MKDB UAS Semester Genap 2014/2015

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "MKDB UAS Semester Genap 2014/2015"

Transkripsi

1 MOJAKOE MOdul JAwaban KOEliah MKDB UAS Semester Genap 2014/2015 fspa FEB UI Dilarang memperbanyak MOJAKOE ini tanpa seijin SPA FEB UI. Official Partners:

2 1

3 2

4 3

5 4

6 SOAL 1 MODELLING LINEAR PROGRAMMING 1. a) Decision Variable: X = Saham Y = Obligasi Objective Function: Z (maksimisasi imbal hasil) = 0.18 X + 0,.06 Y Subject to: X + Y 720,000,000 X + Y = 720 X 0.65 (X + Y) X 0.65 X Y 7/13 X Y 0.22 X Y 100,000, X Y 100 X, Y 0 b) Kurva: Menggambarkan kurva dengan memakai 3 konstrain yang ada. Kurva berwarna merah menunjukkan persamaan untuk konstrain X + Y = 720. Kuva berwarna kuning menunjukkan persamaan untuk konstrain 7/13 X Y. Dan Kurva berwarna biru menunjukkan persamaan untuk konstrain 0.22 X Y /13 X Y 720 A B C D 0.22 X Y X + Y 720 Nilai ketiga titik: Titik A : (X, Y) = (0, 720) Titik B : X + Y = X Y = 100 x 20 X + Y = X + Y = X = X = X + Y = 720 5

7 Y = 720 Y = (X, Y) = (376.47, ) Titik C : Y = 7/13 X 0.22 X Y = 100 Substitusi: 0.22 X (7/13X) = X = 100 X = Y = 7/13 (404.85) Y = (X, Y) = (404.85, ) Titik D : (X, Y) = (0, 0) Solusi: Z = 0.18 X Y Solusi ada pada titik B, dimana X (saham) senilai juta dan Y (obligasi) senilai juta. Dengan total imbal hasil sebesar juta rupiah 2. Informasi: Pabrik Supply (dalam kodi) 1. Depok Pulo Gadung 400 Toko Demand A. Tanah Abang 300 B. Mangga Dua 350 Cost Pengiriman Dari Depok ke Tanah Abang = Rp 40,000 Dari Depok ke Mangga Dua = Rp 65,000 Dari Pulo Gadung ke Tanah Abang = Rp 70,000 Dari Pulo Gadung ke Mangga Dua = Rp 30,000 A) Decision Variable: Xij = jumlah pakaian yang dikirim dari pabrik i ke toko j Dimana i = 1 (Depok), 2 (Pulo Gadung) j = A (Tanah Abang). B (Mangga Dua) Sehingga: X 1A = Jumlah pakaian yang dikirim dari Depok ke Tanah Abang X 1B = Jumlah pakaian yang dikirim dari Depok ke Mangga Dua X 2A = Jumlah pakaian yang dikirim dari Pulo Gadung ke Tanah Abang X 2B = Jumlah pakaian yang dikirim dari Pulo Gadung ke Mangga Dua 6

8 B) Objective Function: Minimize Z = Rp 40,000 X 1A + Rp 65,000 X 1B + Rp 70,000 X 2A + Rp 30,000 X 2B C) Consraints: 1. Pabrik Depok memproduksi 250 kodi pakaian: X 1A + X 1B = Pabrik Pulo Gadung memproduksi 400 kodi pakaian: X 2A + X 2B = Demand/permintaan dari Tanah Abang: X 1A + X 2A = Demand/permintaan dari Mangga Dua X 1B + X 2B = 350 C. Model Summary: Minimize Z = Rp 40,000 X 1A + Rp 65,000 X 1B + Rp 70,000 X 2A + Rp 30,000 X 2B Subject to: X 1A + X 1B = 250 X 2A + X 2B = 400 X 1A + X 2A = 300 X 1B + X 2B = 350 Xij 0 SOAL 2. DECISION ANALYSIS a) Decision Tree: Dijual (5 juta) 8 1 Menemukan Papua (- 3 juta) 4 Tidak Menemukan Dibangun (- 4 juta) 9 Naik 0.7 Turun juta 6 juta Singapura (- 4 juta) Naik juta 3 Turun juta 7

9 Pilihan di Papua: Node 9 = ((node 11 x 0.3) + (node 10 x 0.7)) 4 juta = ((6 juta x 0.3) + (12 juta x 0.7)) 4 juta = 10.2 juta 4 juta = 6.2 juta Karena di pilihan untuk menjual (node 8), jika dapat menjual maka hanya akan mendapat keuntungan 5 juta. Sehingga akan dipilih pilihan untuk membangun (node 9) dengan keuntungan 6.2 juta dan selain itu juga memberikan keuntungan yang lebih banyak. Maka node 4 = 6.2 Node 3 = 0 (karena tidak menemukan apa-apa) Node 2 (menjual di Papua) = ((node 4 x 0.7) + (node 3 x 0.3)) 3 juta = ((6.2 juta x 0.7) + (0 x 0.3)) 3 juta = 1.34 juta Pilihan di Singapura: Node 3 (menjual di Singapura) = ((node 6 x 0.7) + (node 7 x 0.3)) 4 juta = ((6 juta x 0.7) + (3 juta x 0.3)) 4 juta = 5.1 juta 4 juta = 1.1 juta Maka node 1 (final decision) adalah untuk menjual di Papua dengan keuntungan sebesar 1.34 juta dibandingkan dijual di Singapura dengan keuntungan 1.1 juta Node 1 = 1,34 juta = 1,340,000 (Expected Value (EV) without information) b) Misalkan: P = laporan positif N = laporan negatif n = kenaikan harga t = penurunan harga Conditional Probability: P (P n) = 0.9 P (P t) = 0.1 P (N n) = 0.1 8

10 P (N t) = 0.9 Decision Table: Jenis Laporan State of Nature Prior Probability Conditional Probability Prior x Conditional Posterior Probability Harga gas naik P (n) = 0.7 P (P n) = 0.9 P (Pn) = 0.63 P (n P) = 0.63/0.66 = Positif Harga gas turun P (t) = 0.3 P (P t) = 0.1 P (Pt) = 0.03 P (t P) = 0.03/0.66 = Total P (P) = Harga gas naik P (n) = 0.7 P (N n) = 0.1 P (Nn) = 0.07 P (n N) = 0.07/0.34 = Negatif Harga gas turun P (t) = 0.3 P (N t) = 0.9 P (Nt) = 0.27 P (t N) = 0.27/0.9 = Total P (N) =

11 Decision Tree: Dijual (5 juta) 16 Papua (- 3 juta) 2 4 Menemukan Tidak menemukan Dibangun (-4 juta) 17 P (n P) = P (t P) = juta 6 juta Positive Report P(P) = 0.66 Singapura (- 4 juta) 5 P (n P) = juta P (t P) = juta 1 Dijual (5 juta) Negative Report P(P) = Papua (- 3 juta) 6 Menemukan 0.7 Tidak menemukan Dibangun (-4 juta) 19 P (n N) = P (t N) = juta 6 juta Singapura (- 4 juta) 7 P (n N) = juta P (t N) = juta 10

12 Laporan Positif: Node 19 (pilihan untuk membangun) = ((node 20 x 0.955) + (node 21 x 0.045)) 4 juta = ((12 juta x 0.955) + (6 juta x 0.045)) 4 juta = 7.73 juta Node 8 adalah senilai 7.73 juta karena antara pilihan untuk dibangun yang dapat menghasilkan untung 7.73 juta dibandingka menjual gas dengan mendapat untuk sebesar 5 juta, maka node 8 terisi oleh nilai 7.73 juta. Node 4 (pilihan untuk membangun di Papua) = ((node 8 x 0.7) + (node 9 x 0.3)) 3 juta = ((7.73 juta x 0.7) + (0 x 0.3)) 3 juta = juta Node 5 (pilihan untuk membangun di Singapura = ((node 10 x 0.955)+(node 11 x 0.045)) 4jt = ((6 juta x 0.955) + (3 juta x 0.045)) 4 juta = juta Maka untuk node 2 (laporan positif) yang dipilih adalah nilai untuk membangun di Papua sebesar juta. Karena memberikan hasil yang lebih tinggi dibandingkan di Singapura yang hanya sebesar juta Laporan Negatif: Node 17 (pilihan untuk membangun) = ((node 22 x 0.206) + (node 23 x 0.794)) 4 juta = ((12 juta x 0.206) + (6 juta x 0.794)) 4 juta = juta Node 12 adalah senilai 5 juta karena antara pilihan untuk dibangun yang dapat menghasilkan untung juta dibandingkan menjual gas dengan mendapat untuk sebesar 5 juta, maka node 12 terisi oleh nilai 5 juta yaitu dengan menjual gas. Node 6 (pilihan untuk membangun di Papua) = ((node 12 x 0.7) + (node 13 x 0.3)) 3 juta = ((5 juta x 0.7) + (0 x 0.3)) 3 juta = 0.5 juta Node 7 (pilihan untuk membangun di Singapura = ((node 14 x 0.955)+(node 15 x 0.045)) 4jt 11

13 = ((6 juta x 0.206) + (3 juta x 0.794)) 4 juta = juta Maka untuk node 3 (laporan negatif) yang dipilih adalah nilai untuk membangun di Papua sebesar 0.5 juta. Karena memberikan hasil yang lebih tinggi dibandingkan di Singapura yang malah memberikan kerugian sebesar juta Node 1 (Final decision) = (node 2 x 0.66) + (node 3 x 0.34) = (2.411 x 0.66) + (0.5 x 0.34) = juta = 1,761,260 (Expected Value (EV) with information) Maka: Biaya konsultan yang mau dibayarkan oleh perusahaan = Expected Value of Sample Information (EVSI) Expected Value (EV) without information (berdasarkan soal a) = 1,340,000 Expected Value (EV) with information = 1,761,260 EVSI = EV with information EV without information EVSI = 1,761,260 1,340,000 EVSI = 421,260 12

14 SOAL 3 GAME THEORY a) Kejadian ini merupakan jenis Two Person Sum Zero Games. Heartpool ingin mempertahankan kontrak Mattheus sebagai pemain dan tentunya ingin mempertahankan kontrak dengan memberikan gaji seminim mungkin, sehingga Haerthpool bertinda sebagai defensive (menggunakan kriteria minimax) dengan strategi A, B, C, dan D. Sedangkan Mattheus sebagai pemain ingin agar tetap mendapatkan gaji setinggi mungkin sehingga ia bertindah sebagai offensive (menggunakan kriteria maximin) dengan strategi 1, 2, 3, dan 4. Dalam tabel tersebut, nilai gaji adalah untuk pemain offensive. Artinya, apabila Mattheus menerapkan strategi 1, maka Hearthpool akan menerapkan strategi A sehingga outcome adalah keuntungan 30,000 bagi Matteus dan kerugian 30,000 bagi Heartpool. Sehingga disebut Two Person Sum Zero Games. Payoff tables Heartpool (deffensive) Strate gies A B C D Minimax Mattheus (offensive) 1 30,000 20,000 16,000 26,000 16,000 (C) 2 12,000 2,000 18,000 20,000 2,000 (B) 3 16,000 8,000 2,000 24,000 2,000 (C) 4 20,000 16,000 10,000 18,000 10,000 (C) Maximin 30,000 (1) 20,000 (1) 18,000 (2) 26,000 (1) Berdasarkan tabel diatas, maka Heartpool akan lebih menggunkan strategi B dan C, sehingga strategi A dan D dihapus. Sedangkan Mattheus lebih menggunakan strategi 1 dan 2 sehingga strategi 3 dan 4 dihapus. Maka Payoff Table yang baru adalah sebagai berikut: Payoff table baru Heartpool (defensive) Mattheus (offensive) Strategies B C 1 20,000 16, ,000 18,000 13

15 b) Menentukan strategi optimal Strategi Heartpool Heartpool sebagai pihak defensive akan memilih kriteria minimax (mengambil yang minimum dari yang maksimum) dimana akan meminimkan kontrak. Maka, maximum nilai untuk strategi B adalah 20,000 dan maximum nilai untuk strategi C adalah 18,000 Mattheus (offensive) Heartpool (defensive) Minimax Strategies B C 1 20,000 16, ,000 18,000 18,000 Maka dari nilai yang maksimum, Heartpool akan memilih nilai yang minimum yaitu nilai 18,000 atau strategi C Strategi Mattheus Mattheus sebagai pihak offensive akan memilih kriteria maximin (mengambil yang maksimal dari yang minimal) dimana akan memaksimalkan kontrak. Maka, minimum nilai untuk strategi 1 adalah 16,000 dan minimum nilai untuk strategi 2 adalah 2,000 Heartpool (defensive) Mattheus (offensive) Strategies B C 1 20,000 16, ,000 18,000 Maximin 16,000 Maka dari nilai yang minimum, Heartpool akan memilih nilai yang maksimum yaitu nilai 16,000 atau strategi 2. c) Expected Gain Probability jika Mattheus memakai: Strategi 1 = p Strategi 2 = 1-p Maka bagi Heartpool: Jika memakai strategi B = 20,000 p + 2,000 (1-p) 14

16 = 18,000 p Jika memakai strategi C = 16,000 p + 18,000 (1-p) = 18,000 2,000 p Maka, 18,000 p + 2,000 = 18, p 20,000 p = 16,000 p = 4/5 Substitusi: (i) 18,000 (4/5) + 2,000 = 16,400 (ii) 18,000 2,000 (4/5) = 16,400 Maka ekspektasi gaji per minggu yang dibayarkan Heartpool kepada Mattheus adalah 16,400. SOAL 4 ANALISIS SENSITIVITAS a) Jumlah masing-masing furniture yang diproduksi: X1 (meja makan) = 2 buah X2 (kursi) = 8 buah X3 (lemari) = 3 buah b) Total profit yang dihasilkan: Z = 2,500,000 X ,000 X2 + 3,000,000 X3 = 2,500,000 (2) + 750,000 (8) + 3,000,000 (3) = 5,000, ,000, ,000,000 = 20,000,000 c) Total profit maksimal meja tanpa mengubah optimal solution adalah profit meja + allowable increase = 2,500, ,000 = 3,000,000 d) Jika profit kursi turun menjadi 500,000, maka solusi optimal tidak akan berubah. Karena profit awal kursi adalah 750,000 sedangkan turun menjadi 500,000. Maka penurunan yang terjadi adalah sebesar 250,000. Di dalam tabel terlihat bahwa allowable decrease untuk profit kursi adalah sebesar 700,00. Artinya, tanpa mengubah solusi optimal, profit kursi dapat diturunkan dengan selisih penurunan maksimal adalah 700,000. Dalam kasus ini, penurunan profit kursi hanya sebesar 250,000. Maka penurunan profit tersebut tidak akan mengubah solus optimal. e) Jika ada tawaran untuk menambah modal kerja sebesar 1,000,000 dengan bunga sebesar 100,000/bulan, maka PT Woodline seharusnya tidak menerima penawaran tersebut. Perhitungan dan penjelasan: 15

17 Modal kerja merupakan constraint 2 dimana memiliki shadow price sebesar 0. Artinya, Setiap penambahan modal sebesar 1 rupiah maka akan meningkatkan laba sebesar 0. Dalam tabel terlihat bahwa allowable increase sebesar 2,200,000 yang artinya modal kerja dapat ditambah maksimal sebesar 2,200,000 dan tidak akan mengubah solusi optimal. Namun penambahan tersebut tidak akan meningkatkan profit perusahaan. Jika perusahaan menerima tawaran tersebut, maka ketika ada tambahan modal sebesar 1,000,000 (masih dalam batas allowable increase) dengan biaya bunga 100,000 per bulan, maka tambahan cost adalah sebesar 1,100,000 (pokok modal ditambah bunga) sedangkan profit hanya bertambah sebesar 0. Tentunya hal tersebut tidak diinginkan perusahaan. Sehingga akan lebih baik untuk menolak tawaran tersebut karena hanya akan menambah cost tanpa manambah laba. d) Jam lembur merupakan constraint 1, dengan allowable increase sebesar 11 hari dan shadow price sebesar 848,485. Artinya, jam kerja bisa ditambah maksimal penambahan adalah 11 hari. Dan setip penambahan 1 hari kerja maka akan meningkatkan profit sebesar 848,485. Jika perusahaan menambah 2 hari lembur dengan biaya 500,000 per hari, maka: Profit awal = 3,000,000 (lihat perhitungan b) Peningkatan laba = 848,485 x 2 hari = 1,696,970 Biaya per hari = 500,000 x 2 hari = 1,000,000 Profit (peningkatan laba dikurangi biaya) = 1,696,970 1,000,000 = 696,970 Penambahan profit = 20,000, ,970 = 20,696,970 SOAL 5 GOAL PROGRAMMING Decision Variables: X 1A = Jumlah barang pabrik 1 ke toko A X 1B = Jumlah barang pabrik 1 ke toko B X 1C = Jumlah barang pabrik 1 ke toko C X 2A = Jumlah barang pabrik 2 ke toko A X 2B = Jumlah barang pabrik 2 ke toko B X 2C = Jumlah barang pabrik 3 ke toko C Objective Function: Minimize: P 1d 1-, P 2d 2-, P 2d 3-, P 2d 4-, 10 P 3d 5-, 11 P 3d 6-, P 4d + 8 Subject to: 16

18 1. Mencapai laba bulanan minimal Ro 2,5 Milyar: - 80,000 X 1A + 85,000 X 1B + 70,000 X 1C + 75,000 X 2A + 82,000 X 2B + 780,000 X 2C + d 1 -d1 + = 2,500,000, Memenuhi permintaan bulanan setiap pedagang grosir: - + X 1A + X 2A + d 2 - d 2 = 10, X 1B + X 2B + d 3 - d 3 = 8, X 1c + X 2c + d 4 - d 4 = 10, Memaksimalkan kapasitas pabrik dengan prioritas sesuai biaya tetapnya: - + X 1A + X 1B + X 1C + d 5 - d 5 = 15, X 2A + X 2B + X 2C + d 6 - d 6 = 14, Membatasi kelebihan biaya angkut untuk pabrik 1 sebesar Rp 50 juta dan tidak ada pembatasan serupa untuk pabrik 2 : X 1A + 15 X 1B + 30 X 1C + d 7 - d 7 = 400,000, d 7 + d 8 - d 8 = 50,000,000 17

MOJAKOE MKDB. Dilarang Memperbanyak Mojakoe ini tanpa seijin. Mojakoe dapat didownload di

MOJAKOE MKDB. Dilarang Memperbanyak Mojakoe ini tanpa seijin. Mojakoe dapat didownload di MOJAKOE MKDB Dilarang Memperbanyak Mojakoe ini tanpa seijin SPA FEUI Mojakoe dapat didownload di www.spa-feui.com Fb: SPA FEUI Twitter: @spafeui 1 P a g e S e m e s t e r G e n a p 2 0 1 1 / 2 0 1 2 Ujian

Lebih terperinci

Dilarang memperbanyak MOJAKOE ini tanpa seijin SPA FEUI. Download MOJAKOE dan SPA Mentoring di : MOJAKOE MKDB SPA FEUI 2014

Dilarang memperbanyak MOJAKOE ini tanpa seijin SPA FEUI. Download MOJAKOE dan SPA Mentoring di :  MOJAKOE MKDB SPA FEUI 2014 MOJAKOE Dilarang memperbanyak MOJAKOE ini tanpa seijin SPA FEUI. Download MOJAKOE dan SPA Mentoring di : http://spa-feui.com MKDB SPA FEUI 2014 Universitas Indonesia Fakultas Ekonomi Ujian Akhir Semester

Lebih terperinci

MOJAKOE. June 4. Metode Kuantitatif dalam Bisnis

MOJAKOE. June 4. Metode Kuantitatif dalam Bisnis MOJAKOE June 4 2013 Dilarang memperbanyak MOJAKOE ini tanpa seijin SPA FEUI. Download MOJAKOE dan SPA Mentoring di : www.spa-feui.com Metode Kuantitatif dalam Bisnis UJIAN AKHIR SEMESTER METODE KUANTITATIF

Lebih terperinci

MENTORING MKDB. Dilarang Memperbanyak Mentoring ini tanpa seijin SPA FEUI. Mentoring dapat didownload di

MENTORING MKDB. Dilarang Memperbanyak Mentoring ini tanpa seijin SPA FEUI. Mentoring dapat didownload di MENTORING MKDB Dilarang Memperbanyak Mentoring ini tanpa seijin SPA FEUI Mentoring dapat didownload di www.spa-feui.com Fb: SPA FEUI Twitter: @spafeui MENTORING UAS MKDB 211/212 SPA FEUI Soal 1. Sensitivity

Lebih terperinci

Perpajakan 1. UAS Semester Genap 2014/2015

Perpajakan 1. UAS Semester Genap 2014/2015 MOJAKOE MOdul JAwaban KOEliah Perpajakan 1 UAS Semester Genap 2014/2015 t@spafebui fspa FEB UI Dilarang memperbanyak MOJAKOE ini tanpa seijin SPA FEB UI. Official Partners: Dilarang memperbanyak MOJAKOE

Lebih terperinci

Tabel 1. Soal Lapres. Benang Pewarna Harga Jual Permasalahan tersebut dimodelkan sebagai berikut : X2 = Sarung Anak

Tabel 1. Soal Lapres. Benang Pewarna Harga Jual Permasalahan tersebut dimodelkan sebagai berikut : X2 = Sarung Anak 2. Soal Laporan Resmi Sebuah pabrik sarung tenun ANGGUR memproduksi 2 jenis sarung, yaitu sarung dewasa dan sarung anak. Untuk membuat sebuah sarung dewasa dibutuhkan 25 gulung benang dan 18 kaleng pewarna.

Lebih terperinci

SI403 Riset Operasi Suryo Widiantoro, MMSI, M.Com(IS)

SI403 Riset Operasi Suryo Widiantoro, MMSI, M.Com(IS) SI403 Riset Operasi Suryo Widiantoro, MMSI, M.Com(IS) Mahasiswa mampu menggunakan modelmodel pengambilan keputusan untuk mengelola proses dan rantai pasok 1. Decision theory 2. Decision tree Pada pertemuan

Lebih terperinci

UJIAN AKHIR SEMESTER GENAP 2014/2015 Mata Kuliah : Metode Kuantitatif dalam Bisnis

UJIAN AKHIR SEMESTER GENAP 2014/2015 Mata Kuliah : Metode Kuantitatif dalam Bisnis UJIAN AKHIR SEMESTER GENAP 2014/2015 Mata Kuliah : Metode Kuantitatif dalam Bisnis Soal 1 Solusi Grafis Linear Programming (20 poin) PT Tambi memiliki 20 hektar tanah perkebunan di lereng gunung Sindoro

Lebih terperinci

Bagaimana cara menyelesaikan persoalan Linier Programming and Integer Programming dengan

Bagaimana cara menyelesaikan persoalan Linier Programming and Integer Programming dengan I. Pendahuluan A. Latar Belakang (Min. 1 lembar) B. Rumusan Masalah Rumusan masalah yang ada pada modul 1 ini adalah : Bagaimana cara menyelesaikan persoalan Linier Programming and Integer Programming

Lebih terperinci

MOJAKOE MOdul JAwaban KOEliah

MOJAKOE MOdul JAwaban KOEliah MOJAKOE MOdul JAwaban KOEliah Perpajakan 2 UAS Semester Genap 2013/2014 @spafebui SPA FEB UI Dilarang memperbanyak MOJAKOE ini tanpa seijin SPA FEB UI. Official partners: Official Partners: Official Media

Lebih terperinci

Prof. Dr. Ir. ZULKIFLI ALAMSYAH, M.Sc. Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Jambi

Prof. Dr. Ir. ZULKIFLI ALAMSYAH, M.Sc. Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Jambi Prof. Dr. Ir. ZULKIFLI ALAMSYAH, M.Sc. Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Jambi Merupakan salah satu bentuk dari model jaringan kerja (network). Suatu model yang berhubungan dengan

Lebih terperinci

Dualitas Dalam Model Linear Programing

Dualitas Dalam Model Linear Programing Maximize or Minimize Z = f (x,y) Subject to: g (x,y) = c Dualitas Dalam Model Linear Programing Prof. Dr. Ir. ZULKIFLI ALAMSYAH, M.Sc. Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Jambi KONSEP

Lebih terperinci

Dualitas Dalam Model Linear Programing

Dualitas Dalam Model Linear Programing Maximize or Minimize Z = f (x,y) Subject to: g (x,y) = c Dualitas Dalam Model Linear Programing Prof. Dr. Ir. ZULKIFLI ALAMSYAH, M.Sc. Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Jambi KONSEP

Lebih terperinci

Materi #13 TKT101 PENGANTAR TEKNIK INDUSTRI T a u f i q u r R a c h m a n

Materi #13 TKT101 PENGANTAR TEKNIK INDUSTRI T a u f i q u r R a c h m a n Materi #13 TKT101 PENGANTAR TEKNIK INDUSTRI Kemampuan Akhir Yang Diharapkan 2 Mampu membandingkan antara kondisi nyata dengan penerapan teori yang telah dipelajari. Indikator Penilaian Ketepatan dalam

Lebih terperinci

TIN102 - Pengantar Teknik Industri Materi #13 Ganjil 2016/2017 TIN102 PENGANTAR TEKNIK INDUSTRI

TIN102 - Pengantar Teknik Industri Materi #13 Ganjil 2016/2017 TIN102 PENGANTAR TEKNIK INDUSTRI Materi #13 TIN102 PENGANTAR TEKNIK INDUSTRI Pendahuluan (1/2) 2 Berbagai keputusan secara langka dibuat dengan kepastian. Sebagian besar keputusan melibatkan faktor resiko. Kriteria umum untuk menilai

Lebih terperinci

Metodologi Penelitian

Metodologi Penelitian Metodologi Penelitian Modul ke: PEMROGRAMAN LINIER Fakultas Program Pasca Sarjana Hamzah Hilal Program Studi Magister Teknik Elektro 13.1 UMUM Banyak keputusan manajemen dan atau riset operasi berkaitan

Lebih terperinci

PERTEMUAN 6 TEORI PENGAMBILAN KEPUTUSAN

PERTEMUAN 6 TEORI PENGAMBILAN KEPUTUSAN PERTEMUAN 6 TEORI PENGAMBILAN KEPUTUSAN Pertemuan 6 TEORI PENGAMBILAN KEPUTUSAN Objektif: 1. Mahasiswa dapat mencari penyelesaian masalah dengan model keputusan dalam kepastian 2. Mahasiswa dapat mencari

Lebih terperinci

SPA MENTORING. Rabu, 23 Maret 2016 MKDB (UTS) By: Chelvin Romaretho Silalahi. SOAL 1 Integer Linear Programming

SPA MENTORING. Rabu, 23 Maret 2016 MKDB (UTS) By: Chelvin Romaretho Silalahi. SOAL 1 Integer Linear Programming SESI 4 SOAL 1 Integer Linear Programming SPA MENTORING Rabu, 23 Maret 2016 MKDB (UTS) By: Chelvin Romaretho Silalahi The Metropolitan Arts Council (MAC) wants to advertise its upcoming season of plays,

Lebih terperinci

MOJAKOE. MOdul JAwaban KOEliah. Pengantar Akuntansi 1. UTS Semester Gasal 2014/2015

MOJAKOE. MOdul JAwaban KOEliah. Pengantar Akuntansi 1. UTS Semester Gasal 2014/2015 MOJAKOE MOdul JAwaban KOEliah Pengantar Akuntansi 1 UTS Semester Gasal 2014/2015 t@spafebui fspa FEB UI Dilarang memperbanyak MOJAKOE ini tanpa seijin SPA FEB UI. Official Partners: Official Media Partner:

Lebih terperinci

Keputusan MODUL OLEH

Keputusan MODUL OLEH Modul 5. Penanganan Ketidakpastian dan Diagram Keputusan ANALISAA SISTEM DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN MODUL V: PENANGANAN KETIDAKPASTIAN DAN DIAGRAM KEPUTUSAN OLEH : Prof. Dr. Ir. Marimin, M.Sc DEPARTEMEN

Lebih terperinci

DECISION THEORY DAN GAMES THEORY

DECISION THEORY DAN GAMES THEORY DECISION THEORY DAN GAMES THEORY PENGANTAR Lingkungan di mana keputusan dibuat sering digolongkan kedalam empat keadaan: certainty, risk, uncertainty, dan conflict. Decision theory terutama berhubungan

Lebih terperinci

Metode Kuantitatif Bisnis. Week 2 Linear Programming Graphic Method

Metode Kuantitatif Bisnis. Week 2 Linear Programming Graphic Method Metode Kuantitatif Bisnis Week 2 Linear Programming Graphic Method Outlines Solve Linear Programming Model Using Graphic Solution Solve Linear Programming Model Using Simplex Method (Maximize) Solve Linear

Lebih terperinci

Pertemuan 6 TEORI PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Pertemuan 6 TEORI PENGAMBILAN KEPUTUSAN Pertemuan 6 TEORI PENGAMBILAN KEPUTUSAN Objektif: 1. Mahasiswa dapat mencari penyelesaian masalah dengan model keputusan dalam kepastian 2. Mahasiswa dapat mencari penyelesaian masalah dengan model keputusan

Lebih terperinci

Analisis Sensitifitas DALAM LINEAR PROGRAMING

Analisis Sensitifitas DALAM LINEAR PROGRAMING Maximize or Minimize Z = f (x,y) Subject to: g (x,y) = c Analisis Sensitifitas DALAM LINEAR PROGRAMING Prof. Dr. Ir. ZULKIFLI ALAMSYAH, M.Sc. Program Magister Agribisnis Universitas Jambi Suatu analisis

Lebih terperinci

STRATEGI GAME. Achmad Basuki

STRATEGI GAME. Achmad Basuki STRATEGI GAME Achmad Basuki MATERI Strategi dalam Permainan Strategi Murni Strategi Campuran Penyelesaian Analisis (Metode Linear Programming) STRATEGI DALAM PERMAIAN BENTUK STRATEGI PERMAINAN 2 pemain

Lebih terperinci

Perpajakan 1 UTS Semester Genap 2014/2015

Perpajakan 1 UTS Semester Genap 2014/2015 MOJAKOE MOdul JAwaban KOEliah Perpajakan 1 UTS Semester Genap 2014/2015 t@spafebui fspa FEB UI Dilarang memperbanyak MOJAKOE ini tanpa seijin SPA FEB UI. Official Partners: UJIAN TENGAH SEMESTER

Lebih terperinci

Teori Pengambilan Keputusan. Week 10 Decision Analysis Decision Tree

Teori Pengambilan Keputusan. Week 10 Decision Analysis Decision Tree Teori Pengambilan Keputusan Week 10 Decision Analysis Decision Tree Six Steps in Decision Making 1. Clearly define the problem at hand. 2. List the possible alternatives. 3. Identify the possible outcomes

Lebih terperinci

PENGENALAN SISTEM OPTIMASI. Oleh : Zuriman Anthony, ST. MT

PENGENALAN SISTEM OPTIMASI. Oleh : Zuriman Anthony, ST. MT PENGENALAN SISTEM OPTIMASI Oleh : Zuriman Anthony, ST. MT PENILAIAN 1. KEHADIRAN (25%) 2. TUGAS + KUIS (25%) 3. UTS (25%) 4. UAS (25%) 5. Terlambat maksimal 15 menit 6. Kehadiran minimal 10 kali di kelas

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTIKUM SISTEM INFORMASI MANAJEMEN TRANSPORTASI

LAPORAN PRAKTIKUM SISTEM INFORMASI MANAJEMEN TRANSPORTASI LAPORAN PRAKTIKUM SISTEM INFORMASI MANAJEMEN TRANSPORTASI NAMA : Yusrinda Nurhajizah NIM : 12023231 KELAS/GEL : FKKb/ 2 TGL PRAKTIKUM : 3 Oktober 2015 DOSEN : Lolita, M.sc,. Apt FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS

Lebih terperinci

PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM KONDISI KONFLIK (GAME THEORY)

PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM KONDISI KONFLIK (GAME THEORY) PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM KONDISI KONFLIK (GAME THEORY) Definisi Suatu pendekatan matematis untuk merumuskan situasi persaingan/pertentangan (konflik) antara berbagai pihak yang memiliki kepentingan

Lebih terperinci

Decision Making Prentice Hall, Inc. A 1

Decision Making Prentice Hall, Inc. A 1 Decision Making Product Design of ITATS Module based on Operation Management, 9e PowerPoint presentation to accompany Heizer/Render Lecturer: F. Priyo Suprobo, ST, MT 2008 Prentice Hall, Inc. A 1 Permasalahan

Lebih terperinci

PROGRAM LINIER PROGRAM LINIER DENGAN GRAFIK PERTEMUAN 2 DEFINISI PROGRAM LINIER (1)

PROGRAM LINIER PROGRAM LINIER DENGAN GRAFIK PERTEMUAN 2 DEFINISI PROGRAM LINIER (1) PROGRAM LINIER PROGRAM LINIER DENGAN GRAFIK PERTEMUAN 2 DEFINISI PROGRAM LINIER (1) Program tidak ada hubungannya dengan program komputer. Program berarti memilih serangkaian tindakan/ perencanaan untuk

Lebih terperinci

Model Transportasi. Sumber (Supply) Rute Distribusi Tujuan (Demand) X 11 Los Angeles Chicago D 1 = 700

Model Transportasi. Sumber (Supply) Rute Distribusi Tujuan (Demand) X 11 Los Angeles Chicago D 1 = 700 Model Transportasi Sumber (Supply) Rute Distribusi Tujuan (Demand) X 11 Los Angeles Chicago D 1 = 700 S 1 = 1000 X 12 X 13 X 21 St Louis X 22 Houston D 2 = 2000 S2 = 1900 X 23 X 31 X 32 Boston Atlanta

Lebih terperinci

Teori Pengambilan Keputusan. Week 2 Linear Programming Graphic Method

Teori Pengambilan Keputusan. Week 2 Linear Programming Graphic Method Teori Pengambilan Keputusan Week 2 Linear Programming Graphic Method Outlines Solve Linear Programming Model Using Graphic Solution Solve Linear Programming Model Using Simplex Method (Maximize) Solve

Lebih terperinci

MOJAKOE MANAJEMEN INVESTASI

MOJAKOE MANAJEMEN INVESTASI Presented by : Accounting Study Division MoJaKoe Manajemen Investasi MOJAKOE MANAJEMEN INVESTASI UAS MI 2012/2013 ACCOUNTING STUDY DIVISION DILARANG memperbanyak MOJAKOE ini tanpa seijin SPA FEUI. Download

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pengambilan keputusan diperlukan pada semua tahap administrasi dan manajemen. Misalnya dalam tahap perencanaan, diperlukan banyak kegiatan pengambilan keputusan sepanjang

Lebih terperinci

TIN102 - Pengantar Teknik Industri Materi #12 Ganjil 2014/2015 TIN102 PENGANTAR TEKNIK INDUSTRI

TIN102 - Pengantar Teknik Industri Materi #12 Ganjil 2014/2015 TIN102 PENGANTAR TEKNIK INDUSTRI Materi #11 TIN102 PENGANTAR TEKNIK INDUSTRI Pendahuluan 2 Berbagai keputusan secara langka dibuat dengan kepastian. Sebagian besar keputusan melibatkan faktor resiko. Kriteria umum untuk menilai keputusan

Lebih terperinci

2. Metode MODI (Modified Distribution) / Faktor Pengali (Multiplier)

2. Metode MODI (Modified Distribution) / Faktor Pengali (Multiplier) 2. Metode MODI (Modified Distribution) / Faktor Pengali (Multiplier) Metode MODI disebut juga metode Faktor Pengali atau Multiplier. Cara iterasinya sama seperti Metode Batu Loncatan. Perbedaan utama terjadi

Lebih terperinci

PEMROGRAMAN LINIER. Metode Simpleks

PEMROGRAMAN LINIER. Metode Simpleks PEMROGRAMAN LINIER Metode Simpleks Metode Simpleks Metode simpleks digunakan untuk memecahkan permasalahan PL dengan dua atau lebih variabel keputusan. Prosedur Metode Simpleks: Kasus Maksimisasi a. Formulasi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Secara umum arti transportasi adalah adanya perpindahan barang dari satu tempat ke tempat lain dan dari beberapa tempat ke beberapa tempat lain. Tempat atau tempat-tempat

Lebih terperinci

LINDO. Lindo dapat digunakan sampai dengan 150 kendala dan 300 variabel

LINDO. Lindo dapat digunakan sampai dengan 150 kendala dan 300 variabel LINDO Pegertian: Lindo (Linear Interactive Discrete Optimize) adalah paket program siap pakai yang digunakan untuk memecahkan masalah linear, integer dan quadratic programming. Kemampuan: Lindo dapat digunakan

Lebih terperinci

OUTLINE. BAGIAN II Probabilitas dan Teori Keputusan. Konsep-konsep Dasar Probabilitas. Distribusi Probabilitas Diskret.

OUTLINE. BAGIAN II Probabilitas dan Teori Keputusan. Konsep-konsep Dasar Probabilitas. Distribusi Probabilitas Diskret. TEORI KEPUTUSAN OUTLINE BAGIAN II Probabilitas dan Teori Keputusan Konsep-konsep Dasar Probabilitas Distribusi Probabilitas Diskret Distribusi Normal Teori Keputusan Pengertian dan Elemen- Elemen Keputusan

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI 8 BAB 2 LANDASAN TEORI Pada bab ini akan dibahas beberapa konsep teori permainan pada permainan berstrategi murni dan campuran dari dua pemain yang akan digunakan sebagai landasan berpikir dalam melakukan

Lebih terperinci

PENYELESAIAN MODEL LINEAR PROGRAMMING SECARA MATEMATIK (METODE SIMPLEKS)

PENYELESAIAN MODEL LINEAR PROGRAMMING SECARA MATEMATIK (METODE SIMPLEKS) Maximize or Minimize Subject to: Z = f (x,y) g (x,y) = c S1 60 4 2 1 0 S2 48 2 4 0 1 Zj 0-8 -6 0 0 PENYELESAIAN MODEL LINEAR PROGRAMMING SECARA MATEMATIK (METODE SIMPLEKS) Prof. Dr. Ir. ZULKIFLI ALAMSYAH,

Lebih terperinci

LINIER PROGRAMMING Formulasi Masalah dan Pemodelan. Staf Pengajar Kuliah : Fitri Yulianti, MSi.

LINIER PROGRAMMING Formulasi Masalah dan Pemodelan. Staf Pengajar Kuliah : Fitri Yulianti, MSi. LINIER PROGRAMMING Formulasi Masalah dan Pemodelan Staf Pengajar Kuliah : Fitri Yulianti, MSi. Tahap-tahap Pemodelan dalam RO (Riset Operasional): 1. Merumuskan masalah 2. Pembentukan model 3. Mencari

Lebih terperinci

SOAL 1 (bobot : 20%) SOAL 2 (BOBOT : 20%)

SOAL 1 (bobot : 20%) SOAL 2 (BOBOT : 20%) Pengambilan Keputusan Manajerial Exercise UTS Genap 2008/2009 SOAL 1 (bobot : 20%) Di usianya yang sudah lanjut, seorang pemain sepak bola Internasional yang terkenal flamboyant David Beckham memikirkan

Lebih terperinci

BAB IX PROSES KEPUTUSAN

BAB IX PROSES KEPUTUSAN BAB IX PROSES KEPUTUSAN Lingkungan di mana keputusan dibuat sering digolongkan kedalam empat keadaan: certainty, risk, uncertainty, dan conflict. Decision theory terutama berhubungan dengan pengambilan

Lebih terperinci

Model Transportasi 1

Model Transportasi 1 Model Transportasi 1 Model ini berawal dari tahun 1941 ketika F.L. Hitchkok mengetengahkan studi yang berjudul The Distribution of a Product from Several Sources to Numerous Localities Tahun 1947, T.C.Koopmans

Lebih terperinci

BAB 2 Alamanda. LINEAR PROGRAMMING: METODE GRAFIK Fungsi Tujuan Maksimasi dan Minimasi

BAB 2 Alamanda. LINEAR PROGRAMMING: METODE GRAFIK Fungsi Tujuan Maksimasi dan Minimasi BAB 2 Alamanda LINEAR PROGRAMMING: METODE GRAFIK Fungsi Tujuan Maksimasi dan Minimasi Case-1 Ajisakti Furniture Perusahaan Ajisakti Furniture yang akan membuat meja dan kursi. Keuntungan yang diperoleh

Lebih terperinci

Pengambilan Keputusan dalam keadaan ada kepastian. IRA PRASETYANINGRUM, S.Si,M.T

Pengambilan Keputusan dalam keadaan ada kepastian. IRA PRASETYANINGRUM, S.Si,M.T Pengambilan Keputusan dalam keadaan ada kepastian IRA PRASETYANINGRUM, S.Si,M.T Model Pengambilan Keputusan dikaitkan Informasi yang dimiliki : Ada 3 (tiga) Model Pengambilan keputusan. 1. Model Pengambilan

Lebih terperinci

Latihan soal (mata kuliah: Teknik Riset Operasi) By. Rita Wiryasaputra, ST., M. Cs.

Latihan soal (mata kuliah: Teknik Riset Operasi) By. Rita Wiryasaputra, ST., M. Cs. Latihan soal (mata kuliah: Teknik Riset Operasi) By. Rita Wiryasaputra, ST., M. Cs. Model matematis permasalahan linear programming untuk diselesaikan dengan metode simplex Ditentukan fungsi tujuan : Z

Lebih terperinci

Bab 2 LANDASAN TEORI

Bab 2 LANDASAN TEORI 8 Bab 2 LANDASAN TEORI 2.1. Definisi Dasar Himpunan semua hasil (outcome) yang mungkin dari suatu percobaan disebut ruang sampel (sample space) dinyatakan dengan lambang T dan setiap hasil dalam ruang

Lebih terperinci

PENGAMBILAN KEPUTUSAN MANAJEMEN

PENGAMBILAN KEPUTUSAN MANAJEMEN PENGAMBILAN KEPUTUSAN MANAJEMEN BAB 6. KONDISI PENGAMBILAN KEPUTUSAN 1. Pendahuluan 2. Kondisi Pengambilan Keputusan dalam Kepastian 3. Kondisi Pengambilan Keputusan dalam Ketidakpastian 4. Kondisi Pengambilan

Lebih terperinci

TUGAS BESAR RISET OPERASI

TUGAS BESAR RISET OPERASI TUGAS BESAR RISET OPERASI Dosen Pengampu : Ika Atsari Dewi, STP, MP Disusun oleh : GRICO M. SIMANGUNSONG 567 NIMAS DWI RAHMA S 5 AHMAD FUADI 5 JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN

Lebih terperinci

Teori Permainan. Lecture 8 : Pengambilan Keputusan dalam Kondisi Konflik (Game Theory) Hanna Lestari, ST, M.Eng

Teori Permainan. Lecture 8 : Pengambilan Keputusan dalam Kondisi Konflik (Game Theory) Hanna Lestari, ST, M.Eng Teori Permainan Lecture 8 : Pengambilan Keputusan dalam Kondisi Konflik (Game Theory) Hanna Lestari, ST, M.Eng Dalam dunia bisnis yang kompetitif kita tidak terlepas dari adanya persaingan dengan kompetitor.

Lebih terperinci

Pemodelan Programasi Linier dan Solusi Manual Model Assignment

Pemodelan Programasi Linier dan Solusi Manual Model Assignment Pemodelan Programasi Linier dan Solusi Manual Model Assignment week 08 W. Rofianto, ST, MSi Model Transportasi Kota 1 2 3 4 Pabrik 1 $ 2 /ton $ 3 /ton $ 1.5 /ton $ 2.5 /ton 900 Pabrik 2 $ 4 /ton $ 3.5

Lebih terperinci

RISET OPERASIONAL MINGGU KE-2. Disusun oleh: Nur Azifah., SE., M.Si. Linier Programming: Formulasi Masalah dan Model

RISET OPERASIONAL MINGGU KE-2. Disusun oleh: Nur Azifah., SE., M.Si. Linier Programming: Formulasi Masalah dan Model RISET OPERASIONAL MINGGU KE- Linier Programming: Formulasi Masalah dan Model Disusun oleh: Nur Azifah., SE., M.Si Pengertian Linear Programming Linear Programming (LP) adalah salah satu teknik riset operasi

Lebih terperinci

Makalah Ekonomi Manajerial Tentang Pengambilan Keputusan Dalam Kondisi Beresiko

Makalah Ekonomi Manajerial Tentang Pengambilan Keputusan Dalam Kondisi Beresiko Makalah Ekonomi Manajerial Tentang Pengambilan Keputusan Dalam Kondisi Beresiko Disusun oleh: Kelompok 13 Nama Anggota : Dimas Widyotomo (125020207111048) Rizkie Imadudien L ( 125020205111004) Jurusan

Lebih terperinci

Teori Game (Game Theory/Teori Permainan) Teori Game, Ahmad Sabri, Universitas Gunadarma

Teori Game (Game Theory/Teori Permainan) Teori Game, Ahmad Sabri, Universitas Gunadarma Teori Game (Game Theory/Teori Permainan) Teori Game Teori game adalah studi tentang model matematika yang berkaitan dengan konflik maupun kerja sama antara para pembuat keputusan yang cerdas dan rasional.

Lebih terperinci

BAB III METODE ANALISIS INCREMENTAL

BAB III METODE ANALISIS INCREMENTAL BAB III METODE ANALISIS INCREMENTAL Analisis incremental biasanya dinyatakan juga sebagai biaya diferensial, biaya marjinal, atau biaya relevan. Analisis incremental ini fleksibel, dimana data dapat dihitung

Lebih terperinci

Dosen Pembina: HP :

Dosen Pembina: HP : SELAMAT MENEMPUH MATAKULIAH Dosen Pembina: Sujito, S.Kom., M.Pd. HP : 081 233 255 16 E-mail : [email protected] [email protected] KONTRAK BELAJAR (NORMA AKADEMIK) 1. Kegiatan pembelajaran

Lebih terperinci

Mentoring SPA FEB Investasi Pasar Modal. Official. UAS Semester Gasal 2015/2016

Mentoring SPA FEB Investasi Pasar Modal. Official. UAS Semester Gasal 2015/2016 Mentoring Investasi Pasar Modal UAS Semester Gasal 2015/2016 @spafebui SPA FEB UI Dilarang memperbanyak MOJAKOE ini tanpa seijin SPA FEB UI. Download MOJAKOE dan SPA Mentoring di http://spa-feui.com Official

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

SATUAN ACARA PERKULIAHAN SATUAN ACARA PERKULIAHAN Kode dan nama mata kuliah Topik Bahasan Tujuan Pembelajaran umum Jumlah perte : MJ 211, Teori Pengambilan Keputusan : Pendahuluan : Mahasiswa memahami tujuan, ruang lingkup, silabus,

Lebih terperinci

MOJAKOE. MOdulJAwabanKOEliah. Pengantar Akuntansi 2. UTS Semester Genap 2014/2015

MOJAKOE. MOdulJAwabanKOEliah. Pengantar Akuntansi 2. UTS Semester Genap 2014/2015 MOJAKOE MOdulJAwabanKOEliah Pengantar Akuntansi 2 UTS Semester Genap 2014/2015 t@spafebui fspa FEB UI Dilarangmemperbanyak MOJAKOE initanpaseijin SPA FEB UI. Official Partners: SOAL 1 Current Liability

Lebih terperinci

Tujuan Praktikum Landasan Teori 2.1 Sejarah dan Pengertian

Tujuan Praktikum Landasan Teori 2.1 Sejarah dan Pengertian Modul ini disusun sebagai pegangan untuk semua Asisten Laboratorium Teknik Industri Lanjut dalam melakkan pengajaran praktikum Metode Stokastik. Modul ini dikhususkan mempelajari salah satu metode dalam

Lebih terperinci

RENCANA PROGRAM KEGIATAN PERKULIAHAN SEMESTER (RPKPS)

RENCANA PROGRAM KEGIATAN PERKULIAHAN SEMESTER (RPKPS) RENCANA PROGRAM KEGIATAN PERKULIAHAN SEMESTER (RPKPS) Kode / Nama Mata Kuliah : B11.5613 / Riset Operasi Revisi ke : 1 Satuan Kredit Semester : 3 (Tiga) SKS Tgl revisi : 27 Januari 2009 Jml Jam kuliah

Lebih terperinci

Ardaneswari D.P.C., STP, MP.

Ardaneswari D.P.C., STP, MP. Ardaneswari D.P.C., STP, MP. Materi Bahasan Pengantar pemrograman linier Pemecahan pemrograman linier dengan metode grafis PENGANTAR Pemrograman (programming) secara umum berkaitan dengan penggunaan atau

Lebih terperinci

BAB IV TEORI PERMAINAN

BAB IV TEORI PERMAINAN BAB IV TEORI PERMAINAN Teori permainan merupakan suatu model matematika yang digunakan dalam situasi konflik atau persaingan antara berbagai kepentingan yang saling berhadapan sebagai pesaing. Dalam permaian

Lebih terperinci

Tugas Akhir KAJIAN PEMILIHAN STUKTUR DUA RANTAI PASOK YANG BERSAING UNTUK STRATEGI PERBAIKAN KUALITAS

Tugas Akhir KAJIAN PEMILIHAN STUKTUR DUA RANTAI PASOK YANG BERSAING UNTUK STRATEGI PERBAIKAN KUALITAS Tugas Akhir KAJIAN PEMILIHAN STUKTUR DUA RANTAI PASOK YANG BERSAING UNTUK STRATEGI PERBAIKAN KUALITAS Oleh : Ika Norma Kharismawati 1208 100 041 Dosen Pembimbing : 1. Dra. Laksmi Prita W, M.Si 2. Drs.

Lebih terperinci

MOJAKOE MOdul JAwaban KOEliah

MOJAKOE MOdul JAwaban KOEliah MOJAKOE MOdul JAwaban KOEliah Perpajakan 2 UTS Semester Genap 2013/2014 @spafebui SPA FEB UI Dilarang memperbanyak MOJAKOE ini tanpa seijin SPA FEB UI. Download MOJAKOE dan SPA Mentoring di http://spa-feui.com

Lebih terperinci

: METODE GRAFIK. Metode grafik hanya bisa digunakan untuk menyelesaikan permasalahan dimana hanya

: METODE GRAFIK. Metode grafik hanya bisa digunakan untuk menyelesaikan permasalahan dimana hanya LINEAR PROGRAMMING : METODE GRAFIK Metode grafik hanya bisa digunakan untuk menyelesaikan permasalahan dimana hanya terdapat dua variabel keputusan. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, langkah pertama

Lebih terperinci

Manajemen Operasional

Manajemen Operasional Linear Programming (LP) Dosen Febriyanto, SE. MM. www.febriyanto79.wordpress.com Linear Programming Linear programing (LP) adalah salah satu metode matematis yang digunakan untuk membantu manajer dalam

Lebih terperinci

BAB VI Program Linear Bilangan Bulat

BAB VI Program Linear Bilangan Bulat BAB VI Program Linear Bilangan Bulat Permasalahan program linear bilangan bulat muncul ketika kita harus memutuskan jumlah barang yang kita perlukan berbentuk bilangan bulat, seperti menentukan banyaknya

Lebih terperinci

Pemain B B 1 B 2 B 3 9 5

Pemain B B 1 B 2 B 3 9 5 TEORI PERMAINAN Teori permainan (game theory) adalah suatu pendekatan matematis untuk merumuskan situasi persaingan dan konflik antara berbagai kepentingan. Teori dikembangkan untuk menganalisa proses

Lebih terperinci

CCR-314 #2 Pengantar Linear Programming DEFINISI LP

CCR-314 #2 Pengantar Linear Programming DEFINISI LP PENGANTAR LINEAR PROGRAMMING DEFINISI LP Linear Programming/LP (Program Linear) merupakan salah satu teknik dalam Riset Operasional (Operation Research) yang paling luas digunakan dan dikenal dengan baik.

Lebih terperinci

LATIHAN SOAL TERJAWAB-BAB 10. Untuk mahasiswa, jawaban diberikan untuk soal ganjil.

LATIHAN SOAL TERJAWAB-BAB 10. Untuk mahasiswa, jawaban diberikan untuk soal ganjil. LATIHAN SOAL TERJAWAB-BAB 10 Untuk mahasiswa, jawaban diberikan untuk soal ganjil. 1. Berikut adalah tabel hasil (payoff) dari investasi di saham pertanian, industri dan perbankan untuk setiap lembar sahamnya.

Lebih terperinci

Model Matematis (Program Linear)

Model Matematis (Program Linear) Model Matematis (Program Linear) Pertemuan I Ayundyah Kesumawati, M.Si PROGRAM STUDI STATISTIKA UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA 2015 Pengembangan Model Matematis Menurut Taha (2002), pengembangan model matematis

Lebih terperinci

Keputusan Dalam Ketidakpastian dan Resiko

Keputusan Dalam Ketidakpastian dan Resiko Keputusan Dalam Ketidakpastian dan Resiko Suasana pengambilan keputusan : dalam pasti (certainty), dalam keadaan resiko (risk), dalam ketidakpastian (uncertainty), dalam suasana konflik (conflict). Analisis

Lebih terperinci

Operation Research (OR) Dosen : Sri Rahayu, S.E BAGIAN 1 PENDAHULUAN

Operation Research (OR) Dosen : Sri Rahayu, S.E BAGIAN 1 PENDAHULUAN BAGIAN 1 PENDAHULUAN Definisi Riset Operasi Defenisi Riset Operasi adalah riset dengan penerapan metode ilmiah melalui suatu tim secara terpadu untuk memecahkan permasalahan yang timbul dalam kegiatan

Lebih terperinci

METODE SIMPLEKS (MS)

METODE SIMPLEKS (MS) METODE SIMPLEKS (MS) Teori LP: solusi optimal di titik pojok (sudut) daerah solusi feasible. Metode Simpleks memeriksa titik-titik sudut secara sistematik (iteratif), menggunakan konsep aljabar dasar,

Lebih terperinci

Definisi & Latar Belakang...(1/2)

Definisi & Latar Belakang...(1/2) Materi #9 CCR314 RISET OPERSIONL Definisi & Latar Belakang...(1/2) 2 Game theory dapat disebut juga Teori Permainan. Suatu pendekatan matematis untuk merumuskan situasi persaingan/pertentangan (konflik)

Lebih terperinci

Economic Managerial; Introduction. Mohammad Arief

Economic Managerial; Introduction. Mohammad Arief Economic Managerial; Introduction Mohammad Arief Bisnis Masalah-masalah Ekonomi Barang apakah yang akan diproduksi dan berapa banyak. Bagaimana caranya barang tersebut diproduksi. Untuk siapa barang diproduksi

Lebih terperinci

PERSOALAN TRANSPORTASI

PERSOALAN TRANSPORTASI PERSOALAN TRANSPORTASI 1 Azwar Anas, M. Kom - STIE-GK Muara Bulian 2 Permintaan sama dengan penawaran Sesuai dengan namanya, persoalan transportasi pertama kali diformulasikan sebagai suatu prosedur khusus

Lebih terperinci

BAB 2. PROGRAM LINEAR

BAB 2. PROGRAM LINEAR BAB 2. PROGRAM LINEAR 2.1. Pengertian Program Linear Pemrograman Linier disingkat PL merupakan metode matematik dalam mengalokasikan sumber daya yang terbatas untuk mencapai suatu tujuan seperti memaksimumkan

Lebih terperinci

LINIEAR PROGRAMMING MATEMATIKA BISNIS ANDRI HELMI M, S.E., M.M.

LINIEAR PROGRAMMING MATEMATIKA BISNIS ANDRI HELMI M, S.E., M.M. LINIEAR PROGRAMMING MATEMATIKA BISNIS ANDRI HELMI M, S.E., M.M. INTRODUCTION Masalah keputusan yang biasa dihadapi para analis adalah alokasi optimum sumber daya yang langka. Sumber daya dapat berupa modal,

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Manajemen Produksi dan Operasi Manajeman (management) merupakan proses kerja dengan menggunakan orang dan sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan (Bateman, Thomas S. : 2014)

Lebih terperinci

qwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwerty uiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasd fghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzx cvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmq

qwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwerty uiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasd fghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzx cvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmq qwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwerty uiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasd fghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzx cvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmq Software Application II (Before Final Test) wertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyui

Lebih terperinci

Definisi & Latar Belakang...(1)

Definisi & Latar Belakang...(1) Definisi & Latar Belakang...(1) Game theory dapat disebut juga Teori Permainan. Suatu pendekatan matematis untuk merumuskan situasi persaingan/pertentangan (konflik) antara berbagai pihak yang memiliki

Lebih terperinci

MOJAKOE. June 5. Pengantar Akuntansi 2

MOJAKOE. June 5. Pengantar Akuntansi 2 June 5 MOJAKOE 2013 Dilarang memperbanyak MOJAKOE ini tanpa seijin SPA FEUI. Download MOJAKOE dan SPA Mentoring di : www.spa-feui.com Pengantar Akuntansi 2 UJIAN AKHIR SEMESTER GENAP 2011/2012 PENGANTAR

Lebih terperinci

TEORI PERMAINAN. JHON HENDRI RISET OPERASIONAL UNIVERSITAS GUNADARMA 2009 Page 1

TEORI PERMAINAN. JHON HENDRI RISET OPERASIONAL UNIVERSITAS GUNADARMA 2009 Page 1 TEORI PERMAIA Teori permainan merupakan suatu model matematika yang digunakan dalam situasi konflik atau persaingan antara berbagai kepentingan yang saling berhadapan sebagai pesaing. Dalam permaian peserta

Lebih terperinci

M.K. Teknik Formulasi Ransum dan Sistem Informasi Pakan

M.K. Teknik Formulasi Ransum dan Sistem Informasi Pakan Aplikasi Linear Program (LP) dalam Formulasi Ransum M.K. Teknik Formulasi Ransum dan Sistem Informasi Pakan Linear Programming Model hubungan linear antara fungsi tujuan (objective function) dan keterbatasan

Lebih terperinci

M.K. Teknik Formulasi Ransum dan Sistem Informasi Pakan

M.K. Teknik Formulasi Ransum dan Sistem Informasi Pakan Persamaan Matematis LP Minimumkan (minimized) n Aplikasi Linear Program (LP) dalam Formulasi Ransum M.K. Teknik Formulasi Ransum dan Sistem Informasi Pakan Z j = Σ c j x j j=1 Faktor pembatas : n Σ a ij

Lebih terperinci

SILABUS JURUSAN MANAJEMEN - PROGRAM STUDI S1 MANAJEMEN FAKUTAS EKONOMI UNIVERSITAS GUNADARMA

SILABUS JURUSAN MANAJEMEN - PROGRAM STUDI S1 MANAJEMEN FAKUTAS EKONOMI UNIVERSITAS GUNADARMA SILABUS JURUSAN MANAJEMEN - PROGRAM STUDI S1 MANAJEMEN FAKUTAS EKONOMI UNIVERSITAS GUNADARMA Nama Mata Kuliah / Kode Mata Kuliah : RISET OPERASI 1 / 2015 SKS : 3 Semester : 3 Kelompok Mata Kuliah : Mata

Lebih terperinci

Lecture 1: Concept of Game Theory A. Pendahuluan bidang perdagangan (bisnis), olahraga, peperangan (pertahanan), dan politik

Lecture 1: Concept of Game Theory A. Pendahuluan bidang perdagangan (bisnis), olahraga, peperangan (pertahanan), dan politik Lecture 1: Concept of Game Theory A. Pendahuluan Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menjumpai kegiatan-kegiatan yang bersifat kom-petitif yang diwarnai dengan suatu keadaan persaingan (konflik). Persaingan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Keputusan dan Pengambilan Keputusan Suatu masalah keputusan memiliki suatu lingkup yang berbeda dengan masalah lainnya. Perbedaan ini menonjol terutama karena adanya

Lebih terperinci

MODEL NETWORK. Prof. Dr. Ir. ZULKIFLI ALAMSYAH, M.Sc. Program Magister Agribisnis Universitas Jambi

MODEL NETWORK. Prof. Dr. Ir. ZULKIFLI ALAMSYAH, M.Sc. Program Magister Agribisnis Universitas Jambi MODEL NETWORK Prof. Dr. Ir. ZULKIFLI ALAMSYAH, M.Sc. Program Magister Agribisnis Universitas Jambi Terdiri dari suatu jaringan kerja (network) yang dapat direpresentasikan dalam bentuk titik penghubung

Lebih terperinci

SPA MENTORING Rabu, 23 Maret 2016 MKDB (UTS) By: Febe

SPA MENTORING Rabu, 23 Maret 2016 MKDB (UTS) By: Febe SESI 3 SPA MENTORING Rabu, 23 Maret 2016 MKDB (UTS) By: Febe SENSITIVITY ANALYSIS a. Apakah jawaban di atas unik? Mengapa? b. Produk mana yang harganya lebih fleksibel untuk dinaikkan sekitar 20% dan tidak

Lebih terperinci

BAB 3 PEMBAHASAN. 3.1 Pengumpulan Data

BAB 3 PEMBAHASAN. 3.1 Pengumpulan Data BAB 3 PEMBAHASAN 3.1 Pengumpulan Data Pengumpulan data dilaksanakan selama 1 bulan, terhitung mulai tanggal 28 Mei 2013 sampai 28 Juni 2013, sesuai dengan izin yang diberikan oleh Kepala Cabang PT. Mega

Lebih terperinci

BAB II. PEMROGRAMAN LINEAR

BAB II. PEMROGRAMAN LINEAR BAB II. PEMROGRAMAN LINEAR KARAKTERISTIK PEMROGRAMAN LINEAR Sifat linearitas suatu kasus dapat ditentukan menggunakan beberapa cara. Secara statistik, kita dapat memeriksa kelinearan menggunakan grafik

Lebih terperinci