Mikrokontroler Atmel 89C51
|
|
|
- Hendri Sugiarto
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 1 Mikrokontroler Atmel 89C51 Pendahuluan Features Compatible with MCS-51 Products 4 Kbytes of In-System Reprogrammable Flash Memory Endurance: 1,000 Write/Erase Cycles Fully Static Operation: 0 Hz to 24 MHz Three-Level Program Memory Lock 128 x 8-Bit Internal RAM 32 Programmable I/O Lines Two 16-Bit Timer/Counters Six Interrupt Sources Programmable Serial Channel Low Power Idle and Power Down Modes Perbedaan antara mikroprosesor dan mikrokontroler adalah sebagai berikut : 1. Mikroprosesor : adalah bagian dari CPU dari sebuah computer, tanpa memori tanpa I/ O dan Peripheral. Contoh 8088 dan 80x86. Untuk dapat bekerja mikroprosesor membutuhkan perangkat pendukung berupa RAM, ROM, dan I/O 2. Mikrokontroler atau yang kita kenal dengan Single Chip mengkombinasikan CPU dengan memori dan I/O. Dengan demikian suatu mikrokontroler tidak membutuhkan tambahan RAM, ROM dan I/O Perlengkapan Dasar Mikroprosesor/Mikrokontroler 1. CPU (Central Processing Unit) 2. Alamat/Address 3. Data 4. Pengendali 5. Memori 6. RAM 7. ROM 8. Input/Output Mikrokontroler 8951 Mikrokontroler Memiliki ROM yang dapat ditulis dan dihapus dengan menggunakan listrik dan dikenal dengan EEPROM (Electrical Erasenable Programing ROM) Mikrokontroler 89c51 memiliki keistimewaan sebagai berikut : a) Sebuah CPU 8 bit b) Osilator internal dan pewaktu c) RAM internal 128 byte d) Empat buah programmable port I/O, masing masing terdiri atas 8 buah jalur I/O e) Dua Buah Timer/Counter 16 bit f) Lima buah jalur interupsi (2 buah interupsi eksternal dan 3 buah interupsi internal) g) Sebuah Port Serial dengan control serial Full Duplex UART h) Kemampuan melaksanakan operasi perkalian, pembagian dan Operasi Boolean
2 i) Kecepatan pelaksaan intruksi dari 4 MHZ sampai 24 MHZ 2 Pena-Pena Mikrokontroler 89c51 Pena pena 89c51 diperlihatkan pada gambar 4. Penjelasan masing-masing pena adalah sebagai berikut : a) Pena 1 sampai 8 (Port 1) merupakan port pararel 8 bit dua arah (bidirectional) yang dapa digunakan untuk berbagai keperluan (general Purpose) b) Pena 9 (reset) merupakan rest aktif tinggi). Pulsa transisi dari rendah ke tinggi akan mereset Pena ini dihubungkan ke power on reset c) Pena 10 sampai 17 (port 3) adalah port parallel 8 bit dua arah yang memiliki fungsi pengganti. Fungsi pengganti meliputi TxD, RxD, Int0 (Interrupt 0), Int1 (Interrupt 1). T0, T1, WR(Write) dan RD(Read) Bila fungsi pengganti tidak dipakai, pena-pena ini dapat digunakan sebagai port parallel 8 bit serbaguna. d) Pena 18 (XTAL 1) adalah pena masukan ke rangkaian osilator internal. Sebuah osilator kristal atau sumber osilator luar dapat digunakan.
3 e) Pena 19 (Xtal 2) adalah pena keluaran ke rangkaian osilator internal. Pena ini dipakai bila menggunakan osilator kristal f) Pena 20 (Ground) dihubungkan ke Vss atau Ground g) Pena 21 sampai 28 (Port 2) adalah port pararel 2 (P2) selebar 8 bit dua arah. Port 2 ini digunakan sebagai pengalamat bila dilakukan pengaksesan memori eksternal h) Pena 29 adalah pena PSEN (Program Store Enable) yang merupakan sinyal pengomtrol yang membolehkan program memory eksternal masuk ke dalam bus selama proses pemberian/pengambilan instruksi (fetching) i) Pena 30 adalah pena ALE (Addres Latch Enable) yang digunakan untuk menahan alamat memori eksternal selama proses pelaksanaan instruksi j) Pena 31 (EA). Bila pena ini diberi logika tinggi (H) mikrokontroler akan melaksanakan instruksi dari ROM/EPROM. Ketika isi program counter kurang dari Bila diberi logika rendah (L), mikrokontroler akan melaksanakan seluruh instruksi dari program emori program luar. k) Pena 32 sampai 39 (Port 0) merupakan port pararel 8 bit open drain dua arah. Bila digunakan untuk mengakses memori luar, port ini akan memultipleks alamat memori dengan data. l) Pena 40 (Vcc) dihubungkan dengan ke Vcc + 5 volt 3 Perancangan Rangkaian Minimum ATMEL 89C51 Yang dimaksud rangkaian Minimum adalah rangkaian yang secara minimal harus ada agar mikroprosesor dapat bekerja. Mikroprosesor dapat bekerja minimal komponen yang harus ada yaitu : CPU (Central Prosesor Unit) Mem ori Program umumnya menggunakan EEPROM (Read Only Memory) Memory Data menggunakan RAM (Random Access Memory) Port I/O Pewaktuan CPU(Crystall (4 24 Mhz)) Reset (optional) Timer/Counter 0 Hugh Byte Power Supply 5 Volt EA VPP dihubungkan ke VCC } Intern }Extern Untuk Komponen Intern telah tersedia di dalam mikrocontroler, sedang untuk eksternal menggunakan rangkaian berikut : Pewaktuan CPU (Crystal) Mikrokontroler 8951 memiliki osilator internal bagi sumber clock CPU. Untuk menggunakan osilator internal diperlukan kristal antara XTAL1 dan pena XTAL 2 an sebuah kapasitor ground seperti terlihat pada gambar berikut Untuk kristalnya dapat digunakan frekuensi dari 4 sampai 24 MHZ. Sedang untuk kapasitor dapat bernilai 20 pf sampai 40 pf. Bila menggunakan clock eksternal rangkaian dihubungkan seperti berikut :
4 Reset Rangkaian Reset mikrokontroler tampak pada gambar berikut Sehingga rangkaian minimum sebagai berikut : 4 89c51 Reset Power Supply Rangkaian Power Supply dapat menggunakan rangkaian berikut : Sehingga rangkaian Minimum dapat dirancang sebagai berikut : 27 PF ATMEL 89C51 WR RD RESET PSEN ALE/P TXD RXD 18 X2 CAP Mhz 19 X1 27 PF 28 P27 CRYSTAL EA/VP P26 26 P25 CAP T0 P GROUND T1 P23 23 P INT0 P INT1 P20 JP? VCC VCC C? 8 32 P17 P07 1 SW-PB 22 uf 7 33 P16 P06 2 CAPACITOR 6 34 P15 P P14 P P13 P P12 P A 2 38 P11 P kA RESPACK P10 P00 8 RESPACK V 1 JP? VCC ARRAY RES GROUND LED GROUND
5 Register register di mikrokontroler 89C51 Register di Mikrokontroler dapat diklasifikasikan berdasar penggunaan sebagai berikut Klasifikasi Register Register Untuk Aritmatika dan Logik (8 Byte) Nama Register Nama Alamat fungsi A Accumulator E0H B F0H Register I/O (8 Byte) P0 Port 0 80H P1 Port 1 90H P2 Port 2 A0H P3 Port 3 B0H SBUF Serial Buffer 98H Register Control (8 IP Interupt Priority Control B8H Byte) IE Interupt Enable Control A8H TMOD Timer/Counter Mode Control 89H TCON Timer/Counter Control 88H TH0 Timer/Counter 0 High Byte 8CH TL0 Timer/Counter 0 Low Byte 8AH TH1 Timer/Counter 1 High Byte 8DH TL1 Timer/Counter 0 Low Byte 8BH PCON Power Control 87H Register Bantu (8 Byte) R0.. R7 00H..07H R0..R7 08H..0FH R0..R7 10H..17H R0..R7 18H..1FH Register 16 Bit DPTR 82H..83H Register Pointer SP 81H Membuat Program dengan bahasa Assembly MCS-51 Perhatikan Contoh soal berikut : Rancang lampu Hias sederhana 8 bit dengan menggunakan LED dengan Nyala berkedip kedip. Contoh berikut berikut Rancang Hardware dan Program Jawab Definisikan Hidup ---> 0 ; Mati ---> 1 5 Organisasi memory Mikrokontroler MCS 51 memiliki pembagian ruang alamat untuk program dan data. Memori program hanya dapat dibaca tidak dapat ditulisi. Sedang memory data dapat ditulisi. Program yang berukuran lebih dari kapasitas EEPROM (4 Kbite untuk 8951, dan 8 Kbit untuk 8952) disimpan di EEPROM eksternal. Sinyal yang membolehkan pembacaan dari memoy program eksternal adalah dari pena PSEN (Program Store Enable)
6 6 FFFFH Ext PROGRAM MEMORY FFFFH EA=0 EXT EA=1 IN 0000 RD WR Struktur memori Mikrokontroler 8951 Mikrokontroler Intel 8951 memiliki 5 buah ruang alamat,yaitu 1. Ruang alamat kode (code addresss space) sebanyak 4k, yang seluruhnya merupakan ruang alamat kode eksternal (off chip) 2. Ruang alamat data internal yang dapat dialamati secara langsung, yang terdiri atas: RAM sebanyak 128 byte Hardware register sebanyak 128 byte 3. Ruang alamat data internal yang dialamati secara tidak langung sebanyak 128 byte, seluruhnay diakses dengan pengalamatan tidak langsung. 4. Ruang alamat data eksternal 64K byte yang dapat ditambahkan oleh pemakai. 5. Ruang alamat bit. Dapat diakses dengan pengalamatan langsung. Memori Program Gambar dibawah memperlihatkan bagian bawah dari memori program. Setelah reset CPU memulai eksekusi dari lokasi 0000H Lokasi Interupsi Reset 23 H 18 H 13 H 0B H 03 H 00 H Memori Program Serial T1 T0 Int1 Int0 Reset Setiap interupsi mempunyai lokasi tetap dalam memori program. Interupsi menyebabkan CPU melompat lokasi yang ada diatas yang merupakan alamat-alamat lokasi interupsi. Terdapat sub rutin yang harus dilaksanakan.
7 kita dapat menambahkan EEPROM eksternal bila dirasa ukuran program lebih dari 4 Kbyte. Tampak pada blok diagram dibawah ini : EEPROM P0 Data ALE P2 PSEN A D D R E S S OE Memori Data Gambar dibawah memperlihatkan hubungan mikrokontroler untuk mengkases RAM Eksternal. Untuk melakukan pembacaan dan penulisan, mikrokontroler akan mengirimkan RD atau WR.
8 EEPROM men an P0 ALE P2 A D D R E S S Data ghubungk PSEN OE mikrokontroler dengan RAM Eksternal Memori data internal dipetakan seperti pada gambar 10. Ruang memorinya dibagi menjadi tiga blok, yaitu sebagai Lower 128, upper 128 dan ruang SFR (Special Function Register). FF H FF H UPPER 128 LOWER H 80 H 7F H SFR Memori data Intenal Bagian Bawah dari 128 Byte RAM dipetakan seperti telihat pada gambar 11. Tiga puluh byte paling bawah dikelompokkan dalam 4 bank (8 Register) yaitu R0 sampai R7. Dua bit dalam psw memilih register bank yang digunakan. 7FH 2FH 1FH 17H Ruang Pengalamatan Bit 4 Bank 8 Register 0FH 07H Nilai Stack Saat Reset
9 Bagian Bawah 128 Byte RAM Internal 9 FFH 80H bagian atas 128 byte RAM Internal FFH E0H B0H A0H 90H 80H ACC PORT 3 PORT 2 PORT! PORT 0 Ruang special function register Interupsi Ada 2 jenis interupsi dalam mikrokontroler 8951 yaitu : 1. Interupsi yang tak dapat dihalangi oleh perangkat lunak(non maskable Interrupt) misalnya reset 2. Interupsi yang dapat dihalangi perangkat lunak (maskable interrupt) contoh interupsi jenis ini adalah INT 0dan IT 1 serta timer/counter 0. Timer/Counter 1 dan interupsi serial (internal) Alamat layanan rutin interupsi dari setiap sumber interupsi diperlihatkan pada table dibawah ini Nama Lokasi Alat Interupsi Reset 00 H Power on reset Int 0 03H INT 0 Timer 0 0BH Timer 0 Int 1 13 H INT 1 Timer 1 1 BH Timer 1
10 Sint 23 H Port I/O serial 10 Mikrokontroler atmel 89c51 menyediakan 5 sumber interupsi: 2 interupsi eksternal, 2 interupsi timer, dan satu interupsi port serial.. Register yang mengontrol interupsi yaitu IE(Interrupt enable) dan IP (Interupt priority) Interrupt enable MSB LSB EA - - ES ETI EXI ET0 EX0 Simbol Posisi Fungsi EA IE.7 Melumpuhkan semua interupsi. Jika EA = 0 tidak ada interupsi yang akan dilayani. Jika EA = 1 setiap sumber interupsi dapat dijalankan atau dilumpuhkan secara individual - IE.6 Kosong - IE.5 Kosong ES IE.4 Bit pembuat enable port serial ET1 IE.3 Bit pembuat enable timer 1 EX1 IE.2 Bit pembuat enable INT1 ET0 IE.1 Bit Pembuat enable timer 0 EX0 IE.0 Bit pembuat enable INT 0 Jika akan mengaktifkan interupsi 0 ( INT 0 ) misalnya nilai yang harus diberikan ke IE adalah 81H(memberikan logika 1 ke EA dan EX0) Prioritas interupsi Setiap sumber interupsi dapat deprogram secara individual menajdi satu atau dua tingkat prioritas dengan mengatur bit SFR yang bernama IP (Interrupt priority). NInterupsi dengan prioritas rendah dapat diinterupsi oleh interupsi yang memiliki prioritas lebih tinggi. Bit bit pada IP adalah : MSB LSB PS PT1 PX1 PT0 PX0 Priority bit = 1 menandakan prioritas tinggi Priority bit = 0 menandakan prioritas rendah Timer/Counter Bila timer/counter diaktifkan pada frekuensi kerja 12 MHZ, timer/counter akan melakukan perhitungan setiap 1 mikrodetik secara independent. Apabila peroda waktu telah dilampaui, timer/counter segera menginterupsi Perioda waktu timer/counter dirumuskan sebagai berikut : a. Sebagai timer/counter 8 bit T= (255 TLx)* 1 µ s Dimana TLx isi register TL0 atau TL1 b. Sebagai timer counter 16 bit T=( THxTLx)*1 µ s
11 THx = isi register TH0 atau TH1 TLx = isi register TL0 atau TL1 11 Pengontrol kerja timer/counter adalaha register timer control (TCON) bit pada timer counter adalah sebagai berikut : MSB LSB TF1 TR1 TF0 TR0 IE1 IT1 IE0 IT0 Simbol Posisi Fungsi TF1 TCON.7 Timer 1 overflow flag. Di-set oleh perangkat keras saat timer/counter menghasilkan limpahan (overflow) TR1 TCON.6 Bit untuk menjalankan Timer 1. Diset/clear oleh software untuk membuat timer on atau off TF0 TCON.5 Timer 0 overflow flag. Di-set oleh perangkat keras. TR0 TCON.4 Bit untuk menjalankan Timer 0. Di-set/clear oleh software untuk membuat timer on atau off. IE1 TCON.3 External interrupt 1 edge flag IT1 TCON.2 Interrupt 1 type control byte. Set/clear oleh software untuk menspesifikasikan sis turun/level rendah trigger dari interupsi eksternal IE0 TCON.1 External interrupt 0 edge flag IT0 TCON.0 Interrupt 0 type control bit Pengontrol pemilihan mode operasi timer/counter adalah register timer mode (TMOD) yang mana definisi bit- bitnya adalah sebagai berikut : MSB LSB Timer/counter 1 Timer/counter 0 GATE C/T M1 M0 GATE C/T M1 M0 Gate : saat TRx dalam TCON diset 1 dan gate = 1, timer/counter x akan berjalan ketika TRx = 1 (Timer dikontrol software) C/T : Pemilih fungsi timer atau counter. Clear (0) untuk operasi timer dengan masukkan dari system clock internal. Set (1) untuk operasi counter dengan masukkan dari pena T0 atau T1. M1 dan M0 Bit pemilih mode Kombinasi Mo dan M1 adalah sebagai berikut : M1 M0 Mode Operasi Timer 13 Bit Timer/counter 16 Bit Timer auto reload 8 bit (pengisian otomatis TL.0 adalah timer/counter 8 bit yang dikontrol oleh control bit standar Timer 0 TH0 adalah timer 8 Bit dan dikontrol oleh Kontrol bit Timer 1 Perangkat lunak mikrokontroler atmel 8951
12 Sebuah mikrokontroler tidak akan bekerja bial tidak diberikan program kepadanya. Program tersebut memberitahu mikrokontroler apa yang harus dilakukan. Sistem Bilangan Bilangan Biner Bilangan biner merupakan bilangan dengan dasar 2. Bilangan ini hanya mempunyai lambing bilangan 0 dan 1. Sebagai contoh bilangan biner 1011 memiliki decimal : (1*8 ) + (0*4) + (1*2) +(1*1) = 11 desimal Bilangan heksadesimal Bilangan Heksadesimal merupakan bilangan berbasis 16, dengan symbol bilangan A B C D E F Keenam huruf mewakili bilangan decimal 10 sampai 15 Contoh A9H = Simbol Assembler Khusus Assembler telah menyediakan beberapa symbol tampak pada table di bawah ini Simbol Khusus Arti A Accumulator R0..R7 Register serbaguna DPTR Data Pointer register 16 bit PC Program Counter. Register 16 bit yang berisi alamat instruksi berikutnya yang akan dijalankan C Carry Flag AB Akumulator/register B, pasangan register untuk perkalian dan pembagian Pengalamatan tak langsung ADD a,@r0 ; Tambahkan isi RAM yang lokasinya ditunjukkan oleh register R0 ke akumulator ; Kurang satu isi RAM yang alamatnya ditnjukan register R1 ; Pindahkan isi akumulator ke memori luar yang lokasinya ditunjukkan oleh data pointer (DPTR) Pengalamatan Langsung MOV A, #01H ;isi akumulator dengan 01 MOV DPTR,#19AB ;isi DPTR dengan 19AB Pengalamatan BIT SETB TR1 ; Set TR1 SETB 88H.6 ;Set bit 6 pada lokasi 88H 12
13 13 Instruksi 8951 sebagai berikut Langkah Langkah dalam perancangan rangkaian Menggunakan Komponen tambahan 1. Pemetaan Memory
14 Pemetaan ini bertujuan untuk memudahkan kita mengalokasikan memory dan data tidak saling bertabrakan yang kita gunakan terutama bila kita banyak menggunakan device luar Langkah pemetaan memory Contoh : bila mikrokontroler terhubung ke sejumlah peralatan PPI, RAM, RTC buat table seperti berikut : 14 Kita buat table Ram RTC PPI Ram Aktif RTC aktif PPI Aktif Dari table yang kita buat kita dapat alamat untuk mengaktifkan peralatan dengan menggunakan MUX yang mempunyai rumus 2 input = Output Buat blok dari table tersebut 0000H RAM RTC 0999H 1000H 1FFFH 2000H 2FFFH PPI Petakan pin yang terhubung : Mengaktifkan RAM 4000H 4FFFH P2.7 P2.6 P2.5 P2.4 P2.3 P2.2 P2.1 P2.0 P0.7 P0.6 P0.5 P0.4 P0.3 P0.2 P0.1 P P2.7 P2.6 P2.5 P2.4 P2.3 P2.2 P2.1 P2.0 P0.7 P0.6 P0.5 P0.4 P0.3 P0.2 P0.1 P Mengaktifkan RTC P2.7 P2.6 P2.5 P2.4 P2.3 P2.2 P2.1 P2.0 P0.7 P0.6 P0.5 P0.4 P0.3 P0.2 P0.1 P P2.7 P2.6 P2.5 P2.4 P2.3 P2.2 P2.1 P2.0 P0.7 P0.6 P0.5 P0.4 P0.3 P0.2 P0.1 P0.0
15 Mengaktifkan PPI P2.7 P2.6 P2.5 P2.4 P2.3 P2.2 P2.1 P2.0 P0.7 P0.6 P0.5 P0.4 P0.3 P0.2 P0.1 P P2.7 P2.6 P2.5 P2.4 P2.3 P2.2 P2.1 P2.0 P0.7 P0.6 P0.5 P0.4 P0.3 P0.2 P0.1 P Program Bantu Ada dua program Bantu yang dapat digunakan untuk mempelajarai ATMEL 8951 yaitu AVSIM51 dan ALDS. AVSIM51 merupakan suatu program yang dapat mensimulasikan proses yang terjadi dalam prosesor 8951 seperti bagaimana kondisi output port, kondisi accumulator, menampilkan isi carry flag, dan banyak lagi.. Sedang untuk mengcompile program yang kita buat kita dapat menggunakan program ALDS yang mempunyai tampilan editor teks mirip dengan turbo Pascal. Untuk memakai program AVSIM51 ketikkan AVSIM51 dan t4ekan enter akan muncul pesan sebagai berikut : AVSIM 8051 Simulator/Debugger Serial # Licensed by Avocet Systems, Inc. Copyright (C) 1984,1985,1986 by Ken Anderson Software All Rights Reserved Intel 8051 Family Microcomputers HMOS ROM HMOS ROMless CMOS ROM A: 8051/8751 C: 8031 E: 80C51 B: 8052/8752 D: 8032 F: 80C31 Choose a CPU for simulation:. Setelah itu kita pilih jenis mikriokontroler untuk 8951 pilih (A). Load ALDS V1.26 masukkan File nama Assembly program dengan Processor ekstensi MCS51 HEX Debug F1 Line Eksekusi 1 Col program 1 Insert Indent Tab C:NONAME.ASM F10 eksekusi perlangkah Untuk mengetikkan program yang kita buat dapat menggunakan program ALDS Ketik F2-Save ALDS F3-Load akan muncul F9-Assembly tampilan Alt:F3-Pick berikut F10-Menu STTS
16 Membuka program 16 File Load <nama file> Simpan Program/Save As File Write to <tulis nama file.asm> Atau tekan F2 Kompile program Tekan F9 sebelumnya cek dulu di menu assembly pengarah kompilernya : Buat Hex bila dibuka di program AVSIM51 Buat BIN/HEX bila akan dimasukkan ke Prosesor Jangan lupa pastikan prosesor bertuliskan Processor MCS51 Contoh Program Mengaktifkan Port Pararel Untuk mengaktifkan port pararel dapat digunakan instruksi MOV. Sebagai contoh : MOV A,P2 : Masukkan data dari Port 2 ke akumulator MOV P2,A Keluarkan data dari akumulator ke port 2 Sebuah port memiliki 8 jalur saluran karena itu untuk membedakannya kedelapan jalur dinamai sesuai urutan nama port. Sebagai contoh berikut ini Port P1.7 P1.6 P1.5 P1.4 P1.3 P1.2 P1.1 P1.0 Data 1/0 1/0 1/0 1/0 1/0 1/0 1/0 1/0 Data diatas bernilai 1 atau 0 tergantung data yang akan kita kirim ke port. Misal port 1.7 dan port 1.5 yang aktif (misal untuk aktif bernilai 1) maka data yang kita kirimkan ke port yaitu : # b atau #0A0H maka perintah yang kita berikan MOV P1,# b atau MOV P1,#0A0H (ditambahkan angka 0 bila data yang kita kirim berupa kode huruf). Tanda # menunjukan data yang dikirim adalah nilai /value bukan alamat. Selain menggunakan perintah MOV untuk men-set jalur dapat digunakan perintah SETB. Misal untuk menyalakan P1.0 dapat digunakan perintah SETB P1.0 Program LOOP Start: MOV P1,#01H : isi port 1 dengan nilai 01h Ulang: NOP : tanpa operasi SJMP ulang : Menuju label ulang Yang perlu diperhatikan pada program diatas penulisan label langsung diikuti : tanpa spasi. Jarak antara titik dua dan instruksi minimal dipisahkan oleh 1 space
17 17 Program Tunda Subrutin tunda digunakan bila kita ingin respon alat yang dikontrol tidak terlalu cepat. Dibawah ini contoh program untuk membuat lampu berkedip Start: SETB P1.0 ACALL DELAY : Panggil subrutin delay CLR P1.0 ACALL DELAY DELAY: DEL1: DEL2: END. MOV R6,#0FFH MOV R5,#0FFH MOV R4,#0AH DJNZ R4,$ DJNZ R5, DEL2 DJNZ R6,DEL1 RET : Kurangkan nilai R4 sampai nilai 0 bila telah nol ke baris berikutnya : kurangkan nilai R5 bila belum nol lompat ke del2 : kurangkan nilai R6 bila belum nol lompat ke del1 Port Serial. Komunikasi serial adalah komunikasi dengan data yang datang secara berurutan tiap bitnya. Dalam prakteknya hanya membtuhkan 3 kabel saja yaitu kabel untuk transmit TX untuk receive RX. Untuk dapat berhubungan dengan komputer ditambhakan MAX IC 232 dengan rangkaian sebagai berikut : Nomor pin yang dihubungkan adalah Mikro COM 1 Port Serial dalam mikrokontroler memiliki sifat full duplex yang berati dapat mengirim dan menerima secara bersamaan. Register pengirim dan penerima diakses pada register SBUF. Register pengontrol kerjanya yaiut SCON. Bit SCOn didefinisikan sebagai berikut : MSB LSB SMO SM1 SM2 REN TB8 RB8 T1 R1 Simbol Posisi Fungsi SM0 SCON.7 Pemilih Mode Port Serial SM1 SCON.6 Pemilih Mode Port Serial SM2 SCON.5 Membuat enable komunikasi multiprosesor dalam mode 2
18 dan 3 REN SCON.4 Set/Clear oleh Perangkat Lunak untuk menjalankan/melumpuhkan penerimaan TB8 SCON.3 Bit ke 9 yang akan dikirim dalam mode 2 dan 3 secara software RB8 SCON.2 Dalam Mode 2 dan 3 adalah bit ke 9 yang diterima. Dalam Mode 1 jika SM2 =0, RB8. Merupakan Bit stop yang diterima. Dalam mode 0 RB8 tidak diterima T1 SCON.1 Transmisi interrupt flag. Diset oleh hardware pada akhir bit ke 8 dalam mode 0. atau pada permulaan dari bit stop dalam mode lainnya secara software R1 SCON.0 Receive interupt flag. Diset oleh hardware pada akhir bit ke 8 dalam mode 0 Tabel Pemilihan mode port serial SM0 SM1 Mode Keterangan Baud rate Shift Register Frek Osc/ bit UART Variabel Bit UART Frek osc/64 atau osc/ 32 Baud Rate Pada Mode 0 baud rate adalah 1/12 frekuensi Oscilator dan hanya dibuthkan register SCON. Di Mode 1 satu baud rate dapat diubah. Baud rate dapat dihasilkan timer 1. Untuk ini dilakukan dalam mode 2 (auto reload) Baud Rate = (K * Frekuensi Oscilator) (32*12*[256 TH1]) Nilai K ditentukan oleh SMOD dalam power Control register (PCON) Bila SMOD = 0 maka k = 1, bila SMOD = 1 maka k = 2Bila diketahui baud rate, nilai TH1 melalui persamaan berikut : 18 TH1 = (K * frekuensi OSCILATOR (384* BAUD RATE) Nilai TH1 dalam bentuk Integer. Untuk PCON dialamati dengan ORL PCON, #80H Untuk Mode 2 Baud Rate bila SMOD = 1 Baud Rate 1/32 SMOD = 0 Baud Rate 1/64, pada mode 3, baud rate diatur seperti mode 1. Percobaan 1. Percobaan Penggunaan Instruksi MOV, EQU, RR, RL,SJMP,ACALL Dalam Percobaan ini digunakan register A Register Komunikasi P0, P1, P2 dan Register Bantu R0 R7 Data Start: EQU 040h MOV Data,#80h
19 Putar: DELAY: END. MOV P1,Data MOV A,Data RR A MOV Data,A ACALL DELAY : Panggil subrutin delay SJMP Putar MOV R6,#0FFH DJNZ R6,$ RET : Kurangkan nilai R6 sampai nilai 0 bila telah nol ke baris berikutnya 19 Cara menghitung lama waktu delay diatas yaitu sebagai berikut : Atmel untuk mengkeksekusi program dibutuhkan total 12 cycle. Bila Kristal yang kita gunakan 12 MHZ maka: 1 cycle 12(cycle)/12(Mhz) : 1 u second. Contoh untuk kasus delay diatas Acall 2 cycle MOV 1 cycle DJNZ 3 cycle RET 1 cycle Maka untuk menghitung delay : Acall Delay (2) + mov r6,#0ffh (1) + DJNZ (3*0ffh) + RET (1) 2. Penggunaan Timer dan Counter Register Yang Digunakan TMOD Untuk Mengatur Inisialiasi awal TCON Untuk ON OFF Timer atau Counter THx,TLx Untuk mengatur Waktu Timer Berikut Program Untuk membuat timer selama 1 Detik Memakai Timer Atmel 8951 memiliki dua buah timer/counter 16 bit. Timer atau counter dapat diaktifkan melalui perangkat keras maupun perangkat lunak. Untuk menjalankan timer/counter melalui perangkat, bit TRx harus diset. Bila hitungan timer/counter overflow bit TFx akan diset. Timer/counter dapat dijalankan melalui perangkat keras dengan memberikan transisi negative pada pena INT dengan syarat Bit TRx sudah diset terlebih dahulu. Program berikut digunakan untuk mengedipkan Port 1.0 dengan tundaan melalui timer/counter 0 Start: SETB P1.0 ACALL DELAY CLR P1.0 ACALL DELAY SJMP START DELAY:
20 LAGI: ULANG: HITUNG: MOV R0.#00H MOV TM0D,#01H MOV TH0,#0D8H MOV TL0,#0EFH SETB TR0 NOP JBC TF0, HITUNG SJMP ULANG INC R0 CJNE R0,#64H,LAGI RET 20 Tundaan dibuat menggunakan timer/counter 0 pada mode 1, yaitu timer 16 bit. Dengan mengisikan nilai TH dan TL sesuai program diatas timer akan selesai menghitung selama kira-kira 0,01 detik (frekuensi clock 12 MHZ) register R0 digunakan sebagi pembagi 100 sehingga lampu akan berkedip selama kira-kira 1 detik. Bila program akan dijalankan dengan timer 1, instruksi yang harus diganti MOV TMOD,#01H diganti MOV TMOD,#10H SETB TR0 diganti SETB TR1 Memakai Counter ATMEL 89c51 memiliki 2 buah counter yaitu counter 0 dan counter 1. Untuk mengaktifkan counter 0 Set Bit C/T dengan 1 mode operasi bila 16 bit kode untuk M0 dan M1 yaitu 01 Aktifkan bit TR0/TR1. Untuk mengambil hasil counter di register TL0. Contoh program counter dibawah ini : MOV TMOD,#050H ; SET COUNTER 0. MODE 1 (16 BIT) SETB TR0 ; AKTIFKAN TR1 MOV A,TL0 ; BACA ISI COUNTER MOV P1,A ; KIRIM KE PORT 1 3. Menggunakan Fasilitas Interupsi Program berikut akan menyalakan port 1.0 Namun bila interupsi eksternal 0 diaktifkan dengan membuat rendah pena INT 0 port 1.7 yang akan dinyalakan sementara port 1.0 dimatikan. Start: ORG 00h AJMP LANJUT ORG 03H : ALAMAT INT 0 MOV P1,#80H RETI LANJUT: MOV IE,#81H : IZINKAN MASUK INT 0 MOV IP,#01H : PRIORITASKAN MOV P1,#01H : NYALAKAN PORT ULANG: NOP SJMP ULANG.
21 Bila digunakan interupsi 1 maka 21 ORG 03 diganti ORG 13H Isi IE diganti #84H Isi IP diganti #04H 4 Percobaan Serial Untuk Serial ada dua Program yang dirancang yaitu program di Mikrokontroler dan Program Di PC Register Yang digunakan : Register TH0 Untuk Mengatur Baud Rate Register SCON Untuk Inisialisasi Register TCON/TR1 Untuk ON OFF Timer Register SBUF Untuk Penampung data Register TI Untuk Flag Transmit Register RI Untuk Flag Receive Program Di Mikrokontroler sebagai Berikut : ORG 00H MOV SCON,#50H MOV TMOD,#20h MOV TH1,#250 SETB TRI TERIMA: JNB RI,TERIMA MOV A,SBUF CLR RI MOV P0,A MOV P1,A MOV P2,A CLR TI MOV SBUF,A KIRIM: JNB TI,KIRIM SJMP TERIMA Program Di Komputer Private Sub Command1_Click() MSComm1.PortOpen = True MSComm1.Settings = "4800,n,8,1" MSComm1.Output = Chr(Text1.Text) Text2.Text = MSComm1.Input MSComm1.PortOpen = False End Sub
22 22 Soal.soal. 1. Buat program yang menyalakan lampu di port 1 dari kiri ke kanan bila pin interupsi 0(p3.2) disentuh nyala lampu berubah dari kanan ke kiri 2. Microcontroler pertama dihidupkan seluruh lampu di port 1 akan menyala berkedipkedip bila pin interupsi 0(p3.2) disentuh lampu akan menyala dari kanan ke kiri 3. Microcontroler pertama dihidupkan lampu di port 1.0 akan berkedip-kedip bila pin interupsi 0 (p2.3) disentuh seluruh lampu di port 1 akan menyala kemudian bergeser dari kiri ke kanan 4. Buat program bila telah menerima counter 5 kali maka lampu yang terhubung di port 1 akan berkedip sebanyak 2 kali kemudian lampu di port 2 akan berubah dari 0Fh menjadi F0h kemudian kembali lagi menjadi 0Fh dan proses berulang kembali ke awal 5. Buat Program Penggeser data Komunikasi Serial antara PC dan Mikrokontroler yaitu bila Command >> bergeser ke kanan bila Command << bergeser ke kiri Daftar Pustaka Moh. Ibnu Malik & Anistradi, Bereksprimen dengan Mikrokontroler 8031, PT ELEX MEDIA KOMPUTINDO, 1999 Chacha, Ir P. Insap Santosa, MSC, Bagaimana mendayagunakan sepasang komputer, Andi Offset, 1995 Myke Predko, Programing and Customizing the 8051 microcontroler, McGraw- Hill, 1999 Sencer Yeralan, Ashutosh Ahluwalia, Programing and Interfacing the 8051 Microntroller, addison-wesley Publishing Company, 1995 Data Sheet. http\\: Paulus Andi Nalwan, teknik antarmuka dan pemrograman mikrokontroller AT 89C51, Elex Media Komputindo
23 23 Lampiran EA/VP 31 X1 19 X2 18 RESET 9 RD 17 WR 16 INT0 12 INT1 13 T0 14 T1 15 P10 1 P11 2 P12 3 P13 4 P14 5 P15 6 P16 7 P17 8 P00 39 P01 38 P02 37 P03 36 P04 35 P05 34 P06 33 P07 32 P20 21 P21 22 P22 23 P23 24 P24 25 P25 26 P26 27 P27 28 PSEN 29 ALE/P 30 TXD 11 RXD 10 ATMEL 89C Mhz CRYSTAL 27 PF CAP 27 PF CAP C? SW-PB 22 uf CAPACITOR A RESPACK kA RESPACK1 VCC JP? ARRAY RES JP? LED VCC GROUND GROUND GROUND VCC 12 V
24 24
Mikrokontroler 89C51 Bagian II :
Mikrokontroler 89C51 Bagian II : Mikrokontroler 89C51 Mikrokontroler 89C51 merupakan mikrokomputer CMOS 8 bit dengan 4 Kbytes Flash Programmable Memory. Arsitektur 89C51 ditunjukkan pada gambar 2. Accumulator
4. Port Input/Output Mikrokontroler MCS-51
4. Port Input/Output Mikrokontroler MCS-51 Mikrokontroler MCS-51 memiliki 2 jenis port input/output, yaitu port I/O parallel dan port I/O serial. Port I/O parallel sebanyak 4 buah dengan nama P0,P1,P2
PORT SERIAL MIKROKONTROLER ATMEL AT89C51
Lab Elektronika Industri Mikrokontroler - 1 PORT SERIAL MIKROKONTROLER ATMEL AT89C51 I. FISIK AT89C51 Mikrokontroler AT89C51 umumnya mempunyai kemasan 40 pin seperti gambar berikut. AT89C51 telah dilengkapi
TIMER DAN COUNTER MIKROKONTROLER ATMEL
Lab Elektronika Industri Mikrokontroler - 1 TIMER DAN COUNTER MIKROKONTROLER ATMEL I. TIMER DAN COUNTER Timer atau counter pada dasarnya adalah sebuah pencacah. Pencacah itu bisa dipakai sebagai pewaktu
Tabel Perbandingan ROM dan RAM pada beberapa seri ATMEL
Pendahuluan Mikroprosessor 8051 (Struktur dan Organisasi Memori, SFR ) Tabel Perbandingan ROM dan RAM pada beberapa seri ATMEL A. Organisasi Memori Mikroprosesor 8051 Pada mikrokontroler keluarga MCS51
Percobaan 5 PENGENALAN MIKROKONTROLER 8051
Percobaan 5 PENGENALAN MIKROKONTROLER 8051 I. Tujuan 1. Mempelajari arsitektur mikrokontroller 8051 2. Memahami macam-macam interrupt yang ada pada mikrokontroller 8051 3. Memahami penggunaan I/O port
Gambar 3.1 Blok Diagram Port Serial RXD (P3.0) D SHIFT REGISTER. Clk. SBUF Receive Buffer Register (read only)
1. Operasi Serial Port mempunyai On Chip Serial Port yang dapat digunakan untuk komunikasi data serial secara Full Duplex sehingga Port Serial ini masih dapat menerima data pada saat proses pengiriman
MIKROKONTROLER AT89S52
MIKROKONTROLER AT89S52 Mikrokontroler adalah mikroprosessor yang dirancang khusus untuk aplikasi kontrol, dan dilengkapi dengan ROM, RAM dan fasilitas I/O pada satu chip. AT89S52 adalah salah satu anggota
Percobaan 5. TIMER/COUNTER Menggunakan DT-51 MinSys
Percobaan 5 TIMER/COUNTER Menggunakan DT-51 MinSys Menggunakan Timer/Counter pada DT-51 Mininum System sebagai timer ataupun sebagai counter. Memanfaatkan Special Fungtion Register (SFR) untuk mengatur
Laporan Modul 2, EL3006 Timer/Counter dan Interrupt Jongguran Sondang DN ( )/ Kelompok 48/ Jumat, 14 Maret 2008 Asisten: Virgilius
Laporan Modul 2, EL3006 Timer/Counter dan Interrupt Jongguran Sondang DN (132 05 110)/ Kelompok 48/ Jumat, 14 Maret 2008 Asisten: Virgilius Abstrak pada praktikum kali ini, praktikan diharapkan mampu membuat
Pendahuluan Mikrokontroler 8051
Pendahuluan Mikrokontroler 8051 Pokok Bahasan: 1. Mikrokontroler 8051 Arsitektur (Architecture) Timers/Counters Interrupts Komunikasi Serial (Serial Communication) Tujuan Belajar: Setelah mempelajari dalam
Memprogram Port sebagai Output dan Input Sederhana
BAGIAN 1 Tujuan Pembelajaran Umum: 1. Mahasiswa trampil memprogram Port sebagai Input dan Output sederhana menggunakan bahasa pemrograman assembly Tujuan Pembelajaran Khusus: 1. Mahasiswa memahami Konstruksi
Perancangan Serial Stepper
Perancangan Serial Stepper ini : Blok diagram dari rangakaian yang dirancang tampak pada gambar dibawah Komputer Antar Muka Peralatan luar Komputer Komputer berfungsi untuk mengendalikan peralatan luar,
Percobaan 6. SERIAL INTERFACE Menggunakan DT-51 MinSys
Percobaan 6 SERIAL INTERFACE Menggunakan DT-51 MinSys Membuat aplikasi serial interface untuk komuniksi secara serial melalui pin RXD dan TXD pada MCS-51. Membuat program menggunakan serial port (DB9)
MIKROKONTROLER Arsitektur Mikrokontroler AT89S51
MIKROKONTROLER Arsitektur Mikrokontroler AT89S51 Ringkasan Pendahuluan Mikrokontroler Mikrokontroler = µp + Memori (RAM & ROM) + I/O Port + Programmable IC Mikrokontroler digunakan sebagai komponen pengendali
REGISTER-REGISTER Oleh : Sumarna, Jurdik Fisika, FMIPA, UNY
REGISTER-REGISTER 8051 Oleh : Sumarna, Jurdik Fisika, FMIPA, UNY E-mail : [email protected] 1. PC (Program Counter) PC dengan ukuran 16 bit menentukan lokasi berikutnya yang akan dieksekusi (dijalankan).
PANDUAN DASAR MIKROKONTROLER KELUARGA MCS-51
PANDUAN DASAR MIKROKONTROLER KELUARGA MCS-51 PANDUAN DASAR MIKROKONTROLER KELUARGA MCS-51 Danny Christanto, S.T. Kris Pusporini, S.T., M.T. 2004, Innovative Electronics Hak Cipta dilindungi undang-undang
Gambar 1.1. Diagram blok mikrokontroller 8051
1.1. Organisasi Memori Semua divais 8051 mempunyai ruang alamat yang terpisah untuk memori program dan memori data, seperti yang ditunjukkan pada gambar1.1. dan gambar 1.2. Pemisahan secara logika dari
Lab Elektronika Industri Mikrokontroler - 1 AT89C1051
Lab Elektronika Industri Mikrokontroler - 1 AT89C1051 I. FITUR AT89C1051 Kompatibel dengan produk MCS51 1k byte program flash ROM yang dapa diprogram ulang hingga 1000 kali Tegangan operasi 2.7 volt hingga
BAB II LANDASAN TEORI. Dalam merancang sebuah peralatan yang cerdas, diperlukan suatu
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Perangkat Keras Dalam merancang sebuah peralatan yang cerdas, diperlukan suatu perangkat keras (hardware) yang dapat mengolah data, menghitung, mengingat dan mengambil pilihan.
Percobaan 8 INTERFACE MIKROKONTROLER DAN KOMPUTER SECARA SERIAL
Percobaan 8 INTERFACE MIKROKONTROLER DAN KOMPUTER SECARA SERIAL I. Tujuan 1. Memahami komunikasi serial. 2. Memahami cara mengggunakan interrupt serial pada mikrokontroller 8051. 3. Memahami cara kerja
Pertemuan 10 Arsitektur Mikrokontroler 8051
Pertemuan 10 Arsitektur Mikrokontroler 8051 Learning Outcomes Pada akhir pertemuan ini, diharapkan mahasiswa akan mampu : Menjelaskan arsitektur mikrokontroler 8051 Arsitektur Mikrokontroller 8051 Materi:
I. Pendahuluan. Mikroprosesor CPU. Gambar 1. Perbedaan Mikrokontroler dengan Mikroprosesor
I. Pendahuluan Mikrokontroler, jika diterjemahkan secara harfiah, berarti pengendali yang berukuran mikro. Sekilas mikrokontroler hampir sama dengan mikroprosesor. Namun mikrokontroler memiliki banyak
AKSES MEMORI Menggunakan DT-51 MinSys
AKSES MEMORI Menggunakan DT-51 MinSys Mengakses eksternal memori dan data memori pada DT-51 Minimum sistem. Membuat program untuk penulisan atau pembacaan data pada memori eksternal DT-51 MinSys. Memori
I/O dan Struktur Memori
I/O dan Struktur Memori Mikrokontroler 89C51 adalah mikrokontroler dengan arsitektur MCS51 seperti 8031 dengan memori Flash PEROM (Programmable and Erasable Read Only Memory) DESKRIPSI PIN Nomor Pin Nama
ARSITEKTUR MIKROKONTROLER AT89C51/52/55
ARSITEKTUR MIKROKONTROLER AT89C51/52/55 A. Pendahuluan Mikrokontroler merupakan lompatan teknologi mikroprosesor dan mikrokomputer. Mikrokontroler diciptakan tidak semata-mata hanya memenuhi kebutuhan
Blok sistem mikrokontroler MCS-51 adalah sebagai berikut.
Arsitektur mikrokontroler MCS-51 diotaki oleh CPU 8 bit yang terhubung melalui satu jalur bus dengan memori penyimpanan berupa RAM dan ROM serta jalur I/O berupa port bit I/O dan port serial. Selain itu
Wireless Infrared Printer dengan DST-51 (Komunikasi Infra Merah dengan DST-51)
Wireless Infrared Printer dengan DST-5 (Komunikasi Infra Merah dengan DST-5) Komunikasi Infra Merah dilakukan dengan menggunakan dioda infra merah sebagai pemancar dan modul penerima infra merah sebagai
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Mikrokontroller AT89C51 Meskipun termasuk tua, keluarga mikrokontroler MCS51 adalah mikrokontroler yang paling populer saat ini. Keluarga ini diawali oleh Intel yang mengenalkan
BAB II TEORI DASAR PENUNJANG
BAB II TEORI DASAR PENUNJANG 2.1 Mikrokontroler AT89S51 Mikrokontroler, sebagai suatu terobosan dari teknologi mikroprosesor dan mikrokomputer, hadir memenuhi kebutuhan pasar (marked need) dan teknologi
BAB II LANDASAN TEORI. Definisi PLC menurut National Electrical Manufacturing Association (NEMA)
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Programmable Logic Controller (PLC) Definisi PLC menurut National Electrical Manufacturing Association (NEMA) adalah perangkat elektronik digital yang memakai programmable memory
Memprogram Interupsi AT89S51
BAGIAN 1 AT89S51 Tujuan Pembelajaran Umum: 1. Mahasiswa trampil memprogram interupsi Tujuan Pembelajaran Khusus: 1. Mahasiswa memahami dasar-dasar interupsi Mikrokontroler AT89S51 2. Mahasiswa memahami
DASAR INPUT/OUTPUT (1) (PORT PPI DAN PORT 1 SEBAGAI OUTPUT)
Percobaan DASAR INPUT/OUTPUT () (PORT PPI DAN PORT SEBAGAI OUTPUT) Menggunakan DT-5 MinSys Mengamati keluaran data berupa nyala LED setelah proses pemindahan data (akses eksternal) dari sebuah register
Timer Counter. D3 Telekomunikasi.
Timer Counter D3 Telekomunikasi Timer Pada dasarnya timer dan counter merupakan sistem yang sama-sama menambahkan diri hingga overflow. Timer memanfaatkan frekuensi osilator untuk bertambah tiap machine
Gambar Komunikasi serial dengan komputer
1.6. Port Serial Umumnya orang selalu menganggap port seri pada MCS51 adalah UART yang bekerja secara asinkron, jarang yang menyadari port seri tersebut bisa pula bekerja secara sinkron, pada hal sebagai
PERTEMUAN MEMORY DAN REGISTER MIKROKONTROLER
PERTEMUAN MEMORY DAN REGISTER MIKROKONTROLER Memory Program Memory dan Data Memory Memory yang terdapat pada Mikrokontroler 89C51 dipisahkan menjadi 2 bagian yaitu program memory (memori program) dan data
ORGANISASI MEMORI MIKROKONTROLER MCS-51. Yoyo Somantri dan Erik Haritman Dosen Jurusan Pendidikan Teknik Elektro FPTK Universitas Pendidikan Indonesia
ORGANISASI MEMORI MIKROKONTROLER MCS-51 Yoyo Somantri dan Erik Haritman Dosen Jurusan Pendidikan Teknik Elektro FPTK Universitas Pendidikan Indonesia Pendahuluan Dalam bab ini akan dibahas tujuan perkuliahan,
DASAR INPUT/OUTPUT (2) (PORT PPI DAN PORT 1 SEBAGAI INPUT/OUTPUT)
PERCOBAAN 2 DASAR INPUT/OUTPUT (2) (PORT PPI DAN PORT 1 SEBAGAI INPUT/OUTPUT) Menggunakan DT-51 MinSys Mengamati keluaran data berupa nyala LED setelah proses pemindahan data (akses eksternal) dari sebuah
MAKALAH. Timer atau Counter 0 dan 1. Oleh : Rizky Dwi N ( ) Satrio Teguh Yulianto ( ) D3 TEKNIK ELEKTRO JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
MAKALAH Timer atau Counter 0 dan 1 Oleh : Rizky Dwi N (1431110061 ) Satrio Teguh Yulianto (1431110023) D3 TEKNIK ELEKTRO JURUSAN TEKNIK ELEKTRO POLITEKNIK NEGERI MALANG TAHUN 2015/2016 i KATA PENGANTAR
PERTEMUAN TIMER & COUNTER MIKROKONTROLER 89C51
PERTEMUAN TIMER & COUNTER MIKROKONTROLER 89C51 Pemakaian Timer TIMMER MIKROKONTROLER 89C51 Timer atau pewaktu dan counter atau pencacah adalah jenis pengatur waktu didalam mikrokontroler. Didalam mikrokontroler
Pengendalian 8 buah Motor oleh DST-51
Ib2 Pengendalian 8 buah Motor oleh DST-51 Pada aplikasinya, seringkali suatu sistem mikrokontroler digunakan untuk mengendalikan beberapa buah motor secara bersamaan. Berikut ini adalah pengendalian delapan
PORT PARALEL MIKROKONTROLER ATMEL AT89C51
Lab Elektronika Industri Mikrokontroler - 1 PORT PARALEL MIKROKONTROLER ATMEL AT89C51 I. FISIK AT89C51 Mikrokontroler AT89C51 umumnya mempunyai kemasan 40 pin seperti gambar berikut. AT89C51 mempunyai
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS
7 BAB 2 TINJAUAN TEORITIS 1 Konveyor Konveyor hanya bergerak ke satu arah saja, konveyor digerakkan dengan motor stepper 12V type. Sinyal keluaran dari motor stepper untuk menggerakkan konveyor dirangkaikan
SISTEM INTERUPSI MIKROKONTROLER ATMEL
Lab Elektronika Industri Mikrokontroler 1 I. INTERUPSI SISTEM INTERUPSI MIKROKONTROLER ATMEL Interupsi adalah pengubahan urutan pelaksanaan program karena adanya suatu kejadian atau instruksi yang perlu
BAB II TEORI DASAR. peralatan input / output ( I / O ) pendukung di dalamnya. Suatu sistem mikroprosesor
BAB II TEORI DASAR 2. 1 Sistem Mikrokontroler AT89S52 Mikrokontroller adalah suatu perangkat keras yang memiliki memori dan peralatan input / output ( I / O ) pendukung di dalamnya. Suatu sistem mikroprosesor
Wireless Infrared Printer dengan DST-51 (Pengambilan Data dari Standard Parallel Port)
Wireless Infrared Printer dengan DST-51 (Pengambilan Data dari Standard Parallel Port) Untuk merancang sebuah perangkat yang dapat mengirimkan data dari PC Parallel Port ke Printer secara wireless, maka
BAB 2 LANDASAN TEORI
6 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Perangkat Keras 2.1.1 Bahasa Assembly MCS-51 Bahasa yang digunakan untuk memprogram IC mikrokontroler AT89S51 adalah bahasa assembly untuk MCS-51. angka 51 merupakan jumlah instruksi
BAB II DASAR TEORI MIKROKONTROLER II (PENERIMA DATA) MEDIA PENGIRIMAN DATA. Gambar 2.1 Blok Pengiriman Data Mikrokontroler I ke Mikrokontroler II
BAB II DASAR TEORI 2.1 Komunikasi Data Paralel Prinsip dasar dari sistem komunikasi data paralel adalah suatu cara untuk pengiriman atau pertukaran data dari kedua pihak dengan menggunakan sirkuit yang
BAB 2 LANDASAN TEORI. Dalam bab ini penulis akan membahas tentang komponen-komponen yang
BAB 2 LANDASAN TEORI Dalam bab ini penulis akan membahas tentang komponen-komponen yang digunakan dalam seluruh unit sistem ini. Agar pembahasan tidak melebar dan menyimpang dari topik utama laporan ini,
PERTEMUAN PERANGKAT KERAS MIKROKONTROLER
PERTEMUAN PERANGKAT KERAS MIKROKONTROLER Pendahuluan Pada dasarnya mikrokontroler bukanlah ilmu pengetahuan yang baru, tetapi adalah hasil pengembang dalam teknologi elektronika. Jika dasar pengetahuan
Arsitektur Mikrokontroler
BAGIAN 1 Arsitektur Mikrokontroler Tujuan Pembelajaran Umum: 1. Mahasiswa mampu mendeskripsikan Arsitektur Mikrokontroler AT89S51 Tujuan Pembelajaran Khusus: 1. Mahasiswa dapat memahami arsitektur mikrokontroler
BAB III PERENCANAAN DAN REALISASI
BAB III PERENCANAAN DAN REALISASI 3.1 PERANCANGAN UMUM SISTEM Metode untuk pelaksanaan Program dimulai dengan mempelajari system pengukuran tangki air yang akan digunakan. Dari sini dikembangkan apa saja
MODE OPERASI TIMER/COUNTER. Oleh : Sumarna, Jurdik Fisika, FMIPA, UNY
MODE OPERASI TIMER/COUNTER Oleh : Sumarna, Jurdik Fisika, FMIPA, UNY E-mail : [email protected] 1. Mode 0 : Timer/Counter 13 bit. Gambar berikut menunjukkan konfigurasi operasi timer/counter mode 0. Salah
Alarm Pintu, Harap Pintu Tutup Kembali, Jangan Buka Pintu Lama-lama versi 2
Alarm Pintu, Harap Pintu Tutup Kembali, Jangan Buka Pintu Lama-lama versi 2 Kalo sobat pernah jalan-jalan ke sebuah kantor dan lihat di pintu ada tulisan: HARAP PINTU TUTUP KEMBALI atau MOHON PINTU TUTUP
BAB I TUGAS MATA KULIAH SISTEM MIKROPROSESOR DOSEN PEMBERI TUGAS : FATAH YASIN, ST, MT.
1 BAB I TUGAS MATA KULIAH SISTEM MIKROPROSESOR DOSEN PEMBERI TUGAS : FATAH YASIN, ST, MT. A. Deskripsi Tugas 1. Jelaskan perbedaan mikroprosesor dan mikrokontroler. 2. Jelaskan mode-mode pengalamatan yang
BAB II TEORI DASAR DAN PENUNJANG. tersebut. Berikut ini penulis akan membahas tentang prinsip-prinsip dasar dari
BAB II TEORI DASAR DAN PENUNJANG Dalam membuat dan menganalisa suatu alat, sebaiknya dikuasai teori-teori dasar yang menunjang / berhubungan dengan alat yang akan dibuat atau dianalisa tersebut. Berikut
USER MANUAL TRAINER TOMBOL & LED 8 BIT MENGGUNAKAN AT89S51 MATA PELAJARAN:ELEKTRONIKA KENDALI
USER MANUAL TRAINER TOMBOL & LED 8 BIT MENGGUNAKAN AT89S51 MATA PELAJARAN:ELEKTRONIKA KENDALI SISWA TINGKAT XII - ELEKTRONIKA INDUSTRI JURUSAN TEKNIK ELEKTRONIKA INDUSTRI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN SMK
BAB III ANALISA DAN CARA KERJA RANGKAIAN
BAB III ANALISA DAN CARA KERJA RANGKAIAN 3.1 Analisa Rangkaian Secara Blok Diagram Pada rangkaian yang penulis buat berdasarkan cara kerja rangkaian secara keseluruhan penulis membagi rangkaian menjadi
TERJADI INTERRUPT MELAYANI INTERRUPT KEMBALI MENERUSKAN PROGRAM YANG TERHENTI PROGRAM YANG SEDANG BERJALAN. Gambar 4.1 Interrupt
1. Interrupt Interrupt adalah suatu kejadian atau peristiwa yang menyebabkan mikrokontroler berhenti sejenak untuk melayani interrupt tersebut. Program yang dijalankan pada saat melayani interrupt disebut
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. Mikrokontroller, sebagai suatu terobosan teknologi mikrokontroler dan microkomputer,
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS 2.1.Hardware 2.1.1 Mikrokontroler AT89S51 Mikrokontroller, sebagai suatu terobosan teknologi mikrokontroler dan microkomputer, hadir memenuhi kebutuhan pasar (market need) dan teknologi
BAB III RANCANGAN DAN CARA KERJA ALAT
BAB III RANCANGAN DAN CARA KERJA ALAT 3.1 Perancangan Alat 3.1.1 Blok Diagram Perancangan Alat Rancangan dan cara kerja alat secara blok diagram yaitu untuk mempermudah dalam menganalisa rangkaian secara
ANTAR MUKA DST-51 DENGAN MODUL AD-0809
ANTAR MUKA DST-51 DENGAN MODUL AD-0809 ADC0809 ADC0809 adalah IC pengubah tegangan analog menjadi digital dengan masukan berupa 8 kanal input yang dapat dipilih. IC ADC0809 dapat melakukan proses konversi
AT89S52 8kByte In-System Programmable Mikrokontroler
Lab Elektronika Industri Mikrokontroler 1 AT89S52 8kByte In-System Programmable Mikrokontroler I. Fitur AT89S52 Kompatibel dengan produk MCS51 Intel 8kByte Flah Memori dengan In-System Programmable (ISP)
PETUNJUK PEMROGRAMAN DAN SET INSTRUKSI
Lab Elektronika Industri Mikrokontroler - 1 PETUNJUK PEMROGRAMAN DAN SET INSTRUKSI I. ORGANISASI MEMORI AT89C51 AT89C51 memisahkan antara memori untuk program dan untuk data dalam FLASH dan RAM. Metode
Program di computer (visual basic) Private Sub Command1_Click() End Sub. Private Sub Command2_Click() End Sub. Private Sub Command3_Click() End Sub
Program di computer (visual basic) Private Sub Command1_Click() MSComm1.Output = "a" 'kirimkan nilai a ke port serial Private Sub Command2_Click() MSComm1.Output = "b" 'kirimkan nilai b ke port serial
BAB 2 LANDASAN TEORI. Agar kendaraan lebih teratur dan tidak terlalu padat, biasanya tempat perparkiran ini dibagi
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Inteligent Parking System Agar kendaraan lebih teratur dan tidak terlalu padat, biasanya tempat perparkiran ini dibagi menjadi beberapa tempat. Dengan demikian kendaraan yang
BAB 2 LANDASAN TEORI. Mikrokontroler AT89S52 termasuk kedalam keluarga MCS-51 merupakan suatu. dua macam memori yang sifatnya berbeda yaitu:
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Perangkat Keras 2.1.1 Mikrokontroler AT89S52 Mikrokontroler AT89S52 termasuk kedalam keluarga MCS-51 merupakan suatu mikrokomputer CMOS 8 bit dengan daya rendah, kemampuan tinggi,
Ringkasan Set Instruksi Dan Mode pengalamatan ( Addressing Mode )
Ringkasan Set Instruksi Dan Mode pengalamatan ( Addressing Mode ) Mikroprosessor 8051, sebagaimana terdaftar dalam 8051 set instruction in numerical order memiliki sekumpulan instruksi yang terintegrasi
TKC210 - Teknik Interface dan Peripheral. Eko Didik Widianto
TKC210 - Teknik Interface dan Peripheral Eko Didik Sistem Komputer - Universitas Diponegoro Review Kuliah Pembahasan tentang: Referensi: mikrokontroler (AT89S51) mikrokontroler (ATMega32A) Sumber daya
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA. Pengujian terhadap sistem yang telah dibuat dilakukan untuk mengetahui
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA Pengujian terhadap sistem yang telah dibuat dilakukan untuk mengetahui apakah sistem yang telah dibuat sudah dapat digunakan sesuai dengan perencanaan yang ada. Pengujian dan
TAKARIR. Akumulator Register yang digunakan untuk menyimpan semua proses aritmatika. Assembler Bahasa pemrograman mikrokontroler MCS-51
TAKARIR Akumulator Register yang digunakan untuk menyimpan semua proses aritmatika Assembler Bahasa pemrograman mikrokontroler MCS-51 Assembly Listing Hasil dari proses assembly dalam rupa campuran dari
BAB 3 PERANCANGAN ALAT DAN PROGRAM
BAB 3 PERANCANGAN ALAT DAN PROGRAM 3.1. DIAGRAM BLOK display Penguat sinyal Sensor 1 keypad AT89S51 Penguat sinyal Sensor 5 relay alarm pompa Keterangan diagram blok: Sensor air yang berfungsi untuk mengetahui
CPU tersebut sama-sama menjalankan program dari suatu lokasi atau tempat, biasanya dari ROM (Read Only Memory) atau RAM (Random Access Memory);
I. PENDAHULUAN Jika kita bicara tentang mikrokontroler maka tidak terlepas dengan pengertian atau definisi tentang komputer. Mengapa? Karena ada kesamaan-kesamaan antara mikrokontroler dengan komputer
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 PERANGKAT KERAS 2.1.1 Arsitektur Mikrokontroler AT89S51 Arsitektur AT89S51 sudah memiliki beberapa komponen yang pada masa lalu merupakan chip tersendiri, sub komponen tersebut
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM. pada sistem pengendali lampu telah dijelaskan pada bab 2. Pada bab ini akan dijelaskan
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM Konsep dasar mengendalikan lampu dan komponen komponen yang digunakan pada sistem pengendali lampu telah dijelaskan pada bab 2. Pada bab ini akan dijelaskan perancangan sistem
BAB II TEORI DASAR 2.1 Pendahuluan 2.2 Sensor Clamp Putaran Mesin
4 BAB II TEORI DASAR 2.1 Pendahuluan Pada bab ini akan dijelaskan mengenai teori-teori mengenai perangkatperangkat pendukung baik perangkat keras dan perangkat lunak yang akan dipergunakan sebagai pengukuran
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... HALAMAN PENGESAHAN P EMBIMBING... HALAMAN PENGESAHAN P ENGUJI... HALAMAN PERSEMBAHAN... HALAMAN MOTTO... KATA PENGANTAR...
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... HALAMAN PENGESAHAN P EMBIMBING... HALAMAN PENGESAHAN P ENGUJI... HALAMAN PERSEMBAHAN... HALAMAN MOTTO... KATA PENGANTAR... ABSTRAKSI... TAKARIR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL...
BAB II TEORI DASAR 2.1 Suara Ultrasonik 2.2 Mikrokontroler AT89C51
BAB II TEORI DASAR 2.1 Suara Ultrasonik Suara super atau ultrasonik adalah getaran suara dengan frekuensi diatas 40 KHz. Suara ultrasonik ini atau dengan kata lain suara supersonik ini tidak dapat di dengar
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN Perangkat Keras (Hardware)
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian ini dapat dibedakan menjadi dua, yaitu perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Perangkat keras yang dihasilkan berupa modul atau alat pendeteksi
Atmel Corporation, 2009, AT89S52 Datasheet,
Atmel Corporation, 2009, AT89S52 Datasheet, www.alldatasheet.com Christanto, Danny, & Pusporini, Kris, 2003, Panduan Dasar Mikrokontroler Keluarga MCS-51. Surabaya: Innovative Electronics Hitachi Semiconductor,
APLIKASI MIKROKONTROLER
2 APLIKASI MIKROKONTROLER Percobaan IV & V Tujuan Percobaan 1. Mempelajari prinsip kerja dan bahasa tingkat rendah dari mikrokontroler. 2. Memahami proses yang dilakukan program terhadap mikrokontroler.
Tabel 1. Karakteristik IC TTL dan CMOS
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. IC Digital TTL dan CMOS Berdasarkan teknologi pembuatannya, IC digital dibedakan menjadi dua jenis, yaitu TTL (Transistor-Transistor Logic) dan CMOS (Complementary Metal Oxide
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 PERANGKAT KERAS 2.1.1 Arsitektur Mikrokontroler AT89S51 Mikrokontroler, sebagai suatu terobosan teknologi mikrokontoler dan mikrokomputer, hadir memenuhi kebutuhan pasar (market
PERTEMUAN. KOMUNIKASI MIKROKONTROLER 89C51 DENGAN KOMPUTER (Lanjutan)
PERTEMUAN KOMUNIKASI MIKROKONTROLER 89C51 DENGAN KOMPUTER (Lanjutan) Pendahuluan KOMUNIKASI MIKROKONTROLER 89C51 Perpindahan data yang melibatkan internal memory atau eksternal memory yang sudah dibahas
BAB II LANDASAN TEORI
4 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Perangkat keras Mikrokontroler AT89S51 2.1.1 Arsitektur Mikrokontroler AT89S51 Mikrokontroler AT89S51 merupakan salah satu keluarga dari MCS-51 keluaran Atmel. Jenis mikrokontroler
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Mikrokontroler, sebagai suatu terobosan teknologi mikrokontroler dan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. PERANGKAT KERAS 2.1.1. Arsitektur Mikrokontroler AT89S51 Mikrokontroler, sebagai suatu terobosan teknologi mikrokontroler dan mikrokomputer, hadir memenuhi kebutuhan pasar
Akuisasi data dengan remote host AT89s51 melalui serial RS232
Akuisasi data dengan remote host AT89s51 melalui serial RS232 I. Tujuan 1. Mahasiswa mampu merealisasikan sebuah system data jarak jauh dengan remote host berbasis MCS51 yang terhubung pada pc melalui
PERCOBAAN 1 DISPLAY LED
PERCOBAAN 1 DISPLAY LED TUJUAN: 1. Memahami rangkaian mikrokontroller untuk menghidupkan dan mematikan LED. 2. Memahami program assembly untuk menghidupkan dan mematikan LED. 3. Memahami beberapa instruksi
AD Channel AD Conversion
AD-0809 8 Channel AD Conversion Fitur: - 8 Channel Multiplex Analog Input - 0 5 Volt Analog Input - 4 Interrupt Output Selector - 4 Address Selector - Kompatibel DST-51 Minimum System & SC-51 - Free Running
BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN PERANGKAT KERAS
BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN PERANGKAT KERAS 3.1. Pendahuluan Perangkat pengolah sinyal yang dikembangkan pada tugas sarjana ini dirancang dengan tiga kanal masukan. Pada perangkat pengolah sinyal
TAKARIR. Akumulator Register yang digunakan untuk menyimpan semua proses aritmatika
TAKARIR AC (Alternating Current) Adalah sistem arus listrik. Sistem AC adalah cara bekerjanya arus bolakbalik. Dimana arus yang berskala dengan harga rata-rata selama satu periode atau satu masa kerjanya
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA DATA
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA DATA Pada bab ini akan dibahas tentang pengujian dan pengoperasian Sistem Pemantau Ketinggian Air Cooling Tower di PT. Dynaplast. Pengujian dan pengoperasian ini dilakukan
BAB III PERANCANGAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN SISTEM 3.1 Pengertian Umum Sistem yang dirancang adalah sistem yang berbasiskan mikrokontroller dengan menggunakan smart card yang diaplikasikan pada Stasiun Kereta Api sebagai tanda
Mikroprosesor Z80 Suryanto Sutikno
Mikroprosesor Z80 Suryanto Sutikno A. Pendahuluan Mikrokontroler merupakan lompatan teknologi mikroprosesor dan mikrokomputer. Mikrokontroler diciptakan tidak semata-mata hanya memenuhi kebutuhan kalangan
KOMPONEN INTERFACING. Yoyo somantri Dosen Jurusan Pendidikan Teknik Elektro FPTK Universitas Pendidikan Indonesia
KOMPONEN INTERFACING Yoyo somantri Dosen Jurusan Pendidikan Teknik Elektro FPTK Universitas Pendidikan Indonesia Pendahuluan Dalam bab ini akan dibahas tujuan perkuliahan, komponen komponen input/output
Memprogram Timer Counter
BAGIAN 1 Tujuan Pembelajaran Umum: 1. Mahasiswa trampil memprogram Timer Counter Tujuan Pembelajaran Khusus: 1. Mahasiswa memahami fasilitas Timer Counter pada mikrokontroler AT89S51 2. Mahasiswa memahami
Organisasi Sistem Komputer. Port Serial
Organisasi Sistem Komputer Port Serial Ditulis Oleh : Ria Anggraeni (10060204004) Taufik Saleh (10060207002) Fenny Maslia U (10060204006) Gita Rakhmalia (10060204015) Universitas Islam Bandung 2008 Pada
PANDUAN PRAKTIKUM DASAR MIKROKONTROLER KELUARGA MCS-51 MENGGUNAKAN DT-51 MINIMUM SYSTEM VER 3.0 DAN DT-51 TRAINER BOARD
PANDUAN PRAKTIKUM DASAR MIKROKONTROLER KELUARGA MCS-51 MENGGUNAKAN DT-51 MINIMUM SYSTEM VER 3.0 DAN DT-51 TRAINER BOARD PANDUAN PRAKTIKUM DASAR MIKROKONTROLER KELUARGA MCS-51 MENGGUNAKAN DT-51 MINIMUM
RANCANG BANGUN SISTEM KEMBANGAN BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S5x UNTUK APLIKASI SISTEM KONTROL
RANCANG BANGUN SISTEM KEMBANGAN BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S5x UNTUK APLIKASI SISTEM KONTROL Budi Hidayat 1, Lingga Hermanto 2 1,2 Jurusan Teknik Komputer Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Gunadarma
