Pembuatan Robot Penjejak Garis Berbasis Visual Menggunakan Fuzzy logic controller
|
|
|
- Glenna Indradjaja
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Pembuatan Robot Penjejak Garis Berbasis Visual Menggunakan Fuzzy logic controller Riza Agung Firmansyah Jurusan Teknik Elektro Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya Abstrak Robot penjejak garis merupakan salah satu aplikasi robot yang sederhana. Robot ini biasa digunakan untuk media pembelajaran dan aplikasi industri. Untuk mengikuti garis maka robot harus dilengkapi sensor garis. Sensor yang biasa digunakan adalah photodioda. Penggunaan sensor photodioda memiliki masalah ketelitian karena keterbatasan mengenali posisi aktual robot. Hal tersebut dipengaruhi keterbatasan jumlah sensor yang digunakan. Salah satu sensor yang bisa mengatasi masalah ini adalah kamera. Dengan ketelitan yang lebih baik maka kombinasi masukan sistem kontrol yang digunakan lebih bervariasi. Sistem kendali yang dapat digunakan adalah fuzzy logic controller. Dengan penerapan fuzzy logic controller diharapkan mampu memperbaiki sistem kendali konvensional yang sudah biasa digunakan. Selain itu fuzzy logic controller mudah diatur dan tidak perlunya mengetahui model matematis dari robot. Dari pengujian yang telah dilakukan, robot mampu menuju steady state setelah melewati tikungan dalam rata-rata waktu,74 detik dengan nilai rata-rata error 74,7. Kata Kunci robot penjejak garis, kamera, fuzzy logic controller. Abstract Line tracer robot is one of robot simple application. This robot ussualy used for learning media and industrial aplication. To trace a line, robot must be equipped with line sensor. Sensor that commonly used is photodiode. Photodiode sensor has accuracy problems due to limitations to identify the actual position of the robot. Sensor that can solve this problem is camera. With better accuration, combination of control systems input that used is more varies. Control system that can be used is a fuzzy logic controller. Fuzzy logic controller is expected to improve the conventional control system that has been used. Furthermore, fuzzy logic controller easily tuned and do not need to find out mathematical model of the robot. From the experiment, robot is able to steady state after passing a curve in average time,74 second with average error value 74,7. Keywords line tracer robot, camera, fuzzy logic controller. II. PENDAHULUAN Line tracer robot atau robot penjejak garis sudah banyak digunakan dalam dunia pendidikan hingga industri. Robot ini memiliki kinerja yang cukup handal dan efisien dalam melakukan tugasnya. Hal ini dikarenakan robot hanya memerlukan algoritma pembacaan garis dan sistem kendali pergerakan. Di dalam dunia pendidikan, line tracer merupakan salah satu robot yang mudah untuk dibuat sehingga tepat untuk dijadikan bahan belajar pembuatan robot dan pemrograman. Sedangkan aplikasinya dalam industri umumnya digunakan untuk mengangkut barang dari satu tempat ke tempat lain []. Sistem deteksi garis merupakan salah satu bagian terpenting dalam robot pengikut garis. Keberhasilan robot untuk berjalan dengan baik atau tidak sangat tergantung pada sistem deteksi garis yang dibuat. Pada umumnya sistem deteksi garis pada line tracer robot menggunakan sensor warna [2], [3], magnetic sensor [4], maupun menggunakan kamera [5][6][7][8]. Permasalahan yang muncul dalam sistem deteksi garis adalah gangguan pencahayaan. Hal ini berakibat robot tidak mampu mendeteksi garis melengkung saat cahaya redup [2]. Tingkat ketelitian sensor juga mempengaruhi performa robot. Kemampuan robot dalam mendeteksi variasi posisi aktual berbanding lurus dengan jumlah sensor yang digunakan. Penelitian [3] dan [4], memiliki kemampuan mendeteksi garis dalam lingkungan redup namun hanya menggunakan 3 sensor. Hal ini menyebabkan robot hanya mampu mengenali 3 posisi yaitu kanan, tengah, dan kiri. Keterbatasan informasi mengenai posisi aktual robot menyebabkan sistem kendali yang dibuat kurang fleksibel. Penelitian [5] menggunakan kamera sebagai sensor pendeteksi garis. Sensor garis menggunakan kamera akan memberikan variasi posisi aktual yang lebih banyak. Robot yang telah dibuat juga mampu mengenali garis dengan baik. Namun penerapan sistem kendali yang digunakan masih menggunakan kontrol proporsional. Menyebabkan kemampuan robot saat melewati tikungan kurang baik. Sehingga untuk meningkatkan kemampuan robot dalam melewati tikungan, diperlukan sistem kendali yang lebih baik. Salah satu sistem kendali yang bisa digunakan adalah fuzzy logic controller (FLC). Penelitian [6][7] telah menerapkan fuzzy logic controller pada robot penjejak garis dengan sensor kamera. FLC yang digunakan diterapkan pada sebuah laptop sehingga dimensinya cukup besar. Kamera yang digunakan juga harus diproses menggunakan laptop. Robot dalam penelitian [8] menggunakan kamera OV767 dengan unit pemroses STM32F4 sehingga dimensinya lebih kecil. Namun kamera OV767 yang digunakan hanya mampu menampilkan gambar dengan resolusi 76 x 44.
2 2 Berdasarkan permasalahan tersebut maka dalam penelitian ini dibuat sebuah sistem kendali FLC yang diterapkan pada sebuah robot penjejak garis. Sensor yang digunakan adalah kamera Raspberry Camera yang mampu menampilkan gambar dengan resolusi 64 x 48. Unti pemroses yang digunakan adalah mini komputer Raspberry Pi sehingga dimensi robot lebih kecil. III. TINJAUAN PUSTAKA Robot penjejak garis atau line tracer robot merupakan robot yang mampu bergerak mengikuti garis yang telah dibuat. Robot ini pada umumnya digunakan untuk media pembelajaran pada tingkat sekolah maupun universitas. Selain itu, line tracer robot juga digunakan di dalam industri seperti yang ditunjukan pada Gambar. Dalam industri, biasanya robot ini digunakan untuk mengangkut barang sesuai dengan line produksi [], [9]. Pada umumnya robot line tracer menggunakan sensor garis yang terbuat dari pasangan LED dan sensor cahaya [3][]. Sensor cahaya yang digunakan pada umumnya adalah photodiode, LDR, maupun sensor warna. Sensor tersebut membaca intensitas pantulan cahaya yang dipancarkan oleh LED. Saat cahaya LED mengenai warna hitam maka pantulan yang diterima oleh sensor lebih sedikit dari pada pantulan saat cahaya LED mengenai warna putih. Sensor cahaya lain yang biasa digunakan adalah sensor warna. Pada penelitianya, [2] memiliki kendala pada cahaya redup. Saat cahaya redup, sensor tidak mampu mendeteksi garis lengkung. Penelitian [4] yang menggunakan magnetic sensor tidak terpengaruh oleh pencahayaan namun jalur yang digunakan harus menggunakan garis yang terbuat dari logam. Selain itu jumlah posisi yang mampu dideteksi robot hanya sejumlah sensor yang digunakan. Penggunaan sensor yang hanya mampu mengenali posisi yang terbatas menyebabkan sistem kendali yang dibuat kurang fleksibel. Permasalahan ini juga dialami [3][2] yang hanya menggunakan 4 pasang sensor. Sehingga untuk mendapatkan sistem kendali yang lebih fleksibel maka sensor yang digunakan harus mampu mengenali lebih banyak posisi robot. Salah satu sensor yang bisa digunakan adalah kamera. Kamera mampu mengambil gambar dengan resolusi tertentu. Untuk mendeteksi lebar garis, bisa ditentukan berdasarkan jumlah piksel pada sumbu horizontal. Sebagai contoh, jika kamera memiliki resolusi 64x48 piksel maka kamera tersebut memiliki jumlah piksel pada sumbu horizontal sebesar 64 piksel. Sehingga dengan menggunakan kamera tersebut maka robot mampu mengenali 64 posisi. Pada penelitianya [5] menggunakan kamera webcam dengan unit pemroses data menggunakan mini komputer raspberry pi. Robot yang dibuat mampu mengenali garis dengan baik. Namun penerapan sistem kendali yang digunakan masih menggunakan kontrol proporsional. Hal tersebut berakibat robot memiliki keberhasilan yang rendah saat melewati tikungan. Jurnal Arus Elektro Indonesia (JAEI) Gambar. AGV dengan sensor kinect pada penelitian [9] Gambar 2. Kombinasi pembacaan sensor penelitian [3] Dengan memanfaatkan kamera sebagai sensor maka lokasi garis dapat diketahui dengan mengolah citra atau gambar yang telah diambil kamera. Proses pengolahan citra ini dilakukan secara software yang dijalankan komputer. pada umumnya proses pengolahan citra diawali dengan preprosesing yang meliputi konversi RGB ke grayscale, filter, segmentasi dan lain-lain. Untuk mempermudah proses tersebut, tahap preprosesing dan proses pengolahan citra lainya dapat mengguanakan tools opencv. Penelitian [5] menggunakan mini komputer raspberry pi untuk unit pemroses data. Raspberry PI merupakan salah satu jenis mini komputer yang sering digunakan untuk keperluan embedded system. Hal ini didukung oleh beberapa fitur raspberry yang hampir setara dengan personal komputer pada umumnya []. Selain kinerja prosesor yang cukup baik, raspberry PI mampu untuk menjalankan program pengolahan citra digital. Selain itu, raspberry PI juga mendukung atau kompatible dengan tools pengolahan citra digital opencv. Penelitian [6] menggunakan laptop sebagai unit pemroses. Sensor yang digunakan adalah kamera yang memiliki resolusi 24 x 32. Kamera tersebut terhubung secara langsung melalui port USB. Gambar yang diambil oleh kamera diproses oleh laptop dan selanjutnya dijadikan acuan sistem kendali. Dimensi robot yang dibuat relatif besar sebab laptop harus berada dalam robot. Robot dalam penelitian [7] memiliki konsep yang hampir sama dengan [6]. Namun hubungan antara kamera dengan laptop menggunakan komunikasi wireless. Dengan cara tersebut, dimensi robot relatif lebih kecil dibandingkan robot [6] karena laptop dan robot terpisah. Penelitian [8] menggunakan kamera OV767 dengan unit pemroses mikrokontroler STM32F4. Dimensi robot lebih kecil dibandingkan robot[6] dan [7]. Namun resolusi kamera yang digunakan cukup kecil yaitu 76 x 44. Penelitian [6], [7], dan [8] menggunakan fuzzy logic controller sebagai sistem kendalinya. Penelitian [6], dan [7] menerapkan fuzzy logic controller menggunakan software
3 matlab. Dengan matlab pembuatan fuzzy logic controller jauh lebih mudah. Namun untuk aplikasi embedded hal ini tidak bisa dilakukan. Sebab matlab hanya dapat dioperasikan di sistem operasi windows. [8] menerapkan sistem kendalinya pada mikrokontroler sehingga bisa untuk aplikasi embedded. Namun hanya menggunakan tiga jenis variabel linguistik pada input membership function seperti yang ditunjukan Gambar 3. Fuzzy logic controller dibuat melalui tiga langkah utama yaitu fuzzifikasi, evaluasi rule atau inference, dan defuzzifikasi. Fuzzifikasi merupakan proses untuk mengubah variabel crisp (variabel numerik) menjadi variabel fuzzy (variabel linguistik). Nilai masukan yang dikuantisasi sebelumnya diolah oleh FLC dan kemudian diubah ke dalam variabel fuzzy. Melalui membership function (fungsi keanggotaan) yang telah disusun, maka dari masukan tersebut didapatkan derajat keanggotaan bagi masing-masing masukan. Membership function adalah suatu fungsi (kurva) yang menunjukkan pemetaan titik-titik input data ke dalam nilai keanggotaannya (derajat keanggotaan) yang memiliki interval antara sampai. Membership function yang digunakan pada umumnya adalah fungsi segitiga, trapesium, sigmoid, dll. Fungsi segitiga menghasilkan nilai keanggotaan yang linier. Persamaan () menunjukan cara untuk mendapatkan nilai keanggotaan dengan fungsi segitiga.... () Langkah berikutnya adalah proses evaluasi rule atau inference. Masing-masing rule merepresentasikan hubungan antara input dan output menggunakan aturan if-then. Proses evaluasi rule mengevaluasi derajat keanggotaan tiap-tiap fungsi keanggotaan himpunan fuzzy masukan ke dalam basis aturan yang telah ditetapkan. Dengan aturan tersebut kemudian disusun sebuah tabel evaluasi rule untuk mempermudah proses pemrograman kontrol. Tujuan dari evaluasi aturan ini adalah menentukan derajat keanggotaan dari keluaran fuzzy. Setelah mendapatkan derajat keanggotaan dan melakukan evaluasi rule maka langkah berikutnya adalah proses defuzzifikasi. Proses defuzzifikasi adalah proses mengubah variabel fuzzy menjadi variabel crisp. Hingga proses evaluasi rule nilai yang didapatkan masih berupa variabel fuzzy (linguistik) sehingga agar perlu dikonversi lagi menjadi variabel crisp (numerik). Defuzzifikasi dapat dilakukan dengan beberapa cara salah satunya adalah centre of gravity. Defuzzifikasi dengan centre of gravity dilakukan dengan (2).... (2) Pada umumnya keluaran sebuah sistem kendali adalah berupa sinyal untuk mengendalikan motor. Namun sinyal kendali yang dihasilkan tidak selalu dapat dihubungkan ke motor. Maka untuk menghubungkan sinyal kendali dengan motor dibutuhkan sebuah rangkaian driver motor. Penelitian [5] menggunakan driver motor L298 yang merupakan dual H- bridge motor driver. Rangkaian driver ini mampu mengendalikan dua buah motor dengan arus hingga 3A. Modul driver L298 ditunjukan pada Gambar 5. Motor DC akan berputar saat muncul medan magnet pada kumparan jangkar (rotor) dan kumparan medan (stator). Medan magnet yang dihasilkan berasal dari arus listrik yang disuplai ke dua kumparan tersebut. Untuk meringkas konstruksi motor DC, maka kumparan medan dapat diganti dengan magnet permanen. Beberapa jenis motor dc telah dilengkapi dengan gearbox sehingga beban langsung bisa dihubungkan ke poros motor. Motor jenis ini salah satunya adalah Mabuchi RF-37CA-227 seperti yang ditunjukan pada Gambar 6. Motor dc ini memiliki kecepatan tanpa beban hingga 6 RPM dengan torsi 37 gr-cm. Tegangan kerja motor ini sebesar 2V dengan konsumsi arus 62mA [2]. Gambar 5. Rangkaian driver motor L298[5] µinput a Xcrisp b c Gambar 4. Fungsi keanggotaan segitiga 3 Gambar 3. Variabel lingusitik pada penelitian [8] Gambar 6. Bentuk fisik Mabuchi RF-37CA-227 [9].
4 4 IV. METODOLOGI A. Perancangan Sistem Mekanik Robot Tahap pertama penelitian ini adalah membuat sistem mekanik robot. Sistem mekanik yang dibuat meliputi chassis, sistem kemudi, serta penentuan posisi roda, dan sensor. Robot dibuat menggunakan chassis berbahan acrylic dengan dimensi panjang 22 cm dengan lebar 8 cm. Pemilihan bahan acrylic disebabkan acrylic berbobot ringan dan mudah untuk dipotong atau dibentuk sesuai keinginan. Hasil robot yang dibuat dapat dilihat pada Gambar 7. Sistem kemudi menggunakan differential drive sehingga robot memiliki dua buah roda penggerak dan roda bebas. Roda yang digunakan memiliki diameter 65mm langsung dihubungkan ke poros motor. Hal ini dapat dilakukan karena motor dc yang digunakan telah dilengkapi dengan gearbox. Jarak roda dengan ujung depan robot cm 5 dan antar roda sejauh 2 cm. Kamera diletakan di bagian depan robot menghadap lintasan dengan sudut 45 O. B. Perancangan Hardware Robot yang dibuat memiliki beberapa bagian utama antara lain rangkaian regulator, raspberry pi, kamera, motor dc dan driver motor. Rangkaian regulator digunakan untuk menurunkan tegangan catu daya menjadi 5V. Regulator diperlukan karena raspberry pi dan kamera memerlukan tegangan 5V. Selain raspberry pi dan kamera, rangkaian driver motor juga memerlukan tegangan 5V untuk tegangan logika. Rangkaian regulator yang digunakan adalah regulator LM2576 yang mampu mensuplai arus hingga 3A. Blok diagram hardware penelitian ini ditunjukan pada Gambar 8. C. Perancangan Fuzzy logic controller Untuk menjalankan robot, digunakan sebuah sistem kendali. Sistem kendali yang digunakan adalah fuzzy logic controller. Pemilihan fuzzy logic controller ini dikarenakan tidak memerlukan model matematika dari robot. Selain itu fuzzy logic controller juga lebih sederhana dibandingkan sistem kendali cerdas lainya. Blok diagaram sistem kendali dapat dilihat pada Gambar 9. Gambar 7. Robot yang telah dibuat dari bahan acrylic KAMERA Citra RASPBERRY PI Sinyal kontrol MOTOR KIRI DRIVER MOTOR Tegangan Tegangan MOTOR KANAN Gambar 8. Blok diagram hardware Jurnal Arus Elektro Indonesia (JAEI) Hasil ekstraksi fitur merupakan pembacaan aktual sensor dan dibandingkan dengan set poin. Selisih pembacaan aktual sensor dan set poin adalah nilai error. Nilai error ini dijadikan masukan fuzzy logic controller. Keluaran fuzzy logic controller ini adalah nilai duty cycle pulse width modulation (PWM) yang digunakan untuk mengatur kecepatan motor. Putaran motor mengakibatkan posisi aktual robot akan berubah sehingga citra yang diambil kamera juga berbeda dengan frame sebelumnya. Proses fuzzifikasi dalam fuzzy logic controller yang diterapkan menggunakan input membership function seperti yang ditunjukan pada Gambar dan. Sedangkan output membership function yang digunakan ditunjukan pada Gambar 2. Dari membership function tersebut akan didapatkan nilai atau derajat keanggotaan. Masing-masing nilai keanggotaan tersebut kemudian dimasukan sebuah proses evaluasi rule yang nilainya ditunjukan Tabel I dan Tabel II. Setelah proses evaluasi rule dilakukan selanjutnya dilakukan proses defuzzifikasi menggunakan (2). Hasil proses ini adalah didapatkanya nilai duty cycle sinyal PWM yang diberikan ke rangkaian driver motor. Masukan fuzzy logic controller berupa error yang terjadi antara set poin dengan pembacaan aktual. Selain nilai error, nilai selisih error aktual dengan error kondisi sebelumnya juga dijadikan sebagai masukan. Nilai ini disebut selisih error atau delta error (Δe). Kombinasi dari kedua masukan ini dinyatakan ke dalam bentuk evaluasi rule dengan keluaran berupa kecepatan tiap roda. Set poin + - /z Error Posisi Aktual Δe FUZZY LOGIC CONTROLLER PENGOLAHAN CITRA DAN EKSTRAKSI FITUR θkanan θkiri Citra BODI ROBOT KAMERA Gambar 9. Blok diagram fuzzy logic controller µ -B -K Nol +K +B V robot Θ robot error Gambar. Fungsi keanggotaan input error µ -B -K Nol +K +B Δerror Gambar. Fungsi keanggotaan output Δerror Stop pelan sedang cepat sangat cepat µ duty cycle Gambar 2. Fungsi keanggotaan keluaran
5 D. Ekstraksi Fitur Untuk mendapatkan pembacaan aktual posisi robot berdasarkan pembacaan kamera diperlukan proses ekstraksi fitur. Proses ini diawali dengan mengolah citra yang telah diambil oleh kamera. Citra pembacaan kamera memiliki format warna RGB. Citra RGB selanjutnya dikonversi menjadi gryascale untuk mempermudah proses ekstraksi fitur. Citra grayscale hasil konversi ditunjukan pada Gambar 3. Citra yang didapatkan dikonversi menjadi citra grayscale kemudian melakukan proses thresholding. Proses thresholding dilakukan untuk membedakan garis lintasan dengan background. Tiap piksel citra grayscale yang memiliki intensitas di atas nilai threshold diubah menjadi warna putih dan jika dibawah nilai threshold maka diubah menjadi warna hitam. Hasil proses thresholding dapat dilihat pada Gambar 4. error error TABEL I EVALUASI RULE RODA KIRI Δerror - Besar - Kecil Nol + Kecil + Besar - B sedang sedang cepat cepat cepat - K sedang sedang cepat cepat cepat Nol pelan sedang cepat cepat cepat + K pelan pelan sedang sedang cepat + B stop pelan pelan pelan sedang TABEL II EVALUASI RULE RODA KANAN Δerror - Besar - Kecil Nol + Kecil + Besar - B sedang pelan pelan pelan stop - K cepat sedang sedang pelan pelan Nol cepat cepat cepat sedang pelan + K cepat cepat cepat sedang sedang + B cepat cepat cepat sedang sedang Piksel yang dibaca dan dijadikan sebagai data posisi aktual robot hanya yang berada sepanjang garis abu-abu horizontal pada Gambar 4. Sehingga jumlah piksel yang digunakan sebagai acuan hanya 64. Hal ini disebabkan resolusi citra yang diambil sebesar 64x48 piksel. Titik tengah acuan berada pada piksel di kolom 32 yang ditunjukan garis abuabu vertikal pada Gambar 4. Piksel yang berada di sisi kiri garis vertikal memberikan posisi aktual negatif sedangkan sisi kanan memberikan posisi aktual positif. Dengan cara tersebut maka rentang pembacaan posisi aktual memiliki nilai antara - 32 hingga +32. V. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengujian dilakukan dengan menggunakan sebuah lintasan yang memiliki empat tikungan dengan radius yang berbeda. Radius ke empat tikungan masing-masing sebesar cm, 5 cm, 25 cm, dan 3 cm. Lintasan yang digunakan ditunjukan pada Gambar 5. Garis melintang diletakan dalam lintasan tepat sebelum masuk tikungan. Garis ini berfungsi untuk memberikan informasi kepada robot bahwa telah memasuki tikungan. Sehingga saat robot mendeteksi garis ini, robot mengaktifkan timer dan menghitung waktu tempuh hingga kondisi steady state. Pengambilan data dilakukan pada tiap tikungan. Data yang diambil dalam pengujian ini adalah settling time robot dalam melewati tikungan. Settling time dihitung setelah robot memasuki tikungan hingga menuju ke keadaan steady state. Selain settling time, data yang diamati adalah nilai error maksimal yang terjadi. Gambar 6 menunjukan performa robot saat melewati tikungan dengan radius cm. Garis berwarna merah menunjukan nilai error yang terjadi. Garis vertikal warna biru menunjukan waktu robot saat masuk tikungan dan warna kuning menunjukan waktu robot saat mencapai steady state. Dari Gambar 6 settling time yang didapatkan adalah,56 detik. Pada tikungan dengan radius 5 cm, robot membutuhkan waktu,69 detik untuk menuju steady state. Nilai error terbesar yang terbaca oleh robot adalah 8. Error ini lebih rendah jika dibandingkan dengan radius cm namun settling time yang dibutuhkan lebih lama. Performa robot saat melewati radius 5 cm, 25 cm, dan 3 cm masing-masing ditunjukan pada gambar 7, 8, dan 9. Gambar 3. Citra grayscale hasil konversi. Radius 3 cm Radius cm Radius 25 cm Radius 5 cm 5 Gambar 4. Citra hasil proses thresholding. Gambar 5. Lintasan yang digunakan
6 TABEL IIII HASIL PENGUJIAN Gambar 6. Hasil pengujian dengan radius tikungan cm. Settling time Maksimal error Radius Tikungan No (detik) (piksel) (cm) Rata-rata Std deviasi Rata-rata Std deviasi,6,26 6,9 3,65 2 5,67,4 84,4 6,5 3 25,82,33 54,36 5,89 4 3,86,36 43,4 43,4 Rata-rata pada seluruh tikungan,74,26 74,7 29,34 tikungan dan rata-rata akhir. Nilai rata-rata yang didapatkan ditunjukan pada tabel III. 6 Gambar 7. Hasil pengujian dengan radius tikungan 5 cm. Gambar 8. Hasil pengujian dengan radius tikungan 25 cm. Gambar 9. Hasil pengujian dengan radius tikungan 3 cm. Pengujian yang dilakukan sebanyak 5 kali putaran. Pada setiap putaran robot membaca 4 jenis tikungan. Setelah melewati garis penanda masuk tikungan, robot mengitung waktu yang dibutuhkan hingga menuju steady state. Waktu tersebut kemudian disimpan dalam format textfile sehingga semua data dari putaran pertama hingga 5 bisa diamati. Dari semua data yang telah didapatkan, dihitung nilai rata-rata tiap VI. KESIMPULAN (PENUTUP) Dalam pengujian yang telah dilakukan dalam penelitian ini, robot mampu melewati tikungan dengan baik. Semakin besar radius tikungan error yang terjadi cenderung lebih kecil namun waktu menuju steady state lebih lama. Sebaliknya, semakin kecil radius tikungan maka error yang terjadi semakin besar namun settling time lebih cepat. Rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk steady state adalah,74 detik dengan error rata-rata 74,7. REFERENSI [] Kumar, K.Kishore et al, Design of Automatic Guided Vehicles, international Journal of Mechanical Engineering and Technology (IJMET) Volume 3, Issue, January- April, pp , 22. [2] Romadhon, A.S, dan Fuad, Muhammad, Perancangan Sistem Kontrol Gerakan Pada Robot Line Tracer, Jurnal Ilmiah Mikrotek Vol., No. pp , 23. [3] Janis, D.A.N et al, Rancang Bangun Robot Pengantar Makanan Line Follower, e-journal Teknik Elektro dan Komputer UNSRAT pp [4] Rashid, M.Z.A. et al, Metal Line Detection: A New Sensory System For Line Following Mobile Robot,Journal of Theoretical and Applied Information Technology Vol.64 No.3 pp , 24. [5] Karim, Muhammad. et al, Robot Line Follower Berbasis Raspberry Pi Dengan Sensor Kamera, jurnal skripsi dan tugas akhir STMIK GIMDP, 25. [6] INK Wardana, et al, Laptop-Based robot Sebagai Pramusaji Restoran Dengan Menerapkan Metode Pengolahan Citra Dan Kontrol Fuzzy, Proceedings Seminar Nasional Teknik Elektro (FORTEI 26) Departemen Teknik Elektro Undip, 26. [7] Uzer, MS and Yilmaz, N., A real-time object tracking by using fuzzy controller for vision-based mobile robot, Scientific Research and Essays Vol. 6(22), pp , 7 October, 2. [8] Rizal, M.,Djuriatno,W.,Rif an,m. Implementasi Kamera OV767 Sebagai Pendeteksi Garis Pada Robot Line Follower, Jurnal Mahasiswa TEUB Vol, No 5 (23). [9] Gulalkari, A.V. et al, Kinect Camera Sensor-based Object Tracking and Following of Four wheel Independent Steering Automatic Guided Vehicle Using Kalman Filter,International Conference on Control, Automation and Systems pp , 25. [] Sen, P.K. et al, Solar Using Line Follower Robot with Robotic Arm, International Journal of Novel Research in Electrical and Mechanical Engineering Vol. 3, Issue, pp: (35-44) 26. [] RS Component, Raspberry pi 3 model B datasheet, 26. [2] Kysan electonics, Datasheet Mabuchi RF-37CA-227, 25.
BAB III PERANCANGAN Sistem Kontrol Robot. Gambar 3.1. Blok Diagram Sistem
BAB III PERANCANGAN Pada bab ini akan dijelaskan mengenai perancangan sistem yang meliputi sistem kontrol logika fuzzy, perancangan perangkat keras robot, dan perancangan perangkat lunak dalam pengimplementasian
IMPLEMENTASI FUZZY LOGIC CONTROLLER PADA ROBOT LINE FOLLOWER
PROSIDING SEMINAR NASIONAL TEKNOLOGI IV Samarinda, November IMPLEMENTASI FUZZY LOGIC CONTROLLER PADA ROBOT LINE FOLLOWER Supriadi, Ansar Rizal Prodi Teknik Komputer, Jurusan Teknologi Informasi, Politeknik
DAFTAR ISI. HALAMAN JUDUL... i. HALAMAN PENGESAHAN... ii. HALAMAN PERNYATAAN... iii. KATA PENGANTAR... iv. MOTO DAN PERSEMBAHAN... v. DAFTAR ISI...
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... i HALAMAN PENGESAHAN... ii HALAMAN PERNYATAAN... iii KATA PENGANTAR... iv MOTO DAN PERSEMBAHAN... v DAFTAR ISI... vi DAFTAR GAMBAR... viii DAFTAR TABEL... x ABSTRAK... xi ABSTRACT...
Ahmadi *1), Richa Watiasih a), Ferry Wimbanu A a)
Prosiding Seminar Nasional Teknologi Elektro Terapan 2017 Vol.01 No.01, ISSN: 2581-0049 Ahmadi *1), Richa Watiasih a), Ferry Wimbanu A a) Abstrak: Pada penelitian ini metode Fuzzy Logic diterapkan untuk
Implementasi Kamera OV7670 Sebagai Pendeteksi Garis Pada Robot Line Follower
Implementasi Kamera OV7670 Sebagai Pendeteksi Garis Pada Robot Line Follower Muhammad Rizal 1, Waru Djuriatno,ST.,MT 2., Mochammad Rif an, ST., MT. 3 1 Mahasiswa Teknik Elektro UB, 2,3 Dosen Teknik Elektro
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Mikrokontroller AVR Mikrokontroller adalah suatu alat elektronika digital yang mempunyai masukan serta keluaran serta dapat di read dan write dengan cara khusus. Mikrokontroller
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM 3.1 Perancangan Sistem Secara Umum Sistem pada penelitian ini akan menyeimbangkan posisi penampang robot dengan mengenal perubahan posisi dan kemudian mengatur kecepatan. Setiap
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di era globalisasi sekarang ini teknologi dan informasi semakin berkembang pesat, begitu juga teknologi robot. Robotika merupakan bidang teknologi yang mengalami banyak
PERANCANGAN MOBILE ROBOT DENGAN SENSOR KAMERA MENGGUNAKAN SISTEM KENDALI FUZZY
PERANCANGAN MOBILE ROBOT DENGAN SENSOR KAMERA MENGGUNAKAN SISTEM KENDALI FUZZY Lasti Warasih H E-mail : lushtea @gmailcom Abstrak Manusia selalu ingin menciptakan robot yang dapat bernavigasi seperti dirinya
ABSTRAK Robovision merupakan robot yang memiliki sensor berupa indera penglihatan seperti manusia. Untuk dapat menghasilkan suatu robovision, maka
ABSTRACT Robovision is a robot that has a sensor in the form of the human senses such as vision. To be able to produce a robovision, it is necessary to merge the technologies of robotics and computer vision
BAB III METODE PENELITIAN. pada blok diagram tersebut antara lain adalah webcam, PC, microcontroller dan. Gambar 3.1 Blok Diagram
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Model Penelitian Pengerjaan Tugas Akhir ini dapat terlihat jelas dari blok diagram yang tampak pada gambar 3.1. Blok diagram tersebut menggambarkan proses dari capture gambar
BAB I PENDAHULUAN. Universitas Internasional Batam
1 BAB I PENDAHULUAN 1 Latar Belakang Aktifitas keseharian yang kerap dilakukan manusia tidak luput dari bantuan teknologi untuk memudahkan prosesnya. Salah satu teknologi yang akrab dan sering digunakan
Perancangan dan Implementasi Embedded Fuzzy Logic Controller Untuk Pengaturan Kestabilan Gerak Robot Segway Mini. Helmi Wiratran
Perancangan dan Implementasi Embedded Fuzzy Logic Controller Untuk Pengaturan Kestabilan Gerak Robot Segway Mini 1 Helmi Wiratran 2209105020 2 Latarbelakang (1) Segway PT: Transportasi alternatif dengan
IMPLEMENTASI KONTROL LOGIKA FUZZY PADA SISTEM KESETIMBANGAN ROBOT BERODA DUA
IMPLEMENTASI KONTROL LOGIKA FUZZY PADA SISTEM KESETIMBANGAN ROBOT BERODA DUA Shanty Puspitasari¹, Gugus Dwi Nusantoro, ST., MT 2., M. Aziz Muslim, ST., MT., Ph.D 3, ¹Mahasiswa Teknik Elektro. 2 Dosen Teknik
Implementasi Metode Fuzzy Logic Controller Pada Kontrol Posisi Lengan Robot 1 DOF
Implementasi Metode Fuzzy Logic Controller Pada Kontrol Posisi Lengan Robot 1 DOF ndik Yulianto 1), gus Salim 2), Erwin Sukma Bukardi 3) Prodi Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Internasional
OTOMASI PEMISAH BUAH TOMAT BERDASARKAN UKURAN DAN WARNA MENGGUNAKAN WEBCAM SEBAGAI SENSOR
Seminar Nasional Ilmu Komputer dan Aplikasinya SNIKA 2008 27/11/2008 OTOMASI PEMISAH BUAH TOMAT BERDASARKAN UKURAN DAN WARNA MENGGUNAKAN WEBCAM SEBAGAI SENSOR Thiang, Leonardus Indrotanoto Jurusan Teknik
PERANCANGAN PROTOTYPE ROBOT SOUND TRACKER BERBASIS MIKROKONTROLER DENGAN METODE FUZZY LOGIC
PERANCANGAN PROTOTYPE ROBOT SOUND TRACKER BERBASIS MIKROKONTROLER DENGAN METODE FUZZY LOGIC SKRIPSI Oleh MUHAMMAD RENDRA TRIASMARA NIM 071910201015 PROGRAM STUDI STRATA-1 TEKNIK ELEKTRO JURUSAN TEKNIK
PERANCANGAN KONTROLER LOGIKA FUZZY UNTUK TRACKING CONTROL PADA ROBOT SUMO
PERANCANGAN KONTROLER LOGIKA FUZZY UNTUK TRACKING CONTROL PADA ROBOT SUMO STANDAR OPERASI PROSEDUR (S.O.P) Disusun Untuk Memenuhi Syarat Menyelesaikan Pendidikan Diploma III Pada Jurusan Teknik Elektro
RANCANG BANGUN ROBOT PENGIKUT GARIS (LINE FOLLOWER) MENGGUNAKAN SENSOR INFRA MERAH (PHOTODIODE)
RANCANG BANGUN ROBOT PENGIKUT GARIS (LINE FOLLOWER) MENGGUNAKAN SENSOR INFRA MERAH (PHOTODIODE) REYNOLD F. ROBOT ABSTRAK Robot Pengikut Garis merupakan suatu bentuk robot bergerak otonom yang mempunyai
BAB III PERANCANGAN. Pada bab ini akan dibahas mengenai beberapa hal dasar tentang bagaimana. simulasi mobil automatis dirancang, diantaranya adalah :
BAB III PERANCANGAN Pada bab ini akan dibahas mengenai beberapa hal dasar tentang bagaimana simulasi mobil automatis dirancang, diantaranya adalah : 1. Menentukan tujuan dan kondisi pembuatan simulasi
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. Pada Bab IV ini menjelaskan tentang spesifikasi sistem, rancang bangun
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI Pada Bab IV ini menjelaskan tentang spesifikasi sistem, rancang bangun keseluruhan sistem, prosedur pengoperasian sistem, implementasi dari sistem dan evaluasi hasil pengujian
Penerapan Metode Fuzzy Mamdani Pada Rem Otomatis Mobil Cerdas
Penerapan Metode Fuzzy Mamdani Pada Rem Otomatis Mobil Cerdas Zulfikar Sembiring Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Medan Area [email protected] Abstrak Logika Fuzzy telah banyak
Perancangan Controlling and Monitoring Penerangan Jalan Umum (PJU) Energi Panel Surya Berbasis Fuzzy Logic Dan Jaringan Internet
Perancangan Controlling and Monitoring Penerangan Jalan Umum (PJU) Energi Panel Surya Berbasis Fuzzy Logic Dan Jaringan Internet Muhammad Agam Syaifur Rizal 1, Widjonarko 2, Satryo Budi Utomo 3 Mahasiswa
Robot Bergerak Penjejak Jalur Bertenaga Sel Surya
Robot Bergerak Penjejak Jalur Bertenaga Sel Surya Indar Sugiarto, Dharmawan Anugrah, Hany Ferdinando Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Kristen Petra Email: [email protected],
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Line follower robot pada dasarnya adalah suatu robot yang dirancang agar
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Line Follower Robot Line follower robot pada dasarnya adalah suatu robot yang dirancang agar dapat beroperasi secara otomatis bergerak mengikuti alur garis yang telah dibuat
DAFTAR ISI. LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING... Error! Bookmark not defined. LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN... iii. LEMBAR PENGESAHAN PENGUJI...
DAFTAR ISI COVER...i LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING... Error! Bookmark not defined. LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN... iii LEMBAR PENGESAHAN PENGUJI... iv HALAMAN PERSEMBAHAN... v HALAMAN MOTTO... vi KATA PENGANTAR...
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA 4.1 Umum Perancangan robot merupakan aplikasi dari ilmu tentang robotika yang diketahui. Kinerja alat tersebut dapat berjalan sesuai keinginan kita dengan apa yang kita rancang.
JOBSHEET SISTEM CERDAS REASONING 2. Fuzzifikasi
JOBSHEET SISTEM CERDAS REASONING 2 Fuzzifikasi S1 PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI MALANG 2016 PRAKTIKUM SISTEM CERDAS - REASONING JOBSHEET 2 - FUZZIFIKASI
Grafik hubungan antara Jarak (cm) terhadap Data pengukuran (cm) y = 0.950x Data pengukuran (cm) Gambar 9 Grafik fungsi persamaan gradien
dapat bekerja tetapi tidak sempurna. Oleh karena itu, agar USART bekerja dengan baik dan sempurna, maka error harus diperkecil sekaligus dihilangkan. Cara menghilangkan error tersebut digunakan frekuensi
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI Pada bab ini akan dibahas teori-teori dasar yang digunakan untuk merealisasikan suatu sistem penjejak obyek bergerak. 2.1 Citra Digital Citra adalah suatu representasi (gambaran),
COMPUTER VISION UNTUK PENGHITUNGAN JARAK OBYEK TERHADAP KAMERA
Seminar Nasional Teknologi Terapan SNTT 2013 (26/10/2013) COMPUTER VISION UNTUK PENGHITUNGAN JARAK OBYEK TERHADAP KAMERA Isnan Nur Rifai *1 Budi Sumanto *2 Program Diploma Elektronika & Instrumentasi Sekolah
EKO TRI WASISTO Dosen Pembimbing 1 Dosen Pembimbing 2
RANCANG BANGUN SISTEM KONTROL ATTITUDE PADA UAV (UNMANNED AERIAL VEHICLE) QUADROTOR DF- UAV01 DENGAN MENGGUNAKAN SENSOR ACCELEROMETER 3-AXIS DENGAN METODE FUZZY LOGIC EKO TRI WASISTO 2407.100.065 Dosen
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM Sistem vision yang akan diimplementasikan terdiri dari 2 bagian, yaitu sistem perangkat keras dan perangkat lunak. Perangkat lunak yang digunakan dalam sistem vision ini adalah
Pengendalian Gerak Robot Penghindar Halangan Menggunakan Citra dengan Kontrol PID
Journal of Electrical Electronic Control and Automotive Engineering (JEECAE) Pengendalian Gerak Robot Penghindar Halangan Menggunakan Citra dengan Kontrol PID Basuki Winarno, S.T., M.T. Jurusan Teknik
BAB III METODE PENELITIAN. diperlukan dengan beberapa cara yang dilakukan, antara lain:
BAB III METODE PENELITIAN Dalam pembuatan kendali robot omni dengan accelerometer dan keypad pada smartphone dilakukan beberapa tahapan awal yaitu pengumpulan data yang diperlukan dengan beberapa cara
Realisasi Perangkat Color Object Tracking Menggunakan Raspberry Pi
Realisasi Perangkat Color Object Tracking Menggunakan Raspberry Pi Disusun Oleh: Iona Aulia Risnadi (0922049) Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Jl. Prof.Drg.Suria Sumantri, MPH no. 65, Bandung,
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM 3.1 Metode Perancangan Perancangan sistem didasarkan pada teknologi computer vision yang menjadi salah satu faktor penunjang dalam perkembangan dunia pengetahuan dan teknologi,
Pengaturan Kecepatan Motor DC Menggunakan Kendali Hybrid PID-Fuzzy
ABSTRAK Pengaturan Kecepatan Motor DC Menggunakan Kendali Hybrid PID-Fuzzy Felix Pasila, Thiang, Oscar Finaldi Jurusan Teknik Elektro Universitas Kristen Petra Jl. Siwalankerto 121-131 Surabaya - Indonesia
Bab IV Pengujian dan Analisis
Bab IV Pengujian dan Analisis Setelah proses perancangan, dilakukan pengujian dan analisis untuk mengukur tingkat keberhasilan perancangan yang telah dilakukan. Pengujian dilakukan permodul, setelah modul-modul
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 3. 1. Spesifikasi Sistem Pada tugas akhir ini, penulis membuat sebuah prototype dari kendaraan skuter seimbang. Skuter seimbang tersebut memiliki spesifikasi sebagai
PERANCANGAN ROBOT OKTAPOD DENGAN DUA DERAJAT KEBEBASAN ASIMETRI
Asrul Rizal Ahmad Padilah 1, Taufiq Nuzwir Nizar 2 1,2 Jurusan Teknik Komputer Unikom, Bandung 1 [email protected], 2 [email protected] ABSTRAK Salah satu kelemahan robot dengan roda sebagai alat
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. menggunakan serial port (baudrate 4800bps, COM1). Menggunakan Sistem Operasi Windows XP.
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI Bab ini menjelaskan tentang hasil penelitian yang berupa spesifikasi sistem, prosedur operasional penggunaan program, dan analisa sistem yang telah dibuat. 4.1 Spesifikasi
Implementasi Kendali Logika Fuzzy pada Pengendalian Kecepatan Motor DC Berbasis Programmable Logic Controller
Implementasi Kendali Logika Fuzzy pada Pengendalian Kecepatan Motor DC Berbasis Programmable Logic Controller Thiang, Resmana, Fengky Setiono Jurusan Teknik Elektro Universitas Kristen Petra Jl. Siwalankerto
Rancang Bangun Prototype Alat Sistem Pengontrol Kemudi Kapal Berbasis Mikrokontroler
Rancang Bangun Prototype Alat Sistem Pengontrol Kemudi Kapal Berbasis Mikrokontroler Muhammad Taufiqurrohman Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan Universitas Hang Tuah Jl. Arif Rahman
PERANCANGAN DAN REALISASI PENDETEKSI POSISI KEBERADAAN MANUSIA MENGGUNAKAN METODE DETEKSI GERAK DENGAN SENSOR WEBCAM
PERANCANGAN DAN REALISASI PENDETEKSI POSISI KEBERADAAN MANUSIA MENGGUNAKAN METODE DETEKSI GERAK DENGAN SENSOR WEBCAM Disusun oleh : Yockie Andika Mulyono (1022027) Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik,
PENGESAHAN PUBLIKASI HASIL PENELITIAN SKRIPSI JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA
KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK ELEKTRO Jalan MT Haryono 167 Telp & Fax. 0341 554166 Malang 65145 KODE PJ-01 PENGESAHAN PUBLIKASI HASIL PENELITIAN
Active Steering Assistane For Turned Road Based On Fuzzy Logic
th Industrial Research Workshop and National Seminar Politeknik Negeri Bandung July -, Active Steering Assistane For Turned Road Based On Fuzzy Logic Reni Setiowati, Noor Cholis Basjaruddin, Supriyadi
BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN ANALISA
BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN ANALISA 4.1 Tujuan Tujuan dari pengujian alat pada tugas akhir ini adalah untuk mengetahui sejauh mana kinerja sistem yang telah dibuat dan untuk mengetahui penyebabpenyebab ketidaksempurnaan
Pemodelan Sistem Kontrol Motor DC dengan Temperatur Udara sebagai Pemicu
Pemodelan Sistem Kontrol Motor DC dengan Temperatur Udara sebagai Pemicu Brilliant Adhi Prabowo Pusat Penelitian Informatika, LIPI [email protected] Abstrak Motor dc lebih sering digunakan
Aplikasi Kendali Fuzzy Logic untuk Pengaturan Kecepatan Motor Universal
Aplikasi Kendali Fuzzy Logic untuk Pengaturan Kecepatan Motor Universal [ Thiang et al. ] Aplikasi Kendali Fuzzy Logic untuk Pengaturan Kecepatan Motor Universal Thiang, Resmana, Wahyudi Fakultas Teknologi
IMPLEMENTASI LOGIKA FUZZY UNTUK AKUISI DATA BERBASIS WEB SERVER. Jl. Raya Kaligawe KM 4, PO BOX 1054, Semarang 50142
IMPLEMENTASI LOGIKA FUZZY UNTUK AKUISI DATA BERBASIS WEB SERVER Munaf Ismail 1*, Muhamad Haddin 1, Agus Suprajitno 1 1 Universitas Islam Sultan Agung Jl. Raya Kaligawe KM 4, PO BOX 1054, Semarang 50142
Kontrol Kecepatan Motor DC Berbasis Logika Fuzzy (DC Motor Speed Control Based on Fuzzy Logic)
Terry Intan Nugroho., et al., Kontrol Kecepatan Motor DC Berbasis Logika 1 Kontrol Kecepatan Motor DC Berbasis Logika (DC Motor Speed Control Based on Logic) Terry Intan Nugroho, Bambang Sujanarko, Widyono
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengenalan Pengaturan keseimbangan robot merupakan suatu cara agar robot dapat setimbang. Dengan menggunakan 2 roda maka akan lebih efisien dalam hal material dan juga karena tidak
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN III.1. Analisis Permasalahan Dalam Perancangan dan Implementasi Pemotong Rumput Lapangan Sepakbola Otomatis dengan Sensor Garis dan Dinding ini, terdapat beberapa masalah
KONTROL ROBOT MOBIL PENJEJAK GARIS BERWARNA DENGAN MEMANFAATKAN KAMERA SEBAGAI SENSOR
KONTROL ROBOT MOBIL PENJEJAK GARIS BERWARNA DENGAN MEMANFAATKAN KAMERA SEBAGAI SENSOR Thiang, Felix Pasila, Agus Widian Electrical Engineering Department, Petra Christian University 121-131 Siwalankerto,
BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN ANALISA
BAB IV Pengujian Alat dan Analisa BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN ANALISA 4. Tujuan Pengujian Pada bab ini dibahas mengenai pengujian yang dilakukan terhadap rangkaian sensor, rangkaian pembalik arah putaran
BAB IV ANALISA DAN PENGUJIAN ALAT
BAB IV ANALISA DAN PENGUJIAN ALAT 4.1 Umum Robot merupakan kesatuan kerja dari semua kerja perangkat penyusunnya. Perancangan robot dimulai dengan menggali informasi dari berbagai referensi, temukan ide,
Bab III Perangkat Pengujian
Bab III Perangkat Pengujian Persoalan utama dalam tugas akhir ini adalah bagaimana mengimplementasikan metode pengukuran jarak menggunakan pengolahan citra tunggal dengan bantuan laser pointer dalam suatu
LAPTOP-BASED ROBOT SEBAGAI PRAMUSAJI RESTORAN DENGAN MENERAPKAN METODE PENGOLAHAN CITRA DAN KONTROL FUZZY
LAPTOP-BASED ROBOT SEBAGAI PRAMUSAJI RESTORAN DENGAN MENERAPKAN METODE PENGOLAHAN CITRA DAN KONTROL FUZZY I Nyoman Kusuma Wardana *, I Gusti Agung Made Sunaya **, Kadek Amerta Yasa *** Jurusan Teknik Elektro
Implementasi Sistem Navigasi Behavior Based Robotic dan Kontroler Fuzzy pada Manuver Robot Cerdas Pemadam Api
Implementasi Sistem Navigasi Behavior Based Robotic dan Kontroler Fuzzy pada Manuver Robot Cerdas Pemadam Api Rully Muhammad Iqbal NRP 2210105011 Dosen Pembimbing: Rudy Dikairono, ST., MT Dr. Tri Arief
Traffic IP Camera untuk Menghitung Kendaraan Roda Empat Menggunakan Metode Luasan Piksel
1 Traffic IP Camera untuk Menghitung Kendaraan Roda Empat Menggunakan Metode Luasan Piksel Andi Muhammad Ali Mahdi Akbar, Arief Kurniawan, Ahmad Zaini Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik Industri Institut
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM. Perancangan sistem dimulai dari penempatan posisi kamera dengan posisi yang
23 BAB 3 PERANCANGAN SISTEM 3.1 Deskripsi Sistem Perancangan sistem dimulai dari penempatan posisi kamera dengan posisi yang sesuai kemudian dihubungkan dengan komputer yang akan mengolah gambar seperti
Perancangan Kontroler Fuzzy untuk Tracking Control Robot Soccer
1 Perancangan Kontroler Fuzzy untuk Tracking Control Robot Soccer Gunawan Wibisono 2208 100 517 Control Engineering Laboratory Electrical Engineering Department Industrial Engineering Faculty Institut
PERANCANGAN SISTEM KENDALI GERAK PADA PLATFORM ROBOT PENGANGKUT
PERANCANGAN SISTEM KENDALI GERAK PADA PLATFORM ROBOT PENGANGKUT Ripki Hamdi 1, Taufiq Nuzwir Nizar 2 1,2 Jurusan Teknik Komputer Unikom, Bandung 1 [email protected], 2 [email protected] ABSTRAK
Penggunaan Sensor Kesetimbangan Accelerometer dan Sensor Halangan Ultrasonic pada Aplikasi Robot Berkaki Dua
Volume 1 Nomor 2, April 217 e-issn : 2541-219 p-issn : 2541-44X Penggunaan Sensor Kesetimbangan Accelerometer dan Sensor Halangan Ultrasonic pada Aplikasi Robot Berkaki Dua Abdullah Sekolah Tinggi Teknik
Pengontrolan Kecepatan Mobile Robot Line Follower Dengan Sistem Kendali PID
Pengontrolan Kecepatan Mobile Robot Line Follower Dengan Sistem Kendali PID Hendri Miftahul 1, Firdaus 2, Derisma 3 1,3 Jurusan Sistem Komputer Universitas Andalas Jl. Universitas Andalas, Limau Manis,
IMPLEMENTASI LOGIKA FUZZY SEBAGAI PERINTAH GERAKAN TARI PADA ROBOT HUMANOID KRSI MENGGUNAKAN SENSOR KAMERA CMUCAM4
1 IMPLEMENTASI LOGIKA FUZZY SEBAGAI PERINTAH GERAKAN TARI PADA ROBOT HUMANOID KRSI MENGGUNAKAN SENSOR KAMERA CMUCAM4 Gladi Buana, Pembimbing 1:Purwanto, Pembimbing 2: M. Aziz Muslim. Abstrak-Pada Kontes
EMDEDDED ARRAY SENSOR UNTUK LINE FOLLOWING ROBOT
Seminar Mesin elektrik dan elektronika daya(smed) 2005 hal IA-3 EMDEDDED ARRAY SENSOR UNTUK LINE FOLLOWING ROBOT Akhmad Hendriawan Jurusan Teknik Elektronika Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Kampus
RANCANG BANGUN SISTEM KENDALI KECEPATAN KURSI RODA LISTRIK BERBASIS DISTURBANCE OBSERVER
RANCANG BANGUN SISTEM KENDALI KECEPATAN KURSI RODA LISTRIK BERBASIS DISTURBANCE OBSERVER Firdaus NRP 2208 204 009 PROGRAM MAGISTER BIDANG KEAHLIAN TEKNIK ELEKTRONIKA TEKNIK ELEKTRO Fakultas Teknologi Industri
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini mulai dilaksanakan pada bulan September 2011 s/d bulan Februari
48 III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini mulai dilaksanakan pada bulan September 2011 s/d bulan Februari 2012. Pembuatan dan pengambilan data dilaksanakan di Laboratorium
APLIKASI WEBCAM UNTUK MENJEJAK PERGERAKAN MANUSIA DI DALAM RUANGAN
APLIKASI WEBCAM UNTUK MENJEJAK PERGERAKAN MANUSIA DI DALAM RUANGAN Kuncoro Adi D, Lukas B. Setyawan, F. Dalu Setiaji APLIKASI WEBCAM UNTUK MENJEJAK PERGERAKAN MANUSIA DI DALAM RUANGAN Kuncoro Adi D 1,
BAB III DESAIN DAN IMPLEMENTASI
BAB III DESAIN DAN IMPLEMENTASI 3.1 Pendahuluan Pada tugas akhir ini akan membahas tentang pengisian batere dengan metode constant current constant voltage. Pada implementasinya mengunakan rangkaian konverter
IMPLEMENTASI KONTROLER FUZZY TAKAGI SUGENO UNTUK KESTABILAN ROTARY INVERTED PENDULUM
IMPLEMENTASI KONTROLER FUZZY TAKAGI SUGENO UNTUK KESTABILAN ROTARY INVERTED PENDULUM NASKAH PUBLIKASI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Teknik Disusun Oleh: INTAN FEBRIANA
BAB III PERANCANGAN. perancangan mekanik, perancangan hardware dan perancangan software.
BAB III PERANCANGAN Pada bab ini akan membahas mengenai perancangan sistem. Perancangan ini akan terbagi beberapa bagian yaitu : blok diagram sistem, pemilihan komponen, perancangan mekanik, perancangan
SISTEM PENJEJAK POSISI OBYEK BERBASIS UMPAN BALIK CITRA
SISTEM PENJEJAK POSISI OBYEK BERBASIS UMPAN BALIK CITRA Syahrul 1, Andi Kurniawan 2 1,2 Jurusan Teknik Komputer, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Universitas Komputer Indonesia Jl. Dipati Ukur No.116,
Jurnal Coding Sistem Komputer Untan Volume 03, No 2 (2015), hal ISSN X IMPLEMENTASI ALGORITMA MAZE SOLVING PADA ROBOT LINE FOLLOWER
IMPLEMENTASI ALGORITMA MAZE SOLVING PADA ROBOT LINE FOLLOWER [1] Mega Nurmalasari, [2] Dedi Triyanto, [3] Yulrio Brianorman [1] [2] [3] Jurusan Sistem Komputer, Fakultas MIPA Universitas Tanjungpura Jalan
PERANCANGAN DAN ANALISIS PERBANDINGAN POSISI SENSOR GARIS PADA ROBOT MANAGEMENT SAMPAH
PERANCANGAN DAN ANALISIS PERBANDINGAN POSISI SENSOR GARIS PADA ROBOT MANAGEMENT SAMPAH Bambang Dwi Prakoso Jurusan Teknik Elektro Universitas Brawijaya Dosen Pembimbing : Sholeh Hadi Pramono, Eka Maulana
Pembuatan Sistem Pengendali 4 Motor DC Penggerak 4 Roda Secara Independent Berbasis Mikrokontroler AT89C2051
Pembuatan Sistem Pengendali 4 Motor DC Penggerak 4 Roda Secara Independent Berbasis Mikrokontroler AT89C2051 Ari Rahayuningtyas Balai Besar Pengembangan Teknologi Tepat Guna Jl K S Tubun no 5 Subang Jawa
ROBOT PENYUSUN BUKU PADA PERPUSTAKAAN DENGAN WEB CAMERA
ROBOT PENYUSUN BUKU PADA PERPUSTAKAAN DENGAN WEB CAMERA Firdaus Surya Pradana 1, Ali Husein A 2, Taufiqurrahman 2,Edy Satriyanto 2 1 Penulis,Mahasiswa Jurusan Teknik Elektronika PENS-ITS 2 Dosen Pembimbing,
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. (secara hardware).hasil implementasi akan dievaluasi untuk mengetahui apakah
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI Pelaksanaan dari perancangan telah dibuat dan dijelaskan pada Bab 3, kemudian perancangan tersebut diimplementasi ke dalam bentuk yang nyata (secara hardware).hasil implementasi
BAB II SISTEM PENENTU AXIS Z ZERO SETTER
BAB II SISTEM PENENTU AXIS Z ZERO SETTER 2.1 Gambaran Umum Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dipaparkan pada Bab I, tujuan skripsi ini adalah merancang suatu penentu axis Z Zero Setter menggunakan
MODEL SISTEM CRANE DUA AXIS DENGAN PENGONTROL FUZZY. Disusun Oleh : Nama : Irwing Antonio T Candra Nrp :
MODEL SISTEM CRANE DUA AXIS DENGAN PENGONTROL FUZZY Disusun Oleh : Nama : Irwing Antonio T Candra Nrp : 0622027 Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik,, Jl. Prof.Drg.Suria Sumantri, MPH no.65, Bandung,
Bab III Perancangan Sistem
Bab III Perancangan Sistem Dalam perancangan sistem kendali motor DC ini, terlebih dahulu dilakukan analisis bagian-bagian apa saja yang diperlukan baik hardware maupun software kemudian dirancang bagian-perbagian,
KENDALI POSISI MENGGUNAKAN FUZZY LOGIC BERBASIS PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER
KENDALI POSISI MENGGUNAKAN FUZZY LOGIC BERBASIS PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER Hany Ferdinando 1) Handy Wicaksono 1) Ricky Mintaraga 2) 1) Jurusan Teknik Elektro, Universitas Kristen Petra Surabaya, email:
PERANCANGAN SISTEM KONTROL GERAKAN PADA ROBOT LINE TRACER
PERANCANGAN SISTEM KONTROL GERAKAN PADA ROBOT LINE TRACER Ahmad Sahru Romadhon 1), Muhammmad Fuad 2) Program Studi Mekatronika, Fakultas Teknik, Universitas Truojoyo Madura 1,2) Jl. Raya Telang, PO.Box.
PERANCANGAN POV (PERSISTENCE OF VISION) DENGAN POSISI SUSUNAN LED VERTIKAL
PERANCANGAN POV (PERSISTENCE OF VISION) DENGAN POSISI SUSUNAN LED VERTIKAL Nama : Hosea Suranta Ginting NRP : 0622105 Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Jl. Prof. Drg. Suria Sumantri,MPH. no. 65,
Prodi S1 Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Telkom 1 2
PERANCANGAN PERANGKAT LUNAK SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI WIRELESS PADA PROTOTIPE ROBOT PELAYAN BERBASIS MIRKOKONTROLER Pandu Widiantoro 1, Novian Anggis Suwastika 2 1,2 Prodi S1 Teknik Informatika, Fakultas
MOTOR DRIVER. Gambar 1 Bagian-bagian Robot
ACTION TOOLS OUTPUT INFORMATION MEKANIK MOTOR MOTOR DRIVER CPU SISTEM KENDALI SENSOR Gambar 1 Bagian-bagian Robot Gambar 1 menunjukkan bagian-bagian robot secara garis besar. Tidak seluruh bagian ada pada
DAFTAR ISI. HALAMAN PENGESAHAN... i. KATA PENGANTAR... iii. DAFTAR ISI... v. DAFTAR TABEL... x. DAFTAR GAMBAR... xi. DAFTAR LAMPIRAN...
DAFTAR ISI Halaman HALAMAN PENGESAHAN... i ABSTRAKSI... ii KATA PENGANTAR... iii DAFTAR ISI... v DAFTAR TABEL... x DAFTAR GAMBAR... xi DAFTAR LAMPIRAN... xiv DAFTAR ISTILAH DAN SINGKATAN... xv BAB I PENDAHULUAN
BAB 1 PERSYARATAN PRODUK
BAB 1 PERSYARATAN PRODUK 1.1 Pendahuluan Saat ini teknologi robotika telah menjangkau sisi industri (Robot pengangkut barang), pendidikan (penelitian dan pengembangan robot). Salah satu kategori robot
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN
diperkuat oleh rangkainan op-amp. Untuk op-amp digunakan IC LM-324. 3.3.2.2. Rangkaian Penggerak Motor (Driver Motor) Untuk menjalankan motor DC digunakan sebuah IC L293D. IC L293D dapat mengontrol dua
Perancangan Robot Pengikut Garis Sederhana Sebagai Perangkat Pelatihan Tingkat Pemula
42 Jurnal AL-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI, Vol. 1, No. 2, September 2011 Perancangan Robot Pengikut Garis Sederhana Sebagai Perangkat Pelatihan Tingkat Pemula Dwi Astharini*, Rona Regen, Nasrullah,
TKC306 - Robotika. Eko Didik Widianto. Sistem Komputer - Universitas Diponegoro
Robot Robot TKC306 - Robotika Eko Didik Sistem Komputer - Universitas Diponegoro Review Kuliah Pembahasan tentang aktuator robot beroda Referensi: : magnet permanen, stepper, brushless, servo Teknik PWM
APLIKASI PERINTAH SUARA UNTUK MENGGERAKKAN ROBOT. Disusun Oleh : Nama : Astron Adrian Nrp :
APLIKASI PERINTAH SUARA UNTUK MENGGERAKKAN ROBOT Disusun Oleh : Nama : Astron Adrian Nrp : 0422014 Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik,, Jl. Prof.Drg.Suria Sumantri, MPH no.65, Bandung, Indonesia.
Rancang Bangun Robot Vacuum Cleaner Berbasis Mikrokontroler
Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi Terapan (SEMANTIK) 2015 269 Rancang Bangun Robot Vacuum Cleaner Berbasis Mikrokontroler Afwan Zikri *), Anton Hidayat **), Derisma ***) * *** Sistem
Oleh : Abi Nawang Gustica Pembimbing : 1. Dr. Muhammad Rivai, ST., MT. 2. Ir. Tasripan, MT.
Implementasi Sensor Gas pada Kontrol Lengan Robot untuk Mencari Sumber Gas (The Implementation of Gas Sensors on the Robotic Arm Control to Locate Gas Source ) Oleh : Abi Nawang Gustica Pembimbing : 1.
MENENTUKAN KEPADATAN LALU LINTAS DENGAN PENGHITUNGAN JUMLAH KENDARAAN BERBASIS VIDEO PROCESSING
Powered by TCPDF (www.tcpdf.org) Tugas Akhir - 2009 MENENTUKAN KEPADATAN LALU LINTAS DENGAN PENGHITUNGAN JUMLAH KENDARAAN BERBASIS VIDEO PROCESSING Muahamd Syukur¹, Iwan Iwut Tritoasmoro², Koredianto Usman³
PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM PENCEGAH TABRAKAN PADA AUTOMATED GUIDED VEHICLE (AGV) MENGGUNAKAN SENSOR ULTRASONIK DENGAN METODE LOGIKA FUZZY
PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM PENCEGAH TABRAKAN PADA AUTOMATED GUIDED VEHICLE (AGV) MENGGUNAKAN SENSOR ULTRASONIK DENGAN METODE LOGIKA FUZZY DESIGN AND IMPLEMENTATION OF COLLISION AVOIDANCE FOR AUTOMATED
Sistem Pengaturan Kecepatan Motor DC pada Alat Ektraksi Madu Menggunakan Kontrol Logika Fuzzy
1 Sistem Pengaturan Kecepatan Motor DC pada Alat Ektraksi Madu Menggunakan Kontrol Logika Fuzzy, Pembimbing 1: Erni Yudaningtyas, Pembimbing 2: Goegoes Dwi N. Abstrak Alat ekstraksi madu yang diputar secara
