Res e n s i Bu k u. Resensi Buku 211
|
|
|
- Yanti Jayadi
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Res e n s i Bu k u Judul Buku : L antico testamento. Spiegato a chi ne sa poco o niente Pengarang : Jean-Louis Ska Penerbit : San Paolo, Milano Tahun : 2011 Halaman : 172 Sesuai dengan judulnya, buku ini sungguh-sungguh ditujukan bagi mereka yang tidak begitu atau sama sekali tidak memahami Perjanjian Lama. Mengapa demikian? Pengarangnya, seorang profesor di Pontifical Biblical Institute Roma, menduga bahwa ada dua alasan yang membuat Kitab Suci pada umumnya, dan Perjanjian Lama pada khususnya, menjadi buku yang tidak pernah dibaca, atau meminjam istilah Umberto Eco, Great Unread Book. Pertama, kebanyakan dari kita sebenarnya tidak pernah membaca Kitab Suci, melainkan membaca bagian-bagian terpilih saja yang relevan untuk kebutuhan saat itu. Alasan kedua, Kitab Suci tidak selalu mudah dipahami, bukan karena tulisan yang terlalu kecil, tetapi karena jarak dan waktu yang sudah terpisah jauh dari pembaca modern. Sebagaimana diungkapkan oleh penulisnya, buku ini dimaksudkan untuk membantu mereka yang ingin membaca Perjanjian Lama. Setelah pada bab II disajikan pengantar umum tentang Perjanjian Lama, mulailah diuraikan masing-masing tulisan yang terdapat dalam Perjanjian Lama dalam lima bab. Yang menarik adalah bahwa penulis berusaha memahami tulisantulisan itu dalam kategori berpikir yang mungkin dianggap lebih akrab bagi pembaca zaman sekarang. Dengan cara itu, penulis menganggap Pentateukh, yang dibahasnya dalam Bab III, sebagai undang-undang atau konstitusi bangsa Israel. Bab IV membahas Kitab-kitab Sejarah atau yang biasa juga disebut Kitab Nabi-nabi yang terdahulu. Bagian ini dipandangnya sebagai pertentangan gagasan antara yang pro dan kontra kerajaan. Tulisan-tulisan para nabi Israel waktu itu dibicarakan dalam Bab V. Bagi penulis, para nabi bisa disejajarkan dengan para wartawan yang menyampaikan penilaiannya atas zaman saat mereka hidup. Sementara tulisantulisan Kebijaksanaan yang dibahas dalam Bab VI buku ini, dipandang sebagai Guru bagi Bangsa Israel. Bagian terakhir dari buku ini, yaitu Bab VII, membahas tulisan-tulisan lain yang terdapat dalam Perjanjian Lama. Bagian berisi Kitab Mazmur, Ratapan, Barukh dan Surat Yeremia, kemudian 1-2Taw, Ezra-Nehemia, dan 1-2Makabe, Kitab Daniel dan Kidung Agung serta beberapa cerita pendek seperti Rut, Ester, Tobit, Yudit dan Yunus. Pendekatan yang diambil penulis adalah terutama pendekatan sinkronis yang lebih menekankan teks dalam bentuk akhirnya. Secara singkat penulis memberikan Resensi Buku 211
2 gambaran umum dari masing-masing tulisan Perjanjian Lama. Meskipun demikian, di sana-sini tampak bagaimana ia juga memberikan catatan agak mendetil yang memberikan pencerahan untuk pemahaman teks. Beberapa pokok bisa disebutkan di sini. Kisah Penciptaan ganda yang terdapat dalam Kej 1-2 sebenarnya merupakan persaingan antara dua perspektif: mereka yang baru pulang dari pembuangan Babel, yang tentunya banyak mengadopsi budaya Babel dan mereka yang tidak mau menerima budaya Babel. Kisah penciptaan pertama mau menunjukkan bahwa dunia ini diciptakan oleh Allah kami, dan bukan allah-allah lain seperti terdapat dalam teks-teks kuno seperti Enuma Elish atau yang lain (hal ). Sesuai dengan pendekatan sinkronis yang dipilih, penulis mencoba membaca Kitab Mazmur dalam keseluruhan konteks. Menurutnya, kitab Mazmur, yang membuka bagian ketiga Alkitab Ibrani (Ketubim), mempunyai kedekatan dengan Yos 1,7-8 yang membuka bagian kedua Alkitab Ibrani (Nabi-nabi). Dari situ ditunjukkan bahwa posisi Kitab Nabi-nabi dan Ketubim memang demikian untuk menunjukkan posisi penting dari Hukum Taurat (hal ). Buku ini membantu pembaca awam untuk mulai membaca Perjanjian Lama yang seringkali dikeluhkan orang sebagai buku yang sangat sulit. Melalui paparan penulis, pembaca diajak perlahan-lahan untuk mengikuti perjalanan para tokoh dari awal sampai akhir. Dengan begitu, setelah menutup buku ini, pembaca memunyai gambaran global akan isi Perjanjian Lama. Meskipun demikian, catatan kecil yang tidak akan mengurangi nilai yang ditawarkan oleh buku ini, rasanya juga patut mendapat perhatian. Karena perhatian penulis lebih pada pendekatan sinkronis, maka pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan kesejarahan teks tidak diperhatikan. Sebagai contoh, teori tentang sumber-sumber yang ada di balik Pentateukh, seperti tradisi Yahwista, Elohista, dsb sama sekali tidak disinggung (hal. 60). Di lain pihak, hal ini bisa disadari. Untuk apa lagi sih berbicara tentang teori dokumen klasiknya Wellhausen? Tidak ada yang baru dan tidak punya banyak relevansi untuk pembacaan teks secara sinkronis. Pembagian bab dalam buku ini juga menimbulkan tanda tanya karena tidak mengikuti skema tertentu. Apakah mengikuti skema Tanak? Atau skema yang ditawarkan oleh Perjanjian Lama? Lepas dari pertanyaan-pertanyaan kecil di atas, kita bisa mengucapkan terima kasih kepada profesor Jean-Louis Ska atas buku yang ringan tetapi menawarkan insight yang holistik akan Perjanjian Lama. Sayang, buku ini ditulis dalam bahasa Italia, sehingga pembaca di luar Italia amat terbatas. (V. Indra Tanureja, pr) 212 Or i e n t a s i Ba r u, Vo l. 20, No. 2, Ok t o b e r 2011
3 Judul Buku : Hinduism, Beginners Guides Pengarang : Klaus K. Klostermaier Penerbit : Oneworld, Oxford Tahun : 2007 Halaman : xiii Hindu seperti kita ketahui, merupakan salah satu dari bagian penting dalam panorama agama-agama di Indonesia. Hindu yang dianut dan dihayati di Indonesia terutama adalah Hindu Bali yang berpusat di pulau Bali. Hindu yang sudah lama berkembang di Indonesia ini tentu saja berbeda dari Hindu yang hidup di tanah asalnya, India. Namun Hinduisme yang diuraikan dalam buku kecil ini, bukanlah telaah tentang agama, atau lebih tepat dikatakan, lebih luas dari sekedar agama, sebagaimana dimengerti oleh orang-orang modern. Hinduisme adalah peradaban yang mulai berkembang di lembah sungai Indus, - darimana nama Hindu diangkat oleh orang-orang Eropa, sudah sejak tahun 2000 sebelum Masehi. Dengan demikian, secara historis dan genealogis Hinduisme mendasari berbagai macam agama Hindu yang berkembang di India dan di luarnya, termasuk di Indonesia. Untuk itu, buku ini baik dipelajari oleh para mahasiswa yang berminat mempelajari filsafat, teologi atau pun agama-agama. Berbeda dari Hinduism (1966) karangan R.C. Zaehner misalnya, yang pernah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia (Kebijakan dari Timur, Jakarta: Gramedia, 1992) yang lebih kompleks dan skolastik, buku ini lebih sederhana dan introduktif, sehingga mudah dan cocok dipakai sebagai buku pegangan kuliah bagi mahasiswa pemula. Tidak keliru kalau pengarang menambahkan keterangan dalam judul, Beginners Guides. Tanpa kehilangan segi ilmiahnya, buku ini diawali dengan beberapa catatan fonetik tentang ucapan kata-kata dan nama-nama India, serta tiga buah peta India yang penting untuk memahami sejarah Hinduism, belum lagi berbagai gambar ilustrasi yang ada di dalamnya, sehingga pembaca memperoleh bayangan konkrit mengenai situasi secara visual. Isi seluruhnya enambelas bab, dibagi dalam empat bagian besar, sehingga dalam masing-masing bagian ada empat bab. Bagian pertama (part I) membeberkan tradisi Veda, asal-usul dan perkembangan kitab suci Veda; Bagian kedua (part II) membeberkan perkembangan agama-agama Hindu, terutama tiga kelompok besar agama Hindu, yakni para pengikut Vishnu, Shiva dan Sakti atau dewi-dewi; Bagian ketiga (part III) membeberkan empat macam aliran filsafat Hindu, yakni Upanishad, Yoga, Advaita Vedanta dan Vaishnava Vedanta; dan Bagian keempat (part IV) Hinduisme diantara agama-agama lain, memperlihatkan perjuangan Hindu berhadapan dengan Barat. Dalam bab pertama, pengarang menjelaskan asal-usul Hinduisme dan mempermasalahkan istilah tersebut, yang sering disalahfahami seolah-olah sama Resensi Buku 213
4 dengan sebuah agama, akan tetapi lama-lama kelamaan orang-orang Hindu sendiri akhirnya menerima istilah itu, untuk membedakan diri mereka dari orang-orang Muslim, Kristen dan Parsi yang ada di India. Meski pun demikikian harus dimengerti bahwa Hindu merangkum banyak sekte yang berlain-lainan. Uraian tentang asal-usul dan perkembangan kitab-kitab Veda, dari Veda Samhitas hingga Upanishad sangat jelas, karena disertai juga dengan skema, demikian juga penggolongan kitab-kitab Smrti, demikian juga kitab-kitab Sutras, Vedangas, Upavedas dan kitab-kitab suci lainnya, meski tanpa uraian dari setiap kitab suci itu. Bagian pertama diakhiri dengan tata kehidupan dan upacara-upacara yang diturunkan dari ajaran Veda. Hinduisme berkembang dalam bentuk agama-agama ortodoks yang semua mengacu pada Veda. Ada tiga aliran besar agama Hindu yang dianut orang-orang India, yakni para penganug Shiva, Vishnu dan Sakti. Maka selain mengacu pada kitab-kitab Veda dan dua epos besar Ramayana dan Mahabharata yang sama, masingmasing aliran ini mempunyai kitab suci mereka sendiri, yang disebut Puranas. Dan inilah yang membedakan antara aliran yang satu dengan yang lain. Menurut pengarang buku ini, Puranas merupakan jantung agama Hindu, karena merupakan kitab yang diacu dalam hidup sehari-hari. Para pengikut Vishnu mempunyai Vishnu Purana dan Bhagavata Purana. Mereka percaya, Vishnu kadang menjelma menjadi avatara di dunia, dalam rangka membantu manusia. Vishnu juga mempunyai pendamping Sri atau Lakshmi. Pengikut Vishnu terpecah-pecah dalam berbagai sekte atau sampradayas. Pada abad keempatbelas, mereka berhasil mengelompokkan sekte-sekte tersebut dalam empat komunitas besar, Srivaishnava (Ramanuja), Brahma (Madhva), Kumara (Nimbarka) dan Rudra (Vallabha). Para pengikut Shiva mendaku asal-usul yang lebih tua. Pengarang merujuk pada sumber-sumber pra Aryan, atau penduduk asli, yang diasosiasikan dengan para yogi dengan simbol linga. Mereka kuat dalam askese. Seperti halnya para pengikut Vishnu, para pengikut Shiva juga terbagi dalam berbagai kelompok. Salah satunya yang sangat terkenal adalah Shaiva Siddhanta. Para pengikut Shakti merupakan kelompok lain dari Hinduisme yang mempunyai banyak pengikut. Shakti adalah dewa-dewa perempuan, atau juga pendamping Shiva dan Vishnu. Rupanya mereka mempunyai kedudukan tersendiri yang istimewa, dekat dengan manusia dan mudah untuk diminta pertolongan. Para penganut dewi-dewi ini mempunyai banyak mitologi, atau kisah-kisah suci dan melakukan banyak perayaan. Dalam era kebangkitan perempuan dewasa ini, fenomen Hindu dengan pemujaan Shakti bisa memberikan sesuatu inspirasi. Dalam bagian ketiga, yang berbicara tentang filsafat, penulis mengawalinya dengan uraian tentang Upanishads. Memang, Upanishads merupakan bagian akhir dari kitab Veda, oleh karena itu sering juga disebut Vedanta. Namun berbeda dari kitab-kitab Veda yang lain, Upanishads sarat dengan pemikiran filsafat, terutama 214 Or i e n t a s i Ba r u, Vo l. 20, No. 2, Ok t o b e r 2011
5 menyangkut hubungan antara Atman dan Brahman. Dengan demikian, Upanishads bisa menjadi pengantar untuk aliran-aliran filsafat lain, yang berkembang di kemudian hari, terutama di Abad Pertengahan, yang disebut Darsanas. Darsanas atau filsafat Hindu ortodoks, biasanya dikenal sebagai enam aliran klasik (e.g. Friedrich Max Muller, The Six Systems of Indian Philosophy, New Delhi, 1986), namun dalam buku ini hanya dua aliran yang dibicarakan, yakni Yoga dan Vedanta. Bisa dipahami, karena aliran-aliran lain tidak sangat populer. Meski pun demikian, pengarang menyebut juga aliran Samkhya sebagai sistem filsafat yang terkait erat dengan Yoga. Sementara itu Shankara dan aliran Advaita Vedanta (monistik) yang dipimpinnya, dalam klasifikasi Darsanas sebetulnya sama-sama merupakan aliran Vedanta bersamaan dengan mashab yang didirikan oleh Ramanuja. Namun dari sisi ajaran, keduanya berlawanan satu sama lain sedemikian, sehingga lebih sering dilawankan satu dengan yang lain. Mashab Ramanuja disebut Visishtadvaita Vedanta dan menganut Vishnu, maka juga disebut Vaishnava Vedanta (teistik). Dalam bagian keempat, pengarang menempatkan Hinduisme modern dalam hubungannya dengan Barat dan agama-agama lain. Disinilah tampak pendekatan historis dari pengarang, yang ingin menampilkan Hindu dalam perkembangannya hingga sekarang dengan tantangan-tantangan yang dihadapinya. Pengarang menampilkan empat tokoh Hindu modern yang menerima ide-ide Barat modern, Ram Mohan Roy ( ), Ramakrishna ( ), Vivekananda ( ), Mahatma Gandhi ( ), mau pun yang menolak Barat seperti Dayananda Saraswati, dengan gerakan Arya-Samaj, gerakan Bharatiya Janata Party, Rashtriya Swayamsevak Sangh, dan Vishwa Hindu Parishad dan akhirnya juga para pembaharu Hindu, yang secara kritis memodifikasi tradisi sehingga bersesuaian dengan tuntutan zaaman. Akhirnya pengarang menutup bukunya dengan bab tentang tantangan zaman yang masih harus dihadapi oleh Hindu zaman sekarang, perkembangan dan sumbangan Hindu juga ke Barat. Yang menarik, selain indeks, pengarang juga melengkapi buku ini dengan bibliografi bukan pada halaman akhir dari buku, melainkan pada setiap bab. Ditengah langkanya buku pegangan untuk kuliah filsafat Timur, khususnya Hindu, buku ini pantas untuk digunakan. (A. Sudiarja SJ) Resensi Buku 215
BAB I PENDAHULUAN. Jangan ada padamu allah lain di hadapan-ku. 1
BAB I PENDAHULUAN 1. 1. Latar Belakang Masalah Jangan ada padamu allah lain di hadapan-ku. 1 Hukum pertama dari Dasa Titah di atas seolah mengikat bangsa Israel ke dalam sebuah perjanjian dengan Yahweh.
APA ITU PERJANJIAN LAMA?
APA ITU PERJANJIAN LAMA? Perjanjian Lama ditulis dalam bahasa Ibrani. Proses penulisan kitab-kitab PL---> tradisi lisan (berita dari mulut ke mulut) dan belum ditulis (meski tidak untuk semua kitab diawali
Name: MATHANRAJ A/L SHANMUGAM ( ) Subject: AGAMA-AGAMA DI MALAYSIA. Course cose: MPU Lecturer: ENCIK AHMAD TARMIZI BIN ZAKARIA.
Name: MATHANRAJ A/L SHANMUGAM (3145003891) Subject: AGAMA-AGAMA DI MALAYSIA. Course cose: MPU 2323. Lecturer: ENCIK AHMAD TARMIZI BIN ZAKARIA. PERTUBUHAN DAN PERGERAKAN AGAMA HINDU. SEBELUM KEMERDEKAAN.
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sistem pemikiran Yoga dapat dilihat sebagai suatu konstelasi pemikiran filsafat, bukan hanya seperangkat hukum religi karena ia bekerja juga mencapai ranah-ranah
STUDI PERBANDINGAN ALIRAN KRISTEN: "KATOLIK ROMA"
STUDI PERBANDINGAN ALIRAN KRISTEN: "KATOLIK ROMA" Istilah Katolik Istilah 'Katolik' bukan monopoli golongan Katolik, karena istilah 'Katolik' berarti universal atau umum / am [bandingkan dengan Pengakuan
Keterangan Dasar Tentang Alkitab
Keterangan Dasar Tentang Alkitab Alkitab ditulis untuk segala macam manusia - muda dan tua, tidak terpelajar dan terpelajar, kaya dan miskin. Alkitab adalah pedoman rohani untuk mengajar orang bagaimana
KEABSAHAN PERJANJIAN LAMA. Pendahuluan
1 KEABSAHAN PERJANJIAN LAMA Pendahuluan Apakah anda memercayai Alkitab secara keseluruhan yaitu Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru? Apakah dapat dipercaya keabsahan Perjanjian Lama?. Banyak pertanyaan
Buku yang Diberikan Allah kepada I(ita
Buku yang Diberikan Allah kepada I(ita Pernahkah saudara bertanya-tanya dalam hati bagaimana Allah memberikan Alkitab kepada kita? Apakah Alkitab itu mungkin disiapkan oleh malaikat dan kemudian ditinggalkan
oleh: Sr. Mary Ann Strain, C.P.
Mengenal Kitab Suci Katolik oleh: Sr. Mary Ann Strain, C.P. Kitab Suci Kitab Suci disebut juga Alkitab. Istilah Kitab Suci. Karena Allah dan Sabda Nya adalah suci, maka kitab yang memuat sabda Nya disebut
Berkenalan dengan PB. DR Wenas Kalangit. Bina Teologia Jemaat GKI Kavling Polri 23 Oktober 2007 Jakarta
Berkenalan dengan PB DR Wenas Kalangit 23 Oktober 2007 Jakarta 1 Berkenalan dengan PB Pengantar Secara tradisional, studi biblika (Perjanjian Lama [PL] dan Perjanjian Baru [PB]) di sekolah-sekolah tinggi
RENCANA PROGRAM KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
RENCANA PROGRAM KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS) 1. Nama Mata Kuliah : Filsafat India Pra Modern 2. Kode/SKS : FIF 1306/ 3 SKS 3. Prasarat : ------ 4. Status : Wajib 5. Deskripsi Mata Kuliah Materi
Bacalah Seluruh Alkitab!
Bacalah Seluruh Alkitab! Jadwal Pembacaan Seluruh Alkitab Selama 18 Bulan Sastra Hidup Indonesia Edisi Ketiga 2011 Copyright: Penerbit: Gemeinde-liest-Bibel (www.gemeinde-liest-bibel.de); Helmi Berkah
Berakar dalam. Firman Tuhan. Pembacaan Alkitab setahun
Berakar dalam Firman Tuhan Pembacaan Alkitab setahun 2 Pembacaan Alkitab setahun Alasan Membaca Keseluruhan Alkitab Untuk Mengenal Allah Membaca keseluruhan Alkitab akan memberi anda pemahaman yang lebih
Areté Volume 02 Nomor 02 September 2013 RESENSI BUKU 2. Simon Untara 1
199 RESENSI BUKU 2 Simon Untara 1 Judul Buku : Tema-tema Eksistensialisme, Pengantar Menuju Eksistensialisme Dewasa Ini Pengarang : Emanuel Prasetyono Penerbit : Fakultas Filsafat Unika Widya Mandala Surabaya,
Tinjauan Buku. Phyllis Trible, God and the Rhetoric of Sexuality edisi ketiga (Philadelphia: Fortress Press, 1983), 206 halaman.
Tinjauan Buku Phyllis Trible, God and the Rhetoric of Sexuality edisi ketiga (Philadelphia: Fortress Press, 1983), 206 halaman. Buku yang berjudul God and the Rethoric of Sexuality ini ditulis oleh Phyllis
Pendidikan Agama Kristen Protestan
Pendidikan Agama Kristen Protestan Modul ke: 14Fakultas Psikologi SEJARAH GEREJA, ALIRAN, TOKOH DAN PENGARUHNYA Program Studi Psikologi Drs. Sugeng Baskoro,M.M. PENGANTAR : Abad pertama sejarah gereja
Kemanakah jiwa manusia setelah tubuhnya binasa?
Kemanakah jiwa manusia setelah tubuhnya binasa? Penelusuran Bhagavad-Gita dan Alkitab, tentang jiwa setelah kebinasaan tubuh. Makalah Extention Course Filsafat Manusia STF. Drijarkara NEGARI KARUNIA ADI
UKDW BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Berbicara akan persoalan Perjamuan Kudus maka ada banyak sekali pemahaman antar jemaat, bahkan antar pendeta pun kadang memiliki dasar pemahaman berbeda walau serupa.
PERJUANGAN BERDARAH UMAT ALLAH
PERJUANGAN BERDARAH UMAT ALLAH Kitab Makabe terutama menceritakan peperangan antara bangsa Yahudi dengan bangsa Siria. Kitab ini menonjolkan sikap sejumlah tokoh Yahudi yang gagah berani, tidak gentar
BAB I PENDAHULUAN UKDW
BAB I PENDAHULUAN I.1. LATAR BELAKANG MASALAH Indonesia merupakan negara yang memiliki berbagai macam budaya. Setiap daerah di Kepulauan Indonesia memiliki budayanya sendiri. Bahkan di setiap kota/kabupaten
Gagasan tentang Tuhan yang dibentuk oleh sekelompok manusia pada satu generasi bisa saja menjadi tidak bermakna bagi generasi lain.
TUHAN? Gagasan manusia tentang Tuhan memiliki sejarah, karena gagasan itu selalu mempunyai arti yang sedikit berbeda bagi setiap kelompok manusia yang menggunakannya di berbagai periode waktu. Gagasan
KITAB SUCI DAN TRADISI. BAB 11 A.Kitab Suci Perjanjian Lama BAB 11 B.Kitab Suci Perjanjian Baru BAB 12 TRADISI
BAHAN SEMESTER 2 KITAB SUCI DAN TRADISI BAB 11 A.Kitab Suci Perjanjian Lama BAB 11 B.Kitab Suci Perjanjian Baru BAB 12 TRADISI YESUS MEWARTAKAN DAN MEMPERJUANGKAN KERAJAAN ALLAH BAB 13 Gambaran kerajaan
Untuk menenteramkan hati umat perjanjian PL bahwa hukuman pembuangan mereka di antara bangsa-bangsa kafir tidak akan menjadi nasib tetap mereka; dan
Untuk menenteramkan hati umat perjanjian PL bahwa hukuman pembuangan mereka di antara bangsa-bangsa kafir tidak akan menjadi nasib tetap mereka; dan Untuk mewariskan kepada umat Allah sepanjang sejarah
Pendidikan Agama Katolik
Modul ke: 14Fakultas Psikologi Pendidikan Agama Katolik MENJAGA KEUTUHAN CIPTAAN Program Studi Psikologi Drs. Sugeng Baskoro, M.M PENCIPTAAN ALAM SEMESTA DALAM REFLEKSI IMAN KRISTIANI Untuk apa kita diciptakan?
BAB IV REFLEKSI TEOLOGIS
BAB IV REFLEKSI TEOLOGIS Pada bab IV ini penulis akan menguraikan tentang refleksi teologis yang didapat setelah penulis memaparkan teori-teori mengenai makna hidup yang dipakai dalam penulisan skripsi
RESENSI BUKU The Story of Israel: A Biblical Theology
RESENSI BUKU Judul Penulis : The Story of Israel: A Biblical Theology : C. Marvin Pate, J. Scott Duvall, J. Daniel Hays, E. Randolph Richards, W. Dennis Tucker Jr. and Preben Vang : Downers Grove, Illinois:
a. Pengajaran Perjanjian Baru mengenai otoritas Tuhan dalam Perjanjian Lama secara kesuluruhan
Pewahyuan Dan Otoritas Perjanjian Lama Yesus dan rasul-rasul dalam berkhotbah sering mengambil ayat-ayat di dalam Perjanjian Lama, tetapi kadang-kadang kita sering mengabaikan tentang pengajaran Yesus
BAB I PENDAHULUAN. Allah menciptakan manusia sebagai satu-satunya makhluk yang memiliki
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Allah menciptakan manusia sebagai satu-satunya makhluk yang memiliki kesempurnaan lebih dibandingkan dengan makhluk lainnya. Dalam al-quran, Allah berfirman:
Dipercayai bahwa perjamuan itu merupakan rencana dalam kampanye Persia melawan Yunani.
Ester Bagian ke-1 Pengantar Hanya dua kitab dalam Alkitab Ester dan Rut yang diberi nama perempuan. Kitab-kitab yang sangat memberi inspirasi ini menceriterakan tentang kisah dua orang perempuan muda yang
...dan Saudara Memerlukan Suatu Metode
...dan Saudara Memerlukan Suatu Metode Sukakah saudara makan makanan yang telah disediakan dengan baik? Saya suka. Kita tahu bahwa ada cara yang betul dan cara yang salah untuk menyediakan makanan Cara
Alkitab. Persiapan untuk Penelaahan
Persiapan untuk Penelaahan Alkitab Sekarang setelah kita membicarakan alasan-alasan untuk penelaahan Alkitab dan dengan singkat menguraikan tentang Alkitab, kita perlu membicarakan bagaimana menelaah Alkitab.
CARA MEMPELAJARI,ALKITAB
CARA MEMPELAJARI,ALKITAB CATATAN SISWA No. Tanggal Kirim Tulislah dengan huruf cetak yang jelas! Nama Saudara.,.......................... Alamat. Kota,. Propinsi. Umur." Laki-laki/perempuan. Pekerjaan.
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Permasalahan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Permasalahan Seperti diketahui bersama bahwa dalam kehidupan orang Kristen saat ini, gereja adalah sebuah identitas yang sangat penting bagi orang-orang percaya kepada
69 Indonesian Journal of Theology RESENSI BUKU
69 Indonesian Journal of Theology RESENSI BUKU Telnoni, J. A. Manusia yang Diciptakan Allah: Telaah atas Kesaksian Perjanjian Lama. Kupang: Artha Wacana Press, 2010. 157 Halaman Manusia merupakan topik
TAMADUN INDIA (KONSEP TAMADUN INDIA)
TAMADUN INDIA (KONSEP TAMADUN INDIA) TAMADUN INDIA (KONSEP TAMADUN INDIA) HJ. AHMAD NASIR MOHD YUSOFF (PhD) Jabatan Pengajian Kenegaraan Dan Ketamadunan, Fakulti Ekologi Manusia No. Bilik: C14 (Bangunan
UKDW BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia merupakan sebuah negara yang kaya akan keberagaman, di mana negara ini terdiri dari berbagai suku yang memiliki bahasa, budaya, bahkan kepercayaan (agama)
ALKITAB ADALAH FIRMAN ALLAH 1
ALKITAB ADALAH FIRMAN ALLAH 1 Oleh: Pdt. Anita Inggrith Lonteng - Tuela, M.Th 2 Pendahuluan Alkitab adalah buku yang terdiri dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. PL terdiri dari 39 buku, yang merupakan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki beragam kebudayaan. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya peninggalan peninggalan sejarah yang tersebar luas hampir
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Dalam Perjanjian Baru terdapat empat Kitab Injil Yang menuliskan tentang kehidupan Yesus
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Dalam Perjanjian Baru terdapat empat Kitab Injil Yang menuliskan tentang kehidupan Yesus Kristus, keempat injil ini adalah Injil Matius, Markus, Lukas dan
BAB I PENDAHULUAN. dikaruniai berbagai kelebihan dibandingkan dengan ciptaan lainnya. Karunia itu
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Manusia adalah makhluk hidup ciptaan Tuhan Yang Maha Esa dan dikaruniai berbagai kelebihan dibandingkan dengan ciptaan lainnya. Karunia itu berupa akal, cipta, rasa,
BAB IV KONSEP PERANCANGAN
BAB IV KONSEP PERANCANGAN Sebuah konsep adalah ide utama suatu desain untuk mengkomunikasikan suatu strategi desain secara visual (Marianne & Sandra, 2007: 194). Konsep akan menggambarkan perspektif segar
1. Paragraf dalam Bahasa Indonesia a. Macam-macam paragraf 1. Berdasarkan sifat dan tujuan (a) Paragraf pembuka (b) Paragraf penghubung
1. Paragraf dalam Bahasa Indonesia Paragraf atau sering disebut dengan istilah alenia, dalam satu sisi kedunya memiliki pengertian yang sama. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1995), disebutkan bahwa
Kebenaran Kitab Suci Diterjemahkan dari Family Radio Bukti-Bukti Luar
Kebenaran Kitab Suci Diterjemahkan dari Family Radio http://www.familyradio.com/cross/tract/how-true.htm Bukti-Bukti Luar Bukti-bukti luar, yaitu fakta-fakta diluar Kitab Suci memperlihatkan bahwa Kitab
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. manusia (Trisman, 2003:12). Karya sastra terdiri atas puisi, prosa, dan drama.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sastra merupakan hasil imajinasi yang memiliki unsur estetis dan dituangkan ke dalam bentuk tulisan dengan media bahasa. Karya sastra sendiri dapat diartikan
Allah dan Pelayan-Pelayan-Nya 1Tim.3:1-13 Ev. Calvin Renata
Allah dan Pelayan-Pelayan-Nya 1Tim.3:1-13 Ev. Calvin Renata Tatkala Allah membuat satu perjanjian (covenant) dengan manusia, kita melihat ada semacam satu paradoks yang sering dilupakan sekaligus sering
lambang dan Citra citra Rakyat (PERSETIA. 1992), hlm.27 6 Scn 3, hlm
BAB I PENDAHULUAN 1. Permasalahan 1.1. Latar Belakang Masalah Manusia pada hakekatnya adalah makhluk berbudaya, karena itu manusia tidak dapat lepas dari budaya yang dianutnya. Suatu budaya memiliki nilai
NABI-NABI BESAR. Sebelum Pembuangan YESAYA. Nama kitab ini disesuaikan dengan nama tokoh dan penulis kitab ini yaitu Yesaya sendiri.
(Yayasan bina awam) 104 KITAB NABI BESAR Ke-tujuh belas (17) kitab-kitab ini ditulis oleh para NABI yang menceritakan pekerjaan mereka dalam mengemban tugas-tugas kenabian. Kitab-kitab ini dapat dibagi
KONTEKSTUALISASI DAN PERJANJIAN LAMA
KONTEKSTUALISASI DAN PERJANJIAN LAMA SHORTER kitab Perjanjian lama lebih dahulu menempatkan Sabda kepada dunia, konsep yang mendasari pendekatan Kristologi untuk berkontekstualisasi. inilah suara Tuhan
Masa antara PL dan PB. Budi Hartono Setiamarga
Masa antara PL dan PB Budi Hartono Setiamarga Latar Belakang Perjanjian Baru Untuk mempelajari PB, kita perlu mengerti hal-hal apa saja yang membentuk situasi dan kondisi jaman PB. Latar belakang PB berada
BAB I PENDAHULUAN. terdiri dari Taurat, para Nabi, dan Tulisan-tulisan, atau yang diringkas sebagai Tanak Taurat,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kitab suci Ibrani atau yang biasa disebut oleh orang kristen, Alkitab perjanjian Lama terdiri dari Taurat, para Nabi, dan Tulisan-tulisan, atau yang diringkas sebagai
DESKRIPSI KARYA SARADPULAGEMBAL THE SYMBOL OF TRI LOKA
DESKRIPSI KARYA SARADPULAGEMBAL THE SYMBOL OF TRI LOKA I GUSTI NGURAH WIRAWAN, S.Sn., M.Sn NIP : 198204012014041001 INSTITUT SENI INDONESIA DENPASAR 2016 ABSTRAK Saradpulagembal, seperti halnya sesajen
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Penelitian Restu Nur Karimah, 2015
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Dalam mempelajari suatu agama, aspek yang pertama dipertimbangkan sekaligus harus dikaji ialah konsep ketuhanannya. Dari konsep ketuhanan, akan diketahui
Dampak Kenaikan Yesus Kristus Kis.1:1-11; 28:30; Luk.24:50-52; Dan.7:13-14 Ev. Eko Aria, M.Div
Dampak Kenaikan Yesus Kristus Kis.1:1-11; 28:30; Luk.24:50-52; Dan.7:13-14 Ev. Eko Aria, M.Div Lukas menekankan bahwa Tuhan Yesus telah bangkit dan selama 40 hari Ia berulang-ulang mengajarkan tentang
BAB I PENDAHULUAN. sebagai Bapa, Anak dan Roh Kudus. Roh Kudus adalah pribadi Tuhan dalam konsep Tritunggal.
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sejak di dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, Tuhan Allah menyatakan diri sebagai Bapa, Anak dan Roh Kudus. Roh Kudus adalah pribadi Tuhan dalam konsep Tritunggal.
TAMADUN INDIA (KONSEP TAMADUN INDIA)
TAMADUN INDIA (KONSEP TAMADUN INDIA) HJ. AHMAD NASIR MOHD YUSOFF (PhD) Jabatan Pengajian Kenegaraan Dan Ketamadunan, Fakulti Ekologi Manusia No. Bilik: C14 (Bangunan FEM) No. Telefon: 03-8946 7255 Email:
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Spiritualitas adalah istilah yang agak baru yang menandakan kerohanian atau hidup rohani. Spritualitas bisa juga berarti semangat kerohanian atau jiwa kerohanian.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam latar belakang ini, ada beberapa hal yang akan disampaikan penulis. hal tersebut terkait masalah yang diangkat. masalah atau isu yang diangkat tentunya
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Permasalahan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Permasalahan Kebebasan merupakan hal yang menarik bagi hampir semua orang. Di Indonesia, kebebasan merupakan bagian dari hak setiap individu, oleh karena itu setiap
Pertanyaan Alkitabiah Pertanyaan Bagaimanakah Orang Yang Percaya Akan Kristus Bisa Bersatu?
Pertanyaan Alkitabiah Pertanyaan 21-23 Bagaimanakah Orang Yang Percaya Akan Kristus Bisa Bersatu? Orang-orang yang percaya kepada Kristus terpecah-belah menjadi ratusan gereja. Merek agama Kristen sama
Bagaimana Allah Berbicara kepada Saya?
Bagaimana Allah Berbicara kepada Saya?... saya belum pemah mendengar-nya berbicara. "Keluarlah kamu dan janganlah menjamah apa yang najis " Suara itu mendesak, berwenang dan meyakinkan. Manuel sedang dalam
BAPA SURGAWI BERFIRMAN KEPADA SAUDARA
BAPA SURGAWI BERFIRMAN KEPADA SAUDARA Dalam Pelajaran Ini Saudara Akan Mempelajari Allah Ingin Berbicara kepada Saudara Allah Berfirman dalam Berbagai-bagai Cara Bagaimana Kitab Allah Ditulis Petunjuk-petunjuk
BAB I PENDAHULUAN. 1 Alkitab merupakan Kitab Suci Agama Kristen
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kisah Daud dan Goliat merupakan cerita historik yang dicatat dalam Alkitab. 1 Kisah ini dicatat dalam Kitab I Samuel pasal 17 dan dibagi menjadi tiga perikop.
GRAP AI TEOLOGI: Kumpulan Tulisan-Tulisan Teologi
GRAP AI TEOLOGI: Kumpulan Tulisan-Tulisan Teologi OLEH NOEL GHOTA PRIMA BAYU SURBAKTI Nida Dwi Karya Publishing 2014 GRAP AI TEOLOGI Oleh: Noel Ghota Prima Bayu Surbakti Copyright 2014 by Noel Ghota Prima
BAB I PENDAHULUAN. berpikir dan berupaya para pemerhati pendidikan merupakan hal yang bersifat. tantangan zaman dalam era globalisasi ini.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perihal karakter dan implementasi kurikulum, membuat para pemerhati pendidikan berpikir serta berupaya memberikan konstribusi yang diharapkan dapat bermakna
BAB I Pendahuluan. 1.1 Latar belakang permasalahan
BAB I Pendahuluan 1.1 Latar belakang permasalahan Bangsa Indonesia merupakan salah satu bangsa yang besar yang dikenal karena keberagaman budaya dan banyaknya suku yang ada di dalamnya. Untuk mengelola
BAB I PENDAHULUAN. Marga Indonesia, Jakarta, 1992, hal. 1
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam kehidupan sehari-hari manusia menghadapi berbagai tekanan, baik di tempat kerja di rumah maupun di jalan. Tekanan tersebut membuat manusia mengalami stres,
BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN
BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN 5.1 Konsep Visual 5.1.1 Visual Buku cerita ilustrasi Ramayana menampilkan gambar ilustrasi kontemporer berupa kartun dengan gaya vector. Mengadaptasi desain karakter kartun
BAB I PENDAHULUAN. 1 Eka Darmaputera, Menuju Teologi Kontekstual Di Indonesia, dalam Eka Darmaputera (peny.), Konteks
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam tulisannya yang berjudul Menuju Teologi Kontekstual Di Indonesia 1, Eka Darmaputera memaparkan tentang pentingnya teologi kontekstual dengan bertolak dari keprihatinan
PERUBAHAN SOSIAL DI PERDESAAN BALI
BAB 9 KESIMPULAN Dari apa yang telah diuraikan dan dibahas pada bab-bab sebelumnya, tergambarkan bahwa perdesaan di Tabola pada khususnya dan di Bali pada umumnya, adalah perdesaan yang berkembang dinamis.
BAB I PENDAHULUAN UKDW
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Masalah Pada bulan Juli 2010 Indonesia kembali dilanda bencana alam. Beberapa tempat di Indonesia yang dilanda gempa diantaranya Palangkaraya, Labuhan Batu, dan kota
BAB I PENDAHULUAN. teks yang isinya berbagai jenis, baik berupa ide, gagasan, pemikiran suatu tokoh
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Novel merupakan salah satu jenis media dimana penyampaianya berupa teks yang isinya berbagai jenis, baik berupa ide, gagasan, pemikiran suatu tokoh tertentu ataupun
Sesudah Pembuangan EZRA & NEHEMIA
(Yayasan bina awam) 103 PENGANTAR PL (2) Sesudah Pembuangan Dalam peristiwa dalam Pembuangan di Babil dan Kembalinya bani Israel ke Palestina dan perbaikan Bait Allah di Yerusalem, ada tiga buah kitab,
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. kehidupan sosial, adat istiadat. Indonesia memiliki beragam kebudayaan yang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Negara Indonesia yang terdiri atas beberapa pulau dan kepulauan serta di pulau-pulau itu terdapat berbagai suku bangsa masing-masing mempunyai kehidupan sosial,
Apakah Allah Mengharapkan Terlalu Banyak?
Apakah Allah Mengharapkan Terlalu Banyak?... Rencana-Nya begitu besar! Sam berumur tujuh belas tahun dan untuk pertama kalinya ia jauh dari rumah. Di kota kelahirannya dia telah menyelesaikan sekolah dasar
BAB I PENDAHULUAN. 1. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Masalah Dalam proses penyebarluasan firman Tuhan, pekabaran Injil selalu berlangsung dalam konteks adat-istiadat dan budaya tertentu, seperti halnya Gereja gereja di
Benarkah di Kitab Perjanjian Lama. tidak ada kata YAHWEH?
Benarkah di Kitab Perjanjian Lama tidak ada kata YAHWEH? Tgl. 25 Januari 2010 lalu, saya menerima sebuah sms yang isinya: "Berita dari teman di Malaysia. Ada 15 gereja lagi dibakar di Malaysia. Doakan
BAB II KAJIAN PUSTAKA, KONSEP, DAN LANDASAN TEORI
BAB II KAJIAN PUSTAKA, KONSEP, DAN LANDASAN TEORI 2.1 Kajian Pustaka Kakawin pada umumnya mengandung cerita dalam epos Ramayana dan Mahabharata yang menceritakan perjalanan tokoh dalam cerita tersebut.
Kitab Perjanjian Baru tidak memberikan informasi tanggal kelahiran Yesus sehingga pemunculan tanggal 25 Desember menimbulkan berbagai kontroversi
Kitab Perjanjian Baru tidak memberikan informasi tanggal kelahiran Yesus sehingga pemunculan tanggal 25 Desember menimbulkan berbagai kontroversi diantara kalangan Kristen sendiri. Darimana asal usul perayaan
Buku buku Perjanjian Lama
Buku buku Perjanjian Lama Seorang pemuda, yang baru saja ikut dalam kelompok pemahaman Alkitab kami, berkata, "Membaca Perjanjian Lama sama dengan membaca buku sejarah kuno lainnya." Akan tetapi, setelah
1. Persiapan. A. Sumber. B. Apa yang dikatakan tentang Toleransi. C. Kemanakah Toleransi ini tertuju
Pelajaran 13 HIDUP DI SINI DAN SEKARANG: TOLERANSI Kebebasan untuk semua? 28 Maret 2015 1. Persiapan A. Sumber Kisah 17:16-34 Yohanes 10:16 Yesaya 56:6, 7 "Di dunia itu disebut Toleransi, tapi di neraka
BAB I PENDAHULUAN. 1 Kata tembang nyanyian sama fungsi dan kegunaannya dengan kidung, kakawin dan gita. Kata kakawin berasal
BAB I PENDAHULUAN A. Pendahuluan a. Latar Belakang Masalah Dalam menjalani kehidupannya di dunia manusia mengalami banyak peristiwa baik itu yang menyenangkan maupun yang menyedihkan. Terkadang beberapa
Selamat malam dan selamat datang di pemahaman Alkitab. EBible Fellowship dalam Kitab Wahyu. Malam ini kita akan
Selamat malam dan selamat datang di pemahaman Alkitab EBible Fellowship dalam Kitab Wahyu. Malam ini kita akan mempelajari Pembahasan No. 57 dari kitab Wahyu, pasal 14 dan kita akan terus melihat ke dalam
PENGENALAN AKAN ROH KUDUS
Sebagai orang yang sudah percaya harus mengetahui kebenaran tentang siapakah Roh Kudus itu maupun pekerjaannya. 1. Jelaskan bagaimanakah caranya supaya kita dapat menerima Roh Kudus? - Efesus 1 : 13-14
MARILAH KITA PELAJARI RENCANA KESELAMATAN MENURUT ALKITAB. Kasih Allah Untuk Orang Berdosa
MARILAH KITA PELAJARI RENCANA KESELAMATAN MENURUT ALKITAB Kasih Allah Untuk Orang Berdosa Hari ini kita mau belajar tentang kasih Allah. Untuk menghargai kasih Allah kepada kita, kita harus pertama-tama
BAB IV PENUTUP. yang direpresentasikan dalam film PK ditunjukan dengan scene-scene yang. tersebut dan hubungan kelompok dengan penganut agama lain.
digilib.uns.ac.id 128 BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan Film PK merupakan film bertemakan agama yang memberikan gambaran tentang pluralitas elemen agama yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari di negara India.
BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Dalam Injil Lukas terdapat beberapa kisah tentang kesembuhan yang dialami oleh banyak orang melalui Yesus, mulai dari ibu mertua Petrus yang diserang demam berat dan
Identifikasi Proyek. Menanggapi KebutuhanResponding to a need
Bagian 1 Identifikasi Proyek TELAAH ALKITAB Penilaian Kebutuhan Menanggapi KebutuhanResponding to a need Baca Nehemia 1 Nehemia adalah seorang Yahudi dalam pembuangan di negeri asing. Sebagaian orang Yahudi
Majelis Pusat Gereja Pantekosta di Indonesia
HERMENEUTIKA Dari KPP SAB Beji, 8-12 September 08 HERMENEUTIKA Oleh: Pdt. Drs. Yos Hartono, S.Th. A. Pendahuluan Salah satu pertanyaan penting dalam hermeneutika adalah mengapa kita perlu menafsirkan ayat-ayat
Buku buku Perjanjian Baru
Buku buku Perjanjian Baru Pada saat Perjanjian Baru mulai dituliskan, gambaran Perjanjian Lama sudah banyak berubah. Zaman para nabi sudah berlalu dan banyak orang bersikap acuh tak acuh terhadap hal-hal
BAB I PENDAHULUAN. beberapa tahap ketika kekristenan mulai berkembang tanah air Indonesia.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perjalanan agama Kristen masuk ke Indonesia memang panjang. Ada beberapa tahap ketika kekristenan mulai berkembang tanah air Indonesia. Agama Kristen memang bukan agama
Agama Sebagai Sarana Mengenal Tuhan POKOK GAGASAN
Agama Sebagai Sarana Mengenal Tuhan POKOK GAGASAN Kerinduan manusia akan Tuhan sudah terukir dalam hati manusia sejak awal eksistensinya. Akal budi dan nurani manusia sebagai sarana yang ditujukan untuk
BAB I PENDAHULUAN UKDW
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Konsep tentang panggilan sudah ada sejak jaman Israel kuno seiring dengan pengenalan mereka tentang Allah. Misalnya panggilan Tuhan kepada Abraham (Kej 12:
BAB 1 PENDAHULUAN. Hari-hari di Rainnesthood..., Adhe Mila Herdiyanti, FIB UI, Universitas Indonesia
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sastra adalah bentuk tiruan kehidupan yang menggambarkan dan membahas kehidupan dan segala macam pikiran manusia. Lingkup sastra adalah masalah manusia, kehidupan
UKDW BAB I. Pendahuluan. 1. Latar Belakang Masalah. Secara umum dipahami bahwa orang Indonesia harus beragama. Ini salah
BAB I Pendahuluan 1. Latar Belakang Masalah Secara umum dipahami bahwa orang Indonesia harus beragama. Ini salah satunya karena Indonesia berdasar pada Pancasila, dan butir sila pertamanya adalah Ketuhanan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Karya sastra merupakan hasil cipta, rasa dan karsa manusia, selain memberikan hiburan juga sarat dengan nilai, baik nilai keindahan maupun nilai- nilai ajaran
Kristologi Dalam Paham Pluralisme Agama Suatu Kajian Kristologi Alkitabiah Terhadap Pandangan Kristologi Dalam Pluralisme. Skripsi
Kristologi Dalam Paham Pluralisme Agama Suatu Kajian Kristologi Alkitabiah Terhadap Pandangan Kristologi Dalam Pluralisme Skripsi Diajukan kepada Fakultas Teologi Dalam Memenuhi Sebagian Persyaratan Untuk
BAB I PENDAHULUAN. Efektivitas Penggunaan Teknik Clustering Terhadap Keterampilan Menulis Karangan Deskripsi Bahasa Jerman
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Keterampilan berbahasa Jerman meliputi empat aspek, yaitu keterampilan menyimak (Hören), keterampilan berbicara (Sprechen), keterampilan membaca (Lesen), dan
