Dasar-dasar Perilaku Individu
|
|
|
- Vera Dharmawijaya
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Dasar-dasar Perilaku Individu
2 Perilaku Individu Kontribusi utama psikologis terhadap Perilaku Organisasi (OB) dibagi dalam 4 konsep : sikap (attitudes) kepribadian persepsi pembelajaran
3 Sikap (1) Merupakan pernyataan evaluatif baik yang menyenangkan maupun tidak tentang suatu objek, orang, atau peristiwa Mencerminkan bagaimana seseorang merasakan sesuatu Sikap dalam pekerjaan : Kepuasan kerja Keterlibatan kerja Komitmen organisasi
4 Sikap (2) Sikap dalam pekerjaan : Kepuasan kerja mengacu kepada sikap individu secara umum terhadap pekerjaannya Keterlibatan kerja tingkat sejauh mana seseorang berkecimpung dalam pekerjaannya dan berpartisipasi di dalamnya Komitmen organisasi indikator kepada, dan keberpihakan terhadap organisasi
5 Sikap (3) Variabel kepuasan kerja : Tantangan menggunakan keterampilan, tugas bervariasi, kebebasan, umpan balik Penghargaan keadilan sistem penggajian, kebijakan promosi Kondisi kerja kenyamanan pribadi, kemudahan melakukan pekerjaan Rekan kerja interaksi sosial
6 Sikap (4) Kepuasan dan Produktivitas Pandangan awal : kepuasan menentukan produktivitas Bukti : produktivitas menentukan kepuasan Kepuasan menentukan produktivitas jika perilaku karyawan dikendalikan oleh faktor-faktor di luar dirinya Contoh : produktivitas pekerja mesin ditentukan oleh kecepatan mesin, bukan kepuasan
7 Sikap (5) Individu cenderung mencari konsistensi Ketidakselarasan kognitif (cognitive dissonance) : ketidakkonsistenan antara dua atau lebih sikap seseorang, atau antara sikap dan perilaku Teori kognitif setiap individu berusaha meminimasi ketidakselarasan dan ketidaknyamanan yang ditimbulkannya
8 Sikap (6) Keinginan meminimasi ketidakselarasan ditentukan oleh : pentingnya elemen yang menciptakan ketidakselarasan tingkat pengaruh kepercayaan terhadap elemen penghargaan dalam ketidakselarasan Implikasi teori kognitif terhadap organisasi : membantu memprediksi kecenderungan perubahan sikap maupun perilaku
9 Kepribadian (1) Merupakan kombinasi sifat-sifat psikologis yang digunakan untuk mengklasifikasi orang Teridentifikasi 16 sifat kepribadian utama yang bersifat bipolar (dua titik ekstrem) merupakan sumber perilaku yang tetap dan konstan
10 Enam Belas Sifat Kepribadian Utama 1. Penyendiri vs Peramah 2. Kecerdasan rendah vs Kecerdasan tinggi 3. Dipengaruhi oleh perasaan vs Stabil secara emosional 4. Pengikut vs Dominan 5. Serius vs Santai 6. Berani mengambil risiko vs Bijaksana/penuh pertimbangan 7. Pemalu vs Petualang 8. Keras hati vs Peka 9. Mudah percaya vs Pencuriga 10. Praktis vs Imajinatif 11. Blak-blakan vs Tersembunyi 12. Percaya diri vs Mudah cemas 13. Konservatif vs Suka mencoba 14. Tergantung pada kelompok vs Mandiri 15. Tidak terkendali vs Terkendali 16. Rileks vs Tegang
11 Kepribadian (2) Indikator Tipe Myers-Briggs (MBTI) tes kepribadian dengan 100 pertanyaan tentang bagaimana orang merasa atau bertindak dalam situasi tertentu Klasifikasi : Ekstrovert atau introvert (E atau I) Indrawi (sensing) atau intuitif (intuitive) (S atau N) Pemikir (thinking) atau perasa (feeling) (T atau F) Pengertian (perceive) atau penilai (judging) (P atau J) Tidak ada bukti nyata yang menunjukkan MBTI merupakan pengukuran kepribadian yang valid, namun tetap digunakan dalam organisasi
12 Kepribadian (3) Model Lima Besar Faktor Lima Besar : Keekstrovertan : suka bergaul, banyak bicara, asertif Keramahtamahan : baik hati, kooperatif, dapat dipercaya Kehati-hatian : bertanggungjawab, dapat diandalkan, tekun, berorientasi pada prestasi Kestabilan emosi : tenang, antusias, sanggup menghadapi ketegangan, kegelisahan, kemurungan, ketidakamanan Keterbukaan terhadap pengalaman : imajinatif, sensitif secara artistik, cerdas Menemukan hubungan yang penting antara dimensi kepribadian dengan prestasi kerja
13 Kepribadian (4) Atribut kepribadian tambahan : tempat kendali (locus of control) otoritarianisme (authoritarianism) Machiavellianisme (Mach) pemantauan diri (self monitoring) kecenderungan risiko (risk propensity)
14 Tipologi Holland Mengenai Kepribadian dan Contoh Pekerjaan Tipe Karakteristik Kepribadian Contoh Pekerjaan Realistis : Lebih menyukai kegiatan-kegiatan fisik yang membutuhkan keterampilan, kekuatan, dan koordinasi Peneliti : Lebih menyukai kegiatan-kegiatan yang melibatkan pemikiran, pengorganisasian, dan pemahaman Sosial : Lebih menyukai kegiatan yang bersifat membantu dan mengembangkan orang lain Pemalu, apa adanya, gigih, stabil, konformis, praktis Analitis, orisinil, ingin tahu, mandiri Suka bergaul, ramah, kooperatif, pengertian Mekanis, operator penekan bor, perakit, petani Ahli biologi, ahli ekonomi, ahli matematika, reporter berita Pekerja sosial, guru, penasihat, ahli psikologi klinis Konvensional : Lebih menyukai kegiatankegiatan yang ada peraturannya, teratur, dan tidak bermakna ganda Giat : Lebih menyukai kegiatan-kegiatan verbal di mana ada kesempatan untuk mempengaruhi orang lain dan mencapai kekuasaan Konformis, efisien, praktis, tidak imajinatif, kaku Percaya diri, ambisius, enerjik, manajer bisnis yang sangat dominan Akuntan, manajer korporat, teller bank, pengatur arsip (file) Pengacara, agen real estat, ahli hubungan masyarakat Artistik : Lebih menyukai kegiatan-kegiatan bermakna ganda, tidak sistematis yang dapat mengekspresikan kreativitas Imajinatif, tidak beraturan, idealis, emosional, tidak praktis Pelukis, musisi, penulis, dekorator interior
15 Kepribadian (5) Model enam jenis kepribadian teori kesesuaian pekerjaan dengan kepribadian kepuasan individu atau kecenderungan meninggalkan pekerjaan tergantung tingkat kepribadian individu, sesuai lingkungan pekerjaannya prosedur : menggunakan kuesioner Inventarisasi Preferensi Kejuruan (Vocational Preference Inventory)
16 Diagram Heksagonal Mengenai Hubungan Antarjenis Kepribadian Jenis Pekerjaan Hal penting dari model : Terdapat perbedaan intrinsik pada setiap individu Terdapat jenis pekerjaan yang berbeda Individu yang memiliki pekerjaan yang sesuai dengan jenis kepribadiannya lebih puas dan kecil kemungkinannya untuk mengundurkan diri
17 Persepsi (1) suatu proses di mana individu mengorganisasikan dan menginterpretasikan kesan sensori untuk memberi arti pada lingkungan individu yang berbeda dapat melihat hal yang sama tetapi memahaminya secara berbeda
18 Persepsi (2) Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi : orang yang mempersepsikannya karakteristik pribadi yang mempengaruhi persepsi : sikap, kepribadian, motif, kepentingan, pengalaman masa lalu, harapan objek atau sasaran yang dipersepsikan konteks di mana persepsi dibuat
19 Persepsi (3) Teori Atribusi Diajukan untuk mengembangkan penjelasan bahwa perbedaan penilaian terhadap individu tergantung pada arti atribusi yang diberikan pada perilaku tertentu Faktor-faktor penentu penilaian (internal atau eksternal) : 1. Kekhasan tertentu 2. Kesepakatan bersama 3. Konsistensi
20 Persepsi (4) Jalan pintas menilai orang lain : - Selektivitas - Kesamaan asumsi - Stereotip - Halo effect
21 Pembelajaran (1) Belajar : segala perubahan perilaku yang relatif permanen dan terjadi sebagai hasil dari pengalaman Belajar dibangun di atas hukum efek (law of effect) perilaku adalah fungsi dari konsekuensi-konsekuensinya : Konsekuensi menguntungkan diulangi Konsekuensi tidak menguntungkan tidak diulangi
22 Proses Pembelajaran Pembentukan Lingkungan Hukum Efek Perilaku Pencontohan
23 Pembelajaran (2) Kunci proses belajar : Pembentukan belajar dari kesalahan Keteladanan
24 Perilaku Organisasi dalam Konteks Global
25 Perbedaan Pekerja Asing dan Pekerja Indonesi Pekerja Amerika Pekerja Indonesia (???) Bekerja mandiri Bekerja sebagai bagian dari kelompok Memiliki mobilitas tinggi Menyelesaikan masalah secara sistematis, sesuai petunjuk buku Membutuhkan privasi Percaya bahwa individu yang bertanggungjawab Menghindari konflik Formal Menerima kewenangan Memiliki kepemimpinan yang hierarkis Berhati-hati, menghindari risiko Memiliki mobilitas rendah Melakukan improvisasi, kreatif Mengidentifikasi dengan kelompok, tidak membutuhkan privasi Percaya bahwa kelompok yang bertanggungjawab Cenderung untuk menghadapi konflik Informal dan terbuka Mempertanyakan kewenangan Memiliki kepemimpinan alamiah Mengambil risiko
26 Dunia saat ini perkampungan global perusahaan multinasional : menjalankan operasinya di dua atau lebih negara secara simultan terdapat keanekaragaman sistem politik, hukum, adat istiadat perbedaan menjadi motivasi utama perusahaan untuk berkembang ke seluruh dunia penetapan kerja sama regional : Uni Eropa NAFTA Eropa Timur Baru
27 Orang Amerika : parochialisme melihat dunia semata-mata hanya melalui kacamata dan perspektif sendiri etnosentris kebiasaan dan nilai-nilai budaya mereka lebih baik dari yang lainnya
28 Negara semakin homogen pendekatan bebas-budaya dalam perilaku organisasi kendala: 1. Perbedaan lintas budaya nasional dalam perilaku organisasi 2. Perbedaan menjelaskan keragaman sikap dan perilaku 3. Perbedaan tidak akan berkurang pada tingkat yang signifikan Menilai perbedaan antarnegara : Kerangka Kluckhohn-Strodtbeck Kerangka Hofstede
29 Kerangka Kluckhohn-Strodtbeck (1) Paling banyak digunakan sebagai acuan analisis variasi antarbudaya Mengidentifikasi enam dimensi budaya dasar : hubungan dengan lingkungan orientasi waktu sifat dasar manusia orientasi kegiatan fokus akan tanggung jawab konsepsi ruang
30 Kerangka Kluckhohn-Strodtbeck (2) Hubungan dengan Lingkungan : - Ditaklukkan oleh lingkungan - Berjalan selaras dengan lingkungan - Mendominasi lingkungan Orientasi waktu : - Masa lalu - Masa kini - Masa depan
31 Kerangka Kluckhohn-Strodtbeck (3) Sifat dasar manusia : Baik Jahat Campuran Orientasi aktivitas : Usaha pencapaian prestasi Hidup saat ini pengalaman hidup dan kepuasan sesaat Pengendalian melepaskan diri dari objek-objek
32 Kerangka Kluckhohn-Strodtbeck (4) Fokus pada tanggung jawab : Individualistik Kelompok Hierarkis Konsepsi ruang : Publik Pribadi Campuran
33 Variasi pada Dimensi Nilai Klucklhohn- Strodtbeck DIMENSI NILAI VARIASI-VARIASI * Hubungan dengan lingkungan Dominasi Harmoni Subjugasi Orientasi waktu Masa lampau Sekarang Masa depan Sifat dasar manusia Baik Campuran Buruk Orientasi aktivitas Masa kini Pengendalian Melakukan sesuatu Fokus pada tanggung jawab Individualistik Kelompok Hierarkis Konsepsi ruang Pribadi Campuran Publik * Garis patah-patah menunjukkan posisi A.S. di antara dimensi-dimensi tersebut
34 Kerangka Hofstede (1) analisis yang lebih komprehensif tentang budaya, dilakukan oleh Geert Hofstede survey dilakukan pada karyawan di 40 negara dalam satu perusahaan multinasional temuan : 4 dimensi budaya nasional yang menjadi perbedaan : 1. Individualisme vs kolektivisme 2. Distansi kekuasaan 3. Penghindaran ketidakpastian 4. Kemaskulinan vs kefemininan
35 Kerangka Hofstede (2) Individualisme vs Kolektivisme - Individualis : cenderung menjaga kepentingan sendiri dan keluarga dekat, kebebasan individu luas (Contoh : Amerika, Inggris, Belanda) - Kolektivisme : mengharap orang lain dalam kelompok untuk menjaga dan melindungi jika dalam masalah (Contoh : Kolombia, Pakistan)
36 Kerangka Hofstede (3) Distansi Kekuasaan (Power Distance) - Suatu ukuran untuk melihat sejauh mana masyarakat dapat menerima kenyataan bahwa kekuasaan dalam lembaga dan organisasi didistribusikan secara tidak merata - Contoh : gelar, kedudukan, status
37 Kerangka Hofstede (4) Penghindaran Ketidakpastian (Uncertainty Avoidance) - Kita hidup dalam dunia ketidakpastian - Tanggapan terhadap ketidakpastian berbedabeda : - Menerima dengan tenang penghingdaran ketidakpastian rendah - Tingkat kecemasan tinggi, gelisah, stress, agresif penghindaran ketidakpastian tinggi
38 Kerangka Hofstede (5) Kemaskulinan vs Kefemininan - Maskulin : menekankan ketegasan dan penguasaan akan uang dan hal-hal yang bersifat materi, tidak berempati pada orang lain - Feminin : menekankan hubungan dengan sesama, memperhatikan orang lain, dan kualitas hidup secara keseluruhan
39 Contoh Dimensi Kultural Hofstede Negara Individualisme/ Kolektivisme Distansi Kekuasaan Penghindaran Ketidakpastian Kemaskulinan/ Kefemininan Australia Individualis Kecil Sedang Kemaskulinan kuat Kanada Individualis Sedang Rendah Kemaskulinan sedang Inggris Individualis Kecil Sedang Kemaskulinan kuat Perancis Individualis Besar Tinggi Kemaskulinan lemah Yunani Kolektif Besar Tinggi Kemaskulinan sedang Italia Individualis Sedang Tinggi Kemaskulinan kuat Jepang Kolektif Sedang Tinggi Kemaskulinan kuat Meksiko Kolektif Besar Tinggi Kemaskulinan kuat Singapura Kolektif Besar Rendah Kemaskulinan sedang Swedia Individualis Kecil Rendah Kemaskulinan lemah Amerika Serikat Individualis Kecil Rendah Kemaskulinan kuat Venezuela Kolektif Besar Tinggi Kemaskulinan kuat
Kepuasan Kerja. bergantian.
3 DASAR-DASAR PERILAKU INDIVIDU Suatu pemahaman tentang perilaku individu bermula dari kajian mengenai kontribusi utama psikologis terhadap perilaku organisasi (OB). Kontribusi ini dibagi dalam empat konsep
DASAR-DASAR PERILAKU ORGANISASI
BAB I DASAR-DASAR PERILAKU ORGANISASI Karakteristik Biografis Karakteristik Biografis Personal karakteristik seperti umur, jenis kelamin, status perkawinan, masa kerja merupakan data yang diperoleh dari
School of Communication Inspiring Creative Innovation. Perilaku Organisasi (Organizational Behavior) Pertemuan ke-3
Penempatan School of Communication Pegawai & Business Inspiring Creative Innovation Perilaku Organisasi (Organizational Behavior) Pertemuan ke-3 Topik : KEPRIBADIAN & EMOSI KEPRIBADIAN Kombinasi cara-cara
tempat. Teori Atribusi
4 C. PERSEPSI DAN KEPRIBADIAN Persepsi adalah suatu proses di mana individu mengorganisasikan dan menginterpretasikan kesan sensori mereka untuk memberi arti pada lingkungan mereka. Riset tentang persepsi
Nilai, Sikap, dan Kepuasan Kerja
BAB III Nilai, Sikap,dan Kepuasan Kerja 2003 Prentice Hall Inc. All rights reserved. PERILAKU KEORGANISASIAN S T E P H E N P. R O B B I N S W W W. P R E N H A L L. C O M / R O B B I N S E D I S I K E S
KEPRIBADIAN DAN NILAI. Mohd. Kurniawan. DP Bahan ajar 5
KEPRIBADIAN DAN NILAI Mohd. Kurniawan. DP Bahan ajar 5 Kepribadian Kepribadian: Keseluruhan cara dimana seseorang individu bereaksi dan berinteraksi dengan individu lain. Faktor-Faktor Penentu Kepribadian
MYERSS BRIGGS TYPE INDICATOR
MYERSS BRIGGS TYPE INDICATOR Personality Questionaire PANDUAN PENGISIAN MBTI NO. A 1. Isilah dengan jujur & refleksikan setiap pernyataan yang ada ke dalam keseharian Anda 2. JANGAN terlalu banyak berpikir,
Penempatan Pegawai. School of Communication & Business Inspiring Creative Innovation. Perilaku Organisasi (Organizational Behavior)
Perilaku Organisasi (Organizational Behavior) 1 Kemampuan Komunikasi 4.69 2 Kejujuran/Integritas 4.59 3 Kemampuan Bekerja Sama 4.54 4 Kemampuan Interpersonal 4.5 5 Beretika 4.46 6 Motivasi/Inisiatif 4.42
DASAR DASAR PERILAKU INDIVIDU
DASAR DASAR PERILAKU INDIVIDU Oleh : Kelompok 2 : 1. Sarjono Eka Putra (125030400111015) 2. Gilar Cahyo Pambudi (125030401111017) 3. Ryan Astri Kurniawan (125030405111001) 4. Daniel Avianto Kurniawan (125030405111005)
PERSONALITY AND EMOTIONAL. By Syafrizal Chan
PERSONALITY AND EMOTIONAL By Syafrizal Chan Personality (Kepribadian) Bagaimana cara individu bereaksi dan berinteraksi dengan yang lainnya Personality determinat (Penentu kepribadian) : 1. Heredity (Keturunan)
Makna dan Dimensi Budaya \
peran budaya: Makna dan Dimensi Budaya \ Krisna Pratama Sania Indila MAKNA DAN DIMENSI BUDAYA Kata Budaya berasal dari bahasa latin cultura,yang dalam artis luas berarti mengacu pada interaksi manusia.
BAB I PENDAHULUAN. Saat globalisasi dan pasar bebas mulai merambah Indonesia, terjadilah
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Saat globalisasi dan pasar bebas mulai merambah Indonesia, terjadilah persaingan ekonomi dan teknologi untuk menjadi yang terbaik. Hal ini terutama terlihat
MAKALAH NILAI, SIKAP DAN KEPUASAN KERJA
MAKALAH NILAI, SIKAP DAN KEPUASAN KERJA Tugas ini disusun untuk Mata Kuliah Manajemen Pengantar II Dosen : Dra. Hj. Panca W,MM Disusun Oleh : 1. Aksan Fauzi 201211111 2. Khoirun Nisa 201211113 3. Verri
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Sikap (attitude) adalah pernyataan evaluatif, baik yang menyenangkan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Uraian Teoritis 2.1.1. Sikap 1. Pengertian Sikap Sikap (attitude) adalah pernyataan evaluatif, baik yang menyenangkan maupun tidak menyenangkan terhadap objek, individu, atau
School of Communication Inspiring Creative Innovation. Perilaku Organisasi (Organizational Behavior) Pertemuan ke-3
Penempatan School of Communication Pegawai & Business Inspiring Creative Innovation Perilaku Organisasi (Organizational Behavior) Pertemuan ke-3 KEPRIBADIAN & EMOSI KEPRIBADIAN Kombinasi cara-cara yang
HOGANDEVELOP INSIGHT. Laporan Untuk: John Doe ID: HC Tanggal: 4 November HOGAN ASSESSMENT SYSTEMS INC.
Laporan Untuk: John Doe ID: HC560419 Tanggal: 4 November 2016 2013 HOGAN ASSESSMENT SYSTEMS INC. PENGANTAR Hogan Personality Inventory adalah pengukuran kepribadian yang berisi tujuh skala utama dan enam
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Selama beberapa tahun terakhir, telah terjadi banyak skandal akuntansi perusahaan besar yang mengguncang dunia. Salah satu yang paling mengundang perhatian
EMOTIONAL INTELLIGENCE MENGENALI DAN MENGELOLA EMOSI DIRI SENDIRI DAN ORANG LAIN Hogan Assessment Systems Inc.
EQ KEMAMPUAN EMOTIONAL INTELLIGENCE UNTUK MENGENALI DAN MENGELOLA EMOSI DIRI SENDIRI DAN ORANG LAIN. Laporan untuk Sam Poole ID HC560419 Tanggal 23 Februari 2017 2013 Hogan Assessment Systems Inc. Pendahuluan
VALUES, ATTITUDES, AND JOB SATISFACTION. By Syafrizal Chan
VALUES, ATTITUDES, AND JOB SATISFACTION By Syafrizal Chan A. Value ( Nilai ) Nilai adalah keyakinan dasar positif yang berkaitan dengan prilaku individu Nilai menyangkut dengan pertanyaan Apa yang benar
C A R E E R H O G A N D E V E L O P TIPS- TIPS PENGEMBANGAN UNTUK MANAJEMEN KARIR. Laporan untuk: Sam Poole ID: HC Tanggal: 23 Februari 2017
S E L E C T D E V E L O P L E A D H O G A N D E V E L O P C A R E E R TIPS- TIPS PENGEMBANGAN UNTUK MANAJEMEN KARIR Laporan untuk: Sam Poole ID: HC560419 Tanggal: 23 Februari 2017 2 0 0 9 H O G A N A S
DASAR-DASAR PERILAKU INDIVIDUAL. Karakteristik biografis Kemampuan Kepribadian Belajar Perilaku organisasi positif
DASAR-DASAR PERILAKU INDIVIDUAL Karakteristik biografis Kemampuan Kepribadian Belajar Perilaku organisasi positif Masukan Manusia Perubahan dan pengembangan Keluaran Manusia Kebijakan dan Praktek SDM Produktivitas
INDIVIDU. Chapter 13
MEMAHAMI PERILAKU INDIVIDU Chapter 13 INTRODUCTION Salah satu faktor yang berpengaruhi besar terhadap keberhasilan persaingan dalam usaha adalah SDM. Untuk itu organisasi perlu mengelola SDM dengan optimal.
BAB 2 LANDASAN TEORI. tahun 1996 yang merupakan ahli teori pembelajaran sosial. Locus of control dapat
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Locus of Control 2.1.1 Definisi Locus of Control Konsep tentang locus of control pertama kali dikemukakan oleh Rotter pada tahun 1996 yang merupakan ahli teori pembelajaran sosial.
BUDAYA (Moeljono, 2003:16)
BUDAYA ORGANISASI BUDAYA (Moeljono, 2003:16) Sebagai gabungan kompleks asumsi, tingkah laku, cerita, mitos, metafora, dan berbagai ide lain yang menjadi satu untuk menentukan apa arti menjadi anggota masyarakat
C A R E E R H O G A N D E V E L O P TIPS- TIPS PENGEMBANGAN UNTUK MANAJEMEN KARIR. Laporan untuk: John Doe ID: HC Tanggal: 29 Juli 2015
S E L E C T D E V E L O P L E A D H O G A N D E V E L O P C A R E E R TIPS- TIPS PENGEMBANGAN UNTUK MANAJEMEN KARIR Laporan untuk: John Doe ID: HC243158 Tanggal: 29 Juli 2015 2 0 0 9 H O G A N A S S E
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Pemilihan Tanah Abang sebagai lokasi penelitian karena sekitar 80% pedagang yang memiliki
EMOTIONAL INTELLIGENCE MENGENALI DAN MENGELOLA EMOSI DIRI SENDIRI DAN ORANG LAIN Hogan Assessment Systems Inc.
EQ KEMAMPUAN EMOTIONAL INTELLIGENCE UNTUK MENGENALI DAN MENGELOLA EMOSI DIRI SENDIRI DAN ORANG LAIN. Laporan untuk John Doe ID UH555438 Tanggal Oktober 20, 2014 2013 Hogan Assessment Systems Inc. Pendahuluan
3. Emosi subyek ketika menjawab pertanyaan interview. 4. Bagaimana kebudayaan etnis Cina dalam keluarga subyek?
Pedoman Observasi 1. Kesan umum subyek secara fisik dan penampilan 2. Relasi sosial subyek dengan teman-temannya 3. Emosi subyek ketika menjawab pertanyaan interview Pedoman Wawancara 1. Bagaimana hubungan
Tes Kepribadian. Paulus dachi Tes telah diselesaikan pada: Feb. 16, 2013
Paulus dachi Tes telah diselesaikan pada: Feb 16, 2013 Usia: 23 tahun Jenis Kelamin: Laki-laki Negara: Indonesia Status: Profesional Muda Spesialisasi: Akuntansi Daftar Isi 1 Tipe-tipe Kepribadian 2 11
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Kepuasan Kerja. seseorang. Menurut Wexley dan Yukl (2005: 129) kepuasan kerja adalah cara
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Kepuasan Kerja 1. Definisi Kepuasan Kerja Menurut Kinicki dan Kreitner (2014 : 169) kepuasan kerja adalah sebuah tanggapan afektif atau emosional terhadap berbagai segi pekerjaan
BAB I PENDAHULUAN. Sumber daya manusia dalam organisasi merupakan faktor penting yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sumber daya manusia dalam organisasi merupakan faktor penting yang memengaruhi keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuan. Peran sumber daya manusia menjadi penting
A. PENGERTIAN PERILAKU INDIVIDU
A. PENGERTIAN PERILAKU INDIVIDU Perilaku manusia adalah sebagai suatu fungsi dari interaksi antara individu dengan lingkungannya. Semua perilaku individu agaknya dibentuk oleh kepribadian dan pengalamannya.
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Sebelumnya Penelitian tentang sifat ekstrovert pernah dilakukan oleh Iftitah Ika Kusumawardhani. Dalam penelitian ini Iftitah membahas sifat ekstrovert pada tokoh
HOGANDEVELOP INSIGHT. Laporan untuk: John Doe ID: HC Tanggal: 4 November HOGAN ASSESSMENT SYSTEMS INC.
Laporan untuk: John Doe ID: HC560419 Tanggal: 4 November 2016 2013 HOGAN ASSESSMENT SYSTEMS INC. PENGANTAR The Motives, Values, Preferences Inventory menjelaskan nilai-nilai, tujuan, dan minat individu.
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Kecerdasan Emosional 2.1.1 Pengertian Kecerdasan Emosional Secara umum kecerdasan emosional adalah kemampuan merasakan dan memahami secara lebih efektif terhadap daya kepekaan
Tes Kepribadian. Paulus dachi Tes telah diselesaikan pada: Feb. 16, 2013
Paulus dachi Tes telah diselesaikan pada: Feb 16, 2013 Usia: 23 tahun Jenis Kelamin: Laki-laki Negara: Indonesia Status: Profesional Muda Spesialisasi: Akuntansi Daftar Isi 1 Tipe-tipe Kepribadian 2 11
ORIENTASI KONSEP PO YUDHA PRAKASA, S.AB, M.AB L/O/G/O
ORIENTASI KONSEP PO YUDHA PRAKASA, S.AB, M.AB L/O/G/O KONSEP PERILAKU semua yang dilakukan seseorang Perilaku sebagai akibat, dapat diarahkan oleh tujuan, diamati & diukur, dimotivasi & didorong reaksi/respon
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Feist (2010:134) kajian mengenai sifat manusia pertama kali
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Uraian Teoritis A. Teori Lima Besar (Big Five Model) 1. Sejarah Big Five Model Menurut Feist (2010:134) kajian mengenai sifat manusia pertama kali dilakukan oleh Allport dan
Kepribadian, Emosi & Persepsi
Kepribadian (Personality) Kepribadian, Emosi & Persepsi Jumlah total cara individu bereaksi dan berinteraksi dengan lainnya. Oleh : Rino A Nugroho [email protected] A stable set of characteristics and tendencies
HASIL UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS ALAT UKUR. 1. Validitas dan Reliabilitas Dimensi Jarak Kekuasaan
LAMPIRAN A HASIL UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS ALAT UKUR 1. Validitas dan Reliabilitas Dimensi Jarak Kekuasaan No. Item Validitas Keterangan 1 0.649 Diterima 6 0.545 Diterima 11 0.097 Ditolak 16 0.459
BAB II LANDASAN TEORI. 1. Definisi Stres Kerja
BAB II LANDASAN TEORI A. STRES KERJA 1. Definisi Stres Kerja Menurut Lazarus & Folkman (dalam Morgan, 1986) stres merupakan suatu keadaan internal yang dapat diakibatkan oleh tuntutan fisik dari tubuh
BAB I PENDAHULUAN. Indonesia. Sebagai salah satu program kerja pemerintah, Ujian Nasional diadakan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Ujian Nasional (UN) bukanlah hal yang asing dalam dunia pendidikan Indonesia. Sebagai salah satu program kerja pemerintah, Ujian Nasional diadakan untuk menjadi
BAB II URAIAN TEORITIS. Rianawati (2005) judul Analisis Pengaruh Faktor Dari Perilaku Konsumen
BAB II URAIAN TEORITIS A. Penelitian Terdahulu Rianawati (2005) judul Analisis Pengaruh Faktor Dari Perilaku Konsumen Terhadap Pembelian Produk Aqua (Studi pada Masyarakat Desa Slimbung Kecamatan Ngadiluwih
BAB II LANDASAN TEORI. A. Tipe Kepribadian Tangguh (Hardiness) Istilah kepribadian ( personality) berasal dari bahasa Yunani kuno, persone
BAB II LANDASAN TEORI A. Tipe Kepribadian Tangguh (Hardiness) 1. Pengertian Kepribadian Istilah kepribadian ( personality) berasal dari bahasa Yunani kuno, persone yang artinya topeng yang biasanya dipakai
BAB II KAJIAN PUSTAKA Definisi Keinginan Untuk Keluar (Turnover intention) Sutanto dan Gunawan (2013) mengemukakan bahwa turnover intention
BAB II KAJIAN PUSTAKA 1.1 Keinginan Untuk Keluar (Turnover intention) 1.1.1 Definisi Keinginan Untuk Keluar (Turnover intention) Sutanto dan Gunawan (2013) mengemukakan bahwa turnover intention adalah
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Permasalahan. Manusia memiliki kebutuhan-kebutuhan selama kehidupannya. Menurut
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Permasalahan Manusia memiliki kebutuhan-kebutuhan selama kehidupannya. Menurut Maslow (dalam Robbins, 1998) kebutuhan manusia dibagi menjadi lima bagian, yakni kebutuhan
MACAM-MACAM PERBEDAAN INDIVIDUAL PADA PESERTA DIDIK PROGRAM PENGAJARAN INDIVIDUAL
MACAM-MACAM SUMBER PERBEDAAN INDIVIDUAL PADA PESERTA DIDIK IMPLIKASI PROGRAM PENGAJARAN INDIVIDUAL SUMBER PERBEDAAN INDIVIDUAL Faktor Bawaan Sel Jantan Gen + Sel Betina Faktor Lingkungan Chromosom Chromosom
Bab 1 Kewirausahaan. 1. Kewirausahaan dalam Perspektif Sejarah
K e w i r a u s a h a a n 1 Bab 1 Kewirausahaan Mahasiswa diharapkan dapat memahami dan menguasai terkait latar belakang kewirausahaan dan perkembangannya. K emakmuran dari suatu negara bisa dinilai dari
EVA IMANIA ELIASA, M.Pd
PERBEDAAN INDIVIDUAL EVA IMANIA ELIASA, M.Pd SUMBER PERBEDAAN INDIVIDUAL 1. Faktor Bawaan Merupakan faktor-faktor biologis yang diturunkan melalui pewarisan genetik Dimulai pada saat terjadinya pembuahan
Sesi 8: Pemberitaan tentang Masalah Gender
Sesi 8: Pemberitaan tentang Masalah Gender 1 Tujuan belajar 1. Memahami arti stereotip dan stereotip gender 2. Mengidentifikasi karakter utama stereotip gender 3. Mengakui stereotip gender dalam media
PENGELOLAAN PENDIDIKAN ANAK GIFTED DI INDONESIA
PENGELOLAAN PENDIDIKAN ANAK GIFTED DI INDONESIA Oleh : Rochmat Wahab Staf Pengajar Jurusan PLB FIP UNY PENGANTAR PENGALAMAN REFORMASI PENDIDIKAN AS SEBAGAI RESPON TERHADAP PRESTASI RUSIA YANG MELUNCURKAN
BAB II TINJAUAN TEORITIS. A. Karyawan PT. INALUM. capital, yang artinya karyawan adalah modal terpenting untuk menghasilkan nilai
1 BAB II TINJAUAN TEORITIS A. Karyawan PT. INALUM 1. Pengertian Karyawan Karyawan adalah sumber daya yang sangat penting dan sangat menentukan suksesnya perusahaan. Karyawan juga selalu disebut sebagai
MANAGEMENT SUMMARY CHAPTER 7 DECISION MAKING
MANAGEMENT SUMMARY CHAPTER 7 DECISION MAKING MANAJER SEBAGAI PEMBUAT KEPUTUSAN PROSES MEMBUAT KEPUTUSAN Manajer bertugas membuat keputusan. Dan mereka ingin keputusan tersebut menjadi keputusan yang terbaik,
SELF & GENDER. Diana Septi Purnama.
SELF & GENDER Diana Septi Purnama Email: [email protected] www.uny.ac.id KONSEP DIRI Penghayatan individu terhadap identitasnya, sekumpulan keyakinan mengenai dirinya sebagai seorang individu
Komunikasi Interpersonal. Dwi Kurnia Basuki
Komunikasi Interpersonal Dwi Kurnia Basuki Definisi Komunikasi interpersonal adalah proses pertukaran informasi diantara seseorang dengan paling kurang seorang lainnya atau biasanya di antara dua orang
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. berbagai pengaruh lingkungan seperti lingkungan psikologis, pengaruh sosial,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Iklim Organisasi 2.1.1. Definisi Iklim Organisasi Awalnya, iklim organisasi adalah istilah yang digunakan merujuk kepada berbagai pengaruh lingkungan seperti lingkungan psikologis,
PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL (EQ) TERHADAP. PRESTASI KERJA KARYAWAN PADA PT. PLN (Persero) APJ DI SURAKARTA
PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL (EQ) TERHADAP PRESTASI KERJA KARYAWAN PADA PT. PLN (Persero) APJ DI SURAKARTA SKRIPSI Diajukan Guna Memenuhi Tugas dan Syarat-Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kinerja merupakan pemenuhan akan tugas atau keterampilan terkait pekerjaan seorang karyawan. Kinerja pekerjaan didefinisikan sebagai tindakan yang berkontribusi
Contoh Perilaku dan Budaya Organisasi
Contoh Perilaku dan Budaya Organisasi Perilaku pegawai tidak terlepas dengan budaya organisasi. Menurut Kotter dan Hesket, budaya organisasi merujuk pada nilai-nilai yang dianut bersama oleh orang dalam
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS DAN HIPOTESIS. penjualan dan periklanan. Tjiptono (2007 : 37) memberikan definisi pemasaran
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS DAN HIPOTESIS 2.1 Tinjauan Teoritis 2.1.1 Pengertian Pemasaran Pengertian pemasaran mengandung pengertian yang lebih luas dari sekedar penjualan dan periklanan. Tjiptono (2007 :
BAB I PENDAHULUAN. membangun bangsa ke arah yang lebih baik. Mahasiswa, adalah seseorang
15 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Mahasiswa, pada dasarnya sebagai generasi penerus. Mereka diharapkan sebagai subyek atau pelaku didalam pergerakan pembaharuan. Sebagai bagian dari masyarakat,
SUMBER PERBEDAAN INDIVIDUAL
PERBEDAAN INDIVIDUAL kuis 1. Sumber perbedaan individu dapat dijelaskan dari factor bawaan dan lingkungan 2. Sifat dan kecerdasan anak dipengaruhi oleh gen yang diturunkan orang tua pada anak 3. Pola asuh
Materi Minggu 3. Pengambilan Keputusan dalam Organisasi
T e o r i O r g a n i s a s i U m u m 2 11 Materi Minggu 3 Pengambilan Keputusan dalam Organisasi 3.1 Definisi dan Dasar Pengambilan Keputusan Pengambilan keputusan dibutuhkan ketika kita memiliki masalah
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. timbulnya tuntutan efisiensi dalam menyelesaikan suatu pekerjaan.
Menambah pengetahuan dengan menghubungkan teori yang didapat dalam perkuliahan dengan kenyataan serta dapat memperdalam pengetahuan penulis dalam bidang manajemen sumber daya manusia. BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Data Diri TES DISC. M L Baik hati, berhati lembut, manis M L Pintar memperngaruhi orang lain, meyakinkan
LAMPIRAN 70 Lampiran 1 Kuesioner tes DISC Data Diri Nama : Tempat, tanggal lahir : Usia : Jenis Kelamin : No. Telfon : TES DISC Instruksi : Silahkan pilih salah satu dari empat kelompok kata di bawah ini
Perilaku Individu dan Manajemen Sumber Daya Manusia Internasional
Perilaku Individu dan Manajemen Sumber Daya Manusia Internasional Dhiani Dyahjatmayanti, S.TP., M.B.A. STTKD Yogyakarta Jl.Parangtritis Km.4,5 Yogyakarta, http://www.sttkd.ac.id - [email protected], [email protected]
BAB II LANDASAN TEORI. berbeda. Cara pertama diajukan oleh Mowday, Porter, dan Steers, 1982;
BAB II LANDASAN TEORI A. Komitmen Organisasi 1. Pengertian Komitmen Organisasi Komitmen organisasi dapat didefenisikan dengan dua cara yang amat berbeda. Cara pertama diajukan oleh Mowday, Porter, dan
BAB I PENDAHULUAN. berkomunikasi antarbudaya dengan baik. kemampuan komunikasi antarbudaya (Samovar dan Porter, 2010: 360).
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Perkembangan dunia bisnis yang ada membuat banyak perusahaan asing hadir di Indonesia. Berbagai perusahaan yang bergerak di bidang seperti telekomunikasi, transportasi,
RESUME PERILAKU DAN PENGEMBANGAN ORGANISASI UNTUK UTS
RESUME PERILAKU DAN PENGEMBANGAN ORGANISASI UNTUK UTS 1. Seputar Dasar-Dasar Perilaku dan Pengembangan Organisasi a. Pengertian PPO Perilaku Organisasi yaitu suatu bidang ilmu yang mengkaji dampak perorangan,
organisasi tersebut berasal, dan apakah budaya organisasi tersebut dapat diatur, kesemuanya akan dibicarakan pada halaman berikut.
14 BUDAYA ORGANISASI organisasi tersebut berasal, dan apakah budaya organisasi tersebut dapat diatur, kesemuanya akan dibicarakan pada halaman berikut. Setiap individu memiliki kepribadian, begitu pula
A. Proses Pengambilan Keputusan
A. Proses Pengambilan Keputusan a) Definisi Menurut James A.F. Stoner, keputusan adalah pemilihan di antara berbagai alternatif. Definisi ini mengandung tiga pengertian, yaitu: (1) ada pilihan atas dasar
MEMOTIVASI PIHAK YANG DIAUDIT. Kebutuhan Menjadi Bagian dari Organisasi Menghormati Diri Sendiri dan Orang Lain
MEMOTIVASI PIHAK YANG DIAUDIT Kebutuhan Menjadi Bagian dari Organisasi Menghormati Diri Sendiri dan Orang Lain HUBUNGAN DENGAN GAYA MANAJEMEN Terdapat empat gaya kepemimpinan atau gaya manajemen yang secara
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Pada saat ini sumber daya manusia adalah kunci sukses suatu organisasi
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada saat ini sumber daya manusia adalah kunci sukses suatu organisasi modern. Mengelola sumber daya manusia secara efektif menjadi tanggung jawab setiap orang
BAB I PENDAHULUAN. Perusahaan pada umumnya memiliki tujuan yang ingin dicapai.
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Perusahaan pada umumnya memiliki tujuan yang ingin dicapai. Pencapaian tujuan perusahaan membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak yang tergabung dalam
BAB I PENDAHULUAN. Sumber daya manusia (SDM) memegang peranan yang sangat dominan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sumber daya manusia (SDM) memegang peranan yang sangat dominan dalam kegiatan perusahaan. Berhasil atau tidaknya perusahaan dalam mencapai tujuan sangat tergantung
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Penelitian ini mengacu pada bagaimana motivasi berprestasi menurut
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kajian Pustaka Penelitian ini mengacu pada bagaimana motivasi berprestasi menurut Spence dan Helmreich yang terdiri dari mastery of needs, work orientation dan competition akan
BAB II LANDASAN TEORI. Dalam model pembelajaran Bandura, faktor person (kognitif) memainkan peran
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Efikasi Diri (self-efficacy) Dalam model pembelajaran Bandura, faktor person (kognitif) memainkan peran penting. Faktor person (kognitif) yang ditekankan Bandura (dalam Santrock,
BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS. Menurut Hariandja dalam Tunjungsari (2011) stres adalah ketegangan
BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS 2.1 Stres Kerja 2.1.1 Pengertian Stres Kerja Menurut Hariandja dalam Tunjungsari (2011) stres adalah ketegangan atau tekanan emosional yang dialami
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI A. SEMANGAT KERJA 1. Pengertian semangat kerja Semangat kerja merupakan konsep multidimensional yang merefleksikan tingkat kesejahteraan fisik dan emosi yang dialami oleh individu
BAB II KAJIAN PUSTAKA
11 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Budaya Organisasi 1. Pengertian Budaya Organisasi Organisasi didefinisikan sebagai suatu kesatuan sosial dari sekelompok individu (orang), yang saling berinteraksi menurut suatu
Tes Inventory. Pengertian, Kegunaan, dan Metode Tes MBTI. Maria Ulfah, M.Psi., Psikolog. Modul ke: Fakultas PSIKOLOGI. Program Studi Psikologi
Modul ke: Tes Inventory Pengertian, Kegunaan, dan Metode Tes MBTI Fakultas PSIKOLOGI Maria Ulfah, M.Psi., Psikolog Program Studi Psikologi www.mercubuana.ac.id Sejarah MBTI MBTI dibuat berdasarkan teori
Materi 10 Organizing/Pengorganisasian: Manajemen Team
Materi 10 Organizing/Pengorganisasian: Manajemen Team Anda mungkin memiliki banyak pengalaman bekerja dalam kelompok, seperti halnya tugas kelompok, tim olahraga dan lain sebagainya. Kelompok kerja merupakan
Pengembangan Karir. Pengembangan Karir.
Pengembangan Karir. 1. Pengembangan Karir. Pengembangan karir (career development) menurut Mondy meliputi aktivitas-aktivitas untuk mempersiapkan seorang individu pada kemajuan jalur karir yang direncanakan.
DEFINISI STRUKTUR ORGANISASI
DEFINISI STRUKTUR ORGANISASI Struktur Organisasi adalah bagaimana tugas pekerjaan dibagi, dikelompokkan, dan dikoordinasikan secara formal. Struktur adalah pola interaksi yang ditetapkan dalam suatu organisasi
BAB II LANDASAN TEORI. atau balasan. (Batson, 1991) Altruisme adalah sebuah keadaan motivasional
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Altruis 2.1.1 Pengertian Altruis adalah suatu bentuk perilaku menolong berupa kepedulian untuk menolong orang lain dengan sukarela tanpa mengharapkan adanya imbalan atau balasan.
IKLIM ORGANISASI. Rangkaian Kolom Kluster I, 2012
IKLIM ORGANISASI Sebuah mesin memiliki batas kapasitas yang tidak dapat dilampaui berapapun besaran jumlah energi yang diberikan pada alat itu. Mesin hanya dapat menghasilkan produk dalam batas yang telah
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI A. Kompetensi Interpersonal 1. Pengertian Kompetensi Interpersonal Menurut Mulyati Kemampuan membina hubungan interpersonal disebut kompetensi interpersonal (dalam Anastasia, 2004).
Tes Inventori. Tes MBTI MODUL PERKULIAHAN. Fakultas Program Studi TatapMuka Kode MK DisusunOleh 04
MODUL PERKULIAHAN Tes Inventori Tes MBTI Fakultas Program Studi TatapMuka Kode MK DisusunOleh Psikologi Psikologi 04 A61616BB Riblita Damayanti S.Psi., M.Psi Abstract Pembahasan pengantar mengenei pengertian
BAB I PENDAHULUAN. banyaknya jumlah lembaga pendidikan yang ada di Indonesia baik negeri maupun
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Persaingan dalam dunia pendidikan saat ini semakin kompetitif, tidak terkecuali persaingan dalam peningkatan kualitas di Indonesia. Hal itu ditunjukkan dengan
VALUES, ATTITUDES, AND JOB SATISFACTION
VALUES, ATTITUDES, AND JOB SATISFACTION 2005 Prentice Hall Inc. All rights reserved. ORGANIZATIONAL BEHAVIOR S T E P H E N P. R O B B I N S E L E V E N T H E D I T I O N W W W. P R E N H A L L. C O M /
KEPRIBADIAN DAN PEMBELAJARAN
KEPRIBADIAN DAN PEMBELAJARAN KEPRIBADIAN (Personality) Kepribadian merupakan jumlah total dari caracara di mana seorang individu bereaksi dan berinteraksi dengan orang lain. sesuatu yang terdapat dalam
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN RUMUSAN HIPOTESIS. perusahaan yang penting seperti pabrik, atau suatu organisasi secara keseluruhan.
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN RUMUSAN HIPOTESIS 2.1 Kajian Pustaka 2.1.1 Iklim organisasi (Organizational climate) Menurut Davis dan Newstrom (1985) iklim organisasi adalah lingkungan didalam mana para pegawai
BAB II LANDASAN TEORI DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS. (pemilik modal) dan agen (pihak yang mengelola perusahaan) dalam bentuk
9 BAB II LANDASAN TEORI DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS 2.1 Teori Keagenan Teori keagenan merupakan dasar teori yang mendasari praktik bisnis perusahaan. Teori ini memberikan penjelasan hubungan kontrak antara
BAB II LANDASAN TEORI. bekerja yang ditandai secara khas dengan adanya kepercayaan diri, motivasi diri
BAB II LANDASAN TEORI A. Semangat Kerja 1. Pengertian Semangat Kerja Chaplin (1999) menyatakan bahwa semangat kerja merupakan sikap dalam bekerja yang ditandai secara khas dengan adanya kepercayaan diri,
Niken Kartikasari F
KEPUASAN KERJA KARYAWAN DITINJAU DARI TIPE KEPRIBADIAN EKSTROVERT-INTROVERT DAN PERSEPSI TERHADAP GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL S k r i p s i Untuk memenuhi sebagian persyaratan dalam mencapai derajat
