PENGEMBANGAN PENILAIAN BERBASIS PORTOFOLIO
|
|
|
- Liana Sudjarwadi
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 PENGEMBANGAN PENILAIAN BERBASIS PORTOFOLIO Drs. Yaya Sunarya, M.Pd. I. PENDAHULUAN Kritik terhadap rendahnya mutu pendidikan di berbagai satuan pendidikan, semakin menajam. Semula tuduhannya dilontarkan terhadap guru yang kurang professional, sekarang semakin menajam kepada hal-hal yang lebih khusus dari tugas guru, yaitu terhadap alat atau instrumen evaluasi yang dibuat guru. Evaluasi yang dilakukan oleh guru tidak valid dan tidak reliable, aspek yang dinilai oleh guru tidak lengkap, serta administrasi guru dalam bidang penilaian juga sering tidak lengkap. Bukti atas hal itu, pernah ditemukan anak yang sudah pindah sekolah tiga bulan sebelum waktu kenaikan kelas, atau anak yang sudah keluar beberapa bulan sebelum kenaikan kelas, pada saat kenaikan kelas anak tersebut masih mempunyai nilai dari guru untuk dipertimbangkan. Akhirnya sampai pada suatu kesimpulan bahwa pendekatan penilaian yang digunakan saat ini sudah tidak cocok lagi dan harus diganti dengan pendekatan lain. Sebagai reaksi atas hal di atas, bersamaan dengan adanya pergantian kurikulum, diperkenalkan pula pendekatan baru dalam penilaian, yaitu penilaian berbasis portofolio (portfolio based assessment). Yaitu model penilaian yang diaharapkan mampu mengungkap dan menilai peserta didik lebih akurat dan lebih lengkap didasarkan pada bukti (dokumen) yang dipunyai oleh masing-masing siswa. Pada uraian ini selanjutkan akan diperkenalkan pendekatan baru tersebut. II. URAIAN MATERI A. Pengertian Dan Konsep Portofolio Menurut para ahli, portofolio memiliki beberapa pengertian. Ada yang memandang sebagai benda, dan ada pula sebagai metoda. Portofolio sebagai suatu wujud benda fisik, adalah kumpulan suatu hasil (bukti) dari suatu kegiatan, atau bundelan, yakni kumpulan dokumentasi atau hasil pekerjaan seseorang (peserta didik) yang disimpan pada suatu bundel. Misalnya bundelan hasil kerja siswa mulai dari hasil tes awal, 1
2 tugas-tugas, catatan anekdot, piagam penghargaan, keterangan melaksanakan tugas tersetruktur, sampai kepada hasil tes akhir. Portofolio ini merupakan kumpulan karya terpilih dari seorang siswa atau sekelompok siswa. Istilah karya terpilih menunjukkan bahwa tidak semua karya siswa dapat dimasukan kedalam portofolio tersebut. Karya yang diambil adalah karya terbaik, karya yang paling penting dari pekerjaan siswa, yang sangat bermakna bagi siswa, sesuai dengan tujuan pembelajaran atau kompetensi yang telah dirumuskan dalam tujuan pembelajaran. Dalam dunia pendidikan portofolio dapat dipandang sebagai suatu proses sosial pedagogis. Yaitu sebagai collection of learning experience yang terdapat di dalam pikiran peserta didik, baik yang berwujud pengetahuan (kognitif), keketampilan (skill), maupun nilai dan sikap. Jadi sebenarnya portofolio bukan hanya berupa benda nyata, melainkan mencakup segala pengalaman batiniah yang terjadi pada diri siswa. Dalam bidang bahasa, sebagai suatu metoda, portofolio dapat merupakan suatu adjective yang sering disandingkan dengan kata lain, misalnya dengan konsep pembelajaran dan penilaian. Bila disandingkan dengan konsep pembelajaran, maka muncul istilah pembelajaran berbasis portofilio (portfolio based learning); dan bila disandingkan dengan konsep penilaian, maka muncul istilah penilaian berbasis portofolio (portfolio based assessment) (Dasim Budimansyah, 2002). Pendekatan penilaian portofolio berbeda dengan pendekatan penilaian yang lain. Pendekatan penilaian portofolio adalah suatu penilaian yang bertujuan mengukur sejauhmana kemampuan siswa dalam mengkonstruksi dan merefleksi suatu pekerjaan/tugas atau karya dengan mengoleksi atau mengumpulkan bahan-bahan yang relevan dengan tujuan dan keinginan yang dikonstruksi oleh siswa, sehingga hasil konstruksi tersebut dapat dinilai dan dikomentari oleh guru dalam periode tertentu. Jadi penilaian portofolio merupakan suatu pendekatan dalam penilaian kinerja siswa atau digunakan untuk menilai kinerja. Kelebihan pendekatan portofolio adalah memberi kesempatan kepada siswa untuk lebih banyak terlibat, dan siswa sendiri dapat dengan mudah mengontrol sejauhmana perkembangan kemampuan yang telah diperolehnya. Jadi siswa akan mampu melakukan self-assessment. Keterampilan menemukan kelebihan dan kekurangannya 2
3 sendiri, serta kemampuan untuk menggunakan kelebihan tersebut dalam mengatasi kelemahannya merupakan modal dasar penting dalam proses pembelajaran. Secara operasional, penilaian portofolio merupakan penilaian secara berkesinambungan dengan metode pengumpulan informasi atau data secara sistematik atas hasil pekerjaan siswa dalam kurun waktu tertentu (Popham, 1994). Dalam sistem penilaian portofolio, guru membuat file untuk masing-masing siswa, berisi kumpulan sistematis atas hasil prestasi belajar mereka selama mengikuti proses pendidikan. Di dalam file porfolio, guru mengumpulkan bukti fisik dan catatan prestasi siswa, seperti hasil ulangan, hasil tugas mandiri, serta hasil praktikum. Selain prestasi akademik, isi file juga dapat dielaborasi dengan lembar catatan prestasi non-akademik, yakni rekaman profil siswa yang meliputi aspek kerajinan, kerapian, ketertiban, kejujuran, kemampuan kerja sama, sikap, solidaritas, toleransi, kedisiplinan, prestasi olahraga, kesenian, kepramukaan, dan lain-lain. Data yang terkumpul dari waktu ke waktu ini kemudian digunakan oleh guru untuk menilai dan melihat perkembangan kemampuan serta prestasi akademik siswa dalam periode tersebut. File portofolio sekaligus akan memberikan umpan-balik (feedback) baik kepada guru maupun siswa.. Bagi guru, file yang berisi perkembangan prestasi siswa ini akan memberikan masukan untuk evaluasi proses dalam memperbaiki cara, metode, dan manajemen pembelajaran di kelas. Melalui analisa file portofolio guru dapat mengetahui potensi, karakter, kelebihan, dan kekurangan siswa. Bagi siswa, file ini dapat menjadi dasar pijakan untuk mengoreksi dan memperbaiki kelemahan serta kekurangannya dalam proses pembelajaran maupun penguasaannya atas suatu pokok bahasan atau materi pelajaran tertentu. Proses terjadinya umpan-balik sangat dimungkinkan karena dalam sistem penilaian portofolio data yang terekam dalam file tidak hanya dikumpulkan saja kemudian selesai, namun akan dianalisis secara kolaboratif dengan melibatkan guru, siswa, dan orangtua murid. Evaluasi data melalui pembicaraan secara periodik dengan orangtua siswa sekaligus merupakan progress report yang akurat tentang kemajuan prestasi belajar siswa serta perkembangan kepribadiannya. Selain dapat digunakan untuk memantau perkembangan siswa dan mendiagnosa kesulitan belajar mereka, penilaian portofolio juga banyak memiliki keunggulan lain. 3
4 Sistem penilaian ini sangat bermanfaat bagi guru untuk mengevaluasi kebutuhan (need), minat (interest), kemampuan akademik (abilities), dan karakteristik siswa secara individual. Hal tersebut penting karena seharusnya dalam suatu sistem atau cara evaluasi, eksistensi siswa secara individual tidak boleh dieliminasikan sebagaimana yang sering terjadi dalam tes standar, seperti ebtanas. B. Kegunaan Portofolio Pendekatan penilaian portofolio dapat digunakan untuk: 1. Memperlihatkan perkembangan pemikiran atau pemahaman siswa pada periode waktu tertentu. Misal mulai dari kegiatan pencatatan (pembuatan catatan), mengkopi bahan, membuat kerangka awal, draf kasar, kritik terstruktur, dan finalisasi paper. 2. Menunjukkan suatu pemahaman dari beberapa konsep, topik, dan isu yang diberikan 3. Mendemonstrasikan perbedaan bakat. Misalnya melihat kemampuan menulis, perbedaan kemampuan mendengarkan, mengungkapkan secara lisan, dll. 4. Mendemonstrasikan kemampuan untuk memproduksi atau mengkreasi suatu pekerjaan baru secara orisinal 5. Mendokumentasikan kegiatan selama periode waktu tertentu 6. Mendemonstrasikan kemampuan menampilkan suatu karya seni 7. Mendemonstrasikan kemampuan mengintegrasikan teori dan praktek 8. Merefleksikan nilai-nilai individual atau pandangan dunia secara lebih luas Jadi jenis informasi sebuah portofolio dapat mencakup hasil penilaian tertulis, proyek, hasil karya siswa, dan catatan kinerja siswa. C. Prinsip Penilaian Berbasis Portofolio Ada sejumlah prinsip yang mendasari pendekatan ini. Diantaranya adalah: 1. Mutual trust (saling mempercayai). Karena dalam penilaian portofolio dapat melibatkan berbagai pihak, maka pihak-pihak itu akan dan harus saling mempercayai, tidak saling mencurigai. Mereka harus merasa sebagai pihak yang 4
5 saling memerlukan, dan saling membantu. Dengan demikian hubungan antara keduanya akan wajar dan alami. 2. Confidentiality (kerahasiaan bersama). Hasil pekerjaan yang terkumpul dan dokumen yang ada, kerahasiaanya harus dijaga bersama, tidak disampaikan kepada pihak lain yang tidak berkepentingan. 3. Joint Ownership (milik bersama). Dokumen yang ada adalah milik bersama. Oleh karena itu penyimpanan atau penempatannya harus disepakati bersama 4. Satisfaction (kepuasan/memuaskan). Dokumen-dokumen yang ada harus memuaskan guru dan siswa, karena dokumen tersebut berisi bukti prestasi cemerlang siswa sebagai hasil dari pembinaan guru. 5. Relevance (kesesuaian). Dokumen yang terkumpul harus sesuai dengan tugas utama, dengan kompetensi yang diinginkan, dan sesuai pula dengan tujuan-tujuan yang telah dirumuskan guru. D. Macam-Macam Penilaian Portofolio Berdasarkan bentuk atau jenis informasinya, Penilaian portofolio dapat dibagi menjadi tiga kelompok atau tiga jenis. Yaitu (1) Portofolio kerja (working portfolio), (2) Portofolio dokumen (document portfolio), dan (3) portofolio penampilan (show portfolio). Sedangkan jika dilihat dari sisi siswa, dapat dibedakan menjadi portofolio individual dan portofolio kelas/kelompok. File atau portofolio individual adalah kumpulan hasil kerja siswa secara perorangan, dan portofolio kelas/kelompok adalah kumpulan hasil karya sekelompok siswa tertentu atau kelas tertentu. 1. Portofolio kerja (working portfolio) Digunakan untuk memantau kemajuan dan menilai siswa dalam mengelola kegiatan belajar mereka sendiri. Siswa mengumpulkan semua hasil kerja termasuk coretan-coretan (sketsa), buram, catatan, kumpulan untuk rangsangan, buram setengah jadi, dan pekerjaan yang sudah selesai Portofolio kerja bermanfaat untuk memberikan informasi bagaimana siswa: - mengorganisasikan dan mengelola kerja - merefleksi dari pencapaiannya - menetapkan tujuan dan menetapkan arahan 5
6 Informasi ini dapat digunakan untuk diskusi antara siswa dan guru. Dan bermanfaat bagi guru untuk mengetahui kemajuan belajar siswa. Selain itu dari portofolio kerja ini guru dapat pula membantu siswa mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan masing-masing. Informasi ini dapat digunakan untuk memperbaiki cara belajar siswa. Berikut ini adalah contoh portofolio untuk show-case (gelar kasus), menjelaskan suatu masalah kepada halayak. Misalnya menjelaskan masalah pentingnya penanganan anak jalanan. Untuk meyakinkan pentingnya masalah ini sekelompok siswa harus mencari data. Kemudian data tersebut disajikan dalam bentuk grafis. Mereka ada yang membuat peta, gambar, foto, grafik, karikatur, kartun politik, mencari judul-judul pembeitaan surat kabar, tabel statistik, dan ilustrasi-ilustrasi lainnya. Data atau halhal yang mereka tunjukkan itu mungkin berasal dari surat kabar atau mereka mencari sendiri dengan cara mengobservasi atau wawancara. Mereka harus mencantumkan sumbernya. Dan semua itu akhirnya mereka bundel menjadi satu bundelan (file). Dalam bundelan itu terdapat: a. Kliping surat kabar dan majalah b. Laporan tertulis hasil wawancara dengan tokoh masyarakat c. Laporan tertulis ulasan radio da televisi tentang masalah yang dikaji d. Catatan dari komunikasi dengan kelompok-kelompok dalam masyarakat e. Petikan dari sejumlah publikasi pemerintah, f. Dan lain-lain. Dari kegiatan kelompok ini ada tiga hal yang dinilai, yaitu (1) portofolionya itu sendri, (2) hasil dan cara kerja, serta (3) penampilan lisan. Dalam portofolio kerja yang dinilai adalah cara kerja (pengorganisasian) dan hasil kerja. Kriterianya diantaranya : - adakah pembagian kerja diantara anggota kelompok? - bagaimana masing-masing anggota bekerja telah sesuai dengan tugasnya? - seberapa besar kontribusi kerja para anggora kelompok tarhadap hasil yang dicapai kelompok? - adakah bukti tanggung jawab bersama? 6
7 - bagaimana kelengkapan data yang diperoleh telah sesuai dengan tugas anggota kelompok masing-masing? - apakah informasi yang diperoleh akurat? - apakah portofolio telah disusun dengan baik? 2. Portofolio dokumen (document portfolio), Portofolio dokumen menyediakan informasi baik proses amaupun produk yang dihasilkan oleh siswa. Model portofolio ini bermanfaat untuk siswa dan orangtua untuk mengetahui kemajuan hasil belajar, kelebihan dan kekurangan dalam belajar secara individual. Dari dokumen ini, baik siswa maupun guru, dapat melihat : - proses apa yang telah diikuti? - kerja apa yang telah dilakukan?, - dokumen apa yang telah dihasilkan? - Apakah hal-hal pokok telah terdokumentasikan? - Apakah dokumen disusun berdasarkan sumber-sumber data masing-masing? - Apakah dokumen berkaitan dengan yang akan disajikan? dan - standar atau kompetensi mana yang telah dicapai sampai pada pekerjaan terakhir? Indikator untuk penilaian dokumen itu antara lain: - Kelengkapan - Kejelasan - Akurasi informasi yang di dapat - Dukungan Data - Kebermaknaan data grafis - Kualifikasi dokumen Untuk menilai suatu dokumen dapat dibuatkan model format penilaiannya. Berikut ini adalah salah satu alternatif model penilaian portofolio dokumen. 7
8 Judul/nama Dokumen : Kelas/Kelompok : Petunjuk Penilaian : LEMBAR PENILAIAN DUKUMEN 1. Setiap kriteria diberi skor dalam skala 5 (1-5) 2. Nilai (skor) 1 = Rendah; 2 = Cukup; 3 = Rata-rata 4 = Baik 5 = Istimewa No Kriteria Penilaian Nilai Catatan 1 Kelengkapan: - Apakah dokumen lengkap untuk menjawab suatu permasalahan 2 Kejelasan: - Tersusun dengan baik - tertulis dengan baik - mudah dipahami 3 Informasi - akurat - memadai - penting 4 Dukungan: - memuat contoh untuk hal-hal yang utama - memuat alasan yang baik 5 Data Grafis: - berkaitan dengan isi setiap bagian - diberi judul dengan tepat - memberikan informasi - meningkatkan pemahaman 6 Bagian Dokumentasi: - cukup memadai - dapat dipercaya - berkaitan dengan hal yang dijelaskan - terpilih (terseleksi) Jumlah Skor Kualifikasi Penilaian Penilai:
9 3. Portofolio penampilan (show portfolio). Portofolio bentuk ini merupakan sekumpulan hasil karya siswa atau dokumen terseleksi yang dipersiapkan untuk ditampilkan kepada umum. Misalnya mempertanggungjawabkan suatu proyek, menyelenggarakan pameran, atau mempertahankan suatu konsep. Model ini biasanya digunakan untuk tujuan pertanggungjawaban (accountability). Hal yang dievaluasi pada model ini adalah: - signifikansi materi. Apakah materi yang dipilih benar-benar merupakan materi yang penting dan bermakna untuk diketahui dan dipecahkan? Atau seberapa besar tingkat kebermaknaan informasi yang dipilih berkaitan dengan topik yang dibahasnya? - pemahaman. Seberapa baik tingkat pemahaman siswa terhadap hakekat dan lingkup masalah, kebijakan, atau langkah-langkah yang dirumuskan? - argumentasi. Bagaimana siswa atau kelompok siswa dalam mempertahankan argumentasinya cukup memadai? - Responsifness (Kemampuan memberi respon/jawaban). Seberapa besar tingkat kesesuaian antara respon/jawaban yang diberikan dengan pertanyaan - kerjasama kelompok. Apakah anggota kelompok turut berpartisipasi dalam penyajian? Adakah bukti yang menunjukkan tanggung jawab bersama? Apakah para penyaji menghargai pendapat orang lain? Adakah kekompakan kerja diantara para anggota kelompok? Jika dibuat dalam bentuk format penilaian, dibawah ini adalah model alternatifnya. LEMBAR PENILAIAN PENAMPILAN Judul Penampilan : Kelas/Kelompok : Petunjuk Penilaian: 1. Setiap kriteria diberi skor dalam skala 5 (1-5) 2. Nilai (skor) 1 = Rendah; 2 = Cukup; 3 = Rata-rata 4 = Baik 5 = Istimewa 9
10 No Kriteria Penilaian Nilai Catatan 1 Signifikansi: - Seberapa besar tingkat kesesuaian atau kebermaknaan informasi yang diberikan dengan topik yang dibahas 2 Pemahaman: - Seberapa baik tingkat pemahaman siswa terhadap hakekat dan ruang lingkup masalah yang disajikan 3 Argumentasi: - Seberapa baik alasan yang diberikan siswa terkait dengan permasalahan yang dibicarakan. 4 Responsifness: - Seberapa besar kesesuaian jawaban yang diberikan siswa dengan pertanyaan yang muncul 5 Kerjasama kelompok - Sejauhmana kerjasama anggota kelompok dalam penyajian - Bagaimana setiap anggota merasa bertanggung jawab atas permasalahan kelompok - Bagaimana para penyaji menghargai pendapat orang lain? Jumlah Skor Kualifikasi Penilaian Penilai, E. Mempersiapkan Penilaian Portofolio Menurut Anthoni J. Nitko, ada enam tahapan yang harus ditempuh dalam melakukan penilaian portofolio di sekolah. Tahap pertama akan merupakan dasar bagi penentuan tahap selanjutnya. Karena itu jawablah semua pertanyaan pada tahap pertama tersebut sebelum lanjut pada tahap berikutnya. Tahap-tahap tersebut adalah: 1. Menetapkan/mengidentifikasi fokus dan tujuan portofolio - Mengapa portofolio itu akan dilakukan 10
11 - Tujuan pembelajaran dan tujuan kurikulum (dalam hal ini kompetensi dasar) apa yang akan dicapai? - Model dan metoda penilaian yang bagaimana yang tepat untuk menilai tujuan tersebut? - Akan digunakan dimana (sumatif atau formatif) penilaian portofolio itu? - Siapa yang akan dilibatkan dalam menentukan tujuan, focus, dan kepanitiannya (pengorganisasiannya)? 2. Mengidentifikasi isi materi umum yang akan di nilai (disajikan) 3. Menentukan pengorganisasian portofolio. Siapa yang akan terlibat dalam portofolio tersebut? 4. Mempraktekan penilaian portofolio 5. Menilai pelaksanaan portofolio 6. Evaluasi portofolio secara Umum F. Pertimbangan Untuk Melaksanakan Portofolio Menurut Popham (1995) bila kita akan menerapkan penilain portofolio di sekolah, ada sejumlah hal yang perlu dipertimbangkan. Hal-hal tersebut adalah: 1. Kita harus yakin bahwa setiap siswa memiliki berkas atau mampu mengumpulkan dokumen portofolio yang diperlukan 2. Tetapkan bentuk dokumen atau hasil kerja yang perlu dikumpulkan tersebut. 3. Apakah siswa mampu mengumpulkan dan menyimpan dokumen dan hasil pekerjaan yang telah dilakukannya. 4. Menentukan kriteria dengan cara bagaimana penilaian itu akan dilakukan. Apakah siswa dan guru mampu melakukannya. 5. Penilaian portofolio menuntut siswa untuk menilai hasil pekerjaannya sendiri secara berkelanjutan 6. Penentuan waktu dan penyelenggaraan pertemuan portofolio 7. Keterlibatkan orangtua dalam proses penilaian 11
12 G. Bahan-Bahan Penilaian Portofolio Hal-hal yang dapat dijadikan bahan penilaian portofolio di sekolah diantaranya sebagai berikut: 1. Penghargaan tertulis 2. Penghargaan lisan 3. Hasil pelaksanan tugas-tugas oleh siswa 4. Daftar ringkasan hasil pekerjaan 5. Catatan sebagai peserta dalam suatu kerja kelompok 6. Contoh hasil pekerjaan 7. Catatan/laporan dari pihak lain yang relevan 8. Bukti kehadiran 9. Hasil ujian/ulangan 10. Presentasi dari tugas-tugas yang selesai dikerjakan 11. Catatan-catatan kejadian khusus (catatan anekdot) 12. Bahan-bahan lain yang relevan, yaitu (a) bahan yang dapat memberikan informasi tentang perkembangan yang dialami siswa, dan (b) bahan yang dapat memberikan informasi yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan yang berhubungan dengan kutikulum dan pengajaran. H. Membuat Pedoman Penilaian Portofolio Dalam model penilaian yang biasa dilakukan, sering kali terjadi penentuan nilai yang tidak adil bagi siswa dalam penentuan nilai akhir. Misalnya si A dinyatakan tidak naik kelas hanya karena tidak mengikuti ulangan umum (Sumatif). Si B mendapat nilai raport merah hanya karena waktu ulangan umum jatuh sakit sehingga nilai ulangan umumnya jelek. Si C anak yang sering bolos mendapat nilai bagus karena nilai ulangan umumnya 9. Si D anak yang sudah keluar (meninggal dunia) bulan april, tetapi pada saat kenaikan kelas (bulan Juni) masih diberi nilai 7. Si E tidak lulus karena nilai ujian akhir PPKn mendapat 5. Ilustrasi di atas memperlihatkan kegiatan penilaian secara sempit, yaitu penilaian hanya dilakukan pada saat-saat tertentu saja, dan parsial. Saat ulangan umum, saat tes sumatif, saat ujian akhir, dsb. Padahal sesungguhnya penilaian itu merupakan kegiatan sistematis yang dilakukan secara kontinu dan berkala; tidak parsial, tetapi meliputi 12
13 seluruh aspek tingkah laku. Ilustrasi diatas juga mungkin disebabkan karena guru tidak memiliki dokumen tentang perkembangan siswanya. Menyadari kelemahan-kelemahan tersebut di atas, perlu dikembangkan satu model penilaian yang komprehensif dan dilakukan secara berkala. Misalnya untuk menentukan nilai raport diperlukan dokumen yang lengkap, ditetapkan dari nilai ratarata ulangan harian, nilai ulangan umum, nilai tugas sehari-hari, kehadiran (perilaku sehari-hari), dan kegiatan lain yang dianggap menunjang kegiatan belajar. Untuk mendapatkan itu semua ternyata diperlukan suatu dokumen yang lengkap dan tersusun rapi tentang berbagai aktivitas siswa. Nah, disitulah diperlukan portofolio. Pendekatan penilainnya disebut penilaian berbasis portofolio (portfolio based assessment). 1. Tetapkan indikator-indikator penilaian yang diperlukan. Yang dimaksud dengan indikator penilaian di sini adalah unsur-unsur pokok atau komponen-komponen yang dapat memberi petunjuk tentang kemampuan peserta didik setelah menyelesaikan satu satuan pendidikan (program) tertentu. Unsurunsur atau komponen tersebut diantaranya adalah hasil ulangan (formatif/harian, dan sumatif/ulangan umum), hasil penyelesaian tugas-tugas terstruktur, catatan perilaku harian, dan laporan aktivitas di luar sekolah (di luar jam pelajaran). Nilai formatif dan sumatif. Bukti-bukti (dokumen) dari hasil ulangan biasanya hanya tertulis dalam daftar nilai yang dipunyai setiap guru. Namun dalam penilaian berbasis portofolio hasil dan bukti tes atau tugas dikumpulkan dalam satu file oleh masing-masing siswa. Selain itu mesti di catat tanggal berapa tes dilakukan, pokok-pokok bahasan mana saja, dan berapa nilainya. Secara periodik guru memeriksa dan memberikan paraf. Tugas-tugas terstruktur adalah tugas yang harus dikerjakan siswa untuk mendalami atau memperluas penguasaan materi pelajaran (kompetensi dasar) yang telah ditetapkan dalam GBPP. Tugas-tugas itu mungkin diberikan secara berkala pada setiap satuan pembelajaran. Bentuknya mungkin berupa pengerjaan tugas pada LKS, membuat ringkasan, menyusun makalah, melakukan pengamatan lapangan, tugas wawancara, dll. Tugas tersebut dapat berupa tugas kelompok atau tugas individual. Tugas ini lazimnya berupa pekerjaan rumah (PR). Untuk keperluan penilaian berbasis portofolio, setelah tugas-tugas diperiksa dan diberi 13
14 nilai, nilainya di catat dalam format penilaian dan berkasnya dibundel pada portofolio masing-masing siswa. Apabila tugasnya berupa tugas kelompok, setiap anggota harus memiliki copiannya untuk didokumentasikan pada file masingmasing, oleh mereka masing-masing. Catatan Perilaku Harian. Catatan ini berisi tentang sejumlah perilaku yang ditunjukkan siswa yang muncul pada saat tertentu, baik perilaku positif maupun negatif. Perilaku positif diantaranya menunjukkan saling menghormati dengan sesamanya, toleran, disiplin, bertanggung jawab, setia kawan, jujur, soka bergotong royong, dll. Beberapa contoh perilaku negatif adalah suka menyontek saat ulangan, membolos, membuang sampah sembarangan, berkelahi, tidak sopan, mencuri, melanggar tata tertib sekolah, merokok di sekolah, melawan guru, dll. Catatan ini dibuat dalam buku catatan anekdok (anecdotal record). Catatan anekdot ini akan berisi identitas siswa, jenis perilaku yang ditunjukkan, dan tanggal/waktu kejadian. Pada waktu-waktu tertentu, mungkin secara periodik dua minggu atau tiga minggu sekali, kejadian itu dicatat oleh guru pada portofolio masing-masing siswa dan diketahui oleh siswa. Dengan demikian, bukti-bukti atau catatan tersebut pada suatu saat dapat dijadikan bahan refleksi, yaitu bercermin pada kejadian yang telah lewat, dan menjadi bahan renungan. Refleksi ini adalah salah satu model belajar untuk menghindari kesalahan dan untuk meningkatkan kinerja. Laporan aktivitas di luar sekolah. Dalam pandangan yang lebih luas, J. Olson, memandang bahwa belajar tidak dibatasi oleh oleh dinding kelas. Artinya perilaku belajar dapat terjadi dimana saja. Oleh karena itu lingkungan masyarakat dan lingkungan di luar sekolah dapat merupakan laboratorium untuk belajar. Oleh karena itu pula guru dapat meminta kepada para siswa untuk mencatat dan melaporkan kegiatannya di luar sekolah yang menunjang kegiatan belajar di sekolah. Misalnya kegiatan pengajian di mesjid atau majelis taklim, mengikuti pesantren kilat, menjadi panitia peringatan hari besar keagamaan ; menjadi anggota grup sepak bola, bulu tangkas, bola voli, karate ; menjadi anggota vocal grup, grup kesenian di RW, anggota band remaja, dll. Dengan mengikuti kegiatan-kegiatan itu memungkinkan siswa memiliki prestasi yang lebih untuk pelajaran-pelajaran tertentu. Siswa yang memiliki aktivitas yang memonjol akan mendapat penilaian 14
15 lebih baik dibanding dengan yang tidak ada aktivitas sama sekali. Untuk itu guru dapat meminta bukti keterlibatan mereka (kartu anggota, misalnya), prestasi yang diperoleh (piagam penghargaan, piala, misalnya), dan lain-lain. Indikator untuk aspek ini diantaranya menyangkut ; signifikansi, intensitas, frekwensi dan prestasi. Signifikansi maksudnya adalah seberapa besar kegiatan yang mereka ikuti memberi makna bagi suatu pelajaran. Intensitas adalah seberapa intensif aktivitas tersebut dilakukan. Frekwensi adalah seberapa sering mereka itu mengikuti aktivitas tersebut. Prestasi adalah kemampuan atau konpensi standar atau kompetensi dasar mana yang telah mereka kuasai dari kegiatan itu. 2. Kembangkan format penilaian yang dapat mempermudah pengolahan nilai. Setelah indikator-indikator penilaian ditetapkan, langkah berikutnya buatlah format untuk mendokumentasikan nilai tersebut. Modelnya terserah guru. Berikut ini adalah model alternatif yang dapat digunakan. FORMAT DOKUMENTASI PEROLEHAN NILAI Mata Pelajaran: Nama siswa : No. Induk : Kelas : JENIS NO TGL KOMPETENSI DASAR NILAI PARAF KET PENILAIAN TES YANG DIUKUR GURU Formatif (A) Dst Jumlah nilai Rata-Rata Nilai (A) Sumatif (B) (B) JUMLAH A DAN B RATA-RATA Catatan: 15
16 FORMAT PENILAIAN TUGAS-TUGAS Mata Pelajaran: Nama Siswa : Nomor Induk : Kelas : NO JENIS TUGAS 1 Individual/ Kelompok*) 2 Kompetensi dasar yang diukur KRITERIA PENILAIAN NILAI PARAF GURU Tingkat/kualifikasi pemahaman siswa terhadap tugas yang dikerjakan: Seberapa baik alasan-alasan yang diberikan (argumentasi) dalam menjelaskan persoalan yang diberikan dalam tugas yang dikerjakan Kualifikasi hasil pengerjaan tugas: - Struktur tugas: - Tersusun dengan baik - Tertulis dengan baik - Kejelasan tugas - mudah dibaca - mudah dipahami Kebermaknaan informasi - Akurat - Memadai - Penting 16
17 NO 2 FORMAT CATATAN ANEKDOT Nama Siswa : Nomor Induk : Kelas : WAKTU DAN PERILAKU YANG PENILAIAN TEMPAT KEJADIAN MUNCUL Positif Negatif Paraf Guru dst 17
18 No Jenis Aktivitas FORMAT PENILAIAN AKTIVITAS DI LUAR SEKOLAH Nama Siswa : Nomor Induk : Kelas : Jenis dokumen MP/Kompetensi yg ditunjang Aspek yang dinilai Nilai Paraf Guru Signifikansi: Seberapa besar tingkat kebermaknaan aktivitas tersebut dengan mata pelajaran Intensitas: Seberapa intensif aktivitas tersebut dilakukan Frekwensi: Seberapa sering aktivitas tersebut dilakukan Prestasi: Seberapa baik prestasi yang diperoleh dari aktivitas itu - Lokal - Nasional 3. Tetapkan criteria penafsiran nilai yang digunakan. Dalam hal ini pendekatan penilaian yang mana yang akan digunakan, PAP atau PAN. Dalam hal menilai penampilan mungkin bisa digunakan pendekatan PAN, artinya membandingkan kemampuan seorang siswa dengan kemampuan siswa lain. Tetapi dalam hal pencapaian kompetensi, gunakan PAP. Artinya yang harus diperhatikan adalah ketuntasan pencapaian kompetensi. 18
19 DAFTAR PUSTAKA Dasim Budimansyah, (2002), Model Pembelajaran dan Penilaian Portofolio, Bandung: PT. Ganesindo , (2001), Studi Eksperimental Model Pembelajaran Berbasis Portofolio dalam Mata Pelajaran PPKn Sebagai Sarana Pendidikan Demokrasi, Bandung: UPI Nitko, Anthony J. (1996), Educational Assessment of Students, New Jersey/Columbus, Ohio: Merrill, an imprint of Prentice Hall Popham, W.J., (1995), Classroom Assessment: What Teachers Need to Know, Boston: Allyn and Bacon. 19
20 PENGEMBANGAN PENILAIAN BERBASIS PORTOFOLIO Oleh: Drs. Yaya Sunarya, M.Pd. Dosen UPI JURUSAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN BIMBINGAN FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UPI
PENGEMBANGAN PENILAIAN BERBASIS PORTOFOLIO
PENGEMBANGAN PENILAIAN BERBASIS PORTOFOLIO Drs. Yaya Sunarya, M.Pd. A. Pengertian Dan Konsep Portofolio terpilih Portofolio sebagai suatu wujud benda fisik, bundel dokumen. kumpulan karya portofolio dapat
PENILAIAN PORTOFOLIO (KONSEP PRINSIP PROSEDUR)
PENILAIAN PORTOFOLIO (KONSEP PRINSIP PROSEDUR) MAKALAH DISUSUN OLEH : DRS.ZAINAL ARIFIN, M.PD NIP.19610501.1986011003 JURUSAN KURIKULUM DAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN
KERANGKA PEDOMAN PENILAIAN PORTOFOLIO
1 KERANGKA PEDOMAN PENILAIAN PORTOFOLIO MAKALAH DISUSUN OLEH : DRS.ZAINAL ARIFIN, M.PD NIP.19610501.1986011003 JURUSAN KURIKULUM DAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN
PENILAIAN PORTOFOLIO
PENILAIAN PORTOFOLIO Portofolio berasal dari bahasa Inggris portofolio yang artinya dokumen atau surat-surat, dapat juga diartiakn sebagai kumpulan kertas-kertas berharga dari suatu pekerjaan tertentu.
Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia, Vol. VIII. No. 2 Tahun 2010, Hlm
Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia, Vol. VIII. No. 2 Tahun 2010, Hlm. 33-40 PEMANFAATAN PENILAIAN PORTOFOLIO DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR AKUNTANSI Oleh Sukanti 1 Abstrak Hasil belajar dapat dikelompokkan
PENGEMBANGAN PENILAIAN PORTOFOLIO
PENGEMBANGAN PENILAIAN PORTOFOLIO A. BEBERAPA MASALAH DALAM PENILAIAN HASIL BELAJAR 1. TES BAKU BIASANYA TIDAK MENILAI KEMAMPUAN SISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH SECARA LUAS 2. TES TERTUTUP TIDAK MEMBERIKAN
PENGERTIAN: BERKAS KUMPULAN DOKUMEN YANG RELEVAN UTUH TENTANG KINERJA SISWA DALAM MATA PELAJARAN TERTENTU
PORTOFOLIO PENGERTIAN: BERKAS KUMPULAN DOKUMEN YANG RELEVAN DAN DAPAT MEMBERIKAN INFORMASI SECARA UTUH TENTANG KINERJA SISWA DALAM MATA PELAJARAN TERTENTU TUJUAN PENGGUNAAN PORTOFOLIO o Menghargai perkembangan
PENYUSUNAN ALAT PENILAIAN HASIL BELAJAR *) Oleh: Ali Muhson, M.Pd. **)
PENYUSUNAN ALAT PENILAIAN HASIL BELAJAR *) Oleh: Ali Muhson, M.Pd. **) A. Pengertian Penilaian Kelas Penilaian kelas adalah suatu bentuk kegiatan guru yang terkait dengan pengambilan keputusan tentang
Penilaian Portofolio Sebagai Bentuk Penghargaan Guru Terhadap Hasil Belajar Dan Karya Siswa. Oleh Wahyudi
Penilaian Portofolio Sebagai Bentuk Penghargaan Guru Terhadap Hasil Belajar Dan Karya Siswa Oleh Wahyudi PENDAHULUAN Implementasi Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2005 tentang Sistem Pendidikan Nasional
PENILAIAN HASIL BELAJAR. YANI KUSMARNI Dan TARUNASENA
PENILAIAN HASIL BELAJAR YANI KUSMARNI Dan TARUNASENA KONSEP KONSEP POKOK DALAM PENILAIAN HASIL BELAJAR TES PENGUKURAN EVALUASI ASESMEN ALTERNATIF TES dapat didefinisikan sebagai suatu pertanyaan atau tugas
PENILAIAN PORTOFOLIO DALAM LINGKUP PEMBELAJARAN BERBASIS KOMPETENSI
PENILAIAN PORTOFOLIO DALAM LINGKUP PEMBELAJARAN BERBASIS KOMPETENSI ABSTRAK Realin Setiamihardja Penilaian portofolio merupakan metode penilaian berkesinambungan dengan berbagai kumpulan informasi atau
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
PENILAIAN PEMBELAJARAN (SMP / SMA) OLEH: DRS. TAUFIK RAHMAN, MPd. UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 1 KONSEP DASAR PENILAIAN PENILAIAN PENDIDIKAN: KEGIATAN MENILAI YG TERJADI DALAM KEGIATAN PENDIDIKAN PENILAIAN
STRATEGI PENGEMBANGAN PENILAIAN BERBASIS KELAS (CLASSROOM-BASED ASSESSMENT)
STRATEGI PENGEMBANGAN PENILAIAN BERBASIS KELAS (CLASSROOM-BASED ASSESSMENT) MAKALAH DISUSUN OLEH : DRS.ZAINAL ARIFIN, M.PD NIP.19610501.1986011003 JURUSAN KURIKULUM DAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN FAKULTAS ILMU
PENGEMBANGAN MODEL PENILAIAN BERBASIS KOMPETENSI (PBK) PADA MATEMATIKA MATERI KESEBANGUNAN UNTUK SISWA SMP. Oleh: Endah Budi Rahaju UNESA
Kode Makalah PM-1 PENGEMBANGAN MODEL PENILAIAN BERBASIS KOMPETENSI (PBK) PADA MATEMATIKA MATERI KESEBANGUNAN UNTUK SISWA SMP Oleh: Endah Budi Rahaju UNESA Abstrak Dalam KBK telah dimasukkan tujuan-tujuan
TUJUAN ASESMEN ALTERNATIF
1 TUJUAN ASESMEN ALTERNATIF Merupakan upaya memperbaiki dan melengkapi tes baku sehingga penilaian hasil belajar tidak hanya berhubungan dengan hasil akhir tetapi merupakan bagian penting dlm proses pembelajaran
Perencanaan Pembelajaran Akuntansi Oleh: Annisa Ratna Sari, M.S.Ed. Penentuan dan Penyusunan Evaluasi Pembelajaran
Perencanaan Pembelajaran Akuntansi Oleh: Annisa Ratna Sari, M.S.Ed Penentuan dan Penyusunan Evaluasi Pembelajaran PENILAIAN Penilaian pengumpulan sejumlah bukti-bukti yang menunjukkan pencapaian hasil
JURNAL OLEH YENI FARIDA The Learning University
PENGARUH PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN BERBASIS PORTOFOLIO TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS SEJARAH KELAS VII SMP NEGERI 1 MALANG SEMESTER GASAL TAHUN AJARAN 2011/2012 JURNAL OLEH YENI
BAB VII PENILAIAN PORTOFOLIO
BAB VII PENILAIAN PORTOFOLIO Tujuan :a)dapat memahami makna penilaian portofolio, b) dapat menjelaskan unsur-unsur yang lazim terapat dalam sebuah portofolio.; c) dapat menyebutkan ciri-ciri dasar portofolio;
Instructional Design
TUGAS INDIVIDU Instructional Design Dosen Pembimbing: Drs. SUHANTO KASTAREDJA, M.Pd. Oleh : Dicky Putri Diharja (12-530-0009) E class/ 2012 FACULTY OF TEACHER TRAINING AND EDUCATION ENGLISH DEPARTMENT
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah : Semester : I/Ganjil Mata Pelajaran : TIK Kelas : XI Desain Grafis Tim Pembimbing : Guru TIK Alokasi Waktu : 8 x 4 menit A. Kompetensi 1. Standar Kompetensi
SISTEM PENILAIAN KTSP. Sosialisasi KTSP
SISTEM PENILAIAN KTSP Assessment Purposes Keeping track, Melacak kemajuan peserta didik Checking up, Mengecek ketercapaian kemampuan. Finding out, Mendeteksi kesalahan Summing up, Menyimpulkan PRINSIP
BIDANG MANAJEMEN AIR MINUM SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA BUKU PENILAIAN
MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI BIDANG MANAJEMEN AIR MINUM SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PAM.MM01.001.01 BUKU PENILAIAN DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM BADAN PEMBINAAN KONSTRUKSI DAN
AUTHENTIC ASSESSMENT DALAM PEMBELAJARAN BAHASA DI SEKOLAH DASAR BERBASIS KARAKTER KEPEDULIAN DAN KERJA KERAS
AUTHENTIC ASSESSMENT DALAM PEMBELAJARAN BAHASA DI SEKOLAH DASAR BERBASIS KARAKTER KEPEDULIAN DAN KERJA KERAS Oleh Supartinah, M.Hum. [email protected] Pendahuluan Berdasarkan Permendikbud Nomor 66 Tahun
PENILAIAN BERBASIS KELAS Nuryani Y.Rustaman*
PENILAIAN BERBASIS KELAS Nuryani Y.Rustaman* Pendahuluan Sebagai perangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi dan hasil belajar yang harus dicapai siswa, penilaian, kegiatan belajar mengajar, dan
PENGANTAR EVALUASI TAHAP II (LEARNING)
PENGANTAR EVALUASI TAHAP II (LEARNING) Dra. Hartri Sukesti, M.A. Pengertian Pengukuran: sebuah kegiatan mengumpulkan data berupa angka. Misal: mengukur panjang meja (meteran), berat badan (timbangan),
antara ketiganya. Untuk memahami apa persamaan, perbedaan, ataupun hubungan akan memilih yang panjang. Kita tidak akan memilih yang pendek, kecuali
A. Arti Penilaian Istilah pengukuran, penilaian, dan evaluasi, seringkali digunakan dalam dunia pendidikan. Ketiga kata tersebut memiliki persamaan, perbedaan, ataupun hubungan antara ketiganya. Untuk
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Dalam pembelajaran yang terjadi di sekolah, guru adalah pihak yang paling bertanggung jawab atas hasilnya. Dengan demikian, guru patut dibekali dengan evaluasi sebagai
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Obyek Penelitian Sekolah Dasar Negeri Panggungroyom 01 Kecamatan Wedarijaksa Kabupaten Pati dipimpin oleh seorang kepala sekolah bernama Legiman, A.Ma.Pd.
PENILAIAN PEMBELAJARAN
PENILAIAN PEMBELAJARAN I Made Alit Karyawan Salain Pengembangan Pendidikan Kurikulum Tujuan Tujuan Peserta Didik Pembelajaran Penilaian Tujuan 1 Pengertian Penilaian Kegiatan terstruktur seorang pendidik
KONSEP PENILAIAN AUTENTIK PADA PROSES DAN HASIL BELAJAR
KONSEP PENILAIAN AUTENTIK PADA PROSES DAN HASIL BELAJAR Definisi 1. Penilaian autentik (Authentic Assessment) adalah pengukuran yang bermakna secara signifikan atas hasil belajar peserta didik untuk ranah
UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS TES PILIHAN GANDA
UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS TES PILIHAN GANDA EVA - 5 I. PENGANTAR Tes pilihan ganda merupakan jenis tes yang paling populer, karena banyak digunakan di sekolah dan sangat sering digunakan sebagai alat
BAHAN AJAR Kompetensi Dasar Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) TOPIK-4: Evaluasi HAsil Belajar dalam PJJ
BAHAN AJAR Kompetensi Dasar Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) TOPIK-4: Evaluasi HAsil Belajar dalam PJJ SEAMEO SEAMOLEC Jakarta - INDONESIA 2012 Pendahuluan Dalam topik ini akan diuraikan evaluasi hasil belajar
BAB II KAJIAN TEORI. A. Evaluasi Pembelajaran. 1. Pengertian Evaluasi. Evaluasi perlu dilakukan dalam kegiatan belajar-mengajar untuk dapat
7 BAB II KAJIAN TEORI A. Evaluasi Pembelajaran 1. Pengertian Evaluasi Evaluasi perlu dilakukan dalam kegiatan belajar-mengajar untuk dapat menentukan tercapai atau tidaknya tujuan pendidikan dan pembelajaran.
PENERAPAN PENILAIAN BERBASIS KELAS DALAM BIDANG STUDI PAI DI SEKOLAH DASAR. Oleh : Drs.Zainal Arifin, M.Pd.
PENERAPAN PENILAIAN BERBASIS KELAS DALAM BIDANG STUDI PAI DI SEKOLAH DASAR Oleh : Drs.Zainal Arifin, M.Pd. Abstrak : Salah satu komponen pokok dalam sistem pembelajaran pendidikan agama Islam (PAI) adalah
PENILAIAN PEMBELAJARAN MELALUI RUBRIK
PENILAIAN PEMBELAJARAN MELALUI RUBRIK Dr. Magdalena S. Halim, Psikolog Jakarta, 1 Desember 2016 Penilaian Pembelajaran Penilaian proses dan hasil belajar mahasiswa mencakup: prinsip penilaian; teknik dan
SILABUS MATA PELAJARAN ANTROPOLOGI (PEMINATAN ILMU BAHASA DAN BUDAYA)
SILABUS MATA PELAJARAN ANTROPOLOGI (PEMINATAN ILMU BAHASA DAN BUDAYA) Satuan Pendidikan : SMA/MA Kelas : X Kompetensi Inti KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. KI 2 : Menghayati
BAB I PENDAHULUAN. Evaluasi telah berlaku sebagai bagian integral dari setiap proses
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Evaluasi telah berlaku sebagai bagian integral dari setiap proses pengembangan pendidikan pada saat ini. Kegiatan evaluasi pendidikan menempati posisi penting
SILABUS MATA PELAJARAN: ANTROPOLOGI (PEMINATAN BAHASA)
SILABUS MATA PELAJARAN: ANTROPOLOGI (PEMINATAN BAHASA) Satuan Pendidikan : SMA Kelas /Semester : X/1 2 Kompetensi Inti KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya KI 2 : Menghayati dan
Kholifatul Maghfiroh, Asim, Sumarjono Jurusan Pendidikan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang
Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Disertai Penugasan Portofolio Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas X-Cambridge MA Bilingual Batu Kholifatul Maghfiroh, Asim, Sumarjono Jurusan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
29 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum SMA N I Jogonalan SMA Negeri 1 Jogonalan berdiri dan mulai melaksanakan kegiatan pembelajaran pada tahun 1990, dimulai dengan Tahun Pembelajaran
PENDEKATAN CTL (Contextual Teaching and Learning)
PENDEKATAN CTL (Contextual Teaching and Learning) Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan FIP Universitas Pendidikan Indonesia KONSEP CTL Merupakan Konsep Belajar yang dapat Membantu Guru Mengaitkan
IMPLEMENTASI MODEL ASSESSMENT FOR LEARNING (AfL) PADA PEMBELAJARAN PROSES PEMESINAN DI JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK MESIN FT UNY
IMPLEMENTASI MODEL ASSESSMENT FOR LEARNING (AfL) PADA PEMBELAJARAN PROSES PEMESINAN DI JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK MESIN FT UNY Paryanto & Sudiyatno (Dosen Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNY) ABSTRAK
PENDEKATAN PEMBELAJARAN IPS DI SMP (Oleh: Dra. Neti Budiwati, M.Si.)
PENDEKATAN PEMBELAJARAN IPS DI SMP (Oleh: Dra. Neti Budiwati, M.Si.) 1. PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DALAM PENDIDIKAN IPS DI SMP 1.1. Latar Belakang Pembelajaran Kontekstual Ada kecenderungan dewasa ini utnuk
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif ini nantinya akan bertujuan
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil penelitian mengenai Implementasi Pendidikan Politik
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian mengenai Implementasi Pendidikan Politik Melalui Pembelajaran PKn Dalam Mengembangkan Kompetensi (Studi Kasus di SMA Negeri 2 Subang)
Untuk Guru-guru MTs-DEPAG
Evaluasi Pembelajaran Fisika Untuk Guru-guru MTs-DEPAG I. Deskripsi Mata kuliah ini difokuskan untuk lebih memantapkan guru Fisika MTs agar lebih kompeten dalam merencanakan, membuat dan menganalisis asesmen.
Oleh: JURUSAN PENDIDIKAN FISIKA FPMIPA UPI
Oleh: JURUSAN PENDIDIKAN FISIKA FPMIPA UPI PENDAHULUAN Kerangka Dasar Kurikulum menekankan adanya penilaian kelas. Penilaian hasil belajar meliputi penilaian kelas, penilaian akhir yang diselenggarakan
Tite Juliantine Universitas Pendidikan Indonesia
PENILAIAN DALAM PENDIDIKAN JASMANI Tite Juliantine Universitas Pendidikan Indonesia Abstrak Penilaian pendidikan adalah proses untuk mendapatkan informasi tentang prestasi atau kinerja peserta didik. Hasil
BAB II KAJIAN TEORI Evaluasi Pembelajaran. menyediakan informasi yang sangat diperlukan untuk membuat beberapa alternatif
BAB II KAJIAN TEORI 2.1. Evaluasi Pembelajaran Evaluasi merupakan suatu proses untuk merencanakan, memperoleh, dan menyediakan informasi yang sangat diperlukan untuk membuat beberapa alternatif dalam mengambil
PENILAIAN PEMBELAJARAN IPA. Heru Kuswanto
PENILAIAN PEMBELAJARAN IPA Heru Kuswanto A. Tujuan Penilaian Penilaian merupakan bagian integral dari proses belajar mengajar. Penilaian meliputi pengumpulan informasi melalui berbagai teknik penilaian
BBM IX. ASESMEN KINERJA DAN PORTOFOLIO DALAM PEMBELAJARAN IPA DI SD
BBM IX. ASESMEN KINERJA DAN PORTOFOLIO DALAM PEMBELAJARAN IPA DI SD Pendahuluan Pada BBM sebelumnya Anda telah belajar tentang beberapa asesmen yang digunakan untuk menilai hasil belajar siswa. Pada BBM
P MB M ELAJARAN N FIS I I S K I A
EVALUASI PEMBELAJARAN FISIKA KOMPETENSI DASAR YANG DIHARAPKAN Memahami standar penilaian BSNP Memahami konsep dasar penilaian pembelajaran Memahami aspek-aspek penilaian Memahami teknik penilaian (tes-nontes)
BAB VI PENILAIAN DAN PENDEKATAN PENILAIAN
BAB VI PENILAIAN DAN PENDEKATAN PENILAIAN A. Pendahuluan Penilaian merupakan langkah lanjutan yang umumnya dilakukan oleh pendidik dengan berbasis pada data pengukuran yang tersedia. Penilaian atau Assessment
LEMBAR OBSERVASI KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DALAM PEMBELAJARAN PPKN UNTUK PENCAPAIAN KOMPETENSI SIKAP SPIRITUAL DAN SOSIAL PESERTA DIDIK
LEMBAR OBSERVASI KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DALAM PEMBELAJARAN PPKN UNTUK PENCAPAIAN KOMPETENSI SIKAP SPIRITUAL DAN SOSIAL PESERTA DIDIK (Studi Deskriptif Analitis Di SMP Negeri 1 Pekanbaru) Hari/Tanggal
Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol. 4 No. 4 ISSN X. Maspupah SDN Inpres 1 Birobuli, Sulawesi Tengah
Penerapan Metode Pembelajaran Demonstrasi Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Perkalian Bilangan Cacah di Kelas II SDN Inpres 1 Birobuli Maspupah SDN Inpres 1 Birobuli, Sulawesi Tengah ABSTRAK
Silabus Evaluasi Pembelajaran Fisika FI 462
Silabus Evaluasi Pembelajaran Fisika FI 462 1. Identitas Matakuliah Nama mata kuliah : Evaluasi Pembelajaran Fisika Nomor kode : FI462 Jumlah sks : 2 sks Semester : 6 Kelompok mata kuliah : Mata Kuliah
PENILAIAN PORTOFOLIO. Nuryani Y. Rustaman *FPMlPA & PPS Universitas Pendidikan Indonesia
PENILAIAN PORTOFOLIO Nuryani Y. Rustaman *FPMlPA & PPS Universitas Pendidikan Indonesia Penggunaan portofolio dalam penilaian hasil belajar sudah banyak digunakan di negara-negara lain dalam berbagai mata
PENILAIAN BERBASIS KELAS
PENILAIAN BERBASIS KELAS Oleh: Kana Hidayati, M.Pd. Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA UNY A. Pendahuluan Sebagai konsekwensi desentralisasi pendidikan, saat ini sejumlah pembaharuan pendidikan terus
Evaluasi Pembelajaran Fisika
I. Deskripsi Evaluasi Pembelajaran Fisika Mata kuliah ini adalah mata kuliah wajib yang perkuliahannya merupakan lanjutan dari kemampuan yang telah dikembangkan dalam perkuliahan Statistika Dasar dan Mata
BAB VII TEKNIK PENILAIAN DALAM PEMBELAJARAN
BAB VII TEKNIK PENILAIAN DALAM PEMBELAJARAN A. Pendahuluan Setiap pembelajaran memiliki karakteristik yang berbeda-beda, walaupun dengan pola proses, media dan penilaian yang sama. Hal ini dikarenakan
(Staf Pengajar Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta) Kata kunci: pembelajaran ekonomi, penilaian berbasis kompetensi.
Jurnal Ekonomi & Pendidikan, Volume 1 Nomor 2, Mei 2005 SISTEM PENILAIAN PEMBELAJARAN EKONOMI BERBASIS KOMPETENSI Oleh: Barkah Lestari (Staf Pengajar Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta)
BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISA
BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISA A. Deskripsi Data Pendidikan karakter dalam pembelajaran Akidah Akhlak kelas rendah di MI Al-Mubarokah, memiliki suatu tujuan yaitu meningkatkan mutu penyelenggaraan dan hasil
STANDAR PROSES PEMBELAJARAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS DIPONEGORO
STANDAR PROSES PEMBELAJARAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS DIPONEGORO SPMI-UNDIP SM 04 07 SEMARANG 2O16 Standar Proses Pembelajaran Sistem Penjaminan Mutu Internal Fakultas
WILUJEUNG SUMPING. EVALUASI PEMBELAJARAN By Zainal Arifin
WILUJEUNG SUMPING EVALUASI PEMBELAJARAN By Zainal Arifin KURIKULUM SEBAGAI SUATU SISTEM : TUJUAN EVALUASI ISI/MATERI PROSES PEMBELAJARAN SEBAGAI SUATU SISTEM EVALUASI TUJUAN MATERI SUMBER BELAJAR KOMPONEN-
Struktur Kurikulum..
KETENTUAN- KETENTUAN PENILAIAN PEMBELAJARAN Oleh : Amat Jaedun Program Pascasarjana UNY Struktur Kurikulum.. Struktur kurikulum KTSP pada jenjang pendidikan dasar dan menengah (termasuk SMK) meliputi 5
Prosiding Seminar Nasional Prodi Teknik Busana PTBB FT UNY Tahun 2005 PENERAPAN PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISME DALAM MATA KULIAH PENGETAHUAN TEKSTIL
PENERAPAN PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISME DALAM MATA KULIAH PENGETAHUAN TEKSTIL Widihastuti Dosen Program Studi Teknik Busana Fakultas Teknik UNY [email protected]; [email protected] ABSTRAK
Penggunaan Model Assessment Portofolio dalam Penilaian Proses dan Hasil Belajar Program Linear
Sigid Edy Purwanto, Penggunaan Model Assessmen No. 1/XXV/2006 Penggunaan Model Assessment Portofolio dalam Penilaian Proses dan Hasil Belajar Program Linear Sigid Edy Purwanto (Universitas Muhammadiyah)
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI A. Kesimpulan Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian, di bawah ini akan dipaparkan kesimpulan hasil penelitian sesuai dengan permasalahan penelitian sebagai berikut
: SMP Muhammadiyah Kasihan Bantul Mata Pelajaran : PPKn Kelas/ Semester : VII / 1
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Sekolah : SMP Muhammadiyah Kasihan Bantul Mata Pelajaran : PPKn Kelas/ Semester : VII / 1 Materi Pokok : Perumusan Dasar Negara Alokasi Waktu : 1 x Pertemuan ( 3 x 40 menit)
BAB I PENDAHULUAN. berfungsi untuk memperjelas istilah pada permasalahan yang ada.
BAB I PENDAHULUAN Bab satu ini membahas tentang latar belakang permasalahan mengenai assesment afektif yang merupakan penilaian pada jenjang pendidikan selain penilaian kognitif dan psikomotor. Pada sub
BAB II LANDASAN TEORI. Metode pembelajaran adalah suatu teknik penyajian yang dipilih dan
BAB II LANDASAN TEORI A. Metode Pembelajaran Metode pembelajaran adalah suatu teknik penyajian yang dipilih dan diterapkan seiring dengan pemanfaatan media dan sumber belajar (Prawiradilaga, 2008). Menurut
TUGAS EVALUASI PROSES & HASIL PEMBELAJARAN KIMIA
TUGAS EVALUASI PROSES & HASIL PEMBELAJARAN KIMIA PENILAIAN PEMBELAJARAN Disusun Oleh: KELOMPOK 1 Riza Gustia (A1C109020) Janharlen P (A1C109044) Zunarta Yahya (A1C109027) Widi Purwa W (A1C109030) Dewi
RANCANGAN MODEL PENILAIAN PORTOFOLIO DI SEKOLAH
Jurnal Ilmiah DIDAKTIKA Februari 2012 VOL. XII NO. 2, 232-244 RANCANGAN MODEL PENILAIAN PORTOFOLIO DI SEKOLAH Jailani Dosen FKIP Universitas Serambi Mekkah (USM) Banda Aceh Abstract There are a lot of
Semester : 6 Kelompok mata kuliah : MKKP Program studi/program : Pendidikan Fisika/S-1
Evaluasi Pembelajaran Fisika I. Deskripsi Mata kuliah ini adalah mata kuliah wajib yang perkuliahannya merupakan lanjutan dari kemampuan yang telah dikembangkan dalam perkuliahan Statistika Dasar dan Mata
II. TINJAUAN PUSTAKA
II. TINJAUAN PUSTAKA A. Evaluasi Belajar Siswa Menurut pengertian bahasa, kata evaluasi berasal dari bahasa Inggris yaitu pengertian istilah, evaluasi merupakan kegiatan yang terencana untuk mengetahui
JURNAL RISET FISIKA EDUKASI DAN SAINS
JURNAL RISET FISIKA EDUKASI DAN SAINS Education and Science Physics Journal E- ISSN : 2503-3425 JRFES Vol 2, No 1 (2015) 9-14 ISSN : 2407-3563 http://ejournal.stkip-pgri-sumbar.ac.id/index.php/jrfes PENGARUH
BAB I PENDAHULUAN. daya yang terpenting adalah manusia. Sejalan dengan tuntutan dan harapan jaman
1 BAB I PENDAHULUAN 1.2 Latar Belakang Masalah Negara Indonesia bukan hanya merupakan negara yang sedang berkembang melainkan juga negara yang sedang membangun. Dalam usaha untuk membangun itu dibutuhkan
Model Pembelajaran dan Penilaian Portofolio
Model Pembelajaran dan Penilaian Portofolio MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PORTOFOLIO Pengertian Portofolio sebenarnya diartikan sebagai suatu wujud benda fisik, sebagai suatu proses sosial pedadogis, maupun
Parsaoran Siahaan Fisika FPMIPA UPI-Bandung ASESMEN OTENTIK
ASESMEN OTENTIK ASESMEN OTENTIK Penilaian di mana siswa diminta untuk melakukan tugas-tugas dunia nyata yang menunjukkan aplikasi bermakna dari pengetahuan dan keterampilan esensial (Jon Mueller) Siswa
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian Penelitian ini dilakukan pada Sekolah Menengah Atas (SMA) swasta Laboratorium Percontohan UPI Bandung tahun ajaran 2013/ 2014. Subjek yang
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2008 TENTANG
SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2008 TENTANG STANDAR PROSES PENDIDIKAN KESETARAAN PROGRAM PAKET A, PROGRAM PAKET B, DAN PROGRAM PAKET C DENGAN RAHMAT TUHAN
Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar
PENERAPAN BIMBINGAN KELOMPOK DALAM MENGATASI MASALAH BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS DI KELAS IV MI AL-YUSRA DI KECAMATAN DUNGINGI KOTA GORONTALO Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Penulis Utama:
STRATEGI MENINGKATKAN KUALITAS TES URAIAN. Oleh: Drs. Yaya Sunarya, M.Pd
STRATEGI MENINGKATKAN KUALITAS TES URAIAN Oleh: Drs. Yaya Sunarya, M.Pd Latar Belakang siswa menganggap soal uraian lebih sulit dibandingkan dengan soal pilihan tes uraian adalah tes yang subjektif, tes
EVALUASI HASIL BELAJAR
Slide psikolgi pendidikan 1 EVALUASI HASIL BELAJAR Psikologi Pendidikan Slide psikolgi pendidikan 2 Pengukuran & Penilaian Hasil Belajar Pengertian Pengukuran & Penilaian Suatu tindakan untuk mengidentifikasi
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 tahun 2003 menyatakan bahwa pendidikan nasional bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia
DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 14 B. TUJUAN 14 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 14 D. UNSUR YANG TERLIBAT 14 E. REFERENSI 15 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 15
DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 14 B. TUJUAN 14 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 14 D. UNSUR YANG TERLIBAT 14 E. REFERENSI 15 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 15 G. URAIAN PROSEDUR KEGIATAN 18 LAMPIRAN 1 : ALUR PROSEDUR
Ciri Penelitian Tindakan Kelas. 1. Bersifat Praktis 2. Ada unsur kolaborasi 3. Guru berperan ganda: peneliti, praktisi
Ciri Penelitian Tindakan Kelas 1. Bersifat Praktis 2. Ada unsur kolaborasi 3. Guru berperan ganda: peneliti, praktisi Karakteristik Penelitian Tindakan Kelas Penelitian Tindakan Kelas memiliki sifat praktis,
MEDIA 2 DIMENSI. Disusun oleh: SAIFUL AMIEN
MEDIA 2 DIMENSI Disusun oleh: SAIFUL AMIEN sebutan umum untuk alat peraga yang hanya memiliki ukuran panjang dan lebar yang berada pada satu bidang datar 1. Media Grafis 2. Media bentuk papan 3. Media
AKTIVITAS BELAJAR DAN PENGUASAAN MATERI SISWA DENGAN PEMBELAJARAN BERBASIS PORTOFOLIO PADA MATA PELAJARAN SAINS FISIKA SMP
AKTIVITAS BELAJAR DAN PENGUASAAN MATERI SISWA DENGAN PEMBELAJARAN BERBASIS PORTOFOLIO PADA MATA PELAJARAN SAINS FISIKA SMP Dyah Purba S, A. Sopyan, Hartono Jurusan Fisika FMIPA UNNES Jl. Raya Sekaran,
BAB II KAJIAN PUSTAKA. lingkungan tersebut mengalami perubahan, sehingga fungsi intelektual semakin
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Belajar Belajar merupakan suatu proses perubahan tingkah laku individu dari tidak tahu menjadi tahu dari tidak bisa menjadi bisa sebagi akibat dari latihan dan pengalaman.
KETERAMPILAN MENILAI (MENGEVALUASI)
KETERAMPILAN MENILAI (MENGEVALUASI) Dra. Titik Harsiati, M.Pd 1. Pengertian dan Karakteristik Penilaian dalam Paradigma Konstruktivisme Seiring dengan perkembangan belajar yang berorientasi pada pendekatan
PERATURAN AKADEMIK SMA NEGERI 1 PARE
PERATURAN AKADEMIK SMA NEGERI 1 PARE BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Latar Belakang Undang-undang RI No. 20 tahun 2003 dan peraturan pemerintah RI No. 19 tahun 2005 mengamanatkan; Setiap satuan pendidikan
BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (classroom
36 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (classroom action research). Prosedur penelitian dilaksanakan melalui proses pengkajian berdaur,
IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 ((2)
IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 ((2) MATERI PEMBEKALAN PPL PUSAT PENGEMBANGAN PENGALAMAN LAPANGAN LEMBAGA PENGEMBANG PENDIDIKAN DAN PROFESI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2014 1 MATERI 2 Penilaian Otentik 2 Penilaian
2015 EFEKTIVITAS PENGGUNAAN PENILAIAN PORTOFOLIO D ALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA RANAH PSIKOMOTOR PAD A MATA PELAJARAN PROD UKTIF
1 BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Mata pelajaran Produktif merupakan materi pendidikan dan pelatihan yang akan dipelajari siswa SMK. Mata pelajaran Produktif berfungsi untuk membekali siswa
