Garis waktu (timeline)
|
|
|
- Suryadi Hartanto
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Garis waktu (timeline) Garis waktu (timeline) adalah hal sederhana untuk menunjukkan sebuah rencana penilaian dan mengetahui bahwa berbagai macam metode penilaian terjadi melalui siklus belajar. Sebelum Proyek Mulai Siswa Mengerjakan Proyek dan Menyelesaikan Tugas Setelah Proyek Selesai Membuat Skenario And Memperkenalkan dan mendiskusikan rubrik Diagram Venn Mempertanyaka n Pemahaman Siswa mengisi catatan pelajaran Siswa mengunjungi ulang rubrik Proyek diceritakan dan dinilai dengan rubrik Pengamatan Guru dan Pertemuan satu demi satu dengan guru dan teman Diberikan tes Siswa mengisi pemikiran diri sendiri Diagram Venn adalah cara lain untuk menunjukkan secara visual bagaimana dan kapan berbagai macam penilaian terjadi melalui siklus belajar. Diagram Venn juga menunjukkan bagaimana metode yang sama digunakan berkali-kali di waktu-waktu yang berbeda selama unit pelajaran. Sebelum Membaca Pra Ujian Online Brainstorming Selama Membaca Ringkasan Panduan Rubrik dan Daftar Lakon Pendek Konferensi Artifak Daftar Artifak Pencarian via Internet Jurnal Pemikiran Ranking Visual Pasca ujian/pengujian Diri Sendiri Rubrik & Panduan Konferensi Artifak Setelah Membaca Copyright 2007, Intel Corporation. All rights reserved. 1
2 Tabel Tabel memberikan sebuah format untuk menggambarkan secara rinci proses, tujuan dan metode penilaian melalui siklus belajar. Contoh berikut ini diambil dari Rencana Unit National Energy Plan dalam Alat Bantu Ranking Visual. Mempertanyakan (questioning) / Brainstorming Ulasan dan Daftar Proyek Lembar Kerja Penelitian Jurnal Proyek Pertemuan Guru Komentar Ranking Visual Catatan Pribadi Sketsa Presentasi Panduan Presentasi Proses dan Tujuan Gunakan mempertanyakan (questioning) dan brainstorming untuk menentukan seberapa banyak pengetahuan siswa mengenai sumber-sumber energi sebelum memulai pelajaran dan untuk menggambar berbagai hubungan dengan kehidupan pribadi siswa Siswa menggunakan daftar proyek untuk memahami di bagian mana dari sebuah unit mereka berada dan akan kemana mereka, selain juga untuk menilai sendiri perkembangan mereka saat mengerjakan berbagai komponen dari sebuah proyek. Mereka mengunjungi ulang daftar proyek selama belajar untuk membantu memantau perkembangan mereka dan memastikan waktu berakhirnya proyek. Siswa menggunakan lembar kerja Informasi Energi Negara Bagian, Perbandingan Rencana Energi, dan Pilihan Rencana Energi untuk membantu memandu dan menilai penelitian mereka terhadap kebijakan-kebijakan energi, pengunaan dan sumbersumbernya. Para siswa secepatnya membuat jurnal di setiap akhir bagian dari proyek. Selama konferensi bahaslah masukan dalam jurnal proyek, berikan umpan balik dan klarifikasilah semua kesalahpahaman. Para siswa menggunakan jurnal untuk merekam pelajaran-pelajaran baru dan merefleksikannya dalam pikiran mereka. Jurnal dibahas diakhir unit untuk menilai pemahaman. Pertemuan dengan masing-masing kelompok paling sedikit satu kali selama proyek untuk menilai kualitas penelitian siswa dan pemahaman akan isinya. Pertemuan ini juga digunakan untuk memberi umpan balik terhadap pekerjaan yang sedang dilakukan, mengklarifikasi kesalahpahaman dan membantu menempatkan sumber-sumber penelitian lain jika perlu. Baca komentar siswa dalam proyek-proyek Ranking Visual dalam menilai pengetahuan dan kemampuan siswa untuk memberikan alasan terhadap pilihan-pilihan mereka. Buat catatan selama kerja kelompok atau individu secara berkala. Catatan-catatan ini mendukung, memeriksa perkembangan dan menyesuaikan petunjuk. Lihat kembali catatan-catatan ini saat mengadakan evaluasi akhir. Bahaslah sketsa presentasi siswa dan berikan umpan balik, saran dan perbaikan sebelum mereka mulai mengerjakan presentasi multimedia. Siswa menggunakan panduan penilaian untuk menilai diri sendiri dan memberikan umpan balik yang membangun untuk teman sebelum presentasi selesai. Gunakan panduan penilaian untuk menilai kecakapan komunikasi verbal, seperti juga kualitas isi, desain dan penelitian, mengikuti presentasi proyek terakhir. Copyright 2007, Intel Corporation. All rights reserved. 2
3 Garis waktu (timeline) Garis waktu (timeline) menunjukkan berbagai tipe dan rangkaian (formal dan informal) penilaian selama unit. Garis waktu (timeline) harus mencerminkan penilaian-penilaian di awal, di tengah dan di akhir unit. Tabel dibawah garis waktu (timeline) menjelaskan bagaimana penilaian dilaksanakan; bagaimana penilaian memberikan informasi kepada guru dan siswa (tujuan), dan siapa yang berpartisipasi dalam menilai sebuah penilaian (siswa, guru, orang tua dan teman). Rencana berikut diambil dari Rencana Unit The Great Bean Race di dalam Merancang Proyek yang Efektif. Pada unit ini, para siswa belajar mengenai tumbuhan dan membuat penelitian tentang kondisi pertumbuhan ideal sebelum kacang tumbuh tinggi. Mereka membuat jurnal ilmiah dan catatan tentang tumbuhan dan membuat buletin berisi tentang dokumentasi hasil dari aktifitas-aktifitas berbeda selama 7 minggu unit. Garis Waktu Sebelum proyek dimulai Siswa mengerjakan proyek dan menyelesaikan tugas Setelah proyek selesai Tabel T K-W-L Chart Konferensi Guru Mempertan yakan Rencana Kelompok Catatan Tumbuhan Jurnal Ilmiah Konferensi Guru Mempertan yakan Daftar Buletin Tabel K-W- L Catatan Pribadi Umpan Balik Teman Tabel K-W-L Buletin Kolaborasi Mempertany akan Pemikiran Rubrik Ilmiah T-Chart Table T K-W-L Tabel K-W-L Proses dan Tujuan Siswa membuat T-chart untuk membandingkan dan membedakan fakta dari imajinasi. Gunakan informasi untuk menggambarkan pengetahuan yang sudah dimiliki sebelumnya dan memenuhi kesiapan untuk pelajaran tentang tumbuhan. Tabel T dibuat agar siswa dapat menyimpulkan apakah itu fakta atau imajinasi. Siswa mengembangkan ruang kelas dan tabel K-W-L tentang tumbuhan. Siswa menggunakan hal-hal ini untuk menilai pemahaman yang sudah dimiliki sebelumnya, ide brainstorming, memikirkan pertanyaan-pertanyaan untuk diteliti dan bercermin pada pelajaran mereka. Gunakan tabel K-W-L diawal untuk mengukur kesiapan dan ketertarikan, kemudian selama unit untuk mendorong metakognisi dari perkembangan pelajaran dimana siswa dapat mengulang dan merenungkannya. Copyright 2007, Intel Corporation. All rights reserved. 3
4 Mempertanyakan Rencana Kelompok Konferensi Catatan Pribadi Catatan Tumbuhan Jurnal Ilmiah Daftar Bulletin Bulletin Kolaborasi Umpan Balik Teman Pemikiran / Permenungan Rubrik Ilmiah Gunakan strategi-strategi bertanya untuk memantau perkembangan siswa, pemahaman dan mengarahkan siswa dalam berpikir tingkat tinggi. Sebarkan selama kerja kelompok maupun individu dan juga selama konferensi. Juga kembali pada Curriculum-Framing Question sepanjang proyek untuk menganalisa pemahaman siswa. Para siswa mengerjakan pelajaran mereka dalam kelompokkelompok kecil dan merencanakan kondisi-kondisi sinar, tanah dan air untuk menumbuhkan tanaman kacang tertinggi. Bahaslah rencana untuk menilai pemahaman ilmiah terhadap pertumbuhan tanaman dan siapkan umpan balik, klarifikasi semua kesalahpahaman dan berikan pelajaran tambahan jika perlu. Para siswa akan membahas dan mendiskusikan masalah tanaman pada akhir penelitian. Jadwalkan pertemuan-pertemuan pribadi untuk menilai pemahaman ilmiah dan proses penulisan siswa, berikan ijin pada umpan balik dan klarifikasi semua kesalahpahaman atau berikan pelajaran tambahan jika perlu. Berbagai pertanyaan sebelum rencana dan catatan memberikan dokumentasi untuk penilaian proyek. Pada penilaian informal ini, catatan-catatan dari observasi dan interaksi pribadi maupun kelompok dan catatan-catatan dari brbagai konferensi akan menjadi dokumentasi untuk penilaian akhir. Catatan diberikan untuk siswa untuk mencatat pertumbuhan dan temperatur harian dan membuat grafik perubahan selama periode pertumbuhan. Gunakan catatan selama konferensi untuk memantau perkembangan pengumpulan data dan bebagai pertanyaan. Bahaslah catatan di akhir proyek. Para siswa membuat pengamatan dan membuat catatan di jurnal ilmiah tentang pertumbuhan tanaman mereka. Siswa menyelesaikan pengamatan khusus dan perenungan yang diminta oleh guru pada waktu-waktu kunci selama berlangsungnya unit. Bahaslah selama konferensi untuk memberikan umpan balik, mengklarifikasi kesalahpahaman dan memberikan pelajaran tambahan jika perlu. Bahaslah juga di akhir unit untuk menilai pemahaman ilmiah siswa. Siswa menggunakan daftar bulletin untuk menilai sendiri perkembangan mereka selama mengerjakan bulletin. Para siswa menilai sebagaimana baikkah mereka bekerja dalam kelompok. Gunakan penilaian ini untuk menilai proses kerja kelompok dan produk akhir bulletin. Para siswa menganalisa hasil tulisan mereka satu sama lain dan memeberikan umpan balik yang terstruktur. Gunakan untuk memantau proses kerja kelompok. Para siswa menganilsa data pertumbuhan tanaman kacang semua kelompok dan mengambil kesimpulan mengenai kondisi terbaik bagi tanaman. Hal ini berguna untuk menilai konsep ilmiah dan pemahaman proses. Gunakan jurnal ilmiah, catatan tanaman, rencana kelompok, pemikiran, catatan-catatan observasi dan bulletin untuk menilai konsep-konsep ilmiah dan perkembangan proses dengan Copyright 2007, Intel Corporation. All rights reserved. 4
5 menggunakan rubrik ilmiah sebagai panduan. Rubrik ilmiah mengijinkan siswa menilai sendiri perkembangan mereka. Gunakan juga rubrik ilmiah untuk membuat penilaian akhir. Copyright 2007, Intel Corporation. All rights reserved. 5
6 Programs of the Intel Education Initiative are funded by the Intel Foundation and Intel Corporation. Page 5 of 6 Copyright 2007, Intel Corporation. All rights reserved. Intel and the Intel logo are trademarks or registered trademarks of Intel Corporation or its subsidiaries in the United States and other countries. *Other names and brands may be claimed as the property of others.
Intel Teach Program Assessing Projects
Pelajaran tentang Katak di Kelas Dua Siswa kelas dua Mr. Grant sedang memulai sebuah unit dalam siklus kehidupan katak. Ia menginginkan siswanya untuk memahami siklus alam dan habitat hewan. Ia juga menginginkan
Intel Teach Program Assessing Projects
Kiasan dalam Kelas Senior Bahasa Inggris Senior sekolah menengah atas dalam kelas Bahasa Inggris Cleo Barnes akan memulai unit 3-minggu pada kiasan, menjawab Pertanyaan Penting, Mengapa orang tidak langsung
Intel Teach Program Assessing Projects
Mempelajari Energi di Sekolah Menengah Mr. Hirano mengajar enam bagian dari fisika tingkat delapan, dengan jumlah siswa di kelas berkisar antara 26 sampai 33 siswa. Karena sekolahnya mengimplementasi program
Rencana Proyek untuk Unit Air
Dua Rencana Proyek yang Berbeda Rencana-rencana proyek berikut ini menunjukkan perbedaan tingkat pengawasan antara guru dan siswa. Contoh 1 lebih pengarahan oleh guru dibandingkan contoh 2. Contoh 1. Rencana
Desain Proyek Efektif: Mengajar Berpikir Menilai Pemikiran
Desain Proyek Efektif: Mengajar Berpikir Menilai Pemikiran Metode-Metode Penilaian Nah, anda telah merencanakan dengan hati-hati berbagai proyek yang meminta para siswa untuk melatih berbagai macam kecakapan
Intel Teach Program Assessing Projects
Menilai Proyek Pelajaran berbasis proyek menuntut penilaian yang lebih progresif dimana siswa dapat melihat pelajaran sebagai proses dan strategi penyelesaian masalah untuk memenuhi harapan-harapan proyek.
Desain Proyek Efektif: Mengajar Berpikir Petunjuk Terbuka dalam Berpikir
Desain Proyek Efektif: Mengajar Berpikir Petunjuk Terbuka dalam Berpikir Mengajarkan Berbagai Kecakapan Khusus Pelajaran berbasis proyek menawarkan berbagai kesempatan untuk mengajarkan berbagai kecakapan
MENJADI TEACHER JAMAN NOW
BIDANG E-LEARNING SATUAN TELAAH DAN LAYANAN INFORMASI DAN TEKNOLOGI (SATELIT) UNIVERSITAS ISLAM BANDUNG MENJADI TEACHER JAMAN NOW TIK MEMBANTU GURU BUKAN MENGGANTIKAN GURU RIZKI NUZULFIKRI, S.PD ADMINISTRATOR
Pencarian Bilangan Pecahan
Pencarian Bilangan Pecahan Ringkasan Unit Siswa ditugaskan sebuah profesi yang menggunakan pecahan bilangan dalam pekerjaannya. Mereka meneliti, meringkas, menarik kesimpulan, dan mempresentasikan penemuan
Desain Proyek Efektif: Keyakinan dan Sikap Kebiasaan Berpikir
Desain Proyek Efektif: Keyakinan dan Sikap Kebiasaan Berpikir Karakteristik Orang dengan Kebiasaan Berpikir Di luar pernyataan dari banyak program komersial mengenai memajukan pemikiran, banyak ahli di
Desain Proyek Efektif: Kerangka Kerja Kecakapan Berpikir Gaya Belajar
Desain Proyek Efektif: Kerangka Kerja Kecakapan Berpikir Gaya Belajar Perbedaan dalam Pelajaran Guru masa kini tahu bahwa berbagai cara dimana para siswa belajar sangat bervariasi. Seoarang siswa memiliki
Desain Proyek Efektif: Kerangka Kerja Kecakapan Berpikir Taksonomi Baru Marzano
Desain Proyek Efektif: Kerangka Kerja Kecakapan Berpikir Taksonomi Baru Marzano Taksonomi Baru yang dikembangan oleh Marzano Robert Marzano, seorang peneliti pendidikan terkemuka, telah mengusulkan apa
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Siklus I terdiri dari 2 pertemuan masing-masing pertemuan. tahap perencanaan antara lain:
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian. 1. Siklus I. a. Tahap Perencanaan. Siklus I terdiri dari 2 pertemuan masing-masing pertemuan dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 8 Februari
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Subyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas 5 SD Negeri Tlompakan 03 Tuntang Kabupaten Semarang. Mata pelajaran yang diteliti adalah IPA dengan materi energi
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Data Hasil Penelitian 1. Pra siklus Pada tahap pra siklus ini yang dilakukan oleh peneliti berupa pendokumentasian daftar nama, daftar nilai peserta didik, dan
Desain Proyek Efektif: Kerangka Kerja Kecakapan Berpikir Taksonomi Bloom: Sebuah Tampilan Baru dari Cadangan Lama
Desain Proyek Efektif: Kerangka Kerja Kecakapan Berpikir Taksonomi Bloom: Sebuah Tampilan Baru dari Cadangan Lama Jenjang Proses Berpikir secara Tradisional Pada tahun 1956, Benjamin Bloom menulis Taxonomy
BAB III PROSEDUR PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan (action research) yang
27 BAB III PROSEDUR PENELITIAN.1 Rancangan Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan (action research) yang diimplementasikan dalam proses pembelajaran membaca teks berita siswa
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Penelitian ini dilakukan melalui praktik pembelajaran di kelas 6 SD Negeri 2 Getas Kecamatan Kradenan Kabupaten Blora, dengan jumlah siswa
Biografi. Jadwal Penilaian
Biografi Ringkasan Unit Setelah mendengarkan dan membaca beberapa biografi, keduanya dalam bentuk buku-buku dan majalah, para murid sekolah dasar mengungkapkan pendapat tentang apa yang menyebabkan sebuah
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah : Semester : I/Ganjil Mata Pelajaran : TIK Kelas : XI Desain Grafis Tim Pembimbing : Guru TIK Alokasi Waktu : 8 x 4 menit A. Kompetensi 1. Standar Kompetensi
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Dalam penelitian ini, waktu yang digunakan penulis untuk mulai mengadakan penelitian sampai menyelesaikannya adalah selama satu bulan, mulai
BAB III METODE PENELITIAN. siklus dapat dihentikan meskipun masih ada siklus kedua. Hubungan keempat
22 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Rancangan Penelitian Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas dengan empat tahap yang lazim dilalui, yaitu (1) perencanaan,
Metode Belajar di MEDIU
Metode Belajar di MEDIU Dalam proses belajar mengajar di MEDIU, ada 4 metode utama yang digunakan: a) Aktifitas belajar mengajar : i- Kuliah ii- Tutorial iii- Kuliah Online b) Aktifitas pendukung belajar:
Umpan Balik. Memberi Umpan Balik kepada Siswa
Umpan Balik Memberi Umpan Balik kepada Siswa Umpan Balik meningkatkan pencapaian siswa dengan mengutamakan perkembangan lebih daripada kekurangan. Dengan umpan balik perkembangan siswa diberikan kesempatan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
18 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis dan Setting Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Setting Penelitian menjelaskan tentang lokasi berlangsungnya penelitian, pada
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. No Ketuntasan Belajar Jumlah Siswa Jumlah Persentase 1 Tuntas 6 31 % 2 Belum Tuntas % Jumlah %
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Kondisi Awal SD Negeri Karangwage 01 adalah sekolah yang berada di Pedesaan dengan kondisi sekolah yang belum memenuhi sarana prasarana pembelajaran
BAB III METODE PENELITIAN. metode Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research), yaitu sebuah
41 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research), yaitu sebuah penelitian
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini dimulai pada tanggal 7 Januari 2013 dan diawali dengan
39 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Penelitian ini dimulai pada tanggal 7 Januari 2013 dan diawali dengan observasi, perkenalan, dan wawancara kepada guru kelas III MI. Wawancara
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Sebelum melaksanakan penelitian, peneliti melakukan persiapan-persiapan yang
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Prosedur Penelitian Penelitian tindakan ini dilakukan di SMK Muhammadiyah 1 Klaten Utara. Sebelum melaksanakan penelitian, peneliti melakukan persiapan-persiapan
BAB IV PERANCANGAN. IV.2 Perancangan Model Komunitas Belajar Learner-Centered
BAB IV PERANCANGAN Pada bab ini dilakukan perancangan model komunitas belajar dengan prinsip psikologis learner-centered sesuai dengan analisis yang telah dilakukan sebelumnya, berikut penjelasannya. IV.1
BAB III METODE PENELITIAN. penelitian ini adalah peningkatan hasil belajar siswa dengan penerapan metode
BAB III METODE PENELITIAN A. Subjek dan Objek Penelitian Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV/a SDN 005 Padang Luas Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar dengan jumlah siswa 15 yang terdiri dari 8
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kelas V SDN Tatarandang Pada Materi FPB Dan KPK
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kelas V SDN Tatarandang Pada Materi FPB Dan KPK Heriyanto Nggodulano. A., Dasa Ismaimusa, dan Mustamin Mahasiswa Program
BAB III METODE PENELITIAN. Kecamatan Banjar Margo Kabupaten Tulang Bawang. Penelitian
69 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Fokus penelitian ini adalah peningkatan aktivitas bermain melalui belajar kelompok pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Abadi Penawar Jaya Kecamatan
PENGGUNAAN METODE DISKUSI DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SD NEGERI 349 TANJUNG KAPA MANDAILING NATAL
PENGGUNAAN METODE DISKUSI DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SD NEGERI 349 TANJUNG KAPA MANDAILING NATAL Heddi Dongoran Guru di SD Negeri 349 Tanjung Kapa Mandailing Natal Surel
III. METODOLOGI PENELITIAN. tindakan kelas atau class room action research adalah suatu pencermatan
III. METODOLOGI PENELITIAN A. Pendekatan penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas atau class room action research adalah suatu pencermatan terhadap
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk memecahkan masalah pembelajaran keterampilan membaca yang ada di kelas VA SD Negeri 2 Metro Utara. Penelitian ini menggunakan
BAB III METODE PENELITIAN. Berdasarkan rumusan masalah dan tujuan penelitian ini, desain penelitian ini
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Berdasarkan rumusan masalah dan tujuan penelitian ini, desain penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan yang berfungsi untuk memperbaiki proses
Jasmanyah76.wordpress.com
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas. Model yang dikembangkan oleh Kurt Lewin didasarkan atas konsep pokok bahwa penelitian tindakan
HASIL PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) SIKLUS 2
F4 HASIL PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) SIKLUS 2 A. Tindakan Kedua (Siklus II) a. Tahap Perencanaan Kegiatan pada rancangan tindakan kedua berdasarkan atas refleksi pada siklus pertama, maka yang menjadi
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Pelaksanaan Penelitian 1. Pelaksanaan Penelitian Pra Siklus Sebelum tindakan, peneliti melakukan proses pada pembelajaran Bahasa Indonesia materi cerita
III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Sedangakan model yang digunakan
25 III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Sedangakan model yang digunakan adalah pendekatan kontekstual. Pemilihan pendekatan ini didasarkan pendapat
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. digunakan dalam penelitian mengenai penerapan asesmen kinerja untuk
36 BAB III METODOLOGI PENELITIAN Bab ini akan menyajikan dan mendeskripsikan metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian mengenai penerapan asesmen kinerja untuk menumbuhkan keterampilan menganalisis
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
40 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Kondisi Awal Sebelum pelaksanaan siklus 1 dan siklus 2 terlebih dahulu peneliti melakukan observasi awal dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas. Penelitian
24 III. METODE PENELITIAN 3.1 Rancangan Penelitian Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas (PTK) adalah penelitian tindakan (actin reseach) yang dilaksanakan
Gambar 1. Grafik Ketuntasan Hasil Belajar IPA Pra Siklus.
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Setelah melakukan penelitian pembelajaran yang dilaksanakan ternyata hasil belajar menunjukkan adanya kemajuan. Kemajuan tersebut dapat dibuktikan
PANDUAN LOMBA DAN PENILAIAN MICROTEACHING GURU KIMIA DAN MAHASISWA PENDIDIKAN KIMIA SE-INDONESIA
PANDUAN LOMBA DAN PENILAIAN MICROTEACHING GURU KIMIA DAN MAHASISWA PENDIDIKAN KIMIA SE-INDONESIA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA 2018 PANDUAN PENYUSUNAN LOMBA MICROTEACHING GURU
II. TINJAUAN PUSTAKA. memperkenalkan produk, karya atau gagasan kepada khalayak ramai.
12 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Model Pembelajaran Gallery Walk (GW) Secara etimologi, Gallery Walk terdiri dari dua kata yaitu gallery dan walk. Gallery adalah pameran. Pameran merupakan kegiatan untuk memperkenalkan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Hasil Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SDN 10 Tenilo koata Barat Kota Gorontalo kelas V dengan jumlah 20 siswa. Peneliti adalah guru kelas
JURNAL PUBLIKASI Untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai Gelar S-1 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar
PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR PKn MELALUI PENERAPAN METODE ROLE PLAYING PADA SISWA KELAS V SDN 03 KARANGSARI KEC. JATIYOSO KAB. KARANGANYAR TAHUN PELAJARAN 2012/2013 JURNAL PUBLIKASI Untuk memenuhi sebagian
BAB II PENERAPAN METODE QUANTUM LEARNING
DAFTAR ISI ABSTRAK... i KATA PENGANTAR... ii UCAPAN TERIMA KASIH... iii DAFTAR ISI... vii DAFTAR TABEL... xi DAFTAR GAMBAR... xii BAB I PENDAHULUAN... 1 1.1 Latar Belakang Masalah... 1 1.2 Rumusan Masalah...
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian dapat dipahami sebagai tata cara bagaimana suatu penelitian dilaksanakan. Sugiono (2009, h.6) mendefinisikan, Metode penelitian adalah cara-cara
III. METODE PENELITIAN. Penelitian tindakan kelas atau yang lebih dikenal dengan classroom action
74 III. METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Penelitian tindakan kelas atau yang lebih dikenal dengan classroom action research merupakan suatu bentuk kegiatan refleksi diri yang dilakukan oleh para
BAB III METODE PENELITIAN
48 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain dan Metode Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk memperkuat upaya pengembangan karakter kemandirian melalui model Project Based Learning (PBL). Penerapan model
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah pencerminan dalam bentuk tindakan terhadap kegiatan
BAB I PENDAHULUAN. siswa apabila siswa telah terlihat aktif dalam kegiatan belajar mengajar.
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG MASALAH Pelajaran matematika menurut peneliti merupakan suatu pelajaran pokok dari kehidupan ini. Dan pelajaran matematika dapat mendapatkan respon positif dari
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan sesuai dengan program yang telah dilaksanakan di SDN Cisalak 2 Cimanggis Depok dengan jumlah dan jam pelajaran
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian adalah tahapan tahapan atau cara dalam melakukan penelitian, Dalam penelitian ini peneliti menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas
UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI BELAJAR DAN BELAJAR IPS SISWA KELAS VI
ISSN Cetak 2476-9886 ISSN Online 2477-0302 Jurnal EDUCATIO, Hlm 38-44 Akses Online : http://jurnal.iicet.org Dipublikasikan oleh : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET) Info
BAB III METODE PENELITIAN
29 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian menurut Furchan dalam Hatimah, I (2007:81) adalah strategi umum yang dianut dalam pengumpulan dan analisis data yang diperlukan, guna
BAB 3 METODE PENELITIAN
BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). PTK merupakan sebuah metode penelitian yang dilakukan di dalam
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SDN Mlowo Karangtalun 04 Kecamatan Pulokulon Kabupaten Grobogan. SDN Mlowo Karangtalun
VOL. 8 NO. 1 MARET 2018 ISSN: ISSN: RIYANTON
40 UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PPKn MELALUI MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE SCRIPT DENGAN MEDIA AUDIO VISUAL PADA SISWA KELAS III A SEMESTER II SD MUHAMMADIYAH SLAWI KABUPATEN TEGAL TAHUN PELAJARAN
UNIT 1 PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DALAM PENGEMBANGAN KECAKAPAN HIDUP
UNIT 1 PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DALAM PENGEMBANGAN KECAKAPAN HIDUP UNIT 1 PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DALAM PENGEMBANGAN KECAKAPAN HIDUP Pendahuluan Pembelajaran di dalam kelas, pada dasarnya dimaksudkan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Prosedur Penelitian Tindakan Kelas merupakan langkah-langkah sistematis
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Pendekatan penelitian merupakan cara penelitian yang akan digunakan dalam rangka proses pemecahan masalah. Penelitian disini menggunakan Penelitian Tindakan
PENGARUH PENGGUNAAN METODE KOOPERATIF WINDOW SHOPPING TERHADAP PARTISIPASI BIMBINGAN KONSELING KLASIKAL. Wahyuni Rahma
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) ISSN 2477-2240 (Media Cetak). 2477-3921 (Media Online) PENGARUH PENGGUNAAN METODE KOOPERATIF WINDOW SHOPPING TERHADAP PARTISIPASI BIMBINGAN KONSELING KLASIKAL
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas IV SDN Sidorejo Lor 05 Kecamatan Sidorejo Kota Salatiga Provinsi Jawa Tengah. Penelitian
JUDUL UNIT : Membaca dan Menafsirkan Naskah
KODE UNIT : TIK.MM02.004.01 JUDUL UNIT : Membaca dan Menafsirkan Naskah DESKRIPSI UNIT : Unit ini menjelaskan keahlian dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk membaca naskah, identifikasi elemen dasar yang
BAB VI ASESMEN ATAS PEMAHAMAN DAN INQUIRY
BAB VI ASESMEN ATAS PEMAHAMAN DAN INQUIRY A. Penilaian formatif dan sumatif Sebagai guru yang baik, cerdas dan terkemuka seharusnya guru memikirkan bagaimana dia mengajarkan materi pada muridnya, dan bagaimana
Melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas
Topik 3 Melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDERAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN DIREKTORAT PROFESI PENDIDIK 2007 Materi TOT pada kegiatan
BAB III METODE PENELITIAN. 3.1 Setting Penelitian dan Karakteristik Sumber Penelitian
22 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting Penelitian dan Karakteristik Sumber Penelitian 3.1.1 Setting Penelitian Penelitian ini dilaksanakan dikelas III SDN 2 Tenilo Kecamatan Limboto Kabupaten Gorontalo.
Memanfaatkan Data Terbuka untuk Peningkatan Keterbukaan Fiskal
Memanfaatkan Data Terbuka untuk Peningkatan Keterbukaan Fiskal Lima Langkah untuk Membantu Organisasi Masyarakat Sipil Berhasil Menerapkan Data Terbuka dengan Baik Panduan Pelaksanaan JAKARTA Panduan Pelaksanaan:
PENERAPAN METODE THINK PAIR SHARE DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS VI SD TEBING TINGGI
PENERAPAN METODE THINK PAIR SHARE DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS VI SD 166492 TEBING TINGGI Usdin Simbolon Surel: [email protected] ABSTRAK Penelitian
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMAHAMI UNSUR-UNSUR CERITA PENDEK MELALUI METODE JIGSAW
inamika Vol. 3, No. 3, Januari 2013 ISSN 0854-2172 PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMAHAMI UNSUR-UNSUR ERITA PENEK MELALUI METOE JIGSAW S Negeri Kasimpar Kecamatan Petungkriyono Kabupaten Pekalongan Abstrak Tujuan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
25 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Pra Siklus Sebelum penelitian dilakukan, dalam kegiatan pembelajaran IPS di Kelas 4 guru masih menggunakan metode pembelajaran tradisional.
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN PENERAPAN ALAT PERAGA KARTU PECAHAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN PENERAPAN ALAT PERAGA KARTU PECAHAN A. Hasil Penelitian Tindakan Kelas 1. Hasil Penelitian Tindakan Kelas Pra Siklus Sebelum melakukan tindakan kelas menggunakan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Deskripsi Kondisi Awal Berdasarkan data nilai yang diperoleh pada siswa kelas 4 SD Negeri Gendongan 03 pada mata pelajaran matematika materi
BAB III METODE PENELITIAN
32 BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan di SD Negeri 04 Ngringo. SD Negeri 04 Ngringo ini berlokasi di jalan Cempaka
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
A. Metode Penelitian BAB III METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini dimaksudkan sebagai kajian, refleksi diri, dan tindakan terhadap proses pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan kognisi siswa kelas III
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Classroom Action Research. Wardhani, dkk. (2008: 1.4) mengungkapkan
28 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis deskriptif kualitatif melalui penelitian tindakan kelas yang di fokuskan pada situasi kelas yang lazim dikenal dengan
BAB III METODE DAN RENCANA PENELITIAN. kelas (PTK) dengan sifat kolaboratif yakni dengan melibatkan beberapa pihak. 27
39 BAB III METODE DAN RENCANA PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan sifat kolaboratif yakni dengan melibatkan beberapa
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Pra Siklus Pelaksanaan pra siklus pada minggu ke-2 dan ke-3 bulan Oktober 2012 mata pelajaran IPA tentang tumbuhan hijau dengan hasil belajar yang sangat mengecewakan.
III. METODE PENELITIAN
34 III. METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan (action research) dan bersifat kolaboratif, yaitu peneliti bersama guru bahasa Indonesia serta guru
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. belajar materi cerpen yakni dalam mengidentifikasi unsur-unsur cerpen
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Data hasil penelitian ini diperoleh melalui wawancara, observasi, dokumentasi dan penilaian. Wawancara dilakukan kepada guru mata pelajaran Bahasa
01 Meninjau Narasi 1.1. Analisa bentuk narasi untuk menghasilkan narasi yang siap untuk penulisan bagian berikutnya.
KODE UNIT : TIK.MM02.022.01 JUDUL UNIT : Menulis Naskah DESKRIPSI UNIT : Unit ini mendeskripsikan tentang keahlian dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk mengembangkan dan menulis sebuah naskah dari narasi
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Harjobinangun, Kecamatan Pakem, Sleman, Yogyakarta. Lokasi cukup
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Deskripsi Lokasi Penelitian SMP Negeri 3 Pakem berlokasi di Dusun Pojok, Desa Harjobinangun, Kecamatan Pakem, Sleman, Yogyakarta. Lokasi cukup
BAB II LANDASAN TEORI. berasal dari kata latin communicatio dan bersumber dari kata
BAB II LANDASAN TEORI A. Pengertian Komunikasi Matematis Istilah komunikasi atau dalam bahasa inggris communication berasal dari kata latin communicatio dan bersumber dari kata communis yang berarti sama,
