BAB 1: ORIENTASI PELATIHAN
|
|
|
- Bambang Oesman
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB 1: ORIENTASI PELATIHAN Pokok Bahasan Perkenalan dan Kontrak Belajar Langkah-langkah Fasilitasi Perkenalan Langkah-langkah Fasilitasi Kontrak Belajar
2 Penulis Muchtadlirin Penyelia Tulisan Fahsin M. Faal Pengajar Pondok Pesantren Kyai Gading Demak
3 ORIENTASI PELATIHAN: PERKENALAN DAN KONTRAK BELAJAR elatihan yang dilaksanakan meniscayakan keragaman Ppeserta dari berbagai komunitas dan daerah asal. Dalam kondisi tersebut biasanya peserta canggung dan kaku, sehingga perlu untuk beradaptasi dan saling kenal agar suasana bisa cair dan akrab. Suasana cair dan akrab bisa terbentuk salah satunya dengan melakukan game pelatihan dengan proses yang menarik. Ada berbagai macam cara agar suasana yang ada dapat lebih fun dan menyenangkan. Selain itu juga dalam sebuah pelatihan diperlukan adanya aturan untuk mengelola forum agar berjalan sesuai dengan tujuan dan harapan yang telah ditentukan. Pada sesi ini terdapat beberapa contoh game pelatihan yang dapat digunakan dalam proses perkenalan (ta aruf) dan kontrak belajar. Tujuan Sesi ini diadakan sebagai permulaan dari sesi pelatihan pada modul ini dengan tujuan sebagai berikut: 1. Agar peserta satu dengan yang lain saling mengenal dengan cara yang cepat dan menyenangkan. 2. Agar peserta dapat mengenal keunikan peserta lain dan tercipta ikatan (bonding) antar peserta pelatihan 3. Agar pelatihan bisa berjalan dengan tertib dan lancar sehingga harapannya pelatihan akan berjalan sesuai dengan harapan 3
4 Indikator 1. Peserta dapat mengenali peserta lain, fasilitator, co fasilitator dan narasumber jika ada. 2. Peserta merasa nyaman selama mengikuti pelatihan dengan saling akrab bersama peserta lainnya. 3. Peserta dapat memahami dan menaati peraturan yang disepakati dalam kontrak belajar Metode 1. Game 2. Curah Pendapat Waktu 60 Menit Alat & Bahan 1. Kertas Metaplan 2. Lap Top 3. LCD Projector 4. Spidol 5. Gunting/Cutter 6. Balon 4
5 LANGKAH-LANGKAH FASILITASI PERKENALAN Teknik 1 PAIJO PECEL 1. Fasilitator memperkenalkan diri dan menjelaskan tujuan dari sesi ini, yaitu dalam rangka saling berkenalan dan berinteraksi satu sama lain sesama peserta. Fasilitator juga tidak lupa menanyakan kabar dan mengucapkan selamat datang di pelatihan ini. 2. Fasilitator menanyakan apakah para peserta sudah saling mengenal atau belum. Di sinilah pentingnya sesi perkenalan untuk memecah kebekuan dan suasana yang awalnya tidak saling kenal menjadi kenal sehingga kemudian terjadi saling tegur sapa dan komunikasi lanjutan yang lebih terbuka. 3. Selanjutnya peserta diminta untuk membuat formasi lingkaran. Proses pembuatan lingkaran ini bisa dilakukan dengan permainan (game) tergantung dari kreatifitas fasilitator. Misalnya, dibuat aturan tidak boleh ada peserta yang bernama awal sama bersebelahan, atau bisa juga peserta yang berasal dari komunitas atau daerah yang sama harus berseberangan. 4. Setelah lingkaran terbentuk agar suasana tidak terlalu kaku fasilitator bisa juga meneriakkan YEL-YEL pelatihan. 5. Setelah membangkitkan semangat peserta dengan terikan yel-yel, tiap peserta kemudian diminta memperkenalkan diri dengan menambahkan hal unik di belakang namanya. Hal unik ini akan melekat dalam atribut nama peserta agar dapat mudah diingat oleh peserta yang lain. Atribut tersebut bisa berupa hobi, sifat, dan lain sebagainya. Dengan catatan; hal unik tersebut hanya terdiri dari satu kata dan huruf depannya sama sesuai dengan huruf depan nama peserta yang bersangkutan. Misalnya, PAIJO PECEL, maknanya adalah Paijo yang suka makan nasi pecel. 6. Agar lebih menarik, fasilitator meminta peserta untuk menceritakan tentang atributnya tersebut, misalnya kapan makan pecel, bagaimana dia suka pecel, ada sejarah apa dengan nasi pecel, dan sebagainya. 7. Setelah beberapa giliran, agar tidak bosan dan ada kejutan, 5
6 fasilitator menunjuk peserta yang belum mendapat giliran untuk menguji ingatan peserta yang telah memperkenalkan diri. Nama yang digunakan peserta dalam permainan ini, biasanya akan diingat terus oleh peserta pelatihan sampai pelatihan selesai. 8. Setelah semua peserta memperkenalkan dirinya masing-masing, fasilitator membagikan kertas karton yang telah dipotong-potong dan meminta peserta untuk menuliskan nama dan atributnya disertai dengan gambar yang mengilustrasikan nama dan atribut. Selanjutnya fasilitator meminta peserta untuk menempelkan kertas karton tersebut di dinding. Teknik 2 NAMA ANGKA 1. Langkah fasilitasi ini diawali dengan langkah-langkah fasilitasi sebagaimana disebutkan dalam langkah pertama dan langkah kedua di teknik sebelumnya. 2. Fasilitator kemudian menjelaskan permainan yang akan dilakukan bersama-sama dengan tujuan agar peserta mengenal satu sama lain dengan cara santai dan menghapuskan kekakuan. 3. Fasilitator meminta seluruh peserta untuk berhitung dari nomor 1 dan seterusnya sampai selesai (habis). 4. Selanjutnya setiap peserta diminta untuk mengingat nomor urutnya masing-masing dengan baik. Jika perlu, lakukan pengujian dengan menyebut secara acak beberapa angka dan minta peserta yang disebut nomornya untuk menyahut YA! atau tunjuk beberapa orang peserta secara acak dan tanyakan ia nomor urut berapa. Tegaskan sekali lagi apakah mereka benar-benar mengingat nomor urutnya masing-masing. 5. Setelah yakin, fasilitator menjelaskan bahwa ia akan menyampaikan suatu berita atau suatu cerita tertentu di mana dalam sepanjang cerita itu akan disebut sejumlah angka-angka. Peserta yang disebut angka atau nomor urutnya diminta segera berdiri dan langsung meneriakkan namanya keras-keras kepada seluruh peserta lain. Jika terlambat 3 detik, peserta dikenakan 6
7 hukuman ramai-ramai oleh peserta lain. Adapun bentuk hukumannya dapat disepakati bersama-sama dengan fasilitator. 6. Sebelum memulai, fasilitator menanyakan kepada para peserta apakah mereka paham peraturan tersebut. Jika perlu, ulangi sekali lagi dan berikan contoh. 7. Fasilitator memulai ceritanya. Misalnya, Saudara-saudara, latihan ini sebenarnya sudah direncanakan sejak 5 bulan yang lalu, tapi karena beberapa hal, barulah 3 bulan yang lalu ada kejelasan dan kemudian dipersiapkan oleh 8 orang panitia,.., dan seterusnya. Atau bisa juga dengan cerita lain sesuai kreatifitas fasilitator (yang penting, dalam cerita itu disebutkan angka-angka nomor urut peserta setiap satu kalimat atau setiap selang satu menit). 8. Lakukan cerita ini sampai dengan separuh peserta disebutkan nomornya atau seluruhnya (bergantung kepada kecepatan fasilitator dan peserta sesuai dengan waktu yang tersedia). 9. Sesi ditutup dengan diskusi ringan dengan para peserta tentang apa makna permainan ini dan dapat digunakan untuk apa saja dalam kegiatan pelatihan, termasuk perasaan-perasaan peserta sendiri. Teknik 3 MENCARI BALON 1. Langkah fasilitasi ini diawali dengan langkah-langkah fasilitasi sebagaimana disebutkan dalam langkah pertama dan langkah kedua di teknik 1 sebelumnya. 2. Fasilitator mulai membagikan balon kepada semua peserta. Peserta diminta untuk menuliskan nama mereka masing-masing di balon yang mereka dapat dengan menggunakan spidol. 3. Setelah semua menuliskan nama di balon, fasilitator meminta agar semua balon dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam tempat tertentu atau ruangan lain. 4. Setelah semua terkumpul, semua peserta diminta untuk masuk ke dalam ruangan tersebut dan harus menemukan balon yang telah 7
8 tulis nama mereka. Peserta hanya diberi waktu sekitar 3 menit untuk menemukan balon sesuai dengan namanya. CATATAN: Fasilitator sebelumnya sudah mencampuradukkan balon-balon yang terkumpul. 5. Semua peserta dipastikan akan panik untuk mencari balon sesuai dengan namanya sendiri bahkan bisa jadi akan bertabrakan antara satu dengan lainnya, mendorong dan berebut dengan orang lain di sekitarnya sehingga terjadi kekacauan. Pada langkah ini, fasilitator harus memastikan kepanikan tidak membuat gaduh suasana perkenalan. 6. Setelah waktu 3 menit habis, fasilitator melakukan evaluasi seberapa banyak peserta yang bisa menemukan balonnya. 7. Setelah evaluasi, fasilitator meminta para peserta yang telah menemukan balonnya untuk menaruh kembali balon tersebut ke ruangan semula agar terkumpul lagi dengan balon-balon yang lain. 8. Sekali lagi fasilitator meminta para peserta untuk secara acak mengambil sembarang balon di ruangan lain untuk kemudian memberikannya kepada orang yang namanya tertulis di balon. Proses ini tidak akan memakan waktu yang lama dengan semua peserta telah memegang kembali balon dengan nama mereka sendiri. 9. Di saat memberikan balon tersebut, fasilitator menginstruksikan kepada para peserta untuk menanyakan nama, asal pesantren, hobi dan sebagainya sehingga terjadilah proses interaksi saling mengenal antar peserta. 10. Setelah proses tersebut selesai, fasilitator mempersilahkan peserta untuk memperkenalkan teman yang telah membantu menemukan balonnya. Bagi yang sudah diperkenalkan, ia pun langsung memiliki kewajiban untuk mengenalkan teman yang telah menemukan balonnya. Begitu seterusnya sampai dengan selesai (habis). 11. Sesi perkenalan ditutup dengan diskusi ringan bersama para peserta tentang apa makna permainan ini. Di ujung sesi fasilitator menyampaikan hikmah bahwa kejadian yang baru saja terjadi mirip dan sering terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari. Semua orang sibuk mencari kebahagiaan untuk diri sendiri mirip dengan 8
9 permainan mencari balon tadi dan tidak sedikit yang berujung pada kegagalan. Mereka baru berhasil mendapatkannya ketika mereka memberikan kebahagiaan kepada orang lain mirip dengan proses kedua tadi dengan memberikan balon kepada pemiliknya. Kebahagiaan kita terletak pada kebahagiaan orang lain walaupun kita tidak mengenalnya. Beri kebahagiaan kepada orang lain, maka niscaya kita akan mendapatkan kebahagiaan kita sendiri. 12. Fasilitator mengakhiri sesi dengan mengutip hadits Nabi SAW. sebagai berikut: Barangsiapa yang membantu seorang mu'min terlepas dari kesusahan di dunia, niscaya Allah akan membantunya terlepas dari kesusahan dunia dan akhirat. (HR. Muslim). LANGKAH-LANGKAH FASILITASI KONTRAK BELAJAR Teknik 1 POHON KEINGINAN DAN KETIDAKINGINAN 1. Fasilitator membuka sesi dengan menjelaskan target dari sesi Kontrak Belajar. Fasilitator juga menjelaskan secara singkat apa perlunya kegiatan ini. Orientasi dan tujuan pelatihan pun harus menjadi fokus bagi peserta. Oleh karenanya perlu diatur kesepakatan-kesepakatan dalam forum agar bisa menjadi aturan main bersama. 2. Peserta diminta menjawab beberapa pertanyaan pada kertaskertas yang terpisah. Pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah: Mengapa peserta bersedia hadir pada pelatihan ini? Apa harapan peserta setelah mengikuti pelatihan ini? Apa kekhawatiran peserta mengenai pelatihan ini? Usaha-usaha apa saja yang perlu diupayakan agar harapan di atas bisa tercapai? 3. Setelah peserta menulis semua jawaban, masing-masing diminta untuk menempelkan jawaban mereka pada empat lembar kertas plano yang terpisah untuk setiap jawaban. 4. Fasilitator membantu peserta membahas poin-poin di atas dan 9
10 meminta klarifikasi peserta bila ada kata-kata atau frase yang tidak jelas atau menimbulkan multi-tafsir. Bila waktu terbatas, maka tidak semua dibacakan dan dibahas. 5. Fasilitator membantu peserta mengorganisasikan daftar jawaban yang terkait dengan harapan peser ta dengan cara mengelompokkannya berdasarkan kategori pengetahuan, sikap dan keterampilan. Selanjutnya, pembahasan bergerak kepada masalah kekhawatiran peserta, baik kekhawatiran terhadap para peserta sendiri, fasilitator, trainer (bila ada), dan panitia. 6. Selanjutnya peserta diajak untuk membahas upaya-upaya mengatasi kekhawatiran dan bagaimana mencapai harapanharapan di atas. Salah satunya dengan membahas kesepakatan dan aturan yang harus ditaati bersama. Intinya, fasilitator membantu peserta untuk meringkas poin-poin di atas. 7. Salah satu teknik yang dapat digunakan oleh fasilitator adalah dengan membuat pohon keinginan dan ketidakinginan. Peserta diminta menulis di kertas metaplan tentang keinginan dan ketidakinginan selama mengikuti pelatihan. Masing-masing peserta cukup menuliskan satu kata saja. Misalnya, keinginan: TENANG dan ketidakinginan: GADUH. Setelah semuanya menulis maka kertas metaplan tersebut selanjutnya ditempelkan secara vertikal di depan ruang kelas (forum) untuk menjadi perhatian semua peserta. 8. Keinginan berarti harus diikuti semua peserta, sedangkan ketidakinginan harus ditinggalkan semua peserta. Dalam hal ini fasilitator punya kewenangan untuk meloloskan atau mengeliminir usulan peserta tersebut dan disepakati oleh semua peserta agar sesuai dengan target dan tujuan pelatihan. 9. Fasilitator juga mengingatkan bahwa proses pelatihan ini didasarkan pada metode pendidikan orang dewasa yang menuntut peran aktif dan partisipasi semua peserta karena merekalah sumber belajar yang penting. 10. Kontrak belajar diakhiri dengan kontrak terhadap daftar materi dan jadwal pelatihan serta mendiskusikannya dengan peserta. Fasilitator meminta masukan-masukan dari peserta mengenai materi maupun jadwal pelatihan. 10
11 Lembar Kerja Motivasi, Harapan dan Kekhawatiran Saya: A. Mengapa saya bersedia hadir pada pelatihan ini? B. Harapan saya setelah mengikuti pelatihan ini? C. Kekhawatiran saya mengenai pelatihan ini? D. Usaha-usaha apa saja yang perlu saya upayakan agar harapan di atas bisa tercapai?
12
MODUL PENDIDIKAN PERDAMAIAN & MEDIA PERDAMAIAN
MODUL PENDIDIKAN PERDAMAIAN & MEDIA PERDAMAIAN 1 MODUL PENDIDIKAN PERDAMAIAN DAN MEDIA PERDAMAIAN MODUL 1 Perkenalan Antar Anak SASARAN: Anak-anak dapat mengenal teman-temannya satu dengan yang lain Anak-anak
MODUL PEMETAAN SOSIAL BERBASIS KELOMPOK ANAK
MODUL PEMETAAN SOSIAL BERBASIS KELOMPOK ANAK 00 LATAR BELAKANG Social Mapping, Pemetaan Sosial atau Pemetaan Masyarakat yang dilakukan oleh anak dimaksudkan sebagai upaya anak menyusun atau memproduksi
Modul 4 Gagasan KSM Ideal
Modul 4 Gagasan KSM Ideal Peserta mampu merumuskan pengertian dan kriteria suatu KSM yang siap mengembangkan penghidupan Kegiatan 1 : Curah pendapat KSM yang ideal Kegiatan 2 : Diskusi definisi dan kriteria
MATERI 1 PEMBAHASAN JADWAL. Manjilala
MATERI 1 PERKENALAN DAN PEMBAHASAN JADWAL Manjilala www.gizimu.wordpress.com TUJUAN BELAJAR Peserta, pelatih, dan panitia dapat menciptakan suasana keakraban selama pelatihan Peserta dapat menyebutkan
DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM Direktorat Jenderal Cipta Karya MODUL KHUSUS KOMUNITAS C05. Relawan. Pemetaan Swadaya. PNPM Mandiri Perkotaan
DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM Direktorat Jenderal Cipta Karya MODUL KHUSUS KOMUNITAS Relawan C05 Pemetaan Swadaya PNPM Mandiri Perkotaan Modul 1 Alur dan GBPP OJT PS 1 Kegiatan 1 Curah Pendapat Harapan dan
Modul 2 Orientasi Belajar dan Kontrak Belajar
Modul 2 Orientasi Belajar dan Kontrak Belajar. Peserta memahami tujuan, Apa yang akan diperoleh dan bagaimana pelatihan akan dilakukan 2. Membangun kesepatakan untuk melakukan pembelajaran bersama Kegiatan
Gambar 4.1 Diagram Persentase ketuntasan siswa pada prasiklus
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Prasiklus Proses pembelajaran sebelum dilakukan tindakan, guru hanya mengajar dengan ceramah. Guru cenderung mentransfer ilmu pada siswa, sehingga guru lebih aktif
Modul 2 Orientasi Belajar dan Kontrak Belajar
Modul 2 Orientasi Belajar dan Kontrak Belajar. Peserta memahami tujuan, Apa yang akan diperoleh dan bagaimana pelatihan akan dilakukan 2. Membangun kesepatakan untuk melakukan pembelajaran bersama Kegiatan
Modul 9 Transformasi Peran Fasilitator
Modul 9 Transformasi Peran Fasilitator Peserta menyadari perlunya perubahan peran fasilitator Peserta memahami transformasi peran dari fasilitator umum ke fasilitator wirausaha ke konsultan pembangunan
UPAYA PENCEGAHAN DAN PENGHAPUSAN
International Labour Organization UPAYA PENCEGAHAN DAN PENGHAPUSAN PEKERJA RUMAH TANGGA ANAK PEDOMAN UNTUK PENDIDIK Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) Bekerja sama dengan Proyek
Modul Pelatihan MODUL MP-1 I. DESKRIPSI SINGKAT
Modul Pelatihan MODUL MP-1 BUILDING LEARNING COMMITMENT (BLC) I. DESKRIPSI SINGKAT Dalam suatu pelatihan terutama pelatihan dalam kelas, bertemu sekelompok orang yang belum saling mengenal sebelumnya,
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas II SD Kutowinangun 08. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar
PB 4. Kewenangan dan Produk Hukum Desa
PB 4 Kewenangan dan Produk Hukum Desa SPB 4.1. Hak Asal-usul dan Kewenangan Desa Tujuan Setelah pembelajaran ini peserta diharapkan dapat: 1. Menjelaskan latar belakang dan pengertian kewenangan berdasarkan
PENDAHULUAN. Manjilala
PENDAHULUAN Manjilala www.gizimu.wordpress.com PENDAHULUAN Selama ini Kader Posyandu lebih sering menjadi pelaksana kegiatan saja, bukan pengelola Posyandu. Pengelola Posyandu artinya bukan hanya melaksanakan
Lampiran 1. Universitas Sumatera Utara
Lampiran 1 Lembar Persetujuan Menjadi Responden Penelitian Pengaruh Pelaksanaan Standar Asuhan Keperawatan Halusinasi Terhadap Kemampuan Kognitif dan Psikmotor Pasien Dalam Mengontrol Halusinasi Di Ruangan
MODUL TERAPI RELAKSASI ZIKIR UNTUK MENURUNKAN TINGKAT KECEMASAN PADA PENDERITA GAGAL GINJAL. Disusun Oleh : Anggi Permana
122 MODUL TERAPI RELAKSASI ZIKIR UNTUK MENURUNKAN TINGKAT KECEMASAN PADA PENDERITA GAGAL GINJAL Disusun Oleh : Anggi Permana 14320102 123 PENDAHULUAN Manual ini berisikan sebuah panduan terapi yang dirancang
PROPOSAL TERAPI AKTIVITAS STIMULASI PERSEPSI HALUSINASI
PROPOSAL TERAPI AKTIVITAS STIMULASI PERSEPSI HALUSINASI A. Latar belakang Pada pasien gangguan jiwa dengan dengan kasus skizofrenia selalu diikuti dengan gangguan persepsi sensori, halusinasi. Terjadinya
Beberapa Teknik Fasilitasi* *Mengacu pada bahan bacaan yang disusun Dani Wahyu Munggoro dan Budhita Kismadi atas budi baik Bp.
Beberapa Teknik Fasilitasi* *Mengacu pada bahan bacaan yang disusun Dani Wahyu Munggoro dan Budhita Kismadi atas budi baik Bp. Yando Zakaria Sasaran sesi ini : Peserta mengetahui ciri-ciri fasilitator
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Persiapan dan Pelaksanaan Penelitian Penelitian ini ditujukan pada siswa kelas VII MTsN 1 Bojonegoro dengan sampel penelitian dua kelas sebagai
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. keterampilan membaca permulaan dengan menggunakan metode SAS yang peneliti
61 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada saat penelitian berlangsung di MI Darussalam Krian Sidoarjo tentang keterampilan membaca permulaan dengan menggunakan metode SAS yang peneliti lakukan. Metode
DINAMIKA KELOMPOK. DIKLAT KEPEMIMPINAN TINGKAT III BADAN DIKLAT DIY LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA REPUBLIK INDONESIA
DINAMIKA KELOMPOK DIKLAT KEPEMIMPINAN TINGKAT III BADAN DIKLAT DIY http://diklat.jogjaprov.go.id LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA REPUBLIK INDONESIA DINAMIKA KELOMPOK Setelah mengikuti Dinamika Kelompok, peserta
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) A. Kompetensi Inti Satuan Pendidikan : SDN... Kelas/Semester : I/1 Tema : 1 / Diriku Sub Tema : 1/ Aku dan Teman Baru Pembelajaran ke : 2 Waktu : 5 JP 1. Menerima,
RANCANG BANGUN PEMBELAJARAN MATA PELATIHAN (RBPMP)
RANCANG BANGUN PEMBELAJARAN MATA PELATIHAN (RBPMP) 1 Nama Pelatihan : Pelatihan Dasar CPNS Golongan III Angkatan V 2 Mata Pelatihan : Dinamika Kelompok 3 Alokasi Waktu : 6 Jam Pelajaran / 2 sesi = 270
PB 1. Visi Undang-undang Desa
PB 1 Visi Undang-undang Desa SPB 1.1. Visi Perubahan Desa Tujuan Setelah pembelajaran ini peserta diharapkan dapat: 1. Mampu menjelaskan visi UU Desa tentang perubahan desa yang maju, kuat, mandiri, berkeadilan
TERAPI AKTIVITAS STIMULASI PERSEPSI HALUSINASI
TERAPI AKTIVITAS STIMULASI PERSEPSI HALUSINASI Disusun oleh: Kelompok 4 1. Intan Cahya P (14.401.15.046) 2. Khusnul Hotimah (14.401.15.050) 3. Muhamad Gimnastyar (14.401.15.056) 4. Novia Panca A (14.401.15.059)
PROPOSAL Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) Orientasi Realita
PROPOSAL Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) Orientasi Realita A. Latar Belakang Manusia sebagai mahluk social yang hidup berkelompok dimana satu dengan yang lainnya saling berhubungan untuk memenuhi kebutuhan
Modul 3 Persoalan Kritis Dalam Membangun KSM Untuk Penghidupan
Modul 3 Persoalan Kritis Dalam Membangun KSM Untuk Penghidupan Peserta memahami dan menyadari berbagai tantangan dalam membangun KSM untuk mengembangkan penghidupan Kegiatan 1 : Curah pendapat mengenai
ANALISA KOMUNITAS. Kelompok sasaran: Alat dan bahan: Rencana fasilitasi. Modul I1: MemMerencanakan Kegiatan Waktu: 90 menit.
Modul I1: MemMerencanakan Kegiatan Waktu: 90 menit Pengantar: ANALISA KOMUNITAS Aktivitas belajar ini tepat diberikan kepada kelompok yang mau menyusun rencana kegiatan atau yang mau memfasilitasi perencanaan
MODUL GENDER UNTUK ANAK
MODUL GENDER UNTUK ANAK PENGANTAR Kesadaran dan pola pikir manusia di bentuk pada usia dini melalui pola asuh, pola didik dan pola tingkah laku. Pola diskriminasi terhadap perempuan adalah merupakan salah
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Subyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Banyubiru 01 yang terletak di Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang. Subyek penelitian adalah
BACAAN PENGANTAR UNTUK FASILITATOR. Mengapa Awal Suatu Pelatihan Sangat Penting. 2. Gaining trust. 3. Icebreaking
BACAAN PENGANTAR UNTUK FASILITATOR Mengapa Awal Suatu Pelatihan Sangat Penting Seorang fasilitator yang berpengalaman sudah pasti akan menginvestasikan waktu dan tenaganya untuk memastikan awal suatu pelatihan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Subyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Banyubiru 01 di Dusun Kampung Rapet, Desa Banyubiru, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang.
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Penelitian Penelitian ini dilakukan dalam praktek pembelajaran di kelas V SDN Blotongan 2 Salatiga dengan jumlah 39 peserta didik pada mata pelajaran
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAAN Deskripsi mengenai hasil penelitian merupakan jawaban atas rumusan masalah yang diungkapkan pada Bab I akan disajikan dalam Bab IV ini. Sebelum hasil penelitian
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Persiklus Dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) akan diuraikan melalui beberapa tahapan yang dilakukan didalam kelas. Penelitian ini merupakan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. belajar materi cerpen yakni dalam mengidentifikasi unsur-unsur cerpen
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Data hasil penelitian ini diperoleh melalui wawancara, observasi, dokumentasi dan penilaian. Wawancara dilakukan kepada guru mata pelajaran Bahasa
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. sebenarnya di lapangan sebagai data awal siswa sebelum peneliti
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Pra Siklus Tahap pra siklus dilakukan untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya di lapangan sebagai data awal siswa sebelum peneliti melakukan
MEDIA BELAJAR dalam PELATIHAN PARTISIPATIF
MEDIA BELAJAR dalam PELATIHAN PARTISIPATIF Pengertian dan Manfaat Media belajar adalah alat bantu dalam kegiatan pembelajaran yang jenis dan bentuknya bermacam macam. Dalam menyiapkan dan merancang media
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. hasil tes pada tiap siklus. Selanjutnya data yang diperoleh diuraikan dalam
53 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Hasil dari penelitian diperoleh melalui pengumpulan data melalui kegiatan observasi yang dilakukan pada siswa dan guru, hasil wawancara, serta
BUKU PEGANGAN PELATIH MASYARAKAT PENGEMBANGAN MEDIA INFORMASI KABUPATEN DALAM PNPM MANDIRI PERDESAAN
BUKU PEGANGAN PELATIH MASYARAKAT PENGEMBANGAN MEDIA INFORMASI KABUPATEN DALAM PNPM MANDIRI PERDESAAN [DAFTAR ISI] KATA PENGANTAR... 3 CARA MENGGUNAKAN BUKU INI... 4 PELAKSANAAN PELATIHAN MASYARAKAT...
SAHABAT KOTA MEI 2010: MODUL MENCIPTA GAGASAN SOSIAL
SAHABAT KOTA MEI 2010: MODUL MENCIPTA GAGASAN SOSIAL Tujuan Isi Peserta menemukan isu sosial yang menarik Peserta menyadari memiliki potensi diri untuk mendukung gagasan sosial Peserta menciptakan sebuah
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. kecemasan komunikasi interpersonal yang rendah.
4.1 Lokasi Penelitian BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Penelitian dilakukan oleh penulis di SMP N 2 Banyubiru, dengan subjek siswa kelas VIIC yang berjumlah 32 siswa terdiri dari 17 siswa laki-laki
Setelah mengikuti sesi ini, pengawas diharapkan mampu: Mengenali pelaksanaan supervisi yang lebih baik
UNIT 5a PENDAMPINGAN UNIT 5a PENDAMPINGAN Pendahuluan Pengawas Mata Pelajaran (selanjutnya disebut Pengawas) mempunyai posisi dan peran yang sangat penting dalam peningkatan mutu pendidikan. Pengawas adalah
Mei 2017 Undangan Doa Topik: Formasi Spiritual Menyediakan Ruang Bagi Tuhan 11 Mei 2017
Mei 2017 Undangan Doa Topik: Formasi Spiritual Menyediakan Ruang Bagi Tuhan 11 Mei 2017 Bergabunglah bersama YWAMers di seluruh dunia dalam berdoa dan mendengar dari Tuhan. Ia telah mengundang Anda! Menyediakan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1.1. Pelaksanaan Tindakan Sesuai dengan perencanaan penelitian yang telah dirancang, maka pelaksanaan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1.1. Pelaksanaan Tindakan Sesuai dengan perencanaan penelitian yang telah dirancang, maka pelaksanaan penelitian akan dilaksanakan melalui tahap dan proses yang terstruktur.
MODUL PSIKOEDUKASI MENINGKATKAN REGULASI EMOSI PADA ANAK MENTAL RETARDASI. : Menjalin rapport dengan anak serta membuat peraturan-peraturan dengan
LAMPIRAN 1. Informed Consent 152 153 154 LAMPIRAN 2. Modul Psikoedukasi 155 MODUL PSIKOEDUKASI MENINGKATKAN REGULASI EMOSI PADA ANAK MENTAL RETARDASI Sesi 1 Tema Tujuan : ice breaking : Menjalin rapport
DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM Direktorat Jenderal Cipta Karya MODUL KHUSUS FASILITATOR F12. Pelatihan Dasar 2. Pemetaan Swadaya. PNPM Mandiri Perkotaan
DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM Direktorat Jenderal Cipta Karya MODUL KHUSUS FASILITATOR Pelatihan Dasar 2 F12 Pemetaan Swadaya PNPM Mandiri Perkotaan Modul 1 Memahami Pemetaan Swadaya 1 Kegiatan 1: Diskusi
Tata cara pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) atau Diskusi Kelompok Terarah (DKT)
Tata cara pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) atau Diskusi Kelompok Terarah (DKT) Disampaikan pada perkuliahan Pengembangan Masyarakat di FKM USU Senin/Tanggal 26 Mei 2014. Pelaksanaan FGD/DKT perlu
Tips Menangani Pertanyaan Peserta Diklat. Oleh: Wakhyudi. Widyaiswara Madya Pusdiklatwas BPKP. Abstrak
Tips Menangani Pertanyaan Peserta Diklat Oleh: Wakhyudi Widyaiswara Madya Pusdiklatwas BPKP Abstrak Dalam proses belajar mengajar, terdapat berbagai dinamika yang dialami, baik oleh widyaiswara maupun
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Deskripsi Pratindakan Peneliti melakukan observasi sebelum melaksanakan penelitian. Observasi bertujuan untuk mengetahui kondisi awal siswa
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum SDN 1 Krobokan Kecamatan Juwangi Kabupaten Boyolali Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilakukan di SDN 1 Krobokan Kecamatan Juwangi Kabupaten
PERUMUSAN ISU STRATEGIS. 120 menit
05 PERUMUSAN ISU STRATEGIS TUJUAN Menunjukkan bahwa isu tidak tersedia dalam bentuk jadi sehingga harus dipilih dan diolah. Menunjukkan bagaimana mengembangkan isu strategis dengan mendayagunakan daftar
Teknik-teknik Pemetaan Swadaya (PS) Kajian Kesehatan
BUKU 4d SERI SIKLUS PNPM Mandiri Perkotaan Teknik-teknik Pemetaan Swadaya (PS) Kajian Kesehatan Perkotaan DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM Direktorat Jenderal Cipta Karya Seri Siklus PNPM-Mandiri Perkotaan Panduan
MODUL UNTUK PELATIH DAN FASILITATOR PERENCANAAN USAHA. Coaching 1: Perencanaan usaha, pembuatan visi dan misi (waktu 270 menit)
MODUL UNTUK PELATIH DAN FASILITATOR PERENCANAAN USAHA Coaching 1: Perencanaan usaha, pembuatan visi dan misi (waktu 270 menit) Center of Excellence in Small Medium Enterprise Development Lembaga Penelitian
UNIT 6 MENDORONG PERUBAHAN DI KELAS
UNIT 6 MENDORONG PERUBAHAN DI KELAS UNIT 6 MENDORONG PERUBAHAN DI KELAS Pendahuluan Dalam banyak kesempatan, ide-ide perubahan pembelajaran telah dikenalkan. Akan tetapi, ide tersebut seakan-akan hanya
Teknik-teknik Pemetaan Swadaya (PS) Kajian Pendidikan
BUKU 4e SERI SIKLUS PNPM Mandiri Perkotaan Teknik-teknik Pemetaan Swadaya (PS) Kajian Pendidikan Perkotaan DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM Direktorat Jenderal Cipta Karya Seri Siklus PNPM-Mandiri Perkotaan Panduan
MODUL 1 PERUBAHAN POLA PIKIR & KARAKTER A. SUB POKOK BAHASAN Memahami Peran Kekuatan Pikiran dan dalam menjadi Pengusaha B. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah mempelajari modul ini peserta pelatihan diharapkan
Pencarian Bilangan Pecahan
Pencarian Bilangan Pecahan Ringkasan Unit Siswa ditugaskan sebuah profesi yang menggunakan pecahan bilangan dalam pekerjaannya. Mereka meneliti, meringkas, menarik kesimpulan, dan mempresentasikan penemuan
PROPOSAL TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK PENINGKATAN HARGA DIRI
PROPOSAL TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK PENINGKATAN HARGA DIRI A. Konsep Harga Diri Rendah Gangguan harga diri rendah adalah evaluasi diri dan perasaan tentang diri atau kemampuan diri yang negative yang dapat
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Guru menyiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), gambar
31 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Perencanaan, Pelaksanaan, dan Refleksi 4.1.1 Siklus 1 4.1.1.1 Perencanaan Guru menyiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), gambar segi empat (persegi,
LAMPIRAN A. Skala Penelitian (A-1) Beck Depression Inventory (A-2) Skala Penerimaan Teman Sebaya (A-3) Skala Komunikasi Orangtua-Anak
LAMPIRAN A Skala Penelitian (A-1) Beck Depression Inventory (A-2) Skala Penerimaan Teman Sebaya (A-3) Skala Komunikasi Orangtua-Anak LAMPIRAN A Skala Penelitian (A-1) Beck Depression Inventory No : Usia
UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA FAKULTAS PSIKOLOGI BANDUNG. Kata Pengantar
LAMPIRAN 1 Alat Ukur Lengkap: Kata Pengantar Kuesioner Kuesioner Data Pribadi Kuesioner Data penunjang Kuesioner Self-esteem Kuesioner Penyesuaian Diri pada Peraturan Sekolah UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA
DINAMIKA KELOMPOK. DIKLAT KEPEMIMPINAN TINGKAT IV BADAN DIKLAT DIY LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA REPUBLIK INDONESIA
DINAMIKA KELOMPOK DIKLAT KEPEMIMPINAN TINGKAT IV BADAN DIKLAT DIY http://diklat.jogjaprov.go.id LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA REPUBLIK INDONESIA DINAMIKA KELOMPOK Setelah mengikuti Dinamika Kelompok, peserta
BAB II PERSIAPAN, PELAKSANAAN, DAN ANALISIS HASIL
BAB II PERSIAPAN, PELAKSANAAN, DAN ANALISIS HASIL Kegiatan PPL di SMK PI AMBARRUKMO dilaksanakan terhitung dari 1 Juli sampai dengan 15 September 2014. Uraian tentang pelaksanaan program PPL tersebut sebagai
TEKNIK PEMBUATAN KEPUTUSAN DALAM TIM DOSEN : DIANA MA RIFAH
TEKNIK PEMBUATAN KEPUTUSAN DALAM TIM DOSEN : DIANA MA RIFAH Teknik sumbang saran/penyaringan digunakan untuk merangsang kreativitas. Setiap anggota tim bebas menyampaikan berbagai gagasannya. Setelah semua
Merancang Pembelajaran dengan Satu Komputer (Backward Design)
Merancang Pembelajaran dengan Satu Komputer (Backward Design) Deskripsi Kegiatan Sesi ini digunakan untuk mulai bekerja dengan guru untuk merancang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang mengintegrasi
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Subjek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMA Theresiana Salatiga, dengan mengambil subjek penelitian di kelas XI. Diperoleh subjek penelitian sebanyak
BAB IV HASILPENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASILPENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Pada pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilaksanakan dalam 4 langkah, diantaranya perencanaan, pelaksanan, observasi dan refleksi.
PB 9. Pemberdayaan Masyarakat Desa
PB 9 Pemberdayaan Masyarakat Desa SPB 9.1. Analisis Sosial Ketidakberayaan Desa Tujuan Setelah pembelajaran ini peserta diharapkan dapat: 1. Melakukan analisis sosial untuk mengidentifikasi faktor-faktor
MODUL PELATIHAN EMPLOYABILITY SKILL
MODUL PELATIHAN EMPLOYABILITY SKILL Penyusun: Dr. Fatwa Tentama, S.Psi., M.Si. FAKULTASI PSIKOLOGI UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN YOGYAKARTA April 2017 1 Salam Pembuka Assalamu alaikum Wr. Wb. Alhamdulillah,
Epidemiologi Lapangan Tingkat Dasar. Pedoman Fasilitator. Tentang pedoman ini
Epidemiologi Lapangan Tingkat Dasar Pedoman Fasilitator Tentang pedoman ini Pedoman ini memuat informasi untuk membantu fasilitator mempersiapkan dan menyampaikan pelatihan mengenai Epidemiologi Lapangan
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Pertemuan Ke : II /Siklus 1
130 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : SDN 07 Kampung Jawa II Pariaman Tengah Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia (Keterampilan Berbicara) Kelas/semester : V/II Pertemuan Ke : II
PELATIHAN KONSEP DIRI
PELATIHAN KONSEP DIRI Pengertian Konsep Diri Konsep diri merupakan persepsi terhadap diri individu sendiri, baik yang bersifat fisik, sosial dan psikologis yang diperoleh melalui pengalaman dari interaksi
PELAKSANAAN KELAS ORANG TUA. MODUL BIMBINGAN TEKNIS Penyelenggaraan Pendidikan Keluarga pada Satuan Pendidikan
MODUL BIMBINGAN TEKNIS Penyelenggaraan Pendidikan Keluarga pada Satuan Pendidikan (Sasaran tahun 2016 : 60 kabupaten/kota) PELAKSANAAN KELAS ORANG TUA Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga Direktorat
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Dalam penelitian ini diamati tentang penerapan model pembelajaran Tutor Sebaya terhadap hasil belajar matematika siswa pada materi SPLDV kelas
Modul 6 Membangun Nilai Dan Aturan Dasar Kelompok
Modul 6 Membangun Nilai Dan Aturan Dasar Kelompok Peserta memahami perlunya nilai dan aturan dasar dalam membangun kelompok Peserta meyakini bahwa nilai nilai luhur kemanusiaan dan lima aturan dasar Kelompok
Pelatihan. Fasilitator Masyarakat. untuk. Tahun Oleh: Rianingsih Djohani. Ria Djohani. 1
an untuk Fasilitator Masyarakat Oleh: Rianingsih Djohani Tahun 2011 Ria Djohani. 1 PELATIHAN untuk FASILITATOR MASYARAKAT Tujuan umum: mengembangkan fasilitator proses pemberdayaan warga untuk pengelolaan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Dalam bab IV ini akan disajikan hasil penelitian dan pembehasan dari siklus I, siklus II, dan siklus III. Tiap siklus mendeskripsikan mengenai
BAB I. Keluaran yang diharapkan dari pengelolaan pelatihan masyarakat adalah sebagai berikut:
PROSEDUR OPERASIONAL BAKU PENGELOLAAN PELATIHAN MASYARAKAT BAB I PENDAHULUAN I. LATAR BELAKANG PNPM Mandiri Perkotaan telah menetapkan tujuan Membantu masyarakat miskin perkotaan di kelurahan/desa peserta
ACCESS. Profil Masyarakat Petunjuk. 5 Sesi :
ACCESS Profil Masyarakat Petunjuk 5 Sesi : 1. Analisa Organisasi Pengelola 2. Analisa Pengambilan Keputusan: Matrik Pengambilan Keputusan 3. Analisa Partisipasi : Matrik Partisipasi 4. Analisa Hubungan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Penelitian Hasil observasi awal dilakukan di kelas VIII E SMP N 2 Susukan semester I tahun ajaran 2012 / 2013 pada kompetensi dasar mendiskripsikan hubungan
BABAK PENYISIHAN TAHAP I RUN DEVIL RUN
BABAK PENYISIHAN TAHAP I RUN DEVIL RUN 1. Babak ini merupakan babak penyisihan tahap pertama yang diikuti oleh seluruh tim. 2. Pada babak Run Devil Run seluruh tim akan dibagi ke dalam 3 pool melalui undian
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
43 A. Hasil Penelitian BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di Pendidikan Anak Usia Dini Bhayangkari 26 Kota Bengkulu dengan dua siklus. Pada setiap siklus
BLUEPRINT SKALA KECEMASAN TMAS
BLUEPRINT SKALA KECEMASAN TMAS Aspek Favorable Unfavorable Fisiologis 2. Saya terganggu oleh serangan mual 8. Saya sering melihat tangan saya gemetar ketika saya mencoba untuk melakukan sesuatu 10. Saya
LOKAKARYA KESLING DESA
MODUL: LOKAKARYA KESLING DESA I. DESKRIPSI SINGKAT U ntuk mewujudkan lingkungan perumahan yang sehat harus memperhatikan lokasi, kualitas tanah dan air tanah, kualitas udara ambien, kebisingan, getaran
UNIT 5 MEMBUAT RENCANA TINDAK LANJUT (RTL)
UNIT 5 MEMBUAT RENCANA TINDAK LANJUT (RTL) UNIT 5 MEMBUAT RENCANA TINDAK LANJUT (RTL) Pendahuluan Peningkatan mutu pendidikan harus dilakukan oleh semua pihak secara berkesinambungan. Peran kepala sekolah,
Hybrid: Perbaikan dari Masyarakat
Hybrid: Perbaikan dari Masyarakat Manual untuk Fasilitator Metode untuk melengkapi daftar keluarga calon peserta PKH dari Pusat (BPS) dengan mengundang warga SLS yang bersangkutan ke sebuah pertemuan masyarakat.
PB 6. Demokratisasi Tata Kelola Desa dan Ruang Publik
PB 6 Demokratisasi Tata Kelola Desa dan Ruang Publik SPB 6.1. Demokratisasi dan Tata Kelola Desa Tujuan Setelah pembelajaran ini peserta diharapkan dapat: 1. Menjelaskan tentang hakekat tata kelola kelembagaan
PERTEMUAN 18 PRESENTASI ILMIAH
PERTEMUAN 18 PRESENTASI ILMIAH A. TUJUAN PEMBELAJARAN Pada pertemuan ini akan dijelaskan mengenai presentasi ilmiah. Melalui ekspositori, Anda harus mampu: 18.1. Menjelaskan presentasi ilmiah 18.2. Menjelaskan
MATERI PENGUATAN KSM SOSIAL
PP MATERI PENGUATAN KSM SOSIAL Topik Tujuan Kegiatan belajar Waktu Acuan Penguatan Pendampingan KSM dalam Kegiatan Sosial 1. Peserta memahami tentang pentingnya penguatan modal sosial di dalam KSM 2. PANCASUTRA,tanggung
REVIEW HASIL HEARING DENGAN EKSEKUTIF
19 REVIEW HASIL HEARING DENGAN EKSEKUTIF TUJUAN Menggali fakta-fakta selama hearing. Mengidentifikasi faktor yang menunjang keberhasilan dan faktor yang masih perlu ditingkatkan dalam melakukan hearing.
LEMBAGA SANDI NEGARA PERATURAN KEPALA LEMBAGA SANDI NEGARA NOMOR 11 TAHUN 2010 UN TENTANG
LEMBAGA SANDI NEGARA PERATURAN KEPALA LEMBAGA SANDI NEGARA NOMOR 11 TAHUN 2010 UN TENTANG PENILAIAN PRIBADI SANDIMAN DI PERWAKILAN REPUBLIK INDONESIA DI LUAR NEGERI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA
PELAKSANAAN KELAS INSPIRASI. MODUL BIMBINGAN TEKNIS Penyelenggaraan Pendidikan Keluarga pada Satuan Pendidikan
MODUL BIMBINGAN TEKNIS Penyelenggaraan Pendidikan Keluarga pada Satuan Pendidikan (Sasaran tahun 2016 : 60 kabupaten/kota) PELAKSANAAN KELAS INSPIRASI Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga Direktorat
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. strategi Index Card Match pada siswa kelas IV MI Mambaul Ulum Karangnongko
53 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Dalam bab ini akan disajikan data-data hasil penelitian terhadap peningkatan prestasi belajar SKI materi peristiwa hijrah Nabi Muhammad Saw ke Thaif melalui strategi
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Oktober 2016 dan Selasa, 18 Oktober Tahap pra siklus ini bertujuan untuk
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam 2 siklus dan diawali dengan tahap pra siklus. Tahap pra siklus dilaksanakan pada tanggal Senin,
PROPOSAL OUTBOUND REKREASI
PROPOSAL OUTBOUND REKREASI Kantor Pusat: Jl Nangka RT 004/ 006 No 4B Tanjung Barat Jagakarsa Jakarta Selatan 12270, Telp. 021-97207800 (HP: 08562883866) LATAR BELAKANG Dunia profesionalisme kerja menuntut
