile Perusahaan PT. Tatalogam Lestari, yang berproduksi pertama kali pada tahun 1994, adalah produsen genteng metal terbesar di Indonesia dan sudah mampu berbicara
BAB II PT. SOUCI INDOPRIMA
BAB II PT. SOUCI INDOPRIMA A. Sejarah Ringkas PT. Souci Indoprima adalah sebuah merk dagang yang berdiri pada tanggal 28 Desember 2002 yang disahkan oleh Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik
DAFTAR ISI. Halaman KATA PENGANTAR... i DAFTAR ISI... ii DAFTAR TABEL... iv DAFTAR GAMBAR... v DAFTAR LAMPIRAN... vi DAFTAR ISTILAH...
DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR... i DAFTAR ISI... ii DAFTAR TABEL... iv DAFTAR GAMBAR... v DAFTAR LAMPIRAN... vi DAFTAR ISTILAH... vii I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang... 1 1.2 Rumusan Masalah... 4
BAB 3 ANALISIS BASIS DATA YANG BERJALAN
BAB 3 ANALISIS BASIS DATA YANG BERJALAN 3.1. Latar Belakang Perusahaan 3.1.1. Sejarah Perusahaan PT. SKA adalah perusahaan yang bergerak di bidang konsultan IT yang memiliki beragam produk dan jasa yang
Bab IV ANALISIS DAN HASIL
Bab IV ANALISIS DAN HASIL 4.1 Efektifitas dan Efisiensi Penilaian Kinerja Suatu kinerja dikatakan efektif bila dapat diselesaikan dalam waktu yang tepat atau lebih cepat dari perkiraan target penyelesaian
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI Strategic Company Strategy merupakan kombinasi dari pergerakan kompetitif dan pendekatan bisnis yang manager lakukan untuk melayani pelanggan, dapat memenangkan
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 RUMAH Rumah adalah salah satu kebutuhan pokok manusia selain sandang dan pangan. Rumah biasanya digunakan manusia sebagai tempat berlindung dari panas matahari dan hujan. Selain
III. METODOLOGI PENELITIAN
III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan strategi balanced scorecard dimana balanced scorecard memiliki empat perspektif strategi, yaitu
BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi informasi di era globalisasi yang begerak cepat telah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi informasi di era globalisasi yang begerak cepat telah dapat meningkatkan kinerja dan memungkinkan berbagai kegiatan dapat dilaksanakan dengan
KATA PENGANTAR. Puji dan syukur dipanjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas bantuan dan rahmat-nya sehingga penulisan tesis ini dapat terselesaikan.
KATA PENGANTAR Puji dan syukur dipanjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas bantuan dan rahmat-nya sehingga penulisan tesis ini dapat terselesaikan. Setelah memperoleh bekal pendidikan selama masa perkuliahan,
MATERI TAMBAHAN MANAJEMEN STRATEGI Angkatan 19 SIB 3 By : Dra. Peni Sawitri, MM
MATERI TAMBAHAN MANAJEMEN STRATEGI Angkatan 19 SIB 3 By : Dra. Peni Sawitri, MM Analisis Matrix SWOT Salah satu model perencanaan strategis adalah analisis SWOT (Strength, Weaknesses, Opportunities dan
STUDI KELAYAKAN BISNIS PERTEMUAN KETUJUH
STUDI KELAYAKAN BISNIS PERTEMUAN KETUJUH Putri Irene Kanny [email protected] POKOK BAHASAN : PERANAN STRATEGIS SDM DAN HUMAN RESOURCES SCORECARD PERENCANAAN STRATEGI SDM SDM adalah faktor
UKURAN KINERJA PERUSAHAAN DENGAN ANALISIS BSC DAN SWOT PADA PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) TBK, KCU BEKASI
UKURAN KINERJA PERUSAHAAN DENGAN ANALISIS BSC DAN SWOT PADA PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) TBK, KCU BEKASI DISUSUN OLEH : NAMA : Metta Mustika Septiani NPM : 10208799 JURUSAN : Manajemen (S-1) PEMBIMBING
6 SIMPULAN DAN SARAN Simpulan 104 Saran 105 DAFTAR PUSTAKA 106 LAMPIRAN 111 RIWAYAT HIDUP
iii DAFTAR ISI DAFTAR TABEL vi DAFTAR GAMBAR vii DAFTAR LAMPIRAN vii 1 PENDAHULUAN Latar Belakang 1 Perumusan Masalah 3 Tujuan Penelitian 4 Manfaat Penelitian 4 Ruang Lingkup Penelitian 4 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 3.1 Sejarah Perusahaan Pabrik Air Minum Dalam Kemasan (Air Mineral) JAVA yang berkedudukan di Jl. Raya Muncul KM.7 No. 1 Banyubiru adalah Perusahaan yang bergerak di bidang
PEMBUATAN PERENCANAAN STRATEGIS SISTEM INFORMASI DENGAN METODE ANALISA SWOT DAN BSC UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING DI PT. XYZ UNTUK TAHUN
PEMBUATAN PERENCANAAN STRATEGIS SISTEM INFORMASI DENGAN METODE ANALISA SWOT DAN BSC UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING DI PT. XYZ UNTUK TAHUN 2010-2015 Regina A. Koilam 9108.205.304 Latar Belakang Peningkatan
BAB III ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN. masakan yang terdiri dari indonesian food, Chienes food, dan Japanes food Tahu
BAB III ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN 3.1. Sejarah Singkat Perusahaan Tahu Tidur Resto adalah sebuah restoran yang menyediakan berbagai menu masakan yang terdiri dari indonesian food, Chienes food, dan
BAB IV ANALISIS. Peningkatan kualitas..., Priyambodo Nur Ardi Nugroho, FT UI, 2010.
BAB IV ANALISIS Dalam industri jasa, termasuk freight forwarding, loyalitas pelanggan sangat penting sekali untuk bisa tetap menguasai pasar dan mendapat pelanggan. Karena dalam persaingan di dunia freight
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 1.1 Strategic Strategy dalam sebuah perusahaan terdiri dari beberapa pergerakan kompetitif dan pendekatan bisnis yang manager lakukan untuk mengembangkan bisnis, menarik dan melayani
BAB III. Penelitian merupakan serangkaian aktivitas yang dilakukan secara sitematis, logis
BAB III METODE PENELITIAN III.1 Pemilihan Objek Penelitian Penelitian merupakan serangkaian aktivitas yang dilakukan secara sitematis, logis dan objektif untuk menemukan solusi atas suatu masalah yang
BAB II LANDASAN TEORI
6 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Definisi dan Konsepsi Pemasaran Pengertian dari pemasaran menurut Philip Kotler (Kotler 2006: 6) dibagi menjadi dua aspek yaitu sosial dan manajerial. Definisi sosial lebih
Universitas Bina Nusantara. Analisis Strategi Pemasaran Untuk Pengembangan Pasar Pada PT. Padang Digital Indonesia
Universitas Bina Nusantara Analisis Strategi Pemasaran Untuk Pengembangan Pasar Pada PT. Padang Digital Indonesia Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Skripsi Strata 1 Semester Ganjil tahun 2006/2007 Yuyun
Keterkaitan Sistem Manajemen Mutu dengan performa perusahaan
Keterkaitan Sistem Manajemen Mutu dengan performa perusahaan Sistem Manajemen Mutu Perusahaan PROSES MANAGEMENT New produk Bisnis Plan Regular production REALISASI PRODUK Recruitmen Perencanaan Mutu Contract
a. Format proposal 1) Judul Judul dibuat secara menarik dan singkat. 2) Executive summary Ringkasan Eksekutif (Maksimum 2 halaman, dengan satu spasi)
a. Format proposal 1) Judul Judul dibuat secara menarik dan singkat. 2) Executive summary Ringkasan Eksekutif (Maksimum 2 halaman, dengan satu spasi) 1. Penjelasan ringkas tentang perusahaan (Nama, visi,
DAFTAR TABEL. Tabel1.1: Konsep manajemen terpopuler...3 Tabel 2.1 : Faktor pendorong pencapaian tujuan keuangan...15
DAFTAR TABEL Tabel1.1: Konsep manajemen terpopuler...3 Tabel 2.1 : Faktor pendorong pencapaian tujuan keuangan...15 Tabel 2.2 : Perbedaan sistem manajemen strategik dalam manajemen tradisional dengan sistem
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Pengertian Kinerja Kinerja adalah hasil kerja yang dapat dicapai seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masingmasing
Oleh : Edi Sugiarto, S.Kom, M.Kom. Edi Sugiarto, M.Kom - Supply Chain Management dan Keunggulan Kompetitif
Oleh : Edi Sugiarto, S.Kom, M.Kom Edi Sugiarto, M.Kom - Supply Chain Management dan Supply Chain Management pada hakekatnya adalah jaringan organisasi yang menyangkut hubungan ke hulu (upstream) dan ke
BAB V PEMBAHASAN. Tabel 5.1 Jumlah Sasaran Strategis dan KPI Departemen yang telah ada. Jumlah Sasaran Strategis
BAB V PEMBAHASAN Tujuan penelitian ini adalah: 1. Mengidentifikasi Key Performance Indicator (KPI) perusahaan 2. Merancang Peta Startegi dan KPI berdasarkan kerangka pengukuran kinerja Balanced Scorecard.
Fungsi Jabatan Tugas, wewenang dan tanggung jawab masing-masing jabatan adalah sebagai berikut: 1. Jajaran Direksi Perusahaan a.
BAB XI STRUKTUR ORGANISASI A. STRUKTUR ORGANISASI PERUSAHAAN Pabrik benzaldehyde ini direncanakan berbentuk perseroan terbatas sehingga untuk memperlancar jalannya manajemen di perusahaan, perlu dibuat
BAB III ANALISIS DAN PENGEMBANGAN MODEL
BAB III ANALISIS DAN PENGEMBANGAN MODEL Pada bab ini dijelaskan mengenai analisis penerapan sistem pengukuran kinerja menggunakan Metode Prism dan pengembangan model pengukuran kinerja tersebut pada unit
BAB III EVALUASI BISNIS
BAB III EVALUASI BISNIS 3.1. Evaluasi Pencapaian Bisnis Konveksi Pakaian KVKU Pola gaya hidup konsumtif masyarakat Indonesia sangat berpengaruh terhadap performa penjualan KVKU dari tahun ke tahunnya.
BAB I PENDAHULUAN. pada tanggal 4 September 2003 yang beralamat di JL. Raya R.C Veteran no
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Bentuk, Bidang Dan Perkembangan Usaha 1.1.1 Bentuk Usaha PT Jaya Utama Motor adalah perusahaan perseroan terbatas yang bergerak dibidang otomotif dengan menjalankan usahanya berfokus
BAB 3 SIMPULAN DAN SARAN
BAB 3 SIMPULAN DAN SARAN 3.1.Simpulan Kesimpulan yang dapat diperoleh dari Praktik Kerja Lapangan adalah sebagai berikut : 1. Manager HRD (Human Resource Development) di Jambuluwuk Batu Village Resort
BAB I PENDAHULUAN. menggunakan pengukuran dari aspek keuangan, kurang memperhatikan. pengukuran tersebut dengan strategi badan usaha.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Pada umumnya pengukuran kinerja yang dilakukan oleh suatu badan usaha hanya berorientasi pada jangka pendek dan mengandung tingkat subyektivitas yang tinggi. Di samping
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang PT Gandum Mas Kencana merupakan perusahaan di bidang pabrikasi yang memproduksi bahan makanan untuk keperluan industri, food service dan consumer goods. Produk yang
BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA
57 BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA 4.1. Pengumpulan Data 4.1.1. Sejarah Perusahaan PT. Inkoasku merupakan salah satu perusahaan industri otomotif yang bergerak dalam bidang Wheel Rim Manufakturing.
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat, perusahaan haruslah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat, perusahaan haruslah mempunyai strategi agar tetap dapat mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan tersebut. Selain
a. Format proposal 1) Judul Judul dibuat secara menarik dan singkat. 2) Executive summary Ringkasan Eksekutif (Maksimum 2 halaman, dengan satu spasi)
a. Format proposal 1) Judul Judul dibuat secara menarik dan singkat. 2) Executive summary Ringkasan Eksekutif (Maksimum 2 halaman, dengan satu spasi) 1. Penjelasan ringkas tentang perusahaan (Nama, visi,
BAB II LANDASAN TEORI. dicapai pada suatu periode tertentu dan mengukur seberapa jauh terjadinya
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Pengukuran Kinerja Pengukuran merupakan upaya mencari informasi mengenai hasil yang dicapai pada suatu periode tertentu dan mengukur seberapa jauh terjadinya penyimpangan akibat
Universitas Kristen Maranatha BAB 1 PENDAHULUAN
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Laju pertumbuhan penduduk Indonesia semakin meningkat saat ini. Hal ini mendorong semakin meningkatnya juga kebutuhan masyarakat Indonesia. Laju pertumbuhan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
36 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Kerangka Pikir berikut : Tahapan penelitian dalam penulisan GFP ini dapat dijelaskan dalam bagan Gambar 3.1 Tahapan Penelitian 37 Sebagai salah satu tahap awal, kerangka
BAB I PENDAHULUAN. tekanannya, sehingga perusahaan dituntut melakukan inovasi secara terus menerus
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam industri telekomunikasi saat ini cenderung berada dalam kondisi pasar dengan tingkat kompetisi yang tinggi dan ke depan akan terus meningkat tekanannya,
Wawancara Terhadap Bapak Moch Badafi (Direktur Utama PT. Threechords. Systemindo) 1. Menurut Anda, apa saja faktor faktor yang menjadi kekuatan PT.
L 1 Wawancara Terhadap Bapak Moch Badafi (Direktur Utama PT. Threechords Systemindo) 1. Menurut Anda, apa saja faktor faktor yang menjadi kekuatan PT. Threechords Systemindo dalam persaingan bisnis ini?
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Analisis Porter Strategi kompetitif merupakan suatu framework yang dapat membantu perusahaan untuk menganalisa industrinya secara keseluruhan, serta menganalisa kompetitor dan
Analisis industri..., Hendry Gozali, FE UI, 2009 Universitas Indonesia
33 3.2.5. Tantangan-tantangan lain yang dihadapi PT. YZ Krisis ekonomi global yang terjadi pada awal tahun 2008 memberikan dampak terhadap industri dimana PT. YZ bersaing. Dengan adanya krisis ekonomi,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Konsep Strategi Strategi merupakan alat untuk mencapai tujuan. Dalam perkembangannya, konsep strategi terus berkembang. Hal ini dapat ditunjukkan oleh adanya perbedaan konsep
BAB 3 METODE PENELITIAN
BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Flow Chart Metodologi Penelitian Sumber: Data Hasil Pribadi Gambar 3.1 Flowchart MetodePenelitian 40 41 1 Penerjemahan Visi dan Misi ke dalam empat perspektif Analisis SWOT
pelanggan, perbaikan dalam proses pengiriman produk kepada pelanggan, adalah jalan kecil yang mendasar menuju sistem CRM.
ABSTRAK PT. Indovickers Furnitama (IF) adalah salah satu dari sekian banyak perusahaan yang bergerak dalam bidang bisnis furnitur dewasa ini. Perkembangan yang pesat dalam bidang furniture ini menciptakan
BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN
126 BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Setelah melakukan analisis mendalam tentang PT. Asuransi Wahana Tata serta melakukan perhitungan terhadap setiap aspek yang berkaitan dengan pengembangan strategi
BAB V ANALISA DATA. 5.1.Analisa Hubungan Sebab Akibat Objektif Pada Peta Strategi
BAB V ANALISA DATA 5.1.Analisa Hubungan Sebab Akibat Objektif Pada Peta Strategi Setiap tujuan/objektif dalam peta strategi/roadmap diasumsikan memiliki hubungan sebab akibat. Hal ini dijelaskan sebagai
LAMPIRAN. Lampiran 1. - Internal Control Questionaire (ICQ) Pertanyaan dalam kuesioner dapat dijawab dengan :
L1 LAMPIRAN Lampiran 1. - Internal Control Questionaire (ICQ) Pertanyaan dalam kuesioner dapat dijawab dengan : 1. Ya, artinya sistem dan prosedur telah diterapkan serta dilaksanakan dengan baik sebagaimana
BAB 1 PENDAHULUAN. menekankan pada perlunya costumer satisfaction dalam menjalankan usahanya,
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Saat ini perkembangan secara global terjadi didalam bidang teknologi dan informasi, dengan perkembangan secara cepat ini menyebabkan persaingan di antara perusahaan
LAMPIRAN UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA
LAMPIRAN LAMPIRAN STRUKTUR ORGANISASI DAN URAIAN TUGAS PT. CISANGKAN 1. Commisaris Fungsi : Merencanakan dan menentukan visi dan misi serta mengawasi kegiatan perusahaan maupun kinerja serta jalannya
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Analisa SWOT Analisa SWOT merupakan sebuah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam suatu proyek atau suatu
Lampiran 1 Tabel Nilai-Nilai r Product Moment
L.1 Lampiran 1 Tabel Nilai-Nilai r Product Moment L. Lampiran Neraca Keuangan PT. XYZ Tahun 008 (dalam Rupiah) Aktiva I. Aktiva Lancar 1. Kas/ Bank 335,000,000. Piutang dagang 346,836,000 3. Piutang karyawan
BAB 1 PENDAHULUAN. merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang plastic packaging berbahan baku
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Selama ini, diasumsikan bahwa perbaikan dan perubahan organisasi tergantung pada analisis internal dan eksternal, gambaran proses bisnis, persiapan program
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Konsep Strategi Menurut Kotler (2008:58), strategi pemasaran adalah logika pemasaran dimana perusahaan berharap untuk menciptakan nilai pelanggan dan mencapai hubungan yang
BAB IV Rencana Implementasi & Kebutuhan Sumber Daya
BAB IV Rencana Implementasi & Kebutuhan Sumber Daya 4.1. Rencana Implementasi Setelah rancangan sistem manajemen kinerja dibuat berikut dengan program strategis agar tolok ukur yang telah ditetapkan dapat
Universitas Bina Nusantara PEMETAAN STRATEGIC BUSINESS UNIT (SBU) PRODUKSI DENGAN PENDEKATAN BALANCED SCORECARD DI PT. MAHA KERAMINDO PERKASA
Universitas Bina Nusantara Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Skripsi Sarjana Teknik Industri Semester Ganjil 2004/2005 PEMETAAN STRATEGIC BUSINESS UNIT (SBU) PRODUKSI DENGAN PENDEKATAN BALANCED SCORECARD
RINGKASAN EKSEKUTIF TESIS
RINGKASAN EKSEKUTIF TESIS REFRINAL, 2003. Strategi Bisnis Sewa Gedung Perkantoran, Studi Kasus pada Menara Cakrawala, PT Skyline Building, Jakarta, Dibawah Bimbingan HARIANTO & ANNY RATNAWATI. Penyediaan
BAB I PENDAHULUAN. baik internal maupun eksternal untuk melakukan inovasi dalam. mengembangkan produk dan servisnya. Bank diharapkan dapat merespons
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Industri perbankan Indonesia saat ini sedang menghadapi tekanantekanan baik internal maupun eksternal untuk melakukan inovasi dalam mengembangkan produk dan servisnya.
BAB 4 HASIL DAN ANALISIS PENELITIAN
BAB 4 HASIL DAN ANALISIS PENELITIAN Pembahasan audit operasional atas fungsi penjualan dan penerimaan kas pada Lei Garden Restaurant dijelaskan pada bab keempat ini. Berdasarkan ruang lingkup yang telah
BAB 6 SIMPULAN DAN SARAN. internal, dan sasaran pertumbuhan dan pembelajaran. 2. Pada perspektif finansial ditetapkan tiga sasaran strategik, yakni :
BAB 6 SIMPULAN DAN SARAN 6.1. Simpulan Berdasarkan analisa dan pembahasan yang telah dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut. 1. Sasaran strategik perusahaan secara keseluruhan dibedakan
Finance for Non-Finance Manager: Balanced Scorecards
Finance for Non-Finance Manager: Balanced Scorecards Materi 1. What is Financial Management? 2. Goals of Financial Management in the Context of BSC 3. Financial Aspect of BSC What is Financial Management
BAB 3 ANALIS IS S IS TEM YANG BERJALAN. Timbangan baik mekanik maupun elektronik.
BAB 3 ANALIS IS S IS TEM YANG BERJALAN 3.1 Sejarah Organisasi 3.1.1 Perkembangan Organisasi Perusahaan PT. Indah Sakti terbentuk pada Januari tahun 2004 atas prakarsa dan tujuan serta gagasan, misi yang
Implementasi Balanced Scorecard Sebagai Alat Ukur Kinerja Perguruan Tinggi Studi Kasus Universitas Komputer Indonesia
Implementasi Balanced Scorecard Sebagai Alat Ukur Kinerja Perguruan Tinggi Studi Kasus Universitas Komputer Indonesia Oleh: Taryana Suryana NPM:2006210007 1 UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA Visi Menjadi
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Strategi Menurut Robbins dan Coulter (2014:266) Strategi adalah rencana untuk bagaimana sebuah organisasi akan akan melakukan apa yang harus dilakukan dalam bisnisnya,
Struktur Organisasi. PT. Akari Indonesia. Pusat dan Cabang. Dewan Komisaris. Direktur. General Manager. Manajer Sumber Daya Manusia Kepala Cabang
134 Struktur Organisasi PT. Akari Indonesia Pusat dan Cabang Dewan Komisaris Direktur Internal Audit General Manager Manajer Pemasaran Manajer Operasi Manajer Keuangan Manajer Sumber Daya Manusia Kepala
BAB II. organisasi mulai dari perencanaan sistim operasi, perancangan sistim operasi hingga
BAB II A. Manajemen Operasi Manajemen Operasi membahas bagaimana membangun dan mengelola operasi suatu organisasi mulai dari perencanaan sistim operasi, perancangan sistim operasi hingga pengendalian sistim
Framework Strategic- Opera2onal- Performance Management
Framework Strategic- Opera2onal- Performance Strategic (Growth) Panjang (>5 tahun) Breakthrough (0 menjadi 1) Menengah (3-5 tahun) Opera2onal (Profitability) Pendek (1-3 tahun) Improvement (1 menjadi ~)
BAB 1 PENDAHULUAN. PT. Federal Karyatama adalah suatu perusahaan yang bergerak di bidang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang PT. Federal Karyatama adalah suatu perusahaan yang bergerak di bidang industri manufaktur yang menghasilkan pelumas (oli). PT. Federal Karyatama berusaha untuk tepat
BAB 3 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. serta petunjuk arah yang terbuat dari neon sign maupun billboard.
BAB 3 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 3.1 Sejarah Perusahaan PT. Mega Cipta Mandiri didirikan pada tanggal 6 Februari 1996 di Jakarta. PT. Mega Cipta Mandiri bergerak pada bidang periklanan yaitu billboard. Banyak
BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN. yang berlokasi di Jakarta, Indonesia. PT. SURYAPRABHA JATISATYA
BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN 3.1 Gambaran Umum Perusahaan 3.1.1 Sejarah Perusahaan PT. SURYAPRABHA JATISATYA merupakan suatu perusahaan swasta yang berlokasi di Jakarta, Indonesia. PT. SURYAPRABHA
BAB 4. ANALISIS dan HASIL PENELITIAN
58 BAB 4 ANALISIS dan HASIL PENELITIAN 4.1 Faktor Internal-Eksternal Perusahaan PT. Unilever Indonesia Tbk dalam kegiatannya memiliki beberapa faktor baik faktor internal maupun faktor eksternal yang dapat
Perancangan Balanced Scorecard Sebagai Alat Pengukur Kinerja Perusahaan (Studi Kasus: PT. MCA)
1 st Seminar on Application and Research in Industrial Technology, SMART 2006 Yogyakarta, 27 April 2006 Perancangan Balanced Scorecard Sebagai Alat Pengukur Kinerja Perusahaan Erlinda Muslim 1 dan Setio
