DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2016

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2016"

Transkripsi

1 LAPORAN AKUNTABILTAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKIP) DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA BARAT DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2016 i

2 KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas perkenan-nya kami dapat menyelesaikan penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2016 dengan baik, lancar dan tepat waktu sebagai perwujudan pelaksanaan Peningkatan Penguatan Tata Kelola, Akuntabilitas dan Pencitraan Publik. Penyusunan Laporan Kinerja ini merupakan perwujudan salah satu indikator (tolok ukur) dalam rangka penyelenggaraan pemerintah yang baik (Good Governance) dan berkaitan dengan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dalam memberikan pelayanan prima serta menyampaikan pertanggungjawaban kinerja kepada pemerintah dan masyarakat pada umumnya. Laporan Kinerja ini secara garis besar berisikan informasi mengenai rencana kinerja dan capaian kinerja yang telah dilaksanakan dalam Tahun Anggaran 2016 yang mengacu kepada Rencana Strategi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Tahun Secara yuridis formal Laporan Kinerja ini disusun sebagai tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah menimbang pada Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah serta Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja. Penyusunan Laporan Kinerja Provinsi Jawa Barat Tahun 2016 ini dilakukan dengan memperhatikan hasil evaluasi Laporan Kinerja Provinsi Jawa Barat Tahun 2015 sebagaimana surat Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi perihal Hasil Evaluasi atas Akuntabilitas Kinerja Pemerintah. Dalam penyusunan Laporan Kinerja ini, kami telah berupaya secara optimal, namun kami menyadari bahwa dalam penyusunannya masih jauh ii

3 dari sempurna dan belum sepenuhnya dapat memenuhi harapan sebagaimana mestinya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka, masukan dan saran yang konstruktif sangat kami harapkan untuk perbaikan serta penyempurnaan penyusunan laporan di tahun yang akan datang. Akhir kata, semoga Laporan Kinerja ini bermanfaat bagi kita semua khususnya dalam mengevaluasi pelaksanaan tugas pokok dan fungsi serta menjadi masukan bagi semua unit kerja di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat untuk meningkatkan kinerjanya masing masing di masa yang akan datang. Bandung, KEPALA DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA BARAT, Dr. Ir. H. AHMAD HADADI, M.Si Pembina Utama Madya NIP iii

4 Ringkasan Eksekutif Pendidikan telah menjadi sebuah kekuatan bangsa khususnya dalam proses pembangunan di Jawa Barat. Sesuai taraf keragaman yang begitu tinggi, Jawa Barat memiliki karakter yang kaya dengan perbedaan, sekaligus memiliki toleransi yang tinggi, dalam menciptakan semangat persatuan yang kokoh. Melalui pembangunan pendidikan Jawa Barat, telah tumbuh semangat persatuan yang menjiwai keanekaragaman kepentingan budaya, sosial bahkan politik. Pembangunan pendidikan yang memahami keragaman ini dapat menjadi sumber kekuatan untuk melebur perbedaan-perbedaan di dalam mewujudkan rasa kebangsaan yang kokoh. Peningkatan akses masyarakat terhadap pendidikan murah dan berkualitas merupakan mandat sesuai tujuan Negara Indonesia yang tertuang dalam Pembukaan Undang-undang Dasar 1945, yaitu untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Bahkan Pasal 28B Ayat (1) UUD 1945 mengamanatkan, setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapatkan pendidikan dan mendapatkan manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya demi meningkatkan kualitas hidupnya demi kesejahteraan umat manusia. Dan, Pasal 31 Ayat (1) mengamanatkan, setiap warga negara berhak mendapat pendidikan. Pendidikan merupakan salah satu pilar penting meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 11 ayat (1) dan (2) menegaskan, pemerintah dan pemerintah daerah wajib memberikan layanan dan kemudahan, serta menjamin terselenggaranya pendidikan bermutu bagi setiap warga negara tanpa diskriminasi dan wajib menjamin tersedianya dana bagi penyediaan pendidikan untuk setiap warga negara yang berusia 7-15 tahun. Karena itu, pembangunan pendidikan harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu, serta relevansi dan efisiensi manajemen pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional dan global. Pembangunan pendidikan merupakan salah satu cara untuk menanggulangi kemiskinan, meningkatkan kesetaraan gender, pemahaman nilai-nilai budaya dan multikulturalisme serta meningkatkan keadilan sosial. Sebagai institusi yang diberikan tanggungjawab untuk melaksanakan tugas melaksanakan urusan pemerintahan daerah berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan di bidang pendidikan, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat selalu berkomitmen kuat untuk melakukan kinerja dengan baik berdasarkan Rencana 4

5 Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Barat Tahun , Rencana Kerja Pemerintah (RKP) maupun Rencana Strategis (Renstra) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Tahun secara konsisten, terus-menerus dan kesinambungan. Orientasi pembangunan pendidikan di Provinsi Jawa Barat dipresentasikan ke dalam berbagai variabel dan aspek pembangunan yang akan memberi corak seluruh program pembangunan. Oleh karena itu, arah kebijakan pembangunan pendidikan di Jawa Barat pada masing-masing pilar sebagai berikut : 1. Pemerataan dan Perluasan Akses Pemerataan dan perluasaan akses pendidikan diarahkan pada upaya memperluas daya tampung satuan pendidikan sesuai dengan prioritas pembangunan pendidikan di Jawa Barat. Upaya peningkatan perluasan dan pemerataan kesempatan belajar seringkali terkendala oleh kondisi sosial ekonomi, budaya serta geografi dan demografi. 2. Peningkatan Mutu, Relevansi dan Daya Saing Peningkatan mutu, relevansi dan daya saing diarahkan pada kecakapan hidup bersama dalam keragaman, peningkatan taraf hidup masyarakat, peningkatan daya saing bangsa dan pembentukan karakter bangsa, khususnya bagi warga masyarakat Jawa Barat. Pada dasarnya indikator mutu pendidikan adalah kualitas lulusannya sedangkan aspek yang sangat dominan dalam peningkatan mutu penyelenggaraan pendidikan adalah guru, kurikulum manajemen, fasilitas sarana-prasarana pendidikan, sistem yang diterapkan serta dana yang tersedia. Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat memiliki Rencana Strategis yang berisi tentang rencana program selama 5 tahun dari tahun 2013 sampai dengan 2018, dan memiliki 2 misi, yaitu : 1. Meningkatkan Perluasan dan Pemerataan aksesibilitas pelayanan pendidikan yang berkualitas; 2. Meningkatkan mutu, relevansi, dan daya saing sumber daya manusia bidang pendidikan. Untuk merealisasikan visi dan misi pendidikan Jawa Barat, Dinas Pendidikan merumuskan 2 (dua) tujuan dan 7 (tujuh) sasaran strategis tahun yang lebih operasional dan jelas menggambarkan ukuran-ukuran terlaksananya misi dan tercapainya visi, yaitu: 1. Tujuan : 5

6 a. Meningkatkan ketersediaan, pemerataan dan kualitas pelayanan pendidikan di semua jenjang pendidikan di Jawa Barat. b. Meningkatkan kompetensi dan pemerataan sebaran pendidik dan tenaga kependidikan di Jawa Barat. 2. Sasaran Sasaran strategis merupakan penjabaran tujuan organisasi Dinas Pendidikan yang lebih spesifik dan terukur. Sasaran yang ingin dicapai pada masingmasing tujuan sebagaimana telah dipaparkan diatas dan acuan bagi seluruh pelaksanaan program dan kegiatan sebagai berikut : a. Tujuan 1 : Meningkatkan ketersediaan, pemerataan dan kualitas pelayanan pendidikan di semua jenjang pendidikan di Jawa Barat., sasaran yang ingin dicapai yaitu : 1) Menurunnya angka putus sekolah (DO) jenjang pendidikan dasar 2) Meningkatnya layanan pendidikan menengah dan tinggi secara merata 3) Meningkatkan ketersediaan, pemerataan dan kualitas pelayanan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD-DIKMAS) 4) Meningkatnya layanan pendidikan khusus dan pendidikan layanan khusus (PKPLK) yang berkualitas b. Tujuan 2 : Meningkatkan kompetensi dan pemerataan sebaran pendidik dan tenaga kependidikan di Jawa Barat, dengan sasaran yaitu: 1. Meningkatnya pendidik dan tenaga kependidikan yang berkualitas dan profesional pada semua jenjang pendidikan 2. Meningkatnya layanan yang berkualitas pada manajemen sekolah dan manajemen pendidikan Sebagai upaya pengembangan sistem akuntabilitas sekaligus sebagai amanah pelaksanaan dari Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/09/M.PAN/05/2007 tentang Pedoman Umum Penetapan Indikator Kinerja Utama di Lingkungan Instansi Pemerintah, maka Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat telah menetapkan Penetapan Indikator Kinerja Utama di Lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Indikator Kinerja Utama merupakan ukuran tolok ukur keberhasilan organisasi yang menggambarkan capaian strategis organisasi. Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat memiliki 6 (tujuh) sasaran strategis dan 9 (dua puluh empat) Indikator Kinerja Utama (IKU) beserta 9 target kinerja yang 6

7 mendukung berjalannya sasaran strategis tersebut. Secara umum capaian kinerja sasaran strategis Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2016 relatif baik dan berhasil. Indikasi keberhasilan tersebut terbukti dari besarnya tingkat capaian kinerja dari sasaran strategis yang telah ditetapkan, dengan rincian 2 indikator telah melebihi target, dan 3 indikator mencapai target 100%. Namun demikian ada beberapa indikator kinerja yang capaiannya kurang maksimal sesuai target yang telah ditetapkan, misalnya Angka Partisipasi Kasar Pendidikan Menengah (APK Dikmen). Oleh karena itu, diperlukan adanya evaluasi lebih lanjut terhadap proses perencanaan program dan penganggaran dalam rangka mewujudkan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam matriks Rencana Strategis Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Rincian capaian kinerja masing masing indikator tiap sasaran strategis tersebut adalah sebagai berikut: SASARAN STRATEGIS 1 Menurunnya angka putus sekolah (DO) jenjang pendidikan dasar Indikator Kinerja Utama Realisasi Target Realisasi %Capaian Angka Melanjutkan dari jenjang SD/MI ke SMP/MTs 98,47 99, ,97 99,97 SASARAN STRATEGIS 2 Meningkatnya layanan pendidikan menengah dan tinggi secara merata Indikator Kinerja Realisasi Target Realisasi %Capaian Prosentase Angka Melanjutkan dari jenjang SMP/MTs ke SMA/MA/SMK Angka melalanjutkan dari jenjang SM (SMA/MA/SMK) ke perguruan Tinggi 75 92, ,8 112,25 17,50 20,50 25,50 22,0 86,27 SASARAN STRATEGIS 3 Meningkatkan ketersediaan, pemerataan dan kualitas pelayanan Pendidikan Anak Usia Dini- Pendidikan Masyarakat (PAUD-DIKMAS). 7

8 Indikator Kinerja Realisasi Target Realisasi %Capaian Angka Partisipasi Kasar Pendidikan Anak Usia Dini (APK PAUD) Prosesntase berkurangnya angka buta huruf (meningkatnya angka melek huruf) 48,7 60, ,71 87,61 97,5 96,48 98,5 98,29 99,79 SASARAN STRATEGIS 4 Meningkatnya layanan pendidikan khusus dan pendidikan layanan khusus (PKPLK) yang berkualitas Indikator Kinerja Realisasi Target Realisasi %Capaian Jumlah guru SDLB/SMPLB/SMA-LB yang menyelesaikan S1 dan D ,37 SASARAN STRATEGIS 5 Meningkatnya pendidik dan tenaga kependidikan yang berkualitas dan profesional pada semua jenjang pendidikan Indikator Kinerja Realisasi Target Realisasi %Capaian Jumlah Guru SD/SMP/SMA/SMK dengan kualifikasi S1 dan D ,53 SASARAN STRATEGIS 6 Meningkatnya layanan yang berkualitas pada manajemen sekolah dan manajemen pendidikan Indikator Kinerja Realisasi Target Realisasi %Capaian Prosentase sekolah yang terakreditasi Jumlah sekolah SD/SMP/SMA/SMK yang telah terintegrasi dengan database ,38 159,

9 Dengan mempertimbangkan capaian kinerja dalam penyelenggaraan program prioritas pembangunan tahun 2016 pada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, maka untuk penyelenggaraan program-program pembangunan pada masa depan, akan dilakukan rasionalisasi terhadap jumlah kegiatan per program pembangunan yang diselenggarakan; serta kontekstualisasi dan relevansi dari subsatansi kegiatan pembangunan yang dilaksanakan dengan efektivitas pencapaian tujuan dan sasaran strategis serta Indikator Kinerja dalam mewujudan visi dan 2 misi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat pada Tahun Demikian Ikhtisar Eksekutif dari LKIP Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Tahun 2016, untuk disampaikan untuk menjadi informasi yang bermanfaat kepada semua pihak yang berkepentingan. 9

10 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR i RINGKASAN EKSEKUTIF iii DAFTAR ISI x BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang 1 B. Landasan Hukum 2 C. Maksud dan Tujuan 3 D. Kedudukan dan Struktur Organisasi 4 E. Tugas Pokok dan Fungsi 8 F. Sistematika Penulisan 9 BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA A. Rencana Strategis dan Rencana Kinerja Tahun B. Perjanjian Kinerja 42 BAB III AKUNTABILITAS KINERJA A. Pengukuran Capaian Kinerja Tahun B. Analisa Capaian Kinerja Tahun C. Realisasi Anggaran 74 BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan 83 B. Saran/Rekomendasi 84 10

11 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan yang tepat, jelas, terukur dan akuntabel merupakan sebuah keharusan yang perlu dilaksanakan dalam usaha mewujudkan visi misi pembangunan sekaligus aspirasi serta cita cita masyarakat dalam mencapai masa depan yang lebih baik. Untuk itu, diperlukan pengembangan dan penerapan sistem pertanggungjawaban yang tepat, jelas dan terukur, sehingga penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan dapat berlangsung efektif dan efisien untuk mencerminkan kinerja lembaga secara optimal. Sejalan dengan perkembangan terhadap berbagai aspek aparatur negara, terdapat satu isu yang mengemuka yang terjadi dalam perkembangan sektor publik yaitu semakin menguatnya tuntutan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan sekaligus kinerja pemerintah. Seluruh instansi pemerintah, baik pusat maupun daerah harus menjadi subyek pemberi informasi dan pengungkapan (disclosure) atas aktivitas dan kinerja kepada pihak pihak yang berkepentingan dalam rangka pemenuhan hak hak publik, yaitu hak untuk tahu (right to know), hak untuk diberi informasi (right to be informed) dan hak untuk didengar inspirasinya (right to be heard and listened to). Tuntutan dilaksanakannya akuntabilitas publik mengharuskan pemerintah untuk memperbaiki sistem pencatatan dan pelaporan. Unit kerja di lingkungan Instansi Pemerintah dituntut untuk tidak sekedar melakukan pelaporan kinerja kepada pemerintahan atasannya (managerial accountability), akan tetapi juga melaporkan kinerja pemerintah kepada masyarakat luas (public accountability). Muara tuntutan ini pada intinya adalah terselenggaranya tata kelola kepemerintahan yang baik (Good Governance), sehingga penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan dapat berlangsung secara bersih, bertanggungjawab dan memberikan dampak (impact) serta manfaat (benefit) dari hasil (outcome) yang diperoleh. Dengan dasar tersebut, maka Instansi Pemerintah di tingkat pusat maupun daerah harus memiliki Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dalam rangka merealisasikan keinginan bersama untuk mewujudkan Good Governance. Tujuan SAKIP adalah untuk mendorong terciptanya Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah sebagai salah satu prasyarat untuk terciptanya pemerintah yang baik dan terpercaya. Sedangkan sasaran sistem tersebut adalah: 11

12 1. Menjadikan instansi pemerintah yang akuntabel sehingga dapat beroperasi secara efisien, efektif dan responsif terhadap aspirasi masyarakat dan lingkungannya; 2. Terwujudnya transparansi instansi pemerintah; 3. Terwujudnya partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan nasional; 4. Terpeliharanya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah. SAKIP menuntut adanya sinergitas antara proses Perencanaan, Pengukuran, Pelaporan sampai Evaluasi dan pemanfaatan informasi kinerja yang untuk selanjutnya dituangkan dalam Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) yang wajib disusun oleh Instansi Pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah. Untuk itulah Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat menyusun Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2016 sebagai implementasi Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah serta Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah, dalam rangka mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Lembaga serta kewenangan pengelolaan sumber daya dengan didasarkan perencanaan strategis yang ditetapkan. Dalam LKIP disajikan keberhasilan dan atau kegagalan pelaksanaan tugas dan fungsi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran yang ditetapkan untuk tahun B. LANDASAN HUKUM LKIP Tahun 2016 Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat disusun berdasarkan beberapa landasan hukum, yaitu : 1. TAP. MPR RI Nomor XI/MPR/1998 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme. 2. Undang undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme. 3. Undang undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. 5. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Rencana Pembangunan Daerah. 12

13 6. Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. 7. Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. 8. Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara Nomor : PER/09/M.PAN/5/2007 tentang Pedoman Umum Penetapan Indikator Kinerja Utama di Lingkungan Instansi Pemerintah. 9. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Laporan Kinerja Instansi Pemerintah dan Perjanjian Kinerja. 10. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 7 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Pendidikan di Jawa Barat. 11. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 21 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Provinsi Jawa Barat. 12. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 2 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat No. 21 Tahun 2014 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Provinsi Jawa Barat. 13. Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 31 Tahun 2009 tentang Tugas Pokok, tentang Fungsi, Rincian Tugas Unit dan Tata Kerja Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. C. MAKSUD DAN TUJUAN Maksud dari penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah adalah memberikan informasi yang jelas, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan mengenai kinerja Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Tujuan penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah adalah: 1. Untuk mendorong Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan tugas umum pemerintah dan pembangunan secara baik dan benar yang didasarkan pada peraturan perundang-undangan yang berlaku, kebijakan yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat; 2. Menjadikan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat sebagai instansi pemerintah yang akuntabel sehingga dapat beroperasi secara efisien, efektif, dan responsif terhadap aspirasi masyarakat dan lingkungannya; 3. Sebagai bahan acuan bagi pimpinan dan seluruh jajaran Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dalam menyusun program di tahun berikutnya sehingga dapat 13

14 dirancang dengan lebih fokus, efektif, efisien, terukur, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. 4. Sebagai masukan dan umpan balik bagi pihak-pihak yang berkepentingan dalam rangka meningkatkan kinerja instansi pemerintah guna terpeliharanya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah. E. KEDUDUKAN DAN STRUKTUR ORGANISASI Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat merupakan unsur Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang diberi tanggungjawab secara teknis dan administratif dalam bidang pendidikan. Dinas ini dipimpin oleh seorang Kepala Dinas yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Gubernur Jawa Barat melalui Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, sesuai dengan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 21 tahun 2008 tentang Dinas Daerah Provinsi Jawa Barat. Selanjutnya berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 2 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat No. 21 Tahun 2014 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Provinsi Jawa Barat, dan Peraturan Gubernur Nomor 45 Tahun 2016 Tentang Kedudukan dan Susunan Organisasi Perangkat Daerah Provinsi Jawa Barat, bahwa Susunan Organisasi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat terdiri atas : 1). Kepala Dinas, 2). Sekretariat, yang membawahkan : (a) Sub Bagian Perencanaan dan Pelaporan; (b) Sub Bagian Keuangan dan Aset; (c) Sub Bagian Kepegawaian dan Umum. 3). Bidang Pendidikan Menengah Umum, membawahkan : (a) Seksi Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter; (b) Seksi Kurikulum dan Penilaian ; (c) Seksi Kelembagaan dan Standarisasi Sarana Prasarana; 4). Bidang Pendidikan Menengah Kejuruan, membawahkan : (a) Seksi Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter; (b) Seksi Kurikulum dan Penilaian ; (c) Seksi Kelembagaan dan Standarisasi Sarana Prasarana; 5). Bidang Pendidikan Khusus Pendidikan Layanan Khusus, membawahkan : (a) Seksi Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter; 14

15 (b) Seksi Kurikulum dan Penilaian ; (c) Seksi Kelembagaan dan Standarisasi Sarana Prasarana; 6). Bidang Pendidikan Tenaga Kependidikan Bina PAUDNI dan DIKDAS, membawahkan : (a) Seksi PTK SMA dan PKLK; (b) Seksi PTK SMK; (c) Seksi Bina PAUDNI dan DIKDAS; Selain Sekretariat dan Bidang sebagaimana di atas, Dinas Pendidikan juga dilengkapi dengan 9 (sembilan) Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD)/Balai yang dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 45 Tahun 2016, yaitu : 1). Balai Pelatihan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, membawahkan : (a). Sub Bagian Tata Usaha; (b). Seksi Perencanaan dan Evaluasi; (c). Seksi Penyelenggaraan Pelatihan. 2). Balai Pengembangan Bahasa Kesenian Daerah (BPBKD), membawahkan : (a). Sub Bagain Tata Usaha; (b). Seksi Pengembangan Bahasa Daerah; (c). Seksi Pengembangan Kesenian Daerah. 3). Balai Pelayanan & Pengawasan Pendidikan Wilayah I, membawahkan : (a). Sub Bagian Tata Usaha; (b). Seksi Pelayanan pendidikan; (c). Seksi Pengawasan Pendidikan; 4). Balai Pelayanan & Pengawasan Pendidikan Wilayah II, membawahkan: (a). Sub Bagian Tata Usaha; (b). Seksi Pelayanan pendidikan; (c). Seksi Pengawasan Pendidikan. 5). Balai Pelayanan & Pengawasan Pendidikan Wilayah III, membawahkan: (a). Sub Bagian Tata Usaha; (b). Seksi Pelayanan pendidikan; (c). Seksi Pengawasan Pendidikan. 6). Balai Pelayanan & Pengawasan Pendidikan Wilayah IV, membawahkan: (a). Sub Bagian Tata Usaha; 15

16 (b). Seksi Pelayanan pendidikan; (c). Seksi Pengawasan Pendidikan. 7). Balai Pelayanan & Pengawasan Pendidikan Wilayah V, membawahkan: (a). Sub Bagian Tata Usaha; (b). Seksi Pelayanan pendidikan; (c). Seksi Pengawasan Pendidikan. 8). Balai Pelayanan & Pengawasan Pendidikan Wilayah VI, membawahkan: (a). Sub Bagian Tata Usaha; (b). Seksi Pelayanan pendidikan; (c). Seksi Pengawasan Pendidikan. 9). Balai Pelayanan & Pengawasan Pendidikan Wilayah VII, membawahkan: (a). Sub Bagian Tata Usaha; (b). Seksi Pelayanan pendidikan; (c). Seksi Pengawasan Pendidikan. 16

17 STRUKTUR ORGANISASI DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2016 KEPALA DINAS SEKRETARIS KEPALA SUBBAG PERENCANAAN & KEPALA SUBBAG KEUANGAN DAN ASET KEPALA SUBBAG KEPEGAWAIAN & UMUM KEPALA BIDANG PENDIDIKAN MENENGAH ATAS KEPALA BIDANG PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN KEPALA BIDANG PENDIDIKAN KHUSUS DAN PENDIDIKAN LAYANAN KHUSUS KEPALA BIDANG PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN KEPALA SEKSI PEMBINAAN KESISWAAN KEPALA SEKSI PENGEMBANGAN KURIKULUM DAN KELEMBAGAAN KEPALA SEKSI PEMBINAAN KESISWAAN KEPALA SEKSI PENGEMBANGAN KURIKULUM DAN KEPALA SEKSI PEMBINAAN KESISWAAN KEPALA SEKSI PENGEMBANGAN KURIKULUM DAN KELEMBAGAAN KEPALA SEKSI PEMBINAAN PTK SMA KEPALA SEKSI PEMBINAAN PTK SMK JABATAN FUNGSIONAL KEPALA SEKSI SARANA DAN PRASARANA KEPALA SEKSI SARANA DAN PRASARANA KEPALA SEKSI SARANA DAN PRASARANA KEPALA SEKSI PEMBINAAN PTK PK DAN PLK UPTD/BALAI PELATIHAN GURU /PTK TERPADU UPTD/BALAI PENGEMBNGAN BAHASA, DAN UPTD/BALAI PELAYANAN & PENGAWASAN PENDIDIKAN WILAYAH I- UNIT SATUAN PENDIDIKAN (SMA,SMK, SLB) KEPALA SUB BAG TATA USAHA KEPALA SEKSI PENYELENGGARAAN PELATIHAN KEPALA SUB BAG TATA USAHA KEPALA SEKSI PENGEMBANGAN BAHASA DAERAH KEPALA SUB BAG TATA USAHA KEPALA SEKSI PELAYANAN PENDIDIKAN KEPALA SEKSI PERENCANAAN & EVALUASI KEPALA SEKSI PENGEMBANGAN KESENIAN KEPALA SEKSI PENGAWASAN PENDIDIKAN 17

18 F. TUGAS POKOK DAN FUNGSI Sesuai dengan Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 45 Tahun 2016 tentang Tugas Pokok, Fungsi, Rincian Tugas Unit dan Tata Kerja Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, maka tugas pokok dan fungsi Dinas Pendidikan Provsinsi Jawa Barat adalah sebagai berikut : 1. Tugas Pokok Dinas mempunyai tugas pokok melaksanakan urusan pemerintahan di bidang Pendidikan yang menjadi kewenangan provinsi, meliputi: a. Manajemen Pendidikan meliputi Pengelolaan pendidikan menengah dan Pengelolaan pendidikan khusus. b. Kurikulum meliputi Penetapan kurikulum muatan lokal pendidikan menengah dan muatan lokal pendidikan khusus, Pendidik dan Tenaga Kependidikan, serta Pemindahan pendidik dan tenaga kependidikan lintas daerah kabupaten/kota dalam 1 (satu) daerah provinsi. c. Perizinan Pendidikan meliputi Penerbitan izin pendidikan menengah yang diselenggarakan oleh masyarakat, dan Penerbitan izin pendidikan khusus yang diselenggarakan oleh masyarakat. d. Bahasa dan Sastra meliputi Pembinaan bahasa dan sastra yang penuturnya lintas daerah kabupaten/kota dalam 1 (satu) daerah provinsi. e. Melaksanakan tugas dekonsentrasi sebagai Wakil Pemerintah Pusat dan melaksanakan tugas pembantuan sesuai bidang tugasnya. 2. Fungsi Dalam menyelenggarakan tugas pokok dimaksud di atas, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat mempunyai fungsi : a. penyelenggaraan perumusan kebijakan teknis di bidang pendidikan, pada sub urusan yang menjadi kewenangan Provinsi; b. penyelenggaraan kebijakan teknis di bidang pendidikan, pada sub urusan yang menjadi kewenangan Provinsi; c. penyelenggaraan administrasi Dinas; 10

19 d. penyelenggaraan evaluasi dan pelaporan Dinas; dan e. penyelenggaraan fungsi lain sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. G. SISTEMATIKA PENULISAN LKIP Tahun 2016 Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat disusun berdasarkan sistematika penulisan sebagai berikut : Bab I Pendahuluan, menjelaskan secara ringkas latar belakang, landasan hukum, maksud dan tujuan serta sistematika penyajian, kedudukan, tugas pokok dan fungsi, dan struktur organisasi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat; Bab II Perencanaan dan Perjanjian Kinerja, menjelaskan secara ringkas dokumen yang menjadi dasar pelaksanaan program, kegiatan, dan anggaran Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Tahun 2016 yang meliputi RPJMD Provinsi Jawa Barat tahun , Rencana Strategis Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat tahun dan Perjanjian Kinerja untuk tahun. Bab III Akuntabilitas Kinerja, menguraikan pengukuran kinerja 2016, analisis pencapaian kinerja Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, hambatan dan antisipasinya dikaitkan dengan pertanggungjawaban publik terhadap pencapaian sasaran strategis untuk tahun Bab IV Penutup, menjelaskan kesimpulan menyeluruh dari Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat tahun 2016 ini dan menguraikan rekomendasi yang diperlukan bagi perbaikan kinerja di masa datang. 11

20 BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA A. RENCANA STRATEGIS DAN RENCANA KINERJA TAHUN RPJMD Provinsi Jawa Barat Tahun Visi pembangunan Jawa Barat yang ingin diwujudkan pada periode adalah: Jawa Barat Maju Dan Sejahtera Untuk Semua Untuk mewujudkan visi pembangunan Jawa Barat tersebut, maka dirumuskanlah lima misi yang diberi judul : 1) Membangun Masyarakat yang Berkualitas dan Berdaya saing, 2) Membangun Perekonomian yang Kokoh dan Berkeadilan, 3) Meningkatkan Kinerja Pemerintahan, Profesionalisme Aparatur, dan Perluasan Partisipasi Publik; 4) Mewujudkan Jawa Barat yang Nyaman dan Pembangunan Infrastruktur Strategis yang Berkelanjutan, 5) Peran Pemuda dan Olah Raga serta Pengembangan Pariwisata dalam Bingkai Kearifan Lokal. Adapun misi yang terkait langsung dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat adalah: Membangun Masyarakat yang Berkualitas dan Berdaya saing, misi ini untuk mewujudkan pemerataan layanan dasar, dengan memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan yang bermutu, dan terjangkau. Untuk misi ini, Dinas Pendidikan melaksanakan tujuan Meningkatkan pemerataan, dan perluasan akses pendidikan dengan 3 sasaran, yaitu : (1) meningkatnya akses pendidikan dasar dan menengah yang berkualitas; (2) Meningkatnya kuantitas, dan kualitas pendidikan anak usia dini (PAUD); (3) Meningkatnya mutu pendidikan, dan tenaga kependidikan. 2. Rencana Strategis Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Tahun Rencana strategis (Renstra) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Tahun merupakan perencanaan jangka menengah Dinas Pendidikan yang berisi tentang gambaran sasaran atau kondisi hasil yang akan dicapai dalam kurun waktu lima tahun beserta strategi yang akan dilakukan untuk mencapai sasaran sesuai dengan tugas dan peran yang diamanahkan. Penyusunan Renstra Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat telah mengacu pada RPJMD Tahun yang telah ditetapkan Pemerintah Daerah Jawa Barat, khususnya terkait dengan misi Membangun Masyarakat yang Berkualitas dan Berdaya saing. Secara singkat subtansi Renstra Dinas Pendidikan, dapat diuraikan sebagai berikut: 12

21 2.1 Visi dan Misi Sejalan dengan cita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana termaktub dalam Undang-Undang Dasar 1945, tujuan dan fungsi pendidikan nasional sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dan peraturan perundang-undangan nasional dan daerah terutama Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Barat , ditetapkanlah visi pendidikan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat sebagai berikut : Terwujudnya Pendidikan Maju di Jawa Barat guna membentuk SDM yang berkarakter, cerdas, mandiri, menguasai IPTEK dan berbasis budaya Jawa Barat Hal-hal menyangkut pengertian, ruang lingkup atau batasan dari setiap pernyataan dalam visi tersebut agar menuju pada satu penafsiran/ atau persepsi, maka perlu dijelaskan sebagai berikut : 1. Pendidikan maju adalah pendidikan yang berorientasi jauh ke masa depan (futuristik), peka dan tanggap terhadap setiap perubahan situasi atau dinamika politik, hukum, sosial, ekonomi dan ilmu pengetahuan serta teknologi; dan secara optimal menerapkan sistem tatakelola (manajemen) modern dengan memanfaatkan teknologi informasi, teknologi komunikasi yang mutakhir. 2. Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkarakter adalah SDM yang memiliki komitment tinggi dengan dirinya yang dilandasi oleh kesadaran akan pentingnya mengaktualisasikan nilai-nilai keagamaan, keimanan, kebangsaaan atau nasionalisme serta budaya dalam kehidupan nyata (realitas hidup), menuju kehidupan pribadi, masyarakat dan bangsa yang lebih bermartabat dalam tatanan dan pergaulan masyarakat dunia atau global. 3. Sumber Daya Manusia (SDM) yang cerdas adalah SDM yang memiliki kapasitas, kemampuan, kecakapan dan ketrampilan dalam mengidentifikasi, menganalisis serta memecahkan permasalahan-permasalahan dalam realitas kehidupan yang nyata, serta mampu memberikan solusi yang optimal dan tuntas dari permasalahan yang dipecahkan tersebut secara efektif dan efisien, logis atau rasional dan sistematis. 4. Sumber Daya Manusia (SDM) yang mandiri adalah SDM yang memiliki keyakinan terhadap kapasitas, kemampuan, kecakapan dan ketrampilan diri 13

22 dalam mengambil setiap keputusan dan melakukan setiap tindakan secara efektif dan efisien menuju kehidupan pribadi, masyarakat dan bangsa yang lebih baik dengan tidak bergantung kepada pihak lain. 5. Sumber Daya Manusia (SDM) yang menguasai IPTEK adalah SDM yang memiliki kapasitas, kemauan, kemampuan, kecakapan dan ketrampilan untuk membiasakan secara terus menerus mengembangkan diri terhadap kegiatan riset atau penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, guna membangun kepercayaan diri yang tinggi untuk mampu bersaing dan unggul dalam kancah pergaulan dan tantangan masyarakat dunia atau global. 6. Sumber Daya Manusia (SDM) yang berbasis budaya Jawa Barat adalah SDM yang memiliki kapasitas, penghormatan, rasa cinta dan memiliki sikap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya bangsa dan kearifan lokal Jawa Barat, sebagai landasan berfikir dan bertindak di dalam merumuskan ide, gagasan dan konsep pendidikan berbudaya yang integral dan utuh, serta mampu mengaplikasikannya dalam realitas kehidupan pada keluarga, masyarakat, lembaga pendidikan serta dalam pergaulan masyarakat dunia atau global. Berdasarkan uraian tersebut di atas, maka rumusan dari visi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat adalah terwujudnya pendidikan yang maju di Jawa Barat pada tahun 2018, dengan karakterisrik atau ciri-ciri berorientasi jauh ke masa depan; dan peka atau tanggap terhadap setiap perubahan situasi politik, hukum, sosial, ekonomi, dan ilmu pengetahuan serta teknologi. Situasi pendidikan maju di Jawa Barat akan terwujud diakibatkan oleh dukungan dan ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang : b. memiliki komitment tinggi dengan dirinya sendiri; c. memiliki kesadaran untuk mengaktualisasikan nilai-nilai keagamaan, keimanan, kebangsaaan atau nasionalisme, budaya dan kearifan lokal Jawa Barat dalam realitas kehidupan; d. memiliki kapasitas, kemampuan dan kecakapan serta ketrampilan dalam mengidentifikasi, menganalisis, memecahkan setiap permasalahan dalam realitas kehidupan; e. mampu memberikan solusi optimal dan tuntas dari setiap permasalahan secara efisien dan efektif secara logis, rasional dan sistematis; f. memiliki kapasitas, keyakinan terhadap kemampuan dirinya tanpa adanya ketergantungan kepada orang/pihak lain; 14

23 g. memiliki kemauan dan kemampuan untuk terus menerus melakukan pengembangan diri dalam riset atau penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknolog; h. memiliki penghormatan, rasa cinta dan memiliki sikap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya bangsa dan kearifan lokal Jawa Barat sebagai landasan berfikir, pengambilan keputusan, bersikap dan bertindak dalam realitas kehidupan; i. memiliki kapasitas, kemampuan, kecakapan dan ketrampilan dalam menerapkan sistem tatakelola (manajemen) modern; yang didukung oleh pemanfaatan secara optimal teknologi informasi dan teknologi komunikasi yang mutakhir; j. memiliki kapasitas, kemampuan, kecakapan dan ketrampilan guna bersaing dan memiliki keunggulan di dalam pergaulan dan tantangan kehidupan masyarakat dunia atau global. Terdapat beberapa indikator yang dapat digunakan untuk mengukur pencapaian Visi Dinas Pendidikan Jawa Barat pada tahun 2018 yang akan datang, yakni : 1. Terwujudnya kemajuan dalam proses sistem tata kelola atau manajemen pendidikan di Jawa Barat; 2. Dihasilkannya output pendidikan yang memiliki karakter dan berbudi pekerti luhur; 3. Dihasilkannya output pendidikan dengan kecerdasan majemuk sehingga memiliki keunggulan dan daya saing; 4. Dihasilkannya output pendidikan yang berjiwa entrepneurship dan produktif sehingga memiliki kemandirian; 5. Dihasilkannya output pendidikan dengan pembiasaan dan pengusaan IPTEK yang maju; 6. Dihasilkannya output pendidikan yang mampu menghargai, mencintai, mendayagunakan dan melestarikan budaya Jawa Barat. 2.2 Misi Pendidikan Provinsi Jawa Barat Untuk mengoperasionalkan dan mewujudkan visi pendidikan Provinsi Jawa Barat tersebut dinyatakan atau dirumuskan misi pendidikan Provinsi Jawa Barat sebagai berikut : 1. Meningkatkan Perluasan dan Pemerataan aksesibilitas pelayanan pendidikan yang berkualitas; 15

24 2. Meningkatkan mutu, relevansi, dan daya saing sumber daya manusia bidang pendidikan; 2.3 Tujuan dan Sasaran Pembangunan Pendidikan Untuk merealisasikan visi dan misi pendidikan Jawa Barat, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat merumuskan 2 (dua) tujuan dan 7 (tujuh) sasaran tahun yang lebih operasional dan jelas menggambarkan ukuran-ukuran terlaksananya misi dan tercapainya visi, yaitu : 1. Tujuan a. Meningkatkan ketersediaan, pemerataan dan kualitas pelayanan pendidikan di semua jenjang pendidikan di Jawa Barat. b. Meningkatkan kompetensi dan pemerataan sebaran pendidik dan tenaga kependidikan di Jawa Barat. 2. Sasaran Sasaran strategis merupakan penjabaran tujuan organisasi Dinas Pendidikan yang lebih spesifik dan terukur. Sasaran yang ingin dicapai pada masing-masing tujuan sebagaimana telah dipaparkan diatas dan acuan bagi seluruh pelaksanaan program dan kegiatan sebagai berikut : 1. Tujuan 1 Meningkatkan ketersediaan, pemerataan dan kualitas pelayanan pendidikan di semua jenjang pendidikan di Jawa Barat, sasaran yang ingin di capai : a. Menurunnya angka putus sekolah (DO) jenjang pendidikan dasar b. Meningkatnya layanan pendidikan menengah dan tinggi secara merata c. Meningkatkan ketersediaan, pemerataan dan kualitas pelayanan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD- DIKMAS) d. Meningkatnya layanan pendidikan khusus dan pendidikan layanan khusus (PKPLK) yang berkualitas 16

25 2. Tujuan 2 Meningkatkan kompetensi dan pemerataan sebaran pendidik dan tenaga kependidikan di Jawa Barat, sasaran yang ingin di capai : a. Meningkatnya pendidik dan tenaga kependidikan yang berkualitas dan profesional pada semua jenjang pendidikan b. Meningkatnya layanan yang berkualitas pada manajemen sekolah dan manajemen pendidikan 17

26 Meningkatkan Perluasan dan Pemerataan aksesibilitas pelayanan pendidikan yang berkualitas Meningkatkan mutu, relevansi, dan daya saing sumber daya manusia bidang pendidikan Tabel 1 Keterkaitan Misi, Tujuan, dan Sasaran Pembangunan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Tahun Misi Tujuan Sasaran 1.1 Meningkatkan ketersediaan, pemerataan dan kualitas pelayanan pendidikan di semua jenjang pendidikan di Jawa Barat 1.2 Meningkatkan kompetensi dan pemerataan sebaran pendidik dan tenaga kependidikan di Jawa Barat Menurunnya angka putus sekolah (DO) jenjang pendidikan dasar Meningkatnya layanan pendidikan menengah dan tinggi secara merata Meningkatkan ketersediaan, pemerataan dan kualitas pelayanan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD- DIKMAS) Meningkatnya layanan pendidikan khusus dan pendidikan layanan khusus (PKPLK) yang berkualitas Meningkatnya pendidik dan tenaga kependidikan yang berkualitas dan profesional pada semua jenjang pendidikan Meningkatnya layanan yang berkualitas pada manajemen sekolah dan manajemen pendidikan 18

27 2.4 INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) Dinas Pendidikan telah menetapkan Indikator Kinerja (IKU) untuk mengukur keberhasilan organisasi dalam mencapai sasaran strategis organisasi. Penetapan Indikator Kinerja Utama telah mengacu pada RPJMD dan Renstra Tahun Adapun Indikator kinerja utama Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat yang menjadi acuan untuk periode waktu tahun adalah sebagai berikut : Tabel 2 Indikator Kinerja Utama Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat TUJUAN SASARAN INDIKATOR KINERJA Meningkatkan ketersediaan, pemerataan dan kualitas pelayanan pendidikan di semua jenjang pendidikan di Jawa Barat Meningkatkan kompetensi dan pemerataan sebaran pendidik dan tenaga kependidikan di Jawa Barat Menurunnya angka putus sekolah (DO) jenjang pendidikan dasar Meningkatnya layanan pendidikan menengah dan tinggi secara merata Meningkatkan ketersediaan, pemerataan dan kualitas pelayanan Pendidikan Anak Usia Dini- Pendidikan Masyarakat (PAUD- DIKMAS). Meningkatnya layanan pendidikan khusus dan pendidikan layanan khusus (PKPLK) yang berkualitas Meningkatnya pendidik dan tenaga kependidikan yang berkualitas dan profesional pada semua jenjang pendidikan Meningkatnya layanan yang berkualitas pada manajemen sekolah dan manajemen pendidikan 2.5 KEBIJAKAN DAN STRATEGI PENCAPAIAN Angka melanjutkan dari jenjang SD/MI ke SMP/MTs Prosentase Angka Melanjutkan dari jenjang SMP/MTs ke SMA/MA/SMK Angka melalanjutkan dari jenjang SM (SMA/MA/SMK) ke perguruan Tinggi Angka Partisipasi Kasar Pendidikan Anak Usia Dini (APK PAUD) Prosesntase berkurangnya angka buta huruf (meningkatnya angka melek huruf) Jumlah guru SD/SMP/SMA- LB yang menyelesaikan S1 dan D4 Jumlah Guru SD/SMP/SMA/SMK dengan kualifikasi S1 dan D4 Prosentase sekolah yang terakreditasi Jumlah sekolah SD/SMP/SMA/SMK yang telah terintegrasi dengan database Untuk mewujudkan visi dan misi pembangunan pendidikan, maka strategi yang dibutuhkan adalah sebagai berikut : 1. Menurunkan angka putus sekolah (DO) jenjang pendidikan dasar 2. Meningkatkan layanan pendidikan menengah dan tinggi secara merata 19

28 3. Meningkatkan ketersediaan, pemerataan dan kualitas pelayanan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD-DIKMAS) 4. Meningkatkan layanan pendidikan khusus dan pendidikan layanan khusus (PKPLK) yang berkualitas 5. Meningkatkan pendidik dan tenaga kependidikan yang berkualitas dan profesional pada semua jenjang pendidikan 6. Meningkatkan layanan yang berkualitas pada manajemen sekolah dan manajemen pendidikan Selama lima tahun ke depan, strategi pembangunan pendidikan tersebut merupakan prioritas pembangunan pendidikan di Jawa Barat. Bila dicermati secara mendalam, strategi pembangunan pendidikan yang pertama berkaitan erat dengan makin meningkatnya tuntutan masyarakat atas kebutuhan pendidikan, guna mengantisipasi perkembangan kebudayaan, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta peningkatan persaingan dalam kehidupan masyarakat dunia. Untuk itu pencapaian pendidikan pada jenjang dasar, dirasakan kurang memadai lagi untuk mengimbangi dinamika kemajuan dalam kehidupan masyarakat.tuntutan untuk menempuh pendidikan jenjang menengah menjadi suatu keniscayaan. Selain itu dengan komitmen yang tinggi terhadap kepentingan pembangunan pendidikan, program-program bantuan pembiayaan pendidikan dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Program BOS untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah. Programprogram tersebut dalam implementasinya memerlukan pengembangan sistem pengelolaan yang memadai, agar efektivitasnya untuk tujuan wajib belajar jenjang pendidikan menengah 12 tahun dapat tercapai. Sebagai provinsi yang memiliki pertumbuhan ekonomi yang pesat Jawa Barat membutuhkan penyediaan sumberdaya produktif untuk mendukung pengembangan sektor-sektor ekonomi yang terus berkembang. Untuk itu dirasakan perlunya strategi peningkatan kuantitas dan kualitas lembaga SMA dan SMK. APK jenjang SMA/SMK pada tahun 2016, yaitu 62,11 menjadi acuan dasar untuk menambah dan mengupayakan pendirian SMA dan SMK baru di berbagai wilayah Jawa Barat. Selain itu diperlukan upaya untuk meningkatkan kualitas Sekolah Menengah Kejuruan, demi meningkatnya kualitas lulusan, guna menjawab kebutuhan dunia kerja yang juga terus meningkat tuntutannya atas sumberdaya yang berpengatahuan dan berketerampilan memadai. Kesadaran untuk menanamkan pendidikan sejak dini, menjadikan peningkatan aksesbilitas dan kualitas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai strategi yang diprioritaskan dalam pembangunan pendidikan di Jawa Barat. 20

29 Fenomena yang ada di lapangan, belum semua wilayah, terutama di daerah pedesaan tersedia lembaga pendidikan bagi anak usia dini tersebut. Sementara di perkotaan penyelenggaraan PAUD banyak dilakukan oleh pihak swasta dengan biaya pendidikan yang tidak terjangkau oleh golongan masyarakat yang kurang mampu secara ekonomi. Untuk itu perlu dilakukan upaya-upaya untuk memperluas kesempatan mengikuti PAUD di kalangan masyarakat di segala strata dan tempat tinggal yang berbeda, melalui pendirian lembaga penyelenggara PAUD. Di samping perluasan perlu pula dikembangkan programprogram pendidikan untuk meningkatkan kualitas PAUD, melalui penyediaan tenaga pendidik yang kompeten, sarana prasarana, dan sistem manajemen PAUD yang baik. Peningkatan kualitas pendidikan secara umum menjadi prioritas strategi pembangunan pendidikan di Jawa Barat. Hal ini dapat dipahami berdasar kesadaran bahwa persaingan global termasuk di dalamnya dalam bidang pendidikan makin meningkat. Untuk itu pendidikan pada berbagai jalur dan jenjang pendidikan perlu ditingkatkan kualitasnya. Perhatian khusus pada lembaga pendidikan di lingkungan Pondok Pesantren, hal ini dilandasi oleh pemikiran bahwa pendidikan yang dimaksud perlu ditingkatkan agar secara relatif tidak jauh tertinggal dari lembaga pendidikan umum yang ada di masyarakat luar Pondok Pesantren. Selain itu secara kuantitatif di Jawa Barat jumlah lembaga pendidikan yang ada di Pondok Pesantren jumlahnya besar dibandingkan dengan provinsi-provinsi yang lain. Terakhir perhatian pada pentingnya peningkatan minat baca, menjadi strategi pembangunan pendidikan yang menjadi prioritas. Kemajuan teknologi komunikasi telah membawa sebagaian besar anggota masyarakat terutama anak-anak tersita waktunya untuk menekuni dunia maya, melalui berbagai program jejaring sosial dan program-program permainan. Dampak negatif dapat ditimbulkan dari kecenderungan tersebut, dan untuk mengimbanginya diperlukan strategi pembangunan pendidikan yang diarahkan untuk meningkatkan minat baca. Berdasarkan sasaran pembangunan pendidikan seperti tersebut di atas, dikembangkan 23 (dua puluh tiga) arah kebijakan pendidikan yang akan diputuskan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. 1) Peningkatan dan pengembangan secara bertahap Wajib Belajar Pendidikan Menengah 12 Tahun sebagai kelanjutan Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun; 21

30 2) Peningkatan rasio perbandingan jumlah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Sekolah Menengah Umum (SMU), 70% : 30%, untuk menyiapkan tenaga kerja terampil berpendidikan menengah; 3) Sekolah menengah berbasis pesantren. 4) Penuntasan Pembangunan RKB SMP/MTs, SMA/MA/SMK,SLB Negeri/Swasta, USB SMA/SMK/SLB dan Rehabilitasi Ruang Kelas Rusak. 5) Penuntasan Fasilitasi Penegerian Perguruan Tinggi Swasta. 6) Fasilitasi Sarana Prasarana SMA/SMK, SLB, dan Perguruan Tinggi Negeri/Swasta. 7) Pemberian Beasiswa Bagi Pemuda, Atlit, Guru dan Tenaga Medis, Beasiswa Governor List, serta PIP bagi siswa Miskin SMA/SMK, Beasiswa bagi Mahasiswa Tugas Akhir, dan Beasiswa BAGUS bagi siswa SLB. 8) Penyelenggaraan SMP/SMA Kelas Jauh, SMP Terbuka, SD/SMP Satap, SMA /SMK Terbuka 9) Peningkatan Kesejahteraan Guru Non PNS/PNS daerah terpencil di Jawa Barat 10) Menyediakan Alat Praktek SMA/SMK di Jawa Barat 11) Meningkatkan Kualifikasi Pendidik & Pengembangan Program Peningkatan Kualitas PTK 12) Peningkatan Kompetensi Pendidik & Tenaga Kependidikan Dikdasmen 13) Fasilitasi Akreditasi Sekolah /Madrasah di Provinsi Jawa Barat (BAP-SM) 14) Pelaksanaan Penyelenggaraan Ujian Nasional SMP/MTs, SMA/MA/SMK 15) Penyelenggaraan Ujian Sekolah/Madrasah SD/MI sederajat 16) Penyediaan Alat Bantu & Media Pembelajaran SLB 17) Penyelenggaraan Pendidikan Kesetaraan Program Paket B dan C 18) Penyelenggaraan Program KF melalui Keaksaraan Usaha Mandiri (KUM) 19) Penyelenggaraan Program Sekolah Inklusif bagi Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Formal 20) Pengembangan PAUD secara holistik dan terpadu; 21) Peningkatan pemerataan dan akses PAUD, khususnya di daerah tertinggal, 22) Peningkatan mutu dan sebaran tenaga kependidikan secara merata; 23) Peningkatan layanan pendidikan berbasis manajamen pendidikan secara komprehensif dan terintegrasi; Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jawa Barat Tahun telah menetapkan arah kebijakan yang terkait langsung dengan Peningkatan Perluasan dan Pemerataan aksesibilitas pelayanan 22

31 pendidikan yang berkualitas yang merupakan sub agenda dalam RPJMD Jawa Barat, adapun strategi pencapaian kebijakan yang ditempuh adalah: 1. Perluasan dan Pemerataan Kesempatan mendapatkan pendidikan Upaya peningkatan perluasan dan pemerataan kesempatan mendapatkan pendidikan seringkali terkendala oleh kondisi sosial ekonomi, budaya serta geografi dan demografi, sehubungan dengan itu maka strategi yang akan ditempuh adalah : a. Terus mengupayakan keberlanjutan program pendanaan Biaya Operasional Sekolah (BOS) Wajar Pendidikan Menegah Universal disertai dengan sosialisasi, pembinaan dan pengendalian yang tertib dan akurat dalam rangka menjaga kepercayaan semua pihak tentang manfaat program tersebut; b. Penyediaan sarana dan prasarana pendidikan; c. Pemerataan Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan d. Perluasan Pendidikan pada jalur non-formal; e. Perluasan Akses Pendidikan Keaksaraan bagi Penduduk Usia> 15 tahun; f. Perluasan Akses PKPLK dan Sekolah Inklusif; g. Pengembangan pendidikan layanan khusus bagi anak usia wajar dikdas di daerah terpencil, daerah yang berpenduduk jarang dan terpencar, serta daerah terisolasi dan anak jalanan; h. Perluasan Aksesiblitas Layanan Pendidikan PAUD i. Pendidikan Kecakapan Hidup j. Perluasan Aksesibilitas layanan pendidikan SMA/SMK; k. Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi sebagai sarana Pembelajaran jarak jauh; 2. Peningkatan Mutu dan Relevansi Pendidikan Pada dasarnya indikator mutu pendidikan adalah kualitas lulusannya, sedangkan aspek yang sangat dominan dalam peningkatan mutu penyelenggaraan pendidikan adalah guru, manajemen, fasilitas, kurikulum, sistem yang digunakan serta dana yang tersedia, sehubungan dengan itu maka strategi yang akan ditempuh adalah : a. Implementasi dan penyempurnaan standar pendidikan yang telah ada dan penguatan peran Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP); b. Pengawasan dan penjaminan mutu secara terprogram dengan mengacu pada SNP; 23

32 c. Perluasan dan peningkatan mutu akreditasi oleh Badan Akreditasi; d. Pengembangan guru sebagai profesi; e. Pengembangan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan ; f. Peningkatan kualifikasi pendidik dan tenaga kependidikan ; g. Perbaikan dan pengembangan sarana prasarana; h. Perluasan pendidikan kecakapan hidup; i. Pengembangan sekolah berbasis keunggulan lokal di setiap Kabupaten/Kota; j. Akselerasi jumlah program studi kejuruan, vokasi, dan profesi; k. Teknologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan; kegiatan ini berupa pengembangan system, metode, dan materi pembelajaran dengan menggunakan ICT. 3. Peningkatan Manajemen Pendidikan Kebijakan strategis dalam rangka peningkatan good governance, akuntabilitas, dan pencitraan publik pendidikan secara keseluruhan dapat digambarkan sebagai berikut. Sesuai dengan kondisi sosial ekonomi dan budaya sekolah, pada dasarnya efisiensi manajemen pendidikan sangat ditentukan oleh ketepatan sosialisasi program, koordinasi, disiplin, etos kerja serta kecermatan perencanaan, sehubungan dengan itu perlu ditempuh strategi : a. Peningkatan monitoring dan evaluasi dengan fokus pada supervise (pembinaan dan pembimbingan) yang intensif, tertib dan akuntabel; b. Review terhadap pelaksanaan program ; c. Pembudayaan peningkatan layanan publik; d. Peningkatan Sistem Pengendalian Internal ( SPI ) berkoordinasi dengan Bawas, Irjen, BPKP dan BPK; e. Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi aparat Perencanaan dan Penganggaran; f. Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi Managerial Aparatur; g. Peningkatan Ketaatan pada Peraturan Perundang-undangan; h. Penataan Regulasi Pengelolaan Pendidikan; i. Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi Pengelola Pendidikan; j. Pelaksanaan Inpres No. 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan KKN; k. Intensifikasi dan Ekstensifikasi Pemeriksaan serta Penyelesaian Tindak Lanjut Temuan - Temuan Pemeriksaan. 24

33 2.6 PROGRAM DAN KEGIATAN Strategi pencapaian visi, misi, tujuan, dan sasaran serta indikator kinerja utama Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat pada tahun 2016 diimplementasikan melalui 14 program yang didukung oleh 83 kegiatan dengan rincian sebagai berikut: PROGRAM PRIORITAS 1. Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Program ini bertujuan untuk meningkatkan akses dan pemerataan pelayanan pendidikan dasar yang bermutu dan terjangkau, baik melalui jalur formal maupun non formal yang mencakup SD/MI serta SMP/MTs dan meningkatkan mutu sarana prasarana sebagai tempat pembelajaran yang kondusif bagi siswa dan guru. Adapun sasarannya adalah seluruh anak usia 7 15 tahun baik laki laki maupun perempuan agar dapat memperoleh pendidikan, setidak tidaknya sampai jenjang sekolah menengah pertama atau yang sederajat. Program ini didukung oleh beberapa kegiatan sebagai berikut: a. Menyelenggarakan Sekolah Standar Nasional Jenjang Pendidikan Dasar. b. Pembinaan Sekolah Dasar. c. Peningkatan Kesejahteraan Guru Non PNS Daerah Terpencil d. Melaksanakan Pembinaan SMP, SMP Terbuka dan Satu Atap. e. Verifikasi Pemberian BOS Pendidikan Dasar. f. Verifikasi dan Pembangunan RKB SMP/MTs dan Rehabilitasi SD/MI. g. Melaksanakan Pembinaan Sekolah Swasta Jenjang Pendidikan Dasar. h. Melaksanakan Festival dan Lomba Kesiswaan (Olimpiade Sains, Seni dan Olahraga). i. Peningkatan Budaya Literasi Siswa di Jawa Barat. 2. Program Pendidikan Menengah Tinggi Program ini bertujuan untuk meningkatkan akses dan pemerataan pelayanan pendidikan menengah yang bermutu dan terjangkau bagi penduduk laki laki dan perempuan melalui jalur formal maupun nonformal, yang mencakup SMA, SMK, dan MA Serta penguatan pendidikan vokasional baik melalui sekolah/madrasah umum maupun kejuruan dan pendidikan non formal guna mempersiapkan lulusan yang tidak melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi untuk masuk dunia kerja. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk meningkatkan mutu sarana prasarana sebagai tempat pembelajaran yang 25

34 kondusif bagi siswa dan guru. Adapun sasarannya meliputi lulusan sekolah menengah pertama yang meningkat secara signifikan sebagai dampak positif pelaksanaan Wajar Dikdas 9 Tahun. Program ini didukung oleh beberapa kegiatan sebagai berikut: a. Verifikasi Pembangunan Ruang Kelas Baru SMA/MA dan SMK di Jawa Barat; b. Verifikasi Bantuan Sarana dan Prasarana SMK. c. Penyelenggaraan Kreativitas Inovasi SMK (Epitek) LKS, O2SN, FLS2N; d. Penyelenggaraan LKS O2SN, OSN, Lomba Bahasa (Inggris dan Indonesia), FLS2N dan Galaxy; e. Pelaksanaan Akreditasi SMA/SMK Negeri dan Swasta di Jawa Barat; f. Pengembangan Karakter Budaya Bangsa (KBB) dan Supervisi Keterlaksanaan 8 SNP; g. Memperkuat 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP) SMA; h. Pemberdayaan MGMP Kejuruan Jawa Barat; i. Pelatihan Kewirausahaan siswa SMK di Jawa Barat; j. Pengelolaan PMU jenjang SMK/SMK/MA se Jawa Barat; k. Pelaksanaan Beasiswa Perguruan Tinggi; l. Pelaksanaan Verifikasi Bantuan Sarpras dan Pengadaan Lahan Perguruan Tinggi; m. Kegiatan Pembangunan Unit Sekolah Baru SMA; n. Kegiatan Pembangunan Unit Sekolah Baru SMK; o. Kegiatan Verifikasi KKN Tematik; p. Kegiatan Boarding school SMK Berbasis Pesantren; q. Peingkatan Mutu dan Kompetensi Siswa SMA/SMK Magang di Luar Negeri; r. Penyelenggaraan Pendidikan Digital Smarch School (Jabar Menghafal) s. Melaksanakan Pembinaan Sekolah Swasta Jenjang Pendidikan Menengah; t. Pendidikan Dasar Kepemimpinan; u. Pendataan untuk pemberian beasiswa asal jawa barat di mesir; 3. Program Pendidikan Anak Usia Dini Non Formal Informal (PAUDNI) Program ini bertujuan untuk memberikan layanan pendidikan melalui jalur formal khususnya jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dengan sasaran semua anak usia dini baik laki laki maupun perempuan juga pada jalur pendidikan Non Formal sebagai pengganti, penambah atau pelengkap pendidikan formal guna mengembangkan potensi peserta didik dengan penekanan pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan fungsional dalam 26

35 rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat dan membidik sasaran penduduk buta huruf untuk mengikuti pendidikan keaksaraan serta lapisan masyarakat yang ingin mengembangkan kemampuan secara lebih luas dan bervariasi. Program ini didukung oleh beberapa kegiatan sebagai berikut: a. Pengembangan Layanan PAUD; b. Meningkatkan Layanan Pendidikan Masyarakat; c. Kegiatan Pelaksanaan BAN-PNFI Provinsi Jawa Barat; d. Peningkatan Layanan Kursus dan Kelembagaan Mendukung Wirausaha Baru di Jawa Barat; e. Apresiasi PTK PAUDNI Berprestasi Tingkat Provinsi Jawa Barat. 4. Program Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PK-PLK) Program ini bertujuan untuk menyediakan pendidikan bagi seluruh masyarakat yang berkebutuuhan khusus. Program ini didukung oleh kegiatan : a. Meningkatkan Sarana dan Prasarana SLB Jawa Barat; b. Pengembangan, Kurikulum dan Penilaian PK/PLK; c. Peningkatan Kompetensi Kualifikasi, Kesejahteraan, Penghargaan dan Perlindungan bagi pendidik dan tenaga pengajar; d. Pengembangan, Peningkatan Kompetensi dan Promosi Siswa PK/PLK; e. Percepatan Capaian APK/APM Sekolah menengah melalui PLK; f. Pengadaan USB 3 SLBN di 25 Kab/Kota di Jawa Barat; g. Revitalisasi 38 SLBN di 25 Kab/Kota di Jawa Barat; h. Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) untuk siswa daerah 3T melalui layanan khusus di jawa barat. 5. Program Pengembangan Nilai Budaya Program ini bertujuan untuk memfasilitasi pelestarian dan pengembangan nilai-nilai budaya di Jawa Barat, khususnya melalui jalur pendidikan. Program ini didukung oleh kegiatan Koordinasi dan Penyediaan Sumber Sumber Referensi, Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Sastra dan Seni Daerah. a. Sosialisasi dan edukasi siwa tentang geofark ciletuh b. Pasanggiri dan Apresiasi Bahasa, Sastra, Aksara dan Kesenian Daerah bagi siswa/siswi c. Pengembangan Bahasa, Sastra dan Seni Daerah pada Jalur Pendidikan 27

36 6. Program Pembinaan dan Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Program ini bertujuan untuk Untuk meningkatkan kecukupan jumlah, kualitas dan profesionalisme pendidik baik laki laki maupun perempuan pada satuan pendidikan formal dan non formal, negeri dan swasta, baik umum, kejuruan, maupun pada jenjang pendidikan khusus layanan khusus untuk dapat merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran dengan menciptakan suasana pendidikan yang bermakna, menyenangkan, kreatif, dinamis dan dialogis, menilai hasil pembelajaran dan melakukan pembimbingan dan pelatihan, melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat serta mempunyai komitmen secara profesional dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk meningkatkan kecukupan jumlah, kualitas, kompetensi dan profesionalisme tenaga kependidikan untuk mampu melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan serta memilih Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas Sekolah Berprestasi Tingkat Provinsi untuk mengikuti kejuaraan di tingkat nasional. Sasaran dari program ini adalah tenaga pendidik (guru/kepala sekolah) dan tenaga kependidikan di seluruh Jawa Barat. Program ini didukung oleh beberapa kegiatan sebagai berikut: a. Memilih Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidik Luar Biasa. b. Pelatihan Peningkatan Kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidi kan Pendidikan Kejuruan. c. Seleksi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi. d. Bimbingan Teknis Sertifikasi Guru SLB di Jawa Barat. e. Memilih Pendidik dan Tenaga Kependidikan Luar Biasa Berdedikasi. f. Revitalisasi Tim Pengembang Kurikulum (TPK) Provinsi Jawa Barat.. g. Revitalisasi Forum KKG, MGMP Pengembang Kurikulum Muatan Lokal di Jawa Barat. h. Menyelenggarakan Pelatihan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Mata Pelajaran Bahasa dan Kesenian. 7. Program Manajemen Pelayanan Pendidikan Program ini bertujuan untuk Untuk meningkatkan kualitas satuan pendidikan sesuai dengan 8 Standar Nasional Pendidikan. Program ini mencakup kegiatan: a. Menyelenggarakan Penyusunan Silabus dan Pelatihan Pendidik Tenaga Kependidikan Pendidikan Kejuruan. 28

37 b. Meningkatkan dan Pengembangan Asrama Bina Siswa SMA Plus Cisarua. c. Melatih dan meningkatkan Kompetensi Pendidik,Tenaga Kependidikan dan Diseminasi Lesson Study di 10 Kab/Kota (PHK-1) d. Meningkatkan Kesejahteraan Non PNS Daerah Terpencil dan Perbatasan. e. Sistem Informasi Manajemen Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. f. Ujian Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah. g. Revitalisasi Tim Pengembang Kurikulum (PTK) SMA Provinsi Jawa Barat. h. Seleksi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Berprestasi SMA/SMK TA i. Informasi Program Pembangunan Bidang Pendidikan. j. Pengembangan Mutu Pendidikan di Bantaran Sungai Citarum (Citarum Bestari ) k. Kajian Implementasi UU No 23 dan Penyusunan Naskah Akademik Pembentukan Balai Pengelola Teknis SMA/SMK di Jawa Barat. Program Penunjang 8. Program Perencanaan, Pengendalian, dan Pengawasan Pembangunan Pendidikan di Daerah. Program ini bertujuan untuk mewujudkan penyelesaian dokumen penyelenggaraan pemerintah (dokumen perencanaan) tepat waktu 9. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan. Program ini bertujuan untuk mewujukan penyelesaian dokumen penyelenggaraan pemerintah (dokumen keuangan) tepat waktu. 10. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur Program ini bertujuan untuk memberikan dukungan penyediaan maupun pemeliharaan sarana dan prasarana yang diperlukan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya agar dapat memberikan pelayanan yang lebih baik dan nyaman bagi para pemangku kepentingan 11. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 29

38 Program ini bertujuan untuk meningkatkan system pelayanan administrasi perkantoran dalam menunjang pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat. 12. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Program ini bertujuan untuk meningkatkan sarana prasarana perkantoran dalam menunjang pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat. 13. Program Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Aparatur Program ini bertujuan untuk memberikan dukungan penyediaan maupun pemeliharaan sarana dan prasarana yang diperlukan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya agar dapat memberikan pelayanan yang lebih baik dan nyaman bagi para pemangku kepentingan. 14. Program Pengelolaan dan Keragaman Budaya Program ini bertujuan untuk menyelengarakan helaran/festival kesenian daerah sebagai ciri khas daerah Kabupaten/Kota. NO. PROGRAM PENANGGUNG JAWAB 1 Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Bidang Pendidikan Dasar 2 Program Pendidikan Menengah dan Tinggi Bidang Pendidikan 3 Program Pendidikan Pendidikan Anak Usia Dini Non Formal dan Informal 4 Program Pendidikan Khusus dan Pendidi kan Layanan Khusus 5 Program Pembinaan dan Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Menengah dan Tinggi Bidang PAUDNI Bidang PK-PLK BPPTK PUK, BPPTK PK- LK, BPBDK 6 Program Manajemen Pelayanan Pendidikan Sekretariat 7 Program Pengelolaan Kekayaan dan Keragaman Budaya Sekretariat 30

39 NO. PROGRAM PENANGGUNG JAWAB 8 Program Perencanaan Pengendalian dan Sekretariat Pengawasan Pembangunan Daerah 9. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Sekretariat Daya Aparatur 10. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran Sekretariat 11. Program Peningkatan Sarana dan Sekretariat Prasarana Aparatur 12. Program Pemeliharaan Sarana dan Sekretariat Prasarana Apratur 13 Program Peningkatan Pengembangan Sekretariat Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan 14 Program Pengembangan Nilai Budaya BPBDK a. RENCANA STRATEGIS Program-program tersebut terangkum dalam Rencana Strategis Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Tahun yang dijelaskan pada tabel

40 Tabel 2.1 Rencana Strategis Program Pengembangan Pendidikan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Tahun MISI : 1 Tujuan 1 Terwujudnya Pendidikan Maju di Jawa Barat guna membentuk SDM yang berkarakter, cerdas, mandiri, menguasai IPTEK dan berbasis budaya Jawa Barat : Meningkatkan Perluasan dan Pemerataan aksesibilitas pelayanan pendidikan yang berkualitas; : Meningkatkan ketersediaan, pemerataan dan kualitas pelayanan pendidikan di semua jenjang pendidikan di Jawa Barat INDIKATOR FORMULASI KONDISI AWAL 2015 KONDISI AKHIR 2016 Angka Partisipasi Kasar Jumlah Siswa PAUD Pendidikan Anak Usia Dini (APK Jumlah Penduduk Usia 3 6 Tahun x100% PAUD) Angka Partisipasi Murni Pendidikan Dasar (APK SD/MI) Angka Partisipasi Murni Pendidikan Dasar (APK SMP/MTs) Angka Partisipasi Kasar Pendidikan Menengah (APK Dikmen) Jumlah Siswa SD, MI, Paket A Jumlah Penduduk Usia 7 12 Tahun x100% 95, Jumlah Siswa SMP, MTs, Paket B Jumlah Penduduk Usia x100% 98,91 99,96 Jumlah Siswa SMA, SMK, MA, Paket C Jumlah Penduduk Usia Tahun x100% 67,56 76,62 32

41 No TUJUAN SASARAM STRATEGIS Meningkatkan ketersediaan, pemerataan dan kualitas pelayanan pendidikan di semua jenjang pendidikan di Jawa Barat Meningkatnya ketersediaan dan pemerataan pelayanan Pendidikan Dasar yang berkualitas; IKU APK SD APKSMP %Angka melanjutkan SD ke SMP Rehabilitasi Ruang Kelas SD/MI dan SMP /MTs Jumlah penyeleggaraa n SMP terbuka & SD-SMP Satu Atap Pembangunan RKB SMP/MTs TARGET IKU ,34 96, TARGET IKU ,85 97, TARGET IKU ,37 98, TARGET IKU ,88 99, PROGRAM/KEGIATAN 1. Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar : a. Melaksanakan Festival dan Lomba Kesiswaan (Olimpiade Sains dan Olah Raga ) b. Pembinaan Sekolah Dasar c. Verifikasi dan Fasilitasi Pembangunan Ruang Kelas Baru. d. Menyelenggarakan Sekolah Standar Nasional jenjang Pendidikan dasar e. Melaksanakan Pembinaan SMP,SMP Terbuka,SATAP dan Paket B di Jawa Barat. f. Fasilitasi Pemberian BOS Provinsi dan Pusat jenjang Pendi dikan Dasar g. Melaksanakan Pembinaan Sekolah Swasta Jenjang Pendidikan Dasar. UNIT KERJA PENANGGUNG JAWAB Bidang Pendidikan Dasar Meningkatnya SD SSN Meningkatnya SMP SSN Angka Lulusan SD Angka Lulusan SMP

42 No TUJUAN SASARAM STRATEGIS Meningkatnya ketersediaan, pemerataan, dan kualitas pelayanan Pendidikan Menengah; IKU APK SM %Angka melanjutkan SMP ke SM Pembangunan RKB SM TARGET IKU , TARGET IKU , TARGET IKU , TARGET IKU , PROGRAM/KEGIATAN 2. Program Pendidikan Menengah dan Tinggi: a. Fasilitasi Bimtek Hibah BOP dan Paket C dan Meningkatkan Sumber Daya Manusia SMA. b. Memperkuat 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP) SMA Karakter Budaya Bangsa (KBB) Siswa SMA di Jawa Barat. UNIT KERJA PENANGGUNG JAWAB Bidang Pendidikan Menengah dan Tinggi c. Fasilitasi Pembangunan Ruang Kelas Baru SMA/MA di Jawa Barat. d. Pemberdayaan MGMP Kejuruan di Jawa Barat. e. Pengelolaan Bantuan RKB untuk SMK Negeri dan Swasta di Jawa Barat. f. Pelatihan Kewirausahaan Siswa SMK di Jawa Barat g. Bimtek Pengadaan Peralatan Praktek SMK di Jawa Barat h. Lomba Ketrampilan Siswa (LKS) SMA di Jawa Barat. i. Lomba Kterampilan Siswa (LKS) dan Penyelenggaraaan EPITECH j. Penyusunan Grand Design Pendidikan Menengah dalam rangka Implementasi UU No 23 k. Fasilitasi Pengelolaan BOS Jenjang SMA/SMK se Jawa Barat. l. Fasilitasi Akreditasi SMA/SMK Negeri dan Swasta di Jawa Barat. m. Fasilitasi dan verifika si Bea Siswa dan Hibah RKB PTS di Jawa Barat. 34

43 No TUJUAN SASARAM STRATEGIS IKU TARGET IKU 2015 TARGET IKU 2016 TARGET IKU 2017 TARGET IKU 2018 PROGRAM/KEGIATAN n. Detil Engineering Design (DED) USB SMA/SMK di Jawa Barat. UNIT KERJA PENANGGUNG JAWAB Meningkatnya ketersediaan, pemerataan pelayanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD); Meningkatnya kualitas pelayanan Pendidikan Nonformal; APK PAUD Lembaga Penyelenggara PAUD AMH Lembaga kursus dan pelatihan , , , , , , , Program Pendidikan Pendidikan Anak Usia Dini Non Formal dan Informal : a. Pengembangan La yanan Pendidikan Anak Usia Dini. b. Apresiasi Kompetensi Peserta didik Lembaga Kursus dan Kelembagaan. c. Meningkatkan Layanan Pendidikan Masyarakat. d. Peningkatan Mutu PTK PAUDNI. e. Apresiasi Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan PAUDNI Tingkat Provinsi dan Nasional. Bidang PAUDNI 35

44 No TUJUAN SASARAM STRATEGIS Meningkatnya ketersediaan pelayanan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus berkualitas di seluruh Kab./Kota di Jawa Barat; IKU Persentase Kab./Kota penyelenggara pendidikan inklusif TARGET IKU 2015 TARGET IKU 2016 TARGET IKU 2017 TARGET IKU 2018 PROGRAM/KEGIATAN Program Pendidikan Khusus dan Pendidi kan Layanan Khusus : a. Pengembangan Kurikulum,Penilaian PK PLK dan Peningkatan Kompetensi Siswa. b. Peningkatkan Sara na dan Prasarana SLB di Jawa Barat. c. Peningkatan Kompetensi/Kualifikasi Kesejahteraan dan Perlindungan bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PK/PLK) UNIT KERJA PENANGGUNG JAWAB Bidang PK PLK d. Percepatan Capaian APK/APM Sekolah Menengah melalui Pendidikan Layanan Khusus (IPM) Kelompok Belajar di Pasar,Pabrik dan L;apas serta Sekolah Terbuka Meningkatkan kompetensi dan pemerataan sebaran pendidik dan tenaga kependidikan di Jawa Barat Meningkatnya jumlah pendidik yang memiliki kualifikasi minimal DIV/S1 Meningkatnya kompetensi guru PK dan PLK. Jumlah pendidik berkualifikasi min. DIV/S1 Jumlah guru SDLB/SMPLB/ SMLB berkualifikasi S Program Pembinaan dan Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan : a. Memilih Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidik Luar Biasa. b. Pelatihan Peningkatan Kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidi kan Pendidikan Kejuruan. c. Seleksi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi. d. Bimbingan Teknis Sertifikasi Guru SLB di Jawa Barat. BPPTK PUK BPPTK PK LK BPBDK e. Memilih Pendidik dan Tenaga Kependidikan Luar Biasa Berdedikasi. f. Revitalisasi Tim Pengembang Kurikulum (TPK) Provinsi Jawa Barat.. 36

45 No TUJUAN SASARAM STRATEGIS IKU TARGET IKU 2015 TARGET IKU 2016 TARGET IKU 2017 TARGET IKU 2018 PROGRAM/KEGIATAN g. Revitalisasi Forum KKG,MGMP Pengembang Kurikulum Muatan Lokal di Jawa Barat. UNIT KERJA PENANGGUNG JAWAB Prosentase sekolah yang terakreditasi Prosentase sekolah yang terakreditasi h. Menyelenggarakan Pelatihan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Mata Pelajaran Bahasa dan Kesenian Program Manajemen Pelayanan Pendidikan : a. Menyelenggarakan Penyusunan Silabus dan Pelatihan Pendidik Tenaga Kependidikan Pendidikan Kejuruan. Sekretariat b. Meningkatkan dan Pengembangan Asrama Bina Siswa SMA Plus Cisarua. c. Melatih dan meningkatkan Kompetensi Pendidik,Tenaga Kependidikan dan Diseminasi Lesson Study di 10 Kab/Kota (PHK-1) d. Meningkatkan Kesejahteraan Non PNS Daerah Terpencil dan Perbatasan. e. Sistem Informasi Manajemen Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. f. Ujian Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah. g. Revitalisasi Tim Pengembang Kurikulum (PTK) SMA Provinsi Jawa Barat. h. Seleksi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Berprestasi SMA/SMK TA i. Informasi Program Pembangunan Bidang Pendidikan. j. Pengembangan Mutu Pendidikan di Bantaran Sungai Citarum (Citarum Bestari ) k. Kajian Implementasi UU No 23 dan 37

46 No TUJUAN SASARAM STRATEGIS IKU TARGET IKU 2015 TARGET IKU 2016 TARGET IKU 2017 TARGET IKU 2018 PROGRAM/KEGIATAN Penyusunan Naskah Akademik Pembentukan Balai Pengelola Teknis SMA/SMK di Jawa Barat. UNIT KERJA PENANGGUNG JAWAB Program Pengelolaan Kekayaan dan Keragaman Budaya : Koordinasi dan Penyediaan Sumber Sumber Referensi, Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Sastra dan Seni Daerah Program Perencanaan Pengendalian dan Pengawasan Pembangunan Daerah : BPBDK Sekretariat Optimalisasi Perencanaan, Pengendalian dan Pengawasan Pembangunan Pendidikan Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur : a. Meningkatkan Kesejahteraan dan Kemampua Apartur pada Sekretariat Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dan SMK Negeri TA b. Meningkatkan Kesejahteraan dan Kemampuan Aparatur pada Balai Pelatihan Pendidik dan Tenaga Kependidian Umum dan Kejuruan (BPPTK-PUK) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. c. Meningkatkan Kesejahteraan dan Kemaqmpuan pada Balai Pelatihan Pendidik dan Tenaga Kependidan Pendidikan Luar Biasa (BPPTK-PLB) dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat d. Meningkatkan Kesejahteraan dan Kemampuan Aparatur pada Balai Pengembangan Bahasa Daerah dan Kesenian Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Program Pelayanan Administrasi Perkantoran : Sekretariat a. Menyelenggarakan Administrasi Perkantoran 38

47 No TUJUAN SASARAM STRATEGIS IKU TARGET IKU 2015 TARGET IKU 2016 TARGET IKU 2017 TARGET IKU 2018 PROGRAM/KEGIATAN pada Sekretariat Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat 38 SLBN dan 4 SMKN TA UNIT KERJA PENANGGUNG JAWAB b. Menyelenggarakan Administrasi Perkantoran pada BPPTK-PUK Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. c. Menyelenggarakan Administrasi Perkantoran pada BPPTK-PLB Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. d. Menyelenggarakan Administrasi Perkantoran pada BPBDK Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur : Sekretariat a. Peningkatan Sarana dan Prasarana Perkantoran pada Sekretariat Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dan SMK Negeri TA b. Revitalisasi Sarana dan Prasarana BPPTK- PUK Dinas Pendidkan Provinsi Jawa Barat TA 2015 c. Revitalisasi Sarana dan Prasarana Aparatur pada BPBDK Dinas Pendidikan Pendidikan Provinsi Jawa Barat. d. Revitalisasi Sarana dan Prasarana Aparatur BPPTK-PLB Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Program Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Apratur : Sekretariat a. Pemeliharaan Sarana dan Prasarana pada Sekretariat Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dan SMK Negeri TA b. Memelihara Sarana dan Prasarana Aparatur pada BPPTK-PUK Dinas Pendidikan Provinsi 39

48 No TUJUAN SASARAM STRATEGIS IKU TARGET IKU 2015 TARGET IKU 2016 TARGET IKU 2017 TARGET IKU 2018 PROGRAM/KEGIATAN Jawa Barat TA 2015 UNIT KERJA PENANGGUNG JAWAB c. Memelihara Sarana dan Prasarana Aparatur pada BPPTK-PLB Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat d. Memelihara Sarana dan Prasarana Aparatur pada BPBDK Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat TA Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan : Sekretariat Evaluasi dan Pelaporan Internal Dinas Pendidikan Program Pengembangan Nilai Budaya : BPBDK Pasanggiri dan Apresiasi Bahasa, Sastra dan Seni Daerah Tingkat SD/MI,SMP/MTs dan SMA/SMK/MA. MISI 2 Tujuan 2 : Meningkatkan Perluasan dan Pemerataan aksesibilitas pelayanan pendidikan yang berkualitas; : Meningkatkan ketersediaan, pemerataan dan kualitas pelayanan pendidikan di semua jenjang pendidikan di Jawa Barat INDIKATOR FORMULASI KONDISI AWAL Jumlah Guru SD/SMP/SMA/SMK dengan kualifikasi S1 dan D4 Jumlah Pendidik Berkualifikasi minimal D4/S1 x100% Jumlah Pedidik Seluruhnya 2015 KONDISI AKHIR Prosentase sekolah yang terakreditasi Jumlah Sekolah SD, SMP, SMA, SMK Terakreditasi x100% Jumlah Sekolahh Seluruhnya 40

49 Jumlah sekolah SD/SMP/SMA/SMK yang telah terintegrasi dengan database Jumlah Sekolah SD, SMP, SMA, SMK Terintegrasi dengan database x100% Jumlah Sekolah Seluruhnya 99, Sasaran Strategis Cara mencapai tujuan dan sasaran Target Tahunan Ke Kebijakan Program Sasaran Indikator Kinerja Awal Tahun Jumlah Guru Peningkatan Mutu Pendidik SD/SMP/SMA/SMK dan Tenaga Kependidikan dengan kualifikasi S1 dan D4 Meningkatnya pendidik dan tenaga kependidikan yang berkualitas dan profesional pada semua jenjang pendidikan Meningkatnya layanan yang berkualitas pada manajemen sekolah dan manajemen pendidikan Prosentase sekolah yang terakreditasi Jumlah sekolah SD/SMP/SMA/SMK yang telah terintegrasi dengan database BAP, Bidang Dikmenti Bidang Dikdas, Dikmenti Sekretariat Ket 41

50 B. PERJANJIAN KINERJA 2016 PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2016 DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA BARAT NO SASARAN STRATEGIS Menurunnya Angka Putus Sekolah (DO) jenjang Pendidikan Dasar. Meningkatnya daya tampung siswa SD/MI, SMP/MTs dan Pesantren. Meningkatnya jumlah sekolah bermutu SD dan SMP berstandar Nasional ( SD SSN dan SMP SSN). Menurunnya angka putus sekolah (DO) jenjang Pendidikan Menengah. INDIKATOR KINERJA a. Angka Melanjutkan dari jenjang SD/MI ke SMP/MTs. b. Rehabilitasi Ruang Kelas. c. Jumlah Penyelenggaraan SMP Terbuka dan SD/MI, Satu Atap. d. APK SD/MI e. APK SMP/MTs. a. Pembangunan Ruang Kelas. a. Jumlah SD SSN. b. Jumlah SMP SSN a. Angka melanjutkan dari jenjang SMP/MTs ke SMA/MA dan SMK. b. Jumlah anak-anak buruh dan TKI yang menerima beasiswa pendidikan. c. APK SMA/MA dan SMK TARGET 100 % 800 ruang 675 sekolah 120,85 % 97,64 % ruang 803 sekolah 809 sekolah orang 82,95 % 2000 orang Meningkatnya daya tampung siswa SMA/MTs dan SMK. Meningkatnya angka melanjut kan ke jenjang Pendidikan Tinggi Meningkatnya pelayanan Pen didikan Anak Usia Dini (PAUD) a. Pembangunan Ruang Kelas. a. Jumlah penerima beasiswa untuk melanjutkan pada jenjang pendidikan tinggi (PTN/PTS) bagi Pemuda Atlit Berprestasi, Guru, Mahasiswa. a. APK PAUD b. Jumlah Lembaga Penyelenggara PAUD orang 76,75 % lembaga 8. Meningkatnya Pelayanan Pendidikan Non Formal (pendidikan a. Angka Melek Huruf (AMH) pendidikan non formal. 98,5 99 % 83

51 masyarakat). Meningkatnya pelayanan pendidikan Non Formal (kursus dan pelatihan) untuk peningkatan kompetensi dan keterampilan. Meningkatnya pelayanan pen didikan khusus dan pendidikan layanan khusus yang ber kualitas. Meningkatnya Kompetensi Guru PK- PLK. Meningkatnya kualitas dan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan. Meningkatnya jumlah pendidik dan tenaga kependidikan yang dilatih (pada semua jenjang) Meningkatnya jumlah sekolah yang terakreditasi pada semua jenjang pendidikan. 15. Meningkatnya jumlah dan kualitas data base sekolah sekolah pada semua jenjang pendidikan yang terkom puterisasi dan terintegrasi 16. Meningkatnya jumlah guru mata pelajaran Seni Budaya dan mata pelajaran Bahasa dan Sastra Daerah di Jawa Barat pada semua jenjang pendidikan a. Jumlah lembaga kursus dan pelatihan. a. Ruang Kelas SLB Negeri b. APK SDLB c. APK SMPLB d. APK SMALB/SMKLB a. Jumlah guru SDLB, SMPLB yang berkualitas S.1 a. Jumlah guru dengan kualifikasi D.4 dan S.1 pada semua jenjang pendidikan (SD,SMP,SMA,SMK dan SLB) a. Jumlah pendidik dan tenaga kependidikan pada semua jenjang yang telah dilatih (SD,SMP,SMA,SMK dan SLB) a. Prosentase data base sekolah yang telah terkomputerisasi dan terintegrasi SD,SMP,SMA,SMK dan SLB. a. Prosentase data base sekolah yang telah terkomputerisasi dan terintegrasi SD,SMP,SMA, SMK dan SLB a. Prosentase sekolah yang memiliki guru mata pelajaran Seni Budaya dan Bahasa, sastra Daerah di Jawa Barat pada semua jenjang pendidikan SD,SMP,SMA,SMK,SLB lembaga 50 orang 11,73 % 11,24 % 11,06 % orang org org. 26 % 70 % 70 % 84

52 BAB III AKUNTABILITAS KINERJA A. PENGUKURAN CAPAIAN KINERJA TAHUN 2016 Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Tahun 2016 ini disusun untuk mengukur tingkat keberhasilan atau kegagalan dalam pelaksanaan kegiatan yang telah ditetapkan dalam Perjanjian Kinerja Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Tahun 2016 dan Renstra Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Tahun Pengukuran tingkat capaian kinerja Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat tahun 2016 dilakukan dengan cara membandingkan antara target pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) yang telah ditetapkan dalam Perjanjian Kinerja Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Tahun 2016 dengan realisasinya. Untuk mengetahui tingkat ketercapaian target kinerja, di bawah ini akan disajikan capaian kinerja atas sasaran/target yang telah ditetapkan awal Tahun Secara umum capaian kinerja Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat memuaskan dan disajikan pula informasi kinerja pembangunan pendidikan lainnya yang telah dicapai Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat sampai dengan tahun 2016 sebagai berikut: Tabel 6. Capaian Sasaran Strategis Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Tahun 2016 SASARAN STRATEGIS 1 Menurunnya angka putus sekolah (DO) jenjang pendidikan dasar Indikator Kinerja Utama Realisasi Target Realisasi % Capaian Angka Melanjutkan dari 76,77 78,22 77, ,90 76% jenjang SD/MI ke SMP/MTs 85

53 SASARAN STRATEGIS 2 Meningkatnya layanan pendidikan menengah dan tinggi secara merata Indikator Kinerja Utama Realisasi Target Realisasi % Capaian Prosentase Angka Melanjutkan dari jenjang 92,35 97,77 97, ,67 121% SMP/MTs ke SMA/MA/SMK SASARAN STRATEGIS 3 Meningkatkan ketersediaan, pemerataan dan kualitas pelayanan Pendidikan Anak Usia Dini- Pendidikan Masyarakat (PAUD-DIKMAS). Indikator Kinerja Utama Realisasi Target Realisasi % Capaian Angka Partisipasi 48,7 60,48 65,71 76,75 65,71 86% Kasar Pendidikan Anak Usia Dini (APK PAUD) Prosesntase berkurangnya angka buta huruf (meningkatnya angka melek huruf) 97,5 96,48 98,29 98,5 98,4 99% SASARAN STRATEGIS 4 Meningkatnya layanan pendidikan khusus dan pendidikan layanan khusus (PKPLK) yang berkualitas Indikator Kinerja Utama Realisasi Target Realisasi % Capaian Jumlah guru % 86

54 SDLB/SMPLB/SMA- LB yang menyelesaikan S1 dan D4 SASARAN STRATEGIS 5 Meningkatnya pendidik dan tenaga kependidikan yang berkualitas dan profesional pada semua jenjang pendidikan Indikator Kinerja Utama Realisasi Target Realisasi % Capaian Jumlah Guru SD/SMP/SMA/SMK dengan kualifikasi S1 dan D % SASARAN STRATEGIS 6 Meningkatnya layanan yang berkualitas pada manajemen sekolah dan manajemen pendidikan Indikator Kinerja Utama Realisasi Target Realisasi % Capaian Prosentase sekolah , yang terakreditasi Jumlah sekolah SD/SMP/SMA/SMK yang telah terintegrasi dengan database B. ANALISA CAPAIAN KINERJA TAHUN 2016 Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat telah menetapkan 7 (tujuh) program prioritas dan 7 (tujuh) program penunjang sebagaimana tercantum dalam perencanaan kinerja. Program - program utama pembangunan pendidikan yang dilaksanakan di Jawa Barat, meliputi: 87

55 1. Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 2. Program Pendidikan Menengah dan Tinggi 3. Program Pendidikan Pendidikan Anak Usia Dini Non Formal dan Informal 4. Program Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus 5. Program Pembinaan dan Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan 6. Program Manajemen Pelayanan Pendidikan 7. Program Pengelolaan Kekayaan dan Keragaman Budaya 8. Program Perencanaan Pengendalian dan Pengawasan Pembangunan Daerah 9. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur 10. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 11. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 12. Program Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Apratur 13. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan 14. Program Pengembangan Nilai Budaya Sebagai perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam melaksanakan urusan pemerintahan di bidang pendidikan, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat memiliki kewajiban memenuhi target kinerja sasaran strategis dengan indikator kinerja utama sebagai tolok ukur capaian program yang telah ditetapkan. Ketercapaian indicator kinerja tersebut diharapkan dapat berkontribusi terhadap pencapaian tujuan dan sasaran strategis yang telah ditetapkan dalam Renstra Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Tahun Berikut disajikan tingkat ketercapaian indikator kinerja Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Tahun 2015 berdasarkan sasaran strategis. Enam sasaran strategis tersebut didukung oleh program-program pembangunan yang dilaksanakan oleh Bidang dan Balai di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, berikut disajikan penjelasannya. 88

56 a. Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar SASARAN STRATEGIS 1 Menurunnya angka putus sekolah (DO) jenjang pendidikan dasar Indikator Kinerja Utama Realisasi Target Realisasi % Capaian Angka Melanjutkan dari jenjang SD/MI ke SMP/MTs 76,77 78,22 77, ,90 76% Pagu anggaran program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun sebesar Rp ,- dengan realisasi Rp ,- (95,94%). Program ini bertujuan untuk meningkatkan akses dan pemerataan pelayanan pendidikan dasar yang bermutu dan terjangkau, baik melalui jalur formal maupun non formal yang mencakup SD, MI dan Paket A serta SMP, MTs dan Paket B. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk meningkatkan mutu sarana prasarana sebagai tempat pembelajaran yang kondusif bagi siswa dan guru. Sasaran program ini adalah seluruh anak usia 7 15 tahun baik laki laki maupun perempuan agar dapat memperoleh pendidikan, setidak tidaknya sampai jenjang sekolah menengah pertama atau yang sederajat. Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun dimaksudkan untuk menuntaskan Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar, dengan meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan dan pemerataan pendidikan dasar SMP/MTs, termasuk Paket B. Program ini dititikberatkan untuk meningkatkan angka lulusan SD/MI/Paket A untuk melanjutkan ke jenjang SMP/MTs/Paket B, disertai upaya menurunkan angka putus sekolah dan mengulang kelas di kalangan peserta didik SMP/MTs/Paket B, sehingga seluruh penduduk usia tahun dapat menyelesaikan, setidaknya, pendidikan pada jenjang menengah pertama. Untuk memperjelas capaian indikator kinerja pada program wajib belajar pendidikan dasar di Jawa Barat, berikut ditampilkan grafik pencapaian APK, APM, dan Angka Melanjutkan SD/MI dan SMP/MTs dari tahun 2013 hingga

57 PROSENTASE Prosentase PROSENTASE Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat APM SD/MI APM SD 94,74 95,04 95,11 96,63 Grafik 1. APM SD/MI di Jawa Barat tahun 2013 s.d APK SD/MI APK SD 108,89 109,83 108,7 106,17 Grafik 2. APK SD/MI di Jawa Barat tahun 2013 s.d APM SMP/MTS APM SMP 72,17 82,13 82,44 77,87 Grafik 3. APM SMP/MTs di Jawa Barat tahun 2013 s.d

58 Prosentase Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat APK SMP/MTs APK SMP 95,35 98,91 99,86 99,96 Grafik 4. APK SMP/MTs di Jawa Barat tahun 2013 s.d Dari grafik 1 dan 2 dapat disimpulkan bahwa partisipasi orang tua untuk menyekolahkan anak usia 7-12 tahun ke jenjang SD/MI mampu menembus angka di atas 100%. Di tahun 2015 APK jenjang SD/MI mencapai 108,7%, mengalami penurunan di tahun 2016 menjadi 106,17% Indikator selanjutnya adalah APM (Angka Partisipasi Murni) SD/MI, yang pada tahun 2015 mencapai angka 95,11%, kemudian meningkat pada tahun 2016 menjadi 96,63%. APM SD/MI adalah penghitungan dari jumlah siswa usia 7-12 tahun dibandingkan dengan jumlah penduduk usia 7-12 tahun, yang menunjukan bahwa kesadaran masyarakat Jawa Barat untuk menyekolahkan anaknya di jenjang SD/MI secara tepat waktu mengalami capaian yang signifikan. Dari grafik 3 dan 4, dapat disimpulkan bahwa partisipasi orang tua untuk menyekolahkan anak usia tahun ke jenjang SMP/MTs meningkat setiap tahunnya. Persentase capaiannya APK jenjang SMP/MTs di tahun 2015 memiliki persentase sebesar 99,86%, meningkat di tahun 2016 menjadi sebesar 99,96%. Berikutnya, untuk APM SMP/MTs, pada tahun 2015 mencapai angka 82,44%, kemudian turun pada tahun 2016 menjadi 77,87%. APM SMP/MTs merupakan penghitungan dari jumlah siswa usia tahun dibandingkan dengan jumlah penduduk usia tahun yang ada di sekolah, yang menunjukan bahwa kesadaran masyarakat Jawa Barat untuk menyekolahkan anaknya di jenjang SMP/MTs secara tepat waktu mengalami penurunan. 91

59 Dari data perkembangan APK dan APM tersebut, menunjukkan bahwa Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Jawa Barat yang telah dijalankan pada tahun 2016 sangat efektif dan signifikan terhadap kenaikan angka melanjutkan dari SD ke SMP, hal ini menjadi salah satu implikasi dari capaian program wajib belajar pendidikan dasar, salah satunya dari kegiatan rehabilitasi ruang kelas SD/MI dan pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) SMP/MTs, sehingga kegiatan ini diharapkan tetap dipertahankan kelanjutannya demi penuntasan wajib belajar 9 tahun. Selain itu, hal tersebut menunjukkan bahwa Program Penuntasan Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun berjalan sesuai dengan harapan. Bahkan dapat dikatakan bahwa Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun di Provinsi Jawa Barat telah tuntas paripurna, sehingga bisa dilanjutkan dengan Program Rintisan Wajib Belajar Pendidikan Menengah 12 Tahun. Peningkatan kualitas hasil belajar diukur dengan meningkatnya persentase siswa yang lulus evaluasi belajar dengan indikator Angka Kelulusan (AL) SD/MI yang mencapai 99,89% pada tahun 2013, menjadi 99,50% pada tahun 2014, pada tahun 2015 meningkat menjadi 99,75%, dan pada tahun 2016 kembali meningkat menjadi 99,84%. Pada jenjang SMP/MTs, Angka Kelulusan (AL) mencapai 99,59% pada tahun 2013, menjadi 99,03% pada tahun 2014, pada tahun 2015 meningkat menjadi 99,46%, dan pada tahun 2016 kembali meningkat menjadi 99,63%. Selanjutnya adalah indikator kinerja Angka Melanjutkan (AM) dari SD/MI ke SMP/MTs, di tahun 2013 sebesar 76,77%, di tahun 2014 meningkat menjadi sebesar 78,22%, kemudian pada tahun 2015 meningkat kembali menjadi sebesar 77,41% dan pada tahun 2016 berubah menjadi sebesar 75,90%. Capaian Kinerja di atas dicapai melalui Kegiatan pada program wajib belajar pendidikan dasar di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, diantaranya sebagai berikut: 1) Kegiatan Melaksanakan Festival dan Lomba Kesiswaan (Olimpiade Sains, Seni dan Olahraga) 2) Kegiatan Pembinaan Sekolah Dasar 3) Kegiatan Verifikasi dan Fasilitasi Pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) 92

60 4) Kegiatan Menyelenggarakan Sekolah Standar Nasional Jenjang Pendidkan Dasar 5) Kegiatan Melaksanakan Pembinaan SMP, SMP Terbuka, Satap dan Paket B di Jawa Barat 6) Kegiatan Pemberian BOS Provinsi Pendidikan Dasar 7) Kegiatan Melaksanakan Pembinaan Sekolah Swasta Jenjang Pendidikan Dasar Pada jenjang pendidikan SD/MI dan SMP/MTs dari kurun waktu tahun 2013 sampai dengan tahun 2016 terjadi peningkatan jumlah penduduk usia sekolah 7-12 tahun, APK, APM dan jumlah lulusannya, sebagaimana rincian pada tabel sebagai berikut: Tabel 7 Perkembangan pendidikan pada jenjang SD/MI dan SMP/MTs Tahun No Komponen Satuan Siswa SD Orang Pend. Usia Orang tahun 3 Jumlah Orang lulusan SD 4 Guru SD Orang Sekolah SD Sekolah Ruang Kelas SD Ruang Kelas Siswa SMP Orang Pend. Usia Orang thn. 9 Jumlah Orang Lulusan SMP 10 Guru SMP Orang Sekolah SMP Sekolah

61 No Komponen Satuan Ruang Kelas Ruang SMP Kelas Sumber: PDSP Berbagai kegiatan untuk menunjang Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar diantaranya adalah Kegiatan Melaksanakan Festival dan Lomba Kesiswaan (Olimpiade Sains,Seni dan Olahraga) dilaksanakan melalui sub kegiatan diantaranya: persiapan kegiatan; Olimpiade Sains Nasional (OSN) SD dan SMP tingkat Provinsi Jawa Barat yang diikuti oleh 189 siswa SD, 270 siswa SMP yang mewakili ke tingkat Nasional, jenjang SD 6 orang, SMP 36 orang; Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) SD dan SMP tingkat Provinsi Jawa Barat, peserta SD sebanyak 648 siswa, SMP siswa, Kontingen yang mewakili Jawa Barat ke tingkat Nasional SD 24 siswa, SMP 39 siswa; Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) SD dan SMP tingkap Provinsi Jawa Barat, diikuti sebanyak siswa, terdiri dari jenjang SD siswa, SMP siswa. Kontingen yang mewakili Jawa barat ke tingkat Nasional, jenjang SD ada 27 siswa/orang, jenjang SMP 52 siswa/orang; Pembinaan Olimpiade Sains Nasional (OSN) SD dan SMP ke tingkat Nasional, berupa latihan-latihan yang diikuti oleh jenjang SD 6 siswa/orang, SMP diikuti 36 siswa/orang; Pembinaan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) SD dan SMP ke tingkat Nasional, berupa latihan-latihan dengan diikuti jenjang SD sebanyak 24 siswa/orang, SMP sebanyak 39 siswa/orang; Pemusatan latihan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Sd dan SMP ke tingkat Nasional, berupa latihan-latihan dengan diikuti oleh siswa SD sebanyak 27 siswa/orang, SMP sebanyak 52 siswa/orang; Olimpiade Sains Nasional (OSN) SD dan SMP tingkat Nasional. Provinsi Jawa barat meraih juara umum ke 2 tingkat Nasional baik jenjang SD maupun SMP; Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) SD dan SMP tingkat Nasional. Provinsi Jawa Barat meraih juara umum ke 2 tingkat Nasional secara menyeluruh baik jenjang SD sampai dengan SMK; serta Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) SD dan SMP tingkat Nasional dimana Provinsi Jawa Barat meraih juara umum ke 1 tingkat Nasional, secara menyeluruh, secara khusus, jenjang SD meraih juara ke 1 SMP juara ke 1. dilaksanakan melalui 94

62 sub kegiatan sebagai berikut: Rapat Koordinasi Pembinaan Sekolah dasar; Pembinaan untuk 7 Lomba Budaya Mutu Pembelajaran Sekolah Dasar, dan Pemberian uang peminaan untuk 7 pemenang Lomba Budaya Mutu Pembelajaran Sekolah Dasar. Kegiatan Verifikasi dan Fasilitasi Pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) dilaksanakan melalui sub kegiatan antara lain: Rapat Koordinasi dengan Kabupaten/Kota sebanyak 54 orang; Bimbingan teknis kepada calon penerima bantuan pembangunan rehabilitasi (belum dilaksanakan menunggu perubahan anggaran) SD/MI dan penerima Ruang Kelas baru di 27 Kabupaten/Kota, serta Bantuan untuk Rehabilitasi SD/MI sebanyak 201 Sekolah dan RKB SMP/MTs sebanyak 413 sekolah. Kegiatan Menyelenggarakan Sekolah Standar Nasional Jenjang Pendidkan Dasar dilaksanakan melalui sub kegiatan antara lain: Persiapan kegiatan 1 kali; Persiapan pelaksanaan Rakor dengan 27 Kabupaten/Kota dengan peserta 81 orang; Persiapan pelaksanaan Bimbingan Teknis Verifikasi SSN dengan peserta 80 orang (diganti pada APBD-P); Pelaksanaan Sosialisasi Calon SSN dengan peserta 200 orang dari SD, 100 orang dari SMP; Persiapan penguatan Tim Verifikasi SSN dilaksanakan oleh 10 orang Tim SSN, Koordinasi dengan UPA Kabupaten/Kota diikuti 60 orang; Pembekalan kepada sekolah yang akan diakreditasi, diikuti oleh jenjang SD 300 orang, SMP 200 orang; Pelaksanaan penguatan Tim Asesor SD dan SMP sebanyak 75 orang SD dan SMP; Persiapan pelaksanaan penetapan hasil akreditasi; Persiapan pelaksanaan penguatan sekolah SSN SD dan SMP kepada 75 orang (diganti kegiatannya pada APBD Perubahan); serta Pelaksanaan pemberangkatan Tim Asesor SD dan SMP oleh 200 orang Kegiatan Melaksanakan Pembinaan SMP, SMP Terbuka, Satap dan Paket B di Jawa Barat dilaksanakan melalui sub kegiatan antara lain: Persiapan kegiatan; Rakor Tim Teknis dengan Kabupaten/Kota, diikuti oleh 81 orang; Workshop dengan Guru Pembina Ekstrakurikuler UKS di 27 Kabupaten/Kota, diikuti sebanyak orang peserta, terealisasi sebanyak orang (73,07 %); Workshop Pengelola SMP terbuka di 26 Kabupaten Kota sebanyak orang, terealisasi sebanyak orang peserta; Persiapan Workshop Pengelola Paket B (Ketua PKBM, Bendahara dan Anggota) sebanyak orang (tidak dilaksanakan karena peralihan ke Bidang PNFI/PAUDNI) Sub nya dirubah menjadi: Workshop Guru Mata 95

63 Pelajaran; Lomba Motivasi Belajar Mandiri (LOMOJARI) Bidang Keterampilan tingkat Provinsi Jawa Barat diikuti dari 27 Kabupaten/Kota dengan peserta 104 orang masing masing Kabupaten/Kota mengirimkan 4 orang peserta; Lomojari Bidang Akademik Tingkat Provinsi Jawa Barat diikuti 27 Kabupaten/Kota sebanyak 104 orang (masing-masing Kabupaten/Kota diwakili oleh 4 orang peserta); Lomojari Bidang Keterampilan dan Akademik tingkat Nasional dari 27 Kabupaten/Kota sebanyak 28 orang terdiri dari 18 peserta keterampilan, 10 peserta akademik tingkat Nasional; serta Verifikasi, Monitoring dan Evaluasi ke 27 Kabupaten/Kota. Kegiatan Pemberian BOS Provinsi Pendidikan Dasar. dilaksanakan melalui sub kegiatan antara lain: Persiapan kegiatan; Rapat koordinasi dengan Tim Manajemen BOS diikuti oleh 81 orang dari Kabupaten/Kota; Sosialisasi dan publikasi program BOS di Jawa Barat, melalui 2 surat kabar Nasional Daerah; Workshop penguatan kemampuan kepala sekolah/bendahara/operator (SD/MI) dalam pengelolaan dana BOS di sekolah, diikuti 750 orang dari 27 Kabupaten/Kota di Jawa Barat; Persiapan pelaksanaan Lomba Tata kelola BOS tingkat Provinsi Jawa Barat, 1 kali kegiatan; Persiapan pelaksanaan Pembuatan WEB BOS Dinas Pendidikan Provinsi, serta Persiapan Monitoring dan Evaluasi Program BOS di Jawa Barat. Keterangan: Pemberian dana BOS Pusat. Kegiatan Melaksanakan Pembinaan Sekolah Swasta Jenjang Pendidikan Dasar dilaksanakan melalui sub kegiatan antara lain: Persiapan dan Pengelolaan Kegiatan; Koordinasi dengan Dinas pendidikan kabupaten/kota diikuti oleh 54 orang peserta; Rapat Koordinasi dengan Pengawas Sekolah Swasta jenjang SD dan SMP, diikuti oleh 380 orang peserta; Rapat Koordinasi dengan Kepala Sekolah Swasta jenjang SD diikuti sebanyak 300 orang Kepala Sekolah, jenjang SMP diikuti sebanyak 200 orang Kepala Sekolah; serta Pendataan Sekolah SD dan SMP Swasta sebanyak 132 sekolah. Meskipun sebagian besar target kinerja yang ditetapkan telah tercapai bahkan realisasinya melampaui target, namun masih ditemui beberapa permasalahan sebagai berikut: 1) Program wajib belajar pendidikan dasar yang dilakukan oleh provinsi tidak sepenuhnya selaras dengan program pembinaan dan pengimplementasian di Kabupaten/Kota, karena program yang 96

64 dilaksanakan oleh Provinsi mengacu kepada pusat dan kebijakan provinsi, sementara Kabupaten/Kota memiliki agenda tersendiri dalam pengembangannya. 2) Sarana penunjang di setiap satuan pendidikan SD/MI dan SMP/MTs masih kurang memadai. 3) Perbedaan struktur organisasi yang ada di kabupaten dan kota dengan provinsi sehingga mempersulit koordinasi serta penyusunan program prioritas peningkatan mutu pendidikan. 4) Masih minimnya koordinasi antara Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dan Kanwil Kemenag Jawa Barat dalam melakukan sinkronisasi data dari Dapodik untuk SD dan SMP serta EMIS untuk MI dan MTs. Upaya pemecahan masalah yang diambil adalah sebagai berikut: 1) Sinkronisasi antara program/kegiatan pembinaan SD dan SMP antara pusat, provinsi, dan kabupaten/kota perlu dilakukan secara intensif. 2) Dalam menyusun RPJMD dan Renstra diperlukan koordinasi, sehingga terdapat keselarasan program antara Kabupaten, Provinsi, dan Pusat. 3) Kompetensi SDM dalam bidang TIK dan multimedia perlu dikembangkan. 4) Meningkatkan koordinasi dengan Kabupaten/Kota secara berkesinambungan agar bisa mendapatkan berbagai informasi yang ada di Kabupaten/Kota serta mempermudah penyusunan program prioritas peningkatan mutu pendidikan. 5) Meningkatkan koordinasi dengan Kanwil Kemenag Jawa Barat khususnya dalam mensingkrronisasikan data SD dengan MI dan SMP dengan MTs. 97

65 PERSENTASE Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat SASARAN STRATEGIS 2 Meningkatnya layanan pendidikan menengah dan tinggi secara merata Indikator Kinerja Utama Realisasi Target Realisasi % Capaian Prosentase 92,35 97,77 97, ,67 121% Angka Melanjutkan dari jenjang SMP/MTs ke SMA/MA/SMK b. Program Wajib Belajar Pendidikan Menengah Pagu anggaran Program Pendidikan Menengah sebesar Rp ,00,- dengan realisasi ,00,- (74,20%). Program ini bertujuan untuk meningkatkan akses dan pemerataan pelayanan pendidikan menengah yang bermutu dan terjangkau bagi penduduk laki laki dan perempuan melalui jalur formal maupun nonformal, yang mencakup SMA, SMK, MA dan Paket C. Serta penguatan pendidikan vokasional baik melalui sekolah/madrasah umum maupun kejuruan dan pendidikan non formal guna mempersiapkan lulusan yang tidak melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi untuk masuk dunia kerja. Selain itu, tujuan program ini adalah untuk meningkatkan mutu sarana prasarana sebagai tempat pembelajaran yang kondusif bagi siswa dan guru. Sasaran program ini adalah lulusan sekolah menengah pertama yang meningkat secara signifikan sebagai dampak positif pelaksanaan Wajar Dikdas 9 Tahun. Pencapaian target kinerja atas program ini adalah sebagai berikut: APM SM APM SM 44,71 45,89 41,98 57,59 Grafik 5. APM SM di Jawa Barat tahun 2013 s.d

66 Persentase Persentase Prosentase Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat APK SM APK SM 61,89 62,11 67,56 76,62 Grafik 6. APK SM di Jawa Barat tahun 2013 s.d Angka Angka Melanjutkan SM SMP ke Perguruan ke SM Tinggi Angka Angka Melanjutkan Melanjutkan SMP SM ke 92,35 17,5 97,77 20,50 97,77 102,67 22 ke Perguruan SMA Tinggi Indikator Kinerja Angka Partisipasi Kasar (APK) jenjang SMA/MA/SMK sebagaimana ditunjukkan pada grafik 5 menunjukkan persentase capaian sebesar 61,19% di tahun 2013 dan meningkat di tahun 2014 menjadi 62,11%, dan kembali mengalami peningkatan di tahun 2015 sebesar 67,56%. Pada tahun 2016 meningkat menjadi sebesar 76,62 % Peningkatan Angka Partisipasi Kasar (APK) jenjang SMA/MA/SMK didukung dengan semakin banyaknya orangtua siswa usia sekolah yang sadar akan pentingnya bersekolah bagi anak anak mereka. Selain itu hal ini juga merupakan implikasi dari tingginya angka melanjutkan siswa SMP/MTs ke jenjang SMA/MA/SMK. Pada tahun 2013 angka melanjutkan siswa SMP/MTs ke jenjang SMA/MA/SMK 92,35%, meningkat di tahun 2014 dan tahun 2015 menjadi 97,77% dan meningkat pada tahun 2016 menjadi 102,67%. Indikator Kinerja Angka Partisipasi Murni (APM) jenjang SMA/MA/SMK/Paket C dari 44,71 % di tahun 2013, meningkat menjadi 99

67 45,89% di tahun 2014, dan mengalami penurunan capaian pada tahun 2015 menjadi 41,98% dan mengalami kenaikan pada tahun 2016 menjadi 57,59%. Indikator Kinerja selanjutnya adalah angka melanjutkan siswa SMA/MA/SMK ke jenjang Perguruan Tinggi, sebagaimana ditampilkan pada grafik 9. Pada tahun 2013 angka melanjutkan siswa SMA/MA/SMK ke jenjang Perguruan Tinggi adalah 17,5%, meningkat di tahun 2014 menjadi 20,5% dan meningkat kembali pada tahun 2015 menjadi 22 % dan pada tahun 2016 meningkat menjadi 32%. Capaian Kinerja di atas dicapai melalui Program Kegiatan di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, diantaranya sebagai berikut: 1. Fasilitasi Bimtek Hibah BOP Paket C dan Meningkatkan Sumber Daya Manusia SMA. 2. Memperkuat 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP) SMA Karakter Budaya Bangsa (KBB) Siswa SMA di Jawa Barat. 3. Fasilitasi Pembangunan Ruang Kelas Baru SMA/MA di Jawa Barat. 4. Pemberdayaan MGMP Kejuruan di Jawa Barat 5. Pengelolaan Bantuan (RKB) untuk SMK Negeri dan Swasta di Jawa Barat. 6. Pelatihan Kewirausahaan Siswa SMK di Jawa Barat. 7. Bimtek Pengadaan Peralatan Praktek SMK di Jawa Barat. 8. Lomba Ketrampilan Siswa (LKS) SMA di Jawa Barat 9. Lomba Kompetensi Siswa (LKS) dan Penyelenggaraan EPITECH Penyusunan Grand Design Pendidikan Menengah dalam rangka Implementasi UU Fasilitasi Pengelolaan BOS Jenjang SMA/SMK se Jawa Barat. 12. Fasilitasi Akreditasi SMA/SMK Negeri dan Swasta di Jawa Barat 13. Fasilitasi dan Verifikasi Beasiswa dan Hibah RB PTS di Jawa Barat. 14. Detil Engineering Design DED) USB SMA/SMK di Jawa Barat. Pada jenjang pendidikan SMA/MA/SMK dari kurun waktu tahun 2013 sampai dengan tahun 2016 terjadi peningkatan jumlah penduduk usia sekolah 7-12 tahun, APK, APM dan jumlah lulusannya, sebagaimana rincian pada tabel sebagai berikut: Tabel 7 100

68 Perkembangan pendidikan pada jenjang SMA/MA/SMK Tahun No Komponen Satuan Pend. Usia Orang tahun 2 Siswa SMA Orang Siswa SMK Orang Jumlah Orang lulusan SMA/SMK 6 Guru Orang SMA/SMK 8 Sekolah SMA Sekolah Sekolah SMK Sekolah Ruang Kelas SMA/SMK Ruang Kelas Sumber: PDSP Kegiatan yang mendukung pencapaian kinerja program pendidikan menengah dan tinggi yang dilaksanakan diantaranya Kegiatan Fasilitasi Bimtek Hibah BOP Paket C dan SDM, dilaksanakan melalui sub kegiatan ini antara lain: Verifikasi PKBM sebanyak di 27 Kabupaten/Kota; Terlaksananya sosialisasi Bimbingan Teknis RKB sebanyak 150 sekolah di Jawa Barat, Keterangan : ada beberapa kegiatan Bimtek untuk Paket C dilaksanakan setelah keluarnya DPA Perubahan tahun Kegiatan Lomba Keterampilan Siswa (LKS) SMA di Jawa Barat, dilaksanakan melalui sub kegiatan sebagai berikut: Adanya persiapan; Terlaksananya seleksi/lomba (OSN) tingkat Provinsi yang diikuti sebanyak orang; Terlaksananya Pembinaan/Lomba ke tingkat Nasional (OSN); Terlaksananya seleksi/lomba O2SN tingkat Provinsi yang diikuti sebanyak 819 siswa; Terlaksananya Pembinaan/Lomba FLS2N ke tingkat Nasional; serta Terlaksananya /mengikuti Lomba FLS2N ke tingkat Nasional. Memperkuat 8 Standar Nasional Pendidikan (8 SNP) SMA membangun Karakter Budaya Bangsa 101

69 (KBB) Siswa SMA di Jawa Barat, dilaksanakan melalui sub kegiatan sebagai berikut antara lain: Tahap persiapan; Sosialisasi 8 Standar Nasional, diikuti oleh 110 sekolah jenjang SMA di Jawa Barat; Evaluasi 8 Standar Nasional untuk 110 sekolah jenjang SMA di Jawa Barat. Kegiatan Fasilitasi Bimtek Hibah RKB SMA/MA di Jawa Barat, dilaksanakan melalui sub kegiatan sebagai berikut antara lain: Adanya verifikasi calon pnerima hibah untuk 150 sekolah di Jawa Barat serta Bimbingan teknis calon penerima RKB untuk 150 sekolah di Jawa Barat. Kegiatan Penyusunan Grand Design Pendidikan Menengah Dalam Rangka Implementasi Undang-undang 23, Kegiatan dilaksanakan dengan anggaran dilaksanakan melalui sub kegiatan sebagai berikut: Persiapan dan Penunjang Kegiatan; Pendataan, penyusunan dan perumusan Grand Design dalam rangka persiapan pelaksanaan Undangundang 23 tahun 2014; Sosialisasi akreditasi SMA/SMK Negeri dan Swasta di 27 Kabupaten/Kota, SMA 225 orang, SMK 290 orang; serta Bimbingan Teknis Pengelolaan Barang Aset SMA/SMK Negeri di Jawa Barat diikuti oleh 200 orang dari 27 Kabupaten/Kota. Kegiatan Pemberdayaan MGMP Kejuruan Jawa Barat, dilaksanakan melalui sub kegiatan sebagai berikut: Akan dilaksanakan Workshop Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kejuruan pada bulan November 2016 serta Akan dilaksanakan Kegiatan Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK. Kegiatan Fasilitasi Pengelolaan BOS jenjang SMA-MA dan SMK Provinsi dan Pusat untuk jenjang Pendidikan Menengah, dilaksanakan melalui sub kegiatan sebagai berikut: Persiapan Kegiatan Pengelolaan BOS menjadi BPMU (Bantuan Pendidikan Menengah Universal) SMK, SMA dan MA adanya data pengelola dari 27 Kabupaten/Kota dan keputusan Gubernur tentang BPMU; Rapat Koordinasi dan Sosialisasi BOS Provinsi yang diikuti oleh 81 orang peserta dari Kabupaten/Kota; Pendampingan pengelolaan BOS SMK, SMA dan MA Provinsi, untuk orang peserta di Jawa Barat; serta Monitoring dan evaluasi program BOS Provinsi. Kegiatan Pelatihan Kewirausahaan Siswa SMK di Jawa Barat, dilaksanakan melalui sub kegiatan sebagai berikut: Verifikasi calon penerima Diklat Kewirausahaan; Persiapan Diklat Kewirausahaan untuk Siswa SMK sebanyak 700 siswa; Persiapan verifikasi calon penerima Bantuan Pengembangan Kewirausahaan siswa SMK melalui Bimbingan Teknis Bantuan Hibah Kewirausahaan, bagi 50 sekolah; serta 102

70 Persiapan monitoring dan evaluasi Bantuan Hibah Pengembangan Kewirausahaan. Kegiatan Lomba Siswa (LKS) dan Penyelenggaraan Epitech tahun 2016, dilaksanakan melalui sub kegiatan sebagai berikut: 61 Bidang Lomba (Bidlom) untuk kelompok keahlian teknologi, olahraga dan pariwisata dilaksanakan di Sukabumi; Kelompok keahlian pertanian, debat bahasa dan sains dilaksanakan di Kabupaten Cianjur; 77 Bidang Lomba untuk tingkat Nasional, OSTN, Debat Bahasa, O2SN, FLS2N dilaksanakan di Provinsi Banten; OSTN dilaksanakan di Jogjakarta, Debat Bahasa di Batam, O2SN di Makassar, FLS2N di Palembang; serta EPITECH dilaksanakan di Kabupaten Bandung dengan jumlah peserta/diikuti 150 stand. Meski sebagian besar target kinerja yang ditetapkan telah tercapai bahkan capaian kinerjanya melampaui target, namun asih ditemui beberapa permasalahan sebagai berikut: 1) Program pembinaan SMA dan SMK yang dilakukan oleh provinsi tidak sepenuhnya selaras dengan program pembinaan dan implementasi di Kabupaten/Kota karena program yang dilaksanakan oleh Provinsi mengacu kepada pusat dan kebijakan provinsi, sementara Kabupaten/Kota memiliki agenda tersendiri dalam pengembangannya 2) Belum sinerginya SOTK Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dengan Dinas Pendidikan Kab./Kota khususnya dalam persiapan implementasi UU no.23 Tahun ) Masih minimnya koordinasi antara Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dan Kanwil Kemenag Jawa Barat dalam melakukan sinkronisasi data dari Dapodik untuk SMA dan SMK serta EMIS untuk MA. Adapun upaya pemecahan masalah yang dilaksanakan antara lain: 1) Perlu koordinasi dalam menyusun RPJM dan Renstra sehingga ada keselarasan program antara Kabupaten, Provinsi, dan Pusat. 2) Perlu peningkatan sinergisitas antara Dinas Pendidikan Provinsi dengan Dinas Pendidikan Kab./Kota khususnya dalam pembahasan SOTK menjelang implementasi UU no.23 Tahun ) Meningkatkan koordinasi dengan Kanwil Kemenag Jawa Barat khususnya dalam mensingkronisasikan data SD dengan MI dan SMP dengan MTs. 103

71 SASARAN STRATEGIS 3 Meningkatkan ketersediaan, pemerataan dan kualitas pelayanan Pendidikan Anak Usia Dini- Pendidikan Masyarakat (PAUD-DIKMAS). Indikator Kinerja Utama Realisasi Target Realisasi % Capaian Angka Partisipasi 48,7 60,48 65,71 76,75 65,71 86% Kasar Pendidikan Anak Usia Dini (APK PAUD) Prosesntase berkurangnya angka buta huruf (meningkatnya angka melek huruf) 97,5 96,48 98,29 98,5 98,4 99% c. Program Pendidikan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Non Formal dan Informal Pagu anggaran Program Pendidikan Anak Usia Dini sebesar Rp ,00,- dengan realisasi sebesar Rp ,- (87.58%). Program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) non formal dan informal dimaksudkan untuk mengoptimalkan perkembangan kapabilitas kecerdasan anak. Program pendidikan ini bukan hanya sekedar untuk memberikan pengalaman belajar, tetapi dimaksudkan untuk menyiapkan dan meningkatkan kualitas sumberdaya manusia sejak usia dini. Program PAUDNI bertujuan agar semua anak usia dini, laki laki maupun perempuan, terutama yang berasal dari keluarga miskin, memiliki kesempatan tumbuh dan berkembang optimal sesuai potensi yang dimiliki dan tahap perkembangan atau tingkat usia mereka, sebagai persiapan mengikuti pendidikan jenjang sekolah dasar. Program ini dititikberatkan pada peningkatan akses dan pelayanan pendidikan melalui jalur formal, seperti Taman Kanak-Kanak (TK), Raudhatul Athfal (RA), dan bentuk lain yang sederajat; juga jalur pendidikan non-formal berbentuk Kelompok Bermain, Taman Penitipan Anak (TPA) atau bentuk lain 104

72 PROSENTASE PROSENTASE Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat yang sederajat; serta informal berbentuk pendidikan keluarga atau pendidikan yang diselenggarakan oleh lingkungan, dalam rangka membina, menumbuhkan dan mengembangkan seluruh potensi anak secara optimal agar memiliki kesiapan memasuki jenjang pendidikan selanjutnya sebagaimana dapat digambarkan secara ringkas oleh grafik 9 Mengenai APK PAUD tahun di Jawa Barat seperti di bawah ini. 70 APK PAUD APK PAUD 60,48 64,11 65,71 68,67 Grafik 9. APK PAUD Tahun di Jawa Barat ANGKA MELEK HURUF 99,00 98,50 98,00 97,50 97,00 96,50 96,00 95, Angka Melek Huruf 97,50 96,50 98,30 98,4 Grafik 9. Angka Melek Huruf Tahun di Jawa Barat Berdasarkan kondisi data kinerja sasaran PAUD sebagaimana ditampilkan pada grafik 9, dapat kita lihat perkembangannya dari tahun ke tahun, persentase APK PAUD semakin meningkat. Di tahun 2013 APK PAUD mencapai angka 58,15%, meningkat di tahun 2014 menjadi 60,48% dan pada tahun 2015 meningkat kembali menjadi 64,11%. Sedangkan pada bagian Pendidikan Non formal dan Informal, capaian kinerja sebagaimana pada grafik 9, Angka Melek Huruf (AMH) di Jawa Barat pada tahun 2013 mencapai 97,5%, kemudian sempat menurun pada tahun 105

73 2014 menjadi 96,48%, dan kembali meningkat menjadi 98,29 pada tahun 2015, dan meningkat menjadi 98,4% pada tahun Pencapaian APK PAUDNI pada tahun 2016 yang melampaui target menunjukkan bahwa semakin banyak anak usia 3 6 tahun yang terlayani oleh PAUD melalui jenjang formal (TK) maupun nonformal (KB, TPA, SPS) dan tingginya minat masyarakat untuk mengikuti kejar paket pada lembaga non formal maupun informal. Capaian Kinerja di atas dicapai melalui berbagai kegiatan di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, di antaranya sebagai berikut: 1. Kegiatan : Pengembangan Layanan PAUD 2. Kegiatan Meningkatkan Layanan Pendidikan Masyarakat 3. Kegiatan Apresiasi Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan PAUDNI Tingkat Provinsi dan Nasional. 4. Kegiatan : Pelaksanaan BAN PNFI provinsi Jawa barat 5. Kegiatan : Peningkatan layanan kursus dan kelembagaan mendukung wirausaha baru dijawa barat Tabel 9 Perkembangan pendidikan formal pada jenjang PAUD dan pendidikan nonformal dan informal Tahun No Komponen Satuan Pend Usia 3-6 Orang 3.338, tahun Siswa TK/RA Orang Jumlah Warga Orang Belajar Paket A 4 Jumlah Warga Orang Belajar Paket B 5 Jumlah Warga Orang Belajar Paket C Sumber: PDSP 106

74 Berbagai kegiatan untuk mendukung keberhasilan Program Pendidikan Anak Usia Dini PAUDNI juga terlaksana, di antaranya Rakor layanan PAUDNI se jawa barat, Pendataan lembaga PAUDNI di jawa barat,orientasi teknis PTK PAUDNI, Sosialisasi kurikulum PAUDNI, Orientasi pengelola PAUDNI, Orientasi Teknis PAUDNI Inklusif, Bimbingan Bantuan HIBAH, Visitasi dan Monitoring. Dalam mengasah keterampilan peserta didik dan tenaga pendidik juga diselenggarakan kegiatan lomba lomba yang meliputi Lomba Bina Kreatifitas, Anak TK dalam Rangka HAN, Lomba Lingkungan Sekolah Sehat TK. Meskipun target kinerja yang ditetapkan sudah terlampaui, namun dalam proses pencapaiannya terdapat beberapa permasalahan yang perlu diantisipasi di tahun mendatang, antara lain: 1. Jumlah guru PAUD dengan kuota kegiatan peningkatan mutu pendidik PAUD masih belum terpenuhi. 2. Tidak semua warga buta aksara terdata oleh petugas instansi setempat. 3. Jumlah Penyelenggara Program Pendidikan Non Formal di Jawa Barat sangat banyak, tidak semua mendapatkan pelatihan. 4. Berkurangnya karakter dan pekerti bangsa anak Indonesia akibat perkembangan jaman dan arus globalisasi. Upaya pemecahan masalah yang dilakukan adalah sebagai berikut: 1. Dengan memberi pelatihan peningkatan mutu pendidikan PAUD diambil beberapa orang per Kab/Kota. 2. Pendataan dilakukan per Kepala Keluarga mulai dari desa setempat sehinggadatanya dapat terinci keseluruhan. 3. Kegiatan dilakukan bertahap, untuk Penyelenggara Program Pendidikan Non Formal yang belum mendapatkan pelatihan akan diikutkan pada kegiatan ditahun depan. 4. Peningkatan karakter dan pekerti bangsa melalui Sosialisasi dan penyelenggaraan Festival kesenian daerah. SASARAN STRATEGIS 4 Meningkatnya layanan pendidikan khusus dan pendidikan layanan khusus (PKPLK) yang berkualitas 107

75 Indikator Kinerja Utama Jumlah guru SDLB/SMPLB/SMA- LB yang menyelesaikan S1 dan D Realisasi Target Realisasi % Capaian % d. Program Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PK- PLK) Program Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PK-PLK) memiliki pagu anggaran sebesar Rp ,- dengan realisasi Rp ,- (88.29%) yang bertujuan untuk terlayaninya masyarakat dan atau siswa yang berkebutuhan khusus dalam mendapatkan pendidikan kesetaraan dengan masyarakat yang lainnya. Sasaran dari program ini adalah masyarakat yang berkebutuhan khusus di seluruh Provinsi Jawa Barat Capaian Kinerja diatas dapat dicapai melalui kegiatan : 1. Pengembangan Kurikulum,Penilaian PKPLK dan Peningkat an Kompetensi Siswa. 2. Meningkatkan Sarana dan Prasarana SLB Jawa Barat Th Peningkatan Kompetensi Kualifikasi Kesejahteraan dan Perlindungan bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PKPLK). 4. Percepatan Capaian APK/APM Sekolah Menengah melelui Pendidikan Layanan Khusus IPM (Kelompok Belajar di pasar,pabrik dan Lapas serta sekolah terbuka). 5. Peningkatan kompetensi kualifikasi, kesejahteraan, penghargaan dan perlindungan bagi tenaga pendidik dan tenaga pengajar. 6. Pengadaan 3 USB SLBN di 25 Kab/Kota di jawa barat 7. Afirmasi pendidikan menengah (ADEM) untuk siswa daerah 3T melalui layanan khusus di jabar Untuk mencapai Perluasan dan Peningkatan mutu PK-PLK maka kegiatan yang dilaksanakan diantaranya adalah, Kegiatan Pengembangan 108

76 Kurikulum Penilaian PK/PLK dan Peningkatan Kompetensi Siswa PK/PLK, dilaksanakan melalui sub kegiatan Olimpiade Sains Nasional (OSN) PK/PLK tingkat Provinsi Jawa Barat;Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) PK- PLK Tingkat Provinsi Jawa Barat;serta Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) PK-PLK Tingkat Provinsi Jawa Barat. Kegiatan Meningkatkan Sarana dan Prasarana SLB dilaksanakan melalui sub kegiatan Dokumen persiapan pekerjaan; Tersusunnya dokumen konsultan perencana Rehabilitasi Bangunan untuk 5 lokal yaitu: SLB Negeri Ciamis, SLB Negeri Purwakarta, SLB Negeri Subang, SLB Negeri Kota Bekasi dan SLB Negeri Kabupaten Bogor; Tersusunnya dokumen konsultan perencana Rehabilitasi Bangunan 4 lokal yaitu: SLB Negeri A Kota Bandung, SLB Negeri Budi Utama Kota Cirebon, SLB Negeri Pembina Kabupaten Sumedang dan SLB Negeri Citeureup Kota Cimahi; Tersusunnya dokumen konsultan perencana Infrastruktur untuk 5 lokal yaitu: SLB Negeri Cinta Asih Kabupaten bandung, SLB Negeri Bandung barat, Kabupaten Bandung barat, SLB negeri Majalengka Kabupaten majalengka, SLB negeri Luragung Kabupaten Kuningan dan SLB Negeri Banjar Kota Banjar; Tersusunnya dokumen konsultan perencana Pembangunan RKB untuk 4 lokal yaitu: SLB negeri Karawang Kabupaten karawang, 2 (dua) lokal SLB Negeri Wissata Bahari Kabupaten Sukabumi 2 (dua) lokal; Rehabilitasi Bangunan SLB Negeri A Kota Bandung, SLB negeri Bekasi Jaya Kota Bekasi, SLB Negeri Budi Utama Kota Cirebon, SLB Negeri Kapten Halim Kabupaten Purwakarta, SLB Negeri Pembina Kabupaten Sumedang, SLB Negeri Subang Kabupaten Subang, SLB Negeri Cibinong Kabupaten Bogor, SLB Negeri Ciamis Kabupaten Ciamis, SLB Negeri Citeureup Cimahi Kota Cimahi; Infrastruktur SLB Negeri Cinta Asih Kabupaten Bandung, SLB Negeri Bandung Barat Kabupaten Bandung Barat, SLB Negeri Majalengka Kabupaten Majalengka, SLB negeri Luragung Kabupaten Kuningan, SLB Negeri Cinta Asih Kabupaten Bandung; Pemberian RKB masing-masing 2 (dua) lokal untuk 2 SLB yaitu : SLB Negeri Karawang Kabupaten Karawang dan SLB negeri Wisata bahari Kabupaten Sukabumi; Tersusunnya dokumen konsultan pengawas Rehabilitasi Bangunan untuk 5 (lima) lokal SLB antara lain : SLB Negeri Ciamis, SLB Negeri Purwakarta, SLB Negeri Subang, SLB Negeri Kota bekasi dan SLB Negeri Kabupaten Bogor; Tersusunnya dokumen 109

77 konsultan Pengawas Rehabilitasi Bangunan 4 (empat) lokal SLB antara lain : SLB Negeri A Kota Bandung, SLB Negeri Budi Utama Kota Cirebon, SLB Negeri Pembina Kabupaten Sumedang dan SLB Negeri Citeureup Kota Cimahi; Tersusunnya dokumen konsultan Pengawas Pembangunan Infrastruktur untuk 5 (lima) lokal /SLB anatar lain SLB Negeri Cinta Asih Kabupaten bandung, SLB Negeri Bandung Barat Kabupaten Bandung Barat, SLB Negeri majalengka Kabupaten Majalengka, SLB Negeri Luragung Kuningan Kabupaten Kuningan dan SLB Negeri Banjar Kota Banjar; Tersusunnya dokumen konsultan pengawas Pembangunan RKB untuk 4 (empat) lokal antara lain: SLB Negeri Karawang Kabupaten Karawang 2 (dua) lokal, SLB Negeri Wisata Bahari Kabupaten Sukabumi 2 (dua) lokal; Tersalurkannya Pengadaan Lemari Guru/Rak Buku masing-masing 3 set kepada 10 SLB Negeri di Jawa Barat; Pengadaan Notebook untuk 6 SLB Negeri masing-masing 1 (satu) notebook; Pengadaan Meja Belajar untuk 30 SLB Negeri di Jawa Barat; Pengadaan Kursi Belajar siswa untuk 30 SLB Negeri di Jawa barat masing-masing SLB Negeri 30 buah; Pengadaan kursi rapat untuk 2 (dua) SLB Negeri di Jawa Barat, masing-masing 150 buah; Pengadaan Kursi Sofa untuk 10 SLB Negeri di Jawa Barat, masing-masing 2 set; Pengadaan Proyektor untuk 5 SLB Negeri di Jawa Barat, masingmasing 1 buah; Pengadaan Sound System dan Keyboard ke 2 SLB Negeri di Jawa Barat, masing-masing 1 set; serta Pengadaan Peta Timbul untuk 10 SLB Negeri di Jawa Barat masing-masing 5 buah. Kegiatan Peningkatan Kompetensi Kualifikasi, Kesejahteraan dan Perlindungan Bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PK/PLK) dilaksanakan melalui sub kegiatan Meningkatkan mutu layanan pendidikan khusus dan pendidikan layanan khusus di SLB se Jawa Barat, melalui seleksi Kepala SLB dari 104 guru SLB; Lomba kreatifitas guru dan Kepala SLB dengan peserta 208 guru, 52 Kepala Sekolah; Bimbingan khusus, mendukung pendidikan inklusif diikuti 104 orang guru; serta Bimbingan wadah pembinaan guru (KKG, KKS, MGMP) dengan peserta 104 orang guru. Kegiatan Percepatan Pencapaian APK/APM Sekolah Melalui Pendidikan Layanan Khusus IPM (Kelompok Belajar di pabrik dan Lapas serta Sekolah Terbuka dilaksanakan melalui sub kegiatan Tersusunnya Pedoman pelaksanaan Program percepatan APK/APM Sekolah Menengah melalui PLK di pabrik dan Lapas Anak serta 110

78 sekolah terbuka; Tersusunnya 5 bahan ajar bagi peserta didik pada Lapas Anak; Tersosialisasikannnya program percepatan APK/APM Sekolah Menengah melalaui PLK (di Lapas Anak, Pasar. Pabrik dan Sekolah terbuka). SASARAN STRATEGIS 5 Meningkatnya pendidik dan tenaga kependidikan yang berkualitas dan profesional pada semua jenjang pendidikan Indikator Kinerja Utama Realisasi Target Realisasi % Capaian Jumlah Guru SD/SMP/SMA/SMK dengan kualifikasi S1 dan D e. Program Pendidik dan tenaga kependidikan Pagu anggaran Program manajemen pelayanan pendidikan sebesar Rp ,- dengan realisasi Rp ,- (91.84%). Program ini bertujuan untuk meningkatkan kecukupan jumlah, kualitas dan profesionalisme pendidik baik laki laki maupun perempuan pada satuan pendidikan formal dan non formal, negeri dan swasta, untuk dapat merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran dengan menciptakan suasana pendidikan yang bermakna, menyenangkan, kreatif, dinamis dan dialogis, menilai hasil pembelajaran dan melakukan pembimbingan dan pelatihan, melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat serta mempunyai komitmen secara profesional dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan. Program ini juga bertujuan untuk meningkatkan kecukupan jumlah, kualitas, kompetensi dan profesionalisme tenaga kependidikan untuk mampu melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan. Selain itu, program ini juga menseleksi Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas Sekolah Berprestasi Tingkat Provinsi untuk mengikuti kejuaraan di tingkat nasional. Adapun 111

79 sasaran program ini adalah tenaga pendidik (guru/kepala sekolah) dan tenaga kependidikan di Jawa Barat. Capaian Kinerja di atas dicapai melalui Program Kegiatan di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, diantaranya sebagai berikut: 1. Menyelenggarakan peningkatan mutu dan melatih tenaga kependidikan kejuruan. 2. Melatih meningkatkan kompetensi pendidik dana tenaga kependidikan kejuruan produktif. 3. Seleksi Pendidik dan Tenaga Kependidikan SMA/SMK tahun anggaran Pelatihan pendidik dan tenaga kependidikan mata pelajaran Bahasa dan kesenian daerah. 5. Kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan luar biasa. 6. Melatih dan meningkatkan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan TA Revitalisasi Forum KKG,MGMP,Pengembang Kurikulum Muatan Lokal di Jawa Barat Tahun Memilih pendidik dan tenaga kependikan pendidikan khusus berprestasi dan berdedikasi TA Dalam rangka meningkatkan kecukupan jumlah, kualitas dan profesionalisme pendidik baik laki laki maupun perempuan pada satuan pendidikan formal dan non formal, negeri dan swasta, dilaksanakan melalui kegiatan dan sub kegiatan diantaranya: Kegiatan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Kejuruan dilaksanakan melalui sub kegiatan sebagai berikut: Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 dengan diikuti oleh guru SMK sebanyak 300 orang di Jawa Barat; Pelatihan Manajerial Bengkel diikuti oleh 240 orang guru SMK produktif di Jawa Barat; serta Fasilitasi Proses Praktek diikuti oleh 800 siswa SMK di Jawa Barat. Kegiatan Revitalisasi Tim Pengembang Kurikulum (TPK) Provinsi Tahun Anggaran 2016 dilaksanakan melalui sub kegiatan sebagai berikut yaitu Terlaksananya pertemuan rutin Tim TPK tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2016 sebanyak 130 orang terdiri dari Pengawas, kepala Sekolah dan Guru. 112

80 Kegiatan Melatih Pendidik dan Tenaga kependidikan Pendidikan Luar Biasa dilaksanakan melalui sub kegiatan sebagai berikut: Tersususnnya rancangan Silabus Pelatihan; Meningkatnya kemampuan profesional pendidik dan tenaga kependidikan PLB Negeri dan swasta di Jawa Barat melalui Pelatihan Inklusif angkatan 1, 2, Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013; Pelatihan Pengelolaan Perpustakaan angkatan 1 dan 2, Pelatihan Keterampilan Sablon, Pelatihan Keterampilan Hantaran, Pelatihan Keterampilan Tata Busana, Pelatihan PKG dan PKB, Pelatihan KMD Kepramukaan angkatan 1,2,3 dan 4; Pelaksanaan Monitoring dan evaluasi; serta Konsultasi ke Kementerian. Kegiatan Seleksi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi Tahun Anggaran 2016 dilaksanakan melalui sub kegiatan sebagai berikut: Persiapan penunjang, adanya SDM, sarana prasarana dan tersedianya dokumen pelaksanaan kegiatan; Sosialisasi, seleksi pendidik, tenaga kependidikan berprestasi dan berdedikasi tahun 2016 diikuti oleh 270 orang peserta dari 27 Kabupaten/Kota; Verifikasi data PTK berprestasi dan berdedikasi tingkat Provinsi tahun 2016 di 27 Kabupaten/Kota; Seleksi guru berprestasi jenjang TK, SD, SMP tingkat Provinsi Jawa Barat, diikuti oleh 81 orang peserta dengan 3 katagori lomba.; Seleksi Kepala Sekolah Berprestasi Kelompok TK, SD, SMP tingkat Provinsi Jawa Barat, terdiri dari 3 katagori lomba yang diikuti oleh 81 orang peserta dari 27 Kabupaten/Kota. Pemenang diberikan hadiah berupa Trophy, Piagam Penghargaan serta uang masing-masing Juara I, Juara II dan Juara III; Seleksi Pengawas TK/SD, SMP berprestasai tingkat Provinsi Jawa Barat dari 27 Kabupaten/Kota yang diikuti oleh 54 orang peserta untuk diikut sertakan ke tingkat Nasional dengan 2 katagori lomba. Pemenang akan diberikan hadiah berupa : Trophy, Piagam Gubernur dan uang masingmasing juara I, II dan III; Seleksi Guru SD Daerah Khusus Terpencil Berdedikasi Kelompok Putra dan Putri tingkat Provinsi Jawa Barat untuk diikuti oleh 36 orang peserta dari 27 Kabupaten/Kota dengan 2 katagori lomba; Seleksi Guru PKN Berkonstitusi jenjang SD dan SMP tingkat Provinsi Jawa Barat dari 2 katagori lomba diikuti oleh 54 orang peserta dari 27 Kabupaten/Kota; Olimpiade Sains Nasional Guru jenjang SD dan SMP dengan 2 materi yang dilombakan (IPA dan Matematika) yang diikuti 113

81 oleh 81 orang peserta dari 27 Kabupaten/Kota; serta Pembinaan Pembekalan dan Persiapan Juara I PTK Berprestasi jenajng TK, SD, SMP tingkat Provinsi Jawa Barat yang akan mengikuti lomba di tingkat Nasional sebanyak 12 orang peserta. Kegiatan Bimbingan Teknis Sertifikasi Guru SLB di Jawa Barat dilaksanakan melalui sub kegiatan sebagai berikut: Terlaksananya Bimbingan Teknis Guru SLB sebanyak 9 angkatan dengan diikuti oleh 340 orang peserta se-jawa Barat. Kegiatan Memilih Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan luar Biasa Berdedikasi Tahun 2016 dilaksanakan melalui sub kegiatan antara lain: Persiapan pemilihan Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas PLB berdedikasi dan berorientasi tahun 2016 dengan masing-masing peserta sebanyak 52 orang; Pemilihan Guru Berdedikasi dan Berprestasi tingkat Nasional; Pemilihan Kepala Sekolah Berdedikasi dan Berprestasi tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2016; Pemilihan Pengawas Berdedikasi dan Berprestasi tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2016; serta Pembekalan/Pembinaan Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas PLB Berdedikasi Provinsi Jawa Barat ke tingkat Nasional tahun Kegiatan Revitalisasi Forum KKG, MGMP dan Pengembangan Kurikulum Muatan Lokal di Jawa Barat tahun 2016 dilaksanakan melalui sub kegiatan sebagai berikut: Persiapan adanya SDM, Sarana Prasarana Penunjang Kegiatan; Pelatihan Kurikulum Muatan Lokal untuk Tenaga Pendidik jenjang SD, SMP, SMA dan SMK dengan peserta sebanyak 540 orang dari 27 Kabupaten/Kota di Jawa Barat; serta Pertemuan Forum KKG SD, MGMP SMP, MGMP SMA dan MGMP SMK masing-masing forum diikuti oleh 34 orang dengan 10 kali pertemuan dari 27 Kabupaten/Kota di Jawa Barat. Kegiatan Menyelenggarakan Pelatihan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Mata Pelajaran Bahasa dan Kesenian dilaksanakan melalui sub kegiatan sebagai berikut: Terlaksananya Training Of Trainers (TOT) Guru Bahasa Daerah sebanyak 81 orang dari 27 Kabupaten/Kota di Jawa Barat; Terlaksananya In Home Training (IHT) Kompetensi Guru Bahasa Daerah sebanyak orang dari 27 Kabupaten/Kota di Jawa Barat; Terlaksananya Diklat Kompetensi Guru Kesenian daerah yang diikuti oleh 108 orang guru dari 114

82 27 Kabupaten/Kota; Terlaksananya evaluasi Pascadiklat tahun 2016 untuk 54 responden dari 27 Kabupaten/Kota sejawa Barat. SASARAN STRATEGIS 6 Meningkatnya layanan yang berkualitas pada manajemen sekolah dan manajemen pendidikan Indikator Kinerja Utama Realisasi Target Realisasi % Capaian Prosentase sekolah , yang terakreditasi Jumlah sekolah SD/SMP/SMA/SMK yang telah terintegrasi dengan database C. REALISASI ANGGARAN Pada tahun 2016, perbandingan antara rencana anggaran dan realisasi anggaran dalam rangka pembangunan pendidikan, yang dilaksanakan melalui program program dan kegiatan-kegiatan pembangunan pendidikan pada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat ditunjukan dengan prosentase keuangan seperti pada tabel di bawah. Selanjutnya prosentase fisik mencerminkan perbandingan antara target fisik atau volume fisik yang direncanakan dengan realisasi fisik atau volume fisik yang dicapai melalui pelaksanaan kegiatan-kegiatan pembangunan pendidikan seperti ditunjukkan pada tabel di bawah. Tabel. 10 Realisasi Anggaran Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Tahun 2016 No Program / kegiatan Anggaran (Rp.) Realisasi (Rp) I Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 1 Menyelenggarakan Sekolah Standar Nasional Jenjang Pendidikan Dasar Prosentase (%) Keuangan Fisik , ,00 91,76% 100,00% 115

83 2 Pembinaan Sekolah Dasar , ,00 94,07% 100,00% 3 Meningkatkan Kesejahteraan Guru Non PNS Daerah Terpencil dan Perbatasan 4 Melaksanakan Pembinaan SMP, SMP Terbuka, Satu Atap 5 Verifikasi Pemberian BOS Pendidikan Dasar , ,00 94,53% 100,00% , ,00 93,78% 100,00% , ,00 96,96% 100,00% 6 Verifikasi dan Pembangunan RKB SMP/MTs dan Rehabilitasi SD/Mi 7 Melaksanakan Pembinaan Sekolah Swasta Jenjang Pendidikan Dasar 8 Melaksanakan Festival dan Lomba Kesiswaan (Olimpiade Sains dan Olahraga) 9 Peningkatan Budaya Literasi Siswa di Jawa Barat II Program Pendidikan Menengah dan Tinggi 10 Verifikasi Pembangunan Ruang Kelas Baru SMA/MA dan SMK di Jawa Barat 11 Verifikasi Bantuan Sarana Prasarana SMK 12 Penyelenggaraan Kreatifitas Inovasi SMK (Epitek)LKS, O2SN, FLS2N 13 Penyelenggaraan LKS, O2SN, OSN, Lomba Bahasa (Inggris dan Indonesia), FLS2N dan Galaksi Jawa Barat 14 Pelaksanaan Akreditasi SMA/SMK Negeri dan Swasta di Jawa Barat 15 Pengembangan Karakter Budaya Bangsa (KBB) dan Supervisi Keterlaksanaan 8 SNP 16 Memperkuat 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP) SMA 17 Pemberdayaan MGMP Kejuruan Jawa Barat 18 Pelatihan Kewirausahaan Siswa SMK di Jawa Barat 19 Pengelolaan PMU Jenjang SMK/SMA/MA se Jawa Barat 20 Pelaksanaan Beasiswa Perguruan Tinggi , ,00 92,32% 100,00% , ,00 89,17% 100,00% , ,00 98,08% 100,00% , ,00 97,27% 100,00% , ,00 44,80% 45,00% , ,00 85,77% 95,24% , ,00 85,76% 90,00% , ,00 95,27% 100,00% , ,00 97,46% 100,00% , ,00 90,90% 100,00% , ,00 63,97% 100,00% , ,00 89,88% 98,73% , ,00 91,82% 95,65% , ,00 98,36% 100,00% , ,00 3,65% 4,00% 116

84 21 Pelaksanaan Verifikasi Bantuan Sarpras dan Pengadaan Lahan Perguruan Tinggi 22 Kegiatan Pembangunan Unit Sekolah Baru SMA 23 Kegiatan Pembangunan Unit Sekolah Baru SMK 24 Kegiatan Verifikasi KKN Tematik 25 Kegiatan Boarding School SMK Berbasis Pesantren 26 Peningkatan Mutu dan Kompetensi Siswa SMA/SMK Magang di luar Negeri 27 Penyelenggaraan Pendidikan Digital Smart School (Jabar Menghapal) 28 Melaksanakan Pembinaan Sekolah Swasta Jenjang Pendidikan Menengah 29 Pendidikan Dasar Kepemimpinan 30 Pendataan untuk Pemberian Beasiswa Asal Jawa Barat di Mesir III Program Pendidikan Anak Usia Dini Non Formal dan Informal 31 Pengembangan Layanan PAUD 32 Meningkatkan Layanan Pendidikan Masyarakat 33 Kegiatan Pelaksanaan BAN-PNFI Provinsi Jawa Barat 34 Peningkatan Layanan Kursus dan kelembagaan Mendukung Wirausaha Baru di Jawa Barat 35 Apresiasi PTK PAUDNI Berprestasi Tingkat Provinsi dan Nasional IV Program Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus 36 Meningkatkan Sarana & Prasarana SLB 37 Pengembangan Kurikulum, Penilaian PKPLK 38 Peningkatan Kompetensi Kualifikasi, Kesejahteraan, Penghargaan dan Perlindungan bagi Tenaga Pendidik dan Tenaga Pengajar , ,00 49,48% 50,00% , ,00 67,78% 70,00% , ,00 94,62% 100,00% ,00-0,00% 0,00% , ,00 58,77% 60,00% , ,00 8,85% 10,00% , ,00 91,33% 100,00% , ,00 74,25% 80,00% , ,00 75,37% 80,00% , ,00 76,36% 78,00% , ,00 80,18% 100,00% , ,00 84,33% 14,67% , ,00 98,82% 100,00% , ,00 95,91% 100,00% , ,00 97,03% 100,00% , ,00 84,97% 100,00% , ,00 96,59% 100,00% , ,00 94,16% 100,00% 117

85 39 Pengembangan Peningkatan Kompetensi dan Promosi Siswa PKPLK 40 Percepatan Capaian APK/APM Sekolah Menengah Melalui PKPLK 41 Pengadaan 3 USB SLBN di 25 Kab/Kota di Jawa Barat 42 Revitalisasi 38 SLBN di 25 Kab/Kota di Jawa Barat 43 Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) untuk Siswa Daerah 3 T melalui Layanan Khusus di Jabar V Program Manajeman Pelayanan Pendidikan 44 Menyelenggarakan Peningkatan Mutu dan Melatih Tenaga Kependidikan Pendidikan Kejuruan 45 Melatih Meningkatkan Kompetensi Pendidik dana Tenaga Kependidikan Kejuruan Produktif 46 Seleksi Pendidik, Tenaga Kependidikan SMA/SMK tahun Anggaran Sistem Informasi Manajemen Dinas Pendidikan Provinsi Jabar 48 Ujian Nasional Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah di Jabar 49 Meningkatkan dan Pengembangan Asrama Bina Siswa SMA Plus Cisarua 50 Revitalisasi Forum KKG, MGMP Pengembang Kurikulum Muatan Lokal di Jawa Barat Tahun Anggaran Pelatihan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Mata Pelajaran Bahasa &Kesenian Daerah 52 Publikasi Program Unggulan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat 53 Melatih dan Meningkatkan Kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Luar Biasa 54 Pemutahiran Inventarisasi Aset SMA/SMK , ,00 98,15% 100,00% , ,00 71,28% 75,00% , ,00 62,93% 60,29% , ,00 93,04% 100,00% , ,00 66,75% 70,00% , ,00 99,99% 100,00% , ,00 99,85% 100,00% , ,00 97,49% 100,00% , ,00 97,81% 100,00% , ,00 86,30% 95,80% , ,00 97,16% 100,00% , ,00 97,54% 100,00% , ,00 93,61% 100,00% , ,00 97,15% 100,00% , ,00 71,42% 75,00% , ,00 88,74% 100,00% 118

86 55 Melatih dan Meningkatkan Kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan TA Bimbingan Teknis Sertifikat Guru SLB di Jawa Barat 57 Memilih Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Khusus Berprestasi & Berdedikasi TA Pengembangan Mutu Pendidikan di Bantaran Sungai Citarum Tahun Anggaran Revitalisasi Tim Pengembang Kurikulum (TPK) Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran Peningkatan Mutu Perencanaan Pelatihan Program Kebutuhan Khusus bagi Guru Sekolah Luar Biasa Provinsi Jawa Barat VI Program Perencanaan Pengendalian dan Pengawasan Pembangunan Daerah 61 Perencanaan, Pengendalian dan Pengawasan Pembangunan Pendidikan VII Program Peningkatan Kesejahteraan Sumber Daya Aparatur 62 Meningkatkan Kesejahteraan dan Kemampuan Aparatur Pada Balai Pengembangan Bahasa Daerah dan Kesenian Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat TA Meningkatkan Kesejahteraan dan Kemampuan Aparatur Pada Sekretariat Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dan SMK Negeri TA Meningkatkan Kesejahteraan dan Kemampuan Aparatur Pada Balai Pelatihan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Umum dan Kejuruan (BPPTK-PUK) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat , ,00 99,92% 100,00% , ,00 72,71% 75,00% , ,00 83,76% 90,00% , ,00 97,05% 100,00% , ,00 98,24% 100,00% , ,00 73,11% 75,00% , ,00 98,46% 100,00% , ,00 98,89% 100,00% , ,00 82,66% 90,00% , ,00 100,00% 100,00% 119

87 65 Meningkatkan Kesejahteraan dan Kemampuan Aparatur Pada Balai Pelatihan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Luar Biasa (BPPTK-PLB) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat VIII Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 66 Menunjang penyelenggaraan Administrasi Perkantoran Pada Balai Pelatihan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Umum dan Kejuruan (BPPTK-PUK) Tahun Menyelenggarakan Administrasi Perkantoran Pada Sekretariat Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat 38 SLBN dan 4 SMK Negeri Tahun Anggaran Menyelenggarakan Administrasi Perkantoran Pada Balai Pelatihan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Luar Biasa (BPPTK-PLB) di Lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat 69 Menunjang Penyelenggaraan Administrasi Perkantoran Pada Balai Pengembangan Bahasa Daerah dan Kesenian Disdik Provinsi Jabar Tahun Anggaran 2016 IX Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 70 Meningkatkan Sarana dan Prasarana BPPTKPUK Dinas Pendidikan Prov. Barat TA Revitaslisasi Sarana dan Prasarana Aparatur BPPTK-PLB TA 2016 X 72 Peningkatan Sarana dan Prasarana Perkantoran Pada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dan SMK Negeri TA Peningkatan Sarpras Balai Pengembangan Bahasa Daerah dan Kesenian Disdik Prov. Jabar TA 2016 Program Pemeliharaan , ,00 84,82% 90,00% , ,00 71,25% 80,00% , ,00 96,12% 100,00% , ,00 100,00% 100,00% , ,00 98,16% 100,00% , ,00 86,78% 100,00% , ,00 96,63% 100,00% , ,00 96,72% 100,00% , ,00 97,96% 100,00% 120

88 Sarana dan Prasarana Aparatur 74 Menyelenggarakan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Aparatur Pada Balai Pelatihan Pendidik dan Tenaga Pendidikan Pendidikan Umum dan Kejuruan (BPPTK-PUK) Tahun Anggaran Pememeliharaan Sarana dan Prasarana Aparatur Pada Balai Pelatihan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Luar Biasa (BPPTK-PLB) TA Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Perkantoran Pada Balai Pengembangan Bahasa Daerah dan Kesenian Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat TA Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Perkantoran Pada Sekretariat Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, 38 ALBN dan 4 SMK Negeri Tahun Anggaran 2016 XI Program Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan daerah 78 Kegiatan Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Keuangan pada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat XII Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan 79 Evaluasi dan Pelaporan Internal Dinas Pendidikan XIII Program Pengembangan Nilai Budaya 80 CLTH Sosialisasi dan Edukasi Siswa tentang Geopark Ciletuh 81 Pasanggiri dan Apresiasi Bahasa, Sastra dan Seni Daerah Tk SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/SMK/MA 82 Pengembangan Bahasa dan Sastra Seni Daerah pada Jalur Pendidikan XIV Program Pengelolaan Kekayaan dan Keragaman Budaya , ,00 100,00% 100,00% , ,00 94,68% 100,00% , ,00 97,81% 100,00% , ,00 98,46% 100,00% , ,00 91,75% 100,00% , ,00 100,00% 100,00% , ,00 99,87% 100,00% , ,00 89,26% 100,00% , ,00 94,63% 100,00% 121

89 83 Menyelenggarakan Helaran/Festifal Kesenian Daerah oleh Siswa SD/MI. SMP/MTs, SMA/SMK/MA , ,00 97,24% 100,00% JUMLAH BELANJA , ,00 91,86% 91,08% Berdasarkan analisis capaian kinerja pada 7 (tujuh) program prioritas pembangunan pendidikan selama tahun 2016, maka telah dicapai 74 % kegiatan-kegiatan pada program prioritas pembangunan dengan kategori sangat memuaskan, namun masih ditemukan 8 % kegiatan-kegiatan dengan capaian pada kategori kurang, terutama pada penyelenggaraan Program Pendidikan Menengah dan Tinggi. Hal tersebut disebabkan begitu banyaknya jumlah kegiatan yang dilaksanakan pada tahun 2016, sehingga meciptakan ratio antara jumlah kegiatan dan SDM pengelola kegiatan pada penyelenggaraan Program Pendidikan Menengah dan Tinggi yang kurang proporsional. Hal tersebut terlebih dengan mempertimbangan jumlah SDM yang memiliki kompetensi, kualitas dan profesionalitas SDM yang terlibat dalam pengelolaan kegiatan-kegiatan pembangunan. Hal tersebut sangat nampak dalam proses penyelenggaraan pengadaan barang dan jasa yang terdalam dalam setiap pelaksanaan kegiatan-kegiatan pembangunan tahun 2016, yang masih sulit mewujudkan ketepatan dalam pemenuhan jadwal/waktu, keakuratan dalam penguasaan aturan, pedoman dan prosedur. 122

90 BAB IV PENUTUP A. KESIMPULAN Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Tahun 2016 ini merupakan laporan yang diharapkan menjadi sarana untuk mengkomunikasikan dan menjawab tentang pencapaian target kinerja dan proses pencapaiannya yang berkaitan dengan amanat yang diterima. Amanat yang dimaksud adalah janji Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat yang tertuang dalam Perjanjian Kinerja Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Tahun 2016 dengan Gubernur Jawa Barat. Untuk itu diharapkan agar laporan ini dapat menjadi bahan masukan dan mendorong Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat agar berusaha sungguhsungguh sehingga dapat mewujudkan lembaga yang dikenal berkualitas baik dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia aparatur pendidikan. Capaian indikator kinerja sasaran strategis Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat tahun anggaran 2016 relatif baik dan berhasil. Indikasi keberhasilan tersebut terbukti dari besarnya tingkat capaian kinerja dari sasaran strategis yang telah ditetapkan, dengan rincian 6 telah melebihi target, 1 masih mencapai 90%. Capaian-capaian indikator kinerja tersebut berkontribusi secara langsung terhadap pencapaian sasaran strategis dan sekaligus mendukung terwujudnya misi yang tercantum dalam Renstra Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Tahun Walaupun demikian, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat tidak akan berpuas diri dengan keberhasilan tersebut. Karena di masa yang akan datang, masih banyak tantangan yang akan dihadapi. Secara umum keseluruhan capaian kinerja tersebut di atas telah memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat untuk selalu meningkatkan kinerja yang lebih baik di masamasa mendatang. 123

91 B. SARAN/REKOMENDASI Berdasarkan hasil evaluasi kinerja LKIP Tahun 2016, untuk meningkatkan kinerja pada tahun yang akan datang perlu dilakukan langkahlangkah sebagai berikut: 1. Perencanaan kinerja dan anggaran dilakukan secara lebih cermat dan revisianggaran dan kegiatan dilakukan secara sangat selektif sehingga tidak menghambat pelaksanaan kegiatan. 2. Peningkatan dan pengembangan kapasitas SDM dilakukan lebih intensif melalui pengadaan PNS, pembinaan, pendidikan dan pelatihan. Akhir kata dengan segala keterbatasan yang ada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat telah berupaya maksimal untuk dapat melaksanakan program dan kegiatan baik dalam rangka pemerataan dan perluasan akses, peningkatan kualitas dan relevansi, serta peningkatan tata kelola pendidikan. Tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada segenap pihak yang telah banyak membantu sehingga penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat 2016 ini dapat terwujud. 8

Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Kata Pengantar

Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Kata Pengantar Kata Pengantar Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas perkenan-nya kami dapat menyelesaikan penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Dinas Pendidikan

Lebih terperinci

Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Ringkasan Eksekutif

Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Ringkasan Eksekutif Ringkasan Eksekutif Pendidikan telah menjadi sebuah kekuatan bangsa khususnya dalam proses pembangunan di Jawa Timur. Sesuai taraf keragaman yang begitu tinggi, Jawa Timur memiliki karakter yang kaya dengan

Lebih terperinci

Bab I Pendahuluan A. LATAR BELAKANG

Bab I Pendahuluan A. LATAR BELAKANG Bab I Pendahuluan A. LATAR BELAKANG Penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan yang tepat, jelas, terukur dan akuntabel merupakan sebuah keharusan yang perlu dilaksanakan dalam usaha mewujudkan

Lebih terperinci

Bab I Pendahuluan A. LATAR BELAKANG

Bab I Pendahuluan A. LATAR BELAKANG Bab I Pendahuluan A. LATAR BELAKANG Penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan yang tepat, jelas, terukur dan akuntabel merupakan sebuah keharusan yang perlu dilaksanakan dalam usaha mewujudkan

Lebih terperinci

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) TAHUN 2017

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) TAHUN 2017 RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) TAHUN 2017 DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL DAERAH PROVINSI JAWA BARAT 2017 DAFTAR ISI Kata Pengantar Daftar Isi... i... ii Bab I Pendahuluan 1.1 Latar Belakang 1.2

Lebih terperinci

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN I. VISI Pembangunan di Kabupaten Flores Timur pada tahap kedua RPJPD atau RPJMD tahun 2005-2010 menuntut perhatian lebih, tidak hanya untuk menghadapi permasalahan

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Bandung, Januari 2015 KEPALA BADAN PENANAMAN MODAL DAN PERIJINAN TERPADU PROVINSI JAWA BARAT

KATA PENGANTAR. Bandung, Januari 2015 KEPALA BADAN PENANAMAN MODAL DAN PERIJINAN TERPADU PROVINSI JAWA BARAT KATA PENGANTAR Sebagai tindaklanjut dari Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 Tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, yang mewajibkan bagi setiap pimpinan instansi pemerintah untuk mempertanggungjawabkan

Lebih terperinci

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKjIP) TAHUN 2015

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKjIP) TAHUN 2015 LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKjIP) TAHUN 2015 DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA DAN OLAHRAGA KABUPATEN BOYOLALI TAHUN 2016 KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, dalam rangka

Lebih terperinci

Kebijakan Bidang Pendayagunaan Aparatur Negara a. Umum

Kebijakan Bidang Pendayagunaan Aparatur Negara a. Umum emangat reformasi telah mendorong pendayagunaan aparatur Negara untuk melakukan pembaharuan dan peningkatan efektivitas dalam melaksanakan fungsi penyelenggaraan pemerintahan Negara dalam pembangunan,

Lebih terperinci

KOTA BANDUNG DOKUMEN RENCANA KINERJA TAHUNAN BPPT KOTA BANDUNG

KOTA BANDUNG DOKUMEN RENCANA KINERJA TAHUNAN BPPT KOTA BANDUNG KOTA BANDUNG DOKUMEN RENCANA KINERJA TAHUNAN BPPT KOTA BANDUNG TAHUN 2015 KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami panjatkan Kehadapan Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat Rahmat dan Karunianya Reviu Dokumen

Lebih terperinci

Bab II Perencanaan Kinerja

Bab II Perencanaan Kinerja Di kantor Bab II Perencanaan Kinerja 2.1. Perencanaan 2.1.1. Rencana Strategis Tahun 2013-2018 Dalam sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah, perencanaan stratejik merupakan langkah awal yang

Lebih terperinci

Laporan Akuntabilitas Kinerja Tahun 2014

Laporan Akuntabilitas Kinerja Tahun 2014 Laporan Akuntabilitas Kinerja Tahun 2014 Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) ini dibuat sebagai perwujudan dan kewajiban suatu Instansi Pemerintah dengan harapan dapat dipergunakan

Lebih terperinci

P E M E R I N T A H K O T A M A T A R A M

P E M E R I N T A H K O T A M A T A R A M P E M E R I N T A H K O T A M A T A R A M SEKRETARIAT DAERAH KEPUTUSAN SEKRETARIS DAERAH KOTA MATARAM NOMOR : 188.4/747/Org./X/2017 TENTANG PENETAPAN INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) SEKRETARIAT DAERAH KOTA

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. Halaman Judul Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan

DAFTAR ISI. Halaman Judul Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan DAFTAR ISI Halaman Judul Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1 A. LATAR BELAKANG 1 B. LANDASAN HUKUM 4 C. MAKSUD DAN TUJUAN 6 D. SISTEMATIKA PENULISAN 6 BAB II GAMBARAN

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KLUNGKUNG NOMOR 3 TAHUN 2010 TENTANG PENYELENGGARAAN PELAYANAN BIDANG PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KLUNGKUNG NOMOR 3 TAHUN 2010 TENTANG PENYELENGGARAAN PELAYANAN BIDANG PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN DAERAH KABUPATEN KLUNGKUNG NOMOR 3 TAHUN 2010 TENTANG PENYELENGGARAAN PELAYANAN BIDANG PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KLUNGKUNG, Menimbang : a. bahwa bidang pendidikan merupakan

Lebih terperinci

KOTA BANDUNG TAHUN 2016

KOTA BANDUNG TAHUN 2016 DOKUMEN RENCANA KINERJA TAHUNAN DINAS PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN KEBAKARAN TAHUN 2016 Jalan Sukabumi No. 17 Bandung Telp. (022) 7207113 1 KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami panjatkan Kehadapan Tuhan

Lebih terperinci

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA BAB III AKUNTABILITAS KINERJA Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Dinas Pendidikan Kota Probolinggo Tahun 2016 ini disusun untuk mengukur tingkat keberhasilan atau kegagalan dalam

Lebih terperinci

RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD) SEKTOR PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD) SEKTOR PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD) SEKTOR PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN Visi dan Misi Rencana Strategis (RENSTRA) merupakan suatu proses yang berorientasi pada hasil yang ingin di capai selama

Lebih terperinci

TERWUJUDNYA LAYANAN PENDIDIKAN YANG PRIMA, UNTUK MEMBENTUK INSAN LAMANDAU CERDAS KOMPREHENSIF, MANDIRI, BERIMANDAN BERTAQWA SERTA BERBUDAYA

TERWUJUDNYA LAYANAN PENDIDIKAN YANG PRIMA, UNTUK MEMBENTUK INSAN LAMANDAU CERDAS KOMPREHENSIF, MANDIRI, BERIMANDAN BERTAQWA SERTA BERBUDAYA BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN 4.1 Visi dan Misi Visi adalah gambaran atau pandangan tentang masa depan yang diinginkan. Dalam konteks perencanaan, visi merupakan rumusan umum mengenai

Lebih terperinci

INDIKATOR KINERJA UTAMA

INDIKATOR KINERJA UTAMA INDIKATOR KINERJA UTAMA INSTANSI : DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN JOMBANG VISI : TERWUJUDNYA PENDIDIKAN YANG MERATA, BERMUTU, AGAMIS DAN BERDAYA SAING MISI : 1. Mewujudkan ketersediaan, keterjangkauan dan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Terselenggaranya good governance merupakan prasyarat bagi setiap pemerintahan untuk mewujudkan aspirasi masyarakat dan mencapai tujuan serta cita- cita bangsa bernegara

Lebih terperinci

KOTA BANDUNG TAHUN 2014

KOTA BANDUNG TAHUN 2014 DOKUMEN RENCANA KINERJA TAHUNAN DINAS PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN KEBAKARAN TAHUN 2014 JALAN SUKABUMI NO 17 BANDUNG Telp. (022) 7207113 1 KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami panjatkan Kehadapan Tuhan

Lebih terperinci

KECAMATAN UJUNGBERUNG KOTA BANDUNG KATA PENGANTAR

KECAMATAN UJUNGBERUNG KOTA BANDUNG KATA PENGANTAR KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami panjatkan Kehadapan Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat Rahmat dan Karunianya Reviu Dokumen Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Kecamatan Ujungberung Kota Bandung Tahun 2016,

Lebih terperinci

Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah Kabupaten Gunungkidul Tahun 2012 KATA PENGANTAR

Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah Kabupaten Gunungkidul Tahun 2012 KATA PENGANTAR KATA PENGANTAR Atas rahmat Tuhan Yang Maha Esa, Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah dapat diselesaikan untuk memenuhi ketentuan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Laporan Akuntabilitas

Lebih terperinci

1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pembukaan UUD 45 mengamanatkan Pemerintah Negara Republik Indonesia melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan memajukan kesejahteraan umum,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. bagi pihak-pihak di dalam sektor publik. Reformasi birokrasi muncul karena adanya

BAB I PENDAHULUAN. bagi pihak-pihak di dalam sektor publik. Reformasi birokrasi muncul karena adanya BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Beberapa tahun terakhir ini fenomena reformasi birokrasi merupakan isu penting bagi pihak-pihak di dalam sektor publik. Reformasi birokrasi muncul karena adanya

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR BUPATI BARRU, TTD. Ir. H. ANDI IDRIS SYUKUR, MS.

KATA PENGANTAR BUPATI BARRU, TTD. Ir. H. ANDI IDRIS SYUKUR, MS. KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu Wata ala yang telah memberi rahmat dan karunia-nya, sehingga dokumen Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Kabupaten Barru Tahun

Lebih terperinci

LAPORAN KINERJA PEMERINTAH KABUPATEN LUMAJANG TAHUN 2014

LAPORAN KINERJA PEMERINTAH KABUPATEN LUMAJANG TAHUN 2014 BAB I P E N D A H U L U A N 1.1. LATAR BELAKANG Sesuai dengan amanat Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Nomor: XI/MPR/1998 tentang Penyelenggaraan Negara Yang Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi dan

Lebih terperinci

Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah Kabupaten Gunungkidul Tahun 2013 KATA PENGANTAR

Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah Kabupaten Gunungkidul Tahun 2013 KATA PENGANTAR KATA PENGANTAR Atas rahmat Tuhan Yang Maha Esa, Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah dapat diselesaikan untuk memenuhi ketentuan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Laporan Akuntabilitas

Lebih terperinci

Rencana Strategis (RENSTRA)

Rencana Strategis (RENSTRA) Rencana Strategis (RENSTRA) TAHUN 2014-2019 PEMERINTAH KABUPATEN GARUT DINAS PETERNAKAN, PERIKANAN DAN KELAUTAN TAHUN 2014 Rencana Strategis (RENSTRA) TAHUN 2014-2019 DINAS PETERNAKAN, PERIKANAN DAN KELAUTAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Terselenggaranya good governance merupakan prasyarat bagi setiap pemerintahan untuk mewujudkan aspirasi masyarakat dan mencapai tujuan serta cita- cita bangsa bernegara

Lebih terperinci

2.1 RPJMD Kabupaten Bogor Tahun

2.1 RPJMD Kabupaten Bogor Tahun BAB 2 PERENCANAAN KINERJA 2.1 RPJMD Kabupaten Bogor Tahun 2013-2018 Pemerintah Kabupaten Bogor telah menetapkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) berdasarkan amanat dari Peraturan Daerah

Lebih terperinci

Bandar Lampung, Desember 2015 KEPALA DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PROVINSI LAMPUNG,

Bandar Lampung, Desember 2015 KEPALA DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PROVINSI LAMPUNG, Rencana Strategis (Renstra) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung 2015-2019 ini disusun melalui beberapa tahapan dengan mengacu kepada visi RPJMD Provinsi Lampung tahun 2015-2019, yaitu Lampung

Lebih terperinci

KOTA BANDUNG DOKUMEN RENCANA KINERJA TAHUNAN DINAS PELAYANAN PAJAK KOTA BANDUNG TAHUN 2014

KOTA BANDUNG DOKUMEN RENCANA KINERJA TAHUNAN DINAS PELAYANAN PAJAK KOTA BANDUNG TAHUN 2014 KOTA BANDUNG DOKUMEN RENCANA KINERJA TAHUNAN DINAS PELAYANAN PAJAK KOTA BANDUNG TAHUN 2014 TAHUN 2014 KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami panjatkan Kehadapan Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat Rahmat dan

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Alhamdulillaah,

KATA PENGANTAR. Alhamdulillaah, KATA PENGANTAR Alhamdulillaah, Puji syukur kehadirat Allah SWT karena berkat limpahan rahmat dan petunjuk- Nya kami telah menyusun dokumen Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Terselenggaranya good governance merupakan prasyarat bagi setiap pemerintahan untuk mewujudkan aspirasi masyarakat dan mencapai tujuan serta cita- cita bangsa bernegara

Lebih terperinci

BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI

BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI 3.1. IDENTIFIKASI PERMASALAHAN BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI SKPD Analisis Isu-isu strategis dalam perencanaan pembangunan selama 5 (lima) tahun periode

Lebih terperinci

Rencana Kinerja Tahunan Dinas Kebudayaan & Pariwisata Kota Bandung Tahun 2016 BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Rencana Kinerja Tahunan Dinas Kebudayaan & Pariwisata Kota Bandung Tahun 2016 BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Terselenggaranya good governance merupakan prasyarat bagi setiap pemerintahan untuk mewujudkan aspirasi masyarakat dan mencapai tujuan serta cita- cita bangsa bernegara

Lebih terperinci

Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah Kabupaten Gunungkidul Tahun 2014 KATA PENGANTAR

Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah Kabupaten Gunungkidul Tahun 2014 KATA PENGANTAR KATA PENGANTAR Atas rahmat Tuhan Yang Maha Esa, Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah dapat diselesaikan untuk memenuhi ketentuan Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Terselenggaranya good governance merupakan prasyarat bagi setiap pemerintahan untuk mewujudkan aspirasi masyarakat dan mencapai tujuan serta cita- cita bangsa bernegara

Lebih terperinci

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TAHUN 2016

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TAHUN 2016 LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TAHUN 2016 BAGIAN PEMBANGUNAN SEKRETARIAT DAERAH KOTA PADANG TAHUN 2017 D A F T A R I S I KATA PENGANTAR... i DAFTAR ISI... ii I. PENDAHULUAN 1.1

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KOTA TASIKMALAYA NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG PENDIDIKAN DINIYAH DI KOTA TASIKMALAYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KOTA TASIKMALAYA NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG PENDIDIKAN DINIYAH DI KOTA TASIKMALAYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN DAERAH KOTA TASIKMALAYA NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG PENDIDIKAN DINIYAH DI KOTA TASIKMALAYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TASIKMALAYA, Menimbang : a. bahwa tujuan pendidikan keagamaan

Lebih terperinci

LAPORAN KINERJA BIRO ORGANISASI DAN KEPEGAWAIAN TAHUN 2014

LAPORAN KINERJA BIRO ORGANISASI DAN KEPEGAWAIAN TAHUN 2014 LAPORAN KINERJA BIRO ORGANISASI DAN KEPEGAWAIAN TAHUN 2014 SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN PERTANIAN Jakarta, Januari 2015 KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan atas kehadirat Allah SWT karena atas

Lebih terperinci

PERUBAHAN INDIKATOR KINERJA UTAMA

PERUBAHAN INDIKATOR KINERJA UTAMA KABUPATEN BADUNG PERUBAHAN INDIKATOR KINERJA UTAMA DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA DAN OLAHRAGA KABUPATEN BADUNG RPJMD 2010-2015 DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA DAN OLAHRAGA KABUPATEN BADUNG TAHUN 2014 PEMERINTAH KABUPATEN

Lebih terperinci

BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI

BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI 3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Koordinasi Dinas Olahraga dan Pemuda Provinsi Jawa Barat Dinas Olahraga dan Pemuda

Lebih terperinci

RENCANA KERJA BAGIAN ADM. PEMERINTAHAN SETDAKAB. JOMBANG. Tahun 2015 B A G I A N A D M I N I S T R A S I P E M E R I N T A H A N

RENCANA KERJA BAGIAN ADM. PEMERINTAHAN SETDAKAB. JOMBANG. Tahun 2015 B A G I A N A D M I N I S T R A S I P E M E R I N T A H A N RENCANA KERJA BAGIAN ADM. PEMERINTAHAN SETDAKAB. JOMBANG Tahun 2015 B A G I A N A D M I N I S T R A S I P E M E R I N T A H A N 2 0 1 5 Puji dan syukur kami panjatkan ke Khadirat Allah SWT, atas Rahmat

Lebih terperinci

DAFTAR ISI.. KATA PENGANTAR... i

DAFTAR ISI.. KATA PENGANTAR... i DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... i DAFTAR ISI.. ii BAB I PENDAHULUAN 1 A. Latar Belakang. 1 B. Tugas dan Fungsi Bappeda Kota Samarinda. 2 C. Struktur Organisasi Bappeda Kota Samarinda.. 3 BAB II RENCANA STRATEGIS

Lebih terperinci

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN V.1. Visi Menuju Surabaya Lebih Baik merupakan kata yang memiliki makna strategis dan cerminan aspirasi masyarakat yang ingin perubahan sesuai dengan kebutuhan, keinginan,

Lebih terperinci

BAB 2 PERENCANAAN KINERJA. 2.1 RPJMD Kabupaten Bogor Tahun

BAB 2 PERENCANAAN KINERJA. 2.1 RPJMD Kabupaten Bogor Tahun BAB 2 PERENCANAAN KINERJA 2.1 RPJMD Kabupaten Bogor Tahun 2013-2018 Pemerintah Kabupaten Bogor telah menetapkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) berdasarkan amanat dari Peraturan Daerah

Lebih terperinci

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN V.1. Visi Menuju Surabaya Lebih Baik merupakan kata yang memiliki makna strategis dan cerminan aspirasi masyarakat yang ingin perubahan sesuai dengan kebutuhan, keinginan,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pemerintahan yang berdayaguna, berhasil guna, bersih dan. bertanggungjawab, telah diterbitkan Peraturan Presiden Nomor 29

BAB I PENDAHULUAN. pemerintahan yang berdayaguna, berhasil guna, bersih dan. bertanggungjawab, telah diterbitkan Peraturan Presiden Nomor 29 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dalam rangka meningkatkan pelaksanaan pemerintahan yang berdayaguna, berhasil guna, bersih dan bertanggungjawab, telah diterbitkan Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun

Lebih terperinci

BAB IV VISI DAN MISI DAERAH PROVINSI SULAWESI TENGGARA

BAB IV VISI DAN MISI DAERAH PROVINSI SULAWESI TENGGARA BAB IV VISI DAN MISI DAERAH PROVINSI SULAWESI TENGGARA Pembangunan adalah suatu orientasi dan kegiatan usaha yang tanpa akhir. Development is not a static concept. It is continuously changing. Atau bisa

Lebih terperinci

3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan Badan Kepegawaian Daerah Kota Bandung

3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan Badan Kepegawaian Daerah Kota Bandung Bab III Isu-Isu Strategis Berdasarkan Tugas dan Fungsi 3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan Badan Kepegawaian Daerah Kota Bandung Bila dilihat dari hasil evaluasi pelaksanaan

Lebih terperinci

DINAS PENDIDIKAN KOTA BEKASI

DINAS PENDIDIKAN KOTA BEKASI LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH ( LAKIP ) DINAS PENDIDIKAN KOTA BEKASI TAHUN 2017 DINAS PENDIDIKAN KOTA BEKASI Jalan Lapangan Tengah No.2 Bekasi Timur Telp. (021) 8825243 Kode Pos 17113

Lebih terperinci

IKHTISAR EKSEKUTIF. Pencapaian kinerja sasaran Pemerintah Kabupaten Rote Ndao Tahun 2015 dapat digambarkan sebagai berikut : iii

IKHTISAR EKSEKUTIF. Pencapaian kinerja sasaran Pemerintah Kabupaten Rote Ndao Tahun 2015 dapat digambarkan sebagai berikut : iii IKHTISAR EKSEKUTIF Dalam rangka mewujudkan Visi Pemerintah Kabupaten Rote Ndao sebagaimana tertuang dalam RPJMD Tahun 2014-2019 yaitu : Terwujudnya Peningkatan Kehidupan Masyarakat Rote Ndao yang BERMARTABAT

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Faktor-faktor penyebab..., Rika Aristi Cynthia, FISIP UI, Universitas Indonesia

BAB 1 PENDAHULUAN. Faktor-faktor penyebab..., Rika Aristi Cynthia, FISIP UI, Universitas Indonesia 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pendidikan mempunyai peranan penting di seluruh aspek kehidupan manusia. Hal itu disebabkan pendidikan berpengaruh langsung terhadap perkembangan kepribadian manusia.

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA NOMOR TAHUN 2013 TENTANG

PERATURAN DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA NOMOR TAHUN 2013 TENTANG PERATURAN DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA NOMOR TAHUN 2013 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA TAHUN 2013-2017 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA SEKRETARIAT BADAN PPSDM KESEHATAN TAHUN 2014

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA SEKRETARIAT BADAN PPSDM KESEHATAN TAHUN 2014 LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA SEKRETARIAT BADAN PPSDM KESEHATAN TAHUN 2014 BADAN PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN SUMBER DAYA MANUSIA KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN TAHUN 2015 KATA PENGANTAR D engan memanjatkan

Lebih terperinci

PEMERINTAH KOTA SOLOK LAPORAN KINERJA TAHUN 2016

PEMERINTAH KOTA SOLOK LAPORAN KINERJA TAHUN 2016 PEMERINTAH KOTA SOLOK LAPORAN KINERJA TAHUN 2016 BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH (BAPPEDA) KOTA SOLOK 2017 KATA PENGANTAR Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2008 tentang perubahan kedua atas Undang Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan

Lebih terperinci

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN Strategi pembangunan daerah dirumuskan untuk menjalankan misi guna mendukung terwujudnya visi yang harapkan yaitu Menuju Surabaya Lebih Baik maka strategi dasar pembangunan

Lebih terperinci

PROFIL DATA PENDIDIKAN TAHUN PELAJARAN 2012/2013

PROFIL DATA PENDIDIKAN TAHUN PELAJARAN 2012/2013 PROFIL DATA PENDIDIKAN TAHUN PELAJARAN 2012/2013 DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN KULON PROGO Jln. Ki Josuto, Kulon Progo, 55611 Tlp. (0274) 774535 KATA PENGANTAR Penyusunan Profil Data Pendidikan merupakan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. (government) menjadi kepemerintahan (governance). Pergeseran tersebut

BAB I PENDAHULUAN. (government) menjadi kepemerintahan (governance). Pergeseran tersebut 1 BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Sejalan dengan perkembangan gagasan yang terjadi di berbagai negara, peranan negara dan pemerintah bergeser dari peran sebagai pemerintah (government) menjadi kepemerintahan

Lebih terperinci

Bagian Hukum dan HAM pada Sekretariat Daerah Kota Bandung KATA PENGANTAR

Bagian Hukum dan HAM pada Sekretariat Daerah Kota Bandung KATA PENGANTAR KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-nya, sehingga tugas penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Bagian Hukum dan HAM pada Sekretariat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Pandangan Umum

BAB I PENDAHULUAN. A. Pandangan Umum BAB I PENDAHULUAN A. Pandangan Umum Konsep dasar akuntabilitas didasarkan pada klasifikasi responsibilitas manajerial pada tiap tingkatan dalam organisasi yang bertujuan untuk pelaksanaan kegiatan pada

Lebih terperinci

DINAS SOSIAL PROVINSI JAWA TENGAH Jl. Pahlawan No. 12 Semarang Telp

DINAS SOSIAL PROVINSI JAWA TENGAH Jl. Pahlawan No. 12 Semarang Telp LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKj IP) DINAS SOSIAL PROVINSI JAWA TENGAH DINAS SOSIAL PROVINSI JAWA TENGAH Jl. Pahlawan No. 12 Semarang Telp. 024-8311729 Kata Pengantar Dengan mengucapkan puji syukur

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang SALINAN LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 47 TAHUN 2016 TENTANG PEDOMAN ORGANISASI PERANGKAT DAERAH BIDANG PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN A. Latar Belakang BAB I

Lebih terperinci

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah ( LKIP ) Tahun 2016 BAB I PENDAHULUAN

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah ( LKIP ) Tahun 2016 BAB I PENDAHULUAN 1 BAB I PENDAHULUAN Terselenggaranya kepemerintahan yang baik (good governance) merupakan prasyarat bagi setiap pemerintah untuk mewujudkan aspirasi masyarakat dan mencapai tujuan serta cita-cita bangsa

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan salah satu faktor yang penting dalam pembangunan sumber daya

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan salah satu faktor yang penting dalam pembangunan sumber daya BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang masalah Pendidikan merupakan salah satu faktor yang penting dalam pembangunan sumber daya manusia. Di sejumlah negara yang sedang berkembang pendidikan telah mengambil

Lebih terperinci

BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI

BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI 3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah. Dalam upaya meningkatkan

Lebih terperinci

BUPATI BULUNGAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA PERATURAN DAERAH KABUPATEN BULUNGAN NOMOR 6 TAHUN 2016 TENTANG

BUPATI BULUNGAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA PERATURAN DAERAH KABUPATEN BULUNGAN NOMOR 6 TAHUN 2016 TENTANG SALINAN BUPATI BULUNGAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA PERATURAN DAERAH KABUPATEN BULUNGAN NOMOR 6 TAHUN 2016 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH TAHUN 2016-2021 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 50 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR PENGELOLAAN PENDIDIKAN OLEH PEMERINTAH DAERAH

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 50 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR PENGELOLAAN PENDIDIKAN OLEH PEMERINTAH DAERAH SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 50 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR PENGELOLAAN PENDIDIKAN OLEH PEMERINTAH DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL,

Lebih terperinci

BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI BIRO ORGANISASI SEKRETARIAT DAERAH PROVINSI JAWA BARAT

BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI BIRO ORGANISASI SEKRETARIAT DAERAH PROVINSI JAWA BARAT BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI BIRO ORGANISASI SEKRETARIAT DAERAH PROVINSI JAWA BARAT 3.1. Identifikasi Permasalahan berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan Biro Organisasi. Berdasarkan

Lebih terperinci

L A P O R A N K I N E R J A

L A P O R A N K I N E R J A L A P O R A N K I N E R J A 2 0 1 4 A s i s t e n D e p u t i B i d a n g P e m b e r d a y a a n M a s y a r a k a t Deputi Bidang Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Kabinet Republik Indonesia 2014 K a

Lebih terperinci

Rencana Kerja Tahunan Kecamatan Rancasari Tahun

Rencana Kerja Tahunan Kecamatan Rancasari Tahun BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Terselenggaranya good governance merupakan prasyarat bagi setiap pemerintahan untuk mewujudkan aspirasi masyarakat dan mencapai tujuan serta cita- cita bangsa bernegara

Lebih terperinci

BAB II PERENCANAAN KINERJA 2.1. RENCANA STRATEGIS SEKRETARIAT DPRD KOTA. penyusunan tahapan-tahapan kegiatan yang melibatkan berbagai

BAB II PERENCANAAN KINERJA 2.1. RENCANA STRATEGIS SEKRETARIAT DPRD KOTA. penyusunan tahapan-tahapan kegiatan yang melibatkan berbagai BAB II PERENCANAAN KINERJA 2.1. RENCANA STRATEGIS SEKRETARIAT DPRD KOTA BANDUNG Perencanaan pembangunan daerah adalah suatu proses penyusunan tahapan-tahapan kegiatan yang melibatkan berbagai unsur pemangku

Lebih terperinci

B A B P E N D A H U L U A N

B A B P E N D A H U L U A N 1 B A B P E N D A H U L U A N I A. Latar Belakang Dalam rangka meningkatkan pelaksanaan pemerintah yang berdayaguna, berhasil guna, bersih dan bertanggung jawab telah diterbitkan Instruksi Presiden No.

Lebih terperinci

User [Pick the date]

User [Pick the date] RENCANA KERJA KECAMATAN KIARACONDONG KOTA BANDUNG TAHUN 2016 User [Pick the date] KECAMATAN KIARACONDONG KOTA BANDUNG Jl babakan sari no.177 Bandung telepon (022) 7271101 2015 Rencana Kerja Kecamatan Kiaracondong

Lebih terperinci

NOMOR : 08 Tahun 2015 TANGGAL : 22 Juni 2015 TENTANG : RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD) KOTA BOGOR TAHUN 2016 BAB I PENDAHULUAN

NOMOR : 08 Tahun 2015 TANGGAL : 22 Juni 2015 TENTANG : RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD) KOTA BOGOR TAHUN 2016 BAB I PENDAHULUAN LAMPIRAN PERATURAN WALIKOTA BOGOR NOMOR : 08 Tahun 2015 TANGGAL : 22 Juni 2015 TENTANG : RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD) KOTA BOGOR TAHUN 2016 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pemerintah Kota

Lebih terperinci

IKHTISAR EKSEKUTIF. Ikhtisar Eksekutif

IKHTISAR EKSEKUTIF. Ikhtisar Eksekutif IKHTISAR EKSEKUTIF Dalam rangka mewujudkan Visi Pemerintah Kabupaten Rote Ndao sebagaimana tertuang dalam RPJMD Tahun 2014-2019 yaitu : Terwujudnya Peningkatan Kehidupan Masyarakat Rote Ndao yang BERMARTABAT

Lebih terperinci

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN Strategi pembangunan daerah dirumuskan untuk menjalankan misi guna mendukung terwujudnya visi yang harapkan yaitu Menuju Surabaya Lebih Baik maka strategi dasar pembangunan

Lebih terperinci

B A B I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

B A B I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang 1 B A B I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Terselenggaranya tata Instansi Pemerintah yang baik, bersih dan berwibawa (Good Governance dan Clean Governance) merupakan syarat bagi setiap pemerintahan dalam

Lebih terperinci

Kata Pengantar. Semarang, Pebruari 2016 Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Tengah

Kata Pengantar. Semarang, Pebruari 2016 Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Tengah P E M E R I N T A H P R O V I N S I J A W A T E N G A H LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKjIP) TAHUN 2016 DINAS BINA MARGA PROVINSI JAWA TENGAH Semarang 2017 Kata Pengantar Dengan mengucapkan puji

Lebih terperinci

BAB. I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

BAB. I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG [- BAB. I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG P embangunan sektor Peternakan, Perikanan dan Kelautan yang telah dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Garut dalam kurun waktu tahun 2009 s/d 2013 telah memberikan

Lebih terperinci

INSPEKTORAT SEKRETARIAT KABINET REPUBLIK INDONESIA

INSPEKTORAT SEKRETARIAT KABINET REPUBLIK INDONESIA INSPEKTORAT SEKRETARIAT KABINET REPUBLIK INDONESIA INSPEKTORAT 2015 SEKRETARIAT KABINET REPUBLIK INDONESIA LAPORAN KINERJA INSPEKTORAT SEKRETARIAT KABINET TAHUN 2014 Nomor : LAP-3/IPT/2/2015 Tanggal :

Lebih terperinci

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN 5.1 Visi Visi merupakan cara pandang ke depan tentang kemana Pemerintah Kabupaten Belitung akan dibawa, diarahkan dan apa yang diinginkan untuk dicapai dalam kurun

Lebih terperinci

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN 5.1 Visi Visi sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, khususnya dalam Pasal 1, angka 12 disebutkankan

Lebih terperinci

Bab I Pendahuluan Latar Belakang

Bab I Pendahuluan Latar Belakang Bab I Pendahuluan 1.1. Latar Belakang Sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, bahwa pembangunan yang berkeadilan dan demokratis

Lebih terperinci

PEMERINTAH PROVINSI BALI BADAN PENANAMAN MODAL DAN PERIZINAN LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH

PEMERINTAH PROVINSI BALI BADAN PENANAMAN MODAL DAN PERIZINAN LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH PEMERINTAH PROVINSI BALI BADAN PENANAMAN MODAL DAN PERIZINAN LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2016 KATA PENGANTAR Puja Pangastuti Angayubagia Kami haturkan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa

Lebih terperinci

BAB II RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD)

BAB II RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD) Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah BAB II RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD) A. Visi dan Misi 1. Visi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Sleman 2010-2015 menetapkan

Lebih terperinci

BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH

BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH PEMERINTAH KABUPATEN TULANG BAWANG BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH Komp.Perkantoran Pemda Tulang Bawang Jl. Cendana Gunung Sakti Kec. Menggala Kab.Tulang Bawang Provinsi Lampung 34596 Telp (0726)

Lebih terperinci

Mewujudkan Peningkatan Pendidikan yang berkualitas tanpa meninggalkan kearifan lokal.

Mewujudkan Peningkatan Pendidikan yang berkualitas tanpa meninggalkan kearifan lokal. Mewujudkan Peningkatan Pendidikan yang berkualitas tanpa meninggalkan kearifan lokal. Pada misi IV yaitu Mewujudkan Peningkatan Pendidikan yang berkualitas tanpa meninggalkan kearifan lokal terdapat 11

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIJUNJUNG NOMOR 2 TAHUN 2014 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KABUPATEN SIJUNJUNG TAHUN

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIJUNJUNG NOMOR 2 TAHUN 2014 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KABUPATEN SIJUNJUNG TAHUN PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIJUNJUNG NOMOR 2 TAHUN 2014 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KABUPATEN SIJUNJUNG TAHUN 2010-2015 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SIJUNJUNG, Menimbang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pemahaman mengenai good governance mulai dikemukakan di Indonesia

BAB I PENDAHULUAN. Pemahaman mengenai good governance mulai dikemukakan di Indonesia BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemahaman mengenai good governance mulai dikemukakan di Indonesia sejak tahun 1990-an dan semakin populer pada era tahun 2000-an. Pemerintahan yang baik diperkenalkan

Lebih terperinci

KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEARSIPAN DAN PERPUSTAKAAN KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA Nomor : / BAP-I/IV/2011 TENTANG

KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEARSIPAN DAN PERPUSTAKAAN KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA Nomor : / BAP-I/IV/2011 TENTANG Jalan Panji No. 70 Kelurahan Panji Telp. (0541) 661322. 664977 T E N G G A R O N G 75514 KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEARSIPAN DAN PERPUSTAKAAN KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA Nomor : 600.107/ BAP-I/IV/2011 TENTANG

Lebih terperinci

RENCANA KERJA (RENJA) TAHUN ANGGARAN 2018

RENCANA KERJA (RENJA) TAHUN ANGGARAN 2018 RENCANA KERJA (RENJA) TAHUN ANGGARAN 2018 BIRO PENGEMBANGAN PRODUKSI DAERAH SEKRETARIAT DAERAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN 2017 KATA PENGANTAR Puji dan syukur kehadirat Allah SWT karena atas segala limpahan

Lebih terperinci

ISU-ISU STRATEGIS. 3.1 Analisis Situasi Strategis

ISU-ISU STRATEGIS. 3.1 Analisis Situasi Strategis ISU-ISU STRATEGIS 3.1 Analisis Situasi Strategis S etiap organisasi menghadapi lingkungan strategis yang mencakup lingkungan internal dan eksternal. Analisis terhadap lingkungan internal dan eksternal

Lebih terperinci

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.174, 2014 PENDIDIKAN. Pelatihan. Penyuluhan. Perikanan. Penyelenggaraan. (Penjelasan Dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5564) PERATURAN PEMERINTAH

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN LUWU UTARA

PEMERINTAH KABUPATEN LUWU UTARA PEMERINTAH KABUPATEN LUWU UTARA PERATURAN DAERAH KABUPATEN LUWU UTARA NOMOR 6 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KABUPATEN LUWU UTARA TAHUN 2010-2015 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci