Makna dan Dimensi Budaya \
|
|
|
- Agus Hartono
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 peran budaya: Makna dan Dimensi Budaya \ Krisna Pratama Sania Indila
2 MAKNA DAN DIMENSI BUDAYA Kata Budaya berasal dari bahasa latin cultura,yang dalam artis luas berarti mengacu pada interaksi manusia. Budaya Pengetahuan yang digunakan oleh orang orang untuk menginterpretasikan pengalaman dan menghasilkan suatu perilaku social.
3 Karakteristik Budaya 1. Belajar : Budaya tidak diwariskan namun perlu adanya pengalaman dan pembelajaran 2. Berbagi : Suatu organisasi atau masyarakat yang mau berbagi budaya satu sama lain dan tidak spesifik kepada individu tunggal 3. Transgenerasional : Budaya adalah kumulatif, diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya 4. Simbolis : Budaya yang didasarkan pada karakteristik manusia bagaimana manusia tersebut menggunakan sesuatu untuk di presentasikan ke yang lain 5. Berpola : Budaya memiliki struktur dan integritas tersendiri jadi jika ada perubahan pada bagian tertentu akan membawa perubahan pada yang lain 6. Adaptif : Budaya didasarkan pada kapasitas manusia untuk berubah atau beradaptasi
4 Konsekuensi seorang Manajer Internasional yang tidak memahami budayanya Dapat menjadikan suatu bencana bagi dirinya Contoh : Rekanan atau suatu perusahaan perbankan swasta ternama di New York yang bercerita bahwa seorang rekanan tersebut keliru mengucapkan salah satu nama pemilik perusahaan, kejadian ini membuat si rekanan new dari perusahaan ternama di New York ini merasa sangat malu karena telah membuat kesalahan bagi dirinya sendiri.
5 Nilai dalam pusat studi budaya Nilai (value) adalah suatu keyakinan yang dimiliki oleh seseorang tentang keterkaitan antara apa yang benar dan apa yang salah baik dan buruk, penting dan tidak penting Nilai meneurut Geoerge England bahwa sistem-sistem personal relative stabil dan tidak nerubah secara cepat. Namun jika terjadi perubahan nilai secara cepat, itu disebabkan oleh nilai nilai manajerial yang di pengaruhi oleh teknologi dan hasil budaya. Contohnya : Jepang yaitu Reichel dan Flynn menguji pengaruh lingkungan AS pada nilai-nilai budaya manajer Jepang yang bekerja untuk perusahaan Jepang di AS. Khususnya mereka fokus memperhatikan nilai-nilai organisasi kunci sebagai pekerjaan seumur hidup, otoritas formal, orientasi kelompok, senioritas dan paternalisasi.
6 5 Dimensi budaya menurut Hofstede 1.Jarak kekuasaan (power distance) : Sejauh mana anggota-anggota institusi atau organisasi yang kurang memiliki kekuasaan dapat menerima kekuasaan yang didistribusikan secara tidak merata. Biyasanya dilakukan oleh Negara Negara dimana setiap orang orangnya sangat mematuhi perintah atasan atasan mereka yang memiliki jarak kekuasaan yang lebih tinggi. 2. Penghindaran Ketidakdisiplinan (uncertainty avoidance) :Sejauh mana orang-orang merasa terancam oleh situasi yang membingungkan dan menciptakan keyakinan serta banyak institusi yang menghindari hal ini. Kebanyakan dilakukan oleh populasi Negara dengan orang-orang yang tidak menyukai ketidakpastian cenderung memiliki kebutuhan akan rasa aman yang tinggi dan memiliki keyakinan yang kuat terhadap orang orang yang ahli dan berpengetahuan tinggi.
7 3. Individualisme dan Kolektivisme Individualisme (Individualism): kecenderungan seseorang hanya melihat dirinya sendiri dan keluarganya dekatnya tanpa memperdulikan orang lain. Kolektivisme (collectivism): kecenderungan seseorang yang merasa menjadi milik kelompok atau kolektif dan saling memperhatikan dalam pertukaran loyalitas. Pengaruh individualisme dan kolektivisme dapat di ukur dengan sejumlah cara yang berbeda, menurut Hoftsede bahwa Negara yang makmur memiliki individualisme yang tinggi sedangkan Negara yang miskin memiliki kolektivismenya lebih tinggi
8 4. Maskulinitas dan feminitas Maskulinitas (masculinity): Karakteristik budaya dimana nilai-nilai dominan masyarakat adalah kesuksesan, uang, dan barang-barang. dalam Feminitas (femininity): Karakteristik budaya dimana nilai-nilai dominan dalam masyarakat adalah perhatian terhadap orang lain dan kualitas hidup. Negara dengan indeks maskulinitas tinggi menurut Hofstede individu-individunya cenderung didorong untuk pengambilan keputusan secara independen yang didasarkan pada pengakuan dan kemakmuran, sedangkan Negara dengan indeks maskulinitas rendah individu-individunya cenderung di dorong untuk pengambilan keputusan kelompok yang pencapaiannya berdasarkan hubungan antara orang awam dan lingkungan hidup.
9 5. Pengintegrasian Dimensi : bahwa pemaparan dimensi budaya sangat bermanfaat dan berpengaruh dalam membantu perbedaan-perbedaan di antara berbagai Negara, dan menurut Hofstede dari hasil penelitiannya dapat menunjukkan bahwa Negara-Negara dapat di gambarkan dengan pasangan-pasangan dimensi ini. Menurut hofstede hal yang terpenting untuk memiliki suatu pemahaman yang mendalam atas lingkungan multibudaya, tetapi pengelompokan umum menjelaskan dasar yag sama yang dapat digunakan oleh sesorang sebagai titik awal.
10 Dimensi Budaya Trompenars Lima orientasi hubungan yang menunjukkan ikatan antar manusia 1. Universalisme vs Partikularisme Universalisme (universalism) keyakinan bahwa ide-ide dan praktik-praktik dapat diterapkan di manapun tanpa perubahan. Partikularisme (particularism) keyakinan atau praktik-praktik seharusnya diterapkan. 2. Individualisme vs Komunitarianisme bahwa situasi mendikte bagaimana ide-ide Individualisme mengacu pada orang-orang yang terkait dengan dirinya sendiri sebagai individu. Komunitarianisme mengacu pada diri mereka sebagai bagian dari kelompok.
11 3. Netral vs Emosional Buday Netral (neutral culture) budaya dimana emosi dipertahankan. Budaya netral cenderung mencoba menunjukkan perasaannya, dan juga mereka bertindak dengan tenang dan menjaga kesabarannya. Budaya Emosional (emotional culture) budaya dimana emosi diekspresikan secara terbuka dan alami. Orang-orang dalam budaya emosional sering kali banyak tersenyum, berbicara dengan keras ketika bersemangat, dan saling menyapa dengan penuh semangat.
12 4. Spesifik vs Menyebar Budaya sepesifik (spesific cultur) budaya dimana individu memiliki ruang publik yang luas, yang membiarkan orang lain masuk dan berbagi serta memiliki sedikit ruang privasi yang dijaganya dan dibagikan hanya kepada temanatau relasi terdekat. Budaya menyebar (diffuse culture) budaya dimana ruang publik dan ruang privasi memiliki ukuran yang sama dan individu menjaga ruang publiknya secara hati- hati, karena masuk ke ruang publik sama dengan ketika memasuki ruang pribadi.
13 5. Pencapaian vs Anggapan Budaya pencapaian (achievement culture) budaya dimana orang disepakati statusnya berdasarkan seberapa bagus dia menjalankan fungsinya. Budaya anggapan (ascription culture) budaya dimana status dihubungkan siapa atau apa jabatan orang tersebut. berdasarkan
14 Pengintegrasian Budaya dan Manajemen Proyek Globe Program Penelitian Kepemimpinan Global dan Efektivitas Perilaku Organisasi (Global Leadership and Organizational Behavior Effectiveness-GLOBE)-merefleksikan pendekatan tambahan untuk mengukur perbedaan-perbedaan budaya. Pusat dari proyek adalah mempelajari dan mengevaluasi sembilan atribut budaya yang berbeda dengan menggunakan para manajer menengah dari 951 organisasi di 62 negara. GLOBE menggunakan ukuran arsip ekonomi negara dan kesejahteraan secara fisik serta psikologi budaya yang dipelajari pada saat mengembangkan pengukuran dan melakukan analisis.
15 Budaya dan Manajemen Atribut-atribut tertentu yang membedakan satu budaya dengan yang lain dapat digunakan untuk memprediksi praktik-praktik organisasional dan kepemimpinan yang paling sesuai,efektif, dan dapat diterima di dalam budaya-budaya tersebut. Meta tujuan GLOBE adalah mengembangkan dasar teori secara empiris untuk mengambarkan, memahami, dan memprediksi dampak variabel budaya spesifik pada proses kepemimpinan dan organisasional serta keefektifan proses tersebut.
16 Dimensi Budaya GLOBE 1. Penghindaran ketidakpastian didefinisikan sebagai tingkat dimana anggota-anggota organisasi atau masyarakat berusaha untuk menghindari ketidakpastian dengan bergantung pada norma-norma sosial, ritual-ritual, dan praktik-praktik birokrasi untuk mengurangi peristiwa-peristiwa masa depan yang tidak dapat diprediksi. 2. Jarak kekuasaan didefinisikan sebagai tingkat dimana anggota-anggota organisasi atau masyarakat berharap dan setuju bahwa kekuasaan harus dibagi secara bervariasi. 3. Kolektivisme I: Koletivisme sosial mengacu pada tingkat dimana praktik-praktik organisasional dan institusi sosial mendorong serta menghargai distribusi kolektif sumber daya-sumber daya dan tindakan kolektif.
17 4. Kolektivisme II: Kolektivisme di dalam kelompok mengacu pada tingkat dimana individuindividi mengekspresikan kebanggaan, kesetiaan, keterpaduan di dalam organisasi atau keluarga mereka. 5. Egalitarianisme gender didefinisikan sebagai tingkat dimana organisasi atau masyarakat meminimalkan perbedaan peran gender dan diskriminasi gender. 6. Ketegasan didefinisikan sebagai tingkat dimana individu-individu dalam organisasi atau masyarakat adalah tegas, konfrontasional, dan agresif di dalam hubungan nasional.
18 7. Orientasi masa depan didefinisikan sebagai tingkat dimana individu-individu di dalam organisasi atau masyarakat mengikutsertakan perilaku yang berorientasi pada masa depan seperti perencanaan, investasi pada masa depan, dan menunda kepuasan. 8. Orientasi performa mengacu pada tingkat dimana organisasi atau masyarakat mendorong dan menghargai anggota-anggota organisasi atas perbaikan performa dan performa yang sangat prima. 9. Orientasi kemanusiaan didefinisikan sebagai tingkat dimana individu-individu di dalam organisasi atau masyarakat mendorong dan menghargai individu-individu untuk menjadi adil,altruistis, ramah, murah hati, peduli, dan baik kepada yang lain.
19 Analisa Negara GLOBE Perbedaan antara manajer Brazil dan AS dalam struktur jaringan, berdasarkan faktor-faktor seperti individualisme, kesadaran sosial dan status profesi, serta perilaku yang berisiko.
20
Nilai, Sikap, dan Kepuasan Kerja
BAB III Nilai, Sikap,dan Kepuasan Kerja 2003 Prentice Hall Inc. All rights reserved. PERILAKU KEORGANISASIAN S T E P H E N P. R O B B I N S W W W. P R E N H A L L. C O M / R O B B I N S E D I S I K E S
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Selama beberapa tahun terakhir, telah terjadi banyak skandal akuntansi perusahaan besar yang mengguncang dunia. Salah satu yang paling mengundang perhatian
VALUES, ATTITUDES, AND JOB SATISFACTION
VALUES, ATTITUDES, AND JOB SATISFACTION 2005 Prentice Hall Inc. All rights reserved. ORGANIZATIONAL BEHAVIOR S T E P H E N P. R O B B I N S E L E V E N T H E D I T I O N W W W. P R E N H A L L. C O M /
BAB I PENDAHULUAN. Saat globalisasi dan pasar bebas mulai merambah Indonesia, terjadilah
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Saat globalisasi dan pasar bebas mulai merambah Indonesia, terjadilah persaingan ekonomi dan teknologi untuk menjadi yang terbaik. Hal ini terutama terlihat
1. PENDAHULUAN. Universitas Indonesia. Hubungan Antara..., Adinda Dwiastuti, F.PSI UI, 2008
1. PENDAHULUAN 1. 1 Latar Belakang Permasalahan Kehidupan merupakan sesuatu yang bersifat kontinyu. Hal tersebut berarti segala sesuatu akan berubah dan tidak ada yang abadi. Hal ini menunjukkan bahwa
BAB I PENDAHULUAN. Sumber daya manusia dalam organisasi merupakan faktor penting yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sumber daya manusia dalam organisasi merupakan faktor penting yang memengaruhi keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuan. Peran sumber daya manusia menjadi penting
BAB I PENDAHULUAN. karyawan ataupun pekerjaan yang dapat mempengaruhi kehidupan keluarga
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Isu adanya konflik dalam keluarga yang dapat mempengaruhi pekerjaan karyawan ataupun pekerjaan yang dapat mempengaruhi kehidupan keluarga mereka yang lebih dikenal
BUDAYA (Moeljono, 2003:16)
BUDAYA ORGANISASI BUDAYA (Moeljono, 2003:16) Sebagai gabungan kompleks asumsi, tingkah laku, cerita, mitos, metafora, dan berbagai ide lain yang menjadi satu untuk menentukan apa arti menjadi anggota masyarakat
Bisnis Internasional Pertemuan Kedua Bab 3 dan 4 Budaya dan Etika
Bisnis Internasional Pertemuan Kedua Bab 3 dan 4 Budaya dan Etika REFERENSI : CHARLES W. L. HILL INTERNATIONAL BUSINESS EDISI 7 PERTEMUAN KEDUA Outline Apa itu budaya Struktur Sosial Agama dan Sistem Etika
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Pemilihan Tanah Abang sebagai lokasi penelitian karena sekitar 80% pedagang yang memiliki
IMPLEMENTASI STRATEGI: STAFFING DAN DIRECTING TUJUAN PEMBELAJARAN CIS-UBAYA-PD-PHB
IMPLEMENTASI STRATEGI: STAFFING DAN DIRECTING DR. Johannes Buku : Manajemen Stratejik - bab 8 1 TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Memahami hubungan stragegi dan keputusan stafing. 2. Menyesuaikan kecakapan manajer
Dampak Budaya Dalam Implementasi TQM
Dampak Budaya Dalam Implementasi TQM Esti Margiyanti Utami Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Purworejo Abstrak TQM sebagai pendekatan terpadu untuk manajemen merupakan filosofi manajemen holistik
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Manajemen Sumber Daya Manusia 2.1.1 Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia Manajemen sumber daya manusia mulai dikenal sejak abad 20, terutama setelah terjadi revolusi industri,
PEWARISAN DAN PERKEMBENGAN BUDAYA
PEWARISAN DAN PERKEMBENGAN BUDAYA CULTUR AS THE SET OF ATTITUDE, VALUE, BELIEFS, AND BEHEVIORS SHARED BY A GROUP OF PEOPLE, BUT DIFFERENT FOR EACH INDIVIDUAL COMMUNICATED FROM ONE GENERATIAON TO THE NEXT
BAB I PENDAHULUAN. kepada pihak-pihak yang terkait, terutama informasi yang berkaitan dengan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Setiap perusahaan yang memiliki keterkaitan dengan pihak luar berkewajiban untuk memberikan informasi yang setransparan mungkin kepada pihak-pihak yang terkait,
BAB I PENDAHULUAN. organisasi juga dapat dikatakan sebagai suatu koordinasi rasional kegiatan sejumlah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Organisasi merupakan sistem dan kegiatan manusia yang saling bekerja sama, organisasi juga dapat dikatakan sebagai suatu koordinasi rasional kegiatan sejumlah
1. PENDAHULUAN. Universitas Indonesia. Hubungan Individualisme..., Arnoldus Vigara, F.PSI UI, 2008
1 1. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dunia kita terus berubah. Gejala dari perubahan tersebut tidak hanya terdapat pada gejala alam seperti perubahan suhu, cuaca maupun iklim, namun juga terus menerus
BAB I PENDAHULUAN. dalam sebuah organisasi, adalah perilaku extra-role atau perilaku baik warga
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Persoalan umum yang dihadapi institusi pendidikan dan guru berkaitan dengan salah satu dari tiga perilaku penting dari seorang pegawai dalam sebuah organisasi,
BAB II LANDASAN TEORI. individualisme kolektivisme dengan toleransi social loafing. Peneliti terlebih
BAB II LANDASAN TEORI Penelitian ini akan membahas hubungan antara elemen faktor budaya individualisme kolektivisme dengan toleransi social loafing. Peneliti terlebih dahulu akan membahas tentang toleransi
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Organisasi 2.1.1 Definisi organisasi Organisasi menurut Robbins (1990) merupakan sebuah entitas sosial yang terkoordinasi secara sadar dengan ikatan yang relatif dapat diidentifikasi,
MAKALAH NILAI, SIKAP DAN KEPUASAN KERJA
MAKALAH NILAI, SIKAP DAN KEPUASAN KERJA Tugas ini disusun untuk Mata Kuliah Manajemen Pengantar II Dosen : Dra. Hj. Panca W,MM Disusun Oleh : 1. Aksan Fauzi 201211111 2. Khoirun Nisa 201211113 3. Verri
HOGANDEVELOP INSIGHT. Laporan untuk: John Doe ID: HC Tanggal: 4 November HOGAN ASSESSMENT SYSTEMS INC.
Laporan untuk: John Doe ID: HC560419 Tanggal: 4 November 2016 2013 HOGAN ASSESSMENT SYSTEMS INC. PENGANTAR The Motives, Values, Preferences Inventory menjelaskan nilai-nilai, tujuan, dan minat individu.
LINGKUNGAN PEMASARAN GLOBAL: LINGKUP SOSIAL BUDAYA
LINGKUNGAN PEMASARAN GLOBAL: LINGKUP SOSIAL BUDAYA 1. ASPEK DASAR DARI BUDAYA Budaya adalah cara hidup yang dibentuk oleh sekelompok manusia yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya Mencari
BAB I PENGANTAR A. Latar Belakang
BAB I PENGANTAR A. Latar Belakang Perusahaan pada era globalisasi saat ini dituntut memiliki keunggulan kompetitif agar dapat memenangkan persaingan, atau minimal untuk memertahankan eksistensinya. Perkembangan
1. PENDAHULUAN. Universitas Indonesia. Hubungan Nilai..., Dian Rahmi Iskandar, F.PSI UI, 2008
1 1. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Keluarga merupakan lingkungan sosial pertama yang ditemui setiap individu yang lahir ke dunia ini. Keluarga sebagai bagian dari suatu kelompok sosial mentransformasikan
EMOTIONAL INTELLIGENCE MENGENALI DAN MENGELOLA EMOSI DIRI SENDIRI DAN ORANG LAIN Hogan Assessment Systems Inc.
EQ KEMAMPUAN EMOTIONAL INTELLIGENCE UNTUK MENGENALI DAN MENGELOLA EMOSI DIRI SENDIRI DAN ORANG LAIN. Laporan untuk John Doe ID UH555438 Tanggal Oktober 20, 2014 2013 Hogan Assessment Systems Inc. Pendahuluan
perusahaan dalam mencapai tujuan perusahaan.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Berbagai pengaruh perubahan yang terjadi akibat reformasi menuntut organisasi baik organisasi swasta maupun pemerintah untuk mengadakan inovasi-inovasi guna
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Organizational Citizenship Behavior. Menurut Organ, Podsakoff, & MacKinzie (2006), organizational
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Organizational Citizenship Behavior 2.1.1. Pengertian Organizational Citizenship Behavior Menurut Organ, Podsakoff, & MacKinzie (2006), organizational citizenship behavior
BAB I PENDAHULUAN. identitas sebuah organisasi maupun perusahaan dikarenakan masing-masing. memberikan dampak yang buruk terhadap organisasi tersebut.
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sebagian besar organisasi maupun perusahaan yang telah berdiri akan mempunyai budaya organisasi yang berbeda tergantung dari lingkungan perusahaan dan jenis perusahaan
BAB II LANDASAN TEORI. Bisnis keluarga adalah bisnis yang mempertimbangkan usaha-usaha
BAB II LANDASAN TEORI 1.1. Bisnis Keluarga Bisnis keluarga adalah bisnis yang mempertimbangkan usaha-usaha keluarga untuk membangun atau mendirikan berbagai macam usaha yang mendapat pengaruh signifikan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Merriam Webster dalam (Zangaro, 2001), menyimpulkan definisi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 1. Komitmen Organisasi 1.1 Definisi Komitmen Organisasi Kata komitmen berasal dari kata latin yang berarti to connect. Merriam Webster dalam (Zangaro, 2001), menyimpulkan definisi
Analisis Desain Website Terhadap Budaya Pendekatan Teori Hofstede
Analisis Desain Website Terhadap Budaya Pendekatan Teori Hofstede Amelia Fauziah Husna Pendidikan Teknik Mekatronika Universitas Negeri Yogyakarta [email protected] ABSTRAK Penelitian ini
BAB II KAJIAN PUSTAKA
11 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Budaya Organisasi 1. Pengertian Budaya Organisasi Organisasi didefinisikan sebagai suatu kesatuan sosial dari sekelompok individu (orang), yang saling berinteraksi menurut suatu
BAB I PENDAHULUAN. Dunia telah memasuki era perubahan dan transformasi yang sangat cepat.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dunia telah memasuki era perubahan dan transformasi yang sangat cepat. Hal tersebut ditandai dengan adanya perkembangan dan perubahan budaya sosial, meningkatnya persaingan,
Aplikasi Psi Sosial. Bidang Organisasi 1. Kepuasan kerja 2. Perilaku prososial di tempat kerja (OCB) 3. kepemimpinan
Aplikasi Psi Sosial Bidang Organisasi 1. Kepuasan kerja 2. Perilaku prososial di tempat kerja (OCB) 3. kepemimpinan 1. Kepuasan Kerja Kepuasan kerja sikap pekerja (karyawan) terhadap pekerjaannya sikap
6. KESIMPULAN, DISKUSI, DAN SARAN
50 6. KESIMPULAN, DISKUSI, DAN SARAN Berdasarkan analisis data penelitian yang dilakukan dengan teknik statistik, maka didapatkan hasil-hasil yang membantu peneliti dalam menjawab permasalahan dalam penelitian
Definisi Budaya Organisasi
Definisi Budaya Organisasi Budaya Organisasi Sebuah sistem makna bersama yang dianut oleh para anggota yang membedakan suatu organisasi dari organisasi lainnya Sistem makna bersama: Sekumpulan karakteristik
BAB I PENDAHULUAN. berkomunikasi antarbudaya dengan baik. kemampuan komunikasi antarbudaya (Samovar dan Porter, 2010: 360).
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Perkembangan dunia bisnis yang ada membuat banyak perusahaan asing hadir di Indonesia. Berbagai perusahaan yang bergerak di bidang seperti telekomunikasi, transportasi,
1. PENDAHULUAN. Universitas Indonesia
1 1. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Kewirausahaan telah lama menjadi perhatian penting dalam mengembangkan pertumbuhan sosioekonomi suatu negara (Zahra dalam Peterson & Lee, 2000). Dalam hal
BAB I PENDAHULUAN. Seiring dengan meningkatnya proses globalisasi perusahaanperusahaan. di Indonesia memasuki lingkungan bisnis yang semakin
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Seiring dengan meningkatnya proses globalisasi perusahaanperusahaan di Indonesia memasuki lingkungan bisnis yang semakin kompetitif. Di tahun 1997, Indonesia dan beberapa
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Budaya organisasi berpengaruh terhadap keefektifan dan efisiensi organisasi merupakan sesuatu yang nyata karena adanya perilaku yang diperlihatkan para anggota organisasi
Standar Penampilan Pribadi.
Standar Penampilan Pribadi Standar dapat diartikan sebagai suatu ukuran yang disepakati Sedangkan penampilan pribadi mempunyai pengertian sebagai penampilan (performance) dari diri seseorang maupun organisasi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Sikap (attitude) adalah pernyataan evaluatif, baik yang menyenangkan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Uraian Teoritis 2.1.1. Sikap 1. Pengertian Sikap Sikap (attitude) adalah pernyataan evaluatif, baik yang menyenangkan maupun tidak menyenangkan terhadap objek, individu, atau
Chapter III BUDAYA DAN LINGKUNGAN ORGANISASI
Chapter III BUDAYA DAN LINGKUNGAN ORGANISASI BAB 3 BUDAYA DAN LINGKUNGAN ORGANISASI Manajer: Omnipotent atau Simbolis? Pandangan omnipotent adalah pandangan bahwa para manajer bertanggung jawab secara
KOMUNIKASI BISNIS KOMUNIKASI BISNIS LINTAS BUDAYA / ANTAR BUDAYA. Dosen : Fitria Nursanti SE., MPd. S1 Akuntansi. Modul ke:
KOMUNIKASI BISNIS Modul ke: KOMUNIKASI BISNIS LINTAS BUDAYA / ANTAR BUDAYA Fakultas Ekonomi dan Bisnis Dosen : Fitria Nursanti SE., MPd. Program Studi S1 Akuntansi www.mercubuana.ac.id MATERI KOMUNIKASI
7 Prinsip Manajemen Mutu - ISO (versi lengkap)
7 Prinsip Manajemen Mutu - ISO 9001 2015 (versi lengkap) diterjemahkan oleh: Syahu Sugian O Dokumen ini memperkenalkan tujuh Prinsip Manajemen Mutu. ISO 9000, ISO 9001, dan standar manajemen mutu terkait
BAB I PENDAHULUAN. Di era globalisasi seperti saat ini, persaingan antar organisasi yang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Di era globalisasi seperti saat ini, persaingan antar organisasi yang bergerak pada industri yang sejenis semakin meningkat. Hal ini salah satunya disebabkan oleh konsumen
organisasi tersebut berasal, dan apakah budaya organisasi tersebut dapat diatur, kesemuanya akan dibicarakan pada halaman berikut.
14 BUDAYA ORGANISASI organisasi tersebut berasal, dan apakah budaya organisasi tersebut dapat diatur, kesemuanya akan dibicarakan pada halaman berikut. Setiap individu memiliki kepribadian, begitu pula
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI A. Definisi Budaya Organisasi Geert Hofstede menyatakan bahwa budaya terdiri dari mental program bersama yang mensyaratkan respon individual pada lingkungannya. Definisi tersebut
C A R E E R H O G A N D E V E L O P TIPS- TIPS PENGEMBANGAN UNTUK MANAJEMEN KARIR. Laporan untuk: John Doe ID: HC Tanggal: 29 Juli 2015
S E L E C T D E V E L O P L E A D H O G A N D E V E L O P C A R E E R TIPS- TIPS PENGEMBANGAN UNTUK MANAJEMEN KARIR Laporan untuk: John Doe ID: HC243158 Tanggal: 29 Juli 2015 2 0 0 9 H O G A N A S S E
BAB I PENDAHULUAN. kelola yang baik (good corporate governance) tidak hanya berlaku bagi. pertanggungjawaban kinerja organisasi.
BAB I 1.1 Pengantar PENDAHULUAN Tuntutan mengenai pengelolaan suatu organisasi berdasarkan sistem tata kelola yang baik (good corporate governance) tidak hanya berlaku bagi organisasi di sektor pemerintahan
HASIL UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS ALAT UKUR. 1. Validitas dan Reliabilitas Dimensi Jarak Kekuasaan
LAMPIRAN A HASIL UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS ALAT UKUR 1. Validitas dan Reliabilitas Dimensi Jarak Kekuasaan No. Item Validitas Keterangan 1 0.649 Diterima 6 0.545 Diterima 11 0.097 Ditolak 16 0.459
II. LANDASAN TEORI. Menurut Lussier (2005: 486) mengatakan bahwa iklim organisasi adalah persepsi
16 II. LANDASAN TEORI A. Definisi Iklim Organisasi Menurut Lussier (2005: 486) mengatakan bahwa iklim organisasi adalah persepsi pegawai mengenai kualitas lingkungan internal organisasi yang secara relatif
melalui Tridharma, dan; 3) mengembangkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dengan memperhatikan nilai Humaniora.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pada era perkembangan globalisasi seperti sekarang ini, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang jauh lebih berkualitas dan kompeten menjadi hal yang
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Manajemen Sumber Daya Manusia 2.1.1 Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia Menurut Mathis dan Jackson (2006:3), Manajemen Sumber Daya Manusia adalah rancangan sistem-sistem formal
BAB I PENDAHULUAN. mengembangkan sistem manajemen pemerintahan dan pembangunan antara lain
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Terjadinya berbagai krisis kawasan yang tidak lepas dari kegagalan mengembangkan sistem manajemen pemerintahan dan pembangunan antara lain disebabkan oleh
BAB I PENDAHULUAN. disepakatinya AFTA (ASEAN Free Trade Area) dan MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN)
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Dunia industri dan organisasi saat ini bergerak dinamis, berbagai peristiwa dan fenomena terkait industri dan organisasi dapat dijumpai di berbagai perusahaan
INDIVIDU. Chapter 13
MEMAHAMI PERILAKU INDIVIDU Chapter 13 INTRODUCTION Salah satu faktor yang berpengaruhi besar terhadap keberhasilan persaingan dalam usaha adalah SDM. Untuk itu organisasi perlu mengelola SDM dengan optimal.
Outline 0 PENDAHULUAN 0 BEBERAPA ASPEK MODEL MATEMATIKA 0 PROSES PEMODELAN MATEMATIKA 0 KARAKTERISASI SISTEM 0 SIFAT MODEL MATEMATIKA YANG BAIK
Outline 0 PENDAHULUAN 0 BEBERAPA ASPEK MODEL MATEMATIKA 0 PROSES PEMODELAN MATEMATIKA 0 KARAKTERISASI SISTEM 0 SIFAT MODEL MATEMATIKA YANG BAIK Pendahuluan 0 Masalah yang berhubungan dengan proyek potensial
EMOTIONAL INTELLIGENCE MENGENALI DAN MENGELOLA EMOSI DIRI SENDIRI DAN ORANG LAIN Hogan Assessment Systems Inc.
EQ KEMAMPUAN EMOTIONAL INTELLIGENCE UNTUK MENGENALI DAN MENGELOLA EMOSI DIRI SENDIRI DAN ORANG LAIN. Laporan untuk Sam Poole ID HC560419 Tanggal 23 Februari 2017 2013 Hogan Assessment Systems Inc. Pendahuluan
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Manajemen Management berasal dari kata to manage yang berarti mengatur. Dalam hal mengatur akan timbul masalah, mengapa harus diatur, dan apa tujuan pengaturan tersebut.
PENGARUH BUDAYA PERUSAHAAN TERHADAP MOTIVASI KERJA SERTA DAMPAKNYA TERHADAP KINERJA KARYAWAN (Studi pada PT. Syngenta Seed Indonesia, Pasuruan Site)
PENGARUH BUDAYA PERUSAHAAN TERHADAP MOTIVASI KERJA SERTA DAMPAKNYA TERHADAP KINERJA KARYAWAN (Studi pada PT. Syngenta Seed Indonesia, Pasuruan Site) Adin Galang Daniswara Mochammad Al Musadieq Mohammad
UKDW BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah World Wide Web (WWW) merupakan fenomena global yang memampukan setiap orang menjelajahi berbagai situs dengan koneksi internet. Akan tetapi sebagian besar situs
BAB 1 PENDAHULUAN. Kemajuan sebuah organisasi sangat dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusia
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kemajuan sebuah organisasi sangat dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusia yang dimiliki, kompetisi global dan perdagangan bebas menuntut sumber daya manusia yang
Budaya Kerja Masyarakat Timor Leste
Bab Lima Budaya Kerja Masyarakat Timor Leste Bab ini akan mengangkat temuan-temuan empiris ke ranah dialog teoritis. Namun, sebelum melakukan pembahasan atas temuantemuan empiris, perlu disajikan kembali
MANAGEMENT. (Chapter 2)
MANAGEMENT (Chapter 2) SUMMARY MID TERM EXAM 2013/2014 Chapter 2 Pandangan Omnipotent (Mumpuni) dan Simbolis terhadap Manajemen Omnipotent View of Management Pandangan bahwa para manajer bertanggung jawab
BAB I PENDAHULUAN. Koperasi sebagai salah satu pilar pembangunan ekonomi yang bertujuan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Koperasi sebagai salah satu pilar pembangunan ekonomi yang bertujuan untuk memajukan perekonomian rakyat. Pada awal dimulainya gerakan koperasi di Indonesia
BAB I PENDAHULUAN. Sumber Daya manusia(sdm) merupakan modal dasar pembangunan nasional,
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sumber Daya manusia(sdm) merupakan modal dasar pembangunan nasional, oleh karena itu maka kualitas SDM senantiasa harus dikembangkan dan diarahkan agar bisa mencapai
Materi 10 Organizing/Pengorganisasian: Manajemen Team
Materi 10 Organizing/Pengorganisasian: Manajemen Team Anda mungkin memiliki banyak pengalaman bekerja dalam kelompok, seperti halnya tugas kelompok, tim olahraga dan lain sebagainya. Kelompok kerja merupakan
BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN
BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN Dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran pembangunan untuk mewujudkan visi dan misi yang telah ditetapkan, perlu perubahan secara mendasar, terencana dan terukur. Upaya
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan adalah usaha sadar yang dengan sengaja dirancang untuk
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah usaha sadar yang dengan sengaja dirancang untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pendidikan juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas
BAB 1 PENDAHULUAN. rumah sakit terdapat banyak institusi yang padat karya dengan berbagai sifat, ciri,
BAB 1 PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Rumah sakit adalah suatu organisasi yang unik dan kompleks karena di dalam rumah sakit terdapat banyak institusi yang padat karya dengan berbagai sifat, ciri, serta
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan formal, pendidikan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Seorang mahasiswa yang belajar di perguruan tinggi akan mendapatkan bekal berupa teori yang telah diterima selama perkuliahan, yang nantinya setelah lulus dari
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Kemandirian menurut Vamer dan Beamer (Ranto,2007:22) adalah
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kemandirian Pribadi Kemandirian menurut Vamer dan Beamer (Ranto,2007:22) adalah kepemilikan sebuah nilai dalam diri seseorang yang mengarah kepada kedewasaan, sehingga dia mampu
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Kajian Pustaka Penelitian ini mengacu pada bagaimana analisis pengaruh budaya organisasi, kompetensi karyawan dan komitmen organisasi terhadap kinerja karyawan. 2.1.1 Budaya Organisasi
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang.
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang. Era globalisasi yang ditandai dengan peningkatan keterkaitan dan ketergantungan antar bangsa dan antar manusia di seluruh dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan,
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN RUMUSAN HIPOTESIS
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN RUMUSAN HIPOTESIS 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Teori OCB (Organizational Citizenship Behavior) OCB adalah sebuah konsep yang relatif baru dianalisis kinerja, tetapi itu merupakan
Strategi Gerakan untuk Kepentingan Perempuan Surya Tjandra Unika Atma Jaya Jakarta, 10 Maret 2016
Strategi Gerakan untuk Kepentingan Perempuan Surya Tjandra Unika Atma Jaya Jakarta, 10 Maret 2016 Pijakan Awal Pengalaman perjuangan rakyat untuk gagasan2, prinsip2 dan kemungkinan2 baru, perlu terus berada
1. Membangun kemitraan dengan masyarakat dan pemangku kepentingan
KODE UNIT : O.842340.003.01 JUDUL UNIT : Menjalin Hubungan yang Positif dengan Pemangku Kepentingan DESKRIPSI UNIT : Unit ini menjelaskan keterampilan, pengetahuan, dan Sikap kerja yang diperlukan untuk
DASAR-DASAR PERILAKU KELOMPOK. Bab 9 PERILAKU ORGANISASI
DASAR-DASAR PERILAKU KELOMPOK Bab 9 PERILAKU ORGANISASI THE MEANING OF GROUP Suatu interaksi antara dua orang karyawan atau lebih dimana sikap dan kinerja masing-masing saling mempengaruhi antara satu
C A R E E R H O G A N D E V E L O P TIPS- TIPS PENGEMBANGAN UNTUK MANAJEMEN KARIR. Laporan untuk: Sam Poole ID: HC Tanggal: 23 Februari 2017
S E L E C T D E V E L O P L E A D H O G A N D E V E L O P C A R E E R TIPS- TIPS PENGEMBANGAN UNTUK MANAJEMEN KARIR Laporan untuk: Sam Poole ID: HC560419 Tanggal: 23 Februari 2017 2 0 0 9 H O G A N A S
Materi 2 Manajemen dalam Lingkungan Global
Materi 2 Manajemen dalam Lingkungan Global Asumsikan sejenak bahwa Anda seorang manajer yang akan bekerja untuk cabang sebuah organisasi global di negara asing. Anda tahu bahwa lingkungan Anda akan berbeda
MANAJEMEN STRATEJIK DAN BUDAYA PERUSAHAAN: DAMPAK SERTA IMPLEMENTASI
Media Informatika Vol.16 No.2 (2017) MANAJEMEN STRATEJIK DAN BUDAYA PERUSAHAAN: DAMPAK SERTA IMPLEMENTASI Muksin Wijaya Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer LIKMI Jl. Ir. Juanda 96 Bandung
