Professional Psychological Service

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Professional Psychological Service"

Transkripsi

1 Proposal Penawaran dan Company Profile Professional Psychological Service Office : Jl. Jojoran 3 D No. 4 Surabaya [email protected] Website : Phone :

2 PENAWARAN LAYANAN PSIKOLOGI PERUSAHAAN Brilian Psikologi Professional Psychological Service Jl. Jojoran 3D No. 4 Surabaya ( ) Surat Izin Praktek Psikologi ( ) Pengantar 2

3 PRAKATA Kondisi kerja masyarakat modern yang dirasakan makin memberikan stress menimbulkan kebutuhan akan pelayanan kesehatan mental untuk menanganinya. Diperlukan perhatian terhadap kesejahteraan fisik dan mental karyawan, yang pada akhirnya akan mengarah pada produktivitas yang lebih tinggi dan perolehan profit yang lebih besar bagi perusahaan, sekaligus sebagai wujud tanggung jawab perusahaan secara hukum dan etika. Bagi karyawan sendiri tercapainya kesejahteraan fisik dan mental merupakan salah satu hal yang diinginkan dalam hidupnya. Maka jasa konseling merupakan salah satu penawaran sebagai tindakan pencegahan atau antisipasi resiko dari stress kerja. Layanan yang kami tawarkan adalah berupa konseling dan asessmen psikologi sebagai penunjang kesejahteraan fisik dan mental karyawan yang pada akhirnya akan mengarah pada produktivitas yang lebih tinggi dan perolehan profit yang lebih besar bagi perusahaan. Hal-hal mengenai program layanan konseling dan asesmen psikologis serta mengenai profil kami, telah tercantum dalam proposal yang kami ajukan ini disertai dengan harapan bahwa layanan ini akan membawa banyak manfaat. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut atau mendapatkan layanan kami, silahkan menghubungi kami melalui nomor telepon yang tercantum halaman depan. Atau jika Anda ingin mendapat penjelasan program kami lebih lanjut secara tatap muka, Anda dapat menghubungi kami untuk selanjutnya tim kami menyajikan informasi ke kantor Anda. Salam sukses 3

4 DAFTAR ISI Prakata 3 Tentang Kami 5 Program layanan Konseling dan Asesmen Psikologis 6 A. Konseling bidang Industri 6 1. Konseling di Dunia Kerja 7 B. Asesmen Psikologis (Psikotes & Wawancara) 8 C. Peran Asesmen Psikologis dalam Proses Rekruitment dan Konseling 8 1. Peran Asesmen Psikologis dalam Proses Rekruitment 8 2. Peran Asesmen dalam Proses Intervensi / Konseling 8 D. Aspek yang digali dalam Asesmen Psikologis 9 1. Aspek Kecerdasan 9 2. Aspek Sikap Kerja 9 3. Aspek Kepribadian 10 Kami dapat Membantu 11 Proses Layanan Kami 11 Siapa Saja Anggota Kami 11 Jadwal Layanan Kami 11 Prosedur Permintaan Layanan Tes Psikologi 11 4

5 Hubungi Kami 12 Alat Tes Psikologi yang Kami Pakai 13 Pembiayaan 14 Waktu pengerjaan 14 Penutup 14 Lampiran 15 Contoh Laporan Hasil Pemeriksaan Psikologis (LHPP) 5

6 TENTANG KAMI Brilian Psikologi merupakan lembaga yang bergerak dalam bidang pelayanan psikologi dengan menyediakan layanan konseling, asesmen, training dan terapi psikologi. Terdiri dari tenaga professional yang berlatar belakang pendidikan profesi psikologi dan telah berpengalaman dalam memberikan pelayanan psikologi kepada masyarakat luas, instansi pemerintahan dan perusahaan. Dibentuk pada tahun 2012 dengan nomor surat izin profesi psikolog : untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan pelayanan psikologi yang semakin meningkat serta demi terciptanya kualitas hidup yang baik. Brilian Psikologi menawarkan pelayanan yang terpercaya untuk kebutuhan perusahaan/instansi, pendidikan dan individual dengan motto menjadi patner terbaik bagi anda. 6

7 PROGRAM LAYANAN KONSELING DAN ASESMEN PSIKOLOGIS A. Konseling bidang Industri Konseling merupakan suatu upaya bantuan yang dilakukan dengan empat mata atau tatap muka antara konselor dan klien yang berisi usaha yang laras, unik, manusiawi, yang dilakukan dalam keahlian dan didasarkan atas norma-norma yang berlaku, agar klien memperoleh konsep diri dan kepercayaan diri sendiri dalam meperbaiki tingkah lakunya pada saat ini dan mungkin pada masa yang akan datang. Di dunia industri, konseling menjadi penting terutama untuk membantu karyawan tumbuh dan berkembang. Selain untuk membantu karyawan dalam mengatasi masalah, konseling bertujuan untuk mengembangkan potensi karyawan agar dapat berfungsi secara efektif dan efisien. Dengan konseling diharapkan karyawan dapat menyalurkan perasaan-perasaannya sehingga dapat bekerja secara efektif. Memberi nasihat dan petunjuk (Advise) Konselor membuat keputusan-keputusan tentang masalah konselee dan menunjukkan tindakan apa yang harus diambil. Memberi keyakinan (Reassurance) Memberi keyakinan dengan cara memberi keberanian untuk menyelesaikan masalah atau memberi rasa percaya diri sehingga yakin akan tujuan dan tindakannya. Mengembangkan komunikasi Karyawan lebih berani mengemukakan perasaan, komunikasi atasan bawahan semakin lancar (insight pada konselee). Menurunkan tegangan Dengan katarsis (mendiskusikan) masalah pada orang yang dipercaya, ketegangan emosi menurun. Memindahkan keterpakuan mental, membuat mereka dapat menghadapi masalah kembali dan berpikir konstruktif tentang masalah tersebut. Menjernihkan pikiran Pegawai yang mengalami blocking emosional, dapat kembali berpikir secara terarah. Reorientasi diri Perubahan diri secara praktis akan menolong konselee mengenali dan menerima keterbatasan mereka. 7

8 1. Konseling di Dunia Kerja a. Penempatan Kerja Pelayanan penempatan memberikan bantuan bagi para pencari kerja dengan menyediakan berbagai informasi tentang pekerjaan, analisis pekerjaan, serta aspek kognitif, afektif dan psikomotorik penempatan kerja lainnya. Dari pihak lembaga kerja, peranan konselor adalah membantu perusahaan memperolah tenaga kerja yang cocok dengan keperluan dengan keperluan perusahaan sesuai dengan jenis, strata, dan struktur pekerjaan yang ada di perusahaan itu. Dipandang dari pihak pencari kerja dan pengusaha, konselor berusaha membangun suasana the right man on the right place, menempatkan pekerja secara tepat sesuai dengan kondisi pribadinya, bakat, minat, serta bidang keahliannya. Layanan penempatan seperti ini juga berlaku bagi para pekerja yang menempati posisi baru dalam struktur atau penjajagan yang ada. b. Penyesuaian Kerja Kepada para pekerja pemula konselor memberikan layanan orientasi. Para pemula itu perlu mendapat persepsi yang tepat, wawasan yang memadai dan cara-cara yang akurat tentang bidang kerja yang baru dijabat itu. Tema utama bidang pelayanan ini adalah Penyesuaian diri secara tepat dan cepat terhadap tuntutan kinerja di tempat yang baru. Penyesuaian yang seperti ini akan memberikan jaminan awal tentang keberhasilan kerja para pemula itu. c. Kepuasan Kerja Keadaan yang diharapkan adalah para pekerja merasa senang bekerja, merasa kerasan dan puas dengan kondisi yang ada. Kondisi ini akan mengantarkan para pekerja itu bertugas lebih lanjut dengan semangat yang cukup tinggi bahkan semakin tinggi. Keadaan ketidak puasan yang menimpa para pekerja dan pemula, perlu diberikan bantuan layanan konseling untuk mengembalikan semangat kerja dan sikap positif terhadap pekerjaan mereka itu. d. Kepindahan Kerja Kepindahan para pekerja tidak hanya di latar belakangi oleh faktor ketidak puasan dengan pekerjaan yang lama, ada kemungkinan mereka ingin pindah karena ingin memperolah pengalaman baru atau alasan-alasan lainnya. Apapun alasannya, proses pemindahan kerja itu sering kali memerlukan bantuan konseling baik untuk penempatan maupun penyesuaian. e. Pengentasan Masalah Lainnya Masalah-masalah pribadi berkenaan denga keluarga, kesehatan, sikap, dan kebiasaan sehari-hari, hoby dan waktu senggang, hubungan sosial kemasyarakatan, dan lain sebagainya merupakan obyek penggarapan konseling. Apabila masalah-masalah ini dibiarkan membesar, sedikt banyaknya akan mempengaruhi hubungan kerja dan kinerja pekerja yang bersangkutan dengan perusahaannya. Sebaliknya apabila masalah-masalah pribadi tersebut dapat ditangani dengan baik, dampak positifnya terhadap hubungan kerja dan kinerja pekerja yang dimaksud akan dapat dipertahankan atau bahkan ditingkatkan. 8

9 B. Asesmen Psikologis (psikotes dan wawancara) Psikotes dan asesmen psikologi sering diartikan suatu hal yang sama oleh beberapa kalangan masyarakat. Beberapa pendapat diantaranya mengatakan bahwa psikotes dan asesmen psikologi adalah serangkaian tugas yang diberikan kepada peserta tes untuk mengetahui suatu deskripsi kepribadian guna berbagai keperluan. Definisi tersebut diatas tidaklah sepenuhnya salah, akan tetapi sebenarnya asesmen psikologi tidak hanya dilakukan dengan cara peserta menulis jawaban diselembar kertas lalu dapat terlihat gambaran aspek psikologisnya. Asesmen psikologis lebih dari itu, karena aspek psikologis seringkali harus dilengkapi dengan penampilan yang nampak (appearance) serta isi komunikasinya yang dapat diungkap dengan metode interview yang menggali kompetensi seseorang berdasarkan past behavior (Behavior Event Interview). Dimana dalam teknik ini menggunakan kedua cerita keberhasilan (Succesfull) dan cerita frustasi (frustration stories), sehingga dapat lebh akurat untuk menemukan indikator kunci dari seseorang kandidat. Oleh karena itu, ketika hasil wawancara dan psikotes dibandingkan, maka pemeriksa dapat lebih objektif dalam menilai mengenai aspek psikologis yang di ukur serta tidak terjebak dengan wawancara saja. C. Peran Asesmen Psikologis dalam Proses Rekruitmen Karyawan dan Konseling 1. Peran Asesmen Psikologis dalam Proses Rekruitment Manusia memiliki perilaku tertentu dalam lingkungan tertentu. Pernyataan ini sebenarnya jika kita telisik adalah suatu fenomena yang cukup menarik, karena memang dalam kehidupan sehari-hari kita dan orang lain secara sadar memilih perilaku mana yang akan kita tampilkan, dan perilaku mana yang tidak. Jika begitu, manakah sebenarnya perilaku yang sejatinya mencerminkan diri kita sendiri? Untuk menggali hal tersebut, maka dibutuhkan suatu teknik tertentu serta keahlian yang khusus dari pemeriksa. Asesmen psikologis mempunyai peran sebagai berikut : 1. Memberi pemahaman tentang diri seseorang terkait dengan kelebihan serta kekurangannya 2. Perencanaan masa depannya dengan lebih baik 3. Penempatan yang sesuai dengan keunikan seseorang (the righ man in the right place) 9

10 2. Peran Asesmen dalam proses Intervensi/ Konseling Ketika seseorang bermasalah dengan aktifitas sehari-hari (daily living) dalam hal ini adalah pekerjaan, maka dibutuhkan suatu intervensi khusus untuk mengatasi hal tersebut. Konseling merupakan salah satu bentuk intervensi psikologis yang dapat membantu seseorang menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi. Namun begitu untuk penanganan yang lebih dalam misalkan dalam kasus klinis tertentu yang membutuhkan intervensi terapi psikologi, di perlukan asesmen yang lebih mendalam untuk menggali akar permasalahan dari dalam atau luar orang yang bersangkutan. Oleh karena itu diperlukan proses pra-terapi dengan mengumpulkan data psikologis yang relevan, seperti proses berpikir, emosi, afeksi, konasi, need, dan dorongan-dorongan yang membentuk perilaku bermasalah. Selain itu jika permasalahan yang dihadapi adalah karena factor ketepatan posisi kerja dan karakteristik pribadi, atau terjadi adanya jarak yang jauh (gap) antara job description dan karakteristik/kemampuan orang yang bersangkutan, maka perlu dilakukan asesmen untuk menggali faktor kecocokan/ketidakcocokan tersebut, sehingga dapat menghasilkan saran untuk membantu kebijakan perusahaan berkaitan dengan masalah tersebut. D. Aspek yang digali dalam Asesmen Psikologis Secara garis besar, aspek psikologis yang diungkap melalui asesmen psikologis terdapat beberapa macam, diantaranya aspek kecerdasan, aspek sikap kerja dan aspek kepribadian. 1. Aspek Kecerdasan Aspek psikologis yang menjelaskan mengenai kapasitas berpikir seseorang, meliputi kemampuan menerima informasi, mengelola informasi, menyelesaikan permasalahan, dan kemampuan berpikir lainnya. Aspek kecerdasan ini penting untuk dipetakan, karena merupakan modal dasar dari seseorang yang menentukan apakah ia bisa dikembangkan lebih lanjut ataukah tidak. 2. Aspek Sikap Kerja Aspek sikap kerja merupakan aspek yang menjelaskan mengenai bagaimana perilaku seseorang ketika berada dalam situasi kerja. Informasi ini terdiri dari : a. Seberapa cepat ia mampu menyelesaikan tugasnya? b. Apakah ia teliti dalam bekerja? c. Seberapa tekun ia dalam bekerja? Apakah ia mudah bosan dan mudah memutuskan untuk berhenti bekerja? d. Saat dihadapkan pada tugas yang berat, apakah ia mampu untuk bertahan menyelesaikan tugasnya dengan performa yang tetap baik? 10

11 3. Aspek Kepribadian Perusahaan merekrut karyawan karena keahliannya, akan tetapi memberhentikannya karena perilakunya. Sehingga dalam hal ini, keahlian saja tidak cukup untuk dijadikan pertimbangan apakah seseorang dapat memberikan produktifitas yang baik terhadap perusahaan. Aspek kepribadian juga menjelaskan mengenai apakah jabatan yang sedang/akan ia perankan adalah jabatan yang tepat baginya. Informasi ini terdiri dari : a. Bagaimana kemampuan sosialnya? b. Bagaimana ia mengendalikan emosinya? c. Apakah ia seorang yang memiliki kepercayaan diri? d. Apakah ia pekerja keras? mampu menyelesaikan tugas? dan memiliki keinginan mencapai hasil kerja yang maksimal? e. Apakah ia memiliki inisiatif saat menghadapi suatu tugas atau permasalahan? f. Apakah ia bisa bekerja dengan tim kerja atau orang lain? g. Saat mendapat peran sebagai pemimpin, apakah ia mampu untuk memimpin tim? Sebagai bawahan apakah ia patuh terhadap atasan/aturan perusahaan? h. Apakah saja aspek kepribadian yang membuatnya berhasil dalam bekerja atau bahkan menghambat dalam bekerja? 11

12 KAMI DAPAT MEMBANTU Kami dapat membantu Anda memperbaiki kesehatan mental karyawan. Dalam hal ini kami membantu karyawan dalam proses penyelesaian masalah, membantu karyawan dalam memutuskan suatu perkara, bukan sekedar berbicara tentang apa yang harus dikerjakan, tetapi lebih dari itu adalah memberikan asumsi-asumsi berkaitan persoalan yang sedang dihadapi klien beserta alternatif jalan keluar yang lebih sesuai. Kesehatan mental yang baik berarti bahwa orang-orang akan merasa nyaman akan mereka sendiri, baik terhadap orang lain, dan sanggup bekerja secara optimal dalam perusahaan. Kami juga dapat membantu Anda untuk mengenali karakteristik calon karyawan/karyawan untuk beberapa keperluan, seperti seleksi, promosi dan identifikasi potensi untuk level : 1. Staff 2. Supervisor 3. Manager Proses Layanan Kami Waktu dan tempat proses layanan konseling dan asesmen psikologis disesuaikan dengan permintaan perusahaan. Dapat dilakukan di tempat pemakai jasa (perusahaan) dengan system On Call, melalui perjanjian waktu sebelumnya. Siapa saja anggota kami? Psikolog, sarjana psikologi serta tenaga freelance yang telah terlatih Jadwal Layanan Kami Hari Jam Kantor : Senin-sabtu (harap terlebih dulu melakukan konfirmasi sebelumnya) : Pkl. ( WIB) : Jl. Jojoran 3 D No. 4 Surabaya 12

13 Prosedur Permintaan Layanan Tes Psikologi Pihak peminta jasa Layanan di hubungi atau langsung menghubungi Brilian Psikologi di nomer Menyertakan surat pengantar yang dikirim melalui Surat pengantar berisi : Nama perusahaan Tujuan konseling dan atau tes (mohon sertakan jabatan yang akan dilamar) Waktu tanggal Pelaksanaan layanan Tes Tempat Layanan Tes dilaksanakan Jenis tes yang diperlukan lain-lain Hubungi Kami Untuk mendapatkan jasa layanan kami, silahkan menghubungi nomor yang tertera dibawah ini, sesuai wilayah : Kantor Surabaya Bpk. Danang Baskoro, S.Psi., M.Psi, Psikolog ( ) Ibu Retna, S.Psi., M.Psi, Psikolog Kantor Jember Ibu Ria Maretyasari, S.Psi ( ) Bpk Angga Yudistira, S.Psi ( ) ( ) 13

14 Alat Tes Psikologi yang Kami Gunakan NO Nama alat tes Kegunaan Penjelasan 1. CFIT 3A SPM IST Kapasitas Intelegensi (IQ) Mengukur seberapa besar kapasitas intelegensi seseorang. Berhubungan dengan seberapa besar kemampuannya dalam menyerap informasi dan 2. TIU 5 & TKD 6 Analisis Berpikir dan Logika 3. Aritmatika TKD 5 Kemampuan Berhitung mengelolanya (proses berpikir& belajar) Mengukur seberapa besar kemampuan seseorang memahami masalah, menguraikannya, mencari akar permasalahan dan selanjutnya menyelesaikannya Mengukur seberapa besar kemampuan seseorang dalam bekerja menyelesaikan persoalan abstrak yang berhubungan dengan angka dan hitungan 4. Kraeplin Terbaru Sikap Kerja Mengukur seberapa besar kemampuan seseorang menghadapi situasi kerja. (1.) Kecepatan kerja, (2.) ketelitian kerja, (3.) ketahanan kerja, dan (4.) daya tahan menghadapi tekanan 5. Army Alpha Kemampuan memahami perintah Mengukur seberapa besar kemampuan seseorang dalam berkonsentrasi, mendengar perintah serta memahami perintah 6. MSDT Tipe Kepemimpinan Mendeskripsikan mengenai bagaimanakah tipe kepemimpinan seseorang dalam memimpin. Misalnya, otoriter?demokratis?permisif dan lain sebagainya 7. Papikostik Kepribadian terkait dengan situasi kerja Mendeskripsikan mengenai kepribadian seseorang serta sikap-sikap yang dipilih terkait dengan pekerjaan 8. DISC Profiling Kepribadian terkait peran kerjanya Melihat aspek Dominance, influence, steadiness dan complient seseorang, yang menentukan kecocokannya dengan peran kerjanya 8. Wartegg Kepribadian Mendeskripsikan mengenai kepribadian 9. Grafis DAP+BAUM 10. MMPI, EPPS, 16 PF, WAIS dan alat tes klinis lain Kepribadian Kepribadian, dan potensi laten gangguan psikologis seseorang Mendeskripsikan mengenai kepribadian seseorang dan potensi laten yang dimilikinya Mendeskripsikan keadaan psikologis klien dan status mentalnya, mengetahui hambatan psikologis yang menyebabkan perilaku bermasalah 14

15 PEMBIAYAAN Pembiayaan Layanan Konseling dan Asesmen Psikologis Brilian Psikologi adalah seperti dibawah ini : Konseling Perpaket (3 sesi menit) Level Staff Rp ,- /per-sesi Level Supervisor Rp ,- /per-sesi Level Manager Rp ,- /per-sesi Asesmen psikologi (psikotes& wawancara) Level Staff Rp ,- Level Supervisor Rp ,- Level Manager Rp ,- *) Biaya dapat berubah sesuai dengan permintaan pelayanan. **) Pembiayaan lain-lain seperti transportasi dan akomodasi dibebankan kepada instansi/perusahaan yang bersangkutan. Waktu pengerjaan Konseling dilakukan perpaket pertemuan (sesi) dan disesuaikan dengan karakteristik permasalahan yang dihadapi serta kesepakatan pertemuan dibicarakan kemudian. Penyelesaian Laporan Hasil Pemeriksaan Psikologis (LHPP) dapat disesuaikan dengan kesepakatan. PENUTUP Semoga pelayanan psikologi ini dapat membawa manfaat bagi kita semua dan semoga kesejahteraan selalu menyertai kehidupan anda serta keluarga. Terimakasih. Surabaya Danang Setyo Budi Baskoro, M.Psi., Psikolog (Kepala Brilian Psikologi) 15

16 Mengapa Harus "BRILIAN PSIKOLOGI"? Karena "Brilian Psikologi" terdiri dari tenaga profesional dengan latarbelakang pendidikan psikologi serta memiliki pengalaman pelayanan yang cukup dibidang tersebut. Berikutnya 4 hal yang menjadi prinsip dalam proses layanan kami, yaitu : Profesional Kepuasan dan kepercayaan klien menjadi suatu yang utama, sehingga bekerja secara professional serta sesuai kode etik menjadi standar yang harus dilakukan. Melalui pengolahan data oleh psikolog yang memiliki izin praktek psikologi (SIPP) dan tenaga psikologi yang kompeten dibidang asesmen psikologi Tepat waktu Pengolahan data yang berorientasi pada hasil dan sehingga menjadikan penyelesaian tepat waktu Validitas dengan komputerisasi Proses skoring menggunakan komputerisasi menjadikan data cepat terselesaikan serta intepretasi secara manual oleh psikolog. Berdasarkan keilmuan psikologi dan alat tes yang up to date penguasaan keilmuan berdasarkan teori dan hasil penelitian psikologi merupakan dasar bagi dilakukannya asesmen dan intervensi. 16

17 KLIEN KAMI PT. Siantar Top PT. Persada Dinamika Lestari PT. Galenium Pharmasia Lab PT. Kartini Teh Nasional PT. So Good Food PT. Harta General Insurance PT. Blue Gas PT. Pakan Serasi PT. Indomarco Adi Prima PT. Duta Bhakti PT. Teladan Prima PT. Versacon Medical PT. Rohto Laboratories Indonesia PT. Candika Wastu Pramathana CV. Aneka Karya Unggul Natasha SCC PT. KWAI PT. Suka Sari Mitra Mandiri TK As-Sallam SMP Situbondo SMA Unggulan Nuris SMP 1 Bondowoso dll 17

Brilian Psikologi PROPOSAL PENAWARAN. Psychological Assessment and Intervention

Brilian Psikologi PROPOSAL PENAWARAN. Psychological Assessment and Intervention PROPOSAL PENAWARAN Psychological Assessment and Intervention Brilian Psikologi Office @Perum. Pondok Maritim Indah Baru N-26, Wiyung Surabaya Call.082143779380 1 Introduction Brilian Psikologi merupakan

Lebih terperinci

Professional Psychological Service

Professional Psychological Service Layanan Asesmen Psikologi Untuk seleksi, promosi dan profiling Karyawan Professional Psychological Service Danang Setyo Budi Baskoro, M.Psi., Psikolog Surat Izin Praktek Psikologi (SIPP: 0863-13-2-1) Office

Lebih terperinci

Office : Jl Tirto utomo VIII/4 Malang

Office : Jl Tirto utomo VIII/4 Malang Office : Jl Tirto utomo VIII/4 Malang Email : [email protected] Phone : 082134779380 Website : www.brilianpsikologi.com TENTANG KAMI Brilian Psikologi merupakan lembaga independen yang bergerak

Lebih terperinci

Professional Psychological Service

Professional Psychological Service PROPOSAL PENAWARAN KERJASAMA LAYANAN PSIKOLOGI Professional Psychological Service Danang Setyo Budi Baskoro, M.Psi., Psikolog Surat Izin Praktek Psikologi (SIPP: 0863-15-2-2) ASESMEN PSIKOLOGI KONSELING

Lebih terperinci

Lembaga Psikologi dan Pengembangan Potensi AbiLiTy

Lembaga Psikologi dan Pengembangan Potensi AbiLiTy 1 Profile MARUTA Development and Education Consultant adalah konsultan psikologi yang menawarkan jasa profesional di bidang terapan ilmu psikologi kepada masyarakat umum dan organisasi. Kami hadir untuk

Lebih terperinci

Development and Education Consultant Lembaga Psikologi dan Pengembangan Potensi AbiLiTy

Development and Education Consultant Lembaga Psikologi dan Pengembangan Potensi AbiLiTy 1 Profile MARUTA Development and Education Consultant adalah konsultan psikologi yang menawarkan jasa profesional di bidang terapan ilmu psikologi kepada masyarakat umum dan organisasi. Kami hadir untuk

Lebih terperinci

Melayani Jasa Psikologi Untuk Perusahaan, Sekolah & Individu

Melayani Jasa Psikologi Untuk Perusahaan, Sekolah & Individu Makassar,... November 2016 Nomor :... /TCU/SK/2016 Lampiran : Hal : Penawaran Jasa Psikologi & Wisata Laut Kepada Yth. Bapak Kepala Pimpinan... Di- Tempat Dengan hormat, Bersama dengan proposal ini, kami

Lebih terperinci

Adhyatman Prabowo, M.Psi. By PresenterMedia.com

Adhyatman Prabowo, M.Psi. By PresenterMedia.com Adhyatman Prabowo, M.Psi By PresenterMedia.com Suatu proses pengukuran melalui beberapa cara / teknik yg dikombinasikan untuk menganalisa dan memprediksi kemampuan, kepribadian, dan perilaku individu saat

Lebih terperinci

company profile Assessment Training Bumi Asri Sengkaling Blok DD 2 Malang Jawa Timur

company profile Assessment Training Bumi Asri Sengkaling Blok DD 2 Malang Jawa Timur company profile CONSULTING Assessment, Training and Psychotherapy OFFICE Bumi Asri Sengkaling Blok DD 2 Malang 65151 Jawa Timur Tlp 0341 463 470 / HP. 085 731 813 615 www.animaconsulting.co.id Bumi Asri

Lebih terperinci

Klik di sini: untuk informasi lebih

Klik di sini:  untuk informasi lebih Klik di sini: www.psikoteskerja.web.id untuk informasi lebih lengkap PENGANTAR EBOOK SUKSES PSIKOTES KERJA Penyebab kegagalan terbesar calon karyawan pada saat rekrutmen adalah sewaktu ujian psikotes.

Lebih terperinci

SOP PRAKTIK KERJA PROFESI PSIKOLOGI MAGISTER PSIKOLOGI PROFESI UGM

SOP PRAKTIK KERJA PROFESI PSIKOLOGI MAGISTER PSIKOLOGI PROFESI UGM SOP PRAKTIK KERJA PROFESI PSIKOLOGI MAGISTER PSIKOLOGI PROFESI UGM PRAKTIK KERJA PROFESI PSIKOLOGI STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PENGERTIAN TUJUAN KEBIJAKAN Kuliah praktik kerja profesi adalah praktik penerapan

Lebih terperinci

S E R V I C E S BIPI CONSULTING PSIKOTES & ASSESSMENT. w w w. biropsikologi. c o m

S E R V I C E S BIPI CONSULTING PSIKOTES & ASSESSMENT. w w w. biropsikologi. c o m S E R V I C E S BIPI CONSULTING PSIKOTES & ASSESSMENT w w w. biropsikologi. c o m REKRUTMEN Rekrutmen merupakan metode untuk mengidentifikasi aspekaspek potensi psikologis secara menyeluruh, untuk mengenali

Lebih terperinci

1. PENDAHULUAN. kegiatan belajar mengajar di dalam kelas adalah sebuah proses dimana

1. PENDAHULUAN. kegiatan belajar mengajar di dalam kelas adalah sebuah proses dimana 1. PENDAHULUAN A. Latar Belakang dan Masalah 1. Latar Belakang Pendidikan adalah usaha sadar untuk mengembangkan kepribadian anak, baik di luar dan di dalam sekolah yang berlangsung seumur hidup. Proses

Lebih terperinci

PROPOSAL PENAWARAN SOFTWARE DISC, PAULI DAN SOFTWARE EPPS

PROPOSAL PENAWARAN SOFTWARE DISC, PAULI DAN SOFTWARE EPPS PROPOSAL PENAWARAN SOFTWARE DISC, PAULI DAN SOFTWARE EPPS Proposal Penawaran Sofe DISC ah DISC itu? Teori DISC modern dimunculkan pada tahu 1920 oleh William Moulton Marston. Marston yang kini dikenal

Lebih terperinci

DOKUMEN : PROSEDUR OPERASIONAL BAKU JUDUL : PELAYANAN LPU (LAYANAN PSIKOLOGI UNMUL)

DOKUMEN : PROSEDUR OPERASIONAL BAKU JUDUL : PELAYANAN LPU (LAYANAN PSIKOLOGI UNMUL) PROGRAM STUDI PSIKOLOGI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS MULAWARMAN SAMARINDA KALIMANTAN TIMUR DOKUMEN : PROSEDUR OPERASIONAL BAKU JUDUL : PELAYANAN LPU (LAYANAN PSIKOLOGI UNMUL) KODE

Lebih terperinci

DAFTAR HARGA ALAT TES PSIKOLOGIS

DAFTAR HARGA ALAT TES PSIKOLOGIS Instruksi Umum pengantar psikotes 0000-97,000 lembar a. DAFTAR HARGA ALAT TES PSIKOLOGIS (Berlaku mulai Juni 00) Army Alpha Intelligence Test a. Instruksi Army Alpha 00-96,000 lembar b. Formulir Army Alpha

Lebih terperinci

Intervensi Kelompok (pengantar II) Danang Setyo Budi Baskoro, M.Psi

Intervensi Kelompok (pengantar II) Danang Setyo Budi Baskoro, M.Psi Intervensi Kelompok (pengantar II) Danang Setyo Budi Baskoro, M.Psi Konseling Kelompok Salah satu bentuk konseling dengan memanfaatkan kelompok untuk membantu, memberi umpan balik dan pengalaman belajar

Lebih terperinci

PROPOSAL SOFTWARE KOREKSI PSIKOTES

PROPOSAL SOFTWARE KOREKSI PSIKOTES PROPOSAL SOFTWARE KOREKSI PSIKOTES Kami tim pengembang software tes psikologi berlokasi di Surabaya. Mengembangkan alat aplikasi skoring psikotest yang dibutuhkan oleh banyak pihak. Terutama para psikolog,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Ridwan, Penanganan Efektif Bimbingan Dan Konseling di Sekolah, Pustaka Pelajar, Yogyakarta, 1998, hlm.9.

BAB I PENDAHULUAN. Ridwan, Penanganan Efektif Bimbingan Dan Konseling di Sekolah, Pustaka Pelajar, Yogyakarta, 1998, hlm.9. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Bidang pendidikan telah mengawali masuknya konseling untuk pertama kalinya ke Indonesia. Adaptasi konseling dengan ilmu pendidikan diharapkan dapat meningkatkan kualitas

Lebih terperinci

BABI PENDAHULUAN. Dalam mengelola organisasi saat ini menuntut adanya perubahanperubahan

BABI PENDAHULUAN. Dalam mengelola organisasi saat ini menuntut adanya perubahanperubahan BABI PENDAHULUAN BABI PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dalam mengelola organisasi saat ini menuntut adanya perubahanperubahan dari yang tradisional menjadi modem. Pada era globalisasi saat ini, perkembangan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kantor tersebut dituntut menciptakan suasana yang baik, teratur, sehingga orang yang melihat

BAB I PENDAHULUAN. kantor tersebut dituntut menciptakan suasana yang baik, teratur, sehingga orang yang melihat BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Tata ruang kantor merupakan salah satu hal penting dalam memasuki sebuah perusahaan. Dan sudah menjadi kebiasaan manusia bila memperhatikan sesuatu terutama dilihat

Lebih terperinci

BAB IV AUDIT OPERASIONAL ATAS FUNGSI MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA PADA PT ABC

BAB IV AUDIT OPERASIONAL ATAS FUNGSI MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA PADA PT ABC BAB IV AUDIT OPERASIONAL ATAS FUNGSI MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA PADA PT ABC IV.1. Survei Pendahuluan (Preliminary Survey) Tahap survei pendahuluan merupakan tahap awal yang harus dilaksanakan oleh seorang

Lebih terperinci

PRODUCT PROFILE TESTING

PRODUCT PROFILE TESTING PRODUCT PROFILE TESTING INSTITUT ASESMEN INDONESIA Komplek Golden Plaza Fatmawati Blok E No.04 Jl. Fatmawati Raya No. 15 Jakarta Selatan Phone : 021 7503 569 Email : [email protected] Web : www.assessment-iai.com

Lebih terperinci

PERSONALIA. SELEKSI Proses kegiatan pemilihan, mencari kesesuaian indv, dgn jabatan utk mencapai efisiensi dan efektivitas

PERSONALIA. SELEKSI Proses kegiatan pemilihan, mencari kesesuaian indv, dgn jabatan utk mencapai efisiensi dan efektivitas STAFFING, REKRUTMEN & SELEKSI LATAR BELAKANG SDM banyak namun lowongan sedikit The right man on the right place Tanggung jawab psikolog dalam proses rekrutmen, seleksi dan staffing Pengembangan alat tes

Lebih terperinci

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS)

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) KBPP43117 Psikologi Klinis Disusun oleh: Harry Theozard Fikri, S.Psi, M.Psi PROGRAM STUDI S1 PSIKOLOGI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA YPTK PADANG LEMBAR

Lebih terperinci

SURAT KEPUTUSAN No. 007/SK/PP-Himpsi/VII/11 Tentang PORTOFOLIO KEGIATAN PSIKOLOG

SURAT KEPUTUSAN No. 007/SK/PP-Himpsi/VII/11 Tentang PORTOFOLIO KEGIATAN PSIKOLOG SURAT KEPUTUSAN No. 007/SK/PP-Himpsi/VII/11 Tentang PORTOFOLIO KEGIATAN PSIKOLOG MENIMBANG : Bahwa untuk mengevaluasi pemberian Surat Izin Praktik Psikologi (SIPP) perlu dibuatkan Form yang yang memuat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. individu dengan individu yang lain merupakan usaha manusia dalam

BAB I PENDAHULUAN. individu dengan individu yang lain merupakan usaha manusia dalam BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa manusia lain dan senantiasa berusaha untuk menjalin hubungan dengan orang lain. Hubungan antara individu

Lebih terperinci

PROPOSAL ASESMEN KARYAWAN

PROPOSAL ASESMEN KARYAWAN PROPOSAL ASESMEN KARYAWAN Meraih pertumbuhan dengan SDM unggulan melalui asesmen yang profesional dan terintegrasi, yang mampu mengenali keunggulan nilai-nilai pribadi, talenta dan kompetensi dari calon

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pada prinsipnya sebagai makhluk sosial, antara individu yang satu dengan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pada prinsipnya sebagai makhluk sosial, antara individu yang satu dengan 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada prinsipnya sebagai makhluk sosial, antara individu yang satu dengan yang lainnya pasti membutuhkan kerjasama. Ketergantungan manusia satu dengan yang lain merupakan

Lebih terperinci

KONSEP DASAR TES PSIKOLOGI DAN KLASIFIKASINYA. Pertemuan kedua...

KONSEP DASAR TES PSIKOLOGI DAN KLASIFIKASINYA. Pertemuan kedua... KONSEP DASAR TES PSIKOLOGI DAN KLASIFIKASINYA Pertemuan kedua... Pengertian Tes Tes merupakan salah satu cara untuk mendapatkan informasi tentang tingkah laku atau hasil belajar siswa (Elliott, 1999) Tes

Lebih terperinci

CARA MEMBACA KARAKTER PELAMAR KERJA MELALUI PROSES WAWANCARA

CARA MEMBACA KARAKTER PELAMAR KERJA MELALUI PROSES WAWANCARA SEMINAR PENINGKATAN KOMPETENSI PSIKOLOGIS CARA MEMBACA KARAKTER PELAMAR KERJA MELALUI PROSES WAWANCARA Listya Istiningtyas, M.Psi, Psikolog Definisi kepribadian Kepribadian adalah sebuah kesatuan yang

Lebih terperinci

PROPOSAL PENAWARAN SOFTWARE PSIKOGRAM

PROPOSAL PENAWARAN SOFTWARE PSIKOGRAM PROPOSAL PENAWARAN SKORINGPSIKOTES.COM Email: [email protected] Telp : 08563220005 ; 085707700086 Psikogram adalah laporan hasil tes psikologi secara keseluruhan dalam proses assessment psikologi.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Manusia di dalam kehidupannya harus berkomunikasi, artinya. memerlukan orang lain dan membutuhkan kelompok masyarakat untuk saling

BAB I PENDAHULUAN. Manusia di dalam kehidupannya harus berkomunikasi, artinya. memerlukan orang lain dan membutuhkan kelompok masyarakat untuk saling BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Manusia di dalam kehidupannya harus berkomunikasi, artinya memerlukan orang lain dan membutuhkan kelompok masyarakat untuk saling berinteraksi. Hal ini merupakan suatu

Lebih terperinci

ADJOURNING BAB I PENDAHULUAN

ADJOURNING BAB I PENDAHULUAN ADJOURNING BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kelompok merupakan kesatuan unit yang terkecil dalam masyarakat. Individu merupakan kesatuan dari kelompok tersebut. Anggota kelompok tersebut merupakan individu-individu

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pendukung utama tercapainya sasaran pembangunan manusia Indonesia

BAB I PENDAHULUAN. Pendukung utama tercapainya sasaran pembangunan manusia Indonesia 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendukung utama tercapainya sasaran pembangunan manusia Indonesia adalah pendidikan yang bermutu. Pendidikan yang bermutu tidak cukup hanya dilakukan melalui transformasi

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. SDM. PT.KARYA MANDIRI BERSAMA hadir untuk memberikan solusi SDM

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. SDM. PT.KARYA MANDIRI BERSAMA hadir untuk memberikan solusi SDM 6 BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Profil PT. Karya Mandiri Bersama PT. KARYA MANDIRI BERSAMA adalah sebuah perusahaan di bidang jasa SDM yang berkonsentrasi pada penyediaan, pengelolaan dan pengembangan

Lebih terperinci

PRODUCT KNOWLEDGE I-JENIUS LEARNING CENTER. Website: Jl. Teratai 21 Mojokerto; Telp. (0321)

PRODUCT KNOWLEDGE I-JENIUS LEARNING CENTER. Website:  Jl. Teratai 21 Mojokerto; Telp. (0321) PRODUCT KNOWLEDGE I-JENIUS LEARNING CENTER Website: www.i-jenius.com Jl. Teratai 21 Mojokerto; Telp. (0321) 5885377 Layanan i-jenius Learning Center Produk-produk yang menjadi layanan i-jenius Learning

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat. Tes psikologi merupakan alat yang digunakan oleh Psikolog dalam

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat. Tes psikologi merupakan alat yang digunakan oleh Psikolog dalam BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sekarang ini tes Psikologi bukan merupakan hal yang asing lagi bagi masyarakat. Tes psikologi merupakan alat yang digunakan oleh Psikolog dalam melakukan penilaian

Lebih terperinci

COMPANY PROFILE BIPI CONSULTING PT ARZURO KINERJA SDM

COMPANY PROFILE BIPI CONSULTING PT ARZURO KINERJA SDM COMPANY PROFILE BIPI CONSULTING PT ARZURO KINERJA SDM CONTACT Email Addres : Jl. Pejaten Raya No. 10B RT 04 RW 06, Pejaten Barat, Pasar Minggu - Jakarta Selatan 12510 Telephone : 021-2753-4135 0812-8991-2100

Lebih terperinci

CENTRAL OFFICE: Perum Taman Beringin Elok 2 no G1,Kelurahan Beringin, Ngaliyan Phone number:

CENTRAL OFFICE: Perum Taman Beringin Elok 2 no G1,Kelurahan Beringin, Ngaliyan Phone number: COMPANY PROFILE RETRO Human Resources Development Consultant adalah lembaga professional untuk kegiatan pelatihan dan pengambangan Sumber Daya Manusia, dengan misi mencerdaskan kehidupan bangsa melalui

Lebih terperinci

PROPOSAL SOFTWARE KOREKSI PSIKOTES

PROPOSAL SOFTWARE KOREKSI PSIKOTES PROPOSAL SOFTWARE KOREKSI PSIKOTES Kami tim pengembang software tes psikologi berlokasi di Surabaya. Mengembangkan alat aplikasi skoring psikotest yang dibutuhkan oleh banyak pihak. Terutama para psikolog,

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Manajemen Sumber Daya Manusia Manajemen sumber daya manusia (MSDM) merupakan salah satu bidang dari manajemen umum yang meliputi segi-segi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan,

Lebih terperinci

METODE DAN JENIS PELATIHAN

METODE DAN JENIS PELATIHAN METODE DAN JENIS PELATIHAN Perubahan bekerja setiap saat dan salah satu tanda organisasi yang hebat adalah mereka memiliki komitmen untuk terus-menerus melatih dan mendidik orang-orangnya sehingga mereka

Lebih terperinci

COMPANY PROFILE. Melayani Secara Prima dengan Integritas & Profesionalitas

COMPANY PROFILE. Melayani Secara Prima dengan Integritas & Profesionalitas COMPANY PROFILE Melayani Secara Prima dengan Integritas & Profesionalitas Hak Cipta Layanan Psikologi Indonesia 2015 DAFTAR ISI Tentang Kami I Psikotes Pendidikan II Psikotes Individu IV Outbound Psikologi

Lebih terperinci

PROSES PELAKSANAAN MANAGEMENT TRAINEE (MT) PADA PT. TRAKINDO UTAMA JAKARTA

PROSES PELAKSANAAN MANAGEMENT TRAINEE (MT) PADA PT. TRAKINDO UTAMA JAKARTA PROSES PELAKSANAAN MANAGEMENT TRAINEE (MT) PADA PT. TRAKINDO UTAMA JAKARTA Oleh : 1 Darmawan 2 Rizka Mauliddia Administrasi Bisnis, Politeknik LP3I Jakarta Gedung Sentra Kramat Jl. Kramat Raya No. 7-9

Lebih terperinci

RPS Mata Kuliah Diagnostik Industri Program Studi Psikologi Halaman 1 dari 10

RPS Mata Kuliah Diagnostik Industri Program Studi Psikologi Halaman 1 dari 10 RPS Mata Kuliah Diagnostik Industri Program Studi Psikologi Halaman 1 dari 10 Minggu Kemampuan Akhir yang Diharapkan Bahan Kajian (Materi Ajar) Bentuk Pembelajaran Kriteria/Indikat or Penilaian Bobot Nilai

Lebih terperinci

SATUAN LAYANAN KONSELING KELOMPOK SIKLUS I

SATUAN LAYANAN KONSELING KELOMPOK SIKLUS I SATUAN LAYANAN KONSELING KELOMPOK SIKLUS I 1. Topik Permasalahan : Tidak mampu menolak ajakan teman 2. Bidang Bimbingan : Pribadi 3. Kompetensi Dasar : Siswa dapat menemukan masalah yang dihadapi dan belajar

Lebih terperinci

Modul ke: Salesmanship. Pengadaan & Seleksi Tenaga Penjual. Fakultas Ekonomi & Bisnis. Program Studi Manajemen. Rizal, S.ST.

Modul ke: Salesmanship. Pengadaan & Seleksi Tenaga Penjual. Fakultas Ekonomi & Bisnis. Program Studi Manajemen.  Rizal, S.ST. Modul ke: Salesmanship Pengadaan & Seleksi Tenaga Penjual Fakultas Ekonomi & Bisnis Program Studi Manajemen www.mercubuana.ac.id Rizal, S.ST., MM Kebutuhan Tenaga Penjual Untuk menjalankan fungsi penjualan

Lebih terperinci

DAFTAR INVENTARIS ALAT TES LABORATORIUM PSIKOLOGI

DAFTAR INVENTARIS ALAT TES LABORATORIUM PSIKOLOGI DAFTAR INVENTARIS ALAT TES LABORATORIUM PSIKOLOGI NO NAMA ALAT FUNGSI INTELEGENSI 1 WAIS Tes inteligensi usia 16 tahun ke atas, individual. 2 BINET Tes inteligensi anak usia 2-12 tahun, individual. 3 WPPSI

Lebih terperinci

BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN 43 BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN Pengelolaan SDM yang dilaksanakan dengan baik di perusahaan dapat mempengaruhi kinerja suatu perusahaan. Untuk itu, perlu dilakukan audit operasional atas fungsi SDM di

Lebih terperinci

Pengertian Pengukuran

Pengertian Pengukuran KONSEP DASAR TES Pengertian Pengukuran Proses untuk mengkuantifikasikan suatu gejala/atribut kuantifikasi terhadap karakteristik manusia melalui prosedur dan aturan yang sistematis Pemaknaan angka sebagai

Lebih terperinci

KONSEP DASAR TES. Oleh Farida Agus Setiawati, M.Si.

KONSEP DASAR TES. Oleh Farida Agus Setiawati, M.Si. KONSEP DASAR TES Oleh Farida Agus Setiawati, M.Si [email protected] Pengertian Pengukuran Proses untuk mengkuantifikasikan suatu gejala/atribut kuantifikasi terhadap karakteristik manusia melalui

Lebih terperinci

PANDUAN PENERIMAAN KARYAWAN

PANDUAN PENERIMAAN KARYAWAN PANDUAN PENERIMAAN KARYAWAN RS Imanuel Sumba Jl. Nangka no. 4 PANDUAN PENERIMAAN KARYAWAN RS Imanuel Sumba PENDAHULUAN Karyawan merupakan salah satu produksi yang terpenting dalam pengelolaan rumah sakit,

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. 1. Pengertian Kegiatan Layanan Bimbingan dan Konseling. Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada dalam rangka upaya

BAB II LANDASAN TEORI. 1. Pengertian Kegiatan Layanan Bimbingan dan Konseling. Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada dalam rangka upaya 22 BAB II LANDASAN TEORI A. Kegiatan Layanan Bimbingan dan Konseling 1. Pengertian Kegiatan Layanan Bimbingan dan Konseling Kata layanan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah cara melayani atau sesuatu

Lebih terperinci

Tes Inventori. Pengertian Fungsi-Fungsi DISC dan Administratif MODUL PERKULIAHAN. Fakultas Program Studi TatapMuka Kode MK DisusunOleh 02

Tes Inventori. Pengertian Fungsi-Fungsi DISC dan Administratif MODUL PERKULIAHAN. Fakultas Program Studi TatapMuka Kode MK DisusunOleh 02 MODUL PERKULIAHAN Tes Inventori Pengertian Fungsi-Fungsi DISC dan Administratif Fakultas Program Studi TatapMuka Kode MK DisusunOleh Psikologi Psikologi 02 A61616BB Riblita Damayanti S.Psi., M.Psi Abstract

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, Populasi dan Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian dilaksanakan di SMP Langlangbuana 2 Bandung yang berlokasi di Jl. Rusbandi, SH (Aspol) Sukamiskin. Alasan

Lebih terperinci

Psikologi Konseling. Psikologi Konseling. Psikologi Psikologi

Psikologi Konseling. Psikologi Konseling. Psikologi Psikologi MODUL PERKULIAHAN Psikologi Konseling Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh Psikologi Psikologi 05 61033 Abstract Dalam perkuliahan ini akan didiskusikan mengenai Ketrampilan Dasar Konseling:

Lebih terperinci

Rahasia Psikotest terbongkar [buat yg mw nglamar kerja masuk]

Rahasia Psikotest terbongkar [buat yg mw nglamar kerja masuk] Rahasia Psikotest terbongkar [buat yg mw nglamar kerja masuk] Buat agan2 yang mw ngelamar kerja, ni ane dapat bocoran dari teman ane yang staff HRD dari perusahaan ternama. Dia mau bocorin gimana tips

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. besar dengan spesifikasi pekerjaan offset printing (sablon, digital printing, cetak

BAB I PENDAHULUAN. besar dengan spesifikasi pekerjaan offset printing (sablon, digital printing, cetak BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Teknologi informasi pada saat ini telah manjadi bagian di dalam kehidupan manusia. Hal tersebut didasarkan pada berkembangnya jaman ke arah yang lebih modern dan dinamis.

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. dengan potensi yang dimiliki oleh masing-masing anak didik. Untuk

BAB 1 PENDAHULUAN. dengan potensi yang dimiliki oleh masing-masing anak didik. Untuk 1 BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Balakang Masalah Tujuan dari pendidikan adalah perkembangan kepribadian secara optimal dari anak didik. Dengan demikian setiap proses pendidikan harus diarahkan pada tercapainya

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. diantaranya para siswa harus melalui psikotes.

BAB 1 PENDAHULUAN. diantaranya para siswa harus melalui psikotes. BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG MASALAH Setiap anak SMA kelas X yang akan naik ke kelas XI harus sudah memilih jurusan apa yang akan ditempuhnya dikelas dua, namun pembagian jurusan disekolah tidak

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah, kegiatan belajar

BAB I PENDAHULUAN. Dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah, kegiatan belajar 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah, kegiatan belajar merupakan kegiatan yang paling pokok. Ini berarti bahwa berhasil tidaknya pencapaian tujuan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. penyaluran dan penempatan siswa pada program peminatan. Program peminatan

BAB 1 PENDAHULUAN. penyaluran dan penempatan siswa pada program peminatan. Program peminatan 1 BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Terkait perubahan kurikulum dalam pendidikan yang menggunakan acuan kurikulum 2013, terdapat beberapa perubahan system pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. lancar dan berhasil tanpa mengalami kesulitan, namun di sisi lain tidak sedikit

BAB I PENDAHULUAN. lancar dan berhasil tanpa mengalami kesulitan, namun di sisi lain tidak sedikit BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Guru dihadapkan pada karakterisktik siswa yang beraneka ragam dalam kegiatan pembelajaran. Ada siswa yang dapat menempuh kegiatan belajar secara lancar dan

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN. Ruang lingkup audit operasional atas fungsi Sumber Daya Manusia pada PT.

BAB IV PEMBAHASAN. Ruang lingkup audit operasional atas fungsi Sumber Daya Manusia pada PT. BAB IV PEMBAHASAN Ruang lingkup audit operasional atas fungsi Sumber Daya Manusia pada PT. Danayasa Arthatama Tbk. mencakup pelaksanaan seluruh fungsi manajemen dan ketaatan manajemen terhadap kebijakan

Lebih terperinci

BAB II BAHAN RUJUKAN. Manusia sebagai makhluk sosial memiliki barbagai macam kebutuhan.

BAB II BAHAN RUJUKAN. Manusia sebagai makhluk sosial memiliki barbagai macam kebutuhan. BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Pengertian Manajemen Manusia sebagai makhluk sosial memiliki barbagai macam kebutuhan. Salah satunya adalah kebutuhan untuk saling barinteraksi dan bekerja sama satu sama lain.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan bermaksud membantu manusia untuk menumbuh kembangkan potensipotensi

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan bermaksud membantu manusia untuk menumbuh kembangkan potensipotensi BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan bermaksud membantu manusia untuk menumbuh kembangkan potensipotensi kemanusiaannya. Pendidikan juga merupakan usaha sadar untuk mengembangkan kualitas sumber

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pendidikan merupakan dasar bagi kemajuan dan kelangsungan hidup

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pendidikan merupakan dasar bagi kemajuan dan kelangsungan hidup BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pendidikan merupakan dasar bagi kemajuan dan kelangsungan hidup individu. Melalui pendidikan, individu memperoleh informasi dan pengetahuan yang dapat dipergunakan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. perusahaan melalui serangkaian aktivitas.

BAB II LANDASAN TEORI. perusahaan melalui serangkaian aktivitas. BAB II LANDASAN TEORI A. Pengertian Perekrutan Menurut Robert dan Jackson (2001) perekrutan merupakan proses mengumpulkan sejumlah pelamar yang berkualifikasi untuk pekerjaan di perusahaan melalui serangkaian

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Kinerja seorang guru merupakan komponen yang sangat menentukan

BAB I PENDAHULUAN. Kinerja seorang guru merupakan komponen yang sangat menentukan 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan faktor penting dalam proses kemajuan suatu bangsa. Pendidikan diharapkan mampu menghasilkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas sehingga

Lebih terperinci

Teknik Presentasi Informasi, meliputi ceramah/kuliah, konferensi/diskusi, media audiovisual, pembelajaran jarak jauh/kursus korespondensi, internet

Teknik Presentasi Informasi, meliputi ceramah/kuliah, konferensi/diskusi, media audiovisual, pembelajaran jarak jauh/kursus korespondensi, internet Perubahan bekerja setiap saat dan salah satu tanda organisasi yang hebat adalah mereka memiliki komitmen untuk terusmenerus melatih dan mendidik orang-orangnya sehingga mereka memiliki pengetahuan yang

Lebih terperinci

1. Creative Manager 2. Marketing 3. Photographer & Videographer 4. Graphic Design 5. Video Editor

1. Creative Manager 2. Marketing 3. Photographer & Videographer 4. Graphic Design 5. Video Editor Yogyakarta, 18 Maret 2017 JNR Creative, Home industri yang berfokus pada jasa pembuatan Buku Tahunan sebagai pelaksana kegiatan yang terkait dengan jasa desain, fotografi, dan jasa percetakan bagi kalangan

Lebih terperinci

PSIKOLOGI INDUSTRI & ORGANISASI. Shirley Fakultas Psikologi Universitas Medan Area

PSIKOLOGI INDUSTRI & ORGANISASI. Shirley Fakultas Psikologi Universitas Medan Area PSIKOLOGI INDUSTRI & ORGANISASI Definisi Psikologi Industri & Organisasi Keilmuan yg mempelajari mengenai hubungan antara manusia dengan dunia kerja (Guion, 1983). Aplikasi dari fakta dan prinsip psikologi

Lebih terperinci

PANDUAN PRAKTEK KERJA PROFESI PSIKOLOGI (PKPP) PROGRAM STUDI MAGISTER PROFESI PSIKOLOGI MAYORING PSIKOLOGI PENDIDIKAN

PANDUAN PRAKTEK KERJA PROFESI PSIKOLOGI (PKPP) PROGRAM STUDI MAGISTER PROFESI PSIKOLOGI MAYORING PSIKOLOGI PENDIDIKAN PANDUAN PRAKTEK KERJA PROFESI PSIKOLOGI (PKPP) PROGRAM STUDI MAGISTER PROFESI PSIKOLOGI MAYORING PSIKOLOGI PENDIDIKAN FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS AIRLANGGA 2011 PENGANTAR Praktek Kerja Profesi Psikologi

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 1. Hasil Penelitian Terdahulu Penelitian yang berhubungan dengan masalah penempatan tenaga kerja Maisaroh (2007) dengan judul: Pengaruh penempatan karyawan terhadap kinerja karyawan

Lebih terperinci

COMPANY PROFILE COURSE SCHEDULE

COMPANY PROFILE COURSE SCHEDULE LEGAL & GENERAL MANAGEMENT REGULAR TRAINING IN-HOUSE TRAINING PELATIHAN PURNA KARYA 2017 H U M A N R ESOURCE M A N AG E M E N T MARKERTING MANAGEMENT FINANCIAL STRATEGIC MANAGEMENT LEGAL ASPECT O P E R

Lebih terperinci

KURIKULUM MAGISTER PSIKOLOGI PROFESI UNIVERSITAS SURABAYA

KURIKULUM MAGISTER PSIKOLOGI PROFESI UNIVERSITAS SURABAYA KURIKULUM MAGISTER PSIKOLOGI PROFESI UNIVERSITAS SURABAYA MAGISTER PSIKOLOGI PROFESI A. IDENTITAS PROGRAM STUDI Program Magister Psikologi Profesi Universitas Surabaya didirikan tahun 2004. Pendirian Program

Lebih terperinci

Peluang. Penawaran. Menjelaskan lebih detil Siapa dan Kemampuan Anda serta kesesuaiannya dg kebutuhan Perusahaan

Peluang. Penawaran. Menjelaskan lebih detil Siapa dan Kemampuan Anda serta kesesuaiannya dg kebutuhan Perusahaan Wawancara Kerja Peluang Penawaran Menjelaskan lebih detil Siapa dan Kemampuan Anda serta kesesuaiannya dg kebutuhan Perusahaan Tujuan Wawancara Kerja Untuk mengetahui kepribadian pelamar Mencari informasi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Perusahaan adalah suatu organisasi yang memiliki tujuan tertentu yang

BAB I PENDAHULUAN. Perusahaan adalah suatu organisasi yang memiliki tujuan tertentu yang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perusahaan adalah suatu organisasi yang memiliki tujuan tertentu yang hendak dicapai. Salah satu tujuan utama yang ingin dicapai oleh perusahaan adalah mempertahankan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Pengertian Pelatihan Sumber Daya Manusia

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Pengertian Pelatihan Sumber Daya Manusia 9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Pelatihan Sumber Daya Manusia Sumber daya manusia dalam hal ini karyawan merupakan sumber daya terpenting yang dimiliki oleh organisasi dan merupakan salah satu

Lebih terperinci

PSIKOGRAM. Nama : A Level Tes : Supervisor Tanggal Tes : 29 Juli 2010 Pengirim : PT. X Tujuan Tes : Seleksi Calon Supervisor Gudang Bahan.

PSIKOGRAM. Nama : A Level Tes : Supervisor Tanggal Tes : 29 Juli 2010 Pengirim : PT. X Tujuan Tes : Seleksi Calon Supervisor Gudang Bahan. PSIKOGRAM Nama : A Level Tes : Supervisor Tanggal Tes : 29 Juli 2010 Pengirim : Tujuan Tes : Seleksi Calon Supervisor Gudang Bahan Sidoarjo Aspek SR R S T ST Inteligensi Umum (Taraf Kecerdasan) Taraf kemampuan

Lebih terperinci

BAB 2 SELEKSI & PENEMPATAN TENAGA KERJA

BAB 2 SELEKSI & PENEMPATAN TENAGA KERJA BAB 2 SELEKSI & PENEMPATAN TENAGA KERJA Sasaran : Mengerti tentang seleksi dan penempatan Memahami perbedaan individu dan varian pekerjaan Mengerti berbagai strategi seleksi Memahami model penelitian seleksi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Dinas pendidikan pemuda dan olahraga memiliki kebijakan mutu yaitu

BAB I PENDAHULUAN. Dinas pendidikan pemuda dan olahraga memiliki kebijakan mutu yaitu BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dinas pendidikan pemuda dan olahraga memiliki kebijakan mutu yaitu pimpinan dan seluruh pegawai dinas pendidikan pemuda dan olahraga Kabupaten Deli Serdang berkomitmen

Lebih terperinci

KETERAMPILAN KONSELING : KLARIFIKASI, MEMBUKA DIRI, MEMBERIKAN DORONGAN, MEMBERIKAN DUKUNGAN, PEMECAHAN MASALAH DAN MENUTUP PERCAKAPAN

KETERAMPILAN KONSELING : KLARIFIKASI, MEMBUKA DIRI, MEMBERIKAN DORONGAN, MEMBERIKAN DUKUNGAN, PEMECAHAN MASALAH DAN MENUTUP PERCAKAPAN KETERAMPILAN KONSELING : KLARIFIKASI, MEMBUKA DIRI, MEMBERIKAN DORONGAN, MEMBERIKAN DUKUNGAN, PEMECAHAN MASALAH DAN MENUTUP PERCAKAPAN oleh Rosita E.K., M.Si Konsep dasar dari konseling adalah mengerti

Lebih terperinci

Berikut ini adalah beberapa contoh soal psikotes dan jawabannya terbaru yang sering di keluarkan oleh perusahaan dalam ujian psikotes.

Berikut ini adalah beberapa contoh soal psikotes dan jawabannya terbaru yang sering di keluarkan oleh perusahaan dalam ujian psikotes. SOAL DAN PEMBAHASAN UJIAN MASUK PERUSAHAAN PILIHAN BKK SIAP KERJA ( BKK ) SMK MUH 1 KLATEN UTARA SABTU, 10 JANUARI 2015 HTTP://BKKSIAPKERJA.COM, 0813 2965 6299, 0856 4220 9977 Psikotes pada umumnya menjadi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel Penelitian. B. Definisi operasional

BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel Penelitian. B. Definisi operasional BAB III METODE PENELITIAN A. Identifikasi Variabel Penelitian Variabel Tergantung Variabel Bebas : Kohesivitas kelompok : Konseling Kelompok B. Definisi operasional 1. Kohesivitas Kelompok Kohesivitas

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Tugas pokok Kantor Pelayanan Pajak (KPP) adalah memberikan. pelayanan kepada masyarakat secara profesional dan terintegrasi, untuk

I. PENDAHULUAN. Tugas pokok Kantor Pelayanan Pajak (KPP) adalah memberikan. pelayanan kepada masyarakat secara profesional dan terintegrasi, untuk I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Tugas pokok Kantor Pelayanan Pajak (KPP) adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat secara profesional dan terintegrasi, untuk mewujudkan hal tersebut KPP memerlukan

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. data yang saya perlukan sehubungan dengan masalah yang diteliti.

KATA PENGANTAR. data yang saya perlukan sehubungan dengan masalah yang diteliti. Lampiran 1 Alat Ukur Iklim Kerja KATA PENGANTAR Dalam rangka memenuhi persyaratan untuk menempuh gelar Sarjana Psikologi (S.Psi) di Universitas Kristen Maranatha Bandung, saya membutuhkan beberapa informasi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan salah satu aspek yang penting bagi kehidupan

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan salah satu aspek yang penting bagi kehidupan BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan salah satu aspek yang penting bagi kehidupan seseorang. Kualitas kehidupan seseorang dapat ditingkatkan melalui pendidikan. Demikian pentingnya

Lebih terperinci

Universitas Esa Unggul 29 Mei 2015

Universitas Esa Unggul 29 Mei 2015 Universitas Esa Unggul 29 Mei 2015 Pada sudut perusahaan Curriculum Vitae (CV) atau Daftar Riwayat Hidup digunakan untuk melihat profil kandidat pelamar yang memuat informasi pribadi, pendidikan, pelatihan,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. suatu masyarakat karena dapat menjadi suatu rambu-rambu dalam kehidupan serta

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. suatu masyarakat karena dapat menjadi suatu rambu-rambu dalam kehidupan serta BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Moral merupakan suatu peraturan yang sangat penting ditegakkan pada suatu masyarakat karena dapat menjadi suatu rambu-rambu dalam kehidupan serta pelindung bagi

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kelahiran seorang anak di dunia ini adalah kebanggaan tersendiri bagi keluarga, manusia tidak dapat meminta anaknya berwajah cantik atau tampan sesuai dengan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Peneliti menganggap bahwa penelitian tentang kecerdasan emosional pada mahasiswa yang bekerja sangat penting, karena siapa pun dapat mengalami emosi, tak terkecuali

Lebih terperinci

BAB II TINJUAN PUSTAKA

BAB II TINJUAN PUSTAKA BAB II TINJUAN PUSTAKA A. Minat 1. Pengertian Minat yaitu suatu kondisi yang terjadi apabila seseorang melihat ciriciri atau arti sementara situasi yang dihubungkan dengan keinginankeinginan atau kebutuhan-kebutuhannya

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Dalam mencapai tujuan, setiap organisasi dipengaruhi oleh perilaku

I. PENDAHULUAN. Dalam mencapai tujuan, setiap organisasi dipengaruhi oleh perilaku I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dalam mencapai tujuan, setiap organisasi dipengaruhi oleh perilaku organisasi yang merupakan pencerminan dari perilaku dan sikap orang-orang yang terdapat dalam organisasi

Lebih terperinci