VISI : Terwujudnya Masyarakat Desa Yang Mandiri

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "VISI : Terwujudnya Masyarakat Desa Yang Mandiri"

Transkripsi

1 BAB. IIPERENCANAAN KINERJA A. Rencana Strategis Untuk menyatukan persepsi dan arah tindakan, maka pelaksanaan tugas pokok dan fungsi senantiasa harus dilandasi dengan visi, misi dan tujuan serta strategi yang secara jelas dirumuskan dalam Rencana Strategis Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Desa Tertinggal Provinsi Gorontalo Tahun Rencana Strategis Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Desa Tertinggal Provinsi Gorontalo Tahun ditetapkanmelalui Keputusan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Desa Tertinggal Provinsi Gorontalo Nomor 6 Tahun 2015tentang Rencana Strategis (Renstra) Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Desa Tertinggal Provinsi Gorontalo tahun Visi dan Misi Visi Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Desa Tertinggal Provinsi Gorontalo; VISI : Terwujudnya Masyarakat Desa Yang Mandiri Penjelasan Visi a. Sebagai penjabaran kalimat Visi pembangunan Provinsi Gorontalo maka BPM- PDT mengambil peran untuk melakukan percepatan pembangunan daerah dimulai dari desa dengan konsep dasarnya adalah mewujudkan Masyarakat desa yang mandiri, dengan alasan utamanya antara lain; 1) Penduduk miskin lebih banyak didesa; 2) Layanan dibidang Kesehatan dan Pendidikan kurang memadai; 3) Infrastruktur pedesaan khususnya di desa tertinggal masih kurang mamadai; 4) Sistem ekonomi kerakyatan yang kurang berkembang misalnya dengan berkembangnya praktek ijon,tengkulak dan renten. b. Dibalik problematika pembangunan sejak era-sentralisasi sampai era otonomi daerah, sumber daya utama pembangunan nasional bermodal dari hasil sumber daya perdesaan. Tetapi ketika terjadi pembagian hasil dari pembangunan itu, mengapa desa selalu terabaikan.walau berulang kali diperlakukan demikian, desa tetap mampu bertahan apa adanya akhirnya tanpa kita sadari dari desalah tumbuh suatu kekuatan yang tersembunyi. Pertanyaan yang muncul apakah L K I P B P M - P D T P r o v. G o r o n t a l o T a h u n

2 pembangunan yang kita lakukan selama ini sudah benar-benar membangun dari desa. Mengapa kita tidak mulai pembangunan itu dari desa dan menjadikan mereka subyek, bukan obyek dari pembangunan. Misi Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Desa Tertinggal Provinsi Gorontalo: MISI : 1. Memberdayakan Masyarakat Desa 2. Membangun Infrastruktur, Ekonomi, Sosial dan Budaya Di Pedesaan 3. Meningkatnya Pengetahuan Dan Keterampilan Masyarakat Desa Penjelasan Misi Ketiga misi tersebut merupakan target bagaimana secara bersama antara masyarakat dan pemerintah daerah meningkatkan mekanisme kolaborasi dalam konteks prakarsa pembangunan desa, pemanfaatan sumber daya dan penggunaan anggaran yang efektif sehingga khususnya komunitas desa, pemerintah daerah, pemerintah desa dapat membangun daerahnya secara berkelanjutan berdasarkan karakteristik dan kebutuhannya. Pengembangan kapasitas baik pemerintahan dan komunitas adalah sebuah mekanisme yang menyediakan ruang serta kesempatan bagai para stakeholder untuk membangun kapasitasnya saling pengertian dan kepercayaan diantara masingmasing pihak dan hal ini merupakan unsur penting dan tak terpisahkan dalam proses percepatan pembangunan daerah. Dalam konsep pembangunan desa dengan prinsip yang dikembangkan berupa; Agenda pembangunan berbasis fakta dan realitas Proses perencanaan dilakukan secara terbuka Para pihak memahami mekanisme dan sistem perencanaan yang saling terintegrasi khususnya mendorong prakarsa partisipasi pembangunan. Menciptakan nilai-nilai kesetaraan baik laki-laki dan perempuan diantara pihak yang terlibat atau sering disebut dengan issue responsif gender 2. Tujuan dan Sasaran BPM-PDT Provinsi Gorontalo Dalam rangka mencapai Visi dan pelaksanaan Misi tersebut dirumuskan ke dalam bentuk yang lebih terarah dan operasional berupa perumusanan tujuan (goals) L K I P B P M - P D T P r o v. G o r o n t a l o T a h u n

3 organisasi. Tujuan merupakan penjabaran atau implementasi dari pernyataan Misi yang akan dilaksanakanatau dihasilkan dalam jangka waktu 1 (satu) sampai 5 (lima) tahun. Dengan diformulasikannya tujuan ini, maka Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Desa Tertinggal Provinsi Gorontalo dapat secara tepat mengetahui apa yang harus dilaksanakan oleh organisasi dalam memenuhi Visi dan pelaksanaan Misinya, untuk kurun waktu satu sampai lima tahun ke depan dengan mempertimbangkan sumber daya dan kemampuan yang dimiliki. Dalam Renstra Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Desa Tertinggal Provinsi Gorontalo, tujuan tersebut adalah: a. Mendorongmasyarakat untukmandiri dengan menggali karakter, spesifikasi dan potensi lokal desa mereka sendiri; b. Mengembangkan konsep ekonomi kerakyatan melalui efektifitas peran kelembagaan desa; c. Menumbuhkan kembali semangat dan falsafah kearifan lokal masyarakat desa sebagai nilai dan norma pembangunan; d. Meningkatkan kwalitas pelayanan publik dalam kaidah keselarasan lintas sektor serta kesesuaian kebutuhan masyarakat Desa dan kelurahan dan didukung oleh pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten/Kota dan Desa/Kelurahan dan public sektor; e. Terlaksananya dan meningkatnya pelayanan administrasi perkantoran dengan baik dalam mendukung seluruh pelaksanaan program dan kegiatan; f. Menyelaraskan program, kegiatan, indikator serta lokasi yang jelas dan pagu anggaran sesuai dengan tema dan prioritas pembangunan serta terlaksananya sistem pengendalian, evaluasi dan pelaporan kegiatan khususnya pada unsur pemberdayaan masyarakat dan pembangunan desa tertinggal. Selanjutnya, untuk mencapai hasil yang optimal yang ingin dicapai selama periode perencanaan, maka Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Desa Tertinggal Provinsi Gorontalomerumuskan tujuan, sasaran dan indikator kinerja sebagai berikut : a. Mendorong masyarakat untuk mandiri dengan menggali karakter, spesifikasi dan potensi lokal desa mereka sendiri, dapat dicapai dengan sasaran: Terwujudnya pembangunan infrastruktur dasar masyarakat miskin dan desa tertinggal, dengan indikator kinerjanya: Jumlah Rumah Layak Huni yang dibangun bagi Rumah Tangga Miskin (RTM) Jumlah Desa Tertinggal yang terbangun infrastruktur ekonomi dan sosial budayanya L K I P B P M - P D T P r o v. G o r o n t a l o T a h u n

4 b. Mengembangkan konsep ekonomi kerakyatan melalui efektifitas peran kelembagaan desa, dapat dicapai dengan sasaran: Optimalisasi Kinerja Layanan Kelembagaan Pemerintah desa/kelurahan, serta kelembagaan ekonomi masyarakat desa, dengan indikator kinerjanya: Jumlah Lembaga Ekonomi Desa yang difasilitasi dan dilatih Persentase Desa yang Memiliki Profil Desa Jumlah Camat dan Lurah yang meningkat kinerjanya Terlaksananya Lomba Inovasi dan Pameran Teknologi Tepat Guna (TTG) Tingkat Provinsi dan Nasional Jumlah aparat desa yang mendapatkan pengelolaan perencanaan pembangunan desa Jumlah Cakupan pelaksanaan Kegiatan Operasional Tim Pengerak PKK c. Menumbuhkan kembali semangat dan falsafah kearifan lokal masyarakat desa sebagai nilai dan norma pembangunan, dapat dicapai dengan sasaran: Meningkatnya peran serta danpartisipasi masyarakat dalampembangunan wilayah perdesaan/kelurahan, dengan indikator kinerjanya: Persentase Partisipasi MasyarakatDalam Membangun Desa Jumlah desa dan kelurahan yang dinilai d. Meningkatkan kwalitas pelayanan publik dalam kaidah keselarasan lintas sektor serta kesesuaian kebutuhan masyarakat Desa dan kelurahan dan didukung oleh pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten/Kota dan Desa/Kelurahan dan publik sektor, dapat dicapai dengan sasaran: Terwujudnya Efektifitas koordinasi dan strategi penanggulangan kemiskinan, ketersediaan sarana prasarana layanan publik yang cukup memadai, dengan indikator kinerjanya: Jumlah Cakupan Penerapan PNPM Jumlah SKPD Khusus PMD dan RTM Yang Dikooordinasikan Menerima Program e. Terlaksananya dan meningkatnya pelayanan administrasi perkantoran dengan baik dalam mendukung seluruh pelaksanaan program dan kegiatan, dapat dicapai dengan sasaran: Meningkatnya pelayanan administrasi jasa perkantoran dan penyediaan sarana dan prasarana serta pengelolaan kepegawaian, dengan indikator kinerjanya: Jumlah jasa kantor yang tersedia tepat waktu Jumlah sarana dan prasarana yang tersedia L K I P B P M - P D T P r o v. G o r o n t a l o T a h u n

5 Jumlah dokumen perencanaan Persentase keselarasan pelaksanaan program dengan dokumen perencanaan Jumlah laporan keuangan SKPD yang sesuai dengan SAP 3. Indikator Kinerja Utama Berdasarkan tujuan dan sasaran strategis tersebut, maka diuraikan indikator kinerja untuk mewujudkan sasaran strategis yang telah ditetapkan: Tabel 2.1 Indikator Kinerja Utama Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Desa Tertinggal Provinsi Gorontalo NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA UTAMA PENJELASAN (Formula Pengukuran, Tipe Penghitungan, Sumber Data) 1. Terwujudnya pembangunan infrastruktur dasar masyarakat miskin dan desa tertinggal Jumlah rumah layak huni yang dibangun bagi RTM - Jumlah Desa Tertinggal yang terbangun infrastruktur ekonomi dan sosial budayanya - Rumah Layak Huni (Mahyani) bagi Rumah Tangga Miskin (RTM) dengan kriteria: (1). Penerima Mahyani berusia minimal 30 tahun, memiliki rumah yang tidak layak huni dan berdiri diatas tanah milik sendiri. (2). Berusia 50 Tahun dan memiliki Tanah untuk bangunan Mahyani. - Sumber Data : Pemutakhiran Basis Data Terpadu. Pembangunan Infrastruktur Ekonomi meliputi: Pasar Desa, Jalan Tani, Lantai Jemur dan Plat Duicker. Pembangunan dilaksanakan dengan sistem swakelola masyarakat padat karya. Pembangunan Infrastruktur Sosial budaya meliputi: Pembangunan Kantor/Balai Pertemuan, MCK, dan Posyandu/HI/ TPA. Pembangunan dilaksanakan dengan sistem swakelola masyarakat padat karya. 2. Optimalisasi kinerja Jumlah Lembaga Ekonomi Desa yang Kelompok Masyarakat (Pokmas) yang difasilitasi L K I P B P M - P D T P r o v. G o r o n t a l o T a h u n

6 layanan kelembagaan Pemerintah desa/kelembagaan, serta kelembagaan ekonomi masyarakat desa difasilitasi dan dilatih Jumlah aparat desa yang mendapatkan pelatihan pengelolaan perencanaan pembangunan desa Lembaga Ekonomi Desa tertinggal yang dilatih Kepala desa/aparat desa yang terlatih B. Rencana Kinerja Tahun 2016 Rencana Kinerja Tahunan (RKT) 2016 Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Desa Tertinggal adalah sebagai berikut: Tabel 2.2 Rencana Kinerja Tahunan (RKT) 2016 Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Desa Tertinggal Provinsi Gorontalo NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET 1 Terwujudnya pembangunan infrastruktur dasar masyarakat miskin dan desa tertinggal 2. Optimalisasi kinerja layanan kelembagaan Pemerintah desa/kelurahan, serta kelembagaan ekonomi masyarakat desa Jumlah rumah layak huni yang dibangun bagi RTM Jumlah Desa Tertinggal yang terbangun infrastruktur ekonomi dan sosial budayanya Jumlah Lembaga Ekonomi Desa yang difasilitasi dan dilatih Persentase Desa Yang Memiliki Profil Desa Jumlah Camat dan Lurah yang meningkat kinerjanya Terlaksananya Lomba Inovasi dan Pameran TTG Tingkat Provinsi dan Nasional Jumlah aparat desa yang mendapatkan pelatihan pengelolaan perencanaan pembangunan desa Jumlah Cakupan pelaksanaan Kegiatan Operasional Tim 750 Unit Rumah Layak Huni yang terbangun 25 Desa tertinggal yang terbangun infrastruktur ekonominya 25 Desa tertinggal yang terbangun infrastruktur sosial budayanya 15 Pokmas yang difasilitasi 15 Lembaga Ekonomi Desa tertinggal yang dilatih 100 % (50 kel) 75 orang Camat yang ditingkatkan kinerjanya 72 orang Lurah yang ditingkatkan kinerjanya 1 kegiatan 40 orang Kepala Desa/aparatyang terlatih 6 Kab/Kota L K I P B P M - P D T P r o v. G o r o n t a l o T a h u n

7 3 Meningkatnya peran serta dan Partisipasi masyarakat dalam Pembangunan wilayah perdesaan/kelurahan Pengerak PKK Persentase Partisipasi Masyarakat Dalam Membangun Desa Jumlah desa dan kelurahan yang dinilai 100% 3 desa/3 kelurahan 4 Terwujudnya Efektifitas Koordinasi & Strategi Penanggulangan Kemiskinan, Ketersediaan Sarana Prasarana Layanan Public Yang Cukup Memadai 5. Meningkatnya pelayanan administrasi jasa perkantoran dan penyediaan sarana dan prasarana serta pengelolaan kepegawaian 6. Meningkatnya kualitas perencanaan dan evaluasi kinerja serta akuntabilitas keuangan Jumlah Cakupan Penerapan PNPM Jumlah SKPD Khusus PMD dan RTM Yang Dikooordinasikan Menerima Program Jumlah jasa kantor yang tersedia tepat waktu Jumlah sarana dan prasarana yang tersedia Jumlah SDM aparatur yang mengikuti Diklat/Bimtek Jumlah dokumen perencanaan Persentase keselarasan pelaksanaan program dengan dokumen perencanaan 22 Kecamatan Lokasi PNPM GSC 6 SKPD PMD Kab/Kota, 15 SKPD Provinsi, 5 SKPP 6 jasa kantor yang tersedia 23 jenis sarana prasarana yang tersedia 12 org 5 dokumen 100% Jumlah laporan keuangan SKPD yang sesuai dengan SAP 5 Laporan keuangan SKPD yang sesuai SAP C. Perjanjian Kinerja 2016 Penyusunan Perjanjian Kinerja merupakan salah satu tahapan dalam Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang termuat dalam Peraturan Presiden Nomor 29 tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan RB RI Nomor 53 Tahun 2014 Tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah bahwa yang dimaksud dengan Perjanjian Kinerja adalah lembar/dokumen yang berisikan penugasan dari pimpinan instansi yang lebih tinggi kepada pimpinan instansi yang lebih rendah untuk melaksanakan program/kegiatan yang disertai dengan indikator kinerja. Melalui perjanjian ini, maka terwujudlah komitmen dan kesepakatan antara Gubernursebagai pemberi amanah dan Pimpinan SKPD sebagai penerima amanah atas kinerja terukur tertentu berdasarkan tugas, fungsi dan wewenang serta sumber daya yang tersedia. L K I P B P M - P D T P r o v. G o r o n t a l o T a h u n

8 Kinerja yang disepakati tidak dibatasi pada kinerja yang dihasilkan atas kegiatan tahun bersangkutan, tetapi termasuk kinerja (outcome) yang seharusnya terwujud akibat kegiatan tahun-tahun sebelumnya. Dengan demikian, target kinerja yang diperjanjikan juga mencakup outcome yang dihasilkan dari kegiatan tahun-tahun sebelumnya, sehingga terwujud kesinambungan kinerja setiap tahunnya. Adapun Tujuan dibuatnya Perjanjian Kinerja adalah sebagai berikut : 1. Sebagai wujud nyata komitmen antara penerima dan pemberi amanah untuk meningkatkan integritas, akuntabilitas, transparansi, dan kinerja aparatur; 2. Menciptakan tolok ukur kinerja sebagai dasar evaluasi kinerja aparatur; 3. Sebagai dasar penilaian keberhasilan/kegagalan pencapaian tujuan dan sasaran organisasi dan sebagai dasar pemberian penghargaan dan sanksi; 4. Sebagai dasar bagi pemberi amanah untuk melakukan monitoring, evaluasi dan supervisi atas perkembangan/kemajuan kinerja penerima amanah; 5. Sebagai dasar dalam penetapan sasaran kinerja pegawai. Perjanjian kinerja pegawai aparatur sipil Negara (ASN) dalam suatu organisasi pemerintahan bukan hanya bersifat administratif, tetapi diharapkan dapat mengarah pada manajerial yang memiliki efek ke bawah dan ke samping dalam organisasi tersebut. Dengan begitu, penandatanganan perjanjian kinerja dapat mendorong perbaikan struktur organisasi yang kurang rapidan meminimalisir intervensi-intervensi dari pihak yang tidak bertanggungjawab. Perjanjian Kinerja Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Desa Tertinggaltahun 2016dapat dilihat sebagaimana tabel berikut: Tabel 2.3 Perjanjian Kinerja Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Desa Tertinggal Provinsi Gorontalo Tahun 2016 NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET 1 Terwujudnya pembangunan infrastruktur dasar masyarakat miskin dan desa tertinggal 2. Optimalisasi kinerja layanan kelembagaan Jumlah rumah layak huni yang dibangun bagi RTSM Jumlah Desa Tertinggal yang terbangun infrastruktur ekonomi dan sosial budayanya Jumlah Lembaga Ekonomi Desa yang 750 Unit Rumah Layak Huni yang terbangun 25 Desa tertinggal yang terbangun infrastruktur ekonominya 25 Desa tertinggal yang terbangun infrastruktur sosial budayanya 15 Pokmas yang difasilitasi L K I P B P M - P D T P r o v. G o r o n t a l o T a h u n

9 Pemerintah desa/kelurahan, serta kelembagaan ekonomi masyarakat desa 3 Meningkatnya peran serta dan Partisipasi masyarakat dalam Pembangunan wilayah perdesaan/kelurahan difasilitasi dan dilatih Persentase Desa Yang Memiliki Profil Desa Jumlah Camat dan Lurah yang meningkat kinerjanya Terlaksananya Lomba Inovasi dan Pameran TTG Tingkat Provinsi dan Nasional Jumlah aparat desa yang mendapatkan pelatihan pengelolaan perencanaan pembangunan desa Jumlah Cakupan pelaksanaan Kegiatan Operasional Tim Pengerak PKK Persentase Partisipasi Masyarakat Dalam Membangun Desa Jumlah desa dan kelurahan yang dinilai 15 Lembaga Ekonomi Desa tertinggal yang dilatih 100 % (50 kel) 75 orang Camat yang ditingkatkan kinerjanya 72 orang Lurah yang ditingkatkan kinerjanya 1 kegiatan 40 orang Kepala Desa/aparatyang terlatih 6 Kab/Kota 100% 3 desa/3 kelurahan 4 Terwujudnya Efektifitas Koordinasi & Strategi Penanggulangan Kemiskinan, Ketersediaan Sarana Prasarana Layanan Public Yang Cukup Memadai 5. Meningkatnya pelayanan administrasi jasa perkantoran dan penyediaan sarana dan prasarana serta pengelolaan kepegawaian 6. Meningkatnya kualitas perencanaan dan evaluasi kinerja serta akuntabilitas keuangan Jumlah Cakupan Penerapan PNPM Jumlah SKPD Khusus PMD dan RTM Yang Dikooordinasikan Menerima Program Jumlah jasa kantor yang tersedia tepat waktu Jumlah sarana dan prasarana yang tersedia Jumlah SDM aparatur yang mengikuti Diklat/Bimtek Jumlah dokumen perencanaan Persentase keselarasan pelaksanaan program dengan dokumen perencanaan 22 Kecamatan Lokasi PNPM GSC 6 SKPD PMD Kab/Kota, 15 SKPD Provinsi, 5 SKPP 6 jasa kantor yang tersedia 23 jenis sarana prasarana yang tersedia 12 org 5 dokumen 100% Jumlah laporan keuangan SKPD yang sesuai dengan SAP 5 Laporan keuangan SKPD yang sesuai SAP L K I P B P M - P D T P r o v. G o r o n t a l o T a h u n

10 D. Program untuk Pencapaian Sasaran Berdasarkan visi, misi, tujuan, sasaran strategi dan arah kebijakan yang yang telah di tetapkan dalam Renstra Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Desa Tertinggal Provinsi Gorontalo,maka upaya pencapaiannya kemudian dijabarkan secara lebih sistematis melalui perumusan program prioritas daerah. Adapun programprogram prioritas untuk mendukung masing-masing sasaran tahun 2015 sebagai berikut: Tabel 2.4 Program Untuk Pencapaian Sasaran Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Desa Tertinggal Provinsi Gorontalo Tahun 2016 NO SASARAN PROGRAM A. Terwujudnya pembangunan infrastruktur dasar masyarakat miskin dan desa tertinggal B. Optimalisasi kinerja layanan kelembagaan pemerintah desa/kelurahan, serta kelembagaan ekonomi masyarakat desa C. Meningkatnya peran serta dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan wilayah perdesaan/kelurahan D. Terwujudnya efektifitas koordinasi dan strategi penanggulangan kemiskinan, ketersediaan sarana prasarana layanan publik yang cukup memadai E. Meningkatnya pelayanan administrasi jasa perkantoran dan penyediaan sarana dan prasarana serta pengelolaan kepegawaian F. Meningkatnya kualitas perencanaan dan evaluasi kinerja serta akuntabilitas keuangan 1. Program Peningkatan Keberdayaan Masyarakat Perdesaan 2. Program Pembangunan Desa Tertinggal 1. Program Peningkatan Keberdayaan Masyarakat Perdesaan 2. Program Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintahan Desa 3. Program Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Membangun Desa 4. Program Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga Program Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Membangun Desa Program Peningkatan Keberdayaan Masyarakat Perdesaan Program Peningkatan Pelayanan Administrasi, Sarana Prasarana dan SDM Aparatur Program Peningkatan Perencanaan, Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan L K I P B P M - P D T P r o v. G o r o n t a l o T a h u n

11 Selanjutnya ditetapkan 8 (delapan) Program, 26 (dua puluh enam) kegiatan beserta indikator kinerjanya masing-masing yang dilaksanakan di Tahun 2016 yaitu: 1. Program Peningkatan Pelayanan Administrasi, Sarana Prasarana dan SDM Aparatur, dengan kegiatankegiatan sbb: a. Pelayanan Jasa Administrasi Perkantoran Input : Dana sebesar Rp ,- Output : Tersedianya serta terpeliharanya sarana dan prasarana penunjang BPM-PDT Provinsi Gorontalo Outcomes : Meningkatkan Pelayanan Administrasi Perkantoran b. Peningkatan Sarana dan Prasarana Perkantoran Input : Dana sebesar Rp ,- Output : Tersedianya serta terpeliharanya sarana dan prasarana penunjang BPM-PDT Provinsi Gorontalo Outcomes : Tercapainya target kinerja Tahunan yang menjadi tanggung jawab BPM-PDT Provinsi Gorontalo c. Pelayanan Jasa Administrasi TP-PKK Input : Dana sebesar Rp ,- Output : Terlaksananya Pelayanan Administrasi TP-PKK Outcomes : Meningkatnya Pelayanan Administrasi TP-PKK d. Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur Input : Dana sebesar Rp ,- Output : Jumlah pegawai yang mengikuti kursus, pelatihan, sosialisasi dan bimbingan teknis Outcomes : Meningkatnya Pelayanan Administrasi secara optimal 2. Program Peningkatan Perencanaan, Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan, dengan kegiatan-kegiatan sbb: a. Sistem Pengendalian, Koordinasi, Evaluasi dan Pelaporan Program Kegiatan Input : Dana sebesar Rp ,- Output : Terlaksananya sistem pengendalian, evaluasi dan pelaporan BPM- PDT Outcomes : Terkendalinya dan terevaluasinya program BPM-PDT Provinsi Gorontalo b. Penyusunan Anggaran, Penatausahaan dan Penyusunan Laporan Keuangan SKPD Input : Dana sebesar Rp ,- L K I P B P M - P D T P r o v. G o r o n t a l o T a h u n

12 Output : Laporan Penyelenggaraan Keuangan Daerah Outcomes : Tersedianya Laporan Penyelenggaraan Keuangan Daerah 3. Program Peningkatan Keberdayaan Masyarakat Perdesaaan, dengan kegiatan-kegiatan sbb: a. Pembangunan Rumah Layak Huni Rumah Tangga Miskin Secara Swakelola Input : Dana sebesar Rp ,- Output : Terbangunya Rumah Layak Huni Bagi Rumah Tangga Miskin Outcomes : Pemenuhan Rumah Layak Huni Bagi Rumah Tangga Miskin b. Penunjang Administrasi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Generasi Sehat Cerdas (PNPM-GSC) Input : Dana sebesar Rp ,- Output : Terselenggaranya Rapat Koordinasi PNPM Generasi Sehat Cerdas Outcomes : Terkoordinasi Pelaksanaan PNPM GSC di Kabupaten serta Meningkatnya kompetensi SDM pelaksana PNPM GSC tingkat Kab/Kec/Desa c. Rakor Penanggulangan Kemiskinan Input : Dana sebesar Rp ,- Output : Terlaksananya Rakor TKPK, Rakor Evaluasi kemiskinan, dan Rakor Raskin Outcomes : Adanya Evaluasi Kemiskinan Lintas Sektor dan Solusi Permasalahan Serta Pemecahan Masalah Penyaluran Raskin d. Penyusunan dan Pendayagunaan Profil Desa dan Kelurahan Input : Dana sebesar Rp ,- Output : Data Profil Desa dan Kelurahan di Provinsi Gorontalo Outcomes : Tersedianya data profil desa dan kelurahan di Provinsi Gorontalo e. Identifikasi dan Pelatihan Lembaga Ekonomi Masyarakat Input : Dana sebesar Rp ,- Output : Terlaksananya identifikasi dan pelatihan lembaga ekonomi masyarakat Outcomes : Meningkatnya kapasitas kelompok masyarakat a. Peningkatan Ekonomi Masyarakat Input : Dana sebesar Rp ,- Output : Terselenggaranya pelaksanaan pengembangan ekonomi kelompok masyarakat dan penandatanganan kontrak kerja tenaga pendamping profesional dana desa Outcomes : Terwujudnya Peningkatan Ekonomi Masyarakat di 15 kelompok masyarakat kab/kota se-provinsi Gorontalo serta 366 kontrak kerja L K I P B P M - P D T P r o v. G o r o n t a l o T a h u n

13 yang telah ditandatangani oleh tenaga pendamping profesional dana desa 4. Program Peningkatan Partisipasi Masyarakat Dalam membangun Desa, dengan kegiatan-kegiatan sbb: a. Pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM)Tingkat Provinsi Input : Dana sebesar Rp ,- Output : Terlaksananya kegiatan Pencanangan BBGRM Tingkat Provinsi dan Nasional untuk membangkitkan semangat gotong royong dan keswadayaan masyarakat dalam membangun desa b. Outcomes : Terwujudnya semangat gotong royong masyarakat dan meningkatkan kesadaran berbangsa untuk bangkit dari kemiskinan c. Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi Input : Dana sebesar Rp ,- Output : Terpilihnya 1 Desa dan Kelurahan yang mewakili Provinsi Gorontalo di tingkat nasional Outcomes : Meningkatnya kinerja pemerintah Desa/Kelurahan yang didorong oleh partisipasi dan gotong - royong masyarakat desa d. Pemasyarakatan dan Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna (TTG) Input : Dana sebesar Rp ,- Output : Terlaksananya Lomba Inovasi TTG Tingkat Provinsi Gorontalo Outcomes : Meningkatnya inovasi dan upaya penerapan, pemasayarakatan TTG oleh masyarakat khususnya 5. Program Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa, dengan kegiatan-kegiatan sbb: a. Pembinaan Kepala Desa, Lurah dan Camat Input : Dana sebesar Rp ,- Output : Terwujudnya peningkatan kinerja 657 Kepala Desa, 72 Lurah dan 77 Camat Outcomes : Optimalisasi pelayanan kepada masyarakat dalam pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan b. Pelatihan Aparatur Pemerintahan Desa Input : Dana sebesar Rp ,- Output : Terlaksananya kegiatan pelatihan bagi aparatur desa Outcomes : Meningkatnya pemahaman aparatur desa dalam hal pengelolaan perencanaan pembangunan desa 6. Program Pembangunan Desa Tertinggal, dengan kegiatan-kegiatan sbb: L K I P B P M - P D T P r o v. G o r o n t a l o T a h u n

14 a. Pembangunan Infrastruktur Ekonomi Masyarakat Miskin di Desa Tertinggal Input : Dana sebesar Rp ,- Output : Terbangunnya Infrastruktur Ekonomi Masyarakat Desa Outcomes : Mengurangi ketimpangan antar wilayah desa dan kesenjangan ekonomi b. Pembangunan Infrastruktur Sosial Budaya Masyarakat Miskin di Desa Tertinggal Input : Dana sebesar Rp ,- Output : Terbangunnya infrastruktur sosial budaya masyarakat desa Outcomes : Terpenuhinya kebutuhan sosial budaya masyarakat 7. Program Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga, dengan kegiatan-kegiatan sbb: a. Peningkatan Program Tertib Administrasi Input : Dana sebesar Rp ,- Output : Terlaksananya program tertib administrasi Outcomes : Terwujudnya program tertib administrasi b. Pangan, Sandang, Perumahan dan Tata Laksana Rumah Tangga Input : Dana sebesar Rp ,- Output : Terlaksananya pelatihan bagi kader PKK di Provinsi Gorontalo Outcomes : Meningkatnya keterampilan kader PKK di Provinsi Gorontalo c. Pemberdayaan Sosial dan Keagamaan Input : Dana sebesar Rp ,- Output : Terlaksananya sosialisasi peran PKK dalam rangka mendukung tertib administrasi kependudukan Outcomes : Meningkatnya peran PKK dalam rangka mendukung tertib administrasi kependudukan d. Pembinaan Anak Remaja, Masyarakat dan UP2K Input : Dana sebesar Rp ,- Output : Terlaksananya pembinaan kepada anak remaja, masyarakat dan UP2K di Provinsi Gorontalo Outcomes : Meningkatnya pengetahuan anak remaja, masyarakat dan UP2K dalam mewujudkan keluarga sejahtera e. Koordinasi dan Fasilitasi Peningkatan Keberdayaan PAUD Input : Dana sebesar Rp ,- Output : Terlaksananya identifikasi dan verifikasi anak PAUD Outcomes : Tersedianya data anak PAUD yang ada di Provinsi Gorontalo f. Perencanaan, Koordinasi, Evaluasi dan Pelaporan Kegiatan PKK L K I P B P M - P D T P r o v. G o r o n t a l o T a h u n

15 Input : Dana sebesar Rp ,- Output : Terlaksananya perencanaan, koordinasi, evaluasi dan pelaporan kegiatan PKK Outcomes : Tersedianya dokumen perencanaan dan evaluasi pelaporan kegiatan PKK g. Pemberdayaan Kader PKK dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Input : Dana sebesar Rp ,- Output : Terlaksananya pemberdayaan kader PKK dan pengembangan kesehatan bagi masyarakat Outcomes : Meningkatnya kapasitas kader PKK dalam rangka pengembangan kesehatan masyarakat L K I P B P M - P D T P r o v. G o r o n t a l o T a h u n

RENCANA KINERJA TAHUNAN 2017 DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA, ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL PROVINSI GORONTALO

RENCANA KINERJA TAHUNAN 2017 DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA, ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL PROVINSI GORONTALO RENCANA KINERJA TAHUNAN 2017 DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA, ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL PROVINSI GORONTALO KATA PENGANTAR Puji syukur hanya patut dihaturkan kehadirat Allah

Lebih terperinci

TAHUN REVIEW RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) BPM-PDT PROVINSI GORONTALO. VISI Terwujudnya Masyarakat Desa Yang Mandiri

TAHUN REVIEW RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) BPM-PDT PROVINSI GORONTALO. VISI Terwujudnya Masyarakat Desa Yang Mandiri REVIEW RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN PEMBANGUNAN DESA TERTINGGAL PROVINSI GORONTALO TAHUN 2012-2017 VISI Terwujudnya Masyarakat Desa Yang Mandiri BPM-PDT PROVINSI GORONTALO

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Gorontalo, Januari 2016 KEPALA BPM-PDT PROVINSI GORONTALO, Drs. SLAMET S.K. BAKRI, M.Sc PEMBINA UTAMA MUDA NIP

KATA PENGANTAR. Gorontalo, Januari 2016 KEPALA BPM-PDT PROVINSI GORONTALO, Drs. SLAMET S.K. BAKRI, M.Sc PEMBINA UTAMA MUDA NIP KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah Subhanahu wa ta'ala, atas semua limpahan Rahmat dan Karunia-Nya yang tidak terhingga, sehingga mulai dari tahap perencanaan, koordinasi, pelaksanaan kegiatan,

Lebih terperinci

BAB II PERENCANAAN KINERJA 2.1. RENCANA STRATEGIS SEKRETARIAT DPRD KOTA. Rencana strategis merupakan proses yang berorientasi

BAB II PERENCANAAN KINERJA 2.1. RENCANA STRATEGIS SEKRETARIAT DPRD KOTA. Rencana strategis merupakan proses yang berorientasi BAB II PERENCANAAN KINERJA 2.1. RENCANA STRATEGIS SEKRETARIAT DPRD KOTA BANDUNG Rencana strategis merupakan proses yang berorientasi hasil yang ingin dicapai selama kurun waktu satu sampai lima tahun secara

Lebih terperinci

RENCANA KERJA (RENJA) TAHUN 2017

RENCANA KERJA (RENJA) TAHUN 2017 RENCANA KERJA (RENJA) 2017 PEMERINTAH PROVINSI GORONTALO DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL (DISPEMDESDUKCAPIL) 1 Rancangan Awal Renja Tahun 2017 DAFTAR ISI HAL KATA

Lebih terperinci

BAB II PERENCANAAN KINERJA 2.1. RENCANA STRATEGIS SEKRETARIAT DPRD KOTA. penyusunan tahapan-tahapan kegiatan yang melibatkan berbagai

BAB II PERENCANAAN KINERJA 2.1. RENCANA STRATEGIS SEKRETARIAT DPRD KOTA. penyusunan tahapan-tahapan kegiatan yang melibatkan berbagai BAB II PERENCANAAN KINERJA 2.1. RENCANA STRATEGIS SEKRETARIAT DPRD KOTA BANDUNG Perencanaan pembangunan daerah adalah suatu proses penyusunan tahapan-tahapan kegiatan yang melibatkan berbagai unsur pemangku

Lebih terperinci

PERJANJIAN KINERJA 2016

PERJANJIAN KINERJA 2016 PERJANJIAN KINERJA 2016 Perjanjian Kinerja 2016 PERJANJIAN KINERJA BADAN INFORMASI GEOSPASIAL (BIG) TAHUN ANGGARAN 2016 I. PENGERTIAN Perjanjian kinerja adalah lembar/dokumen yang berisikan penugasan dari

Lebih terperinci

BAB II PERENCANAAN KINERJA

BAB II PERENCANAAN KINERJA BAB II PERENCANAAN KINERJA A. RPJMD PROVINSI JAWA TENGAH Sebagai upaya mewujudkan suatu dokumen perencanaan pembangunan sebagai satu kesatuan yang utuh dengan sistem perencanaan pembangunan nasional, maka

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Laporan Kinerja Bapermades Prov. Jateng Th Page 1

BAB I PENDAHULUAN. Laporan Kinerja Bapermades Prov. Jateng Th Page 1 BAB I PENDAHULUAN Dalam upaya mewujudkan tata kelola Pemerintahan yang baik (good governance), salah satunya diwujudkan dalam Perencanaan Pembangunan Daerah yang berkualitas, komprehensif dan aplikatif.

Lebih terperinci

RENCANA AKSI TAHUN 2017 DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA, ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL PROVINSI GORONTALO

RENCANA AKSI TAHUN 2017 DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA, ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL PROVINSI GORONTALO TAHUN DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA, ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL PROVINSI GORONTALO SASARAN STRATEGIS 1 2 3 4 1 Terwujudnya pembangunan infrastruktur dasar masyarakat miskin

Lebih terperinci

DINAS SOSIAL PROVINSI JAWA TENGAH Jl. Pahlawan No. 12 Semarang Telp

DINAS SOSIAL PROVINSI JAWA TENGAH Jl. Pahlawan No. 12 Semarang Telp LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKj IP) DINAS SOSIAL PROVINSI JAWA TENGAH DINAS SOSIAL PROVINSI JAWA TENGAH Jl. Pahlawan No. 12 Semarang Telp. 024-8311729 Kata Pengantar Dengan mengucapkan puji syukur

Lebih terperinci

BAB II PERENCANAAN KINERJA

BAB II PERENCANAAN KINERJA BAB II PERENCANAAN KINERJA Penyusunan Perjanjian Kinerja merupakan salah satu tahapan dalam Sistem Akuntabilitas Kinerja Intansi Pemerintah yang termuat dalam Peraturan Presiden Nomor 29 tahun 2014 tentang

Lebih terperinci

- 1 - PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR NOMOR 13 TAHUN 2013 TENTANG

- 1 - PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR NOMOR 13 TAHUN 2013 TENTANG - 1 - PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR NOMOR 13 TAHUN 2013 TENTANG PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA DAN KELURAHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR JAWA TIMUR,

Lebih terperinci

BAB II PERENCANAAN KINERJA

BAB II PERENCANAAN KINERJA BAB II PERENCANAAN KINERJA 2.1 RENCANA STRATEGIS SEBELUM DAN SETELAH REVIU Berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, Rencana Strategis disusun untuk

Lebih terperinci

Kata Pengantar. Semarang, Pebruari 2016 Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Tengah

Kata Pengantar. Semarang, Pebruari 2016 Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Tengah P E M E R I N T A H P R O V I N S I J A W A T E N G A H LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKjIP) TAHUN 2016 DINAS BINA MARGA PROVINSI JAWA TENGAH Semarang 2017 Kata Pengantar Dengan mengucapkan puji

Lebih terperinci

Bab II Perencanaan Kinerja

Bab II Perencanaan Kinerja Bab II Perencanaan Kinerja 2.1. Visi Misi Daerah Dasar filosofi pembangunan daerah Provinsi Gorontalo seperti tercantum dalam RPJMD Provinsi Gorontalo tahun 2012-2017 adalah Terwujudnya Percepatan Pembangunan

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI MUSI RAWAS NOMOR 64 TAHUN 2016

PERATURAN BUPATI MUSI RAWAS NOMOR 64 TAHUN 2016 PERATURAN BUPATI MUSI RAWAS NOMOR 64 TAHUN 2016 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA KABUPATEN MUSI RAWAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, BUPATI MUSI RAWAS,

Lebih terperinci

PENETAPAN KINERJA TAHUN 2015

PENETAPAN KINERJA TAHUN 2015 PENETAPAN KINERJA TAHUN 2015 BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT, PEMERINTAHAN DESA DAN KELURAHAN TAHUN ANGGARAN 2015 Sasaran Strategis 1 2 3 4 5 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 6 731,900,000 INPUT

Lebih terperinci

Kata Pengantar. Semarang, Maret 2015 Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Tengah

Kata Pengantar. Semarang, Maret 2015 Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Tengah P E M E R I N T A H P R O V I N S I J A W A T E N G A H LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKjIP) TAHUN 2014 DINAS BINA MARGA PROVINSI JAWA TENGAH Semarang 2015 Kata Pengantar Dengan mengucapkan puji

Lebih terperinci

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Biro Kependudukan dan Catatan Sipil Tahun 2013

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Biro Kependudukan dan Catatan Sipil Tahun 2013 Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KERJA A. RPJMD / Perencanaan Strategis Periode 2009 2013 Dalam sebuah organisasi perencanaan merupakan faktor yang sangat

Lebih terperinci

PEMERINTAH KOTA TANGERANG

PEMERINTAH KOTA TANGERANG BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku, setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) diberikan kewajiban untuk menyusun Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat

Lebih terperinci

RENCANA KERJA (RENJA)

RENCANA KERJA (RENJA) RENCANA KERJA (RENJA) KECAMATAN JURAI TAHUN 2018 KECAMATAN IV JURAI KABUPATEN PESISIR SELATAN Salido, 2017 Rencana Kerja Kecamatan IV Jurai Tahun 2018 1 KATA PENGANTAR Puji syukur kita panjatkan kehadirat

Lebih terperinci

PEMERINTAH KOTA TANGERANG

PEMERINTAH KOTA TANGERANG BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku, setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diberikan kewajiban untuk menyusun Rencana Kerja Organisasi Perangkat Daerah

Lebih terperinci

RANCANGAN RENCANA KERJA PERANGKAT DAERAH UNTUK PERUBAHAN RKPD TAHUN 2017 KABUPATEN ENREKANG

RANCANGAN RENCANA KERJA PERANGKAT DAERAH UNTUK PERUBAHAN RKPD TAHUN 2017 KABUPATEN ENREKANG RANCANGAN RENCANA KERJA PERANGKAT DAERAH UNTUK PERUBAHAN RKPD TAHUN 2017 KABUPATEN ENREKANG Kode Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Daerah dan Program/Kegiatan Tolak Ukur Target Tolak Ukur Target Tolak

Lebih terperinci

2 2. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tamba

2 2. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tamba BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.491, 2015 KEMENKOMINFO. Akuntabilitas Kinerja. Pemerintah. Sistem. Penyelenggaraan. Pedoman. PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13

Lebih terperinci

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) 2016

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) 2016 1.1. Latar Belakang Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) 2016 BAB I PENDAHULUAN Penyusunan Laporan Kinerja Instansi Instansi Pemerintah (LKJiP) Satuan Kerja Perangkat Daerah Dinas Pemberdayaan Masyarakat

Lebih terperinci

BUPATI TANGERANG PROVINSI BANTEN PERATURAN BUPATI TANGERANG NOMOR 81 TAHUN 2014 TENTANG PEDOMAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DESA

BUPATI TANGERANG PROVINSI BANTEN PERATURAN BUPATI TANGERANG NOMOR 81 TAHUN 2014 TENTANG PEDOMAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DESA BUPATI TANGERANG PROVINSI BANTEN PERATURAN BUPATI TANGERANG NOMOR 81 TAHUN 2014 TENTANG PEDOMAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TANGERANG, Menimbang : bahwa berdasarkan

Lebih terperinci

BAB II PERENCANAAN KINERJA

BAB II PERENCANAAN KINERJA BAB II PERENCANAAN KINERJA 2.1. Perencanaan Kinerja Jangka Menengah 1.1. Latar Belakang Bappeda sebagai coordinator daerah dituntut untuk selalu tanggap dan responsive terhadap dinamika serta perubahan-perubahan

Lebih terperinci

PEDOMAN PENYUSUNAN PK BPS

PEDOMAN PENYUSUNAN PK BPS PEDOMAN PENYUSUNAN PK BPS BADAN PUSAT STATISTIK 2012 D A F T A R I S I hal Daftar Isi i Bab I Pendahuluan A Latar Belakang 1 B Pengertian 2 C Tujuan Penetapan Kinerja 2 D Ruang Lingkup Penetapan Kinerja

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KOTA SEMARANG PERATURAN WALIKOTA SEMARANG TAHUN 2008 NOMOR 46 NOMOR 46 TAHUN 2008

BERITA DAERAH KOTA SEMARANG PERATURAN WALIKOTA SEMARANG TAHUN 2008 NOMOR 46 NOMOR 46 TAHUN 2008 BERITA DAERAH KOTA SEMARANG TAHUN 2008 NOMOR 46 PERATURAN WALIKOTA SEMARANG NOMOR 46 TAHUN 2008 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT, PEREMPUAN DAN KELUARGA BERENCANA KOTA

Lebih terperinci

BAB II EVALUASI PELAKSANAAN RENJA SKPD TAHUN LALU

BAB II EVALUASI PELAKSANAAN RENJA SKPD TAHUN LALU BAB II EVALUASI PELAKSANAAN RENJA SKPD TAHUN LALU 2.1. Evaluasi Pelaksanaan Renja SKPD Tahun Lalu dan Capaian Renstra Realisasi Renstra dalam pelaksanaan Renja SKPD Kecamatan Tembalang Tahun 2011 meliputi

Lebih terperinci

BAB I. PENDAHULUAN. Halaman 1

BAB I. PENDAHULUAN. Halaman 1 Halaman 1 BAB I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Laporan kinerja merupakan bentuk akuntabilitas dari pelaksanaan tugas dan fungsi yang di percayakan kepada setiap instansi pemerintah atas penggunaan anggaran.

Lebih terperinci

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) TAHUN 2017

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) TAHUN 2017 RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) TAHUN 2017 DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL DAERAH PROVINSI JAWA BARAT 2017 DAFTAR ISI Kata Pengantar Daftar Isi... i... ii Bab I Pendahuluan 1.1 Latar Belakang 1.2

Lebih terperinci

BAB II PERENCANAAN KINERJA.

BAB II PERENCANAAN KINERJA. BAB II PERENCANAAN KINERJA. A. RENCANA STRATEGIS Perencanaan Strategis Dinas Sosial Provinsi Gorontalo Tahun 2012 2017 adalah suatu proses yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai dan dilaksanakan

Lebih terperinci

PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS RENCANA STRATEGIS DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA TAHUN

PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS RENCANA STRATEGIS DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA TAHUN DAN PRIORITAS RENCANA STRATEGIS DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA TAHUN 2016 2021 TUJUAN Mewujudkan pembangun an desa yang berkelanjuta n Meningkatnya ketersediaan sarana prasarana penunjang kelancaran

Lebih terperinci

PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI TENGGARA RINCIAN PERUBAHAN APBD MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH, ORGANISASI, PENDAPATAN, BELANJA DAN PEMBIAYAAN

PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI TENGGARA RINCIAN PERUBAHAN APBD MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH, ORGANISASI, PENDAPATAN, BELANJA DAN PEMBIAYAAN Lampiran III Peraturan Daerah Nomor Tanggal : : 8 Tahun 2013 1 Oktober 2013 PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI TENGGARA RINCIAN PERUBAHAN APBD MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH, ORGANISASI, PENDAPATAN, BELANJA

Lebih terperinci

PENGUKURAN KINERJA KEGIATAN (PKK) BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT, PEMERINTAHAN DESA DAN KELURAHAN PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI SELATAN TAHUN 2015

PENGUKURAN KINERJA KEGIATAN (PKK) BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT, PEMERINTAHAN DESA DAN KELURAHAN PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI SELATAN TAHUN 2015 No Badan/Dinas, Biro, Program dan Kegiatan PENGUKURAN KINERJA KEGIATAN (PKK) BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT, PEMERINTAHAN DESA DAN KELURAHAN PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI SELATAN TAHUN 2015 Indikator Kinerja

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Ratahan, 2016 KEPALA BADAN PMPD KABUPATEN MINAHASA TENGGARA,

KATA PENGANTAR. Ratahan, 2016 KEPALA BADAN PMPD KABUPATEN MINAHASA TENGGARA, KATA PENGANTAR Puji Syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena atas Kasih dan Penyertaannya, sehingga Rencana Kerja Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Minahasa

Lebih terperinci

BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN PEMERINTAHAN DESA KABUPATEN PELALAWAN PENDAHULUAN

BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN PEMERINTAHAN DESA KABUPATEN PELALAWAN PENDAHULUAN BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Kondisi Umum Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Pelalawan Badan Pemberdayaan masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Pelalawan ditetapkan dengan Peraturan

Lebih terperinci

TUGAS POKOK DAN FUNGSI ORGANISASI BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

TUGAS POKOK DAN FUNGSI ORGANISASI BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PERATURAN BUPATI JEMBER NOMOR TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI ORGANISASI BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KABUPATEN JEMBER DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI JEMBER, Menimbang : a. bahwa dengan

Lebih terperinci

BUPATI KAPUAS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH PERATURAN BUPATI KAPUAS NOMOR 35 TAHUN 2015 TENTANG

BUPATI KAPUAS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH PERATURAN BUPATI KAPUAS NOMOR 35 TAHUN 2015 TENTANG SALINAN BUPATI KAPUAS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH PERATURAN BUPATI KAPUAS NOMOR 35 TAHUN 2015 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PERJANJIAN KINERJA, PELAPORAN KINERJA DAN TATA CARA REVIU ATAS LAPORAN KINERJA INSTANSI

Lebih terperinci

PERENCANAAN KINERJA Rencana Strategis dan Target Tahun L K I P B K D K o t a B a n d u n g T a h u n

PERENCANAAN KINERJA Rencana Strategis dan Target Tahun L K I P B K D K o t a B a n d u n g T a h u n PERENCANAAN KINERJA Penyusunan Laporan Kinerja Tahun 2015 ini mengacu pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan

Lebih terperinci

BUPATI SITUBONDO PERATURAN BUPATI SITUBONDO NOMOR 38 TAHUN 2010 TENTANG

BUPATI SITUBONDO PERATURAN BUPATI SITUBONDO NOMOR 38 TAHUN 2010 TENTANG BUPATI SITUBONDO PERATURAN BUPATI SITUBONDO NOMOR 38 TAHUN 2010 TENTANG URAIAN TUGAS DAN FUNGSI BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN PEREMPUAN KABUPATEN SITUBONDO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI

Lebih terperinci

BAB IV TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN

BAB IV TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN BAB IV TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN 4.1 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Badan Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Blitar Tujuan dan sasaran adalah tahap perumusan sasaran strategis yang menunjukkan

Lebih terperinci

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH BAPPEDA KABUPATEN GARUT TAHUN 2014

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH BAPPEDA KABUPATEN GARUT TAHUN 2014 LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH BAPPEDA KABUPATEN GARUT TAHUN 2014 PEMERINTAH KABUPATEN GARUT 2015 KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan rahmat

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Bandung, Januari 2015 KEPALA BADAN PENANAMAN MODAL DAN PERIJINAN TERPADU PROVINSI JAWA BARAT

KATA PENGANTAR. Bandung, Januari 2015 KEPALA BADAN PENANAMAN MODAL DAN PERIJINAN TERPADU PROVINSI JAWA BARAT KATA PENGANTAR Sebagai tindaklanjut dari Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 Tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, yang mewajibkan bagi setiap pimpinan instansi pemerintah untuk mempertanggungjawabkan

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI KUNINGAN NOMOR 49 TAHUN 2016 TENTANG

PERATURAN BUPATI KUNINGAN NOMOR 49 TAHUN 2016 TENTANG PERATURAN BUPATI KUNINGAN NOMOR 49 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS POKOK, FUNGSI DAN URAIAN TUGAS SERTA TATA KERJA DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA KABUPATEN KUNINGAN DENGAN

Lebih terperinci

BAB II PERENCANAAN KINERJA

BAB II PERENCANAAN KINERJA BAB II PERENCANAAN KINERJA A. Rencana Strategi Biro Rena Polda NTB Rencana Strategis Polri Tahun 2015-2019, sedang berjalan ada beberapa keberhasilan yang telah dicapai namun disisi lain tentunya masih

Lebih terperinci

BUPATI WONOSOBO PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI WONOSOBO NOMOR 59 TAHUN 2014 TENTANG

BUPATI WONOSOBO PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI WONOSOBO NOMOR 59 TAHUN 2014 TENTANG SALINAN BUPATI WONOSOBO PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI WONOSOBO NOMOR 59 TAHUN 2014 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI, RINCIAN TUGAS DAN TATA KERJA KANTOR PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KABUPATEN WONOSOBO DENGAN

Lebih terperinci

BAB II PERENCANAAN KINERJA.

BAB II PERENCANAAN KINERJA. BAB II PERENCANAAN KINERJA. 2.1. RENCANA STRATEGIS Perencanaan Strategis Dinas Sosial Provinsi Gorontalo Tahun 2012 2017 adalah suatu proses yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai dan dilaksanakan

Lebih terperinci

KEPUTUSAN KEPALA BADAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN KELUARGA BERENCANA KABUPATEN TULANG BAWANG

KEPUTUSAN KEPALA BADAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN KELUARGA BERENCANA KABUPATEN TULANG BAWANG KEPUTUSAN KEPALA BADAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN KELUARGA BERENCANA KABUPATEN TULANG BAWANG NOMOR : 900/ /SK/III.08/TB/I/2016 TENTANG INDIKATOR KINERJA UTAMA BADAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN KELUARGA

Lebih terperinci

BUPATI SITUBONDO PERATURAN BUPATI SITUBONDO NOMOR 53 TAHUN 2008 TENTANG

BUPATI SITUBONDO PERATURAN BUPATI SITUBONDO NOMOR 53 TAHUN 2008 TENTANG BUPATI SITUBONDO PERATURAN BUPATI SITUBONDO NOMOR 53 TAHUN 2008 TENTANG URAIAN TUGAS DAN FUNGSI BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN PEREMPUAN KABUPATEN SITUBONDO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI

Lebih terperinci

RENCANA KERJA BAGIAN ADM. PEMERINTAHAN SETDAKAB. JOMBANG. Tahun 2015 B A G I A N A D M I N I S T R A S I P E M E R I N T A H A N

RENCANA KERJA BAGIAN ADM. PEMERINTAHAN SETDAKAB. JOMBANG. Tahun 2015 B A G I A N A D M I N I S T R A S I P E M E R I N T A H A N RENCANA KERJA BAGIAN ADM. PEMERINTAHAN SETDAKAB. JOMBANG Tahun 2015 B A G I A N A D M I N I S T R A S I P E M E R I N T A H A N 2 0 1 5 Puji dan syukur kami panjatkan ke Khadirat Allah SWT, atas Rahmat

Lebih terperinci

2 PERENCANAAN KINERJA

2 PERENCANAAN KINERJA Laporan Akuntabilitas Kinerja Tualang Kabupaten Siak Tahun 2016 2 PERENCANAAN KINERJA Rencana Kerja Kantor Camat Tualang Kabupaten Siak adalah merupakan penjabaran dari sasaran dan program yang telah ditetapkan

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI SIAK NOMOR 35 TAHUN 2015 TENTANG

PERATURAN BUPATI SIAK NOMOR 35 TAHUN 2015 TENTANG PROVINSI RIAU PERATURAN BUPATI SIAK NOMOR 35 TAHUN 2015 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN DOKUMEN SISTEM AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN SIAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

UPDATE DATA WEBSITE DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA (DPMD) KABUPATEN KARAWANG

UPDATE DATA WEBSITE DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA (DPMD) KABUPATEN KARAWANG UPDATE DATA WEBSITE DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA (DPMD) KABUPATEN KARAWANG. PROFIL ORGANISASI PERANGKAT DAERAH Dasar Hukum : Peraturan Bupati Karawang Nomor 53 Tahun 206 tentang kedudukan, Susunan

Lebih terperinci

P a g e 12 PERENCANAAN KINERJA. Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Lingga BAB. II

P a g e 12 PERENCANAAN KINERJA. Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Lingga BAB. II BAB. II PERENCANAAN KINERJA Perencanaan adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat melalui urutan pilihan, dengan memperhitungkan sumber daya yang tersedia. Dalam system akuntabilitas

Lebih terperinci

KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA RI SEKRETARIAT DEWAN PERTIMBANGAN PRESIDEN LAPORAN KINERJA SEKRETARIAT DEWAN PERTIMBANGAN PRESIDEN TAHUN 2015

KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA RI SEKRETARIAT DEWAN PERTIMBANGAN PRESIDEN LAPORAN KINERJA SEKRETARIAT DEWAN PERTIMBANGAN PRESIDEN TAHUN 2015 KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA RI SEKRETARIAT DEWAN PERTIMBANGAN PRESIDEN LAPORAN KINERJA SEKRETARIAT DEWAN PERTIMBANGAN PRESIDEN TAHUN 2015 JAKARTA, FEBRUARI 2016 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... i DAFTAR

Lebih terperinci

RENCANA STRATEGIS BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN

RENCANA STRATEGIS BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN RENCANA STRATEGIS BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN 2016-2021 Kata Pengantar Alhamdulillah, puji syukur kehadirat ALLAH SWT, atas limpahan rahmat, berkat dan hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan

Lebih terperinci

DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH ( DPA SKPD )

DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH ( DPA SKPD ) PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI UTARA DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN ( DPA SKPD ) BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN PEMERINTAHAN DESA TAHUN ANGGARAN 2015 NAMA FORMULIR DPA SKPD DPA SKPD 1 DPA SKPD 2.1 Ringkasan

Lebih terperinci

GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA SALINAN GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 94 TAHUN 2016 TENTANG PEDOMAN SISTEM AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA

BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA 2.1. Rencana Strategis Rencana Strategis merupakan langkah awal yang harus dilakukan instansi pemerintah agar mampu menjawab tuntutan lingkungan strategik, sehingga

Lebih terperinci

Bab II Perencanaan Kinerja

Bab II Perencanaan Kinerja Di kantor Bab II Perencanaan Kinerja 2.1. Perencanaan 2.1.1. Rencana Strategis Tahun 2013-2018 Dalam sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah, perencanaan stratejik merupakan langkah awal yang

Lebih terperinci

PEMERINTAH KOTA SALATIGA DAFTAR INFORMASI PUBLIK RINGKASAN RENCANA KERJA BADAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU DAN PENANAMAN MODAL KOTA SALATIGA

PEMERINTAH KOTA SALATIGA DAFTAR INFORMASI PUBLIK RINGKASAN RENCANA KERJA BADAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU DAN PENANAMAN MODAL KOTA SALATIGA PEMERINTAH KOTA SALATIGA DAFTAR INFORMASI PUBLIK RINGKASAN RENCANA KERJA BADAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU DAN PENANAMAN MODAL KOTA SALATIGA TAHUN 2017 1 PERENCANAAN KINERJA 2.1. PERENCANAAN STRATEGIS

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Pandangan Umum

BAB I PENDAHULUAN. A. Pandangan Umum BAB I PENDAHULUAN A. Pandangan Umum Konsep dasar akuntabilitas didasarkan pada klasifikasi responsibilitas manajerial pada tiap tingkatan dalam organisasi yang bertujuan untuk pelaksanaan kegiatan pada

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN WONOSOBO

PEMERINTAH KABUPATEN WONOSOBO PEMERINTAH KABUPATEN WONOSOBO PERATURAN DAERAH KABUPATEN WONOSOBO NOMOR 5 TAHUN 2010 TENTANG PEMBENTUKAN LEMBAGA KEMASYARAKATAN DI KELURAHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI WONOSOBO, Menimbang

Lebih terperinci

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP)

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN PEMERINTAHAN DESA PROVINSI KALIMANTAN BARAT TAHUN 2013 Pontianak, Februari

Lebih terperinci

BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA

BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA Pada penyusunan Laporan Akuntabilias Kinerja Tahun 2013 ini, mengacu pada Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor

Lebih terperinci

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH BAPPEDA KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2016

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH BAPPEDA KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2016 LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH BAPPEDA KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2016 BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN BANYUMAS Jl. Prof. Soeharso No. 45 Telp. (0281)632548, Fax. (0281) 640715 2017 KATA

Lebih terperinci

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN BAB IV VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN 1.1. Visi dan Misi SKPD 1.1.1. Visi Selaras dengan visi Provinsi Sulawesi Selatan yaitu Sulawesi Selatan sebagai Pilar Utama Pembangunan Nasional

Lebih terperinci

BAB IV VISI, MISI,TUJUAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN. bagaimana cara menuju ke arah tersebut. Oleh karena itu, BPMD menentukan Visi

BAB IV VISI, MISI,TUJUAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN. bagaimana cara menuju ke arah tersebut. Oleh karena itu, BPMD menentukan Visi BAB IV VISI, MISI,TUJUAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN 4.1 Visi dan Misi BPMD Sebuah organisasi harus memiliki sebuah alat manajemen yang akan menentukan ke arah mana sebuah organisasi tersebut akan bergerak

Lebih terperinci

WALIKOTA PEKALONGAN PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KOTA PEKALONGAN NOMOR 14 TAHUN 2016 TENTANG PENANGGULANGAN KEMISKINAN

WALIKOTA PEKALONGAN PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KOTA PEKALONGAN NOMOR 14 TAHUN 2016 TENTANG PENANGGULANGAN KEMISKINAN WALIKOTA PEKALONGAN PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KOTA PEKALONGAN NOMOR 14 TAHUN 2016 TENTANG PENANGGULANGAN KEMISKINAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA PEKALONGAN, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Tengah KATA PENGANTAR

Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Tengah KATA PENGANTAR KATA PENGANTAR Rencana Kerja (Renja) adalah dokumen perencanaan tahunan yang merupakan penjabaran dari Rencana Strategis (Renstra) serta disusun mengacu pada Rencana Kerja Pemerintah (RKP). Rencana Kerja

Lebih terperinci

2016, No (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 25, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4614); 3. Peraturan Pemeri

2016, No (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 25, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4614); 3. Peraturan Pemeri BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1008, 2016 KEMENRISTEK-DIKTI. Laporan Kinerja. PTN. Penyusunan. Pedoman. PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN

Lebih terperinci

Gubernur Jawa Barat. PERATURAN GUBERNUR JAWA BARAT NOMOR : 58 Tahun 2010 TENTANG PROGRAM DESA MANDIRI DALAM PERWUJUDAN DESA PERADABAN DI JAWA BARAT

Gubernur Jawa Barat. PERATURAN GUBERNUR JAWA BARAT NOMOR : 58 Tahun 2010 TENTANG PROGRAM DESA MANDIRI DALAM PERWUJUDAN DESA PERADABAN DI JAWA BARAT Gubernur Jawa Barat PERATURAN GUBERNUR JAWA BARAT NOMOR : 58 Tahun 2010 TENTANG PROGRAM DESA MANDIRI DALAM PERWUJUDAN DESA PERADABAN DI JAWA BARAT GUBERNUR JAWA BARAT, Menimbang : a. bahwa sebagai salah

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL ( Berita Resmi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul ) Nomor : 66 Tahun : 2016

BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL ( Berita Resmi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul ) Nomor : 66 Tahun : 2016 BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL ( Berita Resmi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul ) Nomor : 66 Tahun : 2016 PERATURAN BUPATI GUNUNGKIDUL NOMOR 65 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS,

Lebih terperinci

PEMERINTAH KOTA BANDUNG KECAMATAN BANDUNG KULON

PEMERINTAH KOTA BANDUNG KECAMATAN BANDUNG KULON BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF 5.1 Rencana Program Dan Kegiatan Peran strategis Kecamatan di Kota Bandung menuntut adanya peningkatan pelayanan

Lebih terperinci

GUBERNUR JAWA TIMUR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR JAWA TIMUR,

GUBERNUR JAWA TIMUR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR JAWA TIMUR, GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 55 TAHUN 2015 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PERJANJIAN KINERJA DI PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR JAWA

Lebih terperinci

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKjIP) TAHUN 2015

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKjIP) TAHUN 2015 LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKjIP) TAHUN 2015 BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA KABUPATEN BOYOLALI 2016 1 LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKjIP) TAHUN 2015 BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Renstra BPM, KB dan Ketahanan Pangan Kota Madiun I - 1

BAB I PENDAHULUAN. Renstra BPM, KB dan Ketahanan Pangan Kota Madiun I - 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Rencana Strategis (Renstra) Badan Pemberdayaan Masyarakat, Keluarga Berencana dan Ketahanan Pangan Kota Madiun merupakan dokumen perencanaan strategis untuk memberikan

Lebih terperinci

BUPATI TULUNGAGUNG PROPINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI TULUNGAGUNG NOMOR 71 TAHUN 2014 TENTANG

BUPATI TULUNGAGUNG PROPINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI TULUNGAGUNG NOMOR 71 TAHUN 2014 TENTANG BUPATI TULUNGAGUNG PROPINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI TULUNGAGUNG NOMOR 71 TAHUN 2014 TENTANG TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN PEMERINTAHAN DESA KABUPATEN TULUNGAGUNG DENGAN

Lebih terperinci

RENCANA AKSI TAHUN 2017 DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA PROVINSI JAWA TIMUR

RENCANA AKSI TAHUN 2017 DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA PROVINSI JAWA TIMUR RENCANA AKSI TAHUN 2017 DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA PROVINSI JAWA TIMUR SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET Meningkatnya lembaga ekonomi desa dan pemberdayaan masyarakat tertinggal 1.

Lebih terperinci

BAB II RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD)

BAB II RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD) Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah BAB II RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD) A. Visi dan Misi 1. Visi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Sleman 2010-2015 menetapkan

Lebih terperinci

DOKUMEN REVIEW PERJANJIAN KINERJA TAHUN ANGGARAN 2014

DOKUMEN REVIEW PERJANJIAN KINERJA TAHUN ANGGARAN 2014 DINAS PETERNAKAN, PERIKANAN DAN KELAUTAN KABUPATEN BADUNG DOKUMEN REVIEW PERJANJIAN KINERJA TAHUN ANGGARAN 2014 PEMERINTAH KABUPATEN BADUNG DINAS PETERNAKAN, PERIKANAN DAN KELAUTAN PUSAT PEMERINTAHAN KABUPATEN

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. Hal DAFTAR ISI DAFTAR TABEL KATA PENGANTAR. i ii iii PENDAHULUAN BAB I. A. Latar Belakang 1 B C. D.

DAFTAR ISI. Hal DAFTAR ISI DAFTAR TABEL KATA PENGANTAR. i ii iii PENDAHULUAN BAB I. A. Latar Belakang 1 B C. D. DAFTAR ISI DAFTAR ISI DAFTAR TABEL KATA PENGANTAR BAB I BAB II PENDAHULUAN Hal A. Latar Belakang 1 B C. D. Visi Dan Misi Landasan Hukum Maksud Dan Tujuan E. Sistimatika Penyajian 7 EVALUASI PELAKSANAAN

Lebih terperinci

RENCANA STRATEGIS SEKRETARIAT KEMENTERIAN PANRB. Sekretariat Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi 2015

RENCANA STRATEGIS SEKRETARIAT KEMENTERIAN PANRB. Sekretariat Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi 2015 RENCANA STRATEGIS SEKRETARIAT KEMENTERIAN PANRB Sekretariat Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi 2015 Kata Pengantar Sekretariat Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan

Lebih terperinci

RINCIAN APBD MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH, ORGANISASI, PENDAPATAN, BELANJA DAN PEMBIAYAAN

RINCIAN APBD MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH, ORGANISASI, PENDAPATAN, BELANJA DAN PEMBIAYAAN Lampiran III Peraturan Daerah Nomor Tanggal : : 01 Tahun 2015 12 Januari 2015 PEMERINTAH PROVINSI BENGKULU RINCIAN APBD MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH, ORGANISASI, PENDAPATAN, BELANJA DAN PEMBIAYAAN

Lebih terperinci

BUPATI GARUT PROVINSI JAWA BARAT

BUPATI GARUT PROVINSI JAWA BARAT BUPATI GARUT PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI GARUT NOMOR 76 TAHUN 2016 TENTANG TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA KECAMATAN KABUPATEN GARUT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI GARUT, Menimbang : a.

Lebih terperinci

GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH

GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH NOMOR 43 TAHUN 2008 T E N T A N G TUGAS POKOK DAN FUNGSI BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA PROVINSI KALIMANTAN TENGAH DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

PERENCANAAN KINERJA BAB II VISI : Masyarakat Gorontalo yang Siaga dan Terlindung dari Ancaman Bencana. 2.1 RENCANA STRATEGIS 2.1.

PERENCANAAN KINERJA BAB II VISI : Masyarakat Gorontalo yang Siaga dan Terlindung dari Ancaman Bencana. 2.1 RENCANA STRATEGIS 2.1. 2.1 RENCANA STRATEGIS 2.1.1 Visi Visi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Tahun 2016 adalah Masyarakat Gorontalo yang siaga dan terlindung dari ancaman bencana VISI : Masyarakat Gorontalo yang Siaga dan

Lebih terperinci

DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU KABUPATEN BOYOLALI

DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU KABUPATEN BOYOLALI KATA PENGANTAR Puji syukur kami sampaikan kehadirat Allah S.W.T yang telah melimpahkan berkah dan rahmat-nya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Dinas Penanaman Modal

Lebih terperinci

VISI, MISI, TUJUAN, STRATEGI, DAN KEBIJAKAN

VISI, MISI, TUJUAN, STRATEGI, DAN KEBIJAKAN VISI, MISI, TUJUAN, STRATEGI, DAN KEBIJAKAN 4.1 Visi dan Misi a. Visi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) sebagai bagian integral dari Pemerintah Kuantan Singingi

Lebih terperinci

DOKUMEN PERJANJIAN KINERJA

DOKUMEN PERJANJIAN KINERJA DINAS PETERNAKAN, PERIKANAN DAN KELAUTAN KABUPATEN BADUNG DOKUMEN PERJANJIAN KINERJA TAHUN ANGGARAN 2015 PEMERINTAH KABUPATEN BADUNG DINAS PETERNAKAN, PERIKANAN DAN KELAUTAN PUSAT PEMERINTAHAN KABUPATEN

Lebih terperinci

Sekretariat Jenderal KATA PENGANTAR

Sekretariat Jenderal KATA PENGANTAR RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) SEKRETARIAT JENDERAL 2014 KATA PENGANTAR Sesuai dengan INPRES Nomor 7 Tahun 1999, tentang Akuntabilits Kinerja Instansi Pemerintah yang mewajibkan kepada setiap instansi pemerintah

Lebih terperinci

BAB II PERENCANAAN KINERJA

BAB II PERENCANAAN KINERJA BAB II PERENCANAAN KINERJA A. RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) A.1. Visi dan Misi Visi Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2013 2018 adalah Terwujudnya masyarakat Kalimantan

Lebih terperinci