BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA"

Transkripsi

1 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA Pada bab 2 ini akan dilakukan beberapa tinjauan pustaka dari beberapa hasil penelitian yang telah dipublikasikan. Tinjauan pustaka ini bertujuan untuk melihat sejauh mana aplikasi Inkscape pada mesin CNC diteliti. Hasil tinjauan pustaka ini akan digunakan sebagai komparasi dengan hasil simulasi yang nantinya dibuat. Tinjauan pustaka ini dibagi menjadi beberapa bagian: Inkscape, G-code, M-code, Gcodetools pada Inkscape, pemrograman AWK. Pengembangan Geometris dari lingkaran Transisi dan Desain dan Pengaturan Mesin CNC. Setiap tinjauan pustaka terdiri dari metodologi penelitian dan hasil penelitian. 2.1 Inkscape Inkscape adalah software open source untuk membuat gambar grafik dengan extension SVG (Scalable Vector Graphic). Lebih dari sekedar editor teks vector Inkscape memberikan penampilan WYSIWYG untuk manipulasi gambar vector, yang bertujuan untuk pengguna dapat mengekspresikan dirinya secara bebas. Meskipun software ini gratis tetapi tetap memiliki kemampuan yang sama pada software komersial. Inkscape menyediakan sebuah tampilan untuk secara langsung dapat memanipulasi gambar extension SVG, hal ini memungkinkan seseorang untuk memastikan bahwa kode sesuai dengan standar W3C (World Wide Web Consortium) (Joshua Facemyer, 2009) Tampilan Inkscape Tampilan Inkscape dirancang untuk membuat dan memanipulasi gambar sederhana, harmonis dan kontekstual. 3

2 4 Gambar 2.1 Tampilan Inkscape (Joshua Facemyer, 2009) Pada gambar 2.1 diperlihatkan tampilan Inkscape yang memiliki sembilan bidang utama pada Inkscape yaitu: 1. the Menu 2. the Commands Bar 3. the Snap Controls Bar 4. the Rulers, Guides and Grids 5. the Tool Controls Bar 6. the Toolbox 7. the Canvas 8. the Color Palette 9. the Status Bar

3 SVG SVG adalah singkatan dari (Scalable Vector Graphics) dan merupakan bentuk file baru dari web graphic yang telah direkomendasikan oleh W3C yang menampilkan grafik serta mendeskripsikan gambar dua dimensi dalam pengembangan web yang berbasis XML (Extensible Markup Language) (Widiatmoko & Wahid, 2006). Keuntungan dari SVG adalah sama seperti gambar vector, memberikan kualitas gambar yag halus, tajam, gambar kualitas tinggi dengan kemampuan untuk mengubah ke segala ukuran tanpa mengurangi kualitas, kemampuan yang tidak dimiliki gambar bitmap (ryan lerch, 2008). 2.2 G Codes G Codes telah digunakan secara luas di bagian pemrograman CNC selama bertahun-tahun, dan cukup presisi sebagai mesin geometri dasar, sebuah keterbatasan mendasar dari mesin CNC saat ini adalah bahwa interpolasi posisi alat yang terpisah sebagian besar linear dan melingkar, tetapi untuk segmen parabola jarang digunakan. Selain itu titik referensi ini sesuai dengan waktu sampling path alat pada kecepatan tetap (feederate) sepanjang masing-masing segmen. Ini berarti bahwa bentuk tidak akan kompleks, dan secara cermat dirancang dalam sistem CAD (Computer-Aided design), yang tentunya dibutuhkan subject pada perkiraan agak kasar dan dataintensif sebelum mereka dimesinkan, dan variasi feedrate (yang mungkin diperlukan untuk mengontrol tekanan pemotongan, akurasi sebagian atau seluruh permukaan) (Koren, 1983). Dalam bahasa pemrograman G Codes, perintah mesin terdiri dari karakter dan nilai numeric dibangun dalam kata-kata dan blok. Terdiri dari alamat karakter diikuti dengan nilai numeric, dan blok adalah kumpulan katakata pada satu baris. Bagian dari program berisi urutan blok yang menggambarkan secara detail gerakan dan fungsi tambahan mesin CNC dan harus menjalankan sesuai urutan untuk membuat bagian tertentu. Bagian program sering dihasilkan otomatis oleh sistem CAD/CAM (Computer-Aided

4 6 Manufacturing), setelah bagian geometri telah sepenuhnya didefinisikan. (Farouki, Manjunathaiah, Yuan, 1997). Setiap bagian dari program berisi sejumlah kode yang berbeda, yang terpenting adalah kumpulan G dan M-code. Pada dasarnya bentuk bahasa ini adalah bahasa dasar yang digunakan untuk menggambarkan bagaimana komponen yang akan diproduksi, pada urutan pelaksanaan tugas mesin, ketika untuk mengubah alat, seberapa jauh untuk memotong bahan dan lain-lain (Denford) Fungsi Feed Gerakan alat dengan kecepatan yang ditentukan untuk pemotongan di sebut feedrate. Feedrate didefinisikan menggunakan huruf F diikuti oleh nilai angka (Denford, 2014) Fungsi Spindle Speed Kecepatan rotasi dari alat ini sehubungan dengan benda yang dipotong disebut spindle atau kecepatan memotong. Kecepatan spindle didefinisikan menggunakan huruf S diikuti oleh nilai angka menandakan poros RPM (revolutions per minute) (Denford, 2014) Pengenalan G Codes G Codes adalah kode G yang digunakan untuk menentukan gerakan mesin atau bisa disebut gerakan geometri fungsinya untuk gerakan lurus, pemotongan lurus dan operasi pengeboran. G codes biasanya diprogram pada awal baris program. G codes didefinisikan huruf G dan diikuti dua digit angka sebagai bisa dilihat pada gambar 2.2 (Denford, 2014). Gambar 2.2 Bentuk G-code (Denford)

5 Daftar G Codes Gambar 2.3 Daftar G Code dan Fungsinya (Denford, 2014)

6 G Codes - G00 (Rapid Positioning/Traverse) Kode G00 mengeksekusi gerakan non cutting pada feedrate cepat ke posisi koordinasi tertentu dalam bidang kerja (beroperasi di bawah koordinat gerakan) yang diprogram. Bisa di lihat bentuk perintah G00 pada gambar 2.4 (Denford, 2014). Gambar 2.4 Bentuk G00 (Denford, 2014) Pada gambar 2.4 bisa dilihat instruksi untuk melakukan peritah G00, sumbu X, Y dan Z bergerak bersamaan dengan feedrate maksimal, perintah G00 telah menginstruksikan X dan Y untuk mulai bergerak, dengan feedrate maksimal. Ketika kedua sisi mulai bergerak alat akan bergerak untuk melintasi diagonal, gabungan dua sumbu yang akan bergerak bersama-sama. Ketika salah satu sumbu mencapai koordinat finishing yang lain akan terus bergerak sampai menyelesaikan koordinatnya sendiri (Denford, 2014).

7 9 Gambar 2.5 Pergerakan G00 (Denford) Gambar 2.5 adalah instruksi untuk melakukan peritah G00, tiga slide (sumbu X, Y dan Z) bergerak bersamaan dengan feedrate maksimal. Pada contoh diatas perintah G00 telah menginstruksikan X dan Y untuk mulai bergerak dengan feedrate maksimal, ketika kedua sisi mulai bergerak alat akan bergerak untuk melintasi diagonal, gabungan gerakan dua sumbu yang bergerak bersama-sama, ketika salah satu sumbu mencapai koordinat finishing, yang lain akan terus bergerak sampai menyelesaikan koordinatnya sendiri (Denford, 2014) G Codes G01 (Linear Interpolation) Kode G01 mengeksekusi gerakan memotong mengikuti garis lurus dengan memberikan nilai federate. Bisa dilihat bentuk perintah G01 pada gambar 2.6 (Denford, 2014).

8 10 Gambar 2.6 Bentuk Penulisan G01 (Denford) Nilai feedrate diprogram ke dalam G01, perintah G01 adalah feedrate untuk semua sumbu jalur pemotongan, bukan untuk feedrate pada setiap sisi sumbu yang bergerak sejajar dengan arah sumbu X, Y atau Z. Pada gerakan ketiga sumbu tersebut alat ini akan bergerak dalam garis lurus diagonal (Denford, 2014). Gambar 2.7 Gerakan G01 (Denford) Gambar 2.7 merupakan contoh pergerakan program G01 dengan contoh G-code program G01 X100 Y50 F150.

9 G Codes - G02 dan G03 (Linear Interpolation) Kode G02 mengeksekusi gerakan memotong mengikuti arah melingkar searah jarum jam, sedangkan kode G03 mengeksekusi gerakan memotong yang berlawanan dengan arah jarum jam, tetap pada koordinat yang sama. Bisa di lihat pada gambar 2.8 (Denford, 2014). Gambar 2.8 Sistem Koordinat G02 dan G03 (Denford, 2014) G Codes G20 dan G21 Kode G21 adalah pengontrol mesin yang dapat diprogram untuk memberikan nilai masukan yang ditetapkan dalam satuan inches atau millimeter (Denford, 2014). 2.3 M Codes M Codes adalah kode yang digunakan oleh mesin CNC untuk sinyal perintah on/off pada mesin, contoh fungsinya M05 - spindle berhenti dan lainlain untuk menghentikan pergerakan mesin. M codes biasanya diprogram pada awal blok. M Codes di definisikan huruf M dan dua digit, bisa dilihat pada gambar 2.9 (Denford, 2014). Gambar 2.9 Bentuk M Codes (Denford, 2014)

10 12 Gambar 2.10 Daftar M Codes dan Fungsinya (Denford, 2014) Gambar 2.10 memperlihatkan macam-macam M codes CNC, tetapi pada umumnya tidak semua M codes di gunakan pada mesin CNC. Ada juga M codes yang ditandai dengan * yang akan dijalankan pada akhir baris program, yaitu setelah sumbu gerakan selesai, dalam satu baris perintah hanya bisa memasukan satu perintah M codes, bila diberikan lebih dari satu maka yang akan dijalankan adalah M codes paling terakhir (Denford, 2014) M Codes M00 (Program Stop) Program yang sedang berjalan mendapatkan perintah M00 dalam suatu baris maka program akan dihentikan, jika ingin program dilanjutkan maka harus menekan tombol start secara manual (Denford, 2014).

11 M Codes M02 (End Program) Kode ini menunjukkan akhir dari sebuah program dan melakukan fungsi reset pengontrol mesin secara umum, mesin CNC akan kembali pada keadaan awal (Denford, 2014) M Codes M03 (Spindle Forward) Kode M03 spindle Forward searah jarum jam dari poros yang sudah ditentukan (Denford, 2014) M Codes M05 (Spindle Stop) Kode M05 untuk menghentikan poros yang berputar, ini akan diaktifkan pada akhir baris program, setelah semua pergerakan sumbu selesai (Denford, 2014). 2.4 Gcodetools pada Inkscape Gcodetools merupakan salah satu submenu pada Inkscape yang berguna untuk mengubah file gambar dalam bentuk SVG menjadi file dengan bentuk NGC (G Codes). Di dalam gcodetools inkscape terdiri dari macammacam tools untuk head khusus pada mesin CNC, berikut adalah jenis-jenis yang gcodetools: default, cylinder, code plasma, tangent knife, lathe cutter, dan graffiti (Nick, 2009). 2.5 Pemograman AWK Nama AWK berasal dari inisial desainer: Alfred V. Aho, Peter J. Weinberger, dan Brian W. Kernighan. Versi asli dari AWK ditulis pada tahun 1977, pada tahun 1985 versi baru dibuat dengan bahasa pemrograman yang telah disempurnakan. AWK adalah suatu bahasa pemrograman untuk menangani tugas memanipulasi data secara bersamaan dengan hanya menggunakan beberapa baris program, dengan pattern action dan sedikit mirip dengan bahasa C tetapi secara otomatis menangani input. AWK adalah bahasa pemrograman yang digunakan untuk memanipulasi teks (The AWK Manual, 1995).

12 14 Pemrograman AWK terdiri dari serangkaian aturan, secara syntak aturan terdiri pola diikuti dengan tindakan, tindakan ditutup dalam kurung kurawal untuk memisahkan dari pola, pengaturan pola biasanya dipisahkan oleh baris baru, oleh karena itu sebuah AWK di program seperti ini: Pola {aksi} Pola {aksi} Contoh soal dalam BBS-list: camelot C core /300 C fooey /1200/300 B foot /300 B macfoo /300 A Perintah berikut ini untuk menjalankan program awk yang memiliki tujuan mencari input BBS-list untuk karakter string foo. Awk /foo/ {print $0} BBS-list Baris yang mengandung foo yang ditemukan akan dicetak karena print $0 berarti mencetak baris ini, bisa dilihat bahwa garis miring / mengelilingi string foo dalam program AWK garis miring menunjukkan bahwa foo adalah pola untuk mencari, berikut adalah hasil output dari program diatas (Piet van Oostrum, 1998). Fooey /1200/300 B Foot /300 B Macfoo /300 A

13 Pengembangan Geometris dari Transisi lingkaran Sebuah biarc terdiri dari dua busur lingkaran yang tangensial dimana mereka saling bertemu. Gambar 2.11 Garis Melengkung (Chandraputla & Osler, 2011) Pada gambar 2.11 diperlihatkan garis kurva memiliki titik belok pada B, C dan D. dalam pengembangan biarcs bisa diketahui titik-titik belok serta titik A pada awal dan titik E diakhir, ditarik garis tangent dari A sampai E, garis P, Q, R dan S didapat dari garis pinggir lengkungan, bisa dilihat bahwa disetiap segitiga APB, BQC, CRD, DSE memiliki jari-jari kelengkungan (Chandraputla & Osler, 2011). Gambar 2.12 Biarc pada Segitiga (Chandraputla & Osler, 2011) Pada gambar 2.12 diperlihatkan cara pengembangan biarc untuk bidang gambar sebuah segitiga. Bisa dilihat sudut CAB dilambangkan dengan α dan sudut CBA di lambangkan dengan β, yang harus di lakukan adalah menarik dua garis busur, garis busur pertama dari titik A yang memiliki tangent yaitu garis AC dan busur kedua dari titik B dan garis BC sebagai tangentnya dan T adalah garis bertemunya dua busur tersebut, dimana mereka memiliki garis tangent EF bisa dilihat T sebagai titik transisi.

14 16 Gambar 2.13 Geometri Biarc (Chandraputla & Osler, 2011) Pada gambar 2.13 bisa dilihat titik C1 dilihat dari lengkung AT, dimana garis AD memiliki posisi 90 o terhadap garis AC, begitu juga dengan C2 dilihat garis lengkung BT, dimana garis BD memiliki posisi 90 o terhadap garis BC, dilambangkan θ1 dan θ2 adalah garis tengah pada masing-masing garis lengkung, karena sudut ADB adalah α + β, dari segitiga DC1C2 di dapatkan persamaan sebagai berikut: θ1 + θ2 = α + β. 2.7 Desain dan Pengaturan Mesin CNC Komponen-komponen pendukung yang dibutuhkan dalam pengoperasian mesin CNC Jurusan Sistem Komputer Universitas Bina Nusantara yaitu cermin untuk memantulkan sinyal laser dari tabung laser, selain itu lensa fokus di ujung bidang laser untuk memberikan fokus sinar yang telah di pantulkan cermin tersebut, pengaturan meja potong juga di atur sesuai besar kebutuhan pemotongan.

15 17 Gambar 2.14 Pengaturan Sistem berbasis CO 2 (Linggarjati & Hedwig, 2012) Pada gambar 2.14 bisa dilihat ada tiga set 20mm cermin berlapis emas, dan sebuah lensa 18mm (f=50.88mm) yang terpasang pada sumbu X, Y dan Z (Linggarjati & Hedwig, 2012).

16 18 Gambar 2.15 Bentuk Tampilan Mesin CNC Universitas Bina Nusantara (Linggarjati & Hedwig, 2012) Ukuran mesin CNC Universitas Bina Nusantara adalah 800mm x 700mm x1200mm seperti pada gambar 2.15 dan blok diagram dapat dilihat pada gambar 2.16 dengan ukuran bidang kerjanya adalah 500mm x 450mm. Mesin CNC ini memiliki tiga sumbu (X, Y, dan Z) dengan dua rak untuk menempatkan CPU di dalamnya. Sebagian besar mesin CNC menggunakan meja bergerak, sedangkan untuk desain meja ini tidak menggunakan meja bergerak sumbu (X dan Y), sebagai gantinya dua sumbu di dorong oleh motor servo DC (Tamagawa 200W) dan stepper motor (VEXTA ASM 66A 1.7A 100W), dalam rangka untuk memberikan gerakan yang sangat akurat, yang memegang pena, dipasang sepanjang sumbu Z. Hal ini juga didorong oleh motor (VEXTA ASD 13AA 0.9A).

17 19 Gambar 2.16 Blok Diagram Dari Mesin CNC (Linggarjati & Hedwig, 2012)

APLIKASI INKSCAPE UNTUK MESIN CNC (COMPUTER NUMERICAL CONTROL) BERBASIS LASER

APLIKASI INKSCAPE UNTUK MESIN CNC (COMPUTER NUMERICAL CONTROL) BERBASIS LASER APLIKASI INKSCAPE UNTUK MESIN CNC (COMPUTER NUMERICAL CONTROL) BERBASIS LASER Muhamad Arif Rahman Program Studi Sistem Komputer, Universitas Bina Nusantara, [email protected] Jimmy Linggarjati Program

Lebih terperinci

BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN

BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN Pada bab 4 ini akan dijelaskan secara detail mengenai hasil-hasil pengukuran penelitian ini, hasil-hasil pengukuran tersebut meliputi: 4.1 Spesifikasi Perangkat Lunak Spesifikasi

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK SISTEM OPERASI MESIN MILLING CNC TRAINER

PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK SISTEM OPERASI MESIN MILLING CNC TRAINER PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK SISTEM OPERASI MESIN MILLING CNC TRAINER * Mushafa Amala 1, Susilo Adi Widyanto 2 1 Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro 2 Dosen Jurusan

Lebih terperinci

BAB II SISTEM MESIN PEMOTONG AKRILIK

BAB II SISTEM MESIN PEMOTONG AKRILIK BAB II SISTEM MESIN PEMOTONG AKRILIK 2.1. Gambaran Mesin Pemotong Akrilik Mesin pemotong akrilik termasuk dalam jenis mesin CNC (Computer Numerical Control). Mesin CNC adalah sebuah mesin perkakas yang

Lebih terperinci

MODUL PRAKTIKUM PROSES DAN SISTEM PRODUKSI. CNC- Computer Numerical Control Oleh : Arief Darmawan

MODUL PRAKTIKUM PROSES DAN SISTEM PRODUKSI. CNC- Computer Numerical Control Oleh : Arief Darmawan MODUL PRAKTIKUM PROSES DAN SISTEM PRODUKSI CNC- Computer Numerical Control Oleh : Arief Darmawan LABORATORIUM PROSES DAN SISTEM PRODUKSI DEPARTEMEN TEKNIK MESIN DAN INDUSTRI UNIVERSITAS GADJAH MADA 2017/2018

Lebih terperinci

Disusun Oleh : BAIYIN SHOLIKHI DIPLOMA III TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK INDUSTRI INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA JUNI 2012

Disusun Oleh : BAIYIN SHOLIKHI DIPLOMA III TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK INDUSTRI INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA JUNI 2012 Disusun Oleh : BAIYIN SHOLIKHI 2108 030 044 DIPLOMA III TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK INDUSTRI INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA JUNI 2012 Latar Belakang Kebutuhan penggunaan suatu mesin perkakas

Lebih terperinci

Bab 1. Pendahuluan. menggunakan bantuan aplikasi CAD (Computer-Aided Design) untuk. menggunakan komputer ini disebut sebagai mesin Computer based

Bab 1. Pendahuluan. menggunakan bantuan aplikasi CAD (Computer-Aided Design) untuk. menggunakan komputer ini disebut sebagai mesin Computer based Bab 1 Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Masalah Seiring dengan kemajuan teknologi, komputer digunakan untuk berbagai keperluan, baik sebagai sarana untuk membantu pekerjaan maupun sarana hiburan. Penggunaannya

Lebih terperinci

Berita Teknologi Bahan & Barang Teknik ISSN : Balai Besar Bahan dan Barang Teknik Departemen Perindustrian RI No. 22/2008 Hal.

Berita Teknologi Bahan & Barang Teknik ISSN : Balai Besar Bahan dan Barang Teknik Departemen Perindustrian RI No. 22/2008 Hal. METODE PEMBUATAN PROGRAM CNC (CNC Machine) Dalmasius Ganjar Subagio*) INTISARI METODE PEMBUATAN PROGRAM CNC. Telah dilaksanakan kajian penggunaan tentang kinerja mesin CNC yang biasa digunakan untuk proses

Lebih terperinci

BAB II DASAR TEORI 2.1 TINJAUAN PUSTAKA

BAB II DASAR TEORI 2.1 TINJAUAN PUSTAKA BAB II DASAR TEORI 2.1 TINJAUAN PUSTAKA Elvys, (2015) menyatakan untuk memenuhi kebutuhan mesin perkakas CNC bagi workshop industri kecil dan atau sebagai media pembelajaran pada institusi pendidikan,

Lebih terperinci

Praktikum 1 Berkenalan dengan awk

Praktikum 1 Berkenalan dengan awk Praktikum 1 Berkenalan dengan awk Tujuan Pembelajaran Mahasiswa dapat mengenal, memahami dan menggunakan bahasa pemrograman awk sebagai text-processing language. Dasar Teori Awk adalah sebuah pemrograman

Lebih terperinci

PENGGUNAAN PIRANTI LUNAK OPEN SOURCE SEBAGAI COMPUTER AIDED MACHINE (CAM)

PENGGUNAAN PIRANTI LUNAK OPEN SOURCE SEBAGAI COMPUTER AIDED MACHINE (CAM) PENGGUNAAN PIRANTI LUNAK OPEN SOURCE SEBAGAI COMPUTER AIDED MACHINE (CAM) Jimmy Linggarjati Computer Engineering Department, Faculty of Engineering, Binus University Jl. K.H. Syahdan No. 9, Palmerah, Jakarta

Lebih terperinci

Pengenalan Geogebra. Oleh: Hazrul Iswadi. Disampaikan pada seminar internal Departemen MIPA. Tanggal 10 September 2011

Pengenalan Geogebra. Oleh: Hazrul Iswadi. Disampaikan pada seminar internal Departemen MIPA. Tanggal 10 September 2011 Pengenalan Geogebra Oleh: Hazrul Iswadi Disampaikan pada seminar internal Departemen MIPA Tanggal 10 September 2011 Departemen MIPA Universitas Surabaya A. Apa itu GeoGebra? GeoGebra adalah software gratis

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. menunjuk suatu titik berdasarkan input yang diberikan. Salah satu model mesin

BAB 1 PENDAHULUAN. menunjuk suatu titik berdasarkan input yang diberikan. Salah satu model mesin BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Mesin plotter merupakan mesin yang memiliki prinsip dasar bekerja untuk menunjuk suatu titik berdasarkan input yang diberikan. Salah satu model mesin plotter adalah

Lebih terperinci

BAB 4 ANALISIS SIMULASI KINEMATIKA ROBOT. Dengan telah dibangunnya model matematika robot dan robot sesungguhnya,

BAB 4 ANALISIS SIMULASI KINEMATIKA ROBOT. Dengan telah dibangunnya model matematika robot dan robot sesungguhnya, 92 BAB 4 ANALISIS SIMULASI KINEMATIKA ROBOT Dengan telah dibangunnya model matematika robot dan robot sesungguhnya, maka diperlukan analisis kinematika untuk mengetahui seberapa jauh model matematika itu

Lebih terperinci

Sistem Menggambar Dengan CAD SUMBER: TRAINING CAD-CAM MIDC MODELING & MANUFACTURING

Sistem Menggambar Dengan CAD SUMBER: TRAINING CAD-CAM MIDC MODELING & MANUFACTURING Sistem Menggambar Dengan CAD SUMBER: TRAINING CAD-CAM MIDC 2004 -MODELING & MANUFACTURING Sistem Satuan Pengaturan Gambar Pada program aplikasi CAD biasanya menggunakan sistem satuan standar tertentu,

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Proses Pemesinan Untuk membuat suatu alat atau produk dengan bahan dasar logam haruslah di lakukan dengan memotong bahan dasarnya. Proses pemotongan ini dapat dilakukan dengan

Lebih terperinci

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM PENGANTAR TEKNOLOGI DAN INFORMASI MODUL 4 PENGENALAN INKSCAPE DAN KONSEP DASAR VEKTOR GRAFIS

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM PENGANTAR TEKNOLOGI DAN INFORMASI MODUL 4 PENGENALAN INKSCAPE DAN KONSEP DASAR VEKTOR GRAFIS LAPORAN RESMI PRAKTIKUM PENGANTAR TEKNOLOGI DAN INFORMASI MODUL 4 PENGENALAN INKSCAPE DAN KONSEP DASAR VEKTOR GRAFIS Disusun Oleh : TGL PRAKTIKUM : 07 NOVEMBER 2013 NAMA : MUJIBUR ROHMAN NRP : 130411100036

Lebih terperinci

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA Dalam bab ini membahas pengujian dan analisa alat yang telah dirancang dan dibuat. Pengujian alat dimulai dari masing-masing komponen alat sampai dengan pengujian keseluruhan

Lebih terperinci

MODUL CNC MILLING DENGAN SWANSOFT CNC SIMULATOR

MODUL CNC MILLING DENGAN SWANSOFT CNC SIMULATOR MODUL CNC MILLING DENGAN SWANSOFT CNC SIMULATOR OLEH Sarwanto,S.Pd.T 085643165633 1 P a g e MESIN CNC MILLING Mesin Frais CNC (Computer Numerical Control) adalah sebuah perangkat mesin perkakas jenis frais/milling

Lebih terperinci

BAB IV PENGUJIAN SISTEM DAN ANALISA

BAB IV PENGUJIAN SISTEM DAN ANALISA 54 BAB IV PENGUJIAN SISTEM DAN ANALISA 4.1 Pengujian Output PIO Dengan cara memberikan data output pada ketiga alamat PIO, kemudian dilakukan pengukuran level output tegangan pada kondisi high 1 dan low

Lebih terperinci

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA HASIL PENGUJIAN SIMULATOR MESIN PEMBENGKOK

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA HASIL PENGUJIAN SIMULATOR MESIN PEMBENGKOK BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA HASIL PENGUJIAN SIMULATOR MESIN PEMBENGKOK Pada bab ini akan dibahas tentang pengujian simulator mesin pembengkok yang telah diprogram untuk melakukan proses pembengkokan,

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN SISTEM PEMROGRAMAN DAN IMPLEMENTASI ROBOT KARTESIAN

BAB III PERANCANGAN SISTEM PEMROGRAMAN DAN IMPLEMENTASI ROBOT KARTESIAN 21 BAB III PERANCANGAN SISTEM PEMROGRAMAN DAN IMPLEMENTASI ROBOT KARTESIAN Rancang bangun robot kontur kartesian ini melibatkan beberapa unsur sistem yang digabung menjadi satu kesatuan yang saling berkaitan

Lebih terperinci

Pengembangan Sistem Konversi Citra ke G-Code untuk Aplikasi Manufaktur

Pengembangan Sistem Konversi Citra ke G-Code untuk Aplikasi Manufaktur Pengembangan Sistem Konversi Citra ke G-Code untuk Aplikasi Manufaktur Retno Tri Wahyuni, Djoko Purwanto, Tri Arief Sardjono Program Studi Teknik Elektro, Program Pascasarjana ITS Kampus ITS, Sukolilo,

Lebih terperinci

Secara garis besar mesin Milling CNC dapat digolongkan menjadi 2 macam, yaitu :

Secara garis besar mesin Milling CNC dapat digolongkan menjadi 2 macam, yaitu : MESIN CNC TU-3A 1. Pengertian Mesin CNC TU 3A Mesin CNC ( Computer Numerically Controlled ) adalah suatu mesin yang merupakan perpaduan dari teknologi komputer dan teknologi mekanik, dimana system pengoperasiannya

Lebih terperinci

MATERI TIK KELAS 5 SEMESTER 1 SD KATOLIK SANTA MARIA MAGELANG

MATERI TIK KELAS 5 SEMESTER 1 SD KATOLIK SANTA MARIA MAGELANG MATERI TIK KELAS 5 SEMESTER 1 SD KATOLIK SANTA MARIA MAGELANG Mengenal Diagram alir (flowchart program) Flowchart adalah penyajian yang sistematis tentang proses dan logika dari kegiatan penanganan informasi

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Dewasa ini ilmu pengetahuan dan teknologi telah berkembang dengan pesat. Kemajuan ini juga merambah dunia industri manufaktur. Sebagai contoh dari kemajuan tersebut,

Lebih terperinci

Memprogram Mesin CNC (Dasar)

Memprogram Mesin CNC (Dasar) SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BIDANG KEAHLIAN TEKNIK MESIN PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK PEMESINAN Memprogram Mesin CNC (Dasar) BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT

Lebih terperinci

Pengenalan Script. Definisi HTML

Pengenalan Script. Definisi HTML 1 Pengenalan Script Pada bab ini akan dibahas bahasa script yang dapat digunakan untuk membuat halaman web. Untuk dapat membuat halaman web bahasa script pertama yang harus anda kenal adalah HTML. HTML

Lebih terperinci

Pengembangan laser..., Ahmad Kholil, FT UI, 2008

Pengembangan laser..., Ahmad Kholil, FT UI, 2008 i. Membuat lintasan untuk setiap layer. Lintasan dibuat dengan terlebih dahulu menentukan titik x sesuai dengan hatch space yang telah ditentukan sebelumnya. j. Mengurutkan titik potong berdasarkan arah

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN. pabrik PT. Boma Bisma Indra. Mesin ini digunakan untuk pelebaran lubang

BAB IV PEMBAHASAN. pabrik PT. Boma Bisma Indra. Mesin ini digunakan untuk pelebaran lubang BAB IV PEMBAHASAN 4.1 PLC Vertical Boring Mesin Vertical Boring adalah mesin pembubutan yang digunakan pada pabrik PT. Boma Bisma Indra. Mesin ini digunakan untuk pelebaran lubang silindris dan digunakan

Lebih terperinci

Dasar Pemrograman Mesin Bubut CNC Type GSK 928 TE

Dasar Pemrograman Mesin Bubut CNC Type GSK 928 TE MATERI KULIAH CNC Dasar Pemrograman Mesin Bubut CNC Type GSK 928 TE Dwi Rahdiyanta Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta A. Struktur Program 1. Karakter Karakter adalah unit dasar untuk menyusun

Lebih terperinci

Integrasi Elektronika, Mekanika dan Perangkat Lunak pada CNC Rakitan

Integrasi Elektronika, Mekanika dan Perangkat Lunak pada CNC Rakitan Integrasi Elektronika, Mekanika dan Perangkat Lunak pada CNC Rakitan Djoko Untoro Suwarno Program Studi Teknik Elektro Universitas Sanata Dharma Kampus III, Jl. Paingan, Maguwoharjo, Sleman 55002, Indonesia

Lebih terperinci

BAHASA, METODE DAN STRUKTUR PROGRAM CNC (Aplikasi untuk Mesin Bubut CNC)

BAHASA, METODE DAN STRUKTUR PROGRAM CNC (Aplikasi untuk Mesin Bubut CNC) BAHASA, METODE DAN STRUKTUR PROGRAM CNC (Aplikasi untuk Mesin Bubut CNC) Memrogram mesin NC/CNC adalah memasukan data ke komputer mesin NC/CNC dengan bahasa yang dapat dipahami dan dimengerti oleh mesin.

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. tentang animasi. Animasi atau lebih akrab disebut dengan film animasi, adalah. gambar yang bergerak. (http://www.wikipedia.

BAB 2 LANDASAN TEORI. tentang animasi. Animasi atau lebih akrab disebut dengan film animasi, adalah. gambar yang bergerak. (http://www.wikipedia. BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 ANIMASI Animasi memiliki banyak pengertian. Tiap orang memiliki pendapat yang berbeda tentang animasi. Animasi atau lebih akrab disebut dengan film animasi, adalah film yang merupakan

Lebih terperinci

BAB IV PENGUJIAN DAN EVALUASI SISTEM

BAB IV PENGUJIAN DAN EVALUASI SISTEM BAB IV PENGUJIAN DAN EVALUASI SISTEM 4.1. Gambaran Umum Pengujian software simulasi ini akan dijelaskan meliputi tiga tahap yaitu : input, proses dan output. Pada proses input pertama kali yang dilakukan

Lebih terperinci

BAB II SISTEM PENENTU AXIS Z ZERO SETTER

BAB II SISTEM PENENTU AXIS Z ZERO SETTER BAB II SISTEM PENENTU AXIS Z ZERO SETTER 2.1 Gambaran Umum Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dipaparkan pada Bab I, tujuan skripsi ini adalah merancang suatu penentu axis Z Zero Setter menggunakan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Di dunia industri dewasa ini, kecepatan inovasi produk baik dari segi teknologi maupun estetika dan fungsionalitasnya memegang peranan penting untuk memenangkan persaingan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Gambar 1.1. Proses Pemesinan Milling dengan Menggunakan Mesin Milling 3-axis

BAB 1 PENDAHULUAN. Gambar 1.1. Proses Pemesinan Milling dengan Menggunakan Mesin Milling 3-axis BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan ilmu pengetahuan dan penemuan-penemuan proses serta teknik pemotongan logam (metal cutting) terus mendorong industri manufaktur semakin maju. Ini terlihat

Lebih terperinci

BAB 4 PEMBAHASAN DAN ANALISA DATA HASIL PERCOBAAN

BAB 4 PEMBAHASAN DAN ANALISA DATA HASIL PERCOBAAN BAB 4 PEMBAHASAN DAN ANALISA DATA HASIL PERCOBAAN 4.1 Data Hasil Percobaan Pada bab ini akan dibahas secara sistematis parameter-parameter yang ditentukan sehingga menghasilkan data dari proses percobaan

Lebih terperinci

PERANCANGAN LENGAN ROBOT MENGGUNAKAN MOTOR STEPPER BERBASIS PLC (Programmable Logic Controller) Di PT FDK INDONESIA

PERANCANGAN LENGAN ROBOT MENGGUNAKAN MOTOR STEPPER BERBASIS PLC (Programmable Logic Controller) Di PT FDK INDONESIA PERANCANGAN LENGAN ROBOT MENGGUNAKAN MOTOR STEPPER BERBASIS PLC (Programmable Logic Controller) Di PT FDK INDONESIA Disusun Oleh : Nama : Riwan Satria NIM : 41405110026 Program Studi : Teknik Elektro Pembimbing

Lebih terperinci

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM. motor stepper yang dikontrol oleh software EMC melalui PC.

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM. motor stepper yang dikontrol oleh software EMC melalui PC. BAB 3 PERANCANGAN SISTEM 3.1 Perancangan Perangkat Keras Sistem Meja Gambar yang dirancang terdiri dari 2 sub-sistem, sub-sistem yang pertama adalah PC dengan perangkat lunak EMC menggunakan sistem operasi

Lebih terperinci

Pemanfaatan Software Artcam unutk Peningkatan Produk Cetakan / Matras dalam Skala Industri Menengah ke Bawah

Pemanfaatan Software Artcam unutk Peningkatan Produk Cetakan / Matras dalam Skala Industri Menengah ke Bawah Pemanfaatan Software Artcam unutk Peningkatan Produk Cetakan / Matras dalam Skala Industri Menengah ke Bawah Th. Dwiati Wismarini Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Stikubank Semarang email : [email protected]

Lebih terperinci

BAB IV ANALISA KECEPATAN

BAB IV ANALISA KECEPATAN BAB IV ANALISA KECEPATAN PUSAT SESAAT Pusat sesaat adalah : - sebuah titik dalam suatu benda dimana benda lain berputar terhadapnya. - Sebuah titik sekutu yang terletak pada 2 buah benda yang mempunyai

Lebih terperinci

RANCANG BANGUN MESIN CUTTING PCB BERBASIS ARDUINO

RANCANG BANGUN MESIN CUTTING PCB BERBASIS ARDUINO RANCANG BANGUN MESIN CUTTING PCB BERBASIS ARDUINO Yudhi 1, Eko Sulistyo 2,Gesti 3, Syamsul Bahri 4 1,2,3,4 Jurusan Teknik Elektronika, Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung, Bangka 33211, [email protected]

Lebih terperinci

Proses Kalibrasi Sumbu X, Y, Dan Z Pada Mesin CNC Router Kayu 3 Axis Menggunakan Alat Bantu Dial Indicator dan Block Gauge

Proses Kalibrasi Sumbu X, Y, Dan Z Pada Mesin CNC Router Kayu 3 Axis Menggunakan Alat Bantu Dial Indicator dan Block Gauge Proses Kalibrasi Sumbu X, Y, Dan Z Pada Mesin CNC Router Kayu 3 Axis Menggunakan Alat Bantu Dial Indicator dan Block Gauge Zaynawi¹, Bayu Wiro. K², Fipka Bisono³ ¹Program Studi Teknik Desain dan Manufaktur,

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB III PERANCANGAN SISTEM BAB III PERANCANGAN SISTEM 3.1. Rancangan Sistem Secara Keseluruhan Pada dasarnya Pengebor PCB Otomatis ini dapat difungsikan sebagai sebuah mesin pengebor PCB otomatis dengan didasarkan dari koordinat

Lebih terperinci

FERNANDYA RISKI HARTANTRI / F DASAR-DASAR HTML

FERNANDYA RISKI HARTANTRI / F DASAR-DASAR HTML FERNANDYA RISKI HARTANTRI 09018173 / F DASAR-DASAR HTML Hypertext Markup Language, atau seperti yang lebih dikenal, HTML, adalah bahasa computer dari World Wide Web. Bila Anda membuat situs Web, Anda dapat

Lebih terperinci

TE Pengantar Pemrograman Mesin NC

TE Pengantar Pemrograman Mesin NC TE090565 Sistem Pengaturan Manufaktur Pengantar Pemrograman Mesin NC Ir. Jos Pramudijanto, M.Eng. Jurusan Teknik Elektro FTI ITS Telp. 5947302 Fax.5931237 Email: [email protected] Sistem Pengaturan

Lebih terperinci

1. Freehand tool pada CorelDraw berfungsi untuk... membentuk beragam garis lurus atau garis yang tidak beraturan

1. Freehand tool pada CorelDraw berfungsi untuk... membentuk beragam garis lurus atau garis yang tidak beraturan Sesi 1 1. Freehand tool pada CorelDraw berfungsi untuk... membentuk beragam garis lurus atau garis yang tidak beraturan 2. Contour pada CorelDraw digunakan untuk.. Menimbulkan efek 3D dari suatu objek

Lebih terperinci

TUTORIAL CNC BUBUT STEP. Setelah mempelajari tutorial ini mahasiswa memiliki kompetensi:

TUTORIAL CNC BUBUT STEP. Setelah mempelajari tutorial ini mahasiswa memiliki kompetensi: TUTORIAL CNC BUBUT STEP Tujuan Setelah mempelajari tutorial ini mahasiswa memiliki kompetensi: 1. Memahami perintah-perintah dasar penulisan program step 2. Mampu membuat gambar dengan mastercam lalu mengaplikasikan

Lebih terperinci

GAMBAR TEKNIK DAN AUTOCAD

GAMBAR TEKNIK DAN AUTOCAD 1 GAMBAR TEKNIK DAN AUTOCAD PROGRAM APLIKASI AUTOCAD AutoCAD merupakan program aplikasi komersial untuk menggambar dan mendesain dengan bantuan komputer (computer- aided design, CAD) yang dapat dikatakan

Lebih terperinci

PERBEDAAN WAKTU PENGERJAAN PADA PEMOGRAMAN INCREMENTALDAN ABSOLUTE PADA MESIN CNC MILLING TU 3A. Aep Surahto 1)

PERBEDAAN WAKTU PENGERJAAN PADA PEMOGRAMAN INCREMENTALDAN ABSOLUTE PADA MESIN CNC MILLING TU 3A. Aep Surahto 1) PERBEDAAN WAKTU PENGERJAAN PADA PEMOGRAMAN INCREMENTALDAN ABSOLUTE PADA MESIN CNC MILLING TU 3A Aep Surahto 1) 1) Program Studi TeknikMesin Universitas Islam 45,Bekasi [email protected] Abstrak Penelitian

Lebih terperinci

5.1 KONSTRUKSI-KONSTRUKSI DASAR

5.1 KONSTRUKSI-KONSTRUKSI DASAR KONSTRUKSI GEOMETRI Unsur-unsur geometri sering digunakan seorang juru gambar atau ahli gambar teknik untuk menggambar konstruksi mesin. Unsurunsur goemetri yang dimaksudkan ini adalah busur-busur, lingkaran,

Lebih terperinci

Gambar 2.1 Sumbu-sumbu pada mesin NC [9]

Gambar 2.1 Sumbu-sumbu pada mesin NC [9] 2 PMSI MULTI IS D SISTM CM 2.1 Pemesinan C Multi xis Proses pemesinan dengan teknologi NC (numerical control) telah dikenal luas pemakaiannya pada saat ini. lectronics Industries ssociation (I) mendefinisikan

Lebih terperinci

BAB IV PENGATURAN DAN PENGUJIAN

BAB IV PENGATURAN DAN PENGUJIAN BAB IV PENGATURAN DAN PENGUJIAN 4.1 Pengaturan Awal Dalam pembahasan mengenai pokok permasalahan yang tertuang pada BAB sebelumnya telah dijelaskan bahwa tujuan yang dilakukan adalah bagaimana membuat

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Multimedia dapat diartikan sebagai penggunaan beberapa media

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Multimedia dapat diartikan sebagai penggunaan beberapa media BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Multimedia Multimedia dapat diartikan sebagai penggunaan beberapa media untuk menggabungkan dan menyampaikan informasi dalam bentuk teks, audio, grafik, animasi, dan video.

Lebih terperinci

MATERI PPM APLIKASI FUNGSI G02 DAN G03 MESIN BUBUT CNC Oleh: Dwi Rahdiyanta FT-UNY

MATERI PPM APLIKASI FUNGSI G02 DAN G03 MESIN BUBUT CNC Oleh: Dwi Rahdiyanta FT-UNY MATERI PPM APLIKASI FUNGSI G02 DAN G03 MESIN BUBUT CNC Oleh: Dwi Rahdiyanta FT-UNY A. Pendahuluan Memrogram mesin NC/CNC adalah memasukkan data ke komputer mesin NC/CNC dengan bahasa yang dapat dipahami

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Industri manufaktur sudah semakin maju seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan penemuan penemuan proses dan teknik pemotongan logam (metal cutting). Ini terlihat

Lebih terperinci

50 LAMPIRAN NILAI SISWA SOAL INSTRUMEN Nama : Kelas : No : BERILAH TANDA SILANG (X) PADA JAWABAN YANG DIANGGAP BENAR! 1. Persegi adalah.... a. Bangun segiempat yang mempunyai empat sisi dan panjang

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI Pada bab ini akan dibahas mengenai teori-teori dasar yang digunakan untuk menunjang perancangan dan pembuatan alat. 2.1 Computer Numerical Control (CNC) Computer numerical control

Lebih terperinci

III HASIL DAN PEMBAHASAN

III HASIL DAN PEMBAHASAN Fungsi periodizer kutub tersebut dapat dituliskan pula sebagai: p θ, N, θ 0 = π N N.0 n= n sin Nn θ θ 0. () f p θ, N, θ 0 = π N N j= j sin Nj θ θ 0 diperoleh dengan menyubstitusi variabel θ pada f θ =

Lebih terperinci

PERENCANAAN CAD CAM MESIN CNC MILLING ROUTER 3 AXIS DENGAN PERANGKAT LUNAK MASTERCAM

PERENCANAAN CAD CAM MESIN CNC MILLING ROUTER 3 AXIS DENGAN PERANGKAT LUNAK MASTERCAM PERENCANAAN CAD CAM MESIN CNC MILLING ROUTER 3 AXIS DENGAN PERANGKAT LUNAK MASTERCAM Muhammad Reza Fahlevi 1, Syafri 2, Anita Susilawati 3 Jurusan Teknik Mesin, Universitas Riau, Kampus Bina Widya Panam,

Lebih terperinci

PENGARUH KECEPATAN MAKAN PADA GERAKAN INTERPOLASI LINIER DALAM PROSES PEMESINAN MILLING CNC

PENGARUH KECEPATAN MAKAN PADA GERAKAN INTERPOLASI LINIER DALAM PROSES PEMESINAN MILLING CNC PENGARUH KECEPATAN MAKAN PADA GERAKAN INTERPOLASI LINIER DALAM PROSES PEMESINAN MILLING CNC Rosehan 1 ), Triyono 2 ), Ruby Sumardi 3 ) Abstrak Teknologi CNC sudah banyak digunakan operasi manufaktur. CNC

Lebih terperinci

KEGIATAN BELAJAR : Membuat Program di Mesin Bubut CNC

KEGIATAN BELAJAR : Membuat Program di Mesin Bubut CNC MODUL CNC- 4 Oleh: Dwi Rahdiyanta FT-UNY KEGIATAN BELAJAR : Membuat Program di Mesin Bubut CNC A. Tujuan umum pembelajaran Setelah mempelajari materi ini peserta didik diharapkan akan mampu melakukan pemrograman

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI Terjadinya banyak cacat produk yang mengakibatkan pengerjaan ulang atau terlambatnya proses, disebabkan oleh beberapa penyebab utama. Penyebab-penyebab utama inilah yang harus dicari,

Lebih terperinci

2 Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) 3 Departemen FISIKA FMIPA USU

2 Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)   3 Departemen FISIKA FMIPA USU APLIKASI LASER CO 2 UNTUK PEMOTONGAN (CUTTING) MATERIAL MENGGUNAKAN MESIN CNC (CONTROL NUMERIC COMPUTER) Yenny Toguan Samarya 1, Maria Margaretha Sulianti 2, Bisman Perangin-angin 3, Marhaposan Situmorang

Lebih terperinci

Modul Praktikum Desain Web 2015

Modul Praktikum Desain Web 2015 MODUL 1 DASAR-DASAR HTML A. TUJUAN PRAKTIKUM Melalui praktikum Dasar-dasar HTML, diharapkan mahasiswa dapat memiliki kompetensi, antara lain: 1. Memahami struktur dasar dokumen HTML. 2. Membuat dokumen

Lebih terperinci

TUTORIAL DESAIN DRILL BERTINGKAT MENGGUNAKAN SOFTWARE MASTERCAM X5 & SWANSOFT CNC SIMULATOR

TUTORIAL DESAIN DRILL BERTINGKAT MENGGUNAKAN SOFTWARE MASTERCAM X5 & SWANSOFT CNC SIMULATOR TUTORIAL DESAIN DRILL BERTINGKAT MENGGUNAKAN SOFTWARE MASTERCAM X5 & SWANSOFT CNC SIMULATOR Oleh : Agus Priyanto 15518241016 Pendidikan Teknik Mekatronika JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK

Lebih terperinci

BAB III PENGENDALIAN PENGGERAK PAHAT MESIN ROUTER CNC ARAH SUMBU X, SUMBU Y DAN SUMBU Z

BAB III PENGENDALIAN PENGGERAK PAHAT MESIN ROUTER CNC ARAH SUMBU X, SUMBU Y DAN SUMBU Z BAB III PENGENDALIAN PENGGERAK PAHAT MESIN ROUTER CNC ARAH SUMBU X, SUMBU Y DAN SUMBU Z Pada bab ini dibahas mengenai rangkaian elektronika yang akan digunakan untuk mengendalikan gerak pahat dan program

Lebih terperinci

PELATIHAN GEOGEBRA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA

PELATIHAN GEOGEBRA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA PETUNJUK PRAKTIKUM PELATIHAN GEOGEBRA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DISUSUN OLEH: Atmini Dhoruri, MS Emi Nugroho RS, M.Sc Dwi Lestari, M.Sc. ([email protected]) JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA FAKULTAS

Lebih terperinci

Animasi Objek 2 Dimensi GAMBAR BITMAP

Animasi Objek 2 Dimensi GAMBAR BITMAP Animasi Objek 2 Dimensi `Animasi objek 2 Dimensi terdiri dari bitmap dan vektor.metode- metode ini menginterpretasikan input, menghitungnya dan menampilkannya pada output grafis seperti monitor.gambar

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. menganimasikannya, serta mudah dipelajari. Flash tidak hanya digunakan dalam

BAB 2 LANDASAN TEORI. menganimasikannya, serta mudah dipelajari. Flash tidak hanya digunakan dalam 5 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengenalan Adobe Flash Flash merupakan software yang memiliki kemampuan menggambar sekaligus menganimasikannya, serta mudah dipelajari. Flash tidak hanya digunakan dalam pembuatan

Lebih terperinci

MODUL PRAKTIKUM CNC II MASTERCAM LATHE MILLING

MODUL PRAKTIKUM CNC II MASTERCAM LATHE MILLING UNIVERSITAS RIAU MODUL PRAKTIKUM CNC II MASTERCAM LATHE MILLING LABORATORIUM CAD/CAM/CNC JURUSAN TEKNIK MESIN Disusun oleh: Tim Praktikum CNC II (Dedy Masnur, M. Eng., Edi Fitra,) JOB LATHE I. Gambar Kerja

Lebih terperinci

PEMROGRAMAN CNC. Program adalah sejumlah perintah dalam bentuk kode yang dipakai untuk mengendalikan mesin.

PEMROGRAMAN CNC. Program adalah sejumlah perintah dalam bentuk kode yang dipakai untuk mengendalikan mesin. PEMROGRAMAN CNC DEFINISI; Program adalah sejumlah perintah dalam bentuk kode yang dipakai untuk mengendalikan mesin. Permograman adalah pemberian sejumlah perintah dalam bentuk kode yang dimengerti oleh

Lebih terperinci

Praktikum 2 Data File pada AWK

Praktikum 2 Data File pada AWK Praktikum 2 Data File pada AWK Tujuan Pembelajaran Mahasiswa dapat memahami dan menggunakan data file dalam bahasa pemrograman awk. Dasar Teori Kebanyakan program komputer bekerja dengan file. Hal ini

Lebih terperinci

MATEMATIKA DASAR TAHUN 1987

MATEMATIKA DASAR TAHUN 1987 MATEMATIKA DASAR TAHUN 987 MD-87-0 Garis singgung pada kurva y di titik potong nya dengan sumbu yang absisnya positif mempunyai gradien 0 MD-87-0 Titik potong garis y + dengan parabola y + ialah P (5,

Lebih terperinci

PENGARUH TEKNIK PENYAYATAN PAHAT MILLING PADA CNC MILLING 3 AXIS TERHADAP TINGKAT KEKASARAN PERMUKAAN BENDA BERKONTUR

PENGARUH TEKNIK PENYAYATAN PAHAT MILLING PADA CNC MILLING 3 AXIS TERHADAP TINGKAT KEKASARAN PERMUKAAN BENDA BERKONTUR 81 JTM Vol. 05, No. 2, Juni 2016 PENGARUH TEKNIK PENYAYATAN PAHAT MILLING PADA CNC MILLING 3 AXIS TERHADAP TINGKAT KEKASARAN PERMUKAAN BENDA BERKONTUR Irawan Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik,

Lebih terperinci

Membuat Sketch 2D Sederhana dalam Autodesk Inventor

Membuat Sketch 2D Sederhana dalam Autodesk Inventor Membuat Sketch 2D Sederhana dalam Autodesk Inventor Gede Andrian Widya Perwira [email protected] Abstrak Sketch memiliki peranan penting karena merupakan rangka dalam membuat gambar 3D Model atau

Lebih terperinci

MENGENAL GRAFIS dan PROGRAM APLIKASINYA

MENGENAL GRAFIS dan PROGRAM APLIKASINYA MENGENAL GRAFIS dan PROGRAM APLIKASINYA SK : Menggunakan Perangkat Lunak Pembuat Grafis KD : Menunjukkan Menu Ikon Yang Terdapat Dalam Perangkat Lunak Pembuat Grafis Oleh : HusnanSarofi http://husnan.com

Lebih terperinci

BAB IV SIMULASI PROSES PERMESINAN

BAB IV SIMULASI PROSES PERMESINAN BAB IV SIMULASI PROSES PERMESINAN Setelah dilakukan penentuan dimesin cetakan, maka selanjutnya dilakukan proses permesinannya. Untuk mensimulasikan proses permesinan cetakan botol digunakan perangkat

Lebih terperinci

Oleh: Fikri Yoga Pemana Dosen Pembimbing: Dr. Ir. Moch. Rameli

Oleh: Fikri Yoga Pemana Dosen Pembimbing: Dr. Ir. Moch. Rameli Implementasi Generalized Predictive Control untuk Mengurangi Contour Error pada Mesin CNC Milling Oleh: Fikri Yoga Pemana Dosen Pembimbing: Dr. Ir. Moch. Rameli Permasalahan Mesin milling menggunakan motor

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN 3.1 Rancangan Awal Pemodelan Blender merupakan software grafis 3 Dimensi yang sangat baik. Tidak hanya menyediakan fasilitas untuk membuat object 3D dengan mudah tapi juga

Lebih terperinci

Menggambar Grafik Vektor menggunakan CorelDRAW X4 Ari Suhartanto TIM TKJ SMKN 1 Geger

Menggambar Grafik Vektor menggunakan CorelDRAW X4 Ari Suhartanto TIM TKJ SMKN 1 Geger 1. PENGENALCorelDRAW CorelDRAW merupakan salah satu pengolah grafis dengan basis vektor, dimana unsur dasar yang mendasarinya adalah garis.. Format vector adalah gambar yang membentuk sejumlah objek garis

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Objek tiga dimensi merupakan salah satu komponen multimedia yang memegang peranan sangat penting sebagai bentuk informasi visual. Objek tiga dimensi dibentuk oleh sekumpulan

Lebih terperinci

Prinsip Kerja dan Pengoperasian

Prinsip Kerja dan Pengoperasian MATERI KULIAH CNC Prinsip Kerja dan Pengoperasian Dwi Rahdiyanta Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta A. Prinsip kerja dan tata nama sumbu koordinat Mesin perkakas CNC adalah mesin perkakas yang

Lebih terperinci

GIMP & INKSCAPE. Materi Ujian Sekolah Tertulis (Grade 12)

GIMP & INKSCAPE. Materi Ujian Sekolah Tertulis (Grade 12) Materi Ujian Sekolah Tertulis (Grade 12) GIMP & INKSCAPE Gambar Bitmap vs Vektor Dalam dunia desain digital, kita mengenal 2 jenis gambar yang berbeda yang dipresentasikan melalui komputer, yaitu gambar

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI Pada bab ini akan dibahas mengenai teori-teori dasar yang digunakan untuk menunjang perancangan dan pembuatan alat. 2.1 Computer Numerical Control (CNC) Computer numerical control

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Komputer Istilah komputer berasal dari bahasa latin computer yang berarti menghitung. Dalam bahasa Inggris komputer berasal dari kata to compute yang artinya menghitung.

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Program Aplikasi Program aplikasi merupakan suatu bentuk rancangan program yang dibuat sedemikian rupa dalam mencapai suatu tujuan tertentu dengan mengikuti prosedur serta memiliki

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN. pabrik PT. Boma Bisma Indra. Mesin ini digunakan untuk pelebaran lobang

BAB IV PEMBAHASAN. pabrik PT. Boma Bisma Indra. Mesin ini digunakan untuk pelebaran lobang BAB IV PEMBAHASAN 4.1 PLC Vertical Boring Mesin Vertical Boring adalah mesin pembubutan yang digunakan pada pabrik PT. Boma Bisma Indra. Mesin ini digunakan untuk pelebaran lobang silindris dan digunakan

Lebih terperinci

Modul ini berisi teori tentang Hiperbola dan praktek menggambarnya dengan bantuan lingkaran maupun dengan bantuan persegi panjang.

Modul ini berisi teori tentang Hiperbola dan praktek menggambarnya dengan bantuan lingkaran maupun dengan bantuan persegi panjang. BAB. I PENDAHULUAN A. Deskripsi Modul ini berisi teori tentang Hiperbola dan praktek menggambarnya dengan bantuan lingkaran maupun dengan bantuan persegi panjang. B. Prasyarat Dalam melaksanakan modul

Lebih terperinci

MODUL MESIN CNC-3. Oleh: Dwi Rahdiyanta FT-UNY

MODUL MESIN CNC-3. Oleh: Dwi Rahdiyanta FT-UNY MODUL MESIN CNC-3 Oleh: Dwi Rahdiyanta FT-UNY KEGIATAN BELAJAR : Seting Benda Kerja, Pahat, dan Zero Offset Mesin Bubut CNC A. Tujuan Umum Setelah mempelajari materi ke tiga ini siswa diharapkan mampu

Lebih terperinci

Kajian Matematika SMP Palupi Sri Wijiyanti, M.Pd Semester/Kelas : 3A3 Tanggal Pengumpulan : 14 Desember 2015

Kajian Matematika SMP Palupi Sri Wijiyanti, M.Pd Semester/Kelas : 3A3 Tanggal Pengumpulan : 14 Desember 2015 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA TAHUN 2015 Mata Kuliah Dosen Pengampu : : Kajian Matematika SMP Palupi Sri Wijiyanti, M.Pd Semester/Kelas

Lebih terperinci

NASKAH PUBLIKASI ANALISA SUMBU Z PADA PROSES KALIBRASI DAN PERGERAKAN MESIN CNC ROUTER

NASKAH PUBLIKASI ANALISA SUMBU Z PADA PROSES KALIBRASI DAN PERGERAKAN MESIN CNC ROUTER NASKAH PUBLIKASI ANALISA SUMBU Z PADA PROSES KALIBRASI DAN PERGERAKAN MESIN CNC ROUTER Disusun Sebagai Salah Satu Syarat Menyelesaikan Program Studi Strata I Pada Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Oleh

Lebih terperinci

SMK PGRI 1 NGAWI TERAKREDITASI: A

SMK PGRI 1 NGAWI TERAKREDITASI: A TEKNIK PEMESINAN SMK PGRI 1 NGAWI TERAKREDITASI: A Jl. Rajawali No. 32, Telp./Faks. : (0351) 746081 Ngawi. Homepage: 1. www.smkpgri1ngawi.sch.id 2. www.grisamesin.wordpress.com Facebook: A. Kecepatan potong

Lebih terperinci

11/11/2010. Standar Kompetensi/ Kompetensi Dasar. Indikator

11/11/2010. Standar Kompetensi/ Kompetensi Dasar. Indikator Standar Kompetensi/ Kompetensi Dasar Standar Kompetensi Menggunakan perangkat lunak pembuat grafik Kompetensi Dasar 1. Menunjukkan menu ikon yang terdapat dalam perangkat lunak pembuat grafis 2. Menggunakan

Lebih terperinci

Desain dan Implementasi Model Reference Adaptive Control untuk Pengaturan Tracking Optimal Posisi Motor DC

Desain dan Implementasi Model Reference Adaptive Control untuk Pengaturan Tracking Optimal Posisi Motor DC Desain dan Implementasi Model Reference Adaptive Control untuk Pengaturan Tracking Optimal Posisi Motor DC Dinar Setyaningrum 22081000018 Teknik Sistem Pengaturan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Rabu,

Lebih terperinci

APLIKASI WEB DATA SPASIAL KEPENDUDUKAN INDONESIA DENGAN SCALABLE VECTOR GRAPHICS (SVG)

APLIKASI WEB DATA SPASIAL KEPENDUDUKAN INDONESIA DENGAN SCALABLE VECTOR GRAPHICS (SVG) Media Informatika, Vol. 4, No. 1, Juni 2006, 27-37 ISSN: 0854-4743 APLIKASI WEB DATA SPASIAL KEPENDUDUKAN INDONESIA DENGAN SCALABLE VECTOR GRAPHICS (SVG) Yudha Widiatmoko, Fathul Wahid Jurusan Teknik Informatika,

Lebih terperinci

Materi 1. Mengenal Bagian-bagian Utama Mesin Bubut CNC, Panel Kontrol Sinumerik 802 S/C base line, dan tata nama sumbu koordinat

Materi 1. Mengenal Bagian-bagian Utama Mesin Bubut CNC, Panel Kontrol Sinumerik 802 S/C base line, dan tata nama sumbu koordinat Materi 1 Mengenal Bagian-bagian Utama Mesin Bubut CNC, Panel Kontrol Sinumerik 802 S/C base line, dan tata nama sumbu koordinat Tujuan Setelah mempelajari Materi 1 ini mahasiswa memiliki kompetensi: Dapat

Lebih terperinci