ISSN No Vol.25, No.2, Oktober 2011
|
|
|
- Yuliana Chandra
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1
2 ISSN No Vol.25, No.2, Oktober 2011 Jurnal Keteknikan Pertanian merupakan publikasi resmi Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia (PERTETA) yang didirikan 10 Agustus 1968 di Bogor, berkiprah dalam pengembangan ilmu keteknikan untuk pertanian tropika dan lingkungan hayati. Jurnal ini diterbitkan dua kali setahun. Penulis makalah tidak dibatasi pada anggota PERTETA tetapi terbuka bagi masyarakat umum. Lingkup makalah, antara lain: teknik sumberdaya lahan dan air, alat dan mesin budidaya, lingkungan dan bangunan, energi alternatif dan elektrifikasi, ergonomika dan elektronika, teknik pengolahan pangan dan hasil pertanian, manajemen dan sistem informasi. Makalah dikelompokkan dalam invited paper yang menyajikan isu aktual nasional dan internasional, review perkembangan penelitian, atau penerpan ilmu dan teknologi, technical paper hasil penelitian, penerapan, atau diseminasi, serta research methodology berkaitan pengembangan modul, metode, prosedur, program aplikasi, dan lain sebagainya. Pengiriman makalah harus mengikuti panduan penulisan yang tertera pada halaman akhir atau menghubungi redaksi via telpon, faksimili atau . Makalah dapat dikirimkan langsung atau via pos dengan menyertakan hard- dan soft-softcopy, atau . Penulis tidak dikenai biaya penerbitan, akan tetapi untuk memperoleh satu eksemplar dan 10 re-prints dikenai biaya sebesar Rp Harga langganan Rp per volume (2 nomor), harga satuan Rp per nomor. Pemesanan dapat dilakukan melalui , pos atau langsung ke sekretariat. Formulir pemesanan terdapat pada halaman akhir. Penanggungjawab: Ketua Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia Ketua Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB Dewan Redaksi: Ketua Anggota : Wawan Hermawan : Asep Sapei Kudang B. Seminar Daniel Saputra Bambang Purwantana Y. Aris Purwanto Redaksi Pelaksana: Ketua : Rokhani Hasbullah Sekretaris : Satyanto K. Saptomo Bendahara : Emmy Darmawati Anggota : Usman Ahmad I Wayan Astika M. Faiz Syuaib Ahmad Mulyawatullah Diana Nursolehat Penerbit: Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia (PERTETA) bekerjasama dengan Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, IPB Bogor Alamat: Jurnal Keteknikan Pertanian, Departemen Teknik Teknik Mesin dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Kampus IPB Darmaga, Bogor Telp , Fax , [email protected] atau [email protected]. Website: ipb.ac.id/~jtep. Rekening: BRI, KCP-IPB, No a/n: Jurnal Keteknikan Pertanian Percetakan: PT. Binakerta Adiputra, Jakarta
3 Ucapan Terima Kasih Redaksi Jurnal Keteknikan Pertanian mengucapkan terima kasih kepada para Mitra Bestari yang telah menelaah (mereview) naskah pada penerbitan Vol. 25 No. 2 Oktober Ucapan terima kasih disampaikan kepada: Prof. Dr. Ir. Hasbi, M.Si (Fakultas Pertanian, Universitas Sriwijaya), Prof. Dr.Ir. Daniel Saputra, MS (Fakultas Pertanian, Universitas Sriwijaya), Prof.Dr.Ir. Roni Kastaman, MT (Departemen Teknik Pertanian, Universitas Padjadjaran), Prof.Dr.Ir. Tineke Mandang, MS (Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB), Ir. Totok Prawitosari, MS (Universitas Hasanuddin), Dr. Arief RM Akbar,M.Si (Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat), Dr.Ir. Budi Rahardjo, MSAE (Departemen Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, UGM), Dr.Ir. Radite Praeko A.S, MS (Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB), Dr.Ir. Wawan Hermawan,MS (Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian IPB), Dr.Ir. Leopold O.Nelwan, M.Si (Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB), Dr.Ir. Y. Aris Purwanto,M.Sc (Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB), Dr.Ir. Rokhani Hasbullah, M.Si (Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian IPB), Dr.Ir. Yandra, M.Eng (Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian IPB).
4 Technical Paper Rancangan End-effector untuk Robot Pemanen Buah Paprika An End-effector Design for a Sweet Pepper Harvesting Robot I Dewa Made Subrata 1 dan Ichsan Nurfitra 2 Abstract A research on designing an end-effector for a sweet pepper (Capsicum grossum) harvesting robot has been conducted. The objectives of this research were to design an end-effector prototype for the sweet pepper harvesting robot and to examine the performance of the end-effector in actuating the harvesting work. The end-effector was constructed in such a way so that enable to perform cutting and gripping motion in one action. The end-effector was designed using aluminum materials in order to get as light mass as possible. It dimension was 28 cm in length, 14 cm in width, and about 90 grams in weight. The field test of the prototype was conducted based on the conditions of plantation inside the greenhouse. Three kinds of inclination slope including 0 O, 10 O, and 20 O were treated for the end-effector installation. The experimental result show that the third installation treatment ie: the end-effector with 20 O inclination slope tend to produce the best performance which has the highest number of harvesting succeed. Keywords: end-effector, harvesting, sweet pepper. Abstrak Penelitian mengenai rancang bangun end-effector robot pemanen buah paprika (Capsicum grossum) telah berhasil dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang bangun prototype end-effector untuk memanen buah paprika dan menguji unjuk kerja dari end-effector tersebut dalam melakukan pekerjaan pemanenan. End-effector tersebut dibuat sedemikian rupa sehingga mampu melakukan gerak pemotongan dan pencengkraman dalam waktu bersamaan. End-effector dibuat menggunakan bahan aluminium supaya masanya menjadi ringan. End-effector mamiliki ukuran panjang 28 cm, lebar 14 cm dan berat 90 gram. Pengujian terhadap prototype dilakukan sesuai kondisi tanaman dalam greenhouse. Tiga perlakuan nilai sudut kemiringan pemasangan yaitu: 0 O, 10 O, dan 20 O dicobakan dalam pengujian ini. Hasil pengujian menunjukkan bahwa perlakuan ketiga yaitu end-effector dipasang dengan kemiringan 20 O cenderung memberikan unjuk kerja terbaik karena memberikan keberhasilan pemanenan tertinggi. Kata kunci: End-effector, pemanenan, buah paprika. Diterima: 15 Maret 2011; Disetujui: 18 Juli 2011 Pendahuluan Latar Belakang Indonesia sebagai negara Agraris tentunya sangat membutuhkan mesin-mesin pertanian dalam meningkatkan produktivitas lahannya. Dengan adanya mesin tersebut, penyiapan lahan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat waktu. Demikian juga kegiatan pemeliharaan tanaman, pemanenan dan penanganan pasca panen hasil pertanian bisa dilakukan dengan lebih baik. Namun demikian belum semua pekerjaan dibidang pertanian bisa dilakukan dengan mesin konvensional. Pekerjaan yang belum bisa dilakukan menggunakan mesin konvensional adalah pekerjaan yang memerlukan tingkat selektifitas, seperti kegiatan pemanenan untuk komoditas buah tomat, buah cabai merah, buah paprika, buah jeruk dan lain-lain. Untuk mengatasi kelemahan mesin konvensional tersebut, maka perlu dikembangkan mesin yang lebih cerdas sehingga mampu melakukan kegiatan yang memerlukan pengambilan keputusan. Mesin yang dilengkapi dengan kemampuan berfikir dikenal sebagai robot. Robot sebagai salah satu produk dari teknologi robotika dirancang untuk bekerja secara otomatis dan mampu melakukan suatu pekerjaan selektif seperti yang biasa dilakukan oleh manusia. Robot yang dirancang untuk melakukan tugas dibidang pertanian disebut sebagai robot pertanian. Robot pertanian atau yang umum dikenal 1 Departemen Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Po Box 220, Kampus IPB Darmaga Bogor. [email protected] 2 Mahasiswa S1, Departemen Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Po Box 220, Kampus IPB Darmaga Bogor. 87
5 Vol. 25, No. 2, Oktober 2011 sebagai robot bioproduksi memiliki struktur dasar a.l: manipulator, end-effector, sistem pengindera, sistem pengangkut (travelling device), dan sistem pengendali. Struktur dasar tersebut saling terkait satu sama lain sehingga tidak bisa dihilangkan. End-effector atau sering disebut sebagai tangan robot merupakan mekanisme yang dipasang pada ujung bebas manipulator (lengan robot) dan berfungsi untuk menangani benda secara langsung. End-effector sebagai salah satu struktur dasar robot memiliki peranan yang cukup penting karena berhubungan langsung dengan objek yang ditangani. Kegagalan fungsi end-effector menyebabkan mutu produk menjadi rendah sehingga nilai ekonomisnya menurun. Rancangan end-effector sangat tergantung kepada objek yang ditangani dan seringkali dirancang khusus untuk satu jenis objek. Di negara maju seperti Jepang, Amerika dan Eropa telah banyak dilakukan penelitian yang berhubungan dengan end-effector robot bioproduksi. Fujiura et al., (1990) merancang end-effector untuk robot memanen buah jeruk summer. Endeffector ini terdiri dari tiga buah jari lentur yang dikombinasikan dengan sistem potong berbentuk mekanisme gunting. Jari lentur dipergunakan untuk memegang badan buahnya sedangkan sistem potongnya dipergunakan untuk memotong tangkai buah yang telah dipegang oleh jari lentur. Kedekatan posisi end-effector terhadap buah jeruk target diketahui melalui optical proximity sensor yang dipasang pada end-effector tersebut. Harrell et al., (1990) juga merancang endeffector tipe potong untuk robot pemanen jeruk manis. End-effector ini dilengkapi dengan dua jenis sensor yaitu vision sensor untuk mendeteksi keberadaan dan titik pusat buah dan ultrasonic transducer untuk menentukan jarak target dari endeffector. Keberadaan end-effector terhadap lokasi target dimonitor secara kontinyu dengan kecepatan sampling 60 Hz. Kecepatan pemanenan untuk tiap buah jeruk dilaporkan bervariasi antara 3 sampai 7 detik. Tingkat keberhasilan end-effector dilaporkan sebesar 75%. Kondo et al., (1993) mengembangkan endeffector tipe grip yang dilengkapi dengan mekanisme penghisap untuk robot pemanen tomat. Untuk menghindari slip dan kerusakan buah, maka pada grip dipasang karet dengan ketebalan 10 mm. Gaya cengkeram dari grip bisa diatur dari 0 sampai 33.3 N. Mekanisme hisap dipasang pada titik tengah dari ruang diantara dua jari grip. Mekanisme hisap ini diaktifkan oleh pompa vacuum yang memiliki gaya hisap 10 N. Mekanisme hisap ini bisa digerakkan maju mundur dengan kecepatan 38 mm / dt untuk menghisap buah tomat kemudian menariknya sehingga berada pada posisi ruang di antara dua grip. Buah yang ditarik oleh mekanisme hisap akan terpisah dari buah lain dalam klaster yang sama 88 sehingga mudah dipegang oleh grip. Pelepasan buah dilakukan melalui gerakan menekuk yang dikombinasikan dengan gerakan menarik sehingga buah lepas pada ruas tangkainya. Arima et al. (1994) merancang end-effector berbentuk dua jari grip untuk robot pemanen mentimun. End-effector ini dilengkapi dengan detektor berupa potensiometer dan pemotong tangkai buah. Pemanenan dilakukan dengan terlebih dahulu menjepit buah pada posisi 3 cm dibawah tangkai dengan gaya 6 N, kemudian pendeteksi dan pemotong bergerak ke atas menyusuri permukaan buah sampai ditemukan daerah batas antara pangkal buah dan tangkai. Setelah tangkainya terdeteksi kemudian dipotong menggunakan pisau dengan gaya potong 12 N Monta et al., (1994). merancang End-effector berbentuk empat jari fleksibel yang dilengkapi dengan pad penghisap untuk robot pemanen tomat besar. Pad pengisap ini mampu menyedot buah secara pneumatic untuk memisahkan buah dari tangkainya pada saat pad bergerak mundur. Hal ini didasarkan pada posisi buah yang mengumpul dan tangkai buahnya saling berdekatan. Dengan menggunakan konstruksi jari fleksibel, maka buah tomat bisa dipegang lebih baik. Untuk menghindari kerusakan buah, maka pangkal jari dilapisi karet setebal 5 mm. Pemanenan dilakukan dengan memuntir buah. Satou et al., (1996) marancang end-effector tipe hisap untuk robot pemanen buah stawberi. End-effector dilengkapi dengan 3 pasang photointerupter untuk mendeteksi keberadaan buah didalam end-effector. Pada saat posisi tangkai tepat, maka pisau pemotong digerakkan untuk memotong tanggai buah sehingga buah terhisap masuk ke wadah penampungan. Reed et al., (1995). merancang end-effector tipe hisap untuk robot pemanen jamur merang. Bagian penghisap tersebut dikendalikan menggunakan pneumatic silinder sehingga mampu berputar sebesar 120. Sistem penghisap dikombinasikan dengan sebuah suction inducer sehingga memungkinkan untuk di lakukan perubahan kondisi dari vacuum ke kondisi menghembus untuk mempercepat pelepasan jamur dari pad penghisap saat menaruh di wadah penampungan. Iida et al., (1996) merancang end-effetor tipe grip empat jari untuk robot pemanen semangka. Tiap ujung jari grip dilengkapi dengan roller untuk menelusuri permukaan luar buah pada saat melakukan gerakan pengambilan buah. Endeffector dirancang untuk mampu menangani buah dengan diameter cm yang memiliki massa maksimum 13 kg. Dilaporkan bahwa endeffector ini mampu memanen semangka meskipun koordinatnya menyimpang 50 mm dari pusat buah. Selain beberapa penelitian di atas terdapat juga end-effector yang dibuat oleh Wardhana (2001) untuk memanen cabai merah besar. End-effector
6 ini menggunakan mekanisme potong pada tangkai buahnya dengan cara menariknya ke arah pisau dan membiarkan hasil panen jatuh ke tanah. Di Indonesia, teknologi robotika pertanian belum berkembang dengan baik, oleh karena itu untuk mengantisipasi ketertinggalan teknologi tersebut maka perlu dijajaki kemungkinan pengembangannya dalam bidang pertanian khususnya dalam greenhouse. Dalam penelitian ini dipilih buah paprika sebagai contoh kasus. Tanaman paprika termasuk ke dalam famili Solanaceae karena mempunyai bentuk bunga seperti terompet. Berbeda dengan tanaman cabai lainnya seperti cabai besar, cabai keriting, atau cabai rawit, tanaman paprika tumbuh lebih kompak dan rimbun. Daun umumnya berukuran lebih besar dan berwarna hijau gelap. Bentuk buah paprika mirip cabai besar atau tomat, tetapi lebih bulat, pendek, dan tampak seperti genta dengan permukaan bergelombang besar atau bersegi-segi yang jelas (Prihmantoro dan Indriani, 2003). Tinggi pohon paprika berkisar antara cm. Ukuran panjang dan diameter buah bervariasi untuk tiap jenis paprika. Panjang buah terkecil yaitu 9 cm, dimiliki oleh varietas Beauty Bell, dan panjang terbesar dapat mencapai 18 cm yang dimiliki oleh varietas Jumbo Sweet. Diameter paprika dari semua varietas yang ada berkisar antara cm. Bobot buahnya pun bervariasi antara gram (Prihmantoro dan Indriani, 2003). Contoh buah paprika dapat dilihat pada Gambar 1a dan 1b. Tujuan Tujuan umum dari penelitian ini adalah merancang end-effector untuk robot pemanen paprika. Sedangkan tujuan khusus dari penelitian ini yaitu merancang bangun dan menguji kemampuan end-effector dalam menjangkau, memotong, serta menjepit tangkai buah paprika tanpa jatuh ke tanah. Bahan dan Metode Penelitian Waktu dan Tempat Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2006 sampai dengan bulan September 2006, bertempat di Bagian Ergotronika, Departemen Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Instrument Penelitian Pada penelitian ini dipergunakan beberapa bahan antara lain: 1. Plat aluminium (12 mm, 4 mm). 2. Pisau stainless steel dengan ketebalan 2 mm. 3. Poros aluminium φ 13 mm. 4. Ulir standar M6 (JIS B 0205). 5. Ball bearing diameter dalam 6 mm, diameter luar 13 mm). 6. Gir 7. Baud, mur, dan ring sebagai pengencang. 8. Karet ban dalam sepeda. 9. Motor DC Büehler 25.5 Volt. 10. Komponen elektronika, diantaranya: a. Rangkaian terpadu (L298, LM7410, LM7805, LM317). b. Plat PCB (Papan tempat memasang dan menyolder komponen elektronika). c. Beberapa jenis kapasitor, resistor, dan transistor. 11. Kertas karton. 12. Benang dan jarum. 13. Tanaman dan buah paprika. Peralatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: 1. Peralatan perbengkelan, di antaranya: mesin bubut, mesin bor duduk, mesin gergaji, mesin gerinda duduk, mesin scrap, gerinda tangan, jangka sorong, klem, tang, serta obeng. 2. Peralatan elektronika, antara lain: solder, kawat timah, pasta, penghisap timah, multitester, dan project board. 3. Peralatan tulis seperti pensil, jangka, penggaris, busur derajat, dan penghapus. 4. Rel untuk pengujian. Pendekatan Rancangan (a) (b) Gambar 1. Paprika (Capsicum grossum): (a) buah yang masih berada pada pohon; (b) buah yang sudah dipetik dengan memotong tangkai buahnya. Kriteria Rancangan Rancangan dari end-effector robot pemanen paprika ini dibuat dengan mempertimbangkan beberapa fungsi yang harus mampu dilakukan sesuai dengan struktur komoditas yang akan dipanen, dalam hal ini buah paprika. Beberapa hal yang menjadi pertimbangan dalam merancang endeffector robot pemanen paprika ini diantaranya: 1. End-effector harus mampu memanen buah paprika pada bagian tangkai buahnya, tanpa merusak tanaman serta buah paprika tersebut. Buah yang mengalami kerusakan akan 89
7 Vol. 25, No. 2, Oktober 2011 mengurangi kualitas penampakan serta akan lebih mudah mengalami kebusukan, sehingga nilai jualnya akan turun. 2. Sedapat mungkin buah paprika yang dipetik tidak terlepas dari end-effector atau terjatuh ke tanah sebelum perioda waktu 15 menit sejak pemetikan demi menghindari kerusakan fisik pada buah akibat benturan. 3. End-effector diharapkan mampu memanen targetnya tidak hanya dari arah depan, namun juga dari arah samping dengan sudut tertentu. 4. Massa dari end-effector diusahakan cukup ringan, sehingga mampu ditopang oleh ujung manipulator. 5. Dimensi end-effector tidak terlalu besar, sehingga mampu menjangkau buah paprika yang berada di bagian dalam rumpun tanaman. 6. Konstruksi cukup sederhana sehingga tidak memerlukan banyak tenaga penggerak dan sistem pengendaliannya sederhana. Rancangan End-effector. Secara keseluruhan rancangan end-effector robot pemanen buah paprika dapat dilihat pada Gambar 2. End-effector tersebut terdiri dari bagianbagian utama a.l: Dua buah jari grip, rel, pisau pemotong, ulir, pegas, gear, motor DC, limit switch, motor driver, dan rangka penunjang. Dua buah jari grip berfungsi untuk memegang dan menggerakkan tangkai buah paprika kearah pisau pemotong sehingga terjadi gerakan pemotongan. Dari kedua jari grip tersebut, satu dilengkapi (a) (b) Gambar 2. End-effector robot pemanen paprika: (a) Tampak atas; (b) Tampak depan 90 Gambar 3. Rangkaian pengendali motor DC dua arah.
8 Tabel 1. Prinsip kerja rangkaian pengendali motor DC. Input Fungsi Ven = 1 C = 1 ; D = 0 As motor berputar searah jarum jam (Gerakan menutup jari grip) C = 0 ; D = 1 Berputar berlawanan arah jarum jam (Gerakan membuka jari grip) C = D Berhenti Ven = 0 C = X ; D = C Berhenti untuk putaran bebas Tabel 2. Tabel kebenaran rangkaian Gambar 4 dengan lubang berulir sedangkan jari lainnya yang bersentuhan dengan pegas tidak dilengkapi dengan lubang berulir. Gerakan menggenggam dan memotong terjadi akibat perputaran ulir daya yang terpasang pada jari berulir. Gerakan memotong dihentikan oleh limit switch yang ada pada sisi berdekatan dengan pegas sedangkan gerakan melepas tangkai buah dihentikan oleh limit switch yang ada pada sisi yang berlawanan. Gerakan kedua jari dipandu oleh dua batang rel berbentuk as sehingga gerakannya lurus ke samping. Masingmasing ujung jari grip bagian depan dibuat mengecil membentuk dua buah lengkungan yang saling berhadapan satu sama lain, sehingga jika kedua batang bertemu akan terdapat celah selebar 12 mm di tengahnya. Bagian inilah yang merupakan wilayah kerja dari jari grip. Pada daerah lengkung bagian dalam dilapisi spons setebal 4 mm dan karet setebal 1 mm. Spons berfungsi untuk memberikan efek penjepitan yang lebih baik tanpa merusak tangkai buah paprika yang akan dipanen, sedangkan lapisan karet berguna menahan agar tidak terjadi slip pada tangkai buah sehingga hasil panen tidak terjatuh. Pisau pemotong dipasang menyudut 60 terhadap sumbu ulir sehingga mampu memotong tangkai buah paprika sampai putus. Posisi pisau pada proses pemanenan berada di atas jari grip tanpa ulir. Ujung pisau dan ujung jari grip tanpa ulir bertemu pada satu titik, sehingga proses pemotongan baru dimulai setelah tangkai buah tergenggam di antara kedua jari grip Pegas dipasang pada jari tanpa ulir untuk menjamin gaya cengkram jari tersebut cupuk untuk tetap memegang tangkai buah pada saat pemotongan maupun sesudah pemotongan selesai. Pegas ini juga berfungsi untuk mendorong jari tanpa ulir bergerak ke posisi awal pada saat meletakkan buah di wadah penampungan. Mekanisme pegas dan ulir pada end-effector ini memungkinkan gerakan memegang dan memotong berlangsung menggunakan satu motor penggerak. Motor beserta spur gear dan ulir pendorong berfungsi untuk menggerakkan jari grip pada proses pemegangan, pemotongan, dan pelepasan tangkai buah paprika. Motor yang digunakan adalah motor DC merk Büehler 25.5 V. Ulir yang digunakan adalah ulir standar M6 yang diameter efektifnya sebesar 6 mm. Unit transmisi daya menggunakan sistem gir dengan rasio putaran 40/21. Gir pada poros motor berdiameter 4 cm dengan jumlah gigi 40 buah, sedangkan gir pada poros ulir berdiameter 2 cm dengan jumlah gigi 21 buah. Rangka penunjang berfungsi sebagai tempat dudukan semua komponen pembentuk endeffector. Gambar 4. Rangkaian pengendali putaran motor Gambar 5. Mekanisme pengujian end-effector robot pemanen buah paprika pada sudut hadap yang berbeda. 91
9 Vol. 25, No. 2, Oktober 2011 Tabel 3. Performansi end-effector dengan tiga sudut kemiringan. Sistem kendali end-effector berfungsi untuk mengendalikan arah putaran motor serta mengendalikan waktu mulai dan berhentinya motor berputar. Arah putaran motor DC dapat diubah dengan menukar pemberian catu daya pada kutubkutubnya menggunakan rangkaian H-bridge motor controller jenis L298 seperti pada Gambar 3 dan Tabel 1. Waktu mulai dan berhentinya perputaran motor diatur dengan kontrol on-off menggunakan rangkaian pada Gambar 4 dan Tabel 2. Gambar 4 berfungsi mengendalikan nilai biner masukan C dan D dari rangkaian Gambar 3, sedangkan jalur Ven (Gambar 3) diberi nilai tetap yaitu nilai biner 1 (tegangan DC 5V). Gambar 4 dikendalikan melalui dua sinyal masukan yaitu sinyal On/Off dan sinyal arah. Motor penggerak jari grip akan On saat jalur On/Off diberi nilai biner 1 dan Off saat diberi nilai biner 0 (DC 0V). Jari grip akan bergerak menutup dan mendekati pisau pemotong saat jalur arah diberi nilai biner 0 dan sebaliknya jari grip bergerak menjauhi pisau pemotong/ membuka jepitan grip saat jalur arah diberi nilai biner 1. Pengamatan. Kinerja dari prototipe end-effector robot pemanen buah paprika ini dianalisa terhadap keberhasilan pemanenan buah paprika, kemampuan Gambar 6. Perlakuan sudut pemasangan endeffector. 92 menggenggam tangkai buah, serta pemotongan tangkai buah, yang dilakukan dari sudut yang berbeda-beda dalam arah mendatar. Pergerakan end-effector dari koordinat awal ke koordinat target dilakukan secara manual dengan tuntunan mekanisme rel. Jarak dari koordinat awal ke koordinat target ditentukan berdasarkan data jarak tanam paprika (jarak antara dua bedengan) dalam greenhouse. Untuk mengantisipasi panjang dan orientasi tangkai buah yang tidak seragam, maka pemasangan end-effector dicoba dengan 3 sudut kemiringan terhadap sumbu horizontal yaitu 0 O, 10 O, dan 20 O. Hasil percobaan dicatat dan diplotkan ke dalam grafik. Mekanisme pengujian end-effector dapat dilihat pada Gambar 5 dan 6. Hasil dan Pembahasan Pembuatan prototipe end-effector robot pemanen paprika ini melalui beberapa proses pengerjaan mulai dari pemotongan, penghalusan dengan gerinda, dan pengeboran untuk membuat bagian-bagiannya. Setelah itu tiap-tiap bagian disatukan dengan menggunakan baud, mur, serta lem. Khusus untuk komponen elektronika dibuat di atas plat PCB dengan cara disolder yang kemudian diletakkan di sisi atas end-effector. Sebelum dicoba dengan tiga perlakuan sudut kemiringan, yaitu 0 O (datar), 10 O, dan 20 O, prototipe end-effector ini dicoba terlebih dahulu kemampuan menjepit dan memotong tangkai, dengan cara menempatkan tangkai buah paprika yang akan dipotong di dalam area pemotongan pada endeffector tersebut. Pada percobaan pendahuluan ini area penggenggaman end-effector hanya dilapisi spons. Hasil percobaan pendahuluan menunjukkan bahwa end-effector mampu memotong namun tidak mampu menggenggam dengan kuat tangkai buah paprika agar tidak terjatuh. Hal ini disebabkan permukaan spons yang terlalu licin bagi tangkai buah, sehingga tangkai buah tidak dapat tergenggam dengan baik, yang pada akhirnya
10 buah paprika langsung terjatuh. Namun setelah dilakukan modifikasi dengan pemberian lapisan karet pada bagian dalam area genggaman jari grip end-effector, maka tangkai buah dapat tergenggam dengan baik dan buah tidak terjatuh. Dengan demikian pengamatan unjuk kerja end-effector menggunakan tiga perlakuan sudut kemiringan dapat dilakukan. 60% 40% 6% 11% 14% Berhasil Gagal akibat terhalang badan buah Gagal akibat tangkai terlalu pendek Gagal akibat terganjal pisau Gagal akibat tidak terjangkau 9% Ukuran keberhasilan dari rancangan endeffector robot pemanen buah paprika ini ditentukan berdasarkan pada kemampuan end-effector untuk memotong sasaran, yakni tangkai buah, serta menjepitnya dengan baik sehingga buah paprika tidak terjatuh. Setelah end-effector berhasil melakukan pemotongan dan penjepitan maka end-effector ditarik mundur dan dilakukan penghitungan waktu lamanya penjepitan hingga buah paprika terjatuh. Apabila sampai dengan 15 menit buah paprika tidak terjatuh maka penghitungan pun dihentikan. Hal ini didasarkan pertimbangan bahwa buah akan selesai diletakkan dalam wadah penampungan sebelum waktu 15 menit sejak buah terpanen Hasil pemanenan end-effector dengan tiga sudut kemiringan dapat dilihat pada Tabel 3, Gambar 7, 8 dan 9. Dari tabel dan gambar tersebut dapat dilihat bahwa pemasangan end-effector dengan sudut Gambar 7. Hasil pemanenan end-effector dengan kemiringan 0 O. 9% 85% 14% 3% 3% Berhasil Gagal akibat terhalang badan buah Gagal akibat tangkai terlalu pendek Gagal akibat terganjal pisau Gambar 10. Grafik hubungan antara bobot buah paprika terhadap perioda waktu buah tidak terjatuh Gambar 8. Hasil pemanenan end-effector dengan kemiringan 10 O. 11% 89% Berhasil Gagal akibat terganjal pisau Gambar 9. Hasil pemanenan end-effector dengan kemiringan 20 O.. Gambar 11. Grafik hubungan antara diameter tangkai buah paprika terhadap perioda waktu buah tidak terjatuh. 93
11 Vol. 25, No. 2, Oktober 2011 kamiringan 20 O memberikan performansi paling baik karena jari end-effector paling mampu menjangkau tangkai buah. Selain keberhasilan pemotongan dan penggenggaman, pengamatan juga dilakukan untuk mengetahui hubungan antara bobot buah paprika terhadap perioda waktu tangkai buah tergenggam sampai terjatuh (Gambar 10), serta grafik hubungan antara diameter tangkai buah paprika terhadap perioda waktu tangkai buah tergenggam sampai buah terjatuh (Gambar 11). Perioda waktu pada pengujian ini hanya dibatasi selama 15 menit, dan semua sample yang masih tergenggam selama perioda waktu 15 menit diplot pada perioda waktu 15 menit. Dari grafik pada Gambar 10 dan Gambar 11 dapat dilihat bahwa jumlah pengamatan endeffector yang berhasil mempertahankan buah agar tidak terjatuh sebelum 15 menit penggenggaman, adalah: sebanyak 26 percobaan (74.3%) dari total 35 pengamatan untuk sudut kemiringan 0 O, sebanyak 25 percobaan (83.3%) dari total 30 pengamatan untuk sudut kemiringan 10 O, dan sebanyak 25 percobaan (80.6%) dari total 31 pengamatan untuk sudut kemiringan 20 O. Banyaknya buah yang jatuh sebelum perioda waktu 15 menit menunjukkan bahwa lapisan karet yang dipasang pada permukaan dalam area penggenggaman end-effector belum sepenuhnya mampu meniadakan buah yang jatuh ke tanah, sehingga perlu dilakukan penyempurnaan lebih lanjut. Kesimpulan dan Saran Kesimpulan Pada penelitian ini telah dibuat sebuah prototipe end-effector robot pemanen buah paprika berupa mekanisme dua jari grip yang dipadukan dengan mekanisme pemotong. Dari tiga perlakuan kemiringan sudut pemasangan end-effector yang dicoba (0 O, 10 O, dan 20 O ) diperoleh hasil terbaik pada perlakuan kemiringan 20 O dengan keberhasilan penggenggaman dan pemotongan sebesar 89%. Dari hasil pengamatan perioda waktu pengenggaman terlihat bahwa end-effector dengan sudut kemiringan 20 O memiliki kemampuan sebesar 80.6% untuk tetap menggenggam tangkai buah selama 15 menit. Saran Perlu dilakukan modifikasi pada bagian dalam area penggenggaman end-effector sehingga mampu menggenggam tangkai buah dengan lebih kuat. Ucapan Terima Kasih Pada kesempatan ini disampaikan terima kasih kepada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional yang telah membiayai penelitian ini melalui Projek DUE-like Tahun anggaran Daftar Pustaka Arima, S., N. Kondo, Y. Shibano, T. Fujiura, J. Yamashita, and H. Nakamura Study on Cucumber Harvesting Robot (Part 2). Journal of the Japanese Society of Agricultural Machinery, Vol.56(6) hal Fujiura, T., M. Ura, N. Kawamura, and K. Namikawa Fruit Harvesting Robot for Orchard. Journal of the Japanese Society of Agricultural Machinery. Vol.52(2) hal Harrell, R. C., P. D. Adsit, T. A. Pool, and R. Hoffman The Florida Robotic Grove-Lab. Trans. Am. Society of Agricultural Engineering. Vol.33 hal Iida, M., K. Furube, K. Namikawa, and M. Umeda Development of watermelon harvesting gripper. Journal of the Japanese society of Agricultural Machinery. Vol.58(3) hal Kondo, N., M. Monta, Y. Shibano, and K. Mohri Two finger harvesting hand with absorptive pad based on physical properties of tomato. Environ. Control Biol. Vol.31(2) hal Kondo et al Robotics for Bioproduction Systems. ASAE, St. Joseph, MI, USA. Monta, M., N. Kondo, K.C. Ting, G. A. Giacomelli, D. R. Mears, and Y. Kim End-effector for Tomato Harvesting Robot. ASAE paper st. Joseph, MI: American Society of Agricultural Engineers Prihmantoro, H, dan Y. H. Indriani Paprika Hidroponik dan Nonhidroponik. Penebar Swadaya. Jakarta. Reed, J.N., W. He, and R. D. Tillett Picking Mushrooms by Robot. Proceedings of the International Symposium on Automation and Robotics in Bioproduction and Processing, Vol.1 hal Tokyo: Japanese Society of Agricultural Machinery. Satou, Y., H. Takenaga, and K. Imou Development of Strawberry Harvesting Robot. Proceeding of the Fifty-fifth JSAM Annual Meeting: hal Kobe, Japan. Japanese Society of Agricultural Machinery. Wardhana, A Desain dan Pengujian Endeffector Robot Pemenen Cabai Merah. Skripsi. Jurusan Teknik Pertanian, IPB, Bogor. 94
12 PEDOMAN PENULISAN Jurnal Keteknikan Pertanian merupakan media publikasi untuk tulisan asli yang belum pernah diterbitkan di dalam jurnal ilmiah nasional maupun internasional, dan berkaitan dengan teknik pertanian(agricultural engineering) secara luas. 1. Pedoman Umum Naskah termasuk Abstract diketik menggunakan program Microsoft Word huruf Times New Roman 12 point (font 12), ukuran kertas A4 (21x29.5cm). Pias 3 cm, spasi 1.5, maksimum 15 halaman termasuk tabel dan gambar s erta diberi nomor halaman pada sudut bawah sebelah kanan. Tabel dan gambar diletakkan pada akhir naskah atau pada lembar dan file terpisah. Pengiriman naskah bisa melalui pos berupa CD berisi file softcopy ataupun melalui . Bila dikirim melalui pos, ditujukan ke alamat: Redaksi Jurnal Keteknikan Pertanian Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB. Kampus IPB Dramaga, Bogor [email protected] atau [email protected] 2. Susunan Naskah Naskah disusun dalam urutan Judul, Penulis dan alamat instansinya, Abstract, Pendahuluan, Bahan dan Metode, Hasil dan Pembahasan, Kesimpulan, Ucapan Terima Kasih, Daftar Pustaka, Tabel dan Gambar. Naskah undangan tidak harus mempunyai susunan seperti tersebut di atas. 3. Judul Judul memberikan subyek penelitian dengan ringkas dan dicetak tebal (bold) dengan huruf kapital pada setiap awal kata, kecuali untuk kata depan dan kata sambung. Untuk naskah dalam Bahasa Indonesia harus disertai judul dalam Bahasa Inggris yang dicetak miring (italic). Judul dalam Bahasa Indonesia tidak lebih dari 14 kata dan dalam Bahasa Inggris tidak lebih dari 10 kata. Nama lengkap, nama lembaga afiliasi serta alamat para penulis, ditulis secara berurutan di bawah Judul. Tambahkan alamat pada nama penulis untuk korespondensi. Contoh Penulisan Judul: Pemodelan Sistem Filtrasi Terkendali pada Sistem Resirkulasi Pembenihan Ikan Modeling Controlled Filtration System in Fish Hatchery Recirculation System Alfin Najwan, Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, Institut Pertanian Bogor, [email protected] Ikhlasul Amal, Departemen Budidaya Perairan, Institut Pertanian Bogor. 4. Abstract dan Kata Kunci Abstract menggambarkan esensi isi keseluruhan tulisan dan di dalamnya tidak terdapat kutipan pustaka. Abstract ditulis dalam bahasa Inggris dan dalam satu paragraf tidak lebih dari 200 kata. Kata kunci ditulis setelah Abstarct maksimum 5 kata, masing-masing dalam bahasa Inggris dan Indonesia. Kata kunci yang ditulis pertama merupakan kata kunci yang terpenting. 5. Naskah Utama Penulisan sub judul utama (Pendahuluan, Bahan dan Metode, Hasil dan Pembahasan, Kesimpulan dan Ucapan Terima Kasih) menggunakan huruf kapital pada setiap awal kata, tanpa nomor, dicetak tebal dan posisi di tengah. Pendahuluan menjelaskan alasan mengapa penelitian dilakukan, perumusan dan pemecahan masalah, status ilmiah (state of the art) penelitianpenelitian terdahulu serta tujuan dan hasil penelitian yang diharapkan. Bahan dan Metode menjelaskan bagaimana penelitian dilakukan atau cara-cara untuk mencapai tujuan penelitian. Hasil dan Pembahasan mencantumkan data yang diperoleh, analisis data, temuan-temuan yang spesifik serta perbandingannya dengan penelitianpenelitian terdahulu secara berurutan sesuai dengan urutan dalam tujuan. Hindari penyajian tabel dan gambar dari data yang sama. Sub-sub judul ditulis dengan huruf kapital pada setiap awal kata, tanpa nomor, dicetak tebal dan posisi di sebelah kiri. Kata/kalimat dalam bahasa asing ditulis miring. Nama organisma harus diikuti dengan nama ilmiahnya secara lengkap pada pengungkapan
13 pertama. Singkatan pertama kali ditulis di dalam kurung setelah kata-kata yang disingkatnya. Penulisan angka mengggunakan US System seperti: 1,000,000 menyatakan satu juta dan 2.5 menyatakan dua lima per sepuluh. Sistem satuan yang digunakan adalah SI Unit: cgs (centimeter, gram, second/detik). Simbol/notasi ditulis menggunakan huruf miring dan disertai keterangannya pada pengungkapan pertama. Persamaan diberi nomor urut yang dituliskan di belakang persamaan dan di dalam tanda kurung. 6. Tabel dan Gambar Tabel ditulis dalam halaman terpisah setelah halaman terakhir dari naskah. Di dalam naskah cantumkan nomor dan judul tabel pada paragraf dimana tabel tersebut akan ditempatkan. Contoh pada naskah:...sifat fisik bahan pada masing-masing kadar air ditunjukkan pada Tabel 1. [Tabel 1. Berat jenis lada berdasarkan kadar air] Contoh pada halaman tabel: Tabel 1. Berat jenis lada berdasarkan kadar air 7. Daftar Pustaka Daftar pustaka mencantumkan pustaka-pustaka bermutu (primer, mutakhir dan relevan) yang dirujuk saja. Pustaka diketik berdasarkan urutan alfabet dari nama akhir (nama keluarga) penulis pertama dan tahun. Apabila terdapat beberapa pustaka yang ditulis yang sama, tambahkan huruf a, b dan seterusnya di belakang tahun. Pustaka dari internet hanya boleh dilakukan bila berasal dari lembaga yang resmi. Berikut beberapa contoh penulisan pustaka : Jurnal : Suhardiyanto, H., M.M. Fuad dan Y. Widiningrum Analisis pindah panas pada pendinginan dalam tanah untuk sistem hidroponik. Jurnal Keteknikan Pertanian Vol.21 (4): Prosiding : Fukuda, T.,Y. Nakano, Kuroda, S. Takeuchi, B.I.Setiawan, A. Sapei and F. Nurrochmad Water manajemen and water quality of paddyarea in Cidanau watershed at West Java. Proceedings of the 1 st Seminar: Toward Harmonization between Development and Environmental Conservation in Biological Production, Tokyo, February 21-23, p Buku : Morga, R.P.C Soil Erosion and Conservation. 2 nd Ed. Longman. Harlow Gambar dibuat hitam putih (B/W) atau greyscale dalam lembaran terpisah pada halaman terakhir setelah halaman tabel. Apabila ukurannya besar, gambar dapat disimpan dalam file terpisah yang lain( *.jpg, *.gif, *.wmf atau *.emf). Di dalam naskah cantumkan nomor dan nama gambar pada paragraf dimana gambar tersebut akan diletakkan. Contoh pada naskah:..(paragraf sebelumnya) [Gambar 1. Perubahan suhu dengan waktu proses pengendalian]..(paragraf sesudahnya) Bab dalam buku : Howell, T.A., F.K. Alijiburi, H.M. Gitlin, I. Pai Wu, A.W.Warrick dan P.A.C. Raats Design and operation of trickle (drip) irrigation, in Jensen, M.E.(Ed.). Design and Operation of Farm Irrigation System. ASAE. Michigan. p Skripsi/Tesisi/Disertasi : Arifanto, T Teknik perbaikan filter fisik dan filter kimia pada sistem resirkulasi pembenihan ikan patin. (Skripsi). Departemen Teknik Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian, IPB. Bogor.
14 FORMULIR PEMESANAN JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN 1 Kepada Yth. Sekertariat Jurnal Keteknikan Pertanian, Departemen Teknik Mesin dan Biosistem Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor Kampus IPB Darmaga, Bogor Tel: ; Fax: [email protected] & [email protected]; Website: Bersama ini, saya Nama Alamat Telp. HP 1. Memesan Jurnal Keteknikan Pertanian: (Harga Rp ,- per eksemplar, belum termasuk ongkos kemas dan kirim) Vol/No/Tahun Jumlah 2. Memesan re-prints Jurnal Keteknikan Pertanian: (Harga Per set (10 eksemplar) Rp ,- belum termasuk ongkos kemas dan kirim) Judul Penulis Vol/No/Tahun Jumlah 3. Berlangganan Jurnal Keteknikan Pertanian: (Harga Rp ,- belum termasuk ongkos kemas dan kirim) Mulai Tahun Sampai Tahun Jumlah Pembayaran kami lakukan melalui wesel pos ke alamat redaksi/transfer, ke Rekening No , BRI KPC IPB, a/n Jurnal Keteknikan Pertanian 2. Bersama ini disampaikan bukti pembayarannya 3. Pemesan, [ ] 1 Formulir pemesanan ini dapat di-download di 2 Coret yang salah satu 3 Pengiriman hanya dilakukan setelah Seketariat menerima bukti pembayaran
Rancangan End-effector untuk Robot Pemanen Buah Paprika
Technical Paper Rancangan End-effector untuk Robot Pemanen Buah Paprika An End-effector Design for a Sweet Pepper Harvesting Robot I Dewa Made Subrata 1 dan Ichsan Nurfitra 2 Abstract A research on designing
SKRIPSI. DISAIN DAN PENGUJIAN END-EFFECTOR ROBOT PEMANEN PAPRIKA (Capsicum annum var. grossum) Oleh: ICHSAN NURFITRA F
SKRIPSI DISAIN DAN PENGUJIAN END-EFFECTOR ROBOT PEMANEN PAPRIKA (Capsicum annum var. grossum) Oleh: ICHSAN NURFITRA F14102093 2007 FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR DISAIN DAN PENGUJIAN
PENGENDALIAN MANIPULATOR ROBOT PEMANEN BUAH DALAM GREENHOUSE MENGGUNAKAN LABVIEW Setya Permana Sutisna 1, I Dewa Made Subrata 2
PENGENDALIAN MANIPULATOR ROBOT PEMANEN BUAH DALAM GREENHOUSE MENGGUNAKAN LABVIEW Setya Permana Sutisna 1, I Dewa Made Subrata 2 1 Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Ibn Khaldun Bogor
ISSN No Vol.24, No.1, April 2010
ISSN No. 0216-3365 Vol.24, No.1, April 2010 Jurnal Keteknikan Pertanian merupakan publikasi resmi Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia (PERTETA) yang didirikan 10 Agustus 1968 di Bogor, berkiprah dalam
ISSN No Vol.24, No.1, April 2010
ISSN No. 0216-3365 Vol.24, No.1, April 2010 Jurnal Keteknikan Pertanian merupakan publikasi resmi Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia (PERTETA) yang didirikan 10 Agustus 1968 di Bogor, berkiprah dalam
ISSN No Vol.23, No.1, April 2009
ISSN No. 0216-3365 Vol.23, No.1, April 2009 Jurnal Keteknikan Pertanian merupakan publikasi resmi Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia (PERTETA) yang didirikan 10 Agustus 1968 di Bogor, berkiprah dalam
ISSN No Vol.24, No.1, April 2010
ISSN No. 0216-3365 Vol.24, No.1, April 2010 Jurnal Keteknikan Pertanian merupakan publikasi resmi Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia (PERTETA) yang didirikan 10 Agustus 1968 di Bogor, berkiprah dalam
IV. PENDEKATAN DESAIN
IV. PENDEKATAN DESAIN A. Kriteria Desain Alat pengupas kulit ari kacang tanah ini dirancang untuk memudahkan pengupasan kulit ari kacang tanah. Seperti yang telah diketahui sebelumnya bahwa proses pengupasan
V. HASIL DAN PEMBAHASAN
V. HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1. Pembuatan Prototipe 5.1.1. Modifikasi Rangka Utama Untuk mempermudah dan mempercepat waktu pembuatan, rangka pada prototipe-1 tetap digunakan dengan beberapa modifikasi. Rangka
ISSN No Vol.24, No.2, Oktober 2010
ISSN No. 0216-3365 Vol.24, No.2, Oktober 2010 Jurnal Keteknikan Pertanian merupakan publikasi resmi Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia (PERTETA) yang didirikan 10 Agustus 1968 di Bogor, berkiprah dalam
ISSN No Vol.25, No.1, April 2011
ISSN No. 0216-3365 Vol.25, No.1, April 2011 Jurnal Keteknikan Pertanian merupakan publikasi resmi Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia (PERTETA) yang didirikan 10 Agustus 1968 di Bogor, berkiprah dalam
BAB III PERANCANGAN SISTEM ATAP LOUVRE OTOMATIS
BAB III PERANCANGAN SISTEM ATAP LOUVRE OTOMATIS 3.1 Perencanaan Alat Bab ini akan menjelaskan tentang pembuatan model sistem buka-tutup atap louvre otomatis, yaitu mengenai konstruksi atau rangka utama
V. HASIL DAN PEMBAHASAN
V. HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1. Konstruksi Prototipe Manipulator Manipulator telah berhasil dimodifikasi sesuai dengan rancangan yang telah ditentukan. Dimensi tinggi manipulator 1153 mm dengan lebar maksimum
V. HASIL DAN PEMBAHASAN
V. HASIL DAN PEMBAHASAN A. DESAIN PENGGETAR MOLE PLOW Prototip mole plow mempunyai empat bagian utama, yaitu rangka three hitch point, beam, blade, dan mole. Rangka three hitch point merupakan struktur
BAB III PERENCANAAN DAN GAMBAR
BAB III PERENCANAAN DAN GAMBAR 3.1 Diagram Alir Proses Perancangan Proses perancangan mesin peniris minyak pada kacang seperti terlihat pada gambar 3.1 berikut ini: Mulai Studi Literatur Gambar Sketsa
METODE PENELITIAN. 4.1 Tempat dan Waktu. 4.2 Bahan dan Alat. 4.3 Metode
IV. METODE PENELITIAN 4.1 Tempat dan Waktu Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-Agustus 2011 di Lab. Instrumentasi dan Kontrol, Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian,
III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2013 sampai dengan Maret 2013
III. METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2013 sampai dengan Maret 2013 di Laboratorium Daya dan Alat Mesin Pertanian, Jurusan Teknik Pertanian,
ISSN No Vol.23, No.2, OKtober 2009
ISSN No. 0216-3365 Vol.23, No.2, OKtober 2009 Jurnal Keteknikan Pertanian merupakan publikasi resmi Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia (PERTETA) yang didirikan 10 Agustus 1968 di Bogor, berkiprah dalam
V. HASIL DAN PEMBAHASAN
V. HASIL DAN PEMBAHASAN Semua mekanisme yang telah berhasil dirancang kemudian dirangkai menjadi satu dengan sistem kontrol. Sistem kontrol yang digunakan berupa sistem kontrol loop tertutup yang menjadikan
PENDEKATAN DESAIN Kriteria Desain dan Gambaran Umum Proses Pencacahan
PENDEKATAN DESAIN Kriteria Desain dan Gambaran Umum Proses Pencacahan Mengingat lahan tebu yang cukup luas kegiatan pencacahan serasah tebu hanya bisa dilakukan dengan sistem mekanisasi. Mesin pencacah
III. METODE PENELITIAN
III. METODE PENELITIAN 3.1. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2011 hingga bulan November 2011. Desain, pembuatan model dan prototipe rangka unit penebar pupuk dilaksanakan
PERAKITAN ALAT PENGAYAK PASIR SEMI OTOMATIK
PERAKITAN ALAT PENGAYAK PASIR SEMI OTOMATIK Nama : Hery Hermawanto NPM : 23411367 Jurusan : Teknik Mesin Fakultas : Teknologi Industri Pembimbing : Dr. Ridwan, ST., MT Latar Belakang Begitu banyak dan
BAB III PERENCANAAN DAN GAMBAR
BAB III PERENCANAAN DAN GAMBAR 3.1 Flow Chart Pembuatan Mesin Pemotong Umbi Mulai Studi Literatur Perencanaan dan Desain Perhitungan Penentuan dan Pembelian Komponen Proses Pengerjaan Proses Perakitan
BAB II PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH. harus mempunyai sebuah perencanaan yang matang. Perencanaan tersebut
BAB II PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH Proses pembuatan rangka pada mesin pemipih dan pemotong adonan mie harus mempunyai sebuah perencanaan yang matang. Perencanaan tersebut meliputi gambar kerja, bahan,
BAB IV PROSES PEMBUATAN DAN PENGUJIAN
BAB IV PROSES PEMBUATAN DAN PENGUJIAN 4.1 Alat Dan Bahan Alat dan bahan yang digunakan untuk pembuatan bagian rangka, pengaduk adonan bakso dan pengunci pengaduk adonan bakso adalah : 4.1.1 Alat Alat yang
V. HASIL DAN PEMBAHASAN
V. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Pembuatan Prototipe 1. Rangka Utama Bagian terpenting dari alat ini salah satunya adalah rangka utama. Rangka ini merupakan bagian yang menopang poros roda tugal, hopper benih
MODIFIKASI ALAT SEBAR BENIH TEMBAKAU JENIS SCATTERPLOT TOOL PILLEN (STP) DI PTPN X JEMBER
MODIFIKASI ALAT SEBAR BENIH TEMBAKAU JENIS SCATTERPLOT TOOL PILLEN (STP) DI PTPN X JEMBER Septian Gagas 1,Siswoyo Soekarno 2, Tasliman 3 1 Dept of Agricultural Engineering, FTP, Universitas Jember, Jl
Ditinjau dari macam pekerjan yang dilakukan, dapat disebut antara lain: 1. Memotong
Pengertian bengkel Ialah tempat (bangunan atau ruangan) untuk perawatan / pemeliharaan, perbaikan, modifikasi alt dan mesin, tempat pembuatan bagian mesin dan perakitan alsin. Pentingnya bengkel pada suatu
ISSN No Vol.24, No.1, April 2010
ISSN No. 0216-3365 Vol.24, No.1, April 2010 Jurnal Keteknikan Pertanian merupakan publikasi resmi Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia (PERTETA) yang didirikan 10 Agustus 1968 di Bogor, berkiprah dalam
III. METODE PENELITIAN
III. METODE PENELITIAN A. WAKTU DAN TEMPAT PENELITIAN Kegiatan penelitian yang meliputi perancangan, pembuatan prototipe mesin penanam dan pemupuk jagung dilakukan di Laboratorium Teknik Mesin Budidaya
METODE PENELITIAN. Waktu dan Tempat Penelitian
METODE PENELITIAN Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian dilakukan pada bulan Januari 2010 sampai dengan bulan Agustus 2010. Tempat penelitian dilaksanakan dibeberapa tempat sebagai berikut. 1) Laboratorium
IV. ANALISA PERANCANGAN
IV. ANALISA PERANCANGAN Mesin penanam dan pemupuk jagung menggunakan traktor tangan sebagai sumber tenaga tarik dan diintegrasikan bersama dengan alat pembuat guludan dan alat pengolah tanah (rotary tiller).
BAB IV PROSES PEMBUATAN DAN PENGUJIAN
BAB IV PROSES PEMBUATAN DAN PENGUJIAN 4.1 Alat Dan Bahan Alat dan bahan yang digunakan untuk pembuatan bagian rangka, pengaduk adonan bakso dan pengunci pengaduk adonan bakso adalah : 4.1.1 Alat Alat yang
RANCANG BANGUN ALAT PEMOTONG KABEL ROBOTIK TIPE WORM GEAR
RANCAN BANUN ALAT PEMOTON KABEL ROBOTIK TIPE WORM EAR Estiko Rijanto Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatronik (Telimek) LIPI Kompleks LIPI edung 0, Jl. Cisitu No.1/154D, Bandung 40135, Tel: 0-50-3055;
III. METODE PENELITIAN
III. METODE PENELITIAN 3.1. WAKTU DAN TEMPAT Kegiatan Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Juni hingga Desember 2011 dan dilaksanakan di laboratorium lapang Siswadhi Soepardjo (Leuwikopo), Departemen
UJI PERFORMANSI DAN KENYAMANAN MODIFIKASI ALAT PENGEBOR TANAH MEKANIS UNTUK MEMBUAT LUBANG TANAM ARIEF SALEH
UJI PERFORMANSI DAN KENYAMANAN MODIFIKASI ALAT PENGEBOR TANAH MEKANIS UNTUK MEMBUAT LUBANG TANAM Oleh : ARIEF SALEH F14102120 2007 FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR Arief Saleh. F14102120.
SEMINAR NASIONAL TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS GADJAH MADA 2011 Yogyakarta, 26 Juli Intisari
Sistem Pendorong pada Model Mesin Pemilah Otomatis Cokorda Prapti Mahandari dan Yogie Winarno Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri Universitas Gunadarma J1. Margonda Raya No.100, Depok 15424
BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN. Pengujian sistem elektronik terdiri dari dua bagian yaitu: - Pengujian tegangan catu daya - Pengujian kartu AVR USB8535
BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN 4.1. Pengujian Alat Adapun urutan pengujian alat meliputi : - Pengujian sistem elektronik - Pengujian program dan mekanik 4.1.1 Pengujian Sistem Elektronik Pengujian sistem
BAHAN DAN METODE. Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, mulai pada bulan
BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini direncanakan akan dilakukan di Laboratorium Keteknikan Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, mulai pada bulan September- Oktober
c = b - 2x = ,75 = 7,5 mm A = luas penampang v-belt A = b c t = 82 mm 2 = 0, m 2
c = b - 2x = 13 2. 2,75 = 7,5 mm A = luas penampang v-belt A = b c t = mm mm = 82 mm 2 = 0,000082 m 2 g) Massa sabuk per meter. Massa belt per meter dihitung dengan rumus. M = area panjang density = 0,000082
III. METODE PENELITIAN
III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian dilaksanakan pada bulan April hingga bulan September 2012 di Laboratorium Lapang Siswadhi Soepardjo, Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, Fakultas
III. METODE PENELITIAN
III METODE PENELITIAN A Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan Desember 2010 Pembuatan prototipe hasil modifikasi dilaksanakan di Bengkel Departemen Teknik
PRAKARYA. by F. Denie Wahana
PRAKARYA by F. Denie Wahana (Produk Sederhana dengan Teknologi) Kompetensi Inti (KI) 1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya 2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab,
JURNAL PENELITIAN TRANSPORTASI MULTIMODA
INDEKS PENULIS L Listantari dan Marlia Herwening Peningkatan Pelayanan Angkutan Penumpang Antarmoda di Stasiun Bogor Vol. 13, No. 02, Hal. 53-64 K Karmini dan Siti Fatimah Kriteria Pelayanan Sistem Tiket
BAB III METODE PERANCANGAN DAN PABRIKASI PROTOTIPE PENGUPAS KULIT SINGKONG BERPENGGERAK MOTOR LISTRIK
BAB III METODE PERANCANGAN DAN PABRIKASI PROTOTIPE PENGUPAS KULIT SINGKONG BERPENGGERAK MOTOR LISTRIK 3.1 Perancangan dan pabrikasi Perancangan dilakukan untuk menentukan desain prototype singkong. Perancangan
Dukungan Teknologi dan Hasil Penelitian dalam Membangun Pertanian Bio-industri Buah Tropika Berkelanjutan
EDARAN KE DUA Seminar Nasional Buah Tropika Nusantara II Tema: Dukungan Teknologi dan Hasil Penelitian dalam Membangun Pertanian Bio-industri Buah Tropika Berkelanjutan BUKITTINGGI, 9-11 SEPTEMBER 2014
BAB IV UJI PENENTUAN POSISI TIGA DIMENSI BUAH JERUK LEMON PADA TANAMANNYA
BAB IV UJI PENENTUAN POSISI TIGA DIMENSI BUAH JERUK LEMON PADA TANAMANNYA A. Pendahuluan Latar belakang Robot selain diterapkan untuk dunia industri dapat juga diterapkan untuk dunia pertanian. Studi yang
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN A. HASIL RANCANGAN DAN KONSTRUKSI 1. Deskripsi Alat Gambar 16. Mesin Pemangkas Tanaman Jarak Pagar a. Sumber Tenaga Penggerak Sumber tenaga pada mesin pemangkas diklasifikasikan
PERANCANGAN MESIN PEMERAS SANTAN DENGAN SISTEM ROTARI KAPASITAS 281,448 LITER/JAM
PERANCANGAN MESIN PEMERAS SANTAN DENGAN SISTEM ROTARI KAPASITAS 281,448 LITER/JAM Ir.Soegitamo Rahardjo 1, Asep M. Tohir 2 Lecture 1,College student 2,Departement of machine, Faculty of Engineering, University
MODIFIKASI INSTRUMEN PENGUKUR GAYA TARIK (PULL) DAN KECEPATAN MAJU TRAKTOR RODA 2
MODIFIKASI INSTRUMEN PENGUKUR GAYA TARIK (PULL) DAN KECEPATAN MAJU TRAKTOR RODA 2 Oleh : Galisto A. Widen F14101121 2006 DEPARTEMEN TEKNIK PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR
ATURAN PENULISAN NASKAH ILMIAH JURNAL TEKNOVASI
ATURAN PENULISAN NASKAH ILMIAH JURNAL TEKNOVASI I. UMUM 1. Jurnal Teknovasi adalah publikasi ilmiah berkala yang terbit setiap 2 (dua) kali setahun yaitu April dan Oktober. 2. Naskah ilmiah yang diterbitkan
METODE PENELITIAN. Simulasi putaran/mekanisme pisau pemotong tebu (n:500 rpm, v:0.5 m/s, k: 8)
III. METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juli 2011 di Laboratorium Lapangan Departemen Teknik Mesin dan Biosistem. Pelaksanaan penelitian terbagi
METODOLOGI PENELITIAN
14 METODOLOGI PENELITIAN Tahapan Penelitian Tahap-tahap penelitian terdiri dari : (1) proses desain, () konstruksi alat, (3) analisis desain dan (4) pengujian alat. Adapun skema tahap penelitian seperti
SMK PGRI 1 NGAWI TERAKREDITASI: A
TEKNIK PEMESINAN SMK PGRI 1 NGAWI TERAKREDITASI: A Jl. Rajawali No. 32, Telp./Faks. : (0351) 746081 Ngawi. Homepage: 1. www.smkpgri1ngawi.sch.id 2. www.grisamesin.wordpress.com Facebook: A. Kecepatan potong
BAB 3 METODE PENELITIAN
BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Alur Penelitian Tahapan pelaksanaan penelitian ini dapat ditunjukkan pada diagram alur penelitian yang ada pada gambar 3-1. Mulai Identifikasi Masalah Penentuan Kriteria Desain
Realisasi Prototipe Gripper Tiga Jari Berbasis PLC (Programmable Logic Control) Chandra Hadi Putra /
i Realisasi Prototipe Gripper Tiga Jari Berbasis PLC (Programmable Logic Control) Chandra Hadi Putra / 0122181 Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Kristen Maranatha Jl. Prof.Drg.Suria
BAB III METODE PROYEK AKHIR. Motor dengan alamat jalan raya Candimas Natar. Waktu terselesainya pembuatan mesin
BAB III METODE PROYEK AKHIR A. Waktu dan Tempat Tempat pembuatan dan perakitan mesin pemotong kerupuk ini di lakukan di Bengkel Kurnia Motor dengan alamat jalan raya Candimas Natar. Waktu terselesainya
PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM ALAT PEMBERSIH SISIK IKAN DENGAN PENGGERAK DINAMO DAN SUMBER TENAGA BATU BATERAI BIDANG KEGIATAN: PKM-GT
PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM ALAT PEMBERSIH SISIK IKAN DENGAN PENGGERAK DINAMO DAN SUMBER TENAGA BATU BATERAI BIDANG KEGIATAN: PKM-GT Diusulkan oleh: Arie Tambosoe F14070107 (2007, Ketua
METODE PENELITIAN. Waktu dan Tempat
METODE PENELITIAN Waktu dan Tempat Penelitian ini dilakukan pada bulan Nopember 2010 September 2011. Perancangan dan pembuatan prototipe serta pengujian mesin kepras tebu dilakukan di Laboratorium Teknik
V. HASIL DAN PEMBAHASAN
V. HASIL DAN PEMBAHASAN A. PEMBUATAN DAN PERAKITAN ALAT Pembuatan alat dilakukan berdasarkan rancangan yang telah dilakukan. Gambar rancangan alat secara keseluruhan dapat dilihat pada Gambar 5.1. 1 3
3. METODE PENELITIAN
3. METODE PENELITIAN 3.1. Tempat dan waktu penelitian Penelitian dilakukan di Laboratorium Akustik dan Instrumentasi Kelautan IPB. Waktu penelitian dilaksanakan secara efektif selama 4 bulan terhitung
V.HASIL DAN PEMBAHASAN
V.HASIL DAN PEMBAHASAN A.KONDISI SERASAH TEBU DI LAHAN Sampel lahan pada perkebunan tebu PT Rajawali II Unit PG Subang yang digunakan dalam pengukuran profil guludan disajikan dalam Gambar 38. Profil guludan
BAB III BAHAN DAN METODE
A. BAHAN BAB III BAHAN DAN METODE Alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: a. Besi plat esser dengan ketebalan 2 mm, dan 5 mm, sebagai bahan konstruksi pendorong batang,
BAB III PERANCANGAN CONTAINER DAN CONVEYOR ROKOK
BAB III PERANCANGAN CONTAINER DAN CONVEYOR ROKOK Pada bab ini akan dijelaskan tentang pembuatan perancangan container dan conveyor rokok, yang merupakan bagian dari mesin vending rokok type conveyor-elevator.
Robot Bergerak Penjejak Jalur Bertenaga Sel Surya
Robot Bergerak Penjejak Jalur Bertenaga Sel Surya Indar Sugiarto, Dharmawan Anugrah, Hany Ferdinando Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Kristen Petra Email: [email protected],
KETENTUAN PENULISAN JURNAL EKONOMI PERTANIAN, SUMBERDAYA DAN LINGKUNGAN JAREE (JOURNAL OF AGRICULTURE, RESOURCE AND ENVIRONMENTAL ECONOMICS)
KETENTUAN PENULISAN JURNAL EKONOMI PERTANIAN, SUMBERDAYA DAN LINGKUNGAN JAREE (JOURNAL OF AGRICULTURE, RESOURCE AND ENVIRONMENTAL ECONOMICS) Ketentuan Umum 1. Naskah yang dikirim belum pernah dipublikasikan
III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini berlangsung dalam 2 (dua) tahap pelaksanaan. Tahap pertama
16 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian ini berlangsung dalam 2 (dua) tahap pelaksanaan. Tahap pertama adalah modifikasi alat yang dilaksanakan di Laboratorium Mekanisasi Pertanian
BAB III METODOLOGI. Pembongkaran mesin dilakukan untuk melakukan pengukuran dan. Selain itu juga kita dapat menentukan komponen komponen mana yang
BAB III METODOLOGI 3.1 Pembongkaran Mesin Pembongkaran mesin dilakukan untuk melakukan pengukuran dan mengganti atau memperbaiki komponen yang mengalami kerusakan. Adapun tahapannya adalah membongkar mesin
BAB IV PEMBUATAN DAN PENGUJIAN
BAB IV PEMBUATAN DAN PENGUJIAN 4.1. Alat dan Bahan A. Alat 1. Las listrik 2. Mesin bubut 3. Gerinda potong 4. Gerinda tangan 5. Pemotong plat 6. Bor tangan 7. Bor duduk 8. Alat ukur (Jangka sorong, mistar)
Pengolahan lada putih secara tradisional yang biasa
Buletin 70 Teknik Pertanian Vol. 15, No. 2, 2010: 70-74 R. Bambang Djajasukmana: Teknik pembuatan alat pengupas kulit lada tipe piringan TEKNIK PEMBUATAN ALAT PENGUPAS KULIT LADA TIPE PIRINGAN R. Bambang
Dukungan Teknologi dan Hasil Penelitian dalam Membangun Pertanian Bio-industri Buah Tropika Berkelanjutan
EDARAN KE DUA Seminar Nasional Buah Tropika Nusantara II Tema: Dukungan Teknologi dan Hasil Penelitian dalam Membangun Pertanian Bio-industri Buah Tropika Berkelanjutan BUKITTINGGI, 16-18 SEPTEMBER 2014
HASIL DAN PEMBAHASAN
36 HASIL DAN PEMBAHASAN Dasar Pemilihan Bucket Elevator sebagai Mesin Pemindah Bahan Dasar pemilihan mesin pemindah bahan secara umum selain didasarkan pada sifat-sifat bahan yang berpengaruh terhadap
III. METODE PEMBUATAN. Tempat pembuatan mesin pengaduk adonan kerupuk ini di bengkel las dan bubut
16 III. METODE PEMBUATAN A. Waktu dan Tempat Tempat pembuatan mesin pengaduk adonan kerupuk ini di bengkel las dan bubut Amanah, jalan raya candimas Natar, Lampung Selatan. Pembuatan mesin pengaduk adonan
HASIL DAN PEMBAHASAN
HASIL DAN PEMBAHASAN Konstruksi Mesin Secara keseluruhan mesin kepras tebu tipe rotari terdiri dari beberapa bagian utama yaitu bagian rangka utama, bagian coulter, unit pisau dan transmisi daya (Gambar
Informasi Pelaksanaan Seminar Hasil-Hasil PPM IPB 2017
Lampiran surat Nomor : /IT3.11/LT/2017 Informasi Pelaksanaan Seminar Hasil-Hasil PPM IPB 2017 1. Peneliti diharuskan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Seminar Hasil PPM IPB Tahun 2017, termasuk pada
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) Dalam proses pembuatan mesin pengupas kulit kentang perlu memperhatikan masalah kesehatan dan keselamatan kerja (K3). Adapun maksud
Panduan Keselamatan dan Pengoperasian
PUN M Alat Pemotong Berbentuk Jari Manual 300-600 - 900 Panduan Keselamatan dan Pengoperasian Hanya untuk memotong material belt termoplastik. PERINGATAN Penggunaan alat ini secara TIDAK BENAR ATAU TIDAK
METODE PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian. B. Bahan dan Alat. C. Pendekatan Rancangan dan Konstruksi Alat
III. METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Kegiatan penelitian ini meliputi penelitian pendahuluan, persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan dan perancangan desain yang dilaksanakan di Laboratorium
1. PENGENALAN ALAT KERJA BANGKU
1. PENGENALAN ALAT KERJA BANGKU A. Tujuan 1. Menyebutkan macam-macam jenis alat tangan dan fungsinya. 2. Menyebutkan bagian-bagian dari alat-alat tangan pada kerja bangku. 3. Mengetahui bagaimana cara
JURNAL PENELITIAN TRANSPORTASI MULTIMODA
INDEKS PENULIS E Elviana R. Simbolon Kajian Indikasi Penentuan Lokasi Terminal Barang di Banyuwangi Vol. 13, No. 04, Hal. 159-168 R Rosita Sinaga dan Maria Magdalena Evaluasi Jaringan Lintas Angkutan Barang
Presentasi Tugas Akhir
Presentasi Tugas Akhir Modifikasi Alat Penunjuk Titik Pusat Lubang Benda Kerja Dengan Berat Maksimal Kurang Dari 29 Kilogram Untuk Mesin CNC Miling Oleh : Mochamad Sholehuddin NRP. 2106 030 033 Program
MODUL I PRAKTIKUM PROSES PRODUKSI
MODUL I PRAKTIKUM PROSES PRODUKSI LABORATORIUM PROSES DAN SISTEM PRODUKSI LABORATORIUM TEKNOLOGI MEKANIK DEPARTEMEN TEKNIK MESIN DAN INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS GADJAH MADA 2017 TATA TERTIB PRAKTIKUM
3. METODOLOGI PENELITIAN. Persiapan dan pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret
3. METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Waktu dan Lokasi Penelitian Persiapan dan pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Desember 2011. Kegiatan penelitian ini terdiri dari dua bagian,
BAB III METODOLOGI Diagram Alur Produksi Mesin. Gambar 3.1 Alur Kerja Produksi Mesin
BAB III METODOLOGI 3.1. Diagram Alur Produksi Mesin Gambar 3.1 Alur Kerja Produksi Mesin 3.2. Cara Kerja Mesin Prinsip kerja mesin pencetak bakso secara umum yaitu terletak pada screw penekan adonan dan
FORMAT GAMBAR PRAKTIKUM PROSES MANUFAKTUR ATA 2014/2015 LABORATURIUM TEKNIK INDUSTRI LANJUT UNIVERSITAS GUNADARMA
FORMAT GAMBAR PRAKTIKUM PROSES MANUFAKTUR ATA 2014/2015 LABORATURIUM TEKNIK INDUSTRI LANJUT UNIVERSITAS GUNADARMA A. Perlengkapan Gambar 1. Drawing Pen ukuran 0,3 dan 0,5 mm 2. Maal 3 mm 3. Penggaris /
