BAB 4 PENGUMPULAN, PENGOLAHAN DAN ANALISIS DATA
|
|
|
- Sudirman Sugiarto
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB 4 PENGUMPULAN, PENGOLAHAN DAN ANALISIS DATA 4.1 Pengumpulan Data Pada tahap pengumpulan data digunakan analisa manajemen strategi sebagai studi awal strategi yang harus dilakukan oleh organisasi atau perusahaan dan analisa 4M + 1E sebagai tahap awal penentuan faktor penyebab masalah dari strategi yang diambil tersebut. Kerangka analisa manajemen strategi yang dilakukan meliputi : Matriks EFAS dan IFAS Untuk menentukan faktor-faktor yang menjadi acuan penentuan analisa manajeman strategi, dibawah ini telah dikumpulkan beberapa faktor eksternal dan internal di seksi Die Design yang terangkum dalam matriks EFAS dan IFAS berikut : Tabel 4.1 Matriks EFAS
2 32 Tabel 4.2 Matriks IFAS Kumpulan faktor-faktor tersebut diatas disusun oleh penulis berdasarkan analisa internal dan eksternal dengan melihat situasi yang terjadi saat ini, analisa tersebut dilakukan bersama-sama dengan pimpinan kerja yang terkait di seksi die design ataupun berdasarkan pengalaman kerja yang dialami oleh penulis sendiri. Jumlah faktor yang dianalisa hanya dibatasi sebanyak 5 faktor untuk tiap kelompok, yang dianggap merupakan faktor-faktor yang dominan yang terjadi di tempat tersebut. Untuk melihat faktor lainnya yang tidak termasuk dalam kelompok diatas dapat dilihat pada lampiran Matriks SWOT Berdasarkan matriks EFAS dan IFAS tadi, faktor-faktor strategi tersebut akan diolah dalam bentuk matriks SWOT untuk merumuskan strategi yang nanti dipakai oleh organisasi, dalam hal ini adalah seksi die design, dalam rangka menghasilkan produk yang baik dari segala aspek yang menjadi pertimbangan, yaitu menyangkut Safety, Quality, Cost, Delivery, Moral, Productivity and Environment (SQCDMPE).
3 33 Tabel 4.3 Matriks SWOT EFAS IFAS OPPORTUNITIES ( O ) 1. Kontinuitas order 2. Branch design program 3. Minor & mayor change model 4. ICT ( Intra Company Transfer ) program 5. Domestic supplier component THREATS ( T ) 1. Meningkatnya persaingan 2. Krisis ekonomi global 3. Security data 4. Keadaan politik yang tidak stabil 5. Restrukturisasi organisasi STRENGTHS ( S ) 1. Teknologi tinggi pendesainan 2. Lingkungan kerja yang baik 3. SDM yang handal 4. Orientasi produk yang global 5. Budaya Kaizen ( Continuous Improvement ) STRATEGI - SO Pengembangan pasar dengan mempromosikan hasil produk desain yang berkualitas secara global STRATEGI - ST Meningkatkan budaya dan lingkungan kerja yang baik WEAKNESSES ( W ) 1. Manajemen data design yang lemah 2. Prosedur design yang bervariasi 3. Standarisasi yang tidak lengkap 4. Budget investment yang sedikit 5. Project preparation yang lemah STRATEGI - WO Meningkatkan productivity dengan menghasilkan lead time proses perancangan dies yang cepat STRATEGI - WT Penerapan CRP ( Cost Reduction Program ) dalam proses perancangan dies Dari matriks SWOT diatas dapat terlihat 4 tipe strategi yang memungkinkan dilakukan di seksi die design dalam rangka penentuan prioritas untuk pengembangan seksi tersebut, yaitu : 1. Strategi SO (Strength - Opportunity) : Pengembangan pasar dengan mempromosikan hasil produk desain yang berkualitas tinggi. 2. Strategi WO (Weakness - Opportunity) : Meningkatkan productivity dengan menghasilkan lead time proses perancangan dies yang cepat. 3. Strategi ST (Strength - Threat) : Meningkatkan budaya dan lingkungan kerja yang baik. 4. Strategi WT (Weakness - Threat) : Penerapan CRP (Cost Reduction Program) dalam proses perancangan dies.
4 Matriks QSPM Pada tahap penentuan strategi yang merupakan tahapan awal perumusan masalah, akan digabungkan tahapan analisa 1 (Matriks EFAS dan IFAS) dengan tahapan analisa 2 (Matriks SWOT), sehingga didapatkan strategi terbaik yang harus dilakukan untuk bisa menunjang keberhasilan organisasi. Penggabungan tahapan analisa untuk penentuan strategi akan terlihat pada matriks QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix). Pada tahapan ini akan ditambahkan nilai daya tarik (AS) untuk masing-masing faktor kunci dengan melihat seberapa pengaruhnya terhadap strategi yang telah ditentukan. Tabel 4.4 Matriks QSPM Pengembangan pa- Meningkatkan Meningkatkan buda- Penerapan CRP sar dengan mempro- Productivity dengan ya dan lingkungan ( Cost Reduction mosikan produk de- menghasilkan lead kerja yang baik Program dalam prosain yg berkualitas time proses peran- ses perancangan secara global cangan yg cepat dies NO FAKTOR-FAKTOR KUNCI BOBOT AS TAS AS TAS AS TAS AS TAS PELUANG 1 Kontinuitas order Branch design program Minor & mayor change model ICT ( Intra Company Transfer ) program 5 Domestic supplier component ANCAMAN 1 Meningkatnya persaingan Krisis ekonomi global Security data Keadaan politik yg tdk stabil Restrukturisasi organisasi JUMLAH 1.00 KEKUATAN 1 Teknologi tinggi pendesainan Lingkungan kerja yang baik SDM yang handal Orientasi produk yang global Budaya Kaizen ( Continuous Improvement ) KELEMAHAN 1 Manajemen data dsg yg lemah Prosedur design yg bervariasi Standarisasi yang tdk lengkap Budget investment yg sedikit Project preparation yg lemah JUMLAH 1.00 JUMLAH TOTAL NILAI DAYA TARIK
5 35 Dengan melihat matriks QSPM maka dapat terlihat bahwa nilai daya tarik yang paling tinggi adalah untuk strategi-wo ( Weakness Opportunity ) yaitu peningkatan productivity dengan menghasilkan lead time proses perancangan dies yang cepat. Selanjutnya untuk mencapai peningkatan productivity dengan lead time proses perancangan yang cepat, maka diperlukan analisa lanjutan yaitu dengan melihat aktual data lead time proses perancangan yang terjadi. Berdasarkan data lead time proses perancangan pada project 913L Dyna pada tahun 2008 dapat terlihat bahwa penyimpangan lead time proses perancangan yang terjadi cukup signifikan, sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa proses perancangan di seksi desain mengalami masalah dalam hal lead time GRAFIK PENYIMPANGAN LEAD TIME 913L - DYNA PROJECT planning actual DAY DA 01A DA 01B DA 01C DA 02A DA 02C DA 02B DA 03/04A DA 03/04B DA 03/04C DA 05 KANBAN Grafik 4.1 Grafik Balok Lead time project 913L-Dyna Sumbu X menunjukkan penomoran suatu proyek perancangan dies (kanban), sedangkan sumbu Y menunjukkan satuan lead time yaitu hari. Balok yang diarsir merupakan rencana lead time yang ditetapkan oleh perusahaan, sedangkan balok yang tidak diarsir merupakan pencapaian aktual lead time yang terjadi.
6 36 GRAFIK LEAD TIME 913L-PROJECT DAY PENYIMPANGAN LEAD TIME DA 01A DA 01B DA 01C DA 02A DA 02C DA 02B DA 03/04A DA 03/04B DA 03/04C DA 05 KANBAN PLANNING ACTUAL Grafik 4.2 Grafik Garis Lead time project 913L-Dyna Sumber data pencapaian lead time diperoleh dari laporan pencatatan jam kerja desain di seksi die design, PT. TMMIN Analisa 4M + 1E Menurut hasil survey dan Genba (pengamatan langsung) yang telah dilakukan terhadap anggota desain serta pimpinan kerja terkait, dapat diketahui bahwa tingginya lead time proses perancangan dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Dengan menggunakan analisa 4M + 1E dapat disimpulkan faktor-faktor tersebut adalah : Tabel 4.5 Tabel 4M + 1E MAN MATHODE MACHINE MATERIAL ENVIRONMENT CONTROL POINT CONTROL POINT CONTROL POINT CONTROL POINT CONTROL POINT Mempunyai kemam- Mempunyai metode Mempunyai fasilitas Mempunyai data Mempunyai lingkupuan sesuai dengan kerja yang bagus da- yang baik untuk tehnikal yang baik ngan kerja yang nyalevel standar seorang lam hal pendesainan mendukung proses untuk digunakan sa- man utk menunjang designer pendesainan at proses pendesinan proses pendesinan Х ACTUAL ACTUAL ACTUAL ACTUAL ACTUAL Control point merupakan acuan standar dari faktor-faktor yang dianalisa. Simbol X menunjukkan bahwa aktual yang terjadi tidak sesuai dengan standar. Sedangkan simbol O menunjukkan bahwa aktual yang terjadi sudah sesuai dengan standar yang ditetapkan. Х Х Х О
7 37 Secara lebih detail faktor-faktor yang menyimpang dari analisa tadi dapat diuraikan sebagai berikut : 1. Faktor Manusia Kemampuan analisa design kurang, sehingga repair desain tinggi. Pengetahuan tentang global design standard kurang. 2. Faktor Metode Urutan kerja perancangan masih bervariasi antar desainer. Perancangan konstruksi dan komponen yang sudah standar dibuat berulang. Lama dalam menetukan standar komponen yang akan dipakai. 3. Faktor Mesin Mesin plotter untuk output drawing hanya ada satu, sehingga pengecekan visual konstruksi 2D lama. Penggunaan software design yang heterogen, sehingga memerlukan waktu untuk konversi data. Waktu untuk pencarian katalog design dan proses perhitungan desain lama. 4. Faktor Material Waktu tunggu untuk teknikal data lama. Perubahan informasi teknikal data sering berulang-ulang. 5. Faktor Lingkungan Untuk faktor lingkungan ( environment ) dirasa sudah cukup menunjang untuk proses kerja perancangan, sehingga tidak menimbulkan masalah pada proses kerja desain.
8 Pengolahan Data Fish Bone Data Fish bone diagram atau diagram tulang ikan merupakan diagram yang menunjukkan hubungan sebab akibat untuk mencari akar dari suatu pokok permasalahan yang ditinjau dari berbagai faktor yang ada. Dari hasil pengumpulan data diatas kemudian data diolah untuk mencari akar penyebab permasalahan yang ditinjau dari beberapa faktor yaitu faktor manusia (Man), faktor metode (Method), faktor mesin (Machine) dan faktor material (Material), sebagaimana terlihat pada diagram berikut ini : Pencarian katalog & perhitungan desain lama Buku katalog dan proses perhitungan masih manual Waktu tunggu teknikal data lama Teknikal data sering berubah-ubah Teknikal data tidak lengkap Tidak ada pengecekan teknikal data MESIN MATERIAL Pengecekan drawing lewat hard paper lama Proses pengecekan masih manual lewat output data plotter Desain konstrusi & komponen berulang Belum ada data base / library standar konstruksi & komponen METODE MANUSIA Repair data hasil konversi lama Software desain utk 1 no. kbn heterogen Data konversi yg dihasilkan tdk bagus Defect design tinggi Repair desain tinggi Tidak ada review flow design yg baku Standar komponen bervariasi Hasil desain diluar standar Proses pengecekan tidak maksimal Tidak ada review secara periodik Penentuan standar komponen lama Pengetahuan globa l design kurang LEAD TIME PROSES PERANCANGAN DIES TINGGI Flow design tidak sama Diagram 4.1 Diagram Tulang Ikan untuk Lead Time Problem
9 39 Pengujian analisa sebab akibat dari fish bone diagram harus bisa dilakukan secara bolak-balik, dari masalah awal sampai akar masalah dan juga sebaliknya. Pengujian untuk seluruh permasalahan yang dianalisa menggunakan fish bone diagram dapat dilakukan sebagai berikut : MANUSIA Masalah ke-1 dari faktor manusia : Lead time proses perancangan dies tinggi Defect design tinggi Repair desain tinggi Hasil desain diluar standar Proses pengecekan tidak maksimal LEAD TIME PROSES PERANCANGAN DIES TINGGI disebabkan oleh repair desain yang tinggi. Kenapa? karena deffect design tinggi, Kenapa? karena hasil desain diluar standar, Kenapa? karena proses pengecekan tidak maksimal. Diagram 4.2 Fish Bone Problem-1 MANUSIA Masalah ke-2 dari faktor manusia : Lead time proses perancangan dies tinggi Pengetahuan globa l design kurang Tidak ada review secara periodik LEAD TIME PROSES PERANCANGAN DIES TINGGI disebabkan oleh pengetahuan global design kurang. Kenapa? karena tidak ada review secara periodik. Diagram 4.3 Fish Bone Problem-2
10 40 LEAD TIME PROSES PERANCANGAN DIES TINGGI Masalah ke-3 dari faktor metode : Lead time proses perancangan dies tinggi METODE Tidak ada review flow design yg baku Flow design tidak sama disebabkan oleh flow design yang tidak sama. Kenapa? karena tidak ada review flow design yang baku. Diagram 4.4 Fish Bone Problem-3 METODE Standar komponen bervariasi Penentuan standar komponen lama LEAD TIME PROSES PERANCANGAN DIES TINGGI Masalah ke-4 dari faktor metode : Lead time proses perancangan dies tinggi disebabkan oleh penentuan standar komponen yang lama. Kenapa? karena standar komponen yang bervariasi. Diagram 4.5 Fish Bone Problem-4 LEAD TIME PROSES PERANCANGAN DIES TINGGI Masalah ke-5 dari faktor metode : Lead time proses perancangan dies tinggi Desain konstrusi & komponen berulang Belum ada data base / library standar konstruksi & komponen METODE disebabkan oleh desain konstruksi & komponen yang lama. Kenapa? karena belum ada data base / library standar konstruksi dan komponen. Diagram 4.6 Fish Bone Problem-5
11 41 MESIN Masalah ke-6 dari faktor mesin : Lead time proses perancangan dies tinggi Pengecekan drawing lewat hard paper lama Proses pengecekan masih manual lewat output data plotter LEAD TIME PROSES PERANCANGAN DIES TINGGI disebabkan oleh pengecekan drawing lewat hard paper yang masih lama. Kenapa? karena proses pengecekan masih manual lewat output data plotter. Diagram 4.7 Fish Bone Problem-6 Masalah ke-7 dari faktor mesin : Lead time proses perancangan dies tinggi MESIN disebabkan oleh repair data hasil konversi yang Repair data hasil konversi lama Software desain utk 1 no. kbn heterogen Data konversi yg dihasilkan tdk bagus LEAD TIME PROSES PERANCANGAN DIES TINGGI lama. Kenapa? karena data konversi yang dihasilkan tidak bagus. Kenapa? Karena software desain untuk satu nomor kanban dibuat heterogen atau tidak sama (proses desain tandem). Diagram 4.8 Fish Bone Problem-7
12 42 Pencarian katalog & perhitungan desain lama MESIN Buku katalog dan proses perhitungan masih manual LEAD TIME PROSES PERANCANGAN DIES TINGGI Diagram 4.9 Fish Bone Problem-8 Waktu tunggu teknikal data lama Teknikal data tidak lengkap MATERIAL LEAD TIME PROSES PERANCANGAN DIES TINGGI Masalah ke-8 dari faktor mesin : Lead time proses perancangan dies tinggi disebabkan oleh pencarian katalog dan perhitungan desain yang lama. Kenapa? karena buku katalog dan proses perhitungan desain masih manual. Masalah ke-9 dari faktor material : Lead time proses perancangan dies tinggi disebabkan oleh waktu tunggu untuk teknikal data yang lama. Kenapa? karena teknikal data untuk proses perancangan dies tidak lengkap. Diagram 4.10 Fish Bone Problem-9 Teknikal data sering berubah-ubah Tidak ada pengecekan teknikal data MATERIAL LEAD TIME PROSES PERANCANGAN DIES TINGGI Masalah ke-10 dari faktor material : Lead time proses perancangan dies tinggi disebabkan oleh teknikal data yang sering berubah-ubah. Kenapa? karena tidak ada pengecekan terhadap teknikal data sebagai pendukung proses perancangan dies. Diagram 4.11 Fish Bone Problem-10
13 Analisis Data Analisa 5W + 1H Dari masing-masing akar permasalahan yang ada kemudian dilakukan pemecahan masalah dengan metode analisa 5W + 1H sebagai berikut : 1. Proses pengecekan tidak maksimal Frekuensi repair desain yang tinggi yang berakibat tingginya lead time perancangan salah satunya disebabkan oleh proses pengecekan produk desain yang tidak maksimal. Pengecekan dapat dilakukan dengan efektif jika pada saat proses perancangan dilakukan dengan prinsip build in quality, artinya setiap desainer mempunyai kesadaran yang tinggi terhadap kualitas produk yang dihasilkannya. Perbaikan yang dilakukan adalah dengan cara meningkatkan frekuensi pengecekan saat proses desain yang dimasukkan kedalam alur perancangan, serta perbaikan check sheet perancangan dengan penambahan visualisasi standar untuk memperjelas dan memudahkan bagi desainer. Penangulangan ini dilakukan di seksi die design pada bulan Januari 2009 s/d Februari 2009 oleh tim perumus format check sheet dan alur desain. Detail aktifitas terlihat pada tabel analisa 5W+1H dan flow PDCA yang dilakukan dibawah ini : Tabel 4.6 Tabel 5W+1H Problem 1 What Why How Where When Who Perbaikan check Untuk mengurangi Dengan melakukan - di seksi Jan '09 Tim sheet & alur penge- kesalahan (defect) Flow PDCA 1 Desain s/d Desain cekan saat desain pendesainan Feb '09
14 44 FLOW PDCA 1 Proses pengecekan desain tidak maksimal Meeting koordinasi dgn leader design ttg check sheet & alur pengecekan Membuat check sheet dan metode alur pengecekan desain Penerapan check sheet dan metode alur pengecekan desain Evaluasi hasil check sheet & metode pengechekan TIDAK Sosialisasi check sheet & metode pengecekan Gambar 4.1 Flow PDCA 1 Penulis dalam hal ini ikut merumuskan format check sheet dan sebagai penyusun alur pengecekan desain yang tertuang pada flow die design. Contoh format check sheet desain dapat dilihat pada lampiran 4.1, sedangkan alur pengecekan terlihat pada flow die design di lampiran Tidak ada review pengetahuan global design secara periodik Global design standard merupakan standar perancangan dan manufaktur dies yang dibuat untuk dijadikan acuan pada saat pembuatan dies serta dipakai oleh grup Toyota yang ada di tiap negara, termasuk PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia. Jika pengetahuan desainer terhadap global design standard kurang, maka akan sering terjadi kesalahan saat proses perancangan, yang menyebabkan lead time YA
15 45 perancangan menjadi tinggi. Untuk itu salah satu penanggulangan yang dilakukan adalah review atau training tentang global design standard secara periodik untuk seluruh anggota desain. Yang dimaksud dengan periodik adalah proses yang dilakukan secara terjadual dan berkesinambungan, hal ini dilakukan karena setiap saat akan selalu ada perubahan (up-date) terhadap global design standard yang disesuaikan dengan perkembangan yang terjadi. Pelaksanaan training ini dilakukan di seksi die design pada bulan Januari 2009 s/d Februari 2009 dan diikuti oleh seluruh anggota die desain. Detail aktifitas dapat dilihat pada tabel analisa 5W+1H dan flow PDCA yang dilakukan dibawah ini : Tabel 4.7 Tabel 5W+1H Problem 2 What Why How Where When Who Review pengetahuan Meningkatkan pe- Dengan melakukan - di seksi Jan '09 semua global dsg standard ngetahuan tentang Flow PDCA 2 Desain s/d anggota secara periodik global dsg standard Feb '09 Desain FLOW PDCA 2 Tidak ada review Global Dsg Standard secara periodik Setting schedule dan data peserta review / training Pelaksanaan review tentang Global Design Standard Evaluasi hasil review Global Design Standard TIDAK YA Implementasi pada pekerjaan desain Gambar 4.2 Flow PDCA 2
16 46 Pada review atau training tersebut, penulis berperan sebagai trainer dan peserta training adalah seluruh anggota desain. Untuk visual global design standard dapat dilihat pada lampiran Tidak ada review flow design yang baku Alur proses perancangan ( flow design ) di seksi die design belum dibakukan, hal ini terjadi karena penggunaan software perancangan yang berbeda-beda sehingga tiap unit software mempunyai alur perancangan sendiri-sendiri. Alur proses perancangan harus dikaji ulang dan dibakukan, untuk menghindari ketidakseragaman langkah dalam hal perancangan. Di seksi die design penggunaan software untuk proses perancangan tidak sama, tetapi tipe out put data yang nanti dipakai oleh proses berikutnya sama, sehingga alur kerja desain harus dibuat sama untuk pencapaian target lead time yang telah ditentukan dengan mempertimbangkan kemampuan software dan sumber daya yang lain. Pembuatan alur proses pendesaian yang baru ini dilakukan di seksi die design pada bulan Januari 2009 s/d Februari 2009 dan dilakukan oleh penulis sendiri. Detail aktifitas dapat dilihat pada tabel analisa 5W+1H dan flow PDCA yang dilakukan dibawah ini : Tabel 4.8 Tabel 5W+1H Problem 3 What Why How Where When Who Dibuatkan metode Agar urutan proses Dengan melakukan - di seksi Jan '09 Mamat pendesainan yg baku pendesainan bisa Flow PDCA 3 Desain s/d seragam Mar '09
17 47 FLOW PDCA 3 Tidak dilakukan review alur pendesainan (flow design) yang baku Analisa alur pendesainan yang ada Menyusun alur pendesainan yang baku Uji coba penerapan alur pendesainan yang baru Evaluasi hasil penerapan alur pendesainan TIDAK YA Sosialisasi dan implementasi alur pendesainan yang baru Gambar 4.3 Flow PDCA 3 Alur proses perancangan yang baru dapat dilihat pada lampiran Standar komponen bervariasi Pemilihan komponen dies pada saat proses perancangan memerlukan analisa yang tepat sehingga komponen yang akan digunakan tersebut tepat guna dan bisa berfungsi dengan baik. Komponen tersebut diperoleh dari bermacam-macam supplier, namun dengan analisa yang dilakukan menyangkut fungsi, kualitas dan harga, maka komponen yang bervariasi tersebut bisa diklasifikasikan dan dibuatkan suatu standar yang disebut DSP atau Dies Standard Part. Dengan adanya DSP ini maka pemilihan komponen dies pada waktu proses desain bisa lebih cepat. Referensi dalam hal pemilihan standar komponen untuk di grup Toyota sendiri adalah melalui suatu standar yang di sebut Stamping Manufacturing Standar
18 48 atau disingkat SMS. SMS ini merupakan standar yang dijadikan panduan dalam hal proses manufacturing dies. Penangulangan untuk pembuatan Dies Standard Part ini dilakukan di seksi die design pada bulan Februari 2009 s/d Maret 2009 oleh tim desain. Detail aktifitas dapat dilihat pada tabel analisa 5W+1H dan flow PDCA yang dilakukan dibawah ini : Tabel 4.9 Tabel 5W+1H Problem 4 What Why How Where When Who Dibuatkan standar - Untuk mempercepat Dengan melakukan - di seksi Feb '09 Tim DSP (Dies Standard proses penentuan Flow PDCA 4 Desain s/d Desain Part ) komponen yg dipakai Mar '09 FLOW PDCA 4 Standar komponen untuk dies masih bervariasi Pendataan standar komponen Analisa data standar komponen Pembuatan DSP (Dies Standard Part) Penerapan DSP (Dies Standard Part) Evaluasi pemakaian DSP TIDAK YA Sosialisasi pemakaian standar DSP Gambar 4.4 Flow PDCA 4 Untuk penanggulangan ini penulis termasuk dalam tim yang menyusun DSP tersebut. Contoh format DSP dapat dilihat pada lampiran 4.4.
19 49 5. Belum ada database ( library ) standar konstruksi dan komponen Dalam setiap proses perancangan dies, konstruksi yang dibuat maupun komponen yang dipilih mempunyai karakteristik yang sama, karena dies yang dibuat untuk proses stamping press body maupun frame sebuah mobil mempunyai dasar konstruksi yang sama. Pada kenyataannya seringkali untuk setiap proyek pekerjaan, desainer harus selalu mendesain konstruksi dies dan membuat komponen untuk dies tersebut dari awal, sehingga diperlukan waktu yang cukup lama untuk membuatnya. Dari masalah tersebut maka diperlukan suatu database atau library konstruksi dan komponen dies untuk mempercepat proses perancangan. Library tersebut dibuat di masing-masing software design yang ada, dan harus selalu dilakukan maintenance data jika terjadi perubahan terhadap konstruksi atau komponen yang digunakan. Penangulangan masalah ini dilakukan di seksi die design pada bulan Januari 2009 s/d Maret 2009 oleh PIC dari tiap software design yang ada, yaitu : 1) Catia PIC : Mamat 2) Togo PIC : Gunadi 3) Pro-E PIC : Iman 4) Inventor PIC : Firman Detail aktifitas dapat dilihat pada tabel analisa 5W+1H dan flow PDCA yang dilakukan dibawah ini : Tabel 4.10 Tabel 5W+1H Problem 5 What Why How Where When Who Dibuatkan library Untuk mempercepat Dengan melakukan - di seksi Jan '05 PIC konstruksi & kompo- proses pendesainan Flow PDCA 5 Desain s/d software nen standar konstruksi Mar '05 desain
20 50 FLOW PDCA 5 Belum ada library konstruksi & komponen standar Analisa konstruksi dan komponen standar Pembuatan library konstruksi & komponen standar Penerapan library konstruksi & komponen standar Evaluasi hasil penerapan library TIDAK YA Sosialisasi library konstruksi dan komponen Gambar 4.5 Flow PDCA 5 Contoh data library konstruksi dan komponen dapat dilihat pada lampiran Proses pengecekan desain masih manual lewat output data plotter Proses pengecekan konstruksi dilakukan secara manual setelah output 2D drawing diplotter, sehingga mengakibatkan waktu proses pengecekan lama karena ketersediaan mesin plotter yang ada hanya 1 unit. Untuk mengatasi masalah ini, maka standar urutan kerja (SUK) untuk proses pengecekan harus diubah, yaitu pengecekan dilakukan secara paralel oleh leader design tanpa harus menunggu desain selesai melalui data 3D dengan menggunakan software viewer (Fox-Viewer) maupun di software desain itu sendiri. Dengan cara tersebut maka total lead time perancangan dapat dikurangi, sekaligus juga sebagai penerapan dari sistem Built in Quality sebagai cara untuk
21 51 mendeteksi masalah dari awal saat proses berlangsung tanpa harus menunggu proses perancangan selesai. Jika masalah cepat ditemukan maka proses perbaikan pun dapat segera dilakukan. Pembuatan SUK pengecekan dengan data 3D Fox-Viewer dilakukan di seksi die design pada bulan Februari 2009 s/d Maret 2009 oleh seluruh tim desain. Detail aktifitas dapat dilihat pada tabel analisa 5W+1H dan flow PDCA yang dilakukan dibawah ini : Tabel 4.11 Tabel 5W+1H Problem 6 What Why How Where When Who Membuat metode Untuk mempercepat Dengan melakukan - di seksi Feb '09 Tim pengecekan lewat proses pengecekan Flow PDCA 6 Desain s/d Desain data 3D di komputer pendesainan Mar '09 FLOW PDCA 6 Proses pengecekan desain masih manual lewat output data plotter Mendata software yang digunakan untuk proses pendesainan Analisa fasilitas dan kemampuan software yang ada Pembuatan SUK untuk pengecekan konstruksi 3D di software Fox-Viewer Evaluasi SUK baru untuk proses pengecekan TIDAK YA Sosialisasi SUK proses pengecekan untuk data 3D konstruksi Gambar 4.6 Flow PDCA 6
22 52 Penulis termasuk dalam tim yang menyusun SUK pengecekan data 3D. Contoh visual pengecekan data di Fox-Viewer dapat dilihat pada lampiran Software perancangan untuk satu nomor kanban dibuat heterogen Kanban adalah suatu sistem penandaan / penomoran dalam suatu proyek proses manufaktur dies. Satu nomor kanban adalah untuk satu set dies. Di seksi die design jenis software perancangan yang tersedia bermacam-macam, yaitu : Mechanical Desktop, Autodesk Inventor, Pro-E, Togo dan Catia. Out put data yang akan dipakai oleh proses berikutnya di seksi yang lain adalah berupa data drawing 2D dan data solid konstruksi 3D. Untuk data solid 3D output data yang dihasilkan adalah berupa data Togo, sehingga diperlukan konversi data untuk software selain Togo. Namun demikian hal ini sudah menjadi bagian dari alur proses perancangan yang harus dilakukan. Masalah sebenarnya yang terjadi adalah jika proses perancangan untuk satu nomor kanban dalam suatu proyek dilakukan secara tandem menggunakan software yang berbeda-beda ( heterogen ), maka proses konversi yang dilakukan akan sering terjadi, perbaikan akibat data konversi yang tidak bagus juga akan sering terjadi. Untuk itu penanggulangan yang dilakukan adalah dengan membuat metode scheduling yang tepat dalam hal pembagian loading pekerjaan di tiap software, agar dalam satu nomor kanban bisa dikerjakan menggunakan software yang sejenis. Pembuatan design scheduling ini dilakukan di seksi die design pada bulan Januari 2009 s/d Februari 2009 oleh tim desain beserta section head yang melakukan proses scheduling perancangan dan menentukan loading pekerjaan terhadap seluruh
23 53 anggota die desain. Detail aktifitas dapat dilihat pada tabel analisa 5W+1H dan flow PDCA yang dilakukan dibawah ini : Tabel 4.12 Tabel 5W+1H Problem 7 What Why How Where When Who Menyusun format Untuk menekan man Dengan melakukan - di seksi Jan '09 SH & schedule loading hour deffect repair Flow PDCA 7 Desain s/d Tim pekerjaan di tiap S/W konversi data Feb '09 Desain FLOW PDCA 7 Software pendesainan untuk satu kanban dibuat heterogen Mendata software yang digunakan untuk proses pendesainan Analisa fasilitas dan kemampuan software yang ada Penentuan klasifikasi loading pekerjaan dengan format design scheduling Penerapan format design scheduling sesuai software desain Evaluasi penerapan format design scheduling untuk loading desain TIDAK YA Sosialisasi penerapan format design scheduling Gambar 4.7 Flow PDCA 7 Untuk penanggulangan masalah ini, penulis ikut terlibat menyusun format design scheduling yang digunakan pada saat penentuan loading pekerjaan desain di awal proyek. Contoh format design scheduling dapat dilihat pada lampiran 4.7.
24 54 8. Buku katalog dan proses perhitungan masih manual Pada saat proses perancangan diperlukan waktu yang cepat untuk menentukan komponen di katalog, namun saat ini katalog yang tersedia masih berupa data hard file berbentuk buku, sehingga pencarian komponen di katalog dirasa tidak efektif dan lama. Selain itu proses perhitungan yang dilakukan untuk menentukan press power dan pad power yang diperlukan untuk perancangan dies juga masih manual, sehingga kemungkinan terjadi salah perhitungan. Penanggulangan yang dilakukan adalah dengan cara mengumpulkan dan menyusun semua katalog komponen dalam bentuk soft data dan ditempatkan dalam server tertentu yang bisa diakses oleh seluruh anggota desain, soft data katalog tersebut diperoleh dari suplier komponen yang biasa digunakan saat perancangan. Kemudian selain itu juga dibuatkan program untuk perhitungan perancangan. Aktifitas ini dilakukan di seksi die design pada bulan Januari 2009 s/d Maret Penyusunan soft data katalog komponen dilakukan oleh penulis sendiri, sedangkan pembuatan program perhitungan perancangan dilakukan oleh PIC yang telah ditunjuk. Detail aktifitas dapat dilihat pada tabel analisa 5W+1H dan flow PDCA yang dilakukan dibawah ini : Tabel 4.13 Tabel 5W+1H Problem 8 What Why How Where When Who Disusun soft data Untuk mempercepat Dengan melakukan - di seksi Jan '09 Mamat katalog & program pencarian komponen Flow PDCA 8 Desain s/d & PIC perhitungan desain dan perhitungan dsg Mar '09 Desain
25 55 FLOW PDCA 8 Buku katalog komponen dan perhitungan proses pendesainan masih manual Mendata katalog dan proses perhitungan desain Analisa katalog & proses perhitungan yg digunakan saat pendesainan Penyusunan soft data katalog komponen & pembuatan program perhitungan design Penerapan penggunaan soft data katalog dan program perhitungan design Evaluasi penggunaan soft data katalog dan program perhitungan TIDAK YA Sosialisasi penggunaan soft data katalog dan program perhitungan Gambar 4.8 Flow PDCA 8 Contoh bentuk soft data katalog komponen dapat dilihat pada lampiran 4.8, sedangkan program perhitungan proses perancangan dapat dilihat pada lampiran Teknikal data tidak lengkap Jenis teknikal data yang diperlukan saat proses perancangan antara lain : Process Sheet, Part Drawing, Die Face Data, Hinpyo serta dokumen pendukung yang merupakan feed back dari proyek sebelumnya. Penyediaan teknikal data ini dilakukan oleh bagian Technical Project. Masalah yang timbul adalah ketika teknikal data tersebut di terima oleh seksi die design, ada beberapa dokumen yang tidak lengkap, akibatnya ada penundaan
26 56 waktu yang dilakukan saat perancangan untuk menunggu kelengkapan teknikal data tersebut. Penanggulangan yang dilakukan untuk permasalahan ini adalah dibuatkan metode aliran distribusi teknikal data melalui time chart system, dan harus disepakati oleh semua seksi yang terkait. Sistem ini tidak mengharuskan teknikal data harus lengkap sebelum proses perancangan, tetapi penyediaan teknikal data dan proses perancangan bisa dilakukan secara paralel, sehingga konsumsi waktu proses menjadi lebih efisien. Penanggulangan masalah ini dilakukan di seksi die design bekerja sama dengan seksi technical project pada bulan Januari 2009 s/d Februari Pembuatan konsep time chart system ini dilakukan oleh penulis sendiri bekerja sama dengan PIC dari seksi lain yaitu seksi technical project, untuk menentukan sistem pembagian waktu distribusi teknikal data. Detail aktifitas yang dilakukan dapat dilihat pada tabel analisa 5W+1H dan flow PDCA yang dilakukan dibawah ini : Tabel 4.14 Tabel 5W+1H Problem 9 What Why How Where When Who Dibuatkan metode Untuk menjamin Dengan melakukan - di seksi Jan '09 Mamat aliran teknikal data kelengkapan teknikal Flow PDCA 9 Desain s/d & PIC (time chart system) data pendesainan Mar '09 T/P
27 57 FLOW PDCA 9 Teknikal data untuk pendesainan tidak lengkap Analisa distribusi teknikal data Membuat sistem distribusi teknikal data berupa time chart system Penerapan format time chart system Evaluasi hasil penerapan time chart system TIDAK YA Sosialisasi penerapan metode distribusi teknikal data Gambar 4.9 Flow PDCA 9 Contoh format time chart system dapat dilihat pada lampiran Tidak ada pengecekan teknikal data Kesalahan isi dokumen teknikal data untuk perancangan sering terjadi. Jika kesalahan itu ditemukan diawal proses, maka hal itu tidak akan akan berpengaruh terlalu besar terhadap lead time perancangan. Tetapi jika ditemukan dipertengahan atau bahkan diakhir proses perancangan sehingga memerlukan perubahan konstruksi desain, maka hal itu akan sangat berpengaruh besar terhadap lead time perancangan. Untuk itu penanggulangan yang dilakukan untuk mengantisipasi hal tersebut adalah dilakukan aktifitas Kentokai ( pengecekan bersama ) dan dibuatkan check sheet untuk teknikal data yang diterima oleh die design.
28 58 Pembuatan check sheet teknikal data ini dilakukan di seksi die design pada bulan Januari 2009 s/d Maret 2009 oleh tim desain. Detail aktifitas dapat dilihat pada tabel analisa 5W+1H dan flow PDCA yang dilakukan dibawah ini : Tabel 4.15 Tabel 5W+1H Problem 10 What Why How Where When Who Dibuatkan aktifitas Untuk menghindari Dengan melakukan - di seksi Jan '09 All Kentokai dan check kesalahan teknikal Flow PDCA 10 Desain s/d Member sheet teknikal data data Mar '09 Desain FLOW PDCA 10 Tidak ada pengecekan terhadap teknikal data Analisa metode pengecekan yang efektif Merancang & menyusun check sheet untuk teknikal data Penerapan check sheet untuk teknikal data Evaluasi hasil penerapan check sheet teknikal data TIDAK Sosialisasi check sheet untuk teknikal data Gambar 4.10 Flow PDCA 10 Untuk penyusunan check sheet teknikal data ini penulis terlibat dalam tim yang merumuskan format check sheet tersebut, dan contoh format check sheet YA teknikal data dapat dilihat pada lampiran 4.10.
29 Evaluasi Hasil Pada tahapan evaluasi hasil dapat terlihat pada pencapaian lead time perancangan untuk proyek 800L/801L EFC tahun Disini terlihat pencapaian aktual lead time telah lebih cepat dibandingkan dengan rencana yang targetkan untuk semua nomor kanban proses. Hal ini tentunya berkat adanya perbaikan dibeberapa faktor yang telah dilakukan. Data pencapaian lead time ini diperoleh dari laporan pencatatan jam kerja desain untuk proyek EFC di seksi die design, PT. TMMIN. Tabel 4.16 Data Lead Time Die Design 800L/801L-Project NO KBN NO. PART NO. C.PNT PROCESS PROGRES CONTROL MAN HOUR MH M H / LEAD TIME ANNUAL JOBS DESIGN DESIGNER STATUS DELAY P A DELAY C POINT P A RUTIN TOTAL BY 1 IA L 1,60 Draw 1/3 C L O S E , ,5 216,5 INV Firman 2 IA L 1,60 Trim 2/3 C L O S E , PRO-E Tri W. 3 IA L 1,60 Trim Flange 3/3 C L O S E ,5 98,5 68, ,5 128 TOGO Gunadi 4 IA /801L 2,00 Draw 1/3 C L O S E ,5 19,5 120, ,5 PRO-E Ari 5 IA /801L 2,00 Trim 2/3 C L O S E , ,5 175,5 TOGO Roni 6 IA /801L 2,00 Trim Flange 3/3 C L O S E ,5 90,5 84, ,5 190 TOGO Jamil 7 IA /801L 1,60 Draw 1/3 C L O S E ,5 32,5 109, ,5 INV Rois 8 IA /801L 1,60 Trim 2/3 C L O S E , PRO-E Joko 9 IA /801L 1,60 Trim Flange 3/3 C L O S E , ,5 211,5 CATIA Dany 10 IA L 1,60 Draw 1/3 C L O S E , CATIA Mamat 11 IA L 1,60 Trim pierce 2/3 C L O S E , ,5 212,5 INV Nanang 12 IA L 1,60 Cam Flange 3/3 C L O S E , TOGO Roni Keterangan tabel : 1. Kanban number : Identitas nomor proyek proses manufaktur dies. 2. Part number : Nomor part yang diproses desain 3. C-Point : Satuan konstanta untuk proses manufaktur dies. 4. Process : Jenis proses yang dilakukan di dies yang dirancang. 5. Progress control : Status close jika proses perancangan telah selesai dilakukan dan delay menunjukan keterlambatan dalam satuan hari.
30 60 6. Man Hour : Jumlah waktu kerja yang dilakukan dalam satuan jam. P = Planning dan A = Actual. 7. Man Hour Delay : Menunjukkan penyimpangan waktu kerja dalam satuan jam. 8. MH / C-Point : Menunjukkan pembagian antara Man Hour aktual dengan C-Point. 9. Lead Time : Jumlah waktu kerja yang dilakukan dalam satuan hari. P = Planning dan A = Actual. 10. Annual Job : Klasifikasi pemilahan konsumsi waktu proses terhadap jenis aktifitas yang tidak terkait langsung dengan proses desain, dan memiliki satuan jam. Untuk contoh penentuan C-Point proses manufaktur dies dan penentuan lead time standar perancangan dies dapat dilihat di bab 2 halaman 22. Berikut adalah grafik yang menunjukkan kondisi pencapaian lead time antara rencana dengan aktual yang terjadi, sumbu X menunjukkan nomor kanban dan sumbu Y menunjukkan satuan pencapaian lead time, yaitu hari. GRAFIK LEAD TIME 800L/801L - PROJECT DAY PLANING ACTUAL IA 04 IA 05 IA 06 IA 07 IA 08 IA 09 IA 10 IA 11 IA 12 IA 13 IA 14 IA 15 KANBAN Grafik 4.3 Grafik Lead time project 800L/801L
31 61 Dari grafik lead time perancangan project 801L/800L - EFC tersebut dapat diketahui bahwa tidak terjadi lagi keterlambatan proses perancangan, sehingga pengiriman produk desain untuk next process dapat dilakukan tepat waktu sesuai dengan schedule yang telah ditetapkan. Dan pada akhirnya diharapkan secara total proses mamufaktur pembuatan dies di PT. TMMIN dapat berjalan dengan baik karena pencapaian lead time di awal proses yaitu proses perancangan telah berjalan sesuai dengan schedule dan kemudian diharapkan proses pengiriman produk dies kepada customer bisa tepat waktu (Delivery on Time) Standarisasi Dari semua penangulangan yang telah dilakukan, ada beberapa hal yang bisa dibuat standarisasi yaitu : 1. Standarisasi proses pengecekan desain. 2. Standarisasi alur proses perancangan. 3. Standarisasi konstruksi dan komponen desain 4. Standarisasi design scheduling 5. Standarisasi time chart system untuk teknikal data desain 6. Standarisasi proses pengecekan teknikal data desain. Tahapan selanjutnya adalah dilakukan kontrol berkala terhadap standarisasi yang telah dibuat, sebagai bagian dari evaluasi terhadap standar sehingga konsep perbaikan yang terus menerus untuk kemajuan organisasi ( seksi die design ) dapat terus ditumbuh kembangkan dan akan menjadi budaya kerja sehari hari.
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI Langkah awal yang perlu dilakukan untuk menjawab tantangan dan persaingan global di bidang industri manufaktur otomotif khususnya di seksi Die Design, adalah suatu analisa manajemen
ANALISIS MENURUNKAN WAKTU PROSES ( LEAD TIME ) PERANCANGAN DIES DI PT. TOYOTA MOTOR MANUFACTURING INDONESIA
ANALISIS MENURUNKAN WAKTU PROSES ( LEAD TIME ) PERANCANGAN DIES DI PT. TOYOTA MOTOR MANUFACTURING INDONESIA TUGAS AKHIR Oleh Mamat Rokhmat 0700734440 FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI JURUSAN TEKNIK INDUSTRI
BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH
BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH Studi Pendahuluan Observasi lapangan / analisa kondisi yang ada & Analisa Manajemen Strategi : (Analisa EFAS - IFAS, SWOT & QSPM) PERUMUSAN MASALAH Perumusan masalah
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI Persaingan global di bidang manufacturing otomotif yang sarat dengan tuntutan kualitas, lead time singkat dan on time delivery maka diperlukan perbaikan terus menerus dan rencana produksi
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN Berikut adalah metode yang digunakan dalam melakukan penelitian dan pengolahan data : Identifikasi Masalah Studi Pustaka Menentukan Tujuan 8 Langkah dan 7 Tools 1. Menentukan
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN Berikut adalah metode yang digunakan dalam melakukan penelitian dan pengolahan data : Gambar 3.1 : Diagram Alir Metodologi Penelitian 25 3.1 Observasi Lapangan dan Indentifikasi
BAB 1 PENDAHULUAN. maka dalam proses pembuatan produk tersebut harus ditinjau dari berbagai aspek,
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Untuk menghasilkan suatu produk yang bagus dan dapat diterima oleh pasar, maka dalam proses pembuatan produk tersebut harus ditinjau dari berbagai aspek, menyangkut
BAB 4 PENGUMPULAN DAN ANALISA DATA
BAB 4 PENGUMPULAN DAN ANALISA DATA 4.1 Menentukan Tema PT. Akebono Brake Astra Indonesia (PT. AAIJ) adalah perusahaan yang bergerak dibidang industri otomotif, produk yang diproduksi disini adalah brake
BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH
61 BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH 3.1. Model dan Teknik Penyelesaian Masalah Model pengatasan masalah reject dapat digambarkan sebagai berikut: STUDI PUSTAKA TUJUAN PENELITIAN OBSERVASI PERUSAHAAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
17 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Pengumpulan Data Penelitian ini terpusat di departemen produksi 2 tempat berlangsungnya proses polishing. Dalam departemen produksi 2 terdapat empat line yaitu
BAB 3 METODOLOGI. Studi Pendahuluan. Identifikasi Masalah. Pengumpulan Data. Analisa Faktor Internal dan Eksternal
BAB 3 METODOLOGI Studi Pendahuluan Studi Pustaka Identifikasi Masalah Pengumpulan Data Analisa Faktor Internal dan Eksternal Pengolahan data Analisa Strategi dengan metode SWOT, IE Matrix, dan QSPM Penetapan
MATERI VIII LANGKAH PEMECAHAN MASALAH. By : Moch. Zen S. Hadi, ST Communication Digital Lab.
MATERI VIII LANGKAH PEMECAHAN MASALAH By : Moch. Zen S. Hadi, ST Communication Digital Lab. LANGKAH PEMECAHAN MASALAH A. IDENTIFIKASI MASALAH Sumber data diperoleh dari : a. Data historis dari catatan-catatan
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN Berikut adalah metode yang digunakan dalam melakukan penelitian dan pengolahan data : Identifikasi Masalah Studi P ustaka Menentukan Tujuan 8 Langkah dan 7 Tools 1. Menentukan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sarana transportasi umum yang buruk dan tidak memadai membuat masyarakat Indonesia enggan untuk memanfaatkannya. Dengan tingkat kesejahteraan dan daya beli masyarakat
BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH. Dalam pelaksanaan penelitian, serta untuk mempermudah menyelesaikan. yang diperlukan dalam suatu penelitian.
BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH 3.1 Definisi Dalam pelaksanaan penelitian, serta untuk mempermudah menyelesaikan persoalan yang dihadapi, maka perlu diuraikan terlebih dahulu langkah-langkah yang diperlukan
PROYEK, MANAJEMEN DAN MANAJEMEN PROYEK. 1. Proyek Pengertian Perkembangan proyek 2. Manajemen Pengertian Fungsi-fungsi manajemen 3.
PROYEK, MANAJEMEN DAN MANAJEMEN PROYEK 1. Proyek Pengertian Perkembangan proyek 2. Manajemen Pengertian Fungsi-fungsi manajemen 3. Manajemen Proyek PROYEK Apa Proyek itu??? Suatu keseluruhan aktifitas
BAB III METODE PENELITIAN
35 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Metodologi penelitian ini berguna sebagai acuan dalam melakukan penelitian, sehingga penelitian dapat berjalan dengan baik. Penulis melakukan
BAB 4 PENGUMPULAN, PENGOLAHAN DAN ANALISIS DATA
28 BAB 4 PENGUMPULAN, PENGOLAHAN DAN ANALISIS DATA 4.1 Identifikasi masalah Pada bagian produksi di Stamping Plant PT. Astra Daihatsu Motor, banyak masalah yang muncul berkaitan dengan kualitas yang dihasilkan
UNIVERSITAS BINA NUSANTARA JURUSAN TEKNIK INDUSTRI- FAKULTAS TEKNIK SKRIPSI SEMESTER GANJIL 2005/2006
iv UNIVERSITAS BINA NUSANTARA JURUSAN TEKNIK INDUSTRI- FAKULTAS TEKNIK SKRIPSI SEMESTER GANJIL 2005/2006 MENURUNKAN LEAD TIME PROSES PENDISAINAN DI PT. TOYOTA MOTOR MFG INDONESIA Yohanes Agus Joko Purwanto
Metode Training ISO/TS Sentral Sistem TAPI MENJELASKAN
Metode Training ISO/TS 16949 Sentral Sistem TIDAK SEKEDAR MENJELASKAN APA ISI PERSYARATAN ISO/TS 16949 TAPI MENJELASKAN KONSEP/MAKSUD DARI TIAP PERSYARATAN ISO/TS 16949, HUBUNGAN ANTARA PERSYARATAN DENGAN
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI Penyelesaian masalah yang diteliti dalam tugas akhir ini memerlukan teori-teori atau tinjauan pustaka yang dapat mendukung pengolahan data. Beberapa teori tersebut digunakan sebagai
8 Step Aktivitas QCC. Oleh: Toyota Indonesia Institute
8 Step Aktivitas QCC Oleh: Toyota Indonesia Institute Jakarta, 10 Maret 2016 1 Step aktivitas QCC I. Persiapan I-1. Pembentukan Group I-2. Menentukan Nama Group III. Laporan / Persentasi II. QC Step (
BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 5.1 Hasil Penelitian Pengamatan dan penelitian yang di lakukan di Pilot Line di Plant 2, menunjukkan data sebagaimana terlampir di bawah ini. Data tahun 2014 belum
BAB V ANALISA PEMBAHASAN
BAB V ANALISA PEMBAHASAN 5.1 Analisa 5.1.1 Analisa Kondisi yang Ada Dari Target yang telah ditetapkan, untuk mencapai hal tersebut dilakukan analisa terhadap kondisi-kondisi yang ada (genba lapangan) di
BAB III. Untuk memecahkan masalah yang diangkat dalam skripsi ini terdapat. lebih jelasnya berikut adalah alur pemecahan masalah tersebut:
BAB III METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH 3.1 Flow Diagram Pemecahan Masalah Untuk memecahkan masalah yang diangkat dalam skripsi ini terdapat beberapa tahapan dan memerlukan berbagai data untuk proses perhitungan,
BAB 1 LANDASAN TEORI
5 BAB 1 LANDASAN TEORI 1.1 Produktivitas Menurut Sinungan (2003, P.12), secara umum produktivitas diartikan sebagai hubungan antara hasil nyata maupun fisik (barang-barang atau jasa) dengan masuknya yang
IV METODE PENELITIAN. Lokasi dan Waktu Penelitian Lokasi penelitian ini dilakukan di kawasan Kalimalang, Jakarta Timur.
IV METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waktu Penelitian Lokasi penelitian ini dilakukan di kawasan Kalimalang, Jakarta Timur. Pemilihan lokasi penelitian ini dilakukan secara sengaja berdasarkan pertimbangan
BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH
BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH Berikut ini adalah metode yang digunakan dalam melakukan penelitian dan pengolahan data: Mula i Observasilapangan / studi awal Studipusta ka Identifikasi dan perumusan
UNIVERSITAS BINA NUSANTARA
UNIVERSITAS BINA NUSANTARA Jurusan Teknik Industri Skripsi Sarjana Teknik Industri Semester Ganjil 2005/2006 ANALISA STRATEGI PENGEMBANGAN STAMPING TOOLS DIVISION PT TOYOTA MOTOR MANUFACTURING INDONESIA
BAB V ANALISA DAN PEMBAHASAN
BAB V ANALISA DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil dari pengumpulan serta pengolahan data yang sudah dilakukan menggunakan diagram pareto untuk mengetahui cacat terbesar yaitu cacat produk salah ukuran yang
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Metodologi penelitian merupakan gambaran dari tahapan yang dilalui dalam menyelesaikan suatu masalah yang ditemui dalam sebuah penelitian, dimana dibuat berdasarkan latar
Sumber : PQM Consultant QC Tools Workshop module.
Sumber : PQM Consultant. 2011. 7QC Tools Workshop module. 1. Diagram Pareto 2. Fish Bone Diagram 3. Stratifikasi 4. Check Sheet / Lembar Pengecekan 5. Scatter Diagram / Diagram sebar 6. Histogram 7. Control
BAB 1 PENDAHULUAN. Dalam kegiatan industri khususnya industri otomotif, ujung tombak yang
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam kegiatan industri khususnya industri otomotif, ujung tombak yang sangat berperan dalam memberikan input yang signifikan terhadap perusahaan adalah bagian produksi.
BAB V PEMBAHASAN. 5.1 Temuan Utama Temuan utama dari Penelitian ini adalah sebagai berikut:
BAB V PEMBAHASAN Tujuan dari penelitian dengan judul Analisis Pengendalian Dan Perbaikan Kualitas Proses Produksi Dengan Metode Statistical Process Control (SPC) di PT. Surya Toto Indonesia, Tbk. adalah
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Metodologi penelitian merupakan langkah-langkah sistematis yang berperan penting sebagai pedoman dalam menyelesaikan dan memberikan solusi dari masalah yang timbul dalam penyusunan
BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA
BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA 4.1 Flow Process PT. ADM divisi Stamping Plant Start Press Line IRM 2A Line Single Part 3B Line Logistik PPC 4A Line Press Inspection Door Assy Inspection Dies Maintenance
PROFIL PERUSAHAAN KEGIATAN CIRCLE CIRCLE DIBENTUK PERIODE JUMLAH THEMA UMUR RATA-RATA JUMLAH PERTEMUAN JAM PERTEMUAN KEHADIRAN RATA-RATA
/2 PROFIL PERUSAHAAN KEGIATAN CIRCLE PERUSAHAAN DEPARTEMEN SEKSI FASILITATOR KETUA CIRCLE SEKRETARIS JUMLAH ANGGOTA : PT. Takagi Sari Multi Utama : Quality Control : Quality Control : Iwan Muhdi : Sokhib
BAB 3 METODE PENELITIAN
BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Diagram Alir DELAPAN LANGKAH 8. Menetapkan target 1. Menentukan tema & analisa situasi 9. Standarisasi & rencana 2. Menetapkan target 6. Evaluasi hasil 3. Analisa faktor penyebab
PT. BRAJA MUKTICAKRA THE PRECISION'S VALUE
QCC LINK RISALAH QCC LINK NAMA PERUSAHAAN : PT BRAJA MUKTI CAKRA ALAMAT : JL. BRAJA MUKTI CAKRA NO.3B BEKASI UTARA 17124 NAMA CIRCLE : LINK TANGGAL DIBENTUK : Feb 2013 THEMA BANYAK PERTEMUAN : PRODUCTION
BAB 2 LANDASAN TEORI. karena apabila diterapkan secara rinci antara produsen dan konsumen akan terjadi
8 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Kualitas Kualitas merupakan ukuran yang tidak dapat didefinisikan secara umum, karena apabila diterapkan secara rinci antara produsen dan konsumen akan terjadi perspektif yang
BAB 1 PENDAHULUAN. Industri otomotif di Indonesia saat ini berkembang cukup pesat. Perkembangan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Industri otomotif di Indonesia saat ini berkembang cukup pesat. Perkembangan industri ini dapat dilihat dari mulai banyaknya merek dunia yang masuk ke pasar Indonesia.
" CHECK SHEET " DRAW PROCCESS
67 Lampiran 4. Contoh Format Check Sheet Die Design PT.TOYOTA MOTOR MFG INDONESIA PWPET PT. TOYOTA MOTOR MFG INDONESIA DJDF DIV PDD DIVISION, DEPT. PDD DEPARTMENT DIE DIE DESIGN DESIGN SECTION SECTION
III. METODE KAJIAN A. Lokasi dan Waktu B. Metode Kerja 1. Pengumpulan data
15 III. METODE KAJIAN A. Lokasi dan Waktu Pengambilan data dilakukan di PT. Mitra Bangun Cemerlang yang terletak di JL. Raya Kukun Cadas km 1,7 Kampung Pangondokan, Kelurahan Kutabaru, Kecamatan Pasar
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI Dalam melakukan penelitian penulis menggunakan metode Fish bone untuk mencari akar masalah, berikutnya digunakan metode 5W-1H untuk menganalisa lebih lanjut dan dilanjutkan dengan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Tempat dan Waktu Penelitian 3.1.1 Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di PT. PIMS Indonesia, Jl. Ciputat Raya No. 5, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, 12240, Indonesia.
AKTIFITAS UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI KEGIATAN PERAWATAN
AKTIFITAS UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI KEGIATAN PERAWATAN Menekan Input 1.03-Planning & Budgeting-R0 1/18 MAINTENANCE PLANNING Maintenance Plan diperlukan untuk melakukan penyesuaian dengan Production
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Bab ini berisi metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian mulai dari observasi awal hingga diperolehnya kesimpulan dari penelitian yang dilakukan. Langkah-langkah
BAB IV ANALISIS SWOT PENENTUAN STRATEGI PEMASARAN UNTUK PENINGKATAN DAYA SAING DI CV. GLOBAL WARNA SIDOARJO
BAB IV ANALISIS SWOT PENENTUAN STRATEGI PEMASARAN UNTUK PENINGKATAN DAYA SAING DI CV. GLOBAL WARNA SIDOARJO A. Penentuan Strategi Pemasaran sebagai Upaya Peningkatan Daya Saing di CV. Global Warna Sidoarjo
BAB 4 PENGUMPULAN DAN ANALISA DATA
37 BAB 4 PENGUMPULAN DAN ANALISA DATA 4.1 Pengumpulan Data Data-data yang diperlukan dalam pembuatan skripsi ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer bertujuan untuk membuktikan adanya
BAB 1 PENDAHULUAN. menimbulkan persaingan yang kompetitif bagi industri-industri didalamnya.
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan dunia industri secara dinamis telah berkembang pesat menimbulkan persaingan yang kompetitif bagi industri-industri didalamnya. Kemampuan untuk terus
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor penyebab lamanya waktu perbaikan jaringan komputer dan mencari solusi perbaikannya dengan menggunakan pendekatan
Bab 3 Metodologi Pemecahan Masalah
Bab 3 Metodologi Pemecahan Masalah 3.1. Flow Chart Pemecahan Masalah Dalam flow chart pemecahan masalah dalam penelitian ini menggambarkan langkah-langkah yang akan ditempuh dalam melakukan penelitian.
BAB V ANALISA DAN PEMBAHASAN
BAB V ANALISA DAN PEMBAHASAN 5.1 Analisa Permasalahan yang Terjadi Sebelum improvement, di bagian produksi coklat compound terdapat permasalahan yang belum dapat diketahui. Proses grinding coklat compound
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. research) yaitu penelitian yang melakukan pemecahan
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Jenis Penelitian Berdasarkan sifatnya, maka penelitian ini digolongkan sebagai penelitian deskriptif (descriptif research) yaitu penelitian yang melakukan pemecahan terhadap
Nofianty ABSTRAK
Nofianty - 0600670101 ABSTRAK PT. Surya Toto adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang saniter atau alat perlengkapan mandi. Tujuan penulisan dari skripsi ini adalah mengidentifikasikan masalah
BAB V HASIL DAN ANALISA
BAB V HASIL DAN ANALISA Pada bab ini, penulis akan menjabarkan hasil yang di dapat dari pengumpulan dan pengolahan data, serta melakukan analisis terhadap masing-masing hasil tersebut. 5.1. Tahap Define
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. melalui Five Forces Porter Analysis dan analisis SWOT, maka dapat diambil
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI 5.1 Kesimpulan Setelah melakukan analisis terhadap lingkungan eksternal dan internal melalui Five Forces Porter Analysis dan analisis SWOT, maka dapat diambil kesimpulan
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Pengumpulan Data Dari data produktifitas seksi PCF berdasarkan project yang diperoleh pada project pembuatan die Pakistan, Yaris, dan D38A dapat dituangkan dalam bentuk
BAB V PEMBAHASAN DAN ANALISIS Faktor-faktor strategis pembentuk SWOT PT. KLS
BAB V PEMBAHASAN DAN ANALISIS 5.1. Faktor-faktor strategis pembentuk SWOT PT. KLS Proses pengambilan keputusan strategis selalu berkaitan dengan pengembangan misi, tujuan strategi, dan kebijakan perusahaan.
Analisis SWOT Deskriptif Kualitatif untuk Pariwisata
CHAPTER-09 Analisis SWOT Deskriptif Kualitatif untuk Pariwisata SWOT Filosofi SWOT Analisis SWOT atau Tows adalah alat analisis yang umumnya digunakan untuk merumuskan strategi atas identifikasi berbagai
V. Hasil 3.1 Proses yang sedang Berjalan
V. Hasil 3.1 Proses yang sedang Berjalan Dalam industri komponen otomotif, PT. XYZ melakukan produksi berdasarkan permintaan pelanggannya. Oleh Marketing permintaan dari pelanggan diterima yang kemudian
B A B 5. Ir.Bb.INDRAYADI,M.T. JUR TEK INDUSTRI FT UB MALANG 1
B A B 5 1 VSM adalah suatu teknik / alat dari Lean berupa gambar yg digunakan untuk menganalisa aliran material dan informasi yg disiapkan untuk membawa barang dan jasa kepada konsumen. VSM ditemukan pada
LAMPIRAN. L2. Kuesioner SWOT
L1 LAMPIRAN L1. Wawancara Berikut ini lampiran pertanyaan yang diberikan kepada perusahaan. Hasil dari pertanyaan-pertanyaan berikut, telah diolah dan dianalisis sehingga menjadi suatu karya skripsi. 1.
DAFTAR ISI Silvia Sely Murthy, 2014 Analisis rantai nilai dan strategi pengembangan industri kreatif di kota bandung dan cimahi.
DAFTAR ISI ABSTRAK... i KATA PENGANTAR... iii DAFTAR ISI... iv DAFTAR TABEL... vii DAFTAR GAMBAR... ix BAB I PENDAHULUAN... 1 1.1. Latar Belakang... 1 1.2. Rumusan Masalah.. 8 1.3. Tujuan Penelitian...
Seminar Nasional IENACO 2016 ISSN:
PENGENDALIAN KUALITAS PANEL STRAHL TYPE 600x400 PADA BAGIAN PAINTING DENGAN METODE SIX SIGMA DI PT. XYZ Umi Marfuah 1*, Andi Diani 2 Jurusan Teknik Industri Universitas Muhammadiah Jakarta HP. 08161852358
SKRIPSI. Disusun Oleh : DONNY BINCAR PARULIAN ARUAN NPM :
PENGUKURAN KINERJA SUPPY CHAIN PERUSAHAAN DENGAN MENGGUNAKAN MODEL SCOR DAN ANALYTIC NETWORK PROCESS (ANP) DI PT LOTUS INDAH TEXTILE INDUSTRIES SURABAYA SKRIPSI Disusun Oleh : DONNY BINCAR PARULIAN ARUAN
BAB V ANALISA PEMECAHAN MASALAH
BAB V ANALISA PEMECAHAN MASALAH Berdasarkan proses pengumpulan data dan pengolahannya diperoleh data dalam bentuk diagram pareto, dari diagram pareto tersebut dapat diketahui bahwa orhanisasi/perusahaan
TUGAS AKHIR. Analisa Pengendalian Kualitas Produk Jumbo Roll. Dengan Menggunakan Metode FTA (Fault Tree Analysis)
TUGAS AKHIR Analisa Pengendalian Kualitas Produk Jumbo Roll Dengan Menggunakan Metode FTA (Fault Tree Analysis) Dan FMEA (Failure Mode And Effect Analysis) Di PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk Diajukan
PERTEMUAN : 2 PENGENDALIAN KUALITAS (3 SKS) Oleh : Budi sumartono TOTAL QUALITY CONTROL (PENGENDALIAN MUTU TERPADU)
PERTEMUAN : 2 PENGENDALIAN KUALITAS (3 SKS) Oleh : Budi sumartono POKOK BAHASAN : TOTAL QUALITY CONTROL (PENGENDALIAN MUTU TERPADU) DESKRIPSI Pengendalian mutu terpadu (PMT) lebih merupakan sikap dan perilaku
BAB 4 PEMBAHASAN DAN ANALISIS DATA
64 BAB 4 PEMBAHASAN DAN ANALISIS DATA 4.1 Pengumpulan Data Pengumpulan data yang telah dilakukan kemudian diolah menjadi informasi untuk mengetahui berapa besar jumlah produksi dan jumlah cacat. Ada berbagai
BAB 4 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH
BAB 4 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH 4.1. Model Rumusan Masalah dan Pengambilan Keputusan Dibawah ini merupakan diagram alir yang menggambarkan langkahlangkah dalam melakukan penelitian di PT. Dankos Laboratorioes
Pengembangan Sistem & Produktivitas
SINOVA Pengembangan Sistem & Produktivitas GUGUS KENDALI MUTU SINOVA DIVISI : PENGEMBANGAN SISTEM & PRODUKTIVITAS NAMA KELOMPOK : SINOVA TEMA : DIBENTUK : 03 SEPTEMBER 2012 FASILITATOR (NIK) : BUNYAMIN
BAB 2 LANDASAN TEORI
8 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Dasar dari Kualitas Kata kualitas memiliki banyak definisi yang berbeda, dan bervariasi dari yang konvensional sampai yang lebih strategik. Definisi konvensional dari
BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH
3.1 Flow Metodologi BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH Start Studi Literatur Observasi Perusahaan - Visi & Misi Perusahaan - Kebijakan Manajemen Analisis Kondisi Internal Value Chain Analysis (Showa Global
BAB V ANALISA DAN PEMBAHASAN
BAB V ANALISA DAN PEMBAHASAN Langkah pengumpulan dan pengolahan data telah selesai dilakukan dan telah disajikan dalam bab sebelumnya yaitu bab 4 (empat), maka proses selanjutnya adalah proses analisa
Perencanaan yang baik harus dapat menjawab 6 pertanyaan yang disebut unsur-unsur perencanaan : Tindakan apa yang harus dikerjakan (what) Apa sebab
(PLANNING) Perencanaan yang baik harus dapat menjawab 6 pertanyaan yang disebut unsur-unsur perencanaan : Tindakan apa yang harus dikerjakan (what) Apa sebab tindakan tersebut dilakukan (why) Dimana kegiatan
BAB V ANALISA DATA. 5.1 Tahap Analysis. Setelah penulis mendapatkan data lengkap kemudian penulis melakukan
BAB V ANALISA DATA 5.1 Tahap Analysis Setelah penulis mendapatkan data lengkap kemudian penulis melakukan analisa masalah yang timbul selama proses testing yang timbul di area inspection pada PT. Panasonic
BAB VI KEMAJUAN PEKERJAAN DAN PENGENDALIAN PROYEK
BAB VI KEMAJUAN PEKERJAAN DAN PENGENDALIAN PROYEK 6.1. Pengelolaan Waktu Pelaksanaan Proyek Sebagai Kontraktor Utama pembangunan Proyek One Sentosa Apartement PT. Adhi Persada Gedung harus membuat perencanaan
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
18 BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Kerangka Pemikiran Penelitian yang akan dilakukan berfokus pada penanganan masalah quality control yang dialami pada PT. Krama Yudha Ratu Motor dan membutuhkan penyelesaian
MATERI 3 ANALISIS PEMECAHAN MASALAH DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN
MATERI 3 ANALISIS PEMECAHAN MASALAH DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN A. Kerangka Analisis Strategis Kegiatan yang paling penting dalam proses analisis adalah memahami seluruh informasi yang terdapat pada suatu
ABSTRAK. iv Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK PT. Agronesia Divisi Industri Teknik Karet (INKABA) adalah perusahaan manufaktur yang memproduksi berbagai jenis produk teknik berbahan baku utama karet, salah satunya adalah produk karet damper.
BAB 3 METODE PENELITIAN
BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah penelitian deskriptif, jenis penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana faktor faktor internal
BAB V HASIL DAN ANALISA
BAB V HASIL DAN ANALISA 1.1 Tahap Analyze 1.1.1 Diagram Pareto Pada tahapan Analyse diagram pareto berguna untuk membantu mengurutkan prioritas penyelesaian masalah yang harus dilakukan. Yaitu melakukan
PERENCANAAN STRATEGIS DAN OPERASIONAL PROYEK. Kuliah Manajemen TL
PERENCANAAN STRATEGIS DAN OPERASIONAL PROYEK Kuliah Manajemen TL Fungsi, Proses dan Sistematika Perencanaan Fungsi Perencanaan : - Sarana komunikasi - Dasar pengaturan alokasi sumber daya - Alat untuk
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil dari Pengumpulan Data Untuk mempermudahkan identifikasi masalah langkah pertama yang harus dilakukan adalah melakukan pengumpulan data. Pengumpulan data ini penulis
BAB I PENDAHAHULUAN I.1
BAB I PENDAHAHULUAN I.1 Latar Belakang Setiap perusahaan tentunya ingin selalu meningkatkan kepuasan pelanggan dengan meningkatkan hasil produksinya. Produk yang berkualitas merupakan produk yang memenuhi
III. METODELOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Mulya Kencana Kecamatan Tulang Bawang
III. METODELOGI PENELITIAN A. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Desa Mulya Kencana Kecamatan Tulang Bawang Tengah Kabupaten Tulang Bawang Barat Provinsi Lampung, dengan pertimbangan
Sosialisasi, 17 Juni 2011 PANDUAN PENYUSUNAN RENCANA PENGEMBANGAN UNIT
Sosialisasi, 17 Juni 2011 PANDUAN PENYUSUNAN RENCANA PENGEMBANGAN UNIT LATAR BELAKANG Akreditasi program studi Sasaran mutu UMS Rencana Strategis UMS 2009-2013 Akreditasi Institusi Program Penguatan Program
ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK PT. Mulia Lestari adalah salah satu perusahaan tekstil terkemuka yang beralamatkan di Jl. Cibaligo no. 70 Cimindi-Cimahi. Produk yang dihasilkan adalah kain rajut, yang sebagian besar adalah berbentuk
BAB V ANALISA HASIL. 5.1 Analisa Produk Cacat Part PH 031 Tahun mayor dan minor penyebab terjadinya produk cacat untuk part PH 031 pada tahun
BAB V ANALISA HASIL 5.1 Analisa Produk Cacat Part PH 031 Tahun 2015 Berdasarkan data produk cacat tahun 2015 yang tersaji pada bab sebelumnya, maka dibuat analisa data untuk lanjutan untuk mengetahui faktor
BAB 4 PENGUMPULAN, PENGOLAHAN DAN ANALISA DATA
BAB 4 PENGUMPULAN, PENGOLAHAN DAN ANALISA DATA 4.1 Pengumpulan Data Data-data di dalam tulisan ini yang akan digunakan sebagai dasar perhitungan di pengolahan dan analisis data terdiri dari : 1. Data Total
BAB I PENDAHULUAN unit. Pertumbuhan penjualan produsen-produsen mobil utama di. dengan pangsa pasar sebesar 11.3%.
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan industri otomotif di Indonesia semakin hari semakin meningkat, terutama di segmen kendaraan ringan roda empat atau mobil. Pertumbuhan tersebut akan didukung
ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK CV Anugrah Trijaya Sakti bergerak dalam bidang pembuatan sandal dan sepatu. Pada tanggal 1 April 2002, Daniel D.W Setyadi mendirikan perusahaan ini yang berada di Jl. Brujul No 6-7 Taman Kopo Indah
BAB 4 Analisis Data. Grafik 4-1 : Jumlah produksi selama periode Januari~Desember 2006.
BAB 4 Analisis Data 4.1. Pengumpulan data 4.1.1. Data produksi bulanan Adapun jumlah produksi selama periode tahun 2006 adalah sebagai berikut : 5000000 4500000 4000000 3500000 3000000 2500000 2000000
BAB I PENDAHULUAN. kelancaran atau kecepatan penyelesaian berbagai pekerjaan apapun.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Peran Sistem Informasi dalam perusahaan sangatlah penting. Terutama untuk menunjang perusahaan tersebut agar lebih maju dan berkembang. Sistem yang bagus dan
MENEJEMEN PROYEK MONITORING dan EVALUASI
MENEJEMEN PROYEK MONITORING dan EVALUASI Fungsi Monitoring dan Evaluasi Berupa tindakan pengukuran kualitas penampilan dan penganan alisaan serta pengevaluasian penampilan yang diikuti dengan tinda kan
DAFTAR ISI. Lembar judul... Lembar pengesahan... Lembar pernyataan... Kata pengantar... Daftar Isi... Daftar Tabel... Daftar Gambar... Intisari...
DAFTAR ISI Lembar judul... Lembar pengesahan... Lembar pernyataan... Kata pengantar... Daftar Isi... Daftar Tabel... Daftar Gambar... Intisari... Abstract...... i ii iii iv vi xi xiii xv xvi BAB I PENDAHULUAN
BAB V ANALISA 5.1 Tahap Analisa 5.2 Analisa Jawaban Kuesioner Dari Hasil Penolahan Data Variabel Produk Variabel Harga
BAB V ANALISA 5.1 Tahap Analisa 5.2 Analisa Jawaban Kuesioner Dari Hasil Penolahan Data 5.2.1 Variabel Produk Dari hasil pengolahan data pada bab sebelumnya maka dapat kita lihat dari gambar 4.1 yang menyatakan
