BIOMETRI JANIN Budi Handono
|
|
|
- Sonny Tedja
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BIOMETRI JANIN Budi Handono PENDAHULUAN Biometri janin adalah sesuatu yang berhubungan dengan bagian-bagian tubuh atau dimensi janin untuk mengetahui pertumbuhannya. Melalui pemeriksaan biometri janin dengan USG, maka dapat diperoleh keterangan penting, antara lain : umur kehamilan, kesesuaian besarnya janin dengan usia kehamilan, dan malformasi janin. Biometri janin mempunyai tabel normal yang sudah dibuat oleh beberapa peneliti seperti Jeanty, Hadlock dan lain-lain yang bisa digunakan sebagai pegangan, namun yang paling akurat apabila tabel tersebut diperoleh dari masyarakat kita sendiri. Tabel pertumbuhan yang digunakan atau dibuat di negara lain belum tentu sesuai dengan masyarakat Indonesia. UMUR KEHAMILAN Pertumbuhan janin sebenarnya merupakan pertambahan ukuran tubuh janin yang berlangsung terus menerus selama kehamilan. Oleh karena itu pengukuran biometri janin dapat dipakai untuk menentukan usia kehamilan. Ada beberapa perhitungan umur kehamilan. Umur kehamilan yang dihitung dari hari pertama haid terakhir disebut menstrual age. Umur kehamilan yang dihitung dari saat fertilisasi disebut conceptual age, sedangkan umur kehamilan yang dihitung dari saat ovulasi ditambah 2 minggu (teori) disebut gestational age. Umur kehamilan berdasarkan haid terakhir secara klasik selalu digunakan bila siklus haid teratur dan ovulasi tepat pada pertengahan siklus. Umur kehamilan ini juga yang digunakan dalam menentukan lamanya kehamilan pada pemeriksaan USG. Trimester I Penentuan usia kehamilan pada trimester I akan lebih akurat apabila dilakukan dengan pemeriksaan USG, khususnya USG transvaginal. Pemeriksaan ini tidak dipengaruhi oleh status fisik ibu maupun posisi uterus. Adanya kehamilan intra uterin dapat ditentukan mulai kehamilan 4-5 minggu (2-3 minggu setelah ovulasi), yaitu dengan melihat adanya struktur kantung kehamilan (gestational sac) yang gambarannya spesifik di dalam uterus. Parameter 1
2 yang sering digunakan untuk menentukan umur kehamilan pada trimester I adalah diameter kantong kehamilan dan CRL. 1. Kantong Kehamilan (Gestational Sac, GS) Kantong kehamilan mulai bisa dilihat dengan alat USG pada usia kehamilan 4-5 minggu. Kantong kehamilan merupakan area hipoekoik yang berasal dari vesikel khorion dan dibatasi oleh cincin ekhogenik yang berasal dari trofoblas. Kantong kehamilan yang normal akan didapatkan gambaran cincin ekhogenik ganda (double echogenic ring) dengan cincin dalam yang berasal dari desidua kapsularis dan khorion leave serta cincin luar yang berasal dari desidua vera. Harus dibedakan dari pseudogestational sac pada kehamilan ektopik yang tidak didapatkan gambaran cincin ganda dan yolk sac (Gambar 1). Perhitungan umur kehamilan dengan mengukur kantong kehamilan dapat diperoleh dengan cara : 1. Mengukur diameter kantong kehamilan, selanjutnya digunakan rumus : Umur kehamilan (minggu) = {rata-rata GS (mm) + 25,43} / 7,02 minggu atau umur kehamilan (minggu) = diameter kantong kehamilan (cm) x 1, , Bila diameter kantong kehamilan belum mencapai 25 mm, maka secara kasar umur kehamilan dapat dihitung dengan rumus : Umur kehamilan (hari) = Diameter kantung kehamilan Mengukur volume kantong kehamilan dan diperlukan pengukuran 2 dimensi dengan 3 ukuran (L, T dan AP), selanjutnya dimasukkan dalam rumus : GS volume (ml) = L(cm) x T(cm) x AP (cm) x 0,5233. Hasil ini kemudian dimasukkan dalam tabel yang sudah tersedia untuk menentukan umur kehamilan. Selain untuk menentukan umur kehamilan, pemeriksaan keadaan kantong kehamilan juga untuk konfirmasi kehamilan intrauterin dan untuk menyingkirkan blighted ovum. 2
3 Gambar 1. Kantong kehamilan Gambar 2. Pengukuran kantong kehamilan 2. Crown Rumph Lenght (CRL) CRL adalah ukuran terpanjang janin dari kepala sampai bokong tanpa menyertakan anggota gerak. CRL sudah dapat diukur pada umur kehamilan 6-7 minggu. CRL merupakan cara pengukuran yang paling akurat dalam menentukan umur kehamilan pada awal kehamilan dengan kesalahan ± 3 hari saja. Hal ini disebabkan karena pada kehamilan trimester I, pertumbuhan panjang janin sangat erat hubungannya dengan umur kehamilannya karena belum atau sedikit sekali dipengaruhi oleh keadaan patologis yang mungkin ada. Namun, semakin bertambah umur kehamilan, maka janin akan semakin bertambah panjang sehingga cenderung membungkuk dan tidak menggambarkan lagi panjang sebenarnya. Perhitungan umur kehamilan dengan mengukur CRL dapat diperoleh dengan cara : 3
4 1. Setelah mengukur CRL, selanjutnya digunakan rumus : Umur kehamilan (hari) = 8,052 x (CRL) 1/2 + 23, Menggunakan the rule of thumb untuk mendapatkan umur kehamilan secara kasar, yaitu : Umur kehamilan (minggu) = CRL (cm) + 6,5. Cara mendapatkan bidang potong untuk pengukuran CRL adalah sebagai berikut : 1. Usahakan janin ditampilkan pada potongan sagital. 2. Janin dalam sikap ekstensi. 3. Janin diukur pada jarak terpanjang. 4. Kaliper ditempatkan pada tepi luar kepala dan bokong janin tanpa mengukur anggota gerak atau yolk sac. 5. Hasil yang dipakai merupakan rata-rata dari 3 pengukuran. 3. Pengukuran Lain Pada Trimester I Pengukuran dimensi lain dari janin pada trimester I, antara lain : pengukuran tebalnya lapisan trofoblas, pengukuran diameter dan volume yolk sac. Pengukuran ini mempunyai nilai ketepatan yang kurang dibanding pengukuran CRL untuk menentukan umur kehamilan oleh karena mempunyai nilai yang sangat bervariasi. Trimester II dan III Pemeriksaan USG pada trimester II dan III akan dapat mengidentifikasi struktur janin secara lebih jelas dan lebih bervariasi. Oleh karena itu, penentuan umur kehamilan pada trimester II dan III dapat dilakukan melalui beberapa parameter biometri janin, misalnya : 1. Kepala : Diameter biparietal, diameter oksipitofrontal, lingkar kepala. 2. Toraks : Diameter transversal toraks, diameter anteroposterior toraks. 3. Abdomen : Diameter transversal abdomen, diameter anteroposterior, lingkar abdomen. 4. Ekstremitas : femur, tibia, fibula, humerus, radius, ulna. 5. Organ-organ : ventrikel otak, orbita, jarak interorbita, ventrikel jantung, ginjal. 1. Diameter Biparietal (BPD) BPD adalah jarak maksimal antara tulang parietal depan dan belakang pada 4
5 posisi kepala oksiput transversa. Pengukuran BPD paling akurat dalam penentuan usia kehamilan antara minggu dimana pertumbuhan BPD menunjukkan garis yang linier. Disamping untuk menentukan umur kehamilan, pengukuran ini dapat juga digunakan untuk menentukan berat janin dan deteksi kelainan kepala janin (makrosefalus, mikrosefalus atau hidrosefalus). Cara mendapatkan bidang potong untuk pengukuran BPD adalah sebagai berikut (Gambar 3) : 1. Cari potongan kepala sampai mendapatkan bentuk paling simetris, yaitu jarak antara garis tengah dan tulang kepala pada kedua sisi harus sama. 2. Potongan harus tegak lurus pada garis tengah dan dicari potongan yang terbesar. 3. Gunakan gain yang rendah untuk mencegah penebalan tulang tengkorak karena artefak. 4. Bentuk kepala harus oval yang dikonfirmasi dengan indeks sefalik (normal antara 75-85). 5. Pada bidang yang benar akan terlihat gambaran dari thalamus, kavum septum pelusidum, sebagian dari falks serebri, dan insula dengan arteri serebri media. Gambar 3. Bidang potong untuk pengukuran BPD Kesalahan yang sering terjadi pada pengukuran BPD adalah : 1. Potongan kepala yang tidak simetris. 5
6 2. Bidang potong tidak tepat, terlalu tinggi sehingga tampak adanya ventrikel lateralis dan terlalu rendah sehinga tampak pedunkulus serebri. 3. Penempatan kaliper tidak tegak lurus pada garis tengah. 4. Transduser terlalu ditekan sehingga kepala mengalami perubahan bentuk. 5. Tulang parietal masih terlalu tebal oleh karena artefak, meskipun gain telah dikecilkan. Setelah mendapatkan ukuran BPD maka melalui tabel yang tersedia dapat ditentukan umur kehamilan, dan biasanya tabel tersebut ditampilkan dengan 5,50 dan 95 persentil. 2. Lingkar Kepala (Head Circumference, HC) HC digunakan pada keadaan dimana indeks sefalik diluar batas normal, yaitu terlalu bulat (brakhisefalus) atau terlalu oval (dolikosefalus). Pengukuran pada keadaan ini memberi hasil yang lebih baik dari BPD untuk menentukan umur kehamilan. Selain untuk menentukan umur kehamilan, HC juga digunakan untuk mendiagnosis mikrosefalus atau PJT. Untuk menentukan bidang yang baik untuk pengukuran BPD perlu ditentukan indeks sefalik, yaitu perbandingan antara diameter biparietal (BPD) dengan diameter oksipito-frontalis (OFD). Indeks ini tidak berubah selama kehamilan, yaitu 0,75-0,85. Bila indeks lebih kecil atau lebih besar maka BPD tidak digunakan untuk menentukan umur kehamilan dan digantikan dengan HC. Perhitungan umur kehamilan dengan mengukur HC dapat diperoleh dengan cara : 1. Menggunakan rumus : HC = 1,57 (BPD + OFD) 2. Mengukur lingkar kepala secara langsung menggunakan tracing. Cara mendapatkan bidang potong untuk pengukuran HC adalah : 1. Potongan sama dengan BPD. 2. Pengukuran dilakukan pada midpoint. Permasalahan yang sering terjadi pada pengukuran HC adalah sebagai berikut : 1. Kadang-kadang besarnya kepala melebihi besarnya transduser sehingga tidak seluruh kepala janin terlihat di layar monitor. 6
7 2. Pengukuran ini kurang praktis dibandingkan dengan pengukuran BPD atau FL. 3. Lingkar Perut (Abdominal Circumference, AC) Pengukuran AC biasanya untuk menaksir besarnya janin setinggi hepar. Pada keadaan dimana terjadi gangguan nutrisi yang lama maka hepar janin akan mengecil. Dengan demikian pengukuran AC dimaksudkan untuk menilai status gizi atau nutrisi dari janin. Untuk menentukan umur kehamilan maka parameter ini mempunyai nilai diagnostik yang paling rendah dibandingkan dengan BPD, FL atau HC akan tetapi sangat bermanfaat untuk menentukan pertumbuhan janin dan taksiran berat badan janin serta diagnosis mikrosefsalus. Cara mendapatkan bidang potong untuk pengukuran AC adalah sebagai berikut (Gambar 4) : 1. Bidang yang diambil adalah potongan transversal abdomen melalui pertemuan vena umbiilikalis dan vena porta kiri yang tampak seperti tongkat hoki. 2. Sudut pengambilan harus tepat dimana potongan transversal tulang belakang terlihat jelas dan tulang rusuk tidak terlihat. 3. Bentuk sebulat mungkin karena bila tidak dapat menambah ukuran anteroposterior. 4. Tidak tampak jantung (terlalu tinggi) dan ginjal janin (terlalu rendah). 5. Lambung akan terlihat bila berisi cukup cairan. 6. Diameter antero-posterior diambil dari prosesus spinosus vertebra ke arah tepi luar dinding perut didepannya sedangkan diameter transversa diambil pada bidang tegak lurus dan pertengahan diameter antero-posterior, dari tepi luar ke tepi luar abdomen janin (outer to outer). 7
8 Gambar 4. Bidang potong untuk pengukuran AC Cara pengukuran AC untuk perhitungan umur kehamilan adalah : 1. Langsung mengukur keliling abdomen janin menggunakan tracing. 2. Menggunakan rumus : AC = 1,57 (Diameter Transversa + Diameter Antero-posterior) x 1,57 selanjutnya dimasukkan ke dalam tabel yang tersedia. 4. Panjang Femur (Femur Lenght, FL) Akurasi pengukuran FL cukup lebar, yaitu ± 4-5 minggu dan tidak dapat menggantikan BPD, tetapi dapat sebagai pembanding atau bila BPD tidak dapat diukur dengan baik, misalnya kepala sudah jauh masuk panggul atau kelainan kepala seperti anensefalus. Cara untuk mendapatkan tulang femur dan mengukur FL adalah sebagai berikut (Gambar 5) : 1. Ikuti tubuh janin secara longitudinal sepanjang tulang vertebra sampai terlihat vesika urinaria. 2. Cari krista iliaka yang berupa dua gema yang ekogenik pendek sepanjang vesika urinaria. 3. Gerakkan transduser sedikit ke arah distal. Gema ekogenik yang tampak dekat krista iliaka adalah femur. 4. Kalau pangkal femur telah ditemukan, transduser diputar 90 o sampai terlihat seluruh panjang femur. 5. Tanda seluruh panjang femur telah diambil bila dibawahnya tampak bayangan akustik. 8
9 6. Seluruh panjang femur terlihat utuh dan tidak terputus serta ujung tulang tampak tegas. 7. Pengukuran panjang femur diambil dari trokanter mayor sampai kondilus lateralis. Kaput femoris dan epifisis tidak termasuk dalam pengukuran. 8. Apabila dalam satu bidang terlihat kedua femur kiri dan kanan, maka yang diukur adalah femur yang paling dekat dengan transduser. Gambar 5. Bidang potong untuk pengukuran FL 5. Parameter Lain Pada Trimester II dan III Selain parameter yang diuraikan diatas, untuk menentukan umur kehamilan bisa dilakukan pengukuran dari : 1. Fetal Ocular Biometry ( Jarak kedua bola mata) 2. Humerus Length (Panjang humerus) 3. Tibia and Fibula Length (Panjang tibia dan fibula) 4. Ulna and Radius Length (Panjang radius dan ulna) 5. Fetal Kidney Biometry (Volume, ketebalan, panjang dan lebar ) 6. Fetal Adrenal Biometry. KESESUAIAN BESAR JANIN DENGAN UMUR KEHAMILAN Kebanyakan jenis-jenis tindakan obstetri yang diambil sangat dipengaruhi oleh taksiran berat badan janin, oleh karena itu berbagai cara telah dikembangkan untuk menentukan taksiran berat janin secara USG. Beberapa formula yang dibuat dan dikenal antara lain : Osaka, Tokyo, Chambell, Hansmann, Hadlock, dan Shepard. Beberapa cara-cara pengukuran biometri yang digunakan untuk menghitung 9
10 taksiran berat badan janin antara lain : 1. Pengukuran BPD dan AC. Cara ini adalah yang paling banyak dianut oleh karena sangat sederhana pemakaiannya dan cukup baik nilai diagnostiknya. Kelemahan cara ini adalah kesulitan pengukuran dari BPD pada janin tertentu dan tidak menggunakan HC atau FL. 2. Pengukuran HC dan AC. Tabel yang disusun didasarkan pada perhitungan rumus TBBA = 94,593 (HC) + 34,226 (AC) 2134, Pengukuran AC, FL, dan HC. Tabel yang disusun didasarkan pada perhitungan rumus : Log 1 o TBBA = 1,326 0,00326 AC x FL + 0,0107 HC + 0,0438 AC + 0,158 FL Dengan menaksir berat badan janin, maka dapat diduga kemungkinan terjadinya pertumbuhan janin terhambat sehingga dapat dilakukan evaluasi lebih lanjut. MALFORMASI JANIN Biometri janin yang abnormal dapat juga digunakan untuk mendiagnosis adanya kelainan kongenital secara USG. Kelainan biometri janin bisa berupa ukuran yang tidak normal atau perbandingan dengan bagian-bagian tubuh lain yang tidak proporsional. KESIMPULAN Telah dibahas sejumlah parameter janin yang dipakai sehari-hari dalam menentukan umur kehamilan secara USG. Setiap parameter mempunyai tingkat kepercayaan dan kemudahan dalam pengukurannya pada umur kehamilan tertentu. Teknik pengukuran penting diperhatikan karena kesalahan pengukuran menyebabkan kesalahan mengambil kesimpulan. Menentukan biometri janin juga berguna untuk menaksir berat janin serta melihat kemungkinan adanya kelainan kongenital dari organ-organ yang diperiksa. DAFTAR PUSTAKA : 10
11 1. Jeanty P. Fetal Biometry. In: Fleischer AC, Romero R, Manning FA, Jeanty P, James AE (eds). The Principles and Practice of Ultrasonography in Obstetrics and Gynecology 4 th ed. London: Prentice-Hall Int. 1994; 8: Hadlock FP. Ultrasound Determination of Menstrual Age. In: Callen PW (ed). Ultrasonography in Obstetrics and Gynecology. Philadelphia: W.B. Saunders Company 1983; 7: Chudleigh P, Pearce JM. Obstetrics Ultrasound, How, Why and When 2 nd ed. New York: Churchill Livingstone 1992; 5: Jeanty P, Romero R. Critical Reading of The Biometry Literature. In: Hansmann M, Hackeloer BJ, Staudach A (eds). Ultrasound Diagnosis in Obstetrics and Gynecology. New York: Springer-Verlag 1985; 7: Kobayashi M. Illustrated Manual of Ultrasonography in Obstetrics and Gynecology 2 nd ed. Tokyo: Igaku-Shoin 1980; 4: Takeuchi H. Sonoembryology. In: Kurjak A. ed. An Atlas of ultrasonography in Obstetrics and Gynecology, Lancs: Parthenon publishing group 1992:
RADIOLOGI lecture. Blok reproductive system
RADIOLOGI lecture Blok reproductive system Prof. Dr. Abdul Rasyid, SpRad, PhD Department of Radiology Medical Faculty University North Sumatera, Medan Indonesia RADIOLOGIC aspect : topic : 1.ULTRASOUND
BAB I PENDAHULUAN. pertumbuhan bayi atau bayi besar. Hal ini untuk mengantisipasi. makrosomia (bayi besar) (Julianty, 2009).
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Berat janin penting diukur sebelum proses persalinan. Pengukuran tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gangguan pertumbuhan bayi atau bayi besar.
ANALISIS PEMERIKSAAN KEHAMILAN TRIWULAN KETIGA DENGAN MENGGUNAKAN USG 4 DIMENSI (4D) NAMA : KHAIRINNISA ARMIS NIM:
ANALISIS PEMERIKSAAN KEHAMILAN TRIWULAN KETIGA DENGAN MENGGUNAKAN USG 4 DIMENSI (4D) Skripsi NAMA : KHAIRINNISA ARMIS NIM: 140821010 DEPARTEMEN FISIKA JURUSAN FISIKA MEDIK FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU
Pertumbuhan Janin Terhambat. Matrikulasi Calon Peserta Didik PPDS Obstetri dan Ginekologi
Pertumbuhan Janin Terhambat Matrikulasi Calon Peserta Didik PPDS Obstetri dan Ginekologi Definisi Janin dengan berat badan kurang atau sama dengan 10 persentil, atau lingkaran perut kurang atau sama dengan
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengetahuan Pengetahuan merupakan hasil dari tahu, dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu (Notoatmodjo, 2007). Menurut Notoatmodjo
BAB III PERAN ULTRASONOGRAFI (USG) TERHADAP IDDAH
40 BAB III PERAN ULTRASONOGRAFI (USG) TERHADAP IDDAH A. Pengertian Ultrasonografi Ultrasonografi sering disingkat USG, atau dalam bahasa inggrisnya Ultrasound adalah suatu alat untuk memeriksa organ dalam
PANDUAN ULTRASONOGRAFI ANTENATAL OBSTETRI DASAR
PANDUAN ULTRASONOGRAFI ANTENATAL OBSTETRI DASAR PELATIHAN STANDARISASI DAN SERTIFIKASI KOMPETENSI ULTRASONOGRAFI OBSTETRI GINEKOLOGI DASAR PERKUMPULAN OBSTETRI DAN GINEKOLOGI INDONESIA AGENDA PENDAHULUAN
BAB 3 GAMBARAN RADIOGRAFI KALSIFIKASI ARTERI KAROTID. Tindakan membaca foto roentgen haruslah didasari dengan kemampuan
BAB 3 GAMBARAN RADIOGRAFI KALSIFIKASI ARTERI KAROTID Tindakan membaca foto roentgen haruslah didasari dengan kemampuan seorang dokter gigi untuk mengenali anatomi normal rongga mulut, sehingga jika ditemukan
PENGANTAR USG. Dr. Dewi Rosmana Tatasiwi
PENGANTAR USG Dr. Dewi Rosmana Tatasiwi PENGENALAN GELOMBANG Prinsip Gelombang Berdasarkan medium perambatannya gelombang dibedakan menjadi 1. Gelombang mekanik. Gelombang mekanik merupakan gelombang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Taksiran berat janin merupakan salah satu faktor penting dalam manajemen persalinan. Berat lahir yang ekstrim kecil atau besar berpotensi meningkatkan morbiditas perinatal
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSALINAN BY ADE. R. SST
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSALINAN BY ADE. R. SST FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSALINAN A. JALAN LAHIR (PASSAGE) B. JANIN (PASSENGER) C. TENAGA atau KEKUATAN (POWER) D. PSIKIS WANITA (IBU)
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
8 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pertumbuhan Anak 2.1.1 Definisi Pertumbuhan Proses pertumbuhan berjalan seiring dengan pertambahan usia anak. Definisi pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran atau dimensi
GAMBARAN PELAKSANAAN PENENTUAN USIA KEHAMILAN DAN TAKSIRAN TANGGAL PERSALINAN OLEH BIDAN PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS HELVETIA
GAMBARAN PELAKSANAAN PENENTUAN USIA KEHAMILAN DAN TAKSIRAN TANGGAL PERSALINAN OLEH BIDAN PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS HELVETIA Oleh: ANASTHASIA NAGTALIA 100100130 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA
Sindrom Turner. Tigor P. Simanjuntak Bagian Obstetri-Ginekilogi FK.UKI
Majalah Kedokteran FK UKI 2010 Vol XXVII No.1 Januari - Maret Laporan Kasus Sindrom Turner Tigor P. Simanjuntak Bagian Obstetri-Ginekilogi FK.UKI Abstrak Sindrom Turner adalah kelainan kongenital yang
GENITALIA EKSTERNA GENITALIA INTERNA
GENITALIA EKSTERNA..... GENITALIA INTERNA..... Proses Konsepsi Ovum yang dilepaskan dalam proses ovulasi, diliputi korona radiata mengandung persediaan nutrisi Pada ovum dijumpai inti dalam bentuk metafase
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. membantu penyidik dalam memenuhi permintaan visum et repertum, untuk
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Identifikasi Peranan dokter forensik merupakan upaya yang dilakukan dengan tujuan membantu penyidik dalam memenuhi permintaan visum et repertum, untuk menentukan identitas seseorang,identifikasi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Kehamilan merupakan proses fisiologis yang memberikan perubahan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Kehamilan Kehamilan merupakan proses fisiologis yang memberikan perubahan pada ibu maupun lingkungannya. Dengan adanya kehamilan maka seluruh sistem genetalia wanita mengalami
BENTUK & UKURAN PANGGUL. dr. Al-Muqsith, M.Si
BENTUK & UKURAN PANGGUL dr. Al-Muqsith, M.Si Tulang panggul terdiri atas a. os. Coxae (inominata) - os. Ilium - os. Ischium - os. Pubis b. Os. Sacrum c. Os. Coccygeus Tulang-tulang ini satu dengan yang
PEMERIKSAAN LEOPOLD. Desiyani Nani
PEMERIKSAAN LEOPOLD Desiyani Nani LEARNING OBJECTIVE Mahasiswa mampu melakukan pemeriksaan Leopold. 1. Mahasiswa mampu melakukan pemeriksaan Leopold I. 2. Mahasiswa mampu melakukan pemeriksaan Leopold
Pembacaan Foto Rontgen Toraks Jantung
Pembacaan Foto Rontgen Toraks Jantung dr. Asmah Yusuf, Sp. Rad Kontributor Blok Sistem Kardiovaskuler Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Pendahuluan Penilaian pembacaan foto rontgen toraks
Pertumbuhan Janin Normal Pertumbuhan, diferensiasi dan maturasi jaringan dan organ. Pembelahan sel terdiri dari 3 fase : - Hiperplasia selama 16 mingg
PERTUMBUHAN JANIN TERHAMBAT DEPARTEMEN OBSTETRI DAN GINEKOLOGI FK-USU/RSHAM Pertumbuhan Janin Normal Pertumbuhan, diferensiasi dan maturasi jaringan dan organ. Pembelahan sel terdiri dari 3 fase : - Hiperplasia
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. badan yang kemudian dipopulerkan oleh Hewing pada tahun Formula
4 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Perkiraan Tinggi Badan Secara sederhana Topmaid dan Rollet membuat formula perkiraan tinggi badan yang kemudian dipopulerkan oleh Hewing pada tahun 1923. Formula tersebut
Perancangan Deteksi Citra USG Kepala Janin untuk mencari Biparetal Diameter dan Head Circumference
Konferensi Nasional Sistem & Informatika 2017 STMIK STIKOM Bali, 10 Agustus 2017 Perancangan Deteksi Citra USG Kepala Janin untuk mencari Biparetal Diameter dan Head Circumference Putu Desiana Wulaning
HASIL DAN PEMBAHASAN
9 HASIL DAN PEMBAHASAN Pemeriksaan Klinis Pemeriksaan fisik terhadap kucing dilakukan terlebih dahulu sebelum dilakukan pengambilan sonogram organ hati dan kantung empedu dengan peralatan USG. Hal ini
MENGENAL PARAMETER PENILAIAN PERTUMBUHAN FISIK PADA ANAK Oleh: dr. Kartika Ratna Pertiwi, M. Biomed. Sc
MENGENAL PARAMETER PENILAIAN PERTUMBUHAN FISIK PADA ANAK Oleh: dr. Kartika Ratna Pertiwi, M. Biomed. Sc Pendahuluan Pernahkah anda mengamati hal-hal penting apa sajakah yang ditulis oleh dokter pada saat
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSALINAN. Nor Tri Astuti Wahyuningsih, SST, M.Kes
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSALINAN Nor Tri Astuti Wahyuningsih, SST, M.Kes 5P (faktor) Tenaga atau kekuatan (Power) Janin (Passanger) Jalan lahir (passage) Psikis ibu Penolong POWER Adalah kekuatan
PENUNTUN KETERAMPILAN KLINIK IV BLOK 2.5 (RONTGEN)
UNIVERSITAS ANDALAS FAKULTAS KEDOKTERAN Alamat : Jl. Perintis Kemerdekaan no. 94 Padang Telp.: 0751-31746 Fax.: 32838 PENUNTUN KETERAMPILAN KLINIK IV BLOK 2.5 (RONTGEN) BAGIAN 2 SEMESTER 4 TAHUN AJARAN
Identitas, bilangan identitas : adalah bilangan 0 pada penjumlahan dan 1 pada perkalian.
Glosarium A Akar pangkat dua : akar pangkat dua suatu bilangan adalah mencari bilangan dari bilangan itu, dan jika bilangan pokok itu dipangkatkan dua akan sama dengan bilangan semula; akar kuadrat. Asosiatif
BAB IV PEMBAHASAN. Pembuatan karya tulis ilmiah ini di buat dengan menggunakan asuhan
BAB IV PEMBAHASAN Pembuatan karya tulis ilmiah ini di buat dengan menggunakan asuhan kebidanan 7 langkah varney dan asuhan kebidan SOAP, dari bab pembahasan ini membahas kesenjangan yang di temukan saat
BAB III METODE PENELITIAN. diobservasi hanya sekali pada saat yang sama (Arief, 2008).
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan secara cross-sectional, variabel bebas dan variabel terikat diobservasi hanya
ANGKA UKUR. Angka ukur diletakan di tengah-tengah garis ukur. Angka ukur tidak boleh dipisahkan oleh garis gambar. Jadi boleh ditempatkan dipinggir.
PEMBERIAN UKURAN ANGKA UKUR Angka ukur diletakan di tengah-tengah garis ukur. Angka ukur tidak boleh dipisahkan oleh garis gambar. Jadi boleh ditempatkan dipinggir. ANGKA UKUR Jika angka ukur ditempatkan
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
4 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Perkiraan Tinggi Badan. Secara sederhana Topmaid dan Rollet membuat Formula perkiraan tinggi badan yang kemudian di populerkan oleh Hewing pada tahun 1923. Formula tersebut
Sifat-sifat fisik ultrasound
Sifat-sifat fisik ultrasound Frekuensi yg sangat tinggi (2-13 MHz atau lebih) Panjang gelombang pendek (< 1mm) Memerlukan medium untuk berpindah dimana cairan merupakan medium terbaik untuk penghantaran
Insidens dan Patologi Seleksi Penatalaksanaan Intrapartum Persalinan
Tujuan Insidens dan Patologi Seleksi Penatalaksanaan Intrapartum Persalinan Definisi Letak memanjang Presentasi bokong atau ekstremitas di bawah Kepala di fundus uteri Tipe Frank - paha fleksi, lutut ekstensi
Distosia. Matrikulasi Calon Peserta Didik PPDS Obstetri dan Ginekologi
Distosia Matrikulasi Calon Peserta Didik PPDS Obstetri dan Ginekologi Definisi Distosia adalah Waktu persalinan yang memanjang karena kemajuan persalinan yang terhambat. Persalinan lama memiliki definisi
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Berbagai komplikasi yang dialami oleh ibu hamil mungkin saja terjadi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Berbagai komplikasi yang dialami oleh ibu hamil mungkin saja terjadi dan memiliki peluang untuk terjadi pada semua ibu hamil. Komplikasikomplikasi ini bila dapat dideteksi
ANTROPOMETRI pada ANAK BAB I PENDAHULUAN
ANTROPOMETRI pada ANAK BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Antropometri merupakan ukuran dari tubuh. Pengukuran antropometri merupakan data referensi untuk mengevaluasi dan mencatat pertumbuhan anak. Hal
DDH (Developmental Displacement of the Hip)-I
DDH (Developmental Displacement of the Hip)-I DDH juga diistilahkan sebagai Developmental Displasia of the hip. Dahulu, lebih populer dengan nama CDH (Congenital Dislocation of the Hip) atau yang dalam
KATA PENGANTAR. Dengan memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa penulis dapat
KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa penulis dapat menyelesaikan tugas referat yang berjudul Persalinan Sungsang dengan lancar. Dalam pembuatan referat ini, penulis
MATERI DAN METODE. Lokasi dan Waktu. Materi
MATERI DAN METODE Lokasi dan Waktu Penelitian ini dilaksanakan di Mitra Tani Farm, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor untuk sapi PO jantan dan Rumah Potong Hewan (RPH) Pancoran Mas untuk sapi Bali jantan.
Pemeriksaan Leopold. Carolina M Simanjuntak, S.Kep, Ns AKPER HKBP BALIGE
Pemeriksaan Leopold Carolina M Simanjuntak, S.Kep, Ns Leopold I untuk menentukan tinggi fundus uteri dan bagian janin yang berada dalam fundus uteri. Prosedur Pemeriksa berdiri di sebelah kanan ibu, menghadap
SMP JENJANG KELAS MATA PELAJARAN TOPIK BAHASAN VIII (DELAPAN) ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA) SISTEM GERAK MANUSIA
JENJANG KELAS MATA PELAJARAN TOPIK BAHASAN SMP VIII (DELAPAN) ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA) SISTEM GERAK MANUSIA Tubuhmu memiliki bentuk tertentu. Tubuhmu memiliki rangka yang mendukung dan menjadikannya
PEMERIKSAAN OBSTETRI
Nama : Inggrid Camelia Nim : 22010110110105 PEMERIKSAAN OBSTETRI PENGERTIAN Pemeriksaan obstetri meliputi banyak prosedur yang masing-masing berkaitan dengan tujuan pemeriksaan yang dilakukan. Untuk pemeriksaan
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA Ny S GIII P2002 TRIMESTER III DENGAN LETAK LINTANG DI RSI NASHRUL UMMAH LAMONGAN TAHUN 2011
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA Ny S GIII P2002 TRIMESTER III DENGAN LETAK LINTANG DI RSI NASHRUL UMMAH LAMONGAN TAHUN 2011 Fitriana Ikhtiarinawati Fajrin* Arissa Fitriani** *Dosen Program Studi Diploma
ASUHAN KEPERAWATAN PADA BAYI RESIKO TINGGI DENGAN BBLR. Mei Vita Cahya Ningsih
ASUHAN KEPERAWATAN PADA BAYI RESIKO TINGGI DENGAN BBLR Mei Vita Cahya Ningsih D e f e n I s i Sejak tahun1961 WHO telah mengganti istilah premature baby dengan low birth weight baby ( bayi berat lahir
Insidens Dislokasi sendi panggul umumnya ditemukan pada umur di bawah usia 5 tahun. Lebih banyak pada anak laki-laki daripada anak perempuan.
Dislokasi Sendi Panggul Dislokasi sendi panggul banyak ditemukan di Indonesia akibat trauma dan sering dialami oleh anak-anak. Di Negara Eropa, Amerika dan Jepang, jenis dislokasi sendi panggul yang sering
Mata Kuliah : Asuhan Kebidanan Kehamilan Kode : BD 301 Dosen : Rosmainun, M.Kes Materi: 1. Pertumbuhan Janin 1.1. Perkembangan embrio awal
Mata Kuliah : Asuhan Kebidanan Kehamilan Kode : BD 301 Dosen : Rosmainun, M.Kes Materi: 1. Menjelaskan tentang pertumbuhan dan perkembangan hasil konsepsi 2. Menjelaskan tentang struktur dan fungsi amnion
Universitas Indonusa Esa Unggul FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT Jurusan Perekam Medis dan Informasi Kesehatan. Conducted by: Jusuf R.
Universitas Indonusa Esa Unggul FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT Jurusan Perekam Medis dan Informasi Kesehatan ANATOMI FISIOLOGI Conducted by: Jusuf R. Sofjan,dr,MARS 2/17/2016 1 ANATOMI : adalah ilmu yang
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Data Antropometri Petani Wanita Kecamatan Dramaga Pengambilan data dilakukan secara acak dengan mengunjungi subjek yang ada di tiap-tiap desa, baik dengan langsung bertemu dengan
BAB I PENDAHULUAN. berfungsi penuh sejak janin berada dalam rahim(kira-kira pada. gestasi minggu ke-8). Tanpa adanya jantung yang berdenyut dan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sistem kardiovaskular adalah sistem organ pertama yang berfungsi penuh sejak janin berada dalam rahim(kira-kira pada gestasi minggu ke-8). Tanpa adanya jantung yang
METODE PENGUKURAN DATA ANTROPOMETRI
METODE PENGUKURAN DATA ANTROPOMETRI Jenis Data 1. Dimensi Linier (jarak) Jarak antara dua titik pada tubuh manusia yang mencakup: panjang, tinggi, dan lebar segmen tubuh, seperti panjang jari, tinggi lutut,
MATERI DAN METODE Lokasi dan Waktu Materi Prosedur Penetapan Lokasi Penentuan Umur Domba
MATERI DAN METODE Lokasi dan Waktu Penelitian ini dilaksanakan di Unit Pendidikan dan Penelitian Peternakan Jonggol (UP3J) Fakultas Peternakan IPB yang berlokasi di desa Singasari, Kecamatan Jonggol; peternakan
BAB I PENDAHULUAN. kandungan. Kelainan penyerta yang timbul pada bayi baru lahir akan menghambat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Proses pembentukan manusia yang berkualitas dimulai sejak masih di dalam kandungan. Kelainan penyerta yang timbul pada bayi baru lahir akan menghambat proses
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Anatomi Foramen Mentale Foramen mentale adalah suatu saluran terbuka pada korpus mandibula. Melalui foramen mentale dapat keluar pembuluh darah dan saraf, yaitu arteri, vena
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Salah satu indikator bayi sehat adalah berat lahir yang normal. Pada kehamilan presentasi bokong, penentuan taksiran berat janin (TBJ) merupakan hal yang penting dilakukan
ALAT UKUR PRESISI 1. JANGKA SORONG Jangka sorong Kegunaan jangka sorong Mengukur Diameter Luar Benda Mengukur Diameter Dalam Benda
ALAT UKUR PRESISI Mengukur adalah proses membandingkan ukuran (dimensi) yang tidak diketahui terhadap standar ukuran tertentu. Alat ukur yang baik merupakan kunci dari proses produksi massal. Tanpa alat
FORMAT GAMBAR PRAKTIKUM PROSES MANUFAKTUR ATA 2014/2015 LABORATURIUM TEKNIK INDUSTRI LANJUT UNIVERSITAS GUNADARMA
FORMAT GAMBAR PRAKTIKUM PROSES MANUFAKTUR ATA 2014/2015 LABORATURIUM TEKNIK INDUSTRI LANJUT UNIVERSITAS GUNADARMA A. Perlengkapan Gambar 1. Drawing Pen ukuran 0,3 dan 0,5 mm 2. Maal 3 mm 3. Penggaris /
Tumor jinak pelvik. Matrikulasi Calon Peserta Didik PPDS Obstetri dan Ginekologi
Tumor jinak pelvik Matrikulasi Calon Peserta Didik PPDS Obstetri dan Ginekologi Definisi Massa pelvik merupakan kelainan tumor pada organ pelvic yang dapat bersifat jinak maupun ganas Tumor jinak pelvik
IDENTIFIKASI IKAN. Ani Rahmawati Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian UNTIRTA. Mata Kuliah Iktiologi
IDENTIFIKASI IKAN Ani Rahmawati Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian UNTIRTA Mata Kuliah Iktiologi IDENTIFIKASI Suatu usaha pengenalan dan deskripsi yang teliti serta tepat terhadap spesies, dan memberi
BAYI DARI IBU DIABETES
BAYI DARI IBU DIABETES DIVISI ENDOKRINOLOGI ANAK FK USU/RSHAM Dr. HAKIMI, SpAK Dr. MELDA DELIANA, SpAK Dr. SISKA MAYASARI LUBIS, SpA 1 IBU DIABETES DENGAN KONTROL METABOLIK TIDAK ADEKUAT HIPERGLIKEMIA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Perkiraan Tinggi Badan Tinggi badan merupakan ukuran bagi seseorang pada saat masih hidup, sedangkan panjang badan merupakan ukuran seseorang pada saat setelah meninggal dunia.
ELEMEN-ELEMEN STRUKTUR BANGUNAN
ELEMEN-ELEMEN BANGUNAN Struktur bangunan adalah bagian dari sebuah sistem bangunan yang bekerja untuk menyalurkan beban yang diakibatkan oleh adanya bangunan di atas tanah. Fungsi struktur dapat disimpulkan
Berkaitan dg perubahan besar, jumlah, ukuran, atau dimensi tingkat sel, organ, atau individu, yang bisa diukur dg ukuran berat, panjang, umur tulang,
Berkaitan dg perubahan besar, jumlah, ukuran, atau dimensi tingkat sel, organ, atau individu, yang bisa diukur dg ukuran berat, panjang, umur tulang, dan keseimbangan metabolik. Berkaitan dg aspek fisik,
Gestational period lasts for 280 days, from the beginning of the last menstrual cycle until delivery. Conceptus (fertilization result) undergoes
Gestational period lasts for 280 days, from the beginning of the last menstrual cycle until delivery. Conceptus (fertilization result) undergoes pre-embryonic development for two weeks, followed by embryonic
BAB II TINJAUAN TEORITIS. tumbuh kembang hasil konsepsi sampai aterm (Manuaba, 2009).
BAB II TINJAUAN TEORITIS A. Pengertian Kehamilan Kehamilan merupakan mata rantai yang berkesinambungan yang terdiri dari ovulasi (pelepasan ovum), terjadi migrasi spermatozoa dan ovum, terjadi pertumbuhan
PROSES PERTUMBUHAN EMBRIOGENESIS
PROSES PERTUMBUHAN EMBRIOGENESIS 1. Trimester pertama Seluruh periode zigot dan embrionik serta dua minggu periode janin (dari total 10 minggu kehidupan setelah fertilisasi) berada pada 12 minggu pertama
Imaging Modalities in Gynecology. Niko Hizkia Simatupang Universitas Tarumanagara
Imaging Modalities in Gynecology Niko Hizkia Simatupang 406151007 Universitas Tarumanagara USG USG abdomen kombinasi USG Transvaginal adalah pemeriksaan penunjang yang mulai diperkenalkan di tahun 1980an
VISUM ET REPERTUM No : 15/VRJ/06/2016
INSTALASI KEDOKTERAN FORENSIK DAN PEMULASARAN JENAZAH RUMAH SAKIT DR. KARIADI Jl. Dr. Sutomo No. 16 Semarang. Telp. (024) 8413993 PRO JUSTITIA VISUM ET REPERTUM No : 15/VRJ/06/2016 Atas permintaan tertulis
Tubuh kita juga memiliki komponen yang membuatnya dapat bergerak atau beraktivitas. Apa saja yang terlibat bila kita melakukan gerak?
Belajar IPA itu asyik, misalnya saat mempelajari tentang astronomi dan benda-benda langit, kita bisa mengenal lebih dekat tentang planet, bintang, dan benda-benda langit lainnya. Pelajaran seperti ini
BAB. I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB. I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pencitraan memegang peranan yang sangat penting di bidang kedokteran terutama dalam mendiagnosa penyakit. Peralatan kedokteran seperti CT Scan, MRI, SPECT,Ultrasonografi
PENDAHULUAN dan OSTEOLOGI UMUM. by : Hasty Widyastari
ANATOMI PENDAHULUAN dan OSTEOLOGI UMUM by : Hasty Widyastari Posisi Posisi Anatomi : Berdiri tegak, kedua lengan disamping lateral tubuh, kedua telapak tangan membuka kedepan Posisi Fundamental : Berdiri
PENUNTUN KETRAMPILAN KLINIS PEMERIKSAAN RADIOGRAFI TORAKS BLOK 2.6 GANGGUAN RESPIRASI. Edisi 1, 2016
PENUNTUN KETRAMPILAN KLINIS PEMERIKSAAN RADIOGRAFI TORAKS BLOK 2.6 GANGGUAN RESPIRASI Edisi 1, 2016 KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI & PENDIDIKAN TINGGI UNIVERSITAS ANDALAS FAKULTAS KEDOKTERAN PADANG 2016
BAB I PENDAHULUAN. diluar rahim, akan terjadi perubahan-perubahan yang dramatis pada tubuh bayi baru lahir.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Menurut Ladewig, London dan Olds (2006) untuk dapat beradaptasi dengan kehidupan diluar rahim, akan terjadi perubahan-perubahan yang dramatis pada tubuh bayi baru lahir.
Permulaan Kehidupan Manusia
Permulaan Kehidupan Manusia (Perkembangan Pranatal) Purwandari FIP UNY Kapan kehidupan manusia dimulai? Biologis Psikologis Konsepsi (pembuahan) bertemunya sel telur (ovum) dengan sperma (spermatozoa)
BAHAN AJAR. Kode Mata Kuliah : IOF 219. Materi : Sendi
BAHAN AJAR Mata Kuliah : Kinesiologi Kode Mata Kuliah : IOF 219 Materi : Sendi A. Pengertian Sendi, Persambungan, atau artikulatio adalah istilah yang digunakan untuk menunjuk pertemuan antara dua atau
ASUHAN KEBIDANAN ANTENATAL CARE FISIOLOGI PADA Ny J UMUR KEHAMILAN 38 MINGGU 2 HARI DI PUSKESMAS PATTOPAKANG TANGGAL 9 DESEMBER 2013
ASUHAN KEBIDANAN ANTENATAL CARE FISIOLOGI PADA Ny J UMUR KEHAMILAN 38 MINGGU 2 HARI DI PUSKESMAS PATTOPAKANG TANGGAL 9 DESEMBER 2013 No. Register : 01.01.018 Tanggal kunjungan : 9 Desember 2013, Jam 10.20
SMP kelas 9 - BIOLOGI BAB 15. SISTEM GERAK MANUSIALATIHAN SOAL BAB 15
SMP kelas 9 - BIOLOGI BAB 15. SISTEM GERAK MANUSIALATIHAN SOAL BAB 15 1. Kelompok tulang di bawah ini yang termasuk tulang pipa adalah Tulang hasta, tulang paha, tulang betis Tulang hasta, tulang belikat,
ALAT ALAT PENGUKUR HUJAN
ALAT ALAT PENGUKUR HUJAN Dengan segala kekurangan dan kelebihannya, alat pengukur hujan ada 2 macam yaitu alat pengukur hujan manual dan alat pengukur hujan otomatis. 1. MANUAL (non-recording) Penakar
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. kuman dapat tumbuh dan berkembang-biak di dalam saluran kemih (Hasan dan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Infeksi saluran kemih (ISK) adalah suatu keadaan yang menyebabkan kuman dapat tumbuh dan berkembang-biak di dalam saluran kemih (Hasan dan Alatas, 1985).
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka Sebagai tinjauan pustaka berikut ini ada beberapa contoh penelitian yang sudah dilakukan oleh para peneliti yang dapat digunakan sebagai
Soal Babak Penyisihan MIC LOGIKA 2011
Soal Babak Penyisihan MIC LOGIKA 2011 1. Jika adalah bilangan bulat dan angka puluhan dari adalah tujuh, maka angka satuan dari adalah... a. 1 c. 5 e. 9 b. 4 d. 6 2. ABCD adalah pesergi dengan panjang
SD kelas 4 - ILMU PENGETAHUAN ALAM BAB 1. RANGKA DAN PANCA INDERALatihan Soal 1.1
1. Rangka badan berguna untuk melindungi organ.. Jantung dan paru-paru Otak dan panca indera Lambung dan usus Jantung dan hati SD kelas 4 - ILMU PENGETAHUAN ALAM BAB 1. RANGKA DAN PANCA INDERALatihan Soal
GERAK PADA HEWAN DAN MANUSIA DAPAT TERJADI KARENA ADANYA KERJASAMA ANTARA TULANG (RANGKA) DENGAN OTOT.
SISTEM RANGKA 1. RANGKA SEBAGAI ALAT GERAK PASIF. 2. OTOT SEBAGAI ALAT GERAK AKTIF. GERAK PADA HEWAN DAN MANUSIA DAPAT TERJADI KARENA ADANYA KERJASAMA ANTARA TULANG (RANGKA) DENGAN OTOT. BAGAIMANA GERAK
BAB I PENDAHULUAN. Berdasarkan survei demografi kesehatan Indonesia (SDKI) yang terakhir
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Berdasarkan survei demografi kesehatan Indonesia (SDKI) yang terakhir dilaksanakan pada tahun 2007, walaupun menunjukkan kecenderungan yang terus menurun ( 390 kematian
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. yang muncul membingungkan (Axelsson et al., 1978). Kebingungan ini tampaknya
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Banyak kendala yang sering dijumpai dalam menentukan diagnosis peradangan sinus paranasal. Gejala dan tandanya sangat mirip dengan gejala dan tanda akibat infeksi saluran
PEMBERIAN UKURAN DIMENSI
PEMBERIAN UKURAN DIMENSI Dodi Sofyan Arief, ST., MT 17 Desember 2008 Tujuan Pembelajaran : Menggunakan teknik-teknik pemeberian dimensi untuk menguraikan dan bentuk secara baik pada gambar teknik. Membuat
BAB 1 PENDAHULUAN. 1-1 Universitas Kristen Maranatha
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada dasarnya ruang kuliah yang digunakan untuk sarana penunjang dalam proses belajar mengajar antara dosen dan mahasiswa adalah sarana yang sangat penting,
BAB 2 VOLUME DAN LUAS PERMUKAAN BANGUN RUANG SISI LENGKUNG
BAB 2 VOLUME DAN LUAS PERMUKAAN BANGUN RUANG SISI LENGKUNG A. TABUNG Tabung adalah bangun ruang yang dibatasi oleh dua lingkaran yang berhadapan, sejajar, dan kongruen serta titik-titik pada keliling lingkaran
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup penelitian ini mencakup bidang Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah. 3.2 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan di
1. Pengertian Plasenta previa merupakan plasenta yang letaknya abnormal yaitu pada segmen bawah rahim sehingga menutupi sebagian atau seluruh
1. Pengertian Plasenta previa merupakan plasenta yang letaknya abnormal yaitu pada segmen bawah rahim sehingga menutupi sebagian atau seluruh pembukaan jalan lahir (ostium uteri internum). Klasifikasi
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Antropometri Antropometri adalah pengukuran manusia dan lebih cenderung terfokus pada dimensi tubuh manusia. Ilmu pengetahuan mengenai antropometri berkembang terutama dalam
BAB II TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA TEORI, KERANGKA KONSEP, DAN HIPOTESIS. 4 kg, sedangkan untuk kelas junior putra 5 kg dan putri 3 kg.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA TEORI, KERANGKA KONSEP, DAN HIPOTESIS 2.1 Tolak Peluru Tolak peluru termasuk nomor lempar dalam olahraga atletik yang memiliki kriteria tersendiri dari alat hingga lapangan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Secara terminologi kedokteran abortus ialah suatu keadaan yang tidak
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. DEFINISI Secara terminologi kedokteran abortus ialah suatu keadaan yang tidak direncanakan, diduga atau terjadi tiba-tiba gugurnya janin dalam kandungan sebelum janin dapat
BAB I PENDAHULUAN. macam, mulai dari virus, bakteri, jamur, parasit sampai dengan obat-obatan,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Hepatitis merupakan infeksi yang dominan menyerang hepar atau hati dan kemungkinan adanya kerusakan sel-sel hepar. Penyebabnya dapat berbagai macam, mulai dari
Perawatan kehamilan & PErsalinan. Intan Silviana Mustikawati, SKM, MPH
Perawatan kehamilan & PErsalinan Intan Silviana Mustikawati, SKM, MPH 1 Pokok Bahasan Pendahuluan Konsep kehamilan Tanda tanda kehamilan Tanda tanda persalinan Kriteria tempat bersalin Jenis tempat bersalin
MATERI DAN METODE. Prosedur
MATERI DAN METODE Lokasi dan Waktu Penelitian ini dilaksanakan di Mitra Tani (MT) Farm Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor, Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Pancoran Mas Depok dan Balai Penyuluhan dan Peternakan
GORONG-GORONG Anita Winarni Dwi Ratna Komala Novita Priatiningsih
BANGUNAN IRIGASI GORONG-GORONG Anita Winarni Dwi Ratna Komala Novita Priatiningsih DEFINISI GORONG-GORONG Gorong-gorong adalah bangunan yang dipakai untuk membawa aliran air (saluran irigasi atau pembuang)
RIBBON SEAL (ANJING LAUT PITA) HISTRIOPHOCA FASCIATA. Di susun oleh: Nandia Putri Aulia Nida Nurhanifah
RIBBON SEAL (ANJING LAUT PITA) HISTRIOPHOCA FASCIATA Di susun oleh: Nandia Putri Aulia 1417021083 Nida Nurhanifah 1417021084 KARAKTERISTIK DIAGNOSTIK DAN TAKSONOMI Merupakan spesies endemik Pasifik Utara.
