Tambang Batu Hijau, Indonesia
|
|
|
- Hadi Susman
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Tambang Batu Hijau, Indonesia Laporan Naratif Konteks Batu Hijau adalah tambang terbuka di Indonesia dengan komoditas utama berupa tembaga dan emas dengan sejumlah kecil perak. Terletak di Kabupaten Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat, tambang ini pertama kali ditemukan di tahun 1990 dan mulai berproduksi di akhir tahun Hingga tahun 2015, tambang ini telah memproduksi 7,3 miliar pon tembaga dan 7,1 juta ons emas dengan 5,4 miliar pon tembaga dan 5,6 juta ons emas cadangan terbukti. 1 Batu HIjau adalah penghasil tembaga terbesar kedua di Indonesia. Dioperasikan oleh PT Newmont Nusa Tenggara ( PTNNT ) melalui Kontrak Karya Generasi ke-4. PTNNT sendiri dimiliki oleh: - Newmont Mining Corporation 31,5% - Sumitomo 2 24,5% - PT Multi Daerah Bersaing 24% - PT Pukuafu Indah 17,8% - PT Indonesia Masbaga Investama 2,2% Tambang Batu HIjau kini tengah melalui proses renegosiasi kontrak dengan poin-poin meliputi perubahan tarif royalti, wilayah pertambangan, divestasi dan kewajiban pembangunan fasilitas smelter. Tambang ini berkontribusi hingga 12% pendapatan ekonomi provinsi (termasuk tiga penyumbang terbesar). Dengan adanya mekanisme Dana Bagi Hasil, tambang ini menyokong lebih dari 50% Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Sumbawa Barat. 3 Tambang ini juga mempekerjakan lebih dari 4000 karyawan, yang mana lebih dari 90% diantaranya merupakan pekerja lokal. 4 Ringkasan Eksekutif Batu Hijau adalah penghasil tembaga terbesar kedua di Indonesia, dioperasikan oleh Newmont Nusa Tenggara melalui KK Generasi ke-4. Ditemukan di tahun Mulai berproduksi di akhir tahun Hingga tahun 2015, Batu Hijau telah memproduksi 7,3 miliar pon tembaga dan 7,1 juta ons emas. Di akhir tahun 2015, cadangan terbukti dan terkira mencapai 5,4 miliar pon tembaga dan 5,5 juta ons emas. Produksi menurun pada karena pengembangan fase 6 dan penghentian operasi sementara di tahun 2014 akibat larangan eskpor. Bahkan dengan ini dan jatuhnya harga tembaga, tambang Batu Hijau memiliki IRR setelah pajak yang relatif tinggi, yakni 17%. 1 Laporan Tahunan Newmont, Bersama dengan perusahaan Jepang lainnya 3 Badan Pusat Statistik,
2 Asumsi Kami secara terpisah menyusun model untuk produksi tembaga dan emas, penjualan, dan pendapatan dan melakukan rekonstruksi produksi, harga realisasi dan biaya tambang dengan menggunakan informasi publik yang tersedia, utamanya berasal dari laporan Nusa Tenggara Partnership V.O.F-entitas bersama Newmont dan Sumitomo yang memiliki saham di Batu Hijau. Kami mencatat bahwa Batu Hijau memasuki fase pengembangan baru di tahun Meski proses ini telah selesai di tahun 2014, PTNNT melakukan penghentian sementara operasi pada Juni 2014 akibat larangan ekspor mineral mentah. Operasi penambangan kembali dimulai pada September 2014 setelah PTNNT mendapatkan izin ekspor konsentrat dari pemerintah Indonesia. Hal ini berdampak pada rendahnya produksi Batu Hijau pada tahun 2011 hingga 2014, yang mana dapat dilihat di gambar 4. Karena tidak adanya perkiraan produksi untuk sisa umur tambang, kami mengasumsikan produksi terus berjalan dengan tingkat produksi yang sama dengan tahun 2015 hingga tahun 2026 dan berhenti ketika total produksi dari tahun 2016 ke depan sesuai dengan angka cadangan terbukti dan terkira (proven and probable reserves) di tahun Dengan demikian total umur tambang mencapai 28 tahun (17 tahun sampai saat ini dan 11 tahun yang tersisa). Pengguna dapat mengganti asumsi perkiraan ini pada dashboard model. Juga terdapat kemungkinan produksi akan berlanjut lebih lama jika pada masa yang akan datang sumber daya mineral dikonversi menjadi cadangan. Tabel 1. Asumsi Parameter Ekonomi Parameter Ekonomi Umur tambang (LOM) 28 tahun (tambang berhenti operasi di tahun 2026) Profil produksi (LOM) Perkiraan harga Biaya 12,7 miliar pon tembaga dengan 5,4 miliar pon cadangan tersisa (2015). Produksi yang akan datang diasumsikan konstan pada angka 494 juta pon per tahun. 12,6 juta ons emas dengan 5,6 juta ons cadangan tersisa (2015). Produksi yang akan datang diasumsikan konstan pada angka 500 ribu ons per tahun. $2,50 per pon harga tembaga konstam (IMF WEO Copper) $1.476 per ons harga emas (dihitung dari rasio harga emas dan tembaga pada Desember 2016 yang diamati pada Oktober 2016) $87 juta biaya eksplorasi $2,48 miliar biaya pengembangan $1,59 miliar sustaining capital $286 juta biaya pasca tambang $10,58 miliar biaya operasi selama umur tambang $15,02 miliar total biaya (Laporan Tahunan Newmont)
3 Rezim fiskal secara garis besar diatur dalam kontrak karya, namun perubahan terjadi di tahun 2014 sebgai dampak dari renegosiasi kontrak. Perusahaan menyepakati kenaikan tarif royalti. Selain itu, pemerintah Indonesia juga mengeluarkan kebijakan ekspor baru di tahun 2014 untuk mendukung kebijakan hilirisasi. Melalui kebijakan ini, perusahaan dilarang melakukan ekspor mineral mentah. Perusahaan juga harus mendapatkan izin ekspor dari pemerintah serta membayar bea ekspor yang tarifnya tergantung pada kemajuan pembangunan smelter untuk dapat melakukan ekspor konsentrat. Kami menyusun model tambang Batu Hijau dari perspektif PTNNT tanpa mempertimbangkan pengaturan pembiayaan yang kompleks antara sejumlah pemegang saham. Karenanya, kami menyusun model tambang ini seolah hanya memiliki satu pemilik yang menyediakan seluruh investasi yang dibutuhkan dalam bentuk ekuitas. Kami bermaksud memperluas model ini dengan memasukkan aspek pembiayaan, mengingat hal ini dapat mempengaruhi penerimaan negara yang ditaksir oleh model akibat pengurangan biaya pendanaan. Tabel 2. Asumsi Rezim Fiskal Rezim Fiskal Tarif royalti Royalti tambahan untuk ekspor tembaga 1,7% royalti tembaga (hingga 2014); 4% royalti tembaga (2015 dst.) 1 hingga 2% royalti emas, tergantung harga (hingga 2014); 3,75% royalti emas (2015 dst.) Tarif royalti dua kali lipat untuk ekspor tembaga Bea ekspor Pajak pendapatan 35% Pemotongan pajak dividen Penyusutan aset 0 hingga 7,5%, tergantung kemajuan pembangunan smelter (diberlakukan mulai 2014) 15% untuk WP dalam negeri dan 10% untuk WP luar negeri, Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda (P3B) diberlakukan 25% saldo menurun (declining balance) Temuan Model ini menunjukkan kesesuaian antara harga acuan tembaga dan emas 5 dengan harga aktual, harga realisasi yang dilaporkan gap hanya 1,1% dan 0,6% untuk tembaga dan emas untuk penjualan aktual hingga saat ini. Akan tetapi, gap cukup fluktuatif dari tahun ke tahun, karenanya membutuhkan diskusi dan analisa lebih lanjut. (Gambar 1) 5 London Metals Exchange (LME) untuk tembaga dan World Gold Council untuk emas.
4 Model ini juga menghasilkan nilai pendapatan yang konsisten dengan pendapatan aktual yang dilaporkan (Gambar 2). Akan tetapi, rekonsiliasi lebih lanjut diperlukan untuk menyelesaikan diskrepansi dan memastikan diskrepansi tersebut tidak berasal dari kesalahan interpretasi volume penjualan atau harga realisasi. Namun keseluruhan diskrepansi antara pendapatan aktual yang dilaporkan dan pendapatan model hanya 0,4% yang mengindikasikan bahwa model secara akurat menyusun kembali pendapatan yang dilaporkan. Bahkan dengan jatuhnya harga tembaga baru-baru ini, tambang Batu Hijau cukup ini menguntungkan dengan internal Rate of Return (IRR) sebelum fiskal mencapai 22,1% dan 17,1% setelah fiskal. Keuntungan (cashflow bersih sebelum pajak selama umur tambang) yang dihasilkan dari tambang Batu Hijau dibagi antara pemerintah dan perusahaan dengan proporsi 48% untuk pemerintah dan 52% untuk perusahaan. Pemerintah mendapatkan 12,4 miliar dolar cashflow bersih hingga penutupan tambang di tahun 2026, sementara perusahaan mendapatkan 13,5 miliar dolar cashflow bersih setelah pajak. Modal dan biaya operasi selama umur tambang mencapai 15,2 miliar dolar ditambah dengan 2,3 miliar dolar biaya pengolahan dan transportasi. Biaya pengolahan dan transportasi sendiri rata-rata mencapai 5,4% dari pendapatan kotor selama umur tambang dan menunjukkan fluktuasi dari tahun ke tahun, meskipun relatif lebih stabil dalam beberapa tahun terakhir. (Gambar 3) Isu menarik di sini adalah adanya kerugian akibat hedging yang dilaporkan oleh Newmont terkait tambang Batu Hijau sebesar 931 juta dolar dalam kurun waktu 2004 hingga Kami tidak memiliki informasi entitas Newmont mana yang menderita kerugian tersebut. Namun jika kami menempatkan kerugian ini sebagai biaya PTNNT (dilakukan melalui parameter pada dashboard di model), hal ini akan berdampak pada penurunan IRR setelah fiskal PTNNT dari 17,1% menjadi 16,1% juga bagian penerimaan negara, jika kerugian akibat hedging bersifat tax-deductible di Indonesia. 6 Pemerintah Indonesia akan kehilangan sekitar 388 juta dolar pajak pendapatan jika kerugian akibat hedging bersifat tax-deductible. Kami tidak mengetahui dengan pasti praktik bagaimana kerugian ini diperhitungkan, atau apakah kerugian ini menjadi faktor pengurang pajak pendapatan Indonesia, namun hal ini mengilustrasikan dampak material yang mungkin terjadi akibat transaksi tersebut. Menyadari resiko ini, banyak negara telah merevisi aturan fiskal mereka untuk tidak mengizinkan pengurangan kerugian akibat hedging terhadap keuntungan pertambangan. Perubahan tarif royalti yang mulai diberlakukan di tahun 2015 akan meningkatkan penerimaan royalti negara dibandingkan dengan tarif sebelumnya terlepas dari umur tambang yang lebih pendek. Hingga tahun 2015, pemerintah mendapatkan 455 juta dolar royalti dengan perkiraan royalti ke depan mencapai 1,2 miliar dolar. Kami melihat adanya gap penerimaan negara pada tahun sebagai dampak dari penurunan produksi akibat pengembangan fase ke-6 dan penghentian sementara 6 PWC, 2015
5 USD mn ekspor konsentrat sebelum perusahaan mendapatkan izin ekspor dari pemerintah pada September Grafik Actual realized prices versus benchmark 20% 15% 10% Rata-rata gap tembaga: 1.1% Rata-rata gap emas: -0.6% 5% 0% -5% % Copper actual realized price versus LME Gold actual realized price versus World Gold Council Gambar 1. Perbedaan (%) antara Harga Aktual dan Harga Acuan RECONCILIATION OF MODEL TO ACTUAL REVENUES 3,000 2,500 2,000 1,500 1, Total copper plus gold revenue per financial statements pre hedging & refining Total production revenue per model Percentage difference (right) 8% 6% 4% 2% 0% -2% -4% -6% Gambar 2. Rekonsiliasi Pendapatan (Model) dengan Pendapatan Aktual yang Dilaporkan Perusahaan
6 Refining and transportation cost as% of Copper revenues TREATMENT AND REFINING CHARGES 25% 20% 15% 10% 5% 0% Gambar 3. Biaya Pengolahan dan Transportasi Annual Government revenue (total $12,383 mn) 1, Total royalty paid Tax payable Total mining company dividend withholding tax Export duty paid Gambar 4. Profil Penerimaan Negara
7 Analisis Gap Informasi Perkiraan produksi untuk sisa umur tambang, idealnya dengan skenario alternatif. Asumsi produksi konstan tahunan bersifat artifisial dan mungkin melebih-lebihkan NPV dibandingkan dengan situasi dimana total produksi yang sama diproduksi dalam periode yang lebih lama. Hasil perhitungan model dibandingkan dengan pendapatan actual yang dilaporkan perusahaan. Dasar biaya pengolahan dan transportasi dan penjelasan dibalik fluktuasi biaya tersebut, khususnya pada tahun-tahun awal operasi tambang Batu Hijau. Informasi terkait proporsi ekspor. Kami mengasumikan persentase ekspor yang konstan untuk sisa umur tambang. Hal ini akan berdampak pada royalti tambahan dan/atau bea ekspor. Kejelasan terkait aturan fiskal juga diperlukan. Sebagai contoh, pemberlakuan royalti tambahan untuk ekspor dan apakah tarif tersebut berubah mengikuti renegosiasi kontrak. Juga dengan adanya kebijakan ekspor yang baru, perlu dipastikan apakah royalti tambahan untuk ekspor tembaga tetap berlaku bersama dengan bea ekspor, atau hanya salah satu. Laporan rekonsiliasi EITI (yang akan keluar di tahun 2017) berpotensi memperjelas situasi ini. Rekonsiliasi dengan EITI atau sumber publik lainnya terkait informasi penerimaan negara. Kolaborasi dengan pemerintah Indonesia mungkin diperlukan dalam hal ini.
Oleh Rangga Prakoso dan Iwan Subarkah
Oleh Rangga Prakoso dan Iwan Subarkah JAKARTA. PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) bersedia mencabut gugatan ke mahkamah arbitrase internasional jika pemerintah memberikan keringanan bea keluar. Kebijakan itu
BAB 3 OBJEK PENELITIAN
BAB 3 OBJEK PENELITIAN 3.1 Sejarah Pertambangan di Indonesia Pertambangan di Indonesia sudah ada dari zaman kesultanan, raja hindu, dan budha di Indonesia di masa lampau. Namun sejarah pencatatan akuntansi
Menimbang Manfaat PT Freeport bagi Indonesia. Indonesia Corruption Watch (ICW) Jakarta, 1 November 2011
Menimbang Manfaat PT Freeport bagi Indonesia Indonesia Corruption Watch (ICW) www.antikorupsi.org Jakarta, 1 November 2011 PT Freeport Indonesia (PTFI) Tahun 1967 Kontrak Karya antara Pemerintah dengan
PERBAIKAN IKLIM INVESTASI
PERBAIKAN IKLIM INVESTASI KEPASTIAN HUKUM & KEPASTIAN BERUSAHA Disajikan dalam rangka Energi Berkeadilan Untuk Kesejahteraan Rakyat Dan Investasi Berkelanjutan Ido H. Hutabarat Ketua Umum API / IMA Jakarta,
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, pit Batu Hijau berpotensi dikembangkan ke fase 7
Oleh: Ignasius Laya Berdasarkan hasil penyelidikan awal, pit Batu Hijau berpotensi dikembangkan ke fase 7 JAKARTA. PT Newmont Nusa Tenggara, anak usaha Newmont Mining Corporation, salah satu dari lima
DISAMPAIKAN PADA RAPAT KERJA MENTERI KEUANGAN DENGAN KOMISI XI DPR-RI
PENJELASAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA ATAS PEMBELIAN 7% SAHAM DIVESTASI PT NEWMONT NUSATENGGARA TAHUN 2010 OLEH PUSAT INVESTASI PEMERINTAH (PIP) DISAMPAIKAN PADA RAPAT KERJA MENTERI KEUANGAN DENGAN
BAB IX EVALUASI FINANSIAL
BAB IX EVALUASI FINANSIAL 9.1. PENDAHULUAN 1) Tujuan dari suatu usaha bisnis dalam ekonomi pasar bebas adalah memberikan pengembalian finansial (financial return) kepada para pemilk usaha, konsisten dengan
BAB I PENDAHULUAN. Indonesia juga mengalami peningkatan. Bertambahnya aset dan modal yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Era globalisasi yang makin berkembang telah membuka peluang dalam dunia bisnis semakin lebar dan luas. Aset dan modal yang dimiliki perusahaan di Indonesia juga mengalami
BAB III PERHITUNGAN DAN ANALISIS
BAB III PERHITUNGAN DAN ANALISIS Bab ini memuat input data dan hasil perhitungan rasio, pembandingan dengan rasio rata-rata industri tambang serta analisisnya. 3.1. Perhitungan Sebelum melakukan perhitungan
Trenggono Sutioso. PT. Antam (Persero) Tbk. SARI
Topik Utama Strategi Pertumbuhan Antam Melalui Penciptaan Nilai Tambah Mineral Trenggono Sutioso PT. Antam (Persero) Tbk. [email protected] SARI Undang-Undang No. 4 tahun 2009 tentang Pertambangan
Dini Hariyanti.
Dini Hariyanti [email protected] PEMERINTAH dalam hal ini Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara (Ditjen Minerba) mengakui pendataan di sektor pertambangan belum sepenuhnya tersusun berbasis teknologi
Indonesia for Global Justice (IGJ, Seri Diskusi Keadilan Ekonomi. Menguji Kedaulatan Negara Terhadap Kesucian Kontrak Karya Freeport, Kamis, 13 Juli
Indonesia for Global Justice (IGJ, Seri Diskusi Keadilan Ekonomi. Menguji Kedaulatan Negara Terhadap Kesucian Kontrak Karya Freeport, Kamis, 13 Juli 2017 Pasal 33 UUD 1945 : Bumi dan air dan kekayaan alam
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya sumber daya alam dan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya sumber daya alam dan mengakibatkan perkembangan pada sektor pertambangan seperti minyak dan gas bumi, mineral
JUMLAH ASET LANCAR
LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) KONSOLIDASI 30 September 2011 dan 31 Desember 2010 30 September 2011 31Desember 2010 ASET ASET LANCAR Kas dan setara kas 50948250925 80968763439 Investasi 1963117500 2016231750
BAB IV PEMBAHASAN. CV Scala Mandiri akan memperoleh beberapa manfaat, antara lain: 1. Dapat menyusun laporan keuangannya sendiri.
BAB IV PEMBAHASAN IV.1 Manfaat Implementasi SAK ETAP Dengan mengimplementasikan SAK ETAP di dalam laporan keuangannya, maka CV Scala Mandiri akan memperoleh beberapa manfaat, antara lain: 1. Dapat menyusun
Manajemen Keuangan. Perencanaan Keuangan Jangka Panjang Perusahaan. Basharat Ahmad. Modul ke: Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Program Studi Manajemen
Manajemen Keuangan Modul ke: Perencanaan Keuangan Jangka Panjang Perusahaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Basharat Ahmad Program Studi Manajemen www.mercubuana.ac.id Perencanaan Keuangan Berkaitan dengan
BAB I PENDAHULUAN. yang banyak menarik perhatian adalah book-tax differences yaitu perbedaan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Salah satu isu yang berkembang mengenai analisis peraturan perpajakan yang banyak menarik perhatian adalah book-tax differences yaitu perbedaan antara penghasilan
30 September 31 Desember Catatan
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 September 2012 dan 31 Desember 2011 30 September 31 Desember ASET ASET LANCAR Kas dan setara kas 2e, 4, 30, 33 59998597270 63710521871 Investasi 2c, 5, 30, 33 2068611000
BAB IV ANALISIS DAN PENILAIAN
BAB IV ANALISIS DAN PENILAIAN IV.1 Prinsip Perhitungan Keekonomian Migas Pada prinsipnya perhitungan keekonomian eksplorasi serta produksi sumber daya minyak dan gas (migas) tergantung pada: - Profil produksi
RANGKUMAN BAB 23 EVALUASI EKONOMI DARI PENGELUARAN MODAL (Akuntansi Biaya edisi 13 Buku 2, Karangan Carter dan Usry)
RANGKUMAN BAB 23 EVALUASI EKONOMI DARI PENGELUARAN MODAL (Akuntansi Biaya edisi 13 Buku 2, Karangan Carter dan Usry) BIAYA MODAL ( THE COST OF CAPITAL ) Biaya modal mewakili perkiraan tingkat pengembalian
PT Timah (Persero) Tbk Membukukan Laba Periode Berjalan Pada 30 September 2011 sebesar Rp 860 Miliar
PT Timah (Persero) Tbk Rilis Berita Untuk keterangan lebih lanjut hubungi: Abrun Abubakar, Sekretaris Korporat tel : +62 21 2352 8000 fax : + 62 21 344 4012 email: [email protected] www.timah.com PT
PT. CENTRIS MULTIPERSADA PRATAMA, Tbk
PT. CENTRIS MULTIPERSADA PRATAMA, Tbk Jakarta, 20 Juni 2014 1 DAFTAR ISI Profil perseroan Kegiatan Usaha Perseroan Kinerja Perseroan Januari Maret 2014 Laporan Posisi Keuangan Prospek Usaha Kejadian Penting
Pendapatan PT Timah (Persero) Tbk 2011 Sebesar 8.749,6 Milyar
UNTUK SEGERA DISIARKAN Untuk keterangan lebih lanjut hubungi: Abrun Abubakar, Sekretaris Korporat Telepon : +62 (21) 2352 8000 Faksimili : +62 (21) 344 4012 e-mail Website : [email protected] : www.timah.com
Kontribusi Ekonomi Nasional Industri Ekstraktif *) Sekretariat EITI
Kontribusi Ekonomi Nasional Industri Ekstraktif *) Sekretariat EITI *) Bahan disusun berdasarkan paparan Bappenas dan Kemen ESDM dalam Acara Sosialisasi EITI di Jogjakarta, Agustus 2015 2000 2001 2002
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Dalam penulisan skripsi ini, penulis telah melakukan pengamatan,
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN V.1 Kesimpulan Dalam penulisan skripsi ini, penulis telah melakukan pengamatan, perhitungan,dan pembahasan terhadap perhitungan pajak penghasilan yang dilakukan oleh Kondur Petroleum
BAB II LANDASAN TEORI. Akuntansi yang mengatur tentang aset tetap. Aset tetap adalah aset berwujud yang
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Penjelasan Umum Aset Tetap Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) no 16 adalah Standar Akuntansi yang mengatur tentang aset tetap. Aset tetap adalah aset berwujud yang
fax : + 62 PT 2010 mencata logam timah di LME Selama terendah ton. Produksi bijih timah tercatat halaman 1 dari 7
PT Timah (Persero) Tbk Rilis Berita Untuk keterangan lebih lanjut hubungi: Abrun Abubakar, Sekretaris Korporat tel : +62 21 2352 8000 fax : + 62 21 344 4012 email: [email protected] www.timah.com PT
BAB IV GAMBARAN UMUM PEREKONOMIAN INDONESIA. negara selain faktor-faktor lainnya seperti PDB per kapita, pertumbuhan ekonomi,
BAB IV GAMBARAN UMUM PEREKONOMIAN INDONESIA 4.1 Perkembangan Laju Inflasi di Indonesia Tingkat inflasi merupakan salah satu indikator fundamental ekonomi suatu negara selain faktor-faktor lainnya seperti
ANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN
ANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN Kinerja Unit Usaha Secara umum, kinerja unit-unit usaha Perseroan selama tahun 2014 baik, yang secara konsolidasi kinerja Perseroan mengalami peningkatan dibandingkan tahun
Modul ke: AKUNTANSI BIAYA SISTEM BIAYA DAN AKUMULASI BIAYA. Fakultas EKONOMI VENY, SE.MM. Program Studi AKUNTANSI.
Modul ke: AKUNTANSI BIAYA SISTEM BIAYA DAN AKUMULASI BIAYA Fakultas EKONOMI VENY, SE.MM Program Studi AKUNTANSI www.mercubuana.ac.id Bagian Isi Modul Modul menjelaskan arus biaya dalam perusahaan manufaktur,
BAB 2 TINJAUAN TEORETIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS. Myes dan Majluf Disebut sebagai pecking order theory karena teori ini
BAB 2 TINJAUAN TEORETIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS 2.1 Tinjauan Teoretis 2.1.1 Pecking Order Theory Pecking order theory adalah teori struktur modal yang di rumuskan oleh Myes dan Majluf 1984. Disebut sebagai
BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN. Perbandingan Perlakuan Akuntansi PT Aman Investama dengan
BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN IV.1 Perbandingan Perlakuan Akuntansi PT Aman Investama dengan Perlakuan Akuntansi SAK ETAP Setelah mendapatkan gambaran detail mengenai objek penelitian, yaitu PT Aman Investama.
BAB I PENDAHULUAN. Hasil tambang baik mineral maupun batubara merupakan sumber
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Hasil tambang baik mineral maupun batubara merupakan sumber daya alam yang tidak terbaharukan (non renewable) yang dikuasai negara, oleh karena itu pengelolaannya
Modul ke: MANAJEMEN KEUANGAN. Perencanaan keuangan. 4Fakultas EKONOMI. Program Studi AKUNTANSI
Modul ke: 4Fakultas VENY, EKONOMI MANAJEMEN KEUANGAN Perencanaan keuangan SE.MM Program Studi AKUNTANSI Bagian Isi Modul 1. Perencanaan Keuangan 2. Model-model Perencanaan Keuangan 3. Pendekatan Persentase
PT Timah (Persero) Tbk Menyampaikan Laporan Keuangan Tengah Tahunan Tahun 2012
Untuk keterangan lebih lanjut hubungi: Agung Nugroho, Sekretaris Perusahaan tel : + 62 2352 8000 fax : 62 21 3444012 email : [email protected] www.timah.com PT Timah (Persero) Tbk Menyampaikan Laporan
KONVERGENSI IFRS DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERPAJAKAN: Hasil Penelitian Komprehensif dan Terlengkap atas Seluruh PSAK pasca Konvergensi IFRS
FA_Konvergenc IFRS Cover.ai 1 10/10/2012 12:28:11 PM KONVERGENSI IFRS DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERPAJAKAN: Hasil Penelitian Komprehensif dan Terlengkap atas Seluruh PSAK pasca Konvergensi IFRS Penulis:
proses akuntansi yang dimaksudkan sebagai sarana mengkomunikasikan informasi keuangan terutama kepada pihak eksternal. Menurut Soemarsono
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Laporan Keuangan 1. Pengertian Laporan Keuangan Laporan keuangan adalah laporan berisi informasi keuangan sebuah organisasi. Laporan keuangan diterbitkan oleh perusahaan merupakan
30 September 2017 dan 31 Desember 2016 September 30, 2017 and December 31, 2016
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Consolidated Statements of Financial Position 30 September 2017 dan 31 Desember 2016 September 30, 2017 and December 31, 2016 30 September/ September 30, 2017 31 Desember/
UNTUK SEGERA DISIARKAN
UNTUK SEGERA DISIARKAN Untuk keterangan lebih lanjut hubungi: Agung Nugroho, Sekretaris Perusahaan telepon : +62 (21) 2352 8000 faksimili : +62 (21) 344 4012 e-mail : [email protected] website
BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN
BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN 4.1. Kebijakan Akuntansi Perusahaan Dalam Pelaksanaan pencatatan dan pelaporan keuangan perusahaan terdapat kebijakan akuntansi perusahaan yang diterapkan terhadap seluruh transaksi
Silabus CA Ikatan Akuntan Indonesia MANAJEMEN PERPAJAKAN. Jakarta, 23 June Christine Tjen, SE.Ak., M.Int.Tax,CA
Silabus CA Ikatan Akuntan Indonesia MANAJEMEN PERPAJAKAN Jakarta, 23 June 2016 Christine Tjen, SE.Ak., M.Int.Tax,CA Tujuan Pembelajaran Memahami konsep manajemen perpajakan Mengevaluasi aspek perpajakan
BAB I PENDAHULUAN. Indonesia merupakan negara yang kaya akan bahan galian (tambang). Bahan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Indonesia merupakan negara yang kaya akan bahan galian (tambang). Bahan galian itu, meliputi emas, perak, tembaga, minyak dan gas bumi ( Migas ), batubara,
1 Januari 2010/ 31 Desember 31 Desember 31 Desember (Disajikan kembali)
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 Desember 2011, 2010 dan 1 Januari 2010/ 31 Desember 2009 1 Januari 2010/ 31 Desember 31 Desember 31 Desember 2009 2011 2010 (Disajikan kembali) ASET ASET LANCAR
BAB I PENDAHULUAN. kepulauan Indonesia dengan jumlah yang sangat besar seperti emas, perak, nikel,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Permasalahan Indonesia memiliki sumber daya mineral yang tersebar di seluruh kepulauan Indonesia dengan jumlah yang sangat besar seperti emas, perak, nikel, timah hitam,
30 Juni 31 Desember
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 30 Juni 31 Desember ASET ASET LANCAR Kas dan setara kas 73102500927 63710521871 Investasi 2072565000 1964636608 Piutang usaha - setelah
BAB II KAJIAN PUSTAKA. Pengertian Pasar Modal. diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek. Pasar
6 BAB II KAJIAN PUSTAKA Landasan Teori Pengertian Pasar Modal Pasar modal merupakan kegiatan yang berhubungan dengan penawaran umum dan perdagangan efek, perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang
SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 226/PMK.07/2008 TENTANG ALOKASI DANA BAGI HASIL SUMBER DAYA ALAM PERTAMBANGAN UMUM TAHUN ANGGARAN 2008
Page 1 of 5 MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 226/PMK.07/2008 TENTANG ALOKASI DANA BAGI HASIL SUMBER DAYA ALAM PERTAMBANGAN UMUM TAHUN ANGGARAN 2008 MENTERI KEUANGAN,
BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Semakin berkembangnya zaman, semakin meningkat pula frekuensi kegiatan bisnis yang terjadi di berbagai negara. Perlu diragukan jika ada seseorang yang berpendapat
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Dalam menanamkan modalnya, investor akan mempertimbangkan dengan sebaik-baiknya ke perusahaan mana modal akan ditanamkan. Untuk itulah para investor memerlukan
PERKEMBANGAN TRIWULAN PEREKONOMIAN INDONESIA Keberlanjutan ditengah gejolak. Juni 2010
PERKEMBANGAN TRIWULAN PEREKONOMIAN INDONESIA Keberlanjutan ditengah gejolak Juni 2010 viii Ringkasan Eksekutif: Keberlanjutan di tengah gejolak Indonesia terus memantapkan kinerja ekonominya yang kuat,
Modal Dasar. Nilai Nominal
2. Analisis Internal Bab II Analisis Internal 2.1 Informasi Umum PT Arafura Surya Alam didirikan dengan nama PT Havilah Rezeki Alam berdasarkan Akta Notaris, Meondjiati Soegito, SH., No. 23 tanggal 19
Laba PT TIMAH (Persero) Tbk Naik sebesar 141% pada Laporan Keuangan s/d Kuartal III Tahun 2014
UNTUK SEGERA DISIARKAN Untuk keterangan lebih lanjut hubungi: Agung Nugroho, Sekretaris Perusahaan telepon : +62 (21) 23528000 faksimili : +62 (21) 3444012 e-mail : [email protected] website
BAB 1 PENDAHULUAN. Konsumsi penggunaan BBM (bahan bakar minyak) di Indonesia yang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Konsumsi penggunaan BBM (bahan bakar minyak) di Indonesia yang sudah melebihi jumlah produksi, mengakibatkan pemerintah harus mencari cara pemenuhan jumlah ketersediaan
BAB I PENDAHULUAN. dilakukan oleh perusahaan yang dilaporkan kepada pihak internal maupun
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Laporan keuangan merupakan hasil dari kegiatan operasional yang dilakukan oleh perusahaan yang dilaporkan kepada pihak internal maupun eksternal perusahaan.
Pernyataan ini dimaksudkan untuk meningkatkan mutu laporan keuangan yang disajikan sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan melalui:
0 0 PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN NO. (REVISI ) PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN Paragraf-paragraf yang dicetak dengan huruf tebal dan miring (bold italic) adalah paragraf standar, yang harus dibaca
Tentang Pemurnian dan Pengolahan Mineral di Dalam Negeri
Tentang Pemurnian dan Pengolahan Mineral di Dalam Negeri LATAR BELAKANG 1. Selama ini beberapa komoditas mineral (a.l. Nikel, bauksit, bijih besi dan pasir besi serta mangan) sebagian besar dijual ke luar
RINGKASAN ILUSTRASI ANDA (Pertanggungan Dasar, Pertanggungan Tambahan dan Alokasi Investasi)
Ilustrasi ini disiapkan khusus untuk: Nama Tertanggung: YUDI Jenis Kelamin: Laki-laki Tanggal Lahir: - Usia: 30 Status Merokok: Tidak Merokok RINGKASAN ILUSTRASI ANDA (Pertanggungan Dasar, Pertanggungan
SIARAN PERS PT INTERNATIONAL NICKEL INDONESIA TBK MENGUMUMKAN LABA SEBESAR AS$126,3 JUTA PADA TRIWULAN KEDUA TAHUN
SIARAN PERS PT INTERNATIONAL NICKEL INDONESIA TBK MENGUMUMKAN LABA SEBESAR AS$126,3 JUTA PADA TRIWULAN KEDUA TAHUN 2011-1 - PT INTERNATIONAL NICKEL INDONESIA TBK MENGUMUMKAN LABA SEBESAR AS$126,3 JUTA
Kinerja Operasional TINS Lebih Baik
UNTUK SEGERA DISIARKAN Untuk keterangan lebih lanjut hubungi: Agung Nugroho, Sekretaris Perusahaan telepon : +62 (21) 2352 8000 faksimili : +62 (21) 344 4012 e mail : [email protected] website
Inception Report. Pelaporan EITI Indonesia KAP Heliantono & Rekan
Inception Report Pelaporan EITI Indonesia 2015 KAP Heliantono & Rekan AGENDA Pendekatan dan Metodologi Ruang Lingkup Laporan EITI 2015 Hasil Kerja dan Tanggal Kunci Permasalahan dan Rekomendasi Status
BAB 1 PENDAHULUAN. sehingga penelitian ini dilakukan. Bagian ini juga terdiri dari 7 bagian sub-bab yaitu
BAB 1 PENDAHULUAN Pada bagian ini berisi tentang gambaran awal dan permasalahan yang terjadi sehingga penelitian ini dilakukan. Bagian ini juga terdiri dari 7 bagian sub-bab yaitu latar belakang penelitian,
Labaa TINS Meningkat
UNTUK SEGERA DISIARKAN Untuk keterangan lebih lanjut hubungi: Agung Nugroho, Sekretaris Perusahaan telepon faksimili e mail website : +62 (21) 2352 8000 : +62 (21) 344 4012 : corporatesecretary@ @pttimah.co.id
RINGKASAN PERMOHONAN Perkara Nomor 108/PUU-XII/2014 Kontrak Karya. I. PEMOHON PT. Pukuafu Indah, diwakili oleh Dr. Nunik Elizabeth Merukh, MBA.
RINGKASAN PERMOHONAN Perkara Nomor 108/PUU-XII/2014 Kontrak Karya I. PEMOHON PT. Pukuafu Indah, diwakili oleh Dr. Nunik Elizabeth Merukh, MBA. Kuasa Hukum Wisye Hendrarwati., SH., MH, dkk II. III. OBJEK
BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN. dan interprestasi terhadap laporan keuangan badan yang bersangkutan.
BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN Pada bab sebelumnya di jelaskan bahwa laporan keuangan merupkan sumber informasi yang penting dan dapat dipercaya untuk menilai kondisi keuangan dan hasil usaha suatu badan
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN Pada bab ini akan dilakukan perhitungan yang mendasari analisis dan pembahasan untuk dapat mengetahui kinerja perusahaan PT United Tractors Tbk, yang diukur dengan menggunakan
BAB V SIMPULAN DAN SARAN
BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan Dari hasil analisis keuangan yang penulis lakukan terhadap penilaian kinerja keuangan pada perusahaan PT Astra Otoparts Tbk, maka dapat ditarik simpulan sebagai berikut:
menggunakan asumsi bahwa penghitungan jumlah laba rugi
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Penentuan Kebijakan Mata Uang Fungsional Dan Pengukuran Kembali Laporan Keuangan 1. Asumsi-asumsi Sebelum dilakukan analisis faktor penentu mata uang fungsional
KRITERIA PENILAIAN ANNUAL REPORT AWARD 2008
KRITERIA PENILAIAN ANNUAL REPORT AWARD 2008 Kriteria penilaian ini dibagi menjadi 8 klasifikasi: 1. Umum: Bobot keseluruhan untuk klasifikasi ini sebesar 2% 2. Ikhtisar Data Keuangan Penting: Bobot keseluruhan
Lampiran 1 DATA ANALISIS RASIO AKTIVITAS. A. Inventory Turnover Periode Tahun (Dalam Jutaan Rupiah) 2007 DESCRIPTION TMS SIK TMS SIK
Lampiran 1 DATA ANALISIS RASIO AKTIVITAS A. Inventory Turnover Periode Tahun Harga Pokok Penjualan 3.722.189 1.437.527 4.289.118 1.451.990 Persediaan Rata-rata 208.299 123.812 199.601 111.474 Inventory
PERHITUNGAN FASILITAS PAJAK PENGHASILAN DALAM PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 18 TAHUN 2015
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PAJAK PERHITUNGAN FASILITAS PAJAK PENGHASILAN DALAM PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 18 TAHUN 2015 1 KETENTUAN PERHITUNGAN Peraturan Pemerintah Nomor
30 Juni 2017 dan 31 Desember 2016 June 30, 2017 and December 31, (Tidak diaudit/ Catatan/ December 31, 2016 Unaudited) Notes ( Diaudit/Audited)
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Consolidated Statements of Financial Position 30 Juni 2017 dan 31 Desember 2016 June 30, 2017 and December 31, 2016 30 Juni/ June 30, 2017 31 Desember/ (Tidak diaudit/
BAB II LANDASAN TEORITIS
BAB II LANDASAN TEORITIS A. Laporan Keuangan 1. Pengertian dan Tujuan Laporan Keuangan Definisi laporan keuangan menurut Kieso (2002 : 3) adalah sarana pengkomunikasian informasi keuangan utama kepada
Pendapatan PT Timah (Persero) Tbk 2012 Sebesar Rp 7,822.6 Milyar
UNTUK SEGERA DISIARKAN Untuk keterangan lebih lanjut hubungi: Agung Nugroho, Sekretaris Perusahaan telepon : +62 (21) 2352 8000 faksimili : +62 (21) 344 4012 e-mail : [email protected] website : www.timah.com
PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2007 (DENGAN ANGKA PERBANDINGAN UNTUK TAHUN 2006) (MATA UANG INDONESIA) 1 MUSTIKA
CAPAIAN SUB SEKTOR MINERAL DAN BATUBARA SEMESTER I/2017
CAPAIAN SUB SEKTOR MINERAL DAN BATUBARA SEMESTER I/2017 #energiberkeadilan Jakarta, 9 Agustus 2017 LANDMARK PENGELOLAAN MINERBA 1 No Indikator Kinerja Target 2017 1 Produksi Batubara 477Juta Ton 2 DMO
SIARAN PERS PT INTERNATIONAL NICKEL INDONESIA TBK MENGUMUMKAN LABA TRIWULAN KEEMPAT 2009 SEBESAR AS$60,0 JUTA - 1 -
SIARAN PERS PT INTERNATIONAL NICKEL INDONESIA TBK MENGUMUMKAN LABA TRIWULAN KEEMPAT 2009 SEBESAR AS$60,0 JUTA - 1 - PT INTERNATIONAL NICKEL INDONESIA TBK MENGUMUMKAN LABA TRIWULAN KEEMPAT 2009 SEBESAR
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan Bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan ini
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASI Per (Tidak Diaudit) ASET 31 Desember 2010 ASET LANCAR Kas dan Setara Kas Piutang Usaha Pihak Ketiga Piutang Lainlain Pihak Ketiga Persediaan Bersih Biaya Dibayar di
[email protected] Konsumsi Kebutuhan Inflasi Apa sih alasan berinvestasi Peningkatan Nilai Kekayaan Keinginan Ketidakpastian masa depan Penanaman uang dengan harapan : 1. Mendapat hasil, dan 2.
LAMPIRAN KHUSUS SPT TAHUNAN PAJAK PENGHASILAN WAJIB PAJAK BADAN
A DAFTAR PENYUSUTAN DAN AMORTISASI FISKAL NPWP : NAMA WAJIB PAJAK : BULAN / HARGA NILAI SISA BUKU FISKAL METODE PENYUSUTAN / AMORTISASI KELOMPOK / JENIS HARTA TAHUN PEROLEHAN AWAL TAHUN PENYUSUTAN / AMORTISASI
BAB III ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. Enterprice (DICE) dan telah memiliki kapasitas produksi terpasang tahunan
BAB III ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Perusahaan 1. Sejarah Perusahaan Sejarah PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk diawali pada tahun 197 dengan rampungnya pendirian pabrik Indocement yang
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Aset Tetap Aset tetap (fixed assets) merupakan aset jangka panjang atau aset yang relatif permanen. Aset tetap sering disebut aset berwujud (tangible assets) karena
Akuntansi Neraca. Entries)
Akuntansi Neraca Akuntansi Neraca Jurnal-jurnal terkait dengan neraca yang perlu dibuat adalah sebagai berikut: Akhir tahun anggaran : Jurnal Awal Neraca (Khusus tahun pertama penyelenggaraan akuntansi
PENGANGGARAN MODAL PERUSAHAAN MULTNASIONAL
PENGANGGARAN MODAL PERUSAHAAN MULTNASIONAL Kelompok 1 LATAR BELAKANG Perusahaan-perusahaan multinasional (MNC) mengevaluasi proyek-proyek internasional dengan menggunakan penganggaran modal multinasional
IV. GAMBARAN UMUM HARGA MINYAK DUNIA DAN KONDISI PEREKONOMIAN NEGARA-NEGARA ASEAN+3
IV. GAMBARAN UMUM HARGA MINYAK DUNIA DAN KONDISI PEREKONOMIAN NEGARA-NEGARA ASEAN+3 4.1 Perkembangan Harga Minyak Dunia Pada awal tahun 1998 dan pertengahan tahun 1999 produksi OPEC turun sekitar tiga
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PERIMBANGAN KEUANGAN 2014 A PB D L A P O R A N A N A L I S I S REALISASI APBD
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PERIMBANGAN KEUANGAN 2014 A PB D L A P O R A N A N A L I S I S REALISASI APBD TAHUN ANGGARAN 2013 1 L A P O R A N A N A L I S I S REALISASI
Entrepreneurship and Innovation Management
Modul ke: 07Fakultas PASCA Entrepreneurship and Innovation Management Pembuatan Template Powerpoint untuk digunakan sebagai template standar modul-modul yang digunakan dalam perkuliahan Cecep Winata Program
PT. RIMAU MULTI PUTRA PRATAMA, Tbk
PT. RIMAU MULTI PUTRA PRATAMA, Tbk 1 PROFIL PERSEROAN KEGIATAN USAHA PERSEROAN KINERJA KEUANGAN JANUARI SEPTEMBER 2017 LAPORAN KEUANGAN UPAYA PENINGKATAN KINERJA PERSEROAN KEJADIAN PENTING TAHUN 2015 S.D.
STANDAR AKUNTANSI ENTITAS TANPA AKUNTABILITAS PUBLIK
STANDAR AKUNTANSI ENTITAS TANPA AKUNTABILITAS PUBLIK Ruang Lingkup Tidak memiliki akuntabilitas publik signifikan Menerbitkan laporan keuangan untuk tujuan umum(general purpose financial statemanet) bagi
