KONSEP TEKNIK AUDIT BERBANTUAN KOMPUTER
|
|
|
- Yandi Hartono
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 KONSEP TEKNIK AUDIT BERBANTUAN KOMPUTER Pengantar SA Seksi 335 [PSA No. 57] Auditing dalam Lingkungan Sistem Informasi Komputer, paragraf 04 sampai dengan paragraf 06 menjelaskan tingkat ketrampilan dan kompetensi auditor yang harus dimiliki bila melaksanakan suatu audit dalam lingkungan sistem informasi komputer dan memberikan panduan bila mendelegasikan pekerjaan kepada asisten dengan ketrampilan sistem informasi komputer atau bila menggunakan pekerjaan yang dilaksankan oleh auditor independent lain atau tenaga ahli yang memiliki keahlian di bidang sistem informasi komputer Secara khusus, auditor harus memiliki pengetahuan memadai untuk merencanakan, melaksanakan, dan menggunakan hasil penggunaan TABK. Tingkat pengetahuan yang harus dimiliki oleh auditor tergantung atas kompleksitas dan sifat TABK dan sistem akuntansi entitas. Oleh karena itu, auditor harus menyadari bahwa pengetahuan TABK dalam keadaan tertentu dapat mengharuskan dimilikinya jauh lebih banyak pengetahuan komputer dibandingkan dengan yang dimilikinya dalam keadaan lain. Perkembangan teknologi informasi yang semakin luas diterapkan oleh perusahaan-perusahaan mengakibatkan auditor harus mampu menyesuaikan keahlian terkait dengan kompetensi pada bidang teknologi informasi, sehingga Auditor membutuhkan Teknik Audit Berbantuan Komputer (TABK). Sesuai dengan Teknik audit berbantuan komputer merupakan alat yang penting dalam menyediakan kemampuan untuk mengaudit dan mengotomatisasi data audit. Teknik ini merupakan solusi yang efektif. Dalam kenyataanya, beberapa software siap digunakan di dunia bisnis seperti Excel, Access, IDEA, ACL dan lainnya. Tanpa melihat alat yang digunakan, harus dapat beradaptasi dengan situasi yang strategis, obyek audit dan proses audit. Perkembangan teknologi komputer, perangkat lunak, sistem jaringan dan komunikasi dan otomatisasi dalam pengolahan data berdampak perkembangan terhadap pendekatan audit yang dilakukan, tiga pendekatan yang dilakukan oleh auditor dalam memeriksa laporan keuangan klien yang telah mempergunakan Sistem Informasi Akuntansi yaitu (Watne, 1990) : 1
2 1. Auditing Around The Computer. Pendekatan ini merupakan pendekatan yang mula-mula ditempuh oleh auditor. Dengan pendekatan ini komputer yang digunakan oleh perusahaan diperlakukan sebagai Black Box. Asumsi yang digunakan dalam pendekatan ini adalah bila sampel output dari suatu sistem ternyata benar berdasarkan masukan sistem tadi, maka pemrosesannya tentunya dapat diandalkan. Dalam pemeriksaan dengan pendekatan ini, auditor melakukan pemeriksaan di sekitar komputer saja. 2. Auditing With The Computer. Pendekatan ini digunakan untuk mengotomatisati banyak kegiatan audit. Auditor memanfaatkan komputer sebagai alat bantu dalam melakukan penulisan, perhitungan, pembandingan dan sebagainya. Pendekatan ini menggunakan perangkat lunak Generalized Audit Software, yaitu program audit yang berlaku umum untuk berbagai klien. 3. Auditing Through The Computer. Pendekatan ini lebih menekankan pada langkah pemrosesan serta pengendalian program yang dilakukan oleh sistem komputer. Pendekatan ini mengasumsikan bahwa jika program pemrosesan dirancang dengan baik dan memiliki aspek pengendalian yang memadai, maka kesalahan dan penyimpangan kemungkinan besar tidak terjadi.pendekatan ini biasanya diterapkan pada sistem pengolahan data on-line yang tidak memberikan jejak audit yang memadai. Berdasarkan pendekatan audit yang dilakukan yaitu Auditing With The Computer, Target teknik audit berbantuan komputer ini lebih diokuskan pada area risiko yang ada dalam transaksi data. Dalam pendekatan risiko ini akan lebih dikenal engan istilah audit fraud, Dengan pendekatan ini, teknik audit berbantuan komputer memberikan nilai tambah dalam menyusun strategi, rencana, dan prosedur audit yang akan ditempuh. Disamping itu pula akan memberikan keuntungan dari segi efisiensi atau efektivitas dalam pelaksanaan audit. Berikut adalah kelebihan dan kekurangan TABK: Kelebihan Kelebihan secara umum TABK menurut SA 327, Beberapa manfaat TABK adalah sebagai berikut: a. Tidak adanya dokumen masukan atau tidak adanya jejak audit (audit trail) dapat mengharuskan auditor menggunakan TABK dalam penerapan pengujian pengendalian dan pengujian substantif. b. Efektivitas dan efisiensi prosedur audit dapat meningkatkan dengan penggunaan TABK. 2
3 Perkembangan teknologi di bidang akuntansi tanpa diikuti pendekatan dengan TABK tentu saja akan membuat pekerjaan audit semakin lama dan berat karena transaksi besar atas data klien yaitu sistem informasi, sistem pelaporan finansial dan beberapa sistem yang lain, umumnya menu yang tersedia dalam TABK adalah analisis jumlah data besar yang dapat diubah-ubah atau yang lebih dikelan dengan istilah customize. Terdapat beberapa keuntungan umum menggunakan TABK dalam audit sebagai berikut: 1. Membantu auditor untuk melihat adanya indikasi fraud (red flag), dimana akses terhadap transaksi yang dapat ditelusuri adalah populasi dan bukan sample. Sehingga hal ini memberikan pengetahuan yang luas bagi auditor mendeteksi dan memperluas prosedur dengan kemungkinan adanya temuan atau potensi deteksi fraud. 2. Prosedur-prosedur yang dijalankan dalam TABK dengan GAS menggunakan perintah dan prosedur yang mudah dan familiar bagi auditor. Sehingga cukup mempelajari melalui pelatihan secara sepintas, auditor dapat menerapkan dengan mudah dan efisien dalam audit. 3. Membuat lebih mudah bagi auditor dalam menyusun administrasi kertas kerja audit dan hasilnya. 4. TABK dapat mengolah data dalam berbagai bentuk. sebagian sistem komputer dapat mengeluarkan data dari accounting dan database financial sebagai file text, ASCII, dan TABK dapat membaca file teks. Software TABK juga dapat memasukkan data file khusus. Tergantung pada batasan tertentu, mungkin memasukkan data ke dalam Microsoft Excel dan Access, software secara umum yang tersedia dalam entitas. 5. Tipe TABK adalah read-only; mereka hanya memproses menggunakan copy data dan tidak melakukan perubahan terhadap data klien, Menggunakan software TABK menghilangkan error yang dapat terjadi pada saat menggunakan Excel atau Access sebagai TABK. 6. Prosedur audit dengan pengujian automasi, prosedur-prosedur audit dapat disimpan dalam software sehingga Auditor dapat dengan mudah beradaptasi dengan prosedur sebelumnya diautomatisasikan dalam batch terhadap perubahan akomodasi dalam lingkungan. Kekurangan 3
4 Selain mempunyai beberapa keuntungan TABK mempunyai beberapa kekurangan yaitu : 1. Dibutuhkan waktu yang cukup untuk mempelajari teknik audit dengan TABK. 2. Biaya pengembangan ang cukup besar, diantaranya untuk pengembangan pelatihan dan pembelian/update software. Standar Audit Berdasarkan standar audit Seksi 327 tentang Teknik Audit Berbantuan Komputer TABK dapat digunakan dalam pelaksanaan berbagai prosedur audit berikut ini: a. Pengujian rincian transaksi dan saldo seperti, penggunaan perangkat lunak audit untuk menguji semua (suatu sampel) transaksi dalam file komputer. b. Prosedur review analitik seperti, penggunaan perangkat lunak audit untuk mengidentifikasi unsur atau fluktuasi yang tidak biasa. c. Pengujian pengendalian (test of control) atas pengendalian umum sistem informasi komputer seperti, penggunaan data uji untuk menguji berfungsinya prosedur akses ke perpustakaan program (program libraries). d. Pengujian pengendalian atas pengendalian aplikasi sistem informasi komputer seperti, penggunaan data uji untuk menguji berfungsinya prosedur yang telah diprogram. e. Mengakses file yaitu kemampuan untuk membaca file yang berbeda record nya dan berbeda formatnya. f. Mengelompokkan data berdasarkan kriteria tertentu. g. Mengorganisasi file, seperti menyortasi dan menggabungkan. h. Membuat laporan, mengedit dan memformat keluaran. i. Membuat persamaan dengan operasi rasional (AND; OR: =;<>; <; >; IF). Penggunaan IT secara signifikan akan merubah metode perusahaan dalam mengerjakan laporan informasi keuangan. Sehingga dalam standar tersebut memberikan petunjuk bagi auditor keuangan mengenai kesesuaian penilaian kontrol internal dalam sistem IT. GAS, seperti ACL, IDEA, Pan Audit Plus, Monarch, dan yang lain membuktikan nilai tak terukur dalam pendeteksian ketidakberesan, fraud, dan fraud komputer dalam sistem 4
5 informasi. Menggunakan TABK atau GAS untuk mendeteksi computer-related fraud, auditor harus melakukan 7 tahapan yaitu: - Merencanakan obyek audit - Melakukan pertemuan dengan klien yaitu pemilik data dan programmer. - Permintaan data yang relevan secara formal. - Menciptakan dan membuat definisi file GAS - Verifikasi integritas data - Analisis data. - Melaporkan secara formal ke Manajemen. GAS akan memiliki beberapa perintah dan prosedur audit yang dapat diterapkan ke langkah 4 sampai langkah 6. Dari perspektif faudit, test ini membantu auditor dalam mendeteksi adanya fraud, bukti audit yang tidak dapat dibuktikan untuk proses selanjutnya. Beberapa run test agar sesuai dengan obyektif meliputi: Reasonableness tests. Data yang layak dengan keadaan sekitar? Completeness tests. Semua data yang harus ada untuk disediakan? Gaps. Beberapa gap dalam nomor cek, nomor faktur, dan selanjutnya? Gap mana yang seharusnya tidak ada, atau sebaliknya? Duplicates. Sama dengan gap. Di sini duplikat transaksi atau data di mana seharusnya tidak ada atau sebaliknya (fraud)? Sort. Penyortiran adalah cara yang tepat untuk anomalies. Stratify. Membuat stratafikasi adalah cara cepat untuk level abnormal activity vendor, customer dan pegawai Period to period (trends). Banyak fraud dapat dideteksi oleh penambahan atau pengurangan incremental dalam kepastian account, vendor, customer, atau rasio. Trend dapat dikhususkan digunakan dalam perbandingan spesifik unit bisnis ke unit bisnis lain atau kelompok yang masih utuh Regression Analysis. Analisis regresi memiliki tujuan yang sama sebagai trend dan juga dapat dikhususkan digunakan dalam perbandingan spesifik unit bisnis ke unit bisnis lain Statistical Analysis. Analisis statistik merupakan cara yang baik untuk melakukan pengujian sampling, dan juga dikhususkan digunakan dalam perbandingan spesifik unit bisnis ke unit bisnis lain 5
6 Transaction matching. Ini digunakan sebagai bukti fraud oleh pegawai Filters. Filter digunakan untuk lokasi kejanggalan (anomalies) Benford s law. Benford s law adalah hukum aritmatik pada leading digits. Digit tidak terjadi secara acak sebagai leading digit atau digits. Hukum ini digunakan untuk anamolies dalam jumlah leading digits. Berikut adalah informasi tentang GAS yang banyak digunakan oleh auditor: Type Vendor URL Spreadsheet Active data Active Audit Excel AutoFilter Information Active Information Active Excel Database Access Microsoft Statistical Software SAS SPSS SAS Institute Inc. SPSS Inc. Data Mining Software ACL IDEA PanAudit Monarch ACL Services Ltd. Audimation Services Inc. Computer Associates (CA) Datawatch METODOLOGI TABK Kunci elemen metodologi TABK pada dasarnya ada 4 langkah yaitu: 1. Auditor membutuhkan pemilihan sesuai TABK dan membutuhkan level competence yang cukup dengan alat tersebut. 6
7 2. Auditor harus mendapatkan semua data yang cukup. Biasanya auditor akan sampai pada information system (IS) atau personel dalam order mendapatkan file data. Kata yang mendapat perhatian mengenai fraud dan proses ini yaitu jika seseorang dalam IS melibatkan fraud, dengan bebas dapat memalsukan data yang didownload dari IS dan diberikan pada auditor fraud. 3. Auditor harus memverifikasi data dengan benar dan integritas tetap utuh atau lengkap. Sebagai contoh, mungkin orang IS membuat kesalahan dalam mendownload data atau ketidakmengertian data yang tepat untuk didownload. Langkah ini biasanya lebih penting dari langkah yang lain. Dalam catatan sosial, orang IS cenderung sibuk dan tidak merespon auditor, khususnya auditor fraud. Hal tersebut sangat ekstrem menjadi friends dengan personel IS. 4. Lalu auditor harus memasukkan data ke dalam ACL (TABK yang lainnya), yang mana dilakukan proses untuk pelatihan person. Sebagai contoh, banyak sistem yang dapat mengeluarkan file text dan membuat file ACL menggunakan ahli dengan sedikit usaha pada auditor. Banyak sistem dapat mengeluarkan file lebih kecil seperti Excel spreadsheet. ACL dapat membaca berbagai perbedaan tipe file, meliputi Excel, Comma Separated Value (CSV), Access dan pertambahan yang terkenal (untuk bentuk yang cocok) extensible Markup Language (XML). Isyarat untuk memasukkan file Excel ke dalam ACL : jika auditor menggunakan baris pertama spreadsheet ke label colom heading dan lalu enter data secara berdekatan dimulai pada garis ke dua, ACL dapat membaca file Excel secara mudah menggunakan expert, bahkan menetapkan kolom heading dan tipe data. Gambaran Kasus Praktek audit ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan gambaran yang praktis kepada peserta agar dapat mengetahui prinsip pokok pekerjaan audit, mulai dari bagaimana melakukan analisis pengendalian internal, melakukan uji substantif per rekening dan pendokumentasian kertas kerja sampai dengan penyusunan laporan keuangan. 7
8 Proses Perencanaan Pemeriksaan Kantor Akuntan Publik (KAP) Zamino ditunjuk oleh komisaris PT. Maju Mundur untuk melakukan audit atas laporan keuangan periode Audit ini merupakan audit kedua kali PT. Maju Mundur yang akan dilakukan secara manual. Pada pengauditan ini diharapkan anda dapat memahami proses audit laporan keuangan. Berikut adalah profil tentang PT. Maju Mundur: Pendirian PT. Maju Mundur PT. Maju Mundur didirikan oleh Fitri Nur Cahyani pada 31 Desember 2005 di kota Yogyakarta. Perusahaan didirikan berdasarkan Akta Notaris No.XX tanggal 9 Januari Akta Pendirian Perusahaan disetujui oleh Menteri Kehakiman dalam Surat Keputusan No tanggal 25 Februari 2007 dan diumumkan dalam Berita Negara No.2 tanggal 10 Mei Saat ini PT. Maju Mundur bergerak di bidang produksi dan penjualan mie. PT. Maju Mundur memiliki kantor pusat administrasi dan produksi yang bertempat di Jalan Palagan Km XIII Yogyakarta. Produk yang dihasilkan oleh PT. Maju Mundur dipasarkan di Indonesia dan Malaysia. Visi dan Misi PT. Maju Mundur Menjadi Market Leader dalam bisnis mie di Indonesia Struktur Organisasi PT. Maju Mundur PT. Maju Mundur merupakan badan usaha berbentuk PT yang pendiriannya telah disahkan melalui akta notaris No. XX tanggal 9 Januari Susunan struktur organisasi adalah sebagai berikut: Dewan Komisaris Dr. Budianto Andre BS Dewan Direksi Direktur Utama : Sutedjo SE Direktur Keuangan dan Umum : Rifqi W, SE Direktur Produksi : Kholil F, ST Direktur Pembelian dan Pengadaan : Yerri P, SE Direktur Pemasaran : Ir. Ramli Untuk struktur organisasi PT. Maju Mundur secara lebih jelas akan digambarkan pada gambar berikut: Struktur Organisasi PT. Maju Mundur Tahun
9 Dewan Komisaris Direktur Utama Divisi Riset, dan Pengembangan Direktur Umum & Keu Direktur Pemasaran Direktur Pembelian dan Pengadaan Direktur Produksi HRD Spv CSO Pengadaan Produksi keuangan Gudang Pelaksana Produksi Treasury Operasional Umum Sistem dan Prosedur Akuntansi, serta Kode Rekening PT. Maju Mundur sudah memiliki sistem dan prosedur serta kode rekening yang telah didokumentasikan dalam bentuk manual. Tabel 1 Laporan Keuangan Tahun 2009 unaudited dan 2008 audited (dalam ribuan rupiah) 31 Dec Dec
10 unaudited audited Aset Lancar Kas dan setara kas 87,459,000 39,579,000 Piutang usaha (net) 6,712,000 9,684,000 Piutang lain-lain 1,271,000 55,000 Sediaan (net) 12,939,000 16,683,000 Beban dibayar di muka 358, ,000 Pajak dibayar di muka 632, ,000 Uang muka yang dibayar 24,000 39,000 Jumlah aset lancar 109,395,000 67,215,000 Aset Tidak Lancar Aset pajak tangguhan 4,122,000 4,040,000 Aset tetap (net) 93,183,525 92,498,750 Pinjaman kepada direksi dan karyawan 1,615,000 1,668,000 Uang jaminan 43,000 2,000 Jumlah aset tidak lancar 98,963,525 98,208,750 JUMLAH ASET 208,358, ,423,750 Kewajiban Jangka Pendek Hutang usaha 3,086,000 2,841,000 Hutang pajak 2,009,000 4,755,000 Hutang lain-lain 451, ,000 Beban yang masih harus dibayar 8,498,000 1,800,000 Bagian lancar dari pinjaman jangka panjang dari pemegang saham 22,322,000 16,445,000 Jumlah kewajiban jangka pendek 36,366,000 26,391,000 Kewajiban Jangka Panjang Kewajiban imbalan kerja 3,719,000 2,700,000 Pinjaman jangka panjang dari pemegang saham setelah dikurangi bagian lancar 98,714,525 80,713,750 Jumlah kewajiban jangka panjang 102,433,525 83,413,750 EKUITAS Modal saham 14,877,000 14,877,000 Selisih kurs atas modal disetor 3,694,000 3,694,000 Selisih penilaian kembali aset tetap 53,338,000 53,338,000 Saldo laba ditahan/ (defisit) - awal (16,290,000) (28,160,000) Laba (rugi) tahun ini 13,940,000 11,870,000 Jumlah Ekuitas 69,559,000 55,619,000 TOTAL KEWAJIBAN DAN EKUITAS 208,358, ,423,750 Laporan Laba Rugi untuk periode yang berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 (dalam ribuan) 31 Dec 2009 unaudited 31 Dec 2008 audited Pendapatan bersih 122,990,000 96,338,000 Beban pokok penjualan 68,354,000 63,252,000 Laba kotor 54,636,000 33,086,000 10
11 Beban usaha 13,563,000 10,518,000 Laba usaha 41,073,000 22,568,000 Penghasilan/ (beban) lain-lain Kerugian selisih kurs - bersih (22,687,000) (5,157,000) Penghasilan bunga 2,789,000 1,203,000 Beban bunga (1,420,000) (1,552,000) Keuntungan penjualan aset tetap - 65,000 Pendapatan lain-lain 852,000 - Laba sebelum pajak penghasilan 20,607,000 17,127,000 Beban pajak penghasilan - Kini (6,747,000) (6,080,000) - Tangguhan 80, ,000 Laba bersih 13,940,000 11,870,000 Bab II dari buku ini menjelaskan gambaran tentang General Audit Language (GAS) yaitu dengan ACL dan mendiskusikan secara khusus mengenai teknik-teknik pendefinisian data. Topik ini sangat menarik sebagai langkah awal sebelum melakukan analisis data. Bab III mengkonsentrasikan pembahasan pada peran auditor dalam meyusun Program dan teknik Audit Piutang dengan ACL. Bab iv membahas tentang teknik meyusun Program dalam Audit utang dengan ACL. Bab V membicarakan tentang teknik meyusun Program dalam Audit persediaan dengan ACL. Bab VI membicarakan tentang teknik meyusun Program dalam Audit Penggajian dengan ACL. Bab VII membicarakan tentang teknik-teknik menyusun laporan sebagai kertas kerja dan menyajikan sebagai temuan dalam format laporan audit dengan ACL. 11
TEKNIK AUDIT BERBANTUAN KOMPUTER
SA Seksi 327 TEKNIK AUDIT BERBANTUAN KOMPUTER Sumber: PSA No. 59 PENDAHULUAN 01 Tujuan dan lingkup keseluruhan suatu audit tidak berubah bila audit dilaksanakan dalam suatu lingkungan sistem informasi
TEKNIK AUDIT BERBANTUAN KOMPUTER
Teknik Audit Berbantuan Komputer SA Seksi 327 TEKNIK AUDIT BERBANTUAN KOMPUTER Sumber: PSA No. 59 PENDAHULUAN 01 Tujuan dan lingkup keseluruhan suatu audit tidak berubah bila audit dilaksanakan dalam suatu
TEKNIK AUDIT BERBANTUAN KOMPUTER
TEKNIK AUDIT BERBANTUAN KOMPUTER (Computer Assisted Audit Techniques CAATs) SA SEKSI 327 (PSA NO. 59) 1 PENDAHULUAN - Tujuan dan lingkup audit tidak berubah jika audit dilaksanakan dalam suatu lingkungan
BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN
BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN Dalam melakukan evaluasi perencanaan audit pada KAP Achmad, Rasyid, Hisbullah & Jerry, langkah awal yang penulis lakukan adalah dengan membuat permohonan izin kepada pihak KAP
PENENTUAN RISIKO DAN PENGENDALIAN INTERN-PERTIMBANGAN DAN KARAKTERISTIK SISTEM INFORMASI KOMPUTER
SA Seksi 314 PENENTUAN RISIKO DAN PENGENDALIAN INTERN-PERTIMBANGAN DAN KARAKTERISTIK SISTEM INFORMASI KOMPUTER Sumber: PSA No. 60 PENDAHULUAN 01. Dalam Seksi 335 [PSA No. 57] Auditing dalam Lingkungan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Auditing Auditing merupakan ilmu yang digunakan untuk melakukan penilaian terhadap pengendalian intern dimana bertujuan untuk memberikan perlindungan dan pengamanan
KOMUNIKASI MASALAH YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGENDALIAN INTERN YANG DITEMUKAN DALAM SUATU AUDIT
SA Seksi 325 KOMUNIKASI MASALAH YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGENDALIAN INTERN YANG DITEMUKAN DALAM SUATU AUDIT Sumber: PSA No. 35 PENDAHULUAN 01 Seksi ini memberikan panduan untuk mengidentifikasi dan melaporkan
PT GARUDA METALINDO Tbk
LAPORAN KEUANGAN INTERIM 31 MARET 2016 DAN 31 DESEMBER 2015 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 MARET 2016 DAN 2015 (MATA UANG INDONESIA) LAPORAN KEUANGAN INTERIM 31 MARET 2016
PERENCANAAN PEMERIKSAAN
PERENCANAAN PEMERIKSAAN PERENCANAAN SA yang berlaku umum mengenai pekerjaan lapangan yang pertama mengharuskan dilakukannya perencanaan yang memadai. Auditor harus melakukan perencanaan kerja yang memadai
ANALISIS PROSPEKTIF LAPORAN KEUANGAN PT. GUDANG GARAM Tbk. Tugas Mata Kuliah Analisis Laporan Keuangan
ANALISIS PROSPEKTIF LAPORAN KEUANGAN PT. GUDANG GARAM Tbk. Tugas Mata Kuliah Analisis Laporan Keuangan JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA SURABAYA 2016 Lapora Laba Rugi PT Gudang
a. Pemisahan tugas yang terbatas; atau b. Dominasi oleh manajemen senior atau pemilik terhadap semua aspek pokok bisnis.
SA Seksi 710 PERTIMBANGAN KHUSUS DALAM AUDIT BISNIS KECIL Sumber : PSA No. 58 PENDAHULUAN 01. Pernyataan Standar Auditing yang diterbitkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia diterapkan dalam audit informasi
BAB IV ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Analisa Perlakuan Akuntansi pada Penggabungan Usaha
BAB IV ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN A. Analisa Perlakuan Akuntansi pada Penggabungan Usaha 1. Bentuk Penggabungan Usaha Penggabungan usaha yang dilakukan oleh PT MB Tbk, PT KS, PT MS dan PT TS, merupakan
BAB II KAJIAN PUSTAKA. karena adanya pembelian dagangan secara kredit. kepercayaan. Utang usaha sering kali berbeda jumlah saldo utang usaha
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Pengertian utang usaha Menurut Munawir, (2007:18) utang dagang adalah utang yang timbul karena adanya pembelian dagangan secara kredit. Jadi dapat disimpulkan
TUGAS MATA KULIAH Sistem informasi akutansi
TUGAS MATA KULIAH Sistem informasi akutansi TEKNIK AUDIT BERBANTUAN KOMPUTER : LINGKUP AUDIT SISTEM INFORMASI Disusun Oleh : Siti Nursaadah Npm : 140200366 Jurusan : Akuntansi (Ekstensi) Lingkup Audit
Daftar Pertanyaan. Daftar pertanyaan berikut ini terdiri dari tipe isian, isilah pada tempat jawaban
Daftar Pertanyaan Petunjuk Pengisian Daftar pertanyaan berikut ini terdiri dari tipe isian, isilah pada tempat jawaban yang disediakan dengan singkat dan jelas dan sandainya Bapak/Ibu berkeberatan mencantumkan
PERTIMBANGAN AUDITOR ATAS FUNGSI AUDIT INTERN DALAM AUDIT LAPORAN KEUANGAN
SA Seksi 322 PERTIMBANGAN AUDITOR ATAS FUNGSI AUDIT INTERN DALAM AUDIT LAPORAN KEUANGAN Sumber: PSA No. 33 PENDAHULUAN 01 Auditor mempertimbangkan banyak faktor dalam menentukan sifat, saat, dan lingkup
PREVIEW AUDIT LAPORAN KEUANGAN (GENERAL AUDIT)
PREVIEW AUDIT LAPORAN KEUANGAN (GENERAL AUDIT) Disampaikan oleh M. HUSNI MUBAROK, SE. M.SI.Ak. CA MAULAN IRWADI, SE.M MSI,.Ak.CA PREVIEW GENERAL AUDIT 1. DEFINISI 2. TUJUAN 3.TANGGUNG JAWAB LAP. KEU 4.CARA
PT Argo Pantes Tbk dan Anak Perusahaan Neraca Konsolidasi Per tanggal 31 Desember 2007, 2006, dan
L1 AKTIVA Aktiva Lancar : Kas dan setara kas Piutang usaha setelah dikurangi penyisihan piutang raguragu sebesar Rp 2.293.762 (2005), Rp 5.920.887 (2006), Rp 3.627.125 (2007) Piutang lainlain Persediaan
1. Mana di bawah ini yang bukan termasuk dalam kelompok pengendalian umum:
Latihan Soal 1 1. Mana di bawah ini yang bukan termasuk dalam kelompok pengendalian umum: 1 a. Pengendalian organisasi. b. Pengendalian administrative. c. Pengendalian substantive d. Pengendalian hardware
STANDAR PEKERJAAN LAPANGAN
Daftar Isi Standar Pekerjaan Lapangan SA Seksi 300 STANDAR PEKERJAAN LAPANGAN Penunjukan auditor independen; perencanaan dan supervisi; risiko audit dan materialitas dalam pelaksanaan audit; pengujian
Standar Jasa Akuntansi dan Review memberikan panduan yang berkaitan dengan laporan keuangan entitas nonpublik yang tidak diaudit.
SA Seksi 722 INFORMASI KEUANGAN INTERIM Sumber : PSA No. 73 PENDAHULUAN 01. Seksi ini memberikan pedoman mengenai sifat, saat, dan lingkup prosedur yang harus diterapkan oleh akuntan publik dalam melakukan
SURAT PERIKATAN AUDIT
SA Seksi 320 SURAT PERIKATAN AUDIT Sumber: PSA No. 55 Lihat Seksi 9320 untuk Interpretasi Seksi ini PENDAHULUAN 01 Tujuan Seksi ini adalah untuk memberikan panduan tentang: a. Persetujuan dengan klien
30 Juni 31 Desember
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 30 Juni 31 Desember ASET ASET LANCAR Kas dan setara kas 73102500927 63710521871 Investasi 2072565000 1964636608 Piutang usaha - setelah
1 Januari 2010/ 31 Desember 31 Desember 31 Desember (Disajikan kembali)
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 Desember 2011, 2010 dan 1 Januari 2010/ 31 Desember 2009 1 Januari 2010/ 31 Desember 31 Desember 31 Desember 2009 2011 2010 (Disajikan kembali) ASET ASET LANCAR
PERENCANAAN DAN SUPERVISI
Standar Profesionail Akuntant Publik SA Seksi 3 1 1 PERENCANAAN DAN SUPERVISI Sumber: PSA No. 05 PENDAHULUAN 01 Standar pekerjaan lapangan pertama mengharuskan bahwa Pekerjaan harus direncanakan sebaik-baiknya
Audit 2 - Sururi Halaman 1
Halaman 1 Auditing adalah proses pengujian kesesuaian asersi/pernyataan atau kegiatan dengan standar yang berlaku dan kemudian mengkomunikasikan hasil pengujiannya kepada pihak-pihak yang berkepentingan.
SA Seksi 324 PELAPORAN ATAS PENGOLAHAN TRANSAKSI OLEH ORGANISASI JASA. Sumber: PSA No. 61 PENDAHULUAN
SA Seksi 324 PELAPORAN ATAS PENGOLAHAN TRANSAKSI OLEH ORGANISASI JASA Sumber: PSA No. 61 PENDAHULUAN 01 Seksi ini memberikan panduan tentang faktor-faktor yang dipertimbangkan oleh auditor independen dalam
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Auditing Menurut Arens, Randal J. Elder dan Mark S. Beasley. Auditing adalah suatu proses pengumpulan dan evaluasi bukti mengenai informasi untuk menentukan dan melaporkan
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan Bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan ini
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASI Per (Tidak Diaudit) ASET 31 Desember 2010 ASET LANCAR Kas dan Setara Kas Piutang Usaha Pihak Ketiga Piutang Lainlain Pihak Ketiga Persediaan Bersih Biaya Dibayar di
JUMLAH ASET LANCAR
LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) KONSOLIDASI 30 September 2011 dan 31 Desember 2010 30 September 2011 31Desember 2010 ASET ASET LANCAR Kas dan setara kas 50948250925 80968763439 Investasi 1963117500 2016231750
SISTEM LAYANAN PERBANKAN LEWAT TELEPON DAN PENGARUHNYA TERHADAP PROSEDUR AUDIT PADA BANK X
JURNAL ILMIAH RANGGAGADING Volume 4 No. 1, April 2004 : 49 56 SISTEM LAYANAN PERBANKAN LEWAT TELEPON DAN PENGARUHNYA TERHADAP PROSEDUR AUDIT PADA BANK X Oleh Fery Feriyanto Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pencapaian tiga golongan tujuan berikut ini: a. Keandalan pelaporan keuangan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengendalian Intern 1. Pengertian Pengendalian Intern SA Seksi 319 Paragraf 06 mendefinisikan pengendalian intern sebagai suatu proses yang dilakukan manajemen dan personel lain
BAB II LANDASAN TEORI Pengertian Sistem Pengendalian Intern. Sistem menurut James A Hall (2007: 32). Sistem adalah kelompok dari dua
11 BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Sistem Pengendalian Intern 2.1.1. Pengertian Sistem Pengendalian Intern Sistem menurut James A Hall (2007: 32). Sistem adalah kelompok dari dua atau lebih komponen atau subsistem
Bab II Elemen dan Prosedur SIA
Bab II Elemen dan Prosedur SIA Pertanyaan Dalam Merancang SIA 1. Bagaimana mengorganisasi kegiatan agar aktivitas bisnis berjalan dengan efektif dan efisien? 2. Bagaimana mengumpulkan dan memproses data
Perencanaan audit meliputi pengembangan strategi menyeluruh pelaksanaan dan lingkup audit yang
Pada Standar Pekerjaan Lapangan #1 (PSA 05) menyebutkan bahwa Pekerjaan (audit) harus direncanakan sebaik-baiknya, dan jika digunakan asisten harus disupervisi dengan semestinya Perencanaan audit meliputi
Catatan 31 Maret Maret 2010
NERACA KONSOLIDASI ASET Catatan 31 Maret 2011 31 Maret 2010 ASET LANCAR Kas dan setara kas 2f, 3 220.361.019.579 10.981.803.022 Piutang usaha - setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu Pihak yang
Standar Audit SA 520. Prosedur Analitis
SA 0 Prosedur Analitis SA paket 00.indb STANDAR AUDIT 0 PROSEDUR ANALITIS (Berlaku efektif untuk audit atas laporan keuangan untuk periode yang dimulai pada atau setelah tanggal: (i) Januari 0 (untuk Emiten),
30 September 31 Desember Catatan
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 September 2012 dan 31 Desember 2011 30 September 31 Desember ASET ASET LANCAR Kas dan setara kas 2e, 4, 30, 33 59998597270 63710521871 Investasi 2c, 5, 30, 33 2068611000
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. tujuan tertentu melalui tiga tahapan, yaitu input, proses, dan output. yang berfungsi dengan tujuan yang sama.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Tinjauan Teoritis 2.1.1. Sistem Nugroho Widjajanto (2001:2) mengartikan sistem sebagai sesuatu yang memiliki bagian-bagian yang saling berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu
MATERIALITAS DAN RISIKO AUDIT AKUNTANSI PEMERIKSAAN 1. Tutut Dewi Astuti, SE, M.Si, Ak, CA
MATERIALITAS DAN RISIKO AUDIT AKUNTANSI PEMERIKSAAN 1 Tutut Dewi Astuti, SE, M.Si, Ak, CA CAKUPAN PARAGRAF DALAM LAPORAN AUDITOR YANG TERKAIT LANGSUNG DENGAN MATERIALITAS DAN RISIKO Kami melaksanakan audit
BAB I PENDAHULUAN. terutama sektor audit. Permintaan jasa audit dari tahun ke tahun mengalami
BAB I PENDAHULUAN Bab ini menguraikan latar belakang, rumusan masalah, pertanyaan penelitian, tujuan penelitian, motivasi penelitian, kontribusi penelitian, ruang lingkup penelitian, dan sistematika penulisan.
AUDIT SISTEM INFORMASI & PROSEDUR. DOSEN : Ir. I. JOKO DEWANTO., MM H. FEBRIANA HENDIONO, SE, MM
AUDIT SISTEM INFORMASI & PROSEDUR DOSEN : Ir. I. JOKO DEWANTO., MM H. FEBRIANA HENDIONO, SE, MM Prosedur audit sistem informasi Dalam kegiatan auditing paling tidak mempunyai karakteristik sebagai berikut
BAB II LANDASAN TEORI. Menurut American Accounting Association (AAA) Siti Kurnia Rahayu
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Pengertian Auditing Menurut American Accounting Association (AAA) Siti Kurnia Rahayu dan Ely Suhayati. Auditing merupakan suatu proses yang sistematis untuk memperoleh dan mengevaluasi
SPR Perikatan untuk Reviu atas Laporan Keuangan
SPR 00 Perikatan untuk Reviu atas Laporan Keuangan SA Paket 000.indb //0 0:: AM STANDAR PERIKATAN REVIU 00 PERIKATAN UNTUK REVIU ATAS LAPORAN KEUANGAN (Berlaku efektif untuk reviu atas laporan keuangan
Standar Audit SA 402. Pertimbangan Audit Terkait dengan Entitas yang Menggunakan Suatu Organisasi Jasa
SA 0 Pertimbangan Audit Terkait dengan Entitas yang Menggunakan Suatu Organisasi Jasa SA Paket 00.indb //0 0::0 AM STANDAR AUDIT 0 PERTIMBANGAN AUDIT TERKAIT DENGAN ENTITAS YANG MENGGUNAKAN SUATU ORGANISASI
Standar Audit SA 500. Bukti Audit
SA 00 Bukti Audit SA paket 00.indb //0 :: AM STANDAR AUDIT 00 BUKTI AUDIT (Berlaku efektif untuk audit atas laporan keuangan untuk periode yang dimulai pada atau setelah tanggal: (i) Januari 0 (untuk Emiten),
ASET Aset Lancar Kas dan setara kas 1.429.755 1.314.091 1.020.730 Investasi jangka pendek 83.865 47.822 38.657 Investasi mudharabah - - 352.512 Piutang usaha Pihak berelasi 14.397 20.413 30.670 Pihak ketiga
Tanggapan Atas Exposure Draft PSAK 1 (Revisi 2009) tentang Penyajian Laporan Keuangan
Edisi : VII/Juli 2009 Tanggapan Atas Exposure Draft PSAK 1 (Revisi 2009) tentang Penyajian Laporan Keuangan Oleh: Rian Ardhi Redhite Beny Kurniawan Keduanya Auditor pada KAP Syarief Basir & Rekan Pada
Prosedur Analitis dalam Pemeriksaan Keuangan
Prosedur Analitis dalam Pemeriksaan Keuangan DI SUSUN OLEH Kelompok 1 1.Abdillah Hanif (01) 2.Andias Setyo Perdana (04) 3.Arief Rahman Hakim (06) 4.Hani Nur Fadhilah (14) 5.Lily Arini Nasution (19) 6.Muhammad
Computer Assisted Audit Techniques and Tools (CAATs) Telkom university, 28 Mei 2015
Computer Assisted Audit Techniques and Tools (CAATs) Telkom university, 28 Mei 2015 Pokok Bahasan Workshop: proses Audit Alat Audit berbantuan Komputer (software, data yang digali) Teknik melakukan Audit
Standar audit Sa 500. Bukti audit
Standar audit Sa 500 Bukti audit SA paket 500.indb 1 Standar Audit Standar audit 500 BuKti audit (Berlaku efektif untuk audit atas laporan keuangan untuk dimulai pada atau setelah tanggal: (i) 1 Januari
AUDITING 1 (Pemeriksaan Akuntansi 1)
Dosen: Christian Ramos K AUDITING 1 (Pemeriksaan Akuntansi 1) Penerimaan Perikatan dan Perencanaan Audit REFERENSI: Arens/Elder/Beasley, Auditing, Prentice Hall Business Publishing (BOOK) 1 PERENCANAAN
PT SARASA NUGRAHA Tbk NERACA Per 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Data Saham)
NERACA Per 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Data Saham) AKTIVA AKTIVA LANCAR Kas dan Bank 2.b, 4 7.079.491 4.389.630 Investasi Jangka Pendek 2.d, 5 6.150 6.150 Piutang Usaha 2.b,
Standar Audit SA 330. Respons Auditor terhadap Risiko yang Telah Dinilai
SA 0 Respons Auditor terhadap Risiko yang Telah Dinilai SA Paket 00.indb //0 0:: AM STANDAR AUDIT 0 RESPONS AUDITOR TERHADAP RISIKO YANG TELAH DINILAI (Berlaku efektif untuk audit atas laporan keuangan
PT INDONESIAN PARADISE ISLAND
Laporan Akuntan Independen atas Penerapan Prosedur yang Disepakati untuk Melakukan Penilaian Nilai Wajar Liabilitas dan Aset Selain Aset Tetap dan Aset Tidak Lancar Lainnya 31 Desember 2011 LAPORAN AKUNTAN
PT RICKY PUTRA GLOBALINDO Tbk dan ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI. Pada tanggal 30 Maret 2012 dan 2011 (Tidak Diaudit)
PT RICKY PUTRA GLOBALINDO Tbk dan ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Pada tanggal 30 Maret 2012 dan 2011 (Tidak Diaudit) DAFTAR ISI Halaman Surat Pernyataan Direksi Laporan Auditor Independen
PROSEDUR ANALITIK. SA Seksi 329. Sumber: PSA No. 22 PENDAHULUAN
Prosedur Analitik SA Seksi 329 PROSEDUR ANALITIK Sumber: PSA No. 22 PENDAHULUAN 01 Seksi ini memberikan panduan bagi auditor dalam menggunakan prosedur analitik dan mengharuskan penggunaan prosedur analitik
PROSES KONFI RMASI. SA Seksi 330. Sumber: PSA No. 07 PENDAHULUAN DAN KETERTERAPAN
SA Seksi 330 PROSES KONFI RMASI Sumber: PSA No. 07 PENDAHULUAN DAN KETERTERAPAN 01 Seksi ini memberikan panduan tentang proses konfirmasi dalam audit yang dilaksanakan berdasarkan standar auditing yang
LAPORAN KEUANGAN (Tidak Diaudit) 30 September 2008 dan PT Asahimas Flat Glass Tbk
LAPORAN KEUANGAN (Tidak Diaudit) 30 September 2008 dan 2007 PT Asahimas Flat Glass Tbk Rusli Pranadi Manager Corporate Finance Samuel Rumbajan Direktur Keuangan NERACA (Tidak diaudit) 30 September 2008
PENGENDALIAN INTERN 1
PENGENDALIAN INTERN 1 Pengertian Pengendalian Intern Standar pekerjaan lapangan yang kedua (PSA No. 01 (SA 150)) menyebutkan Pemahaman memadai atas pengendalian intern harus diperoleh untuk merencanakan
`EFEKTIVITAS SISTEM PENGENDALIAN INTERN PADA PENGUJIAN PENGENDALIAN: KAJIAN KONSEPTUAL AUDIT LAPORAN KEUANGAN Oleh: Amalia Ilmiani
` PENGUJIAN PENGENDALIAN: KAJIAN KONSEPTUAL AUDIT LAPORAN KEUANGAN Oleh: Amalia Ilmiani PENDAHULUAN Pengendalian internal merupakan bagian penting dari kelanjutan pertumbuhan, kinerja, dan kesuksesan setiap
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Generalized Audit Software (GAS) dan Teknik Audit Berbantuan Komputer (TABK) sudah banyak digunakan di negara berkembang dan merupakan tren yang sedang berkembang
PERTIMBANGAN ATAS PENGENDALIAN INTERN DALAM AUDIT LAPORAN KEUANGAN
SA Seksi 319 PERTIMBANGAN ATAS PENGENDALIAN INTERN DALAM AUDIT LAPORAN KEUANGAN Sumber : PSA No. 69 PENDAHULUAN 01 Seksi ini memberikan panduan tentang pertimbangan auditor atas pengendalian intern klien
KOMPUTER AUDIT. Fatahul Rahman. (Staf Pengajar Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Samarinda) Abstrak
KOMPUTER AUDIT Fatahul Rahman (Staf Pengajar Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Samarinda) Abstrak Transformasi dalam kegiataan pengorganisasian perusahaan ditandai dengan perubahan yang dilakukan terhadap
PENGERTIAN DAN TUJUAN AUDIT
PENGERTIAN DAN TUJUAN AUDIT N. Tri Suswanto Saptadi MATERI PEMBAHASAN PERTEMUAN 1 1. Pengertian, Tujuan, Standar Audit SI. 2. Latar belakang dibutuhkan Audit SI. 3. Dampak Komputer pada Kendali Internal.
AUDIT SIKLUS PENJUALAN DAN PENERIMAAN KAS
AUDIT SIKLUS PENJUALAN DAN PENERIMAAN KAS TRANSAKSI YANG TERLIBAT PENJUALAN TUNAI - PENJUALAN - DISKON DAN RETUR - PENERIMAAN KAS PENJUALAN KREDIT - PENJUALAN - DISKON DAN RETUR - PENCATATAN PIUTANG -
TUGAS PRAKTIK AUDITING MODUL 1 DISUSUN OLEH : DAULAT HASIBUAN AKBAR ANWARI LUBIS MUCHTI WIRAHADINATA
TUGAS PRAKTIK AUDITING MODUL 1 DISUSUN OLEH : DAULAT HASIBUAN 130522063 AKBAR ANWARI LUBIS 130522064 MUCHTI WIRAHADINATA 130522065 DEPARTEMEN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS SUMATERA
KOMUNIKASI ANTARA AUDITOR PENDAHULU DENGAN AUDITOR PENGGANTI
SA Seksi 315 KOMUNIKASI ANTARA AUDITOR PENDAHULU DENGAN AUDITOR PENGGANTI Sumber: PSA No. 16 PENDAHULUAN 01 Seksi ini memberikan panduan tentang komunikasi antara auditor pendahulu dengan auditor pengganti
UNSUR TINDAKAN PELANGGARAN HUKUM OLEH KLIEN
SA Seksi 317 UNSUR TINDAKAN PELANGGARAN HUKUM OLEH KLIEN Sumber: PSA No. 31 PENDAHULUAN 01 Seksi mengatur sifat dan lingkup pertimbangan yang harus dilakukan oleh auditor independen dalam melaksanakan
AUDITING SISTEM PDE. DOSEN : Ir. I. JOKO DEWANTO., MM H. FEBRIANA HENDIONO, SE, MM
AUDITING SISTEM PDE DOSEN : Ir. I. JOKO DEWANTO., MM H. FEBRIANA HENDIONO, SE, MM 1. Audit PDE. Auditing PDE adalah proses pengumpulan penilaian bukti untuk menentukan apakah sistem komputer perusahaan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Perkembangan perusahaan tidak terlepas dari perekonomian suatu negara. Perusahaan baru akan tumbuh secara cepat jika memiliki perekonomian yang baik dan sehat.
RANCANGAN MUTU PEMBELAJARAN (RMP) MATA KULIAH AUDITING (DIII & S1 AKUNTANSI 3 SKS) SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI
RANCANGAN MUTU PEMBELAJARAN (RMP) MATA KULIAH AUDITING (DIII & S1 AKUNTANSI 3 SKS) SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI Diskripsi Mata Kuliah Mata kuliah ini mengkaji tentang Auditing. Keberadaan dan peran auditing
Tutut Dewi Astuti, SE, M.Si, Ak, CA
Tutut Dewi Astuti, SE, M.Si, Ak, CA URAIAN 2010 2011 2012 2013 2014 (24 November) Akuntan 49.348 50.879 52.270 53.800 53.800*) Akuntan Publik 928 995 1.016 1.003 1.055 KAP 408 417 396 387 394 Cabang KAP
PERENCANAAN AUDIT DAN PROSEDUR ANALITIS
PERENCANAAN AUDIT DAN PROSEDUR ANALITIS BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Masalah Ada tiga alasan utama mengapa auditor harus merencanakan penugasan dengan tepat : untuk memungkinkan auditor mendapatkan
1,111,984, ,724,096 Persediaan 12 8,546,596, f, ,137, ,402,286 2h, 9 3,134,250,000 24,564,101,900
NERACA KONSOLIDASI` PER 30 SEPTEMBER 2009 DAN 2008 3 CATATAN ASET ASET LANCAR Kas dan setara kas 2c, 2l, 4, 24 Rp 3,111,393,145 Rp 1,677,351,069 Investasi jangka pendek 2d, 5 5,348,940,000 6,606,593,125
LINGKUNGAN SISTEM INFORMASI KOMPUTER DATABASE SYSTEM
SA Seksi 345 LINGKUNGAN SISTEM INFORMASI KOMPUTER DATABASE SYSTEM Sumber : PSA No. 65 PENDAHULUAN 01 Tujuan Seksi ini adalah untuk membantu auditor mengimplementasikan SA Seksi 319 [PSA No. 69] Pertimbangan
Standar Audit SA 530. Sampling Audit
SA 0 Sampling Audit SA paket 00.indb //0 0:: AM STANDAR AUDIT 0 SAMPLING AUDIT (Berlaku efektif untuk audit atas laporan keuangan untuk periode yang dimulai pada atau setelah tanggal: (i) Januari 0 (untuk
SA Seksi 801 AUDIT KEPATUHAN YANG DITERAPKAN ATAS ENTITAS PEMERINTAHAN DAN PENERIMA LAIN BANTUAN KEUANGAN PEMERINTAH. Sumber: PSA No.
SA Seksi 801 AUDIT KEPATUHAN YANG DITERAPKAN ATAS ENTITAS PEMERINTAHAN DAN PENERIMA LAIN BANTUAN KEUANGAN PEMERINTAH Sumber: PSA No. 62 PENDAHULUAN KETERTERAPAN 01 Seksi ini berisi standar untuk pengujian
BAB III GAMBARAN UMUM ATAS PT MMS. Sejarah Singkat dan Perkembangan Perusahaan
BAB III GAMBARAN UMUM ATAS PT MMS III.1 Sejarah Singkat dan Perkembangan Perusahaan PT MMS didirikan di Jakarta berdasarkan Akta No.14 tanggal 4 Oktober 1989 dari Notaris Winnie Hadiprojo, SH., notaris
BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN. Perbandingan Perlakuan Akuntansi PT Aman Investama dengan
BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN IV.1 Perbandingan Perlakuan Akuntansi PT Aman Investama dengan Perlakuan Akuntansi SAK ETAP Setelah mendapatkan gambaran detail mengenai objek penelitian, yaitu PT Aman Investama.
MODUL PELATIHAN AUDIT COMMAND LANGUAGE (ACL) SOFTWARE JURUSAN P.AKUNTANSI UNY 22 MEI 2015
MODUL PELATIHAN AUDIT COMMAND LANGUAGE (ACL) SOFTWARE JURUSAN P.AKUNTANSI UNY 22 MEI 2015 ACL Membuat Proyek Baru Pengenalan ACL ACL (Audit Command Language) merupakan salah satu computer assisted audits
TAP Akuntansi NASKAH UJIAN TUGAS AKHIR PROGRAM (EKSI4500) PROGRAM STUDI AKUNTANSI MASA UJIAN
TAP Akuntansi 2011.2 NASKAH UJIAN TUGAS AKHIR PROGRAM (EKSI4500) PROGRAM STUDI AKUNTANSI MASA UJIAN 2011.1 Kode Naskah 32; Tgl Ujian : Sabtu, 19-11-11 STUDI KASUS PT. GLOBAL NUSANTARA PT Global Nusantara
Modul ke: AKUNTANSI BIAYA SISTEM BIAYA DAN AKUMULASI BIAYA. Fakultas EKONOMI VENY, SE.MM. Program Studi AKUNTANSI.
Modul ke: AKUNTANSI BIAYA SISTEM BIAYA DAN AKUMULASI BIAYA Fakultas EKONOMI VENY, SE.MM Program Studi AKUNTANSI www.mercubuana.ac.id Bagian Isi Modul Modul menjelaskan arus biaya dalam perusahaan manufaktur,
BUKTI AUDIT Sumber: PSA No. 07 PENDAHULUAN. 01 Standar pekerjaan lapangan ketiga berbunyi:
Bukti Audit BUKTI AUDIT Sumber: PSA No. 07 PENDAHULUAN 01 Standar pekerjaan lapangan ketiga berbunyi: "Bukti audit kompeten yang cukup harus diperoleh melalui inspeksi, pengamatan, permintaan keterangan
ANALISIS SUMBER DAN PENGGUNAAN MODAL KERJA PADA PT. SEPATU BATA Tbk. Di Susun oleh : DENNIS 3 EB
ANALISIS SUMBER DAN PENGGUNAAN MODAL KERJA PADA PT. SEPATU BATA Tbk. Di Susun oleh : DENNIS 3 EB 21 21210796 Latar Belakang Masalah Dengan perkembangan teknologi dan semakin meningkatnya spesialisasi dalam
BAB II LANDASAN TEORITIS
BAB II LANDASAN TEORITIS A. Pengertian Kas Pada umumnya kas dikenal juga dengan uang tunai yang didalam neraca kas masuk dalam golongan aktiva lancar yang sering mengalami perubahan akibat transaksi keuangan
PT TEMPO SCAN PACIFIC Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASI 31 Maret 2010 dan 2009 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Ekshibit A NERACA KONSOLIDASI 31 Maret 2010 dan 2009 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) A S E T ASET LANCAR Kas dan setara kas 2c,2p,3,25 1,349,564,406,813 1,205,030,845,882 Investasi jangka
PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2007 (DENGAN ANGKA PERBANDINGAN UNTUK TAHUN 2006) (MATA UANG INDONESIA) 1 MUSTIKA
Standar Audit SA 240. Tanggung Jawab Auditor Terkait dengan Kecurangan dalam Suatu Audit atas Laporan Keuangan
SA 0 Tanggung Jawab Auditor Terkait dengan Kecurangan dalam Suatu Audit atas Laporan Keuangan SA Paket 00.indb //0 0:0: AM STANDAR AUDIT 0 TANGGUNG JAWAB AUDITOR TERKAIT DENGAN KECURANGAN DALAM SUATU AUDIT
RISIKO AUDIT DAN MATERIALITAS DALAM PELAKSANAAN AUDIT
SA Seksi 312 RISIKO AUDIT DAN MATERIALITAS DALAM PELAKSANAAN AUDIT Sumber: PSA No. 25 PENDAHULUAN 01 Seksi ini memberikan panduan bagi auditor dalam mempertimbangkan risiko dan materialitas pada saat perencanaan
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Definisi Auditing Secara umum auditing adalah suatu proses sistematika untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif mengenai pernyataan-pernyataan tentang kegiatan
PERIKATAN AUDIT TAHUN PERTAMA SALDO AWAL
SA Seksi 323 PERIKATAN AUDIT TAHUN PERTAMA SALDO AWAL Sumber: PSA No. 56 PENDAHULUAN 01 Standar pekerjaan lapangan ketiga berbunyi sebagai berikut: Bukti audit kompeten yang cukup harus diperoleh melalui
SA Seksi 326 BUKTI AUDIT. Sumber: PSA No. 07 PENDAHULUAN. 01 Standar pekerjaan lapangan ketiga berbunyi:
SA Seksi 326 BUKTI AUDIT Sumber: PSA No. 07 PENDAHULUAN 01 Standar pekerjaan lapangan ketiga berbunyi: Bukti audit kompeten yang cukup harus diperoleh melalui inspeksi, pengamatan, permintaan keterangan
LAPORAN KEUANGAN DISUSUN SESUAI DENGAN SUATU BASAIS AKUNTANSI KOMPREHENSIF SELAIN PRINSIP AKUNTANSI YANG BERLAKU UMUM DI INDONESIA
SA Seksi 623 LAPORAN KHUSUS Sumber: PSA No. 41 PENDAHULUAN 01 Seksi ini berlaku untuk laporan auditor yang diterbitkan dalam hubungannya dengan: a. Laporan keuangan yang disusun sesuai dengan basis akuntansi
PT PENYELENGGARA PROGRAM PERLINDUNGAN INVESTOR EFEK INDONESIA
Daftar Isi Halaman Laporan Auditor Independen Laporan Keuangan Untuk Periode yang Dimulai dari 18 Desember 2012 (Tanggal Pendirian) sampai dengan 31 Desember 2012 Laporan Posisi Keuangan 1 Laporan Laba
BAB VI AUDIT SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER
BAB VI AUDIT SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER A. Sifat Audit Asosiasi akuntansi Amerika mendefinisikan auditing sebagai berikut : Auditing adalah sebuah proses sistemeatis untuk secara obyektif mendapatkan
AKTIVA LANCAR Kas dan setara kas 2c,2e,4, Penyertaan sementara 2c,2f,
NERACA KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) AKTIVA Catatan 2008 2007 AKTIVA LANCAR Kas dan setara kas 2c,2e,4,43 10.942.829 10.828.433 Penyertaan sementara 2c,2f,43 182.685 188.139 Piutang usaha 2c,2g,5,36,43 Pihak
Total Aset Lancar 8,333,498,048,887 8,277,738,483,953
LAPORAN POSISI KEUANGAN AN Per dan 31 Desember 2014 (AUDIT) 31 DESEMBER 2014 (AUDITED) ASET Aset Lancar Kas dan setara Kas 1,469,439,207,532 1,444,063,104,101 Piutang Dana Operasional 16,604,959,299 90,454,119,012
BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN. penjualan di CV Mitra Grafika serta berdasarkan pembahasan yang telah diuraikan pada
Bab V Simpulan dan Saran 116 BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pengamatan terhadap pengendalian intern siklus penjualan di CV Mitra Grafika serta berdasarkan pembahasan
