Pendugaan Kepekatan Data Nilai Akhir Mahasiswa

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Pendugaan Kepekatan Data Nilai Akhir Mahasiswa"

Transkripsi

1 Pendugaan Kepekatan Data Akhir Mahasiswa Julio Adisantoso G /STK 7 Mei 2010 Ringkasan Diketahui data pengamatan dari sebaran dengan fungsi kepekatan f yang tidak diketahui. Fungsi f dapat diduga dengan pendekatan non-parametrik, dimana fungsi f diasumsikan merupakan fungsi yang mulus sehingga dapat diduga dengan menggunakan penduga kernel. Tingkat kemulusan fungsi penduga ditentukan oleh parameter pemulus, yaitu lebar jendela dan fungsi kernel. Lebar jendela sangat menentukan tingkat kemulusan fungsi penduga. Semakin besar lebar jendela yang digunakan, maka semakin mulus fungsi penduganya. Sedangkan fungsi kernel yang digunakan tidak banyak mempengaruhi tingkat kemulusan fungsi penduga. 1 Pendahuluan Proses analisis data pada prinsipnya merupakan upaya menelusuri dan mengungkapkan informasi yang relevan yang terkandung di dalam data melalui struktur dan pola data serta penyajian hasil dalam bentuk yang lebih ringkas dan sederhana. Penelusuran struktur data bertujuan untuk memeriksa apakah suatu data dapat membentuk suatu model tertentu, sedangkan penelusuran pola data bertujuan untuk memeriksa bagaimana sebaran data. Salah satu cara untuk memeriksa sebaran data adalah dengan menentukan fungsi kepekatan peluang (fkp) atau probability density function (pdf). Misalkan {X i, i = 1, 2,..., n} adalah data pengamatan yang saling bebas yang memiliki fungsi kepekatan peluang f(x). Untuk menduga f(x) dapat dilakukan dengan dua pendekatan, yaitu parametrik dan non-parametrik (Silverman, 1986). Pendekatan parametrik dilakukan jika fungsi f(x) diketahui sehingga pendugaannya dapat dilakukan dengan menduga parameter fungsi. Sedangkan pendekatan non-parametrik dilakukan jika fungsi f(x) tidak diketahui. Ada beberapa metode non-parametrik yang dapat dilakukan untuk menduga fungsi kepekatan peluang. Salah satu metode klasik yang paling popular adalah histogram. Metode lainnya adalah dengan menggunakan fungsi Kernel. Untuk memahami proses pendugaan fungsi kepekatan peluang, dilakukan analisis data menggunakan metode histogram dan fungsi Kernel. Beberapa karakteristik dari kedua metode tersebut dicobakan agar dapat dilakukan pembandingan dari masing-masing metode. 2 Bahan dan Metode Data yang dianalisis adalah nilai akhir dari 524 mahasiswa IPB semester ganjil tahun akademik 2008/2009 untuk mata pelajaran Algoritme dan Pemrograman. Data dianalisis menggunakan metode histogram pada beberapa kelas dan fungsi Kernel pada beberapa bandwidth. Program yang digunakan untuk menganalisis data adalah R versi

2 Julio Adisantoso G /STK 2 3 Tinjauan Teoritis 3.1 Histogram Misalkan {X i, i = 1, 2,..., n} adalah data pengamatan yang saling bebas. Metode klasik yang paling populer untuk mengetahui bentuk fungsi kepekatan peluang adalah metode histogram. Suatu histogram disusun dengan meletakkan titik-titik data ke dalam suatu bin atau kelas. Setiap bin dinyatakan secara grafik oleh segiempat dengan lebar sama dan tinggi proporsional dengan banyaknya titik-titik data yang terletak dalam bin tersebut. Bin ditentukan dengan memilih titik awal x 0 dan lebar bin atau pita (binwidth) h. Untuk sembarang bilangan bulat m, suatu bin mencakup interval atau selang setengah terbuka [x 0 + mh, x 0 + (m + 1)h). penduga histogram di sembarang titik x dapat dinyatakan sebagai f(x) = 1 nh (banyaknya X i dalam bin yang sama dengan x) Tidak ada ketentuan untuk memilih nilai bin h. Namun demikian, pemilihan nilai bin h yang kecil akan mengakibatkan histogram memuat banyak batang yang kecil-kecil, sedangkan pemilihan nilai bin h yang besar akan mengakibatkan histogram memuat sedikit batang yang besar-besar. 3.2 Penduga Naive Dari definisi kepekatan peluang, jika peubah acak X memiliki fungsi kepekatan f, maka 1 f(x) = lim P (x h < X < x + h) h 0 2h Untuk setiap nilai h, nilai P (x h < X < x + h) dapat diduga dengan proporsi sampel yang terletak pada selang (x h, x + h). Dengan demikian, penduga fungsi kepekatan f dapat diperoleh dengan memilih nilai h yang kecil dan f(x) = 1 2hn [banyaknya X 1,..., X n yang terletak pada selang (x h, x + h)] Penduga ini disebut sebagai penduga naive (naive estimator). Untuk menyatakan penduga secara lebih nyata, didefinisikan fungsi pembobot w sebagai berikut { 1 w(x) = 2 jika x < 1 0 selainnya Oleh karena itu, penduga naive dapat dituliskan sebagai f(x) = 1 n n ( ) 1 x h w Xi h i+1 Formula (1) menunjukkan bahwa penduga dibuat dengan menempatkan kotak dengan lebar 2h dan tinggi (2nh) 1 untuk setiap observasi kemudian menjumlahkannya untuk memperoleh penduga yang diinginkan. 3.3 Penduga Kernel Suatu fungsi K(.) disebut fungsi Kernel jika K merupakan fungsi kontinu, simetris, bernilai bilangan nyata, terhingga, dan K(t) dt = 1, tk(t) dt = 0, t 2 K(t) dt = k 2 0. (2) (1)

3 Julio Adisantoso G /STK 3 Umumnya, tetapi tidak selalu, K merupakan fungsi kepekatan peluang normal, atau fungsi pembobot w yang menggunakan definisi penduga naive. Dengan cara yang sama dengan definisi dari penduga naive, penduga Kernel dengan kernel K didefinisikan sebagai f(x) = 1 nh n ( ) x Xi K h i=1 dimana h adalah lebar jendela, dan sering disebut sebagai parameter pemulus atau bandwidth. Ada beberapa kernel K(t) yang dapat digunakan sebagai tingkat pemulusan, antara lain Epanechnikov, Biweight, Triangular, Gaussian, dan Rectangular. Gambar 1 menunjukkan kurva beberapa fungsi kernel, sedangkan fungsi kernel seperti tercantum pada persamaan (4). K(x, p) = (3) (1 x 2 ) p 2 2p+1, x < 1 (4) B(p + 1, p + 1) dimana B(a, b) = Γ(a)Γ(b) Γ(a+b). Jika p = 0 maka persamaan (4) merupakan kernel Uniform, p=1 menjadi kernel Epanechnikov, dan p=2 menjadi kernel Biweight. Gambar 1: Kurva Beberapa Fungsi Kernel Kinerja suatu kernel dapat diukur dengan MISE (mean integrated squared error) atau AMISE (asymptotic MISE). Kernel Epanechnikov mampu meminimumkan AMISE sehingga optimal (Scheid, 2004). Oleh karena itu, efisiensi suatu kernel diukur dengan cara membandingkan dengan kernel Epanechnikov seperti yang tercantum pada persamaan (5). Tabel 1 menunjukkan beberapa fungsi kernel dan nilai efisiensinya. eff(k) = = { } 5/4 C(Ke ) C(K) { } 1/2 { 3 5 t 2 K(t) dt 5 K(t) 2 dt} 1 (5) 3.4 Memilih parameter pemulus Menurut Silverman (1986), tingkat kemulusan f ditentukan oleh fungsi kernel K dan lebar jendela h, tetapi pengaruh fungsi kernel K kurang signifikan dibanding pengaruh lebar jendela h. h yang kecil akan memberikan grafik yang kurang mulus, sebaliknya nilai h yang besar akan memberikan grafik yang sangat mulus. Oleh karena itu, perlu dipilih nilai h optimal untuk mendapatkan grafik optimal. Salah satu cara memilih parameter pemulus h optimal menurut

4 Julio Adisantoso G /STK 4 Tabel 1: Beberapa kernel dan nilai efisiensinya Kernel K(t) Efisiensi Epanechnikov 3 4 (1 1 5 t2 ) 5, untuk t < 5 1 Biweight (1 t2 ) 2, untuk t < 1 Triangular 1 t, untuk t < 1 Gaussian 1 2π e (1/2)t2 ( 3087 ) ( 243 ) ( 26π ) Rectangular 2, untuk t < 1 ( 108 ) Hardle (1990) adalah dengan meminimalkan IMSE dari f. Dengan cara ini diperoleh h opt n 1 5. Jika f C 2 maka h opt n 1 (2r+1), dimana C adalah konstanta. Banyak metode yang dapat digunakan untuk menentukan parameter pemulus, antara lain adalah metode subyektif dan referensi sebaran baku Metode subyektif Metode sederhana untuk menentukan parameter pemulus adalah memplot beberapa kurva dan menentukan penduga yang paling sesuai. Proses ini dilakukan secara subyektif melalui pengamatan pada beberapa plot dari data yang semuanya dimuluskan dengan menggunakan beberapa fungsi kernel dan bandwidth yang berbeda-beda Referensi sebaran baku Pendekatan yang lebih mudah adalah menggunakan keluarga sebaran baku untuk menentukan nilai f (x) 2 dx pada persamaan (2) untuk lebar jendela yang ideal. Sebagai contoh, sebaran normal dengan ragam σ 2, tentukan φ untuk fungsi kepekatan normal baku, f (x) 2 dx = σ 5 φ (x) 2 dx = 3 8 π 1/2 σ σ 5 (6) Jika digunakan kernel Gaussian, maka lebar jendela (bandwidth) diperoleh dari persamaan (6) menjadi h opt = (4π) 1/10 ( 3 8 π 1/2 ) 1/5 σn 1/5 = ( ) 1/5 4 σn 1/5 = 1.06σn 1/5 (7) 3 Pada program R, persamaan (7) dikenal sebagai lebar jendela nrd. Hasil yang lebih baik diperoleh dengan menggunakan selang antar kuartil R untuk sebaran normal, sehingga persamaan (7) menjadi h opt = 0.79Rn 1/5 (8)

5 Julio Adisantoso G /STK 5 Untuk data yang memiliki bimodal, maka persamaan (8) diganti dengan minimum dari standar deviasi dan selang antar kuartil per 1.34, sehingga lebar jendela menjadi h opt = 0.9An 1/5 (9) dimana A = min(σ, (Q 3 Q 1 )/1.34), Q 3 adalah kuartil ke-3, dan Q 1 adalah kuartil ke-1. Pada program R, persamaan (9) dilambangkan dengan lebar jendela nrd0. Lebar jendela nrd dan nrd0 mengasumsikan bahwa f adalah normal, sehingga akan menyebabkan oversmooth jika data menunjukkan multimodal atau f tidak normal. Metode lainnya adalah Unbiased cross-validation atau Least-squares cross validation, yang pada program R dilambangkan dengan ucv. Sedangkan Biased cross-validation pada program R dilambangkan dengan bcv. 4 Percobaan Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, data yang dianalisis adalah nilai akhir dari 524 mahasiswa IPB semester ganjil tahun akademik 2008/2009 untuk mata pelajaran Algoritme dan Pemrograman. Tabel 2 menunjukkan ringkasan statistik deskripsi data yang dianalisis, sedangkan diagram dahan-daun diperlihatkan pada Gambar 2. Tabel 2: Statistik deskripsi data Min. 1st Qu. Median Mean 3rd Qu. Max Berdasarkan Tabel 2 dan Gambar 2 terlihat bahwa data memiliki dua maksimum lokal (bimodal). Hal ini juga dapat dilihat pada histogram yang tercantum pada Gambar 3, dimana histogram sebelah kiri menggunakan banyaknya kelas menurut metode Sturges, yaitu log(n), sedangkan histogram sebelah kanan menggunakan breaks=15. Gambar 2: Diagram Dahan dan Daun Mahasiswa

6 Julio Adisantoso G /STK 6 Mahasiswa(breaks=Sturges) Mahasiswa(breaks=15) Gambar 3: Histogram nilai Algoritme dan Pemrograman 4.1 Lebar Jendela Pendugaan fungsi kepekatan dari data dilakukan dengan menggunakan fungsi kernel Gaussian untuk lebar jendela (h) yang berbeda-beda, yaitu h=0.5, 1, 2, 4, 6, dan 8, dan hasilnya dicantumkan pada Gambar 4. Dari tampilan Gambar 4 terlihat bahwa semakin besar h maka semakin mulus pendugaan fungsi kepekatannya. Pada h = 8 terlihat bahwa pendugaan fungsi kepekatannya mendekati data sebenarnya. Estimation (h=0.5) Estimation (h=1) Estimation (h=2) Estimation (h=4) Estimation (h=6) Estimation (h=8) Gambar 4: Pendugaan kepekatan dengan lebar jendela berbeda-beda Penentuan lebar jendela untuk fungsi kernel Gaussian dapat dilakukan dengan menggunakan pemilih bandwidth bcv, nrd0, nrd, ucv, dan SJ pada program R. Untuk data yang dianalisis, diperoleh lebar jendela untuk masing-masing pemilih bandwidth seperti tercantum pada Tabel 3, dan hasilnya seperti terlihat pada Gambar 5. Setiap nilai h yang terpilih pada Tabel 3 tidak memperlihatkan perbedaan penduga kepekatan yang nyata, tetapi pada h= SJ (Sheather & Jones) terlihat penduga kepekatannya lebih menyerupai data sebenarnya.

7 Julio Adisantoso G /STK 7 Tabel 3: bandwidth selector untuk kernel Gaussian bcv nrd0 nrd ucv SJ Bandwidth:bcv Bandwidth:nrd0 Bandwidth:nrd Bandwidth:ucv Bandwidth:Sj ste Bandwidth:SJ dpi Gambar 5: Pendugaan kepekatan dengan kernel Gaussian untuk h berbeda 4.2 Fungsi Kernel Pemilihan nilai h sangat menentukan kemulusan dari hasil pendugaan fungsi kepekatannya. Hal ini tidak terjadi pada pemilihan fungsi kernel yang berbeda-beda untuk lebar jendela yang sama. Untuk melihat pengaruh fungsi kernel, dicobakan tujuh fungsi kernel, yaitu Gaussian, Epanechnikov, Rectangular, Triangular, Biweight, dan Cosine. Hasil percobaan ini dicantumkan pada Gambar 6. Kernel Rectangular menghasilkan penduga yang paling tidak mulus dibanding kernel lainnya. Kernel:GAUSSIAN Kernel:EPANECHNIKOV Kernel:RECTANGULAR Kernel:TRIANGULAR Kernel:BIWEIGHT Kernel:COSINE Gambar 6: Pendugaan kepekatan dengan kernel berbeda

8 Julio Adisantoso G /STK 8 5 Kesimpulan Dari teori yang mendasari pendugaan fungsi kepekatan dan hasil percobaan yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa untuk menduga fungsi kepekatan f(x) jika informasi tentang model sebaran dari X tidak diketahui, dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan nonparametrik. Salah satu pendekatan non-parametrik adalah menggunakan teknik pemulus kernel. Tingkat kemulusan fungsi penduga ditentukan oleh parameter pemulus, yaitu lebar jendela dan fungsi kernel. Semakin besar lebar jendela yang digunakan, maka semakin mulus fungsi penduganya. Hal ini juga berlaku sebaliknya, yaitu semakin kecil lebar jendela yang digunakan, maka fungsi penduganya semakin tidak mulus. Parameter pemulus berupa lebar jendela ini sangat menentukan tingkat kemulusan fungsi penduga. Hal ini tidak terjadi pada pemilihan fungsi kernel. 6 Daftar Pustaka Hansen, B.E Nonparametric Conditional Estimation. University of Wisconsin. Hardle,W Smoothing Techniques With Implementation in S. Springer-Verlag. New York Scheid, S Introduction to Kernel Smoothing. Chapman & Hall. Silverman, B.W Estimation for Statistics and Data Analysis. J.W. Arrowsmith Ltd, Bristol. Suparti & Sudargo Estimasi Densitas Mulus dengan Metode Kernel. LONTAR, Vol. 20 No.1,April 2006, ISSN Venables, W.N & D.M. Smith An Introduction to R: A Programming Environment for Data Analysis and Graphics, Version ( ). The R Development Core Team.

9 Julio Adisantoso G /STK 9 7 Lampiran Perintah-perintah R yang digunakan untuk analisis data nilai <- read.csv(file= algor.csv, header=true, sep=, ) x <- nilai$nilai par(mfrow = c(1, 2)) hist(x, breaks= Sturges, freq=false, xlab= ) hist(x, breaks=15, freq=false, xlab= ) par(mfrow = c(2, 3)) lebar <- c(0.5, 1, 2, 4, 6, 8) for (i in 1:6) { hist(x, breaks=15, freq=false, xlab= ) lines(density(x, bw=lebar[i]), col= red ) } b <- c( bcv, nrd0, nrd, ucv, SJ-ste, SJ-dpi ) b.h <- c(bw.bcv(x), bw.nrd0(x), bw.nrd(x), bw.ucv(x), bw.sj(x)) judul <- c( Bandwidth:bcv, Bandwidth:nrd0, Bandwidth:nrd, Bandwidth:ucv, Bandwidth:Sj-ste, Bandwidth:SJ-dpi ) par(mfrow = c(2, 3)) for (i in 1:6) { hist(x, breaks=15, xlab=, freq=false, main=judul[i]) lines(density(x, bw=b[i], col= red ) } k <- c( gaussian, epanechnikov, rectangular, triangular, biweight, cosine ) judul <- c( Kernel:GAUSSIAN, Kernel:EPANECHNIKOV, Kernel:RECTANGULAR, Kernel:TRIANGULAR, Kernel:BIWEIGHT, Kernel:COSINE ) par(mfrow = c(2, 3)) for (i in 1:6) { hist(x, breaks=15, xlab=, freq=false, main=judul[i]) lines(density(x, kernel=k[i]), col= red ) }

STK643 PEMODELAN NON-PARAMETRIK. Pendugaan Fungsi Kepekatan

STK643 PEMODELAN NON-PARAMETRIK. Pendugaan Fungsi Kepekatan STK643 PEMODELAN NON-PARAMETRIK Pendugaan Fungsi Kepekatan MATERI 1. Pendahuluan Mengapa pemodelan nonparametrik Penerapan pemodelan nonparametrik (Eksplorasi data dan Inferensia) 2. Pendugaan fungsi kepekatan

Lebih terperinci

PEMILIHAN BANDWIDTH PADA ESTIMATOR NADARAYA-WATSON DENGAN TIPE KERNEL GAUSSIAN PADA DATA TIME SERIES

PEMILIHAN BANDWIDTH PADA ESTIMATOR NADARAYA-WATSON DENGAN TIPE KERNEL GAUSSIAN PADA DATA TIME SERIES PEMILIHAN BANDWIDTH PADA ESTIMATOR NADARAYA-WATSON DENGAN TIPE KERNEL GAUSSIAN PADA DATA TIME SERIES (Studi Kasus: Penutupan Indeks Harga Saham Harian Jakarta Islamic Index (JII) Periode 1 Januari 2016

Lebih terperinci

Kata Kunci: Bagan kendali nonparametrik, estimasi fungsi kepekatan kernel

Kata Kunci: Bagan kendali nonparametrik, estimasi fungsi kepekatan kernel Jurnal Matematika UNAND Vol. 5 No. 2 Hal. 1 10 ISSN : 2303 2910 c Jurusan Matematika FMIPA UNAND BAGAN KENDALI NONPARAMETRIK DENGAN ESTIMASI FUNGSI KEPEKATAN KERNEL (STUDI KASUS: INDEKS PRESTASI MAHASISWA

Lebih terperinci

PREDIKSI INFLASI DI PROVINSI JAWA TENGAH DENGAN MENGGUNAKAN REGRESI KERNEL

PREDIKSI INFLASI DI PROVINSI JAWA TENGAH DENGAN MENGGUNAKAN REGRESI KERNEL PREDIKSI INFLASI DI PROVINSI JAWA TENGAH DENGAN MENGGUNAKAN REGRESI KERNEL Firmanti Suryandari, Sri Subanti, Bowo Winarno Program Studi Matematika FMIPA UNS ABSTRAK. Inflasi merupakan proses meningkatnya

Lebih terperinci

ISSN: JURNAL GAUSSIAN, Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014, Halaman Online di:

ISSN: JURNAL GAUSSIAN, Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014, Halaman Online di: ISSN: 2339-2541 JURNAL GAUSSIAN, Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014, Halaman 81-90 Online di: http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/gaussian ANALISIS GRAFIK PENGENDALI NONPARAMETRIK DENGAN ESTIMASI FUNGSI

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA. Analisis regresi adalah suatu metode analisis data yang menggambarkan

TINJAUAN PUSTAKA. Analisis regresi adalah suatu metode analisis data yang menggambarkan 5 II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Analisis Regresi Analisis regresi adalah suatu metode analisis data yang menggambarkan hubungan antara variabel respon dengan satu atau beberapa variabel prediktor. Misalkan

Lebih terperinci

STK643 PEMODELAN NON-PARAMETRIK. Pendugaan Fungsi Kepekatan Regresi Nonparametrik

STK643 PEMODELAN NON-PARAMETRIK. Pendugaan Fungsi Kepekatan Regresi Nonparametrik STK643 PEMODELAN NON-PARAMETRIK Pendugaan Fungsi Kepekatan Regresi Nonparametrik KARAKERISTIK DASAR PENDUGA KEPEKATAN Penduga kepekatan; f x = 1 n n 1 w x x i h Nilai tengah atau Rataan (mean) E{f x }

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Analisis regresi pada dasarnya adalah studi mengenai ketergantungan variabel dependen (respon) dengan satu atau lebih variabel independen (variabel penjelas), dengan

Lebih terperinci

PEMULUSAN FUNGSI KERNEL TERHADAP SEBARAN LAJU PERTUMBUHAN PENDUDUK DI PULAU JAWA SHELA SHINTIA ROSALINA

PEMULUSAN FUNGSI KERNEL TERHADAP SEBARAN LAJU PERTUMBUHAN PENDUDUK DI PULAU JAWA SHELA SHINTIA ROSALINA i PEMULUSAN FUNGSI KERNEL TERHADAP SEBARAN LAJU PERTUMBUHAN PENDUDUK DI PULAU JAWA SHELA SHINTIA ROSALINA DEPARTEMEN STATISTIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Hardle (1994) analisis regresi adalah suatu metode analisis data yang

TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Hardle (1994) analisis regresi adalah suatu metode analisis data yang II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Analisis Regresi Menurut Hardle (1994) analisis regresi adalah suatu metode analisis data yang menggambarkan hubungan antara variabel respon dengan satu atau beberapa variabel

Lebih terperinci

HASIL DAN PEMBAHASAN Eksplorasi Data

HASIL DAN PEMBAHASAN Eksplorasi Data HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini menggunakan data nilai mata uang harian guna mengukur tingkat risiko harian atas suatu posisi dalam perdagangan mata uang. Nilai mata uang selalu berubah dalam hitungan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pembahasan pada bab selanjutnya. Pembahasan teori meliputi pengertian data

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pembahasan pada bab selanjutnya. Pembahasan teori meliputi pengertian data BAB II TINJAUAN PUSTAKA Bab ini membahas teori-teori dasar yang digunakan sebagai landasan pembahasan pada bab selanjutnya. Pembahasan teori meliputi pengertian data secara umum dan data sirkular, ukuran

Lebih terperinci

PERBANDINGAN TINGKAT AKURASI REGRESI NONPARAMETRIK SPLINE DAN REGRESI NONPARAMETRIK KERNEL PADA PERTUMBUHAN BALITA DI KOTA SURAKARTA

PERBANDINGAN TINGKAT AKURASI REGRESI NONPARAMETRIK SPLINE DAN REGRESI NONPARAMETRIK KERNEL PADA PERTUMBUHAN BALITA DI KOTA SURAKARTA PERBANDINGAN TINGKAT AKURASI REGRESI NONPARAMETRIK SPLINE DAN REGRESI NONPARAMETRIK KERNEL PADA PERTUMBUHAN BALITA DI KOTA SURAKARTA Febriani Astuti, Kartiko, Sri Sulistijowati Handajani Jurusan Matematika

Lebih terperinci

BAB 3 MODEL ESTIMASI REGRESI NONPARAMETRIK

BAB 3 MODEL ESTIMASI REGRESI NONPARAMETRIK BAB 3 MODEL ESTIMASI REGRESI NONPARAMETRIK Dalam melakukan estimasi pada suatu kasus regresi nonparametrik, ada banyak metode yang dapat digunakan. Yasin (2009) dalam makalahnya melakukan estimasi regresi

Lebih terperinci

Dengan demikian, untuk sembarang B = [a, b], maka persamaan (5.1) menjadi

Dengan demikian, untuk sembarang B = [a, b], maka persamaan (5.1) menjadi Bab 5 Peubah Acak Kontinu 5.1 Pendahuluan Definisi 5.1. Peubah acak adalah suatu fungsi dari ruang contoh S ke R (himpunan bilangan nyata) Peubah acak X bersifat diskret jika F (x) adalah fungsi tangga.

Lebih terperinci

DISTRIBUSI PROBABILITAS KONTINYU. Nur Hayati, S.ST, MT Yogyakarta, Maret 2016

DISTRIBUSI PROBABILITAS KONTINYU. Nur Hayati, S.ST, MT Yogyakarta, Maret 2016 DISTRIBUSI PROBABILITAS KONTINYU Nur Hayati, S.ST, MT Yogyakarta, Maret 2016 DISTRIBUSI PELUANG KONTINYU Berbeda dengan variabel random diskrit, sebuah variabel random kontinyu adalah variabel yang dapat

Lebih terperinci

Analisis Pengendalian Kualitas Produk Botol Kode 493 Menggunakan Peta Kendali Kernel di PT. Iglas (Persero)

Analisis Pengendalian Kualitas Produk Botol Kode 493 Menggunakan Peta Kendali Kernel di PT. Iglas (Persero) JURNAL SAINS DAN SENI ITS Vol. 5, No.1, (2016) 2337-3520 (2301-928X Print) D-77 Analisis Pengendalian Kualitas Produk Botol Kode 493 Menggunakan Peta Kendali Kernel di PT. Iglas (Persero) Widya Azizatin

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. hubungan antara variabel respon dengan satu atau beberapa variabel prediktor.

BAB 1 PENDAHULUAN. hubungan antara variabel respon dengan satu atau beberapa variabel prediktor. BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Analisis regresi merupakan metode analisis data yang menggambarkan hubungan antara variabel respon dengan satu atau beberapa variabel prediktor. Misalkan X adalah

Lebih terperinci

STK 211 Metode statistika. Agus Mohamad Soleh

STK 211 Metode statistika. Agus Mohamad Soleh STK 211 Metode statistika Merupakan teknik penyajian dan peringkasan data sehingga menjadi informasi yang mudah dipahami Apa yang disajikan dan diringkas? --> PEUBAH Univariate vs Bivariate vs Multivariate

Lebih terperinci

Statistika Deskriptif

Statistika Deskriptif Statistika Deskriptif Materi 2 - STK511 AnalisisStatistika September 26, 2017 Sep, 2017 1 Merupakan teknik penyajian dan peringkasan data sehingga menjadi informasi yang mudah dipahami Apa yang disajikan

Lebih terperinci

STK573 METODE GRAFIK UNTUK ANALISIS DAN PENYAJIAN DATA. Pendugaan Fungsi Kepekatan Nonparametrik

STK573 METODE GRAFIK UNTUK ANALISIS DAN PENYAJIAN DATA. Pendugaan Fungsi Kepekatan Nonparametrik STK573 METODE GRAFIK UNTUK ANALISIS DAN PENYAJIAN DATA Pendugaan Fungsi Kepekatan Nonparametrik PENDAHULUAN Statistics: collection, summarization, presentation, and interpretation of data Data are the

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI Dalam bab ini diuraikan beberapa tinjauan pustaka sebagai landasan teori pendukung penulisan penelitian ini. 2.1 Analisis Regresi Suatu pasangan peubah acak seperti (tinggi, berat)

Lebih terperinci

ANALISIS GRAFIK PENGENDALI NONPARAMETRIK DENGAN ESTIMASI FUNGSI DENSITAS KERNEL PADA KASUS WAKTU PELOROTAN BATIK TULIS SKRIPSI

ANALISIS GRAFIK PENGENDALI NONPARAMETRIK DENGAN ESTIMASI FUNGSI DENSITAS KERNEL PADA KASUS WAKTU PELOROTAN BATIK TULIS SKRIPSI ANALISIS GRAFIK PENGENDALI NONPARAMETRIK DENGAN ESTIMASI FUNGSI DENSITAS KERNEL PADA KASUS WAKTU PELOROTAN BATIK TULIS SKRIPSI Oleh: Hana Hayati J2E 009 38 JURUSAN STATISTIKA FAKULTAS SAINS DAN MATEMATIKA

Lebih terperinci

PEMODELAN HARGA CABAI DI KOTA SEMARANG TERHADAP HARGA INFLASI MENGGUNAKAN REGRESI SEMIPARAMETRIK POLINOMIAL LOKAL

PEMODELAN HARGA CABAI DI KOTA SEMARANG TERHADAP HARGA INFLASI MENGGUNAKAN REGRESI SEMIPARAMETRIK POLINOMIAL LOKAL PEMODELAN HARGA CABAI DI KOTA SEMARANG TERHADAP HARGA INFLASI MENGGUNAKAN REGRESI SEMIPARAMETRIK POLINOMIAL LOKAL Alan Prahutama, Suparti, Departemen Statistika, Fakultas Sains dan Matematika,Universitas

Lebih terperinci

STK511 Analisis Statistika. Bagus Sartono

STK511 Analisis Statistika. Bagus Sartono STK511 Analisis Statistika Bagus Sartono Pokok Bahasan Pengenalan analisis dan deskripsi data Sebaran peluang peubah acak. Sebaran penarikan contoh Pendugaan parameter Pengujian hipotesis (t-test, one-way

Lebih terperinci

REGRESI SEMIPARAMETRIK SPLINE TRUNCATED DENGAN SOFTWARE R. Abstract. Keywords: Spline Truncated, GCV, Software R.

REGRESI SEMIPARAMETRIK SPLINE TRUNCATED DENGAN SOFTWARE R. Abstract. Keywords: Spline Truncated, GCV, Software R. REGRESI SEMIPARAMETRIK SPLINE TRUNCATED DENGAN SOFTWARE R Tiani Wahyu Utami 1), Alan Prahutama 2) 1 Program studi Statistika, FMIPA, Universitas Mumammadiyah Semarang email: [email protected] 2 Departemen

Lebih terperinci

TENTANG UTS. Penentuan Cadangan, hal. 1

TENTANG UTS. Penentuan Cadangan, hal. 1 TENTANG UTS Soal 1: Jawaban umumnya tidak fokus atau straight ke pertanyaan/ masalah yang diajukan. Key words dalam pertanyaan di atas tekanan saturasi, sedangkan dalam banyak jawaban di bawah tekanan

Lebih terperinci

Learning Outcomes Sebaran Kontinu Nilai Harapan dan Ragam Beberapa Sebaran Kontinu. Peubah Acak Kontinu. Julio Adisantoso.

Learning Outcomes Sebaran Kontinu Nilai Harapan dan Ragam Beberapa Sebaran Kontinu. Peubah Acak Kontinu. Julio Adisantoso. Beberapa 27 April 2014 Beberapa Learning Outcome Outline Mahasiswa dapat mengerti dan menentukan peubah acak diskret Mahasiswa dapat memahami dan menghitung nilai harapan Mahasiswa dapat memahami dan menghitung

Lebih terperinci

STK 211 Metode statistika. Materi 2 Statistika Deskriptif

STK 211 Metode statistika. Materi 2 Statistika Deskriptif STK 211 Metode statistika Materi 2 Statistika Deskriptif 1 Statistika Deskriptif Merupakan teknik penyajian dan peringkasan data sehingga menjadi informasi yang mudah dipahami Penyajian data dapat dilakukan

Lebih terperinci

PENDUGAAN NILAI RISIKO DENGAN SEBARAN TRANSFORMASI-KERNEL DAN SEBARAN NILAI EKSTREM BUDI HARYANTO

PENDUGAAN NILAI RISIKO DENGAN SEBARAN TRANSFORMASI-KERNEL DAN SEBARAN NILAI EKSTREM BUDI HARYANTO PENDUGAAN NILAI RISIKO DENGAN SEBARAN TRANSFORMASI-KERNEL DAN SEBARAN NILAI EKSTREM BUDI HARYANTO PROGRAM STUDI STATISTIKA SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2012 PERNYATAAN MENGENAI TESIS

Lebih terperinci

Adi Setiawan Program Studi Matematika, Fakultas Sains dan Matematika Universitas Kristen Satya Wacana Jl. Diponegoro Salatiga 50711

Adi Setiawan Program Studi Matematika, Fakultas Sains dan Matematika Universitas Kristen Satya Wacana Jl. Diponegoro Salatiga 50711 PENENTUAN DISTRIBUSI SKEWNESS DAN KURTOSIS DENGAN METODE RESAMPLING BERDASAR DENSITAS KERNEL (STUDI KASUS PADA ANALISIS INFLASI BULANAN KOMODITAS BAWANG MERAH, DAGING AYAM RAS DAN MINYAK GORENG DI KOTA

Lebih terperinci

Adi Setiawan Program Studi Matematika, Fakultas Sains dan Matematika Universitas Kristen Satya Wacana Jl. Diponegoro Salatiga 50711

Adi Setiawan Program Studi Matematika, Fakultas Sains dan Matematika Universitas Kristen Satya Wacana Jl. Diponegoro Salatiga 50711 PENENTUAN DISTRIBUSI SKEWNESS DAN KURTOSIS DENGAN METODE RESAMPLING BERDASAR DENSITAS KERNEL (STUDI KASUS PADA ANALISIS INFLASI BULANAN KOMODITAS BAWANG MERAH, DAGING AYAM RAS DAN MINYAK GORENG DI KOTA

Lebih terperinci

Distribusi Peluang Kontinu. Bahan Kuliah II2092 Probabilitas dan Statistik Oleh: Rinaldi Munir Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB

Distribusi Peluang Kontinu. Bahan Kuliah II2092 Probabilitas dan Statistik Oleh: Rinaldi Munir Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB Distribusi Peluang Kontinu Bahan Kuliah II9 Probabilitas dan Statistik Oleh: Rinaldi Munir Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB 1 Fungsi Padat Peluang Untuk peubah acak kontinu, fungsi peluangnya

Lebih terperinci

PENYAJIAN DATA. Etih Sudarnika Laboratorium Epidemiologi Fakultas Kedokteran Hewan IPB

PENYAJIAN DATA. Etih Sudarnika Laboratorium Epidemiologi Fakultas Kedokteran Hewan IPB PENYAJIAN DATA Etih Sudarnika Laboratorium Epidemiologi Fakultas Kedokteran Hewan IPB Proses Pengumpulan Data???? Pencatatan Data Numerik Variable Record ID Nama Spesies Hasil Uji HI 1 Ahmad Ayam broiler

Lebih terperinci

PENDUGAAN PARAMETER STATISTIK INDUSTRI 1

PENDUGAAN PARAMETER STATISTIK INDUSTRI 1 PENDUGAAN PARAMETER STATISTIK INDUSTRI 1 Agustina Eunike, ST., MT., MBA Mengetahui populasi dan membuat pernyataan peluang mengenai elemen yang diambil dari populasi tersebut Tidak mengetahui distribusi

Lebih terperinci

PENENTUAN GENERALIZED CROSS VALIDATION (GCV) SEBAGAI KRITERIA DALAM PEMILIHAN MODEL REGRESI B-SPLINE TERBAIK

PENENTUAN GENERALIZED CROSS VALIDATION (GCV) SEBAGAI KRITERIA DALAM PEMILIHAN MODEL REGRESI B-SPLINE TERBAIK Buletin Ilmiah Mat. Stat. dan Terapannya (Bimaster) Volume 02, No. 2 (2013), hal 121 126. PENENTUAN GENERALIZED CROSS VALIDATION (GCV) SEBAGAI KRITERIA DALAM PEMILIHAN MODEL REGRESI B-SPLINE TERBAIK Yuyun

Lebih terperinci

PENENTUAN MODEL REGRESI SPLINE TERBAIK. Agustini Tripena 1

PENENTUAN MODEL REGRESI SPLINE TERBAIK. Agustini Tripena 1 PENENTUAN MODEL REGRESI SPLINE TERBAIK Agustini Tripena 1 1) Program Studi Matematika, Fakultas Sains dan Teknik, Univesitas Jenderal Soedirman, Purwokerto [email protected] Abstrak Pada paper ini

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Model regresi yang baik memerlukan data yang baik pula. Suatu data dikatakan baik apabila data tersebut berada di sekitar garis regresi. Kenyataannya, terkadang terdapat

Lebih terperinci

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN.1. Karakteristik Data Pengamatan karakteristik tegakan hutan seumur puspa dilakukan pada dua plot di Hutan Pendidikan Gunung Walat dengan luas masing-masing plot berukuran 1

Lebih terperinci

Peubah acak adalah suatu fungsi dari ruang contoh ke bilangan nyata, f : S R

Peubah acak adalah suatu fungsi dari ruang contoh ke bilangan nyata, f : S R Bab Peubah Acak. Konsep Dasar Peubah Acak Peubah acak adalah suatu fungsi dari ruang contoh ke bilangan nyata, f : S R Contoh peubah acak: Jika X adalah peubah acak banyaknya sisi muka yang muncul pada

Lebih terperinci

6. PENDETEKSIAN SERANGAN GULMA. Pendahuluan

6. PENDETEKSIAN SERANGAN GULMA. Pendahuluan 6. PENDETEKSIAN SERANGAN GULMA Pendahuluan Praktek pengendalian gulma yang biasa dilakukan pada pertanian tanaman pangan adalah pengendalian praolah dan pascatumbuh. Aplikasi kegiatan Praolah dilakukan

Lebih terperinci

(R.1) KAJIAN MODEL GEOGRAPHICALLY WEIGHTED POISSON REGRESSION UNTUK MASALAH DATA SPASIAL DISKRIT

(R.1) KAJIAN MODEL GEOGRAPHICALLY WEIGHTED POISSON REGRESSION UNTUK MASALAH DATA SPASIAL DISKRIT REGRESI 2 (R.1) KAJIAN MODEL GEOGRAPHICALLY WEIGHTED POISSON REGRESSION UNTUK MASALAH DATA SPASIAL DISKRIT Dani Robini, Budi Nurani R., Nurul Gusriani Jurusan Matematika FMIPA Universitas Padjadjaran Jl.

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Matriks Matriks adalah himpunan bilangan real yang disusun secara empat persegi panjang, mempunyai baris dan kolom dengan bentuk umum : Tiap-tiap bilangan yang berada didalam

Lebih terperinci

Analisis Pengendalian Kualitas Produk Labelstock Menggunakan Peta Kendali Kernel di PT. X (Studi Kasus : PVC Soft)

Analisis Pengendalian Kualitas Produk Labelstock Menggunakan Peta Kendali Kernel di PT. X (Studi Kasus : PVC Soft) Analisis Pengendalian Kualitas Produk Labelstock Menggunakan Peta Kendali Kernel di PT. X (Studi Kasus : PVC Soft) Oleh : Ika Estuningtyas (1311 105 018) Dosen Pembimbing : Wibawati, S.Si, M.Si Latar Belakang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. menganalisis hubungan fungsional antara variabel prediktor ( ) dan variabel

BAB I PENDAHULUAN. menganalisis hubungan fungsional antara variabel prediktor ( ) dan variabel BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Analisis regresi merupakan suatu metode yang digunakan untuk menganalisis hubungan fungsional antara variabel prediktor ( ) dan variabel respon ( ), dimana

Lebih terperinci

ISSN: JURNAL GAUSSIAN, Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017, Halaman 1-10 Online di:

ISSN: JURNAL GAUSSIAN, Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017, Halaman 1-10 Online di: ISSN: 2339-2541 JURNAL GAUSSIAN, Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017, Halaman 1-10 Online di: http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/gaussian ANALISIS REGRESI NONPARAMETRIK KERNEL MENGGUNAKAN METODE JACKKNIFE

Lebih terperinci

ESTIMATOR SPLINE KUBIK

ESTIMATOR SPLINE KUBIK Bimafika, 011, 3, 30-34 ESTIMATOR SPLINE KUBIK Johannis Takaria * Staff Pengajar Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Pattimura Ambon Diterima 10-1-010; Terbit 31-06-011 ABSTRACT Consider

Lebih terperinci

PEMILIHAN PARAMETER PENGHALUS DALAM REGRESI SPLINE LINIER. Agustini Tripena Br.Sb.

PEMILIHAN PARAMETER PENGHALUS DALAM REGRESI SPLINE LINIER. Agustini Tripena Br.Sb. JMP : Volume 3 Nomor 1, Juni 2011 PEMILIHAN PARAMETER PENGHALUS DALAM REGRESI SPLINE LINIER Agustini Tripena Br.Sb. Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, Indonesia ABSTRAK.

Lebih terperinci

DISTRIBUSI SATU PEUBAH ACAK

DISTRIBUSI SATU PEUBAH ACAK 0 DISTRIBUSI SATU PEUBAH ACAK Dalam hal ini akan dibahas macam-macam peubah acak, distribusi peluang, fungsi densitas, dan fungsi distribusi. Pada pembahasan selanjutnya, fungsi peluang untuk peubah acak

Lebih terperinci

PROBABILITAS &STATISTIK. Oleh: Kholistianingsih, S.T., M.Eng.

PROBABILITAS &STATISTIK. Oleh: Kholistianingsih, S.T., M.Eng. PROBABILITAS &STATISTIK ke-1 Oleh: Kholistianingsih, S.T., M.Eng. KONTRAK PEMBELAJARAN UAS : 35% UTS : 35% TUGAS : 20% KEHADIRAN :10% SEMUA KOMPONEN HARUS ADA KEHADIRAN 0 NILAI MAKS D PEUBAH DAN GRAFIK

Lebih terperinci

BAB V DISTRIBUSI NORMAL. Deskripsi: Pada bab ini akan dibahas mengenai konsep distribusi normal dalam pengukuran.

BAB V DISTRIBUSI NORMAL. Deskripsi: Pada bab ini akan dibahas mengenai konsep distribusi normal dalam pengukuran. BAB V DISTRIBUSI NORMAL Deskripsi: Pada bab ini akan dibahas mengenai konsep distribusi normal dalam pengukuran. Manfaat: Memberikan metode distribusi normal yang benar saat melakukan proses pengukuran.

Lebih terperinci

EFISIENSI RELATIF ESTIMATOR FUNGSI KERNEL GAUSSIAN TERHADAP ESTIMATOR POLINOMIAL DALAM PERAMALAN USD TERHADAP JPY

EFISIENSI RELATIF ESTIMATOR FUNGSI KERNEL GAUSSIAN TERHADAP ESTIMATOR POLINOMIAL DALAM PERAMALAN USD TERHADAP JPY UJM 2 (2) (2013) UNNES Journal of Mathematics http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ujm EFISIENSI RELATIF ESTIMATOR FUNGSI KERNEL GAUSSIAN TERHADAP ESTIMATOR POLINOMIAL DALAM PERAMALAN USD TERHADAP

Lebih terperinci

DISTRIBUSI PELUANG KONTINYU DISTRIBUSI PROBABILITAS

DISTRIBUSI PELUANG KONTINYU DISTRIBUSI PROBABILITAS DISTRIBUSI PROBABILITAS Berbeda dengan variabel random diskrit, sebuah variabel random kontinyu adalah variabel yang dapat mencakup nilai pecahan maupun mencakup range/ rentang nilai tertentu. Karena terdapat

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. merangkum, dan mempresentasikan data dengan cara informatif. Sedangkan

I. PENDAHULUAN. merangkum, dan mempresentasikan data dengan cara informatif. Sedangkan I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Statistika merupakan ilmu tentang pengumpulan, pengaturan, analisis, dan pendugaan data untuk membantu proses pengambilan keputusan secara lebih efisien. Ilmu statistika

Lebih terperinci

GENERALIZED CROSS VALIDATION DALAM REGRESI SMOOTHING SPLINE

GENERALIZED CROSS VALIDATION DALAM REGRESI SMOOTHING SPLINE Buletin Ilmiah Mat. Stat. dan Terapannya (Bimaster) Volume 02, No. 3 (2013), hal 191 196. GENERALIZED CROSS VALIDATION DALAM REGRESI SMOOTHING SPLINE Andi Sayuti, Dadan Kusnandar, Muhlasah Novitasari Mara

Lebih terperinci

STATISTIKA DESKRIPTIF. Wenny Maulina, S.Si., M.Si

STATISTIKA DESKRIPTIF. Wenny Maulina, S.Si., M.Si STATISTIKA DESKRIPTIF Wenny Maulina, S.Si., M.Si Statistika Deskripsi Merupakan teknik penyajian dan peringkasan data sehingga menjadi informasi yang mudah dipahami. Teknik Penyajian Data Tabel Gambar

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI Pada bagian pertama bab ini diberikan tinjauan pustaka yang berisi penelitian sebelumnya yang mendasari penelitian ini Pada bagian kedua bab ini diberikan teori penunjang yang berisi

Lebih terperinci

PENAKSIRAN FUNGSI DENSITAS UNTUK SUATU DATA DENGAN PENAKSIR KERNEL

PENAKSIRAN FUNGSI DENSITAS UNTUK SUATU DATA DENGAN PENAKSIR KERNEL PENAKSIRAN FUNGSI DENSITAS UNTUK SUATU DATA DENGAN PENAKSIR KERNEL Netty Sunandi R. Alam Malau ABSTRACT One of the estimating of density function which has been recognized is histogram. Histogram has some

Lebih terperinci

PENDUGAAN PARAMETER STATISTIK INDUSTRI 1

PENDUGAAN PARAMETER STATISTIK INDUSTRI 1 PENDUGAAN PARAMETER STATISTIK INDUSTRI 1 Agustina Eunike, ST., MT., MBA Mengetahui populasi dan membuat pernyataan peluang mengenai elemen yang diambil dari populasi tersebut Tidak mengetahui distribusi

Lebih terperinci

PENDUGAAN AREA KECIL TERHADAP PENGELUARAN PER KAPITA DI KABUPATEN SRAGEN DENGAN PENDEKATAN KERNEL

PENDUGAAN AREA KECIL TERHADAP PENGELUARAN PER KAPITA DI KABUPATEN SRAGEN DENGAN PENDEKATAN KERNEL ISSN: 2339-2541 JURNAL GAUSSIAN, Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016, Halaman 71-80 Online di: http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/gaussian PENDUGAAN AREA KECIL TERHADAP PENGELUARAN PER KAPITA DI KABUPATEN

Lebih terperinci

Distribusi Diskrit dan Kontinu yang Penting. Oleh Azimmatul Ihwah

Distribusi Diskrit dan Kontinu yang Penting. Oleh Azimmatul Ihwah Distribusi Diskrit dan Kontinu yang Penting Oleh Azimmatul Ihwah Distribusi Diskrit Fungsi probabilitas dari variabel random diskrit dapat dinyatakan dalam formula matematik tertentu yang dinamakan fungsi

Lebih terperinci

ISSN: JURNAL GAUSSIAN, Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014, Halaman Online di:

ISSN: JURNAL GAUSSIAN, Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014, Halaman Online di: ISSN: 2339-2541 JURNAL GAUSSIAN, Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014, Halaman 223-231 Online di: http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/gaussian PEMILIHAN MODEL REGRESI POLINOMIAL LOKAL DAN SPLINE UNTUK ANALISIS

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA. Analisis regresi adalah suatu metode analisis data yang menggambarkan

TINJAUAN PUSTAKA. Analisis regresi adalah suatu metode analisis data yang menggambarkan II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Analisis Regresi Analisis regresi adalah suatu metode analisis data yang menggambarkan hubungan fungsional antara variabel respon dengan satu atau beberapa variabel prediktor.

Lebih terperinci

ANALISIS MODEL REGRESI NONPARAMETRIK SIRKULAR-LINEAR BERGANDA

ANALISIS MODEL REGRESI NONPARAMETRIK SIRKULAR-LINEAR BERGANDA E-Jurnal Matematika Vol. 5 (2), Mei 216, pp. 52-58 ISSN: 233-1751 ANALISIS MODEL REGRESI NONPARAMETRIK SIRKULAR-LINEAR BERGANDA Komang Candra Ivan 1, I Wayan Sumarjaya 2, Made Susilawati 3 1 Jurusan Matematika,

Lebih terperinci

ESTIMASI PARAMETER DISTRIBUSI WEIBULL DENGAN TRANSFORMASI MODEL REGRESI MENGGUNAKAN METODE KUADRAT TERKECIL LINIER

ESTIMASI PARAMETER DISTRIBUSI WEIBULL DENGAN TRANSFORMASI MODEL REGRESI MENGGUNAKAN METODE KUADRAT TERKECIL LINIER ESTIMASI PARAMETER DISTRIBUSI WEIBULL DENGAN TRANSFORMASI MODEL REGRESI MENGGUNAKAN METODE KUADRAT TERKECIL LINIER 1 ESTIMASI PARAMETER DISTRIBUSI WEIBULL DENGAN TRANSFORMASI MODEL REGRESI MENGGUNAKAN

Lebih terperinci

Aplikasi Spline Kuadrat Terkecil dalam Pemodelan Pertumbuhan Anak Berdasarkan Indeks Antropometri

Aplikasi Spline Kuadrat Terkecil dalam Pemodelan Pertumbuhan Anak Berdasarkan Indeks Antropometri Vol. 6, No.1, 0-8, Juli 009 Aplikasi Spline Kuadrat Terkecil dalam Pemodelan Pertumbuhan Anak Berdasarkan Indeks Antropometri Wahidah Sanusi Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk mengestimasi model pertumbuhan

Lebih terperinci

Ukuran tendensi sentral seperti mean, median, dan modus seringkali tidak mempunyai cukup informasi untuk menyimpulkan data yg ada.

Ukuran tendensi sentral seperti mean, median, dan modus seringkali tidak mempunyai cukup informasi untuk menyimpulkan data yg ada. Azimmatul Ihwah Ukuran tendensi sentral seperti mean, median, dan modus seringkali tidak mempunyai cukup informasi untuk menyimpulkan data yg ada. Ada cara yg lebih baik untuk menginterpretasi data yg

Lebih terperinci

Ukuran tendensi sentral seperti mean, median, dan modus seringkali tidak mempunyai cukup informasi untuk menyimpulkan data yg ada.

Ukuran tendensi sentral seperti mean, median, dan modus seringkali tidak mempunyai cukup informasi untuk menyimpulkan data yg ada. Azimmatul Ihwah Ukuran tendensi sentral seperti mean, median, dan modus seringkali tidak mempunyai cukup informasi untuk menyimpulkan data yg ada. Ada cara yg lebih baik untuk menginterpretasi data yg

Lebih terperinci

Universitas Sumatera Utara

Universitas Sumatera Utara Kakanda Misiani, S.Si selaku Staf Administrasi Program Studi Magister Matematika FMIPA USU yang telah banyak memberikan pelayanan yang baik kepada penulis selama mengikuti perkuliahan. Pihak Pemerintah

Lebih terperinci

PEMODELAN KURS RUPIAH TERHADAP MATA UANG EURO DENGAN PENDEKATAN REGRESI SPLINE. Sulton Syafii Katijaya 1, Suparti 2, Sudarno 3.

PEMODELAN KURS RUPIAH TERHADAP MATA UANG EURO DENGAN PENDEKATAN REGRESI SPLINE. Sulton Syafii Katijaya 1, Suparti 2, Sudarno 3. PEMODELAN KURS RUPIAH TERHADAP MATA UANG EURO DENGAN PENDEKATAN REGRESI SPLINE Sulton Syafii Katijaya 1, Suparti 2, Sudarno 3 1 Mahasiswa Jurusan Statistika FSM UNDIP 2,3 Staff Pengajar Jurusan Statistika

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Analisis regresi merupakan salah satu analisis statistik yang sering digunakan untuk menyelidiki pola hubungan fungsional antara variabel prediktor dan variabel respon

Lebih terperinci

ESTIMASI PARAMETER DISTRIBUSI WEIBULL DENGAN TRANSFORMASI MODEL REGRESI MENGGUNAKAN METODE KUADRAT TERKECIL LINIER

ESTIMASI PARAMETER DISTRIBUSI WEIBULL DENGAN TRANSFORMASI MODEL REGRESI MENGGUNAKAN METODE KUADRAT TERKECIL LINIER 1 ESTIMASI PARAMETER DISTRIBUSI WEIBULL DENGAN TRANSFORMASI MODEL REGRESI MENGGUNAKAN METODE KUADRAT TERKECIL LINIER A. Musdalifa, Raupong, Anna Islamiyati Abstrak Estimasi parameter adalah merupakan hal

Lebih terperinci

DAFTAR DISTRIBUSI FREKUENSI DAN GRAFIKNYA

DAFTAR DISTRIBUSI FREKUENSI DAN GRAFIKNYA DAFTAR DISTRIBUSI FREKUENSI DAN GRAFIKNYA a. Tabel distribusi frekuensi Kelas Tabulasi Frekuensi 4 IIII 7 IIII IIII 9 8 1 IIII IIII II 1 11 13 IIII IIII IIII IIII 19 14 16 IIII IIII IIII IIII IIII 4 17

Lebih terperinci

Referensi : 1. Komputasi Statistik Dengan Software R, I Gede Nyoman Mindra, didi.staff.gunadarma.ac.id/downloads/files/13709/babv.

Referensi : 1. Komputasi Statistik Dengan Software R, I Gede Nyoman Mindra, didi.staff.gunadarma.ac.id/downloads/files/13709/babv. STATISTIKA DESKRIPTIF 2 Referensi : 1. Komputasi Statistik Dengan Software R, I Gede Nyoman Mindra, 2009 2. didi.staff.gunadarma.ac.id/downloads/files/13709/babv.pdf Ukuran Statistik 2.1 RATA RATA (MEAN)

Lebih terperinci

Peubah Acak. Bab 4. Definisi 4.1 Peubah acak adalah suatu fungsi dari ruang contoh ke bilangan nyata, f : S R

Peubah Acak. Bab 4. Definisi 4.1 Peubah acak adalah suatu fungsi dari ruang contoh ke bilangan nyata, f : S R Bab 4 Peubah Acak Definisi 4. Peubah acak adalah suatu fungsi dari ruang contoh ke bilangan nyata, f : S R Contoh 4. Jika Y adalah peubah acak banyaknya sisi muka yang muncul pada pelemparan tiga sisi

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI. Regresi Non-Parametrik Statistik nonparametrik disebut juga statistik bebas sebaran. Statistik nonparametrik tidak mensyaratkan bentuk sebaran parameter populasi. Statistik nonparametrik

Lebih terperinci

STAND N AR R K OMP M E P T E EN E S N I:

STAND N AR R K OMP M E P T E EN E S N I: Silabus Matematika Kelas XI IPS Smester 1 STANDAR KOMPETENSI: Menggunakan aturan statistika, kaidah pencacahan, dan sifat- sifat peluang dalam pemecahan masalah. u Kompetensi Dasar 1.1 Membaca data dalam

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Regresi Linier Sederhana Dalam beberapa masalah terdapat dua atau lebih variabel yang hubungannya tidak dapat dipisahkan karena perubahan nilai suatu variabel tidak selalu terjadi

Lebih terperinci

MODEL REGRESI NONPARAMETRIK BERDASARKAN ESTIMATOR POLINOMIAL LOKAL KERNEL PADA KASUS PERTUMBUHAN BALITA

MODEL REGRESI NONPARAMETRIK BERDASARKAN ESTIMATOR POLINOMIAL LOKAL KERNEL PADA KASUS PERTUMBUHAN BALITA MODEL REGRESI NONPARAMETRIK BERDASARKAN ESTIMATOR POLINOMIAL LOKAL KERNEL PADA KASUS PERTUMBUHAN BALITA 1 Mifta Luthfin Alfiani, 2 Indah Manfaati Nur, 3 Tiani Wahyu Utami 1,2,3 Program Studi Statistika,

Lebih terperinci

King s Learning Be Smart Without Limits NAMA : KELAS :

King s Learning Be Smart Without Limits NAMA : KELAS : NAMA : KELAS : A. PENGERTIAN STATISTIKA Statistika adalah ilmu yang mempelajari cara mengumpulkan dan menyusun data, mengolah dan menganalisis data, serta menyajikan data. Statistik adalah hasil dari pengolahan

Lebih terperinci

Untuk beberapa bilangan bulat k, pecahan 1-(1/k 2 ) dapat kita hitung berikut ini.

Untuk beberapa bilangan bulat k, pecahan 1-(1/k 2 ) dapat kita hitung berikut ini. Untuk beberapa bilangan bulat k, pecahan -(/k 2 ) dapat kita hitung berikut ini. K -(/k 2 ) 2 3 0 ¾ 8/9 Dari perhitungan diatas, apabila k= teorema menyatakan bahwa -(/ 2 )=0 dari pengukuranpengukuran

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Data Data adalah bentuk jamak dari datum, yang dapat diartikan sebagai informasi yang diterima yang bentuknya dapat berupa angka, kata-kata, atau dalam bentuk lisan dan tulisan

Lebih terperinci

INFERENSI PARAMETER SIMPANGAN BAKU POPULASI NORMAL DENGAN METODE BAYESIAN OBYEKTIF

INFERENSI PARAMETER SIMPANGAN BAKU POPULASI NORMAL DENGAN METODE BAYESIAN OBYEKTIF INFERENSI PARAMETER SIMPANGAN BAKU S - POPULASI NORMAL DENGAN METODE BAYESIAN OBYEKTIF Adi Setiawan Program Studi Matematika Fakultas Sains dan Matematika Universitas Kristen Satya Wacana, Jl Diponegoro

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI.1 Peubah Acak dan Distribusinya.1.1 Peubah Acak Definisi.1: Peubah acak adalah suatu fungsi yang menghubungkan sebuah bilangan real dengan setiap unsur di dalam ruang contoh, (Walpole

Lebih terperinci

GRAFIK PENGENDALI NON PARAMETRIK EMPIRIK. Oleh : Rukun Santoso Program Studi Statistika FMIPA UNDIP

GRAFIK PENGENDALI NON PARAMETRIK EMPIRIK. Oleh : Rukun Santoso Program Studi Statistika FMIPA UNDIP GRAFIK PENGENDALI NON PARAMETRIK EMPIRIK Oleh : Rukun Santoso Program Studi Statistika FMIPA UNDIP Abstract Shewhart control chart is constructed base on the normality assumption of process. If the normality

Lebih terperinci

Mata Kuliah Pemodelan & Simulasi. Riani Lubis Program Studi Teknik Informatika Universitas Komputer Indonesia

Mata Kuliah Pemodelan & Simulasi. Riani Lubis Program Studi Teknik Informatika Universitas Komputer Indonesia Mata Kuliah Pemodelan & Simulasi Riani Lubis Program Studi Teknik Informatika Universitas Komputer Indonesia Pokok Bahasan Variabel Acak Pola Distribusi Masukan Pendugaan Pola Distribusi Uji Distribusi

Lebih terperinci

Distribusi Frekuensi dan Statistik Deskriptif Lainnya

Distribusi Frekuensi dan Statistik Deskriptif Lainnya BAB 2 Distribusi Frekuensi dan Statistik Deskriptif Lainnya Misalnya seorang penjaga gudang mencatat berapa sak gandum keluar dari gudang selama 15 hari kerja, maka diperoleh distribusi data seperti berikut.

Lebih terperinci

Haryoso Wicaksono, S.Si., M.M., M.Kom. 26

Haryoso Wicaksono, S.Si., M.M., M.Kom. 26 Distribusi probabilita kontinu, yaitu apabila random variabel yang digunakan kontinu. Probabilita dihitung untuk nilai dalam suatu interval tertentu. Probabilita di suatu titik = 0. Probabilita untuk random

Lebih terperinci

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB IV METODE PENELITIAN BAB IV METODE PENELITIAN 4.1. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga April 2011 dengan lokasi penelitian berada di Hutan Pendidikan Gunung Walat, Kabupaten Sukabumi.

Lebih terperinci

Analisis Regresi Spline Kuadratik

Analisis Regresi Spline Kuadratik Analisis Regresi Spline Kuadratik S 2 Oleh: Agustini Tripena Program Studi Matematika, Fakultas Sains dan Teknik, Univesitas Jenderal Soedirman, Purwokerto [email protected] Abstrak Regresi spline

Lebih terperinci

Nilai Harapan / Nilai Ekspektasi

Nilai Harapan / Nilai Ekspektasi EKSPEKTASI Misalkan sebuah eksperimen menghasilkan k peristiwa, dan peluang masing-masing peristiwa P 1, P, P k dan untuk tiap peristiwa terdapat satuan (bobot d 1, d d k ) maka ekspektasi eksperimen itu

Lebih terperinci

SIMULASI PENGUKURAN KETEPATAN MODEL VARIOGRAM PADA METODE ORDINARY KRIGING DENGAN TEKNIK JACKKNIFE

SIMULASI PENGUKURAN KETEPATAN MODEL VARIOGRAM PADA METODE ORDINARY KRIGING DENGAN TEKNIK JACKKNIFE ISSN: 2339-2541 JURNAL GAUSSIAN, Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014, Halaman 333-342 Online di: http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/gaussian SIMULASI PENGUKURAN KETEPATAN MODEL VARIOGRAM PADA METODE ORDINARY

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang 1 \ BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Informasi-informasi faktual yang diperoleh berdasarkan hasil observasi maupun penelitian sangatlah beragam. Informasi yang dirangkum sedemikian rupa disebut dengan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Regresi merupakan salah satu teknik analisis statistika yang paling banyak digunakan. Banyak sekali teknik analisis statistika yang diturunkan atau didasarkan pada

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Analisis regresi merupakan salah satu teknik analisis statistika yang paling banyak digunakan. Pada kejadian sehari hari terdapat hubungan sebab akibat yang muncul,

Lebih terperinci

Bab 2 LANDASAN TEORI

Bab 2 LANDASAN TEORI Bab 2 LANDASAN TEORI 2.1. Penaksiran Parameter Jika adalah nilai parameter populasi yang belum diketahui harganya, maka dapat ditaksir oleh nilai statistik, dan disebut sebagai penaksir atau fungsi keputusan.

Lebih terperinci

DISTRIBUSI NORMAL. Pertemuan 3. Distribusi Normal_M. Jainuri, M.Pd 1

DISTRIBUSI NORMAL. Pertemuan 3. Distribusi Normal_M. Jainuri, M.Pd 1 DISTRIBUSI NORMAL Pertemuan 3 1 Distribusi Normal Pertama kali diperkenalkan oleh Abraham de Moivre (1733). De Moivre menemukan persamaan matematika untuk kurva normal yang menjadi dasar dalam banyak teori

Lebih terperinci