Enhanced Entity Relationship. Mata Ajar Basis Data 1
|
|
|
- Budi Sugiarto
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Enhanced Entity Relationship Mata Ajar Basis Data 1
2 Tujuan Pemelajaran Setelah mengikuti pemelajaran pada topik ini, jika diberikan requirement basis data, Anda diharapkan dapat memodelkan basis data dengan tepat mengunakan Enhanced Entity Relationship Diagram Content Development GDLN Batch 2 2
3 Outline 1. Latar Belakang 2. Superclass/Subclass Relationship 3. Specialisasi dan Generalisasi 4. Hierarchy dan Lattice 5. Pemodelan dengan Categories 6. Higher Degree Relationship 7. Kapan Kita Menggunakan EER? Content Development GDLN Batch 2 3
4 Latar Belakang Content Development GDLN Batch 2 4
5 Mengapa Perlu Enhanced ER? ER cukup digunakan untuk memodelkan skema basis data tradisional (aplikasi pemrosesan data pada bisnis dan industri pada umumnya) Sejak akhir tahun 70-an, dirasakan perlu untuk merancang skema dapat merepresentasikan sifatsifat dan batasan-batasan data dengan lebih tepat, terutama untuk aplikasi-aplikasi baru di berbagai bidang (CAD, CAM, GIS, dll) Hal ini memacu perkembangan konsep-konsep semantic data modeling yang ditambahkan ke model ER yang telah ada Content Development GDLN Batch 2 5
6 Konsep-Konsep Model EER Model Enhanced/ Extended ER Semua = + Konsep tentang ER Konsep Subclass/Superclass, Specialization/Generalization, Categories, Attribute Inheritance Model EER digunakan untuk merepresentasikan aplikasi dengan lebih lengkap dan lebih akurat, jika diperlukan Model EER mengandung beberapa konsep object oriented, misal: inheritance Content Development GDLN Batch 2 6
7 Superclass/Subclass Relationship Content Development GDLN Batch 2 7
8 Subclass dan Superclass Misal EMPLOYEE dapat dikategorikan menjadi 4 kelompok: Secretary EMPLOYEE Engineer Technician Sublass Superclas s Manager Subclass merepresentasikan entity yang sama dengan superclass, namun memiliki peran spesifik tertentu. Entity dalam subclass merupakan anggota superclass, namun tidak sebaliknya Content Development GDLN Batch 2 8
9 Superclass/Subclass Relationship Superclass/Subclass Relationship adalah relationship antara sebuah superclass dengan salah satu subclassnya. Contoh: Employee/Secretary, Employee/Technician Disebut juga dengan IS-A relationship SECRETARY IS AN EMPLOYEE TECHNICIAN IS AN EMPLOYEE Content Development GDLN Batch 2 9
10 Type Inheritance Suatu entity yang merupakan anggota sebuah subclas mewarisi (inherits) semua attribute dan semua relationship dari entity yang merupakan anggota superclass. Content Development GDLN Batch 2 10
11 Spesialisasi dan Generalisasi Content Development GDLN Batch 2 11
12 Spesialisasi Spesialisasi adalah proses mendefinisikan himpunan subclas-subclass dari sebuah entity type (superclas) Dilakukan berdasarkan karakteristik tertentu yang dapat membedakan entity pada superclass Suatu superclass dapat memiliki beberapa spesialisasi berdasarkan karakteristik yang berbeda Contoh: SECRETARY, ENGINEERS, TECHNICIAN adalah spesialisasi dari EMPLOYEE berdasarkan attribute job_type SALARIED_EMPLOYEE dan HOURLY_EMPLOYEE adalah spesialisasi dari EMPLOYEE berdasarkan metode pembayarannya. Content Development GDLN Batch 2 12
13 Contoh Spesialisasi SECRETARY SALARIED_EMPLOYEE e 1 e 1 EMPLOYEE e 1 e 2 e 3 e 4 e 5 e 6 e 7 e 8. e 4 e 5. ENGINEER e 2 e 7. TEHNICIAN e 3 e 8. EMPLOYEE e 1 e 2 e 3 e 4 e 5 e 6 e 7 e 8. e 2 e 4 e 5 e 8. HOURLY_EMPLOYEE e 3 e 6 e 7. Content Development GDLN Batch 2 13
14 Notasi Spesialisasi dalam EER Partial specializatio n Total specializatio n Simbol subclass disjoint Content Development GDLN Batch 2 14
15 Manfaat Spesialisasi Mendefinisikan himpunan subclasssubclass dari suatu entity type Menggambarkan attribute spesifik untuk tiap subclass Menggambarkan relationship spesifik antara suatu subclass dengan entity type lain atau dengan subclass lain Content Development GDLN Batch 2 15
16 Generalisasi Kebalikan dari proses spesialisasi Dilakukan dengan mengidentifikasi attribute-attribute yang sama dan melakukan generalisasi ke sebuah superclass Contoh: TRUCK & CAR dapat digeneralisasi menjadi VEHICLE Content Development GDLN Batch 2 16
17 Contoh Generalisasi Content Development GDLN Batch 2 17
18 Generalisasi vs Spesialisasi Kadang-kadang notasi spesialisasi dan generalisasi dibedakan: Arah panah menuju superclass menunjukkan generalisasi Arah panah menuju subclass menunjukkan spesialisasi Di sini kita tidak membedakan notasi dengan arah panah, karena seringkali subyektif sesuai dengan proses yang dilakukan pada suatu situasi tertentu. Content Development GDLN Batch 2 18
19 Constraints untuk Spesialisasi dan Generalisasi Spesialisasi berdasarkan attribute Spesialisasi dilakukan berdasarkan attribute dari superclass (defining attribute) Contoh: job_type Subclass yang ditentukan pengguna Keanggotaan entity dalam suatau subclass ditentukan oleh pengguna Content Development GDLN Batch 2 19
20 Constraints untuk Spesialisasi dan Generalisasi Defining attribute Predicate condition Predicate-defined subclass Content Development GDLN Batch 2 20
21 Constraints untuk Spesialisasi dan Generalisasi Disjointness d o Simbol d (disjoint) menyatakan bahwa sebuah entity hanya bisa menjadi anggota dari satu subclass. Simbol o (overlap) menyatakan bahwa sebuah entity dapat menjadi anggota lebih dari satu subclass. Contraints Completeness Total: setiap entity pada superclass menjadi anggota subclass. Dinyatakan dengan garis doble. Parsial: ada entity pada superclass yang bukan merupakan anggota subclass manapun. Dinyatakan dengan garis tunggal. Content Development GDLN Batch 2 21
22 Constraints untuk Spesialisasi dan Generalisasi Dari contraints tersebut, ada 4 macam bentuk spesialisasi/generalisasi Disjoint, total Disjoint, parsial Overlap, total Overlap, parsial Generalisasi umumnya bersifat total karena superclass diturunkan dari subclass-subclassnya. Content Development GDLN Batch 2 22
23 Contoh Spesialisasi Overlap Total Content Development GDLN Batch 2 23
24 Hierarchy dan Lattice Content Development GDLN Batch 2 24
25 Hierarchy dan Lattice Hierarchy Lattice Satu subclass hanya berpartisipasi pada satu class/subclass relationship (satu sub class hanya memiliki satu super class saja) Contoh: VEHICLE dengan TRUCK dan CAR Satu subclass dapat berpastisipasi pada lebih dari satu class/subclass relationship Contoh: seorang Engineering Manager, haruslah seorang Engineer dan juga seorang Manajer Mengandung konsep multiple inheritance Content Development GDLN Batch 2 25
26 Contoh Lattice Engineering_Manager punya 3 relationship, namun ketiganya punya 1 superclass Content Development GDLN Batch 2 26
27 Contoh Lattice Satu entity mungkin ada di beberapa subclass. Misal graduate student sekaligus teaching assistant Multiple inheritance! Namun attribute dari PERSON hanya diwariskan 1 kali Leaf node: tidak punya subclass Content Development GDLN Batch 2 27
28 Pemodelan dengan Categories Content Development GDLN Batch 2 28
29 Union Type dengan Menggunakan Category Satu subclass memiliki satu relationship denngan 3 buah superclass: disebut sebagai union type atau category OWNER merupakan union subclass dari COMPANY, BANK, PERSON REGISTERED_VEHICLE merupakan union subclass dari TRUCK dan CAR Content Development GDLN Batch 2 29
30 Perbedaan Category dengan Lattice Engineering_Manager harus ada pada semua superclass: Manager, Engineer, Salaried_Employee Owner harus ada pada salah satu dari ketiga superclasses Engineering_Manager: mewarisi semua attribute dari superclasses Owner mewatisi attribute tertentu saja, tergantung dari superclass-nya Content Development GDLN Batch 2 30
31 Partial Category Partial category: dapat berpartisipasi ataupun tidak pada relationship Content Development GDLN Batch 2 31
32 Total Category Harus merupakan salah satu superclasses Contoh: A building and a lot must be a member of PROPERTY Dapat direpresentasikan sebagai generalization (d), khususnya jika kemiripannya banyak. Content Development GDLN Batch 2 32
33 Contoh Skema EER untuk Basis Data Universitas Content Development GDLN Batch 2 33
34 Higher Degree Relationship Content Development GDLN Batch 2 34
35 Higher Degree Relationship Dua skema ini beda maknanya! Ternary relationship type: menghubungkan 3 entity types Tiga binary relationship type: CAN_SUPPLY, USES, SUPPLIES Content Development GDLN Batch 2 35
36 Higher Degree Relationship Higher degree relationship tampak kompleks, bagaimana menyederhanakannya? Opsi 1. Higher degree relationship sebagai weak entity Merepresentasikan Higher degree relationship sebagai weak entity type yang berhubungan ke owner entity types Mengandung binary (identifying) relationship Opsi 2. Higher degree relationship sebagai identifying relationship type Sebuah ternary relationship type dengan sebuah weak entity type dan dua buah owner entity type Content Development GDLN Batch 2 36
37 Ternary Relationship sebagai Weak Entity Type Content Development GDLN Batch 2 37
38 Ternary Relationship sebagai Identifying Relationship Type Content Development GDLN Batch 2 38
39 Contoh: Ternary vs Binary Relationship Type Content Development GDLN Batch 2 39
40 Kapan Kita Menggunakan Model EER? Content Development GDLN Batch 2 40
41 Kapan Kita Menggunakan Model EER? Sebagian besar proyek basis data tidak perlu fiturfitur model berorientasi obyek yang ada pada EER Tujuan pemodelan data konseptual adalah untuk menghasilkan sebuah model yang sederhana dan mudah dimengerti Jangan menggunakan class/subclass relationship yang kompleks jika tidak diperlukan Penggunaan model EER menawarkan keuntungan dibandingkan model ER jika digunakan pada kondisi yang tepat Content Development GDLN Batch 2 41
42 Kapan Kita Menggunakan Model EER? Model EER perlu digunakan jika domain yang dimodelkan secara alamiah bersifat object-oriented, inheritance akan mereduksi kompleksitas perancangan Gunakan EER pada situasi: Ketika penggunaan attribute inheritance dapat mereduksi penggunaan null pada suatu single entity relation (yang mengandung multiple subclasses) Subclass dapat digunakan untuk secara eksplisit memodelkan dan menamai subset dari entity yang berpartisipasi pada relationshipnya sendiri (dimana subclass lain dalam superclass yang sama tidak berpartisipasi pada relationship tersebut) Content Development GDLN Batch 2 42
43 Alternative Diagrammatic Notations Symbols for entity type / class, attribute and relationship Displaying attributes Notations for displaying specialization / generalization Various (min, max) notations Displaying cardinality ratios Content Development GDLN Batch 2 43
44 Referensi Elmasri & Navathe, Fundamental of Database Systems, 5 th Edition, Chapter 4, 2007 Content Development GDLN Batch 2 44
Outline. 1. Latar Belakang. 2. Superclass/Subclass Relationship. 3. Specialisasi dan Generalisasi. 4. Hierarchy dan Lattice
Pemodelan EER 1 Tujuan Pemelajaran Setelah mengikuti pemelajaran pada topik ini, jika diberikan requirement basis data, Anda diharapkan dapat memodelkan basis data dengan tepat mengunakan Enhanced Entity
MODEL ENHANCED ENTITY RELATIONSHIP
MODEL ENHANCED ENTITY RELATIONSHIP Pada tahun delapan puluhan terdapat perkembangan dengan cepat beberapa aplikasi basis data baru, seperti Computer Aided Design (CAD), Computer Aided Manufacturing (CAM),
ENHANCED ENTITY RELATIONSHIP (EER) DIAGRAM
ENHANCED ENTITY RELATIONSHIP (EER) DIAGRAM Model EER berisikan seluruh konsep model ER ditambah konsep-konsep dari subclass dan superclass, dan konsep-konsep yang berhubungan yaitu specialization dan generalization.
ERD, EERD DAN PEMETAAN KE MODEL RELASIONAL
BAB 1 ERD, EERD DAN PEMETAAN KE MODEL RELASIONAL Tujuan Belajar: Memahami konsep dalam Model EntitasHubungan (EntityRelationship Model) Memahami dan bisa membuat Entity Relationship Diagram (ERD) Memahami
MODEL EER (ENHANCED ENTITY RELATIONSHIP)
MODEL EER (ENHANCED ENTITY RELATIONSHIP) Model EER Model entity Relationship yang ditambah kemampuan semantiknya dengan beberapa konsep yang lebih kompleks. Konsep-konsepnya : Subclass Superclass Generalization
Pemetaan Diagram (E)ER ke Skema Relasional. Mata Ajar Basis Data 1
Pemetaan Diagram (E)ER ke Skema Relasional Mata Ajar Basis Data 1 Tujuan Pemelajaran Setelah mengikuti pemelajaran pada topik ini, Anda diharapkan dapat memetakan diagram ER atau EER ke Skema Relasional
Model EER. (Enhanced Entity Relationship)
Model EER (Enhanced Entity Relationship) Model EER : Model Entity Relationship yang ditambah kemampuan semantiknya dengan beberapa konsep yang lebih kompleks. Konsep-konsepnya yaitu : Subclass Superclass
Basis Data I. Pertemuan Ke-2 & Ke-3 (Rancangan Basisdata) Noor Ifada.
Basis Data I Pertemuan Ke-2 & Ke-3 (Rancangan Basisdata) Noor Ifada [email protected] 1 Sub Pokok Bahasan Pendahuluan ER Model (Entity, Relationship) Weak Entity Class Hierarchy Aggregation
Sistem Basis Data. Chapter 4: The Enhanced E-R Model and Business Rules Andronicus Riyono, M.T.
Sistem Basis Data Chapter 4: The Enhanced E-R Model and Business Rules Andronicus Riyono, M.T. Supertype & Subtypes Subtype: Pengelompokan sebagian entity instances dari suatu entity type yang memiliki
SISTEM BASIS DATA 2. WAHYU PRATAMA, S.Kom., MMSI.
SISTEM BASIS DATA 2 WAHYU PRATAMA, S.Kom., MMSI. PERTEMUAN 2 SBD 2 Model Enhanced Entity Relationship Review Konsep Model Enhanced Entity Relationship (EER). Konsep Model EER : Superclass dan Subclass.
Enhanced ER Modeling Techniques. Yusuf 2010
Enhanced ER Modeling Techniques Yusuf Priyandari @Agustus 2010 Contents 1 Click to add Title 2 Click to add Title 3 Click to add Title 4 Click to add Title 2 Tahap Pengembangan Basis Data Model 1 1 2 Topics
MODEL ENTITY RELATIONSHIP
BASIS DATA (BS203) MODEL ENTITY RELATIONSHIP Bagian 2 [email protected] fb: NDoro Edi Page 1 Outline Varian Relasi (Biner & Non-biner) Himpunan Entitas Lemah (Weak Entity) ER yang diperluas (Extended
Pertemuan IV Advanced Entity Relationship Diagram Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika
Pertemuan IV Advanced Entity Relationship Diagram Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika Universitas Pasundan Caca E. Supriana, S.Si.,MT. [email protected] id 2014 Himpunan Entitas Lemah h(weak
Sistem Basis Data. Chapter 4: The Enhanced E-R Model and Business Rules Andronicus Riyono, M.T.
Sistem Basis Data Chapter 4: The Enhanced E-R Model and Business Rules Andronicus Riyono, M.T. Supertype & Subtypes Subtype: Pengelompokan sebagian entity instances dari suatu entity type yang memiliki
ER-DIAGRAM (ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM)
BASIS DATA I/2011-GANJIL ER-DIAGRAM (ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM) Oleh Satrio Agung Wicaksono, S.Kom., M.Kom 21 September 2011 BASIS DATA I/2011-GANJIL 1 Model Entity Relationship Model Entity Relationship
PERTEMUAN IV ADVANCED ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM FAK. TEKNIK JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA
PERTEMUAN IV ADVANCED ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM FAK. TEKNIK JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA Pertemuan IV Advanced Entity Relationship Diagram Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika Universitas Pasundan Caca
SISTEM BASIS DATA 2. WAHYU PRATAMA, S.Kom., MMSI.
SISTEM BASIS DATA 2 WAHYU PRATAMA, S.Kom., MMSI. PERTEMUAN 3 SBD 2 Model Enhanced Entity Relationship Konsep Model EER : Constraints Spesialisasi dan Generalisasi. Hierarki dan Lattice. Categorization.
Pengantar Basis Data. Mata Ajar Basis Data 1
Pengantar Basis Data Mata Ajar Basis Data 1 Tujuan Pemelajaran Setelah mengikuti pemelajaran pada topik ini, Anda diharapkan dapat: Menjelaskan karakteristik basis data Menjelaskan keuntungan basis data
Basis Data. Model E R (Lanjutan)
Basis Data Model E R (Lanjutan) By Imana Malia Kondou 1 Konsep Foreign Key Foreign key adalah kolom yang diambil dari primary key entitas lain yang menggunakan hubungan antar 2 tabel tsb. Fakta Adi, Budi
Pemetaan Diagram (E)ER ke Skema Relasional
System Technology Database 1 3 Pemetaan Diagram (E)ER ke Skema Relasional Dahlia Widhyaestoeti, S.Kom [email protected] dahlia74march.wordpress.com Pemetaan Diagram ER ke Skema Relasional
PERTEMUAN 8 & 9 MODEL ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM (ERD) KONSEP DASAR MODEL ENTITY RELATIONSHIP
1 PERTEMUAN 8 & 9 MODEL ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM (ERD) KONSEP DASAR MODEL ENTITY RELATIONSHIP Model Entity Relationship diperkenalkan pertama kali oleh P.P. Chen pada tahun 1976. Model ini dirancang
SISTEM BASIS DATA 1 Imam Asrowardi, S.Kom.
SISTEM BASIS DATA 1 Imam Asrowardi, S.Kom. POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG 2007 Chapter 2 ER Model (Entitiy Relatioanship) OBJECTIVES Tujuan Memahami konsep dasar ER Model Memahami Entity, Attribute, Entity
PEMODELAN DATA (ER-D) Basis Data -1 / Dian Dharmayanti
PEMODELAN DATA (ER-D) Basis Data -1 / Dian Dharmayanti OUTLINE Modeling Entity, Relationship, Attributes Mapping Cardinality Constraints Key ER Diagram Design Issues Modeling (Entitas) Entitas adalah sesuatu
ANALISA PERBANDINGAN PEMODELAN BASIS DATA MENGGUNAKAN ER- DIAGRAM DAN EER-DIAGRAM PADA KASUS SISTEM ASISTENSI PERKULIAHAN PRAKTIKUM
ANALISA PERBANDINGAN PEMODELAN BASIS DATA MENGGUNAKAN ER- DIAGRAM DAN EER-DIAGRAM PADA KASUS SISTEM ASISTENSI PERKULIAHAN PRAKTIKUM Eko Darmanto Fakultas Teknik, Program Studi Sistem Informasi Universitas
Mahasiswa dapat melakukan perancangan basis data dengan model entity relationship
TIU Mahasiswa dapat melakukan perancangan basis data dengan model entity relationship TIK Memahami bagaimana wujud data relational Menjelaskan simbol dan istilah yang terdapat di dalam model ER Mentransformasikan
BAB 2 MODEL RELASI ENTITAS (E-R MODEL)
BAB 2 MODEL RELASI ENTITAS (E-R MODEL) Tinjauan Desain Basis Data Desain Konseptual (Dengan menggunakan ER-Model) Informasi apa yang dikandung oleh suatu entity dan relasi yang harus disimpan dalam basis
Pertemuan 4 ENTITY RELATIONSHIP ENTITY RELATIONSHIP
Pertemuan 4 ENTITY RELATIONSHIP ENTITY RELATIONSHIP PENGERTIAN Entity relationship Adalah jaringan yang menggunakan susunan data yang disimpan dari sistem secara abstrak. Entity-relationship dari model
Pertemuan 6. Data Design
Pertemuan 6 Data Design Model Basis Data Model Data: kumpulan perangkat konseptual untuk menggambarkan data, hubungan data, semantik (makna) data, dan batasan data. Contoh: Model Keterhubungan Entitas
PERTEMUAN 2 MODEL DATA MODEL ENTITY RELATIONSHIP ( MODEL E-R)
PERTEMUAN 2 MODEL DATA MODEL ENTITY RELATIONSHIP ( MODEL E-R) (Chap. 2 Ramakrishnan) Tujuan Menjelaskan konsep model data Entity-Relationship (ER) Menjelaskan peran model data ER sebagai tahap awal proses
Pertemuan Transformasi ER-MODEL INDIKATOR. 1. Memahami ER model 2. Menerapkan transformasi ER- Model ke Model Relasional.
Pertemuan 4-5-6 Transformasi ER-MODEL INDIKATOR 1. Memahami ER model 2. Menerapkan transformasi ER- Model ke Model Relasional. URAIAN MATERI PERANCANGAN DATABASE Perancangan Database adalah proses untuk
PERANCANGAN SISTEM DATABASE
PERANCANGAN SISTEM DATABASE 1. PERANCANGAN DATABASE Perancangan Database adalah proses untuk menentukan isi dan pengaturan data yang dibutuhkan untuk mendukung berbagai rancangan sistem. Perancangan sistem
Database Design. Pemodelan data & Model Entity-Relationship. Pertemuan 4. Dahlia Widhyaestoeti, S.Kom
Database Design Pertemuan 4 Pemodelan data & Model Entity-Relationship Dahlia Widhyaestoeti, S.Kom Pemodelan Data Pemodelan data / sistem dalam database diguanakan Model ER (Entity Relationship) Diagram
Pertemuan 2-3 ER-MODEL
Pertemuan 2-3 ER-MODEL INDIKATOR 1. Memahami konsep dasar ER Model. 2. Mengenal notasi ER Diagram. 3. Memahami Entity, Attribute, Entity Set dan Key (Primary Key dan Foreign Key) 4. Memahami relasi dan
Sistem Basis Data ( )
Sistem Basis Data (1230283) Pertemuan Ke-3 Model Data Rifki Indra Perwira http://learning.upnyk.ac.id Teknik Informatika - UPN[V]Yk 1 Deskripsi Pengertian tentang model data Model logika berbasis record
MODEL RELASI ENTITAS (E-R MODEL)
MODEL RELASI ENTITAS (E-R MODEL) Tinjauan Desain Basis Data Desain Konseptual (Dengan menggunakan ER-Model) Informasi apa yang dikandung oleh suatu entity dan relasi yang harus disimpan dalam basis data
PERTEMUAN 6 & 7 ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM (ERD)
PERTEMUAN 6 & 7 ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM (ERD) Konsep Dasar Model Entity Relationship Model Entity Relationship diperkenalkan pertama kali oleh P.P. Chen pada tahun 1976. Model ini dirancang untuk menggambarkan
Inheritance (Pewarisan Sifat) Imam Fahrur Rozi
Inheritance (Pewarisan Sifat) Imam Fahrur Rozi Pengertian inheritance Deklarasi inheritance Single inheritance Multilevel inheritance Access Control super keyword Topik Pengertian Dasar Inheritance Inheritance
PERTEMUAN 3. Model E-R (Lanjutan)
PERTEMUAN 3 Model E-R (Lanjutan) Model ER Relationship Constraints Merupakan kendala yang membatasi kemungkinan kombinasi entitas yang terlibat dalam relationship instance Contoh: setiap pegawai hanya
Entity Relationship Model
Entity Relationship Model Outline Pendahuluan Entitas Atribut Batasan Keys Hubungan Pendahuluan Model data E-R didasarkan pada persepsi bahwa dunia nyata merupakan sekumpulan dari sejumlah obyek dasar
PertemuanI. Object Oriented
PertemuanI Object Oriented Pendahuluan Pemodelan Sistem Berbasis Objek Sejarah Object Oriented Konsep awal programming (Basic) dengan kekuatan GOTO statement, ini merupakan Non Procedural Language Procedural
Metode Coad -Yourdon
Metode Coad -Yourdon By: U. Abd. Rohim, MT mailto:[email protected] blogs:www.abdrohim.my.or.id 1 Latar Belakang Termasuk metode yang muncul saat awal metode berorientasi objek mulai berkembang metode
BASIS DATA (BS203) MODEL RELASIONAL
BASIS DATA (BS203) MODEL RELASIONAL [email protected] fb: NDoro Edi Outline Pendahuluan Model Data Relational & Syarat Transformasi Model ER Model Relasi Himpunan Entitas, yg memiliki Atribut komposit
1. Penggunaan Pemodelan
2. PEMODELAN BERORIENTASI OBJEK A. Pemodelan sebagai Teknik Desain Teknik pemodelan objek menggunakan tiga macam model untuk menggambarkan sistem, yaitu model objek, model dinamik, dan model fungsional.
Enhanced E-R Model 4/20/2009 1
Enhanced E-R Model 1 EER Digunakan untuk menangani hubungan supertipe/subtipe Supertipe adalah suatu entitas umum Subtipe adalah himpunan bagian dari supertipe yang membagi atribut atau relasi dengan jelas
Class Diagram Class diagram mendeskripsikan jenis-jenis objek dalam system dan berbagai macam hubungan statis yang terdapat di antara mereka.
Modul ke: 06 Bima Fakultas Ilmu Komputer Class Diagram Class diagram mendeskripsikan jenis-jenis objek dalam system dan berbagai macam hubungan statis yang terdapat di antara mereka. Cahya Putra, M.Kom
MODEL ENTITY-RELATIONSHIP
MODEL ENTITY-RELATIONSHIP Model Entity Relationship merupakan suatu penyajian data dengan menggunakan Entity dan Relationship Entity Entity adalah obyek yang dapat dibedakan dalam dunia nyata Entity set
PRAKTIKUM BASIS DATA MODUL 1 PERANCANGAN DATABASE MENGGUNAKAN ER DIAGRAM
PRAKTIKUM BASIS DATA MODUL 1 PERANCANGAN DATABASE MENGGUNAKAN ER DIAGRAM LABORATORIUM REKAYASA PERANGKAT LUNAK TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG 2008-2009 MODUL 1 Perancangan
MODEL ENTITY-RELATIONSHIP
MODEL ENTITY-RELATIONSHIP Model Entity Relationship Adalah suatu penyajian data dengan menggunakan Entity dan Relationship Entity Entity adalah obyek yang dapat dibedakan dalam dunia nyata Entity set adalah
PERANCANGAN BERORIENTASI OBJEK
PERANCANGAN BERORIENTASI OBJEK 1. PENDAHULUAN Analisis dan disain berorientasi objek adalah cara baru dalam memikirkan suatu masalah dengan menggunakan model yang dibuat menurut konsep sekitar dunia nyata.
System Technology Database 1. 2 Model Relational. Dahlia Widhyaestoeti, S.Kom dahlia74march.wordpress.
System Technology Database 1 2 Model Relational Dahlia Widhyaestoeti, S.Kom [email protected] dahlia74march.wordpress.com Model Relasional Setelah mengikuti pemelajaran pada topik ini, Anda
Pengantar Analisis dan Desain Berbasis Obyek. Object Oriented Analysis and Design
Pengantar Analisis dan Desain Berbasis Obyek Object Oriented Analysis and Design TUJUAN OOAD Definisi Analisis dan Desain Berorientasi Obyek. Konsep dasar OOAD SOFTWARE UML Tool : Rational Rose Bahasa
Pengantar Analisis dan Desain Berbasis Obyek (Object Oriented Analysis and Design)
Pengantar Analisis dan Desain Berbasis Obyek (Object Oriented Analysis and Design) Tujuan OOAD Definisi Analisis dan Desain Berorientasi Obyek. Konsep dasar OOAD Software UML Tool : Rational Rose Bahasa
Types of database models. Rima Dias Ramadhani, S.Kom., M.Kom Wa:
Types of database models Rima Dias Ramadhani, S.Kom., M.Kom Email: rima@[email protected] Wa: 087731680017 Abstraksi Data Merupakan tingkatan/level bagaimana kita melihat data dalam sebuah sistem basis
P7 Perancangan Database
P7 Perancangan Database SQ http://sidiq.mercubuana-yogya.ac.id Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknologi Informasi Universitas Mercu Buana Yogyakarta Tujuan Mahasiswa mengetahui & memahami konsep
Sistem Basis Data. Chapter 5: Logical Database Design and the Relational Model Andronicus Riyono, M.T.
Sistem Basis Data Chapter 5: Logical Database Design and the Relational Model Andronicus Riyono, M.T. E-R & Relational Model Conceptual Data Model (E-R Model) dibuat untuk memahami kebutuhan data dan aturan-aturan
Pemodelan Basis Data dengan ER. Mata Ajar Basis Data 1
Pemodelan Basis Data dengan ER Mata Ajar Basis Data 1 Tujuan Pemelajaran Setelah mengikuti pemelajaran pada topik ini, jika diberikan requirement basis data, Anda diharapkan dapat memodelkan basis data
PERANCANGAN SISTEM TERINCI DATABASE
PERANCANGAN SISTEM TERINCI DATABASE 1. PERANCANGAN DATABASE Perancangan Database adalah proses untuk menentukan isi dan pengaturan data yang dibutuhkan untuk mendukung berbagai rancangan sistem. Perancangan
BAB II LANDASAN TEORI. (Davis, 1995, hal.68). Informasi menurut Gordon B. Davis adalah data yang telah
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Sistem Informasi Manajemen Sistem menurut Gordon B. Davis adalah terdiri dari bagian-bagian yang saling berkaitan yang beroperasi bersama untuk mencapai beberapa sasaran
Model Relasional. Mata Ajar Basis Data 1
Model Relasional Mata Ajar Basis Data 1 Tujuan Pemelajaran Setelah mengikuti pemelajaran pada topik ini, Anda diharapkan dapat menjelaskan: konsep-konsep model relasional constraints pada basis data relasional
KONSEP SISTEM BASIS DATA
KONSEP SISTE BASIS DATA Sistem Basis Data adalah suatu sistem menyusun dan mengelola record-record menggunakan computer untuk menyimpan atau merekam serta memelihara data operasional lengkap sebuah organisasi/perusahaan
PERANCANGAN BASIS DATA. Alif Finandhita, S.Kom
PERANCANGAN BASIS DATA Alif Finandhita, S.Kom Proses perancangan basis data, terlepas dari masalah yang ditangani dibagi menjadi 3 tahapan : Perancangan basis data secara konseptual Merupakan upaya untuk
Perancangan Analisis dan Database Sistem
MODU L 2 Perancangan Analisis dan Database Sistem 2.1 Tujuan Praktikum 1. Praktikan mampu memahami macam-macam perancangan obyek dan kelas di tahap analisis. 2. Praktikan mampu membuat object diagram.
Basis Data. Roni Andarsyah, ST., M.Kom Lecture Series
Basis Data DATABASE Roni Andarsyah, ST., M.Kom Lecture Series Material Covered 1. Spesialisasi dan generalisasi 2. Derajat Relasi Detail 3. Merancang ERD, Database, Fisik, Logik Spesialisasi Basis Data
KOMPONEN ENTITY RELATIONSHIP
ENTITY RELATIONSHIP Pertemuan 4 PENGERTIAN Entity relationship Adalah jaringan yang menggunakan susunan data yang disimpan dari sistem secara abstrak. Entity-relationship dari model terdiri dari unsur-unsur
Sistem Basis Data. Pertemuan 3 : Modeling Data in Organization Andronicus Riyono, M.T.
Sistem Basis Data Pertemuan 3 : Modeling Data in Organization Andronicus Riyono, M.T. Pemodelan data adalah kegiatan analisis Project Identification and Selection Project Initiation and Planning Purpose
supertipe/subtipesubtipe
Enhanced E-R Model E - ERD EER Digunakan untuk menangani hubungan supertipe/subtipesubtipe Supertipe adalah suatu entitas yang bersifat umum Subtipe adalah suatu entitas yang merupakan pengkhususan dari
SYLLABUS DAN PENDAHULUAN. Astrid Lestari Tungadi, S.Kom., M.TI.
SYLLABUS DAN PENDAHULUAN Astrid Lestari Tungadi, S.Kom., M.TI. PENDAHULUAN Kode Mata Kuliah : Nama Mata Kuliah: Perancangan Sistem II Kredit : 4 sks Dosen : Astrid Lestari Tungadi, S.Kom., M.TI. Bahan
PERANCANGAN BERORIENTASI OBJEK
PERANCANGAN BERORIENTASI OBJEK 1. PENDAHULUAN Analisis dan disain berorientasi objek adalah cara baru dalam memikirkan suatu masalah dengan menggunakan model yang dibuat menurut konsep sekitar dunia nyata.
ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM
ETITY RELATIOSHIP DIAGRAM Model Entity Relationship Adalah suatu penyajian data dengan menggunakan Entity dan Relationship ETITY. Entity adalah obyek yang dapat dibedakan dalam dunia nyata 2. Entity set
BASIS DATA I/2011-GANJIL MODEL RELASIONAL. Oleh Team Teaching Database. 12 Oktober 2011 BASIS DATA I/2011-GANJIL 1
BASIS DATA I/2011-GANJIL MODEL RELASIONAL Oleh Team Teaching Database 12 Oktober 2011 BASIS DATA I/2011-GANJIL 1 Konsep-Konsep Model Relasional Model relasional berdasarkan pada konsep relasi dalam matematika
GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN (GBPP) DAN SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) MATA KULIAH : MANAJEMEN DATABASE KODE MATA KULIAH : ANI / 3 (3-0)
GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN (GBPP) DAN SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) MATA KULIAH : MANAJEMEN DATABASE KODE MATA KULIAH : ANI / 3 (3-0) JURUSAN ILMU ADMINISTRASI BISNIS FAKULTAS ILMU SOSIAL ILMU
PERANCANGAN SISTEM TERINCI DATABASE
PERANCANGAN SISTEM TERINCI DATABASE 1. PERANCANGAN DATABASE Perancangan Database adalah proses untuk menentukan isi dan pengaturan data yang dibutuhkan untuk mendukung berbagai rancangan sistem. Perancangan
MAKALAH PERANCANGAN BASIS DATA MODEL DATA. Disusun oleh: Ainun Aisyiyah Iman Safuad Ismi Fadhilah
MAKALAH PERANCANGAN BASIS DATA MODEL DATA Disusun oleh: Ainun Aisyiyah 2014001690 Iman Safuad 2014001726 Ismi Fadhilah 2014001729 AMIK Harapan Bangsa Surakarta 2015 MODEL DATA A. Pengertian Model Data
5/23/12. Inheritance. Pengertian inheritance Deklarasi inheritance Single inheritance Multilevel inheritance Access Control super keyword
Inheritance Topik Pengertian inheritance Deklarasi inheritance Single inheritance Multilevel inheritance Access Control super keyword 1 Pengertian Dasar Inheritance Inheritance (Pewarisan) merupakan salah
ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM (ERD)
Sistem Basis Data Materi 6 ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM (ERD) ENTITY RELATIONSHIP PENGERTIAN Entity relationship Adalah jaringan yang menggunakan susunan data yang disimpan dari sistem secara abstrak. Entity-relationship
Perancangan Basis Data
Tabel NILAI (3NF) Nilai 2683 MI350 A 2683 MI465 B 5432 MI350 C 5432 AKN201 B 5432 MKT300 A Tabel MATAKULIAH (3NF) Kode-MK Nama-MK Kode-Dosen MI350 Manajamen DB B104 MI465 Analsis Prc. Sistem B317 AKN201
BAB III MODEL DATA RELASIONAL DAN ALJABAR RELASIONAL
BAB III MODEL DATA RELASIONAL DAN ALJABAR RELASIONAL Model data relasional diperkenankan oleh Codd pada tahun 1970. Didasarkan pada suatu struktur data yang sederhana dan seragam (uniform), yaitu : Relasi
ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM
ETITY RELATIOSHIP DIAGRAM Model Entity Relationship Adalah suatu penyajian data dengan menggunakan Entity dan Relationship ETITY Entity adalah obyek yang dapat dibedakan dalam dunia nyata Entity set adalah
Model Entity Relationship Bagian II
Model Entity Relationship Bagian II Sistem Berkas dan Basis Data CS2323 ADE, HTT, KAL Outline Diagram ER Konstrain Kardinalitas Relasi Ternary Diagram ER Diagram ER merupakan model konseptual untuk menggambarkan
Copyright 2005 PENS-ITS C H A P T E R
C H A P T E R 2 ER (ENTITY RELATIONSHIP) MODEL Objectives Tujuan: 1. Memahami konsep dasar ER Model. 2. Memahami Entity, Attribute, Entity Set dan Key (Primary Key dan Foreign Key) 3. Memahami relasi dan
ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM
ETITY RELATIOSHIP DIAGRA odel Entity Relationship Suatu penyajian data dengan menggunakan Entity dan Relationship Entity Obyek yang dapat dibedakan dalam dunia nyata Entity set Kumpulan dari entity yang
Pemrograman Web Berbasis Framework. Pertemuan 13 : Pengembangan Project (Bag. 1) Hasanuddin, S.T., M.Cs. Prodi Teknik Informatika UAD
Pemrograman Web Berbasis Framework Pertemuan 13 : Pengembangan Project (Bag. 1) Hasanuddin, S.T., M.Cs. Prodi Teknik Informatika UAD [email protected] Pokok Bahasan Pendahuluan Requirement atau penelusuran
Class dan Objek. Ali Tarmuji ID YM: alitarmuji. T. Informka UAD 1
Class dan Objek Ali Tarmuji Email: [email protected] ID YM: alitarmuji T. Informka UAD 1 Pokok Bahasan Konsep OO Class Hubungan Class dan Object Universitas Ahmad Dahlan 2 Konsep OO Object adalah: Definisi
STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
STMIK AMIKOM YOGYAKARTA PERMODELAN DATA ERD (Entity Relationship Diagram) Donni Prabowo @donnipra donni.web.id ANSI Pertemuan 18 Definisi ERD Diagram E-R berupa model data konseptual, yang merepresentasikan
Konsep dan Arsitektur Basis Data. IKI20410 Basis Data Aniati Murni Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia
Konsep dan Arsitektur Basis Data IKI20410 Basis Data Aniati Murni Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia TOPIK PEMBAHASAN Data model, Schema and Instance DBMS (Data Base Management System) Architecture
C H A P T E R DUKUNGAN DATABASE DALAM PEMBANGUNAN SISTEM INFORMASI : KONSEP DASAR PERANCANGAN DATABASE
C H A P T E R DUKUNGAN DATABASE DALAM PEMBANGUNAN SISTEM INFORMASI : KONSEP DASAR PERANCANGAN DATABASE Information Technology, EEPIS-ITS Objectives Tujuan: 1. Memahami konsep dasar perancangan database
OOAD (Object Oriented Analysis and Design) UML part 2 (Activity diagram, Class diagram, Sequence diagram)
OOAD (Object Oriented Analysis and Design) UML part 2 (Activity diagram, Class diagram, Sequence diagram) Gentisya Tri Mardiani, S.Kom., M.Kom ADSI-2015 Activity Diagram Activity diagram digunakan untuk
Desain Data Base. Proses Desain Data Base
DESAIN DATA BASE Desain Data Base Proses Desain Data Base Analisis Persyaratan Desain Data Base Konseptual Desain Data Base Logika Perbaikan Skema Desain Data Base Fisik Desain Aplikasi dan Keamanan Analisis
Citra Noviyasari, S.Si, MT SI - UNIKOM
Citra Noviyasari, S.Si, MT SI - UNIKOM Diagram class sebuah spesifikasi yang jika diinstansiasi akan menghasilkan sebuah objek dan merupakan inti dari pengembangan dan desain berorientasi objek. Class
Database Design. Enhanced Entity-Relationship (EER) Pertemuan 5. Dahlia Widhyaestoeti, S.Kom
Database Design Pertemuan 5 Enhanced Entity-Relationship (EER) Dahlia Widhyaestoeti, S.Kom Refresh Sebuah bank memiliki beberapa cabang di daerah yang berlainan. Masing-masing cabang memiliki nasabah yang
MODUL 1 SEPUTAR PERANCANGAN DATABASE. 1.1 Entity-Relationship Model (ER Model) dan Entity Relationship Diagram (ERD)
MODUL 1 SEPUTAR PERACAGA DATABASE TUJUA PRAKTIKUM 1. Praktikan mampu menggambarkan ERD dengan baik dan benar dengan ER Modeling. 2. Praktikan dapat memahami konsep Basis Data Relasional. 3. Praktikan mampu
PENGEMBANGAN SOFTWARE SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PADA PERUSAHAAN PERHIASAN SENTOSA ABADI
PENGEMBANGAN SOFTWARE SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PADA PERUSAHAAN PERHIASAN SENTOSA ABADI Lisana Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Surabaya Jl. Raya Kalirungkut, Surabaya 60293 Telp
Teknik Informatika S1
Teknik Informatika S1 Object Oriented Analysis and Design Pengenalan OOAD Disusun Oleh: Egia Rosi Subhiyakto, M.Kom, M.CS Teknik Informatika UDINUS [email protected] +6281329571612 SILABUS MATA KULIAH
Database Design I. TPI4210 Sistem dan Teknologi Informasi
Database Design I TPI4210 Sistem dan Teknologi Informasi Database Design Life Cycle Requirements Definition Conceptual Design Logical Design Physical Design Recap: ANSI/SPARC architecture Requirements
C H A P T E R. DUKUNGAN DATABASE DALAM PEMBANGUNAN SISTEM INFORMASI : Konsep Dasar PERANCANGAN Database. Information Technology, EEPIS-ITS
C H A P T E R 10 DUKUNGAN DATABASE DALAM PEMBANGUNAN SISTEM INFORMASI : Konsep Dasar PERANCANGAN Database Information Technology, EEPIS-ITS Objectives Tujuan: 1. Memahami konsep dasar perancangan database
Basis Data. Pemodelan Database dengan ER Diagram (Entity Relationship Diagram) Arif Basofi, S.Kom. MT. Teknik Informatika, PENS
Basis Data Pemodelan Database dengan ER Diagram (Entity Relationship Diagram) Arif Basofi, S.Kom. MT. Teknik Informatika, PENS Tujuan 1. Memahami konsep dasar ER Model. 2. Mengenal notasi ER Diagram. 3.
Adri Priadana. ilkomadri.com
Adri Priadana ilkomadri.com Entity, Entity Set Entity : object atau benda dalam dunia nyata Entity Set : Sekumpulan entity yang sejenis Misal kumpulan orang yang berobat di sebuah rumah sakit dapat didefinisikan
Basis data ERD. Entity. Atribut ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM 13/10/2015 TIU TIK. Entity
ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM Basis Data Shinta P. Sari TIU Mahasiswa dapat melakukan perancangan basis data dengan model entity relationship TIK Memahami bagaimana wujud data relational Dapat membuat contoh
