BAB IV PENGUMPULAN DATA DAN PENGOLAHAN DATA

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB IV PENGUMPULAN DATA DAN PENGOLAHAN DATA"

Transkripsi

1 39 BAB IV PENGUMPULAN DATA DAN PENGOLAHAN DATA 4.1 Pendirian Dan Susunan Pimpinan Perusahaan PT Java Motors Pada Mulanya perusahaan didirikan berdasarkan Akte Notaris N.A.M Van Altena pada tanggal 9 Februari 1949, dengan nama Handles Vennootschap Java Motors Import Corporation N.V. dengan Direktur A. Gutwirth. Kemudian pada tanggal 27 Oktober 1955, diangkat Tahir Karim Loebis sebagai direktur dan sejak tanggal 26 November 1955 perusahaan ini dirubah namanya menjadi : Perseroan Terbatas Perusahaan Dagang Java Motors Import Corporation N.V. dengan direktur tunggal Tahir Karim Loebis (wafat tanggal 20 Juni) Pada tanggal 21 maret 1969 perseroan tersebut dirubah lagi namanya menjadi PT. Java Motors hingga sekarang, dan setelah melalui beberapa kali perubahan anggaran dasar, maka sesuai dengan anggaran dasar terakhir (11 September 1996) telah diputuskan susunan pengurus perseroan sebagai berikut : Komisaris Utama Komisaris Direktur : Hj. Orny Loebis : Rina Loebis Soewondo : Irman Loebis

2 40 Direktur-direktur : 1. Andi Kosala, Drs. Psi 2. Syamsudin Siregar 4.2 Pengakuan Sebagai Agen Tunggal Pada tahun 1949 oleh pabrik Land Rover Company Ltd. Dari Inggris, telah ditunjuk sebagai Sole Distributor untuk seluruh Indonesia untuk kendaraan Land Rover dan spare parts-nya. Kemudian berturut-turut pada tahun 1951, 1952 sampai dengan 1956 perusahaan ini ditunjuk oleh pabrikpabrik Morris, Austin, Jaguar, Triumph (BMC-Inggris) sebagai sole distributornya untuk seluruh Indonesia. Pabrik-pabrik dari kendaraan ini semuanya beberapa waktu kemudian telah bergabung dalam satu perusahaan yang bernama British Leyland Motor Corporation yang tidak lama kemudian bergabung pula dibawah naungan British Leyland International Ltd. (B.L.I). meskipun pabrik-pabrik tersebut mengalami penggabunganpenggabungan, akan tetapi PT. Java Motors oleh B.L.I tetap ditunjuk sebagai agen tunggal untuk seluruh Indonesia Namun sekitar tahun 1980 hingga saat ini, PT. Java Motors hanya mengageni satu produk yaitu Land Rover (sebagai agen tunggal pemegang merk Land Rover) dengan principal rover company (UK). 4.3 Perkembangan Dan Perluasan Usaha PT. Java Motors selaku agen tunggal untuk Land Rover harus mempunyai fasilitas-fasilitas penunjang layanan purna jual/ass (after sales

3 41 service) yaitu workshop dan service station, khususnya untuk menjamin after sales service tersebut terhadap kendaraan-kendaraan yang dipasarkannya. PT. Java Motors disamping mempunyai workshop dan service station yang cukup besar (Jl. Kramat Raya 17, Jakarta Pusat), telah pula mendirikan cabangnya di kota-kota besar seluruh indonesia, yang ditunjuk sebagai dealer atau sub dealer lengkap dengan workshop dan station servisnya, antara lain : Bandung, Semarang, dan Palembang, dll. 4.4 Lokasi Perusahaan PT. Java Motors berlokasi di Jl. Kramat Raya No. 17, Jakarta Pusat Gambar 4.1 Lokasi PT. Java Motors

4 Struktur Organisasi Perusahaan Struktur organisasi dimaksudkan untuk mempermudah dan memperlancar pembagian tugas dan wewenang pada masing-masing bagian serta sebagai wadah berbagai kegiatan perusaan, dengan jalan membagi atau mengelompokan pekerjaan yang harus dilaksanakan dan menyusun jalinan kerja sama antara karyawan. Disamping itu juga untuk menghindari terjadinya kesalahpahaman dalam melaksanakan tugasnya. Struktur Organisasi PT Java Motors khususnya di departemen service terdiri dari staff officer dan staff work shop yang dalam melaksanakan tugasnya saling berkordinasi. Sedangkan departemen service dipimpin oleh service manager yang kemudian membawahi staff-staff lainnya yang terbagi dalam berbagai spesialisasi service. Struktur kepegawaian di workshop PT Java Motors akan diuraikan dalam bagan struktur di bawah ini : (paragraph terpisah) Dari Stuktur organisasi diatas tampak jelas dalam pelaksanaan tugas tiap-tiap personel dilaksanakan berdasarkan keahlian masing masing sehingga didapat kualitas kerja yang baik. Mereka bekerja sesuai dengan job deskripsi yang telah disepakati sebelum melakukan pekerjaan, biasanya penyerahan job deskripsi ini diberikan pada saat breefing pagi yang dilakukan setiap hari, terutama di wokshop, hal ini bertujuan agar pembagiaan pekerjaan pada hari itu sesuai dengan kapabilitas masing-masing personel. Karyawan diperusahaan ini berjumlah kurang lebih 50 orang.

5 Kegiatan Perusahaan Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh PT Java Motors, adalah sebagai berikut : 1) Melakukan penjualan produk Land Rover 2) Melakukan layanan purna jual dan service 3) Pengadaan dan penjualan spare part 4) Klaim garansi kerusakan yang akan diteruskan ke Land Rover Inggris 5) Klaim asuransi jika mobil pelanggan dilengkapi asuransi 4.7 Fasilitas Perusahaan PT Java Motors memiliki fasilitas yang mendukung segala kegiatan perusahaan, mulai dari kegiatan operasional di lapangan sampai dengan kegiatan managerial yang dilakukan didalam kantor. Adapun fasilitas perusahaan yang dimiliki adalah sebagai berikut: 1) Work shop yang luas dengan kapasitas 8 unit lift 2) Gudang spare part yang lengkap dengan varian spare part yang tersedia berjumlah sekitar 800 jenis. 3) Mobil operasional yang mendukung kelancaran mobilitas perusahaan di lapangan. 4) Luas areal perusahaan 1000 m 2 yang memungkinkan menampung kendaraan dalam jumlah yang cukup banyak.

6 Sistem Penerimaan Tenaga Kerja Dibuatnya sistem perekrutan karyawan bertujuan untuk mempermudah perusahaan dalam hal: 1) Rekrutmen tenaga baru sesuai dengan kualitas kerja yang dipergunakan / dan tambahan pendidikan. 2) Memperbaiki kualitas dan keterampilan sumber daya manusia yang sudah ada untuk ditingkatkan kemampuannya, sehingga mampu melaksanakan tugasnya dalam menghadapi persaingan dengan perusahaan kompetitor. 3) Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan kerja untuk dapat menerima tugas jabatan yang tingkatnya lebih tinggi. 4.9 Sistem Penggajian Tujuan dibuatnya sistem penggajian sama seperti dibuatnya system penerimaan tenaga kerja, yaitu untuk mempermudah perusahaan dalam hal penggajian terutama: 1) Melaksanakan tata usaha gaji / upah sesuai dengan pedoman dan petunjuk yang telah ditetapkan. 2) Membuat laporan data-data usaha gaji / upah yang untuk setiap saat dibutuhkan. 3) Membuat laporan berkala dalam bidangnya.

7 Keselamatan kerja Banyak yang masih belum menyadari sebaik-baiknya mengenai pengertian dan penghayatan akan keselamatan kerja meskipun sebagian besar telah dilakukan. Haruslah dipahami sebaik-baiknya bahwa keselamatan kerja sangat diperlukan terutama di lapangan / workshop PT. Java Motors yang sarat dengan peluang kecelakaan kerja. Arti keselamatan kerja hanya sering diartikan selamat dalam melakukan tugas / pekerjaan. Padahal arti keselamatan kerja lebih luas lagi antara lainselamat untuk alat yang kita gunakan dalam bekerja, selamat benda kerja yang kita kerjakan dan selamat diri kita dari kecelakaan. Untuk itu disiplin keselamatan kerja sangat ditekankan di PT Java Motors. Hal ini bertujuan untuk menjaga kelancaran dalam melaksanakan tugas dari tiap personil workshop. Jika terjadi sebuah pelanggaran disiplin keselamatan kerja, pihak manajemen PT. Java Motors akan menindak secara tegas bahkan sampai dikeluarkannya surat peringatan. Karena ketidak disiplinan ini menyebabkan hal yang lebih berbahaya. Perangkat keselamatan yang biasa digunakan di workshop PT. Java Motors antara lain : masker, sarung tangan, scraper, sepatu safety, wear pack, yang semuanya berfungsi melindungi diri pada saat melakukan pekerjaan yang penuh resiko.

8 Perawatan Kendaraan Di Work Shop PT. Java Motors Perawatan yang dilakukan di workshop PT. Java Motors terbagi dalam 3 macam perawatan, antara lain : Basic Service, Annual Service dan Lube Service. Ketiganya merupakan serangkaian perawatan yang dilakukan secara rutin sesuai dengan jumlah kilometer yang telah ditempuh dengan interval tiap 3000 km. Adapun hal yang dilakukan dalam rangkaian adalah: 1) General check up 2) Ganti oli 3) Repair service jika terdapat kerusakan pada saat general check up (tergantung kondisi kendaraan) Adapun prosedur yang harus dilakukan costumer untuk mendapatkan berbagai pelayanan diatas adalah : 1) Mendaftar di front man 2) Front man memanggil foreman untuk mendengarkan keluhan costumer 3) Setelah keluhan didapat kemudian dilakukan estimasi pekerjaan 4) Perbaikan/service (Basic service/lube Service/annual service) dilakukan oleh mekanik. 5) Jika terdapat kerusakan spare part, mekanik akan mengestimasi penggantian spare part. 6) Kemudian costumer diminta persetujuan untuk mengganti spare part dan jika setelah disetujui dilakukan perbaikan/penggantian spare part.

9 47 7) Setelah semua pekerjaan selesai dilakukan pengecekan ulang, jika sudah baik kendaraan dikembalikan ke costumer setelah pembayaran dilakukan. Biasanya jenis pelayanan diatas dilakukan terhadap costumer yang tidak terikat oleh kontrak service. Untuk costumer yang terikat kontrak service kondisi kendaraan akan selalu dipantau oleh crew work shop PT Java Motors yang tersebar di seluruh Indonesia. Kontrak service sudah meliputi biaya perawatan dan penggantian spare part fast moving yang sifatnya habis ganti Kegiatan Penulis Di Workshop PT. Java Motors Dalam pelaksanaan penulisan laporan tugas akhir ini, penulis lebih banyak melakukan pengamatan dilapangan, hal ini bertujuan untuk memahami segala sistem dan komponen yang ada pada tiap-tiap kendaraan terutama komponen-komponen yang terdapat pada sistem suspensi udara yang menjadi pokok bahasan pada penulisan Laporan Tugas Akhir. Selain pengamatan lapangan, penulis juga melakukan dialog dengan mekanikmekanik yang banyak memberikan informasi mengenai segala hal yang berhubungan dengan unit-unit kendaraan land rover maupun dengan segala hal yang berhubungan dengan workshop. Selain pengamatan lapangan dan dialog dengan mekanik, penulis juga melakukan explorasi data yang terdapat di komputer workshop yang berisi data teknis seluruh unit kendaraan land rover, mulai dari spesifikasi kendaraan, tips perbaikan, dan prosedur kerja

10 Pengenalan Suspensi Udara Pada dasarnya suspensi udara memiliki prinsip kerja dan komponenkomponen yang sama seperti suspensi lainnya, akan tetapi perbedaan utamanya terletak pada pegas udara (air spring) yang digunakan untuk menggantikan pegas yang terbuat dari baja. Perbedaan lain selain dari air spring, sistem suspensi udara menggunakan sistem pengaturan udara baik secara elektronis maupun pengaturan secara manual, hal ini bertujuan untuk memudahkan pengaturan ketinggian, tingkat kekerasan, dan elastisitas pegas udara. Gambar 4.2 mobil dengan suspensi udara (

11 Tipe-tipe Suspensi Udara Secara umum, suspensi terbagi 2 macam, yaitu : Tipe Strut (Air Suspension Silinder) Tipe ini shock absorber dengan per-nya jadi satu. Kelebihan Untuk model silinder, karena bentuknya yang ramping, maka jenis ini lebih banyak dan cocok dipergunakan pada mobil-mobil mempunyai celah sempit semacam sedan, sedangkan kekurangannya tipe ini memiliki bantingan yang lebih keras. Untuk proses aplikasi atau pemasangannya pun bisa dibilang tidak rumit, yang pasti pertama-tama harus dilihat terlebih dahulu tipe / jenis mobilnya apa dan juga jenis suspensi awalnya serta kedudukannya (Mounting). Karena Komponen-komponen utamanya air suspension sendiri adalah terdiri dari selang, tabung, kompresor, selenoid dan juga pressure gauge, jadi perlu dipikirkan juga untuk penempatan-penempatannya terutama kompresor. Yang pasti untuk pemakaiannya cukup disesuaikan dengan kondisi jalanan dan kebutuhan dari pengemudi. Jenis, model dan merk dari air suspension pun ada banyak dan kebanyakan dengan model bolt-on alias tinggal pasang.

12 50 Gambar 4.3 Suspensi udara tipe strut ( Tipe Bag (Air Suspension Balon) Kelebihan untuk air suspension jenis balon bisa dibilang bantingannya (Rebound) lebih terasa empuk (Soft) dibandingkan dengan yang model air silinder, sedangkan kelemahannya suspensi jenis ini terutama jika ingin diaplikasikan pada celah suspensi mobil yang sempit seperti jenis sedan atau city car, karena bentuknya agak melebar dan terbuat dari karet, di khawatirkan akan bergesekan dengan dinding di liang suspensi sehingga dapat menyebabkan kebocoran. Jadi lebih banyak digunakan pada mobil berbobot besar seperti jenis SUV. Tipe ini antara shock absorber dengan per-nya terpisah. Pemasangan air suspension sebagai pengganti fungsi per daun atau per keong pada suspensi standar umumnya disediakan dalam satu

13 51 perangkat komplet untuk instalasi. Seperti digunakan pada pengganti per keong yg terpisah dari shock (bukan coil over shock). Perangkatnya, selain Komponen utama (kompresor, tabung, selenoid dan selang), bantal pengungkit ketinggian langsung menggantikan posisi per aslinya. Gambar 4.4 Suspensi udara tipe bag ( Komponen Utama Sistem Suspensi Udara Range Rover 4.5 Gambar letak komponen utama suspensi udara (Land Rover Technical Training Workbook Basic Step I)

14 52 Keterangan gambar : 1. Electrical Control Unit 8. Height Sensor Rear 2. Compressor 9. Front Air Spring 3. Air Dryer 10. Rear Air Spring 4. Valve Block 11. Relays, Fuses 5. Reservoir 12. Driver Controls 6. Height Sensor Front Electronic Control Unit (ECU) Biasa disingkat ECU, alat ini berfungsi untuk mengatur segala aktivitas sistem suspensi udara, karena di ECU ini akan mengatur supply udara dari kompresor, mendeteksi beban yang diterima, mengatur ketinggian kendaraan dan mendeteksi kerusakan yang terjadi pada sistem suspensi udara. Gambar 4.6 Electronic Control Unit (ECU) (

15 Kompresor Umumnya kompresor yang digunakaan pada sistem suspensi udara adalah kompresor yang juga digunakan untuk sistem rem, sistem pneumatic dan seluruh air sistem yang ada pada sebuah kendaraan. Kompresor berfungsi untuk menghasilkan tekanan untuk sistem, sebuah thermal switch dengan otomatis akan menon-aktifkan kompresor ini jika suhunya mencapai 120 o C Air Dryer Gambar 4.7 Kompresor ( Gambar 4.8 Air Dryer (

16 54 Air dryer berfungsi untuk menghilangkan kelembapan udara. Semua udara yang keluar dari sistem ini melewati air dryer dengan berlawanan arah, air dryer ini dihubungkan ke pipa udara diantara kompresor dan reservoir. Air dryer bersirkulasi dengan menyerap kelembapan udara yang berlebih dan membuangnya ke udara luar Valve Block Gambar 4.9 Valve Block ( Valve Block berfungsi untuk mengontrol arah aliran udara. Aliran udara dari dan ke suspensi di kontrol oleh tujuh valve solenoid dalam pengoprasiannya, masing-masing satu untuk setiap pegas ditambah inlet, exhaust dan outlet. Berdasarkan signal dari ECU, membuat valve membuka dan aliran udara yang bertekanan tinggi

17 55 mengalir masuk atau keluar suspensi udara sesuai tekanan yang diperlukan Reservoirr Pasokan tekanan udaraa dari kompresor merupakan pasokan udara yang stabil, karena tekanan udara dari kompresor akan berubah-ubah bersamaan perubahan putaran mesin. Untuk mengatasi masalah ini maka dibuat tangki udara yang berfungsi menyimpan udara bertekanan dan menjaga pada tekanan tertentu. satu sambungan berfungsi sebagai inlet dan outlet untuk sistem. Reservoir drain plug perlu diganti untuk mengecek kelembapan di sistem setiap km. Gambar 4.10 Reservoir (

18 Height Sensor Front and Rear Fungsinya hampir sama dengan load sensor, akan tetapi Height Sensor hanya memberikan input pada katup pengaturan agar tekanan udara bisa disesuaikan pada saat menerima beban kemudian katup akan terbuka dan tekanan udara dari kompresor ditambah. Gambar 4.11 Height Sensor ( Air Spring Front and Rear Komponen utama pada sistem suspensi udara adalah pegas udara (air spring), pegas udara merupakan sebuah tabung udara yang tebuat dari karet dengan landasan dan kepala yang terbuat dari plastik atau aluminium, karet yang digunakan adalah karet sistetis dan karet alami dengan dilapisi benang nillon diseluruh permukaan karet / air bellow.

19 57 Gambar 4.12 Air Spring ( Seperti yang tampak pada gambar diatas pada bagian kepala tebuat dari aluminum sedangkan bagian bawahnya terbuat dari plastik dan di bagian dalamnya terdapat bumper yang berfungsi untuk mencegah kerusakan air spring pada saat menerima beban kejut yang sangat besar dan sesaat. Air spring yang digunakan pada sistem suspensi udara ada dua macam yaitu konvolusi tunggal dan konvolusi ganda Shock Absorber Sama seperti sistem suspensi lainnya, sistem suspensi udara juga menggunankan shock absorber dengan fungsi yang sama yaitu meredam oskilasi yang terjadi akibat elastisitas air spring

20 58 Gambar 4.13 Shock Absorber (I Solihin Mulyadi Perbaikan Chasis ) Hanger Spring Hanger spring adalah penghubung antara arm dengan chasis agar bisa bergerak dengan fleksibel. Penggunaann hanger spring hanya berlaku pada sistem suspensi udara dengann dua air spring pada satu axle, akan tetapi untuk sistem suspensi udara dengan empat air spring pada satu axle menggunakan cross member yang terhubung dan membentuk segi empat sehingga di setiap sudutnya dipasangi air spring. Gambar 4.14 sistem suspensi udara dengan empat air spring (I Solihin Mulyadi Perbaikan Chasis )

21 59 Gambar 4.15 sistem suspensi udara dengann dua air spring (I Solihin Mulyadi Perbaikan Chasis ) Panhard Rod Fungsi panhard rod pada sistem suspensi udara sama seperti pada suspensi lainnya yaitu menjaga axle agar stabil terhadap gaya dari samping, akan tetapi panhard rod pada sistem suspensi udara terikat antara axle dengan frame BECM (Body Electronic Control Module) Ini merupakan komponen utama dalam sistem pengaturan udara pada suspensi udara, karena load sensing mendeteksi beban yang terjadi di air spring kemudaian memberikan supply data ke ECU untuk mengatur pasokan tekanan udaraa dari tangki / kompresor agar tekanan udara dan ketinggian bodi kendaraan tetap stabil pada saat menerima beban.

22 60 Selain memberikan input data ke ECU air suspension, load sensor juga memberikan input data pada ECU rem, hal ini bertujuan untuk menyesuaikan kekuatan rem dengan beban yang diterima oleh air spring. Gambar 4.16 BECM ( Driver Control Driver Control adalah alat untuk mengontrol dan mengendalikan ketinggian bodi kendaraan, terutama pada saat menghadapi medan yang tidak normal (off road). Driver Control biasanya terpasang pada cabin atau di tengah-tengah dashboard dekat pengemudi sehingga pengemudi dapat dengan mudah menyesuaikan ketinggian kendaraan.

23 61 Gambar 4.17 Driver Control ( Leveling Valve Untuk menyesuaikan tekanan udara pada air bellow ECU harus mengetahui ketinggiann kendaraann sehingga pada saat ada penurunan secara otomatis ECU membuka katup yang ada di tangki untuk menambah tekanan. Leveling Valve adalah alat untuk mendeteksi ketinggian kendaraan dan mengatur masuk dan keluarnya udara yang digunakan untuk mengisi air bellow. Keberadaan leveling valve hampir samaa dengan load sensor,, tapi leveling valve hanya mengatur tekanan dalam air bellow saja, tidak untuk sistem rem. Gambar 4.18 Levelling Valve (

24 Kontruksi Suspensi Udara Pada Roda Depan Desain Suspensi depan pada mobil range rover membuat axle articulation dan putaran roda menjadi maksimum, ground clearance yang baik tanpa mengalami loss traction atau stabilitas arah. Frekuensi berkendara yang stabil dalam segala kondisi beban tercapai dengan menyatukan kemajuan geometri untuk mengontrol dan menjalankan sistem sistem. Gambar 4.19 Kontruksi Suspensi Udara Pada Roda Depan (Land Rover Technical Training Workbook Basic Step I) Keterangan Gambar : 1. Radius Arm 5. Anti-roll Bar 2. Panhard Rod 6. Air Springs 3. Shock Absorbers 7. Front Axle 4. Bump Stops Long front radius (1) dimasukkan ke front axle (7) dan membuat axle articulation menjadi maksimum dimana hal tersebut sangat penting untuk off road. Radius arm yang dibuat dari forged steel link dengan mounting depan

25 63 sama, yaitu menggunakan bushes atau karet yang diamankan dengan fabricated mounting brackets yang digunakan pada front axle. Flexible bushes karet digunakan dengan stem dan joint untuk mengamankan radius arm pada mounting di chasiss cross member, seperti ditunjukkan pada gambar diatas. Sensor ketinggian kendaraan juga terhubung dengan front radius ram, untuk lebih jelasnya panhard rod (2) yang memastikan axle tetap ditengah, digunakan terbalik dan juga menggunakan ferrule rubber bush mounting pada kedua letak axle dan chasiss. Anti roll bar (5) digunakan di front axle mengontrol body roll dan stabilitas arah. Dua rubber bearing bushes dengan retaining straps, membuat anti roll bar aman di front axle, dan berhubungan dengan ball joint dari chasiss untuk mendukung anti roll bar belakang. Telescopic shock absorbers konvensional (3) digunakan untuk mengontrol gerakan bodi, berada di fabricated towers pada chasiss. Perbaikan bagian atas menggunakan retaining bolt melalui sebuah flexible rubber bush, untuk bagian bawah terdiri dari tipe stem mounting dengan dua flexible rubber bushes yang dipasang dengan satu retaining nut. Bump stops (4) diletakkan dibawah chasiss untuk mengatur suspensi udara (6) dan mencegah kerusakan yang dapat terjadi jika gerakan axle berlebihan, dan jika terjadi kebocoran pada suspensi udara, kendaraan masih dapat dijalankan dengan aman selama tidak melebihi kecepatan 35 mph.

26 Kontruksi Suspensi Udara Pada Roda Belakang Gambar 4.20 Kontruksi Suspensi Udara Pada Roda Belakang (Land Rover Technical Training Workbook Basic Step I) Keterangan Gambar : 1. Radius arm 4. Bump Stops 2. Panhard Rod 5. Air Springs 3. Shock Absorbers 6. Rear Axle Suspensi belakang dibuat dengan dua light weight composite radius arm (1) dan panhard rod (2) sistem ini memungkinkan putaran maksimum dengan mempertahankan roll stiffnes dan stabilitas composite radius arm diletakkan pada chasiss menggunakan ferrule rubber bush dan ke axle menggunakan sealed for life (karet isolasi). Sensor tinggi kendaraan juga terhubung pada radius arm dengan panhard pada chasiss yang ditunjukkan pada gambar diatas. Telescopic shock absorbers konvensional (3) diguanakan untuk mengontrol bodi yang terletak pada chasiss cross frame di axle

27 65 retaining stop. Bump stops (4) dibawah untuk mencegah terjadinya kerusakan atau terjadingan kebocoran pada sistem suspensi udara Lima Settingan Tinggi Kendaraan Pada mobil range rover, Ketinggian mobil dapat dibuat hingga lima posisi. Dari posisi paling tinggi Extended, High, Standar, Highway dan terakhir Access. 1) Standard Mode Gambar 4.21 Standard mode ( Pada saat kecepatan kendaraan dibawah 80 km/jam dengan posisi inhibit switch mati, lampu indikator standard height akan menyala terus, pada beban penuh posisi ini dapat membantu kerataan sinar lampu depan. tinggi kendaraan pada posisi Standard Mode adalah 825 mm.

28 66 2) Low Mode Secara otomatis posisi low ride height akan terpilih saat kecepatan kendaraan dibawah 56 km/jam dengan posisi inhibit switch mati. tinggi kendaraan 800 mm. 3) Access Mode Access mode dapat dilakukan saat mobil berhenti. Tujuannya, untuk memudahkan penumpang untuk masuk ke dalam kabin. Setelah pintu tertutup semuanya, kendaraan yg sedang berjalan, secara otomatis tinggi kendaraan dapat kembali pada posisi standar. tinggi kendaraan 760 mm. Gambar 4.22 Access Mode ( 4) High dan Extended Mode Posisi ini dapat dipilih kapan saja dan kecepatan kendaraan tidak boleh melebihi 32 km/jam, jika melewati batas tersebut maka secara

29 67 otomatis tinggi kendaraan akan kembali pada standardd height, tinggi kendaraan padaa posisi High Mode adalah 865 mm, sedangkan Extended Mode mm Gambar 4.23 High Mode dan Extended Mode ( Pneumatic Circuit Diagram Gambar 4.24 Rangkaian sistem suspensi udara new range roverr (Landd Rover Technical Training Workbook Basic Step I)

30 68 Udara masuk melalui inlet filter (1) ke Kompresor (2) kemudian di kompresikan hingga 10 bar (140 Psi), udara yang di kompresikan melewati air dryer (3) saat kelembapan udara dibuang melalui dryer dessicant, maka dessicant bagian bawah menjadi basah. Udara yang telah kering melewati no return valve ke kompresor (4) 3 non return valve (6) memastikan aliran udara benar, dan juga mencegah suspensi udara kehilangan tekanan, jika terjadi kehilangan tekanan di reservoir, maka pressure switch (5) menjaga tekanan di sistem yang berada diantara limit yang ditentukan dengan menghidupkan dan mematikan kompresor melalui relay yang dikontrol oleh ECU, udara ditambahkkan ke suspensi udara (10) inlet valve (7) harus aktif bersamaan dengan solenoid valve yang berhubungan (9) untuk udara yang keluar dari suspensi udara, exhaust valve (8) harus dihidupkan bersamaan dengan solenoid valve yang berhubungan. Solenoid diafragma valve (12) memastikan semua udara ke udara bebas melewati dryer, udara yang keluar melewati dryer secara vertikal ke bawah, udara ini mengeluarkan kelembapan yang ada di dryer. Saat udara keluar melalui air operated diapragma valve (13) ke udara bebas melalui silencer (14) yang ada di valve block 4.20 Prinsip Kerja Sistem Suspensi Udara Berdasarkan Teori Pegas Pada prinsipnya cara kerja sistem suspensi udara sama seperti sistem suspensi lain pada umumnya, akan tetapi fungsi pegas pada sistem

31 69 suspensi konvensional diganti oleh air spring yang memiliki banyak kelebihan fungsi yang tidak dimiliki oleh pegas konvensional. Sebelum kita mengetahui teori pegas pada air spring, perlu kita mengetahui cara kerja pegas konvensional pada suspensi yang umum digunakan pada kendaraan konvensional Cara Kerja Suspensi Sistem suspensi terletak diantara bodi kendaraan dan roda-roda, dan dirancang untuk menyerap kejutan dari permukaan jalan sehingga menambah kenikmatan dan stabilitas berkendara serta memperbaiki kemampuan daya cengkram roda terhadap permukaan jalan. Suspensi terdiri dari pegas, shock absorbers, stabilizer, dan sebagainya. Pada umumnya suspensi dapat digolongkan menjadi suspensi tipe rigid (rigid axle) dan tipe bebas (independent suspension). Suspensi menghubungkan bodi kendaraan dengan roda-roda dan berfungsi sebagai berikut : Selama berjalan kendaraan bersama-sama dengan roda, menyerap getaran, oskilasi dan kejutan dari permukaan jalan, hal ini untuk melindungi penumpang dan barang agar aman, serta menambah kenyamanan dan stabilitas. Memindahkan gaya pengereman dan gaya gerak bodi melalui gesekan antara jalan dengan permukaan roda

32 70 Menopang bodi pada axle dan memelihara letak geometris antara bodi dan roda-roda 4.22 Gerak Translasi Pada Suspensi Gerak translasi diartikan sebagai suatu gerak yang terjadi sepanjang garis lurus, variable yang digunakan untuk menguraikan gerak translasi adalah percepatan, kecepatan dan perpindahan. Hukum Newton tentang gerak menyatakan bahwa penjumlahan aljabar dan gaya yang terjadi pada suatu benda kaku pada arah yang diberikan sama dengan hasil kali massa benda dan percepataannya pada arah yang sama, pada arah yang sama hukum tersebut dinyatakan sebagai berikut : F = m.a Keterangan : F = masa m = Massa a = percepatan Dengan M menyatakan massa dan a adalah percepatan pada arah yang dimaksud untuk gerak translasi, elemen sistem berikut biasanya terlibat I. Massa, massa dianggap sebagi model bagian-bagaian yang menyimpan energy kinetic translasional. Massa analogi dengan induktansi dengan induktansi jaringan listrik, jika F merupakan gaya dari suatu benda maka m adalah : w m = g

33 71 Keterangan : m = massa F = gaya g = gravitasi Dengan g adalah percepatan jalur bebas suatu benda terhadap gravitasi g = 9,8066 m/det dalam satuan internasional Gambar 4.25 mengilustrasikan situasi dengan suatu gaya bereaksi pada suspensi kendaraan (Andrew,Parr, Hidrolika dan Pneumatika ) Keterangan : Rumus : ω = 2 xƒ ω = Percepatan Sudut ƒ = Frekuensi Pegas linier dapat berupa suatu model dari pegas atau suatu belitan kabel atau ban, pada umumnya pegas dianggap sebagai elemen yang

34 72 menimpan energi potensial dengan frekuensi natural pada kendaraan menggunakan persamaan ω s = k m Keterangan : ω s = frekuensi natural k = konstanta pegas m = massa Gambar 4.26 Daspot untuk gesekan viskos (Andrew,Parr, Hidrolika dan Pneumatika )

35 Tekanan yang terjadi pada air bellow Gambar Tekanan yang terjadi pada air bellow (Harinadi Buku Mekanika Fluida) Tekanann yang terjadi dalam suatu fluida, bila fluida tersebut dikenai suatuu gaya. Pada gambar 4.23 sebuah gaya diberikan pada fluida tertutup lewat sebauh piston yang dalam suspensi udara di analogikan sebagai beban yang diterima dari body kendaraan dengan luasan A sesuai dengan diameter air bellow. Ini menghasilkan tekan P dalam fluida. Jelaslah bahwa dengan menaikkan gaya, maka tekanan akan disesuaikan oleh levelling valve secara proporsional. Namun masih kurang jelas apakah mengurangi luasan piston juga akan menaikkan tekanan. Tekanan dalam fluida dengan demikian dapat didefinisikan sebagai gaya yang bekerja persatuan luas, atau : F Rumus : P = A

36 74 Keterangan : P = tekanan F = gaya A = luas Walaupun persamaan diatas sangat sederhana, terdapat banyak satuan tekanan berbeda yang biasanya digunakan. Akan tetapi dalam sistem Standard International biasanya tekanan dinyatakan dalam N/m Perhitungan Kapasitas Suspensi Dari data diatas kita bisa dapatkan kekuatan suspensi udara berdasarkan prinsip kerja pneumatic dengan dasar hukum pascal. Adapun perhitungan sederhananya adalah sebagai berikut : Diameter air bellow range rover : (D) Depan : 190 mm (0.19 m) (D) Belakang : 290 mm (0.29 m) Maka luas permukaan air bellow tersebut adalah : Rumus : A = π. D 2 Depan A = π. D 2 = 3, = 0,113 m 2 Belakang A = π. D 2 = ,29 2 = 0,264 m 2

37 75 Kemudian dengan luas seperti diatas maka didapat kapasitas air bellow, sebagai berikut : Rumus : F = P. A (Tekanan udara di air bellow) (100 Psi) P = 6894 N/m 2 (Luas permukaan air bellow depan) A = 0,113 m 2 (Luas permukaan air bellow belakang) A = 0,264 m 2 Depan : F = P. A = 6894 N/m 2. 0,113 m 2 (2 buah) = 1558 N Belakang : F = P. A = 6894N/m 2. 0,264 m 2 (2 buah) = 3640 N

BAB III TINJAUAN PUSTAKA

BAB III TINJAUAN PUSTAKA 8 BAB III TINJAUAN PUSTAKA 3.1 AIR SUSPENSION (SUSPENSI UDARA) Air suspension, atau suspensi bus dengan bantalan udara digunakan sebagai penopang bantingan dan pengganti fungsi per. Awalnya, sistem ini

Lebih terperinci

TUGAS AKHIR PROSEDUR PEMERIKSAAN KEBOCORAN SUSPENSI UDARA PADA MOBIL RANGE ROVER DI PT. JAVA MOTORS

TUGAS AKHIR PROSEDUR PEMERIKSAAN KEBOCORAN SUSPENSI UDARA PADA MOBIL RANGE ROVER DI PT. JAVA MOTORS TUGAS AKHIR PROSEDUR PEMERIKSAAN KEBOCORAN SUSPENSI UDARA PADA MOBIL RANGE ROVER DI PT. JAVA MOTORS Diajukan Guna Melengkapi Sebagian Syarat Dalam Mencapai Gelar Sarjana Srata Satu (S1) Disusun Oleh :

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Suspensi Suspensi adalah kumpulan komponen tertentu yang dirancang untuk menyerap kejutan dari permukaan jalan yang bergelombang sehingga menambah kenyamanan berkendara

Lebih terperinci

BAB II DASAR TEORI Suspensi

BAB II DASAR TEORI Suspensi digilib.uns.ac.id BAB II DASAR TEORI 2. 1. Suspensi Suspensi adalah suatu sistem yang berfungsi meredam kejutan, getaran yang terjadi pada kendaraan akibat permukaan jalan yang tidak rata. Suspensi dapat

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI 6 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Garis Besar Chasis Dan Suspensi Pada sebuah kendaraan terbagi ke dalam beberapa sistem yang merupakan point utama dari adanya sebuah kendaraan, salah satunya sistem chasis meliputi

Lebih terperinci

BAB II TEORI SUSPENSI. menghasilkan kualitas tinggi. Sementara dalam dunia otomotif perkembangannya cukup

BAB II TEORI SUSPENSI. menghasilkan kualitas tinggi. Sementara dalam dunia otomotif perkembangannya cukup BAB II TEORI SUSPENSI 2.1 Pengenalan Suspensi Udara Dalam hal ini perkembangan teknologi melonjak tajam hingga pencapaian yang menghasilkan kualitas tinggi. Sementara dalam dunia otomotif perkembangannya

Lebih terperinci

Sistem Suspensi pada Truck

Sistem Suspensi pada Truck Sistem Suspensi pada Truck Halaman 1 dari 4 Fungsi utama sistem suspensi pada kendaraan adalah mendukung berat kendaraan untuk diteruskan ke tanah (ground). Fungsi lain adalah melindungi badan kendaraan

Lebih terperinci

PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN

PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN 37 BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN 4.1 ALUR PROSES Pada gambar 4.1 menggambarkan sebuah langkah dari proses pelayanan perawatan kendaraan yang dilakukan oleh menejemen Astrido Daihatsu Kebon Jeruk agar

Lebih terperinci

Sistem suspensi dipasang diantara rangka kendaraan dengan poros roda, supaya getaran atau goncangan yang terjadi tidak di teruskan ke body.

Sistem suspensi dipasang diantara rangka kendaraan dengan poros roda, supaya getaran atau goncangan yang terjadi tidak di teruskan ke body. SISTEM SUSPENSI Sistem suspensi dipasang diantara rangka kendaraan dengan poros roda, supaya getaran atau goncangan yang terjadi tidak di teruskan ke body. SPRUNG WEIGHT DAN UNSPRUNG WEIGHT Pada umumnya

Lebih terperinci

PENERAPAN KONSEP FLUIDA PADA MESIN PERKAKAS

PENERAPAN KONSEP FLUIDA PADA MESIN PERKAKAS PENERAPAN KONSEP FLUIDA PADA MESIN PERKAKAS 1. Dongkrak Hidrolik Dongkrak hidrolik merupakan salah satu aplikasi sederhana dari Hukum Pascal. Berikut ini prinsip kerja dongkrak hidrolik. Saat pengisap

Lebih terperinci

MEMBUAT TUJUAN PEMBELAJARAN KHUSUS DAN ALAT EVALUASI PEMBELAJARAN JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN

MEMBUAT TUJUAN PEMBELAJARAN KHUSUS DAN ALAT EVALUASI PEMBELAJARAN JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN MEMBUAT TUJUAN PEMBELAJARAN KHUSUS DAN ALAT EVALUASI PEMBELAJARAN diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Media Pembelajaran yang dibimbing oleh Bapak Drs. Ganti Depari, ST.M.Pd Disusun oleh

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. seperti mesin, suspensi transmisi serta digunakan untuk menjaga mobil agar

BAB II LANDASAN TEORI. seperti mesin, suspensi transmisi serta digunakan untuk menjaga mobil agar 7 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Definisi Chassis Chassis merupakan komponen utama pada kendaraan yang terbuat dari material kuat seperti besi dan baja, yang di buat dengan struktur dan perhitungan yang presisi

Lebih terperinci

SISTEM KEMUDI & WHEEL ALIGNMENT

SISTEM KEMUDI & WHEEL ALIGNMENT SISTEM KEMUDI & WHEEL ALIGNMENT SISTEM KEMUDI I. URAIAN Fungsi sistem kemudi adalah untuk mengatur arah kendaraan dengan cara membelokkan roda depan. Bila steering wheel diputar, steering column akan meneruskan

Lebih terperinci

Penggunaan sistem Pneumatik antara lain sebagai berikut :

Penggunaan sistem Pneumatik antara lain sebagai berikut : SISTEM PNEUMATIK SISTEM PNEUMATIK Pneumatik berasal dari bahasa Yunani yang berarti udara atau angin. Semua sistem yang menggunakan tenaga yang disimpan dalam bentuk udara yang dimampatkan untuk menghasilkan

Lebih terperinci

JURNAL TEKNIK ITS Vol. 7, No. 1 (2018), ( Print)

JURNAL TEKNIK ITS Vol. 7, No. 1 (2018), ( Print) E27 Rancang Bangun dan Analisis Karakteristik Dinamis Atmospheric Pressure Shock Absorber (APSA) dengan Diameter Silinder 60 mm dan Diameter Orifice 1 mm Pada Kendaraan Angkut Bima Adisetya Putra dan Harus

Lebih terperinci

PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia

PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia BAB III PENGENALAN SUSPENSI PADA KENDARAAN MERCEDES-BENZ B- Class (W 245) 1.1 DASAR TEORI Komponen utama dari suspensi yang di gunakan pada kendaraan Mercedes-Benz B-class (w 245) terdiri dari beberapa

Lebih terperinci

SUSPENSI (suspension)

SUSPENSI (suspension) SUSPENSI (suspension) Suspensi adalah mekanisme yang dipasang di antara body dan roda yang berfungsi untuk menciptakan kestabilan kendaraan (nyaman dan aman) Unsur kestabilan kendaraan : 1. Stabil pengendaraannya

Lebih terperinci

Gambar struktur fungsi solenoid valve pneumatic

Gambar struktur fungsi solenoid valve pneumatic A. PNEUMATIK 1. Prinsip Kerja Peralatan Pneumatik Prinsip kerja dari solenoid valve/katup (valve) solenoida yaitu katup listrik yang mempunyai koil sebagai penggeraknya dimana ketika koil mendapat supply

Lebih terperinci

Elektro Hidrolik Aplikasi sitem hidraulik sangat luas diberbagai bidang indutri saat ini. Kemampuannya untuk menghasilkan gaya yang besar, keakuratan

Elektro Hidrolik Aplikasi sitem hidraulik sangat luas diberbagai bidang indutri saat ini. Kemampuannya untuk menghasilkan gaya yang besar, keakuratan Elektro Hidrolik Aplikasi sitem hidraulik sangat luas diberbagai bidang indutri saat ini. Kemampuannya untuk menghasilkan gaya yang besar, keakuratan dalam pengontrolan dan kemudahan dalam pengoperasian

Lebih terperinci

SISTEM SUSPENSI & BAN

SISTEM SUSPENSI & BAN SISTEM SUSPENSI & BAN SISTEM SUSPENSI URAIAN Sistem suspensi terletak diantara bodi kendaraan dan roda-roda, dan dirancang untuk menyerap kejutan dari permukaan jalan sehingga menambah kenyamanan. Komponen

Lebih terperinci

OVH SUSPENSION I.STRUCTURE & FUNCTION. 1.Rear suspension cylinder

OVH SUSPENSION I.STRUCTURE & FUNCTION. 1.Rear suspension cylinder OVH SUSPENSION I.STRUCTURE & FUNCTION 1.Rear suspension cylinder Hydro-pneumatic cylinder yang dipasang tegak pada bagian belakang unit, dimana bagian bawah cylinder dipasang dengan pin dan spherical bearing

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

SATUAN ACARA PERKULIAHAN SATUAN ACARA PERKULIAHAN Kode & Nama Mata Kuliah : OT 443. CHASSIS OTOMOTIF Topik Bahasan : Kumpulan bahan kajian dan perkuliahan yang menjamin kendaraan berjalan dengan aman dan nyaman Tujuan / Kompetensi

Lebih terperinci

Studi Eksperimental Kinerja Mesin Kompresi Udara Satu Langkah Dengan Variasi Sudut Pembukaan Selenoid

Studi Eksperimental Kinerja Mesin Kompresi Udara Satu Langkah Dengan Variasi Sudut Pembukaan Selenoid Studi Eksperimental Kinerja Mesin Kompresi Udara Satu Langkah Dengan Variasi Sudut Pembukaan Selenoid Darwin Rio Budi Syaka, Furqon Bastian dan Ahmad Kholil Universitas Negeri Jakarta, Fakultas Teknik,

Lebih terperinci

ANALISIS PENGARUH TINGKAT REDAMAN SHOCK UPSIDE DOWN PADA KENDARAAN BERMOTOR YAMAHA BYSON 150 CC

ANALISIS PENGARUH TINGKAT REDAMAN SHOCK UPSIDE DOWN PADA KENDARAAN BERMOTOR YAMAHA BYSON 150 CC ANALISIS PENGARUH TINGKAT REDAMAN SHOCK UPSIDE DOWN PADA KENDARAAN BERMOTOR YAMAHA BYSON 150 CC Dedy Muji Prasetyo, Eko Prasetyo Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Unversitas Pancasila [email protected],

Lebih terperinci

Lembar Latihan. Lembar Jawaban.

Lembar Latihan. Lembar Jawaban. DAFTAR ISI Daftar Isi Pendahuluan.. Tujuan Umum Pembelajaran.. Petunjuk Penggunaan Modul.. Kegiatan Belajar 1 : Penggambaran Diagram Rangkaian.. 1.1 Diagram Alir Mata Rantai Kontrol. 1.2 Tata Letak Rangkaian.

Lebih terperinci

Komponen Sistem Pneumatik

Komponen Sistem Pneumatik Komponen Sistem Pneumatik Komponen Sistem Pneumatik System pneumatik terdiri dari beberapa tingkatan yang mencerminkan perangkat keras dan aliran sinyal. Beberapa tingkatan membentuk lintasan kontrol untuk

Lebih terperinci

KUMPULAN SOAL PNEUMATIC By Industrial Electronic Dept. Of SMKN 1 Batam

KUMPULAN SOAL PNEUMATIC By Industrial Electronic Dept. Of SMKN 1 Batam KUMPULAN SOAL PNEUMATIC By Industrial Electronic Dept. Of SMKN 1 Batam Petunjuk: Pilihlah jawaban yang paling tepat dengan cara memberi tanda silang (X) pada lembar jawaban yang tersedia. 01. Berikut ini

Lebih terperinci

BAB III TINJAUAN PUSTAKA

BAB III TINJAUAN PUSTAKA 16 BAB III TINJAUAN PUSTAKA 3.1 PENDAHULUAN Rem udara adalah sistem rem yang pengoperasiannya menggunakan udara yang bertekanan dimana rem ini memanfaatkan energi udara bertekanan untuk menjalankan sistem

Lebih terperinci

UJI KINERJA DINAMIS SISTEM SUSPENSI DAN ANALISIS STABILITAS MICRO CAR. Skripsi

UJI KINERJA DINAMIS SISTEM SUSPENSI DAN ANALISIS STABILITAS MICRO CAR. Skripsi UJI KINERJA DINAMIS SISTEM SUSPENSI DAN ANALISIS STABILITAS MICRO CAR Skripsi Diajukan Dalam Rangka Menyelesaikan Studi Strata 1 Untuk Mencapai Gelar Sarjana Pendidikan Oleh : Nama : Mulyono NIM : 5201403034

Lebih terperinci

Mesin Kompresi Udara Untuk Aplikasi Alat Transportasi Ramah Lingkungan Bebas Polusi

Mesin Kompresi Udara Untuk Aplikasi Alat Transportasi Ramah Lingkungan Bebas Polusi Mesin Kompresi Udara Untuk Aplikasi Alat Transportasi Ramah Lingkungan Bebas Polusi Darwin Rio Budi Syaka a *, Umeir Fata Amaly b dan Ahmad Kholil c Jurusan Teknik Mesin. Fakultas Teknik, Universitas Negeri

Lebih terperinci

STEERING. Komponen Sistem Kemudi/ Steering

STEERING. Komponen Sistem Kemudi/ Steering STEERING Fungsi sistem kemudi adalah untuk mengatur arah kendaraan dengan cara membelokkan roda-roda depan. Bila roda kemudi diputar, steering column akan meneruskan tenaga putarnya ke steering gear. Steering

Lebih terperinci

JUDUL UNIT KOMPETENSI : REM PIRINGAN DAN BOSTER REM

JUDUL UNIT KOMPETENSI : REM PIRINGAN DAN BOSTER REM JUDUL UNIT KOMPETENSI : REM PIRINGAN DAN BOSTER REM Diskripsi Unit Kompetensi: Kompetensi ini meliputi pengetahuan, keterampilan dan sikap pada pekerjaan melepas, memeriksa dan menyetel komponen rem piringan

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 56 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Pada Perancangan alat deteksi dengan sistem pneumatik ini menggunakan dasar perancangan dari buku dasar perancangan teknik mesin, teori ini digunakan sebagai

Lebih terperinci

Sistem Hidrolik. Trainer Agri Group Tier-2

Sistem Hidrolik. Trainer Agri Group Tier-2 Sistem Hidrolik No HP : 082183802878 Tujuan Training Peserta dapat : Mengerti komponen utama dari sistem hidrolik Menguji system hidrolik Melakukan perawatan pada sistem hidrolik Hidrolik hydro = air &

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS SISTEM SUSPENSI DEPAN

BAB III ANALISIS SISTEM SUSPENSI DEPAN 35 BAB III ANALISIS SISTEM SUSPENSI DEPAN 3.1. Daftar Spesifikasi Kendaraan 1) Spesifikasi Kendaraan Toyota Kijang Innova 2.0 V M/T Tahun 2004 Tabel 3.1. Spesifikasi Kendaraan Toyota Kijang Innova 2.0

Lebih terperinci

BAB III CARA KERJA MESIN PERAKIT RADIATOR

BAB III CARA KERJA MESIN PERAKIT RADIATOR BAB III CARA KERJA MESIN PERAKIT RADIATOR 3.1 Mesin Perakit Radiator Mesin perakit radiator adalah mesin yang di gunakan untuk merakit radiator, yang terdiri dari tube, fin, end plate, dan side plate.

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN TEORITIS

BAB II TINJAUAN TEORITIS BAB II TINJAUAN TEORITIS 2.1. Pengertian Sistem Kontrol Sistem kontrol adalah proses pengaturan atau pengendalian terhadap satu atau beberapa besaran (variable, parameter) sehingga berada pada suatu harga

Lebih terperinci

PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN. Alur Proses Pada Perawatan Automatic Brake Handle

PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN. Alur Proses Pada Perawatan Automatic Brake Handle 44 BAB IV 4.1 ALUR PROSES PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN Alur Proses Pada Perawatan Handle start Pemeriksaan awal per-periodik Pengecheckan kebocoran Haandle Indeks Kerusakan Perbaikan Handle Test Ulang Kebocoran

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI. Identifikasi Sistem Kopling dan Transmisi Manual Pada Kijang Innova

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI. Identifikasi Sistem Kopling dan Transmisi Manual Pada Kijang Innova BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka Berikut ini adalah beberapa refrensi yang berkaitan dengan judul penelitian yaitu sebagai berikut: 1. Tugas akhir yang ditulis oleh Muhammad

Lebih terperinci

Gambar 3.1 Diagram alir metodologi pengujian

Gambar 3.1 Diagram alir metodologi pengujian BAB III METODOLOGI PENGUJIAN 3.1 Diagram Alir Metodologi Pengujian MULAI STUDI PUSTAKA PERSIAPAN MESIN UJI PEMERIKSAAN DAN PENGESETAN MESIN KONDISI MESIN VALIDASI ALAT UKUR PERSIAPAN PENGUJIAN PEMASANGAN

Lebih terperinci

Menguak Prinsip Kerja Dongkrak Hidrolik

Menguak Prinsip Kerja Dongkrak Hidrolik Menguak Prinsip Kerja Dongkrak Hidrolik Pernahkah kalian memperhatikan orang yang mengganti ban mobil yang bocor dengan ban yang baru? Orang tersebut cukup menggunakan dongkrak hidrolik untuk mengangkat

Lebih terperinci

BAB II LINGKUP KERJA PRAKTEK

BAB II LINGKUP KERJA PRAKTEK BAB II LINGKUP KERJA PRAKTEK 2.1 Lingkup Kerja Praktek di PT. Safari Dharma Sakti Lingkup kerja praktek di PT.Safari Dharma Sakti pemeliharaan secara berkala kendaraan bus Mercedes Benz dan Hino meliputi

Lebih terperinci

Aku berbakti pada Bangsaku,,,,karena Negaraku berjasa padaku. Pengertian Turbocharger

Aku berbakti pada Bangsaku,,,,karena Negaraku berjasa padaku. Pengertian Turbocharger Pengertian Turbocharger Turbocharger merupakan sebuah peralatan, untuk menambah jumlah udara yang masuk kedalam slinder dengan memanfaatkan energi gas buang. Turbocharger merupakan perlatan untuk mengubah

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Prinsip Dasar Hidrolik Hidrolika adalah ilmu yang menyangkut berbagai gerak dan keadaan keseimbangan zat cair. Pada penggunaan secara tekni szat cair dalam industri, hidrolika

Lebih terperinci

KOPLING. Kopling ditinjau dari cara kerjanya dapat dibedakan atas dua jenis: 1. Kopling Tetap 2. Kopling Tak Tetap

KOPLING. Kopling ditinjau dari cara kerjanya dapat dibedakan atas dua jenis: 1. Kopling Tetap 2. Kopling Tak Tetap KOPLING Defenisi Kopling dan Jenis-jenisnya Kopling adalah suatu elemen mesin yang berfungsi untuk mentransmisikan daya dari poros penggerak (driving shaft) ke poros yang digerakkan (driven shaft), dimana

Lebih terperinci

Mesin Diesel. Mesin Diesel

Mesin Diesel. Mesin Diesel Mesin Diesel Mesin Diesel Mesin diesel menggunakan bahan bakar diesel. Ia membangkitkan tenaga yang tinggi pada kecepatan rendah dan memiliki konstruksi yang solid. Efisiensi bahan bakarnya lebih baik

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Studi Pustaka. Persiapan Dan Pengesetan Mesin. Kondisi Baik. Persiapan Pengujian. Pemasangan Alat Ukur

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Studi Pustaka. Persiapan Dan Pengesetan Mesin. Kondisi Baik. Persiapan Pengujian. Pemasangan Alat Ukur BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Diagram Alir Metodologi Penelitian Didalam melakukan pengujian diperlukan beberapa tahapan agar dapat berjalan lancar, sistematis dan sesuai dengan prosedur dan literatur

Lebih terperinci

BAB IV PERAWATAN REM CAKRAM TIPE ABS

BAB IV PERAWATAN REM CAKRAM TIPE ABS BAB IV PERAWATAN REM CAKRAM TIPE ABS 4.1. Tujuan Perawatan Perawatan dan perbaikan merupakan suatu hal yang sangat penting agar suatu alat atau mesin dapat bekerja dengan baik. Karena dengan sistem perawatan

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA

II. TINJAUAN PUSTAKA II. TINJAUAN PUSTAKA A. Radiator Radiator memegang peranan penting dalam mesin otomotif (misal mobil). Radiator berfungsi untuk mendinginkan mesin. Pembakaran bahan bakar dalam silinder mesin menyalurkan

Lebih terperinci

BAB IV PERHITUNGAN SISTEM HIDRAULIK

BAB IV PERHITUNGAN SISTEM HIDRAULIK BAB IV PERHITUNGAN SISTEM HIDRAULIK 4.1 Perhitungan Beban Operasi System Gaya yang dibutuhkan untuk mengangkat movable bridge kapasitas 100 ton yang akan diangkat oleh dua buah silinder hidraulik kanan

Lebih terperinci

BAB IV PERAWATAN PREVENTIF PADA PT DUNIA EXPRESS TRANSINDO 4.1 PERAWATAN PREVENTIF Perawatan preventif merupakan tindakan pemeliharaan yang terjadwal dan terencana. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi

Lebih terperinci

B. PERBANDINGAN TIAP MEDIA KERJA A. MENGENAL MACAM MEDIA KERJA

B. PERBANDINGAN TIAP MEDIA KERJA A. MENGENAL MACAM MEDIA KERJA A. MENGENAL MACAM MEDIA KERJA Dalam dunia industri media kerja merupakan salah satu komponen penggerak yang digunakan dalam menghasilkan produk selama proses produksi berlangsung. Adapun macam macam media

Lebih terperinci

BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN 41 BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN Start Alat berat masuk ke Workshop Pengecekan sistem hidrolik secara keseluruhan komponen Maintenance Service kerusakan Ganti oli Ganti filter oli Ganti hose hidrolik

Lebih terperinci

ANALISA HIDROLIK SISTEM LIFTER PADA FARM TRACTOR FOTON FT 824

ANALISA HIDROLIK SISTEM LIFTER PADA FARM TRACTOR FOTON FT 824 NASKAH PUBLIKASI TUGAS AKHIR ANALISA HIDROLIK SISTEM LIFTER PADA FARM TRACTOR FOTON FT 824 Disusun Sebagai Syarat Untuk Mengikuti Ujian Tugas Akhir Pada Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas

Lebih terperinci

PENDAHULUAN DAN SISTEM KOPLING

PENDAHULUAN DAN SISTEM KOPLING SMK KARTANEGARA WATES KAB. KEDIRI SISTEM PEMINDAH TENAGA (SPT) PENDAHULUAN DAN SISTEM KOPLING 7 PENDAHULUAN SISTEM PEMINDAH TENAGA (POWER TRAIN). Pemindah tenaga (Power Train) adalah sejumlah mekanisme

Lebih terperinci

Disusun Oleh : Nama : HERDI HARYADI NIM :

Disusun Oleh : Nama : HERDI HARYADI NIM : Disusun Oleh : Nama : HERDI HARYADI NIM : 5353103082 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Makalah Sistem Rem ABS membahas tentang system pengereman pada motor ataupun mobil. Tujuan dari makalah ini adalah

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN. Dalam proses pengambilan data pada media Engine Stand Toyota Great

BAB IV PEMBAHASAN. Dalam proses pengambilan data pada media Engine Stand Toyota Great BAB IV PEMBAHASAN.. Proses Pengambilan Data Dalam proses pengambilan data pada media Engine Stand Toyota Great Corolla tipe A-FE tahun 99 ini, meliputi beberapa tahapan yakni pengambilan data sebelum dilakukan

Lebih terperinci

Dengan cara pemakaian yang benar, Anda akan mendapatkan manfaat yang maksimal selama bertahun-tahun.

Dengan cara pemakaian yang benar, Anda akan mendapatkan manfaat yang maksimal selama bertahun-tahun. SELAMAT ATAS PILIHAN ANDA MENGGUNAKAN PEMANAS AIR (WATER HEATER) DOMO Dengan cara pemakaian yang benar, Anda akan mendapatkan manfaat yang maksimal selama bertahun-tahun. Bacalah buku petunjuk pengoperasian

Lebih terperinci

BAB II PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH. Sebuah modifikasi dan aplikasi suatu sistem tentunya membutuhkan

BAB II PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH. Sebuah modifikasi dan aplikasi suatu sistem tentunya membutuhkan BAB II PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH A. Aspek Perancangan Dalam Modifikasi Sebuah modifikasi dan aplikasi suatu sistem tentunya membutuhkan perencanaan, pemasangan dan pengujian. Dalam hal tersebut timbul

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Penyusunan tugas akhir ini terinspirasi berawal dari terjadinya kerusakan

BAB I PENDAHULUAN. Penyusunan tugas akhir ini terinspirasi berawal dari terjadinya kerusakan 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Penyusunan tugas akhir ini terinspirasi berawal dari terjadinya kerusakan pada mesin boiler satu burner dengan dua bahan bakar natural gas dan solar bekapasitas

Lebih terperinci

PENGERTIAN HIDROLIKA

PENGERTIAN HIDROLIKA HYDRAULICS PENGERTIAN HIDROLIKA Hidrolika : ilmu yang menyangkut berbagai gerak dan keadaan kesetimbangan zat cair dan pemanfaatannya untuk melakukan suatu kerja. Hidrostatika memiliki prinsip bahwa dalam

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Diagram Alur Penelitian Dalam bab ini menguraikan tentang alur jalannya penelitian analisa Ketepatan Tekanan Tutup Radiator pada Bus Hino R260. Diagram alur penelitian ini

Lebih terperinci

yang digunakan adalah sebagai berikut. Perbandingan kompresi : 9,5 : 1 : 12 V / 5 Ah Kapasitas tangki bahan bakar : 4,3 liter Tahun Pembuatan : 2004

yang digunakan adalah sebagai berikut. Perbandingan kompresi : 9,5 : 1 : 12 V / 5 Ah Kapasitas tangki bahan bakar : 4,3 liter Tahun Pembuatan : 2004 24 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Alat dan Bahan Pengujian. Spesifikasi motor bensin 4-langkah 0 cc Dalam penelitian ini, mesin uji yang digunakan adalah motor bensin 4- langkah 0 cc, dengan merk Suzuki

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. selanjutnya jumlah dan kualitas dari udara yang dikondisikan tersebut dikontrol.

BAB I PENDAHULUAN. selanjutnya jumlah dan kualitas dari udara yang dikondisikan tersebut dikontrol. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kebutuhan akan kondisi udara yang nyaman pada saat ini sudah menjadi kebutuhan yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia, terutama pada kendaraan seperti

Lebih terperinci

BAB II PRINSIP-PRINSIP DASAR HIDRAULIK

BAB II PRINSIP-PRINSIP DASAR HIDRAULIK BAB II PRINSIP-PRINSIP DASAR HIDRAULIK Dalam ilmu hidraulik berlaku hukum-hukum dalam hidrostatik dan hidrodinamik, termasuk untuk sistem hidraulik. Dimana untuk kendaraan forklift ini hidraulik berperan

Lebih terperinci

MODUL SISTEM KEMUDI DPKJ OLEH : KHUSNIADI PROGRAM STUDI TEKNIK KENDARAAN RINGAN JURUSAN TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF SMK NEGERI 1 BUKITTINGGI 2011

MODUL SISTEM KEMUDI DPKJ OLEH : KHUSNIADI PROGRAM STUDI TEKNIK KENDARAAN RINGAN JURUSAN TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF SMK NEGERI 1 BUKITTINGGI 2011 1 MODUL SISTEM KEMUDI DPKJ OLEH : KHUSNIADI PROGRAM STUDI TEKNIK KENDARAAN RINGAN JURUSAN TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF SMK NEGERI 1 BUKITTINGGI 2011 2 SISTEM KEMUDI Kompetensi : Menjelaskan pengertian prinsip

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Gokart Gokart merupakan salah satu produk yang sarat dengan teknologi dan perkembangan. Ditnjau dari segi komponen, Gokart mempunyai beragam komponen didalamnya, namun secara

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Tujuan C. Rumusan Masalah BAB II PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Tujuan C. Rumusan Masalah BAB II PEMBAHASAN BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sistem Hidrolik sebetulnya sudah banyak dikenal di masyarakat dan tidak sedikit kita menemukan alat tersebut. Sistem Hidrolik mempunyai fungsi yang sangat berperan penting

Lebih terperinci

BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN 30 BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN 4.1 ALUR PROSES Gambar 4.1 Alur Proses Perawatan 31 1. Customer mengambil nomor antrian pada mesin antrian. 2. Customer memberikan data mobil beserta keluhannya kepada

Lebih terperinci

BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. perbengkelan dan pemasaran kendaraan bermotor, ban,acc, oli dan lain-lain. Pada

BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. perbengkelan dan pemasaran kendaraan bermotor, ban,acc, oli dan lain-lain. Pada 50 BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 4.1 Sejarah Singkat Perusahaan Awal mulanya Perusahaan ini bernama PT. Sutan Kasim yang berdiri pada tahun 1974. Perusahaan ini merupakan pemindah tanganan dari seluruh

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAAN 4.1 PENGERTIAN DAN FUNGSI KOPLING Kopling adalah satu bagian yang mutlak diperlukan pada truk dan jenis lainnya dimana penggerak utamanya diperoleh dari hasil pembakaran di dalam silinder

Lebih terperinci

a. Pressure Control Valve (Katup Pengontrol Tekanan) b. Directional Control Valve (Katup Control Arah) c. Flow control valve (katup pengontrol aliran)

a. Pressure Control Valve (Katup Pengontrol Tekanan) b. Directional Control Valve (Katup Control Arah) c. Flow control valve (katup pengontrol aliran) 2.1.14 Katup Sistem control pneumatik terdiri dari komponenkomponen sinyal dan bagian kerja. Komponen-komponen sinyal dan control mempergunakan rangkaian atau urut-urutan operasi dari bagian kerja, dan

Lebih terperinci

BAB III PERALATAN DAN PROSEDUR PENGUJIAN

BAB III PERALATAN DAN PROSEDUR PENGUJIAN BAB III PERALATAN DAN PROSEDUR PENGUJIAN 3.1 PERANCANGAN ALAT PENGUJIAN Desain yang digunakan pada penelitian ini berupa alat sederhana. Alat yang di desain untuk mensirkulasikan fluida dari tanki penampungan

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kajian Pustaka Conveyor merupakan suatu alat transportasi yang umumnya dipakai dalam proses industri. Conveyor dapat mengangkut bahan produksi setengah jadi maupun hasil produksi

Lebih terperinci

BAB II RESISTANCE TEMPERATURE DETECTOR. besaran suatu temperatur/suhu dengan menggunakan elemen sensitif dari kawat

BAB II RESISTANCE TEMPERATURE DETECTOR. besaran suatu temperatur/suhu dengan menggunakan elemen sensitif dari kawat BAB II RESISTANCE TEMPERATURE DETECTOR Resistance Temperature Detector (RTD) atau dikenal dengan Detektor Temperatur Tahanan adalah sebuah alat yang digunakan untuk menentukan nilai atau besaran suatu

Lebih terperinci

SISTEM PENGENDALI DAN PENGONTROL PNEUMATIK UNTUK MESIN PENGAMPLAS KAYU OTOMATIS

SISTEM PENGENDALI DAN PENGONTROL PNEUMATIK UNTUK MESIN PENGAMPLAS KAYU OTOMATIS SISTEM PENGENDALI DAN PENGONTROL PNEUMATIK UNTUK MESIN PENGAMPLAS KAYU OTOMATIS Disusun Oleh : 1. Lilis Susanti ( 2214 039 007 ) 2. Kirliyanti Novia Rachma ( 2214 039 024 ) 3. M. Zein Al Haq ( 2214 039

Lebih terperinci

"CAP COMBI 2600 CL" (10,000 L tangki lumpur L air, total 15,250 L)

CAP COMBI 2600 CL (10,000 L tangki lumpur L air, total 15,250 L) "CAP COMBI 2600 CL" (10,000 L tangki lumpur + 5250 L air, total 15,250 L) Peralatan kombinasi yang diperuntukkan untuk menyedot & membersihkan saluran dan cairan apapun (tidak termasuk limbah berbahaya),

Lebih terperinci

Redesign Sistem Peredam Sekunder dan Analisis Pengaruh Variasi Nilai Koefisien Redam Terhadap Respon Dinamis Kereta Api Penumpang Ekonomi (K3)

Redesign Sistem Peredam Sekunder dan Analisis Pengaruh Variasi Nilai Koefisien Redam Terhadap Respon Dinamis Kereta Api Penumpang Ekonomi (K3) E33 Redesign Sistem Peredam Sekunder dan Analisis Pengaruh Variasi Nilai Koefisien Redam Terhadap Respon Dinamis Kereta Api Penumpang Ekonomi (K3) Dewani Intan Asmarani Permana dan Harus Laksana Guntur

Lebih terperinci

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

V. HASIL DAN PEMBAHASAN V. HASIL DAN PEMBAHASAN A. PEMBUATAN DAN PERAKITAN ALAT Pembuatan alat dilakukan berdasarkan rancangan yang telah dilakukan. Gambar rancangan alat secara keseluruhan dapat dilihat pada Gambar 5.1. 1 3

Lebih terperinci

BAB III METODE PENGUJIAN

BAB III METODE PENGUJIAN BAB III METODE PENGUJIAN Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan dan pengaruh dari penggunaan Piston standard dan Piston Cavity pada mesin mobil mazda biante. Pengujian ini dilakukan untuk membandingkan

Lebih terperinci

Material : Stainless Steel AISI 304; Besi karbon yang dicat (penutup depan & belakang)

Material : Stainless Steel AISI 304; Besi karbon yang dicat (penutup depan & belakang) CAP COMBI 1400 CL (4,400 L Tangki Lumpur + 2,450 L Air, total 6,850 L) Peralatan kombinasi yang diperuntukkan untuk menyedot & membersihkan saluran dan cairan apapun (tidak termasuk limbah berbahaya),

Lebih terperinci

Oleh : Bimo Arindra Hapsara Dosen Pembimbing : Ir. J. Lubi. Proposal Tugas Akhir. Tugas Akhir

Oleh : Bimo Arindra Hapsara Dosen Pembimbing : Ir. J. Lubi. Proposal Tugas Akhir. Tugas Akhir Proposal Tugas Akhir Tugas Akhir Oleh : Bimo Arindra Hapsara 2106 100 047 Dosen Pembimbing : Ir. J. Lubi Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Kecelakaan

Lebih terperinci

SUSPENSI DAN KEMUDI SEPEDA MOTOR

SUSPENSI DAN KEMUDI SEPEDA MOTOR SUSPENSI DAN KEMUDI SEPEDA MOTOR TEORI SECARA UMUM SISTIM SUSPENSI Sistim suspensi biasanya ditempatkan diantara frame dan poros roda. Pada umumnya dilengkapi dengan shock absorber. Sistim suspensi terletak

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS KASUS

BAB III ANALISIS KASUS A. Analisis BAB III ANALISIS KASUS Penulis mengumpulkan data-data teknis pada mobil Daihatsu Gran Max Pick Up 3SZ-VE dalam menganalisis sistem suspensi belakang untuk kerja pegas daun (leaf spring), dimana

Lebih terperinci

Pengembangan Dan Studi Karakteristik Prototipe Regenerative Shock Absorber Sistem Hidrolik

Pengembangan Dan Studi Karakteristik Prototipe Regenerative Shock Absorber Sistem Hidrolik ISSN Cetak: 2087-4286; ISSN On Line: 2580-6017 Pengembangan Dan Studi Karakteristik Prototipe Regenerative Shock Absorber Sistem Hidrolik 1 Kadaryono, 2 Mualifi Usman 1,2 Teknik Mesin, Universitas Darul

Lebih terperinci

DAFTAR ISI Prinsip Kerja Kegunaan Macam-macam Silinder Kerja Tunggal. 1.3 Silinder Kerja Ganda Konstruksi..

DAFTAR ISI Prinsip Kerja Kegunaan Macam-macam Silinder Kerja Tunggal. 1.3 Silinder Kerja Ganda Konstruksi.. DAFTAR ISI Daftar Isi Pendahuluan Tujuan Umum Pembelajaran Petunjuk Penggunaan Modul Kegiatan Belajar 1 : Silinder Pneumatik. 1.1 Pendahuluan. 1.2 Silinder Kerja Tunggal. 1.2.1 Konstruksi.. 1.2.2 Prinsip

Lebih terperinci

MAKALAH PENERAPAN OPEN LOOP DAN CLOSE LOOP SYSTEM OLEH: JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

MAKALAH PENERAPAN OPEN LOOP DAN CLOSE LOOP SYSTEM OLEH: JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA MAKALAH PENERAPAN OPEN LOOP DAN CLOSE LOOP SYSTEM OLEH: JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA Penerapan Close loop system A. Close loop System (sistem loop tertutup) Sistem loop

Lebih terperinci

BAB III PENGUKURAN DAN GAMBAR KOMPONEN UTAMA PADA MESIN MITSUBISHI L CC

BAB III PENGUKURAN DAN GAMBAR KOMPONEN UTAMA PADA MESIN MITSUBISHI L CC BAB III PENGUKURAN DAN GAMBAR KOMPONEN UTAMA PADA MESIN MITSUBISHI L 100 546 CC 3.1. Pengertian Bagian utama pada sebuah mesin yang sangat berpengaruh dalam jalannya mesin yang didalamnya terdapat suatu

Lebih terperinci

MELEPAS DAN MEMASANG PROPELLER SHAFT, AS RODA DAN GARDAN PADA MOBIL TOYOTA KIJANG 5K LAPORAN PRAKTIK AKHIR SEMESTER GENAP

MELEPAS DAN MEMASANG PROPELLER SHAFT, AS RODA DAN GARDAN PADA MOBIL TOYOTA KIJANG 5K LAPORAN PRAKTIK AKHIR SEMESTER GENAP MELEPAS DAN MEMASANG PROPELLER SHAFT, AS RODA DAN GARDAN PADA MOBIL TOYOTA KIJANG 5K LAPORAN PRAKTIK AKHIR SEMESTER GENAP diajukan untuk memenuhi nilai akhir semester dua disusun oleh : Arman Syah. S XI

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Definisi Motor Bakar Motor bakar adalah mesin atau peswat tenaga yang merupakan mesin kalor dengan menggunakan energi thermal dan potensial untuk melakukan kerja mekanik dengan

Lebih terperinci

JURNAL TEKNIK ITS Vol. 6, No. 1, (2017) ISSN: ( Print) F 113

JURNAL TEKNIK ITS Vol. 6, No. 1, (2017) ISSN: ( Print) F 113 JURNAL TEKNIK ITS Vol. 6, No. 1, (017) ISSN: 337-3539 (301-971 Print) F 113 Pemodelan dan Analisis Pengaruh Perubahan Parameter Orifice Sistem Hidrolik Terhadap Gaya Redam yang Dihasilkan dan Respon Dinamis

Lebih terperinci

New Mitsubishi Fuso Tractor Head FV51 JH

New Mitsubishi Fuso Tractor Head FV51 JH New Mitsubishi Fuso Tractor Head FV51 JH (KTB), Authorized Distributor Kendaraan Mitsubishi di Indonesia dari Mitsubishi Motors Corporation (MMC) dan Mitsubishi Fuso Truck & Bus Corporation (MFTBC) mulai

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Dalam era globalisasi yang serba cepat, waktu merupakan hal yang sangat

BAB 1 PENDAHULUAN. Dalam era globalisasi yang serba cepat, waktu merupakan hal yang sangat BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam era globalisasi yang serba cepat, waktu merupakan hal yang sangat penting. Penggunan waktu secara cermat akan meningkatkan kinerja menjadi lebih baik. Salah satu

Lebih terperinci

ANALISA SIDE SHIFTER PADA FORKLIFT LONKING LG 30 DT

ANALISA SIDE SHIFTER PADA FORKLIFT LONKING LG 30 DT NASKAH PUBLIKASI TUGAS AKHIR ANALISA SIDE SHIFTER PADA FORKLIFT LONKING LG 30 DT Disusun Sebagai Syarat Untuk Mencapai Gelar Sarjana Pada Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta

Lebih terperinci

PERENCANAAN SIDE BUMPER ADAPTIF PADA TRUK MITSUBISHI COLT DIESEL 100 PS (4 RODA)

PERENCANAAN SIDE BUMPER ADAPTIF PADA TRUK MITSUBISHI COLT DIESEL 100 PS (4 RODA) PERENCANAAN SIDE BUMPER ADAPTIF PADA TRUK MITSUBISHI COLT DIESEL 100 PS (4 RODA) Vinsensius Litmantoro 1), Joni Dewanto 2) Program Studi Teknik Mesin Universitas Kristen Petra 1,2) Jl. Siwalankerto 121-131,

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI

BAB III LANDASAN TEORI BAB III LANDASAN TEORI A. SEJARAH MOTOR DIESEL Pada tahun 1893 Dr. Rudolf Diesel memulai karier mengadakan eksperimen sebuah motor percobaan. Setelah banyak mengalami kegagalan dan kesukaran, mak akhirnya

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Sistem Kopling Kopling adalah satu bagian yang mutlak di perlukan pada kendaraan di mana penggerak utamanya di peroleh dari hasil pembakaran di dalam silinder mesin. Sumber :

Lebih terperinci

BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN 24 BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN 4.1 ALUR PROSES Gambar 4.1, Alur proses perawatan (Sumber: Astrido group. 2016) 25 1 Customer mengambil nomor antrian pada mesin antrian. 2 Customer memberikan data

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Diagram Alur Penelitian Dalam bab ini menguraikan tentang alur jalannya penelitian analisa power loss pada engine bus Hino R260 yang diakibatkan kesalahan pemindahan gigi

Lebih terperinci

SIFAT, KEUNTUNGAN, DAN KERUGIAN UDARA BERTEKANAN

SIFAT, KEUNTUNGAN, DAN KERUGIAN UDARA BERTEKANAN MATERI DEFINISI PNEUMATIK SIFAT, KEUNTUNGAN, DAN KERUGIAN UDARA BERTEKANAN HUKUM-HUKUM FISIKA DALAM PNEUMATIK PEMAHAMAN DAN PENGGAMBARAN SIMBOL KOMPONEN PNEUMATIK SESUAI DENGAN STANDARISASI ISO 1219 PENGENALAN

Lebih terperinci