A. KONSEP DASAR TURUNAN
|
|
|
- Liani Budiman
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 MODUL DERIVATIF A. KONSEP DASAR TURUNAN Turunan (derivatif) membahas tingkat perubahan suatu fungsi sehubungan dengan perubahan kecil dalam variabel bebas fungsi yang bersangkutan. Turunan diperoleh dengan menentukan limit dari hasil bagi diferensi, dimana : x 0. y Jika y = f ( x ), maka y = f ( xo + x ) - f ( xo ) x x y / x merupakan hasil bagi perbedaan atau koefisien diferensi dan menggambarkan tingkat perubahan variabel terikat dari fungsi y = f ( x ), dirumuskan : y = f (x) = lim y/ x = lim f (x + x) f (x) x 0 x 0 x Berikut ini kaidah diferensiasi dalam berbagai bentuk fungsi : 1. Diferensiasi fungsi konstanta Jika y = k, dimana k adalah konstanta, maka y = 0 Contoh : y = 5 maka y = 0 2. Diferensiasi fungsi linier Jika y = a + bx, dimana a adalah konstanta, maka y = b Contoh : y = x maka y = Diferensiasi fungsi pangkat Jika y = ax n, dimana a adalah konstanta, maka y = n.a x n 1 Contoh : y = 8x 7 maka y = 8.7x 7-1 =54x 6 4. Diferensiasi penjumlahan ( pengurangan ) fungsi Jika y = u v, dimana u = g (x) dan v = n (x), maka y = u v Contoh : y = 8x 3 8x 2 u = 8x 3 u = 8.3x 3-1 = 24x 2 v = 8x 2 v = -8.2x 2-1 = -16x 1 karena y = u v maka y = 24x 2 16x 5. Diferensiasi perkalian a. Perkalian fungsi dan konstanta Jika y = k.u, dimana u = g (x), maka y = k.u Contoh : y = 8.7x 2 u = 7x 2 u = 7.2x 1 = 14x karena y = k.u maka y = 8.14x = 112x b. Perkalian fungsi Jika y = u.v, dimana u = g (x) dan v = h (x), maka y = u.v + u.v
2 Contoh : y = ( 2x 6 2 )( 3x 3 7 ) u = ( 2x 6 2 ) u = 2.6x 6-1 = 12x 5 v = ( 3x 3 7 ) u = 3.3x 3-1 = 9x 2 karena y = u.v + u.v maka y = (12x 5 )(3x 3 7) + (2x 6 2)(9x 2 ) = 36x 8 84x x 8 18x 2 y = 54x 8 84x 5 18x 2 6. Diferensiasi hasil bagi fungsi Jika y =u, dimana u = g (x) dan v = h (x), maka y = u.v u.v v v 2 Contoh : y = (9x 2 5) maka y = (18x)(4x 3 6) (9x 2 5)(12x 3 ) (4x 3 6) (4x 3 6) 2 y = 72x 4 108x 108x x 3 Modul Praktikum (4x 3 6) 2 y = -108x 5 72x 4 60x 3-108x (16x 6 48x ) 7. Diferensiasi fungsi komposisi ( dalil rantai ) Jika y = f (u) sedangkan u = g (x), dengan kata lain y = f [ g (x) ], maka dy = dy. du dx du. dx contoh : y = ( 6x ) 2 misalkan : u = 6x 2 +4, sehingga y = u 2 du / dx = 12x dy / du = 2u maka dy = dy. du = 2u. 12x = 2 (6x 2 + 4) (12x) = 144x x dx du dx contoh: y = 3x 2 + 4x 5 y = (3x 2 + 4x - 5) 1/2 misalkan : u = 3x 2 + 4x -5, sehingga y = u 1/2 du/dx = 6x + 4 dy/du = ½ u -1/2 maka dy = dy. du dx du dx = ½ u -1/2. (6x + 4) = ½ (3x 2 + 4x -5) -1/2. (6x + 4) = (6x + 4) 2 3x 2 + 4x 5 = 6x x 2 + 4x 5 8. Derivatif tingkat tinggi Derivatif ke-n dari fungsi y = f (k) diperoleh dengan sebanyak n kali. Derivatif ke-n dilambangkan : d n y atau f n (x) atau d n (y) dx n dx Contoh : y = 5x 5 + 4x 4 + 3x 3 + 2x 2 +x maka y atau dy / dx = 25x x 3 + 9x 2 + 4x + 1 y atau d 2 y/d 2 y = 100x x x + 4..dst mendiferensiasikan
3 9. Diferensiasi implisif Adalah suatu metode diferensiasi dengan mendiferensiasikan f (x,y) = 0 suku demi suku dengan memandang y sebagai fungsi x, kemudian dari persamaan tersebut ditentukan nilai dy/dx. Contoh : xy 2 - x 2 + y = 0 didiferensiasikan terhadap x, maka : 1.y 2 + x.2y dy/dx 2x + dy / dx = 0 ( 2xy + 1 ) dy/dx = - y 2 + 2x dy/dx = - y 2 + 2x 2xy Derivatif fungsi logaritmik y = ln x dy/dx = 1/x y = ln u, dimana u = g (x) dy = du. 1 = u dx dx u u y = a log x dy/dx = 1/ a ln a Contoh : jika y = ln ( 3 3x2 ) maka tentukan dy / dx u = 3 3x2 du / dx = u = -6x dy = u = -6x dx u 3 3x2 11. Derivatif fungsi eksponensial y = e x dy/dx = e x y = a x dy/dx = a x ln a 12. Derivatif fungsi trigonometrik Beberapa turunan fungsi trigonometrik yang penting adalah : y = sin x dy/dx = cos x y = cos x dy/dx = - sin x y = tg x dy/dx = sec 2 x y = ctg x dy/dx = - cosec 2 x y = sec x dy/dx = sec x. tg x y = cosec x dy/dx = - cosec x. ctg x Catatan : sec x = 1 / cos x cos x = 1 / sin x B. HUBUNGAN ANTARA FUNGSI DAN DERIVATIFNYA 1. Menentukan persamaan Garis singgung dan Garis Normal Langkah langkah untuk mencari Garis singgung dan Garis normal adalah : 1. Tentukanlah titik singgung ( Xo, Yo ) 2. Cari koefisien arah m = f (x) 3. Cari Garis singgung dengan rumus : y - yo = m (x xo) 4. Cari Garis Normal dengan rumus : y - yo = -1 ( x xo ) m Catatan : Garis Normal adalah garis yang tegak lurus pada Garis Singgung kurva
4 2. Menentukan Keadaan Fungsi Menaik dan Fungsi Menurun 1. Fungsi y = f (x) monoton naik jika f (x) > 0 2. Fungsi y = f (x) monoton turun jika f (x) < 0 3. Nilai stasioner Jika diketahui y = f (x), maka pada f (x) = 0, titik (x, y) merupakan Nilai Stasioner Jenis jenis Titik Stasioner adalah : Jika f (x) > 0, maka (x, y) merupakan titik balik minimum Jika f (x) < 0, maka (x, y) merupakan titik balik maksimum Jika f (x) = 0, maka (x, y) merupakan titik balik belok Contoh : Diketahui TR = 100Q - 5Q 2, tentukanlah nilai maksimum atau minimum dari fungsi tsb! Jawab : Karena Tr = 0 Maka TR = Q = 0 10Q = 100 jadi Q = 10 TR = -10 (TR < 0, merupakan titik balik maksimum) Nilai Maksimum TR = 100Q - 5Q 2 = 100(10) - (10) 2 = 900 C. APLIKASI DERIVATIF DALAM BISNIS DAN EKONOMI 1. ELASTISITAS a. Elastisitas Harga Adalah perbandingan antara perubahan relatif dari jumlah dengan perubahan relatif dari harga. Untuk menentukan elastisitas harga, ada dua macam cara yang digunakan, yaitu : 1. Elastisitas Titik ( Point Elasticity ) = Q/Q = Q. P P/P P Q 2. Elastisitas Busur ( Arc Elasticity ) Merupakan elastisitas pada dua titik atau elastisitas pada busur kurva. Kelemahannya : timbulnya tafsiran ganda. = P1. Q Q1 P = P2. Q Q2 P = P1 + P2. Q Q1 + Q2 P Elastisitas Titik dan Busur dipakai untuk menghitung : a. Elastisitas harga Permintaan, d < 0 (negatif) b. Elastisitas harga Penawaran, s > 0 (positif)
5 Dari hasil perhitungan, nilai elastisitas akan menunjukkan : > 1 Elastis < 1 atau 0<n<1 Inelastis (elastis sebagian) = 1 Unitary Elastis (elastis sempurna) = 0 Inelastis Sempurna = Elastis Tak Hingga Modul Praktikum b. Elastisitas Permintaan Adalah suatu koefisien yang menjelaskan besarnya jumlah barang yang diminta akibat adanya perubahan harga. Jika fungsi permintaan dinyatakan dengan Qd = f ( P ), maka elastisitas permintaannya d = Qd. P Qd Contoh : Fs. permintaan Qd = 100 5P 2. tentukan elastisitas pada P = 10 Qd = -10P Maka d = Qd. P = (-10P ). P = -10P 2 Qd ( 100 5P 2 ) ( 100 5P 2 ) P = 10 maka d = -10(10) 2 _ = (10) 2 c. Elastisitas Penawaran Adalah suatu koefisien yang menjelaskan besarnya perubahan jumlah barang yang ditawarkan berkenaan adanya perubahan harga. Jika fungsi penawaran dinyatakan dengan Qs = f ( P ), maka elastisitas penawarannya : s = Qs. P Qs Contoh : Fs Penawaran Qs = 5P Hitunglah elastisitas pada P = 15 Qs = 10P s = Qs. P_ = 10P. P = 10P 2 _ Qs 5P P P = 15 maka, s = 10(15) 2 = 2,4 5(15) d. Elastisitas Produksi Adalah suatu koefisien yang menjelaskan besarnya perubahan jumlah keluaran ( output ) yang dihasilkan akibat adanya perubahan jumlah masukan ( input ) yang digunakan. Jika fungsi produksi dinyatakan dengan P = f ( x ), maka elastisitas produksinya : p = P. X P
6 Contoh : Fs Produksi P = 4x 2 2x 3. Hitunglah elastisitas pada x = 10 P = 8x 6x 2 p = P. X = ( 8x 6x 2 ). X = 8x 2 6x 3 P 4x 2 2x 3 4x 2 2x 3 X = 10 maka p = 8(10) 2 6(10) 3 = 3,25 4(10) 2 2(10) 3 2. BIAYA o Biaya Total ( TC ) Adalah seluruh biaya yang dibutuhkan untuk memproduksi atau memasarkan sejumlah barang atau jasa, baik yang merupakan biaya tetap atau biaya variabel. TC = f (Q) atau TC = FC + VC Dimana : TC = Total cost VC = Variabel cost FC = Fixed cost Q = Kuantitas o Biaya Rata rata ( AC ) Adalah biaya per unit yang dibutuhkan untuk memproduksi suatu barang atau jasa pada tingkat produksi total. AC = TC / Q o Biaya Marginal ( MC ) Adalah besarnya pertambahan biaya total yang dibutuhkan akibat pertambahan hasil produksi satu unit pada suatu tungkat produksi tertentu. MC = TC = dtc / dq Contoh : Diketahui TC = Q 2, Tentukan AC dan MC pada Q = 80? AC = TC / Q = (400+50Q 2 ) / Q = (400+50(80) 2 ) / 80 = 4005 MC = TC = 100Q = 100(80) = PENERIMAAN o Penerimaan Total ( TR ) Adalah total hasil penerimaan penjualan dari produk yang diproduksi. TR = f (Q) = P. Q o Penerimaan Rata - rata ( AR ) Adalah hasil dari penerimaan per unit yang diperoleh dari penjualan suatu barang / jasa pada kuantitas tertentu. Fungsi Average Revenue sama dengan fungsi permintaan dari harga barang tersebut. AR = TR / Q = (P.Q) / Q = P
7 o Penerimaan Marginal ( MR ) Adalah pertambahan hasil penerimaan yang diperoleh akibat pertambahan penjualan satu unit barang / jasa pada suatu kuantitas tertentu. MR = TR = dtr / dq Contoh : Diketahui TR = 6Q Q , tentukan AR dan MR pada Q = 50! Jawaban : AR = TR / Q = 6Q / Q = 6(50) / 50 = 335 MR = TR = 12Q + 15 = 12(50) + 14 = 614 Contoh Soal : 1. Fungsi Permintaan suatu barang ditunjukkan oleh persamaan Qd = 20-7P 2. Tentukan elastisitas permintaan pada saat harga Rp 3 / unit. Bagaimana sifat elastis permintaan tersebut, analisislah! Dik : Qd = 20-7P 2 Qd = -14P P = Rp 3 / unit Jawab : d = Qd. P Qd = -14P. P_ 20-7P 2 = -14 (3). 3_ 20-7 (3) 2 = -126 = 2,93 Elastis -43 Analisis : Jadi Elastisitas Permintaan sebesar 2,93 pada saat harga produk sebesar Rp 3 dan jika harga tersebut naik sebesar 1 % maka barang yang diminta akan turun sebanyak 2,93 %
8 2. Fungsi Penawaran suatu barang ditunjukkan oleh persamaan P 2 = 45 + Qs. Tentukan elastisitas penawaran pada saat harga Rp 5 / unit. Bagaimana sifat elastisitas penawaran tersebut, analisislah! Dik : P 2 = 45 + Qs Qs = P 2-45 Qs = 2P P = Rp 5 / unit Jawab : s = Qs. P Qs = 2P. P P 2-45 = 2 (5). 5 (5) 2-45 = 50 = - 2,5 Inelastis - 20 Analisis : Jadi Elastisitas Penawaran sebesar 2,5 pada saat harga produk sebesar Rp 5 dan jika harga tersebut naik sebesar 1 % maka barang yang ditawarkan akan bertambah sebanyak 2,5 %. 3. Fungsi Permintaan suatu barang ditunjukkan oleh persamaan 4P = 80 - Q. Tentukanlah tingkat penjualan yang menghasilkan penerimaan total, carilah harga jualnya, hitunglah penerimaan jika terjual 15 unit, analisislah! Dik : 4P = 80 - Qd P = 20-0,25 Qd Jawab : TR = P. Q = (20 0,25Q). Q = 20Q - 0,25Q 2 TR max, TR = ,5Q = 0 0,5Q = 20 unit TR jika Q = 40 unit TR max = 20Q - 0,25Q 2 = 20(40) - 0,25(40) 2 = = Rp. 400,- * P max = TRmax Qmax = 400 = Rp. 10,- 40 * TR jika Q = 15 unit TR = 20Q - 0,25Q 2 = 20(15) - 0,25(15) 2 = ,25 = Rp. 243,75 Analisis : Berawal dari tingkat penjualan sebesar 40 unit dan diperoleh penerimaan maksimal sebesar Rp.400,- dengan harga maksimal Rp.10,-, jika barang yang dijual sebanyak 15 unit, maka penerimaan total yang diperoleh sebesar Rp.243,75.
9 Contoh kasus 1 : Fungsi Permintaan suatu barang ditunjukkan oleh persamaan Qd = 100-5P 2. Tentukan elastisitas permintaan pada saat harga Rp 11 / unit. Bagaimana sifat elastis permintaan tersebut, analisislah! LANGKAH-LANGKAH PENGERJAAN MENGGUNAKAN SOFTWARE MATEK 2 1. Buka aplikasi Matek 2 Gambar 1.1 Tampilan aplikasi Matek 2 2. Pilih Materi, Derivatif lalu Aplikasi Gambar 1.2 Tampilan menu awal
10 3. Pilih Elastis Permintaan Gambar 1.3 Tampilan menu awal Derivatif 4. Masukkan pangkat terbesar sama dengan 2 kemudian tekan Enter Gambar 1.4 Tampilan untuk Input
11 5. Maka akan muncul tampilan di bawah ini. Masukkan angka-angka yang diketahui: Koefisien Q^2 = -5 Koefisien Q^1 = 0 Konstanta = 100 P = 11 Kemudian tekan Enter satu persatu data kemudian tekan tombol Clear 6. Maka hasilnya adalah sebagai berikut. Modul Praktikum Gambar 1.5 Tampilan input dan output Kasus 1 Hasilnya elastis permintaan = 2,396 = 2,4 bersifat elastis (Ed > 1). Analisis : Jadi Elastisitas Permintaan sebesar 2,4 pada saat harga produk sebesar Rp 11 dan jika harga tersebut naik sebesar 1 % maka barang yang diminta akan turun sebanyak 2,4 %.
12 Contoh Kasus 2 : Fungsi Permintaan suatu barang ditunjukkan oleh persamaan P = 35 - Q. Tentukanlah tingkat penjualan yang menghasilkan penerimaan total, hitunglah penerimaan jika terjual 10 unit, penerimaan rata-rata, dan penerimaan marjinal, analisislah! LANGKAH-LANGKAH PENGERJAAN MENGGUNAKAN SOFTWARE MATEK 2 1. Buka aplikasi Matek 2 Gambar 1.1 Tampilan aplikasi Matek 2 2. Pilih Materi, Derivatif lalu Aplikasi Gambar 1.2 Tampilan menu awal
13 3. Pilih Fungsi Penerimaan Gambar 1.3 Tampilan menu awal Derivatif Karena P = 35 Q, maka TR = P. Q = (35 Q). Q = 35Q Q 2 4. Masukkan pangkat terbesar sama dengan 2 kemudian tekan Enter Maka akan muncul tampilan di bawah ini. Masukkan angka-angka yang diketahui: Koefisien Q^2 = -1 Koefisien Q^1 = 35 Konstanta = 0 Q = 10 Kemudian tekan Enter, Maka hasilnya adalah sebagai berikut. Gambar 1. 4 Tampilan hasil Output Kasus 2
14 Hasilnya total penerimaan TR = 250 Penerimaan rata-rata AR = 25 Penerimaan marjinal MR = 15 Analisis : Jadi penerimaan total pada saat perusahaan menjual 10 unit adalah 250, penerimaan rata-rata sebesar 25, dan penerimaan marjinal sebesar 15 yang berarti terjadi penambahan penerimaan sebesar 15 setiap penambahan penjualan. 4. LABA MAKSIMUM Terdapat tiga pendekatan perhitungan laba maksimum yaitu : 1. Pendekatan Totalitas (totality approach) 2. Pendekatan Rata-rata (average approach) 3. Pendekatan Marginal (marginal approach) Pada bab ini kita hanya akan membahas perhitungan laba maksimum dengan Pendekatan Marginal (Marginal Approach). Perhitungan laba dilakukan dengan membandingkan biaya marginal (MC) dan pendapatan marginal (MR). Laba maksimum akan tercapai pada saat MR = MC. Laba( ) = TR TC. Laba maksimum tercapai bila turunan pertama fungsi (δ π /δq) sama dengan nol dan nilainya sama dengan nilai turunan pertama TR (δtr/ δq atau MR) dikurangi nilai turunan pertama TC (δtc/ δq atau MC). Sehingga MR MC = 0. Dengan demikian, perusahaan akan memperoleh laba maksimum (atau kerugian minimum) bila ia berproduksi pada tingkat output di mana MR = MC. Contoh: Fungsi permintaan suatu barang ditunjukkan oleh persamaan P = -150Q dengan biaya variabel yang berupa persamaan VC = Q Biaya tetap yang dikeluarkan perusahaan sebesar Rp , serta besarnya penerimaaan marginal dicerminkan oleh persamaan : MR = -5000Q Tentukanlah : A. Pada tingkat penjualan berapa laba perusahaaan maks dan berapa besarnya laba tersebut B. Analisis Dik : P = -150Q VC = Q FC = MR = -5000Q Dit : Q pada saat laba maks? Analisis? Jawab: TR = P x Q = (-150Q ). Q TC = Q = VC + FC = ( Q ) = Q Laba = TR TC = ( Q) ( Q ) = Q 26000
15 Laba maks = laba = -340Q Q = Q = 38,23 38 Q = 38 Laba = Q = -170 (38 2 ) (38) = = Analisis : Berawal dari tingkat penjualan sebesar 38 unit, diperoleh laba sebesar Rp ,-.
16 INTEGRAL TAK TENTU KONSEP DASAR INTEGRAL Dalam kalkulus integral dikenal dua macam integral, yaitu integral tak tentu dan integral tertentu. Diferensial / anti derivative / integral, yaitu suatu konsep yang berhubungan dengan proses penemuan suatu fungsi asal apabila fungsi turunan dari fungsinya diketahui ( kebalikan dari derivatif atau disebut juga proses integrasi / integrand ). A. INTEGRAL TAK TENTU Mengintegralkan suatu fungsi turunan f(x) berarti adalah mencari integral atau turunan antinya, yaitu F(x).Dinamakan integral tak tentu karena ada ketidaktentuan pada nilai konstantanya. Bentuk umum : f(x) dx = F(x) + c un. du = U n+1 + c, n -1 n +1 Dimana : c adalah sembarang konstanta yang nilainya tak tentu. Contoh : f(x) dx = F(x) + c f(x) dx = F(x) + c 12x 3 + 9x 2 2x + 2 dx = 12x x 2+1-2x 1+1 2x +c = 3x 4 + 3x 3 x 2 2x + c Bila c = 4, maka F(x) = 3x 4 + 3x 3 x 2 2x + 4 PENERAPAN INTEGRAL TAK TENTU DALAM EKONOMI Penerapan integral tak tentu yaitu untuk mencari persamaan fungsi total dari suatu variabel ekonomi apabila persamaan fungsi marginalnya diketahui. Karena fungsi marginal pada dasarnya merupakan turunan dari fungsi total, maka dengan proses sebaliknya yaitu integrasi dapat dicari fungsi asal dari fungsi turunan (fungsi total). Macam-macam penerapan integral tak tentu dalam ekonomi : Fungsi Biaya Biaya total (TC) adalah integral biaya marginal (MC) : F(Q) = f (Q) dq TC = MC dq Dan Biaya rata-rata (AC) : AC = TC / Q
17 Contoh: Diketahui suatu perusahaan fungsi biaya marginalnya MC = 12Q-9Q 2, maka carilah fungsi biaya total dan biaya rata-rata dimana c ( konstanta ) sebesar 4? Jawab: Secara Manual adalah sebagai berikut TC = MC dq = 12Q - 9Q 2 dq = 6Q 2 3Q 3 + c Jika c = 4 TC = 6Q 2 3Q AC = TC / Q = 6Q 3Q 2 + 4/Q Analisa : dari perhitungan di atas maka dapat diketahui bahwa fungsi biaya total adalah TC = 6Q 2 3Q dan fungsi biaya rata-rata adalah AC = TC / Q = 6Q 3Q 2 + 4/Q. Dengan menggunakan software matek 2 adalah sebagai berikut Pada tampilan awal matek 2, pilih materi lalu integral tak tentu seperti ditunjukkan oleh gambar dibawah ini Akan tampil pilihan dari menu integral tak tentu kemudian pilih fungsi biaya
18 Isikan datanya seperti contoh soal diatas setelah itu klik calculate
19 Di Output Fungsi Biaya akan terlihat fungsi biaya total dan fungsi biaya rata rata, jika kita ingin mengetahui total biaya dan rata rata biaya maka masukkan nilai Q setelah itu klik calculate Fungsi Penerimaan Penerimaan total (TR) adalah integral dari penerimaan marginal (MR). F(Q) = f(q) dq TR = MR dq Contoh : Diketahui MR suatu perusahaan adalah 15Q 2 totalnya (TR), jika c = 0? + 10Q 5. Tentukan penerimaan Jawab: Secara Manual adalah sebagai berikut TR = MR dq = 15Q Q 5 dq = 5Q 3 + 5Q 2 5Q + c jika c = 0 TR = 5Q 3 + 5Q 2 5Q
20 Dengan menggunakan software matek 2 adalah sebagai berikut Modul Praktikum Pada tampilan menu pilih fungsi penerimaan seperti gambar di bawah ini Isikan datanya seperti contoh soal diatas setelah itu klik calculate
21 Di Output Fungsi Penerimaan akan terlihat fungsi penerimaan total dan fungsi penerimaan rata rata, seperti ditunjukkan oleh gambar dibawah ini. Fungsi Produksi Produk Total : P = f(q), dimana P = keluaran dan Q = masukan Produk Marginal : MP = P = dp / dq = f (Q) Produk Total adalah integral dari produk marginal. P = MP dq = f (Q) dq Contoh : Diketahui produk marginalnya 2Q 2 + 4, maka produk totalnya jika c = 0? Jawab: Secara Manual adalah sebagai berikut P = MP dq = 2Q = 2/3 Q 3 + 4Q + c jika c = 0, P = 2/3 Q 3 + 4Q Analisa : Dari perhitungan tersebut dapat diketahui bahwa fungsi total produksi adalah P = 2/3 Q 3 + 4Q
22 Dengan menggunakan software matek 2 adalah sebagai berikut Pada tampilan menu pilih fungsi produksi seperti gambar di bawah ini Modul Praktikum Isikan datanya seperti contoh soal diatas setelah itu klik calculate
23 Di Output Fungsi Produksi akan terlihat fungsi produksi total dan fungsi produksi rata rata, seperti ditunjukkan oleh gambar dibawah ini. Fungsi Konsumsi dan Fungsi Tabungan Dalam ekonomi makro, konsumsi (C) dan tabungan (S) dinyatakan dalam fungsional terhadap pendapatan nasional (Y). C = f(y) = a + by MPC = C = dc/dy = f (Y) = b = turunan dari C S = g(y) = -a + (1-b)Y MPS = S = ds/dy = g (Y) = (1-b) = turunan dari S Y = C + S Y = [ a + by ] + [ -a + (1-b)Y ] MPC + MPS = 1
24 Berdasarkan kaidah integrasi, konsumsi (C) adalah integral dari MPC dan tabungan (S) adalah integral dari MPS. C = MPC dy = F(Y) + c S = MPS dy = G(Y) + c a. k = a = Autonomous Consumption : konsumsi otonom menunjukkan besarnya konsumsi nasional pada saat Pendapatan Nasional sebesar nol b. k = a = Autonomous Saving : Tabungan otonom menunjukkan besarnya tabungan nasional pada saat Pendapatan Nasional sebesar nol (0). c. MPC (Marginal Propensity to Consume) : Perbandingan antara besarnya perubahan konsumsi ( C) dengan perubahan Pendapatan Nasional ( Y) yang mengakibatkan adanya perubahan konsumsi tersebut. d. MPS (Marginal Propensity to Saving) : Perbandingan antara besarnya perubahan saving ( S) dengan perubahan Pendapatan Nasional ( Y) yang mengakibatkan adanya perubahan konsumsi tersebut. 1 > MPC > ½ Keterangan : MPC < 1, menunjukkan sebagian besar penggunaan tambahan pendapatan digunakan untuk menambah besarnya konsumsi, sedangkan sisanya yaitu sejumlah kecil merupakan tambahan tabungan. MPC > ½, menunjukkan lebih dari 50 % pendapatan yang diperoleh digunakan untuk konsumsi. MPC selalu positif, karena jika pendapatan naik, konsumsi akan naik. Contoh : Dimana C = MPC dy = 0.7 dy + c, bila pendapatan = 0 dan konsumsi autonomsnya adalah 50, maka fungsi konsumsi, tabungan dan Pendapatan Nasionalnya adalah Jawab: Secara Manual adalah sebagai berikut C = MPC dy = 0.7 dy + c = 0.7Y + 50 S = Y ( 0.7 Y + 50 ) = Y Y S = 0.3 Y 50 Atau S = Y C S = MPS dy = 0.3 dy c = 0.3Y 50 Y = C + S Y = ( 0.7 Y + 50 ) + ( 0.3 Y 50 ) Analisa :Dari perhitungan di atas dapat kita ketahui bahwa fungsi konsumsi adalah C = 0.7Y + 50, fungsi tabungan adalah S = 0.3 Y 50, dan fungsi pendapatan nasionalnya adalah Y = ( 0.7 Y + 50 ) + ( 0.3 Y 50 ).
25 Dengan menggunakan software matek 2 adalah sebagai berikut Pada tampilan menu pilih fungsi konsumsi seperti gambar dibawah ini Modul Praktikum Isikan datanya seperti contoh soal diatas setelah itu klik calculate
26 Di Output Fungsi konsumsi akan terlihat fungsi konsumsi dan fungsi tabungan, seperti ditunjukkan oleh gambar dibawah ini. Contoh : Dimana S = MPS dy = 0.3 dy c, bila pendapatan = 0 dan tabungan autonomosnya adalah 50, maka fungsi tabungan, konsumsi dan Pendapatan Nasionalnya adalah Jawab: Secara Manual adalah sebagai berikut S = MPS dy = 0.3 dy = 0.3Y 50 Mencari fungsi konsumsi C= Y S = Y (0.3Y 50) = Y 0.3Y + 50 = 0.7Y + 50 Jadi pendapatan nasional adalah Y = C + S Y = ( 0.7 Y + 50 ) + ( 0.3 Y 50 )
27 Analisa :Dari perhitungan di atas dapat kita ketahui bahwa fungsi konsumsi adalah C = 0.7Y + 50, fungsi tabungan adalah S = 0.3 Y 50, dan fungsi pendapatan nasionalnya adalah Y = ( 0.7 Y + 50 ) + ( 0.3 Y 50 ). Dengan menggunakan software matek 2 adalah sebagai berikut Pada tampilan menu pilih fungsi tabungan seperti gambar dibawah ini Isikan datanya seperti contoh soal diatas setelah itu klik calculate
28 Di Output Fungsi Tabungan akan terlihat fungsi tabungan dan fungsi konsumsi, seperti ditunjukkan oleh gambar dibawah ini.
29 MODUL INTEGRAL TERTENTU KONSEP DASAR INTEGRAL TERTENTU Integral tertentu merupakan suatu konsep yang berhubungan dengan proses pencarian luas suatu area yang batasan-batasan (limit) nya sudah ditentukan. Rumus Integral tertentu : Keterangan : a = x = batas minimum b = x = batas maksimum dimana a < b b a f x dx b F x F b F a a Contoh : Hitunglah luas daerah persamaan 2x + 5 dibatasi oleh a=2 dan b=5! Jawab 2 5 2x 5 dx [ x [ x] 2 2 5(5)] [2 5(2)] PENERAPAN INTEGRAL TERTENTU DALAM EKONOMI 1. Surplus Konsumen Yaitu cerminan suatu keuntungan lebih/surplus yang dinikmati oleh konsumen tertentu berkenaan dengan tingkat harga pasar suatu barang. Besarnya surplus konsumen (Cs) ditunjukkan oleh luas area dibawah kurva permintaan ( P=f ( Q ) ) tetapi diatas tingkat harga pasar (Pe). Cs Qe 0 f ( Q) dq Qe Pe P Pe f ( P) dp Dimana : Qe = Tingkat kuantitas keseimbangan dipasar Pe = Tingkat Harga keseimbangan di pasar P = Tingkat harga pada saat Q=0
30 Contoh : 1. Jika fungsi permintaan suatu barang Pd = 38 Q dan fungsi penawaran Ps = 10Q + 5, berapakah surplus Mr. Edward sebagai konsumen cabe rawit? analisis dan grafik! Dik : Pd = 38 Q, Ps = 10Q + 5 Dit : Cs? Jawab : Pd = Ps Qe = 3 Pe = 38 - Q 38 - Q = 10Q + 5 Pe = Q=33 Pe = 35 Qe = 3 Pd = 38 Q Qd = 38 P Q = 0 P = 38 P = 0 Q = 38 Cara 1 : Cs = = Cara 2: Cs = = = 2 ] = 109, = 4,5 = 2 ] 105 = = = ,5 = 4,5 Analisis : Mr. Edward memperoleh surplus sebesar Rp 4,5 karena Mr.Edward dapat membelicabe rawit dengan harga Rp 35,-. Padahal Mr.Edward sanggup membayar lebih tinggi dari harga keseimbangan pasar.
31 Cara pengerjaan di software matek 2 dengan rumus 1 surplus konsumen Pilih materi integral tentu => aplikasi => surplus konsumen (rumus 1) Input Data Sesuai Soal : Gambar 3.3 Aplikasi Materi Intergral Tertentu Gambar 3.4 Output Integral Tertentu
32 Contoh : 2. Hitunglah surplus konsumen yang didapatkan Tn.Putra disaat fungsi permintaan suatu barang ditunjukkan oleh persamaan Q = 550 5P dan tingkat harga keseimbangan pasarnya Rp 100,-! analisis dan grafik! Dik : Q = 550 5P, Pe = 10 Dit : Cs? Analisis : Tn.Putra memperoleh surplus sebesar Rp 250,- karena konsumen dapat Membeli barang tersebut dengan harga Rp 100,-, padahal Tn.Putra sanggup membayar lebih tinggi dari harga keseimbangan pasar.
33 2. Surplus Produsen Yaitu mencerminkan suatu keuntungan lebih/surplus yang dinikmati oleh produsen Tertentu berkenaan dengan tingkat harga pasar dari barang yang ditawarkan. Besarnya surplus produsen (Ps) ditunjukkan oleh luas area diatas kurva penawaran (P = f(q)) tetapi dibawah tingkat harga pasar (Pe), rentang wilayahnya dibatasi oleh Q = 0 sebagai batas bawah dan Q = Qe sebagai batas atas. Ps Qe Pe Qe 0 f ( Q) dq Pe P f ( P) dp Dimana : Qe = Tingkat kuantitas keseimbangan di pasar Pe = Tingkat Harga keseimbangan di pasar = Tingkat harga pada saat Q=0 Contoh : 1. Bila diketahui fungsi penawaran Ps = 4Q + 1 dan fungsi permintaan Pd = 16 - Q. Carilah surplus PT.Harapan Jaya sebagai produsen dengan dua cara, analisislah dan gambarkan grafik! Cara 1 : = 1
34 Cara pengerjaan di software matek 2 dengan rumus 1 surplus produsen. Pilih materi integral tentu => aplikasi => surplus produsen (rumus 1) Input data sesuai soal,seperti tampilan pada software :
35 Cara 2 : Analisa : PT.Harapan Jaya sebagai produsen memperoleh keuntungan sebesar Rp.18,- dikarenakan perusahaan dapat menjual barang dengan harga Rp 13,- padahal sebenarnya ia dapat menjual dengan harga yang lebih rendah dari harga keseimbangan Contoh : 2. Bila diketahui fungsi penawaran P = 6Q + 3 dan tingkat kuantitas keseimbangan pasar adalah 8. Carilah surplus PT.The Reds sebagai produsen! analisislah dan gambarkan grafik! Dik : Dit : Jawab : Analisa : PT.The Reds sebagai produsen memperoleh keuntungan sebesar Rp192,- dikarenakan perusahaan dapat menjual barang dengan harga Rp 51,- padahal sebenarnya ia dapat menjual dengan harga yang lebih rendah dari harga keseimbangan pasar.
36 MODUL FUNGSI TRANSENDENTAL Merupakan suatu hubungan matematis yang menyatakan hubungan ketergantungan. Berguna untuk menentukan tingkat pertumbuhan pada periode yang akan datang. Termasuk dalam fungsi transendental adalah fungsi eksponensial, fungsi logaritmik, fungsi trigonometrik, fungsi siklometrik, dan fungsi berpangkat irrasional. Tetapi pokok pembahasan di sini hanya pada fungsi eksponensial dan fungsi logaritmik. A. Fungsi Eksponensial Adalah fungsi dari suatu konstanta berpangkat variabel bebas. Bentuk Fungsi Eksponensial yang paling sederhana adalah : di mana n > 0 y = n x Bentuk Fungsi Eksponensial yang lebih umum adalah : y = ne kx + c di mana n 0 e = 2,71828 k, c merupakan konstanta Contoh Soal : Tentukan titik potong kurva eksponensial y = e 0.5x - 1, pada masing-masing sumbu dan hitunglah f (2)! Jawab : Pada sumbu x ; y = 0 e 0,5x = 1 Ln e 0,5x = Ln 1 0,5x Ln e = Ln 1 Ln e = 1 0,5x = 0 Ln 1 = 0 x = 0 Titik potongnya ( 0 ; 0 ) Pada sumbu y ; x = 0 y = e 0,5x - 1 y = e 0,5 (0) - 1 y = e 0-1 y = 1-1 y = 0 Titik potongnya ( 0 ; 0 ) Untuk x = 2 y = e 0,5x - 1 y = e 0,5 (2) - 1 y = e 1 1 y = 2,72 1 y = 1,72 Titik potongnya ( 2 ; 1,72 )
37 Grafik 1 Kurva Eksponensial pada y = e 0.5x - 1 B. Fungsi Logaritmik Adalah fungsi yang variabel bebasnya merupakan bilangan logaritma. Bentuk Fungsi logaritmik yang paling sederhana adalah : y = n log x di mana n > 0 n 1 Bentuk fungsi logaritmik yang lebih umum adalah : di mana x > -1 y = a ln (1 + x) + b Contoh soal : Tentukan titik potong kurva logaritmik y = - 0,5 Ln (1 + x) 1, pada masingmasing sumbu dan hitunglah f (3)! Jawab : Pada sumbu x ; y = 0-0,5 Ln (1 + x) = 1 Ln (1 + x) = x = e x = 0,14 x = - 0,86 Titik potongnya (-0,86 ; 0 ) Pada sumbu y ; x = 0 y = -0,5 Ln (1 + x) 1 y = -0,5 Ln (1 + 0) 1 y = -0,5 Ln 1 1 y = -0,5.0 1 y = 1 Titik potongnya ( 0 ; -1 ) Untuk x = 3 y = -0,5 Ln (1 + x) 1 y = -0,5 Ln (1 + 3) 1 y = -0,5 Ln 4 1 y = -0,69 1 y = -1,69 Titik potongnya ( 3 ; -1,69 )
38 Grafik 2 Kurva Logaritmik pada y = - 0,5 Ln (1 + x) = 1 Modul Praktikum C. Penerapan Ekonomi Banyak model-model bisnis dan ekonomi sangat relevan ditelaah dengan fungsi eksponensial dan fungsi logaritmik, khususnya model-model yang berkenaan dengan aspek pertumbuhan. Model-model yang menerapkan fungsi eksponensial dan fungsi logaritmik tersebut antara lain : 1. Model Bunga Majemuk Model ini digunakan untuk menghitung jumlah di masa datang dari jumlah sekarang suatu pinjaman atau tabungan. Model bunga majemuk ini tidak lain merupakan bentuk fungsi eksponensial. Fn = P(1 + i) n atau Fn = P(1 + di mana : Fn = Jumlah pinjaman atau tabungan setelah n tahun. P = Jumlah sekarang (tahun ke-0). i = Tingkat bunga pertahun. m = Frekuensi pembayaran bunga dalam setahun. n = Jumlah tahun Di sini Fn sebagai variabel terikat (dependent variable) dan n sebagai variabel bebas (independent variable). Dengan demikian prinsip-prinsip penyelesaian persamaan eksponensial relevan diterapkan atas model ini. Jika m sangat besar, bunga diperhitungkan sangat sering (terus-menerus) dalam setahun sehingga jumlah di masa datang tersebut dapat diperoleh dengan cara : i m ) m.n Fn Pe i.n di mana e = 2,71828 Contoh Soal : Seorang pengusaha muda sedang melakukan pengembangan usaha, modal yang dibutuhkan sekitar Rp ,-. Untuk itu, ia meminjam modal ke Bank Konvensional dengan bunga pinjaman 10 % pertahun dan diperhitungkan secara bulanan (1 tahun = 12 bulan) untuk jangka waktu 5 tahun. Hitunglah jumlah yang harus dibayarkan oleh pengusaha muda tersebut pada saat pinjamannya jatuh tempo!
39 Jawab: A. Dengan Rumus Bunga Majemuk Biasa 1). Tanpa Menggunakan Logaritma F 5 = ( /12 ) 12.5 F 5 = (1,008) 60 F 5 = (1,613) F 5 = ,- Fn = P(1 + i m ) m.n 2). Dengan Menggunakan Logaritma F 5 = (1,008) 60 Log F 5 = log log 1,613 Log F 5 = 7 + 0,208 Log F 5 = 7,208 F 5 = ,- B. Dengan Rumus Bunga Majemuk Sinambung 1). Tanpa Menggunakan Logaritma Fn Pe i.n F e 0,10. 5 F (e 0.5 ) (1,65) ,- 2). Dengan Menggunakan Logaritma F (e 0,50 ) Ln F 5 Ln ,5 Ln e Ln e = 1 Ln F 5 16,12 + 0,5 Ln F 5 16, ,- Analisis : Jumlah uang yang harus dibayar oleh pengusaha muda tersebut saat jatuh tempo adalah sebesar Rp ,-. Hal ini berarti bunga pinjaman dalam jangka waktu 5 tahun yang harus dibayar adalah sebesar Rp ,-.
40 Langkah-langkah menggunakan software : 1. Buka materi Matek 2, lalu klik Fungsi transdendental pada Materi. Modul Praktikum 2. Pilih model bunga majemuk pada Fungsi Transdental. 3. Masukkan data yang diketahui pada soal, lalu kilk hitung maka akan muncul jawaban dibawah data diketahui.
41 Catatan : Pada cara manual dengan software mengalami perbedaan, hal itu di karenakan bahwa pada software menggunakan dua angka di belakang koma sedangkan pada cara manual tidak menggunakan dua angka dibelakang koma. 2. Model Pertumbuhan Model pertumbuhan juga merupakan salah satu bentuk eksponensial. Model semacam ini tidak saja relevan bagi penaksiran variabel kependudukan, tetapi dapat juga diterapkan untuk menaksir variabel variabel lain, berkenaan dengan pertumbuhannya dan dapat dirumuskan sebagai berikut : P t = P 1. R t-1 di mana : P t = Jumlah penduduk pada tahun ke-t. t = Jumlah tahun. P 1 = Jumlah penduduk sekarang. r = Tingkat pertumbuhan R = 1 + r Agar model di atas dapat diterapkan secara umum terhadap segala macam variable dan tidak semata-mata hanya terpaku pada masalah kependudukan, maka persamaan di atas dapat ubah bentuknya menjadi : N t = N 1.R t-1 R = 1 + r di mana : N = Variabel yang diamati. r = Persentase pertumbuhannya persatuan waktu. t = Indeks waktu. Contoh Soal : Mulia Sejahtera Networking (MS Net) merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang MLM (Multilevel Marketing) di Indonesia, mulai beroperasi tahun Pada awal usahanya, perusahaan ini menggunakan Personal Marketing / sales sebanyak 100 orang untuk seluruh Indonesia. Dan diperkirakan pertumbuhan Personal Marketingnya sebesar 15 % pertahun. Hitunglah berapa jumlah Personal Marketing dalam jaringan MS Net pada tahun 2010? dan analisislah! Jawab : Diketahui : N = 100 orang t = 8 tahun R = 1 + 0,15 r = 0,15 Ditanya : N 8 =..? Jawab : N t = N 1.R t-1 N 8 = 100 (1,15) 8-1 N 8 = 100 (2,66) N 8 = 266 orang Analisis : Dalam kurun waktu 8 tahun ke depan diperkirakan jumlah Personil Marketing (sales) akan meningkat menjadi 266 orang, dengan peningkatan sebesar 166 orang. Peningkatan ini tergolong kecil atau belum optimal peningkatannya.
42 Langkah-langkah menggunakan software : 1. Buka materi Matek 2, lalu klik Fungsi transdendental pada Materi. Modul Praktikum 2. Pilih model pertumbuhan majemuk pada Fungsi Transdental. 3. Masukkan data yang diketahui pada soal, lalu kilk hitung maka akan muncul jawaban dibawah data diketahui.
43 Catatan : Pada cara manual dengan software mengalami perbedaan, hal itu di karenakan bahwa pada software menggunakan dua angka di belakang koma sedangkan pada cara manual tidak menggunakan dua angka dibelakang koma. 3. Kurva Gompertz Metode ini digunakan untuk menganalisis variabel yang meningkat secara eksponensial selama jangka waktu tertentu, tetapi sesudah itu peningkatannya sangat kecil atau bahkan tidak berarti meskipun waktu terus berjalan. N = c a r t di mana : N = Jumlah variabel yang diamati. c = Batas jenuh pertumbuhan. a = Proporsi pertumbuhan awal. r = Tingkat pertumbuhan rata-rata (0 < r <1). t = Indeks waktu. Contoh Soal : Perusahaan MQ Enterprise merupakan produsen produk VCD penyejuk Qolbu yang sudah beroperasi selama 3 tahun. Produksi awal perusahaan sebanyak buah, terjual laris di pasar. jika tingkat rata-rata pertumbuhannya pertahun sekitar 20 %, dengan batas maksimum produksi sebanyak buah, hitunglah berapa jumlah produksi VCD pada tahun ketiga dan analisislah! Jawab : Diketahui : C = buah r = 0,20 A = X = = 0,25 t = 3 C Ditanya : N untuk tahun ke 3 atau N 3 =.? Jawab : Untuk t = 3 N = ( 0,25 ) 0,20 ^ 3 Log N = log log ,20 3 log 0,25 Log N = 4, ,008. ( - 0,602 ) Log N = 4,477 0,0048 Log N = 4,4722 N = buah Analisis : Dengan produksi awal sebesar buah. Ditambah rata - rata pertumbuhan sekitar 20 % pertahun didapatkan jumlah produksi tahun ke 3 sebesar buah. Jumlah produksi tahun ke- 3 masih dibawah produksi maksimum perusahaan yaitu buah.
44 Langkah-langkah menggunakan software : 1. Buka materi Matek 2, lalu klik Fungsi transdendental pada Materi. Modul Praktikum 2. Pilih Kurva Gomvertz pada Fungsi Transdental. 3. Pilih pertanyaan yang akan dicari, dalam kasus ini adalah Cari N. Masukkan data yang diketahui pada soal, lalu kilk hitung maka akan muncul jawaban dibawah data diketahui.
45 Catatan : Pada cara manual dengan software mengalami perbedaan, hal itu di karenakan bahwa pada software menggunakan dua angka di belakang koma sedangkan pada cara manual tidak menggunakan dua angka dibelakang koma. 4. Kurva Belajar ( Learning Curve) Metode ini lebih banyak digunakan ke dalam penerapan ekonomi untuk menggambarkan prilaku produksi dan biaya dalam hubungannya dengan variabel waktu. Bentuk dasar : k, m, s > 0 Konstanta m melambangkan batas jenuh y, atau y tertinggi yang dapat tercapai. Prilaku Produksi : di mana : P = Produksi persatuan waktu setelah t satuan waktu. P m = Kapasitas produksi maksimum persatuan waktu. P s = Sisa kapasitas produksi pada permulaan kegiatan produksi (pada t = 0). t = Indeks waktu. r = Tingkat pertumbuhan produksi. Perilaku Biaya : y = m - se -kx P = P m - P s. e - r. t C = C m - C s. e - r. t di mana : C = Biaya total persatuan waktu. C m =Biaya maksimum yang diperkenankan (anggaran yang disediakan) persatuan waktu. C s = Sisa anggaran pada permulaan periode (pada t = 0). t = Indeks waktu. r = Persentase kenaikan biaya persatuan waktu. Contoh Soal : Percetakan Adil Sejahtera mempunyai mesin cetak yang dapat memproduksi hingga cetakan (produksi maksimum). Pada awal produksi, optimalisasi (pemanfaatan) produksi diperkirakan baru sekitar 60 % dari kapasitas yang tersedia. Namun, manajer operasional yakin bahwa produksi dapat ditingkatkan sekitar 5 % setiap bulannya. Maka : a. Bentuklah persamaan prilaku produksi bulanan percetakan tersebut! b. Berapa jumlah cetakan / produksi perdananya! c. Berapa cetakan yang dapat dioptimalkan / dimanfaatkan perbulannya setelah pabrik beroperasi selama 1 tahun (12 bulan)! d. Analisislah!
46 Diketahui : P m = r = 0,05 P s = 40 % (10.000) = t = 1 tahun (12 bulan) Jawab : a. Persamaan Prilaku Produksi Cetakan. P = P m - P s. e - r. t P = e 0,05. t b. Jumlah perdana cetakan / produksi. 60 % x = cetakan c. Jumlah cetakan yang dapat dioptimalkan setelah 1 tahun (12 bulan). P = e 0,05. t 0, = e = ( 0,549 ) = P = cetakan. Analisis : Hasil cetakan yang dapat dioptimalkan setelah 1 tahun (12 bulan) adalah sebanyak 7804 cetakan, di mana dari 6000 cetakan pada awal produksi. Hal ini berarti ada peningkatan dalam optimalisasi cetakan selama 1 tahun (12 bulan) sebesar 1804 cetakan. Langkah-langkah menggunakan software : 1. Buka materi Matek 2, lalu klik Fungsi transdendental pada Materi. 2. Pilih Kurva Belajar pada Fungsi Transdental.
47 3. Pilih pertanyaan yang akan dicari, dalam kasus ini adalah Cari N. Masukkan data yang diketahui pada soal, lalu kilk hitung maka akan muncul jawaban dibawah data diketahui. Catatan : Pada cara manual dengan software mengalami perbedaan, hal itu di karenakan bahwa pada software menggunakan dua angka di belakang koma sedangkan pada cara manual tidak menggunakan dua angka dibelakang koma.
48 MODUL BREAK EVEN POINT A. FUNGSI BIAYA Biaya dalam pengertian ekonomi adalah segala sesuatu yang harus dibayar produsen untuk menghasilkan barang atau jasa, sampai barang atau jasa tersebut siap dikonsumsi konsumen. Oleh karena itu, besar kecilnya biaya yang dikeluarkan tergantung pada besar kecilnya barang atau jasa yang dihasilkan. Dalam matematika dapat dikatakan bahwa biaya merupakan fungsi dari jumlah produksi. Secara rumus dapat ditulis : TC = a + f (Q) Dimana TC = Total Cost ( jumlah biaya ), sedangkan Q = jumlah produksi. Jadi fungsi biaya adalah suatu fungsi yang menunjukkan hubungan antara biaya dan jumlah barang yang diproduksi. Fungsi biaya dapat digambarkan dalam bentuk kurva. Maka yang dimaksud dengan kurva biaya adalah suatu kurva yang menggambarkan titik titik kemungkinan besarnya biaya di berbagai tingkat produksi. Elemen elemen fungsi biaya Menurut analisa jangka pendek, pengertian biaya ini dapat dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu : TC = Total Cost ( Jumlah biaya keseluruhan ) TFC = Total Fixed Cost ( Jumlah Biaya tetap ) TVC = Total Variable Cost ( Jumlah biaya variabel) VC = Variabel Cost ( Biaya variable yang digunakan perusahaan ) AC = Average Cost ( Biaya Rata rata ) MC = Marginal Cost (perubahan biaya karena adanya perubahan produksi per unit) Bentuk umum rumus fungsi biaya dan kurva biaya : TC = TFC + TVC = TFC + VC ( Q ) P TVC = VC per unit X Q MC = TC / Q AC = TC / Q TC TVC TFC Q
49 Contoh : Diketahui suatu perusahaan CLAYSTATION yang bergerak dalam bidang penjualan aksesoris wanita mempunyai biaya tetap , biaya variabel dengan Quantitas 20 unit. Berapa TC dan AC? Diketahui : FC = VC = Q = 20 Unit Ditanya : TC serta AC? Jawab : TC = TFC + VC ( Q ) = ( 20 ) = AC = TC / Q = / 20 = P TC TVC TFC Q Klik ini
50 Isi sesuai yang diketahui di soal. Setelah itu Enter. Analisis : jadi, total biaya dan biaya rata-rata yang dikeluarkan CLAYSTATION masing-masing sebesar Rp dan Rp B. FUNGSI PENERIMAAN Apabila barang hasil produksi telah dijual kepada konsumen, maka uang hasil penjualan barang tersebut dinamakan jumlah pendapatan dan dapat pula disebut Total Revenue. Oleh karena itu, besarnya Total Revenue sama dengan harga perunit dikalikan jumlah unit yang terjual. Secara matematika dapat dirumuskan : TR = P X Q Elemen elemen fungsi penerimaan : TR = Total Revenue (Jumlah pendapatan yang diterima secara keseluruhan) AR = Average Revenue (Rata rata penerimaan) P = Price ( Harga per unit barang ) MR= Marginal Cost ( Perubahan penerimaan karena adanya perubahan produksi perunit ) P TR Q
51 Contoh Soal : Perusahaan UMMI menjual 50 unit produknya dengan harga sebesar Berapa besarnya TR dan AR? Diketahui : Q = 50 unit P = Ditanya : TR serta AR? Jawab : TR = P X Q = X 50 = AR = TR / Q = / 50 = P TR Klik ini
52 Isi sesuai yang diketahui di soal. Setelah itu Enter. Analisis : Jadi, perusahaan UMMI memiliki total penerimaan Rp dengan penerimaan rata-rata Rp C. BREAK EVEN POINT Berdasarkan TR dan TC diatas, dapat ditemukan bahwa pada suatu saat perusahaan berada disalah satu kemungkinan dari ketiga kemungkinan dibawah ini, yaitu : TR < TC Rugi TR = TC BEP TR > TC Laba Bentuk umum BEP TR = TC P X Q = TFC + TVC BEP Dalam unit : Q = FC P VC BEP Dalam rupiah : P = FC 1 VC / P
53 P TR TC TVC TFC Q Contoh : Lely House memproduksi sepatu batik dengan harga jual Rp ,- per pasang. Diketahui biaya tetap dan biaya varibelnya masing-masing adalah Rp ,- dan Rp ,- per pasang sepatu. Hitunglah : a) Berapa unit dan rupiah agar perusahaan tidak mengalami untung maupun rugi! b) Kenaikan BBM mengakibatkan kenaikan untuk biaya variabel per pasang sepatu sebesar Rp ,-. Berapa BEP unit dan BEP rupiah setelah kenaikan BBM! c) analisa! Dik : P = Rp ,- per pasang FC = Rp ,- VC = Rp ,- per pasang Dit : a) BEP dalam Unit, BEP dalam rupiah? b) BEP dalam Unit & BEP rupiah, setelah adanya kenaikan VC sebesar Rp ? Jawab : a) BEP dalam Unit Q = = 50 unit BEP dalam Rupiah P = = / b) BEP Unit setelah ada kenaikan VC sebesar Rp Q = = 200 unit
54 BEP Rupiah setelah ada kenaikan VC sebesar Rp P = = / Analisis : agar tidak untung/tidak rugi, Lely House harus memproduksi 50 pasang sepatu dengan BEP dalam rupiah sebesar Rp Sementara kenaikan biaya variabel sebesar menyebabkan perubahan BEP unit dan BEP rupiah masing-masing menjadi 200 unit dan Rp Klik ini Isi sesuai yang diketahui di soal. Setelah itu Enter.
55 Klik change value, Kemudian pilih VC dan P dimana VC sudah ditambahkan menjadi dan P tetap. Dan pilih OK. D. PENJUALAN MINIMAL ( MINIMAL SALES ) Dalam penjualan minimal ini perusahaan ingin mengetahui berapa unit yang harus dijual jika perusahaan mentargetkan laba yang harus dicapai. Bentuk umum untuk penjualan minimal : Q = FC + laba P VC Contoh : Jika CLAYSTATION menargetkan laba sebesar dimana biaya tetap dan biaya variabel masing-masing sebesar dan dengan harga , maka berapakah penjualan minimal perusahaan tersebut? Diketahui : FC = P = VC = Laba = Ditanya : Berapa penjualan minimal ? Jawab : FC + Laba Q = P VC Q = = 25 unit Analisis : Jika perusahaan CLAYSTATION ingin mencapai target maka penjualan minimal adalah 25 unit.
56 Klik ini Isi sesuai yang diketahui di soal. Setelah itu Enter.
57 Kemudian isi Laba yang diinginkan sesuai dengan soal di atas sebesar Kemudian Enter dan hasilnya seperti di bawah ini, Daftar Pustaka : Dumairy, Matematika Terapan Untuk Bisnis dan Ekonomi, edisi kedua, BPFE, Yogyakarta, 1995.
A. KONSEP DASAR TURUNAN
Materi Derivatif MODUL DERIVATIF A. KONSEP DASAR TURUNAN Turunan (derivatif) membahas tingkat perubahan suatu fungsi sehubungan dengan perubahan kecil dalam variabel bebas fungsi yang bersangkutan. Turunan
MODUL FUNGSI TRANSENDENTAL
MODUL FUNGSI TRANSENDENTAL 4.1 KONSEP TRANSEDENTAL Merupakan suatu hubungan matematis yang menyatakan hubungan ketergantungan. Berguna untuk menentukan tingkat pertumbuhan pada periode yang akan datang.
Laboratorium Manajemen Dasar. Nama NPM/Kelas Fakultas/Jurusan : : : Matematika Ekonomi 2 i Litbang ATA 13/14
Nama NPM/Kelas Fakultas/Jurusan : : : Matematika Ekonomi 2 i Litbang ATA 13/14 KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat, hidayah, dan karunia yang diberikan-nya, sehingga
LABORATORIUM MANAJEMEN DASAR MODUL MATEMATIKA EKONOMI 2 ATA 2014/2015
LABORATORIUM MANAJEMEN DASAR MODUL MATEMATIKA EKONOMI 2 ATA 2014/2015 NAMA : NPM : KELAS : FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS GUNADARMA DEPOK KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat,
LABORATORIUM MANAJEMEN DASAR MATEMATIKA EKONOMI 2 NAMA : KELAS : NPM : PJ : KP : TUTOR : ASBAR :
LABORATORIUM MANAJEMEN DASAR MATEMATIKA EKONOMI 2 NAMA : KELAS : NPM : PJ : KP : TUTOR : ASBAR : ATA 2017/2018 SUSUNAN TIM LITBANG SUSUNAN TIM LITBANG MATEMATIKA EKONOMI 2 ATA 2017/2018 STAF PENANGGUNG
BAB 3.Penerapan Diferensial Fungsi Sederhana dalam Ekonomi
BAB 3.Penerapan Diferensial Fungsi Sederhana dalam Ekonomi A. Elastisitas Elastisitas merupakan persentase perubahan y terhadap persentase perubahan x. 1.1 Elastisitas Permintaan Elastisitas Permintaan
MATEMATIKA EKONOMI Pertemuan 7 Elastisitas, Biaya Produksi dan Penerimaan, Maksimum dan Minimum Suatu Fungsi I Komang Adi Aswantara UT Korea Fall 2013
MATEMATIKA EKONOMI Pertemuan 7 Elastisitas, Biaya Produksi dan Penerimaan, Maksimum dan Minimum Suatu Fungsi I Komang Adi Aswantara UT Korea Fall 2013 Elastisitas Elastisitas merupakan ukuran kepekaan
Elastisitas Permintaan
06/1/010 Penerapan Diferensial Fungsi Sederhana dalam Ekonomi Diskripsi materi: Elastisitas Biaya Marjinal dan Penerimaan Marjinal Utilitas Marjinal Produk Marjinal Analisis Keuntungan Maksimum Matematika
SILABI MATA KULIAH MATEMATIKA BISNIS 3 SKS
SILABI MATA KULIAH MATEMATIKA BISNIS 3 SKS DESKRIPSI Mata kuliah ini membahas tentang gambaran suatu keadaan dan pendekatan permasalahan dalam masalah ekonomi mikro maupun makro. Hubungan antar variabel
Macam-macam Biaya : Biaya Total (Total cost : TC), yaitu merupakan jumlah keseluruhan dari biaya tetap dan biaya tidak tetap.
FUNGSI BIAYA Macam-macam Biaya : Biaya Tetap (Fixed Cost : FC) yaitu, merupakan balas jasa dari pada pemakaian faktor produksi tetap (fixed factor), yaitu biaya yang dikeluarkan tehadap penggunaan faktor
RESUME MATERI MATEMATIKA INDUSTRI I APLIKASI INTEGRAL DALAM BIDANG EKONOMI KETEKNIKAN
RESUME MATERI MATEMATIKA INDUSTRI I APLIKASI INTEGRAL DALAM BIDANG EKONOMI KETEKNIKAN DISUSUN OLEH : NAMA NIM KELAS : MALA WIJAYANTI : 125100301111096 : P PROGRAM STUDI TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN JURUSAN
Gambar 1. Kurva Permintaan
APLIKASI FUNGSI PADA MATEMATIKA EKONOMI. Fungsi Permintaan dan Penawaran Hukum permintaan menyatakan bahwa semakin tinggi harga barang (P) maka permintaan barang tersebut () akan menurun. Semakin rendah
Penggunaan Turunan dalam Ekonomi
Penggunaan Turunan dalam Ekonomi Dalam ilmu ekonomi konsep turunan pertama dari suatu fungsi dapat digunakan untuk mendapatkan ongkos marjinal, pendapatan marjinal, elastisitas, hasrat menabung marjinal,
Telkom University Alamanda
Telkom University Alamanda 2 Tujuan Mahasiswa diharapkan mampu: Memahami fungsi non-linear Menerapkan fungsi non-linear dalam ilmu ekonomi 3 Hubungan Non-Linear Ada 4 macam bentuk fungsi non-linear yang
Materi UTS Matematika Ekonomi dan Bisnis
Materi UTS Matematika Ekonomi dan Bisnis 1. Fungsi permintaan, fungsi penawaran dan keseimbangan pasar sebelum dan sesudah pajak 2. Fungsi Biaya, Fungsi Penerimaann dan Analisis Pulang Pokok. 3. Fungsi
MATEMATIKA EKONOMI DAN BISNIS
Modul Mata Kuliah MATEMATIKA EKONOMI DAN BISNIS FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS WIJAYA PUTRA SURABAYA 2014/2015 Erik Valentino, S.Pd., M.Pd DAFTAR ISI Kontrak Perkuliahan... 1 BAB I Barisan dan Deret... 4
BAB VI FUNGSI KUADRAT (PARABOLA)
BAB VI FUNGSI KUADRAT (PARABOLA) Secara umum, persamaan kuadrat dituliskan sebagai ax 2 + bx + c = 0 atau dalam bentuk fungsi dituliskan sebagai f(x) = ax 2 + bx + c, dengan a, b, dan c elemen bilangan
MODUL 2 OPTIMISASI OPTIMISASI EKONOMI EKONOMI. SRI SULASMIYATI, S.Sos, M.AP. Ari Darmawan, Dr., S.AB, M.AB
MODUL 2 OPTIMISASI OPTIMISASI EKONOMI EKONOMI SRI SULASMIYATI, S.Sos, M.AP Ari Darmawan, Dr., S.AB, M.AB [email protected] Pendahuluan Adanya kebutuhan manusia yang tidak terbatas dan terbatasnya
Matematika Ekonomi. Oleh: Osa Omar Sharif Institut Manajemen Telkom
Matematika Ekonomi Oleh: Osa Omar Sharif Institut Manajemen Telkom ELASTISITAS Elastisitas adalah pengukuran tingkat respon/kepekaan satu variabel terhadap variabel yang lainnya Menunjukkan perubahan satu
Tugas Tersturtur Mata Kuliah Ekonomi Manajerial. Resume Bab Optimasi Ekonomi. Kelompok 2
Tugas Tersturtur Mata Kuliah Ekonomi Manajerial Resume Bab Optimasi Ekonomi Kelompok 2 1. Pupun Sofiyati 115030201111037 2. Isty Puji H 115030205111004 3. Della Herlita 115030207111046 Fakultas Ilmu Administrasi
MATEMATIKA EKONOMI. Oleh: Dosen STIE Ahmad Dahlan Jakarta
MATEMATIKA EKONOMI Oleh: Husnayetti Dosen STIE Ahmad Dahlan Jakarta DIFERENSIAL Diferensial mempelajari tentang tingkat perubahan rata-rata atau tingkat perubahan seketika dari suatu fungsi Metode Kalkulus
B A B VII. Jika TC = TC(Q), maka. Dan jika TR = TR(Q), maka
B A B VII 7.1. KONSEP MARGINAL Biaya marginal (marginal cost atau MC) dalam ilmu ekonomi didefinisikan sebagai perubahan dalam biaya total (total cost atau TC) yang terjadi sebagai akibat dari produksi
D. OPTIMISASI EKONOMI DENGAN KENDALA - Optimisasi dengan metode substitusi - Optimisasi dengan metode pengali lagrange
OPTIMISASI EKONOMI Ari Darmawan, Dr. S.AB, M.AB Email: [email protected] A. PENDAHULUAN B. TEKNIK OPTIMISASI EKONOMI C. OPTIMISASI EKONOMI TANPA KENDALA - Hubungan Antara Nilai Total, Rata-rata
Derivatif/turunan dan penerapannya dalam fungsi ekonomi
Derivatif/turunan dan penerapannya dalam fungsi ekonomi Ahmad Sabri Universitas Gunadarma, Indonesia 2016 Diberikan y = f (x). Notasi (delta) merepresentasikan perubahan nilai dari sebuah variabel (dependen
Penggunaan Turunan dalam Ekonomi Ir. Tito Adi Dewanto
Penggunaan Turunan dalam Ekonomi Ir. Tito Adi Dewanto Kegiatan Belajar 1 A. Perilaku Konsumen Perilaku konsumen mengikuti Hukum permintaan : Bila harga barang naik, ceteris paribus (faktor lain tetap)
PENERAPAN EKONOMI FUNGSI NON LINIER
PENERAPAN EKONOMI FUNGSI NON LINIER Pertemuan 3 LOGO Farah Alfanur Fungsi Penerimaan Fungsi Biaya Fungsi Penawaran Fungsi Permintaan 2 PERMINTAAN, PENAWARAN DAN KESEIMBANGAN PASAR Permintaan dan penawaran
PENGGUNAAN FUNGSI LINEAR DALAM EKONOMI
PENGGUNAAN FUNGSI LINEAR DALAM EKONOMI Agar fungsi permintaan dan fungsi penawaran dapat digambarkan grafiknya, maka faktor-faktor selain jumlah yang diminta dan harga barang dianggap tidak berubah selama
MATEMATIKA BISNIS I. M Riza Radyanto, S.T, M.T. Akademi Keuangan dan Perbankan Widya Buana
MATEMATIKA BISNIS I M Riza Radyanto, S.T, M.T Akademi Keuangan dan Perbankan Widya Buana 2013 BAB I FUNGSI Pengetahuan dan pemahaman akan konsep fungsi baik berbentuk persamaan maupun pertidaksamaan dalam
VI. BIAYA PRODUKSI DAN PENERIMAAN
Nuhfil1 6.1. Macam-Macam Biaya Produksi VI. BIAYA PRODUKSI DAN PENERIMAAN Biaya produksi adalah semua pengeluaran perusahaan untuk memperoleh faktorfaktor produksi yang akan digunakan untuk menghasilkan
LAB. MANAJEMEN DASAR LITBANG PTA 16/17
LAB. MANAJEMEN DASAR LITBANG PTA 16/17 MATEMATIKA EKONOMI 1 KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat, hidayah, dan karunia yang diberikan-nya, sehingga penyusun dapat menyelesaikan
Biaya Produksi dalam jangka pendek
Biaya Produksi dalam jangka pendek Dalam jangka pendek, ada satu faktor produksi yang dapat dirubah, sementara faktor produksi yang lain tetap Keseluruhan jumlah biaya produksi dapat dibedakan menjadi
1.Fungsi permintaan, fungsi penawaran dan keseimbangan pasar. 2.Pengaruh pajak-spesifik terhadap keseimbangan pasar
Fungsi linear sangat lazim diterapkan dalam ilmu ekonomi, baik dalam pembahasan ekonomi mikro maupun makro. Dua variabel ekonomi maupun lebih yang saling berhubungan acapkali diterjemahkan kedalam bentuk
Perusahaan, Produksi, dan Biaya
Perusahaan, Produksi, dan Biaya Perusahaan adalah kesatuan teknis, yang bertujuan untuk menghasilkan benda-benda atau jasa. Perusahaan ingin mencapai laba setinggi mungkin. Pengertian sehari-hari, laba
Penggunaan Turunan dalam Ekonomi
Modul 8 Penggunaan Turunan dalam Ekonomi Drs. Wahyu Widayat, M.Ec D PENDAHULUAN alam ilmu ekonomi konsep turunan pertama dari suatu fungsi dapat digunakan untuk mendapatkan ongkos marjinal, pendapatan
TOTAL PRODUKSI DAN PRODUKSI MARGINAL DENGAN SATU VARIABEL BEBAS : TANAH TENAGA KERJA TOTAL PRODUKSI
Bab 3 Pelaku Kegiatan Ekonomi Teori produksi Teori produksi adalah suatu gambaran bagaimana produsen berprilaku dalam memproduksi barang dan jasa. Teori produksi menekankan pada efisiensi. Dua konsep utama
MATEMATIKA EKONOMI DAN BISNIS
Modul Mata Kuliah MATEMATIKA EKONOMI DAN BISNIS FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS WIJAYA PUTRA SURABAYA 014/015 Erik Valentino, S.Pd., M.Pd DAFTAR ISI BAB I Barisan dan Deret... BAB II Fungsi... 10 BAB III
BAB IV FUNGSI. Modul Matematika Bisnis
BAB IV FUNGSI ILUSTRASI Pada tahun anggaran 2003 ini, pemerintah Indonesia menetapkan anggaran defisit, yaitu manakala pendapatan lebih rendah dibandingkan pengeluaran. Salah satu penyebab ketidakseimbangan
PELATIHAN OLIMPIADE EKONOMI PERSIAPAN OLIMPIADE SAINS PROVINSI. HARI/TANGGAL : Kamis/ 24 MEI JUMLAH SOAL : 50 butir
PELATIHAN OLIMPIADE EKONOMI PERSIAPAN OLIMPIADE SAINS PROVINSI HARI/TANGGAL : Kamis/ 24 MEI 2012 WAKTU : 120 MENIT JUMLAH SOAL : 50 butir Pilihlah satu jawaban yang paling tepat pada soal di bawah ini!
PENGANTAR EKONOMI MIKRO
PENGANTAR EKONOMI MIKRO www.febriyanto79.wordpress.com LOGO Produksi Kegiatan memproses input menjadi output Produsen dalam melakukan kegiatan produksi mempunyai landasan teknis yang didalam teori ekonomi
Aplikasi Fungsi Linear. Telkom University Alamanda
Aplikasi Fungsi Linear Telkom University Alamanda Pembahasan Fungsi pada Keseimbangan Pasar 1. Fungsi permintaan, fungsi penawaran dan keseimbangan pasar 2. Pengaruh pajak spesifik terhadap keseimbangan
Teori Harga Fungsi Linear
Teori Harga Fungsi Linear Matematika Ekonomi LOGO Osa Omar Sharif Teori Permintaan Teori permintaan Menerangkan tentang ciri hubungan antara jumlah permintaan (jumlah barang yang diminta pembeli) dan harga.
Template Standar Powerpoint
Modul ke: Template Standar Powerpoint Pembuatan Template Powerpoint untuk digunakan sebagai template standar modul-modul yang digunakan dalam perkuliahan Fakultas FEB Ali Akbar Gayo, SE.,MM Program Studi
BAB VII APLIKASI TURUNAN FUNGSI DALAM EKONOMI DAN BISNIS. Sifat-sifat yang sering digunakan untuk turanan fungsi dalam ekonomi dan bisnis:
BAB VII APLIKASI TURUNAN FUNGSI DALAM EKONOMI DAN BISNIS A. TURUNAN FUNGSI ALJABAR SATU VARIABEL f(x) = ax n Keterangan: f (x) = turunan pertama dari fungsi f(x) a dan n adalah suatu konstanta f (x) =
Bab 2: Optimasi Ekonomi. Ekonomi Manajerial Manajemen
Bab 2: Optimasi Ekonomi 1 Ekonomi Manajerial Manajemen 2 Pokok Bahasan Bentuk-Bentuk Hubungan Ekonomi Hubungan Total, Rata-rata dan Marjinal Analisis Optimalisasi Turunan dan Aturan Turunan Optimalisasi
KONSUMSI DAN INVESTASI. Oleh : AGUS ARWANI, SE, M.Ag.
KONSUMSI DAN INVESTASI Oleh : AGUS ARWANI, SE, M.Ag. MEMAHAMI KONSUMSI DAN TABUNGAN Konsumsi Tabungan Fungsi Konsumsi APC MPC Garis 45 0 Fungsi Tabungan APS Grafis Matematis Grafis Matematis Komponen Pendapatan
a b Penawaran : Jumlah barang yang ditawarkan pada tingkat harga tertentu
G. Aplikasi Fungsi dalam Bisnis dan Ekonomi. Permintaan (Demand) dan Penawaran (Supply) Permintaan : Sejumlah barang yang diminta konsumen pada tingkat harga tertentu. Hukum Permintaan (Demand): Apabila
FUNGSI. Berdasarkan hubungan antara variabel bebas dan terikat, fungsi dibedakan dua: fungsi eksplisit dan fungsi implisit.
FUNGSI Fungsi merupakan hubungan antara dua variabel atau lebih. Variabel dibedakan :. Variabel bebas yaitu variabel yang besarannya dpt ditentukan sembarang, mis:,, 6, 0 dll.. Variabel terikat yaitu variabel
Aplikasi Fungsi. Fungsi Linier. Fungsi Kuadrat. 1. Fungsi penawaran 2. Fungsi permintaan 3. Fungsi penerimaan 4. Fungsi biaya
Telkom University Aplikasi Fungsi Fungsi Linier 1. Fungsi penawaran, permintaan, dan keseimbangan pasar 2. Pengaruh pajak-spesifik thd keseimbangan pasar 3. Pengaruh pajak-proposional thd keseimbangan
Permintaan, Penawaran dan Keseimbangan Pasar
Permintaan, Penawaran dan Keseimbangan Pasar Selain berbentuk fungsi linier, permintaan dan penawaran dapat pula berbentuk fungsi non linier. Fungsi permintaan dan fungsi penawaran yang kuadratik dapat
Materi 6 Ekonomi Mikro
Materi 6 Ekonomi Mikro Memaksimalkan Laba/Keuntungan Tujuan Pembelajaran : Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami konsep dan metode perhitungan untuk mencapai laba/keuntungan yang maksimal berdasarkan
INTEGRAL APLIKASI EKONOMI
INTEGRAL APLIKASI EKONOMI Pengertian Integral Integral merupakan operasi invers dari turunan. Jika turunan dari F(x) adalah F (x) = f(x), maka F(x) = f(x) dx. adalah lambang untuk notasi integral, dx adalah
Disiapkan oleh: Bambang Sutrisno, S.E., M.S.M.
Disiapkan oleh: Bambang Sutrisno, S.E., M.S.M. Elastisitas Permintaan (price elasticity of demand) Elastisitas permintaan ialah suatu koefisien yang menjelaskan besarnya perubahan jumlah barang yang diminta
BIAYA PRODUKSI. I. Pengertian Biaya produksi. Nama : Abdul Wahab NPM : Kelas : 1 ID 05
Nama : Abdul Wahab NPM : 38409532 Kelas : 1 ID 05 BIAYA PRODUKSI I. Pengertian Biaya produksi Untuk menghasilkan barang atau jasa diperlukan factor-faktor produksi seperti bahan baku, tenaga kerja, modal,
MATEMATIKA EKONOMI 1 FUNGSI DAN GRAFIK. DOSEN Fitri Yulianti, SP, MSi.
MATEMATIKA EKONOMI 1 FUNGSI DAN GRAFIK DOSEN Fitri Yulianti, SP, MSi. Fungsi Fungsi merupakan hubungan antara dua variabel atau lebih. Variabel dibedakan : 1. Variabel bebas yaitu variabel yang besarannya
Letak Sebuah Titik :
BAB V FUNGSI Letak Sebuah Titik : Y+ Kuadran II Kuadran I X+ Kuadran III Kuadran IV Fungsi ialah : Suatu bentuk hubungan matematis yg menyatakan hub. Ketergantungan/ fungsional antara satu variabel dengan
PERHITUNGAN LABA/RUGI SUATU USAHA
Judul PERHITUNGAN LABA/RUGI SUATU USAHA Mata Pelajaran : Ekonomi Kelas : I (Satu) Nomor Modul : Eko.I.04 Penulis: Nurmawan, S.Pd Penyunting Materi: Dra. Endang Sri Rahayu Penyunting Media: Sandjaja Siswosoemarto,
MODUL MATEMATIKA EKONOMI 1 LABORATORIUM MANAJEMEN DASAR
MODUL MATEMATIKA EKONOMI 1 LABORATORIUM MANAJEMEN DASAR NAMA : NPM : KELAS : MATA KULIAH : HARI/SHIFT : PJ : KP : TUTOR : ASBAR : FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS GUNADARMA DEPOK 2015 KATA PENGANTAR Puji syukur
BAB II FUNGSI LINIER & GRAFIK
BAB II FUNGSI LINIER & GRAFIK FUNGSI APLIKASI DLM EKONOMI 9/16/008 1 FUNGSI FUNGSI ADALAH SUATU HUBUNGAN DIMANA SETIAP ELEMEN DARI WILAYAH (DOMAIN) SALING BERHUBUNGAN DENGAN SATU DAN HANYA SATU ELEMEN
MATEMATIKA TURUNAN FUNGSI
MATEMATIKA TURUNAN FUNGSI lim h 0 f ( x h) f( x) h KELAS : XI MIA SEMESTER : (DUA) SMA Santa Angela Bandung Tahun Pelajaran 06-07 XI MIA Semester Tahun Pelajaran 06 07 PENGANTAR : TURUNAN FUNGSI Modul
MATEMATIKA EKONOMI DAN BISNIS MINGGU IX
MATEMATIKA EKONOMI DAN BISNIS MINGGU IX KALKULUS DIFERENSIAL Prepared By : W. Rofianto ROFI 010 TINGKAT PERUBAHAN RATA-RATA Jakarta Km 0 jam Bandung Km 140 Kecepatan rata-rata s t 140Km jam 70Km / jam
MATEMATIKA INDUSTRI 1 RESUME INTEGRAL DAN APLIKASI
MATEMATIKA INDUSTRI 1 RESUME INTEGRAL DAN APLIKASI Nama : Syifa Robbani NIM : 125100301111002 Dosen Kelas : Nimas Mayang Sabrina S., STP, MP, MSc : L Nimas Nimas Mayang Sabrina S., STP, MP, MSc Mayang
Institut Manajemen Telkom
Institut Manajemen Telkom Osa Omar Sharif JENIS JENIS FUNGSI1 JENIS JENIS FUNGSI 2 Jenis Fungsi Gambar 1. FUNGSI POLINOM mengandung banyak suku (polinom) dalam variabel bebas y = a 0 + a 1 x + a 2 x 2
HUBUNGAN FUNGSI NON-LINEAR DALAM PENERAPAN EKONOMI. Disusun Guna Memenuhi Tugas Matematika Ekonomi. Dosen Pengampu : Rombel 1 Oleh:
HUBUNGAN FUNGSI NON-LINEAR DALAM PENERAPAN EKONOMI Disusun Guna Memenuhi Tugas Matematika Ekonomi Dosen Pengampu : Wardono Rombel 1 Oleh: 1. Farah Anisah Zahra 4101413064. Rizky Rahman 4101413066 3. Hana
Minggu : 3 Fungsi Linear
Minggu : 3 Fungsi Linear Suatu fungsi dengan variabei independen paling tinggi berpangkat satu persamaan garis lurus. Bentuk urnum fungsi linear: y = mx + C y = fungsi linear m = koefisien arah x = variabel
OPTIMISASI EKONOMI. Dr. Muh. Yunanto, MM. Kuliah Minggu ke-2
OPTIMISASI EKONOMI Dr. Muh. Yunanto, MM. Kuliah Minggu ke-2 BAB II Berbagai Teknik Optimasi dan Peralatan Manajemen Baru Metode Dalam Mengambarkan hub Ekonomi Hubungan ekonomi dapat digambarkan dalam bentuk
Matematika Ekonomi /Bisnis Differensial / turunan. Dosen : D. Rizal Riyadi SE,.ME
Matematika Ekonomi /Bisnis Differensial / turunan Dosen : D. Rizal Riyadi SE,.ME ILUSTRASI Y = a + b X Y2 Y1 Y = 3 + 1,5 X X1 = 1 -> Y1 = 4,5 X2 = 3 -> Y2 = 7,5 X3 = 1,5 -> Y3 = 5,25 a X1 X2 Y2 - Y1 3
METODE PENGUKURAN DAN PERAMALAN. Pusat Pengembangan Pendidikan - Universitas Gadjah Mada
METODE PENGUKURAN DAN PERAMALAN PENDAHULUAN Mengetahui prospek usaha dari proyek yang direncanakan Perkiraan tentang peluang pasar produk yang dihasilkan Bentuk dan sifat produk yang dihasilkan Nasional
III. KERANGKA TEORITIS
III. KERANGKA TEORITIS 3.. Penurunan Fungsi Produksi Pupuk Perilaku produsen pupuk adalah berusaha untuk memaksimumkan keuntungannya. Jika keuntungan produsen dinotasikan dengan π, total biaya (TC) terdiri
M AT E M AT I K A E K O N O M I KALKULUS TURUNAN I N S TITUT P ERTA N I A N BOGOR
M AT E M AT I K A E K O N O M I KALKULUS TURUNAN TO N I BAKHTIAR I N S TITUT P ERTA N I A N BOGOR 2 0 1 2 Statik Komparatif Analisis perbandingan titik-titik kesetimbangan terhadap perubahan nilai-nilai
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MANAJEMEN BISNIS FAKULTAS PENDIDIKAN EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
Jl Dr Setiabudhi No 229 Bandung 40154 Telp& Fax. 022-200634 SILABUS MATA KULIAH Mata Kuliah : Matematika Ekonomi Kode : PE 101 SKS/Semester : 3 / Ganjil Dosen/Kode : Drs. Bambang Widjajanta Kode : 1425
Bab 2 Berbagai Teknik Optimasi dan Peralatan Manajemen Baru
Bab 2 Berbagai Teknik Optimasi dan Peralatan Manajemen Baru Sumber: http://ideolicious.blogspot.co.id/2014/09/ma teri-perkuliahan-ekonomi-manajerial.html Pendahuluan Ekonomi Manajerial sebagai penerapan
KONSEP BIAYA DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN
KONSEP BIAYA DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN A. Jenis Biaya yang Perlu Diketahui Oleh Decision Maker 1. Biaya Eksplisit (Explisiy Cost) Biaya yang dikeluarkan guna mendapatkan input yang dibutuhkan dalam proses
Pengantar Ekonomi Mikro
Pengantar Ekonomi Mikro Modul ke: 10Fakultas Ekonomi & Bisnis Menjelaskan, Teori Produksi Biaya Jangka pendek Abdul Gani, SE MM Program Studi Manajemen TEORI BIAYA (ONGKOS) PRODUKSI BIAYA/ONGKOS PRODUKSI:
BAB IV FUNGSI KUADRAT. HUSNAYETTI Ketua STIE Ahmad Dahlan Jakarta
BAB IV FUNGSI KUADRAT HUSNAYETTI Ketua STIE Ahmad Dahlan Jakarta DEFENISI FUNGSI KUADRAT Fungsi kuadrat adalah suatu fungsi yang variabel bebasnya maksimal berpangkat dua Bentuk umum fungsi kuadrat Y =
SATUAN ACARA PERKULIAHAN
SATUAN ACARA PERKULIAHAN IDENTIFIKASI MATA KULIAH Nama Mata Kuliah Kredit Waktu Pertemuan Tingkat Program Studi Jurusan Dosen : ekonomi : 3 SKS : 135 Menit : I : S1 : Akuntansi : Surtikanti, S.E.,M.Si
Kalkulus Diferensial week 09. W. Rofianto, ST, MSi
Kalkulus Diferensial week 09 W. Rofianto, ST, MSi Tingkat Perubahan Rata-rata Jakarta Km 0 jam Bandung Km 140 Kecepatan rata-rata s t 140Km jam 70Km / jam Konsep Diferensiasi Bentuk y/ disebut difference
KONSEP EKONOMI MANAJERIAL ILMU MANAJEMEN
BAB I KONSEP EKONOMI MANAJERIAL ILMU MANAJEMEN MERTODE KUANTITATIF EKONOMI MANAJERIAL TEORI EKONOMI MIKRO Gambar 1.1. Ruang Lingkup Ekonomi Manajerial A. EKONOMI MANAJERIAL (MANAGERIAL ECONOMIC) Menurut
~ ~~, Elisabet Siahaan
~ ~~, Elisabet Siahaan .- DAFTARISI KATA PENGANTAR... DAFT AR lsi... DAFT AR GAMBAR...;... iii iv vi BAB 1 SIFAT-SIFAT MATEMATIKA EKONOMI DAN BISNIS... 1 1.1 Matematika Ekonomi dan Matematika Murni...
Matematik Ekonom Fungsi nonlinear
1 FUNGSI Fungsi adalah hubungan antara 2 buah variabel atau lebih, dimana masing-masing dari dua variabel atau lebih tersebut saling pengaruh mempengaruhi. Variabel merupakan suatu besaran yang sifatnya
MATEMATIKA EKONOMI. Analisis Pulang Pokok Fungsi Konsumsi dan Tabungan Model Penentuan Pendapatan Nasional
MATEMATIKA EKONOMI Analisis Pulang Pokok Fungsi Konsumsi dan Tabungan Model Penentuan Pendapatan Nasional Navel O. Mangelep, Jurusan Matematika Universitas Negeri Manado September 2013 ANALISIS PULANG
MATEMATIKA TURUNAN FUNGSI
MATEMATIKA TURUNAN FUNGSI lim h 0 f ( x h) f( x) h KELAS : XII IIS SEMESTER GANJIL SMA Santa Angela Bandung Tahun Pelajaran 017/018 XII IIS Semester 1 Tahun Pelajaran 017/018 PENGANTAR : TURUNAN FUNGSI
BAB V PERUSAHAAN dan PRODUKSI
BAB V PERUSAHAAN dan PRODUKSI 5.1. Perilaku Produsen Jika konsumen didefinisikan sebagai orang atau pihak yang mengkonsumsi (pengguna) barang dan jasa maka produsen adalah orang atau pihak yang memproduksi
Fakultas Teknik UNY Jurusan Pendidikan Teknik Otomotif INTEGRASI FUNGSI. 0 a b X A. b A = f (X) dx a. Penyusun : Martubi, M.Pd., M.T.
Kode Modul MAT. TKF 20-03 Fakultas Teknik UNY Jurusan Pendidikan Teknik Otomotif INTEGRASI FUNGSI Y Y = f (X) 0 a b X A b A = f (X) dx a Penyusun : Martubi, M.Pd., M.T. Sistem Perencanaan Penyusunan Program
Modul ke: Konsep Elastisitas. Fakultas EKONOMI. Triwahyono SE.MM. Program Studi Manajemen.
Modul ke: Konsep Elastisitas Fakultas EKONOMI Triwahyono SE.MM. Program Studi Manajemen www.mercubuana.ac.id Konsep Elastisitas Makin meluasnya penggunaan matematika dalam ilmu ekonomi telah memungkinkan
V. TEORI PERILAKU PRODUSEN
Kardono -nuhfil V. TEORI PERILAKU PRODUSEN 5.. Fungsi Produksi Seorang produsen atau pengusaha dalam melakukan proses produksi untuk mencapai tujuannya harus menentukan dua macam keputusan: ) berapa output
Rencana Pembelajaran Semester (RPS) REVISI Mata Kuliah: Matematika Ekonomi/Keuangan/Bisnis
Rencana Pembelajaran Semester (RPS) REVISI Mata Kuliah: Matematika Ekonomi/Keuangan/Bisnis Minggu Ke- 1 Pokok Bahasan dan Sub Pokok Bahasan SA SM SM DA DM Matematika Bisnis (UPM) Matematika Ekonomi Matematika
STRATEGI PENENTUAN HARGA. Manajemen Pemasaran L. Faqih S. Hadie, SE.,MM.
STRATEGI PENENTUAN HARGA Manajemen Pemasaran L. Faqih S. Hadie, SE.,MM. PENGERTIAN HARGA Harga adalah jumah uang (ditambah beberapa produk kalau mungkin) yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi
III. KERANGKA PEMIKIRAN. Kerangka pemikiran teoritis meliputi penjelasan-penjelasan mengenai halhal
III. KERANGKA PEMIKIRAN 3.1. Kerangka Pemikiran Teoritis Kerangka pemikiran teoritis meliputi penjelasan-penjelasan mengenai halhal yang berdasar pada teori yang digunakan dalam penelitian. Penelitian
JENIS JENIS FUNGSI 2. Gambar. Jenis Fungsi. mengandung banyak suku (polinom) dalam variabel bebas y = a 0 + a 1 x + a 2 x a n x n
Telkom University Alamanda JENIS JENIS FUNGSI1 JENIS JENIS FUNGSI 2 Jenis Fungsi Gambar 1. FUNGSI POLINOM mengandung banyak suku (polinom) dalam variabel bebas y = a 0 + a 1 x + a 2 x 2 + + a n x n 2.
F U N G S I. A. Variabel
F U N G S I Pemahaman akan konsep fungsi sangat penting dalam mempelajari disiplin ilmu ekonomi, mengingat telaah-telaah ekonomi banyak dinyatakan dengan matematika dan biasanya dapat dinyatakan dalam
PTE 4109, Agribisnis UB
MATEMATIKA EKONOMI PTE 4109, Agribisnis UB 1 Materi ang dipelajari Pengertian dan Unsur- unsur Fungsi Jenis- jenis fungsi Penggambaran fungsi Linear Penggambaran fungsi non linear -Penggal -Simetri - Perpanjangan
III. KERANGKA TEORI. sisi produksi maupun pasar, disajikan pada Gambar 1. Dari sisi produksi,
III. KERANGKA TEORI Pasar jagung, pakan dan daging ayam ras di Indonesia dapat dilihat dari sisi produksi maupun pasar, disajikan pada Gambar 1. Dari sisi produksi, keterkaitan ketiga pasar tersebut dapat
Aplikasi Turunan. Applied Derivatives A. Menentukan kemiringan (gradien) garis singgung kurva. Persamaan garis singgung kurva y = f ( x)
Applie Derivatives 0 Aplikasi Turunan A. Menentukan kemiringan (graien) garis singgung kurva. ersamaan garis singgung kurva y f ( x) i titik T(, ) aalah y s ( f ( x ))( x x ) + y Atau y m( x ) engan m
ELASTISITAS (Elasticity)
ELASTISITAS () PowerPoint Slides by Education University of Indonesia Dilaksanakan Pada Kegiatan Pendidikan dan Latihan Guru Ekonomi Tingkat Nasional 4 dan 5 September 2007 2007 Laboratorium Ekonomi &
Modul 5. Teori Perilaku Produsen
Modul 5. Teori Perilaku Produsen A. Deskripsi Modul Seorang produsen atau pengusaha dalam melakukan proses produksi untuk mencapai tujuannya harus menentukan dua macam keputusan: berapa output yang harus
Fungsi biaya. Biaya tetap (fixed cost) Biaya variabel (variable cost) FC = k VC = f (Q) = vq C = g(q) = FC + VC = k + vq
Fungsi biaya Biaya tetap (fixed cost) Biaya variabel (variable cost) FC = k VC = f (Q) = vq C = g(q) = FC + VC = k + vq Fungsi biaya Biaya tetap yang dikeluarkan oleh sebuah perusahaan sebesar Rp 20.000,
SATUAN ACARA PERKULIAHAN PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI
Kode Mata : IT 081308 Media : Kertas Kerja, Infocus, Mata : Matematika 2 Perangkat Siaran Jumlah SKS : 3 Evaluasi : Kehadiran, Penilaian terhadap tugas/praktek Proses Belajar Mengajar : Dosen : Menjelaskan,
TURUNAN FUNGSI. dy (y atau f (x) atau ) dx. Hal-hal yang perlu diingat untuk menyelesaikan turunan fungsi aljabar adalah :
TURUNAN FUNGSI dy (y atau f () atau ) d Hal-hal yang perlu diingat untuk menyelesaikan turunan fungsi aljabar adalah :. ( a + b) = ( a + ab + b ). ( a b) = ( a ab + b ) m n m n. a = a 4. a m = a m m m.
PENERAPAN FUNGSI DALAM EKONOMI. Fungsi Linier
PENERAPAN FUNGSI DALAM EKONOMI Fungsi Linier Penerapan Fungsi Linear Dalam Teori Ekonomi Mikro 1. Fungsi permintaan, fungsi penawaran dan keseimbangan pasar 2. Pengaruh pajak-spesifik terhadap keseimbangan
KALKULUS 1 HADI SUTRISNO. Pendidikan Matematika STKIP PGRI Bangkalan. Hadi Sutrisno/P.Matematika/STKIP PGRI Bangkalan
KALKULUS 1 HADI SUTRISNO 1 Pendidikan Matematika STKIP PGRI Bangkalan BAB I PENDAHULUAN A. Sistem Bilangan Real Untuk mempelajari kalkulus kita terlebih dahulu perlu memahami bahasan tentang sistem bilangan
