BAB I PENDAHULUAN. Sumber:

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB I PENDAHULUAN. Sumber:"

Transkripsi

1 BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Pada umumnya perusahaan membutuhkan dana yang tidak sedikit dalam melakukan segala aktivitas operasionalnya atau menjaga keberadaan perusahaan. Hal tersebut membuat perusahaan butuh untuk memenuhi dana tersebut. Langkah pemodalan yang sedang banyak dipilih untuk dilakukan oleh perusahaan adalah dengan melakukan Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) atau bisa disebut menjual sebagian perusahaan untuk dapat dimiliki oleh orang lain (investor). Cara tersebut sudah banyak dipilih oleh perusahaan selain melakukan peminjaman uang ke Bank. Dapat dilihat data dibawah ini yang menunjukkan volume saham yang dijual di BEI tahun 2013, 2014 dan 2015: Tabel I. 1 Volume Saham di BEI tahun 2013,2014 dan Januari 4,718,021,819,655 Januari 3,341,497,754,039 Januari 4,603,436,520,626 Februari 6,262,035,319,319 Februari 3,866,313,671,732 Februari 5,372,766,436,888 Maret 7,871,772,550,389 Maret 7,298,786,748,042 Maret 7,257,367,518,596 April 5,580,119,518,165 April 8,845,916,135,769 April 6,469,562,602,586 Mei 6,552,387,497,204 Mei 5,588,386,881,050 Mei 6,836,126,288,173 Juni 10,069,799,571,674 Juni 6,075,902,324,058 Juni 4,553,221,300,628 Juli 4,781,075,131,634 Juli 9,687,056,470,658 Juli 3,991,456,442,231 Agustus 7,854,292,319,563 Agustus 8,751,937,639,968 Agustus 4,537,310,574,451 September 5,278,569,394,980 September 3,642,951,432,805 September 3,880,299,008,691 Oktober 4,161,668,793,809 Oktober 5,621,949,254,640 Oktober 4,646,907,553,840 November 5,014,316,550,220 November 4,993,309,373,667 November 4,517,175,129,572 Desember 4,804,520,549,674 Desember 5,777,379,932,183 Desember 5,794,011,828,531 Sumber: 1

2 Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Volume Penjualan Saham di BEI 12,000,000,000,000 10,000,000,000,000 8,000,000,000,000 6,000,000,000,000 4,000,000,000,000 2,000,000,000,000 0 Gambar I. 1 Grafik Volume Saham di BEI Dapat dilihat dari data diatas bahwa di setiap bulannya di tahun 2013, 2014 dan 2015 saham yang dijual di BEI mengalami perubahan yang fluktuatif. Hal tersebut membuktikan bahwa perusahaan sudah mulai mempercayai sistem pendanaannya melalui langkah IPO. Hal tersebut juga dibuktikan dengan semakin bertambahnya perusahaan yang melakukan IPO di setiap tahunnya. Seperti berikut: Tabel I. 2 Jumlah Perusahaan yang Melakukan IPO Tahun Jumlah Perusahaan Sumber: Di tahun 2010 terdapat 23 perusahaan yang melakukan IPO, di tahun 2011 terdapat 26 perusahaan yang melakukan IPO, di tahun 2012 terdapat 22 perusahaan yang melakukan IPO, di tahun 2013 terdapat 30 perusahaan yang melakukan IPO yang merupakan jumlah terbanyak dalam 15 tahun terakhir dan di tahun 2014 terdapat 24 peruahaan yang melakukan IPO. Agar langkah IPO yang diputuskan oleh perusahaan dapat berjalan dengan baik, perusahaan harus dapat menunjukkan kinerja yang baik agar dapat dipercaya oleh investor untuk menanamkan modalnya. Di setiap tahunnya jumlah perusahaan yang menjual sahamnya ke BEI semakin bertambah. Puncaknya di tahun 2013 terdapat 30 perusahaan yang melakukan IPO dan merupakan jumlah terbanyak selama 15 tahun terakhir. Dari fenomena tersebut, penulis memilih untuk menganalisa kinerja saham perusahaan yang 2

3 melakukan IPO di tahun tersebut agar dapat melihat apakah keputusan perusahaan-perusahaan melakukan IPO di tahun tersebut merupakan keputusan yang tepat dan melihat sektor industri mana yang memiliki kinerja yang paling baik dalam kategori jangka pendek (3 bulan) dan jangka panjang (2 tahun). Berikut 30 perusahaan yang melakukan IPO di tahun 2013: Tabel I. 3 Perusahan-perusahaan yang Melakukan IPO di Tahun 2013 No Kode Perusahaan Nama Perusahaan 1 BBRM Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk 2 HOTL Saraswati Griya Lestari Tbk 3 SAME Sarana Meditama Metropolitan Tbk 4 MAGP Multi Agro Gemilang Plantation Tbk 5 TPMA Trans Power Marine Tbk 6 ISSP Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk 7 DYAN Dyandra Media International Tbk 8 ANJT Austindo Nusantara Jaya Tbk 9 NOBU Bank Nationalnobu Tbk 10 MPMX Mitra Pinasthika Mustika Tbk 11 DSNG Dharma Satya Nusantara Tbk 12 SRIL Sri Rejeki Isman Tbk 13 ACST Acset Indonusa Tbk 14 SRTG Saratoga Investama Sedaya Tbk 15 NRCA Nusa Raya Cipta Tbk 16 SMBR Semen Baturaja Tbk 17 ECII Electronic City Indonesia Tbk 18 BBMD Bank Mestika Dharma Tbk 19 MLPT Multipolar Technology Tbk 20 VICO Victoria Investama Tbk 21 CPGT Cipaganti Citra Graha Tbk 22 NAGA Bank Mintraniaga Tbk 23 BMAS Bank Maspion Indonesia Tbk 24 SILO Siloam International Hospitals Tbk 25 APII Arita Prima Indonesia Tbk 26 KRAH Grand Kartech Tbk 27 IMJS Indomobil Multi Jasa Tbk 28 LEAD Logindo Samuderamakmur Tbk 29 SSMS Sawit Sumbermas Sarana Tbk 30 SIDO Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk Sumber: 3

4 Setelah di kelompokkan ke dalam sektor industri, terdapat 8 sektor industri seperti berikut: Tabel I. 4 Sektor-sektor Industri yang Melakukan IPO di Tahun 2013 No Sektor Kode Perusahaan Nama Perusahaan 1 Aneka Industri KRAH Grand Kartech Tbk SRIL Sri Rejeki Isman Tbk 2 Industri Barang Konsumsi SIDO Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk 3 Industri Dasar SMBR Semen Baturaja Tbk dan Kimia ISSP Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk 4 Infrastruktur, CPGT Cipaganti Citra Graha Tbk Utilisasi dan LEAD Logindo Samuderamakmur Tbk Transportasi BBRM Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk TPMA Trans Power Marine Tbk 5 Keuangan BMAS Bank Maspion Indonesia Tbk BBMD Bank Mestika Dharma Tbk NAGA Bank Mintraniaga Tbk NOBU Bank Nationalnobu Tbk IMJS Indomobil Multi Jasa Tbk VICO Victoria Investama Tbk 6 Perdagangan, APII Arita Prima Indonesia Tbk Jasa dan DYAN Dyandra Media International Tbk Investasi ECII Electronic City Indonesia Tbk MPMX Mitra Pinasthika Mustika Tbk MLPT Multipolar Technology Tbk SAME Sarana Meditama Metropolitan Tbk HOTL Saraswati Griya Lestari Tbk 4

5 SRTG Saratoga Investama Sedaya Tbk SILO Siloam International Hospitals Tbk 7 Pertanian ANJT Austindo Nusantara Jaya Tbk DSNG Dharma Satya Nusantara Tbk MAGP Multi Agro Gemilang Plantation Tbk SSMS Sawit Sumbermas Sarana Tbk 8 Perumahaan ACST Acset Indonusa Tbk dan Properti NRCA Nusa Raya Cipta Tbk Sumber: Di pihak lain, pada umumnya investor juga menargetkan untuk mendapatkan suatu keuntungan dari penanaman modal yang dilakukannya di suatu perusahaan. Investor bukan tanpa pilihan dalam menanamkan modalnya. Perusahaan yang telah menjual saham di pasar modal sudah sangat banyak dan terdiri dari beberapa sektor industri yang memiliki permintaan yang sangat berfluktuatif setiap periode waktunya. Pada penentuan keputusan menanamkan modalnya, investor pasti melihat beberapa faktor di suatu perusahaan incarannya. Pada umunya investor melihat faktor kebijakan di dalam perusahaan tersebut, sejarah kinerja perusahaan sebelumnya serta harga yang ditetapkan di pasar modal. Investor pun membutuhkan suatu dasar yang dapat memberikan informasi yang akurat apakah harus membeli saham pada hari itu, menjualnya ataupun mempertahankannya. Perusahaan juga harus memilih strategi yang baik untuk dapat mencapai kinerja yang baik agar dapat dipercaya untuk ditanamkan modalnya oleh investor. Banyak faktor yang mempengaruhi keputusan investor dalam penentuan menanamkan modalnya di suatu perusahaan. Berdasarkan hal tersebut, maka penulis tertarik untuk menulis skripsi dengan judul: Analisis Kinerja Saham dan Strategi Perusahaan yang Melakukan Initial Public Offering (IPO) Periode

6 I.2 Perumusan Masalah Perumusan masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini, yaitu: 1. Bagaimana kinerja saham jangka pendek setiap sektor industri yang melakukan penawaran perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode Bagaimana kinerja saham jangka panjang setiap sektor industri yang melakukan penawaran perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode Bagaimana pemetaan analisis SWOT sektor industri terbaik menurut perhitungan abnormal return. 4. Bagaimana strategi yang baik mengacu pada keadaan SWOT sektor industri. I.3 Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah: 1. Untuk mengetahui bagaimana kinerja saham jangka pendek setiap sektor industri yang melakukan penawaran perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode Untuk mengetahui bagaimana kinerja saham jangka panjang setiap sektor industri yang melakukan penawaran perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode Untuk mengetahui bagaimana pemetaan analisis SWOT sektor industri terbaik menurut perhitungan abnormal return. 4. Untuk mengetahui bagaimana strategi yang baik mengacu pada keadaan SWOT sektor industri. I.4 Manfaat Penelitian Manfaat penelitian ini adalah: 1. Menambah pengetahuan dalam bidang pasar modal dan fenomenafenomena yang terjadi di dalamnya. 2. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi pengetahuan kepada investor mengenai kinerja harga saham pada setiap sektor industri setelah melakukan penawaran perdana. Sehingga para investor dapat mengambil 6

7 keputusan kapan akan membeli saham, menjual saham atau mempertahankan saham. 3. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang akurat terhadap perusahaan dalam memilih startegi yang tepat. 4. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan dalam bidang keuangan, khusunya mengenai perbedaan kinerja saham suatu sektor industri jangka panjang dan jangka pendek setelah melakukan penawaran perdana di Bursa Efek Indonesia periode Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai sumber informasi dan bahan untuk melakukan penelitian selanjutnya mengenai topik yang berkaitan. I.5 Ruang Lingkup Batasan dan Asumsi Ruang lingkup batasan dan asumsi penelitian ini adalah: 1. Penelitian ini tidak sampai pada tahap implementasi. 2. Penelitian ini mengambil 3 bulan untuk jangka pendek kinerja saham dan 24 bulan untuk jangka panjang kinerja saham. I.6 Sistematika Penulisan Penelitian ini diuraikan dengan sistematika penulisan sebagai berikut: Bab I Pendahuluan Pada bab ini berisi uraian mengenai latar belakang penelitian yang menjadi dasar topik penelitian dan metode yang digunakan, rumusan masalah dan tujuan penelitian yang dapat memperlihatkan permasalahan yang terjadi dalam penelitian, batasan penelitian, serta manfaat penelitian yang diharapkan melalui penelitian ini. Bab II Tinjauan Pustaka Pada bab ini berisi uraian studi literatur yang mengarah dan berkaitan dengan permasalahan yang diteliti dan dibahas pula hasil penelitian-penelitian terdahulu serta hubungan antar konsep yang menjadi kajian penelitian. Bab III Metodologi Penelitian 7

8 Bab IV Bab V Bab VI Pada bab ini dijelaskan mengenai langkah-langkah penelitian yang akan dilakukan, meliputi teknik pengumpulan data dan teknik pengolahan data. Pengumpulan dan Pengolahan Data Pada bab ini berisi tentang data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data nilai saham tutup buka per perusahaan per satu hari selama 2 tahun. Pada bab ini juga berisi tentang pengolahan data yang sebelumnya dikumpulkan hingga membentuk data abnormal return per sektor indsutri. Analisis Pada bab ini berisi analisis tentang kinerja saham jangka pendek dan jangka panjang mengacu pada nilai abnormal return yang telah didapatkan dari pengolahan data. Pada bab ini juga berisi sektor industri yang paling baik pada jangka pendek dan jangka panjang mengacu pada nilai abnormal return. Serta analisis SWOT sektor industri terbaik tersebut. Kesimpulan dan Saran Pada bab ini dijelaskan mengenai kesimpulan akhir dari penelitian yang dilakukan dan saran berbentuk rekomendasi yang ditujukan untuk investor dan penelitian yang akan dilakukan selanjutnya. 8

Tahun IPO. Tahun Pengamatan. No. Nama Perusahaan Kode Saham. Tanggal IPO. AMRT 15 Januari PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk

Tahun IPO. Tahun Pengamatan. No. Nama Perusahaan Kode Saham. Tanggal IPO. AMRT 15 Januari PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk Lampiran 1. Sampel Penelitian Berdasarkan Perusahaan Berikut perusahaan yang digunakan dalam penelitian sekarang yang telah sesuai dengan kriteria pengambilan sampel penelitian (purposive sampling), antara

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN. mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat underpricing saham

BAB V KESIMPULAN. mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat underpricing saham BAB V KESIMPULAN A. Simpulan Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan bukti empiris mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat underpricing saham perdana pada perusahaan non-keuangan yang

Lebih terperinci

DAFTAR PUSTAKA Abid, Muhammad Talkhisul dan Harjum Muharam. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Abnormal Return Saham Pada Kinerja Jangka Panjang Penawaran Umum Perdana (IPO) : Studi Kasus Pada Perusahaan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Bursa Efek Indonesia (BEI) terdiri dari 10 sektor, yaitu sektor Pertanian, Pertambangan, Industri Dasar, Aneka Industri, Barang Konsumsi, Properti,

Lebih terperinci

BAB I PENGANTAR. 1.1 Latar Belakang. tumbuh berkembang dan meningkatkan nilai perusahaan, namun upaya ini

BAB I PENGANTAR. 1.1 Latar Belakang. tumbuh berkembang dan meningkatkan nilai perusahaan, namun upaya ini BAB I PENGANTAR 1.1 Latar Belakang Pengembangan usaha sangat diperlukan perusahaaan untuk dapat terus tumbuh berkembang dan meningkatkan nilai perusahaan, namun upaya ini seringkali menghadapi kendala

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. proses pengadaan bahan baku, proses pengolahan dan pemasaran produk

I. PENDAHULUAN. proses pengadaan bahan baku, proses pengolahan dan pemasaran produk I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Agribisnis merupakan suatu kesatuan usaha yang mencangkup kegiatan proses pengadaan bahan baku, proses pengolahan dan pemasaran produk pertanian. Perusahaan yang masuk

Lebih terperinci

Nama Perusahaan. Borneo Lumbung Energi & Metal

Nama Perusahaan. Borneo Lumbung Energi & Metal BAB I PENDAHULUAN 1.1 Tinjauan Objek Penelitian Objek penelitian pada penelitian ini ialah seluruh perusahaan yang melakukan Go Public/Initial Public Offering () pada Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam kurun

Lebih terperinci

Perusahaan yang Melakukan Initial Public Offering Tahun 2007

Perusahaan yang Melakukan Initial Public Offering Tahun 2007 LAMPIRAN Lampiran 1 yang Melakukan Initial Public Offering Tahun 2007 BISI WEHA BKDP SGRO MNCN MCOR PKPK LCGP DEWA BACA GPRA WIKA ACES CTRP PTSN JSMR JKON CSAP ASRI ITMG COWL DGIK Nama BISI International

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. yaitu mengambil keputusan-keputusan penting bagi kelangsungan perusahaan,

BAB I PENDAHULUAN. yaitu mengambil keputusan-keputusan penting bagi kelangsungan perusahaan, BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Bank merupakan lembaga keuangan yang mempunyai peranan yang sangat penting dalam mengembangkan perekonomian dan pembangunan nasional. Sehingga dalam hal ini

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. berbagai situs, seperti situs Bursa Efek Indonesia (BEI) di

BAB III METODE PENELITIAN. berbagai situs, seperti situs Bursa Efek Indonesia (BEI) di 26 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Sumber Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang didapat dari berbagai situs, seperti situs Bursa Efek Indonesia (BEI) di www.idx.co.id,

Lebih terperinci

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh dari beberapa variabel

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh dari beberapa variabel BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh dari beberapa variabel yang mempengaruh terjadinya Initial Return saham perusahaan yang melaksanakan IPO di Bursa

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis Dan Sumber Data Dalam penelitian ini metode penelitian yang digunakan adalah studi peristiwa (event study), dimana event study merupakan salah satu metode penelitian

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. ekspansi, penambahan modal kerja dan lain-lain. Fungsi keuangan yaitu menjadi

BAB I PENDAHULUAN. ekspansi, penambahan modal kerja dan lain-lain. Fungsi keuangan yaitu menjadi 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pasar modal memiliki peran penting dalam membangun perekonomian suatu negara dengan menjalankan dua fungsi yaitu fungsi ekonomi dan fungsi keuangan. Fungsi

Lebih terperinci

Lampiran 1. Daftar perusahaan perkebunan yang terdaftar di BEI.

Lampiran 1. Daftar perusahaan perkebunan yang terdaftar di BEI. Lampiran 1 Daftar perusahaan perkebunan yang terdaftar di BEI. Nama Kriteria Sampel 1 2 (S) 1 AALI PT Astra Agro Lestari Tbk S1 2 ANJT PT Austindo Nusantara Jaya Tbk - - 3 BWPT PT BW Plantation Tbk S2

Lebih terperinci

STATISTIK PASAR MODAL

STATISTIK PASAR MODAL Minggu IV, Mei STATISTIK PASAR MODAL 20 24 Mei Minggu IV, Mei Perkembangan Indeks Bursa Negara-Negara ASEAN Minggu IV, Mei Minggu IV, Mei RINGKASAN STATISTIK PASAR MODAL INDONESIA 2006 2007 2008 2009 2010

Lebih terperinci

10 TOP LOSERS ON STOCK

10 TOP LOSERS ON STOCK Bulan / Minggu Kode Saham 10 TOP LOSERS ON STOCK Nama Saham Point NAB Oktober / 1 UNVR Unilever Indonesia -875 (03/10/2014) LPIN Multi Prima Sejahtera Tbk -725 113,842,373,000 EMTK Elang Mahkota Teknologi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. berbagai macam jenis salah satunya adalah pasar modal (capital market), pasar

BAB I PENDAHULUAN. berbagai macam jenis salah satunya adalah pasar modal (capital market), pasar BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pasar keuangan merupakan pasar yang menyediakan produk keuangan baik berupa aset fisik surat berharga atau valuta asing. Beberapa ahli menyebutkan bahwa, pasar keuangan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. jenis transportasi, baik yang bersifat transportasi publik maupun private. Di

BAB I PENDAHULUAN. jenis transportasi, baik yang bersifat transportasi publik maupun private. Di BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Transportasi merupakan alat yang membantu manusia mencapai suatu tempat dengan waktu yang lebih cepat. Transportasi sendiri juga terdiri dari 3 sektor yaitu

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang dituntut untuk senantiasa

I. PENDAHULUAN. Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang dituntut untuk senantiasa I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang dituntut untuk senantiasa meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakatnya melalui pembinaan pilar ekonomi yang dianggap

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Dari hasil analisis pada penelitian dengan judul Pengaruh Kebijakan Dividen, Kebijakan Hutang dan Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan Sektor Pertanian yang

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. saham yang beredar ataupun harga yang bergerak di pasar (Darmadji dan Fakhruddin:

I. PENDAHULUAN. saham yang beredar ataupun harga yang bergerak di pasar (Darmadji dan Fakhruddin: I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Corporate action merupakan aktivitas emiten yang dapat mempengaruhi baik jumlah saham yang beredar ataupun harga yang bergerak di pasar (Darmadji dan Fakhruddin: 2001).

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan event study yang dilakukan dengan cara

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan event study yang dilakukan dengan cara BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini merupakan event study yang dilakukan dengan cara melakukan pengamatan terhadap abnormal return saham-saham perusahaan perbankan (yang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tujuan akhir yang ingin dicapai oleh perusahaan yaitu untuk memperoleh profit atau laba yang maksimal. Sehingga dalam laporan keuangan, profitabilitas merupakan ukuran

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pasar modal merupakan suatu lembaga yang memiliki peranan yang sangat

BAB I PENDAHULUAN. Pasar modal merupakan suatu lembaga yang memiliki peranan yang sangat BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pasar modal merupakan suatu lembaga yang memiliki peranan yang sangat penting bagi perekonomian suatu negara. Seiring pesatnya perkembangan dunia usaha dalam

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. website Bursa Efek Indonesia dan

BAB III METODE PENELITIAN. website Bursa Efek Indonesia   dan 39 BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Dalam penelitian ini data yang digunakan adalah data harga saham penutupan sektor keuangan khususnya perbankan selama periode penelitian yakni tahun 2011-2015.Data

Lebih terperinci

DAFTAR ISTILAH. Aset. Bunga

DAFTAR ISTILAH. Aset. Bunga DAFTAR ISTILAH Aset Istilah Keterangan Sumber ekonomi yang diharapkan memberikan manfaat usaha dikemudian hari Aset tetap Aset berwujud yang digunakan untuk kegiatan operasi perusahaan, memiliki masa manfaat

Lebih terperinci

Pokok Bahasan 10/1/2011. Pengertian Pasar Modal Pasar Perdana Pasar Sekunder. Lecture Note:

Pokok Bahasan 10/1/2011. Pengertian Pasar Modal Pasar Perdana Pasar Sekunder. Lecture Note: Pokok Bahasan Lecture Note: Pengertian Pasar Modal Pasar Perdana Pasar Sekunder Instrumen Pasar Modal Saham Obligasi Reksadana Sekuritas Derivatif: Right issue, waran, opsi 1 2 Definisi Pasar Modal Pasar

Lebih terperinci

HUBUNGAN MANAJEMEN LABA PADA SAAT INITIAL PUBLIC OFFERING (IPO) DENGAN KINERJA SAHAM PERUSAHAAN SETELAH IPO

HUBUNGAN MANAJEMEN LABA PADA SAAT INITIAL PUBLIC OFFERING (IPO) DENGAN KINERJA SAHAM PERUSAHAAN SETELAH IPO Ekonomika-Bisnis http://ejournal.umm.ac.id/index.php/jeb Vol. 6 No. 2 Bulan Juli Tahun 2015 Hal 139-148 p-issn : 2088-6845 e-issn : 2442-8604 HUBUNGAN MANAJEMEN LABA PADA SAAT INITIAL PUBLIC OFFERING (IPO)

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. beberapa jenis perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), yaitu

BAB I PENDAHULUAN. beberapa jenis perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), yaitu BAB 1 PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Bursa Efek Indonesia (BEI) merupakan salah satu tempat transaksi perdagangan saham dari berbagai jenis perusahaan yang ada di Indonesia.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar belakang. Sektor transportasi merupakan salah satu subsektor dari sektor

BAB I PENDAHULUAN Latar belakang. Sektor transportasi merupakan salah satu subsektor dari sektor BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang Sektor transportasi merupakan salah satu subsektor dari sektor infrastruktur di Bursa Efek Indonesia (BEI). Infrastruktur merupakan salah satu faktor penentu pembangunan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. yang dijalankan sesuai prinsip syariah. Prinsip-prinsip syariah tersebut

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. yang dijalankan sesuai prinsip syariah. Prinsip-prinsip syariah tersebut 43 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Objek Penelitian Pada penelitian ini yang dijadikan sebagai obyek adalah Jakarta Islamic Indeks yang listing di BEI. Jakarta Islamic Index (JII) adalah index

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. dan perdagangan efek, perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang

I. PENDAHULUAN. dan perdagangan efek, perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang 1 I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pasar modal merupakan kegiatan yang berhubungan dengan penawaran umum dan perdagangan efek, perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya, serta lembaga

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merupakan perseroan terbatas

BAB I PENDAHULUAN. Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merupakan perseroan terbatas BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merupakan perseroan terbatas yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki negara. Jika Perusahaan BUMN tersebut seluruh

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Bursa Efek Indonesia ( BEI ) merupakan gabungan dari Bursa Efek atau pasar

I. PENDAHULUAN. Bursa Efek Indonesia ( BEI ) merupakan gabungan dari Bursa Efek atau pasar I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bursa Efek Indonesia ( BEI ) merupakan gabungan dari Bursa Efek atau pasar modal yaitu Bursa Efek Jakarta ( Jakarta Stock Exchange ) dan Bursa Efek Surabaya (Surabaya

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pertumbuhan ekonomi yang semakin meningkat membuat persaingan juga semakin ketat. Tidak terkecuali untuk perkembangan sektor jasa yang melandasi semua kebutuhan masyarakat,

Lebih terperinci

Return Investasi DPLK BNI PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Data Posisi Per Oktober 2016

Return Investasi DPLK BNI PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Data Posisi Per Oktober 2016 Return Investasi DPLK BNI PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Data Posisi Per Oktober 2016 Kinerja Investasi per Instrumen (Tahun 2016) Januari 9.00 7.25 13.18 8.37 8.91 8.24 5.79 (4.62) Februari 8.98

Lebih terperinci

1 PENDAHULUAN Latar Belakang

1 PENDAHULUAN Latar Belakang 1 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Indonesia memiliki program pembangunan yang mendukung infrastruktur nasional melalui Master Plan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) untuk jangka waktu 2011-2025

Lebih terperinci

BERITA PERS. Pendapatan Saratoga Tumbuh 55% Menjadi Rp 3,7 Triliun Pada 2013

BERITA PERS. Pendapatan Saratoga Tumbuh 55% Menjadi Rp 3,7 Triliun Pada 2013 BERITA PERS Dapat Diterbitkan Segera Pendapatan Saratoga Tumbuh 55% Menjadi Rp 3,7 Triliun Pada 2013 Saratoga menargetkan investasi baru sebesar US$ 100 150 juta di tahun 2014 untuk perkuat portofolio

Lebih terperinci

EMBARKING ON A new JoUrnEy

EMBARKING ON A new JoUrnEy EMBARKING ON A new JoUrnEy MEMULAI PERJALANAN BARU Setelah sukses menutup tahun 2012 dengan peluncuran infrastruktur pasar modal Indonesia, di tahun 2013 Bursa Efek Indonesia (BEI) memasuki perjalanan

Lebih terperinci

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT UNDERPRICING SAHAM PERDANA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT UNDERPRICING SAHAM PERDANA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT UNDERPRICING SAHAM PERDANA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Tugas dan Syarat-syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. poitif. Bedasarkan data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan

BAB I PENDAHULUAN. poitif. Bedasarkan data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Beberapa tahun belakangan ini pertumbuhan ekonomi di indonesia menunjukkan angka yang poitif. Bedasarkan data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. lebih dikenal dengan istilah Initial Public Offering (IPO). IPO merupakan simbol

BAB I PENDAHULUAN. lebih dikenal dengan istilah Initial Public Offering (IPO). IPO merupakan simbol BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Ketersediaan dana untuk mengembangkan bisnis dalam suatu perusahaan menjadi prasyarat yang harus dipenuhi agar target pengembangan bisnis tercapai. Perolehan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Industri otomotif merupakan salah satu industri nasional yang ikut berperan dalam pengembangan perekonomian Indonesia. industri ini memiliki mata rantai

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Saham didefinisikan sebagai tanda pernyataan atau kepemilikan seseorang

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Saham didefinisikan sebagai tanda pernyataan atau kepemilikan seseorang BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Saham didefinisikan sebagai tanda pernyataan atau kepemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Saham berwujud selembar kertas yang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Jeff Madura (2007)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Jeff Madura (2007) BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pengaruh globalisasi perdagangan sangat dirasakan oleh semua organisasi, terutama bagi perusahaan. Persaingan dunia bisnis yang sangat ketat membuat perusahaan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. lebih dikenal dengan sebutan modal. Pasar modal (capital market) memiliki peran

BAB I PENDAHULUAN. lebih dikenal dengan sebutan modal. Pasar modal (capital market) memiliki peran BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Semakin berkembangnya perekonomian di negeri ini maka perkembangan dan pertumbuhan modal suatu perusahaan akan semakin meningkat, hal ini mengharuskan pihak manajemen

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pasar modal di Indonesia saat ini berkembang sangat pesat karena dapat digunakan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Banyak investor yang mengalokasikan dana yang

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. berkembang dalam iklim persaingan yang dihadapi. Demi mencapai pertumbuhan

BAB 1 PENDAHULUAN. berkembang dalam iklim persaingan yang dihadapi. Demi mencapai pertumbuhan 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Adanya perkembangan dalam lingkungan bisnis pada saat ini tentunya akan menciptakan suatu kodisi persaingan yang ketat. Hal ini akan mengakibatkan perusahaan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perusahaan merupakan suatu badan yang didirikan oleh perorangan atau lembaga dengan tujuan tertentu. Tujuan suatu perusahaan pada umumnya adalah mempertahankan kelangsungan

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan oleh penulis pada bab IV, maka kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah sebagai

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Tabel 1.1 Perusahaan Sub Sektor Makanan dan Minuman yang Terdaftar di BEI

BAB I PENDAHULUAN. Tabel 1.1 Perusahaan Sub Sektor Makanan dan Minuman yang Terdaftar di BEI BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Bursa Efek Indonesia mengelompokkan seluruh perusahaan terbuka yang mencatatkan sahamnya ke dalam sembilan sektor pada kelompok sektor industri, yaitu sektor pertanian,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Indeks Sektoral BEI (Bursa Efek Indonesia) merupakan sub indeks dari IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan). Semua emiten yang tercatat di BEI diklasifikasikan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Bursa Efek Indonesia membagi kelompok industri-industri perusahaan berdasarkan sektor-sektor yang dikelolanya terdiri dari: sektor pertanian, sektor

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. No Nama Perusahaan Kode

BAB I PENDAHULUAN. No Nama Perusahaan Kode BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Menurut Peraturan Otoritas Jasa Keuangan nomor 29/POJK.05/2014 tentang penyelenggaraan usaha perusahaan pembiayaan, Perusahaan pembiayaan adalah badan

Lebih terperinci