BAB 2 LANDASAN TEORI

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB 2 LANDASAN TEORI"

Transkripsi

1 BAB 2 LANDASAN TEORI Pada bab ini membahas tentang teori penunjang dan penelitian sebelumnya yang berhubungan dengan penerapan algoritma Boyer-Moore untuk menemukan kembali pesan SMS yang telah dihapus pada handphone Android Mobile Forensic Mobile forensic merupakan bagian dari ilmu yang mempelajari tentang forensik digital namun dalam lingkup yang lebih kecil. Digital forensic mempelajari bagaimana caranya mengidentifikasi, mengumpulkan bahkan menganalisis suatu barang bukti digital untuk dijadikan sebagai alat bukti (Carrier, 2003). Terdapat empat tahapan dalam pembuktian bukti digital (Casey, 2011), sebagai berikut: 1. Identifikasi bukti digital Identifikasi bukti digital merupakan tahapan pertama dalam proses digital forensic. Identifikasi bukti digital bertujuan untuk mengidentifikasi bukti digital yang berasal dari perangkat digital. Sumber bukti digital menjadi fokus utama pada tahap ini.

2 8 2. Penyimpanan bukti digital Penyimpanan bukti digital dilakukan untuk mendapatkan bukti digital yang utuh, hal ini dilakukan untuk menghindari kerusakan, perubahan atau hilangnya barang bukti digital. Bukti digital yang utuh menentukan tingkat keberhasilan dalam melakukan digital forensic. Penyimpanan bukti digital dilakukan secara bitstream image untuk menjaga keaslian bukti digital. 3. Analisa bukti digital Analisa bukti digital merupakan hal yang utama dalam digital forensic. Hal ini dilakukan untuk mencari atau menganalisis keberadaan bukti digital yang mungkin ditemukan. 4. Presentasi bukti digital Bukti digital yang sudah ditemukan akan ditampilkan untuk dijadikan barang bukti digital yang sah menurut hukum. Proses forensik digital bergantung pada sistem operasi yang digunakan. Sebagai contoh, kebanyakan pengguna komputer dekstop menggunakan sistem operasi Microsoft Windows, atau pengguna smartphone yang lebih banyak menggunakan sistem operasi Android. Oleh karena itu, diperlukan kemampuan untuk melakukan identifikasi pada perangkat digital tertentu yang menggunakan sistem operasi tertentu, karena banyaknya jenis perangkat digital mengakibatkan identifikasi terhadap perangkat digital sulit dilakukan (Raharjo, 2013). Mobile forensic memeberikan pemahaman tentang bagaimana barang bukti digital diperoleh dari mobile phone. Di dalam mobile phone ada banyak layanan atau fitur yang dapat dijadikan sebagai bukti digital seperti Subscriber Identity Module (SIM), internal memory, memory card dan network service providers (Zareen & Baig 2010). Adapun beberapa bukti digital yang kemungkinan besar dapat didapatkan pada mobile phone seperti pada Tabel 2.1.

3 9 Tabel 2.1. Daftar bukti digital yang dapat ditemukan (Zareen & Baig, 2010) No. Bukti Digital Sumber 1 Name of Service Provider Dicetak dibelakang SIM Card 2 Unique Id Number Dicetak dibelakang SIM Card 3 Location Area Identity (LAI) Disimpan pada SIM Card 4 International Mobile Equipment Disimpan dan dicetak pada mobile phone Identity (IMEI) 5 Text Message Data (SMS) Disimpan pada SIM Card atau memory 6 Contact Disimpan pada SIM Card atau memory 7 Call Logs Disimpan pada SIM Card atau memory 8 Images/Sound/Videos Disimpan pada memory 2.2. Android Android merupakan sistem operasi yang di kembangkan oleh Open Handset Alliance (OHA). Gabungan ini berisikan lebih dari 50 perusahaan mobile technology, mulai dari handset manufactures dan service provider sampai semiconductor manufacture dan software developers, seperti Acer, ARM, Google, ebay, HTC, Intel, LG Electronics, Qualcomm, Sprint and T-Mobile. Tujuan utama OHA adalah mempercepat innovasi terhadap perkembangan perangkat mobile dengan memberikan susuatu yang lebih murah namun memiliki kemampuan yang lebh baik (Lessard et al, 2010). Sejak dirilis hingga sekarang pengguna smartphone terus meningkat, hal ini disebabkan oleh migarasi dari feature phone ke smartphone. Menurut data yang dikeluarkan emarketer sebuah perusahaan peneliti pasar, pengguna smartphone di seluruh dunia akan menyentuh 4,55 milliar pada 2014 sebagaimana terlihat pada Tabel 2.2. Dan data yang dikeluarkan oleh International Data Corporation (IDC) pada tahun 2015 sistem operasi Android menjadi sistem operasi mobile yang paling banyak digunakan pada smartphone dengan market share sekitar 84,8% pada tahun 2014 sebagaimana terlihat pada Tabel 2.3.

4 10 Tabel 2.2. Data pengguna mobile phone di dunia (emarkerter, Dec 2013) Tahun Jumlah(milliar) Populasi(%) ,08 58, ,33 61, ,55 63, ,77 65, ,95 67, ,13 69,4 Tabel 2.3. Data market share OS smartphone di dunia tahun 2014 (IDC, Aug 2015) Operating System Market Share Android 84,8% ios 11,6% Windows Phone 2,5% BlackBerry OS 0,5% Others 0,7% Architecture Sangat penting untuk mengenal lebih jauh lagi mengenai sistem operasi Android khusunya bagaimana arsitektur sistem operasi tersebut bekerja, hal ini dapat berguna untuk melakukan prosedur keamanan maupun dalam melakukan analisis forensik (Hoog, 2010). Secara umum arsitektur Android dibedakan menjadi lima bagian atau lapisan yaitu (Yoon, 2012) : 1. Linux Kernel Sistem operasi Android dibuat dengan menggunakan kernel Linux 2.6, bagian ini berfungsi sebagai penghubung yang berguna untuk membantu dan mengatur hardware dan software secara bersamaan. Kenel Linux menyediakan

5 11 driver layar, kamera, keypad, WiFi, flash memory, audio dan IPC untuk menyediakan proses pada sumber daya aplikasi. 2. Libraries Libraries merupakan sebuah paket pustaka yang berisi fitur - fitur yang digunakan untuk menjalankan aplikasi. Pustaka hanya dapat digunakan oleh program yang berada di level atasnya. Beberapa library yang terdapat adalah libraries media untuk memutar video atau audio, libraries SQLite untuk menggunakan database pada perangkat Android. 3. Android Runtime Android runtime merupakan layer di mana aplikasi Android dijalankan. Core libraries merupakan sabuah paket inti yang berfungsi sebagai penerjemah bahasa C atau Java, sedangkan Dalvik Virtual Machine merupakan mesin virtual berbasis register yang digunakan untuk pengoptimalan dalam menjalankan fungsi - fungsi Android secara efisien. 4. Application Framework Dalam membangun aplikasi, Android menggunakan kerangka aplikasi yang menyediakan kelas - kelas tersendiri. Selain itu, juga menyediakan abstraksi generik untuk mengakses, serta mengatur tampilan user interface dan sumber daya aplikasi. 5. Applications Layer Top-level dari arsitektur Android adalah lapisan aplikasi. Lapisan ini yang pertama kali tampak ketika pengguna mengoperasikan perangkat Android, tanpa mengetahui proses apa saja yang sedang berlangsung di balik lapisan ini. Program berjalan dalam Android runtime dengan menggunakan kelas dan service dari framework application.

6 12 Bagian - bagian tersebut bekerja secara bersamaan dan saling bergantung dengan yang lain. Rangkuman bagian arsitektur Android dapat dilihat pada Gambar 2.1. APPLICATIONS Home Contact Phone Browser... APPLICATION FRAMEWORK Activity Manager Window Manager Content Provider View System Package Manager Telephony Manager Resource Manager Location Manager Notification Manager LIBRARIES ANDROID RUNTIME Surface Manager Media Framework SQLite Core Libraries OpenGL ES Free Type WebKit Dalvik Virtual Machine SGL SSL libc Display Driver Camera Driver LINUX KERNEL Flash Memory Driver Binder (IPC) Driver Keypad Driver WiFi Driver Audio Driver Power Management Gambar 2.1. Arsitektur sistem operasi Android (Yoon, 2012) Library Layer Bagian terpenting dalam melakukan analisis forensik adalah tempat di mana data tersebut disimpan. Bagian ini berada pada lapisan libraries. Pada perangkat Android semua data disimpan dalam database file berjenis SQLite. Beberapa data seperti pesan

7 13 SMS, call history, browser history, password dan lainnya disimpan dalam sebuah file database SQLite. SQLite yang memiliki sifat removable sangat membantu dalam melakukan analisis forensik. SQLite merupakan sebuah embedded database yang bersifat open source, yang dibuat dengan menggunakan bahasa C oleh D. Richard Hipp, jika dibandingkan dengan database lainnya seperti SQL Server, Oracle, MySQL dan lainnya, SQLite merupakan database yang ringan digunakan dalam prosesnya, selain itu SQLite menjadi embedded database yang mempunyai engine yang lengkap sehingga tidak membutuhkan komponen yang lain, ada delapan keunggulan yang dimiliki SQLite antara lain (Bi, 2009) : 1. Open Source Embedded Database SQLite merupakan embedded database yang bersifat open source. Terdiri kurang dari baris ANSI C, yang mana ini dapat digunakan secara bebas untuk tujuan tertentu. 2. Practical Database SQLite tidak memerlukan proses instalasi dan konfigurasi, tidak memerlukan proses start dan stop, dan tidak membutuhkan wewenang seorang administrator. Seperti pada kasus system collapse atau lose of power, SQLite dapat mengembalikan keadaan seperti semula secara otomatis. 3. Easily Database File database SQLite dapat dibaca dan ditulis pada media penyimpanan secara langusng tanpa membutuhkan proses tambahan. File database yang sama dapat digunakan pada perangkat yang berbeda.

8 14 4. No Data Type Perbedaan yang mencolok pada SQLite terletak pada tidak ada tipe datanya. SQLite dapat memasukan data apapun ke tabel apapun, tanpa mengetahui atribut data tersebut. 5. Many Support SQLite mendukung ACID dan SQL92 serta multiple tables dan indexes, transactions, views, triggers seperti database umumnya. 6. Multi Platform SQLite memiliki kinerja yang cepat, efisien dan terukur, yang tidak bergantung pada sistem operasi yang sedang digunakan. SQLite dapat digunakan pada sistem operasi yang beragam. 7. Supports API SQLite menyediakan banyak dukungan untuk terhadap API, dan mendukung bahasa pemrograman yang umum seperti C/C++, PHP, Perl dan lainnya. API berguna sebagai penghubung antara programming language dengan database file. 8. Good reliability SQLite memiliki ketahanan yang bagus dalam melakukan sebuah proses data. Dan telah memenuhi dari 90% cakupan uji Database Architecture Data yang tersimpan dalam smartphone Android memiliki aturan yang baku dalam penyimpanan datanya, walaupun ada aplikasi yang tidak membutuhkan media

9 15 penyimpanan (Hoog, 2010). Secara umum file database yang digunakan pada smartphone Android berada pada direktori data/data/<packaganame>/databases seperti pada Tabel 2.4. Tabel 2.4. Subdirektori /data/data/<packagename> (Hoog, 2010) shared_prefs lib files cache databases Directory Storing Custom library files an application requires Files the developer saves to internal storage Files cached by the application SQLite database and journal files File database yang menyimpan data pesan SMS berada pada direktori /data/data/com.android.providers.telephony/databases/mmssms.db. File mmssms.db memliki beberapa tabel seperti pada Gambar 2.2. Pesan SMS tersimpan dalam tabel sms pada database tersebut. Adapun arsitektur tabel sms seperti pada Tabel 2.5. Android_metadata locale pdu canonical_addresses sqlite_sequences Pending_msgs threads Words_contentc Words_segment Words_segdir Pdu_recipient_threads Semc_threads addr Semc_metadata part rate drm sms raw attachment Sr_pending Gambar 2.2. Tabel pada file database mmssms.db (Hoog, 2010)

10 16 Tabel 2.5. Arsitektur tabel sms (Hoog, 2010) Name _id thread_id address person date date_sent protocol read status type reply_path_present subject body service_center locked error_code seen semc_message_priority parent_id delivery_status star_status Type PRIMARY KEY TEXT TEXT TEXT TEXT 2.3. Short Message Service Short Message Service (SMS) merupakan layanan yang berbentuk Instant Messaging (IM) yang memungkinkan user untuk bertukar pesan singkat kapanpun dan dimanapun. Pesan SMS dikirim menggunakan jaringan GSM (Global System for Mobile Comunication). Sebuah pesan SMS maksimal terdiri dari 140 bytes, dengan

11 17 kata lain sebuah pesan bisa memuat 140 karakter 8-bit, 160 karakter 7-bit atau 70 karakter 16-bit. Dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, layanan text messages sudah sesuatu yang tidak asing lagi bagi user. Konsep yang user friendly memberikan kemudahan bagi pengguna sehingga layanan ini menjadi sangat disukai. Menurut data yang dikeluarkan oleh Pew Research Center pada tahun 2012 pengguna smartphone sangat aktif menggunakan layanan text messages sebesar 61% per hari dan 80% per minggu, hal ini membuat layanan text messages menjadi layanan favorit pada pengguna smartphone, sebagaimana terlihat pada Tabel 2.6. Tabel 2.6. Aktivitas pengguna smartphone (Pew Research Center, Oct 2012) Activity Weekly (%) Daily (%) Text Messages Internet Browsing Played Games Social Networking Site Music/Videos 31 8 Read books 15 7 Shop 24 5 Read magazines Deleted Message Penggunaan yang mudah, cepat dan efisien membuat layanan ini menjadi pilihan utama dalam melakukan komunikasi. Baik penggunaan secara pribadi maupun untuk keperluan umum. Bahkan tidak jarang pesan SMS berisikan sebuah pesan rahasia yang ingin ditunjukan pengirim kepada penerima untuk maksud dan tujuan tertentu. Di era modernisasi ini tidak jarang pesan SMS menjadi alat bukti dalam penyidikan kasus tindak kejahatan, sebagaimana yang diatur dalam Undang - Undang No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transkasi Elektronik. Penghapusan, penghilangan atau penyembunyian pesan SMS sama saja dengan melakukan tindak kejahatan. Pada perangkat Android penghapusan pesan SMS dapat dibedakan menjadi empat jenis yaitu :

12 18 1. Delete Message Delete message merupakan salah satu pilihan untuk menghapus satu item pesan SMS yang dikirim atau yang diterima. 2. Delete Conversation Delete conversation merupakan pilihan untuk menghapus seluruh percakapan pesan SMS berdasarkan satu nomor pengirim. 3. Delete Several Delete several memiliki fungsi yang sama dengan delete conversation, namun memiliki pilihan item nomor pengirim lebih dari satu. 4. Delete All Delete all memeiliki fungsi menghapus seluruh percakapan pesan SMS yang ada pada smartphone Android tersebut, baik itu pesan SMS keluar atau masuk. Pesan SMS tersimpan dalam sebuah file database berjenis SQLite, pesan SMS yang dihapus kemungkinan tidak dihapus secara permanen atau ditimpa dengan pesan SMS yang lain, pesan SMS yang sudah dihapus tersebut masih disimpan dalam file database. Pesan SMS yang telah dihapus masih mungkin untuk ditemukan selama pesan SMS tersebut belum ditimpa oleh pesan SMS yang baru. Pesan SMS yang telah dihapus tersebut bisa dilihat dalam bentuk hexadecimal dengan pola yang mudah dipahami (Hoog, 2010). Pada banyak kasus, penghapusan pesan SMS dalam file database SQLite tidak disempurnakan dengan penghapusan bit nya, sehingga pesan SMS tersebut tidak benar - benar terhapus secara bersih, kondisi ini dapat digunakan untuk menemukan kembali pesan SMS yang telah dihapus (Stahlberg at al, 2007). Record pesan SMS yang dihapus akan dipindahkan ke ruang yang tidak terisi pada memori, sedangkan ruang yang kosong akan digunakan kembali dengan record

13 19 yang baru, dengan mempertimbangkan dua faktor: apakah record yang baru akan cocok dengan ruang yang diberikan dan apakah record yang baru memenuhi tata aturan pada tabel tersebut. Proses penghapusan dan pemasukan record dapat dilihat pada Gambar 2.3. Proses ini dibagi menjadi empat tahapan, yaitu : 1. Tahap pertama terdapat enam record yang aktif, yang menempati sebagian ruang yang sudah dialokasikan untuk table storage. 2. Tahap kedua, setelah penghapusan record t3 dan t5, ruang yang ditempati akan dibebaskan, tetapi data tersebut masih dapat dipulihkan. 3. Selanjutnya pada tahap ketiga, record t7 dimasukan, menggunakan ruang bebas yang ada sehingga menimpa record t3. Dilain sisi terdapat proses penghapusan record t1 dan t4. 4. Pada tahap selanjutnya prosedur vacuum dijalankan, untuk mengatur kembali active records (t2,t7,t6), dan mengurangi ruang yang dialokasikan pada database file. Record t5 akan dibuang dan menduplikat record t6 pada ruang yang tidak terisi di file system. Gambar 2.3. Ilustrasi insert dan delete record (Stahlberg at al, 2007) Message Pattern Pesan SMS yang telah dihapus dapat dilihat ketika proses generate sudah dilakukan. Proses generate ini mengubah file database SQLite ke dalam bentuk hexadecimal. Pola hexadecimal ini yang akan diteliti untuk mendapatkan pesan SMS yang sudah

14 20 dihapus. Secara garis besar pola yang berasal dari proses generate ini dibagi menjadi empat bagian seperti pada Gambar 2.5 dan Gambar 2.6, yaitu : 1. File Info Pada bagian ini terdapat informasi tentang identifikasi jenis file. Pada 16 bytes pertama maka akan ditemukan pola hexadecimal C F 72 6D , jika diubah ke dalam bentuk ASCII menjadi SQLite format 3., ini menunjukan file tersebut berjenis database SQLite. 2. Struktur Tabel Database Selanjutnya setelah bagian file info, terdapat bagian struktur tabel database. Pada bagian ini seluruh tabel dan strukturnya yang ada pada database akan direpresentasikan dalam hexadecimal. Setiap tabel yang ada akan ditandai dengan pola C 45 jika diubah ke dalam karakter ASCII menjadi CREATE TABLE. 3. Pesan SMS Pola pesan SMS baik itu yang masih tersimpan atau yang sudah dihapus selalu diawali oleh header pesan SMS tersebut, kemudian nomor pesan sms, tanggal dan isi pesan SMS. Selengkapnya dapat dilihat pada Gambar 2.4. Gambar 2.4. Pola pesan SMS (Hoog, 2010) Keempat bagian dalam Gambar 2.4 terdiri dalam pola heksadesimal. Header pesan SMS terdeiri dari rangkaian bytes Nomor pesan SMS umumnya diawali dengan +62 untuk standart nomor negara Indonesia atau 2B kemudian diikuti digit nomor selanjutnya. Sama seperti no_id, isi_pesan juga dapat dengan mudah dibaca dengan cara mengkonversi kedalam karakter ASCII. Namun 6 bytes setelah no_id merupakan waktu pesan SMS tersebut

15 21 dikirim atau diterima. Untuk mengetahui waktu pesan SMS tersebut 6 bytes pola akan diubah terlebih dahulu dalam bentuk decimal, kemudian didapatkan pola waktu berdasarkan Unix Epoch in milliseconds (Hoog, 2010). Contoh : FF DA diubah kedalam desimal menghasilkan ini merupakan bentuk waktu dalam bentuk Unix Epoch dan ketika diubah kedalam bentuk waktu biasa maka akan didapatkan Rabu, 18 September :44: Trigger Database Kemudian pada bagian terakhir terdapat kumpulan trigger yang digunakan pada file database tersebut. Seperti trigger insert, trigger update atau trigger delete. Gambar 2.5. Struktur file database yang tidak berisi pesan SMS (Hoog, 2010)

16 22 Gambar 2.6. Struktur file database yang berisi pesan SMS (Hoog, 2010) 2.4. String Matching String matching atau pencocokan string merupakan sebuah metode pencarian sebuah pattern P [1...m] pada teks T [1...n] dimana m<=n (Lecroq, 1992). Terdapat dua teknik yang biasa digunakan pada string matching, yang pertama adalah exact matching, teknik ini digunakan pada algoritma Needleman Wunsch, Smith Waterman, Knuth Morris Pratt, Dynamic Programming, maupun Boyer-Moor, selain exact matching terdapat teknik lainnya yaitu approximate matching, teknik ini digunakan pada algoritma fuzzy string, Rabin Karp, Brute Force (Singla et al, 2012) Exact String Matching Exact string matching merupakan pencocokan string secara tepat dengan susunan karakter yang ada pada pattern P dan teks T (Knuth et al, 1977), string yang dicocokan memiliki jumlah maupun urutan karakter yang sama.

17 23 Teks T = t1, t2, t3... tn dimana n adalah panjang teks sedangkan pattern P = p1, p2, p3... pm m adalah panjang pattern. Exact string matching membandingkan karakter yang ada teks T dengan karakter yang pada pattern P dengan berdasarkan kecocokan karakter (Bhandari et al, 2013). Sebagai contoh : algorithm dengan alggrithm, memiliki jumlah karakter yang sama namun ada satu karakter yang berbeda maka dianggap tidak cocok Approximate String Matching Approximate string matching merupakan pencocokan string berdasarkan kemiripan karakter dari segi penulisannya yang ada pada pattern P dan teks T (Patrick et al, 1980). Tingkat kemiripan ditentukan oleh jumlah karakter dan susunan karakter, serta kemiripan antara dua buah string yang dibandingkan. Contoh : a goritna dengan algoritma, memilki jumlah karakter yang sama namun terdapat dua karakter yang berbeda. Jika perbedaan ini dianggap sebagai kesalahan dalam penulisan, maka dua string tersebut dapat dikatakan cocok. Approximate string matching secara umum dapat diasumsikan dengan T1...n dimana T adalah teks dan n panjang teks, kemudian P1...m dimana P adalah pattern dan m panjang pattern yang relatif lebih singkat dari n. Kemiripan atau kecocokan ditentukan oleh jumlah karakter alfabet dan urutan alfabet σ. Dan k yang menyatakan ketidakcocokan diantara dua buah string (Navarro, 2001) Window Sliding Window sliding merupakan teknik yang diterapkan pada exact matching, teknik ini menggunakan bantuan window sebagai poros pergeseran pattern untuk kemudian dicocokan pada teks seperti pada Gambar 2.7. Prinsip kerja metode ini adalah sebagai berikut : 1. Melakukan pencocokan teks dengan bantuan window yang memiliki ukuran yang sama dengan panjang pattern. 2. Meletakan karakter pattern pada window 3. Menempatkan window pada awal teks 4. Mencocokan karakter pada window dengan karakter pada teks. Setelah melakukan pencocokan, baik itu hasilnya cocok atau tidak cocok, dilakukan

18 24 shift ke kanan teks. Prosedur ini dilakukan secara berulang - ulang sampai window berada pada akhir teks, atau pada posisi terkanan teks. Teks Window shift Window Gambar 2.7. Ilustarsi windows sliding Algoritma string matching mempunyai tiga komponen utama (Crochemore et al, 1996), sebagai berikut : 1. Pattern, yaitu deretan karakter yang akan dicocokan dengan teks, pattern diasumsikan dengan x = x[0...m-1], dengan m adalah panjang pattern. 2. Teks, yaitu deretan karakter yang akan dicoba kecocokannya dengan pattern, teks diasumsikan dengan y=y[0...n-1], dengan y adalah panjang teks. 3. Alfabet, berisi semua simbol yang digunakan pada teks dan pattern, diasumsikan dengan, dan ASIZE sebagai ukurannya Algoritma Boyer-Moore Algoritma Boyer Moore termasuk salah satu algoritma yang memiliki kinerja yang lebih baik dalam melakukan pencarian string khususnya dalam jenis data ASCII, biner dan heksadesimal (Dermawan, 2001). Algoritma ini melakukan pencocokan string dari kanan ke kiri, karakter yang berada paling kanan pada string merupakan karakter pertama yang akan dicocokan dengan teks atau pattern (Boyer et al, 1977). Algoritma ini menggunakan dua fungsi shift untuk mengambil jumlah langkah pergeseran berikutnya ketika terjadi

19 25 ketidakcocokan, dua fungsi shift tersebut adalah bad-character shift atau occurrence shift dan good-suffix shift atau heuristic shift (Choudhary et al, 2012) Deskripsi kerja algoritma Boyer-Moore Deskripsi kerja algoritma boyer moore dapat dijelaskan dengan membuat sebuah contoh kasus ketidakcocokan pada saat pencocokan karakter pada teks dan pattern berlangsung. Karakter pattern x[i]=a tidak cocok dengan karakter teks y[i+j]=b saat pencocokan pada posisi j. Maka x[i+l.. m-1]= y[i+j+1.. j+m-1]=u dan x[i] y[i+j] (Choudhary et al, 2012). Maka dari kasus ketidakcocokan tersebut diambil langkah pergeseran selanjutnya dengan memilih jumlah pergeseran yang paling besar antara bad-character shift dan good-suffix shift, hingga karakter pada teks y[i+j] memenuhi karakter yang ada pada pattern x[i] Bad-Character Shift Bad-character adalah karakter yang ada pada teks y[i+j] yang tidak cocok dengan karakter pada pattern x (Crochemore et al, 1996). Sehingga jumlah pergeseran maksimum bad-character shift dapat diambil dari jumlah pattern x[i]. Konsep dari fungsi bad-character shift adalah sebagai berikut : 1. Jika bad-character y[i+j] terdapat pada pattern di posisi terkanan k yang lebih kiri dari x[i] maka pattern digeser ke kanan sejauh i-k. Seperti diberikan pada Gambar 2.8. y b u x a u shift x b Contains no b Gambar 2.8. Bad-character shift, b terdapat di pattern x

20 26 2. Jika bad-character y[i+j] tidak ada pada pattern sama sekali, maka pattern dapat digeser ke kanan sejauh jumlah i. Hal ini ditunjukan pada Gambar 2.9. y b u x a u shift x Contains no b Gambar 2.9. Bad-character shift, b tidak ada di pattern x 3. Jika bad-character y[i+j] terdapat pada pattern di posisi terkanan k yang lebih kanan dari x[i] maka pattern seharusnya digeser sejauh i-k yang hasilnya negatif. Maka bila kasus ini terjadi akan diabaikan, karena pergeseran selanjutnya dari algoritma boyer-moore akan diambil jumlah pergeseran yang baling besar (Cantone et al, 2010). Pada tabel bad-character, setiap karakter pada pattern diberi nilai sesuai dengan ukuran jauhnya karakter tersebut dari karakter paling kanan dari pattern dan untuk karakter yang tidak terdapat pada pattern akan diberi nilai sejumlah karakter pada pattern. Adapun pseudocode untuk pergeseran bad-character ini adalah sebagai berikut : Procedure prebmbc( input y : array[0..n-1]of char, input n : integer, input/output bmbc : array of integer ) Deklarasi i:integer Algoritma for (i=0; i<asize; ++i) bmbc[i] n for (i=0; i< n - 1; ++i) bmbc[y[i]] n i 1;

21 Good-suffix shift Good-suffix merupakan jumlah pergeseran yang dihitung berdasarkan posisi di mana ketidakcocokan terjadi. Aturan pada good-suffix shift dijelaskan sebagai berikut : 1. Good-suffix shift merupakan pergeseran yang dibutuhkan dari x[i]=a ke karakter lain yang letaknya lebih kiri dari x[i] dan terlektak di sebelah kiri segmen u seperti pada Gambar y b u x a u shift x c u Gambar Good-suffix shift, u terjadi lagi didahului karakter c berbeda dari a 2. Jika tidak ada segmen yang sama dengan u, maka cari u yang merupakan suffiks terpanjang u. Dalam hal ini ditunjukan pada Gambar y b u x a u shift x v Gambar Good-suffix shift, hanya suffix dari u yang terjadi ladi di pattern x Pada tabel pergeseran good-suffix, nilai pergeseran digunakan ketika ketidakcocokan ditemukan berdasarkan karakter pada posisi keberapa yang menyebabkan ketidakcocokan. Nilai dari setiap karakter yang ada pada pattern bergantung terhadap ada atau tidaknya perulangan akhiran(suffix) v dari text pada pattern. Semakin banyak

22 28 perulangan, maka akan semakin kecil nilai pergeseran. Untuk menentukan nilai-nilai tersebut, lebih dahulu menghitung nilai tabel suffix yang bertujuan untuk memberi tanda adanya perulangan akhiran. Dari tabel suffix inilah tabel good-suffix akan didapat. Pada tabel suffix, berisi nilai dari tiap karakter yang ada pada pattern yang menunjukkan ada atau tidaknya perulangan akhiran (suffix) dan dimana posisi perulangan tersebut sehingga ketika proses perhitungan tabel good-suffix dapat diketahui seberapa banyak pergeseran yang akan dilakukan untuk pencocokan selanjutnya. Adapaun pseudocode untuk pergeseran good-suffix adalah sebagai berikut : Procedure suffixes( input y: array[0..n-1] of char, input n: integer, input/output suff: array of integer ) Deklarasi f, g, i : integer Algoritma suff[n-1] n; g n-1 for (i = n-2; i >= 0; --i) if(i > g and suff[i + n 1 - f] < i-g)do suff[i] suff[i + n 1 - f]; else if(i<g)do g i; f = i while(g >= 0 and y[g] == y[g + n 1 - f])do --g; suff[i] f-g; endif endfor Procedure prebmg ( input y: array of char, input n:integer, input/output bmgs: array of integer ) Deklarasi i, j : integer suff : array [0..YSIZE] of integer Algoritma suffixes(y, n, suff) for (i=0; i < n; ++i)do

23 29 bmgs [i] n for (i= n-1; i >= -1; --1) if(i == -1 or suff[i] == i+1) for(j=0; j < n-1-i; ++j) if(bmgs[j] == n) bmgs[j] n-1-i for (i=0; i <= n-2; ++i) bmgs[n-1-suff[i]] n-1-i Cara kerja algoritma Boyer-Moore Pada kasus ketidakcocokan terjadi, algoritma akan membandingkan nilai pergeseran yang dimiliki oleh bad-character shift dan good-suffix shift, di mana nilai pergeseran yang memiliki nilai yang paling besar yang akan digunakan untuk melakukan pergeseran selanjutnya. Cara kerja dari algoritma Boyer-Moore dapat dijabarkan sebagai berikut : 1. Manjalankan terlebih dahulu prosedur prebmbc dan prebmgs untuk mendapatkan jumlah pergeseran. a. Menjalankan prosedur preprocessing Boyer-Moore bad-character (prebmbc). Prosedur ini untuk menjalankan fungsi menentukan berapa jumlah pergeseran yang dibutuhkan untuk mencapai karakter tertentu pada teks dari karakter pattern terakhir atau terkanan. Hasil dari prosedur prebmbc disimpan pada tebel BmBc. b. Menjalankan prosedur suffix, prosesdur suffix dijalankan untuk memeriksa kecocokan sejumlah karakter yang berada di posisi terakhir atau terkanan dengan sejumlah karakter yang dimulai dari setiap karakter yang lebih kiri dari karakter yang terkanan tadi. Hasil dari prosedur disimpan dalam tabel suffix. Suffix[i] mencatat panjang dari suffix yang cocok dengan segmen dari pattern yang diakhiri karakter ke-i. c. Menjalankan prosedur preprocessing Boyer-Moore good-suffix (prebmgs). Prosedur ini dijalankan untuk mengetahui berapa banyak langkah pada pattern dari sebuah segmen ke segmen yang lain yang

24 30 sama yang letaknya lebih kiri dengan karakter di sebelah kiri segmen yang berbeda. Prosedur prebmgs menggunakan tabel hasil dari prosedur suffix untuk mengetahui pasangan segmen yang sama. 2. Melakukan proses pencarian string dengan menggunakan hasil dari prosedur BmBc dan BmGs yaitu tabel BmBc dan BmGs. Dan melakukan perbandingan untuk menentukan jumlah pergeseran selanjutnya Penelitian Terdahulu Metode string matching telah banyak diimplementasikan pada algoritma pencarian baik itu dengan metode exact string macthing maupun approximate string matching. Metode tersebut digunakan untuk melakukan pencarian string di dalam pattern. Tenlima (2009) menggunakan salah satu algoritma string matching dalam melakukan pencocokan string pada dokumen teks dengan menggunakan algoritma Knuth-Morris-Pratt (KMP). Pada penelitian ini Tenlima berusaha untuk membantu mencari, mencocokan dan melakukan pengeditan string pada teks dengan menggunakan algoritma KMP. Hoog (2011) menggunakan perintah grep dalam melakukan pencarian pesan SMS yang telah dihapus. Grep merupakan perintah dalam sistem operasi Linux/UNIX yang berguna untuk melakukan pencarian kata atau frase pada sebuah file. Grep menggunakan algoritma Aho-Corasick dalam implementasinya. Pencarian dilakukan dengan menggunakan perintah-perintah lainnya agar hasil pencarian lebih efektif. Perintah ini yang digunakan Hoog dalam mencari pesan SMS yang sudah dihapus berdasarkan id nomor pesan SMS tersebut. Stahlberg (2007) melakukan penelitian tentang karakteristik file database SQLite, menerangkan bahwa penghapusan record atau data dalam file database SQLite tidak dibarengi dengan penghapusan bit pada memori, data yang telah dihapus masih tersimpan dalam file database, sehingga menemukan kembali data tersebut sangat mungkin dilakukan selama data tersebut belum ditimpa dengan data yang baru.

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pesan SMS dapat dijadikan sebagai barang bukti digital dalam kasus tindak kejahatan. Di Indonesia sendiri barang bukti digital dalam pengungkapan tindak kejahatan

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Definisi Kamus Kamus adalah sejenis buku rujukan yang menerangkan makna kata-kata. Kamus berfungsi untuk membantu seseorang mengenal perkataan baru. Selain menerangkan maksud kata

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Kamus Kamus merupakan buku rujukan yang berisi penjelasan terkait dengan makna katakata. Kamus berfungsi untuk membantu seseorang mengenal perkataan baru. Selain menerangkan makna

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Pengertian Hadits Menurut pendapat muhaddihin muta akhirin, di antaranya dikemukakan oleh ibn Salah (w. 643 H/1245 M) dalam muqaddimah-nya. Hadits shahih adalah hadits yang bersambung

Lebih terperinci

Penerapan Pencocokan String pada Aplikasi Kamusku Indonesia

Penerapan Pencocokan String pada Aplikasi Kamusku Indonesia Penerapan Pencocokan String pada Aplikasi Kamusku Indonesia Reno Rasyad - 13511045 1 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung

Lebih terperinci

Analisis Algoritma Knuth Morris Pratt dan Algoritma Boyer Moore dalam Proses Pencarian String

Analisis Algoritma Knuth Morris Pratt dan Algoritma Boyer Moore dalam Proses Pencarian String Analisis Algoritma Knuth Morris Pratt dan Algoritma Boyer Moore dalam Proses Pencarian String Rama Aulia Program Studi Teknik Informatika, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung

Lebih terperinci

PENGENALAN ANDROID AHMAD ZAINUDIN. Politeknik Elektronika Negeri Surabaya

PENGENALAN ANDROID AHMAD ZAINUDIN. Politeknik Elektronika Negeri Surabaya PENGENALAN ANDROID AHMAD ZAINUDIN Politeknik Elektronika Negeri Surabaya SEJARAH ANDROID Android adalah sebuah sistem operasi untuk perangkat mobile yang mencakup sistem operasi, middleware dan aplikasi.

Lebih terperinci

MOBILE FORENSIC DALAM MENEMUKAN SMS YANG TELAH DIHAPUS PADA HANDPHONE ANDROID DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA BOYER-MOORE SKRIPSI

MOBILE FORENSIC DALAM MENEMUKAN SMS YANG TELAH DIHAPUS PADA HANDPHONE ANDROID DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA BOYER-MOORE SKRIPSI MOBILE FORENSIC DALAM MENEMUKAN SMS YANG TELAH DIHAPUS PADA HANDPHONE ANDROID DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA BOYER-MOORE SKRIPSI DIAN FAJAR PRAYOGA 101402094 PROGRAM STUDI S1 TEKNOLOGI INFORMASI FAKULTAS

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 String Matching 2.1.1 Pengertian String Matching String matching adalah pencarian sebuah pattern pada sebuah teks (Cormen, T.H. et al. 1994). String matching digunakan untuk menemukan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 7 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Algoritma Pencocokan String Algoritma pencocokan string merupakan komponen dasar dalam pengimplementasian berbagai perangkat lunak praktis yang sudah ada. String matching

Lebih terperinci

KUMPULAN APLIKASI JAVA J2ME

KUMPULAN APLIKASI JAVA J2ME KUMPULAN APLIKASI JAVA J2ME Sejarah Android Pada Juli 2005, Google mengakuisisi Android Inc. sebuah perusahaan baru berkembang yang bergerak di bidang aplikasi ponsel. Perusahaan ini berbasis di Palo AltoCalifornia

Lebih terperinci

Penerapan Pencocokan String dalam Aplikasi Duolingo

Penerapan Pencocokan String dalam Aplikasi Duolingo Penerapan Pencocokan String dalam Aplikasi Duolingo Reno Rasyad 13511045 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 40132,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan dunia IT (Information Technology) dengan hadirnya mesin pencarian (Search Engine) di dalam sistem komputer yang merupakan salah satu fasilitas internet

Lebih terperinci

PENERAPAN STRING MATCHING DENGAN ALGORITMA BOYER MOORE PADA APLIKASI FONT ITALIC UNTUK DETEKSI KATA ASING

PENERAPAN STRING MATCHING DENGAN ALGORITMA BOYER MOORE PADA APLIKASI FONT ITALIC UNTUK DETEKSI KATA ASING PENERAPAN STRING MATCHING DENGAN ALGORITMA BOYER MOORE PADA APLIKASI FONT ITALIC UNTUK DETEKSI KATA ASING Rohmat Indra Borman 1), Agus Pratama 2) 1) Komputerisasi Akuntansi, STMIK Teknokrat 2) Teknik Informatika,

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA. bimbingan kepada dosen pembimbing tugas akhir, kartu konsultasi digunakan

BAB II KAJIAN PUSTAKA. bimbingan kepada dosen pembimbing tugas akhir, kartu konsultasi digunakan BAB II KAJIAN PUSTAKA A. KARTU KONSULTASI Kartu konsultasi adalah kartu untuk melakukan proses konsultasi atau bimbingan kepada dosen pembimbing tugas akhir, kartu konsultasi digunakan sebagai bukti mahasiswa

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. mengganti teks dari suatu bahasa ke teks dalam bahasa lain (Catford,

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. mengganti teks dari suatu bahasa ke teks dalam bahasa lain (Catford, BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Translator Menerjemahkan adalah suatu kegiatan yang terjadi dalam bahasa: proses mengganti teks dari suatu bahasa ke teks dalam bahasa lain (Catford, 1965:1). Catford

Lebih terperinci

DAFTAR TABEL Tabel 4. 1 Tabel 4. 2 Tabel 4. 3

DAFTAR TABEL Tabel 4. 1 Tabel 4. 2 Tabel 4. 3 DAFTAR TABEL Tabel 4. 1 Pengujian Halaman home... 17 Tabel 4. 2 Pengujian halaman pembuatan profil kolam... 18 Tabel 4. 3 Pengujian Halaman Cek Profil Kolam... 19 xii BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Lebih terperinci

Pattern Matching dalam Aplikasi Pencarian Jodoh

Pattern Matching dalam Aplikasi Pencarian Jodoh Pattern Matching dalam Aplikasi Pencarian Jodoh Dini Lestari Tresnani - 13508096 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung

Lebih terperinci

ANDROID Sejarah, Arsitektur,Platform Android By Si_pit

ANDROID Sejarah, Arsitektur,Platform Android By Si_pit ANDROID Sejarah, Arsitektur,Platform Android By Si_pit Email : [email protected] 1. Sekilas Android 2. Arsitektur Android 3. Ponsel Pertama Android 4. Platform 5. Keunggulan 6. Grafik perkembangan 7.

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI. Tinjauan pustaka yang dipergunakan dalam penelitian disajikan melalui

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI. Tinjauan pustaka yang dipergunakan dalam penelitian disajikan melalui BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI 2.1. Tinjauan Pustaka Tinjauan pustaka yang dipergunakan dalam penelitian disajikan melalui tabel berbandingan pada tabel 2.1. Tabel 2.1. Tabel Pembanding Penelitian

Lebih terperinci

BAB II. KAJIAN PUSTAKA

BAB II. KAJIAN PUSTAKA BAB II. KAJIAN PUSTAKA H. Aplikasi Istilah aplikasi berasal dari bahasa inggris application yang berarti penerapan, lamaran ataupun penggunaan. Sedangkan secara istilah aplikasi adalah suatu program yang

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Kamus Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian kamus adalah buku acuan yang memuat kata dan ungkapan yang biasanya disusun menurut abjad berikut keterangan maknanya, pemakaiannya

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA II.1. Aplikasi Aplikasi adalah suatu subkelas perangkat lunak komputer yang memanfaatkan kemampuan komputer langsung untuk melakukan suatu tugas yang diinginkan pengguna. Contoh

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dunia pendidikan dan ilmu pengetahuan pada saat ini semakin berkembang dengan pesat yang disertai dengan semakin banyaknya arus informasi dan ilmu pengetahuan ilmiah

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Kamus Menurut Lauder (2005:223), Kamus adalah sebuah karya yang berfungsi sebagai referensi. Kamus pada umumnya berupa senarai kata yang disusun secara alfabetis. Selain itu, disertakan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. komponen yang berguna melakukan pengolahan data meupun kegiatan-kegiatan. seperti pembuatan dokumen atau pengolahan data.

BAB II LANDASAN TEORI. komponen yang berguna melakukan pengolahan data meupun kegiatan-kegiatan. seperti pembuatan dokumen atau pengolahan data. BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Aplikasi Menurut ALI ZAKI dan SMITDEV COMMUNITY Aplikasi adalah komponen yang berguna melakukan pengolahan data meupun kegiatan-kegiatan seperti pembuatan dokumen atau pengolahan

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Definisi Kamus Kamus menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) merupakan buku acuan yang memuat kata dan ungkapan, biasanya disusun menurut abjad berikut keterangan dan makna,

Lebih terperinci

Mengenal dan Bermain dengan Android

Mengenal dan Bermain dengan Android Mengenal dan Bermain dengan Android Dalam edisi ini kita akan menyimak Operating-System yang lagi sangat populer di kalangan Tablet dan Hand Phone yaitu Android dari Google. Android adalah operating system

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. masuk ke universitas di Amerika atau negara-negara lain di dunia. Ujian ini

BAB II LANDASAN TEORI. masuk ke universitas di Amerika atau negara-negara lain di dunia. Ujian ini BAB II LANDASAN TEORI 2.1 TOEFL Test of English as a Foreign Languange yang disingkat TOEFL adalah ujian kemampuan berbahasa Inggris dengan logat Amerika yang diperlukan untuk masuk ke universitas di Amerika

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI ALGORITMA BOYER-MOORE PADA PERMAINAN WORD SEARCH PUZZLE

IMPLEMENTASI ALGORITMA BOYER-MOORE PADA PERMAINAN WORD SEARCH PUZZLE IMPLEMENTASI ALGORITMA BOYER-MOORE PADA PERMAINAN WORD SEARCH PUZZLE Steven Kristanto G 1 Antonius Rachmat C 2 R. Gunawan Santosa 3 [email protected] [email protected] [email protected] Abstract

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perpustakaan merupakan faktor penting di dalam penunjang transformasi antara sumber ilmu (koleksi) dengan pencari ilmu (pengunjung). Perpustakaan juga sering disebut

Lebih terperinci

Mobile Programming. Rendra Gustriansyah, S.T., M.Kom., MCP

Mobile Programming. Rendra Gustriansyah, S.T., M.Kom., MCP Mobile Programming [email protected] Rendra Gustriansyah, S.T., M.Kom., MCP Market Share Platform Smartphone Android Android adalah sebuah tumpukan software untuk peralatan bergerak yang terdiri dari sistim

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Pada perpustakaan sekolah, katalog perpustakaan masih berupa katalog fisik dari kertas karton. Katalog diurutkan berdasarkan klasifikasi katalog

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Information Retrieval System 2.1.1. Pengertian Information Retrieval System Information retrieval system merupakan bagian dari bidang ilmu komputer yang bertujuan untuk pengambilan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA II.1. Aplikasi Aplikasi adalah suatu sub kelas perangkat lunak komputer yang memanfaatkan kemampuan komputer langsung untuk melakukan suatu tugas yang diinginkan pengguna. Contoh

Lebih terperinci

BAB 1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.1.1 Perkembangan Telepon Seluler Perkembangan mobile phone saat ini sangat berkembang dengan pesat seiring dengan kehadiran dari operating system Android.sebagaimana

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada Era komputerisasi informasi telah berkembang dengan pesat.terdapat sistem operasi yang berkembang dengan sangat cepat di smartphone. Smartphone sebagai produk

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Android adalah sebuah sistem operasi untuk perangkat mobile berbasis Linux

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Android adalah sebuah sistem operasi untuk perangkat mobile berbasis Linux BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Sejarah Android Android adalah sebuah sistem operasi untuk perangkat mobile berbasis Linux yang mencakup sistem operasi, middleware, dan aplikasi. Android menyediakan platform

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Pengertian Aplikasi Berbasis Web Aplikasi merupakan program yang berisikan perintah-perintah untuk melakukan pengolahan data. Secara umum, aplikasi adalah suatu proses dari cara

Lebih terperinci

PENERAPAN ALGORITMA BOYER MOORE PADA POSTING TWITTER TMC POLDA METRO JAYA UNTUK MELAPORKAN KONDISI LALULINTAS DAN RUTE JALAN KOTA JAKARTA

PENERAPAN ALGORITMA BOYER MOORE PADA POSTING TWITTER TMC POLDA METRO JAYA UNTUK MELAPORKAN KONDISI LALULINTAS DAN RUTE JALAN KOTA JAKARTA PENERAPAN ALGORITMA BOYER MOORE PADA POSTING TWITTER TMC POLDA METRO JAYA UNTUK MELAPORKAN KONDISI LALULINTAS DAN RUTE JALAN KOTA JAKARTA Rudi Setiawan Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Telematika,

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Game (Permainan) Game adalah suatu sistem atau program di mana satu atau lebih pemain mengambil keputusan melalui kendali pada objek di dalam game untuk suatu tujuan tertentu (Jasson,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. mutlak. IM berbeda dengan dari cara penggunaannya, IM bisa dikelompokkan

BAB I PENDAHULUAN. mutlak. IM berbeda dengan  dari cara penggunaannya, IM bisa dikelompokkan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Instant Messaging (IM) didefinisikan sebagai pertukaran konten diantara beberapa partisipan secara hampir real time [CAM02]. Pada umumnya, konten tersebut adalah pesan

Lebih terperinci

PENCOCOKAN DNA NR_ DAN DNA DI MENGGUNAKAN ALGORITMA BOYER MOORE

PENCOCOKAN DNA NR_ DAN DNA DI MENGGUNAKAN ALGORITMA BOYER MOORE PENCOCOKAN DNA NR_108049 DAN DNA DI203322 MENGGUNAKAN ALGORITMA BOYER MOORE Yulius Denny Prabowo 1 Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Ilmu Komputer dan Ilmu Komunikasi, Kalbis Institute JL Pulomas

Lebih terperinci

Gambar 1. Perangkat mobile Android

Gambar 1. Perangkat mobile Android Modul 8 1. TUJUAN Mahasiswa dapat menegetahui beberapa tipe sistem operasi Android Mahasiswa dapat mencoba membuat beberapa aplikasi Android sederhana Mahasiswa dapat membuat aplikasi menampilkan text

Lebih terperinci

1 BAB II LANDASAN TEORI. metode yang dipakai untuk kegiatan pengembangan terhadap sistem sendiri. kebutuhan akan beberapa aktivitas (Buyens, 2001).

1 BAB II LANDASAN TEORI. metode yang dipakai untuk kegiatan pengembangan terhadap sistem sendiri. kebutuhan akan beberapa aktivitas (Buyens, 2001). 1 BAB II LANDASAN TEORI Landasan teori menjelaskan beberapa teori yang berkaitan dengan permasalahan yang dibahas sebagai dasar pemahaman dalam sebuah sistem serta metode yang dipakai untuk kegiatan pengembangan

Lebih terperinci

Aplikasi String Matching pada Plugin SMS Blocker untuk Validasi Pesan

Aplikasi String Matching pada Plugin SMS Blocker untuk Validasi Pesan Aplikasi String Matching pada Plugin SMS Blocker untuk Validasi Pesan Mario Tressa Juzar 13512016 1 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl.

Lebih terperinci

Artikel Ilmiah. Peneliti: Ditya Geraldy ( ) Prof. Dr. Ir. Eko Sediyono, M.Kom. Yos Richard Beeh., S.T., M.Cs.

Artikel Ilmiah. Peneliti: Ditya Geraldy ( ) Prof. Dr. Ir. Eko Sediyono, M.Kom. Yos Richard Beeh., S.T., M.Cs. Studi Perbandingan Algoritma Brute Force, Algoritma Knuth- Morris-Pratt, Algoritma Boyer-Moore untuk Identifikasi Kesalahan Penulisan Teks berbasis Android Artikel Ilmiah Peneliti: Ditya Geraldy (672011064)

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI 6 BAB 2 LANDASAN TEORI 2. Information Retrieval Information Retrieval atau sering disebut temu kembali infromasi adalah suatu sistem yang mampu melakukan penyimpanan, pencarian, dan pemeliharaan informasi.

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Lahirnya teknologi informasi komputer dan fasilitas pendukungnya seperti layanan internet saat ini membuat perkembangan yang sangat luas. Segala informasi-informasi

Lebih terperinci

Aplikasi String Matching Pada Fitur Auto-Correct dan Word-Suggestion

Aplikasi String Matching Pada Fitur Auto-Correct dan Word-Suggestion Aplikasi String Matching Pada Fitur Auto-Correct dan Word-Suggestion Johan - 13514206 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10

Lebih terperinci

cepat dan kian merambah ke setiap komponen teknologi informasi itu sendiri. Dari mulai dikenalnya komputer, hardware, software, hingga

cepat dan kian merambah ke setiap komponen teknologi informasi itu sendiri. Dari mulai dikenalnya komputer, hardware, software, hingga APLIKASI PHONEBOOK DARURAT BERBASIS ANDROID ECA (Emergency Call Aplication) 1. Latar Belakang Perkembangan di bidang teknologi informasi saat ini semakin cepat dan kian merambah ke setiap komponen teknologi

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Algoritma Algoritma adalah urutan langkah-langkah penyelesaian masalah yang disusun secara matematis dan logis. Tanpa kita sadari, kebanyakan dari kegiatan yang kita lakukan setiap

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN Analisis dan perancangan sistem memerlukan tahapan yang sistematis untuk mendapatkan aplikasi yang baik dan bersesuaian dengan kegunaan dan tujuannya. Tahap awal dari analisis

Lebih terperinci

KURSUS ONLINE JASA WEBMASTERS

KURSUS ONLINE JASA WEBMASTERS KURSUS ONLINE JASA WEBMASTERS SQL Pengenalan Database, SQL, MySQL dan XAMPP JASA WEBMASTERS Jl. Ringin Raya No 124A Condong Catur, Sleman, Yogyakarta Database Database secara singkat dapat diartikan sebagai

Lebih terperinci

Perbandingan Algoritma String Matching yang Digunakan dalam Pencarian pada Search Engine

Perbandingan Algoritma String Matching yang Digunakan dalam Pencarian pada Search Engine Perbandingan Algoritma String Matching yang Digunakan dalam Pencarian pada Search Engine Eldwin Christian / 13512002 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Pustaka Terdapat beberapa penelitian terkait Perancangan maupun dalam pembuatan aplikasi yang dilakukan oleh peneliti dalam negeri, diantaranya : 1. Menurut Rachel Kurniawati

Lebih terperinci

PERBANDINGAN ALGORITMA KNUTH-MORRIS-PRATT, STRING MATCHING ON ORDERED ALPHABET, dan BOYER-MOORE dalam PENCARIAN UNTAI DNA

PERBANDINGAN ALGORITMA KNUTH-MORRIS-PRATT, STRING MATCHING ON ORDERED ALPHABET, dan BOYER-MOORE dalam PENCARIAN UNTAI DNA PERBANDINGAN ALGORITMA KNUTH-MORRIS-PRATT, STRING MATCHING ON ORDERED ALPHABET, dan BOYER-MOORE dalam PENCARIAN UNTAI DNA Tito Daniswara 3506097 Jurusan Teknik Informatika Institut Teknologi Bandung Jalan

Lebih terperinci

DATABASE SQL SERVER. Database SQL Server Halaman 1

DATABASE SQL SERVER. Database SQL Server Halaman 1 1 DATABASE SQL SERVER Objektif: Mengetahui sejarah SQL Server 7.0 Mengengetahui perbedaan SQL Server dengan Microsoft Access Mengenal program bantu yang ada di SQL Server 7.0 Mengetahui cara membuat database

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. aplikasi. Awalnya, Google.inc (www.google.com) membeli Android Inc

BAB II LANDASAN TEORI. aplikasi. Awalnya, Google.inc (www.google.com) membeli Android Inc BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Sejarah Android Android adalah sebuah sistem operasi untuk perangkat mobile berbasis linux yang mencakup sistem operasi dan aplikasi. Android menyediaan platform terbuka bagi

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Berkomunikasi satu sama lain merupakan salah satu sifat dasar manusia. Komunikasi berfungsi sebagai sarana untuk saling berinteraksi satu sama lain. Manusia terkadang

Lebih terperinci

BAB 1 Pengenalan Aplikasi Perangkat Bergerak

BAB 1 Pengenalan Aplikasi Perangkat Bergerak BAB 1 Pengenalan Aplikasi Perangkat Bergerak Mahardeka Tri Ananta [email protected] Lab. Pemrograman Aplikasi Perangkat Bergerak FILKOM UB 1 Pokok Bahasan Perkembangan Teknologi Mobile Karakteristik

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kemajuan teknologi dan penguasaan bahasa tiap negara, sangat berkembang pesat dan berperan penting dalam kehidupan masyarakat. Setiap orang dituntut untuk menguasai

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Kecerdasan Buatan Kecerdasan buatan merupakan bagian dari ilmu pengetahuan komputer yang khusus ditujukan dalam perancangan otomatisasi tingkah laku cerdas dalam sistem kecerdasan

Lebih terperinci

Koleksi Program Tugas Akhir dan Skripsi dengan

Koleksi Program Tugas Akhir dan Skripsi dengan Koleksi Program Tugas Akhir dan Skripsi dengann Sanksi Pelanggaran Pasal 113 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta 1. Setiap Orang yang dengan tanpa hak melakukan pelanggaran hak ekonomi

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA. berbasis linux yang mencakup sistem operasi, middleware dan aplikasi.

BAB II KAJIAN PUSTAKA. berbasis linux yang mencakup sistem operasi, middleware dan aplikasi. BAB II KAJIAN PUSTAKA A. ANDROID 1. Sejarah Android Android adalah sebuah sistem operasi untuk perangkat mobile berbasis linux yang mencakup sistem operasi, middleware dan aplikasi. android menyediakan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. tanpa aturan-aturan yang baku. Sedangkan dalam pemasaran konvensional, barang

BAB I PENDAHULUAN. tanpa aturan-aturan yang baku. Sedangkan dalam pemasaran konvensional, barang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi internet disebabkan oleh kemajuan di bidang teknologi, komputer, dan telekomunikasi. Dengan internet pelaku bisnis tidak lagi mengalami kesulitan

Lebih terperinci

Industri & Bisnis Mobile

Industri & Bisnis Mobile Industri & Bisnis Mobile Pertemuan ke-3 Services Applications Application Frameworks Operating Systems Platforms Devices Aggregators Networks Operators Operators (Mobile Network Operators), Carriers Perusahaan

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN PUSTAKA BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Palang Merah Indonesia (PMI) Palang Merah Indonesia Kabupaten Banyumas adalah organisasi yang netral dan independent, yang melakukan kegiatannya demi kemanusiaan, kesukarelaan,

Lebih terperinci

PENERAPAN ALGORITMA BOYER-MOORE PADA LAYANAN SMS AUTO REPLY (STUDI KASUS UPT PMB UNIV. MUHAMMADIYAH MALANG) TUGAS AKHIR

PENERAPAN ALGORITMA BOYER-MOORE PADA LAYANAN SMS AUTO REPLY (STUDI KASUS UPT PMB UNIV. MUHAMMADIYAH MALANG) TUGAS AKHIR PENERAPAN ALGORITMA BOYER-MOORE PADA LAYANAN SMS AUTO REPLY (STUDI KASUS UPT PMB UNIV. MUHAMMADIYAH MALANG) TUGAS AKHIR Sebagai Persyaratan Guna Meraih Gelar Sarjana Strata 1 Teknik Informatikauniversitas

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Layanan push email adalah layanan multimedia yang memungkinkan pengguna layanan menerima email langsung ke perangkat mobile yang di miliki secara real time. Push email

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Karakter ASCII ASCII (American Standard Code for Information Interchange) merupakan suatu standar internasional dalam kode huruf dan simbol seperti Hex dan Unicode. Kode ASCII

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. bahasa pemrograman java dan bersifat open source. Yang mana artinya aplikasi

BAB 2 LANDASAN TEORI. bahasa pemrograman java dan bersifat open source. Yang mana artinya aplikasi BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Sekilas Sistem Operasi Android Android merupakan sebuah sistem operasi sama halnya dengan sistem operasi Windows, Linux, maupun Mac OS. Aplikasi android dikembangkan menggunakan

Lebih terperinci

3 SKS Semester 7 S1 Sistem Informasi UNIKOM 2015 Nizar Rabbi Radliya

3 SKS Semester 7 S1 Sistem Informasi UNIKOM 2015 Nizar Rabbi Radliya Materi 1 Pemrograman Mobile (Android) 3 SKS Semester 7 S1 Sistem Informasi UNIKOM 2015 Nizar Rabbi Radliya [email protected] Nama Mahasiswa NIM Kelas Kompetensi Dasar 1. Memahami cakupan materi dan

Lebih terperinci

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN APLIKASI MOBILE PENGINGAT JADWAL IMUNISASI SERTA INFORMASI TEMPAT PRAKTEK DOKTER SPESIALIS ANAK

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN APLIKASI MOBILE PENGINGAT JADWAL IMUNISASI SERTA INFORMASI TEMPAT PRAKTEK DOKTER SPESIALIS ANAK Jurnal Teknik Informatika, Vol 1 September 2012 PERANCANGAN DAN PEMBUATAN APLIKASI MOBILE PENGINGAT JADWAL IMUNISASI SERTA INFORMASI TEMPAT PRAKTEK DOKTER SPESIALIS ANAK Veny Alfiandari 1), Juni Nurma

Lebih terperinci

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. yang sulit untuk diimplementasikan dalam RDBMS (Relational Data Base Management

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. yang sulit untuk diimplementasikan dalam RDBMS (Relational Data Base Management BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Implementasi Penelitian melakukan pengembangan terhadap opsi-opsi pemecahan masalah yang sulit untuk diimplementasikan dalam RDBMS (Relational Data Base Management System)

Lebih terperinci

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1. Analisis Sistem Analisis sistem dapat didefinisikan sebagai penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud

Lebih terperinci

Algoritma String Matching pada Mesin Pencarian

Algoritma String Matching pada Mesin Pencarian Algoritma String Matching pada Mesin Pencarian Harry Octavianus Purba 13514050 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Bandung, Indonesia [email protected] Proses

Lebih terperinci

BAB 3 LANDASAN TEORI

BAB 3 LANDASAN TEORI BAB 3 LANDASAN TEORI Bab ini akan membahas hal-hal yang mendasari dibuatnya aplikasi JOGIFT, arsitektur, bahasa pemrograman dan tools yang digunakan dalam pembuatan aplikasi JOGIFT. 3.1 Produk Pengertian

Lebih terperinci

Instalasi RazorSQL pada Debian Wheezy

Instalasi RazorSQL pada Debian Wheezy Instalasi RazorSQL pada Debian Wheezy Oleh : Marshall Tanu Pinawan 1. LATAR BELAKANG RazorSQL adalah sebuah SQL query tool, database browser, SQL editor, dan database administration tool yang dapat digunakan

Lebih terperinci

Perbandingan dan Pengujian Beberapa Algoritma Pencocokan String

Perbandingan dan Pengujian Beberapa Algoritma Pencocokan String Perbandingan dan Pengujian Beberapa Algoritma Pencocokan String Hary Fernando Program Studi Teknik Informatika Institut Teknologi Bandung Jln. Ganesha No.10 Bandung, e-mail: [email protected] ABSTRAK Pencocokan

Lebih terperinci

Aplikasi Kamus Indonesia-Jawa Berbasis Android

Aplikasi Kamus Indonesia-Jawa Berbasis Android Nusantara of Engineering/Vol. 2/ No. 1/ISSN: 2355-6684 1 Aplikasi Kamus Indonesia-Jawa Berbasis Android Intan Nur Farida Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Nusantara PGRI Kediri Jl. K.H.

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Algoritma Algoritma adalah logika, metode dan tahapan (urutan) sistematis yang digunakan untuk memecahkan suatu permasalahan (Utami, 2005).Algoritma adalah urutan langkah-langkah

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Masalah Komunikasi adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan manusia. Seiring dengan berkembangnya teknologi, bentuk dan media berkomunikasi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Android merupakan salah satu mobile Operating System atau sistem

BAB I PENDAHULUAN. Android merupakan salah satu mobile Operating System atau sistem BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Android merupakan salah satu mobile Operating System atau sistem operasi untuk perangkat mobile yang berbasis linux, berupa software platform open source yang

Lebih terperinci

linux yang mencakup sistem operasi, middleware dan aplikasi. Andorid mereka. Awalnya, Google Inc. Membeli Android Inc.

linux yang mencakup sistem operasi, middleware dan aplikasi. Andorid mereka. Awalnya, Google Inc. Membeli Android Inc. BAB II KAJIAN PUSTAKA A. ANDROID a. Sejarah Android Android adalah sebuah sistem operasi untuk perangkat mobile berbasis linux yang mencakup sistem operasi, middleware dan aplikasi. Andorid menyediakan

Lebih terperinci

TABEL. Tabel Halaman 25

TABEL. Tabel Halaman 25 2 TABEL Objektif: Mengenal Tipe Data Mengenal Batasan,kolom Pengenalan, nilai Null, kunci Primer, kunci Asing Membuat,menghapus,mengganti dan memodifikasi Tabel Dengan Enterprise Manager Menyunting Data

Lebih terperinci

APLIKASI LOCATION BASED SERVICE UNTUK SISTEM PEMESANAN TAKSI ONLINE PADA PLATFORM ANDROID

APLIKASI LOCATION BASED SERVICE UNTUK SISTEM PEMESANAN TAKSI ONLINE PADA PLATFORM ANDROID APLIKASI LOCATION BASED SERVICE UNTUK SISTEM PEMESANAN TAKSI ONLINE PADA PLATFORM ANDROID Risdilah Mimma Untsa 1, Aries Pratiarso 2, A. Subhan Khalilullah 2 1 Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Jurusan

Lebih terperinci

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI SISTEM. Dalam merancang dan membangun aplikasi virtual store menggunakan

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI SISTEM. Dalam merancang dan membangun aplikasi virtual store menggunakan BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI SISTEM 4.1 Kebutuhan Aplikasi Dalam merancang dan membangun aplikasi virtual store menggunakan photo barcode scanner pada android smartphone android ini ada beberapa spesifikasi

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI

BAB III LANDASAN TEORI BAB III LANDASAN TEORI III.1. Sistem Informasi Sistem presensi menggunakan QRCode dan ijin berbasis web dan mobile merupakan sistem informasi yang digunakan untuk menyelesaika masalah presensi dan ijin

Lebih terperinci

Pemrograman Mobile Android. ajib susanto fik Udinus 1

Pemrograman Mobile Android. ajib susanto fik Udinus 1 Pemrograman Mobile Android Pemrograman Mobile ajib susanto fik Udinus 1 TIK Mahasiswa mengetahui materi apa saja yang akan didapat selama mengikuti mata kuliah pemrograman mobile Mahasiswa dapat menjelaskan

Lebih terperinci

BAB II DASAR TEORI DAN TINJAUAN PUSTAKA. Judul Platform Deskripsi

BAB II DASAR TEORI DAN TINJAUAN PUSTAKA. Judul Platform Deskripsi BAB II DASAR TEORI DAN TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Pustaka Tabel 2.1 Tinjauan Pustaka Parameter Penulis Frans Napitupulu (2011) Abdul Latif (2012) Iqbal Fauzi (2012) Judul Platform Deskripsi Aplikasi

Lebih terperinci

KAMUS INGGRIS-INDONESIA BERBASIS J2ME

KAMUS INGGRIS-INDONESIA BERBASIS J2ME KAMUS INGGRIS-INDONESIA BERBASIS J2ME Lenny Ike C. M., Wiratmoko Yuwono, ST, Kholid Fathoni, S.Kom Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI. membangun aplikasi transposisi akord lagu berbasis android. parameter dalam

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI. membangun aplikasi transposisi akord lagu berbasis android. parameter dalam BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI 2.1 TINJAUAN PUSTAKA Tinjauan pustaka pada penelitian ini merupakan referensi penulis dalam membangun aplikasi transposisi akord lagu berbasis android. parameter

Lebih terperinci

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN 4.1 Proses Aplikasi Pada bab ini akan dibahas implementasi sistem rancang bangun Aplikasi pencarian pasal-pasal undang-undang hukum dengan metode String Matching hingga

Lebih terperinci

Volume VI No 1, Juni 2017 pissn : eissn : X. Tersedia online di

Volume VI No 1, Juni 2017 pissn : eissn : X. Tersedia online di Volume VI No 1, Juni 2017 pissn : 2337 3601 eissn : 2549 015X Tersedia online di http://ejournal.stmik-time.ac.id Analisa Perbandingan Boyer Moore Dan Knuth Morris Pratt Dalam Pencarian Judul Buku Menerapkan

Lebih terperinci