RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN"

Transkripsi

1 POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA RENCANA STRATEGIS BISNIS TAHUN Direktur Drg. Bambang Hadi Sugito, M.Kes NIP Pembantu Direktur I Winarko, SKM.,M.Kes NIP Pembantu Direktur II Sunarto, S.Kep.,Ns.,M.Mkes NIP Pembantu Direktur III Lembunaita Alberta, SKM.,M.Kes NIP

2 KATA PENGANTAR Bismillahirohmanirrohim; Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surabaya merupakan institusi pendidikan yang dibentuk oleh Kementerian Kesehatan mempunyai tugas meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pendidikan kesehatan dengan berbagai disiplin ilmu meliputi, kebidanan, keperawatan, kesehatan lingkungan, teknik elektromedik, analis kesehatan, keperawatan gigi, dan Gizi. Dalam melaksanakan tugasnya Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surabaya telah mencoba memadukan ilmu pengetahuan dan teknologi berdasarkan kurikulum nasional yang output lulusannya masuk dalam Kerangka Kwalifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Keluarnya Keputusan Menteri Keuangan nomor 495/KMK.05/2010 tentang Penetapan Politeknik Kesehatan Surabaya pada Kementerian Kesehatan Sebagai Instansi Pemerintah yang Menerapkan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum, maka status pengelolaan keuangan menjadi pola pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum (PK-BLU). Semua jenis tarif layanan mengacu pada PMK No.157/PMK.05/2014 sebagai pengganti PMK No.40/PMK.05/2012 tentang jenis dan tarif penerimaan Negara bukan pajak, yang berlaku pada Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya. Rencana strategis bisnis di susun untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang dan kesempatan untuk mengembangkan usaha korporasi layanan pendidikan. Dalam dokumen rencana strategis Poltekkes Kemenkes Surabaya , disebutkan bahwa terdapat 3 (tiga) pilar utama yang menyangga kekuatan bisnis dan program kegiatan yaitu; penguatan tata kelola dan akuntabilitas organsiasi sebagai pilar pertama, peningkatan mutu, relevansi dan keunggulan sebagai pilar kedua dan peningkatan daya saing nasional sebagai pilar ketiga. Ketiga pilar utama tersebut sebagai pondasi untuk mencapai visi yaitu menjadikan Poltekkes Kemenkes Surabaya sebagai pusat rujukan pendidikan tinggi vokasional bidang kesehatan yang memiliki moralitas dan integritas dengan keunggulan kompetitif. Setelah tersusunnya dokumen rencana strategis bisnis, maka diperlukan penjabaran operasional berupa dokumen rencana bisnis anggaran (RBA) setiap tahun, dokumen rencana operasional tahunan (RENOP) dan dokumen indikator kinerja utama tahunan (IKU) sebagai instrumen untuk mengukur apakah output pengelolaan perguruan tinggi sesuai dengan standar manajemen mutu yang telah ditetapkan dalam dokumen SPMI-PT pada Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya. 12

3 Semoga dokumen rencana strategis bisnis Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya tahun ini, dapat dijadikan acuan dan pedoman dalam implementasi kegiatan di Poltekkes Kemenkes Surabaya dalam penyusunan rencana bisnis anggaran, indikator kinerja utama dan review tentang standar manajemen mutunya. Surabaya, 1 Agustus 2016 Direktur, drg.bambang Hadi Sugito.,M.Kes NIP

4 LEMBAR PERSETUJUAN RENCANA STRATEGIS BISNIS POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA TAHUN DEWAN PENGAWAS Ketua, Anggota Anggota Prof. Dr. Aswadi Syuhada, MA Sekretaris Dr. Khambali, ST.,MPPM 14

5 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... BAB I : PENDAHULUAN Latar Belakang Tujuan Rencana Strategis Bisnis Dasar Hukum Sistematika Laporan... BAB II : GAMBARAN KINERJA SAAT INI Gambaran Kinerja Aspek Pelayanan Gambaran Kinerja Aspek Keuangan... BAB III : ARAH DAN PRIORITAS STRATEGIS BISNIS Rumusan Visi, Misi dan Tata Nilai Keterkaitan Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Aspirasi Stakeholder Inti Benchmarking Analisis SWOT Diagram Cartesius Pilihan Prioritas Strategis Analisis TWOS Rancangan Peta Strategi Balance Score Card (BSC)... BAB IV : INDIKATOR KINERJA UTAMA DAN PROGRAM STRATEGIS Matrik Indikator Kinerja Utama Definisi Operasional Indikator Kinerja Utama Program Kerja Strategis... BAB V : ANALISIS RISIKO Identifikasi Risiko Penilaian Tingkat Risiko... BAB VI : PROYEKSI FINANSIAL Estimasi Pendapatan Rencana Kebutuhan Anggaran Rencana Pendanaan... BAB VII : PENUTUP... Lampiran-Lamnpiran... 15

6 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya adalah lembaga pendidikan tinggi negeri yang mendidik mahasiswa menjadi tenaga kesehatan tingkat ahli yang terletak di kota Surabaya, Jawa Timur. Poltekkes Kemenkes Surabaya secara teknis administrasi dibawah pembinaan Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, dan secara fungsional dibawah pembinaan Dirjen Pendidikan Tinggi Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia. Dalam perkembangannya hingga saat ini Poltekkes Kemenkes Surabaya mengelola tujuh Jurusan yang terdiri dari 19 Program Studi DIII dan DIV. Jumlah mahasiswa Poltekkes Kemenkes Surabaya tahun secara keseluruhan sebanyak 2918 orang. Rincian dari jumlah tersebut; mahasiswa DIII sebanyak 2267 orang (77,6%), mahasiswa DIV sebanyak 651 orang (22,4%). Sampai dengan tahun 2013 jumlah lulusan sebanyak orang. Jumlah Dosen di Poltekkes Kemenkes Surabaya sampai tahun 2016 berjumlah 213 orang, dengan kualifikasi pendidikan terakhir S1/DIV sebanyak 30 orang (14%), S2 sebanyak 172 orang (80,7%), dan dosen yang berpendidikan S3 sebanyak 11 orang (5,3%). Dari 213 dosen yang telah memiliki sertifikat pendidik sebanyak 201 orang (94,3%). Sesuai dengan jenjang akademik, dari 213 dosen, sebanyak 87 (40,8%) orang memiliki jabatan akademik lektor kepala, 107 (50,2%) orang jabatan akademik lektor dan 19 (9%) orang jabatan akademik asisten ahli. Penyusunan rencana strategis bisnis bagi institusi pendidikan yang berstatus Badan Layanan Umum Penuh bertujuan untuk menilai posisi/keberadaan institusi saat ini ditinjau dari aspek kemandirian organisasi, jumlah pegawai, peningkatan investasi, output lulusan, peningkatan dan pertumbuhan pendapatan, kesejahteraan pegawai, dan daya saing. Setelah mengetahui keberadaan institusi, rencana bisnis strategis bermanfaat untuk mencari peluangpeluang bisnis yang mampu meningkatkan pendapatan sehingga organsiasi BLU menjadi lebih sehat. Bagi pimpinan BLU, dokumen rencana strategis bisnis sebagai pedoman dan arah kebijakan untuk membuat rencana bisnis anggaran (RBA), menentukan prioritas kegiatan program, menentukan indikator kinerja utama sesuai kebutuhan stakeholder terkini sehingga arah pencapaian visi organisasi menjadi terarah dan terukur. Grand strategy yang kami canangkan ada tiga tahapan, yaitu periode merupakan tahapan pertama setelah berstatus BLU Penuh berupa pengembangan sistem 16

7 manajemen tata kelola berbasis SMART kampus untuk Menuju kwalitas regional. Langkah kedua yaitu periode tahun berupa periode investasi untuk pertumbuhan ekonomi dan produktifitas berkarya menuju daya saing nasional dan global. Langkah ketiga adalah periode berupa pengembangan Poltekes Kemenkes Surabaya menuju Center Of Excellence dibidang pendidikan kesehatan vokasional Jurusan dan Program Studi Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya memiliki 7 (tujuh) jurusan yaitu Jurusan Keperawatan, Jurusan Kesehatan Lingkungan, Jurusan Kebidanan, Jurusan Analis Kesehatan, Jurusan Teknik Elektromedik, Jurusan Keperawatan Gigi dan Jurusan Gizi. Jumlah program studi Diploma III sebanyak 13 (tiga belas) dan 6 (enam) program studi Diploma IV. Program studi Diploma III antara lain : 1) Program Studi Keperawatan Soetomo Surabaya 2) Program Studi Keperawatan Sutopo Surabaya 3) Program Studi Keperawatan Sidoarjo 4) Program Studi Keperawatan Tuban 5) Program Studi Kesehatan Lingkungan Surabaya 6) Program Studi Kesehatan Lingkungan Madiun di Magetan 7) Program Studi Kebidanan Sutomo Surabaya 8) Program Studi Kebidanan Magetan 9) Program Studi Kebidanan Bangkalan 10) Program Studi Analis Kesehatan Surabaya 11) Program Studi Teknik Elektromedik Surabaya 12) Program Studi Keperawatan Gigi Surabaya. 13) Program Studi Gizi Surabaya Sedangkan program studi Diploma IV antara lain : 1) Program studi DIV Kebidanan 2) Program Studi DIV Keperawatan 3) Program studi DIV Analis Kesehatan 4) Program studi DIV Keperawatan Gigi 5) Program studi DIV Teknik Elektromedik 6) Program studi DIV Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Surabaya menjadi salah satu institusi pendidikan tinggi pemerintah yang telah menerapkan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PK-BLU). Ketetapan ini 17

8 berdasarkan pada Keputusan Menteri Keuangan nomor : 495/KMK.05/2010 tanggal 27 Desember 2010 dan telah mempunyai layanan tarif BLU Poltekkes Kemenkes Surabaya yang dikeluarkan melalui Peraturan Menteri Keuangan nomor: 40/PMK.05/2012 dan telah mengalami perubahan menjadi PMK nomor : 157/PMK.05/2014. Mulai Juli 2016 harus melaksanakan Remunerasi bagi Pejabat/Pengelola, Dewan Pengawas dan Pegawai Badan Layanan Umum berdasarkan KMK nomor 542/KMK.05/ Unggulan Dari semua kegiatan layanan Tridharma Perguruan Tinggi disertai unit penunjang utama yang ada di lingkungan Poltekkes Kemenkes Surabaya telah menetapkan Layanan Unggulan yaitu : 1) Pelayanan Laboratorium Pendidikan Modern 2) Pelayanan Jurnal berbasis Open Journal System (OJS) 3) Pelayanan Perpustakaan berbasis elektornik 4) Pelayanan Pembelajaran berbasis digital/e-learning 5) Pelayanan pengelolaan pendidikan berbasis sistim informasi manajemen 6) Pengabdian Masyarakat berbasis Komunal Untuk mewujudkan pelayanan unggulan ini, diperlukan sumber daya manusia yang cerdas, fasilitas yang memadai serta regulasi yang mendukung agar pelayanan betul-betul bisa unggul Pelayanan Pengembangan Poltekkes Kemenkes Surabaya sebagai instutusi pendidikan tinggi vokasional negeri terbesar di Indonesia Timur, sesuai visi dan misi yang dicanangkan, maka arah pengembangan layanan adalah sebagai pusat rujukan pendidikan tinggi vokasional kesehatan berupa : 1) Pusat pendidikan lanjutan program vokasi kesehatan 2) Pusat bisnis dan pengembangan sumberdaya manusia dan karir 3) Pusat penelitian dan kajian ilmu terapan 4) Pusat kajian kebijakan pendidikan vokasi kesehatan 1.2 Tujuan Rencana Strategis Bisnis Dokumen rencana strategis bisnis di susun untuk menjadi instrumen bagi pimpinan BLU dalam menentukan kebijakan pengelolaan PT, program dan rencana kerja operasional tahunan, dan rencana bisnis anggaran. Untuk kepentingan penyusunan anggaran berbasis kinerja, dokumen rencana strategis bisnis bermanfaat untuk menyelaraskan perencanaan dan program kegiatan yang membutuhkan anggaran dari masing-masing Jurusan, Program Studi, dan Unit Penunjang. Secara umum dokumen rencana strategis bisnis bertujuan untuk : 18

9 1) Pedoman pimpinan BLU menentukan arah strategis prioritas program periode lima tahunan; 2) Pedoman menyusun rencana bisnis anggaran; 3) Pedoman bisnis untuk menuju visi organisasi; 4) Rujukan membangun jalinan kerja sama dan eksternal 1.3 Dasar Hukum Adapun landasan hukum penyusunan dokumen rencana strategis bisnis adalah sebagai berikut : 1. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (Lembaran Negara RI Tahun 2009 Nomor 144, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 5063); 2. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi (Lembaran Negara RI Tahun 2012 Nomor 158, Tambahan Lemabaran Negara RI Nomor 5336); 3. Peraturan Pemerintah RI Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara RI Tahun 2005 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 4496); 4. Peraturan Pemerintah RI Nomor 74 Tahun 2012 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (Lembaran Negara RI Tahun 2005 No. 48, Tambahan Lembaran Negara RI No. 4502); 5. Peraturan Pemerintah RI Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi; 6. Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI Nomor 33 Tahun 2011 tentang Pedoman Analisis Jabatan; 7. Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 34 Tahun 2011 tentang Pedoman Evaluasi Jabatan; 8. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor HK.03.05/I.2/03086/2012 tentang Petunjuk Teknis Organisasi dan Tatalaksana Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan, sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.02.03/I.2/08810/2013 Tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Kesehatan Nomor: HK.03.05/I.2/03086/2012 tentang Petunjuk Teknis Organisasi dan Tatalaksana Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan; 19

10 9. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 tahun 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Nomor 40 tahun 2014 dan nomor 83 tahun 2013 tentang Remunerasi Bagi Pegawai di Lingkungan Kementerian Kesehatan; 10. Keputusan Menteri Keuangan Nomor: KMK 495/KMK.05/2010 tentang Penetapan Politeknik Kesehatan Surabaya pada Kementerian Kesehatan sebagai Instansi Pemerintah yang Menerapkan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum. 11. Keputusan Menteri Kesehatan nomor 68 tahun 2014 tentang Pedoman Penyusunan Sistem Remunerasi Pegawai Poltekeks di Lingkungan Kemenkes RI sebagaimana dirubah menjadi Kepmenkes Nomor 70 tahun Keputusan Menteri Keuangan Nomor 542/PMK.05/2016 tentang Penetapan Remunerasi bagi Pejabat Pengelola, Dewan Pengawas, dan Pegawai Badan Layanan Umum Politeknik Kesehatan Surabaya pada Kemeterian Kesehatan; 13. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi nomor 35 tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah; 14. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2416/Menkes/Per/XII/2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Kementerian Kesehatan. 1.4 Sistematika Laporan Dokumen rencana strategis bisnis Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya tahun dibagi menjadi 7 (tujuh) bab yaitu : Bab I, berisi pendahuluan yang didalamnya memuat uraian tentang latar belakang disusunnya buku pedoman rencana strategis bisnis, tujuan, dasar hukum penyusunan dan sistematika penyusunan. Bab 2, berisi tentang gambaran kinerja organsiasi saat ini yang didalamnya memuat uraian tentang kinerja aspek layanan pendidikan dan kinerja aspek keuangan. Bab 3, berisi pernyataan visi, misi dan tata nilai kurun waktu lima tahun mendatang, aspirasi stakeholder, tantangan strategis, upaya benchmarking, analisis SWOT dan TWOS-nya serta peta strategis menurut balance score card. Bab 4, berisi tentang indikator kinerja utama, yang didalamnya memuat uraian tentang indikator kinerja utama disertai definisi operasionalnya dan program kerja prioritas. 20

11 Bab 5, berisi analisis risiko untuk mewujudkan strategis bisnis yang dicanangkan disertai kemungkinan-kemungkinan risiko yang akan dihadapi dan dampak yang ditimbulkan bila tidak ditangani secara serius. Bab 6, berisi proyeksi finansial yang didalamnya memuat uraian sumber pendapatan, mproyeksi pendapatan, kebutuhan anggaran untuk belanja pegawai, belanja modal, belanja barang dan belanja investasi serta pengelolaan aset. Bab 7, berisi penutup. 21

12 BAB 2 GAMBARAN KINERJA SAAT INI 2.1 Gambaran Kinerja Aspek Pelayanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya menyelenggarakan kegiatan jasa pelayanan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat berdasarkan kebutuhan dari pihak pengguna berdasarkan kontrak kerja sama. Sifat kegiatan jasa pelayanan adalah fungsi pelayanan Tridharma Perguruan Tinggi. Tarif layanan atas jasa layanan di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat ditetapkan dalam kontrak kerja sama antara Direktur Poltekkes Kemenkes Surabaya dengan pihak pengguna jasa. Untuk meningkatkan jasa layanan tersebut pihak Poltekkes Kemenkes Surabaya bisa melaksanakan kerja sama operasional (KSO) dengan pihak lain. Tarif layanan diatur dengan Keputusan Menteri Keuangan nomor 157/KMK.05/2014 dengan kategori tarif antara lain; 1) tarif atas kegiatan seleksi penerimaan mahasiswa baru, 2) tarif atas sumbangan penyelenggaraan pendidikan, 3) tarif atas dana pengembangan pendidikan, 4) tarif atas penunjang layanan pendidikan, 5) tarif atas penggunaan sarana dan prasarana, 6) tarif atas penggunaan laboratorium dan klinik, dan 7) tarif atas produk samping. Disamping tarif di atas pendapatan Badan Layanan Umum dapat berasal dari kerja sama operasional (KSO). Gambaran kinerja yang akan disampaikan dalam dokumen ini dibagi menjadi dua bagian yaitu; 1) evaluasi terhadap pencapaian indiaktor kinerja utama (IKU) tahun 2015 dan evaluasi berdasarkan self assesment sesuai indikator kinerja yang ditetapkan oleh PK-BLU. Pencapaian indiaktor kinerja utama (IKU) tahun 2015 sebagaimana tabel berikut : Tabel 2.1 Capaian Indikator Kinerja Utama Poltekkes Kemenkes Surabaya tahun 2015 I No Sasaran Kinerja Indikator Kinerja Target Satuan II Kinerja Pengelolaan Keuangan Efektif, Efisien dan Akuntabel Layanan Prima 1. Rasio Pendapatan PNBP terhadap Biaya Operasional 2. Realisasi target PNBP (Juta Rupiah) 1. Rasio Dosen terhadap Mahasiswa 2. Persentase jumlah lulusan dnegan IPK 3,25 Capaian IKU % Juta Skor 3 3,05 3,05 50 %

13 3. Persentase penyerapan lulusan 6 bulan 4. Persentase jumlah penelitian yang dipublikasikan 5. Persentase jumlah dosen S3 6. Indeks Kepuasan Masyarakat 90 % % 85 87, % Skor Tabel 2.1 memberikan gambaran bahwa capaian indiaktor kinerja utama mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, hal ini menunjukkan bahwa pelayanan Tri Dharma Perguruan Tinggi dikategorikan baik. Di sisi lain jumlah persentase dosen dengan gelar akademik doktor belum memenuhi target karena, dosen yang sednag tugas belajar dan ijin belajar ke jenjang strata-3 (S-3) belum banyak yang lulus. Indeks kepuasan masyarakat terhadap proses layanan di Poltekkes Kemenkes Surabaya dikategorikan baik dengan skor 3, hal ini menunjukkan bahwa semua komponen civitas akademika memberikan penilaian kinerja institusi baik. Hasil capaian self assesment terhadap pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum tahun 2015 menunjukkan trend yang cukup bagus, sebagaimana tabel berikut : Tabel 2.2 Penilaian Kinerja Satker BLU Poltekkes Kemenkes Surabaya Tahun No Tahun Skor Keuangan Pelayanan Total Skor Kategori Keterangan ,92 58,14 80,06 Baik Kep. Dir. PPK BLU No. 219/PB.5/ ,8 61,14 81,94 Baik Kep.Dir.PPK BLU No. 324/PB.5/ ,88 63,85 78,73 Baik Usulan 23

14 2.2 Gambaran Kinerja Aspek Layanan Pendidikan No Uraian Akreditasi Institusi Belum Belum Belum 2 Akreditasi Prodi Diploma III LEMBAGA AKREDITASI MENKES BAN-PT/ a. Prodi Kesehatan Lingkungan Surabaya b. Prodi Kesehatan Lingkungan Magetan c. Prodi Kebidanan Magetan d. Prodi Kebidanan Bangkalan e. Prodi Kebidanan Sutomo Surabaya f. Prodi Keperawatan Soetomo Surabaya g. Prodi Keperawatan Sidoarjo h. Prodi Keperawatan Sutopo Surabaya i. Prodi Keperawatan Tuban j. Prodi Analis Kesehatan k. Prodi Keperawatan Gigi l. Prodi Teknik Elektromedik m. Prodi Gizi 3 Akreditasi Prodi Diploma IV a. DIV Kebidanan b. DIV Keperawatan Gawat Darurat c. DIV Analis Kesehatan d. DIV Teknik Elektromedik e. DIV Kesehatan Lingkungan f. DIV Keperawatan Gigi 4 Rasio pendapatan PNBP terhadap biaya A B A A A A A A B A A A C A A A A A A LAM PT Kes B B B B B B B B B B B B B Belum Belum Belum Belum Belum Belum 17,26 17,37 17,92 operasional 5 Realisasi PNBP BLU 24,834 25,834 26,171 Juta 6 Rasio Dosen terhadap Mahasiswa 1 : 13 1 : 13,4 1 : 13,7 7 Persentase jumlah lulusan dengan IPK 3, Persentase jumlah lulusan tepat waktu Persentase jumlah penyerapan lulusan di pasar kerja 6 bulan setelah wisuda Persentase jumlah dosen yang melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Jumlah penelitian yang dihasilkan dosen Judul 12 Persentase jumlah penelitian yang dipublikasikan Persentase jumlah dosen dengan kualifikasi akademik doktor (S3) 4,8 5,1 5,4 14 Indeks kepuasan masyarakat Persentase ketersediaan modul ajar Persentase ketersediaan jaringan internet kbps 17 Jumlah kunjungan mahasiswa ke perpustakaan per tahun

15 18 Frekuensi AMI per tahun Frekuensi Audit Akuntan Publik per tahun Frekuensi Audit SPI Persentase peningkatan MoU /Kerjasama antar lembaga Gambaran Kinerja Aspek Keuangan Di lihat dari kinerja aspek keuangan, capaian indikator rasio keuangan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya cukup stabil meskipun ada sedikit fluktuasi di beberapa tahun terakhir. Kondisi kinerja keuangan sebagaimana tabel 2.4 berikut : Tabel 2.4 : Gambaran Kinerja Keuangan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya Tahun No Rasio Keuangan Rasio Kas (Cash Ratio) 438% 248% 2 Rasio Lancar (Current Ratio) 457% 367% 3 Perputaran aset tetap (Fixed Asset Turnover) 5,7% 5,3% 4 Imbalan atas Aktiva Tetap ( Retunr on Asset) -4,32% 1,13% 5 Imbalan ekuitas (Return of Equity) -4,15% 1,11% 6 Rasio Pendapatan PNBP terhadap biaya operasional 27% 34% Selama periode rasio keuangan menunjukkan perubahan yang snagat fluktuatif pada ketujuh faktor. Rasio kas dan rasio lancar menunnjukkan arah peningkatan. Rasio pendapatan PNBP terhadap biaya operasional menunjukkan tred penurunan disebabkan beberapa faktor antara lain; 1) trend jumlah mahasiswa mengalami penurunan, 2) layanan tarif SPP dan DPP relatif sangat kecil, 3) upaya KSO dan pemberdayaan aset masih terkendala regulasi, dan 4) pendapatan dari sektor hibah tidak ada. 25

16 BAB III ARAH DAN PRIORITAS STRATEGIS BISNIS LIMA TAHUN MENDATANG 3.1 Rumusan Visi, Misi dan Tata Nilai Visi Visi merupakan cita-cita dan tujuan yang hendak dicapai oleh suatu organisasi dalam penyelenggaraan tridharma perguruan tinggi, sehingga pimpinan beserta seluruh civitas akademika memiliki acuan untuk mewujudkan sebuah perguruan tinggi yang Inovatif dibidang akademik untuk menghasilkan tenaga vokasional di bidang kesehatan yang terampil, beretos kerja baik, jujur, bermoral tinggi dan memiliki daya saing tinggi. Makna lain yang terkandung dalam pengertian visi tersebut adanya upaya pimpinan beserta civitas akademika untuk memfasilitasi seluruh aktivitas proses pembelajaran menuju terwujudnya output yang berkualitas dan menampilkan karakter dan etika dengan menjunjung tinggi martabat profesi dalam pengabdian dirinya ditengah-tengah masyarakat. Berdasarkan perumusan Visi secara umum diatas, maka Visi Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya adalah : Menjadikan Poltekkes Kemenkes Surabaya Sebagai Rujukan pendidikan tinggi bidang kesehatan yang memiliki moralitas dan integritas dengan keunggulan kompetitif. Visi tersebut dapat didefinisikan sebagai berikut: 1. Menjadi pusat pendidikan tenaga kesehatan mengandung harapan Poltekkes Kemenkes Surabaya menjadi pusat rujukan dalam pelaksanaan pendidikan tinggi vokasional di bidang kesehatan mulai dari jenjang pendidikan diploma, magister saint terapan dan doktor terapan yang menghasilkan tenaga-tenaga terampil di berbagai jenjang sesuai Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia 2. Memiliki moralitas mengandung makna bahwa setiap civitas akademika yang terlibat di dalam penyelenggaraan pendidikan dan semua lulusan berupa tenaga-tenaga terampil memiliki moral yang baik berupa; kejujuran, amanah, dan ikhlas mengabdikan keahliannya untuk kemaslahatan masyarakat, mampu bekerja sama dengan orang lain, memiliki semangat dan etos kerja yang tinggi 3. Memiliki integritas mengandung makna setiap civitas akademika yang terlibat di dalam penyelenggaraan pendidikan dan semua lulusan berupa tenaga-tenaga trampil memiliki kesetiaan kepada sesuatu yang benar. 26

17 4. Keunggulan kompetitif mengandung harapan bahwa semua lulusan Poltekkes Kemenkes Surabaya mampu memberikan manfaat bagi penyelesaian masalah kesehatan di masyarakat dan mampu bersaing di era global yang penuh kompetitif berbasis keunggulan di masingmasing Program Studi Misi 1. Melaksanakan integrasi Tridharma Perguruan Tinggi untuk mendukung pengembangan pengetahuan, moralitas, integritas dan kompetensi yang unggul serta kompetitif. 2. Melaksanakan tata kelola organsiasi dan sumber daya manusia yang baik, bersih, akuntabel, transparan dan terukur. 3. Mengembangkan kerja sama dalam bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan pengelolaan pendidikan Tata Nilai Tata nilai sangat diperlukan untuk membangun visi dalam penyelenggaraan pendidikan pada Poltekkes Kemenkes Surabaya. Visi ini nantinya dijadikan patokan target pencapaian tujuan institusi. Tata nilai dimaksud antara lain : 1. Nilai Dasar Landasan utama setiap civitas akademika yang terlibat di dalam penyelenggaraan pendidikan pada Poltekkes Kemenkes Surabaya adalah ketaatan dalam beribadah kepada Allah SWT sesuai agama dan kepercayaan masing-masing. 2. Nilai Kepribadian Setiap civitas akademika yang terlibat di dalam penyelenggaraan pendidikan pada Poltekkes Kemenkes Surabaya diharuskan memiliki sikap; jujur, amanah, dan ikhlas untuk mampu bekerja sama dengan orang lain dan memiliki semangat untuk mencapai cita-cita institusi. 3. Nilai Manfaat Lulusan Poltekkes Kemenkes Surabaya mampu memberikan manfaat bagi penyelesaian masalah kesehatan di masyarakat dan mampu bersaing di era global yang penuh kompetitif sesuai keuanggulan masing-masing Program Studi. 4. Nilai Pro Mahasiswa Dalam penyelenggaraan pendidikan Poltekkes Kemenkes Surabaya selalu mengutamakan kepentingan mahasiswa, sehingga mampu menghasilkan lulusan yang berpengetahuan baik, 27

18 memiliki sikap yang bagus dan memiliki kecakapan ketrampilan/kompetensi yang sesuai dengan harapan masyarakat pengguna. 5. Nilai Pelayanan Semua aspek pelayanan kepada seluruh civitas akademika dan stakeholder dijamin mutunya secara berkesinambungan sehingga kepuasan mahasiswa dan kepuasan pengguna menjadi tujuan utama pelayanan dilandasi sikap keikhlasan semata untuk mencapai keridhaan Allah SWT. 6. Nilai Responsif Lulusan Poltekkes Kemenkes Surabaya sesuai dengan kebutuhan pasar/user sehingga diperlukan proses pembelajaran yang berbasis kompetensi sesuai persyaratan pengguna ditunjang dengan keikutsertaan mahasiswa dalam kegiatan penelitian terapan dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat sesuai keunggulan program studi masing-masing dalam bingkai penjaminan mutu layanan secara berkesinambungan Nilai responsif perlu dimasukkan dalam salah satu aspek dasar penyusunan visi dan misi berkaitan dengan respon Poltekkes Kemenkes Surabaya terhadap setiap regulasi yang mengatur penyelenggaraan pendidikan tinggi dan regulasi kebutuhan tenaga kesehatan secara nasional dan global termasuk profil lulusan yang harus memenuhi standar Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) Motto Poltekkes Kemenkes Surabaya Kebanggaan Kita Semua atau Surabaya Health Polytechnic Our Pride Budaya Organsiasi Budaya organisasi yang dikembangkan pada institusi Poltekkes Kemenkes Surabaya menggunakan istilah JUMATAN, merupakan kepanjangan dan memberikan makna sebagai berikut : Jujur Poltekkes Kemenkes Surabaya dalam membangun organisasi dilandasi budaya jujur dalam perbuatan (kinerja) dimulai dari kejujuran para pemimpinnya. Amanah Budaya jujur perlu diimbangi dengan amanah, artinya semua pekerjaan yang dilakukan semuannya dapat dipercaya dan diandalkan sehingga cita-cita organisasi dapat terwujud. 28

19 Taat Budaya jujur dan amanah dijalankan dengan ketaatan terhadap hukum syariat agama dan hukum pemerintah sehingga kinerja Poltekkes Kemenkes Surabaya selalu berada di jalur yang benar dan lurus. Semangat Budaya jujur, amanah dan taat hanya bisa dicapai manakala semua unsur sumber daya manusia di lingkup Poltekkes Kemenkes Surabaya semangat untuk menjalankan misi organsiasi untuk mencapai visi berupa menjadikan Poltekkes Kemenkes Surabaya sebagai pusat pendidikan tenaga kesehatan yang memiliki moralitas dan integritas dengan keunggulan kompetitif Janji Layanan Budaya organisasi berupa; jujur, amanah, taat dan semangat perlu diamalkan dalam perilaku kerja pimpinan dan semua karyawan sehari-hari dalam memberikan pelayanan dengan janji layanan SERASI yaitu; senyum, ramah, santun dan ikhlas. 1. Senyum Senyum mengandung makna ungkapan rasa senang dan bahagia dalam melayani 2. Ramah Ramah mengandung makna adanya kebaikan hati, manisnya tutur kata dan sikap, berbahasa yang baik dan menyenangkan dalam pergaulan selama memberikan pelayanan. 3. Santun Santun mengandung makna sabar, sopan dan suka menolong dalam melayani sehingga sesuatu yang sulit dibikin mudah, dan sesuatu yang mudah tidak dibikin sulit. 4. Ikhlas Ikhlas mengandung makna bahwa sikap melayani dengan senyum, ramah dan santun sematamata karena menjalankan ibadah kepada Allah SWT serta bertaqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah SWT untuk mendapatkan keridhaan-nya. 29

20 3.1.7 Matrik Keterkaitan Misi Dengan Tujuan Institusi Tabel 3.1 Matrik Keterkaitan Misi dengan Tujuan Institusi No MISI TUJUAN INSTITUSI 1 Melaksanakan integrasi Tridharma 1. Mendidik tenaga kesehatan yang Perguruan Tinggi untuk mendukung bermutu, bermoral, berintegritas dan pengembangan pengetahuan, berdaya saing tinggi moralitas, integritas dan kompetensi 2. Meningkatkan kualitas penelitian yang unggul serta kompetitif terapan dan pengabdian kepada masyarakat yang berdaya saing tinggi 2 Melaksanakan tata kelola organsiasi dan sumber daya manusia yang baik, bersih, akuntabel, transparan dan terukur. 3 Mengembangkan kerja sama dalam bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan pengelolaan pendidikan. 3. Meningkatkan tata kelola organisasi dan sumber daya manusia yang baik, bersih, akuntabel, transparan, dan terukur. 4. Menerapkan sistem penjaminan mutu untuk menghasilkan tenaga kesehatan yang unggul dan kompetitit dalam tata kelola pendidikan yang baik dan bersih. 5. Meningkatkan kemitraan untuk menunjang produktivitas dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa dalam pelaksanaan Tridharma 6. Terwujudnya peningkatan strata pendidikan dari vokasional ahli madya ke strata sarjana saint terapan, magister saint terapan dan doktoral terapan Matrik Keterkaitan Tujuan Institusi Dan Sasaran Matrik keterkaitan antara tujuan institusi dan sasaran ini sangat bermanfaat untuk membantu menyusun indikator, kebijakan dan program kerja yang akan diambil oleh institusi untuk mencapai visi dan misi. Tabel 3.2 Matrik Keterkaitan Tujuan Institusi dan Sasaran No TUJUAN INSTITUSI SASARAN 1 Mendidik tenaga kesehatan yang 1. Meningkatkan kuantitas dan kualitas bermutu, bermoral, berintegritas dan mahasiswa baru berdaya saing tinggi 2. Memantapkan penerapan kurikulum berbasis kompetensi di seluruh Program Studi 3. Meningkatkan kualitas lulusan agar tepat 2 Meningkatkan kualitas penelitian terapan dan pengabdian kepada waktu 4. Meningkatkan kualitas penelitian terapan yang berdaya saing tinggi 30

21 masyarakat yang berdaya saing tinggi 5. Meningatlkan kualitas pengabdian kepada masyarakat yang berdaya saing tinggi 6. Meningkatkan kuantitas dan kualitas publikasi hasil penelitian dan hasil pengabdian kepada masyarakat 7. Mewujudkan hak patent atas HAKI 8. Meningkatkan pemberdayaan kelompok kerja pengabdian kepada masyarakat 3 Meningkatkan tata kelola pendidikan yang efisien, transparan, terukur dan akuntabel 4 Menerapkan sistem penjaminan mutu untuk menghasilkan tenaga kesehatan yang unggul dan kompetitit dalam tata kelola pendidikan yang baik dan bersih. 5 Meningkatkan kemitraan untuk menunjang produktivitas dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa dalam pelaksanaan Tridharma 6 Terwujudnya peningkatan strata pendidikan dari vokasional ahli madya ke strata sarjana saint terapan, magister saint terapan dan doktoral terapan. 9. Meningkatkan pelayanan administrasi akademik dan kemahasiswaan 10. Meningkatkan pelayanan adminsitrasi keuangan 11. Meningkatkan pelayanan adminsitrasi kepegawaian 12. Meningkatkan pelayanan adminsitrasi aset/bmn 13. Meningkatkan pelayanan adminstrasi umum 14. Meningkatkan kemampuan tenaga dosen dan tenaga kependidikan sesuai keahlian dan kompetensi 15. Meningkatkan sarana dan prasarana dalam jumlah dan jenis yang memadai 16. Mewujudkan good governance dalam sistem manajemen kelembagaan 17. Meningkatkan status kelembagaan yang terakreditasi BAN-PT 18. Pemantapan penerapan sistem penjaminan mutu di seluruh Program Studi 19. Meningkatkan sistem pengawasan mutu (AMI) 20. Meningkatkan pemanfatan sistem informasi manajemen akademik dan non akademik 21. Meningkatkan program kemitraan antar lembaga dalam bidang penelitian dan Pengabmas 22. Pemberdayaan unit bisnis dan kerjasama untuk meningkatkan pendapatan BLU 23. Mewujudkan kemitraan dengan lembaga donor untuk memperoleh hibah bersaing 24. Menyusun roadmap keberlanjutan pendidikan menuju jenjang sarjana saint terapan, magister saint terapan dan doktor terapan. 25. Kerjasama dengan lembaga pendidikan vokasional dalam negeri dan luar negeri 31

22 3.2 Aspirasi Stakeholder Sebagai tahap awal penyusunan rencana strategis bisnis ini dilakukan analisis aspirasi stakeholder. Analisis ini didahului dengan mengkompilasi antara harapan dan kekhawatiran. Stakeholder inti dimaksud antara lain; Badan Pemberdayaan dan Pengembangan SDM Kesehatan RI, karyawan, mahasiswa, SMA, Fakultas Kedokteran, Bidan Praktik Mandiri, Klinik Bersalin, dan tempat praktik lainnya. Berikut disajikan harapan dan ekhawatiran stakeholder utama : Tabel 3.3 Analisis Stakeholder Utama No Stakeholder Utama Harapan Kekhawatiran 1 Badan PPSDM Kesehatan RI Menjadi rujukan pendidikan vokasional kesehatan wilayah timur Indonesia Menjadi kampus pusat kajian berbagai ilmu kesehatan terapan Menjadi Politeknik Kesehatan yang unggul di wilayah Timur Indonesia 2 Fakultas Kedokteran Mampu menghasilkan lulusan diploma yang handal Mampu menghasilkan lulusan yang jujur dan beretos kerja tinggi 3 Mahasiswa Layanan PBM memauskan Fasilitas penunjang PBM memadai Merasa nyaman belajar di area kampus Cepat kerja 4 Karyawan Kesejahteraan meningkat Jenjang karir rapi Lingkungan kerja aman dan nyaman Kesempatan mengembangkan karir tinggi Tidak mampu menjadi pusat rujukan pendidikan vokasional kesehatan wilayah timur Indoensaia Tidak mampu menjadi pusat kajian ilmu kesehatan terapan Tidak mampu menghasilkan lulusan yang handal, jujur dan beretos kerja yang tinggi Layanan PBM tidak memuaskan Sarana prasarana penunjang PBM tidak memadai Suasana akdemik tidak menyenangkan Banyak menghasilkan lulusan yang menganggur Kesejahteraan menurun Jenjang karir tidak ada Lingkungan kerja tidak aman dan tidak nyaman Kesempatan mengembangkan karir kecil 5 Mitra kerja Mahasiswa kreatif, Mahasiswa tidak kreatif 32

23 beretos kerja dan jujur Mahasiswa terampil dan tidak beretos kerja Mahasiswa tidak terampil 3.3 Tantangan Strategis Setelah dilakukan analisis aspirasi stakeholder utama, Poltekkes Kemenkes Surabaya menentukan tantangan strategis yang sedang terjadi dan yang akan terjadi sehingga sangat menentukan ketercapaian visi dan misi yang telah dibangun. Isu-isu strategis baik maupun eksternal setelah dilakukan kajian yang mendalam dapat dikategorikan sebagai berikut : 1) Budaya kerja dan tata kelola organisasi 2) Manajerial dan leadership 3) Kompetensi SDM 4) Sumber daya organsiasi 5) Persaingan dan daya tarik calon mahasiswa 6) Pemasaran organisasi 3.4 Benchmarking Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya telah melakukan benchmarking ke berbagai Politeknik Kesehatan sejenis dan beberapa politeknik di kawasan ASEAN yang standar akreditasi sama dan atau lebih tinggi diantaranya : 1. Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang 2. Politeknik Nanyang Singapura 3. Politeknik Thailand 3.5 Analisis SWOT Analisis lingkungan ini merupakan bagian penting dalam penentuan strategi organisasi. Pemetaan dilakukan terhadap empat bidang yang dianggap mempunyai daya ungkit yang tinggi terhadap kinerja organisasi Politeknik Kementerian Kesehatan Surabaya yaitu bidang Pelayanan, Keuangan, Sumber Daya Manusia (SDM), serta Sarana dan Prasarana. Pada prinsipnya analisis ini mencakup peninjauan dan evaluasi atas faktor-faktor yang dianggap sebagai kekuatan (Strenghts), kelemahan (Weaknesess), peluang (Opportunities) dan ancaman (Threats). Proses awal analisis SWOT terhadap keberadaan Poltekkes Kemenkes Surabaya, diawali dari hasil dokumen evaluasi diri masing-masing program studi (Dokumen ED). Di dalam dokumen evaluasi diri masing-masing program studi telah tercantum analisis SWOT, 33

24 strategi yang diambil untuk meningkatkan posisi tawar masing-masing Program Studi. Dari dokumen kami berupaya memadukan, melakukan telaah akademik, diskusi ilmiah dan focus group disccusion (FGD) yang menghasilkan peta posisi lembaga (institusi) Poltekkes Kemenkes Surabaya. Gambaran posisi organisasi Poltekkes Kemenkes Surabaya tahun 2014 berdasarkan analisa SWOT dapat dilihat pada gambar dibawah ini : Peluang II STABIL Aggressive Maintenance Stable Growth I GROWTH X Kelemahan Selective Maintenance Turn Arround Giurella Rapid Growth Conglomerat Diversification Kekekuatan III DEFENSIF Nice Y Ancaman Concentric Diversification IV DIVERSIFIKASI Gambar 3.1 Anatomi Kuadran Pemaknaan : 1. Kuadran I (Growth / Pengembangan dan Pertumbuhan) Dalam keadaan ini pengembangan dan pertumbuhan secara agresif sangat dimungkinkan karena organisasi memiliki kekuatan-kekuatan untuk memanfaatkan peluang-peluang yang ada. Pengembangan dan Pertumbuhan ini dapat dilakukan dengan salah satu atau kombinasi dari alternatif-alternatif berikut ini : 1) Penetrasi Pasar, yaitu meningkatkan volume usaha dengan usaha pemasaran yang lebih agresif pada pasar yang ada. 2) Pengembangan Pasar, yaitu meningkatkan volume usaha dengan meluaskan pasar. 3) Pengembangan Produk yaitu meningkatkan volume usaha dengan mengembangkan produk-produk baru yang berhubungan atau menyempurnakan produk untuk pasar yang sudah ada. 34

25 2. Kuadran II (Stabilisasi / Rasionalisasi) Organisasi / Perusahaan pada kuadran ini tetap masih dapat berkembang/tumbuh, asal pandai/jeli dalam memilih arena untuk bersaing atas dasar kekuatan yang di milikinya. 3. Kuadran III (Defensif / Penciutan kegiatan) Organisasi yang berada pada kuadran ini, kemungkinan untuk tumbuh / berkembang sudah sangat kecil karena banyak kelemahannya. Dalam kondisi demikian satu-satunya pilihan adalah bertahan sekedar hidup, menjaga agar apa yang sudah ada tidak hilang. 4. Kuadran IV (Diversifikasi) Usaha diversifikasi (mengembangkan usaha-usaha baru) mungkin perlu dilakukan apabila peluang-peluang pengembangan lebih lanjut dalam usaha yang sekarang kurang menarik / terbatas. Analisis kinerja Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surabaya dilakukan dengan cara analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat) terhadap ke empat faktor yang dianggap berpengaruh yaitu bidang Pelayanan, Keuangan, Sumber Daya Manusia serta Sarana / Prasarana. A. Faktor Internal Analisis organisasi dilakukan dengan cara mengidentifikasi ke empat faktor yaitu Bidang Pelayanan, Keuangan, Sumber Daya Manusia serta Sarana dan Prasarana sehingga dapat ditemukan kekuatan dan kelemahan organisasi. Tabel 3.4 Analisis Faktor Internal No Faktor Kekuatan (Strength) Kelemahan (Weakness) 1 Pelayanan a. Merupakan salah satu Poltekkes terbesar di Indonesia karena memiliki 7 jurusan, 13 Prodi D3 dan 6 Prodi D4 b. 100% dosen telah membuat rancangan pembelajaran berbasis kompetensi c. Proses pembelajaran di masing-masing Prodi telah terjamin mutunya d. Tingkat kepuasan mahasiswa dan dosen terhadap pelayanan administrasi sangat baik a) Sistem tata kelola organisasi dan tata pamong masih perlu peningkatan b) Kegiatan tracer study untuk mengetahui penyerapan lulusan belum punya data yang valid c) Masih adanya keluhan pelanggan terhadap pelayanan administrasi akademik dan kemahasiswaan d) Belum semua rancangan 35

26 e. Alumni telah memiliki jejaring yang luas sehingga meningkatkan penyerapan lulusan f. Penyelenggaraan pendidikan sesuai standar SPMI g. Pelayanan administrasi keuangan telah mendapat opini WTP 2 Keuangan a. Pendapatan BLU dari rupiah murni atau APBN masih cukup tinggi b. Adanya peluang meningkatkan pendapatan BLU dari partisipasi masyarakat/mahasiswa melalui PNBP c. Potensi unit bisnis dan kerja sama sangat mantap sehingga mampu meningkatkan pendapatan BLU dari unsur bisnis, hibah dan kerjasama pembelajaran dibukukan sesuai standar nasional (ISBN) e) Meskipun sudah ada SOP, namun sering terjadi kegitan kinerja tidak sesuai dengan SOP, sehingga meskipun tingkat kepuasan terhadap pelayanan sangat baik, namun keluhan layanan belum zerro (0%) a. Budaya fleksibilitas pada PK-BLU belum sepenuhnya berjalan dengan baik b. Belum semua produk layanan sudah disetujui pola tarifnya oleh Menteri Keuangan c. Masih banyak Jurusan yang belanja keuangannya masih lebih tinggi dari pendapatannya sehingga azas proporsional belanja belum terjadi 3 Sumber Daya Manusia (SDM) a. Komitmen pimpinan yang tinggi untuk pengembangan SDM b. Sebagian besar dosen memiliki kualifikasi akademik Magister c. Rasio dosen dan mahasiswa standar d. Rasio tenaga kependidikan dan mahasiswa mendekati standar e. Sebagian besar dosen (90%) telah memiliki pengalaman mengajar, membimbing dan melatih lebih dari 5 tahun f. Sistem penilaian kinerja SDM standar berbasis kinerja pegawai a. Penyediaan informasi tenaga adminsitrasi sangat terbatas (formasi PNS terbatas) b. Jumlah dosen yang bergelar doktor baru 0,06 % c. Jumlah dosen dengan jenjang akademik lektor kepala masih sekitar 56% dari total dosen yang dimiliki 4 Sarana dan a. Memiliki prasarana gedung a. Lokasi kampus belum 36

27 Prasarana yang memadai dan milik sendiri seluas 55,917 m 2 dan tanah seluas 5,14 Ha. b. Memiliki sarana penunjang yang memadai berupa laboratorium terpadu, aula dan unit lain yang memiliki potensi menghasilkan pendapatan BLU terpusat atau terpadu b. Peralatan praktikum belum mampu sesuai standar mata kuliah c. Jurnal internasional belum semua Prodi berlangganan d. Masih sedikit jurnal hasil proseding yang menjadi koleksi perpustakaan B. Faktor External Analisis ini dilakukan untuk mengidentifikasi dua aspek yaitu peluang dan ancaman terhadap organisasi Politeknik Kesehatan Kementerian Surabaya. Daftar peluang yang teridentifikasi merupakan kondisi untuk meningkatkan usaha yang ada saat ini, maupun kemungkinan membuka usaha baru. Sedangkan ancaman memuat keadaan yang dirasakan saat ini maupun yang bersifat potensial. Tabel 3.5 Analisis Faktor Eksternal NO Faktor Peluang ( Opportunity ) Ancaman ( Threat ) 1. Pelayanan a. Perkembangan IPTEK mendorong peningkatan bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat b. Perkembangan teknologi informasi dapat membantu memperpendek masa tunggu kerja sekaligus dapat meningkatkan daya serap lulusan. c. Kepercayaan pengguna lulusan semakin meningkat, dengan penerapan kurikulum berbasis kompetensi profesional secara praktis & pragmatis berdasar kebutuhanuser. d. Pasar bebas membuka peluang untuk meningkatkan jejaring di tingkat Nasional maupun Internasional. a. Munculnya pendidikan tingi kesehatan baik negeri dan swasta sehingga menambah pesaing b. Tuntutan masyarakat pengguna lulusan semakin meningkat sehingga lulusan harus benar-benar sesuai persyaratan pengguna c. Adanya pasar bebas (MEA) sehingga pesaing lulusan tidak hanya dalam negeri tetapi juga dari lulusan luar negeri 37

28 2. Keuangan a. PP. Nomor 23 Tahun 2005 tentang PPK-BLU, berpeluang untuk pengelolaan keuangan lebih mandiri dan flexibel. b. Permenkeu. No10/PMK.02/ 2006 tentang Remunerasi, membuka peluang pemberlakuan sistem remunerasi dengan prinsip proporsional, kesetaraan dan kepatutan. a. Biaya lahan praktek cenderung meningkat sehingga biaya pendidikan mahasiswa cenderung meningkat b. Persaingan tarif / unit cost biaya pendidikan sehingga biaya pendidikan cenderung meningkat dan dapat menurunkan animo pendaftar/mahasiswa baru 3. Sumber Daya Manusia (SDM) 4 Sarana dan Prasarana a. UU. Nomor 14/2005 tentang Guru dan Dosen, mendorong pengembangan pendidikan dosen sesuai kualifikasi dan kompetensi akademik b. Permendikbud nomor 49 tahun 2014 tentang SNPT, yang memberikan payung bahwa Politeknik bisa menyelenggarakan pendidikan vokasional sampai doktoral terapan c. PP. No 53/2010 tentang Disiplin PNS,berpeluang dapat meningkatkan kinerja pegawai a. Terbentuknya unit bisnis dan kerja sama yang dimungkinkan meningkatkan pendapatan BLU b. Sudah banyak kerja sama kemitraan antara Poltekkes dengan pihak lain termasuk lembaga donor sehingga pendapatan BLU meningkat c. Sarana prasarana penunjang pembelajaran cukup memadai dan standar sehingga PBM berjalan dengan lancar a. Perubahan peta jabatan menjadikan pola pikir pegawai berubah b. Pasar bebas mendorong masuknya tenaga asing yang berdampak pada ketatnya persaingan penyerapan lulusan. a. Pesatnya perkembangan teknologi kususnya alat kesehatan, berdampak pada kurangnya dalam pencapaian skill mahasiswa. b. Alat praktikum di lahan praktek (RS) tidak bisa memenuhi tuntutan kompetensi lulusan. Pembobotan dan Skala Rating serta Perhitungan dan Grafik Pembobotan dari rating faktor dan eksternal untuk setiap bidang didasarkan pada besarnya pengaruh bidang tersebut terhadap kinerja organisasi Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surabaya. Perhitungan pembobotan dan skala dilakukan dengan cara masing-masing faktor dan sub faktor diberi nilai serta ditentukan peringkatnya (dengan skala 38

29 1~5). Sesuai dengan besarnya peranan terhadap kinerja Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surabaya. Pengukuran nilai rating masing-masing faktor dalam bidang-bidang tersebut di atas dilakukan dengan skala sebagai berikut : 5 = sangat kuat 4 = kuat 3 = cukup 2 = lemah 1 = sangat lemah Untuk kekuatan dan peluang bernilai positif, sedangkan untuk kelemahan dan ancaman bernilai negatif. C. Hasil Analisis Swot 1. Kekuatan URAIAN Tabel 3.5 Uraian Analisis Kekuatan A. Pelayanan 0,3 a. Merupakan salah satu Poltekkes terbesar di Indonesia karena memiliki 7 jurusan, 13 Prodi D3 dan 6 Prodi D4 b. 100% dosen telah membuat rancangan pembelajaran berbasis kompetensi c. Proses pembelajaran di masing-masing Prodi telah terjamin mutunya d. Tingkat kepuasan mahasiswa dan dosen terhadap pelayanan administrasi sangat baik e. Alumni telah memiliki jejaring yang luas sehingga meningkatkan penyerapan lulusan f. Penyelenggaraan pendidikan sesuai standar SPMI g. Pelayanan administrasi keuangan telah mendapat opini WTP Faktor Sub Rating Nilai Faktor (1-5) a b c axbxc 0,2 0,2 0,1 0,1 0,1 0,1 0, ,30 0,30 0,15 0,12 0,15 0,12 0,09 Sub Jumlah 1,23 B. Keuangan 0,2 a. Pendapatan BLU dari rupiah murni atau APBN masih cukup tinggi 0,4 5 0,40 b. Adanya peluang meningkatkan pendapatan BLU dari partisipasi masyarakat/mahasiswa melalui PNBP 0,3 4 0,24 c. Potensi unit bisnis dan kerja sama sangat mantap sehingga 0,3 5 0,30 mampu meningkatkan pendapatan BLU dari unsur bisnis, hibah dan kerjasama Sub Jumlah 0,94 39

30 D. SDM 0,3 a. Komitmen pimpinan yang tinggi untuk pengembangan SDM b. Sebagian besar dosen memiliki kualifikasi akademik Magister c. Rasio dosen dan mahasiswa standar d. Rasio tenaga kependidikan dan mahasiswa mendekati standar e. Sebagian besar dosen (90%) telah memiliki pengalaman mengajar, membimbing dan melatih lebih dari 5 tahun f. Sistem penilaian kinerja SDM standar berbasis kinerja 0,2 0,2 0,2 0,2 0,1 0, ,30 0,30 0,30 0,24 0,12 0,12 Sub Jumlah 1,38 E. Sarpras 0,2 a. Memiliki prasarana gedung yang memadai dan milik sendiri seluas 55,917 m 2 dan tanah seluas 5,14 Ha. 0,5 5 0,50 b. Memiliki sarana penunjang yang memadai berupa laboratorium terpadu, aula dan unit lain yang memiliki potensi menghasilkan pendapatan BLU 0,25 4 0,20 c. Anggaran untuk peningkatan Sarpras cukup tinggi 0,25 3 0,15 Sub Jumlah 0,85 JUMLAH TOTAL 4,40 2. Kelemahan Tabel 3.6 Uraian Analisis Kelemahan Faktor Sub Rating Nilai URAIAN Faktor (1-5) a b c axbxc A. Pelayanan 0,3 a) Sistem tata kelola organisasi dan tata pamong masih perlu peningkatan ,60 b) Kegiatan tracer study untuk mengetahui penyerapan lulusan belum punya data yang valid 0,2 4 0,24 c) Masih adanya keluhan pelanggan terhadap pelayanan administrasi akademik dan kemahasiswaan 0,2 5 0,30 d) Belum semua rancangan pembelajaran dibukukan sesuai 0,2 4 0,24 standar nasional (ISBN) Sub Jumlah 1,38 B. Keuangan 0,2 a) Budaya fleksibilitas pada PK-BLU belum sepenuhnya berjalan dengan baik 0,3 4 0,24 b) Belum semua produk layanan sudah disetujui pola tarifnya oleh Menteri Keuangan 0,4 4 0,32 c) Masih banyak Jurusan yang belanja keuangannya masih 0,3 4 0,24 lebih tinggi dari pendapatannya sehingga azas proporsional belanja belum terjadi Sub Jumlah 0,80 C. SDM 0,3 40

31 a) Penyediaan informasi tenaga adminsitrasi sangat terbatas (formasi PNS terbatas) b) Jumlah dosen yang bergelar doktor baru 0,06 % c) Jumlah dosen dengan jenjang akademik lektor kepala masih sekitar 48% dari total dosen yang dimiliki D. Sarpras 0,2 a) Lokasi kampus belum terpusat atau terpadu b) Peralatan praktikum belum mampu sesuai standar mata kuliah c) Jumlah dan jenis buku perpustakaan belum standar d) Jurnal internasional belum semua Prodi berlangganan e) Masih sedikit jurnal hasil proseding yang menjadi koleksi perpustakaan 0,3 0,4 0, ,36 0,48 0,36 Sub Jumlah 1,20 0,2 0,2 0,2 0,2 0, ,2 0,2 0,12 0,08 0,08 Sub Jumlah 0,68 JUMLAH TOTAL 4,06 3. Peluang Tabel 3.7 Uraian Analisis Peluang Faktor Sub Rating Nilai URAIAN Faktor (1-5) a b c axbxc A. Pelayanan 0,3 a) UU. No. 20 / 2003 tentang SISDIKNAS berpeluang untuk meningkatkan status kelembagaan. 0,2 5 0,30 b) Perkembangan IPTEK mendorong peningkatan bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat 0,2 4 0,24 c) Perkembangan teknologi informasi dapat membantu memperpendek masa tunggu kerja sekaligus dapat meningkatkan daya serap lulusan. 0,2 5 0,30 d) Kepercayaan pengguna lulusan semakin meningkat, dengan penerapan kurikulum berbasis kompetensi profesional secara praktis & pragmatis berdasar kebutuhan user. 0,2 5 0,30 e) Pasar bebas membuka peluang untuk meningkatkan 0,2 4 0,24 jejaring di tingkat Nasional maupun Internasional. Sub Jumlah 1,38 B. Keuangan 0,2 a. PP. Nomor 23 Tahun 2005 tentang PPK-BLU, berpeluang untuk pengelolaan keuangan lebih mandiri dan flexibel. 0,3 4 0,24 b. Permenkeu. No10/PMK.02/ 2006 tentang Remunerasi, membuka peluang pemberlakuan sistem remunerasi dengan prinsip proporsional, kesetaraan dan kepatutan. 0,4 4 0,32 c. Pasar bebas berpeluang menggali & mengembangkan SBU yang potensial sehingga pendapatan BLU meningkat 0,3 4 0,24 41

32 Sub Jumlah 0,80 C. SDM 0,3 a. UU. Nomor 14/2005 tentang Guru dan Dosen, mendorong pengembangan pendidikan dosen sesuai kualifikasi dan kompetensi akademik 0,3 4 0,36 b. Permendikbud nomor 49 tahun 2014 tentang SNPT, yang memberikan payung bahwa Politeknik bisa menyelenggarakan pendidikan vokasional sampai doktoral terapan 0,4 4 0,48 c. PP. No 53/2010 tentang Disiplin PNS,berpeluang dapat 0,3 4 0,36 meningkatkan kinerja pegawai Sub Jumlah 1,20 D. Sarpras 0,2 a. Terbentuknya unit bisnis dan kerja sama yang dimungkinkan meningkatkan pendapatan BLU 0,3 5 0,3 b. Sudah banyak kerja sama kemitraan antara Poltekkes dengan pihak lain termasuk lembaga donor sehingga pendapatan BLU meningkat 0,4 4 0,32 c. Sarana prasarana penunjang pembelajaran cukup 0,3 4 0,24 memadai dan standar sehingga PBM berjalan dengan lancar Sub Jumlah 0,86 JUMLAH TOTAL 4,24 4. Ancaman Tabel 3.8 Uraian Analisis Ancaman Faktor Sub Rating Nilai URAIAN Faktor (1-5) a b c axbxc A. Pelayanan 0,3 a. Munculnya pendidikan tingi kesehatan baik negeri dan swasta sehingga menambah pesaing 0,3 4 0,36 b. Tuntutan masyarakat pengguna lulusan semakin meningkat sehingga lulusan harus benar-benar sesuai persyaratan pengguna 0,4 4 0,48 c. Adanya pasar bebas (MEA) sehingga pesaing lulusan tidak 0,3 4 0,36 hanya dalam negeri tetapi juga dari lulusan luar negeri Sub Jumlah 1,2 B. Keuangan 0,2 a. Biaya lahan praktek cenderung meningkat sehingga biaya pendidikan mahasiswa cenderung meningkat 0,5 4 0,4 b. Persaingan tarif / unit cost biaya pendidikan sehingga biaya pendidikan cenderung meningkat dan dapat 0,5 4 0,4 menurunkan animo pendaftar/mahasiswa baru Sub Jumlah 0,8 C. SDM 0,3 a. Perubahan peta jabatan menjadikan pola pikir pegawai 0,5 4 0,6 42

33 berubah b. Pasar bebas mendorong masuknya tenaga asing yang berdampak pada ketatnya persaingan penyerapan 0,5 4 0,6 lulusan. Sub Jumlah 1,2 D. Sarpras 0,2 a. Pesatnya perkembangan teknologi kususnya alat kesehatan, berdampak pada kurangnya dalam 0,5 4 0,4 pencapaian skill mahasiswa. b. Alat praktikum di lahan praktek (RS) tidak bisa memenuhi tuntutan kompetensi lulusan. 0,5 4 0,4 Sub Jumlah 0,8 JUMLAH TOTAL 2,56 Tabel 3.9 Rekapitulasi Penghitungan SWOT No Uraian Kekuatan Kelemahan Peluang Ancaman 1 Pelayanan 1,23 1,38 1,38 1,20 2 Keuangan 0,94 0,80 0,80 0,80 3 Sumber Daya Manusia 1,38 1,20 1,20 1,20 4 Sarana & Prasarana 0,85 0,68 0,86 0,80 Total ,06 4,24 2,56 Gambaran Posisi Kuadran Sumbu X ( S - W ) = ,06 = + 0,34 Sumbu Y ( O - T ) = 4, = Peluang Stabil Agresif Kelemahan Kekuatan Bertahan Diversifikasi Ancaman Gambar 3.1 Posisi Kuadran Hasil Penghitungan SWOT 43

34 Anatomi Kuadran : 1. Kuadran I : Pengembangan dan pertumbuhan 2. Kuadran II : Stabilisasi dan Konsolidasi Intern 3. Kuadran III : Bertahan 4. Kuadran IV : Diversifikasi produk Setelah mendapatkan suatu potret / posisi organisasi Politeknik Kesehatan Kemenkes berada pada posisi pengembangan dan pertumbuhan (agresif), maka langkah selanjutnya yang dilakukan dalam rangka meningkatkan kinerja organisasi di masa mendatang adalah memaksimalkan kekuatan dan memanfaatkan peluang yang ada serta berupaya untuk meminimalkan kelemahan dan mengatasi / menangkal ancaman dalam meningkatkan volume usaha dalam bentuk : Penetrasi pasar, yaitu usaha pemasaran yang agresif pada pasar yang ada. Pengembangan pasar, yaitu usaha untuk meluaskan pasar. Pengembangan produk yaitu mengembangkan produk-produk baru yang berhubungan atau menyempurnakan produk untuk pasar yang sudah ada. Investasi untuk peningkatan volume usaha tersebut harus memperhatikan asas efisiensi. Pengembangan dan pertumbuhan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surabaya dapat dilakukan dengan cara mengkombinasikan ketiga strategi yaitu; 1) penetrasi pasar, 2) pengembangan pasar, dan 3) pengembangan produk. Kombinasi ketiga strategi secara operasional berupa peningkatan volume usaha dari ketujuh jurusan agar menghasilkan pendapatan dan efisiensi belanja sehingga diharapkan belanja tidak melebihi pendapatan. Langkah berikutnya adalah penguatan usaha bisnis dan kerja sama antara lembaga dan pihak donor dalam bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan proyek-proyek lapangan lainnya. Di sisi lain bisnis usaha dari pemakaian laboratorium terpadu dan laboratorium di masingmasing Jurusan dan Prodi dirasa cukup mampu meningkatkan pendapatan BLU. pendapatan akan lebih mudah mengatur keuangan, sehingga grand strategi kedepan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya sebagai pusat rujukan pendidikan kesehatan vokasional dari jenjang diploma sampai jenjang doktoral dapat tercapai. Di sisi lain hak paten dan kemudahan pelayanan karena adanya peningkatan layanan sistem informasi manajemen berbasis teknologi informasi benar-benar sebagai outcome penyelenggaraan pendidikan yang terjamin mutunya. 44

35 3.6 Analisis TWOS Faktor Peluang a. Perkembangan IPTEK mendorong peningkatan bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat b. Perkembangan teknologi informasi dapat membantu memperpendek masa tunggu kerja sekaligus dapat meningkatkan daya serap lulusan. c. Kepercayaan pengguna lulusan semakin meningkat, dengan penerapan kurikulum berbasis kompetensi profesional secara praktis & pragmatis berdasar kebutuhanuser. d. Pasar bebas membuka peluang untuk meningkatkan jejaring di tingkat Nasional maupun Internasional. Faktor Ancamam a. Tuntutan masyarakat pengguna lulusan semakin meningkat sehingga lulusan harus benar-benar sesuai persyaratan pengguna b. Adanya pasar bebas (MEA) sehingga pesaing lulusan tidak hanya dalam negeri tetapi juga dari lulusan luar negeri c. Pesatnya perkembangan teknologi kususnya alat kesehatan, berdampak pada kurangnya dalam pencapaian skill mahasiswa. Faktor Kekuatan a. Merupakan salah satu Poltekkes terbesar di Indonesia karena memiliki 7 jurusan, 13 Prodi D3 dan 6 Prodi D4 b. 100% dosen telah membuat rancangan pembelajaran berbasis kompetensi c. Proses pembelajaran di masing-masing Prodi telah terjamin mutunya d. Tingkat kepuasan mahasiswa dan dosen terhadap pelayanan administrasi sangat baik e. Alumni telah memiliki jejaring yang luas sehingga meningkatkan penyerapan lulusan f. Pelayanan administrasi keuangan telah mendapat opini WTP g. Sebagian besar dosen memiliki kualifikasi akademik Magister h. Rasio dosen dan mahasiswa standar i. Sistem penilaian kinerja SDM standar berbasis kinerja pegawai 1. Terwujudnya institusi PT Vokasional sebagai piliha pertama 2. Terwujudnya kualitas lulusan yang unggul dan kompetitif 3. Terwujudnya output lulusan yang sesuai harapan pengguna 4. Terwujudnya tata kelola PBM yang terjamin mutunya 5. Terwujudnya pertumbuhan pendapatan 1. Terwujudnya kepuasan stakeholder Faktor Kelemahan a. Sistem tata kelola organisasi dan tata pamong masih perlu peningkatan b. Kegiatan tracer study untuk mengetahui penyerapan lulusan belum punya data yang valid c. Masih adanya keluhan pelanggan terhadap pelayanan administrasi akademik dan kemahasiswaan d. Belum semua rancangan pembelajaran dibukukan sesuai standar nasional (ISBN) e. Budaya fleksibilitas pada PK-BLU belum sepenuhnya berjalan dengan baik f. Belum semua produk layanan sudah disetujui pola tarifnya oleh Menteri Keuangan 1. Terwujudnya peningkatan kompetensi SDM 2. Terwujudnya tata kelola organisasi yang baik di setiap unit/ Prodi/Jurusan 3. Terwujudnya integrasi layanan penelitian dan pengabmas 1. Terwujudnya budaya kerja berbasis kompetensi 2. Terwujudnya sistem informasi berbasis elektronik terintegrasi 3. Terwujudnya ketersediaan sarana dan prasarana 4. Terwujudnya kemandirian dalam pembiayaan PT 5. Terwujudnya efisiensi anggaran 45

36 3.7 Rancangan Peta Strategi Balance Score Card (BSC) Berdasarkan upaya strategis yang sudah di identifikasi, maka perlu disusun peta strategis Poltekkes Kemenkes Surabaya. Peta strategis ini digambarkan dalam bentuk balance score card (BSC). Untuk memudahkan hubungan peta strategis pada BSC ini dikelompokkan dalam 4 (empat) perspektif yaitu; finansial, pengembangan SDM, proses bisnis dan kepuasan stakeholder. Gambar 3.1 Peta Strategis Poltekkes Kemenkes Surabaya Berbasis BSC Stakeholder Terwujudnya Kepuasan Stakeholder Finansial Proses Bisnis Internal Terwujudnya Output Lulusan yang Sesuai Harapan Pengguna Terwujudnya Pendapatan Terwujudnya Institusi PT Vokasional Pilihan Pertama Terwujudnya Kualitas Lulusan yang Unggul dan Kompetitif Terwujudnya Integrasi Penelitian dan Pengabmas Terwujudnya Tata Kelola Organsiasi yang Baik Terwujudnya Efisiensi Anggaran Pengembangan SDM Terwujudnya Budaya Kerja Berbasis Kompetensi Terwujudnya Ketersediaan Sarana dan Prasarana Terwujudnya Kompetensi SDM Terwujudnya Sistem Informasi Berbasis Elektronik 46

37 BAB IV INDIKATOR KINERJA UTAMA DAN PROGRAM STRATEGIS 4.1 Matrik Indikator Kinerja Utama No A Perspektif / Sasaran Strategis No Bobot Base TAHUN Indiaktor Kinerja Utama IKU (%) Line Standar Pelayanan untuk Perspektif Kepuasan Pemangku Kepentingan (Stakeholder) Terwujudnya institusi pendidikan tinggi vokasional kesehatan sebagai 1 Rasio pendaftar dan yang diterima 4 Adak 4 : 1 4,5:1 5,1:1 5,6:1 5,9:1 6:1 pilihan pertama Terwujudnya integrasi promosi lembaga dan persepsi masyarakat 2 Jumlah calon mahasiswa yg mendaftar 4 Adak Terwujudnya kepedulian lembaga Persentase mahasiswa penerima beasiswa 3 terhadap program bidik misi miskin 1 Adak Terwujudnya kepedulian lembaga Persentase mahasiswa penerima beasiswa 4 terhadap prestasi mahasiswa prestasi 1 Adak Terwujudnya kualitas lulusan yang Presentase lulusan dengan IPK 3,00-5 unggul dan kompetitif 3,50 6 Adak Terwujudnya tata kelola ijazah yang baik 6 Waktu penerimaan ijazah 2 Adak Terwujudnya output lulusan yang Persentase tingkat penyerapan Lulusan di 7 sesuai dengan harapan pengguna pasar kerja 7 Adak Terwujudnya tata kelola proses pembelajaran yang baik dan 8 Persentase lulusan tepat waktu 6 Adak bermutu Terwujudnya jalin kemitraan antar lembaga yang baik 9 Persentase kenaikan jumlah MoU 3 Bisnis Terwujudnya peningkatan jumlah Penambahan jumlah buku 10 sarana pembelajaran perpustakaan. 2 Perpus

38 No B Perspektif / Sasaran Strategis No Bobot Base TAHUN Indiaktor Kinerja Utama IKU (%) Line Standar Pelayanan untuk Perspektif Manajemen Administrasi dan Keuangan Terwujudnya sistem akuntansi yang Persentase ketersediaan sistem pelaporan 1 baik dan handal keuangan 2 Adum Terwujudnya efektifitas belanja berdasarkan ouput kinerja 2 Persentase penyerapan realisasi anggaran 2 Adum Terwujudnya pemberian subsidi Persentase pembiayaan sumber APBN 3 APBN yang berimbang (rupiah murni) 2 PI Terwujudnya kemandirian lembaga Persentase pembiayaan sumber PNBP 4 dalam pembiayaan (pendapatan PNBP-BLU) 4 PI Terwujudnya pertumbuhan pendapatan yang signifikan 5 Persentase peningkatan pendapatan 3 Bisnis Terwujudnya proses pengawasan Frekuensi audit oleh SPI dalam 6 yang baik setahun 2 SPI Terwujudnya peningkatan Persentase pegawai yang mengikuti diklat 7 kompetensi SDM administrasi 1 Adum No Perspektif / Sasaran Strategis No Bobot Base TAHUN Indiaktor Kinerja Utama IKU (%) Line C Standar Pelayanan untuk Perspektif Proses Pendidikan dan Pembelajaran 1 1 Frekuensi review Kurikulum secara periodik tiap tahun 2 Adak Persentase ketersedian GBPP dan silabus. 2 Adak Terwujudnya pelayanan pendidikan 3 Persentase ketersediaan SAP/ RPP. 2 Adak dan pembelajaran yang berkualitas Persentase implementasi kalender 4 berbasis kinerja akademik. 2 Adak Jumlah peserta didik per kelas. 1 Adak Persentase pencapaian materi kuliah yang sesuai dengan RPP 2 Adak Terwujudnya ketersediaan jumlah dosen yang sesuai dengan jumlah 7 Rasio tenaga dosen dan mahasiswa. 2 Adum 1 : 30 1:13 1:15 1:16 1:18 1:20 mahasiswa 8 Terwujudnya kepuasan stakeholder 8 Rata-rata indeks kepuasan kinerja 2 JAMU

39 Terwujudnya kemampuan mahasiswa yang unggul dan kompetitif 10 pelayanan akademik Rata-rata indeks kepuasan kinerja pelayanan non akademik Persentase pencapaian TOEFL lulusan lebih dari JAMU Lab No Perspektif / Sasaran Strategis No IKU Indiaktor Kinerja Utama D Standar Pelayanan untuk Perspektif Pengembangan Etos dan Budaya Kerja Persentase tingkat kehadiran dosen dalam 1 Terwujudnya tingkat kepatuhan dan 1 proses pembela jaran kedisiplinan dalam kegiatan Persentase kehadiran mahasiswa dalam 2 pembelajaran 2 perkuliahan 3 Terwujudnya ketersediaan jaringan Rasio bandwith per user (mahasiswa, 3 internet yang memadai dosen dan karyawan) 4 Terwujudnya budaya baca dan Kunjungan rata-rata mahasiswa ke penggunaan perpustakaan sebagai 4 perpustakaan sarana belajar 5 Terwujudnya peningkatan Persentase Dosen yang mengikuti 5 kompetensi dosen pelatihan 6 7 Terwujudnya peningkatan produktivitas dan kreativitas dosen dalam penelitian Terwujudnya peningkatan produktivitas dan kreativitas dosen dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat 8 8 Terwujudnya sistem karir dosen Terwujudnya produk kreativitas dosen 6 7 Persentase jumlah publikasi ilmiah dari semua penelitian per tahun skala nasional dan internasional Jumlah kegiatan pengabdian masyarakat per tahun Persentase jumlah dosen dengan jenjang akademik lektor kepala Persentase jumlah dosen dengan jabatan akdemik Profesor Bobot (%) Base Line TAHUN 2 Adak Adak IT 1:5 1:5 1:5 1:6 1:6 1:8 2 Perpus Adum PPM PPM Adum Adum 0, ,004 0,003 0, Jumlah hak paten yang dihasilkan institusi 3 PPM

40 4.2 Program Kerja Strategis No A Perspektif / Sasaran No TAHUN Indiaktor Kinerja Utama Strategis IKU Standar Pelayanan untuk Perspektif Kepuasan Pemangku Kepentingan (Stakeholder) Terwujudnya institusi Pemantapan Pemantapan Optimalisasi pendidikan tinggi vokasional Rasio pendaftar dan yang kegiatan 1 kegiatan jumlah kegiatan jumlah kegiatan sipenmaru kesehatan sebagai pilihan diterima sipenmaru promosi promosi sipenmaru center pertama nasional Terwujudnya integrasi promosi lembaga dan persepsi masyarakat Terwujudnya kepedulian lembaga terhadap program bidik misi Terwujudnya kepedulian lembaga terhadap prestasi mahasiswa Terwujudnya kualitas lulusan yang unggul dan kompetitif Terwujudnya tata kelola ijazah yang baik Terwujudnya output lulusan yang sesuai dengan harapan Jumlah calon mahasiswa yg mendaftar Persentase mahasiswa penerima beasiswa miskin Persentase mahasiswa penerima beasiswa prestasi Persentase lulusan dengan IPK 3,00-3,50 6 Waktu penerimaan ijazah 7 Persentase tingkat penyerapan Lulusan di Pemantapan kegiatan promosi Pemilihan strategi skrening Pemilihan strategi skrening Pembelajaran berbasis SCL Integrasi kegiatan judicium, wisuda dalam kalender akademik kegiatan tracer jumlah kegiatan promosi Pemantapan strategi skrening Pemantapan strategi skrening Pembelajaran berbasis SCL Integrasi kegiatan judicium, wisuda dalam kalender akademik Integrasi kegiatan tracer jumlah kegiatan sipenmaru Pemantapan strategi skrening Pemantapan strategi skrening Pembelajaran berbasis SCL Integrasi kegiatan judicium, wisuda dalam kalender akademik Integrasi kegiatan tracer Pemantapan kegiatan sipenmaru nasional Integrasi strategi skrening ke dalam sistem pendaftaran Integrasi strategi skrening ke dalam sistem pendaftaran Pembelajaran berbasis SCL Integrasi kegiatan judicium, wisuda dalam kalender akademik Integrasi kegiatan tracer Optimalisasi sipenmaru center Optimalsiasi strategi skrening ke dalam sistem pendaftaran Optimalsiasi strategi skrening ke dalam sistem pendaftaran Pembelajaran berbasis SCL Integrasi kegiatan judicium, wisuda dalam kalender akademik Optimalsiasi kegiatan tracer 50

41 pengguna pasar kerja study study dengan AMI Prodi Terwujudnya tata kelola proses pembelajaran yang baik dan bermutu Terwujudnya jalin kemitraan antar lembaga yang baik Terwujudnya peningkatan jumlah sarana pembelajaran Persentase lulusan tepat waktu Persentase kenaikan jumlah MoU Penambahan jumlah buku perpustakaan. kegiatan pembimbingan akademik Perluasan MoU kegiatan pencapaian kompetensi Penambahan dana Pemantapan kegiatan pembimbingan akademik Perluasan kegiatan KSO penelitian dan Pengabmas Penambahan dana study dengan AMI Prodi Integrasi kegiatan pembimbingan akademik dan kegiatan BK G to G Penambahan dana study dengan AMI Prodi Optimalsiasi integrasi kegiatan pembimbingan akademik dan BK Optimalsiasi MoU G to G Penambahan dana study dengan AMI Prodi Optimalsiasi integrasi kegiatan pembimbingan akademik dan BK Penjajagan MoU U to U Penambahan dana No B Perspektif / Sasaran No TAHUN Indiaktor Kinerja Utama Strategis IKU Standar Pelayanan untuk Perspektif Manajemen Administrasi dan Keuangan Pemantapan Pemantapan Pemantapan Pemantapan sinergisme sinergisme sinergisme dan rekon dan rekon Terwujudnya sistem Persentase ketersediaan PUM, PUM, PUM, antara PUM, antara PUM, akuntansi yang baik dan 1 sistem pelaporan bendahara, bendahara, bendahara, bendahara, bendahara, handal keuangan kaur keuangan kaur keuangan kaur keuangan kaur keuangan kaur keuangan dan kaur dan kaur dan kaur dan kaur dan kaur akuntansi akuntansi akuntansi akuntansi akuntansi Terwujudnya efektifitas belanja berdasarkan ouput kinerja Terwujudnya pemberian subsidi APBN yang berimbang 2 3 Persentase penyerapan realisasi anggaran Persentase pembiayaan sumber APBN (rupiah murni) Optimalsiasi RPD Optimalisasi belanja mengikat dan belanja pemeliharaan Optimalsiasi RPD Optimalisasi belanja mengikat dan belanja pemeliharaan Optimalsiasi RPD Optimalisasi belanja mengikat dan belanja pemeliharaan Optimalsiasi RPD Optimalisasi belanja mengikat dan belanja pemeliharaan Optimalsiasi RPD Optimalisasi belanja mengikat dan belanja pemeliharaan 51

42 Terwujudnya kemandirian lembaga dalam pembiayaan Terwujudnya pertumbuhan pendapatan yang signifikan Terwujudnya proses pengawasan yang baik Terwujudnya peningkatan kompetensi SDM Persentase pembiayaan sumber PNBP (pendapatan PNBP-BLU) Persentase peningkatan pendapatan Frekuensi audit oleh SPI dalam setahun Persentase pegawai yang mengikuti diklat administrasi Optimalsiasi belanja operasional Optimalisasi layanan tarif untuk pendapatan frekuensi audit Pemerataan sasaran peserta diklat Optimalsiasi belanja operasional Optimalisasi layanan tarif untuk pendapatan frekuensi audit Pemerataan sasaran peserta diklat berbasis kinerja Optimalsiasi belanja operasional Optimalisasi layanan tarif untuk pendapatan frekuensi audit Pemerataan sasaran peserta diklat berbasis kinerja dan kompetensi Optimalsiasi belanja operasional Optimalisasi layanan tarif untuk pendapatan frekuensi audit Pemerataan sasaran peserta diklat berbasis kinerja dan kompetensi Optimalsiasi belanja operasional Optimalisasi layanan tarif untuk pendapatan frekuensi audit Pemerataan sasaran peserta diklat berbasis kinerja dan kompetensi No C 1 Perspektif / Sasaran No TAHUN Indiaktor Kinerja Utama Strategis IKU Standar Pelayanan untuk Perspektif Proses Pendidikan dan Pembelajaran Frekuensi review Pemantapan Pemantapan Pemantapan Pemantapan Optimalsiasi 1 Kurikulum secara periodik kurikulum kurikulum kurikulum kurikulum kurikulum tiap tahun berbasis KKNI berbasis KKNI berbasis KKNI berbasis KKNI berbasis KKNI 2 2 Terwujudnya pelayanan 3 pendidikan dan pembelajaran yang 3 berkualitas berbasis kinerja Persentase ketersedian GBPP dan silabus. Persentase ketersediaan SAP/ RPP. Persentase implementasi kalender akademik. Jumlah peserta didik per kelas. Pemantapan Pemantapan Pemantapan Pemantapan Optimalsiasi Optimalsiasi Optimalsiasi Optimalsiasi 52

43 6 6 7 Terwujudnya ketersediaan jumlah dosen yang sesuai dengan jumlah mahasiswa 8 8 Terwujudnya kepuasan stakeholder Terwujudnya kemampuan mahasiswa yang unggul dan kompetitif 10 7 Persentase pencapaian materi kuliah yang sesuai dengan RPP Rasio tenaga dosen dan mahasiswa. Rata-rata indeks kepuasan kinerja pelayanan akademik Rata-rata indeks kepuasan kinerja pelayanan non akademik Persentase pencapaian TOEFL lulusan lebih dari 400 kinerja laboratorium dan bengkel kerja kinerja laboratorium dan bengkel kerja kinerja laboratorium dan bengkel kerja Pemantapan Pemantapan Pemantapan Pemantapan kinerja laboratorium dan bengkel kerja Optimalsiasi Optimalsiasi Optimalsiasi Optimalsiasi kinerja laboratorium dan bengkel kerja No D 1 Perspektif / Sasaran No TAHUN Indiaktor Kinerja Utama Strategis IKU Standar Pelayanan untuk Perspektif Pengembangan Etos dan Budaya Kerja Terwujudnya tingkat Persentase tingkat Pemantapan Optimalsiasi kepatuhan dan kedisiplinan 1 kehadiran dosen dalam dalam kegiatan proses pembela jaran pembelajaran Terwujudnya ketersediaan jaringan internet yang memadai Terwujudnya budaya baca dan penggunaan perpustakaan sebagai 3 4 Persentase kehadiran mahasiswa dalam perkuliahan Rasio bandwith per user (mahasiswa, dosen dan karyawan) Kunjungan rata-rata mahasiswa ke perpustakaan mutu sarana perpustakaan Peningiatan jumlah e-book, e-journal jumlah e-books, e-journal, e- Pemantapan Pemantapan jumlah e-books, e-journal, e- Optimalsiasi Optimalsiasi jumlah e-books, e-journal, e- 53

44 sarana belajar libarry libarry dan e- learning Terwujudnya peningkatan kompetensi dosen Terwujudnya peningkatan produktivitas dan kreativitas dosen dalam penelitian 6 Terwujudnya peningkatan produktivitas dan kreativitas dosen dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat Terwujudnya sistem karir dosen 9 9 Terwujudnya produk kreativitas dosen Persentase Dosen yang mengikuti pelatihan Persentase jumlah publikasi ilmiah dari semua penelitian per tahun skala nasional dan internasional Jumlah kegiatan pengabdian masyarakat per tahun Persentase jumlah dosen dengan jenjang akademik lektor kepala Persentase jumlah dosen dengan jabatan akdemik Profesor Jumlah hak paten yang dihasilkan institusi jumlah kegiatan ilmiah dosen bertaraf nasional Integrasi sistem seleksi kegiatan penelitian sampai produk jurnal Integrasi sistem seleksi kegiatan Pengabmas sampai produk jurnal Workshop, Stimulasi dan pendampingan reviewer karya jurnal internasional Percepatan sistem seleksi Jurusan Pendampingan pengurusan hak paten jumlah kegiatan ilmiah bertaraf internasional Integrasi sistem seleksi kegiatan penelitian sampai produk jurnal Integrasi sistem seleksi kegiatan Pengabmas sampai produk jurnal Workshop, Stimulasi dan pendampingan reviewer karya jurnal internasional Percepatan sistem seleksi Jurusan Pendampingan pengurusan hak paten jumlah kegiatan ilmiah bertaraf internasional Integrasi sistem seleksi kegiatan penelitian sampai produk jurnal Integrasi sistem seleksi kegiatan Pengabmas sampai produk jurnal Stimulasi dan pendampingan reviewer karya jurnal internasional Percepatan sistem seleksi Jurusan Pendampingan pengurusan hak paten jumlah kegiatan ilmiah internasional Integrasi sistem seleksi kegiatan penelitian sampai produk jurnal Integrasi sistem seleksi kegiatan Pengabmas sampai produk jurnal Pemantapan pendampingan reviewer karya jurnal internasional Percepatan sistem seleksi Jurusan Pendampingan pengurusan hak paten libarry dan e- learning jumlah kegiatan ilmiah bertaraf regional Integrasi sistem seleksi kegiatan penelitian sampai produk jurnal Integrasi sistem seleksi kegiatan Pengabmas sampai produk jurnal Stimulasi dan pendampingan reviewer karya jurnal internasional Percepatan sistem seleksi Jurusan Pendampingan pengurusan hak paten 54

45 BAB V ANALISIS RISIKO 5.1 Identifikasi Risiko Tahapan untuk mencapai visi sangat panjang yaitu tahun Berbagai kendala dapat muncul dari berbagai aspek, baik aspek finansial maupun non finansial ( regulasi aturan BLU, pengguna jasa pendidikan tinggi, pesaing, pemasok (SMA dan sederajat) dan atau unsur stakholder inti Poltekkes Kemenkes). Berbagai kemungkinan yang dapat menghalangi ketercapaian sasaran strategis, disebut risiko. Risiko yang mungkin dialami Poltekkes Kemenkes Surabaya untuk mewujudkan sasaran strategis dalam kurun waktu , antara lain : Tabel 5.1; Jenis Risiko Berdasarkan Sasaran Strategis No Sasaran Strategis No Risiko I PENGEMBANGAN SDM DAN ORGANSIASI 1 Jeleknya database SIMAK BIM 1. Tersedianya sarana dan prasarana yang Rendahnya PNBP sehingga pagu anggaran untuk memadai 2 belanja modal kecil Tingkat pendidikan tenaga kependidikan yang 3 2. Terwujudnya peningkatan kompetensi berijazah DII ke bawah cukup tinggi dosen dan tenaga kependidikan Disparitas peningkatan kompetensi antara 4 dosen dan non dosen cukup tinggi 3. Terwujudnya budaya kerja yang memiliki etos kerja tinggi 5 Buruknya penilaian budaya kerja II PROSES BISNIS INTERNAL III IV 4. Terwujudnya tata kelola organsiasi yang baik di setiap unit kerja 5. Terwujudnya pelayanan unggulan (bisnis center, OJS, perpustakaan, laboratorium, e-learning, pengabmas berbasis komunal, pusat kajian pendidikan vokasional) 6. Terwujudnya integrasi pelayanan pendidikan, peneltiian dan pengabmas yang bermutu STAKEHOLDER 7. Terwujudnya kepuasan stakeholder FINANCIAL 8. Terwujudnya pertumbuhan pendapatan 6 Buruknya kepatuhan terhadap aturan 7 Buruknya ketaatan terhadap pemimpin 8 Lemahnya managerial dan leadership 9 Keterbatasan sumber daya manusia Inkonsistensi dalam pengembangan layanan unggulan Rendahnya jumlah jurnal internaisonal bereputasi Rendahnya kegiatan Pengabmas yang berbasis action research Rendahnya KSO bidang penelitian dan Pengabmas antar lembaga pendidikan, swasta dan pemerintah daerah 14 Rendahnya kepuasan stakholder 15 Rendahnya serapan kerja lulusan 16 Rendahnya jumlah pendaftar 17 Layanan tarif tidak up to date 18 Jumlah mahasiswa lebih kecil dibanding jumlah dosen 40

46 5.2 Penilaian Tingkat Risiko Setelah identifikasi faktor resiko untuk masing-masing sasaran strategis, maka perlu dilakukan penilaian tingkat resiko dari masing-masing resiko. Parameter penilaian adalah tingkat kemunculan resiko dan dampak resiko yang ditimbulkan bila betul-betul terjadi. Penilaian tingkat risiko menggunakan parameter berikut : Tabel 5.2 : Penilaian Tingkat Risiko No Kemungkinan Risiko Terjadi NIlai 1 Sangat Besar 0,8-1,0 2 Besar 0,6-0,7 3 Sedang 0,4-0,5 4 Kecil 0,2-0,3 5 Sangat Kecil 0,0-0,1 Untuk menentukan besar dampak risiko yang terjadi pada sasaran strategis dari Poltekkes Kemenkes Surabaya, digunakan patokan sebagai berikut : a. Tidak penting b. Minor c. Medium d. Mayor e. Malapetaka Berdasarkan pertemuan antara kemungkinan risiko yang terjadi dan dampak risiko yang ditimbulkan dapat dinilai suatu tingkat risiko dengan kualifikasi sebagai berikut : a. Risiko rendah (R) b. Risiko moderat (M) c. Risiko Tinggi (T) d. Resiko Ekstrim (E) Tabel 5.3 : Matrik Risiko dan Dampak Risiko yang Ditimbulkan Kemungkinan Dampak Risiko (Consequences) (Likelihood) Tidak Penting MInor Medium Mayor Malapetaka Sangat Besar T T E E E Besar M T T E E Sedang R M T E E Kecil R R M T E Sangat Kecil R R M T T 41

47 Tabel 5.4 : Penentuan Tingkat Risiko Sasaran Strategis No Sasaran Strategis No Risiko Kemungkinan Dampak Tingkat Warna I PENGEMBANGAN SDM DAN ORGANSIASI 1 Jeleknya database SIMAK BIM Sedang Medium Tinggi 1. Tersedianya sarana dan prasarana yang Rendahnya PNBP sehingga pagu anggaran untuk memadai 2 Besar Malapetaka Ekstrim belanja modal kecil Tingkat pendidikan tenaga kependidikan yang 3 2. Terwujudnya peningkatan kompetensi dosen berijazah DII ke bawah cukup tinggi Besar Mayor Ekstrim dan tenaga kependidikan Disparitas peningkatan kompetensi antara dosen dan 4 non dosen cukup tinggi Besar Mayor Ekstrim 3. Terwujudnya budaya kerja yang memiliki etos kerja tinggi 5 Buruknya penilaian budaya kerja Besar Malapetaka Ekstrim II PROSES BISNIS INTERNAL III IV 4. Terwujudnya tata kelola organsiasi yang baik di setiap unit kerja 5. Terwujudnya pelayanan unggulan (bisnis center, OJS, perpustakaan, laboratorium, e-learning, pengabmas berbasis komunal, pusat kajian pendidikan vokasional) 6. Terwujudnya integrasi pelayanan pendidikan, peneltiian dan pengabmas yang bermutu STAKEHOLDER 7. Terwujudnya kepuasan stakeholder FINANCIAL 8. Terwujudnya pertumbuhan pendapatan 6 Buruknya kepatuhan terhadap aturan Besar Mayor Ekstrim 7 Buruknya ketaatan terhadap pemimpin Besar Mayor Ekstrim 8 Lemahnya managerial dan leadership Sedang Medium Tinggi 9 Keterbatasan sumber daya manusia Sedang Medium Tinggi 10 Inkonsistensi dalam pengembangan layanan unggulan Besar Medium Tinggi 11 Rendahnya jumlah jurnal internaisonal bereputasi Besar Malapetaka Ekstrim 12 Rendahnya kegiatan Pengabmas yang berbasis action research Besar Malapetaka Ekstrim 13 Rendahnya KSO bidang penelitian dan Pengabmas antar lembaga pendidikan, swasta dan pemerintah daerah Besar Malapetaka Ekstrim 14 Rendahnya kepuasan stakholder Besar Mayor Ekstrim 15 Rendahnya serapan kerja lulusan Besar Mayor Ekstrim 16 Rendahnya jumlah pendaftar Besar Mayor Ekstrim 17 Layanan tarif tidak up to date Besar Malapetaka Ekstrim 18 Jumlah mahasiswa lebih kecil dibanding jumlah dosen Besar Mayor Ekstrim 42

48 Tabel 5.5 Rencana Mitigasi Risiko No Sasaran Strategis No Risiko Kemung Dampak Tingkat Warna Rencana Mitigasi Penanggung I PENGEMBANGAN SDM DAN ORGANSIASI 1 Jeleknya database SIMAK BIM Sedang Medium Tinggi Perbaikan Data base BMN 1. Tersedianya sarana dan prasarana yang Rendahnya PNBP sehingga pagu anggaran memadai 2 Besar Malapetaka Ekstrim Pagu diprioritaskan Pudir II untuk belanja modal kecil Tingkat pendidikan tenaga kependidikan yang 3 2. Terwujudnya peningkatan kompetensi berijazah DII ke bawah cukup tinggi Besar Mayor Ekstrim Pensiun alamiah Kepeg dosen dan tenaga kependidikan Disparitas peningkatan kompetensi antara Penyusunan standar 4 Besar Mayor Ekstrim dosen dan non dosen cukup tinggi kompetensi Pudir I 3. Terwujudnya budaya kerja yang memiliki Penyusunan penilaian 5 Buruknya penilaian budaya kerja Besar Malapetaka Ekstrim etos kerja tinggi budaya kerja pegawai Direktur II PROSES BISNIS INTERNAL Reward and 6 Buruknya kepatuhan terhadap aturan Besar Mayor Ekstrim 4. Terwujudnya tata kelola organsiasi yang punishment Direktur baik di setiap unit kerja 7 Buruknya ketaatan terhadap pemimpin Besar Mayor Ekstrim Pengajian agama Direktur 8 Lemahnya managerial dan leadership Sedang Medium Tinggi Diklat Pimpinan Direktur 5. Terwujudnya pelayanan unggulan (bisnis 9 Keterbatasan sumber daya manusia Sedang Medium Tinggi Tubel dan Ibel Pudir II center, OJS, perpustakaan, Konsistensi laboratorium, e-learning, pengabmas Inkonsistensi dalam pengembangan layanan 10 Besar Medium Tinggi pelaksanaan prioritas berbasis komunal, pusat kajian unggulan kegiatan pendidikan vokasional) Ka.Unit 11 Rendahnya jumlah jurnal internaisonal bereputasi Besar Malapetaka Ekstrim Stimulasi biaya Ka.UPPM III IV 6. Terwujudnya integrasi pelayanan pendidikan, peneltiian dan pengabmas yang bermutu STAKEHOLDER 7. Terwujudnya kepuasan stakeholder FINANCIAL 8. Terwujudnya pertumbuhan pendapatan Rendahnya kegiatan Pengabmas yang berbasis action research Rendahnya KSO bidang penelitian dan Pengabmas antar lembaga pendidikan, swasta dan pemerintah daerah Besar Malapetaka Ekstrim Pendampingan Tim Ka.UPPM Besar Malapetaka Ekstrim KSO dan Hibah Penelitian dan Pengabmas Ka.Bisnis dan Kerjasama 14 Rendahnya kepuasan stakholder Besar Mayor Ekstrim Pemenuhan kebutuhan Ka.Jamu 15 Rendahnya serapan kerja lulusan Besar Mayor Ekstrim SKPI dan Sertifikasi Pudir III 16 Rendahnya jumlah pendaftar Besar Mayor Ekstrim Promosi Pudir III 17 Layanan tarif tidak up to date Besar Malapetaka Ekstrim Revisi layanan tarif Pudir II Jumlah mahasiswa lebih kecil dibanding jumlah jumlah Pudir I dan 18 Besar Mayor Ekstrim dosen mahasiswa III 43

49 BAB VI PROYEKSI FINANSIAL 6.1 Estimasi Pendapatan Pendapatan Poltekkes Kemenkes Surabaya berasal dari PNBP, APBN, hibah dan hasil kerja sama operasional (KSO). Estiamsi pendapatan kurun waktu lima tahun terakhir sebagaimana tabel 6.1 berikut : Tabel 6.1 : Estimasi Pendapatan Poltekkes Kemenkes Surabaya No Uraian Realisasi Realisasi Realisasi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi I Pendapatan PNBP a. Pendapatan Layanan b. Pendapatan Non Operasional c. Pendapatan Jasa Lainnya APBN (Rupiah Murni) a. Belanja Pegawai b. Belanja Barang c. Belanja Modal Rencana Kebutuhan Anggaran Rencana kebutuhan anggaran dibedakan menjadi anggaran operasional dan anggaran pengembangan, sebagaimana tabel 6.2 berikut : Tabel 6.2 : Rencana Kebutuhan Anggaran Poltekkes Kemenkes Surabaya No Uraian Realisasi Realisasi Realisasi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi I Pendapatan PNBP a. Pendapatan Layanan b. Pendapatan Non Operasional c. Pendapatan Jasa Lainnya APBN (Rupiah Murni) a. Belanja Pegawai b. Belanja Barang c. Belanja Modal II Belanja PNBP Belanja Operasional a. Belanja Pegawai b. Belanja Barang Belanja Investasi Belanja Modal APBN (Rupiah Murni) a. Belanja Pegawai b. Belanja Barang c. Belanja Modal

50 6.3 Anggaran Program Pengembangan No Program Pengembangan 1 Rasio pendaftar dan yang diterima Jumlah calon mahasiswa yg mendaftar Persentase mahasiswa penerima beasiswa miskin Persentase mahasiswa penerima beasiswa prestasi Persentase lulusan dengan IPK 3,00-3, Waktu penerimaan ijazah Persentase tingkat penyerapan Lulusan di pasar kerja Persentase lulusan tepat waktu Persentase kenaikan jumlah MoU Penambahan jumlah buku perpustakaan Persentase ketersediaan sistem pelaporan keuangan Persentase penyerapan realisasi anggaran Persentase pembiayaan sumber APBN (rupiah murni) Persentase pembiayaan sumber PNBP (pendapatan PNBP-BLU) Persentase peningkatan pendapatan Frekuensi audit oleh SPI dalam setahun Persentase pegawai yang mengikuti diklat administrasi Persentase ketersediaan sistem pelaporan keuangan Persentase peningkatan pendapatan Frekuensi audit oleh SPI dalam setahun Persentase pegawai yang mengikuti diklat administrasi Persentase tingkat kehadiran dosen dalam proses pembela jaran Persentase kehadiran mahasiswa dalam perkuliahan Rasio bandwith per user (mahasiswa, dosen dan karyawan) Kunjungan rata-rata mahasiswa ke perpustakaan Persentase Dosen yang mengikuti pelatihan Persentase jumlah publikasi ilmiah dari semua penelitian Jumlah kegiatan pengabdian masyarakat per tahun Persentase jumlah dosen dengan jenjang akademik lektor kepala Persentase jumlah dosen dengan jabatan akademik Profesor Jumlah hak paten yang dihasilkan institusi JUMLAH

51 BAB VII P E N U T U P Dengan tersusunnya dokumen rencana strategis bisnis (RSB) Poltekkes Kemenkes Surabaya ini, diharapkan dapat terbentuk keserasian langkah dari seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) di Poltekkes Surabaya, sehingga visi yang dicita-citakan dapat terwujud. Rencana strategis bisnis ini diharapkan dapat digunakan secara untuk penyusunan rencana bisnis anggaran (RBA) dan penyusunan dokumen rencana kegiatan anggaran satuan kerja. Dokumen RSB ini disusun dengan berpedoman pada dokumen rencana strategis (RENSTRA) Poltekkes Kemenkes Surabaya, dokumen manajemen dan tatakelola organisasi, dokumen program kerja Direktur, dokumen Statuta, dan dokumen resmi lainnya. Masukan dan saran sangat dibutuhkan sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan dokumen RSB ini sehingga bisa dijadikan rujukan dalam penyusunan rencana bisnia anggaran dan rencana kegiatan anggaran satuan kerja di masa-masa yang akan datang. Lampiran-Lampiran 46

52 LAMPIRAN : Kamus Indikator Kinerja Utama I. Standar Pelayanan untuk Perspektif Kepuasan Pemangku Kepentingan (Stakeholders) 1. Ratio jumlah pendaftar dan jumlah yang diterima Indikator ini diarahkan untuk mengukur animo / minat calon mahasiswa yang mendaftar di Poltekkes Kemenkes Surabaya berdasarkan syarat-syarat yang telah ditentukan oleh Poltekkes Kemenkes Surabaya. Pengukuran Realisasi Kinerja : Jumlah pendaftar periode sipensimaru tahun tertentu Jumlah pendaftar yang lulus & diterima sebagai mahasiswa Indikator keberhasilan kinerjanya: Semakin besar rasio jumlah pendaftar dengan jumlah yang diterima sebagai mahasiwa, menunjukkan semakin tinggi respon atau minat pemangku kepentingan yang ingin kuliah di Poltekkes Kemenkes Surabaya oleh siswa lulusan SLTA dan atau SMK. Adapun perkembangan jumlah mahasiswa baru 3 tahun terakhir terhitung sejak Tahun Akademik 2012 sampai dengan 2014 mengalami perubahan peningkatan rata-rata 4,5 : 1 sehingga pada tahun diprediksi kenaikan rata-rata 6 : 1 dengan asumsi Poltekkes Kemenkes Surabaya akan menambah kuota jumlah pagu mahasiswa baru tiap program studi. Bobot IKU = 4 % = Kasubbag ADAK Sumber Data = Panitia Sipenmaru Periode Pelaporan = Pasca Kegiatan ( 3 bulan) 4,5:1 5,1:1 5,6:1 5,9:1 6:1 2. Jumlah Mahasiswa yang Mendaftar Indikator ini diarahkan untuk mengukur animo / minat calon mahasiswa yang mendaftar di Poltekkes Kemenkes Surabaya berdasarkan syarat-syarat yang telah ditentukan oleh Poltekkes Kemenkes Surabaya. Pengukuran Realisasi kinerjanya : Jumlah pendaftar Sipensimaru pada periode tahun tertentu Indikator keberhasilan kinerjanya: Semakin besar jumlah pendaftar baik peminatan I maupun peminatan II untuk setiap program studi dari jalur penelusuran minat dan bakat (jalur prestasi), jalur bidik misi, jalur sipensimaru dan jalur undangan, menunjukkan semakin tinggi respon atau minat pemangku kepentingan yang ingin kuliah di Poltekkes Kemenkes Surabaya oleh siswa lulusan SLTA dan atau SMK. 47

53 Bobot IKU = 4 % = Kasubbag ADAK Sumber Data = Panitia Sipenmaru Periode Pelaporan = Pasca Kegiatan ( 3 bulan) Persentase jumlah mahasiswa penerima beasiswa GAKIN Indikator ini diarahkan untuk mengetahui jumlah mahasiswa GAKIN yang memperoleh beasiswa di Poltekkes Kemenkes Surabaya, dimana mahasiswa GAKIN tersebut telah melewati seleksi administratif dan seleksi akademik. Pengukuran Realisasi Kinerja : Jumlah mahasiswa penerima beasiswa GAKIN X 100% Total seluruh mahasiswa pada periode tahun tertentu Indikator keberhasilan kinerjanya : Semakin besar rasio penerima beasiswa GAKIN menunjukan bahwa program bidik misi yang dicanangkan pemerintah (Kementerian Kesehatan) telah dilaksanakan oleh Poltekkes Kemenkes Surabaya. Bobot IKU = 1 % = Kasubbag ADAK Sumber Data = Kaur Akademik Periode Pelaporan = Semester 5% 7% 8% 10% 12% 4. Persentase Jumlah Mahasiswa Penerima Beasiswa Prestasi per Tahun Indikator ini diarahkan untuk mengetahui jumlah mahasiswa penerima bantuan biaya pendidikan (Beasiswa prestasi) yang didasarkan dari nilai akademik yang dimiliki oleh mahasiswa tersebut selama tahun tertentu. Pengukuran Realisasi Kinerja : Jumlah Mahasiswa Penerima Beasiswa Berprestasi Total seluruh mahasiswa pada periode tahun tertentu X 100% Indikator keberhasilan kinerja : Semakin besar persentase mahasiswa penerima beasiswa prestasi menunjukkan bahwa mahasiswa Poltekkes Kemenkes Surabaya memiliki daya saing akademik yang tinggi dan mampu bersaing dengan Prodi lain yang sejenis. 48

54 Bobot IKU = 1 % = Kasubbag ADAK Sumber Data = Kaur Akademik dan Pengolah Data Periode Pelaporan = Semester 2% 2% 4% 4% 6% 5. Persentase Lulusan dengan IPK 3,00-3,50 Indikator ini diarahkan untuk mengukur kualitas lulusan dari Poltekkes Kemenkes Surabaya berdasarkan nilai sesuai dengan ketentuan akademik Pengukuran Realisasi Kinerja : Jumlah lulusan dengan IPK 3,00-3,50 Jumlah semua lulusan pada tahun yang sama X 100% Indikator keberhasilan kinerja : Semakin besar persentase mahasiswa yang memperoleh IPK 3,00-3,50 menunjukkan bahwa kinerja pengelolaan pendidikan dalam rangka memenuhi Standar Nasional Pendidikan Tinggi semakin baik. Semakin meningkiat jumlah mahasiswa yang lulus semakin tinggi mutu pendidikan. Bobot IKU = 1 % = Kasubbag ADAK Sumber Data = Kaur Akademik dan Pengolah data Periode Pelaporan = Semester 50% 55% 57% 60% 62% 6. Waktu Penerimaan Ijasah Indikator ini diarahkan untuk mengukur waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan penatausahaan ijasah hingga penerimaan ijasah kepada mahasiswa setelah diwisuda. Pengukuran Realisasi Kinerja : Jumlah hari yang diperlukan untuk menyelesaikan penatausahaan ijasah hingga penyerahan kepada mahasiswa setelah mahasiswa di wisuda. Indikator Keberhasilan Kinerja : Semakin sedikit waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan penatausahaan ijasah, menunjukkan bahwa Poltekkes Kemenkes Surabaya telah mempunyai mutu pelayanan yang optimal terhadap mahasiswa. 49

55 Bobot IKU = 2 % = Kasubbag ADAK Sumber Data = Kaur Akademik dan Kaur Kemahasiswaan Periode Pelaporan = Sebulan 1 Minggu 1 Minggu 1 Minggu 0 MInggu 0 MInggu 7. Tingkat penyerapan lulusan di pasar kerja : Indikator ini diarahkan untuk mengukur kinerja pelayanan Poltekkes Kemenkes Surabaya dalam mendidik mahasiswa menjadi pribadi yang mandiri dan mampu bersaing tidak hanya memiliki kemampuan akademik saja tetapi memiliki keahlian dan keterampilan yang dibutuhkan oleh dunia kerja/bisnis sehingga diharapkan sebagian besar lulusan Poltekkes Kemenkes Surabaya dapat diserap oleh pasar tenaga kerja atau bahkan mampu menciptakan lapangan kerja. Pengukuran realisasi kinerjanya: Jumlah lulusan yang telah bekerja pada instansi / unit upaya pelayanan kesehatan pemerintah maupun swasta Jumlah seluruh lulusan di periode tahun yang sama X 100 % Indikator keberhasilan kinerjanya: Semakin besar prosentase lulusan yang dapat bekerja atau berusaha, menunjukkan semakin baiknya kinerja yang dicapai oleh perguruan tinggi. Bobot IKU = 7 % = Kepala Unit Penjaminan Mutu Sumber Data = Kasub Unit Penjaminan Mutu dan Auditor Mutu Internal Periode Pelaporan = Triwulan 64% 68% 76% 80% 84% 8. Persentase jumlah publikasi peneitian Indikator ini diarahkan untuk mengukur keberhasilan Poltekkes Kemenkes Surabaya dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam bidang Penelitian untuk menghasilkan penelitian terapan yang bermanfaat bagi masyarakat ilmuwan dan kesehatan masyarakat. Pengukuran realisasi kinerjanya : Jumlah hasil penelitian yang dipublikasikan jurnal terakreditasi Jumlah hasil penelitian keseluruhan pada tahun yang sama X 100 % 50

56 Indikator keberhasilan kinerjanya: Semakin besar persentase publikasi hasil penelitian menunjukkan semakin baik kinerja tri dharma perguruan tinggi yang dicapai oleh Poltekkes.Kemenkes Surabaya di bidang penelitian terapan. Bobot IKU = 6 % = Kepala Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Sumber Data = Kasub Unit PPM Prodi Periode Pelaporan = Semesteran 10% 15% 25% 30% 35% 9. Persentase lulusan tepat waktu Indikator ini untuk mengukur besarnya kelulusan mahasiswa secara tepat waktu ( tiga tahun) dari Poltekkes Kemenkes Surabaya berdasarkan beban akademik sesuai jenjang pendidikan yang ditempuh. Pengukuran realisasi kinerjanya : Jumlah mahasiswa lulus tepat waktu program DIII dan DIV X 100% Jumlah seluruh mahasiswa Semester Akhir pada tahun akademik yang sama Indikator keberhasilan kinerjanya: Semakin besar persentase mahasiswa lulus tepat waktu maka semakin baik mutu pendidikan vokasional pada Poltekkes Kemenkes Surabaya. Bobot IKU = 6 % = Kasubbag ADAK Sumber Data = Koordinator Akademik dan Kemahasiswaan Jurusan/Prodi Periode Pelaporan = Semesteran 95% 96% 97% 98% 99% 10. Persentase kenaikan jumlah MoU Indikator ini diarahkan untuk mengukur keberhasilan Poltekkes Kemenkes Surabaya dalam membangun jaringan atau networking dengan pihak ketiga. Pengukuran realisasi kinerjanya: Jumlah MoU pada tahun yang bersangkutan Jumlah MoU pada periode sebelumnya X 100% 51

57 Indikator Keberhasilan Kinerja : Semakin besar persentase kenaikan jumlah MoU maka dapat diindikasikan bahwa Poltekkes Kemenkes Surabaya memiliki hubungan yang baik dengan pihak ketiga dan jalinan kerjasama yang baik. Bobot IKU = 3 % = Kepala Unit Bisnis dan Kerjasama Sumber Data Periode Pelaporan = Semesteran = Koordinator Akademik, Kasub Unit Bisnis dan Kerjasama Jurusan Prodi 15% 15% 16% 16% 18% 11. Penambahan Jumlah Buku Perpustakaan Indikator ini diarahkan untuk mengukur kinerja pelayanan Poltekkes Kemenkes Surabaya dalam upayanya menyediakan salah satu fasilitas bagi mahasiswa khususnya dari sisi Perpustakaan. Pengukuran realisasi kinerjanya: Jumlah buku perpustakaan periode berjalan Jumlah buku perpustakaan periode yang lalu Indikator Keberhasilan Kinerja : Semakin banyak jumlah penambahan buku perpustakaan menunjukkan bahwa Poltekkes Kemenkes Surabaya ikut menunjang sarana dan fasilitas bagi mahasiswa utuk mengembangkan potensinya melalui wadah perpustakaan. Bobot IKU = 2 % = Kepala Unit Perpustakaan Sumber Data = Kasub Unit Perpustakaan Jurusan / Prodi Periode Pelaporan = Semesteran 100 Judul 150 Judul 175 Judul 200 Judul 250 Judul 52

58 II. Standar Pelayanan Untuk Perspektif Manajemen Administrasi dan Keuangan (Administration and Finance) 1. Persentase ketersediaan sistem pelaporan keuangan indikator ini dimaksudkan untuk mengukur ketersediaan sistem pelaporan keuangan pada Poltekkes Kemenkes Surabaya dimana laporan keuangan merupakan gambaran dari kinerja keuangan dan merupakan sebagai bahan acuan bagi eselon I dan eselon I lainnya untuk menilai kondisi keuangan Poltekkes Kemenkes Surabaya Pengukuran realisasi kinerjanya : Jumlah sistem pelaporan keuangan pada periode tertentu Jumlah sistem pelaporan keuangan sesuai dengan peraturan yang berlaku X 100 % Indikator keberhasilan kinerja : Makin besar persentase ketersediaan sistem pelaporan keuangan menunjukkan bahwa Poltekkes Kemenkes Surabaya telah memenuhi kewajiban sebagai satker BLU dengan memenuhi sistem pelaporan yang dibutuhkan baik maupun eksternal Bobot IKU = 2 % = Kasubbag ADUM Sumber Data = Kaur Keuangan dan Kaur Akuntansi dan Pelaporan Periode Pelaporan = Triwulan 100% 100% 100% 100% 100% 2. Persentase penyerapan realisasi anggaran Indikator ini digunakan untuk mengetahui realisasi kinerja anggaran pada periode bersangkutan dimana dapat digunakan sebagai bahan acuan perencanaan pperiode berikutnya Pengukuran realisasi kinerja: Total penyerapan pada periode bersangkutan Total anggaran pada periode bersangkutan X 100 % Indikator keberhasilan kinerja : Semakin besar persentase penyerapan realisasi anggaran menunjukkan Poltekkes Kemenkes Surabaya dapat mengoptimalkan antara anggaran yang dimiliki dengan output yang dicapai tanpa menghilangkan unsur efektivitas dan efisiensi. Bobot IKU = 2 % = Kasubbag ADUM Sumber Data = Kaur Keuangan dan Kaur Akuntansi dan Pelaporan Periode Pelaporan = Triwulan 88% 88% 90% 93% 94% 53

59 3. Persentase pembiayaan sumber APBN ( RM ) Indikator ini menunjukkan kemampuan Poltekkes Kemenkes Surabaya dalam menjalin hubugan dengan instansi pemerintah dalam menghasilkan dana untuk menopang pembiayaan Poltekkes khususnya dari sisi rupiah murni Pengukuran realisasi kinerja : Jumlah dana rupiah murni yang akan diperoleh dari pemerintah dalam periode tertentu Jumlah total penerimaan rupiah murni yang diperkirakan akan diperol dari pemerintah untuk membiayai seluruh program dalam periode tertentu X 100 % Indikator keberhasilan kinerja : Makin kecil persentase yang dicapai oleh Poltekkes Kemenkes Surabaya menunjukkan bahwa Poltekkes surabaya menjadi satker yang mandiri dan tidak terlalu bergantung dengan pemerintah dalam hal pembiayaannya. Bobot IKU = 2 % = Kepala Unit Perencanaan Sumber Data = Kasubbag ADUM dan Perencana Periode Pelaporan = Triwulan 67% 67% 65% 57% 55% 4. Persentase pembiayaan sumber PNBP ( akademik ) Indikator ini untuk mengukur keberhasilan poltekkes kemenkes surabaya dalam membina kerjasama dalam hal pembiayaan dari partisipasi masyarakat, hibah, kerjasama dalam menunjang kebutuhan anggaran penyelengaraan pendidikan. Pengukuran realisasi kinerja : Jumlah dana PNBP yang diperoleh pada tahun bersangkutan Target penerimaan PNBP pada tahun yang bersangkutan X 100 % Indikator keberhasilan kinerja : Makin besar persentase yang dicapai maka menunjukkan bahwa poltekkes surabaya telah berhasil dalam menjalankan fungsinya sebagai perguruan tinggi dengan pola keuangan badan layanan umum (PK-BLU) Bobot IKU = 2 % = Kepala Unit Perencanaan Sumber Data = Kasubbag ADUM dan Perencana Periode Pelaporan = Triwulan 33% 33% 35% 43% 45% 54

60 5. Persentase pembiayaan sumber PNBP ( Non Akademik ) Indikator ini diarahkan untuk mengukur keberhasiian Poltekkes Kemenkes Surabaya dalam mengelola unit-unit usaha sehingga memperoleh profit, yang ditunjukkan dalam kemampuan menghasilkan dana untuk menopang pembiayaan Poltekkes Kemenkes Surabaya Pengukuran realisasi kinerja : Jumlah dana PNBP yang bersumber dari non akademik Jumlah total penerimaan PNBP non akademik yang diperkirakan akan diperoleh dalam periode tertentu X 100 % indikator keberhasilan kinerja semakin besar persentase yang diperoleh maka menunjukkan bahwa poltekkes kemenkes surabaya berhasil dalam mengoptimalkan sumber bisnis dan dengan kerjasama dengan pihak ketiga. 6. Persentase kesesuaian pelaksanaan program dengan pedoman pengawasan yang telah ditetapkan Indikator yang diarahkan untuk mengukur keberhasilan Poltekkes Kemenkes Surabaya dalam meningkatkan pengelolaan keuangan dengan cara mengukur pelaksanaan program dan pedoman pengawasan yang telah ditetapkan Pengukuran realisasi kinerja : Jumlah program yang terlaksana Jumlah program yang telah ditargetkan X 100 % Indikator keberhasilan kinerja : Semakin tinggi prosentase pelaksanaan program dengan pedoman pengawasan yang telah ditetapkan, semakin baik kinerja yang dicapai. 7. Total pendapatan BLU tiap tahun Indikator ini menujukkan pendapatan BLU baik yang berasal dari sisi akademik dan non akademik yang diperoleh oleh Poltekkes Kemenkes Surabaya pada periode tertentu Pengukuran realisasi kinerja : Jumlah pendapatan BLU pada periode tertentu ( baik dari sisi akademik dan non akademik ) Indikator keberhasilan kinerja : Semakin besar jumlah pendapatan BLU yang diperoleh dari setiap periode menunjukkan bahwa poltekkes kemenkes Surabaya telah berhasil mengoptimalkan sumber bisnis baik dari sisi akademik, non akademik, dan sisi bisnis yag bersumber dari perjanjian dengan pihak ketiga. 55

61 Bobot IKU = 3 % = Kepala Unit Bisnis dan Kerjasama Sumber Data = Kasubbag ADUM dan Perencana Periode Pelaporan = Triwulan 12% 13% 14% 15% 16% 8. Frekuensi audit oleh SPI dalam setahun Indikator ini menunjukkan frekuensi pemeriksaan oleh SPI setiap tahun baik dari pemeriksaan manajemen dan keuangan pada direktorat dan jurusan Pengukuran realisasi kinerja : Jumlah kegiatan pemeriksaan oleh SPI pada periode tertentu Indikator keberhasilan kinerja : Pemeriksaan SPI yang telah terjadwal dengan baik dapat meminimalkan terjadinya kesalahan manajemen administrasi pengelolaan keuangan, dan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku. Bobot IKU = 2 % = Kepala SPI Sumber Data = Auditor SPI Periode Pelaporan = Triwulan 2% 2% 3% 3% 3% 9. Persentase pegawai yang mengikuti diklat administrasi Indikator ini dapat menunjukkan kompetensi yang dimiliki pegawai administrasi poltekkes kemenkes surabaya sehingga dapat mendukung dalam kegiatannya memberikan pelayanan kepada mahasiswa. Pengukuran realisasi kinerja Jumlah pegawai yang mengikuti diklat administrasi Pada periode tertentu Seluruh jumlah pegawai administrasi pada periode tertentu X 100 % Indikator keberhasilan kinerja : Semakin besar persentase maka semakin tinggi pula kompetensi yang dimiliki oleh pegawai adminstrasi Poltekkes Kemenkes Surabaya yang dapat menjadi dasar dalam memberikan pelayanan kepada mahasiswa. Bobot IKU = 1 % = Kasubbag ADUM Sumber Data = Kaur Kepegawaian Periode Pelaporan = Triwulan 2% 2% 3% 4% 4% 56

62 III. Standar Pelayanan Untuk Perspektif Proses Pendidikan Dan Pembelajaran 1. Frekuensi review kurikulum secara periodik tiap tahun Suatu indikator yang diarahkan untuk mengukur keberhasilan akademik Poltekkes Kemenkes Surabaya dalam menyelengarakan proses pendidikan berkualitas dilihat dari sudut pandang kurikulum yang disempumakan sesuai perkembangan masyarakat dan kebutuhan stake holders Pengukuran realisasi kinerja Frekuensi review kurikulum per tahun Indikator keberhasilan kinerja Semakin tinggi frekwensi review kurikulum yang dilakukan dalam 4 tahun sesuai dengan perkembangan masyarakat dan kebutuhan stakeholders maka semakin baik kinerja yang dicapai. Bobot IKU = 2 % = Kasubbag ADAK Sumber Data = Kaur Aakdemik, Koordinator Akademik Jurusan/Prodi Periode Pelaporan = Tahunan 1 kali 1 kali 1 kali 1 kali 1 kali 2. Persentase ketersediaan GBPP dan silabus Indikator ini diarahkan untuk mengukur keberhasilan Poltekkes Kemenkes Surabaya dalam menyelenggarakan proses pendidikan yang berkualitas dilihat dari sudut tersedianya GBPP dan Silabus yang sesuai dengan perkembangan kebutuhan akademik oleh seluruh Jurusan. Pengukuran realisasi kinerjanya adalah: Tersedianya GBPP dan silabus dalam tahun tertentu X 100 % Jumlah seharusnya GBPP dan silabus dalam tahun tertentu Indikator keberhasilan kinerjanya: Semakin tinggi tersedianya GBPP dan Silabus yang sesuai dengan perkembangan kebutuhan akademik, semakin baik kinerja yang dicapai oleh perguruan tinggi. Bobot IKU = 2 % = Kepala Unit Penjaminan Mutu Sumber Data = Auditor AMI Periode Pelaporan = Tahunan 100% 100% 100% 100% 100% 57

63 3. Persentase ketersediaan SAP/RPP Indikator ini diarahkan untuk mengukur keberhasilan Poltekkes Kemenkes Surabaya dalam menyelenggarakan proses pendidikan yang berkualitas dilihat dari sudut tersedianya SAP/RPP yang sesuai dengan kurikulum masing-masing Jurusan Pengukuran realisasi kinerja adalah: Tersedianya SAP/RPP dalam tahun tertentu Jumlah seharusnya SAP/RPP dalam tahun tertentu X 100 % Indikator keberhasilan kinerjanya: Semakin tinggi tersedianya SAP/RPP yang sesuai dengan kurikulum masing-masing Jurusan, semakin baik kinerja yang dicapai oleh Poltekkes Kemenkes Surabaya. Bobot IKU = 2 % = Kepala Unit Penjaminan Mutu Sumber Data = Auditor AMI Periode Pelaporan = Semesteran 100% 100% 100% 100% 100% 4. Persentase implementasi kalender akademik Indikator ini diarahkan untuk mengukur keberhasilan Poltekkes Kemenkes Surabaya dalam memberikan pelayanan akademik yang berkualitas kepada mahasiswa dilihat dari sudut implementasi kalender akademik. Pengukuran realisasi kinerjanya: Jumlah kegiatan yang sesuai dengan kalender Akademik pada tahun tertersebut Jumlah kegiatan pada kalender akademik Pada tahun tersebut X 100 % Indikator keberhasilan kinerjanya: Semakin tinggi prosentase kesesuaian kegiatan akademik dengan kalender akademik, menunjukkan semakin baik kinerja yang dicapai. Bobot IKU = 2 % = Kepala Unit Penjaminan Mutu Sumber Data = Auditor AMI Periode Pelaporan = Tahunan 100% 100% 100% 100% 100% 58

64 5. Jumlah peserta didik per kelas Indikator ini diarahkan untuk mengukur keberhasilan Poltekkes Kemenkes Surabaya dalam menyediakan lulusan yang berkualitas dengan berbagai keahlian yang dimiliki sesuai dengan perkembangan kebutuhan SDM di masyarakat, yang dapat dilakukan dengan proses pembelajaran per kelas maksimum 40 mahasiswa Pengukuran realisasi kinerjanya : Jumlah mahasiswa per kelas pada Poltekkes Kemenkes Surabaya Indikator keberhasilan kinerjanya : Semakin mendekati jumlah ideal ( 40 mahasiwa/ kelas) dicapai. semakin baik kinerja yang Bobot IKU = 1 % = Kepala Unit Penjaminan Mutu Sumber Data = Auditor AMI Periode Pelaporan = Tahunan 40% 40% 40% 40% 40% 6. Persentase pencapaian materi kuliah yang sesuai dengan RPP Indikator ini diarahkan untuk mengukur keberhasilan Poltekkes Kemenkes Surabaya dalam menghasilkan lulusan yang berkualitas dilihat dari sudut pencapaian materi kuliah yang sesuai dengan RPP dalam semester tertentu. Pengukuran realisasi kinerjanya adalah: Materi kuliah yang sesuai dengan RPP Jumlah mata kuliah pada semester tersebut X 100 % Indikator keberhasilan kinerjanya: Semakin tinggi prosentase pencapaian materi kuliah yang sesuai dengan RPP semakin baik kinerja yang dicapai oleh Poltekkes Kemenkes Surabaya. Bobot IKU = 2 % = Kepala Unit Penjaminan Mutu Sumber Data = Auditor AMI Periode Pelaporan = Semesteran 100% 100% 100% 100% 100% 59

65 7. Rasio dosen dan mahasiswa Indikator ini diarahkan untuk mengukur keberhasilan Poltekkes Kemenkes Surabaya dalam memberikan pelayanan akademik berkualitas kepada mahasiswa dilihat dari sudut kuantitas dosen yang paling efektif dalam mengajar. Pengukuran realisasi kinerjanya: Jumlah mahasiswa yang kuliah dalam Tahun tertentu Jumlah dosen yang mengajar dalam Tahun tertentu X 100 % Indikator keberhasilan kinerjanya: Semakin rendah rasio komposisi dosen per mahasiswa atau semakin mendekati rasio ideal, menunjukkan semakin baik kinerja yang dicapai oleh perguruan tinggi. Bobot IKU = 2 % = Kasubbag ADAK dan ADUM Sumber Data = Kaur Kepegawaian Periode Pelaporan = Tahunan 1:13 1:15 1:16 1:18 1:20 8. Rata-rata indeks kepuasan kinerja pelayanan akademik Indikator ini diarahkan untuk mengukur keberhasilan Poltekkes Kemenkes Surabaya dalam memberikan pelayanan akademik yang berkualitas kepada mahasiswa dilihat dari sudut pandang kinerja civitas akademika yang melakukan pelayanan akademik kepada mahasiswa. Ketentuan skala kepuasan: Pengukuran indeks kepuasan menggunakan metode likert dengan skala pengukuran 5 (lima) Kategori ukuran skala likert yang digunakan adalah sebagai berikut: Sangat tidak puas Tidak Puas cukup Puas Sangat puas Pengukuran reaiisasi kinerja adalah: Jumlah score persepsi responden Jumlah responden X 100 % Indikator keberhasilan kinerjanya: Semakin tinggi rata-rata indeks kepuasan kinerja pelayanan akademik, semakin baik kinerja yang. dicapai oleh Poletekkes Kemenkes Suarabaya 60

66 Bobot IKU = 2 % = Kepala Unit Penjaminan Mutu Sumber Data = Auditor Mutu Internal Periode Pelaporan = Tahunan Rata-rata indeks kepuasan kinerja pelayanan non akademik Indikator ini diarahkan untuk mengukur keberhasilan Poltekkes Kemenkes Surabaya dalam memberikan pelayanan non akademik yang berkualitas kepada mahasiswa dilihat dari sudut pandang kinerja civitas akademika yang melakukan pelayanan non akademik kepada mahasiswa. Ketentuan skala kepuasan: Pengukuran indeks kepuasan menggunakan metode likert dengan skala pengukuran 5 (lima) Kategori ukuran skala likert yang digunakan adalah sebagai berikut: Sangat tidak puas Tidak puas Cukup puas Puas Sangat puas Pengukuran realisasi kinerjanya: Jumlah score persepsi responden Jumlah responden X 100 % Indikator keberhasilan kinerjanya: Semakin tinggi rata-rata indeks kepuasan kinerja pelayanan non akademik, semakin baik kinerja yang dicapai oleh Poltekkes Kemenkes Surabaya. Bobot IKU = 2 % = Kepala Unit Penjaminan Mutu Sumber Data = Auditor Mutu Internal Periode Pelaporan = Tahunan Persentase pencapaian TOEFL lulusan lebih dari 400 Indikator ini diarahkan untuk mengukur keberhasilan Poltekkes Kemenkes Surabaya dalam menghasilkan lulusan mahasiswa yang berkualitas dilihat dari sudut nilai TOEFL yang berhasil dicapai mahasiswa Poltekkes Kemenkes Surabaya yaitu lebih dari 400 Pengukuran realisasi kinerjanya adalah: Jumlah lulusan mahasiswa dengan TOEFL 400 Jumlah lulusan mahasiswa pada periode tersebut 61 X 100 %

67 Indikator keberhasilan kinerjanya: Semakin tinggi persentase lulusan dengan TOEFL 400 semakin baik kinerja yang dicapai oleh Poltekkes Kemenkes Surabaya. Bobot IKU = 2 % = Kepala Unit Laboratorium dan Bengkel Kerja Sumber Data = Konsultan TOEFL Periode Pelaporan = Tahunan 60% 64% 70% 74% 80% IV. Standar Pelayanan Untuk Perspektif Pengembangan Etos dan Budaya Kerja (Ethos and Culture) 1. Persentase tingkat kehadiran dosen dalam proses pembelajaran Kehadiran dosen pada jam kerja perkuliahan sesuai jadwal kuliah per semester merupakan suatu indikator yang diarahkan untuk mengukur keberhasilan Poltekkes Kemenkes Surabaya dalam memberikan kualitas pengajaran kepada mahasiswa dilihat dari kehadiran dosen. Pengukuran realisasi kinerja : Jumlah kehadiran dosen pada jadwal perkuliahan per semester Jumlah seharusnya kehadiran dosen sesuai beban SKS -nya. X 100 % Indikator keberhasilan kinerjanya: Semakin tinggi prosentase kehadiran dosen jadwal kuliah per semester, maka semakin baik kinerja yang dicapai. Bobot IKU = 2 % = Kasubbag ADAK Sumber Data = Kaur Akademik dan Koordinator akademik Jurusan/Prodi Periode Pelaporan = Semesteran 100% 100% 100% 100% 100% 2. Persentase kehadiran mahasiswa dalam perkuliahan 62

68 Kehadiran mahasiswa pada jadwal perkuliahan per semester merupakan suatu indikator yang diarahkan untuk mengukur keberhasilan Poltekkes Kemenkes Surabaya dalam memberikan kecukupan ruang dan memotivasi kepada mahasiswa dilihat dari kehadiran mahasiswa pada perkuliahan. Pengukuran realisasi kinerjanya: Jumlah kehadiran mahasiswa pada jadwal perkuliahan per semester Jumlah seharusnya kehadiran mahasiswa sesuai beban SKS mata kuliah X 100 % Indikator keberhasilan kinerjanya: Semakin tinggi prosentase kehadiran mahasiswa pada jadwal kuliah per semester, maka semakin baik kinerja Poltekkes Kemenkes Surabaya yang dicapai. Bobot IKU = 2 % = Kasubbag ADAK Sumber Data = Kaur Akademik dan Koordinator akademik Jurusan/Prodi Periode Pelaporan = Semesteran 100% 100% 100% 100% 100% 3. Rasio bandwith per user ( mahasiswa, dosen, dan karyawan ) Indikator ini diarahkan untuk mengukur keberhasilan Poltekkes Kemenkes Surabaya dalam memberikan pelayanan akademik yang berkualitas kepada mahasiswa dilihat dari sudut pandang penggunaan bandwith per user dimana jaringan internet merupakan salah satu kebutuhan yang menjadi kebutuhan baik oleh mahasiswa, dosen, dan karyawan. Pengukuran realisasi kinerjanya: Kapasitas Bandwith yang dimiliki oleh Poltekkes Kemenkes Surabaya Jumlah mahasiswa, dosen, dan karyawan pada periode tertentu X 100 % Indikator keberhasilan kinerja: Semakin mendekati rasio ideal ( 1:8 ) maka semakin baik kinerja Poltekkes Kemenkes Surabaya dalam menunjang kegiatan operasional dan administrasi demi tercapainya pelayanan prima. Bobot IKU = 2 % = Kepala Unit IT Sumber Data = Staf IT dan Kasub Unit IT Jurusan/Prodi Periode Pelaporan = Tahunan 1:5 1:5 1:6 1:6 1:8 63

69 4. Kunjungan rata-rata mahasiswa ke perpustakaan Kunjungan mahasiswa ke perpustakaan merupakan suatu indikator yang diarahkan untuk mengukur minat dan budaya mahasiswa Poltekkes Kemenkes Surabaya dalam meningkatkan kemampuan dan wawasan keilmuan dalam rangka memberikan pelayanan yang berkualitas kepada mahasiswa. Pengukuran realisasi kinerja: Jumlah rata rata-rata mahasiswa berkunjung dan atau menggunakan layanan perpustakaan untuk tiap bulan dan dihitung reratanya dalam satu semester. Indikator keberhasilan kinerja: Semakin besar kehadiran atau penggunaan layanan perpustakaan oleh mahasiswa, maka semakin baik kinerja Poltekkes Kemenkes Surabaya. Bobot IKU = 2 % = Kepala Unit Perpustakaan Sumber Data = Kasub Unit Perpustakaan Jurusan/Prodi Periode Pelaporan = Tahunan Persentase dosen yang mengikuti pelatihan Indikator ini diarahkan untuk mengukur keberhasilan Poltekkes Kemenkes Surabaya dalam mendukung peningkatan kualitas pengetahuan dan keahlian dosen. Pengukuran realisasi kinerja: Jumlah dosen yang mengikuti pelatihan pada periode tertentu Jumlah dosen pada periode yang sama X 100 % Indikator keberhasilan kinerja. Semakin tinggi prosentase dosen mengikuti pelatihan, semakin baik kinerja Poltekkes Kemenkes Surabaya Bobot IKU = 1 % = Kasubbag ADUM Sumber Data = Kaur Kepegawaian Periode Pelaporan = Tahunan 8% 10% 10% 12% 14% 64

70 6. Jumlah penelitian yang diusulkan dan lulus seleksi tiap tahun Indikator ini diarahkan untuk mengukur keberhasilan Poltekkes Kemenkes Surabaya dalam memberikan sumbangan pemikiran keilmuan, yang ditunjukkan dalam kemampuan menyelesaikan hasil penelitian. Pengukuran realisasi kinerja : Jumlah seluruh kegiatan penelitian yang dilakukan oleh dosen dalam waktu satu tahun Indikator keberhasilan kinerja : Semakin besar prosentase pelaksanaan kegiatan menunjukkan semakin baik kinerja Poltekkes Kemenkes Surabaya. Bobot IKU = 6 % = Kepala Unit PPM Sumber Data = Peneliti/Dosen Periode Pelaporan = Tahunan 10% 15% 25% 30% 35% 7. Persentase jumlah publikasi ilmiah nasional terakreditasi dari semua penelitian per tahun Indikator ini diarahkan untuk mengukur keberhasilan Poltekkes Kemenkes Surabaya dalam memberikan sumbangan pemikiran keilmuan, yang ditunjukkan dalam publikasi hasil penelitian. Pengukuran realisasi kinerjanya: Jumlah seluruh publikasi hasil penelitian Jumlah seluruh hasil penelitian pada waktu yang sama X 100 % Indikator keberhasilan kinerja. Semakin besar prosentase publikasi penelitian menunjukkan semakin baik kinerja Poltekkes Kemenkes Surabaya. Bobot IKU = 6 % = Kepala Unit PPM Sumber Data = Peneliti/Dosen Periode Pelaporan = Tahunan 10% 15% 25% 30% 35% 65

71 8. Jumlah kegiatan pengabdian masyarakat tiap prodi tiap semester Indikator ini diarahkan untuk mengukur keberhasilan Poltekkes Kemenkes Surabaya dalam melakukan pengabdian masyarakat pada daerah tertentu yang menjadi prioritas binaan layanan kesehatan tiap proodi tiap semester. Pengukuran realisasi kinerja: Jumlah kegiatan pengabdian masyarakat dalam waktu satu semester yang dilaksanakan oleh tiap prodi pada Poltekkes Kemenkes Surabaya. Indikator keberhasilan kinerja : Semakin banyak pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat tiap prodi tiap semester menunjukkan semakin baik kinerja Poltekkes Kemenkes Surabaya. Bobot IKU = 4 % = Kepala Unit PPM Sumber Data = Dosen dan Mahasiswa Periode Pelaporan = Tahunan 36% 36% 40% 46% 54% 9. Persentase jumlah dosen dengan jenjang lektor kepala Indikator ini diarahkan untuk mengukur jumlah dosen yang telah memiliki jabatan lektor kepala pada Poltekkes Kemenkes Surabaya yang diharapkan bahwa dosen dengan jabatan lektor kepala adalah salah satu tenaga pendidik yang berkompeten dalam hal kualitas pendidikan dan pengajaran. Pengukuran realisasi kinerja: Jumlah dosen lektor kepala pada periode tertentu Jumlah dosen pada periode yang sama X 100 % Indikator keberhasilan kinerja. Semakin banyak dosen dengan jabatan lektor kepala, maka diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan pengajaran pada Poltekkes Kemenkes Surabaya yang akan berpengaruh kepada kualitas lulusan yang dihasilkan. Bobot IKU = 2 % = Kasubbag ADUM Sumber Data = Kaur Kepegawaian Periode Pelaporan = Tahunan 30% 35% 40% 46% 52% 66

72 10. Persentase ketersediaan SOP layanan administrasi akademik dan non akademik Indikator ini digunakan untuk mengukur kemampuan Poltekkes Kemenkes Surabaya dalam menjalankan operasional akademik dan non akademik selalu berpedoman terhadap standard operational procedure dimana hal tersebut dapat dijadikan bahan dalam memberikan pelayanan prima kepada mahasiswa dan stakehoder Poltekkes Kemenkes Surabaya. Pengukuran realisasi kinerja Jumlah SOP layanan akademik dan non akademik Poltekkes Surabaya Jumlah SOP layanan akademik dan non akademik yang seharusnya ada X 100 % Indikator keberhasilan kinerja Bila jumlah SOP yang dimiliki oleh Poltekkes Kemenkes Surabaya sesuai dengan jumlah SOP yang seharusnya ada menunjukkan bahwa kinerja Poltekkes Kemenkes Surabaya Bobot IKU = 2 % = Kasubbag ADUM dan ADAK Sumber Data = Semua Kepala Urusan Periode Pelaporan = Tahunan 30% 35% 40% 46% 52% 11. Jumlah hak paten yang dihasilkan institusi Indikator ini digunakan untuk mengukur kemampuan Poltekkes Kemenkes Surabaya dalam menciptakan inovasi baik dari akademik maupun non akademik yang dapat dijadikan hak paten bagi institusi. Pengukuran realisasi kinerja : Jumlah seluruh kegiatan penelitian yang mendapatkan hak paten dalam waktu satu tahun Indikator keberhasilan kinerja : Semakin banyak penelitian yang dapat dihak patenkan menunjukkan kinerja semakin baik Bobot IKU = 3 % = Kepala Unit PPM Sumber Data = Dosen dan Mahasiswa Periode Pelaporan = Tahunan 1 paten 1 paten 3 paten 4 paten 5 paten 67

Program Kerja Direktur Poltekkes Kemenkes SBY_

Program Kerja Direktur Poltekkes Kemenkes SBY_ Program Kerja Direktur Poltekkes Kemenkes SBY_01-019 1 KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT atas terselesaikannya penyusunan Program Kerja Direktur Politeknik Kesehatan Kemenkes

Lebih terperinci

PROGRAM KERJA KAPRODI D-III KEPERAWATAN KAMPUS TUBAN POLTEKKES KEMENKES SURABAYA TAHUN

PROGRAM KERJA KAPRODI D-III KEPERAWATAN KAMPUS TUBAN POLTEKKES KEMENKES SURABAYA TAHUN PROGRAM KERJA KAPRODI D-III KEPERAWATAN KAMPUS TUBAN POLTEKKES KEMENKES SURABAYA TAHUN 01-018 POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA PRODI DIII KEPERAWATAN KAMPUS TUBAN Jl. Wahidin Sudirohusodo no. Tuban

Lebih terperinci

PROGRAM KERJA KAPRODI KEBIDANAN MAGETAN POLTEKKES KEMENKES SURABAYA TAHUN

PROGRAM KERJA KAPRODI KEBIDANAN MAGETAN POLTEKKES KEMENKES SURABAYA TAHUN PROGRAM KERJA KAPRODI KEBIDANAN MAGETAN POLTEKKES KEMENKES SURABAYA TAHUN 01-018 POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA PRODI DIII KEBIDANAN MAGETAN Jl. Jend S Parman.1 Magetan 01 Program Kerja Kaprodi

Lebih terperinci

(RIP) POLTEKKES KEMENKES SURABAYA

(RIP) POLTEKKES KEMENKES SURABAYA RENCANA INDUK PENGEMBANGAN (RIP) POLTEKKES KEMENKES SURABAYA RIP 2010-2030 Rencana Induk Pengembangan Poltekkes Kemenkes Surabaya 1 Cita-cita Poltekkes Kemenkes Surabaya 1. Mengemban misi mencerdaskan

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Surakarta, 24 Januari 2017 Direktur Poltekkes Surakarta. Satino, SKM. M.Sc.N. NIP

KATA PENGANTAR. Surakarta, 24 Januari 2017 Direktur Poltekkes Surakarta. Satino, SKM. M.Sc.N. NIP KATA PENGANTAR Laporan Akuntabilitas Kinerja ini disusun sebagai pertanggungjawaban atas pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Politeknik Kesehatan Surakarta selama menjalankan tugas-tugas kedinasan dan dimaksudkan

Lebih terperinci

RENCANA INDUK PENGEMBANGAN (RIP) POLTEKKES KEMENKES SURABAYA PRODI D-III KEPERAWATAN KAMPUS TUBAN

RENCANA INDUK PENGEMBANGAN (RIP) POLTEKKES KEMENKES SURABAYA PRODI D-III KEPERAWATAN KAMPUS TUBAN RENCANA INDUK PENGEMBANGAN (RIP) POLTEKKES KEMENKES SURABAYA PRODI D-III KEPERAWATAN KAMPUS TUBAN RIP 2014-2020 Rencana Induk Pengembangan Prodi D-III Keperawatan Kampus Tuban Poltekkes Kemenkes Surabaya

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Surakarta, Januari 2016 Direktur Poltekkes Surakarta. Satino, SKM. M.Sc.N. NIP

KATA PENGANTAR. Surakarta, Januari 2016 Direktur Poltekkes Surakarta. Satino, SKM. M.Sc.N. NIP KATA PENGANTAR Laporan Akuntabilitas Kinerja ini disusun sebagai pertanggungjawaban atas pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Politeknik Kesehatan Surakarta selama menjalankan tugas-tugas kedinasan dan dimaksudkan

Lebih terperinci

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH ( LAKIP ) TAHUN 2015

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH ( LAKIP ) TAHUN 2015 LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH ( LAKIP ) TAHUN 2015 (POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA) (KEMENTERIAN KESEHATAN R.I.) BADAN PENGEMBANGAN & PEMBERDAYAAN SDM KESEHATAN TAHUN ANGGARAN

Lebih terperinci

RENCANA STRATEGI PROGRAM STUDI D-III KEPERAWATAN KAMPUS TUBAN

RENCANA STRATEGI PROGRAM STUDI D-III KEPERAWATAN KAMPUS TUBAN RENCANA STRATEGI PROGRAM STUDI D-III KEPERAWATAN KAMPUS TUBAN JURUSAN KEPERAWATAN POLTEKKES KEMENKES SURABAYA RENCANA STRATEGI PROGRAM STUDI D-III KEPERAWATAN KAMPUS TUBAN A. PENDAHULUAN Program Studi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penyusunan Rencana Strategis Bisnis (RSB) bagi suatu organisasi pemerintah merupakan suatu kewajiban sebagai upaya mewujudkan tata kelola system yang modern. RSB

Lebih terperinci

Rencana Kinerja Tahunan 2016 KATA PENGANTAR

Rencana Kinerja Tahunan 2016 KATA PENGANTAR KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, berkat Rahmat dan hidayah-nya Rencana Kinerja Tahunan (RKT) 2016 telah selesai disusun dan dapat digunakan sebagai salah

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Surakarta, 19 Januari 2018 Direktur Poltekkes Surakarta. Satino, SKM. M.Sc.N. NIP

KATA PENGANTAR. Surakarta, 19 Januari 2018 Direktur Poltekkes Surakarta. Satino, SKM. M.Sc.N. NIP KATA PENGANTAR Laporan Kinerja (LKJ) ini disusun sebagai pertanggungjawaban atas pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Politeknik Kesehatan Surakarta selama menjalankan tugas-tugas kedinasan dan dimaksudkan

Lebih terperinci

(SPMI) KEBIJAKAN MUTU SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL. POLTEKKES KEMENKES SURABAYA Jl. Pucang Jajar Tengah No.56 Surabaya 2014

(SPMI) KEBIJAKAN MUTU SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL. POLTEKKES KEMENKES SURABAYA Jl. Pucang Jajar Tengah No.56 Surabaya 2014 KEBIJAKAN MUTU SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL (SPMI) POLTEKKES KEMENKES SURABAYA Jl. Pucang Jajar Tengah No.56 Surabaya 2014 Dokumen Kebidajakan Mutu SPMI Poltekkes Kemenkes SBY_2014 1 POLTEKKES KEMENKES

Lebih terperinci

BAB III TUJUAN DAN SASARAN KERJA

BAB III TUJUAN DAN SASARAN KERJA BAB III TUJUAN DAN SASARAN KERJA 3.1 DASAR HUKUM Dalam menetapkan tujuan, sasaran dan indikator kinerja Balai Besar Laboratorium menggunakan acuan berupa regulasi atau peraturan sebagai berikut : 1) Peraturan

Lebih terperinci

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2015

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2015 LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2015 KEMENTERIAN KESEHATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN PONTIANAK Jalan 28 Oktober Siantan Hulu Pontianak 78241 Telp. (0561) 882632

Lebih terperinci

RENCANA INDUK PENGEMBANGAN (RIP)

RENCANA INDUK PENGEMBANGAN (RIP) RENCANA INDUK PENGEMBANGAN (RIP) 2015-2028 FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS ANDALAS PADANG 2015 KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT atas tersusunnya Rencana Induk Pengembangan (RIP) Fakultas Farmasi

Lebih terperinci

STANDAR PENGELOLAAN PEMBELAJARAN

STANDAR PENGELOLAAN PEMBELAJARAN STD-SPM.Pol//7/2017 STD-SPM.Pol//7/2017 1. Visi dan Misi Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surakarta Visi : Misi : Menjadi Institusi pendidikan tinggi kesehatan yang unggul, kompetitif dan bertaraf

Lebih terperinci

UNIVERSITAS NEGERI MALANG (UM) Jalan Semarang 5, Malang Telepon: Laman:

UNIVERSITAS NEGERI MALANG (UM) Jalan Semarang 5, Malang Telepon: Laman: (UM) Jalan Semarang 5, Malang 65145 Telepon: 0341-551312 Laman: www.um.ac.id PERATURAN REKTOR NOMOR 6 TAHUN 2017 TENTANG KEBIJAKAN PROGRAM KERJA TAHUN 2018 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA REKTOR Menimbang

Lebih terperinci

Kopertis Wilayah III Jakarta RENSTRA. Tahun

Kopertis Wilayah III Jakarta RENSTRA. Tahun Kopertis Wilayah III Jakarta RENSTRA Tahun 2015-2019 BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Pembahasan isu-isu strategis dan analisis situasi dalam penyusunan rencana strategis (Renstra) Kopertis Wilayah

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. KATA PENGANTAR. i DAFTAR ISI. ii RANGKUMAN EKSEKUTIF viii TIM PENYUSUN EVALUASI DIRI.. xi

DAFTAR ISI. KATA PENGANTAR. i DAFTAR ISI. ii RANGKUMAN EKSEKUTIF viii TIM PENYUSUN EVALUASI DIRI.. xi DAFTAR ISI KATA PENGANTAR. i DAFTAR ISI. ii RANGKUMAN EKSEKUTIF viii TIM PENYUSUN EVALUASI DIRI.. xi BAB I KOMPONEN A VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, DAN STRATEGI PENCAPAIAN 1 A. VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN,

Lebih terperinci

RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA TAHUN

RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA TAHUN RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA TAHUN 2015 2019 Lembaga Visi Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya Jl. Pucangjajar Tengah nomor 56 Surabaya Menjadi pusat pendidikan

Lebih terperinci

BAB III TUJUAN DAN SASARAN KERJA

BAB III TUJUAN DAN SASARAN KERJA BAB III TUJUAN DAN SASARAN KERJA 3.1 DASAR HUKUM Dalam menetapkan tujuan, sasaran dan indikator kinerja Balai Besar Laboratorium menggunakan acuan berupa regulasi atau peraturan sebagai berikut : 1) Peraturan

Lebih terperinci

RENSTRA POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN BANDUNG Renstra Poltekes Bandung

RENSTRA POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN BANDUNG Renstra Poltekes Bandung RENSTRA POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN BANDUNG 2015-2019 Renstra Poltekes Bandung 2015-2019 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perkembangan sebuah perguruan tinggi sangat dipengaruhi oleh

Lebih terperinci

RENCANA KINERJA POLTEKKES KEMENKES BANTEN TAHUN Pembinaan dan Supervisi - Uang Makan Mahasiwa yang di asramakan

RENCANA KINERJA POLTEKKES KEMENKES BANTEN TAHUN Pembinaan dan Supervisi - Uang Makan Mahasiwa yang di asramakan RENCANA KINERJA POLTEKKES KEMENKES BANTEN TAHUN 2015 1 2 No Sasaran Indikator Kinerja Meningkatnya lulusan tepat waktu Meningkatnya prestasi akademik peserta didik Persentase lulusan tepat waktu target

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk

I. PENDAHULUAN. agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk 1 I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pendidikan mempunyai peranan besar dalam memberikan kontribusi terhadap pembangunan dan kemajuan bangsa. Pendidikan merupakan kunci utama sebagai fondasi untuk meningkatkan

Lebih terperinci

RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KEMENTERIAN NEGARA / LEMBAGA (RKA-KL) TAHUN 2017 JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BANGKA BELITUNG

RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KEMENTERIAN NEGARA / LEMBAGA (RKA-KL) TAHUN 2017 JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BANGKA BELITUNG RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KEMENTERIAN NEGARA / LEMBAGA (RKA-KL) TAHUN 27 JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BANGKA BELITUNG KAMPUS TERPADU UNIVERSITAS BANGKA BELITUNG DESA BALUNIJUK KECAMATAN

Lebih terperinci

RENCANA STRATEGIS PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA FKIP UNIVERSITAS SRIWIJAYA

RENCANA STRATEGIS PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA FKIP UNIVERSITAS SRIWIJAYA RENCANA STRATEGIS PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA FKIP UNIVERSITAS SRIWIJAYA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2014-2018 Kata Pengantar RENCANA STRATEGIS PROGRAM STUDI PENDIDIKAN

Lebih terperinci

RENCANA INDUK PENGEMBANGAN (RIP)

RENCANA INDUK PENGEMBANGAN (RIP) RENCANA INDUK PENGEMBANGAN (RIP) 2015-2028 FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS ANDALAS PADANG 2015 KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT atas tersusunnya Rencana Induk Pengembangan (RIP) Fakultas Farmasi

Lebih terperinci

USULAN PENETAPAN TARGET

USULAN PENETAPAN TARGET USULAN ANALISIS/KERTAS KERJA PEDOMAN REMUNERASI PEGAWAI PENETAPAN TARGET BADAN LAYANAN UMUM IKU POLTEKKES YOGYAKARTA (BLU)POLTEKKES KEMENKES MALANG BADAN PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAANSUMBER DAYA MANUSIA

Lebih terperinci

RENCANA STRATEGIS PROGRAM STUDI MAGISTER TEKNIK ARSITEKTUR LINGKUNGAN BINAAN

RENCANA STRATEGIS PROGRAM STUDI MAGISTER TEKNIK ARSITEKTUR LINGKUNGAN BINAAN PROGRAM MAGISTER TEKNIK ARSITEKTUR LINGKUNGAN BINAAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA RENCANA STRATEGIS PROGRAM STUDI MAGISTER TEKNIK ARSITEKTUR LINGKUNGAN BINAAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2012-2017 KATA PENGANTAR

Lebih terperinci

RENCANA KINERJA POLTEKKES KEMENKES BANTEN TAHUN Program / Kegiatan. Penyusunan Dokumen Perencanaan Program dan Anggaran

RENCANA KINERJA POLTEKKES KEMENKES BANTEN TAHUN Program / Kegiatan. Penyusunan Dokumen Perencanaan Program dan Anggaran RENCANA KINERJA POLTEKKES KEMENKES BANTEN TAHUN 2016 No Sasaran Kegiatan Indikator Kinerja Target Program / Kegiatan Waktu Pelaksanaan Anggaran 1 Meningkatnya lulusan tepat waktu Persentase lulusan tepat

Lebih terperinci

PERAN FORUM DOKTOR (FDPKSI) DALAM MENDUKUNG TRI DHARMA PERGURUAN

PERAN FORUM DOKTOR (FDPKSI) DALAM MENDUKUNG TRI DHARMA PERGURUAN PERAN FORUM DOKTOR (FDPKSI) DALAM MENDUKUNG TRI DHARMA PERGURUAN Di sampaikan dalam Pertemuan Konsultasi Nasional TINGGI Jakarta, 23 Maret 2017 DASAR PEMIKIRAN 1 2 3 Poltekkes Kemenkes aset bangsa Memiliki

Lebih terperinci

PROGRAM KERJA UNRAM YANG MAJU, RELEVAN DAN BERDAYA SAING

PROGRAM KERJA UNRAM YANG MAJU, RELEVAN DAN BERDAYA SAING PROGRAM KERJA 2017 2021 UNRAM YANG MAJU, RELEVAN DAN BERDAYA SAING 1 landasan pikir ProgramProfYusufAkhyarS2013 2 PRIORITAS NASIONAL RPJP (2005-2025) RPJM 1 (2005-2009) Menata Kembali NKRI, membangun Indonesia

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2018 TENTANG STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN KEDOKTERAN

PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2018 TENTANG STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN KEDOKTERAN SALINAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2018 TENTANG STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

Lebih terperinci

KEBIJAKAN MUTU SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL (SPMI) PRODI DIII KEPERAWATAN TUBAN Jl. Wahidin Sudiro Husodo No. 02 Tuban

KEBIJAKAN MUTU SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL (SPMI) PRODI DIII KEPERAWATAN TUBAN Jl. Wahidin Sudiro Husodo No. 02 Tuban KEBIJAKAN MUTU SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL (SPMI) PRODI DIII KEPERAWATAN TUBAN Jl. Wahidin Sudiro Husodo No. 02 Tuban I. Visi dan Misi Prodi DIII Keperawatan Tuban Surabaya Visi Visi merupakan cita-cita

Lebih terperinci

BAB III ARAH DAN PRIORITAS STRATEGIS

BAB III ARAH DAN PRIORITAS STRATEGIS 26 BAB III ARAH DAN PRIORITAS STRATEGIS 3.1 Rumusan Pernyataan Visi, Misi, dan Tata Nilai Visi Visi merupakan suatu gambaran yang menantang tentang keadaan masa depan yang berisikan cita dan citra yang

Lebih terperinci

BAB I. PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Masalah

BAB I. PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Masalah KATA PENGANTAR Dokumen Rencana Kerja Tahunan (RKT) merupakan suatu hal yang penting bagi terselenggaranya tatakelola kinerja yang baik, oleh karenanya, RKT menjadi suatu hal yang cukup kritikal yang harus

Lebih terperinci

PROGRAM KERJA (PROGKER) PERIODE PROGRAM DOKTOR TEKNIK SIPIL

PROGRAM KERJA (PROGKER) PERIODE PROGRAM DOKTOR TEKNIK SIPIL PROGRAM KERJA (PROGKER) PERIODE 2015-2016 PROGRAM DOKTOR TEKNIK SIPIL PROGRAM DOKTOR TEKNIK SIPIL JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA 2015 PROGRAM KERJA (PROGKER) PERIODE 2015 2016

Lebih terperinci

VISI, MISI DAN PROGRAM KERJA

VISI, MISI DAN PROGRAM KERJA VISI, MISI DAN PROGRAM KERJA Oleh Prof. Dr. Herri CALON DEKAN FEUA PERIODE TAHUN 2016-2020 Visi Menjadi Fakultas Ekonomi yang menghasilkan sumber daya insani yang kreatif, inovatif, profesional dan kompetitif,

Lebih terperinci

LAPORAN TAHUNAN POLITEKNIK KESEHATAN TASIKMALAYA TAHUN

LAPORAN TAHUNAN POLITEKNIK KESEHATAN TASIKMALAYA TAHUN LAPORAN TAHUNAN POLITEKNIK KESEHATAN TASIKMALAYA TAHUN 2016 KEMENTERIAN KESEHATAN RI 2016 Laporan Tahunan - 2016 POLTEKKES Tasikmalaya DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR... i DAFTAR ISI... ii DAFTAR TABEL...

Lebih terperinci

Prof. Ir. Surya Hadi, MSc., Ph.D. Guru Besar Kimia dan Dekan Fakultas MIPA Universitas Mataram

Prof. Ir. Surya Hadi, MSc., Ph.D. Guru Besar Kimia dan Dekan Fakultas MIPA Universitas Mataram PROGRAM KERJA BAKAL CALON REKTOR PERIODE 2017 2021 MEMBANGUN SISTEM UNRAM YANG BERSTANDAR NASIONAL (Akreditasi Institusi A/BAN-PT) DAN INTERNASIONAL (Tersertifikasi AUN) MENUJU UNRAM BERDAYA SAING REGIONAL

Lebih terperinci

STANDAR PENILAIAN PRESTASI KERJA

STANDAR PENILAIAN PRESTASI KERJA STD-SPM.Pol//34/26 29 September 26 1. Visi dan Misi VISI Politeknik Kementerian Kesehatan Surakarta Menjadi Institusi Pendidikan Tinggi yang unggul, kompetitif dan bertaraf Internasional pada tahun 2035.

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS SWOT DAN ASUMSI-ASUMSI

BAB III ANALISIS SWOT DAN ASUMSI-ASUMSI BAB III ANALISIS SWOT DAN ASUMSI-ASUMSI 3.1. Kekuatan 1. STMIK AMIKOM YOGYAKARTA saat ini telah meraih 6 penghargaan dalam bidang penelitian bertaraf internasional, yang dapat meningkatkan reputasi STMIK

Lebih terperinci

RENCANA STRATEGIS PUSAT PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (P3M) POLITEKNIK NEGERI SEMARANG TAHUN

RENCANA STRATEGIS PUSAT PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (P3M) POLITEKNIK NEGERI SEMARANG TAHUN RENCANA STRATEGIS PUSAT PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (P3M) POLITEKNIK NEGERI SEMARANG TAHUN 2015 2019 POLITEKNIK NEGERI SEMARANG 2015 VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN STRATEGIS POLITEKNIK

Lebih terperinci

2016, No Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum, Menteri Keuangan dapat menetapkan pola pengelolaan k

2016, No Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum, Menteri Keuangan dapat menetapkan pola pengelolaan k BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1792, 2016 KEMENKEU. PPK-BLU Satker. Penetapan. Pencabutan Penerapan. PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 180/PMK.05/2016 TENTANG PENETAPAN DAN PENCABUTAN

Lebih terperinci

Visi Visi Universitas Dhyana Pura adalah Perguruan Tinggi Teladan dan Unggulan.

Visi Visi Universitas Dhyana Pura adalah Perguruan Tinggi Teladan dan Unggulan. 1. Visi, Misi, Strategi dan Tujuan Universitas Dhyana Pura Visi Visi Universitas Dhyana Pura adalah Perguruan Tinggi Teladan dan Unggulan. Misi Bertolak dari visi tersebut, maka misi universitas adalah

Lebih terperinci

RENCANA KINERJA TAHUNAN. Unit Pelaksana Teknis : Politeknik Kesehatan Kemenkes Surakarta Tahun : 2017 NO SASARAN INDIKATOR TARGET PROGRAM/KEGIATAN

RENCANA KINERJA TAHUNAN. Unit Pelaksana Teknis : Politeknik Kesehatan Kemenkes Surakarta Tahun : 2017 NO SASARAN INDIKATOR TARGET PROGRAM/KEGIATAN RENCANA KINERJA TAHUNAN Unit Pelaksana Teknis : Politeknik Kesehatan Kemenkes Surakarta Tahun : 2017 NO SASARAN INDIKATOR TARGET PROGRAM/KEGIATAN 1. Meningkatnya jumlah lulusan yang berkualitas dan berdaya

Lebih terperinci

RENCANA KERJA TAHUNAN (RKT) TAHUN 2015 POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALANGKA RAYA

RENCANA KERJA TAHUNAN (RKT) TAHUN 2015 POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALANGKA RAYA RENCANA KERJA TAHUNAN (RKT) TAHUN 2015 POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALANGKA RAYA POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALANGKA RAYA TAHUN 2015 ii KATA PENGANTAR Sesuai dengan INPRES Nomor 7 tahun 1999 tentang

Lebih terperinci

MANUAL PENETAPAN STANDAR AKADEMI KEBIDANAN WIJAYA KUSUMA MALANG

MANUAL PENETAPAN STANDAR AKADEMI KEBIDANAN WIJAYA KUSUMA MALANG MANUAL PENETAPAN STANDAR AKADEMI KEBIDANAN WIJAYA KUSUMA MALANG LEMBAGA PENJAMINAN MUTU INTERNAL AKADEMI KEBIDANAN WIJAYA KUSUMA MALANG TAHUN 2013 DAFTAR ISI Daftar Isi... i BAB I : PENDAHULUAN A. Visi...

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Tata kepemerintahan yang baik merupakan suatu konsepsi tentang penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, efektif, efisien dan akuntabel. Upaya untuk mewujudkan suatu

Lebih terperinci

AKREDITASI INSTITUSI PERGURUAN TINGGI BARU INSTRUMEN AKREDITASI

AKREDITASI INSTITUSI PERGURUAN TINGGI BARU INSTRUMEN AKREDITASI BAN-PT AKREDITASI INSTITUSI PERGURUAN TINGGI BARU INSTRUMEN AKREDITASI BADAN AKREDITASI NASIONAL PERGURUAN TINGGI 2016 DAFTAR ISI Halaman DAFTAR ISI 1 BAB I PENDAHULUAN 2 BAB II BAB III PRINSIP DASAR PENYUSUNAN

Lebih terperinci

Poltekkes Kemenkes Banjarmasin BAB I. A. Latar Belakang

Poltekkes Kemenkes Banjarmasin BAB I. A. Latar Belakang BAB I A. Latar Belakang Peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan salah satu aspek penting dalam mencapai tujuan pembangunan nasional di segala bidang. Untuk membangun kualitas sumber daya manusia

Lebih terperinci

BAB III ARAH DAN PRIORITAS STRATEGIS. Balai Besar laboratorium Kesehatan Makassar sebagai salah satu

BAB III ARAH DAN PRIORITAS STRATEGIS. Balai Besar laboratorium Kesehatan Makassar sebagai salah satu BAB III ARAH DAN PRIORITAS STRATEGIS A. Rumusan Pernyataan Visi, Misi dan Tata Nilai Balai Besar laboratorium Kesehatan Makassar sebagai salah satu penyelenggara pembangunan kesehatan telah menetapkan

Lebih terperinci

KEBIJAKAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL UNIVERSITAS ABULYATAMA

KEBIJAKAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL UNIVERSITAS ABULYATAMA KEBIJAKAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL UNIVERSITAS ABULYATAMA LEMBAGA PENJAMINAN MUTU UNIVERSITAS ABULYATAMA ACEH BESAR 2013 Universitas Abulyatama KEBIJAKAN SPMI UNIVERSITAS ABULYATAMA Nomor:../. /..

Lebih terperinci

Rencana Strategis

Rencana Strategis DAFTAR ISI Hal KATA PENGANTAR BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Landasan Hukum C. Tujuan ii 1 BAB II BAB III BAB IV GAMBARAN UMUM ORGANISASI A. Sejarah B. Kondisi Umum Poltekkes Kemenkes Kaltim C.

Lebih terperinci

FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS DAYANU IKHSANUDDIN BAU BAU

FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS DAYANU IKHSANUDDIN BAU BAU KEBIJAKAN AKADEMIK FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS DAYANU IKHSANUDDIN BAU BAU DAFTAR ISI Halaman DAFTAR ISI i KATA PENGANTAR ii BAB I. PENDAHULUAN 1 BAB II. ARAH KEBIJAKAN 2 2.1 Kebijakan

Lebih terperinci

AKREDITASI PROGRAM STUDI MAGISTER PSIKOLOGI PROFESI

AKREDITASI PROGRAM STUDI MAGISTER PSIKOLOGI PROFESI BAN-PT AKREDITASI PROGRAM STUDI MAGISTER PSIKOLOGI PROFESI BUKU IIIB BORANG UNIT PENGELOLA PROGRAM STUDI BADAN AKREDITASI NASIONAL PERGURUAN TINGGI JAKARTA 2013 BAN-PT: Buku IIIB Borang Unit Pengelola

Lebih terperinci

BAB V Analisa dan Mitigasi Risiko Identifikasi Risiko Penilaian Tingkat Risiko Rencana Mitigasi Risiko...

BAB V Analisa dan Mitigasi Risiko Identifikasi Risiko Penilaian Tingkat Risiko Rencana Mitigasi Risiko... DAFTAR ISI Kata Pengantar... i Daftar Isi... ii Daftar Tabel... iv Daftar Grafik Dan Gambar... vi BAB I Pendahuluan... 1 1.1 Latar Belakang... 1 1.2 Tujuan Rencana Strategis Bisnis (RSB)... 3 1.3 Dasar

Lebih terperinci

RENCANA KINERJA TAHUNAN POLTEKKES KEMENKES JAKARTA III TAHUN 2015

RENCANA KINERJA TAHUNAN POLTEKKES KEMENKES JAKARTA III TAHUN 2015 RENCANA KINERJA TAHUNAN POLTEKKES KEMENKES JAKARTA III TAHUN 0 No PROGRAM OUTPUT INDIKATOR KINERJA TARGET. Peningkatan pelatihan. Peningkatan sarana prasarana ber. Pengembangan manajemen berbasis informasi

Lebih terperinci

RENCANA OPERASIONAL PRODI NERS STIKES MATARAM

RENCANA OPERASIONAL PRODI NERS STIKES MATARAM RENCANA OPERASIONAL PRODI NERS STIKES MATARAM 2012 2013 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES) MATARAM Jalan Swakarsa III No 10 14 Grisak Kekalik Mataram 1 Kata Pengantar Puji Syukur kepada Allah SWT,

Lebih terperinci

Sekolah Tinggi Hukum Galunggung Tasikmalaya. Tim Penyusun

Sekolah Tinggi Hukum Galunggung Tasikmalaya. Tim Penyusun Laporan Rencana Strategis Sekolah Tinggi Hukum Galunggung Tasikmalaya Periode 2013 2017 Tim Penyusun Sekolah Tinggi Hukum Galunggung Tasikmalaya 2013 11 Daftar Isi Executive Summary Bab I. Pendahuluan...

Lebih terperinci

Sistim Pendidikan Nasional, Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun tentang pendidikan tinggi, Peraturan Pemerintah Nomor 61 tahun

Sistim Pendidikan Nasional, Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun tentang pendidikan tinggi, Peraturan Pemerintah Nomor 61 tahun KONDISI DAN ISU STRATEGIS BAB III Mengacu pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistim Pendidikan Nasional, Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 1999 tentang pendidikan tinggi, Peraturan Pemerintah

Lebih terperinci

RENCANA INDUK PENGEMBANGAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) AKADEMI KEPERAWATAN PAMENANG TAHUN

RENCANA INDUK PENGEMBANGAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) AKADEMI KEPERAWATAN PAMENANG TAHUN RENCANA INDUK PENGEMBANGAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) AKADEMI KEPERAWATAN PAMENANG TAHUN 2015-2018 Oleh : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akper Pamenang AKADEMI KEPERAWATAN PAMENANG

Lebih terperinci

KONTRIBUSI SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL DALAM PENGEMBANGAN MUTU PERGURUAN TINGGI

KONTRIBUSI SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL DALAM PENGEMBANGAN MUTU PERGURUAN TINGGI PRAKTIK BAIK SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL DI PERGURUAN TINGGI Manfaat yang diperolah Setelah Penerapan Sistem Penjaminan Mutu Internal di Perguruan Tinggi KONTRIBUSI SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL

Lebih terperinci

RENCANA STRATEGIS Politeknik Kesehatan Kemenkes Mataram Tahun

RENCANA STRATEGIS Politeknik Kesehatan Kemenkes Mataram Tahun RENCANA STRATEGIS Politeknik Kesehatan Kemenkes Mataram Tahun 2010-2014 KEMENTERIAN KESEHATAN RI POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MATARAM Jalan Prabu Rangkasari, Dasan Cermen, Sandubaya, Mataram Telp. (0370)

Lebih terperinci

BAB II PERENCANAAN DAN PENETAPAN KINERJA

BAB II PERENCANAAN DAN PENETAPAN KINERJA BAB II PERENCANAAN DAN PENETAPAN KINERJA Pasal 6 dan 15 Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN) menetapkan bahwa Rencana Strategis (Renstra) kementerian/lembaga

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN REKTOR INSTITUT PERTANIAN BOGOR NOMOR 06/IT3/DT/2013 TENTANG STANDAR MUTU DALAM SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL PADA PROGRAM

SALINAN PERATURAN REKTOR INSTITUT PERTANIAN BOGOR NOMOR 06/IT3/DT/2013 TENTANG STANDAR MUTU DALAM SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL PADA PROGRAM SALINAN PERATURAN REKTOR INSTITUT PERTANIAN BOGOR NOMOR 06/IT3/DT/2013 TENTANG STANDAR MUTU DALAM SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL PADA PROGRAM PENDIDIKAN DIPLOMA INSTITUT PERTANIAN BOGOR REKTOR INSTITUT

Lebih terperinci

STANDAR 1 VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN SERTA STRATEGI PENCAPAIAN. Studi, Serta Pihak-Pihak Yang Dilibatkan.

STANDAR 1 VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN SERTA STRATEGI PENCAPAIAN. Studi, Serta Pihak-Pihak Yang Dilibatkan. STANDAR 1 VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN SERTA STRATEGI PENCAPAIAN 1.1 Visi, Misi, Tujuan Dan Sasaran Serta Strategi Pencapaian. 1.1.1 Jelaskan Mekanisme Penyusunan Visi, Misi, Tujuan Dan Sasaran Program

Lebih terperinci

Visi Visi Universitas Dhyana Pura adalah Perguruan Tinggi Teladan dan Unggulan.

Visi Visi Universitas Dhyana Pura adalah Perguruan Tinggi Teladan dan Unggulan. 1. Visi, Misi, Strategi dan Tujuan Universitas Dhyana Pura Visi Visi Universitas Dhyana Pura adalah Perguruan Tinggi Teladan dan Unggulan. Misi Bertolak dari visi tersebut, maka misi universitas adalah

Lebih terperinci

laporan hasil audit internal

laporan hasil audit internal laporan hasil audit internal UNIT PENJAMINAN MUTU POLTEKKES KEMENKES KEMENKES SURAKARTA 2016 1 RINGKASAN EKSEKUTIF Kegiatan audit internal Poltekkes Kemenkes Surakarta dilakukan 2 kali dalam tahun 2016.

Lebih terperinci

STANDAR PENGELOLAAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT. 1. Visi dan Misi Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surakarta

STANDAR PENGELOLAAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT. 1. Visi dan Misi Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surakarta 1. Visi dan Misi Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surakarta 2. Rasional Visi : Menjadi Institusi pendidikan tinggi kesehatan yang unggul, kompetitif dan bertaraf internasional tahun 2035 Misi

Lebih terperinci

SEKILAS MENGENAI.. 1 PROGRAM STUDI ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS PADJADJARAN

SEKILAS MENGENAI.. 1 PROGRAM STUDI ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS PADJADJARAN SEKILAS MENGENAI.. 1 PROGRAM STUDI ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS PADJADJARAN Oleh: Santoso Tri Raharjo 2 UMUM Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial didirikan

Lebih terperinci

KEBIJAKAN MUTU AKADEMIK

KEBIJAKAN MUTU AKADEMIK Kode Dokumen Nama Dokumen Edisi Disahkan Tanggal Disimpan di- KM-AAYKPN Kebijakan Mutu 01-Tanpa 24 Agustus 2010 UPM-AAYKPN Revisi KEBIJAKAN MUTU AKADEMIK AKADEMI AKUNTANSI YKPN YOGYAKARTA Disusun Oleh

Lebih terperinci

Poltekkes Kemenkes Banjarmasin BAB I. A. Latar Belakang

Poltekkes Kemenkes Banjarmasin BAB I. A. Latar Belakang BAB I A. Latar Belakang Peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan salah satu aspek penting dalam mencapai tujuan pembangunan nasional di segala bidang. Untuk membangun kualitas sumber daya manusia

Lebih terperinci

STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN

STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN Universitas Respati Yogyakarta Jln. Laksda Adi Sucipto KM 6.3 Depok Sleman Yogyakarta Telp : 0274-488 781 ; 489-780 Fax : 0274-489780 B A D A N P E N J A M I N

Lebih terperinci

PROGRAM KERJA PERIODE

PROGRAM KERJA PERIODE PROGRAM KERJA PERIODE 2012-2016 PROGRAM KERJA PERIODE 2012-2016 JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA Kode Dokumen : 00601 02000 Revisi : 3 Tanggal : 13 Desember 2012 Diajukan oleh

Lebih terperinci

RENCANA INDUK PENELITIAN AKADEMI KEPERAWATAN PAMENANG TAHUN Oleh : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akper Pamenang

RENCANA INDUK PENELITIAN AKADEMI KEPERAWATAN PAMENANG TAHUN Oleh : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akper Pamenang RENCANA INDUK PENELITIAN AKADEMI KEPERAWATAN PAMENANG TAHUN 2015-2018 Oleh : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akper Pamenang AKADEMI KEPERAWATAN PAMENANG PARE KEDIRI 2015 Kata Pengantar Akademi

Lebih terperinci

RENCANA OPERASIONAL FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MULAWARMAN

RENCANA OPERASIONAL FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MULAWARMAN RENCANA OPERASIONAL FAKULTAS PERTANIAN 2015-2019 UNIVERSITAS MULAWARMAN PENGANTAR Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT, Rencana Operasional sebagai pelengkap dari Strategis (Renstra) Fakultas

Lebih terperinci

KEBIJAKAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL (SPMI) UNIVERSITAS ISLAM MALANG PUSAT PENJAMINAN MUTU UNIVERSITAS ISLAM MALANG

KEBIJAKAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL (SPMI) UNIVERSITAS ISLAM MALANG PUSAT PENJAMINAN MUTU UNIVERSITAS ISLAM MALANG KEBIJAKAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL (SPMI) UNIVERSITAS ISLAM MALANG PUSAT PENJAMINAN MUTU UNIVERSITAS ISLAM MALANG FEBRUARI 2016 UNIVERSITAS ISLAM MALANG KEBIJAKAN SPMI Kode : 01/SPMI/PPM/II/2016

Lebih terperinci

Dept. Patologi Klinik & Kedokteran Laboratorium

Dept. Patologi Klinik & Kedokteran Laboratorium Dept. Patologi Klinik & Kedokteran Laboratorium Bab II. Analisis Situasi Bab III. Kebijakan Strategis Bab 2. Analisis Situasi SWOT Kondisi internal Strengths (Kekuatan) Weaknesses (Kelemahan) Kondisi eksternal

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 87 TAHUN 2008 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMUM PADA UNIVERSITAS LAMPUNG

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 87 TAHUN 2008 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMUM PADA UNIVERSITAS LAMPUNG SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 87 TAHUN 2008 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMUM PADA UNIVERSITAS LAMPUNG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL,

Lebih terperinci

SHERMAN SALIM CALON DEKAN

SHERMAN SALIM CALON DEKAN SHERMAN SALIM CALON DEKAN Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga 2010-2015 INTEGRASI, SINERGI, INOVASI DAN IMPLEMENTASI UNTUK MEWUJUDKAN FKG UNAIR KIBLAT BIDANG KEDOKTERAN GIGI DI INDONESIA STRATEGI

Lebih terperinci

FORMAT 1. PENILAIAN BORANG INSTITUSI PERGURUAN TINGGI. Penilaian Dokumen Perorangan. Nama Perguruan Tinggi :... Nama Asesor :... Kode Panel :...

FORMAT 1. PENILAIAN BORANG INSTITUSI PERGURUAN TINGGI. Penilaian Dokumen Perorangan. Nama Perguruan Tinggi :... Nama Asesor :... Kode Panel :... FORMAT 1. PENILAIAN BORANG INSTITUSI PERGURUAN TINGGI Dokumen Perorangan Nama Perguruan Tinggi :... Nama Asesor :... Kode Panel :... Tanggal :... No. 1 1.1 2 1.2 3 1.3.1 4 1.3.2 5 2.1.1 6 2.1.2 7 2.1.3

Lebih terperinci

DRAFT RENCANA STRATEGIS

DRAFT RENCANA STRATEGIS DRAFT RENCANA STRATEGIS UNIVERSITAS GADJAH MADA TAHUN 2012-2017 DISCLAIMER: Draft ini diedarkan dalam mailing list DosenUGM dalam rangka mensukseskan Pemilihan Dekan di lingkungan UGM Tahun 2012. Materi

Lebih terperinci

Poltekkes Kemenkes Surabaya BAB IV

Poltekkes Kemenkes Surabaya BAB IV BAB I A. Analisis SWOT Analisis lingkungan ini merupakan bagian penting dalam penentuan strategi organisasi. Pemetaan dilakukan terhadap empat bidang yang dianggap mempunyai daya ungkit yang tinggi terhadap

Lebih terperinci

BAB I VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN. A. Visi Menghasilkan tenaga kesehatan profesional dan kompetitif

BAB I VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN. A. Visi Menghasilkan tenaga kesehatan profesional dan kompetitif 2 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... 1 DAFTAR ISI... 2 BAB I VISI,MISI, TUJUAN DAN SASARAN... 3 A. Visi... 3 B. Misi... 3 C. Tujuan... 3 D. Sasaran... 3 BAB II KEBIJAKAN,PROGRAM DAN KEGIATAN... 5 A. Kebijakan...

Lebih terperinci

PENETAPAN KINERJA. No Sasaran strategis Indikator Kinerja Target. (1) (2) (3) (4) 1 Meningkatnya kualitas dan kuantitas berbagai

PENETAPAN KINERJA. No Sasaran strategis Indikator Kinerja Target. (1) (2) (3) (4) 1 Meningkatnya kualitas dan kuantitas berbagai Lampiran 1 PENETAPAN KINERJA Unit Eselon II : Tahun Anggaran : 2013 No Sasaran strategis Indikator Kinerja Target (1) (2) (3) (4) 1 Meningkatnya kualitas dan kuantitas berbagai Jumlah capaian pemeriksaan

Lebih terperinci

Penyempurnaan Buku Panduan Program Doktor sesuai dengan peraturan yang berlaku

Penyempurnaan Buku Panduan Program Doktor sesuai dengan peraturan yang berlaku Lampiran 1. Hubungan antara Kode Sasaran Strategis, Strategi, Arah Kebijakan dan Program 1. Bidang Pendidikan Kode Strategi Arah Kebijakan Program ST1.1 Penyediaan standar mutu pendidikan Program Doktor

Lebih terperinci

PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN BANTUAN OPERASIONAL PERGURUAN TINGGI NEGERI

PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN BANTUAN OPERASIONAL PERGURUAN TINGGI NEGERI PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN BANTUAN OPERASIONAL PERGURUAN TINGGI NEGERI KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI 2016 Petunjuk Teknis Pelaksanaan Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri

Lebih terperinci

PUSAT DATA DAN STATISTIK PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

PUSAT DATA DAN STATISTIK PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN SEKRETARIAT JENDERAL PUSAT DATA DAN STATISTIK PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN RENCANA STRATEGIS TAHUN 2015-2019 KATA PENGANTAR Berdasarkan Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004

Lebih terperinci

INSTRUMEN AKREDITASI MINIMUM PEMBUKAAN PROGRAM STUDI PROGRAM PROFESI INSINYUR

INSTRUMEN AKREDITASI MINIMUM PEMBUKAAN PROGRAM STUDI PROGRAM PROFESI INSINYUR Lampiran Peraturan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Nomor 30 Tahun 2018 tentang Instrumen Akreditasi Minimum Pembukaan Program Studi Program Profesi Insinyur BAN-PT INSTRUMEN AKREDITASI MINIMUM

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Surabaya, Desember 2013 Kepala Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya

KATA PENGANTAR. Surabaya, Desember 2013 Kepala Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya KATA PENGANTAR Dengan mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya telah berhasil menyusun Rencana Strategis tahun 2014. Rencana Strategis ini akan dijadikan

Lebih terperinci

STANDAR SUASANA AKADEMIK. Visi : Kementerian Kesehatan Surakarta

STANDAR SUASANA AKADEMIK. Visi : Kementerian Kesehatan Surakarta STD-SPM.Pol//26/26 1. Visi dan Misi Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surakarta Visi : Misi : Menjadi Institusi pendidikan tinggi kesehatan yang unggul, kompetitif dan bertaraf internasional tahun

Lebih terperinci

S1 Akuntansi. Visi. Misi

S1 Akuntansi. Visi. Misi PAGE 1 FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS TRISAKTI S1 Akuntansi Visi Menuju program studi tingkat sarjana yang berstandar internasional dengan tetap memperhatikan nilai-nilai lokal dalam mengembangkan

Lebih terperinci

BUKU SAKU PEGAWAI POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SEMARANG KATA PENGANTAR

BUKU SAKU PEGAWAI POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SEMARANG KATA PENGANTAR BUKU SAKU PEGAWAI POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SEMARANG KATA PENGANTAR Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat, rahmat dan karunianya, Buku Saku Pegawai Politeknik Kesehatan

Lebih terperinci

BAB II PROGRAM STUDI VOKASI PARIWISATA UNIVERSITAS INDONESIA

BAB II PROGRAM STUDI VOKASI PARIWISATA UNIVERSITAS INDONESIA BAB II PROGRAM STUDI VOKASI PARIWISATA UNIVERSITAS INDONESIA 2.1 Sejarah Program Studi Vokasi Universitas Indonesia Universitas Indonesia (UI) secara internasional diakui sebagai salah satu universitas

Lebih terperinci

RENCANA STRATEGIS POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES BANTEN

RENCANA STRATEGIS POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES BANTEN RENCANA STRATEGIS POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES BANTEN 2012-2016 KEMENTERIAN KESEHATAN RI POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES BANTEN Rencana Strategis Poltekkes Kemenkes Banten 2012-2016 1 KATA PENGANTAR Puji

Lebih terperinci

BUKU STANDAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

BUKU STANDAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BUKU STANDAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT POLTEKNIK KESEHATAN KEMENKES KUPANG KEMENTERIAN KESEHATAN RI POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES KUPANG JL. PIET A TALLO, LILIBA KUPANG Tlp. (0380) 881880, 881881 Fax.

Lebih terperinci

KOMPONEN D SUMBER DAYA MANUSIA

KOMPONEN D SUMBER DAYA MANUSIA KOMPONEN D SUMBER DAYA MANUSIA Sumber daya manusia pada perguruan tinggi yang dimaksud pada tulisan ini adalah dosen dan tenaga kependidikan (karyawan). Dosen bertugas melaksanakan kegiatan pembelajaran,

Lebih terperinci