BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN
|
|
|
- Yuliana Budiman
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 67 BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Perhitungan Tingkat Pengembalian Investasi Reksa dana Populasi penelitian yang dipilih oleh penulis adalah reksa dana jenis pendapatan tetap periode Januari 2008 sampai dengan Desember Dalam menganalisis reksa dana pendapatan tetap, perlu untuk mengadakan perhitungan parameter reksa dana pendapatan tetap tersebut. Untuk itu maka dibutuhkan data berupa Nilai Aktiva Bersih (NAB) dari masing masing reksa dana. Setelah dilakukan perhitungan tingkat pengembalian dari masing masing reksa dana, dimana tingkat pengembalian diperoleh dari NAB periode t dikurangi NAB periode t-1 dan hasilnya dibagi dengan NAB periode t-1, dan hasil perhitungan dapat dilihat pada lampiran 2 sampai dengan lampiran 3, maka dapat dicari total pengembalian (total return). Total return ini di dapat dengan menjumlahkan seluruh tingkat pengembalian masing masing reksa dana per bulan dalam periode Januari 2008 sampai dengan Desember Dari total pengembalian tersebut dapat diketahui tingkat pengembalian yang diharapkan (expected return) dengan cara membagi total pengembalian dengan jumlah bulan penelitian. Untuk lengkapnya perhitungan total
2 68 pengembalian dan tingkat pengembalian yang diharapkan dapat dilihat dalam lampiran 2 sampai dengan lampiran 3. Berikut ini hasil keseluruhan dari perhitungan terhadap reksa dana pendapatan tetap yang dirangkum dalam bentuk tabel berikut. Tabel 4.1 Analisa Tingkat Pengembalian Reksa Dana Peringkat Reksa Dana Total Return (Ri) Expected Return E(Ri) 1. PNM Amanah Syariah PNM Syariah Sumber : lampiran 2-3 diolah. Dari hasil perhitungan total pengembalian dan tingkat pengembalian yang diharapkan diketahui bahwa jenis reksa dana PNM Amanah Syariah memiliki tingkat keuntungan lebih tinggi dibandingkan dengan reksa dana PNM Syariah, dimana tingkat pengembaliannya adalah B. Perhitungan Varians dan Standar Deviasi Investasi Reksa Dana Berdasarkan perhitungan tingkat pengembalian yang diharapkan dapat diperoleh hasil perhitungan varians dari masing masing reksa dana. Varians didapat dari perhitungan atas jumlah total setiap kuadrat dari tingkat pengembalian per bulan dikurangi tingkat pengembalian yang diharapkan
3 69 dibagi dengan jumlah bulan penelitian (lamanya periode observasi). Sedangkan standar deviasi adalah akar kuadrat dari varians. Untuk lengkapnya perhitungan varians dan standar deviasi dapat dilihat pada lampiran 2 sampai lampiran 3. Berikut adalah hasil keseluruhan dari perhitungan terhadap reksa dana PNM Syariah dan reksa dana PNM Amanah Syariah yang dirangkum dalam tabel berikut : Tabel 4.2 Analisis Varians dan Standar Deviasi Reksa Dana Saham Periode Januari Desember 2010 Peringkat Reksa Dana Varians Standar Deviasi 1. PNM Syariah PNM Amanah Syariah Sumber : lampiran 2-3 diolah. Perhitungan varians menunjukkan berapa besar kuadrat penyimpangan setiap tingkat pengembalian terhadap penyimpangan rata rata pengembalian dalam periode tertentu. Tabel diatas dibuat berdasarkan urutan varians dan standar deviasi (penyimpangan baku) dari nilai terbesar kenilai yang terkecil. Dari perhitungan varians terhadap masing masing reksa dana diatas maka terlihat bahwa reksa dana PNM Syariah memiliki varians terbesar yaitu sedangkan peringkat kedua adalah reksa dana PNM Amanah Syariah sebesar
4 70 Selanjutnya dari hasil perhitungan varians diatas tadi, dapat dihitung standar deviasi (penyimpangan baku) yang merupakan resiko dari masing masing reksa dana. Reksa dana PNM Syariah memiliki tingkat resiko yang lebih besar dengan standar deviasi sebesar ( 1.09%) dan reksa dana PNM Amanah Syariah memiliki tingkat resiko lebih rendah dengan standar deviasi sebesar ( 0.1%). C. Perhitungan Risk Free Return Dengan mempergunakan data data SBI dari Bank Indonesia maka penulis dapat menentukan Risk Free Return dengan menggunakan rumus sebagai berikut : n SBI R f = i 1 n Sehingga Risk Free Return dari tahun 2008 sampai dengan 2010 adalah sebagai berikut : Tabel 4.3 Risk Free Return Periode No Bulan Suku Bunga 1 Jan % 2 Feb % 3 Mar %
5 71 4 Apr % 5 Mei % 6 Jun % 7 Jul % 8 Agt % 9 Sept % 10 Okt % 11 Nov % 12 Des % 13 Jan % 14 Feb % 15 Mar % 16 Apr % 17 Mei % 18 Jun % 19 Jul % 20 Agt % 21 Sept % 22 Okt % 23 Nov % 24 Des %
6 72 25 Jan % 26 Feb % 27 Mar % 28 Apr % 29 Mei % 30 Jun % 31 Jul % 32 Agt % 33 Sept % 34 Okt % 35 Nov % 36 Des % Total Average 261,25% Sumber : Berdasarkan hasil perhitungan Risk Free Return pada tabel diatas, bila dibandingkan dengan tingkat rata rata pengembalian dari masing masing reksa dana PNM Amanah Syariah dan PNM Syariah pada periode Januari 2008 Desember 2010 dapat dilihat bahwa reksa dana PNM Amanah Syariah dan PNM Syariah berada diatas pembandingnya (deposito) dengan nilai Rf sebesar ( 7.26 %)
7 73 D. Perhitungan Parameter Pasar Tolak ukur dari reksa dana pendapatan tetap adalah dengan Jakarta Islamic Index (JII). Untuk itu diperlukan perhitungan tingkat pengembalian dari parameter pasar yang diperoleh dari JII periode t dikurangi JII periode t 1. Hasil perhitungan tingkat rata rata pengembalian parameter pasar yang dirangkum dalam tabel berikut. Tabel 4.4 Perhitungan Nilai Tingkat Rata rata Pengembalian Parameter Pasar Parameter Pasar Expected Return E(Rm) JII Sumber : Lampiran 1 diolah Dari hasil perhitungan tingkat pengembalian yang diharapkan pada perhitungan parameter pasar dapat diperoleh hasil perhitungan varians. Varians didapat dari perhitungan atas jumlah total setiap kuadrat dari tingkat pengembalian perbulan dikurangi tingkat pengembalian yang diharapkan dibagi lamanya periode observasi. Kemudian dari hasil perhitungan varians tersebut dapat diketahui standar deviasi (penyimpangan baku) yang merupakan resiko dari parameter pasar yang didapat dari akar kuadrat varians pasar. Hasil perhitungan dapat dilihat pada lampiran 1. Berikut ini hasil perhitungan varians dan deviasi standar parameter pasar yang dirangkum dalam tabel berikut :
8 74 Tabel 4.5 Perhitungan Nilai Varians dan Standar Deviasi Parameter Pasar Parameter Pasar Varians Standar Deviasi JII Sumber : Lampiran 1 diolah Perhitungan nilai tingkat rata rata pengembalian pasar pada tabel 4.4 diatas bila dibandingkan dengan tingkat rata rata pengembalian reksa dana, maka terlihat bahwa reksa dana PNM Amanah Syariah memiliki expected return lebih tinggi dibanding dengan tolak ukurnya. E. Perhitungan Kovarians dan Beta Investasi Reksa Dana Perhitungan nilai kovarians dan beta reksa dana ini ditujukan untuk keperluan perhitungan kinerja reksa dana dengan metode Treynor. Kovarians menunjukkan pergerakan dua buah variable yang berhubungan. Kovarians dihitung berdasarkan atas jumlah perkalian antara deviasi reksa dana dengan deviasi pasar dibagi dengan jumlah bulan penelitian. Untuk lengkapnya perhitungan kovarians dapat dilihat pada lampiran 2 sampai 3. Berikut ini adalah hasil keseluruhan dari perhitungan kovarians yang dirangkum dalam tabel berikut :
9 75 Tabel 4.6 Perhitungan Nilai Kovarians Periode Peringkat Reksa dana Kovarians (Ri,Rm) 1 PNM Amanah Syariah PNM Syariah Sumber : lampiran 2 3 diolah Kemudian dari perhitungan kovarians investasi reksa dana diatas dapat dihitung resiko sistematis yang dicerminkan dalam nilai beta. Nilai beta dapat diketahui dengan membagi kovarians investasi reksa dana dengan varians pasar. Dari tabel 4.6 diatas dibuat berdasarkan urutan dari kovarians terbesar sampai terkecil. Reksa dana yang memiliki kovarians terbesar adalah reksa dana PNM Amanah Syariah sedangkan yang terkecil adalah reksa dana PNM Syariah. Nilai beta masing masing reksa dana dapat dilihat dalam tabel berikut. Tabel 4.7 Perhitungan Nilai Beta Reksa dana Peringkat Reksa dana Beta 1 PNM Amanah Syariah PNM Syariah Sumber : data yang diolah
10 76 Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa reksa dana PNM Syariah dan PNM Amanah Syariah memiliki beta kurang dari 1 (ß<1) yang menunjukan bahwa reksa dana tersebut peka terhadap perubahan pasar dan merupakan reksa dana yang defensif. F. Perhitungan Kinerja Reksa dana dengan Metode Sharpe Pengukuran kinerja reksa dana berdasarkan metode Sharpe dapat dihitung dengan membandingkan antara axcess return yaitu selisih antara return reksa dana dengan asset bebas resiko dengan standar deviasi portofolio reksa dana. Berikut tabel pengukuran kinerja Reksa dana berdasarkan metode Sharpe. Tabel 4.8 Pengukuran Kinerja Reksa dana Berdasarkan Metode Sharpe No. Reksa dana 1 PNM Amanah Expected Return E(Ri) Rf Standar Deviasi Sharpe (Si) Syariah 2 PNM Syariah Sumber : data yang diolah
11 77 Tabel 4.9 Pengukuran Kinerja Reksa dana Berdasarkan Metode Sharpe Peringkat Tertinggi dan Peringkat Terendah No. Reksa dana Sharpe (Si) 1 PNM Syariah PNM Amanah Syariah Sumber : Tabel 4.8 Dari hasil pengukuran kinerja masing masing portofolio adalah berdasarkan atas resiko total masing masing reksa dana, maka dapat dilihat bahwa reksa dana PNM Syariah memiliki kinerja baik karena memiliki perhitungan sharpe positif lebih tinggi dibandingkan reksa dana PNM Amanah Syariah yang artinya investasi pada reksa dana saham tersebut memiliki return lebih besar dari pada return investasi bebas resiko. Reksa dana yang memiliki kinerja terbaik adalah reksa dana PNM Syariah dengan nilai perhitungan Sharpe sebesar (95.169) artinya bahwa bila resiko investasi bertambah satu satuan maka risk premium reksa dana tersebut akan bertambah , apabila resiko investasi bertambah satu satuan maka risk premium reksa dana tersebut akan bertambah sebesar nilai rationya.
12 78 G. Pengukuran Kinerja Reksa dana Dengan Metode Terynor Pengukuran kinerja reksa dana dengan metode Treynor dapat dihitung dengan membandingkan antara excess return yaitu selisih antara return reksa dana dengan asset bebas resiko dengan resiko sistematis reksa dana. Berikut tabel pengukuran kinerja reksa dana berdasarkan metode treynor. Tabel 4.10 Pengukuran Kinerja Reksa dana Berdasarkan Metode Treynor No. Reksa dana 1 PNM Amanah Expected Return E(Ri) Rf Beta Treynor (Ti) Syariah 2 PNM Syariah Sumber : Data yang diolah Tabel 4.11 Pengukuran Kinerja Reksa dana Berdasarkan Metode Treynor Peringkat Tertinggi dan Peringkat Terendah No. Reksa dana Treynor (Ti) 1 PNM Amanah Syariah PNM Syariah Sumber : Tabel 4.8
13 79 Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa reksa dana PNM Amanah Syariah dan reksa dana PNM Syariah memiliki perhitungan treynor negatif yang artinya investasi pada reksa dana tersebut memiliki return lebih kecil dari pada return investasi bebas resiko. A. Perhitungan Perbandingan Kinerja Reksa dana Antara Metode Sharpe dan Metode Treynor Pengukuran kinerja secara Sharpe dan Treynor merupakan komplemen (pelengkap) satu terhadap yang lain, namun memberikan informasi peringkat yang berbeda. Berikut tabel perbandingan pengukuran dengan menggunakan kedua metode tersebut. Tabel 4.12 Perbandingan Pengukuran Kinerja Reksa dana Dengan Menggunakan Metode Sharpe dan Metode Treynor No Reksa dana Sharpe (Si) No Reksa dana Treynor (Ti) 1 PNM Syariah PNM Amanah Syariah PNM Amanah PNM Syariah Syariah Sumber : Data yang diolah
14 80 Berdasarkan tabel diatas kita dapat melihat adanya perbedaan antara peringkat kinerja reksa dana dengan menggunakan metode Sharpe dibandingkan menggunakan metode Treynor. Hal ini dikarenakan besarnya σ dan ß reksa dana yang berbeda. Dengan menggunakan metode Sharpe yang memiliki peringkat tertinggi adalah reksa dana PNM Syariah dengan nilai Si = berarti memiliki kinerja terbaik (positif) sedangkan dengan menggunakan metode Treynor yang memiliki peringkat tertinggi adalah reksa dana PNM Amanah Syariah dengan nilai Ti = Perbedaan peringkat pada kedua metode pengukuran tersebut menunjukkan perbedaan baik buruknya diversifikasi portofolio tersebut relatif terhadap portofolio sejenis. Jika suatu portofolio dianggap telah terdiversifikasi dengan baik berarti return portofolio tersebut hampir semuanya dipengaruhi oleh return pasar. Untuk portofolio tersebut tentu saja lebih tepat jika kita menggunakan metode Treynor. Namun, sebaliknya jika return suatu portofolio hanya sebagian kecil saja yang dipengaruhi return pasar, tentu saja lebih tepat jika digunakan metode Sharpe sebagai alat ukur untuk mengevaluasi kinerja portofolio reksa dana tersebut. Semakin besar rasio imbal hasil dan resiko, maka semakin baik kinerja reksa dana tersebut.
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. berlandaskan dari teori yang ada pada bab II sebelumnya. Pengelolahan data
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN Pada bab ini, penulis membahas mengenai pengolahan data-data yang berlandaskan dari teori yang ada pada bab II sebelumnya. Pengelolahan data tersebut akan menghasilkan hasil
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. 4.1 Perhitungan Tingkat Pengembalian Investasi Reksa Dana Saham Dan
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1 Perhitungan Tingkat Pengembalian Investasi Reksa Dana Saham Dan Pendapatan Tetap Untuk menghitung tingkat pengembalian investasi Reksa dana. Dibutuhkan data berupa nilai
BAB III METODE PENELITIAN. A. Waktu dan Tempat Penelitian. Penelitian ini dilakukan untuk mengukur kinerja reksa dana syariah
30 BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan untuk mengukur kinerja reksa dana syariah pendapatan tetap yang terdaftar pada Otoritas Jasa Keuangan. Reksa dana yang
BAB IV PEMBAHAS AN. Padahal reksa dana syariah memiliki perkembangan yang cukup pesat, tercatat
BAB IV PEMBAHAS AN IV.1 Analisis Kinerja Portofolio Melihat kinerja portofolio perlu dilakukan sebelum melakukan keputusan investasi. Dengan membandingkan kinerja antar reksa dana, maka investor mendapatkan
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. optimal pada saham yang terdaftar di Jakarta Islamic Index (JII). Jumlah keseluruhan
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini bertujuan untuk membentuk portofolio yang memberikan komposisi optimal pada saham yang terdaftar di Jakarta Islamic Index (JII). Jumlah keseluruhan saham yang
I. PENDAHULUAN. investor. Para investor yang menginvestasikan dananya, pasti akan. mengharapkan return (tingkat pengembalian) berupa capital gain, dan
1 I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Investasi merupakan salah satu kegiatan yang sangat menarik bagi seorang investor. Para investor yang menginvestasikan dananya, pasti akan mengharapkan return
BAB III METODE PENELITIAN. 1. Reksa dana tersebut merupakan produk reksa dana saham. terbesar pada akhir Desember 2012, 2013 dan 2014.
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Populasi dan Sample Adapun kriteria yang digunakan dalam memilih sample adalah sebagai berikut: 1. Reksa dana tersebut merupakan produk reksa dana saham 2. Reksa dana tersebut
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 1.1. Model dan Metode Analisis Model penelitian pada tesis ini adalah secara deskriftif yaitu dengan menampilkan diagram, tabel dan grafik, disertai dengan penjelasan.dan
BAB 4 ANALISIS DAN HASIL PENELITIAN. Dalam pengukuran kinerja reksa dana saham dengan menggunakan ukuran Sharpe,
BAB 4 ANALISIS DAN HASIL PENELITIAN 4.1 Perhitungan Return Pengembalian Bebas Risiko Dalam pengukuran kinerja reksa dana saham dengan menggunakan ukuran Sharpe, Treynor, dan Jensen, digunakan suatu tingkat
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Perhitungan Tingkat Pengembalian (Return) Reksa Dana Dan
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Perhitungan Dan Pembahasan 4.1.1 Hasil Perhitungan Tingkat Pengembalian (Return) Reksa Dana Dan Independent T-test return. Perhitungan tingkat pengembalian reksa dana
BAB 1 PENDAHULUAN. bertahan dari terpaan krisis tersebut. Tabel 1 di bawah ini menunjukkan. Tabel 1
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Meskipun sejak tahun 2008 perekonomian dunia sedang mengalami perlambatan dikarenakan krisis keuangan yang terjadi di Amerika Serikat dan negara-negara di kawasan
BAB 4. HASIL dan ANALISIS PENELITIAN
BAB 4 HASIL dan ANALISIS PENELITIAN 4.1 Perhitungan Return Pengembalian Bebas Risiko Dalam pengukuran kinerja reksa dana pendapatan tetap dengan menggunakan metode Sharpe, metode Treynor, dan metode Jensen,
I. PENDAHULUAN. mendapatkan keuntungan di masa-masa yang akan datang. Maka wajar apabila
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Investasi adalah salah satu jalan untuk menempatkan dana atau uang dengan harapan kita akan mendapatkan keuntungan atau tambahan tertentu atas dana atau uang tertentu.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Lokasi yang dipilih peneliti untuk penelitian adalah di Pojok BEI UIN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Lokasi Penelitian Lokasi yang dipilih peneliti untuk penelitian adalah di Pojok BEI UIN malang. Untuk mencari sampel dan populasi Reksadana Saham sebagai bahan penelitian,
BAB IV METODE PENELITIAN
BAB IV METODE PENELITIAN 4.1. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah penelitian dengan menggunakan tipe sampel yang berbasis pada kemungkinan
METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Reksa Dana Saham dan Reksa Dana
29 III. METODE PENELITIAN 3.1 Teknik dan Pengambilan Sampel 3.1.1 Populasi Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Reksa Dana Saham dan Reksa Dana Pendapatan Tetap yang terdaftar di Badan Pengawas
BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan pasar modal Indonesia dalam menggalang dana mempunyai
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pasar modal merupakan suatu alternatif bagi para pemodal untuk berinvestasi. Perkembangan pasar modal Indonesia dalam menggalang dana mempunyai peranan yang penting
BAB IV ANALISIS PORTOFOLIO OPTIMAL DAN KINERJA PORTOFOLIO SAHAM
58 BAB IV ANALISIS PORTOFOLIO OPTIMAL DAN KINERJA PORTOFOLIO SAHAM A. Saham-saham yang membentuk portofolio optimal Portofolio optimal merupakan portofolio yang terdiri atas saham-saham yang memiliki kombinasi
PORTFOLIO EFISIEN & OPTIMAL
Bahan ajar digunakan sebagai materi penunjang Mata Kuliah: Manajemen Investasi Dikompilasi oleh: Nila Firdausi Nuzula, PhD Portofolio Efisien PORTFOLIO EFISIEN & OPTIMAL Portofolio efisien diartikan sebagai
PEMBENTUKAN PORTOFOLIO SAHAM OPTIMAL MENGGUNAKAN SINGLE INDEX MODEL
PEMBENTUKAN PORTOFOLIO SAHAM OPTIMAL MENGGUNAKAN SINGLE INDEX MODEL (Studi Kasus : Saham yang terdaftar dalam Jakarta Islamic Index (JII) Periode Januari 2011 - November 2016) SKRIPSI Nama : Amelia Agustina
BAB IV PEMBAHASAN. Saldo Ratarata. Distribusi Bagi Hasil. Januari 1 Bulan 136,901,068,605 1,659,600, % 1,078,740, %
36 BAB IV PEMBAHASAN A. Analisis Sistem Pembagian Keuntungan Bagi Hasil deposito Syariah (Mudharabah) Pada Bank BTN Unit Usaha Syariah besar kecilnya pendapatan yang diperoleh nasabah dari deposito bergantung
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1 Pengukuran dan Evaluasi Terhadap Kinerja Reksa Dana Saham Keseluruhan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data historis, sehingga tidak ada suatu kepastian
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Objek Penelitian 1. Pasar Modal Syariah Pasar modal syariah adalah pasar modal yang menerapkan prinsip prinsip syariah, yaitu larangan terhadap setiap transaksi
BAB IV PEMBAHASAN. dengan yang digunakan untuk menghitung IHSG yaitu berdasarkan indeks yang
BAB IV PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Objek Penelitian JII (Jakarta Islamic Indeks) pertama kali diluncurkan oleh BEI (pada saat itu masih bernama Bursa Efek Jakarta) bekerjasama dengan PT Danareksa Investment
BAB IV METODE RISET. penelitian adalah tahun 2006 s.d maka reksadana saham yang dijadikan
BAB IV METODE RISET 4.1. Objek Penelitian Dari berbagai jenis reksadana sebagaimana telah diuraikan pada Bab III, yang dijadikan objek dalam penelitian ini adalah reksadana saham. Karena periode penelitian
METODE PENELITIAN. Penelitian ini bersifat explanatory research terhadap sampel yang telah ditentukan
40 III. METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Penelitian ini bersifat explanatory research terhadap sampel yang telah ditentukan dalam penelitian selama bulan Januari 2011 sampai Desember 2013, mengenai
BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN. Analisa penilaian kinerja saham Jakarta Islamic Index dalam penelitian ini,
BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN Analisa penilaian kinerja saham Jakarta Islamic Index dalam penelitian ini, diukur dengan menggunakan rasio Sharpe yaitu diukur dengan cara membandingkan antara premi risiko
BAB 3 METODE PENELITIAN
BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Sumber Data Mengacu pada pendapat Supranto (2009) penelitian yang dalam pengumpulan data dan pengungkapan hasilnya menggunakan angka, maka penelitian tersebut dinamakan
DAFTAR TABEL. kelas aset investasi
DAFTAR ISI DAFTAR TABEL XVIII DAFTAR GAMBAR XX DAFTAR LAMPIRAN XXI DAFTAR PERSAMAAN XXI DAFTAR ISTILAH XXII 1 PENDAHULUAN 1 Latar Belakang 1 Perumusan Masalah 4 Tujuan Penelitian 7 Manfaat Penelitian 7
PADA SAHAM DENGAN MENGGUNAKAN METODE SHARPE, TREYNOR DAN JANSEN. NPM : Jurusan : Akuntansi
ANALISIS KINERJA REKSA DANA PADA SAHAM DENGAN MENGGUNAKAN METODE SHARPE, TREYNOR DAN JANSEN Nama : Pricilia Meidy Sapulete NPM : 28211722 Jurusan : Akuntansi Pembimbing : Riyanti, SE., MM. Latar Belakang
EVALUASI KINERJA REKSA DANA PENDAPATAN TETAP BERDASARKAN METODE SHARPE, METODE TREYNOR DAN METODE JENSEN
EVALUASI KINERJA REKSA DANA PENDAPATAN TETAP BERDASARKAN METODE SHARPE, METODE TREYNOR DAN METODE JENSEN Fitaning Intan Pradani R. Rustam Hidayat Topowijono Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya
II. TINJAUAN PUSTAKA. Investasi adalah pengumpulan dana dalam mengantisipasi penerimaan yang
15 II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Investasi Investasi adalah pengumpulan dana dalam mengantisipasi penerimaan yang lebih besar pada masa mendatang. Investasi merupakan penanaman dana yang bertujuan untuk mendapat
BAB I PENDAHULUAN. suatu negara. Bagi pihak emiten, pasar modal merupakan salah satu sarana
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pasar modal merupakan sarana terpenting dalam perdagangan efek pada suatu negara. Bagi pihak emiten, pasar modal merupakan salah satu sarana untuk mendapatkan tambahan
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI Bab ini akan membahas teori dasar portofolio dan teori kinerja portofolio. Secara spesifik teori kinerja portofolio ini akan digunakan pada bab bab selanjutnya untuk mengevaluasi kinerja
BAB I PENDAHULUAN. suku bunga menyebabkan pengembalian (return) yang diterima oleh investor pun
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Penelitian Pasar modal atau bursa efek merupakan bagian dari pasar keuangan (financial market). Peran pasar modal sangat penting dalam pertumbuhan ekonomi suatu Negara.
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Gambaran Umum Objek Penelitian a. Makinta Growth Fund b. Panin Dana Maksima c. Trim Syariah Saham
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Gambaran Umum Objek Penelitian a. Makinta Growth Fund Makinta Growth Fund merupakan reksa dana yang dikelola oleh Makinta Securities. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
I. PENDAHULUAN. pasif dan investor aktif. Investor pasif menganggap bahwa pasar modal adalah
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Investasi dapat dilakukan oleh perorangan atau perusahaan yang kelebihan dana. Berdasarkan pengambilan keputusan, investor dibagi menjadi dua yaitu investor pasif dan
Analisis Tingkat Pengembalian Dan Risiko Pembentukan. Perusahaan Sektor Perbankan
Analisis Tingkat Pengembalian Dan Risiko Pembentukan Portofolio Optimal Terhadap Perusahaan Sektor Perbankan Nama : Bayu Mayura Pridatama NPM : 10208239 Fak/Jur : Ekonomi - Manajemen / S1 Pembimbing :
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Investasi. cukup, pengalaman, serta naluri bisnis untuk menganalisis efek-efek mana yang
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Investasi Investasi pada hakikatnya merupakan penempatan sejumlah dana pada saat ini dengan harapan untuk memperoleh keuntungan di masa mendatang (Halim, 2005:4). Untuk melakukan
BAB I PENDAHULUAN. adalah hasil (return) dan risiko (risk). Return merupakan hasil yang diperoleh dari
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Investasi adalah komitmen atas sejumlah dana atau sumber daya lainnya yang dilakukan pada saat ini, dengan tujuan memperoleh sejumlah keuntungan di masa datang (Tandelilin,
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Kegiatan investasi pada umumnya dilakukan untuk memperoleh
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kegiatan investasi pada umumnya dilakukan untuk memperoleh keuntungan tertentu. Investasi memiliki 2 bentuk yaitu investasi pada real asset produktif seperti
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1 Analisa Fundamental Analisa Fundamental digunakan untuk mengevaluasi harga saham perdana PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk, meliputi pendekatan deviden dan pendekatan pendapatan.
BAB I PENDAHULUAN. keuntungan di masa datang. Harapan keuntungan (return) di masa datang tersebut
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Investasi merupakan komitmen sejumlah dana dengan tujuan memperoleh keuntungan di masa datang. Harapan keuntungan (return) di masa datang tersebut merupakan kompensasi
BAB I PENDAHULUAN. panjang diantara berbagai alternatif lainnya bagi perusahaan, termasuk di dalamnya
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pasar modal merupakan salah satu alternatif pilihan sumber dana jangka panjang diantara berbagai alternatif lainnya bagi perusahaan, termasuk di dalamnya adalah sektor
I. PENDAHULUAN. Reksa dana adalah wadah pengelolaan dana/modal bagi sekumpulan investor
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Reksa dana adalah wadah pengelolaan dana/modal bagi sekumpulan investor untuk berinvestasi dalam instrumen-instrumen investasi yang tersedia di pasar dengan cara membeli
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1 Tingkat Pengembalian Pasar Dalam penelitian ini, akan dibahas mengenai besarnya risiko tingkat pengembalian pada industri otomotif dan komponennya yang go public di Bursa
BAB I PENDAHULUAN. memperoleh rasa aman melalui tindakan berjaga-jaga dengan mencadangkan. yang mungkin akan timbul karena adanya ketidakpastian.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kegiatan investasi pada hakikatnya memiliki tujuan untuk memperoleh suatu keuntungan tertentu. Tujuan mencari keuntungan merupakan hal yang membedakan kegiatan
PENERAPAN METODE CAPITAL ASSET PRICING MODEL
PENERAPAN METODE CAPITAL ASSET PRICING MODEL (CAPM) UNTUK MENENTUKAN KELOMPOK SAHAM-SAHAM EFISIEN (Studi Pada Perusahaan Sektor Asuransi Go-Public Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2012-2014)
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Semakin menurunnya tingkat suku bunga perbankan saat ini, tidak membuat banyak dana deposan yang disimpan di bank semakin hari semakin mengalami peningkatan. Dana
BAB I PENDAHULUAN. bank. Suatu perusahaan dapat menerbitkan saham dan menjualnya di pasar. beban bunga tetap seperti jika meminjam ke bank.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pasar modal Indonesia dalam beberapa tahun terakhir telah menjadi perhatian banyak pihak, khususnya masyarakat bisnis. Hal ini disebabkan oleh kegiatan pasar
DAFTAR PUSTAKA. Aziz, Abdul. (2010). Manajemen Investasi Syariah. Bandung: CV Alfabeta
90 DAFTAR PUSTAKA Aziz, Abdul. (2010). Manajemen Investasi Syariah. Bandung: CV Alfabeta Bodie, Zvi, Kane, Alex, & Marcus, Alan J.. (2010). Essentials of Investments (8th Edition). Boston: McGraw-Hill.
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. pengolahan data. Dalam pengolahan data menggunakan program Microsoft Excel
57 BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1 Pengolahan Data Dengan data historis yang telah tersedia pada instrumen investasi saham LQ 45 dan deposito dalam periode tahun 2013 sampai dengan 2015 kemudian dilakukan
Manulife Investor Sentiment Index Study
Manulife Investor Sentiment Index Study Q4 2016 Indonesia Februari 2017 1 Tentang Manulife Investor Sentiment Index (MISI) Tentang Manulife Investor Sentiment Index (MISI) 6 Kelas aset utama Dana tunai/
I. PENDAHULUAN. Investasi menurut Bodie (2005) adalah suatu komitmen terhadap dana
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Investasi menurut Bodie (2005) adalah suatu komitmen terhadap dana tertentu yang ditanamkan pada periode waktu tertentu dengan tujuan untuk mendapatkan pembayaran di kemudian
REVIEW REKSADANA CAMPURAN TAHUN 2014
REVIEW REKSADANA CAMPURAN TAHUN 2014 Edisi.1, Tahun 2015, Tanggal: 10 Februari 2015 Definisi Reksadana Campuran : Reksadana campuran adalah reksadana yang melakukan investasi dalam efek ekuitas dan efek
DAFTAR ISI. Abstrak... i. Kata Pengantar... ii. Daftar Isi... v. Daftar Tabel... ix. Bab I Pendahuluan. 1.1 Latar Belakang Penelitian...
ABSTRAK Krisis Asia yang terjadi pada pertengahan tahun 1997 telah menyebabkan keterpurukan secara fundamental dibeberapa negara Asia termasuk Indonesia. Namun seiring dengan berjalannya waktu, perekonomian
EVALUASI KINERJA PORTFOLIO
MATERI 14 EVALUASI KINERJA PORTFOLIO Prof. DR. DEDEN MULYANA, SE., M.Si. OVERVIEW 1/27 Bab ini membahas tahapan penting dalam proses investasi, yaitu tahap evaluasi kinerja portofolio. Dalam tahap ini
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Di era globalisasi ini, perkembangan perusahaan go public semakin pesat. Saham-saham diperdagangkan untuk menarik para investor menanamkan modal pada
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Analisis Portofolio Optimal Menggunakan Model Indeks Tunggal
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Analisis Portofolio Optimal Menggunakan Model Indeks Tunggal Dalam portofolio yang dibentuk, kita membentuk kombinasi yang optimal dari beberapa asset (sekuritas) sehingga
BAB II KAJIAN PUSTAKA. Menurut Undang-Undang Pasar Modal no.8 Tahun 1995, pasal 1 ayat (27)
9 BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Definisi Reksadana Menurut Undang-Undang Pasar Modal no.8 Tahun 1995, pasal 1 ayat (27) disebutkan bahwa Reksadana adalah wadah yang digunakan untuk menghimpun dana masyarakat
TEORI INVESTASI DAN PORTFOLIO. MATERI 15 dan 16.
TEORI INVESTASI DAN PORTFOLIO MATERI 15 dan 16 KERANGKA PIKIR UNTUK EVALUASI KINERJA PORTOFOLIO Evaluasi Kinerja portofolio akan terkait dua isu utama : 1. Mengevaluasi apakah return portofolio yang telah
BAB III METODE PENELITIAN
35 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian deskripsif adalah kegiatan pengumpulan data sekunder dan analisis data dengan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Pendekatan Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif, yaitu penelitian yang dilakukan untuk
ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA INVESTASI REKSADANA PNM SYARIAH DENGAN REKSADANA PNM AMANAH SYARIAH PADA PT. PERMODALAN NASIONAL MADANI INVESMENT
ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA INVESTASI REKSADANA PNM SYARIAH DENGAN REKSADANA PNM AMANAH SYARIAH PADA PT. PERMODALAN NASIONAL MADANI INVESMENT MANAGEMENT SKRIPSI N a m a : MARGARETA VIRGINA KUSUMAWATI
BAB III METODELOGI PENELITIAN. variabel atau lebih (independen) tanpa membuat perbandingan atau
BAB III METODELOGI PEELITIA 3.1 Tipe Penelitian Penelitian yang dilakukan berupa penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif adalah penelitan yang dilakukan untuk mengetahui variabel mandiri, baik satu
BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan dunia bisnis yang semakin kompetitif menyebabkan
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Perkembangan dunia bisnis yang semakin kompetitif menyebabkan perubahan besar dalam pengelolaan, sumber daya manusia, dan penanganan transaksi antara perusahaan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pembangunan nasional suatu bangsa mancakup didalamnya pembangunan ekonomi. Peran perbankan ikut mempengaruhi tumbuh kembang suatu bangsa. Sumber dana perbankan sebagian
Abstrak. Universitas Kristen Maranatha
Abstrak Perkembangan pasar modal di Indonesia saat ini semakin meningkat. Hal ini terlihat dari semakin banyaknya investor yang menjadikan pasar modal sebagai alternatif berinvestasi. Meskipun demikian,
BAB 3 OBJEK DAN DESAIN PENELITIAN. Secara Umum reksa dana syariah dan reksa dana konvesional tidak jauh
BAB 3 OBJEK DAN DESAIN PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian 3.1.1 Pengertian Reksa Dana Syariah Secara Umum reksa dana syariah dan reksa dana konvesional tidak jauh berbeda, namun secara fundamental terdapat
ANALISIS KINERJA REKSA DANA SAHAM SYARIAH PERIODE JANUARI 2009-DESEMBER 2009
ANALISIS KINERJA REKSA DANA SAHAM SYARIAH PERIODE JANUARI 2009-DESEMBER 2009 SKRIPSI Diajukan sebagai salah satu syarat Untuk mendapatkan gelar sarjana pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Jurusan Akuntansi
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Tujuan yang ingin kita capai, ialah kesuksesan finansial. Sukses finansial
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Tujuan yang ingin kita capai, ialah kesuksesan finansial. Sukses finansial adalah kondisi ketika kita hidup berkecukupan, mempunyai pendapatan yang lebih
ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA REKSA DANA KONVENSIONAL DENGAN REKSA DANA SYARIAH DI INDONESIA. Jepryansyah Putra Syarief Fauzie Abstrack
ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA REKSA DANA KONVENSIONAL DENGAN REKSA DANA SYARIAH DI INDONESIA Jepryansyah Putra Syarief Fauzie Abstrack This research aims to analyze how the performance between Conventional
METODE PENELITIAN. Objek yang akan diteliti dalam penelitian ini mengenai analisis komparasi
III. METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Objek yang akan diteliti dalam penelitian ini mengenai analisis komparasi kelayakan investasi reksadana saham syariah dengan reksadana saham konvensional dimana
BAB II KAJIAN PUSTAKA. dua hal, yaitu risiko dan return. Dalam melakukan investasi khususnya pada
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Teori Investasi Teori investasi menjelaskan bahwa keputusan investasi selalu menyangkut dua hal, yaitu risiko dan return. Dalam melakukan investasi khususnya
DAFTAR PUSTAKA. Darmadji, T dan Fakhrudin M.H Pasar Modal di Indonesia Pendekatan. Tanya Jawab. Jakarta: Salemba Empat.
87 DAFTAR PUSTAKA Abdilah, Sulton Bani, & Rahayu, Sri. 2013. Analisis Pembentukan Portofolio Optimal Saham Menggunakan Model Indeks Tunggal Untuk Pengambilan Keputusan Investasi (Studi Kasus Saham Index
