LAPORAN PENELITIAN UNGGULAN PRODI
|
|
|
- Adi Tan
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Nama Rumpun Ilmu : EKONOMI LAPORAN PENELITIAN UNGGULAN PRODI PENYUSUNAN MODEL DAN PENINGKATAN PENGETAHUAN PENILAIAN ASET TANAH DAN BANGUNAN UNTUK KEPENTINGAN PENJAMINAN KREDIT BANK USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH (UMKM) : Studi pada UMKM Binaan Pusat Pengembangan Manajemen (LPM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta TIM PENGUSUL Ketua Peneliti : Drs. Edi Supriyono, MM (NIDN : ) Anggota : Muchamad Imam Bintoro, SE,M.Sc (NIDN : ) PROGRAM STUDI MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA Januari,
2 HALAMAN PENGESAHAN PENELITIAN UNGGULAN PRODI Judul Penelitian : PENYUSUNAN MODEL DAN PENINGKATAN PENGETAHUAN PENILAIAN ASET TANAH DAN BANGUNAN UNTUK KEPENTINGAN PENJAMINAN KREDIT BANK USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH (UMKM) : Studi pada UMKM Binaan Pusat Pengembangan Manajemen (LPM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Nama Rumpun Ilmu : Ekonomi Ketua Peneliti : a. Nama Lengkap : Drs. Edi Supriyono, MM b. NIDN/NIK : / Jabatan Fungsional : Lektor Kepala c. Program Studi : Manajemen d. Nomor HP : Alamat [email protected] Anggota Peneliti : a. Nama Lengkap : Muchamad Imam Bintoro, SE, M.Sc, M.Ec. Dev b. NIDN/NIK : / c. Jabatan Fungsional : Lektor d. Program Studi : Manajemen Biaya Penelitian : - Disetujui UMY : Rp Yogyakarta, 17 Januari 2015 Mengetahui, Dekan Ketua Peneliti, Dr. Nano Prawoto, M.Si NIK: Drs. Edi Supriyono, MM NIK : Menyetujui, Ketua Lembaga Penelitian Hilman Latief, Ph.D NIP:
3 DAFTAR ISI Halaman LEMBAR PENGESAHAN... i RINGKASAN SAN SUMMARY.. ii PRAKATA... iii DAFTAR ISI... iv DAFTAR TABEL... v DAFTAR GAMBAR... vi DAFTAR LAMPIRAN... vii BAB I. PENDAHULUAN Latar Belakang Perumusan Masalah... 3 BAB II. TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Nilai dan Nilai Pasar Pendekatan Penilaian Pendekatan Pasar Pendekatan Biaya Pendekatan Pendapatan Nilai Tanah Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Nilai Tanah. 7 BAB III.TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN BAB IV. METODE PENELITIAN BAB V. HASIL DAN PEMBAHASAN Model Penilaian Tanah dan Bangunan Teknik Penilaian Tanah dan Bangunan Teknik Penilaian Tanah Teknik Penilaian Bangunan 25 BAB VI.KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN
4 RINGKASAN Kegiatan pembuatan model penilaian aset tanah dan bangunan untuk kepentingan penjaminan kredit bank untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dilakukan dengan tiga kegiatan, yaitu: (1) kegiatan pembuatan model metode penilaian aset tanah dan bangunan untuk kepentingan penjaminan kredit bank. Kegiatan pembuatan model penilaian asset tanah dan bangunan dilakukan dengan melakukan focus group discussion (FGD) dengan pihak yang berkompeten dalam hal penilaian asset. Dalam penelitian ini FGD dilakukan bersama Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Nanang Rahayu dan Rekan Perwakilan Yogyakarta. Hasil dari kegiatan FGD ini adalah berupa draft modul penilaian tanah dan bangunan, (2) kegiatan pelatihan kepada pelaku UMKM mengenai metode penilaian aset tanah dan bangunan untuk kepentingan penjaminan kredit bank. Kegiatan ini dilakukan dengan memberikan pelatihan kepada para pelaku UMKM terkait dengan topik-topik penilaian aset tanah dan bangunan. kegiatan pelatihan dilakukan bekerjasama dengan Pusat Pengembangan Manajemen (PPM) Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta sebagai unit kerja di bawah Program Studi Manajemen FE UMY yang mempunyai kegiatan melakukan pembinaan UMKM, (3) kegiatan pendampingan kepada pelaku UMKM dalam melakukan penilaian aset tanah dan bangunannya untuk kepentingan penjaminan kredit bank. Kegiatan pendampingan ini dilakukan dengan melakukan pendampingan kepada pelaku UMKM untuk menilai tanah dan bangunannya. Secara keseluruhan kegiatan telah dilaksanakan dengan baik berkat kerjasama yang baik antara peneliti, Kantor Jasa Penilai Nanang Rahayu dan Rekan Perwakilan Yogyakarta dan Pusat Pengembangan Manajemen (PPM) Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. 4
5 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bank dan kredit merupakan dua kata yang tidak dapat terpisahkan karena salah satu dari fungsi dari kegiatan bank adalah memberikan kredit, sesuai dengan definisi dari Undang-Undang (UU) Pokok Perbankan No.10 tahun 1998 Bab I Ps. 1 ayat (2) yang menyebutkan bahwa Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan, dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Dari definisi di atas jelaslah bahwa salah satu tugas bank adalah meningkatkan taraf masyarakat dengan cara memberikan kredit kepada masyarakat, pada umumnya dan sektor usaha, pada khususnya. Untuk meminimalkan risiko pemberian kredit kepada masyarakat maka bank mensyaratkan penyerahan agunan dari debiturnya. Menurut UU No 10 tahun 1998 Ps.1 ayat (23) disebutkan bahwa agunan adalah jaminan tambahan yang diserahkan nasabah debitur kepada bank dalam rangka pemberian fasilitas kredit atau pembiayaan berdasarkan Prinsip Syariah. Salah satu jenis agunan yang dapat diterima oleh bank sebagai jaminan kredit adalah tanah dan bangunan. Dari sisi bank, jaminan dalam bentuk tanah adalah jaminan yang mempunyai tingkat kualitas yang baik karena aset dalam bentuk tanah dan bangunan secara hukum dapat dilakukan pengikatan yang kuat. 5
6 Di samping itu, aset tanah dan bangunan mempunyai sifat yang tidak mudah bergerak, sehingga dapat mencegah pelarian agunan oleh debitur. Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan sebuah istilah yang mengacu ke jenis usaha kecil yang mempunyai kekayaan bersih paling banyak Rp tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. Dan usaha yang berdiri sendiri. Menurut Keputusan Presiden RI no. 99 tahun 1998 pengertian usaha kecil adalah: Kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil dengan bidang usaha yang secara mayoritas merupakan kegiatan usaha kecil dan perlu dilindungi untuk mencegah dari persaingan usaha yang tidak sehat. sebagai berikut: Adapun kriteria usaha kecil menurut UU No. 9 tahun 1995 merupakan a. Mempunyai kekayaan bersih paling banyak Rp ,- (Dua Ratus Juta Rupiah) tidak termasuk tanah serta bangunan tempat usaha b. Mempunyai hasil penjualan tahunan paling banyak Rp ,- (Satu Miliar Rupiah) c. Milik Warga Negara Indonesia d. Berdiri sendiri, bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang tidak dimiliki, dikuasai, atau berafiliasi baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Menengah atau Usaha Besar e. Berbentuk usaha orang perorangan, badan usaha yang tidak berbadan hukum, atau badan usaha yang berbadan hukum, termasuk koperasi. ( 6
7 1.2 Perumusan Masalah Salah satu permasalahan yang muncul dalam pengembangan bisnis UMKM pada saat ini adalah pada aset pelaku UMKM yang akan digunakan sebagai agunan bank. Pihak bank terkadang secara sepihak menolak permohonan kredit dari UMKM dengan alasan agunannya tidak cukup menutup kredit yang diajukan. Di sisi lain, pelaku UMKM juga mengalami kesulitan untuk menentukan berapa nilai agunan yang tepat untuk dijaminkan ke bank. Terkadang pelaku UMKM tidak menyadari bahwa agunan yang digunakan untuk agunan bank sebenarnya nilainya terlalu besar atau terlalu kecil dari kredit yang mereka ambil dari bank. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa permasalahan utama dalam penelitian ini adalah masih minimnya pengetahuan UMKM dalam menilai asset nya yang akan digunakan sebagai agunan di bank. Ketidak tahuan UMKM dalam menentukan nilai asetnya menimbulkan beberapa konsekuensi. Konsekuensi yang sering terjadi adalah banyaknya pengajuan kredit UMKM ditolak oleh bank karena kurangnya nilai agunan untuk menutup kreditnya. Sebaliknya, terkadang karena mengharapkan pengajuan kreditnya dapat terealisasi maka UMKM memberikan agunan yang nilainya jauh di atas jumlah kreditnya. Hal ini tentu saja merugikan UMKM karena nilai sisa agunan yang berada di atas kreditnya tersebut sebenarnya dapat digunakan untuk keperluan operasional lainnya. 7
8 DAFTAR PUSTAKA Agus, Prawoto, 2003, Teori dan Praktek Penilaian Properti, BPFE, Yogyakarta Appraisal Institut, 2001, The Appraisal of Real Estate, Twelfth, Edition, United States of America Arsyad, Lincolin, 1991, Ekonomi Mikro, Edisi Kedua, BPFE, Yogyakarta Harjanto, Budi, dan R.,Rianto Edi. 1999, Analisa LPM Terhadap Pengaruh Faktor Lokasi aksesibilitas dalam mempengaruhi nilai tanah, Jurnal Survai dan Penilaian Properti, Vol.014, p Haryanto, 2006, Analisis Pengaruh Jenis Hak Atas Tanah Terhadap Nilai Properti Pertokoan (Retail) Di Kota Solo, Tesis, Magister Ekonomi Pembangunan, UGM Hidayati, Wahyu dan Harijanto, Budi, 2003, Konsep Dasar Penilaian Properti,BPFE Yogyakarta KPSPI, Standar Penilaian Indonesia (SPI), 2007, Masyarakat Profesi Penilai Indonesia, Jakarta KPSPI, Standar Penilaian Indonesia (SPI), 2013, Masyarakat Profesi Penilai Indonesia, Jakarta Oetomo, Hening Widi, 2006, Analisis Faktor Ruangan yang Berpengaruh terhadap Nilai Tanah Perkotaan, Jurnal Ekonomi Pembangunan, Vol.11 No.3, hlm Prasetya, Nararya Adi dan Sunaryo, PM. Broto, 2013, Faktor-Faktor Yang mempengaruhi Harga Lahan Di Kawasan Banjarsari Kelurahan Tembalang, Semarang, Teknik PWK; Vol. 2; No. 2 Setiawan, M. Ikhsan, 2006, Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perubahan Nilai Tanah dan Bangunan pada Suatu Properti (Kasus: Perumahan Galaxi Bumi Permai, Surabaya), NEUTRON, Vol.6, No.2, Agustus 2006: Siregar, Doli,2004, Manajemen Aset, Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama Sugianto, 2004, Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Harga Tanah di Sekitar Tempat Pembuangan Akhir Sampah Sitimulyo Kabupaten Bantul, Jurnal Survey & Penilaian Properti, Vol. 47 Supardi, Untung, Materi kuliah Penilaian Aset dan Properti, MEP UGM,
9 Sutawijaya, Adrian, 2004, Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Nilai Tanah Sebagai Dasar Penilaian Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) PBB di Kota Semarang, Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. 9 No. 1, Juni 2004 Hal: Undang-Undang Pokok Perbankan No. 7 tahun 1992 jo UU No. 10 tahun Penilaianproperti.blogspot.com Pedoman Daftar Kebutuhan Pemeliharaan Barang (DBPB),Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementrian Keuangan Republik Indonesia,
10 LAMPIRAN-LAMPIRAN 10
LAPORAN AKHIR PENELITIAN PRODI
Nama Rumpun Ilmu : EKONOMI LAPORAN AKHIR PENELITIAN PRODI ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NILAI TANAH DI KECAMATAN DEPOK, KABUPATEN SLEMAN, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Oleh: Muchamad Imam Bintoro,SE.,M.Sc.
BAB I PENGANTAR. 1.1 Latar Belakang. sebagai contoh adalah pihak pengembang dan penilai aset (appraisal)
BAB I PENGANTAR 1.1 Latar Belakang Nilai tanah merupakan informasi yang penting untuk keputusan manajemen baik sektor pemerintah maupun swasta.pemerintah, sebagai contoh adalah Pemerintah daerah, membutuhkan
WALIKOTA PROBOLINGGO
WALIKOTA PROBOLINGGO SALINAN PERATURAN WALIKOTA PROBOLINGGO NOMOR 28 TAHUN 2009 TENTANG PETUNJUK TEKNIS KREDIT MODAL KERJA BAGI USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH KOTA PROBOLINGGO WALIKOTA PROBOLINGGO, Menimbang
BAB I PENDAHULUAN. (UMKM) dalam pertumbuhan perekonomian suatu negara sangat penting. Ketika
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Peran Usaha Mikro Kecil Menengah atau yang lebih dikenal dengan (UMKM) dalam pertumbuhan perekonomian suatu negara sangat penting. Ketika krisis ekonomi terjadi di
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pelaku bisnis di Indonesia sebagian besar adalah pelaku usaha mikro, kecil
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pelaku bisnis di Indonesia sebagian besar adalah pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Peranan UMKM di Indonesia sangat penting sebagai penggerak ekonomi yang
Analisa Nilai Agunan Rumah Tinggal di Medokan Asri Utara XII Surabaya
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 2, No. 2, (2013) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) C-67 Analisa Nilai Agunan Rumah Tinggal di Medokan Asri Utara XII Surabaya Shahara Nur Laila dan Christiono Utomo Jurusan Teknik
LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
No.274, 2012 LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA PERBANKAN. BI. Kredit. Pembiayaan. Bank Umum. Pengembangan Usaha. Mikro. (Penjelasan Dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5378) PERATURAN
BAB I PENDAHULUAN. dibandingkan usaha yang tergolong besar (Wahyu Tri Nugroho,2009:4).
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pertengahan tahun 1997 terjadi krisis ekonomi yang menyebabkan perekonomian Indonesia terpuruk. Fenomena yang menggambarkan hal ini yaitu tingginya tingkat inflasi,
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Kerja Praktek. Mayoritas usaha yang ada di Indonesia adalah usaha kecil yang dikelola
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kerja Praktek Mayoritas usaha yang ada di Indonesia adalah usaha kecil yang dikelola secara perorangan yang disebut UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah). Menurut
Tabel 1. Perkembangan Nilai Produk Domestik Bruto (PDB) Menurut Skala Usaha Tahun Atas Dasar Harga Konstan 2000
1.1. Latar Belakang I. PENDAHULUAN Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu pilar perekonomian yang sangat berpotensi untuk mendorong laju pertumbuhan ekonomi dan pembangunan nasional.
INDAH FITRIANA RUSDIANTI NIM
EFEKTIVITAS PROGRAM KREDIT USAHA MIKRO (KUM) BANK SYARIAH MANDIRI (BSM) DAN DAMPAKNYA PADA KESEMPATAN KERJA DAN PENDAPATAN USAHA MIKRO KECIL MENENGAH (UMKM) DI KOTA DENPASAR Oleh: INDAH FITRIANA RUSDIANTI
PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 14/ 22 /PBI/2012 TENTANG
PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 14/ 22 /PBI/2012 TENTANG PEMBERIAN KREDIT ATAU PEMBIAYAAN OLEH BANK UMUM DAN BANTUAN TEKNIS DALAM RANGKA PENGEMBANGAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH DENGAN RAHMAT TUHAN
ANALISIS NILAI AGUNAN RUMAH TINGGAL JL. SEMOLOWARU SELATAN XII SURABAYA
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 1, (2014) 1-1 1 ANALISIS NILAI AGUNAN RUMAH TINGGAL JL. SEMOLOWARU SELATAN XII SURABAYA I Made Dwiyanta Putra, I Putu Artama Wiguna Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik
BAB I PENDAHULUAN. sektor tersebut mempunyai andil dalam menambah devisa negara dan
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia mempunyai 9 (sembilan) sektor perekonomian. Kesembilan sektor tersebut mempunyai andil dalam menambah devisa negara dan kesembilan sektor tersebut antara
BAB I PENDAHULUAN. kekurangan dalam banyak hal. Baik itu dari segi pemerintahan, pendidikan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia saat ini menjadi negara yang masih tergolong miskin dan kekurangan dalam banyak hal. Baik itu dari segi pemerintahan, pendidikan maupun ekonomi. Permasalahan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Sebagai negara yang sedang berkembang, Indonesia sekarang ini
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sebagai negara yang sedang berkembang, Indonesia sekarang ini tengah melaksanakan pembangunan di berbagai bidang terutama perekonomian. Pembangunan perekonomian Indonesia
TINJAUAN HUKUM MENGENAI JUAL BELI RUMAH DENGAN OPER KREDIT (Studi Kasus Putusan Nomor : 71/Pdt.G/2012/PN.Skh) Oleh : NOVICHA RAHMAWATI NIM.
TINJAUAN HUKUM MENGENAI JUAL BELI RUMAH DENGAN OPER KREDIT (Studi Kasus Putusan Nomor : 71/Pdt.G/2012/PN.Skh) Oleh : NOVICHA RAHMAWATI NIM. 12100022 ABSTRAK Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana
I. PENDAHULUAN. bentuk investasi kredit kepada masyarakat yang membutuhkan dana. Dengan
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Fungsi pokok bank sebagai lembaga intermediasi sangat membantu dalam siklus aliran dana dalam perekonomian suatu negara. Sektor perbankan berperan sebagai penghimpun dana
RANCANGAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) MATA KULIAH: DASAR-DASAR PENILAIAN ASET DAN PROPERTI
RANCANGAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) MATA KULIAH: DASAR-DASAR PENILAIAN ASET DAN PROPERTI Nama : Sudibyanung Institusi : Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional Program Studi : Diploma IV Pertanahan 1 RANCANGAN
BAB I PENDAHULUAN. bagi perusahaan, baik yang baru berdiri maupun yang sudah
i BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan berkembangnya perekonomian dan dunia usaha, masyarakat semakin banyak yang ingin memulai usaha baik dalam bidang jasa maupun dagang. Semakin banyak
BAB I PENDAHULUAN. Dewasa ini perkembangan dunia ekonomi di Indonesia semakin meningkat. Hal ini tidak
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Dewasa ini perkembangan dunia ekonomi di Indonesia semakin meningkat. Hal ini tidak terlepas dari peran semakin meningkatnya sektor usaha mikro, kecil dan
BAB 1 PENDAHULUAN. bentuk simpanan, dan menyalurkan kepada masyarakat dalam bentuk kredit atau
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dunia perbankan sudah tidak asing lagi ditelinga penduduk Indonesia, banyak hal terlintas ketika mendengar produk perbankan salah satunya adalah pinjaman atau kredit.
PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA BERBASIS MASYARAKAT
LAPORAN KKN TEMATIK PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA BERBASIS MASYARAKAT Dilaksanakan oleh : Ir. Mandiyo Priyo, MT. Ir. As at Pujianto, MT. LOKASI PELAKSANAAN : DUSUN : KALIMANJUNG KELURAHAN : AMBARKETAWANG
PENGARUH LABA USAHA DAN NILAI JAMINAN KREDIT TERHADAP KEPUTUSAN PEMBERIAN KREDIT INVESTASI
PENGARUH LABA USAHA DAN NILAI JAMINAN KREDIT TERHADAP KEPUTUSAN PEMBERIAN KREDIT INVESTASI di PT.BANK RAKYAT INDONESIA(PERSERO)Tbk. KANTOR CABANG SIDOARJO SKRIPSI Diajukan oleh : Moch. Adam Sudharta 0513315044/FE/EA
PERAN KELEMBAGAAN PERBANKAN DALAM PENGEMBANGAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH NASIONAL BANK MANDIRI
PERAN KELEMBAGAAN PERBANKAN DALAM PENGEMBANGAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH NASIONAL POKOK BAHASAN I II KONDISI UMKM PERBANKAN KOMITMEN III POLA PEMBIAYAAN UMKM IV KESIMPULAN I KONDISI UMKM PERBANKAN
FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RESIKO KREDIT MACET PADA KOPERASI JASA KEUANGAN SYARIAH (KJKS) AMANAH UMMAH SURABAYA
1 FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RESIKO KREDIT MACET PADA KOPERASI JASA KEUANGAN SYARIAH (KJKS) AMANAH UMMAH SURABAYA SKRIPSI diajukan untuk memenuhi sebagai persyaratan memperoleh Gelar Sarjana pada
MEMBANGUNN KONSEP MODAL MANUSIAA YANG BERPERAN BAGI KINERJA USAHAA
LAPORAN HASIL PENELITIAN MEMBANGUNN KONSEP MODAL MANUSIAA YANG BERPERAN BAGI KINERJA USAHAA Oleh Drs. M. Farid Wajdi, MM. Ph.D. Muzakar Isa, SE. M.Si Dibiayai Sesuai dengan Surat Perjanjian Hibah Penelitian
BAB I PENDAHULUAN. tersebut dapat dijadikan penyelamatan untuk kelancaran usaha bank.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bank dan Lembaga Keuangan (LK) memegang peranan penting dalam penyediaan dana untuk proyek dalam bentuk pinjaman. Agunan merupakan hal yang paling diutamakan untuk
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Bank sebagai lembaga keuangan merupakan institusi penting dalam
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bank sebagai lembaga keuangan merupakan institusi penting dalam menopang kegiatan perekonomian masyarakat. Pengertian bank menurut Suhardjono adalah lembaga keuangan
PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR : 7/39/PBI/2005 TENTANG PEMBERIAN BANTUAN TEKNIS DALAM RANGKA PENGEMBANGAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH
PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR : 7/39/PBI/2005 TENTANG PEMBERIAN BANTUAN TEKNIS DALAM RANGKA PENGEMBANGAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH GUBERNUR BANK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa usaha mikro, kecil
BAB I PENDAHULUAN. dalam dunia perbankan saat ini menyebabkan banyak bank bank mengeluarkan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan dan peningkatan jasa pelayanan perbankan dari tahun ke tahun menjadi perhatian masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari ketatnya persaingan dalam
Analisa Nilai Agunan Rumah Tinggal Jl. Gebang Lor No.62 Surabaya
1 Analisa Agunan Rumah Tinggal Jl. Gebang Lor No.62 Surabaya Mochammad Zainuri dan Christiono Utomo Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Dunia perbankan merupakan salah satu lembaga keuangan yang mempunyai
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dunia perbankan merupakan salah satu lembaga keuangan yang mempunyai nilai strategis dalam kehidupan perekonomian suatu Negara. Menurut ketentuan Undang-undang
BAB I PENDAHULUAN. Pembangunan nasional bertujuan untuk mewujudkan masyarakat adil dan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembangunan nasional bertujuan untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur yang merata material dan spiritual berdasarkan Pancasila dan Undang- Undang Dasar
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN CUSTOMER SERVICE TERHADAP KEPUASAN DAN LOYALITAS NASABAH PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH BALI KANTOR CABANG BADUNG
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN CUSTOMER SERVICE TERHADAP KEPUASAN DAN LOYALITAS NASABAH PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH BALI KANTOR CABANG BADUNG Oleh : ESHA PANJI ARDHANA NIM : 1206023017 Tugas Akhir Studi ini
LAPORAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT SPEECH CONTEST ADJUDICATORS
LAPORAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT SPEECH CONTEST ADJUDICATORS Pemateri: Ika Wahyuni Lestari, M.Hum NIDN. 0511068603 Evi Puspitasari, M.Hum NIDN. 0531038701 PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS FAKULTAS PENDIDIKAN
BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA
BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA PERATURAN KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2008 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PROGRAM PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO DAN KECIL MELALUI
BAB I PENDAHULUAN. arah peningkatan taraf hidup masyarakat. sangat vital, seperti sebuah jantung dalam tubuh manusia.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perkembangan ekonomi nasional dewasa ini menunjukkan arah yang semakin menyatu dengan ekonomi regional dan internasional yang dapat menunjang sekaligus berdampak kurang
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. sebelumnya, maka dapat menyimpulkan beberapa hal. Selain itu juga memberikan
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan serangkaian penelitian yang telah dijelaskan di dalam bab-bab sebelumnya, maka dapat menyimpulkan beberapa hal. Selain itu juga memberikan saran untuk Bank BTN Cabang
BAB I PENDAHULUAN. kebutuhannya seperti modal untuk membangun usaha, untuk. membesarkan usaha, untuk membangun rumah atau untuk mencukupi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang masalah Seiring berkembangnya perekonomian suatu negara, maka akan semakin banyak lembaga keuangan yang berdiri. Lembaga keuangan ini sangat berpengaruh besar terhadap
2 Kredit atau Pembiayaan Properti dan Uang Muka untuk Kredit atau Pembiayaan Kendaraan Bermotor; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tent
LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.141, 2015 PERBANKAN. BI. Rasio. Loan To Value. Financing To Value. Pencabutan. (Penjelasan Dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5706). FPERATURAN
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI REALISASI KREDIT USAHA RAKYAT (KUR) STUDI KASUS USAHA AGRIBISNIS DI BRI UNIT TONGKOL, JAKARTA
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI REALISASI KREDIT USAHA RAKYAT (KUR) STUDI KASUS USAHA AGRIBISNIS DI BRI UNIT TONGKOL, JAKARTA SKRIPSI EKO HIDAYANTO H34076058 DEPARTEMEN AGRIBISNIS FAKULTAS EKONOMI DAN
STUDI KELAYAKAN USAHA TERNAK SAPI PERAH RAKYAT DI WILAYAH KABUPATEN BOGOR OLEH AGITA KIRANA PUTRI H
STUDI KELAYAKAN USAHA TERNAK SAPI PERAH RAKYAT DI WILAYAH KABUPATEN BOGOR OLEH AGITA KIRANA PUTRI H14104071 DEPARTEMEN ILMU EKONOMI FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2008 RINGKASAN
LAPORAN PENELITIAN SKIM PENELITIAN DOSEN MADYA
PENELITIAN INTERNAL Kode/Nama Rumpun Ilmu : 579/Manajemen Keuangan LAPORAN PENELITIAN SKIM PENELITIAN DOSEN MADYA ANALISIS KESEHATAN KOPERASI SIMPAN PINJAM BERDASARKAN ASPEK PERMODALAN, MANAJEMEN, LIKUIDITAS,
BAB I PENDAHULUAN. Berdasarkan intensitasnya, kebutuhan manusia dibagi menjadi 3 (tiga) yaitu
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Berdasarkan intensitasnya, kebutuhan manusia dibagi menjadi 3 (tiga) yaitu Kebutuhan Primer, Kebutuhan Sekunder, dan Kebutuhan Tersier. Kebutuhan Primer merupakan kebutuhan
PELAKSANAAN PEMBERIAN KREDIT USAHA RAKYAT SKALA MIKRO PADA BANK TABUNGAN NEGARA CABANG SURABAYA RANGKUMAN TUGAS AKHIR
PELAKSANAAN PEMBERIAN KREDIT USAHA RAKYAT SKALA MIKRO PADA BANK TABUNGAN NEGARA CABANG SURABAYA RANGKUMAN TUGAS AKHIR Oleh : YENI RAHMA MEI SAPUTRI NIM : 2012110486 SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI PERBANAS
MANUAL PROSEDUR PENELITIAN MANDIRI
MANUAL PROSEDUR PENELITIAN MANDIRI BADAN PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA 2017 PENELITIAN MANDIRI Badan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
BAB I PENDAHULUAN. di Indonesia terdapat sekitar 57,9 juta pelaku UMKM dan diperkirakan akan semakin
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Pertumbuhan pelaku usaha industri UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) Indonesia termasuk paling banyak di antara negara lainnya. Saat ini populasi penduduk dengan usia
MANUAL PROSEDUR PENGABDIAN MASYARAKAT MANDIRI
MANUAL PROSEDUR PENGABDIAN MASYARAKAT MANDIRI BADAN PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA 2017 PENGABDIAN MASYARAKAT MANDIRI Badan Penelitian dan
PERATURAN DIREKSI LEMBAGA PENGELOLA DANA BERGULIR KOPERASI DAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH NOMOR 009/PER/LPDB/2011 T E N T A N G
KEMENTERIAN KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH R.I. LEMBAGA PENGELOLA DANA BERGULIR KOPERASI DAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH ( LPDB-KUMKM ) PERATURAN DIREKSI LEMBAGA PENGELOLA DANA BERGULIR KOPERASI
BAB I PENDAHULUAN. bank sedangkan memberikan jasa bank lainnya hanya kegiatan pendukung. Kegiatan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pengertian bank menurut UU Perbankan No. 10 Tahun 1998 Tentang Perbankan adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkan
I. PENDAHULUAN. pembangunan nasional pada umumnya dan pertumbuhan ekonomi pada. masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan berperan dalam
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Usaha kecil merupakan bagian integral dunia usaha nasional yang mempunyai kedudukan, potensi dan peran yang sangat penting dalam mewujudkan pembangunan nasional pada umumnya
LAPORAN PENELITIAN HIBAH BERSAING
LAPORAN PENELITIAN HIBAH BERSAING PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN PAI DENGAN PENDEKATAN SOCIAL EMOTIONAL LEARNING (SEL) UNTUK MEMBENTUK KARAKTER DAN AKHLAK MULIA SISWA SEKOLAH DASAR DI PROPINSI DIY Tahun
BAB I PENDAHULUAN. perbankan. Sektor perbankan memiliki peran sangat vital antara lain sebagai
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan perekonomian nasional senantiasa bergerak cepat terutama setelah krisis 1997. Adanya perkembangan tersebut diperlukan berbagai penyesuaian kebijakan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul Perkembangan dunia usaha di era sekarang semakin meningkat seiring dengan perkembangan jaman. Melihat perkembangan dunia usaha yang banyak bermunculan
BAB I PENDAHULUAN. Industri properti di Indonesia walaupun mengalami guncangan pada tahun
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Industri properti di Indonesia walaupun mengalami guncangan pada tahun 2015, tahun 2016 ini diproyeksikan bisa bertumbuh sekitar 6-7%. Menurut Eddy (2016), perwakilan
PENGEMBANGAN MODEL PELATIHAN AKUNTANSI DALAM UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI KEUANGAN PADA PELAKU USAHA MIKRO,KECIL dan MENENGAH (UMKM) DI PONOROGO
PENGEMBANGAN MODEL PELATIHAN AKUNTANSI DALAM UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI KEUANGAN PADA PELAKU USAHA MIKRO,KECIL dan MENENGAH (UMKM) DI PONOROGO KHUSNATUL ZULFA WAFIROTIN 1), HADI SUMARSONO 2) Fakultas
BAB I PENDAHULUAN. bisnis dalam hal penyediaan dana. Bank dalam bahasa itali adalah banca yang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Sejak kehadirannya pada abad ke-14, lembaga keuangan melahirkan pengaruh positif bagi perekonomian di suatu Negara tidak terkecuali bagi Indonesia, semua
PEMERINTAH KABUPATEN SUKOHARJO
PEMERINTAH KABUPATEN SUKOHARJO PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUKOHARJO NOMOR 8 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUKOHARJO NOMOR 22 TAHUN 2007 TENTANG PERUSAHAAN DAERAH BADAN KREDIT
DAFTAR PUSTAKA. Antonio, MS Bank Syariah : Dari Teori ke Praktik. Gema Insani Press, Jakarta
DAFTAR PUSTAKA Antonio, MS. 2001. Bank Syariah : Dari Teori ke Praktik. Gema Insani Press, Jakarta Aziz, MA. 2004. Penanggulangan Kemiskinan Melalui POKUSMA dan BMT. PINBUK Press, Jakarta Bintoro, 2003.
KREDIT TANPA JAMINAN
KREDIT TANPA JAMINAN ( Studi Tentang Pola Pemberian Kredit Tanpa Jaminan Di PT. Bank Rakyat Indonesia ( Persero ) Tbk. ) SKRIPSI Disusun dan Diajukan Untuk Melengkapi Tugas - Tugas dan Syarat Syarat Guna
PROSEDUR PEMBERIAN KREDIT PEMILIKAN RUMAH (KPR) PADA PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH BALI KANTOR CABANG BADUNG
PROSEDUR PEMBERIAN KREDIT PEMILIKAN RUMAH (KPR) PADA PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH BALI KANTOR CABANG BADUNG Oleh : I GEDE ARYA WIBAWA NIM : 1206023001 Tugas Akhir Studi ini ditulis untuk memenuhi sebagian
ANALISA PENGGUNAAN TERTINGGI DAN TERBAIK PADA LAHAN PASAR TUNJUNGAN DI SURABAYA
ANALISA PENGGUNAAN TERTINGGI DAN TERBAIK PADA LAHAN PASAR TUNJUNGAN DI SURABAYA ADE FARIANTO PUTRA 1, I PUTU ARTAMA WIGUNA 2, FARIDA RACHMAWATI 3 1 Mahasiswa S2 Manajemen Proyek, FTSP, Institut Teknologi
BAB I PENDAHULUAN. fungsi intermediary yaitu menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang PT Bank Rakyat Indonesia ( Persero ) Tbk atau dikenal dengan nama bank BRI merupakan salah satu BUMN yang bergerak dalam bidang perbankan mempunyai fungsi intermediary
2011, No Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286); 3. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Per
No.390, 2011 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN KEUANGAN. Piutang Instansi Pemerintah Penyelesaian. Prosedur. PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 98/PMK.06/2011 TENTANG PENYELESAIAN
BAB III BERBAGAI KEBIJAKAN UMKM
BAB III BERBAGAI KEBIJAKAN UMKM Usaha Kecil dan Mikro (UKM) merupakan sektor yang penting dan besar kontribusinya dalam mewujudkan sasaran-sasaran pembangunan ekonomi nasional, seperti pertumbuhan ekonomi,
SKRIPSI. Oleh : NOVANDRI PRAM ADITYA
STRATEGI PENGEMBANGAN INKUBATOR BISNIS (Studi Pada Inkubator Bisnis Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur) SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi sebagai persyaratan
BAB I PENDAHULUAN. inovatif dalam mengembangkan dan memperoleh sumber-sumber dana. baru. Dengan liberalisasi perbankan tersebut, sektor perbankan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Lembaga perbankan, seperti juga lembaga perasuransian, dana pensiun, dan pegadaian merupakan suatu lembaga keuangan yang menjembatani antara pihak yang berkelebihan
BAB I PENDAHULUAN. Usaha Kecil Menengah (UKM) sudah berperan besar dalam. menyediakan lapangan kerja. Meskipun peranan UKM dalam perekonomian
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Usaha Kecil Menengah (UKM) sudah berperan besar dalam perekonomian Indonesia sejak dahulu. Hal ini semakin dirasakan ketika krisis ekonomi melanda Indonesia, dimana
BAB 1 PENDAHULUAN. bank di suatu Negara dapat dijadikan tolak ukur kemajuan Negara tersebut.
1 BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Peran Bank sangat besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Semua sektor usaha baik sektor industri, perdagangan, pertanian, perkebunan, jasa
