BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI
|
|
|
- Sri Sanjaya
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI 2.1. Tinjauan Pustaka Desain eksperimen adalah suatu rancangan penelitian yang dipergunakan untuk mencari hubungan sebab-akibat dengan adanya keterlibatan penelitian dalam melakukan manipulasi terhadap variabel bebas. Metode desain eksperimen dapat memberikan kondisi operasional yang diperlukan oleh tempat usaha tersebut, sehingga diharapkan peningkatan jumlah produksi menjadi lebih optimal. Berikut ini akan dijelaskan mengenai referensi terkait dari topik penelitian yang akan dilakukan Penelitian Terdahulu Pangestu (2008) melakukan penelitian di suatu perusahaan pembuat paving block di kota Pontianak dan melakukan pengujian tekan terhadap paving block yang memiliki permukaan tidak rata. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas paving block dan menentukan komposisi yang tepat adalah menggunakan desain eksperimen Taguchi. Layout penelitian eksperimen yang digunakan adalah L 8 (2 7 ). Hasil akhir penelitian yang dilakukan untuk mendapatkan komposisi bahan baku yang tepat agar diperoleh paving block yang memenuhi spesifikasi. Wijaya (2010) dalam tugas akhirnya yang berjudul Analisis Penentuan Setting Parameter Mesin Thermoforming (Studi Eksperimental Laboratorium Proses Produksi Universitas Atma Jaya Yogyakarta) berhasil melakukan proses eksperimen Taguchi pada pengoperasian mesin Thermoforming. Metode desain eksperimen digunakan dalam penelitian untuk memperoleh faktor-faktor yang diduga mempengaruhi kualitas hasil permesinan di mesin Thermoforming. Layout penelitian eksperimen yang digunakan adalah L 9 (3 4 ). Hasil permesinan Thermoforming selanjutnya dilakukan percobaan berulang dengan menguji tingkat kestabilan suhu yang berbeda. Hasil akhir penelitian berupa faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas hasil cetakan plastik pada mesin thermoforming, orthogonal array yang sesuai, dan kombinasi setting level mesin. Utomo (2013) dalam tugas akhirnya yang berjudul Desain Eksperimen pada Mesin Electrical Discharge Machining SKM ZNC T50 berhasil melakukan 4
2 proses eksperimen Taguchi pada pengoperasian mesin EDM seri EDM SKM ZNC T50. Metode desain eksperimen yang digunakan dalam penelitian untuk memperoleh faktor-faktor yang diduga mempengaruhi kualitas hasil permesinan di mesin EDM. Layout penelitian eksperimen yang digunakan adalah L 8 (2 3 ). Hasil pemesinan EDM selanjutnya diukur menggunakan alat ukur pembanding VDI 3400 untuk mendapatkan hasil kekasaran kualitas benda kerja setelah mengalami proses EDM. Hasil akhir penelitian berupa langkah awal menentukan parameter mesin guna menghasilkan kualitas dan kuantitas produk hasil mesin EDM SKM ZNC T50. Basuki (2013) melakukan penelitian di suatu perusahaan yang bergerak di bidang agro industri unit produksi yang menghasilkan nata de coco, yaitu CV. Agrindo Suprafood. Penelitian dilakukan menggunakan diagram fishbone dan dapat diperoleh faktor kontrol, serta faktor gangguan. Hasil dari data tersebut dilakukan lagi kombinasi percobaan menggunakan matriks orthogonal array L 9 (3 4 ) yang merupakan salah satu langkah metode Taguchi. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung loss function yang dialami perusahaan, menentukan komposisi nutrisi yang tepat guna mengurangi tingkat kecacatan nata de coco, dan mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap kecacatan produk dalam perkembangan bakteri Acetobacter Xylinum Penelitian Saat Ini Penelitian sekarang dilakukan di usaha rumahan Odd s Leather Werx, Yogyakarta untuk mengidentifikasi dan mendapatkan faktor-faktor yang signifikan menyebabkan timbulnya cacat produk di mesin emboss. Metode desain eksperimen Taguchi digunakan dalam penelitian ini untuk mendapatkan kondisi operasional optimal dari pengoperasian mesin embossing kullit. Hasil eksperimen ini nantinya akan dipergunakan untuk mengurangi jumlah cacat produk hasil embossing label kulit sapi. Hasil dari penelitian tersebut selanjutnya ditarik kesimpulan sehingga didapatkan layout desain eksperimen yang sesuai untuk mengurangi jumlah cacat produk dan kondisi operasional permesinan proses embossing yang optimal. Penelitian terdahulu dapat digunakan sebagai referensi metode dan pembanding dengan penelitian yang dilakukan sekarang. Tinjauan pustaka yang digunakan dalam penelitian akan disajikan dalam Tabel 2.1 sebagai berikut ini : 5
3 Tabel 2.1. Perbandingan Penelitian Terdahulu dan Sekarang Deskripsi Pangestu (2008) Wijaya (2010) Utomo (2013) Basuki (2013) Penelitian sekarang (2013) Obyek Penelitian Paving block Cetakan plastik kemasan Elektroda dan material benda kerja SKD11 Nata de coco Label kulit sapi Teknologi Pengujian kuat tekan Mesin Thermoforming Mesin EDM SKM ZNC T50 Fermentasi Embossing Tujuan Mendapatkan komposisi bahan baku yang tepat agar diperoleh paving block yang memenuhi spesifikasi Mengidentifikasi faktor-faktor yang dianggap mempengaruhi proses pengoperasian mesin Thermoforming, menentukan orthogonal array yang sesuai dan setting faktor yang cocok untuk mengoperasikan mesin Thermoforming Mendapatkan faktorfaktor yang berpengaruh signifikan terhadap proses dan mendapatkan kondisi optimal operasi mesin Menghitung loss function yang dialami perusahaan, menentukan komposisi yang tepat guna mengurangi tingkat kecacatan, dan mengetahui faktor yang berpengaruh Mengidentifikasi dan mendapatkan faktor-faktor yang diduga signifikan menyebabkan timbulnya cacat produk di mesin emboss Metode Penelitian Metode Taguchi Diagram Pareto dan Metode Taguchi Metode Taguchi Diagram Fisbhone dan Metode Taguchi Diagram Fisbhone dan Metode Taguchi Layout Desain L 8 (2 7 ) L 9 (3 4 ) L 8 (2 3 ) L 9 (3 4 ) L 8 (2 3 ) Output Penelitian Mendapatkan komposisi bahan baku yang tepat untuk paving block yang memenuhi spesifikasi Mendapatkan faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas hasil cetakan plastik pada mesin thermoforming, orthogonal array yang sesuai, dan kombinasi setting level mesin Mendapatkan langkah awal menentukan parameter mesin guna menghasilkan kualitas dan kuantitas produk hasil mesin EDM SKM ZNC T50 Mendapatkan komposisi dan nutrisi yang tepat pada pembuatan nata de coco Mendapatkan layout desain eksperimen dan kondisi operasional permesinan yang optimal di mesin emboss 6
4 2.2. Dasar Teori Proses penelitian pembuatan skripsi mengenai permasalahan yang terjadi pada industri rumahan Odd s Leather Werx diperlukan guna melengkapi dasar acuan peneliti dalam menyelesaikan permasalahan yang ada di industri tersebut. Penelitian ini mengacu terhadap referensi dari teori-teori yang selama ini sudah ada dan dikembangkan lebih lanjut agar proses menentukan kondisi optimal tercapai. Dasar teori yang digunakan dijabarkan dalam sub-bab seperti berikut Pengertian Proses Embossing Menurut Collins English Dictionary (2013), dalam bidang seni dan teknis emboss adalah teknik untuk membentuk atau mengukir (desain atau hiasan) pada permukaan sehingga menghasilkan relief timbul dan ke dalam permukaan. Teknik emboss adalah salah satu metode untuk pengaplikasian olah latar pada bahan baku kulit sapi. Berikut ini adalah penjelasan dari teknik emboss yang sudah ada: 1. Teknik Emboss Roller Teknik emboss roller menggunakan alat yang terdiri dari silinder dengan material seperti logam, karet, dan plastik yang sudah diukir dengan motif. Media yang digunakan untuk di-emboss lalu digiling menggunakan alat roller tersebut dengan tekanan tertentu sehingga motif yang ada di roller mampu membuat motif yang sama pada media tersebut. Gambar 2.1 Emboss Roller Sumber 7
5 2. Teknik Embossing Powder Teknik embossing powder adalah berupa serbuk yang lembut dan mudah meleleh. Serbuk ini digunakan untuk menciptakan efek timbul pada permukaan yang awalnya mendatar. Tahap pengerjaan dengan teknik embossing powder yaitu dengan membuat motif memakai lem atau perekat, setelah itu serbuk ditabur sehingga melekat pada lem. Proses terakhir yang terjadi adalah pemanasan menggunakan heat gun, sehingga serbuk meleleh dan menimbulkan efek timbul pada permukaan. Gambar 2.2 Embossing Powder Sumber 3. Teknik Cap atau Press Teknik cap atau press prinsipnya hampir sama dengan roller embossing, hanya saja tidak memakai silinder melainkan plat datar yang diukir dengan motif. Cara kerja menggunakan cap yaitu media yang akan di-emboss, dipress menggunakan emboss pressing machine dengan tekanan tertentu dan memakai elemen panas jka dibutuhkan atau dengan mesin heat press. Gambar 2.3 Mesin Heat Press Sumber 8
6 Macam Dan Jenis Pengolahan Kulit Kulit merupakan hasil sampingan dari hewan yang dagingnya dikonsumsi. Kulit yang dihasilkan dari binatang yang dagingnya dikonsumsi memiliki harga terjangkau, sebaliknya kulit binatang yang dagingnya tidak dikonsumsi memiliki harga relatif mahal (contoh kulit buaya, biawak dsb.). Jenis binatang langka yang dilindungi dan dilarang untuk diburu juga dikategorikan sebagai kulit dengan harga relatif mahal, misalnya gajah, buaya, harimau dsb. Industri perkulitan sendiri memiliki ragam jenis, corak, warna dan ketebalan kulit yang digunakan untuk proses produksi. Kadang-kadang masih banyak konsumen yang kurang mengerti tentang keadaan kulit dilihat dari penggolongan hasil jadinya. Beberapa jenis kulit yang dihasilkan dari proses industri pengolahan kulit adalah: 1. Kulit Full Grain Kulit yang disamak dengan zat penyamak full krom dengan nerf atau rajah yang masih asli, tidak dibelah atau digosok. Jenis kulit seperti ini mempunyai kualitas tinggi sehingga dapat menaikkan harga pasaran kulit. 2. Kulit Corrected Grain Kulit yang disamak dengan zat penyamak krom, minyak, dsb karena kualitas kulit tidak baik yang disebabkan oleh cacat alami seperti dicambuk, penyakit cacar, ditusuk sehingga menimbulkan cacat pada permukaannya. Antisipasi cacat yang dilakukan pada permukaan kulit jenis ini adalah dengan cara dihaluskan dengan mesin amplas sampai halus, kemudian dicat dengan menggunakan cat sintetis. Kualitas kulit ini kurang baik dan agak kaku. 3. Kulit Light Buffing Kulit ini proses pengerjaannya hampir sama dengan kulit corrected hanya bedanya kulit jenis ini diamplas ringan pada permukaannya, sehinggga kulit ini menghasilkan kualitas lebih baik. 4. Kulit Artificial Kulit ini keindahannya terletak pada proses penyelesaian akhir, yaitu dengan cara memberi motif tertentu, misal buaya, biawak, ular, motif kulit jeruk, dsb. Tujuan pemberian motif adalah untuk menutupi cacat yang diakibatkan oleh cacat alami atau mekanis. Kulit artificial sering menyerupai aslinya atau disebut kulit buatan. 9
7 Jenis kulit berdasarkan struktur tubuh dan kualitas, antara lain: 1. Bagian punggung Bagian kulit yang letaknya ada pada punggung dan mempunyai jaringan struktur yang paling kompak, luasnya 40 % dari seluruh luas kulit. 2. Bagian leher Kulitnya agak tebal, sangat kompak tetapi ada beberapa kerutan. 3. Bagian bahu Kulitnya lebih tipis, kualitasnya bagus, hanya terkadang ada kerutan yang dapat mengurangi kualitas. 4. Bagian perut dan paha. Struktur jaringan kurang kompak, kulit tipis, dan mulur. Proses pengolahan atau pengawetan kulit walaupun telah dilakukan dengan hati-hati dan menurut ketentuan yang benar, namun ternyata hasilnya tidak selalu seperti yang diharapkan. Kemungkinan setelah kering, kulit menjadi tidak sama kualitasnya. Pengelompokan kulit berdasarkan kualitas dan beratnya adalah sebagai berikut: Keterangan: a. Daerah Pipi b. Daerah Pundak c. Daerah Croupon d. Daerah Badan e. Daerah Pinggul f. Daerah Perut Gambar 2.4 Sketsa Bagian-Bagian Kulit Sumber: Kriya Kulit Jilid 1 untuk SMK, Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, h Pabrik mempunyai beberapa cara dalam memproses kulit hingga siap digunakan customer. Berikut adalah 5 langkah yang paling sering digunakan dalam metode prosesnya: 10
8 1. Mempersiapkan bahan kulit Membersihkan daging dan lemak dari kulit, setelah itu dimasukkan ke dalam kendaraan yang sudah disiapkan pendingin agar segera diproses dan menuju ke penyamakan kulit. Proses selanjutnya bulu akan dibuang menggunakan beberapa metode, salah satunya menggunakan larutan natrium sulfida kapur dan diproses berputar di dalam mesin. Penetralan terjadi setelah bulu dibuang dengan asam dan diberikan enzim agar meningkatkan kelembutan. Proses selanjutnya direndam dalam larutan asam, garam, dan air. 2. Penyamakan Proses Penyamakan adalah proses yang mengubah kulit sapi menjadi bahan kulit. Terdapat beberapa cara untuk penyamakan, yang sering digunakan yaitu penyamakan chrome dan penyamakan nabati. Kulit chrome/ krom adalah bahan produk yang sering anda temui seperti kulit tas yang kecoklatan, jok mobil, sepatu bagian atas, dsb. -Proses Chrome yaitu kulit diletakan di dalam wadah yang berputar dengan diberikan bahan kimia yang mengandung krom trivalen. Proses ini diperlukan sekitar 8 jam agar chrome dapat tembus ke seluruh kulit. Chrome dapat ditambahkan lagi bahan kimia alkali seperti natrium karbonat / bikarbonat. Proses berikutnya barulah kulit dipertimbangkan dan disamak. -Proses Nabati: kulit dengan metode penyamakan ini sering digunakan di berbagai produk seperti tas koper, sabuk/ikat pinggang, strap, sol sepatu dan lainnya. Proses penyamakan ini lebih lambat dari pada penyamakan krom dan membuatnya menggunakan zat kimia tannin, asam yang diekstrak dari kulit batang pohon. Pengerjaan ini bisa memakan waktu 3-4 hari di dalam wadah/ drum. 3. Splitting/ pemisahan dan penipisan Langkah berikutnya adalah pemisahan, tergantung dari kebutuhan. Pengerjaan ini meliputi pengaturan lembaran kulit sesuai ketebalan yang diperlukan agar dapat masuk proses selanjutnya. Chrome yang telah disamak tadi dimasukan ke dalam wadah/ drum yang berputar dengan air panas dan pewarna, juga mengandung bahan penyamakan sintetis untuk mendapatkan warna yang diinginkan. Pelumasan dilakukan dengan lemak 11
9 alami atau kimia sintetis jenis lemak, bisa juga keduanya agar mendapatkan kelembutan untuk produk akhir. 4. Pengaturan Proses setelah splitting adalah pengaturan, yaitu menghapus kelebihan air pada kulit agar keluar sebelum proses pengeringan. Ada beberapa cara pengeringan tergantung pada jenis kulit yang dihasilkan. Jenis kulit pelapis biasanya menggunakan cara kulit dilebarkan di atas frame, dengan ujungujung kulit di berikan klip/ pengait agar mekanisme kulit lebih lunak saat pengeringan. Kulit juga dapat melalui proses pelunakan menggunakan penggilingan yang terkandung kelembaban di dalam wadahnya. 5. Finishing Kulit diberi jenis-jenis lapisan permukaan pada bahan kulit. Lapisan ini mempunyai fungsi untuk melindungi kulit agar menghasilkan efek yang enak dipandang mata dan diraba dengan tangan. Saat ini teknologi dalam proses finishing juga bermacam-macam jenis pengerjaannya. Mulai dari jenis kimia dan pewarna agar mendapatkan efek warna yang diinginkan, sampai permukaan yang lembut hingga yang mempunyai pola antik. Press dengan hidrolik, cetak, emboss, spray warna, dan pengering adalah beberapa mesin yang dipakai saat finishing ini dilakukan. Proses di akhir akan menentukan jenis tipe bahan kulit. Setiap jenis/ tipe memiliki kecenderungan berbeda di setiap permukaannya saat finishing. Ketahanan dan fleksibilitas terhadap air biasanya digunakan untuk kualifikasi dalam proses finishing Karakteristik Aluminium Aluminium ditemukan oleh Sir Humphrey Davy pada tahun 1809 sebagai suatu unsur dan pertama kali direduksi dengan logam oleh H. C. Oersted pada tahun Secara industri tahun 1886, Paul Herould di Prancis dan C. N. Mall di Amerika Serikat secara terpisah telah memperoleh logam aluminium dari agfvb lumina dengan cara elektrolisa dari garamnya yang terfusi. Hingga saat ini proses Herould Hall masih dipakai untuk memproduksi aluminium. Bahan dasar pembuatan aluminium adalah bauksit (biji aluminium) yang kemudian diubah menjadi alumina. Alumina inilah yang akan dielektrolisa membentuk aluminium ingot. Biji aluminium biasanya berupa senyawa oksida berupa bayerit, gibbsit 12
10 atau hidrargilat, diaspor, dan bohmit. Aluminium merupakan unsur yang sangat reaktif sehingga mudah teroksidasi. Sifat kereaktifan aluminium tidak ditemukan di alam dalam bentuk unsur melainkan dalam bentuk senyawa baik dalam bentuk oksida alumina, maupun silikon. Sumber aluminium yang sangat ekonomis adalah bauksit. Bauksit adalah biji yang banyak mengandung alumina (Al 2 O 3 ) yakni %, serta % adalah air. Semakin banyak oksida besi yang mengotori maka akan semakin gelap warnanya. Bauksit dapat berwarna putih, krem, kuning, merah atau coklat dapat sekeras batu, namun ada pula yang selembek tanah lempung (Al 2 O 3.4SiO 2.2H 2 O). Paduan aluminium mengandung 99% aluminium dan 1% mengandung mangan, besi, silikon, tembaga, magnesium, seng, krom, dan titanium. Paduan aluminium mengandung logam lain, seperti: besi 0,5%, silikon 2 3 %, tembaga 1 2%, seng 0,9%, mangan 0,5 0,8%, magnesium 0,7%, krom 0,3%, dan titanium 0,3%. Aluminium juga memiliki sifat yang lebih unggul dibandingkan dengan sifat logam lain. Sifat-sifat Aluminium yang lebih unggul bila dibandingkan dengan logam lain seperti ringan, ketahanan terhadap korosi, daya hantar listrik baik, anti-magnetis, toksifitas (tidak beracun), kemudahan dalam proses, sifat dapat dipakai kembali Pengertian Kualitas Arti kata kualitas menurut beberapa ahli, sebagai berikut : 1. Menurut Mitra (1998) Kualitas suatu produk atau jasa tidak lain adalah kesesuaian suatu produk ataupun jasa sehingga diharapkan dapat mencapai tujuan yang tepat dan sesuai penggunaannya seperti yang diinginkan oleh konsumen 2. Menurut Feigenbaum (1991) Kualitas merupakan gabungan dari semua karakteristik yang ada dalam produk dan jasa mulai dari pemasaran, rekayasa, pembuatan dan pemeliharaan yang membuat produk dan jasa yang digunakan dapat memenuhi harapan-harapan konsumennya Pengertian Pengendalian Kualitas Beberapa definisi tentang pengendalian kualitas, antara lain : 1. Menurut Mitra (1998) 13
11 Mendefinisikan pengendalian kualitas secara umum sebagai suatu sistem yang digunakan untuk mempertahankan tingkatan kualitas dan pelayanan suatu produk. Supaya tugas tersebut dapat tercapai maka dapat dilakukan berbagai pengukuran yang berbeda, seperti : perencanaan, pembuatan desain, penggunaan alat dan prosedur yang tepat, pemeriksaan dan perbaikan apabila ditemukan hasil yang tidak sesuai dengan standar. 2. Menurut Feigenbaum (1991) Pengendalian kualitas merupakan suatu sistem yang efektif untuk menggabungkan usaha pengembangan, pemeliharaan, dan perbaikan kualitas dalam berbagai kelompok dalam suatu organisasi sehingga dapat menempatkan pemasaran, rekayasa, produksi dan jasa pada tingkat paling ekonomis sehingga pelanggan memperoleh kepuasan penuh Perancangan Eksperimen Guna mempertahankan atau meningkatkan kualitas produk diperlukan pengukuran dan penentuan parameter-parameter terbaik/optimal dengan melakukan perancangan eksperimen. Definisi perancangan eksperimen adalah suatu rancangan percobaan (dengan tiap langkah tindakan yang betul-betul terdefinisikan) sedemikian sehingga informasi yang berhubungan dengan atau diperlukan untuk persoalan yang sedang diteliti dapat dikumpulkan (Sudjana, 1991). Perancangan eksperimen juga dapat diartikan suatu percobaan atau serangkaian percobaan dimana penyesuaian-penyesuaian tertentu dilakukan terhadap variabel input proses atau sistem sehingga dapat diteliti dan diidentifikasi sebab-sebab perubahan dari variabel output (Montgomery, D.C., 1997). Eksperimen merupakan tes atau sekumpulan tes yang membuat perubahanperubahan yang berguna terhadap variabel input dari suatu proses atau sehingga kita dapat mengamati dan mengidentifikasi alasan-alasan perubahan tersebut yang dapat diamati pada respon output. Eksperimen memiliki peranan penting dalam perancangan produk baru, pengembangan proses manufaktur, dan peningkatan proses. Secara umum, eksperimen digunakan untuk mempelajari performansi proses dan sistem. 14
12 Dasar Perancangan Eksperimen Perancangan statistik eksperimen menunjuk pada proses perencanaan eksperimen sehingga data yang tepat yang dapat dianalisa dengan metode statistik akan dikumpulkan, menghasilkan kesimpulan yang valid dan objektif. Tiga prinsip dasar perancangan eksperimen adalah : 1. Replication (Pengulangan) Replication atau biasa disebut pengulangan eksperimen dasar perlu dilakukan karena : a. Dapat memberikan taksiran kekeliruan eksperimen yang dapat dipakai untuk menentukan panjang interval confident (selang kepercayaan). b. Menghasilkan taksiran yang lebih akurat untuk kekeliruan eksperimen. c. Memungkinkan kita untuk memperoleh taksiran yang lebih baik mengenai efek rata-rata dari suatu faktor. Replication menunjuk pada pengulangan aspek-aspek utama dari eksperimen. Dengan meningkatkan jumlah perulangan dapat mengurangi variansi dari estimasi efek treatment dan lebih mampu mendeteksi perbedaan-perbedaan dari treatment. Perulangan memiliki dua karakteristik penting, yaitu : a. Perulangan memungkinkan peneliti (experimenter) mendapatkan suatu perkiraan error eksperimental. Perkiraan error ini menjadi unit dasar pengukuran untuk menentukan perbedaan-perbedaan yang diamati pada data benar-benar berbeda secara statistik. b. Apabila rata-rata sampel digunakan untuk mengestimasi efek dari suatu faktor dalam eksperimen, dengan adanya perulangan, experimenter dapat memperoleh perkiraan yang lebih tepat mengenai efek ini. Penentuan jumlah replikasi adalah suatu siklus yang terus menerus pada proses model simulasi. Tujuannya adalah untuk menjamin bahwa hasil simulasi yang diperoleh dapat mereprensentasikan kedalam keadaan yang sebenarnya. Rumus yang digunakan untuk menentukan jumlah replikasi adalah sebagai berikut : 15
13 Nr * ( ) min i t n; i 1,1 2 ( i ) / i x( i ) ' (2.1) dimana: Nr*(γ) = jumlah replikasi γ = tingkat error i = jumlah sampel α = tingkat kepercayaan σ = standar deviasi yang dimiliki x (n) = mean sampel ke-n 2. Randomization (Pengacakan) Perlu dilakukan karena dalam DoE tes signifikan (uji keberartian) akan banyak dilakukan sehingga tiap prosedur pengujian, asumsi-asumsi tertentu perlu diambil dan dipenuhi agar pengujian yang dilakukan dapat diterima. Dilakukan dengan cara sampel acak pada populasi yang diamati. Randomization atau randomisasi adalah bagian penting yang menjadi dasar penggunaan metode statistik dalam perancangan eksperimen. Dengan randomisasi, pengalokasian material eksperimental dan dilakukannya individual run atau trial (percobaan) ditentukan secara random. Metode statistik memerlukan observasi (atau error) terdistribusi secara independen sebagai variabel random. Randomisasi biasanya menyebabkan asumsi ini valid. Dengan merandom eksperimen secara tepat, dapat membantu merata-ratakan efek dari faktor-faktor luar yang muncul. Randomisasi memastikan validitas dari perkiraan error eksperimen dan menjadi dasar pengambilan kesimpulan dalam menganalisis eksperimen. 3. Error Control (Kontrol Lokal) Error control (kontrol lokal) merupakan sebagian daripada keseluruhan prinsip desain yang harus dilaksanakan. Biasanya merupakan langkahlangkah atau usaha-usaha yang berbentuk penyeimbangan, pemblokan, dan pengelompokan unit-unit eksperimen yang digunakan dalam desain 16
14 (Sudjana, 1991). Error control membuat desain lebih efisien, yaitu menghasilkan prosedur pengujian dengan kuasa yang lebih tinggi Langkah-langkah Dalam Perancangan Eksperimen Tujuh langkah dalam perencanaan dan implementasi eksperimen: 1. Pengenalan dan pernyataan masalah Mempersiapkan suatu daftar tentang masalah-masalah spesifik atau pertanyaan-pertanyaan yang ditujukan pada eksperimen, biasanya sangat membantu pada tahap ini. Pernyataan masalah yang jelas seringkali memberi informasi yang penting untuk pemahaman yang lebih baik mengenai masalah yang dipelajari dan solusi akhir dari masalah. 2. Pemilihan faktor-faktor, level-level dari faktor, dan range Saat mempertimbangkan faktor-faktor yang mungkin mempengaruhi performansi suatu proses atau sistem, peneliti biasanya menemukan bahwa faktor-faktor ini dapat diklasifikasikan sebagai controllable factors atau uncontrollable factors. Setelah peneliti memilih faktor desain kemudian memilih range variasi dari faktor-faktor tersebut, dan level-level tertentu untuk dapat menjalankan percobaan. 3. Pemilihan variabel respon Dalam memilih variabel respon, peneliti sebaiknya memastikan bahwa variabel ini benar-benar menyediakan informasi yang berguna mengenai proses yang dipelajari. 4. Pemilihan perancangan eksperimen Pemilihan perancangan meliputi pertimbangan ukuran sampel (jumlah replikasi), pemilihan layout yang cocok untuk percobaan eksperimen, dan penentuan penggunaan blocking (pengelompokan unit eksperimen yang homogen) atau batasan randomisasi yang lain. 5. Melakukan eksperimen Ketika menjalankan eksperimen, sangat penting untuk mengawasi proses untuk memastikan bahwa segala sesuatu dilaksanakan sesuai rencana. Kesalahan dalam prosedur eksperimental pada tahap ini biasanya akan menghilangkan validitas eksperimental. 6. Analisis statistik pada data 17
15 Tahap ini meliputi prosedur pengumpulan data, pengolahan data, dan perhitungan uji statistik yang digunakan untuk membuat keputusan mengenai beberapa aspek dari suatu eksperimen. Metode statistik sebaiknya digunakan untuk menganalisis data sehingga hasil dan konklusinya objektif. Namun perlu diingat bahwa metode statistik tidak dapat membuktikan bahwa suatu faktor (atau faktor-faktor) memiliki efek yang terutama, namun hanya menyediakan petunjuk mengenai reliabilitas dan validitas dari hasil. Keuntungan utama metode statistik adalah bahwa metode ini menambahkan objektivitas pada proses pembuatan keputusan. 7. Mengambil kesimpulan dan membuat rekomendasi Setelah data dianalisis, peneliti harus mengambil kesimpulan praktis mengenai hasilnya dan mengusulkan suatu tindakan. Metode grafik seringkali berguna pada langkah ini, terutama untuk menunjukkan hasil kepada yang lain Keuntungan Perancangan Eksperimen Beberapa keuntungan perancangan eksperimen : 1. Berguna untuk mengidentifikasi variabel keputusan yang tidak hanya menjaga agar proses tetap terkontrol namun juga meningkatkan proses tersebut. 2. Dalam mengembangkan proses-proses baru dimana data historis tidak tersedia, desain eksperimental yang digunakan pada fase pengembangan dapat mengidentifikasi faktor-faktor penting dan level-level yang akan memaksimalkan hasil dan mengurangi biaya Metode Taguchi Metode Taguchi merupakan suatu pendekatan terstruktur untuk menentukan kombinasi terbaik dalam menghasilkan produk berupa barang atau jasa. Metode ini mengembangkan suatu metodologi dengan pendekatan yang berdasarkan pada DoE (Design of Experiment). Suatu metode untuk mengidentifikasi menurut banyaknya masukan (input) yang benar dan parameter untuk membuat suatu produk berkualitas tinggi sesuai dengan keinginan pelanggan atau konsumen. Genichi Taguchi mengembangkan suatu pendekatan desain dari perspektif 18
16 desain yang sempurna (robust), dimana produk harus dibuat bebas dari cacat (defect) dan berkualitas tinggi. Metode Taguchi merupakan salah satu filosofi dan prinsip desain eksperimen yang ditemukan oleh seorang engineer dari Jepang yang bernama Genichi Taguchi. Genichi Taguchi memiliki ide mengenai quality engineering dimana tujuan desain kualitas diterapkan ke dalam setiap produk dan proses yang berhubungan. Kualitas diukur berdasarkan deviasi dari karakteristik terhadap nilai targetnya (Mitra, 1998). Taguchi memiliki pandangan bahwa kualitas berhubungan dengan biaya dan kerugian dalam unit moneter. Kerugian yang diderita mencangkup pada proses produksinya dan kerugian yang diderita konsumen. Definisi kualitas menurut Taguchi adalah kualitas suatu produk adalah kerugian minimum yang diberikan oleh suatu produk kepada masyarakat atau konsumen sejak mulai produk tersebut siap untuk dikirim kepada konsumen. Berdasarkan definisi tersebut, maka terdapat sudut pandang yang baru dimana suatu kualitas tidak hanya pada proses produksi saja tetapi juga dikaitkan dengan kerugian kepada masyarakat (produsen dan konsumen). Tujuan dari fungsi kerugian Taguchi (loss function) adalah untuk mengevaluasi kerugian kualitas secara kuantitatif yang disebabkan adanya variasi. (Belavendram, 1995). Aktivitas quality control (QC) terbagi menjadi dua, yaitu (Belavendram, 1995) : 1. Off-line QC Off-line QC merupakan aktifitas pengendalian kualitas di dalam proses dan pembuatan desain produk sebelum diproses manufaktur. Pada dasarnya merupakan tindakan pencegahan supaya proses manufaktur yang akan berjalan menghasilkan produk cacat yang minimum. Pengendalian kualitasnya dilakukan sebelum proses produksi berlangsung. Aktivitas off-line QC sangat mendukung dalam aktivitas online QC karena dapat mengoptimalkan desain produk dan proses. Tiga tahap pada desain proses tersebut adalah : a. System design System design merupakan tahap awal berkaitan dengan pengembangan teknologi. Pada tahap ini dibutuhkan pengetahuan teknis yang luas untuk menilai dalam pengembangan produk atau proses. 19
17 b. Parameter design Parameter design merupakan tahap kedua dimana dengan penekanan biaya dan peningkatan kualitas dengan menggunakan metode perancangan eksperimen yang efektif. Tahap ini akan ditentukan nilai-nilai parameter yang kurang sensitif terhadap noise lalu akan dicari kombinasi level parameter yang nantinya dapat menggunakan noise. c. Tolerance design Tolerance design adalah tahap dimana akan dilakukan pengendalian faktor-faktor yang mempengaruhi nilai target dengan menggunakan komponen yang bermutu tinggi dan biaya yang tinggi. 2. On-line QC On-line QC adalah aktivitas pengendalian kualitas pada saat proses manufaktur. Pada aktivitas on-line QC biasanya digunakan Statistical Process Control (SPC) dimana tindakan perbaikan akan dilakukan apabila pada saat produksi dihasilkan produk cacat yang tidak memenuhi spesifikasi. Pada dasarnya on-line QC merupakan tindakan pengendalian kualitas yang setelah proses produksi berlangsung Variable Respons (Karakteristik Kualitas) Karakteristik kualitas adalah suatu obyek yang menarik dari suatu produk atau proses. Secara umum setiap karakteristik kualitas memiliki suatu target. Ada 3 (tiga) karakteristik kualitas yang dikelompokkan berdasarkan targetnya, yaitu (Belavendram, 1995) : a. Nominal is the best Pengukuran karateristik dengan nilai target yang spesifik yang ditentukan oleh pengguna (user-defined). Contoh : luas, ketebalan, tekanan. b. Smaller is the best Pengukuran karakteristik yang non-negative dimana target idealnya adalah nol. Contoh : produk cacat, pemborosan energi, waktu proses. c. Larger is the best. Pengukuran karakteristik yang non-negative dimana target idealnya adalah tak terbatas atau. Contoh : efisiensi, waktu antar kerusakan, kekuatan. 20
18 Setelah diperoleh faktor-faktor yang mempengaruhi karakteristik kualitas dari suatu produk, maka faktor tersebut dapat diklasifikasikan menjadi 4 (empat), yaitu: 1. Faktor Noise (X) Faktor noise adalah faktor yang tidak dapat dikendalikan langsung oleh produsen atau suatu faktor yang menyebabkan penyimpangan karakteristik kualitas dari hasilnya. Faktor noise dapat dibagi menjadi 3 (tiga), yaitu : a. Faktor noise eksternal Diartikan sebagai sumber-sumber variabilitas yang berasal dari luar produk. b. Faktor noise dari unit ke unit Merupakan hasil dari produksi dimana selalu ada perbedaan dari setiap item yang sejenis yang telah diproduksi. Disebut juga sebagai variasi toleransi. c. Faktor noise deteriorasi Disebut juga noise internal karena faktor ini berasal dari sesuatu (internal) yang berubah dari proses atau degradasi dari komponen mesin yang memasuki over time. Perancangan eksperimen Taguchi merupakan penanganan faktor noise melalui 3 (tiga) cara, yaitu : a. Dengan melakukan pengulangan terhadap masing-masing percobaan. b. Dengan memasukkan faktor noise tersebut kedalam percobaan dengan menempatkannya di luar faktor terkendali. c. Dengan menganggap faktor terkendali bervariasi. 2. Faktor Kontrol (Z) Faktor kontrol adalah faktor yang parameter nilainya ditentukan oleh ahli teknik. Faktor kontrol biasanya memiliki nilai satu atau lebih yang biasanya disebut level faktor. 3. Faktor Signal (N) 21
19 Faktor signal adalah faktor yang mengubah nilai karakteristik kualitas yang sebenarnya akan diukur. Faktor signal tidak ditentukan oleh ahli teknik tetapi oleh konsumen. 4. Faktor Scaling (R) Faktor scaling ini digunakan untuk mengubah mean level karakteristik kualitas untuk mencapai hubungan fungsional yang diperlukan antara faktor signal dengan karakteristik kualitas. Faktor Noise (X) Faktor Signal (N) F ( X, N, Z, R ) Respons (Y) Faktor Kontrol Faktor Scaling (Z) (R) Gambar 2.5 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Karakteristik Kualitas Orthogonal Array Orthogonal array adalah salah satu kelompok Fractional Factorial Experiment (FFE). Orthogonal array dapat untuk mengevaluasi beberapa faktor dengan jumlah eksperimen minimum. Orthogonal array berfungsi untuk mendesain suatu percobaan guna menganalisis data percobaan. Pemilihan orthogonal array haruslah disesuaikan dengan jumlah faktor serta levelnya yang akan diamati. Misal : L 16 (2 6 ) a. 16 artinya mengalami perlakuan sebanyak 16 kali b. 2 berarti ada 2 level c. 6 adalah jumlah faktor Pemilihan orthogonal array harus memenuhi pertidaksamaan (Belavendram, 1995) : V OA V T (2.2) Yaitu jumlah eksperimen 1 jumlah total d.o.f untuk semua faktor dan interaksinya. 22
20 dimana : V OA : jumlah percobaan -1 V T :jumlah total d.o.f dari seluruh faktor Berikut tabel standar untuk orthogonal array yang ditabulasi oleh Taguchi (Belavendram, 1995) : Tabel 2.2. Standar Orthogonal Array 2 Level 3 Level 4 Level 5 Level Mixed-Level L 4 (2 3 ) L 9 (3 4 ) L 16 (4 5 ) L 25 (5 6 ) L 18 (2 6 X 3 7 ) L 8 (2 7 ) L 27 (3 13 ) L 64 (4 21 ) L 32 (2 6 X 4 9 ) L 12 (2 11 ) L 81 (3 40 ) L 36 (2 6 X 3 12 ) L 16 (2 15 ) L 36 (2 6 X 3 13 ) L 32 (2 31 ) L 54 (2 6 X 3 25 ) L 64 (2 63 ) L 50 (2 6 X 5 11 ) Robustness Faktor noise di dalam sistem tidak dapat dihilangkan dan hal ini menyebabkan produk tidak akan mencapai target. Pada prinsip robustness berusaha mengurangi kerugian dengan melakukan kontrol faktor terhadap faktor noise supaya spesifikasi produk dapat diidentifikasi dan membuat karakteristik kualitas tidak sensitif terhadap noise (Belavendram, 1995) Analisis Data Setelah percobaan dilakukan dan data diperoleh maka langkah terakhir adalah menganalisis data hasil percobaan. Setelah data dikumpulkan maka data akan disajikan dalam layout tertentu sesuai dengan desain yang dipilih kemudian akan dilakukan perhitungan dan pengujian data. Pengujian data tersebut seperti analisis varian (ANOVA), tes hipotesis serta penerapan rumus-rumus empiris pada data hasil percobaan Pengujian Distribusi Normal Uji kenormalan data ini untuk mengetahui bahwa populasi yang diselidiki berdistribusi normal. Menguji kenormalan data dengan plot kenormalan data (normal probability plot). Jika distribusi tersebut menyebar normal, maka plot data sampel berada di sekitar garis lupus. Jika asumsi ini tidak dipenuhi, artinya ternyata populasi yang diselidiki tidak berdistribusi normal, maka kesimpulan dari ANOVA tidak berlaku. Karenanya sebelum teori lebih lanjut digunakan dan 23
21 kesimpulan diambil berdasarkan teori dimana asumsi normalitas dipakai, terlebih dahulu perlu diketahui apakah data sudah berdistribusi normal atau belum Pengujian Homogenitas Data Uji homogenitas data dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah sampel tersebut ditarik dari populasi yang berdistribusi seragam ANOVA Analysis of Variance (ANOVA) merupakan alat analisis yang efektif bagi perbandingan populasi yang simultan untuk menentukan apakah populasipopulasi tersebut identik atau berbeda secara signifikan. ANOVA juga merupakan sumber penting untuk mengevaluasi data yang ada dan sebagai alat yang digunakan bersama dengan suatu perancangan eksperimen. Untuk penelitian ini, perhitungan ANOVA dilakukan dengan menggunakan bantuan program software. ANOVA dapat dilakukan dalam beberapa langkah berikut : 1. Menghitung sum of squares Perhitungan sum of squares dapat dilakukan dengan persamaan berikut (Belavendram, 1995) : a. Total sum of squares dimana.....(2.3) dengan : a = jumlah faktor A b = jumlah faktor B c = jumlah faktor C n = jumlah replikasi.....(2.4) b. Sum of squares for main effects (treatment sum of squares).....(2.5) 24
22 .....(2.6) c. The two-factors interaction sum of squares.....(2.7) = SS Subtotals(AB) SS A - SS B.....(2.8) = SS Subtotals(AC) SS A SS C.....(2.9) = SS Subtotals(BC) SS B SS C.....(2.10) d. The three-factors interaction sum of squares = SS Subtotals(ABC) SS A -SS B SS C SS AB SS AC SS BC.....(2.11) e. The error sum of squares SS E = SS T ( SS Treatments + SS Interactions )...(2.12) 2. Menentukan degree of freedom (derajat kebebasan) Perhitungan derajat kebebasan (degree of freedom) dilakukan untuk menghitung jumlah minimum percobaan yang harus dilakukan untuk meneyelidiki faktor-faktor yang diamati. Degree of freedom untuk faktor dan level faktor digunakan rumus (Belavendram, 1995) : v T = jumlah level 1...(2.13) Degree of freedom untuk orthogonal arrays adalah : 25
23 v OA = jumlah eksperimen 1...(2.14) Misalkan n A dan n B adalah jumlah level untuk faktor A dan faktor B maka : v A = n A 1...(2.15) v B = n B 1 v A x v B = (n A -1) (n B -1)...(2.16) v T = (n A -1)+(n B -1)+(n A -1)(n B -1)...(2.17) dengan : v A : degree of freedom faktor A v B : degree of freedom faktor B v A x v B : degree of freedom untuk interaksi faktor A x B v T : degree of freedom total 3. Menghitung mean squares (MS) Mean squares atau rata-rata jumlah kuadrat diperoleh dengan cara membagi jumlah kuadrat dengan derajat kebebasan yang sesuai. Perhitungan mean squares dapat dilakukan dengan persamaan berikut (Belavendram, 1995) :.....(2.18).....(2.19).....(2.20) 4. Menghitung F ratio Uji ini dilakukan untuk melihat apakah ada perbedaan-perbedaan yang secara signifikan pada faktor-faktor dan interaksi antar faktor. Uji ini dilakukan dengan cara membandingkan variasi yang disebabkan masingmasing faktor dengan variasi error. Variasi error adalah variasi setiap individu dalam pengamatan yang timbul karena faktor-faktor (luar) yang tidak dapat dikendalikan. Misal untuk faktor A, maka uji F ratio adalah sebagai berikut : dengan : MS A = rata-rata jumlah kuadrat faktor A (2.21)
24 MS E = rata-rata jumlah kuadrat error 5. Mencari nilai kritis F Hasil uji F ratio tersebut dibandingkan dengan nilai F dari tabel pada harga tertentu. Nilai kritis F (F critical ) ditentukan dari tabel distribusi F, tergantung pada derajat kebebasan pada numerator (df Numerator ), derajat kebebasan pada deminator (df Deminator ), dan level of significance yang dipilih ( ). F critical = (df Numerator ), (df Deminator ),...(2.22) dimana : df Numerator = derajat kebebasan untuk faktor df Deminator = derajat kebebasan untuk error = tingkat kesalahan (semakin kecil nilai berarti semakin mengurangi resiko salah) Nilai F critical ini dibandingkan dengan nilai F ratio untuk menentukan apakah variansi data yang signifikan atau tidak, maka : F ratio > F critical significant F ratio < F critical not significant Persen Kontribusi Persen kontribusi merupakan porsi masing-masing faktor dan atau interaksi faktor yang signifikan terhadap total varian yang diamati. Persen kontribusi ini merupakan fungsi dari sum of squares dari masing-masing faktor signifikan yang merupakan indikasi kekuatan sebuah faktor dan atau interaksi faktor. Rumus perhitungan persen kontribusi (Belavendram, 1995) : SS A = SS A ( V e x v A ).....(2.23) dengan : SS A = jumlah kuadrat murni untuk faktor A SS A = sum of squares faktor A Ve = mean squares error va = derajat kebebasan faktor A SST = sum of squares total P = persen kontribusi.....(2.24) 27
25 Apabila persen kontribusi kurang dari 15%, dapat diasumsikan bahwa tidak ada faktor-faktor penting yang dihilangkan dari eksperimen. Apabila persen kontribusi lebih besar dari 50%, terdapat beberapa faktor penting harus dihilangkan, kondisi tidak terkontrol dengan tepat, atau error pengukuran terlalu besar. Persen kontribusi error merupakan suatu ukuran seberapa banyak pekerjaan yang tersisa untuk dilakukan atau seberapa banyak kesempatan yang masih ada. Apabila nilai persen kontribusi error ini rendah dan banyak faktor yang dipertimbangkan dalam eksperimen, kesempatan untuk perbaikan lebih lanjut tidak terlalu besar. Dan bila nilai persen kontribusi error tinggi, terdapat kesempatan yang baik untuk perbaikan lebih lanjut dan penelitian yang lebih banyak akan menguntungkan Signal to Noise Ratio Signal adalah nilai rata-rata dari karakteristik dan menampilkan komponen yang diinginkan, yang mendekati nilai target yang telah ditentukan. Sedangkan noise adalah komponen yang tidak diinginkan dan diukur melalui variabilitas karakteristik output. Signal to noise ratio (S/N ratio) ini merupakan suatu nilai yang menunjukkan seberapa besar pengaruh faktor terkendali terhadap kualitas produk yang dihasilkan dan memperhitungkan variasi produk yang dihasilkan serta seberapa dekat produk tersebut dengan target yang telah ditentukan. S/N ratio digunakan untuk memilih faktor-faktor yang memiliki kontribusi pada pengurangan variasi suatu faktor. Rumus perhitungan S/N ratio yang digunakan,yaitu: Smaller is the best, digunakan untuk pencapaian karekteristik kualitas yang jika semakin kecil (mendekati nol) akan semakin baik. 2 SN small 10log 10 ( yi ) / n...(2.25) S/N s.i.t.b.1 = -10 log 10 (μ 2 + s 2 )...(2.26) dimana: y s 2 y i n = rata-rata pengamatan = besarnya varian = pengamatan perulangan ke-i = banyak perulangan 28
26 Strategi Pooling Up Strategi pooling up dirancang oleh Taguchi untuk mengestimasi varian error pada analisis varian sehingga estimasi yang dihasilkan akan lebih baik. Strategi ini akan mengakumulasi beberapa varians error dari beberapa faktor yang kurang berarti. Strategi ini menguji F efek kolom terkecil terhadap yang lebih besar berikutnya untuk melihat kesignifikannya. Dalam hal ini jika tidak ada rasio F signifikan yang muncul maka kedua efek tersebut dipooling untuk menguji kolom yang lebih besar berikutnya sampai dengan rasio F yang signifikan muncul. Atau dengan kata lain pooling up dilakukan jika pengaruh semua faktor yang diteliti tidak ada yang signifikan. Ini terjadi jika varian kesalahan yang mewakili kesalahan dalam percobaan mempunyai derajat kebebasan relatif lebih kecil atau nol. Oleh karena itu, pengaruh faktor yang mempunyai jumlah kuadrat yang paling kecil berikutnya digabungkan dengan jumlah kuadrat kesalahan demikian seterusnya hingga diperoleh yang signifikan. Makin besar harga rasio F, makin signifikan sumber tersebut. Dari faktor yang tersisa tersebut akan kembali dilakukan F-test sampai diperoleh hasil pooled setengah dari nilai derajat kebebasan orthogonal array. Tujuannya untuk menghindari estimasi yang berlebihan, selain itu semakin besar nilai degree of freedom dari error sum of squares maka estimasi error sum of squares juga lebih baik. Strategi pooling up cenderung memaksimasi jumlah kolom yang dipertimbangkan signifikan. Dengan keputusan signifikan faktor-faktor tersebut akan digunakan dalam putaran percobaan selanjutnya atau dalam desain produk atau proses. Dengan demikian kecenderungan melakukan kesalahan (kesalahan tipe I) akan membesar yaitu pertimbangan bahwa faktor menyebabkan perbaikan, padahal tidak. Namun keadaan ini lebih baik dari pada melakukan kesalahan (kesalahan tipe II) yaitu pertimbangan bahwa faktor tidak menyebabkan perbaikan padahal sebenarnya menyebabkan perbaikan. Rumusnya (Belavendram, 1995) : S(Pooled e) = Se + SD.....(2.28) V(Pooled e) = ve + vd.....(2.29) 29
27 .....(2.30) Analisis Regresi Model regresi memiliki variabel respon (y) dan variabel prediktor (x). Variabel respon adalah variabel yang dipengaruhi oleh variabel prediktor. Variabel respon sering dikenal sebagai variabel independen karena peneliti tidak bisa bebas mengendalikannya. Kemudian variabel prediktor digunakan untuk memprediksi nilai variabel respon dan sering disebut variabel dependen karena peneliti bebas mengendalikannya. Kedua variabel dihubungkan dalam bentuk persamaan matematika. Secara umum, bentuk persamaan regresi dinyatakan sebagai berikut (Montgomery, 1997) : Y = x x k x k (2.31) dimana : y = variabel respon i = koefisien regresi (i = 0,1,2,3,4) X i = variabel independen (i = 1,2,3,4) x 1 x 2 x 3 x 4 = faktor A = faktor B = faktor C = faktor D Response Surface Methodology (RSM) Response Surface Methodology (RSM) adalah sekumpulan metode matematika dan teknik-teknik statistik yang bertujuan membuat model dan melakukan analisis mengenai respon yang dipengaruhi oleh beberapa variabel. RSM digunakan sebagai upaya mencari fungsi yang tepat untuk memprediksi respons. RSM mempunyai variabel prediktor lebih dari satu dan data ada yang tidak kuantitatif. Tahap pertama dalam RSM adalah mencari fungsi hubungan antara variabel respons dengan variabel independen yang tepat. Dalam permasalahan RSM, peneliti sering tidak mengetahui hubungan antara variabel respons dan variabel independen. Untuk memodelkannya, perlu memeriksa apakah model antar variabel adalah model linear (model orde satu atau model polinominal). Apabila 30
28 dalam sistem terdapat pola tidak linear, tentu model yang tepat adalah model polinominal orde tinggi (Montgomery, 1997). Model RSM : Y = x x x x 1 x x (2.32) Model RSM orde satu : Y = x x k x k (2.33) Model RSM orde dua : Y = x x x x x 1 x (2.34) dimana : y = variabel respon i = koefisien regresi (i = 0,1,2,3,4) X i = variabel independen (i = 1,2,3,4) x 1 x 2 x 3 x 4 = faktor A = faktor B = faktor C = faktor D Penentuan Titik Stasioner Setelah persamaan model orde II yang dibentuk telah sesuai, maka langkah selanjutnya adalah menentukan titik stasioner. Titik stasioner adalah titik dimana respon yang diamati akan maksimal, minimum atau pelana (Montgomery, 1997) Interpretasi Hasil Interpretasi hasil merupakan langkah yang dilakukan setelah percobaan dan analisis dilakukan. Di sini membahas kesimpulan yang bisa diambil berdasarkan hasil perhitungan dan analisis data yang sudah dilakukan Ishikawa Diagram Ishikawa diagram atau biasa disebut diagram sebab-akibat, digunakan untuk menyajikan penyebab suatu masalah secara grafis. 31
BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN
BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN 6.1. Kesimpulan 1. Faktor-faktor yang diduga signifikan menyebabkan timbulnya cacat produksi di mesin emboss manual adalah sebagai berikut : a. Skala potensiometer b. Lamanya
APLIKASI DESAIN EKSPERIMEN TAGUCHI UNTUK PERBAIKAN KUALITAS AIR PDAM TIRTA MON PASE LHOKSUKON ACEH UTARA. Halim Zaini 1
APLIKASI DESAIN EKSPERIMEN TAGUCHI UNTUK PERBAIKAN KUALITAS AIR PDAM TIRTA MON PASE LHOKSUKON ACEH UTARA Halim Zaini 1 1 Staf Pengajar email : [email protected] ABSTRAK Kualitas air PDAM Tirta Mon
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI
BAB TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI.1. Tinjauan Pustaka Ghani (013) dalam jurnal berjudul Philosophy of Taguchi Approach and Method in Design of Experiment mengungkapkan persaingan dunia usaha saat ini
DESAIN EKSPERIMEN GUNA MENGURANGI CACAT PRODUKSI PADA PROSES EMBOSSING LABEL KULIT SAPI DI CELANA JEANS
Prosiding SNATIF Ke-1 Tahun 201 4 ISBN: 978-602-1180-04-4 DESAIN EKSPERIMEN GUNA MENGURANGI CACAT PRODUKSI PADA PROSES EMBOSSING LABEL KULIT SAPI DI CELANA JEANS Dominico Bertho Dyan Utama Program Studi
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN Metodologi penelitian adalah suatu tahapan yang dicapai dalam menulis sebuah karya ilmiah. Metodologi penelitian diperlukan agar penelitian yang dilakukan dapat ditulis secara
OPTIMASI KUALITAS HALLOW BLOCK DENGAN METODE TAGUCHI INTISARI
Buletin Ilmiah Math. Stat. dan Terapannya (Bimaster) Volume 6, No. 01 (2017), hal 61 68. OPTIMASI KUALITAS HALLOW BLOCK DENGAN METODE TAGUCHI Suwarno, Naomi Nessyana Debataraja, Setyo Wira Rizki INTISARI
ANALISIS FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERHADAP KEKUATAN TARIK BENANG KARUNG PLASTIK PADA MESIN EXTRUDER DENGAN MENGGUNAKAN METODE TAGUCHI DI PT
ANALISIS FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERHADAP KEKUATAN TARIK BENANG KARUNG PLASTIK PADA MESIN EXTRUDER DENGAN MENGGUNAKAN METODE TAGUCHI DI PT. PERKEBUNAN NUSANTARA XI (PERSERO) PK. ROSELLA BARU SURABAYA
REKAYASA KUALITAS DALAM PENENTUAN SETTING MESIN DENGAN METODE TAGUCHI (PRODUK KAIN POLYESTER) Rudy Wawolumaja, Lindawati
REKAYASA KUALITAS DALAM PENENTUAN SETTING MESIN DENGAN METODE TAGUCHI (PRODUK KAIN POLYESTER) Rudy Wawolumaja, Lindawati Abstrak Penelitian ini dilakukan di pabrik tekstil, P. X Bandung. Masalah yang dihadapi
KOMBINASI DAN KOMPOSISI BAHAN BAKU UNTUK PENINGKATAN KUALITAS PAVING RUMPUT DI CV. X SURABAYA. Irwan Soejanto ABSTRACT
KOMBINASI DAN KOMPOSISI BAHAN BAKU UNTUK PENINGKATAN KUALITAS PAVING RUMPUT DI CV. X SURABAYA Irwan Soejanto ABSTRACT As a product, grass paving has its own characteristic. The producers always try to
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penggunaan proses pemesinan non konvensioanal sekarang ini banyak digunakan di lingkungan industri untuk proses pengerjaan produk-produk dengan spesifikasi ukuran,
BAB 4 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH
BAB 4 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH 4.1. Model Perumusan Masalah dan Pengambilan Keputusan Metodologi pemecahan masalah merupakan tahap menggambarkan jalannya proses penelitian atau pemecahan masalah yang
DESAIN EKSPERIMEN PADA MESIN ELECTRICAL DISCHARGE MACHINING SKM ZNC T50
DESAIN EKSPERIMEN PADA MESIN ELECTRICAL DISCHARGE MACHINING SKM ZNC T50 SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Mencapai Derajat Sarjana Teknik Industri Disusun oleh: Rahmad Puji Utomo 11
Desain Eksperimen Untuk Pengendalian Kadar Air Jamu Simplisia
Seminar dan Konferensi Nasional IDEC 07 ISSN: 579-69 Surakarta, 8-9 Mei 07 Desain Eksperimen Untuk Pengendalian Kadar Air Jamu Simplisia Ida Nursanti *), dan Arinda Lisna Nindhira ) ) Jurusan Teknik Industri,
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Beberapa tahun terakhir ini banyak sekali terjadi bencana alam di Indonesia. Daerah Istimewa Yogyakarta juga pernah mengalami gempa tektonik yang sangat besar
DAFTAR ISI... HALAMAN JUDUL... HALAMAN SAMPUL DALAM... HALAMAN PRASYARAT... HALAMAN LEMBAR PENGESAHAN... HALAMAN PENETAPAN PANITIA PENGUJI TESIS...
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... HALAMAN SAMPUL DALAM... HALAMAN PRASYARAT... HALAMAN LEMBAR PENGESAHAN... HALAMAN PENETAPAN PANITIA PENGUJI TESIS...... HALAMAN UCAPAN TERIMA KASIH... HALAMAN ABSTRAK... DAFTAR
PENERAPAN METODE SPC DAN TAGUCHI DALAM IDENTIFIKASI FAKTOR KECACATAN PRODUK RIM
PENERAPAN METODE SPC DAN TAGUCHI DALAM IDENTIFIKASI FAKTOR KECACATAN PRODUK RIM Cahyono dan Mulki Siregar Teknik Industri Universitas Islam Jakarta [email protected] Abstrak Meminimalkan produk cacat
Penerapan Metode Taguchi Untuk Meningkatkan Kualitas Kain Tenun Pada Sentra Industri Kain Tenun Kabupaten Pemalang
Penerapan Metode Taguchi Untuk Meningkatkan Kualitas Kain Tenun Pada Sentra Industri Kain Tenun Kabupaten Pemalang Zulfah, Saufik Luthfianto, M. Fajar Nurwildani Dosen Program Studi Teknik Industri Universitas
BAB V ANALISA DAN INTERPRETASI
59 BAB V ANALISA DAN INTERPRETASI Berdasarkan informasi dari pengolahan data yang telah ada, dapat dilakukan analisa dan interpretasi mengenai data-data yang telah diolah. 5.1 Analisa Standard Nasional
OPTIMASI MULTI RESPON DENGAN MENGGUNAKAN METODE TAGUCHI-GREY PADA PROSES FOAMING PRODUK SPONGE SHEET SLAA UNTUK MENURUNKAN BIAYA KERUGIAN
OPTIMASI MULTI RESPON DENGAN MENGGUNAKAN METODE TAGUCHI-GREY PADA PROSES FOAMING PRODUK SPONGE SHEET SLAA UNTUK MENURUNKAN BIAYA KERUGIAN Andri Maulana Novianto 1*) dan Bobby Oedy P. Soepangkat 2) Manajemen
Oleh : M. Mushonnif Efendi ( ) Dosen Pembimbing : Dr. Sony Sunaryo, M.Si.
OPTIMASI WAKTU PEMOTONGAN BAJA HSS PADA WIRE-EDM MENGGUNAKAN METODE TAGUCHI Oleh : M. Mushonnif Efendi (307 030 05) Dosen Pembimbing : Dr. Sony Sunaryo, M.Si. Prodi D3 STATISTIKA FAKULTAS ILMU PENGETAHUAN
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sektor industri merupakan salah satu sektor penting dalam pembangunan perekonomian di Indonesia. Berbagai macam industri mengalami perkembangan yang cukup pesat. Salah
Mengelola Eksperimen. 17 Oktober 2013
Mengelola Eksperimen 17 Oktober 013 8 langkah mengelola eksperimen Perencanaan eksperimen Langkah 1 : mendefinisikan masalah Langkah : menentukan tujuan Langkah 3 : mendefinisikan karakteristik kualitas
DESAIN EKSPERIMEN TERSARANG
DESAIN EKSPERIMEN TERSARANG PENDAHULUAN 1-1. Latar Belakang Bab ini memperkenalkan desain eksperimental yaitu desain yang bersarang. Desain ini cukup luas aplikasinya dalam penggunaan industri. Desain
PERANCANGAN MODUL PRAKTIS PENGUKURAN KEHALUSAN PERMUKAAN MATA KULIAH ALAT BANTU DAN ALAT UKUR UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA
PERANCANGAN MODUL PRAKTIS PENGUKURAN KEHALUSAN PERMUKAAN MATA KULIAH ALAT BANTU DAN ALAT UKUR UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Mencapai Derajat Sarjana
Analisis Setting Parameter yang Optimum untuk Mendapatkan Jumlah Cacat Minimum pada Kualitas Genteng dengan Desain Eksperimen
Analisis Setting Parameter yang Optimum untuk Mendapatkan Jumlah Cacat Minimum pada Kualitas Genteng dengan Desain Eksperimen (Studi Kasus di UD Genteng Super DD Karya Manunggal) SKRIPSI Diajukan Untuk
Analisis Setting Parameter yang Optimum untuk Mendapatkan Jumlah Cacat Minimum pada Kualitas Briket Arang Tempurung Kelapa
Analisis Setting Parameter yang Optimum untuk Mendapatkan Jumlah Cacat Minimum pada Kualitas Briket Arang Tempurung Kelapa (Studi Kasus di PT. Tropica Nucifera Industry, Bantul) SKRIPSI Diajukan Untuk
BAB 4 PENGUMPULAN, PENGOLAHAN DAN ANALISIS DATA
BAB 4 PENGUMPULAN, PENGOLAHAN DAN ANALISIS DATA 4.1. Pengumpulan dan Pengolahan Data dengan Metode Taguchi 4.1.1. Identifikasi Faktor-faktor yang Berpengaruh Tidak semua faktor diteliti pada penelitian
APLIKASI DOE UNTUK MENENTUKAN SETTING PARAMETER OPTIMUM PADA PROSES PEMBUATAN PRODUK ROLL. Paulus Wisnu Anggoro 1
plikasi DOE (Paulus) PLIKSI DOE UNTUK MENENTUKN SETTING PRMETER OPTIMUM PD PROSES PEMBUTN PRODUK ROLL Paulus Wisnu nggoro 1 1 Staf Pengajar Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri Universitas
BAB 3 LANDASAN TEORI
BAB 3 LANDASAN TEORI 3.1. Definisi Kualitas Faktor utama penentu kinerja suatu perusahaan adalah kualitas produk yang dihasilkan. Produk yang berkualitas adalah produk yang memiliki kualitas yang sesuai
PENENTUAN KONDISI PENGOLAHAN DAN PENYAJIAN BUMBU RAWON INSTAN BUBUK DENGAN METODE TAGUCHI
PENENTUAN KONDISI PENGOLAHAN DAN PENYAJIAN BUMBU RAWON INSTAN BUBUK DENGAN METODE TAGUCHI Julianingsih Dosen Fakultas Teknologi Industri, Jurusan Teknik Industri, Universitas Kristen Petra Febrina Prasetyo
BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH
BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH 3.1. Model Rumusan Masalah dan Pengambilan Keputusan Agar penelitian berjalan dengan lebih terarah dan sistematis, maka digunakan flowchart sebagai pedoman dalam setiap
Peningkatan Kualitas melalui Desain Eksperimen (Studi Kasus di Sebuah Perusahaan Krupuk, Blitar)
Peningkatan Kualitas melalui Desain Eksperimen (Studi Kasus di Sebuah Perusahaan Krupuk, Blitar) Debora Anne Y. A., Vivi Yasin Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Kristen
KAJIAN TEKNOLOGI PERMESINAN PADA TEKNIK TATAH TIMBUL PRODUK KULIT
Seminar Nasional Inovasi Dan Aplikasi Teknologi Di Industri 07 ISSN 085-48 ITN Malang, 4 Pebruari 07 KAJIAN TEKNOLOGI PERMESINAN PADA TEKNIK TATAH TIMBUL PRODUK KULIT Yuli Suwarno ), Herianto ) ) Politeknik
ANALISA DESAIN EKSPERIMEN PEMBUATAN BATAKO BERBAHAN ALTERNATIF LUMPUR LAPINDO DAN FLY ASH DENGAN METODE TAGUCHI
ANALISA DESAIN EKSPERIMEN PEMBUATAN BATAKO BERBAHAN ALTERNATIF LUMPUR LAPINDO DAN FLY ASH DENGAN METODE TAGUCHI DESIGN OF EXPERIMENTS ON NEW MIX DESIGN OF CONCRETE BLOCK COMPOSED OF LAPINDO MUD AND FLY
DESAIN EKSPERIMEN GUNA MENGURANGI CACAT PRODUKSI PADA PROSES EMBOSSING LABEL KULIT SAPI DI CELANA JEANS
DESAIN EKSPERIMEN GUNA MENGURANGI CACAT PRODUKSI PADA PROSES EMBOSSING LABEL KULIT SAPI DI CELANA JEANS TUGAS AKHIR Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan Mencapai derajat Sarjana Teknik Industri
Analisa Pengaruh Parameter Proses Injection Moulding Terhadap Berat Produk Cap Lem Fox Menggunakan Metode Taguchi
Analisa Pengaruh Parameter Proses Injection Moulding Terhadap Berat Produk Cap Lem Fox Menggunakan Metode Taguchi Moh. Hadi Purnomo 1, Pranowo Sidi 2 dan Nurvita Arumsari 3 1 Program Studi Teknik Desain
BAB IV HASIL PENELITIAN
BAB IV HASIL PENELITIAN 4.1 Persiapan Penelitian Dalam proses pelaksanaan penelitian ini ada beberapa tahapan yang dilakukan diantaranya: a) Mempersiapkan alat dan bahan penelitian b) Mempersiapkan surat
BAB III METODOLOGI PENELITIAN TAGUCHI. Pengertian metode penelitian secara umum adalah membahas bagaimana
BAB III METODOLOGI PENELITIAN TAGUCHI Pengertian metode penelitian secara umum adalah membahas bagaimana secara berurut suatu penelitian dilakukan, yaitu dengan alat apa dan prosedur bagaimana suatu penelitian
BAB II KAJIAN PUSTAKA. sehingga dapat diamati dan diidentifikasi alasan-alasan perubahan yang terjadi
BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Rancangan Percobaan Rancangan percobaan dapat diartikan sebagai serangkaian uji dimana perubahan yang berarti dilakukan pada variabel dari suatu proses atau sistem sehingga dapat
BAB IV ANALISA HASIL PENELITIAN
BAB IV ANALISA HASIL PENELITIAN 4.. Prosedur Penelitian. 4... Tahap Persiapan Menyiapkan alat-alat dan bahan yang digunakan untuk melakukan eksperimen. Yaitu ampere meter, volt meter, function generator,
Analisis Setting Parameter Mesin Thermoforming. Analysis of Thermoforming Machine Parameters Setting
Analisis Setting Parameter Mesin Thermoforming Analysis of Thermoforming Machine Parameters Setting Paulus Wisnu Anggoro Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri Universitas Atma Jaya
BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN
BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN 6.1. Kesimpulan 1. Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas hasil proses produksi Genteng Super DD Hidrolik.adalah: a. Komposisi jenis lempung (faktor A) b. Kecepatan penggilingan
SETTING KOMBINASI LEVEL FAKTOR OPTIMAL PEMBUATAN PRODUK TOPLES MENGGUNAKAN METODE TAGUCHI
SETTING KOMBINASI LEVEL FAKTOR OPTIMAL PEMBUATAN PRODUK TOPLES MENGGUNAKAN METODE TAGUCHI Ali Parkhan, Ranita Eka Puspa Ayu Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia Abstrak Pada era dimana
BAB I PENDAHULUAN. Penemuan logam memberikan manfaat yang sangat besar bagi. kehidupan manusia. Dengan ditemukannya logam, manusia dapat
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penemuan logam memberikan manfaat yang sangat besar bagi kehidupan manusia. Dengan ditemukannya logam, manusia dapat membuat serta menciptakan alat-alat yang dapat
Penentuan Nilai Parameter Mesin Las untuk Menghasilkan Kualitas Pengelasan yang Terbaik dengan Desain Eksperimental Taguchi 1.
Penentuan Nilai Parameter Mesin Las untuk Menghasilkan Kualitas Pengelasan yang Terbaik dengan Desain Eksperimental Taguchi Ferry Manihuruk & Isti Surjandari Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Manajemen Operasi Untuk mengelola suatu perusahaan atau organisasi selalu dibutuhkan sistem manajemen agar tujuan dari perusahaan atau organisasi tersebut dapat tercapai.
PENERAPAN METODE TAGUCHI UNTUK OPTIMALISASI HASIL PRODUKSI ROTI DI USAHA ROTI MEYZA BAKERY, PADANG SUMATERA BARAT
Jurnal Matematika UNAND Vol. 5 No. 3 Hal. 122 130 ISSN : 2303 2910 c Jurusan Matematika FMIPA UNAND PENERAPAN METODE TAGUCHI UNTUK OPTIMALISASI HASIL PRODUKSI ROTI DI USAHA ROTI MEYZA BAKERY, PADANG SUMATERA
BAB III METODE PENELITIAN. Objek penelitian adalah kompor induksi type JF-20122
BAB III METODE PENELITIAN.. Lokasi Penelitian Penelitian dilakukan di Laboratorium Research and Development Akademi Teknologi Warga Surakarta Jl.Raya Solo-Baki KM. Kwarasan, Grogol, Solo Baru, Sukoharjo...
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Saat ini energi yang digunakan sebagian masyarakat Indonesia berasal dari bahan bakar minyak, batubara, dan gas. Penggunaan energi yang semakin meningkat akan
SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Teknik (ST) Pada Program Studi Teknik Mesin UN PGRI Kediri OLEH :
ANALISA NILAI KEKERASAN BAJA KARBON RENDAH MELALUI PROSES KARBURISASI MENGGUNAKAN CAMPURAN CARBON (C) dan BARIUM KARBONAT (BaCO 3 ) DENGAN VARIASI WAKTU PENAHANAN BERBEDA SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi
Basic Design of Experiment. Dimas Yuwono W., ST., MT.
Basic Design of Experiment Dimas Yuwono W., ST., MT. RANCANGAN PERCOBAAN Desain eksperimen (rancangan percobaan) bertujuan untuk menentukan rencana pelaksanaan eksperimen yang tepat agar dapat memperoleh
BAB I PENDAHULUAN. dimana logam dicairkan dalam tungku peleburan kemudian. dituangkan kedalam rongga cetakan yang serupa dengan bentuk asli
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang masalah Pengecoran casting adalah salah satu teknik pembuatan produk dimana logam dicairkan dalam tungku peleburan kemudian dituangkan kedalam rongga cetakan yang
BAB I PENDAHULUAN. berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang selalu. sehingga tercipta alat-alat canggih dan efisien sebagai alat bantu dalam
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Semakin tinggi kebutuhan dan tuntutan hidup manusia, membuat manusia berpikir dengan akal dan budinya seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang
(D.4) DESAIN PARAMETER UNTUK DATA DISKRIT PADA ROBUST DESIGN. Oleh Budhi Handoko 1), Sri Winarni 2)
(D.4) DESAIN PARAMETER UNTUK DATA DISKRIT PADA ROBUST DESIGN Oleh Budhi Handoko ), Sri Winarni ),) Staf Pengajar Jurusan Statistika FMIPA, Unpad Bandung Email ) : [email protected] Email ) : [email protected]
BAB I PENDAHULUAN. Dalam membuat suatu produk, bahan teknik merupakan komponen. yang penting disamping komponen lainnya. Para perancang, para
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dalam membuat suatu produk, bahan teknik merupakan komponen yang penting disamping komponen lainnya. Para perancang, para pengambil keputusan dan para ahli produksi
Analysis of Variance SUNU WIBIRAMA
Analysis of Variance SUNU WIBIRAMA Basic Probability and Statistics Department of Electrical Engineering and Information Technology Faculty of Engineering, Universitas Gadjah Mada Latar belakang perlunya
USULAN KOMBINASI TERBAIK FAKTOR YANG BERPENGARUH PADA PEMBUATAN PREFORM UNTUK MENGURANGI JUMLAH CACAT DENGAN METODE TAGUCHI DI PT.
Reka Integra ISSN: 2338-5081 Jurusan Teknik Industri Itenas No.2 Vol.03 Jurnal Online Institut Teknologi Nasional April 2015 USULAN KOMBINASI TERBAIK FAKTOR YANG BERPENGARUH PADA PEMBUATAN PREFORM UNTUK
PEMANFAATAN SILICA FUME LIMBAH SANDBLASTING UNTUK MENINGKATKAN KUAT TEKAN BATAKO PEJAL DENGAN TAGUCHI QUALITY ENGINEERING (Studi Kasus: PT X Pasuruan)
PEMANFAATAN SILICA FUME LIMBAH SANDBLASTING UNTUK MENINGKATKAN KUAT TEKAN BATAKO PEJAL DENGAN TAGUCHI QUALITY ENGINEERING (Studi Kasus: PT X Pasuruan) THE UTILIZATION OF SAND BLASTING WASTE SILICA FUME
PROPOSAL PENELITIAN. Oleh : Randi Nugraha Putra ( )
JURUSAN STATISTIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 2011 PROPOSAL PENELITIAN Oleh : Randi Nugraha Putra (1309 106 005) 1 PENDAHULUAN 2 LANDASAN
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL HALAMAN PENGESAHAN HALAMAN PERNYATAAN NASKAH SOAL TUGAS AKHIR HALAMAN PERSEMBAHAN INTISARI KATA PENGANTAR UCAPAN TERIMA KASIH
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL HALAMAN PENGESAHAN HALAMAN PERNYATAAN NASKAH SOAL TUGAS AKHIR HALAMAN PERSEMBAHAN INTISARI KATA PENGANTAR UCAPAN TERIMA KASIH DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL DAFTAR LAMPIRAN
ABSTRAK. Kata kunci: Daya Serap Air, Metode Taguchi, Smaller The Better, Genteng Magasil.
ABSTRAK Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kaya akan hasil kerajinan yang berbahan baku tanah liat (clay). Dusun Klinyo merupakan daerah industri rumahan pembuatan genteng yang penduduknya pada umumnya sebagai
PEMANFAATAN ABU AMPAS TEBU SEBAGAI BAHAN ALTERNATIF PENDUKUNG PEMBUATAN PAVING BLOCK
PEMANFAATAN ABU AMPAS TEBU SEBAGAI BAHAN ALTERNATIF PENDUKUNG PEMBUATAN PAVING BLOCK DENGAN METODE MULTI RESPON TAGUCHI (Studi Kasus di CV. Kali Ampo Malang) THE USE OF BAGGASSE ASH AS AN ALTERNATIVE SUPPORT
USULAN PERBAIKAN KUALITAS KUAT TEKAN PRODUK BATA BETON PAVING BLOCK DENGAN TAMBAHAN TRASS MENGGUNAKAN METODE TAGUCHI DI BALAI BESAR KERAMIK *
Reka Integra ISSN: 2338-5081 Jurusan Teknik Industri Itenas No.04 Vol.03 Jurnal Online Institut Teknologi Nasional Oktober 2015 USULAN PERBAIKAN KUALITAS KUAT TEKAN PRODUK BATA BETON PAVING BLOCK DENGAN
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Konsep Dasar Sistem Produksi Suatu proses dalam sistem produksi dapat didefinisikan sebagai integrasi sekuensial dari tenaga kerja, material, informasi, metode kerja dan mesin
Optimasi Proses Injeksi dengan Metode Taguchi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol. 3, No. 1, April 001: 4 8 Optimasi Proses Injeksi dengan Metode Taguchi Didik Wahjudi, Gan Shu San Dosen Fakultas Teknologi Industri Jurusan Teknik Mesin Universitas Kristen Petra
STATISTICAL PROCESS CONTROL
STATISTICAL PROCESS CONTROL Sejarah Statistical Process Control Sebelum tahun 1900-an, industri AS umumnya memiliki karakteristik dengan banyaknya toko kecil menghasilkan produk-produk sederhana, seperti
STUDI BANDING PERFORMANCE MESIN HOT PRESS BERBASIS KONTROL RELAY DAN KONTROL PLC
PROPOSAL TUGAS AKHIR [ TM091476 ] OLEH : BOBY DWI HASTANA 2105100133 DOSEN PEMBIMBING : Ir. Sampurno, MT STUDI BANDING PERFORMANCE MESIN HOT PRESS BERBASIS KONTROL RELAY DAN KONTROL PLC LATAR BELAKANG
OPTIMASI PROSES ELEKTROPLATING MENGGUNAKAN TAGUCHI MULTIRESPON (Studi kasus pada perusahaan pelapisan logam) Eko Nursubiyantoro
PROCEEDING SEMINAR NASIONAL OPTIMASI SISTEM INDUSTRI 005 Optimasi Sistem Industri sebagai Solusi Terhadap Tantangan Dunia Industri Yogyakarta, 6 Maret 005 ISBN : 979-96854-1-9 OPTIMASI PROSES ELEKTROPLATING
OPTIMALISASI PRODUK DENGAN MENGGUNAKAN METODE PERANCANGAN TOLERANSI TAGUCHI PT Jasa Marga ro) C. abang Semarang
OPTIMALISASI PRODUK DENGAN MENGGUNAKAN METODE PERANCANGAN TOLERANSI TAGUCHI PT Jasa Marga ro) C abang Semarang SKRIPSI Oleh : PATRICIA WAHYU HAUMAHU NIM : J2E 006 026 PROGRAM STUDI STATISTIKA JURUSAN MATEMATIKA
PENERAPAN METODE TAGUCHI ANALYSIS DAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) DALAM PERBAIKAN KUALITAS CRUMB RUBBER SIR 20
PENERAPAN METODE TAGUCHI ANALYSIS DAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) DALAM PERBAIKAN KUALITAS CRUMB RUBBER SIR 20 DI PT ASAHAN CRUMB RUBBER DRAFT TUGAS SARJANA Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian
Implementasi Metode Taguchi pada Proses EDM dari Tungsten Carbide
Implementasi Metode Taguchi pada Proses EDM dari Tungsten Carbide Tugas Resume Sebelum UAS Kuliah Pengendalian dan Penjaminan Mutu Disusun Oleh: Isarmadriani Meinar (3333051068) JURUSAN TEKNIK INDUSTRI
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pengembangan produk berkelanjutan merupakan suatu hal yang menjadi sangat penting dalam perkembangan dunia industri. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan target pasar
Metode Taguchi Pengendalian Kualitas
Metode Taguchi 14.3 Pengendalian Kualitas Debrina Puspita Andriani Teknik Industri Universitas Brawijaya e- Mail : [email protected] Blog : hep://debrina.lecture.ub.ac.id/ 2 Outline METODE TAGUCHI 3 Metoda
OPTIMASI KOMPOSISI LEM UNTUK BAHAN PVC OPTIMIZATION OF MATERIAL COMPOSITION FOR GLUE PVC
OPTIMASI KOMPOSISI LEM UNTUK BAHAN PVC OPTIMIZATION OF MATERIAL COMPOSITION FOR GLUE PVC Adatul Mukarromah, *), Anggun Yuanita Prieskawati ), Muhammad Sjahid Akbar ) dan M. Muhibbuddin 4) ) Statistics,
OPTIMASI KUAT TEKAN DAN DAYA SERAP AIR DARI BATAKO YANG MENGGUNAKAN BOTTOM ASH DENGAN PENDEKATAN RESPON SERENTAK
OPTIMASI KUAT TEKAN DAN DAYA SERAP AIR DARI BATAKO YANG MENGGUNAKAN BOTTOM ASH DENGAN PENDEKATAN RESPON SERENTAK Ricky Afi Damaris (), Bobby O. P. Soepangkat () Mahasiswa MMT ITS, Staf Pengajar MMT ITS
Seminar Nasional IENACO ISSN: DESAIN KUALITAS PERANCANGAN PRODUK LIMBAH PLAT ALUMUNIUM MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMENT
DESAIN KUALITAS PERANCANGAN PRODUK LIMBAH PLAT ALUMUNIUM MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMENT Saufik Luthfianto 1, Zulfah 2, M. Fajar Nurwildani 3 1,2,3 Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut perubahan-perubahan yang melibatkan suatu penelitian atau percobaan pada berbagai bidang. Metode Statistik
PENENTUAN PARAMETER KOMPOSISI CAIRAN PRODUK VIVELLE BODY SPRAY MENGGUNAKAN METODE TAGUCHI DI PT EASTON KALERIS INDONESIA
PENENTUAN PARAMETER KOMPOSISI CAIRAN PRODUK VIVELLE BODY SPRAY MENGGUNAKAN METODE TAGUCHI DI PT EASTON KALERIS INDONESIA Parameter Determination of Composition of Liquid Products Body Spray Vivelle Using
I Gambaran umum Pengendalian dan Jaminan Kualitas. Pengendalian Kualitas TIN-212
I Gambaran umum Pengendalian dan Jaminan Kualitas Pengendalian Kualitas TIN-212 Materi Definisi kualitas Online quality control dan offline quality control Sejarah rekayasa dan manajemen kualitas Dimensi
OPTIMALISASI PROSES PRODUKSI YANG MELIBATKAN BEBERAPA FAKTOR DENGAN LEVEL YANG BERBEDA MENGGUNAKAN METODE TAGUCHI SKRIPSI
OPTIMALISASI PROSES PRODUKSI YANG MELIBATKAN BEBERAPA FAKTOR DENGAN LEVEL YANG BERBEDA MENGGUNAKAN METODE TAGUCHI SKRIPSI Disusun oleh ANNISA INTAN MAYASARI 24010210120033 JURUSAN STATISTIKA FAKULTAS SAINS
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB LANDASAN TEORI.1. Pengertian Peramalan Peramalan adalah kegiatan untuk memperkirakan apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Sedangkan ramalan adalah suatu situasi atau kondisi yang diperkirakan
Optimalisasi Jumlah Batu Bata yang Pecah Menggunakan Desain Eksperimen Taguchi. (Studi Kasus: Usaha Batu Bata Bapak Kholil Ds.
Optimalisasi Jumlah Batu Bata yang Pecah Menggunakan Desain Eksperimen Taguchi (Studi Kasus: Usaha Batu Bata Bapak Kholil Ds. Bulak Karangawen) SKRIPSI Disusun Oleh: CAKRA KURNIAWAN J2E 009 042 JURUSAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
27 BAB III METODOLOGI PENELITIAN Pada penelitian ini diperlukan beberapa tahapan, dimana tahap pertama diawali dari survey pendahuluan untuk mengetahui real permasalahan yang terjadi di sentra industri
DESAIN LABEL KEMASAN AIR MINUM DALAM KEMASAN DENGAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT DAN METODE TAGUCHI
DESAIN LABEL KEMASAN AIR MINUM DALAM KEMASAN DENGAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT DAN METODE TAGUCHI Agus Setiawan Magister Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia
BAB 2 LANDASAN TEORI
6 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Statistical Process Control (SPC) Statistical Process Control (SPC) merupakan teknik penyelesaian masalah yang digunakan sebagai pemonitor, pengendali, penganalisis, pengelola,
Penurunan Tingkat Kecacatan dan Analisa Biaya Rework (Studi Kasus di Sebuah Perusahaan Plastik, Semarang)
Penurunan Tingkat Kecacatan dan Analisa Biaya Rework (Studi Kasus di Sebuah Perusahaan Plastik, Semarang) Debora Anne Y. A., Desy Gunawan Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas
BAB 2 LANDASAN TEORI
10 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Defenisi Mutu Dalam dunia industri baik industri jasa maupun manufaktur mutu adalah faktor kunci yang membawa keberhasilan bisnis, pertumbuhan dan peningkatan posisi bersaing.
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN Gambar 3.1 Diagram alir 42 3.1 Penelitian Pendahuluan Penelitian pendahuluan ini dimaksudkan adalah untuk mengidentifikasi permasalahan yang ada dan sedang dihadapi P.T. Mulmindo
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Statistic Quality Control (SQC) Statistik merupakan teknik pengambilan keputusan tentang suatu proses atau populasi berdasarkan pada suatu analisa informasi yang terkandung di
METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian explanatory research. Jenis penelitian
21 III. METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian explanatory research. Jenis penelitian explanatory research adalah jenis penelitian yang menyoroti hubungan antar
Pengurangan Produk Cacat Pada Bahan Baku Kulit Dengan Metode Taguchi Pada PT. Surya Sukmana Leather
Pengurangan Produk Cacat Pada Bahan Baku Kulit Dengan Metode Taguchi Pada PT. Surya Sukmana Leather Yetty Evi 1, Prima Vitasari 2, ST Salmia L.A. 3 1,2,3) Program Studi Teknik Industri S-2, Pascasarjana,
LAPORAN STATISTIK ELEMENTER UJI ANALISIS VARIAN SATU ARAH (ANOVA) Dosen pengampu Dr. Sri Harini, M.Si. Oleh Nurul Anggraeni Hidayati NIM.
LAPORAN STATISTIK ELEMENTER UJI ANALISIS VARIAN SATU ARAH (ANOVA) Dosen pengampu Dr. Sri Harini, M.Si Oleh Nurul Anggraeni Hidayati NIM. 14610002 JURUSAN MATEMATIKA FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS
BAB IV HASIL DAN ANALISIS. Akhir karena pada bab ini akan diperoleh kesimpulan yang merupakan jawaban dari
BAB IV HASIL DAN ANALISIS Dalam bab ini dibahas proses pengumpulan dan pengolahan data yang berlangsung selama penelitian. Analisis data merupakan bagian terpenting dalam penyusunan Tugas Akhir karena
Uji Hipotesis dengan ANOVA (Analysis of Variance)
Uji Hipotesis dengan ANOVA (Analysis of Variance) I. Pengertian Dalam sebuah penelitian, terkadang kita ingin membandingkan hasil perlakuan (treatment) pada sebuah populasi dengan populasi yang lain dengan
OPTIMALISASI PROSES PRODUKSI YANG MELIBATKAN BEBERAPA FAKTOR DENGAN LEVEL YANG BERBEDA MENGGUNAKAN METODE TAGUCHI
ISSN: 2339-2541 JURNAL GAUSSIAN, Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014, Halaman 303-312 Online di: http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/gaussian OPTIMALISASI PROSES PRODUKSI YANG MELIBATKAN BEBERAPA FAKTOR
BAB 2 LANDASAN TEORI
15 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka 2.1.1 Plastik Plastik mencakup semua bahan sintetik organik yang berubah menjadi plastis setelah dipanaskan dan mampu dibentuk di bawah pengaruh tekanan. Bahan
