BAB VII PENILAIAN PORTOFOLIO
|
|
|
- Yuliana Hartanto
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB VII PENILAIAN PORTOFOLIO Tujuan :a)dapat memahami makna penilaian portofolio, b) dapat menjelaskan unsur-unsur yang lazim terapat dalam sebuah portofolio.; c) dapat menyebutkan ciri-ciri dasar portofolio; Dapat menjelaskan prinsip-prinsip dan tehniktehnik analisa portofolio; d) dapat melakukan analisis portofolio. Bagi dunia pendidikan dan pengajaran di Indonesia, penilaian portofolio belum banyak dikenal atau dikembangkan. Kurangnya perhatian akan penilaian portofolio mungkin disebabkan besarnya perhatian guru untuk mngejar pencapaian target kurikulum yang dirasakan sangat padat dan luas dibandingkan dengan waktu yang tersedia. Hal ini ialah banyak/kompleksnya masalah administrasi proses pembelajaran yang dituntut. Pembuatan portofolio erat hubungannya dengan kreatifitas siswa dan guru, sedang menurut hemat penulis proses pembelajaran banyak diarahkan pada pengembangan kreatifitas siswa dan juga kurangnya bahan-bahan/sumber yang dapat mendorong tingginya kreatifitas siswa.walaupun demikian banyaknya kekurangan dalam pengembangan penilaian. Portofolio bukan berarti guru berhenti berbuat, namun dianjurkan perhatian guru hendaknya memulai pembuatan portofolio walaupun sederhana mungkin, karena sangat membantu peningkatan hasil dari proses pembelajaran. 1. Makna Penilaian Portofolio Menurut Tienery, Carter dan Desai (1991), berdasarkan ciri-ciri portofolio yang dimajukannya dapat didefinisikan bahwa portofolio adalah koleksi atau kumpulan sistematik karya baik yang dikembangkan oleh siswa dan guru yang dapat berfungsi sebagai dasar untuk penilaian usaha, perbaikan, proses, dan pencapaian disamping untuk memenuhi tuntutan-tuntutan validitas yang umumnya dicapai oleh prosedur pengujian yang lebih formal. 167
2 Dari pengertian fortofolio di atas dapat diambil beberapa hal penting, yaitu : a. Penyusunan portofolio haruslah sistematis. Pengertian sistematis dalam hal portofolio mengandung makna, bahwa karyanya baik itu tersusun dalam satu aspek mungkin berdasarkan mata pelajaran/bidang studi atau mungkin dalam bidang kemampuan tertentu. Di samping itu makna sistematis dalam pengertian portofolio, bermakna disusun sehubungan dengan waktu pembuatan karya-karya tersebut. b. Pembuatan portofolio. Pembutan portofolio adalah kerja sama siswa dan guru. Pembuatan portofolio adalah tertuju pada murid, artinya karya-karya yang baik yang dimasukkan dalam portofolio adalah hasil baik dari murid. Dengan kata lain bahwa kreatifitas muridlah yang dituntut dalam pembuatan karya baik itu. Seperti yang dikemukakan dimuka, proses pembelajaran yang dilakukan guru saat ini sangat kurang dalam meningkatkan kreatifitas murid, sehingga pembuatan portofolio adalah sebagai pembimbing untuk menunjukkan/ membantu siswa dalam melihat kekuatankekuatan dan kelemahan-kelemahan sehingga pada masa datang murid semakin mampu mengahsilkan karya baik yang semakin baik. Bila hal ini dipertentangkan dengan keadaan pengajaran di Indoensia, hal yang sulit dalam melaksanakan pengembangan portofolio, adalah banyaknya murid dalam satu kelas dan padatnya jadwal pelajaran dan kesempatan berdialog sangat kurang tersedia, padahal dialog antara murid dan guru akan mengembangkan komunikasi yang benar-benar bermakna. Portofolio sangat mendukung terlaksanya penilaian pribadi (self appraisal). Self appraisal adalah alat atau instrument yang memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menilai diri sendiri. Instrumen ini terdiri atas pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan 168
3 kompetensi dasar-indikator dan atau tujuan pembelajaran yang akan dan atau telah dikuasai/dimiliki peserta didik. Butir-butir tertentu yang diminta untuk dipilih oleh peserta didik harus dilengkapi dengan melampirkan dokumen atau bukti-bukti yang diperlukan sesuai dengan jawaban peserta didik. Lampiran tersebut merupakan bukti kompetensi dasar indikator dan atau tujuan pembelajaran yang sudah dikuasai/dimiliki dan dikemas secara berurutan. Dokumen tersebut dipakai sebagai dasar penilaian sekaligus untuk mengecek kesalahan (validitas) hasil-hasil tes lain, dan merupakan sumber informasi yang lebih kaya mengenai prestasi, kemajuan dan perkembangan kesinambungan dibandingkan dengan sumber informasi lain yang lebih formal serta membantu pemahaman banyak orang mengenai aspek-aspek belajar peserta didik secara positif sesuai kenyataan. Kemasan bukti-bukti pencapaian kompetensi dasar indikator dan atau tujuan pembelajaran dapat dilakukan setiap penilaian formatif. Untuk mengembangkan self appraisal dan portofolio perlu dilakukan hal-hal berikut : 1. Menyusun kontrak pembelajaran Kontrak pembelajaran dikembangkan dengan mengacu pada rencana pembelajaran. Dalam rencana pembelajaran sudah dirumuskan kompetensi dasar-indikator dan atau tujuan pembelajaran, namun untuk perbuatan self appraisal dan portofolio pendidik harus menjabarkan kompetensi dasarindikator dan tujuan pembelajaran ke dalam pengalaman belajar yang lebih spesifik yang akan dilakukan peserta didik, sehingga jelas tergambar aktivitas atau kegiatan atau tugas yang akan dikerjakan peserta didik dan dapat didokumentasikan dan dapat dinilai sebagai bukti bahwa kompetensi telah dimiliki dikuasai atau belum. 2 Menyusun pernyataan-pernyataan yang berkaitan dengan kompetensi dasar-indikator dan atau tujuan pembelajaran 169
4 yang akan dimiliki/dikuasai peserta didik. Pertanyaan yang dipilih peserta didik harus dilengkapi bukti fisik sebagai hasil kinerjanya. 3 Kontrak pembelajaran harus disepakati dan dimiliki bersama antara pendidik dengan peserta didik. 4.Self appraisal dan portofolio dapat dilakukan pada setiap evaluasi formatif dengan hasil aktivitas belajar peserta didik yang sudah dikemas secara berurutan, Contoh : Tujuan pembelajaran: dapat mendeskripsikan konsep pengukuran, pengujian /tes, penilaian, dan kedudukan serta makna evaluasi dalam pembelajaran. Guna dapat menguasai atau memiliki kompetensi-indikator dan atau tujuan pembelajaran di atas, maka peserta didik harus mengerjakan self appraisal yang disertai bukti fisik nyata. No Pernyataan Diisi oleh penilai 1 Saya telah menguasai/memiliki konsep pengukuran dengan : belajar sendiri dan membuat rangkuman berdiskusi dengan teman (2 orang atau lebih dengan rangkuman hasil diskusi hanya membaca sendiri 170
5 2 Saya telah memiliki / menguasai konsep pengujian / tes dengan : belajar sendiri dan membuat rangkuman berdiskusi dengan teman (2-3 orang atau lebih) dengan rangkuman hasil diskusi. hanya membaca sendiri. 3 Saya telah memiliki / menguasai konsep penilaian dengan : belajar sendiri dan membuat rangkuman berdiskusi dengan teman (2-3 orang atau lebih) dengan rangkuman hasil diskusi. hanya membaca sendiri. 4 Saya telah memiliki / menguasai hubungan pengukuran, pengujian/tes dengan evaluasi, dengan : belajar sendiri dan membuat rangkuman berdiskusi dengan rangkuman (2-3 orang atau lebih) dengan rangkuman hasil diskusi. hanya membaca sendiri. 5 Saya telah memiliki/menguasai kedudukan evaluasi dalam pembelajaran, dengan : belajar sendiri dan membuat rangkuman berdiskusi dengan teman (2-3 orang atau lebih) dengan rangkuman hasil diskusi. menanya/berdiskusi dengan guru di lapangan, hasil diskusi 171
6 dirangkum. hanya membaca sendiri 172 Catatan : 1. Berilah tanda conteng ( ) pada pilihan jawaban yang sesuia dengan anda. 2. Anda boleh memilih lebih dari satu pilihan jawaban. 3. Lampirkan dokumen yang relevan yang anda buat sesuai dengan pilihan anda. Rubrik portofolio 1. Self appraisal : berilah skor /untuk masing-masing pilihan kecuali pilihan terakhir (hanya membaca sendiri) diberi kor Untuk memperoleh skor peserta didik pada kompetensi dasar ini dijumlahkan skor-skornya. 3. Sedangkan skor untuk bukti fisik (portofolio) gunakanlah rubrik menilai hasil kerja peserta didik, seperti dijelaskan pada topik pemeriksaan jawaban non tes. 4. Untuk memperoleh skor akhir dari self appraisal dan portofolio, jumlahkanlah skor kedua-duanya lalu dikonveksi ke nilai. c. Portofolio bukan saja sebagai koleksi fisik, tetapi berperan sebagai alat penilaian yang terus-menerus. Pada bab terdahulu materi yang dibahas tertuju kepada penilaian hasil akhir dari suatu pengajaran, pada hal hasil akhir itu adalah gambaran umum dari proses pengajaran yang dilakukan, oleh karena itu penilaian terhadap proses sebenarnya penting. Penilaian yang dilakukan dalam portofolio mengarah pada penialian proses, dan terusmenerus sepanjang tahun ajaran. Dengan penilaian demikian akan mengahasilkan objektifitas yang tinggi, disamping itu penilaian portofolio berperan juga sebagai bimbingan belajar, karena kegiatan pada portofolio adalah bersifat menyeluruh (upaya, peningkatan, proses dan pencapaian atau hasil). d. Penilaian portofolio menginggikan kesadaran diri pada murid.
7 Penilaian portofolio ditujukan pada menemukan kekuatankekuatan pada kelemahan karya murid dan dilakukan bersama secara kooperatif antara siswa dan guru. Pelaksanaan penilaian seperti ini, akan meningkatkan kesadaran tinggi pada diri siswa dalam mengenal kekuatan dan kelemahannya yang akhirnya akan berusaha/ termotivasi secara instrinsik untuk lebih meningkatkan kekuatan dan mengatasi kelemahnnya. e. Penilaian portofolio akan meningkatkan kreatifitas peserta didik Pembuatan portofolio adalah aktivitas adalah siswa bukan yang didorong-dorong oleh guru. Motivasi yang dilakukan guru adalah dalam memberi bimbingannya dan memberi peranan dalan memperbaiki/meningkatkan nilai akhirnya hal lain, karena portofolio ini adalah produksi siswa sendiri dan akan tersimpan relatif lama, hal ini akan menimbulkan rasa bangga dan akhirnya merupakan pendorong untuk lebih berprestasi. 2. fungsi Portofolio Dari uraian tentang makna portofolio nampak jelas bahwa portofolio menawarkan sebuah kerangka baru dalam penilaian. Selain memotivasi siswa untuk berprestasi baik dan semakin baik. Portofolio juga meningkatkan perbaikan praktek-praktek pengujian. Dalam hal ini kelemahan praktek pengujian seperti sukarnya menghilangkan ketidak jujuran siswa sewaktu ujian atau sukarnya merumuskan butir soal yang benar-benar valid, reliable, praktis dan objektif serta besarnya biaya/ dana yang diperlukan dalam praktek-praktek pengujian dapat ditutupi dengan pelaksanaan portofolio. Portofolio menawarkan sebuah kerangka yang dinamis dan berkelanjutan berdasarkan keadaan nyata dari siswa. Dengan pelaksaan portofolio guru dan siswa lebih diperdayakan dalam meningkatkan karya-karya yang baik. 3. Bentuk Portofolio Portofolio merupakan gambaran perilaku siswa dalam belajar jadi bukan sekedar hasil karya (produk). Bagi guru dan siswa portofolio lebih diutamakan untuk mengenal 173
8 dan mengembangkan, bakat dan kemampuan yang beragam dan bervariasi, oleh karena itu guru dapat mengembangkan, bakat dan kemampuan tersebut secara terarah. Agar siswa dapat lebih berkembang sesuai dengan potensinya, hendaknya guru dalam memberi saran/ penilaian pada portofolio jangan bersifat kaku, walaupun dalam penilaian dituntut tolok ukur yang sama dan mendasar. Dengan saran atau petunjuk yang kaku akan mengurangi peluang kepada para siswa untuk saling berbeda yang satu dengan yang lainnya. Dengan memberikan kebebasan sesuai dengan minat dan kemampuannya akan mengakrabkan diri siswa dengan portofolionya sendiri; untuk lebih tegas dikatakan bahwa portofolio harus. Menggambarkan sejumlah kemungkinan untuk siswa mengungkapkan kepribadian minat dan gaya belajar masing-masing oleh karena itu saran, petunjuk dan penilaian yang diberikan pada setiap karya siswa harus selalu mendorong untuk berkembang sesuai irama dan potensi masing-masing siswa secara individu. Ragam portofolio dapat dibuat sesuai kebutuhan dan bidang yang diminati namun, secara umum bagian-gabian fisik yang lazim dibuat oleh sebuah portofolio adalah sebagai berikut : a. Sebuah folder Folder adalah tempat menyimpan semua karya yang telah dipilih dan dikomentari, baik oleh siswa maupun guru. b. Karya-karya terpilih Karya-karya terpilih, adalah semua karya yang dipilih secara cermat oleh siswa dari semua karya yang pernah dihasilkan siswa. c. Lembaran komentar Komentar yang dimaksud adalah komentar dari guru atas karya siswa yang dipilih atau komentar siswa sendiri yang berfungsi sebagai evaluasi diri. Karya-karya yang dipilih untuk dalam portofolio dapat berupa: 1) Karangan/buku cerita yang disusun oleh para ahli, yang diminati. untuk hal ini hendaknya 174
9 guru harus hati-hati agar perimbangan jenis/macam karangan yang pernah dibaca tersebar sebaik mungkin dan jangan sampai mengurangi waktu untuk membaca buku pelajaran. Hal ini dimaksudkan karena siswa/i mempunyai kecenderungan yang besar untuk membaca cerita-cerita seperti komik-komik yang beredar banyak dan menarik perhatian. 2) Karangan yang dibuat oleh para siswa sendiri. Dalam pelajaran membaca sudah barang tentu sering guru menyeruh murid membuat sebuah karangan. Dari karangan yang dibuat hendaknya dipilih oleh murid dan guru. Guru hendaknya dapat mengarahkan siswa tentang karangan yang pantas untuk dimasukkan dalam portofolio. Dalam hal ini guru hendaknya secara bijaksana dan mampu menunjukkan karangan yang terpilih dilihat dari respon/komentar guru terhadap karangan. Selain karangan yang dibuat atas respon guru, dalam portofolio juga sangat baik dimasukkan karangan yang dihasilkan murid sebagai hasil inisiatif sendiri. Untuk memberi makna yang lebih bermakna yang lebih baik hendaknya murid dan guru secara konferensi adalah tindakan yang tepat dalam menunjukkan kekuatanan kelemahan karangan tersebut. 3) Gambar-gambar sebagai hasil dari respon guru dalam memberi pelajaran atau sebagai hasil kreativitas siswa/murid. Untuk dapat memberi komentar yang jelas dan tepat hendaknya guru memberikan kesempatan kepada murid untuk mneceritakan makna gambar yang dilihat dari pesan gambar yang direncanakan oleh murid. Hal ini juga mendorong peningkatan imajinasi murid dan wawasannya. Selain dari pada dimasukkan dalam portofolio dapat juga gambar tersebut dipamerkan dalam kelas, sebagai 175
10 176 tindakan reinforment (hadiah) dalam memantapkan/peningkatan berprestasi. 4) Hasil-hasil ulangan/latihan tertentu. Seorang murid yang pada suatu waktu mendapat nilai/skor yang tinggi, yang sebelumnya belum pernah diperolehnya adalah baik apabila lembaran kerjanya dimasukkan dalam potofolio sudah barang tertentu lembaran kerja tersebut selain tercantum nilai dari guru perlu dibarengi dengan komentar-komentar guru misalnya kamu telah berhasil enggan baik atau bapak bangga dengan nilai yang kamu peroleh. Selain dari pada itu lembaran kerja sedikit kurang berhasil (belum sempurna), mungkin baik juga dimasukkan dalam portofolio. Dalam hal seperti demikian ini, komentar juga hendaknya didahului tingkat keberhasilannya, untuk itu hendaknya dipilih kata atau kelimat yang baik (tidak mencela) dan selanjutnya diberikan komentar tentang kelemahannya (kata/kalimat hendaknya tidak bersifat mencela). Dari uraian di atas jelasnya bahwa dalam membuat portofolio harus benar-benar dipertimbangkan hal berikut : pertama. tujuan portofolio adalah respon meningkatkan aktivitas siswa dalam belajar. Kedua portofolio dibuat atas inisiatif murid/siswa sedangkan guru berperan dalam mengarahkan, menujukkan serta merangsang agar berprestasi lebih baik. Ketiga, portofolio jangan sampai menimbulkan persaingan yang tidak sehat. Hal ini dimaksudkan bagi murid-murid yang kurang mampu dalam menyediakan bahan fisik dalam pembuatan portofolio, dan murid yang kurang mampu berprsetasi, guru harus memberikan kesan bahwa portofolio sifatnya individual.
11 4. Portofolio Dan Teting Berikut ini diberikan perbandingan perbandingan antara portofolio dengan testing. Portofolio Testing 1. Memuat serangkaian gambar/bacaaan hasil karya siswa (hasil sesuai dengan apa yang dikerjakan). 2. Siswa terlibat dalam menilai kemajuannya sendiri. 3. Penilaian siswa secara individual sesuai kemampuan masingmasing. 4. Penialaian bersifat kola boratif 5. Meningkatkan kreatifitas penilaian diri sendiri. 6. Meningkatkan penilaian dan pembelajaran. 1. Menilai siswa dalam serangkaian tugas membaca sesuai atau mungkin tidak sesuai dengan apa yang dilakukan siswa 2. Guru sendiri yang memberi nilai tanpa murid diikut sertakan. 3. Manilai siswa dalam hal yang sama, tanpa melihat individual. 4. Penilaian tidak bersifat kolaboratif. 5. Tidak mengingkatkan penilaian diri sendiri. 6. Terdapat pemisahan yang nyata antara belajar, ujian dan pembelajaran. 177
12 Portofolio di dalam kelas Portofolio memberi kemungkinan pada anak untuk mengembangkan minat dan bakat sesuai dengan anggotanya dengan potensinya sendiri. Hal ini berarti ragamnya isi portofolio bisa terjadi sebanyak siswa yang terdapat dalam kelas. Kegunaan portofolio juga dapat dilihat sebagai: a. Mengecek kesahihan (validitas) Hasil-hasil tes lain (perbandingan) b. Sumber informasi yang lebih kaya mengenai prestasi, kemajuannya, dan perkembangan kesinambungannya dibandingkan dengan sumber informasi lain yang lebih formal. c. Membantu pemahaman banyak orang mengenai aspek-aspek belajar siswa, secara positif sesuai kenyataan. 6. Koferensi Portofolio Koferensi Portofolio yang dimaksudkan di sini adalah pembicaraan/ diskusi antara siswa dan guru dalam membahas wawasan yang dikandung oleh bahan dalam portofolio. Dalam hubungan ini langkah umum adalah sebagai berikut : 1) Siswa menyajikan mendiskusikan portofolio dengan guru. - Berikan kesempatan pada siswa untuk mengontrol portofolionya. - Tanyakan (Guru) kepada siswa apa yang mereka anggap merupakan kelebihan-kelebihan portofolionya siswa. - Guru menunjukkan aspek-aspek positif dari portofolio. - Menetukan kesepakatan dengan siswa mengenal evaluasi sebuah karya siswa. 2) Mengakhiri pertemuan, dengan : - Menciptakan tujuan-tujuan untuk siswa bekerja selanjutnya. - Menentukan kegiatan portofolio selanjutnya.
13 Pelaksanaan konferensi bergantung kepada keperluan dan perkembangan portofolio. Berikut ini disajikan sejumlah cara penggunaan portofolio (rangkuman yang dibuat Teirney, Carter dan Desai). a) Hormati kepemilikan karya siswa, setiap siswa harus dihargai untuk memotivasi siswa untuk berkembang. b) Siswa dan guru mengumpulkan karya siswa yang dihasilkan dalam konteks kelas yang mendukung minat, pembuatan keputusan, dan kolaborasi siswa untuk ini hendaknya diciptakan sebuah tempat aman untuk menyimpan koleksi siswa. Undang orang tua supaya terlibat dalam proses portofolio. Kegiatan ini dapat memberi saling pengertian antara siswa dan orang-tua sehingga terdapat kerjasama antara sekolah dan masyarakat (orang-tua). c) Guru menjelaskan kepada siswa bahwa siswa harus meilih karya mereka berupa karya terbaik, karya penting dan karya layak dan sebagainya. Yang menggambarkan kelebihan-kelebihan, minat, keragaman, upaya dan alur perkembangan siswa. Bimbinglah siswa dengan membuat Mabel gagasan-gagasan yang akan dikumpulkan. Guru membantu siswa mengenali unsurunsur dalam bacaan dan tulisan siswa sendiri. d) Diskusikan unsur-unsur yang berbeda yang dapat dimasukkan kedalam portofolio. e) Bentuklah siswa dalam memilih karya-karya yang akan mereka masukkan kedalam portofolio. Diskusikan pula cara penyimpangan karya-karya secara berkelompok/ klasifikasi dan sistematis. f) Suruh siswa untuk menulis alasan-alasan pemilihan karya dan diberi tanggal penyelesaiannya. g) Karya diberi label untuk diisi keterangan kelebihan dan alasan pemilihan dimasukkan dalam portofolio. h) Luangkan waktu untuk menelaah portofolio. Tuliskan keistimewaan karya serta komentar-komentar harapan yang ingin ditemukan dalam setiap portofolio. i) Remajakan portofolio pada jangka waktu tertentu. 179
14 j) Bersama siswa tentukan jumlah karya yang harus dimasukkan, ini akan mendorong siswa untuk membandingkan, menganalisa dan memilih secara cermat. k) Para siswa bisa saja mendiskusikan portofolio dengan siswa-siswa lain, dengan orang-tua pada kesempatan tertentu. 7. Penilaian portofolio Portofolio yang telah dikembangkan diseleksi ulang, kemudian dikumpulkan menjadi satu siap untuk dinilai dan diperiksa dengan cermat. Scoring portofolio dapat dilakukan dengan menggunakan rubrik, seperti berikut ini : Skala yang ditentukan : 5 : sangat memuaskan 4 : memuaskan 3 : sedang 1 : tidak memuaskan Identitas peserta didik Nama : Kelas :... Sekolah :.. Skala deskripsi 4 - Menunjukkan keterampilan pemecahan masalah yang menonjol - Menunjukkan keterampilan berargumentasi yang menonjol - Menunjukkan kemampuan berargumentasi yang menonjol - Menunjukkan kemampuan membuat hubungan yang menonjol - Pengorganisasian yang sangat baik dan bersih - Melebihi permintaan - Menunjukkan keterampilan pemecahan 3 masalah yang baik 180
15 - Menunjukkan keterampilan berbahasa yang baik - Menunjukkan kemampuan berargumentasi yang baik - Menunjukkan kemampuan membuat hubungan yang baik - Pengorganisasian yang baik dan bersih - Memenuhi semua permintaan 2 - Kadang-kadang menunjukkan keterampilan pemecahan masalah yang baik - Kadang-kadang menunjukkan keterampilan berbahasa yang baik - Kadang-kadang berargumentasi dengan baik - Pengorganisasian dapat diterima dan bersih - Memenuhi sebagian besar permintaan. 1 - Menujukkan keterampilan pemecahan masalah yang sangat rendah - Menunjukkan keterampilan berbahasa yang sangat rendah - Menunjukkan kemampuan berargumentasi yang sangat rendah. - Pengorganisasian dan kebersihan kurang - Tidak memenuhi permintaan Skor yang diperoleh dengan menggunakan rubrik tersebut di atas dapat dikonversi menjadi nilai sesuai dengan prosedur pengolahan nilai. 181
16 Rangkuman 1. Portofolio adalah koleksi atau kumpulan sistematik karya baik yang dikembangkan oleh siswa dan guru yang berfungisi sebagai dasar untuk menelaah usaha perbaikan, proses dan pencapaian validitas pengujian yang lebih formal. 2. Dengan pembuatan portofolio kreatifitas siswa didorong untuk berkembang dengan usaha sendiri dan belajar secara aktif. 3. Potofolio diutamakan untuk mengenal dan mengembangkan bakat dan kemampuan yang beragam dan bervariasi oleh karena itu sangat untuk dilakukan di sekolah. 4. Dengan pembuatan portofolio secara sungguh dan terencana diharapkan siswa terbimbing untuk berprestasi. 182
Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia, Vol. VIII. No. 2 Tahun 2010, Hlm
Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia, Vol. VIII. No. 2 Tahun 2010, Hlm. 33-40 PEMANFAATAN PENILAIAN PORTOFOLIO DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR AKUNTANSI Oleh Sukanti 1 Abstrak Hasil belajar dapat dikelompokkan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
26 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Masalah ini akan dipecahkan dengan menggunakan metode penelitian tindakan kelas (classroom action research). Berdasarkan permasalahan yang muncul di
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dengan upaya cara atau jalan yang ditempuh sehubungan dengan upaya ilmiah,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Metode Pemberian Tugas 1. Pengertian Metode Oemar Hamalik (2010 : 27) menjelaskan istilah metode berasal dari Bahasa Yunani Methodos yang berarti cara atau jalan yang ditempuh
TUJUAN ASESMEN ALTERNATIF
1 TUJUAN ASESMEN ALTERNATIF Merupakan upaya memperbaiki dan melengkapi tes baku sehingga penilaian hasil belajar tidak hanya berhubungan dengan hasil akhir tetapi merupakan bagian penting dlm proses pembelajaran
BAHAN AJAR Kompetensi Dasar Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) TOPIK-4: Evaluasi HAsil Belajar dalam PJJ
BAHAN AJAR Kompetensi Dasar Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) TOPIK-4: Evaluasi HAsil Belajar dalam PJJ SEAMEO SEAMOLEC Jakarta - INDONESIA 2012 Pendahuluan Dalam topik ini akan diuraikan evaluasi hasil belajar
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SD Negeri 1 Tamanwinangun yang beralamat di Jalan Bocor Nomor 54, Kelurahan Tamanwinangun,
III. METODE PENELITIAN. Kemampuan menulis surat undangan dibedakan menjadi 2 macam, yaitu
83 III. METODE PENELITIAN 3.1 Definisi Konseptual dan Operasional Kemampuan menulis surat undangan dibedakan menjadi 2 macam, yaitu kemampuan menulis surat undangan secara konseptual dan kemampuan menulis
BAB 1 PENDAHULUAN. Keterampilan berbicara sangat diperlukan untuk berkomunikasi lisan.
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Keterampilan berbicara sangat diperlukan untuk berkomunikasi lisan. Akan tetapi, apabila kegiatan berkomunikasi terjadi tanpa diawali keterampilan berbicara
PENILAIAN HASIL BELAJAR. YANI KUSMARNI Dan TARUNASENA
PENILAIAN HASIL BELAJAR YANI KUSMARNI Dan TARUNASENA KONSEP KONSEP POKOK DALAM PENILAIAN HASIL BELAJAR TES PENGUKURAN EVALUASI ASESMEN ALTERNATIF TES dapat didefinisikan sebagai suatu pertanyaan atau tugas
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2008 TENTANG
SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2008 TENTANG STANDAR PROSES PENDIDIKAN KESETARAAN PROGRAM PAKET A, PROGRAM PAKET B, DAN PROGRAM PAKET C DENGAN RAHMAT TUHAN
BAB III METODE PENELITIAN. di dalam kelas, maka penelitian ini disebut Penelitian Tindakan atau Action
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis Penelitian Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode penelitian tindakan. Karena ruang lingkupnya adalah pembelajaran di sekolah yang dilaksanakan guru
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. menggunakan metode penelitian tindakan kelas (classroom action research).
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Masalah yang telah diuraikan sebelumnya dipecahkan dengan menggunakan metode penelitian tindakan kelas (classroom action research). Melalui metode ini,
Penelitian penting bagi upaya perbaikan pembelajaran dan pengembangan ilmu. Guru bertanggung jawab dalam mengembangkan keterampilan pembelajaran.
Penelitian penting bagi upaya perbaikan pembelajaran dan pengembangan ilmu. Guru bertanggung jawab dalam mengembangkan keterampilan pembelajaran. Penelitian pada umumnya dilakukan oleh pakar pendidikan,
BAB I PENDAHULUAN. masalah penelitian yang berisikan pentingnya keterampilan menulis bagi siswa
BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini akan dibahas delapan hal. Pertama, dibahas latar belakang masalah penelitian yang berisikan pentingnya keterampilan menulis bagi siswa sekolah dasar. Kemudian, dibahas identifikasi
RPP Theory A. Apakah RPP itu? Berdasarkan PP 19 Tahun 2005 Pasal 20 dinyatakan bahwa:
A. Apakah RPP itu? Berdasarkan PP 19 Tahun 2005 Pasal 20 dinyatakan bahwa: Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran,
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif ini nantinya akan bertujuan
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Satuan Pendidikan : SMP/MTs. Kelas/Semester : VII s/d IX /1-2. Nama Guru :... NIP /NIK :... Sekolah :...
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Satuan Pendidikan : SMP/MTs. Kelas/Semester : VII s/d IX /1-2 Nama Guru :... NIP /NIK :... Sekolah :... 1 2 PANDUAN PENGEMBANGAN
Peningkatan Keterampilan Menulis Cerpen dengan Strategi Copy The Master Melalui Media Audio Visual pada Siswa Kelas IX-C SMPN 2 ToliToli
Peningkatan Keterampilan Menulis Cerpen dengan Strategi Copy The Master Melalui Media Audio Visual pada Siswa Kelas IX-C SMPN 2 ToliToli Mashura SMP Negeri 2 ToliToli, Kab. ToliToli, Sulteng ABSTRAK Strategi
BAB II KAJIAN PUSTAKA. oleh peneliti sebelumnya yang berkaitan dengan karangan argumentasi sebagai
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Kajian Relevan Sebelumnya Berikut ini terdapat beberapa penelitian relevan yang telah dilakukan oleh peneliti sebelumnya yang berkaitan dengan karangan argumentasi sebagai berikut.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bahasa memiliki fungsi sebagai alat komunikasi bagi manusia, dengan bahasa manusia dapat berkomunikasi dengan manusia lain. Dalam komunikasi, manusia saling
Prosiding Seminar Nasional Prodi Teknik Busana PTBB FT UNY Tahun 2005 PENERAPAN PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISME DALAM MATA KULIAH PENGETAHUAN TEKSTIL
PENERAPAN PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISME DALAM MATA KULIAH PENGETAHUAN TEKSTIL Widihastuti Dosen Program Studi Teknik Busana Fakultas Teknik UNY [email protected]; [email protected] ABSTRAK
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. A. Metode Penelitian Menentukan metode penelitian diperlukan suatu pemilihan secara cermat, sehingga dengan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Menentukan metode penelitian diperlukan suatu pemilihan secara cermat, sehingga dengan menggunakan metode yang sudah dipilih tersebut dapat diperoleh
DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 14 B. TUJUAN 14 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 14 D. UNSUR YANG TERLIBAT 14 E. REFERENSI 15 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 15
DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 14 B. TUJUAN 14 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 14 D. UNSUR YANG TERLIBAT 14 E. REFERENSI 15 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 15 G. URAIAN PROSEDUR KEGIATAN 18 LAMPIRAN 1 : ALUR PROSEDUR
PENGEMBANGAN KEGIATAN PEMBELAJARAN MAPEl PAI. Oleh Dr. Marzuki FIS -UNY
PENGEMBANGAN KEGIATAN PEMBELAJARAN MAPEl PAI Oleh Dr. Marzuki FIS -UNY KEGIATAN PEMBELAJARAN Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pembelajaran bahasa Indonesia pada dasarnya merupakan upaya untuk
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembelajaran bahasa Indonesia pada dasarnya merupakan upaya untuk meningkatkan keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Pembelajaran Bahasa Indonesia
PEMBELAJARAN MENULIS SEBAGAI SUATU KETERAMPILAN BERBAHASA
PEMBELAJARAN MENULIS SEBAGAI SUATU KETERAMPILAN BERBAHASA Oleh Novita Tabelessy Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pattimura Abstrak:
BAB 1 PENDAHULUAN. teknologi dan seni. Peningkatan pengetahuan berbahasa Indonesia berhubungan
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Salah satu fungsi mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di SMP secara umum adalah sebagai sarana peningkatan pengetahuan dan keterampilan berbahasa Indonesia,
Intel Teach Program Assessing Projects
Kiasan dalam Kelas Senior Bahasa Inggris Senior sekolah menengah atas dalam kelas Bahasa Inggris Cleo Barnes akan memulai unit 3-minggu pada kiasan, menjawab Pertanyaan Penting, Mengapa orang tidak langsung
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) Sekolah :... Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Kelas/Semester : VII/1 Standar Kompetensi : Mendengarkan 1. ( memahami wacana lisan melalui kegiatan mendengarkan
BAB I PENDAHULUAN. kesepakatan bahasa yang digunakan dalam kelompok terebut.
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Manusia sebagai makhluk yang bersifat individu juga sebagai makhluk yang bersifat sosial. Sebagai makhluk sosial manusia cendrung hidup berkelompok, misalnya
BAB III METODE PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian
BAB III METODE PENELITIAN 1. Tempat Penelitian A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 2 Miri, dengan subyek penerima tindakan kelas adalah siswa kelas VIIIA SMP Negeri 2
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Menurut Arikunto (2010: 2), penelitian
BAB III METODE PENELITIAN. Kelas (PTK) atau Classroom Action Research (CAR). PTK dilakukan berdasar
27 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Jenis penelitian yang akan dilaksanakan merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research (CAR). PTK dilakukan berdasar dari adanya
Meningkatkan Kemampuan Menulis Permulaan Siswa Kelas II SDN Lalong Melalui Media Gambar Seri
Meningkatkan Kemampuan Menulis Permulaan Siswa Kelas II SDN Lalong Melalui Media Gambar Seri Yusna Mutakim, Sahrudin Barasandji, dan Sudarkam R. Mertosono Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS CERITA PENDEK DENGAN MEDIA KATALOG MODEL PAKAIAN DAN TAS PADA SISWA KELAS X SMA CITRA MEDIKA MAGELANG
METATESIS, Vol.1 No.2 OKTOBER 2016 ISSN: ISSN: 2528-3014 PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS CERITA PENDEK DENGAN MEDIA KATALOG MODEL PAKAIAN DAN TAS PADA SISWA KELAS X SMA CITRA MEDIKA MAGELANG Isnawati, Riniwati
III. METODE PENELITIAN. Metode penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
III. METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Metode penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau classroom action research. PTK adalah suatu bentuk penelitian yang bersifat reflektif dengan
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Bahasa adalah sarana yang digunakan untuk berkomunikasi dengan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bahasa adalah sarana yang digunakan untuk berkomunikasi dengan sesama manusia dalam kehidupan sehari-hari. Pada hakikatnya belajar bahasa adalah belajar berkomunikasi.
BAB I PENDAHULUAN. dalam interaksi dirinya dengan lingkungannya. Hasil dari interaksi yang dilakukan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembelajaran merupakan suatu proses perubahan tingkah laku individu dalam interaksi dirinya dengan lingkungannya. Hasil dari interaksi yang dilakukan dalam
Penilaian Portofolio Sebagai Bentuk Penghargaan Guru Terhadap Hasil Belajar Dan Karya Siswa. Oleh Wahyudi
Penilaian Portofolio Sebagai Bentuk Penghargaan Guru Terhadap Hasil Belajar Dan Karya Siswa Oleh Wahyudi PENDAHULUAN Implementasi Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2005 tentang Sistem Pendidikan Nasional
BAB III METODE PENELITIAN
32 BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan di SD Negeri 04 Ngringo. SD Negeri 04 Ngringo ini berlokasi di jalan Cempaka
BAB II KAJIAN PUSTAKA. A. Keterampilan Menulis Kalimat dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia
BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Keterampilan Menulis Kalimat dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia 1. Pengertian Keterampilan Menulis. Menulis adalah salah satu standar kompetensi yang harus dikuasai oleh siswa
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1. Pelaksanaan Tindakan BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Sebelum diberikan pembelajaran dengan metode cooperative learning tipe STAD, langkah awal yang dilakukan adalah menguji instrument yang
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
29 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini menggunakan metode PTK dikarenakan guru
BAB III METODE PENELITIAN. Wardhani, dkk. (2007 :14), Penelitian yang dilakukan oleh guru di dalam
42 BAB III METODE PENELITIAN Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana upaya untuk mengatasi kesulitan siswa dalam meningkatkan kemampuan siswa menyelesaikan soal cerita di kelas V SDN 3 Caracas Kabupaten
PENGEMBANGAN MODEL PENILAIAN BERBASIS KOMPETENSI (PBK) PADA MATEMATIKA MATERI KESEBANGUNAN UNTUK SISWA SMP. Oleh: Endah Budi Rahaju UNESA
Kode Makalah PM-1 PENGEMBANGAN MODEL PENILAIAN BERBASIS KOMPETENSI (PBK) PADA MATEMATIKA MATERI KESEBANGUNAN UNTUK SISWA SMP Oleh: Endah Budi Rahaju UNESA Abstrak Dalam KBK telah dimasukkan tujuan-tujuan
BAB II KAJIAN PUSTAKA
6 BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Kajian Teori Kajian teori yang digunakan dalam penelitian ini dapat dilihat dari sudut pandang: (i) hakikat menulis, (ii) fungsi, tujuan, dan manfaat menulis, (iii) jenis-jenis
BAB 1 PENDAHULUAN. kehidupan serta meningkatkan kemampuan berbahasa. Tarigan (1994: 1) berpendapat bahwa.
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Salah satu tujuan umum pengajaran Bahasa Indonesia di SMA adalah siswa mampu menikmati, menghayati, memahami, dan memanfaatkan karya sastra, dengan tujuan untuk mengembangkan
BAB I PENDAHULUAN. Untuk menghadapi tantangan zaman yang dinamis, berkembang dan
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Untuk menghadapi tantangan zaman yang dinamis, berkembang dan semakin maju diperlukan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan intelektual tingkat tinggi yang
BAB I PENDAHULUAN. dan nilai-nilai. Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan selalu berlangsung dalam suatu lingkungan, yaitu lingkungan pendidikan. Lingkungan ini mencakup lingkungan fisik, sosial, budaya, politis, keagamaan, intelektual,
BAB V MODEL BERBASIS MULTIKULTURAL DAN PEMBELAJARANYA DALAM MASYARAKAT DWIBAHASAWAN
189 BAB V MODEL BERBASIS MULTIKULTURAL DAN PEMBELAJARANYA DALAM MASYARAKAT DWIBAHASAWAN Implementasi pendidikan multikultural di sekolah perlu diperjelas dan dipertegas. Bentuk nyata pembelajaran untuk
BAB 3 METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode penelitian tindakan
BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Penelitian ini berusaha mengkaji dan merefleksi suatu pendekatan pembelajaran
BAB I PENDAHULUAN. khususnya bahasa Indonesia sebagai salah satu mata pelajaran yang penting dan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembelajaran bahasa merupakan salah satu aspek yang penting dalam kehidupan manusia. Kemampuan berbahasa seseorang dapat menunjukkan kepribadian serta pemikirannya.
PENILAIAN PORTOFOLIO
PENILAIAN PORTOFOLIO Portofolio berasal dari bahasa Inggris portofolio yang artinya dokumen atau surat-surat, dapat juga diartiakn sebagai kumpulan kertas-kertas berharga dari suatu pekerjaan tertentu.
BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN
BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian Tindakan Kelas adalah penelitian
PENGARUH METODE KOOPERATIF TIPE CIRC (COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION) DAN TTW (THINK-TALK-WRITE) DALAM PEMBELAJARAN
PENGARUH METODE KOOPERATIF TIPE CIRC (COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION) DAN TTW (THINK-TALK-WRITE) DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DITINJAU DARI KEAKTIFAN BELAJAR SISWA (Kelas VII Semester
BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN. pada bab-bab terdahulu, terdapat tiga kesimpulan pokok yang dapat diungkapkan
BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN A. Kesimpulan Dari kajian teoretis dan temuan penelitian sebagaimana telah disajikan pada bab-bab terdahulu, terdapat tiga kesimpulan pokok yang dapat diungkapkan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK ) atau Classroom Action Reseach (CAR). Menurut wijaya (2009:9)
BAB III METODE PENELITIAN. Pada bab metode penelitian ini akan diuraikan mengenai pendekatan dan
31 BAB III METODE PENELITIAN Pada bab metode penelitian ini akan diuraikan mengenai pendekatan dan jenis penelitian, kehadiran peneliti dan lokasi penelitian, data dan sumber data, instrumen penelitian,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Sebagaimana kita ketahui bahwa Matematika merupakan suatu ilmu yang mampu
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pembelajaran Matematika Sebagaimana kita ketahui bahwa Matematika merupakan suatu ilmu yang mampu mengembangkan proses berfikir anak dimulai dari usia dini, usia pendidikan
Memilih Metode Pembelajaran Matematika
Kegiatan Belajar 1 Memilih Metode Pembelajaran Matematika A. Pengantar Apabila kita ingin mengajarkan matematika kepada anak / peserta didik dengan baik dan berhasil pertam-tama yang harus diperhatikan
BAB I PENDAHULUAN. keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Menyimak adalah
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Menyimak adalah satu di antara empat keterampilan berbahasa yaitu keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Menyimak adalah suatu proses yang dilakukan
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah (School Action Research),
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Pendekatan Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah (School Action Research), karena penelitian dilakukan untuk memecahkan masalah proses di sekolah.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SDN Candiwulan, UPT Kecamatan Adimulyo, Kabupaten Kebumen, tepatnya di jalan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian 3.1.1 Waktu Penelitian Waktu pelaksanaan penelitian dilakukan pada semester 2 tahun pelajaran 2011/2012. Dari tahap persiapan hingga
PENENTUAN KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR OLEH: ANNISA RATNA SARI, M.S.ED
PENENTUAN KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR OLEH: ANNISA RATNA SARI, M.S.ED PENGEMBANGAN KBM Menurut BSNP: Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan
BAB III METODE PENELITIAN. difokuskan pada situasi kelas yang lazim dikenal Classroom Action Research,
32 BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah tindakan kelas yang difokuskan pada situasi kelas yang lazim dikenal Classroom Action Research, yang
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Menurut Kemmis (1988) Penelitian Tindakan Kelas adalah suatu
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Tujuan pembelajaran matematika dalam standar isi adalah agar peserta
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tujuan pembelajaran matematika dalam standar isi adalah agar peserta didik dapat (1) memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antar konsep dan mengaplikasikan
Pembelajaran yang Ramah M.SUGIARMIN
Pembelajaran yang Ramah M.SUGIARMIN Pemebelajaran yang ramah Pembelajaran yang inklusif, akrab" - ramah kepada anak" dan ramah kepada guru. Ini berarti : siswa dan guru belajar bersama sebagai suatu komunitas
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMAHAMI UNSUR-UNSUR CERITA PENDEK MELALUI METODE JIGSAW
inamika Vol. 3, No. 3, Januari 2013 ISSN 0854-2172 PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMAHAMI UNSUR-UNSUR ERITA PENEK MELALUI METOE JIGSAW S Negeri Kasimpar Kecamatan Petungkriyono Kabupaten Pekalongan Abstrak Tujuan
KETERAMPILAN MENILAI (MENGEVALUASI)
KETERAMPILAN MENILAI (MENGEVALUASI) Dra. Titik Harsiati, M.Pd 1. Pengertian dan Karakteristik Penilaian dalam Paradigma Konstruktivisme Seiring dengan perkembangan belajar yang berorientasi pada pendekatan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pengertian belajar dalam kehidupan sehari-hari seringkali diartikan yang kurang
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Teori Belajar Pengertian belajar dalam kehidupan sehari-hari seringkali diartikan yang kurang tepat, biasanya orang awam mengartikan belajar identik dengan membaca, belajar
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Sebelum melaksanakan penelitian pada siklus I, terlebih dahulu peneliti
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Awal (Pra Siklus) Sebelum melaksanakan penelitian pada siklus I, terlebih dahulu peneliti mencari data awal nilai keterampilan berbicara pada pelajaran
UNIT 6 : MENCIPTAKAN LINGKUNGAN BELAJAR YANG BAIK
UNIT 6 : MENCIPTAKAN LINGKUNGAN BELAJAR YANG BAIK UNIT 6 : MENCIPTAKAN LINGKUNGAN BELAJAR YANG BAIK Waktu: 140 menit A. PENGANTAR Lingkungan belajar sangat berperan dalam menciptakan suasana belajar yang
BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan penelitian ini adalah PTK (Penelitian
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan penelitian ini adalah PTK (Penelitian Tindakan Kelas). Penelitian tindakan kelas menurut Suharsimi Arikunto (2006: 90-93) didefinisikan
II. TINJAUAN PUSTAKA
11 II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Peningkatan Aktivitas Siswa Keberhasilan siswa dalam belajar bergantung pada aktivitas yang dilakukannya selama proses pembelajaran, sebab pada prinsipnya belajar adalah berbuat,
BAB I PENDAHULUAN. orang lain, memengaruhi atau dipengaruhi orang lain. Melalui bahasa, orang dapat
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa sebagai sarana komunikasi dapat berupa bahasa lisan dan bahasa tulis. Melalui bahasa seseorang dapat mengemukakan pikiran dan keinginannya kepada orang
BAB III METODE PENELITIAN. yang memfokuskan pada proses belajar di kelas. Peserta didik menjadi subjek
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian 1. Penelitian Tindakan Kelas Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang memfokuskan pada proses belajar di kelas. Peserta
BAB III METODE PENELITIAN. siklus dapat dihentikan meskipun masih ada siklus kedua. Hubungan keempat
22 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Rancangan Penelitian Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas dengan empat tahap yang lazim dilalui, yaitu (1) perencanaan,
BAB 1 PENDAHULUAN. Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia dalam kurikulum satuan tingkat
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia dalam kurikulum satuan tingkat pendidikan (KTSP) pada tingkat SMA diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik untuk
Penerapan Pendekatan Keterampilan Proses Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa di Kelas IV SD Inpres Pedanda
Penerapan Pendekatan Keterampilan Proses Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa di Kelas IV SD Inpres Pedanda Lisna Selfi Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Tujuan pengajaran bahasa Indonesia di sekolah adalah siswa memiliki keterampilan berbahasa Indonesia, pengetahuan yang memadai mengenai penguasaan struktur bahasa,
MODUL PEMETAAN SOSIAL BERBASIS KELOMPOK ANAK
MODUL PEMETAAN SOSIAL BERBASIS KELOMPOK ANAK 00 LATAR BELAKANG Social Mapping, Pemetaan Sosial atau Pemetaan Masyarakat yang dilakukan oleh anak dimaksudkan sebagai upaya anak menyusun atau memproduksi
BAB II KAJIAN TEORITIS. mencapai tujuan yang telah ditetapkan. (Atmodiwiryo,2000:5). Selanjutnya
6 BAB II KAJIAN TEORITIS A. Konsep Dasar Pengelolaan Pembelajaran. Pada dasarnya pengelolaan diartikan sebagai proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian semua sumber daya untuk
BAB I PENDAHULUAN. setiap orang memiliki kemampuan berbahasa.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Bahasa itu penting dalam kehidupan manusia. Dengan bahasa, kita dapat menyampaikan keinginan, pendapat, dan perasaan kita. Dengan bahasa pula, kita dapat memahami dan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Shinta Rizki N, 2013
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) tahun 2006, salah satu tujuan pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia adalah meningkatkan kemampuan
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR PROSES UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR PROSES UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN
BAB I PENDAHULUAN. secara sadar dengan tujuan untuk menyampaikan ide, pesan, maksud,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa merupakan rangkaian bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia secara sadar dengan tujuan untuk menyampaikan ide, pesan, maksud, perasaan, dan pendapat
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA TENTANG PERKALIAN BILANGAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH PADA SISWA KELAS II SD NEGERI 2 KALITENGAH
DIDAKTIKA PGRI, 2, (1), 2016, 156 PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA TENTANG PERKALIAN BILANGAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH PADA SISWA KELAS II SD NEGERI 2 KALITENGAH Umbar Rumanti *) NIP 19630407
