Adaptive Bitrate Streaming untuk Peningkatan Kualitas Penerimaan Video pada E-learning

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Adaptive Bitrate Streaming untuk Peningkatan Kualitas Penerimaan Video pada E-learning"

Transkripsi

1 JIEET: Volme 01 Nomo (Jonal Inomation Engineeing and Edational Tehnology) ISSN : Adaptive Bitate Steaming ntk Peningkatan Kalitas Peneimaan Video pada E-leaning Yeni Anistyasai 1 1 Jsan Teknik Inomatika, Univesitas Negei Sabaya [email protected] Abstak Peningkatan kalitas video pada e-leaning mepakan topik penelitian yang sedang hangat dibiaakan. Bebeapa penelitian tentang video pada e-leaning lebih banyak beoks pada konten. Sedangkan aa pengiiman video kepada penggna e-leaning yang memiliki kalitas sinyal beagam belm banyak diteliti. Penelitian ini mengajkan ide pengiiman video pembelajaan bedasakan pinsip H.264/SVC dan memanaatkan kaakteistik penggna e-leaning bedasakan kalitas sinyal yang dipeoleh. Tjan penelitian ini adalah meningkatkan kalitas video yang diteima penggna e-leaning dimanapn beada bedasakan popotional ainess. Petama, msan masalah ditliskan seaa matematis kemdian diselesaikan dengan adaptive bitate steaming (ABS) sesai dengan popotional ainessi bedasakan algoitma geedy. Simlasi dilakkan ntk mengji kineja metode yang ditawakan. Dai hasil simlasi didapatkan bahwa ABS dapat meningkatkan kalitas video yang diteima penggna e-leaning. Kata Kni e-leaning, adaptive bitate steaming, video, popotional ainess, algoitma geedy. I. PENDAHUUAN Petmbhan intenet pada sat dekade teakhi ini menong petmbhan e-leaning sebagai media pembelajaan ntk mempekaya pengalaman belaja peseta didik. E-leaning dignakan sebagai media ntk bebagi matei pembelajaan, membat kliah ba, bekolaboasi dengan peseta didik dan pengaja, membat dan mengejakan tgas ata tes, seta penilaian. Saat ini, e-leaning telah dimiliki oleh hampi tiap pegan tinggi sebagai pennjang pekliahan. Bahkan, e-leaning mepakan media pembelajaan tama bagi pekliahan jaak jah. Di dalam e- leaning pegan tinggi, matei pekliahan dinggah oleh sen dan dapat dindh oleh mahasiswa. Matei pekliahan dapat bepa teks, adio, dan/ata video. Bandwidth yang tebatas dan kalitas sinyal yang tidak seagam anta penggna e-leaning menyebabkan peneimaan video kang memaskan. Penggna e-leaning yang beada pada aea sinyal kat tidak memiliki masalah dengan kalitas video yang diteima tetapi penggna yang beada pada daeah sinyal lemah akan tegangg dengan kalitas video yang bk. Peneimaan kalitas video yang bk menyebabkan poses belaja melali e-leaning tehambat. Bebeapa penelitian telah membktikan bahwa video instksional pada e-leaning dapat meningkatkan hasil belaja peseta didik [1]. Kenyataannya, video steaming memelkan bandwidth yang lebih besa daipada tansmisi teks sedangkan bandwidth pada jaingan nikabel tebatas. Oleh kaena it, dipelkan pengatan video dan manajemen bandwidth aga dimanapn penggna e-leaning beada dapat meneima video pembelajaan dengan memaskan. Bebeapa penelitian yang telah dilakkan sebelmnya lebih menekankan pada konten video e-leaning. Namn, penelitian yang menekankan pada pemosesan video dan manajemen shedling pengiiman video di e-leaning masih tebatas [2] - [3]. Penelitian yang dilakkan oleh [2] menitikbeatkan pada pembagian bandwidth ntk pengiiman lebih dai sat video. Penelitian tesebt menawakan algoitma ntk sinkonisasi dan pengamatan da video steaming. Komponen yang dilibatkan yait sinkonisasi awal playbak, pengamatan playbak da video yang telah disinkonisasikan, koeksi jika sinkonisasi tidak bejalan, dan pengatan pemintaan da video. Algoitma dikembangkan menggnakan VBSipt. Hasil penelitian mennjkkan bahwa sinkonisasi dapat memdahkan tansmisi video ke penggna. Namn, penelitian ini menganggap setiap penggna memiliki kondisi sinyal yang sama sehingga tidak sesai dengan keadaan nyata. Penelitian yang mempehatikan kondisi sinyal penggna e- leaning dilakkan oleh [3]. Pada penelitian tesebt, video dikompes menggnakan H.264/SVC sehingga menghasilkan ame I, ame P, dan ame B. ame I independent tehadap ame lain. ame P teikat dengan ame I ata P sebelmnya. ame B tegantng pada ame I dan P sebelmnya. Oleh sebab it, ame dependensi pel dipehitngkan. Video dikiimkan dengan tan ame I, ame P, dan ame B. Selanjtnya, dilakkan pengatan bitate ntk tiap ame. Hasil penelitian tesebt mennjkkan bahwa kompesi menggnakan H.264/SVC dan pengatan bitate dapat meningkatkan kalitas peneimaan video bagi penggna e- leaning. Kelemahan penelitian tesebt adalah tejadi ketidakadilan bagi penggna yang beada di daeah sinyal kang bags. Metode pengatan bitate ntk pengiiman video selain ond obin adalah popotional ainess [4]. Metode ini diawali dengan penyelesaian masalah optimasi menggnakan algoitma geedy ntk menai bitate yang paling sesai ntk alokasi smbe daya pada jaingan nikabel. Penelitian tesebt membktikan bahwa popotional ainess geedy membeikan hasil mendekati solsi optimal. msan masalah pada penelitian Adaptive bitate steaming ntk peningkatan kalitas peneimaan video pada e-leaning adalah bagaimana memaksimalkan kalitas video yang diteima oleh tiap penggna e-leaning jika video dikiimkan seaa mltiast sesai kaakteistik e-leaning. angkah awal penelitian ini adalah membat msan 55

2 masalah seaa matematis dengan dengan mengadaptasi [3] dengan menambahkan batasan ntk popotional ainess. Kemdian, msan masalah ini diselesaikan dengan algoitma popotional ainess bedasakan geedy [4]. Simlasi dilakkan pada e-leaning dalam jaingan nikabel 4G. Peangkat yang dignakan adalah Moodle sebagai e- leaning dan NCTUns Netwok Simlato and Emlato sebagai simlato jaingan 4G. Kalitas peneimaan video dik menggnakan Peak Signal to Noise atio (PSN) [5]. Selanjtnya atikel ini dibagi menjadi bebeapa bagian yakni Bagian 2 membahas omlasi masalah dan Bagian 3 mengenai metode penyelesaian omlasi masalah. Evalasi kineja dan Kesimplan dibahas di Bagian 4 dan 5. II. UMUSAN MASAAH Dalam penelitian ini, jaingan nikabel diasmsikan menggnakan Wii dengan akses poin beada di tengah áea dan dikelilingi oleh penggna e-leaning yang teseba seaa meata (niomly distibted). Video akan dikiimkan ke penggna seaa mltiast. Sebah video tedii dai sat GOP (Gop o Pites) yang tedii dai bebeapa ame I, P, dan B. Hbngan anta ame I, P, dan B dalam sat GOP ditnjkkan Gb. 1. ame I, P, dan B dinotasikan sebagai i, p, dan b. Setiap ame memiliki nomo identitas sesai dengan laye l yang disimbolkan menjadi. Kalitas ame video yang diteima diasmsikan sebagai P. Dengan demikian, msan masalah seaa matematis dalam penelitian ini diaikan pada pesamaan (1) (4). Tjan penelitian ini adalah mengoptimalkan kalitas video yang diteima oleh penggna e-leaning (1). Batasan optimalisasi kalitas video ditliskan pada pesamaan (2) (4)., benilai 1 apabila ame dibeikan ate ntk ditansmisikan dan 0 jika sebaliknya. Total wakt pengiiman video tidak dipekenankan melebihi batas wakt maksimal T. Teakhi, setiap ame hanya diijinkan dibeikan maksimal sebah ate. Pengkan kalitas video menggnakan Peak Signal to Noise atio (PSN) yang dimskan di pesamaan (5) [5]. Diasmsikan esolsi ame video A B dan V ( a, adalah nilai piksel dai ame awal pada posisi (x,y) sedangkan V '( a, mepakan nilai piksel dai ame setelah diteima penggna e-leaning pada posisi (x,y). P adalah notasi ntk nilai piksel maksimal. Q l1 1 1, U PSN (1) l,, s.t 1, jikaame ditansmisikan dengan ate, (2) 0, jikaame tidak ditansmisikan dengan ate l1 1 1 l T,,, (3) 1,, 1, l, (4) l 2 P PSN 10 log 5 MSE 1 A B [ MSE V ( a, V '( a, ] 6 AB a1 b1 III. ADAPTIVE BITATE STEAMING Sebelm menyelesaikan pemasalahan pada pesamaan (1) (4), video dikompesi bedasakan pinsip H.264/SVC. Setiap ame dibagi menjadi bebeapa laye. aye petama disebt base laye. aye di atasnya disebt laye keda dan setesnya. Peningkatan kalitas video banding dengan peningkatan laye yang diteima. Kompesi bedasakan H.264/SVC ditnjkkan pada Gb. 2 Gb. 1 Gop o Pite TABE I DESKIPSI SIMBO Simbol Deskipsi Q Kalitas video yang diteima penggna e-leaning aye ame video ame video ate video ngsi bine yang benilai 1 ata 0 U Jmlah penggna e-leaning yang meneima video PSN Nilai PSN Wakt yang dipelkan ntk tansmisi sebah ame video Wakt maksimal yang tesedia ntk pengiiman T video P Popotional ainess 2 ISSN Yeni Anistyasai: Adaptive Bitate Steaming ntk

3 JIEET: Volme 01 Nomo (Jonal Inomation Engineeing and Edational Tehnology) ISSN : Setelah mendapatkan ame sepeti pada Gb. 2, ame dissn bedasakan metode Modiste [3], yakni sesai dengan tingkat ketegantngan sebah ame tehadap ame lain. Dengan kata lain, ame I lebih penting daipada ame P, ame P lebih penting daipada ame B. Algoitma penysnan ame ditliskan di Algoitma 1. Gb. 2 ame dan aye Video Algoithm 1 Pengtan ame video 1: Inisialisasi i=1, p=1, b=1 2: o m=1:4 3: while i I 4: tkan i seaa asending 5: end while 6: while j J 7: tkan j seaa asending 8: end while 9: while k K 10: tkan k seaa asending 11: end while 12: end o Selanjtnya, setiap ame dijadwalakn ntk ditansmisikan dengan ate ata tidak ditansmisikan. Metode penjadwalan yang dignakan diadaptasi dai popotional ainess yang bedasakan metode geedy. Popotional ainess disimbolkan dengan P. P has memaksimalkan jmlah ata-ata ate logaitmis dai penggna e-leaning sepeti ditliskan dalam pesamaan (7). P ag log ( ) (7) U Nilai adalah slot wakt. Algoitma penjadwalan mentansmisikan ame video kepada penggna e-leaning dengan nilai tebesa dai ( ) T ( ) dimana T ( ) adalah thoghpt ata-ata yang dapat dipdate menggnakan exponentially weighted low-pass ilte T ( ) k, k k * T ( 1) 1 1 T k k * dimana adalah ata-ata winw size. Nilai ata-ata thoghpt penggna pada slot wakt dapat ditliskan pada pesamaan (8). Popotional ainess akan diapai jika dan hanya jika memenhi pesamaan (9) [4]. N 1 T lim, n, n 1 n1 (8) l, nc P ag s U 1T (9) s Dai metode yang ditliskan dalam [4], P akan diapai jika setiap penggna e-leaning dialokasikan ate yang ditliskan pada pesamaan (10). * ag, T 1T l,, (10) Metode geedy yang diteapkan ntk menyelesaikan pesamaan (8) tedii dai tiga langkah yang akan dijelaskan sebagai beikt. angkah 1 Untk setiap ame hitnglah yang membeikan hasil l, tetinggi dai T 1 T l, angkah 2 Pilihlah yang memenhi pesamaan beikt ini. l, *, ( )* ag T 1 T, l angkah 3 Ulangi langkah 1 dan 2 hingga sema wakt yang tesedia telah tealokasi. 57

4 IV. HASI DAN PEMBAHASAN Untk mengji kineja metode adaptive bitate steaming yang diajkan, dilakkan simlasi. Selanjtnya, adaptive bitate steaming dalam penelitian ini disebt ABS. ingkngan simlasi pada atikel ini diadaptasi dai [3]. Video pembelajaan ditansmisikan dalam jaingan nikabel Wii (IEEE yang biasa dignakan di lingkngan pegan tinggi. Sebanyak 50 penggna e-leaning didistibsikan seaa meata dengan jaak maksimm ke akses poin adalah 300 mete. Distibsi penggna e-leaning digambakan di Gb. 4. Video Akito.yv dinggah pada Moodle. Kemdian, video tesebt dikiimkan seaa mltiast kepada penggna e- leaning yang mengiimkan pemintaan tehadap video tesebt. Kalitas sinyal yang diteima oleh setiap penggna e- leaning begantng pada jaak penggna ke akses poin. Kalitas sinyal dideinisikan sebagai SN (Signal to Noise atio) [5]. Semakin tinggi nilai SN, semakin bags peneimaan sinyal. Tinggi endahnya SN dipengahi oleh path loss yang dimskan 20 log 4πd/λ dimana λ adalah panjang gelombang dai popagasi sinyal dalam mete. Hasil PSN mennjkkan bahwa semakin dekat penggna e-leaning dengan akses poin, semakin besa PSN yang diteima. Semakin besa PSN beati bahwa semakin bags kalitas video yang diteima. Seaa ingkas, semakin dekat penggna dengan akses poin semakin bags kalitas video yang diteima. Nilai PSN ntk tiap penggna e-leaning ditnjkkan di Gb. 1. Gb. 4 Distibsi penggna e-leaning Gb. 5 PSN yang diteima penggna e-leaning Gb. 3 Akiyo.yv Jika hasil simlasi ABS dibandingkan dengan Modiste, tampak bahwa ntk penggna e-leaning yang belokasi dekat dengan akses poin, Modiste membeikan hasil lebih baik daipada ABS. Namn, jika diata-ata ABS membeikan hasil ata-ata PSN yang lebih baik daipada Modiste. Peningkatan ata-ata PSN yang diteima penggna e- leaning sebesa 30%. Dengan demikian, ABS tebkti dapat mengiimkan video ke penggna e-leaning dengan kalitas ata-ata yang lebih baik daipada Modiste. ISSN Yeni Anistyasai: Adaptive Bitate Steaming ntk

5 JIEET: Volme 01 Nomo (Jonal Inomation Engineeing and Edational Tehnology) ISSN : V. KESIMPUAN Masalah yang tejadi pada pengiiman video pembelajaan pada e-leaning adalah kalitas video yang diteima oleh penggna tidak meata akibat kondisi sinyal yang diteima penggna besiat heteogen. Oleh kaena it, atikel ini mengajkan solsi pengiiman video pembelajaan seaa mltiast dengan pengalokasian bitate ntk setiap video ame. angkah awal dalam penelitian ini adalah memskan masalah seaa matematis. Untk mengji metode yang diajkan, sebah simlasi dilakkan. Video yang akan ditansmisikan dikompesi bedasakan pinsip H.264/SVC yakni membagi setiap ame video menjadi bebeapa laye. Selanjtnya, ame video ditkan bedasakan tingkat ketegantngan dengan ame lain. Setelah ame betan, masing-masing ame video dialokasikan sebah bitate ntk ditansmisikan. Kalitas video yang diteima oleh penggna e- leaning dik bedasakan PSN. Hasil simlasi mennjkkan bahwa metode yang ditawakan menghasilkan ata-ata PSN lebih baik sekita 30% daipada metode lain yang diajkan oleh peneliti lain. VI. EEENSI [1] T. Hatsell and S. C.-Y. Yen, Video Steaming in Online eaning, AACE J., vol. 14, pp , [2] K. Kbe Video Steaming Soltions o Web- Based E- eaning Coses, pp , [3] Y. Anistyasai, Modiste : A Novel Method o Enhaning Video Steaming in E-leaning, in Po. o The Intenational Coneene on Edational eseah and Development 2015, [4] Z. Sn, C. Yin, and G. Ye, eded-omplexity popotional ai shedling o ODMA systems, in 2006 Intenational Coneene on Commniations, Ciits and Systems, ICCCAS, Poeedings, 2006, vol. 2, no , pp [5] K.. Ha, Y. Anistyasai, C. H. Hs, T.. Chin, C.. Yang, and C. Y. Wang, Mltiast shedling o steeosopi video in wieless netwoks, Mltimed. Tools Appl., vol. 76, no. 1, pp. 1 28,

PRESENTASI TUGAS AKHIR KI091391

PRESENTASI TUGAS AKHIR KI091391 PRESENTASI TUGAS AKHIR KI091391 PENGGUNAAN INTEGER LINEAR PROGRAMMING DENGAN METODE HEURISTIK UNTUK OPTIMASI PENJADWALAN PEGAWAI PARUH WAKTU (Kata knci: penjawalan, optimasi, intege linea pogamming, heistik)

Lebih terperinci

Teori Potensial Untuk Aliran Inkompresibel

Teori Potensial Untuk Aliran Inkompresibel Teoi Potensial Untk Alian Inkompesibel Teoi Potensial Untk Alian Inkompesibel 5. Pendahlan epeti telah dijelaskan sebelmnya, ntk alian disekita benda di mana haga R e ckp tinggi, asmsi invisid dapat dignakan.

Lebih terperinci

ANALISIS ALIRAN FLUIDA NEWTONIAN PADA PIPA TIDAK HORIZONTAL

ANALISIS ALIRAN FLUIDA NEWTONIAN PADA PIPA TIDAK HORIZONTAL JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA (JSPF) Jilid 11 Nomo 1, Apil 015 ISSN 1858-330X ANALISIS ALIRAN FLUIDA NEWTONIAN PADA PIPA TIDAK HORIZONTAL istaani Aini Tiwow Jsan Fisika, FMIPA, Univesitas Negei Makassa,

Lebih terperinci

Penerapan Masalah Transportasi

Penerapan Masalah Transportasi KA4 RESEARCH OPERATIONAL Penerapan Masalah Transportasi DISUSUN OLEH : HERAWATI 008959 JAKA HUSEN 08055 HAPPY GEMELI QUANUARI 00890 INDRA MOCHAMMAD YUSUF 0800 BAB I PENDAHULUAN.. Pengertian Riset Operasi

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HUBUNGAN UMPAN BALIK DENGAN MOTIVASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SISWA SMP NEGERI 9 BATANG

BAB IV ANALISIS HUBUNGAN UMPAN BALIK DENGAN MOTIVASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SISWA SMP NEGERI 9 BATANG BAB IV ANALISIS HUBUNGAN UMPAN BALIK DENGAN MOTIVASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SISWA SMP NEGERI 9 BATANG Setelah data dai kedua vaiabel yaitu vaiabel X dan vaiabel Y tekumpul seta adanya teoi yang

Lebih terperinci

Untuk pondasi tiang tipe floating, kekuatan ujung tiang diabaikan. Pp = kekuatan ujung tiang yang bekerja secara bersamaan dengan P

Untuk pondasi tiang tipe floating, kekuatan ujung tiang diabaikan. Pp = kekuatan ujung tiang yang bekerja secara bersamaan dengan P BAB 3 LANDASAN TEORI 3.1 Mekanisme Pondasi Tiang Konvensional Pondasi tiang merpakan strktr yang berfngsi ntk mentransfer beban di atas permkaan tanah ke lapisan bawah di dalam massa tanah. Bentk transfer

Lebih terperinci

Pengaturan Footprint Antena Ground Penetrating Radar Dengan Menggunakan Susunan Antena Modified Dipole

Pengaturan Footprint Antena Ground Penetrating Radar Dengan Menggunakan Susunan Antena Modified Dipole Pengatuan Footpint Antena Gound Penetating Rada Dengan Menggunakan Susunan Antena Modified Dipole Ande Eka Saputa (1324243) Jalu Pilihan Teknik Telekomunikasi Sekolah Teknik Elekto dan Infomatika Institut

Lebih terperinci

Korelasi Pasar Modal dalam Ekonofisika

Korelasi Pasar Modal dalam Ekonofisika Korelasi Pasar Modal dalam Ekonofisika Yn Hariadi Dept. Dynamical System Bandng Fe Institte [email protected] Pendahlan Fenomena ekonomi sebagai kondisi makro yang merpakan hasil interaksi pada level

Lebih terperinci

BAB III LIMIT DAN FUNGSI KONTINU

BAB III LIMIT DAN FUNGSI KONTINU BAB III LIMIT DAN FUNGSI KONTINU Konsep it mempnyai peranan yang sangat penting di dalam kalkls dan berbagai bidang matematika. Oleh karena it, konsep ini sangat perl ntk dipahami. Meskipn pada awalnya

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3. Jenis dan Lokasi Penelitian 3.. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian ekspeimen semu (quasi ekspeimental eseach, kaena penelitian yang akan dilakukan

Lebih terperinci

Skema Lokalisasi Posisi Node Terdistribusi pada Lingkungan Free Space Path Loss

Skema Lokalisasi Posisi Node Terdistribusi pada Lingkungan Free Space Path Loss 352 Skema Lokalisasi Posisi Node Tedistibusi pada Lingkungan Fee Space Path Loss Aies Patiaso 1, Adam Suya Puta 2, Pima Kistalina 3, Amang Sudasono 4, Mike Yuliana 5, I Gede Puja Astawa 6 Abstact A wieless

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negei 10 Salatiga yaitu pada kelas VII D dan kelas VII E semeste genap tahun ajaan 2011/2012.

Lebih terperinci

USULAN PENERAPAN SIX SIGMA UNTUK MENGURANGI CACAT PADA PRODUK HEX BOLT M12 X 28 mm DI PT. JAYA METAL GEMILANG

USULAN PENERAPAN SIX SIGMA UNTUK MENGURANGI CACAT PADA PRODUK HEX BOLT M12 X 28 mm DI PT. JAYA METAL GEMILANG Uslan Peneapan Six Sigma ntk Mengangi Caat pada Podk Hex Bolt M12 X 28 mm di Pt. Jaya Metal Gemilang USULAN PENERAPAN SIX SIGMA UNTUK MENGURANGI CACAT PAA PRUK HEX BLT M12 X 28 mm I PT. JAYA METAL GEMILANG

Lebih terperinci

HUBUNGAN PENGGUNAAN SUMBER BELAJAR DAN MINAT BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR PENGUKURAN DASAR SURVEY

HUBUNGAN PENGGUNAAN SUMBER BELAJAR DAN MINAT BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR PENGUKURAN DASAR SURVEY ISSN 085-05 Junal Penelitian Bidang Pendidikan Volume 0(): 6 -, 04 HUBUNGAN PENGGUNAAN SUMBER BELAJAR DAN MINAT BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR PENGUKURAN DASAR SURVEY Dedek Suhendo dan Kistian Juusan Pendidikan

Lebih terperinci

ALJABAR LINEAR (Vektor diruang 2 dan 3) Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Aljabar Linear Dosen Pembimbing: Abdul Aziz Saefudin, M.

ALJABAR LINEAR (Vektor diruang 2 dan 3) Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Aljabar Linear Dosen Pembimbing: Abdul Aziz Saefudin, M. ALJABAR LINEAR (Vektor dirang 2 dan 3) Dissn Untk Memenhi Tgas Mata Kliah Aljabar Linear Dosen Pembimbing: Abdl Aziz Saefdin, M.Pd Dissn Oleh : Kelompok 3/3A4 1. Nrl Istiqomah 14144100130 2. Ambar Retno

Lebih terperinci

HASIL KALI TITIK DAN PROYEKSI ORTOGONAL SUATU VEKTOR (Aljabar Linear) Oleh: H. Karso FPMIPA UPI

HASIL KALI TITIK DAN PROYEKSI ORTOGONAL SUATU VEKTOR (Aljabar Linear) Oleh: H. Karso FPMIPA UPI HASIL KALI TITIK DAN PROYEKSI ORTOGONAL SUATU VEKTOR (Aljabar Linear) Oleh: H. Karso FPMIPA UPI A. Hasil Kali Titik (Hasil Kali Skalar) Da Vektor. Hasil Kali Skalar Da Vektor di R Perkalian diantara da

Lebih terperinci

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN PENERIMA BEASISWA MAHASISWA KURANG MAMPU PADA STMIK BUDIDARMA MEDAN MENERAPKAN METODE PROFILE MATCHING

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN PENERIMA BEASISWA MAHASISWA KURANG MAMPU PADA STMIK BUDIDARMA MEDAN MENERAPKAN METODE PROFILE MATCHING SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN PENERIMA BEASISWA MAHASISWA KURANG MAMPU PADA STMIK BUDIDARMA MEDAN MENERAPKAN METODE PROFILE MATCHING T.M Syahu Ichsan (1111667 ) Mahasiswa Pogam Studi Teknik Infomatika

Lebih terperinci

BAB II METODE PENELITIAN. penelitian korelasional dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan

BAB II METODE PENELITIAN. penelitian korelasional dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan BAB II METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Bentuk penelitian yang dipegunakan dalam penelitian ini adalah bentuk penelitian koelasional dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan menggunakan umus

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI 8 BAB LANDASAN TEORI. Pasar.. Pengertian Pasar Pasar adalah sebah tempat mm yang melayani transaksi jal - beli. Di dalam Peratran Daerah Khss Ibkota Jakarta Nomor 6 Tahn 99 tentang pengrsan pasar di Daerah

Lebih terperinci

DESKRIPSI DAN FORMULASI MASALAH

DESKRIPSI DAN FORMULASI MASALAH 9 Masalah Path Tepende (The Shotest Path Poblem) Masalah path tepende mepaan ass hss dalam masalah neto lo biaa minimm. Dideinisian panang nt sembaang path beaah dalam sat neto mlah biaa sema sisi beaah

Lebih terperinci

URUNAN PARSIAL. Definisi Jika f fungsi dua variable (x dan y) maka: atau f x (x,y), didefinisikan sebagai

URUNAN PARSIAL. Definisi Jika f fungsi dua variable (x dan y) maka: atau f x (x,y), didefinisikan sebagai 6 URUNAN PARSIAL Deinisi Jika ngsi da ariable maka: i Trnan parsial terhadap dinotasikan dengan ata dideinisikan sebagai ii Trnan parsial terhadap dinotasikan dengan ata dideinisikan sebagai Tentkan trnan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. adalah untuk mengetahui kontribusi motivasi dan minat bekerja di industri

BAB III METODE PENELITIAN. adalah untuk mengetahui kontribusi motivasi dan minat bekerja di industri BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Bedasakan pemasalahan, maka penelitian ini temasuk penelitian koelasional yang besifat deskiptif, kaena tujuan utama dai penelitian ini adalah untuk mengetahui

Lebih terperinci

BAB II MEDAN LISTRIK DI SEKITAR KONDUKTOR SILINDER

BAB II MEDAN LISTRIK DI SEKITAR KONDUKTOR SILINDER BAB II MDAN ISTRIK DI SKITAR KONDUKTOR SIINDR II. 1 Hukum Coulomb Chales Augustin Coulomb (1736-1806), adalah oang yang petama kali yang melakukan pecobaan tentang muatan listik statis. Dai hasil pecobaannya,

Lebih terperinci

PHENOMENOLOGICAL RELAXATION MODELS (MODEL DEBYE DAN MODEL COLE-COLE) PADA ANALISIS KARAKTERISTIK MATERIAL MENGGUNAKAN PARALEL PLATE SAMPLE HOLDER

PHENOMENOLOGICAL RELAXATION MODELS (MODEL DEBYE DAN MODEL COLE-COLE) PADA ANALISIS KARAKTERISTIK MATERIAL MENGGUNAKAN PARALEL PLATE SAMPLE HOLDER PHNOMNOLOGICAL RLAXATION MODLS (MODL DBY DAN MODL COL-COL PADA ANALISIS KARAKTRISTIK MATRIAL MNGGUNAKAN PARALL PLAT SAMPL HOLDR Oleh a Madona Staf Pengaja Teknik lekto Politeknik Negei Padang ABSTRACT

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA A. Perambatan Bunyi di Luar Ruangan

TINJAUAN PUSTAKA A. Perambatan Bunyi di Luar Ruangan Kebisingan yang belebihan akan sangat bepengauh tehadap indea pendengaan. Seseoang yang telalu seing beada pada kawasan dengan kebisingan yang tinggi setiap hainya dapat mengalami gangguan pendengaan sementaa

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 34 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Poses Pengumpulan Data Posedu dalam penelitian ini tedii dai tiga tahapan, tahapannya yaitu tahap pesiapan, tahap pelaksanaan dan tahap pengolahan dan penaikan

Lebih terperinci

PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI WAHANA GERAK MANDIRI YANG ADAPTIF MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN HIERARCHICAL EXTENDED KOHONEN MAP (HEKM)

PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI WAHANA GERAK MANDIRI YANG ADAPTIF MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN HIERARCHICAL EXTENDED KOHONEN MAP (HEKM) PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI WAHANA GERAK MANDIRI YANG ADAPTIF MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN HIERARCHICAL EXTENDED KOHONEN MAP (HEKM) Inda Hatato Tambunan, 13203178 Pogam Studi Teknik Elekto, Sekolah

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif,

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, 30 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskiptif, suatu metode penelitian yang ditujukan untuk untuk menggambakan fenomenafenomena

Lebih terperinci

PENYELESAIAN LUAS BANGUN DATAR DAN VOLUME BANGUN RUANG DENGAN KONSEP DETERMINAN

PENYELESAIAN LUAS BANGUN DATAR DAN VOLUME BANGUN RUANG DENGAN KONSEP DETERMINAN Bletin Ilmiah Math. Stat. dan Terapannya (Bimaster) Volme xx, No. x (tahn), hal xx xx. PENYELESAIAN LUAS BANGUN DATAR DAN VOLUME BANGUN RUANG DENGAN KONSEP DETERMINAN Doni Saptra, Helmi, Shantika Martha

Lebih terperinci

BAB III 3. METODOLOGI PENELITIAN

BAB III 3. METODOLOGI PENELITIAN BAB III 3. METODOLOGI PENELITIAN 3.1. PROSEDUR ANALISA Penelitian ini merpakan sebah penelitian simlasi yang menggnakan bantan program MATLAB. Adapn tahapan yang hars dilakkan pada saat menjalankan penlisan

Lebih terperinci

PENGENDALIAN OPTIMAL PADA MODEL KEMOPROFILAKSIS DAN PENANGANAN TUBERKULOSIS

PENGENDALIAN OPTIMAL PADA MODEL KEMOPROFILAKSIS DAN PENANGANAN TUBERKULOSIS PENGENDALIAN OPTIMAL PADA MODEL KEMOPROFILAKSIS DAN PENANGANAN TUBERKULOSIS Ole: Citra Dewi Ksma P. 106 100 007 Dosen pembimbing: DR. Sbiono, MSc. Latar Belakang PENDAHULUAN Penyakit Tberklosis TB adala

Lebih terperinci

(a) (b) Gambar 1. garis singgung

(a) (b) Gambar 1. garis singgung BAB. TURUNAN Sebelm membahas trnan, terlebih dahl ditinja tentang garis singgng pada sat krva. A. Garis singgng Garis singgng adalah garis yang menyinggng sat titik tertent pada sat krva. Pengertian garis

Lebih terperinci

APLIKASI PENGELOLAAN DATA KERJA PRAKTEK MAHASISWA (STUDI KASUS: FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI UNIVERSITAS SEMARANG)

APLIKASI PENGELOLAAN DATA KERJA PRAKTEK MAHASISWA (STUDI KASUS: FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI UNIVERSITAS SEMARANG) APLIKASI PENGELOLAAN DATA KERJA PRAKTEK MAHASISWA (STUDI KASUS: FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI UNIVERSITAS SEMARANG) B. Vey Chistioko 1,, Dian Ti Wiyanti 2 Pogam Studi Teknik Infomatika Juusan

Lebih terperinci

PEMASARAN DAN PENGEMBANGAN PRODUK

PEMASARAN DAN PENGEMBANGAN PRODUK KONTRAK PEMBELAJARAN (Pedoman Pembelajaran bagi Dosen dan Mahasiswa) Mata Kliah PEMASARAN DAN PENGEMBANGAN PRODUK 2 SKS / SEMESTER IV Pengamp / Pembelajar Agng Setya Wardana, STP PROGRAM STUDI TEKNOLOGI

Lebih terperinci

Ini merupakan tekanan suara p(p) pada sembarang titik P dalam wilayah V seperti yang. (periode kedua integran itu).

Ini merupakan tekanan suara p(p) pada sembarang titik P dalam wilayah V seperti yang. (periode kedua integran itu). 7.3. Tansmisi Suaa Melalui Celah 7.3.1. Integal Kichhoff Cukup akses yang bebeda untuk tik-tik difaksi disediakan oleh difaksi yang tepisahkan dapat dituunkan dai teoema Geen dalam analisis vekto. Hal

Lebih terperinci

Rancang Bangun Antena Mikrostrip 900 MHz

Rancang Bangun Antena Mikrostrip 900 MHz Rancang Bangun Antena Mikostip 900 MHz Siska Novita Posma 1, M. Yanua Haiyawan 2, Adiyan Khabzli 3 1,2,3 Juusan Teknik Elekto Politeknik Caltex Riau Tel : (0761-53939) Fax : (0761-554224) [email protected]

Lebih terperinci

BAB II DASAR TEORI. Secara garis besar fluida dapat di klasifikasikan dalam dua bagian yaitu flluida Newtonian dan fluida Non-Newtonian.

BAB II DASAR TEORI. Secara garis besar fluida dapat di klasifikasikan dalam dua bagian yaitu flluida Newtonian dan fluida Non-Newtonian. BAB II DASAR TEORI.. DEFINISI FLUIDA Flida dapat di definisikan sebagai at ang tes menes bebah bentk apabila mengalami tegangan gese. Flida tidak mamp menahan tegangan gese tanpa bebah bentk. Walapn demikian,

Lebih terperinci

MODIFIKASI DISTRIBUSI MASSA PADA SUATU OBJEK SIMETRI BOLA

MODIFIKASI DISTRIBUSI MASSA PADA SUATU OBJEK SIMETRI BOLA p-issn: 2337-5973 e-issn: 2442-4838 MODIFIKASI DISTIBUSI MASSA PADA SUATU OBJEK SIMETI BOLA Yuant Tiandho Juusan Fisika, Univesitas Bangka Belitung Email: [email protected] Abstak Umumnya, untuk menggambakan

Lebih terperinci

PENYELESAIAN KENDALI NONLINEAR DENGAN METODE COLLOCATION: STUDI PERPINDAHAN OPTIMAL ORBIT PESAWAT

PENYELESAIAN KENDALI NONLINEAR DENGAN METODE COLLOCATION: STUDI PERPINDAHAN OPTIMAL ORBIT PESAWAT Posiding SENIA 009 Politeknik Negei Malang PENYELESAIAN KENDALI NONLINEAR DENGAN MEODE COLLOCAION: SUDI PERPINDAHAN OPIMAL ORBI PESAWA Waindi Jsan eknik Elekto, Fakltas eknik, Uniesitas Mataam email: [email protected]

Lebih terperinci

BAB MEDAN DAN POTENSIAL LISTRIK

BAB MEDAN DAN POTENSIAL LISTRIK 1 BAB MEDAN DAN POTENSIAL LISTRIK 4.1 Hukum Coulomb Dua muatan listik yang sejenis tolak-menolak dan tidak sejenis taik menaik. Ini beati bahwa antaa dua muatan tejadi gaya listik. Bagaimanakah pengauh

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DATA. analisis paired sample T-test yaitu Ada atau tidaknya Pengaruh Terapi Rational

BAB IV ANALISIS DATA. analisis paired sample T-test yaitu Ada atau tidaknya Pengaruh Terapi Rational BAB IV ANALISIS DATA Analisis data meupakan hasil kegiatan setelah data dai seluuh esponden atau sumbe data lainnya tekumpul. Hal ini betujuan untuk mengetahui tingkat kebenaan hipotesis-hipotesis penelitian

Lebih terperinci

ANALISA KINERJA MIMO CDMA DENGAN SPREADING CODE YANG BERBEDA PADA KANAL FADING RAYLEIGH

ANALISA KINERJA MIMO CDMA DENGAN SPREADING CODE YANG BERBEDA PADA KANAL FADING RAYLEIGH ANALISA KINERJA MIMO CDMA DENGAN SPREADING CODE YANG BERBEDA PADA KANAL FADING RAYLEIGH Ilham, Rezamal 1, Diafai Djuni, I.G.A.K. 2, Dewi Wiastuti, Ni Made Ay Esta. 3, 1 Mahasiswa juusan Teknik Elekto,

Lebih terperinci

lim 0 h Jadi f (x) = k maka f (x)= 0 lim lim lim TURUNAN/DIFERENSIAL Definisi : Laju perubahan nilai f terhadap variabelnya adalah :

lim 0 h Jadi f (x) = k maka f (x)= 0 lim lim lim TURUNAN/DIFERENSIAL Definisi : Laju perubahan nilai f terhadap variabelnya adalah : TURUNAN/DIFERENSIAL Deinisi : Laj perbaan nilai teradap ariabelnya adala : y dy d lim = lim = 0 0 d d merpakan ngsi bar disebt trnan ngsi ata perbandingan dierensial, proses mencarinya disebt menrnkan

Lebih terperinci

Pengembangan instrumen penilaian kemampuan berfikir kritis pada pembelajaran fisika SMA

Pengembangan instrumen penilaian kemampuan berfikir kritis pada pembelajaran fisika SMA Papes semina.uad.ac.id/index.php/quantum Semina Nasional Quantum #5 (018) 477-1511 (7pp) Pengembangan instumen penilaian kemampuan befiki kitis pada pembelajaan fisika SMA Suji Adianti, dan Ishafit Pogam

Lebih terperinci

Liston Hasiholan 1) dan Sudradjat 2)

Liston Hasiholan 1) dan Sudradjat 2) EVALUASI KINERJA KARYAWAN MENGGUNAKAN METODE PEMROGRAMAN LINEAR FUY *) Liston Hasiholan 1) dan Sudadjat 2) ABSTRAK Pengukuan kineja kayawan meupakan satu hal yang mutlak dilakukan secaa peiodik oleh suatu

Lebih terperinci

Hand Out Fisika 6 (lihat di Kuat Medan Listrik atau Intensitas Listrik (Electric Intensity).

Hand Out Fisika 6 (lihat di Kuat Medan Listrik atau Intensitas Listrik (Electric Intensity). Hand Out Fisika 6 (lihat di http:).1. Pengetian Medan Listik. Medan Listik meupakan daeah atau uang disekita benda yang bemuatan listik dimana jika sebuah benda bemuatan lainnya diletakkan pada daeah itu

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Lokasi Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian ekspeimental. Pada penelitian ini akan ada kelompok ekspeimen dan kelompok

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Logika Fzzy Pada awalnya sistem logika fzzy diperkenalkan oleh Profesor Lotfi A. Zadeh pada tahn 1965. Konsep fzzy bermla dari himpnan klasik (crisp) yang bersifat tegas ata

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Bab ini membahas mengenai uraian dan analisis data-data yang

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Bab ini membahas mengenai uraian dan analisis data-data yang BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Bab ini membahas mengenai uaian dan analisis data-data yang dipeoleh dai data pime dan sekunde penelitian. Data pime penelitian ini adalah hasil kuesione yang disebakan kepada

Lebih terperinci

PERCOBAAN 14 RANGKAIAN BAND-PASS FILTER AKTIF

PERCOBAAN 14 RANGKAIAN BAND-PASS FILTER AKTIF EOBAAN 4 ANGKAIAN BAND-ASS FILTE AKTIF 4. Tujuan : ) Mendemonstasikan pinsip keja dan kaakteistik dai suatu angkaian akti band-pass ilte dengan menggunakan op-amp 74. ) Band-pass ilte melewatkan semua

Lebih terperinci

Hasil Kali Titik. Dua Operasi Vektor. Sifat-sifat Hasil Kali Titik. oki neswan (fmipa-itb)

Hasil Kali Titik. Dua Operasi Vektor. Sifat-sifat Hasil Kali Titik. oki neswan (fmipa-itb) oki neswan (fmipa-itb) Da Operasi Vektor Hasil Kali Titik Misalkan OAB adalah sebah segitiga, O (0; 0) ; A (a 1 ; a ) ; dan B (b 1 ; b ) : Maka panjang sisi OA; OB; dan AB maing-masing adalah q joaj =

Lebih terperinci

BAB II Tinjauan Teoritis

BAB II Tinjauan Teoritis BAB II Tinjauan Teoitis BAB II Tinjauan Teoitis 2.1 Antena Mikostip 2.1.1 Kaakteistik Dasa Antena mikostip tedii dai suatu lapisan logam yang sangat tipis ( t

Lebih terperinci

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA II MODUL 5 BILANGAN REYNOLD

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA II MODUL 5 BILANGAN REYNOLD PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA II MODUL 5 BILANGAN REYNOLD LABORATORIUM RISET DAN OPERASI TEKNIK KIMIA PROGRAM STUDI TEKNIK KIMA FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI UPN VETERAN JAWA TIMUR SURABAYA BILANGAN REYNOLD

Lebih terperinci

KORELASI. menghitung korelasi antar variabel yang akan dicari hubungannya. Korelasi. kuatnya hubungan dinyatakan dalam besarnya koefisien korelasi.

KORELASI. menghitung korelasi antar variabel yang akan dicari hubungannya. Korelasi. kuatnya hubungan dinyatakan dalam besarnya koefisien korelasi. KORELASI Tedapat tiga macam bentuk hubungan anta vaiabel, yaitu hubungan simetis, hubungan sebab akibat (kausal) dan hubungan Inteaktif (saling mempengauhi). Untuk mencai hubungan antaa dua vaiabel atau

Lebih terperinci

EKONOMETRIKA PERSAMAAN SIMULTAN

EKONOMETRIKA PERSAMAAN SIMULTAN EKONOMETRIKA PERSAMAAN SIMULTAN OLEH KELOMPOK 5 DEKI D. TAPATAB JUMASNI K. TANEO MERSY C. PELT DELFIANA N. ERO GERARDUS V. META ARMY A. MBATU SILVESTER LANGKAMANG FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA

Lebih terperinci

Hand Out Fisika II MEDAN LISTRIK. Medan listrik akibat muatan titik Medan listrik akibat muatan kontinu Sistem Dipol Listrik

Hand Out Fisika II MEDAN LISTRIK. Medan listrik akibat muatan titik Medan listrik akibat muatan kontinu Sistem Dipol Listrik MDAN LISTRIK Medan listik akibat muatan titik Medan listik akibat muatan kontinu Sistem Dipol Listik Mach 7 Definisi Medan Listik () Medan listik pada muatan uji q didefinisikan sebagai gaya listik pada

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. menggunakan kuesioner sebagai teknik pokok. Penelitian yang bersifat

III. METODE PENELITIAN. menggunakan kuesioner sebagai teknik pokok. Penelitian yang bersifat III. METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif, kaena dalam pengumpulan data, penulis menghimpun infomasi dai paa esponden menggunakan kuesione sebagai

Lebih terperinci

BAB XII ANALISIS JALUR (PATH ANALYSIS) APA SIH?

BAB XII ANALISIS JALUR (PATH ANALYSIS) APA SIH? BAB XII ANALISIS JALUR (PATH ANALYSIS) APA SIH? KONSEP DASAR Path analysis meupakan salah satu alat analisis yang dikembangkan oleh Sewall Wight (Dillon and Goldstein, 1984 1 ). Wight mengembangkan metode

Lebih terperinci

NAMA : KELAS : theresiaveni.wordpress.com

NAMA : KELAS : theresiaveni.wordpress.com 1 NAMA : KELAS : teresiaeni.wordpress.com TURUNAN/DIFERENSIAL Deinisi : Laj perbaan nilai teradap ariabelnya adala : y dy d ' = = d d merpakan ngsi bar disebt trnan ngsi ata perbandingan dierensial, proses

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. Analisis jalur yang dikenal dengan path analysis dikembangkan pertama pada tahun 1920-an oleh

BAB 2 LANDASAN TEORI. Analisis jalur yang dikenal dengan path analysis dikembangkan pertama pada tahun 1920-an oleh BAB LANDASAN TEORI. Sejarah Analisis Jalr (Path Analysis) Analisis jalr yang dikenal dengan path analysis dikembangkan pertama pada tahn 90-an oleh seorang ahli genetika yait Sewall Wright. Teknik analisis

Lebih terperinci

KAJIAN PEMODELAN MATEMATIKA TERHADAP PENYEBARAN VIRUS AVIAN INFLUENZA TIPE-H5N1 PADA POPULASI UNGGAS

KAJIAN PEMODELAN MATEMATIKA TERHADAP PENYEBARAN VIRUS AVIAN INFLUENZA TIPE-H5N1 PADA POPULASI UNGGAS KAJIAN PEMODELAN MATEMATIKA TERHADAP PENYEBARAN VIRUS AVIAN INFLUENZA TIPE-H5N1 PADA POPULASI UNGGAS Dian Permana Ptri 1, Herri Slaiman FKIP, Pendidikan Matematika, Universitas Swadaya Gnng Jati Cirebon

Lebih terperinci

PERKIRAAN WAKTU PELAKSANAAN PROYEK PENINGKATAN JARINGAN DAERAH RAWA BERDASARKAN PERKIRAAN BIAYA DAN LUAS AREAL LAYANAN IRIGASI

PERKIRAAN WAKTU PELAKSANAAN PROYEK PENINGKATAN JARINGAN DAERAH RAWA BERDASARKAN PERKIRAAN BIAYA DAN LUAS AREAL LAYANAN IRIGASI Junal Teknik Sipil ISSN 30-053 Pogam Pascasajana Univesitas Syiah Kuala Pages pp. 4-35 PERKIRAAN WAKTU PELAKSANAAN PROYEK PENINGKATAN JARINGAN DAERAH RAWA BERDASARKAN PERKIRAAN BIAYA DAN LUAS AREAL LAYANAN

Lebih terperinci

KOMPRESI BASISDATA GRAPH MENGGUNAKAN POWER GRAPH ANALYSIS

KOMPRESI BASISDATA GRAPH MENGGUNAKAN POWER GRAPH ANALYSIS KOMPRESI BASISDATA GRAPH MENGGUNAKAN POWER GRAPH ANALYSIS Fauzi Aulia Rahman 1, Kemas Rahmat Saleh W, ST., M.Eng. 2, Akba Gozali, ST., MT 3. Telkom School of Computing, Bandung 1 [email protected], 2 [email protected],

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. banyaknya komponen listrik motor yang akan diganti berdasarkan Renewing Free

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. banyaknya komponen listrik motor yang akan diganti berdasarkan Renewing Free BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4. Pendahuluan Bedasakan tujuan penelitian ini, yaitu mendapatkan ekspektasi banyaknya komponen listik moto yang akan diganti bedasakan Renewing Fee Replacement Waanty dua dimensi,

Lebih terperinci

APLIKASI PEMBAYARAN PIUTANG DI RS JASA KARTINI KOTA TASIKMALAYA

APLIKASI PEMBAYARAN PIUTANG DI RS JASA KARTINI KOTA TASIKMALAYA APLIKASI PEMBAYARA PIUTAG DI RS JASA KARTII KOTA TASIKMALAYA anang Suciyn 1, Elis Msah 2 STMIK TASIKMALAYA Jl.R.E.Matadinata.272 A Indihiang Kta Tasikmalaya, Jawa Baat e-mail: ¹[email protected][email protected]

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. mengenai Identifikasi Variabel Penelitian, Definisi Variabel Penelitian,

BAB III METODE PENELITIAN. mengenai Identifikasi Variabel Penelitian, Definisi Variabel Penelitian, BAB III METODE PENELITIAN Pembahasan pada bagian metode penelitian ini akan menguaikan mengenai Identifikasi Vaiabel Penelitian, Definisi Vaiabel Penelitian, Populasi, Sampel dan Teknik Pengambilan Sampel,

Lebih terperinci

WALIKOTA BANJARMASIN

WALIKOTA BANJARMASIN / WALIKOTA BANJARMASIN PERATURAN WALIKOTA BANJARMASIN NOMOR TAHUN2013 TENTANG PEDOMAN STANDAR KINERJA INDIVIDU PEGAWAI NEGERI SIPIL DILINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA BANJARMASIN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

3. RUANG VEKTOR. dan jika k adalah sembarang skalar, maka perkalian skalar ku didefinisikan oleh

3. RUANG VEKTOR. dan jika k adalah sembarang skalar, maka perkalian skalar ku didefinisikan oleh . RUANG VEKTOR. VEKTOR (GEOMETRIK) PENGANTAR Jika n adalah sebah bilangan blat positif maka tpel-terorde (ordered-n-tple) adalah sebah rtan n bilangan riil (a a... a n ). Himpnan sema tpel-terorde dinamakan

Lebih terperinci

Analisis Peluruhan Flourine-18 menggunakan Sistem Pencacah Kamar Pengion Capintec CRC-7BT S/N 71742

Analisis Peluruhan Flourine-18 menggunakan Sistem Pencacah Kamar Pengion Capintec CRC-7BT S/N 71742 Prosiding Perteman Ilmiah XXV HFI Jateng & DIY 63 Analisis Pelrhan Florine-18 menggnakan Sistem Pencacah Kamar Pengion Capintec CRC-7BT S/N 717 Wijono dan Pjadi Psat Teknologi Keselamatan dan Metrologi

Lebih terperinci

BEBERAPA SIFAT JARAK ROTASI PADA POHON BINER TERURUT DAN TERORIENTASI

BEBERAPA SIFAT JARAK ROTASI PADA POHON BINER TERURUT DAN TERORIENTASI JRISE, Vol.1, No.1, Febrari 2014, pp. 28~40 ISSN: 2355-3677 BEBERAPA SIFA JARAK ROASI PADA POHON BINER ERURU DAN ERORIENASI Oleh: Hasniati SMIK KHARISMA Makassar [email protected] Abstrak Andaikan

Lebih terperinci

IT CONSULTANT UNIVERSITAS MURIA KUDUS (ITC - UMK)

IT CONSULTANT UNIVERSITAS MURIA KUDUS (ITC - UMK) IT CONSULTANT UNIVERSITAS MURIA KUDUS (ITC - UMK) Arif Setiawan 1*, Pratomo Setiaji 1 1 Program Stdi Sistem Informasi, Fakltas Teknik, Universitas Mria Kds Gondangmanis, PO Box 53, Bae, Kds 59352 * Email:

Lebih terperinci

PENDUGAAN JUMLAH PENDUDUK MISKIN DI KOTA SEMARANG DENGAN METODE SAE

PENDUGAAN JUMLAH PENDUDUK MISKIN DI KOTA SEMARANG DENGAN METODE SAE Vale Added, Vol. 11, No. 1, 015 PENDUGAAN JUMLAH PENDUDUK MISKIN DI KOTA SEMARANG DENGAN METODE SAE 1 Moh Yamin Darsyah, Ujang Malana 1, Program Stdi Statistika FMIPA Universitas Mhammadiyah Semarang Email:

Lebih terperinci

Analisis Kinerja dan Kapasitas Sistem Komunikasi MIMO pada Frekuensi 60 GHz di Lingkungan dalam Gedung

Analisis Kinerja dan Kapasitas Sistem Komunikasi MIMO pada Frekuensi 60 GHz di Lingkungan dalam Gedung JURAL TEKIK POMITS Vol. 1, o. 1, (14) 1-5 1 Analisis Kineja dan Kapasitas Sistem Komunikasi MIMO pada Fekuensi 6 GHz di Lingkungan dalam Gedung Hikmah Miladiyah, Suwadi, dan evy Kuswidiastuti Teknik Elekto,

Lebih terperinci

BAB III REGERSI COX PROPORTIONAL HAZARD. hidup salahsatunyaadalah Regresi Proportional Hazard. Analisis

BAB III REGERSI COX PROPORTIONAL HAZARD. hidup salahsatunyaadalah Regresi Proportional Hazard. Analisis 13 BAB III REGERSI COX PROPORTIONAL HAZARD 3.1 Pendahuluan Analisisegesi yang seingkali digunakan dalam menganalisis data uji hidup salahsatunyaadalah Regesi Popotional Hazad. Analisis egesiinimengasumsikanbahwaasio

Lebih terperinci

Gerak Melingkar. B a b 4. A. Kecepatan Linear dan Kecepatan Anguler B. Percepatan Sentripetal C. Gerak Melingkar Beraturan

Gerak Melingkar. B a b 4. A. Kecepatan Linear dan Kecepatan Anguler B. Percepatan Sentripetal C. Gerak Melingkar Beraturan B a b 4 Geak Melingka Sumbe: www.ealcoastes.com Pada bab ini, Anda akan diajak untuk dapat meneapkan konsep dan pinsip kinematika dan dinamika benda titik dengan caa menganalisis besaan Fisika pada geak

Lebih terperinci

Perencanaan dan Pembuatan Antena UWB (Ultra Wide Band)Mahkota (Crown Antenna)

Perencanaan dan Pembuatan Antena UWB (Ultra Wide Band)Mahkota (Crown Antenna) 24 Peencanaan dan Pembuatan Antena UWB (Ulta Wide Band)Mahkota (Cown Antenna) Rudy Yuwono,ST.,MSc. Abstak -Kemajuan teknologi komunikasi menunjukkan pekembangan yang sangat pesat, khususnya komunikasi

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dan verifikatif.

III. METODE PENELITIAN. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dan verifikatif. III. METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian deskiptif dan veifikatif. Menuut Sugiyono (005: 13), penelitian deskiptif adalah jenis penelitian yang menggambakan

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. ilmiah, apabila penelitian tersebut menggunakan metode atau alat yang tepat. dan menguji kebenaran suatu pengetahuan.

III. METODE PENELITIAN. ilmiah, apabila penelitian tersebut menggunakan metode atau alat yang tepat. dan menguji kebenaran suatu pengetahuan. 8 III. METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Suatu penelitian dapat behasil dengan baik dan sesuai dengan posedu ilmiah, apabila penelitian tesebut menggunakan metode atau alat yang tepat. Dengan menggunakan

Lebih terperinci

Listrik statis (electrostatic) mempelajari muatan listrik yang berada dalam keadaan diam.

Listrik statis (electrostatic) mempelajari muatan listrik yang berada dalam keadaan diam. LISTRIK STATIS Listik statis (electostatic) mempelajai muatan listik yang beada dalam keadaan diam. A. Hukum Coulomb Hukum Coulomb menyatakan bahwa, Gaya taik atau tolak antaa dua muatan listik sebanding

Lebih terperinci

IDENTITAS TRIGONOMETRI. Tujuan Pembelajaran

IDENTITAS TRIGONOMETRI. Tujuan Pembelajaran Kuikulum 03 Kelas X matematika WAJIB IDENTITAS TRIGONOMETRI Tujuan Pembelajaan Setelah mempelajai matei ini, kamu dihaapkan memiliki kemampuan beikut.. Memahami jenis-jenis identitas tigonometi.. Dapat

Lebih terperinci

KIMIA HASIL PERTANIAN

KIMIA HASIL PERTANIAN KONTRAK PEMBELAJARAN (Pedoman Pembelajaran bagi Dosen dan Mahasiswa) Mata Kliah KIMIA HASIL PERTANIAN 2 SKS / SEMESTER VI Pengamp / Pembelajar Agng Setya Wardana, STP PROGRAM STUDI TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN

Lebih terperinci

BAB III RANCANGAN PENELITIAN. tujuan utama yang ingin dicapai melalui penelitian ini adalah untuk memperoleh

BAB III RANCANGAN PENELITIAN. tujuan utama yang ingin dicapai melalui penelitian ini adalah untuk memperoleh 44 BAB III RACAGA PEELITIA.. Tujuan Penelitian Bedasakan pokok pemasalahan yang telah diuaikan dalam Bab I, maka tujuan utama yang ingin dicapai melalui penelitian ini adalah untuk mempeoleh jawaban atas

Lebih terperinci

BUPATI SIDOARJO PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR 44 TAHUN 2009 TENTANG. PENGELOLAAN PINJAMAN JANGKA PENDEK PADA BADAN LA YANAN UMUM DAERAH

BUPATI SIDOARJO PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR 44 TAHUN 2009 TENTANG. PENGELOLAAN PINJAMAN JANGKA PENDEK PADA BADAN LA YANAN UMUM DAERAH ;' I. ~ tr'. T I BUPATI SIDOARJO PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR 44 TAHUN 2009 TENTANG. PENGELOLAAN PINJAMAN JANGKA PENDEK PADA BADAN LA YANAN UMUM DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA Menimbang Mengingat

Lebih terperinci

PENGARUH KEPEMIMPINAN DOSEN DAN KEMAMPUAN PRAKTIKUM TERHADAP PRESTASI BELAJAR MAHASISWA DALAM MATAKULIAH FISIKA MODERN

PENGARUH KEPEMIMPINAN DOSEN DAN KEMAMPUAN PRAKTIKUM TERHADAP PRESTASI BELAJAR MAHASISWA DALAM MATAKULIAH FISIKA MODERN Seambi Akademica, Vol. IV, No. 1, Mei 016 ISSN : 337-8085 PENGARUH KEPEMIMPINAN DOSEN DAN KEMAMPUAN PRAKTIKUM TERHADAP PRESTASI BELAJAR MAHASISWA DALAM MATAKULIAH FISIKA MODERN Tamizi Pendidikan Fisika

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB LANDASAN TEORI.1 Sejarah Analisis Jalr Teknik analisis jalr yang dikembangkan oleh Sewal Wright di tahn 1934, sebenarnya merpakan pengembangan korelasi yang dirai menjadi beberapa interpretasi akibat

Lebih terperinci

Fiskal vs Moneter Kebijakan Mana Yang Lebih Effektif?

Fiskal vs Moneter Kebijakan Mana Yang Lebih Effektif? Fiskal vs Monete Kebijakan Mana Yang Lebih Effektif? Oleh : Pemeintah bau saja mengumumkan encana peubahan defisit PN 2009 dai 1,0% tehadap PD menjadi 2,5% tehadap PD. Pada kesempatan yang sama Pemeintah

Lebih terperinci

OPTIMALISASI FITUR-FITUR PADA APLIKASI PRESENTASI UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PENYAMPAIAN PESAN BERBASIS HCI

OPTIMALISASI FITUR-FITUR PADA APLIKASI PRESENTASI UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PENYAMPAIAN PESAN BERBASIS HCI OPTIMALISASI FITUR-FITUR PADA APLIKASI PRESENTASI UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PENYAMPAIAN PESAN BERBASIS HCI Mokhamad Fatoni, Indri Sdanawati Rozas, S.Kom., M.Kom., Latifah Rifani, S.T., MIT. Jrsan Sistem

Lebih terperinci

LISTRIK STATIS. F k q q 1. Gambar. Saling tarik menarik. Saling tolak-menolak. Listrik Statis * MUATAN LISTRIK.

LISTRIK STATIS. F k q q 1. Gambar. Saling tarik menarik. Saling tolak-menolak. Listrik Statis * MUATAN LISTRIK. * MUATAN LISTRIK. LISTRIK STATIS Suatu pengamatan dapat mempelihatkan bahwa bila sebatang gelas digosok dengan kain wool atau bulu domba; batang gelas tesebut mampu menaik sobekan-sobekan ketas. Ini menunjukkan

Lebih terperinci

SEMINAR NASIONAL MATEMATIKA DAN PENDIDIKAN MATEMATIKA UNY 2016

SEMINAR NASIONAL MATEMATIKA DAN PENDIDIKAN MATEMATIKA UNY 2016 SEMINAR NASIONAL MATEMATIKA DAN PENDIDIKAN MATEMATIKA UNY 016 PM -7 Hubungan Fasilitas, Kemandiian, dan Kecemasan Belaja tehadap Pestasi Belaja Matematika pada Siswa Kelas VIII SMP di Kecamatan Puing Tahun

Lebih terperinci