SUB BIDANG PEMELIHARAAN
|
|
|
- Ida Hadiman
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 LAMPIRAN V: KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1313 K/30/MEM/2003 TANGGAL : 28 OKTOBER 2003 STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMELIHARAAN DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMAFAATAN ENERGI 2003
2 D A F T A R I S I STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMELIHARAAN hal 1. Kode Unit : PTL.HAR.001(1).A... 1 Judul Unit : Melakukan Pekerjaan Dasar Perbaikan Peralatan Listrik Rumah Tangga 2. Kode Unit : PTL.HAR.002(1).A... 4 Judul Unit : Melakukan Pekerjaan Dasar Perbaikan Motor Listrik 3. Kode Unit : PTL.HAR.003(1).A... 7 Judul Unit : Melakukan Pekerjaan Dasar Perbaikan Pada Peralatan Rambu Cahaya 4. Kode Unit : PTL.HAR.004(1).A Judul Unit : Melakukan Pekerjaan Dasar Perbaikan Peralatan Penunjang (Operasional Support) 5. Kode Unit : PTL.HAR.005(1).A Judul Unit : Merakit dan Mengurai Komponen Listrik dan Elektronika Pada Peralatan Rumah Tangga 6. Kode Unit : PTL.HAR.006(1).A Judul Unit : Melilit dan Membongkar Kumparan 7. Kode Unit : PTL.HAR.007(1).A Judul Unit : Merakit dan Mengurai Komponen Listrik dan Elektronika Pada Rambu Cahaya 8. Kode Unit : PTL.HAR.008(1).A Judul Unit : Merakit dan Mengurai Komponen Listrik dan Elektronika Pada Sarana Penunjang 9. Kode Unit : PTL.HAR.009(1).A Judul Unit : Memelihara Panel Listrik 10. Kode Unit : PTL.HAR.010(1).A Judul Unit : Memangkas Pepohonan 11. Kode Unit : PTL.HAR.011(1).A Judul Unit : Merawat dan Memperbaiki Peralatan Pengalih Daya Tegangan Rendah 12. Kode Unit : PTL.HAR.012(1).A Judul Unit : Memelihara dan Memperbaiki Peralatan Listrik Sistem Kendali dan Rangkaian Terkait 13. Kode Unit : PTL.HAR.013(1).A Judul Unit : Memelihara dan Memperbaiki Peralatan Catu Daya Tegangan Rendah dan Rangkaian Terkait 14. Kode Unit : PTL.HAR.014(1).A Judul Unit : Memelihara dan Memperbaiki Peralatan Proteksi Kebakaran dan Rangkaian Terkait
3 15. Kode Unit : PTL.HAR.015(1).A Judul Unit : Memelihara dan Memperbaiki Peralatan Instalasi Listrik dan Rangkaian Terkait 16. Kode Unit : PTL.HAR.016(1).A Judul Unit : Memelihara dan Memperbaiki Peralatan Instalasi Maritim dan Rangkaian Terkait 17. Kode Unit : PTL.HAR.017(1).A Judul Unit : Memelihara dan Memperbaiki Perangkat Instalasi Penerangan Pertambangan di Bawah Tanah 18. Kode Unit : PTL.HAR.018(1).A Judul Unit : Memelihara dan Memperbaiki Perangkat Instalasi Penerangan Pertambangan di Atas Tanah 19. Kode Unit : PTL.HAR.019(1).A Judul Unit : Memelihara dan Memperbaiki Perangkat Instalasi Tenaga Pertambangan di Bawah Tanah 20. Kode Unit : PTL.HAR.020(1).A Judul Unit : Memelihara dan Memperbaiki Perangkat Instalasi Tenaga Pertambangan di Atas Tanah 21. Kode Unit : PTL.HAR.021(1).A Judul Unit : Memelihara dan Memperbaiki Perangkat Listrik Pengoperasian Plan dan Rangkaian Terkait 22. Kode Unit : PTL.HAR.022(1).A Judul Unit : Memelihara dan Memperbaiki Perangkat Listrik Instalasi Proses dan Rangkaian Terkait 23. Kode Unit : PTL.HAR.023(1).A Judul Unit : Memelihara dan Memperbaiki Perangkat Listrik Sistem Keamanan dan Rangkaian Terkait 24. Kode Unit : PTL.HAR.024(1).A Judul Unit : Memelihara dan Memperbaiki Perangkat Listrik Sistem Sinyal Kereta Api dan Rangkaian Terkait 25. Kode Unit : PTL.HAR.025(1).A Judul Unit : Memelihara dan Memperbaiki Perangkat Listrik Peralatan Listrik Pemakai Energi Listrik dan Rangkaian Terkait 26. Kode Unit : PTL.HAR.026(1).A Judul Unit : Memelihara dan Memperbaiki Peralatan Listrik Pada Mesin-Mesin Listrik 27. Kode Unit : PTL.HAR.027(1).A Judul Unit : Memelihara dan Memperbaiki Peralatan Listrik Maritim dan Rangkaian Terkait 28. Kode Unit : PTL.HAR.028(1).A Judul Unit : Memelihara dan Memperbaiki Peralatan Listrik Perangkat Hubung Bagi dan Rangkaian Terkait
4 29. Kode Unit : PTL.HAR.029(2).A Judul Unit : Mengkoordinasi Pemeliharaan dan Perbaikan Peralatan Listrik 30. Kode Unit : PTL.HAR.030(1).A Judul Unit : Melepas dan Menghubung Kembali Peralatan Listrik Maupun Pada Sistem Catu Daya Tegangan Rendah 31. Kode Unit : PTL.HAR.031(1).A Judul Unit : Menyambung Kabel Fleksibel Pada Kontak Tusuk dan Peralatan Listrik Yang Dihubungkan Dengan Catu Daya Tegangan Rendah 32. Kode Unit : PTL.HAR.032(1).A Judul Unit : Melepas dan Menyambung Perlengkapan Listrik Yang Terlindung Dari Bahaya Ledakan Dengan Sistem Catu Daya Tegangan Rendah 33. Kode Unit : PTL.HAR.033(1).A Judul Unit : Memelihara Peralatan Pada Area Berbahaya Klasifikasi Tahan Api 34. Kode Unit : PTL.HAR.034(2).A Judul Unit : Memperbaiki dan Overhaul Peralatan Listrik Yang Terlindung Terhadap Bahaya Ledakan
5 STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMELIHARAAN Kode Unit Judul Unit Uraian Unit : PTL.HAR.001(1).A : Melakukan Pekerjaan Dasar Perbaikan Peralatan Listrik Rumah Tangga (Electrical Appliances) : Unit kompetensi ini berkaitan dengan pekerjaan dasar perbaikan peralatan listrik rumah tangga yang meliputi : mesin cuci pakaian, mesin pengering pakaian, mesin pencuci piring, refrigerator, freezer, alat pemasak, electric heater, dan AC. Sub Kompetensi Kriteria Kinerja 1. Mempersiapkan pekerjaan dasar perbaikan Pekerjaan perbaikan disiapkan untuk menjamin bahwa kebijakan dan prosedur K3 diikuti, sesuai ketentuan yang ditetapkan Personil yang berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa persiapan pelaksanaan terkoordinasi secara efektif dengan pihak lain terkait Jadual pemeliharaan dan spesifikasi peralatan diperiksa sesuai kebutuhan dan persyaratan kerja Material/bahan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan disiapkan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan Perkakas dan gawai uji yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan diperiksa untuk operasi yang benar dan aman. 2. Melaksanakan pekerjaan dasar perbaikan. 2.1 Kebijakan dan prosedur K3 diikuti. 2.2 Rangkaian diperiksa dengan benar, dan pada kondisi harus terisolasi jika diperlukan sesuai prosedur uji yang berlaku. 2.3 Peralatan diperbaiki sesuai dengan prosedur yang ditetapkan dan jadual rutin. 2.4 Pemeriksaan/pengecekan terhadap pekerjaan dilaksanakan secara berkesinambungan selama proses pekerjaan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. 3. Memeriksa dan melaporkan kelengkapan penyelesaian pekerjaan. 3.1 Pemeriksaan akhir dilaksanakan untuk meyakinkan bahwa pelaksanaan pekerjaan perbaikan peralatan telah memenuhi standar yang ditetapkan. 3.2 Penyelesaian pekerjaan dilaporkan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. 1
6 I. Persyaratan dan Kondisi Kinerja a. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). b. Perlengkapan dan perkakas yang disyaratkan. c. Prosedur komunikasi yang berlaku. d. Prosedur pengadaan bahan yang ditetapkan. e. Prosedur pengadaan perkakas kerja dan gawai uji yang ditetapkan. f. Prosedur pengujian perkakas kerja yang ditetapkan. g. Prosedur pemerikasaan pekerjaan yang ditetapkan. II. Acuan Penilaian a. Aspek-Aspek Kritis Penilaian 1. Mencapai kompetensi Hasil akhir dari unit kompetensi ini didasarkan pada setiap kondisi berikut yang meliputi : Menunjukkan unjuk kerja yang konsisten pada setiap elemen / sub kompetensi. Memenuhi kriteria unjuk kerja yang tercakup pada setiap sub kompetensi dengan menggunakan teknik-teknik, prosedur-prosedur, informasi dan sumber-sumber daya yang tersedia di tempat kerja. Menunjukkan pemahaman terhadap pengetahuan dan keterampilanketerampilan pendukung yang disebutkan pada bagian Pengetahuan Pendukung. 2. Melaporkan Persyaratan Laporan penilaian tentang kompetensi harus benar dalam konteks/hubungan masing-masing judul/unit kompetensi yang diuji dan/persyaratan yang diberlakukan. Persyaratan peraturan yang berlaku pada setiap pengakuan/penghargaan transfer keterampilan dan pengetahuan dapat dimaksimalkan dengan cara mencatat dan menerbitkan transkrip/salinan yang mencakup informasi tambahan. Hal ini menjadi persyaratan terperinci tentang pencapaian pengatahuan dan keterampilan-keterampilan. Setiap laporan tambahan akan merupakan bahan negosiasi antara organisasi pelatihan yang diakui dan klien-nya. 3. Konteks Penilaian Kompetensi akan ditentukan berdasarkan bukti yang ditunjukan secara konsisten melalui penerapan secara umum yang mencakup hal-hal seperti peralatan, rangkaian, sistem pengawatan, mesin, komponen dan sejenisnya yang sama dengan unit kompetensi ini. Bukti yang setara dari sumber-sumber lain juga dapat diterima. b. Unit Kompetensi Yang Saling Terkait Jika ada, pengujian unit kompetensi ini dihubungkan pada pengetahuan terkait terhadap unit-unit kompetensi lain pada satu struktur kualifikasi. 2
7 c. Pengetahuan Pendukung Kesehatan dan Keselamatan Kerja Penggunaan perkakas. Teori listrik. Teknik pengawatan. Model dan konstruksi peralatan rumah tangga. Interprestasi gambar dan pembuatan sket. Prinsip peralatan listrik rumah tangga. Fungsi dasar komponen peralatan rumah tangga. d. Persyaratan Pendidikan e. Pengalaman Kerja f. Kompetensi Kunci dan Tingkat Kompetensi Kompetensi kunci A B C D E F G Level
8 STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMELIHARAAN Kode Unit Judul Unit Uraian Unit : PTL.HAR.002(1).A : Melakukan Pekerjaan Dasar Perbaikan Motor Listrik : Unit kompetensi ini berkaitan dengan dasar perbaikan motor listrik yang meliputi; perakitan mesin listrik, pembuatan kumparan, penyambungan, soldering dan pengujiannya. Sub Kompetensi Kriteria Kinerja 1. Mempersiapkan pekerjaan dasar perbaikan. 1.1 Pekerjaan perbaikan disiapkan untuk menjamin bahwa kebijakan dan prosedur K3 diikuti, sesuai ketentuan yang ditetapkan. 1.2 Personil yang berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa persiapan pelaksanaan terkoordinasi secara efektif dengan pihak lain terkait. 1.3 Jadual pemeliharaan dan spesifikasi peralatan diperiksa sesuai kebutuhan dan persyaratan kerja. 1.4 Material/bahan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan disiapkan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. 1.5 Perkakas dan gawai uji yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan diperiksa untuk operasi yang benar dan aman. 2. Melaksanakan pekerjaan dasar perbaikan. 2.1 Kebijakan dan prosedur K3 diikuti. 2.2 Rangkaian diperiksa dengan benar, dan pada kondisi harus terisolasi jika diperlukan sesuai prosedur uji yang berlaku. 2.3 Peralatan diperbaiki sesuai dengan prosedur yang ditetapkan dan jadual rutin. 2.4 Pemeriksaan / pengecekan terhadap pekerjaan dilaksanakan secara berkesinambungan selama proses pekerjaan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. 3.Memeriksa dan melaporkan kelengkapan penyelesaian pekerjaan Pemeriksaan akhir dilaksanakan untuk meyakinkan bahwa pelaksanaan pekerjaan perbaikan peralatan telah memenuhi standar yang ditetapkan Penyelesaian pekerjaan dilaporkan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. 4
9 I. Persyaratan dan Kondisi Kinerja a. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). b. Perlengkapan dan perkakas yang disyaratkan. c. Prosedur komunikasi yang berlaku. d. Prosedur pengadaan bahan yang ditetapkan. e. Prosedur pengadaan perkakas kerja dan gawai uji yang ditetapkan. f. Prosedur pengujian perkakas kerja yang ditetapkan. g. Prosedur pemerikasaan pekerjaan yang ditetapkan. h. Prosedur dan format pelaporan yang ditetapkan. II. Acuan Penilaian a. Aspek-Aspek Kritis Penilaian 1. Mencapai Kompetensi Hasil akhir dari unit kompetensi ini didasarkan pada setiap kondisi berikut yang meliputi : Menunjukkan unjuk kerja yang konsisten pada setiap elemen/sub kompetensi. Memenuhi kriteria unjuk kerja yang tercakup pada setiap sub kompetensi dengan menggunakan teknik-teknik, prosedur-prosedur, informasi dan sumber-sumber daya yang tersedia di tempat kerja. Menunjukkan pemahaman terhadap pengetahuan dan keterampilanketerampilan pendukung yang disebutkan pada bagian Pengetahuan Pendukung. 2. Melaporkan Persyaratan Laporan penilaian tentang kompetensi harus benar dalam konteks/hubungan masing-masing judul/unit kompetensi yang diuji dan/persyaratan yang diberlakukan. Persyaratan peraturan yang berlaku pada setiap pengakuan/penghargaan transfer keterampilan dan pengetahuan dapat dimaksimalkan dengan cara mencatat dan menerbitkan transkrip/salinan yang mencakup informasi tambahan. Hal ini menjadi persyaratan terperinci tentang pencapaian pengatahuan dan keterampilan-keterampilan. Setiap laporan tambahan akan merupakan bahan negosiasi antara organisasi pelatihan yang diakui dan klien-nya. 3. Konteks Penilaian Kompetensi akan ditentukan berdasarkan bukti yang ditunjukan secara konsisten melalui penerapan secara umum yang mencakup hal-hal seperti peralatan, rangkaian, sistem pengawatan, mesin, komponen dan sejenisnya yang sama dengan unit kompetensi ini. Bukti yang setara dari sumber-sumber lain juga dapat diterima. b. Unit Kompetensi Yang Saling Terkait Jika ada, pengujian unit kompetensi ini dihubungkan pada pengetahuan terkait terhadap unit-unit kompetensi lain pada satu struktur kualifikasi. 5
10 c. Pengetahuan Pendukung Kesehatan dan Keselamatan Kerja Penggunaan perkakas. Teori listrik. Teknik pengawatan. Motor listrik. Pembacaan name plate motor listrik. Identifikasi terminasi motor. Bongkar pasang komponen motor listrik. Alat ukur dan pengukuran. d. Persyaratan Pendidikan e. Pengalaman Kerja f. Kompetensi Kunci dan Tingkat Kompetensi Kompetensi kunci A B C D E F G Level
11 STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMELIHARAAN Kode Unit Judul Unit Uraian Unit : PTL.HAR.003(1).A : Melakukan Pekerjaan Dasar Perbaikan Rambu Cahaya (Illumination Sign) : Unit kompetensi ini berkaitan dengan dasar perbaikan peralatan rambu cahaya (illumination sign) yang meliputi; konsep dasar kelistrikan, pencahayaan, dan teknik illuminasi. Sub Kompetensi Kriteria Kinerja 1. Mempersiapkan pekerjaan dasar perbaikan 1.1. Pekerjaan perbaikan disiapkan untuk menjamin bahwa kebijakan dan prosedur K3 diikuti, susuai ketentuan yang ditetapkan Personil yang berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa persiapan pelaksanaan terkoordinasi secara efektif dengan pihak lain terkait 1.3. Jadual pemeliharaan dan spesifikasi peralatan diperiksa sesuai kebutuhan dan persyaratan kerja Material/bahan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan disiapkan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan Perkakas dan gawai uji yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan diperiksa untuk operasi yang benar dan aman. 2. Melaksanakan pekerjaan dasar perbaikan 2.1 Kebijakan dan prosedur K3 diikuti. 2.2 Rangkaian diperiksa dengan benar, dan pada kondisi harus terisolasi jika diperlukan sesuai prosedur uji yang berlaku. 2.3 Peralatan diperbaiki sesuai dengan prosedur yang ditetapkan dan jadual rutin. 2.4 Pemeriksaan/pengecekan terhadap pekerjaan dilaksanakan secara berkesinambungan selama proses pekerjaan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. 3. Memeriksa dan melaporkan kelengkapan penyelesaian pekerjaan 3.1 Pemeriksaan akhir dilaksanakan untuk meyakinkan bahwa pelaksanaan pekerjaan perbaikan peralatan telah memenuhi standar yang ditetapkan. 3.2 Penyelesaian pekerjaan dilaporkan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. 7
12 I. Persyaratan dan Kondisi Kinerja a. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). b. Perlengkapan dan perkakas yang disyaratkan. c. Prosedur komunikasi yang berlaku. d. Prosedur pengadaan bahan yang ditetapkan. e. Prosedur pengadaan perkakas kerja dan gawai uji yang ditetapkan. f. Prosedur pengujian perkakas kerja yang ditetapkan. g. Prosedur pemerikasaan pekerjaan yang ditetapkan. h. Prosedur dan format pelaporan yang ditetapkan. II. Acuan Penilaian a. Aspek-Aspek Kritis Penilaian 1. Mencapai Kompetensi Hasil akhir dari unit kompetensi ini didasarkan pada setiap kondisi berikut yang meliputi: Menunjukkan unjuk kerja yang konsisten pada setiap elemen / sub kompetensi. Memenuhi kriteria unjuk kerja yang tercakup pada setiap sub kompetensi dengan menggunakan teknik-teknik, prosedur-prosedur, informasi dan sumber-sumber daya yang tersedia di tempat kerja. Menunjukkan pemahaman terhadap pengetahuan dan keterampilanketerampilan pendukung yang disebutkan pada bagian Pengetahuan Pendukung. 2. Melaporkan Persyaratan Laporan penilaian tentang kompetensi harus benar dalam konteks/hubungan masing-masing judul/unit kompetensi yang diuji dan/persyaratan yang diberlakukan. Persyaratan peraturan yang berlaku pada setiap pengakuan/penghargaan transfer keterampilan dan pengetahuan dapat dimaksimalkan dengan cara mencatat dan menerbitkan transkrip/salinan yang mencakup informasi tambahan. Hal ini menjadi persyaratan terperinci tentang pencapaian pengatahuan dan keterampilan-keterampilan. Setiap laporan tambahan akan merupakan bahan negosiasi antara organisasi pelatihan yang diakui dan klien-nya. 3. Konteks Penilaian Kompetensi akan ditentukan berdasarkan bukti yang ditunjukan secara konsisten melalui penerapan secara umum yang mencakup hal-hal seperti peralatan, rangkaian, sistem pengawatan, mesin, komponen dan sejenisnya yang sama dengan unit kompetensi ini. Bukti yang setara dari sumber-sumber lain juga dapat diterima. b. Unit Kompetensi Yang Saling Terkait Jika ada, pengujian unit kompetensi ini dihubungkan pada pengetahuan terkait terhadap unit-unit kompetensi lain pada satu struktur kualifikasi. 8
13 c. Pengetahuan Pendukung Kesehatan dan Keselamatan Kerja Penggunaan perkakas. Teori dasar listrik. Konstruksi rambu cahaya. Teknik pengawatan. Teknik bongkar pasang rambu cahaya. Interprestasi gambar dan pembuatan sket. Prinsip kerja peralatan rambu cahaya. Fungsi dasar komponen peralatan rambu cahaya. d. Persyaratan Pendidikan e. Pengalaman Kerja f. Kompetensi Kunci dan Tingkat Kompetensi Kompetensi kunci A B C D E F G Level
14 STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMELIHARAAN Kode Unit Judul Unit Uraian Unit : PTL.HAR.004(1).A : Melakukan Pekerjaan Dasar Perbaikan Peralatan Penunjang (Operational Support) : Unit kompetensi ini berkaitan dengan dasar perbaikan peralatan penunjang (operational support) yang meliputi; konsep dasar kelistrikan dan aplikasi, building system, dasar welding dan cutting. Sub Kompetensi 1. Mempersiapkan pekerjaan dasar perbaikan. 2. Melaksanakan pekerjaan dasar perbaikan. 3.Memeriksa dan melaporkan kelengkapan penyelesaian pekerjaan. Kriteria Kinerja 1.1. Pekerjaan perbaikan disiapkan untuk menjamin bahwa kebijakan dan prosedur K3 diikuti, susuai ketentuan yang ditetapkan Personil yang berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa persiapan pelaksanaan terkoordinasi secara efektif dengan pihak lain terkait Jadual pemeliharaan dan spesifikasi peralatan diperiksa sesuai kebutuhan dan persyaratan kerja Material/bahan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan disiapkan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan Perkakas dan gawai uji yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan diperiksa untuk operasi yang benar dan aman. 2.1 Kebijakan dan prosedur K3 diikuti. 2.2 Rangkaian diperiksa dengan benar, dan pada kondisi harus terisolasi jika diperlukan sesuai prosedur uji yang berlaku. 2.3 Peralatan diperbaiki sesuai dengan prosedur yang ditetapkan dan jadual rutin. 2.4 Pemeriksaan / pengecekan terhadap pekerjaan dilaksanakan secara berkesinambungan selama proses pekerjaan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. 3.1 Pemeriksaan akhir dilaksanakan untuk meyakinkan bahwa pelaksanaan pekerjaan perbaikan peralatan telah memenuhi standar yang ditetapkan. 3.2 Penyelesaian pekerjaan dilaporkan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. 10
15 I. Persyaratan dan Kondisi Kinerja a. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). b. Perlengkapan dan perkakas yang disyaratkan. c. Prosedur komunikasi yang berlaku. d. Prosedur pengadaan bahan yang ditetapkan. e. Prosedur pengadaan perkakas kerja dan gawai uji yang ditetapkan. f. Prosedur pengujian perkakas kerja yang ditetapkan. g. Prosedur pemerikasaan pekerjaan yang ditetapkan. h. Prosedur dan format pelaporan yang ditetapkan. II. Acuan Penilaian a. Aspek-Aspek Kritis Penilaian 1. Mencapai Kompetensi Hasil akhir dari unit kompetensi ini didasarkan pada setiap kondisi berikut yang meliputi : Menunjukkan unjuk kerja yang konsisten pada setiap elemen/sub kompetensi. Memenuhi kriteria unjuk kerja yang tercakup pada setiap sub kompetensi dengan menggunakan teknik-teknik, prosedur-prosedur, informasi dan sumber-sumber daya yang tersedia di tempat kerja. Menunjukkan pemahaman terhadap pengetahuan dan keterampilanketerampilan pendukung yang disebutkan pada bagian Pengetahuan Pendukung. 2. Melaporkan Persyaratan Laporan penilaian tentang kompetensi harus benar dalam konteks/hubungan masing-masing judul/unit kompetensi yang diuji dan/persyaratan yang diberlakukan. Persyaratan peraturan yang berlaku pada setiap pengakuan/penghargaan transfer keterampilan dan pengetahuan dapat dimaksimalkan dengan cara mencatat dan menerbitkan transkrip/salinan yang mencakup informasi tambahan. Hal ini menjadi persyaratan terperinci tentang pencapaian pengatahuan dan keterampilan-keterampilan. Setiap laporan tambahan akan merupakan bahan negosiasi antara organisasi pelatihan yang diakui dan klien-nya. 3. Konteks Penilaian Kompetensi akan ditentukan berdasarkan bukti yang ditunjukan secara konsisten melalui penerapan secara umum yang mencakup hal-hal seperti peralatan, rangkaian, sistem pengawatan, mesin, komponen dan sejenisnya yang sama dengan unit kompetensi ini. Bukti yang setara dari sumber-sumber lain juga dapat diterima. b. Unit Kompetensi Yang Saling Terkait Jika ada, pengujian unit kompetensi ini dihubungkan pada pengetahuan terkait terhadap unit-unit kompetensi lain pada satu struktur kualifikasi. 11
16 c. Pengetahuan Pendukung Kesehatan dan Keselamatan Kerja Penggunaan perkakas. Teori dasar listrik. Konstruksi peralatan pendukung. Interprestasi gambar dan pembuatan sket. Teknik bongkar-pasang. Prinsip peralatan penunjang. Fungsi dasar komponen peralatan penunjang. d. Persyaratan Pendidikan e. Pengalaman Kerja f. Kompetensi kunci dan tingkat kompetensi Kompetensi kunci A B C D E F G Level
17 STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMELIHARAAN Kode Unit Judul Unit Uraian Unit : PTL.HAR.005(1).A : Merakit dan Menguraikan Komponen Listrik / Elektronika Pada Peralatan Rumah Tangga : Unit kompetensi ini berkaitan dengan perakitan dan penguraian komponen listrik/elektronika pada peralatan listrik rumah tangga yang meliputi mesin cuci pakaian, mesin pencuci piring, mesin pemanas, refrigerator/frezzer, dan AC. Sub Kompetensi Kriteria Kinerja 1. Merencanakan dan mempersiapkan pekerjaan. 2. Menguraikan (disassembly) komponen listrik dan elektronika pada peralatan listrik dan elektronika pada peralatan listrik rumah tangga. 1.1 Prinsip kerja dan sirkit komponen dipelajari sesuai dengan manual. 1.2 Penguraian dan perakitan direncanakan dan dipersiapkan untuk menjamin bahwa kelayakan dan prosedur K3 diikuti. 1.3 Kebutuhan bahan dan peralatan diidentifikasi dan dipersiapkan sesuai dengan rencana kerja. 1.4 Tempat/ruang kerja dipersiapkan dengan mempertimbangkan K Kebijakan dan prosedur K3 dipenuhi sesuai dengan persyaratan pekerjaan. 2.1 Rangkaian sirkit dalam keadaan terisolasi (jika diperlukan) melalui prosedur pengecekan dan pengukuran yang telah ditetapkan. 2.2 Rangkaian kelistrikan dan komponen disesuaikan dengan menggunakan peralatan dan urutan kerja sesuai dengan prosedur yang ditetapkan Kondisi setiap rangkaian dan komponen diperiksa fungsi kerjanya sesuai dengan manual. 2.3 Kebutuhan penggantian komponen diajukan kepada pihak terkait dan berwenang. 3. Merakit (assembly) Komponen yang telah diperiksa dan layak digunakan dari hasil penggantian dirakit dengan menggunakan peralatan dan urutan pengerjaan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan/manual instruction Peralatan yang telah dirakit kembali di test fungsi kerjanya sesuai dengan prosedur yang ditetapkan/manual instruction Hasil pengetesan fungsi kerja dicatat sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. 13
18 4. Memeriksa dan melaporkan penyelesaian pekerjaan. 4.1 Pemeriksaan akhir dilakukan untuk memastikan/menjamin bahwa perakitan dan penguraian komponen listrik / elektronika telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan. 4.2 Penyelesaian pekerjaan dilaporkan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. I. Persyaratan dan Kondisi Kinerja a. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). b. Perlengkapan dan perkakas yang disyaratkan. c. Prosedur komunikasi yang berlaku. d. Prosedur pengadaan bahan yang ditetapkan. e. Prosedur pengadaan perkakas kerja dan gawai uji yang ditetapkan. f. Prosedur pengujian perkakas kerja yang ditetapkan. g. Prosedur pemerikasaan pekerjaan yang ditetapkan. h. Prosedur dan format pelaporan yang ditetapkan. II. Acuan Penilaian a. Aspek-Aspek Kritis Penilaian 1. Mencapai Kompetensi Hasil akhir dari unit kompetensi ini didasarkan pada setiap kondisi berikut yang meliputi : Menunjukkan unjuk kerja yang konsisten pada setiap elemen/sub kompetensi. Memenuhi kriteria unjuk kerja yang tercakup pada setiap sub kompetensi dengan menggunakan teknik-teknik, prosedur-prosedur, informasi dan sumber-sumber daya yang tersedia di tempat kerja. Menunjukkan pemahaman terhadap pengetahuan dan keterampilanketerampilan pendukung yang disebutkan pada bagian Pengetahuan Pendukung. 2. Melaporkan Persyaratan Laporan penilaian tentang kompetensi harus benar dalam konteks/hubungan masing-masing judul/unit kompetensi yang diuji dan/persyaratan yang diberlakukan. Persyaratan peraturan yang berlaku pada setiap pengakuan/penghargaan transfer keterampilan dan pengetahuan dapat dimaksimalkan dengan cara mencatat dan menerbitkan transkrip/salinan yang mencakup informasi tambahan. Hal ini menjadi persyaratan terperinci tentang pencapaian pengatahuan dan keterampilan-keterampilan. Setiap laporan tambahan akan merupakan bahan negosiasi antara organisasi pelatihan yang diakui dan klien-nya. 14
19 3. Konteks Penilaian Kompetensi akan ditentukan berdasarkan bukti yang ditunjukan secara konsisten melalui penerapan secara umum yang mencakup hal-hal seperti peralatan, rangkaian, sistem pengawatan, mesin, komponen dan sejenisnya yang sama dengan unit kompetensi ini. Bukti yang setara dari sumber-sumber lain juga dapat diterima. b. Unit Kompetensi Yang Saling Terkait Jika ada, pengujian unit kompetensi ini dihubungkan pada pengetahuan terkait terhadap unit-unit kompetensi lain pada satu struktur kualifikasi. c. Pengetahuan Pendukung Kesehatan dan Keselamatan Kerja Penggunaan perkakas. Teori dasar listrik. Jenis dan konstruksi peralatan rumah tangga. Pengukuran komponen elektronik. Interpretasi gambar dan pembuatan sket. Prinsip peralatan listrik rumah tangga. Fungsi dasar komponen peralatan rumah tangga. Teknik bongkar pasang komponen elektronik. d. Persyaratan Pendidikan e. Pengalaman Kerja f. Kompetensi Kunci dan Tingkat Kompetensi Kompetensi kunci A B C D E F G Level
20 STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMELIHARAAN Kode Unit Judul Unit Uraian Unit : PTL.HAR.006(1).A : Melilit dan Membongkar Kumparan : Unit kompetensi ini berkaitan dengan pembongkaran dan penggulungan kumparan pada peralatan listrik. Sub Kompetensi 1. Merencanakan dan mempersiapkan pekerjaan. Kriteria Kinerja 1.1 Prinsip kerja dan sirkit komponen dipelajari sesuai dengan manual. 1.2 Penguraian dan perakitan direncanakan dan dipersiapkan untuk menjamin bahwa kelayakan dan prosedur K3 diikuti. 1.3 Kebutuhan bahan dan peralatan diidentifikasi dan dipersiapkan sesuai dengan rencana kerja. 1.4 Tempat/ruang kerja dipersiapkan dengan mempertimbangkan K Kebijakan dan prosedur K3 dipenuhi sesuai dengan persyaratan pekerjaan. 2. Membongkar kumparan pada peralatan listrik. 2.1 Rangkaian sirkit dalam keadaan terisolasi (jika diperlukan) melalui prosedur pengecekan dan pengukuran yang telah ditetapkan. 2.2 Rangkaian kelistrikan dan kumparan dibongkar dengan menggunakan peralatan dan urutan kerja sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. 3. Merakit kumparan pada peralatan listrik Kumparan yang akan dipasang diperiksa sesuai dengan prosedur pemeriksaan yang ditetapkan Kumparan dirakit sesuai dengan tata urutan perakitan yang ditetapkan. 4. Memeriksa dan melaporkan penyelesaian pekerjaan. 4.1 Pemeriksaan akhir dilakukan untuk memastikan/menjamin bahwa perakitan dan penguraian komponen listrik/elektronika telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan. 4.2 Penyelesaian pekerjaan dilaporkan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. 16
21 I. Persyaratan dan Kondisi Kinerja a. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). b. Perlengkapan dan perkakas yang disyaratkan. c. Prosedur komunikasi yang berlaku. d. Prosedur pengadaan bahan yang ditetapkan. e. Prosedur pengadaan perkakas kerja dan gawai uji yang ditetapkan. f. Prosedur pengujian perkakas kerja yang ditetapkan. g. Prosedur pemerikasaan pekerjaan yang ditetapkan. h. Prosedur dan format pelaporan yang ditetapkan. II. Acuan Penilaian a. Aspek-Aspek Kritis Penilaian 1. Mencapai Kompetensi Hasil akhir dari unit kompetensi ini didasarkan pada setiap kondisi berikut yang meliputi : Menunjukkan unjuk kerja yang konsisten pada setiap elemen/sub kompetensi. Memenuhi kriteria unjuk kerja yang tercakup pada setiap sub kompetensi dengan menggunakan teknik-teknik, prosedur-prosedur, informasi dan sumber-sumber daya yang tersedia di tempat kerja. Menunjukkan pemahaman terhadap pengetahuan dan keterampilanketerampilan pendukung yang disebutkan pada bagian Pengetahuan Pendukung. 2. Melaporkan Persyaratan Laporan penilaian tentang kompetensi harus benar dalam konteks/hubungan masing-masing judul/unit kompetensi yang diuji dan/persyaratan yang diberlakukan. Persyaratan peraturan yang berlaku pada setiap pengakuan/penghargaan transfer keterampilan dan pengetahuan dapat dimaksimalkan dengan cara mencatat dan menerbitkan transkrip/salinan yang mencakup informasi tambahan. Hal ini menjadi persyaratan terperinci tentang pencapaian pengatahuan dan keterampilan-keterampilan. Setiap laporan tambahan akan merupakan bahan negosiasi antara organisasi pelatihan yang diakui dan klien-nya. 3. Konteks Penilaian Kompetensi akan ditentukan berdasarkan bukti yang ditunjukan secara konsisten melalui penerapan secara umum yang mencakup hal-hal seperti peralatan, rangkaian, sistem pengawatan, mesin, komponen dan sejenisnya yang sama dengan unit kompetensi ini. Bukti yang setara dari sumber-sumber lain juga dapat diterima. b. Unit Kompetensi Yang Saling Terkait Jika ada, pengujian unit kompetensi ini dihubungkan pada pengetahuan terkait terhadap unit-unit kompetensi lain pada satu struktur kualifikasi. 17
22 c. Pengetahuan Pendukung Kesehatan dan Keselamatan Kerja Penggunaan perkakas. Teori dasar listrik. Magnet listrik. Interpretasi gambar belitan. Prinsip dasar kumparan. Teknik penggulungan kumparan. Pengujian kumparan. d. Persyaratan Pendidikan e. Pengalaman Kerja f. Kompetensi Kunci dan Tingkat Kompetensi Kompetensi kunci A B C D E F G Level
23 STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMELIHARAAN Kode Unit Judul Unit Uraian Unit : PTL.HAR.007(1).A : Merakit dan menguraikan komponen listrik / elektronika pada rambu cahaya : Unit kompetensi ini berkaitan dengan perakitan dan penguraian komponen listrik/elektronika pada rambu cahaya. Sub Kompetensi Kriteria Kinerja 1. Merencanakan dan mempersiapkan pekerjaan. 1.1 Prinsip kerja dan sirkit komponen dipelajari sesuai dengan manual. 1.2 Penguraian dan perakitan direncanakan dan dipersiapkan untuk menjamin bahwa kelayakan dan prosedur K3 diikuti. 1.3 Kebutuhan bahan dan peralatan diidentifikasi dan dipersiapkan sesuai dengan rencana kerja. 1.4 Tempat/ruang kerja dipersiapkan dengan mempertimbangkan K Kebijakan dan prosedur K3 dipenuhi sesuai dengan persyaratan pekerjaan. 2. Menguraikan (disassembly) komponen listrik dan elektronika pada rambu cahaya. 2.1 Rangkaian sirkit dalam keadaan terisolasi (jika diperlukan) melalui prosedur pengecekan dan pengukuran yang telah ditetapkan. 2.2 Rangkaian kelistrikan dan komponen disesuaikan dengan menggunakan peralatan dan urutan kerja sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. 2.3 Kondisi setiap rangkaian dan komponen diperiksa fungsi kerjanya sesuai dengan manual. 2.4 Kebutuhan penggantian komponen diajukan kepada pihak terkait dan berwenang. 3. Merakit komponen listrik/elektronika pada rambu cahaya Komponen yang telah diperiksa dan layak digunakan dari hasil penggantian dirakit dengan menggunakan peralatan dan urutan pengerjaan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan/manual instruction Peralatan yang telah dirakit kembali di test fungsi kerjanya sesuai dengan prosedur yang ditetapkan/manual instruction Hasil pengetesan fungsi kerja dicatat sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. 19
24 4. Memeriksa dan melaporkan penyelesaian pekerjaan. 4.1 Pemeriksaan akhir dilakukan untuk memastikan/menjamin bahwa perakitan dan penguraian komponen listrik / elektronika telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan. 4.2 Penyelesaian pekerjaan dilaporkan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. I. Acuan Penilaian a. Aspek-Aspek Kritis Penilaian 1. Mencapai Kompetensi Hasil akhir dari unit kompetensi ini didasarkan pada setiap kondisi berikut yang meliputi : Menunjukkan unjuk kerja yang konsisten pada setiap elemen/sub kompetensi. Memenuhi kriteria unjuk kerja yang tercakup pada setiap sub kompetensi dengan menggunakan teknik-teknik, prosedur-prosedur, informasi dan sumber-sumber daya yang tersedia di tempat kerja. Menunjukkan pemahaman terhadap pengetahuan dan keterampilanketerampilan pendukung yang disebutkan pada bagian Pengetahuan Pendukung. 2. Melaporkan Persyaratan Laporan penilaian tentang kompetensi harus benar dalam konteks/hubungan masing-masing judul/unit kompetensi yang diuji dan/persyaratan yang diberlakukan. Persyaratan peraturan yang berlaku pada setiap pengakuan/penghargaan transfer keterampilan dan pengetahuan dapat dimaksimalkan dengan cara mencatat dan menerbitkan transkrip/salinan yang mencakup informasi tambahan. Hal ini menjadi persyaratan terperinci tentang pencapaian pengatahuan dan keterampilan-keterampilan. Setiap laporan tambahan akan merupakan bahan negosiasi antara organisasi pelatihan yang diakui dan klien-nya. 3. Konteks Penilaian Kompetensi akan ditentukan berdasarkan bukti yang ditunjukan secara konsisten melalui penerapan secara umum yang mencakup hal-hal seperti peralatan, rangkaian, sistem pengawatan, mesin, komponen dan sejenisnya yang sama dengan unit kompetensi ini. Bukti yang setara dari sumber-sumber lain juga dapat diterima. b. Unit Kompetensi Yang Saling Terkait Jika ada, pengujian unit kompetensi ini dihubungkan pada pengetahuan terkait terhadap unit-unit kompetensi lain pada satu struktur kualifikasi. 20
25 c. Pengetahuan Pendukung Kesehatan dan Keselamatan Kerja Penggunaan perkakas. Teori dasar listrik. Model dan konstruksi rambu cahaya. Interpretasi gambar dan pembuatan sket. Prinsip peralatan rambu cahaya. Fungsi dasar komponen peralatan rambu cahaya. Alat ukur dan pengukuran. Teknik bongkar-pasang komponen. d. Persyaratan Pendidikan e. Pengalaman Kerja f. Kompetensi Kunci dan Tingkat Kompetensi Kompetensi kunci A B C D E F G Level
26 STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMELIHARAAN Kode Unit Judul Unit Uraian Unit : PTL.HAR.008 (1).A : Merakit dan Menguraikan Komponen Listrik/Elektronika Pada Sarana Penunjang (Operational Support) : Unit kompetensi ini berkaitan dengan perakitan dan penguraian komponen listrik/elektronika pada peralatan penunjang. Sub Kompetensi Kriteria Kinerja 1. Merencanakan dan mempersiapkan pekerjaan. 1.1 Prinsip kerja dan sirkit komponen dipelajari sesuai dengan manual. 1.2 Penguraian dan perakitan direncanakan dan dipersiapkan untuk menjamin bahwa kelayakan dan prosedur K3 diikuti. 1.3 Kebutuhan bahan dan peralatan diidentifikasi dan dipersiapkan sesuai dengan rencana kerja. 1.4 Tempat/ruang kerja dipersiapkan dengan mempertimbangkan K Kebijakan dan prosedur K3 dipenuhi sesuai dengan persyaratan pekerjaan. 2. Menguraikan (disassembly) komponen listrik dan elektronika pada peralatan penunjang. 2.1 Rangkaian sirkit dalam keadaan terisolasi (jika diperlukan)melalui prosedur pengecekan dan pengukuran yang telah ditetapkan. 2.2 Rangkaian kelistrikan dan komponen disesuaikan dengan menggunakan peralatan dan urutan kerja sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. 2.3 Kondisi setiap rangkaian dan komponen diperiksa fungsi kerjanya sesuai dengan manual. 2.4 Kebutuhan penggantian komponen diajukan kepada pihak terkait dan berwenang. 3. Merakit (assembly) komponen listrik/elektronika pada peralatan penunjang. 3.1 Komponen yang telah diperiksa dan layak digunakan dari hasil penggantian dirakit dengan menggunakan peralatan dan urutan pengerjaan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan/manual instruction. 3.2 Peralatan yang telah dirakit kembali di test fungsi kerjanya sesuai dengan prosedur yang ditetapkan/manual instruction. 3.3 Hasil pengetesan fungsi kerja dicatat sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. 22
27 4. Memeriksa dan melaporkan penyelesaian pekerjaan. 4.1 Pemeriksaan akhir dilakukan untuk memastikan /menjamin bahwa perakitan dan penguraian komponen listrik/elektronika telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan. 4.2 Penyelesaian pekerjaan dilaporkan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. I. Acuan Penilaian a. Aspek-aspek kritis penilaian 1. Mencapai kompetensi Hasil akhir dari unit kompetensi ini didasarkan pada setiap kondisi berikut yang meliputi : Menunjukkan unjuk kerja yang konsisten pada setiap elemen / sub kompetensi. Memenuhi kriteria unjuk kerja yang tercakup pada setiap sub kompetensi dengan menggunakan teknik-teknik, prosedur-prosedur, informasi dan sumber-sumber daya yang tersedia di tempat kerja. Menunjukkan pemahaman terhadap pengetahuan dan keterampilanketerampilan pendukung yang disebutkan pada bagian Pengetahuan Pendukung. 2. Melaporkan Persyaratan Laporan penilaian tentang kompetensi harus benar dalam konteks/hubungan masing-masing judul/unit kompetensi yang diuji dan/persyaratan yang diberlakukan. Persyaratan peraturan yang berlaku pada setiap pengakuan/penghargaan transfer keterampilan dan pengetahuan dapat dimaksimalkan dengan cara mencatat dan menerbitkan transkrip/salinan yang mencakup informasi tambahan. Hal ini menjadi persyaratan terperinci tentang pencapaian pengatahuan dan keterampilan-keterampilan. Setiap laporan tambahan akan merupakan bahan negosiasi antara organisasi pelatihan yang diakui dan klien-nya. 3. Konteks Penilaian Kompetensi akan ditentukan berdasarkan bukti yang ditunjukan secara konsisten melalui penerapan secara umum yang mencakup hal-hal seperti peralatan, rangkaian, sistem pengawatan, mesin, komponen dan sejenisnya yang sama dengan unit kompetensi ini. Bukti yang setara dari sumber-sumber lain juga dapat diterima. b. Unit Kompetensi Yang Saling Terkait Jika ada, pengujian unit kompetensi ini dihubungkan pada pengetahuan terkait terhadap unit-unit kompetensi lain pada satu struktur kualifikasi. 23
28 c. Pengetahuan Pendukung Kesehatan dan Keselamatan Kerja Penggunaan perkakas. Teori dasar listrik. Model dan konstruksi sarana penunjang. Interpretasi gambar listrik dari sarana penunjang. Prinsip peralatan sarana penunjang. Fungsi dasar komponen sarana penunjang. Teknik bongkar-pasang sarana penunjang. d. Persyaratan Pendidikan e. Pengalaman Kerja f. Kompetensi Kunci dan Tingkat Kompetensi Kompetensi kunci A B C D E F G Level
29 STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN SUB BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMELIHARAAN Kode Unit Judul Unit Uraian Unit : PTL.HAR.009(1).A : Memelihara Peralatan Panel Listrik : Unit kompetensi ini berkaitan dengan pemeliharaan peralatan panel-panel distribusi dan panel kendali/kontrol. Sub Kompetensi Kriteria Kinerja 1. Merencanakan dan mempersiapkan pekerjaan. 1.1 Perawatan panel distribusi dan kontrol direncanakan dan dipersiapkan untuk menjamin bahwa kebijakan dan prosedur K3 diikuti, pekerjaan diurutkan secara benar sesuai dengan persyaratan. 1.2 Orang yang berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan dikoordinasikan secara efektif dengan pihak lain yang terkait di tempat kerja. 1.3 Perawatan panel distribusi dan kontrol diperiksa sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan. 1.4 Kebutuhan bahan untuk penyelesaian pekerjaan diperoleh sesuai prosedur yang ditetapkan dan diperiksa sesuai dengan persyaratan pekerjaan. 1.5 Perkakas, perlengkapan dan gawai uji yang dibutuhkan untuk pelaksanaan pekerjaan diperoleh sesuai prosedur yang telah ditetapkan, dan diperiksa untuk operasi yang benar dan aman. 1.6 Pekerjaan persiapan diperiksa untuk memastikan bahwa tidak terjadi kerusakan yang tidak diharapakan dan memenuhi persyaratan. 2. Merawat panel distribusi dan control. 2.1 Kebijakan dan prosedur K3 untuk perawatan panel distribusi dankontrol diikuti. 2.2 Panel distribusi dan kontrol dirawat sesuai persyaratan tanpa merusak atau mengganggu lingkungan atau fungsi peralatan lain disekitarnya. 2.3 Kejadian atau kondisi yang tidak terduga ditanggapi sesuai prosedur yang telah ditetapkan. 2.4 Persetujuan diperoleh dari pihak yang berwenang sesuai dengan prosedur yang ditetapkan sebelum suatu tindakan/solusi alternatif dilaksanakan. 3. Memeriksa dan melaporkan penyelesaian pekerjaan. 3.1 Pemeriksaan akhir dilakukan untuk memastikan/menjamin bahwa perawatan panel telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan. 3.2 Penyelesaian pekerjaan dilaporkan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. 25
30 I. Persyaratan dan Kondisi Kinerja Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : a. Kebijakan dan prosedur K3 yang terkait dengan unit kompetensi ini. b. Persyaratan pekerjaan yang ditetapkan/berlaku. c. Prosedur komunikasi yang berlaku. d. Prosedur pengadaan bahan yang ditetapkan. e. Prosedur pengadaan perkakas kerja dan gawai uji yang ditetapkan. f. Prosedur pengujian perkakas kerja yang ditetapkan. g. Prosedur pemeriksaan pekerjaan yang ditetapkan. h. Prosedur dan format pelaporan yang ditetapkan. II. Acuan Penilaian a. Aspek-Aspek Kritis Penilaian 1. Mencapai Kompetensi Hasil akhir dari unit kompetensi ini didasarkan pada setiap kondisi berikut yang meliputi : Menunjukkan unjuk kerja yang konsisten pada setiap elemen/sub kompetensi. Memenuhi kriteria unjuk kerja yang tercakup pada setiap sub kompetensi dengan menggunakan teknik, prosedur, informasi dan sumber daya yang tersedia di tempat kerja. Menunjukkan pemahaman terhadap pengetahuan dan keterampilan pendukung yang disebutkan pada bagian Pengetahuan Pendukung. 2. Melaporkan Persyaratan Laporan penilaian tentang kompetensi harus benar dalam konteks/hubungan masing-masing judul/unit kompetensi yang diuji dan/persyaratan yang diberlakukan. Persyaratan peraturan yang berlaku pada setiap pengakuan/penghargaan transfer keterampilan dan pengetahuan dapat dimaksimalkan dengan cara mencatat dan menerbitkan transkrip/salinan yang mencakup informasi tambahan. Hal ini menjadi persyaratan terperinci tentang pencapaian pengatahuan dan keterampilan-keterampilan. Setiap laporan tambahan akan merupakan bahan negosiasi antara organisasi pelatihan yang diakui dan klien-nya. 3. Konteks Penilaian Kompetensi akan ditentukan berdasarkan bukti yang ditunjukkan secara konsisten melalui penerapan secara umum yang mencakup hal-hal seperti peralatan, rangkaian, sistem pengawatan, plant, komponen dan sejenisnya yang sama dengan unit kompetensi ini. Bukti yang setara dari sumber-sumber lain juga dapat diterima. b. Unit Kompetensi Yang Saling Terkait Jika ada, pengujian unit kompetensi ini dihubungkan pada pengetahuan terkait terhadap unit-unit kompetensi lain pada satu struktur kualifikasi. 26
31 c. Pengetahuan Pendukung Kesehatan dan Keselamatan Kerja Penggunaan perkakas. Teori dasar listrik. Konstruksi dasar panel listrik dan contro. Teknik pengawatan. Interprestasi gambar diagram panel listrik dan control. Alat ukur dan teknik pengukuran. Teknik bongkar pasang komponen panel. d. Persyaratan Pendidikan e. Pengalaman Kerja f. Kompetensi kunci dan tingkat kompetensi Kompetensi kunci A B C D E F G Level
32 STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN SUB BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMELIHARAAN Kode Unit Judul Unit Uraian Unit : PTL.HAR.010(1).A : Memangkas Pepohonan Pengganggu : Unit kompetensi ini berkaitan dengan pembersihan ranting dan pepohonan yang menggangu secara elektik dan mekanis terhadap saluran listrik udara dan saluran telekomunikasi. Sub Kompetensi Kriteria Kinerja 1. Merencanakan dan mempersiapkan pemangkasan pepohonan pengganggu. 1.1 Kebijakan dan prosedur K3 diikuti, pekerjaan diurutkan secara benar sesuai dengan persyaratan. 1.2 Orang yang berwenang dan pihak-pihak terkait lainnya dilingkungan pekerjaan dihubungi untuk menjamin bahwa pekerjaan terkoordinasi secara efektif. 1.3 Teknis pemangkasan pepohonan dipilih dan diperiksa sesuai dengan persyaratan kerja. 1.4 Kebutuhan bahan untuk penyelesaian pekerjaan diperoleh sesuai prosedur yang ditetapkan dan diperiksa sesuai dengan persyaratan pekerjaan. 1.5 Perkakas, peralatan dan peralatan uji yang dibutuhkan untuk pelaksanaan pekerjaan diperoleh sesuai prosedur yang telah ditetapkan dan diperiksa untuk menjamin pengoperasian yang benar dan aman. 1.6 Pekerjaan persiapan diperiksa untuk memastikan bahwa tidak terjadi kerusakan yang tidak diharapkan dan memenuhi persyaratan. 2. Memangkas pepohonan pengganggu. 2.1 Kebijakan dan prosedur K3 dipenuhi. 2.2 Pemangkasan pepohonan dilakukan sesuai ketentuan/persyaratan, tanpa merusak jaringan dan gangguan lingkungan sekecil mungkin. 2.3 Kejadian-kejadian atau kondisi-kondisi yang tidak terduga ditanggapi sesuai prosedur yang telah ditetapkan. 2.4 Persetujuan diperoleh dari pihak yang berwenang sesuai dengan prosedur yang ditetapkan sebelum suatu tindakan/solusi alternatif dilaksanakan. 2.5 Pemeriksaan terus menerus terhadap mutu pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. 28
33 3. Memeriksa dan melaporkan penyelesaian pekerjaan. 3.1 Pemeriksaan akhir dilakukan untuk menjamin bahwa pemangkasan pepohonan memenuhi persyaratan yang ditetapkan. 3.2 Penyelesaian pekerjaan dilaporkan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. I. Persyaratan dan Kondisi Kerja Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : a. Kebijakan dan prosedur K3 yang terkait dengan unit kompetensi ini. b. Persyaratan pekerjaan yang ditetapkan/berlaku. c. Prosedur komunikasi yang berlaku. d. Prosedur pengadaan bahan yang ditetapkan. e. Prosedur pengadaan perkakas kerja dan gawai uji yang ditetapkan. f. Prosedur pengujian perkakas kerja yang ditetapkan. g. Prosedur pemeriksaan pekerjaan yang ditetapkan. h. Prosedur dan format pelaporan yang ditetapkan. II. Acuan Penilaian a. Aspek-Aspek Kritis Penilaian 1. Mencapai Kompetensi Hasil akhir dari unit kompetensi ini didasarkan pada setiap kondisi berikut yang meliputi : Menunjukan unjuk kerja yang konsisten pada setiaq elemen / sub kompetensi. Memenuhi kriteria unjuk kerja yang tercakup pada setiap sub kompetensi dengan menggunkan teknik, prosedur, informasi dan sumber daya yang tersedia di tempat kerja. Menunjukan pemahaman terhadap pengetahuan dan keterampilan pendukung yang disebutkan pada bagian Pengetahuan Pendukung. 2. Melaporkan Persyaratan Laporan penilaian tentang kompetensi harus benar dalam konteks/hubungan masing-masing judul/unit kompetensi yang diuji dan/persyaratan yang diberlakukan. Persyaratan peraturan yang berlaku pada setiap pengakuan/penghargaan transfer keterampilan dan pengetahuan dapat dimaksimalkan dengan cara mencatat dan menerbitkan transkrip/salinan yang mencakup informasi tambahan. Hal ini menjadi persyaratan terperinci tentang pencapaian pengatahuan dan keterampilan-keterampilan. Setiap laporan tambahan akan merupakan bahan negosiasi antara organisasi pelatihan yang diakui dan klien-nya. 29
34 3. Konteks Penilaian Kompetensi akan ditentukan berdasarkan bukti yang ditunjukkan secara konsisten melalui penerapan secara umum yang mencakup hal-hal seperti peralatan, rangkaian, sistem pengawatan, plant, komponen dan sejenisnya yang sama dengan unit kompetensi ini. Bukti yang setara dari sumber-sumber lain juga dapat diterima. b. Unit Kompetensi Yang Saling Terkait Jika ada, pengujian unit kompetensi ini dihubungkan pada pengetahuan terkait terhadap unit-unit kompetensi lain pada satu struktur kualifikasi. c. Pengetahuan Pendukung Kesehatan dan Keselamatan Kerja Perlengkapan dan unit kendaraan (mobil plant). Identifikasi Lokasi. Pengelolaan pemangkasan. Perencanaan Komunikasi. d. Persyaratan Pendidikan e. Pengalaman Kerja f. Kompetensi kunci dan tingkat kompetensi Kompetensi kunci A B C D E F G Level
35 STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB PEMELIHARAAN Kode Unit Judul Unit Uraian Unit : PTL.HAR.011(1).A : Merawat dan Memperbaiki Peralatan Pengalih Daya Tegangan Rendah : Unit kompetensi ini berkaitan dengan perawatan dan perbaikan peralatan pengalih saluran tegangan rendah yang meliputi transformator, sistem catu daya, sistem pengalih dan perlengkapan hubung bagi. Sub Kompetensi Kriteria Kinerja 1. Merencanakan dan mempersiapkan perawatan dan perbaikan peralatan pengalih daya tegangan rendah. 1.1 Prinsip kerja peralatan dan diagram satu garis serta diskripsi kerja peralatan pengalih daya dipelajari dan dipahami sesuai dengan kebutuhan pekerjaan. 1.2 Fungsi sistem pengalih daya dalam sistem jaringan, dipelajari dan dipahami sesuai dengan kebutuhan pekerjaan. 1.3 Data operasional dan manual instructioan terkait dikumpulkan dan dipelajari sebagai bahan dalam penyusunan rencana kerja. 1.4 Rencana kerja perawatan dan perbaikan disusun dengan mempertimbangkan data operasi dan manual serta rencana operasi perusahaan. 1.5 Kebutuhan personil, perlengkapan kerja, perlengkapan K3, suku cadang diidentifikasi dan dipersiapkan sesuai dengan rencana kerja. 1.6 Koordinasi dan konsultasi dengan personil yang berwenang dilakukan sesuai dengan kebijakan perusahaan. 1.7 Tempat dan ruangan kerja dipersiapkan dan dibebaskan dari potensi bahaya yang mungkin terjadi sesuai dengan prosedur yang ditetapkan yang berlaku. 2. Merawat peralatan pengalih daya tegangan rendah. 2.1 Pengecekan peralatan dalam kondisi tidak bertegangan dilakukan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan yang diberlakukan. 2.2 Pemeriksaan secara phisik dan elektrik dilakukan untuk mengetahui kondisi peralatan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan yang diberlakukan. 2.3 Penggantian suku cadang peralatan dilakukan berdasar pada hasil pemeriksaan. 31
36 2.4 Perawatan peralatan dilakukan dengan menggunakan perlengkapan kerja dan urutan pengerjaan sesuai dengan standar perawatan yang diberlakukan. 2.5 Pengecekan akhir hasil perawatan dilakukan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan yang berlaku serta dicatat dengan menggunakan format yang berlaku. 3. Memperbaiki peralatan pengalih daya tegangan rendah 3.1 Langkah perbaikan disusun bila didalam pemeriksaan phisik dan elektrik ditemukan kerusakan yang memerlukan penggantian suku cadang atau perbaikan komponen 3.2 Perbaikan/penggantian suku cadang peralatan dilakukan sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan dan mempergunakan perlengkapan kerja serta prosedur pengerjaan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan 3.3 Pengecekan akhir hasil perbaikan dilakukan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan yang berlaku serta dicatat dengan menggunakan format yang berlaku. 4. Memeriksa dan melaporkan status akhir penyelesaian pekerjaan Laporkan status pekerjaan diselesaikan secara lengkap dan dilaporkan sesuai prosedur yang diberlakukan. I. Persyaratan dan Kondisi Kinerja a. Peraturan perundang-undangan relevan dan berlaku. b. Peraturan Keselamatan dan Kesehatan Kerja(K3), terutama yang terkait langsung dengan judul kompetensi. c. Manual instruction atau prosedur yang ditetapkan perlengkapan pengalih daya yang berlaku. d. Kebijakan perusahaan yang diberlakukan. e. Standar pemeliharaan/perbaikan terkait yang diberlakukan. f. Perlengkapan dan perkakas kerja serta bahan yang diperlukan. 32
37 II. Acuan Penilaian a. Aspek-Aspek Kritis Penilaian 1. Mencapai kompetensi Hasil akhir dari unit kompetensi ini didasarkan pada setiap kondisi berikut yang meliputi : Menunjukan unjuk kerja yang konsisten pada setiap elemen/sub kompetensi. Memenuhi kriteria unjuk kerja yang tercakup pada setiap sub kompetensi dengan menggunakan teknik, prosedur, informasi dan sumber daya yang tersedia di tempat kerja. Menunjukan pemahaman terhadap pengetahuan dan keterampilan pendukung yang disebutkan pada bagian Pengetahuan Pendukung. 2. Melaporkan Persyaratan Laporan penilaian tentang kompetensi harus benar dalam konteks/hubungan masing-masing judul/unit kompetensi yang diuji dan/persyaratan yang diberlakukan. Persyaratan peraturan yang berlaku pada setiap pengakuan/penghargaan transfer keterampilan dan pengetahuan dapat dimaksimalkan dengan cara mencatat dan menerbitkan transkrip/salinan yang mencakup informasi tambahan. Hal ini menjadi persyaratan terperinci tentang pencapaian pengatahuan dan keterampilan. Setiap laporan tambahan akan merupakan bahan negosiasi antara organisasi pelatihan yang diakui dan klien-nya. 3. Konteks Penilaian Kompetensi akan ditentukan berdasarkan bukti yang ditunjukan secara konsistem melalui penerapan secara umum yang mencakup hal-hal seperti peralatan, rangkaian sistem pengawatan, plant komponen dan sejenisnya yang sama dengan unit kompetensi ini. Bukti yang setara dari sumber lain juga dapat diterima. b. Unit Kompetensi Yang Saling Terkait Jika ada, pengujian unit kompetensi ini dihubungkan pada pengetahuan terkait terhadap unit-unit kompetensi lain pada satu struktur kualifikasi. c. Pengetahuan Pendukung Kesehatan dan Keselamatan Kerja Penggunaan perkakas. Teori dasar listrik. Catu daya. Sistem pengalihan tegangan rendah. Konstruksi peralatan pengalih daya. Alat ukur dan pengukuran. Teknik bongkar pasang komponen sistem pengalih daya. 33
38 d. Persyaratan Pendidikan e. Pengalaman Kerja f. Kompetensi Kunci dan Tingkat Kompetensi Kompetensi kunci A B C D E F G Level
39 STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMELIHARAAN Kode Unit Judul Unit Uraian Unit : PTL.HAR.012(1).A : Memelihara dan memperbaiki peralatan listrik sistem kendali dan rangkaian terkait : Unit kompetensi ini berkaitan dengan perawatan rutin pada peralatan kendali dan rangkaian dasar terkait, termasuk pengawatan, pemipaan dan komponen. Sub Kompetensi Kriteria Kinerja 1. Merencanakan dan mempersiapkan kegiatan pemeliharaan peralatan 1.1 Pemeliharaan direncanakan dan dipersiapkan untuk menjamin bahwa kebijakan dan prosedur K3 diikuti, pekerjaan diurutkan secara benar sesuai dengan persyaratan. 1.2 Orang yang berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan dikoordinasikan secara efektif dengan pihak lain yang terkait di tempat kerja. 1.3 Jadwal dan spesifikasi pemeliharaan diperiksa sesuai dengan persyaratan yang diberlakukan. 1.4 Kebutuhan bahan untuk penyelesaian pekerjaan diperoleh sesuai prosedur yang ditetapkan dan dicocokan terhadap persyaratan pekerjaan. 1.5 Perkakas, perlengkapan dan gawai uji yang dibutuhkanuntuk pelaksanaan pekerjaan diperoleh sesuai prosedur yang telah ditetapkan dan diperiksa untuk operasi yang benar dan aman. 1.6 Pekerjaan persiapan diperiksa untuk memastikan bahwa tidak terjadi kerusakan yang tidak diharapkan dan memenuhi persyaratan. 2. Memelihara peralatan dan rangkaian terkait 2.1 Kebijakan dan prosedur K3 telah dipenuhi. 2.2 Fungsi normal dari peralatan dan rangkaian terkait dipastikan sesuai dengan ketentuan 2.3 Jika diperlukan, rangkaian diperiksa dalam keadaan terisolasi melalui prosedur pengujian yang telah ditetapkan. 2.4 Peralatan dirawat/diperbaiki sesuai ketentuan /persyaratan tanpa merusak/mengganggu lingkungan dan peralatan disekelilingnya. 2.5 Jika diperlukan penggantian seadanya sistem pengawatan atau peralatan dilakukan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. 35
40 2.6 Kejadian atau kondisi yang tidak terduga ditanggapi sesuai prosedur yang telah ditetapkan. 2.7 Persetujuan diperoleh dari pihak yang berwenang sesuai dengan prosedur yang ditetapkan sebelum suatu tindakan/solusi alternatif dilaksanakan. 2.8 Pemeriksaan terus menerus terhadap mutu pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. 3. Memeriksa dan melaporkan penyelesaian pekerjaan. 3.1 Pemeriksaan akhir dilakukan untuk menjamin bahwa pelaksanaan pemeliharaan peralatan memenuhi persyaratan yang ditetapkan. 3.2 Penyelesaian pekerjaan dilaporkan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. I. Persyaratan dan Kondisi Kinerja Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : a. Kebijakan dan prosedur K3 yang terkait dengan unit kompetensi ini. b. Persyaratan pekerjaan yang ditetapkan/berlaku. c. Prosedur komunikasi yang berlaku. d. Prosedur pengadaan bahan yang ditetapkan. e. Prosedur pengadaan perkakas kerja dan gawai uji yang ditetapkan. f. Prosedur pengujian perkakas kerja yang ditetapkan. g. Prosedur pemeriksaan pekerjaan yang ditetapkan. h. Prosedur dan format pelaporan yang ditetapkan. II. Acuan Penilaian a. Aspek-Aspek Kritis Penilaian 1. Mencapai Kompetensi Hasil akhir dari unit kompetensi ini didasarkan pada setiap kondisi berikut yang meliputi : Menunjukan unjuk kerja yang konsisten pada setiap elemen/sub kompetensi. Memenuhi kriteria unjuk kerja yang tercakup pada setiap sub kompetensi dengan menggunkan teknik-teknik, prosedur-prosedur, informasi dan sumber-sumber daya yang tersedia di tempat kerja. Menunjukan pemahaman terhadap pengetahuan dan keterampilanketerampilan pendukung yang disebutkan pada bagian Pengetahuan Pendukung. 2. Melaporkan Persyaratan Laporan penilaian tentang kompetensi harus benar dalam konteks/hubungan masing-masing judul/unit kompetensi yang diuji dan/persyaratan yang diberlakukan. Persyaratan peraturan yang berlaku pada setiap pengakuan/penghargaan transfer keterampilan dan pengetahuan dapat 36
41 dimaksimalkan dengan cara mencatat dan menerbitkan transkrip/salinan yang mencakup informasi tambahan. Hal ini menjadi persyaratan terperinci tentang pencapaian pengatahuan dan keterampilan-keterampilan. Setiap laporan tambahan akan merupakan bahan negosiasi antara organisasi pelatihan yang diakui dan klien-nya. 3. Konteks Penilaian Kompetensi akan ditentukan berdasarkan bukti yang ditunjukan secara konsistem melalui penerapan secara umum yang mencakup hal-hal seperti peralatan, rangkaian sistem pengawatan, plant komponen dan sejenisnya yang sama dengan unit kompetensi ini. Bukti yang setara dari sumber-sumber lain juga dapat diterima. b. Unit Kompetensi yang saling terkait Tidak ada. c. Pengetahuan Pendukung Kesehatan dan Keselamatan Kerja Penggunaan perkakas. Teori dasar listrik. Prinsip-prinsip arus ac dan dc. Persyaratan pengawatan (arus kecil). Proteksi rangkaian. Peralatan dan pengawatan listrik. Persyaratan pengawatan (arus tinggi). Pemeriksaan keamanan instalasi listrik. Gambar listrik dan interprestasinya. Plc. Dasar catu daya dc. Sistem kontrol daya. Batere dan sel. Konsep instrumentasi. Alat ukur dan konsep pengukuran. d. Persyaratan Pendidikan e. Pengalaman Kerja f. Kompetensi kunci dan tingkat kompetensi Kompetensi kunci A B C D E F G Level
42 STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN SUB BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMELIHARAAN Kode Unit Judul Unit Uraian Unit : PTL.HAR.013(1).A : Memelihara dan Memperbaiki Perangkat Listrik Catu Daya Tegangan Rendah dan Rangkaian Yang Terkait : Unit kompetensi ini berkaitan dengan memelihara dan memperbaiki perangkat listrik catu daya dan rangkaian yang terkait, yang meliputi; komponen dan pengawatannya pengawatan catu daya tegangan rendah. Sub Kompetensi Kriteria Kinerja 1. Merencanakan dan mempersiapkan kegiatan pemeliharaan peralatan. 1.1 Pemeliharaan direncanakan dan dipersiapkan untuk menjamin bahwa kebijakan dan prosedur K3 diikuti, pekerjaan diurutkan secara benar sesuai dengan persyaratan. 1.2 Orang yang berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan dikoordinasikan secara efektif dengan pihak lain yang terkait di tempat kerja. 1.3 Jadwal dan spesifikasi pemeliharaan diperiksa sesuai dengan persyaratan yang diberlakukan. 1.4 Kebutuhan bahan untuk penyelesaian pekerjaan diperoleh sesuai prosedur yang ditetapkan dan dicocokan terhadap persyaratan pekerjaan. 1.5 Perkakas, perlengkapan dan gawai uji yang dibutuhkan untuk pelaksanaan pekerjaan diperoleh sesuai prosedur yang telah ditetapkan dan diperiksa untuk operasi yang benar dan aman. 1.6 Pekerjaan persiapan diperiksa untuk memastikan bahwa tidak terjadi kerusakan yang tidak diharapkan dan memenuhi persyaratan. 2. Memelihara peralatan dan rangkaian terkait. 2.1 Kebijakan dan prosedur K3 telah dipenuhi. 2.2 Fungsi normal dari peralatan dan rangkaian terkait dipastikan sesuai dengan ketentuan 2.3 Jika diperlukan, rangkaian diperiksa dalam keadaan terisolasi melalui prosedur pengujian yang telah ditetapkan. 2.4 Peralatan dirawat/diperbaiki sesuai ketentuan /persyaratan tanpa merusak/mengganggu lingkungan dan peralatan disekelilingnya. 38
43 2.5 Jika diperlukan penggantian seadanya sistem pengawatan atau peralatan dilakukan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. 2.6 Kejadian atau kondisi yang tidak terduga ditanggapi sesuai prosedur yang telah ditetapkan. 2.7 Persetujuan diperoleh dari pihak yang berwenang sesuai dengan prosedur yang ditetapkan sebelum suatu tindakan/solusi alternatif dilaksanakan. 2.8 Pemeriksaan terus menerus terhadap mutu pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. 3. Memeriksa dan melaporkan penyelesaian pekerjaan. 3.1 Inspeksi akhir dilakukan untuk menjamin bahwa pelaksanaan pemeliharaan peralatan memenuhi persyaratan yang ditetapkan. 3.2 Penyelesaian pekerjaan dilaporkan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. I. Persyaratan dan Kondisi Kinerja Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : a. Kebijakan dan prosedur K3 yang terkait dengan unit kompetensi ini. b. Persyaratan pekerjaan yang ditetapkan/berlaku. c. Prosedur komunikasi yang berlaku. d. Prosedur pengadaan bahan yang ditetapkan. e. Prosedur pengadaan perkakas kerja dan gawai uji yang ditetapkan. f. Prosedur pengujian perkakas kerja yang ditetapkan. g. Prosedur pemeriksaan pekerjaan yang ditetapkan. h. Prosedur dan format pelaporan yang ditetapkan. II. Acuan Penilaian a. Aspek-aspek kritis penilaian 1. Mencapai kompetensi Hasil akhir dari unit kompetensi ini didasarkan pada setiap kondisi berikut yang meliputi : Menunjukan unjuk kerja yang konsisten pada setiap elemen/sub kompetensi. Memenuhi kriteria unjuk kerja yang tercakup pada setiap sub kompetensi dengan menggunkan teknik-teknik, prosedur-prosedur, informasi dan sumber-sumber daya yang tersedia di tempat kerja. Menunjukan pemahaman terhadap pengetahuan dan keterampilanketerampilan pendukung yang disebutkan pada bagian Pengetahuan Pendukung. 39
44 2. Melaporkan Persyaratan Laporan penilaian tentang kompetensi harus benar dalam konteks/hubungan masing-masing judul/unit kompetensi yang diuji dan/persyaratan yang diberlakukan. Persyaratan peraturan yang berlaku pada setiap pengakuan/penghargaan transfer keterampilan dan pengetahuan dapat dimaksimalkan dengan cara mencatat dan menerbitkan transkrip/salinan yang mencakup informasi tambahan. Hal ini menjadi persyaratan terperinci tentang pencapaian pengatahuan dan keterampilan-keterampilan. Setiap laporan tambahan akan merupakan bahan negosiasi antara organisasi pelatihan yang diakui dan klien-nya. 3. Konteks Penilaian Kompetensi akan ditentukan berdasarkan bukti yang ditunjukan secara konsistem melalui penerapan secara umum yang mencakup hal-hal seperti peralatan, rangkaian sistem pengawatan, plant komponen dan sejenisnya yang sama dengan unit kompetensi ini. Bukti yang setara dari sumber-sumber lain juga dapat diterima. Pengujian. b. Unit Kompetensi Yang Saling Terkait Tidak ada. c. Pengetahuan Pendukung Kesehatan dan Keselamatan Kerja Penggunaan perkakas. Teori dasar listrik. Kemagnetan listrik. Prinsip-prinsip arus bolak-balik satu fase. Prinsip-prinsip arus bolak-balik tiga fase. Persyaratan pengawatan (arus kecil). Proteksi rangkaian. Peralatan dan pengawatan listrik. Persyaratan pengawatan (arus tinggi). Pemeriksaan keamanan instalasi listrik. Gambar listrik dan interprestasinya. Dasar catu daya dc. Sistem catu daya tegangan rendah. Batere dan sel. Metering dan kontrol beban. d. Persyaratan Pendidikan e. Pengalaman Kerja f. Kompetensi Kunci dan Tingkat Kompetensi Kompetensi kunci A B C D E F G Level
45 STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN SUB BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMELIHARAAN Kode Unit Judul Unit Uraian Unit : PTL.HAR.014(1).A : Memelihara dan Memperbaiki Perangkat Listrik Proteksi Kebakaran dan Rangkaian Yang Terkait : Unit kompetensi ini berkaitan dengan memelihara dan memperbaiki perangkat listrik sistem proteksi kebakaran dan rangkaian yang terkait, yang meliputi; pemasangan proteksi kebakaran untuk otomasi bangunan, tranduser dan pengawatannya. Sub Kompetensi Kriteria Kinerja 1. Merencanakan dan mempersiapkan kegiatan pemeliharaan peralatan 2. Memelihara peralatan dan rangkaian terkait 1.1 Pemeliharaan direncanakan dan dipersiapkan untuk menjamin bahwa kebijakan dan prosedur K3 diikuti, pekerjaan diurutkan secara benar sesuai dengan persyaratan. 1.2 Orang yang berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan dikoordinasikan secara efektif dengan pihak lain yang terkait di tempat kerja. 1.3 Jadwal dan spesifikasi pemeliharaan diperiksa sesuai dengan persyaratan yang diberlakukan. 1.4 Kebutuhan bahan untuk penyelesaian pekerjaan diperoleh sesuai prosedur yang ditetapkan dan dicocokan terhadap persyaratan pekerjaan. 1.5 Perkakas, perlengkapan dan gawai uji yang dibutuhkan untuk pelaksanaan pekerjaan diperoleh sesuai prosedur yang telah ditetapkan dan diperiksa untuk operasi yang benar dan aman. 1.6 Pekerjaan persiapan diperiksa untuk memastikan bahwa tidak terjadi kerusakan yang tidak diharapkan dan memenuhi persyaratan. 2.1 Kebijakan dan prosedur K3 telah dipenuhi. 2.2 Fungsi normal dari peralatan dan rangkaian terkait dipastikan sesuai dengan ketentuan. 2.3 Jika diperlukan, rangkaian diperiksa dalam keadaan terisolasi melalui prosedur pengujian yang telah ditetapkan. 2.4 Peralatan dirawat/diperbaiki sesuai ketentuan /persyaratan tanpa merusak/mengganggu lingkungan dan peralatan disekelilingnya. 41
46 2.5 Jika diperlukan penggantian seadanya sistem pengawatan atau peralatan dilakukan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. 2.6 Kejadian atau kondisi yang tidak terduga ditanggapi sesuai prosedur yang telah ditetapkan. 2.7 Persetujuan diperoleh dari pihak yang berwenang sesuai dengan prosedur yang ditetapkan sebelum suatu tindakan/solusi alternatif dilaksanakan. 2.8 Pemeriksaan terus menerus terhadap mutu pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. 3. Memeriksa dan melaporkan penyelesaian pekerjaan. 3.1 Inspeksi akhir dilakukan untuk menjamin bahwa pelaksanaan pemeliharaan peralatan memenuhi persyaratan yang ditetapkan. 3.2 Penyelesaian pekerjaan dilaporkan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. I. Persyaratan dan Kondisi Kinerja Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : a. Kebijakan dan prosedur K3 yang terkait dengan unit kompetensi ini. b. Persyaratan pekerjaan yang ditetapkan/berlaku. c. Prosedur komunikasi yang berlaku. d. Prosedur pengadaan bahan yang ditetapkan. e. Prosedur pengadaan perkakas kerja dan gawai uji yang ditetapkan. f. Prosedur pengujian perkakas kerja yang ditetapkan. g. Prosedur pemeriksaan pekerjaan yang ditetapkan. h. Prosedur dan format pelaporan yang ditetapkan. II. Acuan Penilaian a. Aspek-aspek kritis penilaian 1. Mencapai kompetensi Hasil akhir dari unit kompetensi ini didasarkan pada setiap kondisi berikut yang meliputi: Menunjukan unjuk kerja yang konsisten pada setiap elemen / sub kompetensi. Memenuhi kriteria unjuk kerja yang tercakup pada setiap sub kompetensi dengan menggunkan teknik-teknik, prosedur-prosedur, informasi dan sumber-sumber daya yang tersedia di tempat kerja. Menunjukan pemahaman terhadap pengetahuan dan keterampilanketerampilan pendukung yang disebutkan pada bagian Pengetahuan Pendukung. 2. Melaporkan Persyaratan Laporan penilaian tentang kompetensi harus benar dalam konteks/hubungan masing-masing judul/unit kompetensi yang diuji dan/persyaratan yang diberlakukan. Persyaratan peraturan yang berlaku pada setiap pengakuan/penghargaan transfer keterampilan dan pengetahuan dapat 42
47 dimaksimalkan dengan cara mencatat dan menerbitkan transkrip/salinan yang mencakup informasi tambahan. Hal ini menjadi persyaratan terperinci tentang pencapaian pengatahuan dan keterampilan-keterampilan. Setiap laporan tambahan akan merupakan bahan negosiasi antara organisasi pelatihan yang diakui dan klien-nya. 3. Konteks Penilaian Kompetensi akan ditentukan berdasarkan bukti yang ditunjukan secara konsistem melalui penerapan secara umum yang mencakup hal-hal seperti peralatan, rangkaian sistem pengawatan, plant komponen dan sejenisnya yang sama dengan unit kompetensi ini. Bukti yang setara dari sumber-sumber lain juga dapat diterima. b. Unit Kompetensi Yang Saling Terkait Tidak ada. c. Pengetahuan Pendukung Kesehatan dan Keselamatan Kerja Penggunaan perkakas. Teori dasar listrik. Sistem proteksi kebakaran. Prinsip-prinsip arus bolak-balik. Persyaratan pengawatan (arus kecil). Proteksi rangkaian. Peralatan dan pengawatan listrik. Pemeriksaan keamanan instalasi listrik. Gambar listrik dan interprestasinya. Dasar catu daya dc. Batere dan sel. Transduser. Instalasi proteksi kebakaran pada bangunan. d. Persyaratan Pendidikan e. Pengalaman Kerja f. Kompetensi Kunci dan Tingkat Kompetensi Kompetensi kunci A B C D E F G Level
48 STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN SUB BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMELIHARAAN Kode Unit : PTL.HAR.015(1).A Judul Unit : Memelihara dan Memperbaiki Perangkat Instalasi Listrik dan Rangkaian Yang Terkait Uraian Unit : Unit kompetensi ini berkaitan dengan pemeliharaan dan perbaikan perangkat instalasi listrik dan rangkaian yang terkait, yang meliputi; rangkaian motor-listrik, starter, catu daya, pemanas listrik. Sub Kompetensi 1. Merencanakan dan mempersiapkan kegiatan pemeliharaan peralatan Sistem kendali. Kriteria Kinerja 1.1 Pemeliharaan direncanakan dan dipersiapkan untuk menjamin bahwa kebijakan dan prosedur K3 diikuti, pekerjaan diurutkan secara benar sesuai dengan persyaratan. 1.2 Orang yang berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan dikoordinasikan secara efektif dengan pihak lain yang terkait di tempat kerja. 1.3 Jadwal dan spesifikasi pemeliharaan diperiksa sesuai dengan persyaratan yang diberlakukan. 1.4 Kebutuhan bahan untuk penyelesaian pekerjaan diperoleh sesuai prosedur yang ditetapkan dan dicocokan terhadap persyaratan pekerjaan. 1.5 Perkakas, perlengkapan dan gawai uji yang dibutuhkan untuk pelaksanaan pekerjaan diperoleh sesuai prosedur yang telah ditetapkan dan diperiksa untuk operasi yang benar dan aman. 1.6 Pekerjaan persiapan diperiksa untuk memastikan bahwa tidak terjadi kerusakan yang tidak diharapkan dan memenuhi persyaratan. 2. Memelihara peralatan dan rangkaian terkait. 2.1 Kebijakan dan prosedur K3 telah dipenuhi. 2.2 Fungsi normal dari peralatan dan rangkaian terkait dipastikan sesuai dengan ketentuan. 2.3 Jika diperlukan, rangkaian diperiksa dalam keadaan terisolasi melalui prosedur pengujian yang telah ditetapkan. 2.4 Peralatan dirawat/diperbaiki sesuai ketentuan /persyaratan tanpa merusak/mengganggu lingkungan dan peralatan disekelilingnya. 2.5 Jika diperlukan penggantian seadanya sistem pengawatan atau peralatan dilakukan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. 2.6 Kejadian atau kondisi yang tidak terduga ditanggapi sesuai prosedur yang telah ditetapkan. 44
49 2.7 Persetujuan diperoleh dari pihak yang berwenang sesuai dengan prosedur yang ditetapkan sebelum suatu tindakan/solusi alternatif dilaksanakan. 2.8 Pemeriksaan terus menerus terhadap mutu pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. 3. Memeriksa dan melaporkan penyelesaian pekerjaan. 3.1 Inspeksi akhir dilakukan untuk menjamin bahwa pelaksanaan pemeliharaan peralatan memenuhi persyaratan yang ditetapkan. 3.2 Penyelesaian pekerjaan dilaporkan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. I. Persyaratan dan Kondisi Kinerja Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : a. Kebijakan dan prosedur K3 yang terkait dengan unit kompetensi ini. b. Persyaratan pekerjaan yang ditetapkan/berlaku. c. Prosedur komunikasi yang berlaku. d. Prosedur pengadaan bahan yang ditetapkan. e. Prosedur pengadaan perkakas kerja dan gawai uji yang ditetapkan. f. Prosedur pengujian perkakas kerja yang ditetapkan. g. Prosedur pemeriksaan pekerjaan yang ditetapkan. h. Prosedur dan format pelaporan yang ditetapkan. II. Acuan Penilaian a. Aspek-Aspek Kritis Penilaian 1. Mencapai Kompetensi Hasil akhir dari unit kompetensi ini didasarkan pada setiap kondisi berikut yang meliputi : Menunjukan unjuk kerja yang konsisten pada setiap elemen / sub kompetensi. Memenuhi kriteria unjuk kerja yang tercakup pada setiap sub kompetensi dengan menggunkan teknik-teknik, prosedur-prosedur, informasi dan sumber-sumber daya yang tersedia di tempat kerja. Menunjukan pemahaman terhadap pengetahuan dan keterampilanketerampilan pendukung yang disebutkan pada bagian Pengetahuan Pendukung. 2. Melaporkan Persyaratan Laporan penilaian tentang kompetensi harus benar dalam konteks/hubungan masing-masing judul/unit kompetensi yang diuji dan/persyaratan yang diberlakukan. Persyaratan peraturan yang berlaku pada setiap pengakuan/penghargaan transfer keterampilan dan pengetahuan dapat dimaksimalkan dengan cara mencatat dan menerbitkan transkrip/salinan yang mencakup informasi tambahan. 45
50 Hal ini menjadi persyaratan terperinci tentang pencapaian pengatahuan dan keterampilan-keterampilan. Setiap laporan tambahan akan merupakan bahan negosiasi antara organisasi pelatihan yang diakui dan klien-nya. 3. Konteks Penilaian Kompetensi akan ditentukan berdasarkan bukti yang ditunjukan secara konsistem melalui penerapan secara umum yang mencakup hal-hal seperti peralatan, rangkaian sistem pengawatan, plant komponen dan sejenisnya yang sama dengan unit kompetensi ini. Bukti yang setara dari sumber-sumber lain juga dapat diterima. Pengujian b. Unit Kompetensi Yang Saling Terkait Tidak ada. c. Pengetahuan Pendukung Kesehatan dan Keselamatan Kerja Penggunaan perkakas. Teori listrik. Prinsip-prinsip arus bolak-balik. Prinsip-prinsip instalasi listrik. Teknik pengawatan. Persyaratan pengawatan (arus kecil). Proteksi rangkaian. Peralatan dan pengawatan listrik. Persyaratan pengawatan (arus tinggi). Pemeriksaan keamanan instalasi listrik. Gambar listrik dan interprestasinya. Alat ukur dan pengukuran. Sistem instalasi penerangan. d. Persyaratan Pendidikan e. Pengalaman Kerja f. Kompetensi Kunci dan Tingkat Kompetensi Kompetensi kunci A B C D E F G Level
51 STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN SUB BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMELIHARAAN Kode Unit Judul Unit Uraian Unit : PTL.HAR.016(1).A : Memelihara dan Memperbaiki Perangkat Listrik Instalasi Maritim dan Rangkaian Yang Terkait : Unit kompetensi ini berkaitan dengan pemeliharan dan perbaikan perangkat listrik maritim dan rangkaian yang terkait yang meliputi; teknologi kelistrikan kapal laut, pengawatan instalasi listrik kapal laut, uji keamanan, gambar dan intepretasinya, penerangan, mesin arus searah. Sub Kompetensi Kriteria Kinerja 1. Merencanakan dan mempersiapkan kegiatan pemeliharaan peralatan. 2. Memelihara peralatan dan rangkaian terkait. 1.1 Pemeliharaan direncanakan dan dipersiapkan untuk menjamin bahwa kebijakan dan prosedur K3 diikuti, pekerjaan diurutkan secara benar sesuai dengan persyaratan. 1.2 Orang yang berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan dikoordinasikan secara efektif dengan pihak lain yang terkait di tempat kerja. 1.3 Jadwal dan spesifikasi pemeliharaan diperiksa sesuai dengan persyaratan yang diberlakukan. 1.4 Kebutuhan bahan untuk penyelesaian pekerjaan diperoleh sesuai prosedur yang ditetapkan dan dicocokan terhadap persyaratan pekerjaan. 1.5 Perkakas, perlengkapan dan gawai uji yang dibutuhkan untuk pelaksanaan pekerjaan diperoleh sesuai prosedur yang telah ditetapkan dan diperiksa untuk operasi yang benar dan aman. 1.6 Pekerjaan persiapan diperiksa untuk memastikan bahwa tidak terjadi kerusakan yang tidak diharapkan dan memenuhi persyaratan. 2.1 Kebijakan dan prosedur K3 telah dipenuhi. 2.2 Fungsi normal dari peralatan dan rangkaian terkait dipastikan sesuai dengan ketentuan. 2.3 Jika diperlukan, rangkaian diperiksa dalam keadaan terisolasi melalui prosedur pengujian yang telah ditetapkan. 2.4 Peralatan dirawat/diperbaiki sesuai ketentuan /persyaratan tanpa merusak/mengganggu lingkungan dan peralatan disekelilingnya. 47
52 2.5 Jika diperlukan penggantian seadanya sistem pengawatan atau peralatan dilakukan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. 2.6 Kejadian atau kondisi yang tidak terduga ditanggapi sesuai prosedur yang telah ditetapkan. 2.7 Persetujuan diperoleh dari pihak yang berwenang sesuai dengan prosedur yang ditetapkan sebelum suatu tindakan/solusi alternatif dilaksanakan. 2.8 Pemeriksaan terus menerus terhadap mutu pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. 3. Memeriksa dan melaporkan penyelesaian pekerjaan. 3.1 Inspeksi akhir dilakukan untuk menjamin bahwa pelaksanaan pemeliharaan peralatan memenuhi persyaratan yang ditetapkan. 3.2 Penyelesaian pekerjaan dilaporkan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. I. Persyaratan dan Kondisi Kinerja Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : a. Kebijakan dan prosedur K3 yang terkait dengan unit kompetensi ini. b. Persyaratan pekerjaan yang ditetapkan/berlaku. c. Prosedur komunikasi yang berlaku. d. Prosedur pengadaan bahan yang ditetapkan. e. Prosedur pengadaan perkakas kerja dan gawai uji yang ditetapkan. f. Prosedur pengujian perkakas kerja yang ditetapkan. g. Prosedur pemeriksaan pekerjaan yang ditetapkan. h. Prosedur dan format pelaporan yang ditetapkan. II. Acuan Penilaian a. Aspek-Aspek Kritis Penilaian 1. Mencapai Kompetensi Hasil akhir dari unit kompetensi ini didasarkan pada setiap kondisi berikut yang meliputi : Menunjukan unjuk kerja yang konsisten pada setiap elemen / sub kompetensi. Memenuhi kriteria unjuk kerja yang tercakup pada setiap sub kompetensi dengan menggunkan teknik-teknik, prosedur-prosedur, informasi dan sumber-sumber daya yang tersedia di tempat kerja. Menunjukan pemahaman terhadap pengetahuan dan keterampilanketerampilan pendukung yang disebutkan pada bagian Pengetahuan Pendukung. 48
53 2. Melaporkan Persyaratan Laporan penilaian tentang kompetensi harus benar dalam konteks/hubungan masing-masing judul/unit kompetensi yang diuji dan/persyaratan yang diberlakukan. Persyaratan peraturan yang berlaku pada setiap pengakuan/penghargaan transfer keterampilan dan pengetahuan dapat dimaksimalkan dengan cara mencatat dan menerbitkan transkrip/salinan yang mencakup informasi tambahan. Hal ini menjadi persyaratan terperinci tentang pencapaian pengatahuan dan keterampilan-keterampilan. Setiap laporan tambahan akan merupakan bahan negosiasi antara organisasi pelatihan yang diakui dan klien-nya. 3. Konteks Penilaian Kompetensi akan ditentukan berdasarkan bukti yang ditunjukan secara konsistem melalui penerapan secara umum yang mencakup hal-hal seperti peralatan, rangkaian sistem pengawatan, plant komponen dan sejenisnya yang sama dengan unit kompetensi ini. Bukti yang setara dari sumber-sumber lain juga dapat diterima. b. Unit Kompetensi Yang Saling Terkait Tidak ada. c. Pengetahuan Pendukung Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Penggunaan perkakas. Teori listrik. Prinsip-prinsip arus bolak-balik dan dc. Sistim instalasi maritime. Persyaratan pengawatan (arus kecil). Motor-motor listrik. Proteksi rangkaian. Peralatan dan pengawatan listrik. Persyaratan pengawatan (arus tinggi). Pemeriksaan keamanan instalasi listrik. Gambar listrik dan interprestasinya. Penerangan. Mesin dc. Dasar catu daya dc. Sistem kontrol daya. Batere dan sel. d. Persyaratan Pendidikan e. Pengalaman Kerja f. Kompetensi Kunci dan Tingkat Kompetensi Kompetensi kunci A B C D E F G Level
54 STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN SUB BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMELIHARAAN Kode Unit : PTL.HAR.017(1).A Judul Unit : Memelihara dan Memperbaiki Perangkat Listrik Instalasi Penerangan Pertambangan di Bawah Permukaan Tanah Uraian Unit : Unit kompetensi ini berkaitan dengan memelihara dan memperbaiki perangkat listrik instalasi penerangan pertambangan di bawah permukaan tanah, termasuk didalamnya panel penerangan dan lampu. Sub Kompetensi Kriteria Kinerja 1. Menyiapkan kegiatan pemeliharaan dan perbaikan instalasi penerangan tambang di bawah permukaan tanah. 1.1 Sirkit dan diagram pengawatan instalasi penerangan dipelajari sesuai dengan prosedur yang ditetapkan yang berlaku. 1.2 Data pengoperasian dan gangguan dipelajari dan didiskusikan dengan personil berwenang. 1.3 Rencana kerja pemeliharaan dan perbaikan diidentifikasi berdasar pada kebijakan perusahaan dan prosedur yang ditetapkan yang berlaku. 1.4 Kebutuhan peralatan, bahan, personil dan perlengkapan kerja diidentifikasi dan dipersiapkan sesuai dengan kebutuhan. 1.5 Prosedur dan aspek K3 khusus untuk pertambangan dipelajari dan dilaksanakan. 1.6 Koordinasi dengan personil yang berwenang dilakukan untuk memperoleh ijin pelaksanaan. 2. Melakukan pemeliharaan instalasi penerangan. 2.1 Tahanan isolasi kabel diuji dengan peralatan dan prosedur yang ditetapkan. 2.2 Kondisi fisik jaringan diperiksa sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan. 2.3 Penggantian lampu dilakukan bedasarkan pada usia pakai yang ditetapkan. 2.4 Pengecekan hasil perawatan dan penggantian lampu/komponen dilakukan dan di kondisikan dengan personil yang berwenang. 3. Melakukan perbaikan instalasi penerangan. 3.1 Telusur gangguan pada jaringan dilakukan dengan menggunakan peralatan dan prosedur yang ditetapkan dan berdasar pada laporan gangguan. 50
55 3.2 Alternatif penanganan gangguan di diskusikan dan dimintakan persetujuan dari personil yang berwenang. 3.3 Daerah kerja untuk perbaikan dari potensi bahaya dan diberi batas sesuai dengan prosedur kerja. 3.4 Pelaksanaan perbaikan dilakukan setelah berkoordinasi dan mendapat ijin dari personil yang berwenang. 3.5 Perbaikan instalasi jaringan dilakukan dengan menggunakan peralatan dan prosedur yang ditetapkan serta memenuhi persyaratan instalasi penerangan tambang di bawah permukaan tanah. 3.6 Hasil perbaikan diuji coba fungsi kerjanya sesuai dengan prosedur dan dicatat dalam log book perbaikan. 4. Membuat laporan 4.1 Hasil perbaikan dilaporkan sesuai prosedur yang ditetapkan I. Persyaratan dan Kondisi Kinerja Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : a. Kebijakan dan prosedur K3 yang terkait dengan unit kompetensi ini. b. Persyaratan pekerjaan yang ditetapkan/berlaku. c. Prosedur komunikasi yang berlaku. d. Prosedur pengadaan bahan yang ditetapkan. e. Prosedur pengadaan perkakas kerja dan gawai uji yang ditetapkan. f. Prosedur pengujian perkakas kerja yang ditetapkan. g. Prosedur pemeriksaan pekerjaan yang ditetapkan. h. Prosedur dan format pelaporan yang ditetapkan. i. Peraturan K3 untuk tambang di bawah permukaan tanah. j. Persyaratan spesifikasi peralatan listrik tambang di bawah permukaan tanah. II. Acuan Penilaian A. Aspek-Aspek Kritis Penilaian 1. Mencapai Kompetensi Hasil akhir dari unit kompetensi ini didasarkan pada setiap kondisi berikut yang meliputi : Menunjukan unjuk kerja yang konsisten pada setiap elemen/sub kompetensi. Memenuhi kriteria unjuk kerja yang tercakup pada setiap sub kompetensi dengan menggunkan teknik-teknik, prosedur-prosedur, informasi dan sumber-sumber daya yang tersedia di tempat kerja. Menunjukan pemahaman terhadap pengetahuan dan keterampilanketerampilan pendukung yang disebutkan pada bagian Pengetahuan Pendukung. 51
56 2. Melaporkan Persyaratan Laporan penilaian tentang kompetensi harus benar dalam konteks/hubungan masing-masing judul/unit kompetensi yang diuji dan/persyaratan yang diberlakukan. Persyaratan peraturan yang berlaku pada setiap pengakuan/penghargaan transfer keterampilan dan pengetahuan dapat dimaksimalkan dengan cara mencatat dan menerbitkan transkrip/salinan yang mencakup informasi tambahan. Hal ini menjadi persyaratan terperinci tentang pencapaian pengatahuan dan keterampilan-keterampilan. Setiap laporan tambahan akan merupakan bahan negosiasi antara organisasi pelatihan yang diakui dan klien-nya. 3. Konteks Penilaian Kompetensi akan ditentukan berdasarkan bukti yang ditunjukan secara konsistem melalui penerapan secara umum yang mencakup hal-hal seperti peralatan, rangkaian sistem pengawatan, plant komponen dan sejenisnya yang sama dengan unit kompetensi ini. Bukti yang setara dari sumber-sumber lain juga dapat diterima. b. Unit Kompetensi yang saling terkait Tidak ada. c. Pengetahuan Pendukung Kesehatan dan Keselamatan Kerja Penggunaan Perkakas. Teori dasar listrik. Prinsip-prinsip arus bolak-balik. Persyaratan Pengawatan (arus kecil). Proteksi rangkaian. Peralatan dan pengawatan listrik. Persyaratan pengawatan (arus tinggi). Pemeriksaan keamanan instalasi listrik. Gambar listrik dan interprestasinya. Penerangan. Dasar catu daya DC. Sistem kelistrikan pertambangan. d. Persyaratan Pendidikan e. Pengalaman Kerja f. Kompetensi Kunci dan Tingkat Kompetensi Kompetensi kunci A B C D E F G Level
57 STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN SUB BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMELIHARAAN Kode Unit : PTL.HAR.018( 1 ).A Judul Unit : Memelihara dan Memperbaiki Perangkat Listrik Tenaga Pada Pertambangan di Atas Permukaan Tanah Uraian Unit : Unit kompetensi ini berkaitan dengan memelihara dan memperbaiki perangkat listrik instalasi tenaga pada pertambangan di Atas permukaan tanah, termasuk didalamnya panel tenaga dan rangkaian yang terkait. Sub Kompetensi Kriteria Kinerja 1. Menyiapkan kegiatan perawatan dan perubahan instalasi penerangan tambang di atas permukaan tanah. 1.1 Sirkit dan diagram pengawatan instalasi penerangan dipelajari sesuai dengan SOP yang berlaku. 1.2 Data pengoperasian dan gangguan dipelajari dan didiskusikan dengan personil berwenang. 1.3 Rencana kerja perawatan dan perbaikan disusun berdasar pada kebijakan perusahaan dan SOP yang berlaku. 1.4 Kebutuhan peralatan, bahan, personil dan perlengkapan keselamatan kerja diidentifikasi dan dipersiapkan sesuai dengan kebutuhan. 1.5 Prosedur K3 khusus untuk pertambangan dipelajari dan dilaksanakan. 1.6 Koordinasi dengan personil yang berwenang dilakukan untuk memperoleh ijin pelaksanaan. 2. Melakukan perawatan instalasi penerangan. 2.1 Tahanan isolasi kabel diuji dengan peralatan dan prosedur yang ditetapkan. 2.2 Kondisi fisik jaringan diperiksa sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan. 2.3 Penggantian lampu dilakukan bedasarkan pada usia pakai yang ditetapkan. 2.4 Pengecekan hasil perawatan dan penggantian lampu/komponen dilakukan dan di kondisikan dengan personil yang berwenang. 3. Melakukan perbaikan instalasi penerangan. 3.1 Telusur gangguan pada jaringan dilakukan dengan menggunakan peralatan dan prosedur yang ditetapkan dan berdasar pada laporan gangguan. 53
58 3.2 Alternatif penanganan gangguan di diskusikan dan dimintakan persetujuan dari personil yang berwenang. 3.3 Daerah kerja untuk perbaikan dari potensi bahaya dan diberi batas sesuai dengan prosedur kerja. 3.4 Pelaksanaan perbaikan dilakukan setelah berkoordinasi dan mendapat ijin dari personil yang berwenang. 3.5 Perbaikan instalasi jaringan dilakukan dengan menggunakan peralatan dan prosedur yang ditetapkan serta memenuhi persyaratan instalasi penerangan tambang di atas permukaan tanah. 3.6 Hasil perbaikan diuji coba fungsi kerjanya sesuai dengan prosedur dan dicatat dalam log book perbaikan. 4. Membuat laporan. 4.1 Hasil perbaikan dilaporkan sesuai prosedur yang ditetapkan. I. Persyaratan dan Kondisi Kinerja Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : a. Kebijakan dan prosedur K3 yang terkait dengan unit kompetensi ini. b. Persyaratan pekerjaan yang ditetapkan/berlaku. c. Prosedur komunikasi yang berlaku. d. Prosedur pengadaan bahan yang ditetapkan. e. Prosedur pengadaan perkakas kerja dan gawai uji yang ditetapkan. f. Prosedur pengujian perkakas kerja yang ditetapkan. g. Prosedur pemeriksaan pekerjaan yang ditetapkan. h. Prosedur dan format pelaporan yang ditetapkan. i. Peraturan K3 untuk tambang di atas permukaan tanah. j. Persyaratan spesifikasi peralatan listrik tambang di atas permukaan tanah. II. Acuan Penilaian a. Aspek-Aspek Kritis Penilaian 1. Mencapai Kompetensi Hasil akhir dari unit kompetensi ini didasarkan pada setiap kondisi berikut yang meliputi : Menunjukan unjuk kerja yang konsisten pada setiap elemen/sub kompetensi. Memenuhi kriteria unjuk kerja yang tercakup pada setiap sub kompetensi dengan menggunkan teknik-teknik, prosedur-prosedur, informasi dan sumber-sumber daya yang tersedia di tempat kerja. Menunjukan pemahaman terhadap pengetahuan dan keterampilanketerampilan pendukung yang disebutkan pada bagian Pengetahuan Pendukung. 54
59 2. Melaporkan Persyaratan Laporan penilaian tentang kompetensi harus benar dalam konteks/hubungan masing-masing judul/unit kompetensi yang diuji dan/persyaratan yang diberlakukan. Persyaratan peraturan yang berlaku pada setiap pengakuan/penghargaan transfer keterampilan dan pengetahuan dapat dimaksimalkan dengan cara mencatat dan menerbitkan transkrip/salinan yang mencakup informasi tambahan. Hal ini menjadi persyaratan terperinci tentang pencapaian pengatahuan dan keterampilan-keterampilan. Setiap laporan tambahan akan merupakan bahan negosiasi antara organisasi pelatihan yang diakui dan klien-nya. 3. Konteks Penilaian Kompetensi akan ditentukan berdasarkan bukti yang ditunjukan secara konsistem melalui penerapan secara umum yang mencakup hal-hal seperti peralatan, rangkaian sistem pengawatan, plant komponen dan sejenisnya yang sama dengan unit kompetensi ini. Bukti yang setara dari sumber-sumber lain juga dapat diterima. b. Unit Kompetensi Yang Saling Terkait Tidak ada. c. Pengetahuan Pendukung Kesehatan dan Keselamatan Kerja Penggunaan perkakas. Teori dasar listrik. Prinsip-prinsip arus bolak-balik. Persyaratan pengawatan (arus kecil). Proteksi rangkaian. Peralatan dan pengawatan listrik. Persyaratan pengawatan (arus tinggi). Pemeriksaan keamanan instalasi listrik. Gambar listrik dan interprestasinya. Sistem penerangan. Dasar catu daya dc. Sistem kelistrikan pertambangan. d. Persyaratan Pendidikan e. Pengalaman Kerja f. Kompetensi Kunci dan Tingkat Kompetensi Kompetensi kunci A B C D E F G Level
60 STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN SUB BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMELIHARAAN Kode Unit Judul Unit Uraian Unit : PTL.HAR.019(1).A : Memelihara dan Memperbaiki Perangkat Listrik Tenaga Pada Pertambangan di Bawah Permukaan Tanah : Unit kompetensi ini berkaitan dengan memelihara dan memperbaiki perangkat listrik instalasi tenaga pada pertambangan di bawah permukaan tanah, termasuk didalamnya panel tenaga dan rangkaian yang terkait. Sub Kompetensi Kriteria Kinerja 1. Menyiapkan kegiatan perawatan dan perubahan instalasi penerangan tambang di bawah permukaan tanah. 1.1 Sirkit dan diagram pengawatan instalasi penerangan dipelajari sesuai dengan SOP yang berlaku. 1.2 Data pengoperasian dan gangguan dipelajari dan didiskusikan dengan personil berwenang. 1.3 Rencana kerja perawatan dan perbaikan disusun berdasar pada kebijakan perusahaan dan SOP yang berlaku. 1.4 Kebutuhan peralatan, bahan, personil dan perlengkapan keselamatan kerja diidentifikasi dan dipersiapkan sesuai dengan kebutuhan. 1.5 Prosedur K3 khusus untuk pertambangan dipelajari dan dilaksanakan. 1.6 Koordinasi dengan personil yang berwenang dilakukan untuk memperoleh ijin pelaksanaan. 2. Melakukan perawatan instalasi penerangan. 2.1 Tahanan isolasi kabel diuji dengan peralatan dan prosedur yang ditetapkan. 2.2 Kondisi fisik jaringan diperiksa sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan. 2.3 Penggantian lampu dilakukan bedasarkan pada usia pakai yang ditetapkan. 2.4 Pengecekan hasil perawatan dan penggantian lampu/komponen dilakukan dan di kondisikan dengan personil yang berwenang. 3. Melakukan perbaikan instalasi penerangan. 3.1 Telusur gangguan pada jaringan dilakukan dengan menggunakan peralatan dan prosedur yang ditetapkan dan berdasar pada laporan gangguan. 56
61 3.2 Alternatif penanganan gangguan di diskusikan dan dimintakan persetujuan dari personil yang berwenang. 3.3 Daerah kerja untuk perbaikan dari potensi bahaya dan diberi batas sesuai dengan prosedur kerja. 3.4 Pelaksanaan perbaikan dilakukan setelah berkoordinasi dan mendapat ijin dari personil yang berwenang. 3.5 Perbaikan instalasi jaringan dilakukan dengan menggunakan peralatan dan prosedur yang ditetapkan serta memenuhi persyaratan instalasi penerangan tambang di bawah permukaan tanah. 3.6 Hasil perbaikan diuji coba fungsi kerjanya sesuai dengan prosedur dan dicatat dalam log book perbaikan. 4. Membuat laporan 4.1 Hasil perbaikan dilaporkan sesuai prosedur yang ditetapkan. I. Persyaratan dan Kondisi Kinerja Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 1. Kebijakan dan prosedur K3 yang terkait dengan unit kompetensi ini. 2. Persyaratan pekerjaan yang ditetapkan/berlaku. 3. Prosedur komunikasi yang berlaku. 4. Prosedur pengadaan bahan yang ditetapkan. 5. Prosedur pengadaan perkakas kerja dan gawai uji yang ditetapkan. 6. Prosedur pengujian perkakas kerja yang ditetapkan. 7. Prosedur pemeriksaan pekerjaan yang ditetapkan. 8. Prosedur dan format pelaporan yang ditetapkan. 9. Peraturan K3 untuk tambang di bawah permukaan tanah. 10. Persyaratan spesifikasi peralatan listrik tambang di bawah permukaan tanah. II. Acuan Penilaian a. Aspek-Aspek Kritis Penilaian 1. Pencapaian Kompetensi Hasil akhir dari unit kompetensi ini didasarkan pada setiap kondisi berikut yang meliputi : Menunjukan unjuk kerja yang konsisten pada setiap elemen / sub kompetensi. Memenuhi kriteria unjuk kerja yang tercakup pada setiap sub kompetensi dengan menggunkan teknik-teknik, prosedur-prosedur, informasi dan sumber-sumber daya yang tersedia di tempat kerja. Menunjukan pemahaman terhadap pengetahuan dan keterampilanketerampilan pendukung yang disebutkan pada bagian Pengetahuan Pendukung. 57
62 2. Melaporkan Persyaratan Laporan penilaian tentang kompetensi harus benar dalam konteks/hubungan masing-masing judul/unit kompetensi yang diuji dan/persyaratan yang diberlakukan. Persyaratan peraturan yang berlaku pada setiap pengakuan/penghargaan transfer keterampilan dan pengetahuan dapat dimaksimalkan dengan cara mencatat dan menerbitkan transkrip/salinan yang mencakup informasi tambahan. Hal ini menjadi persyaratan terperinci tentang pencapaian pengatahuan dan keterampilan-keterampilan. Setiap laporan tambahan akan merupakan bahan negosiasi antara organisasi pelatihan yang diakui dan klien-nya. 3. Konteks Penilaian Kompetensi akan ditentukan berdasarkan bukti yang ditunjukan secara konsistem melalui penerapan secara umum yang mencakup hal-hal seperti peralatan, rangkaian sistem pengawatan, plant komponen dan sejenisnya yang sama dengan unit kompetensi ini. Bukti yang setara dari sumber-sumber lain juga dapat diterima. b. Unit Kompetensi Yang Saling Terkait Tidak ada. c. Pengetahuan Pendukung Kesehatan dan Keselamatan Kerja Penggunaan perkakas. Teori listrik. Prinsip-prinsip arus bolak-balik. Teknik pengawatan. Persyaratan pengawatan (arus kecil). Motor-motor listrik. Proteksi rangkaian. Peralatan dan pengawatan listrik. Persyaratan pengawatan (arus tinggi). Pemeriksaan keamanan instalasi listrik. Gambar listrik dan interprestasinya. Dasar catu daya dc. Sistem kontrol daya. Batere dan sel. Sistem kelistrikan pertambangan. d. Persyaratan Pendidikan e. Pengalaman Kerja f. Kompetensi Kunci dan Tingkat Kompetensi Kompetensi kunci A B C D E F G Level
63 STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN SUB BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMELIHARAAN Kode Unit Judul Unit Uraian Unit : PTL.HAR.020(1).A : Memelihara dan Memperbaiki Perangkat Listrik Tenaga Pada Pertambangan di Atas Permukaan Tanah : Unit kompetensi ini berkaitan dengan memelihara dan memperbaiki perangkat listrik instalasi tenaga pada pertambangan di Atas permukaan tanah, termasuk didalamnya panel tenaga dan rangkaian yang terkait. Sub Kompetensi Kriteria Kinerja 1. Menyiapkan kegiatan perawatan dan perubahan instalasi penerangan tambang di atas permukaan tanah. 1.1 Sirkit dan diagram pengawatan instalasi penerangan dipelajari sesuai dengan SOP yang berlaku. 1.2 Data pengoperasian dan gangguan dipelajari dan didiskusikan dengan personil berwenang. 1.3 Rencana kerja perawatan dan perbaikan disusun berdasar pada kebijakan perusahaan dan SOP yang berlaku. 1.4 Kebutuhan peralatan, bahan, personil dan perlengkapan keselamatan kerja diidentifikasi dan dipersiapkan sesuai dengan kebutuhan. 1.5 Prosedur K3 khusus untuk pertambangan dipelajari dan dilaksanakan. 1.6 Koordinasi dengan personil yang berwenang dilakukan untuk memperoleh ijin pelaksanaan. 2. Melakukan perawatan instalasi penerangan. 2.1 Tahanan isolasi kabel diuji dengan peralatan dan prosedur yang ditetapkan. 2.2 Kondisi fisik jaringan diperiksa sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan. 2.3 Penggantian lampu dilakukan bedasarkan pada usia pakai yang ditetapkan. 2.4 Pengecekan hasil perawatan dan penggantian lampu/komponen dilakukan dan di kondisikan dengan personil yang berwenang. 3. Melakukan perbaikan instalasi penerangan. 3.1 Telusur gangguan pada jaringan dilakukan dengan menggunakan peralatan dan prosedur yang ditetapkan dan berdasar pada laporan gangguan. 59
64 3.2 Alternatif penanganan gangguan di diskusikan dan dimintakan persetujuan dari personil yang berwenang. 3.3 Daerah kerja untuk perbaikan dari potensi bahaya dan diberi batas sesuai dengan prosedur kerja. 3.4 Pelaksanaan perbaikan dilakukan setelah berkoordinasi dan mendapat ijin dari personil yang berwenang. 3.5 Perbaikan instalasi jaringan dilakukan dengan menggunakan peralatan dan prosedur yang ditetapkan serta memenuhi persyaratan instalasi penerangan tambang di atas permukaan tanah. 3.6 Hasil perbaikan diuji coba fungsi kerjanya sesuai dengan prosedur dan dicatat dalam log book perbaikan. 4. Membuat laporan. 4.1 Hasil perbaikan dilaporkan sesuai prosedur yang ditetapkan. I. Persyaratan dan Kondisi Kinerja Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : a. Kebijakan dan prosedur K3 yang terkait dengan unit kompetensi ini. b. Persyaratan pekerjaan yang ditetapkan/berlaku. c. Prosedur komunikasi yang berlaku. d. Prosedur pengadaan bahan yang ditetapkan. e. Prosedur pengadaan perkakas kerja dan gawai uji yang ditetapkan. f. Prosedur pengujian perkakas kerja yang ditetapkan. g. Prosedur pemeriksaan pekerjaan yang ditetapkan. h. Prosedur dan format pelaporan yang ditetapkan. i. Peraturan K3 untuk tambang di atas permukaan tanah. j. Persyaratan spesifikasi peralatan listrik tambang di atas permukaan tanah. II. Acuan Penilaian a. Aspek-aspek kritis penilaian 1. Mencapai kompetensi Hasil akhir dari unit kompetensi ini didasarkan pada setiap kondisi berikut yang meliputi : Menunjukan unjuk kerja yang konsisten pada setiap elemen/sub kompetensi. Memenuhi kriteria unjuk kerja yang tercakup pada setiap sub kompetensi dengan menggunkan teknik-teknik, prosedur-prosedur, informasi dan sumber-sumber daya yang tersedia di tempat kerja. Menunjukan pemahaman terhadap pengetahuan dan keterampilanketerampilan pendukung yang disebutkan pada bagian Pengetahuan Pendukung. 60
65 2. Melaporkan Persyaratan Laporan penilaian tentang kompetensi harus benar dalam konteks/hubungan masing-masing judul/unit kompetensi yang diuji dan/persyaratan yang diberlakukan. Persyaratan peraturan yang berlaku pada setiap pengakuan/penghargaan transfer keterampilan dan pengetahuan dapat dimaksimalkan dengan cara mencatat dan menerbitkan transkrip/salinan yang mencakup informasi tambahan. Hal ini menjadi persyaratan terperinci tentang pencapaian pengatahuan dan keterampilan-keterampilan. Setiap laporan tambahan akan merupakan bahan negosiasi antara organisasi pelatihan yang diakui dan klien-nya. 3. Konteks Penilaian Kompetensi akan ditentukan berdasarkan bukti yang ditunjukan secara konsistem melalui penerapan secara umum yang mencakup hal-hal seperti peralatan, rangkaian sistem pengawatan, plant komponen dan sejenisnya yang sama dengan unit kompetensi ini. Bukti yang setara dari sumber-sumber lain juga dapat diterima. b. Unit Kompetensi Yang Saling Terkait Tidak ada. c. Pengetahuan Pendukung Kesehatan dan Keselamatan Kerja Penggunaan perkakas. Teori listrik. Prinsip-prinsip arus bolak-balik. Teknik pengawatan. Persyaratan pengawatan (arus kecil). Motor-motor listrik. Proteksi rangkaian. Peralatan dan pengawatan listrik. Persyaratan pengawatan (arus tinggi). Pemeriksaan keamanan instalasi listrik. Gambar listrik dan interprestasinya. Dasar catu daya dc. Sistem kontrol daya. Batere dan sel. Sistem kelistrikan pertambangan. d. Persyaratan Pendidikan e. Pengalaman Kerja f. Kompetensi Kunci dan Tingkat Kompetensi Kompetensi kunci A B C D E F G Level
66 STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN SUB BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMELIHARAAN Kode Unit Judul Unit Uraian Unit : PTL.HAR.021(1).A : Memelihara dan Memperbaiki Perangkat Listrik Pengoperasian Plant dan Rangkaian Yang Terkait : Unit kompetensi ini berkaitan dengan memelihara dan memperbaiki perangkat listrik pengoperasian plant dan rangkaian yang terkait yang meliputi; sistem kelistrikan dan perangkat listrik terkait. Sub Kompetensi Kriteria Kinerja 1. Merencanakan dan mempersiapkan kegiatan pemeliharaan peralatan. 1.1 Pemeliharaan direncanakan dan dipersiapkan untuk menjamin bahwa kebijakan dan prosedur K3 diikuti, pekerjaan diurutkan secara benar sesuai dengan persyaratan. 1.2 Orang yang berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan dikoordinasikan secara efektif dengan pihak lain yang terkait di tempat kerja. 1.3 Jadwal dan spesifikasi pemeliharaan diperiksa sesuai dengan persyaratan yang diberlakukan. 1.4 Kebutuhan bahan untuk penyelesaian pekerjaan diperoleh sesuai prosedur yang ditetapkan dan dicocokan terhadap persyaratan pekerjaan. 1.5 Perkakas, perlengkapan dan gawai uji yang dibutuhkan untuk pelaksanaan pekerjaan diperoleh sesuai prosedur yang telah ditetapkan dan diperiksa untuk operasi yang benar dan aman. 1.6 Pekerjaan persiapan diperiksa untuk memastikan bahwa tidak terjadi kerusakan yang tidak diharapkan dan memenuhi persyaratan. 2. Memelihara peralatan dan rangkaian terkait. 2.1 Kebijakan dan prosedur K3 telah dipenuhi. 2.2 Fungsi normal dari peralatan dan rangkaian terkait dipastikan sesuai dengan ketentuan. 2.3 Jika diperlukan, rangkaian diperiksa dalam keadaan terisolasi melalui prosedur pengujian yang telah ditetapkan. 2.4 Peralatan dirawat/diperbaiki sesuai ketentuan /persyaratan tanpa merusak/mengganggu lingkungan dan peralatan disekelilingnya. 2.5 Jika diperlukan penggantian seadanya sistem pengawatan atau peralatan dilakukan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. 62
67 2.6 Kejadian atau kondisi yang tidak terduga ditanggapi sesuai prosedur yang telah ditetapkan. 2.7 Persetujuan diperoleh dari pihak yang berwenang sesuai dengan prosedur yang ditetapkan sebelum suatu tindakan/solusi alternatif dilaksanakan. 2.8 Pemeriksaan terus menerus terhadap mutu pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. 3. Memeriksa dan melaporkan penyelesaian pekerjaan. 3.1 Inspeksi akhir dilakukan untuk menjamin bahwa pelaksanaan pemeliharaan peralatan memenuhi persyaratan yang ditetapkan. 3.2 Penyelesaian pekerjaan dilaporkan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. I. Persyaratan dan Kondisi Kinerja Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : a. Kebijakan dan prosedur K3 yang terkait dengan unit kompetensi ini. b. Persyaratan pekerjaan yang ditetapkan/berlaku. c. Prosedur komunikasi yang berlaku. d. Prosedur pengadaan bahan yang ditetapkan. e. Prosedur pengadaan perkakas kerja dan gawai uji yang ditetapkan. f. Prosedur pengujian perkakas kerja yang ditetapkan. g. Prosedur pemeriksaan pekerjaan yang ditetapkan. h. Prosedur dan format pelaporan yang ditetapkan. II. Acuan Penilaian a. Aspek-aspek kritis penilaian 1. Mencapai kompetensi Hasil akhir dari unit kompetensi ini didasarkan pada setiap kondisi berikut yang meliputi : Menunjukan unjuk kerja yang konsisten pada setiap elemen/sub kompetensi. Memenuhi kriteria unjuk kerja yang tercakup pada setiap sub kompetensi dengan menggunkan teknik-teknik, prosedur-prosedur, informasi dan sumber-sumber daya yang tersedia di tempat kerja. Menunjukan pemahaman terhadap pengetahuan dan keterampilanketerampilan pendukung yang disebutkan pada bagian Pengetahuan Pendukung. 2. Melaporkan Persyaratan Laporan penilaian tentang kompetensi harus benar dalam konteks/hubungan masing-masing judul/unit kompetensi yang diuji dan/persyaratan yang diberlakukan. Persyaratan peraturan yang berlaku pada setiap pengakuan/penghargaan transfer keterampilan dan pengetahuan dapat 63
68 dimaksimalkan dengan cara mencatat dan menerbitkan transkrip/salinan yang mencakup informasi tambahan. Hal ini menjadi persyaratan terperinci tentang pencapaian pengatahuan dan keterampilan-keterampilan. Setiap laporan tambahan akan merupakan bahan negosiasi antara organisasi pelatihan yang diakui dan klien-nya. 3. Konteks Penilaian Kompetensi akan ditentukan berdasarkan bukti yang ditunjukan secara konsistem melalui penerapan secara umum yang mencakup hal-hal seperti peralatan, rangkaian sistem pengawatan, plant komponen dan sejenisnya yang sama dengan unit kompetensi ini. b. Unit Kompetensi Yang Saling Terkait Tidak ada. c. Pengetahuan Pendukung Kesehatan dan Keselamatan Kerja Penggunaan perkakas. Teori listrik. Prinsip-prinsip arus bolak-balik teknik pengawatan. Persyaratan pengawatan (arus kecil). Motor-motor listrik. Proteksi rangkaian. Peralatan dan pengawatan listrik. Persyaratan pengawatan (arus tinggi). Pemeriksaan keamanan instalasi listrik. Gambar listrik dan interprestasinya. Interprestasi gambar dan pembuat sket. Dasar catu daya dc. Sistem kontrol daya. Batere dan sel. d. Persyaratan Pendidikan e. Pengalaman Kerja f. Kompetensi Kunci dan Tingkat Kompetensi Kompetensi kunci A B C D E F G Level
69 STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN SUB BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMELIHARAAN Kode Unit Judul Unit Uraian Unit : PTL.HAR.022( 1 ).A : Memelihara dan Memperbaiki Perangkat Listrik Instalasi Proses dan Rangkaian Yang Terkait : Unit kompetensi ini berkaitan dengan memelihara dan memperbaiki perangkat listrik instalasi proses dan rangkaian yang terkait yang meliputi; konsep instrumentasi, transduser, pengukuran tekanan, pengukuran temperatur, tranduser, pengawatan, pengawatan dengan arus tinggi, uji keamanan, gambar dan intepretasinya, intepretasi gambar listrik, penbuatan sket dan intepretasinya, transformer, penerangan, mesin arus searah, PLC, dasar catu daya,elektronika daya. Sub Kompetensi 1. Merencanakan dan mempersiapkan kegiatan pemeliharaan peralatan. 2. Memelihara peralatan dan rangkaian terkait. Kriteria Kinerja 1.1 Pemeliharaan direncanakan dan dipersiapkan untuk menjamin bahwa kebijakan dan prosedur K3 diikuti, pekerjaan diurutkan secara benar sesuai dengan persyaratan. 1.2 Orang yang berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan dikoordinasikan secara efektif dengan pihak lain yang terkait di tempat kerja. 1.3 Jadwal dan spesifikasi pemeliharaan diperiksa sesuai dengan persyaratan yang diberlakukan. 1.4 Kebutuhan bahan untuk penyelesaian pekerjaan diperoleh sesuai prosedur yang ditetapkan dan dicocokan terhadap persyaratan pekerjaan. 1.5 Perkakas, perlengkapan dan gawai uji yang dibutuhkan untuk pelaksanaan pekerjaan diperoleh sesuai prosedur yang telah ditetapkan dan diperiksa untuk operasi yang benar dan aman. 1.6 Pekerjaan persiapan diperiksa untuk memastikan bahwa tidak terjadi kerusakan yang tidak diharapkan dan memenuhi persyaratan. 2.1 Kebijakan dan prosedur K3 telah dipenuhi. 2.2 Fungsi normal dari peralatan dan rangkaian terkait dipastikan sesuai dengan ketentuan 2.3 Jika diperlukan, rangkaian diperiksa dalam keadaan terisolasi melalui prosedur pengujian yang telah ditetapkan. 2.4 Peralatan dirawat/diperbaiki sesuai ketentuan /persyaratan tanpa merusak/mengganggu lingkungan dan peralatan disekelilingnya. 65
70 2.5 Jika diperlukan penggantian seadanya sistem pengawatan atau peralatan dilakukan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. 2.6 Kejadian atau kondisi yang tidak terduga ditanggapi sesuai prosedur yang telah ditetapkan. 2.7 Persetujuan diperoleh dari pihak yang berwenang sesuai dengan prosedur yang ditetapkan sebelum suatu tindakan/solusi alternatif dilaksanakan. 2.8 Pemeriksaan terus menerus terhadap mutu pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. 3. Memeriksa dan melaporkan penyelesaian pekerjaan. 3.1 Inspeksi akhir dilakukan untuk menjamin bahwa pelaksanaan pemeliharaan peralatan memenuhi persyaratan yang ditetapkan. 3.2 Penyelesaian pekerjaan dilaporkan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. I. Persyaratan dan Kondisi Kinerja Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : a. Kebijakan dan prosedur K3 yang terkait dengan unit kompetensi ini. b. Persyaratan pekerjaan yang ditetapkan/berlaku. c. Prosedur komunikasi yang berlaku. d. Prosedur pengadaan bahan yang ditetapkan. e. Prosedur pengadaan perkakas kerja dan gawai uji yang ditetapkan. f. Prosedur pengujian perkakas kerja yang ditetapkan. g. Prosedur pemeriksaan pekerjaan yang ditetapkan. h. Prosedur dan format pelaporan yang ditetapkan. II. Acuan Penilaian a. Aspek-Aspek Kritis Penilaian 1. Mencapai Kompetensi Hasil akhir dari unit kompetensi ini didasarkan pada setiap kondisi berikut yang meliputi : Menunjukan unjuk kerja yang konsisten pada setiap elemen/sub kompetensi. Memenuhi kriteria unjuk kerja yang tercakup pada setiap sub kompetensi dengan menggunkan teknik-teknik, prosedur-prosedur, informasi dan sumber-sumber daya yang tersedia di tempat kerja. Menunjukan pemahaman terhadap pengetahuan dan keterampilanketerampilan pendukung yang disebutkan pada bagian Pengetahuan Pendukung. 66
71 2. Melaporkan Persyaratan Laporan penilaian tentang kompetensi harus benar dalam konteks/hubungan masing-masing judul/unit kompetensi yang diuji dan/persyaratan yang diberlakukan. Persyaratan peraturan yang berlaku pada setiap pengakuan/penghargaan transfer keterampilan dan pengetahuan dapat dimaksimalkan dengan cara mencatat dan menerbitkan transkrip/salinan yang mencakup informasi tambahan. Hal ini menjadi persyaratan terperinci tentang pencapaian pengatahuan dan keterampilan-keterampilan. Setiap laporan tambahan akan merupakan bahan negosiasi antara organisasi pelatihan yang diakui dan klien-nya. 3. Konteks Penilaian Kompetensi akan ditentukan berdasarkan bukti yang ditunjukan secara konsistem melalui penerapan secara umum yang mencakup hal-hal seperti peralatan, rangkaian sistem pengawatan, plant komponen dan sejenisnya yang sama dengan unit kompetensi ini. Bukti yang setara dari sumber-sumber lain juga dapat diterima. b. Unit Kompetensi Yang Saling Terkait Tidak ada c. Pengetahuan Pendukung Kesehatan dan Keselamatan Kerja Penggunaan perkakas. Teori listrik. Alat ukur dan pengukuran. Prinsip-prinsip arus bolak-balik. Model dan konstruksi instalasi proses. Persyaratan pengawatan (arus kecil). Motor-motor listrik. Proteksi rangkaian. Peralatan dan pengawatan listrik. Persyaratan pengawatan (arus tinggi). Pemeriksaan keamanan instalasi listrik. Gambar listrik dan interprestasinya. Instrumentasi. Plc. Dasar catu daya dc. d. Persyaratan Pendidikan e. Pengalaman Kerja f. Kompetensi Kunci dan Tingkat Kompetensi Kompetensi kunci A B C D E F G Level
72 STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN SUB BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMELIHARAAN Kode Unit : PTL.HAR.023(1).A Judul Unit : Memelihara dan Memperbaiki Perangkat Listrik Sistem Keamanan dan Rangkaian Yang Terkait Uraian Unit : Unit kompetensi ini berkaitan dengan memelihara dan memperbaiki perangkat listrik sistem keamanan dan rangkaian yang terkait yang meliputi; instalasi panel kontrol, alarm, sensor dan detektor. Sub Kompetensi Kriteria Kinerja 1. Merencanakan dan mempersiapkan kegiatan pemeliharaan peralatan. 1.1 Pemeliharaan direncanakan dan dipersiapkan untuk menjamin bahwa kebijakan dan prosedur K3 diikuti, pekerjaan diurutkan secara benar sesuai dengan persyaratan. 1.2 Orang yang berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan dikoordinasikan secara efektif dengan pihak lain yang terkait di tempat kerja. 1.3 Jadwal dan spesifikasi pemeliharaan diperiksa sesuai dengan persyaratan yang diberlakukan. 1.4 Kebutuhan bahan untuk penyelesaian pekerjaan diperoleh sesuai prosedur yang ditetapkan dan dicocokan terhadap persyaratan pekerjaan. 1.5 Perkakas, perlengkapan dan gawai uji yang dibutuhkan untuk pelaksanaan pekerjaan diperoleh sesuai prosedur yang telah ditetapkan dan diperiksa untuk operasi yang benar dan aman. 1.6 Pekerjaan persiapan diperiksa untuk memastikan bahwa tidak terjadi kerusakan yang tidak diharapkan dan memenuhi persyaratan. 2. Memelihara peralatan dan rangkaian terkait. 2.1 Kebijakan dan prosedur K3 telah dipenuhi. 2.2 Fungsi normal dari peralatan dan rangkaian terkait dipastikan sesuai dengan ketentuan. 2.3 Jika diperlukan, rangkaian diperiksa dalam keadaan terisolasi melalui prosedur pengujian yang telah ditetapkan. 2.4 Peralatan dirawat/diperbaiki sesuai ketentuan / persyaratan tanpa merusak/mengganggu lingkungan dan peralatan disekelilingnya. 2.5 Jika diperlukan penggantian seadanya sistem pengawatan atau peralatan dilakukan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. 68
73 2.6 Kejadian atau kondisi yang tidak terduga ditanggapi sesuai prosedur yang telah ditetapkan. Persetujuan diperoleh dari pihak yang berwenang sesuai dengan prosedur yang ditetapkan sebelum suatu tindakan/solusi alternatif dilaksanakan. 2.7 Pemeriksaan terus menerus terhadap mutu pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. 3. Memeriksa dan melaporkan penyelesaian pekerjaan. 3.1 Inspeksi akhir dilakukan untuk menjamin bahwa pelaksanaan pemeliharaan peralatan memenuhi persyaratan yang ditetapkan. 3.2 Penyelesaian pekerjaan dilaporkan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. I. Persyaratan dan Kondisi Kinerja Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : a. Kebijakan dan prosedur K3 yang terkait dengan unit kompetensi ini. b. Persyaratan pekerjaan yang ditetapkan/berlaku. c. Prosedur komunikasi yang berlaku. d. Prosedur pengadaan bahan yang ditetapkan. e. Prosedur pengadaan perkakas kerja dan gawai uji yang ditetapkan. f. Prosedur pengujian perkakas kerja yang ditetapkan. g. Prosedur pemeriksaan pekerjaan yang ditetapkan. h. Prosedur dan format pelaporan yang ditetapkan. II. Acuan Penilaian a. Aspek-Aspek Kritis Penilaian 1. Pencapaian Kompetensi Hasil akhir dari unit kompetensi ini didasarkan pada setiap kondisi berikut yang meliputi : Menunjukan unjuk kerja yang konsisten pada setiap elemen/sub kompetensi. Memenuhi kriteria unjuk kerja yang tercakup pada setiap sub kompetensi dengan menggunkan teknik-teknik, prosedur-prosedur, informasi dan sumber-sumber daya yang tersedia di tempat kerja. Menunjukan pemahaman terhadap pengetahuan dan keterampilanketerampilan pendukung yang disebutkan pada bagian Pengetahuan Pendukung. 2. Persyaratan Laporan Laporan penilaian tentang kompetensi harus benar dalam konteks/hubungan masing-masing judul/unit kompetensi yang diuji dan/persyaratan yang diberlakukan. Persyaratan peraturan yang berlaku pada setiap pengakuan/penghargaan transfer keterampilan dan pengetahuan dapat 69
74 dimaksimalkan dengan cara mencatat dan menerbitkan transkrip/salinan yang mencakup informasi tambahan. Hal ini menjadi persyaratan terperinci tentang pencapaian pengatahuan dan keterampilan-keterampilan. Setiap laporan tambahan akan merupakan bahan negosiasi antara organisasi pelatihan yang diakui dan klien-nya. 3. Konteks Penilaian Kompetensi akan ditentukan berdasarkan bukti yang ditunjukan secara konsistem melalui penerapan secara umum yang mencakup hal-hal seperti peralatan, rangkaian sistem pengawatan, plant komponen dan sejenisnya yang sama dengan unit kompetensi ini. Bukti yang setara dari sumber-sumber lain juga dapat diterima. b. Unit Kompetensi Yang Saling Terkait Tidak ada. c. Pengetahuan Pendukung Kesehatan dan Keselamatan Kerja Penggunaan Perkakas. Teori listrik. Kemagnetan listrik. Prinsip-prinsip arus bolak-balik. Persyaratan Pengawatan (arus kecil). Proteksi rangkaian. Peralatan dan pengawatan listrik. Pemeriksaan keamanan instalasi listrik. Gambar listrik dan interprestasinya. PLC. Dasar catu daya DC. Transduser. Sistem keamanan. d. Persyaratan Pendidikan e. Pengalaman Kerja f. Kompetensi Kunci dan Tingkat Kompetensi Kompetensi kunci A B C D E F G Level
75 STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN SUB BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMELIHARAAN Kode Unit udul Unit Uraian Unit : PTL.HAR.024.(1).A : Memelihara dan Memperbaiki Peralatan Listrik Pada Sistem Sinyal Kereta Api : Unit kompetensi ini berkaitan dengan perawatan dan perbaikan peralatan listrik yang digunakan pada sistem penandaan/signaling sistem kereta api. Sub Kompetensi Kriteria Kinerja 1. Merencanakan dan mempersiapkan kegiatan pemeliharaan peralatan. 1.1 Pemeliharaan direncanakan dan dipersiapkan untuk menjamin bahwa kebijakan dan prosedur K3 diikuti, pekerjaan diurutkan secara benar sesuai dengan persyaratan. 1.2 Orang yang berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan dikoordinasikan secara efektif dengan pihak lain yang terkait di tempat kerja. 1.3 Jadwal dan spesifikasi pemeliharaan diperiksa sesuai dengan persyaratan yang diberlakukan. 1.4 Kebutuhan bahan untuk penyelesaian pekerjaan diperoleh sesuai prosedur yang ditetapkan dan dicocokan terhadap persyaratan pekerjaan. 1.5 Perkakas, perlengkapan dan gawai uji yang dibutuhkan untuk pelaksanaan pekerjaan diperoleh sesuai prosedur yang telah ditetapkan dan diperiksa untuk operasi yang benar dan aman. 1.6 Pekerjaan persiapan diperiksa untuk memastikan bahwa tidak terjadi kerusakan yang tidak diharapkan dan memenuhi persyaratan. 2. Memelihara peralatan dan rangkaian terkait. 2.1 Kebijakan dan prosedur K3 telah dipenuhi. 2.2 Fungsi normal dari peralatan dan rangkaian terkait dipastikan sesuai dengan ketentuan. 2.3 Jika diperlukan, rangkaian diperiksa dalam keadaan terisolasi melalui prosedur pengujian yang telah ditetapkan. 2.4 Peralatan dirawat/diperbaiki sesuai ketentuan /persyaratan tanpa merusak/mengganggu lingkungan dan peralatan disekelilingnya. 2.5 Jika diperlukan penggantian seadanya sistem pengawatan atau peralatan dilakukan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. 71
76 2.6 Kejadian atau kondisi yang tidak terduga ditanggapi sesuai prosedur yang telah ditetapkan. Persetujuan diperoleh dari pihak yang berwenang sesuai dengan prosedur yang ditetapkan sebelum suatu tindakan/solusi alternatif dilaksanakan. 2.7 Pemeriksaan terus menerus terhadap mutu pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. 3. Memeriksa dan melaporkan penyelesaian pekerjaan. 3.1 Inspeksi akhir dilakukan untuk menjamin bahwa pelaksanaan pemeliharaan peralatan memenuhi persyaratan yang ditetapkan. 3.2 Penyelesaian pekerjaan dilaporkan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. I. Persyaratan dan Kondisi Kinerja Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : a. Kebijakan dan prosedur K3 yang terkait dengan unit kompetensi ini. b. Persyaratan pekerjaan yang ditetapkan/berlaku. c. Prosedur komunikasi yang berlaku. d. Prosedur pengadaan bahan yang ditetapkan. e. Prosedur pengadaan perkakas kerja dan gawai uji yang ditetapkan. f. Prosedur pengujian perkakas kerja yang ditetapkan. g. Prosedur pemeriksaan pekerjaan yang ditetapkan. h. Prosedur dan format pelaporan yang ditetapkan. II. Acuan Penilaian a. Aspek-Aspek Kritis Penilaian 1. Pencapaian Kompetensi Hasil akhir dari unit kompetensi ini didasarkan pada setiap kondisi berikut yang meliputi : Menunjukan unjuk kerja yang konsisten pada setiap elemen / sub kompetensi. Memenuhi kriteria unjuk kerja yang tercakup pada setiap sub kompetensi dengan menggunkan teknik-teknik, prosedur-prosedur, informasi dan sumber-sumber daya yang tersedia di tempat kerja. Menunjukan pemahaman terhadap pengetahuan dan keterampilanketerampilan pendukung yang disebutkan pada bagian Pengetahuan Pendukung. 2. Persyaratan Laporan Laporan penilaian tentang kompetensi harus benar dalam konteks/hubungan masing-masing judul/unit kompetensi yang diuji dan/persyaratan yang diberlakukan. Persyaratan peraturan yang berlaku pada setiap pengakuan/penghargaan transfer keterampilan dan pengetahuan dapat 72
77 dimaksimalkan dengan cara mencatat dan menerbitkan transkrip/salinan yang mencakup informasi tambahan. Hal ini menjadi persyaratan terperinci tentang pencapaian pengatahuan dan keterampilan-keterampilan. Setiap laporan tambahan akan merupakan bahan negosiasi antara organisasi pelatihan yang diakui dan klien-nya. 3. Konteks Penilaian Kompetensi akan ditentukan berdasarkan bukti yang ditunjukan secara konsistem melalui penerapan secara umum yang mencakup hal-hal seperti peralatan, rangkaian sistem pengawatan, plant komponen dan sejenisnya yang sama dengan unit kompetensi ini. Bukti yang setara dari sumber-sumber lain juga dapat diterima. b. Unit Kompetensi Yang Saling Terkait Tidak ada. c. Pengetahuan Pendukung Kesehatan dan Keselamatan Kerja Penggunaan perkakas. Teori listrik. Prinsip-prinsip arus dc. Teknik pengawatan. Persyaratan pengawatan (arus kecil). Motor-motor listrik. Proteksi rangkaian. Peralatan dan pengawatan listrik. Pemeriksaan keamanan instalasi listrik. Gambar listrik dan interprestasinya. Plc. Dasar catu daya dc. Sistem kontrol daya. Batere dan sel. Transduser. Sistem sinyal kereta api. d. Persyaratan Pendidikan e. Pengalaman Kerja f. Kompetensi Kunci dan Tingkat Kompetensi Kompetensi kunci A B C D E F G Level
78 STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN SUB BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMELIHARAAN Kode Unit Judul Unit : PTL.HAR.025(1).A : Memelihara dan Memperbaiki Perangkat Listrik Peralatan Pemakai Energi Listrik dan Rangkaian Yang Terkait Uraian Unit : Unit kompetensi ini berkaitan dengan memelihara dan memperbaiki perangkat listrik sistem keamanan dan rangkaian yang terkait yang meliputi; pemilihan komponen danelemen pendukung, perangkat kontrol pewaktu, perangkat pemanas, perangkat masak, mesin cuci, peralatan listrik dapur kecil, pendingin, prosedur pendingin, cairan pendingin, komponen sistem pendingin, pendingin rumah tangga, peralatan pemakai gas, sistem kapiler. Sub Kompetensi Kriteria Kinerja 1. Merencanakan dan mempersiapkan kegiatan pemeliharaan peralatan. 1.1 Pemeliharaan direncanakan dan dipersiapkan untuk menjamin bahwa kebijakan dan prosedur K3 diikuti, pekerjaan diurutkan secara benar sesuai dengan persyaratan. 1.2 Orang yang berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan dikoordinasikan secara efektif dengan pihak lain yang terkait di tempat kerja. 1.3 Jadwal dan spesifikasi pemeliharaan diperiksa sesuai dengan persyaratan yang diberlakukan. 1.4 Kebutuhan bahan untuk penyelesaian pekerjaan diperoleh sesuai prosedur yang ditetapkan dan dicocokan terhadap persyaratan pekerjaan. 1.5 Perkakas, perlengkapan dan gawai uji yang dibutuhkan untuk pelaksanaan pekerjaan diperoleh sesuai prosedur yang telah ditetapkan dan diperiksa untuk operasi yang benar dan aman. 1.6 Pekerjaan persiapan diperiksa untuk memastikan bahwa tidak terjadi kerusakan yang tidak diharapkan dan memenuhi persyaratan. 2. Memelihara peralatan dan rangkaian terkait. 2.1 Kebijakan dan prosedur K3 telah dipenuhi. 2.2 Fungsi normal dari peralatan dan rangkaian terkait dipastikan sesuai dengan ketentuan. 2.3 Jika diperlukan, rangkaian diperiksa dalam keadaan terisolasi melalui prosedur pengujian yang telah ditetapkan. 74
79 2.4 Peralatan dirawat/diperbaiki sesuai ketentuan /persyaratan tanpa merusak/mengganggu lingkungan dan peralatan disekelilingnya. 2.5 Jika diperlukan penggantian seadanya sistem pengawatan atau peralatan dilakukan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. 2.6 Kejadian atau kondisi yang tidak terduga ditanggapi sesuai prosedur yang telah ditetapkan. Persetujuan diperoleh dari pihak yang berwenang sesuai dengan prosedur yang ditetapkan sebelum suatu tindakan/solusi alternatif dilaksanakan. 2.7 Pemeriksaan terus menerus terhadap mutu pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. 3. Memeriksa dan melaporkan penyelesaian pekerjaan. 3.1 Inspeksi akhir dilakukan untuk menjamin bahwa pelaksanaan pemeliharaan peralatan memenuhi persyaratan yang ditetapkan. 3.2 Penyelesaian pekerjaan dilaporkan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. I. Persyaratan dan Kondisi Kinerja Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : b. Kebijakan dan prosedur K3 yang terkait dengan unit kompetensi ini. c. Persyaratan pekerjaan yang ditetapkan/berlaku. d. Prosedur komunikasi yang berlaku. e. Prosedur pengadaan bahan yang ditetapkan. f. Prosedur pengadaan perkakas kerja dan gawai uji yang ditetapkan. g. Prosedur pengujian perkakas kerja yang ditetapkan. h. Prosedur pemeriksaan pekerjaan yang ditetapkan. i. Prosedur dan format pelaporan yang ditetapkan. II. Acuan Penilaian a. Aspek-Aspek Kritis Penilaian 1. Mencapai Kompetensi Hasil akhir dari unit kompetensi ini didasarkan pada setiap kondisi berikut yang meliputi : Menunjukan unjuk kerja yang konsisten pada setiap elemen/sub kompetensi. Memenuhi kriteria unjuk kerja yang tercakup pada setiap sub kompetensi dengan menggunkan teknik-teknik, prosedur-prosedur, informasi dan sumber-sumber daya yang tersedia di tempat kerja. Menunjukan pemahaman terhadap pengetahuan dan keterampilanketerampilan pendukung yang disebutkan pada bagian Pengetahuan Pendukung. 75
80 2. Melaporkan Persyaratan Laporan penilaian tentang kompetensi harus benar dalam konteks/hubungan masing-masing judul/unit kompetensi yang diuji dan/persyaratan yang diberlakukan. Persyaratan peraturan yang berlaku pada setiap pengakuan/penghargaan transfer keterampilan dan pengetahuan dapat dimaksimalkan dengan cara mencatat dan menerbitkan transkrip/salinan yang mencakup informasi tambahan. Hal ini menjadi persyaratan terperinci tentang pencapaian pengatahuan dan keterampilan-keterampilan. Setiap laporan tambahan akan merupakan bahan negosiasi antara organisasi pelatihan yang diakui dan klien-nya. 3. Konteks Penilaian Kompetensi akan ditentukan berdasarkan bukti yang ditunjukan secara konsistem melalui penerapan secara umum yang mencakup hal-hal seperti peralatan, rangkaian sistem pengawatan, plant komponen dan sejenisnya yang sama dengan unit kompetensi ini. Bukti yang setara dari sumber-sumber lain juga dapat diterima. b. Unit Kompetensi Yang Saling Terkait Tidak ada. c. Pengetahuan Pendukung Kesehatan dan Keselamatan Kerja Penggunaan perkakas. Teori listrik. Prinsip-prinsip arus bolak-balik. Teknik pengawatan. Persyaratan pengawatan (arus kecil). Motor-motor listrik. Proteksi rangkaian. Peralatan kontroler dan timer. Peralatan pemanas. Peralatan pemasak. Peralatan pencuci. Peralatan dapur kecil. Peralatan pendinginan. Mesin pendingin dan pembeku skala rumah tangga. d. Persyaratan Pendidikan e. Pengalaman Kerja f. Kompetensi Kunci dan Tingkat Kompetensi Kompetensi kunci A B C D E F G Level
81 STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN SUB BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMELIHARAAN Kode Unit Judul Unit Uraian Unit : PTL.HAR.026.(1).A : Memelihara dan Memperbaiki Peralatan Listrik Pada Mesin- Mesin Listrik : Unit kompetensi ini berkaitan dengan perawatan dan perbaikan mesin-mesin DC, mesin AC 1 fase, mesin AC 3 fase, mesin sinkron, dan transformer. Sub Kompetensi Kriteria Kinerja 1. Merencanakan dan mempersiapkan kegiatan pemeliharaan peralatan. 1.1 Pemeliharaan direncanakan dan dipersiapkan untuk menjamin bahwa kebijakan dan prosedur K3 diikuti, pekerjaan diurutkan secara benar sesuai dengan persyaratan. 1.2 Orang yang berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan dikoordinasikan secara efektif dengan pihak lain yang terkait di tempat kerja. 1.3 Jadwal dan spesifikasi pemeliharaan diperiksa sesuai dengan persyaratan yang diberlakukan. 1.4 Kebutuhan bahan untuk penyelesaian pekerjaan diperoleh sesuai prosedur yang ditetapkan dan dicocokan terhadap persyaratan pekerjaan. 1.5 Perkakas, perlengkapan dan gawai uji yang dibutuhkan untuk pelaksanaan pekerjaan diperoleh sesuai prosedur yang telah ditetapkan dan diperiksa untuk operasi yang benar dan aman. 1.6 Pekerjaan persiapan diperiksa untuk memastikan bahwa tidak terjadi kerusakan yang tidak diharapkan dan memenuhi persyaratan. 2. Memelihara peralatan dan rangkaian terkait. 2.1 Kebijakan dan prosedur K3 telah dipenuhi. 2.2 Fungsi normal dari peralatan dan rangkaian terkait dipastikan sesuai dengan ketentuan. 2.3 Jika diperlukan, rangkaian diperiksa dalam keadaan terisolasi melalui prosedur pengujian yang telah ditetapkan. 2.4 Peralatan dirawat/diperbaiki sesuai ketentuan / persyaratan tanpa merusak/mengganggu lingkungan dan peralatan disekelilingnya. 2.5 Jika diperlukan penggantian seadanya sistem pengawatan atau peralatan dilakukan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. 77
82 2.6 Kejadian atau kondisi yang tidak terduga ditanggapi sesuai prosedur yang telah ditetapkan. 2.7 Persetujuan diperoleh dari pihak yang berwenang sesuai dengan prosedur yang ditetapkan sebelum suatu tindakan/solusi alternatif dilaksanakan. 2.8 Pemeriksaan terus menerus terhadap mutu pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. 3. Memeriksa dan melaporkan penyelesaian pekerjaan. 3.1 Inspeksi akhir dilakukan untuk menjamin bahwa pelaksanaan pemeliharaan peralatan memenuhi persyaratan yang ditetapkan. 3.2 Penyelesaian pekerjaan dilaporkan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. I. Persyaratan dan Kondisi Kinerja Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : a. Kebijakan dan prosedur K3 yang terkait dengan unit kompetensi ini. b. Persyaratan pekerjaan yang ditetapkan/berlaku. c. Prosedur komunikasi yang berlaku. d. Prosedur pengadaan bahan yang ditetapkan. e. Prosedur pengadaan perkakas kerja dan gawai uji yang ditetapkan. f. Prosedur pengujian perkakas kerja yang ditetapkan. g. Prosedur pemeriksaan pekerjaan yang ditetapkan. h. Prosedur dan format pelaporan yang ditetapkan. II. Acuan Penilaian a. Aspek-Aspek Kritis Penilaian 1. Mencapai Kompetensi Hasil akhir dari unit kompetensi ini didasarkan pada setiap kondisi berikut yang meliputi : Menunjukan unjuk kerja yang konsisten pada setiap elemen/sub kompetensi. Memenuhi kriteria unjuk kerja yang tercakup pada setiap sub kompetensi dengan menggunkan teknik-teknik, prosedur-prosedur, informasi dan sumber-sumber daya yang tersedia di tempat kerja. Menunjukan pemahaman terhadap pengetahuan dan keterampilanketerampilan pendukung yang disebutkan pada bagian Pengetahuan Pendukung. 2. Melaporkan Persyaratan Laporan penilaian tentang kompetensi harus benar dalam konteks/hubungan masing-masing judul/unit kompetensi yang diuji dan/persyaratan yang diberlakukan. Persyaratan peraturan yang berlaku pada setiap pengakuan/penghargaan transfer keterampilan dan pengetahuan dapat dimaksimalkan dengan cara mencatat dan menerbitkan transkrip/salinan yang mencakup informasi tambahan. 78
83 Hal ini menjadi persyaratan terperinci tentang pencapaian pengatahuan dan keterampilan-keterampilan. Setiap laporan tambahan akan merupakan bahan negosiasi antara organisasi pelatihan yang diakui dan klien-nya. 3. Konteks Penilaian Kompetensi akan ditentukan berdasarkan bukti yang ditunjukan secara konsistem melalui penerapan secara umum yang mencakup hal-hal seperti peralatan, rangkaian sistem pengawatan, plant komponen dan sejenisnya yang sama dengan unit kompetensi ini. b. Unit Kompetensi Yang Saling Terkait Tidak ada. c. Pengetahuan Pendukung Kesehatan dan Keselamatan Kerja Penggunaan perkakas. Teori listrik. Kemagnetan listrik. Prinsip-prinsip arus bolak-balik dan dc. Persyaratan pengawatan (arus kecil). Motor-motor listrik. Transformer. Perawatan dan perbaikan mesin-mesin berputar. Belitan ststor tiga fase. Belitan stator satu fase. Belitan jangkar ukuran kecil. Modifikasi belitan satu fase. Modifikasi belitan tiga fase. d. Persyaratan Pendidikan e. Pengalaman Kerja f. Kompetensi Kunci dan Tingkat Kompetensi Kompetensi kunci A B C D E F G Level
84 STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN SUB BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMELIHARAAN Kode Unit Judul Unit Uraian Unit : PTL.HAR.027(1).A : Memelihara dan Memperbaiki Peralatan Listrik Maritim dan Rangkaian Yang Terkait : Unit kompetensi ini berkaitan dengan pemeliharaan dan perbaikan peralatan listrik dan rangkaian terkait yang meliputi; komponen radar, mesin DC, mesin Sinkron, batterai dan cell, pemanas listrik, Sistem penerangan, Dasar catu daya DC, dan teknologi kelistrikan kapal laut. Sub Kompetensi Kriteria Kinerja 1. Merencanakan dan mempersiapkan kegiatan pemeliharaan peralatan. 1.1 Pemeliharaan direncanakan dan dipersiapkan untuk menjamin bahwa kebijakan dan prosedur K3 diikuti, pekerjaan diurutkan secara benar sesuai dengan persyaratan. 1.2 Orang yang berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan dikoordinasikan secara efektif dengan pihak lain yang terkait di tempat kerja. 1.3 Jadwal dan spesifikasi pemeliharaan diperiksa sesuai dengan persyaratan yang diberlakukan. 1.4 Kebutuhan bahan untuk penyelesaian pekerjaan diperoleh sesuai prosedur yang ditetapkan dan dicocokan terhadap persyaratan pekerjaan. 1.5 Perkakas, perlengkapan dan gawai uji yang dibutuhkan untuk pelaksanaan pekerjaan diperoleh sesuai prosedur yang telah ditetapkan dan diperiksa untuk operasi yang benar dan aman. 1.6 Pekerjaan persiapan diperiksa untuk memastikan bahwa tidak terjadi kerusakan yang tidak diharapkan dan memenuhi persyaratan. 2. Memelihara peralatan dan rangkaian terkait. 2.1 Kebijakan dan prosedur K3 telah dipenuhi. 2.2 Fungsi normal dari peralatan dan rangkaian terkait dipastikan sesuai dengan ketentuan. 2.3 Jika diperlukan, rangkaian diperiksa dalam keadaan terisolasi melalui prosedur pengujian yang telah ditetapkan. 2.4 Peralatan dirawat/diperbaiki sesuai ketentuan / persyaratan tanpa merusak/mengganggu lingkungan dan peralatan disekelilingnya. 80
85 2.5 Jika diperlukan penggantian seadanya sistem pengawatan atau peralatan dilakukan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. 2.6 Kejadian atau kondisi yang tidak terduga ditanggapi sesuai prosedur yang telah ditetapkan. 2.7 Persetujuan diperoleh dari pihak yang berwenang sesuai dengan prosedur yang ditetapkan sebelum suatu tindakan/solusi alternatif dilaksanakan. 2.8 Pemeriksaan terus menerus terhadap mutu pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. 3. Memeriksa dan melaporkan penyelesaian pekerjaan. 3.1 Inspeksi akhir dilakukan untuk menjamin bahwa pelaksanaan pemeliharaan peralatan memenuhi persyaratan yang ditetapkan. 3.2 Penyelesaian pekerjaan dilaporkan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. I. Persyaratan dan Kondisi Kinerja Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : a. Kebijakan dan prosedur K3 yang terkait dengan unit kompetensi ini. b. Persyaratan pekerjaan yang ditetapkan/berlaku. c. Prosedur komunikasi yang berlaku. d. Prosedur pengadaan bahan yang ditetapkan. e. Prosedur pengadaan perkakas kerja dan gawai uji yang ditetapkan. f. Prosedur pengujian perkakas kerja yang ditetapkan. g. Prosedur pemeriksaan pekerjaan yang ditetapkan. h. Prosedur dan format pelaporan yang ditetapkan. II. Acuan Penilaian a. Aspek-aspek kritis penilaian 1. Mencapai kompetensi Hasil akhir dari unit kompetensi ini didasarkan pada setiap kondisi berikut yang meliputi : Menunjukan unjuk kerja yang konsisten pada setiap elemen / sub kompetensi. Memenuhi kriteria unjuk kerja yang tercakup pada setiap sub kompetensi dengan menggunkan teknik-teknik, prosedur-prosedur, informasi dan sumber-sumber daya yang tersedia di tempat kerja. Menunjukan pemahaman terhadap pengetahuan dan keterampilanketerampilan pendukung yang disebutkan pada bagian Pengetahuan Pendukung. 2. Persyaratan Laporan Laporan penilaian tentang kompetensi harus benar dalam konteks/hubungan masing-masing judul/unit kompetensi yang diuji dan/persyaratan yang 81
86 diberlakukan. Persyaratan peraturan yang berlaku pada setiap pengakuan/penghargaan transfer keterampilan dan pengetahuan dapat dimaksimalkan dengan cara mencatat dan menerbitkan transkrip/salinan yang mencakup informasi tambahan. Hal ini menjadi persyaratan terperinci tentang pencapaian pengatahuan dan keterampilan-keterampilan. Setiap laporan tambahan akan merupakan bahan negosiasi antara organisasi pelatihan yang diakui dan klien-nya. 3. Konteks Penilaian Kompetensi akan ditentukan berdasarkan bukti yang ditunjukan secara konsistem melalui penerapan secara umum yang mencakup hal-hal seperti peralatan, rangkaian sistem pengawatan, plant komponen dan sejenisnya yang sama dengan unit kompetensi ini. Bukti yang setara dari sumber-sumber lain juga dapat diterima. b. Unit Kompetensi Yang Saling Terkait Tidak ada. c. Pengetahuan Pendukung Kesehatan dan Keselamatan Kerja Penggunaan perkakas. Teori listrik. Prinsip-prinsip arus bolak-balik. Sistem arus searah. Teknik pengawatan. Persyaratan pengawatan (arus kecil). Motor-motor listrik. Proteksi rangkaian. Peralatan dan pengawatan listrik. Persyaratan pengawatan (arus tinggi). Pemeriksaan keamanan instalasi listrik. Gambar listrik dan interprestasinya. Interprestasi gambar dan pembuat sket. Sistem penerangan. Mesin dc. Plc. Teknologi kelistrikan kapal laut. d. Persyaratan Pendidikan e. Pengalaman Kerja f. Kompetensi Kunci dan Tingkat Kompetensi Kompetensi kunci A B C D E F G Level
87 STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN SUB BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMELIHARAAN Kode Unit Judul Unit Uraian Unit : PTL.HAR.028(1).A : Memelihara dan Memperbaiki Peralatan Listrik Perangkat Hubung Bagi dan Rangkaian Yang Terkait : Unit kompetensi ini berkaitan dengan pemeliharaan dan perbaikan perangkat hubung bagi dan rangkaian terkait yang meliputi; pemilihan komponen, sambungan, diagram pengawatan PHB. Sub Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja 1. Merencanakan dan mempersiapkan kegiatan pemeliharaan peralatan. 1.1 Pemeliharaan direncanakan dan dipersiapkan untuk menjamin bahwa kebijakan dan prosedur K3 diikuti, pekerjaan diurutkan secara benar sesuai dengan persyaratan. 1.2 Orang yang berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan dikoordinasikan secara efektif dengan pihak lain yang terkait di tempat kerja. 1.3 Jadwal dan spesifikasi pemeliharaan diperiksa sesuai dengan persyaratan yang diberlakukan. 1.4 Kebutuhan bahan untuk penyelesaian pekerjaan diperoleh sesuai prosedur yang ditetapkan dan dicocokan terhadap persyaratan pekerjaan. 1.5 Perkakas, perlengkapan dan gawai uji yang dibutuhkan untuk pelaksanaan pekerjaan diperoleh sesuai prosedur yang telah ditetapkan dan diperiksa untuk operasi yang benar dan aman. 1.6 Pekerjaan persiapan diperiksa untuk memastikan bahwa tidak terjadi kerusakan yang tidak diharapkan dan memenuhi persyaratan. 2. Memelihara peralatan dan rangkaian terkait. 2.1 Kebijakan dan prosedur K3 telah dipenuhi. 2.2 Fungsi normal dari peralatan dan rangkaian terkait dipastikan sesuai dengan ketentuan. 2.3 Jika diperlukan, rangkaian diperiksa dalam keadaan terisolasi melalui prosedur pengujian yang telah ditetapkan. 2.4 Peralatan dirawat/diperbaiki sesuai ketentuan /persyaratan tanpa merusak/mengganggu lingkungan dan peralatan disekelilingnya. 2.5 Jika diperlukan penggantian seadanya sistem pengawatan atau peralatan dilakukan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. 83
88 2.6 Kejadian atau kondisi yang tidak terduga ditanggapi sesuai prosedur yang telah ditetapkan. 2.7 Persetujuan diperoleh dari pihak yang berwenang sesuai dengan prosedur yang ditetapkan sebelum suatu tindakan/solusi alternatif dilaksanakan. 2.8 Pemeriksaan terus menerus terhadap mutu pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. 3. Memeriksa dan melaporkan penyelesaian pekerjaan. 3.1 Inspeksi akhir dilakukan untuk menjamin bahwa pelaksanaan pemeliharaan peralatan memenuhi persyaratan yang ditetapkan. 3.2 Penyelesaian pekerjaan dilaporkan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. I. Persyaratan dan Kondisi Kinerja Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : a. Kebijakan dan prosedur K3 yang terkait dengan unit kompetensi ini. b. Persyaratan pekerjaan yang ditetapkan/berlaku. c. Prosedur komunikasi yang berlaku. d. Prosedur pengadaan bahan yang ditetapkan. e. Prosedur pengadaan perkakas kerja dan gawai uji yang ditetapkan. f. Prosedur pengujian perkakas kerja yang ditetapkan. g. Prosedur pemeriksaan pekerjaan yang ditetapkan. h. Prosedur dan format pelaporan yang ditetapkan. II. Acuan Penilaian a. Aspek-Aspek Kritis Penilaian 1. Mencapai Kompetensi Hasil akhir dari unit kompetensi ini didasarkan pada setiap kondisi berikut yang meliputi : Menunjukan unjuk kerja yang konsisten pada setiap elemen / sub kompetensi. Memenuhi kriteria unjuk kerja yang tercakup pada setiap sub kompetensi dengan menggunkan teknik-teknik, prosedur-prosedur, informasi dan sumber-sumber daya yang tersedia di tempat kerja. Menunjukan pemahaman terhadap pengetahuan dan keterampilanketerampilan pendukung yang disebutkan pada bagian Pengetahuan Pendukung. 2. Melaporkan Persyaratan Laporan penilaian tentang kompetensi harus benar dalam konteks/hubungan masing-masing judul/unit kompetensi yang diuji dan/persyaratan yang diberlakukan. Persyaratan peraturan yang berlaku pada setiap pengakuan/penghargaan transfer keterampilan dan pengetahuan dapat 84
89 dimaksimalkan dengan cara mencatat dan menerbitkan transkrip/salinan yang mencakup informasi tambahan. Hal ini menjadi persyaratan terperinci tentang pencapaian pengatahuan dan keterampilan-keterampilan. Setiap laporan tambahan akan merupakan bahan negosiasi antara organisasi pelatihan yang diakui dan klien-nya. 3. Konteks Penilaian Kompetensi akan ditentukan berdasarkan bukti yang ditunjukan secara konsistem melalui penerapan secara umum yang mencakup hal-hal seperti peralatan, rangkaian sistem pengawatan, plant komponen dan sejenisnya yang sama dengan unit kompetensi ini. Bukti yang setara dari sumber-sumber lain juga dapat diterima. b. Unit Kompetensi Yang Saling Terkait Tidak ada. c. Pengetahuan Pendukung Kesehatan dan Keselamatan Kerja Penggunaan perkakas. Teori listrik. Kemagnetan listrik. Prinsip-prinsip arus bolak-balik. Konstruksi dan cara kerja phb. Persyaratan pengawatan (arus kecil). Proteksi rangkaian. Peralatan dan pengawatan listrik. Persyaratan pengawatan (arus tinggi). Pemeriksaan keamanan instalasi listrik. Gambar listrik dan interprestasinya. d. Persyaratan Pendidikan e. Pengalaman Kerja f. Kompetensi Kunci dan Tingkat Kompetensi Kompetensi kunci A B C D E F G Level
90 STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB PEMELIHARAAN Kode Unit Judul Unit Uraian Unit : PTL.HAR.029(2).A : Mengkoordinasi Pemeliharaan dan Perbaikan Peralatan Llistrik : Unit kompetensi ini berkaitan dengan koordinasi pemeliharaan peralatan kelistrikan kontrol listrik dan sistem yang terkait. Sub Kompetensi Kriteria Kinerja 1. Persiapan Koordinasi. 1.1 Prosedur kerja yang berlaku di perusahaan dipahami. 1.2 Diagram kerja kontrol. 1.3 Personil yang berwenang dan terkati dengan.pekerjaan diidentifikasi sesuai dengan prosedur kerja. 1.4 Prosedur K3 yang berlaku di perusahaan dipahami. 2. Melakukan Koordinasi. 2.1 Skedul pemeliharaan dibuat berdasar lokasi kerja dan pihak lain yang terkait. 2.2 Urutan pekerjaan perawatan yang memerlukan koordinasi ditetapkan sesuai dengan keperluan. 2.3 Koordinasi dilakukan sesuai dengan urutan kerja yang telah ditetapkan. 2.4 Data hasil koordinasi diidentifikasi dan dicatat dalam format yang berlaku di perusahaan. 3. Membuat laporan hasil koordinasi. 3.1 Data hasil koordinasi dilaporkan kepada personil yang berwenang. 3.2 Data hasil koordinasi diarsipkan pada bagian yang berwenang diperusahaan. I. Persyaratan dan Kondisi Kinerja Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : a. Peraturan perundang-undangan relevan dan berlaku. b. Kebijakan dan prosedur K3 yang terkait dengan unit kompetensi ini. c. Persyaratan pekerjaan yang ditetapkan/berlaku. d. Prosedur komunikasi yang berlaku. e. Prosedur pengadaan bahan yang ditetapkan. f. Manual instruction atau prosedur yang ditetapkan yang berlaku. g. Prosedur pengadaan perkakas kerja dan gawai uji yang ditetapkan. h. Prosedur pengujian perkakas kerja yang ditetapkan. i. Prosedur pemeriksaan pekerjaan yang ditetapkan. j. Prosedur dan format pelaporan yang ditetapkan. 86
91 II. Acuan Penilaian a. Aspek-Aspek Kritis Penilaian 1. Mencapai Kompetensi Hasil akhir dari unit kompetensi ini didasarkan pada setiap kondisi berikut yang meliputi : Menunjukan unjuk kerja yang konsisten pada setiap elemen / sub kompetensi. Memenuhi kriteria unjuk kerja yang tercakup pada setiap sub kompetensi dengan menggunkan teknik, prosedur, informasi dan sumber daya yang tersedia di tempat kerja. Menunjukan pemahaman terhadap pengetahuan dan keterampilan pendukung yang disebutkan pada bagian Pengetahuan Pendukung. 2. Melaporkan Persyaratan Laporan penilaian tentang kompetensi harus benar dalam konteks/hubungan masing-masing judul/unit kompetensi yang diuji dan/persyaratan yang diberlakukan. Persyaratan peraturan yang berlaku pada setiap pengakuan/penghargaan transfer keterampilan dan pengetahuan dapat dimaksimalkan dengan cara mencatat dan menerbitkan transkrip/salinan yang mencakup informasi tambahan. Hal ini menjadi persyaratan terperinci tentang pencapaian pengatahuan dan keterampilan-keterampilan. Setiap laporan tambahan akan merupakan bahan negosiasi antara organisasi pelatihan yang diakui dan klien-nya. 3. Konteks Penilaian Kompetensi akan ditentukan berdasarkan bukti yang ditunjukkan secara konsisten melalui penerapan secara umum yang mencakup hal-hal seperti peralatan, rangkaian, sistem pengawatan, mesin, komponen dan sejenisnya yang sama dengan unit kompetensi ini. Bukti yang setara dari sumber-sumber lain juga dapat diterima. b. Unit Kompetensi Yang Saling Terkait Jika ada, pengujian unit kompetensi ini dihubungkan pada pengetahuan terkait terhadap unit-unit kompetensi lain pada satu struktur kualifikasi. c. Pengetahuan Pendukung Undang-undang Kesehatan dan Keselamatan Kerja : tujuan; tindakantindakan; pengawas intern; pemeriksa; pelanggaran. Keselamatan diri: luka dan penyakit di tempat kerja; gangguan berulang karena ketegangan syaraf; pedoman prosedur penanganan barang; penanganan tangga; penerangan memadai di tempat kerja; radiasi industri; bahaya kimia; peralatan pelindung; bahaya listrik; tekanan panas; kebisingan industri yang tinggi. Bahaya di tempat kerja: identifikasi dari bahaya di tempat kerja yang potensial; tindakan pencegahan. Bekerja dengan perkakas dan peralatan yang dioperasikan dengan tenaga listrik : wujud bahaya sengatan listrik, penyebab kecelakaan listrik, bekerja 87
92 secara aman dengan tenaga listrik, peralatan keselamatan kerja yang digunakan di lingkungan bertenaga listrik. Penyelamatan dari sengatan listrik. Pertolongan pertama pada keadaan darurat/usaha penyadaran dari pingsan : prosedur untuk melakukan pertolongan pertama dan usaha penyadaran dari pingsan kepada korban sengatan listrik, CPR (Cardio Pulmonary Rescitation). Dasar rangkaian listrik : sumber; kendali; proteksi; beban. Diagram rangkaian : symbol; konvensi; interprestasi; sket. rangkaian seri paralel, kombinasi, sumber emf; pengukuran listrik; kapasitor; magnet. Rangkaian : rangkaian terbuka; rangkaian tertutup; hubung pendek. Alat ukur dan pengukuran listrik. Transformator ukur. Prinsip dan sistem pembumian. Jenis kabel, teknik dan metoda terminasi; penghantar pejal, flexibel, dan kode warna. Sistem dan beban tiga fasa dan satu fasa; jumlah hantaran, tegangan line, tegangan fasa; typikal beban. Motor induksi satu fasa : identifikasi motor; rating motor; arah putaran. Motor induksi tiga fasa : identifikasi motor; rating motor; arah putaran. Pemanas satu fasa : jenis pemanas, identifikasi pemanas, rating pemanas. Distribusi tegangan rendah : catu daya; dasar pemikiran; kegunaan panel distribusi (gawai arus sisa, ELCB). Rangkaian isolasi dan gawai proteksi. Prosedur pelepasan, persyaratan dan praktek. Pergantian peralatan. Prosedur penyambungan kembali, praktis dan persyaratan. Proteksi beban. Diagram alur tenaga listrik dan diskripsi system. d. Persyaratan Pendidikan e. Pengalaman Kerja f. Kompetensi Kunci dan Tingkat Kompetensi Kompetensi kunci A B C D E F G Level
93 STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB PEMELIHARAAN Kode Unit Judul Unit Uraian Unit : PTL.HAR.030(1).A : Melepas dan menghubungkan kembali peralatan listrik magun pada Sistem catu daya tegangan rendah : Unit kompetensi ini berkaitan dengan pekerjaan melepas dan menghubung kembali instalasi peralatan listrik magun, seperti ; pemanas listrik, motor listrik, peralatan control, peralatan control selungkup tunggal, neon sign pada Sistem catu daya tegangan rendah. Sub Kompetensi Kriteria Kinerja 1. Mempersiapkan pelepasan peralatan listrik. 1.1 Prinsip kerja peralatan dan sirkit pemasangan dipelajari dan dipahami sesuai dengan manual. 1.2 Pelepasan dan penyambungan kembali direncanakan dan dipersiapkan untuk menjamin bahwa kelayakan dan prosedur K3 diikuti. 1.3 Kebutuhan bahan dan peralatan kerja diidentifikasi dan dipersiapkan sesuai dengan rencana kerja. 1.4 Tempat/ruang kerja dipersiapkan dengan mempertimbangkan K3 sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. 1.5 Kebijakan dan prosedur K3 dipenuhi sesuai dengan persyaratan pekerjaan. 2. Melepaskan peralatan listrik. 2.1 Pemeriksaan peralatan untuk meyakinkan bahwa peralatan bebas tegangan dilakukan dengan menggunakan peralatan dan prosedur yang diberlakukan. 2.2 Komponen peralatan dilepas/diurai dengan menggunakan peralatan kerja yang tepat dan sesuai prosedur yang ditetapkan. 2.3 Urutan hubungan penghantar dicatat dan dilabel sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. 2.4 Peralatan listrik dilepaskan dari njaringan tetap, tanpa merusak komponen yang lain. 2.5 Pelepasan hubungan hantaran/kabel diselesaikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk menjamin bahwa hantaran-hantaran tersebut aman dan tidak mengandung potensi bahaya. 89
94 3. Mempersiapkan penghubungan kembali peralatan listrik. 3.1 Titik-titk pemisahan dari rangkaian kemana peralatan listrik akan dihubungkan ditentukan/ditandai. 3.2 Jika diperlukan penggantian peralatan listrik dipilih berdasarkan pada pengenal dan karakteristik yang sama dengan peralatan aslinya. 3.3 Peralatan listrik asli dan atau penggantinya diuji untuk memastikan bahwa peralatan tersebut aman untuk dihubungkan dan digunakan pada jaringan/suplay tenaga listrik. 3.4 Orang yang berwenang dihubungi pada saat peralatan pengganti yang sesuai tidak diperoleh. 3.5 Perkakas, perlengkapan dan gawai uji yang dibutuhkan untuk melaksanakan pekerjaan didapat sesuai dengan prosedur yang berlaku dan diperiksa untuk operasi yang benar dan aman. 4. Menghubungkan kembali peralatan listrik. 4.1 Komponen peralatan dipasang kembali dengan menggunakan peralatan yang tepat dan urutan serta teknis.pengerjaaan yang ditetapkan. 4.2 Sirkit pengawatan disambungkan kembali, sesuai dengan label dan gambar kerja yang telah dibuat. 4.3 Pengecekan hasil perakitan dan penyambungan hantaran dilakukan, sesuai dengan standar baku. 5. Melaporkan status akhir pekerjaan yang dicapai. 5.1 Laporkan status pekerjaan diselesaikan secara lengkap dan dilaporkan sesuai prosedur yang diberlakukan. I. Kondisi dan Persyaratan Kinerja Unit kompetensi ini berlaku dibidang kelistrikan dan pekerjaan lain yang relevan dengan persyaratan tersedianya : a. Peraturan perundang-undangan relevan dan berlaku. b. Peraturan Keselamatan dan Kesehatan Kerja(K3), terutama yang terkait langsung dengan judul kompetensi c. Manual instruction atau prosedur yang ditetapkan yang berlaku. d. Kebijakan perusahaan yang diberlakukan e. Standar produksi terkait yang diberlakukan f. Perlengkapan dan perkakas kerja serta bahan yang diperlukan. 90
95 II. Acuan Penilaian a. Aspek-Aspek Kritis Penilaian 1. Mencapai Kompetensi Hasil akhir dari unit kompetensi ini didasarkan pada setiap kondisi berikut yang meliputi : Menunjukan unjuk kerja yang konsisten pada setiap elemen / sub kompetensi. Memenuhi kriteria unjuk kerja yang tercakup pada setiap sub kompetensi dengan menggunkan teknik, prosedur, informasi dan sumber daya yang tersedia di tempat kerja. Menunjukan pemahaman terhadap pengetahuan dan keterampilan pendukung yang disebutkan pada bagian Pengetahuan Pendukung. 2. Melaporkan Persyaratan Laporan penilaian tentang kompetensi harus benar dalam konteks/hubungan masing-masing judul/unit kompetensi yang diuji dan/persyaratan yang diberlakukan. Persyaratan peraturan yang berlaku pada setiap pengakuan/penghargaan transfer keterampilan dan pengetahuan dapat dimaksimalkan dengan cara mencatat dan menerbitkan transkrip/salinan yang mencakup informasi tambahan. Hal ini menjadi persyaratan terperinci tentang pencapaian pengetahuan dan keterampilan-keterampilan. Setiap laporan tambahan akan merupakan bahan negosiasi antara organisasi pelatihan yang diakui dan klien-nya. 3. Konteks Penilaian Kompetensi akan ditentukan berdasarkan bukti yang ditunjukan secara konsistem melalui penerapan secara umum yang mencakup hal-hal seperti peralatan, rangkaian sistem pengawatan, plant komponen dan sejenisnya yang sama dengan unit kompetensi ini. Bukti yang setara dari sumber-sumber lain juga dapat diterima. b. Unit Kompetensi Yang Saling Terkait Jika ada, pengujian unit kompetensi ini dihubungkan pada pengetahuan terkait terhadap unit-unit kompetensi lain pada satu struktur kualifikasi. c. Pengetahuan Pendukung Undang-undang Kesehatan dan Keselamatan Kerja Bekerja dengan perkakas dan peralatan yang dioperasikan dengan tenaga listrik Dasar rangkaian listrik Alat ukur dan pengukuran listrik Prinsip dan sistem pembumian Jenis kabel, teknik dan metoda terminasi Motor induksi satu fasa dan tiga fasa Pemanas Distribusi tegangan rendah Prosedur pelepasan dan penyambungan kembali Pergantian peralatan. 91
96 d. Persyaratan Pendidikan e. Pengalaman Kerja f. Kompetensi Kunci dan Tingkat Kompetensi Kompetensi kunci A B C D E F G Level
97 STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB PEMELIHARAAN Kode Unit Judul Unit Uraian Unit : PTL.HAR.031(1).A : Menyambung Kabel Flexible Pada Kontak Tusuk dan Peralatan Listrik Yang Dihubungkan Dengan Sistem Catu Daya Tegangan Rendah (Hingga 1000 Vac Atau 1500Vdc) : Unit kompetensi ini penyambungan kabel fleksible pada kontak tusuk dan perlatan listrik motor listrik, pemanas listrik, gawai kendali listrik tunggal, motor independen pengendali pompa, conveyor, neon sign, yang disambungkan pada Sistem catu daya tegangan rendah untuk peralatan. Sub Kompetensi Kriteria Kinerja 1. Merencanakan dan menyiapkan penyambungan kabel fleksibel pada kontak tusuk dan peralatan listrik. 1.1 Gambar kerja dipelajari dan dipahami sesuai dengan prosedur kerja yang ditetapkan. 1.2 Pekerjaan direncanakan dan dipersiapkan mengikuti prosedur K3 serta urutan pekerjaan yang tepat sesuai kebutuhan. 1.3 Spesifikasi kable fleksibel dan kontak tusuk diidentifikasi sesuai kebutuhan berdasar standar yang ditetapkan. 1.4 Kabel fleksibel dan kontak tusuk yang dipilih dan disiapkan disesuaikan dengan standar dan penggunaan sesuai kondisi dan kegunaan. 1.5 Kebutuhan material lengkapan penunjang kerja dilakukan sesuai prosedur dan di cek sesuai kebutuhan job atau kerja. 1.6 Alat kerja, komponen dan peralatan uji dipersiapkan sesuai prosedur yang ditetapkan. dan K3. 2. Menyambung-kan kabel fleksibel dan kontak tusuk. 2.1 Penyambungan kabel fleksibel pada kontalk tusuk dan peralatan listrik dilakukan dengan menggunakan teknik pengawatan dan penyambungan yang ditetapkan serta sesuai dengan prosedur yang berlaku. 2.2 Rangka perlatan yang bersifat konduktif dengan perlatan sistem isolasi tunggal, dihubungkan dengan hantaran pembumian sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan. 93
98 2.3 Pemeriksaan phisisk dan elektrik sambungan dilakukan dengan menggunakan peralatan dan prosedur yang ditetapkan berdasar pada standar mutu baku yang ditetapkan. 3. Memeriksa dan melaporkan kelengkapan penyelesaian pekerjaan. 3.1 Pemeriksaan akhir dilaksanakan untuk meyakinkan bahwa pelaksaan pekerjaan penyambungan kabel fleksibel dan kontak tusuk elah dapat disambungkan terhadap peralatan listrik dengan catu daya tegangan rendah. 3.2 Penyelesaian pekerjaan dilaporkan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. I. Kondisi dan Persyaratan Kinerja Unit kompetensi ini berlaku dibidang kelistrikan dan pekerjaan lain yang relevan dengan persyaratan tersedianya : Peraturan perundang-undangan relevan dan berlaku. a. Peraturan Keselamatan dan Kesehatan Kerja(K3), terutama yang terkait langsung dengan judul kompetensi. b. Manual instruction atau SOP yang berlaku. c. Kebijakan perusahaan yang diberlakukan. d. Standar produksi terkait yang diberlakukan. e. Perlengkapan dan perkakas kerja serta bahan yang diperlukan. II. Acuan Penilaian a. Aspek-Aspek Kritis Penilaian 1. Mencapai Kompetensi Hasil akhir dari unit kompetensi ini didasarkan pada setiap kondisi berikut yang meliputi : Menunjukan unjuk kerja yang konsisten pada setiaq elemen / sub kompetensi. Memenuhi kriteria unjuk kerja yang tercakup pada setiap sub kompetensi dengan menggunkan teknik, prosedur, informasi dan sumber daya yang tersedia di tempat kerja. Menunjukan pemahaman terhadap pengetahuan dan keterampilan pendukung yang disebutkan pada bagian Pengetahuan Pendukung. 2. Melaporkan Persyaratan Laporan penilaian tentang kompetensi harus benar dalam konteks/hubungan masing-masing judul/unit kompetensi yang diuji dan/persyaratan yang diberlakukan. Persyaratan peraturan yang berlaku pada setiap pengakuan/penghargaan transfer keterampilan dan pengetahuan dapat dimaksimalkan dengan cara mencatat dan menerbitkan transkrip/salinan yang mencakup informasi tambahan. 94
99 Hal ini menjadi persyaratan terperinci tentang pencapaian pengatahuan dan keterampilan-keterampilan. Setiap laporan tambahan akan merupakan bahan negosiasi antara organisasi pelatihan yang diakui dan klien-nya. 3. Konteks Penilaian Kompetensi akan ditentukan berdasarkan bukti yang ditunjukan secara konsistem melalui penerapan secara umum yang mencakup hal-hal seperti peralatan, rangkaian sistem pengawatan, plant komponen dan sejenisnya yang sama dengan unit kompetensi ini. Bukti yang setara dari sumber-sumber lain juga dapat diterima. b. Unit Kompetensi Yang Saling Terkait Jika ada, pengujian unit kompetensi ini dihubungkan pada pengetahuan terkait terhadap unit-unit kompetensi lain pada satu struktur kualifikasi. c. Pengetahuan Pendukung Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang meliputi. Konsep dasar kelistrikan : arus, tegangan, tahanan. Rangkaian listrik. Persyaratan, dan pengukuran tahanan isolasi. Ilmu bahan listrik. Jenis kabel, dan metoda terminasi : kode warna, pengenal kabel. Jenis dan pembebanan kabel serabut untuk penggunaan tegangan rendah. Kotak kontak fasa tunggal tegangan rendah pada penalaran : jenis, pembebanan, pengenal IP. Pengujian continuitas. Teknik dan persyaratan penyambungan. Pentanahan Sistem dan pentanahan peralatan. Prosedur pemisahan (isolating) : jarak aman; pengujian tegangan; tagging; teknik; regulasi; kode praktis dan prosedur. Pengujian keselamatan. Alat ukur dan pengukuran. d. Persyaratan Pendidikan e. Pengalaman Kerja f. Kompetensi Kunci dan Tingkat Kompetensi Kompetensi kunci A B C D E F G Level 95
100 STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMELIHARAAN Kode Unit : PTL.HAR.032(1).A Judul Unit : Melepas dan Menyambung Perlengkapan Listrik Yang Terlindung Dari Bahaya Ledakan Dengan Sistem Catu Daya Tegangan Rendah Uraian Unit : Unit kompetensi ini berkaitan dengan melepas dan menyambung peralatan listrik yang terlindung dari bahaya ledakan dengan sistem catu daya tegangan rendah. Sub Kompetensi Kriteria Kinerja 1. Menyiapkan pelepasan dan penyambungan kembali peralatan listrik. 1.1 Prinsip kerja dan sirkuit komponen peralatan listrik dipelajari sesuai dengan manual. 1.2 Pelepasan dan penyambungan kembali peralatan listrik direncanakan dan dipersiapkan untuk menjamin bahwa kebijakan dan prosedur K3 diikuti. 1.3 Kebutuhan bahan dan peralatan kerja diidentifikasi dan dipersiapkan sesuai dengan rencana kerja. 1.4 Tempat/ruang kerja dipersiapkan dengan mempertimbangkan K3 sesuai prosedur yang ditetapkan. 1.5 Kebijakan dan prosedur K3 dipenuhi sesuai dengan persyaratan pekerjaan. 2. Melepas peralatan. 2.1 Spesifikasi/karakteristik peralatan dan alat proteksi terhadap ledakan diidentifikasi sesuai dengan manual. 2.2 Peralatan listrik diurai dengan menggunakan peralatan dan urutan kerja sesuai prosedur yang ditetapkan. 2.3 Komponen peralatan listrik disimpan secara benar untuk melindunginya dari kerusakan sesuai dengan manual. 2.4 Kabel hubung yang akan dilepas diidentifikasi, ditandai, dan urutan penyambungan dicatat. 2.5 Kabel dilepas dengan menggunakan peralatan dan urutan kerja sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. 2.6 Komponen peralatan listrik yang terproteksi dari ledakan diperiksa dari kerusakan, dan hasilnya dilaporkan kepada personil yang berwenang. 2.7 Setiap perbaikan pada peralatan listrik yang terproteksi dari ledakan dilaksanakan sesuai dengan 96
101 prosedur yang berlaku. 3. Menghubungkan kembali peralatan listrik. 3.1 Kabel dihubungkan kembali dengan menggunakan peralatan dan urutan kerja sesuai prosedur yang ditetapkan. 3.2 Sambungan diperiksa dan diuji untuk menjamin kontinuitas dan polaritas yang benar sesuai prosedur yang ditetapkan. 3.3 Peralatan listrik dirakit dengan menggunakan peralatan dan urutan kerja sesuai prosedur yang ditetapkan. 3.4 Peralatan listrik yang telah tersambung ditest fungsi kerjanya sesuai dengan prosedur/manual. 4. Mempersiapkan peralatan listrik untuk pelayanan operasi. 4.1 Kebijakan dan prosedur K3 untuk pengoperasian peralatan listrik dipenuhi dan ijin kerja diminta sesuai prosedur yang ditetapkan. 4.2 Dokumentasi dilengkapi sesuai prosedur yang ditetapkan. 4.3 Personil yang berwenang untuk mengoperasikan peralatan listrik diberitahukan bahwa peralatan listrik siap dioperasikan sesuai prosedur yang ditetapkan. I. Kondisi dan Persyaratan Kinerja Unit Kompetensi ini berlaku dibidang kelistrikan dan pekerjaan lain yang relevan, dengan tersedianya : a. Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang terkait dan relevan. b. Perlengkapan dan perkakas yang dibutuhkan. c. Kebijakan Perusahaan yang berlaku. d. Standar hasil kerja yang dipersyaratkan. e. Manual Instruction dan prosedur yang ditetapkan. f. Peraturan perundang-undangan yang berlaku. II. Acuan Penilaian a. Aspek-Aspek Kritis Penilaian 1. Mencapai Kompetensi Hasil akhir dari unit kompetensi ini didasarkan pada setiap kondisi berikut yang meliputi : Menunjukkan kinerja yang konsisten pada setiap elemen/sub kompetensi. Memenuhi kriteria kinerja yang tercakup pada setiap sub kompetensi dengan menggunakan teknik, prosedur, informasi dan sumber daya yang tersedia di tempat kerja. Menunjukan pemahaman terhadap pengetahuan dan ketrampilan pendukung yang disebutkan pada bagian Pengetahuan Pendukung. 97
102 2. Melaporkan Persyaratan Laporan penilaian tentang kompetensi harus benar dalam konteks/hubungan masing-masing judul/unit kompetensi yang diuji dan/persyaratan yang diberlakukan. Persyaratan peraturan yang berlaku pada setiap pengakuan/penghargaan transfer keterampilan dan pengetahuan dapat dimaksimalkan dengan cara mencatat dan menerbitkan transkrip/salinan yang mencakup informasi tambahan. Hal ini menjadi persyaratan terperinci tentang pencapaian pengatahuan dan keterampilan. Setiap laporan tambahan akan merupakan bahan negosiasi antara organisasi pelatihan yang diakui dan kliennya. 3. Konteks Penilaian Kompetensi akan ditentukan berdasarkan bukti yang ditunjukan secara konsistem melalui penerapan secara umum yang mencakup hal-hal seperti peralatan, rangkaian sistem pengawatan, plant komponen dan sejenisnya yang sama dengan unit kompetensi ini. Bukti yang setara dari sumber lain juga dapat diterima. b. Unit Kompetensi Yang Saling Terkait Jika ada, pengujian unit kompetensi ini dihubungkan pada pengetahuan terkait terhadap unit-unit kompetensi lain pada satu struktur kualifikasi. c. Pengetahuan Pendukung Keselamatan dan kesehatan kerja yang sesuai dengan unit kompetensi ini. Diagram rangkaian. Konsep dasar kelistrikan. Dasar pengukuran listrik. Persayaratan dan pengukuran tahanan isolasi. Sistem dan prinsip pentanahan. Beban dan jaringan satu fase maupun 3 fase. Peralatan proteksi dan pemisah jaringan. Prosedur pemisahan. Pengaman terhadap ledakan. Motor listrik AC dan DC. Kontaktor dan relai bantu. Teknik dan metode penyambungan kabel. Isolasi rangkaian dan peralatan pelindung. d. Persyaratan Pendidikan e. Pengalaman Kerja f. Kompetensi Kunci dan Tingkat Kompetensi Kompetensi kunci A B C D E F G Level
103 STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMELIHARAAN Kode Unit Judul Unit Uraian Unit : PTL.HAR.033(1).A : Memelihara Peralatan Pada Area Berbahaya Klasifikasi Tahan Api (Sesuai SNI Atau IEC Yang Terkait) : Unit kompetensi ini berhubungan dengan pemeliharaan peralatan listrik pada area berbahaya yang meliputi : pekerjaan pada daerah berbahaya, perijinan kerja, monitoring bahaya dan evakuasi, plant dan isolasi listrik, identifikasi gangguan dan kemungkinannya, prosedur perawatan dan pemeliharaan dokumen tahan api. Sub Kompetensi Kriteria Kinerja 1. Menyiapkan pelaksanaan pemeliharaan peralatan listrik. 1.1 Prosedur dan kebijakan K3 dalam daerah berbahaya dipenuhi sesuai dengan persyaratan pekerjaan. 1.2 Klasifikasi daerah dan detail peralatan listrik yang terproteksi dari ledakan beserta pengawatannya ditetapkan sesuai dengan tata letak dan dokumen peralatan yang tercantum. 1.3 Lingkup pemeliharaan dilaksanakan berdasarkan laporan dan jadual peralatan sesuai prosedur yang ditetapkan. 1.4 Kebutuhan bahan dan peralatan kerja diidentifikasi dan dipersiapkan sesuai dengan rencana kerja. 2. Melaksanakan pemeliharaan. 2.1 Prosedur dan kebijakan K3 untuk bekerja pada daerah berbahaya diikuti. 2.2 Pekerjaan dilaksanakan sesuai jadual untuk menjamin bahwa semua bagian dipelihara secara benar. 2.3 Peralatan listrik diperiksa dan diuji fungsi kerjanya sesuai prosedur yang berlaku. 2.4 Peralatan diset/diperbaiki dalam batas yang tercantum dan sesuai dengan manual. 2.5 Dokumen/sertifikasi untuk penggantian perlengkapan dipahami untuk menjamin bahwa penggantian komponen indentik dengan komponen yang digantikannya, dan sesuai dengan manual. 2.6 Rangkaian peralatan yang dilepas, dipisahkan secara aman sesuai prosedur kerja yang berlaku. 2.7 Kabel fleksibel diuji dan dilepas/diganti jika ditemukan tanda kerusakan. 2.8 Bagian peralatan dan kabel fleksibel dipelihara dan disimpan jika tidak menunjukkan tanda kerusakan atau cacat. 99
104 3. Memeriksa dan melaporkan dokumentasi pekerjaan pemeliharaan. 3.1 Pemeriksaan menyeluruh dari peralatan listrik dan sistem yang terproteksi terhadap ledakan dilaksanakan dalam pekerjaan pemeliharaan sesuai dengan persyaratan dan prosedur yang berlaku. 3.2 Hasil pemeriksaan dan pemeliharaan dicatat sesuai persyaratan dan prosedur yang berlaku. 3.3 Personil yang berwenang diinformasikan bahwa pekerjaan pemeliharaan dan rincian telah didokumentasikan sesuai persyaratan dan prosedur yang berlaku. I. Kondisi dan Persyaratan Kinerja Unit Kompetensi ini berlaku di bidang kelistrikan dan pekerjaan lain yang relevan, dengan tersedianya : a. Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang terkait dan relevan. b. Perlengkapan dan perkakas yang dibutuhkan. c. Kebijakan Perusahaan yang berlaku. d. Standar hasil kerja dan prosedur yang ditetapkan. e. Manual Instruction dan prosedur yang ditetapkan. f. Peraturan perundang-undangan yang berlaku. II. Acuan Penilaian a. Aspek Kritis Penilaian 1. Pencapaian Kompetensi Hasil akhir dari unit kompetensi ini didasarkan pada setiap kondisi berikut yang meliputi : Menunjukan kinerja yang konsisten pada setiap elemen / sub kompetensi. Memenuhi kriteria unjuk kerja yang tercakup pada setiap sub kompetensi dengan menggunakan teknik, prosedur, informasi dan sumber daya yang tersedia di tempat kerja. Menunjukan pemahaman terhadap pengetahuan dan ketrampilan pendukung yang disebutkan pada bagian Pengetahuan Pendukung. 2. Persyaratan Laporan Laporan penilaian tentang kompetensi harus benar dalam konteks/hubungan masing-masing judul/unit kompetensi yang diuji dan/persyaratan yang diberlakukan. Persyaratan peraturan yang berlaku pada setiap pengakuan/penghargaan transfer keterampilan dan pengetahuan dapat dimaksimalkan dengan cara mencatat dan menerbitkan transkrip/salinan yang mencakup informasi tambahan. Hal ini menjadi persyaratan terperinci tentang pencapaian pengatahuan dan keterampilan. Setiap laporan tambahan akan merupakan bahan negosiasi antara organisasi pelatihan yang diakui dan klien-nya. 3. Konteks Penilaian Kompetensi akan ditentukan berdasarkan bukti yang ditunjukan secara konsisten melalui penerapan secara umum yang mencakup hal-hal 100
105 seperti peralatan, rangkaian sistem pengawatan, plant komponen dan sejenisnya yang sama dengan unit kompetensi ini. Bukti yang setara dari sumber lain juga dapat diterima. b. Unit Kompetensi Yang Saling Terkait Jika ada, pengujian unit kompetensi ini dihubungkan pada pengetahuan terkait terhadap unit kompetensi lain pada satu struktur kualifikasi. c. Pengetahuan Pendukung Keselamatan dan kesehatan kerja yang sesuai dengan unit kompetensi ini. Definisi daerah berbahaya. Klasifikasi daerah berbahaya. Kondisi yang memicu munculnya ledakan. Metoda proteksi ledakan. Persyaratan pemeriksaan rangkaian. Persyaratan gawai proteksi perlengkapan listrik. Prosedur dan standar penyambungan dan terminasi kabel. Standar sistem pengawatan pada daerah berbahaya. d. Persyaratan Pendidikan e. Pengalaman Kerja f. Kompetensi kunci dan tingkat kompetensi Kompetensi kunci A B C D E F G Level
106 STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN SUB BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMELIHARAAN Kode Unit : PTL.HAR.034(2).A Judul Unit : Memperbaiki dan Overhaul Peralatan Listrik Yang Terlindung Terhadap Bahaya Ledakan Untuk Klasifikasi Tahan Api (Sesuai SNI Atau IEC Yang Terkait) Uraian Unit : Unit kompetensi ini berhubungan dengan pekerjaan perbaikan dan overhaul peralatan listrik yang terlindung dari bahaya ledakan yang meliputi : teknik perlindungan ledakan dan level pengetahuan yang tinggi dalam hal proses dan fungsi untuk klasifikasi tahan api. Sub Kompetensi Kriteria Kinerja 1. Mempersiapkan perbaikan dan overhaul. 1.1 Instruksi untuk perbaikan/overhaul dikonfirmasikan dengan personil yang berwenang. 1.2 Peralatan yang ada diperiksa sesuai dengan sertifikat peralatan dan manual. 1.3 Kebutuhan bahan dan peralatan kerja, alat uji/pengukuran diperiksa fungsi kerja untuk operasi yang benar dan aman sesuai dengan sertifikat peralatan dan manual. 2. Menentukan tingkat overhaul yang dibutuhkan. 2.1 Pengukuran, pengujian dan inspeksi dilakukan pada peralatan listrik sesuai dengan K3 dan prosedur yang ditetapkan. 2.2 Tingkat pekerjaan overhaul yang akan dilaksanakan ditentukan dari hasil pengukuran, pengujian, dan inspeksi sesuai dengan sertifikasi dan persyaratan yang ditetapkan. 2.3 Spesifikasi dan urutan instruksi untuk melaksanakan overhaul didokumentasikan sesuai persyaratan yang ditetapkan. 3. Menata urutan pelaksanaan pekerjaan perbaikan. 3.1 Penataan urutan pelaksanaan pekerjaan perbaikan dilaksanakan sesuai prosedur dan persyaratan yang ditetapkan. 3.2 Lembar spesifikasi dan urutan instruksi disiapkan untuk personil yang berwenang melaksanakan pekerjaan. 102
107 4. Memeriksa (verifikasi) peralatan terhadap sertifikat asli. 4.1 Tingkat pengujian yang dibutuhkan untuk pemeriksaan (verifikasi) peralatan listrik yang akan dioverhaul dilaksanakan sesuai dengan sertifikat yang asli dan persyaratan yang ditetapkan. 4.2 Pemeriksaan (verifikasi), pengujian dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan persyaratan yang ditetapkan. 5. Membuat dokumentasi pekerjaan overhaul. 5.1 Peralatan yang diperiksa ditandai pada lembar sertifikat (apabila mungkin dilakukan pada sertifikat yang asli). 5.2 Dokumentasi pekerjaan dibuat sesuai dengan prosedur dan persyaratan yang ditetapkan. 5.3 Dokumentasi dari pelaksanaan pekerjaan overhaul disimpan pada file/arsip dan kopinya disisipkan pada peralatan di dalam daerah berbahaya tersebut. I. Kondisi dan Persyaratan Kinerja Unit Kompetensi ini berlaku di bidang kelistrikan dan pekerjaan lain yang relevan, dengan tersedianya : a. Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang terkait dan relevan. b. Perlengkapan dan perkakas yang dibutuhkan. c. Kebijakan Perusahaan yang berlaku. d. Standar hasil kerja dan prosedur yang ditetapkan. e. Manual Instruction dan prosedur yang ditetapkan. f. Peraturan perundang-undangan yang berlaku. II. Acuan Penilaian a. Aspek-Aspek Kritis Penilaian 1. Mencapai Kompetensi Hasil akhir dari unit kompetensi ini didasarkan pada setiap kondisi berikut yang meliputi : Menunjukan unjuk kerja yang konsisten pada setiap elemen/sub kompetensi. Memenuhi kriteria unjuk kerja yang tercakup pada setiap sub kompetensi dengan menggunakan teknik-teknik, prosedur-prosedur, informasi dan sumber-sumber daya yang tersedia di tempat kerja. Menunjukan pemahaman terhadap pengetahuan dan keterampilanketerampilan pendukung yang disebutkan pada bagian Pengetahuan Pendukung. Kompetensi harus ditunjukkan dalam kaitan dengan teknik perlindungan terhadap letupan di mana kompetensi tersebut dibutuhkan. 103
108 Sangat penting bahwa aspek berikut ini dipatuhi : Mengikuti peraturan dan prosedur K3. Memiliki sertifikat dan mengikuti standar. Memiliki sertifikat pengukuran, pengetesan, pemeriksaan peralatan dan mengikuti standar. Memiliki spesifikasi overhaul/perbaikan. Memiliki dokumentasi overhaul/perbaikan. Memiliki sistem kualitas. 2. Melaporkan Persyaratan Laporan penilaian tentang kompetensi harus benar dalam konteks/hubungan masing-masing judul/unit kompetensi yang diuji dan/persyaratan yang diberlakukan. Persyaratan peraturan yang berlaku pada setiap pengakuan/penghargaan transfer keterampilan dan pengetahuan dapat dimaksimalkan dengan cara mencatat dan menerbitkan transkrip/salinan yang mencakup informasi tambahan. Hal ini menjadi persyaratan terperinci tentang pencapaian pengatahuan dan keterampilan-keterampilan. Setiap laporan tambahan akan merupakan bahan negosiasi antara organisasi pelatihan yang diakui dan klien-nya. 3. Konteks Penilaian Kompetensi akan ditentukan berdasarkan bukti yang ditunjukan secara konsistem melalui penerapan secara umum yang mencakup hal-hal seperti peralatan, rangkaian sistem pengawatan, plant komponen dan sejenisnya yang sama dengan unit kompetensi ini. Bukti yang setara dari sumber-sumber lain juga dapat diterima. b. Unit Kompetensi Yang Saling Terkait Jika ada, pengujian unit kompetensi ini dihubungkan pada pengetahuan terkait terhadap unit-unit kompetensi lain pada satu struktur kualifikasi. c. Pengetahuan Pendukung Prosedur dan persyaratan K 3 yang sesuai dengan unit kompetensi ini. Peralatan terproteksi terhadap ledakan. Konsep dasar kelistrikan. Dasar pengukuran listrik. Persayaratan dan pengukuran tahanan isolasi. Peralatan proteksi dan pemisah jaringan. Prosedur pemisahan. Pengaman terhadap ledakan. Motor listrik AC dan DC. Kontaktor dan relai bantu. Teknik dan metode penyambungan kabel. Isolasi rangkaian dan peralatan pelindung. 104
109 d. Persyaratan Pendidikan e. Pengalaman Kerja f. Kompetensi Kunci dan Tingkat Kompetensi Kompetensi kunci A B C D E F G Level
STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INDUSTRI PEMANFAAT TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PENUNJANG
STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INDUSTRI PEMANFAAT TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PENUNJANG DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMAFAATAN ENERGI
SUB BIDANG KONSTRUKSI
LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1313 K/30/MEM/2003 TANGGAL : 28 OKTOBER 2003 STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA
STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INDUSTRI PEMANFAAT TENAGA LISTRIK SUB BIDANG KOORDINASI
STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INDUSTRI PEMANFAAT TENAGA LISTRIK SUB BIDANG KOORDINASI DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI
SUB BIDANG PERANCANGAN
LAMPIRAN I : PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : TANGGAL : STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PERANCANGAN DEPARTEMEN
STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INDUSTRI PERALATAN TENAGA LISTRIK SUB-BIDANG PENGENDALIAN DAN JAMINAN MUTU
STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INDUSTRI PERALATAN TENAGA LISTRIK SUB-BIDANG PENGENDALIAN DAN JAMINAN MUTU DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK
SUB BIDANG PERANCANGAN
5 2010, No.321 LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 08 TAHUN 2010 TANGGAL : 5 Juli 2010 STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA
LAMPIRAN III : PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : TANGGAL :
LAMPIRAN III : PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : TANGGAL : STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG OPERASI DEPARTEMEN
SUB BIDANG PEMELIHARAAN
LAMPIRAN IV : PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : TANGGAL : STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMELIHARAAN DEPARTEMEN
STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INDUSTRI PERALATAN TENAGA LISTRIK SUB-BIDANG PERAWATAN DAN PERBAIKAN MESIN PRODUKSI
STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INDUSTRI PERALATAN TENAGA LISTRIK SUB-BIDANG PERAWATAN DAN PERBAIKAN MESIN PRODUKSI DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL DIREKTORAT JENDERAL
STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INDUSTRI PERALATAN TENAGA LISTRIK SUB-BIDANG PENUNJANG
STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INDUSTRI PERALATAN TENAGA LISTRIK SUB-BIDANG PENUNJANG DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI
STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMELIHARAAN
STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMELIHARAAN KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 2016 DAFTAR ISI Level 1 6 Kode Unit KTL.DHR.1.1001.1.2016
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran : INSTALASI LISTRIK DASAR Kelas/Semester : X/1 Pertemuan Ke- : 1 (satu) Alokasi Waktu : 2 Jam Pelajaran Metode Belajar : Teori A. Standar Kompetensi Melaksanakan
SUB BIDANG INSPEKSI/KOMISIONING
LAMPIRAN IV : PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : TANGGAL : STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG TRANSMISI TENAGA LISTRIK SUB BIDANG INSPEKSI/KOMISIONING DEPERTEMEN
SUB BIDANG KONSTRUKSI
LAMPIRAN III : PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 07 Tahun 2008 TANGGAL : 17 Maret 2008 STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG TRANSMISI TENAGA LISTRIK SUB BIDANG
SILABUS DAN RPP MENGUASAI KONSEP DASAR LISTRIK DAN ELEKTRONIKA SMK NEGERI 56 JAKARTA
SILABUS DAN RPP MENGUASAI KONSEP DASAR LISTRIK DAN ELEKTRONIKA SMK NEGERI 56 JAKARTA NAMA SEKOLAH : SMK NEGERI 56 JAKARTA MATA PELAJARAN : Melilit dan Membongkar Kumparan KELAS/SEMESTER : 3/5 ALOKASI WAKTU
LAPORAN INSPEKSI PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK PLTU BANTEN 1 X 660 MW (PT. LESTARI BANTEN ENERGI) 27 FEBRUARI - 1 MARET 2017
LAPORAN INSPEKSI PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK PLTU BANTEN 1 X 660 MW (PT. LESTARI BANTEN ENERGI) 27 FEBRUARI - 1 MARET 2017 Inspektur Ketenagalistrikan Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Jakarta,
DAFTAR ISI STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG OPERASI
DAFTAR ISI STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG OPERASI LEVEL 1 Kode Unit : DIS.OPS.005(1).B... 5 Judul Unit : Mengganti fuse pada peralatan hubung bagi (PHB-TR).
DAFTAR STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG OPERASI
DAFTAR STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG OPERASI LEVEL 1 Kode Unit : DIS.OPS.005(1).B... 5 Judul Unit : Mengganti fuse pada peralatan hubung bagi (PHB-TR).
KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 437 K/30/MEM/2003 TENTANG
KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 437 K/30/MEM/2003 TENTANG PERUBAHAN PERATURAN MENTERI PERTAMBANGAN DAN ENERGI NOMOR 01 P/40/M.PE/1990 TENTANG INSTALASI KETENAGALISTRIKAN MENTERI
LAMPIRAN II PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 30 Tahun 2009 TANGGAL : 30 September
LAMPIRAN II PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 30 Tahun 2009 TANGGAL : 30 September 2009 STANDAR TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG PEMBANGKITAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PERENCANAAN
LAMPIRAN IV PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : TANGGAL :
LAMPIRAN IV PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : TANGGAL : STANDAR KOMPETENSI BIDANG PEMBANGKITAN ENERGI BARU DAN TERBARUKAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA (PLTS) DEPARTEMEN ENERGI
DASAR KOMPETENSI KEJURUAN DAN KOMPETENSI KEJURUAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
DASAR KOMPETENSI KEJURUAN DAN KOMPETENSI KEJURUAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BIDANG STUDI KEAHLIAN : TEKNOLOGI DAN REKAYASA PROGRAM STUDI KEAHLIAN : TEKNIK KETENAGALISTRIKAN KOMPETENSI KEAHLIAN : 1. TEKNIK
MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL,
KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR 901 K/30/MEM/2003 TANGGAL 30 JUNI 2003 TENTANG PEMBERLAKUAN STANDAR NASIONAL INDONESIA 04-6292.2.80-2003 MENGENAI PERANTI LISTRIK UNTUK RUMAH TANGGA
Mematuhi aturan serta prosedur yang diguna-kan dalam merencana-kan dan menyiapkan pemasangan
DESKRIPSI PEMELAJARAN KOMPETENSI KODE DURASI PEMELAJARAN : Memasang APP Fasa Tunggal : DIS.KON.001(2).A : 20 Jam @ 45 menit LEVEL KOMPETENSI KUNCI A B C D E F G 1 2 1 1 1 1 1 KONDISI KINERJA Dalam Melaksanakan
MESIN LISTRIK. 2. JENIS MOTOR LISTRIK Motor berdasarkan bermacam-macam tinjauan dapat dibedakan atas beberapa jenis.
MESIN LISTRIK 1. PENDAHULUAN Motor listrik merupakan sebuah mesin yang berfungsi untuk merubah energi listrik menjadi energi mekanik atau tenaga gerak, di mana tenaga gerak itu berupa putaran dari pada
TUGAS MAKALAH INSTALASI LISTRIK
TUGAS MAKALAH INSTALASI LISTRIK Oleh: FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK ELEKTRO PRODI S1 PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS NEGERI MALANG Oktober 2017 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Seiring jaman
PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR NOMOR 7 TAHUN 2011 TENTANG DESAIN SISTEM CATU DAYA DARURAT UNTUK REAKTOR DAYA
PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR NOMOR 7 TAHUN 2011 TENTANG DESAIN SISTEM CATU DAYA DARURAT UNTUK REAKTOR DAYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR, Menimbang
PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI PEMELIHARA (MAINTENANCE) PERALATAN LISTRIK/ ELEKTRONIKA
PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI PEMELIHARA (MAINTENANCE) PERALATAN LISTRIK/ ELEKTRONIKA KODE PROGRAM PELATIHAN : E.40.1.0.1.1.1.1.01 DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I. DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN
BUPATI WAJO PROVINSI SULAWESI SELATAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN WAJO NOMOR 11 TAHUN 2014 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI WAJO,
BUPATI WAJO PROVINSI SULAWESI SELATAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN WAJO NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG PENGELOLAAN USAHA KETENAGALISTRIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI WAJO, Menimbang : a. bahwa
RANCANGAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR: TENTANG KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
KONSEP TGL. 9-4-2003 RANCANGAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR: TENTANG KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang : bahwa dalam rangka pelaksanaan ketentuan Bab
- 4 - Pasal 2 Memberlakukan Standar Kompetensi Tenaga Teknik
- 2 - c. bahwa sesuai dengan ketentuan Pasal 47 ayat (6) Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2012 tentang Kegiatan Usaha Penyediaan Tenaga Listrik sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor
KISI-KISI TES KOMPETENSI PEDAGOGIK UJI AWAL KOMPETENSI GURU DALAM JABATAN
KISI-KISI TES KOMPETENSI PEDAGOGIK UJI AWAL KOMPETENSI GURU DALAM JABATAN MATAPELAJARAN JENJANG/SATUAN PENDIDIKAN : TEKNIK KETENAGALISTRIKAN : SMK/MAK A. Pedagogik Kompetensi Inti 1. Menguasai karak-teristik
FORMAT KISI-KISI SOAL UJI KOMPETENSI GURU PROFESIONAL
PEDAGOGIK FORMAT KISI-KISI SOAL UJI KOMPETENSI GURU PROFESIONAL KOMPETENSI KEAHLIAN : TEKNIK OTOMASI INDUSTRI (012) JENJANG : SMK Standar Kompetensi guru Standar Isi Kompetensi Utama Kompetensi Inti Kompetensi
DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI
DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI NOMOR 20012/44/600.4/2003 TENTANG
STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMBANGUNAN DAN PEMASANGAN
STANDAR TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMBANGUNAN DAN PEMASANGAN Kode Unit : KTL.IKON.1.5050.1.2016 Judul Unit : Mengatur, mengawasi, dan memecahkan
MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA. PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 048 Tahun 2006 TENTANG
MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 048 Tahun 2006 TENTANG PEMANFAATAN JARINGAN TENAGA LISTRIK UNTUK KEPENTINGAN TELEKOMUNIKASI,
STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMERIKSAAN DAN PENGUJIAN
STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMERIKSAAN DAN PENGUJIAN KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 2016 DAFTAR ISI Level 1 4 Kode Unit KTL.DUP.2.4001.1.2016
PELAKSANA INSPEKSI KETENAGALISTRIKAN (PIK)
1 PELAKSANA INSPEKSI KETENAGALISTRIKAN (PIK) SUBDIT KELAIKAN TEKNIK DAN KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 2 Adalah
SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH / KODE : INSTALASI ELEKTRIK / IT SEMESTER / SKS : IV / 2
SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH / KODE : INSTALASI ELEKTRIK / IT04124 SEMESTER / SKS : IV / 2 Pertemuan ke Pokok Bahasan dan Sub Pokok Bahasan dan Sasaran Belajar Cara Pengajaran 1 Standarisasi dan
JUDUL UNIT : Memeriksa, Merawat dan Memperbaiki Peralatan
KODE UNIT : TIK.MM01.003.01 JUDUL UNIT : Memeriksa, Merawat dan Memperbaiki Peralatan DESKRIPSI UNIT : Unit ini mendeskripsikan keahlian dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk melakukan perawatan umum dan
MATERI POKOK PEMBELAJARAN BELAJAR SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN. Listrik & proyeksi gambar keahlian. Elektronika. Teknik Listrik & ketenagalistrikan
: DASAR DASAR KELISTRIKAN DAN ELEKTRONIKA KODE : A DURASI PEMELAJARAN : 500 JAM @ 45 MENIT SUB Menguasai gambar teknik Jenis peralatan dan standarisasi gambarteknik dengan standar gambar teknik. Dasar-dasar
Perlengkapan Pengendali Mesin Listrik
Perlengkapan Pengendali Mesin Listrik 1. Saklar Elektro Mekanik (KONTAKTOR MAGNET) Motor-motor listrik yang mempunyai daya besar harus dapat dioperasikan dengan momen kontak yang cepat agar tidak menimbulkan
DAFTAR ISI STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG INSPEKSI
DAFTAR ISI STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG INSPEKSI LEVEL 3 Kode Unit : DIS.INS.004(3).B... 4 Judul Unit : Menginspeksi jaringan kabel tanah tegangan rendah
INSTALASI LISTRIK TENAGA OLEH : HASBULLAH, S.PD., MT
INSTALASI LISTRIK TENAGA OLEH : HASBULLAH, S.PD., MT MATERI INSTALASI TENAGA GENERATOR DC MOTOR DC TRANSFORMATOR MOTOR INDUKSI GENERATOR AC MOTOR SINKRON Pengertian Instalasi Listrik Tenaga adalah pemasangan
STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMBANGUNAN DAN PEMASANGAN
STANDAR TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMBANGUNAN DAN PEMASANGAN Kode Unit : KTL.IKON.1.6059.1.2016 Judul Unit : Mengelola Transmisi dan Gardu Induk
STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMELIHARAAN
STANDAR TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMELIHARAAN Kode Unit : KTL.IH.0.1001.1.2016 Judul Unit : Memelihara Saluran /Galian/lubang /Dak utilitas
LAPORAN INSPEKSI PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK PLTU BANTEN 1 X 660 MW (PT. LESTARI BANTEN ENERGI) 27 FEBRUARI - 1 MARET 2017
LAPORAN INSPEKSI PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK PLTU BANTEN 1 X 660 MW (PT. LESTARI BANTEN ENERGI) 27 FEBRUARI - 1 MARET 2017 Inspektur Ketenagalistrikan Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Jakarta,
STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMERIKSAAN DAN PENGUJIAN
STANDAR TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMERIKSAAN DAN PENGUJIAN Kode Unit : KTL.IKON.1.6059.1.2016 Judul Unit : Mengelola pengujian Transmisi dan
BAB I PENDAHULUAN. ditinjau sebagai industri yang memiliki prospek yang tinggi. Hal ini
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Industri perawatan dan perbaikan motor listrik saat ini masih belum ditinjau sebagai industri yang memiliki prospek yang tinggi. Hal ini dikarenakan industri ini masih
BAB I STANDAR KOMPETENSI
BAB I STANDAR KOMPETENSI 1.1 Kode Unit : 1.2 Judl Unit : Melaksanakan Peraturan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) dan Ketentuan Mutu 1.3 Deskripsi Unit : Unit ini menggambarkan ruang lingkup pengetahuan,
SUB-BIDANG PEMELIHARAAN
STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG TRANSMISI SUB-BIDANG PEMELIHARAAN DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI 2004 - i - DAFTAR
STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG MENGELOLA PEKERJAAN PEMELIHARAAN
STANDAR TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG MENGELOLA PEKERJAAN PEMELIHARAAN Kode Unit Judul Unit : KTL.IH.1.6001.1.2016 : Pekerjaan Pemeliharaan Sistem
Pemasangan Komponen PHB Terdapat beberapa macam pemasangan dalam pemasangan komponen PHB yaitu :
Nama : Setyawan Rizal Nim : 09501244010 Kelas : D PHB (PANEL HUBUNG BAGI) PHB adalah merupakan perlengkapan yang digunakan untuk membagi dan mengendalikan tenaga listrik. Komponen utama yang terdapat pada
STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMELIHARAAN
STANDAR TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMELIHARAAN Kode Unit : KTL.IH.0.2001.1.2016 Judul Unit : Memelihara Damper dan spacer Deskripsi Unit : Unit
Alat pengangkat baterai tegangan tinggi untuk PHEV (F30 BMW)
Alat pengangkat baterai tegangan tinggi untuk PHEV (F30 BMW) Sebelum alat pengangkat beban ini pertama kali dipakai harap membaca pedoman pemakaian ini dengan saksama. Anda akan memperoleh petunjuk penting
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.327, 2010 KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL. Standar Kompetensi. Menajer Energi Bidang Bangunan Gedung.
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.327, 2010 KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL. Standar Kompetensi. Menajer Energi Bidang Bangunan Gedung. PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK
RANCANGAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR... TAHUN... TENTANG KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN
RANCANGAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR... TAHUN... TENTANG KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN Menimbang: bahwa dalam rangka pelaksanaan ketentuan Pasal 28 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2002 tentang Ketenagalistrikan,
MATERI POKOK PEMBELAJARAN BELAJAR SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN Mengutamakan
: DASAR DASAR KELISTRIKAN DAN ELEKTRONIKA KODE : A DURASI PEMELAJARAN : 500 JAM @ 45 MENIT SUB Menguasai gambar teknik? Jenis peralatan dan standarisasi gambarteknik dengan standar gambar teknik.? Dasar-dasar
B A B 1 PENDAHULUAN. sebaliknya dari energi mekanik ke energi listrik. Alat yang dapat mengubah
1 B A B 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Prinsip dasar dari sebuah mesin listrik adalah konversi energi elektromekanik, yaitu konversi dari energi listrik ke energi mekanik atau sebaliknya dari energi
DAFTAR ISI STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG PEMELIHARAAN
DAFTAR ISI STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG PEMELIHARAAN LEVEL 1 5 Kode Unit : DIS.HAR.005(1).B... 6 Judul Unit : Memelihara saluran udara tegangan rendah
5. SOP = STANDING OPERATING PROCEDURE
5. = STANDING OPERATING PROCEDURE 5. PENGERTIAN Adalah suatu bentuk ketentuan tertulis berisi prosedur / langkah-langkah kerja yang dipergunakan untuk melaksanakan suatu kegiatan. Dalam bahasa Indonesia
BERITA NEGARA. KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL. Permohonan Izin. Pemanfaatan Tenaga Listrik. Telekomunikasi. Tata Cara. Pencabutan.
No.1539, 2013 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL. Permohonan Izin. Pemanfaatan Tenaga Listrik. Telekomunikasi. Tata Cara. Pencabutan. PERATURAN MENTERI ENERGI DAN
LAPORAN INSPEKSI PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK PLTU BANTEN 1 X 660 MW (PT. LESTARI BANTEN ENERGI) 27 FEBRUARI - 1 MARET 2017
LAPORAN INSPEKSI PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK PLTU BANTEN 1 X 660 MW (PT. LESTARI BANTEN ENERGI) 27 FEBRUARI - 1 MARET 2017 Inspektur Ketenagalistrikan Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Jakarta,
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2007 TENTANG PERKERETAAPIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2007 TENTANG PERKERETAAPIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa transportasi mempunyai peranan penting dalam
KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 815 K/30/MEM/2003 TENTANG
KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 815 K/30/MEM/2003 TENTANG PEMANFAATAN JARINGAN TENAGA LISTRIK UNTUK KEPENTINGAN TELEKOMUNIKASI, MULTIMEDIA, DAN INFORMATIKA MENTERI ENERGI DAN SUMBER
BAB IV. PENGOPERASIAN dan PENANGANAN ELECTROSTATIC PRECIPITATOR
BAB IV PENGOPERASIAN dan PENANGANAN ELECTROSTATIC PRECIPITATOR 4.1 Pengoperasian Untuk mengoperasikan ESP, ada presedur yang harus diperhatikan, yaitu : 1. Pemeriksaan sebelum start-up 2. Start-up 3. Pemeliharaan
DAFTAR ISI STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK BIDANG TRANSMISI SUB BIDANG INSPEKSI. : Komisioning Bay Reaktor... I.19-58
DAFTAR ISI STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK BIDANG TRANSMISI SUB BIDANG INSPEKSI Kode Unit Judul Unit Kode Unit Judul Unit Kode Unit Judul Unit Kode Unit Judul Unit Kode Unit Judul Unit Kode Unit Judul
DAFTAR ISI...i TUJUAN PROGRAM KEAHLIAN...1 STANDAR KOMPETENSI KEAHLIAN...2
DAFTAR ISI DAFTAR ISI...i TUJUAN PROGRAM KEAHLIAN...1 STANDAR KOMPETENSI KEAHLIAN...2 PROFIL KOMPETENSI LULUSAN...6 1. Umum...6 2. Kejuruan...7 RUANG LINGKUP PEKERJAAN...9 SUBSTANSI PEMELAJARAN...11 1.
Dengan memanfaatkan prosedur maintenance yang baik, dimana terjadi koordinasi yang baik antara bagian produksi dan maintenance maka akan diperoleh:
Preventive maintenance adalah suatu pengamatan secara sistematik disertai analisis teknis-ekonomis untuk menjamin berfungsinya suatu peralatan produksi dan memperpanjang umur peralatan yang bersangkutan.
SOAL PRAKTIK KEJURUAN
DOKUMEN NEGARA P 3 DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2008/2009 SOAL PRAKTIK KEJURUAN Satuan Pendidikan : Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Program Keahlian : Teknik Instalasi
DASAR INSTALASI LISTRIK. Hasbullah, MT Electrical Engineering Dept. FPTK UPI com Mobile :
DASAR INSTALASI LISTRIK Hasbullah, MT Electrical Engineering Dept. FPTK UPI email : hasbullahmsee@yahoo. com Mobile :+622291802190 Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL) Sistem penyaluran dan cara pemasangan
SOAL PRAKTIK KEJURUAN
DOKUMEN NEGARA P 2 DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2008/2009 SOAL PRAKTIK KEJURUAN Satuan Pendidikan : Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Program Keahlian : Teknik Instalasi
- 1 - PERATURAN GUBERNUR SUMATERA BARAT NOMOR 44 TAHUN 2015 TENTANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK TEGANGAN RENDAH
- 1 - PERATURAN GUBERNUR SUMATERA BARAT NOMOR 44 TAHUN 2015 TENTANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK TEGANGAN RENDAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR SUMATERA BARAT, Menimbang : a. bahwa
BAB I PENDAHULUAN. Salah satu perkembangan pengaplikasian teknologi yang telah lama
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Masalah Dalam perkembangan teknologi elektronika dewasa ini, sudah sangat maju baik dibidang industri, pertanian, kesehatan, pertambangan, perkantoran, dan lain-lain.
KPBK (KURIKULUM PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI)
KPBK (KURIKULUM PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI) Judul Pelatihan : Asphalt Mixing Plant Manager Kode Jabatan Kerja : INA. 5111333 / KON. MT1. V Kode Pelatihan : DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM BADAN PEMBINAAN
JOBSHEET PRAKTIKUM 5 WORKSHOP INSTALASI PENERANGAN LISTRIK
JOBSHEET PRAKTIKUM 5 WORKSHOP INSTALASI PENERANGAN LISTRIK I. TUJUAN PRAKTIKUM 1. Mahasiswa dapat melakukan pemasangan KWH meter 2. Mahasiswa dapat melakukan penyambungan kabel twist dari tiang listrik
PROGRAM PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI INSTALATIR PENERANGAN
PROGRAM BERBASIS INSTALATIR PENERANGAN KODE PROGRAM : C.3314900.01.14 KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI RI DIREKTORAT JENDERALPEMBINAAN DAN PRODUKTIVITAS DIREKTORAT STANDARDISASI DAN PROGRAM LATIHAN
NASKAH PUBLIKASI SISTEM PENGAMAN MOTOR TERHADAP SUHU TINGGI MENGGUNAKAN SISTEM BERBASIS PLC
NASKAH PUBLIKASI SISTEM PENGAMAN MOTOR TERHADAP SUHU TINGGI MENGGUNAKAN SISTEM BERBASIS PLC Disusun Oleh: DONY SETIYAWAN D 400 100 009 JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
METODE PEMBELAJARAN REWINDING MOTOR 1 FASA (POMPA AIR) PADA MATA KULIAH PRAKTEK PEMELIHARAAN MOTOR LISTRIK
JURNAL TEKNIK MESIN, TAHUN 22, NO. 2, OKTOBER 2014 97 METODE PEMBELAJARAN REWINDING MOTOR 1 FASA (POMPA AIR) PADA MATA KULIAH PRAKTEK PEMELIHARAAN MOTOR LISTRIK Oleh: Urip Mudjiono dan Hendro Agus Widodo
FORM APL-02 ASESMEN MANDIRI
LEMBAGA SERTIFIASI PROFESI AIR MINUM INDONESIA (LSP AMI) FORM APL-02 ASESMEN MANDIRI CLUSTER OPERATOR INSTRUMENTASI SPAM NAMA PEMOHON NAMA ASESOR LEMBAGA SERTIFIASI PROFESI AIR MINUM INDONESIA (LSP AMI)
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2007 TENTANG PERKERETAAPIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
www.bpkp.go.id UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2007 TENTANG PERKERETAAPIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa transportasi mempunyai peranan
Gambar 3.1 : Kondisi motor baik
Pada bab ini, kita mempelajari bagaimana cara membongkar kumparan pada Motor listrik khususnya kumparan pada motor induksi satu phasa maupun tiga phasa. Sebelum melakukan pembongkaran pada motor, hendaknya
: Laboratorium Uji, PT Hartono Istana Teknologi : Jl. Raya Semarang Demak km. 9, Semarang, Jawa Tengah Telp. (024) Faks.
AMANDEMEN LAMPIRAN SERTIFIKAT AKREDITASI LABORATORIUM NO. LP-260-IDN Nama Laboratorium Alamat : Laboratorium Uji, PT Hartono Istana Teknologi : Jl. Raya Semarang Demak km. 9, Semarang, Jawa Tengah Penandatangan
MODUL 10 DASAR KONVERSI ENERGI LISTRIK. Motor induksi
MODUL 10 DASAR KONVERSI ENERGI LISTRIK Motor induksi Motor induksi merupakan motor yang paling umum digunakan pada berbagai peralatan industri. Popularitasnya karena rancangannya yang sederhana, murah
Peranti listrik rumah tangga dan sejenisnya Keselamatan Bagian 2-41: Persyaratan khusus untuk pompa
Standar Nasional Indonesia Peranti listrik rumah tangga dan sejenisnya Keselamatan Bagian 2-41: Persyaratan khusus untuk pompa ICS 13.120; 23.080; 97.180 Badan Standardisasi Nasional Daftar isi Daftar
PENATAAN DAN PENYEDERHANAAN REGULASI SUB SEKTOR KETENAGALISTRIKAN
Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan KementerianEnergidanSumberDayaMineral PENATAAN DAN PENYEDERHANAAN REGULASI SUB SEKTOR KETENAGALISTRIKAN DAN PERUBAHAN KEDUA PERMEN ESDM NO.10 TAHUN 2017 Jakarta, 14
BAB II PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH. Sebuah modifikasi dan aplikasi suatu sistem tentunya membutuhkan
BAB II PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH A. Aspek Perancangan Dalam Modifikasi Sebuah modifikasi dan aplikasi suatu sistem tentunya membutuhkan perencanaan, pemasangan dan pengujian. Dalam hal tersebut timbul
PERATURAN DAERAH KABUPATEN PESAWARAN NOMOR 19 TAHUN 2011 TENTANG PENYELENGGARAAN KEWENANGAN BIDANG KETENAGALISTRIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PERATURAN DAERAH KABUPATEN PESAWARAN NOMOR 19 TAHUN 2011 TENTANG PENYELENGGARAAN KEWENANGAN BIDANG KETENAGALISTRIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PESAWARAN, Menimbang : a. bahwa tenaga listrik
THERMAL OVERLOAD RELAY (TOR/TOL)
Thermal Over Load Relay (TOR/TOL) 1. Thermal Over Load Relay (TOR/TOL) Instalasi motor listrik membutuhkan pengaman beban lebih dengan tujuan menjaga dan melindungi motor listrik dari gangguan beban lebih
PROPOSAL INSTALASI PERUMAHAN. MERANCANG INSTALASI LISTRIK BANGUNAN SEDERHANA (Rumah Tinggal, Sekolah dan Rumah Ibadah)
1 PROPOSAL INSTALASI PERUMAHAN MERANCANG INSTALASI LISTRIK BANGUNAN SEDERHANA (Rumah Tinggal, Sekolah dan Rumah Ibadah) Disusun Oleh : EVARISTUS RATO NIM : 13.104.1011 Program Studi : Teknik Elektro Jurusan
BAB IV ANALISA DAN PERHITUNGAN. fasa dari segi sistim kelistrikannya maka dilakukan pengamatan langsung
BAB IV ANALISA DAN PERHITUNGAN 4.1 Umum Untuk menganalisa kegagalan pengasutan pada motor induksi 3 fasa dari segi sistim kelistrikannya maka dilakukan pengamatan langsung ( visual ) terhadap motor induksi
UJI KOMPETENSI GURU. Kompetensi Dasar Indikator Esensial. Memahami karakteristik peserta didik yang berkaitan dengan aspek
UJI KOMPETENSI GURU MATA PELAJARAN : TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK JENJANG PENDIDIKAN : SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN ( SMK ) Kompetensi Utama Kompetensi Inti Standar Kompetensi guru Kompetensi Guru Mapel/Guru
Modul - 6 DIAGRAM ELEKTRIK INDUSTRI
Modul - 6 DIAGRAM ELEKTRIK INDUSTRI Diagram Listrik Ladder Diagram Garis Tipis dan Garis Tebal Sirkit Daya dan Sirkit Kontrol Penamaan Komponen (Huruf dan Angka) Penomeran Kabel Garis terputus-putus :
: SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
Pedagogis MAPEL/KOMPETENSI KEAHLIAN JENJANG : KELISTRIKAN PESAWAT UDARA : SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Kompetensi 1. Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, spiritual, sosial kultural,
Peranti listrik rumah tangga dan sejenis Keselamatan Bagian 2-41: Persyaratan khusus untuk pompa
Standar Nasional Indonesia Peranti listrik rumah tangga dan sejenis Keselamatan Bagian 2-41: Persyaratan khusus untuk pompa (IEC 60335-2-41 (2005-06), IDT) ICS 13.120; 97.180; 23.080 Badan Standardisasi
2016, No Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2012 tentang Kegiatan Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.706, 2016 KEMEN-ESDM. Usaha Ketenagalistrikan. Perizinan. Tata Cara. Perubahan. PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2016
KELOMPOK INDUSTRI MANUFAKTUR YANG DAPAT MEMANFAATKAN FASILITAS BEA MASUK ATAS IMPOR BAHAN BAKU (USDFS)
LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN NOMOR : 43/M-IND/PER/7/2008 TANGGAL : 1 Juli 2008 KELOMPOK INDUSTRI MANUFAKTUR YANG DAPAT MEMANFAATKAN FASILITAS BEA MASUK ATAS IMPOR BAHAN BAKU (USDFS) I. Kelompok
