BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
|
|
|
- Herman Cahyadi
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pertumbuhan ekonomi yang semakin meningkat membuat persaingan juga semakin ketat. Tidak terkecuali untuk perkembangan sektor jasa yang melandasi semua kebutuhan masyarakat, seperti komunikasi, sarana perkantoran, kesehatan, hiburan, pendidikan, maupun pariwisata. Perkembangan yang beragam tersebut menciptakan peluang bisnis yang besar di sektor jasa, sehingga dapat menyerap permintaan konsumen yang tinggi, dan dapat menarik perhatian para investor untuk berinvestasi. Hal tersebut membuat sektor ini untuk selalu berinovasi memberikan pelayanan terbaik dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan bagi publik, sehingga perkembangan bagi perusahaan pun meningkat. Perkembangan suatu perusahaan tidak terlepas dari kebutuhan akan sumber pendanaan, baik yang berasal dari dalam maupun dari luar perusahaan. Alternatif pendanaan dari dalam perusahaan, umumnya dengan menggunakan laba yang ditahan perusahaan. Sedangkan alternatif pendanaan dari luar perusahaan dapat berasal dari kreditur berupa hutang, penerbitan surat-surat utang, maupun dalam bentuk saham (equity). Tujuan perusahaan melakukan pendanaan ialah untuk menambah modal dalam rangka meningkatkan perkembangan perusahaan yang lebih luas, terutama untuk industri jasa yang membuka peluang bisnis bagi para investor, untuk menanamkan modalnya melalui penjualan saham di bursa efek Indonesia. Bursa Efek Indonesia (BEI) merupakan pasar modal untuk berbagai instrumen keuangan yang dapat diperjual-belikan baik dalam bentuk utang ataupun modal sendiri. BEI berperan besar bagi perekonomian negara karena BEI sebagai pasar modal menyediakan fasilitas yang mempertemukan dua kepentingan, yaitu pihak yang memiliki kelebihan dana dan pihak yang membutuhkan dana, serta memberikan kesempatan memperoleh imbalan (return) bagi pemilik dana sesuai dengan karakteristik investasi yang dipilih. Adanya pasar modal diharapkan aktivitas perekonomian menjadi meningkat, karena pasar modal merupakan alternatif pendanaan bagi perusahaan-perusahaan untuk dapat 1
2 2 meningkatkan pendapatan perusahaan dan pada akhirnya dapat memberikan kemakmuran bagi masyarakat luas. Di dalam tabel 1.1 berikut ini adalah data perusahaan industri jasa yang terdaftar di BEI. Tabel 1.1 Daftar Perusahaan Industri Jasa yang terdaftar di BEI Jumlah No Sektor Sub.Sektor Perusahaan Properti dan Real Estat 45 1 Properti dan Real Estat Konstuksi Bangunan 9 Energi 3 2 Infrastruktur, utilitas dan Transportasi 3 Keuangan 4 Perdagangan, jasa dan Investasi Jalan tol, pelabuhan & bandara 3 Telekomunikasi 6 Transportasi 33 Konstruksi Non Bangunan 7 Bank 41 Lembaga Pembiayaan 15 Perusahaan Efek 10 Asuransi 11 Perdagangan besar barang produksi 33 Perdagangan Eceran 22 Restoran, Hotel & Pariwisata 21 Advertising, Printing & Media 14 Kesehatan 2 Jasa Komputer & Perangkatnya 5 Perusahaan Investasi 10 Total Perusahaan 290 Sumber : Berdasarkan tabel 1.1 di atas dapat diketahui bahwa indusrti jasa terdiri atas 4 sektor usaha dengan total 290 perusahaan. Jumlah tersebut menunjukkan banyaknya sektor usaha jasa yang mampu berkembang dalam menghadapi persaingan global antar berbagai jenis usaha baik sejenis ataupun berbeda jenis. Industri jasa bukan merupakan bidang usaha yang berdiri sendiri, melainkan adanya peran sub-sub sektor perusahaan yang saling mempengaruhi, sehingga dapat mendorong perkembangan pada sektor tersebut. Sektor perdagangan, jasa dan investasi merupakan sektor perusahaan jasa yang terbagi atas berbagai sub. sektor perusahaan yang berbeda jenis tapi peran utamanya sama yaitu meningkatkan perekonomian nasional.
3 3 Data menunjukkan daya saing pariwisata Indonesia naik 4 tingkat, di tahun 2012 berada di peringkat 74, tahun 2013 naik di peringkat 70, pertumbuhan sektor pariwisata ASEAN tertinggi di dunia, sepanjang periode tumbuh rata-rata 8,3% per tahun atau di atas rata-rata pertumbuhan pariwisata global yang hanya 3,6% per tahun. Bahkan tahun 2013 arus kunjungan wisatawan ke negara ASEAN mencapai 92,7 juta atau meningkat 12% dibandingkan tahun sebelumnya, sementara pertumbuhan global hanya 5%, (tribina-jasa-wisata.com). Data perusahaan sub.sektor restoran, hotel & pariwisata yang terdaftar di BEI dapat di lihat dalam tabel 1.2 berikut: Tabel 1.2 Daftar Perusahaan Industri Jasa Sub. Sektor Restoran, Hotel & Pariwisata yang terdaftar di BEI No Kode Saham Nama Perusahaan 1 BAYU Bayu Buana Tbk 2 BUVA Bukit Uluwatu Villa Tbk 3 FAST Fast Food Indonesia Tbk 4 GMCW Grahamas Citrawisata Tbk 5 HOME Hotel Mandarine Regency Tbk 6 HOTL Saraswati Griya Lestari Tbk 7 ICON Island Concepts Indonesia Tbk 8 INPP Indonesian Paradise Property Tbk 9 JIHD Jakarta International Hotel & Development Tbk 10 JSPT Jakarta Setiabudi International Tbk 11 MAMI Mas Murni Indonesia Tbk 12 PANR Panorama Sentrawisata Tbk 13 PDES Destinasi Tirta Nusantara Tbk 14 PGLI Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk 15 PJAA Pembangunan Jaya Ancol Tbk 16 PNSE Pudjiadi and sons Tbk 17 PSAB J Resources Asia Pasifik Tbk 18 PSKT Pusako Tarinka Tbk 19 PTSP Pioneerindo Gourment International Tbk 20 PUDP Pudjiadi Prestige Tbk 21 SHID Hotel Sahid Jaya International Tbk Sumber : www. Idx.co.id Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa sub.sektor restoran, hotel& pariwisata terdiri atas 2 perusahaan bergerak di bidang restoran, 15 perusahaan di bidang hotel, dan 4 perusahaan di bidang pariwisata, hal ini menggambarkan
4 4 banyaknya perusahaan sejenis yang bergerak di bidang pariwisata. Keberadaan perusahaan tersebut tentunya dapat menarik para investor dan pihak pemakai laporan keuangan lainnya untuk menilai informasi keuangan, dalam rangka menilai kelayakan untuk berinvestasi. Upaya penilaian tersebut tidak hanya di lihat dari sisi laporan keuangan perusahaan namun perlu dilakukannya suatu analisis terhadap laporan keuangan. Laporan keuangan merupakan sebuah media informasi yang mencatat dan merangkum segala akivitas perusahaan serta digunakan untuk melaporkan keadaan dan posisi perusahaan pada pihak yang berkepentingan. Analisis laporan keuangan dapat dilakukan menggunakan rasio keuangan. Analisis rasio dilakukan dengan tujuan untuk mengevaluasi kondisi keuangan suatu perusahaan. Rasio-rasio keuangan yang digunakan untuk menilai kinerja keuangan perusahaan seperti rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio aktivitas dan rasio profitabilitas, namun rasio keuangan yang mencerminkan kinerja perusahaan dalam menghasilkan laba adalah rasio profitabilitas, yang terdiri dari Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE), dan Profit margin. Laba perusahaan dapat diukur melalui Return on Equity (ROE). Karena ROE mempunyai hubungan positif dengan perubahan laba. Return on Equity (ROE) digunakan untuk mengukur efekivitas perusahaan didalam menghasilkan keuntungan dengan memanfaatkan modal sendiri. Return on Equity (ROE) merupakan rasio antara laba setelah pajak atau Earning After Tax (EAT) dengan total modal sendiri. Sehingga ROE dapat digunakan untuk menilai seberapa besar tingkat pengembalian (return) dari modal sendiri yang ditanamkan dalam bisnis yang bersangkutan yang dinyatakan dalam persentase. Penanam modal lebih mengharapkan ROE yang tinggi daripada ROA karena ROA sangat berkaitan dengan hutang perusahaan yang mengandung biaya hutang. Hal tersebut sesuai dengan metode Duppont dalam Robert Ang (1997) dalam Elfanika (2012) yang menyatakan bahwa ROA masih mengandung leverage multiplier Return On Equity (ROE) merupakan salah satu dari dua faktor dasar untuk menentukan tingkat pertumbuhan laba perusahaan. ROE yang tinggi di masa yang lalu tidak berarti bahwa ROE perusahaan di masa depan juga akan tinggi (Bodie et al, 2009) dalam Elfanika (2012). Semakin besar hasil ROE maka kinerja
5 5 perusahaan semakin baik dan menunjukkan bahwa kinerja manajemen meningkat dalam mengelola sumber dana pembiayaan operasional secara efektif untuk menghasilkan laba bersih (profitabilitas meningkat). Berdasarkan uraian uraian tersebut maka ukuran kinerja perusahaan dalam penelitian ini adalah Return on Equity (ROE). Besarnya laba perusahaan juga dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti CR, TAT, RTR, dan DER. Rata- rata rasio yang digunakan dalam penelitian ini dapat dilihat dalam tabel 1.3 berikut: Tabel 1.3 Rata Rata Variabel Penelitian Variabel (Rata-rata) CR 1,31 1,39 1,51 1,55 TAT 1,50 1,41 1,25 1,02 RTR 25,62 24,98 26,24 26,54 DER 1,02 0,81 0,84 0,87 ROE 14,57 13,72 12,08 10,40 Sumber : Data excel atas laporan keuangan di BEI yang di olah Berdasarkan rata-rata variabel dalam tabel di atas yang menunjukkan tingkat perubahan nilai yang tidak konsisten setiap tahunnya, sehingga penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul Analisis Rasio Likuiditas, Aktivitas, dan Solvabilitas Terhadap Return on Equity (ROE) Pada Perusahaan Jasa Sub.Sektor Restoran, Hotel & Pariwisata di BEI Periode Rumusan Masalah Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Apakah current ratio (CR), total asset turnover (TAT), receivable turnover ratio (RTR) dan debt to equityratio (DER) secara simultan berpengaruh terhadap return on equity (ROE) pada perusahaan jasa Sub.Sektor Restoran, Hotel & Pariwisata di BEI periode ? 2) Apakah current ratio (CR), total asset turnover (TAT), receivable turnover ratio (RTR) dan debt to equity ratio (DER) secara parsial berpengaruh terhadap return on equity (ROE) pada perusahaan jasa Sub.Sektor Restoran, Hotel & Pariwisata di BEI periode ? 3) Manakah diantara variabel current ratio (CR), asset turnover (TAT), receivable turnover ratio (RTR) dan debt to equity ratio (DER) mana yang
6 6 paling dominan mempengaruhi return on equity (ROE) pada perusahaan jasa Sub.Sektor Restoran, Hotel & Pariwisata di BEI periode ? 1.3 Ruang Lingkup Pembahasan Agar pembahasan dalam penelitian ini tidak menyimpang maka peneliti membatasi pembahasan berupa penggunaan ratio likuiditas dengan menggunakan analisis current ratio (CR). Rasio aktivitas dengan menggunakan analisis total asset turnover (TAT) dan receivables turnover ratio (RTR ). Rasio pengelolaan utang dengan menggunakan debt to equity ratio (DER) Serta rasio profitabilitas yang hanya menggunakan rasio return on equity (ROE). Analisis laporan keuangan pada perusahaan jasa sub. Sektor restoran, hotel & pariwisata di Bursa Efek Indonesia. Periode yang diambil selama tiga tahun, yaitu dari tahun 2010 sampai Tujuan dan Manfaat Penelitian Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Mengetahui pengaruh current ratio (CR), total asset turnover (TAT), receivable turnover ratio (RTR) dan debt to equity ratio (DER) secara simultan terhadap return on equity (ROE) pada perusahaan jasa Sub.Sektor Restoran, Hotel & Pariwisata yang terdaftar di BEI. 2) Mengetahui pengaruh current ratio (CR), total asset turnover (TAT), receivable turnover ratio (RTR) dan debt to equity ratio (DER) secara parsial terhadap return on equity (ROE) pada perusahaan jasa Sub.Sektor Restoran, Hotel & Pariwisata yang terdaftar di BEI. 3) Mengetahui antara variabel current ratio (CR), total asset turnover (TAT), receivable turnover ratio (RTR) dan debt to equity ratio (DER) yang paling dominan mempengaruhireturn on equity (ROE) pada perusahaan jasa Sub.Sektor Restoran, Hotel & Pariwisata yang terdaftar di BEI.
7 Manfaat Penelitian Manfaat hasil penelitian ini adalah : 1) Sebagai tolak ukur bagi pihak yang berkepentingan pada perusahaan untuk mempertimbangkan dan memperhatikan kondisi perusahaan setelah dilakukannya analisis mengenai pengaruh current ratio (CR), total asset turnover (TAT), receivable turnover ratio (RTR) dan debt to equity ratio (DER) yang paling dominan mempengaruhireturn on equity (ROE). 2) Bagi peneliti supaya lebih memahami teori-teori mengenai pengaruh current ratio (CR), total asset turnover (TAT), receivable turnover ratio (RTR) dan debt to equity ratio (DER) yang paling dominan mempengaruhi return on equity (ROE). 3) Sebagai perbandingan antara penjelasan dan pengetahuan mengenai rasio keuangan. 1.5 Sistematika Penulisan Untuk mendapatkan kerangka acuan penulisan laporan akhir yang lebih terarah, maka penulis membagi laporan akhir ini menjadi 5 (lima) bab pembahasan, dimana tiap tiap bab memiliki hubungan yang satu dengan yang lain. Untuk memberikan gambaran yang jelas, berikut ini akan diuraikan mengenai sistematika pembahasan laporan akhir ini secara singkat, yaitu sebagai berikut : BAB I Pendahuluan Bab ini menjelaskan tentang latar belakang masalah, perumusan masalah, ruang lingkup pembahasan, tujuan dan manfaat penelitian, dan sistematika penulisan. BAB II Tinjauan Pustaka Bab ini memaparkan teori-teori yang menjadi acuan dan pedoman dalam melakukan analisis laporan keuangan mengenai pengaruh current ratio (CR), total asset turnover (TAT), receivable turnover ratio (RTR) dan debt to equity ratio (DER) yang paling dominan mempengaruhi return on equity (ROE) pada perusahaan jasa sub. sektor restoran, hotel & pariwisata di BEI periode Teori yang digunakan antara lain penjelasan
8 8 analisis rasio, pengertian dan penjelasan rasio profitabilitas, pengertian dan penjelasan rasio likuiditas, pengertian dan penjelasan rasio pengelolaan aset, pengertian dan penjelasan rasio pengelolaan utang, serta kumpulan hasil uji dari peneliti sebelumnya terkait pembahasan yang sama. BAB III Metodelogi Penelitian Bab ini menguraikan mengenai jenis penelitian, populasi dan sampel, metode pengumpulan data, identifikasi dan definisi operasional variabel, uji validitas dan reliabilitas, serta model dan teknik analisis. BAB IV Pembahasan Bab ini merupakan bab pembahasan dari permasalahan yang ada yaitu menjelaskan tentang: bagaimana pengaruh current ratio (CR), total asset turnover (TAT), receivable turnover ratio (RTR) dan debt to equity ratio (DER) secara bersama bepengaruh secara simultan dan parsial terhadap return on equity (ROE) pada perusahaan jasa sub. sektor restoran, hotel & pariwisata di BEI periode BAB V Kesimpulan dan Saran Bab ini berisikan kesimpulan atas apa yang telah diuraikan pada bab-bab sebelumnya dan mengemukakan saran yang mungkin dapat dijadikan masukan bagi perusahaan yang diteliti ataupun untuk peneliti selanjutnya.
1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dari tahun ke tahun, perusahaan yang masuk ke pasar modal semakin bertambah karena peluang bisnis yang besar memerlukan alat yaitu dana dan pasar modal adalah sarana
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian yang Digunakan Metode penelitian merupakan pemecahan masalah dan untuk menunjukkan kebenaran atas apa yang diteliti melalui langkah langkah penelitian mulai
BAB III METODE PENELITIAN. Efek Indonesia pada sub sektor pariwisata, hotel, dan restoran dalam kurun waktu
BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan selama sepuluh bulan yaitu dimulai dari bulan September 2016 sampai Juni 2017, dan bertempat di Bursa Efek Indonesia.
: Rizki Anggraeni Faradila NPM : Pembimbing : Dr. Sri Nawangsari, SE., MM
ANALISIS PENGARUH PROFITABILITAS, LIKUIDITAS DAN STRUKTUR AKTIVA TERHADAP STRUKTUR MODAL PADA SEKTOR PARIWISATA DAN PERHOTELAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) PERIODE TAHUN 2010-2014 Nama
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Hotel Mandarin Regency
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian 1.1.1 Hotel Mandarin Regency PT Hotel Mandarine Regency Tbk ( HOME) didirikan tanggal 28 Oktober 1986 dan memulai kegiatan usaha komersial sejak tanggal
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Industri Hotel, Restoran, dan Pariwisata merupakan industri yang potensial untuk dikembangkan dan berperan dalam menggerakkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Semakin berkembangnya industri diikuti dengan perkembangan kemajuan teknologi dan informasi di indonesia membuat setiap perusahaan yang ada bersaing untuk dapat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Kinerja keuangan perusahaan merupakan salah satu faktor yang dipertimbangkan oleh para investor dalam berinvestasi. Salah satu rasio keuangan yang dapat
BAB 1 PENDAHULUAN. profitabilitas yang tinggi. Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang Tujuan utama dari pendirian sebuah perusahaan adalah mendapatkan tingkat profitabilitas yang tinggi. Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan memperoleh laba (Sartono,2002).
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Di zaman globalisasi ini, setiap perusahaan baik perusahaan kecil maupun perusahaan besar saling bersaing dengan tujuan untuk mempertahankan dan memajukan kehidupan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Banyaknya perusahaan dalam sektor industri, serta kondisi perekonomian saat ini telah menciptakan suatu persaingan yang ketat antar perusahaan manufaktur.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perekonomian selalu mengalami perubahan dan persaingan bisnis semakin tajam dalam dunia usaha, sehingga menuntut para pelaku ekonomi untuk menerapkan prinsip-prinsip
BAB I PENDAHULUAN. hotel, pusat pusat perbelanjaan dan fasilitas fasilitas lainnya semakin
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan dunia usaha saat ini sangatlah pesat. Ini ditandai dengan semakin meningkatnya pembangunan pembangunan pada sektor industri properti. Bisnis properti
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pertumbuhan ekonomi pada suatu negara sangat dipengaruhi oleh para pengusaha yang sukses dalam mengelola perusahaanya. Dalam meningkatkan serta memperlancar
BAB I PENDAHULUAN. (surplus fund). Dalam pasar modal, investor sebagai pihak yang memiliki
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pasar modal merupakan pasar tempat pertemuan dan melakukan transaksi antara pihak-pihak yang mencari dana (emiten) dengan pihak yang kelebihan dana (surplus
BAB I PENDAHULUAN. ke publik, dalam era sekarang ini berkembangnya perusahaan-perusahaan juga
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pasar modal merupakan sebuah tempat dimana diperdagangkannya sahamsaham dari perusahaan-perusahaan atau emiten yang mengeluarkan saham mereka ke publik, dalam
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Semakin kompetitifnya perkembangan dunia usaha di indonesia menuntut setiap perusahaan dapat mengolah dan melaksanakan manajemen perusahaan dengan lebih profesional.
BAB I PENDAHULUAN. menanamkan modalnya, tanpa melihat return perusahaan maupun
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pasar modal merupakan penunjang perekonomian yang dianggap semakin penting pada suatu negara. Salah satu cara untuk mengukur indikator perekonomian suatu negara adalah
BAB I PENDAHULUAN. Sejak diberlakukannya Undang-undang No. 36/1999 tentang telekomunikasi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dewasa ini industri telekomunikasi Indonesia telah memasuki babak baru. Sejak diberlakukannya Undang-undang No. 36/1999 tentang telekomunikasi dan regulasi pemerintah
BAB I PENDAHULUAN. dari manajemen perusahaan. Manajemen perusahaan akan berusaha sebaikbaiknya
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Tujuan utama perusahaan dalam menjalankan aktivitasnya adalah untuk mendapatkan keuntungan, maka dalam kegiatannya perusahaan akan selalu berusaha meningkatkan
BAB V SIMPULAN DAN SARAN
BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian dengan judul ANALISIS PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN TELEKOMUNIKASI YANG GO PUBLIC DI
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Indonesia adalah salah satu produsen dan eksportir terbesar di dunia yang termasuk dalam 10 besar produsen batubara tahun 2013. Tiga daerah terbesar sumberdaya
BAB I PENDAHULUAN. untuk dapat lebih transparan dalam mengungkapkan informasi keuangan perusahaan.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Kondisi lingkungan ekonomi yang berubah-ubah berpengaruh banyak pada dunia usaha. Untuk dapat bersaing, setiap perusahaan akan dihadapkan pada kondisi untuk
BAB I PENDAHULUAN. tersebut melalui suatu analisis yang dapat dijadikan pedoman untuk menilai
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Pertumbuhan ekonomi di suatu Negara dapat dilihat dan diukur dari kinerja perusahaan, yaitu melihat perkembangan dan pertumbuhan perusahaan tersebut melalui
BAB I PENDAHULUAN. perusahaan berlomba-lomba untuk dapat menghasilkan keuntungan atau laba yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Seiring dengan semakin sengitnya persaingan antar perusahaan, kini perusahaan berlomba-lomba untuk dapat menghasilkan keuntungan atau laba yang besar untuk
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. Berdasarkan uraian-uraian teori, hasil penelitian, dan analisis baik secara
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI 5.1 Kesimpulan Berdasarkan uraian-uraian teori, hasil penelitian, dan analisis baik secara deskriptif maupun verifikatif menggunakan analisis regresi linier berganda mengenai
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Laba 2.1.1 Pengertian Laba Laba merupakan elemen yang paling menjadi perhatian pemakai karena angka laba diharapkan cukup kaya untuk merepresentasi kinerja perusahaan secara
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Era globalisasi ini dunia usaha semakin berkembang pesat dengan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Era globalisasi ini dunia usaha semakin berkembang pesat dengan banyaknya perusahaan-perusahaan baru yang saling bermunculan, sehingga mendorong perusahaan untuk lebih
BAB I PENDAHULUAN. Dewasa ini globalisasi telah menjangkau kehidupan. Dampak yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dewasa ini globalisasi telah menjangkau kehidupan. Dampak yang dirasakan adalah persaingan yang semakin tajam khususnya dalam dunia usaha. Persaingan dalam
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pertumbuhan ekonomi pada suatu negara sangat dipengaruhi oleh para pengusaha yang sukses dalam mengelola perusahaannya. Dalam meningkatkan serta memperlancar
BAB I PENDAHULUAN. berinvestasi di pasar modal. Mulai dari pengusaha, pegawai, buruh,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Di era modern seperti saat ini banyak masyarakat indonesia yang ingin berinvestasi di pasar modal. Mulai dari pengusaha, pegawai, buruh, mahasiswa, bahkan pelajar.
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Perkembangan dunia usaha saat ini semakin pesat, menimbulkan
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan dunia usaha saat ini semakin pesat, menimbulkan banyaknya perusahaan sejenis bermunculan dan mengakibatkan semakin ketatnya persaingan. Perusahaan-perusahaan
BAB I PENDAHULUAN. untuk mendapatkan tambahan modal ialah dengan menawarankan kepemilikan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Di era ekonomi yang modern saat ini, eksistensi pasar modal yang terdapat di Indonesia memiliki peran besar bagi perekonomian negara. Salah satu cara untuk
BAB I PENDAHULUAN. ketat. Hal ini disebabkan semakin banyaknya perusahaan yang berdiri dan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Persaingan dunia usaha dalam perekonomian pasar bebas semakin ketat. Hal ini disebabkan semakin banyaknya perusahaan yang berdiri dan berkembang sesuai dengan
BAB I PENDAHULUAN. panjang yang bisa diperjual-belikan, baik dalam bentuk hutang maupun modal
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pasar modal adalah pasar untuk berbagai instrumen keuangan jangka panjang yang bisa diperjual-belikan, baik dalam bentuk hutang maupun modal sendiri, baik yang
BAB I PENDAHULUAN. Perekonomian Indonesia pada tahun 2013 tumbuh sebesar 5,78 persen
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perekonomian Indonesia pada tahun 2013 tumbuh sebesar 5,78 persen dibanding tahun 2012, dimana semua sektor ekonomi mengalami pertumbuhan. Pertumbuhan tertinggi terjadi
BAB I PENDAHULUAN. keuangan mengenai suatu entitas. Informasi tersebut disajikan dalam bentuk
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Akuntansi berfungsi menyediakan informasi kuantitatif terutama informasi keuangan mengenai suatu entitas. Informasi tersebut disajikan dalam bentuk laporan keuangan.
BAB I PENDAHULUAN. Kinerja keuangan perusahaan merupakan salah satu faktor yang dilihat
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kinerja keuangan perusahaan merupakan salah satu faktor yang dilihat investor untuk menentukan pilihan dalam membeli saham. Analisis kinerja keuangan untuk mengetahui
profitabilitas, rasio likuiditas, rasio aktivitas, dan rasio solvabilitas. Salah satu indikator penting dalam penilaian prospek sebuah perusahaan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pasar modal atau pasar ekuitas (equity market) adalah tempat bertemu antara pembeli dan penjual dengan risiko untung dan rugi. Pasar modal merupakan sebuah
BAB I PENDAHULUAN. merupakan sarana yang mempertemukan pihak-pihak yang kelebihan dana dengan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dewasa ini perkembangan dunia usaha sangat pesat, dimana perusahaanperusahaan tidak lagi hanya mengandalkan modalnya sendiri tetapi dapat memperoleh modal lain
BAB I PENDAHULUAN. bertahan, berkembang atau keluar (tutup). Keadaan tersebut menuntut setiap
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Persaingan merupakan keadaan yang tidak dapat dihindarkan oleh setiap perusahaan. Melalui persaingan yang sehat akan tersaring perusahaan yang tetap bertahan, berkembang
BAB I PENDAHULUAN. dagang bertujuan untuk mencari laba, agar kelangsungan hidup dan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Setiap perusahaan baik yang bergerak di bidang industri, jasa maupun dagang bertujuan untuk mencari laba, agar kelangsungan hidup dan perkembangan perusahaan
BAB I PENDAHULUAN. untuk terus mengikuti perkembangan usahanya. Begitu juga dengan setiap
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kemajuan dan perkembangan ekonomi dunia bisnis yang semakin ketat dan situasi ekonomi yang tidak menentu pada saat sekarang ini mendorong perusahaan untuk terus
BAB I PENDAHULUAN. masa mendatang (Tandelilin, 2010:2).Secara umum, pemodal (investor) yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Investasi adalah komitmen atas sejumlah dana atau sumber daya lainnya yang dilakukan pada saat ini, dengan tujuan memperoleh sejumlah keuntungan di masa mendatang (Tandelilin,
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Industri bidang pengolahan sektor makanan dan minuman (foods and
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Industri bidang pengolahan sektor makanan dan minuman (foods and beverages) mempunyai peran yang cukup besar dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Hal ini
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Dalam Perkembangan perekonomian yang pesat serta kemajuan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam Perkembangan perekonomian yang pesat serta kemajuan teknologi yang terjadi saat ini, mengakibatkan berkembangnya pula usaha yang dilakukan oleh para pengusaha
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Krisis ekonomi yang melanda Indonesia masih dirasakan berdampak negatif sampai sekarang ini. Penyebabnya yaitu didahului dengan terjadinya krisis moneter, krisis
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
7 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Laba Setiap perusahaan berusaha untuk memperoleh laba yang maksimal. Laba yang diperoleh perusahaan akan berpengaruh terhadap kelangsungan hidup perusahaan tersebut.
BAB I PENDAHULUAN. dari tantangan-tantangan yang harus di hadapi, para pelaku bisnis property di
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sektor property menjadi salah satu sektor yang menarik di Indonesia, dimana pasar diproyeksikan akan bergerak menuju arah yang positif. Terlepas dari tantangan-tantangan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pemenuhan dana sebuah perusahaan dapat berasal dari sumber dana internal ataupun dari sumber dana eksternal perusahaan. Sumber dana internal perusahaan merupakan
BAB I PENDAHULUAN. Seiring dengan laju tatanan perekonomian dunia yang telah mengalami
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Seiring dengan laju tatanan perekonomian dunia yang telah mengalami perkembangan dan mengarah pada sistem ekonomi pasar bebas, perusahaanperusahaan semakin terdorong
BAB I PENDAHULUAN. tetapi perusahaan juga memiliki tujuan utama yaitu meningkatkan. kekayaan pemegang saham. Melihat bahwa kekayaan pemegang saham
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kegiatan ekonomi dan bisnis yang berkembang pesat seperti saat ini, perusahaan tidak hanya beroperasi untuk menghasilkan laba yang sebesarbesarnya tetapi perusahaan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Suatu perusahaan dapat menghasilkan laba dan juga mengalami kerugian dalam aktivitasnya. Laba yang diperoleh perusahaan ada dalam dua bentuk yaitu diinvestasikan
BAB I PENDAHULUAN. penjualan efek ini dilaksanakan berdasarkan satu lembaga resmi yang disebut
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pasar modal merupakan tempat bertemunya pihak yang memiliki dana dengan pihak yang membutuhkan dana (perusahaan) serta memberikan kesempatan kepada investor
BAB I PENDAHULUAN. keuangan perusahaan. ROA merupakan salah satu indikator untuk mengukur
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam era persaingan yang sangat ketat, keunggulan kompetitif telah berkembang dan melibatkan pada pentingnya kinerja keuangan perusahaan. Oleh karena itu sangat
BAB I PENDAHULUAN. investasi yang memberikan return yang paling optimal. Tujuan utama investor
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam menunjang perekonomian, pasar modal memiliki peran penting, karena pasar modal dapat menghubungkan pihak yang membutuhkan dana dengan pihak yang mempunyai
BAB 1 PENDAHULUAN. jumlah perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) guna menjual
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pasar modal merupakan salah satu penggerak utama perekonomian dunia termasuk Indonesia, melalui pasar modal perusahaan dapat memperoleh dana untuk melakukan
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Menghadapi persaingan dalam era globalisasi saat ini setiap perusahaan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Menghadapi persaingan dalam era globalisasi saat ini setiap perusahaan dituntut untuk dapat melakukan pengelolaan terhadap fungsi-fungsi penting yang ada dalam perusahaan
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Perkembangan pada saat ini membuat dunia usaha mengalami perubahan
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan pada saat ini membuat dunia usaha mengalami perubahan yang sangat pesat dan menjadi lebih baik dalam persaingan bisnis. Setiap perusahaan saling
BAB I PENDAHULUAN. Pada era globalisasi saat ini, persaingan dalam dunia usaha menjadi semakin
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada era globalisasi saat ini, persaingan dalam dunia usaha menjadi semakin ketat. Perusahaan harus memiliki strategi yang tepat agar perusahaan tersebut dapat terus
BAB I PENDAHULUAN. Perusahaan yang berorientasi pada profit selalu memiliki tujuan jangka
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perusahaan yang berorientasi pada profit selalu memiliki tujuan jangka pendek dan tujuan jangka panjang. Tujuan jangka pendek pada umumnya adalah untuk mendapatkan
BAB I PENDAHULUAN. Perusahaan pasti menginginkan adanya pertumbuhan laba yang diperoleh
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perusahaan pasti menginginkan adanya pertumbuhan laba yang diperoleh pada tiap tahunnya. Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan laba yaitu rasio profitabilitas, rasio
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam era globalisasi banyak perusahaan-perusahaan industri, dagang maupun jasa yang ada bersaing dalam mendapatkan konsumen maupun investor dengan menggunakan
