Oleh Rangga Prakoso dan Iwan Subarkah
|
|
|
- Sugiarto Lesmono
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Oleh Rangga Prakoso dan Iwan Subarkah JAKARTA. PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) bersedia mencabut gugatan ke mahkamah arbitrase internasional jika pemerintah memberikan keringanan bea keluar. Kebijakan itu dibutuhkan Newmont agar bisa mengekspor konsentrat emas dan tembaga yang sudah menumpuk hingga ton. Perusahaan yang beroperasi di Sumbawa, NTB, ini sudah menghentikan kegiatan produksinya sejak 6 Juni Selama 13 tahun beroperasi, perusahaan asal Amerika Serikat itu memberikan pemasukan cukup besar kepada pihak Indonesia dari hasil produksi emas dan tembaga di Tambang Batu Hijau, Nusa Tenggara Barat. Pada periode , sebanyak 67,2% pendapatan perusahaan atau setara US$ 8,83 miliar disetorkan kepada pihak Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak US$ 3,1 miliar dibayarkan untuk pajak, nonpajak, dan royalti ke pemerintah pusat dan daerah, sedangkan dividen ke pihak Indonesia sebesar US$ 0,46 miliar. Selain itu, perusahaan memberikan lapangan kerja dan pemasukan kepada lebih dari karyawan dan kontraktor serta keluarganya. Kepala Departemen Komunikasi PT Newmont Nusa Tenggara Rubi Waprasa Purnomo mengatakan, pihaknya saat ini kesulitan ekspor karena tingginya bea keluar (BK). Untuk ekspor mineral dengan kandungan konsentrat tembaga di atas 15% dikenakan bea keluar sebesar 25% pada BK kemudian dinaikkan menjadi sebesar 35% pada semester I-2015, sebesar 40% semester II-2015,50% pada semester I-2016, dan 60% pada semester II Hal ini diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 6/ PMK.011/2014 tentang Perubahan Kedua atas PMK No 75/PMK011/2012 tentang Penetapan Barang Ekspor yang Dikenakan Bea Keluar dan Tarif Bea Keluar. "Kami akan kembali bisa mengekspor jika bea keluar tidak tinggi. Sekarang, walaupun sudah dirundingkan, masih tinggi sehingga Newmont kesulitan ekspor," kata Rubi di Jakarta, Kamis (17/7). Tingginya bea keluar, menurut Rubi, juga dikeluhkan perusahaan lain, seperti PT Lumbung Mineral dan PT Sebuku Iron Lateritic Ores (SILO). Meski sudah mendapat izin ekspor, mereka belum bisa mengekspor karena tingginya bea keluar. 1 / 5
2 Dia menjelaskan, ekspor Newmont terganggu sejak pemerintah memberlakukan larangan ekspor mineral mentah pada Januari lalu. Akibatnya, gudang penimbunan konsentrat yang memiliki kapasitas 80 ribu ton sudah penuh, sehingga tidak bisa menampung hasil produksinya. Hal itu menjadi alasan perusahaan untuk menghentikan proses produksi dan membuat ribuan pekerja dirumahkan sejak 6 Juni Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral R Sukhyar mengatakan, pemerintah akan mengambil sikap tegas atas pengajuan gugatan arbitrase Newmont. Namun demikian, pemerintah masih memberikan kesempatan bagi Newmont untuk mencabut gugatan tersebut. Newmont akan memutuskan untuk mencabut gugatan arbitrase atau tidak hari ini, karena masalah tersebut masih harus dibicarakan dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) Newmont di Amerika Serikat (AS). Langkah Newmont menggugat pemerintah Indonesia ke pengadilan arbitrase itu dilakukan sebagai protes atas penerapan ketentuan yang didasarkan pada Undang-Undang Mineral dan Batu Bara (UU Minerba) No 4 Tahun "Sikap yang akan diambil pemerintah diputuskan usai RUPS Newmont. Pokoknya, kalau mau melanjutkan renegosiasi (kontrak), Newmont harus mencabut gugatan dulu. Kita siap menghadapi Newmont, kan ada kaitannya dengan penerimaan negara. Renegosiasi Newmont itu sebenarnya tinggal sedikit lagi," ucap Sukhyar di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (17/7). Dia berharap, Newmont akan mencabut gugatannya dalam RUPS Newmont. Hal ini sesuai arahan Menko Perekonomian Chairul Tanjung yang meminta Newmont mencabut gugatan. Ia menjelaskan, gugatan Newmont ke mahkamah arbitrase internasional dilayangkan saat pemerintah dan perusahaan sedang berunding. "Proses renegosiasi sudah hampir rampung, tapi mendadak pemerintah dilaporkan ke arbitrase," kata Sukhyar. 2 / 5
3 Newmont dan pemerintah, kata dia, sudah mencapai kesepakatan dalam beberapa klausul, tapi ada satu klausul yang pembahasannya masih alot. Klausul yang pembahasannya alot ialah besaran royalti yang harus dibayarkan Newmont ke pemerintah. Ia memaparkan, ada enam poin dalam renegosiasi yang diajukan pemerintah terhadap pemegang kontrak karya pertambangan maupun perjanjian karya pengusahaan pertambangan batubara (PKP2B). Keenam poin itu adalah luas wilayah pertambangan, penerimaan negara (royalti), kewajiban divestasi, pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral (smelter), kelanjutan operasi, serta pemanfaatan barang dan jasa di dalam negeri. Win-Win Solution Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Pri Agung Rakhmanto mengatakan, sengketa antara PT Newmont Nusa Tenggara dan Pemerintah RI ini diharapkan dapat dicarikan solusi yang menguntungkan kedua pihak (win-win solution). Perusahaan diharapkan bisa beroperasi kembali, namun tetap membangun smelter sesuai aturan Indonesia. Penyelesaian sengketa yang adil akan meningkatkan kepercayaan investor bahwa pemerintah tetap menjamin kepastian hukum di Indonesia. "Idealnya tentu lewat negosiasi dulu untuk mencapai win-win solution. NNT masih tetap boleh ekspor dengan keringanan BK untuk jangka waktu tertentu yang disepakati kedua pihak. Di sisi lain NNT tetap harus membangun smelter dengan tenggat waktu tertentu yang baru," paparnya. Ia menjelaskan, arbitrase adalah salah satu opsi jalan keluar yang disediakan dalam klausul kontrak, ketika kedua belah pihak tidak mencapai kesepakatan. Dalam kasus NNT, menurut dia, arbitrase merupakan upaya untuk mendapatkan win-win solution dengan pijakan aturan main yang lebih kuat, karena selama ini tidak tercapai kesepakatan antara pemerintah dan NNT. Sisi positif dari langkah NNT ini adalah akan memberikan preseden dan kepastian aturan main bagi pemerintah, pelaku tambang, dan industri tambang secara keseluruhan. 3 / 5
4 Direktur Eksekutif Indonesian Mining Association (IMA) Syahrir AB mengatakan, ekspor konsentrat diatur berdasarkan kesepakatan antara pemerintah dengan pelaku tambang. Berdasarkan Peraturan Menteri ESDM No 1 Tahun 2014, lanjut dia, boleh dilakukan ekspor konsentrat dengan batas tertentu kadar mineralnya. "Namun, ekspor konsentrat terhenti karena Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 6Tahun 2014 memberlakukan BK 20% dari penerimaan kotor tahun ini. Akibatnya, profit margin yang tadinya 27-30% turun menjadi hanya 7%. Kegiatan ekspor terhenti dan dalam waktu kurang dari enam bulan operasi tambang terhenti," paparnya. Upaya NNT menggugat pemerintah ke arbitrase internasional disebabkan pembicaraan dengan pemerintah sangat lamban, sehingga tidak tertahankan lagi oleh perusahaan. Bahkan, penambang kecil sudah banyak yang gulung tikar, namun luput dari perhatian insan pers. "Kalau saja pemerintah bekerja cepat, NNT tidak perlu ke arbitrase internasional dan masih tidak terutup kemungkinan negosiasi langsung diteruskan. Ini asal pemerintah segera merevisi PMK No 6 tahun 2014 ke angka rasional, yakni BK di bawah 10%," tandasnya. Diharapkan, ke depan, pemerintah tidak lagi mengeluarkan regulasi yang menghentikan keberlangsungan operasi tambang. Pemerintah dan DPR harus kesatria untuk mengevaluasi UU No 4 Tahun 2009, karena ada pasal-pasal yang tidak selaras satu dengan yang lainnya. "Harga yang akan kita bayar terlalu mahal jika terus seperti ini. Iklim investasi akan memburuk, kontribusi sektor tambang dalam pembentukan produk domestik bruto turun, neraca perdagangan semakin defisit, penerimaan negara turun drastis, dan terjadi PHK," ucapnya. Sementara itu, sebelumnya, Direktur Utama NNT Martiono Hadianto mengatakan, perusahaan tetap memprioritaskan keberlangsungan jangka panjang dan nilai Tambang Batu Hijau bagi rakyat Indonesia. Ia mengatakan. Tambang Batu Hijau adalah aset strategis dan penting yang telah berkontribusi secara signifikan terhadap ekonomi lokal maupun nasional. 4 / 5
5 "Karena itu, kami kemudian mengajukan gugatan arbitrase internasional terhadap pemerintah Indonesia, sebagai upaya menyelamatkan kepentingan nasional," ujar Martiono. Martiono mengatakan, selama berproduksi dari tahun , total pendapatan Newmont mencapai US$ 13,1 miliar. Jumlah ini setara Rp 153,4 triliun pada kurs Rp per dolar AS. Namun, pihak Indonesialah yang sebenarnya sangat diuntungkan dari keberadaan Tambang Batu Hijau yang dikelola perusahaan. Pasalnya, sebanyak 67,2% pendapatan perusahaan itu atau setara US$ 8,83 miliar untuk kepentingan Indonesia. "Sekitar US$ 3,1 miliar dari pendapatan perusahaan itu dialokasikan untuk pajak, nonpajak, dan royalti ke pemerintah pusat dan daerah. Perseroan juga melakukan pembelian barang dan jasa di dalam negeri, melakukan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), dan membayar gaji karyawan senilai USS 5,2 miliar. Sedangkan dividen nasional mencapai US$ 459,2 juta," paparnya. Dari pihak luar negeri, menurut Martiono, hanya mendapatkan US$ 4,3 miliar atau 32,8% dari total pendapatan perusahaan. Dividen yang diterima oleh pemegang saham asing Newmont selama periode hanya US$ 950 juta. "Padahal investasi awal pemegang saham asing Newmont untuk mengembangkan Tambang Batu Hijau sebesar USS 900 juta," katanya. (co2/ mam/dho/es/en) Sumber : Investor Daily, 18 Juli / 5
Oleh Rangga Prakoso. Batasan Ekspor Mineral Diperlonggar
Oleh Rangga Prakoso JAKARTA. Revisi Peraturan Pemerintah (PP) No 23 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba) akan memuat perlakuan khusus bagi perusahaan
Pemerintah Memastikan Larangan Ekspor Mineral Mentah
JAKARTA, KOMPAS. Pemerintah memastikan tetap konsisten melarang ekspor mineral mentah pada 12 Januari 2014. Pelarangan itu merupakan langkah untuk meningkatkan nilai tambah mineral. Wakil Menteri Energi
BAB IV UPAYA PT NEWMONT DALAM MEMPENGARUHI KEBIJAKAN PEMERINTAH INDONESIA. Dalam penerapan kebijakan pemerintah terkait dalam UU minerba no 4
BAB IV UPAYA PT NEWMONT DALAM MEMPENGARUHI KEBIJAKAN PEMERINTAH INDONESIA Dalam penerapan kebijakan pemerintah terkait dalam UU minerba no 4 tahun 2009, yang mewajibkan kepada setiap perusahaan tambang
Dilema Ancaman PHK dan UU Minerba. Ditulis oleh David Dwiarto Rabu, 08 Januari :27 - Terakhir Diperbaharui Rabu, 08 Januari :29
Implementasi UU No. 4/2009 tentang Mineral dan Batubara (UU Minerba) yang disertai larangan ekspor bijih mineral tambang (ore) pada 12 Januari 2014 mendatang bakal menjadi tantangan tersendiri bagi sektor
Renegosiasi Saling Untung. Ditulis oleh David Dwiarto Jumat, 27 Juni :38 - Terakhir Diperbaharui Jumat, 27 Juni :41
Perubahan perjanjian kontrak kerja sama usaha pertambangan mulai ada titik kesepakatan. Dicari jalan penyelesaian yang saling menguntungkan. Freeport ingin jaminan tetap beroperasi setelah 2021. Belum
Dini Hariyanti.
Dini Hariyanti [email protected] PEMERINTAH dalam hal ini Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara (Ditjen Minerba) mengakui pendataan di sektor pertambangan belum sepenuhnya tersusun berbasis teknologi
Tambang Batu Hijau, Indonesia
Tambang Batu Hijau, Indonesia Laporan Naratif Konteks Batu Hijau adalah tambang terbuka di Indonesia dengan komoditas utama berupa tembaga dan emas dengan sejumlah kecil perak. Terletak di Kabupaten Sumbawa
PEMERINTAH DIGUGAT PERUSAHAAN TAMBANG INDIA
PEMERINTAH DIGUGAT PERUSAHAAN TAMBANG INDIA detik.com Pemerintah Indonesia harus berhadapan dengan perusahaan tambang dari India yang bernama India Metals and Ferro Alloys Limited (IMFA) di Permanent Court
KEBIJAKAN EKSPOR PRODUK PERTAMBANGAN HASIL PENGOLAHAN DAN PEMURNIAN
KEBIJAKAN EKSPOR PRODUK PERTAMBANGAN HASIL PENGOLAHAN DAN PEMURNIAN Kementerian Perdagangan Januari 2017 1 Dasar Hukum Peningkatan Nilai Tambah UU 4/2009 Pasal 103: Kewajiban bagi Pemegang IUP dan IUPK
RINGKASAN PERMOHONAN Perkara Nomor 108/PUU-XII/2014 Kontrak Karya. I. PEMOHON PT. Pukuafu Indah, diwakili oleh Dr. Nunik Elizabeth Merukh, MBA.
RINGKASAN PERMOHONAN Perkara Nomor 108/PUU-XII/2014 Kontrak Karya I. PEMOHON PT. Pukuafu Indah, diwakili oleh Dr. Nunik Elizabeth Merukh, MBA. Kuasa Hukum Wisye Hendrarwati., SH., MH, dkk II. III. OBJEK
BAB II DESKRIPSI INDUSTRI PERTAMBANGAN
BAB II DESKRIPSI INDUSTRI PERTAMBANGAN 2.1. Gambaran Umum Sektor Pertambangan Indonesia merupakan salah satu negara yang kaya akan sumberdaya alam dan mineral sehingga cukup layak apabila sebagaian pengamat
BAB I PENDAHULUAN. kepulauan Indonesia dengan jumlah yang sangat besar seperti emas, perak, nikel,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Permasalahan Indonesia memiliki sumber daya mineral yang tersebar di seluruh kepulauan Indonesia dengan jumlah yang sangat besar seperti emas, perak, nikel, timah hitam,
DISAMPAIKAN PADA RAPAT KERJA MENTERI KEUANGAN DENGAN KOMISI XI DPR-RI
PENJELASAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA ATAS PEMBELIAN 7% SAHAM DIVESTASI PT NEWMONT NUSATENGGARA TAHUN 2010 OLEH PUSAT INVESTASI PEMERINTAH (PIP) DISAMPAIKAN PADA RAPAT KERJA MENTERI KEUANGAN DENGAN
KEBIJAKAN MINERAL DAN BATUBARA
KEBIJAKAN MINERAL DAN BATUBARA Jakarta, 25 Januari 2017 DIREKTORAT JENDERAL MINERAL DAN BATUBARA KEMENTERIAN ENERI DAN SUMBER DAYA MINERAL DAFTAR ISI I. PENDAHULUAN II. KEBIJAKAN PERTAMBANGAN MINERAL DAN
Indonesia for Global Justice (IGJ, Seri Diskusi Keadilan Ekonomi. Menguji Kedaulatan Negara Terhadap Kesucian Kontrak Karya Freeport, Kamis, 13 Juli
Indonesia for Global Justice (IGJ, Seri Diskusi Keadilan Ekonomi. Menguji Kedaulatan Negara Terhadap Kesucian Kontrak Karya Freeport, Kamis, 13 Juli 2017 Pasal 33 UUD 1945 : Bumi dan air dan kekayaan alam
Kontribusi Ekonomi Nasional Industri Ekstraktif *) Sekretariat EITI
Kontribusi Ekonomi Nasional Industri Ekstraktif *) Sekretariat EITI *) Bahan disusun berdasarkan paparan Bappenas dan Kemen ESDM dalam Acara Sosialisasi EITI di Jogjakarta, Agustus 2015 2000 2001 2002
Menimbang Manfaat PT Freeport bagi Indonesia. Indonesia Corruption Watch (ICW) Jakarta, 1 November 2011
Menimbang Manfaat PT Freeport bagi Indonesia Indonesia Corruption Watch (ICW) www.antikorupsi.org Jakarta, 1 November 2011 PT Freeport Indonesia (PTFI) Tahun 1967 Kontrak Karya antara Pemerintah dengan
KEBIJAKAN UMUM SEKTOR PERTAMBANGAN
KEBIJAKAN UMUM SEKTOR PERTAMBANGAN Disampaikan pada Diklat Evaluasi RKAB Perusahaan Pertambangan Batam, Juli 2011 Sumber: Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
IZIN DICABUT, CHURCHILL MINING GUGAT PEMERINTAH USD 2 MILIAR
IZIN DICABUT, CHURCHILL MINING GUGAT PEMERINTAH USD 2 MILIAR bisnis.com Churchill Mining Plc melayangkan gugatan arbitrase i terhadap Pemerintah Indonesia ke International Centre for Settlement of Invesment
CAPAIAN SUB SEKTOR MINERAL DAN BATUBARA SEMESTER I/2017
CAPAIAN SUB SEKTOR MINERAL DAN BATUBARA SEMESTER I/2017 #energiberkeadilan Jakarta, 9 Agustus 2017 LANDMARK PENGELOLAAN MINERBA 1 No Indikator Kinerja Target 2017 1 Produksi Batubara 477Juta Ton 2 DMO
A. RENEGOSIASI KONTRAK KARYA (KK) / PERJANJIAN KARYA PENGUSAHAAN PERTAMBANGAN BATUBARA (PKP2B)
Kepada Rekan-Rekan Media Untuk mendapatkan kesamaan persepsi di antara kita tentang Pertambangan Indonesia, bersama ini saya sampaikan Press Release API IMA, tentang : A. RENEGOSIASI KONTRAK KARYA (KK)
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... 1 LEMBAR PENGESAHAN 2 LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN TESIS.. 3 KATA PENGANTAR. 4 ABSTRACK... 7 INTISARI 8 DAFTAR ISI...
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... 1 LEMBAR PENGESAHAN 2 LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN TESIS.. 3 KATA PENGANTAR. 4 ABSTRACK... 7 INTISARI 8 DAFTAR ISI... 9 DAFTAR TABEL... 12 DAFTAR GRAFIK... 13 DAFTAR DIAGRAM...
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Laporan Perkembangan Deregulasi 2015
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Laporan Perkembangan Deregulasi 2015 Jakarta, 22 September 2015 A. RPP Tempat Penimbunan Berikat, (D1) B. RPP Perubahan PP Nomor 23 Tahun 2010, (F3) C. RPerpres
BAB I PENDAHULUAN. dengan tambang mineral lainnya, menyumbang produk domestik bruto (PDB)
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Batubara menempati posisi strategis dalam perekonomian nasional. Penambangan batubara memiliki peran yang besar sebagai sumber penerimaan negara, sumber energi
SUARA TAMBANG. Menimbang Manfaat PT Freeport Bagi Indonesia PT Freeport Indonesia (PT FI) telah beroperasi
SUARA TAMBANG Mendorong Transparansi Industri Ekstraktif Indonesia PENGANTAR Menimbang Manfaat PT Freeport Bagi Indonesia PT Freeport Indonesia (PT FI) telah beroperasi selama 20 tahun, dan dapat mengajukan
Tentang Pemurnian dan Pengolahan Mineral di Dalam Negeri
Tentang Pemurnian dan Pengolahan Mineral di Dalam Negeri LATAR BELAKANG 1. Selama ini beberapa komoditas mineral (a.l. Nikel, bauksit, bijih besi dan pasir besi serta mangan) sebagian besar dijual ke luar
Boks.1 MODEL PENGELOLAAN PERTAMBANGAN BATUBARA YANG BERKELANJUTAN
Boks.1 MODEL PENGELOLAAN PERTAMBANGAN BATUBARA YANG BERKELANJUTAN PENDAHULUAN Menurut Bank Dunia, Indonesia merupakan salah satu negara penting dalam bidang pertambangan. Hal ini ditunjukkan oleh fakta
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, pit Batu Hijau berpotensi dikembangkan ke fase 7
Oleh: Ignasius Laya Berdasarkan hasil penyelidikan awal, pit Batu Hijau berpotensi dikembangkan ke fase 7 JAKARTA. PT Newmont Nusa Tenggara, anak usaha Newmont Mining Corporation, salah satu dari lima
BAGIAN I KAJIAN HUKUM ATAS DIVESTASI SAHAM BIDANG PERTAMBANGAN DI INDONESIA (STUDI KASUS PT. NEWMONT NUSA TENGGARA DAN PT. FREEPORT INDONESIA)
BAGIAN I KAJIAN HUKUM ATAS DIVESTASI SAHAM BIDANG PERTAMBANGAN DI INDONESIA (STUDI KASUS PT. NEWMONT NUSA TENGGARA DAN PT. FREEPORT INDONESIA) Trias Palupi Kurnianingrum * * Penulis adalah Calon Peneliti
HASIL PEMERIKSAAN BPK ATAS KETEPATAN SASARAN REALISASI BELANJA SUBSIDI ENERGI (Tinjauan atas subsidi listrik)
HASIL PEMERIKSAAN BPK ATAS KETEPATAN SASARAN REALISASI BELANJA SUBSIDI ENERGI (Tinjauan atas subsidi listrik) Pendahuluan Dalam delapan tahun terakhir (2005-2012) rata-rata proporsi subsidi listrik terhadap
Trenggono Sutioso. PT. Antam (Persero) Tbk. SARI
Topik Utama Strategi Pertumbuhan Antam Melalui Penciptaan Nilai Tambah Mineral Trenggono Sutioso PT. Antam (Persero) Tbk. [email protected] SARI Undang-Undang No. 4 tahun 2009 tentang Pertambangan
SIARAN PERS. PT INTERNATIONAL NICKEL INDONESIA Tbk MENGUMUMKAN LABA TRIWULAN KEDUA 2008 SEBESAR US$156,0 JUTA
SIARAN PERS MENGUMUMKAN LABA TRIWULAN KEDUA 2008 SEBESAR US$156,0 JUTA MENGUMUMKAN LABA TRIWULAN KEDUA 2008 SEBESAR US$156,0 JUTA JAKARTA, 7 Agustus 2008 --- PT International Nickel Indonesia Tbk ( PT
Laporan dan Ulasan Seri Diskusi Keadilan Ekonomi -Indonesia for Global Justice- 24 Februari 2017
Laporan dan Ulasan Seri Diskusi Keadilan Ekonomi -Indonesia for Global Justice- 24 Februari 2017 FREEPORT DAN ANCAMAN GUGATAN ISDS 1. RIWAYAT DAN KONDISI TERKINI Freeport-McMoran Inc melakukan penambangan
Ditulis oleh David Dwiarto Senin, 05 November :53 - Terakhir Diperbaharui Senin, 05 November :13
Meskipun berabad-abad menjajah Indonesia, penguasaan terhadap sumber-sumber minyak bumi, gas alam, dan mineral, tak bisa dilakukan pemerintah kolonial Belanda. Para investor asal Belanda baru benar-benar
PENGELOLAAN PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK SUMBER DAYA ALAM PERTAMBANGAN UMUM
PENGELOLAAN PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK SUMBER DAYA ALAM PERTAMBANGAN UMUM KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL DIREKTORAT JENDERAL MINERAL DAN BATUBARA DIREKTORAT PEMBINAAN PROGRAM MINERAL DAN
REPUBLIK INDONESIA RAPAT KERJA KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN HILIRISASI INDUSTRI DALAM RANGKA MENCAPAI TARGET PERTUMBUHAN INDUSTRI NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA RAPAT KERJA KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN HILIRISASI INDUSTRI DALAM RANGKA MENCAPAI TARGET PERTUMBUHAN INDUSTRI NASIONAL Jakarta, 12 Februari 2013 KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
PERBAIKAN IKLIM INVESTASI
PERBAIKAN IKLIM INVESTASI KEPASTIAN HUKUM & KEPASTIAN BERUSAHA Disajikan dalam rangka Energi Berkeadilan Untuk Kesejahteraan Rakyat Dan Investasi Berkelanjutan Ido H. Hutabarat Ketua Umum API / IMA Jakarta,
BAB I PENDAHULUAN Kondisi umum Tujuan dan Sasaran Strategi 1 Rencana Strategis Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara
BAB I PENDAHULUAN Sesuai dengan tema RPJMN Tahun 2015-2019 atau RPJM ke-3, yaitu: Memantapkan pembangunan secara menyeluruh dengan menekankan pembangunan keunggulan kompetitif perekonomian yang berbasis
sektor investasi dalam negeri, namun peningkatan dari sisi penanaman modal asing mampu menutupi angka negatif tersebut dan menghasilkan akumulasi
BAB V KESIMPULAN Provinsi NTB merupakan daerah yang menjanjikan bagi investasi termasuk investasi asing karena kekayaan alam dan sumber daya daerahnya yang melimpah. Provinsi NTB dikenal umum sebagai provinsi
BAB I PENDAHULUAN. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Tim Batubara Nasional
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Tim Batubara Nasional Kelompok Kajian Kebijakan Mineral dan Batubara, Pusat Litbang Teknologi Mineral dan Batubara,
SIARAN PERS. PT INTERNATIONAL NICKEL INDONESIA Tbk MENGUMUMKAN LABA TRIWULAN KETIGA 2008
SIARAN PERS MENGUMUMKAN LABA TRIWULAN KETIGA 2008 MENGUMUMKAN LABA TRIWULAN KETIGA 2008 JAKARTA, 27 Oktober 2008 --- PT International Nickel Indonesia Tbk ( PT Inco, atau Perseroan, IDX: INCO) hari ini
BAB I PENDAHULUAN. Indonesia merupakan negara yang kaya akan bahan galian (tambang). Bahan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Indonesia merupakan negara yang kaya akan bahan galian (tambang). Bahan galian itu, meliputi emas, perak, tembaga, minyak dan gas bumi ( Migas ), batubara,
BAB I PENDAHULUAN. hewan tumbuan dan organisme lain namun juga mencangkup komponen abiotik
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Indonesia merupakan negara yang sangat kaya sumber daya, baik itu sumber daya manusia atau pun sumber daya alam. Dari aspek sumber daya alam, kekayaan yang dimiliki
Efisiensi dan Strategi yang Tepat Berbuah Kinerja Positif pada Semester I-2015
UNTUK SEGERA DISIARKAN Untuk keterangan lebih lanjut hubungi: Agung Nugroho, Sekretaris Perusahaan telepon : +62 (21) 23528000 faksimili : +62 (21) 3444012 e-mail : [email protected] website
PENYELESAIAN SENGKETA INVESTASI ASING DI SEKTOR PERTAMBANGAN MINERBA DI INDONESIA DALAM KAITANNYA DENGAN HUKUM PERDATA INTERNASIONAL
1 PENYELESAIAN SENGKETA INVESTASI ASING DI SEKTOR PERTAMBANGAN MINERBA DI INDONESIA DALAM KAITANNYA DENGAN HUKUM PERDATA INTERNASIONAL Istiadiningdyah, Lita Arijati, Mutiara Hikmah Ilmu Hukum, Fakultas
2017, No Daya Mineral Nomor 05 Tahun 2017 tentang Peningkatan Nilai Tambah Mineral melalui Kegiatan Pengolahan dan Pemurnian Mineral di Dalam N
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.515, 2017 KEMEN-ESDM. Kegiatan Pengolahan dan Pemurnian Mineral di Dalam Negeri. Peningkatan Nilai Tambah Mineral. PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK
BAB I PENDAHULUAN. sehubungan dengan investasi, salah satunya adalah transfer pricing. Meskipun beberapa
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Semakin majunya era globalisasi menyebabkan perekonomian berkembang tanpa mengenal batas negara. Perusahaan multinasional akan menghadapi masalah perbedaan tarif pajak
PT INTERNATIONAL NICKEL INDONESIA
SIARAN PERS MENGUMUMKAN LABA TRIWULAN PERTAMA 2009 SEBESAR AS$17,2 JUTA Page 1 of 8 MENGUMUMKAN LABA TRIWULAN PERTAMA 2009 SEBESAR AS$17,2 JUTA JAKARTA, 7 Mei 2009 --- PT International Nickel Indonesia
I. PENDAHULUAN. alam. Meskipun minyak bumi dan gas alam merupakan sumber daya alam
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Indonesia merupakan salah satu negara yang kaya akan minyak bumi dan gas alam. Meskipun minyak bumi dan gas alam merupakan sumber daya alam strategis tidak terbarukan,
KEYNOTE SPEECH BIMBINGAN TEKNIS REKLAMASI DAN PASCATAMBANG
KEYNOTE SPEECH BIMBINGAN TEKNIS REKLAMASI DAN PASCATAMBANG Yogyakarta, 19 Juni 2012 DIREKTORAT JENDERAL MINERAL DAN BATUBARA KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL DAFTAR ISI I. KEBIJAKAN SUBSEKTOR
BAB 3 OBJEK PENELITIAN
BAB 3 OBJEK PENELITIAN 3.1 Sejarah Pertambangan di Indonesia Pertambangan di Indonesia sudah ada dari zaman kesultanan, raja hindu, dan budha di Indonesia di masa lampau. Namun sejarah pencatatan akuntansi
Tambang untuk Kemakmuran Rakyat:
Tambang untuk Kemakmuran Rakyat: Perspektif Pembelian Saham NNT oleh Pemerintah RI Marwan Batubara Indonesian Resources Studies, IRESS Seminar Institute for Essential Service Reform, IESR Jakarta, 26 April
BAB I PENDAHULUAN. bumi, air, dan kekayaan yang terkandung di dalamnya di kuasai oleh negara
`1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang kaya akan sumber daya alam (natural resources). Sumber daya alam itu ada yang dapat diperbaharui (renewable),
Kinerja Operasional TINS Lebih Baik
UNTUK SEGERA DISIARKAN Untuk keterangan lebih lanjut hubungi: Agung Nugroho, Sekretaris Perusahaan telepon : +62 (21) 2352 8000 faksimili : +62 (21) 344 4012 e mail : [email protected] website
Permasalahan Hukum Investasi Sehubungan dengan Perka BKPM 5/2013
Permasalahan Hukum Investasi Sehubungan dengan Perka BKPM 5/2013 Ira A. Eddymurthy ([email protected]) ) Diskusi Panel: Menelaah Peraturan Kepala BKPM No. 5 Tahun 2013 11 September 2013 Segi Pembahasan
PANDUAN PENGISIAN FORMULIR PELAPORAN MINERAL EITI INDONESIA UNTUK LAPORAN TAHUN 2012 DAN 2013
KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN REPUBLIK INDONESIA PANDUAN PENGISIAN FORMULIR PELAPORAN MINERAL EITI INDONESIA UNTUK LAPORAN TAHUN 2012 DAN 2013 PANDUAN INI BERISI: I. PENJELASAN FORMULIR DAN
-1- RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG PENGAMPUNAN PAJAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
-1- DRAFT RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG PENGAMPUNAN PAJAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa pembangunan nasional
KERANGKA ACUAN KERJA GERAKAN NASIONAL PENYELAMATAN SUMBER DAYA ALAM (SDA) INDONESIA SEKTOR PERTAMBANGAN MINERBA
KERANGKA ACUAN KERJA GERAKAN NASIONAL PENYELAMATAN SUMBER DAYA ALAM (SDA) INDONESIA SEKTOR PERTAMBANGAN MINERBA I. Latar Belakang Sumberdaya mineral dan batubara merupakan salah satu sumber daya alam (natural
DIPONEGORO LAW REVIEW Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 Website :
PENYELESAIAN SENGKETA DIVESTASI SAHAM PT NEWMONT NUSA TENGGARA DALAM PENGATURAN PENANAMAN MODAL ASING SECARA LANGSUNG (FOREIGN DIRECT INVESTMENT) BERDASARKAN PUTUSAN MK NO. 2/SKLN-X/2012 Neduro Maril*,
2015, No Sumber Daya Mineral tentang Ketentuan dan Tata Cara Penetapan Alokasi dan Pemanfaatan Serta Harga Gas Bumi; Mengingat : 1. Undang-Und
No.1589, 2015 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMEN-ESDM. Gas Bumi. Harga. Pemanfaatan. Penetapan Lokasi. Tata Cara. Ketentuan. PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR
BAB V PENUTUP. Berdasarkan seluruh uraian pada bab-bab terdahulu, kiranya dapat. disimpulkan dalam beberapa poin sebagai berikut:
108 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan seluruh uraian pada bab-bab terdahulu, kiranya dapat disimpulkan dalam beberapa poin sebagai berikut: 1. Perlindungan Hukum dari Pemerintah Daerah terhadap Hak-Hak
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA,
PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 09 TAHUN 2017 TENTANG TATA CARA DIVESTASI SAHAM DAN MEKANISME PENETAPAN HARGA SAHAM DIVESTASI PADA KEGIATAN USAHA PERTAMBANGAN
PT INTERNATIONAL NICKEL INDONESIA
SIARAN PERS MENGUMUMKAN LABA TRIWULAN PERTAMA 2008 SEBESAR US$139,6 JUTA - 1 MENGUMUMKAN LABA TRIWULAN PERTAMA 2008 SEBESAR US$139,6 JUTA JAKARTA, 25 April 2008 --- PT International Nickel Indonesia Tbk
BAB II PERTIMBANGAN PERLUNYA PENGATURAN DIVESTASI SAHAM ASING DALAM KEGIATAN PENANAMAN MODAL ASING DI INDONESIA
BAB II PERTIMBANGAN PERLUNYA PENGATURAN DIVESTASI SAHAM ASING DALAM KEGIATAN PENANAMAN MODAL ASING DI INDONESIA A. Sejarah Pengaturan Penanaman Modal Asing di Bidang Pertambangan Minerba 1. Istilah dan
UPAYA PEMERINTAH AMERIKA SERIKAT DALAM MENYELESAIKAN TUMPAHAN MINYAK DI TELUK MEKSIKO
UPAYA PEMERINTAH AMERIKA SERIKAT DALAM MENYELESAIKAN TUMPAHAN MINYAK DI TELUK MEKSIKO RESUME Disusun Oleh: THOMAS SEPTO NUGROHO 151060093 JURUSAN ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU
KEBIJAKAN PENGELOLAAN BATUBARA
KEBIJAKAN PENGELOLAAN BATUBARA ADHI WIBOWO Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara DIREKTORAT JENDERAL MINERAL DAN BATUBARA KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Bali, 2015 POKOK BAHASAN I. KONDISI
Bedah Permen ESDM No. 7 Tahun Tentang Peningkatan Nilai Tambah Mineral Melalui Kegiatan Pengolahan dan Pemurnian Mineral
Bedah Permen ESDM No. 7 Tahun 2012 Tentang Peningkatan Nilai Tambah Mineral Melalui Kegiatan Pengolahan dan Pemurnian Mineral LATAR BELAKANG 1. Selama ini beberapa komoditas mineral (a.l. Nikel, bauksit,
1 PENDAHULUAN. Latar Belakang
1 PENDAHULUAN Latar Belakang Pembangunan pertanian memiliki peran strategis dalam menunjang perekonomian Indonesia. Sektor pertanian berperan sebagai penyedia bahan pangan, pakan ternak, sumber bahan baku
