BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB II TINJAUAN PUSTAKA"

Transkripsi

1 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Demam Berdarah Dengue (DBD) 1. Definisi Demam Berdarah Dengue Demam dengue (DD) dan Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue dengan gejala klinik demam, nyeri otot, dan/atau nyeri sendi yang disertai dengan penurunan jumlah leukosit (leukopenia), ruam, limfodenopati, penurunan jumlah trombosit (trombositopenia), dan diatesis hemoragik. Pada DBD terjadi perembesan plasma yang ditandai dengan hemokonsentrasi (peningkatan hematokrit) atau penumpukan cairan didalam rongga tubuh (ascites, efusi pleura). Sindrom syok dengue (SSD) ialah demam berdarah dengue yang ditandai oleh rejatan/syok Etiologi Demam Berdarah Dengue Gambar 1. Bentuk Virus Dengue Demam dengue dan demam berdarah dengue disebabkan oleh virus dengue yang termasuk dalam Arbovirus Grup B yang sekarang dikenal dengan genus Flavivirus, Familia Togaviradae. Terdapat empat jenis serotipe virus dengue yaitu Den-1, Den-2, Den-3, dan Den-4. Keempat jenis serotipe virus dengue dapat ditemukan diberbagai daerah di Indonesia. Serotipe virus Den-2 dan Den-3 merupakan serotipe virus yang

2 dominan, namun serotipe virus Den-3 diansumsikan banyak menunjukkan gejala klinik yang berat. Virus dengue memiliki panjang milimikron dan termasuk dalam virus icosahedral yang mempunyai pembungkus luar ( envelope icosahedral virus) dari grup virus RNA. 7 Selain itu virus dengue berbentuk batang, memiliki sifat termolabil, sensitive terhadap inaktivasi oleh dietileter dan natrium dioksilat, dan stabil pada suhu 70 ºC Penularan Demam Berdarah Dengue Penularan infeksi virus dengue terjadi melalui vektor nyamuk genus Aedes (terutama ditularkan melalui A. Aegepty dan A. Albopticus). Nyamuk Aedes tersebut dapat memiliki virus dengue pada saat menggigit manusia yang sedang mengalami viremia yaitu 2 hari sebelum demam timbul sampai 5 hari setelah demam timbul. Sebelum dapat ditularkan kembali kepada manusia lainnya pada saat gigitan berikutnya virus dengue berada dikelenjar air liur dan berkembang biak dalam waktu 8-10 hari (extrinsic incubation period). Virus dengue yang berada dalam tubuh nyamuk aedes betina dapat ditularkan kepada telurnya ( transovarian transmission), namun perannya dalam penularan virus dengue tidak penting. Sekali virus dengue dapat masuk dan berkembang biak di dalam tubuh nyamuk, nyamuk tersebut akan dapat menularkan virus dengue selama hidupnya (infaktif). Ditubuh manusia, sebelum menimbulkan penyakit virus dengue memerlukan masa tunas selama 4 sampai 7 hari (intrinsic incubation period). 2 Beberapa faktor yang diketahui berkaitan dengan penularan virus dengue, yaitu: 13 a. Host : gizi, umur, seks, genetika, kekebalan, dan penyakit penyerta. b. Agent : tipe dan subtipe, virulensi virus, serta galur virus. c. Environment : kelembaban suhu, cuaca, lingkungan diluar rumah, ketinggian tempat tinggal, perilaku masyarakat, serta kepadatan larva dan nyamuk dewasa.

3 4. Epidemiologi Demam Berdarah Dengue Infeksi virus dengue merupakan penyakit yang ditularkan melalui gigitan serangga dan tersebar diseluruh dunia dengan peningkatan angka kejadian didaerah tropis, Asia, Afrika, Amerika Tengah dan Selatan. Hal ini disebabkan karena terjadi peningkatan distribusi geografis virus dan peningkatan intensitas transmisi virus dengue oleh nyamuk Aedes aegypti, semakin padatnya penduduk, keadaan daerah pemukiman yang berada dibawah standart kesehatan, terjadinya peningkatan transportasi modern yang menyebabkan meningkatnya transmisi virus dengue, adanya fenomena gunung es, pemberantasan nyamuk yang tidak efektif didaerah endemis, kurangnya tenaga ahli dan sumber daya manusia yang paham dalam hal pencegahan dan pemberantasan penyakit yang ditularkan oleh virus dengue. 14,15,16 Di Indonesia angka kejadian penyakit yang disebabkan oleh virus dengue pertama kali ditemukan di Surabaya (1968) dan di Jakarta (1969). 2 Infeksi virus dengue sering menyerang golongan anak dibawah usia 15 tahun. Penderita DBD yang berumur kurang dari 15 tahun cenderung memiliki derajat keparahan yang lebih tinggi. Semakin muda usia penderita, untuk derajat beratnya penyakit, semakin besar pula angka kematiannya. 17 Telah terjadi peningkatan yang pesat baik dalam jumlah penderita maupun daerah penyebaran penyakit dalam kurun waktu 35 tahun. Angka kesakitan pada tahun 1968 dari 0.005/ penduduk meningkat pesat menjadi 43,42/ penduduk pada akhir tahun Sedangkan angka kematian ( case fatality rate/cfr) pada tahun-tahun awal kasus DBD merebak di Indonesia sangat tinggi dan kemudian mulai turun dari 41,4% pada tahun 1968 terus menurun sampai 0,89% pada tahun Telah dilaporkan adanya kejadian luar biasa (KLB) diseluruh provinsi di Indonesia dan 35 kabupaten/kota sampai akhir tahun Di Kota Semarang terdapat kasus DBD pada tahun 2010 (IR 368,7/ penduduk) dengan 47 kematian (CFR 0.85%). Jumlah

4 tersebut mengalami kenaikan sebanyak 43% dibandingkan tahun 2009 yang mencapai kasus. 2 Sedangkan angka kematian pasien SSD di rumah sakit rata-rata masih sangat tinggi. RS Dr. Kariadi (RSDK) Semarang pada tahun 1996 menunjukkan angka kematian 26% dan menurun menjadi 12% pada tahun Apabila tidak cepat ditangani dan mendapatkan pengobatan yang adekuat pasien yang mengalami SSD akan menghadapi risiko kematian. Sampai saat ini SSD masih merupakan penyebab utama kematian pada penderita DBD dan 30% dari kasus DBD dapat berkembang menjadi SSD Patogenesis Demam Berdarah Dengue Patogenesis infeksi dengue hingga saat ini masih merupakan masalah yang kontroversial. Menurut data yang ada, terdapat bukti yang kuat bahwa mekanisme imunopatologis berperan dalam terjadinya demam berdarah dengue dan sindrom syok dengue. 1 Pada tahun 1973 Halstead mengajukan hipotesis infeksi sekunder oleh virus yang heterologus ( Secondary Heterologous Infection) yang menyatakan bahwa pasien yang mengalami infeksi yang kedua kalinya dengan jenis serotipe virus dengue yang heterolog mempunyai risiko yang lebih besar untuk menderita DBD dengan manifestasi klinis lebih berat. Antibodi heterolog yang sudah ada sebelumnya akan mengenali virus lain yang akan menginfeksi dan kemudian membentuk konsentrasi kompleks antigen antibodi dalam tubuh manusia. 2 Bagan patogenesis perdarahan berdasarkan hipotesis the secondary heterologous infection yang dirumuskaan oleh Suvatte, tahun

5 Gambar 2.: Patogenesis DBD (Sumber : Tata Laksana Demam Berdarah Dengue di Indonesia) 2 Adanya kompleks antigen antibodi tersebut dapat menyebabkan hal-hal dibawah ini : a. Monosit dan makrofag berperan dalam proses fagositosis dengan adanya opsonisasi antigen oleh antibodi. Namun proses fagositosis virus ini menyebabkan peningkatan replikasi virus dan sekresi sitokin oleh makrofag. Sitokin tersebut diantaranya ialah TNF-α ( Tumor Necrosis Factor-α), IL-1 ( Interleukin-1), PAF ( Platelet Activating Factor), IL-6 dan histamin yang menyebabkan terjadinya disfungsi sel endotel pembuluh darah dan terjadi kebocoran plasma. 1 Terjadinya infeksi makrofag oleh virus dengue menyebabkan aktivasi limfosit T baik T-Helper (CD4) dan T -Sitotoksik (CD8) yang berperan dalam respon imun seluler terhadap virus dengue. Diferensiasi T-Helper yaitu Th-1 akan memproduksi interferon γ, IL-2 dan limfokin. Sedangkan Th-2 akan memproduksi IL-2, IL-4, IL-6, dan IL-10. Interferon γ akhirnya juga merangsang pembentukan sitokin makrofag. 1 Selain itu kompleks antigen antibodi akan mengaktivasi sistem komplemen (C3 dan C5) yang menyebabkan terbentuknya C3a

6 dan C5a. Peningkatan C3a dan C5a terjadi melalui aktivasi oleh komplek virus antibodi mengakibatkan peningkatan permeabilitas plasma dinding pembuluh darah dan perembesan plasma dari ruang intravaskuler keekstravaskuler ( plasma leakage), suatu keadaan yang berperan dalam terjadinya syok. 1 Naiknya kadar C3a mempunyai korelasi dengan berat ringannya penyakit. Kadar C3a pada pasien DBD dengan syok lebih tinggi dibandingkan pasien yang lebih ringan penyakitnya. 7 Peningkatan permeabilitas kapiler tersebut yang menjadi penyebab terjadinya kebocoran plasma yang dapat menimbulkan hipovolemia, peningkatan hemokonsentrasi, dan syok. 17 Perembesan plasma ini terbukti dengan adanya peningkatan nilai hematokrit, penurunan kadar natrium darah, dan terdapatnya cairan di dalam rongga tubuh seperti adanya efusi pleura dan ascites. Syok yang tidak ditangani secara adekuat dapat menyebabkan asidosis dan anoksia yang dapat berakibat fatal. 17 b. Aktivasi koagulasi akan menyebabkan aktivasi dari faktor Hageman sehingga terjadi aktivasi sistem kinin yang memicu peningkatan permeabilitas kapiler yang dapat mempercepat terjadinya keadaan syok. 2 c. Timbulnya agregasi trombosit akan menyebabkan pengeluaran platelet faktor III yang mengakibatkan terjadinya koagulopati konsumtif (KID : Koagulasi Intravaskuler Deseminata) yang ditandai dengan peningkatan FDP (Fibrinogen Degradation Product) sehingga terjadi penurunan faktor pembekuan yang dapat menyebabkan dan memperparah perdarahan. 2 Terjadinya agregasi trombosit akibat perlekatan kompleks antigen antibodi pada membran trombosit yang melepaskan ADP ( Adenosine Diphosphate) sehingga trombosit melekat satu sama lain dan hal ini menyebabkan trombosit dihancurkan oleh sistem retikuloendotelial yang mengakibatkan trombositopenia (penurunan jumlah trombosit) hebat dan terjadi perdarahan. Selain itu terjadinya trombositopenia pada infeksi dengue

7 juga disebabkan karena terjadinya depresi sumsum tulang, destruksi perifer, menempel pada endotel yang rusak, dan agregasi. 7 Trombositopenia, kelainan fungsi trombosit, dan kerusakan dinding endotel kapiler merupakan penyebab terjadinya perdarahan masif pada pasien DBD yang akhirnya perdarahan akan memperberat syok yang terjadi Gejala Klinik Demam Berdarah Dengue Pada umumnya pasien DBD mengalami tiga fase penyakit yaitu fase demam, fase kritis, dan fase penyembuhan. 9 Fase-fase infeksi dengue : Gambar 3. Fase-Fase Infeksi Dengue (Sumber : Dengue Guidelines for Diagnosis, Treatment, Prevention, and Control) 9 a. Fase demam Pada fase ini didahului oleh demam tinggi secaraa tiba-tiba, terus menerus, berlangsung sekitar 2-7 hari dan biasanya disertai dengan flushing pada wajah, eritema kulit, mialgia, atralgia, nyeri kepala, anoreksia, mual, dan muntah. Tes tourniquet yang positif pada fase ini meningkatkan kemungkinan adanya infeksi virus dengue dalam tubuh. Selain itu perdarahan ringan juga dapat terjadi seperti ptekie dan perdarahan membran mukosa. Pembesaran hati (hepatomegali) dapat terjadi dalam beberapa hari setelah demam. Tanda awal abnormalitas

8 yang dapat dilihat pada pemeriksaan darah adalah terjadinya penurunan jumlah leukosit (leukopenia). 9 b. Fase kritis Terjadi pada hari ke-3 sampai ke-6 dari perjalanan penyakit dimana suhu tubuh mulai turun menjadi 37, C atau dibawahnya, pada fase ini dapat terjadi peningkatan permeabilitas kapiler yang ditandai dengan peningkatan nilai hematokrit. 9 Tanda-tanda tersebut menandai awal dari terjadinya fase kritis. Penurunan jumlah leukosit yang progresif diikuti dengan penurunan jumlah trombosit secara cepat menandai terjadinya kebocoran plasma. Kebocoran plasma dapat dideteksi dengan adanya ascites dan efusi pleura. Untuk menegakkan diagnosis adanya efusi pleura dan ascites dapat dilakukan foto polos dada dan USG abdomen. Pada fase kritis, peningkatan nilai hematokrit biasanya dapat memperlihatkan derajat keparahan dari adanya kebocoran plasma. Dengan adanya kebocoran plasma dapat mengakibatkan terjadinya syok yang dapat menyebabkan berkurangnya perfusi jaringan. Suhu tubuh pada saat terjadi syok dapat subnormal. Bila syok terjadi berkepanjangan dapat menyebabkan hipoperfusi jaringan, asidosis metabolik. Hal ini akan menyebabkan terjadinya perdarahan berat sehingga nilai hematokrit akan turun saat terjadi syok yang berat. Pada fase ini juga terjadi penurunan jumlah leukosit tetapi jumlah leukosit dapat meningkat apabila terjadi perdarahan yang berat. Selain itu dapat pula terjadi kerusakan organ berat. 1 c. Fase penyembuhan Apabila pasien selamat dari fase kritisnya pada jam, maka selanjutnya terjadi penyerapan perlahan-lahan dari cairan ekstravaskular selama jam berikutnya. Perbaikan keadaan umum dapat ditunjukkan dengan adanya peningkatan nafsu makan, berkurangnya gejala-gejala abdomen, status hemodinamik yang stabil dan adanya diuresis. Kadang-kadang pasien juga dapat mengeluh

9 adanya pruritus, bradikardi dan perubahan EKG sering terjadi pada fase ini. 9 Dengan adanya penyerapan cairan ekstravaskuler membuat nilai hematokrit kembali stabil. Jumlah leukosit biasanya akan meningkat dan kembali kenormal yang diikuti dengan peningkatan jumlah trombosit. Selama fase kritis atau fase penyembuhan, dapat terjadi edema pulmonum atau gagal jantung kongestif apabila diberikan terapi cairan yang berlebihan Pemeriksaan Penunjang Demam Berdarah Dengue a. Pemeriksaan Darah Pemeriksaan darah sangat penting karena dapat digunakan sebagai prosedur untuk skrining dan sangat membantu dalam menunjang diagnosis dari berbagai penyakit. Pemeriksaan darah yang rutin dilakukan untuk menapis pasien tersangka DD maupun DBD adalah melalui pemeriksaan kadar trombosit, leukosit, hematokrit, hemoglobin dan hapusan darah tepi untuk melihat adanya limfositosis relatif disertai gambaraan limfosit plasma biru (LPB). 1,2 i. Pemeriksaan Kadar Trombosit Trombosit atau disebut juga dengan platelet adalah struktur yang mirip cakram dengan diameter 2 sampai 4 µm, platelet terbentuk melalui pelepasan bagian sitoplasma megakarosit yang tidak mempunyai inti dan DNA tetapi mengandung mitokondria dan enzim aktif. 11 Trombosit berperan dalam sistem hemostatis yaitu suatu mekanisme faal tubuh yang berfungsi untuk melindungi diri terhadap kemungkinan terjadinya perdarahan atau kehilangan darah. 21 Orang-orang yang memiliki kelainan jumlah trombosit, baik secara kuantitatif maupun kualitatif, sering mengalami perdarahan kecil disekitar kulit dan permukaan mukosa yg biasa disebut dengan ptekie, dan sulit menghentikan ataupun tidak dapat menghentikan perdarahan akibat luka. 21

10 Salah satu kunci manifestasi klinis yang terjadi pada infeksi dengue adalah trombositopenia. Trombositopenia adalah penurunan jumlah trombosit dibawah /mm 3. 2 Pada umumnya penurunan jumlah trombosit terjadi sebelum ada peningkatan hematokrit dan terjadi sebelum suhu tubuh turun. Trombositopenia biasanya ditemukan antara hari ke-3 sampai ke Pemeriksaan trombosit dilakukan pertama kali pada saat pasien diduga terkena infeksi dengue, bila hasil pemeriksaan trombosit normal maka diulang pada hari ke-3 sakit, tetapi bila perlu diulangi setiap hari sampai suhu tubuh turun. Penyebab trombositopenia pada infeksi dengue masih menjadi perdebatan. Sebagian peneliti ada yang berpendapat bahwa trombositopenia terjadi akibat peningkatan destruksi trombosit oleh sistem retikuloendotelial, agregasi trombosit akibat endotel yang rusak, dan penurunan produksi trombosit oleh sumsum tulang. Namun penyebab utama trombositopenia adalah peningkatan pemakaian dan destruksi trombosit perifer. 21 Destruksi trombosit yang diperankan oleh aktivasi komplemen, seperti ikatan antara fragmen C3g dengan trombosit serta ikatan antara antigen virus dengue dengan trombosit ditemukannya kompleks imun dipermukaan trombosit, hal ini diduga sebagai penyebab terjadinya agregasi trombosit yang kemudian akan dimusnahkan oleh sistem retikuloendotelial (RES), terutama dalam limpa dan hati. 21 Akibat teraktivasi oleh virus dengue akan memberikan respon imun terhadap individu berupa dampak positif maupun dampak negatif. Dampak positif yang dapat terjadi terhadap individu tersebut berupa penghancuran virus sedangkan dampak negatif yang dapat terjadi berupa jejas dan kematian pada endotel melalui peran sitokin. Sitokin-sitokin yang mempunyai peran

11 penting dalam perjalanan penyakit yang diakibatkan oleh virus dengue adalah TNF-δ, IL-1B, IL-6, serta INF-γ. 21 Dalam keadaan normal, trombosit tidak melekat pada selsel endotel resting. Namun bila terjadi injury vaskuler, trombosit akan melekat dan menstimulisasi kesel-sel endotel, dan hal tersebut berperan dalam terjadinya hemostatis dan trombosis. Sehingga terjadinya penurunan jumlah trombosit disebabkan karena banyaknya trombosit yang melekat pada sel-sel endotel yang terinfeksi oleh virus dengue. 21 Gambar 4 : Mekanisme Trombositopenia pada Demam Berdarah Dengue 21 Penurunan jumlah trombosit berkolerasi dengan beratnya penyakit, tetapi trombosit yang sangat rendah tidak selalu berkolerasi dengan beratnya perdarahan. Seperti yang diketahui fungsi dari trombosit adalah untuk : 22 - Memulai proses hemostasis dengan melakukan adhesi dan agregasi trombosit membentuk plug. - Katalisator koagulasi agar terbentuk fibrin. - Inisiasi proses repair jaringan. Bila terjadi gangguan fungsi dan jumlah trombosit maka akan meningkatkan resiko kerapuhan vaskuler yang mengarah

12 ii. pada perdarahan. Derajat trombositopenia juga berkolerasi dengan aktivasi sistem komplemen. Penghancuran trombosit tampaknya akibat dari aktivasi komplemen (dianggap karena trombosit berikatan dengan antigen virus) dan juga pemusnahan oleh sistem RES khususnya limpa dan hati. 22 Hitung nilai trombosit dapat digunakan untuk membantu menegakkan diagnosis infeksi dengue karena menunjukkan sensitivitas yang tinggi mulai dari hari ke-4 demam yaitu sebesar 67,7%, bahkan pada hari ke-5 sampai ke-7 menunjukkan sensitivitas sebesar 100%. 23 Penggunaan nilai trombosit sebagai parameter juga memiliki spesifitas yang sangat tinggi hal ini disebabkan karena jarangnya penyakit infeksi yang disertai dengan penurunan nilai trombosit sampai dibawah /mm 3. Dengan demikian pemeriksaan trombosit harian akan sangat membantu menegakkan diagnosis infeksi dengue karena meningkatkan sensitivitas dan spesifitasnya. 23 Pemeriksaan Kadar Leukosit Jumlah leukosit normal, tetapi biasanya dapat juga menurun dengan dominasi sel neutrofil. Pada fase akhir demam, sel neutrofil bersama-sama mengalami penurunan sehingga jumlah sel limfosit atipikal secara relatif meningkat. Peningkatan jumlah sel limfosit atipikal atau limfosit plasma biru (LPB) > 4% didaerah tepi dapat ditemukan pada hari ke-3 sampai hari ke-7 dari perjalanan penyakit. 2 Limfosit atipikal ini sudah dapat ditemukan sejak hari ke-3 terjadinya demam, dan merupakan penunjang diagnosis infeksi dengue. 22 Penelitian di Thailand telah membuktikan bahwa pasien infeksi dengue berat memiliki jumlah persentasi limfosit atipikal lebih tinggi dari pada pasien infeksi dengue ringan. 24 Terjadinya penurunan jumlah leukosit pada infeksi dengue secara langsung disebabkan karena adanya penekanan sumsum

13 iii. tulang akibat dari proses infeksi virus ataupun karena mekanisme tidak langsung melalui produksi sitokin-sitokin proinflamasi yang menekan sumsum tulang. 25 Proses ini terjadi dalam 6 fase yaitu fase pertama saat terjadi supresi sumsum tulang pada hari ke-3 sampai ke-4 infeksi, fase kedua yaitu saat timbulnya respon inflamasi atau peradangan dari sumsum tulang pejamu, fase ketiga pada saat hari ke-4 atau ke-5 bebas demam terjadi fase nadir dari neutrofil, fase keempat terjadi hampir secara simultan aktivasi sistem imun yang akan menetralisir viremia dan mempercepat eliminasi sel-sel yang terinfeksi. Fase kelima merupakan masa penyembuhan dan fase keenam terjadi resolusi sitopenia. 26 Penggunaan parameter gabungan antara trombositopenia dan leukopenia menunjukkan sensitivitas yang lebih tinggi dibandingkan sensitivitas masing-masing. Sensitivitas ini terus meningkat dan mencapai 100% pada hari ke-5 sampai ke-7 demam. Sedangkan spesifitas kombinasi antara trombositopenia dan leukopenia umumnya cukup tinggi yaitu > 80%, bahkan pada spesimen hari ke-5 dan ke-7 spesifitasnya dapat mencapai 100%. 23 Pemeriksaan Kadar Hematokrit Kadar hematokrit adalah presentase volume eritrosit didalam keseluruhan darah. 11 Oleh sebab itu kadar hematokrit adalah parameter hemokonsentrasi serta perubahannya. Jika terjadi peningkatan hemokonsentrasi, baik disebabkan oleh peningkatan kadar sel darah atau penurunan kadar plasma, misalnya pada kasus hipovolemia maka dapat meningkatkan kadar hemotokrit. Begitupun sebaliknya penurunan kadar hematokrit terjadi ketika penurunan hemokonsentrasi, karena penurunan kadar sel darah atau peningkatan kadar plasma seperti yang terjadi pada kasus anemia. 27

14 iv. Peningkatan nilai hematokrit menunjukkan peningkatan hemokonsentrasi yang selalu dijumpai pada pasien DBD, merupakan tanda-tanda yang peka akan terjadinya kebocoran plasma. 2 Hal ini dapat terjadi karena aktivasi sistem komplemen oleh kompleks antigen antibodi yang akan mengakibatkan pelepasan C3a dan C5a sehingga mengaktifkan C3 dan C5. Dimana aktifnya sistem ini akan menyebabkan peningkatan permeabilitas dinding pembuluh darah dan merembesnya plasma dari ruang intravaskuler ke ruang ekstravaskuler. Perembesan plasma ini yang akan mengakibatkan meningkatnya kadar hematokrit. Maka pasien yang telah mengalami syok berat, volume plasma dapat berkurang sampai lebih dari 30% dan berlangsung jam. 21 Nilai hematokrit biasanya mulai mengalami peningkatan pada hari ke-3, hal ini diakibatkan karena kebocoran plsama keruang ekstravaskuler yang disertai efusi cairan serosa melalui kapiler yang rusak. Dengan adanya kebocoran plasma akan mengakibatkan terjadinya syok hipovolemik, namun pada kasus yang telah disertai dengan perdarahan hebat nilai hematokrit justru tidak meningkat bahkan bisa menurun. 22 Pemeriksaan Kadar Hemoglobin Hemoglobin adalah pigmen pembawa oksigen eritrosit yang dibentuk oleh eritrosit dan berkembang dalam sumsum tulang, hemoglobin merupakan empat rantai polipeptida globin yang berbeda dan masing-masing terdiri dari beberapa ratus asam amino. 11 Pada hari-hari pertama sakit biasanya kadar hemoglobin normal atau sedikit mengalami penurunan, tetapi kemudian kadarnya akan naik mengikuti peningkatan hemokonsentrasi dan merupakan kelainan hematologi yang paling awal ditemukan pada DBD. 25

15 Peningkatan kadar hemoglobin yang disertai dengan peningkatan nilai hematokrit dapat menunjukkan adanya kebocoran plasma dan banyaknya sel darah merah di dalam pembuluh darah, hal ini dapat mengindikasikan adanya infeksi dengue dengan tanda bahaya yang dapat meningkatkan resiko terjadinya SSD. 22 v. Pemeriksaan Laboratorium Lain 2 - Kadar albumin sedikit menurun dan bersifat sementara. - Hampir selalu ditemukannya eritrosit dalam tinja. - Pada sebagian besar kasus infeksi dengue disertai penurunan faktor koagulasi dan fibrinolitik yaitu fibrinogen, protombin, faktor VIII, faktor XII, dan antitrombin III. - Pada kasus berat dapat dijumpai disfungsi hati, dijumpai penurunan kelompok vitamin K-dependent protombin seperti faktor V, VII, IX, dan X. - Memanjangnya waktu trombopastin parsial dan waktu protombin. - α-antiplasmin (α2-plasmin inhibitor) menurun namun hanya ditemukan pada beberapa kasus. - Hipoproteinemia. - Hiponatremia. - Serum aspartat aminotransferase (SGOT dan SGPT) mengalami sedikit peningkatan. - Pada syok yang berkepanjangan terdapat asidosis metabolik dan peningkatan kadar urea nitrogen. b. Radiologi i. Foto Rongen Dada Apabila terdapat efusi pleura kanan pada foto rontgen dada yang dibuat pada posisi terlentang sinar anteroposterior (AP Supine) dapat terlihat hemitoraks kanan lebih putih dibandingkan hemitoraks kiri. Adanya cairan pleura sebanyak cc akan

16 ii. tampak pada proyeksi lateral dekubitus kanan (pasien tidur disisi kanan) dan akan terlihat sebagai bagian lateral thoraks yang putih berbatas garis lengkung yang tegas. 22 Bila ditemukannya efusi pleura pada foto rontgen dada maka dapat dinilai PEI ( Pleural Effusion Index). PEI adalah presentasi rasio antara lebar maksimum efusi pleura dengan lebar maksimum hemitoraks. Derajat kobocaran plasma diukur melalui PEI. Bila PEI > 6% pada saat masuk Rumah Sakit memiliki korelasi terjadinya syok. 22 Ultrasonografi (USG) Pemeriksaan USG merupakan pemeriksaan yang digunakan untuk menditeksi adanya kebocoran plasma (efusi pleura, ascites, efusi perikardium), pembesaran hati, atau pembesaran limpa. 22 Secara USG cairan akan terlihat sebagai daerah hitam dengan batas tegas berbentuk segitiga pada potongan longitudinal atau pada potongan transversal berbentuk bulan sabit. Apabila cairan tersebut adalah darah, maka daerah hitam tersebut dapat disertai dengan bercak-bercak echo (berupa titik -titik putih) atau gumpalan massa echogenic (gumpalan putih). 22 Secara USG ascites dapat dilihat diantara hati dan ginjal kanan, diantara usus-usus dan posterior dari vesica urinaria, sebagai suatu daerah hitam dengan batas tegas yang tepinya tidak teratur tergantung organ yang ada disekitarnya. Sudah dapat diketahui bila ada penimbunan cairan sejumlah 100 cc didalam cavum peritoneum. 22 Pemeriksaan USG ini dapat menditeksi awal penyakit DBD yaitu adanya penebalan dinding vesika velae (> 3mm), ascites yang minimal, efusi pleura, perikardium, dan hepatosplenomegali. Selain itu dapat pula menditeksi bila terjadi perburukan DBD yaitu cairan diperirenal dan pararenal, cairan subkapsular liver dan lien, serta pembesaran pankreas. 22

17 iii. CT scan kepala tanpa kontras Pemeriksaan ini dilakukan apabila terjadi gangguan kesadaran, curiga adanya perdarahan intrakranial dan edema serebri. 22 c. Diagnosis Serologis Dikenal 5 jenis uji serologis yang dapat dipakai untuk menentukan adanya infeksi virus dengue seperti : 2 - Uji Hemaglutinasi Inhibisi ( Haemagglutination Inhibition test = HI test). - Uji Komplemen Fiksasi (Complement Fixtation Test = CF test). - Uji Neutralisasi (Neutralization Test = NT test) - IgM Elisa (Mac.Elisa). - IgG Elisa. d. Deteksi Antigen Virus atau RNA Virus e. Isolasi Virus 8. Diagnosis Demam Berdarah Dengue a. Demam Dengue Merupakan penyakit demam akut yang berlangsung selama 2-7 hari, ditandai dengan dua atau lebih manifestasi klinis sebagai berikut : 28 Nyeri kepala Nyeri retro-orbital Mialgia atau atralgia Ruam kulit Manifestasi perdarahan (ptekie atau uji bendung positif) Leukopenia (penurunan jumlah leukosit) dan pemeriksaan serologis dengue positif, atau ditemukan pasien DD atau DBD yang sudah dikonfisrmasi pada lokasi dan waktu yang sama. 28

18 b. Demam Berdarah Dengue Berdasarkan kriteria WHO 1997 diagnosis DBD ditegakkan yang terdiri dari kriteria klinis dan laboratorium. Penggunaan kriteria ini bertujuan untuk mengurangi diagnosis yang berlebihan (overdiagnosis). 28 i. Kriteria klinis a) Demam atau riwayat demam akut, antara 2-7 hari, biasanya bifasik. b) Terdapat minimal satu dari manifestasi perdarahan berikut : - Uji bendung positif. - Ptekie, ekimosis. - Perdarahan mukosa (tersering epistaksis atau perdarahan gusi) - Hematemesis dan atau melena. c) Pembesaran hati d) Terdapat tanda-tanda kegagalan sirkulasi yaitu nadi cepat dan lemah, penurunan tekanan nadi, penurunan tekanan darah, kaki dan tangan dingin, kulit lembab dan pasien tampak gelisah. ii. Kriteria laboratorium : a) Trombositopenia (jumlah trombosit < /mm 3 ). b) Adanya tanda-tanda kebocoran plasma karena peningkatan permeabilitas kapiler, dengan manifestasi klinis sebagai berikut : - Peningkatan hematokrit 20% dibandingkan standar sesuai dengan umur dan jenis kelamin. - Penurunan hematokrit 20% setelah mendapat terapi cairan, dibandingkan dengan nilai hematokrit sebelumnya.

19 Dua kriteria klinis ditambah satu kriteria laboratorium (atau hanyaa peningkatan nilai hematokrit) cukup untuk menegakkan diagnosis sementara DBD. 28 Adanya efusi pleura dan atau hipoalbuminemia dapat memperkuat diagnosis DBD terutama pada pasien anemia dan atau terjadi perdarahan. Pada kasus syok, peningkatan nilai hematokrit dan adanya trombositopenia mendukung diagnosis DBD D. 28 B. Derajat Klinik Infeksi Dengue Tabel 1.1 Klasifikasi Derajat Penyakit Infeksi Virus Dengue (WHO 1997) Demam Dengue (DD) a. Gejala klinik Setelah masa inkubasi 4-6 hari (rentang 3-14 hari), timbulah gejala-gejala prodromal yang tidak khas seperti sakit kepala, nyeri tulang belakang, dan perasaan lelah. Sedangkan tanda khas dari DD

20 ialah peningkatan suhu tubuh secara mendadak, yang kadang-kadang disertai menggigil, sakit kepala, dan fulshing pada wajah (muka kemerahan). Dalam 24 jam terasa nyeri didaerah belakang mata terutama pada saat terjadi pergerakan mata atau bila bola mata ditekan, fotopobia, mialgia serta atralgia. Gejala lain yang dapat dijumpai pada penderita DD adalah konstipasi, anoreksia, nyeri perut atau kolik, nyeri tenggorokan. Gejala tersebut biasanya akan menetap untuk beberapa hari. 2 Secara klinis ditemukan demam dengan suhu antara C bersifat bifasik dan menetap antara 5-7 hari. Pada awal fase demam dapat ditemukan ruam yang tersebar dimuka, leher, dan dada. Sedangkan pada fase akhir demam yaitu antara hari ke-3 sampai ke-4 ruam berbentuk makulopapular atau bentuk skarlatina. Selanjutnya pada fase penyembuhan suhu tubuh turun dan muncul ptekie yang menyeluruh pada daerah kaki dan tangan. Perdarahan kulit terbanyak pada DD ialah uji Torniquet positif dengan atau tanpa ptekie. 2 Perjalanan penyakit biasanya berkisar 5 hari tetapi dapat juga sampai beberapa minggu terutama pada orang dewasa. Pada dewasa sering kali disertai dengan lemah, bradikardi, dan depresi. Pada saat epidemi DD, sering kali terjadi perdarahan seperti mimisan, perdarahan gusi, hematuria, dan menorrhagia. DD dengan manifestasi perdarahan harus dibedakan dengan DBD. 2 b. Laboratorium Secara laboratorium pada fase akut (awal demam) akan dijumpai leukosit dalam jumlah yang normal, kemudian terjadi penurunan jumlah leukosit selama fase demam. Jumlah trombosit pada umumnya masih dalam batas normal, demikian pula semua faktor pembekuan, tetapi pada saat terjadi wabah DD, dapat dijumpai penurunan jumlah trombosit. Selain biokimia semuanya pada umumnya menunjukkan hasil yang normal, namun pada pemeriksaan

21 enzim hati dapat meningkat. Hasil pemeriksaan serologis untuk infeksi akut primer menunjukkan IgM yang meninggi (positif) Demam Berdarah Dengue (DBD) a. Gejala klinik Tanda klasik dari DBD ialah demam tinggi mendadak 2-7 hari, disertai dengan muka kemerahan. Sering ditemukan keluhan lainnya seperti anoreksia, nyeri kepala, mialgia, atralgia, mual, dan muntah. Beberapa penderita DBD juga mengeluh adanya nyeri pada saat menelan dengan faring hiperemis yang ditemukan pada saat pemeriksaan. Biasanya juga ditemukan nyeri perut yang dirasakan didaerah epigastrium dan dibawah tulang iga. Demam yang tinggi dapat menimbulkan kejang terutama pada bayi. 2 Bentuk perdarahan yang paling sering pada DBD ialah uji torniquet positif, kulit mudah memar, dan perdarahan pada bekas pengambilan darah maupun bekas suntikan intravena. Kebanyakan kasus DBD, ptekie halus ditemukan tersebar didaerah wajah, palatum mole, aksila, dan ekstremitas, yang biasanya ditemukan pada fase awal demam. Jarang ditemukan epistaksis dan perdarahan gusi. Biasanya terjadi hepatomegali yang bervariasi dari just palpable sampai 2-4 cm dibawah arcus costae kanan. Meskipun pembesaran hati tidak berkolerasi dengan derajat berat ringannya penyakit namun pembesaran hati lebih sering ditemukan pada penderita dengan syok. 2 b. Laboratorium Trombositopenia dan hemokonsentrasi merupakan kelainan yang selalu ditemukan pada pasien DBD. Penurunan jumlah trombosit /mm 3 dapat dijumpai pada hari ke-3 sampai hari ke-7 dari perjalanan penyakit dan sering terjadi sebelum atau bersamaan dengan perubahan nilai hematokrit. Hemokonsentrasi yang disebabkan karena adanya kebocoran plasma dinilai dari peningkatan nilai hematokrit. Penurunan jumlah trombosit yang segera disusul atau disertai dengan peningkatan jumlah hematokrit terjadi pada saat suhu tubuh turun atau

22 sebelum terjadinya syok. Perlu diketahui bahwa nilai hematokrit juga dapat dipengaruhi oleh pemberian cairan atau oleh perdarahan. Jumlah leukosit dapat menurun (leuk openia) atau meningkat (leukositosis), saat sebelum suhu tubuh turun atau syok sering ditemukan limfosit relatif dengan limfosit atipik. Dapat ditemukan hipoproteinemia akibat adanya kebocoran plasma. Adanya fibrinolisis dan gangguan koagulasi. PTT dan PT memanjang pada sepertiga sampai setengah pasien DBD. Pada pemeriksaan rontgen dada dapat ditemukan efusi pleura, terutama sebelah kanan Sindrom Syok Dengue (SSD) a. Gejala klinik Sindrom syok dengue atau yang biasa disebut DBD derajat III dan IV biasanya terjadi pada saat atau segera setelah suhu tubuh turun yaitu antara hari ke-3 sampai ke-7 dari perjalanan penyakit. Mulamula pasien terlihat letargi atau gelisah kemudian jatuh kedalam keadaan syok yang ditandai dengan kulit teraba dingin dan lembab, sianosis disekitar daerah mulut, nadi cepat dan lemah, tekanan nadi 20 mmhg, hipotensi. Kebanyakan pasien masih tetap dalam keadaan sadar meskipun sudah mendekati stadium akhir. Dengan diagnosis dini dan penggantian cairan yang adekuat, syok biasanya dapat teratasi dengan segera. Namun bila terlambat didiagnosis atau pengobatan yang tidak adekuat, syok dapat segera menjadi syok berat dengan berbagai penyulitnya seperti asidosis metabolik dan perdarahan hebat saluran cerna, sehingga dapat memperburuk prognosis. Pada masa penyembuhan yang biasanya terjadi antara hari ke-2 sampai ke-3, kadang-kadang ditemukan sinus bradikardi atau aritmia dan timbul ruam pada kulit. 2 b. Laboratorium Hasil dari pemeriksaan laboratorium DBD ditambah dengan pada syok berat dapat ditemukan asidosis metabolik, peningkatan BUN, dan efusi pleura yang bilateral. 2

23 C. Hubungan Antara Kadar Trombosit, Leukosit, Hematokrit dan Hemoglobin Dengan Derajat Klinik Infeksi Dengue 1. Hubungan antara Jumlah Trombosit dengan Derajat Klinik Infeksi Dengue Dalam patogenesis infeksi dengue trombositopenia memiliki peran yang penting. Kadar trombosit pada pasien infeksi dengue mengalami penurunan pada hari ke-3 sampai ke-7 dari perjalanan penyakit dan mencapai normal kembali pada hari ke-8 atau ke Penurunan jumlah trombosit pada pasien infeksi dengue terjadi melalui mekanisme supresi sumsung tulang, destruksi dan pemendekan masa hidup trombosit. 1 Penurunan jumlah trombosit berkolerasi dengan beratnya penyakit, tetapi trombosit yang sangat rendah tidak selalu berkolerasi dengan beratnya perdarahan. 22 Sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Khrisnamurti (2002) yang menyatakan bahwa semakin rendah kadar trombosit berhubungan dengan semakin parahnya penyakit. 29 AV Matondang, Djoko Widodo, dkk (2004) juga menyat akan semakin rendah kadar trombosit maka semakin parah derajat kliniknya Hubungan antara Jumlah Leukosit dengan Derajat Klinik Infeksi Dengue Jumlah leukosit normal, tetapi biasanya dapat juga menurun dengan dominasi sel neutrofil. 2 Penurunan jumlah leukosit pada infeksi dengue terjadi karena penekanan sumsum tulang akibat dari proses infeksi virus secara langsung ataupun karena mekanisme tidak langsung melalui produksi sitokin-sitokin proinflamasi yang menekan sumsum tulang. 31 Pada fase akhir demam, sel neutrofil bersama-sama mengalami penurunan sehingga jumlah sel limfosit atipikal secara relatif meningkat. Peningkatan jumlah sel limfosit atipikal atau limfosit plasma biru (LPB) > 4% didaerah tepi dapat ditemukan pada hari ke-3 sampai hari ke-7 dari perjalanan penyakit. 2 Limfosit atipikal ini sudah dapat ditemukan sejak hari ke-3 terjadinya demam dan merupakan penunjang diagnosis infeksi

24 dengue. 22 Penelitian di Thailand telah membuktikan bahwa pasien infeksi dengue berat memiliki jumlah persentasi limfosit atipikal lebih tinggi dari pada pasien infeksi dengue ringan Hubungan antara Jumlah Hematokrit dengan Derajat Klinik Infeksi Dengue Pada pasien DBD dijumpai peningkatan nilai hematokrit yang menggambarkan hemokonsentrasi. Hemokonsentrasi merupakan indikator yang peka akan terjadinya kebocoran plasma, sehingga pada pasien DBD perlu dilakukan pemeriksaan hematokrit secara berkala. Hemokonsentrasi dengan peningkatan hematokrit 20% menunjukkan peningkatan permeabilitas kapiler dan perembesan plasma. 2 Nilai hematokrit biasanya mulai mengalami peningkatan pada hari ke-3, hal ini diakibatkan karena kebocoran plasma keruang ekstravakuler. Dengan adanya kebocoran plasma akan mengakibatkan terjadinya syok hipovolemik Hubungan antara Jumlah Hemoglobin dengan Derajat Klinik Infeksi Dengue Kadar hemoglobin pada hari-hari pertama sakit biasanya normal atau sedikit menurun, tetapi kemudian kadarnya akan naik mengikuti peningkatan hemokonsentrasi dan merupakan kelainan hematologi yang ditemukan paling awal pada penderita DBD. 25 Peningkatan kadar hemoglobin yang disertai dengan peningkatan nilai hematokrit dapat menunjukkan adanya kebocoran plasma dan banyaknya sel darah merah di dalam pembuluh darah, hal ini dapat mengindikasikan adanya infeksi dengue dengan tanda bahaya yang dapat meningkatkan resiko terjadinya SSD. 2

25 D. Kerangka Teori Interaksi - Gizi - Umur - Seks - Genetika - Kekebalan - Penyakit penyerta Proses infeksi Patogenesis infeksi virus dengue Host Komplek virus antibodi Agent Environment - Tipe dan subtipe - Virulensi virus - Galur virus - Kelembaba n suhu - Cuaca - Lingkungan diluar rumah - Ketinggian tempat tinggal - Perilaku masyarakat - Kepadatan larva dan nyamuk dewasa Produksi sitokinsitokin proinflamasi Leukopenia 1. Agregasi trombosit 2. Aktivasi koagulasi 3. Aktivasi komplement Trombisitop enia Peningkatan permeabilitas kapiler Kebocoran plasma Ht meningkat Hb meningkat Perdarahan (-) Perdarahan (+) Syok (-) Syok (+) (SSD) DD DBD Gambar 5. Kerangka Teori

26 E. Kerangka Konsep Variabel bebas Variabel terikat Kadar trombosit Kadar leukosit Derajat klinik infeksi dengue Kadar hematokrit Kadar hemoglobin Gambar 6. Kerangka Konsep F. Hipotesis 1. Terdapat hubungan antara kadar trombosit dengan derajat klinik infeksi dengue pada pasien anak. 2. Terdapat hubungan antara kadar leukosit dengan derajat klinik infeksi dengue pada pasien anak. 3. Terdapat hubungan antara kadar hematokrit dengan derajat klinik infeksi dengue pada pasien anak. 4. Terdapat hubungan antara kadar hemoglobin dengan derajat klinik infeksi dengue pada pasien anak.

BAB V PEMBAHASAN. yang telah memenuhi jumlah minimal sampel sebanyak Derajat klinis dibagi menjadi 4 kategori.

BAB V PEMBAHASAN. yang telah memenuhi jumlah minimal sampel sebanyak Derajat klinis dibagi menjadi 4 kategori. digilib.uns.ac.id BAB V PEMBAHASAN Setelah dilakukan penelitian di RSUD Dr. Moewardi telah didapatkan data-data penelitian yang disajikan dalam tabel pada Bab IV. Pada penelitian ini didapatkan sampel

Lebih terperinci

Author : Hirawati, S.Ked. Faculty of Medicine University of Riau Pekanbaru, Riau Files of DrsMed FK UNRI (http://www.files-of-drsmed.

Author : Hirawati, S.Ked. Faculty of Medicine University of Riau Pekanbaru, Riau Files of DrsMed FK UNRI (http://www.files-of-drsmed. Author : Hirawati, S.Ked Faculty of Medicine University of Riau Pekanbaru, Riau 2009 0 Files of DrsMed FK UNRI (http://www.files-of-drsmed.tk Definisi Demam Dengue (DD) dan Demam Berdarah Dengue (DBD)

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. virus DEN 1, 2, 3, dan 4 dan ditularkan oleh nyamuk Aedes aegepty dan Aedesal

BAB I PENDAHULUAN. virus DEN 1, 2, 3, dan 4 dan ditularkan oleh nyamuk Aedes aegepty dan Aedesal 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Infeksi dengue masih merupakan masalah kesehatan masyarakat dan menimbulkan dampak sosial maupun ekonomi. Infeksi dengue disebabkan oleh virus DEN 1,

Lebih terperinci

BAB. IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB. IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Penelitian BAB. IV HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian mengenai hubungan antara jumlah trombosit dengan kejadian pada pasien DBD (DSS) anak ini dilakukan di RS PKU Muhammadiyah Bantul pada tanggal

Lebih terperinci

Untuk mendiagnosia klinik DBD pedoman yang dipakai adalah yang disusun WHO :

Untuk mendiagnosia klinik DBD pedoman yang dipakai adalah yang disusun WHO : Musim hujan, akan merupakan yangdiharaplkan nyamuk untuk berkembang biak dan siap mencari mangsa, terutama nyamuk Aedes Aegity penyebab DBD. Hati- hati... Dewasa ini penyakit DBD masih merupakan salah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1 Universitas Kristen Maranatha

BAB I PENDAHULUAN. 1 Universitas Kristen Maranatha BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Demam dengue / DD dan Demam Berdarah Dengue / DBD (Dengue Haemorrhagic Fever / DHF) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teori A.1. Definisi Demam Berdarah Dengue Demam Dengue adalah penyakit febris virus akut yang seringkali disertai

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teori A.1. Definisi Demam Berdarah Dengue Demam Dengue adalah penyakit febris virus akut yang seringkali disertai BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teori A.1. Definisi Demam Berdarah Dengue Demam Dengue adalah penyakit febris virus akut yang seringkali disertai dengan gejala sakit kepala, nyeri tulang atau sendi

Lebih terperinci

BAB XVII DENGUE XVII.1 Patogenesis1,2

BAB XVII DENGUE XVII.1 Patogenesis1,2 BAB XVII DENGUE Demam Dengue (DD) dan Demam Berdarah Dengue (DBD) disebabkan virus dengue yang termasuk kelompok B Arthropod Borne Virus (Arboviroses) yang sekarang dikenal sebagai genus Flavivirus, famili

Lebih terperinci

Hasil Uji Statistik Trombosit Range dengan. Perdarahan Kulit dan Perdarahan Mukosa 64

Hasil Uji Statistik Trombosit Range dengan. Perdarahan Kulit dan Perdarahan Mukosa 64 14 Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 6 Lampiran 7 Lampiran 8 Frekuensi Karakteristik Trombosit, Perdarahan Kulit, Petechiae, Perdarahan Mukosa, Epistaxis, Perdarahan Gusi, Melena 60 Hasil Uji Statistik Trombosit

Lebih terperinci

Penatalaksanaan Demam Berdarah Dengue pada Dewasa. Dr. Ratih Dewi

Penatalaksanaan Demam Berdarah Dengue pada Dewasa. Dr. Ratih Dewi Penatalaksanaan Demam Berdarah Dengue pada Dewasa Dr. Ratih Dewi Pendahuluan Infeksi virus dengue Manifestasi klinis -demam, nyeri otot, nyeri sendi -leukopenia, ruam, limfadenopati, trombositopenia dan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Infeksi Dengue telah menjadi masalah kesehatan masyarakat tidak hanya di Indonesia namun juga di dunia internasional. Infeksi Dengue terutama Dengue Haemorrhagic

Lebih terperinci

BAB I KONSEP DASAR. Berdarah Dengue (DBD). (Aziz Alimul, 2006: 123). oleh nyamuk spesies Aedes (IKA- FKUI, 2005: 607 )

BAB I KONSEP DASAR. Berdarah Dengue (DBD). (Aziz Alimul, 2006: 123). oleh nyamuk spesies Aedes (IKA- FKUI, 2005: 607 ) BAB I KONSEP DASAR A. Pengertian DHF adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue, sejenis virus yang tergolong arbovirus dan masuk ke tubuh penderita melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti betina.

Lebih terperinci

Divisi Infeksi Tropis Bagian IKA FK USU Medan

Divisi Infeksi Tropis Bagian IKA FK USU Medan DENGUE HEMORRHAGIC FEVER ( D H F ( Divisi Infeksi Tropis Bagian IKA FK USU Medan DHF adalah suatu demam akut yang disebabkan oleh 4 serotipe dari virus Dengue PENYEBAB : Group : B. Arbovirus Sub group

Lebih terperinci

Derajat 2 : seperti derajat 1, disertai perdarah spontan di kulit dan atau perdarahan lain

Derajat 2 : seperti derajat 1, disertai perdarah spontan di kulit dan atau perdarahan lain Demam berdarah dengue 1. Klinis Gejala klinis harus ada yaitu : a. Demam tinggi mendadak tanpa sebab yang jelas, berlagsung terus menerus selama 2-7 hari b. Terdapat manifestasi perdarahan ditandai dengan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Asia Tenggara termasuk di Indonesia terutama pada penduduk yang

BAB 1 PENDAHULUAN. Asia Tenggara termasuk di Indonesia terutama pada penduduk yang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypty dan atau Aedes albopictus. Infeksi virus

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Definisi Demam Berdarah Dengue (DBD) tanda-tanda kegagalan sirkulasi (WHO, 1997).

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Definisi Demam Berdarah Dengue (DBD) tanda-tanda kegagalan sirkulasi (WHO, 1997). BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Definisi Demam Berdarah Dengue (DBD) Demam dengue adalah penyakit febris-virus akut, seringkali ditandai dengan sakit kepala, nyeri tulang atau sendi dan otot, ruam dan leukopenia

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. disebabkan oleh virus dengue, terutama menyerang anak-anak yang bertendensi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. disebabkan oleh virus dengue, terutama menyerang anak-anak yang bertendensi BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Definisi DBD Penyakit Demam Berdarah Dengue adalah penyakit infeksi virus akut yang disebabkan oleh virus dengue, terutama menyerang anak-anak yang bertendensi menimbulkan syok

Lebih terperinci

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 TELAAH PUSTAKA

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 TELAAH PUSTAKA BAB II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 TELAAH PUSTAKA 2.1.1. Definisi DBD DBD merupakan suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui nyamuk, dimana sumber penularan utamanya adalah

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Dengue dan ditandai empat gejala klinis utama yaitu demam yang tinggi, manifestasi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Dengue dan ditandai empat gejala klinis utama yaitu demam yang tinggi, manifestasi BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. DBD (Demam Berdarah Dengue) DBD adalah penyakit demam akut yang disebabkan oleh empat serotype virus Dengue dan ditandai empat gejala klinis utama yaitu demam yang tinggi, manifestasi

Lebih terperinci

B A B PENDAHULUAN. terutama di daerah tropik dan subtropik. Insiden infeksi VD yang meliputi

B A B PENDAHULUAN. terutama di daerah tropik dan subtropik. Insiden infeksi VD yang meliputi B A B I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Infeksi Virus Dengeu (VD) hingga kini masih menjadi masalah kesehatan terutama di daerah tropik dan subtropik. Insiden infeksi VD yang meliputi Demam Dengue

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. (DHF) merupakan penyakit infeksi tropik yang disebabkan oleh virus dengue dan

BAB I PENDAHULUAN. (DHF) merupakan penyakit infeksi tropik yang disebabkan oleh virus dengue dan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) atau Dengue Hemorrhage Fever (DHF) merupakan penyakit infeksi tropik yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan oleh nyamuk

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 1. Penyebab timbulnya penyakit DHF. oleh virus dengue sejenis virus yang tergolong arbovirus (Arthropodborne

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 1. Penyebab timbulnya penyakit DHF. oleh virus dengue sejenis virus yang tergolong arbovirus (Arthropodborne BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) 1. Penyebab timbulnya penyakit DHF Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue sejenis virus yang tergolong

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. satu emerging disease dengan insiden yang meningkat dari tahun ke tahun. Data

BAB I PENDAHULUAN. satu emerging disease dengan insiden yang meningkat dari tahun ke tahun. Data BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia merupakan salah satu emerging disease dengan insiden yang meningkat dari tahun ke tahun. Data Kementerian Kesehatan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Demam Berdarah Dengue A.1. Definisi Demam Berdarah Dengue merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui nyamuk Aedes aegypti betina. 6 Demam

Lebih terperinci

Demam Berdarah. Maulidiana Indah

Demam Berdarah. Maulidiana Indah Demam Berdarah Dengue / DHF Maulidiana Indah 1010211180 demam berdarah dengue/dbd (dengue haemorrhagic fever/dhf) Etiologi Demam dengue dan demam berdarah dengue disebabkan oleh virus dengue, yang termasuk

Lebih terperinci

DAFTAR ISI Halaman SAMPUL DALAM... i LEMBAR PENGESAHAN... ii PENETAPAN PANITIA PENGUJI... iii KATA PENGANTAR... iv LEMBAR KEASLIAN KARYA TULIS

DAFTAR ISI Halaman SAMPUL DALAM... i LEMBAR PENGESAHAN... ii PENETAPAN PANITIA PENGUJI... iii KATA PENGANTAR... iv LEMBAR KEASLIAN KARYA TULIS ABSTRAK PERBEDAAN RERATA JUMLAH TROMBOSIT PADA PASIEN DEMAM BERDARAH DENGUE DENGAN MANIFESTASI PERDARAHAN NEGATIF-RINGAN DAN SEDANG-BERAT DI RSUP SANGLAH TAHUN 2015 Trombositopenia adalah salah satu dari

Lebih terperinci

MANUSIA/MASYARAKAT MAKHLUK SOSIAL

MANUSIA/MASYARAKAT MAKHLUK SOSIAL DBD PENYAKIT INFEKSI VIRUS DENGUE NYAMUK Aedes aegypty DAN A. albopictus MASALAH KESEHATAN MASYARAKAT 1 Diperkirakan 10 jt kasus pertahun Wabah pertama di Mesir dan Indonesia(1780) Peningkatan jumlah kasus

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Penyakit infeksi dengue adalah penyakit yang disebabkan oleh virus

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Penyakit infeksi dengue adalah penyakit yang disebabkan oleh virus 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Penyakit infeksi dengue adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue I, II, III, dan IV yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegepty dan Aedes albopticus.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Demam berdarah dengue (DBD) merupakan suatu penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh virus dengue. Virus ini ditransmisikan melalui cucukan nyamuk dari genus Aedes,

Lebih terperinci

BAB I Infeksi dengue adalah suatu infeksi arbovirus yang ditularkan melalui

BAB I Infeksi dengue adalah suatu infeksi arbovirus yang ditularkan melalui BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Infeksi dengue adalah suatu infeksi arbovirus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes aegypti atau aedes albopictus (Staf Pengajar Ilmu Kesehatan FKUI, 2002:Hal

Lebih terperinci

dr. Agustyas Tjiptaningrum, SpPK

dr. Agustyas Tjiptaningrum, SpPK dr. Agustyas Tjiptaningrum, SpPK TUJUAN PEMERIKSAAN LABORATORIUM Pemeriksaan laboratorium pada infeksi bertujuan: 1. Menegakkan diagnosis penyakit 2. Dasar pengobatan penyakit 3. Pemantauan perjalanan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah DBD merupakan penyakit menular yang disebabkan virus dengue. Penyakit DBD tidak ditularkan secara langsung dari orang ke orang, tetapi ditularkan kepada manusia

Lebih terperinci

UKK Infeksi & Penyakit Tropis Workshop DBD Denpasar, 3-4 Desember 2009

UKK Infeksi & Penyakit Tropis Workshop DBD Denpasar, 3-4 Desember 2009 DIAGNOSIS KLINIS DAN LABORATORIUM DEMAM BERDARAH DENGUE UKK Infeksi & Penyakit Tropis Workshop DBD Denpasar, 3-4 Desember 2009 MANIFESTATIONS OF THE DENGUE SYNDROME Dengue virus infection Asymptomatic

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. sekitar 90 % dan biasanya menyerang anak di bawah 15 tahun. 2. Demam berdarah dengue merupakan masalah kesehatan masyarakat karena

BAB I PENDAHULUAN. sekitar 90 % dan biasanya menyerang anak di bawah 15 tahun. 2. Demam berdarah dengue merupakan masalah kesehatan masyarakat karena BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit menular yang ditransmisikan oleh nyamuk Ae. Aegypti. 1 Menyebabkan banyak kematian pada anakanak sekitar 90 % dan biasanya

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Selama hampir dua abad penyakit Demam Berdarah (DB) disejajarkan

BAB I PENDAHULUAN. Selama hampir dua abad penyakit Demam Berdarah (DB) disejajarkan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Selama hampir dua abad penyakit Demam Berdarah (DB) disejajarkan dengan pilek atau diare yaitu sebagai penyesuaian diri seseorang terhadap iklim tropis. Namun sejak

Lebih terperinci

HUBUNGAN ANTARA HASIL PEMERIKSAAN DARAH LENGKAP DENGAN DERAJAT KLINIK INFEKSI DENGUE PADA PASIEN DEWASA DI RSUP Dr.

HUBUNGAN ANTARA HASIL PEMERIKSAAN DARAH LENGKAP DENGAN DERAJAT KLINIK INFEKSI DENGUE PADA PASIEN DEWASA DI RSUP Dr. HUBUNGAN ANTARA HASIL PEMERIKSAAN DARAH LENGKAP DENGAN DERAJAT KLINIK INFEKSI DENGUE PADA PASIEN DEWASA DI RSUP Dr. KARIADI SEMARANG LAPORAN HASIL KARYA TULIS ILMIAH Diajukan sebagai syarat untuk mengikuti

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Demam tifoid merupakan infeksi bakteri sistemik yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi yang dijumpai di berbagai negara berkembang terutama di daerah tropis

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN 2.1 Kajian Pustaka 2.1.1 Demam Berdarah Dengue 2.1.1.1 Definisi Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit menular yang ditransmisikan oleh nyamuk Ae. Aegypti.

Lebih terperinci

SMP kelas 8 - BIOLOGI BAB 6. SISTEM TRANSPORTASI PADA MANUSIALATIHAN SOAL

SMP kelas 8 - BIOLOGI BAB 6. SISTEM TRANSPORTASI PADA MANUSIALATIHAN SOAL SMP kelas 8 - BIOLOGI BAB 6. SISTEM TRANSPORTASI PADA MANUSIALATIHAN SOAL 1. Penyakit keturunan di mana penderitanya mengalami gangguan dalam pembekuan darah disebut... Leukopeni Leukositosis Anemia Hemofilia

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Demam berdarah atau Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) ialah. penyakit demam akut terutama menyerang pada anak-anak, dan saat ini

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Demam berdarah atau Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) ialah. penyakit demam akut terutama menyerang pada anak-anak, dan saat ini BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) 1. Definisi Demam berdarah atau Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) ialah penyakit demam akut terutama menyerang pada anak-anak, dan saat ini cenderung

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Demam Berdarah Dengue 1. Definisi Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan virus dengue, sejenis virus yang tergolong Arbovirus yang ditularkan oleh nyamuk

Lebih terperinci

Gambaran Aktifitas Enzim SGOT dan SGPT Pada Penderita Demam Berdarah Dengue di RSUD Dr. Hi. Abdoel Moeloek Bandar Lampung

Gambaran Aktifitas Enzim SGOT dan SGPT Pada Penderita Demam Berdarah Dengue di RSUD Dr. Hi. Abdoel Moeloek Bandar Lampung Gambaran Aktifitas Enzim SGOT dan SGPT Pada Penderita Demam Berdarah Dengue di RSUD Dr. Hi. Abdoel Moeloek Bandar Lampung Abstrak Nurminha Jurusan Analis Kesehatan Politeknik Kesehatan Kemenkes Tanjungkarang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. I. A. Latar Belakang. Infeksi dengue merupakan penyakit akut yang. disebabkan oleh virus dengue. Sampai saat ini dikenal

BAB I PENDAHULUAN. I. A. Latar Belakang. Infeksi dengue merupakan penyakit akut yang. disebabkan oleh virus dengue. Sampai saat ini dikenal BAB I PENDAHULUAN I. A. Latar Belakang Infeksi dengue merupakan penyakit akut yang disebabkan oleh virus dengue. Sampai saat ini dikenal ada empat macam serotipe virus dengue, yaitu DEN-1, DEN-2, DEN-3

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Demam Berdarah Dengue (DBD) 1. Definisi Demam Berdarah Dengue adalah salah satu bentuk klinis dari penyakit akibat infeksi dengan virus dengue pada manusia sebagai manifestasi

Lebih terperinci

BAB III BAHAN DAN METODE

BAB III BAHAN DAN METODE 17 BAB III BAHAN DAN METODE 3.1. BAHAN Sampel penelitian diambil dari medical record (catatan medis) rumah sakit Dr. Sardjito Yogyakarta pada tanggal 13-16 Desember 2005. Sampel terdiri dari data pasien

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. banyak ditemukan di daerah tropis dan sub-tropis. World Health Organization

BAB I PENDAHULUAN. banyak ditemukan di daerah tropis dan sub-tropis. World Health Organization BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu masalah penyakit banyak ditemukan di daerah tropis dan sub-tropis. World Health Organization (WHO) mencatat negara

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk betina Aedes aegypti

BAB I PENDAHULUAN. oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk betina Aedes aegypti BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk betina Aedes aegypti yang banyak ditemukan di

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Definisi Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) Menurut Ditjen PPM & PL (2001) dalam Fathi. et al. (2005), penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit akibat infeksi virus

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penyakit demam berdarah hingga saat ini masih merupakan masalah kesehatan yang sulit ditanggulangi di Indonesia. Jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia

Lebih terperinci

BAB IV METODE PENELITIAN. mengaitkan bidang Ilmu Penyakit Dalam, khususnya bidang infeksi tropis yaitu. Rumah Sakit Umum Pusat dr. Kariadi Semarang.

BAB IV METODE PENELITIAN. mengaitkan bidang Ilmu Penyakit Dalam, khususnya bidang infeksi tropis yaitu. Rumah Sakit Umum Pusat dr. Kariadi Semarang. BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Ruang Lingkup Penelitian Penelitian ini adalah penelitian di bidang Ilmu Kesehatan Anak dengan mengaitkan bidang Ilmu Penyakit Dalam, khususnya bidang infeksi tropis yaitu

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada awal tahun 2004 kita dikejutkan kembali dengan merebaknya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan jumlah kasus yang cukup banyak. Hal ini mengakibatkan sejumlah

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN 21 BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN 2.1 Kajian Pustaka 2.1.1 Demam Berdarah Dengue (DBD) 2.1.1.1 Definisi Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue, yang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) atau Dengue Hemorrhagic

BAB I PENDAHULUAN. Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) atau Dengue Hemorrhagic BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) atau Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. oleh virus dengue dengan gambaran klinis demam, nyeri otot dan nyeri sendi yang

BAB 1 PENDAHULUAN. oleh virus dengue dengan gambaran klinis demam, nyeri otot dan nyeri sendi yang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue dengan gambaran klinis demam, nyeri otot dan nyeri sendi yang disertai leukopenia,

Lebih terperinci

MACAM-MACAM PENYAKIT. Nama : Ardian Nugraheni ( C) Nifariani ( C)

MACAM-MACAM PENYAKIT. Nama : Ardian Nugraheni ( C) Nifariani ( C) Nama : Ardian Nugraheni (23111307C) Nifariani (23111311C) MACAM-MACAM PENYAKIT A. Penyakit DBD (Demam Berdarah Dengue) 1) Pengertian Terjadinya penyakit demam berdarah dengue disebabkan oleh virus dengue

Lebih terperinci

FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP LAMA RAWAT INAP PADA PASIEN DEMAM BERDARAH DENGUE DI RSUP DR KARIADI SEMARANG LAPORAN HASIL KARYA TULIS ILMIAH

FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP LAMA RAWAT INAP PADA PASIEN DEMAM BERDARAH DENGUE DI RSUP DR KARIADI SEMARANG LAPORAN HASIL KARYA TULIS ILMIAH FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP LAMA RAWAT INAP PADA PASIEN DEMAM BERDARAH DENGUE DI RSUP DR KARIADI SEMARANG LAPORAN HASIL KARYA TULIS ILMIAH Disusun untuk memenuhi sebagian syarat guna mencapai

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Amerika Selatan dan 900/ /tahun di Asia (Soedarmo, et al., 2008).

BAB I PENDAHULUAN. Amerika Selatan dan 900/ /tahun di Asia (Soedarmo, et al., 2008). BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Demam tifoid masih menjadi masalah kesehatan global bagi masyarakat dunia, terutama di negara yang sedang berkembang. Besarnya angka pasti pada kasus demam tifoid di

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Dengue merupakan penyakit mosquito-borne yang dapat. menyerang berbagai kelompok usia dan dapat berakibat fatal

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Dengue merupakan penyakit mosquito-borne yang dapat. menyerang berbagai kelompok usia dan dapat berakibat fatal 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dengue merupakan penyakit mosquito-borne yang dapat menyerang berbagai kelompok usia dan dapat berakibat fatal dalam waktu yang singkat (Setyawan, 2012 ; Hastuti,

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN PUSTAKA BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Gambaran Umum HIV/AIDS HIV merupakan virus yang menyebabkan infeksi HIV (AIDSinfo, 2012). HIV termasuk famili Retroviridae dan memiliki genome single stranded RNA. Sejauh ini

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Penyakit Demam Berdarah Dengue 1. Pengertian Penyakit DBD Demam dengue adalah demam virus akut yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti, disertai sakit kepala, nyeri otot, sendi

Lebih terperinci

UKDW BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Penyakit infeksi Dengue seperti DBD (Demam Berdarah Dengue) kini

UKDW BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Penyakit infeksi Dengue seperti DBD (Demam Berdarah Dengue) kini BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penyakit infeksi Dengue seperti DBD (Demam Berdarah Dengue) kini telah menjadi masalah kesehatan masyarakat dibanyak negara tropis Asia Tenggara dan wilayah Pasifik

Lebih terperinci

Penatalaksanaan DBD Pada Dewasa

Penatalaksanaan DBD Pada Dewasa Penatalaksanaan DBD Pada Dewasa Armon Rahimi Definisi : Demam Dengue : Demam akut 2 7 hari + 2 atau lebih : - Nyeri kepala - Nyeri retroorbital - Mialgia / artralgia - Ruam kulit - Manifestasi perdarahan

Lebih terperinci

BAB 3 KERANGKA TEORI DAN KERANGKA KONSEP PENELITIAN

BAB 3 KERANGKA TEORI DAN KERANGKA KONSEP PENELITIAN 13 BAB 3 KERANGKA TEORI DAN KERANGKA KONSEP PENELITIAN 3.1. Kerangka Teori Virus Dengue Lingkungan Vektor (Nyamuk) Host (Manusia) Faktor Demografis Jenis Kelamin Umur Demam Berdarah Dengue (DBD) Pekerjaan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. berwarna merah dan tidak transparan serta berada dalam suatu ruang. tertutup yang dinamakan pembuluh darah (Sadikin, 2001).

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. berwarna merah dan tidak transparan serta berada dalam suatu ruang. tertutup yang dinamakan pembuluh darah (Sadikin, 2001). BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Darah 1. Definisi Darah umumnya dipandang sebagai cairan tubuh yang kental, berwarna merah dan tidak transparan serta berada dalam suatu ruang tertutup yang dinamakan pembuluh

Lebih terperinci

CATATAN SINGKAT IMUNOLOGI

CATATAN SINGKAT IMUNOLOGI CATATAN SINGKAT IMUNOLOGI [email protected] Apakah imunologi itu? Imunologi adalah ilmu yang mempelajari sistem imun. Sistem imun dipunyai oleh berbagai organisme, namun pada tulisan ini sistem

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. masalah kesehatan masyarakat sejak diketemukannya kasus tersebut di Surabaya pada

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. masalah kesehatan masyarakat sejak diketemukannya kasus tersebut di Surabaya pada 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Di Indonesia penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) mulai menimbulkan masalah kesehatan masyarakat sejak diketemukannya kasus tersebut di Surabaya pada tahun 1968. Penyakit

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Penyakit DBD adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Penyakit DBD adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue 5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Demam Berdarah Dengue Penyakit DBD adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti, yang ditandai dengan demam mendadak

Lebih terperinci

TUGAS MATA KULIAH PENYAKIT TROPIK

TUGAS MATA KULIAH PENYAKIT TROPIK TUGAS MATA KULIAH PENYAKIT TROPIK Disusun Oleh : Kelompok 6 Tuti Yuinatun 25010113120033 Nurlaila 25010113120062 Zuyyinatul Mualifah 25010113120164 Deni Lestari 25010113120191 Zahrotul Mahmudati 25010113130347

Lebih terperinci

Gambar 1.1 Virus Dengue dengan TEM micrograph. Klasifikasi Virus Group: Group IV ((+)ssrna) Family:Flaviviridae Genus: Flavivirus Species:Dengue virus

Gambar 1.1 Virus Dengue dengan TEM micrograph. Klasifikasi Virus Group: Group IV ((+)ssrna) Family:Flaviviridae Genus: Flavivirus Species:Dengue virus Demam Dengue 1.1 Virus Dengue Demam Dengue (DD) dan Demam Berdarah Dengue (DBD) disebabkan oleh virus dengue yang termasuk kelompok B Arthtropod Borne Virus (Arbovirus) yang sekarang dikenal sebagai genus

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. disebabkan oleh Salmonella typhi (S.typhi), bersifat endemis, dan masih

BAB I PENDAHULUAN. disebabkan oleh Salmonella typhi (S.typhi), bersifat endemis, dan masih 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Demam tifoid merupakan penyakit infeksi tropik sistemik, yang disebabkan oleh Salmonella typhi (S.typhi), bersifat endemis, dan masih merupakan masalah kesehatan masyarakat

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN TEORI. Demam berdarah adalah infeksi akut yang disebabkan oleh arbovirus (arthropodborn

BAB II TINJAUAN TEORI. Demam berdarah adalah infeksi akut yang disebabkan oleh arbovirus (arthropodborn BAB II TINJAUAN TEORI A. Pengertian Demam berdarah adalah infeksi akut yang disebabkan oleh arbovirus (arthropodborn virus) dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes (Aedes Albopictus dan Aedes Aegypti

Lebih terperinci

Mengenal Penyakit Kelainan Darah

Mengenal Penyakit Kelainan Darah Mengenal Penyakit Kelainan Darah Ilustrasi penyakit kelainan darah Anemia sel sabit merupakan penyakit kelainan darah yang serius. Disebut sel sabit karena bentuk sel darah merah menyerupai bulan sabit.

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Dengue hemoragic fever 1. Pengertian Demam berdarah dengue/ DBD (dengue haemorragic fever/dhf) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue dengan manifestasi

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Demam tifoid merupakan masalah kesehatan yang penting di negara-negara

I. PENDAHULUAN. Demam tifoid merupakan masalah kesehatan yang penting di negara-negara 1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Demam tifoid merupakan masalah kesehatan yang penting di negara-negara berkembang, salah satunya di Indonesia. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Salmonella enterica

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN DEMAM BERDARAH DENGUE

BAB II TINJAUAN DEMAM BERDARAH DENGUE BAB II TINJAUAN DEMAM BERDARAH DENGUE 2.1 Sejarah Demam Berdarah Dengue Penyakit demam berdarah dengue pertama kali di temukan di Filiphina pada tahun 1953 dan menyebar ke berbagai negara. Di Indonesia

Lebih terperinci

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue. Factors Related to the Occurrences of Dengue Hemorrhagic Fever

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue. Factors Related to the Occurrences of Dengue Hemorrhagic Fever Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue Radita Dewi Prasetyani Fakultas Kedokteran Universitas Lampung Abstrak Demam berdarah dengue adalah penyakit menular yang disebabkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang International Non Goverment Organization (NGO) Forum on Indonesian Development (INFID) menyatakan bahwa Indonesia merupakan negara di Asia Tenggara dengan kematian

Lebih terperinci

BAHAYA AKIBAT LEUKOSIT TINGGI

BAHAYA AKIBAT LEUKOSIT TINGGI 1 BAHAYA AKIBAT LEUKOSIT TINGGI TUGAS I Disusun untuk memenuhi tugas praktikum brosing artikel dari internet HaloSehat.com Editor SHOBIBA TURROHMAH NIM: G0C015075 PROGRAM DIPLOMA III ANALIS KESEHATAN FAKULTAS

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. limfadenopati, trombositopenia dan diatesis hemoragik. 1

BAB I PENDAHULUAN. limfadenopati, trombositopenia dan diatesis hemoragik. 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Penyakit demam berdarah dengue atau yang disingkat sebagai DBD adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue dengan manifestasi klinis demam, nyeri

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Definisi Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit menular akut yang disebabkan oleh virus, mempunyai manifestasi pendarahan, yang banyak menyerang anak-anak dan dapat

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Dalam suatu penelitian Hammon, dkk (1956) berhasil menemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Dalam suatu penelitian Hammon, dkk (1956) berhasil menemukan BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Dengue Hemoragic Fever (DHF) 1. Penyebab Timbulnya Penyakit DHF Dalam suatu penelitian Hammon, dkk (1956) berhasil menemukan penyebab penyakit DHF yaitu virus dengue yang kemudian

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. oleh kuman TBC ( Mycobacterium tuberculosis). Sebagian besar kuman. lainnya seprti ginjal, tulang dan usus.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. oleh kuman TBC ( Mycobacterium tuberculosis). Sebagian besar kuman. lainnya seprti ginjal, tulang dan usus. BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tuberkulosis 1. Definisi Tuberkulosis Tuberkulosis adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman TBC ( Mycobacterium tuberculosis). Sebagian besar kuman tuberkulosis

Lebih terperinci

MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT MODUL - 2 PENILAIAN DAN KLASIFIKASI ANAK SAKIT UMUR 2 BULAN SAMPAI 5 TAHUN

MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT MODUL - 2 PENILAIAN DAN KLASIFIKASI ANAK SAKIT UMUR 2 BULAN SAMPAI 5 TAHUN MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT MODUL - 2 PENILAIAN DAN KLASIFIKASI ANAK SAKIT UMUR 2 BULAN SAMPAI 5 TAHUN PENDAHULUAN Seorang ibu akan membawa anaknya ke fasilitas kesehatan jika ada suatu masalah atau

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Flaviviridae dan ditularkan melalui vektor nyamuk. Penyakit ini termasuk nomor dua

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Flaviviridae dan ditularkan melalui vektor nyamuk. Penyakit ini termasuk nomor dua 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Infeksi dengue disebabkan oleh virus dengue yang tergolong dalam famili Flaviviridae dan ditularkan melalui vektor nyamuk. Penyakit ini termasuk nomor dua paling sering

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit yang terdapat pada anak dan dewasa dengan gejala utama demam, nyeri otot dan sendi, yang biasanya memburuk setelah dua hari

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. pada anak-anak. Indonesia merupakan negara dengan tingkat kejadian DBD

BAB 1 PENDAHULUAN. pada anak-anak. Indonesia merupakan negara dengan tingkat kejadian DBD BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan suatu penyakit endemik di daerah tropis yang memiliki tingkat kematian tinggi terutama pada anak-anak. Indonesia merupakan

Lebih terperinci

GAMBARAN SEROLOGIS IgG-IgM PADA PASIEN DEMAM BERDARAH DI RSUP SANGLAH PERIODE JULI-AGUSTUS 2014 ABSTRAK

GAMBARAN SEROLOGIS IgG-IgM PADA PASIEN DEMAM BERDARAH DI RSUP SANGLAH PERIODE JULI-AGUSTUS 2014 ABSTRAK GAMBARAN SEROLOGIS IgG-IgM PADA PASIEN DEMAM BERDARAH DI RSUP SANGLAH PERIODE JULI-AGUSTUS 204 Putu Gde Hari Wangsa, A.A. Wiradewi Lestari 2 Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas

Lebih terperinci

Ilmu Pengetahuan Alam

Ilmu Pengetahuan Alam Ilmu Pengetahuan Alam Sistem Peredaran Darah SEKOLAH DASAR TETUM BUNAYA Kelas Yupiter Nama Pengajar: Kak Winni Ilmu Pengetahuan Alam Sistem Peredaran Darah A. Bagian-Bagian Darah Terdiri atas apakah darah

Lebih terperinci