SEMINAR NASIONAL MATEMATIKA DAN PENDIDIKAN MATEMATIKA UNY 2016
|
|
|
- Utami Pranoto
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 SEMINAR NASIONAL MATEMATIKA DAN PENDIDIKAN MATEMATIKA UNY 016 PM -7 Hubungan Fasilitas, Kemandiian, dan Kecemasan Belaja tehadap Pestasi Belaja Matematika pada Siswa Kelas VIII SMP di Kecamatan Puing Tahun Pelajaan 015/016 Si Retnowati 1, Budiyono 1 Sajana Pendidikan Matematika (FKIP, Univesitas Muhammadiyah Puwoejo) Pogam Studi Pendidikan Matematika (FKIP, Univesitas Muhammadiyah Puwoejo) [email protected] Abstak Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antaa fasilitas (X 1 ), kemandiian (X ), dan kecemasan belaja (X 3 ) tehadap pestasi belaja matematika (Y). Jenis penelitian ini adalah kuantitatif asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluuh siswa kelas VIII SMP di Kecamatan Puing yaitu sebanyak 507 oang dengan sampel beanggotakan sebanyak 18 oang. Pengambilan sampel menggunakan teknik popotionate andom sampling sebagai sampel penelitian adalah seluuh siswa kelas VIII SMP di Kecamatan Puing. Metode pengumpulan data dengan angket dan tes. Sebelum menghitung uji hipotesis haus dilakukan uji pasyaat telebih dahulu yaitu dengan menghitung uji nomalitas, uji homogenitas, uji lineaitas, dan uji kebeatian. Dai pengolahan data analisis egesi ganda untuk mencai hubungan ketiga vaiabel bebas (X 1, X, X 3 ) tehadap vaiabel teikat (Y) dipeoleh 0,88 hal ini menunjukan F hitung < F tabel dan dipeoleh pesamaan egesi ganda yaitu Y=16,00+0,14X 1 +0,39X +0,1X 3. Selanjutnya koelasi ganda untuk mencai hubungan dua vaiabel bebas (X 1, X ) tehadap vaiabel teikat (Y) dipeoleh 8,5, (X 1, X 3 ) tehadap (Y) dipeoleh 7,10, (X, X 3 ) tehadap (Y) dipeoleh 11,70. Sedangkan koelasi sedehana untuk mencai hubugan satu vaiabel bebas (X 1 ) tehadap (Y) dipeoleh,31, (X ) tehadap (Y) dipeoleh 3,86, (X 3 ) tehadap (Y) dipeoleh 3,. Pengujian hipotesis menghasilkan t hitung > t tabel, dan F hitung > F tabel maka Ho ditolak dan ada Ho yang diteima. Kesimpulan dalam penelitian ini ada hubungan yang positif dan signifikan antaa fasilitas belaja, kemandiian belaja, kecemasan belaja, fasilitas belaja dan kemandiian, fasilitas belaja dan kecemasan belaja, kemandiia belaja dan kecemasan belaja tehadap pestasi belaja matematika, tedapat hubungan yang positif dan tidak signifikan dai ketiga vaiabel bebas tehadap pestasi belaja matematika. Kata kunci: Fasilitas, Kemandiian, Kecemasan, Pestasi Belaja Matematika I. PENDAHULUAN Pendidikan meupakan hal yang penting untuk kelangsungan kehidupan manusia dan untuk kemajuan bangsa. Pada dasanya, poses pendidikan dapat tejadi dalam banyak situasi sosial yang menjadi uang lingkup kehidupan manusia. Pendidikan dapat tejadi di dalam lingkungan keluaga, di sekolah, maupun di masyaakat. Pendidikan fomal yang tejadi di sekolah dihaapkan mampu menciptakan manusia yang mandii, disiplin, betanggung jawab, dan peduli tehadap kepentingan bangsa dan negaa. Salah satu indikato yang menyatakan bahwa pendidikan dapat dikatakan behasil adalah dengan melihat pestasi belaja siswa. Pestasi belaja siswa dapat menunjukkan sejauh mana tingkat penguasaan siswa tehadap seluuh mata pelajaan yang telah dipelajai. Dengan demikian, pendidikan dapat dikatakan behasil apabila pestasi belaja siswa baik. Namun tenyata bedasakan hasil obsevasi yang dipeoleh dai guu siswa kelas VIII SMP di kecamatan Puing, pestasi belaja matematika kelas VIII masih endah teutama dalam mata pelajaan matematika yang belum mencapai hasil yang dihaapkan. Masih banyak siswa yang mempeoleh nilai Ulangan Tengah Semeste (UTS) yang masih dibawah Kiteia Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditentukan. Masih endahnya pestasi dalam mata pelajaan matematika diduga sekolah kuang mempehatikan pentingnya fasilitas untuk menunjang poses kegiatan belaja. Syaiful Bahi Djamaah (011: 185) mengatakan bahwa fasilitas juga kelengkapan sekolah yang sama sekali tidak bisa diabaikan. Hal itu sependapat dengan Ibahim Bafadal (004: ) mengatakan bahwa saana atau fasilitas belaja adalah semua peangkat pealatan, bahan, dan peabot yang secaa langsung digunakan dalam poses pendidikan di sekolah. Indikato fasilitas belaja yaitu: (1) saana pendidikan () pasaana pendidikan. MP 487
2 ISBN Rendahnya pestasi belaja matematika juga diduga kaena kuangnya kemandiian siswa dalam belaja matematika. Hais Mujiman (011: 1) mengatakan bahwa belaja mandii adalah kegiatan belaja aktif, yang didoong oleh motif untuk menguasai sesuatu kompetensi dan dibangun dengan bekal pengetahuan atau kompetensi yang telah dimiliki. Dengan demikian belaja mandii lebih mengaah pada pembentukan kemandiian dalam caacaa belaja. Kemandiian belaja akan tewujud apabila siswa aktif mengontol sendii segala sesuatu yang dikejakan. Indikato kemandiian belaja yaitu: (1) inisiatif belaja yang tinggi, () mampu menetapkan taget dan tujuan belajanya sendii, (3) mampu mendiagnosis kebutuhan seta bahan belajanya sendii, (4) mampu memilih dan meneapkan stategi pembelajaan yang akan dipakai, (5) mengevaluasi poses dan hasil belaja. Selain fasilitas belaja dan kemandiian belaja, kecemasan belaja siswa juga dimungkinkan dapat mempengauhi endahnya pestasi belaja matematika. Sepeti yang kita tahu hampi semua siswa beanggapan bahwa matematika adalah pelajaan yang sulit, bahkan cendeung menjadi pelajaan yang kuang menyenangkan. Anggapan bahwa pelajaan matematika adalah pelajaan yang sulit itu menimbulkan asa malas untuk mempelajai matematika dan measa tetekan atau mengalami kecemasan dalam belaja matematika. Sepeti halnya ketika siswa mendenga bel tanda pegantian jam mata pelajaan matematika siswa justu measa malas dan bahkan ada siswa tidak mengikuti pelajaan matematika. Kecemasan tehadap matematika tidak bisa dipandang sebagai hal biasa, kaena ketidakmampuan siswa dalam beadaptasi pada pelajaan yang menyebabkan siswa kesulitan seta tetekan ketika menghadapi pelajaan matematika yang akhinya kemungkinan menyebabkan pestasi belaja matematika endah. Katini Katono (003: 19) mengungkapkan bahwa kecemasan (anxiety) adalah semacam kegelisahan kekhawatian dan ketakutan tehadap sesuatu yang tidak jelas, yang difus atau bau, dan mempunyai cii yang mengazab pada seseoang. Hal itu sependapat dengan Nevid, Rathus, & Geene (005: 163) yang mengatakan bahwa kecemasan adalah suatu keadaan khawati pada seseoang yang mengeluhkan bahwa sesuatu yang buuk akan segea tejadi. Adapun aspek kecemasan belaja yaitu: (1) fisik, () kognitif, (3) peilaku. Bedasakan masalah yang telah dikemukakan, maka datap ditemukan umusan masalah sebagai beikut. 1. Adakah hubungan yang positif dan signifikan antaa fasilitas belaja dengan pestasi belaja matematika siswa kelas VIII SMP di Kecamatan Puing tahun pelajaan 015/016?. Adakah hubungan yang positif dan signifikan antaa kemandiian belaja dengan pestasi belaja matematika siswa kelas VIII SMP di Kecamatan Puing tahun pelajaan 015/016? 3. Adakah hubungan yang positif dan signifikan antaa kecemasan belaja dengan pestasi belaja matematika siswa kelas VIII SMP di Kecamatan Puing tahun pelajaan 015/016? 4. Adakah hubungan yang positif dan signifikan antaa fasilitas belaja dan kemandiian belaja dengan pestasi belaja matematika siswa kelas VIII SMP di Kecamatan Puing tahun pelajaan 015/016? 5. Adakah hubungan yang positif dan signifikan antaa kemandiian belaja dan kecemasan belaja dengan pestasi belaja matematika siswa kelas VIII SMP di Kecamatan Puing tahun pelajaan 015/016? 6. Adakah hubungan yang positif dan signifikan antaa fasilitas belaja dan kecemasan belaja dengan pestasi belaja matematika siswa kelas VIII SMP di Kecamatan Puing tahun pelajaan 015/016? 7. Adakah hubungan yang positif dan signifikan antaa fasilitas, kemandiian, dan kecemasan belaja dengan pestasi belaja matematika siswa kelas VIII SMP di Kecamatan Puing tahun pelajaan 015/016? Sehingga tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini mengetahui adakah hubungan yang positif dan signifikan: fasilitas belaja tehadap pestasi belaja matematika; kemandiian belaja tehadap pestasi belaja matematika; kecemasan belaja tehadap pestasi belaja matematika; fasilitas belaja dan kemandiian belaja tehadap pestasi belaja matematika; fasilitas belaja dan kecemasan belaja tehadap pestasi belaja matematika; kemandiian belaja dan kecemasan belaja tehadap pestasi belaja matematika; ketiga vaiabel tehadap pestasi belaja matematika. Manfaat dai penelitian ini adalah untuk membeikan infomasi tentang hubungan fasilitas, kemandiian, dan kecemasan belaja tehadap pestasi belaja matematika sehingga dapat digunakan sebagai acuan dalam menyusun kuikulum. MP 488
3 SEMINAR NASIONAL MATEMATIKA DAN PENDIDIKAN MATEMATIKA UNY 016 A. Rancangan II. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif yang bejenis asosiatif. Sugiyono (015: 13) mengemukakan penelitian kuantitatif meupakan penelitian yang beupa angka dan analisis yang menggunakan statistik. Jenis asosiatif meupakan penelitian yang besifat menanyakan hubungan antaa dua vaiabel atau lebih. B. Subjek Peneltian Suhasimi Aikanto (013: 173) menyatakan bahwa populasi adalah keseluuhan subjek penelitian. Sementaa itu, Sugiyono (015: 117) mengungkapkan bahwa populasi adalah wilayah genealisasi yang tedii atas: objek/subjek yang mempunyai kualitas dan kaakteistik tetentu yang ditetapkan oleh penulis untuk dipelajai dan kemudian ditaik kesimpulannya. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah seluuh siswa kelas VIII SMP di Kecamatan Puing tahun pelajaan 015/016. C. Instumen Penelitian Sugiyono (015: 148) mendefinisikan instumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan menguku fenomena alam maupun sosial yang diamati. Tedapat empat instumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: instumen untuk mempeoleh data tentang fasilitas belaja, kemandiian belaja, kecemasan belaja dan pestasi belaja siswa. Untuk mempeoleh data fasilitas belaja, kemandiian belaja dan kecemasan belaja menggunakan angket. Jenis angket dalam penelitian ini adalah angket tetutup yang bebentuk cheklist dengan menggunakan skala Guttman. Sugiyono (015: 139) skala pengukuan dengan tipe ini, akan didapat jawaban yang tegas, yaitu yatidak, benasalah, penahtidak penah, positifnegatif, dan lainlain. Sedangkan untuk menguku pestasi belaja matematika siswa menggunakan tes uaian. Sebelum instumen digunakan sebagai alat pengumpulan data penelitian, telebih dahulu instumen angket dan tes divalidasi. Validasi angket fasilitas belaja dan kemandiian belaja divalidatoi oleh dosen psikologi, dan validasi angket kecemasan belaja divalidatoi oleh dosen psikologi, sedangkan validasi tes pestasi belaja matematika divalidatoi oleh dosen matematika. Hasil uji instumen angket kemudian dianalisis untuk mengetahui konsistensi intenal dan eliabilitas. Sedangkan hasil uji instument tes kemudian dianalisis untuk mengetahui tingkat kesukaan, daya pembeda, validitas, dan eliabilitas. D. Teknik Analisis Data Sugiyono (015: 07) mendefinisikan analisis data meupakan kegiatan setelah data dai sejumlah esponden atau sumbe data lain tekumpul. Dalam penelitian ini teknik pengolahan data yang digunakan sebagai beikut. 1. Pengujian Pasyaat Pesyaatan yang haus dipenuhi sebelum melakukan pengolahan data, penulis melakukan uji pasyaat telebih dahulu. Uji pasyaat yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji nomalitas, homogenitas, lineaitas, dan kebeatian.. Pengujian Hipotesis Apabila uji pasyaat telah dipenuhi maka selanjutnya dilakukan uji hipotesis. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini dilakukan tujuh kali. a. Pengujian hubungan fasilitas belaja (X 1 ), kemandiian(x ), dan kecemasan belaja (X 3 ) tehadap pestasi belaja matematika (Y) yang meliputi (1) menentukan hipotesis, () menentukan koefisien ganda tiga pedakto, (3) menentukan keputusan uji. 1) Menentukan hipotesis Ho: 0 Ha: 0 ) Menentukan koefisien ganda tiga pedikto b1 X1Y b X Y b3 X 3Y Ry 1,,3 Y Dengan pesamaan egesi untuk tiga pedikto adalah Y a b1 X1 b X b3 X 3 Data sampel yang digunakan nomal, homogen, linea dan beati, maka statistik uji yang digunakan adalah: R N m 1 F m 1 R MP 489
4 ISBN Keteangan: R : koefisien koelasi ganda N : jumlah anggota sampel m : jumlah vaiabel independen 3) Menentukan keputusan uji b. Pengujian hubungan fasilitas belaja (X 1 ) dan kemandiian belaja (X ) tehadap pestasi belaja matematika siswa (Y), Pengujian hubungan fasilitas belaja (X 1 ) dan kecemasan belaja (X 3 ) tehadap pestasi belaja matematika siswa (Y), Pengujian hubungan kemandiian belaja (X ) dan kecemasan belaja (X 3 ) tehadap pestasi belaja matematika siswa (Y) yang meliputi (1) menentukan hipotesis, () menentukan koefisien koelasi, (3) menentukan statistik uji, (4) menentukan keputusan uji 1) Menentukan hipotesis Ho: 0 Ha: 0 ) Menentukan koefisien ganda yx1 yx yx 1 yx x1x Ryx 1x 1 x1x Keteangan: Ryx 1x : koelasi antaa vaiabel X 1 dengan X secaa besama sama dengan vaiabel Y yx 1 : koelasi Poduct Moment antaa X 1 dengan Y : koelasi Poduct Moment antaa X dengan Y yx x 1 x : koelasi Poduct Moment antaa X 1 dengan X 3) Menentukan statistik uji R / k F h 1 R / n k 1 Keteangan: R: koefisien koelasi ganda k : jumlah vaiabel independen n : jumlah anggota sampel 4) Menentukan keputusan uji c. Pengujian hubungan fasilitas belaja (X 1 ) tehadap pestasi belaja matematika siswa (Y), Pengujian hubungan kemandiian belaja (X ) tehadap pestasi belaja matematika siswa (Y), Pengujian hubungan kecemasan belaja (X 3 ) tehadap pestasi belaja matematika siswa (Y) yaitu meliputi (1) menentukan hipotesis, () menentukan koefisien koelasi Poduct Moment, (3) menentukan signifikan koelasi, (4) menentukan keputusan uji. 1) Menentukan hipotesis Ho: 0 Ha: 0 ) Menghitung koefisien koelasi poduct moment xy xy x y Keteangan: xy : koelasi antaa vaiabel x dan y x : (X i X ) y : (Y i Y ) 3) Menentukan signifikasi koelasi n t 1 Keteangan: : koelasi antaa vaiabel x dan y n: jumlah anggota sampel 4) Menentukan keputusan uji MP 490
5 SEMINAR NASIONAL MATEMATIKA DAN PENDIDIKAN MATEMATIKA UNY 016 III. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Data yang dipeoleh dalam penelitian ini meliputi sko fasilitas belaja, kemandiian belaja, kecemasan belaja dan pestasi belaja matematika. Tabel 1. Hasil Uji Nomalitas, Homogenitas, Lineaitas, dan Kebeatian Uji Nomalitas Homogenitas Lineaitas Kebeatian Vaiabel Chi Squae Uji F Uji F Uji F Motivasi Belaja 7,93 1,35 5,33 Tingkah Laku 6,53 0,46 14,87 1,34 Lingkungan Keluaga 8,1 0,8 8,19 Pestasi Belaja 8,0 Dai tabel diatas bahwa vaiabel fasilitas belaja, kemandiian belaja, kecemasan belaja dan pestasi belaja bedistibusi nomal, homogen, linea dan beati. Kemudian dilakukan uji hipotesis dengan statistik paametis. Tabel. Hasil Keputusan Uji Hipotesis Hubungan anta vaiabel Analisis Koelasi Uji Signifikan Keputusan Fasilitas belaja dengan pestasi = 0,0 =,31 Ho 1 ditolak belaja Kemandiian belaja dengan = 0,33 = 3,86 Ho ditolak pestasi belaja Kecemasan belaja dengan pestasi = 0,8 = 3, Ho 3 ditolak belaja Fasilitas belaja dan kemandiian = 0,35 = 8,5 Ho 4 ditolak belaja dengan pestasi belaja Fasilitas belaja dan kecemasan = 0,3 = 7,10 Ho 5 ditolak belaja dengan pestasi belaja kemandiian belaja dan kecemasan = 0,40 =11,70 Ho 6 ditolak belaja dengan pestasi belaja Ketiga vaiabel dengan pestasi belaja = 0,15 = 0,88 Ho 7 diteima Bedasakan tabel diatas, menunjukkan bahwa hubungan antaa dua vaiabel dan tiga vaiabel menunjukkan hubungan yang positif dan signifikan atinya pestasi belaja dapat dipengauhi fasilitas belaja dimana sekolah haus menyediakan fasilitas belaja yang lengkap dan memadai seta siswa juga haus memaksimalkan pemanfaatan fasilitas belaja yang tesedia di sekolah, dapat dipengauhi oleh kemandiian belaja dimana siswa yang mempunyai kemandiian belaja yang baik akan semangat untuk belaja matematika dan kecemasan belaja dimana ini siswa haus selalu bepiki positif tehadap pelajaan matematika aga tetap measa nyaman dan tidak measa tetekan ketika behadapan dengan pelajaan matematika kaena jika siswa measa tetekan dapat menimbulkan asa khawati atau kecemasan yang akan mempengauhi pestasi belaja matematika. Untuk hubungan antaa tiga vaiabel dengan pestasi belaja menunjukkan hubungan positif dan tidak signifikan antaa fasilitas belaja, kemandiian belaja, dan kecemasan belaja tehadap pestasi belaja. Jadi, tidak hanya fasilitas belaja, kemandiian belaja, dan kecemasan belaja yang menjadi fakto untuk mencapai pestasi yang baik, tetapi masih banyak fakto yang lain yang dapat mempengauhi. B. Pembahasan Setelah melakukan pengujian nomalitas data dengan Chi Squae diketahui bahwa keempat vaiabel bedistibusi nomal. Data dai vaiabel fasilitas belaja menghasilkan sebesa 7,93. Haga hitung hitung kemudian dibandingkan dengan haga 0,05; 5 sebesa 11,07. Setelah dibandingkan tenyata hitung kuang dai 0,05; 5 maka Ho diteima. Hal ini beati data vaiabel fasilitas belaja bedistibusi nomal. Data dai vaiabel kemandiian belaja menghasilan sebesa 6,53. Haga hitung kemudian hitung dibandingkan dengan haga sebesa 11,07. Setelah dibandingkan tenyata 0,05; 5 kuang dai hitung 0,05; 5 maka Ho diteima. Hal ini beati data vaiabel kemandiian belaja bedistibusi nomal. Data dai vaiabel kecemasan belaja menghasilkan hitung sebesa 8,1. Haga hitung kemudian dibandingkan dengan haga 0,05;5 sebesa 11,07. Setelah dibandingkan tenyata kuang dai hitung 0,05; 5 maka Ho diteima. Hal ini MP 491
6 ISBN beati data vaiabel kecemasan belaja bedistibusi nomal. Data dai vaiabel pestasi belaja matematika menghasilan sebesa 8,0. Haga hitung kemudian dibandingkan dengan haga hitung 0,05; 5 sebesa 11,07. Setelah dibandingkan tenyata kuang dai hitung 0,05; 5 maka Ho diteima. Hal ini beati data vaiabel pestasi belaja matematika bedistibusi nomal. Pengujian homogenitas menghasilkan F hitung sebesa 1,34. Haga F hitung kemudian dibandingkan dengan haga F tabel sebesa 1,36.Setelah dibandingkan tenyata F hitung kuang dai F tabel maka Ho diteima. Hal ini beati populasi bevaiansi homogen. Pengujian lineaitas fasilitas belaja dengan pestasi belaja matematika menghasilkan F hitung sebesa 1,35. Haga F hitung kemudian dibandingkan dengan haga F tabel sebesa 1,76. Setelah dibandingkan tenyata F hitung kuang dai F tabel maka Ho diteima. Hal ini beati hubungan antaa fasilitas belaja dengan pestasi belaja matematika linea. Pengujian lineaitas kemandiian belaja dengan pestasi belaja matematika menghasilkan F hitung sebesa 0,46. Haga F hitung kemudian dibandingkan dengan haga F tabel sebesa 1,76. Setelah dibandingkan tenyata F hitung kuang dai F tabel maka Ho diteima. Hal ini beati hubungan antaa kemandiian belaja dengan pestasi belaja matematika linea. Pengujian lineaitas kecemasan belaja dengan pestasi belaja matematika menghasilkan F hitung sebesa 0,8. Haga F hitung kemudian dibandingkan dengan haga F tabel sebesa 1,68. Setelah dibandingkan tenyata F hitung kuang dai F tabel maka Ho diteima. Hal ini beati hubungan antaa kecemasan belaja dengan pestasi belaja matematika linea. Pengujian kebeatian antaa fasilitas belaja dengan pestasi belaja matematika menghasilkan F hitung sebesa 5,33. Haga F hitung kemudian dibandingkan dengan haga F tabel sebesa 3,9. Setelah dibandingkan tenyata F hitung lebih besa dai F tabel maka Ho ditolak. Hal ini beati hubungan antaa fasilitas belaja dengan pestasi belaja matematika beati. Pengujian kebeatian antaa kemandiian belaja dengan pestasi belaja matematika menghasilkan F hitung sebesa 14,87. Haga F hitung kemudian dibandingkan dengan haga F tabel sebesa 3,9. Setelah dibandingkan tenyata F hitung lebih besa dai F tabel maka Ho ditolak. Hal ini beati hubungan antaa kemandiian belaja dengan pestasi belaja matematika beati. Pengujian kebeatian antaa kecemasan belaja dengan pestasi belaja matematika menghasilkan F hitung sebesa 8,19. Haga F hitung kemudian dibandingkan dengan haga F tabel sebesa 3,9. Setelah dibandingkan tenyata F hitung lebih besa dai F tabel maka Ho ditolak. Hal ini beati hubungan antaa kecemasan belaja dengan pestasi belaja matematika beati. Setelah data dai masing masing vaiabel bedistibusi nomal, homogen, linea, dan beati, sehingga statistik paametis yang digunakan untuk pengujian hipotesis. Pengujian petama dilakukan untuk menguji hubungan antaa fasilitas belaja dengan pestasi belaja matematika yang dipeoleh koelasi sebesa 0,0. Haga koelasi tesebut menunjukan adanya hubungan yang positif dengan tingkat hubungan yang endah. Setelah itu melakukan pengujian signifikan dengan menggunakan uji t. Hasil pengujian tesebut menghasilkan t hitung sebesa,31. Kemudian t hitung dibandingkan dengan t tabel sebesa 1,96. Hasilnya t hitung lebih besa dai t tabel maka Ho 1 ditolak. Ini beati menunjukan bahwa adanya hubungan yang signifikan. Dai pengujian hipotesis menunjukan bahwa ada hubungan yang positif dan signifikan antaa fasilitas belaja dengan pestasi belaja matematika. Maka diketahui bahwa ada hubungan antaa fasilitas belaja dengan pestasi belaja matematika. Hal ini beati sekolah haus menyediakan fasilitas belaja yang lebih lengkap dan memadai untuk meningkatkan pestasi belaja. Siswa juga haus memaksimalkan pemanfaatan fasilitas belaja. Kaena fasilitas belaja yang lengkap mempengauhi pestasi belaja matematika Pengujian kedua dilakukan untuk menguji hubungan antaa kemandiian belaja dengan pestasi belaja matematika yang dipeoleh koelasi sebesa 0,33. Haga koelasi tesebut menunjukan adanya hubungan yang positif dengan tingkat hubungan yang endah. Setelah itu melakukan pengujian signifikan dengan menggunakan uji t. Hasil pengujian tesebut menghasilkan t hitung sebesa 3,86. Kemudian t hitung dibandingkan dengan t tabel sebesa 1,96. Hasilnya t hitung lebih besa dai t tabel maka Ho ditolak. Ini beati menunjukan bahwa adanya hubungan yang signifikan. Dai pengujian hipotesis menunjukan bahwa ada hubungan yang positif dan signifikan antaa kemandiian belaja dengan pestasi belaja matematika. Maka diketahui bahwa ada hubungan antaa kemandiian belaja dengan pestasi belaja matematika. Hal ini beati setiap siswa haus mempunyai kemandiian belaja yang tinggi, kemandiian yang tinggi akan mendoong seseoang untuk melakukan kegiatan belaja dengan mandii, tanpa paksaan, dan tanpa begantung kepada oang lain untuk meningkatkan pestasi belajanya kaena kemandiian dalam belaja mempengauhi pestasi belaja matematika. Pengujian selanjutnya dilakukan untuk menguji hubungan antaa kecemasan belaja dengan pestasi belaja matematika yang dipeoleh koelasi sebesa 0,8. Haga koelasi tesebut menunjukan adanya hubungan yang positif dengan tingkat hubungan yang sangat endah. Setelah itu melakukan pengujian MP 49
7 SEMINAR NASIONAL MATEMATIKA DAN PENDIDIKAN MATEMATIKA UNY 016 signifikan dengan menggunakan uji t. Hasil pengujian tesebut menghasilkan t hitung sebesa 3,. Kemudian t hitung dibandingkan dengan t tabel sebesa 1,96. Hasilnya t hitung lebih besa dai t tabel maka Ho 3 ditolak. Hal ini beati menunjukan bahwa adanya hubungan yang signifikan. Dai pengujian hipotesis menunjukan bahwa ada hubungan yang positif dan signifikan antaa kecemasan belaja dengan pestasi belaja matematika. Maka diketahui bahwa ada hubungan antaa kecemasan belaja dengan pestasi belaja matematika. Dalam hal ini siswa haus selalu bepiki positif tehadap pelajaan matematika aga tetap measa nyaman dan tidak measa tetekan ketika behadapan dengan pelajaan matematika kaena jika siswa measa tetekan dapat menimbulkan asa khawati atau kecemasan yang akan mempengauhi pestasi belaja matematika. Pengujian beikutnya dilakukan dengan koelasi ganda untuk mengetahui hubungan antaa fasilitas belaja dan kemandiian belaja dengan pestasi belaja matematika yang dipeoleh koelasi sebesa 0,35. Haga koelasi tesebut menunjukan adanya hubungan yang positif dengan tingkat hubungan yang endah. Setelah itu melakukan pengujian signifikan dengan menggunakan uji F. Hasil pengujian tesebut menghasilkan F hitung sebesa 8,5. Kemudian F hitung dibandingkan dengan F tabel sebesa 3,07. Hasilnya F hitung lebih besa dai F tabel maka Ho 4 ditolak. Ini beati menunjukan bahwa adanya hubungan yang signifikan. Dai pengujian hipotesis menunjukan bahwa ada hubungan yang positif dan signifikan antaa fasilitas belaja dan kemandiian belaja dengan pestasi belaja matematika. Maka ada hubungan antaa fasilitas belaja dan kemandiian belaja dengan pestasi belaja matematika. Hal ini beati kedua hal antaa fasilitas belaja dan kemandiian belaja bepengauh tehadap pestasi belaja siswa, adanya sikap kemandiian belaja yang besa dimiliki oleh siswa dan didukung dengan adanya pemenuhan fasilitas belaja yang lengkap dan memadai, maka dihaapkan siswa akan dapat meningkatkan pestasi belajanya kaena fasilitas dan kemandiian belaja mempengauhi pestasi belaja matematika. Pengujian dilakukan dengan koelasi ganda yang ketiga untuk mengetahui hubungan antaa fasilitas belaja dan kecemasan belaja dengan pestasi belaja matematika yang dipeoleh koelasi sebesa 0,3. Haga koelasi tesebut menunjukan adanya hubungan yang positif dengan tingkat hubungan yang endah. Setelah itu melakukan pengujian signifikan dengan menggunakan uji F. Hasil pengujian tesebut menghasilkan F hitung sebesa 7,10. Kemudian F hitung dibandingkan dengan F tabel sebesa 3,07. Hasilnya F hitung lebih besa dai F tabel maka Ho 5 ditolak. Ini beati menunjukan bahwa adanya hubungan yang signifikan. Dai pengujian hipotesis menunjukan bahwa ada hubungan yang positif dan signifikan antaa fasilitas belaja dan kecemasan belaja dengan pestasi belaja matematika. Maka ada hubungan antaa fasilitas belaja dan kecemasan belaja dengan pestasi belaja matematika. Hal ini beati kedua hal antaa fasilitas belaja dan kecemasan belaja bepengauh tehadap pestasi belaja siswa. Ketika fasilitas dalam poses belaja kuang memadai dikhawatikan dapat menimbulkan kecemasan dalam poses belaja. Fasilitas belaja yang memadai dan lengkap dapat bepengauh tehadap kecemasan yang dialami oleh siswa. Pengujian beikutnya dilakukan dengan koelasi ganda untuk mengetahui hubungan antaa kemandiian belaja dan kecemasan belaja dengan pestasi belaja matematika yang dipeoleh koelasi sebesa 0,40. Haga koelasi tesebut menunjukan adanya hubungan yang positif dengan tingkat hubungan yang endah. Setelah itu melakukan pengujian signifikan dengan menggunakan uji F. Hasil pengujian tesebut menghasilkan F hitung sebesa 11,70. Kemudian F hitung dibandingkan dengan F tabel sebesa 3,07. Hasilnya F hitung lebih besa dai F tabel maka Ho 6 ditolak. Ini beati menunjukan bahwa adanya hubungan yang signifikan. Dai pengujian hipotesis menunjukan bahwa ada hubungan yang positif dan signifikan antaa kemandiian belaja dan kecemasan belaja dengan pestasi belaja matematika. Maka ada hubungan antaa kemandiian belaja dan kecemasan belaja dengan pestasi belaja matematika. Hal ini beati siswa haus bisa memilih metode yang tepat dan mengatu waktu belaja aga tidak menimbulkan asa khawati atau kecemasan dalam dii siswa, teutama ketika siswa akan menghadapi mata pelajaan matematika yang menuutnya sulit tetapi tidak belaja telebih dahulu sebelum menghadapi mata pelajaan matematika di sekolah. Dengan kemandiian belaja yang dimiliki siswa dapat meningkatkan pestasi belaja matematika. Pengujian yang teakhi dilakukan dengan koelasi tiga pedikto untuk mengetahui hubungan antaa fasilitas, kemandiian, dan kecemasan belaja dengan pestasi belaja matematika yang dipeoleh koelasi sebesa 0,15. Haga koelasi tesebut menunjukan adanya hubungan yang positif dengan tingkat hubungan yang sangat endah. Setelah itu melakukan pengujian signifikan dengan menggunakan uji F. Hasil pengujian tesebut menghasilkan F hitung sebesa 0,88. Kemudian F hitung dibandingkan dengan F tabel sebesa,68. Hasilnya F hitung kuang dai F tabel maka Ho 7 diteima dan dipeoleh pesamaan egesi ganda yaitu Y=16,00+0,14X 1 +0,39X +0,1X 3.. Ini beati menunjukan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan. Dai pengujian hipotesis menunjukan bahwa ada hubungan yang positif dan tidak signifikan antaa fasilitas, kemandiian, dan kecemasan belaja dengan pestasi belaja matematika. Maka ada hubungan yang positif dan tidak signifikan antaa fasilitas, kemandiian, dan kecemasan belaja dengan pestasi belaja matematika. Hal ini beati fasilitas belaja, kemandian belaja dan kecemasan belaja dalam poses belaja hanya behubungan positif tetapi tidak signifikan dengan pestasi belaja matematika yang MP 493
8 ISBN dipeoleh siswa, kaena walaupun sekolah sudah menyediakan fasilitas belaja yang lengkap dan memadai seta dapat memudahkan siswa dalam belaja matematika tetapi siswa tidak menggunakan fasilitas tesebut dengan baik hal itu dapat mempengauhi pestasi belaja matematika. Kebanyakan siswa lebih mementingkan waktu untuk bemain sepeti pada jam istiahat di sekolah seta tidak memanfaatkan jam istiahat untuk belaja mandii sebelum pelajaan matematika dimulai. Banyak juga siswa yang menganggap pelajaan matematika itu adalah pelajaan yang sulit. Anggapan tesebut bahkan ada yang sudah melekat di dalam dii siswa yang bisa menimbulkan kecemasan ketika belaja matematika walaupun sekolah sudah menyediakan fasilitas belaja sepeti alat peaga untuk memudahkan siswa belaja matematika. Selain itu, masih banyak fakto lain yang bepengauh tehadap pestasi belaja matematika. Sehingga tidak hanya fasilitas, kemandiian, dan kecemasan belaja yang menjadi fakto untuk mencapai pestasi yang baik, tetapi masih banyak fakto yang lain yang dapat mempengauhi pestasi belaja matematika. IV. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan dai penelitian ini yaitu ada hubungan yang positif dan signifikan antaa: fasilitas belaja tehadap pestasi belaja matematika; kemandiian belaja tehadap pestasi belaja matematika; kecemasan belaja tehadap pestasi belaja matematika; fasilitas belaja dan kemandiian belaja tehadap pestasi belaja matematika; fasilitas belaja dan kecemasan belaja tehadap pestasi belaja matematika; kemandiian belaja dan kecemasan belaja tehadap pestasi belaja matematika. Tedapat hubungan yang positif dan tidak signifikan dai ketiga vaiabel tehadap pestasi belaja matematika. Dai simpulan yang dipeoleh, ada bebeapa saan yang peneliti sampaikan diantaanya yaitu: (1) bagi siswa, supaya lebih aktif dalam poses pembelajaan aga dapat mempeoleh pestasi belaja yang baik di sekolah; () bagi sekolah, aga selalu mempebaiki seta meningkatkan fasilitas sekolah yang ada teutama fasilitas yang mendukung poses pembelajaan siswa sepeti media pembelajaan aga dapat melancakan poses belaja mengaja; (3) bagi guu sebaiknya dapat mengaahkan siswa aga mampu mengontol tingkat kecemasannya, sehingga dampaknya dapat meningkatkan hasil belaja matematika siswa. DAFTAR PUSTAKA [1] Ahmad Susanto Teoi Belaja dan Pembelajaan di Sekolah Dasa. Jakata:Penamedia Goup. (efeensi) [] Hais Mujiman Manajemen Pelatihan Bebasis Belaja Mandii. Yogyakata: Pustaka Belaja. (efeensi) [3] Ibahim Bafadal Manajemen Pelengkapan Sekolah Teoi dan Aplikasinya. Jakata: Bumi Aksaa. (efeensi) [4] Jeffey S. Nevid, Spence A. Rathus, dan Bevely Geene Psikologi Abnomal. Jakata: Elangga. (efeensi) [5] Katini Katono Patologi Sosial GangguanGangguan Kejiwaan. Jakata: PT Raja Gafindo Pasada. (efeensi) [6] Muhammad Ali dan Muhammad Asoi Psikologi Remaja Pekembangan Peseta Didik. Jakata: Bumi Aksaa. (efeensi) [7] Muhibbin Syah Psikologi Pendidikan (dengan Pendekatan Bau). Bandung: Remaja Rosdakaya. (efeensi) [8] Ngalim Puwanto Pinsip-Pinsip Dan Teknik Evaluasi Pengajaan. Bandung: Remaja Rosdakaya. (efeensi) [9] Ngalim Puwanto Psikologi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakaya. (efeensi) [10] Slameto Belaja dan Fakto-Fakto yang Mempengauhinya. Jakata: Rineka Cipta. (efeensi) [11] Syaiful Bahi Djamaah Psikologi Belaja. Jakata: Rineka Cipta. (efeensi) [1] Sugiyono Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta. [13] Suhasimi Aikunto Posedu Penelitian Suatu Pendekatan Paktik. Jakata: Rineka Cipta. [14] Sugiyono Metode Penelitian Pendidikan (Pemdekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta. [15] Sugiyono Statistika Untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta. [16] Tatang M. Amiin Manajemen Pendidikan. Yogyakata: UNY Pess. MP 494
III. METODE PENELITIAN. menggunakan kuesioner sebagai teknik pokok. Penelitian yang bersifat
III. METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif, kaena dalam pengumpulan data, penulis menghimpun infomasi dai paa esponden menggunakan kuesione sebagai
BAB III METODE PENELITIAN. adalah untuk mengetahui kontribusi motivasi dan minat bekerja di industri
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Bedasakan pemasalahan, maka penelitian ini temasuk penelitian koelasional yang besifat deskiptif, kaena tujuan utama dai penelitian ini adalah untuk mengetahui
METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Deskriptif. Karena
35 III. METODOLOGI PENELITIAN 1.1 Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Deskiptif. Kaena penelitian ini mengkaji tentang Pengauh Kontol Dii dan Lingkungan Keluaga Tehadap
III. METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan adalah Deskriptif Asosiatif dengan
III. METODOLOGI PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah Deskiptif Asosiatif dengan pendekatan ex post facto. Metode deskiptif dapat diatikan sebagai penelitian yang
III. METODE PENELITIAN
III. METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode meupakan caa keja yang digunakan untuk memahami, mengeti, segala sesuatu yang behubungan dengan penelitian aga tujuan yang dihaapkan dapat tecapai. Sesuai
BAB III METODE PENELITIAN. pendekatan asosiatif simetris, yaitu hubungan yang bersifat sebab-akibat yang
40 BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian 1. Jenis Penelitian Adapun jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif pendekatan asosiatif simetis, yaitu hubungan yang besifat sebab-akibat
III. METODE PENELITIAN. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dan verifikatif.
III. METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian deskiptif dan veifikatif. Menuut Sugiyono (005: 13), penelitian deskiptif adalah jenis penelitian yang menggambakan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3. Jenis dan Lokasi Penelitian 3.. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian ekspeimen semu (quasi ekspeimental eseach, kaena penelitian yang akan dilakukan
BAB III METODE PENELITIAN. Desain penelitian merupakan rencana atau metode yang akan ditempuh
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Desain penelitian meupakan encana atau metode yang akan ditempuh dalam penelitian, sehingga umusan masalah dan hipotesis yang akan diajukan dapat dijawab
BAB III METODE PENELITIAN. mengenai Identifikasi Variabel Penelitian, Definisi Variabel Penelitian,
BAB III METODE PENELITIAN Pembahasan pada bagian metode penelitian ini akan menguaikan mengenai Identifikasi Vaiabel Penelitian, Definisi Vaiabel Penelitian, Populasi, Sampel dan Teknik Pengambilan Sampel,
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif,
30 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskiptif, suatu metode penelitian yang ditujukan untuk untuk menggambakan fenomenafenomena
HUBUNGAN PENGGUNAAN SUMBER BELAJAR DAN MINAT BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR PENGUKURAN DASAR SURVEY
ISSN 085-05 Junal Penelitian Bidang Pendidikan Volume 0(): 6 -, 04 HUBUNGAN PENGGUNAAN SUMBER BELAJAR DAN MINAT BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR PENGUKURAN DASAR SURVEY Dedek Suhendo dan Kistian Juusan Pendidikan
BAB III METODE PENELITIAN. Sedangkan penelitian ini akan dilaksanakan di SMPN 6 Kerinci Kanan,
BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini encana akan dilaksanakan pada bulan Maet-Apil 2013. Sedangkan penelitian ini akan dilaksanakan di SMPN 6 Keinci Kanan, Kabupaten
Seminar Nasional Pendidikan Biologi FKIP UNS 2010
HUBUNGAN KINERJA MENGAJAR DOSEN DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN IPA DI SD PADA MAHASISWA PROGRAM D PGSD KAMPUS VI KEBUMEN FKIP UNS TAHUN AKADEMIK 009 / 00 Wasiti Dosen PGSD FKIP
BAB III METODE PENELITIAN. identifikasi variabel penelitian, definisi operasional variabel penelitian, subjek
9 BAB III METODE PEELITIA A. Identifikasi Vaiabel Penelitian Pada bagian ini akan diuaikan segala hal yang bekaitan dengan identifikasi vaiabel penelitian, definisi opeasional vaiabel penelitian, subjek
KORELASI. menghitung korelasi antar variabel yang akan dicari hubungannya. Korelasi. kuatnya hubungan dinyatakan dalam besarnya koefisien korelasi.
KORELASI Tedapat tiga macam bentuk hubungan anta vaiabel, yaitu hubungan simetis, hubungan sebab akibat (kausal) dan hubungan Inteaktif (saling mempengauhi). Untuk mencai hubungan antaa dua vaiabel atau
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini meupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan analisis egesi. Analisis ini digunakan untuk mengetahui adakah pengauh antaa vaiabel bebas
Dan koefisien korelasi parsial antara Y, X 2 apabila X 1 dianggap tetap, dinyatakan sebagai r y 2.1 rumusnya sebagai berikut:
Koelasi Pasial Koelasi Pasial beupa koelasi antaa sebuah peubah tak bebas dengan sebuah peubah bebas sementaa sejumlah peubah bebas lainnya yang ada atau diduga ada petautan dengannya, sifatnya tetentu
BAB II METODE PENELITIAN. penelitian korelasional dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan
BAB II METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Bentuk penelitian yang dipegunakan dalam penelitian ini adalah bentuk penelitian koelasional dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan menggunakan umus
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pengaruh
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Pendekatan dan Metode Penelitian Penelitian ini betujuan untuk mendeskipsikan dan menganalisis pengauh evaluasi dii dan pengembangan pofesi tehadap kompetensi pedadogik
III. METODE PENELITIAN. ilmiah, apabila penelitian tersebut menggunakan metode atau alat yang tepat. dan menguji kebenaran suatu pengetahuan.
8 III. METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Suatu penelitian dapat behasil dengan baik dan sesuai dengan posedu ilmiah, apabila penelitian tesebut menggunakan metode atau alat yang tepat. Dengan menggunakan
Hubungan Layanan Informasi Dengan Kreativitas Belajar Siswa
Hubungan Layanan Infomasi Dengan Keativitas Belaja Siswa Si Rahayu (090154) Mahasiswa Pendidikan Bimbingan dan Konseling IKIP Vetean Semaang ABSTRAK Keativitas meupakan bakat yang secaa potensial dimiliki
PENGARUH KEPEMIMPINAN DOSEN DAN KEMAMPUAN PRAKTIKUM TERHADAP PRESTASI BELAJAR MAHASISWA DALAM MATAKULIAH FISIKA MODERN
Seambi Akademica, Vol. IV, No. 1, Mei 016 ISSN : 337-8085 PENGARUH KEPEMIMPINAN DOSEN DAN KEMAMPUAN PRAKTIKUM TERHADAP PRESTASI BELAJAR MAHASISWA DALAM MATAKULIAH FISIKA MODERN Tamizi Pendidikan Fisika
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB LANDASAN TEORI. Pengetian Pestasi Belaja Pestasi belaja meupakan kegiatan mental yang tidak dapat disaksikan dai lua dii seseoang mahasiswa yang sedang belaja, pestasi belaja tidak dapat diketahui
BAB. III METODE PENELITIAN. A.Identifikasi Variabel Penelitian. Variabel-variabel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
BAB. III METODE PEELITIA A.Identifikasi Vaiabel Penelitian Pada bagian ini akan diuaikan segala hal yang bekaitan dengan identifikasi vaiabel penelitian, definisi opeasional vaiabel penelitian, subjek
BAB IV ANALISIS HUBUNGAN UMPAN BALIK DENGAN MOTIVASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SISWA SMP NEGERI 9 BATANG
BAB IV ANALISIS HUBUNGAN UMPAN BALIK DENGAN MOTIVASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SISWA SMP NEGERI 9 BATANG Setelah data dai kedua vaiabel yaitu vaiabel X dan vaiabel Y tekumpul seta adanya teoi yang
BAB III METODE PENELITIAN
33 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Obyek dan Lokasi Penelitian Dalam penelitian ini peneliti memilih obyek penelitian UD. Usaha Mandii Semaang, yang betempat di Jalan Semaang Indah C-VI No 20. UD. Usaha
III. METODE PENELITIAN
III. METODE PENELITIAN 3.1. Keangka Pemikian Konseptual Setiap oganisasi apapun jenisnya baik oganisasi non pofit maupun oganisasi yang mencai keuntungan memiliki visi dan misi yang menjadi uh dalam setiap
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Lokasi Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian ekspeimental. Pada penelitian ini akan ada kelompok ekspeimen dan kelompok
III. METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian merupakan strategi umum yang dianut dalam
III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian meupakan stategi umum yang dianut dalam pengumpulan data dan analisis data yang dipelukan, guna menjawab pesoalan yang dihadapi. Metode
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negei 10 Salatiga yaitu pada kelas VII D dan kelas VII E semeste genap tahun ajaan 2011/2012.
1 ANGKET PERSEPSI SISWA TERH
48 Lampian ANGKET PERSEPSI SISWA TERHADAP PERANAN ORANG TUA DAN MINAT BELAJAR DALAM PENINGKATAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS XI IPA SMA NEGERI 8 MEDAN Nama : Kelas : A. Petunjuk Pengisian. Bacalah
HUBUNGAN KEBUGARAN JASMANI DENGAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IX SMP NEGERI 8 BANDA ACEH TAHUN PELAJARAN 2012/2013
Volume 1, Nomo : 79 90 Mei 015 HUBUNGAN KEBUGARAN JASMANI DENGAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IX SMP NEGERI 8 BANDA ACEH TAHUN PELAJARAN 01/013 Faisal 1, Razali 1, Yeni Malina 1 1 Pogam Studi Pendidikan
BAB IV ANALISIS DATA. analisis paired sample T-test yaitu Ada atau tidaknya Pengaruh Terapi Rational
BAB IV ANALISIS DATA Analisis data meupakan hasil kegiatan setelah data dai seluuh esponden atau sumbe data lainnya tekumpul. Hal ini betujuan untuk mengetahui tingkat kebenaan hipotesis-hipotesis penelitian
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Adapun lokasi penelitian ini adalah Madrasah Hifzhil. Yayasan Islamic Centre Medan yang terletak di Jl.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Adapun lokasi penelitian ini adalah Madasah Hifzhil Yayasan Islamic Cente Medan yang teletak di Jl. Pancing Quan Medan. Secaa geogafis dapat dikatakan
I Wayan Teresna 1, Djoko Suhantono 1. Bali,Phone : , Fax: Abstrak
Pengauh Kualitas Tingkat Peneangan Lampu (I Wayan Teesna dkk.) PENGARUH KUALITAS TINGKAT PENERANGAN LAMPU, LINGKUNGAN KERJA DAN PERALATAN TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA TEKNISI REPARASI ELEKTRONIK DI WILAYAH
BAB III RANCANGAN PENELITIAN. tujuan utama yang ingin dicapai melalui penelitian ini adalah untuk memperoleh
44 BAB III RACAGA PEELITIA.. Tujuan Penelitian Bedasakan pokok pemasalahan yang telah diuaikan dalam Bab I, maka tujuan utama yang ingin dicapai melalui penelitian ini adalah untuk mempeoleh jawaban atas
B. Konsep dan Variabel Penelitian BAB III METODE PENELITIAN. A. Jenis Penelitian. Pendekatan penelitian yang digunakan penulis adalah
41 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Pendekatan penelitian yang digunakan penulis adalah pendekatan penelitian kuantitatif koelasional. Penelitian kuantitatif koelasional adalah penelitian
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
34 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Poses Pengumpulan Data Posedu dalam penelitian ini tedii dai tiga tahapan, tahapannya yaitu tahap pesiapan, tahap pelaksanaan dan tahap pengolahan dan penaikan
Sri Retnowati Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Purworejo
HUBUNGAN FASILITAS, KEMANDIRIAN, DAN KECEMASAN BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS VIII SMP DI KECAMATAN PURING TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Sri Retnowati Program Studi Pendidikan
BAB III. METODOLOGI PENELITIAN. hasil. Sedangkan menurut Suharsimi Arikunto (2002:136) metode penelitian
7 BAB III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode adalah suatu caa atau jalan yang ditempuh untuk mencapai suatu hasil. Sedangkan menuut Suhasimi Aikunto (00:36) metode penelitian adalah caa
HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DAN MANAJEMEN DIRI DENGAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN EKONOMI SISWA KELAS XI IPS DI SMA NEGERI 6 KOTA JAMBI
HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DAN MANAJEMEN DIRI DENGAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN EKONOMI SISWA KELAS XI IPS DI SMA NEGERI 6 KOTA JAMBI Amina Yusa 1), Pof. D.H. Rahmat Muboyono, M.Pd ), Siti Syuhada,
Pengembangan instrumen penilaian kemampuan berfikir kritis pada pembelajaran fisika SMA
Papes semina.uad.ac.id/index.php/quantum Semina Nasional Quantum #5 (018) 477-1511 (7pp) Pengembangan instumen penilaian kemampuan befiki kitis pada pembelajaan fisika SMA Suji Adianti, dan Ishafit Pogam
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Bab ini membahas mengenai uraian dan analisis data-data yang
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Bab ini membahas mengenai uaian dan analisis data-data yang dipeoleh dai data pime dan sekunde penelitian. Data pime penelitian ini adalah hasil kuesione yang disebakan kepada
PENGUKURAN RELIABILITAS DAN VALIDITAS SOAL MATEMATIKA BIDANG TEKNIK UNTUK TES MASUK CALON MAHASISWA BARU POLITEKNIK NEGERI SEMARANG
ORBITH VOL. 11 NO. 3 NOVEMBER 015 : 185 189 PENGUKURAN RELIABILITAS DAN VALIDITAS SOAL MATEMATIKA BIDANG TEKNIK UNTUK TES MASUK CALON MAHASISWA BARU POLITEKNIK NEGERI SEMARANG Oleh: Endang Tiyani Staf
98 Jurnal Fisika Edukasi (JFE) Vol.2 No.2 Oktober 2015
98 Junal Fisika Edukasi (JFE) Vol. No. Oktobe 015 PENGARUH KEPEMIMPINAN DOSEN DAN KEMAMPUAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR MAHASISWA DALAM MATAKULIAH FISIKA DASAR (STUDI KASUS MAHASISWA
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN PENERIMA BEASISWA MAHASISWA KURANG MAMPU PADA STMIK BUDIDARMA MEDAN MENERAPKAN METODE PROFILE MATCHING
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN PENERIMA BEASISWA MAHASISWA KURANG MAMPU PADA STMIK BUDIDARMA MEDAN MENERAPKAN METODE PROFILE MATCHING T.M Syahu Ichsan (1111667 ) Mahasiswa Pogam Studi Teknik Infomatika
Liston Hasiholan 1) dan Sudradjat 2)
EVALUASI KINERJA KARYAWAN MENGGUNAKAN METODE PEMROGRAMAN LINEAR FUY *) Liston Hasiholan 1) dan Sudadjat 2) ABSTRAK Pengukuan kineja kayawan meupakan satu hal yang mutlak dilakukan secaa peiodik oleh suatu
HUBUNGAN POWER TUNGKAI DAN KELENTUKAN DENGAN KEMAMPUAN MENENDANG PINALTI. (Jurnal) Oleh EKA MULYANTO
HUBUNGAN POWER TUNGKAI DAN KELENTUKAN DENGAN KEMAMPUAN MENENDANG PINALTI (Junal) Oleh EKA MULYANTO FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG BANDAR LAMPUNG 04 ABSTRACT THE POWER RELATIONS
BAB XII ANALISIS JALUR (PATH ANALYSIS) APA SIH?
BAB XII ANALISIS JALUR (PATH ANALYSIS) APA SIH? KONSEP DASAR Path analysis meupakan salah satu alat analisis yang dikembangkan oleh Sewall Wight (Dillon and Goldstein, 1984 1 ). Wight mengembangkan metode
PENGARUH KINERJA KEPALA DESA TERHADAP PENINGKATAN PRESTASI KERJA PERANGKAT DESA. (Studi pada Desa Sumbergede Kec. Sekampung Kab.
PENGARUH KINERJA KEPALA DESA TERHADAP PENINGKATAN PRESTASI KERJA PERANGKAT DESA (Studi pada Desa Sumbegede Kec. Sekampung Kab. Lampung Timu) Wahyu Widodo Dosen Tetap STISIPOL Dhama Wacana Meto ABSTRACT
Angga Setiawan 1, Saripin 2, Ni Putu Nita Wijayanti 3 No. HP.
1 THE CONTRIBUTION OF THE WRIST FLEXIBILITY AND ARM MUSCLE AND SHOULDER POWER IN SERVING SKILL FOR MALE VOLLEYBALL TEAM OF SMAN 7 DURI IN MANDAU DISTRICT, BENGKALIS REGENCY Angga Setiawan 1, Saipin, Ni
ANALISA PENGARUH SISTEM MANAJEMEN TQC TERHADAP TINGKAT KERUSAKAN PRODUK (STUDI KASUS PADA PT. SINAR KAYU ABADI SURABAYA)
ANALISA PENGARUH SISTEM MANAJEMEN TQC TERHADAP TINGKAT KERUSAKAN PRODUK (STUDI KASUS PADA PT. SINAR KAYU ABADI SURABAYA) Da.Heny Mahmudah Dosen unisla ABSTRAK Pada hakekatnya suatu peusahaan didiikan untuk
PENGARUH SHIFT DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN MATAHARI DEPARTMENT STORE KOTA SUKABUMI
PENGARUH SHIFT DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN MATAHARI DEPARTMENT STORE KOTA SUKABUMI EVA MARSUSANTI S,Pd MM AMIK BSI Jl. Cemelang No, Sukabumi, Indonesia Email: [email protected] ABSTRAK
HAND OUT STATISTIK NON PARAMETRIK
HAND OUT STATISTIK NON PARAMETRIK KASUS (k) SAMPEL BERHUBUNGAN Oleh : Aief Sudajat, S. Ant, M.Si PRODI SOSIOLOGI FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA 006 KASUS (k) SAMPEL BERHUBUNGAN Pada bagian
Contoh Proposal Skripsi Makalahmudah.blogspot.com
BAB I PENDAHULUAN.. Lata Belakang Masalah Peanan pemasaan dalam kebehasilan peusahaan telah diakui di kalangan pengusaha untuk mempetahankan kebeadaanya dalam mengembangkan usaha dan mendapatkan keuntungan.
Pengaruh Total Quality Management Terhadap Kualitas Produk Pada CV DUA SINGA Banyuwangi
1 Pengauh Total Quality Management Tehadap Kualitas Poduk Pada CV DUA SINGA Banyuwangi (The Influence Of Total Quality Management On Poduct Quality At CV DUA SINGA Banyuwangi) Hidayati, Hadi Waluyo, Didik
ANALISIS KORELASI. Konsep. Konsep (lanjutan) Arah hubungan. Agus Susworo Dwi Marhaendro
ANALISIS KORELASI Agus Suswoo Dwi Mahaendo Konsep Metode analisis tehadap data, tidak hanya yang tedii dai satu kaakteistik saja. Banyak pesoalan atau fenomena yang meliputi lebih dai sebuah vaiabel: beat
KONTRIBUSI KOMUNIKASI INTERPERSONAL KEPALA SEKOLAH, BUDAYA ORGANISASI DAN ETOS KERJA TERHADAP MOTIVASI KERJA GURU
KONTRIBUSI KOMUNIKASI INTERPERSONAL KEPALA SEKOLAH, BUDAYA ORGANISASI DAN ETOS KERJA TERHADAP MOTIVASI KERJA GURU (Studi Kasus Pada Sekolah sekolah Dasa dibawah yayasan menoah abadi Denpasa) Agus Budi
PENGARUH MODEL PRODUK TERHADAP TINGKAT VOLUME PENJUALAN Studi Kasus Pada Telepon Selular Merek Nokia Pada PT. Bimasakti
JUNAL ILMIAH ANGGAGADING Volume 4 No., Oktobe 004 : 99 104 PENGAUH MODEL PODUK TEHADAP TINGKAT VOLUME PENJUALAN Studi Kasus Pada Telepon Selula Meek Nokia Pada PT. Bimasakti Oleh: Maju L. Tobing Dosen
PENGARUH KOMPENSASI DAN KARAKTERISTIK PEKERJAAN TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN USAHA KOMPUTER DI KOTA BANJARMASIN
PENGARUH KOMPENSASI DAN KARAKTERISTIK PEKERJAAN TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN USAHA KOMPUTER DI KOTA BANJARMASIN Asuni Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pancasetia Banjamasin Jl. A Yani Km. 5,5 Banjamasin,
HUBUNGAN PEMBERIAN REWARD DAN PUNISHMENT DENGAN MOTIVASI BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 AMBUNTEN KABUPATEN SUMENEP
Kajian Moal dan Kewaganegaaan Nomo Volume Tahun 014, hal 454-468 HUBUNGAN PEMBERIAN REWARD DAN PUNISHMENT DENGAN MOTIVASI BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 AMBUNTEN KABUPATEN
Promotif, Vol.2 No.2 April 2013 Hal PENGARUH MUTU PELAYANAN KESEHATAN TERHADAP KEPATUHAN BEROBAT PASIEN KUSTA DI PUSKESMAS KOTA PALU ABSTRAK
PENGARUH MUTU PELAYANAN KESEHATAN TERHADAP KEPATUHAN BEROBAT PASIEN KUSTA DI PUSKESMAS KOTA PALU Mohamad Andi 1, Inda 2, Alimin Maidin 3 1 Bagian Penjaminan Mutu FKM Unismuh Palu 2 Bagian AKK, FKM Univesitas
REGRESI. Imam Gunawan
REGRESI Imam Gunawan REGRESI LINIER SEDERHANA (SATU PREDIKTOR / INDEPENDEN) Pesamaan: Ŷ = a + bx Ŷ : Subyek dalam vaiabel dependen yang dipediksi a : Haga Y bila X = 0 (konstan) b : Angka aah / koefisien
BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB PENDAHULUAN Lata Belakang Pada zaman moden sepeti saat sekaang ini, enegi listik meupakan kebutuhan pime bagi manusia, baik masyaakat yang tinggal di pekotaan maupun masyaakat yang tinggal di pedesaan
ANALISIS PENGARUH HARGA JUAL DAN SALURAN DISTRIBUSI TERHADAP VOLUME PENJUALAN AYAM POTONG DI UD. SUPPLIER DAGING AYAM KOTA TANGERANG
Junal Agibisnis, Vol. 9, No. 2, Desembe 2015, [ 137-148 ] ISSN : 1979-0058 ANALISIS PENGARUH HARGA JUAL DAN SALURAN DISTRIBUSI TERHADAP VOLUME PENJUALAN AYAM POTONG DI UD. SUPPLIER DAGING AYAM KOTA TANGERANG
Analisis Pengaruh Marketing Mix Terhadap Kepuasan Konsumen Sepeda Motor
34 Analisis Pengauh Maketing Mix Tehadap Kepuasan Konsumen Sepeda Moto Ti Wahyudi 1), Yopa Eka Pawatya 2) 1,2) Pogam Studi Teknik Industi Juusan Teknik Elekto Fakultas Teknik Univesitas Tanjungpua. e-mail
PENGGUNAAN SENSOR DHT11 SEBAGAI INDIKATOR SUHU DAN KELEMBABAN PADA BABY INCUBATOR
PENGGUNAAN SENSOR DHT11 SEBAGAI INDIKATOR SUHU DAN KELEMBABAN PADA BABY INCUBATOR Lenty Mawani, Nico Demus Rive Fiman Hutabaat Juusan Teknik Elektomedik, Univesitas Sai mutiaa Indonesia Fakultas Sain Teknologi
*ANALISIS KORELASI* { }
*ANALISIS KORELASI* Kegunaan analisis koelasi atau uji Peason Poduct Moment adalah untuk mencai hubungan vaiable bebas (X) dengan vaiable teikat (Y) dan data bebentuk inteval dan atio. Rumus yang dikemukakan
IV. METODE PENELITIAN. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif
50 IV. METODE PENELITIAN 4.1. Metode Dasa Metode dasa yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskiptif analisis, yang betujuan melukiskan secaa tepat sifat-sifat suatu individu, keadaan, gejala
PENERAPAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW) DALAM MENENTUKAN PENDIRIAN LOKASI GRAMEDIA DI SUMATERA UTARA
Semina Nasional Teknologi Infomasi dan Multimedia 0 STMIK AMIKOM Yogyakata, 6-8 Febuai 0 ISSN : 0-80 PENERAPAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW) DALAM MENENTUKAN PENDIRIAN LOKASI GRAMEDIA DI SUMATERA
S T A T I S T I K A OLEH : WIJAYA
S T A T I S T I K A OLEH : WIJAYA email : [email protected] FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG JATI CIREBON 009 ANALISIS KORELASI 1. Koefisien Koelasi Peason Koefisien Koelasi Moment
Gerak Melingkar. B a b 4. A. Kecepatan Linear dan Kecepatan Anguler B. Percepatan Sentripetal C. Gerak Melingkar Beraturan
B a b 4 Geak Melingka Sumbe: www.ealcoastes.com Pada bab ini, Anda akan diajak untuk dapat meneapkan konsep dan pinsip kinematika dan dinamika benda titik dengan caa menganalisis besaan Fisika pada geak
Team project 2017 Dony Pratidana S. Hum Bima Agus Setyawan S. IIP
Hak cipta dan penggunaan kembali: Lisensi ini mengizinkan setiap oang untuk menggubah, mempebaiki, dan membuat ciptaan tuunan bukan untuk kepentingan komesial, selama anda mencantumkan nama penulis dan
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah : SMA Mata Pelajaan : Matematika Kelas/Semeste :X/ Matei pokok : Identitas Tigonometi Alokasi Waktu : JP ( @ 45 menit ) A. Kompetensi Inti Kompetensi Sikap
BAB III REGERSI COX PROPORTIONAL HAZARD. hidup salahsatunyaadalah Regresi Proportional Hazard. Analisis
13 BAB III REGERSI COX PROPORTIONAL HAZARD 3.1 Pendahuluan Analisisegesi yang seingkali digunakan dalam menganalisis data uji hidup salahsatunyaadalah Regesi Popotional Hazad. Analisis egesiinimengasumsikanbahwaasio
ANALISIS SEKTOR BASIS DAN NON BASIS DI PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM
ANALISIS SEKTOR BASIS DAN NON BASIS DI PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM AZHAR, SYARIFAH LIES FUAIDAH DAN M. NASIR ABDUSSAMAD Juusan Sosial Ekonomi Petanian, Fakultas Petanian Univesitas Syiah Kuala -
PERKIRAAN WAKTU PELAKSANAAN PROYEK PENINGKATAN JARINGAN DAERAH RAWA BERDASARKAN PERKIRAAN BIAYA DAN LUAS AREAL LAYANAN IRIGASI
Junal Teknik Sipil ISSN 30-053 Pogam Pascasajana Univesitas Syiah Kuala Pages pp. 4-35 PERKIRAAN WAKTU PELAKSANAAN PROYEK PENINGKATAN JARINGAN DAERAH RAWA BERDASARKAN PERKIRAAN BIAYA DAN LUAS AREAL LAYANAN
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis mengenai pengaruh service
BAB III OBJEK DAN METODE ENELITIAN 3.1 Objek enelitian enelitian ini dilakukan untuk menganalisis mengenai pengauh sevice convenience dalam bentuk Dive Thu ATM tehadap loyalitas pelanggan. Sedangkan objek
