Direktorat Jenderal Cipta Karya PENGANTAR

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Direktorat Jenderal Cipta Karya PENGANTAR"

Transkripsi

1 PENGANTAR Sesuai dengan kewajiban, maka dengan berakhirnya Tahun Anggaran 2007, Direktorat Jenderal Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum, sebagai Lembaga Pemerintah Tingkat Eselon I menyusun Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) sebagai wujud pertanggungjawaban dalam mengemban tugas pokok dan fungsinya selama tahun 2007, yang selanjutnya disebut sebagai Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Tahun Dalam proses penyusunan laporan yang menyajikan pelaksanaan kegiatan dalam tahun 2007 dan sekaligus sebagai piranti untuk mengukur keberhasilan kinerja selama satu tahun, sepenuhnya mengacu pada Keputusan Lembaga Administrasi Negara No. 239/IX/6/8/2003, tanggal 25 Maret 2003 tentang Perbaikan Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Penyusunan LAKIP ini dalam pengukuran kinerja mengacu kepada hasil review RENSTRA Departemen Pekerjaan Umum Tahun yang dilakukan pada awal tahun 2007, namun agar terdapat kesinambungan isi laporan, maka landasan yang digunakan pada Rencana Stratejik Direktorat Jenderal Cipta Karya adalah Rencana Stratejik Tahun , sehingga laporan ini dapat tetap mencerminkan sasaran pencapaian yang konsisten selama kurun waktu 5 (lima) tahun, dengan demikian LAKIP Tahun 2007 menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari LAKIP-LAKIP tahun berikutnya. Apa yang kami sajikan dalam bentuk laporan ini, telah kami upayakan semaksimal mungkin, namun kami yakin masih terdapat berbagai kekurangan yang masih perlu disempurnakan. Untuk itu kami sangat mengharapkan adanya kritik, sumbang saran serta masukan untuk perbaikannya. Akhirnya kami sampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah mendukung terlaksananya tugas yang diemban oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya pada tahun 2007 yang lalu, sebagai kontribusi untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia Jakarta, April 2008 Direktur Jenderal Cipta Karya, Budi Yuwono P. NIP i

2 DAFTAR ISI PENGANTAR... i DAFTAR ISI... ii IKHTISAR EKSEKUTIF... iii BAB I. PENDAHULUAN 1.1. Tugas Pokok dan Fungsi Struktur Organisasi Lingkungan Strategis... 6 BAB II. PERENCANAAN STRATEJIK 2.1. Rencana Stratejik Visi Misi Tujuan dan Sasaran Kebijakan dan Program Rencana Kinerja Rencana Kinerja Tahunan Kegiatan Indikator Kinerja BAB III. AKUNTABILITAS KINERJA 3.1. Pengukuran Kinerja Evaluasi Kinerja Analisis Akuntabilitas Kinerja Aspek Keuangan Permasalahan yang dihadapi Hal-hal yang Memerlukan Perhatian untuk Peningkatan Kinerja.. 38 BAB IV. PENUTUP LAMPIRAN-LAMPIRAN ii

3 IKHTISAR EKSEKUTIF 1. Direktorat Jenderal Cipta Karya dalam mengemban tugas, fungsi, dan tanggung jawabnya melaksanakan pembangunan prasarana dan sarana ke-cipta Karya-an, sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 286/PRT/M/2005, telah merumuskannya melalui Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Strategi, Kebijakan, Program dan kegiatan serta indikator kinerja dalam pelaksanaannya. 2. Pada tahun anggaran 2007 Direktorat Jenderal Cipta Karya mendapat alokasi dana sebesar Rp ,- yang terdiri dari APBN sebesar Rp ,- dan dari PHLN sebesar Rp ,-. Kegiatan-kegiatan Direktorat Jenderal Cipta Karya pada tahun 2007 dilaksanakan melalui beberapa program pembangunan sebagai berikut : 1. Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum dan Air Limbah 2. Program Pemberdayaan Masyarakat 3. Program Peningkatan Kinerja Pengelolaan Persampahan dan Drainase 4. Program Pengembangan Perumahan 5. Program Peningkatan Prasarana dan Sarana Perdesaan 6. Program Pengembangan Ekonomi Lokal 7. Program Pemberdayaan Komunitas Perumahan 8. Program Pengendalian Kota-kota Besar dan Metropolitan 9. Program Pengembangan Keterkaitan Pembangunan Antar Kota 10. Program Pengembangan Kelembagaan 11. Program Pengembangan Kota-Kota Kecil dan Menengah 12. Program Peningkatan Keberdayaan Masyarakat Perdesaan 13. Program Penyelenggaraan Pimpinan Kenegaraan dan Kepemimpinan 3. Dalam pelaksanaan kegiatan Direktorat Jenderal Cipta Karya dilakukan oleh 6 (enam) unit Eselon 2, yaitu : 1. Sekretariat Direktorat Jenderal Cipta Karya 2. Direktorat Bina Program 3. Direktorat Penataan Bangunan dan Lingkungan 4. Direktorat Pengembangan Permukiman 5. Direktorat Penyehatan Lingkungan Permukiman 6. Direktorat Pengembangan Air Minum Dibantu oleh 13 SNVT Pusat terdiri dari 6 (enam) Satker Pusat Struktural dan 7 (tujuh) Satker Pusat Non Struktural dan 179 SNVT Propinsi terdiri dari 48 Satker Propinsi Atlas Direktur dan 131 Satker Propinsi Atlas Ka Dinas PU/Kimpraswil Propinsi serta 209 SNVT Kab/Kota Atlas Kepala Dinas PU/Kimpraswil Kab/Kota. Jadi Total Satker Ditjen Cipta Karya Tahun 2007 sebanyak 401 Satker 4. Secara garis besar pencapaian pembangunan bidang Cipta Karya selama tahun 2007 adalah sebagai berikut : iii

4 4.1. SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA a. Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum dan Air Limbah Kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung program ini adalah Pembinaan Teknis Air Minum dengan indikator kinerja : Terselenggaranya penanggulangan darurat air minum dan air limbah dengan jumlah paket sebanyak 1 paket, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah 1 paket dengan capaian hasill 100%. Sedangkan untuk keuangan adalah sebesar Rp ,- (96,76%). b. Program Peningkatan Kinerja Pengelolaan Persampahan dan Drainase Kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung program ini adalah Pengembangan Sistem Drainase dan Pengelolaan Persampahan dengan indikator kinerja : Terselenggaranya penanggulangan darurat prasarana dan sarana PLP dengan jumlah paket sebanyak 1 paket, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah 1 paket dengan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan adalah sebesar Rp ,- (71,21%). c. Program Pengembangan Perumahan Kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung program ini adalah Pengembangan Perumahan dan Permukiman dengan indikator kinerja : Tersedianya cadangan mendesak bidang perumahan permukiman dengan jumlah paket sebanyak 1 paket, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah 1 paket dengan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan adalah sebesar Rp ,- (94,30%). d. Program Pengembangan Ekonomi Lokal Kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung program ini adalah Pengembangan Prasarana dan Sarana Desa Agropolitan dengan indikator kinerja : Terselenggaranya prasarana dan sarana kawasan agropolitan di 83 kawasan dan 32 propinsi untuk pelayanan bagi jiwa dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah 83 kawasan dan 32 propinsi dan capaian pelayanan untuk jiwa dengan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan adalah sebesar Rp ,- (99,63%). e. Program Pengembangan Kelembagaan Kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung program ini adalah Pengembangan Kapasitas Kelembagaan Pembangunan Air Minum dan Air Limbah dengan indikator kinerja : Terselenggaranya pembinaan administrasi dan pengelolaan keuangan dengan pelatihan calon bendahara di 2 lokasi, penyusunan dan pengendalian sebanyak 2 paket, pembinaan sebanyak 2 paket dan 2 lokasi, penyebarluasan di 1 lokasi, implementasi sebanyak 1 paket, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah pelatihan calon bendahara di 2 lokasi, penyusunan dan pengendalian sebanyak 2 paket, pembinaan sebanyak 2 paket dan 2 lokasi, penyebarluasan di 1 lokasi, implementasi sebanyak 1 paket, dengan capaian hasil kegiatan fisik iv

5 sebesar 100%, Sedangkan untuk keuangan adalah sebesar Rp ,- (95,72%). Terselenggaranya pembinaan dan pelaksanaan urusan Tata Usaha (TU), dan pengelolaan perlengkapan departemen dengan bintek sebanyak 6 paket, pembinaan sebanyak 5 paket, seminar dan perawatan gedung sebanyak 3 paket, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah bintek sebanyak 6 paket, pembinaan sebanyak 5 paket, seminar dan perawatan gedung sebanyak 3 paket, dengan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan adalah sebesar Rp ,- (98,88%). Terselenggaranya pembinaan hukum dan organisasi dengan bantuan hukum sebanyak 5 paket, naskah UU sebanyak 4 paket, sosialisasi sebanyak 1 paket, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah bantuan hukum sebanyak 5 paket, naskah UU sebanyak 4 paket, sosialisasi sebanyak 1 paket, dengan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan adalah sebesar Rp ,- (94,93%). Terselenggaranya pengelolaan gedung dan rumah negara dengan rehabilitasi bangunan sebanyak 5 paket, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah rehabilitasi bangunan gedung sebanyak 5 paket dengan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan adalah sebesar Rp ,- (82,05%). Terselenggaranya pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan administrasi kepegawaian dengan pembinaan sebanyak 8 paket, studi sebanyak 8 paket, bantuan tugas belajar sebanyak 1 paket, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah pembinaan sebanyak 8 paket, studi sebanyak 8 paket, bantuan tugas belajar sebanyak 1 paket, dengan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan adalah sebesar Rp ,- (96,62%) DIREKTORAT BINA PROGRAM a. Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum dan Air Limbah Kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung program ini adalah Pembinaan Teknis Air Minum dengan indikator kinerja : Terselenggaranya pengembangan sumber daya manusia dan administrasi Direktorat Bina Program dengan studi sebanyak 3 laporan, perawatan/renovasi gedung kantor seluas m², pengadaan kendaraan roda-2 sebanyak 2 unit, perawatan sarana gedung selama 1 (satu) tahun, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah studi sebanyak 3 laporan, perawatan/renovasi gedung kantor seluas m², pengadaan kendaraan roda-2 sebanyak 2 unit, perawatan sarana gedung selama 1 (satu) tahun, dengan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (96,44%). Terselenggaranya pengembangan sistem evaluasi kinerja dengan studi sebanyak 13 laporan dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah studi sebanyak 13 laporan dengan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (83,40%). v

6 Terselenggaranya pembinaan/penyelenggaraan kerjasama internasional dengan studi sebanyak 7 laporan, pengadaan perlengkapan sarana gedung sebanyak 17 unit, pengadaan alat pengolah data sebanyak 20 unit, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah studi sebanyak 7 laporan, pengadaan perlengkapan sarana gedung sebanyak 17 unit, pengadaan alat pengolah data sebanyak 20 unit, dan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (46,19%). Tersusunnya pengkajian dan pengembangan kebijakan dan strategi dengan studi sebanyak 1 laporan, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah studi sebanyak 1 laporan dan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (69,12%). b. Program Peningkatan Kinerja Pengelolaan Persampahan dan Drainase Kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung program ini adalah Pengembangan Sistem Drainase dan Pengelolaan Persampahan dengan indikator kinerja : Tersusunnya pengkajian dan pengembangan jakstra dengan studi sebanyak 1 laporan, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah studi sebanyak 1 laporan dan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (65,50%). Terlaksananya pembinaan dan pengembangan pemanfaatan data dan informasi dengan pemeliharaan sebanyak 3 paket, monitoring dan sosialisasi sebanyak 6 paket, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah pemeliharaan sebanyak 3 paket, monitoring dan sosialisasi sebanyak 6 paket, dan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (95,82%). c. Program Pemberdayaan Komunitas Perumahan Kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung program ini adalah Pengembangan Perumahan dan Permukiman dengan indikator kinerja : Terselenggaranya pembinaan rehabilitasi/rekonstruksi rumah pasca gempa bumi DIY dan Jawa Tengah dengan supervisi sebanyak 2 laporan, diseminasi sebanyak 1 paket, pedoman/publikasi sebanyak 1 paket, dengan dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah supervisi sebanyak 2 laporan, diseminasi sebanyak 1 paket, pedoman/publikasi sebanyak 1 paket, dan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (87,51%). d. Program Pengembangan Perumahan Kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung program ini adalah : Pengembangan Perumahan dan Permukiman dengan indikator kinerja : Terselenggaranya pembangunan Rusunawa di 22 kabupaten/kota dengan jumlah hunian unit dan 101 twin block, hasil 100%, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik ada di 22 kabupaten/kota dengan jumlah hunian unit dan 48 twin block dengan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk pembangunan rusunawa multi years TA 2007 vi

7 2008, terdapat 53 twin block dengan jumlah hunian unit yang masih dalam proses penyelesaian (selesai tahun 2008). Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (98,68%). Penataan dan Revitalisasi Kawasan dengan indikator kinerja : Terselenggaranya penataan dan revitalisasi kawasan di 63 kawasan, dengan fasilitas pariwisata sebanyak 63 paket, dengan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah 63 kawasan, fasilitas pariwisata sebanyak 63 paket, dan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (86,05%). e. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Perdesaan Kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung program ini adalah Pembangunan Infrastruktur Perdesaan Skala Komunitas dengan indikator kinerja : Terselenggaranya pembinaan dan monitoring evaluasi, pengembangan pembangunan infrastruktur perdesaan sebanyak 14 paket, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk pembinaan dan pengembangan pembangunan infrastruktur perdesaan sebanyak 14 paket dan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (83,22%). Terselenggaranya infrastruktur perdesaan skala komunitas di desa dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah desa dan capaian hasil 99,61%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (96,95%). f. Program Peningkatan Keberdayaan Masyarakat Perdesaan Kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung program ini adalah Pembinaan dan Pengembangan Keberdayaan Masyarakat Perdesaan dengan indikator kinerja : Terselenggaranya pembinaan pengembangan data dan informasi dengan publikasi sebanyak 1 paket, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah publikasi sebanyak 1 paket dan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (97,75%). Terselenggaranya pembinaan dan penyusunan program, rencana kerja, dan anggaran dengan studi sebanyak 11 laporan, sosialisasi sebanyak 2 paket, bantuan prasarana dan sarana 1 paket, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah studi sebanyak 11 laporan, sosialisasi sebanyak 2 paket, bantuan prasarana dan sarana 1 paket, dan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (69,72%). g. Program Pengembangan Keterkaitan Pembangunan Antar Kota Kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung program ini adalah Pembinaan Pengembangan Permukiman Baru dengan indikator kinerja : Tersusunnya pengkajian dan pengembangan kebijakan dan strategi serta terselenggaranya pengembangan sumber daya manusia dengan studi sebanyak 19 laporan, dan dana Rp ,-. vii

8 Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah studi sebanyak 19 laporan, dan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (95,54%). h. Program Pengembangan Kota-kota Kecil dan Menengah Kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung program ini adalah Pembinaan Pengembangan Kota-kota Kecil dan Menengah dengan indikator kinerja : Terselenggaranya pembinaan dan penyusunan program, rencana kerja, dan anggaran dengan studi sebanyak 11 laporan, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah studi sebanyak 11 laporan, dan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (92,80%). i. Program Pengembangan Kelembagaan Kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung program ini adalah Pengembangan Kapasitas Kelembagaan Pembangunan air Minum dan Air Limbah dengan indikator kinerja : Terselenggaranya pengembangan sistem evaluasi kinerja dengan peningkatan sarana sebanyak 1 paket, pembinaan habitat sebanyak 1 paket, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah peningkatan sarana sebanyak 1 paket, pembinaan habitat sebanyak 1 paket, dan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (99,01%) DIREKTORAT PENATAAN BANGUNAN DAN LINGKUNGAN a. Program Pengembangan Perumahan Kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung program ini adalah: Pembinaan Bangunan Gedung Negara dengan indikator kinerja : 1. Terlaksananya pembinaan bangunan gedung dengan bantek dan sosialisasi sebanyak 10 paket, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah bantek dan sosialisasi sebanyak 7 paket (70%), 10 laporan dan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (86,10%). 2. Terselenggaranya pengelolaan gedung dan rumah negara dengan bantek sebanyak 10 laporan, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah bantek sebanyak 7 laporan (70%), 9 laporan, 2 NSPM, dan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (86,10%). 3. Terehabilitasinya bangunan gedung negara dan peningkatan kebun raya/istana presiden dengan jumlah kebun raya sebanyak 4 unit, istana presiden sebanyak 5 unit, gedung negara sebanyak 4 unit, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah kebun raya sebanyak 4 unit, istana presiden sebanyak 5 unit, gedung negara sebanyak 4 unit, dan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (86,10%). b. Program Pemberdayaan Komunitas Perumahan Kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung program ini adalah : Pembangunan Kawasan Permukiman Tradisional/Bersejarah dengan indikator kinerja: viii

9 1. Meningkatnya kualitas lingkungan permukiman tradisional/bersejarah di 39 kawasan dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah 39 kawasan, dengan capaian hasil 100% dan dana Rp ,- (86,10%). 2. Terselenggaranya administrasi kegiatan, evaluasi/laporan kegiatan, pengawasan/supervisi konstruksi dengan studi sebanyak 32 laporan, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah studi sebanyak 32 laporan dan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (86,10%). Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP) dengan indikator kinerja: Terlaksananya penanggulangan kemiskinan perkotaan (P2KP) dan pemberdayaan masyarakat perkotaan (PNPM) di 834 kecamatan dan kelurahan dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah 834 kecamatan dan kelurahan dan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (84,27%). Penataan Lingkungan Permukiman dengan indikator kinerja : Tersusunnya rencana pemberdayaan komunitas perumahan dengan NSPM sebanyak 11 laporan, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah NSPM sebanyak 4 laporan (36.36%), Bantek sebanyak 9 paket, laporan sebanyak 13 laporan, dan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (86,10%). Pembangunan Infrastuktur Kawasan Kumuh dengan indikator kinerja: 1. Tersedianya prasarana dan sarana dasar untuk peningkatan kualitas permukiman kumuh di 153 kawasan dengan hasil 100% dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah 153 kawasan dengan capaian hasil 100% dan dana Rp ,- (86,10%). Pembangunan Kawasan Permukiman Tradicional/Bersejarah dengan indikator kinerja: 1. Terselenggaranya bantuan teknis dalam pengelolaan RTH di perkotaan di 33 propinsi dengan bantuan teknis sebanyak 38 laporan, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah 32 propinsi dengan bantuan teknis sebanyak 38 laporan (96,97%), dan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (86,10%). 2. Terselenggaranya perencanaan teknis dan pengaturan (PBL Pusat) dengan studi, bantek, dan sosialisasi sebanyak 11 paket, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah studi, bantek, dan sosialisasi sebanyak 11 paket dan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (86,10%). 3. Terselenggaranya penataan lingkungan permukiman wilayah I dan II (pusat) dengan studi sebanyak 8 paket, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah studi sebanyak 8 paket dan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (86,10%). ix

10 Peningkatan Kualitas Penyelenggaraan melalui Pembinaan Teknis, Pendampingan dan Pengaturan dengan indikator kinerja : 1. Terselenggaranya pendampingan dalam pemberdayaan komunitas perumahan dan penyusunan pedoman dengan pedoman sebanyak 111 paket, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah pedoman sebanyak 111 paket dan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (86,10%). 2. Terselenggaranya pembinaan teknis bangunan gedung dengan bantek dan pelatihan sebanyak 357 laporan, jumlah kawasan 46 RTBL, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah bantek dan pelatihan sebanyak 357 laporan, jumlah kawasan 46 RTBL, dan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (86,10%) DIREKTORAT PENGEMBANGAN PERMUKIMAN Pengukuran kinerja untuk kegiatan Direktorat Pengembangan Permukiman tahun anggaran 2007 ini adalah sebagai berikut : a. Program Pengembangan Perumahan Kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung program ini adalah : Pengembangan Perumahan dan Permukiman dengan indikator kinerja : 1. Terselenggaranya pengembangan prasarana dan sarana perumahan bagi kawasan RSH di 95 kabupaten/kota di 32 propinsi pada 115 kawasan dengan hasil unit rumah dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah 95 kabupaten/kota di 32 propinsi pada 121 kawasan (105%)dan unit rumah (177,62%) dengan capaian hasil (100%). Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (96,15%). 2. Terselenggaranya rehabilitasi perumahan dan pembangunan prasarana dan sarana permukiman di kawasan eks bencana alam di 28 kabupaten/kota di 8 propinsi pada 50 kawasan dengan hasil unit rumah dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah 28 kabupaten/kota di 8 propinsi pada 52 kawasan unit rumah (153,09%) dan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (98,11%). 3. Terselenggaranya pengembangan prasarana dan sarana permukiman Pulau Seribu pada 1 kawasan dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah 1 kawasan dan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (99,18%). 4. Terselenggaranya pelaksanaan Inpres 06/2003 Propinsi Maluku dan Maluku Utara di 13 kabupaten/kota pada 13 kawasan sejumlah unit rumah dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah 13 kabupaten/kota pada 13 kawasan dan unit rumah dengan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (99,89%). x

11 Pembinaan Pelaksanaan Pengembangan Perumahan dengan indikator kinerja : 1. Terselenggaranya bantuan teknis program pengembangan permukiman (pusat) dengan studi sebanyak 20 laporan, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah sebanyak 26 laporan dan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (92,11%). Pembangunan Infrastruktur di Wilayah Perbatasan dengan indikator kinerja : 1. Terbangunnya prasarana dan sarana permukiman di wilayah perbatasan di 25 kabupaten/kota di 12 propinsi pada 44 kawasan dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah 25 kabupaten/kota di 12 propinsi pada 44 kawasan dan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (98,92%). b. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Perdesaan Kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung program ini adalah Pembangunan Infrastruktur Perdesaan pada Kawasan Terpilih Pusat Pengembangan Desa (KTP2D) dengan indikator kinerja : Terselenggaranya peningkatan infrastruktur perdesaan pada kawasan KTP2D di 150 kabupaten/kota di 32 propinsi pada 149 kawasan dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah 150 kabupaten/kota di 32 propinsi pada 157 kawasan (105%) dan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (99,90%). c. Program Pemberdayaan Komunitas Perumahan Kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung program ini adalah : Penataan Kawasan Permukiman dengan indikator kinerja : 1. Terselenggaranya pengembangan kawasan eks transmigrasi (prasarana dan sarana dasar permukiman) di 16 kabupaten/kota di 12 propinsi pada 19 kawasan dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah 16 kabupaten/kota di 12 propinsi pada 20 kawasan dan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (95,52%). 2. Terselenggaranya peningkatan kualitas kawasan permukiman perkotaan pada 397 kelurahan di 32 kabupaten/kota dengan luas area Ha, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah 397 kelurahan di 32 kabupaten/kota dengan luas area Ha dan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (98,85%). Pembangunan Infrastruktur di Pulau Kecil, Kawasan Terpencil dengan indikator kinerja : 1. Terbangunnya prasarana dan sarana permukiman di pulau kecil, kawasan terpencil di 40 kabupaten/kota di 27 propinsi pada 52 kawasan dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah 40 kabupaten/kota di 27 propinsi pada 53 kawasan (101,92%) dan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (99,86%). xi

12 d. Program Pengendalian Kota-kota Besar dan Metropolitan Kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung program ini adalah Pembinaan Pengembangan Permukiman Kawasan Kota dengan indikator kinerja : Terselenggaranya pengembalian fungsi kawasan permukiman metropolitan melalui peremajaan kawasan di 32 propinsi di 7 kabupaten/kota dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah 32 propinsi di 6 kabupaten/kota (86%) dan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (98,81%) DIREKTORAT PENGEMBANGAN PLP a. Program Pemberdayaan Masyarakat Kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung program ini adalah Peningkatan Kapasitas Masyarakat dalam penanganan persampahan dan drainase dengan indikator kinerja : Terselenggaranya pemberdayaan masyarakat, pembangunan persampahan dan drainase dengan bantek sebanyak 50 paket, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah bantek sebanyak 50 paket dan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (88,93%). Pengelolaan sampah terpadu 3R dengan bantek sebanyak 28 paket, pelayanan bagi jiwa, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah bantek sebanyak 33 paket (118%), pelayanan bagi jiwa (109%) dan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (88,93%). b. Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum dan Air Limbah Kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung program ini adalah Pengembangan Sistem Pengolahan Sanitasi Air Limbah (PSAL) dengan indikator kinerja : Terselenggaranya pembangunan prasarana dan sarana air limbah percontohan skala komunitas (SANIMAS) di 185 kabupaten/kota, PSAL komunal sebanyak 185 unit, pelayanan bagi jiwa, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah 179 kabupaten/kota, PSAL komunal sebanyak 179 unit, dan capaian hasil pelayanan bagi jiwa (94,57%). Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (97,57%). Terselenggaranya pembangunan prasarana dan sarana air limbah terpusat dan IPAL di kota metro/besar di 10 kabupaten/kota, IPAL sebanyak 18 unit, DSDP sebanyak 4 paket, pelayanan bagi jiwa, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah 9 kabupaten/kota (90,00%), IPAL sebanyak 25 unit (139%), DSDP 4 paket (100%), dan hasil pelayanan bagi jiwa (98,43%). Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (98,86%). Terselenggaranya pembinaan sub bidang air limbah dengan bantek sebanyak 38 paket di 33 propinsi, dan dana Rp ,-. xii

13 Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah bantek sebanyak 63 paket (166%) di 33 propinsi (100%), dan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (99%). c. Program Peningkatan Kinerja Pengelolaan Persampahan dan Drainase Kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung program ini adalah Pengembangan Sistem drainase dan Pengelolaan Persampahan dengan indikator kinerja : Terselenggaranya pengembangan TPA persampahan regional dengan rehabilitasi/pembangunan TPA sebanyak 8 paket, bantek sebanyak 11 paket, lokasi di 15 propinsi, hasil pelayanan bagi jiwa, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah rehabilitasi/ pembangunan TPA sebanyak 17 paket (212,5%), bantek sebanyak 42 paket (381,82%), lokasi di 18 propinsi (120%), dan hasil pelayanan bagi jiwa (107.15%). Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (90%). Terselenggaranya Ecodrain di 3 lokasi, ecodrain sebanyak 5 unit, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah 3 lokasi, ecodrain sebanyak 5 unit, dan hasil pelayanan bagi jiwa, dan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (88,91%). Terselenggaranya bantuan teknis pengelolaan persampahan dan drainase dengan bantek sebanyak 25 paket, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah bantek sebanyak 38 paket (152%), dan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp, (74,72%). Terselenggaranya pembinaan PLP dengan bantek sebanyak 42 paket, monev sebanyak 48 paket, supervisi sebanyak 26 paket, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah bantek sebanyak 47 paket (112%), monev sebanyak 46 paket (95,83%), supervisi sebanyak 28 paket (108%), dan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (91,36%). Terselenggaranya tanggap darurat PLP dengan truk sampah sebanyak 2 unit, buldozer/excavator sebanyak 4 unit, truk tinja sebanyak 1 unit, motor sampah sebanyak 2 unit, mobil kampanye sebanyak 6 unit, melayani jiwa, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah truk sampah sebanyak 2 unit, buldozer/excavator sebanyak 9 unit (225%), truk tinja sebanyak 1 unit, motor sampah sebanyak 1 unit (50%), mobil kampanye sebanyak 6 unit (100%), mobile pump 1 unit, dan capaian hasil pelayanan bagi jiwa (250%). Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,-. (75,64%) Terselenggaranya pembangunan dan perbaikan sistem drainase primer dan sekunder di kota metro dan besar di 31 kabupaten/kota dengan panjang drainase m, hasil pelayanan bagi jiwa, dan dana Rp ,-. xiii

14 Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah 28 kabupaten/kota (90,32%) dengan panjang drainase m (71,30%), hasil pelayanan bagi jiwa (142,78%), dan dana Rp ,- (72,61%). d. Program Peningkatan Keberdayaan Masyarakat Perdesaan Kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung program ini adalah Pembinaan dan Pengembangan Keberdayaan Masyarakat Perdesaan dengan indikator kinerja : Terselenggaranya bantuan teknis pengembangan PLP (pusat) dengan bantek sebanyak 2 paket, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah bantek sebanyak 2 paket, dan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (100%). e. Program Pengembangan Kelembagaan Kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung program ini adalah Pengembangan Kapasitas Kelembagaan persampahan, drainase, Limbah dengan indikator kinerja : Terselenggaranya pengembangan asset manajemen persampahan dengan bantek sebanyak 22 paket, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah bantek sebanyak 24 (109%) paket dan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,-(69,16%). Kegiatan pendukung operasional dengan administrasi kegiatan, kendaraan operasional roda 4 sebanyak 1 unit, kendaraan operasional roda 2 sebanyak 5 unit, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah administrasi kegiatan sebanyak OB, kendaraan operasional roda 4 sebanyak 16 unit (1600%), kendaraan operasional roda 2 sebanyak 21 unit (420%), dengan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (96,19%) DIREKTORAT PENGEMBANGAN AIR MINUM a. Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum dan Air Limbah Kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung program ini adalah Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum dengan indikator kinerja : Tersedianya air minum di kota kecil/pemekaran pada 52 kawasan dengan panjang pipa m, kapasitas produksi 502 l/dt, cakupan pelayanan jiwa, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah 60 kawasan (115%), panjang pipa m (85,37%), kapasitas produksi 419 l/dt (83,47%), dan cakupan pelayanan jiwa (38,72%). Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (85,22%). Tersedianya air minum di kota kecil/ikk rawan air/belum ada sistem pada 113 kawasan dengan panjang pipa m, kapasitas produksi 893 l/dt, cakupan pelayanan jiwa, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah 110 kawasan (97,35%), panjang pipa m (120%), kapasitas produksi 654 l/dt (73,24%), dan cakupan pelayanan jiwa (111%). Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (34,68%). xiv

15 Tersedianya prasarana dan sarana air minum bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)/Rusunawa di kota metro/besar pada 30 lokasi dengan panjang pipa m, kapasitas produksi 184 l/dt, cakupan pelayanan jiwa, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah 28 lokasi (93,33%), panjang pipa m (95,57%), kapasitas produksi 70 l/dt (38,04%), dan cakupan pelayanan jiwa (102%). Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (81,02%). Tersedianya air minum mendukung kawasan kumuh/nelayan pada 11 lokasi dengan panjang pipa m, kapasitas produksi 30 l/dt, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah 24 lokasi (218%), panjang pipa m (840%), kapasitas produksi 110 l/dt (366%), dan cakupan pelayanan jiwa. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (99,77%). Terselenggaranya bantuan teknis SPAM pada 188 kabupaten kota, panjang pipa m, kapasitas produksi 45 l/dt, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah 163 kabupaten/kota (86,70%), panjang pipa m (119%), dan kapasitas produksi 20 l/dt (44,44%). Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (85,57%). Terselenggaranya pembangunan SPAM melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat di desa miskin, rawan air, pesisir, dan desa terpencil pada 107 lokasi dengan panjang pipa m, kapasitas produksi 311 l/dt, cakupan pelayanan jiwa, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah 196 lokasi (183%), panjang pipa m (194%), kapasitas produksi 544 l/dt (175%), dan cakupan pelayanan jiwa (199%). Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (68.64%). Terselenggaranya PAMSIMAS pada 948 lokasi dengan dana Rp ,-.Namun kegiatan PAMSIMAS pada tahun 2007 tertunda pelaksanaannya karena belum efektifnya dana bantuan luar negeri yang akan dipergunakan untuk membiayai kegiatan ini. b. Program Pemberdayaan Masyarakat Kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung program ini adalah Peningkatan Kapasitas Masyarakat dalam Pembangunan Air Minum dengan indikator kinerja : Terselenggaranya pembinaan teknis air minum dengan bantek sebanyak 3 paket, SPAM di 8 lokasi, kapasitas produksi sebanyak 4 l/dt, dengan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah bantek sebanyak 3 paket, SPAM di 8 lokasi, kapasitas produksi sebanyak 4 l/dt, dan capaian hasil 100% dengan dana Rp ,- (89%). c. Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum dan Air Limbah Kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung program ini adalah Pembinaan Teknis Air Minum dengan indikator kinerja : Terselenggaranya pembinaan teknis air minum dengan NSPM sebanyak 5 paket dan studi sebanyak 10 paket dengan dana Rp ,-. xv

16 Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah NSPM sebanyak 6 paket (120%) dan studi sebanyak 17 paket (170%). Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (86,22%). Terselenggaranya kegiatan fasilitasi Pengembangan Air Minum di 32 propinsi dengan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah 32 propinsi dan capaian hasil 100% dengan dana Rp ,- (94,67%). d. Program Pengembangan Kelembagaan Kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung program ini adalah pengembangan kapasitas kelembagaan pembangunan air minum dengan indikator kinerja : Terselenggaranya pembinaan teknis air minum dengan penyelesaian Rapermen sebanyak 1 paket, NSPM sebanyak 4 paket, studi sebanyak 6 paket, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah NSPM sebanyak 3 paket (75%), studi sebanyak 3 paket (50%), dan dana Rp ,- (79,96%). 5. Secara keseluruhan hasil yang dicapai Direktorat Jenderal Cipta Karya, dengan alokasi dan target seperti tersebut di atas, telah dapat merealisasikan pemanfaatan dana sebesar Rp ,- atau sekitar 92,02% dengan realisasi fisik 96,97%. Status capaian kinerja Direktorat Jenderal Cipta Karya dibandingkan dengan RENSTRA Departemen Pekerjaan Umum sesuai hasil review tahun 2007, adalah sebagai berikut : xvi

17 Pencapaian Sasaran Kinerja Bidang Cipta Karya Status: 31 Desember 2007 No. Program Utama/Prioritas Unit RENSTRA Dep. PU (Review 2007) Hasil yang Dicapai Pelaksanaan 2007 Total Pencapaian Unit % 1. Pembangunan Infrastruktur Permukiman Perdesaan a. Skala Kawasan 1. Pengembangan Kawasan Agropolitan Kawasan % 2. Pengembangan Prasarana Sarana Perdesaan (DPP/KTP2D) Kawasan % b. Skala Lingkungan 1. Dukungan Infrastruktur Perdesaan Desa 29,274 14,647 2,280 16,927 58% 2. Peningkatan Kualitas Permukiman Kawasan Kumuh dan Nelayan a. Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP-PNPM) Kelurahan 40,648 11,084 7,273 18,357 45% b. Penataan dan Perbaikan Lingkungan Permukiman (NUSSP) Kelurahan % Ha 2,436 3,332 1,835 5, % Jiwa 465, , ,250 1,551, % c. Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Unit 27,522 8,352 4,592 12,944 47% d. Penataan Bangunan dan Lingkungan (PBL) Kelurahan % 3. Pengembangan Kawasan Perumahan dan Permukiman bagi MBR a. Dukungan Kawasan Perumahan PNS/TNI-Polri/Pekerja Unit 567, ,524 93, ,364 35% b. Penyediaan Infrastruktur Permukiman 1. Kawasan Terpencil/Pulau Kecil/Terluar Propinsi % 2. Kawasan Perbatasan Kawasan % 4. Fasilitasi Pengembangan Infrastruktur Permukiman Kota a. PS Air Minum - Kapasitas produksi l/dtk 39,879 11,941 2,102 14,043 35% - Penduduk terlayani Jiwa 26,800,000 11,941, ,620 12,117, % b. Pengelolaan Air Limbah Kab/kota % - Penduduk terlayani Jiwa 1,000, , , ,305 c. Pengelolaan Persampahan Kab/kota % - Penduduk terlayani Jiwa - 5,749,445 6,053,942 11,803,387 d. Drainase ha 7,282 3, ,683 64% e. Penataan dan Revitalisasi Kawasan Perkotaan Kawasan % 5. Penanggulangan Dampak Konflik Sosial dan Bencana Alam a. Penanganan Tsunami di Aceh Unit 5,500 5,500-5, % Jiwa 27,000 27,000-27, % b. Rehabilitasi dan Rekonstruksi Unit 24,800 6, , , % Jiwa 124,500 32,400 1,155,065 1,187, % 6. Pembinaan Teknis Bangunan Gedung, Penataan Bangunan dan Pendampingan % Lingkungan Pedoman % 6. Beberapa permasalahan yang menghambat pelaksanaan kegiatan Tahun 2007 sebagai berikut: a. Tertundanya pelaksanaan kegiatan PAMSIMAS karena belum efektifnya dana bantuan luar negeri (Bank Dunia) b. Adanya kebijakan pemerintah melalui Departemen Keuangan mengenai pemotongan biaya perjalanan dinas senilai 70% yang berakibat kurangnya dana untuk melakukan monitoring dan evaluasi di daerah c. Ada sejumlah dana yang tidak terserap yang merupakan alokasi belanja pegawai dana dibintang, dana saving d. Diberlakukannya sistem unified budget dalam pelaksanaan keuangan negara sejak tahun 2003 masih memerlukan adanya pembinaan dan sosialisasi terhadap peraturan-peraturan keuangan yang diberlakukan, khususnya dalam bidang keuangan, kepada semua aparat terkait. e. Masih diperlukannya peningkatan kemampuan sumber daya manusia dalam bidang teknis, administrasi/keuangan, termasuk proses pengadaan barang dan jasa. 7. Beberapa hal yang perlu mendapat perhatian untuk peningkatan kinerja, yaitu : a. Penyelenggaraan kegiatan memerlukan SOP yang jelas dan disepakati oleh semua aparat terkait. xvii

18 b. Penerapan prinsip-prinsip good governance and management untuk memperoleh kinerja yang lebih baik. c. Persiapan desentralisasi kegiatan-kegiatan di bidang Cipta Karya dengan peningkatan kemampuan aparat pemerintah propinsi untuk penguatan peran pemerintah propinsi dalam melakukan fasilitasi kepada pemerintah kabupaten/kota. d. Peningkatan efektivitas penganggaran dengan memantapkan proses penyusunan RPIJM oleh pemerintah daerah yang akan digunakan sebagai alat pemrograman yang lebih efektif dan efisien. e. Sosialisasi untuk peningkatan peran serta swasta/investor dalam pembangunan bidang Cipta Karya. f. Dalam pelaksanaan tugasnya, Direktorat Jenderal Cipta Karya ikut pula dalam program-program internasional, seperti : Millenium Development Goals (MDG s), Hari Habitat, dan lain-lain, sehingga perlu ditingkatkan upaya untuk mencapai komitmen dimaksud. g. Perlu ditingkatkan kesadaran para aparat untuk menyusun dan menyerahkan laporan dengan baik dan tepat waktu xviii

19 BAB I PENDAHULUAN 1.1. TUGAS POKOK DAN FUNGSI Sebagaimana tertuang di dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 286/PRT/M/2005, Direktorat Jenderal Cipta Karya mempunyai tugas merumuskan dan pelaksanaan kebijakan dan standarisasi teknis di Bidang Cipta Karya. Dalam melaksanakan tugas tersebut, Direktorat Jenderal Cipta Karya menyelenggarakan fungsi yang meliputi : 1. Penyusunan kebijakan, program dan anggaran, serta evaluasi kinerja pembangunan Bidang Cipta Karya. 2. Pembinaan teknis dan penyusunan Norma, Standar, Pedoman, Manual (NSPM) untuk air minum, air limbah, persampahan, drainase, terminal, pasar, dan fasilitas sosial fasilitas umum lainnya. 3. Fasilitasi pembangunan dan pengelolaan infrastruktur permukiman perkotaan dan perdesaan. 4. Pengembangan sistem pembiayaan dan pola investasi air minum dan sanitasi melalui kerjasama pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, serta standarisasi bidang permukiman, air minum, penyehatan lingkungan permukiman, dan tata bangunan. 5. Penyediaan infrastruktur pekerjaan umum (PU) bagi pengembangan kawasan perumahan rakyat. 6. Fasilitasi pembangunan rumah susun dalam rangka peremajaan kawasan. 7. Penyediaan infrastruktur permukiman untuk kawasan kumuh/nelayan, perdesaan, daerah perbatasan, kawasan terpencil, dan pulau-pulau kecil. 8. Penyediaan air minum dan sanitasi bagi masyarakat miskin dan rawan air. 9. Pembinaan teknis dan pengawasan pembangunan bangunan gedung serta pengelolaan bangunan gedung dan rumah negara. 10. Penanggulangan darurat dan perbaikan kerusakan infrastruktur permukiman akibat bencana alam dan kerusuhan sosial. 11. Pelaksanaan urusan administrasi direktorat jenderal dan pemberdayaan kapasitas kelembagaan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Bidang Cipta Karya STRUKTUR ORGANISASI Untuk dapat menjalankan fungsi, tugas, dan tanggung jawabnya, berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 286/PRT/M/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Pekerjaan Umum, maka perangkat institusi/unit kerja yang berada di lingkungan Direktorat Jenderal Cipta Karya, meliputi : 1. Sekretariat Direktorat Jenderal Pelaksanaan tugas dan fungsi Sekretariat Jenderal Cipta Karya didukung oleh organisasi yang terdiri dari : 1

20 a. Bagian Kepegawaian dan Ortala, yang terdiri dari : Sub Bagian Tata Usaha dan Kepegawaian Sub Bagian Pengembangan Pegawai dan Administarasi Jabatan Fungsional Sub Bagian Organisasi dan Tata Laksana b. Bagian Keuangan, yang terdiri dari : Sub Bagian Kas dan Perbendaharaan Sub Bagian Anggaran Pembiayaan Sub Bagian Verifikasi dan Pembukuan c. Bagian Hukum dan Perundang-undangan, yang terdiri dari : Sub Bagian Perundang-undangan Sub Bagian Bantuan Hukum Sub Bagian Informasi dan Dokumentasi d. Bagian Umum, yang terdiri dari : Sub Bagian Rumah Tangga Sub Bagian TU dan Kearsipan Sub Bagian Perlengkapan e. Kelompok Jabatan Fungsional 2. Direktorat Bina Program Pelaksanaan tugas dan fungsi Direktorat Bina Program didukung oleh organisasi yang terdiri dari : a. Sub Direktorat Kebijakan dan Strategi, yang terdiri dari : Seksi Rencana dan Kebijakan Seksi Rencana Jangka Menengah b. Sub Direktorat Program dan Anggaran, yang terdiri dari : Seksi Program Air Minum dan Penyehatan Seksi Program Tata Bangunan dan Permukiman c. Sub Direktorat Evaluasi Kinerja, yang terdiri dari : Seksi Perencanaan dan Pelaporan Seksi Evaluasi Kinerja d. Sub Direktorat Kerjasama Luar Negeri dan Pola Investasi, yang terdiri dari : Seksi Kerjasama Luar Negeri Seksi Investasi e. Sub Direktorat Data dan Informasi, yang terdiri dari : Seksi Data dan Sistem Informasi Seksi Dokumentasi dan Publikasi f. Sub Bagian Tata Usaha 3. Direktorat Penataan Bangunan dan Lingkungan Pelaksanaan tugas dan fungsi Direktorat Penataan Bangunan dan Lingkungan didukung oleh organisasi yang terdiri dari : a. Sub Direktorat Perencanaan Teknis dan Pengaturan, yang terdiri dari : Seksi Perencanaan Seksi Pengaturan b. Sub Direktorat Penataan Lingkungan Wilayah I, yang terdiri dari : Seksi Wilayah Sumatera Seksi Wilayah Jawa 2

21 c. Sub Direktorat Penataan Lingkungan Wilayah II, yang terdiri dari : Seksi Wilayah Kalimantan dan Sulawesi Seksi Wilayah Bali, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua d. Sub Direktorat Bangunan Gedung, yang terdiri dari : Seksi Bangunan Gedung Wilayah I Seksi Bangunan Gedung Wilayah II e. Sub Direktorat Gedung dan Rumah Negara, yang terdiri dari : Seksi Gedung Negara Seksi Rumah Negara f. Sub Bagian Tata Usaha 4. Direktorat Pengembangan Permukiman Pelaksanaan tugas dan fungsi Direktorat Pengembangan Permukiman didukung oleh organisasi yang terdiri dari : a. Sub Direktorat Perencanaan Teknis dan Pengaturan, yang terdiri dari : Seksi Perencanaan Seksi Pengaturan b. Sub Direktorat Pengadaan Permukiman Baru, yang terdiri dari : Seksi Wilayah I Seksi Wilayah II c. Sub Direktorat Peningkatan Permukiman Wilayah I, yang terdiri dari : Seksi Wilayah Sumatera Seksi Wilayah Jawa d. Sub Direktorat Peningkatan Permukiman Wilayah II, yang terdiri dari : Seksi Wilayah Kalimantan dan Sulawesi Seksi Wilayah Bali, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua e. Sub Direktorat Kawasan Metropolitan, yang terdiri dari : Seksi Perencanaan dan Pelaporan Seksi Pembinaan/Fasilitasi f. Sub Bagian Tata Usaha 5. Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman Pelaksanaan tugas dan fungsi Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman didukung oleh organisasi yang terdiri dari : a. Sub Direktorat Perencanaan Teknis dan Pengaturan, yang terdiri dari : Seksi Perencanaan Seksi Pengaturan b. Sub Direktorat Pengembangan Sistem Air Limbah, yang terdiri dari : Seksi Wilayah I Seksi Wilayah II c. Sub Direktorat Pengembangan Sistem Drainase dan Sampah, yang terdiri dari : Seksi Wilayah I Seksi Wilayah II d. Sub Direktorat Investasi Penyehatan Lingkungan Permukiman, yang terdiri dari: Seksi Analisis Wilayah I Seksi Analisis Wilayah II 3

22 e. Sub Pengelolaan dan Pengusahaan, yang terdiri dari : Seksi Bintek OP Seksi Pembinaan Teknis f. Sub Bagian Tata Usaha 6. Direktorat Pengembangan Air Minum Pelaksanaan tugas dan fungsi Direktorat Pengembangan Air Minum didukung oleh organisasi yang terdiri dari : a. Sub Direktorat Perencanaan Teknis dan Pengaturan, yang terdiri dari : Seksi Perencanaan Seksi Pengaturan b. Sub Direktorat Wilayah I, yang terdiri dari : Seksi Wilayah Sumatera Seksi Wilayah Jawa c. Sub Direktorat Wilayah II, yang terdiri dari : Seksi Wilayah Kalimantan dan Sulawesi Seksi Wilayah Bali, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua d. Sub Direktorat Investasi, yang terdiri dari : Seksi Investasi Wilayah I Seksi Investasi Wilayah II e. Sub Direktorat Pengelolaan dan Pengusahaan, yang terdiri dari : Seksi Bintek O dan P Seksi Bintek Manajemen dan Kelembagaan f. Sub Bagian Tata Usaha Adapun Struktur Organisasi Direktorat Jenderal Cipta Karya dapat digambarkan, sebagai berikut : 4

23 SEKRETARIAT DITJEN. CIPTA KARYA KABAG. KEPEGAWAIAN DAN ORTALA KABAG. PER-UU-AN KABAG. UMUM KABAG. KEUANGAN DIREKTORAT BINA PROGRAM SUBDIT. KEBIJAKAN DAN STRATEGI SUBDIT. PROGRAM DAN ANGGARAN SUBDIT. KLN DAN POLA INVESTASI SUBDIT. EVALUASI KINERJA SUBDIT. DATA DAN INFORMASI DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA DIREKTORAT PENGEMBANGAN PERMUKIMAN DIREKTORAT PENGEMBANGAN AIR MINUM SUBDIT. PERENCANAAN TEKNIS DAN PENGATURAN SUBDIT. PERENCANAAN TEKNIS DAN PENGATURAN SUBDIT. PENGEMBANGAN PERMUKIMAN BARU SUBDIT. PENGEMBANGAN AIR MINUM WILAYAH I SUBDIT. PENINGKATAN PERMUKIMAN WIL. I SUBDIT. PENGEMBANGAN AIR MINUM WILAYAH II SUBDIT. PENINGKATAN PERMUKIMAN WIL. II SUBDIT. INVESTASI AIR MINUM SUBDIT. KAWASAN METROPOLITAN SUBDIT. PENGELOLAAN DAN PENGUSAHAAN DIREKTORAT PENGEMBANGAN PLP SUBDIT. PERENCANAAN TEKNIS DAN PENGATURAN SUBDIT. PENGEMBANGAN SISTEM AIR LIMBAH SUBDIT. PENGEMB. SISTEM DRAINASE DAN PERSAMPAHAN SUBDIT. INVESTASI PLP SUBDIT. PENGELOLAAN DAN PENGUSAHAAN DIREKTORAT PENATAAN BANGUNAN DAN LINGKUNGAN SUBDIT. PERENCANAAN TEKNIS DAN PENGATURAN SUBDIT. PENATAAN LINGKUNGAN WIL. I SUBDIT. PENATAAN LINGKUNGAN WIL. II SUBDIT. BANGUNAN GEDUNG SUBDIT. PENGELOLAAN GEDUNG DAN RUMAH NEGARA STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM 5

24 1.3. LINGKUNGAN STRATEGIS Tugas dan tanggung jawab yang harus diemban oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya dipengaruhi oleh berbagai kondisi lingkungan baik eksternal maupun internal, yaitu : 1. Lingkungan Strategis Eksternal a. Komitmen terhadap kesepakatan internasional antara lain : Millenium Development Goals (MDGs), Protocol Kyoto, dan Hari Habitat Dunia. b. Semakin efektifnya liberalisasi perdagangan barang dan jasa dalam rangka perjanjian WTO, AFTA yang menuntut peningkatan profesionalisme keahlian dan ketrampilan untuk meningkatkan kemampuan daya saing. c. Perkembangan pesat teknologi INFOCOM membawa implikasi adanya Global Village dimana prasarana dan sarana nasional merupakan sub sistem dari prasarana dan sarana internasional. d. Tuntutan penerapan Good Governance terutama melalui demokratisasi dan partisipasi masyarakat dalam proses penyelenggaraan pembangunan. e. Perubahan sistem penganggaran berdasarkan UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan UU No. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara serta peraturan yang mengikutinya memerlukan penyesuaian dalam prosedur penyelenggaraan, serta memerlukan peningkatan ketrempilan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mendukung. 2. Lingkungan Strategis Internal a. Mengembalikan citra dan kredibilitas Direktorat Jenderal Cipta Karya sesuai tugas pokok dan fungsinya selaku pembina sektor-sektor yang terkait dengan tugas Bidang Cipta Karya dalam rangka mendukung pelaksanaan desentralisasi. Membangun network, aliansi strategis, dan meningkatkan hubungan dan kerjasama lintas sektoral, instansi, serta mengkomunikasikan program-program pembangunan Bidang Cipta Karya baik di lingkungan pusat/ daerah. b. Menormalisasi hubungan pusat dan daerah dalam rangka pembinaan perencanaan strategi dan pemrograman pembangunan perkotaan dan perdesaan khususnya Bidang Cipta Karya melalui proses pendampingan daerah seperti pendampingan dalam penyusunan kebijakan dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Daerah. c. Pengembangan kebijakan dan strategi, menentukan prioritas strategi nasional, dan menghindari tumpang tindih penganggaran melalui pemrograman dan penganggaran yang SMART (systemic, manageable, accountable, realistic, and time bound). d. Penguasaan teknologi, data dan informasi, peraturan perundangan, Norma, Standar, Pedoman, dan Manual (NSPM), lingkungan strategis yang memadai dalam rangka memahami masalah pembangunan ke-cipta Karya-an baik secara sektoral maupun lintas sektoral secara mendalam dan menyeluruh (holistik), serta dalam rangka pengambilan keputusan yang tepat. e. Timbulnya permasalahan daerah yang semakin kompleks/multi dimensional (terjadi degradasi sosial masyarakat/lingkungan, pemekaran daerah, meningkatnya jumlah masyarakat miskin dan pengengguran) f. Keterbatasan tersedianya infrastruktur di perkotaan dan perdesaan yang dapat mendukung pengembangan perekonomian lokal. g. Keterbatasan tersedianya infrastruktur pada kawasan pulau-pulau kecil terpencil, kawasan rawan air, dan daerah perbatasan 6

25 BAB II PERENCANAAN STRATEJIK 2.1. RENCANA STRATEJIK Dalam penyelenggaraan fungsi, tugas, dan tanggungjawabnya, Direktorat Jenderal Cipta Karya telah menyusun Rencana Stratejik yang dirancang dan digunakan sebagai acuan awal dalam menuju sasaran yang akan dicapai. Penyusunan Rencana Stratejik sepenuhnya mempertimbangkan tuntutan lingkungan stratejik yang bersifat lokal, nasional, maupun global. Rencana Stratejik yang dimaksud pada hakekatnya memuat tujuan akhir yang hendak dicapai dalam penyelenggaraan pembangunan Bidang Cipta Karya. Secara garis besar, prasarana dan sarana yang saling mendukung antar sektor sangat beragam, dengan demikian kegiatan dan kebijakan yang ada sangat bersifat multi (lintas) sektoral. Rumusan yang konstruktif dan terpadu dimaksudkan untuk mengantisipasi kondisi yang mempengaruhi serta tantangan yang dihadapi. Untuk itu telah dirumuskan langkahlangkah perencanaan dalam bentuk Visi, Misi, Kebijakan, Strategi, serta Program yang dapat digambarkan sebagai berikut : VISI Terwujudnya permukiman perkotaan dan perdesaan yang layak huni, produktif dan berkelanjutan melalui penyediaan infrastruktur yang handal dalam pengembangan permukiman, pengembangan sistem penyediaan air minum, pengembangan penyehatan lingkungan permukiman dan penataan bangunan dan lingkungan MISI Meningkatkan pembangunan prasarana dan sarana (infrastruktur) permukiman di perkotaan dan perdesaan dalam rangka mengembangkan permukiman yang layak huni, berkeadilan sosial, sejahtera, berbudaya, produktif, aman, tenteram, dan berkelanjutan untuk memperkuat pengembangan wilayah. Mewujudkan kemandirian daerah melalui peningkatan kapasitas pemerintah daerah, masyarakat, dan dunia usaha dalam menyelenggarakan pembangunan infrastruktur permukiman, termasuk pengembangan sistem pembiayaan dan pola investasinya. Melaksanakan pembinaan penataan kawasan perkotaan dan perdesaan serta pengelolaan bangunan gedung dan rumah negara yang memenuhi standar keselamatan dan keamanan pembangunan. Menyediakan infrastruktur permukiman bagi kawasan kumuh/nelayan, daerah perbatasan, kawasan terpencil, pulau-pulau kecil terluar, dan daerah tertinggal, serta air minum dan sanitasi bagi masyarakat miskin dan rawan air. 7

26 Memperbaiki kerusakan infrastruktur permukiman dan penanggulangan darurat akibat bencana alam dan kerusuhan sosial. Mewujudkan organisasi yang efisien, tata laksana yang efektif dan SDM yang profesional, serta pengembangan NSPM, dengan menerapkan prinsip good governance TUJUAN DAN SASARAN a. TUJUAN 1. Mengurangi tingkat kemiskinan dan mengembangkan berbagai wilayah serta meningkatkan pemerataan pembangunan dan hasil pembangunan antar wilayah melalui pendekatan penataan ruang. 2. Meningkatkan profesionalisme, produktivitas, dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pekerjaan umum. b. SASARAN 1. Meningkatnya kapasitas produksi prasarana dan sarana air minum hingga mencapai l/detik. 2. Meningkatnya akses masyarakat terhadap prasarana dan sarana air limbah, termasuk sanitasi (jamban) secara nasional mencapai 100%, yaitu jiwa di perkotaan dan jiwa di perdesaan. 3. Berkembangnya cakupan pelayanan air limbah terpusat (sewerage system) secara bertahap di 10 kota yang telah membangun sistem ini dan bertambahnya jumlah kota yang menerapkan pelayanan air limbah dengan sistem sewerage menjadi 12 kota. 4. Meningkatnya akses masyarakat terhadap pelayanan persampahan dari kondisi saat ini hingga mencapai pelayanan rata-rata 60% di 173 kota, termasuk meningkatnya penerapan tempat pembuangan akhir (TPA) sistem regional terutama untuk kota metropolitan dan besar termasuk tercapainya reduksi sampah hingga 20% melalui peningkatan pelaksanaan 3R (reduce, reuse, recycling) sampah di semua propinsi. 5. Menurunnya jumlah genangan sebesar 55% dari total genangan sebesar ha melalui pelayanan drainase. 6. Meningkatnya ketersediaan perumahan bagi PNS/TNI/Polri/pekerja sebanyak unit. 7. Berfungsinya kembali prasarana dan sarana permukiman di kawasan eks bencana alam, kerusuhan sosial, dan tanggap darurat untuk mendukung perumahan sebanyak unit rumah. 8. Terbangunnya prasarana dan sarana perumahan dan permukiman yang layak huni dan terjangkau untuk daerah kumuh melalui penyediaan unit rusunawa. 9. Pembinaan bangunan gedung dalam rangka memenuhi standar keselamatan dan bangunan dan pengelolaan rumah negara. 10. Meningkatnya kualitas kawasan kumuh, desa tradisional, desa nelayan, dan desa eks-transmigrasi di 150 kawasan. 11. Peningkatan produktivitas fungsi kawasan perkotaan dan revitalisasi kawasan bersejarah, pariwisata, dan kawasan lain yang menurun kualitasnya serta pembinaan ruang terbuka hijau di 150 kota. 12. Meningkatnya kualitas permukiman di perdesaan pada 665 kawasan (KTP2D). 8

27 13. Meningkatnya kapasitas masyarakat miskin perkotaan melalui program penanggulangan kemiskinan perkotaan (P2KP) di kelurahan. 14. Terbangunnya sarana dan prasarana perdesaan skala komunitas untuk desa tertinggal. 15. Meningkatnya sarana dan prasarana kawasan agropolitan sebanyak 238 kawasan. 16. Meningkatnya kualitas lingkungan permukiman kumuh seluas ha untuk jiwa melalui pemberdayaan masyarakat. 17. Meningkatnya kualitas dan operasionalisasi pengaturan penyelenggaraan pekerjaan umum melalui 300 pendampingan dan penyusunan 130 pedoman. 18. Berfungsinya sarana dan prasarana permukiman di pulau kecil dan kawasan terpencil di 11 propinsi. 19. Terbangunnya sarana dan prasarana perumahan dan permukiman di daerah perbatasan sebanyak 60 kawasan pada 7 propinsi. 20. Teraplikasikannya analisa kajian, strategi, termasuk jakstra, permodelan, dan rencana tindak pengembangan kawasan, pengembangan wilayah strategis dan cepat tumbuh prioritas di 32 propinsi. 21. Tersedianya dan terkelolanya prasarana dan sarana wilayah, terfasilitasinya pengerahan, penempatan, dan pengelolaan sarana prasarana transmigrasi, serta terkoordinasikannya percepatan pembangunan infrastruktur pendukung wilayah di 32 propinsi. 22. Meningkatnya kapasitas pemerintah daerah dalam penyelenggaraan konstruksi dan keselamatan bangunan serta penataan lingkungan permukiman. 23. Meningkatnya kapasitas sumber daya manusia (SDM) penunjang tugas pimpinan melalui penyelenggaraan berbagai pelatihan dan bimbingan teknis Bidang Cipta Karya sebanyak orang KEBIJAKAN DAN PROGRAM a. KEBIJAKAN Kebijakan pembangunan Bidang Cipta Karya dalam menghadapi lingkungan strategis dan sesuai dengan visi dan misi difokuskan pada hal-hal sebagai berikut : 1. Meningkatkan peran serta seluruh pemangku kepentingan dalam upaya mencapai sasaran air minum. 2. Meningkatkan peran serta seluruh pemangku kepentingan dalam upaya mencapai sasaran air limbah. 3. Meningkatkan peran serta seluruh pemangku kepentingan dalam upaya mencapai sasaran pembangunan persampahan dan drainase. 4. Meningkatkan penyediaan prasarana dan sarana dasar bagi kawasan rumah sederhana dan rumah sederhana sehat. 5. Meningkatkan penyediaan hunian (sewa dan milik) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) melalui Gerakan Nasional Pengembangan Sejuta Rumah (GNPSR). 6. Revitalisasi pembangunan perkotaan. 7. Meningkatkan kualitas prasarana dan sarana lingkungan pada kawasan kumuh perkotaan dan pesisir/nelayan. 8. Percepatan pembangunan perdesaan. 9

28 9. Pemenuhan hak-hak dasar. 10. Mendorong terciptanya lapangan kerja berkualitas di perdesaan dengan merangsang pertumbuhan aktivitas ekonomi non-pertanian, diversifikasi usaha pertanian ke arah komoditas pertanian bernilai ekonomi tinggi dan memperkuat keterkaitan perdesaan dan perkotaan. 11. Menyediakan dan mensosialisasikan NSPM bidang ke-cipta Karya-an dalam meningkatkan kemampuan daerah serta pelaku pembangunan lainnya. 12. Pengembangan kajian, strategi, dan kebijakan pengembangan kawasan. 13. Pelaksanaan sosialisasi pengembangan permukiman baru. 14. Mewujudkan organisasi yang efisien, tata laksana yang efektif, Sumber Daya Manusia (SDM) yang profesional dengan menerapkan prinsip-prinsip Good Governance. b. PROGRAM 1. Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum dan Air Limbah dengan tujuan meningkatkan kualitas dan memperluas pelayanan prasarana dan sarana permukiman di perkotaan dan perdesaan untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat mendapatkan akses terhadap pelayanan prasarana dan sarana sehingga dapat meningkatkan derajat kesejahteraan dan kesehatan masyarakat. 2. Program Pemberdayaan Masyarakat dengan tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya peranan air minum, air limbah, persampahan, dan drainase dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan produktivitasnya. 3. Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan dan Drainase dengan tujuan meningkatkan kualitas dan memperluas pelayanan prasarana dan sarana kawasan dan memberikan kemudahan berkembang sesuai dengan fungsi yang ditetapkan sehingga dapat meningkatkan derajat kesejahteraan masyarakat. 4. Program Pengembangan Perumahan dengan tujuan pembangunan infrastruktur pekerjaam umum di permukiman guna menunjang pemenuhan kebutuhan perumahan yang layak, aman, dan terjangkau dengan menitikberatkan kepada masyarakat miskin dan berpendapatan rendah. 5. Program Peningkatan Prasarana dan Sarana Perdesaan dengan tujuan meningkatkan pembangunan dan kualitas prasarana dan sarana perdesaan, di desa-desa pusat pertumbuhan, khususnya jalan dan jembatan perdesaan agar tercipta masyarakat yang produktif secara ekonomi melalui peningkatan aksesibilitas ke pusat pasar, penyediaan prasarana dan sarana perdesaan, serta peningkatan kemampuan mewujudkan terciptanya lingkungan permukiman desa yang sehat harmonis dan berkelanjutan. 6. Program Pengembangan Ekonomi Lokal dengan tujuan meningkatkan keterkaitan kawasan perdesaan dan perkotaan. 7. Program Pemberdayaan Komunitas Perumahan dengan tujuan untuk meningkatkan pembangunan dan peningkatan kualitas perumahan serta prasarana lingkungannya melalui penguatan lembaga komunitas dalam rangka pemberdayaan masyarakat agar tercipta masyarakat yang produktif secara ekonomi dan berkemampuan mewujudkan terciptanya lingkungan permukiman yang sehat, harmonis, dan berkelanjutan. 10

29 8. Program Pengendalian Kota-kota Besar dan Metropolitan dengan tujuan mengelola dan mengendalikan pertumbuhan kota-kota besar dan metropolitan agar pertumbuhan dan perkembangannya sejalan dengan prinsip pembangunan yang berkelanjutan. 9. Program Pengembangan Keterkaitan Pembangunan Antar Kota dengan tujuan mewujudkan pengembangan kota-kota secara hierarkis dan memiliki keterkaitan kegiatan ekonomi antar kota yang sinergis dan saling mendukung dalam upaya perwujudan sistem perkotaan nasional, menghambat dan mencegah terjadinya urban sprawl dan konurbasi, mengurangi arus migrasi masuk langsung dari desa ke kota-kota besar dan metropolitan melalui penciptaan kesempatan kerja, termasuk peluang usaha pada kota-kota menengah dan kecil terutama di Pulau Jawa. 10. Program Pengembangan Kelembagaan dengan tujuan mengembangkan kelembagaan yang terkait dengan pembangunan air minum, air limbah, persampahan, dan drainase sehingga tercipta sistem tata laksana yang efektif. 11. Program Pengembangan Kota-Kota Kecil dan Menengah dengan tujuan meningkatkan fungsi eksternal kota-kota kecil dan menengah dalam suatu sistem wilayah pengembangan ekonomi dan memantapkan pelayanannya, menjadikan kota-kota kecil dan menengah sebagai kota perantara dari proses produksi di perdesaan, kota-kota besar dan metropolitan sehingga ongkos produksi dapat lebih rendah dan efisien. 12. Program Peningkatan Keberdayaan Masyarakat Perdesaan dengan tujuan membangun kawasan perdesaan melalui peningkatan pemberdayaan masyarakat di kawasan perdesaan dan meningkatkan kapasitas pemerintahan di tingkat lokal dalam mengelola pembangunan perdesaan sesuai dengan prinsip-prinsip tata pemerintahan yang baik. 13. Program Penyelenggaraan Pimpinan Kenegaraan dan Kepemimpinan dengan tujuan terselenggaranya tugas pimpinan dan fungsi manajemen dalam melaksanakan penyelenggaraan kenegaraan dan kepemerintahan RENCANA KINERJA RENCANA KINERJA TAHUNAN a. SEKRETARIAT JENDERAL CIPTA KARYA 1. Terselenggaranya penanggulangan darurat air minum (AM) dan air limbah (AL) sebanyak 1 paket dengan nilai Rp ,-. 2. Terselenggaranya penanggulangan darurat prasarana dan sarana PLP sebanyak 1 paket dengan nilai Rp ,-. 3. Tersedianya cadangan mendesak bidang perumahan permukiman sebanyak 1 paket dengan nilai Rp ,-. 4. Terselenggaranya prasarana dan sarana kawasan agropolitan di 83 kawasan di 32 propinsi dengan nilai Rp ,-. 5. Terselenggaranya pembinaan administrasi dan pengelolaan keuangan dengan pelatihan di 2 lokasi, penyusunan dan pengendalian sebanyak 2 paket, pembinaan sebanyak 2 paket dan 2 laporan, penyebarluasan di 1 lokasi, dan implementasi sebanyak 1 paket dengan nilai Rp ,-. 11

30 6. Terselenggaranya pembinaan dan pelaksanaan urusan tata usaha (TU), rumah tangga (RT), dan pengelolaan perlengkapan departemen dengan bintek sebanyak 6 paket, pembinaan sebanyak 5 paket, seminar dan perawatan gedung sebanyak 3 paket dengan nilai Rp ,-. 7. Terselenggaranya pembinaan hukum dan organisasi dengan bantuan hukum sebanyak 5 paket, naskah Undang-undang (UU) sebanyak 4 paket, dan sosialisasi sebanyak 1 paket dengan nilai Rp ,-. 8. Terselenggaranya pengelolaan gedung dengan rehabilitasi bangunan sebanyak 5 paket dengan nilai Rp ,-. 9. Terselenggaranya pengembangan sumber daya manusia dan administrasi kepegawaian dengan pembinaan sebanyak 8 paket, studi sebanyak 8 paket, dan bantuan tugas belajar sebanyak 1 paket dengan nilai Rp ,- b. DIREKTORAT BINA PROGRAM 1. Terselenggaranya pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan administrasi Direktorat Bina Program dengan studi sebanyak 3 laporan, renovasi gedung kantor seluas m², pengadaan kendaraan roda dua sebanyak 2 unit, dan perawatan sarana gedung selama 1 tahun dengan nilai Rp ,-. 2. Terselenggaranya pengembangan sistem evaluasi kinerja dengan studi sebanyak 13 laporan dengan nilai Rp ,-. 3. Terselenggaranya pembinaan/penyelenggaraan kerjasama internasional dengan studi sebanyak 7 laporan, perawatan sarana gedung sebanyak 17 unit, dan pengadaan alat pengolah data sebanyak 20 unit dengan nilai Rp ,-. 4. Tersusunnya pengkajian dan pengembangan kebijakan dan strategi sebanyak 1 laporan dengan nilai Rp ,-. 5. Tersusunnya pengkajian dan pengembangan kebijakan dan strategi dengan studi sebanyak 1 laporan dengan nilai Rp ,-. 6. Terlaksananya pembinaan dan pengembangan pemanfaatan data dan informasi dengan pemeliharaan sebanyak 3 paket, monitoring dan sosialisasi sebanyak 6 paket dengan nilai Rp ,-. 7. Terselenggaranya pembinaan rehabilitasi/rekonstruksi rumah pasca gempa bumi DIY dan Jawa Tengah dengan supervisi sebanyak 2 laporan, diseminasi sebanyak 1 laporan, pedoman/publikasi sebanyak 1 paket dengan nilai Rp ,-. 8. Terselenggaranya pembangunan Rusunawa di 22 kabupaten/kota dengan jumlah hunian unit dan 101 twin block dengan nilai Rp ,-. 9. Terselenggaranya penataan dan revitalisasi kawasan di 63 kawasan dengan fasilitas pariwisata sebanyak 63 paket dengan nilai Rp , Terselenggaranya pembinaan pembangunan infrastruktur perdesaan dengan studi sebanyak 1 4 paket dengan nilai Rp , Terselenggaranya infrastruktur perdesaan skala komunitas di desa dengan nilai Rp , Terselenggaranya pembinaan pengembangan data dan informasi dengan publikasi sebanyak 1 paket dengan nilai Rp , Terselenggaranya pembinaan dan penyusunan program, rencana kerja dan anggaran dengan studi sebanyak 11 laporan, sosialisasi sebanyak 2 paket, serta bantuan sarana dan prasarana sebanyak 1 paket dengan nilai Rp ,-. 12

31 14. Tersusunnya pengkajian dan pengembangan kebijakan dan strategi serta terselenggaranya pengembangan sumber daya manusia dengan studi sebanyak 19 laporan dengan nilai Rp , Terselenggaranya pembinaan dan penyusunan program, rencana kerja dan anggaran dengan studi sebanyak 11 laporan dengan nilai Rp , Terselenggaranya pengembangan sistem dan evaluasi kinerja dengan peningkatan sarana sebanyak 1 paket dan pembinaan sebanyak 1 paket dengan nilai Rp ,-. c. DIREKTORAT PENATAAN BANGUNAN DAN LINGKUNGAN 1. Terehabilitasinya bangunan gedung negara dan peningkatan kebun raya/ istana presiden dengan rehabilitasi kebun raya sebanyak 4 unit, rehabilitasi istana presiden sebanyak 5 unit, dan rehabilitasi gedung negara sebanyak 4 unit dengan nilai Rp ,-. 2. Terlaksananya pembinaan bangunan gedung dengan bantek dan sosialisasi sebanyak 10 paket dengan nilai Rp ,-. 3. Terselenggaranya pengelolaan gedung dan rumah negara dengan bantek sebanyak 10 laporan dengan nilai Rp ,-. 4. Tersedianya prasarana dan sarana dasar (PSD) untuk peningkatan kualitas permukiman kumuh di 153 kawasan dengan nilai Rp ,-. 5. Meningkatnya kualitas lingkungan permukiman tradisional/bersejarah di 39 kawasan dengan nilai Rp ,-. 6. Terselenggaranya bantuan teknis dalam pengelolaan ruang terbuka hijau (RTH) di perkotaan di 33 propinsi dengan bantuan teknis sebanyak 38 laporan dengan nilai Rp ,-. 7. Terselenggaranya administrasi kegiatan, evaluasi/laporan kegiatan, pengawasan/supervisi konstruksi dengan studi sebanyak 32 laporan dengan nilai Rp ,-. 8. Terselenggaranya perencanaan teknis dan pengaturan (PBL pusat) dengan studi, bantek, dan sosialisasi sebanyak 11 paket dengan nilai Rp ,-. 9. Terselenggaranya penataan lingkungan permukiman wilayah I dan II (pusat) dengan studi sebanyak 8 paket dengan nilai Rp , Terlaksananya penanggulangan kemiskinan perkotaan (P2KP) dan pemberdayaan masyarakat perkotaan (PNPM) di 834 kecamatan dan kelurahan dengan nilai Rp , Tersusunnya rencana pemberdayaan komunitas perumahan dengan NSPM sebanyak 11 laporan dengan nilai Rp , Terselenggaranya pembinaan teknis bangunan gedung dengan bantek/ pelatihan sebanyak 357 laporan dan jumlah kawasan 46 RTBL dengan nilai Rp , Terselenggaranya pendampingan dalam pemberdayaan komunitas perumahan dan penyusunan pedoman dengan pedoman sebanyak 111 paket dengan nilai Rp ,-. d. DIREKTORAT PENGEMBANGAN PERMUKIMAN 1. Terselenggaranya pengembangan prasarana dan sarana perumahan bagi kawasan RSH di 95 kabupaten/kota, 32 propinsi, dan 115 kawasan dengan nilai Rp ,-. 13

32 2. Terselenggaranya rehabilitasi perumahan dan pembangunan prasarana dan sarana permukiman di kawasan eks bencana alam di 28 kabupaten/kota, 8 propinsi, dan 50 kawasan dengan nilai Rp ,-. 3. Terselenggaranya pengembangan prasarana dan sarana permukiman Pulau Seribu di 1 kawasan dengan nilai Rp ,-. 4. Terselenggaranya pelaksanaan INPRES 06/2003 di 13 kabupaten/kota dan 13 kawasan dengan nilai Rp ,-. 5. Terselenggaranya bantuan teknis program pengembangan permukiman (pusat) dengan studi sebanyak 20 laporan dengan nilai Rp ,-. 6. Terselenggaranya peningkatan infrastruktur perdesaan skala kawasan di 150 kabupaten/kota di 32 propinsi pada 149 kawasan dengan nilai Rp ,-. 7. Terselenggaranya pengembangan kawasan eks transmigrasi (Prasarana dan Sarana Dasar Permukiman) di 16 kabupaten/kota di 12 propinsi pada 19 kawasan dengan nilai Rp ,-. 8. Terselenggaranya peningkatan lingkungan permukiman perkotaan pada 397 kelurahan di 32 kabupaten/kota dengan luas area Ha dengan nilai Rp ,-. 9. Terbangunnya prasarana dan sarana permukiman di pulau kecil, kawasan terpencil di 40 kabupaten/kota di 27 propinsi pada 52 kawasan dengan nilai Rp , Terbangunnya prasarana dan sarana permukiman di wilayah perbatasan di 25 kabupaten/kota di 12 propinsi pada 44 kawasan dengan nilai Rp , Terselenggaranya pengembalian fungsi kawasan permukiman metropolitan melalui peremajaan di 32 propinsi di 7 kawasan dengan nilai Rp ,-. e. DIREKTORAT PENYEHATAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN 1. Terselenggaranya pemberdayaan masyarakat, pembangunan persampahan dan drainase dengan bantek sebanyak 50 paket dengan nilai Rp ,-. 2. Pengelolaan sampah terpadu 3R dengan bantek sebanyak 28 paket dengan nilai Rp ,-. 3. Terselenggaranya pembangunan prasarana dan sarana air limbah percontohan skala komunitas (SANIMAS) di 185 lokasi dan prasarana dan sarana air limbah komunal sebanyak 185 unit dengan nilai Rp ,-. 4. Terselenggaranya pembangunan prasarana dan sarana air limbah terpusat dan IPAL di kota metro/besar di 10 kabupaten/kota, IPAL sebanyak 18 unit, dan DSDP sebanyak 4 paket dengan nilai Rp ,-. 5. Terselenggaranya pembinaan sub bidang air limbah di 33 propinsi sebanyak 38 paket dengan nilai Rp ,-. 6. Terselenggaranya pengembangan TPA persampahan regional dengan rehabilitasi/pembangunan TPA sebanyak 8 paket, bantek sebanyak 11 paket di 15 propinsi dengan nilai Rp ,-. 7. Terselenggaranya Ecodrain di 3 lokasi, ecodrain sebanyak 5 unit dengan nilai Rp ,-. 8. Terselenggaranya bantuan teknis pengelolaan persampahan dan drainase dengan bantek sebanyak 25 paket dengan nilai Rp ,-. 14

33 9. Terselenggaranya pembinaan PLP dengan bantek sebanyak 42 paket, monev sebanyak 48 paket, supervisi 26 paket dengan nilai Rp , Terselenggaranya tanggap darurat PLP dengan truk sampah sebanyak 2 unit, buldozer sebanyak 4 unit, truk tinja sebanyak 1 unit, mobil kampanye sebanyak 6 unit, mobil sampah sebanyak 2 unit dengan nilai Rp , Terselenggaranya pembangunan dan perbaikan sistem drainase primer dan sekunder di kota metro dan besar di 31 kabupaten/kota dengan panjang drainase m dengan nilai Rp , Terselenggaranya bantuan teknis pengembangan PLP (pusat) dengan bantek sebanyak 2 paket dengan nilai Rp , Terselenggaranya pengembangan asset manajemen persampahan dengan bantek sebanyak 22 paket dengan nilai Rp , Kegiatan operasional pendukung dengan administrasi kegiatan, kendaraan roda 4 sebanyak 1 unit, kendaraan oprerasional roda 2 sebanyak 5 unit dengan nilai Rp ,-. f. DIREKTORAT PENGEMBANGAN AIR MINUM 1. Tersedianya air minum di kota kecil/pemekaran di 52 kawasan dengan panjang pipa m dan kapasitas produksi 502 l/dt dengan nilai Rp ,-. 2. Tersedianya air minum di kota kecil/ikk rawan air/belum ada sistem di 113 kawasan dengan panjang pipa m dan kapasitas produksi 893 l/dt dengan nilai Rp ,-. 3. Tersedianya prasarana dan sarana air minum bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR)/Rusunawa di kota metro/besar di 30 lokasi dengan panjang pipa m dan kapasitas produksi 184 l/dt dengan nilai Rp ,-. 4. Tersedianya air minum mendukung kawasan kumuh/nelayan di 11 lokasi dengan panjang pipa m dan kapasitas produksi 30 l/dt dengan nilai Rp ,-. 5. Terselenggaranya bantuan teknis SPAM di 188 kabupaten/kota dengan panjang pipa m dan kapasitas produksi 45 l/dt dengan nilai Rp ,-. 6. Terselenggaranya pembangunan SPAM melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat di desa miskin, rawan air, pesisir, dan desa terpencil di 107 lokasi dengan panjang pipa m dan kapasitas produksi 311 l/dt dengan nilai Rp ,-. 7. Terselenggaranya PAMSIMAS di 948 lokasi dengan nilai Rp ,-. 8. Terselenggaranya pembinaan teknis air minum dengan bantek sebanyak 3 paket, SPAM di 8 lokasi, kapasitas produksi 4 l/dt dengan nilai Rp ,-. 9. Terselenggaranya pembinaan teknis air minum dengan NSPM sebanyak 5 paket dan studi sebanyak 10 paket dengan nilai Rp , Terselenggaranya kegiatan pendukung/lain-lain Direktorat Air Minum di 32 propinsi dengan nilai Rp , Terselenggaranya pembinaan teknis air minum dengan Rapermen sebanyak 1 paket, NSPM sebanyak 4 paket, dan studi sebanyak 6 paket dengan nilai Rp ,-. 15

34 KEGIATAN a. SEKRETARIAT JENDERAL CIPTA KARYA 1. Pembinaan teknis air minum 2. Pengembangan sistem drainase dan pengelolaan persampahan 3. Pengembangan perumahan dan permukiman 4. Pengembangan prasarana dan sarana desa agropolitan 5. Pengembangan kapasitas kelembagaan pembangunan air minum dan air limbah 6. Pembinaan manajemen Bidang Cipta Karya b. DIREKTORAT BINA PROGRAM 1. Pembinaan teknis air minum 2. Pengembangan sistem drainase dan pengelolaan persampahan 3. Pengembangan perumahan dan permukiman 4. Penataan dan revitalisasi kawasan 5. Pembangunan infrastruktur perdesaan skala komunitas 6. Pembinaan dan pengembangan keberdayaan masyarakat perdesaan 7. Pembinaan pengembangan permukiman baru 8. Pembinaan pengembangan kota-kota kecil dan menengah 9. Pengembangan kapasitas kelembagaan pembangunan air minum dan air limbah c. DIREKTORAT PENATAAN BANGUNAN DAN LINGKUNGAN 1. Rehabilitasi bangunan gedung negara 2. Pembangunan infrastruktur kawasan kumuh 3. Pembangunan kawasan permukiman tradisional/bersejarah 4. Penanggulangan kemiskinan di perkotaan (P2KP) 5. Penataan lingkungan permukiman 6. Peningkatan kualitas penyelenggaraan melalui pendampingan dan penyusunan d. DIREKTORAT PENGEMBANGAN PERMUKIMAN 1. Pengembangan perumahan dan permukiman 2. Pembinaan pelaksanaan pengembangan perumahan 3. Pembangunan infrastruktur perdesaan skala kawasan 4. Penataan lingkungan permukiman 5. Pembangunan infrastruktur di pulau kecil dan kawasan terpencil 6. Pembangunan infrastruktur di wilayah perbatasan 7. Pembinaan pengembangan permukiman kawasan kota e. DIREKTORAT PENYEHATAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN 1. Peningkatan kapasitas masyarakat dalam pembangunan PLP 2. Pengembangan sistem penyediaan air minum dan pengelolaan sanitasi 3. Pengembangan sistem drainase dan pengelolaan persampahan 4. Pembinaan dan pengembangan keberdayaan masyarakat perdesaan 5. Pengembangan kapasitas kelembagaan pembangunan air minum dan air limbah f. DIREKTORAT PENGEMBANGAN AIR MINUM 1. Pengembangan sistem penyediaan air minum dan pengelolaan sanitasi 16

35 2. Peningkatan kapasitas masyarakat dalam pembangunan air minum 3. Pembinaan teknis air minum 4. Pengembangan kapasitas kelembagaan pembangunan air minum dan air limbah INDIKATOR KINERJA a. SEKRETARIAT JENDERAL CIPTA KARYA 1. Terselenggaranya penanggulangan darurat air minum dan air limbah 2. Terselenggaranya penanggulangan darurat prasarana dan sarana PLP 3. Tersedianya cadangan mendesak bidang perumahan permukiman 4. Terselenggaranya prasarana dan sarana kawasan agropolitan 5. Terselenggaranya pembinaan administrasi dan pengelolaan keuangan 6. Terselenggaranya pembinaan dan pelaksanaan urusan tata usaha (TU), rumah tangga (RT), dan pengelolaan perlengkapan departemen 7. Terselenggaranya pembinaan hukum dan organisasi 8. Terselenggaranya pengelolaan gedung dengan rehabilitasi bangunan 9. Terselenggaranya pengembangan sumber daya manusia dan administrasi kepegawaian 10. Terselenggaranya kegiatan pendukung kelancaran tugas pemerintah b. DIREKTORAT BINA PROGRAM 1. Terselenggaranya pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan administrasi Direktorat Bina Program 2. Terselenggaranya pengembangan sistem evaluasi kinerja 3. Terselenggaranya pembinaan/penyelenggaraan kerjasama internasional 4. Tersusunnya pengkajian dan pengembangan kebijakan dan strategi 5. Terlaksananya pembinaan dan pengembangan pemanfaatan data dan informasi 6. Terselenggaranya pembinaan rehabilitasi/rekonstruksi rumah pasca gempa bumi DIY dan Jawa Tengah 7. Terselenggaranya pembangunan Rusunawa 8. Terselenggaranya penataan dan revitalisasi kawasan 9. Terselenggaranya pembinaan pembangunan infrastruktur perdesaan 10. Terselenggaranya infrastruktur perdesaan skala komunitas 11. Terselenggaranya pembinaan pengembangan data dan informasi 12. Terselenggaranya pembinaan dan penyusunan program, rencana kerja dan anggaran 13. Tersusunnya pengkajian dan pengembangan kebijakan dan strategi serta terselenggarakannya pengembangan sumber daya manusia c. DIREKTORAT PENATAAN BANGUNAN DAN LINGKUNGAN 1. Terehabilitasinya bangunan gedung negara dan peningkatan kebun raya/ istana presiden dengan rehabilitasi kebun raya 2. Terlaksananya pembinaan bangunan gedung 3. Terselenggaranya pengelolaan gedung dan rumah negara 4. Tersedianya prasarana dan sarana dasar untuk peningkatan kualitas permukiman kumuh 5. Meningkatnya kualitas lingkungan permukiman tradisional/bersejarah 17

36 6. Terselenggaranya bantuan teknis dalam pengelolaan ruang terbuka hijau (RTH) di perkotaan 7. Terselenggaranya administrasi kegiatan, evaluasi/laporan kegiatan, pengawasan/supervisi konstruksi 8. Terselenggaranya perencanaan teknis dan pengaturan (PBL pusat) 9. Terselenggaranya penataan lingkungan permukiman wilayah I dan II (pusat) 10. Terlaksananya penanggulangan kemiskinan perkotaan (P2KP) dan pemberdayaan masyarakat perkotaan (PNPM) 11. Tersusunnya rencana pemberdayaan komunitas perumahan 12. Terselenggaranya pembinaan teknis bangunan gedung 13. Terselenggaranya pendampingan dalam pemberdayaan komunitas perumahan dan penyusunan pedoman d. DIREKTORAT PENGEMBANGAN PERMUKIMAN 1. Terselenggaranya pengembangan prasarana dan sarana perumahan bagi kawasan RSH 2. Terselenggaranya rehabilitasi perumahan dan pembangunan prasarana dan sarana permukiman di kawasan eks bencana alam 3. Terselenggaranya pengembangan prasarana dan sarana permukiman Pulau Seribu 4. Terselenggaranya pelaksanaan INPRES 06/ Terselenggaranya bantuan teknis program pengembangan permukiman (pusat) 6. Terselenggaranya peningkatan infrastruktur perdesaan skala kawasan 7. Terselenggaranya pengembangan kawasan eks transmigrasi (prasarana dan sarana dasar permukiman) 8. Terselenggaranya peningkatan lingkungan permukiman perkotaan 9. Terbangunnya prasarana dan sarana permukiman di pulau kecil, kawasan terpencil di 40 kabupaten/kota 10. Terbangunnya prasarana dan sarana permukiman di wilayah perbatasan 11. Terselenggaranya pengembalian fungsi kawasan permukiman metropolitan melalui peremajaan e. DIREKTORAT PENYEHATAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN 1. Terselenggaranya pemberdayaan masyarakat, pembangunan persampahan dan drainase 2. Terselenggaranya pembangunan prasarana dan sarana air limbah percontohan skala komunitas (SANIMAS) 3. Terselenggaranya pembangunan prasarana dan sarana air limbah terpusat dan IPAL di kota metro/besar 4. Terselenggaranya pembinaan sub bidang air limbah 5. Terselenggaranya pengembangan TPA persampahan regional 6. Terselenggaranya Ecodrain 7. Terselenggaranya bantuan teknis pengelolaan persampahan dan drainase 8. Terselenggaranya pembinaan PLP 9. Terselenggaranya tanggap darurat PLP 10. Terselenggaranya pembangunan dan perbaikan sistem drainase primer dan sekunder di kota metro dan besar 11. Terselenggaranya bantuan teknis pengembangan PLP (pusat) 12. Terselenggaranya pengembangan asset manajemen persampahan 18

37 f. DIREKTORAT PENGEMBANGAN AIR MINUM 1. Tersedianya air minum di kota kecil/pemekaran 2. Tersedianya air minum di kota kecil/ikk rawan air/belum ada sistem 3. Tersedianya prasarana dan sarana air minum bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR)/Rusunawa di kota metro/besar 4. Tersedianya air minum mendukung kawasan kumuh/nelayan 5. Terselenggaranya bantuan teknis SPAM 6. Terselenggaranya pembangunan SPAM melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat di desa miskin, rawan air, pesisir, dan desa terpencil 7. Terselenggaranya PAMSIMAS 8. Terselenggaranya pembinaan teknis air minum 9. Terselenggaranya kegiatan pendukung/lain-lain Direktorat Pengembangan Air Minum 19

38 BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 3.1. PENGUKURAN KINERJA Dalam mengukur akuntabilitas kinerja, terhadap program yang telah dipersiapkan, disajikan data pencapaian sasaran yang direncanakan di tahun 2007 (secara fisik); tingkat pencapaian terhadap program yang direncanakan, realisasi dan efisiensi keuangan untuk tahun yang bersangkutan. Masing-masing program dapat diuraikan sebagai berikut : 1. SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA Pengukuran kinerja untuk kegiatan Sekretariat Direktorat Jenderal Cipta Karya tahun anggaran 2007 adalah sebagai berikut : a. Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum dan Air Limbah Kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung program ini adalah Pembinaan Teknis Air Minum dengan indikator kinerja : Terselenggaranya penanggulangan darurat air minum dan air limbah dengan jumlah paket sebanyak 1 paket, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah 1 paket dengan capaian hasill 100%. Sedangkan untuk keuangan adalah sebesar Rp ,- (96,76%). b. Program Peningkatan Kinerja Pengelolaan Persampahan dan Drainase Kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung program ini adalah Pengembangan Sistem Drainase dan Pengelolaan Persampahan dengan indikator kinerja : Terselenggaranya penanggulangan darurat prasarana dan sarana PLP dengan jumlah paket sebanyak 1 paket, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah 1 paket dengan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan adalah sebesar Rp ,- (71,21%). c. Program Pengembangan Perumahan Kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung program ini adalah Pengembangan Perumahan dan Permukiman dengan indikator kinerja : Tersedianya cadangan mendesak bidang perumahan permukiman dengan jumlah paket sebanyak 1 paket, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah 1 paket dengan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan adalah sebesar Rp ,- (94,30%). d. Program Pengembangan Ekonomi Lokal Kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung program ini adalah Pengembangan Prasarana dan Sarana Desa Agropolitan dengan indikator kinerja : Terselenggaranya prasarana dan sarana kawasan agropolitan di 83 kawasan dan 32 propinsi untuk pelayanan bagi jiwa dan dana Rp ,-. 20

39 Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah 83 kawasan dan 32 propinsi dan capaian pelayanan untuk jiwa dengan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan adalah sebesar Rp ,- (99,63%). e. Program Pengembangan Kelembagaan Kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung program ini adalah Pengembangan Kapasitas Kelembagaan Pembangunan Air Minum dan Air Limbah dengan indikator kinerja : Terselenggaranya pembinaan administrasi dan pengelolaan keuangan dengan pelatihan calon bendahara di 2 lokasi, penyusunan dan pengendalian sebanyak 2 paket, pembinaan sebanyak 2 paket dan 2 lokasi, penyebarluasan di 1 lokasi, implementasi sebanyak 1 paket, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah pelatihan calon bendahara di 2 lokasi, penyusunan dan pengendalian sebanyak 2 paket, pembinaan sebanyak 2 paket dan 2 lokasi, penyebarluasan di 1 lokasi, implementasi sebanyak 1 paket, dengan capaian hasil kegiatan fisik sebesar 100%, Sedangkan untuk keuangan adalah sebesar Rp ,- (95,72%). Terselenggaranya pembinaan dan pelaksanaan urusan Tata Usaha (TU), dan pengelolaan perlengkapan departemen dengan bintek sebanyak 6 paket, pembinaan sebanyak 5 paket, seminar dan perawatan gedung sebanyak 3 paket, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah bintek sebanyak 6 paket, pembinaan sebanyak 5 paket, seminar dan perawatan gedung sebanyak 3 paket, dengan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan adalah sebesar Rp ,- (98,88%). Terselenggaranya pembinaan hukum dan organisasi dengan bantuan hukum sebanyak 5 paket, naskah UU sebanyak 4 paket, sosialisasi sebanyak 1 paket, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah bantuan hukum sebanyak 5 paket, naskah UU sebanyak 4 paket, sosialisasi sebanyak 1 paket, dengan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan adalah sebesar Rp ,- (94,93%). Terselenggaranya pengelolaan gedung dan rumah negara dengan rehabilitasi bangunan sebanyak 5 paket, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah rehabilitasi bangunan gedung sebanyak 5 paket dengan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan adalah sebesar Rp ,- (82,05%). Terselenggaranya pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan administrasi kepegawaian dengan pembinaan sebanyak 8 paket, studi sebanyak 8 paket, bantuan tugas belajar sebanyak 1 paket, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah pembinaan sebanyak 8 paket, studi sebanyak 8 paket, bantuan tugas belajar sebanyak 1 paket, dengan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan adalah sebesar Rp ,- (96,62%). 21

40 2. DIREKTORAT BINA PROGRAM Pengukuran kinerja untuk kegiatan Direktorat Bina Program tahun anggaran 2007 adalah sebagai berikut : a. Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum dan Air Limbah Kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung program ini adalah Pembinaan Teknis Air Minum dengan indikator kinerja : Terselenggaranya pengembangan sumber daya manusia dan administrasi Direktorat Bina Program dengan studi sebanyak 3 laporan, perawatan/renovasi gedung kantor seluas m², pengadaan kendaraan roda-2 sebanyak 2 unit, perawatan sarana gedung selama 1 (satu) tahun, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah studi sebanyak 3 laporan, perawatan/renovasi gedung kantor seluas m², pengadaan kendaraan roda-2 sebanyak 2 unit, perawatan sarana gedung selama 1 (satu) tahun, dengan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (96,44%). Terselenggaranya pengembangan sistem evaluasi kinerja dengan studi sebanyak 13 laporan dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah studi sebanyak 13 laporan dengan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (83,40%). Terselenggaranya pembinaan/penyelenggaraan kerjasama internasional dengan studi sebanyak 7 laporan, pengadaan perlengkapan sarana gedung sebanyak 17 unit, pengadaan alat pengolah data sebanyak 20 unit, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah studi sebanyak 7 laporan, pengadaan perlengkapan sarana gedung sebanyak 17 unit, pengadaan alat pengolah data sebanyak 20 unit, dan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (56,39%). Tersusunnya pengkajian dan pengembangan kebijakan dan strategi dengan studi sebanyak 1 laporan, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah studi sebanyak 1 laporan dan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (69,12%). b. Program Peningkatan Kinerja Pengelolaan Persampahan dan Drainase Kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung program ini adalah Pengembangan Sistem Drainase dan Pengelolaan Persampahan dengan indikator kinerja : Tersusunnya pengkajian dan pengembangan jakstra dengan studi sebanyak 1 laporan, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah studi sebanyak 1 laporan dan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (65,50%). Terlaksananya pembinaan dan pengembangan pemanfaatan data dan informasi dengan pemeliharaan sebanyak 3 paket, monitoring dan sosialisasi sebanyak 6 paket, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah pemeliharaan sebanyak 3 paket, monitoring dan sosialisasi sebanyak 6 paket, dan 22

41 capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (95,82%). c. Program Pemberdayaan Komunitas Perumahan Kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung program ini adalah Pengembangan Perumahan dan Permukiman dengan indikator kinerja : Terselenggaranya pembinaan rehabilitasi/rekonstruksi rumah pasca gempa bumi DIY dan Jawa Tengah dengan supervisi sebanyak 2 laporan, diseminasi sebanyak 1 paket, pedoman/publikasi sebanyak 1 paket, dengan dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah supervisi sebanyak 2 laporan, diseminasi sebanyak 1 paket, pedoman/publikasi sebanyak 1 paket, dan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (87,51%). d. Program Pengembangan Perumahan Kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung program ini adalah : Pengembangan Perumahan dan Permukiman dengan indikator kinerja : Terselenggaranya pembangunan Rusunawa di 22 kabupaten/kota dengan jumlah hunian unit dan 101 twin block, dengan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik ada di 22 kabupaten/kota dengan jumlah hunian unit dan 48 twin block, dan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (98,69%). Penataan dan Revitalisasi Kawasan dengan indikator kinerja : Terselenggaranya penataan dan revitalisasi kawasan di 63 kawasan, dengan fasilitas pariwisata sebanyak 63 paket, dengan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah 63 kawasan, fasilitas pariwisata sebanyak 63 paket, dan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (86,05%). e. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Perdesaan Kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung program ini adalah Pembangunan Infrastruktur Perdesaan Skala Komunitas dengan indikator kinerja : Terselenggaranya pembinaan dan monitoring evaluasi, pengembangan pembangunan infrastruktur perdesaan sebanyak 14 paket, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk pembinaan dan pengembangan pembangunan infrastruktur perdesaan sebanyak 14 paket dan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (83,22%). Terselenggaranya infrastruktur perdesaan skala komunitas di desa dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah desa dan capaian hasil 99,61%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (96,95%). f. Program Peningkatan Keberdayaan Masyarakat Perdesaan Kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung program ini adalah Pembinaan dan Pengembangan Keberdayaan Masyarakat Perdesaan dengan indikator kinerja : 23

42 Terselenggaranya pembinaan pengembangan data dan informasi dengan publikasi sebanyak 1 paket, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah publikasi sebanyak 1 paket dan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (97,75%). Terselenggaranya pembinaan dan penyusunan program, rencana kerja, dan anggaran dengan studi sebanyak 11 laporan, sosialisasi sebanyak 2 paket, bantuan prasarana dan sarana 1 paket, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah studi sebanyak 11 laporan, sosialisasi sebanyak 2 paket, bantuan prasarana dan sarana 1 paket, dan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (69,72%). g. Program Pengembangan Keterkaitan Pembangunan Antar Kota Kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung program ini adalah Pembinaan Pengembangan Permukiman Baru dengan indikator kinerja : Tersusunnya pengkajian dan pengembangan kebijakan dan strategi serta terselenggaranya pengembangan sumber daya manusia dengan studi sebanyak 19 laporan, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah studi sebanyak 19 laporan, dan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (95,54%). h. Program Pengembangan Kota-kota Kecil dan Menengah Kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung program ini adalah Pembinaan Pengembangan Kota-kota Kecil dan Menengah dengan indikator kinerja : Terselenggaranya pembinaan dan penyusunan program, rencana kerja, dan anggaran dengan studi sebanyak 11 laporan, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah studi sebanyak 11 laporan, dan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (92,80%). i. Program Pengembangan Kelembagaan Kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung program ini adalah Pengembangan Kapasitas Kelembagaan Pembangunan air Minum dan Air Limbah dengan indikator kinerja : Terselenggaranya pengembangan sistem evaluasi kinerja dengan peningkatan sarana sebanyak 1 paket, pembinaan habitat sebanyak 1 paket, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah peningkatan sarana sebanyak 1 paket, pembinaan habitat sebanyak 1 paket, dan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (99,01%). 3. DIREKTORAT PENATAAN BANGUNAN DAN LINGKUNGAN Pengukuran kinerja untuk kegiatan Direktorat Penataan Bangunan dan Lingkungan tahun anggaran 2007 ini adalah sebagai berikut : a. Program Pengembangan Perumahan Kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung program ini adalah: 24

43 Pembinaan Bangunan Gedung Negara dengan indikator kinerja : 1. Terlaksananya pembinaan bangunan gedung dengan bantek dan sosialisasi sebanyak 10 paket, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah bantek dan sosialisasi sebanyak 7 paket (70%), 10 laporan dan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (86,10%). 2. Terselenggaranya pengelolaan gedung dan rumah negara dengan bantek sebanyak 10 laporan, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah bantek sebanyak 7 laporan (70%), 9 laporan, 2 NSPM, dan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (86,10%). 3. Terehabilitasinya bangunan gedung negara dan peningkatan kebun raya/istana presiden dengan jumlah kebun raya sebanyak 4 unit, istana presiden sebanyak 5 unit, gedung negara sebanyak 4 unit, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah kebun raya sebanyak 4 unit, istana presiden sebanyak 5 unit, gedung negara sebanyak 4 unit, dan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (86,10%). b. Program Pemberdayaan Komunitas Perumahan Kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung program ini adalah : Pembangunan Kawasan Permukiman Tradisional/Bersejarah dengan indikator kinerja: 1. Meningkatnya kualitas lingkungan permukiman tradisional/bersejarah di 39 kawasan dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah 39 kawasan, dengan capaian hasil 100% dan dana Rp ,- (86,10%). 2. Terselenggaranya administrasi kegiatan, evaluasi/laporan kegiatan, pengawasan/supervisi konstruksi dengan studi sebanyak 32 laporan, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah studi sebanyak 32 laporan dan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (86,10%). Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP) dengan indikator kinerja: Terlaksananya penanggulangan kemiskinan perkotaan (P2KP) dan pemberdayaan masyarakat perkotaan (PNPM) di 834 kecamatan dan kelurahan dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah 834 kecamatan dan kelurahan dan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (84,27%). Penataan Lingkungan Permukiman dengan indikator kinerja : Tersusunnya rencana pemberdayaan komunitas perumahan dengan NSPM sebanyak 11 laporan, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah NSPM sebanyak 4 laporan (36.36%), Bantek sebanyak 9 paket, laporan sebanyak 13 laporan, dan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (86,10%). Pembangunan Infrastuktur Kawasan Kumuh dengan indikator kinerja: 25

44 1. Tersedianya prasarana dan sarana dasar untuk peningkatan kualitas permukiman kumuh di 153 kawasan dengan hasil 100% dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah 153 kawasan dengan capaian hasil 100% dan dana Rp ,- (86,10%). Pembangunan Kawasan Permukiman Tradicional/Bersejarah dengan indikator kinerja: 1. Terselenggaranya bantuan teknis dalam pengelolaan RTH di perkotaan di 33 propinsi dengan bantuan teknis sebanyak 38 laporan, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah 32 propinsi dengan bantuan teknis sebanyak 38 laporan (96,97%), dan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (86,10%). 2. Terselenggaranya perencanaan teknis dan pengaturan (PBL Pusat) dengan studi, bantek, dan sosialisasi sebanyak 11 paket, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah studi, bantek, dan sosialisasi sebanyak 11 paket dan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (86,10%). 3. Terselenggaranya penataan lingkungan permukiman wilayah I dan II (pusat) dengan studi sebanyak 8 paket, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah studi sebanyak 8 paket dan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (86,10%). Peningkatan Kualitas Penyelenggaraan melalui Pembinaan Teknis, Pendampingan dan Pengaturan dengan indikator kinerja : 1. Terselenggaranya pendampingan dalam pemberdayaan komunitas perumahan dan penyusunan pedoman dengan pedoman sebanyak 111 paket, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah pedoman sebanyak 111 paket dan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (86,10%). 2. Terselenggaranya pembinaan teknis bangunan gedung dengan bantek dan pelatihan sebanyak 357 laporan, jumlah kawasan 46 RTBL, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah bantek dan pelatihan sebanyak 357 laporan, jumlah kawasan 46 RTBL, dan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (86,10%). 4. DIREKTORAT PENGEMBANGAN PERMUKIMAN Pengukuran kinerja untuk kegiatan Direktorat Pengembangan Permukiman tahun anggaran 2007 ini adalah sebagai berikut : a. Program Pengembangan Perumahan Kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung program ini adalah : Pengembangan Perumahan dan Permukiman dengan indikator kinerja : 1. Terselenggaranya pengembangan prasarana dan sarana perumahan bagi kawasan RSH di 95 kabupaten/kota di 32 propinsi pada

45 kawasan dengan hasil unit rumah dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah 95 kabupaten/kota di 32 propinsi pada 121 kawasan (105%)dan unit rumah (177,62%) dengan capaian hasil (100%). Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (96,15%). 2. Terselenggaranya rehabilitasi perumahan dan pembangunan prasarana dan sarana permukiman di kawasan eks bencana alam di 28 kabupaten/kota di 8 propinsi pada 50 kawasan dengan hasil unit rumah dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah 28 kabupaten/kota di 8 propinsi pada 52 kawasan unit rumah (153,09%) dan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (98,11%). 3. Terselenggaranya pengembangan prasarana dan sarana permukiman Pulau Seribu pada 1 kawasan dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah 1 kawasan dan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (99,18%). 4. Terselenggaranya pelaksanaan Inpres 06/2003 Propinsi Maluku dan Maluku Utara di 13 kabupaten/kota pada 13 kawasan sejumlah unit rumah dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah 13 kabupaten/kota pada 13 kawasan dan unit rumah dengan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (99,89%). Pembinaan Pelaksanaan Pengembangan Perumahan dengan indikator kinerja : - Terselenggaranya bantuan teknis program pengembangan permukiman (pusat) dengan studi sebanyak 20 laporan, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah sebanyak 26 laporan dan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (92,11%). Pembangunan Infrastruktur di Wilayah Perbatasan dengan indikator kinerja : - Terbangunnya prasarana dan sarana permukiman di wilayah perbatasan di 25 kabupaten/kota di 12 propinsi pada 44 kawasan dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah 25 kabupaten/kota di 12 propinsi pada 44 kawasan dan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (98,92%). b. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Perdesaan Kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung program ini adalah Pembangunan Infrastruktur Perdesaan pada Kawasan Terpilih Pusat Pengembangan Desa (KTP2D) dengan indikator kinerja : Terselenggaranya peningkatan infrastruktur perdesaan pada kawasan KTP2D di 150 kabupaten/kota di 32 propinsi pada 149 kawasan dan dana Rp ,-. 27

46 Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah 150 kabupaten/kota di 32 propinsi pada 157 kawasan (105%) dan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (99,90%). c. Program Pemberdayaan Komunitas Perumahan Kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung program ini adalah : Penataan Kawasan Permukiman dengan indikator kinerja : 1. Terselenggaranya pengembangan kawasan eks transmigrasi (prasarana dan sarana dasar permukiman) di 16 kabupaten/kota di 12 propinsi pada 19 kawasan dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah 16 kabupaten/kota di 12 propinsi pada 20 kawasan dan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (95,52%). 2. Terselenggaranya peningkatan kualitas kawasan permukiman perkotaan pada 397 kelurahan di 32 kabupaten/kota dengan luas area Ha, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah 397 kelurahan di 32 kabupaten/kota dengan luas area Ha dan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (98,85%). Pembangunan Infrastruktur di Pulau Kecil, Kawasan Terpencil dengan indikator kinerja : 1. Terbangunnya prasarana dan sarana permukiman di pulau kecil, kawasan terpencil di 40 kabupaten/kota di 27 propinsi pada 52 kawasan dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah 40 kabupaten/kota di 27 propinsi pada 53 kawasan (101,92%) dan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (99,86%). d. Program Pengendalian Kota-kota Besar dan Metropolitan Kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung program ini adalah Pembinaan Pengembangan Permukiman Kawasan Kota dengan indikator kinerja : - Terselenggaranya pengembalian fungsi kawasan permukiman metropolitan melalui peremajaan kawasan di 32 propinsi di 7 kabupaten/kota dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah 32 propinsi di 6 kabupaten/kota (86%) dan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (98,81%). 5. DIREKTORAT PENGEMBANGAN PLP Pengukuran kinerja untuk kegiatan Direktorat Pengembangan PLP tahun anggaran 2007 ini adalah sebagai berikut : a. Program Pemberdayaan Masyarakat Kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung program ini adalah Peningkatan Kapasitas Masyarakat dalam penanganan persampahan dan drainase dengan indikator kinerja : Terselenggaranya pemberdayaan masyarakat, pembangunan persampahan dan drainase dengan bantek sebanyak 50 paket, dan dana Rp ,-. 28

47 Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah bantek sebanyak 50 paket dan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (88,93%). Pengelolaan sampah terpadu 3R dengan bantek sebanyak 28 paket, pelayanan bagi jiwa, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah bantek sebanyak 33 paket (118%), pelayanan bagi jiwa (109%) dan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (88,93%). b. Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum dan Air Limbah Kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung program ini adalah Pengembangan Sistem Pengolahan Sanitasi Air Limbah (PSAL) dengan indikator kinerja : Terselenggaranya pembangunan prasarana dan sarana air limbah percontohan skala komunitas (SANIMAS) di 185 kabupaten/kota, PSAL komunal sebanyak 185 unit, pelayanan bagi jiwa, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah 179 kabupaten/kota, PSAL komunal sebanyak 179 unit (96,76%), dan capaian hasil pelayanan bagi jiwa (94,57%). Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (97,57%). Terselenggaranya pembangunan prasarana dan sarana air limbah terpusat dan IPAL di kota metro/besar di 10 kabupaten/kota, IPAL sebanyak 18 unit, DSDP sebanyak 4 paket, pelayanan bagi jiwa, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah 9 kabupaten/kota (90,00%), IPAL sebanyak 25 unit (139%), DSDP 4 paket (100%), dan hasil pelayanan bagi jiwa (98,43%). Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (98,86%). Terselenggaranya pembinaan sub bidang air limbah dengan bantek sebanyak 38 paket di 33 propinsi, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah bantek sebanyak 63 paket (166%) di 33 propinsi (100%), dan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (99%). c. Program Peningkatan Kinerja Pengelolaan Persampahan dan Drainase Kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung program ini adalah Pengembangan Sistem drainase dan Pengelolaan Persampahan dengan indikator kinerja : Terselenggaranya pengembangan TPA persampahan regional dengan rehabilitasi/pembangunan TPA sebanyak 8 paket, bantek sebanyak 11 paket, lokasi di 15 propinsi, hasil pelayanan bagi jiwa, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah rehabilitasi/ pembangunan TPA sebanyak 17 paket (212,5%), bantek sebanyak 42 paket (381,82%), lokasi di 18 propinsi (120%), dan hasil pelayanan bagi jiwa (107.15%). Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (90%). Terselenggaranya Ecodrain di 3 lokasi, ecodrain sebanyak 5 unit, dan dana Rp ,-. 29

48 Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah 3 lokasi, ecodrain sebanyak 5 unit, dan hasil pelayanan bagi jiwa, dan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (88,91%). Terselenggaranya bantuan teknis pengelolaan persampahan dan drainase dengan bantek sebanyak 25 paket, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah bantek sebanyak 38 paket (152%), dan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp, (74,72%). Terselenggaranya pembinaan PLP dengan bantek sebanyak 42 paket, monev sebanyak 48 paket, supervisi sebanyak 26 paket, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah bantek sebanyak 47 paket (112%), monev sebanyak 46 paket (95,83%), supervisi sebanyak 28 paket (108%), dan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (91,36%). Terselenggaranya tanggap darurat PLP dengan truk sampah sebanyak 2 unit, buldozer/excavator sebanyak 4 unit, truk tinja sebanyak 1 unit, motor sampah sebanyak 2 unit, mobil kampanye sebanyak 6 unit, melayani jiwa, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah truk sampah sebanyak 2 unit, buldozer/excavator sebanyak 9 unit (225%), truk tinja sebanyak 1 unit, motor sampah sebanyak 1 unit (50%), mobil kampanye sebanyak 6 unit (100%), mobile pump 1 unit, dan capaian hasil pelayanan bagi jiwa (250%). Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,-. (75,64%) Terselenggaranya pembangunan dan perbaikan sistem drainase primer dan sekunder di kota metro dan besar di 31 kabupaten/kota dengan panjang drainase m, hasil pelayanan bagi jiwa, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah 28 kabupaten/kota (90,32%) dengan panjang drainase m (71,30%), hasil pelayanan bagi jiwa (142,78%), dan dana Rp ,- (72,61%). b. Program Peningkatan Keberdayaan Masyarakat Perdesaan Kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung program ini adalah Pembinaan dan Pengembangan Keberdayaan Masyarakat Perdesaan dengan indikator kinerja : Terselenggaranya bantuan teknis pengembangan PLP (pusat) dengan bantek sebanyak 2 paket, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah bantek sebanyak 2 paket, dan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (100%). c. Program Pengembangan Kelembagaan Kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung program ini adalah Pengembangan Kapasitas Kelembagaan persampahan, drainase, Limbah dengan indikator kinerja : Terselenggaranya pengembangan asset manajemen persampahan dengan bantek sebanyak 22 paket, dan dana Rp ,-. 30

49 Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah bantek sebanyak 24 (109%) paket dan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,-(69,16%). Kegiatan pendukung operasional dengan administrasi kegiatan, kendaraan operasional roda 4 sebanyak 1 unit, kendaraan operasional roda 2 sebanyak 5 unit, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah administrasi kegiatan sebanyak OB, kendaraan operasional roda 4 sebanyak 16 unit (1600%), kendaraan operasional roda 2 sebanyak 21 unit (420%), dengan capaian hasil 100%. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (96,19%). 6. DIREKTORAT PENGEMBANGAN AIR MINUM Pengukuran kinerja untuk kegiatan Direktorat Pengembangan Air Minum tahun anggaran 2007 ini adalah sebagai berikut : a. Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum dan Air Limbah Kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung program ini adalah Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum dengan indikator kinerja : Tersedianya air minum di kota kecil/pemekaran pada 52 kawasan dengan panjang pipa m, kapasitas produksi 502 l/dt, cakupan pelayanan jiwa, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah 60 kawasan (115%), panjang pipa m (85,37%), kapasitas produksi 419 l/dt (83,47%), dan cakupan pelayanan jiwa (38,72%). Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (85,22%). Tersedianya air minum di kota kecil/ikk rawan air/belum ada sistem pada 113 kawasan dengan panjang pipa m, kapasitas produksi 893 l/dt, cakupan pelayanan jiwa, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah 110 kawasan (97,35%), panjang pipa m (120%), kapasitas produksi 654 l/dt (73,24%), dan cakupan pelayanan jiwa (111%). Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (34,68%). Tersedianya prasarana dan sarana air minum bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)/Rusunawa di kota metro/besar pada 30 lokasi dengan panjang pipa m, kapasitas produksi 184 l/dt, cakupan pelayanan jiwa, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah 28 lokasi (93,33%), panjang pipa m (95,57%), kapasitas produksi 70 l/dt (38,04%), dan cakupan pelayanan jiwa (102%). Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (81,02%). Tersedianya air minum mendukung kawasan kumuh/nelayan pada 11 lokasi dengan panjang pipa m, kapasitas produksi 30 l/dt, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah 24 lokasi (218%), panjang pipa m (840%), kapasitas produksi 110 l/dt (366%), dan cakupan pelayanan jiwa. Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (99,77%). 31

50 Terselenggaranya bantuan teknis SPAM pada 188 kabupaten kota, panjang pipa m, kapasitas produksi 45 l/dt, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah 163 kabupaten/kota (86,70%), panjang pipa m (119%), dan kapasitas produksi 20 l/dt (44,44%). Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (85,57%). Terselenggaranya pembangunan SPAM melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat di desa miskin, rawan air, pesisir, dan desa terpencil pada 107 lokasi dengan panjang pipa m, kapasitas produksi 311 l/dt, cakupan pelayanan jiwa, dan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah 196 lokasi (183%), panjang pipa m (194%), kapasitas produksi 544 l/dt (175%), dan cakupan pelayanan jiwa (199%). Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (68.64%). Terselenggaranya PAMSIMAS pada 948 lokasi dengan dana Rp ,-.Namun kegiatan PAMSIMAS pada tahun 2007 tertunda pelaksanaannya karena belum efektifnya dana bantuan luar negeri yang akan dipergunakan untuk membiayai kegiatan ini. b. Program Pemberdayaan Masyarakat Kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung program ini adalah Peningkatan Kapasitas Masyarakat dalam Pembangunan Air Minum dengan indikator kinerja : Terselenggaranya pembinaan teknis air minum dengan bantek sebanyak 3 paket, SPAM di 8 lokasi, kapasitas produksi sebanyak 4 l/dt, dengan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah bantek sebanyak 3 paket, SPAM di 8 lokasi, kapasitas produksi sebanyak 4 l/dt, dan capaian hasil 100% dengan dana Rp ,- (89%). c. Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum dan Air Limbah Kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung program ini adalah Pembinaan Teknis Air Minum dengan indikator kinerja : Terselenggaranya pembinaan teknis air minum dengan NSPM sebanyak 5 paket dan studi sebanyak 10 paket dengan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah NSPM sebanyak 6 paket (120%) dan studi sebanyak 17 paket (170%). Sedangkan untuk keuangan sebesar Rp ,- (86,22%). Terselenggaranya kegiatan fasilitasi Pengembangan Air Minum di 32 propinsi dengan dana Rp ,-. Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah 32 propinsi dan capaian hasil 100% dengan dana Rp ,- (94,67%). d. Program Pengembangan Kelembagaan Kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung program ini adalah pengembangan kapasitas kelembagaan pembangunan air minum dengan indikator kinerja : Terselenggaranya pembinaan teknis air minum dengan penyelesaian Rapermen sebanyak 1 paket, NSPM sebanyak 4 paket, studi sebanyak 6 paket, dan dana Rp ,-. 32

51 Pencapaian sasaran tahun 2007 untuk fisik adalah NSPM sebanyak 3 paket (75%), studi sebanyak 3 paket (50%), dan dana Rp ,- (79,96%) EVALUASI KINERJA Untuk memberi kinerja kegiatan ke-cipta Karya-an diukur berdasarkan progress fisik dan keuangan (sebagimana di bawah ini) serta berdasarkan pencapaian sasaran (dapat dilihat pada Lampiran 4 perihal Pengukuran Pencapaian Sasaran REALISASI FISIK DAN KEUANGAN NO. DIREKTORAT/SATKER NILAI PROGRES PAGU REALISASI KEU FISIK SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA 276,116, ,387, Direktorat Jenderal Cipta Karya 133,542,264 88,410, Penyediaan Prasarana dan Sarana Agropolitan 142,574, ,977, DIREKTORAT BINA PROGRAM 1,315,902,021 1,255,250, Pembinaan dan Pengembangan Program Cipta Karya 71,357,651 55,282, Penataan dan Revitalisasi Kawasan 110,963,879 95,010, Pelaksanaan Pengembangan Permukiman (Rusunawa) 426,294, ,539, Rehab./Rekons. Rumah Pasca Gempa Bumi DIY & Jateng 18,765,900 16,461, Pembangunan Infrastruktur Perdesaan Propinsi 47,920,865 40,965, Pembangunan Infrastruktur Perdesaan Kabupaten 640,599,483 *) 626,990, DIREKTORAT PENATAAN BANGUNAN DAN LINGKUNGAN 2,517,313,625 2,254,341, Penataan Bangunan dan Lingkungan 112,567, ,767, Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP) 389,172, ,014, Penataan Bangunan dan Lingkungan (propinsi) 301,399, ,903, ,714,174,100 *) 1,530,656, DIREKTORAT PENGEMBANGAN PERMUKIMAN 544,053, ,754, Pengembangan Permukiman 27,424,245 25,279, Pembinaan Teknis Penataan Lingkungan Permukiman (NUSSP) 41,421,395 40,969, Pengembangan Kawasan Permukiman 344,452, ,644, Pengembangan Prasarana Sarana Kawasan Perbatasan 81,656,175 80,107, Penanganan Prasarana Bidang CK Mendukung Inpres 6/ ,099,860 47,752, DIREKTORAT PENGEMBANGAN PLP 547,255, ,967, Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman 34,355,646 30,553, Pengembangan Infrastruktur Persampahan dan Sanitasi 262,946, ,013, Pengembangan Kinerja Pengelolaan PLP 249,953, ,400, DIREKTORAT PENGEMBANGAN AIR MINUM 837,865, ,838, Pembinaan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum 46,324,336 41,433, Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum IKK 179,572, ,507, Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum 611,968, ,897, TOTAL Keterangan TA : *) : Paket BLM yang dulakukan kontrak kerja antara PPK dan OMS (x Rp 1.000,-) 6,038,506,448 5,556,539, a. SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA Pada Sekretariat Jenderal Cipta Karya terdapat 2 (dua) Satker yaitu Satker Direktorat Jenderal Cipta Karya dan Satker Penyediaan Prasarana dan Sarana Agropolitan. Total pagu untuk Sekretariat Direktorat Jenderal Cipta Karya adalah sebesar Rp ,- dengan rincian Rp ,- untuk kegiatan Satker Direktorat Jenderal Cipta Karya dan Rp ,- untuk kegiatan Satker Penyediaan Prasarana dan Sarana Agropolitan. Realisasi keuangan Satker Direktorat Jenderal Cipta Karya adalah sebesar Rp ,- (66,20%) dengan realisasi fisik sebesar 96,29%. Sedangkan untuk Satker Penyediaan Prasarana dan Sarana Agropolitan adalah sebesar Rp ,- (97,48%) dengan realisasi fisik sebesar 99,97%. 33

52 b. DIREKTORAT BINA PROGRAM Pada Direktorat Bina Program terdapat 6 (enam) Satker yaitu Satker Pembinaan dan Pengembangan Program Cipta Karya, Satker Penataan dan Revitalisasi Kawasan, Satker Pelaksanaan Pengembangan Permukiman (Rusunawa), Satker Rehabilitasi/Rekonstruksi Rumah Pasca Gempa Bumi DIY dan Jateng, Satker Pembangunan Infrastruktur Perdesaan Propinsi, dan Satker Pembangunan Infrastruktur Perdesaan Kabupaten. Total pagu untuk Direktorat Bina Program adalah sebesar Rp ,- dengan rincian Rp ,- untuk kegiatan Satker Pembinaan dan Pengembangan Program Cipta Karya, Rp ,- untuk kegiatan Satker Penataan dan Revitalisasi Kawasan, Rp ,- untuk kegiatan Satker Pelaksanaan Pengembangan Permukiman (Rusunawa), Rp ,- untuk kegiatan Satker Rehabilitasi/Rekonstruksi Rumah Pasca Gempa Bumi DIY dan Jateng, Rp ,- untuk kegiatan Satker Pembangunan Infrastruktur Perdesaan Propinsi, dan Rp ,- untuk kegiatan Satker Pembangunan Infrastruktur Perdesaan Kabupaten. Realisasi keuangan Satker Pembinaan dan Pengembangan Program Cipta Karya adalah sebesar Rp ,- (77,47%) dengan realisasi fisik sebesar 96,61%. Realisasi keuangan Satker Penataan dan Revitalisasi Kawasan adalah sebesar Rp ,- (85,62%) dengan realisasi fisik sebesar 94,10%. Realisasi keuangan Satker Pelaksanaan Pengembangan Permukiman (Rusunawa) adalah sebesar Rp ,- (98,65%) dengan realisasi fisik sebesar 98,65%. Realisasi keuangan Satker Rehabilitasi/Rekonstruksi Rumah Pasca Gempa Bumi DIY dan Jateng adalah sebesar Rp ,- (87,72%) dengan realisasi fisik sebesar 96,75%. Realisasi keuangan Satker Pembangunan Infrastruktur Perdesaan Propinsi adalah sebesar Rp ,- (85,49%) dengan realisasi fisik sebesar 90,48%. Realisasi keuangan Satker Pembangunan Infrastruktur Perdesaan Kabupaten adalah sebesar Rp ,- (97,88%) dengan realisasi fisik sebesar 98,30%. c. DIREKTORAT PENATAAN BANGUNAN DAN LINGKUNGAN Pada Direktorat Penataan Bangunan dan Lingkungan terdapat 3 (tiga) Satker yaitu Satker Penataan Bangunan dan Lingkungan, Satker Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP), dan Satker Penataan Bangunan dan Lingkungan (propinsi). Total pagu untuk Direktorat Penataan Bangunan dan Lingkungan adalah sebesar Rp ,- dengan rincian Rp ,- untuk kegiatan Satker Penataan Bangunan dan Lingkungan, Rp ,- untuk kegiatan Satker Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP), dan Rp ,- untuk kegiatan Satker Penataan Bangunan dan Lingkungan (propinsi), serta Rp ,- untuk paket BLM yang dilakukan kontrak kerja antara PPK dan OMS. Realisasi keuangan Satker Penataan Bangunan dan Lingkungan adalah sebesar Rp ,- (91,29%) dengan realisasi fisik sebesar 100%. Realisasi keuangan Satker Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP) adalah sebesar Rp ,- (87,11%) dengan realisasi fisik sebesar 87,11%. Realisasi keuangan untuk Satker Penataan Bangunan dan Lingkungan (propinsi) adalah sebesar Rp ,- (93,53%) dengan realisasi fisik sebesar 97,49%. Sedangkan realisasi keuangan untuk paket BLM yang dilakukan kontrak kerja antara PPK dan OMS adalah sebesar Rp ,- (89,29%) dengan realisasi fisik sebesar 97,49%. 34

53 d. DIREKTORAT PENGEMBANGAN PERMUKIMAN Pada Direktorat Pengembangan Permukiman terdapat 5 (lima) Satker yaitu Pengembangan Permukiman, Satker Pembinaan Teknis Penataan Lingkungan Permukiman (NUSSP), Satker Pengembangan Kawasan Permukiman, Satker Pengembangan Prasarana Sarana Kawasan Perbatasan, dan Satker Penanganan Prasarana Bidang Cipta Karya Mendukung Inpres 6/2003. Total pagu untuk Direktorat Pengembangan Permukiman adalah sebesar Rp ,- dengan rincian Rp ,- untuk kegiatan Satker Pengembangan Permukiman, Rp ,- untuk kegiatan Satker Pembinaan Teknis Penataan Lingkungan Permukiman (NUSSP), Rp ,- untuk kegiatan Satker Pengembangan Kawasan Permukiman, Rp ,- untuk kegiatan Satker Pengembangan Prasarana Sarana Kawasan Perbatasan dan Rp ,- untuk kegiatan Satker Penanganan Prasarana Bidang Cipta Karya Mendukung Inpres 6/2003. Realisasi keuangan Satker Pengembangan Permukiman adalah sebesar Rp ,- (92,18%) dengan realisasi fisik sebesar 100%. Realisasi keuangan Satker Pembinaan Teknis Penataan Lingkungan Permukiman (NUSSP) adalah sebesar Rp ,- (98,91%) dengan realisasi fisik sebesar 100%. Realisasi keuangan untuk Satker Pengembangan Kawasan Permukiman adalah sebesar Rp ,- (96,86%) dengan realisasi fisik sebesar 100%. Realisasi keuangan untuk Satker Pengembangan Prasarana Sarana Kawasan Perbatasan adalah sebesar Rp ,- (98,10%) dengan realisasi fisik sebesar 100%. Realisasi keuangan untuk Satker Penanganan Prasarana Bidang Cipta Karya Mendukung Inpres 6/2003 adalah sebesar Rp ,- (97,26%) dengan realisasi fisik sebesar 100%. e. DIREKTORAT PENGEMBANGAN PLP Pada Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman terdapat 3 (tiga) Satker yaitu Satker Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman, Satker Pengembangan Infrastruktur Persampahan dan Sanitasi, dan Satker Pengembangan Kinerja Pengelolaan Penyehatan Lingkungan Permukiman. Total pagu untuk Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman adalah sebesar Rp ,- dengan rincian Rp ,- untuk kegiatan Satker Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman, Rp ,- untuk kegiatan Satker Pengembangan Infrastruktur Persampahan dan Sanitasi, dan Rp ,- untuk kegiatan Satker Pengembangan Kinerja Pengelolaan Penyehatan Lingkungan Permukiman. Realisasi keuangan Satker Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman adalah sebesar Rp ,- (88,93%) dengan realisasi fisik sebesar 100%. Realisasi keuangan Satker Pengembangan Infrastruktur Persampahan dan Sanitasi adalah sebesar Rp ,- (96,22%) dengan realisasi fisik sebesar 98,87%. Realisasi keuangan untuk Satker Pengembangan Kinerja Pengelolaan Penyehatan Lingkungan Permukiman adalah sebesar Rp ,- (91,38%) dengan realisasi fisik sebesar 99,01%. f. DIREKTORAT PENGEMBANGAN AIR MINUM Pada Direktorat Pengembangan Air Minum terdapat 3 (tiga) Satker yaitu Satker Pembinaan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum, Satker Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum IKK, dan Satker Pengembangan 35

54 Kinerja Pengelolaan Air Minum. Total pagu untuk Direktorat Pengembangan Air Minum adalah sebesar Rp ,- dengan rincian Rp ,- untuk kegiatan Satker Pembinaan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum, Rp ,- untuk kegiatan Satker Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum IKK, dan Rp ,- untuk kegiatan Satker Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum. Realisasi keuangan Satker Pembinaan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum adalah sebesar Rp ,- (89,44%) dengan realisasi fisik sebesar 91,97%. Realisasi keuangan Satker Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum IKK adalah sebesar Rp ,- (99,69%) dengan realisasi fisik sebesar 100%. Realisasi keuangan untuk Satker Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum adalah sebesar Rp ,- (91,33%) dengan realisasi fisik sebesar 93,93% ANALISIS AKUNTABILITAS KINERJA Pada tahun anggaran 2007, Direktorat Jenderal Cipta Karya mendapat alokasi dana sebesar Rp ,-. Dari alokasi tersebut masing-masing Direktorat mendapat alokasi yang berbeda-beda. Sekretariat Direktorat Jenderal Cipta Karya mendapat alokasi sebesar Rp ,-. Direktorat Bina Program mendapat alokasi sebesar Rp ,-. Direktorat Penataan Bangunan dan Lingkungan mendapat alokasi sebesar Rp ,-. Direktorat Pengembangan Permukiman mendapat alokasi sebesar Rp ,-. Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman mendapat alokasi sebesar Rp ,-. Direktorat Pengembangan Air Minum mendapat alokasi sebesar Rp ,-. Alokasi dana tersebut pada tahun anggaran 2007 dapat terealisasi sebesar Rp ,- atau 92,02% dengan realisasi fisik sebesar 96,97%. Realisasi keuangan pada Sekretariat Jenderal Cipta Karya adalah sebesar Rp ,- (82,35%) dengan realisasi fisik sebesar 98,13%. Realisasi keuangan pada Direktorat Bina Program adalah sebesar Rp ,- (95,39%) dengan realisasi fisik sebesar 95,82%. Realisasi keuangan pada Direktorat Penataan Bangunan dan Lingkungan adalah sebesar Rp ,- (89,55%) dengan realisasi fisik sebesar 95,52%. Realisasi keuangan pada Direktorat Pengembangan Permukiman adalah sebesar Rp ,- (97,00%) dengan realisasi fisik sebesar 100%. Realisasi keuangan pada Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman adalah sebesar Rp ,- (93,55%) dengan realisasi fisik sebesar 99,29%. Realisasi keuangan pada Direktorat Pengembangan Air Minum adalah sebesar Rp ,- (93,07%) dengan realisasi fisik sebesar 95,30%. 36

55 3.4. ASPEK KEUANGAN REALISASI KEUANGAN (RPM + PLN) NO. DIREKTORAT/SATKER (x Rp 1.000,-) NILAI REALISASI PROGRES RPM PLN TOTAL RPM PLN TOTAL KEUANGA SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA 1. Direktorat Jenderal Cipta Karya 133,542, ,542,264 88,410,389-88,410, Penyediaan Prasarana dan Sarana Agropolitan 142,574, ,574, ,977, ,977, DIREKTORAT BINA PROGRAM 1. Pembinaan dan Pengembangan Program Cipta Karya 62,257,651 9,100,000 71,357,651 48,898,758 6,383,528 55,282, Penataan dan Revitalisasi Kawasan 110,963, ,963,879 95,010,808-95,010, Pelaksanaan Pengembangan Permukiman (Rusunawa) 426,294, ,294, ,539, ,539, Rehab./Rekons. Rumah Pasca Gempa Bumi DIY & Jateng 1,500,000 17,265,900 18,765,900 1,085,059 15,376,515 16,461, Pembangunan Infrastruktur Perdesaan Propinsi 47,920,865-47,920,865 40,965,463-40,965, Pembangunan Infrastruktur Perdesaan Kabupaten 596,631,483 43,968, ,599,483 *) 583,071,151 43,919, ,990, DIREKTORAT PENATAAN BANGUNAN DAN LINGKUNGAN 1. Penataan Bangunan dan Lingkungan 112,567, ,567, ,767, ,767, Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP) 60,999, ,173, ,172,912 59,533, ,480, ,014, Penataan Bangunan dan Lingkungan (propinsi) 301,399, ,399, ,903, ,903, ,714,174,100 1,714,174,100 *) - 1,530,656,704 1,530,656, DIREKTORAT PENGEMBANGAN PERMUKIMAN 1. Pengembangan Permukiman 27,424,245-27,424,245 25,279,438-25,279, Pembinaan Teknis Penataan Lingkungan Permukiman (NUSSP) 12,816,395 28,605,000 41,421,395 12,364,423 28,604,955 40,969, Pengembangan Kawasan Permukiman 344,452, ,452, ,644, ,644, Pengembangan Prasarana Sarana Kawasan Perbatasan 81,656,175-81,656,175 80,107,705-80,107, Penanganan Prasarana Bidang CK Mendukung Inpres 6/ ,099,860-49,099,860 47,752,739-47,752, DIREKTORAT PENGEMBANGAN PLP 1. Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman 21,649,646 12,706,000 34,355,646 17,904,683 12,694,250 30,598, Pengembangan Infrastruktur Persampahan dan Sanitasi 193,000,000 69,946, ,946, ,240,564 69,773, ,013, Pengembangan Kinerja Pengelolaan PLP 249,953, ,953, ,400, ,400, DIREKTORAT PENGEMBANGAN AIR MINUM 1. Pembinaan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum 46,324,336-46,324,336 41,433,490-41,433, Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum IKK 179,572, ,572, ,507, ,507, Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum 581,599,363 30,369, ,968, ,580,139 8,317, ,897, TOTAL 3,784,199,082 2,254,307,366 6,038,506,448 3,561,377,320 1,995,207,443 5,556,584, Keterangan : *) : Paket BLM yang dilakukan kontrak kerja antara PPK dan OMS Direktorat Jenderal Cipta Karya pada tahun anggaran 2007 mendapat alokasi dana sebesar Rp ,- yang terdiri dari APBN sebesar Rp ,- dan dari PHLN sebesar Rp ,-. Dari alokasi tersebut dapat direalisasikan sebesar Rp ,- atau sekitar 92,02% dengan realisasi fisik 96,97% PERMASALAHAN YANG DIHADAPI a. Tertundanya pelaksanaan kegiatan PAMSIMAS karena belum efektifnya dana bantuan luar negeri (Bank Dunia) b. Adanya kebijakan pemerintah melalui Departemen Keuangan mengenai pemotongan biaya perjalanan dinas senilai 70% yang berakibat kurangnya dana untuk melakukan monitoring dan evaluasi di daerah c. Ada sejumlah dana yang tidak terserap yang merupakan alokasi belanja pegawai dana dibintang, dana saving d. Diberlakukannya sistem unified budget dalam pelaksanaan keuangan negara sejak tahun 2003 masih memerlukan adanya pembinaan dan sosialisasi terhadap peraturan-peraturan keuangan yang diberlakukan, khususnya dalam bidang keuangan, kepada semua aparat terkait. e. Masih diperlukannya peningkatan kemampuan sumber daya manusia dalam bidang teknis, administrasi/keuangan, termasuk proses pengadaan barang dan jasa. 37

56 f. Adanya pemotongan biaya khususnya perjalanan dinas yang mengurangi biaya untuk monitoring ke daerah g. Adanya dana yang diusulkan revisi tetapi tidak disetujui sehingga berakibat ada beberapa kegiatan yang tidak tercapai. h. Penyerahan laporan pelaksanaan belum tepat waktu 3.6 HAL-HAL YANG MEMERLUKAN PERHATIAN UNTUK PENINGKATAN KINERJA a. Penyelenggaraan kegiatan memerlukan SOP yang jelas dan disepakati oleh semua aparat terkait. b. Penerapan prinsip-prinsip good governance and management untuk memperoleh kinerja yang lebih baik. c. Persiapan desentralisasi kegiatan-kegiatan di bidang Cipta Karya dengan peningkatan kemampuan aparat pemerintah propinsi untuk penguatan peran pemerintah propinsi dalam melakukan fasilitasi kepada pemerintah kabupaten/kota. d. Peningkatan efektivitas penganggaran dengan memantapkan proses penyusunan RPIJM oleh pemerintah daerah yang akan digunakan sebagai alat pemrograman yang lebih efektif dan efisien. e. Sosialisasi untuk peningkatan peran serta swasta/investor dalam pembangunan bidang Cipta Karya. f. Dalam pelaksanaan tugasnya, Direktorat Jenderal Cipta Karya ikut pula dalam program-program internasional, seperti : Millenium Development Goals (MDG s), Hari Habitat, dan lain-lain. g. Perlu ditingkatkan kesadaran para aparat untuk menyusun dan menyerahkan laporan dengan baik dan tepat waktu 38

57 BAB IV PENUTUP Pelaksanaan kegiatan Direktorat Jenderal Cipta Karya pada tahun 2007 tidak sepenuhnya dapat memenuhi target yang ditetapkan. Dari alokasi dana sebesar Rp ,-, pada akhir tahun anggaran terealisasi sebesar Rp ,- atau 92,02%, dengan tingkat capaiaan sasaran fisik rata-rata sebesar 96,97%. Beberapa hal yang mempengaruhi tidak tercapainya target kegiatan, baik fisik maupun keuangan, antara lain : 1. Tertundanya kegiatan PAMSIMAS dan kegiatan Pembangunan Prasarana Infrastruktur Perdesaan (PPIP), karena belum efektifnya dana pinjaman luar negeri (Bank Dunia) untuk PAMSIMAS sedangkan kegiatan PPIP karena ketidaksiapan Pemerintah Daerah untuk memfasilitasi pembentukan Organisasi Masyarakat Setempat (OMS) untuk pelaksanaa kegiatan. 2. Kebijakan pemerintah melalui Departemen Keuangan, terkait dengan pemotongan biaya perjalanan dinas senilai 70%, yang berakibat kurangnya dana untuk melakukan monitoring dan pengendalian di daerah. 3. Beberapa pemerintah daerah tidak memenuhi komitmen pendanaan sebagai kontribusi terhadap pelaksanaan kegiatan bidang ke-cipta Karya-an sehingga pencapaian kinerja masih belum optimal. 39

58 REALISASI KEUANGAN (RPM + PLN) (x Rp 1.000,-) PROGRES NILAI REALISASI NO. DIREKTORAT/SATKER KEUANGA RPM PLN TOTAL RPM PLN TOTAL N SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA 1. Direktorat Jenderal Cipta Karya 133,542, ,542,264 88,410,389-88,410, Penyediaan Prasarana dan Sarana Agropolitan 142,574, ,574, ,977, ,977, DIREKTORAT BINA PROGRAM 1. Pembinaan dan Pengembangan Program Cipta Karya 62,257,651 9,100,000 71,357,651 48,898,758 6,383,528 55,282, Penataan dan Revitalisasi Kawasan 110,963, ,963,879 95,010,808-95,010, Pelaksanaan Pengembangan Permukiman (Rusunawa) 426,294, ,294, ,539, ,539, Rehab./Rekons. Rumah Pasca Gempa Bumi DIY & Jateng 1,500,000 17,265,900 18,765,900 1,085,059 15,376,515 16,461, Pembangunan Infrastruktur Perdesaan Propinsi 47,920,865-47,920,865 40,965,463-40,965, Pembangunan Infrastruktur Perdesaan Kabupaten 596,631,483 43,968, ,599,483 *) 583,071,151 43,919, ,990, DIREKTORAT PENATAAN BANGUNAN DAN LINGKUNGAN 1. Penataan Bangunan dan Lingkungan 112,567, ,567, ,767, ,767, Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP) 60,999, ,173, ,172,912 59,533, ,480, ,014, Penataan Bangunan dan Lingkungan (propinsi) 301,399, ,399, ,903, ,903, ,714,174,100 1,714,174,100 *) - 1,530,656,704 1,530,656, DIREKTORAT PENGEMBANGAN PERMUKIMAN 1. Pengembangan Permukiman 27,424,245-27,424,245 25,279,438-25,279, Pembinaan Teknis Penataan Lingkungan Permukiman (NUSSP) 12,816,395 28,605,000 41,421,395 12,364,423 28,604,955 40,969, Pengembangan Kawasan Permukiman 344,452, ,452, ,644, ,644, Pengembangan Prasarana Sarana Kawasan Perbatasan 81,656,175-81,656,175 80,107,705-80,107, Penanganan Prasarana Bidang CK Mendukung Inpres 6/ ,099,860-49,099,860 47,752,739-47,752, DIREKTORAT PENGEMBANGAN PLP 1. Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman 21,649,646 12,706,000 34,355,646 17,904,683 12,694,250 30,598, Pengembangan Infrastruktur Persampahan dan Sanitasi 193,000,000 69,946, ,946, ,240,564 69,773, ,013, Pengembangan Kinerja Pengelolaan PLP 249,953, ,953, ,400, ,400, DIREKTORAT PENGEMBANGAN AIR MINUM 1. Pembinaan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum 46,324,336-46,324,336 41,433,490-41,433, Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum IKK 179,572, ,572, ,507, ,507, Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum 581,599,363 30,369, ,968, ,580,139 8,317, ,897, TOTAL 3,784,199,082 2,254,307,366 6,038,506,448 3,561,377,320 1,995,207,443 5,556,584, Keterangan : *) : Paket BLM yang dilakukan kontrak kerja antara PPK dan OMS

59 REALISASI FISIK DAN KEUANGAN NO. DIREKTORAT/SATKER NILAI PROGRES PAGU REALISASI KEU FISIK SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA 276,116, ,387, Direktorat Jenderal Cipta Karya 133,542,264 88,410, Penyediaan Prasarana dan Sarana Agropolitan 142,574, ,977, DIREKTORAT BINA PROGRAM 1,315,902,021 1,255,250, Pembinaan dan Pengembangan Program Cipta Karya 71,357,651 55,282, Penataan dan Revitalisasi Kawasan 110,963,879 95,010, Pelaksanaan Pengembangan Permukiman (Rusunawa) 426,294, ,539, Rehab./Rekons. Rumah Pasca Gempa Bumi DIY & Jateng 18,765,900 16,461, Pembangunan Infrastruktur Perdesaan Propinsi 47,920,865 40,965, Pembangunan Infrastruktur Perdesaan Kabupaten 640,599,483 *) 626,990, DIREKTORAT PENATAAN BANGUNAN DAN LINGKUNGAN 2,517,313,625 2,254,341, Penataan Bangunan dan Lingkungan 112,567, ,767, Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP) 389,172, ,014, Penataan Bangunan dan Lingkungan (propinsi) 301,399, ,903, ,714,174,100 *) 1,530,656, DIREKTORAT PENGEMBANGAN PERMUKIMAN 544,053, ,754, Pengembangan Permukiman 27,424,245 25,279, Pembinaan Teknis Penataan Lingkungan Permukiman (NUSSP) 41,421,395 40,969, Pengembangan Kawasan Permukiman 344,452, ,644, Pengembangan Prasarana Sarana Kawasan Perbatasan 81,656,175 80,107, Penanganan Prasarana Bidang CK Mendukung Inpres 6/ ,099,860 47,752, DIREKTORAT PENGEMBANGAN PLP 547,255, ,967, Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman 34,355,646 30,553, Pengembangan Infrastruktur Persampahan dan Sanitasi 262,946, ,013, Pengembangan Kinerja Pengelolaan PLP 249,953, ,400, DIREKTORAT PENGEMBANGAN AIR MINUM 837,865, ,838, Pembinaan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum 46,324,336 41,433, Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum IKK 179,572, ,507, Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum 611,968, ,897, TOTAL Keterangan : *) : Paket BLM yang dulakukan kontrak kerja antara PPK dan OMS (x Rp 1.000,-) 6,038,506,448 5,556,539,

60 RENCANA STRATEJIK Tahun 2005 s/d 2009 LAMPIRAN 1 FORMULIR RS Instansi : DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA Visi : Terwujudnya permukiman perkotaan dan perdesaan yang layak huni, produktif, dan berkelanjutan melalui penyediaan infrastruktur yang handal dalam pengembangan permukiman, pengembangan sistem penyediaan air minum, pengembangan penyehatan lingkungan permukiman, dan penataan bangunan dan lingkungan. Misi : - Meningkatkan pembangunan prasarana dan sarana (infrastruktur) permukiman di perkotaan dan perdesaan dalam rangka mengembangkan permukiman yang layak huni, berkeadilan sosial, sejahtera, berbudaya, produktif, aman, tenteram, dan berkelanjutan untuk memperkuat pengembangan wilayah. - Mewujudkan kemandirian daerah melalui peningkatan kapasitas pemerintah daerah, masyarakat dan dunia usaha dalam penyelenggaraan pembangunan infrastruktur permukiman, termasuk pengembangan sistem pembiayaan dan pola investasinya. - Melaksanakan pembinaan penataan kawasan perkotaan dan perdesaan serta pengelolaan bangunan gedung dan rumah negara yang memenuhi standar keselamatan dan keamanan bangunan. - Menyediakan infrastruktur permukiman bagi kawasan kumuh/nelayan, daerah perbatasan, kawasan terpencil, pulau-pulau kecil terluar, dan daerah tertinggal, serta air minum dan sanitasi bagi masyarakat miskin dan rawan air. - Memperbaiki kerusakan infrastruktur permukiman dan penanggulangan darurat akibat bencana alam dan kerusuhan sosial. - Mewujudkan organisasi yang efisien, tata laksana yang efektif dan SDM yang profesional, serta pengembangan NSPM, dengan menerapkan prinsip good governance. Sasaran/Kegiatan Tujuan Uraian Indikator Cara Mencapai Tujuan dan Sasaran Kebijakan 4 Program 5 Keterangan 6 Mengurangi tingkat kemiskinan dan mengembangkan berbagai wilayah serta meningkatkan pemerataan pembangunan dan hasil pembangunan antar wilayah melalui pendekatan penataan ruang Meningkatnya kapasitas produksi PS air minum hingga mencapai l/det Peningkatan kapasitas produksi air minum - Pengembangan sistem penyediaan air - Tersedianya AM di kota Lokasi - Meningkatkan peran serta seluruh pemangku - minum dan pengelolaan sanitasi kecil/pemekaran Pipa kepentingan dalam upaya mencapai sasaran Kapasitas Produksi air minum l/det - Tersedianya AM di kota kecil/ikk rawan air/ belum ada sistem Lokasi Pipa Kapasitas Produksi - Tersedianya PS AM bg MBR/ Rusunawa di kota metro/besar Lokasi Pipa Kapasitas Produksi - Tersedianya AM mendukung kawasan kumuh/nelayan Lokasi Pipa Kapasitas Produksi - Terselenggaranya bantuan teknis SPAM Lokasi Pipa Kapasitas Produksi - Terselenggaranya pemb SPAM mll Lokasi pendekatan pemberdayaan masy di desa miskin, rawan air, pesisir Pipa Kapasitas Produksi dan desa terpencil - Terselenggaranya PAMSIMAS Lokasi Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum dan Air Limbah - Peningkatan kapasitas masyarakat dalam - Terselenggaranya pembinaan Bantek - Meningkatkan peran serta seluruh pemangku - Pemberdayaan Masyarakat pembangunan air minum teknis AM SPAM kepentingan dalam upaya mencapai sasaran Kapasitas Produksi air limbah LAKIP DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA TAHUN 2007 RENCANA STRATEJIK Halaman 3 dari 51 halaman

61 Sasaran/Kegiatan Tujuan Uraian Indikator Cara Mencapai Tujuan dan Sasaran Kebijakan 4 Program 5 Keterangan 6 - Pembinaan teknik air minum - Terselenggaranya pembinaan NSPM - Meningkatkan peran serta seluruh pemangku - teknis AM Studi kepentingan dalam upaya mencapai sasaran - Terselenggaranya kegiatan Lokasi air minum pendukung/lain2 Dit. AM - Terselenggaranya pengemb SDM dan Adm Dit BP Studi Gedung Kantor Kend. Roda 2 Sarana Gedung - Terselenggaranya pengemb Studi sistem evaluasi kinerja - Terselenggaranya pembinaan/ penyelenggaraan kerjasama internasional Studi Sarana Gedung Alat pengolah data - Tersusunnya pengkajian dan Studi pengembangan kebijakan dan strategi - Terselenggaranya Paket penanggulangan darurat AM dan AL Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum dan Air Limbah Meningkatnya akses masyarakat terhadap Kenaikan pengguna jamban PS AL termasuk sanitasi (jamban) nasional terhadap jumlah penduduk di mencapai 100% yaitu jiwa di perkotaan perkotaan dan jiwa di perdesaan juta jiwa - Peningkatan kapasitas masyarakat dalam - Terselenggaranya pemberdayaan Bantek - Meningkatkan peran serta seluruh pemangku - Pemberdayaan Masyarakat pembangunan PLP masyarakat, pembangunan kepentingan dalam upaya mencapai sasaran persampahan dan drainase air limbah - Pengembangan sistem penyediaan air - Terselenggaranya pembangunan Lokasi - Meningkatkan peran serta seluruh pemangku - minum dan pengolahan sanitasi PS AL percontohan skala PSAL Komunal kepentingan dalam upaya mencapai sasaran komunitas (SANIMAS) air limbah Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum dan Air Limbah Berkembangnya cakupan pelayanan air Jumlah kota yang menerapkan limbah terpusat (sewerage system), pelayanan air limbah secara bertahap di 10 kota yg telah membangun sistem ini dan bertambahnya juumlah kota yg menerapkan pelayanan air limbah dengan sistem sewerage menjadi 12 kota Kota - Pengembangan sistem penyediaan air - Terselenggaranya pemb PS AL Lokasi - Meningkatkan peran serta seluruh pemangku - minum dan pengelolaan sanitasi terpusat dan IPAL di kota metro/ IPAL kepentingan dalam upaya mencapai sasaran besar air limbah - Terselenggaranya pembinaan sub Lokasi bidang AL Bantek Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum dan Air Limbah LAKIP DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA TAHUN 2007 RENCANA STRATEJIK Halaman 4 dari 51 halaman

62 Sasaran/Kegiatan Tujuan Uraian Indikator Cara Mencapai Tujuan dan Sasaran Kebijakan 4 Program 5 Keterangan 6 Meningkatnya akses masyarakat terhadap pelayanan persampahan dari kondisi saat ini hingga mencapai pelayanan rata-rata 60% di 173 kota, termasuk meningkatnya penerapan TPA sistem regional terutama untuk kota metropolitan dan besar termasuk tercapainya reduksi sampah hingga 20% melalui peningkatan pelaksanaan 3R (Reduce, Reuse, Recycling) sampah di semua propinsi Meningkatnya pelayanan persampahan di perkotaan juta jiwa - Pengembangan sistem drainase dan - Terselenggaranya pengembangan Rehab/Pemb TPA - Meningkatkan peran serta seluruh pemangku - Peningkatan Kinerja Pengelolaan pengelolaan persampahan TPA persampahan regional Bantek Lokasi kepentingan dalam upaya mencapai sasaran pembangunan persampahan dan drainase Persampahan dan Drainase - Terselenggaranya Ecodrain Lokasi Ecodrain - Terselenggaranya bantuan teknis Bantek pengelolaan persampahan dan drainase - Terselenggaranya pembinaan PLP Bantek Monev Supervisi - Terselenggaranya tanggap darurat Truk sampah PLP Buldozer Truk Tinja Mobil Sampah - Tersusunnya pengkajian dan Studi pengembangan jakstra - Terlaksananya pembinaan dan pengemb pemanfaatan data dan Pemeliharaaan Monitoring, Sosialisasi informasi - Terselenggaranya Paket penanggulangan darurat PS PLP Menurunnya jumlah genangan sebesar Luas genangan yg berkurang 55% dari total genangan sebesar ha melalui pelayanan drainase Ha - Pengembangan sistem drainase dan - Terselenggaranya pembangunan Lokasi - Meningkatkan peran serta seluruh pemangku - Peningkatan Kinerja Pengelolaan pengelolaan persampahan dan perbaikan sistem drainase Panjang drainase kepentingan dalam upaya mencapai sasaran Persampahan dan Drainase primer dan sekunder di kota metro pembangunan persampahan dan drainase dan besar LAKIP DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA TAHUN 2007 RENCANA STRATEJIK Halaman 5 dari 51 halaman

63 Sasaran/Kegiatan Tujuan Uraian Indikator Cara Mencapai Tujuan dan Sasaran Kebijakan 4 Program 5 Keterangan 6 Meningkatnya ketersediaan perumahaan bagi PNS/TNI/Polri sebanyak unit Dukungan PSD pada kawasan RSH Unit - Pengembangan perumahan dan - Terselenggaranya pengembangan Lokasi - Meningkatkan penyediaan PSD bagi - Pengembangan Perumahan permukiman PS perumahan bagi kwsn RSH kawasan rumah sederhana dan rumah sederhana sehat Berfungsinya kembali prasarana dan sarana permukiman di kawasan eks bencana alam, kerusuhan sosial dan tanggap darurat untuk mendukung perumahan sebanyak unit rumah Berfungsinya kembali PS Permukiman di kawasan bencana alam Unit - Pengembangan perumahan dan - Terselenggaranya rehabilitasi Lokasi - Meningkatkan penyediaan PSD bagi - Pengembangan Perumahan permukiman perumahan dan pembangunan PS kawasan rumah sederhana dan rumah permukiman di kwsn eks bencana sederhana sehat alam - Terselenggaranya pengembangan Lokasi PS permukiman P Seribu - Terselenggaranya pelaksanaan Lokasi INPRES 06/ Tersedianya cadangan mendesak Paket bidang perumahan permukiman - Terselenggaranya pembinaan Supervisi - Pemberdayaan Komunitas rehab/rekon rumah pasca gempa DIY dan Jateng Diseminasi Pedoman/Publikasi Perumahan Terbangunnya prasarana dan sarana Rusunawa terbangun perumahan dan permukiman yg layak huni dan terjangkau untuk daerah kumuh melalui penyediaan sebanyak unit rusunawa Unit - Pengembangan perumahan dan - Terselenggaranya pembangunan Lokasi - Meningkatkan penyediaan hunian (sewa dan - Pengembangan Perumahan permukiman Rusunawa Jumlah Hunian milik) bagi Masyarakat Berpendapatan Rendah melalui Gerakan Nasional Pengembangan Sejuta Rumah (GNPSR) LAKIP DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA TAHUN 2007 RENCANA STRATEJIK Halaman 6 dari 51 halaman

64 Sasaran/Kegiatan Tujuan Uraian Indikator Cara Mencapai Tujuan dan Sasaran Kebijakan 4 Program 5 Keterangan 6 Pembinaan bangunan gedung dalam rangka memenuhi standar keselamatan dan bangunan dan pengelolaan rumah negara Lokasi Pembinaan Propinsi - Rehabilitasi bangunan gedung negara - Terehabilitasinya bangunan Kebun raya - Revitalisasi pembangunan perkotaan - Pengembangan Perumahan gedung negara dan peningkatan kebun raya/istana presiden Istana presiden Gedung negara - Terlaksananya pembinaan Bantek & sosialisasi bangunan gedung - Terselenggaranya pengelolaan Bantek gedung dan rumah negara - Pembinaan pelaksanaan pengembangan - Terselenggaranya bantuan teknis Studi - Pengembangan Perumahan perumahan program Pengembangan Permukiman (pusat) Meningkatnya kualitas kawasan kumuh, desa tradisional, desa nelayan dan desa eks transmigrasi di 150 kawasan Peningkatan PS lingkungan di kawasan kumuh Ha - Pembangunan infrastruktur kawasan - Tersedianya PSD utk peningkatan Lokasi - Meningkatnya kualitas PS lingk pd kawasan - kumuh kualitas permukiman kumuh kumuh perkotaan dan pesisir/nelayan Pemberdayaan Komunitas Perumahan Peningkatan produktivitas fungsi kawasan RTH perkotaan dan revitalisasi kawasan Luas kawasan tertangani bersejarah, pariwisata dan kawasan lain yang menurun kualitasnya serta pembinaan ruang terbuka hijau di 150 kota Kota Ha - Pembangunan kawasan perkim - Meningkatnya kualitas lingkungan Lokasi - Revitalisasi pembangunan perkotaan - tradisional/ bersejarah permukiman tradisional/bersejarah - Terselengaranya bantuan teknis Lokasi dlm pengelolaan RTH di perkotaan Bantuan teknis - Terselenggaranya adm kegiatan, Studi evaluasi/laporan kegiatan, pengawasan/supervisi konstruktruksi - Terselenggaranya perencanaan Studi, Bantek teknis dan pengaturan (PBL pusat) Sosialisasi - Terselenggaranya penataan Studi lingkungan permukiman wil I dan II (pusat) Pemberdayaan Komunitas Perumahan - Penataan dan revitalisasi kawasan - Terselenggaranya penataan dan Lokasi - Revitalisasi pembangunan perkotaan - Pengembangan Perumahan revitalisasi kawasan Fasilitas pariwisata LAKIP DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA TAHUN 2007 RENCANA STRATEJIK Halaman 7 dari 51 halaman

65 Sasaran/Kegiatan Tujuan Uraian Indikator Cara Mencapai Tujuan dan Sasaran Kebijakan 4 Program 5 Keterangan 6 Meningkatnya kualitas permukiman di perdesaan pada 665 kawasan (KTP2D) Jml kawasan KTP2D Kawasan - Pembangunan infrastruktur perdesaan - Terselenggaranya peningkatan Lokasi - Percepatan pembangunan perdesaan - skala kawasan infrastruktur perdesaan skala kawasan Peningkatan Sarana dan Prasarana Perdesaan Meningkatnya kapasitas masyarakat miskin perkotaan melalui program penanggulangan kemiskinan perkotaan (P2KP) di kelurahan Peningkatan kapasitas masy miskin di perkotaan Kelurahan - Penanggulangan kemiskinan di perkotaan - Terlaksananya penanggulangan Lokasi - Pemenuhan hak-hak dasar - (P2KP) kemiskinan perkotaan (P2KP) dan pemberdayaan masyarakat perkotaan (PNPM) Pemberdayaan Komunitas Perumahan Terbangunnya sarana dan prasarana Terbangunnya PS pada desa Desa perdesaan skala komunitas untuk tertinggal desa tertinggal - Pembangunan infrastruktur perdesaan - Terselenggaranya pembinaan Monev - Percepatan pembangunan perdesaan - Peningkatan Sarana dan Prasarana skala komunitas pembangunan infrastruktur Perdesaan perdesaan - Terselenggaranya infrastruktur Lokasi perdesaan skala komunitas - Pembinaan dan pengembangan - Terselenggaranya bantuan teknis Bantek - Percepatan pembangunan perdesaan - Peningkatan Keberdayaan keberdayaan masy perdesaan pengemb PLP (pusat) Masyarakat Perdesaan - Terselenggaranya pembinaan Publikasi pengemb data dan informasi - Terselenggaranya pembinaan dan Studi penyusunan program, rencana kerja dan anggaran Sosialisasi Bantuan PS Meningkatnya sarana dan prasarana kawasan agropolitan sebanyak 238 kawasan Jml kawasan Agropolitan Kawasan - Pengembangan prasarana dan sarana - Terselenggaranya PS kawasan Lokasi - Mendorong terciptanya lapangan kerja - Pengembangan Ekonomi Lokal desa agropolitan agropolitan berkualitas di perdesaan dengan merangsang pertumbuhan aktivitas ekonomi non pertanian, diversifikasi usaha pertanian ke arah komoditas pertanian bernilai ekonomis tinggi dan memperkuat keterkaitan perdesaan dan perkotaan LAKIP DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA TAHUN 2007 RENCANA STRATEJIK Halaman 8 dari 51 halaman

66 Sasaran/Kegiatan Tujuan Uraian Indikator Cara Mencapai Tujuan dan Sasaran Kebijakan 4 Program 5 Keterangan 6 Meningkatnya kualitas lingkungan permukiman kumuh seluas ha untuk jiwa melalui pemberdayaan masyarakat Peningkatan kualitas lingkungan permukiman kumuh Ha - Penataan lingkungan permukiman - Terselenggaranya pengembangan Lokasi - Pemenuhan hak-hak dasar - kws eks transmigrasi (PSD Perkim) - Terselenggaranya peningkatan lingkungan permukiman perkotaan Lokasi Luas area - Tersusunnya rencana NSPM pemberdayaan komunitas perumahan - Terselenggaranya pembinaan teknis bangunan gedung Bantek, Pelatihan Kawasan Pemberdayaan Komunitas Perumahan Meningkatnya kualitas dan operasionalisasi pengaturan penyelenggaraan pekerjaan umum melalui 300 pendampingan dan penyusunan 130 pedoman Tersusunnya pedoman Paket - Peningkatan kualitas penyelenggaraan - Terselenggaranya pendampingan Pedoman - Menyediakan dan mensosialisasikan NSPM - Pemberdayaan Komunitas melalui pendampingan dan penyusunan dalam pemberdayaan komunitas bidang keciptakaryaan dalam meningkatkan Perumahan pedoman perumahan, dan penyusunan kemampuan daerah serta pelaku pedoman pembangunan lainnya Berfungsinya sarana dan prasarana permukiman di pulau kecil dan kawasan terpencil di 11 propinsi Terbangunnya PS pada pulau kecil dan kawasan terpencil Propinsi - Pembangunan infrastruktur di pulau kecil, - Terbangunnya PS permukiman di Lokasi - Pemenuhan hak-hak dasar - kawasan terpencil pulau kecil, kawasan terpencil Pemberdayaan Komunitas Perumahan Terbangunnya sarana dan prasarana Terbangunnya PS pada kawasan Propinsi perumahan dan permukiman di daeah perbatasan perbatasan sebanyak 60 kawasan pada 7 propinsi - Pembangunan infrastruktur di wilayah - Terbangunnya PS Perkim di Lokasi - Pemenuhan hak-hak dasar - Pengembangan Perumahan perbatasan wilayah perbatasan LAKIP DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA TAHUN 2007 RENCANA STRATEJIK Halaman 9 dari 51 halaman

67 Sasaran/Kegiatan Tujuan Uraian Indikator Cara Mencapai Tujuan dan Sasaran Kebijakan 4 Program 5 Keterangan 6 Teraplikasinya analisa kajian, strategi, Lokasi termasuk jakstra, permodelan dan rencana tindak pengembangan kawasan, pengembangan wilayah strategis dan cepat tumbuh prioritas di 32 propinsi Propinsi - Pembinaan pengembangan permukiman - Terselenggaranya pengembalian Lokasi - Pengembangan kajian, strategi, dan - kawasan kota metropolitan fungsi kawasan permukiman kebijakan pengembangan kawasan metropolitan melalui peremajaan Pengendalian Kota-Kota Besar dan Metropolitan Tersedianya dan terkelolanya prasarana Lokasi dan sarana wilayah, terfasilitasinya pengerahan, penempatan dan pengelolaan sarana prasarana transmigrasi, serta terkoordinasikannya percepatan pembangunan infrastruktur pendukung wilayah di 32 propinsi Propinsi - Pembinaan pengembangan permukiman - Tersusunnya pengkajian dan Studi - Pelaksanaan sosisalisasi pengembangan - baru pengembangan kebijakan dan permukiman baru strategi serta terselenggaranya pengembangan SDM - Pembinaan pengembangan kota-kota - Terselenggaranya pembinaan dan Studi - kecil dan menengah penyusunan program, rencana kerja dan anggaran Meningkatnya kapasitas Pemda dalam Lokasi Propinsi penyelenggaraan konstruksi dan keselamatan bangunan serta penataan lingkungan permukiman - Pengembangan kapasitas kelembagaan - Terselenggaranya pembinaan Rapermen - Mewujudkan organisasi yg efisien, tata - Pengembangan Kelembagaan pembangunan air minum dan air limbah teknis AM NSPM Studi laksana yg efektif, SDM yg profesional dengan menerapkan prinsip-prinsip Good - Terselenggaranya pengembangan Bantek Governance aset manajamen persampahan - Terselenggaranya pembinaan Pelatihan administrasi dan pengelolaan keuangan Pengendalian Pembinaan Penyebarluasan Implementasi - Terselenggaranya pembinaan dan Bintek pelaksanaan urusan TU, RT dan Pembinaan pengelolaan perlengkapan departemen Pengembangan Keterkaitan Pembangunan Antar Kota Pengembangan Kota-kota Kecil dan Menengah LAKIP DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA TAHUN 2007 RENCANA STRATEJIK Halaman 10 dari 51 halaman

68 Tujuan Sasaran/Kegiatan Uraian Indikator Terselenggaranya pembinaan Bantuan Hukum hukum dan organisasi Naskah UU Sosialisasi - Terselenggaranya pengelolaan Rehab bgn gedung - Terselenggaranya pengembangan Pembinaan SDM dan Adm kepegawaian Studi Bantuan tugas bljr - Terselenggaranya pengembangan Peningktn sarana sistem dan evaluasi kinerja pembinaan Cara Mencapai Tujuan dan Sasaran Kebijakan 4 Program 5 Keterangan 6 Meningkatkan profesionalisme, produktivitas dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pekerjaan umum Meningkatnya kapasitas SDM penunjang tugas Pimpinan melalui penyelenggaraan berbagai pelatihan dan bimbingan teknis di bid. CK sebanyak orang Terselenggaranya administrasi Orang - Pembinaan manajemen bidang Cipta - Terselenggaranya kegiatan Pegawai - Penerapan prinsip-prinsip Good Governance - Karya pendukung kelancaran Pemerintah Penyelenggaraan Pimpinan Kenegaraan dan Kepemimpinan LAKIP DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA TAHUN 2007 RENCANA STRATEJIK Halaman 11 dari 51 halaman

69 Rencana Kinerja Kegiatan Tahun 2007 LAMPIRAN 2 FORMULIR RKT Instansi : DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA Sasaran Kegiatan Uraian Indikator Rencana tingkat capaian (target) Program Uraian Indikator Kinerja Satuan Rencana tingkat capaian (target) Ket Meningkatnya kapasitas produksi PS air minum hingga mencapai l/det Peningkatan kapasitas produksi air minum 2,102 l/det Pengembangan Kinerja Pengembangan sistem penyediaan Tersedianya AM di kota Lokasi 52 kwsn Pengelolaan Air Minum dan air minum dan pengelolaan sanitasi kecil/pemekaran Pipa 238,651 m Air Limbah Kapasitas produksi 502 l/dtk Dana 79,079,124,000 Rp Hasil 19,500 jiwa Tersedianya AM di kota kecil/ikk Lokasi 113 kwsn rawan air/ belum ada sistem Pipa 400,961 m Kapasitas produksi 893 l/dtk Dana 336,364,434,000 Rp Hasil 33,550 jiwa Tersedianya PS AM bg MBR/ Lokasi 30 lok Rusunawa di kota metro/besar Pipa 102,580 m Kapasitas produksi 184 l/dtk Dana 26,323,696,000 Rp Hasil 3,450 jiwa Tersedianya AM mendukung Lokasi 11 lok kawasan kumuh/nelayan Pipa 3,000 m Kapasitas produksi 30 l/dtk Dana 14,541,691,000 Rp Hasil - jiwa Terselenggaranya bantuan teknis Lokasi 188 kab/kota SPAM Pipa 18,996 m Kapasitas produksi 45 l/dtk Dana 74,172,843,000 Rp Hasil - jiwa Terselenggaranya pemb SPAM mll Lokasi 107 lok pendekatan pemberdayaan masy Pipa 293,879 m di desa miskin, rawan air, pesisir Kapasitas produksi 311 l/dtk dan desa terpencil Dana 129,439,396,000 Rp Hasil 33,900 jiwa Terselenggaranya PAMSIMAS Lokasi 948 lok Dana 264,428,654,000 Rp LAKIP DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA TAHUN 2007 RENCANA KINERJA TAHUNAN Halaman 12 dari 51 halaman

70 Sasaran Kegiatan Uraian Indikator Rencana tingkat capaian (target) Program Uraian Indikator Kinerja Satuan Rencana tingkat capaian (target) Ket Pemberdayaan Masyarakat Peningkatan kapasitas masy dlm Terselenggaranya pembinaan Bantek 3 pkt pemb air minum teknis AM SPAM 8 pkt Kapasitas produksi 4 l/dtk Dana 8,000,000,000 Rp Pengembangan Kinerja Pembinaan teknik air minum Terselenggaranya pembinaan NSPM 5 pkt Pengelolaan Air Minum dan teknis AM Studi 10 pkt Air Limbah Dana 11,815,000,000 Rp Terselenggaranya kegiatan Lokasi 32 prop pendukung/ lain2 Dit. AM Dana 111,345,617,000 Rp Terselenggaranya pengemb SDM Studi 3 lap dan Adm Dit BP Gedung Kantor 1,245 m2 Kend. roda 2 2 unit Sarana Gedung 1 thn Dana 1,275,956,000 Rp Terselenggaranya pengemb Studi 13 lap sistem evaluasi kinerja Dana 4,480,000,000 Rp Terselenggaranya pembinaan/ Studi 7 lap penyelenggaraan kerjasama Sarana Gedung 17 unit internasional Alat pengolah data 20 unit Dana 8,844,200,000 Rp Tersusunnya pengkajian dan Studi 1 lap pengembangan kebijakan dan Dana 2,000,000,000 Rp strategi Terselenggaranya Paket 1 pkt penanggulangan darurat AM dan Dana 15,000,000,000 Rp AL Meningkatnya akses masy terhadap PS AL termasuk sanitasi (jamban) nasional mencapai 100% yaitu jiwa di perkotaan dan jiwa di perdesaan Kenaikan pengguna jamban terhadap jumlah penduduk di perkotaan 4,69 juta jiwa Pemberdayaan masyarakat Peningkatan kapasitas masy dlm Terselenggaranya pemberdayaan Bantek 50 pkt pembangunan PLP masy, pembangunan Dana 20,681,078,000 Rp persampahan dan drainase Pengelolaan sampah terpadu 3R Bantek 28 pkt Dana 16,828,773,000 Rp Hasil 79,990 jiwa Pengembangan Kinerja Pengembangan sistem penyediaan Terselenggaranya pemb PS AL Lokasi 185 kab/kota Pengelolaan Air Minum dan air minum dan pengolahan sanitasi percontohan skala komunitas PSAL Komunal 185 unit Air Limbah (SANIMAS) Dana 28,783,186,000 Rp Hasil 94,640 jiwa LAKIP DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA TAHUN 2007 RENCANA KINERJA TAHUNAN Halaman 13 dari 51 halaman

71 Sasaran Kegiatan Uraian Indikator Rencana tingkat capaian (target) Program Uraian Indikator Kinerja Satuan Rencana tingkat capaian (target) Ket Berkembangnya cakupan pelayanan air limbah terpusat (sewerage system), secara bertahap di 10 kota yg telah membangun sistem ini dan bertambhanya jml kota yg menerapkan pelayanan air limbah dengan system sewerage menjadi 12 kota Jml kota yang menerapkan pelayanan air limbah 9 kota Pengembangan Kinerja Pengembangan sistem penyediaan Terselenggaranya pemb PS AL Lokasi 10 kab/kota Pengelolaan Air Minum dan air minum dan pengelolaan sanitasi terpusat dan IPAL di kota metro/ IPAL 18 unit Air Limbah besar DSDP 4 pkt Dana 135,926,902,000 Rp Hasil 41,053 jiwa Terselenggaranya pembinaan sub Lokasi 33 prop bid AL Bantek 38 pkt Dana 24,521,773,000 Rp Meningkatnya akses masyarakat Meningkatnya pelayanan terhadap pelayanan persampahan persampahan di perkotaan dari kondisi saat ini hingga mencapai pelayanan rata-rata 60% di 173 kota, termasuk meningkatnya penerapan TPA sistem regional terutama untuk kota metropolitan dan besar termasuk tercapainya reduksi sampah hingga 20% melalui peningkatan pelaksanaan 3R (Reduce, Reuse, Recycling) sampah di semua propinsi 6,577 juta jiwa Peningkatan kinerja Pengembangan sistem drainase dan Terselenggaranya pengembangan Rehab/Pemb TPA 8 pkt pengelolaan persampahan pengelolaan persampahan TPA persampahan regional Bantek 11 pkt dan drainase Lokasi 15 prop Dana 62,066,594,000 Rp Hasil 841,273 jiwa Terselenggaranya Ecodrain Lokasi 3 lok Ecodrain 5 unit Dana 118,198,180,000 Rp Terselenggaranya bantuan teknis pengelolaan persampahan dan Hasil - jiwa Bantek 25 pkt Dana 11,898,073,000 Rp drainase Terselenggaranya pembinaan PLP Bantek 42 pkt Monev 48 pkt Supervisi 26 pkt Dana 30,343,324,000 Rp Terselenggaranya tanggap darurat PLP Tersusunnya pengkajian dan pengembangan jakstra Terlaksananya pembinan dan pengemb pemanfaatan data dan informasi Terselenggaranya penanggulangan darurat PS PLP Truk sampah 2 unit Buldozer 4 unit Truk Tinja 1 unit Mobil Kampanye 6 unit Motor Sampah 2 unit Mobile Pump - unit Dana 10,301,854,000 Rp Hasil 190,000 jiwa Studi 1 lap Dana 500,000,000 Rp Pemeliharaaan 3 pkt Monitoring, Sosialisasi 6 pkt Dana 6,000,000,000 Rp Paket 1 pkt Dana 13,000,000,000 Rp LAKIP DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA TAHUN 2007 RENCANA KINERJA TAHUNAN Halaman 14 dari 51 halaman

72 Sasaran Kegiatan Uraian Indikator Rencana tingkat capaian (target) Program Uraian Indikator Kinerja Satuan Rencana tingkat capaian (target) Ket. Menurunnnya jumlah genangan sebesar 55% dari total genangan sebesar ha melalui pelayanan drainase Luas genangan yg berkurang 21,478 ha Peningkatan kinerja Pengembangan sistem drainase dan Terselenggaranya pembangunan Lokasi 31 kab/kota pengelolaan persampahan pengelolaan persampahan dan perbaikan sistem drainase Panjang drainase 116,694 m dan drainase primer dan sekunder di kota metro Dana 98,544,380,000 Rp dan besar Hasil 116,690 jiwa Meningkatnya ketersediaan perumahaan bagi PNS/TNI/Polri Dukungan PSD pada kawasan 11,768 unit Pengembangan Perumahan Pengembangan perumahan dan Terselenggaranya pengembangan Lokasi 95 kab/kota permukiman PS perumahan bagi kwsn RSH 32 prop 115 kwsn Dana 58,275,808,000 Rp Hasil 93,840 unit rumah Berfungsinya kembali prasarana Berfungsinya kembali PS dan sarana permukiman di akwasan Permukiman di kawasan eks bencana alam, kerusuhan sosial bencana alam dan tanggap darurat untuk mendukung perumahan sebanyak unit rumah 6,395 unit Pengembangan Perumahan Pengembangan perumahan dan Terselenggaranya rehabilitasi Lokasi 28 kab/kota permukiman perumahan dan pembangunan PS 8 prop permukiman di kwsn eks bencana 50 kwsn alam Dana 10,404,692,000 Rp Hasil 6,395 unit rumah Terselenggaranya pengembangan Lokasi 1 kwsn PS permukiman Pulau Seribu Dana 3,500,000,000 Rp Terselenggaranya pelaksanaan Lokasi 13 kab/kota INPRES 06/ kwsn Dana 48,900,000,000 Rp Hasil 29,300 unit rumah Tersedianya cadangan mendesak Paket 1 pkt bid Perumahan permukiman Dana 4,000,000,000 Rp Pemberdayaan Komunitas Pengembangan perumahan dan Terselenggaranya pembinaan Supervisi 2 lap Perumahan permukiman rehab/ rekon rumah pasca gempa Diseminasi 1 pkt DIY dan Jateng Pedoman/Publikasi 1 pkt Dana 18,765,900,000 Rp Terbangunnya prasarana dan Rusunawa terbangun 4,032 unit Pengembangan Perumahan Pengembangan perumahan dan Terselenggaranya pemb. Lokasi 22 kab/kota sarana perumahan dan permukiman permukiman Rusunawa Jumlah hunian 9,672 unit yg layak huni dan terjangkau untuk 101 TB daerah kumuh melalui penyediaan Dana 426,294,243,000 Rp sebanyak unit rusunawa LAKIP DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA TAHUN 2007 RENCANA KINERJA TAHUNAN Halaman 15 dari 51 halaman

73 Sasaran Kegiatan Uraian Indikator Rencana tingkat capaian (target) Program Uraian Indikator Kinerja Satuan Rencana tingkat capaian (target) Ket. Pembinaan bangunan gedung dalam rangka memenuhi standar keselamatan dan bangunan dan pengelolaan rumah negara Lokasi Pembinaan 33 Prop Pengembangan Perumahan Rehabilitasi bangunan gedung negara Terehabilitasinya bangunan Kebun raya 4 unit gedung negara dan peningkatan Istana presiden 5 unit kebun raya/istana presiden Gedung negara 4 unit Dana 78,938,729,000 Rp Terlaksananya pembinaan Bantek & sosialisasi 10 pkt bangunan gedung Dana 3,470,000,000 Rp Terselenggaranya pengelolaan Bantek 10 lap gedung dan rumah negara Dana 3,780,000,000 Rp Pembinaan pelaksanaan Terselenggaranya bantuan teknis Studi 20 lap pengembangan perumahan prog. Pengembangan permukiman Dana 26,450,000,000 Rp (pusat) Meningkatnya kualitas kwsn kumuh, desa tradisional, desa nelayan dan desa eks transmigrasi di 150 kawasan Peningkatan PS lingkungan di kawasan kumuh 86,401 ha Pemberdayaan Komunitas Pembangunan infrastruktur kawasan Tersedianya PSD utk peningkatan Lokasi 153 kwsn Perumahan kumuh kualitas permukiman kumuh Dana 109,853,800,000 Rp Peningkatan produktivitas fungsi RTH 38 Kota Pemberdayaan Komunitas Pembangunan kawasan perkim Meningkatnya kualitas lingkungan Lokasi 39 kwsn kawasan perkotaan dan revitalisasi Luas kawasan tertangani 17,595 ha Perumahan tradisional/ bersejarah permukiman tradisional/bersejarah Dana 34,098,990,000 Rp kawasan bersejarah, pariwisata dan kawasan lain yang menurun Terselengaranya bantuan teknis Lokasi 33 prop kualitasnya serta pembinaan ruang dlm pengelolaan RTH di perkotaan Bantuan teknis 38 lap terbuka hijau di 150 kota Dana 1,910,000,000 Rp Terselenggaranya adm kegiatan, Studi 32 lap evaluasi/laporan kegiatan, Dana 25,698,893,000 Rp pengawasan/supervisi konstruksi Terselenggaranya perencanaan Studi, Bantek & sos 11 pkt teknis dan pengaturan (PBL pusat) Dana 6,676,000,000 Rp Terselenggaranya penataan Studi 8 pkt lingkungan permukiman wil I dan II Dana 5,540,000,000 Rp (pusat) Pengembangan Perumahan Penataan dan revitalisasi kawasan Terselenggaranya penataan dan Lokasi 63 kwsn revitalisasi kawasan Fasilitas pariwisata 63 pkt Dana 107,000,000,000 Rp LAKIP DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA TAHUN 2007 RENCANA KINERJA TAHUNAN Halaman 16 dari 51 halaman

74 Sasaran Kegiatan Uraian Indikator Rencana tingkat capaian (target) Program Uraian Indikator Kinerja Satuan Rencana tingkat capaian (target) Ket Meningkatnya kualitas permukiman di perdesaan pada 665 kawasan (KTP2D) Jml kawasan KTP2D 149 kawasan Peningkatan sarana dan Pembangunan infrastruktur Terselenggaranya peningkatan Lokasi 150 kab/kota prasarana perdesaan perdesaan skala kawasan infrastruktur perdesaan skala 32 prop kawasan 149 kws Dana 160,892,700,000 Rp Meningkatnya kapasitas masyarakat miskin perkotaan melalui program penanggulangan kemiskinan perkotaan (P2KP) di kelurahan Peningkatan kapasitas masy miskin di perkotaan 7,273 kel Pemberdayaan Komunitas Penanggulangan kemiskinan di Terlaksananya penanggulangan Lokasi 834 kec Perumahan perkotaan (P2KP) kemiskinan perkotaan (P2KP) dan 7,273 kel pemberdayaan masyarakat Dana 2,068,172,300,000 Rp perkotaan (PNPM) Terbangunnya sarana dan prasarana perdesaan skala komunitas untuk desa tertinggal Meningkatnya sarana dan prasarana kawasan agropolitan sebanyak 238 kawasan Terbangunnya PS pada desa 2,000 desa Peningkatan sarana dan Pembangunan infrastruktur Terselenggaranya pembinaan Studi 14 Paket prasarana perdesaan perdesaan skala komunitas pembangunan infrastruktur Dana 15,845,500,000 Rp perdesaan Terselenggaranya infrastruktur Lokasi 2,289 desa perdesaan skala komunitas Dana 688,422,513,000 Rp Peningkatan keberdayaan Pembinaan dan pengembangan Terselenggaranya bantuan teknis Bantek 2 pkt masyarakat perdesaan keberdayaan masy perdesaan pengemb PLP (pusat) Dana 800,000,000 Rp Hasil 30 jiwa Terselenggaranya pembinaan Publikasi 1 pkt pengemb data dan informasi Dana 400,000,000 Rp Terselenggaranya pembinaan dan Studi 11 lap penyusunan program, rencana Sosialisasi 2 pkt kerja dan anggaran Bantuan PS 1 pkt Dana 18,800,000,000 Rp Jml kawasan Agropolitan 83 Kawasan Pengembangan Ekonomi Pengembangan prasarana dan Terselenggaranya PS kawasan Lokasi 83 kwsn Lokal sarana desa agropolitan agropolitan 32 prop Dana 142,574,000,000 Rp Hasil 613,200 jiwa Meningkatnya kualitas lingkungan Peningkatan kualitas permukiman kumuh seluas ha lingkungan permukiman kumuh untuk jiwa melalui pemberdayaan masyarakat 3,960 ha Pemberdayaan Komunitas Penataan lingkungan permukiman Terselenggaranya pengembangan Lokasi 16 kab/kota Perumahan kws eks transmigrasi (PSD 12 prop Perkim) 19 kwsn Dana 37,400,000,000 Rp Terselenggaranya peningkatan Lokasi 397 kel lingkungan permukiman perkotaan 32 kab/kota Luas area 3,960 Ha Dana 41,421,395,000 Rp LAKIP DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA TAHUN 2007 RENCANA KINERJA TAHUNAN Halaman 17 dari 51 halaman

75 Sasaran Kegiatan Uraian Indikator Rencana tingkat capaian (target) Program Uraian Indikator Kinerja Satuan Rencana tingkat capaian (target) Ket Tersusunnya rencana pemberdayaan komunitas perumahan Terselenggaranya pembinaan teknis bangunan gedung NSPM 11 lap Dana 4,982,287,000 Rp Bantek, Pelatihan 357 lap Kawasan 46 RTBL Dana 63,571,633,000 Rp Meningkatnya kualitas dan operasionalisasi pengaturan penyelenggaraan pekerjaan umum melalui 300 pendampingan dan penyusunan 130 pedoman Tersusunnya pedoman 111 pkt Pemberdayaan Komunitas Peningkatan kualitas Terselenggaranya pendampingan Pedoman 111 pkt Perumahan Dana 18,867,392,000 Rp penyelenggaraan melalui pendampingan dan penyusunan pedoman dalam pemberdayaan komunitas perumahan, dan penyusunan pedoman Berfungsinya sarana dan prasarana permukiman di pulau kecil dan kawasan terpencil di 11 propinsi Terbangunnya PS pada pulau kecil dan kawasan terpencil 27 Propinsi Pemberdayaan Komunitas Pembangunan infrastruktur di pulau Terbangunnya PS permukiman di Lokasi 40 kab/kota Perumahan kecil, kawasan terpencil pulau kecil, kawasan terpencil 27 prop 52 kwsn Dana 28,905,500,000 Rp Terbangunnya sarana dan prasarana perumahan dan permukiman di daeah perbatasan sebanyak 60 kawasan pada 7 propinsi Terbangunnya PS pada kawasan perbatasan 12 Propinsi Pengembangan Perumahan Pembangunan infrastruktur di wilayah Terbangunnya PS Perkim di Lokasi 25 kab/kota perbatasan wilayah perbatasan 12 prop 44 kwsn Dana 80,700,000,000 Rp Teraplikasinya analisa kajian, strategi, termasuk jakstra, permodelan dan rencana tindak pengembangan kawasan, pengembangan wilayah strategis dan cepat tumbuh prioritas di 32 propinsi Tersedianya dan terkelolanya prasarana dan sarana wilayah, terfasilitasinya pengerahan, penempatan dan pengelolaan sarana prasarana transmigrasi, serta terkoordinasikannya percepatan pembangunan infrastruktur pendukung wilayah di 32 propinsi Lokasi 32 Propinsi Pengendalian Kota-Kota Pembinaan pengembangan Terselenggaranya pengembalian Lokasi 32 prop Besar dan Metropolitan permukiman kawasan kota fungsi kawasan permukiman 7 kws metropolitan melalui peremajaan Dana 43,320,000,000 Rp Lokasi 32 Propinsi Pengembangan Keterkaitan Pembinaan pengembangan Tersusunnya pengkajian dan Studi 19 lap Pembangunan Antar Kota permukiman baru pengembangan kebijakan dan Dana 16,000,000,000 Rp strategi serta terselenggaranya pengembangan SDM Pengembangan Kota-kota Kecil dan Menengah Pembinaan pengembangan kota-kota kecil dan menengah Terselenggaranya pembinaan dan penyusunan program, rencana kerja dan anggaran Studi 11 lap Dana 10,000,000,000 Rp LAKIP DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA TAHUN 2007 RENCANA KINERJA TAHUNAN Halaman 18 dari 51 halaman

76 Sasaran Kegiatan Uraian Indikator Rencana tingkat capaian (target) Program Uraian Indikator Kinerja Satuan Rencana tingkat capaian (target) Ket Meningkatnya kapasitas Pemda dalam penyelenggaraan konstruksi dan keselamatan bangunan serta penataan lingkungan permukiman Lokasi 32 Propinsi Pengembangan Pengembangan kapasitas Terselenggaranya pembinaan Rapermen 1 pkt Kelembagaan kelembagaan pembangunan air teknis AM NSPM 4 pkt minum dan air limbah Studi 6 pkt Dana 6,000,000,000 Rp Terselenggaranya pengembangan Bantek 22 pkt aset manajamen persampahan Dana 12,703,879,000 Rp Kegiatan pendukung operasional Administrasi kegiatan OB Kend. Ops. Roda 4 1 unit Kend. Ops. Roda 2 5 unit Dana 10,385,713,000 Rp Terselenggaranya pembinaan administrasi dan pengelolaan keuangan Terselenggaranya pembinaan dan pelaksanaan urusan TU, RT dan pengelolaan perlengkapan departemen Terselenggaranya pembinaan hukum dan organisasi Terselenggaranya pengelolaan gedung Terselenggaranya pengembangan SDM dan Adm kepegawaian Terselenggaranya pengembangan sistem dan evaluasi kinerja Pelatihan 2 pkt Peny., Pengend. 2 pkt Pembinaan 2 lap 2 pkt Penyebarluasan 1 pkt Implementasi 1 pkt Dana 2,688,163,000 Rp Bintek 6 pkt Pembinaan 5 pkt Seminar, Gedung 3 pkt Dana 2,866,465,000 Rp Bantuan Hukum 5 pkt Naskah UU 4 pkt Sosialisasi 1 pkt Dana 2,715,135,000 Rp Rehab bangunan 5 pkt Dana 4,200,000,000 Rp Pembinaan 8 pkt Studi 8 lap Bantuan tugas belajar 1 pkt Dana 2,979,406,000 Rp Peningkatan sarana 1 pkt Pembinaan 1 pkt Dana 1,000,000,000 Rp LAKIP DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA TAHUN 2007 RENCANA KINERJA TAHUNAN Halaman 19 dari 51 halaman

77 Sasaran Kegiatan Uraian Indikator Rencana tingkat capaian (target) Program Uraian Indikator Kinerja Satuan Rencana tingkat capaian (target) Ket Meningkatnya kapasitas SDM Terselenggaranya administrasi 79,156 orang Penyelenggaraan Pimpinan Pembinaan manajemen bidang Cipta Terselenggaranya kegiatan Pegawai 79,156 orang penunjang tugas Pimpinan melalui Kenegaraan dan Karya pendukung kelancaran Pemerintah Dana 119,833,023,000 Rp penyelenggaraan berbagai pelatihan dan bimbingan teknis di bid. CK sebanyak orang Kepemimpinan LAKIP DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA TAHUN 2007 RENCANA KINERJA TAHUNAN Halaman 20 dari 51 halaman

78 LAMPIRAN 3 FORMULIR PKK Pengukuran Kinerja Kegiatan Tahun 2007 Instansi : DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA Program Uraian Indikator Kinerja Kegiatan Satuan Rencana Tingkat Capaian (Target) Realisasi Persentase Pencapaian Rencana Tingkat Capaian (Target) Ket Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum dan Air Limbah Pengembangan sistem penyediaan air minum dan pengelolaan sanitasi Tersedianya AM di kota kecil/ pemekaran Tersedianya AM di kota kecil/ikk rawan air/ belum ada sistem Tersedianya PS AM bg MBR/ Rusunawa di kota metro/ besar Tersedianya AM mendukung kawasan kumuh/nelayan Lokasi 52 kwsn 60 kwsn % Pipa 238,651 m 203,742 m 85.37% Kapasitas produksi 502 l/dtk 419 l/dtk 83.47% Dana 79,079,124,000 Rp 67,389,782,000 Rp 85.22% Hasil 19,500 jiwa 7,550 jiwa 38.72% Lokasi 113 kwsn 110 kwsn 97.35% Pipa 400,961 m 480,519 m % Kapasitas produksi 893 l/dtk 654 l/dtk 73.24% Dana 336,364,434,000 Rp 116,654,160,000 Rp 34.68% Hasil 33,550 jiwa 37,250 jiwa % Lokasi 30 lok 28 lok 93.33% Pipa 102,580 m 98,037 m 95.57% Kapasitas produksi 184 l/dtk 70 l/dtk 38.04% Dana 26,323,696,000 Rp 21,327,605,000 Rp 81.02% Hasil 3,450 jiwa 3,505 jiwa % Lokasi 11 lok 24 lok % Pipa 3,000 m 25,217 m % Kapasitas produksi 30 l/dtk 110 l/dtk % Dana 14,541,691,000 Rp 14,507,900,000 Rp 99.77% Hasil - jiwa 2,900 jiwa LAKIP DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA TAHUN 2007 PENGUKURAN KINERJA KEGIATAN Halaman 21 dari 51 halaman

79 Program Uraian Indikator Kinerja Kegiatan Satuan Rencana Tingkat Capaian (Target) Realisasi Persentase Pencapaian Rencana Tingkat Capaian (Target) Ket Terselenggaranya bantuan teknis SPAM Lokasi 188 kab/kota 163 kab/kota 86.70% Pipa 18,996 m 22,596 m % Kapasitas produksi 45 l/dtk 20 l/dtk 44.44% Dana 74,172,843,000 Rp 63,467,366,000 Rp 85.57% Hasil - jiwa - jiwa Lokasi 107 lok 196 lok % Pipa 293,879 m 569,028 m % Kapasitas produksi 311 l/dtk 544 l/dtk % Dana 129,439,396,000 Rp 88,841,818,000 Rp 68.64% Hasil 33,900 jiwa 67,400 jiwa % Terselenggaranya PAMSIMAS Lokasi 948 lok - lok 0.00% Dana 264,428,654,000 Rp - Rp 0.00% Pemberdayaan Masyarakat Peningkatan kapasitas masy dlm Terselenggaranya pembinaan teknis Bantek 3 pkt 3 pkt % pemb air minum AM SPAM 8 lok 8 lok % Kapasitas produksi 4 l/dtk 4 l/dtk % Dana 8,000,000,000 Rp 7,120,092,000 Rp 89.00% Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum dan Air Limbah Terselenggaranya pemb SPAM mll pendekatan pemberdayaan masy di desa miskin, rawan air, pesisir dan desa terpencil Pembinaan teknik air minum Terselenggaranya pembinaan teknis NSPM 5 pkt 6 pkt % AM Studi 10 pkt 17 pkt % Dana 11,815,000,000 Rp 10,186,936,000 Rp 86.22% Terselenggaranya kegiatan pendukung/ Lokasi 32 prop 32 prop % lain2 Dit. AM Dana 111,345,617,000 Rp 105,409,512,000 Rp 94.67% Terselenggaranya pengemb SDM dan Studi 3 lap 3 lap % Adm Dit BP Gedung Kantor 1,245 m2 1,245 m % Kend. Roda 2 2 unit 2 unit % Sarana Gedung 1 thn 1 thn % Dana 1,275,956,000 Rp 1,230,486,000 Rp 96.44% LAKIP DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA TAHUN 2007 PENGUKURAN KINERJA KEGIATAN Halaman 22 dari 51 halaman

80 Program Uraian Indikator Kinerja Kegiatan Satuan Rencana Tingkat Capaian (Target) Realisasi Persentase Pencapaian Rencana Tingkat Capaian (Target) Ket Terselenggaranya pengemb sistem Studi 13 lap 13 lap % evaluasi kinerja Dana 4,480,000,000 Rp 3,736,234,000 Rp 83.40% Terselenggaranya pembinaan/ Studi 7 lap 7 lap % penyelenggaraan kerjasama Sarana Ged 17 unit 17 unit % internasional Alat pengolah data 20 unit 20 unit % Dana 8,844,200,000 Rp 4,085,307,000 Rp 46.19% Tersusunnya pengkajian dan Studi 1 lap 1 lap % pengembangan kebijakan dan strategi Dana 2,000,000,000 Rp 1,382,441,000 Rp 69.12% Terselenggaranya penanggulangan Paket 1 pkt 1 pkt % darurat AM dan AL Dana 15,000,000,000 Rp 14,513,977,000 Rp 96.76% Pemberdayaan masyarakat Peningkatan kapasitas masy dlm Terselenggaranya pemberdayaan Bantek 50 pkt 50 pkt % pembangunan PLP masy, pembangunan persampahan dan Dana 20,681,078,000 Rp 18,391,682,000 Rp 88.93% drainase Pengelolaan sampah terpadu 3R Bantek 28 pkt 33 pkt % Dana 16,828,773,000 Rp 14,965,827,800 Rp 88.93% Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum dan Air Limbah Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum dan Air Limbah Pengembangan sistem penyediaan air minum dan pengolahan sanitasi Pengembangan sistem penyediaan air minum dan pengelolaan sanitasi Terselenggaranya pemb PS AL percontohan skala komunitas (SANIMAS) Terselenggaranya pemb PS AL terpusat dan IPAL di kota metro/ besar Terselenggaranya pembinaan sub bid AL Hasil 79,990 jiwa 87,492 jiwa % Lokasi 185 kab/kota 179 kab/kota 96.76% PSAL Komunal 185 unit 179 unit 96.76% Dana 28,783,186,000 Rp 28,084,621,000 Rp 97.57% Hasil 94,640 jiwa 89,500 % 94.57% Lokasi 10 kab/kota 9 kab/kota 90.00% IPAL 18 unit 25 unit % DSDP 4 pkt 4 pkt % Dana 135,926,902,000 Rp 134,377,335,000 Rp 98.86% Hasil 41,053 jiwa 40,409 jiwa 98.43% Lokasi 33 prop 33 prop % Bantek 38 pkt 63 pkt % Dana 24,521,773,000 Rp 24,276,556,270 Rp 99.00% LAKIP DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA TAHUN 2007 PENGUKURAN KINERJA KEGIATAN Halaman 23 dari 51 halaman

81 Program Uraian Indikator Kinerja Kegiatan Satuan Rencana Tingkat Capaian (Target) Realisasi Persentase Pencapaian Rencana Tingkat Capaian (Target) Ket Pengembangan sistem drainase Terselenggaranya pengembangan TPA dan pengelolaan persampahan persampahan regional Peningkatan kinerja pengelolaan persampahan dan drainase Rehab/Pemb TPA 8 pkt 17 pkt % Bantek 11 pkt 42 pkt % Lokasi 15 prop 18 prop % Dana 62,066,594,000 Rp 39,790,178,000 Rp 64.11% Hasil 841,273 jiwa 901,386 jiwa % Terselenggaranya Ecodrain Lokasi 3 lok 3 lok % Ecodrain 5 unit 5 unit % Dana 118,198,180,000 Rp 105,093,819,000 Rp 88.91% Terselenggaranya bantuan teknis pengelolaan persampahan dan Hasil - jiwa 192,640 jiwa Bantek 25 pkt 38 pkt % Dana 11,898,073,000 Rp 8,890,785,000 Rp 74.72% drainase Terselenggaranya pembinaan PLP Bantek 42 pkt 47 pkt % Monev 48 pkt 46 pkt 95.83% Supervisi 26 pkt 28 pkt % Dana 30,343,324,000 Rp 27,720,259,000 Rp 91.36% Terselenggaranya tanggap darurat PLP Truk sampah 2 unit 2 unit % Buldozer 4 unit 9 unit % Truk Tinja 1 unit 1 unit % Mobil Kampanye 6 unit 6 unit % Motor Sampah 2 unit 1 unit 50.00% Mobile Pump - unit 1 unit Dana 10,301,854,000 Rp 7,792,834,000 Rp 75.64% Tersusunnya pengkajian dan pengembangan jakstra Terlaksananya pembinan dan pengemb pemanfaatan data dan informasi Hasil 190,000 jiwa 475,060 jiwa % Studi 1 lap 1 lap % Dana 500,000,000 Rp 327,489,000 Rp 65.50% Pemeliharaaan 3 pkt 3 pkt % Monitoring, Sosialisasi 6 pkt 6 pkt % Dana 6,000,000,000 Rp 5,748,904,000 Rp 95.82% LAKIP DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA TAHUN 2007 PENGUKURAN KINERJA KEGIATAN Halaman 24 dari 51 halaman

82 Program Uraian Indikator Kinerja Kegiatan Satuan Rencana Tingkat Capaian (Target) Realisasi Persentase Pencapaian Rencana Tingkat Capaian (Target) Ket Terselenggaranya penanggulangan Paket 1 pkt 1 pkt % darurat PS PLP Dana 13,000,000,000 Rp 9,257,361,000 Rp 71.21% Peningkatan kinerja Pengembangan sistem drainase Terselenggaranya pembangunan dan Lokasi 31 kab/kota 28 kab/kota 90.32% pengelolaan persampahan dan pengelolaan persampahan perbaikan sistem drainase primer dan Panjang drainase 116,694 m 83,207 m 71.30% dan drainase sekunder di kota metro dan besar Dana 98,544,380,000 Rp 71,549,346,000 Rp 72.61% Hasil 116,690 jiwa 166,611 jiwa % Pengembangan Perumahan Pengembangan perumahan dan Terselenggaranya pengembangan PS Lokasi 95 kab/kota 95 kab/kota % permukiman perumahan bagi kwsn RSH 32 prop 32 prop % 115 kwsn 121 kwsn % Dana 58,275,808,000 Rp 56,032,011,000 Rp 96.15% Hasil 93,840 unit rumah 166,677 unit rumah % Pengembangan Perumahan Pengembangan perumahan dan Terselenggaranya rehabilitasi Lokasi 28 kab/kota 28 kab/kota % permukiman perumahan dan pembangunan PS permukiman di kwsn eks bencana Terselenggaranya pengembangan PS permukiman P Seribu Terselenggaranya pelaksanaan INPRES 06/2003 Tersedianya cadangan mendesak bid Perumahan permukiman 8 prop 8 prop % 50 kwsn 52 kwsn % Dana 10,404,692,000 Rp 10,208,506,000 Rp 98.11% Hasil 6,395 unit rumah 9,790 unit rumah % Lokasi 1 kwsn 1 kwsn % Dana 3,500,000,000 Rp 3,471,278,000 Rp 99.18% Lokasi 13 kab/kota 13 kab/kota % 13 kwsn 13 kwsn % Dana 48,900,000,000 Rp 48,845,443,000 Rp 99.89% Hasil 29,300 unit rumah 29,300 unit rumah % Paket 1 pkt 1 pkt % Dana 4,000,000,000 Rp 3,772,139,000 Rp 94.30% LAKIP DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA TAHUN 2007 PENGUKURAN KINERJA KEGIATAN Halaman 25 dari 51 halaman

83 Program Uraian Indikator Kinerja Kegiatan Satuan Rencana Tingkat Capaian (Target) Realisasi Persentase Pencapaian Rencana Tingkat Capaian (Target) Ket Pemberdayaan Komunitas Pengembangan perumahan dan Terselenggaranya pembinaan rehab/ Supervisi 2 lap 2 lap % Perumahan permukiman rekon rumah pasca gempa DIY dan Diseminasi 1 pkt 1 pkt % Jateng Pedoman/Publikasi 1 pkt 1 pkt % Renovasi Kantor 1 pkt Dana 18,765,900,000 Rp 16,422,432,000 Rp 87.51% Pengembangan Perumahan Pengembangan perumahan dan Terselenggaranya pemb. Rusunawa Lokasi 22 kab/kota 22 kab/kota % permukiman Jml hunian 9,672 unit 4,592 unit 47.48% 101 TB 48 TB 47.52% Dana 426,294,243,000 Rp 420,665,569,531 Rp 98.68% Pengembangan Perumahan Rehabilitasi bangunan gedung Terehabilitasinya bangunan gedung Kebun raya 4 unit 4 unit % Pemberdayaan Komunitas Perumahan Pemberdayaan Komunitas Perumahan negara Pembinaan pelaksanaan pengembangan perumahan Pembangunan infrastruktur kawasan kumuh Pembangunan kawasan perkim tradisional/ bersejarah negara dan peningkatan kebun raya/istana presiden Terlaksananya pembinaan bangunan gedung Terselenggaranya pengelolaan gedung dan rumah negara Terselenggaranya bantuan teknis prog. Pengembangan permukiman (pusat) Tersedianya PSD utk peningkatan kualitas permukiman kumuh Meningkatnya kualitas lingkungan permukiman tradisional/bersejarah Istana presiden 5 unit 5 unit % Gedung negara 4 unit 4 unit % Dana 78,938,729,000 Rp 67,965,858,000 Rp 86.10% Bantek & sosialisasi 10 pkt 7 pkt 70.00% Laporan 10 lap Dana 3,470,000,000 Rp 2,987,670,000 Rp 86.10% Bantek 10 lap 7 lap 70.00% Laporan 9 lap NSPM 2 NSPM Dana 3,780,000,000 Rp 3,254,580,000 Rp 86.10% Studi 20 lap 26 lap % Dana 26,450,000,000 Rp 24,363,131,000 Rp 92.11% Lokasi 153 kwsn 153 kwsn % Dana 109,853,800,000 Rp 94,584,122,000 Rp 86.10% Lokasi 39 kwsn 39 kwsn % Dana 34,098,990,000 Rp 29,359,230,000 Rp 86.10% LAKIP DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA TAHUN 2007 PENGUKURAN KINERJA KEGIATAN Halaman 26 dari 51 halaman

84 Program Uraian Indikator Kinerja Kegiatan Satuan Rencana Tingkat Capaian (Target) Realisasi Persentase Pencapaian Rencana Tingkat Capaian (Target) Ket. Lokasi 33 prop 32 prop 96.97% Bantuan teknis 38 lap 38 lap % Dana 1,910,000,000 Rp 1,644,510,000 Rp 86.10% Studi 32 lap 32 lap % Dana 25,698,893,000 Rp 22,126,747,000 Rp 86.10% Terselenggaranya perencanaan teknis Studi, Bantek & sos 11 pkt 11 pkt % dan pengaturan (PBL pusat) Dana 6,676,000,000 Rp 5,748,036,000 Rp 86.10% Terselenggaranya penataan lingkungan Studi 8 pkt 8 pkt % permukiman wil I dan II (pusat) Dana 5,540,000,000 Rp 4,769,940,000 Rp 86.10% Pengembangan Perumahan Penataan dan revitalisasi kawasan Terselenggaranya penataan dan Lokasi 63 kwsn 63 kwsn % Peningkatan sarana dan prasarana perdesaan Pemberdayaan Komunitas Perumahan Peningkatan sarana dan prasarana perdesaan Terselengaranya bantuan teknis dlm pengelolaan RTH di perkotaan Pembangunan infrastruktur perdesaan skala kawasan Penanggulangan kemiskinan di perkotaan (P2KP) Pembangunan infrastruktur perdesaan skala komunitas Terselenggaranya adm kegiatan, evaluasi/laporan kegiatan, pengawasan/supervisi konstruksi revitalisasi kawasan Terselenggaranya peningkatan infrastruktur perdesaan skala kawasan Terlaksananya penanggulangan kemiskinan perkotaan (P2KP) dan pemberdayaan masyarakat perkotaan (PNPM) Terselenggaranya pembinaan pembangunan infrastruktur perdesaan Fasilitas pariwisata 63 pkt 63 pkt % Dana 107,000,000,000 Rp 92,073,232,000 Rp 86.05% Lokasi 150 kab/kota 150 kab/kota % 32 prop 32 prop % 149 kwsn 157 desa % Dana 160,892,700,000 Rp 160,728,987,000 Rp 99.90% Lokasi 834 kec 834 kec % 7,273 kel 7,273 kel % Dana 2,068,172,300,000 Rp 1,742,910,990,000 Rp 84.27% Monev 14 paket 14 paket % Dana 15,845,500,000 Rp 13,186,221,155 Rp 83.22% LAKIP DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA TAHUN 2007 PENGUKURAN KINERJA KEGIATAN Halaman 27 dari 51 halaman

85 Program Uraian Indikator Kinerja Kegiatan Satuan Rencana Tingkat Capaian (Target) Realisasi Persentase Pencapaian Rencana Tingkat Capaian (Target) Ket. Peningkatan keberdayaan masyarakat perdesaan Pengembangan Ekonomi Lokal Pemberdayaan Komunitas Perumahan Terselenggaranya infrastruktur Lokasi 2,289 desa 2,280 desa 99.61% perdesaan skala komunitas Dana 688,422,513,000 Rp 667,417,501,000 Rp 96.95% Pembinaan dan pengembangan Terselenggaranya bantuan teknis Bantek 2 pkt 2 pkt % keberdayaan masy perdesaan pengemb PLP (pusat) Dana 800,000,000 Rp 800,000,000 Rp % Hasil 30 jiwa 30 jiwa % Terselenggaranya pembinaan pengemb Publikasi 1 pkt 1 pkt % data dan informasi Dana 400,000,000 Rp 390,988,000 Rp 97.75% Terselenggaranya pembinaan dan Studi 11 lap 11 lap % penyusunan program, rencana kerja Sosialisasi 2 pkt 2 pkt % dan anggaran Bantuan PS 1 pkt 1 pkt % Dana 18,800,000,000 Rp 13,107,598,000 Rp 69.72% Pengembangan prasarana dan Terselenggaranya PS kawasan Lokasi 83 kwsn 83 kwsn % sarana desa agropolitan agropolitan 32 prop 32 prop % Dana 142,574,000,000 Rp 142,049,441,000 Rp 99.63% Hasil 613,200 jiwa 613,200 jiwa % Penataan lingkungan permukiman Terselenggaranya pengembangan kws Lokasi 16 kab/kota 16 kab/kota % eks transmigrasi (PSD Perkim) Terselenggaranya peningkatan lingkungan permukiman perkotaan Tersusunnya rencana pemberdayaan komunitas perumahan 12 prop 12 prop % 19 kwsn 20 kwsn % Dana 37,400,000,000 Rp 35,726,098,000 Rp 95.52% Lokasi 397 kel 397 kel % 32 kab/kota 32 kab/kota % Luas area 3,960 Ha 3,960 Ha % Dana 41,421,395,000 Rp 40,944,864,000 Rp 98.85% NSPM 11 lap 4 lap 36.36% Bantek 9 pkt Laporan 13 lap Dana 4,982,287,000 Rp 4,289,749,000 Rp 86.10% LAKIP DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA TAHUN 2007 PENGUKURAN KINERJA KEGIATAN Halaman 28 dari 51 halaman

86 Program Uraian Indikator Kinerja Kegiatan Satuan Rencana Tingkat Capaian (Target) Realisasi Persentase Pencapaian Rencana Tingkat Capaian (Target) Ket. Bantek, Pelatihan 357 lap 357 lap % Kawasan 46 RTBL 46 RTBL % Dana 63,571,633,000 Rp 54,735,176,000 Rp 86.10% Pedoman 111 pkt 111 pkt % Dana 18,867,392,000 Rp 16,244,825,000 Rp 86.10% Pemberdayaan Komunitas Pembangunan infrastruktur di pulau Terbangunnya PS permukiman di pulau Lokasi 40 kab/kota 40 kab/kota % Perumahan kecil, kawasan terpencil kecil, kawasan terpencil 27 prop 27 prop % 52 kwsn 53 kwsn % Dana 28,905,500,000 Rp 28,865,535,000 Rp 99.86% Pengembangan Perumahan Pembangunan infrastruktur di Terbangunnya PS Perkim di wilayah Lokasi 25 kab/kota 25 kab/kota % Pengendalian Kota-Kota Besar dan Metropolitan Terselenggaranya pembinaan teknis bangunan gedung Pemberdayaan Komunitas Perumahan Pengembangan Keterkaitan Pembangunan Antar Kota Pengembangan Kota-kota Kecil dan Menengah Peningkatan kualitas penyelenggaraan melalui pendampingan dan penyusunan pedoman wilayah perbatasan Pembinaan pengembangan permukiman kawasan kota metropolitan Pembinaan pengembangan permukiman baru Pembinaan pengembangan kotakota kecil dan menengah Terselenggaranya pendampingan dalam pemberdayaan komunitas perumahan, dan penyusunan pedoman perbatasan Terselenggaranya pengembalian fungsi kawasan permukiman metropolitan melalui peremajaan Tersusunnya pengkajian dan pengembangan kebijakan dan strategi serta terselenggaranya pengembangan SDM Terselenggaranya pembinaan dan penyusunan program, rencana kerja dan anggaran 12 prop 12 prop % 44 kwsn 44 kwsn % Dana 80,700,000,000 Rp 79,825,906,000 Rp 98.92% Lokasi 32 prop 32 prop % 7 kwsn 6 kab/kota 85.71% Dana 43,320,000,000 Rp 42,805,181,000 Rp 98.81% Studi 19 lap 19 lap % Dana 16,000,000,000 Rp 15,322,718,000 Rp 95.77% revisi dana Studi 11 lap 11 lap % Dana 10,000,000,000 Rp 9,279,655,000 Rp 92.80% LAKIP DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA TAHUN 2007 PENGUKURAN KINERJA KEGIATAN Halaman 29 dari 51 halaman

87 Program Uraian Indikator Kinerja Kegiatan Satuan Rencana Tingkat Capaian (Target) Realisasi Persentase Pencapaian Rencana Tingkat Capaian (Target) Ket. Pengembangan Kelembagaan Pengembangan kapasitas Terselenggaranya pembinaan teknis kelembagaan pembangunan air AM minum dan air limbah Terselenggaranya pengembangan aset manajamen persampahan Rapermen 1 pkt - pkt 0.00% NSPM 4 pkt 3 pkt 75.00% Studi 6 pkt 3 pkt 50.00% Dana 6,000,000,000 Rp 4,797,587,000 Rp 79.96% Bantek 22 pkt 24 pkt % Dana 12,703,879,000 Rp 5,000,000,000 Rp 39.36% Kegiatan pendukung operasional Adm. Kegiatan OB 3,245 OB Kend. Ops. Roda 4 1 unit 16 unit % Kend. Ops. Roda 2 5 unit 21 unit % Dana 10,385,713,000 Rp 9,989,719,000 Rp 96.19% Terselenggaranya pembinaan administrasi dan pengelolaan keuangan Terselenggaranya pembinaan dan pelaksanaan urusan TU, RT dan pengelolaan perlengkapan departemen Terselenggaranya pembinaan hukum dan organisasi Terselenggaranya pengelolaan gedung dan rumah negara Pelatihan 2 pkt 2 lok % Penyus., Pengend. 2 pkt 2 pkt % Pembinaan 2 lap 2 pkt % 2 pkt 2 lok % Penyebarluasan 1 pkt 1 lok % Implementasi 1 pkt 1 pkt % Dana 2,688,163,000 Rp 2,573,040,000 Rp 95.72% Bintek 6 pkt 6 pkt % Pembinaan 5 pkt 5 pkt % Seminar, Gedung 3 pkt 3 pkt % Dana 2,866,465,000 Rp 2,834,490,000 Rp 98.88% Bantuan Hukum 5 pkt 5 pkt % Naskah UU 4 pkt 4 pkt % Sosialisasi 1 pkt 1 pkt % Dana 2,715,135,000 Rp 2,577,542,000 Rp 94.93% Rehab bangunan 5 pkt 5 pkt % Dana 4,200,000,000 Rp 3,446,237,000 Rp 82.05% LAKIP DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA TAHUN 2007 PENGUKURAN KINERJA KEGIATAN Halaman 30 dari 51 halaman

88 Program Uraian Indikator Kinerja Kegiatan Satuan Rencana Tingkat Capaian (Target) Realisasi Persentase Pencapaian Rencana Tingkat Capaian (Target) Ket Terselenggaranya pengembangan SDM dan Adm kepegawaian Penyelenggaraan Pimpinan Kenegaraan dan Kepemimpinan Pembinaan manajemen bidang Cipta Karya Terselenggaranya pengembangan sistem dan evaluasi kinerja Terselenggaranya kegiatan pendukung kelancaran Pemerintah Pembinaan 8 pkt 8 pkt % Studi 8 pkt 8 pkt % Bantuan tugas belajar 1 pkt 1 pkt % Dana 2,979,406,000 Rp 2,878,822,000 Rp 96.62% Peningktn sarana 1 pkt 1 pkt % Pembinaan Habitat 1 pkt 1 pkt % Dana 1,000,000,000 Rp 990,079,000 Rp 99.01% Pegawai 79,156 orang 79,156 orang % Dana 119,833,023,000 Rp 58,972,446,000 Rp 49.21% LAKIP DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA TAHUN 2007 PENGUKURAN KINERJA KEGIATAN Halaman 31 dari 51 halaman

89 Pengukuran Pencapaian Sasaran Tahun 2007 LAMPIRAN 4 FORMULIR PPS Instansi : DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA Sasaran 1 Indikator Sasaran 2 Rencana tingkat capaian (target) (%) 3 Persentase Realisasi (%) Pencapaian Rencana tingkat Ket. capaian (%) % 6 1. Meningkatnya kapasitas produksi PS air 1. Tersedianya AM di kota Lokasi 52 kawasan 60 kawasan % minum hingga mencapai l/dt kecil/pemekaran Pipa 238,651 m 203,742 m 85.37% Kapasitas produksi 502 l/dt 419 l/dt 83.47% Dana 79,079,124,000 Rp 67,389,782,000 Rp 85.22% Hasil 19,500 jiwa 7,550 jiwa 38.72% 2. Tersedianya AM di kota kecil/ikk Lokasi 113 kawasan 110 kawasan 97.35% rawan air/belum ada sistem Pipa 400,961 m 480,519 m % Kapasitas produksi 893 l/dt 654 l/dt 73.24% Dana 336,364,434,000 Rp 116,654,160,000 Rp 34.68% Hasil 33,550 jiwa 37,250 jiwa % 3. Tersedianya PS AM bagi Lokasi 30 lokasi 28 lokasi 93.33% MBR/Rusunawa di kota metro/besar Pipa 102,580 m 98,037 m 95.57% Kapasitas produksi 184 l/dt 70 l/dt 38.04% Dana 26,323,696,000 Rp 21,327,605,000 Rp 81.02% Hasil 3,450 jiwa 3,505 jiwa % 4. Tersedianya AM mendukung Lokasi 11 lokasi 24 lokasi % kawasan kumuh/nelayan Pipa 3,000 m 25,217 m % Kapasitas produksi 30 l/dt 110 l/dt % Dana 14,541,691,000 Rp 14,507,900,000 Rp 99.77% Hasil - jiwa 2,900 jiwa 5. Terselenggaranya bantuan teknis Lokasi 188 kab/kota 163 kab/kota 86.70% SPAM Pipa 18,996 m 22,596 m % Kapasitas produksi 45 l/dt 20 l/dt 44.44% Dana 74,172,843,000 Rp 63,467,366,000 Rp 85.57% Hasil - jiwa - jiwa LAKIP DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA TAHUN 2007 PENGUKURAN PENCAPAIAN SASARAN Halaman 32 dari 51 halaman

90 Sasaran 1 Indikator Sasaran 2 Rencana tingkat capaian (target) (%) 3 Persentase Realisasi (%) Pencapaian Rencana tingkat Ket. capaian (%) % 6 6. Terselenggaranya pembangunan Lokasi 107 lokasi 196 lokasi % SPAM melalui pendekatan Pipa 293,879 m 569,028 m % pemberdayaan masyarakat di desa Kapasitas produksi 311 l/dt 544 l/dt % miskin, rawan air, pesisir,dan desa Dana 129,439,396,000 Rp 88,841,818,000 Rp 68.64% terpencil Hasil 33,900 jiwa 67,400 jiwa % 7. Terselenggaranya PAMSIMAS Lokasi 948 lokasi - lokasi 0.00% Dana 264,428,654,000 Rp - Rp 0.00% - % 0.00% 8. Terselenggaranya pembinaan teknis Bantek 3 paket 3 paket % AM SPAM 8 paket 8 paket % Kapasitas produksi 4 l/dt 4 l/dt % Dana 8,000,000,000 Rp 7,120,092,000 Rp 89.00% 9. Terselenggaranya pembinaan teknis NSPM 5 paket 6 paket % AM Studi 10 paket 17 paket % Dana 11,815,000,000 Rp 10,186,936,000 Rp 86.22% 10. Terselenggaranya kegiatan Lokasi 32 propinsi 32 propinsi % pendukung/lain-lain Dit. PAM Dana 111,345,617,000 Rp 105,409,512,000 Rp 94.67% 11. Terselenggaranya pengembangan Studi 3 laporan 3 laporan % SDM dan Administrasi Dit. BP Gedung Kantor 1,245 m2 1,245 m % Kend. Roda 2 2 unit 2 unit % Sarana Gedung 1 tahun 1 tahun % Dana 1,275,956,000 Rp 1,230,486,000 Rp 96.44% 12. Terselenggaranya pengembangan Studi 13 laporan 13 laporan % sistem evaluasi kinerja Dana 4,480,000,000 Rp 3,736,234,000 Rp 83.40% 13. Terselenggaranya Studi 7 laporan 7 laporan % pembinaan/penyelenggaraan kerjasama internasional Sarana Gedung 17 unit 17 unit % Alat pengolah data 20 unit 20 unit % Dana 8,844,200,000 Rp 4,085,307,000 Rp 46.19% LAKIP DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA TAHUN 2007 PENGUKURAN PENCAPAIAN SASARAN Halaman 33 dari 51 halaman

91 Sasaran 1 Indikator Sasaran 2 Rencana tingkat capaian (target) (%) 3 Persentase Realisasi (%) Pencapaian Rencana tingkat Ket. capaian (%) % Tersusunnya pengkajian dan Studi 1 laporan 1 laporan % pengembangan kebijakan dan Dana 2,000,000,000 Rp 1,382,441,000 Rp 69.12% strategi 15. Terselenggaranya penanggulangan Paket 1 paket 1 paket % darurat AM dan AL Dana 15,000,000,000 Rp 14,513,977,000 Rp 96.76% 2. Meningkatnya akses masyarakat 1. Terselenggaranya pemberdayaan Bantek 50 paket 50 paket % terhadap PS AL termasuk sanitasi masyarakat, pembangunan Dana 20,681,078,000 Rp 18,391,682,000 Rp 88.93% (jamban) nasional mencapai 100% yaitu persampahan dan drainase jiwa di perkotaan dan 2. Pengelolaan sampah terpadu 3R Bantek 28 paket 33 paket % jiwa di perdesaan Dana 16,828,773,000 Rp 14,965,827,800 Rp 88.93% Hasil 79,990 jiwa 87,492 jiwa % 2. Terselenggaranya pembangunan PS Lokasi 185 kab/kota 179 kab/kota 96.76% AL percontohan skala komunitas (SANIMAS) PSAL Komunal 185 unit 179 unit 96.76% Dana 28,783,186,000 Rp 28,084,621,000 Rp 97.57% Hasil 94,640 jiwa 89,500 jiwa 94.57% 3. Berkembangnya cakupan pelayanan air 1. Terselenggaranya pembangunan PS Lokasi 10 kab/kota 9 kab/kota 90.00% limbah terpusat (sewerage system) AL terpusat dan IPAL di kota IPAL 18 unit 25 unit % secara bertahap di 10 kota yang telah metro/besar DSDP 4 pkt 4 paket % membangun sistem ini dan bertambahnya Dana 135,926,902,000 Rp 134,377,335,000 Rp 98.86% jumlah kota yang menerapkan pelayanan Hasil 41,053 jiwa 40,409 jiwa 98.43% air limbah dengan sewerage system 2. Terselenggaranya pembinaan Sub Lokasi 33 propinsi 33 propinsi % menjadi 12 kota Bidang AL Bantek 38 paket 63 paket % Dana 24,521,773,000 Rp 24,276,556,270 Rp 99.00% LAKIP DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA TAHUN 2007 PENGUKURAN PENCAPAIAN SASARAN Halaman 34 dari 51 halaman

92 Sasaran 1 Indikator Sasaran 2 Rencana tingkat capaian (target) (%) 3 Persentase Realisasi (%) Pencapaian Rencana tingkat Ket. capaian (%) % 6 4. Meningkatnya akses masyarakat 1. Terselenggaranya pengembangan Rehab./Pemb. TPA 8 paket 17 paket % terhadap pelayanan persampahan dari TPA persampahan regional Bantek 11 paket 42 paket % kondisi saat ini hingga mencapai Lokasi 15 propinsi 18 propinsi % pelayanan rata-rata 60% di 173 kota, Dana 62,066,594,000 Rp 55,860,592,000 Rp 90.00% termasuk meningkatnya penerapan TPA Hasil 841,273 jiwa 901,386 jiwa % sistem regional terutama untuk kota 2. Terselenggaranya Ecodrain Lokasi 3 lokasi 3 lokasi % metropolitan dan besar termasuk Ecodrain 5 unit 5 unit % tercapainya reduksi sampah hingga 20% Dana 118,198,180,000 Rp 105,093,819,000 Rp 88.91% melalui peningkatan pelaksanaan 3R Hasil - jiwa 192,640 jiwa (reduce, reuse, recycling) sampah di 3. Terselenggaranya bantuan teknis Bantek/DED 25 paket 38 paket % pengelolaan persampahan dan Dana 11,898,073,000 Rp 8,890,785,000 Rp 74.72% drainase 4. Terselenggaranya pembinaan PLP Bantek/DED 42 paket 47 paket % Monev 48 paket 46 paket 95.83% Supervisi 26 paket 28 paket % Dana 30,343,324,000 Rp 27,720,259,000 Rp 91.36% 5. Terselenggaranya tanggap darurat Truk sampah 2 unit 2 unit % PLP Buldozer 4 unit 9 unit % Truk tinja 1 unit 1 unit % Mobil kampanye 6 unit 6 unit % Mobil sampah 2 unit 1 unit 50.00% Mobile pump - unit 1 unit Dana 10,301,854,000 Rp 7,792,834,000 Rp 75.64% Hasil 190,000 jiwa 475,060 jiwa % 6. Tersusunnya pengkajian dan Studi 1 laporan 1 laporan % pengembangan jakstra Dana 500,000,000 Rp 327,489,000 Rp 65.50% 7. Terlaksananya pembinaan dan Pemeliharaan 3 paket 3 paket % pengembangan pemanfaatan data Monitoring, sosialisasi 6 paket 6 paket % dan informasi Dana 6,000,000,000 Rp 5,748,904,000 Rp 95.82% 8. Terselenggaranya penanggulangan Paket 1 paket 1 paket % darurat PS PLP Dana 13,000,000,000 Rp 9,257,361,000 Rp 71.21% LAKIP DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA TAHUN 2007 PENGUKURAN PENCAPAIAN SASARAN Halaman 35 dari 51 halaman

93 Sasaran 1 Indikator Sasaran 2 Rencana tingkat capaian (target) (%) 3 Persentase Realisasi (%) Pencapaian Rencana tingkat Ket. capaian (%) % 6 5. Menurunnya jumlah genangan sebesar 1. Terselenggaranya pembangunan Lokasi 31 kab/kota 28 kab/kota 90.32% 55% dari total genangan sebesar dan perbaikan sistem drainase Panjang drainase 116,694 m 83,207 m 71.30% ha melalui pelayanan drainase primer dan sekunder di kota metro Dana 98,544,380,000 Rp 71,549,346,000 Rp 72.61% dan besar Hasil 116,690 jiwa 166,611 jiwa % 6. Meningkatnya ketersediaan perumahan 1. Terselenggaranya pengembangan Lokasi 95 kab/kota 95 kab/kota % bagi PNS/TNI/Polri/pekerja sebanyak PS perumahan bagi kawasan RSH 32 propinsi 32 propinsi % unit 115 kawasan 121 kawasan % Dana 58,275,808,000 Rp 56,032,011,000 Rp 96.15% Hasil 93,840 unit rumah 166,677 unit rumah % 7. Berfungsinya kembali prasarana dan 1. Terselenggaranya rehabilitasi Lokasi 28 kab/kota 28 kab/kota % sarana permukiman di kawasan eks perumahan dan pembangunan PS 8 propinsi 8 propinsi % bencana alam, kerusuhan sosial, dan permukiman di kawasan eks 50 kawasan 52 kawasan % tanggap darurat untuk mendukung bencana alam Dana 10,404,692,000 Rp 10,208,506,000 Rp 98.11% perumahan sebanyak unit rumah Hasil 6,395 unit rumah 9,790 unit rumah % 2. Terselenggaranya pengembangan Lokasi 1 kawasan 1 kawasan % PS permukiman Pulau Seribu Dana 3,500,000,000 Rp 3,471,278,000 Rp 99.18% 3. Terselenggaranya pelaksanaan Lokasi 13 kab/kota 13 kab/kota % Inpres 6/ kawasan 13 kawasan % Dana 48,900,000,000 Rp 48,845,443,000 Rp 99.89% Hasil 29,300 unit rumah 29,300 unit rumah % 4. Tersedianya cadangan mendesak Paket 1 paket 1 paket % bidang perumahan permukiman Dana 4,000,000,000 Rp 3,772,139,000 Rp 94.30% 5. Terselenggaranya pembinaan Supervisi 2 laporan 2 laporan % rehabilitasi/rekonstruksi rumah pasca gempa bumi DIY dan Jateng Diseminasi 1 paket 1 paket % Pedoman/publikasi 1 paket 1 paket % Dana 18,765,900,000 Rp 16,422,432,000 Rp 87.51% LAKIP DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA TAHUN 2007 PENGUKURAN PENCAPAIAN SASARAN Halaman 36 dari 51 halaman

94 Sasaran 1 Indikator Sasaran 2 Rencana tingkat capaian (target) (%) 3 Persentase Realisasi (%) Pencapaian Rencana tingkat Ket. capaian (%) % 6 8. Terbangunnya prasarana dan sarana 1. Terselenggaranya pembangunan Lokasi 22 kab/kota 22 kab/kota % perumahan dan permukiman yang layak rusunawa Jumlah Hunian 9,672 unit 4,592 unit 47.48% huni dan terjangkau untuk daerah kumuh 101 TB 48 TB 47.52% melalui penyediaan sebanyak unit Dana 426,294,243,000 Rp 420,665,569,531 Rp 98.68% rusunawa 9. Pembinaan bangunan gedung dalam 1. Terehabilitasinya bangunan gedung Kebun raya 4 unit 4 unit % rangka memenuhi standar keselamatan negara dan peningkatan kebun Istana Presiden 5 unit 5 unit % dan bangunan dan pengelolaan rumah raya/istana presiden Gedung negara 4 unit 4 unit % negara Dana 78,938,729,000 Rp 67,965,858,000 Rp 86.10% 2. Terlaksananya pembinaan Bantek& sosialisasi 10 paket 7 paket 70.00% bangunan gedung Laporan 10 laporan Dana 3,470,000,000 Rp 2,987,670,000 Rp 86.10% 3. Terselenggaranya pengelolaan Bantek 10 laporan 7 laporan 70.00% gedung dan rumah negara Laporan 9 laporan NSPM 2 NSPM Dana 3,780,000,000 Rp 3,254,580,000 Rp 86.10% 4. Terselenggaranya bantuan teknis Studi 20 laporan 26 laporan % program pengembangan permukiman (pusat) Dana 26,450,000,000 Rp 24,363,131,000 Rp 92.11% 10. Meningkatnya kualitas kawasan kumuh, 1. Tersedianya PSD untuk peningkatan Lokasi 153 kawasan 153 kawasan % desa tradisional, desa nelayan, dan desa kualitas permukiman kumuh Dana 109,853,800,000 Rp 94,584,122,000 Rp 86.10% eks transmigrasi di 150 kawasan LAKIP DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA TAHUN 2007 PENGUKURAN PENCAPAIAN SASARAN Halaman 37 dari 51 halaman

95 Sasaran 1 Indikator Sasaran 2 Rencana tingkat capaian (target) (%) 3 Persentase Realisasi (%) Pencapaian Rencana tingkat Ket. capaian (%) % Peningkatan produktivitas fungsi kawasan 1. Meningkatnya kualitas lingkungan Lokasi 39 kawasan 39 kawasan % permukiman tradisional/bersejarah Dana 34,098,990,000 Rp 29,359,230,000 Rp 86.10% 2. Terselenggaranya bantuan teknis Lokasi 33 propinsi 32 propinsi 96.97% perkotaan dan revitalisasi kawasan bersejarah, pariwisata, dan kawasan lain yang menurun kualitasnya serta pembinaan ruang terbuka hijau di 150 dalam pengelolaan RTH di Bantuan teknis 38 laporan 38 laporan % Dana 1,910,000,000 Rp 1,644,510,000 Rp 86.10% 3. Terselenggaranya administrasi Studi 32 laporan 32 laporan % kegiatan, evaluasi/laporan kegiatan, Dana 25,698,893,000 Rp 22,126,747,000 Rp 86.10% pengawasan/supervisi konstruksi 4. Terselenggaranya perencanaan Studi, bantek & sos 11 paket 11 paket % teknis dan pengaturan (PBL pusat) Dana 6,676,000,000 Rp 5,748,036,000 Rp 86.10% 5. Terselenggaranya penataan Studi 8 paket 8 paket % lingkungan permukiman wilayah I Dana 5,540,000,000 Rp 4,769,940,000 Rp 86.10% dan II (pusat) 6. Terselenggaranya penataan dan Lokasi 63 kawasan 63 kawasan % revitalisasi kawasan Fasilitas pariwisata 63 paket 63 paket % Dana 107,000,000,000 Rp 92,073,232,000 Rp 86.05% 12. Meningkatnya kualitas permukiman di 1. Terselenggaranya peningkatan Lokasi 150 kab/kota 150 kab/kota % perdesaan pada 665 kawasan (KTP2D) infrastruktur perdesaan skala 32 propinsi 32 propinsi % kawasan 149 kawasan 157 kawasan % Dana 160,892,700,000 Rp 160,728,987,000 Rp 99.90% 13. Meningkatnya kapasitas masyarakat 1. Terlaksananya penanggulangan Lokasi 834 kecamatan 834 kecamatan % miskin perkotaan melalui program kemiskinan perkotaan (P2KP) dan 7,273 kelurahan 7,273 kelurahan % penanggulangan kemiskinan perkotaan pemberdayaan masyarakat Dana 2,068,172,300,000 Rp 1,742,910,990,000 Rp 84.27% (P2KP) di kelurahan perkotaan (PNPM) LAKIP DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA TAHUN 2007 PENGUKURAN PENCAPAIAN SASARAN Halaman 38 dari 51 halaman

96 Sasaran 1 Indikator Sasaran 2 Rencana tingkat capaian (target) (%) 3 Persentase Realisasi (%) Pencapaian Rencana tingkat Ket. capaian (%) % Terbangunnya sarana dan prasarana 1. Terselenggaranya pembinaan Monev 14 paket 14 paket % perdesaan skala komunitas untuk pembangunan infrastruktur Dana 15,845,500,000 Rp 13,186,221,155 Rp 83.22% desa tertinggal perdesaan 2. Terselenggaranya infrastruktur Lokasi 2,289 desa 2,280 desa 99.61% perdesaan skala komunitas Dana 688,422,513,000 Rp 667,417,501,000 Rp 96.95% 3. Terselenggaranya bantuan teknis Bantek 2 paket 2 paket % pengembangan PLP (pusat) Dana 800,000,000 Rp 800,000,000 Rp % Hasil 30 jiwa 30 jiwa % 4. Terselenggaranya pembinaan Publikasi 1 paket 1 paket % pengembangan data dan informasi Dana 400,000,000 Rp 390,988,000 Rp 97.75% 5. Terselenggaranya pembinaan dan Studi 11 laporan 11 laporan % penyusunan program, rencana kerja, Sosialisasi 2 paket 2 paket % dan anggaran Bantuan PS 1 paket 1 paket % Dana 18,800,000,000 Rp 13,107,598,000 Rp 69.72% 15. Meningkatnya sarana dan prasarana 1. Terselenggaranya PS kawasan Lokasi 83 kawasan 83 kawasan % kawasan agropolitan sebanyak 238 agropolitan 32 propinsi 32 propinsi % kawasan Dana 142,574,000,000 Rp 142,049,441,000 Rp 99.63% Hasil 613,200 jiwa 613,200 jiwa % 16. Meningkatnya kualitas lingkungan 1. Terselenggaranya pengembangan Lokasi 16 kab/kota 16 kab/kota % permukiman kumuh seluas ha kawasan eks transmigrasi (PSD 12 propinsi 12 propinsi % untuk jiwa melalui permukiman) 19 kawasan 20 kawasan % pemberdayaan masyarakat Dana 37,400,000,000 Rp 35,726,098,000 Rp 95.52% 2. Terselenggaranya peningkatan Lokasi 397 kelurahan 397 kelurahan % lingkungan permukiman perkotaan 32 kab/kota 32 kab/kota % Luas area 3,960 ha 3,960 ha % Dana 41,421,395,000 Rp 40,944,864,000 Rp 98.85% LAKIP DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA TAHUN 2007 PENGUKURAN PENCAPAIAN SASARAN Halaman 39 dari 51 halaman

97 Sasaran 1 Indikator Sasaran 2 Rencana tingkat capaian (target) (%) 3 Persentase Realisasi (%) Pencapaian Rencana tingkat Ket. capaian (%) % 6 3. Tersusunnya rencana NSPM 11 laporan 4 laporan 36.36% pemberdayaan komunitas Bantek - 9 pkt perumahan Laporan - 13 laporan Dana 4,982,287,000 Rp 4,289,749,000 Rp 86.10% 4. Terselenggaranya pembinaan teknis Bantek, pelatihan 357 laporan 357 laporan % bangunan gedung Kawasan 46 RTBL 46 RTBL % Dana 63,571,633,000 Rp 54,735,176,000 Rp 86.10% 17. Meningkatnya kualitas dan 1. Terselenggaranya pendampingan Pedoman 111 paket 111 paket % Dana 18,867,392,000 Rp 16,244,825,000 Rp 86.10% operasionalisasi pengaturan penyelenggaraan pekerjaan umum melalui 300 pendampingan dan penyusunan 130 pedoman dalam pemberdayaan komunitas perumahan dan penyusunan pedoman 18. Berfungsinya sarana dan prasarana 1. Terbangunnya PS permukiman di Lokasi 40 kab/kota 40 kab/kota % permukiman di pulau kecil dan kawasan pulau kecil, kawasan terpencil 27 propinsi 27 propinsi % terpencil di 11 propinsi 52 kawasan 53 kawasan % Dana 28,905,500,000 Rp 28,865,535,000 Rp 99.86% 19. Terbangunnya sarana dan prasarana 1. Pembangunan infrastruktur di Lokasi 25 kab/kota 25 kab/kota % perumahan dan permukiman di daeah wilayah perbatasan 12 propinsi 12 propinsi % perbatasan sebanyak 60 kawasan pada 7 44 kawasan 44 kawasan % propinsi Dana 80,700,000,000 Rp 79,825,906,000 Rp 98.92% 20. Teraplikasinya analisa kajian, strategi, 1. Terselenggaranya pengembalian Lokasi 32 propinsi 32 propinsi % termasuk jakstra, permodelan dan fungsi kawasan permukiman 7 kab/kota 6 kab/kota 85.71% rencana tindak pengembangan kawasan, metropolitan melalui peremajaan Dana 43,320,000,000 Rp 42,805,181,000 Rp 98.81% pengembangan wilayah strategis dan cepat tumbuh prioritas di 32 propinsi LAKIP DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA TAHUN 2007 PENGUKURAN PENCAPAIAN SASARAN Halaman 40 dari 51 halaman

98 Sasaran 1 Indikator Sasaran 2 Rencana tingkat capaian (target) (%) 3 Persentase Realisasi (%) Pencapaian Rencana tingkat Ket. capaian (%) % Tersedianya dan terkelolanya prasarana 1. Tersusunnya pengkajian dan Studi 19 laporan 19 laporan % pengembangan kebijakan dan Dana 16,000,000,000 Rp 15,322,718,000 Rp 95.77% strategi serta terselenggaranya dan sarana wilayah, terfasilitasinya pengerahan, penempatan dan pengelolaan sarana prasarana transmigrasi, serta terkoordinasikannya percepatan pembangunan infrastruktur pendukung wilayah di 32 propinsi pengembangan SDM 2. Terselenggaranya pembinaan dan Studi 11 laporan 11 laporan % penyusunan program, rencana kerja, Dana 10,000,000,000 Rp 9,279,655,000 Rp 92.80% dan anggaran 22. Meningkatnya kapasitas Pemda dalam 1. Terselenggaranya pembinaan teknis Rapermen 1 paket - paket 0.00% penyelenggaraan konstruksi dan AM NSPM 4 paket 3 paket 75.00% keselamatan bangunan serta penataan Studi 6 paket 3 paket 50.00% lingkungan permukiman Dana 6,000,000,000 Rp 4,797,587,000 Rp 79.96% 2. Terselenggaranya pengembangan Bantek 22 paket 24 paket % aset manajemen persampahan Dana 12,703,879,000 Rp 8,785,448,000 Rp 69.16% 3. Kegiatan pendukung operasional Adm. Kegiatan - OB 3,245 OB Kend. Ops. Roda 4 1 unit 16 unit % Kend. Ops. Roda 2 5 unit 21 unit % Dana 10,385,713,000 Rp 9,989,719,000 Rp 96.19% 4. Terselenggaranya pembinaan Pelatihan 2 lokasi 2 lokasi % administrasi dan pengelolaan Peny., pengend. 2 paket 2 paket % keuangan Pembinaan 2 paket 2 paket % 2 lokasi 2 lokasi % Penyebarluasan 1 lokasi 1 lokasi % Implementasi 1 paket 1 paket % Dana 2,688,163,000 Rp 2,573,040,000 Rp 95.72% 5. Terselenggaranya pembinaan dan Bintek 6 paket 6 paket % pelaksanaan urusan TU, RT, dan pengelolaan perlengkapan departemen Pembinaan 5 paket 5 paket % Seminar, Gedung 3 paket 3 paket % Dana 2,866,465,000 Rp 2,834,490,000 Rp 98.88% LAKIP DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA TAHUN 2007 PENGUKURAN PENCAPAIAN SASARAN Halaman 41 dari 51 halaman

99 Sasaran 1 Indikator Sasaran 2 Rencana tingkat capaian (target) (%) 3 Persentase Realisasi (%) Pencapaian Rencana tingkat Ket. capaian (%) % 6 6. Terselenggaranya pembinaan Bantuan hukum 5 paket 5 paket % hukum dan organisasi Naskah UU 4 paket 4 paket % Sosialisasi 1 paket 1 paket % Dana 2,715,135,000 Rp 2,577,542,000 Rp 94.93% 7. Terselenggaranya pengelolaan Rehab. Bangunan 5 paket 5 paket % gedung Dana 4,200,000,000 Rp 3,446,237,000 Rp 82.05% 8. Terselenggaranya pengembangan Pembinaan 8 paket 8 paket % SDM dan administrasi kepegawaian Studi 8 paket 8 paket % Bantuan tugas belajar 1 paket 1 paket % Dana 2,979,406,000 Rp 2,878,822,000 Rp 96.62% 9. Terselenggaranya pengembangan Peningkt. Sarana 1 paket 1 paket % sistem dan evaluasi kinerja Pembinaan 1 paket 1 paket % Dana 1,000,000,000 Rp 990,079,000 Rp 99.01% 23. Meningkatnya kapasitas SDM penunjang 1. Terselenggaranya kegiatan Pegawai 79,156 orang 79,156 orang % tugas Pimpinan melalui penyelenggaraan pendukung kelancaran pemerintah Dana 119,833,023,000 Rp 58,972,446,000 Rp 49.21% berbagai pelatihan dan bimbingan teknis di bid. CK sebanyak orang LAKIP DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA TAHUN 2007 PENGUKURAN PENCAPAIAN SASARAN Halaman 42 dari 51 halaman

100 AM RENCANA REALISASI KAP JIWA PLP JIWA BANGKIM RUMAH AGRO JIWA KWS RUSUNAWA PBL KWS. KUMUH KWS. TRAD P2KP BANTEK PEDOMAN PPIP

101 AM RENCANA KAP REALISASI JIWA PLP JIWA BANGKIM RUMAH AGRO JIWA KWS RUSUNAWA PBL KWS. KUMUH KWS. TRAD P2KP BANTEK PEDOMAN PPIP

102 EVALUASI PROGRES REPORT REALISASI PELAKSANAAN KEGIATAN FORMULIR 8 DIBANDINGKAN DENGAN REALISASI PELAKSANAAN YANG TERTUANG DALAM LAKIP NO URAIAN RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) INDIKATOR KINERJA SATUAN INDIKATOR KINERJA TINGKAT CAPAIAN INDIKATOR KINERJA INDIKATOR KINERJA (5:8) Pengembangan sistem penyediaan Tersedianya AM di kota Lokasi kwsn 52 Tersedianya AM di kota Lokasi kwsn air minum dan pengelolaan sanitasi kecil/pemekaran Pipa m 238,651 kecil/pemekaran Pipa m 203, Kapasitas produksi l/dtk 502 Kapasitas produksi l/dtk Dana Rp 79,079,124,000 Dana Rp 67,389,782, Hasil jiwa 19,500 Hasil jiwa 7, Tersedianya AM di kota kecil/ikk Lokasi kwsn 113 Tersedianya AM di kota kecil/ikk Lokasi kwsn rawan air/ belum ada sistem Pipa m 400,961 rawan air/ belum ada sistem Pipa m 480, Kapasitas produksi l/dtk 893 Kapasitas produksi l/dtk Dana Rp 336,364,434,000 Dana Rp 116,654,160, Hasil jiwa 33,550 Hasil jiwa 37, Tersedianya PS AM bg MBR/ Lokasi lok 30 Tersedianya PS AM bg MBR/ Lokasi lok Rusunawa di kota metro/besar Pipa m 102,580 Rusunawa di kota metro/besar Pipa m 98, Kapasitas produksi l/dtk 184 Kapasitas produksi l/dtk Dana Rp 26,323,696,000 Dana Rp 21,327,605, Hasil jiwa 3,450 Hasil jiwa 3, Tersedianya AM mendukung Lokasi lok 11 Tersedianya AM mendukung Lokasi lok kawasan kumuh/nelayan Pipa m 3,000 kawasan kumuh/nelayan Pipa m 25, Kapasitas produksi l/dtk 30 Kapasitas produksi l/dtk Dana Rp 14,541,691,000 Dana Rp 14,507,900, Hasil jiwa - Hasil jiwa 2,900 - Terselenggaranya bantuan teknis Lokasi kab/kota 188 Terselenggaranya bantuan teknis Lokasi kab/kota SPAM Pipa m 18,996 SPAM Pipa m 22, Kapasitas produksi l/dtk 45 Kapasitas produksi l/dtk Dana Rp 74,172,843,000 Dana Rp 63,467,366, Hasil jiwa - Hasil jiwa - Terselenggaranya pemb SPAM mll Lokasi lok 107 Terselenggaranya pemb SPAM mll Lokasi lok pendekatan pemberdayaan masy Pipa m 293,879 pendekatan pemberdayaan masy Pipa m 569, di desa miskin, rawan air, pesisir Kapasitas produksi l/dtk 311 di desa miskin, rawan air, pesisir Kapasitas produksi l/dtk dan desa terpencil Dana Rp 129,439,396,000 dan desa terpencil Dana Rp 88,841,818, Hasil jiwa 33,900 Hasil jiwa 67, Terselenggaranya PAMSIMAS Lokasi lok 948 Terselenggaranya PAMSIMAS Lokasi lok - Dana Rp 264,428,654,000 Dana Rp - Hasil % 100 Hasil % 2. Peningkatan kapasitas masy dlm Terselenggaranya pembinaan Bantek pkt 3 Terselenggaranya pembinaan Bantek pkt pemb air minum teknis AM SPAM pkt 8 teknis AM SPAM pkt Kapasitas produksi l/dtk 4 Kapasitas produksi l/dtk Dana Rp 8,000,000,000 Dana Rp 7,120,092, Hasil % 100 Hasil % Pembinaan teknik air minum Terselenggaranya pembinaan NSPM pkt 5 Terselenggaranya pembinaan NSPM pkt teknis AM Studi pkt 10 teknis AM Studi pkt LAKIP DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA Dana Rp 11,815,000,000 Dana Rp 10,186,936, TAHUN 2007 Hasil % RENCANA KINERJA 100 TAHUNAN Hasil % 100Halaman 45 dari halaman Terselenggaranya kegiatan Lokasi prop 32 Terselenggaranya kegiatan Lokasi prop SATUAN TINGKAT CAPAIAN DEVIASI

103 NO URAIAN RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) INDIKATOR KINERJA SATUAN INDIKATOR KINERJA TINGKAT CAPAIAN INDIKATOR KINERJA INDIKATOR KINERJA (5:8) pendukung/ lain2 Dit. AM Dana Rp 111,345,617,000 pendukung/ lain2 Dit. AM Dana Rp 105,409,512, Hasil % 100 Hasil % Terselenggaranya pengemb SDM Studi lap 3 Terselenggaranya pengemb SDM Studi lap dan Adm Dit BP Gedung Kantor m2 1,245 dan Adm Dit BP Gedung Kantor m2 1, Kend. roda 2 unit 2 Kend. roda 2 unit Sarana Gedung thn 1 Sarana Gedung thn Dana Rp 1,275,956,000 Dana Rp 1,230,486, Hasil % 100 Hasil % Terselenggaranya pengemb Studi lap 13 Terselenggaranya pengemb Studi lap sistem evaluasi kinerja Dana Rp 4,480,000,000 sistem evaluasi kinerja Dana Rp 3,736,234, Hasil % 100 Hasil % Terselenggaranya pembinaan/ Studi lap 7 Terselenggaranya pembinaan/ Studi lap penyelenggaraan kerjasama Sarana Gedung unit 17 penyelenggaraan kerjasama Sarana Gedung unit internasional Alat pengolah data unit 20 internasional Alat pengolah data unit Dana Rp 8,844,200,000 Dana Rp 4,085,307, Hasil % 100 Hasil % Tersusunnya pengkajian dan Studi lap 1 Tersusunnya pengkajian dan Studi lap pengembangan kebijakan dan Dana Rp 2,000,000,000 pengembangan kebijakan dan Dana Rp 1,382,441, strategi Hasil % 100 strategi Hasil % Terselenggaranya Paket pkt 1 Terselenggaranya Paket pkt penanggulangan darurat AM dan Dana Rp 15,000,000,000 penanggulangan darurat AM dan Dana Rp 14,513,977, AL Hasil % 100 AL Hasil % Peningkatan kapasitas masy dlm Terselenggaranya pemberdayaan Bantek pkt 50 Terselenggaranya pemberdayaan Bantek pkt pembangunan PLP masy, pembangunan Dana Rp 20,681,078,000 masy, pembangunan Dana Rp 18,391,682, persampahan dan drainase Hasil % 100 persampahan dan drainase Hasil % Pengelolaan sampah terpadu 3R Bantek pkt 28 Pengelolaan sampah terpadu 3R Bantek pkt Dana Rp 16,828,773,000 Dana Rp 14,965,827, Hasil jiwa 79,990 Hasil jiwa 87, Pengembangan sistem penyediaan Terselenggaranya pemb PS AL Lokasi kab/kota 185 Terselenggaranya pemb PS AL Lokasi kab/kota air minum dan pengolahan sanitasi percontohan skala komunitas PSAL Komunal unit 185 percontohan skala komunitas PSAL Komunal unit (SANIMAS) Dana Rp 28,783,186,000 (SANIMAS) Dana Rp 28,084,621, Hasil jiwa 94,640 Hasil jiwa 89, Pengembangan sistem penyediaan Terselenggaranya pemb PS AL Lokasi kab/kota 10 Terselenggaranya pemb PS AL Lokasi kab/kota air minum dan pengelolaan sanitasi terpusat dan IPAL di kota metro/ IPAL unit 18 terpusat dan IPAL di kota metro/ IPAL unit besar DSDP pkt 4 besar DSDP pkt Dana Rp 135,926,902,000 Dana Rp 134,377,335, Hasil jiwa 41,053 Hasil jiwa 40, Terselenggaranya pembinaan sub Lokasi prop 33 Terselenggaranya pembinaan sub Lokasi prop bid AL Bantek pkt 38 bid AL Bantek pkt Dana Rp 24,521,773,000 Dana Rp 24,276,556, Hasil % 100 Hasil % Pengembangan sistem drainase Terselenggaranya pengembangan Rehab/Pemb TPA pkt 8 Terselenggaranya pengembangan Rehab/Pemb TPA pkt dan pengelolaan persampahan TPA persampahan regional Bantek pkt 11 TPA persampahan regional Bantek pkt Lokasi prop 15 Lokasi prop Dana Rp 62,066,594,000 Dana Rp 39,790,178, Hasil jiwa 841,273 Hasil jiwa 901, Terselenggaranya Ecodrain Lokasi lok 3 Terselenggaranya Ecodrain Lokasi lok LAKIP DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA Ecodrain unit 5 Ecodrain unit TAHUN 2007 Dana Rp RENCANA 118,198,180,000 KINERJA TAHUNAN Dana Rp 105,093,819,000Halaman 46 dari halaman Hasil jiwa - Hasil jiwa 192,640 - SATUAN TINGKAT CAPAIAN DEVIASI

104 NO URAIAN RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) INDIKATOR KINERJA SATUAN INDIKATOR KINERJA TINGKAT CAPAIAN INDIKATOR KINERJA INDIKATOR KINERJA (5:8) Terselenggaranya bantuan teknis Bantek pkt 25 Terselenggaranya bantuan teknis Bantek pkt pengelolaan persampahan dan Dana Rp 11,898,073,000 pengelolaan persampahan dan Dana Rp 8,890,785, drainase Hasil % 100 drainase Hasil % Terselenggaranya pembinaan PLP Bantek pkt 42 Terselenggaranya pembinaan PLP Bantek pkt Monev pkt 48 Monev pkt Supervisi pkt 26 Supervisi pkt Dana Rp 30,343,324,000 Dana Rp 27,720,259, Hasil % 100 Hasil % Terselenggaranya tanggap darurat Truk sampah unit 2 Terselenggaranya tanggap darurat Truk sampah unit PLP Buldozer unit 4 PLP Buldozer unit Truk Tinja unit 1 Truk Tinja unit Mobil Kampanye unit 6 Mobil Kampanye unit Motor Sampah unit 2 Motor Sampah unit Mobile Pump unit - Mobile Pump unit 1 - Dana Rp 10,301,854,000 Dana Rp 7,792,834, Hasil jiwa 190,000 Hasil jiwa 475, Tersusunnya pengkajian dan Studi lap 1 Tersusunnya pengkajian dan Studi lap pengembangan jakstra Dana Rp 500,000,000 pengembangan jakstra Dana Rp 327,489, Hasil % 100 Hasil % Terlaksananya pembinan dan Pemeliharaaan pkt 3 Terlaksananya pembinan dan Pemeliharaaan pkt pengemb pemanfaatan data dan Monitoring, Sosialisa pkt 6 pengemb pemanfaatan data dan Monitoring, Sosialisa pkt informasi Dana Rp 6,000,000,000 informasi Dana Rp 5,748,904, Hasil % 100 Hasil % Terselenggaranya Paket pkt 1 Terselenggaranya Paket pkt penanggulangan darurat PS PLP Dana Rp 13,000,000,000 penanggulangan darurat PS PLP Dana Rp 9,257,361, Hasil % 100 Hasil % Pengembangan sistem drainase Terselenggaranya pembangunan Lokasi kab/kota 31 Terselenggaranya pembangunan Lokasi kab/kota dan pengelolaan persampahan dan perbaikan sistem drainase Panjang drainase m 116,694 dan perbaikan sistem drainase Panjang drainase m 83, primer dan sekunder di kota metro Dana Rp 98,544,380,000 primer dan sekunder di kota metro Dana Rp 71,549,346, dan besar Hasil jiwa 116,690 dan besar Hasil jiwa 166, Pengembangan perumahan dan Terselenggaranya pengembangan Lokasi kab/kota 95 Terselenggaranya pengembangan Lokasi kab/kota permukiman PS perumahan bagi kwsn RSH prop 32 PS perumahan bagi kwsn RSH prop kwsn 115 kwsn Dana Rp 58,275,808,000 Dana Rp 56,032,011, Hasil unit rumah 93,840 Hasil unit rumah 166, Pengembangan perumahan dan Terselenggaranya rehabilitasi Lokasi kab/kota 28 Terselenggaranya rehabilitasi Lokasi kab/kota permukiman perumahan dan pembangunan PS prop 8 perumahan dan pembangunan PS prop permukiman di kwsn eks bencana kwsn 50 permukiman di kwsn eks bencana kwsn alam Dana Rp 10,404,692,000 alam Dana Rp 10,208,506, Hasil unit rumah 6,395 Hasil unit rumah 9, Terselenggaranya pengembangan Lokasi kwsn 1 Terselenggaranya pengembangan Lokasi kwsn PS permukiman Pulau Seribu Dana Rp 3,500,000,000 PS permukiman Pulau Seribu Dana Rp 3,471,278, Hasil % 100 Hasil % Terselenggaranya pelaksanaan Lokasi kab/kota 13 Terselenggaranya pelaksanaan Lokasi kab/kota INPRES 06/2003 kwsn 13 INPRES 06/2003 kwsn Dana Rp 48,900,000,000 Dana Rp 48,845,443, Hasil unit rumah 29,300 Hasil unit rumah 29, LAKIP DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA Tersedianya cadangan mendesak Paket pkt 1 Tersedianya cadangan mendesak Paket pkt TAHUN 2007 bid Perumahan permukiman Dana Rp RENCANA KINERJA 4,000,000,000 TAHUNAN bid Perumahan permukiman Dana Rp 3,772,139,000Halaman 47 dari halaman Hasil % 100 Hasil % SATUAN TINGKAT CAPAIAN DEVIASI

105 NO URAIAN RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) INDIKATOR KINERJA SATUAN INDIKATOR KINERJA TINGKAT CAPAIAN INDIKATOR KINERJA INDIKATOR KINERJA (5:8) 11. Pengembangan perumahan dan Terselenggaranya pembinaan Supervisi lap 2 Terselenggaranya pembinaan Supervisi lap permukiman rehab/ rekon rumah pasca gempa Diseminasi pkt 1 rehab/ rekon rumah pasca gempa Diseminasi pkt DIY dan Jateng Pedoman/Publikasi pkt 1 DIY dan Jateng Pedoman/Publikasi pkt Dana Rp 18,765,900,000 Dana Rp 16,422,432, Hasil % 100 Hasil % Pengembangan perumahan dan Terselenggaranya pemb. Lokasi kab/kota 22 Terselenggaranya pemb. Lokasi kab/kota permukiman Rusunawa Jumlah hunian unit 9,672 Rusunawa Jumlah hunian unit 4, TB 101 TB Dana Rp 426,294,243,000 Dana Rp 420,665,569, Hasil % 100 Hasil % Rehabilitasi bangunan gedung Terehabilitasinya bangunan Kebun raya unit 4 Terehabilitasinya bangunan Kebun raya unit negara gedung negara dan peningkatan Istana presiden unit 5 gedung negara dan peningkatan Istana presiden unit kebun raya/istana presiden Gedung negara unit 4 kebun raya/istana presiden Gedung negara unit Dana Rp 78,938,729,000 Dana Rp 67,965,858, Hasil % 100 Hasil % Terlaksananya pembinaan Bantek & sosialisasi pkt 10 Terlaksananya pembinaan Bantek & sosialisasi pkt bangunan gedung Dana Rp 3,470,000,000 bangunan gedung Dana Rp ,000, Hasil % 100 Hasil % 2,987,670, Terselenggaranya pengelolaan Bantek lap 10 Terselenggaranya pengelolaan Bantek lap gedung dan rumah negara Dana Rp 3,780,000,000 gedung dan rumah negara Dana Rp 7 540,000, Hasil % 100 Hasil % Pembinaan pelaksanaan Terselenggaranya bantuan teknis Studi lap 20 Terselenggaranya bantuan teknis Studi lap pengembangan perumahan prog. Pengembangan permukiman Dana Rp 26,450,000,000 prog. Pengembangan permukiman Dana Rp 3,254,580, (pusat) Hasil % 100 (pusat) Hasil % Pembangunan infrastruktur Tersedianya PSD utk peningkatan Lokasi kwsn 153 Tersedianya PSD utk peningkatan Lokasi kwsn kawasan kumuh kualitas permukiman kumuh Dana Rp 109,853,800,000 kualitas permukiman kumuh Dana Rp 24,363,131, Hasil % 100 Hasil % Pembangunan kawasan perkim Meningkatnya kualitas lingkungan Lokasi kwsn 39 Meningkatnya kualitas lingkungan Lokasi kwsn tradisional/ bersejarah permukiman tradisional/bersejarah Dana Rp 34,098,990,000 permukiman tradisional/bersejarah Dana Rp 29,359,230, Hasil % 100 Hasil % Terselengaranya bantuan teknis Lokasi prop 33 Terselengaranya bantuan teknis Lokasi prop dlm pengelolaan RTH di perkotaan Bantuan teknis lap 38 dlm pengelolaan RTH di perkotaan Bantuan teknis lap Dana Rp 1,910,000,000 Dana Rp 1,644,510, Hasil % 100 Hasil % Terselenggaranya adm kegiatan, Studi lap 32 Terselenggaranya adm kegiatan, Studi lap evaluasi/laporan kegiatan, Dana Rp 25,698,893,000 evaluasi/laporan kegiatan, Dana Rp 22,126,747, pengawasan/supervisi konstruksi Hasil % 100 pengawasan/supervisi konstruksi Hasil % Terselenggaranya perencanaan Studi, Bantek & sos pkt 11 Terselenggaranya perencanaan Studi, Bantek & sos pkt teknis dan pengaturan (PBL pusat) Dana Rp 6,676,000,000 teknis dan pengaturan (PBL pusat) Dana Rp 5,748,036,000 5,748,036, Hasil % 100 Hasil % Terselenggaranya penataan Studi pkt 8 Terselenggaranya penataan Studi pkt lingkungan permukiman wil I dan II Dana Rp 5,540,000,000 lingkungan permukiman wil I dan II Dana Rp 4,769,940,000 4,769,940, (pusat) Hasil % 100 (pusat) Hasil % Penataan dan revitalisasi kawasan Terselenggaranya penataan dan Lokasi kwsn 63 Terselenggaranya penataan dan Lokasi kwsn revitalisasi kawasan Fasilitas pariwisata pkt 63 revitalisasi kawasan Fasilitas pariwisata pkt Dana Rp 107,000,000,000 Dana Rp 92,073,232, LAKIP DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA Hasil % 100 Hasil % TAHUN Pembangunan infrastruktur Terselenggaranya peningkatan Lokasi kab/kota RENCANA KINERJA 150 TAHUNAN Terselenggaranya peningkatan Lokasi kab/kota 150Halaman 48 dari halaman perdesaan skala kawasan infrastruktur perdesaan skala prop 32 infrastruktur perdesaan skala prop SATUAN TINGKAT CAPAIAN DEVIASI

106 NO URAIAN RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) INDIKATOR KINERJA SATUAN INDIKATOR KINERJA TINGKAT CAPAIAN INDIKATOR KINERJA INDIKATOR KINERJA (5:8) kawasan kws 149 kawasan kws Dana Rp 160,892,700,000 Dana Rp 160,728,987, Hasil % 100 Hasil % Penanggulangan kemiskinan di Terlaksananya penanggulangan Lokasi kec 834 Terlaksananya penanggulangan Lokasi kec perkotaan (P2KP) kemiskinan perkotaan (P2KP) dan kel 7,273 kemiskinan perkotaan (P2KP) dan kel 7, pemberdayaan masyarakat Dana Rp 2,068,172,300,000 pemberdayaan masyarakat Dana Rp 1,742,910,990, perkotaan (PNPM) Hasil % 100 perkotaan (PNPM) Hasil % Pembangunan infrastruktur Terselenggaranya pembinaan Studi Paket 14 Terselenggaranya pembinaan Studi Paket perdesaan skala komunitas pembangunan infrastruktur Dana Rp 15,845,500,000 pembangunan infrastruktur Dana Rp 13,186,221, perdesaan Hasil % 100 perdesaan Hasil % Terselenggaranya infrastruktur Lokasi desa 2,289 Terselenggaranya infrastruktur Lokasi desa 2, perdesaan skala komunitas Dana Rp 688,422,513,000 perdesaan skala komunitas Dana Rp 667,417,501, Hasil % 100 Hasil % Pembinaan dan pengembangan Terselenggaranya bantuan teknis Bantek pkt 2 Terselenggaranya bantuan teknis Bantek pkt keberdayaan masy perdesaan pengemb PLP (pusat) Dana Rp 800,000,000 pengemb PLP (pusat) Dana Rp 800,000, Hasil jiwa 30 Hasil jiwa Terselenggaranya pembinaan Publikasi pkt 1 Terselenggaranya pembinaan Publikasi pkt pengemb data dan informasi Dana Rp 400,000,000 pengemb data dan informasi Dana Rp 390,988, Hasil % 100 Hasil % Terselenggaranya pembinaan dan Studi lap 11 Terselenggaranya pembinaan dan Studi lap penyusunan program, rencana Sosialisasi pkt 2 penyusunan program, rencana Sosialisasi pkt kerja dan anggaran Bantuan PS pkt 1 kerja dan anggaran Bantuan PS pkt Dana Rp 18,800,000,000 Dana Rp 13,107,598, Hasil % 100 Hasil % Pengembangan prasarana dan Terselenggaranya PS kawasan Lokasi kwsn 83 Terselenggaranya PS kawasan Lokasi kwsn sarana desa agropolitan agropolitan prop 32 agropolitan prop Dana Rp 142,574,000,000 Dana Rp 142,049,441, Hasil jiwa 613,200 Hasil jiwa 613, Penataan lingkungan permukiman Terselenggaranya pengembangan Lokasi kab/kota 16 Terselenggaranya pengembangan Lokasi kab/kota kws eks transmigrasi (PSD prop 12 kws eks transmigrasi (PSD prop Perkim) kwsn 19 Perkim) kwsn Dana Rp 37,400,000,000 Dana Rp 35,726,098, Hasil % 100 Hasil % Terselenggaranya peningkatan Lokasi kel 397 Terselenggaranya peningkatan Lokasi kel lingkungan permukiman perkotaan kab/kota 32 lingkungan permukiman perkotaan kab/kota Luas area Ha 3,960 Luas area Ha 3, Dana Rp 41,421,395,000 Dana Rp 40,944,864, Hasil % 100 Hasil % Tersusunnya rencana NSPM lap 11 Tersusunnya rencana NSPM lap pemberdayaan komunitas Dana Rp 4,982,287,000 pemberdayaan komunitas Dana Rp 4,289,749, perumahan Hasil % 100 perumahan Hasil % Terselenggaranya pembinaan Bantek, Pelatihan lap 357 Terselenggaranya pembinaan Bantek, Pelatihan lap teknis bangunan gedung Kawasan RTBL 46 teknis bangunan gedung Kawasan RTBL Dana Rp 63,571,633,000 Dana Rp 54,735,176, Hasil % 100 Hasil % Peningkatan kualitas Terselenggaranya pendampingan Pedoman pkt 111 Terselenggaranya pendampingan Pedoman pkt penyelenggaraan melalui dalam pemberdayaan komunitas Dana Rp 18,867,392,000 dalam pemberdayaan komunitas Dana Rp 16,244,825, LAKIP DIREKTORAT pendampingan JENDERAL dan penyusunan CIPTA KARYA perumahan, dan penyusunan Hasil % 100 perumahan, dan penyusunan Hasil % TAHUN 2007 pedoman pedoman RENCANA KINERJA TAHUNAN pedoman Halaman 49 dari 51 halaman 25. Pembangunan infrastruktur di pulau Terbangunnya PS permukiman di Lokasi kab/kota 40 Terbangunnya PS permukiman di Lokasi kab/kota SATUAN TINGKAT CAPAIAN DEVIASI

107 NO URAIAN RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) INDIKATOR KINERJA SATUAN INDIKATOR KINERJA TINGKAT CAPAIAN INDIKATOR KINERJA SATUAN INDIKATOR KINERJA TINGKAT CAPAIAN (5:8) kecil, kawasan terpencil pulau kecil, kawasan terpencil prop 27 pulau kecil, kawasan terpencil prop kwsn 52 kwsn Dana Rp 28,905,500,000 Dana Rp 28,865,535, Hasil % 100 Hasil % Pembangunan infrastruktur di Terbangunnya PS Perkim di Lokasi kab/kota 25 Terbangunnya PS Perkim di Lokasi kab/kota wilayah perbatasan wilayah perbatasan prop 12 wilayah perbatasan prop kwsn 44 kwsn Dana Rp 80,700,000,000 Dana Rp 79,825,906, Hasil % 100 Hasil % Pembinaan pengembangan Terselenggaranya pengembalian Lokasi prop 32 Terselenggaranya pengembalian Lokasi prop permukiman kawasan kota fungsi kawasan permukiman kws 7 fungsi kawasan permukiman kws metropolitan melalui peremajaan Dana Rp 43,320,000,000 metropolitan melalui peremajaan Dana Rp 42,805,181, Hasil % 100 Hasil % Pembinaan pengembangan Tersusunnya pengkajian dan Studi lap 19 Tersusunnya pengkajian dan Studi lap permukiman baru pengembangan kebijakan dan Dana Rp 16,000,000,000 pengembangan kebijakan dan Dana Rp 15,322,718, strategi serta terselenggaranya Hasil % 100 strategi serta terselenggaranya Hasil % pengembangan SDM pengembangan SDM 29. Pembinaan pengembangan kotakota Terselenggaranya pembinaan dan Studi lap 11 Terselenggaranya pembinaan dan Studi lap kecil dan menengah penyusunan program, rencana Dana Rp 10,000,000,000 penyusunan program, rencana Dana Rp 9,279,655, kerja dan anggaran Hasil % 100 kerja dan anggaran Hasil % Pengembangan kapasitas Terselenggaranya pembinaan Rapermen pkt 1 Terselenggaranya pembinaan Rapermen pkt - kelembagaan pembangunan air teknis AM NSPM pkt 4 teknis AM NSPM pkt minum dan air limbah Studi pkt 6 Studi pkt Dana Rp 6,000,000,000 Dana Rp 4,797,587, Hasil % 100 Hasil % Terselenggaranya pengembangan Bantek pkt 22 Terselenggaranya pengembangan Bantek pkt aset manajamen persampahan Dana Rp 12,703,879,000 aset manajamen persampahan Dana Rp 5,000,000, Hasil % 100 Hasil % Kegiatan pendukung operasional Administrasi kegiata OB Kegiatan pendukung operasional Administrasi kegiata OB 3,245 - Kend. Ops. Roda 4 unit 1 Kend. Ops. Roda 4 unit Kend. Ops. Roda 2 unit 5 Kend. Ops. Roda 2 unit Dana Rp 10,385,713,000 Dana Rp 9,989,719, Hasil % 100 Hasil % Terselenggaranya pembinaan Pelatihan pkt 2 Terselenggaranya pembinaan Pelatihan pkt administrasi dan pengelolaan Peny., Pengend. pkt 2 administrasi dan pengelolaan Peny., Pengend. pkt keuangan Pembinaan lap 2 keuangan Pembinaan lap pkt 2 pkt Penyebarluasan pkt 1 Penyebarluasan pkt Implementasi pkt 1 Implementasi pkt Dana Rp 2,688,163,000 Dana Rp 2,573,040, Hasil % 100 Hasil % Terselenggaranya pembinaan dan Bintek pkt 6 Terselenggaranya pembinaan dan Bintek pkt pelaksanaan urusan TU, RT dan Pembinaan pkt 5 pelaksanaan urusan TU, RT dan Pembinaan pkt pengelolaan perlengkapan Seminar, Gedung pkt 3 pengelolaan perlengkapan Seminar, Gedung pkt departemen Dana Rp 2,866,465,000 departemen Dana Rp 2,834,490, Hasil % 100 Hasil % Terselenggaranya pembinaan Bantuan Hukum pkt 5 Terselenggaranya pembinaan Bantuan Hukum pkt LAKIP DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA hukum dan organisasi Naskah UU pkt 4 hukum dan organisasi Naskah UU pkt 4 TAHUN 2007 Sosialisasi pkt RENCANA KINERJA TAHUNAN 1 Sosialisasi pkt 1Halaman 50 dari halaman Dana Rp 2,715,135,000 Dana Rp 2,577,542, DEVIASI

108 NO URAIAN RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) INDIKATOR KINERJA SATUAN INDIKATOR KINERJA TINGKAT CAPAIAN INDIKATOR KINERJA INDIKATOR KINERJA (5:8) Hasil % 100 Hasil % Terselenggaranya pengelolaan Rehab bangunan pkt 5 Terselenggaranya pengelolaan Rehab bangunan pkt gedung Dana Rp 4,200,000,000 gedung Dana Rp 3,446,237, Hasil % 100 Hasil % Terselenggaranya pengembangan Pembinaan pkt 8 Terselenggaranya pengembangan Pembinaan pkt SDM dan Adm kepegawaian Studi lap 8 SDM dan Adm kepegawaian Studi lap Bantuan tugas belaj pkt 1 Bantuan tugas belaj pkt Dana Rp 2,979,406,000 Dana Rp 2,878,822, Hasil % 100 Hasil % Terselenggaranya pengembangan Peningkatan sarana pkt 1 Terselenggaranya pengembangan Peningkatan sarana pkt sistem dan evaluasi kinerja Pembinaan pkt 1 sistem dan evaluasi kinerja Pembinaan pkt Dana Rp 1,000,000,000 Dana Rp 990,079, Hasil % 100 Hasil % SATUAN TINGKAT CAPAIAN DEVIASI LAKIP DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA TAHUN 2007 RENCANA KINERJA TAHUNAN Halaman 51 dari 51 halaman

PENGANTAR. Jakarta, Maret 2007 Direktur Jenderal, Ir. Agoes Widjanarko, MIP NIP

PENGANTAR. Jakarta, Maret 2007 Direktur Jenderal, Ir. Agoes Widjanarko, MIP NIP PENGANTAR Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, bahwa setelah berakhirnya suatu Tahun Anggaran setiap Lembaga Pemerintah wajib menyusun Laporan Akuntabilitas Kinerjanya masing-masing. Demikian halnya Direktorat

Lebih terperinci

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK LANJUTAN

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK LANJUTAN SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK LANJUTAN TAHUN ANGGARAN 213 NOMOR DIPA-33.5-/213 DS 11-823-4351-5822 A. DASAR HUKUM 1. 2. 3. UU No. 17 Tahun 23 tentang Keuangan Negara.

Lebih terperinci

ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM

ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR: 01/PRT/M/2008 18 Januari 2008 Tentang: ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM DIREKTORAT JENDERAL SUMBER DAYA AIR DAFTAR ISI PENGANTAR I. Direktorat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2005 tentang Pemilihan, Pengesahan Pengangkatan, dan Pemberhentian

Lebih terperinci

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK NOMOR DIPA--0/2013 DS 0310-1636-8566-5090 A. DASAR HUKUM 1. 2. 3. UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. UU No. 1 Tahun 2004 tentang

Lebih terperinci

kementerian pekerjaan umum Direktorat Jenderal Cipta Karya PROGRAM KERJA DIREKTORAT BINA PROGRAM2011 PROGRAM KERJA

kementerian pekerjaan umum Direktorat Jenderal Cipta Karya PROGRAM KERJA DIREKTORAT BINA PROGRAM2011 PROGRAM KERJA kementerian pekerjaan umum Direktorat Jenderal Cipta Karya PROGRAM KERJA DIREKTORAT BINA PROGRAM PROGRAM KERJA 1 2 PROGRAM KERJA PROGRAM KERJA DIREKTORAT BINA PROGRAM PROGRAM KERJA 3 Kata Pengantar Keterpaduan

Lebih terperinci

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN INDUK

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN INDUK SURAT PENGESAHAN NOMOR SP DIPA-.03-0/AG/2014 DS 9057-0470-5019-2220 A. DASAR HUKUM 1. 2. 3. UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. UU No. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. UU No. 23 Tahun

Lebih terperinci

PROGRAM PRIORITAS TA.2006

PROGRAM PRIORITAS TA.2006 PROGRAM PRIORITAS TA.2006 SUB SEKTOR PERSAMPAHAN & DRAINASE 1. PENINGKATAN KUALITAS TPA (11 KOTA & 3 KAB. YANG TERDIRI DARI 7 PAKET DAN 6 UNIT PEKERJAAN/KEGIATAN DENGAN TOTAL ANGGARAN SEBESAR Rp. 9,431

Lebih terperinci

Jakarta, Desember Direktur Rumah Umum dan Komersial

Jakarta, Desember Direktur Rumah Umum dan Komersial Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan berkah dan hidayahnya sehingga Laporan Kinerja Direktorat Rumah Umum dan Komersial Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI TOLITOLI NOMOR 4 TAHUN

PERATURAN BUPATI TOLITOLI NOMOR 4 TAHUN SALINAN BUPATI TOLITOLI PERATURAN BUPATI TOLITOLI NOMOR 4 TAHUN 2015 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS CIPTA KARYA, TATA RUANG DAN PERUMAHAN KABUPATEN TOLITOLI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI

Lebih terperinci

Kebijakan dan Pelaksanaan Program Bidang Cipta Karya

Kebijakan dan Pelaksanaan Program Bidang Cipta Karya Kebijakan dan Pelaksanaan Program Bidang Cipta Karya Yogyakarta, 13 Agustus 2015 Oleh : Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN

Lebih terperinci

PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG SALINAN PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN BUPATI BELITUNG TIMUR NOMOR 58 TAHUN 2014 TENTANG URAIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS CIPTA KARYA DAN PERUMAHAN RAKYAT KABUPATEN BELITUNG TIMUR DENGAN

Lebih terperinci

TUGAS POKOK DAN FUNGSI BIDANG PENGEMBANGAN KAWASAN

TUGAS POKOK DAN FUNGSI BIDANG PENGEMBANGAN KAWASAN BIDANG PENGEMBANGAN KAWASAN MEMIMPIN, MENGKOORDINASIKAN DAN MENGENDALIKAN TUGAS-TUGAS DIBIDANG PENGELOLAAN PENGEMBANGAN KAWASAN YANG MELIPUTI PENGEMBANGAN KAWASAN KHUSUS DAN KERJASAMA PENGEMBANGAN KAWASAN;

Lebih terperinci

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK TAHUN ANGGARAN 2016 NOMOR : SP DIPA /2016

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK TAHUN ANGGARAN 2016 NOMOR : SP DIPA /2016 SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK TAHUN ANGGARAN 216 MOR SP DIPA-33.-/216 DS334-938-12-823 A. DASAR HUKUM 1. 2. 3. UU No. 1 Tahun 23 tentang Keuangan Negara. UU No. 1 Tahun

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 15 TAHUN 2009 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PEKERJAAN UMUM KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT.

PERATURAN BUPATI KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 15 TAHUN 2009 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PEKERJAAN UMUM KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT. PERATURAN BUPATI KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 15 TAHUN 2009 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PEKERJAAN UMUM KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT. DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KOTAWARINGIN BARAT, Menimbang

Lebih terperinci

ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT

ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT NOMOR : 15/PRT/M/2015 TANGGAL 21 APRIL 2015 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN

Lebih terperinci

DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA KEBIJAKAN PU-DJCK DALAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN

DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA KEBIJAKAN PU-DJCK DALAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA KEBIJAKAN PU-DJCK DALAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN Disampaikan Oleh Direktur Jenderal Cipta Karya Bidakara, 9 10 Februari 2011 Umum Rencana Pelaksanaan Kegiatan Tahun 2011

Lebih terperinci

ARAH PEMBANGUNAN SEKTOR SANITASI Disampaikan oleh : Ir. M. Maliki Moersid, MCP Direktur Pengembangan PLP

ARAH PEMBANGUNAN SEKTOR SANITASI Disampaikan oleh : Ir. M. Maliki Moersid, MCP Direktur Pengembangan PLP ARAH PEMBANGUNAN SEKTOR SANITASI 2015-2019 Disampaikan oleh : Ir. M. Maliki Moersid, MCP Direktur Pengembangan PLP KONDISI SANITASI SAAT INI SUB SEKTOR 2010 2011 2012 2013 Air Limbah 55,53% 55,60% 57,82%

Lebih terperinci

BUPATI TASIKMALAYA PERATURAN BUPATI TASIKMALAYA NOMOR 31 TAHUN 2008

BUPATI TASIKMALAYA PERATURAN BUPATI TASIKMALAYA NOMOR 31 TAHUN 2008 BUPATI TASIKMALAYA PERATURAN BUPATI TASIKMALAYA NOMOR 31 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS UNIT DI LINGKUNGAN DINAS TATA RUANG DAN PERMUKIMAN KABUPATEN TASIKMALAYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI

Lebih terperinci

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA 2 LaPORAN Kinerja DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA 3 Laporan Kinerja Tahun 2017 sebagai wujud pertanggungjawaban kinerja Direktorat

Lebih terperinci

KEPUTUSAN BUPATI TASIKMALAYA NOMOR 35 TAHUN 2004 TENTANG URAIAN TUGAS UNIT DINAS PERMUKIMAN, TATA RUANG DAN LINGKUNGAN HIDUP BUPATI TASIKMALAYA

KEPUTUSAN BUPATI TASIKMALAYA NOMOR 35 TAHUN 2004 TENTANG URAIAN TUGAS UNIT DINAS PERMUKIMAN, TATA RUANG DAN LINGKUNGAN HIDUP BUPATI TASIKMALAYA B U P A T I TASIKMALAY A KEPUTUSAN BUPATI TASIKMALAYA NOMOR 35 TAHUN 2004 TENTANG URAIAN TUGAS UNIT DINAS PERMUKIMAN, TATA RUANG DAN LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN TASIKMALAYA BUPATI TASIKMALAYA Menimbang

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM. Dana Alokasi Khusus. Infrastruktur. Juknis.

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM. Dana Alokasi Khusus. Infrastruktur. Juknis. No.606, 2010 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM. Dana Alokasi Khusus. Infrastruktur. Juknis. PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15/PRT/M/2010 TENTANG PETUNJUK

Lebih terperinci

GubernurJawaBarat GUBERNUR JAWA BARAT,

GubernurJawaBarat GUBERNUR JAWA BARAT, GubernurJawaBarat PERATURAN GUBERNUR JAWA BARAT NOMOR 41 TAHUN 2009 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI, RINCIAN TUGAS UNIT DAN TATA KERJA DINAS PERMUKIMAN DAN PERUMAHAN PROVINSI JAWA BARAT GUBERNUR JAWA BARAT,

Lebih terperinci

C. URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH DI BIDANG PEKERJAAN UMUM

C. URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH DI BIDANG PEKERJAAN UMUM LAMPIRAN III PERATURAN DAERAH KOTA BATAM NOMOR : Tahun 2010 TANGGAL : Juli 2010 C. URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH DI BIDANG PEKERJAAN UMUM SUB BIDANG SUB SUB BIDANG URUSAN 1. Sumber Daya Air 1. Pengaturan

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI SUMBAWA NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS PEKERJAAN UMUM KABUPATEN SUMBAWA.

PERATURAN BUPATI SUMBAWA NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS PEKERJAAN UMUM KABUPATEN SUMBAWA. PERATURAN BUPATI SUMBAWA NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS PEKERJAAN UMUM KABUPATEN SUMBAWA. BUPATI SUMBAWA Menimbang : a. bahwa untuk melaksanakan ketentuan dalam

Lebih terperinci

KEBIJAKAN DAN STRATEGI

KEBIJAKAN DAN STRATEGI KEBIJAKAN DAN STRATEGI PENGELOLAAN AIR LIMBAH PERMUKIMAN DISAMPAIKAN OLEH : A.PONGSILURANG ISU STRATEGIS DAN PERMASALAHAN PENGELOLAAN AIR LIMBAH PERMUKIMAN 1. Aksesibilitas Pengelolaan Air Limbah Permukiman

Lebih terperinci

DAFTAR ISI PENGANTAR DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN RINGKASAN EKSEKUTIF

DAFTAR ISI PENGANTAR DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN RINGKASAN EKSEKUTIF DAFTAR ISI PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN RINGKASAN EKSEKUTIF LAMPIRAN i ii iii iv V vi xii BAB I BAB II BAB III BAB IV PENDAHULUAN 1.1. TUGAS, FUNGSI DAN STRUKTUR ORGANISASI

Lebih terperinci

GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH

GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH 1 GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH NOMOR 26 TAHUN 2008 T E N T A N G TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PEKERJAAN UMUM PROVINSI KALIMANTAN TENGAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA. Laporan Kinerja. Direktorat Jenderal Cipta Karya

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA. Laporan Kinerja. Direktorat Jenderal Cipta Karya KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA 1 Laporan Kinerja Direktorat Jenderal Cipta Karya 2016 2 laporan kinerja Kinerja Direktorat Jenderal Cipta Karya T.A 2016Laporan

Lebih terperinci

WALIKOTA PASURUAN SALINAN PERATURAN WALIKOTA NOMOR 59 TAHUN 2011 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PEKERJAAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

WALIKOTA PASURUAN SALINAN PERATURAN WALIKOTA NOMOR 59 TAHUN 2011 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PEKERJAAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA PASURUAN SALINAN PERATURAN WALIKOTA NOMOR 59 TAHUN 2011 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PEKERJAAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA PASURUAN, Menimbang : a. bahwa dalam rangka

Lebih terperinci

D. BIDANG PEKERJAAN UMUM SUB BIDANG SUB SUB BIDANG URAIAN. 1. Sumber Daya Air

D. BIDANG PEKERJAAN UMUM SUB BIDANG SUB SUB BIDANG URAIAN. 1. Sumber Daya Air D. BIDANG PEKERJAAN UMUM SUB BIDANG SUB SUB BIDANG URAIAN 1 2 3 1. Sumber Daya Air 1. Pengaturan 1. Penetapan kebijakan pengelolaan sumber daya air daerah. 2. Penetapan pola pengelolaan sumber daya air

Lebih terperinci

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK TAHUN ANGGARAN 2016 NOMOR : SP DIPA /2016

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK TAHUN ANGGARAN 2016 NOMOR : SP DIPA /2016 SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK TAHUN ANGGARAN 216 MOR SP DIPA-24.1-/216 DS771-654-627-359 A. DASAR HUKUM 1. 2. 3. UU No. 17 Tahun 23 tentang Keuangan Negara. UU No.

Lebih terperinci

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2011 PENGANTAR

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2011 PENGANTAR PENGANTAR Sesuai dengan Peraturan Menteri PAN dan RB No PER/9/M.PAN/00 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, Direktorat Jenderal Cipta Karya

Lebih terperinci

1. Sumber Daya Air D. BIDANG PEKERJAAN UMUM SUB BIDANG SUB SUB BIDANG URAIAN. 1. Pengaturan 1. Penetapan kebijakan pengelolaan sumber daya air daerah.

1. Sumber Daya Air D. BIDANG PEKERJAAN UMUM SUB BIDANG SUB SUB BIDANG URAIAN. 1. Pengaturan 1. Penetapan kebijakan pengelolaan sumber daya air daerah. D. BIDANG PEKERJAAN UMUM SUB BIDANG SUB SUB BIDANG URAIAN 1 2 3 1. Sumber Daya Air 1. Pengaturan 1. Penetapan kebijakan pengelolaan sumber daya air daerah. 2. Penetapan pola pengelolaan sumber daya air

Lebih terperinci

[RENCANA AKSI DIREKTORAT RUMAH SWADAYA]

[RENCANA AKSI DIREKTORAT RUMAH SWADAYA] TAHUN 2016 0 KATA PENGANTAR Rencana Aksi merupakan kegiatan yang wajib dilaksanakan oleh masing-masing unit organisasi dan unit kerja sebelum melaksanakan tugas dan kegiatannya. Direktorat Rumah, sebagai

Lebih terperinci

DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA. Laporan Kinerja. Direktorat Jenderal Cipta Karya

DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA. Laporan Kinerja. Direktorat Jenderal Cipta Karya DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA 1 Laporan Kinerja Direktorat Jenderal Cipta Karya 2015 2 LAPORAN KINERJA DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA 3 Laporan Kinerja Direktorat Jenderal Cipta Karya 2015 4 LAPORAN

Lebih terperinci

GUBERNUR SUMATERA BARAT

GUBERNUR SUMATERA BARAT GUBERNUR SUMATERA BARAT PERATURAN GUBERNUR SUMATERA BARAT NOMOR 58 TAHUN 2017 TENTANG URAIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PERUMAHAN RAKYAT, KAWASAN PERMUKIMAN DAN PERTANAHAN PROVINSI SUMATERA BARAT DENGAN

Lebih terperinci

Kebijakan Keterpaduan Infrastruktur Permukiman dalam Penanganan Permukiman Kumuh

Kebijakan Keterpaduan Infrastruktur Permukiman dalam Penanganan Permukiman Kumuh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Cipta Karya Kebijakan Keterpaduan Infrastruktur Permukiman dalam Penanganan Permukiman Kumuh Ir. Joerni Makmoerniati, MSc Plh. Direktur

Lebih terperinci

BUPATI PASURUAN PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI PASURUAN NOMOR 47 TAHUN 2016 TENTANG

BUPATI PASURUAN PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI PASURUAN NOMOR 47 TAHUN 2016 TENTANG BUPATI PASURUAN PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI PASURUAN NOMOR 47 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN KABUPATEN

Lebih terperinci

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK TAHUN ANGGARAN 2017 NOMOR : SP DIPA /2017

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK TAHUN ANGGARAN 2017 NOMOR : SP DIPA /2017 SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK TAHUN ANGGARAN 21 MOR SP DIPA-32.1-/21 DS553-54-8921-629 A. DASAR HUKUM 1. 2. 3. UU No. 1 Tahun 23 tentang Keuangan Negara. UU No. 1 Tahun

Lebih terperinci

BUPATI BELITUNG PERATURAN BUPATI BELITUNG NOMOR 26 TAHUN 2008 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS PEKERJAAN UMUM KABUPATEN BELITUNG

BUPATI BELITUNG PERATURAN BUPATI BELITUNG NOMOR 26 TAHUN 2008 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS PEKERJAAN UMUM KABUPATEN BELITUNG BUPATI BELITUNG PERATURAN BUPATI BELITUNG NOMOR 26 TAHUN 2008 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS PEKERJAAN UMUM KABUPATEN BELITUNG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BELITUNG, Menimbang Mengingat

Lebih terperinci

BUPATI GRESIK PROVINSI JAWA TIMUR

BUPATI GRESIK PROVINSI JAWA TIMUR BUPATI GRESIK PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI GRESIK NOMOR 48 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS PEKERJAAN UMUM DAN TATA RUANG KABUPATEN GRESIK DENGAN

Lebih terperinci

1.2 TUGAS, FUNGSI DAN STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT JENDERAL PENGENDALIAN PEMANFAATAN RUANG DAN PENGUASAAN TANAH

1.2 TUGAS, FUNGSI DAN STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT JENDERAL PENGENDALIAN PEMANFAATAN RUANG DAN PENGUASAAN TANAH BAB 1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Laporan Kinerja Ditjen dan Penguasaan Tanah Tahun merupakan media untuk mempertanggungjawabkan capaian kinerja Direktorat Jenderal selama tahun, dalam melaksanakan

Lebih terperinci

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 90 TAHUN 2008

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 90 TAHUN 2008 GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 90 TAHUN 2008 TENTANG URAIAN TUGAS SEKRETARIAT, BIDANG, SUB BAGIAN DAN SEKSI DINAS PEKERJAAN UMUM CIPTA KARYA DAN TATA RUANG PROVINSI JAWA TIMUR

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT NOMOR : 03/PRT/M/2015 TENTANG

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT NOMOR : 03/PRT/M/2015 TENTANG PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT NOMOR : 03/PRT/M/2015 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS BIDANG INFRASTRUKTUR KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT 2006

Lebih terperinci

GUBERNUR PAPUA PERATURAN GUBERNUR PAPUA NOMOR 35 TAHUN 2015 TENTANG URAIAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS SOSIAL DAN PEMUKIMAN PROVINSI PAPUA

GUBERNUR PAPUA PERATURAN GUBERNUR PAPUA NOMOR 35 TAHUN 2015 TENTANG URAIAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS SOSIAL DAN PEMUKIMAN PROVINSI PAPUA GUBERNUR PAPUA PERATURAN GUBERNUR PAPUA NOMOR 35 TAHUN 2015 TENTANG URAIAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS SOSIAL DAN PEMUKIMAN PROVINSI PAPUA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR PAPUA, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

-1- MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA

-1- MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA -1- MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR 47/PRT/M/2015 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA ALOKASI

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR 03 /PRT/M/2015 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS BIDANG INFRASTRUKTUR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK TAHUN ANGGARAN 2015 NOMOR : SP DIPA /2015

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK TAHUN ANGGARAN 2015 NOMOR : SP DIPA /2015 SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK TAHUN ANGGARAN 215 MOR SP DIPA-18.1-/215 DS8665-5462-5865-5297 A. DASAR HUKUM 1. 2. 3. UU No. 17 Tahun 23 tentang Keuangan Negara. UU

Lebih terperinci

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN INDUK

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN INDUK KEMENTERIAN KEUANGAN REPLIK INDONESIA SURAT PENGESAHAN NOMOR SP DIPA--0/AG/2014 DS 3766-1803-2940-3158 A. DASAR HUKUM 1. 2. 3. UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. UU No. 1 Tahun 2004 tentang

Lebih terperinci

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Cipta Karya Kebijakan dan Strategi Pembangunan Infrastruktur Bidang Cipta Karya

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Cipta Karya Kebijakan dan Strategi Pembangunan Infrastruktur Bidang Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Cipta Karya Kebijakan dan Strategi Pembangunan Infrastruktur Bidang Cipta Karya Disampaikan oleh: Ir. Rina Agustin Indriani, MURP Sekretaris

Lebih terperinci

ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA

ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA PERATURAN KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 03 TAHUN 2006 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK

Lebih terperinci

PEMERINTAH. sumber daya air pada wilayah sungai kabupaten/kota.

PEMERINTAH. sumber daya air pada wilayah sungai kabupaten/kota. - 20 - C. PEMBAGIAN URUSAN AN PEKERJAAN UMUM 1. Sumber Daya Air 1. Pengaturan 1. Penetapan kebijakan nasional sumber daya air. 2. Penetapan pola pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai lintas provinsi,

Lebih terperinci

LAPORAN REKAPITULASI ANGGARAN T.A2017

LAPORAN REKAPITULASI ANGGARAN T.A2017 LAPORAN REKAPITULASI ANGGARAN T.A217 Halaman : 1 33 33.1 33.1.1 2379 2382 2383 2384 2387 5682 33.1.2 2381 2389 239 33.2 33.2.3 2391 2392 2393 2394 KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT 2.747.76.255

Lebih terperinci

2015, No Nomor 15 Tahun 2015 tentang Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, maka perlu dilakukan penyempurnaan petunjuk teknis Dana Al

2015, No Nomor 15 Tahun 2015 tentang Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, maka perlu dilakukan penyempurnaan petunjuk teknis Dana Al BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.371, 2015 KEMENPU PR. Dana Alokasi Khusus. Insfrastuktur. Petunjuk Teknis. Pencabutan. PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT NOMOR 03/PRT/M/2015 TENTANG

Lebih terperinci

ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM

ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM MENTERI PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 08/PRT/M/2010 TANGGAL 8 JULI 2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI KUNINGAN NOMOR 43 TAHUN 2016 TENTANG

PERATURAN BUPATI KUNINGAN NOMOR 43 TAHUN 2016 TENTANG PERATURAN BUPATI KUNINGAN NOMOR 43 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS POKOK, FUNGSI DAN URAIAN TUGAS, SERTA TATA KERJA DINAS PERUMAHAN, PERMUKIMAN DAN PERTANAHAN KABUPATEN KUNINGAN

Lebih terperinci

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK TAHUN ANGGARAN 2018 NOMOR : SP DIPA /2018

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK TAHUN ANGGARAN 2018 NOMOR : SP DIPA /2018 SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK NOMOR : SP DIPA-33.1-/218 A. DASAR HUKUM : 1. 2. 3. UU No. 17 Tahun 23 tentang Keuangan Negara. UU No. 1 Tahun 24 tentang Perbendaharaan

Lebih terperinci

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP)

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) DINAS PERUMAHAN, PENATAAN RUANG DAN KEBERSIHAN KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2014 PEMERINTAH KABUPATEN BANDUNG DINAS PERUMAHAN, PENATAAN RUANG DAN KEBERSIHAN

Lebih terperinci

WALIKOTA BATU PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN WALIKOTA BATU NOMOR 79 TAHUN 2016 TENTANG

WALIKOTA BATU PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN WALIKOTA BATU NOMOR 79 TAHUN 2016 TENTANG SALINAN WALIKOTA BATU PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN WALIKOTA BATU NOMOR 79 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, URAIAN TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS PERUMAHAN, KAWASAN PERMUKIMAN

Lebih terperinci

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Cipta Karya. RPIJM DAN KPJM Bidang Cipta Karya

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Cipta Karya. RPIJM DAN KPJM Bidang Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Cipta Karya RPIJM DAN KPJM Bidang Cipta Karya Denpasar, 22 Juni 2017 POINT PEMBAHASAN : 1. RPIJM DAN KPJM BIDANG CIPTA KARYA. 2. KEDUDUKAN

Lebih terperinci

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK TAHUN ANGGARAN 2016 NOMOR : SP DIPA /2016

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK TAHUN ANGGARAN 2016 NOMOR : SP DIPA /2016 SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK TAHUN ANGGARAN 216 NOMOR SP DIPA-33.1-/216 DS2286-196-725-318 A. DASAR HUKUM 1. 2. 3. UU No. 17 Tahun 23 tentang Keuangan Negara. UU No.

Lebih terperinci

- 6 - SUB BIDANG SUB SUB BIDANG RINCIAN URUSAN. 1. Pengaturan 1. Penetapan kebijakan pengelolaan sumber daya air daerah.

- 6 - SUB BIDANG SUB SUB BIDANG RINCIAN URUSAN. 1. Pengaturan 1. Penetapan kebijakan pengelolaan sumber daya air daerah. - 6-3. BIDANG PEKERJAAN UMUM 1. Sumber Daya Air 1. Pengaturan 1. Penetapan kebijakan pengelolaan sumber daya air 2. Penetapan pola pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai dalam satu 3. Penetapan

Lebih terperinci

PENGANTAR. Jakarta, Januari 2014 Direktur Bina Program. Ir. Antonius Budiono MCM NIP i - 1

PENGANTAR. Jakarta, Januari 2014 Direktur Bina Program. Ir. Antonius Budiono MCM NIP i - 1 PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas perkenan-nya maka LAKIP Direktorat Bina Program Tahun 2013 ini dapat disusun dan diselesaikan tepat pada waktunya. LAKIP ini disusun

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI GUNUNGKIDUL NOMOR 59 TAHUN 2011 TENTANG URAIAN TUGAS DINAS PEKERJAAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI GUNUNGKIDUL,

PERATURAN BUPATI GUNUNGKIDUL NOMOR 59 TAHUN 2011 TENTANG URAIAN TUGAS DINAS PEKERJAAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI GUNUNGKIDUL, PERATURAN BUPATI GUNUNGKIDUL NOMOR 59 TAHUN 2011 TENTANG URAIAN TUGAS DINAS PEKERJAAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI GUNUNGKIDUL, Menimbang Mengingat : a. bahwa uraian tugas Dinas Pekerjaan

Lebih terperinci

Surabaya, 31 Desember 2016 KEPALA DINAS PEKERJAAN UMUM CIPTA KARYA DAN TATA RUANG PROVINSI JAWA TIMUR

Surabaya, 31 Desember 2016 KEPALA DINAS PEKERJAAN UMUM CIPTA KARYA DAN TATA RUANG PROVINSI JAWA TIMUR Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan berkah dan hidayahnya sehingga Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKj-IP) Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang

Lebih terperinci

DAFTAR ISI PENGANTAR DAFTAR TABEL DAFTAR DIAGRAM DAFTAR LAMPIRAN RINGKASAN EKSEKUTIF

DAFTAR ISI PENGANTAR DAFTAR TABEL DAFTAR DIAGRAM DAFTAR LAMPIRAN RINGKASAN EKSEKUTIF DAFTAR ISI PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR DIAGRAM DAFTAR LAMPIRAN RINGKASAN EKSEKUTIF i ii iii iv v vi BAB I BAB II BAB III PENDAHULUAN 1.1. TUGAS, FUNGSI DAN STRUKTUR ORGANISASI I 1 1.2. KONDISI

Lebih terperinci

BUPATI BLITAR PERATURAN BUPATI BLITAR NOMOR 40 TAHUN 2011

BUPATI BLITAR PERATURAN BUPATI BLITAR NOMOR 40 TAHUN 2011 BUPATI BLITAR PERATURAN BUPATI BLITAR NOMOR 40 TAHUN 2011 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS PEKERJAAN UMUM CIPTA KARYA DAN TATA RUANG KABUPATEN BLITAR BUPATI BLITAR, Menimbang : a. bahwa untuk

Lebih terperinci

BUPATI MADIUN SALINAN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 30 TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PEKERJAAN UMUM BINA MARGA DAN CIPTA KARYA

BUPATI MADIUN SALINAN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 30 TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PEKERJAAN UMUM BINA MARGA DAN CIPTA KARYA BUPATI MADIUN SALINAN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 30 TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PEKERJAAN UMUM BINA MARGA DAN CIPTA KARYA BUPATI MADIUN, Menimbang : a. bahwa dalam rangka pelaksanaan

Lebih terperinci

TUGAS POKOK DAN FUNGSI BADAN PEMBINAAN KONSTRUKSI KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM BAB X BADAN PEMBINAAN KONSTRUKSI BAGIAN PERTAMA TUGAS DAN FUNGSI

TUGAS POKOK DAN FUNGSI BADAN PEMBINAAN KONSTRUKSI KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM BAB X BADAN PEMBINAAN KONSTRUKSI BAGIAN PERTAMA TUGAS DAN FUNGSI TUGAS POKOK DAN FUNGSI BADAN PEMBINAAN KONSTRUKSI KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM BAB X BADAN PEMBINAAN KONSTRUKSI BAGIAN PERTAMA TUGAS DAN FUNGSI Pasal 721 Badan Pembinaan Konstruksi mempunyai tugas melaksanakan

Lebih terperinci

Oleh : Direktur Penataan Bangunan dan Lingkungan Disampaikan dalam rangka Sosialisasi Nasional APBNP 2013 Jakarta, 21 Agustus 2013

Oleh : Direktur Penataan Bangunan dan Lingkungan Disampaikan dalam rangka Sosialisasi Nasional APBNP 2013 Jakarta, 21 Agustus 2013 Oleh : Direktur Penataan Bangunan dan Lingkungan Disampaikan dalam rangka Sosialisasi Nasional APBNP 2013 Jakarta, 21 Agustus 2013 DIREKTORAT PENATAAN BANGUNAN DAN LINGKUNGAN LATAR BELAKANG Pada Tahun

Lebih terperinci

WALIKOTA TANGERANG SELATAN

WALIKOTA TANGERANG SELATAN SALINAN WALIKOTA TANGERANG SELATAN PERATURAN WALIKOTA TANGERANG SELATAN NOMOR 8 TAHUN 2011 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI DAN TATA KERJA, BANGUNAN DAN PEMUKIMAN KOTA TANGERANG SELATAN DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH ( DPA SKPD )

DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH ( DPA SKPD ) PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI UTARA DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN ( DPA SKPD ) BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN ANGGARAN 204 NAMA FORMULIR DPA SKPD DPA SKPD DPA SKPD 2. Ringkasan Dokumen Pelaksanaan

Lebih terperinci

SOSIALISASI DANA ALOKASI KHUSUS (DAK) FISIK 2019 DALAM MENDUKUNG AKSES UNIVERSAL AIR MINUM SANITASI

SOSIALISASI DANA ALOKASI KHUSUS (DAK) FISIK 2019 DALAM MENDUKUNG AKSES UNIVERSAL AIR MINUM SANITASI SOSIALISASI DANA ALOKASI KHUSUS (DAK) FISIK 2019 DALAM MENDUKUNG AKSES UNIVERSAL AIR MINUM SANITASI Jakarta, 4 April 2018 Direktorat Perkotaan, Perumahan dan Permukiman Kementerian PPN/ Bappenas CAPAIAN

Lebih terperinci

RINGKASAN EKSEKUTIF. Laporan Akuntabilitas Instansi Pemerintah Tahun 2015

RINGKASAN EKSEKUTIF. Laporan Akuntabilitas Instansi Pemerintah Tahun 2015 RINGKASAN EKSEKUTIF 1. Dalam Renstra Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Gorontalo 2012-2017 telah ditetapkan visi jangka menengah, yaitu Terwujudnya Infrastruktur bidang Pekerjaan Umum dan Permukiman yang Berkualitas

Lebih terperinci

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH 2. PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA 2.1. RENCANA STRATEGIS Rencana Strategis Ditjen Bina Marga memuat visi, misi, tujuan, sasaran, strategi, kebijakan, program, dan kegiatan penyelenggaraan jalan sesuai

Lebih terperinci

WALIKOTA PEKANBARU PROVINSI RIAU

WALIKOTA PEKANBARU PROVINSI RIAU WALIKOTA PEKANBARU PROVINSI RIAU PERATURAN WALIKOTA PEKANBARU NOMOR 95 TAHUN 2016 T E N T A N G KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS PERUMAHAN RAKYAT DAN KAWASAN PERMUKIMAN

Lebih terperinci

KEPUTUSAN WALIKOTA TASIKMALAYA NOMOR : 64 TAHUN 2004 TENTANG URAIAN TUGAS JABATAN STRUKTURAL PADA DINAS PEKERJAAN UMUM KOTA TASIKMALAYA

KEPUTUSAN WALIKOTA TASIKMALAYA NOMOR : 64 TAHUN 2004 TENTANG URAIAN TUGAS JABATAN STRUKTURAL PADA DINAS PEKERJAAN UMUM KOTA TASIKMALAYA WALIKOTA TASIKMALAYA KEPUTUSAN WALIKOTA TASIKMALAYA NOMOR : 64 TAHUN 2004 TENTANG URAIAN TUGAS JABATAN STRUKTURAL PADA DINAS PEKERJAAN UMUM KOTA TASIKMALAYA WALIKOTA TASIKMALAYA Menimbang : a. bahwa dengan

Lebih terperinci

WALIKOTA BATU PERATURAN WALIKOTA BATU NOMOR 47 TAHUN 2013 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN DINAS PERUMAHAN KOTA BATU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

WALIKOTA BATU PERATURAN WALIKOTA BATU NOMOR 47 TAHUN 2013 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN DINAS PERUMAHAN KOTA BATU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA SALINAN WALIKOTA BATU PERATURAN WALIKOTA BATU NOMOR 47 TAHUN 2013 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS PERUMAHAN KOTA BATU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BATU, Menimbang : bahwa untuk

Lebih terperinci

PERNYATAAN PERJANJIAN KINERJA

PERNYATAAN PERJANJIAN KINERJA PERNYATAAN PERJANJIAN KINERJA DINAS PEKERJAAN UMUM CIPTA KARYA TATA RUANG KEBERSIHAN DAN PERTAMANAN KABUPATEN JOMBANG PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2016 Dalam rangka mewujudkan manajemen pemerintahan yang efektif,

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: bahwa dengan

Lebih terperinci

BUPATI BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI BLITAR NOMOR 58 TAHUN 2016

BUPATI BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI BLITAR NOMOR 58 TAHUN 2016 SALINAN BUPATI BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI BLITAR NOMOR 58 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, URAIAN TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN

Lebih terperinci

SUB BIDANG SUB SUB BIDANG PEMERINTAHAN DAERAH

SUB BIDANG SUB SUB BIDANG PEMERINTAHAN DAERAH - 11 - C. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG PEKERJAAN UMUM 1. Sumber Daya Air 1. Pengaturan 1. Penetapan kebijakan pengelolaan sumber daya air di 2. Penetapan pola pengelolaan sumber daya air pada wilayah

Lebih terperinci

Kebijakan, Strategi dan Program Keterpaduan Penanganan Kumuh Perkotaan

Kebijakan, Strategi dan Program Keterpaduan Penanganan Kumuh Perkotaan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Cipta Karya Kebijakan, Strategi dan Program Keterpaduan Penanganan Kumuh Perkotaan Direktorat Keterpaduan Infrastruktur Permukiman Outline

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KABUPATEN CIREBON

BERITA DAERAH KABUPATEN CIREBON BERITA DAERAH KABUPATEN CIREBON *s NOMOR 67 TAHUN 2016, SERI D. 16 PERATURAN BUPATI CIREBON NOMOR : 67 Tahun 2016 TENTANG FUNGSI, TUGAS POKOK DAN TATA KERJA DINAS PERUMAHAN, KAWASAN PERMUKIMAN DAN PERTANAHAN

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN KESEHATAN. Organisasi. Tata Kerja.

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN KESEHATAN. Organisasi. Tata Kerja. No.585, 2010 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN KESEHATAN. Organisasi. Tata Kerja. PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1144/MENKES/PER/VIII/2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA

Lebih terperinci

RENJA K/L TAHUN 2016

RENJA K/L TAHUN 2016 RENJA K/L TAHUN 2016 KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT DAFTAR ISI 1. FORMULIR I 2. FORMULIR II a) SEKRETARIAT JENDERAL b) INSPEKTORAT JENDERAL c) BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN d) BADAN

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN GROBOGAN NOMOR 8 TAHUN 2008 TENTANG SUSUNAN, KEDUDUKAN DAN TUGAS POKOK ORGANISASI DINAS DAERAH KABUPATEN GROBOGAN

PERATURAN DAERAH KABUPATEN GROBOGAN NOMOR 8 TAHUN 2008 TENTANG SUSUNAN, KEDUDUKAN DAN TUGAS POKOK ORGANISASI DINAS DAERAH KABUPATEN GROBOGAN PEMERINTAH KABUPATEN GROBOGAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN GROBOGAN NOMOR 8 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI DINAS DAERAH KABUPATEN GROBOGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI GROBOGAN, Menimbang : a.

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI SUBANG NOMOR : TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS TATA RUANG, PERMUKIMAN DAN KEBERSIHAN KABUPATEN SUBANG BUPATI SUBANG,

PERATURAN BUPATI SUBANG NOMOR : TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS TATA RUANG, PERMUKIMAN DAN KEBERSIHAN KABUPATEN SUBANG BUPATI SUBANG, PERATURAN BUPATI SUBANG NOMOR : TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS TATA RUANG, PERMUKIMAN DAN KEBERSIHAN KABUPATEN SUBANG BUPATI SUBANG, Menimbang : a. bahwa Dinas Tata Ruang, Permukiman dan

Lebih terperinci

WALIKOTA BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR

WALIKOTA BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR WALIKOTA BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN WALIKOTA BLITAR NOMOR 60 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG DENGAN

Lebih terperinci

KEBIJAKAN DAN RENCANA PELAKSANAAN PNPM MANDIRI PERKOTAAN TAHUN Direktur Penataan Bangunan dan Lingkungan Direktorat Jenderal Cipta Karya

KEBIJAKAN DAN RENCANA PELAKSANAAN PNPM MANDIRI PERKOTAAN TAHUN Direktur Penataan Bangunan dan Lingkungan Direktorat Jenderal Cipta Karya KEBIJAKAN DAN RENCANA PELAKSANAAN PNPM MANDIRI PERKOTAAN TAHUN 2014-2015 Direktur Penataan Bangunan dan Lingkungan Direktorat Jenderal Cipta Karya LINGKUP PAPARAN 1 Pendahuluan 2 Landasan Kebijakan 3 Arah

Lebih terperinci

BUPATI CILACAP PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI CILACAP NOMOR 91 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA

BUPATI CILACAP PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI CILACAP NOMOR 91 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA BUPATI CILACAP PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI CILACAP NOMOR 91 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS PERUMAHAN, KAWASAN PERMUKIMAN DAN PERTANAHAN

Lebih terperinci

LAKIP 2015 DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN

LAKIP 2015 DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Pembangunan Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan disusun dengan mengacu pada Renstra Pembangunan Jangka Menengah Provinsi Sulawesi Selatan 2013-2018, Renstra

Lebih terperinci

BAB II DESKRIPSI OBYEK PENELITIAN. Dengan diberlakukannya Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang

BAB II DESKRIPSI OBYEK PENELITIAN. Dengan diberlakukannya Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang BAB II DESKRIPSI OBYEK PENELITIAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian Dengan diberlakukannya Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah dan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 Tentang Perimbangan

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.97,2012 KEMENTERIAN PERUMAHAN RAKYAT. Pelimpahan. Sebagian Urusan. Dekonsentrasi PERATURAN MENTERI PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR 01 TAHUN 2012 TENTANG PELIMPAHAN

Lebih terperinci

TA 2016 LAPORAN KINERJA DIREKTORAT PERENCANAAN PENYEDIAAN PERUMAHAN KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT

TA 2016 LAPORAN KINERJA DIREKTORAT PERENCANAAN PENYEDIAAN PERUMAHAN KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT LAPORAN KINERJA DIREKTORAT PERENCANAAN PENYEDIAAN PERUMAHAN TA 2016 DIREKTORAT JENDERAL PENYEDIAAN PERUMAHAN KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT KATA PENGANTAR Puji Syukur kita panjatkan kehadirat

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI TRENGGALEK NOMOR 9 TAHUN 2011 TENTANG PENJABARAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH KABUPATEN TRENGGALEK

PERATURAN BUPATI TRENGGALEK NOMOR 9 TAHUN 2011 TENTANG PENJABARAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH KABUPATEN TRENGGALEK PERATURAN BUPATI TRENGGALEK NOMOR 9 TAHUN 2011 TENTANG PENJABARAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH KABUPATEN TRENGGALEK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TRENGGALEK, Menimbang

Lebih terperinci