LAPORAN OBSERVASI KELIMA SD NEGERI 117 PALEMBANG
|
|
|
- Agus Tan
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 LAPORAN OBSERVASI KELIMA SD NEGERI 117 PALEMBANG Oleh Dewi Hamidah * ([email protected]) A. Pendahuluan Jam salah satu alat yang selalu digunakan dalam keseharian manusia karena kehidupan kita tak luput dari berjalannya waktu. Bagi anak-anak, waktu mungkin saja tidak terlalu penting, aktivitas keseharian mereka hanyalah belajar, tidur, makan dan bermain. Namun saat dewasa nanti perlunya mereka memanajemen waktu dengan baik guna efesiensi aktivitas yang mereka lakukan. Pengenalan waktu kepada siswa melalui pendekatan PMRI dapat menggunakan contoh dari kejadian alam seperti, matahari terbit, matahari terbenam, dll serta kegiatan sehari-hari seperti belajar, makan, tidur, dsb. Oleh karena itu observer mencoba memperkenalkan kepada siswa mengenai waktu yang tentunya menuju pada pembacaan jam. Sejalan dengan karateristik PMRI, observer merancang kegiatan pembelajaran yang berangkat dari aktivitas keseharian siswa. Kemudian siswa diminta untuk menentukan lama suatu kejadian berlangsung, menyebutkan waktunya dan diakhiri dengan menunjukkan jam yang benar pada waktu-waktu yang mereka telah sebutkan sehingga siswa mampu membaca jam secara bulat. Disini, observer mencoba menggunakan jam analog yang terbuat dari kerdus sebagai alat peraga dengan tujuan memudahkan siswa dalam memahami konsep membaca jam. B. Desain Riset I. Preliminary Design Observasi ini dilakukan di SD Negeri 117 Palembang pada tanggal 28 Oktober 2011 di kelas 1A yang diajarkan oleh Ibu Yusnizar, S.Pd (Ibu Yus) sekaligus selaku wali kelas 1A. Materi pada pertemuan hari ini adalah pengukuran waktu membaca jam secara bulat. Pengukuran waktu merupakan bab kedua pada materi ajar kelas 1 Sekolah Dasar, Setelah pada bab sebelumnya mereka belajar mengenai bilangan satu sampai dengan dua puluh. Berdasarkan kurikulum KTSP 2006, adapun Standar Kompetensi untuk materi ini adalah menggunakan pengukuran waktu dan panjang. Kompetensi Dasarnya yaitu menentukan waktu (pagi, siang malam), hari dan jam (secara bulat) dan menentukan lama suatu kejadian berlangsung. Ini merupakan pertemuan kedua dalam bab pengukuran waktu. Pada pertemuan pertama sekilas siswa
2 telah dikenalkan waktu pagi, siang dan malam serta lama kejadian berlangsung menggunakan satuan pengukuran tidak baku yaitu lama dan sebentar. Pada pertemuan ini, peneliti bersama guru merancang kegiatan pembelajaran diawali dengan mengingatkan siswa kembali pembelajaran pada pertemuan sebelumnya dengan memberikan beberapa gambar kemudian meminta siswa menentukan lama kejadian berlangsung (lama atau sebentar). Setelah itu, siswa diajarkan cara membaca jam secara bulat yang dikenalkan dengan menyebutkan waktu (jam) pada kegiatan keseharian mereka seperti berangkat ke sekolah, belajar, dan tidur. Peneliti menyediakan jam analog yang terbuat dari kardus sebagai media agar siswa bisa menyebutkan jam secara bulat dan menentukan posisi jarum panjang dan pendek sesuai dengan yang disebutkan. Dengan cara seperti ini diharapkan siswa akan mudah membaca jam secara bulat. II. Teaching Experiment Pada awal pelajaran, guru mengingatkan pelajaran matematika sebelumnya (pada hari rabu) yaitu tentang lama waktu berlangsung dengan satuan tidak baku (lama dan sebentar). Siswa diminta membandingkan waktu berlangsungnya dua kegiatan, yang mana lebih lama/sebentar dari yang lain. Guru bertanya kepada siswa tentang kegiatan mereka sehari-hari seperti : mana yang lebih lama makan atau tidur, dan mandi atau makan? Saat siswa ditanya mana yang lebih lama bermain atau belajar, beberapa siswa menjawab bermain lebih lama. Guru menekankan bahwa yang lebih lama seharusnya belajar, bermainnya cukup sebentar saja. Juga saat ditanya waktu istirahat di sekolah dan belajar di kelas mana yang lebih lama, para siswa menjawab, lebih lama belajar di kelas. Kemudian guru bertanya kembali tentang gambar-gambar yang sudah saya persiapkan (Gambar 2.). Untuk gambar pertama - gambar anak kecil sedang tidur - Guru bertanya, Ini gambar apa? Para siswa menjawab gambar anak tidur dan guru melanjutkan pertanyaannya, Lama atau sebentar??. Mereka menjawab, Lama!. Demikian seterusnya untuk gambar-gambar selanjutnya, guru menanyakan lama kegiatan tersebut berlangsung, lama atau sebentar. Ternyata di pertemuan sebelumnya juga, siswa telah diperkenalkan dengan jam namun hanya sebatas perkenalan.
3 Gambar 2. Gambar-gambar yang ditampilkan di depan kelas Selesai mereview pelajaran pada pertemuan sebelumnya, guru membagi siswa dalam kelompok-kelompok yang terdiri dari 4 orang per kelompok. Kemudian siswa dibagikan jam analog yang terbuat dari kardus pada setiap kelompok. Guru kembali bertanya kepada siswa, ada yang pernah melihat jam? Serentak mereka semua menjawab "iya!". Pertanyaan dilanjutkan, apa saja ya yang ada di dalam jam? Ada yang menjawab angka, ada juga yang menjawab jarum. Hampir semua siswa mengetahui bahwa pada sebuah jam terdapat dua buah jarum yaitu jarum panjang dan jarum pendek juga ada angka-angka yang terdiri dari angka satu sampai dua belas. Gambar 3. Para siswa mengacungkan jari telunjuknya saat diminta Ibu Yus untuk menjawab pertanyaan
4 Kemudian guru bertanya, Jam berapa ke sekolah?, Siswa pun menjawab, Jam 7!. Dilanjutkan dengan pembelajaran penempatan jarum panjang dan jarum pendek pada jam 7 bahwa jarum panjang berada di angka dua belas dan jarum pendek diangka tujuh. Para siswa diminta menunjukkannya menggunakan jam mereka masing-masing di tiap kelompok dan mendemonstrasikannya di depan kelas. Selanjutnya guru bertanya jam berapa kalian sarapan pagi, tidur, bangun tidur? Yang kemudian mereka diminta menunjukkan waktu tersebut melalui jam analog yang telah dibagikan. Semua siswa terlihat aktif mengikuti pelajaran. Setelah guru merasa contoh-contoh tersebut sudah cukup, siswa diminta mengerjakan Lembar Kerja Siswa(LKS) per dua orang untuk setiap LKS (Gambar 3). Gambar 3. siswa mempresentasikan penempatan jarum pada jam analog di depan kelas (kiri) dan siswa bekerja sama menyelesaikan LKS dalam kelompok (kanan) Seluruh siswa aktif secara bergantian mengisi LKSnya. Selesai mengerjakan LKS, guru kembali meminta siswa untuk menunjukkan jam di depan kelas menggunakan jam analog sesuai dengan yang disebutkan (Gambar. 4). Terutama untuk siswa yang agak pendiam dan kurang aktif dalam kelompoknya, guru meminta mereka untuk maju satu per satu di depan kelas. Misalnya, Joddy, seorang anak yang sangat pendiam bahkan saat peneliti mencoba bertanya secara personal pun dia agak malu-malu dan suaranya sangat pelan, saat diminta menunjukkan jam sebelas oleh guru, dia pun mampu menempatkan jarum panjang di angka 12 dan jarum pendek diangka 11.
5 Gambar 4. Siswa diminta menunjukkan penempatan jarum panjang dan jarum pendek di depan kelas III. Restrocpective Analysis Di permulaan pembelajaran, sudah terlihat jelas antusias siswa dalam belajar matematika. Seperti pada saat guru mengatakan, Matematika!, seluruh siswa serentak menjawab, Yes!. Begitu juga saat ditanyai berbagai pertanyaan, seluruh siswa sangat bersemangat dalam menjawabnya. Misalnya, saat ditanya gambar apa dan lama waktu kegiatan belangsung pada gambar-gambar yang sudah peneliti persiapkan, semua siswa menjawab sesuai pendapatnya masing-masing. Juga saat mereka diminta untuk maju ke depan kelas, tampak keberanian seluruh siswa-siswa di kelas tersebut. Ketika kegiatan dalam kelompok berlangsung, beberapa kelompok masih didominasi satu atau dua orang siswa sehingga anggota kelompok yang lain hanya diam dan mengikuti saja. Namun sebenarnya mereka sudah paham dengan materi yang diajarkan hari ini, hanya saja ada anggota kelompok yang dominan sehingga anggota kelompok yang lain tidak bekerja dalam kelompok. Gambar 5. Satu anggota dalam kelompok lebih dominan dari yang lain
6 Setelah mengerjakan LKS, beberapa siswa diminta maju satu per satu ke depan kelas untuk menunjukkan penempatan jarum jam sesuai yang diinstruksikan oleh guru. Saat kegiatan ini pun para siswa telah mampu menempatkan jarum jan tersebut secara tepat. Gambar 6. Joddy secara tepat menempatkan jarum panjang diangka dua belas dan jarum pendek diangka empat Terlihat hasil LKS, siswa telah mampu membaca dan menuliskan jam walaupun guru belum pernah mengajarkannya kepada siswa. Ada beberapa versi penulisan misal untuk jam 7, yakni : 7, 07.00, 7=00, dan untuk jam 11, yakni : 11, 11.00, dan , 11=00. Untuk penulisan yang , kemungkinan siswa belum memahami arti angka 0 paling depan pada penulisan sehingga untuk member kejelasan dalam hal ini, pada pertemuan selanjutnya guru akan mengajarkan cara penulisan jam secara benar. Gambar 9. Hasil kerja siswa yang menuliskan versi
7 Gambar 10. Hasil kerja siswa yang menuliskan versi 11=00 C. Penutup Pada proses pembelajaran kali ini, diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut. 1. Penggunaan jam analog yang terbuat dari kerdus sangat membantu siswa dalam memahami cara membaca jam karena siswa bisa mempraktekkannya secara langsung. 2. Pada pertemuan ini, terlihat bahwa pengenalan membaca jam yang diajarkan oleh guru secara langsung, dengan memberikan satu contoh, walaupun hanya dengan satu contoh siswa telah paham, namun pada cara seperti ini tidak terdapat reinvention process oleh siswa. Diharapkan pada petemuan berikutnya guru mampu menyampaikan materi tanpa memberikan penyelesaian secara langsung agar siswa menemukan sendiri caranya dalam penyelesaian masalah tersebut. 3. Beberapa siswa mampu menuliskan jam pada LKS dikarenakan siswa pernah melihat penulisan tersebut sebelumnya pada buku-buku mereka (tanpa ada pengajaran dari guru sebelumnya) walaupun masih ada kesalahan penulisan pada beberapa kelompok.
LAPORAN OBSERVASI KEENAM DAN KETUJUH SD NEGERI 117 PALEMBANG
LAPORAN OBSERVASI KEENAM DAN KETUJUH SD NEGERI 117 PALEMBANG Oleh Dewi Hamidah * ([email protected]) I. PENDAHULUAN Permasalahan yang berkaitan mengenai panjang suatu benda atau jarak dua benda bukanlah
DESAIN PEMBELAJARAN PENJUMLAHAN BILANGAN 1-29 BERBASIS PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK INDONESIA (PMRI) DI SD NEGERI 117 PALEMBANG
DESAIN PEMBELAJARAN PENJUMLAHAN BILANGAN 1-29 BERBASIS PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK INDONESIA (PMRI) DI SD NEGERI 117 PALEMBANG Oleh : Dewi Hamidah Abstrak : Observasi ini bertujuan untuk menghasilkan
Belajar Pengukuran Sudut Sambil Bermain Jam Analog. Novita Sari
Belajar Pengukuran Sudut Sambil Bermain Jam Analog Novita Sari e-mail : [email protected] A. PENDAHULUAN Belajar matematika merupakan hal yang menyulitkan bagi sebagian siswa. Pernyataan ini tidak
bab 2 satuan pengukuran waktu tema makanan dan kesehatan
bab tema makanan dan kesehatan satuan pengukuran waktu setiap pagi bayu selalu sarapan pagi ini ia menikmati sarapan dengan lahap ia makan nasi sayur dan lauk tidak lupa ia minum segelas susu jam menunjukkan
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Sekolah : SD Mata Pelajaran : Matematika Kelas/Semester : I/1 Tema : Diri Sendiri, Keluarga Standar Kompetensi : 1. Melakukan penjumlahan dan pengurangan bilangan
MINIMARKET GURU UNTUK BELAJAR PENGURANGAN. Sri Rejeki
Research Design: Pengurangan Bilangan Bulat MINIMARKET GURU UNTUK BELAJAR PENGURANGAN Sri Rejeki A. Pendahuluan Dalam pembelajaran matematika, operasi penjumlahan dan pengurangan merupakan salah satu materi
Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Supardjo MODEL Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) MATEMATIKA Gemar Berhitung untuk Kelas I SD dan MI Semester 1 1A Berdasarkan Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi dan Permendiknas
BELAJAR SUDUT LEWAT GERAKAN TANGAN. (Laporan Observasi Ke-2)
BELAJAR SUDUT LEWAT GERAKAN TANGAN (Laporan Observasi Ke-2) A. Pendahuluan Secara umum dan sesuai dengan fungsi katanya yaitu sebagai kata benda, maka banyak orang memahami kata sudut itu sebagai pojok
BELAJAR KONSEP PEMBAGIAN MELALUI PERMAINAN MEMBAGI PERMEN DENGAN DADU
BELAJAR KONSEP PEMBAGIAN MELALUI PERMAINAN MEMBAGI PERMEN DENGAN DADU Navel O. Mangelep Email : [email protected] A. PENDAHULUAN Matematika sebagai cabang ilmu yang terstruktur dan terorganisir secara
Menemukan Rumus Luas Lingkaran dengan Konteks Bundaran Air Mancur Palembang. Novita Sari
Menemukan Rumus Luas Lingkaran dengan Konteks Bundaran Air Mancur Palembang Novita Sari A. PENDAHULUAN Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern dan mempunyai peran
MENGHITUNG KELIPATAN SAMBIL MENABUNG. (Laporan Observasi Pertama)
MENGHITUNG KELIPATAN SAMBIL MENABUNG (Laporan Observasi Pertama) A. PENDAHULUAN Proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan pendidikan matematika realistik menekankan kepada konstruksi dari konteks
KELIPATAN PERSEKUTUAN TERKECIL
KELIPATAN PERSEKUTUAN TERKECIL SD Negeri 21 Palembang (Sabtu, 2 Oktober 2010) I. Pendahuluan Observasi dilaksanakan pada tanggal 2 Oktober 2010 di kelas IVA SD Negeri 21 Palembang. Pokok bahasan yang diajarkan
BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISA DATA
BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISA DATA A. Deskripsi Data Penelitian ini dilaksanakan di M.Ts. Tarbiyatul Islamiyah (Taris) Lengkong yang letaknya di Desa Lengkong, Batangan, Pati, Jawa Tengah. M.Ts. ini berstatus
MINIMARKET GURU UNTUK BELAJAR PENGURANGAN Oleh:
MINIMARKET GURU UNTUK BELAJAR PENGURANGAN Oleh: Nikmatul Husna Sri Rejeki ([email protected]) ([email protected]) A. PENDAHULUAN Dalam pembelajaran matematika, operasi penjumlahan dan
Tujuan dari proses pembelajaran dengan pendekatan PMRI dan menggunakan media jam kertas yaitu:
SUDUT LURUS DAN SIKU-SIKU LAPORAN OBSERVASI KELAS IVA SD NEGERI 21 PALEMBANG Oleh : Christi Matitaputty 1. Pendahuluan Proses observasi ini berlangsung pada tanggal 6 Oktober 2011 pada Sekolah dasar Negeri
LAPORAN OBSERVASI SEKOLAH 7 PEMBELAJARAN VOLUME KUBUS DAN BALOK DI SD XAVERIUS 1 PALEMBANG
LAPORAN OBSERVASI SEKOLAH 7 PEMBELAJARAN VOLUME KUBUS DAN BALOK DI SD XAVERIUS 1 PALEMBANG Universitas Sriwijaya IMPoME 2011 Hermina Disnawati Navel Oktaviandy Mangelep, 1. PENDAHULUAN Volume/isi suatu
Desain Pembelajaran PMRI 4: "Jika Kamu Penjahit yang Pintar, Berapa cm Panjang Lingkar. Pinggang Pemesan Baju itu?"
Desain Pembelajaran PMRI 4: "Jika Kamu Penjahit yang Pintar, Berapa cm Panjang Lingkar A. Pendahuluan Pinggang Pemesan Baju itu?" Ahmad wachidul kohar 1 Fanni Fatoni 2 Wisnu Siwi Satiti 3 IMPoME, Sriwijaya
BAB I PENDAHULUAN. diharapkan mampu membentuk individu-individu yang berkompetensi di
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan upaya manusia untuk memperluas pengetahuan dalam membentuk nilai, sikap, dan perilaku. Pendidikan bertujuan menumbuh kembangkan potensi
Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Supardjo MODEL Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) MATEMATIKA 15A Gemar Berhitung untuk Kelas V SD dan MI Semester Berdasarkan Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi dan Permendiknas
PENUKARAN UANG DI KOPERASI SEKOLAH Oleh:
PENUKARAN UANG DI KOPERASI SEKOLAH Oleh: Nikmatul Husna Sri Rejeki ([email protected]) ([email protected]) A. PENDAHULUAN Uang adalah salah satu benda yang tidak dapat dipisahkan dalam
SILABUS. STANDAR KOMPETENSI 2. Menggunakan pengukuran waktu, panjang, dan berat dalam pemecahan masalah.
45 46 Nama Sekolah : SDN Pagerharjo 02 Mata Pelajaran : Matematika Kelas : 2 Semester : I SILABUS STANDAR KOMPETENSI 2. Menggunakan pengukuran waktu, panjang, dan berat dalam pemecahan masalah. Kompetensi
RUMAH BILANGAN DAN KANTONG KACANG MERAH DALAM MENENTUKAN NILAI TEMPAT. Ambarsari Kusuma Wardani
RUMAH BILANGAN DAN KANTONG KACANG MERAH DALAM MENENTUKAN NILAI TEMPAT Ambarsari Kusuma Wardani A. PENDAHULUAN Pembelajaran nilai tempat sudah diperkenalkan kepada siswa sekolah dasar (SD) mulai dari kelas
PMRI DI SDN 179 PALEMBANG (4) Oleh: Sylvana Novilia Sumarto
PMRI DI SDN 179 PALEMBANG (4) Oleh: Sylvana Novilia Sumarto A. Pendahuluan Pada hari Sabtu, 1 Oktober 2011 saya dan Christi Matitaputty ke SDN 179 Palembang untuk mempraktekkan pembelajaran PMRI di kelas
DESAIN KE-4 PEMBELAJARAN PMRI: Belajar Mengurangkan Tiga Bilangan Berturut-turut melalui Aktivitas Bermain Tepuk Bergambar/Ambulan
6 th Observation Report: SD Pusri Palembang, Sumatera Selatan DESAIN KE-4 PEMBELAJARAN PMRI: Belajar Mengurangkan Tiga Bilangan Berturut-turut melalui Aktivitas Bermain Tepuk Bergambar/Ambulan Evangelista
JAM SEBAGAI STARTING POINT DALAM PEMBELAJARAN SUDUT DI SEKOLAH DASAR. Oleh Shahibul Ahyan
JAM SEBAGAI STARTING POINT DALAM PEMBELAJARAN SUDUT DI SEKOLAH DASAR Oleh Shahibul Ahyan A. PENDAHULUAN Matematika merupakan salah satu ilmu yang bisa diterapkan dalam kehidupan seharihari. Matematika
KONTEKS MEMBAGI ROTI DALAM MEMPELAJARI LUAS SEGITIGA. Navel O. Mangelep.
KONTEKS MEMBAGI ROTI DALAM MEMPELAJARI LUAS SEGITIGA Email : [email protected] A. PENDAHULUAN Pembelajaran matematika saat ini sudah cukup lama terbenam dalam pembelajaran matematika yang bagi banyak
1. Membilang banyaknya benda dari 1 sampai dengan 10
1. Membilang banyaknya benda dari 1 sampai dengan 10 Membilang banyaknya benda dari 1 sampai dengan 10 Mari berhitung 1 sampai 10. Perhatikan jari tangan di bawah ini! 1 2 3 4 5 satu dua tiga empat lima
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Disusun untuk memenuhi tugas Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Dosen Pengampu: Dra. Murtiningsih, M.Pd. Oleh: Tabah Asmarani 13108244026 PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
MELALUI TUTUP KALENG BERBENTUK LINGKARAN Oleh :
MENEMUKAN NILAI π DAN RUMUS KELILING LINGKARAN MELALUI TUTUP KALENG BERBENTUK LINGKARAN Oleh : Nikmatul Husna Sri Rejeki ([email protected]) ([email protected]) A. PENDAHULUAN Pembelajaran
Menghitung Kelipatan Sambil Menabung. (Observasi Pada Kelas IV A SD Negeri 21 Palembang)
Menghitung Kelipatan Sambil Menabung (Observasi Pada Kelas IV A SD Negeri 21 Palembang) a. Pendahuluan Sebagaimana telah kita ketahui, proses pembelajaran dengan menggunkanan pendekatan pendidikan matematika
Laporan Observasi 4 di SDN 117 Palembang pada Tanggal 7 Oktober 2010
Laporan Observasi 4 di SDN 117 Palembang pada Tanggal 7 Oktober 2010 a. Pendahuluan Pembelajaran matematika dengan menggunakan acuan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) di sekolah-sekolah
LAPORAN OBSERVASI SEKOLAH 6 SD IGM PLUS PALEMBANG Selasa, 25 Oktober 2011
LAPORAN OBSERVASI SEKOLAH 6 SD IGM PLUS PALEMBANG Selasa, 25 Oktober 2011 Universitas Sriwijaya IMPoME 2011 Navel Oktaviandy Mangelep 1, Hermina Disnawati 2 1. PENDAHULUAN Pokok bahasan KPK (Kelipatan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Penelitian tindakan kelas melalui model pembelajaran langsung dengan permainan balok pecahan pada mata pelajaran matematika materi pecahan ini
MANAKAH YANG LEBIH BERAT? (Laporaan Observasi Ke-5)
MANAKAH YANG LEBIH BERAT? (Laporaan Observasi Ke-5) A. PENDAHULUAN Pembelajaran pengukuran berat merupakan kelanjutan dari pokok bahasan selanjutnya yaitu pengukuran waktu dan panjang. Materi ini ajarkan
Pengukuran Waktu. Tema: Kegiatan Sehari-hari
Pengukuran Waktu Tema: Kegiatan Sehari-hari Setiap hari Ami bangun pagi. Saat Ami bangun, ibu sedang menyiapkan sarapan pagi. Ayah sedang membersihkan halaman. Setelah mandi, Ami segera sarapan. Sebelum
MELALUI TUTUP KALENG BERBENTUK LINGKARAN Oleh : Nikmatul Husna
MENEMUKAN NILAI π DAN RUMUS KELILING LINGKARAN MELALUI TUTUP KALENG BERBENTUK LINGKARAN Oleh : Nikmatul Husna ([email protected]) A. PENDAHULUAN Pembelajaran matematika adalah suatu proses yang
AYO MENABUNG!! Oleh: Sylvana Novilia S. A. Pendahuluan
AYO MENABUNG!! Oleh: Sylvana Novilia S A. Pendahuluan Pada hari Selasa, 20 September 2011 saya dan Christi Matitaputty mengunjungi SDN 21 Palembang untuk mempraktekkan pembelajaran PMRI bersama dengan
SILABUS. STANDAR KOMPETENSI 2. Menggunakan pengukuran waktu, panjang, dan berat dalam pemecahan masalah.
32 33 33 SILABUS Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas Semester : SDN Jatimulyo : Matematika : II : I STANDAR KOMPETENSI 2. Menggunakan pengukuran waktu, panjang, dan berat dalam pemecahan masalah. Kompetensi
PROGRAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA SEKOLAH DASAR KELAS I - SEMESTER 1
PROGRAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA SEKOLAH DASAR KELAS I - SEMESTER 1 1 PROGRAM SEMESTER MATA PELAJARAN : Matematika Standar Kompetensi : 1. Melakukan sampai 20 BILANGAN Kompetensi Dasar Indikator Materi
Naik Kereta Api dari Bandung ke Surabaya
Naik Kereta Api dari Bandung ke Surabaya Belajar Penjumlahan dengan Teknik Tanpa Menyimpan dan Teknik Menyimpan Pada Dua Buah Bilangan Puluhan dan Tiga Buah Bilangan Puluhan di Kelas II/c SD Negeri 119
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Deskripsi Kondisi Awal Berdasarkan data nilai yang diperoleh pada siswa kelas 4 SD Negeri Gendongan 03 pada mata pelajaran matematika materi
Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Supardjo MODEL Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) MATEMATIKA Gemar Berhitung untuk Kelas I SD dan MI Semester 2 1B Berdasarkan Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi dan Permendiknas
Pembelajaran Jarak, Waktu, dan Kecepatan Dengan Menggunakan Pendekatan PMRI
Pembelajaran Jarak, Waktu, dan Kecepatan Dengan Menggunakan Pendekatan PMRI Navel Oktaviandy Mangelep 1, Hermina Disnawati 2 Email : [email protected] 1. Introduction Materi jarak, waktu, dan kecepatan
RPP Tematik Kelas 1 SDN 1 Pagerpelah Halaman: 1
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TEMATIK Nama Sekolah : SD Negeri 1 Pagerpelah Kelas/Semester : I/I Tema : Kebersihan, Kesehatan, Keamanan Alokasi Waktu : 3 Minggu Pelaksanaan : Minggu Ke 1-3 A. KOMPETENSI
BAB IV TEMUAN PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV TEMUAN PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Paparan Data 1. Deskripsi Lokasi an an ini mengambil lokasi di SDLB Negeri Panggungsari yang terletak di Desa Panggungsari, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek.
BELAJAR NILAI TEMPAT DENGAN RUMAH BILANGAN
BELAJAR NILAI TEMPAT DENGAN RUMAH BILANGAN Oleh: Talisadika Maifa ([email protected]) International Master Program on Mathematics Education 2012 BELAJAR NILAI TEMPAT DENGAN RUMAH BILANGAN Talisadika
Menggunakan Pengukuran Waktu, Sudut, Jarak, dan Kecepatan dalam Pemecahan Masalah
Bab Menggunakan Pengukuran Waktu, Sudut, Jarak, dan Kecepatan dalam Pemecahan Masalah Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini, diharapkan siswa dapat: 1. menuliskan tanda waktu dengan notasi 1
Lampiran 1. Panduan Wawancara Penggunaan Media Kartu Lambang Bilangan pada Pembelajaran Anak Autis
84 Lampiran 1. Panduan Wawancara Penggunaan Media Kartu Lambang Bilangan pada Pembelajaran Anak Autis Pertanyaan kepada guru: 1. Bagaimana guru mempersiapkan kegiatan belajar mengajar dalam penggunaan
Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) DUNIA MATEMATIKA 1
MODEL Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) DUNIA MATEMATIKA 1 untuk Kelas 1 SD Berdasarkan Permendiknas Nmr 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi dan Permendiknas Nmr 23 Tahun 2006 tentang Standar
MENEMUKAN RUMUS LUAS LAYANG - LAYANG MELALUI KONTEKS PERMAINAN LAYANG - LAYANG Oleh:
MENEMUKAN RUMUS LUAS LAYANG - LAYANG MELALUI KONTEKS PERMAINAN LAYANG - LAYANG Oleh: Nikmatul Husna Sri Rejeki ([email protected]) ([email protected]) A. PENDAHULUAN Geometri adalah salah
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Kondisi Awal Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan berdasarkan permasalahan yang terjadi di kelas I SDN Tingkir Lor 1 Salatiga. Sebelum dilaksanakannya
LAPORAN OBSERVASI KELAS PENGGUNAAN KONTEKS DAN MEDIA PADA PEMBELAJARAN OPERASI PENGURANGAN BILANGAN CACAH SAMPAI DENGAN 500
LAPORAN OBSERVASI KELAS PENGGUNAAN KONTEKS DAN MEDIA PADA PEMBELAJARAN OPERASI PENGURANGAN BILANGAN CACAH SAMPAI DENGAN 500 Disusun oleh : Ambarsari Kusuma Wardani, Boni Fasius Hery dan Talisadika Maifa
Mengenal Bilangan Bulat
Mengenal Bilangan Bulat Kita sudah mempelajari bilangan-bilangan yang dimulai dari nol sampai tak terhingga. Selama ini yang kita pelajari 0 (nol) adalah bilangan terkecil. Tetapi tahukah kamu bahwa ada
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus. Siklus I
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus. Siklus I dilaksanakan dua kali pertemuan. Pertemuan pertama pada hari Sabtu, 16 November
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Penelitian ini dilakukan di SDN 1 Baleharjo Kecamatan Eromoko Kabupaten Wonogiri. SDN 1 Baleharjo terletak di lingkungan pedesaan yang jauh
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikn : SD N Percobaan 2. Kelas/ Semester : V/ I
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikn : SD N Percobaan 2 Kelas/ Semester : V/ I Mata Pelajaran Alokasi Waktu : Matematika : 2 x 35 menit A. Standar Kompetensi 1. Melakukan operasi hitung
43 LAMPIRAN - LAMPIRAN
LAMPIRAN - LAMPIRAN 43 44 Lampiran I RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SIKLUS I Sekolah : SD Negeri 3 Wirosari Mata Pelajaran : Matematika Kelas / Semester : II / 1 Alokasi Waktu : 4 x 30 menit ( 2 x pertemuan
I. METODE PENELITIAN. dari 22 siswa perempuan dan 10 siswa laki-laki. Tingkat kemampuan belajar. orang siswa. Penentuan kelompok berdasarkan tes awal.
I. METODE PENELITIAN A. Setting Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada siswa SMP NEGERI I NATAR kelas VIII semester ganjil tahun pelajaran 2011/2012. Yang berjumlah 32 siswa yang terdiri dari 22 siswa
MENEMUKAN KONSEP LUAS TRAPESIUM DENGAN PENDEKATAN PERSEGI PANJANG DAN SEGITIGA Oleh:
MENEMUKAN KONSEP LUAS TRAPESIUM DENGAN PENDEKATAN PERSEGI PANJANG DAN SEGITIGA Oleh: Nikmatul Husna Sri Rejeki ([email protected]) ([email protected]) A. PENDAHULUAN Bangun datar merupakan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1 Pelaksanaan Tindakan Siklus I A. Tahap Perencanaan Setelah diperoleh informasi pada waktu observasi, maka peneliti melakukan diskusi
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Orientasi dan Identifikasi Masalah Penelitian yang dilakukan penulis meliputi tiga kegiatan, yaitu : 1) kegiatan orientasi dan identifikasi masalah, 2) tindakan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Sumber Energi Panas Mata Pelajaran IPA Kelas II-B MI Darun Najah
69 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Pada bab ini dipaparkan hasil Penelitian Tindakan Kelas dengan judul Penerapan Strategi True Or False untuk Meningkatkan Pemahaman Materi Sumber
Geometri dan pengukuran
Nama Kelompok : Ta rifah Atmiriah (10-800-0019) Ratna Wati (10-800-0026) Geometri dan pengukuran Tono dan Tini bersama-sama meminjam peralatan di laboraturim. Tono meminjam sebuah penggaris panjang dan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Salah satu mata pelajaran yang dipelajari di Sekolah Dasar (SD) adalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Salah satu mata pelajaran yang dipelajari di Sekolah Dasar (SD) adalah matematika. Matematika merupakan mata pelajaran yang harus dipelajari oleh siswa pada
I. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR MATEMATIKA SDLB TUNAGRAHITA
- 937 - I. KOMPETENSI INTI DAN MATEMATIKA SDLB TUNAGRAHITA KELAS : I 3.1 Mengenal bilangan asli sampai 10 dengan menggunakan benda-benda yang ada di sekitar rumah, sekolah, atau 3.2 Mengenal lambang bilangan
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN. mengidentifikasi masalah pembelajaran matematika yang terdapat di kelas
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN A. Hasil Penelitian Penelitian Tindakan Kelas ini di awali dari orientasi lapangan untuk mengidentifikasi masalah pembelajaran matematika yang terdapat di kelas 2.B
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
56 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Deskripsi Kegiatan Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMP PGRI 11 Palembang dimulai dari tanggal 10 Agustus 2015 s/d 1 Oktober 2015. Kegiatan
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( R P P )
70 71 Lampiran 1 RPP Kelas Eksperimen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( R P P ) Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Alokasi Waktu : SD Negeri 3 Gemawang : Matematika
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Bagian ini, akan menguraikan tiga sub judul yaitu deskripsi Prasiklus/kondisi awal, deskripsi siklus I, dan deskripsi siklus II. Deskripsi
Paket 1. Pengamatan terhadap guru SD Islam Al-Azhar Cianjur. Kompetensi yang dinilai: Kompetensi 1 dan 5
Paket 1 Pengamatan terhadap guru SD Islam Al-Azhar Cianjur Kompetensi yang dinilai: Kompetensi 1 dan 5 Segmen 1 (menit ke 00.00 - menit ke 04.35) Segmen 2 (menit ke 04.35 - menit ke 10.26) Segmen 3 (menit
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
29 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Penelitian dilakukan dalam praktek pembelajaran di kelas V SDN Kebowan 02 Kecamatan Suruh dengan jumlah 21 siswa yang terdiri dari 10 siswa
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TEMATIK SIKLUS I
35 Lampiran 1 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TEMATIK SIKLUS I Tema Kelas/Semester Waktu : Keluarga : I/I : 4 x 35 menit (2 x pertemuan) Standar Kompetensi Bahasa Indonesia : Memahami teks pendek dengan
LAMPIRAN PENINGKATAN KEBERANIAN DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA ARITMATIKA SOSIAL MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN
70 LAMPIRAN PENINGKATAN KEBERANIAN DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA ARITMATIKA SOSIAL MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN BERMAIN PERAN JUAL BELI BARANG - BARANG IMITASI BAGI SISWA KELAS VII D SEMESTER GASAL SMP
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Obyek Penelitian Sekolah Dasar Negeri Panggungroyom 01 Kecamatan Wedarijaksa Kabupaten Pati dipimpin oleh seorang kepala sekolah bernama Legiman, A.Ma.Pd.
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SLBN 1 Palu pada Materi Mengenal Pecahan dengan Menggunakan Kertas Lipat
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SLBN 1 Palu pada Materi Mengenal Pecahan dengan Menggunakan Kertas Lipat Rohani SLBN 1 Palu, Palu, Sulawesi Tengah ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Sekolah dasar merupakan pondasi awal pendidikan yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Sekolah dasar merupakan pondasi awal pendidikan yang sangat menentukan dalam suatu pendidikan. SD Kutowinangun 11 Salatiga ini merupakan SD imbas. Kelas di
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Satuan Pendidikan : SD Negeri 1 Tambakrejo Mata Pelajaran : Matematika
44 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Satuan Pendidikan : SD Negeri 1 Tambakrejo Mata Pelajaran : Matematika Kelas : V Siklus ke : 1 Waktu : 4 x 35 menit ( 2 x pertemuan ) Hari / tgl. : Kamis, 6 / 10 dan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bagian ini menyajikan tentang hasil penelitian dan pembahasannya. Adapun hasil penelitian ini dijabarkan dalam pelaksanaan tindakan. 4.1 Pelaksanaan Penelitian
Nama Sekolah : SDN Sekarsari. Kelas/Semester : I / 1 Alokasi Waktu : 3 minggu
RENCANAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) TEMATIK 3 Nama Sekolah : SDN Sekarsari Tema : Keluarga Kelas/Semester : I / 1 Alokasi Waktu : 3 minggu Standar Kompetensi : 1. IPS : Memahami identitas diri dan
Lampiran 2. Rubrik Penilaian Peningkatan Kosakata Bahasa Anak Usia 3 4 Tahun Sesuai Indikator Pembelajaran.
LAMPIRAN Lampiran 2. Rubrik Penilaian Peningkatan Kosakata Bahasa Anak Usia 3 4 Tahun Sesuai Indikator Pembelajaran. Kriteria Indikator Kurang 1 Menirukan kembali 3 4 urutan kata, misalnya: Tidur, mandi,
134 Ayo Belajar Matematika Kelas IV
Bilangan Bulat 133 134 Ayo Belajar Matematika Kelas IV Bab 5 Bilangan Bulat Mari menggunakan konsep keliling dan luas bangun datar sederhana dalam pemecahan masalah. Bilangan Bulat 135 136 Ayo Belajar
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. tindakan penelitian adalah sebagai berikut. a. Observasi awal dan wawancara dengan guru kelas II SD Negeri
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Deskripsi Tahap Prasiklus Tahapan yang dilakukan oleh peneliti sebelum melaksanakan tindakan penelitian adalah sebagai berikut. a. Observasi
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab ini membahas tentang hasil penelitian dan pembahasan yang memaparkan uraian masing-masing siklus, mulai dari kegiatan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan
Lizawati Guru SD Negeri 3 Singkawang Timur
PENERAPAN PEMBELAJARAN SERU DENGAN MEDIA ROTI TAWAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA TENTANG PECAHAN PADA SISWA KELAS VI SD NEGERI 3 SINGKAWANG TIMUR Lizawati Guru SD Negeri 3 Singkawang Timur
BAB IV HASIL PENELITIAN dan PEMBAHASAN. 1. TK Kusuma 1 merupakan TK PKK yang beralamat di Jalan Kapulogo, dusun
BAB IV HASIL PENELITIAN dan PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Deskripsi Lokasi Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilakukan di Taman Kanak-kanak Kusuma 1. TK Kusuma 1 merupakan TK PKK yang beralamat
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
digilib.uns.ac.id BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Pengembangan Instrumen Dalam penelitian ini, instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dan soal tes akhir siklus. Seluruh instrumen
I. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR MATEMATIKA SDLB AUTIS
- 1765 - I. KOMPETENSI INTI DAN MATEMATIKA SDLB AUTIS KELAS: I Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan. Kompetensi
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Data penelitian yang diperoleh adalah berupa data observasi berupa pengamatan pengelolaan pembelajaran dengan menggunakan Model Problem Based Learning dan pengamatan
Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Supardjo MODEL Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) MATEMATIKA 24B Gemar Berhitung untuk Kelas IV SD dan MI Semester Berdasarkan Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi dan Permendiknas
Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Supardjo MODEL Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) MATEMATIKA 14A Gemar Berhitung untuk Kelas IV SD dan MI Semester Berdasarkan Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi dan Permendiknas
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Penelitian 4.1.1. Pelaksanaan Tindakan Pada bagian pelaksanaan tindakan, akan diuraikan empat subbab yaitu kondisi awal, siklus 1, siklus 2 dan pembahasan
Di unduh dari : Bukupaket.com
bab 3 pengukuran q belajar matematika kalian telah belajar penjumlahan dan pengurangan pada bab ini kalian akan belajar tentang pengukuran penjumlahan dan pengurangan bilangan sangat membantu dalam pengukuran
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
30 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Hasil Penelitian Penelitian ini dilaksanakan dalam 3 siklus, dan setiap siklusnya terdiri dari 2 kali pertemuan. Siklus I dilaksanakan tanggal 17
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Peneliti berperan utama sebagai pengajar dan sebagai perencana tindakan artinya peneliti sebagai pengajar dalam proses belajar mengajar dan peneliti
BAB III METODE PENILITIAN. Untuk mencapai tujuan penelitian, peneliti membuat suatu desain
21 BAB III METODE PENILITIAN A Penelitian Desain (Design Research) Untuk mencapai tujuan penelitian, peneliti membuat suatu desain permasalahan yang nantinya akan dicobakan kepada para siswa untuk mengetahui
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SIKLUS I. Melakukan perhitungan sampai 100. Melakukan penjumlahan ke samping 2 angka
LAMPIRAN 1 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SIKLUS I Mata Pelajaran Satuan Pendidikan Kelas/ Semester : Matematika : SDLB : III / II Tahun Pelajaran : 2011/2012 Alokasi Waktu : 2 x 30 Menit A. Standar
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Penelitian ini dilakukan melalui praktik pembelajaran di kelas 6 SD Negeri 2 Getas Kecamatan Kradenan Kabupaten Blora, dengan jumlah siswa
OPERASI HITUNG CAMPURAN
OPERASI HITUNG CAMPURAN SD IGM Palembang (Kamis, 7 Oktober 2010) I. Pendahuluan Observasi dilakukan di kelas III A SD IGM Palembang pada hari Kamis, 7 Oktober 2010. Kami memberikan latihan soal tentang
