M 1: BELAJAR SEPANJANG HAYAT 1
|
|
|
- Ade Oesman
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 M 1: BELAJAR SEPANJANG HAYAT 1 A. Dasar Pikiran Seorang penulis dan peramal masa depan (futurist), Alvin Toffler (1984), mengenali perubahan peradaban manusia ke dalam tiga gelombang revolusi. Sungguhpun biasanya revolusi diartikan sebagai perubahan yang cepat dan mendasar, masing-masing tahapan gelombang revolusi yang dimaksudkan Toffler memakan waktu ratusan tahun. Gelombang pertama, manusia berada pada era agrarian, ketika sekitar 8000 sebelum Masehi manusia berubah dari hidup sebagai berpindah-pindah (nomaden) menjadi menetap di suatu pemukiman membuka lahan bertanian serta hidup dengan pola dan gaya baru. Gelombang kedua, masyarakat pada era revolusi industri di Eropa dan Amerika Utara mulai sekitar abad ke-17 sampai 20 atau sekitar 300 tahun. Gelombang pertama pun mulai kehilangan momentumnya dan dan gelombang kedua mulai mulai menguasai dunia, ditandai dengan ciri-ciri masal seperti produksi dan distribusi masal, konsumsi masal, pendidikan masal, media masal (masmedia) hiburan masal, dan senjata pemusnah masal. Sejalan dengan kebutuhan industry, pada era ini juga berkembang spesialisasi, standardisasi, dan birokrasi. Gelombang ketiga, pasca-masyarakat industri mulai awal 1950, ketika pengetahuan menjadi andalan masyarakat dalam mengembangkan diri dan lingkungannya. Tofller menyebutnya gelombang ini masyarakat super-industri sedangkan berbagai penulis lain menyebutnya abad informasi, abad ruang angkasa, abad elektronik, desa dunia (global village), abad teknotronik, produksi berbasis pengetahuan, dan akselerasi perubahan. Toffler mengatakan, perubahan itu tidak selalu linear, tetapi dapat berubah maju, mundur dan menyamping. Lebih lanjut dalam bukunya The Third Wave (1984), Toffler menyebutkan bahwa revolusi gelombang ke tiga berubah secara dahsyat dan dapat berakhir lebih dini. Gelombang ketiga berdampak besar pada keluarga, ekonomi, politik, dan keamanan dunia. Pada awal gelombang ini terjadi perubahan radikal seperti berkurangnya jumlah tenaga kasar di industri dan meningkatnya jumlah pekerja kantor dan jasa, meluasnya pemakaian computer, penerbangan jet komersial, penggunaan alat kontrasepsi dan pil KB, dan banyak penemuan baru lain. Berawal di Amerika Serikat dan merambah ke Inggris, Prancis, Swedia, Jerman, Uni Soviet dan Jepang, gelombang ketiga tidak dapat dibendung dan membuat gelombang kedua berangsur usang. Toffler meramalkan, peradapan pada era ini bertentangan dengan peradaban industri lama walaupun berteknologi sangat tinggi. Gelombang ketiga membawa suatu gaya hidup yang sama sekali baru dengan menggunakan dan mengandalkan sumber daya baru yang dapat diperbaharui, cara produksi dan sistem pendidikan yang baru sama sekali. Peradaban baru menetapkan kode tingkah laku baru dan membawa masyarakat ke luar standardisasi, sinkronisasi, dan sentralisasi, di luar konsentrasi tenaga, uang, dan kekuasaan. Revolusi peradaban manusia seperti yang dikemukan Toffler menunjukkan, untuk dapat bertahan hidup dan berkembang, setiap individu, keluarga, dan masyarakat dituntut tidak hanya mengenali zamannya dan menyesuaikan dirinya dengan berbagai perubahan yang terjadi, tetapi juga menjadi inisiator dan agen perubahan. Masyarakat tidak hanya menjadi konsumen perubahan tetapi menjadi sumber dan pengendali perubahan. Sejak lahir manusia diwadahi dalam berbagai organisasi dan melakukan berbagai kegiatan di organisasi. Hampir sebagian besar manusia menghabiskan kebanyakan waktunya di lingkungan organisasi: keluarga, rukun tetangga, lembaga pendidikan, tempat bekerja, organisasi kemasyarakatan, lembaga 1 Catatan untuk bahan perkuliahan KOB, tgl 2 Mart 2015, PPs UNJ 1 P a g e
2 keagamaan, organisasi profesi, dan berbagai jenis organisasi lainnya. Organisasi mempengaruhi prilaku manusia di satu segi dan manusia mempengaruhi prilaku manusia di segi lain. Manusia memanfaatkan organisasi untuk menyuarakan aspirasinya agar lebih bergaung serta dalam hal tertentu menggunakan organisasi untuk melegitimasi aspirasi dan perbuatannya. Begitu pentingnya peranan organisasi dalam kehidupan manusia sehingga perlu mempelajari dan memahami makna, tujuan, fungsi, dan perkembangan organisasi (Senge, 2006 & Marquardt, 2011). Ilmu adminsitrasi dan manajemen juga berkembang pesat, meninggalkan teori klasik dan neo-klasik, kemudian mengembangkan aliran modern serta post modern. Akan tetapi, Peter Senge (2006), mengamati banyak organisasi bisnis multi nasional mengalami kegagalan dan akhirnya bangkrut. Teori manajemen seperti Management By Objective (MBO), Total Quality Management (TQM), Quality Assurance, Knowledge Management, dan lain-lain tidak mampu menghambat krisis dan kehancuran organisasi bisnis. Teori manajemen yang ada, menurut Senge, tidak menyentuh masalah pengelolaan organisasi secara mendasar dan tidak diterapkan secara terpadu sehingga tidak dapat mengatasi berbagai masalah organisasi yang semakin menggurita dan mengkhawatirkan. Untuk menghambat dan menghentikan prahara yang menerpa organisasi, Senge memperkenalkan The Fifth Discipline, sebagai kemampuan yang perlu dimiliki oleh setiap organisasi agar dapat belajar secara terus menerus dan berkesinambungan sehingga bertahan, berkembang dan bersaing pada waktu kini dan masa yang akan datang. Dalam konteks ini, perlu dibedakan antara organisasi belajar (learning organization) dan cara belajar organisasi (organizational learning) seperti yang dijelaskan oleh M. Easterby-Smith, L. Araujo, & Burgoyne, J. (1999) Kemajuan cepat ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengakibatkan berbagai perubahan di industri, lapangan kerja, ekonomi, lingkungan,keamanan, dan politik. Oleh karena itu setiap organisasi perlu melakukan perubahan serta penyesuaian visi, misi, dan tujuan termasuk pendekatan, metode, dan cara mewujudkan tujuannya. Michael J. Marquard (2011) mengemukakan, organisasi yang tidak melakukan perubahan melalui belajar pada abad 21 ini, tidak akan mampu bertahan, berkembang, dan bersaing. Secara perlahan tetapi pasti organisasi yang demikian akan punah. Bagaimana organisasi itu belajar serta bagaimana membangun organisasi belajar, serta apa ciri-ciri organisasi belajar merupakan kajian sendiri khususnya bagi mereka yang akan menjadi pemimpin dalam suatu organisasi. Di Indonesia berbagai organisasi komersial dan sosial juga dihadapkan pada pilihan berubah atau tidak berubah, hidup atau mati. Ternyata ada yang tidak, kurang, atau sangat berhasil seperti yang dipaparkan dan dikaji Kasali (2006). Organisasi perlu belajar, tetapi sesungguhnya organisasi itu hanya merupakan wadah tempat lebih dari satu orang berkumpul dan bekerja sama untuk mencapai tujuan yang disepakati bersama. Dengan demikian, yang dimaksud dengan suatu organisasi belajar ialah apabila individu dan kelompok dalam organisasi itu belajar. Perubahan prilaku pada tingkat individu dan tingkat kelompok mengakibatkan perubahan prilaku pada tingkat organisasi. Dalam proses belajar itu, organisasi menerapkan teori belajar dan membelajarkan dengan model dan desain pembelajaran. Tidak jarang pula, organisasi menghadapi berbagai masalah dalam membelajarkan individu, kelompok, dan organisasi secara keseluruhan. Dalam konteks pembelajaran dalam organisasi inilah, teknologi pendidikan memainkan peran yang strategis dan penting. Eric Asbhy (1967) menyebutkan terdapat 4 tahap revolusi di bidang pendidikan. Pertama, ketika orang tua menyerahkan sebagian tanggung jawab pendidikan kepada pihak lain. Kedua, Ketika ditemukan aksara dan dipergunakan menyampaikan bahan pelajaran secara tertulis. Ketiga, bahan pelajaran menggunakan teknologi cetak. Keempat, ketika bahan pelajaran menggunakan teknologi elektronik. Setiap tahap revolusi ini ditandai dengan perubahan paradigma atas pendidikan yang mengakibatkan perubahan pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran. Reigeluth (1985} dan Belt (1997) 2 P a g e
3 mengidentifikasi perubahan sistem pendidikan dari era industri ke era informasi. Perubahan paradigma atas pendidkan ini berakibat pada perubahan proses belajar dan membelajarkan yang juga diterapkan dalam organisasi belajar. Bagaimana sistem pendidikan direformasi secara sestemik sehingga dapat mengikuti tuntutan zaman dan menjadikan Cina menjadi negara yang dapat menyaingi negara industri yang maju terlebih dahulu, menjadi kajian ilmiah yang memberikan pengetahuan dan pengalaman pada organisasi belajar (Li Langing, 2005). Manajer dibedakan dengan pemimpin (leader) dilihat dari fungsinya (B. Nanus & M.D. Stephen, 1999). Sungguhpun demikian kemampuan mengelola dan memimpin diperlukan oleh setiap orang di dalam organisasi. Semakin tinggi jabatan seseorang semakin banyak kemampuan memimpin yang ia perlukan dan terapkan walaupun dalam hal-hal tertentu dia harus menggunakan kemampuan manajerialnya. Sebaliknya, semakin rendah jabatan seseorang, semakin banyak diperlukan kemampuan manjerial daripada kemampuan memimpin. Keberhasilan organisasi belajar tidak terlepas dari kemampuan pemimpin di setiap tingkat organisasi. Sementara itu paradigma kepemimpinan pun berubah (Shelton, 1997). Untuk keberhasilan memimpin perlu diketahui hakikat, gaya/tipe kepemimpinan, serta kepemimpinan yang sesuai untuk organisasi belajar. Di samping Marquard (2011) memberikan ciri-ciri pemimpin organisasi belajar, M.M. H. Goldsmith, M., M., H., & A.J. Ogg.. (2004) menjelaskan teori memimpin organisasi belajar.. Dengan pengetahuan yang cukup, pemimpin dapat berhasil melakukan perubahan yang berbeda. Memimpin lembaga pendidikan menjadi organisasi berbeda dengan memimpin organisasi komersial atau organisasi sosial lainnya. Kekhasan kepemimpinan organisasi belajar di lembaga pendidikan dikemukakan oleh Senge (2000) dalam berbagai kasus serta oleh W.G. Cunningham & P. A. Cordeiro (2003) dan B. Nanus & M. Fullan (2007). Pemimpin berfungsi sebagai perancang, pelayan, dan guru yang dapat menjadi model dan motivator dalam belajar. Ia memimpin dan memberdayakan segala sumber daya organisasi sehingga organisasi itu memiliki keterampilan belajar (learning skills) untuk belajar sepanjang hayat (life long learning) sebagaimana banyak dibicarakan oleh Goldsmith & Ogg(2004) Senge (2006), Marquardt (2011) Sebagai calon pemimpin (future leader) dan juga sebagai calon ilmuan/akademisi, mahasiswa Program S3 TP perlu (a) mengkaji, memaham, dan mengkritisi teori yang terus menerus berkembang di bidang organisasi belajar serta kepemimpinannya; (b) mencermati dan melakukan praktek kepemimpinan dalam organisasi belajar, serta (c} menelaah dan melakukan penelitian masalah-masalah kepemimpinan dalam organisasi belajar. B. Pokok Bahasan Berangkat dari dasar pikiran yang telah dikemukan, pokok bahasan disusun sebagai berikut. 3 P a g e
4 4 P a g e
5 Daftar Pustaka Asbhy, E. (1972). The fourth revolution: Instructional technology in higher education. The Carnegie on higher education. Hightstown,N.J: McGraw-Hill Books. Belt, S. (1997) Emerging vision of an information age education, diakses 22 November 2007 dari Cunningham, W. G. & Cordeiro, P. A. (2003). Educational leadership :A problem based approach. Boston,MA : Allyn & Bacon Easterby-Smith, M., Araujo, L. & Burgoyne, J. (1999). Organizational learning and the learning organization, London: Sage Publication Ltd Fullan, M. (2007). Educational leadership.sanfransisco: John Wiley & Sons, Inc. Goldsmith, M., M., H., & Ogg., A.J. (2004). Leading organizational learning:harnessing power of knowledge. San Fransisco:Jossey-Bass Kasali, R. (2006). Change. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Umum Li Lanqing. (2005). Education for 1.3 billion. Beijing: Pearson Education Marquardt, M. J. (2011). Building the learning organization. New York :Nicholas Brealey Publishingl Nanus, B. & Stephen M. D. (1999).Leaders who make a difference : Essential strategies for meeting the nonprofit challenge. San Francisco :Jossey-Bass Publishers. Nanus, B. and Stepehen M. D. (1999).Leaders who make a difference : Essential strategies for meeting the nonprofit challenge. San Francisco :Jossey-Bass Publishers. Reigeluth, C.M & Garfinkle, J.G. (Eds). (1994). Systemic change in education. Englewood Cliffs, N.J.: Educational Technology Publication Senge,P. et al.(2000). Schools that learn: A fifth discipline fieldbook for educators, parents, and everyone who cares about education. New York: Doubleday Senge, P. et al. (2006). The fifth discipline:the art and practice of the learning organization. New York: Doubleday. Shelton, K. (ed). (1997). A new paradigm of leadership: Visions of excellence for 21 st century organizations. Provo: Executive Excellence Publishing. Toffler, A. (1984). The third wave. New York: Bantam Book. 5 P a g e
PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PENDIDIKAN PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA 1
PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PENDIDIKAN PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA 1 (PEDOMAN PERKULIAHAN TP S3) Nama mata kuliah : Kepemimpinan Dalam Organisasi Belajar (KOB) Kode mata kuliah : TP 702
SILABUS. A. IDENTITAS MATA KULIAH Mata Kuliah : Manajemen Pendidikan Jumlah Sks : 3 Program Studi : Pendidikan Ekonomi
SILABUS A. IDENTITAS MATA KULIAH Mata Kuliah : Manajemen Jumlah Sks : 3 Program Studi : Ekonomi Strata : S2 Dosen : Prof. Dr. H. Nanang Fattah, M.Pd. Dr. Rasto, M.Pd. B. STATUS MATA KULIAH Mata Kuliah
MATRIKS SILABI DIKLAT
Bagian keempat: MATRIKS SILABI DIKLAT KEPEMIMPINAN PEMBELAJARAN, MANAJEMEN PERUBAHAN, DAN BUDAYA SEKOLAH No Indikator Keberhasilan Materi Pokok Sub Materi Pokok Metode A. KEPEMIMPINAN PEMBELAJARAN 2 JPL
I. PENDAHULUAN. Sebagai kumpulan orang-orang (mahluk hidup), organisasi juga dapat dipandang sebagai
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Sebagai kumpulan orang-orang (mahluk hidup), organisasi juga dapat dipandang sebagai organisme yang selalu berinteraksi, menyesuaikan diri atas perubahan yang
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. 20 karyawan divisi HC (Human Capital) yang mempersepsi budaya perusahaan di
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh melalui pengolahan data terhadap 20 karyawan divisi HC (Human Capital) yang mempersepsi budaya perusahaan di Bank
PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PENDIDIKAN PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PENDIDIKAN PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA (PEDOMAN PERKULIAHAN SEMESTER GANJIL 2016 ) Nama mata kuliah : Difusi dan Inovasi Pendidikan Kode mata kuliah : TP 703
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA PROGRAM PASCASARJANA RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER Program Studi : Ilmu Pendidikan Nama Mata Kuliah :Manajemen Organisasi Belajar. Kode : IP...
456 Prosiding Seminar Nasional Pendidikan dan SAINS Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Jember, 16 Maret 2014
456 Prosiding Seminar Nasional Pendidikan dan SAINS IMPLEMENTASI LESSON STUDY DALAM MEMBENTUK LEARNING COMMUNITY DI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI Kamalia Fikri 1) 1) Program Studi Pendidikan Biologi,
PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAN BUDAYA ORGANISASI DALAM HUBUNGANNYA DENGAN KINERJA DOSEN. Oleh : ANI PINAYANI, DRS., MM. NIP.
PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAN BUDAYA ORGANISASI DALAM HUBUNGANNYA DENGAN KINERJA DOSEN Oleh : ANI PINAYANI, DRS., MM. NIP. 131 760 777 JURUSAN PENDIDIKAN EKONOMI FAKULTAS PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN
II. SILABUS MATA KULIAH (SMK)
II. SILABUS MATA KULIAH (SMK) Mata Kuliah / Kode : Pengembangan Model Pembelajaran IPA / KPA 2308 Semester/ SKS : II/ 2 Program Studi : Magister Pendidikan IPA Fakultas : FKIP 1. Capaian Pembelajaran MK
TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM) DALAM PENDIDIKAN. Suto Prabowo
TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM) DALAM PENDIDIKAN Suto Prabowo Abstrak Peningkatan mutu pendidikan harus ditingkatkan terus menerus dan berkesinambungan. Total Quality Management adalah salah satu model
MAKALAH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL
MAKALAH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL Oleh: Dr. Nahiyah Jaidi Faraz, M.Pd FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2013 Kepemimpinan Transformasional Nahiyah Jaidi Faraz [email protected] A. Pendekatan
Eko Rahmadi Pembimbing 1: Prof. dr. Laksono Trisnantoro, M.Sc., Ph.D. 2: dr. Ari Probandari, MPH., Ph.D.
Eko Rahmadi Pembimbing 1: Prof. dr. Laksono Trisnantoro, M.Sc., Ph.D. 2: dr. Ari Probandari, MPH., Ph.D. Minat Utama Manajemen Rumahsakit Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta 2010 BAB
SILABUS MANAJEMEN PROGRAM PBA
SILABUS MANAJEMEN PROGRAM PBA A. IDENTITAS MATA KULIAH Mata Kuliah : Manajemen Program PBA Jumlah Sks : 3 Program Studi : Pendidikan Bahasa Arab Strata : S2 Dosen : Dr. Muhammad Walid, MA B. STATUS MATA
KEPEMIMPINAN YANG SETARA. Oleh : Nahiyah Jaidi Faraz
KEPEMIMPINAN YANG SETARA Oleh : Nahiyah Jaidi Faraz PUSAT STUDI WANITA UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2004 KEPEMIMPINAN YANG SETARA Nahiyah J Faraz [email protected] Akhir-akhir ini kita, kaum perempuan
SISTEM INFORMASI MULTI MEDIA TP SKS
SISTEM INFORMASI MULTI MEDIA TP 707 3 SKS Semester Ganjil 2016/2017 Senin: 08:00 10:15 Tempat: R. 303 PPS UNJ Dosen: B.P. Sitepu & Dr. Moch.Sukardjo MPd DOSEN B.P. Sitepu Guru Besar di FIP-UNJ, Rawamangun,
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Keberhasilan manajemen suatu lembaga pendidikan (sekolah) sangat
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Keberhasilan manajemen suatu lembaga pendidikan (sekolah) sangat bergantung pada kepemimpinan kepala sekolah, ini senada dengan ungkapan Wahjosumidjo (2005:
TEORI MANAJEMEN SUMBERDAYA MANUSIA MEMBANTU PEMIMPIN TRANSAKSIONAL MEMIMPIN SUMBERDAYA MANUSIA MELALUI PROSES PERTUKARAN
TEORI MANAJEMEN SUMBERDAYA MANUSIA MEMBANTU PEMIMPIN TRANSAKSIONAL MEMIMPIN SUMBERDAYA MANUSIA MELALUI PROSES PERTUKARAN Oleh : Drs. Arrizal, M.Si Dosen Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas
DAFTAR PUSTAKA. Alter, Steven (1999). Information System: A Management Perspective, Third Edition.
DAFTAR PUSTAKA Alter, Steven (1999). Information System: A Management Perspective, Third Edition. Addison-Wesley Educational Publishers Inc, United States of America Cassidy, Anita (1998). A Practical
Proceeding: The First International Seminar on Trends in Science and Science Education 2014 ISBN
SE-036 PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN HYBRIDLEARNING MATA KULIAH PENGANTAR SOSIOLOGI DI UNIVERSITAS NEGERI MEDAN Trisni Andayani 1 Fakultas Ilmu Sosial, E-mail: [email protected] ABSTRAK Tujuan
DAFTAR PUSTAKA. Alma, B. (1998). Pengantar Bisnis. Bandung: Alfabeta.
143 DAFTAR PUSTAKA Alma, B. (1998). Pengantar Bisnis. Bandung: Alfabeta. Anwar, M. I. (2003). Administrasi Pendidikan dan Manajenem Biaya Pendidikan. Bandung: Alfabeta. Badan Standar Nasional Pendidikan.
MODEL PROBLEM BASED LEARNING MEMBANGUN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SEKOLAH DASAR
MODEL PROBLEM BASED LEARNING MEMBANGUN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SEKOLAH DASAR Yuyun Dwi Haryanti [email protected] Universitas Majalengka ABSTRAK Artikel ini sebagai kajian literature
PEDOMAN PERKULIAHAN SISTEM INFORMASI MULTI MEDIA (TP 707) 3 SKS PRODI TEKNOLOGI PENDIDIKAN S3
PEDOMAN PERKULIAHAN SISTEM INFORMASI MULTI MEDIA (TP 707) 3 SKS PRODI TEKNOLOGI PENDIDIKAN S3 Semester: Ganjil TA 2015/2016 Hari Perkuliahan Selasa, 13:00 15:15 WIB Tempat: PPS UNJ, R. 109 Dosen : (1)
PENGANTAR PERANCANGAN PERILAKU ORGANISASI
PENGANTAR PERANCANGAN PERILAKU ORGANISASI Amalia, ST, MT KONTRAK PERKULIAHAN» Rule of Conduct Min. 75% present in class Present in class before starting the lecture Don t use sandal Don t use handphone
INFORMATIKA SOSIAL PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI
INFORMATIKA SOSIAL PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI 1 PENDAHULUAN Informatika Sosial merupakan studi yang mempelajari tentang bagaimana membangun atau mendesign ICT yang sesuai dengan kebutuhan masyarat dan
PEDOMAN PERKULIAHAN TP 707 SISTEM INFORMASI MULTI MEDIA 3 SKS. Semester: Ganjil TA 2013/2014 Hari Perkuliahan: Sesuai Jadwal Tempat: PPS/S3 Mataram
PEDOMAN PERKULIAHAN TP 707 SISTEM INFORMASI MULTI MEDIA 3 SKS Semester: Ganjil TA 2013/2014 Hari Perkuliahan: Sesuai Jadwal Tempat: PPS/S3 Mataram Dosen : B. P. Sitepu NIP: 19480628 1976031 001 No. HP.
Dibimbing Oleh : Dr. Yus Nugraha, MA
Studi Deskriptif tentang Perilaku Kepemimpinan Mahasiswa Studi pada Mahasiswa Fakultas Psikologi Unpad Angkatan 2012 yang Memiliki Pengalaman Kepemimpinan Hikmatiar Hakim Dibimbing Oleh : Dr. Yus Nugraha,
4. Bagaimana pengaruh perceived quality atas produk Pertamax di SPBU Pertamina Pasteur terhadap tingkat kepuasan konsumen? Berdasarkan hasil analisa r
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dijelaskan dalam bab sebelumnya, maka dapat dijelaskan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan penelitian yaitu sebagai berikut
Evaluasi Kurikulum Prodi Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia FTI UII Yogyakarta
Evaluasi Kurikulum Prodi Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia FTI UII Yogyakarta Sejarah Kurikulum Prodi Teknik Informatika Hingga saat ini, Program Studi Teknik Informatika
banyak penelitian untuk melihat kembali budaya organisasi yang unggul yang mampu meningkatkan kinerja, dan semakin menyadarkan bahwa unsur manusia
ix S Tinjauan Mata Kuliah eluruh materi mata kuliah Perilaku Organisasi ini akan membahas pokokpokok pengertian dan konsep-konsep dalam lingkup organisasi, perilaku manusia di dalam organisasi, budaya
IMPLEMENTASI CONTINUOUS IMPROVEMENT DALAM ORGANISASI
IMPLEMENTASI CONTINUOUS IMPROVEMENT DALAM ORGANISASI Anita Yus Dosen FIP dan Dikdas PPs Unimen Abstrak: Continuous improvement keluaran dari learning organization yang diartikan sebagai proses tanpa henti.
GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN GBPP) Mata Kuliah : Manajemen Bobot SKS : 2 Jumlah Jam: Semester:
GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN GBPP) Mata Kuliah : Manajemen Bobot SKS : 2 Jumlah Jam: Semester: a. Deskripsi Singkat Materi mata kuliah pengantar manajemen ini membahas konsep-konsep, prinsip-prinsip,
PROGRAM STUDI ILMU EKONOMI DAN KEUANGAN ISLAM No. Dok : FPEB-SIL SILABUS Pengantar Manajemen. Dibuat Oleh : Diperiksa Oleh : Disetujui Oleh :
Pengantar Manajemen Halaman : 1 dari 5 Dibuat Oleh : Diperiksa Oleh : Disetujui Oleh : Dr. Hj. Nani Imaniyati, M.Si. Dr. A. Jajang W. Mahri, M.Si. Dr. A. Jajang W. Mahri, M.Si. (Dosen Pengampu) (Tim KBK
Komparasi Literasi Oleh: Mustofa Kamil
Komparasi Literasi Oleh: Mustofa Kamil Mengapa Literasi Penting Menjadi Gerakan Dunia 1. Pasar global menuntut kemajuan yang seimbang antar negara (ekonomi dan teknologi) 2. Niraksara berpengaruh terhadap
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) KEPEMIMPINAN. EKM 408 (3 sks) Semester VII. Pengampu mata kuliah
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) KEPEMIMPINAN EKM 408 (3 sks) Semester VII Pengampu mata kuliah Arief Prima Johan,SE,MSc Hendra Lukito,SE.MM.PhD Dr.Rahmi Fahmy,SE.MBA Program Studi Manajemen Fakultas
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA SIL. ANALISIS DAN PEMECAHAN MASALAH PEMBELAJARAN SILABI MATA KULIAH
SIL/PMT210/10 Revisi : 02 8 Maret 2011 Hal 1 dari 5 SILABI MATA KULIAH Nama Mata Kuliah : Manajemen Kode Mata Kuliah : PMT210PEM 214 SKS : 2 SKS, Teori 1, Praktik 1 Dosen :. MM Wahyuningrum H, MM Program
ORGANISASI BELAJAR (LEARNING ORGANIZATION) UNTUK MENGEFEKTIFKAN ORGANISASI
ORGANISASI BELAJAR (LEARNING ORGANIZATION) UNTUK MENGEFEKTIFKAN ORGANISASI Kepemimpinan untuk mengefektifkan organisasi tidak dapat melepaskan diri dari keharusan melaksanakan konsep organisasi belajar
BAB I PENDAHULUAN. reformasi diindikasikan dengan adanya perombakan di segala bidang kehidupan,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Era reformasi yang sedang berjalan atau bahkan sudah memasuki pasca reformasi diindikasikan dengan adanya perombakan di segala bidang kehidupan, politik, moneter, pertahanan
Peran Strategis e-library dalam Pembangunan Infrastruktur Intelektual. Sri Andayani Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA UNY
Peran Strategis e-library dalam Pembangunan Infrastruktur Intelektual Sri Andayani Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA UNY Abstrak Sentuhan elegan teknologi informasi telah mentransformasi perpustakan
BAB7 SIMPULAN DAN SARAN
BAB7 SIMPULAN DAN SARAN BAB7 SIMPULAN DAN SARAN 7.1 Simpulan Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan pada bab terdahulu, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Rata-rata total jawaban responden untuk
Para filsuf Eropa menyebut istilah akhir sejarah bagi modernisasi yang kemudian diikuti dengan perubahan besar.
Tiga Gelombang Demokrasi Demokrasi modern ditandai dengan adanya perubahan pada bidang politik (perubahan dalam hubungan kekuasaan) dan bidang ekonomi (perubahan hubungan dalam perdagangan). Ciriciri utama
Kesepuluh: Analisis dan Rancangan Aturan Pengembangan SDM Perusahaan
Penempatan School of Communication Pegawai & Business Kesepuluh: Analisis dan Rancangan Aturan Pengembangan SDM Perusahaan Bagian kedua Model Faster Learning Organization (FLO) Model Faster Learning Organization
Building Up PROFESSIONAL ATTITUDE SOFT SKILLS. Membangun Karakter Sukses & Mulia
Building Up SOFT SKILLS & PROFESSIONAL ATTITUDE Membangun Karakter Sukses & Mulia Menurut survei yang diterbitkan National Association of Colleges and Employers (NACE) pada tahun 2002 di Amerika Serikat,
PSIKOLOGI KEPEMIMPINAN
Modul ke: 00 Fakultas PSIKOLOGI PSIKOLOGI KEPEMIMPINAN KONTRAK BELAJAR Dr. Antonius D.R.Manurung, MSi Program Studi Psikologi PERATURAN Keterlambatan: Mahasiswa yang terlambat, dibolehkan masuk kelas,
PEREMPUAN DAN KEPEMIMPINAN DALAM DUNIA BISNIS. Oleh : Nahiyah Jaidi Faraz
PEREMPUAN DAN KEPEMIMPINAN DALAM DUNIA BISNIS Oleh : Nahiyah Jaidi Faraz FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2003 PEREMPUAN DAN KEPEMIMPINAN DI DUNIA BISNIS Nahiyah Jaidi Faraz [email protected]
MATA KULIAH : Pendidikan Teknologi dan Kejuruan KODE MATA KULIAH : TKF 209
No. SIL/EKO/TKF209/19 Revisi : 00 Tgl : Juli 2009 Hal 1 dari 7 MATA KULIAH : Pendidikan Teknologi dan Kejuruan KODE MATA KULIAH : TKF 209 SEMESTER : II PROGRAM STUDI : Pendidikan Teknik Elektro Pendidikan
BUDAYA ORGANISASI PENGELOLAAN ORGANISASI. Christina Ariadne Sekar Sari, S.E., M.M. Modul ke: Fakultas EKONOMI DAN BISNIS. Program Studi MANAJEMEN
Modul ke: BUDAYA ORGANISASI PENGELOLAAN ORGANISASI Fakultas EKONOMI DAN BISNIS Christina Ariadne Sekar Sari, S.E., M.M. Program Studi MANAJEMEN www.mercubuana.ac.id PENDAHULUAN BUDAYA ORGANISASI PENGELOLAAN
memperoleh status, kehormatan, dan kekuatan dalam menjaga kedaulatan, keutuhan wilayah, serta pengaruhnya di arena global.
BAB V PENUTUP Kebangkitan Cina di awal abad ke-21tidak dapat dipisahkan dari reformasi ekonomi dan modernisasi yang ia jalankan. Reformasi telah mengantarkan Cina menemukan momentum kebangkitan ekonominya
TEKNOLOGI INFORMASI DALAM PENDIDIKAN
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) TEKNOLOGI INFORMASI DALAM PENDIDIKAN Dosen: Dr. Hadi Sutopo, MMSI PROGRAM STUDI/JURUSAN TEKNOLOGI PEMBELAJARAN. PASCASARJANA UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA 1 TAHUN
LIMA PILAR ORGANISASI PEMBELAJAR Fifth Dicipline of Learning Organization
LIMA PILAR ORGANISASI PEMBELAJAR Fifth Dicipline of Learning Organization Give me a lever long enough..and single-handed I can move the world beri saya tuas yang cukup panjang maka dengan satu tangan saya
STRUKTUR ORGANISASI DAN CROSS FUNCTIONAL ORGANIZATION
STRUKTUR ORGANISASI DAN CROSS FUNCTIONAL ORGANIZATION STRUKTUR ORGANISASI Organisasi pada hakikatnya adalah sekelompok orang yang memliki saling ketergantungan satu dengan yang lainnya, yang secara bersama-sama
KOMPETENSI KEPEMIMPINAN WIRAUSAHAWAN. (Studi kasus pada lulusan Akademi Pimpinan Perusahaan, Jakarta tahun 2013)
KOMPETENSI KEPEMIMPINAN WIRAUSAHAWAN (Studi kasus pada lulusan Akademi Pimpinan Perusahaan, Jakarta tahun 2013) Lilik Aslichati 1), Gede Umbaran Dipodjoyo 2) Universitas Terbuka, Jakarta Universitas Persada
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Perubahan lingkungan bisnis yang dinamis membuat perusahaan harus
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perubahan lingkungan bisnis yang dinamis membuat perusahaan harus mampu melakukan adaptasi terhadap lingkungan yang baru. Seorang manusia memiliki dorongan dan tidak
John Naisbitt, Megatrends, 1983
MASYARAKAT INFORMASI Pada tahun 1965, untuk pertama kali dalam sejarah Amerika, jumlah pekerja ahli di bidang teknik, manajemen dan administratif melampaui jumlah buruh. Industri di Amerika memberi jalan
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA Darussalam, Banda Aceh
08/02/2017 Nama Mata Kuliah : Pendidikan Karakter Kode Mata Kuliah : PMA 509 Bobot SKS : 2 (dua) Semester : Ganjil Hari Pertemuan : 1 (pertama) Tempat Pertemuan : Ruang kuliah Koordinator MK : Khairul
Manajemen Perubahan. Pembuatan Template Powerpoint untuk digunakan sebagai template standar modul-modul yang digunakan dalam perkuliahan
Modul ke: Manajemen Perubahan Pembuatan Template Powerpoint untuk digunakan sebagai template standar modul-modul yang digunakan dalam perkuliahan Fakultas EKONOMI DAN BISNIS Dr. Aries Susanty, ST. MT Program
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) BUDAYA PERUSAHAAN. EKM 210 (3 sks) Semester IV. Pengampu mata kuliah. Dr. Yulihasri, SE. MBA
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) BUDAYA PERUSAHAAN EKM 210 (3 sks) Semester IV Pengampu mata kuliah Dr. Yulihasri, SE. MBA Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Andalas Padang, Tahun
Materi #4 EMA503 Manajemen Kualitas 2013 BUDAYA MUTU
#4 BUDAYA MUTU Pengertian Budaya Mutu Untuk memahami budaya mutu, terlebih dahulu harus memahami budaya organisasi, yang memiliki unsur-unsur sebagai berikut: Peningkatan terhadap bisnis/usaha Nilai organisasi
BAB I. 1 C. Turney. et al, The School manager (Australia: Allen and Unwin, 1992). h. 5.
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Penyelenggarakan pendidikan secara baik, tertata dan sistimatis hingga proses yang terjadi di dalamnya dapat menjadi suatu sumbangan besar bagi kehidupan sosial
BUDAYA MUTU. EMA503 Manajemen Kualitas. h t t p : / / t a u f i q u r r a c h m a n. w e b l o g. e s a u n g g u l. a c. i d
1 BUDAYA MUTU EMA503 Manajemen Kualitas Pengertian 2 Untuk memahami budaya mutu, terlebih dahulu harus memahami budaya organisasi. Budaya organisasi memiliki unsur-unsur sebagai berikut: Peningkatan terhadap
- F L O - THE FASTER LEARNING ORGANIZATION
- F L O - THE FASTER LEARNING ORGANIZATION Meraih dan Mempertahankan Puncak Kesuksesan Kompetitif Penulis: Bob Guns Kristin Anundsen Disajikan oleh: Uwes A. Chaeruman Yasmis Muchtar THE POWER OF FASTER
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di era globalisasi sekarang ini terlihat sangat pesat. Perkembangan ini tidak hanya melahirkan era informasi global tetapi
BAB7 KESIMPULAN DAN SARAN
BAB7 KESIMPULAN DAN SARAN BAB 7 SIMPULAN DAN SARAN 7.1. Simpulan Atas dasar hasil analisis dan pembahasan, maka simpulan yang dapat diberikan adalah: 1. PT. CJSP telah merumuskan dan mengimplementasikan
TIU : Agar mahasiswa dapat memahami dan menjelaskan prinsip-prinsip psikologi dalam industri dan organisasi, sebagai dasar penanganan masalahmasalah
TIU : Agar mahasiswa dapat memahami menjelaskan prinsip-prinsip psikologi dalam industri organisasi, sebagai dasar penanganan masalahmasalah industri organisasi melalui pendekatan psikologi. Pokok Bahasan
SILABUS DAN SATUAN ACARA PERKULIAHAN. UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA KAMPUS CIBIRU PPROGRAM PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR Januari 2016
SILABUS DAN SATUAN ACARA PERKULIAHAN Nama Mata Kuliah Kode Mata Kuliah Jumlah sks Semester Program Studi Dosen : Telaah Kurikulum dan Perencanaan Bidang Studi : GD524 : 3 (tiga) sks : 4 (empat) : S1 PGSD
BAB I PENDAHULUAN. Prawiradilaga, Dewi Salma dan Eveline Siregar, Mozaik Teknologi Pendidikan, Kencana, Jakarta, 2004, hlm. 196.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Peningkatan sumber daya manusia merupakan tuntutan yang harus dipenuhi oleh instansi pendidikan. Berbagai macam cara atau metode-metode pembelajaran telah diupayakan,
PERENCANAAN DAUR PROGRAM DALAM IMPLEMENTASI PEMBANGUNAN
PERENCANAAN DAUR PROGRAM DALAM IMPLEMENTASI PEMBANGUNAN OLEH : ROBERT SIREGAR Dept. Urban Studies and Planning Program [email protected] A. Pendahuluan Pembangunan adalah sebuah kegiatan yang kolosal,
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Dari hasil analisis data pada bab IV di atas dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Tata Tertib Kerja di kantor pusat PT. Perkebunan Nusantara VIII sudah
Kontrak Perkuliahan. Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan FIP Universitas Negeri Jakarta (Pengajar : Dewi S.Prawiradilaga)
1 Kontrak Perkuliahan Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan FIP Universitas Negeri Jakarta (Pengajar : Dewi S.Prawiradilaga) Visi: Mempromosikan keprofesian teknologi pendidikan di lingkungan nonsekolah
Minggu 3: Manajemen Modern
Minggu 3: Manajemen Modern TI4002-Manajemen Rekayasa Industri Teknik Industri, FTI ITB Tujuan Pembelajaran Mempelajari dasar-dasar yang menjadi pemikiran manajemen moderen Mengetahui arah pengembangan
Pendekatan pemecahan masalah Tujuan. Hubungan pemasok Pendekatan manajemen
#4 BUDAYA MUTU Pengertian Budaya Mutu Untuk memahami budaya mutu, terlebih dahulu harus memahami budaya organisasi, yang memiliki unsur-unsur sebagai berikut: Peningkatan terhadap bisnis/usaha Tradisi
Untuk memahami budaya mutu, terlebih dahulu harus memahami budaya organisasi, yang memiliki unsur-unsur sebagai berikut:
#4 BUDAYA MUTU Pengertian Budaya Mutu Untuk memahami budaya mutu, terlebih dahulu harus memahami budaya organisasi, yang memiliki unsur-unsur sebagai berikut: Peningkatan terhadap bisnis/usaha Nilai organisasi
BAB V KESIMPULAN. mengacu pada bab I serta hasil analisis pada bab IV. Sesuai dengan rumusan
BAB V KESIMPULAN Bab ini berisi kesimpulan dari hasil penelitian yang telah dilakukan dan mengacu pada bab I serta hasil analisis pada bab IV. Sesuai dengan rumusan masalah pada bab I, terdapat empat hal
KONSEP KARIER. Pengembangan Karir
Pengembangan Karir Karier adalah keseluruhan pekerjaan baik yang digaji maupun yang tidak digaji, suatu proses belajar dan peran-peran yang disandang sepanjang hidup. Biasanya, istilah karier berkaitan
RENCANA STRATEGI TEKNOLOGI INFORMASI PADA PERGURUAN TINGGI XYZ MENGGUNAKAN METODE SWOT. Nurul Huda AMIK Bina Sriwijaya Palembang
RENCANA STRATEGI TEKNOLOGI INFORMASI PADA PERGURUAN TINGGI XYZ MENGGUNAKAN METODE SWOT Nurul Huda AMIK Bina Sriwijaya Palembang ABSTRACT In this study, the authors formulate strategic planning for information
BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Data demografis Indonesia berdasarkan sensus nasional (susenas) tahun 2006 menunjukkan bahwa jumlah pemuda Indonesia tahun 2006 mencapai 80,8 juta jiwa atau 36,4
BAB II KAJIAN TEORITIS
BAB II KAJIAN TEORITIS Pada bab ini, peneliti akan memaparkan dan menjelaskan tentang teoriteori yang ditemukan dalam literatur untuk menjelaskan tentang permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) PSIKOLOGI GURU (SP 702) UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA SEKOLAH PASCASARJANA PROGRAM STUDI PSIKOLOGI PENDIDIKAN
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) PSIKOLOGI GURU (SP 702) UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA SEKOLAH PASCASARJANA PROGRAM STUDI PSIKOLOGI PENDIDIKAN 1 RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER 1. Identitas Nama Program
BAB 1 PENDAHULUAN. Hubungan persepsi..., Reza Baizuri, FE UI, Universitas Indonesia
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pembahasan tentang kepemimpinan telah menjadi pembahasan hangat di berbagai ranah disiplin ilmu, ilmu sosial (social science), humaniora, ilmu politik, psikologi,
BAB I PENDAHULUAN. disenangi oleh masyarakat. Pada awalnya perusahaan menganggap bahwa
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan usaha semakin meningkat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Perkembangan usaha tersebut dapat dilihat dengan banyaknya berdiri perusahaan-perusahaan
RENCANA PROGRAM KEGIATAN PERKULIAHAN SEMESTER (RPKPS) Satuan Kredit Semester : 2 SKS Tgl revisi : 18 Agustus 2015
RENCANA PROGRAM KEGIATAN PERKULIAHAN SEMESTER (RPKPS) Kode / Nama Mata Kuliah : D11.6301/Dasar Promosi Kesehatan Revisi ke : 0 Satuan Kredit Semester : 2 SKS Tgl revisi : 18 Agustus 2015 Jml Jam kuliah
`S I L A B U S. 1. Identitas Mata Kuliah. : Kajian Mandiri Pendidikan Orang Dewasa/ Pendidikan berkelanjutan Nomor Kode : LS 919
1. Identitas Mata Kuliah Nama Mata Kuliah `S I L A B U S : Kajian Mandiri Pendidikan Orang Dewasa/ Pendidikan berkelanjutan Nomor Kode : LS 919 Jumlah SKS : 3 SKS Semester : III Kelompok Mata Kuliah :
KONTRAK PEMBELAJARAN MANAJEMEN PUBLIK
KONTRAK PEMBELAJARAN MANAJEMEN PUBLIK I. Identitas Mata Kuliah Program Studi : Administrasi Negara Mata Kuliah : Semester/SKS /Klas : / 3 SKS/ Dosen : Dra. Sri Yuliani, M.Si II. Manfaat Mata Kuliah Mahasiswa
BAB I PENDAHULUAN. Kegiatan manusia secara bersama-sama selalu membutuhkan pemimpin
BAB I PENDAHULUAN A. Konteks Penelitian Kegiatan manusia secara bersama-sama selalu membutuhkan pemimpin yang mampu berkomunikasi dan menggerakkan organisasinya agar dapat menyelesaikan tugas dan mencapai
Bab I Pendahuluan 1.1 Latar Belakang
Bab I Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Stres di tempat kerja merupakan hal yang hampir setiap hari dialami oleh para pekerja di kota besar. Masyarakat pekerja di kota-kota besar seperti Jakarta sebagian
Albinus Silalahi Dosen Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Medan. Abstrak
Penelaahan Artikel : PENERAPAN MODEL CONTEXTUAL INSTRUCTION YANG MERUPAKAN INDUSTRIAL PRACTICE DALAM PEMBELAJARAN KIMIA SANGAT RASIONAL MENUMBUHKEMBANGKAN SOFT SKILLS PESERTA DIDIK Albinus Silalahi Dosen
PERUBAHAN PARADIGMA MANAJEMEN LAMA DAN KOTEMPORER: MEMAHAMI INFORMASI AKUNTANSI BIAYA. Agusman
PERUBAHAN PARADIGMA MANAJEMEN LAMA DAN KOTEMPORER: MEMAHAMI INFORMASI AKUNTANSI BIAYA Agusman E-mail:[email protected] ABSTRACT The enfiroment operation coorporation of change that otomatic completely
Desain Struktur Organisasi: Kewenangan dan Pengendalian
Modul ke: Desain Struktur Organisasi: Kewenangan dan Pengendalian Fakultas Pasca Sarjanan Dr. Ir. Sugiyono, Msi. Program Studi Magister Manajemen www.mercubuana.ac.id Source: Jones, G.R.2004. Organizational
BAB I PENDAHULUAN. Pelaksanaan otonomi daerah yang didasarkan kepada Undang-Undang. Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Derah, menekankan adanya
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Pelaksanaan otonomi daerah yang didasarkan kepada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Derah, menekankan adanya perubahan prinsip di dalam
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA Pada bab ini penulis akan membahas mengenai organizational learning. 2.1 Organizational Learning 2.1.1 Definisi Organizational Learning Organizational Learning adalah organisasi
PROGRAM STUDI ILMU EKONOMI DAN KEUANGAN ISLAM No. Dok : FPEB-SIL SILABUS Ekonomi Kreatif Dan Kewirausahaan Islam
Ekonomi Kreatif Dan Tanggal : 30 Januari 2015 Terbit Halaman : 1 dari 5 Dibuat Oleh : Diperiksa Oleh : Disetujui Oleh : Neni Sri Wulandari, S.Pd., M.Si. Dr. A. Jajang W. Mahri, M.Si. Dr. A. Jajang W. Mahri,
SILABUS MATA KULIAH. Program Studi : Teknologi Pembelajaran (S2) Mata Kuliah : Teori Pembelajaran Jumlah SKS : 2
SILABUS MATA KULIAH Program Studi : Teknologi Pembelajaran (S2) Mata Kuliah : Teori Pembelajaran Jumlah SKS : 2 Semester : Gasal Dosen : Dr. Haryanto I. Deskripsi Mata Kuliah Mata kuliah ini dimaksudkan
Fattah, Nanang. (2000). Landasan Manajemen Pendidikan, Bandung: PT Remaja Rosdakarya (2000). Ekonomi dan Pembiayaan Pendidikan. Bandung : PT Remaja
DAFTAR PUSTAKA Aas Hasanah (2008) tentang PRODUKTIVITAS MANAJEMEN SEKOLAH (Studi Kontribusi Kepemimpinan Kepala Sekolah, Budaya Sekolah, dan Kinerja Guru terhadap Produktivitas Sekolah Menengah Pertama
