Intel Teach Program Assessing Projects
|
|
|
- Yenny Indradjaja
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Kiasan dalam Kelas Senior Bahasa Inggris Senior sekolah menengah atas dalam kelas Bahasa Inggris Cleo Barnes akan memulai unit 3-minggu pada kiasan, menjawab Pertanyaan Penting, Mengapa orang tidak langsung mengatakan apa yang mereka maksud? Ms. Barnes adalah seorang guru berpengalaman yang berkomitmen tinggi untuk berbagai macam kelas Bahasa Inggris. Ia menggunakan beragam jenis penilaian untuk membedakan instruksi sehingga seluruh siswa sukses. Ia juga percaya bahwa untuk menyiapkan siswa dalam kehidupan atau pendidikan seusai sekolah menengah atas, mereka harus menjadi pelajar yang mampu mengarahkan diri sendiri. Oleh karena itu, ia merencanakan instruksinya untuk mengembangkan kemandirian muridnya. Ms. Barnes mengajar tiga kelas Bahasa Inggris senior dengan beberapa siswa yang mempunyai kebutuhan khusus. Ia memiliki dua siswa dengan kesulitan belajar berat yang mempunyai asisten pengajar khusus yang bekerja dengan mereka dua kali dalam seminggu. Empat siswa, tiga orang pada satu kelas dan satu orang di kelas lain, memiliki kesulitan belajar sedang. Mereka menerima dukungan untuk pekerjaan kursus standar harian dalam sebuah kursus kemampuan belajar. Selama ini, ia memiliki tambahan delapan siswa dengan kesulitan belajar sedang. Siswa-siswa ini mendapat dukungan minimal dari bagian pendidikan khusus. Ia memiliki dua siswa yang dikenali sebagai siswa berbakat yang berpartisipasi dalam program khusus mereka berdasar pada minat mereka pada biologi dan seni. Empat siswa lain berada pada tingkat belajar yang berbeda dalam bahasa Inggris. Pada unit ini, siswa mempelajari semua konsep dari kiasan, perumpamaan, dan simbol selagi membaca dan mengartikan sebuah novel kiasan dalam kelompok kecil. Lalu mereka membuat kiasan mereka sendiri berdasarkan beberapa aspek pada buku yang mereka baca. Dengan kelompok kecil, mereka membuat sebuah situs Web yang membicarakan tentang Pertanyaan Penting, Mengapa orang tidak langsung mengatakan apa yang mereka maksud? Situs Web siswa memasukkan hasil buatan mereka sejalan dengan informasi dan link relevan lainnya. Mempersiapkan Unit seperti banyak koleganya, Ms. Barnes jarang mengajarkan buku yang sama untuk seluruh kelas. Standar dalam areanya tidak menyebutkan pekerjaan literatur tertentu, tetapi lebih fokus pada kemampuan mengartikan dan analisa. Ia memusatkan unit literatur pada kemampuan khusus yang digunakan untuk memberikan arti dari literatur dengan tipe berbeda, daripada sebuah karya literatur khusus. Ia mengenalkan daftar buku yang memerlukan latihan kemampuan dari keahlian khusus. Lalu, ia meminta siswa untuk memilih buku yang menarik dan menantang bagi mereka. Latihan ini mengijinkan siswa untuk memilih buku yang coco untuk mereka sementara mereka berlatih keahlian yang penting pada tingkat membaca mereka. Hal tersebut dapat pula membuat siswa dengan bahasa asing mengembangkan kemampuan analisa literal mereka dengan teks bahasa utama mereka, yang menunjukkan pada siswa lain untuk literatur yang mungkin mereka tidak dengar sebelumnya. Dari ragam bentuk penilaian, termasuk observasi informal dan nilai tes berstandar, Ms. Barnes telah mengumpulkan beberapa set novel untuk berbagai kemampuan dan, saat sudah tersedia, dalam berbagai bahasa, siswa dapat dengan bebas memilih sebuah buku yang mereka sukai, walaupun pada beberapa kasus Ms. Barnes Copyright 2007, Intel Corporation. All rights reserved. 1
2 mungkin mendiskusikan alternatif berbagai pilihan dengan mereka. Ia mendukung semua siswa untuk menantangan diri mereka sendiri saat mereka memilih buku. Ms. Barnes cukup waspada bahwa banyak muridnya akan mengalami kesulitan dalam menetapkan pendidikan setelah sekolah menengah tanpa kemampuan mengarahkan dan mengatur diri sendiri. Mengajarkan kemampuan tersebut adalah prioritas utama baginya. Siswa menetapkan tujuan sepanjang-tahun, merevisinya saat diperlukan, dan juga menetapkan tujuan untuk unit individual. Tujuan ini secara umum berkaitan dengan membaca dan menulis, bersama dengan keahlian abad 21, seperti kolaborasi, perencanaan proyek, pemikiran kritis dan sistematis, dan kreativitas. Cerita Siswa: Tujuan Junie dan Tony Setelah pengenalan singkat unit, siswa melihat melalui portofolio mereka dan menidentifikasi area kekuatan dan kelemahan untuk difokuskan pada unit. Siswa didorong untuk membuat tujuan yang sesuai dengan kemampuan mereka dan membantu mereka untuk sukses dalam hidup dan juga dalam kelas Bahasa Inggris. Junie, siswa dengan kesulitan belajar berat, belajar dengan asisten pengajarnya untuk mengenal tiga tujuan yang ingin ia wujudkan pada unit: Saya akan berbagi ide dengan siswa lain dalam kelompok kecil saya. Saya akan menjelaskan alasan saya lebih lanjut ketika saya menulis. Saya akan membawa materi saya sendiri ke kelas setiap hari. Tony, siswa dengan kesulitan belajar biasa, menulis tujuan berikut ini: Saya akan memerhatikan jadwal saya dan mengerjakan pekerjaan dalam proyek saya sedikit demi sedikit setiap harinya. Saya akan memikirkan ide sebanyak saya bisa sebelum menentukan satu ide. Saya akan berpikir dengan cermat mengenai akhir tulisan saya. Saya akan mengikuti tanggung jawab saya dalam kelompok. Secara berkala sepanjang unit, siswa melihat tujuan-tujuan mereka dan bercermin pada jurnal mereka mengenai seberapa baik yang mereka lakukan. Ms. Barnes memberikan petunjuk bagaimana memberikan bukti khusus untuk kesimpulan mereka. Membaca Novel Kiasan Setelah kelompok siswa memilih novel yang akan mereka baca, mereka harus menjadwalkan sesi membaca sehingga mereka dapat berpartisipasi secara penuh dalam aktifitas kelas. Siswa dengan kesulitan menerima daftar yang lengkap sebagian bersama dengan petunjuk tentang bagaimana membagi bacaan menjadi bagian-bagian yang dapat diatur. Berhubung siswa dalam kelas Ms. Barnes diharapkan memiliki tanggung jawa bagi pembelajaran mereka sendiri, siswa diberi perancah yang lebih sedikit untuk daftar ini daripada yang mereka terima pada proyek sebelumnya. Fokus pada unit ini adalah untuk membangun berbagai kecakapan yang dibutuhkan untuk mengartikan kiasan. Oleh karena itu, Ms. Barnes mengumpulkan informasi tentang bagaimana siswa-siswanya berpikir tentang buku mereka dalam dua sisi. Ia memiliki siswa yang menulis pertanyaan dan pikiran mereka mengenai sesi Copyright 2007, Intel Corporation. All rights reserved. 2
3 membaca mereka dalam jurnal, yang ia periksa setiap beberapa hari. Contoh tabel berikut ini memperlihatkan kemampuan berpikir kritis yang digunakan oleh sebuah kelompok siswa saat mereka mendiskusikan novel Lord of the Flies: Membuat hubungan dengan pengalaman pribadi untuk menggambarkan kesimpulan Merevisi kesimpulan dengan informasi baru Memberikan contoh khusus dari buku untuk mendukung pendapat Mengerti acara dengan akurat sekali Blake Melody Kim (kesulitan belajar sedang) terlalu menggunakan pengalaman pribadi, terpisah dari buku Membuat satu perbangdingan Hanya menggunakan satu contoh untuk seluruh kesimpulan Menggunakan terlalu banyak pengalaman pribadi dalam mengartikan buku Hanya referensi yang valid kemungkinan tidak membaca buku Ms. Barnes membuat sejumlah hipotesis dari pengamatan singkat ini, yang dapat ia periksa bersamaan dengan informasi dari penilaian lain, seperti isi jurnal, dan wawancara informal. Ia memutuskan untuk melakukan pelajaran singkat dalam memberikan dorongan bersifat tekstual untuk pengartian, karena masalah tersebut muncul dalam beberapa pengamatannya. Ia bertemu dengan Kim secara pribadi untuk mendiskusikan jadwal membacanya. Ia meminta orang tua Kim untuk membantu Kim menjaga bacaaannya. Sepanjang bagian dari unit ini, Ms. Barnes mengumpulkan data tentang penafsiran bahan bacaan muridnya, pengarahan diri sendiri, dan kemampuan berkolaborasi. Ia menggunakan apa yang ia pelajari untuk menyediakan umpan balik pribadi dan kelompok, petunjuk rencana, dan memberi informasi untuk mendukung personil yang bekerja bersama siswa dengan kebutuhan khusus. Tes akhir esai memberinya informasi mengenai kemampuan penafsiran bahan bacaan siswa-siswanya yang ia gunakan saat merencanakan unit mendatang dan saat bekerja dengan siswa secara individual. Membuat Kiasan Setelah menganalisa dan menafsirkan novel kiasan mereka, siswa dalam kelas Ms. Barnes menggunakan apa yang mereka pelajari tentang bahasa kiasan, simbol, dan metafora untuk membuat kiasan mereka sendiri berdasarkan bagian dalam novel yang mereka baca. Untuk mengijinkan siswa mengambil keuntungan pada kemampuan dan kegemaran pribadi mereka, ia membuat rubrik yang menilai komponen penting proyek saat memberikan kebebasan pada siswa untuk memilih media yang mereka sukai dalam mengerjakan suatu hal yang menantang mereka. Ia Copyright 2007, Intel Corporation. All rights reserved. 3
4 menggunakan apa yang telah ia pelajari tentang siswa-siswanya dari proyek sebelumnya untuk merekomendasikan format yang tepat. Jill, seorang siswa berbakat, sering memilih proyek menulis karena ia tahu bahwa ia dapat mengerjakannya dengan baik. Ia menetapkan tujuannya tahun ini untuk mengambil resiko kreativitas yang lebih banyak. Ms. Barnes mengetahui kalau Jill tertarik pada komputer grafis dan menyarankan Jill untuk mencoba menggunakan perangkat lunak animasi untuk membuat kiasannya. Ms. Barnes mendukung Jill untuk bekerja sama dengan siswa di kelas yang memiliki pengalaman dengan animasi dan menggabungkan keduanya dengan seorang mentor online yang berprofesi sebagai animator profesional. Kenny, di sisi lain, memiliki kesulitan belajar ringan dan memiliki masalah serius dalam menulis. Ia telah menetapkan tujuan dengan lebih teliti dengan hasil tulisannya, tetapi saat ia mempunyai pilihan proyek, ia selalu memilih proyek yang memerlukan tulisan paling sedikit. Saat ia bekerja dalam kelompok, biasanya ia meminta orang lain untuk mengerjakan bagian menulis untuk proyek. Ms. Barnes mengetahui kalau Kenny tertarik pada video dan menyarankannya untuk menulis naskah kiasan lalu merekamnya dan meminta sekelompok teman untuk memerankannya. Kesempatan untuk menyelesaikan proyek dengan bantuan seorang videografer profesional memotivasinya untuk melakukan yang terbaik dalam menulis naskah. Proyek kompleks seperti ini membutuhkan perencanaan tambahan dari siswa. Ms. Barnes menyediakan berbagai macam tingkat bantuan untuk siswa melalui daftar dan template rencana proyek. Siswa yang memiliki pengalaman dalam menyelesaikan kerja berkualitas tepat pada waktunya didorong untuk membuat rencana proyek mereka sendiri yang menyertakan seluruh informasi yang dibutuhkan tetapi juga sepadan dengan gaya belajar mereka. Siswa yang memiliki kesulitan berpikir menyelesaikan daftar dengan banyak bagian yang sudah terisi, sementara yang lainnya hanya memiliki daftar tanggal dan menentukan apa yang akan mereka lengkapi dengan deadline masing-masing. Semua siswa didorong untuk merubah template agar sesuai dengan kebutuhan mereka selama mereka dapat menyelesaikan sesuai deadline yang membutuhkan partisipasi kelas. Ms. Barnes menyediakan sebuah rubrik proyek untuk siswa yang menggambarkan ekspektasinya pada kiasan siswa. Ia memeragakan bagaimana menggunakan rubrik untuk menilai kualitas sebuah proyek dan untuk meminta umpan balik yang membangun dari teman. Selama proyek, siswa memperlihatkan kemajuan mereka, membicarakan item khusus dalam rubrik dan juga tujuan mereka pada unit. Ms. Barnes menggunakan informasi dari pemikiran untuk merencanakan pertemuan guru-siswa, mengajarkan pelajaran singkat tentang metakognisi, pengarahan diri sendiri, dan mengenali sumber yang sesuai untuk kebutuhan siswa yang berbeda. Membuat Wiki Pada tahap akhir proyek, kelompok siswa membuat Wiki dimana mereka menjawab Pertanyaan Penting, Mengapa orang tidak mengatakan langsung apa yang mereka maksud? dan berbagi kiasan mereka. Karena ini adalah kelompok proyek, Ms. Barnes menilai kecakapan berkolaborasi bersamaan dengan kecakapan dan pengetahuan isi. Siswa juga menerima rubrik yang menjelaskan tentang tingkatan kualitas yang akan dinilai untuk memandu pekerjaan mereka. Mereka membuat perencanaan proyek mereka sendiri dari awal dan berbagi rencana dengan kelompok Copyright 2007, Intel Corporation. All rights reserved. 4
5 lain untuk mendapatkan umpan balik. Ms. Barnes bertemu dengan kelompok untuk menawarkan saran dan dukungan untuk perkembangan rencana mereka. Sementara para siswa merencanakan situs web nya, Ms. Barnes menggunakan daftar pengamatan. Berikut adalah contoh proses kolaborasi sebuah kelompok: Tanggal: 28 Januari Danny Jill (berbakat) Menyimpulkan apa yang lainnya katakana dalam kelompok kami untuk menjelaskan pemahaman Menanyakan pertanyaan yang menarik Mendukung dan menghargai ide dan opini dari anggota kelompok kami Mengungkapkan opini dan posisi tanpa menyakiti perasaan yang lainnya dalam kelompok kami Mencari opini yang beragam dan mencoba untuk mendapatkan pemahaman umumnya Ivan (kesulitan belajar ringan) Kim Mencoba Mencoba Terkadang menyatakan dengan sedikit kasar Sedikit malu Hanya dengan beberapa siswa Terkadang mencela anggota yang lainnya sekali sekali Mencoba Saat Ms. Barnes memeriksa semua data pengamatannya, ia menyimpulkan bahwa hampir semua siswa dapat mengambil manfaat dari beberapa petunjuk lebih lanjut dalam menyimpulkan komentar siswa lainnya. Ia juga mencatat bahwa Ivan tidak bekerja dengan penuh rasa penghormatan kepada kelompoknya. Ia membagi pengamatannya dalam pertemuan privat dengan Ivan, mendiskusikan manfaat dari kolaborasi yang efektif, dan memberitahunya untuk merubah tujuannya untuk memasukkan satu poin yaitu membahas bekerja dengan sukses dalam kelompok. Pada kesimpulan proyek, siswa menggunakan rubrik kolaborasi untuk menilai partisipasi kelompok mereka sendiri dan mencerminkannya pada pelajaran mereka tentang pengetahuan dan kecakapan akan isi. Mereka juga berpikir mengenai pengembangan kecakapan abad 21, seperti penggunaan teknologi, kolaborasi, dan kreativitas. Pemikiran ini digunakan untuk menilai perkembangan dari tujuan dan menentukan tujuan yang baru. Sepanjang unit ini, Ms. Barnes menggunakan jenis dari penilaian formal dan informal mereka. Para siswa menilai diri mereka sendiri untuk menjadi lebih mandiri dalam mengatur pelajaran mereka. Siswa juga menilai satu sama lain untuk proaktif memberikan umpan balik yang membangun untuk teman sekelas mereka. Gabungan dari penilaian dan petunjuk dengan fokus pada berbagai proses dan isi memastikan bahwa siswa dengan kemampuan berbeda dapat menjadi sukses. Programs of the Intel Education Initiative are funded by the Intel Foundation and Intel Corporation. Page 5 of 5 Copyright 2007, Intel Corporation. All rights reserved. Intel and the Intel logo are trademarks or registered trademarks of Intel Corporation or its subsidiaries in the United States and other countries. *Other names and brands may be claimed as the property of others.
Intel Teach Program Assessing Projects
Mempelajari Energi di Sekolah Menengah Mr. Hirano mengajar enam bagian dari fisika tingkat delapan, dengan jumlah siswa di kelas berkisar antara 26 sampai 33 siswa. Karena sekolahnya mengimplementasi program
Garis waktu (timeline)
Garis waktu (timeline) Garis waktu (timeline) adalah hal sederhana untuk menunjukkan sebuah rencana penilaian dan mengetahui bahwa berbagai macam metode penilaian terjadi melalui siklus belajar. Sebelum
Intel Teach Program Assessing Projects
Pelajaran tentang Katak di Kelas Dua Siswa kelas dua Mr. Grant sedang memulai sebuah unit dalam siklus kehidupan katak. Ia menginginkan siswanya untuk memahami siklus alam dan habitat hewan. Ia juga menginginkan
Desain Proyek Efektif: Mengajar Berpikir Menilai Pemikiran
Desain Proyek Efektif: Mengajar Berpikir Menilai Pemikiran Metode-Metode Penilaian Nah, anda telah merencanakan dengan hati-hati berbagai proyek yang meminta para siswa untuk melatih berbagai macam kecakapan
Rencana Proyek untuk Unit Air
Dua Rencana Proyek yang Berbeda Rencana-rencana proyek berikut ini menunjukkan perbedaan tingkat pengawasan antara guru dan siswa. Contoh 1 lebih pengarahan oleh guru dibandingkan contoh 2. Contoh 1. Rencana
Intel Teach Program Assessing Projects
Menilai Proyek Pelajaran berbasis proyek menuntut penilaian yang lebih progresif dimana siswa dapat melihat pelajaran sebagai proses dan strategi penyelesaian masalah untuk memenuhi harapan-harapan proyek.
Desain Proyek Efektif: Mengajar Berpikir Petunjuk Terbuka dalam Berpikir
Desain Proyek Efektif: Mengajar Berpikir Petunjuk Terbuka dalam Berpikir Mengajarkan Berbagai Kecakapan Khusus Pelajaran berbasis proyek menawarkan berbagai kesempatan untuk mengajarkan berbagai kecakapan
Desain Proyek Efektif: Keyakinan dan Sikap Kebiasaan Berpikir
Desain Proyek Efektif: Keyakinan dan Sikap Kebiasaan Berpikir Karakteristik Orang dengan Kebiasaan Berpikir Di luar pernyataan dari banyak program komersial mengenai memajukan pemikiran, banyak ahli di
Pencarian Bilangan Pecahan
Pencarian Bilangan Pecahan Ringkasan Unit Siswa ditugaskan sebuah profesi yang menggunakan pecahan bilangan dalam pekerjaannya. Mereka meneliti, meringkas, menarik kesimpulan, dan mempresentasikan penemuan
MENJADI TEACHER JAMAN NOW
BIDANG E-LEARNING SATUAN TELAAH DAN LAYANAN INFORMASI DAN TEKNOLOGI (SATELIT) UNIVERSITAS ISLAM BANDUNG MENJADI TEACHER JAMAN NOW TIK MEMBANTU GURU BUKAN MENGGANTIKAN GURU RIZKI NUZULFIKRI, S.PD ADMINISTRATOR
Desain Proyek Efektif: Kerangka Kerja Kecakapan Berpikir Gaya Belajar
Desain Proyek Efektif: Kerangka Kerja Kecakapan Berpikir Gaya Belajar Perbedaan dalam Pelajaran Guru masa kini tahu bahwa berbagai cara dimana para siswa belajar sangat bervariasi. Seoarang siswa memiliki
Biografi. Jadwal Penilaian
Biografi Ringkasan Unit Setelah mendengarkan dan membaca beberapa biografi, keduanya dalam bentuk buku-buku dan majalah, para murid sekolah dasar mengungkapkan pendapat tentang apa yang menyebabkan sebuah
Umpan Balik. Memberi Umpan Balik kepada Siswa
Umpan Balik Memberi Umpan Balik kepada Siswa Umpan Balik meningkatkan pencapaian siswa dengan mengutamakan perkembangan lebih daripada kekurangan. Dengan umpan balik perkembangan siswa diberikan kesempatan
Kuisioner Kompetensi Kepribadian. Skor Diskripsi Selalu Seringkali Kadang-kadang Jarang Tidak pernah
Kuisioner Kompetensi Kepribadian Dalam rangka untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran berbasis kompetensi di Jurusan Biologi-UB, maka kami mohon kesediaan saudara unuk mengisi kuisioner ini. Petunjuk:
Desain Proyek Efektif: Kerangka Kerja Kecakapan Berpikir Taksonomi Baru Marzano
Desain Proyek Efektif: Kerangka Kerja Kecakapan Berpikir Taksonomi Baru Marzano Taksonomi Baru yang dikembangan oleh Marzano Robert Marzano, seorang peneliti pendidikan terkemuka, telah mengusulkan apa
Prinsip dan Langkah-Langkah Pengembangan Silabus
Prinsip dan Langkah-Langkah Pengembangan Silabus A. Prinsip Pengembangan Silabus Prinsip-prinsip pengembangan silabus adalah: 1. Ilmiah Keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus
Panduan Pengisian Formulir-formulir Survey Program PJJ Rintisan 1 (Guru)
Halaman 1 Panduan Pengisian Formulir-formulir Survey Program PJJ Rintisan 1 (Guru) Kpd. Yth Bapak/Ibu Guru, Terima kasih Anda telah bersedia meluangkan waktu untuk mengisi survey-survey ini. Mengumpulkan
PENGEMBANGAN MODEL PENILAIAN BERBASIS KOMPETENSI (PBK) PADA MATEMATIKA MATERI KESEBANGUNAN UNTUK SISWA SMP. Oleh: Endah Budi Rahaju UNESA
Kode Makalah PM-1 PENGEMBANGAN MODEL PENILAIAN BERBASIS KOMPETENSI (PBK) PADA MATEMATIKA MATERI KESEBANGUNAN UNTUK SISWA SMP Oleh: Endah Budi Rahaju UNESA Abstrak Dalam KBK telah dimasukkan tujuan-tujuan
Desain Proyek Efektif: Kerangka Kerja Kecakapan Berpikir Taksonomi Bloom: Sebuah Tampilan Baru dari Cadangan Lama
Desain Proyek Efektif: Kerangka Kerja Kecakapan Berpikir Taksonomi Bloom: Sebuah Tampilan Baru dari Cadangan Lama Jenjang Proses Berpikir secara Tradisional Pada tahun 1956, Benjamin Bloom menulis Taxonomy
SMART PHARMACY ADVANCING PHARMACY PRACTICE AND EDUCATION IN INDONESIA KUTA - BALI, APRIL 2018 TRAIN-THE-TRAINER WORKSHOP
SMART PHARMACY ADVANCING PHARMACY PRACTICE AND EDUCATION IN INDONESIA KUTA - BALI, 11-13 APRIL 2018 TRAIN-THE-TRAINER WORKSHOP TRAIN-THE-TRAINER WORKSHOP MEMPERTAJAM MASA DEPAN KITA: Model SMART untuk
BAB VII PENILAIAN PORTOFOLIO
BAB VII PENILAIAN PORTOFOLIO Tujuan :a)dapat memahami makna penilaian portofolio, b) dapat menjelaskan unsur-unsur yang lazim terapat dalam sebuah portofolio.; c) dapat menyebutkan ciri-ciri dasar portofolio;
LAMPIRAN C ALAT UKUR YANG DIGUNAKAN
LAMPIRAN C ALAT UKUR YANG DIGUNAKAN SKALA KEMANDIRIAN BELAJAR DAN SKALA DUKUNGAN SOSIAL ORANGTUA FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA Dengan hormat, Dalam rangka memenuhi persyaratan untuk menyelesaikan
LAMPIRAN 1 KUESIONER PENELITIAN
LAMPIRAN 1 KUESIONER PENELITIAN Saya mahasiswa Jurusan Ilmu Perpustakaan Universitas Sumatera Utara yang sedang melakukan penelitian tentang Evaluasi Kompetensi Pustakawan Pelayanan Referensi di Perpustakaan
WAWANCARA DEFENISI BAB V. Suatu percakapan langsung dengan tujuantujuan tertentu dengan menggunakan format tanya jawab
WAWANCARA BAB V DEFENISI Suatu percakapan langsung dengan tujuantujuan tertentu dengan menggunakan format tanya jawab 1 Jenis Informasi yang dicari Pendapat orang yang diwawancarai Perasaannya tentang
PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI FMIPA UAD
PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI FMIPA UAD PEDOMAN KERJA PRAKTEK PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI FMIPA UAD Mei 2015 PENGANTAR Assalaamu alaykum wr wb Kerja Praktek (KP) merupakan salah satu matakuliah wajib
Kami dapat membantu Anda belajar bahasa Inggris
Kami dapat membantu Anda belajar bahasa Inggris Mengapa saya harus belajar bahasa Inggris? Kini setelah Anda berada di Australia, sangatlah penting bagi Anda untuk belajar bahasa Inggris. Bahasa Inggris
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Penelitian Prahesti Tirta Safitri, 2013
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Matematika merupakan bidang ilmu yang sangat penting untuk dikuasai oleh setiap insan karena manfaatnya berdampak langsung dalam kehidupan manusia sehari-hari.
KATA PENGANTAR. Saya mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Kristen Maranatha Bandung
LAMPIRAN 1 Alat Ukur KATA PENGANTAR Saya mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Kristen Maranatha Bandung sedang melakukan penelitian mengenai Model Kompetensi pada reporter. Kuesioner ini terdiri dari
BAB I PENDAHULUAN. pendidikan, manusia dapat menemukan hal-hal baru yang dapat dikembangkan dan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan kebutuhan dasar bagi setiap manusia. Pendidikan merupakan tumpuan harapan bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia. Melalui pendidikan,
Kurikulum Australia L E M B A R A N I N F O R M A S I
Bagaimana caranya untuk memberikan umpan balik atas rancangan Kurikulum Australia K-10?Australia? Rancangan Kurikulum Australia K-10 untuk bahasa Inggris, matematika, sains dan sejarah akan tersedia untuk
Harris Iskandar. [kuh-rik-ee]
Harris Iskandar [kuh-rik-ee] Apakah mungkin guru bahasa Inggris SMP di daerah menggunakan materi pelajaran IPA yang dipakai oleh guru IPA di Swedia? Kalau mungkin, bagaimana prosedurnya? Kalau tidak mungkin,
IMPLEMENTASI E-LEARNING DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN BELAJAR MAHASISWA.
IMPLEMENTASI E-LEARNING DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN BELAJAR MAHASISWA [email protected] PENGANTAR e-learning suatu istilah yang digunakan terhadap proses belajar mengajar berbasis online tanpa dibatasi
Leadership and The One Minute Manager.indd 3
Leadership and the ne Minute Manager Meningkatkan Efektivitas Melalui Kepemimpinan Situasional II Ken Blanchard #1 New York Times Bestselling Coauthor of The One Minute Manager Patricia Zigarmi Drea Zigarmi
PENYUSUNAN RPP PADA KURIKULUM 2013
PENYUSUNAN RPP PADA KURIKULUM 2013 Oleh: Dr. Widarto, M.Pd. DISAMPAIKAN PADA PENDIDIKAN DAN LATIHAN PROFESI GURU (PLPG) GELOMBANG 4 TAHUN 2014 DI LEMBAGA PENGEMBANGAN DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN UNIVERSITAS
KOMPETENSI DAN INDIKATOR DALAM PENILAIAN KINERJA GURU BAGI GURU MATA PELAJARAN/GURU KELAS
KOMPETENSI DAN INDIKATOR DALAM PENILAIAN KINERJA GURU BAGI GURU MATA PELAJARAN/GURU KELAS A. KOMPETENSI PEDAGOGIK 1. Menguasai karakteristik peserta didik. a) Guru dapat mengidentifikasi karakteristik
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan berkaitan erat dengan proses belajar mangajar. Seperti di sekolah tempat pelaksanaan pendidikan, peserta didik dan pendidik saling melaksanakan pembelajaran
INSTRUMEN MONITORING DAN EVALUASI PROGRAM KERJA PENGAWAS PENDIDIKAN ISLAM DI SEKOLAH KABUPATEN BOGOR PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015
INSTRUMEN MONITORING DAN EVALUASI PROGRAM KERJA PENGAWAS PENDIDIKAN ISLAM DI SEKOLAH KABUPATEN BOGOR PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 Nama Guru NUPTK :.. NIP( bagi PNS) Asal Sekolah NPSN :.. Pangkat dan
2. Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik 2 dari 14
Penilaian Kinerja Guru Kelas/ Mata Pelajaran 1. Menguasai karakteristik peserta didik 1 dari 14 1. Guru dapat mengidentifikasi karakteristik belajar setiap peserta didik di kelasnya. 2. Guru memastikan
Format 1: Evaluasi Diri Guru untuk Rencana Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (diisi oleh Guru)
Format 1: Evaluasi Diri Guru untuk Rencana Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (diisi oleh Guru) Nama Sekolah: MAN 10 JAKARTA Nomor Statistik Sekolah : 131131730002 Alamat : Jl. Joglo Baru No. 77 Kecamatan
LAPORAN DAN EVALUASI PENILAIAN KINERJA GURU KELAS / GURU MATA PELAJARAN. NIP/Nomor Seri Karpeg. Pangkat /Golongan Ruang Terhitung Mulai Tanggal
LAPORAN DAN EVALUASI PENILAIAN KINERJA GURU KELAS / GURU MATA PELAJARAN Lampiran 1B Nama Guru NIP/Nomor Seri Karpeg Pangkat /Golongan Ruang Terhitung Mulai Tanggal NUPTK/NRG Nama sekolah dan alamat Tanggal
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah : Semester : I/Ganjil Mata Pelajaran : TIK Kelas : XI Desain Grafis Tim Pembimbing : Guru TIK Alokasi Waktu : 8 x 4 menit A. Kompetensi 1. Standar Kompetensi
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2008 TENTANG
SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2008 TENTANG STANDAR PROSES PENDIDIKAN KESETARAAN PROGRAM PAKET A, PROGRAM PAKET B, DAN PROGRAM PAKET C DENGAN RAHMAT TUHAN
BAB II KAJIAN TEORI. maka ia akan berusaha untuk mengetahui lebih banyak tentang kesenian. Begitu juga terhadap mata pelajaran PKn.
BAB II KAJIAN TEORI A. Hasil Belajar PKn Kondisi belajar mengajar yang efekif adalah adanya minat perhatian siswa dalam belajar mata pelajaran PKn. Minat merupakan suatu sifat yang relatif menetap pada
BAB I PENDAHULUAN menuntut guru untuk mengorganisasikan pembelajaran secara efektif. Hal
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah menengah berdasarkan kurikulum 2013 menuntut guru untuk mengorganisasikan pembelajaran secara efektif. Hal ini disebabkan oleh
Penilaian Unjuk kerja Oleh Kusrini & Tatag Y.E. Siswono
washington College of education, UNESA, UM Malang dan LAPI-ITB. 1 Pebruari 8 Maret dan 8-30 April 2002 di Penilaian Unjuk kerja Oleh Kusrini & Tatag Y.E. Siswono Dalam pembelajaran matematika, sistem evaluasinya
BAB III METODE PENELITIAN. di dalam kelas, maka penelitian ini disebut Penelitian Tindakan atau Action
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis Penelitian Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode penelitian tindakan. Karena ruang lingkupnya adalah pembelajaran di sekolah yang dilaksanakan guru
Pembelajaran yang Ramah M.SUGIARMIN
Pembelajaran yang Ramah M.SUGIARMIN Pemebelajaran yang ramah Pembelajaran yang inklusif, akrab" - ramah kepada anak" dan ramah kepada guru. Ini berarti : siswa dan guru belajar bersama sebagai suatu komunitas
r a f o g f i i n Hari Pertama ... SEKOLAH ... SEKOLAH #HariPertamaSekolah
i n f o g r a f i s Hari Pertama HARI PERTAMA UNTUK MELIHAT RUMAH KEDUA Sekolah adalah rumah kedua Anak-anak kita menggunakan sebagian waktunya di sekolah Mereka mengisi 1/3 harinya dengan berkegiatan
DAFTAR ISI. II. PEMBELAJARAN PENGAYAAN A. Pembelajaran Menurut SNP... B. Hakikat Pembelajaran Pengayaan... C. Jenis Pembelajaran Pengayaan...
DAFTAR ISI Halaman DAFTAR ISI I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang... B. ujuan...... C. Ruang Lingkup... II. PEMBELAJARAN PENGAYAAN A. Pembelajaran Menurut SNP... B. Hakikat Pembelajaran Pengayaan... C. Jenis
RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL 1. IDENTITAS
RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL 1. IDENTITAS a. Satuan Pendidikan SMP Bina Dharma 2 Bandung b. Tahun Ajaran 2015-2016, Semester 1 c. Sasaran Layanan Seluruh Kelas VIII d. Pelaksana Annisa
BAB IX PENGEMBANGAN SISTEM MULTIMEDIA
BAB IX PENGEMBANGAN SISTEM MULTIMEDIA A. Kompetensi Dasar Mahasiswa memahami konsep pengembangan sistem multimedia mulai dari mendefinisikan masalah sampai pada pemeliharaan sistem multimedia. B. Peta
BAB V PENUTUP. a. Diketahui bahwa kebanyakan responden menjawab selalu dan sering. untuk melakukan upaya minimal agar tetap dapat bekerja.
BAB V PENUTUP 1.1. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan yang bertujuan untuk melakukan penilaian kinerja berbasis kompetensi sales, dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Komitmen
1. Menguasai karakteristik peserta didik. Pengamatan & Pemantauan. 2. Menguasasi teori belajar dan prinsip- prinsip pembelajaran yang Pengamatan
FORMAT 1 Format 1A (I) : Lembar pernyataan kompetensi, indikator, dan cara menilai PK Guru Pembelajaran (Guru Kelas/Mata Pelajaran) Sumber : Peraturan Menteri Pendidikan nasional16/2007 tentang Standar
Epidemiologi Lapangan Tingkat Dasar. Pedoman Fasilitator. Tentang pedoman ini
Epidemiologi Lapangan Tingkat Dasar Pedoman Fasilitator Tentang pedoman ini Pedoman ini memuat informasi untuk membantu fasilitator mempersiapkan dan menyampaikan pelatihan mengenai Epidemiologi Lapangan
BAB V PEMBAHASAN DAN TEORI HASIL PENELITIAN. 1. Indikator dan tujuan rencana pelaksanaan pembelajaran berbasis
67 BAB V PEMBAHASAN DAN TEORI HASIL PENELITIAN A. Pembahasan 1. Indikator dan tujuan rencana pelaksanaan pembelajaran berbasis karakter di SMP Muhammadiyah 3 Ampel Boyolali Perencanaan adalah proses dasar
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Niken Noviasti Rachman, 2013
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Materi Pertumbuhan dan Perkembangan pada Makhluk Hidup khususnya pada Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan termasuk ke dalam materi yang sangat menarik, tetapi
Pembelajaran Berbasis Riset: Strategi Mengaitkan Pengajaran dan Riset Secara Sukses*)
Pembelajaran Berbasis Riset: Strategi Mengaitkan Pengajaran dan Riset Secara Sukses*) Oleh Dr. Leonardus Banilodu, MS. Program Studi Biologi FMIPA UNWIRA Jln. Jend. A. Yani 50-52 Kupang 85225, Timor NTT
Faktor Keberhasilan untuk Keterlibatan Pengguna Akhir Office 365
Faktor Keberhasilan untuk Keterlibatan Pengguna Akhir Office 365 Faktor keberhasilan penting yang mempengaruhi penerapan Office 365 serta cara agar berhasil menggunakannya dalam rollout Office 365 akan
INSTRUMEN PENILAIAN KINERJA GURU MATA PELAJARAN / KELAS PERMENNEGPAN dan RB No:16/2009 Dipersembahkan oleh: St. Rudi Muryanta, S.
INSTRUMEN PENILAIAN KINERJA GURU MATA PELAJARAN / KELAS PERMENNEGPAN dan RB No:16/2009 Dipersembahkan oleh: St. Rudi Muryanta, S.Ag Kompetensi 1 : Mengenal karakteristik peserta didik FORMAT: 1A Jenis
LEADERSHIP DI SUSUN OLEH : HARRY SATRIA PUTRA ERPEN JUANDA
LEADERSHIP DI SUSUN OLEH : HARRY SATRIA PUTRA 112.6211.060 ERPEN JUANDA 112.6211.068 Manajer Vs Pemimpin Manajer Ditunjuk untuk posisinya. Dapat mempengaruhi didasarkan pada wewenang formal yang melekat
Pembelajaran Remedial
Pembelajaran Remedial Posted on 13 Agustus 2008 Dalam rangka membantu peserta didik mencapai standar isi dan standar kompetensi lulusan, pelaksanaan atau proses pembelajaran perlu diusahakan agar interaktif,
101 HAL YANG DAPAT ANDA LAKUKAN DALAM KELAS PADA TIGA MINGGU YANG PERTAMA
101 HAL YANG DAPAT ANDA LAKUKAN DALAM KELAS PADA TIGA MINGGU YANG PERTAMA Oleh Joyce T. Povlacs Pusat Pengajaran dan Pembelajaran, Universitas Nebraska-Lincoln Translated and Edited By Fernandes Arung
BAB I PENDAHULUAN. dalam buku Etika Profesi Pendidikan). Pendidikan di Sekolah Dasar merupakan jenjang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Sekolah merupakan tempat melaksanakan serangkaian kegiatan acara terencana dan terorganisir (Winkel, 2012). Di dalam sekolah siswa mendapatkan pendidikan dengan
I. PENDAHULUAN. kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada awal tahun pelajaran 2006/2007 telah diterapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang merupakan pengembangan dan penyempurnaan dari Kurikulum Berbasis
ANALISA PROSES BISNIS Mia Fitriawati, S.Kom, M.Kom
ANALISA PROSES BISNIS Mia Fitriawati, S.Kom, M.Kom Teknik Pengumpulan Data/Informasi 1. Interview 2. Joint application development (JAD) 3. Questioner 4. Analisa dokumen 5. Observasi Pertimbangkan tehnik
Bagaimana memilih bahan ajar? Prinsip Kecukupan. Cakupan Bahan Ajar. Urutan Penyajian Bahan Ajar
Teknik Pengembangan Bahan Ajar dan Perangkat Pembelajaran oleh: Pujianto *) Disarikan dari Pedoman Memilih dan Menyusun Bahan Ajar, Depdiknas:2006 Mengapa perlu bahan ajar? Siswa memiliki karakteristik
Beri putra putri Anda awal yang tepat untuk masuk universitas
Monash University Foundation Year Beri putra putri Anda awal yang tepat untuk masuk universitas www.monashcollege.edu.au Mengapa memilih Foundation Year kami yang berbasis di Melbourne? Persiapan terbaik
Kursus Online: Strategi dan Teknik Pendampingan Berbasis Sekolah. Mencapai Wow! Kisah Ibu Bodro dan Nasi Gorengnya
Mencapai Wow! Kisah Ibu Bodro dan Nasi Gorengnya Skenario: Ibu Bodro melakukan banyak hal dengan baik, kecuali membuat Nasi Goreng, yang bukan menjadi salah satu kelebihannya. Kadang-kadang, ketika dia
BAB VI ASESMEN ATAS PEMAHAMAN DAN INQUIRY
BAB VI ASESMEN ATAS PEMAHAMAN DAN INQUIRY A. Penilaian formatif dan sumatif Sebagai guru yang baik, cerdas dan terkemuka seharusnya guru memikirkan bagaimana dia mengajarkan materi pada muridnya, dan bagaimana
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Tujuan pembelajaran matematika dalam standar isi adalah agar peserta
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tujuan pembelajaran matematika dalam standar isi adalah agar peserta didik dapat (1) memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antar konsep dan mengaplikasikan
VIII. RUBRIK PENILAIAN KINERJA GURU
VIII. RUBRIK PENILAIAN KINERJA GURU PETUNJUK 1. Kumpulkan dokumen perangkat dari guru sebelum pengamatan, cacatan hasil pengamatan selama dan sesudah, serta cacatan kemajuan dan hasil belajar peserta didik.
KERTAS KERJA DAN LAPORAN AUDIT MANAJEMEN
KERTAS KERJA DAN LAPORAN AUDIT MANAJEMEN Pola Relasi Pengendalian Internal dan Jenis Audit SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL JENIS DAN RUANG LINGKUP AUDIT untuk membangun dan memastikan Alat Manajemen untuk
BAB IV PROSES PENGEMBANGAN MODEL PENILAIAN OTENTIK DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA PEMAHAMAN
BAB IV PROSES PENGEMBANGAN MODEL PENILAIAN OTENTIK DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA PEMAHAMAN Dalam bab ini diuraikan proses pengembangan model penilaian otentik dalam pembelajaran membaca pemahaman yang telah
Teknik Presentasi Informasi, meliputi ceramah/kuliah, konferensi/diskusi, media audiovisual, pembelajaran jarak jauh/kursus korespondensi, internet
Perubahan bekerja setiap saat dan salah satu tanda organisasi yang hebat adalah mereka memiliki komitmen untuk terusmenerus melatih dan mendidik orang-orangnya sehingga mereka memiliki pengetahuan yang
Kerangka Kompetensi Kepemimpinan Klinik
Kerangka Kompetensi Kepemimpinan Klinik The Medical Leadership Competency Framework (MLCF) Dibuat atas dasar konsep kepemimpinan bersama di mana kepemimpinan tidak terbatas hanya pada pemimpin saja, dan
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PROSES PEMBELAJARAN DAN PENILAIAN SMA NEGERI 10 SAMARINDA TAHUN PEMBELAJARAN 2016/2017
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PROSES PEMBELAJARAN DAN PENILAIAN SMA NEGERI 10 SAMARINDA TAHUN PEMBELAJARAN 2016/2017 Berdasarkan : Permendikbud no. 22/2016 Tentang Standar Proses endidikan Dasar &
IMPLEMENTASI E-LEARNING DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI PENDIDIK DAN KEMANDIRIAN MAHASISWA.
IMPLEMENTASI E-LEARNING DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI PENDIDIK DAN KEMANDIRIAN MAHASISWA [email protected] PENGANTAR Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya media pembelajaran dapat menghantarkan
BAB I PENDAHULUAN. komponen, antara lain: siswa, guru, kurikulum, sarana dan prasarana pendidikan.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembelajaran merupakan kegiatan yang melibatkan berbagai macam komponen, antara lain: siswa, guru, kurikulum, sarana dan prasarana pendidikan. Guru termasuk
LANGKAH-LANGKAH PTK. Johar Maknun. Bandung, Desember 2008
LANGKAH-LANGKAH PTK Johar Maknun Bandung, 30 31 Desember 2008 Masalah PTK - 1 Tiga Kelompok Masalah Pembelajaran (a) pengorganisasian materi pelajaran pembahasan suatu topik dari fisika dan mekanika teknik
BAB I PENDAHULUAN. dalam interaksi dirinya dengan lingkungannya. Hasil dari interaksi yang dilakukan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembelajaran merupakan suatu proses perubahan tingkah laku individu dalam interaksi dirinya dengan lingkungannya. Hasil dari interaksi yang dilakukan dalam
1. TAHAP PERENCANAAN SISTEM
1. TAHAP PERENCANAAN SISTEM Menetapkan suatu kerangka kerja strategi menyeluruh untuk memenuhi kebutuhan informasi pemakai Melibatkan Manajer senior, pemakai senior dan profesional sistem Proyek yang diusulkan
STRATEGI PEMBELAJARAN DALAM MATA KULIAH BAHASA MANDARIN I DI PRODI S1 PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS FIB UB
STRATEGI PEMBELAJARAN DALAM MATA KULIAH BAHASA MANDARIN I DI PRODI S1 PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS FIB UB Diah Ayu Wulan Dosen Sastra Cina FIB UB [email protected] Abstrak Bahasa Mandarin merupakan
Program Rintisan Jarak Jauh DBE 2: Survey Guru (Keberpusatan Pada Siswa) Halaman 1
Program Rintisan Jarak Jauh DBE 2: Survey Guru (Keberpusatan Pada Siswa) Halaman 1 SURVEY GURU (Teacher Survey/Measure of Learner- Centeredness) Nomor Identifikasi: (prov tgl... /bln/ bln././th.. th..)...
TANTANGAN BLITZ 6 MINGGU
TANTANGAN BLITZ 6 MINGGU Mengapa BLITZ? Membangun momentum Menciptakan cerita sukses Mengambil kendali atas bisnis Anda Mengambil kendali atas hidup Anda Melihat visi dan potensi yang lebih besar Membuat
MENGENAL GAYA BELAJAR PESERTA DIDIK. Oleh Mansur HR Widyaiswara LPMP Provinsi Sulawesi Selatan
MENGENAL GAYA BELAJAR PESERTA DIDIK Oleh Mansur HR Widyaiswara LPMP Provinsi Sulawesi Selatan Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 32 tahun 2013 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 19 disebutkan bahwa
TIK.JK JUDUL UNIT
III - 5 3.2 Unit - Unit Kompetensi KODE UNIT : TIK.JK01.001.01 JUDUL UNIT : Melakukan komunikasi di tempat kerja URAIAN UNIT : Unit ini menentukan kompetensi yang diperlukan untuk mempersiapkan, merencanakan,
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN APRESIASI CERITA PENDEK SISWA KELAS IX SMP NEGERI 2 TENGARAN KABUPATEN SEMARANG
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN APRESIASI CERITA PENDEK SISWA KELAS IX SMP NEGERI 2 TENGARAN KABUPATEN SEMARANG TESIS Diajukan Kepada Program Studi Magister Pengkajian
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SD Negeri 1 Tamanwinangun yang beralamat di Jalan Bocor Nomor 54, Kelurahan Tamanwinangun,
KETERAMPILAN KONSELING : KLARIFIKASI, MEMBUKA DIRI, MEMBERIKAN DORONGAN, MEMBERIKAN DUKUNGAN, PEMECAHAN MASALAH DAN MENUTUP PERCAKAPAN
KETERAMPILAN KONSELING : KLARIFIKASI, MEMBUKA DIRI, MEMBERIKAN DORONGAN, MEMBERIKAN DUKUNGAN, PEMECAHAN MASALAH DAN MENUTUP PERCAKAPAN oleh Rosita E.K., M.Si Konsep dasar dari konseling adalah mengerti
BAB I PENDAHULUAN. ataupun tinta hitam tergantung yang menuliskannya. No. 20 Tahun 2003 yang menyatakan bahwa :
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan landasan utama dalam kehidupan manusia, karena dengan pendidikan manusia dapat membentuk kehidupan dan jati diri seutuhnya. Anak adalah
IDENTITAS RESPONDEN. Nama : ( Boleh tidak diisi ) Mohon Bapak/ Ibu periksa kembali semua jawaban agar jangan sampai ada
IDENTITAS RESPONDEN Nama : ( Boleh tidak diisi ) Umur : tahun Jenis Kelamin : P / L Pendidikan Terakhir : Jabatan di Perusahaan : Departemen/ Bagian/ Fungsi : Lama kerja di perusahaan : tahun Lama menjabat
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Profil Motivasi Belajar Siswa SMA Kelas XI pada Setiap Indikator Motivasi Belajar
43 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Profil Motivasi Belajar Siswa SMA Kelas XI pada Setiap Indikator Motivasi Belajar Motivasi belajar siswa dijaring dengan hasil observasi siswa selama pembelajaran
Metode Belajar di MEDIU
Metode Belajar di MEDIU Dalam proses belajar mengajar di MEDIU, ada 4 metode utama yang digunakan: a) Aktifitas belajar mengajar : i- Kuliah ii- Tutorial iii- Kuliah Online b) Aktifitas pendukung belajar:
