SUB-BIDANG PEMELIHARAAN
|
|
|
- Farida Sumadi
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG TRANSMISI SUB-BIDANG PEMELIHARAAN DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI i -
2 DAFTAR ISI STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK BIDANG TRANSMISI SUB BIDANG PEMELIHARAAN Kode Unit : TSU.HSC.006.(2).A Judul Unit : Memelihara Saluran Udara Tegangan Tinggi Dan Ekstra Tinggi Dalam Keadaan Bertegangan...M.1-97 Kode Unit : TSU.HSC.004.(1).A Judul Unit : Memelihara Saluran Udara / Penghantar Tegangan Tinggi Dan Extra Tinggi Dalam Keadaan Bertegangan Untuk Pekerjaan Penggantian Isolator Suspensi Type I...M.5-97 Kode Unit : TSU.HSC.005.(1).A Judul Unit : Memelihara Saluran Udara / Penghantar Tegangan Tinggi Dan Extra Tinggi Dalam Keadaan Bertegangan Untuk Pekerjaan Penggantian Insulator Type V...M.8-97 Kode Unit : TSU.HSC.006.(1).A Judul Unit : Memelihara Saluran Udara / Penghantar Tegangan Tinggi Dan Extra Tinggi Dalam Keadaan Bertegangan Untuk Pekerjaan Penggantian Isolator Tension Type I...M Kode Unit : TSU.HSP.001.(1).A Judul Unit : Pengukuran Tegangan Isolator Pada Saat Memelihara Saluran Udara / Penghantar Tegangan Tinggi Dan Extra Tinggi Dalam Keadaan Bertegangan...M Kode Unit : TSU.HSC.003.(1).A Judul Unit : Memelihara Alat Kerja Untuk Pekerjaan Pada Saluran Udara / Penghantar Tegangan Tinggi Dan Extra Tinggi Dalam Keadaan Bertegangan...M Kode Unit : TGX.HXX.004.(1).A Judul Unit : Memelihara Rele Tegangan Lebih/Kurang (Under dan Over Voltage)...M Kode Unit : TGX.HXX.005.(1).A Judul Unit : Memelihara Rele Frekuensi (Under/Over Frequensi)...M ii -
3 Kode Unit : TGX.HXX.006.(1).A Judul Unit : Memelihara Rele Synchrocheck...M Kode Unit : TSK.HXX.001.(1).A Judul Unit : Memelihara Proteksi Tekanan Minyak Kabel Tegangan Tinggi...M Kode Unit : TGX.HXX.004.(1).A Judul Unit : Memelihara Rele Directional OC / GF...M Kode Unit : TDK.HAU.001.(1).A Judul Unit : Memelihara Kabel Fiber Optik...M Kode Unit : TDA.HAU.002.(1).A Judul Unit : Memelihara Terminal Multiplexer Fiber Optik...M Kode Unit : TSU.HSC.001.(1).A Judul Unit : Memasang dan Membongkar Tiang Emergensi...M Kode Unit : TGQ.HPN.001.(1).A Judul Unit : Memelihara Neutral Grounding Resistor (NGR) dari Transformator...M Kode Unit : TSQ.HMU.001.(1). A Judul Unit : Memelihara Jalur Babas pada Saluran Udara, Kabel Tanah dan Kabel Laut Tegangan Tinggi dan Ekstra Tinggi...M Kode Unit : TGV.HPN.001.(1).A Judul Unit : Induce Test pada Transformator Tenaga...M Kode Unit : TGV.HMF.001.(1).A Judul Unit : Memelihara Sistem Distribusi AC dan DC pada Gardu Induk...M Kode Unit : TMP.HPN.014.(1).A Judul Unit : Mengukur Tegangan Harmonisa...M Kode Unit : TMI.HPN.001.(1).A Judul Unit : Mengukur Kemurnian Gas SF6...M Kode Unit : TMI.HPN.002.(1).A Judul Unit : Mengukur Decomposisi Gas SF6...M iii -
4 Kode Unit : TMP.HPN.012.(1).A Judul Unit : Mengukur Partial Discharge dengan Accustic Insulation Analyser (AIA)...M Kode Unit : TMP.HPN.013.(1).A Judul Unit : Mengukur Arus Bocor Arrester (Leakage Current Measurement/LCM)...M Kode Unit : TMP.HPN.014.(1).A Judul Unit : Mengukur Tegangan Harmonisa...M Kode Unit : TSK.HSC.001.(1).A Judul Unit : Memelihara Suar Kabel Laut sebagai Jalur Bebas pada Saluran Kabel Laut Tegangan Tinggi...M Kode Unit : TSK.HSK.003.(1).A Judul Unit : Melakukan Pembekuan Minyak Isolasi Kabel dalam Rangka Lokalisasi Kebocoran Minyak...M Kode Unit : TMP.HPN.014.(1).A Judul Unit : Mengukur Tingkat Warna Minyak Isolasi (Color Number)...M Kode Unit : TMP.HPN.015.(1).A Judul Unit : Mengukur Gaya Permukaan Minyak Isolasi (Interfacial Test)...M Kode Unit : TMP.HPN.012.(1).A Judul Unit : Mengukur Frequensi Respon dengan FR Analyser...M Kode Unit : TDA.HAU.001.(2).A Judul Unit : Memelihara Sistem Fiber Optik...M Kode Unit : TDA.HAU.001.(3).A Judul Unit : Memelihara Sistem SCADA dan TELKOM...M iv -
5 STANDAR KOMPETENSI SUB BIDANG PEMELIHARAAN TRANSMISI Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit : TSU.HSC.006.(2).A : Memelihara Saluran Udara Tegangan Tinggi Dan Ekstra Tinggi Dalam Keadaan Bertegangan : Unit kompetensi ini berkaitan dengan pemahaman dan penerapan prosedur yang diperlukan pada pekerjaan pemeliharaan saluran udara / penghantar dalam keadaan bertegangan sesuai dengan standar dan batasan pemeliharaan yang berlaku. Elemen Kompetensi 1. Merencanakan & mempersiapkan pelaksanaan pemeliharaan saluran udara / penghantar dalam keadaan bertegangan 2. Melaksanakan pemeliharaan saluran udara / penghantar pada pekerjaan penggantian insulator suspension type I dalam keadaan bertegangan Kriteria Unjuk Kerja 1.1. Gambar single line diagram system jaringan pada transmisi dipahami dan diberi tanda lokasi-lokasi yang berbahaya 1.2. Petunjuk dan gambar kerja dipersiapkan dan diidentifikasi sesuai standar perusahaan 1.3. Prosedur kerja sesuai standar perusahaan disiapkan dan dipahami 1.4. Pekerjaan dipastikan bahwa telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Prosedur kerja 1.5. Material, alat kerja dan perlengkapan KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN diidentifikasi dan dipersiapkan sesuai kebutuhan pemeliharaan dan telah dikalibrasi serta valid 2.1. Peralatan saluran udara / penghantar diperiksa sesuai check list dan prosedur yang berlaku di perusahaan 2.2. Alat bantu yang tahan tegangan tinggi dipasang sehingga penggantian isolator dapat dilakukan 2.3. Komponen dari peralatan saluran udara / penghantar dalam keadaan bertegangan dibersihkan, dikencangkan dan diukur sesuai dengan rencana kerja dan prosedur yang berlaku di perusahaan 2.4. Bagian-bagian peralatan yang dilepas /diganti dipasang kembali sesuai rencana kerja dan prosedur yang berlaku di perusahaan M.1-97
6 2.5. Jarak aman (clear distance) harus selalu dijaga terhadap bagian-bagian lain yang berbeda tegangan 2.6. Ruang bebas sepanjang Right of Way (ROW) diperiksa dan dibersihkan sesuai check list dan standar yang berlaku di perusahaan 3. Membuat laporan hasil pemeliharaan saluran udara / penghantar 3.1. Laporan hasil pemeliharaan saluran udara / penghantar dalam keadaan bertegangan dibuat sesuai dengan format dan prosedur yang ditetapkan perusahaan I. BATASAN VARIABEL Untuk melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 1. SOP yang berlaku diperusahaan 2. Instruction Manual Peralatan kerja dalam keadaan bertegangan pada SALURAN UDARA / PENGHANTAR ( SUTT/SUTET) 3. Report sheet yang ditetapkan oleh perusahaan 4. Peralatan kerja dalam keadaaan betrtegangan dan instrumen yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini 5. Dokumen/prosedur KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN pada instalasi tegangan tinggi II. PANDUAN PENILAIAN 1. Unit kompetensi yang harus diketahui sebelumnya : KODE UNIT TSU.HSC.004.(1) A TSU.HSC.005.(1) A TSU.HSC.006.(1) A JUDUL UNIT MEMELIHARA SALURAN UDARA / PENGHANTAR TEGANGAN TINGGI DAN EXTRA TINGGI DALAM KEADAAN BERTEGANGAN UNTUK PEKERJAAN PENGGANTIAN ISOLATOR SUSPENSION TYPE I MEMELIHARA SALURAN UDARA / PENGHANTAR TEGANGAN TINGGI DAN EXTRA TINGGI DALAM KEADAAN BERTEGANGAN UNTUK PEKERJAAN PENGGANTIAN ISOLATOR SUSPENSION TYPE V MEMELIHARA SALURAN UDARA / PENGHANTAR TEGANGAN TINGGI DAN EXTRA TINGGI DALAM KEADAAN BERTEGANGAN UNTUK PEKERJAAN PENGGANTIAN INSULATOR TENSION TYPE I M.2-97
7 TSU.HSC.003.(1) A TSU.HSP.001.(1) A MEMELIHARA ALAT KERJA UNTUK PEKERJAAN PADA SALURAN UDARA / PENGHANTAR TEGANGAN TINGGI DAN EXTRA TINGGI DALAM KEADAAN BERTEGANGAN. PENGUKURAN TEGANGAN ISOLATOR PADA SAAT MEMELIHARA SALURAN UDARA / PENGHANTAR TEGANGAN TINGGI DAN EXTRA TINGGI DALAM KEADAAN BERTEGANGAN. 2. Pengujian: 2.1. Kompetensi yang berkaitan dengan ketrampilan dan sikap kerja, harus diujikan ditempat kerja atau ditempat lain secara simulasi dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal 2.2. Kompetensi yang berkaitan dengan pengetahuan, diujikan secara tertulis atau lisan 2.3. Hasil yang dicapai dari unit kompetensi ini didasarkan kepada: Aspek kritis yang harus dicapai dengan memperagakan prosedur kerja dan kriteria unjuk kerja yang konsisten untuk masing-masing sub-kompetensi dari unit melalui penerapan secara umum dan mandiri sesuai persyaratan perusahaan Memenuhi kriteria unjuk kerja untuk masing-masing subkompetensi yang berkaitan dengan unit kompetensi ini dengan menggunakan prosedur, informasi dan sumber daya yang tersedia, sesuai standar perusahaan Memperagakan pemahaman terhadap pengetahuan yang mendukung dan ketrampilan yang terkait sebagaimana tercantum dalam Panduan Penilaian 3. Pengetahuan yang dibutuhkan : 3.1. Teori dasar listrik 3.2. Teori Tenaga Listrik (Dasar Transmisi) 3.3. Teori Dasar Medan listrik dan magnit 3.4. Pengetahuan instruksi manual peralatan kerja dalam keadaan bertegangan pada saluran udara / penghantar 3.5. Prosedur K2 4. Persyaratan dasar kualifikasi pendidikan formal : Minimal SLTA yang memiliki pengetahuan teknik tenaga listrik tegangan tinggi 5. Memiliki pengetahuan kerja tentang: 5.1. Pengetahuan dasar Operasi dan pemeliharaan saluran udara / penghantar 5.2. On Site Training sesuai kebutuhan dan kriteria unjuk kerja M.3-97
8 III. KOMPETENSI KUNCI Kompetensi Kunci A B C D E F G L e v e l M.4-97
9 STANDAR KOMPETENSI SUB BIDANG PEMELIHARAAN TRANSMISI Kode Unit : TSU.HSC.004.(1).A Judul Unit : MEMELIHARA SALURAN UDARA / PENGHANTAR TEGANGAN TINGGI DAN EXTRA TINGGI DALAM KEADAAN BERTEGANGAN UNTUK PEKERJAAN PENGGANTIAN ISOLATOR SUSPENSION TYPE I Deskripsi Unit : Unit kompetensi ini berkaitan dengan pemahaman dan penerapan prosedur yang diperlukan pada pekerjaan pemeliharaan saluran udara / penghantar pada pekerjaan penggantian insulator suspension type I dalam keadaan bertegangan sesuai dengan standar dan batasan pemeliharaan yang berlaku. Elemen Kompetensi 1. Merencanakan & mempersiapkan pelaksanaan pemeliharaan saluran udara / penghantar pada pekerjaan penggantian insulator suspension type I dalam keadaan bertegangan 2. Melaksanakan pemeliharaan saluran udara / penghantar pada pekerjaan penggantian insulator suspension type I dalam keadaan bertegangan Kriteria Unjuk Kerja 1.1. Gambar single line diagram system jaringan pada transmisi dipahami dan diberi tanda lokasi-lokasi yang berbahaya 1.2. Petunjuk dan gambar kerja dipersiapkan dan diidentifikasi sesuai standar perusahaan 1.3. Prosedur kerja sesuai standar perusahaan disiapkan dan dipahami 1.4. Dipastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Prosedur kerja 1.5. Material, alat kerja dan perlengkapan KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN diidentifikasi dan disiapkan sesuai kebutuhan pemeliharaan dan telah dikalibrasi serta valid 2.1. Peralatan saluran udara / penghantar dalam keadaan betergangan diperiksa sesuai check list dan prosedur yang berlaku di perusahaan 2.2. Alat bantu yang tahan tegangan tinggi dipasang sehingga pekerjaan penggantian isolator dapat dilakukan 2.3. Komponen dari peralatan saluran udara / penghantar dalam keadaan bertegangan dibersihkan, dikencangkan, dilepas, diganti dan diukur sesuai dengan rencana kerja dan prosedur yang berlaku di perusahaan M.5-97
10 2.4. Insulator pengganti dipastikan dalam kondisi baik dan layak serta sesuai dengan keperluannya 2.5. Jarak aman (clear distance) harus selalu dijaga terhadap bagian-bagian lain yang berbeda tegangan 2.6. Bagian-bagian peralatan yang dilepas, dipasang kembali sesuai rencana kerja dan prosedur yang berlaku di perusahaan 2.7. Ruang bebas sepanjang Right of Way (ROW) diperiksa dan dibersihkan sesuai check list dan standar yang berlaku di perusahaan 3. Membuat laporan hasil pemeliharaan saluran udara / penghantar 3.1. Laporan hasil pemeliharaan saluran udara / penghantar dalam keadaan bertegangan dibuat sesuai dengan format dan prosedur yang ditetapkan perusahaan I. BATASAN VARIABEL Untuk melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 1. SOP yang berlaku diperusahaan. 2. Instruction Manual Peralatan kerja dalam keadaan bertegangan pada SALURAN UDARA / PENGHANTAR ( SUTT/SUTET ) 3. Report sheet yang ditetapkan oleh perusahaan 4. Peralatan kerja dalam keadaaan betrtegangan dan instrumen yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini 5. Dokumen/prosedur KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN pada instalasi tegangan tinggi II. PANDUAN PENILAIAN 1. Unit kompetensi yang harus diketahui sebelumnya : KODE UNIT TSU.HSC.003.(1) A JUDUL UNIT MEMELIHARA ALAT KERJA UNTUK PEKERJAAN PADA SALURAN UDARA / PENGHANTAR TEGANGAN TINGGI DAN EXTRA TINGGI DALAM KEADAAN BERTEGANGAN. 2. Pengujian: 2.1. Kompetensi yang berkaitan dengan ketrampilan dan sikap kerja, harus diujikan ditempat kerja atau ditempat lain secara simulasi dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal. M.6-97
11 2.2. Kompetensi yang berkaitan dengan pengetahuan, diujikan secara tertulis atau lisan Hasil yang dicapai dari unit kompetensi ini didasarkan kepada: Aspek kritis yang harus dicapai dengan memperagakan prosedur kerja dan kriteria unjuk kerja yang konsisten untuk masing-masing sub-kompetensi dari unit melalui penerapan secara umum dan mandiri sesuai persyaratan perusahaan Memenuhi kriteria unjuk kerja untuk masing- ini dengan menggunakan prosedur, informasi dan sumber daya yang tersedia, sesuai standar perusahaan masing subkompetensi yang berkaitan dengan unit kompetensi Memperagakan pemahaman terhadap pengetahuan yang mendukung dan ketrampilan yang terkait sebagaimana tercantum dalam Panduan Penilaian 3. Pengetahuan yang dibutuhkan : 3.1. Teori dasar listrik Teori Tenaga Listrik (Dasar Transmisi) 3.3. Teori Dasar Medan listrik dan magnit Pengetahuan instruksi manual peralatan kerja dalam keadaan bertegangan pada saluran udara / penghantar 3.5. Prosedur K2 4. Persyaratan dasar kualifikasi pendidikan formal : Minimal SLTA yang memiliki pengetahuan teknik tenaga listrik tegangan tinggi. 5. Memiliki pengetahuan tentang: 5.1. Pengetahuan dasar Operasi dan pemeliharaan saluran udara / penghantar 5.2. On Site Training sesuai kebutuhan dan kriteria unjuk kerja III. KOMPETENSI KUNCI Kompetensi Kunci A B C D E F G L e v e l M.7-97
12 STANDAR KOMPETENSI SUB BIDANG PEMELIHARAAN TRANSMISI Kode Unit : TSU.HSC.005.(1).A Judul Unit : MEMELIHARA SALURAN UDARA / PENGHANTAR TEGANGAN TINGGI DAN EXTRA TINGGI DALAM KEADAAN BERTEGANGAN UNTUK PEKERJAAN PENGGANTIAN INSULATOR TYPE V Deskripsi Unit : Unit kompetensi ini berkaitan dengan pemahaman dan penerapan prosedur yang diperlukan pada pekerjaan pemeliharaan saluran udara / penghantar pada pekerjaan penggantian insulator suspension type V dalam keadaan bertegangan sesuai dengan standar dan batasan pemeliharaan yang berlaku. Elemen Kompetensi 1. Merencanakan & mempersiapkan pelaksanaan pemeliharaan saluran udara / penghantar pada pekerjaan penggantian insulator suspension type V dalam keadaan bertegangan 2. Melaksanakan pemeliharaan saluran udara / penghantar pada pekerjaan penggantian insulator suspension type V dalam keadaan bertegangan Kriteria Unjuk Kerja 1.1. Gambar single line diagram system jaringan pada transmisi dipahami dan diberi tanda lokasi-lokasi yang berbahaya 1.2. Petunjuk dan gambar kerja dipersiapkan dan diidentifikasi sesuai standar perusahaan 1.3. Prosedur kerja sesuai standar perusahaan disiapkan dan dipahami 1.4. Dipastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Prosedur kerja 1.5. Material, alat kerja dan perlengkapan KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN diidentifikasi dan dipersiapkan sesuai kebutuhan pemeliharaan dan telah dikalibrasi serta valid 2.1. Peralatan saluran udara / penghantar dalam keadaan betegangan diperiksa sesuai check list dan prosedur yang berlaku di perusahaan 2.2. Alat bantu yang tahan tegangan tinggi dipasang sehingga pekerjaan penggantian isolator dapat dilakukan 2.3. Komponen dari peralatan saluran udara / penghantar dalam keadaan bertegangan dibersihkan, dikencangkan, dilepas, diganti dan diukur sesuai dengan rencana kerja dan prosedur yang berlaku di perusahaan M.8-97
13 2.4. Insulator pengganti dipastikan dalam kondisi baik dan layak serta sesuai dengan keperluannya 2.5. Jarak aman (clear distance) harus selalu dijaga terhadap bagian-bagian lain yang berbeda tegangan 2.6. Bagian-bagian peralatan yang dilepas, dipasang kembali sesuai rencana kerja dan prosedur yang berlaku di perusahaan 2.7. Ruang bebas sepanjang Right of Way (ROW) diperiksa dan dibersihkan sesuai check list dan standar yang berlaku di perusahaan 3. Membuat laporan hasil pemeliharaan saluran udara / penghantar 3.1. Laporan hasil pemeliharaan saluran udara / penghantar dalam keadaan bertegangan dibuat sesuai dengan format dan prosedur yang ditetapkan perusahaan I. BATASAN VARIABEL Untuk melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 1. SOP yang berlaku diperusahaan 2. Instruction Manual Peralatan kerja dalam keadaan bertegangan pada SALURAN UDARA / PENGHANTAR ( SUTT/SUTET ) 3. Report sheet yang ditetapkan oleh perusahaan 4. Peralatan kerja dalam keadaaan betrtegangan dan instrumen yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini 5. Dokumen/prosedur KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN pada instalasi tegangan tinggi II. PANDUAN PENILAIAN 1. Unit kompetensi yang harus diketahui sebelumnya : KODE UNIT TSU.HSC.003.(1) A JUDUL UNIT MEMELIHARA ALAT KERJA UNTUK PEKERJAAN PADA SALURAN UDARA / PENGHANTAR TEGANGAN TINGGI DAN EXTRA TINGGI DALAM KEADAAN BERTEGANGAN. 2. Pengujian: 2.1. Kompetensi yang berkaitan dengan ketrampilan dan sikap kerja, harus diujikan ditempat kerja atau ditempat lain secara simulasi dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal. M.9-97
14 2.2. Kompetensi yang berkaitan dengan pengetahuan, diujikan secara tertulis atau lisan Hasil yang dicapai dari unit kompetensi ini didasarkan kepada: Aspek kritis yang harus dicapai dengan memperagakan prosedur kerja dan kriteria unjuk kerja yang konsisten untuk masing-masing sub-kompetensi dari unit melalui penerapan secara umum dan mandiri sesuai persyaratan perusahaan Memenuhi kriteria unjuk kerja untuk masing-masing subkompetensi yang berkaitan dengan unit kompetensi ini dengan menggunakan prosedur, informasi dan sumber daya yang tersedia, sesuai standar perusahaan Memperagakan pemahaman terhadap pengetahuan yang mendukung dan ketrampilan yang terkait sebagaimana tercantum dalam Panduan Penilaian 3. Pengetahuan yang dibutuhkan : 3.1. Teori dasar listrik Teori Dasar Transmisi Tenaga Listrik 3.3. Teori Dasar Medan listrik dan magnit 3.4. Pengetahuan instruksi manual peralatan kerja dalam keadaan bertegangan pada saluran udara / penghantar 3.5. Prosedur K2 4. Persyaratan dasar kualifikasi pendidikan formal : Minimal SLTA yang memiliki pengetahuan teknik tenaga listrik tegangan tinggi. 5. Memiliki pengetahuan kerja tentang: 5.1. Pengetahuan dasar Operasi dan pemeliharaan saluran udara / penghantar 5.2. On Site Training sesuai kebutuhan dan kriteria unjuk kerja III. KOMPETENSI KUNCI Kompetensi Kunci A B C D E F G L e v e l M.10-97
15 STANDAR KOMPETENSI SUB BIDANG PEMELIHARAAN TRANSMISI Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit : TSU.HSC.006.(1).A. : MEMELIHARA SALURAN UDARA / PENGHANTAR TEGANGAN TINGGI DAN EXTRA TINGGI DALAM KEADAAN BERTEGANGAN UNTUK PEKERJAAN PENGGANTIAN ISOLATOR TENSION TYPE I : Unit kompetensi ini berkaitan dengan pemahaman dan penerapan prosedur yang diperlukan pada pekerjaan pemeliharaan saluran udara / penghantar pada pekerjaan penggantian insulator Tension type I dalam keadaan bertegangan sesuai dengan standar dan batasan pemeliharaan yang berlaku. Elemen Kompetensi 1. Merencanakan & mempersiapkan pelaksanaan pemeliharaan saluran udara / penghantar pada pekerjaan penggantian insulator tension type I dalam keadaan bertegangan 2. Melaksanakan pemeliharaan saluran udara / penghantar pada pekerjaan penggantian insulator tension type I dalam keadaan bertegangan Kriteria Unjuk Kerja 1.1. Gambar single line diagram system jaringan pada transmisi dipahami dan diberi tanda lokasi-lokasi yang berbahaya 1.2. Petunjuk dan gambar kerja dipersiapkan dan diidentifikasi sesuai standar perusahaan 1.3. Prosedur kerja sesuai standar perusahaan disiapkan dan dipahami 1.4. Dipastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Prosedur kerja 1.5. Material, alat kerja dan perlengkapan KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN diidentifikasi dan dipersiapkan sesuai kebutuhan pemeliharaan dan telah dikalibrasi serta valid 2.1. Peralatan saluran udara / penghantar dalam keadaan betergangan diperiksa sesuai check list dan prosedur yang berlaku di perusahaan 2.2. Alat bantu yang tahan tegangan tinggi dipasang sehingga pekerjaan penggantian isolator dapat dilakukan 2.3. Komponen dari peralatan saluran udara / penghantar dalam keadaan bertegangan dibersihkan, dikencangkan, dilepas, diganti dan diukur sesuai dengan rencana kerja dan prosedur yang berlaku di perusahaan M.11-97
16 2.4. Insulator pengganti dipastikan dalam kondisi baik dan layak serta sesuai dengan keperluannya 2.5. Jarak aman (clear distance) harus selalu dijaga terhadap bagian-bagian lain yang berbeda tegangan 2.6. Bagian-bagian peralatan yang dilepas, dipasang kembali sesuai rencana kerja dan prosedur yang berlaku di perusahaan 2.7. Ruang bebas sepanjang Right of Way (ROW) diperiksa dan dibersihkan sesuai check list dan standar yang berlaku di perusahaan 3. Membuat laporan hasil pemeliharaan saluran udara / penghantar 3.1. Laporan hasil pemeliharaan saluran udara / penghantar dalam keadaan bertegangan dibuat sesuai dengan format dan prosedur yang ditetapkan perusahaan I. BATASAN VARIABEL Untuk melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 1. SOP yang berlaku diperusahaan 2. Instruction Manual Peralatan kerja dalam keadaan bertegangan pada SALURAN UDARA / PENGHANTAR 3. Report sheet yang ditetapkan oleh perusahaan 4. Peralatan kerja dalam keadaaan betrtegangan dan instrumen yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini 5. Dokumen/prosedur KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN pada instalasi tegangan tinggi II. PANDUAN PENILAIAN 1. Unit kompetensi yang harus diketahui sebelumnya : KODE UNIT TSU.HSC.003.(1) A JUDUL UNIT MEMELIHARA ALAT KERJA UNTUK PEKERJAAN PADA SALURAN UDARA / PENGHANTAR TEGANGAN TINGGI DAN EXTRA TINGGI DALAM KEADAAN BERTEGANGAN. 2. Pengujian: 2.1. Kompetensi yang berkaitan dengan ketrampilan dan sikap kerja, harus diujikan ditempat kerja atau ditempat lain secara simulasi dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal Kompetensi yang berkaitan dengan pengetahuan, diujikan M.12-97
17 secara tertulis atau lisan Hasil yang dicapai dari unit kompetensi ini didasarkan kepada: Aspek kritis yang harus dicapai dengan memperagakan prosedur kerja dan kriteria unjuk kerja yang konsisten untuk masing-masing sub-kompetensi dari unit melalui penerapan secara umum dan mandiri sesuai persyaratan perusahaan Memenuhi kriteria unjuk kerja untuk masing-masing sub-kompetensi yang berkaitan dengan unit kompetensi ini dengan menggunakan prosedur, informasi dan sumber daya yang tersedia, sesuai standar perusahaan Memperagakan pemahaman terhadap pengetahuan yang mendukung dan ketrampilan yang terkait sebagaimana tercantum dalam Panduan Penilaian. 3. Pengetahuan yang dibutuhkan : 3.1. Teori dasar listrik 3.2. Teori Dasar Transmisi Tenaga Listrik 3.3. Teori Dasar Medan listrik dan magnit 3.4. Pengetahuan instruksi manual peralatan kerja dalam keadaan bertegangan pada saluran udara / penghantar 3.5. Prosedur K2 4. Persyaratan dasar kualifikasi pendidikan formal : Minimal SLTA yang memiliki pengetahuan teknik tenaga listrik tegangan tinggi. 5. Memiliki pengetahuan kerja tentang: 5.1. Pengetahuan dasar Operasi dan pemeliharaan saluran udara / penghantar 5.2. On Site Training sesuai kebutuhan dan kriteria unjuk kerja. III. KOMPETENSI KUNCI Kompetensi Kunci A B C D E F G L e v e l M.13-97
18 STANDAR KOMPETENSI SUB BIDANG PEMELIHARAAN TRANSMISI Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit : TSU.HSP.001.(1).A. : PENGUKURAN TEGANGAN ISOLATOR PADA SAAT MEMELIHARA SALURAN UDARA / PENGHANTAR TEGANGAN TINGGI DAN EXTRA TINGGI DALAM KEADAAN BERTEGANGAN : Unit kompetensi ini berkaitan dengan pemahaman dan penerapan prosedur yang diperlukan pada pekerjaan pemeliharaan pengukuran tegangan isolator pada saluran udara / penghantar dalam keadaan bertegangan sesuai dengan standar dan batasan pemeliharaan yang berlaku. Elemen Kompetensi 1. Merencanakan dan mempersiapkan pengukuran tegangan isolator pada saluran udara / penghantar dalam keadaan bertegangan tinggi dan ekstra tinggi 2. Melaksanakan pengukuran tegangan isolator pada saluran udara / penghantar dalam keadaan bertegangan tinggi dan ekstra tinggi Kriteria Unjuk Kerja 1.1. Gambar single line diagram system jaringan pada transmisi dipahami dan diberi tanda lokasi-lokasi yang berbahaya 1.2. Petunjuk dan gambar kerja dipersiapkan dan diidentifikasi sesuai standar perusahaan 1.3. Prosedur kerja sesuai standar perusahaan disiapkan dan dipahami 1.4. Dipastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Prosedur kerja 1.5. Material, alat kerja dan perlengkapan KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN diidentifikasi dan dipersiapkan sesuai kebutuhan pemeliharaan dan telah dikalibrasi serta valid 2.1. Peralatan saluran udara / penghantar dalam keadaan bertegangan diperiksa sesuai check list dan prosedur yang berlaku di perusahaan 2.2. Alat bantu yang tahan tegangan tinggi dipasang sehingga pekerjaan penggantian isolator dapat dilakukan M.14-97
19 2.3. Jarak aman (clear distance) harus selalu dijaga terhadap bagian-bagian lain yang berbeda tegangan 2.4. Isolator pengganti diperiksa bagian-bagian nya kemudian, dipasang untuk mengganti yang rusak sesuai rencana kerja dan prosedur yang berlaku di perusahaan 3. Membuat laporan hasil pemeliharaan saluran udara / penghantar 3.1. Laporan hasil pemeliharaan saluran udara / penghantar dalam keadaan bertegangan dibuat sesuai dengan format dan prosedur yang ditetapkan perusahaan I. BATASAN VARIABEL Untuk melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 1. SOP yang berlaku diperusahaan 2. Instruction Manual menggantian isolator type I suspention pada SALURAN UDARA / PENGHANTAR dalam keadaan bertegangan 3. Report sheet yang ditetapkan oleh perusahaan 4. Peralatan kerja dalam keadaaan betrtegangan dan instrumen yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini 5. Dokumen/prosedur KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN pada instalasi tegangan tinggi II. PANDUAN PENILAIAN 1. Unit kompetensi yang harus diketahui sebelumnya : KODE UNIT JUDUL UNIT Pengujian: 2.1. Kompetensi yang berkaitan dengan ketrampilan dan sikap kerja, harus diujikan ditempat kerja atau ditempat lain secara simulasi dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal Kompetensi yang berkaitan dengan pengetahuan, diujikan secara tertulis atau lisan Hasil yang dicapai dari unit kompetensi ini didasarkan kepada: Aspek kritis yang harus dicapai dengan memperagakan prosedur kerja dan kriteria unjuk kerja yang konsisten untuk masing-masing sub-kompetensi dari unit melalui penerapan secara umum dan mandiri sesuai persyaratan perusahaan. M.15-97
20 Memenuhi kriteria unjuk kerja untuk masing-masing subkompetensi yang berkaitan dengan unit kompetensi ini dengan menggunakan prosedur, informasi dan sumber daya yang tersedia, sesuai standar perusahaan Memperagakan pemahaman terhadap pengetahuan yang mendukung dan ketrampilan yang terkait sebagaimana tercantum dalam Panduan Penilaian. 3. Pengetahuan yang dibutuhkan : 3.1. Teori dasar listrik 3.2. Teori Dasar Transmisi Tenaga Listrik 3.3. Teori Dasar Medan listrik dan magnit 3.4. Pengetahuan instruksi manual peralatan kerja dalam keadaan bertegangan pada saluran udara / penghantar 3.5. Prosedur K2 4. Persyaratan dasar kualifikasi pendidikan formal : Minimal SLTA yang memiliki pengetahuan teknik tenaga listrik tegangan tinggi. 5. Memiliki pengetahuan kerja tentang: 5.1. Pengetahuan dasar Operasi dan pemeliharaan saluran udara / penghantar 5.2. On Site Training sesuai kebutuhan dan kriteria unjuk kerja. III. KOMPETENSI KUNCI Kompetensi Kunci A B C D E F G L e v e l M.16-97
21 STANDAR KOMPETENSI SUB BIDANG PEMELIHARAAN TRANSMISI Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit : TSU.HSC.003.(1).A. : MEMELIHARA ALAT KERJA UNTUK PEKERJAAN PADA SALURAN UDARA / PENGHANTAR TEGANGAN TINGGI DAN EXTRA TINGGI DALAM KEADAAN BERTEGANGAN : Unit kompetensi ini berkaitan dengan pemahaman dan penerapan prosedur yang diperlukan pada pekerjaan pemeliharaan alat kerja untuk saluran udara / penghantar tegangan tinggi dan ekstra tinggi dalam keadaan bertegangan untuk pekerjaan penggantian isolator sesuai dengan standar dan batasan pemeliharaan yang berlaku. Elemen Kompetensi 1. Merencanakan dan mempersiapkan pelaksanaan pemeliharaan alat kerja untuk saluran/penghantar tegangan tinggi dan ekstre tinggi dalam keadaan bertegangan 2. Melaksanakan pemeliharaan alat kerja untuk saluran/penghantar tegangan tinggi dan ekstre tinggi dalam keadaan bertegangan Kriteria Unjuk Kerja 1.1. mempersiapkan buku petunjuk setiap alat untuk pengujian ketahanan terhadap tegangan tinggi dan ekstra tinggi 1.2. Petunjuk dan gambar kerja dipersiapkan dan diidentifikasi sesuai standar perusahaan 1.3. Prosedur kerja sesuai standar perusahaan disiapkan dan dipahami 1.4. Dipastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Prosedur kerja 1.5. Material, alat kerja dan perlengkapan KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN diidentifikasi dan dipersiapkan sesuai kebutuhan pemeliharaan dan telah dikalibrasi serta valid 2.1. Peralatan kerja untuk saluran udara / penghantar tegangan tinggi dan ekstra tinggi diperiksa sesuai check list dan prosedur yang berlaku di perusahaan 2.2. Komponen dari peralatan kerja saluran udara / penghantar tinggi dan ekstra tinggi dalam keadaan bertegangan dibersihkan, dan diukur sesuai dengan rencana petunjuk dan prosedur yang berlaku di perusahaan 2.3. Bagian-bagian peralatan yang diuji, dipasang tanda/label sesuai kondisi dan disimpan pada tempat yang telah ditentukan sesuai prosedur yang berlaku di perusahaan M.17-97
22 3. Membuat laporan hasil pemeliharaan saluran udara / penghantar 3.1. Laporan hasil pemeliharaan saluran udara / penghantar dalam keadaan bertegangan dibuat sesuai dengan format dan prosedur yang ditetapkan perusahaan I. BATASAN VARIABEL Untuk melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 1. SOP yang berlaku diperusahaan 2. Instruction Manual Peralatan kerja dalam keadaan bertegangan pada SALURAN UDARA / PENGHANTAR untuk pekerjaan penggantian isolator suspension pada tegangan 500kV type I string-starin stickchain hoist sesuai dengan standar dan batasan pemeliharaan yang berlaku 3. Report sheet yang ditetapkan oleh perusahaan 4. Peralatan kerja dalam keadaaan betrtegangan dan instrumen yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini 5. Dokumen/prosedur KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN pada instalasi tegangan tinggi II. PANDUAN PENILAIAN 1. Unit kompetensi yang harus diketahui sebelumnya : KODE UNIT JUDUL UNIT Pengujian: 2.1. Kompetensi yang berkaitan dengan ketrampilan dan sikap kerja, harus diujikan ditempat kerja atau ditempat lain secara simulasi dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal Kompetensi yang berkaitan dengan pengetahuan, diujikan secara tertulis atau lisan Hasil yang dicapai dari unit kompetensi ini didasarkan kepada: Aspek kritis yang harus dicapai dengan memperagakan prosedur kerja dan kriteria unjuk kerja yang konsisten untuk masing-masing sub-kompetensi dari unit melalui penerapan secara umum dan mandiri sesuai persyaratan perusahaan Memenuhi kriteria unjuk kerja untuk masing-masing subkompetensi yang berkaitan dengan unit kompetensi ini dengan menggunakan prosedur, informasi dan sumber daya yang tersedia, sesuai standar perusahaan. M.18-97
23 Memperagakan pemahaman terhadap pengetahuan yang mendukung dan ketrampilan yang terkait sebagaimana tercantum dalam Panduan Penilaian. 3. Pengetahuan yang dibutuhkan : 3.1. Teori dasar listrik (isolasi tegangan tinggi) 3.2. Teori Dasar Transmisi Tenaga Listrik 3.3. Pengetahuan instruksi manual peralatan kerja dalam keadaan bertegangan pada saluran udara / penghantar 3.4. Prosedur K2 4. Persyaratan dasar kualifikasi pendidikan formal : Minimal SLTA yang memiliki pengetahuan teknik tenaga listrik tegangan tinggi. 5. Memiliki pengetahuan kerja tentang: 5.1. Pengetahuan dasar Operasi dan pemeliharaan saluran udara / penghantar 5.2. On Site Training sesuai kebutuhan dan kriteria unjuk kerja III. KOMPETENSI KUNCI Kompetensi Kunci A B C D E F G L e v e l M.19-97
24 STANDAR KOMPETENSI SUB BIDANG PEMELIHARAAN TRANSMISI Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit : TGX.HXX.004(1).A : MEMELIHARA RELE TEGANGAN LEBIH/KURANG (UNDER DAN OVER VOLTAGE) : Unit kompetensi ini berkaitan dengan pemahaman tentang prosedur memelihara rele tegangan (under/over voltage) pada sistem tegangan rendah pada gardu induk dalam kondisi operasi (On) sesuai dengan standar peralatan berlaku. Elemen Kompetensi 1. Merencanakan & mempersiapkan pelaksanaan pemeliharaan rele tegangan (under/over voltage) 2. Melakukan pemeliharaan rele tegangan (under/over voltage) Kriteria Unjuk Kerja 1.1. Gambar single line diagram sistem distribusi 1.2. DC pada gardu induk dipahami dan diberi tanda lokasi-lokasi yang berbahaya 1.3. Peraturan KESELAMATAN KETENAGALISTRIK AN (K2) setempat dipahamai (wajib mengikuti training K2 setempat) 1.4. Prosedur kerja disusun agar pekerjaannya dapat diselesaikan tepat pada waktunya 1.5. Dipastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Prosedur kerja 1.6. Material dan alat kerja untuk pelaksanaan memelihara rele tegangan (under/over voltage) pada instalasi disiapkan sesuai dengan kebutuhan dan telah dikalibrasi serta valid 2.1. Pemeliharaan rele tegangan (under/over voltage) dilaksanakan sesuai prosedur perusahaan 2.2. Peralatan diuji sesuai prosedur manual alat rele tegangan (under/over voltage) 2.3. Penghubung utama kabel dari Alat ukur rele tegangan (under/over voltage) yang digunakan disambung dengan baik 2.4. Instalasi rele tegangan (under/over voltage) dikondisikan tidak operasi (off line) atau dipisahkan dengan sistem 2.5. Hasil pengujian dicatat pada blangko yang ditetapkan perusahaan M.20-97
25 2.6. Hasil pengukuran dibandingkan dengan hasil yang terdahulu atau dengan Standar pada peralatan instalasi yang berlaku pada perusahaan 3. Membuat laporan 3.1. Laporan hasil pekerjaan pemeliharaan dibuat sesuai dengan format dan prosedur/instruksi kerja yang ditetapkan perusahaan I. BATASAN VARIABEL Untuk melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 1. SOP yang berlaku diperusahaan. 2. Instruction Manual dari masing-masing peralatan 3. Peralatan dan instrumen yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini. 4. Prosedur KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN untuk bekerja pada instalasi gardu induk dan SALURAN UDARA/PENGHANTAR/TT/TET. 5. Prosedur kerja untuk memelihara rele tegangan (under/over voltage) 6. Buku manual untuk memelihara rele tegangan (under/over voltage) 7. Kesehatan fisik dan mental yang mendukung 8. Peralatan yang digunakan Tool set. Perlengkapan KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN sesuai dengan kebutuhan. II. Panduan Penilaian Memelihara rele tegangan (under/over voltage) pada instalasi tenaga listrik harus : 1. Unit kompetensi yang harus diketahui sebelumnya: KODE UNIT JUDUL UNIT Pengujian: 2.1. Kompetensi yang berkaitan dengan ketrampilan dan sikap, harus diujikan ditempat kerja atau ditempat lain secara simulasi dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal Kompetensi yang berkaitan dengan pengetahuan, diujikan secara tertulis atau lisan Hasil yang dicapai dari unit kompetensi ini didasarkan kepada: M.21-97
26 Aspek kritis yang harus dicapai dengan memperagakan prosedur kerja dan kriteria unjuk kerja yang konsisten untuk masing-masing sub-kompetensi dari unit melalui penerapan secara umum dan mandiri sesuai persyaratan perusahaan Memenuhi kriteria unjuk kerja untuk masing-masing subkompetensi yang berkaitan dengan unit kompetensi ini dengan menggunakan prosedur, informasi dan sumber daya yang tersedia, sesuai standar perusahaan Memperagakan pemahaman terhadap pengetahuan yang mendukung dan ketrampilan yang terkait sebagaimana tercantum dalam Panduan Penilaian 3. Pengetahuan yang dibutuhkan : 3.1. Teori dasar listrik 3.2. Teori elektronika dasar 3.3. Teknik tenaga listrik Gardu Induk 3.4. Pengetahuan instruksi manual 3.5. Prosedur K2 4. Persyaratan dasar kualifikasi pendidikan formal : Setara SMK (STM/SMU(IPA)) 5. Memiliki pengetahuan kerja tentang: 5.1. Pengetahuan dasar Operasi dan pemeliharaan instalasi tenaga listrik 5.2. Penggunaan alat kerja yang dioperasikan 5.3. Pemakaian alat ukur pemeliharaan rele tegangan III. KOMPETENSI KUNCI Kompetensi Kunci A B C D E F G L e v e l x x 1 M.22-97
27 STANDAR KOMPETENSI SUB BIDANG PEMELIHARAAN TRANSMISI Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit : TGX.HXX.005(1).A : MEMELIHARA RELE FREKUENSI (UNDER/OVER FREKUENSI) : Unit kompetensi ini berkaitan dengan pemahaman tentang prosedur memelihara rele FREKUENSI (under/over frekuensi) pada sistem tegangan rendah pada gardu induk dalam kondisi operasi (On) sesuai dengan standar peralatan berlaku. Elemen Kompetensi 1. Merencanakan & mempersiapkan pelaksanaan pemeliharaan rele frekuensi (under/over frekuensi) 2. Melakukan pemeliharaan rele frekuensi (under/over frekuensi) Kriteria Unjuk Kerja 1.1. Gambar single line diagram sistem distribusi DC pada gardu induk dipahami dan diberi tanda lokasi-lokasi yang berbahaya 1.2. Peraturan KESELAMATAN KETENAGALISTRIK AN (K2) setempat dipahamai (wajib mengikuti training K2 setempat) 1.3. Prosedur kerja disusun agar pekerjaannya dapat diselesaikan tepat pada waktunya 1.4. Dipastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Prosedur kerja 1.5. Material dan alat kerja untuk pelaksanaan memelihara rele frekuensi (under/over frekuensi) pada instalasi disiapkan sesuai dengan kebutuhan dan telah dikalibrasi serta valid 2.1. Pemeliharaan rele frekuensi (under/over frequensi) dilaksanakan sesuai prosedur perusahaan 2.2. Peralatan diuji sesuai prosedur manual alat rele frekuensi (under/over frequensi) 2.3. Penghubung utama kabel dari Alat ukur memelihara rele frekuensi (under/over frekuensi) yang digunakan disambung dengan baik 2.4. Instalasi rele frekuensi (under/over frekuensi) dikondisikan tidak operasi (off line) atau dipisahkan dengan sistem 2.5. Hasil pengujian dicatat pada blangko yang ditetapkan perusahaan M.23-97
28 2.6. Hasil pengukuran dibandingkan dengan hasil yang terdahulu atau dengan Standar pada peralatan instalasi yang berlaku pada perusahaan 3. Membuat laporan 3.1. Laporan hasil pekerjaan pemeliharaan dibuat sesuai dengan format dan prosedur/instruksi kerja yang ditetapkan perusahaan I. BATASAN VARIABEL Untuk melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 1. SOP yang berlaku diperusahaan. 2. Log sheet atau report sheet yang ditetapkan oleh perusahaan 3. Peralatan dan instrumen yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini. 4. Prosedeur KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN untuk bekerja pada instalasi gardu induk dan SALURAN UDARA/PENGHANTAR/TT/TET. 5. Prosedur kerja untuk memelihara rele frekuensi (under/over frekuensi). 6. Buku manual untuk memelihara rele frekuensi (under/over frekuensi). 7. Kesehatan fisik dan mental yang mendukung. 8. Peralatan yang digunakan: Tool set. Perlengkapan KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN sesuai dengan kebutuhan. II. PANDUAN PENILAIAN Memelihara rele frekuensi(under/over frekuensi) pada instalasi tenaga listrik harus : 1. Unit kompetensi yang harus diketahui sebelumnya: KODE UNIT JUDUL UNIT Pengujian: 2.1. Kompetensi yang berkaitan dengan ketrampilan dan sikap, harus diujikan ditempat kerja atau ditempat lain secara simulasi dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal Kompetensi yang berkaitan dengan pengetahuan, diujikan secara tertulis atau lisan. M.24-97
29 2.3. Hasil yang dicapai dari unit kompetensi ini didasarkan kepada: Aspek kritis yang harus dicapai dengan memperagakan prosedur kerja dan kriteria unjuk kerja yang konsisten untuk masing-masing sub-kompetensi dari unit melalui penerapan secara umum dan mandiri sesuai persyaratan perusahaan Memenuhi kriteria unjuk kerja untuk masing-masing subkompetensi yang berkaitan dengan unit kompetensi ini dengan menggunakan prosedur, informasi dan sumber daya yang tersedia, sesuai standar perusahaan Memperagakan pemahaman terhadap pengetahuan yang mendukung dan ketrampilan yang terkait sebagaimana tercantum dalam Panduan Penilaian. 3. Pengetahuan yang dibutuhkan : 3.1. Teori dasar listrik 3.2. Teory elektronika dasar 3.3. Teknik tenaga listrik (Gardu Induk/proteksi) 3.4. Pengetahuan instruksi manual 3.5. Prosedur K2 4. Persyaratan dasar kualifikasi pendidikan formal : Setara SMK(STM/SMU(IPA)) 5. Memiliki pengetahuan kerja tentang: 5.1. Pengetahuan dasar Operasi dan pemeliharaan instalasi tenaga listrik 5.2. Penggunaan alat kerja yang dioperasikan 5.3. Pemakaian alat ukur pemeliharaan rele frekuensi (under/over frekuensi) III. KOMPETENSI KUNCI Kompetensi Kunci A B C D E F G L e v e l x x 1 M.25-97
30 STANDAR KOMPETENSI SUB BIDANG PEMELIHARAAN TRANSMISI Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit : TGX.HXX.006.(1).A : MEMELIHARA RELE SYNCHROCHECK : Unit kompetensi ini berkaitan dengan pemahaman tentang prosedur memelihara rele SYNCHROCHECK pada sistem tegangan rendah pada gardu induk dalam kondisi operasi (On) sesuai dengan standar peralatan berlaku. Elemen Kompetensi 1. Merencanakan & mempersiapkan pelaksanaan pemeliharaan rele Synchrocheck 2. Melakukan pemeliharaan rele Synchrocheck Kriteria Unjuk Kerja 1.1. Gambar single line diagram sistem distribusi DC pada gardu induk dipahami dan diberi tanda lokasi-lokasi yang berbahaya 1.2. Peraturan KESELAMATAN KETENAGALISTRIK AN (K2) setempat dipahamai (wajib mengikuti training K2 setempat) 1.3. Prosedur kerja disusun agar pekerjaannya dapat diselesaikan tepat pada waktunya 1.4. Dipastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Prosedur kerja 1.5. Material dan alat kerja untuk pelaksanaan memelihara rele Synchrocheck pada instalasi disiapkan sesuai dengan kebutuhan dan telah dikalibrasi serta valid 2.1. Pemeliharaan rele Synchrocheck dilaksanakan sesuai prosedur perusahaan Peralatan diuji sesuai prosedur manual alat rele Synchrocheck 2.3. Penghubung utama kabel dari alat ukur memelihara rele Synchrocheck yang digunakan disambung dengan baik 2.4. Rele Synchrocheck dikondisikan tidak operasi (off line) atau dipisahkan dengan sistem 2.5. Hasil pengujian dicatat pada blangko yang ditetapkan perusahaan M.26-97
31 2.6. Hasil pengukuran dibandingkan dengan hasil yang terdahulu atau dengan standar pada peralatan instalasi yang berlaku pada perusahaan 3. Membuat laporan 3.1. Laporan hasil pekerjaan pemeliharaan dibuat sesuai dengan format dan prosedur/instruksi kerja yang ditetapkan perusahaan I. BATASAN VARIABEL Untuk melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 1. SOP yang berlaku diperusahaan 2. Instruction Manual dari masing-masing Peralatan 3. Log sheet atau report sheet yang ditetapkan oleh perusahaan 4. Peralatan dan instrumen yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini 5. Prosedur KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN untuk bekerja pada instalasi gardu induk dan SALURAN UDARA/PENGHANTAR/TT/TET 6. Prosedur kerja untuk memelihara rele Synchrocheck 7. Buku manual untuk memelihara rele Synchrocheck 8. Kesehatan fisik dan mental yang mendukung 9. Peralatan yang digunakan: Tool set. Perlengkapan KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN sesuai dengan kebutuhan. II. PANDUAN PENILAIAN Memelihara rele Synchrocheck pada instalasi tenaga listrik harus : 1. Unit kompetensi yang harus diketahui sebelumnya: KODE UNIT JUDUL UNIT Pengujian: 2.1. Kompetensi yang berkaitan dengan ketrampilan dan sikap, harus diujikan ditempat kerja atau ditempat lain secara simulasi dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal Kompetensi yang berkaitan dengan pengetahuan, diujikan secara tertulis atau lisan. M.27-97
32 2.3. Hasil yang dicapai dari unit kompetensi ini didasarkan kepada: Aspek kritis yang harus dicapai dengan memperagakan prosedur kerja dan kriteria unjuk kerja yang konsisten untuk masing-masing sub-kompetensi dari unit melalui penerapan secara umum dan mandiri sesuai persyaratan perusahaan Memenuhi kriteria unjuk kerja untuk masing-masing subkompetensi yang berkaitan dengan unit kompetensi ini dengan menggunakan prosedur, informasi dan sumber daya yang tersedia, sesuai standar perusahaan Memperagakan pemahaman terhadap pengetahuan yang mendukung dan ketrampilan yang terkait sebagaimana tercantum dalam Panduan Penilaian. 3. Pengetahuan yang dibutuhkan : 3.1. Teori dasar listrik 3.2. Teori elektronika dasar 3.3. Teknik tenaga listrik (Gardu Induk-proteksi) 3.4. Pengetahuan instruksi manual 3.5. Prosedur K2 4. Persyaratan dasar kualifikasi pendidikan formal : Setara SMK(STM/SMU(IPA)) 5. Memiliki pengetahuan kerja tentang: 5.1. Pengetahuan dasar Operasi dan pemeliharaan instalasi tenaga listrik 5.2. Penggunaan alat kerja yang dioperasikan 5.3. Pemakaian alat ukur pemeliharaan rele Synchrocheck III. KOMPETENSI KUNCI Kompetensi Kunci A B C D E F G L e v e l M.28-97
33 STANDAR KOMPETENSI SUB BIDANG PEMELIHARAAN TRANSMISI Kode Unit : TSK.HXX.001.(1).A Judul Unit : MEMELIHARA PROTEKSI TEKANAN MINYAK KABEL TEGANGAN TINGGI Deskripsi Unit : Unit kompetensi ini berkaitan dengan pemahaman tentang prosedur memelihara Protekasi Tekanan Minyak Kabel Tegangan Tinggi pada sistem tegangan rendah pada gardu induk dalam kondisi operasi (On) sesuai dengan standar peralatan berlaku. Elemen Kompetensi 1. Merencanakan & mempersiapkan pelaksanaan pemeliharan rele Proteksi Tekanan Minyak Kabel Tegangan Tinggi 2. Melakukan pemeliharaan rele Proteksi Tekanan Minyak Kabel Tegangan Tinggi Kriteria Unjuk Kerja 1.1. Gambar single line diagram sistem distribusi DC pada gardu induk dipahami dan diberi tanda lokasi-lokasi yang berbahaya 1.2. Peraturan KESELAMATAN KETENAGALISTRIK AN (K2) setempat dipahamai (wajib mengikuti training K2 setempat) 1.3. Prosedur kerja disusun agar pekerjaan dapat diselesaikan tepat pada waktunya 1.4. Dipastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Prosedur kerja 1.5. Material dan alat kerja untuk pelaksanaan memelihara rele Proteksi Tekanan Minyak Kabel Tegangan Tinggi pada instalasi disiapkan sesuai dengan kebutuhan dan telah dikalibrasi serta valid 2.1. Pemeliharaan Proteksi Tekanan Minyak Kabel Tegangan Tinggi dilaksanakan sesuai prosedur perusahaan 2.2. Peralatan diuji sesuai prosedur manual alat Proteksi Tekanan Minyak Kabel Tegangan Tinggi 2.3. Penghubung utama kabel dari alat ukur memelihara Protekasi Tekanan Minyak Kabel Tegangan Tinggi yang digunakan tersambung dengan baik M.29-97
34 2.4. Instalasi Proteksi Tekanan Minyak Kabel Tegangan Tinggi dikondisikan tidak operasi (off line) atau dipisahkan dengan sistim 2.5. Hasil pengujian dicatat pada blangko yang ditetapkan perusahaan 2.6. Hasil pengukuran dibandingkan dengan hasil yang terdahulu atau dengan standar pada peralatan instalasi yang berlaku pada perusahaan 3. Membuat laporan 3.1. Laporan hasil pekerjaan pemeliharaan dibuat sesuai dengan format dan prosedur/instruksi kerja yang ditetapkan perusahaan I. BATASAN VARIABEL Untuk melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 1. SOP yang berlaku diperusahaan. 2. Instruction Manual dari masing-masing Peralatan. 3. Log sheet atau report sheet yang ditetapkan oleh perusahaan. 4. Peralatan dan instrumen yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini. 5. Prosedur KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN untuk bekerja pada instalasi gardu induk dan SALURAN UDARA/PENGHANTAR/TT/TET. 6. Prosedur kerja untuk memelihara rele Proteksi Tekanan Minyak Kabel Tegangan Tinggi. 7. Buku manual untuk memelihara Proteksi Tekanan Minyak Kabel Tegangan Tinggi. 8. Kesehatan fisik dan mental yang mendukung. 9. Peralatan yang digunakan: Tool set. Perlengkapan KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN sesuai dengan kebutuhan. II. PANDUAN PENILAIAN Memelihara Proteksi Tekanan Minyak Kabel Tegangan Tinggi pada instalasi tenaga listrik harus : 1. Unit kompetensi yang harus diketahui sebelumnya: KODE UNIT TMP.HPG.001.(1).A JUDUL UNIT Pengujian Pemeliharaan wiring M.30-97
35 2. Pengujian: 2.1. Kompetensi yang berkaitan dengan ketrampilan dan sikap, harus diujikan ditempat kerja atau ditempat lain secara simulasi dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal Kompetensi yang berkaitan dengan pengetahuan, diujikan secara tertulis atau lisan Hasil yang dicapai dari unit kompetensi ini didasarkan kepada: Aspek kritis yang harus dicapai dengan memperagakan prosedur kerja dan kriteria unjuk kerja yang konsisten untuk masing-masing sub-kompetensi dari unit melalui penerapan secara umum dan mandiri sesuai persyaratan perusahaan Memenuhi kriteria unjuk kerja untuk masing-masing subkompetensi yang berkaitan dengan unit kompetensi ini dengan menggunakan prosedur, informasi dan sumber daya yang tersedia, sesuai standar perusahaan Memperagakan pemahaman terhadap pengetahuan yang mendukung dan ketrampilan yang terkait sebagaimana tercantum dalam Panduan Penilaian. 3. Pengetahuan yang dibutuhkan : 3.1. Teori dasar listrik (elektronika daya) 3.2. Teknik tenaga listrik (SKTT) 3.3. Teori dasar Fisika (zat cair) 3.4. Pengetahuan instruksi manual 3.5. Prosedur K2 4. Persyaratan dasar kualifikasi pendidikan formal : Setara SMK(STM/SMU(IPA)) 5. Memiliki pengetahuan kerja tentang: 5.1. Pengetahuan dasar Operasi dan pemeliharaan instalasi tenaga listrik 5.2. Penggunaan alat kerja yang dioperasikan 5.3. Pemakaian alat ukur pemeliharaan Proteksi Tekanan Minyak Kabel Tegangan Tinggi III. KOMPETENSI KUNCI Kompetensi Kunci A B C D E F G L e v e l M.31-97
36 STANDAR KOMPETENSI SUB BIDANG PEMELIHARAAN TRANSMISI Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit : TGX.HXX.004.(1).A : MEMELIHARA RELE DIRECTIONAL OC / GF : Unit kompetensi ini berkaitan dengan pemahaman tentang prosedur memelihara rele Directional OC / GF pada sistem tegangan rendah pada gardu induk dalam kondisi operasi (On) sesuai dengan standar peralatan berlaku. Elemen Kompetensi 1. Merencanakan & mempersiapkan pelaksanaan pemeliharan rele Directional OC / GF 2. Melakukan pemeliharaan rele Directional OC / GF Kriteria Unjuk Kerja 1.1. Gambar single line diagram sistem distribusi DC pada gardu induk dipahami dan diberi tanda lokasi-lokasi yang berbahaya 1.2. Peraturan KESELAMATAN KETENAGALISTRIK AN (K2) setempat dipahamai (wajib mengikuti training K2 setempat) 1.3. Prosedur kerja disusun agar pekerjaannya dapat diselesaikan tepat pada waktunya 1.4. Dipastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Prosedur kerja 1.5. Material dan alat kerja untuk pelaksanaan memelihara rele Directional OC / GF pada instalasi disiapkan sesuai dengan kebutuhan dan telah dikalibrasi serta valid 2.1. Pemeliharaan rele Directional OC / GF dilaksanakan sesuai prosedur perusahaan 2.2. Peralatan diuji sesuai prosedur manual alat rele Directional OC / GF 2.3. Penghubung utama kabel dari Alat ukur memelihara rele Directional OC / GF yang digunakan disambung dengan baik 2.4. Instalasi rele Directional OC / GF dikondisikan tidak operasi (off line) atau dipisahkan dengan sistim 2.5. Hasil pengujian dicatat pada blangko yang ditetapkan perusahaan 2.6. Hasil pengukuran dibandingkan dengan hasil yang terdahulu atau dengan standar pada peralatan instalasi yang berlaku pada perusahaan M.32-97
37 3. Membuat laporan 3.1. Laporan hasil pekerjaan pemeliharaan dibuat sesuai dengan format dan prosedur/instruksi kerja yang ditetapkan perusahaan I. BATASAN VARIABEL Untuk melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 1. SOP yang berlaku diperusahaan. 2. Instruction Manual dari masing-masing Peralatan 3. Log sheet atau report sheet yang ditetapkan oleh perusahaan 4. Peralatan dan instrumen yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini. 5. Prosedur KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN untuk bekerja pada instalasi gardu induk dan SALURAN UDARA/PENGHANTAR/TT/TET. 6. Prosedur kerja untuk memelihara rele Directional OC / GF 7. Buku manual untuk memelihara rele Directional OC / GF 8. Kesehatan fisik dan mental yang mendukung 9. Peralatan yang digunakan: Tool set. Perlengkapan KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN sesuai dengan kebutuhan. II. PANDUAN PENILAIAN Memelihara rele Directional OC/GF pada instalasi tenaga listrik harus : 1. Unit kompetensi yang harus diketahui sebelumnya: KODE UNIT TGX.HXX.001.(1).A JUDUL UNIT Pengujian Pemeliharaan Rele OC / GF 2. Pengujian: 2.1. Kompetensi yang berkaitan dengan ketrampilan dan sikap, harus diujikan ditempat kerja atau ditempat lain secara simulasi dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal Kompetensi yang berkaitan dengan pengetahuan, diujikan secara tertulis atau lisan Hasil yang dicapai dari unit kompetensi ini didasarkan kepada : Aspek kritis yang harus dicapai dengan memperagakan prosedur kerja dan kriteria unjuk kerja yang konsisten M.33-97
38 untuk masing-masing sub-kompetensi dari unit melalui penerapan secara umum dan mandiri sesuai persyaratan perusahaan Memenuhi kriteria unjuk kerja untuk masing-masing subkompetensi yang berkaitan dengan unit kompetensi ini dengan menggunakan prosedur, informasi dan sumber daya yang tersedia, sesuai standar perusahaan Memperagakan pemahaman terhadap pengetahuan yang mendukung dan ketrampilan yang terkait sebagaimana tercantum dalam Panduan Penilaian. 3. Pengetahuan yang dibutuhkan : 3.1. Teori dasar listrik 3.2. Teori elektronika dasar 3.3. Teknik tenaga listrik (Gardu Induk- proteksi) 3.4. Pengetahuan instruksi manual 3.5. Prosedur K2 4. Persyaratan dasar kualifikasi pendidikan formal : Setara SMK(STM/SMU(IPA)) 5. Memiliki pengetahuan kerja tentang: 5.1. Pengetahuan dasar Operasi dan pemeliharaan instalasi tenaga listrik 5.2. Penggunaan alat kerja yang dioperasikan 5.3. Pemakaian alat ukur pemeliharaan rele Directional OC / GF III. KOMPETENSI KUNCI Kompetensi Kunci A B C D E F G L e v e l M.34-97
39 STANDAR KOMPETENSI SUB BIDANG PEMELIHARAAN TRANSMISI Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit : TDK.HAU.001.(1).A. (Level 1) : Memelihara Kabel Fiber Optik : Unit kompetensi ini berkaitan dengan pemeliharaan serta pelaksanaan pengujian sistem Kabel Fiber Optik secara presisi dan menyeluruh, sesuai standar dan batasan pemeliharaan. Elemen Kompetensi 1. Merencanakan dan mempersiapkan pelaksanaan pemeliharaan Kabel Fiber Optik 2. Melaksanakan pemeliharaan Kabel Fiber Optik secara menyeluruh Kriteria Unjuk Kerja 1.1. Sumber daya yang diperlukan untuk pengujian diidentifikasi sesuai spesifikasi pekerjaan 1.2. Data jaringan kabel terakhir dipersiapkan 1.3. Perlengkapan kerja (jaringan kabel, gambar, instruksi kerja dll.) diinterpretasikan sesuai dengan rencana kerja 1.4. Lokasi kerja disiapkan sesuai dengan keperluan pekerjaan dan prosedur perusahaan 1.5. Data penyebab kerusakan atau kelainan Peralatan diidentifikasi sesuai Standar Sistem Fiber Optik di Sistem Tenaga Listrik 1.6. Izin kerja disiapkan dan dikoordinasikan 1.7. Data hasil pemeriksaan dan pengujian Kabel Fiber Optik diidentifikasi untuk menentukan kelaikan operasinya sesuai Standar Sistem Fiber Optik di Sistem Tenaga Listrik 2.1. Peralatan Kabel Fiber Optik diuji sesuai prosedur perusahaan 2.2. Jaringan Back up Kabel Fiber Optik dipersiapkan dan dikoordinasikan dengan pelanggan terkait 2.3. Penanganan gangguan diupayakan tidak mengganggu kenyamanan pelanggan M.35-97
40 2.4. Kelayakan Operasi Kabel Fiber Optik diuji sesuai prosedur perusahaan 2.5. Joint Box, asesoris kabel, diperiksa secara visual bila perlu diperbaiki / diganti 2.6. Hasil pengujian dibandingkan dengan Standar Sistem Fiber Optik di Sistem Tenaga Listrik 2.7. Hasil pengujian ditetapkan kelaikan operasinya sesuai Standar Sistem Fiber Optik di Sistem Tenaga Listrik 2.8. Perkembangan jaringan Tenaga Listrik, diantisipasi untuk perubahan posisi kabel pada struktur tower 3. Membuat Laporan Pemeliharaan 3.1. Laporan dibuat sesuai dengan format dan prosedur/instruksi Kerja yang ditetapkan oleh perusahaan I. BATASAN VARIABEL Dalam melaksanakan unit kompentensi ini harus didukung dengan tersedianya: 1. SOP yang berlaku pada Sistem Fiber Optik di Sistem Tenaga Listrik 2. Instruction Manual dan Jaringan kabel dari Sistem Fiber Optik 3. Log sheet atau report sheet yang ditetapkan oleh perusahaan 4. Peralatan dan instrumen yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini. II. PANDUAN PENILAIAN 1. Unit kompetensi yang harus diketahui sebelumnya: KODE UNIT JUDUL UNIT Pengujian: 2.1. Kompetensi harus diujikan ditempat kerja atau ditempat lain secara simulasi dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal Kompetensi yang berkaitan dengan pengetahuan, diujikan secara tertulis atau lisan Hasil yang dicapai dari unit kompetensi ini didasarkan kepada: Aspek kritis yang harus dicapai dengan memperagakan prosedur kerja dan kriteria unjuk kerja yang konsisten untuk masing masing sub-kompetensi dari unit M.36-97
41 kompetensi melalui penerapan secara umum dan mandiri sesuai persyaratan perusahaan Kriteria unjuk kerja untuk masing masing sub unit kompetensi yang berkaitan dengan unit kompetensi ini dengan menggunakan prosedur, informasi dan sumber daya yang tersedia, sesuai standar perusahaan dapat dilaksanakan semuanya Memperagakan / mewujudkan pemahaman, pengetahuan yang mendukung dan ketrampilan yang terkait, sebagaimana tercantum pada Panduan Penilaian 3. Pengetahuan yang dibutuhkan: 3.1. Dasar elektronika 3.2. Dasar Komputer 3.3. Teknik Tenaga Listrik 3.4. Pengukuran dan Penggunaan Alat Ukur 3.5. Komunikasi Data 3.6. Prosedur K2 4. Persyaratan dasar kualifikasi pendidikan formal: Minimal SLTP yang memiliki pengetahuan setara SMK{STM/ SMU(IPA)} 5. Memiliki pengetahuan kerja tentang: 5.1. Pemeliharaan Kabel Fiber Optik 5.2. On Site Training Pemeliharaan Kabel Fiber Optik dan sesuai peralatan yang dipelihara. III. KOMPETENSI KUNCI Kompetensi Kunci A B C D E F G L e v e l X X 1 M.37-97
42 STANDAR KOMPETENSI SUB BIDANG PEMELIHARAAN TRANSMISI Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit : : : TDA.HAU.002.(1).A Memelihara Terminal Multiplexer Fiber Optik Unit kompetensi ini berkaitan dengan pemeliharaan serta pelaksanaan pengujian sistem Terminal Multiplexer Fiber Optik secara presisi dan menyeluruh, sesuai standar dan batasan pemeliharaan. Elemen Kompetensi 1. Merencanakan dan mempersiapkan pelaksanaan pemeliharaan Terminal Multiplexer Fiber Optik 2. Melaksanakan pemeliharaan dan penanganan gangguan Terminal Multiplexer Fiber Optik secara menyeluruh Kriteria Unjuk Kerja 1.1. Sumber daya yang diperlukan untuk pengujian diidentifikasi sesuai spesifikasi pekerjaan 1.2. Data jaringan Terminal Multiplexer terakhir dipersiapkan 1.3. Perlengkapan kerja (jaringan Fiber Optik, gambar, instruksi kerja dll.) diinterpretasikan sesuai dengan rencana kerja 1.4. Lokasi kerja pemeliharaan disiapkan sesuai dengan keperluan pekerjaan dan prosedur perusahaan 1.5. Data penyebab kerusakan atau kelainan Peralatan diidentifikasi sesuai Standar Sistem Fiber Optik di Sistem Tenaga Listrik 1.6. Izin kerja disiapkan dan dikoordinasikan 1.7. Data hasil pemeriksaan dan pengujian Terminal Multiplexer Fiber Optik diidentifikasi untuk menentukan kelaikan operasinya sesuai Standar Sistem Fiber Optik di Sistem Tenaga Listrik 2.1. Peralatan Terminal Multiplexer Fiber Optik diuji sesuai prosedur perusahaan 2.2. Jaringan Back up Terminal Multiplexer Fiber Optik dipersiapkan dan dikoordinasikan dengan pelanggan terkait apabila berdampak mengganggu kenyamanan 2.3. Pemeliharaan diupayakan tidak mengganggu kenyamanan pelanggan 2.4. Penanganan gangguan diupayakan tidak mengganggu kenyamanan pelanggan 2.5. Sistem Operasi Terminal Multiplexer Fiber Optik diuji sesuai prosedur perusahaan M.38-97
43 2.6. Cubicle, patch cord, Joint Box, asesoris kabel, modul, card, diperiksa dan dibersihkan Hasil pengujian dibandingkan dengan Standar Sistem Fiber Optik di Sistem Tenaga Listrik Hasil pengujian ditetapkan kelaikan operasinya sesuai Standar Sistem Fiber Optik di Sistem Tenaga Listrik. 3. Membuat Laporan Pemeliharaan 3.1. Laporan dibuat sesuai dengan format dan prosedur/instruksi Kerja yang ditetapkan oleh perusahaan I. BATASAN VARIABEL Dalam melaksanakan unit kompentensi ini harus didukung dengan tersedianya: 1. SOP yang berlaku pada Sistem Fiber Optik di Sistem Tenaga Listrik 2. Instruction Manual dan Jaringan Terminal Multiplexer dari Sistem Fiber Optik 3. Log sheet atau report sheet yang ditetapkan oleh perusahaan 4. Peralatan dan instrumen yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini. II. PANDUAN PENILAIAN 1. Unit kompetensi yang harus diketahui sebelumnya: KODE UNIT JUDUL UNIT TDK.HAU.001.(1).A Memelihara Kabel Fiber Optik 2. Pengujian: 2.1. Kompetensi harus diujikan ditempat kerja atau ditempat lain secara simulasi dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal 2.2. Kompetensi yang berkaitan dengan pengetahuan, diujikan secara tertulis atau lisan 2.3. Hasil yang dicapai dari unit kompetensi ini didasarkan kepada : Aspek kritis yang harus dicapai dengan memperagakan prosedur kerja dan kriteria unjuk kerja yang konsisten untuk masing masing sub-kompetensi dari unit M.39-97
44 kompetensi melalui penerapan secara umum dan mandiri sesuai persyaratan perusahaan Kriteria unjuk kerja untuk masing masing sub unit kompetensi yang berkaitan dengan unit kompetensi ini dengan menggunakan prosedur, informasi dan sumber daya yang tersedia, sesuai standar perusahaan dapat dilaksanakan semuanya Memperagakan / mewujudkan pemahaman, pengetahuan yang mendukung dan ketrampilan yang terkait, sebagaimana tercantum pada Panduan Penilaian 3. Pengetahuan yang dibutuhkan : 3.1. Dasar elektronika 3.2. Dasar Komputer 3.3. Dasar Fiber Optik 3.4. Multiplexer Fiber Optik 3.5. Komunikasi Data 3.6. Pengukuran dan Penggunaan Alat Ukur 3.7. Prosedur K2 4. Persyaratan dasar kualifikasi pendidikan formal : Minimal SLTA, atau yang memiliki pengetahuan setara SMK{STM/ SMU(IPA)} 5. Memiliki pengetahuan kerja tentang: 5.1. Pemeliharaan Kabel Fiber Optik 5.2. Pemeliharaan Terminal Multiplexer Fiber Optik 5.3. On Site Training Pemeliharaan Terminal Multiplexer Fiber Optik dan sesuai peralatan yang dipelihara III. KOMPETENSI KUNCI Kompetensi Kunci A B C D E F G L e v e l M.40-97
45 STANDAR KOMPETENSI SUB BIDANG PEMELIHARAAN TRANSMISI Kode Unit : TSU.HSC.001.(1).A Judul Unit : MEMASANG DAN MEMBONGKAR TIANG EMERGENSI Deskripsi Unit : Unit kompetensi ini berkaitan dengan pemahaman tentang prosedur memasang dan membongkar tiang emergensi pada saluran udara tegangan tinggi dan ekstra tinggi pada kondisi tidak operasi (Off) sesuai dengan standar peralatan berlaku. Elemen Kompetensi 1. Merencanakan & mempersiapkan pelaksanaan pemasangan dan pembongkaran tiang emergensi pada sutt/sutet 2. Melakukan pemasangan dan pembongkaran tiang emergensi pada sutt/sutet Kriteria Unjuk Kerja 1.1. Gambar situasi dan penentuan lokasi serta kekuatan tanah harus jelas dan mampu kemudian diberi tanda lokasi yang aman dan lokasi yang berbahaya 1.2. Peraturan KESELAMATAN KETENAGALISTRIK AN (K2) setempat dipahamai (wajib mengikuti training K2 setempat) 1.3. Prosedur kerja disusun agar pekerjaan dapat diselesaikan tepat pada waktunya 1.4. Dipastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Prosedur kerja 1.5. Material dan alat kerja untuk pelaksanaan pemasangan dan pembongkaran tiang emergensi sutt/sutet disiapkan dilokasi sesuai dengan kebutuhan dan telah dikalibrasi serta valid 2.1. Pemasangan dan pembongkaran tiang emergensi sutt/sutet dilaksanakan sesuai prosedur perusahaan 2.2. Pemasangan dan pembongkaran tiang emergensi sutt/sutet sesuai prosedur manual tiang emergensi 2.3. Urutan pemasangan dan pembongkaran tiang emergensi dicatat pada blangko yang ditetapkan perusahaan 2.4. Kawat utama penguat tiang emergensi sutt/sutet pada pemasangan yang digunakan terpasang dengan baik M.41-97
46 2.5. Penataan & penyimpanan kembali peralatan & material dalam kontener harus beraturan sesuai check list 2.6. Instalasi dalam keadaan tidak beroperasi (off line) tanpa beban konduktor 2.7. Hasil pemasangan dibandingkan dengan hasil yang terdahulu atau dengan Standar yang berlaku pada peralatan instalasi yang berlaku pada perusahaan 3. Membuat laporan 3.1. Laporan hasil pekerjaan dibuat sesuai dengan format dan prosedur/instruksi kerja yang ditetapkan perusahaan I. BATASAN VARIABEL Untuk melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 1. SOP yang berlaku diperusahaan. 2. Instruction Manual dari masing-masing Peralatan 3. Log sheet atau report sheet yang ditetapkan oleh perusahaan 4. Peralatan dan instrumen yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini. 5. SOP KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN untuk bekerja pada instalasi gardu induk dan SALURAN UDARA/PENGHANTAR/TT/TET. 6. SOP untuk pemasangan dan pembongkaran tiang emergensi pada sutt/sutet 7. Buku manual untuk pemasangan dan pembongkaran tiang emergensi pada sutt/sutet 8. Kesehatan fisik dan mental yang mendukung 9. Peralatan yang digunakan Tool set. Perlengkapan KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN sesuai dengan kebutuhan. II. PANDUAN PENILAIAN 1. Unit kompetensi yang harus diketahui sebelumnya: KODE UNIT JUDUL UNIT - - M.42-97
47 2. Pengujian: 2.1. Kompetensi yang berkaitan dengan ketrampilan dan sikap, harus diujikan ditempat kerja atau ditempat lain secara simulasi dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal Kompetensi yang berkaitan dengan pengetahuan, diujikan secara tertulis atau lisan Hasil yang dicapai dari unit kompetensi ini didasarkan kepada: Aspek kritis yang harus dicapai dengan memperagakan prosedur kerja dan kriteria unjuk kerja yang konsisten untuk masing-masing sub-kompetensi dari unit melalui penerapan secara umum dan mandiri sesuai persyaratan perusahaan Memenuhi kriteria unjuk kerja untuk masing-masing subkompetensi yang berkaitan dengan unit kompetensi ini dengan menggunakan prosedur, informasi dan sumber daya yang tersedia, sesuai standar perusahaan Memperagakan pemahaman terhadap pengetahuan yang mendukung dan ketrampilan yang terkait sebagaimana tercantum dalam Panduan Penilaian. 3. Pengetahuan yang dibutuhkan : 3.1. Teori dasar mekanika 3.2. Teknik ilmu gaya (system kremona /konstruksi) 3.3. Teknik tenaga listrik (Transmisi) 3.4. Pengetahuan instruksi manual 3.5. Prosedur K2 4. Persyaratan dasar kualifikasi pendidikan formal : Minimal SLTA yang memiliki pengetahuan setara SMK(STM/SMU(IPA)) 5. Memiliki pengetahuan kerja tentang: 5.1. Pengetahuan dasar Operasi dan pemeliharaan instalasi tenaga listrik 5.2. Penggunaan alat kerja yang dioperasikan III. KOMPETENSI KUNCI Kompetensi Kunci A B C D E F G L e v e l x M.43-97
48 STANDAR KOMPETENSI SUB BIDANG PEMELIHARAAN TRANSMISI Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit : TGQ.HPN.001.(1).A : MEMELIHARA NEUTRAL GROUNDING RESISTOR (NGR) DARI TRANSFORMATOR : Unit kompetensi ini berkaitan dengan pemahaman tentang prosedur memelihara neutral grounding resistor pada sambungan titik neutral trafo pada gardu induk dalam kondisi tidak operasi (Off) sesuai dengan standar peralatan berlaku. Elemen Kompetensi 1. Merencanakan & mempersiapkan pelaksanaan pemeliharaan neutral grounding resistor (NGR) 2. Melakukan pemeliharaan neutral grounding resistor (NGR) Kriteria Unjuk Kerja 1.1. Gambar single line diagram system transformator pada gardu induk dipahami dan diberi tanda lokasi-lokasi yang berbahaya 1.2. Peraturan KESELAMATAN KETENAGALISTRIK AN (K2) setempat dipahamai (wajib mengikuti training K2 setempat) 1.3. Prosedur kerja disusun agar pekerjaannya dapat diselesaikan tepat pada waktunya 1.4. Dipastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Prosedur kerja 1.5. Material dan alat kerja untuk pelaksanaan memelihara neutral grounding resistor pada instalasi disiapkan sesuai dengan kebutuhan dan telah dikalibrasi serta valid 2.1. Pemeliharaan neutral grounding resistor dilaksanakan sesuai prosedur perusahaan 2.2. Peralatan diuji sesuai prosedur manual alat neutral grounding resistor 2.3. Penghubung utama kabel dari Alat ukur untuk memelihara neutral grounding resistor yang digunakan tersambung dengan baik 2.4. Instalasi neutral grounding resistor dalam keadaan tidak operasi (off line) atau tanpa tersambung dengan sistim 2.5. Hasil pengujian dicatat pada blangko yang ditetapkan perusahaan M.44-97
49 2.6. Hasil pengukuran dibandingkan dengan hasil yang terdahulu atau dengan Standar peralatan instalasi yang berlaku pada perusahaan 3. Membuat laporan 3.1. Laporan hasil pekerjaan pemeliharaan dibuat sesuai dengan format dan prosedur/instruksi kerja yang ditetapkan perusahaan I. BATASAN VARIABEL Untuk melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 1. SOP yang berlaku diperusahaan 2. Instruction Manual dari masing-masing Peralatan 3. Log sheet atau report sheet yang ditetapkan oleh perusahaan 4. Peralatan dan instrumen yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini 5. SOP KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN untuk bekerja pada instalasi gardu induk dan SALURAN UDARA/PENGHANTAR/TET 6. SOP untuk memelihara neutral grounding resistor 7. Buku manual untuk memelihara neutral grounding resistor 8. Kesehatan fisik dan mental yang mendukung 9. Peralatan yang digunakan 10. Tool set 11. Perlengkapan KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN sesuai dengan kebutuhan II. PANDUAN PENILAIAN Memelihara neutral grounding resistor pada instalasi tenaga listrik harus : 1. Unit kompetensi yang harus diketahui sebelumnya: KODE UNIT JUDUL UNIT Pengujian: 2.1. Kompetensi yang berkaitan dengan ketrampilan dan sikap, harus diujikan ditempat kerja atau ditempat lain secara simulasi dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal Kompetensi yang berkaitan dengan pengetahuan, diujikan secara tertulis atau lisan Hasil yang dicapai dari unit kompetensi ini didasarkan kepada: Aspek kritis yang harus dicapai dengan memperagakan M.45-97
50 prosedur kerja dan kriteria unjuk kerja yang konsisten untuk masing-masing sub-kompetensi dari unit melalui penerapan secara umum dan mandiri sesuai persyaratan perusahaan Memenuhi kriteria unjuk kerja untuk masing-masing subkompetensi yang berkaitan dengan unit kompetensi ini dengan menggunakan prosedur, informasi dan sumber daya yang tersedia, sesuai standar perusahaan Memperagakan pemahaman terhadap pengetahuan yang mendukung dan ketrampilan yang terkait sebagaimana tercantum dalam Panduan Penilaian. 3. Pengetahuan yang dibutuhkan : 3.1. Teori dasar listrik 3.2. Teknik tenaga listrik Gardu Induk 3.3. Pengetahuan instruksi manual 3.4. Prosedur K2 4. Persyaratan dasar kualifikasi pendidikan formal : Minimal SLTA yang memiliki pengetahuan setara SMK(STM/SMU(IPA)) 5. Memiliki pengetahuan kerja tentang: 5.1. Pengetahuan dasar Operasi dan pemeliharaan instalasi tenaga listrik 5.2. Penggunaan alat kerja yang dioperasikan 5.3. Pemakaian alat ukur pemeliharaan neutral grounding resistor III. KOMPETENSI KUNCI Kompetensi Kunci A B C D E F G L e v e l x x x M.46-97
51 STANDAR KOMPETENSI SUB BIDANG PEMELIHARAAN TRANSMISI Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit : TSQ.HMU.001.(1).A : MEMELIHARA JALUR BEBAS PADA SALURAN UDARA, KABEL TANAH DAN KABEL LAUT TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI : Unit kompetensi ini berkaitan dengan pemahaman tentang prosedur memelihara jalur bebas (ROW) pada saluran udara, jalur kabel tanah dan kabel laut tegangan tinggi dan ekstra tinggi dalam kondisi operasi dan tidak operasi (ON dan OFF) sesuai dengan standar Pemeliharaan yang berlaku. Elemen kompetensi 1. Merencanakan & mempersiapkan pelaksanaan pemeliharaan jalur bebas (ROW) pada saluran udara, jalur kabel tanah dan kabel laut tegangan tinggi dan ekstra tinggi dalam kondisi operasi dan tidak operasi (ON dan OFF) 2. Melakukan pemeliharaan jalur bebas (ROW) pada saluran udara, jalur kabel tanah dan kabel laut tegangan tinggi dan ekstra tinggi dalam kondisi operasi dan tidak operasi (ON dan OFF) Kriteria unjuk kerja 1.1. Gambar route dan data ROW (pohon & bangunan) pada jalur bebas (ROW) pada saluran udara, jalur kabel tanah dan kabel laut tegangan tinggi dan ekstra tinggi dipahami dan diberi tanda lokasi-lokasi yang berbahaya 1.2. Peraturan KESELAMATAN KETENAGALISTRIK AN (K2) setempat dipahamai (wajib mengikuti training K2 setempat) 1.3. Prosedur kerja disusun agar pekerjaannya dapat diselesaikan tepat pada waktunya 1.4. Dipastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai sop (dalam keadaan operasi) 1.5. Material dan alat kerja untuk pelaksanaan pemeliharaan ROW pada instalasi disiapkan sesuai dengan kebutuhan dan telah dikalibrasi serta valid 2.1. Jalur SUTT,SUTET,SKTT dan SKLT diperiksa / dipastikan secara periodik dalam kondisi operasi (ON/OFF) dapat dilaksanakan sesuai prosedur perusahaan Peralatan ukur seperti meteran, teropong dapat digunakan sesuai prosedur manual alat pengukur 2.3. Pengukuran jalur bebas pada SUTT,SUTET menggunakan alat ukur jarak ketinggian (Ranging meter) M.47-97
52 2.4. Hasil pemeriksaan dicatat pada blangko yang ditetapkan perusahaan 2.5. Hasil pengukuran dibandingkan dengan hasil yang terdahulu atau dengan Standar pada peralatan instalasi yang berlaku pada perusahaan 3. Membuat laporan 3.1. Laporan hasil pekerjaan pemeliharaan dibuat sesuai dengan format dan prosedur/instruksi kerja yang ditetapkan perusahaan I. BATASAN VARIABEL Untuk melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 1. SOP yang berlaku diperusahaan 2. Instruction Manual dari masing-masing Peralatan 3. Log sheet atau report sheet yang ditetapkan oleh perusahaan 4. Peralatan dan instrumen yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini 5. SOP KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN untuk bekerja pada instalasi gardu induk dan SALURAN UDARA/PENGHANTAR/TT/TET 6. SOP untuk mengukur jarak bebas 7. Buku manual untuk mengukur medan listrik dan magnit 8. Kesehatan fisik dan mental yang mendukung 9. Peralatan yang digunakan 10. Tool set 11. Perlengkapan KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN sesuai dengan kebutuhan II. PANDUAN PENILAIAN 1. Unit kompetensi yang harus diketahui sebelumnya: KODE UNIT JUDUL UNIT Pengujian: 2.1. Kompetensi yang berkaitan dengan ketrampilan dan sikap, harus diujikan ditempat kerja atau ditempat lain secara simulasi dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal Kompetensi yang berkaitan dengan pengetahuan, diujikan secara tertulis atau lisan. M.48-97
53 2.3. Hasil yang dicapai dari unit kompetensi ini didasarkan kepada: Aspek kritis yang harus dicapai dengan memperagakan prosedur kerja dan kriteria unjuk kerja yang konsisten untuk masing-masing sub-kompetensi dari unit melalui penerapan secara umum dan mandiri sesuai persyaratan perusahaan Memenuhi kriteria unjuk kerja untuk masing-masing subkompetensi yang berkaitan dengan unit kompetensi ini dengan menggunakan prosedur, informasi dan sumber daya yang tersedia, sesuai standar perusahaan Memperagakan pemahaman terhadap pengetahuan yang mendukung dan ketrampilan yang terkait sebagaimana tercantum dalam Panduan Penilaian. 3. Pengetahuan yang dibutuhkan : 3.1. Teori dasar listrik 3.2. Peraturan-peraturan tentang bahaya listrik 3.3. Teknik negosiasi 3.4. Pengetahuan instruksi manual 3.5. Prosedur K2 4. Persyaratan dasar kualifikasi pendidikan formal : Minimal SLTA yang memiliki pengetahuan setara SMK(STM/SMU(IPA)) 5. Memiliki pengetahuan kerja tentang: 5.1. Pengetahuan dasar Operasi dan pemeliharaan instalasi tenaga listrik 5.2. Penggunaan alat kerja yang dioperasikan 5.3. Pemakaian alat ukur medan listrik dan medan magnit III. KOMPETENSI KUNCI Kompetensi Kunci A B C D E F G L e v e l x 2 x M.49-97
54 STANDAR KOMPETENSI SUB BIDANG PEMELIHARAAN TRANSMISI Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit : TGV.HPN.001.(1).A : INDUCE TEST PADA TRANSFORMATOR TENAGA : Unit kompetensi ini berkaitan dengan pemahaman tentang prosedur menguji isolasi trafo antar belitan trafo, antar belitan ke bodi trafo dan sadapan trafo. Pada kondisi tidak operasi (Off) dengan alat uji tegangan tinggi arus bolak-balik (HV AC) sesuai dengan standar peralatan yang berlaku. Elemen Kompetensi 1. Merencanakan & mempersiapkan pelaksanaan pengujian isolasi peralatan instalasi tenaga listrik pada kondisi tidak operasi (Off) dengan alat uji tegangan tinggi arus bolak-balik (HV AC) 2. Melakukan pengujian isolasi peralatan instalasi tenaga listrik pada kondisi tidak operasi (Off) dengan alat uji tegangan tinggi arus bolak-balik (HV AC TEST) 3. Membandingkan hasil uji Kriteria Unjuk Kerja 1.1. Gambar single line instalasi akan diuji isolasi dengan HV AC TEST dipahami dan diberi tanda lokasi-lokasi yang berbahaya 1.2. Peraturan KESELAMATAN KETENAGALISTRIK AN (K2) setempat dipahamai (wajib mengikuti training K2 setempat) 1.3. Prosedur kerja disusun agar pekerjaannya dapat diselesaikan tepat pada waktunya 1.4. Dipastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai SOP 1.5. Material dan alat kerja untuk pelaksanaan pengujian isolasi dengan HV AC TEST pada instalasi disiapkan sesuai dengan kebutuhan 2.1. Peralatan yang akan diuji dikondisikan sesuai prosedur perusahaan 2.2. Peralatan diuji sesuai prosedur manual menguji isolasi dengan HV AC TEST 2.3. Penghubung utama kabel dari Alat yang diuji dengan HV AC TEST disambung dengan baik 2.4. Hasil pengujian dicatat pada blangko yang ditetapkan perusahaan 3.1. Hasil pengujian dianalisa dan dibandingkan dengan hasil yang terdahulu atau dengan Standar isolasi peralatan instalasi M.50-97
55 4. Membuat laporan 4.1. Laporan hasil pekerjaan pemeliharaan dibuat sesuai dengan format dan prosedur/instruksi kerja yang ditetapkan perusahaan serta memberi kesimpulan / saran bila diperlukan dan ditandatangani oleh petugas yang berkepentingan I. Batasan Variabel Untuk melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 1. SOP yang berlaku diperusahaan. 2. Instruction Manual dari masing-masing Peralatan 3. Log sheet atau report sheet yang ditetapkan oleh perusahaan 4. Peralatan dan instrumen yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini. 5. SOP KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN untuk bekerja pada instalasi gardu induk dan Saluran udara/penghantar/tet 6. SOP untuk pengujian isolasi dengan HV AC TEST 7. Kesehatan fisik dan mental yang mendukung 8. Peralatan yang digunakan tool set sabuk pengaman /safety belt pagar pembatas daerah berbahaya II. Panduan Penilaian Menguji isolasi peralatan dengan HV AC TEST pada instalasi tenaga listrik harus : 1. Unit kompetensi yang harus diketahui sebelumnya: KODE UNIT JUDUL UNIT Pengujian: 2.1. Kompetensi yang berkaitan dengan ketrampilan dan sikap, harus diujikan ditempat kerja atau ditempat lain secara simulasi dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal Kompetensi yang berkaitan dengan pengetahuan, diujikan secara tertulis atau lisan Hasil yang dicapai dari unit kompetensi ini didasarkan kepada : Aspek kritis yang harus dicapai dengan memperagakan prosedur kerja dan kriteria unjuk kerja yang konsisten untuk masing-masing sub-kompetensi dari unit melalui M.51-97
56 penerapan secara umum dan mandiri sesuai persyaratan perusahaan Memenuhi kriteria unjuk kerja untuk masing-masing subkompetensi yang berkaitan dengan unit kompetensi ini dengan menggunakan prosedur, informasi dan sumber daya yang tersedia, sesuai standar perusahaan Memperagakan pemahaman terhadap pengetahuan yang mendukung dan ketrampilan yang terkait sebagaimana tercantum dalam Panduan Penilaian. 3. Pengetahuan yang dibutuhkan : 3.1. Teori dasar listrik (kapasitansi/impedansi) 3.2. Teknik Tegangan Tinggi 3.3. Bahan - bahan listrik (oil, kertas, polimer/xlpe) 3.4. Teknik Tenaga Listrik 3.5. Pengetahuan instruksi manual 3.6. Prosedur K2 4. Persyaratan dasar kualifikasi pendidikan formal : Minimal SLTP yang memiliki pengetahuan setara SMK(STM/SMU(IPA)) 5. Memiliki pengetahuan kerja tentang : 5.1. Pengetahuan dasar Operasi dan pemeliharaan instalasi tenaga listrik 5.2. Pemakaian alat ukur HV AC TEST 5.3. On Site Training sesuai kebutuhan dan kriteria unjuk kerja III. KOMPETENSI KUNCI Kompetensi Kunci A B C D E F G L e v e l M.52-97
57 STANDAR KOMPETENSI SUB BIDANG PEMELIHARAAN TRANSMISI Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit : TGV.HMF.001.(1).A : MEMELIHARA SISTEM DISTRIBUSI AC DAN DC PADA GARDU INDUK : Unit kompetensi ini berkaitan dengan pemahaman tentang prosedur memelihara sistem distribusi AC dan DC pada Gardu Induk dalam kondisi operasi dan tidak operasi (ON atau OFF) sesuai dengan standar peralatan yang berlaku Elemen Kompetensi 1. Merencanakan & mempersiapkan pelaksanaan pemeliharaan sistem distribusi AC dan DC pada Gardu Induk dalam kondisi operasi dan tidak operasi (ON atau OFF) 2. Melakukan pemeliharaan sistem distribusi AC dan DC pada Gardu Induk dalam kondisi operasi dan tidak operasi (ON atau OFF) Kriteria Unjuk Kerja 1.1. Diagram Satu Garis Sistem Distribusi AC dan DC pada Gardu Induk dipahami 1.2. Lokasi-lokasi yang berbahaya ditandai 1.3. Peraturan KESELAMATAN KETENAGALISTRIK AN (K2) setempat dipahamai (wajib mengikuti training K2 setempat) 1.4. Prosedur Kerja pelaksanaan pemeliharaan dibuat 1.5. Material yang dibutuhkan untuk pelaksanaan pemeliharaan sistem distribusi AC dan DC disiapkan 1.6. Alat kerja yang dibutuhkan untuk pelaksanaan pemeliharaan sistem distribusi AC dan DC disiapkan 2.1. Tegangan AC dan DC pada Gardu Induk dalam kondisi operasi (ON) diukur sesuai SOP 2.2. Temperatur pada kontak-kontak AC dan DC di Gardu Induk dalam kondisi operasi (ON) diukur dengan thermovisi sesuai SOP 2.3. Tegangan DC kutub positip terhadap tanah dan kutub negatip terhadap tanah diukur 2.4. Hasil pengujian dicatat pada blangko yang ditetapkan perusahaan 2.5. Hasil pengukuran dibandingkan dengan hasil pengukuran terdahulu/sebelumnya atau dengan Standar pada peralatan instalasi yang berlaku pada perusahaan 3. Membuat Laporan 3.1. Laporan hasil pekerjaan pemeliharaan dibuat sesuai dengan format dan prosedur/instruksi kerja yang ditetapkan perusahaan M.53-97
58 I. BATASAN VARIABEL Untuk melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 1. SOP yang berlaku diperusahaan. 2. Instruction Manual masing-masing Peralatan 3. Log sheet atau report sheet yang ditetapkan oleh perusahaan 4. Peralatan dan instrumen yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini. 5. SOP KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN untuk bekerja pada instalasi Gardu Induk dan Saluran Udara/Penghantar TT/TET. 6. Buku / gambar wiring sistem distribusi AC dan DC 7. Kesehatan fisik dan mental yang mendukung 8. Tool set. 9. Perlengkapan KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN sesuai dengan kebutuhan. II. PANDUAN PENILAIAN 1. Unit kompetensi yang harus diketahui sebelumnya: KODE UNIT JUDUL UNIT Pengujian: 2.1. Kompetensi yang berkaitan dengan ketrampilan dan sikap, harus diujikan ditempat kerja atau ditempat lain secara simulasi dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal Kompetensi yang berkaitan dengan pengetahuan, diujikan secara tertulis atau lisan Hasil yang dicapai dari unit kompetensi ini didasarkan kepada: Aspek kritis yang harus dicapai dengan memperagakan prosedur kerja dan kriteria unjuk kerja yang konsisten untuk masing-masing sub-kompetensi dari unit melalui penerapan secara umum dan mandiri sesuai persyaratan perusahaan Memenuhi kriteria unjuk kerja untuk masing-masing sub-kompetensi yang berkaitan dengan unit kompetensi ini dengan menggunakan prosedur, informasi dan sumber daya yang tersedia, sesuai standar perusahaan Memperagakan pemahaman terhadap pengetahuan yang mendukung dan ketrampilan yang terkait sebagaimana tercantum dalam Panduan Penilaian. M.54-97
59 3. Pengetahuan yang dibutuhkan : 3.1. Teori Dasar Listrik 3.2. Teknik intalasi tenaga listrik untuk gardu induk 3.3. Pengetahuan instruksi manual 3.4. Prosedur K2 4. Persyaratan dasar kualifikasi pendidikan formal : Minimal SMK (STM/SMU(IPA)) 5. Memiliki pengetahuan kerja tentang : 5.1. Pengetahuan dasar Operasi dan pemeliharaan instalasi tenaga listrik 5.2. Penggunaan alat kerja yang dioperasikan 5.3. Pemakaian alat ukur tegangan dan arus AC dan DC III. KOMPETENSI KUNCI Kompetensi Kunci A B C D E F G L e v e l x x x M.55-97
60 STANDAR KOMPETENSI SUB BIDANG PEMELIHARAAN TRANSMISI Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit : TMP.HPN.014.(1).A : MENGUKUR TEGANGAN HARMONISA : Unit kompetensi ini berkaitan dengan pemahaman tentang prosedur mengukur tegangan harmonisa pada system tegangan rendah pada gardu induk dalam kondisi operasi (On) sesuai dengan standar peralatan berlaku. Elemen Kompetensi 1. Merencanakan & mempersiapkan pelaksanaan pengukuran tegangan harmonisa pada GI/GIS 2. Melakukan pengukuran pengukuran tegangan harmonisa pada GI/GIS Kriteria Unjuk Kerja 1.1. Gambar single line diagram system distribusi AC pada gardu induk dipahami dan diberi tanda lokasi-lokasi yang berbahaya 1.2. Peraturan KESELAMATAN KETENAGALISTRIK AN (K2) setempat dipahamai (wajib mengikuti training K2 setempat) 1.3. Prosedur kerja disusun agar pekerjaannya dapat diselesaikan tepat pada waktunya 1.4. Dipastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai SOP 1.5. Material dan alat kerja untuk pelaksanaan pengukuran tegangan harmonisa pada instalasi disiapkan sesuai dengan kebutuhan dan telah dikalibrasi serta valid 2.1. Pengukuran tegangan harmonisa dari peralatan yang akan diuji dilaksanakan sesuai prosedur perusahaan 2.2. Peralatan diuji sesuai prosedur manual alat ukur tegangan harmonisa 2.3. Penghubung utama kabel dari Alat ukur tegangan harmonisa yang digunakan disambung dengan baik 2.4. Instalasi dalam keadaan operasi (on line) 2.5. Hasil pengujian dicatat pada blangko yang ditetapkan perusahaan 2.6. Hasil pengukuran dibandingkan dengan hasil yang terdahulu atau dengan Standar instalasi yang berlaku pada perusahaan M.56-97
61 3. Membuat laporan 3.1. Laporan hasil pekerjaan pemeliharaan dibuat sesuai dengan format dan prosedur /instruksi kerja yang ditetapkan perusahaan I. BATASAN VARIABEL Untuk melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 1. SOP yang berlaku diperusahaan. 2. Instruction Manual dari masing-masing Peralatan 3. Log sheet atau report sheet yang ditetapkan oleh perusahaan 4. Peralatan dan instrumen yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini. 5. SOP KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN untuk bekerja pada instalasi gardu induk dan SALURAN UDARA/PENGHANTAR/TET. 6. SOP untuk pengukuran TEGANGAN HARMONISA 7. Buku manual untuk alat AIA 8. Kesehatan fisik dan mental yang mendukung 9. Peralatan yang digunakan Tool set Perlengkapan KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN sesuai dengan kebutuhan II. PANDUAN PENILAIAN Mengukur TEGANGAN HARMONISA pada instalasi tenaga listrik harus : 1. Unit kompetensi yang harus diketahui sebelumnya: KODE UNIT JUDUL UNIT Pengujian: 2.1. Kompetensi yang berkaitan dengan ketrampilan dan sikap, harus diujikan ditempat kerja atau ditempat lain secara simulasi dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal Kompetensi yang berkaitan dengan pengetahuan, diujikan secara tertulis atau lisan Hasil yang dicapai dari unit kompetensi ini didasarkan kepada: Aspek kritis yang harus dicapai dengan memperagakan prosedur kerja dan kriteria unjuk kerja yang konsisten untuk masing-masing sub-kompetensi dari unit melalui penerapan secara umum dan mandiri sesuai persyaratan perusahaan. M.57-97
62 Memenuhi kriteria unjuk kerja untuk masing-masing subkompetensi yang berkaitan dengan unit kompetensi ini dengan menggunakan prosedur, informasi dan sumber daya yang tersedia, sesuai standar perusahaan Memperagakan pemahaman terhadap pengetahuan yang mendukung dan ketrampilan yang terkait sebagaimana tercantum dalam Panduan Penilaian. 3. Pengetahuan yang dibutuhkan : 3.1. Teori dasar listrik 3.2. Teknik tenaga listrik (Gardu Induk) 3.3. Pengetahuan instruksi manual Prosedur K2 4. Persyaratan dasar kualifikasi pendidikan formal : Minimal SLTP yang memiliki pengetahuan setara SMK(STM/SMU(IPA)) 5. Memiliki pengetahuan tentang: 5.1. Pengetahuan dasar Operasi dan pemeliharaan instalasi tenaga listrik 5.2. Penggunaan alat kerja yang dioperasikan 5.3. Pemakaian alat ukur tegangan harmonisa III. KOMPETENSI KUNCI Kompetensi Kunci A B C D E F G L e v e l x x 2 M.58-97
63 STANDAR KOMPETENSI SUB BIDANG PEMELIHARAAN TRANSMISI Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit : TMI.HPN.001.(1).A : MENGUKUR KEMURNIAN GAS SF6 : Unit kompetensi ini berkaitan dengan pemahaman tentang prosedur mengukur komposisi kandungan gas lain pada gas sf6 pada gardu induk dalam kondisi operasi dan tidak operasi (ON dan OFF) sesuai dengan standar peralatan berlaku. Elemen Kompetensi 1. Merencanakan & mempersiapkan pelaksanaan pengukuran kemurnian gas sf-6 2. Melakukan pengukuran kemurnian/purity gas SF-6 Kriteria Unjuk Kerja 1.1. Gambar single line diagram system pada gardu induk dipahami dan diberi tanda lokasi-lokasi yang berbahaya 1.2. Peraturan KESELAMATAN KETENAGA LISTRIKAN setempat dipahamai (wajib mengikuti training KESELAMATAN KETENAGA LISTRIKAN setempat) 1.3. Catat tekanan gas sf6 pada setiap kompartemen 1.4. Prosedur kerja disusun agar pekerjaannya dapat diselesaikan tepat pada waktunya 1.5. Dipastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai sop (dalam keadaan operasi) 1.6. Material dan alat kerja untuk pelaksanaan mengukur kemurnian/purity gas sf-6 pada instalasi disiapkan sesuai dengan kebutuhan dan telah dikalibrasi serta valid 2.1. Mengukur kemurnian gas sf-6 pada gardu induk dalam kondisi operasi atau tidak operasi (ON atau OFF) dapat dilaksanakan dengan alat ukur kemurnian gas sesuai prosedur perusahaan 2.2. Peralatan diukur sesuai prosedur manual alat mengukur kemurnian gas sf-6 M.59-97
64 2.3. pengukuran pada tabung harus menggunakan pengatur tekanan (reducer) khusus gas sf Hasil pengujian dicatat pada blangko yang ditetapkan perusahaan 2.5. Hasil pengukuran dibandingkan dengan hasil yang terdahulu atau dengan Standar pada peralatan instalasi yang berlaku pada perusahaan 3. Membuat laporan 3.1. Laporan hasil pekerjaan pemeliharaan dibuat sesuai dengan format dan prosedur/instruksi kerja yang ditetapkan perusahaan I. BATASAN VARIABEL Untuk melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 1. SOP yang berlaku diperusahaan 2. Instruction Manual dari masing-masing Peralatan 3. Log sheet atau report sheet yang ditetapkan oleh perusahaan 4. Peralatan dan instrumen yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini 5. SOP KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN untuk bekerja pada instalasi gardu induk dan SALURAN UDARA/PENGHANTAR/TET 6. SOP untuk mengukur kemurnian gas SF-6 7. Buku manual untuk mengukur kemurnian gas SF-6 8. Kesehatan fisik dan mental yang mendukung 9. Peralatan yang digunakan 10. Tool set 11. Perlengkapan KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN sesuai dengan kebutuhan II. PANDUAN PENILAIAN 1. Unit kompetensi yang harus diketahui sebelumnya: KODE UNIT JUDUL UNIT - - M.60-97
65 2. Pengujian: 2.1. Kompetensi yang berkaitan dengan ketrampilan dan sikap, harus diujikan ditempat kerja atau ditempat lain secara simulasi dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal 2.2. Kompetensi yang berkaitan dengan pengetahuan, diujikan secara tertulis atau lisan 2.3. Hasil yang dicapai dari unit kompetensi ini didasarkan kepada: Aspek kritis yang harus dicapai dengan memperagakan prosedur kerja dan kriteria unjuk kerja yang konsisten untuk masing-masing sub-kompetensi dari unit melalui penerapan secara umum dan mandiri sesuai persyaratan perusahaan Memenuhi kriteria unjuk kerja untuk masing-masing subkompetensi yang berkaitan dengan unit kompetensi ini dengan menggunakan prosedur, informasi dan sumber daya yang tersedia, sesuai standar perusahaan Memperagakan pemahaman terhadap pengetahuan yang mendukung dan ketrampilan yang terkait sebagaimana tercantum dalam Panduan Penilaian 3. Pengetahuan yang dibutuhkan : 3.1. Teori dasar listrik 3.2. Teknik bahan Kimia yg digunakan untuk isolasi 3.3. Karakteristik Gas SF Pengetahuan instruksi manual 3.5. Prosedur K2 4. Persyaratan dasar kualifikasi pendidikan formal : Minimal SLTP yang memiliki pengetahuan setara SMK(STM/SMU(IPA)) 5. Memiliki pengetahuan tentang: 5.1. Pengetahuan dasar Operasi dan pemeliharaan instalasi tenaga listrik 5.2. Penggunaan alat kerja yang dioperasikan 5.3. Pemakaian alat ukur kemuenian gas SF-6 III. KOMPETENSI KUNCI Kompetensi Kunci A B C D E F G L e v e l x 1 M.61-97
66 STANDAR KOMPETENSI SUB BIDANG PEMELIHARAAN TRANSMISI Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit : TMI.HPN.002.(1).A : MENGUKUR DECOMPOSISI GAS SF6 : Unit kompetensi ini berkaitan dengan pemahaman tentang prosedur mengukur perubahan kandungan gas sf6 menjadi senyawa lain pada gardu induk dalam kondisi operasi dan tidak operasi (ON dan OFF) sesuai dengan standar peralatan berlaku. Elemen Kompetensi 1. Merencanakan & mempersiapkan pelaksanaan pengukuran decomposisi gas sf-6 2. Melakukan pengukuran dekomposisi gas SF-6 Kriteria Unjuk Kerja 1.1. Gambar single line diagram system pada gardu induk dipahami dan diberi tanda lokasi-lokasi yang berbahaya 1.2. Peraturan KESELAMATAN KETENAGALISTRIK AN (K2) setempat dipahamai (wajib mengikuti training K2 setempat) 1.3. Catat tekanan gas sf6 pada setiap kompartemen 1.4. Prosedur kerja disusun agar pekerjaannya dapat diselesaikan tepat pada waktunya 1.5. Dipastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai sop (dalam keadaan operasi) 1.6. Material dan alat kerja untuk pelaksanaan mengukur kemurnian/purity gas sf-6 pada instalasi disiapkan sesuai dengan kebutuhan dan telah dikalibrasi serta valid 2.1. Mengukur kemurnian gas sf-6 pada gardu induk dalam kondisi operasi atau tidak operasi (ON atau OFF) dapat dilaksanakan dengan alat ukur kemurnian gas sesuai prosedur perusahaan 2.2. Peralatan diukur sesuai prosedur manual alat mengukur decomposisi gas sf Hasil pengujian dicatat pada blangko yang ditetapkan perusahaan 2.4. Peralatan diukur sesuai prosedur manual alat mengukur decomposisi gas sf-6 M.62-97
67 2.5. Hasil pengujian dicatat pada blangko yang ditetapkan perusahaan 2.6. Hasil pengukuran dibandingkan dengan hasil yang terdahulu atau dengan Standar pada peralatan instalasi yang berlaku pada perusahaan 3. Membuat laporan 3.1. Laporan hasil pekerjaan pemeliharaan dibuat sesuai dengan format dan prosedur/instruksi kerja yang ditetapkan perusahaan I. BATASAN VARIABEL Untuk melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 1. SOP yang berlaku diperusahaan 2. Instruction Manual dari masing-masing Peralatan 3. Log sheet atau report sheet yang ditetapkan oleh perusahaan 4. Peralatan dan instrumen yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini 5. SOP KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN untuk bekerja pada instalasi gardu induk dan SALURAN UDARA/PENGHANTAR/TET 6. SOP untuk mengukur decompasisi gas SF-6 7. Buku manual untuk mengukur decomposisi gas SF-6 8. Kesehatan fisik dan mental yang mendukung 9. Peralatan yang digunakan 10. Tool set 11. Perlengkapan KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN sesuai dengan kebutuhan II. PANDUAN PENILAIAN 1. Unit kompetensi yang harus diketahui sebelumnya: KODE UNIT JUDUL UNIT Pengujian: 2.1. Kompetensi yang berkaitan dengan ketrampilan dan sikap, harus diujikan ditempat kerja atau ditempat lain secara simulasi dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal 2.2. Kompetensi yang berkaitan dengan pengetahuan, diujikan secara tertulis atau lisan M.63-97
68 2.3. Hasil yang dicapai dari unit kompetensi ini didasarkan kepada: Aspek kritis yang harus dicapai dengan memperagakan prosedur kerja dan kriteria unjuk kerja yang konsisten untuk masing-masing sub-kompetensi dari unit melalui penerapan secara umum dan mandiri sesuai persyaratan perusahaan Memenuhi kriteria unjuk kerja untuk masing-masing subkompetensi yang berkaitan dengan unit kompetensi ini dengan menggunakan prosedur, informasi dan sumber daya yang tersedia, sesuai standar perusahaan Memperagakan pemahaman terhadap pengetahuan yang mendukung dan ketrampilan yang terkait sebagaimana tercantum dalam Panduan Penilaian 3. Pengetahuan yang dibutuhkan : 3.1. Teori dasar listrik 3.2. Teknik bahan Kimia yg digunakan untuk isolasi 3.3. Karakteristik Gas SF Pengetahuan instruksi manual 3.5. Prosedur K2 4. Persyaratan dasar kualifikasi pendidikan formal : Minimal SLTP yang memiliki pengetahuan setara SMK(STM/SMU(IPA)) 5. Memiliki pengetahuan tentang: 5.1. Pengetahuan dasar Operasi dan pemeliharaan instalasi tenaga listrik 5.2. Penggunaan alat kerja yang dioperasikan 5.3. Pemakaian alat ukur kemuenian gas SF-6 III. KOMPETENSI KUNCI Kompetensi Kunci A B C D E F G L e v e l x 1 M.64-97
69 STANDAR KOMPETENSI SUB BIDANG PEMELIHARAAN TRANSMISI Kode Unit : TMP.HPN.012.(1).A Judul Unit : MENGUKUR PARTIAL DISCHARGE DENGAN ACCUSTIC INSULATION ANALYSER (AIA) Deskripsi Unit : Unit kompetensi ini berkaitan dengan pemahaman tentang prosedur mengukur partial discharge dengan accustic insulation analyser (AIA) pada gardu induk gas sf6 pada kondisi operasi (On),sesuai dengan standar peralatan berlaku. Elemen Kompetensi 1. Merencanakan & mempersiapkan pelaksanaan pengukuran partial discharge dengan accustic insulation analyser (AIA) pada GIS (Gardu induk SF6) 2. Melakukan pengukuran partial discharge dengan accustic insulation analyser Kriteria Unjuk Kerja 1.1. Gambar single line diagram GIS yang akan diukur partial discharge dengan accustic insulation analyser (AIA) dipahami dan diberi tanda lokasi-lokasi yang berbahaya 1.2. Peraturan KESELAMATAN KETENAGALISTRIK AN (K2) setempat dipahamai (wajib mengikuti training K2 setempat) 1.3. Prosedur kerja (SOP) disusun agar pekerjaannya dapat diselesaikan tepat pada waktunya 1.4. Dipastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai SOP 1.5. Material dan alat kerja untuk pelaksanaan pengukuran AIA pada instalasi disiapkan sesuai dengan kebutuhan dan telah dikalibrasi serta valid 1.6. Jaringan pasokan alat ukur partial discharge dengan accustic insulation analyser yaitu fasa, netral dan ground, dipersiapkan secara lengkap 2.1. Pengukuran partial discharge dengan accustic insulation analyser dari peralatan yang akan diuji dilaksanakan sesuai prosedur perusahaan 2.2. Peralatan diuji sesuai prosedur manual alat ukur partial discharge dengan accustic insulation analyser M.65-97
70 2.3. Penghubung utama kabel dari Alat ukur partial discharge dengan accustic insulation analyzer (AIA) yang digunakan tersambung dengan baik 2.4. Instalasi sealing end dan GIS dalam keadaan operasi (on line) 2.5. Hasil pengujian dicatat pada blangko yang ditetapkan perusahaan 2.6. Hasil pengukuran dibandingkan dengan hasil yang terdahulu atau dengan Standar partial discharge dengan accustic insulation analyser pada peralatan instalasi yang berlaku pada perusahaan 3. Membuat laporan 3.1. Laporan hasil pekerjaan pemeliharaan dibuat sesuai dengan format dan prosedur/ instruksi kerja yang ditetapkan perusahaan I. BATASAN VARIABEL Untuk melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 1. SOP yang berlaku diperusahaan 2. Instruction Manual dari masing-masing Peralatan 3. Log sheet atau report sheet yang ditetapkan oleh perusahaan 4. Peralatan dan instrumen yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini 5. SOP KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN untuk bekerja pada instalasi gardu induk dan SALURAN UDARA/PENGHANTAR/TET 6. SOP untuk pengukuran PARTIAL DISCHARGE DENGAN ACCUSTIC INSULATION ANALYSER (AIA) 7. Buku manual untuk alat AIA 8. Kesehatan fisik dan mental yang mendukung 9. Peralatan yang digunakan Tool set Perlengkapan KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN sesuai dengan kebutuhan II. PANDUAN PENILAIAN Mengukur PARTIAL DISCHARGE DENGAN ACCUSTIC INSULATION ANALYSER (AIA) pada instalasi tenaga listrik harus : M.66-97
71 1. Unit kompetensi yang harus diketahui sebelumnya: KODE UNIT JUDUL UNIT Pengujian: 2.1. Kompetensi yang berkaitan dengan ketrampilan dan sikap, harus diujikan ditempat kerja atau ditempat lain secara simulasi dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal 2.2. Kompetensi yang berkaitan dengan pengetahuan, diujikan secara tertulis atau lisan 2.3. Hasil yang dicapai dari unit kompetensi ini didasarkan kepada: Aspek kritis yang harus dicapai dengan memperagakan prosedur kerja dan kriteria unjuk kerja yang konsisten untuk masing-masing sub-kompetensi dari unit melalui penerapan secara umum dan mandiri sesuai persyaratan perusahaan Memenuhi kriteria unjuk kerja untuk masing-masing subkompetensi yang berkaitan dengan unit kompetensi ini dengan menggunakan prosedur, informasi dan sumber daya yang tersedia, sesuai standar perusahaan Memperagakan pemahaman terhadap pengetahuan yang mendukung dan ketrampilan yang terkait sebagaimana tercantum dalam Panduan Penilaian 3. Pengetahuan yang dibutuhkan : 3.1. Teori dasar listrik 3.2. Teori peta pembagian tegangan (medan listrik & magnit) 3.3. Teknik tenaga listrik Gardu Induk SF Pengetahuan instruksi manual 3.5. Bahan isolasi gas sulfur hexafloride (sf6) 3.6. Prosedur K2 4. Persyaratan dasar kualifikasi pendidikan formal : Minimal SLTA yang memiliki pengetahuan setara SMK(STM/SMU(IPA)) 5. Memiliki pengetahuan tentang: 5.1. Pengetahuan dasar Operasi dan pemeliharaan instalasi tenaga listrik 5.2. Penggunaan alat kerja yang dioperasikan 5.3. Pemakaian alat ukur partial discharge dengan accustic insulation analyzer (AIA) M.67-97
72 III. KOMPETENSI KUNCI Kompetensi Kunci A B C D E F G L e v e l M.68-97
73 STANDAR KOMPETENSI SUB BIDANG PEMELIHARAAN TRANSMISI Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit : TMP.HPN.013.(1).A : MENGUKUR ARUS BOCOR ARRESTER (LEAKAGE CURRENT MEASUREMENT/LCM) : Unit kompetensi ini berkaitan dengan pemahaman tentang prosedur mengukur arus bocor arrester (leakage current measurement/lcm) pada gardu induk gas pada kondisi operasi (On) sesuai dengan standar peralatan berlaku. Elemen Kompetensi 1. Merencanakan & mempersiapkan pelaksanaan pengukuran arus bocor arrester (leakage current measurement/lcm) pada GI/GIS 2. Melakukan pengukuran arus bocor arrester (leakage current measurement /LCM) Kriteria Unjuk Kerja 1.1. Gambar single line diagram bay penghantar atau trafo yang arrester akan diukur arus bocor (leakage current measurement/lcm) dipahami dan diberi tanda lokasi-lokasi yang berbahaya 1.2. Peraturan KESELAMATAN KETENAGALISTRIK AN (K2) setempat dipahamai (wajib mengikuti training K2 setempat) 1.3. Prosedur kerja (SOP) disusun agar pekerjaan nya dapat diselesaikan tepat pada waktunya 1.4. Dipastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasi kan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai SOP 1.5. Material dan alat kerja untuk pelaksanaan pengukuran LCM pada instalasi disiapkan sesuai dengan kebutuhan dan telah dikalibrasi serta valid 1.6. Jaringan pasokan alat ukur arus bocor arrester dengan LCM yaitu fasa, netral dan ground, dipersiapkan secara lengkap 2.1. Pengukuran ukur arus bocor arrester dari peralatan yang akan diuji dilaksanakan sesuai prosedur perusahaan 2.2. Peralatan diuji sesuai prosedur manual alat ukur arus bocor arrester (leakage current measurement/lcm) M.69-97
74 2.3. Penghubung utama kabel dari Alat ukur arus bocor arrester (leakage current measurement /LCM) yang digunakan tersambung dengan baik 2.4. Instalasi arrester dalam keadaan operasi (on line) 2.5. Hasil pengujian dicatat pada blangko yang ditetapkan perusahaan 2.6. Hasil pengukuran dibandingkan dengan hasil yang terdahulu atau dengan Standar arus bocor arrester pada peralatan instalasi yang berlaku pada perusahaa 3. Membuat laporan 3.1. Laporan hasil pekerjaan pemeliharaan dibuat sesuai dengan format dan prosedur/instruksi kerja yang ditetapkan perusahaan I. BATASAN VARIABEL Untuk melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 1. SOP yang berlaku diperusahaan 2. Instruction Manual dari masing-masing Peralatan 3. Log sheet atau report sheet yang ditetapkan oleh perusahaan 4. Peralatan dan instrumen yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini 5. SOP KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN untuk bekerja pada instalasi gardu induk dan SALURAN UDARA/PENGHANTAR/TET 6. SOP untuk pengukuran ARUS BOCOR ARRESTER (LEAKAGE CURRENT MEASUREMENT/LCM) 7. Buku manual untuk alat AIA 8. Kesehatan fisik dan mental yang mendukung 9. Peralatan yang digunakan Tool set Perlengkapan KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN sesuai dengan kebutuhan II. PANDUAN PENILAIAN Mengukur ARUS BOCOR ARRESTER (LEAKAGE CURRENT MEASUREMENT/LCM) pada instalasi tenaga listrik harus : M.70-97
75 1. Unit kompetensi yang harus diketahui sebelumnya: KODE UNIT JUDUL UNIT Pengujian: 2.1. Kompetensi yang berkaitan dengan ketrampilan dan sikap, harus diujikan ditempat kerja atau ditempat lain secara simulasi dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal 2.2. Kompetensi yang berkaitan dengan pengetahuan, diujikan secara tertulis atau lisan 2.3. Hasil yang dicapai dari unit kompetensi ini didasarkan kepada: Aspek kritis yang harus dicapai dengan memperagakan prosedur kerja dan kriteria unjuk kerja yang konsisten untuk masing-masing sub-kompetensi dari unit melalui penerapan secara umum dan mandiri sesuai persyaratan perusahaan Memenuhi kriteria unjuk kerja untuk masing-masing subkompetensi yang berkaitan dengan unit kompetensi ini dengan menggunakan prosedur, informasi dan sumber daya yang tersedia, sesuai standar perusahaan Memperagakan pemahaman terhadap pengetahuan yang mendukung dan ketrampilan yang terkait sebagaimana tercantum dalam Panduan Penilaian 3. Pengetahuan yang dibutuhkan : 3.1. Teori dasar listrik 3.2. Teori peta pembagian tegangan (medan listrik & magnit) 3.3. Teknik tenaga listrik Gardu Induk 3.4. Pengetahuan instruksi manual 3.5. Prosedur K2 4. Persyaratan dasar kualifikasi pendidikan formal : Minimal SLTP yang memiliki pengetahuan setara SMK(STM/SMU(IPA)) 5. Memiliki pengetahuan tentang: 5.1. Pengetahuan dasar Operasi dan pemeliharaan instalasi tenaga listrik 5.2. Penggunaan alat kerja yang dioperasikan 5.3. Pemakaian arus bocor arrester (leakage current measurement/lcm) M.71-97
76 III. KOMPETENSI KUNCI Kompetensi Kunci A B C D E F G L e v e l x x x M.72-97
77 STANDAR KOMPETENSI SUB BIDANG PEMELIHARAAN TRANSMISI Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit : TMP.HPN.014.(1).A : MENGUKUR TEGANGAN HARMONISA : Unit kompetensi ini berkaitan dengan pemahaman tentang prosedur mengukur tegangan harmonisa pada system tegangan rendah pada gardu induk dalam kondisi operasi (On) sesuai dengan standar peralatan berlaku. Elemen Kompetensi 1. Merencanakan & mempersiapkan pelaksanaan pengukuran tegangan harmonisa pada GI/GIS 2. Melakukan pengukuran pengukuran tegangan harmonisa pada GI/GIS Kriteria Unjuk Kerja 1.1. Gambar single line diagram system distribusi AC pada gardu induk dipahami dan diberi tanda lokasi-lokasi yang berbahaya 1.2. Peraturan KESELAMATAN KETENAGALISTRIK AN (K2) setempat dipahamai (wajib mengikuti training K2 setempat) 1.3. Prosedur kerja (SOP) disusun agar pekerjaannya dapat diselesaikan tepat pada waktunya 1.4. Dipastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai SOP 1.5. Material dan alat kerja untuk pelaksanaan pengukuran tegangan harmonisa pada instalasi disiapkan sesuai dengan kebutuhan dan telah dikalibrasi serta valid 2.1. Pengukuran ukur arus bocor arrester dari peralatan yang akan diuji dilaksanakan sesuai prosedur perusahaan 2.2. Peralatan diuji sesuai prosedur manual alat ukur tegangan harmonisa 2.3. Penghubung utama kabel dari Alat ukur tegangan harmonisa yang digunakan tersambung dengan baik 2.4. Instalasi arrester dalam keadaan operasi (on line) M.73-97
78 2.5. Hasil pengujian dicatat pada blangko yang ditetapkan perusahaan 2.6. Hasil pengukuran dibandingkan dengan hasil yang terdahulu atau dengan Standar arus bocor arrester pada peralatan instalasi yang berlaku pada perusahaan 3. Membuat laporan 3.1. Laporan hasil pekerjaan pemeliharaan dibuat sesuai dengan format dan prosedur /instruksi kerja yang ditetapkan perusahaan I. BATASAN VARIABEL Untuk melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 1. SOP yang berlaku diperusahaan 2. Instruction Manual dari masing-masing Peralatan 3. Log sheet atau report sheet yang ditetapkan oleh perusahaan 4. Peralatan dan instrumen yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini 5. SOP KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN untuk bekerja pada instalasi gardu induk dan SALURAN UDARA/PENGHANTAR/TET 6. SOP untuk pengukuran TEGANGAN HARMONISA HARMONISA 7. Buku manual untuk alat AIA 8. Kesehatan fisik dan mental yang mendukung 9. Peralatan yang digunakan Tool set Perlengkapan KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN sesuai dengan kebutuhan II. PANDUAN PENILAIAN Mengukur TEGANGAN HARMONISA HARMONISA pada instalasi tenaga listrik harus : 1. Unit kompetensi yang harus diketahui sebelumnya: KODE UNIT JUDUL UNIT Pengujian: 2.1. Kompetensi yang berkaitan dengan ketrampilan dan sikap, harus diujikan ditempat kerja atau ditempat lain secara simulasi dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal M.74-97
79 2.2. Kompetensi yang berkaitan dengan pengetahuan, diujikan secara tertulis atau lisan 2.3. Hasil yang dicapai dari unit kompetensi ini didasarkan kepada: Aspek kritis yang harus dicapai dengan memperagakan prosedur kerja dan kriteria unjuk kerja yang konsisten untuk masing-masing sub-kompetensi dari unit melalui penerapan secara umum dan mandiri sesuai persyaratan perusahaan Memenuhi kriteria unjuk kerja untuk masing-masing subkompetensi yang berkaitan dengan unit kompetensi ini dengan menggunakan prosedur, informasi dan sumber daya yang tersedia, sesuai standar perusahaan Memperagakan pemahaman terhadap pengetahuan yang mendukung dan ketrampilan yang terkait sebagaimana tercantum dalam Panduan Penilaian 3. Pengetahuan yang dibutuhkan : 3.1. Teori dasar listrik 3.2. Teori elektronika daya 3.3. Teknik tenaga listrik Gardu Induk 3.4. Pengetahuan instruksi manual 3.5. Prosedur K2 4. Persyaratan dasar kualifikasi pendidikan formal : Minimal SLTP yang memiliki pengetahuan setara SMK(STM/SMU(IPA)) 5. Memiliki pengetahuan tentang: 5.1. Pengetahuan dasar Operasi dan pemeliharaan instalasi tenaga listrik 5.2. Penggunaan alat kerja yang dioperasikan 5.3. Pemakaian alat ukur tegangan harmonisa III. KOMPETENSI KUNCI Kompetensi Kunci A B C D E F G L e v e l x 1 1 x M.75-97
80 STANDAR KOMPETENSI SUB BIDANG PEMELIHARAAN TRANSMISI Kode Unit : TSK.HSC.001.(1).A Judul Unit : MEMELIHARA SUAR KABEL LAUT SEBAGAI JALUR BEBAS PADA SALURAN KABEL LAUT TEGANGAN TINGGI Deskripsi Unit : Unit kompetensi ini berkaitan dengan pemahaman tentang prosedur memelihara suar kabel laut sebagai jalur bebas (ROW) pada kabel laut tegangan tinggi dalam kondisi operasi dan tidak operasi (ON dan OFF) sesuai dengan standar Pemeliharaan yang berlaku. Elemen Kompetensi 1. Merencanakan & mempersiapkan pelaksanaan pemeliharaan suar kabel laut sebagai jalur bebas (ROW) pada kabel laut tegangan tinggi 2. Melakukan pemeliharaan suar kabel laut sebagai jalur bebas (ROW) pada kabel laut tegangan tinggi Kriteria Unjuk Kerja 1.1. Gambar single line diagram system pada jalur bebas (ROW) kabel laut tegangan tinggi dipahami dan diberi tanda lokasi-lokasi sual dan lokasi yang berbahaya 1.2. Peraturan KESELAMATAN KETENAGALISTRIK AN (K2) setempat dipahamai (wajib mengikuti training K2 setempat) 1.3. Prosedur kerja (SOP) disusun agar pekerjaannya dapat diselesaikan tepat pada waktunya 1.4. Dipastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai SOP (dalam keadaan operasi) 1.5. Material dan alat kerja untuk pelaksanaan mengukur kemurnian/purity gas sf-6 pada instalasi disiapkan sesuai dengan kebutuhan dan telah dikalibrasi serta valid 2.1. Memastikan pemeriksaan secara periodik sual jalur kabel laut dalam kondisi operasi atau tidak operasi (ON atau OFF) dapat dilaksanakan sesuai prosedur perusahaan 2.2. Peralatan diukur seperti meteran binocular (kekeran) dapat digunakan sesuai prosedur manual alat mengukur M.76-97
81 2.3. Hasil pemeriksaan dicatat pada blangko yang ditetapkan perusahaan 2.4. Hasil pengukuran dibandingkan dengan hasil yang terdahulu atau dengan Standar pada peralatan instalasi yang berlaku pada perusahaan 3. Membuat laporan 3.1. Laporan hasil pekerjaan pemeliharaan dibuat sesuai dengan format dan prosedur/instruksi kerja yang ditetapkan perusahaan I. BATASAN VARIABEL Untuk melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 1. SOP yang berlaku diperusahaan 2. Instruction Manual dari masing-masing Peralatan 3. Log sheet atau report sheet yang ditetapkan oleh perusahaan 4. Peralatan dan instrumen yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini 5. SOP KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN untuk bekerja pada instalasi gardu induk dan SALURAN UDARA/PENGHANTAR/TET 6. Kesehatan fisik dan mental yang mendukung 7. Peralatan yang digunakan 8. Tool set 9. Perlengkapan KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN sesuai dengan kebutuhan II. PANDUAN PENILAIAN Memelihara jalur bebas (ROW) pada saluran kabel laut tegangan tinggi dalam kondisi operasi dan tidak operasi (ON dan OFF) : 1. Unit kompetensi yang harus diketahui sebelumnya: KODE UNIT JUDUL UNIT Pengujian: 2.1. Kompetensi yang berkaitan dengan ketrampilan dan sikap, harus diujikan ditempat kerja atau ditempat lain secara simulasi dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal 2.2. Kompetensi yang berkaitan dengan pengetahuan, diujikan secara tertulis atau lisan M.77-97
82 2.3. Hasil yang dicapai dari unit kompetensi ini didasarkan kepada: Aspek kritis yang harus dicapai dengan memperagakan prosedur kerja dan kriteria unjuk kerja yang konsisten untuk masing-masing sub-kompetensi dari unit melalui penerapan secara umum dan mandiri sesuai persyaratan perusahaan Memenuhi kriteria unjuk kerja untuk masing-masing subkompetensi yang berkaitan dengan unit kompetensi ini dengan menggunakan prosedur, informasi dan sumber daya yang tersedia, sesuai standar perusahaan Memperagakan pemahaman terhadap pengetahuan yang mendukung dan ketrampilan yang terkait sebagaimana tercantum dalam Panduan Penilaian. 3. Pengetahuan yang dibutuhkan : 3.1. Teori dasar listrik 3.2. Teknik bahaya listrik 3.3. Teknik negosiasi 3.4. Pengetahuan instruksi manual 3.5. Prosedur K2 4. Persyaratan dasar kualifikasi pendidikan formal : Minimal SLTP yang memiliki pengetahuan setara SMK(STM/SMU(IPA)) 5. Memiliki pengetahuan tentang: 5.1. Pengetahuan dasar Operasi dan pemeliharaan instalasi tenaga listrik 5.2. Penggunaan alat kerja yang dioperasikan 5.3. Pemakaian alat ukur medan listrik dan medan magnit III. KOMPETENSI KUNCI Kompetensi Kunci A B C D E F G L e v e l x x x M.78-97
83 STANDAR KOMPETENSI SUB BIDANG PEMELIHARAAN TRANSMISI Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit : TSK.HSK.003.(1).A : MELAKUKAN PEMBEKUAN MINYAK ISOLASI KABEL DALAM RANGKA LOKALISASI KEBOCORAN MINYAK : Unit kompetensi ini berkaitan dengan pemahaman tentang prosedur pembekuan minyak isolasi pada kabel tanah/laut tegangan tinggi dalam kondisi tidak operasi (OFF) sesuai dengan standar Pemeliharaan yang berlaku. Elemen Kompetensi 1. Merencanakan & mempersiapkan pelaksanaan pembekuan minyak isolasi pada kabel tanah/laut tegangan tinggi 2. Melakukan pemeliharaan suar kabel laut sebagai jalur bebas (ROW) pada kabel laut tegangan tinggi Kriteria Unjuk Kerja 1.1. Gambar single line diagram system pada jalur bebas (ROW) kabel tanah/laut tegangan tinggi dipahami dan diberi tanda lokasi-lokasi yang akan di bekukan (Frezzing) dan lokasi ditentukan 1.2. Peraturan KESELAMATAN KETENAGALISTRIK AN (K2) setempat dipahamai (wajib mengikuti training K2 setempat) 1.3. Prosedur kerja (SOP) disusun agar pekerjaannya dapat diselesaikan tepat pada waktunya 1.4. Dipastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai SOP (dalam keadaan operasi) 1.5. Material dan alat kerja untuk pelaksanaan pembekuan minyak isolasi pada kabel tanah/laut tegangan tinggi pada instalasi disiapkan sesuai dengan kebutuhan 2.1. Memperkirakan lokasi pembekuan minyak isolasi pada kabel tanah/laut tegangan tinggi pada jalur kabel tanah/laut dalam kondisi tidak operasi (OFF) dapat dilaksanakan sesuai prosedur perusahaan M.79-97
84 2.2. Peralatan pembekuan seperti tempat penampungan nitrogen cair dapat digunakan sesuai prosedur pembekuan minyak kabel 2.3. Hasil pemeriksaan dicatat pada blanko yang ditetapkan perusahaan 2.4. Hasil pengukuran dibandingkan dengan hasil yang sisi lain dimana yang cepat terjadi penurun tekanan minyak, dilakukan hal yang sama seperti pada nomor urut 2.1. s/d Membuat laporan 3.2. Laporan hasil pekerjaan pemeliharaan dibuat sesuai dengan format dan prosedur/instruksi kerja yang ditetapkan perusahaan I. BATASAN VARIABEL Untuk melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 1. SOP yang berlaku diperusahaan 2. Instruction Manual dari masing-masing Peralatan 3. Log sheet atau report sheet yang ditetapkan oleh perusahaan 4. Peralatan dan instrumen yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini 5. SOP KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN untuk bekerja pada instalasi gardu induk dan SALURAN UDARA/PENGHANTAR/TET 6. SOP untuk mengukur proses pembekuan minyak kabel 7. Kesehatan fisik dan mental yang mendukung 8. Peralatan yang digunakan 9. Tool set 10. Perlengkapan KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN sesuai dengan kebutuhan II. PANDUAN PENILAIAN Pembekuan minyak isolasi pada kabel tanah/laut tegangan tinggi harus : 1. Unit kompetensi yang harus diketahui sebelumnya: KODE UNIT JUDUL UNIT - - M.80-97
85 2. Pengujian: 2.1. Kompetensi yang berkaitan dengan ketrampilan dan sikap, harus diujikan ditempat kerja atau ditempat lain secara simulasi dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal 2.2. Kompetensi yang berkaitan dengan pengetahuan, diujikan secara tertulis atau lisan 2.3. Hasil yang dicapai dari unit kompetensi ini didasarkan kepada: Aspek kritis yang harus dicapai dengan memperagakan prosedur kerja dan kriteria unjuk kerja yang konsisten untuk masing-masing sub-kompetensi dari unit melalui penerapan secara umum dan mandiri sesuai persyaratan perusahaan Memenuhi kriteria unjuk kerja untuk masing-masing subkompetensi yang berkaitan dengan unit kompetensi ini dengan menggunakan prosedur, informasi dan sumber daya yang tersedia, sesuai standar perusahaan Memperagakan pemahaman terhadap pengetahuan yang mendukung dan ketrampilan yang terkait sebagaimana tercantum dalam Panduan Penilaian 3. Pengetahuan yang dibutuhkan : 3.1. Teori dasar listrik 3.2. Teknik system hydrolik 3.3. Teknik Kimia (bahan pembeku) 3.4. Pengetahuan instruksi manual 3.5. Prosedur K2 4. Persyaratan dasar kualifikasi pendidikan formal : Minimal SLTP yang memiliki pengetahuan setara SMK(STM/SMU(IPA)) 5. Memiliki pengetahuan tentang: 5.1. Pengetahuan dasar operasi dan pemeliharaan instalasi tenaga listrik 5.2. Penggunaan alat kerja yang dioperasikan III. KOMPETENSI KUNCI Kompetensi Kunci A B C D E F G L e v e l M.81-97
86 STANDAR KOMPETENSI SUB BIDANG PEMELIHARAAN TRANSMISI Kode Unit : TMP.HPN.014 (1).A Judul Unit : MENGUKUR TINGKAT WARNA MINYAK ISOLASI (COLOR NUMBER) Deskripsi Unit : Unit kompetensi ini berkaitan dengan pemahaman tentang prosedur mengukur tingkat warna isolasi minyak pada peralatan instalasi gardu induk dalam kondisi operasi atau tidak operasi (ON atau OFF) sesuai dengan standar peralatan berlaku. Elemen Kompetensi 1. Merencanakan & mempersiapkan pelaksanaan mengukur tingkat warna isolasi minyak 2. Melakukan pengukuran tingkat warna isolasi minyak Kriteria Unjuk Kerja 1.1. System kerja Peralatan ukur tingkat warna isolasi minyak dipahami dan diberi tanda batasan-batasan tingkat warna isolasi minyak 1.2. Peraturan KESELAMATAN KETENAGALISTRIK AN (K2) setempat dipahamai (wajib mengikuti training K2 setempat) 1.3. Prosedur kerja (SOP) disusun agar pekerjaannya dapat diselesaikan tepat pada waktunya 1.4. Dipastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai sop (dalam keadaan operasi) 1.5. Material dan alat kerja untuk pelaksanaan mengukur kemurnian/purity gas sf-6 pada instalasi disiapkan sesuai dengan kebutuhan dan telah dikalibrasi serta valid 2.1. Mengukur tingkat warna isolasi minyak dari suatu peralatan yang menggunakan minyak sebagai isolasi pada instalasi gardu induk dalam kondisi operasi atau tidak operasi (ON atau OFF) dapat dilaksanakan sesuai prosedur perusahaan 2.2. Minyak diukur sesuai prosedur manual alat mengukur tingkat warna isolasi minyak M.82-97
87 2.3. Hasil pengujian dicatat pada blangko yang ditetapkan perusahaan 2.4. Hasil pengukuran dibandingkan dengan hasil yang terdahulu atau dengan Standar pada peralatan instalasi yang berlaku pada perusahaan 3. Membuat laporan 3.1. Laporan hasil pekerjaan pemeliharaan dibuat sesuai dengan format dan prosedur/instruksi kerja yang ditetapkan perusahaan I. BATASAN VARIABEL Untuk melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 1. SOP yang berlaku diperusahaan 2. Instruction Manual dari masing-masing Peralatan 3. Log sheet atau report sheet yang ditetapkan oleh perusahaan 4. Peralatan dan instrumen yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini 5. SOP KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN untuk bekerja pada instalasi gardu induk dan SALURAN UDARA/PENGHANTAR/TET 6. SOP untuk mengukur tingkat warna isolasi minyak 7. Buku manual untuk mengukur tingkat warna isolasi minyak 8. Kesehatan fisik dan mental yang mendukung 9. Peralatan yang digunakan 10. Tool set 11. Perlengkapan KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN sesuai dengan kebutuhan II. PANDUAN PENILAIAN Mengukur tingkat warna isolasi minyak pada transformator dll instalasi lain yang menggunakan isolasi minyak pada gardu induk dalam kondisi operasi atau tidak operasi (ON atau OFF) : 1. Unit kompetensi yang harus diketahui sebelumnya: KODE UNIT JUDUL UNIT - - M.83-97
88 2. Pengujian: 2.1. Kompetensi yang berkaitan dengan ketrampilan dan sikap, harus diujikan ditempat kerja atau ditempat lain secara simulasi dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal 2.2. Kompetensi yang berkaitan dengan pengetahuan, diujikan secara tertulis atau lisan 2.3. Hasil yang dicapai dari unit kompetensi ini didasarkan kepada: Aspek kritis yang harus dicapai dengan memperagakan proedure kerja dan kriteria unjuk kerja yang konsisten untuk masing-masing sub-kompetensi dari unit melalui penerapan secara umum dan mandiri sesuai persyaratan perusahaan Memenuhi kriteria unjuk kerja untuk masing-masing subkompetensi yang berkaitan dengan unit kompetensi ini dengan menggunakan prosedur, informasi dan sumber daya yang tersedia, sesuai standar perusahaan Memperagakan pemahaman terhadap pengetahuan yang mendukung dan ketrampilan yang terkait sebagaimana tercantum dalam Panduan Penilaian 3. Pengetahuan yang dibutuhkan : 3.1. Teori dasar listrik 3.2. Teknik bahan Kimia yg digunakan untuk isolasi 3.3. Pengetahuan instruksi manual 3.4. Prosedur K2 4. Persyaratan dasar kualifikasi pendidikan formal : Minimal SLTP yang memiliki pengetahuan setara SMK(STM/SMU(IPA)) 5. Memiliki pengetahuan tentang: 5.1. Pengetahuan dasar Operasi dan pemeliharaan instalasi tenaga listrik 5.2. Penggunaan alat kerja yang dioperasikan 5.3. Pemakaian alat ukur tingkat warna isolasi minyak III. KOMPETENSI KUNCI Kompetensi Kunci A B C D E F G L e v e l M.84-97
89 STANDAR KOMPETENSI SUB BIDANG PEMELIHARAAN TRANSMISI Kode Unit : TMP.HPN.015 (1).A Judul Unit : MENGUKUR GAYA PERMUKAAN MINYAK ISOLASI (INTERFACIAL TEST) Deskripsi Unit : Unit kompetensi ini berkaitan dengan pemahaman tentang prosedur mengukur kekuatan kertas isolasi transformator dll isolasi kertas pada instalasi gardu induk dalam kondisi operasi atau tidak operasi (ON atau OFF) sesuai dengan standar peralatan berlaku. Elemen Kompetensi 1. Merencanakan & mempersiapkan pelaksanaan mengukur kekuatan kertas isolasi 2. Melakukan pengukuran kekuatan kertas isolasi Kriteria Unjuk Kerja 1.1. System kerja Peralatan ukur kekuatan kertas isolasi dipahami dan diberi tanda batasanbatasan kekuatan kertas isolasi 1.2. Peraturan KESELAMATAN KETENAGALISTRIK AN (K2) setempat dipahamai (wajib mengikuti training K2 setempat) 1.3. Prosedur kerja (SOP) disusun agar pekerjaannya dapat diselesaikan tepat pada waktunya 1.4. Dipastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai sop (dalam keadaan operasi) 1.5. Material dan alat kerja untuk pelaksanaan mengukur kemurnian/purity gas sf-6 pada instalasi disiapkan sesuai dengan kebutuhan dan telah dikalibrasi serta valid 2.1. Mengukur kekuatan kertas isolasi dari suatu peralatan yang menggunakan kertas sebagai isolasi pada instalasi gardu induk dalam kondisi operasi atau tidak operasi (ON atau OFF) dapat dilaksanakan sesuai prosedur perusahaan 2.2. Peralatan diukur sesuai prosedur manual alat mengukur kekuatan kertas isolasi M.85-97
90 2.3. Hasil pengujian dicatat pada blangko yang ditetapkan perusahaan 2.4. Hasil pengukuran dibandingkan dengan hasil yang terdahulu atau dengan Standar pada peralatan instalasi yang berlaku pada perusahaan 3. Membuat laporan 3.1. Laporan hasil pekerjaan pemeliharaan dibuat sesuai dengan format dan prosedur/instruksi kerja yang ditetapkan perusahaan I. BATASAN VARIABEL Untuk melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 1. SOP yang berlaku diperusahaan 2. Instruction Manual dari masing-masing Peralatan 3. Log sheet atau report sheet yang ditetapkan oleh perusahaan 4. Peralatan dan instrumen yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini 5. SOP KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN untuk bekerja pada instalasi gardu induk dan SALURAN UDARA/PENGHANTAR/TET 6. SOP untuk mengukur kekuatan kertas isolasi 7. Buku manual untuk mengukur kekuatan kertas isolasi 8. Kesehatan fisik dan mental yang mendukung 9. Peralatan yang digunakan 10. Tool set 11. Perlengkapan KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN sesuai dengan kebutuhan II. PANDUAN PENILAIAN Mengukur kekuatan kertas isolasi transformator dll isolasi kertas pada instalasi gardu induk dalam kondisi operasi atau tidak operasi (ON atau OFF) 1. Unit kompetensi yang harus diketahui sebelumnya: KODE UNIT XXX.XXX.XXX.(X).X XXX.XXX.XXX.(X).X JUDUL UNIT Melaksanakan ketentuan mengenai KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN Melaksanakan ketentuan mengenai AMDAL. M.86-97
91 2. Pengujian: 2.1. Kompetensi yang berkaitan dengan ketrampilan dan sikap, harus diujikan ditempat kerja atau ditempat lain secara simulasi dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal 2.2. Kompetensi yang berkaitan dengan pengetahuan, diujikan secara tertulis atau lisan 2.3. Hasil yang dicapai dari unit kompetensi ini didasarkan kepada: Aspek kritis yang harus dicapai dengan memperagakan prosedur kerja dan kriteria unjuk kerja yang konsisten untuk masing-masing sub-kompetensi dari unit melalui penerapan secara umum dan mandiri sesuai persyaratan perusahaan Memenuhi kriteria unjuk kerja untuk masing-masing subkompetensi yang berkaitan dengan unit kompetensi ini dengan menggunakan prosedur, informasi dan sumber daya yang tersedia, sesuai standar perusahaan Memperagakan pemahaman terhadap pengetahuan yang mendukung dan ketrampilan yang terkait sebagaimana tercantum dalam Panduan Penilaian 3. Pengetahuan yang dibutuhkan : 3.1. Teori dasar listrik 3.2. Teknik bahan Kimia yg digunakan untuk isolasi 3.3. Pengetahuan instruksi manual 3.4. Prosedur K2 4. Persyaratan dasar kualifikasi pendidikan formal : Minimal SLTP yang memiliki pengetahuan setara SMK(STM/SMU(IPA)) 5. Memiliki pengetahuan tentang: 5.1. Pengetahuan dasar Operasi dan pemeliharaan instalasi tenaga listrik 5.2. Penggunaan alat kerja yang dioperasikan 5.3. Pemakaian alat ukur kekuatan kertas isolasi III. KOMPETENSI KUNCI Kompetensi Kunci A B C D E F G L e v e l M.87-97
92 STANDAR KOMPETENSI SUB BIDANG PEMELIHARAAN TRANSMISI Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit : TMP.HPN.012. (1).A : MENGUKUR FREQUENSI RESPON DENGAN FR ANALYZER : Unit kompetensi ini berkaitan dengan pemahaman tentang prosedur mengukur frequensi respond trafo pada gardu induk dalam kondisi operasi (ON) Frequensi respond analyzer sesuai dengan standar peralatan berlaku. Elemen Kompetensi 1. Merencanakan & mempersiapkan pelaksanaan pengukuran frequensi respond trafo 2. Melakukan pengukuran frequensi respond trafo Kriteria Unjuk Kerja 1.1. Gambar single line diagram system transformator pada gardu induk dipahami dan diberi tanda lokasi-lokasi yang berbahaya 1.2. Peraturan KESELAMATAN KETENAGALISTRIK AN (K2) setempat dipahamai (wajib mengikuti training K2 setempat) 1.3. Prosedur kerja (SOP) disusun agar pekerjaannya dapat diselesaikan tepat pada waktunya 1.4. Dipastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai sop (dalam keadaan operasi) 1.5. Material dan alat kerja untuk pelaksanaan mengukur frequensi respond pada instalasi trafo disiapkan sesuai dengan kebutuhan dan telah dikalibrasi serta valid 2.1. Mengukur frequensi respond trafo pada gardu induk dalam kondisi operasi (ON) Frequensi respond analyzer dilaksanakan sesuai prosedur perusahaan 2.2. Peralatan diukur sesuai prosedur manual alat FRA (frequensi respond analizer) 2.3. Pengukuran dalam keadaan operasi maka beban dan sifat beban harus dicatat sebagai data M.88-97
93 2.4. Hasil pengujian dicatat pada blangko yang ditetapkan perusahaan 2.5. Hasil pengukuran dibandingkan dengan hasil yang terdahulu atau dengan Standar pada peralatan instalasi yang berlaku pada perusahaan 3. Membuat laporan 3.1. Laporan hasil pekerjaan pemeliharaan dibuat sesuai dengan format dan prosedur/instruksi kerja yang ditetapkan perusahaan I. BATASAN VARIABEL Untuk melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 1. SOP yang berlaku diperusahaan 2. Instruction Manual dari masing-masing Peralatan 3. Log sheet atau report sheet yang ditetapkan oleh perusahaan 4. Peralatan dan instrumen yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini 5. SOP KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN untuk bekerja pada instalasi gardu induk dan SALURAN UDARA/PENGHANTAR/TET 6. SOP untuk mengukur frequensi respon pada transformator 7. Buku manual untuk mengukur frequensi respond analyzer 8. Kesehatan fisik dan mental yang mendukung 9. Peralatan yang digunakan 10. Tool set 11. Perlengkapan KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN sesuai dengan kebutuhan II. PANDUAN PENILAIAN Memelihara neutral grounding resistor pada instalasi tenaga listrik harus : 1. Unit kompetensi yang harus diketahui sebelumnya: KODE UNIT XXX.XXX.XXX.(X).X JUDUL UNIT Melaksanakan ketentuan mengenai KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN 2. Pengujian: 2.1. Kompetensi yang berkaitan dengan ketrampilan dan sikap, harus diujikan ditempat kerja atau ditempat lain secara simulasi dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal M.89-97
94 2.2. Kompetensi yang berkaitan dengan pengetahuan, diujikan secara tertulis atau lisan 2.3. Hasil yang dicapai dari unit kompetensi ini didasarkan kepada: Aspek kritis yang harus dicapai dengan memperagakan prosedur kerja dan kriteria unjuk kerja yang konsisten untuk masing-masing sub-kompetensi dari unit melalui penerapan secara umum dan mandiri sesuai persyaratan perusahaan Memenuhi kriteria unjuk kerja untuk masing-masing subkompetensi yang berkaitan dengan unit kompetensi ini dengan menggunakan prosedur, informasi dan sumber daya yang tersedia, sesuai standar perusahaan Memperagakan pemahaman terhadap pengetahuan yang mendukung dan ketrampilan yang terkait sebagaimana tercantum dalam Panduan Penilaian 3. Pengetahuan yang dibutuhkan : 3.1. Teori dasar listrik 3.2. Teori medan listrik & magnit (peta pembagian tegangan) 3.3. Teknik tenaga listrik Gardu Induk (Transfomator) 3.4. Pengetahuan instruksi manual 3.5. Prosedur K2 4. Persyaratan dasar kualifikasi pendidikan formal : Minimal SLTP yang memiliki pengetahuan setara SMK(STM/SMU(IPA)) 5. Memiliki pengetahuan tentang: 5.1. Pengetahuan dasar Operasi dan pemeliharaan instalasi tenaga listrik 5.2. Penggunaan alat kerja yang dioperasikan 5.3. Pemakaian alat ukur pemeliharaan neutral grounding resistor III. KOMPETENSI KUNCI Kompetensi kunci A B C D E F G L e v e l M.90-97
95 STANDAR KOMPETENSI SUB BIDANG PEMELIHARAAN TRANSMISI Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit : : : TDA.HAU.001.(2).A Memelihara Sistem Fiber Optik Unit kompetensi ini berkaitan dengan pemeliharaan serta pelaksanaan pengujian sistem Fiber Optik secara presisi dan menyeluruh, sesuai standar dan batasan pemeliharaan. Elemen Kompetensi 1. Merencanakan dan mempersiapkan pelaksanaan pemeliharaan sytem Fiber Optik 2. Melaksanakan pemeliharaan dan penanganan gangguan system Fiber Optik secara menyeluruh Kriteria Unjuk Kerja 1.1. Sumber daya yang diperlukan untuk pengujian diidentifikasi sesuai spesifikasi pekerjaan 1.2. Data jaringan fiber optic terakhir dipersiapkan 1.3. Perlengkapan kerja (jaringan Fiber Optik, gambar, instruksi kerja dll.) diinterpretasikan sesuai dengan rencana kerja 1.4. Lokasi kerja pemeliharaan disiapkan sesuai dengan keperluan pekerjaan dan prosedur perusahaan 1.5. Data penyebab kerusakan atau kelainan Peralatan diidentifikasi sesuai Standar Sistem Fiber Optik di Sistem Tenaga Listrik 1.6. Izin kerja disiapkan dan dikoordinasikan 1.7. Data hasil pemeriksaan dan pengujian system Fiber Optik diidentifikasi untuk menentukan kelaikan operasinya sesuai Standar Sistem Fiber Optik di Sistem Tenaga Listrik 2.1. Peralatan system Fiber Optik diuji sesuai prosedur perusahaan 2.2. Jaringan Back up system Fiber Optik dipersiapkan dan dikoordinasikan dengan pelanggan terkait apabila berdampak mengganggu kenyamanan 2.3. Pemeliharaan diupayakan tidak mengganggu kenyamanan pelanggan 2.4. Penanganan gangguan diupayakan tidak mengganggu kenyamanan pelanggan 2.5. Sistem Operasi Fiber Optik diuji sesuai prosedur perusahaan M.91-97
96 2.6. Cubicle, patch cord, Joint Box, asesoris kabel, modul, card, diperiksa dan dibersihkan 2.7. Hasil pengujian dibandingkan dengan Standar Sistem Fiber Optik di Sistem Tenaga Listrik 2.8. Hasil pengujian ditetapkan kelaikan operasinya sesuai Standar Sistem Fiber Optik di Sistem Tenaga Listrik 3. Membuat Laporan Pemeliharaan 3.1. Laporan dibuat sesuai dengan format dan prosedur/instruksi Kerja yang ditetapkan oleh perusahaan I. BATASAN VARIABEL Dalam melaksanakan unit kompentensi ini harus didukung dengan tersedianya: 1. SOP yang berlaku pada Sistem Fiber Optik di Sistem Tenaga Listrik 2. Instruction Manual dan Jaringan Terminal Multiplexer dari Sistem Fiber Optik 3. Log sheet atau report sheet yang ditetapkan oleh perusahaan 4. Peralatan dan instrumen yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini II. PANDUAN PENILAIAN 1. Unit kompetensi yang harus diketahui sebelumnya: KODE UNIT TDK.HAU.001.(1).A TDA.HAU.002.(1).A JUDUL UNIT Memelihara Kabel Fiber Optik Pemeliharaan terminal MULTIPLEXER FO 2. Pengujian: 2.1. Kompetensi harus diujikan ditempat kerja atau ditempat lain secara simulasi dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal 2.2. Kompetensi yang berkaitan dengan pengetahuan, diujikan secara tertulis atau lisan 2.3. Hasil yang dicapai dari unit kompetensi ini didasarkan kepada : Aspek kritis yang harus dicapai dengan memperagakan prosedur kerja dan kriteria unjuk kerja yang konsisten M.92-97
97 untuk masing masing sub-kompetensi dari unit kompetensi melalui penerapan secara umum dan mandiri sesuai persyaratan perusahaan Kriteria unjuk kerja untuk masing masing sub unit kompetensi yang berkaitan dengan unit kompetensi ini dengan menggunakan prosedur, informasi dan sumber daya yang tersedia, sesuai standar perusahaan dapat dilaksanakan semuanya Memperagakan / mewujudkan pemahaman, pengetahuan yang mendukung dan ketrampilan yang terkait, sebagaimana tercantum pada Panduan Penilaian 3. Pengetahuan yang dibutuhkan: 3.1. Dasar elektronika 3.2. Dasar Komputer 3.3. Dasar Fiber Optik 3.4. Multiplexer Fiber Optik 3.5. Komunikasi Data 3.6. Pengukuran dan Penggunaan Alat Ukur 3.7. Prosedur K2 4. Persyaratan dasar kualifikasi pendidikan formal: Minimal SLTA, atau yang memiliki pengetahuan setara SMK(STM/ SMU(IPA)) 5. Memiliki pengetahuan kerja tentang: 5.1. Pemeliharaan Kabel Fiber Optik 5.2. Pemeliharaan Terminal Multiplexer Fiber Optik 5.3. On Site Training Pemeliharaan Terminal Multiplexer Fiber Optik dan sesuai peralatan yang dipelihara III. KOMPETENSI KUNCI Kompetensi Kunci A B C D E F G L e v e l M.93-97
98 STANDAR KOMPETENSI SUB BIDANG PEMELIHARAAN TRANSMISI Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit : : : TDA.HAU.001.(3).A Memelihara sistem SCADA dan TELKOM Unit kompetensi ini berkaitan dengan pemeliharaan serta pelaksanaan pengujian sistem sistem SCADA dan TELKOM secara presisi dan menyeluruh, sesuai standar dan batasan pemeliharaan. Elemen Kompetensi 1. Merencanakan dan mempersiapkan pelaksanaan pemeliharaan sytem Fiber Optik 2. Melaksanakan pemeliharaan dan penanganan gangguan system Fiber Optik secara menyeluruh Kriteria Unjuk Kerja 1.1. Sumber daya yang diperlukan untuk pengujian diidentifikasi sesuai spesifikasi pekerjaan 1.2. Data sistem SCADA dan TELKOM terakhir dipersiapkan 1.3. Perlengkapan kerja (jaringan sistem SCADA dan TELKOM, gambar, instruksi kerja dll.) diinterpretasikan sesuai dengan rencana kerja 1.4. Lokasi kerja pemeliharaan disiapkan sesuai dengan keperluan pekerjaan dan prosedur perusahaan 1.5. Data penyebab kerusakan atau kelainan Peralatan diidentifikasi sesuai Standar Sistem Fiber Optik di Sistem Tenaga Listrik 1.6. Izin kerja disiapkan dan dikoordinasikan 1.7. Data hasil pemeriksaan dan pengujian sistem SCADA dan TELKOM diidentifikasi untuk menentukan kelaikan operasinya sesuai Standar Sistem Fiber Optik di Sistem Tenaga Listrik 2.1. Peralatan sistem SCADA dan TELKOM diuji sesuai prosedur perusahaan 2.2. Jaringan Back up sistem SCADA dan TELKOM dipersiapkan dan dikoordinasikan dengan pelanggan terkait apabila berdampak mengganggu kenyamanan 2.3. Pemeliharaan diupayakan tidak mengganggu kenyamanan pelanggan 2.4. Penanganan gangguan diupayakan tidak mengganggu kenyamanan pelanggan M.94-97
99 2.5. Sistem SCADA dan TELKOM diuji sesuai prosedur perusahaan 2.6. Cubicle, patch cord, Joint Box, asesoris kabel, modul, card, diperiksa dan dibersihkan 2.7. Hasil pengujian dibandingkan dengan Standar sistem SCADA dan TELKOM di Sistem Tenaga Listrik 2.8. Hasil pengujian ditetapkan kelaikan operasinya sesuai Standar Sistem sistem SCADA dan TELKOM di Sistem Tenaga Listrik 3. Membuat Laporan Pemeliharaan 3.1. Laporan dibuat sesuai dengan format dan prosedur/instruksi Kerja yang ditetapkan oleh perusahaan I. BATASAN VARIABEL Dalam melaksanakan unit kompentensi ini harus didukung dengan tersedianya: 1. SOP yang berlaku pada sistem SCADA dan TELKOM di Sistem Tenaga Listrik 2. Instruction Manual dan Jaringan sistem SCADA dan TELKOM 3. Log sheet atau report sheet yang ditetapkan oleh perusahaan 4. Peralatan dan instrumen yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini II. PANDUAN PENILAIAN 1. Unit kompetensi yang harus diketahui sebelumnya: KODE UNIT JUDUL UNIT TDK.HAU.001.(1).A Memelihara Kabel Fiber Optik TDA.HAU.002.(1).A Pemeliharaan terminal MULTIPLEXER FO TGD.HWA.001.(1).A TGD.HWA.002.(1).A TGD.HWL.002.(1).A TGD.HWL.003.(1).A TGD.HWA.001.(1).A TGD.HWA.003.(2).A Memelihara Master Komputer Scada Memelihara Remote Terminal PELATIHAN Memelihara Private Automatic Exchange Memelihara Power Line Carrier Memelihara Radio dan Antene Memelihara Peralatan Sistim Scada M.95-97
100 TGD.HWL.001.(2).A TGD.HWD.001.(3).A Memelihara Peralatan Sistim Telekomunikasi Memelihara Peralatan Sistem SCADA & Telekomunikasi 2. Pengujian: 2.1. Kompetensi harus diujikan ditempat kerja atau ditempat lain secara simulasi dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal 2.2. Kompetensi yang berkaitan dengan pengetahuan, diujikan secara tertulis atau lisan 2.3. Hasil yang dicapai dari unit kompetensi ini didasarkan kepada : Aspek kritis yang harus dicapai dengan memperagakan prosedur kerja dan kriteria unjuk kerja yang konsisten untuk masing masing sub-kompetensi dari unit kompetensi melalui penerapan secara umum dan mandiri sesuai persyaratan perusahaan Kriteria unjuk kerja untuk masing masing sub unit kompetensi yang berkaitan dengan unit kompetensi ini dengan menggunakan prosedur, informasi dan sumber daya yang tersedia, sesuai standar perusahaan dapat dilaksanakan semuanya Memperagakan/mewujudkan pemahaman, pengetahuan yang mendukung dan ketrampilan yang terkait, sebagaimana tercantum pada Panduan Penilaian 3. Pengetahuan yang dibutuhkan: 3.1. Dasar elektronika 3.2. Dasar Komputer 3.3. Dasar Fiber Optik 3.4. Multiplexer Fiber Optik 3.5. Komunikasi Data 3.6. Pengukuran dan Penggunaan Alat Ukur 3.7. Prosedur K2 4. Persyaratan dasar kualifikasi pendidikan formal: Minimal SLTA, atau yang memiliki pengetahuan setara SMK(STM/ SMU(IPA)) 5. Memiliki pengetahuan kerja tentang: 5.1. Pemeliharaan Kabel Fiber Optik 5.2. Pemeliharaan Terminal Multiplexer Fiber Optik 5.3. On Site Training Pemeliharaan Terminal Multiplexer Fiber Optik dan sesuai peralatan yang dipelihara M.96-97
101 III. KOMPETENSI KUNCI Kompetensi Kunci A B C D E F G L e v e l M.97-97
STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG TRANSMISI TENAGA LISTRIK
- 675 - LAMPIRAN IV PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 2016 TENTANG PENETAPAN DAN PEMBERLAKUAN STANDAR TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG TRANSMISI TENAGA
SUB BIDANG INSPEKSI/KOMISIONING
LAMPIRAN IV : PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : TANGGAL : STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG TRANSMISI TENAGA LISTRIK SUB BIDANG INSPEKSI/KOMISIONING DEPERTEMEN
STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMELIHARAAN
STANDAR TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMELIHARAAN Kode Unit Judul Unit : KTL.PUP.1.3001.1.2016 : Memelihara Sambungan dan sealing end pada SKTT
SUB BIDANG KONSTRUKSI
LAMPIRAN III : PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 07 Tahun 2008 TANGGAL : 17 Maret 2008 STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG TRANSMISI TENAGA LISTRIK SUB BIDANG
DAFTAR ISI STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK BIDANG TRANSMISI SUB BIDANG INSPEKSI. : Komisioning Bay Reaktor... I.19-58
DAFTAR ISI STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK BIDANG TRANSMISI SUB BIDANG INSPEKSI Kode Unit Judul Unit Kode Unit Judul Unit Kode Unit Judul Unit Kode Unit Judul Unit Kode Unit Judul Unit Kode Unit Judul
DAFTAR ISI. Membangun Gedung Kontrol Gardu Induk 4 Kode unit KTL.TST peralatan SCADA dan TELKOM
DAFTAR ISI. 1 Kode unit KTL.TST.1.3001.1.2016 Judul Unit Mengases Kompetensi Tenaga Teknik Mengawasi dan Membangun SUTT/SUTET Saluran Udara dan Saluran Kabel Tanah dan Laut SKTT/SKLTT Tegangan Tinggi dan
STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG MENGELOLA PEKERJAAN PEMELIHARAAN
STANDAR TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG MENGELOLA PEKERJAAN PEMELIHARAAN Kode Unit Judul Unit : KTL.IH.1.6001.1.2016 : Pekerjaan Pemeliharaan Sistem
STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMELIHARAAN
STANDAR TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMELIHARAAN Kode Unit : KTL.IH.0.2001.1.2016 Judul Unit : Memelihara Damper dan spacer Deskripsi Unit : Unit
DAFTAR ISI. Memodifikasi Metode Perencanaan dan Pengevaluasian (KONSULTANSI) Instalasi Gardu Induk, Lengkap Dengan Sarana Bantunya
DAFTAR ISI. 1 Kode unit KTL.TKR.1.3001.1.2016 Judul Unit Mengases Kompetensi Tenaga Teknik Merencanakan dan Memodifikasi Metode Perencanaan dan Pengevaluasian (KONSULTANSI) Instalasi Line Transmisi, Lengkap
DAFTAR STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG OPERASI
DAFTAR STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG OPERASI LEVEL 1 Kode Unit : DIS.OPS.005(1).B... 5 Judul Unit : Mengganti fuse pada peralatan hubung bagi (PHB-TR).
DAFTAR ISI STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG OPERASI
DAFTAR ISI STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG OPERASI LEVEL 1 Kode Unit : DIS.OPS.005(1).B... 5 Judul Unit : Mengganti fuse pada peralatan hubung bagi (PHB-TR).
STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMELIHARAAN
STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMELIHARAAN KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 2016 DAFTAR ISI Level 1 6 Kode Unit KTL.DHR.1.1001.1.2016
STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMBANGUNAN DAN PEMASANGAN
STANDAR TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMBANGUNAN DAN PEMASANGAN Kode Unit : KTL.IKON.1.5050.1.2016 Judul Unit : Mengatur, mengawasi, dan memecahkan
1. TUJUAN/MANFAAT: Membentuk peserta diklat menjadi terampil melaksanakan Pemeliharaan GI & transmisi yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan unit
BIDANG FORM 1 : KERANGKA KEGIATAN PROGRAM ON JOB TRAINING SMK / SMA TAHUN 2011/2012 PROYEKSI JABATAN WAKTU : PEMELIHARAAN GI & TRANSMISI : JUNIOR ENGINEER PEMELIHARAAN PERALATAN GI : 138 HARI KERJA (6
STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMBANGUNAN DAN PEMASANGAN
STANDAR TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMBANGUNAN DAN PEMASANGAN Kode Unit : KTL.IKON.1.6059.1.2016 Judul Unit : Mengelola Transmisi dan Gardu Induk
STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMERIKSAAN DAN PENGUJIAN
STANDAR TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMERIKSAAN DAN PENGUJIAN Kode Unit : KTL.IKON.1.6059.1.2016 Judul Unit : Mengelola pengujian Transmisi dan
LAMPIRAN II PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 30 Tahun 2009 TANGGAL : 30 September
LAMPIRAN II PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 30 Tahun 2009 TANGGAL : 30 September 2009 STANDAR TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG PEMBANGKITAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PERENCANAAN
LAMPIRAN IV PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : TANGGAL :
LAMPIRAN IV PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : TANGGAL : STANDAR KOMPETENSI BIDANG PEMBANGKITAN ENERGI BARU DAN TERBARUKAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA (PLTS) DEPARTEMEN ENERGI
STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMELIHARAAN
STANDAR TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMELIHARAAN Kode Unit : KTL.IH.0.1001.1.2016 Judul Unit : Memelihara Saluran /Galian/lubang /Dak utilitas
STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INDUSTRI PERALATAN TENAGA LISTRIK SUB-BIDANG PENGENDALIAN DAN JAMINAN MUTU
STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INDUSTRI PERALATAN TENAGA LISTRIK SUB-BIDANG PENGENDALIAN DAN JAMINAN MUTU DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK
SUB BIDANG PEMELIHARAAN
LAMPIRAN IV : PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : TANGGAL : STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMELIHARAAN DEPARTEMEN
LAMPIRAN III : PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : TANGGAL :
LAMPIRAN III : PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : TANGGAL : STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG OPERASI DEPARTEMEN
DAFTAR ISI STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG PERENCANAAN
DAFTAR ISI STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG PERENCANAAN LEVEL 3 Kode Unit : DIS.REN.001(3).B... 4 Judul Unit : Membuat rancangan dan menghitung besaran sistem
2. PERSYARATAN PESERTA
BIDANG FORM 1 : KERANGKA KEGIATAN PROGRAM ON JOB TRAINING SMK / SMA TAHUN 2011/2012 PROYEKSI JABATAN WAKTU : PEMELIHARAAN DALAM KEADAAN BERTEGANGAN (PDKB) TT/TET : JUNIOR ENGINEER PELAKSANA PDKB TT/TET
LAPORAN INSPEKSI PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK PLTU BANTEN 1 X 660 MW (PT. LESTARI BANTEN ENERGI) 27 FEBRUARI - 1 MARET 2017
LAPORAN INSPEKSI PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK PLTU BANTEN 1 X 660 MW (PT. LESTARI BANTEN ENERGI) 27 FEBRUARI - 1 MARET 2017 Inspektur Ketenagalistrikan Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Jakarta,
2. PERSYARATAN PESERTA
BIDANG FORM 1 : KERANGKA KEGIATAN PROGRAM ON JOB TRAINING SMK / SMA TAHUN 2011/2012 PROYEKSI JABATAN WAKTU : OPERASI GI & TRANSMISI : JUNIOR ENGINEER OPERASI REAL TIME : 138 HARI KERJA (6 BULAN) 1. TUJUAN/MANFAAT:
DAFTAR ISI STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG INSPEKSI
DAFTAR ISI STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG INSPEKSI LEVEL 3 Kode Unit : DIS.INS.004(3).B... 4 Judul Unit : Menginspeksi jaringan kabel tanah tegangan rendah
BAB II GARDU INDUK 2.1 PENGERTIAN DAN FUNGSI DARI GARDU INDUK. Gambar 2.1 Gardu Induk
BAB II GARDU INDUK 2.1 PENGERTIAN DAN FUNGSI DARI GARDU INDUK Gardu Induk merupakan suatu instalasi listrik yang terdiri atas beberapa perlengkapan dan peralatan listrik dan menjadi penghubung listrik
DAFTAR ISI STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG PEMELIHARAAN
DAFTAR ISI STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG PEMELIHARAAN LEVEL 1 5 Kode Unit : DIS.HAR.005(1).B... 6 Judul Unit : Memelihara saluran udara tegangan rendah
SUB BIDANG KONSTRUKSI
LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1313 K/30/MEM/2003 TANGGAL : 28 OKTOBER 2003 STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA
- 4 - Pasal 2 Memberlakukan Standar Kompetensi Tenaga Teknik
- 2 - c. bahwa sesuai dengan ketentuan Pasal 47 ayat (6) Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2012 tentang Kegiatan Usaha Penyediaan Tenaga Listrik sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor
DAFTAR STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG PEMBANGKITAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PERENCANAAN OPERASI PLTD
DAFTAR STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG PEMBANGKITAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PERENCANAAN OPERASI PLTD LEVEL 2.. 1 Kode Unit : KMD.ROK.001 (2) A...3 Judul Unit : Membuat Rencana
STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INDUSTRI PEMANFAAT TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PENUNJANG
STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INDUSTRI PEMANFAAT TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PENUNJANG DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMAFAATAN ENERGI
KISI-KISI SOAL UKG 2015 TEKNIK JARINGAN LISTRIK PROFESIONAL PPPPTK BBL MEDAN
KISI-KISI SOAL UKG 2015 TEKNIK JARINGAN LISTRIK PROFESIONAL PPPPTK BBL MEDAN STANDAR KOMPETENSI GURU No Kompetensi Utama KOMPETENSI INTI GURU KOMPETENSI GURU MATA PELAJARAN/KELAS/KEAHLIAN/BK Indikator
Sistem Pengoperasian dan Pemeliharaan Pemisah (Disconnecting Switch) Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi 500 kv Gandul
Nama Sistem Pengoperasian dan Pemeliharaan Pemisah (Disconnecting Switch) Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi 500 kv Gandul : Tri Hardiyanto NPM : 16410946 Fakultas Jurusan Pembimbing : Teknologi Industri
1. TUJUAN/MANFAAT: Membentuk peserta diklat menjadi terampil melaksanakan PDKB Tegangan Menengah yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan unit
BIDANG FORM 1 : KERANGKA KEGIATAN PROGRAM ON JOB TRAINING SMK / SMA TAHUN 2011/2012 PROYEKSI JABATAN WAKTU : PEMELIHARAAN DALAM KEADAAN BERTEGANGAN (PDKB) TM : JUNIOR ENGINEER PDKB JARINGAN TEGANGAN MENENGAH
KATA PENGANTAR. Yogyakarta, Desember Penyusun, Tim Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta
KODE MODUL TU.007 SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BIDANG KEAHLIAN TEKNIK TELEKOMUNIKASI PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK TRANSMISI PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK JARINGAN AKSES PELANGGAN Teknik Jaringan Listrik BAGIAN PROYEK
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sistem transmisi memegang peranan yang sangat penting dalam proses penyaluran daya listrik. Oleh karena itu pengaman pada saluran transmisi perlu mendapat perhatian
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 62 TAHUN 2012 TENTANG USAHA JASA PENUNJANG TENAGA LISTRIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 62 TAHUN 2012 TENTANG USAHA JASA PENUNJANG TENAGA LISTRIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : Mengingat : bahwa untuk
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 62 TAHUN 2012 TENTANG USAHA JASA PENUNJANG TENAGA LISTRIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 62 TAHUN 2012 TENTANG USAHA JASA PENUNJANG TENAGA LISTRIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan
SUB BIDANG PERANCANGAN
LAMPIRAN I : PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : TANGGAL : STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PERANCANGAN DEPARTEMEN
STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMERIKSAAN DAN PENGUJIAN
STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMERIKSAAN DAN PENGUJIAN KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 2016 DAFTAR ISI Level 1 4 Kode Unit KTL.DUP.2.4001.1.2016
POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam operasi pelayanan penyediaan energi listrik khususnya di GI Bungaran, sistem tenaga listrik dapat mengalami berbagai macam gangguan, misal gangguan dari hubung
BERITA NEGARA. KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL. Permohonan Izin. Pemanfaatan Tenaga Listrik. Telekomunikasi. Tata Cara. Pencabutan.
No.1539, 2013 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL. Permohonan Izin. Pemanfaatan Tenaga Listrik. Telekomunikasi. Tata Cara. Pencabutan. PERATURAN MENTERI ENERGI DAN
DASAR KOMPETENSI KEJURUAN DAN KOMPETENSI KEJURUAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
DASAR KOMPETENSI KEJURUAN DAN KOMPETENSI KEJURUAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BIDANG STUDI KEAHLIAN : TEKNOLOGI DAN REKAYASA PROGRAM STUDI KEAHLIAN : TEKNIK KETENAGALISTRIKAN KOMPETENSI KEAHLIAN : 1. TEKNIK
DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI
DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI NOMOR 20012/44/600.4/2003 TENTANG
SUB BIDANG PEMELIHARAAN
LAMPIRAN V: KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1313 K/30/MEM/2003 TANGGAL : 28 OKTOBER 2003 STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA
BAB III LANDASAN TEORI
BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Sistem Distribusi Tenaga Listrik Sistem Tenaga Listrik adalah sistem penyediaan tenaga listrik yang terdiri dari beberapa pembangkit atau pusat listrik terhubung satu dengan
1. Menyiapkan perlengkapan pemasangan instalasi kelistrikan PLTS tipeterpusat (komunal) on-grid
KODE UNIT : D.35EBT24.008.1 JUDUL UNIT : Memasang Instalasi Kelistrikan PLTS Tipe Terpusat (Komunal) On-Grid DESKRIPSI UNIT : Unit kompetensi ini berhubungan dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap
SUB BIDANG PEMELIHARAAN
LAMPIRAN III PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : TANGGAL : STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG PEMBANGKITAN ENERGI BARU TERBARUKAN SUB BIDANG PEMELIHARAAN KEMENTERIAN
1. TUJUAN/MANFAAT: Membentuk peserta diklat menjadi terampil melaksanakan Pemeliharaan GI & transmisi yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan unit
PT PLN (Perser) BIDANG FORM 1 : KERANGKA KEGIATAN PROGRAM ON JOB TRAINING SMK / SMA TAHUN 2011/2012 PROYEKSI JABATAN WAKTU : PEMELIHARAAN GI & TRANSMISI : JUNIOR ENGINEER PEMELIHARAAN PROTEKSI & METER
PT PLN (Persero) PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN. SUTT/SUTET Dan ROW. Belajar & Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai Nilai Perusahaan
SUTT/SUTET Dan ROW Saluran Transmisi Tenaga Listrik A. Saluran Udara B. Saluran Kabel C. Saluran dengan Isolasi Gas Macam Saluran Udara Tegangan Tinggi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 70 kv Saluran
BAB III SISTEM PROTEKSI DENGAN RELAI JARAK. terutama untuk masyarakat yang tinggal di kota-kota besar. Kebutuhan tenaga
BAB III SISTEM PROTEKSI DENGAN RELAI JARAK 3.1. Umum Tenaga listrik merupakan suatu kebutuhan pokok dalam kehidupan manusia, terutama untuk masyarakat yang tinggal di kota-kota besar. Kebutuhan tenaga
Mematuhi aturan serta prosedur yang diguna-kan dalam merencana-kan dan menyiapkan pemasangan
DESKRIPSI PEMELAJARAN KOMPETENSI KODE DURASI PEMELAJARAN : Memasang APP Fasa Tunggal : DIS.KON.001(2).A : 20 Jam @ 45 menit LEVEL KOMPETENSI KUNCI A B C D E F G 1 2 1 1 1 1 1 KONDISI KINERJA Dalam Melaksanakan
Sela Batang Sela batang merupakan alat pelindung surja yang paling sederhana tetapi paling kuat dan kokoh. Sela batang ini jarang digunakan pad
23 BAB III PERALATAN PROTEKSI TERHADAP TEGANGAN LEBIH 3.1 Pendahuluan Gangguan tegangan lebih yang mungkin terjadi pada Gardu Induk dapat disebabkan oleh beberapa sumber gangguan tegangan lebih. Perlindunga
DAFTAR STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG PEMBANGKITAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PERENCANAAN PEMELIHARAAN PLTD
DAFTAR STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN SUB BIDANG PERENCANAAN PEMELIHARAAN PLTD LEVEL 3.. 1 Kode Unit : KDM.RHK.001 (3)A...3 Judul Unit : Merencanakan Pemeliharaan Pusat Listrik...3
STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG TRANSMISI TENAGA LISTRIK
- 655 - LAMPIRAN III PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 2016 TENTANG PENETAPAN DAN PEMBERLAKUAN STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG
STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBSU TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMBANGUNAN DAN PEMASANGAN
STANDAR TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBSU TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMBANGUNAN DAN PEMASANGAN Kode Unit : KTL.IK.208.101.01 Judul Unit : Memasang Rendah Fasa 1 untuk penerangan dan peralatan
SISTEM PROTEKSI RELAY
SISTEM PROTEKSI RELAY SISTEM PROTEKSI PADA GARDU INDUK DAN SPESIFIKASINYA OLEH : WILLYAM GANTA 03111004071 JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2015 SISTEM PROTEKSI PADA GARDU INDUK
SUB BIDANG KONSTRUKSI
LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : TANGGAL : STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG PEMBANGKITAN ENERGI BARU TERBARUKAN SUB BIDANG KONSTRUKSI KEMENTERIAN
SUB BIDANG PERANCANGAN
5 2010, No.321 LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 08 TAHUN 2010 TANGGAL : 5 Juli 2010 STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA
TUGAS AKHIR PERANCANGAN SISTEM PROTEKSI LINE CURRENT DIFFERENTIAL UNTUK SKTT 150 KV MENGGUNAKAN RELE GE UR L90
TUGAS AKHIR PERANCANGAN SISTEM PROTEKSI LINE CURRENT DIFFERENTIAL UNTUK SKTT 150 KV MENGGUNAKAN RELE GE UR L90 Skripsi ini diajukan untuk melengkapi sebagian syarat dalam mencapai gelar Sarjana Strata
L/O/G/O RINCIAN PERALATAN GARDU INDUK
L/O/G/O RINCIAN PERALATAN GARDU INDUK Disusun Oleh : Syaifuddin Z SWITCHYARD PERALATAN GARDU INDUK LIGHTNING ARRESTER WAVE TRAP / LINE TRAP CURRENT TRANSFORMER POTENTIAL TRANSFORMER DISCONNECTING SWITCH
LAMPIRAN X : PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : TANGGAL : STANDAR KOMPETENSI ASESOR BIDANG PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK
LAMPIRAN X : PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : TANGGAL : STANDAR KOMPETENSI ASESOR BIDANG PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PERENCANAAN PLTU BATUBARA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER
STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INDUSTRI PERALATAN TENAGA LISTRIK SUB-BIDANG PENUNJANG
STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INDUSTRI PERALATAN TENAGA LISTRIK SUB-BIDANG PENUNJANG DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI
: 138 HARI KERJA (6 BULAN)
BIDANG FORM 1 : KERANGKA KEGIATAN PROGRAM ON JOB TRAINING SMK / SMA TAHUN 2011/2012 PROYEKSI JABATAN WAKTU : OPERASI GI & TRANSMISI : JUNIOR ENGINEER PRAKIRAAN ENERGI : 138 HARI KERJA (6 BULAN) 1. TUJUAN/MANFAAT:
: 138 HARI KERJA (6 BULAN)
PT PLN (Perser) BIDANG FORM 1 : KERANGKA KEGIATAN PROGRAM ON JOB TRAINING SMK / SMA TAHUN 2011/2012 PROYEKSI JABATAN WAKTU : OPERASI & PEMELIHARAAN GI & TRANSMISI : JUNIOR ENGINEER GI : 138 HARI KERJA
SALURAN UDARA TEGANGAN MENENGAH (SUTM) DAN GARDU DISTRIBUSI Oleh : Rusiyanto, SPd. MPd.
SALURAN UDARA TEGANGAN MENENGAH (SUTM) DAN GARDU DISTRIBUSI Oleh : Rusiyanto, SPd. MPd. Artikel Elektronika I. Sistem Distribusi Merupakan system listrik tenaga yang diawali dari sisi tegangan menengah
LAMPIRAN VII : PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : TANGGAL : STANDAR KOMPETENSI ASESOR BIDANG PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK
LAMPIRAN VII : PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : TANGGAL : STANDAR KOMPETENSI ASESOR BIDANG PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PERENCANAAN PLTA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA
Makalah Seminar Kerja Praktek PEKERJAAN LOOPING TEMPORARY SUTET GANTRY GITET 500KV KESUGIHAN. Norudhol Hadra Sabilla. 1, Karnoto, ST. MT.
Makalah Seminar Kerja Praktek PEKERJAAN LOOPING TEMPORARY SUTET GANTRY GITET 500KV KESUGIHAN Norudhol Hadra Sabilla. 1, Karnoto, ST. MT. 2 1 Mahasiswa dan 2 Dosen Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Umum Lightning Arrester merupakan alat proteksi peralatan listrik terhadap tegangan lebih yang disebabkan oleh petir atau surja hubung (switching surge). Alat ini bersifat
DAFTAR STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG PEMBANGKITAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PERENCANAAN OPERASI PLTA
DAFTAR STANDAR KOMPETENSI SUB BIDANG PERENCANAAN OPERASI PLTA LEVEL 2.1 Kode Unit : KAA.ROK.001 (2) A...2 Judul Unit : Membuat Rencana Operasi Unit PLTA...2 LEVEL 1.4 Kode Unit : KAA.ROK.001 (1) A...5
LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
No.141, 2012 LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KETENAGALISTRIKAN. Usaha. Jasa. Penunjang. (Penjelasan Dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5326) PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA
DAFTAR STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG PEMBANGKITAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PERENCANAAN PEMELIHARAAN PLTP
DAFTAR STANDAR KOMPETENSI SUB BIDANG PERENCANAAN PEMELIHARAAN PLTP LEVEL 3 1 Kode Unit : KUP.RHK.001 (3)A...2 Judul Unit : Merencanakan Pemeliharaan Pusat Pembangkit Listrik...2 LEVEL 2 4 Kode Unit : KUP.RHM.001
PEMAKAIAN DAN PEMELIHARAAN TRANSFORMATOR ARUS (CURRENT TRANSFORMER / CT)
PEMAKAIAN DAN PEMELIHARAAN TRANSFORMATOR ARUS (CURRENT TRANSFORMER / CT) Oleh : Agus Sugiharto Abstrak Seiring dengan berkembangnya dunia industri di Indonesia serta bertambah padatnya aktivitas masyarakat,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perusahaan Listrik Negara ( PLN ) mempunyai sistem transmisi listrik di Pulau Jawa yang terhubung dengan Pulau Bali dan Pulau Madura yang disebut dengan sistem interkoneksi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Dasar-Dasar Sistem Proteksi 1 Sistem proteksi adalah pengaman listrik pada sistem tenaga listrik yang terpasang pada : sistem distribusi tenaga listrik, trafo tenaga, transmisi
PENGUJIAN TEGANGAN TEMBUS KARPET INTERLOCKING PT. BASIS PANCAKARYA LAPORAN
PENGUJIAN TEGANGAN TEMBUS KARPET INTERLOCKING PT. BASIS PANCAKARYA LAPORAN Disusun oleh : SWITO GAIUS AGUSTINUS SILALAHI PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO DEPARTEMEN TEKNIK ELEKTRO DAN TEKNOLOGI INFORMASI FAKULTAS
BAB I PENDAHULUAN. tegangan tinggi digunakan dalam peralatan X-Ray. Dalam bidang industri, listrik
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Saat ini listrik tegangan tinggi banyak digunakan dalam berbagai bidang. Listrik tegangan tinggi digunakan dalam bidang sistem tenaga listrik, medis, industri, dan
SOP Memelihara Transformator Distribusi Gardu Tiang
PT. PLN (PERSERO) UDIKLAT PANDAAN SOP Memelihara Transformator Distribusi Gardu Tiang Kode Unit : DIS.HAR.026(2).A PETUGAS : 1. Pengawas 1 orang 2. Pelaksana 2 orang KOORDINASI : 1. Koordinator Perencanaan
DAFTAR STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG PEMBANGKITAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PERENCANAAN OPERASI PLTG
DAFTAR STANDAR KOMPETENSI SUB BIDANG PERENCANAAN OPERASI PLTG LEVEL 2.1 Kode Unit : KGG/M.ROK.001 (2) A...2 Judul Unit : Membuat Rencana Operasi Unit PLTG...2 LEVEL 1.4 Kode Unit : KGG/M.ROK.001 (1) A...5
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Saluran Transmisi Sistem transmisi adalah suatu sistem penyaluran energi listrik dari satu tempat ke tempat lain, seperti dari stasiun pembangkit ke substation ( gardu
Makalah Seminar Kerja Praktek PENGGANTIAN ISOLATOR SUSPENSI PADA SUTT 150 kv DENGAN METODE HOT STICK DALAM KEADAAN BERTEGANGAN
Makalah Seminar Kerja Praktek PENGGANTIAN ISOLATOR SUSPENSI PADA SUTT 150 kv DENGAN METODE HOT STICK DALAM KEADAAN BERTEGANGAN Pramudya Nur Perdana 1 ; Bambang Winardi, S.T., M.T. 2 1 Mahasiswa dan 2 Dosen
MODUL PRAKTIKUM TEKNIK ARUS DAN TEGANGAN TINGGI
MODUL PRAKTIKUM TEKNIK ARUS DAN TEGANGAN TINGGI LABORATORIUM TEGANGAN TINGGI DAN PENGUKURAN LISTRIK DEPARTEMEN TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS INDONESIA MODUL 1 PENGANTAR TEKNIK ARUS DAN TEGANGAN TINGGI Tegangan
1 BAB I PENDAHULUAN. mungkin memiliki keseimbangan antara sistem pembangkitan dan beban, sehingga
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Teknik tenaga listrik sudah mengalami kemajuan yang cukup signifikan dalam sistem penyaluran tenaga listrik. Namun, masih ada daerah yang masih sulit dijangkau
BAB 1 P E N D A H U L U A N
BAB 1 P E N D A H U L U A N Pada umumnya lokasi pembangkit tenaga listrik tidak selalu dekat dengan pusat beban, sehingga penyaluran daya diselenggarakan melalui instalasi penyaluran (transmisi dan gardu
STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INDUSTRI PEMANFAAT TENAGA LISTRIK SUB BIDANG KOORDINASI
STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INDUSTRI PEMANFAAT TENAGA LISTRIK SUB BIDANG KOORDINASI DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI
D. Relay Arus Lebih Berarah E. Koordinasi Proteksi Distribusi Tenaga Listrik BAB V PENUTUP A. KESIMPULAN B. SARAN...
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... i HALAMAN PENGESAHAN... ii HALAMAN PERNYATAAN... v MOTTO... vi HALAMAN PERSEMBAHAN... vii KATA PENGANTAR... viii DAFTAR ISI... x DAFTAR GAMBAR... xii DAFTAR TABEL... xiv INTISARI...
BAB III LANDASAN TEORI
15 BAB III LANDASAN TEORI Tenaga listrik dibangkitkan dalam Pusat-pusat Listrik seperti PLTA, PLTU, PLTG, PLTP dan PLTD kemudian disalurkan melalui saluran transmisi yang sebelumnya terlebih dahulu dinaikkan
MAKALAH SEMINAR KERJA PRAKTIK
MAKALAH SEMINAR KERJA PRAKTIK SISTEM PROTEKSI GARDU INDUK DAN JARINGAN 150 kv MENGGUNAKAN PEMUTUS TENAGA (PMT) MEDIA GAS SF6 DI GARDU INDUK 150 kv KEBASEN PT. PLN (PERSERO) P3B JB UPT TEGAL Oleh : JOHAN
PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : TANGGAL :
LAMPIRAN II PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : TANGGAL : STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG PEMBANGKITAN ENERGI BARU TERBARUKAN SUB BIDANG OPERASI KEMENTERIAN
BAB II GAS INSULATED SWITCHGEAR ( GIS ) GIS yang sekarang telah menggunakan Gas SF6 ( Sulfur Hexafluoride )
BAB II GAS INSULATED SWITCHGEAR ( GIS ) 2.1 SEJARAH GIS GIS yang sekarang telah menggunakan Gas SF6 ( Sulfur Hexafluoride ) sebagai media isolasi, menjadikannya sebagai sebuah teknologi yang maju dan telah
BAB I PENDAHULUAN. Pada sistem penyaluran tenaga listrik, kita menginginkan agar pemadaman tidak
BAB I PENDAHULUAN 1-1. Latar Belakang Masalah Pada sistem penyaluran tenaga listrik, kita menginginkan agar pemadaman tidak sering terjadi, karena hal ini akan mengganggu suatu proses produksi yang terjadi
BAB III LANDASAN TEORI
BAB III LANDASAN TEORI 3.1 PENGERTIAN Berdasarkan IEV (International Electrotechnical Vocabulary) 441-14-20 disebutkan bahwa Circuit Breaker (CB) atau Pemutus Tenaga (PMT) merupakan peralatan saklar /
Pelatihan Sistem PLTS Maret PELATIHAN SISTEM PLTS INSPEKSI, PENGUJIAN DAN KOMISIONING SISTEM FOTOVOLTAIK Rabu, 25 Maret 2015
PELATIHAN SISTEM PLTS INSPEKSI, PENGUJIAN DAN KOMISIONING SISTEM FOTOVOLTAIK Rabu, 25 Maret 2015 Oleh: Adjat Sudradjat TUJUAN DAN SASARAN Tujuan pelatihan ini adalah memberi pengetahuan kepada peserta
Sistem Transmisi Tenaga Listrik
Sistem Transmisi Tenaga Listrik Definisi Transmisi Desain Transmisi Desain Transmisi Desain Transmisi Desain Transmisi Sistem Transmisi terdiri atas: Saluran Transmisi Gardu Induk Pusat Pengaturan Beban
