PENGARUH MIXED DISTRIBUTION PADA PENDEKATAN QUASI-LIKELIHOOD DALAM MODEL LINEAR 1)
|
|
|
- Hengki Budiaman
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 PENGARUH MIXED DISTRIBUTION PADA PENDEKATAN QUASI-LIKELIHOOD DALAM MODEL LINEAR 1) Anang Kurnia Departemen Statistika FMIPA IPB Jl. Meranti, Wing 22 Level 4 Kampus IPB Darmaga, Bogor [email protected] Abstrak. Diawali oleh Wedderburn (1974), perkembangan metode quasilikelihood (QL) telah memberikan manfaat yang sangat besar dalam pemodelan statistika. Dengan keuntungan yang dimilikinya yaitu tidak memerlukan diketahuinya bentuk sebaran dari peubah respon, metode QL telah menjadi alternatif dalam pemodelan statistika yang komplek. Namun demikian, inferensi berdasarkan metode quasi-likelihood hanya bisa dilakukan berdasarkan sifat asimtotik. Disamping itu, pengaruh data pencilan atau terjadinya mixed distribution pada peubah respon akan mempengaruhi akurasi pendugaan yang dihasilkannya. Kajian simulasi untuk hal tersebut, menunjukkan bahwa terjadinya mixed distribution dibawah 10% masih memungkinkan untuk digunakan quasilikelihood dengan menganggap respon berasal dari satu populasi. Sedangkan jika terjadi mixed distribution diatas 10%, analisis harus mempertimbangkan kondisi ini karena pendugaaan dan inferensi jika hal tersebut diabaikan menjadi jauh dari kondisi sebenarnya. Kata Kunci : Quasi-likelihood, mixed distribution 1. Pendahuluan Pemodelan statistika berkembang sangat cepat sejalan dengan perkembangan teknologi komputasi. Namun demikian banyak masalah-masalah aktual dalam pemodelan yang tidak bisa dilakukan dengan sederhana. Pendekatan full likelihood memiliki keterbatasan pada asumsi sebaran peubah respon. Diawali oleh Wedderburn (1974), kemudian McCullagh (1983) dikembangkan suatu pendekatan lain quasi-likelihood yang memiliki keuntungan tidak memerlukan diketahuinya bentuk sebaran dari peubah respon, karena estimating function dibentuk hanya berdasarkan pada momen satu dan momen kedua. Namun demikian, keuntungan ini tidak menjadikan quasi-likelihood sebagai metode yang power-full. Oleh karena sifatnya yang relatif bebas sebaran, inferensi berdasarkan metode quasilikelihood hanya bisa dilakukan berdasarkan sifat asimtotik. Disamping itu, pengaruh data pencilan atau terjadinya mixed distribution pada peubah respon akan mempengaruhi akurasi pendugaan yang dihasilkannya. Seberapa besar pengaruh mixed distribution mempengaruhi pendugaan pada metode quasi-likelihood menjadi kajian pada paper ini. 2. Tinjauan Pustaka Generalized Linear Model (GLM) Model linear khususnya model regresi sudah mulai digunakan sejak awal abad 19, ditandai dengan kajian-kajian yang dilakukan oleh Francis Galton ( ) tentang hubungan tinggi badan ayah dan anaknya. Dalam perkembangannya, model regresi linear dengan asumsi peubah respon Y i ~ N(µ i, σ 2 ) tidaklah mampu menjawab masalah-masalah yang dihadapi dalam pemodelan statistik. Generalized Linear Model (GLM) merupakan pengembangan dari model linear klasik khususnya 1) Paper disampaikan pada Seminar Nasional Statistika, Universitas Islam Bandung, 24 Mei
2 dalam mengatasi kendala peubah respon yang tidak normal. Namun demikian, peubah respon dalam GLM diasumsikan memiliki sebaran yang termasuk dalam keluarga sebaran eksponensial. Ada tiga komponen utama dalam GLM (McCullagh dan Nelder,1989), meliputi : 1. Komponen acak, yaitu peubah respon Y 1, Y 2,, Y n yang merupakan contoh acak dimana Y i ~ (µ i, σ 2 ) dan termasuk dalam keluarga sebaran eksponensial 2. Komponen sistematik yang merupakan fungsi dari peubah penjelas : η i = β 1 x 1i + β 2 x 2 i + β 3 x 3i + + β p x pi 3. Fungsi hubung yang menghubungkan suatu fungsi dari nilai tengah komponen acak dengan komponen sistematik : g(µ i ) = η i. Jika Y adalah suatu peubah acak, baik kontinu maupun diskret, dan termasuk dalam keluarga sebaran eksponensial, maka fungsi peluang atau fungsi kepekatan peluang Y dapat dimodelkan sebagai berikut dengan a, b, dan c merupakan fungsi spesifik yang diturunkan berdasarkan fungsi peluang atau fungsi kepekatan peluang dari Y. Nilai harapan dan ragam peubah acak Y dinotasikan : Jika µ merepresentasikan nilai tengah dari Y, dan ragam merupakan fungsi dari nilai tengah, maka dimana V(.) adalah suatu fungsi ragam yang diketahui. Fungsi likelihood dari n peubah acak Y 1, Y 2,..., Y n didefinisikan sebagai fungsi kepekatan peluang bersama dari n peubah acak f(y θ) yang dilihat sebagai fungsi dari θ dan dinotasikan dengan L(θ y). Untuk suatu gugus y yang diketahui, memaksimumkan L(θ y) adalah metode kemungkinan maksimum dalam menduga θ. Dalam kasus Y i adalah keluarga sebaran eksponensial, log [L(θ y)] adalah Jika E(Y) = µ tergantung pada parameter β 1, β 2,, βp maka penduga kemungkinan maksimum untuk setiap βj adalah penyelesaian dari persamaan berikut dimana η i = X i β, atau dapat pula ditulis dalam notasi score function yang merupakan turunan pertama terhadap θ dari fungsi log-likelihood. Sedangkan nilai harapan dari turunan keduanya E( ) disebut Fisher information function. Solusi kemungkinan maksimum dari θ adalah penyelesaian S(θ) = 0, dan [I(θ)] -1 adalah penduga ragamnya. Quasi Likelihood Quasi-likelihood (QL) merupakan suatu framework dalam pemodelan statistika yang didasari oleh pendekatan terhadap model fungsi likelihood. Keuntungan dari quasi-likelihood adalah tidak 2
3 memerlukan diketahuinya bentuk sebaran dari peubah respon, karena estimating function dibentuk berdasarkan momen satu dan momen kedua. Model dasar quasi-likelihood pertama kali dikembangkan oleh Wedderburn (1974). Fungsi quasilikelihood didefinisikan sebagai dengan E(y i ) = µ i dan ragam var(y i ) = V(µ i ) dengan V merupakan suatu fungsi yang diketahui. Dalam kasus regresi, µ i biasanya tergantung pada suatu fungsi linear xβ melalui suatu fungsi hubung g sehingga µ i = g -1 (xβ). Wedderburn (1974) memperlihatkan bahwa perhatian pada µ i dan koefisien regresi β dari fungsi Q(µ i ;y i ) memiliki sifat yang sama dengan fungsi log-likelihood. Hal ini dapat dijelaskan dengan memperhatikan prinsip-prinsip quasi-likelihood yang mirip dengan GLM, meliputi : 1. Pola hubungan nilai tengah dengan peubah bebas yang membentuk suatu fungsi hubung, g(µ i ) = η i. 2. Pola hubungan ragam dengan nilai tengah yang membentuk fungsi ragam (variance function), Var(Y i ) = φv(µ i ), dengan φ adalah dispersion parameter. Berdasarkan dua komponen yang menyusun QL tersebut, jelas menjadikan quasi-likelihood mirip dengan fungsi log-likelihood pada GLM sehingga QL dapat diselesaikan dengan cara yang sama seperti pada penyelesaian GLM. Parameter yang akan diduga pada quasi-likelihood adalah θ = (β, φ) dimana β merupakan parameter yang menjadi perhatian, sedangkan φ biasanya bukan merupakan parameter yang menjadi perhatian dan sering disebut nuisance parameter. Pengaruh φ digunakan pada pendugaan galat baku penduga β. Dalam kasus model linear, Pawitan (2001) menunjukkan bahwa dengan kondisi E(y i ) = x i β = µ i (β) dan var(y i ) = σ 2 i = V i (β), maka untuk µ i (.) dan V i (.) yang diketahui, penduga bagi β adalah penyelesaian dari persamaan berikut n µ i (yi µ i) = 0 i=1 β Vi 3. Kajian Simulasi untuk Kasus Mixed Distribution Desain Simulasi Kajian simulasi didasarkan pada model linear. Untuk pasangan pengamatan (y i, x i ), i = 1, 2,, n dimana E(y i ) = x i β = µ i (β) var(y i ) = σ 2 i = V i (β) Dengan memperhatikan bahwa penduga β merupakan penyelesaian dari n µ i (yi µ i) n (y = 0 i xi' β) x = 0 i=1 β V i 2 i i=1 σi sehingga n i=1 x 2 iyi σi β ˆ = n 2 i=1 xixi' σi = (X V -1 X) -1 X V -1 Y dengan V = diag[σ 2 i ]. Dengan demikian, untuk kasus Y i ~ N(µ i, σ 2 i ) penyelesaian dengan quasi-likelihood, restricted maximum likelihood maupun ordinary least square akan menghasilkan pendugaan yang sama. 3
4 Kajian simulasi dilakukan dengan memberikan intervensi pada peubah respon seolah-olah berasal dari dua populasi yang berbeda. Banyaknya intervensi berturut-turut 5%, 10%, 15%, 20%, dan 25% dari banyaknya pengamatan. Banyaknya pengamatan ditentukan n = 200 dan masing-masing diulang sebanyak 30 ulangan. Algoritma pembangkitan data didesain sebagai berikut : 1. Bangkitkan X (sebagai peubah bebas), X ~ Seragam(145, 190) 2. Tetapkan parameter, β = (-100 1,1) 3. Hitung µ i = X i β 4. Untuk setiap proporsi intervensi, set µ i = X i β Hitung ragam untuk setiap pengamatan, σ 2 i = sqrt(µ i ) 6. Bangkitkan Y (peubah respon), Y i ~ N(µ i, σ 2 i ) 7. Evaluasi pasangan pengamatan (y i, x i ) dengan metode quasi-likelihood, restricted maximum likelihood dan ordinary least square Hasil Kajian Simulasi Gambar 1 dan Gambar 2 menyajikan pola distribusi data simulasi. Gambar 1 adalah pola distribusi data simulasi untuk 200 pengamatan dengan intervensi mixed distribusion sebesar 5%. Sedangkan Gambar 2 adalah pola distribusi data simulasi dengan pengamatan 200 dan intervensi mixed distribution sebesar 25%. Gambar 1. Sebaran peubah respon dengan intervensi 5% Gambar 2. Sebaran peubah respon dengan intervensi 25% Deskripsi hasil simulasi disajikan pada Tabel 1. Terlihat bahwa semakin besar intervensi yang dilakukan pada data, bias pendugaan baik intersep maupun koefisien model semakin besar. Gambar 3 menyajikan pola perubahan bias pendugaan parameter berdasarkan perubahan intervensi pada data. Berdasarkan Tabel 1 dan Gambar 3, terlihat bahwa intervensi data sampai dengan 10% dari banyaknya pengamatan masih memberikan toleransi bias pendugaan yang kecil. Baik intersep 4
5 maupun koefisien parameter memiliki nilai mutlak bias dibawah 5%. Nilai mutlak bias naik dengan tajam jika intervensi data lebih dari 10%. Tabel 1. Deskripsi rata-rata pendugaan parameter model Presentase Intervensi Intercept Coeff MSE-Model Persentase Bias Persentase Intervensi Intersep Series1 Koefisien Series2 Gambar 3. Persentase bias pendugaan parameter untuk setiap persentase intervensi pada data Pendugaan MSE-model juga memiliki pola yang serupa dengan pola nilai mutlak bias pendugaan parameter. Untuk intervensi yang lebih dari 10% dari data pengamatan, besarnya pendugaan MSEmodel meningkat dengan cukup tajam. Peningkatan MSE-model seperti yang disajikan pada Gambar 4, juga berpengaruh langsung secara linear dalam pendugaan galat baku atau MSE-penduga parameter, karena MSE-penduga parameter merupakan fungsi linear dari MSE-model Persentase Intervensi Gambar 4. Perubahan pendugaan MSE-Model untuk setiap persentase intervensi pada data Peningkatan yang tajam baik pada nilai mutlak bias maupun MSE penduga parameter model untuk intervensi data memberikan indikasi bahwa jika ada indikasi mixed-distribution, apalagi lebih dari 5
6 10% data pengamatan, peneliti harus lebih hati-hati dalam melakukan analisis. Memaksakan melakukan analisis dengan menganggap bahwa respon berasal dari satu populasi beresiko dalam pendugaan parameter. 4. Kesimpulan Penggunaan metode quasi-likelihood (QL), restricted maximum likelihood (REML) maupun ordinary least square (OLS) untuk data simulasi yang dibangkitkan dari populasi normal menghasilkan pendugaan parameter yang sama. QL dan OLS adalah dua metode yang tidak mensyaratkan diketahuinya sebaran peubah respon, sedangkan REML ataupun maximum likelihood untuk kasus data normal secara analitik akan menghasilkan pendugaan parameter yang sama dengan QL maupun OLS. Pengaruh intervensi mixed distribution pada data simulasi baik dilakukan analisis dengan metode QL, OLS maupun REML memberikan hasil yang sama. Peningkatan proporsi intervensi yang diberikan semakin meningkaktan nilai mutlak bias maupun pendugaan MSE. Intervensi mixed distribution yang kurang dari 10%, menyebabkan bias kurang dari 5%, sehingga jika hal ini terjadi pada data empirik masih memungkinkan untuk dilakukan analisis dengan mengasumsikan data berasal dari satu populasi. Namun untuk intervensi yang lebih dari 10%, mengasumsikan data masih berasal dari satu populasi memberikan resiko yang besar dalam inferensi model, sehingga seharusnya dilakukan analisis berbasis mixed distribution. Daftar Pustaka Godambe VP. dan Heyde CC Quasi-likelihood and optimal estimation. Intl Statist Review. ;55: McCullagh P Quasi-likelihood functions. Ann Statist. ;11: McCullagh, P.dan Nelder, JA Generalized Linear Models. 2. Chapman and Hall, London. Nelder JA, dan Lee Y Likelihood, quasi-likelihood and pseudolikelihood: some comparisons. J R Statist Soc B.;54: Pawitan, Y In All Likelihood: Statistical Modelling and Inference Using Likelihood. Clarendon Press, Oxford. Wedderburn RWM Quasi-likelihood functions, generalized linear models, and the Gauss- Newton method. Biometrika.;61:
7 Lampiran 1. Sebagian Output Quasi-Likelihood, Restricted Maximum Likelihood dan Ordinary Least Square pada data simulasi dengan intervensi 5 %. The GLIMMIX Procedure Model Information Response Distribution Unknown Link Function Identity Variance Function 1 Estimation Technique Quasi-Likelihood Parameter Estimates Standard Effect Estimate Error DF t Value Pr > t Intercept <.0001 X <.0001 Residual The GLIMMIX Procedure Model Information Response Distribution Link Function Variance Function Estimation Technique Gaussian Identity Default Restricted Maximum Likelihood Parameter Estimates Standard Effect Estimate Error DF t Value Pr > t Intercept <.0001 X <.0001 Scale The REG Procedure Analysis of Variance Sum of Mean Source DF Squares Square F Value Pr > F Model <.0001 Error Corrected Total Parameter Estimates Parameter Standard Variable Label DF Estimate Error t Value Pr > t Intercept Intercept <.0001 X X <
8 Lampiran 2. Hasil pendugaan parameter pada data simulasi berdasarkan metode quasi-likelihood No. Intervensi 5% Intervensi 10% B0 B1 MSE-Model B0 B1 MSE-Model
9 Lampiran 2. Hasil pendugaan parameter pada data simulasi berdasarkan metode quasi-likelihood No. Intervensi 15% Intervensi 20% B0 B1 MSE-Model B0 B1 MSE-Model
10 Lampiran 2. Hasil pendugaan parameter pada data simulasi berdasarkan metode quasi-likelihood No. Intervensi 25% B0 B1 MSE-Model
Masalah Overdispersi dalam Model Regresi Logistik Multinomial
Statistika, Vol. 16 No. 1, 29 39 Mei 2016 Masalah Overdispersi dalam Model Regresi Logistik Multinomial Annisa Lisa Nurjanah, Nusar Hajarisman, Teti Sofia Yanti Prodi Statistika, Fakultas Matematika dan
STK 511 Analisis statistika. Materi 7 Analisis Korelasi dan Regresi
STK 511 Analisis statistika Materi 7 Analisis Korelasi dan Regresi 1 Pendahuluan Kita umumnya ingin mengetahui hubungan antar peubah Analisis Korelasi digunakan untuk melihat keeratan hubungan linier antar
Pemodelan Data Cacahan (Count Data) dalam GLM. Dr. Kusman Sadik, M.Si Sekolah Pascasarjana Departemen Statistika IPB Semester Genap 2017/2018
Pemodelan Data Cacahan (Count Data) dalam GLM Dr. Kusman Sadik, M.Si Sekolah Pascasarjana Departemen Statistika IPB Semester Genap 2017/2018 Pendahuluan Pada model linear klasik, seperti regresi linear,
PENERAPAN REGRESI POISSON DAN BINOMIAL NEGATIF DALAM MEMODELKAN JUMLAH KASUS PENDERITA AIDS DI INDONESIA BERDASARKAN FAKTOR SOSIODEMOGRAFI
Jurnal Matematika UNAND Vol. 3 No. 4 Hal. 58 65 ISSN : 2303 2910 c Jurusan Matematika FMIPA UNAND PENERAPAN REGRESI POISSON DAN BINOMIAL NEGATIF DALAM MEMODELKAN JUMLAH KASUS PENDERITA AIDS DI INDONESIA
PROSEDUR PENAKSIRAN PARAMETER MODEL MULTILEVEL MENGGUNAKAN TWO STAGE LEAST SQUARE DAN ITERATIVE GENERALIZED LEAST SQUARE
Prosiding Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan dan Penerapan MIPA, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Yogyakarta, 14 Mei 2011 PROSEDUR PENAKSIRAN PARAMETER MODEL MULTILEVEL MENGGUNAKAN TWO STAGE LEAST
I. PENDAHULUAN. Perkembangan teori statistika telah mempengaruhi hampir semua aspek. Dalam teori statistika dan peluang, distribusi gamma (
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang dan Masalah Perkembangan teori statistika telah mempengaruhi hampir semua aspek kehidupan. Hal ini disebabkan statistika merupakan salah satu disiplin ilmu yang berperan
Pelanggaran Asumsi Normalitas Model Multilevel Pada Galat Level yang Lebih Tinggi. Bertho Tantular 1)
Pelanggaran Asumsi Normalitas Model Multilevel Pada Galat Level yang Lebih Tinggi S-28 Bertho Tantular 1) 1) Staf Pengajar Jurusan Statistika FMIPA UNPAD [email protected] Abstrak Secara umum model
Analisis Regresi: Regresi Linear Berganda
Analisis Regresi: Regresi Linear Berganda Pengantar Pada sesi sebelumnya kita hanya menggunakan satu buah X, dengan model Y = b 0 + b 1 X 0 1 Dalam banyak hal, yang mempengaruhi X bisa lebih dari satu.
GENERALIZED LINEAR MODELS (GLM) UNTUK DATA ASURANSI DALAM MENENTUKAN HARGA PREMI
GENERALIZED LINEAR MODELS (GLM) UNTUK DATA ASURANSI DALAM MENENTUKAN HARGA PREMI Agus Supriatna 1), Riaman 2), Sudradjat 3), Tari Septiyani 4) Departemen Matematika, FMIPA Unpad Jalan Raya Bandung-Sumedang
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Regresi Linier Sederhana Dalam beberapa masalah terdapat dua atau lebih variabel yang hubungannya tidak dapat dipisahkan karena perubahan nilai suatu variabel tidak selalu terjadi
BAB I PENDAHULUAN. Statistika adalah salah satu cabang ilmu yang mempelajari prosedur-prosedur
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Statistika adalah salah satu cabang ilmu yang mempelajari prosedur-prosedur yang digunakan dalam pengumpulan, penyajian, analisis dan interpretasi data. Statistika
MODEL REGRESI POISSON YANG DIPERUMUM UNTUK MENGATASI OVERDISPERSI PADA MODEL REGRESI POISSON
MODEL REGRESI POISSON YANG DIPERUMUM UNTUK MENGATASI OVERDISPERSI PADA MODEL REGRESI POISSON Ade Susanti, Dewi Retno Sari Saputro, dan Nughthoh Arfawi Kurdhi Program Studi Matematika FMIPA UNS Abstrak
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan teori statistika telah mempengaruhi hampir semua aspek kehidupan. Hal ini disebabkan statistika merupakan salah satu disiplin ilmu yang berperan
PENAKSIRAN PARAMETER MODEL REGRESI POISSON DENGAN METODE EXACT GENERALIZED ESTIMATING EQUATIONS (EGEE) UNTUK MULTIPLE-RANDOM EFFECTS
PENAKSIRAN PARAMETER MODEL REGRESI POISSON DENGAN METODE EXACT GENERALIZED ESTIMATING EQUATIONS (EGEE) UNTUK MULTIPLE-RANDOM EFFECTS Anisah Nurul Hayati Pembimbing : Dr. Yekti Widyaningsih, M.Si dan Dr.
ESTIMASI PARAMETER MODEL TAHAP AWAL AR(1) REGRESI RESPON BINER LONGITUDINAL. Rohmatul Fajriyah FMIPA UII Yogyakarta dan Subanar FMIPA UGM Yogyakarta
JURNAL MATEMATIKA DAN KOMPUTER Vol. 5. No. 3, 78-87, Desember 2002, ISSN : 40-858 ESTIMASI PARAMETER MODEL TAHAP AWAL AR( REGRESI RESPON BINER LONGITUDINAL Rohmatul Fajriyah FMIPA UII Yogyakarta dan Subanar
Dr. Kusman Sadik, M.Si Departemen Statistika IPB, 2017
Dr. Kusman Sadik, M.Si Departemen Statistika IPB, 2017 1 Pada model linear klasik, seperti regresi linear, memerlukan asumsi bahwa peubah respon y menyebar Normal. Pada kenyataanya banyak ditemukan bahwa
Penerapan Model ARIMA
Penerapan Model ARIMA (Bagian I) Dr. Kusman Sadik, M.Si Departemen Statistika IPB, 016 1 Ada tiga tahapan iterasi dalam pemodelan data deret waktu, yaitu: 1. Penentuan model tentatif (spesifikasi model)
LANDASAN TEORI. menyatakan hubungan antara variabel respon Y dengan variabel-variabel
5 II. LANDASAN TEORI 2.1 Model Regresi Poisson Analisis regresi merupakan metode statistika yang populer digunakan untuk menyatakan hubungan antara variabel respon Y dengan variabel-variabel prediktor
BAB 1 PENDAHULUAN. ii Bagaimana rata-rata atau nilai tengah dibuat oleh Stimulan eksternal.
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan ilmu pengetahuan matematika dan penerapannya dalam berbagai bidang keilmuan selalu mencari metode baru untuk memudahkan dalam memprediksi dan menaksir
Regresi Logistik Nominal dengan Fungsi Hubung CLOGLOG
Regresi Logistik Nominal dengan Fungsi Hubung CLOGLOG Julio Adisantoso, G16109011/STK 11 Mei 2010 Ringkasan Regresi logistik merupakan suatu pendekatan pemodelan yang dapat digunakan untuk mendeskripsikan
PENDEKATAN MODEL MULTILEVEL UNTUK DATA REPEATED MEASURES
PENDEKATAN MODEL MULTILEVEL UNTUK DATA REPEATED MEASURES Bertho Tantular 1 S-1 1 Jurusan Statistika FMIPA Universitas Padjadjaran 1 [email protected] Abstrak Data yang diperoleh dari pengukuran berulang
PEMODELAN REGRESI TIGA LEVEL PADA DATA PENGAMATAN BERULANG. Indahwati, Yenni Angraeni, Tri Wuri Sastuti
S-25 PEMODELAN REGRESI TIGA LEVEL PADA DATA PENGAMATAN BERULANG Indahwati, Yenni Angraeni, Tri Wuri Sastuti Departemen Statistika FMIPA IPB Email : [email protected] Abstrak Pemodelan multilevel adalah
Regresi Poisson dan Penerapannya Untuk Memodelkan Hubungan Usia dan Perilaku Merokok Terhadap Jumlah Kematian Penderita Penyakit Kanker Paru-Paru
Regresi Poisson dan Penerapannya Untuk Memodelkan Hubungan Usia dan Perilaku Merokok Terhadap Jumlah Kematian Penderita Penyakit Kanker Paru-Paru IIN SUNDARI Program Studi Matematika, Fakultas Matematika
I. PENDAHULUAN. merangkum, dan mempresentasikan data dengan cara informatif. Sedangkan
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Statistika merupakan ilmu tentang pengumpulan, pengaturan, analisis, dan pendugaan data untuk membantu proses pengambilan keputusan secara lebih efisien. Ilmu statistika
PEMODELAN JUMLAH KEMATIAN BAYI DI KOTA PADANG TAHUN 2013 DAN 2014 DENGAN PENDEKATAN REGRESI BINOMIAL NEGATIF
Jurnal Matematika UNAND Vol. VI No. 1 Hal. 74 82 ISSN : 2303 2910 c Jurusan Matematika FMIPA UNAND PEMODELAN JUMLAH KEMATIAN BAYI DI KOTA PADANG TAHUN 2013 DAN 2014 DENGAN PENDEKATAN REGRESI BINOMIAL NEGATIF
ESTIMASI PARAMETER MODEL REGRESI ZERO ADJUSTED INVERSE GAUSSIAN (ZAIG) UNTUK MENENTUKAN BESAR KLAIM
Buletin Ilmiah Mat. Stat. dan Terapannya (Bimaster) Volume 04, No. 3 (2015), hal 323-328 ESTIMASI PARAMETER MODEL REGRESI ZERO ADJUSTED INVERSE GAUSSIAN (ZAIG) UNTUK MENENTUKAN BESAR KLAIM Nurul Huda,
Penaksiran Parameter Regresi Linier Logistik dengan Metode Maksimum Likelihood Lokal pada Resiko Kanker Payudara di Makassar
Vol.14, No. 2, 159-165, Januari 2018 Penaksiran Parameter Regresi Linier Logistik dengan Metode Maksimum Likelihood Lokal pada Resiko Kanker Payudara di Makassar Sutrianah Burhan 1, Andi Kresna Jaya 1
PENERAPAN METODE BOOTSTRAP RESIDUAL DALAM MENGATASI BIAS PADA PENDUGA PARAMETER ANALISIS REGRESI
PENERAPAN METODE BOOTSTRAP RESIDUAL DALAM MENGATASI BIAS PADA PENDUGA PARAMETER ANALISIS REGRESI Ni Made Metta Astari 1, Ni Luh Putu Suciptawati 2, I Komang Gde Sukarsa 3 1 Jurusan Matematika, Fakultas
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Analisis regresi merupakan salah satu metode statistika yang digunakan untuk mengetahui hubungan antara variabel Y(variabel dependen, respon, tak bebas, outcome) dengan
APLIKASI REGRESI DUA LEVEL TERHADAP NILAI AKHIR METODE STATISTIKA. Indahwati, Dian Kusumaningrum, Wiwid Widiyani
S-4 APLIKASI REGRESI DUA LEVEL TERHADAP NILAI AKHIR METODE STATISTIKA Indahwati, Dian Kusumaningrum, Wiwid Widiyani Departemen Statistika FMIPA IPB Email : [email protected] Abstrak Metode Statistika
TINJAUAN PUSTAKA. Dalam proses pengumpulan data, peneliti sering menemukan nilai pengamatan
4 II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Definisi Pencilan Dalam proses pengumpulan data, peneliti sering menemukan nilai pengamatan yang bervariasi (beragam). Keberagaman data ini, di satu sisi sangat dibutuhkan dalam
TINJAUAN PUSTAKA Spesifikasi Model Berbagai model dalam pemodelan persamaan struktural telah dikembangkan oleh banyak peneliti diantaranya Bollen
4 TINJAUAN PUSTAKA Spesifikasi Model Berbagai model dalam pemodelan persamaan struktural telah dikembangkan oleh banyak peneliti diantaranya Bollen (1989). Namun demikian sebagian besar penerapannya menggunakan
TINJAUAN PUSTAKA. Analisis regresi adalah suatu metode analisis data yang menggambarkan
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Analisis Regresi Analisis regresi adalah suatu metode analisis data yang menggambarkan hubungan fungsional antara variabel respon dengan satu atau beberapa variabel prediktor.
PERBANDINGAN REGRESI ROBUST PENDUGA MM DENGAN METODE RANDOM SAMPLE CONSENSUS DALAM MENANGANI PENCILAN
E-Jurnal Matematika Vol. 3, No.2 Mei 2014, 45-52 ISSN: 2303-1751 PERBANDINGAN REGRESI ROBUST PENDUGA MM DENGAN METODE RANDOM SAMPLE CONSENSUS DALAM MENANGANI PENCILAN NI PUTU NIA IRFAGUTAMI 1, I GUSTI
ESTIMASI PARAMETER UNTUK DISTRIBUSI HALF LOGISTIK. Jl. A. Yani Km. 36 Banjarbaru, Kalimantan Selatan
Jurnal Matematika Murni dan Terapan εpsilon Vol. 07, No.01, 201, Hal. 45 52 ESTIMASI PARAMETER UNTUK DISTRIBUSI HALF LOGISTIK Rizqi Elmuna Hidayah 1, Nur Salam 2 dan Dewi Sri Susanti 1,2, Program Studi
II. TINJAUAN PUSTAKA. Dalam bab ini akan dibahas beberapa konsep dasar, definisi-definisi serta teorema
II. TINJAUAN PUSTAKA Dalam bab ini akan dibahas beberapa konsep dasar, definisi-definisi serta teorema yang berkaitan dalam hal pendugaan parameter pada model linier campuran ini, yaitu sebagai berikut
TINJAUAN PUSTAKA Profil Kabupaten Jember Pengeluaran Per kapita
TINJAUAN PUSTAKA Profil Kabupaten Jember Berdasarkan data BPS (2009), Kabupaten Jember secara geografis terletak pada 113 0 30-113 0 45 Bujur Timur dan 8 0 00-8 0 30 Lintang Selatan. Wilayah Kabupaten
LANDASAN TEORI. Dalam proses penelitian pendugaan parameter dari suatu distribusi diperlukan
II. LANDASAN TEORI Dalam proses penelitian pendugaan parameter dari suatu distribusi diperlukan beberapa konsep dan teori yang mendukung dari ilmu statistika. Berikut akan dijelaskan beberapa konsep dan
Kata Kunci: Analisis Regresi Linier, Penduga OLS, Penduga GLS, Autokorelasi, Regresor Bersifat Stokastik
Jurnal Matematika UNAND Vol. 3 No. 4 Hal. 168 176 ISSN : 2303 2910 c Jurusan Matematika FMIPA UNAND PERBANDINGAN PENDUGA ORDINARY LEAST SQUARES (OLS) DAN GENERALIZED LEAST SQUARES (GLS) PADA MODEL REGRESI
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dengan semakin majunya peradaban zaman, banyak pihak dalam berbagai bidang memerlukan suatu alat untuk memodelkan suatu data kedalam suatu fungsi yang dapat dipergunakan
PERBANDINGAN METODE MKT, LTS, WIN, DAN THEIL PADA PENDUGAAN PARAMETER REGRESI APABILA GALATNYA MENYEBAR EKSPONENSIAL HELGA ARINA PRAMUDITYA
PERBANDINGAN METODE MKT, LTS, WIN, DAN THEIL PADA PENDUGAAN PARAMETER REGRESI APABILA GALATNYA MENYEBAR EKSPONENSIAL HELGA ARINA PRAMUDITYA STATISTIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT
ESTIMASI PARAMETER PADA SISTEM PERSAMAAN SIMULTAN DENGAN METODE LIMITED INFORMATION MAXIMUM LIKELIHOOD (LIML) SKRIPSI
ESTIMASI PARAMETER PADA SISTEM PERSAMAAN SIMULTAN DENGAN METODE LIMITED INFORMATION MAXIMUM LIKELIHOOD (LIML) SKRIPSI Oleh : IPA ROMIKA J2E004230 PROGRAM STUDI STATISTIKA JURUSAN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA
BAB 2 LANDASAN TEORI
19 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Metode Analisis Data 2.1.1. Uji Validitas Validitas adalah suatu ukuran yang membuktikan bahwa apa yang diamati peneliti sesuai dengan apa yang sesungguhnya ada dalam dunia
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Metode Regresi 2.2 Model Aditif Terampat ( Generalized additive models , GAM)
II. TINJAUAN PUSTAKA. Metode Regresi Analisis regresi merupakan bagian dalam analisis statistika yang digunakan untuk memodelkan hubungan antara peubah tidak bebas (respon) dengan satu atau beberapa peubah
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. satu peubah prediktor dengan satu peubah respon disebut analisis regresi linier
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Analisis Regresi Linier Berganda Analisis regresi pertama kali dikembangkan oleh Sir Francis Galton pada abad ke-19. Analisis regresi dengan satu peubah prediktor dan satu peubah
Efisiensi Generalized Estimating Equations Orde 1 (GEE1) dan Orde 2 (GEE2) untuk Data Longitudinal
Jurnal ILMU DASAR, Vol.15 No.1, Januari 2014: 29-35 29 Efisiensi Generalized Estimating Equations Orde 1 (GEE1) dan Orde 2 (GEE2) untuk Data Longitudinal The Efficiency of First (GEE1) and Second (GEE2)
SIMULASI DAMPAK MULTIKOLINEARITAS PADA KONDISI PENYIMPANGAN ASUMSI NORMALITAS
SIMULASI DAMPAK MULTIKOLINEARITAS PADA KONDISI PENYIMPANGAN ASUMSI NORMALITAS Joko Sungkono 1, Th. Kriswianti Nugrahaningsih 2 Abstract: Terdapat empat asumsi klasik dalam regresi diantaranya asumsi normalitas.
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Analisis regresi adalah suatu metode yang digunakan untuk menganalisa hubungan antara variabel respon dan variabel prediktor. Pada umumnya analisis regresi
E-Jurnal Matematika Vol. 3 (3), Agustus 2014, pp ISSN:
E-Jurnal Matematika Vol. 3 3), Agustus 2014, pp. 107-115 ISSN: 2303-1751 PERBANDINGAN REGRESI BINOMIAL NEGATIF DAN REGRESI GENERALISASI POISSON DALAM MENGATASI OVERDISPERSI Studi Kasus: Jumlah Tenaga Kerja
ESTIMASI PARAMETER PADA MODEL REGRESI LINIER MULTILEVEL DENGAN METODE RESTRICTED MAXIMUM LIKELIHOOD (REML) abang Semarang SKRIPSI.
ESTIMASI PARAMETER PADA MODEL REGRESI LINIER MULTILEVEL DENGAN METODE RESTRICTED MAXIMUM LIKELIHOOD (REML) abang Semarang PT Jasa Marga ro) C SKRIPSI Disusun Oleh : ISNI RAKHMI DIANTI J2E 006 018 PROGRAM
Pemodelan Regresi 2-Level Dengan Metode Iterative Generalized Least Square (IGLS) (Studi Kasus: Tingkat Pendidikan Anak di Kabupaten Semarang)
ISSN: 2339-2541 JURNAL GAUSSIAN, Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014, Halaman 51-60 Online di: http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/gaussian Pemodelan Regresi 2-Level Dengan Metode Iterative Generalized
BAB III MODEL REGRESI BINOMIAL NEGATIF UNTUK MENGATASI OVERDISPERSI PADA MODEL REGRESI POISSON
BAB III MODEL REGRESI BINOMIAL NEGATIF UNTUK MENGATASI OVERDISPERSI PADA MODEL REGRESI POISSON 3.1 Regresi Poisson Regresi Poisson merupakan salah satu model regresi dengan variabel responnya tidak berasal
SIMULASI INTENSITAS SENSOR DALAM PENDUGAAN PARAMATER DISTRIBUSI WEIBULL TERSENSOR KIRI. Abstract
ISBN: 978-602-71798-1-3 SIMULASI INTENSITAS SENSOR DALAM PENDUGAAN PARAMATER DISTRIBUSI WEIBULL TERSENSOR KIRI Widiarti 1), Ayu Maidiyanti 2), Warsono 3) 1 FMIPA Universitas Lampung [email protected]
BAB I PENDAHULUAN. atau tidak semua T1 T2 TN. sehingga banyaknya. keseluruhan observasi data panel adalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Data panel merupakan gabungan data periode (time series) dan data objek (cross section). Data cross section adalah data yang dikumpulkan dalam satu waktu terhadap
PENENTUAN UKURAN CONTOH DAN REPLIKASI BOOTSTRAP UNTUK MENDUGA MODEL REGRESI LINIER SEDERHANA
Jurnal Matematika UNAND Vol. 3 No. 2 Hal. 53 61 ISSN : 2303 2910 c Jurusan Matematika FMIPA UNAND PENENTUAN UKURAN CONTOH DAN REPLIKASI BOOTSTRAP UNTUK MENDUGA MODEL REGRESI LINIER SEDERHANA OLIVIA ATINRI,
BAB I PENDAHULUAN. bersifat tetap ( bukan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Analisis regresi merupakan suatu analisis yang digunakan untuk mengetahui hubungan antara satu variabel independen atau lebih dengan variabel dependen. Pada studi perbandingan
PEMILIHAN MODEL REGRESI LINIER MULTILEVEL TERBAIK (Choice the Best Linear Regression Multilevel Models)
, Oktober 2009 p : 1-7 ISSN : 0853-8115 Vol 14 No.2 PEMILIHAN MODEL REGRESI LINIER MULTILEVEL TERBAIK Bertho Tantular 1, Aunuddin 2, Hari Wijayanto 2 1 Jurusan Statistika FMIPA Universitas Padjadjaran
KONSEP DASAR TERKAIT METODE BAYES
KONSEP DASAR TERKAIT METODE BAYES 2.3. Peubah Acak dan Distribusi Peluang Pada statistika kita melakukan percobaan dimana percobaan tersebut akan menghasilkan suatu peluang. Ruang sampel pada percobaan
Kata Kunci: Model Regresi Logistik Biner, metode Maximum Likelihood, Demam Berdarah Dengue
Jurnal Matematika UNAND Vol. VI No. 1 Hal. 9 16 ISSN : 2303 2910 c Jurusan Matematika FMIPA UNAND PEMODELAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN DBD (DEMAM BERDARAH DENGUE) MENGGUNAKAN REGRESI LOGISTIK
REGRESI KUANTIL (STUDI KASUS PADA DATA SUHU HARIAN) Abstrak
REGRESI KUANTIL (STUDI KASUS PADA DATA SUHU HARIAN) Rita Rahmawati 1, Widiarti 2, Pepi Novianti 3 1) Program Studi Statistika FMIPA Undip 2) Sekolah Pascasarjana Departemen Statistika IPB 3) Jurusan Matematika
PEMODELAN DENGAN REGRESI LOGISTIK. Secara umum, kedua hasil dilambangkan dengan (sukses) dan (gagal)
PEMODELAN DENGAN REGRESI LOGISTIK 1. Data Biner Data biner merupakan data yang hanya memiliki dua kemungkinan hasil. Secara umum, kedua hasil dilambangkan dengan (sukses) dan (gagal) dengan peluang masing-masing
BAB I PENDAHULUAN. mengetahui fenomena yang akan terjadi pada periode mendatang akan
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada kehidupan sehari-hari, adanya ketidakmampuan manusia untuk mengetahui fenomena yang akan terjadi pada periode mendatang akan mengakibatkan kurang tepatnya
PERBANDINGAN MODEL ARIMA DAN MODEL REGRESI DENGAN RESIDUAL ARIMA DALAM MENERANGKAN PERILAKU PELANGGAN LISTRIK DI KOTA PALOPO
Perbandingan Model ARIMA... (Alia Lestari) PERBANDINGAN MODEL ARIMA DAN MODEL REGRESI DENGAN RESIDUAL ARIMA DALAM MENERANGKAN PERILAKU PELANGGAN LISTRIK DI KOTA PALOPO Alia Lestari Fakultas Teknik Universitas
Pengantar Statistika Matematika II
Bab 4: Metode Evaluasi Estimator Statistika FMIPA Universitas Islam Indonesia Penggunaan metode estimasi yang berbeda dapat menghasilkan estimator yang sama maupun berbeda Dari hasil estimator yang berbeda,
Bab 2 LANDASAN TEORI
Bab 2 LANDASAN TEORI 2.1. Penaksiran Parameter Jika adalah nilai parameter populasi yang belum diketahui harganya, maka dapat ditaksir oleh nilai statistik, dan disebut sebagai penaksir atau fungsi keputusan.
METODE PENELITIAN. wilayah Kecamatan Karawang Timur dijadikan sebagai kawasan pemukiman dan
IV. METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini merupakan studi kasus yang dilakukan di Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang. Pemilihan lokasi tersebut didasarkan atas wilayah
PENDEKATAN WINSOR PADA ANALISIS REGRESI DENGAN PENCILAN MURIH PUSPARUM
PENDEKATAN WINSOR PADA ANALISIS REGRESI DENGAN PENCILAN MURIH PUSPARUM DEPARTEMEN STATISTIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2015 PERNYATAAN MENGENAI SKRIPSI
E-Jurnal Matematika Vol. 5 (4), November 2016, pp ISSN:
E-Jurnal Matematika Vol 5 (4), November 2016, pp 133-138 ISSN: 2303-1751 PERBANDINGAN REGRESI ZERO INFLATED POISSON (ZIP) DAN REGRESI ZERO INFLATED NEGATIVE BINOMIAL (ZINB) PADA DATA OVERDISPERSION (Studi
BAB I PENDAHULUAN. dependen disebut dengan regresi linear sederhana, sedangkan model regresi linear
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Analisis regresi linear merupakan metode statistika yang digunakan untuk membentuk model hubungan antara variabel dependen (terikat; respon) dengan satu atau lebih variabel
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Distribusi eksponensial tergenaralisir (Generalized Eponential Distribution) pertama kali diperkenalkan oleh Gupta dan Kundu pada tahun 1999. Distribusi ini diambil
BAB II LANDASAN TEORI. Analisis regresi (regressison analysis) merupakan suatu teknik untuk membangun persamaan
BAB II LANDASAN TEORI 21 Konsep Dasar Analisis Regresi Analisis regresi (regressison analysis) merupakan suatu teknik untuk membangun persamaan dan menggunakan persamaan tersebut untuk membuat perkiraan
Pengantar Statistika Matematika II
Bab 3: Statistika FMIPA Universitas Islam Indonesia Bila sampling berasal dari populasi yang digambarkan melalui fungsi peluang f X (x θ), pengetahuan tentang θ menghasilkan karakteristik mengenai keseluruhan
BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan dunia teknologi berkembang sangat pesat di dalam kehidupan
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan dunia teknologi berkembang sangat pesat di dalam kehidupan manusia. Perkembangan teknologi ini ditandai dengan ditemukannya banyak penemuan penemuan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang dan Permasalahan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang dan Permasalahan Perkembangan ilmu pengetahuan dewasa ini tidak lepas dari kompleknya permasalahan hidup manusia. Salah satu ilmu yang berkenaan dengan hal tersebut
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Analisis Regresi adalah analisis statistik yang mempelajari bagaimana memodelkan sebuah model fungsional dari data untuk dapat menjelaskan ataupun meramalkan suatu
4 HASIL DAN PEMBAHASAN
16 4 HASIL DAN PEMBAHASAN Pada bab ini dibahas mengenai kajian simulasi dan kajian terapan. Simulasi dilakukan untuk mengevaluasi penduga yang diperoleh dengan menggunakan metode pendugaan klasik dan metode
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan statistik sebagai alat bantu untuk mengambil keputusan yang lebih baik telah mempengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan. Setiap orang, baik sadar maupun
Lampiran 2. Fungsi dari masing-masing pernyataan yang digunakan dalam PROC MIXED
LAMPIRAN Lampiran. Bentuk Umum Dari PROC MIXED PROC MIXED pilihan-pilihan ; BY nama-nama peubah ; CLASS nama-nama peubah ; ID nama-nama peubah; MODEL peubah respon = nama-nama peubah / pilihan-pilihan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. level, model regresi tiga level, penduga koefisien korelasi intraclass, pendugaan
6 BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pada Bab II akan dibahas konsep-konsep yang menjadi dasar dalam penelitian ini yaitu analisis regresi, analisis regresi multilevel, model regresi dua level, model regresi tiga
Penerapan Model ARIMA
Penerapan Model ARIMA (Bagian I) Dr. Kusman Sadik, M.Si Departemen Statistika IPB, 2017 1 Ada tiga tahapan iteratif dalam pemodelan data deret waktu yang berbasis model ARIMA, yaitu: 1. Penentuan model
PEMODELAN JUMLAH KASUS TETANUS NEONATORUM DENGAN MENGGUNAKAN REGRESI POISSON UNTUK WILAYAH REGIONAL 2 INDONESIA (SUMATERA)
Jurnal Matematika UNAND Vol. 5 No. 1 Hal. 116 124 ISSN : 2303 2910 c Jurusan Matematika FMIPA UNAND PEMODELAN JUMLAH KASUS TETANUS NEONATORUM DENGAN MENGGUNAKAN REGRESI POISSON UNTUK WILAYAH REGIONAL 2
Pertemuan 4-5 ANALISIS REGRESI SEDERHANA
Pertemuan 4-5 ANALISIS REGRESI SEDERHANA Metode Kuadrat Terkecil (OLS) Persoalan penting dalam membuat garis regresi sampel adalah bagaimana kita bisa mendapatkan garis regresi yang baik yaitu sedekat
TINJAUAN PUSTAKA. Model Linier dengan n pengamatan dan p variable penjelas biasa ditulis sebagai
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Model Linear Model Linier dengan n pengamatan dan p variable penjelas biasa ditulis sebagai berikut : Y i = β 0 + X i1 β 1 + X i2 β 2 + + X ip β p +ε i ; i = 1,2,, n bila dirinci
MASALAH NILAI AWAL ITERASI NEWTON RAPHSON UNTUK ESTIMASI PARAMETER MODEL REGRESI LOGISTIK ORDINAL TERBOBOTI GEOGRAFIS (RLOTG)
MASALAH NILAI AWAL ITERASI NEWTON RAPHSON UNTUK ESTIMASI PARAMETER MODEL REGRESI LOGISTIK ORDINAL TERBOBOTI GEOGRAFIS (RLOTG) Shaifudin Zuhdi, Dewi Retno Sari Saputro Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan
PENAKSIRAN PARAMETER REGRESI LINIER DENGAN METODE BOOTSTRAP MENGGUNAKAN DATA BERDISTRIBUSI NORMAL DAN UNIFORM
BIAStatistics (2015) Vol. 9, 2, hal. 28-32 PENAKSIRAN PARAMETER REGRESI LINIER DENGAN METODE BOOTSTRAP MENGGUNAKAN DATA BERDISTRIBUSI NORMAL DAN UNIFORM Munawar Jurusan Matematika FMIPA Universitas Syiah
METODE PARTIAL LEAST SQUARES UNTUK MENGATASI MULTIKOLINEARITAS PADA MODEL REGRESI LINEAR BERGANDA
Buletin Ilmiah Mat. Stat. dan Terapannya (Bimaster) Volume 03, No. 3 (2014), hal 169 174. METODE PARTIAL LEAST SQUARES UNTUK MENGATASI MULTIKOLINEARITAS PADA MODEL REGRESI LINEAR BERGANDA Romika Indahwati,
Informasi Fisher pada Algoritme Fisher Scoring untuk Estimasi Parameter Model Regresi Logistik Ordinal Terboboti Geografis (RLOTG)
SEMINAR NASIONAL MATEMATIKA DAN PENDIDIKAN MATEMATIKA UNY 2016 Informasi Fisher pada Algoritme Fisher Scoring untuk Estimasi Parameter Model Regresi Logistik Ordinal Terboboti Geografis (RLOTG) Aulia Nugrahani
PENERAPAN REGRESI LOGISTIK ORDINAL MULTILEVEL TERHADAP NILAI AKHIR METODE STATISTIKA FMIPA IPB IIN MAENA
PENERAPAN REGRESI LOGISTIK ORDINAL MULTILEVEL TERHADAP NILAI AKHIR METODE STATISTIKA FMIPA IPB IIN MAENA DEPARTEMEN STATISTIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR
II. TINJAUAN PUSTAKA. Pemodelan persamaan struktural (Structural Equation Modeling, SEM) adalah
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Structural Equation Modeling (SEM) Pemodelan persamaan struktural (Structural Equation Modeling, SEM) adalah salah satu teknik peubah ganda yang dapat menganalisis secara simultan
II. TINJAUAN PUSTAKA
II. INJAUAN PUSAKA.1 Penduga Area Kecil Rao (003) mengemukakan bahwa suatu area disebut kecil apabila contoh yang diambil pada area tersebut tidak mencukupi untuk melakukan pendugaan langsung dengan hasil
LAMPIRAN. Rohil , , ,596,
Lampiran. Data Analisis Pembangunan Perikanan di Provinsi Riau LAMPIRAN No Kab/Kota PB RTB PT LPU GP TPI PPI BBI PBI Rohil 764.7,537.00 47,343.70 06.00 3.43 0.00 3.00 0.00 3,596,00.00 Bengkalis,90.00,0.00,345.50
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang dan Permasalahan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang dan Permasalahan Analisis regresi merupakan salah satu metode analisis dalam statistika yang sangat familiar bagi kalangan akademis dan pekerja. Analisis regresi dapat
TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Usman dan Warsono (2000) bentuk model linear umum adalah :
II. TINJAUAN PUSTAKA. Model Linear Umum Menurut Usman dan Warsono () bentuk model linear umum adalah : Y = Xβ + ε dengan : Y n x adalah vektor peubah acak yang teramati. X n x p adalah matriks nxp dengan
Penerapan SAS/IML Algoritma EM, Pembangkitan sebaran normal ganda, dan Bootstrap
Penerapan SAS/IML Algoritma EM, Pembangkitan sebaran normal ganda, dan Bootstrap τρ Application EM Algorithm Complete-data specification f(x Φ) f x Φ = b x eφt(x) a(φ) E-step : Estimate the complete data
Pemodelan Jumlah Kematian Bayi Di Kabupaten Bojonegoro Dengan Menggunakan Metode Analisis Regresi Binomial Negatif
1 Pemodelan Jumlah Kematian Bayi Di Kabupaten Bojonegoro Dengan Menggunakan Metode Analisis Regresi Binomial Negatif Nike Dwi Wilujeng Mahardika dan Sri Pingit Wulandari Statistika, FMIPA, Institut Teknologi
II. TINJAUAN PUSTAKA. Dalam bab ini akan dijelaskan pengertian tentang distribusi Weibull, maximum
4 II. TINJAUAN PUSTAKA Dalam bab ini akan dijelaskan pengertian tentang distribusi Weibull, maximum likelihood estimation, penyensoran, bias relatif, penduga parameter distribusi Weibull dan beberapa istilah
