Tujuan direktorat Bina Program adalah sebagai berikut :

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Tujuan direktorat Bina Program adalah sebagai berikut :"

Transkripsi

1 ii RINGKASAN EKSEKUTIF A. LATAR BELAKANG Direktorat Bina Program merupakan unit kerja eselon 2 dibawah Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum. Direktorat Bina Program mempunyai tugas merumuskan kebijakan dan penyusunan rencana, program, anggaran, serta evaluasi kinerja pelaksanaan kebijakan dan program di bidang cipta karya. B. TUJUAN DAN SASARAN Tujuan direktorat Bina Program adalah sebagai berikut : Meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan infrastruktur PU dan permukiman, dan pengendalian pemanfaatan ruang bagi terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan (termasuk adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim). Sasaran Direktorat Bina Program adalah sebagai berikut : Peningkatan kapasitas kelembagaan dalam penyelenggaraan pengembangan permukiman, dengan indikator: Meningkatnya kapasitas kelembagaan dalam penyelenggaraan pengembangan permukiman Jumlah Kebijakan, Program dan Anggaran, Kerjasama Luar Negeri, Data Informasi serta Evaluasi Kinerja Infrastruktur Bidang Permukiman

2 iii C. RENCANA KEGIATAN TAHUNAN UNIT ORGANISASI ESELON II : DIREKTORAT BINA PROGRAM TAHUN ANGGARAN : 2012 FORMULIR RENCANA KINERJA TAHUNAN DIREKTORAT BINA PROGRAM PROGRAM : PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN SASARAN STRATEGIS (OUTCOME) INDIKATOR KINERJA OUTPUT TARGET VOLUME SATUAN Meningkatnya Kapasitas Kelembagaan Dalam Penyelenggaraan Pengembangan Permukiman Jumlah Kebijakan, Program Dan Anggaran, Kerjasama Luar Negeri, Data Informasi Serta Evaluasi Kinerja Infrastruktur Bidang Permukiman 76 Laporan Terselenggaranya layanan perkantoran Layanan Perkantoran 12 Bulan Tersusunnya Kebijakan dan Strategi Bidang Permukiman Kebijakan dan Strategi Bidang Permukiman 6 Laporan Tersusunnya Program dan Anggaran Bidang Permukiman Program dan Anggaran Bidang Permukiman 13 Laporan Tersusunnya Kerjasama Luar Negeri dan pola investasi bidang permukiman Kerjasama Luar Negeri Bilateral dan Multilateral 8 Laporan Tersusunnya Evaluasi dan Kinerja Bidang Permukiman Evaluasi Kinerja Bidang Permukiman 9 Laporan Tersusunnya Data dan Informasi Bidang Permukiman Data dan Informasi Bidang Permukiman 7 Laporan Tersusunnya Perencanaan dan Pengendalian Program Bidang Permukiman Perencanaan dan Pengendalian Program Bidang Permukiman 33 Laporan Jumlah Anggaran Kegiatan Penyusunan Kebijakan, Program dan Anggaran, Kerjasama Luar Negeri, Data Informasi dan Evaluasi Kinerja

3 iv D. REALISASI FISIK DAN KEUANGAN UNIT ORGANISASI ESELON II : DIREKTORAT BINA PROGRAM TAHUN ANGGARAN : 2012 FORMULIR PENGUKURAN KINERJA DIREKTORAT BINA PROGRAM PROGRAM : PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN (x Rp 1000,-) SASARAN STRATEGIS (OUTCOME) INDIKATOR KINERJA OUTPUT TARGET PAGU EFISIENSI REALISASI VOLUME SATUAN TOTAL VOLUME SATUAN TOTAL % Meningkatnya Kapasitas Kelembagaan Dalam Penyelenggaraan Pengembangan Permukiman Jumlah Kebijakan, Program Dan Anggaran, Kerjasama Luar Negeri, Data Informasi Serta Evaluasi Kinerja Infrastruktur 165 Laporan 162 Laporan Bidang Permukiman Terselenggaranya layanan perkantoran Layanan Perkantoran 12 Bulan 21,836,486 15,624, Bulan 14,799, % Tersusunnya Kebijakan dan Strategi Bidang Permukiman Kebijakan dan Strategi Bidang Permukiman 8 Laporan 11,951,000 10,496,000 8 Laporan 10,421, % Tersusunnya Program dan Anggaran Bidang Permukiman Program dan Anggaran Bidang Permukiman 53 Laporan 55,308,939 38,750, Laporan 34,291, % Tersusunnya Kerjasama Luar Negeri dan pola investasi bidang permukiman Kerjasama Luar Negeri Bilateral dan Multilateral 11 Laporan 11,996,000 10,609, Laporan 10,001, % Tersusunnya Evaluasi dan Kinerja Bidang Permukiman Evaluasi Kinerja Bidang Permukiman 10 Laporan 12,000,000 10,562, Laporan 10,505, % Tersusunnya Data dan Informasi Bidang Permukiman Data dan Informasi Bidang Permukiman 10 Laporan 13,601,200 11,736,200 7 Laporan 11,659, % Tersusunnya Perencanaan dan Pengendalian Program Bidang Permukiman Perencanaan dan Pengendalian Program Bidang Permukiman 73 Laporan 120,235, ,605, Laporan 117,727, % Output Tambahan Kendaraan Bermotor 9 unit 862, ,325 9 unit 761, % Perangkat Pengolah Data dan Komunikasi 266 unit 6,197,965 5,945, unit 5,895, % Peralatan dan Fasilitas Perkantoran 45 unit 729, , unit 673, % Gedung/Bangunan 1039 m² 1,060,000 1,000, m² 936, % Jumlah Anggaran Kegiatan Penyusunan Kebijakan, Program dan Anggaran, Kerjasama Luar Negeri, Data Informasi dan Evaluasi Kinerja 255,778, ,828, ,673, %

4 v E. KENDALA DALAM PELAKSANAAN KEGIATAN 2012 Pada dasarnya kegiatan Direktorat Bina Program Tahun Anggaran 2012 dinilai tidak ada hambatan. Hal tersebut dapat terlihat dari penyerapan rata-rata di Direktorat Bina Program mencapai lebih dari 90% (yaitu 93.89%). Namun demikian te.rdapat beberapa permasalahan yang teridentifikasi seiring demgan waktu berjalannya kegiatan di masing-masing Sub Direktorat di tahun Permasalahan tersebut antara lain : A. PERENCANAAN Total usulan kegiatan RPIJM TA 2012 yang terakomodasi oleh APBN DJCK TA 2012 baru mencapai 77,6% (menurun dari pelaksanaan tahun 2011 yang sebesar 89,9 %) Dokumen RPIJM dan Memorandum Program sebagai dasar perencanaan Bidang Cipta Karya di Kab/Kota belum menggambarkan sinkronisasi antar sektor (RISPAM, SSK, RTBL dan SPPIP/RPKPP) serta belum dilakukan updating secara berkala setiap tahunnya. Adanya indikator kinerja output yang (menurut penilaian Itjen terhadap LAKIP 2011) masih bias dalam pengukurannya Terdapat beberapa indikator kinerja di dalam dokumen RENSTRA yang di luar kewenangan Ditjen Cipta Karya; kurang bisa terukur; tidak menjawab sasaran strategis; dan kurang spesifik. Lamanya penyiapan readiness criteria dari Pemda (lahan, AMDAL, FS/DED, Kesepakatan Pengelola, Kesepakatan biaya O/M) Usulan Kegiatan tidak sesuai dengan Dokumen RPIJM PUCK. RPIJM dan Memorandum Program (MP) belum dijadikan sebagai pedoman pemrograman secara konsisten. Belum konsistennya pemrograman mulai dari Konreg, Trilateral Meeting, Musrenbangnas, sampai dengan RKA-KL/DIPA Kualitas RPIJM dan MP tidak seperti yang diharapkan, masih banyak yang perlu direvisi.

5 vi Readiness Criteria belum dijadikan saringan utama pada saat penyusunan program. Keterlibatan sektor dalam proses penyusunan RPIJM dan MP di daerah masih belum optimal. Kurang cermatnya penyusunan RKAKL sehingga terdapat banyak revisi terkait dengan realokasi dana, perubahan akun, dsb Pengalokasian dana PHLN belum mengacu annual work plan mengakibatkan tidak optimalnya penyerapan anggaran B. PELAKSANAAN Masih banyak pembangunan infrastruktur belum responsive gender yang ditandai dengan masih banyaknya kebijakan & kegiatan pembangunan infrastruktur yang belum memperhatikan pengalaman, aspirasi, kebutuhan & permasalahan yang berbeda antara laki-laki dan perempuan. (sebagai contoh belum semua mal atau gedung perkantoran menyediakan tempat untuk ibu menyusui dan perawatan anak. Realisasi DDUB sebagai Matching Fund terhadap APBN Reguler 2012 masih sangat rendah. Rata-rata 18%, terdiri dari: [1] kategori rendah (0-5%) sekitar 0,41%; [2] kategori sedang (5-10%) sekitar 1,26 %; [3] kategori tinggi (10-15%) sekitar 1,66 %; dan [4] kategori sangat tinggi (15-20%) sekitar 15 %. Proses Pelelangan dengan dana pinjaman membutuhkan waktu lama (Persetujuan Dokumen Lelang, Persetujuan Berita Acara Evaluasi, Persetujuan Pemenang Lelang, dll). Terjadinya review/revisi terhadap DED yang telah disusun. Revisi Blue Book PHLN Bappenas Tahun baru disetujui pada akhir November Keterlambatan persetujuan kerjasama yang menyebabkan keterlambatan pelaksanaan pembangunan.

6 vii C. PENGENDALIAN Diperlukan standar monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembangunan sektor sebagai acuan internal DJCK yang diakui bersama. Belum dilaksanakannya monitoring secara berkala terhadap pencapaian dari Penetapan Kinerja Kurang mantapnya estimasi kebutuhan alokasi dana pinjaman yang menyebabkan terjadinya permintaan realokasi antar kategori yang memakan waktu lama. Lemahnya kemampuan dan pemahaman teknis personil Unit Pemantauan sehingga terjadi consultant driven. Terlambatnya penyampaian laporan Fisik dan Keuangan kepada Unit Pemantauan F. HAL-HAL YANG MEMERLUKAN PERHATIAN UNTUK PENINGKATAN KINERJA Berdasarkan pencapaian pelaksanaan program dan kegiatan Direktorat Bina Program maka dapat dilihat beberapa hal yang perlu mendapat perhatian dalam meningkatkan kinerja Direktorat Bina Program: 1. Perlu diupayakan pemantapan dan peningkatan usulan kegiatan yang telah disepakati dalam dokumen MP dan RPIJM sebagai basis penyusunan kegiatan yang diprioritaskan masuk dalam RKA-K/L 2. Perlunya konsistensi dalam pengajuan usulan kegiatan sejak dari Konreg sampai dengan penyusunan RKA-K/L 3. Readiness Criteria harus dijadikan kriteria utama dalam penyaringan program. 4. Sinkronisasi program prioritas nasional dan daerah antar sektor dilakukan dilevel propinsi yang dikoordinasi satker Randal 5. Dit. Sektor dan Satker Sektoral Propinsi perlu memberikan perhatian dalam penyusunan/review RPIJM dan MP yang diselenggarakan oleh Randal Propinsi. 6. Sosialisasi untuk meningkatkan pemahaman terhadap tata cara penyusunan RKA-K/L.Pengalokasian PHLN harus dilakukan dengan lebih cermat terutama untuk PHLN yang belum efektif pada saat penyusunan RKA-K/L.

7 1 BAB 1 PENDAHULUAN Direktorat Bina Program merupakan unit kerja eselon 2 dibawah Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum. Direktorat Bina Program mempunyai tugas merumuskan kebijakan dan penyusunan rencana, program, anggaran, serta evaluasi kinerja pelaksanaan kebijakan dan program di bidang Cipta Karya. Direktorat Bina Program menggodok berbagai Program yang digariskan untuk mendukung kebijakan pembangunan bidang keciptakaryaan TUGAS DAN FUNGSI Berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 08/PRT/M/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pekerjaan Umum, Direktorat Bina Program adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen Pekerjaan Umum yang dipimpin oleh Direktur Bina Program yang strukturnya berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Direktur Jenderal Cipta Karya. Direktorat Bina Program mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan, menyusun rencana, program dan anggaran termasuk sumber pembiayaan, pengelolaan data, dokumentasi, publikasi, serta evaluasi kinerja pelaksanaan kebijakan dan program (Pasal 560). Dalam melaksanakan tugas tersebut Direktorat Bina Program menyelenggarakan fungsi sebagai berikut: 1. Penyusunan kebijakan dan strategi pembangunan, baik diperkotaan maupun di pedesaan 2. Penyusunan program dan anggaran penyediaan prasarana dan sarana 3. Pengembangan kerjsasama dan penyiapan administrasi pinjaman/hibah luar negeri serta pengembangan program investasi 4. Evaluasi kinerja pelaksanaan kebijakan program 5. Pengelolaan data, informasi dan komunikasi publik, dan 6. Pelaksanaan tata usaha Direktorat. Adapun subdit dibawah Direktorat Bina Program adalah sebagai berikut : 1. SUBDIT KEBIJAKAN DAN STRATEGI Melakukan penyiapan rumusan kebijakan dan strategi pembangunan dan penyediaan. prasarana dan sarana bidang Cipta Karya 2. SUBDIT KERJASAMA LUAR NEGERI DAN POLA INVESTASI Melakukan pengembangan kejasama dan pola investasi luar negeri di bidang cipta karya.

8 2 3. SUBDIT PROGRAM DAN ANGGARAN Melakukan penyusunan program dan anggaran bidang cipta karya. 4. SUBDIT EVALUASI DAN KINERJA Melakukan evaluasi kinerja dan analisis pelaksanaan program pembangunan bidang Cipta Karya. 5. SUBDIT DATA DAN INFORMASI Melakukan pengumpulan dan pengelolaan data dan informasi, serta evaluasi dan pelaporan kemajuan pelaksanaan pembangunan bidang cipta karya. 6. SUBBAG TATA USAHA Melakukan pelaksanaan urusan kepegawaian, keuangan, perlengkapan rumah tangga, tata persuratan, dan kearsipan serta koordinasi administrasi teknik direktorat STRUKTUR ORGANISASI Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya Direktorat Bina Program terdiri atas 5 (lima) Sub Direktorat, 1 (satu) Sub Bagian Tata Usaha dan Kelompok Jabatan Fungsional (sesuai dengan Pasal 562), Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 08/PRT/M/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pekerjaan Umum. Selain itu didukung oleh 3 (tiga) Satuan Kerja, sebagaimana terlihat pada bagan berikut ini: DIREKTORAT BINA PROGRAM SATKER - Randal Pusat & Prop - P3SD Perkotaan - P3SD Perdesaan SUB BAGIAN TATA USAHA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SUB DIREKTORAT KEBIJAKAN DAN STRATEGI SUB DIREKTORAT PROGRAM DAN ANGGARAN SUB DIREKTORAT KERJASAMA LUAR NEGERI SUB DIREKTORAT DATA DAN INFORMASI SUB DIREKTORAT EVALUASI KINERJA SEKSI RENCANA DAN KEBIJAKAN SEKSI PROGRAM AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN SEKSI MULTILATERAL SEKSI PENGELOLAAN DATA DAN DOKUMENTASI SEKSI AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN SEKSI RENCANA SEKSI PROGRAM TATA BANGUNAN DAN LINGKUNGAN SEKSI BILATERAL SEKSI PENGELOLAAN INFORMASI DAN SEKSI TATA BANGUNAN DAN LINGKUNGAN

9 SUB DIREKTORAT KEBIJAKAN DAN STRATEGI Sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 08/PRT/M/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pekerjaan Umum (pasal 563), Sub Direktorat Kebijakan dan Strategi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan dan strategi pembangunan jangka panjang dan menengah. Dalam melaksanakan tugas, Sub Direktorat Kebijakan dan Strategi menyelenggarakan fungsi sebagai berikut (Pasal 564): a. Analisis dan evaluasi kebijakan dan rencana pengembangan prasarana dan sarana permukiman. b. Penyusunan kebijakan dan strategi pengembangan prasarana dan sarana permukiman c. Penyusunan rencana jangka panjang dan menengah. d. Penyusunan pedoman dan manual rencana pengembangan investasi jangka menengah. Sub Direktorat Kebijakan & Strategi dalam melaksanakan fungsinya dan tugasnya terdiri atas dua seksi yaitu sebagai berikut: a. Seksi Rencana dan Kebijakan Mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis dan evaluasi kebijakan dan rencana pengembangan, serta penyusunan rencana jangka panjang pengembangan prasarana dan sarana permukiman b. Seksi Rencana Jangka Menengah Mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana jangka menengah, serta penyusunan pedoman dan manual rencana pengembangan Investasi Jangka Menengah prasarana dan sarana permukiman SUB DIREKTORAT PROGRAM DAN ANGGARAN

10 4 Sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 08/PRT/M/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pekerjaan Umum pasal 567, Sub Direktorat Program dan Anggaran mempunyai tugas melaksanakan penyusunan program dan anggaran. Dalam melaksanakan tugas Pasal 567, Sub Direktorat Program dan Anggaran menyelenggarakan fungsi (pasal 568) sebagai berikut: a. Pengumpulan dan pengolahan data rencana dan program tahunan. b. Analisis dan evaluasi pemrograman, penganggaran serta data dan rencana tahunan. c. Penyusunan pedoman penyiapan program dan anggaran tahunan, dan d. Penyusunan program dan anggaran tahunan bidang air minum, air limbah, drainase, persampahan, penataan bangunan dan lingkungan, serta pengembangan permukiman. Sub Direktorat Program dan Anggaran dalam melaksanakan fungsinya dan tugasnya (Pasal 570) terdiri atas dua seksi (pasal 569) yaitu sebagai berikut: a. Seksi Program Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Permukiman Mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan dan pengolahan data rencana, analisis dan evaluasi data dan rencana tahunan, penyusunan pedoman rencana program dan anggaran tahunan, serta penyusunan program dan anggaran bidang air minum, air limbah, persampahan dan drainase. b. Seksi Program Tata Bangunan dan Lingkungan Permukiman Mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan dan pengolahan data rencana, analisis, evaluasi data dan rencana tahunan dan anggaran, penyusunan pedoman rencana program dan anggaran tahunan, penyusunan program bidang penataan bangunan dan lingkungan, serta pengembangan permukiman SUB DIREKTORAT KERJASAMA LUAR NEGERI Sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 08/PRT/M/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pekerjaan Umum (pasal 571), Sub Direktorat Kerjasama Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerjasama dan penyiapan administrasi pinjaman/hibah luar negeri, serta pengembangan program investasi. Dalam melaksanakan tugas, Sub Direktorat Kerjasama Luar Negeri menyelenggarakan fungsinya (Pasal 572) sebagai berikut: a. Identifikasi sumber pendanaan luar negeri untuk pembiayaan pembangunan b. Pengembangan kerjasama luar negeri untu pembiayaan pembangunan. c. Penyiapan administrasi pinjaman/hibah luar negeri. d. Identifikasi sumber dana investasi lainnya dalam pembiayaan pembangunan, dan e. Penyusunan rencana dan program investasi. Sub Direktorat Kerjasama Luar Negeri dalam melaksanakan fungsinya dan tugasnya (pasal 574) dibagi kepada dua seksi (pasal 573) yaitu: a. Seksi Multilateral

11 5 Mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan identifikasi sumber pendanaan luar negeri, pengembangan kerjasama luar negeri, serta penyiapan administrasi pinjaman/ hibah luar negeri dengan sumber pendanaan dari lembaga multilateral. b. Seksi Bilateral Mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan identifikasi sumber pendanaan, pengembangan kerjasama luar negeri, administrasi pinjaman/ hibah luar negeri dengan sumber pendanaan dari lembaga bilateral, serta penyiapan program investasi dari sumber dana lainnya SUB DIREKTORAT DATA DAN INFORMASI Sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 08/PRT/M/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pekerjaan Umum pasal 575, Sub Direktorat Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyusunan, pengembangan, dan pengelolaan data dan informasi, pelaporan kemajuan pembangunan, dokumentasi serta komunikasi publik. Dalam melaksanakan tugas, Sub Direktorat Data dan Informasi menyelenggarakan fungsinya (pasal 576) sebagai berikut: a. Pengembangan dan pengelolaan data dan sistem informasi. b. Penyusunan laporan kemajuan pelaksanaan pembangunan. c. Penyusunan dan pengelolaan dokumen dan informasi publik, dan d. Pengelolaan dan pelayanan komunikasi publik. Sub Direktorat Data dan Informasi dalam melaksanakan fungsinya terdiri atas dua seksi (pasal 577) dengan tugasnya (pasal 578) sebagai berikut: a. Seksi Pengelolaan Data dan Dokumentasi Mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan sistem data dan pengelolaan dokumen, serta penyusunan laporan kemajuan pelaksanaan pembangunan. b. Seksi Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik Mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pengelolaan informasi serta pelayanan komunikasi SUB DIREKTORAT EVALUASI KINERJA Sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 08/PRT/M/2010 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pekerjaan Umum pasal 579, Sub Direktorat Evaluasi dan Kinerja mempunyai tugas melaksanakan evaluasi kinerja pelaksanaan kebijakan dan program pembangunan. Dalam melaksanakan tugas, Sub Direktorat Evaluasi dan Kinerja menyelenggarakan fungsinya (pasal 580) sebagai berikut: a. Penyiapan pedoman dan kriteria evaluasi. b. Pengumpulan dan pengolahan data kinerja tahunan. c. Monitoring dan evaluasi kinerja serta fungsi dan manfaat program.

12 6 d. Evaluasi kinerja program pinjaman/hibah luar negeri, dan e. Pelaporan kinerja pelaksanaan program. Sub Direktorat Evaluasi Kinerja dalam melaksanakan fungsinya terdiri atas dua seksi (pasal 581) dan tugasnya (pasal 582) yaitu: a. Seksi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Permukiman mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan dan pengolahan data, analisis data, serta evaluasi kinerja pelaksanaan program pembangunan termasuk evaluasi kinerja pinjaman/hibah luar negeri bidang air minum dan penyehatan lingkungan permukiman. b. Seksi Tata Bangunan dan Lingkungan Permukiman mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan dan pengolahan data, analisis data, serta evaluasi kinerja pelaksanaan program pembangunan termasuk evaluasi kinerja pinjaman/hibah luar negeri bidang penataan bangunan dan lingkungan serta pengembangan permukiman SUB BAGIAN TATA USAHA Sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 08/PRT/M/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pekerjaan Umum pasal 583, Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pelaksanaan urusan kepegawaian, keuangan, perlengkapan, rumah tangga, administrasi baranga milik negara, tata persuratan dan kearsipan serta koordinasi administrasi direktorat KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 08/PRT/M/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pekerjaan Umum pasal 680, Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masingmasing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya (pasal 681 ayat 1) dimana masing-masing kelompok jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat 1 dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal. Jumlah tenaga fungsional pada kelompok jabatan fungsional ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerjanya dengan jenis dan jenjang jabatan fungsional yang dibutuhkan disesuaikan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku HUBUNGAN KERJA ANTAR SUB DIREKTORAT

13 7 Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya, tiap Sub Direktorat pada Direktorat Bina Program memiliki hubungan kerja dan keterkaitan satu dengan yang lain. Oleh karena itu tiap Sub Direktorat memiliki peran yang penting untuk saling mendukung dalam melaksanakan kegiatan di Sub Direktorat lain di lingkungan Direktorat Bina Program. Untuk selanjutnya Hubungan Kerja antar Sub Direktorat dilingkungan Direktorat Bina Program dapat dilihat pada diagram dibawah ini: Konsolidasi Kebijakan -Strategi, dan Kerjasama Investasi Kebijakan dan Strategi Penetapan target dan sasaran kinerja Rencana Jangka Panjang dan Menengah Rencana Program Inventasi Jangka Menengah Kerjasama Investasi Swasta Kerjasama Luar Negeri Subdit Kebijakan dan Strategi Subdit KLN dan Investasi Kebijakan dan Strategi Pengembangan Kerjasama dan Investasi Swasta Siklus Penetapan Kebijakan dan Strategi SD. Program dan Anggaran HUBUNGAN ANTAR UNIT KERJA Penetapan Kebijakan dan Strategi Analisis lingkungan strategis Analisis Pencapaian Kinerja Tantangan yang dihadapi Peluang yang ada Penetapan Program dan Anggaran Penetapan Program dan Anggaran Konsolidasi Strategi Pelaksanaan Program dan Anggaran Evaluasi Kinerja Pelaksanaan Potensi Masalah Sumberdaya Penetapan Program dan Anggaran Siklus Implementasi Program dan Anggaran Subdit Evaluasi Kinerja Subdit Data dan Informasi Evaluasi Kinerja Konsolidasi Data dan Informasi Diagram 1.2 Rencana Kerja Tahunan termasuk perubahannya Review Pencapaian Tahunan Pelaporan Informasi Data Output: Produk Pengaturan SATUAN (Dana, SDM) Hubungan Kerja Antar Direktorat KERJA DI Direktorat Sektor dan Satker BAWAH Infrastruktur BINAAN DIREKTORAT BINA PROGRAM Selain tugas pokok dan fungsi Direktorat Bina Program sesuai dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 08/PRT/M/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pekerjaan Umum yang terdapat pada tiap sub direktorat di lingkungan Direktorat Bina Program Direktorat Jenderal Cipta Karya, sebagaimana diuraikan pada bagian Tugas & Fungsi, Direktorat Bina Program Direktorat Jenderal Cipta Karya mempunyai tugas khusus yang berfungsi dalam mendukung visi dan misi DJCK sesuai dalam Surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No 22/KPTS/M/2012 tentang Pengangkatan atas atasan langsung Kepala Satuan Kerja tanggal 19 Januari Penjelasan rinci untuk Satuan Kerja dalam pembinaan oleh Direktorat Bina Program DJCK diuraikan dibawah ini, dalam sub bab persatuan kerja sebagai berikut: 1) SATUAN KERJA DIREKTORAT BINA PROGRAM CIPTA KARYA

14 8 Satuan Kerja Direktorat Bina Program Cipta Karya merupakan Satuan Kerja yang bertanggung jawab dalam melaksanakan kegiatan yang bersifat rutin di Direktorat Bina Program. Dalam hal ini masing-masing kegiatan terdapat di tiap Sub Direktorat di lingkungan Direktorat Bina Program. Uraian tugas dan tanggung jawab tiap unit dilingkungan Satker Direktorat Bina Program adalah: a. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK); antara lain bertugas menandatangani kontrak/spk atas program atau kegiatan-kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya sebagai pelaksana program dan bertanggung jawab atas kebenaran material dan akibat yang disiimpulkan dari kontrak/spk tersebut serta bertanggung jawab kepada Kepala Satker Pengguna Anggaran. b. Pejabat yang Melakukan Pengujian dan Perintah Pembayaran; antara lain bertugas menguji keabsahan Surat Permintaan Pembayaran (SPP), serta menandatangani dan menerbitkan Surat Permintaan Membayar (SPM). c. Bendahara Pengeluaran; antara lain bertugas menyelenggarakan pembukuan seluruh transaksi keuangan yang dilaksanakan Satker pada Buku Kas Umum (BKU), buku pembantu, serta buku tambahan lainnya. d. Unit Akuntansi; terdiri dari Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran (UAKPA) dan Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Barang (UAKPB). e. Pembantu Pejabat yang Melakukan Pengujian dan Perintah Pembayaran adalah staf yang ditunjuk oleh Kepala Satker Direktorat Bina Program yang membantu menyiapkan untuk melakukan pengujian atas Surat Permintaan Pembayaran (SPP) dan Surat Permintaan Membayar (SPM) dan bertanggungjawab kepada Pejabat yang Melakukan Pengujian dan Perintah Pembayaran. f. Pembantu Bendahara I dan II membantu menyelenggarakan pembukuan, menyiapkan Surat Permintaan Pembayaran Uang Persediaan (SPP-UP), melakukan pengamanan kas serta surat-surat berharga, menguji kebenaran penagihan pembayaran uang muka persediaan sesuai dengan MAK, DIPA dan peraturan yang berlaku, yang meliputi pembayaran atas belanja dan bertanggung jawab kepada Bendahara Pengeluaran. g. Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran (UAKPA); bertugas menyusun Laporan Realisasi Anggaran (LRA), menyusun Neraca Satuan Kerja sesuai dengan SAI yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. h. Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Barang (UAKPB); bertugas menyusun laporan Barang Milik Negara (BMN) dan Laporan Kendali Barang (LKB) Satker Direktorat Bina Program sesuai dengan SAI. i. Pelaksana Kegiatan bertugas membantu dan bertanggungjawab terhadap kelancaran persiapan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pelaksanaan suatu program atau kegiatan. j. Asisten Perencanaan Kegiatan; bertugas menyiapkan Rencana Kerja Kegiatan, menyiapkan Kerangka Acuan Kerja (KAK), menyiapkan usulan kegiatan Satker berikutnya, menyiapkan dokumen Revisi/RKAKL, menyiapkan jadwal pelelangan, dst.

15 9 k. Asisten Pelaksana Kegiatan; bertugas melaksanakan monitoring terhadap pelaksanaan kegiatan kontraktual dan swakelola, melaksanakan evaluasi progres pelaksanaan, menyiapkam Berita Acara Penerimaan Barang/Jasa, dst. l. Kepala Urusan Umum Kegiatan; bertugas menyiapkan Rencana Kerja Kegiatan penunjang seperti pengadaan barang, perjalanan dinas, menyiapkan dokumen yang diperlukan, memproses surat-menyurat, dst. m. Kepala Urusan Keuangan Kegiatan; bertugas menyiapkan Rencana Operasional Kerja (ROK), SPP, menyiapkan Laporan Progres Keuangan, dst. Untuk selanjutnya kegiatan Pembinaan dan Pengembangan Infrastruktur Program untuk Direktorat Bina Program Ditjen Cipta Karya dapat dilihat pada Bab. IV (Rencana Kerja Dit. Bina Program), pada masing-masing Sub Direktorat. 2) SATUAN KERJA PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN PROGRAM INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PUSAT DAN PROPINSI Kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah telah memberikan kewenangan dan kewajiban yang lebih besar kepada pemerintah daerah untuk melaksanakan dan mengelola pembangunan di daerahnya, khususnya untuk bidang infrastruktur permukiman. Dengan kewenangan yang dimiliki diharapkan pemerintah daerah mampu meningkatkan pelayanan publik kepada masyarakatnya. Namun tidak jarang permasalahan yang dihadapi tersebut tidak dapat diatasi sendiri oleh pemerintah kabupaten/kota, sehingga memerlukan kerjasama dengan pemerintah pusat, propinsi, serta kabupaten/kota tetangga, maupun pihak swasta dan masyarakat. Perencanaan pembangunan sesuai dengan Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Perencanaan Pembangunan Nasional terdiri dari empat (4) tahapan yakni: (1) penyusunan rencana; (2) penetapan rencana; (3) pengendalian pelaksanaan rencana dan (4) evaluasi pelaksanaan rencana. Keempat tahapan tersebut diselenggarakan secara berkelanjutan sehingga secara keseluruhan membentuk satu siklus perencanaan yang utuh. Sedangkan pengendalian pelaksanaan rencana pembangunan dimaksudkan untuk menjamin tercapainya tujuan dan sasaran pembangunan yang tertuang dalam rencana melalui kegiatan-kegiatan koreksi dan penyesuaian selama pelaksanaan rencana tersebut. Untuk mendorong kemampuan Pemerintah Daerah dalam melaksanakan pembangunan prasarana dan sarananya, khususnya bidang keciptakaryaan melalui proses yang terpadu/terintegrasi, partisipatif, dan terkendali, diperlukan adanya kerjasama pusat dan daerah. Dengan demikian, pembangunan prasarana dan sarana tidak dilaksanakan secara sepotong-sepotong, baik secara fisik maupun pendanaannya, serta mampu memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.

16 10 Pemerintah Pusat berkepentingan dalam melakukan fasilitasi dan peningkatan kapasitas manajemen pembangunan daerah. Hal tersebut dilakukan melalui pemberdayaan perencanaan program investasi infrastruktur yang terstruktur dan terprogram. Selain itu juga diharapkan dapat mewujudkan pembagian sumberdaya bersama melalui kemitraan antara Pemerintah Pusat, Propinsi dan Daerah Kabupaten/Kota, dan kemitraan dengan dunia usaha dan masyarakat. Pembentukan Satuan Kerja Perencanaan dan Pengendalian Program (Randal) di masing-masing Propinsi memegang peranan yang sangat vital dalam memperpendek jangkauan koordinasi Pemerintah kepada pemerintah Kabupaten/Kota demi terwujudnya pembangunan bidang Cipta Karya. Penguatan peran satker randal merupakan salah satu strategi peningkatan hubungan pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. Selain itu, untuk memperkuat pusat dan daerah, pembagian tugas antara pemerintah dan pemda sebagai penanggung jawab komponen output tertentu akan disepakati secara lebih jelas, baik anggaran, waktu, maupun personil. Untuk mendukungnya, perancangan distribusi pegawai yang diperbantukan ke daerah akan diperbanyak, seiring dengan meningkatnya alokasi anggaran dan beban kerja. Dengan demikian peran dan fungsi Pemerintah Propinsi sebagai kepanjangan tangan Pemerintah Pusat untuk memberikan pendampingan kepada Pemerintah Kabupaten/Kota dapat diwujudkan secara nyata. Untuk merealisasikan hal tersebut, Ditjen Cipta Karya mengalokasikan dana/kegiatan Perencanaan dan Pengendalian Program Bidang Cipta Karya. Kegiatan ini dilaksanakan di tingkat Propinsi dan teralokasi pada Satuan Kerja Perencanaan dan Pengendalian Program Propinsi. 3) SATUAN KERJA PEMBINAAN DAN PENGENDALIAN PRASARANA DAN SARANA DASAR PERKOTAAN Kegiatan Pembinaan dan Pengendalian Prasarana dan Sarana Dasar Perkotaan merupakan salah satu kegiatan dari Dana Pembangunan Kabupaten/Kota yang dipusatkan yang bertujuan untuk mengendalikan perencanaan, penyusunan, dan pelaksanaan program/kegiatan BPDP di daerah dalam rangka meningkatkan daya guna dan hasil guna pembangunan prasarana dasar permukiman di perkotaan. Penyediaan dana dalam rangka pelaksanaan Kegiatan Pembinaan dan Pengendalian Prasarana dan Sarana Dasar Perkotaan awalnya dilaksanakan dengan anggaran BA 999 perkotaan melalui penerbitan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Satuan Kerja SNVT Pembinaan dan Pengendalian Prasarana dan Sarana Dasar Perkotaan pada program Pemberdayaan Masyarakat. Namun dalam perkembangannya penyediaan dana tersebut dialihkan menjadi Anggaran 33 Kementerian Pekerjaan Umum mulai tahun anggaran 2011, yaitu dalam rangka mendukung program/kegiatan percepatan pembangunan sanitasi permukiman.

17 11 Tujuan Kegiatan Pembinaan dan Pengendalian Prasarana dan Sarana Dasar Perkotaan adalah merupakan salah satu kegiatan dari Pembinaan dan Pengendalian Prasarana dan Sarana Bidang Keciptakaryaan yang bertujuan untuk mengendalikan perencanaan, penyusunan, dan pelaksanaan program/kegiatan khususnya program/kegiatan Percepatan Pembangunan Sanitasi di daerah dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat permukiman di perkotaan. Sasaran Penyediaan dana dalam rangka pelaksanaan Kegiatan Satuan Kerja Pembinaan dan Pengendalian Prasarana dan Sarana Dasar Perkotaan di laksanakan dengan penerbitan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) pada program Pemberdayaan Masyarakat. 4) SATUAN KERJA PEMBINAAN DAN PENGENDALIAN PRASARANA DAN SARANA DASAR PERDESAAN Satuan Kerja Pembinaan dan Pengendalian Prasarana dan Sarana Dasar Perdesaan adalah perpanjangan tangan pemerintah dalam mengantisipasi akan kebutuhan sarana pengolahan air limbah, tetapi pola Pembangunan Prasarana dan Sarana Sanitasi bukan hanya tanggung jawab Pemerintah saja, masyarakat juga dilibatkan dalam pembangunan tersebut, hal ini untuk menjaga kesinambungan dari Prasarana dan Sarana Sanitasi yang terbangun. Hingga saat ini pembangunan sarana air minum dan penyehatan lingkungan telah dilakukan dengan menggunakan berbagai sumber pendanaan, baik pemerintah (APBN dan APBD), dana pinjaman atau hibah luar negeri, swasta atau dunia usaha, bahkan yang bersumber dari masyarakat sendiri. Namun demikian, pemerintah juga memberikan dukungan terhadap upaya pembangunan tersebut. Salah satu pendanaan yang mendukung pelaksanaan Pembangunan Sarana Air Minum dan Penyehatan Lingkungan berbasis masyarakat adalah dana dari APBN yang semula dari Mata Anggaran 999, pada Tahun Anggaran 2012 direalisasikan ke Mata Anggaran 33 Kementerian Pekerjaan Umum. Dana tersebut diperuntukkan untuk menunjang keberhasilan pembangunan sarana air minum dan penyehatan lingkungan berbasis masyarakat dan kegiatan yang bersifat interdepth, yang meliputi Direktorat Jenderal Cipta Karya Dit. Bina Program Kementerian Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Bina Bangda dan Direktorat Jenderal PMD Kementerian Dalam Negeri, Direktorat Jenderal PPPL Kementerian Kesehatan, Bappenas, dan Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan.

18 12 Untuk mendorong kegiatan pada Satuan Kerja P3SDP (Pembinaan dan Pengendalian Prasarana dan Sarana Dasar Perdesaan), ada 5 Kegiatan Penunjang, sebagai berikut: a. Fasilitasi Pelaksanaan Pembinaan dan Pengendalian Prasarana dan Sarana Dasar Perdesaan Bidang Infrastruktur. b. Fasilitasi Pelaksanaan Koordinasi Pembinaan dan Pengendalian Prasarana dan Sarana Dasar Perdesaan. c. Fasilitasi Pelaksanaan Pembinaan dan Pengendalian Prasarana dan Sarana Dasar Perdesaan Bidang Kelembagaan. d. Fasilitasi Pelaksanaan Pembinaan dan Pengendalian Prasarana dan Sarana Dasar Perdesaan Berbasis pada Masyarakat. e. Fasilitasi Pelaksanaan Pembinaan dan Pengendalian Prasarana dan Sarana Dasar Perdesaan Bidang Penyehatan Lingkungan KONDISI DAN TANTANGAN PEMBANGUNAN Dalam melaksanakan tugasnya, Direktorat Bina Program dipengaruhi oleh berbagai kondisi baik eksternal (lingkungan di luar Direktorat Bina Program) maupun internal (lingkungan di dalam Direktorat Bina Program), antara lain: 1. Mempertegas peran Direktorat Jenderal Cipta Karya selaku pembina sektorsektor Bidang Cipta Karya sesuai dengan azas desentralisasi. 2. Meningkatkan peran pemerintah propinsi dalam pembinaan perencanaan dan pemrograman pembangunan perkotaan dan perdesaan khususnya Bidang Cipta Karya melalui proses pendampingan dalam penyusunan strategi pengembangan kabupaten/kota dan Rencana Pembangunan Investasi Jangka Menengah (RPIJM) Kabupaten/Kota. 3. Pengembangan kebijakan dan strategi, menentukan prioritas strategi nasional, dan menghindari tumpang tindih penganggaran melalui pemrograman dan penganggaran yang SMART (systemic, manageable, accountable, realistic, and time bound). 4. Penguasaan teknologi, data dan informasi, peraturan perundangan, Norma, Standar, Pedoman, dan Manual (NSPM) untuk menjawab tantangan pembangunan ke-cipta Karya-an baik secara sektoral maupun lintas sektoral secara mendalam dan menyeluruh (holistik), serta dalam rangka pengambilan keputusan yang tepat. 5. Membangun network, aliansi strategis, dan meningkatkan hubungan dan kerjasama lintas sektoral, instansi, serta mengkomunikasikan program-program pembangunan Bidang Cipta Karya baik di lingkungan pusat/ daerah. 6. Optimalisasi pelaksanaan kegiatan tahun 2012 dan penyiapan dalam rangka pencapaian target Renstra

19 RENCANA STRATEGIS DIREKTORAT BINA PROGRAM Rencana strategis Direktorat Bina Program disusun dalam rangka melaksanakan tugas dan fungsi Direktorat Bina Program. Secara rinci, rencana strategis Direktorat Bina Program dapat dilihat pada Lampiran-I, Formulir RS ( Lampiran yang terkait) VISI DIREKTORAT BINA PROGRAM, MISI DIREKTORAT BINA PROGRAM TUJUAN DAN SASARAN DIREKTORAT BINA PROGRAM Karena direktorat Bina Program memiliki peran supporting, maka rumusan visi dan misi Direktorat Bina Program mengacu pada visi Direktorat Jenderal Cipta Karya, yaitu : Terwujudnya permukiman perkotaan dan perdesaan yang layak huni, produktif dan berkelanjutan melalui penyediaan infrastruktur yang handal dalam pengembangan permukiman, pengembangan sistem penyediaan air minum, pengembangan penyehatan lingkungan permukiman dan penataan bangunan dan lingkungan. Adapun misi direktorat jenderal Cipta Karya adalah sebagai berikut : Meningkatkan pembangunan prasarana dan sarana (infrastruktur) permukiman di perkotaan dan perdesaan dalam rangka mengembangkan permukiman yang layak huni, berkeadilan sosial, sejahtera, berbudaya, produktif, aman, tenteram, dan berkelanjutan untuk memperkuat pengembangan wilayah. Mewujudkan kemandirian daerah melalui peningkatan kapasitas pemerintah daerah, masyarakat dan dunia usaha dalam penyelenggaraan pembangunan infrastruktur permukiman, termasuk pengembangan sistem pembiayaan dan pola investasinya. Melaksanakan pembinaan penataan kawasan perkotaan dan perdesaan serta pengelolaan bangunan gedung dan rumah negara yang memenuhi standar keselamatan dan keamanan bangunan. Menyediakan infrastruktur permukiman bagi kawasan kumuh/nelayan, daerah perbatasan, kawasan terpencil, pulau-pulau kecil terluar dan daerah tertinggal, serta air minum dan sanitasi bagi masyarakat miskin dan rawan air. Memperbaiki kerusakan infrastruktur permukiman dan penanggulangan darurat akibat bencana alam dan kerusuhan sosial. Mewujudkan organisasi yang efisien, tata laksana yang efektif dan SDM yang profesional, serta pengembangan NSPM, dengan menerapkan prinsip good governance. Direktorat Bina Program merupakan unit kerja eselon 2 dibawah Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum. Direktorat Jenderal Cipta Karya pada TA 2012 memiliki 1 (satu) program, yaitu: Program Pembinaan dan Pengembangan Infrastruktur Permukiman. Dalam mendukung program Direktorat Jenderal Cipta Karya, Direktorat Bina Program menuangkannya 1 (satu) kegiatan yang dilaksanakan oleh masing-masing eselon 3. Kegiatan tersebut adalah merumuskan kebijakan dan penyusunan rencana, program, anggaran, serta evaluasi kinerja pelaksanaan kebijakan dan program di bidang cipta karya.

20 14 Adapun tujuan yang akan dicapai oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya dalam Periode , yaitu : 1. Meningkatnya kualitas perencanaan, pengembangan, dan pengendalian permukiman demi perwujudan pembangunan yang berkelanjutan (termasuk adaptasi dan mitigasi perubahan iklim). 2. Meningkatkan kualitas lingkungan permukiman dan cakupan pelayanan (infrastruktur) bidang permukiman (cipta karya) untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. 3. Meningkatkan pembangunan kawasan strategis, wilayah tertinggal dan penanganan kawasan rawan bencana untuk mengurangi kesenjangan antar wilayah. Sasaran strategis Direktorat Jenderal Cipta Karya yang akan dicapai berdasarkan tujuan tersebut di atas adalah: 1. Terpenuhinya pelayanan manajemen bidang permukiman. 2. Tersedianya Prasarana dan sarana air minum, air limbah, persampahan dan drainase pada lokasi pasca bencana/konflik sosial. 3. Terlaksananya pengembangan NSPK bidang pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). 4. Meningkatnya kapasitas kelembagaan termasuk Sumber Daya Manusia dalam pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). 5. Terlaksananya pembinaan dan pendampingan dalam rangka pembiayaan. 6. Tersusunnya NSPK bidang pengembangan permukiman. 7. Tersusunnya Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIK) di daerah. 8. Tersusunnya Rencana Pengembangan Kawasan Permukiman (RPKP) di perkotaan dan perdesaan. 9. Terlaksananya pendampingan penyusunan rencana tindak penanganan kawasan kumuh di perkotaan. 10. Terlaksananya pembinaan kelembagaan (organisasi dan SDM) serta peningkatan peran masyarakat dalam penyelenggaraan pengembangan permukiman. 11. Tersusunnya NSPK bidang penataan bangunan dan lingkungan. 12. Terlaksananya pendampingan penyusunan NSPK bidang Penataan Bangunan dan Lingkungan oleh Pemda. 13. Terlaksananya pembinaan kelembagaan penataan bangunan dan lingkungan (sosialisasi dan diklat). 14. Tersusunnya NSPK dalam pengembangan pengelolaan sanitasi lingkungan. 15. Terlaksananya pendampingan penyusunan Strategi Sanitasi Kota (SSK) yang berkaitan dengan pengelolaan sanitasi lingkungan oleh Pemda. 16. Terlaksananya pembinaan kelembagaan (organisasi, SDM, peran masyarakat) dalam rangka meningkatkan kemampuan pengelolaan sanitasi lingkungan.

21 Tersusunnya NSPK dalam pengembangan pengelolaan persampahan. 18. Terlaksananya pendampingan penyusunan SSK yang berkaitan dengan pengelolaan persampahan. 19. Terlaksananya pembinaan kelembagaan (organisasi, SDM, peran masyarakat) dalam rangka meningkatkan kemampuan pengelolaan persampahan. 20. Terlaksananya Pendampingan Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum kabupaten/kota. 21. Terwujudnya adaptasi terhadap perubahan iklim. 22. Tersusunnya kebijakan, program dan anggaran, kerjasama luar negeri dan pola investasi, data informasi serta evaluasi kinerja infrastruktur bidang permukiman. 23. Terwujudnya penataan kawasan permukiman kumuh di perkotaan. 24. Terlaksananya pembangunan infrastruktur kawasan-kawasan permukiman baru. 25. Terwujudnya penataan tertib pembangunan dan keselamatan bangunan dan lingkungan. 26. Terwujudnya penataan bangunan pada kawasan strategis, tradisional, bersejarah, dan ruang terbuka hijau. 27. Terwujudnya pengembangan Pusat Informasi Pengembangan Permukiman dan Bangunan (PIP2B). 28. Terwujudnya pemberdayaan masyarakat mandiri dan sejahtera. 29. Terwujudnya peningkatan pelayanan infrastruktur air limbah. 30. Terwujudnya peningkatan pelayanan infrastruktur drainase. 31. Terwujudnya peningkatan pelayanan infrastruktur persampahan. 32. Terwujudnya peningkatan pelayanan air minum terhadap Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) Perkotaan. 33. Terwujudnya peningkatan pelayanan air minum terhadap MBR Perdesaan. 34. Bertambahnya NSPK untuk peningkatan kualitas lingkungan permukiman dan cakupan layanan dasar. 35. Terselenggaranya layanan teknis dalam untuk peningkatan kualitas lingkungan permukiman dan cakupan layanan (dasar). 36. Terselenggaranya penanganan kawasan permukiman di kawasan rawan bencana. 37. Terselenggaranya pengembangan kawasan-kawasan potensial di perdesaan. 38. Terwujudnya penataan kawasan di daerah tertinggal, perbatasan, dan pulaupulau kecil terluar. Berdasarkan Tujuan dan sasaran strategis tersebut di atas, ditetapkan hasil/outcome jangka menengah yang akan dicapai oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya dalam periode adalah meningkatnya jumlah kabupaten/kota yang menerapkan NSPK dalam pengembangan kawasan permukiman sesuai rencana tata ruang wilayah/kawasan bagi terwujudnya pembangunan permukiman, serta jumlah kawasan yang mendapat akses pelayanan infrastruktur bidang permukiman yang berkelanjutan.

22 KEBIJAKAN, PROGRAM DAN KEGIATAN DIREKTORAT BINA PROGRAM Kebijakan yang digunakan oleh Direktorat Bina Program dalam menjalankan tugas dan fungsinya mengacu pada kebijakan Kementerian Pekerjaan Umum yaitu: 1. Meningkatkan fasilitasi dan pembinaan daerah otonom dalam penyelenggaraan infrastruktur permukiman, 2. Meningkatnya pembiayaan pengelolaan dan pembangunan infrastruktur permukiman, 3. Meningkatkan peran serta seluruh pemangku kepentingan dalam upaya mencapai sasaran air minum, air limbah, persampahan, dan drainase, 4. Percepatan pembangunan perdesaan, 5. Pengembangan kajian, strategi, dan kebijakan pengembangan kawasan, 6. Penerapan prinsip-prinsip Good Governance. 7. Peningkatan publikasi dalam berbagai media informasi serta pengembangan teknologi informasi. Untuk merealisasikan kebijakan tersebut di atas, Direktorat Bina Program pada TA 2012 mewujudkannya melalui 1 (satu) program, yaitu: Program Pembinaan dan Pengembangan Infrastruktur Permukiman. Pelaksanaan program tersebut dirinci dalam kegiatan-kegiatan untuk tahun 2012 sebagai berikut: 1. Penyusunan Kebijakan, Program dan Anggaran, Kerjasama Luar Negeri, Data Informasi dan Evaluasi Kinerja, dengan output: a. Layanan Perkantoran. b. Kebijakan dan Strategi Bidang Permukiman. c. Program dan Anggaran Bidang Permukiman. d. Kerjasama Luar Negeri Bilateral dan Multilateral. e. Evaluasi Kinerja Bidang Permukiman. f. Data dan Informasi Bidang Permukiman. g. Perencanaan dan Pengendalian Program Bidang Permukiman. Berdasarkan peraturan menteri keuangan nomor 112/PMK.02/2012 tentang petunjuk penyusunan dan penelaahan rencana kerja dan anggaran kementerian Negara/Lembaga, maka terdapat output tambahan sebagai berikut : 1. Kendaraan bermotor 2. Peralatan perkatoran 3. Perangkat data dan informasi 4. Bangunan/gedung

23 II - 1 BAB 2 RENCANA KINERJA TAHUNAN DAN PERJANJIAN KINERJA Dalam rangka melaksanakan tugas dan fungsi Direktorat Bina Program untuk merumuskan visi dan misi secara rinci, dituangkan dalam Rencana Strategis dan Rencana Kinerja Tahunan RENCANA KINERJA TAHUNAN Rencana kinerja tahunan Direktorat Bina Program pada tahun 2012 dilaksanakan melalui 1 (satu) program pembangunan sesuai DIPA Tahun 2012 (secara rinci dapat dilihat pada Lampiran-II, Form RKT), yaitu masuk dalam 1 (satu) Program Pembinaan dan Pengembangan Infrastruktur Permukiman. TARGET INDIKATOR KINERJA OUTPUT VOLUME SATUAN 76 Laporan Layanan Perkantoran 12 Bulan Kebijakan dan Strategi Bidang Permukiman 6 Laporan Program dan Anggaran Bidang Permukiman 13 Laporan Kerjasama Luar Negeri Bilateral dan Multilateral 8 Laporan Evaluasi Kinerja Bidang Permukiman 9 Laporan Data dan Informasi Bidang Permukiman 7 Laporan Perencanaan dan Pengendalian Program Bidang Permukiman 33 Laporan KEGIATAN PENYUSUNAN KEBIJAKAN, PROGRAM DAN ANGGARAN, KERJASAMA LUAR NEGERI, DATA INFORMASI SERTA EVALUASI KINERJA INFRASTRUKTUR BIDANG PERMUKIMAN a. Tujuan Kegiatan Mendukung upaya peningkatan kualitas pelayanan infrastruktur bidang permukiman melalui peningkatan kualitas penyusunan kebijakan, program, dan anggaran, kerjasama luar negeri, data informasi serta evaluasi kinerja infrastruktur bidang permukiman.

24 II - 2 b. Sasaran Kegiatan Tersusunnya kebijakan, program dan anggaran, kerjasama luar negeri, data informasi serta evaluasi kinerja infrastruktur bidang permukiman. c. Keluaran/Output Keluaran/output dari Kegiatan Penyusunan Kebijakan, Program dan Anggaran, Kerjasama Luar Negeri, Data Informasi Serta Evaluasi Kinerja Infrastruktur Bidang Permukiman adalah sebagai berikut: 1. Kebijakan dan strategi bidang permukiman 2. Program dan anggaran bidang permukiman 3. Kerjasama luar negeri bilateral dan multilateral 4. Evaluasi kinerja bidang permukiman 5. Data dan informasi bidang permukiman 6. Laporan perencanaan dan pengendalian program bidang permukiman Jika membandingkan anggaran 2010 dan 2011 tanpa kegiatan fisik (tabel 2.4), maka terlihat kenaikan sebesar 25%. Hal tersebut dapat menunjukkan bahwa kinerja Direktorat Bina Program 25% jauh lebih baik daripada tahun sebelumnya INDIKATOR KINERJA A. INDIKATOR SASARAN DAN INDIKATOR KINERJA Indikator kinerja adalah ukuran kuantitatif dan kualitatif yang menggambarkan tingkat pencapaian suatu kegiatan yang telah ditetapkan. Indikator yang digunakan dalam mengukur kinerja Direktorat Bina Program adalah : 1. Masukan (input) : Jumlah paket kegiatan dan dana yang direncanakan yang dialokasikan. 2. Keluaran (output) : Jumlah paket kegiatan dan dana yang terealisasi dinilai dalam bentuk persentase fisik kegiatan dan persentase keuangan.

25 II - 3 B. RINCIAN KELUARAN/OUTPUT 1) Rincian Keluaran/Output Layanan Perkantoran LAYANAN PERKANTORAN Pembayaran gaji/tunjangan dan operasional perkantoran Pembayaran Gaji dan Tunjangan Penyelenggaraan Operasional dan Pemeliharaan Perkantoran Operasional Perkantoran dan Pimpinan Perawatan gedung kantor Perawatan Kendaraan Bermotor Langganan Daya dan Jasa Laporan Pembinaan dan Pengendalian Prasarana dan Sarana Dasar Perkotaan Penyelenggaraan Operasional dan Pemeliharaan Perkantoran Laporan Pembinaan Dan Pengendalian Prasarana Dan Sarana Dasar Perdesaan Pembayaran Gaji dan Tunjangan Penyelenggaraan Operasional dan Pemeliharaan Perkantoran Laporan Perencanaan dan Pengendalian Program Bidang Permukiman Layanan perkantoran randal pusat layanan perkantoran randal propinsi 2) RINCIAN KELUARAN/OUTPUT KEBIJAKAN DAN STRATEGI BIDANG PERMUKIMAN SUBDIT KEBIJAKAN DAN STRATEGI BIDANG PERMUKIMAN Pembayaran gaji/tunjangan dan operasional perkantoran Administrasi Kegiatan Evaluasi Kebijakan dan Strategi Review Kebijakan dan Strategi Nasional Sistem Penyediaan Air Minum (KSNP-SPAM) Permen PU No. 20/PRT/M/2005 Review Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan Sistem Pengelolaan Persampahan (KSNP-SPP) Permen PU No.21/PRT/M/ Mid Term Review Rencana Strategis Ditjen Cipta Karya Tahun Masukan Teknis Kebijakan dan Strategi Penyusunan Masukan Teknis Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan Kelembagaan Infrastruktur Permukiman Dalam Perencanaan Jangka Menengah dan Jangka Panjang

26 II - 4 Peny. Strategi Jangka Menengah dan Panjang Pemb. Infr. Permukiman Mdkg Renc. Induk Percepatan dan Perluasan Pemb. Ek. Ind. Penyiapan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Nasional Bidang Permukiman Pedoman dan Manual RPIJM Sosialisasi Pedoman Penyusunan Rencana Program dan Investasi Pembangunan Infrastruktur Bidang Permukiman Pendampingan Strategi Perencanaan Jangka Menengah Pendampingan Penyusunan Rencana Pembiayaan Pembangunan Infrastruktur Permukiman Dalam Rangka Pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) 3) RINCIAN KELUARAN/OUTPUT PROGRAM DAN ANGGARAN BIDANG PERMUKIMAN SUBDIT PROGRAM DAN ANGGARAN BIDANG PERMUKIMAN Adminstrasi Kegiatan Pengumpulan dan Pengolahan Data Program dan Anggaran Sinkronisasi Program dan Anggaran Bidang Cipta Karya Tahun 2012 Penyusunan Program dan Anggaran Ditjen Cipta Karya 2012 Analisis dan Evaluasi Data Program dan Anggaran Pemeliharaan Data Program dan Anggaran Petunjuk Teknis Penyusunan KPJM Bidang Cipta Karya Penyiapan Rencana Program dan Anggaran Tahunan Monitoring dan Evaluasi dalam rangka Implementasi Sistem Perencanaan & Pengendalian Program dan Anggaran DJCK Penyusunan Standar Biaya Pembangunan Bidang Cipta Karya Penyus.Prioritas Program dlm rangka Menduk.Issu2 Strat.Bidang CK (MP3EI,Gender,Pemberdayaan,Keg.Interdep) Perencanaan Program dan Anggaran dalam rangka Pelaksanaan DAK Bidang Air Minum dan Sanitas Perencanaan Program dan Anggaran dlm rangka Pelaksanaan Percepatan MDGs Bidang Cipta Karya Cadangan Pembinaan Administrasi Pengelolaan Kepegawaian Persiapan Pelaksanaan Kegiatan TA 2012 dan Penyusunan Rencana TA 2013 di Lingkungan Dit. Bina Program Penyusunan Laporan SMAK - BMN Di Lingkungan Direktortat Bina Program Peningkatan Kinerja Pejabat dan Pegawai di Lingkungan Dit. Bina Program Laporan Monitoring Kegiatan di Lingkungan Dit.Bina Program

27 II - 5 Kelembagaan Unit Layanan Pengadaan (ULP) Sosialisasi Pembinaan Penataan Arsip/Dokumen di lingkungan Direktorat Bina Program Peningkatan Kinerja Aparat Bidang Cipta Karya Fasilitasi Peningkatan Reformasi Birokrasi di lingkungan Direktorat Bina Program Konsolidasi Staf Satker Direktorat Bina Program 4) RINCIAN KELUARAN/OUTPUT KERJASAMA LUAR NEGERI DAN MULTILATERAL SUBDIT KERJASAMA LUAR NEGERI DAN MULTILATERAL Administrasi Kegiatan Kerjasama Luar Negeri Bilateral dan Multilateral Penyusunan Rencana dan Program Investasi Penyusunan Rencana Dan Program Investasi Bidang Air Minum Dan Sanitasi Dalam Memenuhi Renstra Ta Penyusunan Rencana Dan Program Investasi Bidang PBL / Bidang Bangkim Dalam Memenuhi Renstra Identifikasi Sumber Pendanaan Luar Negeri Monitoring Dan Evaluasi Penyiapan Kerjasama Luar Negeri Ta 2012 Rapat Koordinasi Pinjaman Dan/Atau Hibah Luar Negeri 2012 Fasilitasi Penyiapan Kegiatan Kerjasama Luar Negeri Ta 2012 Penyiapan Administrasi Pinjaman/Hibah Luar Negeri Penyiapan Proyek Pinjaman dan/atau Hibah Luar Negeri Sub Bidang PLP Tahun Anggaran 2012 Penyiapan Proyek Pinjaman dan/atau Hibah Luar Negeri Sub Bidang Air Minum Tahun Anggaran 2012 Penyiapan Proyek Pinjaman dan/atau Hibah Luar Negeri Sub Bidang PBL dan Sub Bidang Bangkim Tahun Anggaran 2012 Identifikasi Sumber Dana/Investasi Lainnya Fasilitasi Penyiapan Sumber Pendanaan Lain TA 2012 Penyusunan Strategi dan Inventarisasi Pembiayaan CSR untuk Kegiatan CK 5) RINCIAN KELUARAN/OUTPUT EVALUASI KINERJA BIDANG PERMUKIMAN SUBDIT EVALUASI KINERJA Administrasi Kegiatan Penyiapan Pedoman dan Kriteria Evaluasi Review Indikator Kinerja Bidang Cipta Karya

28 II - 6 Penyusunan Road Map Evaluasi Kinerja Bidang Cipta Karya Pengumpulan dan Pengolahan Data Kinerja Pembangunan Bidang Cipta Karya Evaluasi Tahunan Bidang Cipta Karya Tahun 2012 Monitoring dan Evaluasi Kinerja Serta Fungsi dan Manfaat Program Pembangunan Bidang Cipta Karya Penyusunan Model Kegiatan Pola Pola Pemberdayaan Masyarakat dalam Pembangunan Bidang Cipta Karya Evaluasi Implementasi Kebijakan Sektor Air Minum Wilayah I Evaluasi Implementasi Kebijakan Sektor Air Minum Wilayah II Evaluasi Implementasi Kebijakan Sektor Penyehatan Lingkungan Permukiman Wil I Evaluasi Implementasi Kebijakan Sektor Penyehatan Lingkungan Permukiman Wil II Pendampingan dan Monitoring Kegiatan Evaluasi Kinerja Fasilitasi Penyusunan Kinerja (PK) dan LAKIP Direktorat Jenderal Cipta Karya tahun ) RINCIAN KELUARAN/OUTPUT DATA DAN INFORMASI BIDANG PERMUKIMAN a) Indikator Output Alat ukur pencapaian keluaran/output Data dan Informasi Bidang Permukiman adalah Jumlah Penyusunan laporan Data dan Informasi Bidang Permukiman. b) Keluaran dan Volume Output SUBDIT DATA DAN INFORMASI Administasi Kegiatan Peta Tematik dan GIS Prasarana dan Sarana Bidang Cipta Karya Pelaksanaan Pemantauan Kegiatan di Lingkungan Direktorat Jenderal Cipta Karya Pemeliharaan Jaringan Sistem Informasi Ditjen Cipta Karya Monitoring Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur Bidang Cipta Karya Melalui DAK Penyempurnaan Aliran Data dalam Menunjang Situation Room Direktorat Jenderal Cipta Karya Penyiapan dan Publikasi Buletin Cipta Karya Dokumentasi Hasil Pembangunan Bidang Cipta Karya 2011 Pengelolaan Situs Web dan Penyebarluasan Informasi Publik Bidang Cipta Karya Kampanye Komunikasi Publik Kegiatan Bidang Cipta Karya Penyiapan Bahan Penyelenggaraan Pameran dan Display Bidang Ditjen Cipta Karya Jasa Pendampingan Pelaksanaan Strategi Komunikasi Publik Bidang Cipta Karya Tahun 2012

29 II PERJANJIAN KINERJA Layanan Perkantoran 12 Bulan 21,836,486 Kebijakan dan Strategi Bidang Permukiman 8 Laporan 11,951,000 Program dan Anggaran Bidang Permukiman 53 Laporan 55,308,939 Kerjasama Luar Negeri Bilateral dan Multilateral 11 Laporan 11,996,000 Evaluasi Kinerja Bidang Permukiman 10 Laporan 12,000,000 Data dan Informasi Bidang Permukiman 10 Laporan 13,601,200 Perencanaan dan Pengendalian Program Bidang Permukiman 73 Laporan 120,235,000 Output Tambahan Kendaraan Bermotor 9 unit 862,325 Perangkat Pengolah Data dan Komunikasi 266 unit 6,197,965 Peralatan dan Fasilitas Perkantoran 45 unit 729,800 Gedung/Bangunan 1039 m² 1,060,000 Seluruh target output pada dokumen perjanjian kinerja telah memenuhi target pada dokumen rencana kinerja tahunan.

30 III - 1 BAB 3 AKUNTABILITAS KINERJA 3.1 EVALUASI DAN ANALISIS KINERJA Berdasarkan hasil yang dicapai dalam pelaksanaan kegiatan Direktorat Bina Program Tahun 2012, pengukuran kinerja kegiatan secara rinci dapat dilihat pada Lampiran-III, Form PKK. Dalam mendukung program tersebut, Direktorat Bina Program melaksanakan 1 (satu) kegiatan yaitu Kegiatan Penyusunan kebijakan, Program dan Anggaran, kerjasama luar negeri, data Informasi dan evaluasi kinerja. Adapun Selanjutnya akan dijabarkan secara detail, output Kegiatan Penyusunan Kebijakan, Program dan Anggaran, Kerjasama Luar Negeri, Data Informasi Serta Evaluasi Kinerja Infrastruktur Bidang Permukiman yang menjadi tanggung jawab Satuan Kerja Direktorat Bina Program CAPAIAN INDIKATOR OUTPUT LAYANAN PERKANTORAN Layanan perkantoran merupakan unit eselon 4 (empat) yang dikepalai oleh seorang kasubbag. Unit ini terdapat di setiap eselon 2 (dua) di Direktorat Jenderal Cipta Karya. Unit ini, khususnya di Direktorat Bina Program, bertanggung jawab atas tersedianya sarana dan prasarana perkatoran, penggajian pegawai dan administrasi kepegawaian untuk mendukung lancarnya kegiatan di Direktorat Bina Program. PAGU : Rp ,- PAGU PENGHEMATAN : Rp ,- REALISASI FISIK : 12 bulan layanan (100%) REALISASI KEUANGAN : Rp ,- PENYERAPAN : 94.72% PENCAPAIAN FISIK : 100% REALISASI PK : 91,23% Dengan penyerapan keuangan sebesar 94.72%, kegiatan layanan perkantoran tetap dapat mencapai realisasi fisik sebesar 100%. Adapun dana yang tidak terserap disebabkan karena pada penyelenggaraan langganan daya dan jasa, tagihan listrik sudah dibayarkan oleh dana dari setditjen.

31 III CAPAIAN OUTPUT KEBIJAKAN DAN STRATEGI BIDANG PERMUKIMAN Sub Direktorat Kebijakan dan Strategi merupakan unit eselon 3 (tiga) yang dipimpin oleh seorang Kasubdit. Unit ini mempunyai tugas melakukan penyiapan rumusan kebijakan dan strategi pembangunan dan penyediaan prasarana dan sarana bidang Cipta Karya. Untuk merumuskan sebuah kebijakan dan strategi bidang Cipta Karya, Subdit Kebijakan dan Strategi (Jakstra) ini melakukan perencanaan jangka menengah dan perencanaan kebijakan. PAGU : Rp ,- PAGU PENGHEMATAN : Rp ,- REALISASI FISIK : 8 Laporan (100%) REALISASI KEUANGAN : Rp ,000,- REALISASI : 99.29% REALISASI PK : 87.20% PENCAPAIAN FISIK : 100% Sub Direktorat Kebijakan dan Strategi dapat menyelesaikan tugasnya selama tahun 2012 tepat sesuai rencana. Sehingga didapat penyerapan keuangan sebesar 99.29% seimbang dengan pencapaian output (fisik) sebesar 100%. Dapat dikatakan bahwa Sub Direktorat Kebijakan dan Strategi memiliki kinerja yang sangat optimal selama tahun Jika disandingkan dengan dokumen Penetapan Kinerja ada sedikit gap pada pagunya. Pagu awal (yang tertera di dalam dokumen Penetapan Kinerja) mengalami perubahan yang disebabkan karena penghematan yang dilakukan oleh PPK yang bersangkutan. Sehingga meskipun realisasi keuangan berdasarkan dokumen Penetapan KInerja hanya sebesar 87,20% tetapi realisasi output tetap 100% CAPAIAN OUTPUT PROGRAM DAN ANGGARAN PERMUKIMAN Sub Direktorat Program Dan Anggaran merupakan unit eselon 3 (tiga) yang dipimpin oleh seorang Kasubdit. Unit ini mempunyai tugas utama yaitu penyusunan program dan anggaran tahunan bidang air minum, air limbah, drainase, persampahan, tata bangunan dan lingkungan, serta permukiman, serta penyusunan pedoman rencana program dan anggaran tahunan bidang cipta karya.

32 III - 3 PAGU : Rp ,- PAGU PENGHEMATAN : Rp ,- REALISASI FISIK : 9 Laporan REALISASI KEUANGAN : Rp ,- PENYERAPAN : 79,33% REALISASI PK : 45,63% Penyerapan subdit Program dan anggaran hanya sebesar 79,33%, hal tersebut disebabkan karena terdapat dana cadangan yang terblokir sebesar Rp ,- (pagu penghematan). Dana tersebut hendak dialihkan kepada sektor lain (PBL dan Bangkim) untuk menutup kekurangan gaji, tetapi tidak bisa dilakukan. Sehingga menyebabkan dana tersebut tidak terserap hingga akhir tahun. Sedangkan realisasi dokumen PK yang sangat rendah (45%) disebabkan karena dana cadangan pada awalnya dianggarkan sebesar Rp ,- tetapi pada pertengahan tahun dana tersebut termasuk pos yang dipotong untuk menutupi kekurangan subsidi BBM oleh Kemenkeu. A. P3SDP PERKOTAAN PAGU : Rp ,- PAGU PENGHEMATAN : Rp ,- REALISASI FISIK : 15 Laporan REALISASI KEUANGAN : Rp ,- PENYERAPAN : 97,31% PENCAPAIAN OUTPUT : 100% REALISASI PK : 89,13% B. P3SDP PEDESAAN PAGU : Rp ,- PAGU PENGHEMATAN : Rp ,- REALISASI FISIK : 23 Laporan REALISASI KEUANGAN : Rp ,- PENYERAPAN : 90,96% PENCAPAIAN OUTPUT : 100% REALISASI PK : 81,26%

33 III - 4 Di dalam kegiatan P3SDP perdesaan dan perkotaan terdapat kerjasama dengan instansi di luar Kementerian Pekerjaan Umum (Kemenkes, Bappenas, dan Kemendagri). Jika disandingkan dengan dokumen Penetapan Kinerja ada sedikit gap pada pagunya. Pagu awal (yang tertera di dalam dokumen Penetapan Kinerja) mengalami perubahan yang disebabkan karena penghematan yang dilakukan oleh PPK yang bersangkutan. Sehingga meskipun realisasi keuangan berdasarkan dokumen Penetapan Kinerja hanya sebesar 89,13% (perkotaan) dan 81,26% (pedesaan) tetapi realisasi output tetap 100% CAPAIAN OUTPUT KERJASAMA LUAR NEGERI DAN MULTILATERAL Sub Direktorat Kerjasama Luar Negeri dan Multilateral merupakan unit eselon 3 (tiga) yang dipimpin oleh seorang Kasubdit. Unit ini mempunyai tugas utama yaitu memfasilitasi kegiatan Kerjasama Luar Negeri Bidang Cipta Karya antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Masyarakat, dunia usaha dan CSR, khususnya bidang keciptakaryaan baik untuk tahun berjalan maupun tahun selanjutnya. PAGU : Rp ,- PAGU PENGHEMATAN : Rp ,- REALISASI FISIK : 10 Laporan REALISASI KEUANGAN : Rp ,- PENYERAPAN : 94.27% PENCAPAIAN OUTPUT : 100% REALISASI PK : 83,37% Selama tahun 2012 tingkat penyerapan keuangan Sub Direktorat Kerjasama Luar Negeri dan Multilateral adalah sebesar 94.27% dengan pencapaian output yaitu 100%. Jika disandingkan dengan dokumen Penetapan Kinerja ada sedikit gap pada pagunya. Pagu awal (yang tertera di dalam dokumen Penetapan Kinerja) mengalami perubahan yang disebabkan karena penghematan yang dilakukan oleh PPK yang bersangkutan. Sehingga meskipun realisasi keuangan berdasarkan dokumen Penetapan KInerja hanya sebesar 83,37% tetapi realisasi output tetap 100%.

34 III CAPAIAN OUTPUT EVALUASI KINERJA BIDANG PERMUKIMAN Sub Direktorat Evaluasi Kinerja bidang Permukiman merupakan unit eselon 3 (tiga) yang dipimpin oleh seorang Kasubdit. Unit ini mempunyai tugas utama yaitu mengevaluasi dan memberikan masukan (berdasarkan hasil evaluasi) terhadap kinerja seluruh Direktorat Teknis di bawah Direktorat Jenderal Cipta Karya. PAGU : Rp ,- PAGU PENGHEMATAN : Rp ,- REALISASI FISIK : 10 Laporan REALISASI KEUANGAN : Rp ,000,- PENYERAPAN : 99.46% PENCAPAIAN FISIK : 100% REALISASI PK : 87,55% Sub Direktorat Evaluasi Kinerja dapat menyelesaikan tugasnya selama tahun 2012 tepat sesuai rencana. Sehingga didapat penyerapan keuangan sebesar 99.46% seimbang dengan pencapaian output (fisik) sebesar 100%. Dapat dikatakan bahwa Sub Direktorat Evaluasi Kinerja memiliki kinerja yang sangat optimal selama tahun Jika disandingkan dengan dokumen Penetapan Kinerja ada sedikit gap pada pagunya. Pagu awal (yang tertera di dalam dokumen Penetapan Kinerja) mengalami perubahan yang disebabkan karena penghematan yang dilakukan oleh PPK yang bersangkutan. Sehingga meskipun realisasi keuangan berdasarkan dokumen Penetapan KInerja hanya sebesar 87,55% tetapi realisasi output tetap 100% CAPAIAN OUTPUT DATA DAN INFORMASI BIDANG PERMUKIMAN Sub Direktorat Data dan Informasi bidang Permukiman merupakan unit eselon 3 (tiga) yang dipimpin oleh seorang Kasubdit. Unit ini mempunyai tugas utama yaitu mengumpulkan data dan informasi seputar kegiatan keciptakaryaan. Pengumpulan data tersebut dilakukan dengan pengembangan teknologi informasi baik jaringan internet maupun jaringan internal Direktorat Jenderal Cipta Karya.

35 III - 6 PAGU : Rp ,- PAGU PENGHEMATAN : Rp ,- REALISASI FISIK : 7 Laporan REALISASI KEUANGAN : Rp ,- PENYERAPAN : 99.84% PENCAPAIAN FISIK : 100% REALISASI PK : 86,15% Sub Direktorat Data dan Informasi dapat menyelesaikan tugasnya selama tahun 2012 tepat sesuai rencana. Sehingga didapat penyerapan keuangan sebesar 99,84% seimbang dengan pencapaian output (fisik) sebesar 100%. Dapat dikatakan bahwa Sub Direktorat Kebijakan dan Strategi memiliki kinerja yang sangat optimal selama tahun Jika disandingkan dengan dokumen Penetapan Kinerja ada sedikit gap pada pagunya. Pagu awal (yang tertera di dalam dokumen Penetapan Kinerja) mengalami perubahan yang disebabkan karena penghematan yang dilakukan oleh PPK yang bersangkutan. Sehingga meskipun realisasi keuangan berdasarkan dokumen Penetapan KInerja hanya sebesar 86,15% tetapi realisasi output tetap 100% CAPAIAN SATKER PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN Satker Perencanaan dan Pengendalian Program Bidang Cipta Karya merupakan kepanjangan tangan Ditjen Cipta Karya untuk memperpendek jangkauan koordinasi kepada Pemerintah Kabupaten/Kota. Dalam perjalanan tahun anggaran 2012, satker Randal Pusat memiliki 9 (sembilan) output laporan yaitu laporan perencanaan dan pengendalian. PAGU : Rp ,- PAGU PENGHEMATAN : Rp ,- REALISASI FISIK : 9 Laporan REALISASI KEUANGAN : Rp ,- PENYERAPAN : 88,96% PENCAPAIAN FISIK : 100% REALISASI PK : 82,60% Selama tahun 2012 tingkat penyerapan keuangan Satker Perencanaan dan Pengendalian Program Bidang Cipta Karya adalah sebesar 87.73% dengan tingkat

36 III - 7 pencapaian fisik 100%. Kegiatan Satker Randal Pusat banyak berkaitan dengan instansi lain, sehingga penyerapan anggaran tidak bisa maksimal. Satker Randal propinsi yang merupakan perpanjangan tangan satker Randal Pusat, memiliki beberapa kegiatan yang menggunakan dana APBN. a. Randal Propinsi PAGU : Rp ,- PAGU PENGHEMATAN : Rp ,- REALISASI FISIK : 64 Laporan REALISASI KEUANGAN : Rp ,- PENYERAPAN : 96.86% PENCAPAIAN FISIK : 100% REALISASI PK : 96,78% Output laporan pada satker Randal propinsi adalah 1 (satu) buah laporan rencanaan dan 1 (satu) buah laporan pengendalian, di 32 (tiga puluh dua) propinsi. 3.2 EVALUASI DAN ANALISIS ANGGARAN DIAGRAM REALISASI ANGGARAN Pagu anggaran tahun 2012 naik sebesar 10% dibandingkan pagu anggaran pada tahun sebelumnya (2011). Sedangkan pada pagu penghematan, tahun 2012 naik sebesar 9% terhadap pagu tahun sebelumnya (tahun 2011). Penyerapan anggaran pasa tahun 2012 juga mengalami kenaikan dari 91,68% pada tahun 2011 menjadi 93,89% pada tahun (diagram 3.1)

37 III - 8 Diagram 3.1 Perbandingan penyerapan 2010 hingga 2012 (x Rp 1.000,-) Diagram 3.2 Perbandingan penyerapan 2008 hingga 2012 dalam %

38 III - 9 Jika dibandingkan realisasi dengan pagu awal yang ada di dokumen Penetapan Kinerja adalah : Diagram 3.3 Perbandingan pagu dana di dalam PK, pagu penghematan, dan realisasi. Diagram 3.4 Perbandingan pagu dana di dalam PK, pagu penghematan, dan realisasi.

39 III - 10 Dengan pagu yang meningkat di tahun 2012 ini dibanding tahun sebelumnya, Direktorat Bina Program masih mampu meningkatkan tingkat penyerapan anggaran di tahun Hal tersebut dapat dikatakan bahwa Direktorat Bina Program telah mengoptimalkan kinerja organisasinya sehingga dapat berprestasi. Adapun prestasi tersebut diukur dengan indikator keberhasilan yaitu tingkat penyerapan yang tinggi dan meningkat dari tahun sebelumnya DIAGRAM PENCAPAIAN TARGET OUTCOME Selain mengukur outcome dengan indikator sesuai yang tercantum di dalam dokumen Renstra, diukur pula sebuah outcome dengan indikator berbeda. Hal tersebut dilakukan untuk lebih mempertajam analisis terhadap hasil kinerja Direktorat Bina Program. Adapun indikator yang digunakan untuk mengukur adalah kesesuaian program dan kegiatan Cipta Karya dari RKAK/L terhadap RPIJM kab/kota. Adapun nilai kesesuaian per sektor secara nasional bisa dilihat dari diagram 3.1. SEKTOR BANGKIM SEKTOR PBL SEKTOR PLP SEKTOR AIR MINUM Diagram 3.5 Diagram Kesesuaian Program/Kegiatan Ditjen Cipta Karya

40 III - 11 Diagram di atas menunjukkan tingkat kesesuaian program/kegiatan di RKAK/L dengan dokumen RPIJM relatif tinggi (dengan kisaran 60% - 85%) walaupun belum dapat dikatakan maksimal. Dokumen RPIJM adalah dokumen usulan kebutuhan kab/kota yang bersangkutan terhadap program/kegiatan keciptakaryaan. Jika tingkat kesesuaian dokumen RPIJM dengan RKAK/L tinggi, dapat dikatakan bahwa program/kegiatan keciptakaryaan yang dilakukan dalam tahun berjalan sebagian besar sudah sesuai dengan kebutuhan kab/kota yang bersangkutan. Semakin tinggi tingkat kesesuaiannya berbanding lurus dengan tingkat keberhasilan/keberlanjutan sebuah program/kegiatan. Dengan demikian secara tidak langsung, Direktorat Bina Program telah mendukung sasaran Direktorat Jenderal Cipta Karya DIAGRAM PENCAPAIAN TARGET OUTPUT Diagram 3.6 Perbandingan Pencapaian Output 2010 dengan 2012

41 III - 12 Diagram diatas menggambarkan bahwa capaian output pada tahun 2012 lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya (2011). Hal tersebut mengindikasikan bahwa kinerja Direktorat Bina Program pada tahun 2012 meningkat dengan cukup signifikan. Sedangkan dengan TU dan Program Anggaran sesuai dengan target yang diharapkan. Dengan demikian target RENSTRA akan dengan optimis terlampaui pada tahun 2014 nanti PENYERAPAN ANGGARAN (P) Direktorat Akumulasi realisasi anggaran (RA) Akumulasi pagu anggaran penghematan (PA) Penyerapan Anggaran (P) Bina Program 218,129, ,678, P = 94,15% KONSISTENSI ANTARA PERENCANAAN DAN IMPLEMENTASI (K) BULAN TINGKAT PENYERAPAN TIAP BULAN KONSISTENSI ANTARA PERENCANAAN DAN IMPLEMENTASI (K) JANUARI FEBRUARI 0.00 MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOPEMBER DESEMBER 77.21

42 III - 13 Berdasarkan perhitungan di atas, Direktorat Bina Program selama tahun 2012 mencapai total penyerapan 93.89%. Sedangkan angka yang diperoleh dalam penghitungan konsistensi penyerapan yaitu sebesar 58,01%. Hal tersebut mengindikasikan bahwa Direktorat Bina Program memiliki tingkat konsistensi yang cukup tinggi meskipun masih terdapat gap yang cukup besar antara rencana penarikan dana dengan realisasi penarikan dana tiap bulan PENCAPAIAN KELUARAN (PK) IKK indikator kinerja keluaran (output) target output (TKK) Realisasi output (RKK) RKK / TKK Pencapaian keluaran 1. Layanan Perkantoran Jakstra PA KLN EK DI Randal EFISIENSI Keluaran Volume Anggaran EFISIENSI target realisasi Pagu per Realisasi per (%) (TVK) (RVK) Output (PAK) Output (RAK) NILAI EFISIENSI 1. Layanan Perkantoran ,222,776 14,799, Jakstra ,951,000 10,421, PA ,804,662 34,291, KLN ,996,000 10,001, EK ,000,000 10,505, DI ,601,200 11,659, Randal ,823, ,422,572

43 III - 14 Eo1 = = 8,07% Dari perhitungan di atas dapat kami sampaikan bahwa untuk output layanan perkantoran memiliki tingkat efisiensi (tingkat penghematan) sebesar 16,57%. Nilai efisiensi tersebut dapat diartikan bahwa Direktorat Bina Program memiliki perencanaan yang kuat, dan dapat melakukan penghematan sebesar 16,57% ASPEK MANFAAT (CH) Direktorat Outcome target outcome realisasi outcome realisasi / target capaian hasil Bina Program Meningkatnya jumlah kabupaten/kota yang menerapkan NSPK dalam pengembangan kawasan permukiman sesuai rencana tata ruang wilayah/kawasan bagi terwujudnya pembangunan permukiman Aspek manfaat ini diperhitungkan dengan mengukur tingkat ketercapaian outcome Direktorat Bina Program. Selama tahun 2012, Direktorat Bina Program telah mencapai outcome maksimal yaitu 100%.

44 III PENILAIAN ASPEK EVALUASI Direktorat ASPEK IMPLEMENTASI ASPEK MANFAAT NILAI ASPEK IMPLEMENTASI NILAI ASPEK EVALUASI P K PK NE CH ( I ) ( NK ) Bina Program Nilai Aspek Implementasi : I = (P X W P ) + (K X W K ) + (PK X W PK ) + (NE X W E ) = 89,34 % Dan diperoleh nilai kinerja sebagai berikut : NK = (I X W I ) + (CH X W CH ) = 96,45 % Berdasarkan perhitungan di atas, Nilai Kinerja yang dihasilkan sebesar %. Nilai Kinerja tersebut didapat dengan memperhitungkan tingkat penyerapan dana, tingkat pencapaian output, efisiensi, dan aspek manfaat. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan, kinerja Direktorat Bina Program termasuk dalam kategori SANGAT BAIK KENDALA DALAM PELAKSANAAN KEGIATAN 2012 Pada dasarnya kegiatan Direktorat Bina Program Tahun Anggaran 2012 dinilai tidak ada hambatan. Hal tersebut dapat terlihat dari penyerapan rata-rata di Direktorat Bina Program mencapai 94,15%.

45 III - 16 Namun demikian te.rdapat beberapa permasalahan yang teridentifikasi seiring demgan waktu berjalannya kegiatan di masing-masing Sub Direktorat di tahun Permasalahan tersebut antara lain : A. PERENCANAAN Total usulan kegiatan RPIJM TA 2012 yang terakomodasi oleh APBN DJCK TA 2012 baru mencapai 77,6% (menurun dari pelaksanaan tahun 2011 yang sebesar 89,9 %) Dokumen RPIJM dan Memorandum Program sebagai dasar perencanaan Bidang Cipta Karya di Kab/Kota belum menggambarkan sinkronisasi antar sektor (RISPAM, SSK, RTBL dan SPPIP/RPKPP) serta belum dilakukan updating secara berkala setiap tahunnya. Adanya indikator kinerja output yang menurut penilaian Itjen terhadap LAKIP 2011 masih bias dalam pengukurannya. Terdapat beberapa indikator kinerja di dalam dokumen RENSTRA yang di luar kewenangan Ditjen Cipta Karya; kurang bisa terukur; tidak menjawab sasaran strategis; dan kurang spesifik. Lamanya penyiapan readiness criteria dari Pemda (lahan, AMDAL, FS/DED, Kesepakatan Pengelola, Kesepakatan biaya O/M) Usulan Kegiatan tidak sesuai dengan Dokumen RPIJM PUCK. RPIJM dan Memorandum Program (MP) belum dijadikan sebagai pedoman pemrograman secara konsisten. Belum konsistennya pemrograman mulai dari Konreg, Trilateral Meeting, Musrenbangnas, sampai dengan RKA-KL/DIPA Kualitas RPIJM dan MP tidak seperti yang diharapkan, masih banyak yang perlu direvisi. Readiness Criteria belum dijadikan saringan utama pada saat penyusunan program. Keterlibatan sektor dalam proses penyusunan RPIJM dan MP di daerah masih belum optimal.

46 III - 17 Kurang cermatnya penyusunan RKAKL sehingga terdapat banyak revisi terkait dengan realokasi dana, perubahan akun, dsb B. PELAKSANAAN Masih banyak pembangunan infrastruktur belum responsive gender yang ditandai dengan masih banyaknya kebijakan & kegiatan pembangunan infrastruktur yang belum memperhatikan pengalaman, aspirasi, kebutuhan & permasalahan yang berbeda antara laki-laki dan perempuan. (sebagai contoh belum semua mal atau gedung perkantoran menyediakan tempat untuk ibu menyusui dan perawatan anak. Realisasi DDUB sebagai Matching Fund terhadap APBN Reguler 2012 masih sangat rendah. Rata-rata 18%, terdiri dari: [1] kategori rendah (0-5%) sekitar 0,41%; [2] kategori sedang (5-10%) sekitar 1,26 %; [3] kategori tinggi (10-15%) sekitar 1,66 %; dan [4] kategori sangat tinggi (15-20%) sekitar 15 %. Proses Pelelangan dengan dana pinjaman membutuhkan waktu lama (Persetujuan Dokumen Lelang, Persetujuan Berita Acara Evaluasi, Persetujuan Pemenang Lelang, dll). Terjadinya review/revisi terhadap DED yang telah disusun. Revisi Blue Book PHLN Bappenas Tahun baru disetujui pada akhir November Keterlambatan persetujuan kerjasama yang menyebabkan keterlambatan pelaksanaan pembangunan. C. PENGENDALIAN Diperlukan standar monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembangunan sektor sebagai acuan internal DJCK yang diakui bersama. Belum dilaksanakannya monitoring secara berkala terhadap pencapaian dari Penetapan Kinerja Kurang mantapnya estimasi kebutuhan alokasi dana pinjaman yang menyebabkan terjadinya permintaan realokasi antar kategori yang memakan waktu lama.

47 III - 18 Lemahnya kemampuan dan pemahaman teknis personil Unit Pemantauan sehingga terjadi consultant driven. Terlambatnya penyampaian laporan Fisik dan Keuangan kepada Unit Pemantauan FOTO KEGIATAN

48 III - 19 SATKER RANDAL EVALUASI AKHIR TAHUN PELAKSANAAN SATKER RANDAL PIP Satuan Kerja Perencanaan dan Pengendalian (Satker Randal) di setiap provinsi merupakan tumpuan dalam hal perencanaan dan pengendalian pelaksanaan program pembangunan bidang Cipta Karya. Hal tersebut disampaikan Direktur Bina Program Ditjen Cipta Karya, Antonius Budiono, saat membuka evaluasi akhir tahun 2012 Pelaksanaan Satker Randal PIP Direktorat Bina Program di Batam, Rabu (5/12). Dalam kesempatan tersebut Antonius juga mengevaluasi dokumen Rencana Program dan Investasi Jangka menengah (RPIJM) Kabupaten/Kota. Masih terdapat 24 dokumen RPIJM Kabupaten/Kota yang hanya tersedia matriks program. Selain itu, masih terdapat 3 Kabupaten/Kota yang menyusun dokumen RPIJM yaitu; Kabupaten Simalungun, Nias Barat dan Sabu Raijua. RPIJM harus menjadi acuan agar pelaksanaan pembangunan infrastruktur permukiman dapat berjalan efektif dan efisien, tambah Antonius. Untuk persiapan pelaksanaan 2013, saat ini kesesuaian RKAKL 2013 dengan RPIJM cukup tinggi sebesar 77% yang tidak sesuai 24%. Dimana provinsi dengan tingkat kesesuain rendah yaitu SUMUT, JAMBI, KALTIM, SULTENG, PABAR dan PAPUA. Selain itu, untuk diperlukan juga penguatan satgas randal Diantaranya, penguatan satgas randal pusat dengan penguatan sekretariat randal pusat. Kedua, penguatan satgas randal provinsi yaitu dengan pembentukan satgas berdasarkan SK Gubernur dan pelibatan satker sektor dalam perencanaan dan pengendalian bidang CK. Penguatan satgas randal Kabupaten/Kota juga penting dengan pembentukan satgas randal berdasarkan SK Kabupaten/Kota dan penguatan peran satgas dalam perencanaan dan pengendalian bidang Cipta Karya.

49 III - 20 SUBDIT KERJASAMA LUAR NEGERI SOSIALISASI PROGRAM HIBAH saiig Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum masih terus mensosialisasikan program hibah sanitasi bantuan Australia (saiig) yang sementara ini baru berhasil menjaring 24 kabupaten/kota yang berminat. Total hibah sebesar 40 juta dolar Australia dan mentargetkan 40 kabupaten/kota dengan lingkup kegiatan pembangunan prasarana air limbah dan persampahan. Direktur Bina Program Ditjen Cipta Karya Antonius Budiono dalam arahannya mendorong partisipasi kabupaten/kota dalam pencapaian target Millennium Development Goals (MDGs) tahun 2015 bidang sanitasi sebesar 62,4% yang saat ini baru dicapai 55,6%. Untuk meningkatkan 6,8% telah dilakukan peningkatan anggaran APBN bidang sanitasi, namun masih banyak membutuhkan sumber-sumber pendanaan lain, salah satunya hibah. Sosialisasi ini dibuka oleh Walikota Banjarmasin, H. Muhidin, dan dihadiri oleh Ketua Asosiasi Kabupaten/Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI) yang juga Walikota Jambi, Bambang Priyanto, Walikota Tanjung Pinang Suryatati, serta ketua DPRD dan perwakilan dinas terkait. Walikota Banjarmasin, H. Muhidin, dalam pembukaannya mengharapkan penambahan komponen drainase dalam ruang lingkup program hibah saiig karena menjadi masalah perkotaan yang cukup serius. Kami sangat mendukung program hibah semacam ini, sebagai contoh pada program hibah air minum dan air limbah dari AusAID tahun ini Pemkot sudah menyertakan modal sebanyak RP 40 miliar, Rp 30 miliar bidang air minum, dan Rp 10 miliar untuk air limbah, kata Muhidin. Untuk saat ini baru ada sembilan kabupaten/kota yang usulan programnya sudah memenuhi persyaratan teknis, dan mereka akan ditindaklanjuti ke proses selanjutnya. Paling lambat November ini akan dilakukan penandatangan Naskah Perjanjian Penerusan Hibah (NPPH, red), pungkas Anton. (bcr)

50 III - 21 SUBDIT EVALUASI KINERJA SOSIALISASI LAKIP DAN PK Direktorat Bina Program melalui Sub direktorat Evaluasi Kinerja menggelar kegiatan Sosialisasi Penyusunan Penetapan Kinerja (PK) Dan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Di Lingkungan Ditjen Cipta Karya Tahun 2012 di Yogyakarta pada tanggal Mei Kegiatan yang diikuti oleh seluruh Satker di Lingkungan Direktorat Cipta Karya tersebut (baik satker Pusat maupun satker propinsi) merupakan tindak lanjut dari Instruksi Menteri Pekerjaan Umum No 01/IN/M/2012 tentang Penyusunan, Pelaporan, dan Evaluasi LAKIP Tahun 2011 serta Penetapan Kinerja Tahun Dalam sambutannya, Direktur Bina Program Antonius Budiono mengatakan, dokumen LAKIP dan PK merupakan bagian dari Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), dimana SAKIP tersebut merupakan upaya Pemerintah untuk mewujudkan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan pemerintahan kepada publik. Sistem tersebut telah mengenalkan suatu siklus perencanaan publik dimulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan evaluasi kinerja melalui sistem pertanggungjawaban yang tepat, jelas, terukur, dan legitimate. Lebih lanjut menurutnya, untuk menunjang terjaganya kualitas penyusunan LAKIP, Kementerian PAN dan RB telah menerbitkan beberapa peraturan diantaranya Peraturan Menteri PAN No PER/09/M.PAN/5/2007 tentang Pedoman Umum Penetapan IKU di Lingkungan Instansi Pemerintah dan yang terbaru Permen PAN dan RB No PER/29/M.PAN/2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Instansi Pemerintah. Oleh karena itu, dimulai pada awal tahun 2012, penyusunan LAKIP dan PK di lingkungan Ditjen Cipta Karya akan dimulai dari Satuan Kerja terkecil secara berjenjang sesuai muatan Renstra masing-masing.instansi yang berkewajiban menyusun PK dan LAKIP adalah Unit Kerja Mandiri, Satminkal Eselon II, dan Unit Organisasi Eselon I d lingkungan Direktorat Jenderal Cipta Karya. (rth)

51 III - 22 SUBDIT JAKSTRA KEGIATAN WORKSHOP PENINGKATAN KUALITAS RPIJM Berdasarkan review Ditjen Cipta Karya tahun 2011, sebanyak 228 dokumen Rencana Program Investasi Jangka Menengah (RPIJM) Kabupaten/Kota dari total 480 Kabupaten/Kota perlu dilakukan revisi. Sebanyak 34 dokumen memerlukan revisi besar sementara 194 revisi kecil. Revisi ini dilakukan terkait dengan adanya dinamika kebijakan di bidang keciptakaryaan yang menuntut diperlukannya pemutakhiran terhadap RPIJM Kab/Kota agar dapat terakomodasi. Demikian disampaikan Direktur Bina Program Antonius Budiono saat membuka acara Workshop Peningkatan Kualitas RPIJM di Bogor, Selasa (1/5). Menurut Antonius, dinamika derah cukup tinggi, seperti wacana transfer beberapa kegiatan Cipta Karya langsung ke daerah, percepatan pencapaian MDG S (Air Minum dan Sanitasi), pemenuhan Direktif Presiden serta masukan dari para stakeholder seperti DPR dan masyarakat. Hal ini menuntut adanya review terhadap RPIJM dan juga sinkronisasi program. Untuk itu kualitas RPIJM perlu ditingkatkan. Salah satunya diukur dari keterpaduan dengan dokumen perencanaan program CK lainnya seperti SPPIP, RTBL, RISPAM, dan SSK. RPIJM ini bermanfaat bagi kita semua dan merupakan sistem bagus untuk keciptakaryaan, tambahnya. Workshop Peningkatan Kualitas RPIJM Acara Workshop ini diikuti oleh para Kasatker Perencanaan dan Pengendalian Provinsi di seluruh Indonesia. Acara selama dua hari ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas/kelayakan RPIJM Kab/Kota dan memastikan bahwa seluruh usulan program bidang Cipta Karya sudah berbasiskan RPIJM Kab/Kota. Adapun sasaran yang diharapkan adalah mengidentifikasi kesesuaian usulan program bidang Cipta Karya terhadap RPIJM Kabupaten/Kota serta mengintegrasikan dan mensikronisasikan seluruh usulan program/kegiatan Cipta Karya TA 2013 berbasiskan pada RPIJM Kab/Kota

52 III - 23 SUBDIT DATA DAN INFORMASI WORKSHOP E-MONITORING DAK Untuk mendukung kelancaran pemantauan dan pelaporan Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang Infrastruktur Sub Bidang Air Minum dan Sanitasi di lingkungan Ditjen Cipta Karya, Dit. Bina Program melalui Subdit Data dan Informasi menyelenggarakan Workshop E-Monitoring DAK untuk di Bali 8-10 Mei Workshop ini diselenggarakan mengingat selama ini pelaporan DAK lebih banyak dilakukan secara manual dan belum secara efektif menggunakan sistem e-monitoring. Para peserta adalah koordinator pelaporan Satker Randal Provinsi, petugas pelaporan DAK Satker Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum, dan Petugas Pelaporan DAK Satker Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman dari Provinsi Seluruh Indonesia. Dalam arahannya Direktur Bina Program Antonius Budiono mengatakan, selama ini pelaporan DAK sangat minim diterima oleh pusat. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal seperti, wewenang daerah yang belum dipahami, kendala koordinasi di tingkat provinsi serta belum adanya sistem yang tersruktur. Untuk mengatasi hal tersebut, KemenPU telah membuat aplikasi e-monitoring DAK untuk membantu pemantauan dan pelaksanaan DAK, dimana untuk tahun 2012 aplikasi ini menjadi semakin berkembang. Ia menghimbau bagi para peserta agar aplikasi e-monitoring DAK dapat segera disosialisasikan dan diimplementasikan ke Kabupaten/Kota. Dengan adanya aplikasi e-monitoring ini maka pelaporan DAK akan berjalan lancar. Hal ini tidak hanya menguntungkan bagi pemerintah pusat namun juga para pelaksana DAK di daerah. Bagi daerah penerima DAK, hasil dari aplikasi e-monitoring ini dapat digunakan sebagai bahan pelaporan kepada Gubernur dan Bupati/Walikota, kata Antonius. (dvt)

53 III - 24 SUBDIT PROGRAM DAN ANGGARAN KEGIATAN PRA KONSULTASI DAK 2013 Penggunaan Dana Alokasi Khusus (DAK) sub bidang air minum dan sanitasi diharapkan dapat dinikmati oleh masyarakat secara luas. Penyaluran DAK untuk dua bidang infrasturktur Cipta Karya tersebut untuk mendorong percepatan prioritas pembangunan di daerah dan mendukung pencapaian Millennium Development Goals (MDGs) tahun "Pemerintah daerah sampai saat ini masih terus berharap kepada pemerintah pusat. Belum dilakukan upaya untuk berkontribusi dalam mendanai pembangunan bidang Cipta Karya di daerahnya", kata Direktur Bina Program Ditjen Cipta Karya, Antonius Budiono, saat membuka Pra Konsultasi Program Penggunaan DAK Sub Bidang Air Minum dan Sanitasi Tahun 2013 Wilayah Timur, di Makassar (5/12) Antonius menyampaikan keprihatinannya terkait masih belum patuhnya pemerintah daerah dalam penyampaian laporan pelaksanaan DAK ke pemerintah pusat, selain rendahnya akurasi data teknis untuk perencanaan, serta pengawasan yang lemah. Sementara itu, Direktur Pengembangan Air Minum, Danny Sutjiono, terus menghimbau dan menegaskan sasaran DAK diutamakan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan pelayanan secara langsung kepada masyarakat. Pra Konsultasi Program Penggunaan DAK Tahun 2013 di Wilayah Timur diikuti seluruh Satker PKP Air Minum, Satker PLP dan Satker/PPK Perencanaan Pengendalian dari Provinsi Jawa Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Bali, NTB, NTT, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat. Sedangkan unsur pusat antara lain dari Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri Sekretariat Jenderal Kementerian PU, Direktorat Bina Program, Direktorat Pengembangan Air Minum dan Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman Ditjen Cipta Karya. (hsn/bcr)

54 III HAL-HAL YANG MEMERLUKAN PERHATIAN UNTUK PENINGKATAN KINERJA Berdasarkan pencapaian pelaksanaan program dan kegiatan Direktorat Bina Program maka dapat dilihat beberapa hal yang perlu mendapat perhatian dalam meningkatkan kinerja Direktorat Bina Program: 1. Perlu diupayakan pemantapan dan peningkatan usulan kegiatan yang telah disepakati dalam dokumen MP dan RPIJM sebagai basis penyusunan kegiatan yang diprioritaskan masuk dalam RKA-K/L 2. Perlunya konsistensi dalam pengajuan usulan kegiatan sejak dari Konreg sampai dengan penyusunan RKA-K/L 3. Readiness Criteria harus dijadikan kriteria utama dalam penyaringan program. 4. Sinkronisasi program prioritas nasional dan daerah antar sektor dilakukan dilevel propinsi yang dikoordinasi satker Randal 5. Dit. Sektor dan Satker Sektoral Propinsi perlu memberikan perhatian dalam penyusunan/review RPIJM dan MP yang diselenggarakan oleh Randal Propinsi. 6. Sosialisasi untuk meningkatkan pemahaman terhadap tata cara penyusunan RKA-K/L. 7. Pengalokasian PHLN harus dilakukan dengan lebih cermat terutama untuk PHLN yang belum efektif pada saat penyusunan RKA-K/L.

kementerian pekerjaan umum Direktorat Jenderal Cipta Karya PROGRAM KERJA DIREKTORAT BINA PROGRAM2011 PROGRAM KERJA

kementerian pekerjaan umum Direktorat Jenderal Cipta Karya PROGRAM KERJA DIREKTORAT BINA PROGRAM2011 PROGRAM KERJA kementerian pekerjaan umum Direktorat Jenderal Cipta Karya PROGRAM KERJA DIREKTORAT BINA PROGRAM PROGRAM KERJA 1 2 PROGRAM KERJA PROGRAM KERJA DIREKTORAT BINA PROGRAM PROGRAM KERJA 3 Kata Pengantar Keterpaduan

Lebih terperinci

PENGANTAR. Jakarta, Januari 2014 Direktur Bina Program. Ir. Antonius Budiono MCM NIP i - 1

PENGANTAR. Jakarta, Januari 2014 Direktur Bina Program. Ir. Antonius Budiono MCM NIP i - 1 PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas perkenan-nya maka LAKIP Direktorat Bina Program Tahun 2013 ini dapat disusun dan diselesaikan tepat pada waktunya. LAKIP ini disusun

Lebih terperinci

DAFTAR ISI PENGANTAR DAFTAR TABEL DAFTAR DIAGRAM DAFTAR LAMPIRAN RINGKASAN EKSEKUTIF

DAFTAR ISI PENGANTAR DAFTAR TABEL DAFTAR DIAGRAM DAFTAR LAMPIRAN RINGKASAN EKSEKUTIF DAFTAR ISI PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR DIAGRAM DAFTAR LAMPIRAN RINGKASAN EKSEKUTIF i ii iii iv v vi BAB I BAB II BAB III PENDAHULUAN 1.1. TUGAS, FUNGSI DAN STRUKTUR ORGANISASI I 1 1.2. KONDISI

Lebih terperinci

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA LAPORAN KINERJA DIREKTORAT KETERPADUAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA LAPORAN KINERJA DIREKTORAT KETERPADUAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA KINERJA 205 DIREKTORAT KETERPADUAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN 2 KINERJA 205 KINERJA 205 DIREKTORAT KETERPADUAN INFRASTRUKTUR

Lebih terperinci

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Cipta Karya. RPIJM DAN KPJM Bidang Cipta Karya

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Cipta Karya. RPIJM DAN KPJM Bidang Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Cipta Karya RPIJM DAN KPJM Bidang Cipta Karya Denpasar, 22 Juni 2017 POINT PEMBAHASAN : 1. RPIJM DAN KPJM BIDANG CIPTA KARYA. 2. KEDUDUKAN

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA DEPARTEMEN KEUANGAN. Penanggulangan Kemiskinan. Pendanaan. Pusat. Daerah. Pedoman.

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA DEPARTEMEN KEUANGAN. Penanggulangan Kemiskinan. Pendanaan. Pusat. Daerah. Pedoman. No.418, 2009 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA DEPARTEMEN KEUANGAN. Penanggulangan Kemiskinan. Pendanaan. Pusat. Daerah. Pedoman. PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 168 /PMK.07/2009 TENTANG

Lebih terperinci

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH 2. PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA 2.1. RENCANA STRATEGIS Rencana Strategis Ditjen Bina Marga memuat visi, misi, tujuan, sasaran, strategi, kebijakan, program, dan kegiatan penyelenggaraan jalan sesuai

Lebih terperinci

MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR

MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 31/M-DAG/PER/7/2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PERDAGANGAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK

Lebih terperinci

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL TAHUN 2016

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL TAHUN 2016 LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL TAHUN 2016 SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN JAKARTA, JANUARI 2017 Laporan Akuntabilitas Kinerja Sekretariat Inspektorat

Lebih terperinci

-1- MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA

-1- MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA -1- MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR 47/PRT/M/2015 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA ALOKASI

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Semoga laporan ini bermanfaat. Jakarta, 30 Januari Plt. Kepala Biro Perencanaan. Suharyono NIP

KATA PENGANTAR. Semoga laporan ini bermanfaat. Jakarta, 30 Januari Plt. Kepala Biro Perencanaan. Suharyono NIP KATA PENGANTAR Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) adalah laporan kinerja tahunan yang berisi pertanggungjawaban kinerja suatu instansi dalam mencapai tujuan/sasaran strategis instansi.

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM. Dana Alokasi Khusus. Infrastruktur. Juknis.

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM. Dana Alokasi Khusus. Infrastruktur. Juknis. No.606, 2010 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM. Dana Alokasi Khusus. Infrastruktur. Juknis. PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15/PRT/M/2010 TENTANG PETUNJUK

Lebih terperinci

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK LANJUTAN

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK LANJUTAN SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK LANJUTAN TAHUN ANGGARAN 213 NOMOR DIPA-33.5-/213 DS 11-823-4351-5822 A. DASAR HUKUM 1. 2. 3. UU No. 17 Tahun 23 tentang Keuangan Negara.

Lebih terperinci

ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM

ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR: 01/PRT/M/2008 18 Januari 2008 Tentang: ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM DIREKTORAT JENDERAL SUMBER DAYA AIR DAFTAR ISI PENGANTAR I. Direktorat

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI KUNINGAN NOMOR 43 TAHUN 2016 TENTANG

PERATURAN BUPATI KUNINGAN NOMOR 43 TAHUN 2016 TENTANG PERATURAN BUPATI KUNINGAN NOMOR 43 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS POKOK, FUNGSI DAN URAIAN TUGAS, SERTA TATA KERJA DINAS PERUMAHAN, PERMUKIMAN DAN PERTANAHAN KABUPATEN KUNINGAN

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT NOMOR : 03/PRT/M/2015 TENTANG

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT NOMOR : 03/PRT/M/2015 TENTANG PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT NOMOR : 03/PRT/M/2015 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS BIDANG INFRASTRUKTUR KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT 2006

Lebih terperinci

BUPATI POLEWALI MANDAR

BUPATI POLEWALI MANDAR BUPATI POLEWALI MANDAR KEPUTUSAN BUPATI POLEWALI MANDAR NOMOR: KPTS/050.13/222/HUK TENTANG PEMBENTUKAN TIM SATUAN TUGAS PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN BIDANG CIPTA KARYA KABUPATEN POLEWALI MANDAR TAHUN ANGGARAN

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR 03 /PRT/M/2015 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS BIDANG INFRASTRUKTUR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

2015, No Nomor 15 Tahun 2015 tentang Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, maka perlu dilakukan penyempurnaan petunjuk teknis Dana Al

2015, No Nomor 15 Tahun 2015 tentang Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, maka perlu dilakukan penyempurnaan petunjuk teknis Dana Al BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.371, 2015 KEMENPU PR. Dana Alokasi Khusus. Insfrastuktur. Petunjuk Teknis. Pencabutan. PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT NOMOR 03/PRT/M/2015 TENTANG

Lebih terperinci

2018, No Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 73, Tambahan Lembaran

2018, No Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 73, Tambahan Lembaran BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.34, 2018 KEMENPU-PR. DAK Infrastruktur PU-PR. Pencabutan. PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21/PRT/M/2017 TENTANG PETUNJUK

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI TOLITOLI NOMOR 4 TAHUN

PERATURAN BUPATI TOLITOLI NOMOR 4 TAHUN SALINAN BUPATI TOLITOLI PERATURAN BUPATI TOLITOLI NOMOR 4 TAHUN 2015 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS CIPTA KARYA, TATA RUANG DAN PERUMAHAN KABUPATEN TOLITOLI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI

Lebih terperinci

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK TAHUN ANGGARAN 2018 NOMOR : SP DIPA /2018

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK TAHUN ANGGARAN 2018 NOMOR : SP DIPA /2018 SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK NOMOR : SP DIPA-33.1-/218 A. DASAR HUKUM : 1. 2. 3. UU No. 17 Tahun 23 tentang Keuangan Negara. UU No. 1 Tahun 24 tentang Perbendaharaan

Lebih terperinci

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2011 PENGANTAR

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2011 PENGANTAR PENGANTAR Sesuai dengan Peraturan Menteri PAN dan RB No PER/9/M.PAN/00 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, Direktorat Jenderal Cipta Karya

Lebih terperinci

BUPATI KAPUAS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH PERATURAN BUPATI KAPUAS NOMOR 44 TAHUN 2016 TENTANG

BUPATI KAPUAS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH PERATURAN BUPATI KAPUAS NOMOR 44 TAHUN 2016 TENTANG 1 SALINAN BUPATI KAPUAS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH PERATURAN BUPATI KAPUAS NOMOR 44 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS PEKERJAAN UMUM, PENATAAN RUANG,

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 71...TAHUN 2009 TENTANG PELIMPAHAN DAN PENUGASAN URUSAN PEMERINTAHAN LINGKUP DEPARTEMEN DALAM NEGERI TAHUN 2010

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 71...TAHUN 2009 TENTANG PELIMPAHAN DAN PENUGASAN URUSAN PEMERINTAHAN LINGKUP DEPARTEMEN DALAM NEGERI TAHUN 2010 PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 71...TAHUN 2009 TENTANG PELIMPAHAN DAN PENUGASAN URUSAN PEMERINTAHAN LINGKUP DEPARTEMEN DALAM NEGERI TAHUN 2010 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI DALAM NEGERI,

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Jakarta, Desember Direktur Alat dan Mesin Pertanian, Ir. Bambang Santosa, M.Sc NIP

KATA PENGANTAR. Jakarta, Desember Direktur Alat dan Mesin Pertanian, Ir. Bambang Santosa, M.Sc NIP KATA PENGANTAR Direktorat Alat dan Mesin Pertanian merupakan salah satu unit kerja Eselon II di Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian. Sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya, pada tahun 2013

Lebih terperinci

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK TAHUN ANGGARAN 2016 NOMOR : SP DIPA /2016

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK TAHUN ANGGARAN 2016 NOMOR : SP DIPA /2016 SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK TAHUN ANGGARAN 216 NOMOR SP DIPA-33.1-/216 DS2286-196-725-318 A. DASAR HUKUM 1. 2. 3. UU No. 17 Tahun 23 tentang Keuangan Negara. UU No.

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN NOMOR PER.15/MEN/2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN NOMOR PER.15/MEN/2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN NOMOR PER.15/MEN/2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK

Lebih terperinci

PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG SALINAN PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN BUPATI BELITUNG TIMUR NOMOR 58 TAHUN 2014 TENTANG URAIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS CIPTA KARYA DAN PERUMAHAN RAKYAT KABUPATEN BELITUNG TIMUR DENGAN

Lebih terperinci

WALIKOTA PEKANBARU PROVINSI RIAU

WALIKOTA PEKANBARU PROVINSI RIAU WALIKOTA PEKANBARU PROVINSI RIAU PERATURAN WALIKOTA PEKANBARU NOMOR 95 TAHUN 2016 T E N T A N G KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS PERUMAHAN RAKYAT DAN KAWASAN PERMUKIMAN

Lebih terperinci

PERANAN RP2KPKP DALAM PENCEGAHAN DAN PENINGKATAN KUALITAS KUMUH PERKOTAAN PERMUKIMAN KUMUH PERKOTAAN

PERANAN RP2KPKP DALAM PENCEGAHAN DAN PENINGKATAN KUALITAS KUMUH PERKOTAAN PERMUKIMAN KUMUH PERKOTAAN KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA DIREKTORAT PENGEMBANGAN KAWASAN PERMUKIMAN PERANAN RP2KPKP DALAM PENCEGAHAN DAN PENINGKATAN KUALITAS KUMUH PERKOTAAN PERMUKIMAN

Lebih terperinci

Direktorat Jenderal Cipta Karya PENGANTAR

Direktorat Jenderal Cipta Karya PENGANTAR PENGANTAR Sesuai dengan kewajiban, maka dengan berakhirnya Tahun Anggaran 2007, Direktorat Jenderal Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum, sebagai Lembaga Pemerintah Tingkat Eselon I menyusun Laporan Akuntabilitas

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1344, 2012 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN DALAM NEGERI. Pemerintahan. Pelimpahan. Penugasan. PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 79 TAHUN 2012 TENTANG PELIMPAHAN DAN

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN MEMORANDUM PROGRAM SANITASI (MPS) 1.1 Latar Belakang.

BAB 1 PENDAHULUAN MEMORANDUM PROGRAM SANITASI (MPS) 1.1 Latar Belakang. BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang. Pemerintah Indonesia mempunyai komitmen sangat kuat untuk mencapai salah satu target dalam Millenium Development Goals (MDGs), yaitu menurunnya jumlah penduduk yang

Lebih terperinci

LAPORAN KINERJA BIRO PERENCANAAN ANGGARAN DAN KLN

LAPORAN KINERJA BIRO PERENCANAAN ANGGARAN DAN KLN TA 2015 LAPORAN KINERJA BIRO PERENCANAAN ANGGARAN DAN KLN SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT RINGKASAN EKSEKUTIF Biro Perencanaan Anggaran dan Kerjasama Luar Negeri yang

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN NOMOR PER.15/MEN/2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN NOMOR PER.15/MEN/2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN NOMOR PER.15/MEN/2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK

Lebih terperinci

BUPATI KAPUAS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH PERATURAN BUPATI KAPUAS NOMOR 51 TAHUN 2016 TENTANG

BUPATI KAPUAS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH PERATURAN BUPATI KAPUAS NOMOR 51 TAHUN 2016 TENTANG 1 SALINAN BUPATI KAPUAS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH PERATURAN BUPATI KAPUAS NOMOR 51 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS TRANSMIGRASI KABUPATEN KAPUAS

Lebih terperinci

SALINAN. Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 114, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5887);

SALINAN. Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 114, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5887); SALINAN BUPATI BULUNGAN PROPINSI KALIMANTAN UTARA PERATURAN BUPATI BULUNGAN NOMOR 38 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN

Lebih terperinci

- 1 - PERATURAN MENTERI DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL, DAN TRANSMIGRASI

- 1 - PERATURAN MENTERI DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL, DAN TRANSMIGRASI - 1 - MENTERI DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL, DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL, DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2015 TENTANG

Lebih terperinci

RENCANA STRATEGIS BIRO PERENCANAAN ANGGARAN DAN KERJASAMA LUAR NEGERI TAHUN

RENCANA STRATEGIS BIRO PERENCANAAN ANGGARAN DAN KERJASAMA LUAR NEGERI TAHUN RENCANA STRATEGIS BIRO PERENCANAAN ANGGARAN DAN KERJASAMA LUAR NEGERI TAHUN 2015-2019 SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT DAFTAR ISI Kata Pengantar...... Daftar Isi......

Lebih terperinci

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK TAHUN ANGGARAN 2015 NOMOR : SP DIPA /2015

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK TAHUN ANGGARAN 2015 NOMOR : SP DIPA /2015 SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK NOMOR SP DIPA-15.6-/215 A. DASAR HUKUM 1. 2. 3. UU No. 17 Tahun 23 tentang Keuangan Negara. UU No. 1 Tahun 24 tentang Perbendaharaan Negara.

Lebih terperinci

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK NOMOR DIPA--0/2013 DS 0310-1636-8566-5090 A. DASAR HUKUM 1. 2. 3. UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. UU No. 1 Tahun 2004 tentang

Lebih terperinci

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK NOMOR DIPA-.06-0/2013 DS 0367-9073-0044-7104 A. DASAR HUKUM 1. 2. 3. UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. UU No. 1 Tahun 2004

Lebih terperinci

ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM

ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM MENTERI PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 08/PRT/M/2010 TANGGAL 8 JULI 2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM

Lebih terperinci

WALIKOTA BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR

WALIKOTA BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR WALIKOTA BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN WALIKOTA BLITAR NOMOR 60 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG DENGAN

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA DEPARTEMEN KEUANGAN. Anggaran. Rehabilitasi. Rekonstruksi. Nanggroe Aceh Darussalam. Pedoman.

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA DEPARTEMEN KEUANGAN. Anggaran. Rehabilitasi. Rekonstruksi. Nanggroe Aceh Darussalam. Pedoman. No.103, 2009 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA DEPARTEMEN KEUANGAN. Anggaran. Rehabilitasi. Rekonstruksi. Nanggroe Aceh Darussalam. Pedoman. PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 94/PMK.05/2009

Lebih terperinci

BUPATI BLITAR PERATURAN BUPATI BLITAR NOMOR 40 TAHUN 2011

BUPATI BLITAR PERATURAN BUPATI BLITAR NOMOR 40 TAHUN 2011 BUPATI BLITAR PERATURAN BUPATI BLITAR NOMOR 40 TAHUN 2011 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS PEKERJAAN UMUM CIPTA KARYA DAN TATA RUANG KABUPATEN BLITAR BUPATI BLITAR, Menimbang : a. bahwa untuk

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.905, 2015 KEMENDESA-PDT-Trans. Urusan Pemerintahan. Ditjen Pembangunan Dan Pemberdayaan Masyarakat Desa. TA 2015. Pelimpahan. PERATURAN MENTERI DESA, PEMBANGUNAN DAERAH

Lebih terperinci

TUGAS POKOK DAN FUNGSI BIDANG PENGEMBANGAN KAWASAN

TUGAS POKOK DAN FUNGSI BIDANG PENGEMBANGAN KAWASAN BIDANG PENGEMBANGAN KAWASAN MEMIMPIN, MENGKOORDINASIKAN DAN MENGENDALIKAN TUGAS-TUGAS DIBIDANG PENGELOLAAN PENGEMBANGAN KAWASAN YANG MELIPUTI PENGEMBANGAN KAWASAN KHUSUS DAN KERJASAMA PENGEMBANGAN KAWASAN;

Lebih terperinci

MODUL PEMAHAMAN DASAR STRATEGI PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERKOTAAN (SPPIP) DAN RENCANA PEMBANGUNAN KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS (RPKPP)

MODUL PEMAHAMAN DASAR STRATEGI PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERKOTAAN (SPPIP) DAN RENCANA PEMBANGUNAN KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS (RPKPP) Modul Pelaksanaan Pemahaman Dasar SPPIP dan RPKPP MODUL PEMAHAMAN DASAR STRATEGI PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERKOTAAN (SPPIP) DAN RENCANA PEMBANGUNAN KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS (RPKPP)

Lebih terperinci

LESSON LEARNED PENYUSUNAN RPI2-JM PROVINSI LAMPUNG

LESSON LEARNED PENYUSUNAN RPI2-JM PROVINSI LAMPUNG LESSON LEARNED PENYUSUNAN RPI2-JM PROVINSI LAMPUNG oleh: Kasatker Randal Provinsi Lampung Disampaikan pada Workshop Peningkatan Kualitas RPI2-JM Kabupaten/Kota Strategis Nasional Wilayah Sumatera Yogyakarta,

Lebih terperinci

Biro Perencanaan KATA PENGANTAR

Biro Perencanaan KATA PENGANTAR KATA PENGANTAR Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) adalah laporan kinerja tahunan yang berisi pertanggungjawaban kinerja suatu instansi dalam mencapai tujuan/sasaran strategis instansi.

Lebih terperinci

Kebijakan Keterpaduan Infrastruktur Permukiman dalam Penanganan Permukiman Kumuh

Kebijakan Keterpaduan Infrastruktur Permukiman dalam Penanganan Permukiman Kumuh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Cipta Karya Kebijakan Keterpaduan Infrastruktur Permukiman dalam Penanganan Permukiman Kumuh Ir. Joerni Makmoerniati, MSc Plh. Direktur

Lebih terperinci

Strategi Sanitasi Kabupaten Malaka

Strategi Sanitasi Kabupaten Malaka BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pembangunan Sanitasi di Indonesia telah ditetapkan dalam misi Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJMPN) tahun 2005 2025 Pemerintah Indonesia. Berbagai langkah

Lebih terperinci

PEMUTAKHIRAN SSK LAMPUNG TIMUR Tahun 2016

PEMUTAKHIRAN SSK LAMPUNG TIMUR Tahun 2016 Created on 10/3/2016 at 9:8:38 Page 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Untuk memenuhi target pembangunan sektor sanitasi, yang meliputi pengelolaan air limbah domestik, pengelolaan persampahan, dan

Lebih terperinci

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) DIREKTORAT PENGELOLAAN AIR IRIGASI TA. 2014

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) DIREKTORAT PENGELOLAAN AIR IRIGASI TA. 2014 RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) DIREKTORAT PENGELOLAAN AIR IRIGASI TA. 2014 DIREKTORAT JENDERAL PRASARANA DAN SARANA PERTANIAN KEMENTERIAN PERTANIAN 2013 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... i DAFTAR ISI... ii

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. Dinas Tata Ruang dan Permukiman Provinsi Jawa Barat, pada tahun 2009

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. Dinas Tata Ruang dan Permukiman Provinsi Jawa Barat, pada tahun 2009 BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Sejarah Instansi Dinas Permukiman dan Perumahan Provinsi Jawa Barat merupakan salah satu Dinas yang bergerak dalam bidang Ke Cipta Karyaan, sebelumnya bernama Dinas

Lebih terperinci

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 66 TAHUN 2010 TENTANG

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 66 TAHUN 2010 TENTANG MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 66 TAHUN 2010 TENTANG PELIMPAHAN DAN PENUGASAN URUSAN PEMERINTAHAN LINGKUP KEMENTERIAN DALAM NEGERI TAHUN 2011 DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.2, 2012 KEMENTERIAN DALAM NEGERI. Urusan Pemerintah. Pelimpahan dan Penugasan. Tahun Anggaran 2012. PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 69 TAHUN

Lebih terperinci

Guna menghasilkan strategi sanitasi Kabupaten sebagaimana tersebut di

Guna menghasilkan strategi sanitasi Kabupaten sebagaimana tersebut di PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK) Kabupaten Sukoharjo adalah suatu dokumen perencanaan yang berisi kebijakan dan strategi pembangunan sanitasi secara komprehensif pada tingkat

Lebih terperinci

KEPUTUSAN WALIKOTA TASIKMALAYA NOMOR : 64 TAHUN 2004 TENTANG URAIAN TUGAS JABATAN STRUKTURAL PADA DINAS PEKERJAAN UMUM KOTA TASIKMALAYA

KEPUTUSAN WALIKOTA TASIKMALAYA NOMOR : 64 TAHUN 2004 TENTANG URAIAN TUGAS JABATAN STRUKTURAL PADA DINAS PEKERJAAN UMUM KOTA TASIKMALAYA WALIKOTA TASIKMALAYA KEPUTUSAN WALIKOTA TASIKMALAYA NOMOR : 64 TAHUN 2004 TENTANG URAIAN TUGAS JABATAN STRUKTURAL PADA DINAS PEKERJAAN UMUM KOTA TASIKMALAYA WALIKOTA TASIKMALAYA Menimbang : a. bahwa dengan

Lebih terperinci

Biro Perencanaan KATA PENGANTAR

Biro Perencanaan KATA PENGANTAR RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) BIRO PERENCANAAN 2014 BIRO PERENCANAAN SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN PERTANIAN 2013 KATA PENGANTAR Sesuai dengan INPRES Nomor 7 Tahun 1999, tentang Akuntabilits Kinerja

Lebih terperinci

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK TAHUN ANGGARAN 2016 NOMOR : SP DIPA /2016

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK TAHUN ANGGARAN 2016 NOMOR : SP DIPA /2016 SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK NOMOR SP DIPA-015.07-0/2016 A. DASAR HUKUM 1. 2. 3. UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. UU No. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan

Lebih terperinci

WALIKOTA CIREBON PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN DAERAH KOTA CIREBON NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KOTA CIREBON

WALIKOTA CIREBON PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN DAERAH KOTA CIREBON NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KOTA CIREBON WALIKOTA CIREBON PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN DAERAH KOTA CIREBON NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KOTA CIREBON DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA CIREBON, Menimbang

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI SUBANG NOMOR : TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS TATA RUANG, PERMUKIMAN DAN KEBERSIHAN KABUPATEN SUBANG BUPATI SUBANG,

PERATURAN BUPATI SUBANG NOMOR : TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS TATA RUANG, PERMUKIMAN DAN KEBERSIHAN KABUPATEN SUBANG BUPATI SUBANG, PERATURAN BUPATI SUBANG NOMOR : TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS TATA RUANG, PERMUKIMAN DAN KEBERSIHAN KABUPATEN SUBANG BUPATI SUBANG, Menimbang : a. bahwa Dinas Tata Ruang, Permukiman dan

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Semoga laporan ini bermanfaat. Jakarta, 30 Januari 2015 Kepala Biro Perencanaan,

KATA PENGANTAR. Semoga laporan ini bermanfaat. Jakarta, 30 Januari 2015 Kepala Biro Perencanaan, KATA PENGANTAR Laporan Kinerja Instansi Pemerintah adalah laporan kinerja Tahunan yang berisi pertanggungjawaban kinerja suatu instansi dalam mencapai tujuan/sasaran strategis instansi. Laporan Kinerja

Lebih terperinci

I 1 BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

I 1 BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pengembangan layanan sanitasi sebuah wilayah perlu didasari oleh suatu rencana pembangunan sanitasi Jangka menengah (3 sampai 5 tahunan) yang komprehensif dan bersifat

Lebih terperinci

GubernurJawaBarat. Jalan Diponegoro Nomor 22 Telepon : (022) Faks. (022) BANDUNG

GubernurJawaBarat. Jalan Diponegoro Nomor 22 Telepon : (022) Faks. (022) BANDUNG GubernurJawaBarat PERATURAN GUBERNUR JAWA BARAT NOMOR 51 TAHUN 2009 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI, RINCIAN TUGAS UNIT DAN TATA KERJA BADAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH PROVINSI JAWA BARAT Menimbang

Lebih terperinci

WALIKOTA BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR

WALIKOTA BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR WALIKOTA BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN WALIKOTA BLITAR NOMOR 59 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS PERUMAHAN RAKYAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA. Laporan Kinerja. Direktorat Jenderal Cipta Karya

DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA. Laporan Kinerja. Direktorat Jenderal Cipta Karya DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA 1 Laporan Kinerja Direktorat Jenderal Cipta Karya 2015 2 LAPORAN KINERJA DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA 3 Laporan Kinerja Direktorat Jenderal Cipta Karya 2015 4 LAPORAN

Lebih terperinci

DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA DIREKTORAT KETERPADUAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN

DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA DIREKTORAT KETERPADUAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA DIREKTORAT KETERPADUAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN 1 2 LaPORAN Kinerja DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA DIREKTORAT KETERPADUAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN 3 Laporan Akuntabilitas

Lebih terperinci

BUPATI GROBOGAN PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI GROBOGAN NOMOR 54 TAHUN 2016 TENTANG

BUPATI GROBOGAN PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI GROBOGAN NOMOR 54 TAHUN 2016 TENTANG BH INNEKA TU NGGAL IKA BUPATI GROBOGAN PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI GROBOGAN NOMOR 54 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS POKOK, FUNGSI, URAIAN TUGAS JABATAN DAN TATA KERJA

Lebih terperinci

RENCANA STRATEGIS BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN

RENCANA STRATEGIS BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN RENCANA STRATEGIS BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN 2016-2021 Kata Pengantar Alhamdulillah, puji syukur kehadirat ALLAH SWT, atas limpahan rahmat, berkat dan hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan

Lebih terperinci

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN INDUK

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN INDUK SURAT PENGESAHAN NOMOR SP DIPA-.03-0/AG/2014 DS 9057-0470-5019-2220 A. DASAR HUKUM 1. 2. 3. UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. UU No. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. UU No. 23 Tahun

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 64 TAHUN 2008 TENTANG PELIMPAHAN DAN PENUGASAN URUSAN PEMERINTAHAN LINGKUP DEPARTEMEN DALAM NEGERI TAHUN 2009

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 64 TAHUN 2008 TENTANG PELIMPAHAN DAN PENUGASAN URUSAN PEMERINTAHAN LINGKUP DEPARTEMEN DALAM NEGERI TAHUN 2009 Menimbang : a. PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 64 TAHUN 2008 TENTANG PELIMPAHAN DAN PENUGASAN URUSAN PEMERINTAHAN LINGKUP DEPARTEMEN DALAM NEGERI TAHUN 2009 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. 2.1 Sejarah Dinas Permukiman Dan Perumahan Provinsi Jawa Barat

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. 2.1 Sejarah Dinas Permukiman Dan Perumahan Provinsi Jawa Barat 16 BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Sejarah Dinas Permukiman Dan Provinsi Jawa Barat Dinas Permukiman dan Provinsi Jawa Barat ini merupakan salah satu unsur Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) Provinsi

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 69/PMK.02/2010 TENTANG TATA CARA REVISI ANGGARAN TAHUN ANGGARAN 2010 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 69/PMK.02/2010 TENTANG TATA CARA REVISI ANGGARAN TAHUN ANGGARAN 2010 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 69/PMK.02/2010 TENTANG TATA CARA REVISI ANGGARAN TAHUN ANGGARAN 2010 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN, Menimbang

Lebih terperinci

ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT

ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT NOMOR : 15/PRT/M/2015 TANGGAL 21 APRIL 2015 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN

Lebih terperinci

Jakarta, Desember Direktur Rumah Umum dan Komersial

Jakarta, Desember Direktur Rumah Umum dan Komersial Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan berkah dan hidayahnya sehingga Laporan Kinerja Direktorat Rumah Umum dan Komersial Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KOTA BEKASI

BERITA DAERAH KOTA BEKASI BERITA DAERAH KOTA BEKASI NOMOR : 71 2016 SERI : D PERATURAN WALI KOTA BEKASI NOMOR 71 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS POKOK DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA PADA DINAS PEMADAM KEBAKARAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. LAKIP tersebut

BAB I PENDAHULUAN. Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. LAKIP tersebut BAB I PENDAHULUAN I.1 LATAR BELAKANG S etiap instansi Pemerintah mempunyai kewajiban menyusun Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) atau Laporan Kinerja pada akhir periode anggaran.

Lebih terperinci

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PRASARANA DAN SARANA PERTANIAN TA. 2014

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PRASARANA DAN SARANA PERTANIAN TA. 2014 RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PRASARANA DAN SARANA PERTANIAN TA. 2014 DIREKTORAT JENDERAL PRASARANA DAN SARANA PERTANIAN KEMENTERIAN PERTANIAN 2013 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR...

Lebih terperinci

TA 2016 LAPORAN KINERJA DIREKTORAT PERENCANAAN PENYEDIAAN PERUMAHAN KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT

TA 2016 LAPORAN KINERJA DIREKTORAT PERENCANAAN PENYEDIAAN PERUMAHAN KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT LAPORAN KINERJA DIREKTORAT PERENCANAAN PENYEDIAAN PERUMAHAN TA 2016 DIREKTORAT JENDERAL PENYEDIAAN PERUMAHAN KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT KATA PENGANTAR Puji Syukur kita panjatkan kehadirat

Lebih terperinci

GubernurJawaBarat GUBERNUR JAWA BARAT,

GubernurJawaBarat GUBERNUR JAWA BARAT, GubernurJawaBarat PERATURAN GUBERNUR JAWA BARAT NOMOR 41 TAHUN 2009 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI, RINCIAN TUGAS UNIT DAN TATA KERJA DINAS PERMUKIMAN DAN PERUMAHAN PROVINSI JAWA BARAT GUBERNUR JAWA BARAT,

Lebih terperinci

- 4 - BAB III SEKRETARIAT JENDERAL. Bagian Kesatu Kedudukan, Tugas, dan Fungsi

- 4 - BAB III SEKRETARIAT JENDERAL. Bagian Kesatu Kedudukan, Tugas, dan Fungsi - 4 - BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Bagian Kesatu Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Pasal 5 (1) Sekretariat Jenderal berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. (2) Sekretariat Jenderal dipimpin oleh

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Gambaran Umum Perusahaan. Sejarah singkat Kementerian Perdagangan, Visi, Misi, Logo, dan Struktur Organisasi

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Gambaran Umum Perusahaan. Sejarah singkat Kementerian Perdagangan, Visi, Misi, Logo, dan Struktur Organisasi BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Perusahaan Dalam gambaran umum Kementerian Perdagangan akan diuraikan mengenai Sejarah singkat Kementerian Perdagangan, Visi, Misi, Logo, dan Struktur Organisasi

Lebih terperinci

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA 2 LaPORAN Kinerja DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA 3 Laporan Kinerja Tahun 2017 sebagai wujud pertanggungjawaban kinerja Direktorat

Lebih terperinci

BUPATI WONOSOBO PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI WONOSOBO NOMOR 39 TAHUN 2016 TENTANG

BUPATI WONOSOBO PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI WONOSOBO NOMOR 39 TAHUN 2016 TENTANG SALINAN BUPATI WONOSOBO PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI WONOSOBO NOMOR 39 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG

Lebih terperinci

Kebijakan dan Pelaksanaan Program Bidang Cipta Karya

Kebijakan dan Pelaksanaan Program Bidang Cipta Karya Kebijakan dan Pelaksanaan Program Bidang Cipta Karya Yogyakarta, 13 Agustus 2015 Oleh : Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN

Lebih terperinci

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA SALINAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 101 TAHUN 2016 TENTANG PELIMPAHAN DAN PENUGASAN URUSAN PEMERINTAHAN LINGKUP KEMENTERIAN DALAM NEGERI

Lebih terperinci

WALIKOTA BATU KOTA BATU PERATURAN WALIKOTA BATU NOMOR 42 TAHUN 2013 TENTANG CIPTA KARYA DAN TATA RUANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

WALIKOTA BATU KOTA BATU PERATURAN WALIKOTA BATU NOMOR 42 TAHUN 2013 TENTANG CIPTA KARYA DAN TATA RUANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA SALINAN WALIKOTA BATU PERATURAN WALIKOTA BATU NOMOR 42 TAHUN 2013 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS PEKERJAAN UMUM CIPTA KARYA DAN TATA RUANG KOTA BATU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KOTA BEKASI

BERITA DAERAH KOTA BEKASI BERITA DAERAH KOTA BEKASI NOMOR : 81 2016 SERI : D PERATURAN WALI KOTA BEKASI NOMOR 81 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS POKOK DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA PADA DINAS KEPEMUDAAN DAN

Lebih terperinci

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA SEKRETARIAT BADAN PPSDM KESEHATAN TAHUN 2014

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA SEKRETARIAT BADAN PPSDM KESEHATAN TAHUN 2014 LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA SEKRETARIAT BADAN PPSDM KESEHATAN TAHUN 2014 BADAN PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN SUMBER DAYA MANUSIA KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN TAHUN 2015 KATA PENGANTAR D engan memanjatkan

Lebih terperinci

Menteri Perindustrian Republik Indonesia

Menteri Perindustrian Republik Indonesia Menteri Perindustrian Republik Indonesia PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 107/M-IND/PER/11/2015 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

BUPATI BANYUMAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA,

BUPATI BANYUMAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, BUPATI BANYUMAS PERATURAN BUPATI BANYUMAS NOMOR 32 TAHUN 2010 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI BADAN PELAKSANA PENYULUHAN PERTANIAN, PERIKANAN, KEHUTANAN DAN KETAHANAN PANGAN KABUPATEN BANYUMAS DENGAN

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 185 TAHUN 2014 TENTANG PERCEPATAN PENYEDIAAN AIR MINUM DAN SANITASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 185 TAHUN 2014 TENTANG PERCEPATAN PENYEDIAAN AIR MINUM DAN SANITASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 185 TAHUN 2014 TENTANG PERCEPATAN PENYEDIAAN AIR MINUM DAN SANITASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa air minum

Lebih terperinci

DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA KEBIJAKAN PU-DJCK DALAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN

DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA KEBIJAKAN PU-DJCK DALAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA KEBIJAKAN PU-DJCK DALAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN Disampaikan Oleh Direktur Jenderal Cipta Karya Bidakara, 9 10 Februari 2011 Umum Rencana Pelaksanaan Kegiatan Tahun 2011

Lebih terperinci