Kata Pengantar. Road Map Reformasi Birokrasi

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Kata Pengantar. Road Map Reformasi Birokrasi"

Transkripsi

1 Kata Pengantar P ada tahun 2011, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dahulu Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) telah berhasil menyusun dokumen usulan dan peta jalan (roadmap) reformasi birokrasi Kementerian Pendidikan Nasional Peta jalan tersebut mencakup delapan program area perubahan, sebagaimana yang diamanatkan oleh Peraturan Presiden nomor 81 tahun 2010 tentang Grand Design Reformasi Birokrasi dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi nomor 20 tahun 2010 tentang Dengan telah diterbitkannya Peraturan Presiden nomor 92 tahun 2011 tentang kedudukan, tugas dan fungsi kementerian negara yang baru, dimana fungsi kebudayaan digabungkan kembali dengan fungsi pendidikan, maka dampaknya peta jalan reformasi birokrasi Kemdiknas harus mengalami penyesuaian/ perubahan pula. Sehubungan dengan itu, dalam dokumen usulan dan peta jalan reformasi birokrasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini sudah ditambahkan delapan rencana aksi reformasi di bidang layanan kebudayaan. Di samping itu, agar reformasi birokrasi Kemdikbud dapat lebih komprehensif, maka layanan di bidang kebahasaan yang juga merupakan tugas Kemdikbud, telah pula ditambahkan dalam dokumen ini. Dengan telah ditambahkannya layanan kebudayaan dan kebahasaan tersebut, maka dari 11 program area perubahan yang menjadi fokus reformasi birokrasi di lingkungan Kemdikbud, kini berkembang menjadi 13 program, yaitu, 1) manajemen perubahan; 2) penataan peraturan perundang-undangan; 3) penataan dan penguatan organisasi; 4) penataan tata laksana; 5) penataan sistem manajemen SDM aparatur; 6) penguatan pengawasan; 7) penguatan akuntabilitas kinerja; 8) peningkatan layanan satuan pendidikan; 9) peningkatan layanan peserta didik; 10) peningkatan layanan pendidik dan tenaga kependidikan; 11) peningkatan layanan subtansi pendidikan; 12) peningkatan layanan kebudayaan; dan 13) peningkatan layanan kebahasaan. Agar seluruh program area perubahan dan layanan tersebut dapat lebih efektif dan efisien, maka tiga pendekatan utama yang menjadi dasar arah kebijakan reformasi birokrasi di lingkungan Kemdikbud, yaitu berbagi sumber daya (resource sharing), integrasi proses, dan pemanfaatan TIK akan terus disosialisasikan dan diimplementasikan pada seluruh unit kerja di lingkungan Kemdikbud. i

2 Implikasi bergabungnya kembali fungsi kebudayaan ke dalam fungsi pendidikan, organisasi Kemdikbud menjadi semakin besar, dengan anggaran lebih dari Rp. 66 trilyun, 122 ribu pegawai, 269 satuan kerja, dengan total aset lebih dari 115 trilyun rupiah. Sumber daya yang sangat besar tersebut apabila tidak dikelola dengan baik akan menjadi beban bagi organisasi. Oleh sebab itu, dituntut komitmen yang tinggi dari seluruh pimpinan dan pegawai Kemdikbud untuk selalu meningkatkan kinerja dan mensukseskan Reformasi Birokrasi. Selamat bekerja Sekretaris Jenderal selaku Ketua Tim RBI Kemdikbud, Ainun Na im ii

3 Daftar Isi Kata Pengantar.... i Daftar Isi.... iii Daftar Gambar.... viii Daftar Tabel.... ix Daftar Lampiran... xii I. Ringkasan Eksekutif II. Pendahuluan Kondisi Kemdikbud Permasalahan Upaya Mengatasi Pemasalahan III Konsolidasi Rencana Aksi Program Dan Kegiatan Reformasi Birokrasi A. Manajemen Perubahan a. Capaian b. Rencana c. Kriteria Keberhasilan d. Agenda Prioritas e. Waktu Pelaksanaan dan Tahapan Kerja f. Penanggung Jawab g. Rencana Anggaran B. Penataan Peraturan Perundang-Undangan a. Capaian b. Rencana c. Kriteria Keberhasilan d. Agenda Prioritas e. Waktu Pelaksanaan dan Tahapan Kerja f. Penanggung Jawab g. Rencana Anggaran C. Penataan Penguatan Organisasi a. Capaian b. Rencana c. Kriteria Keberhasilan d. Agenda Prioritas e. Waktu Pelaksanaan dan Tahapan Kerja iii

4 f. Penanggung Jawab g. Rencana Anggaran D. Penataan Tata Laksana a. Capaian b. Rencana c. Kriteria Keberhasilan d. Agenda Prioritas e. Waktu Pelaksanaan dan Tahapan Kerja f. Penanggung Jawab g. Rencana Anggaran E. Penataan Sistem Manajemen SDM Aparatur a. Capaian b. Rencana c. Kriteria Keberhasilan d. Agenda Prioritas e. Waktu Pelaksanaan dan Tahapan Kerja f. Penanggung Jawab g. Rencana Anggaran F. Penguatan Pengawasan a. Capaian b. Rencana c. Kriteria Keberhasilan d. Agenda Prioritas e. Waktu Pelaksanaan dan Tahapan Kerja f. Penanggung Jawab g. Rencana Anggaran G. Penguatan Akuntabilitas Kinerja a. Capaian b. Rencana c. Kriteria Keberhasilan d. Agenda Prioritas e. Waktu Pelaksanaan dan Tahapan Kerja f. Penanggung Jawab g. Rencana Anggaran H. Peningkatan Kualitas Layanan Publik Peningkatan Layanan Peserta Didik ) Capaian ) Rencana ) Kriteria Keberhasilan ) Agenda Prioritas ) Waktu Pelaksanaan dan Tahapan Kerja ) Penanggung Jawab ) Rencana Anggaran iv

5 2. Peningkatan Layanan Pendidik dan Tenaga Kependidikan ) Capaian ) Rencana ) Kriteria Keberhasilan ) Agenda Prioritas ) Waktu Pelaksanaan dan Tahapan Kerja ) Penanggung Jawab ) Rencana Anggaran Peningkatan Layanan Satuan Pendidikan ) Capaian ) Rencana ) Kriteria Keberhasilan ) Agenda Prioritas ) Waktu Pelaksanaan dan Tahapan Kerja ) Penanggung Jawab ) Rencana Anggaran Peningkatan Layanan Substansi Pendidikan ) Capaian ) Rencana ) Kriteria Keberhasilan ) Agenda Prioritas ) Waktu Pelaksanaan dan Tahapan Kerja ) Penanggung Jawab ) Rencana Anggaran Peningkatan Layanan Kebudayaan ) Capaian ) Rencana ) Kriteria Keberhasilan ) Agenda Prioritas ) Waktu Pelaksanaan dan Tahapan Kerja ) Penanggung Jawab ) Rencana Anggaran Peningkatan Layanan Kebahasaan ) Capaian ) Rencana ) Kriteria Keberhasilan ) Agenda Prioritas ) Waktu Pelaksanaan dan Tahapan Kerja ) Penanggung Jawab ) Rencana Anggaran I. Monitoring, Evaluasi, dan Pelaporan a. Capaian b. Rencana v

6 c. Kriteria Keberhasilan d. Agenda Prioritas e. Waktu Pelaksanaan dan Tahapan Kerja f. Penanggung Jawab g. Rencana Anggaran J. Quick Wins Rehabilitasi Ruang Kelas Dalam Mendukung Wajib Balajar 9 Tahun ) Capaian ) Rencana ) Kriteria Keberhasilan ) Agenda Prioritas ) Waktu Pelaksanaan dan Tahapan Kerja ) Penanggung Jawab ) Rencana Anggaran Layanan Penyetaraan Ijazah Berbasis TIK ) Capaian ) Rencana ) Kriteria Keberhasilan ) Agenda Prioritas ) Waktu Pelaksanaan dan Tahapan Kerja ) Penanggung Jawab ) Rencana Anggaran Pengembangan Sistem Pengelolaan Materi, Metode dan Manajemen Lembaga Persekolahan dan PT Berbasis TIK (Rumah Belajar) ) Capaian ) Rencana ) Kriteria Keberhasilan ) Agenda Prioritas ) Waktu Pelaksanaan dan Tahapan Kerja ) Penanggung Jawab ) Rencana Anggaran Sistem Pengelolaan Sertifikasi Guru ) Capaian ) Rencana ) Kriteria Keberhasilan ) Agenda Prioritas ) Waktu Pelaksanaan dan Tahapan Kerja ) Penanggung Jawab ) Rencana Anggaran vi

7 5. Sistem Pengelolaan Bantuan Siswa dan Mahasiswa Miskin (tepat waktu, tepat sasaran dan tepat penggunaan ) Capaian ) Rencana ) Kriteria Keberhasilan ) Agenda Prioritas ) Waktu Pelaksanaan dan Tahapan Kerja ) Penanggung Jawab ) Rencana Anggaran Peningkatan Sistem Pengelolaan Ujian Nasional ) Capaian ) Rencana ) Kriteria Keberhasilan ) Agenda Prioritas ) Waktu Pelaksanaan dan Tahapan Kerja ) Penanggung Jawab ) Rencana Anggaran K. Quality Assurance a. Capaian b. Rencana c. Kriteria Keberhasilan d. Agenda Prioritas e. Waktu Pelaksanaan dan Tahapan Kerja f. Penanggung Jawab g. Rencana Anggaran L. Efisiensi/Optimalisasi Anggaran vii

8 Daftar Gambar Gambar 1. Penanggungjawab Program Manajemen Perubahan Pemetaan Kegiatan RB Internal Kemdikbud Bidang Tata Laksana Contoh e-layanan Penyaluran Siswa Dari LN viii

9 Daftar Tabel Tabel 1. Dasar Hukum Pelaksanaan Reformasi Birokrasi Kemdikbud RI Kriteria Keberhasilan Program Manajemen Perubahan Rencana Waktu Pelaksanaan Program Manajemen Perubahan Penanggung Jawab Program Manajemen Perubahan Rincian Anggaran Program Manajemen Perubahan Rincian Anggaran Program Peraturan Perundang-undangan Tahapan Kerja Program Penataan dan Penguatan Organisasi Manfaat Contact Center Manfaat Portal Layanan Prima Pendidikan Nasional Manfaat Pengembangan Sistem Manajemen Keuangan Tahapan Kerja Program Penataan Tata Laksana Rincian Anggaran Program Penataan Tata Laksana Waktu dan Tahapan Kerja Program Penataan Sistem Manajemen SDM Aparatur Rincian Anggaran Program Penataan Sistem Manajemen SDM Aparatur Visi dan Misi Kemdikbud dan Itjen Kemdikbud Paradigma Baru Pengawasan Pendidikan Program RBI Itjen Kemdikbud IKU Program Pnguatan Pengawasan Rencana Aksi Program Penguatan Pengawasan ix

10 20. Waktu dan Tahapan Kerja Penguatan Pengawasan Penanggung Jawab Penguatan Pengawasan Rincian Anggaran Program Penguatan Pengawasan Tahapan Kerja Program Penguatan Akuntabilitas Kinerja Rincian Anggaran Program Akuntabilitas Kinerja Manfaat Ijin Belajar Siswa WNA, WNI Sekolah Kerja Sama Asing, dan Penyaluran WNI dari Luar Negeri Waktu Pelaksanaan dan Tahapan Kerja Peningkatan Layanan Peserta Didik Manfaat Pendataan DAPODIK Tahapan Kerja Peningkatan Layanan PTK Rincian Anggaran Peningkatan Layanan PTK Tahapan Kerja Peningkatan Layanan Satuan Pendidikan Rincian Anggaran Peningkatan Layanan Satuan Pendidikan Tahapan Kerja Peningkatan Layanan Substansi Pendidikan Rincian Anggaran Peningkatan Layanan Substansi Pendidikan Tahapan Kerja Peningkatan Layanan Kebudayaan Rincian Anggaran Peningkatan Layanan Kebudayaan Tahapan Kerja Peningkatan Layanan Kebahasaan Rincian Anggaran Peningkatan Layanan Kebahasaan Kegiatan dan Tahapan Kerja Monitoring Kegiatan dan Tahapan Kerja Evaluasi Semesteran dan Tahunan Kegiatan dan Tahapan Kerja Evaluasi Menyeluruh Rencana Monitoring, Evaluasi, dan Pengendalian Rincian Anggaran Monitoring, Evaluasi dan Pengendalian Program Percepatan (quick wins) Kementerian Pendidikan Nasional x

11 44. Kegiatan dan Tahapan Kerja Quick Wins Rehabilitasi Ruang Kelas Dalam Mendukung Wajib Bejalar 9 Tahun Kegiatan dan Tahapan Kerja Quick Wins Layanan Penyetaraan Ijazah Berbasis TIK Rincian Anggaran Quick Wins Layanan Peyetaraan Ijazah Berbasis TIK Tahapan Kerja Quick Wins Pengembangan Sistem Pengelolaan Materi, Metode dan Manajemen Lembaga Persekolahan dan PT Berbasis TIK (Rumah Belajar) Rincian Anggaran Quick Wins Pengembangan Sistem Pengelolaan Materi, Metode, dan Manajemen Lembaga Persekolahan dan PT Berbasis TIK (Rumah Belajar) Tahapan Kerja Quick Wins Sistem Pengelolaan Sertifikasi Guru Tahapan Kerja Quick Wins Sistem Pengelolaan Bantuan Siswa dan Mahasiswa Miskin (Tepat Waktu, Tepat Sasaran, dan Tepat Penggunaan) Rincian Anggaran Quick Wins Sistem Peningkatan Bantuan Siswa dan Mahasiswa Miskin (Tepat Waktu, Tepat Sasaran, dan Tepat Penggunaan) Tahapan Kerja Quick Wins Peningkatan Sistem Pengelolaan Ujian Nasional Rincian Anggaran Quick Wins Peningkatan Sistem Pengelolaan Ujian Nasional Rincian Anggaran Penjaminan Mutu Efisiensi Belanja Modal Efisiensi Belanja Barang Rincian Efisiensi Kemdikbud melalui e-procurement. 244 xi

12 Daftar Lampiran Program/Kegiatan, Output, Tahapan Kerja, Waktu Pelaksanaan, Kriteria Keberhasilan, Rencana Anggaran, dan Penanggungjawab 1. Manajemen Perubahaan Penataan Peraturan Perundang-undangan Penataan dan Penguatan Organisasi Penataan Tata Laksana Penataan Sistem Manajemen SDM Aparatur Penguatan Pengawasan Penguatan Akuntabilitas Kinerja Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik Monitoring, Evaluasi, dan Pengendalian Quick Wins Quality Assurance xii

13 Ringkasan Eksekutif Misi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam RPJMN ialah menjamin ketersediaan, keterjangkauan, kualitas, kesetaraan dan kepastian layanan pendidikan (5K). Untuk mencapai misi 5K tersebut, maka Kemdikbud melakukan reformasi birokrasi yang meliputi delapan area perubahan: (1) manajemen perubahan, (2) penataan peraturan perundang-undangan, (3) penataan dan penguatan organisasi, (4) penataan tatalaksana, (5) penataan sistem manajemen SDM aparatur, (6) penguatan pengawasan, (7) penguatan akuntabilitas kinerja, (8) peningkatan kualitas pelayanan publik (layanan satuan pendidikan, layanan peserta didik, layanan pendidik dan tenaga kependidikan, layanan substansi pendidikan, layanan kebudayaan, dan layanan kebahasaan), dan satu lagi sebagai tambahan adalah monitoring, evaluasi dan pelaporan. A. Manajemen Perubahan Manajemen perubahan merupakan salah satu program yang disusun untuk membantu Kemdikbud dalam memahami perubahan, merencanakan, memantau, dan mengevaluasi pelaksanaan serta memudahkan pelaksanaan reformasi birokrasi. Empat dimensi dasar yang penting dan patut untuk diperhatikan dan dikelola dengan baik selama jalannya masa transisi atau perubahan, yaitu: (1) Navigasi, merupakan dimensi yang terkait dengan perencanaan dan pengelolaan perubahan atau transisi dari keadaan organisasi sekarang menuju kondisi organisasi yang diinginkan; (2) Kepemimpinan, merupakan dimensi untuk membangun dan mengkomunikasikan visi perubahan di dalam kondisi yang diinginkan dan mengarahkan organisasi ke arah yang dituju; (3) Kepemilikan adalah dimensi yang berupaya menciptakan kebutuhan untuk berubah melalui reformasi birokrasi; (4) Penggerak, ialah dimensi yang terkait dengan penyediaan kompetensi atau keahlian, struktur dan lingkungan pendukung serta sumber daya lain untuk mendukung perubahan dan memastikan manfaat yang diharapkan dapat terealisasi. Memperhatikan empat dimensi tersebut di atas, program manajemen perubahan ini memuat enam kegiatan utama dalam pengelolaan perubahan, yaitu sebagai berikut. (1) Pembentukan Tim Manajemen Perubahan, yang terbagi ke dalam dua jenis, yaitu tim di tingkat kementerian dan tim di tingkat satuan kerja yang selanjutnya akan berperan sebagai agen perubahan; 1

14 (2) Perumusan budaya yang dibutuhkan dan kesenjangannya untuk mendapatkan model budaya yang dibutuhkan (3) Penyusunan strategi manajemen perubahan dan strategi komunikasi; (4) Sosialisasi dan internalisasi manajemen perubahan dalam rangka reformasi birokrasi; (5) Penerapan budaya kerja sesuai dengan tata nilai Kemdikbud; (6) Penguatan hasil perubahan. Guna mencapai program dalam manajemen perubahan tersebut diperlukan anggaran sebesar Rp ,- dengan rencana penghematan diharapkan dari kegiatan sosialisasi dan internalisasi manajemen perubahan dalam rangka reformasi birokrasi. B. Penataan Peraturan Perundang-undangan Saat ini masih banyak peraturan perundang-undangan bidang pendidikan yang masih belum selaras dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi dan masih terjadi tumpang tindih antar peraturan perundang-undangan bidang pendidikan yang setingkat. Oleh karena itu, Biro hukum dan Organisasi melakukan penataan berbagai peraturan perundang-undangan yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan tahapan kerja, antara lain melakukan identifikasi, menyusun peta peraturan perundang-undangan yang tidak harmonis atau tidak selaras, menyusun peta peraturan perundang-undangan yang mungkin dibutuhkan oleh para pemangku kepentingan, menyusun peta peraturan perundang-undangan yang perlu direview kembali, menyusun rancangan regulasi dan deregulasi peraturan perundang-undangan, melakukan harmonisasi dan penyelarasan rancangan peraturan perundang-undangan, melakukan regulasi dan deregulasi peraturan perundang-undangan, melakukan sosialisasi peraturan perundang-undangan yang telah ditetapkan, melakukan implementasi peraturan perundang-undangan yang telah ditetapkan, serta melakukan monitoring dan evaluasi peraturan perundang-undangan yang telah ditetapkan. Program/kegiatan tersebut dilaksanakan dalam waktu empat tahun dan membutuhkan anggaran sebesar Rp ,- (lima milyar tujuh ratus juta rupiah) per tahun dengan hasil ditetapkannya peraturan perundang-undangan bidang pendidikan yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi, harmonis, dan dapat dilaksanakan oleh para pemangku kepentingan. C. Penataan dan Penguatan Organisasi Organisasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan saat ini didasarkan pada Peraturan Presiden Nomor 92 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 Tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara dan Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2012 tentang Wakil Menteri, yang menetapkan pengintegrasian fungsi kebudayaan ke dalam Kementerian Pendidikan Nasional sehingga 2

15 nomenklatur kementerian berubah menjadi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Menindaklanjuti pengintegrasian kebudayaan tersebut, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan telah menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 1 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Penataan organisasi yang telah dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebelumnya, pada saat masih Kementerian Pendidikan Nasional yang didasarkan pada Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 dan Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2005 dikarenakan masih ditemuinya berbagai kendala dan permasalahan, antara lain, masih terdapatnya tumpang tindih tugas dan fungsi antar unit kerja, serta masih belum tegasnya pembagian kewenangan antar unit kerja. Hal ini menyebabkan terjadinya tumpang tindih program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh unit kerja tersebut yang menyebabkan terjadinya pemborosan dan efisiensi. Selain itu, beban kerja antar unit organisasi masih belum seimbang, sehingga masih terdapat unit kerja yang memiliki volume pekerjaan cukup besar sementara masih ada pula unit kerja yang beban tugasnya kurang memadai sebagai suatu unit organisasi. Sejalan dengan ditetapkannya reformasi di bidang pendidikan yang diarahkan pada peningkatan layanan, efisiensi, dan pemanfaatan TIK, melalui redefinisi visi dan misi serta Rencana Strategis Pembangunan Pendidikan, telah dilakukan kajian dan analisis terhadap kondisi kelembagaan unit organisasi di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kajian tersebut diharapkan dapat mengidentifikasi semua kegiatan, program, tugas, dan tanggung jawab yang harus diemban oleh Kementerian. Berdasarkan hasil identifikasi tersebut kemudian akan dilakukan perhitungan perkiraan beban kerja serta penataan terhadap tugas, fungsi, dan susunan organisasi yang proporsional, tepat ukuran, dan efisien. Penataan organisasi di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meliputi penataan unit organisiasi kementerian, yang terdiri atas unit utama dan pusat-pusat serta penataan organisasi unit pelaksana teknis (UPT). UPT Kementerian terbagi atas dua bidang, yaitu pendidikan dan kebudayaan. UPT bidang pendidikan meliputi Pusat Pemberdayaan dan Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah, Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan, Pusat Pengembangan Anak Usia Dini Nonformal dan Informal, Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini Nonformal dan Informal, Balai/Kantor Bahasa, Balai Pengembangan Media Radio/Televisi/Multimedia Pendidikan, dan Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta. Adapun UPT bidang Kebudayaan meliputi Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional, Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala, Balai Konservasi Peninggalan Borobudur, Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran, Balai Arkeologi, Museum Nasional, Museum Sumpah Pemuda, Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Museum Kebangkitan Nasional, Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, Museum Basoeki Abdullah, Galeri Nasional, dan Sekretariat Lembaga Sensor Film. Untuk dapat melihat efektivitas unit organisasi di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, setiap tahun dilakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi serta organisasi setiap unit kerja sehingga dapat diketahui keterlaksanaan atau ketidakterlaksanaan tugas dan fungsi setiap unit kerja serta permasalahannya sebagai bahan dalam penyempurnaan organisasi selanjutnya. 3

16 D. Penataan Tatalaksana Reformasi bidang tata laksana diharapkan dapat mendukung terciptanya layanan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang cepat, transparan, dan akutabel. Hal ini tentu memerlukan dukungan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang andal dan aman. Untuk itu bidang tata laksana mengusulkan program perencanaan RBI 2011 s.d.2014 meliputi: (1) Rekayasa Proses, Simplifikasi, dan Integrasi Prosedur dan pemanfaatan TIK, (2) Pembangunan e-government yang meliputi, (a) (b) (c) perbaikan portal layanan prima, pengembangan BMN, manajemen dokumen, d) pengembangan sistem pengelolaan data pendidikan; (e) (f) sistem akuntansi dan keuangan, dan implementasi sistem perencanaan dan penganggaran. Kegiatan-kegiatan tersebut saling terkait dan akan melibatkan seluruh unit Kegiatankegiatan tersebut akan saling terkait dan akan melibatkan seluruh unit utama Kemdikbud mulai dari proses perencanaan, pengembangan, sosialisasi,implementasi, pengukuran dan evaluasi. Kondisi saat ini yang sudah dicapai untuk reformasi bidang tatalaksana antara lain adalah (1) reformasi contact center 177 dan portal layanan prima pendidikan dan kebudayaan, (2) penyusunan sistem pendokumentasian dan layanan informasi peraturan perundangundangan bidang pendidikan, (3) penyusunan sistem layanan bantuan hukum, (4) reformasi sistem perencanaan dan penganggaran berbasis kinerja, (5) CPNS On-line, (6) pengembangan sistem informasi managemen keuangan Kemdikbud berbasis web, dan (7) reformasi pengembangan sistem pengelolaan kepegawaian berbasis kinerja. Kriteria keberhasilan reformasi bidang tata laksana, antara lain seluruh data dan informasi kependidikan dan layanan kepada masyarakat dapat disajikan dalam sebuah portal layanan prima sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat. Selain itu, seluruh unit utama di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan diharapkan dapat melakukan penerapan e-government secara benar dan terintegrasi antara lain untuk pencatatan BMN, manajemen dokumen, sistem akuntansi keuangan, perencanaan, dan penganggaran. Anggaran yang diperlukan untuk seluruh kegiatan ini selama 2011 s.d adalah sebesar Rp ,- (seratus delapan milyar lima ratus juta rupiah), antara lain digunakan untuk kegiatan pengkajian, pengadaan infrastrukutur, pengembangan sistem dan aplikasi, sosialisasi, implementasi, pengukuran dan evaluasi. Anggaran tersebut akan diusulkan pada anggaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui satuan kerja terkait sesuai dengan tanggung jawab dan tugas masing-masing. E. Penataan Sistem Manajemen SDM Aparatur Program penataan sistem manajemen SDM aparatur bertujuan meningkatkan 4

17 profesionalisme SDM aparatur di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Peningkatan profesionalisme SDM aparatur, mencakup aspek perencanaan SDM, rekrutmen, seleksi dan penempatan pegawai, penilaian kinerja pegawai, penggajian/ remunerasi, pelatihan dan pengembangan, perencanaan karir, penyusunan kompetensi serta sistem prosedur administrasi kepegawaian. Terkait dengan reformasi birokrasi maka penguatan SDM tentunya harus memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sebagai faktor penunjang terlaksananya reformasi birokrasi secara efektif dan efisien. Berbagai perangkat peraturan yang telah ada menjadi pedoman bagi terselenggaranya pengelolaan SDM yang berkualitas antara lain: (1) UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 43 Tahun 1999; (2) PP Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi PNS sebagaimana telah diubah dengan PP nomor 54 tahun 2003; dan (3) PP Nomor 100 Tahun 2000 tentang Pengangkatan PNS dalam Jabatan Struktural sebagaimana telah diubah dengan PP Nomor 13 Tahun Secara umum sistem pengelolaan SDM dapat dikelompokkan menjadi tiga hal utama, yaitu perencanaan dan pengadaan, pengembangan, serta pemberhentian pegawai. Berikut ialah hal-hal yang telah dilakukan. (1) Dibangunnya sistem pengelolaan SDM berbasis kinerja diharapkan dapat menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi dalam pengelolaan SDM di lingkungan Kemdikbud. (2) Diaplikasikannya sistem informasi kepegawaian bagi mutasi dosen untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses kenaikan pangkat dosen. (3) Disiapkannya kebijakan dan regulasi yang diperlukan. (4) Dilakukannya terhadap peraturan perundangan yang telah terbit dan disesuaikan dengan kondisi organisasi serta sistem yang ada saat ini. F. Penguatan Pengawasan Pengawasan yang kuat dituntut publik untuk mengawal keterlaksanaan program dan anggaran Kemdikbud sebagai salah satu kementerian penerima anggaran terbesar. Sesuai dengan amanat PP Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Internal Pemerintah, Itjen Kemdikbud akan melakukan pembaruan dalam sistem pengawasan melalui Program Penguatan Pengawasan yang menitikberatkan pada efektivitas mekanisme kerja antara Itjen dan Satuan Pengawasan Intern. Saat ini hal-hal yang sudah dicapai untuk reformasi birokrasi bidang penguatan pengawasan, antara lain sebagai berikut. (1) Telah terumuskannya paradigma baru pengawasan. (2) Telah terbentuk unit satuan pengawasan intern sebanyak 77 unit. (3) Telah terlaksananya beberapa kegiatan pengawasan inovatif. (4) Telah diterbitkan Permendiknas No 16 Tahun 2009 tentang Satuan Pengawasan Intern dan Peraturan Inspektur Jenderal Kemdikbud Nomor 275/B/Kp.2009 tentang 5

18 Petunjuk Teknis Permendiknas Nomor 16 Tahun (5) Telah diterbitkannya POS-POS pengawasan. (6) Telah diterbitkannya Permendiknas Nomor 37 Tahun 2009 tentang Tindak Lanjut Hasil Audit. (7) Telah dilaksanakannya Diklat untuk anggota SPI. (8) Telah dilakukannya pelatihan SPIP berstandar internasional di Australia. (9) Telah tersusunnya Rencana Induk Pengembangan Pegawai Itjen. (10) Meningkatnya kualifikasi pendidikan Auditor. (11) Tersusunnya Kode Etik Auditor dan Pegawai Itjen. Adapun kondisi yang diharapkan pada tahun 2014 antara lain,sebagai berikut. (1) Sistem pengawasan mampu mengendalikan/mengawal kegiatan Kemdikbud secara efektif. (2) Struktur organisasi Itjen Kemdikbud menggunakan pendekatan fungsi. (3) Seluruh satuan kerja Kemdikbud telah membentuk SPI. (4) Kapasitas organisasi SPI semakin meningkat. (5) Laporan Keuangan Kemdikbud disajikan sesuai prinsip Akuntansi Pemerintah. (6) LAKIP Kemdikbud tersaji sesuai dengan kelengkapan SAKIP. (7) Jumlah auditor Itjen memadai, baik dalam hal kuantitas maupun kualifikasi keahliannya. Kriteria keberhasilan reformasi bidang penguatan pengawasan, antara lain ialah Laporan Keuangan Kemdikbud memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian dan LAKIP Kemdikbud memperoleh peringkat terbaik. Ada dua kegiatan yang akan dilaksanakan, yaitu penerapan Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP) Kemdikbud dan peningkatan peran Inspektorat Jenderal sebagai Quality Assurance dan Consulting. Anggaran yang dibutuhkan untuk implementasi program Penguatan Pengawasan sebesar Rp ,- (dua miliar lima ratus delapan belas juta tiga puluh empat ribu empat ratus rupiah). G. Penguatan Akuntabilitas Kinerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menyiapkan berbagai perangkat peraturan dengan menata kembali sistem dan prosedur kerja, meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja, menurunkan potensi konflik kepentingan, meningkatkan internal check, dan memperbaiki pelindungan terhadap aset, melalui: (1) Permendiknas Nomor 5 Tahun 2005 tentang Pencabutan Pemberian Hak Monopoli Pengadaan Buku Kepada Balai Pustaka; (2) Permendiknas Nomor 43 Tahun 2007 tentang Koordinasi dan Pengendalian Program, peraturan ini setiap tahun berubah dan yang terakhir adalah Permendiknas Nomor. 18 Tahun 2011 Tentang Koordinasi dan Pengendalian Program di Lingkungan Kemdikbud; 6

19 (3) Permendiknas Nomor 44 Tahun 2007 tentang Alokasi, Klasifikasi, Mekanisme Belanja, dan Pertanggungjawaban Anggaran Belanja; (4) Penetapan POS Perencanaan dan Penganggaran; (5) Permendiknas Nomor 38 Tahun 2008 tentang TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi); (6) Permendiknas Nomor 42 Tahun 2008 tentang Penggunaan Ruang Kantor; (7) Permendiknas Nomor 68 Tahun 2008 tentang e-procurement; dan (8) Permendiknas Nomor 76 Tahun 2008 tentang Rumah Negara. Reformasi bidang akuntabilitas kinerja diharapkan dapat mendukung terciptanya manajemen kinerja organisasi yang andal serta layanan bidang pendidikan yang cepat, transparan, dan akuntabel. Oleh karena itu, dalam bidang penguatan akuntabilitas kinerja akan dilakukan program perencanaan 2011 s.d berikut. (1) Perevisian Renstra Kemdikbud (2) Penuntasan renstra 9 unit utama beserta unit kerja eselon II-nya. (3) Penuntasan renstra UPT dari masing-masing unit utama, (4) Penetapan indikator kinerja utama (IKU) dan Indikator Kinerja Kegiatan (IKK) hasil revisi dari unit utama, (5) Penyusunan penetapan kinerja untuk seluruh satker yang sesuai dengan target sasaran renstra, (6) Penyusunan pedoman penyusunan renstra, (7) Pembangunan sistem pengelolaan data kinerja, (8) membangun sistem pengukuran kinerja. (8) Penyusunan pedoman evaluasi kinerja. (9) Pembangunan sistem perencanaan dan penganggaran kinerja (10) Pembangunan sistem audit kinerja pendidikan. (11) Pembangunan sistem manajemen kinerja organisasi (unit kerja di lingkungan Kemdikbud). Berikut ini adalah langkah-langkah yang telah diambil dalam rangka penataan tata kelola dalam rangka penguatan sistem AKIP di lingkungan Kemdikbud. (1) Mengaplikasikan TIK untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi sistem dan prosedur kerja. (2) Menginventarisasi barang milik negara (BMN) sesuai sistem akuntansi instansi (SAI) dengan aplikasi SIMAK-BMN untuk memback-up re-evaluasi BMN. Penataan ini, hampir seluruh satker (98%) telah menyelesaikannya. (3) Meningkatkan efektivitas dan efesiensi sistem dan prosedur pembukuan dan pelaporan keuangan sesuai SAI. (4) Meningkatkan kapasitas dan kompetensi aparat. (5) Meningkatkan ketaatan aparat terhadap peraturan perundang-undangan. (6) Menindaklanjuti temuan hasil pemeriksaan Inspektorat Jenderal, BPKP, dan BPK. Serta secara tegas dan konsisten memberikan sanksi pada semua pelanggaran sesuai peraturan perundang-undangan. 7

20 (7) Melaksanakan Inpres Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi. (8) Meningkatkan mutu manajemen unit kerja melalui program sertifikasi ISO. Kondisi saat ini yang sudah berhasil dicapai untuk reformasi birokrasi bidang penguatan akuntabilitas kinerja ialah pengembangan sistem AKIP yang mencakup hal-hal berikut. (1) Penyusunan renstra yang dilengkapi dengan sasaran strategis, indikator kinerja utama dan indikator kinerja kegiatan sebagai perwujudan dari keluaran yang dihasilkan oleh unit kerja eselon II. (2) Menyusun Instrumen Penerapan perencanaan dan penganggaran berbasis kinerja, (3) Penertiban Pengelolaan BMN, (4) Pengelolaan arsip, (5) Penerapan e-government, (6) Pembangunan Decision Support System berbasis IT, (7) Peningkatan mutu pelayanan berbasis ISO 9001:2000 untuk seluruh satker di lingkungan Kemdikbud. (8) Pengembangan sistem pelaporan keuangan. Kriteria keberhasilan reformasi bidang akuntabilitas kinerja, Sebagai berikut. (1) Kriteria keberhasilan rencana strategis, yakni: (a) (b) (c) (d) (e) (f) Telah memuat visi, misi, tujuan, sasaran dan kebijakan dan program; Telah memuat indikator kinerja yang terukur (memiliki target). Telah memuat tujuan dan sasaran sesuai dengan tugas pokok dan fungsi serta telah berorientasi pada hasil; Telah memuat sasaran berorientasi pada hasil (outcome), selaras dengan bidang kewenangannya, yang dilengkapi dengan indikator kinerja yang terukur; Renstra telah digunakan dalam penyusunan RKT; Renstra telah digunakan dalam penyusunan RKA-KL. (2) Kriteria keberhasilan dari Rencana Kinerja Tahunan: Meliputi hal-hal berikut. (a) (b) (c) Telah memuat sasaran strategis yang berorientasi pada hasil, indikator kinerja yang dilengkapi dengan target kinerja; Rencana kinerja telah menjabarkan rencana strategis; Rencana kinerja telah digunakan untuk penyusunan RKA-KL. (3) Kriteria keberhasilan dari Penetapan Kinerja. Meliputi hal-hal berikut. (a) (b) (c) Telah memuat sasaran strategis yang berorientasi hasil, beserta indikator kinerjanya yang dilengkapi dengan target kinerja. Penetapasn kinerja telah selaras dengan rencana kinerja. Penetapan kinerja telah selaras dengan rencana kinerja. (4) Terbangunnya berbagai sistem yang dapat dioperasionalisasikan secara efektif untuk pelayanan prima pendidikan yang meliputi. 8

21 (a) (b) (c) (d) (e) Pembangunan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan, Pengembangan sistem pengelolaan data kinerja, pengembangan dan penetapan indikator kinerja, Pengembangan sistem pengukuran kinerja, pengembangan sistem evaluasi kinerja, Pengembangan sistem audit kinerja, Pengembangan sistem perencanaan dan penganggaran berbasis kinerja. Anggaran yang diperlukan untuk kegiatan penguatan ini selama 2011 s.d adalah sebesar Rp ,- (Tiga ratus empat puluh tiga milyar enam ratus juta rupiah) yang antara lain digunakan untuk kegiatan pengkajian, pengadaan infrastruktur, pengembangan sistem dan aplikasi, sosialisasi, implementasi, pengukuran dan evaluasi. Anggaran tersebut akan diusulkan pada anggaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui satuan kerja terkait sesuai dengan tanggung jawab dan tugas masing-masing. H. Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik Peningkatan kualitas layanan publik di Kemdikbud meliputi peningkatan kualitas pelayanan: (1) satuan pendidikan, (2) peserta didik, (3) pendidik dan tenaga kependidikan, (4) substansi pendidikan, (5) kebudayaan, dan (6) kebahasaan. (1) Layanan Satuan Pendidikan Untuk menjamin kepastian layanan satuan pendidikan, Kemdikbud mengagendakan reformasi birokrasi bidang layanan satuan pendidikan. Reformasi birokrasi ini bertujuan untuk menciptakan sistem pelayanan satuan pendidikan yang prima sebagaimana visi misi Kemdikbud. Untuk mencapai pelayanan prima tersebut, ada tiga pendekatan yang dilakukan yaitu, optimasi prosedur, mergerisasi dan penerapan teknologi. Reformasi bidang pelayanan satuan pendidikan diharapkan dapat mendukung terciptanya layanan Kemdikbud yang cepat dan transparan. Untuk itu, bidang Layanan Satuan Pendidikan mengusulkan program perencanaan 2011 s.d.2014 meliputi: (a) (b) (c) (d) (e) (f) (g) (h) sistem perizinan; penyelarasan pendidikan dengan dunia kerja melalui perizinan; penyediaan sistem pengakreditasian; penyaluran hibah dan pemantauannya; penyediaan sistem terpadu yang mengintegrasikan sistem perizinan, akreditasi, dan penyaluran hibah; penyusunan standar pelayanan minimal, standar nasional dan internasional pendidikan; tersedianya sistem pemetaan kondisi sekolah, daya tampung, dan cakupan layanan yang mengimplementasikan teknologi informasi; sistem pemantauan pemberdayaan partisipasi masyarakat berbasis teknologi informasi. 9

22 Kegiatan-kegiatan tersebut saling terkait dan akan melibatkan semua unit utama Kemdikbud, mulai dari proses perencanaan, pengembangan, sosialisasi, implementasi, pengukuran, dan evaluasi. Kondisi saat ini, hal-hal yang sudah dicapai reformasi bidang layanan satuan pendidikan adalah (1) prosedur perizinan satuan pendidikan tinggi, (2) sistem akreditasi sekolah/ madrasah dan perguruan tinggi, (3) panduan pemberian hibah dari unit-unit pelaksana hibah, dan (4) standar pelayanan minimal pendidikan dasar. Secara umum kriteria keberhasilan layanan satuan pendidikan ialah:, tersedianya portal sistem layanan satuan pendidikan terintegrasi yang dapat melayani semua jenjang/jenis satuan pendidikan. Anggaran yang diperlukan untuk kegiatan peningkatan kualitas pelayanan publik (satuan pendidikan) ini selama 2011 s.d sebesar Rp ,- (empat puluh tujuh milyar lima ratus juta rupiah) yang digunakan untuk kegiatan pengkajian, pengadaan infrastrukutur, pengembangan sistem dan aplikasi, sosialisasi, implementasi, pengukuran, dan evaluasi. Anggaran tersebut akan diusulkan pada anggaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui satuan kerja terkait sesuai dengan tanggung jawab dan tugas masing-masing. (2) Layanan Peserta Didik Reformasi birokrasi didasarkan pada suatu asumsi bahwa kebijakan publik dalam memberikan layanan kepada semua warga tidak bersifat diskriminatif. Kebijakan pendidikan bertujuan menjamin kesejahteraan pedagogis peserta didik tanpa membedabedakan yang pada dasarnya memfasilitasi proses pendidikan peserta didik sesuai dengan minat dan bakatnya. Pelayanan pendidikan tidak mendeskriminasi peserta didik berdasarkan faktor geografis, agama, dan latar belakang sosial ekonomi keluarga siswa. Namun demikian, faktor minat dan bakat siswa menjadi faktor pembeda antara peserta didik yang satu dengan yang lainnya. 10 Dengan demikian, reformasi ini diharapkan dapat mendukung tema kebijakan nasional pendidikan periode , yaitu ketersediaan, keterjangkauan, kualitas, kesetaraan, dan kepastian. Berikut ini penjelasan setiap masing-masing tema itu: (a) (b) (c) (d) (e) Ketersediaan, yakni menjamin tempat belajar bagi semua anak usia sekolah yang memadai (dimensi mutu), Keterjangkauan, yang mempunyai dua makna; yakni dalam arti geografis (reachable) mempertimbangkan siswa yang tinggal di daerah terpencil dan terisolasi, dan ekonomi (affordable) mempertimbangkan siswa yang kurang mampu secara ekonomi. Kualitas; yang mempunyai dua konotasi, yakni proses dan hasil. Ditjen Dikdas memusatkan pada proses. Kesetaraan; yakni kesamaan hak untuk mendapat pendidikan yang bermutu tanpa diskriminasi berdasarkan pada latar belakang sosial siswa. Kepastian; yakni menjamin kepastian mendapatkan tempat ketika peserta didik melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, tanpa diskriminasi berdasarkan latar belakang sosial.

23 Dalam upaya menjamin kesejahteraan pedagogis tersebut, reformasi menitikberatkan pada dua core business, yaitu sistem perizinan, pemberian beasiswa, dan bantuan finansial bagi siswa serta sistem pendukung berupa sistem pendataan pendidikan. Sistem pendataan ditujukan untuk menjamin sistem perizinan bagi siswa WNI yang belajar di luar negeri dan ingin melanjutkan pendidikannya di dalam negeri. Pemberian beasiswa mempunyai sasaran para peserta didik yang mempunyai prestasi bidang akademis dan bidang non-akademis (misal kesenian dan olah raga). Sedangkan pemberian bantuan finansial mempunyai sasaran siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu atau yang tinggal di daerah teriolir dan pinggiran. Arah program ini ialah affirmative action. Anggaran yang diperlukan untuk seluruh kegiatan ini selama 2011 s.d ialah sebesar Rp ,- (empat belas milyar tujuh ratus lima puluh juta rupiah) yang antara lain digunakan untuk kegiatan Penyusunan program sampai dengan implementasi, pmasangan sistem kerja menggunakan TIK, operasional sistem dan evaluasi termasuk fine tuning sistem. (3) Layanan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Reformasi bidang peningkatan layanan pendidik dan tenaga kependidikan diharapkan dapat mendukung terciptanya layanan Kemdikbud yang cepat, transparan, dan akutabel. Hal ini tentu memerlukan dukungan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang handal dan aman. Untuk itu, Koordinator Reformasi Birokrasi Bidang Layanan Pendidik dan Tenaga Kependidikan mengusulkan program perencanaan RBI 2011 s.d.2014 meliputi: (1) pemenuhan kebutuhan pendidik dan tenaga kependidikan, (2) sertifikasi pendidik, (3) peningkatan kualifikasi dan profesionalisme berkelanjutan bagi pendidik dan tenaga kependidikan, (4) penghargaan dan perlindungan, (5) kesejahteraan pendidik dan tenaga kependidikan, dan (6) sistem informasi manajemen pendidik dan tenaga kependidikan. Kegiatan-kegiatan tersebut saling terkait, mulai dari proses perencanaan, pengembangan, sosialisasi, implementasi, pengukuran dan evaluasi. peningkatan layanan bidang pendidik dan Tenaga Kependidikan ini bertujuan tercapainya pemenuhan standar rasio peserta didik: pendidik pada setiap satuan pendidikan per jenis dan per jenjang pendidikan serta Peningkatan kualifikasi dan profesionalisme berkelanjutan bagi PTK dengan didukung oleh layanan terhadap penghargaan dan perlindungan Pendidik dan Tenaga Kependidikan serta Kesejahteraannya melalui Sistem Informasi manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang akuntabel. Kondisi saat ini yang sudah dicapai untuk reformasi bidang peningkatan layanan pendidik dan tenaga kependidikan antara lain sebagai berikut. (a) Perluasan dan pemerataan akses yang meliputi: Pemetaan kebutuhan pendidik dan tenaga kependidikan, Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, Peningkatan pendidikan jalur nonformal, Peningkatan kesejahteraan pendidik dan tenaga kependidikan, Penghargaan dan pelindungan pendidik dan tenaga kependidikan, Penghargaan dan perlindungan pendidik dan tenaga kependidikan, 11

24 (b) Perluasan akses guru, Perluasan PTK-PNF, Perluasan akses tenaga kependidikan, Peningkatan mutu, daya saing dan relevansi yang meliput: Kulifikasi Akademik Guru, Sertifikasi Guru, Peningkatan Profesionalisme PTK Berkelanjutan, Peningkatan Profesionalisme Tenaga Kependidikan, dan Peningkatan Mutu PNF. Kriteria keberhasilan reformasi bidang peningkatan layanan pendidik dan tenaga kependidikan ini antara lain sebagai berikut. 1. Tersajinya data dan informasi pendidik dan tenaga kependidikan dalam portal layanan PTK yang sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat. 2. Diterapkannya e-layanan integratif dalam pendataan, sistem informasi. Dan manajemen serta perencanaan dan penganggaran PTK. Anggaran yang diperlukan seluruh kegiatan ini selama 2011 s.d sebesar Rp ,- (Tiga trilyun enam ratus dua puluh tiga milyar sembilan ratus lima puluh lima juta dua ratus ribu rupiah) yang digunakan untuk kegiatan pengkajian, pengadaan infrastruktur, pengembangan sistem dan aplikasi, sosialisasi, implementasi, serta pengukuran dan evaluasi. (4) Layanan Substansi Pendidikan Untuk menjamin kepastian layanan satuan pendidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengagendakan reformasi birokrasi bidang layanan substansi pendidikan. Reformasi birokrasi ini bertujuan untuk menciptakan sistem pelayanan substansi pendidikan yang prima sebagaimana Visi-Misi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Untuk mencapai pelayanan prima, ditempuh melalui tiga pendekatan, yaitu: (1) optimasi prosedur, (2) mergerisasi dan (3) penerapan teknologi. 12 Reformasi bidang pelayanan substansi pendidikan diharapkan dapat mendukung terciptanya layanan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang cepat, transparan, dan akuntabel. Untuk mengelola perubahan dan menciptakan budaya kinerja yang tinggi, serta mampu mempertanggungjawabkan beban pembangunan pendidikan secara akuntabel, telah disiapkan berbagai program perangkat layanan substansi pendidikan dengan menyiapkan dan mengembangkan tiga program berikut. (a) (b) (c) Pendidikan karakter, ekonomi kreatif dan kewirausahaan; Sistem berbagi pengetahuan dan pengalaman (rumah belajar); Sistem pembelajaran dan berbagi materi yang meliputi: Materi e-pembelajaran, Informasi kurikulum, Sistem informasi materi dan nilai ujian nasional, serta Sistem informasi hasil-hasil penelitian pendidikan.

25 Hal-hal yang sudah dicapai dalam reformasi bidang layanan substansi pendidikan, sebagai berikut. (a) (b) (c) Layanan substansi pendidikan secara bertahap. Telah dimulainya, yaitu: sistem regulasi pendidikan yang mendukung penerapan pendidikan karakter, ekonomi kreatif dan kewirausahaan, meliputi: konsep nilai-nilai pendidikan karakter; panduan pelaksanaan pendidikan karakter; konsep kompetensi dasar kreativitas; pedoman pendidikan kewirausahaan di satuan pendidikan dasar menengah, dan konsep model kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) dengan pengintegrasian nilai-nilai karakter. Telah diterapkannya model sistem berbagi pengetahuan dan pengalaman (rumah belajar), meliputi: hal-hal berikut. Identifikasi sistem berbagi pengetahuan dan pengalaman yang ada. Identifikasi fungsi sistem berbagi analisis proses sistem berbagi pengetahuan dan pengalaman. Penentuan kebutuhan teknologi untuk peningkatan kecepatan. Jangkauan dan akurasi proses bisnis sistem berbagi pengetahuan dan pengalaman. Penentuan beban kerja, jumlah, dan kualifikasi SDM untuk tiap tahap proses pembangunan sistem berbagi pengetahuan dan pengalaman. Penentuan indikator kinerja sistem berbagi pengetahuan dan pengalaman. Analisis proses sistem berbagi pengetahuan dan pengalaman. Pembangunan sistem berbagi pengetahuan dan pengalaman. Penyusunan kebijakan dan regulasi untuk mendukung pelaksanaan sistem berbagi pengetahuan dan pengalaman. Sosialisasi fungsi sistem berbagi pengetahuan dan pengalaman. Sosialisasi proses bisnis sistem berbagi pengetahuan dan pengalaman. Sosialisasi kebijakan kebijakan dan regulasi untuk mendukung pelaksanaan sistem berbagi pengetahuan dan pengalaman. Instalasi sistem hasil rancangan dan pengembangan, termasuk pengadaan dan instalasi perangkat keras. Implementasi sistem berbagi pengetahuan dan pengalaman. Peningkatan kapabilitas SDM pengelola sistem berbagi pengetahuan dan pengalaman. Tersusunnya konsep awal sistem pembelajaran dan berbagi materi yang meliputi hal hal berikut: Identifikasi kebutuhan visualisasi dan interaksi untuk pembelajaran secara elektronik di tiap jenjang pendidikan. Penyusunan pola dan format standar untuk materi dan metode pendidikan 13

26 serta manajemen lembaga pendidikan. Penyusunan pola keterhubungan antarmodul materi maupun metode serta modul evaluasinya. Penyusunan standar tingkat kesulitan modul materi dan modul evaluasi yang digunakan untuk perhitungan skor pencapaian pengguna. Konversi buku sekolah elektronik (BSE) ke format modul standar. Peletakan modul-modul dalam kerangka kurikulum. Pengisian keterhubungan antarmodul BSE yang relevan. Penilaian tingkat kesulitan untuk setiap modul. Konversi metode pendidikan yang menjadi standar pembelajaran di sekolah formal dan nonformal ke dalam format modul standar. Pemantauan umpan balik dan masukan pengguna atas modul-modul yang tersedia. Evaluasi keterdukungan kurikulum oleh respon modul-modul materi pendidikan yang ada dalam sistem. Analisis kebutuhan modul untuk diprioritaskan pada pengisian konten gelombang kedua dengan memperhatikan keterdukungan kurikulum secara merata serta minat pengguna. Pembuatan modul-modul materi dan metode pendidikan gelombang kedua. Pemberian penghargaan atas kontribusi modul oleh PTK yang mendapat rating/dukungan tinggi dari pengguna yang tersebar secara geografis. Perumusan klasifikasi, kriteria dan aturan lomba kontribusi. Pengumuman dan sosialisasi lomba. Penjurian dan pengumuman hasil lomba. Perumusan kriteria yang dapat menjamin kesinambungan jejaring sebagai dasar pemberian penghargaan secara periodik. informasi awal sejumlah hasil penelitian pendidikan hard copy dan soft copy, jaringan penelitian di 270 kabupaten/kota dan 32 provinsi, dan konsep model pengembangan/ pembangunan pangkalan penelitian pendidikan (clearing house). Secara umum, kriteria keberhasilan layanan substansi pendidikan ialah sebagai berikut. (1) Terlaksananya pendidikan karakter, ekonomi kreatif, dan kewirausahaan pada tingkat satuan pendidikan. (2) Tersedianya dan berfungsinya sistem berbagi pengetahuan dan pengalaman. (3) Tersedianya dan berfungsinya sistem pembelajaran dan berbagi materi dalam bentuk: (a) materi e-pembelajaran, (b) informasi kurikulum, (c) sistem informasi materi dan nilai UN, serta (d) sistem informasi hasil-hasil penelitian pendidikan. Anggaran yang diperlukan untuk kegiatan peningkatan kualitas layanan pendidikan (substansi pendidikan) ini selama 2011 s.d sebesar Rp ,- (dua puluh milyar rupiah) yang akan digunakan untuk kegiatan pendidikan karakter, ekonomi kreatif, dan kewirausahaan pada tingkat satuan pendidikan; sistem berbagi pengetahuan dan pengalaman (rumah belajar); sistem pembelajaran dan berbagi materi dalam bentuk (a) materi e-pembelajaran, (b) informasi kurikulum, (c) sistem informasi materi dan nilai UN, serta (d) sistem informasi hasil-hasil penelitian pendidikan. 14

27 (5) Layanan Kebudayaan Sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 92 tahun 2011 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara, fungsi kebudayaan kembali dileburkan dengan fungsi pendidikan. Dalam rangka implementasi Perpres tersebut, seiring dengan program reformasi birokrasi internal di lingkungan Kemdikbud yang sudah berjalan, maka perlu untuk memasukan fungsi layanan kebudayaan ke dalam rencana besar kegiatan reformasi birokrasi internal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Indonesia memiliki kekayaan budaya benda dan tak benda, tradisi, kesenian, dan sejarah yang luar biasa banyak jumlah dan tinggi nilainya. Potensi kebudayaan yang luar biasa dimiliki oleh Bangsa Indonesia tersebut merupakan kewajiban Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk melindungi, mengembangkan, dan memanfaatkan sesuai dengan Permendikbud No. 1 Tahun Melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan, peningkatan layanan kebudayaan menjadi salah satu rencana aksi dalam proses reformasi birokrasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Program peningkatan layanan kebudayaan dikemas menjadi 8 (delapan) rencana aksi yang diharapkan dapat memberikan dampak yang besar dan meluas serta menjawab kebutuhan akan layanan kebudayaan yang lebih baik. Rencana aksi tersebut adalah: 1. Registrasi Cagar Budaya 2. Pencatatan Warisan Budaya Nasional (Warisan Budaya Tak Benda) 3. Peningkatan Fungsi Museum 4. Peningkatan Fungsi Taman Budaya 5. Penyensoran Film 6. Rumah Budaya (Pusat Kebudayaan Indonesia di Luar Negeri) 7. Pelayanan Kebudayaan dalam Bidang Pendidikan 8. Pemberdayaan Lembaga Kepercayaan dan Komunitas Adat Anggaran yang dibutuhkan untuk program Peningkatan Kualitas Layanan Kebudayaan ini akan dialokasikan dalam anggaran Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Rencana anggaran yang dialokasikan sampai tahun 2014 adalah sebesar Rp ,- (Tujuh ratus dua puluh enam milyar dua puluh juta rupiah). (6) Layanan Kebahasaan Bahasa Indonesia merupakan sarana pemersatu, identitas, dan wujud eksistensi bangsa yang menjadi simbol kedaulatan dan kehormatan negara sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun Di sisi lain, bahasa Indonesia merupakan manifestasi kebudayaan yang berakar pada sejarah perjuangan bangsa, kesatuan dalam keragaman budaya, dan kesamaan dalam mewujudkan cita-cita bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia berfungsi sebagai sarana pemersatu berbagai suku bangsa dan sebagai sarana komunikasi antardaerah 15

28 dan antarbudaya daerah. Sementara itu, dalam kedudukannya sebagai bahasa resmi negara, bahasa Indonesia berfungsi, antara lain, sebagai bahasa resmi kenegaraan, bahasa pengantar pendidikan, bahasa komunikasi tingkat nasional, bahasa media massa, serta bahasa pengembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan kondisi seperti itu, bahasa Indonesia memiliki kedudukan dan peran yang sangat penting dan strategis dalam upaya mencerdaskan, memperkukuh jati diri, karakter, dan martabat untuk memperkuat daya saing bangsa sejalan dengan visi Kemdiknas 2014, yaitu terselenggaranya layanan prima pendidikan nasional untuk membentuk insan Indonesia cerdas komprehensif. Penanganan masalah kebahasaan dan kesastraan, baik pengembangan maupun pembinaannya, berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan, merupakan amanat dari rakyat Indonesia untuk dilaksanakan secara sistematis dan berkelanjutan. Untuk melaksanakan amanat tersebut, dirumuskan arah layanan kebahasaan sebagai berikut. 1. Mengembangkan dan melindungi bahasa dan sastra Indonesia 2. Meningkatkan mutu penelitian bahasa dan sastra Indonesia 3. Meningkatkan sikap positif masyarakat terhadap bahasa dan sastra 4. Meningkatkan mutu pelayanan informasi kebahasaan dan kesastraan 5. Meningkatkan mutu tenaga kebahasaan dan kesastraan 6. Meningkatkan fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional 7. Mengembangkan kerja sama kebahasaan dan kesastraan 8. Mengembangkan pengelolaan organisasi dan kelembagaan Untuk menjamin ketersediaan, keterjangkauan, kualitas, dan akses layanan kebahasaan sebagaimana tertuang dalam delapan arah layanan kebahasaan tersebut, program reformasi birokrasi internal di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, mempertajam layanan kebahasaan menjadi enam program kegiatan berikut. 1) UKBI Dalam Jaringan 2) Fasilitasi Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) 3) Pendampingan bahasa dalam penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan dokumen negara 4) Saksi ahli bahasa di lembaga penegakan hukum 5) Penerjemahan 6) Penyuntingan Anggaran yang dibutuhkan untuk program Peningkatan Kualitas Layanan Kebahasaan ini akan dialokasikan dalam anggaran Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Rencana anggaran yang dialikasikan sampai tahun 2014 adalah sebesar Rp ,- (Tiga belas miliar lima ratus tujuh puluh lima juta rupiah). 16

29 I Monitoring, Evaluasi, dan Pengendalian Monitoring, evaluasi, dan pengendalian merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dengan siklus perencanaan sesuatu yang ingin dicapai. Reformasi Birokrasi Internal di lingkungan Kemdikbud sudah diawali pada tahun 2010 yang telah lalu dan lebih inten lagi pada tahun 2011 yang pelaksanaannya direncanakan sampai dengan tahun Kondisi pada saat ini pelaksanaan monitoring, evaluasi, dan pengendalian pada dasarnya telah direncanakan oleh setiap satuan kerja ataupun pelaksanaan kegiatan dari setiap unit kerja. Namun pada kenyataannya bahwa kegiatan monev dan pengendalian merupakan hal yang masih belum dilihat sebagaimana fungsinya dan dijadikan sebagai bahan masukan untuk melakukan perubahan-perubahan kedepan untuk mencapai hasil seperti yang kita harapkan. Hal ini bisa terjadi diantaranya disebabkan bahwa kegiatan monev dan pengendalian dilakukan hanya sebatas memenuhi siklus perencanaan dan menghabiskan anggaran yang telah dialokasikan sebelumnya. Dengan kata lain bahwa, monev dan pengendalian kegiatan belum dapat berjalan seperti tugas dan fungsi yang disebabkan oleh pandangan dan kurangnya pelaksana-pelaksana kegiatan. Dari kondisi ini, maka diharapkan Monev dan Pengendalian dimasa-masa yang akan datang dapat didudukkan sebagai mana fungsi yang menjadi tugas pokok dari Monev dan Pengendalian. Cakupan program/bidang monev dan pengendalian meliputi delapan bidang perubahan yang akan dilakukan oleh Tim RBI Kemdikbud. Delapan program/bidang tersebut adalah: (1) Manajemen Perubahan; (2) Penataan Peraturan Perundang-undangan; (3) Penataan dan Penguatan Organisasi; (4) Penataan Tatalaksana; (5) Penataan Sistem Manajemen SDM Aparatur; (6) Penguatan Pengawasan; (7) Penguatan Akuntabilitas Kinerja; (8) Peningkatan Kualitas Layanan Publik: (a) Peningkatan Layanan Satuan Pendidikan; (b) Layanan Peserta Didik; (c) Layanan PTK; (d) Layanan Substansi Pendidikan; (e) Layanan Kebudayaan; (f) Layanan Kebahasaan. Program/bidang monev dan pengendalian itu sendiri, terdiri atas tiga kegiatan utama yang diharapkan dapat melakukan monitoring, evaluasi, dan pengendalian pelaksanaan RBI di lingkungan Kemdikbud sehingga dapat berfokus pada ketepatan waktu pelaksanaan dari masing-masing program/bidang dengan jadwal yang telah ditetapkan. Di samping itu, juga diharapkan dapat memberikan masukan/rekomendasi kepada masing-masing program/bidang yang ada. Berkaitan dengan rencana program di atas, kegiatan monev dan pengendalian dapat dikatakan berhasil apabila: (1) masing-masing program RBI di dalam pelaksanaannya dapat 17

30 berjalan seperti waktu yang telah ditentukan; dan (2) adanya masukan atau rekomendasi kepada masing-masing koordinator program/manajer untuk langkah-langkah perbeikan ke depannya. Secara singkat kegiatan yang akan dilakukan adalah sebagai berikut: (1) Kegiatan Monitoring dilakukan sepanjang RBI di lingkungan Kemdikbud dilakukan sejak Bulan Agustus 2011 sampai dengan Desember 2014; (2) Kegiatan Evaluasi dilakukan enam bulan sekali dalam satu tahun dimulai dari tahun 2011 sampai dengan 2014; dan (3) Evaluasi menyeluruh yang dimulai pada awal tahun sampai dengan akhir tahun Dalam rangka menunjang seluruh kegiatan yang telah direncanakan, bidang monev dan pengendalian perlu didukung dengan anggaran sebesar Rp ,- (tiga belas milyar lima ratus dua puluh juta rupiah). Anggaran tersebut, direncanakan untuk membiayai seluruh kegiatan tahun Secara umum, delapan area perubahan tersebut akan dilaksanakan dalam kurun waktu tiga tahun ( ) dengan sasaran terwujudnya pemerintahan yang bersih dan bebas KKN, meningkatnya kualitas pelayanan publik kepada masyarakat, serta meningkatnya kapasitas dan akuntabilitas kinerja birokrasi. Tabel 1. Dasar Hukum Pelaksanaan Reformasi Birokrasi Kemdikbud RI DASAR KEPPRES 14/2010; 23/2010 DASAR HUKUM PELAKSANAAN REFORMASI BIROKRASI TENTANG Pembentukan Komite Pengarah Reformasi Birokrasi Nasional dan Tim Pengarah Reformasi Birokrasi Internal PERPRES 81/2010 Grand Design Reformasi Birokrasi Nasional PERMENPAN 20 TAHUN 2010 Nasional PERMENPAN 7 TAHUN 2011 PERMENPAN 8 TAHUN 2011 PERMENPAN 9 TAHUN 2011 PERMENPAN 10 TAHUN 2011 PERMENPAN 11 TAHUN 2011 PERMENPAN 12 TAHUN 2011 PERMENPAN 13 TAHUN 2011 PERMENPAN 14 TAHUN 2011 PERMENPAN 15 TAHUN 2011 Pedoman Pengajuan Dokumen Usulan Reformasi Birokrasi Pedoman Penilaian Dokumen Usulan dan Road Map Pelaksanaan RB Pedoman Penyusunan di K/L dan PEMDA Pedoman Pelaksanaan Program Manajemen Perubahan Kriteria dan Ukuran Keberhasilan Reformasi Birokrasi Pedoman Penaaan Tata Laksana (Business Process) Pedoman Pelaksanaan Quick Wins Pedoman Pelaksanaan Program Manajeman Pengetahuan (knowledge management) Mekanisme Persetujuan Pelaksanaan RB dan Tunjangan Kinerja 18

31 Pendahuluan 1. Kondisi Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mempunyai tugas menyelenggarakan urusan di bidang pendidikan dan kebudayaan dalam pemerintahan untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan Negara, sebagaimana diamanatkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia nomor 1 Tahun tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dalam melaksanakan tugasnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan fungsi: (1) perumusan, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan di bidang pendidikan dan kebudayaan; (2) pengelolaan barang milik negara yang menjadi tanggung jawab Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan; (3) pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan; (4) pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi atas pelaksanaan urusan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di daerah; dan (5) pelaksanaan kegiatan teknis yang berskala nasional. Struktur organisasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terdiri dari 9 (sembilan) unit utama, yaitu: (1) Sekretariat Jenderal; (2) Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal; (3) Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar; (4) Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah; (5) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi; (6) Direktorat Jenderal Kebudayaan; (7) Inspektorat Jenderal; (8) Badan Penelitian dan Pengembangan; (9) Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa; (10) Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan. Semua unit utama didukung oleh 86 Eselon II yang terdiri dari direktorat dan pusat-pusat, serta 142 UPT yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia. Sebagian UPT dipimpin oleh pejabat eselon II/b maupun III/a. Jumlah pegawai Kemdikbud di seluruh Indonesia sebanyak orang (sumber Biro Kepegawaian per 27 Juli 2012). 19

32 Misi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagaimana tercantum dalam RPJMN ialah menjamin ketersediaan, keterjangkauan, kualitas, kesetaraan, kepastian layanan pendidikan, dan kelestarian bahasa dan budaya bangsa (6K). Dalam menjalankan misi tersebut, Kemdikbud telah melakukan reformasi internal yang meliputi penguatan organisasi, penguatan SDM, dan pembenahan tata laksana. Reformasi internal tersebut diharapkan mampu mengungkit terjadinya reformasi layanan sehingga misi Kementerian dapat dicapai. Dengan terbitnya Peraturan Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi Nomor 20 Tahun 2010 tentang , Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan melakukan reformasi birokrasi pada 8 area perubahan 14 program, yakni: (1) manajemen perubahan, (2) penataan peraturan perundang-undangan, (3) penataan dan penguatan organisasi, (4) penataan tata laksana, (5) penataan sistem manajemen SDM aparatur, (6) penguatan pengawasan, (7) penguatan akuntabilitas kinerja, (8) peningkatan kualitas layanan satuan pendidikan, (9) peningkatan kualitas layanan peserta didik, (10) peningkatan kualitas layanan PTK, (11) peningkatan kualitas layanan substansi pendidikan; (12) peningkatan kualitas layanan kebudayaan, (13) peningkatan kualitas layanan kebahasaan; dan (14) monitoring, evaluasi, dan pengendalian. 2. Permasalahan Permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terkait dengan 8 area perubahan 14 program tersebut antara lain: (1) Manajemen Perubahan Birokrasi yang ada saat ini masih belum diselenggarakan secara optimal, masih kurang responsif, masih kurang informatif, masih kurang accesible, masih kurang koordinatif, masih kurang terbuka, rumit, serta masih kurang efisien. Kondisi saat ini perlu diperbaiki/dibenahi. Beberapa penataan, seperti tatalaksana, organisasi, dan SDM dalam reformasi birokrasi akan ditingkatkan dalam rangka menciptakan perubahan yang diharapkan. Manajemen perubahan merupakan salah satu program yang disusun untuk membantu Kemdikbud dalam mengkomunikasikan dan mensosialisasikan perubahan-perubahan dimaksud. (2) Penataan Peraturan Perundang-undangan Belum harmonisnya peraturan perundang-undangan berkaitan dengan bidang pendidikan, belum adanya peta peraturan perundang-undangan yang dibutuhkan, 20

33 masih adanya peraturan perundang-undangan yang kadaluarsa, dan masih sering terjadi implementasi peraturan perundang-undangan yang ada tidak sesuai dengan harapan. (3) Penataan dan Penguatan Organisasi Belum semua tugas dan fungsi unit kerja kurang mencerminkan misi dan tujuan organisasi; pelaksanaan kegiatan belum seluruhnya mengacu pada tugas dan fungsi unit kerja; masih terdapat tumpang tindih tugas dan fungsi pada unit-unit kerja akibat pembinaan terhadap komponen-komponen pendidikan dilaksanakan terpisah pada tingkatan Unit Utama, dan tanggung jawab terhadap penjaminan mutu pendidikan untuk jenjang yang sama tersebar di beberapa Unit Utama; serta kurangnya pendelegasian wewenang kepada tingkatan manajemen yang lebih rendah. (4) Penataan Tata Laksana Dalam prakteknya masih terdapat layanan pendidikan yang tidak memiliki Prosedur Operasional Standar (POS). Akibatnya tidak ada kejelasan mengenai waktu, biaya maupun syarat-syarat pemberian layanan pendidikan. Sebagai contoh, saat ini belum ada infrastruktur yang memberi kesempatan luas bagi publik untuk mengakses hasil penelitian dan pengabdian masyarakat padahal hasil penelitian ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat. (5) Penataan Sistem Manajemen SDM Aparatur SDM Kemdikbud secara kuantitas berlebih namun secara kualitas kurang memadai, masih terdapat kesenjangan antara kualifikasi dan kompetensi dengan kebutuhan organisasi, belum akuratnya penempatan pegawai sesuai dengan kompetensinya, serta belum efektifnya sistem pengelolaan kepegawaian berdasarkan kinerja. Permasalahan lainnya terkait dengan data/informasi kepegawaian, yakni rendahnya tingkat keakuratan, kemutakhiran, keterpaduan, dan pemanfaatannya secara terpadu. (6) Penguatan Pengawasan Sampai dengan saat ini sistem pengawasan di lingkungan Kemdikbud masih belum optimal. Penerapan SPIP belum efektif, demikian pula halnya dengan kinerja Inspektorat Jenderal dan SPI satuan kerja. Hal ini terlihat jelas dari adanya penurunan peringkat opini BPK-RI atas Laporan Keuangan Kemdikbud dari Wajar Dengan Pengecualian menjadi Disclaimer (Tidak memberikan pendapat) yang merupakan opini berperingkat terendah. Sistem pengawasan yang ada juga belum mampu mencegah tindakan KKN dan penyimpangan pengelolaan keuangan. Beberapa kasus yang termuat di media massa merupakan realita yang mengemuka dan pada akhirnya menjadi perhatian dan konsumsi perbincangan publik. (7) Penguatan Akuntabilitas Kinerja Sampai dengan saat ini kualitas laporan akuntabilitas kinerja di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan masih relatif rendah mengingat bahwa laporan tersebut belum menggambarkan kondisi yang sebenarnya. Hal ini disebabkan oleh ukuran kinerja organisasi yang belum jelas, dan Indikator Kinerja Utama masih belum tersusun secara jelas dan spesifik. 21

34 (8) Peningkatan Kualitas Layanan Satuan Pendidikan Layanan satuan pendidikan saat ini belum cepat, transparan, responsif, informatif, accesible, koordinatif, yang ditandai dengan: masih panjang dan kurang terbukanya proses perijinan sekolah di daerah dan perguruan tinggi mulai dari pengajuan hingga persetujuan; masih panjang dan kurang terbukanya proses perijinan pembukaan program studi baru di perguruan tinggi dan proses pengakreditasian program studi; masih panjang dan kurang terbukanya proses penyaluran dana bantuan/ hibah (block grant); belum tersedianya Standar Pelayanan Minimum pendidikan untuk tiap kabupaten/ kota sebagai bentuk dari pelaksanaan desentralisasi dan otonomi pendidikan; belum tersedianya peta kebutuhan daya tampung tiap jenjang pendidikan dan kondisi sekolah yang dimutakhirkan secara berkelanjutan dan pemenuhannya terhadap standar, baik minimum, nasional maupun internasional, yang akan menyulitkan implementasi strategi terkait sarana dan prasarana serta pendanaan. (9) Peningkatan Kualitas Layanan Peserta Didik Kualitas layanan peserta didik saat ini masih belum memadai yang ditandai dengan kurang akuratnya data/informasi peserta didik; pencapaian Angka Partisipasi Murni (APM) pendidikan dasar masih 95,4% untuk Sekolah Dasar (SD) dan 73,3% untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP); masih tingginya angka putus sekolah pada jenjang pendidikan SD yaitu 1,7% dan SMP yaitu 1,99%; masih rendahnya keakurasian dan kemutakhiran data peserta didik; serta belum tepatnya pemberian bantuan operasional sekolah dan beasiswa. (10) Peningkatan Kualitas Layanan Substansi Pendidikan Pendidikan saat ini belum membentuk kepribadian peserta didik secara utuh dalam pembekalan ilmu pengetahuan, sikap dan perilaku, yang ditandai dengan: masih kurangnya keselarasan luaran pendidikan dan kebutuhan dunia kerja terutama dari sisi kompetensi, jumlah dan sebaran; kurang diperhatikannya kebutuhan tenaga kerja dan potensi daerah, nasional dan internasional dalam perencanaan pembangunan pendidikan. (11) Peningkatan Kualitas Layanan PTK Distribusi pendidik dan tenaga Kependidikan masih belum ideal (1:20 untuk Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama, serta 1:14 untuk Sekolah Menengah); kualifikasi dan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan belum seluruhnya terpenuhi, belum melembaganya pemberian penghargaan dan perlindungan bagi pendidik dan tenaga kependidikan, belum terpemenuhinya kesejahteraan pendidik dan tenaga kependidikan, dan belum tersedianya sistem informasi dan manajemen pendidik dan tenaga kependidikan yang memadai. (12) Peningkatan Kualitas Layanan Kebudayaan Pangkalan data tentang cagar budaya dan warisan budaya tak benda masih belum termutakhirkan. Belum maksimalnya pemanfaatan fungsi museum dan taman budaya. Proses penyensoran film yang masih belum efektif dan efisien. Pengenalan budaya Indonesia di komunitas internasional yang masih belum maksimal. Pelayanan kebudayaan di bidang pendidikan yang belum terintegrasi. Lembaga kepercayaan dan komunitas adat yang masih belum diberdayakan secara maksimal. 22

35 (13) Peningkatan Kualitas Layanan Kebahasaan Belum dimilikinya sistem standardisasi penilaian kemampuan berbahasa Indonesia yang baik dan benar serta fasilitasi penggunaan bahasa Indonesia bagi penutur asing (BIPA) yang belum maksimal. Selain itu, saat ini masih banyak layanan kebahasaan yang belum populer di masyarakat seperti pendampingan saksi ahli kebahasaan di lembaga penegakan hukum dan pendampingan bahasa dalam penyusunan peraturan dan perundang-undangan di berbagai tingkatan pemerintahan. (14) Monitoring, Evaluasi, dan Pengendalian Kegiatan monitoring, evaluasi dan pengendalian sampai dengan saat ini masih belum dilihat sebagaimana fungsinya dan dilakukan hanya sebatas memenuhi siklus perencanaan dan menghabiskan anggaran yang telah dialokasikan sebelumnya. 3. Upaya Mengatasi Permasalahan Dalam upaya mengatasi permasalahan tersebut, langkah-langkah pembenahan yang akan dilakukan adalah sebagai berikut: (1) Manajemen Perubahan Manajemen perubahan dalam rangka reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dilakukan melalui pembentukan Tim Manajemen Perubahan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, penyusunan strategi manajemen perubahan dan strategi komunikasi, serta sosialisasi dan internalisasi budaya kerja sesuai dengan tata nilai Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2) Penataan Peraturan Perundang-undangan Penataan peraturan perundang-undangan di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dilakukan melalui pemetaan peraturan perundang-undangan bidang pendidikan yang mengacu kepada peraturan perundang-undangan, menyusun rancangan peraturan perundang-undangan dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, dan menyusun rancangan peraturan perundang-undangan untuk mengakomodasi kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (3) Penataan dan Penguatan Organisasi Penataan dan penguatan organisasi di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dilakukan melalui penataan tugas, fungsi, dan organisasi Unit Utama dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) dengan pembagian kewenangan yang jelas antar masing-masing unit kerja dalam rangka pencapaian visi dan misi Kemdikbud. (4) Penataan Tata Laksana Penataan tatalaksana di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dilakukan dengan melaksanakan rekayasa proses, simplifikasi, dan integrasi prosedur, serta pembangunan e-government dengan memberdayagunakan TIK. (5) Penataan Sistem Manajemen SDM Aparatur Penataan sistem manajemen SDM aparatur di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dilakukan melalui peningkatan kompetensi dan profesionalisme SDM aparatur, peningkatan akutabilitas dan transparansi pengelolaan SDM aparatur, peningkatan disiplin dan kinerja SDM aparatur; dan peningkatan kesejahteraan SDM aparatur. 23

36 (6) Penguatan Pengawasan Penguatan pengawasan di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dilakukan melalui penguatan peran Satuan Pengawasan Intern dan penguatan karakter auditor. Penguatan peran Satuan Pengawasan Intern diharapkan dapat meningkatkan akuntabilitas pelaksanaan program satuan kerja, sedangkan kekuatan karakter auditor diharapkan dapat meningkatkan integritas dan kepercayaan stakeholder terhadap profesi auditor. (7) Penguatan Akuntabilitas Kinerja Penguatan akuntabilitas kinerja di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dilakukan melalui penyempurnaan Rencana Strategis (Renstra) unit kerja, penyusunan Rencana Kerja Tahunan (RKT) yang mengacu pada Renstra, penyusunan Penetapan Kinerja (PK) di lingkungan unit kerja yang mengacu pada Renstra, RKT, dan IKU yang telah ditetapkan, penyempurnaan penyajian informasi kinerja dalam LAKIP unit kerja, peningkatan kapasitas SDM dalam bidang akuntabilitas dan manajemen kinerja di seluruh jajaran Kementerian Pendidikan national untuk mempercepat terwujudnya pemerintah yang berkinerja dan akuntabel. (8) Peningkatan Kualitas Layanan Satuan Pendidikan Peningkatan kualitas pelayanan satuan pendidikan di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dilakukan melalui rekayasa proses, simplifikasi, pemanfaatan TIK, pengintegrasian sistem perizinan, akreditasi, dan penyaluran hibah, pemberdayaan badan akreditasi, sosialisasi peraturan menteri tentang standar pelayanan minimal di tingkat kabupaten/kota. (9) Peningkatan Kualitas Layanan Peserta Didik Peningkatan kualitas pelayanan peserta didik di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dilakukan melalui simplifikasi jalur birokrasi dan pengoptimalan pemanfaatan sumberdaya. (10) Peningkatan Kualitas Layanan Substansi Pendidikan Peningkatan kualitas pelayanan substansi pendidikan di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dilakukan melalui pengayaan materi pembelajaran dengan pendidikan Karakter, Ekonomi Kreatif dan Kewirausahaan, pembangunan sistem berbagi pengetahuan dan pengalaman (rumah belajar), serta pengembangan sistem pembelajaran dan berbagi materi. (11) Peningkatan Kualitas Layanan PTK Peningkatan kualitas pelayanan pendidik dan tenaga kependidikan di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dilakukan melalui pemenuhan kebutuhan pendidik dan tenaga kependidikan, penataan layanan sertifikasi pendidik, peningkatan kualifikasi dan profesionalisme berkelanjutan bagi pendidik dan tenaga kependidikan, pemberian penghargaan dan perlindungan bagi pendidik dan tenaga kependidikan, pemenuhan kesejahteraan pendidik dan tenaga kependidikan, dan pengembangan sistem Informasi dan manajemen pendidik dan tenaga kependidikan. (12) Peningkatan Kualitas Layanan Kebudayaan Peningkatan kualitas layanan kebudayaan di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dilakukan melalui pencatatan cagar budaya dan warisan budaya 24

37 nasional, peningkatan fungsi museum dan taman budaya, penyensoran film, rumah budaya, pelayanan kebudayaan di bidang pendidikan, serta pemberdayaan lembaga kepercayaan dan komunitas adat. (13) Peningkatan Kualitas Layanan Kebahasaan Peningkatan kualitas layananan kebahasaan di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dilakukan melalui kegiatan uji kemahiran berbahasa indonesia (UKBI) dalam jaringan, fasilitasi bahasa indonesia bagi penutur asing (BIPA), pendampingan bahasa dalam penyusunan rancangan peraturan perundangundangan dan dokumen negara, saksi ahli bahasa di lembaga penegakan hukum, penerjemahan dan penyuntingan. (14) Monitoring dan Evaluasi Dalam rangka menjamin tercapai dan terlaksananya rencana RBI, bidang monitoring, evaluasi dan pengendalian perlu dibentuk dan perlu bersinergi dengan bidang quality assurance. 25

38 26

39 Konsolidasi Rencana Aksi Program dan Kegiatan Reformasi Birokrasi Pada bagian ini setiap program/kegiatan akan dijelaskan, mencakup pencapaian program/kegiatan, rencana, kriteria keberhasilan, agenda prioritas, waktu pelaksanaan dan tahapan kerja, penanggung jawab, serta rencana anggaran. A. MANAJEMEN PERUBAHAN Manajemen perubahan (change management) merupakan pengelolaan sumber daya dalam rangka mencapai tujuan organisasi dengan kinerja lebih baik. Perubahan merupakan pergeseran organisasi dari keadaan sekarang menuju keadaan yang diinginkan. Dalam organisasi, perubahan tersebut meliputi struktur, proses, orang, pola pikir, dan budaya kerja. Perubahan sebagaimana yang diinginkan reformasi birokrasi bukanlah proses sederhana. Di samping itu, perubahan berpeluang memunculkan resistensi pada individu di dalam organisasi. Transparansi proses, komunikasi dan keterlibatan semua pihak dalam proses perubahan akan dapat mengurangi resistensi. Hal-hal tersebut merupakan faktor penting untuk mencapai tujuan dan sasaran reformasi yang memiliki kegiatan dan sasaran yang besar. Disisi lain tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik semakin meningkat, baik dari sisi kecepatan, ketepatan, maupun biaya. Belum terstandarnya layanan yang diberikan oleh kementerian, rendahnya pemahaman staf terhadap tugas dan fungsinya sebagai pelayan masyarakat dan pemangku kepentingan serta belum optimalnya pemanfaatan teknologi informasi yang telah tersedia merupakan kondisi saat ini yang memerlukan perhatian. Birokrasi yang ada saat ini masih belum diselenggarakan secara optimal, masih kurang responsif, masih kurang informatif, masih kurang accesible, masih kurang koordinatif, masih kurang terbuka, rumit, serta masih kurang efisien. Kondisi saat ini perlu diperbaiki/ dibenahi. Beberapa penataan, seperti tatalaksana, organisasi, dan SDM dalam reformasi birokrasi akan ditingkatkan dalam rangka menciptakan perubahan yang diharapkan. Manajemen perubahan merupakan salah satu program yang disusun untuk membantu Kemdikbud dalam mengkomunikasikan dan mensosialisasikan perubahan-perubahan dimaksud. Dalam pengembangan pendidikan pemerintah telah melakukan upaya peningkatan akses, peningkatan mutu layanan, dan peningkatan daya saing di semua jenjang pendidikan. Upaya tersebut tentunya akan berimplikasi pada perlunya perubahan budaya kerja yang berorintasi pada pelayanan. Perubahan cara kerja Kemdikbud yang mengedepankan kebutuhan masyarakat bukan kepada pasokan sumber daya yang dimiliki dalam menyusun rencana dan anggaran 27

40 seperti yang terjadi saat ini perlu mendapat perhatian. Hal ini tentunya membutuhkan perubahan budaya kerja yang mengharuskan Kemdikbud mendengarkan kebutuhan masyarakat melalui penguatan interaksi dengan masyarakat. Keputusan dalam pemanfaatan TIK di setiap pelayanan Kemdikbud menyebabkan pola kerja menjadi berubah disesuaikan dengan nilai tambah teknologi tersebut yang memungkinkan untuk memberikan layanan 4A (any one, any where, any time, any channel/devise). Adanya kebijakan untuk melakukan integrasi proses dan berbagi sumber daya menyebabkan perubahan pola pikir, pola sikap, dan pola tindak yang mengedepankan pemahaman bahwa semua adalah milik Kemdikbud untuk Kemdikbud bukan milik masing-masing unit. Secara struktur Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terdiri atas sepuluh unit utama dan 142 UPT dengan jumlah pegawai sebesar orang yang tersebar di seluruh Indonesia (sumber Biro Kepegawaian per 27 Juli 2012). Keadaan ini merupakan tantangan tersendiri dalam mewujudkan reformasi birokrasi. Oleh karena itu, perlu diperlukan pengelolaan terhadap perubahan secara menyeluruh dan berjenjang. Dengan demikian reformasi birokrasi Kemdikbud dapat berjalan sesuai dengan target dan sasaran yang telah ditetapkan. Untuk itu, perlu disusun program manajemen perubahan Kemdikbud sebagai pedoman bagi semua unit di Kemdikbud dalam melaksanakan perubahan. Penyusunan program manajemen perubahan itu mengacu pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 10 Tahun 2011 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Manajemen Perubahan. a. Capaian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah melakukan berbagai kegiatan yang mengarah pada peningkatan akses, peningkatan layanan dan peningkatan daya saing. Kegiatan yang telah dicapai oleh Kemdikbud antara lain: 1) Terbitnya Permendikbud Nomor 01 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang akan dilanjutkan dengan penataan pegawai. Manfaat yang dapat dirasakan oleh pegawai dan pemangku kepentingan ialah adanya kejelasan tugas dan fungsi organisasi yang mencerminkan visi dan misi Kemdikbud dalam mewujudkan organisasi yang profesional, efektif, dan efisien. 2) Telah diterbitkan Permendiknas No 15 Tahun 2010 tentang Standar pelayanan minimal pendidikan dasar dan Permendiknas No 20 Tahun 2010 tentang Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria di Bidang Pendidikan, yang merupakan pedoman dan panduan dalam memberikan layanan prima pendidikan kepada para pemangku kepentingan. Dengan telah diterbitkannya peraturan Menteri tersebut dapat memberikan manfaat kepada para pemangku kepentingan untuk mendapatkan layanan pendidikan bermutu sesuai standar yang telah ditetapkan; 28

41 3) Dalam rangka merubah pola pikir dan budaya kerja pegawai Kemdikbud, khususnya pegawai yang memberikan layanan langsung kepada masyarakat telah dilakukan berbagai pelatihan peningkatan kompetensi SDM. Kegiatan-kegiatan pelatihan yang telah dilakukan, diantaranya pelatihan pelayanan prima bagi pegawai di lingkungan Sekretariat Jenderal, tahun Workshop budaya kerja bagi pegawai di lingkungan Direktorat Pendidikan Menengah, tahun Dengan meningkatnya kompetensi SDM, diharapkan dapat memberikan manfaat berupa peningkatan kualitas pelayanan prima kepada pemangku kepentingan; 4) Adanya komunikasi yang intensif dari para pengambil kebijakan terhadap seluruh pegawai juga telah dilakukan. Dengan adanya komunikasi yang intensif, akan memberikan manfaat berupa terciptanya alur informasi yang baik dari/dan kepada pemangku kepentingan; 5) Pada tahun 2010 telah dirumuskan budaya kerja yang disajikan dalam bentuk buku saku dan diharapkan pada tahun 2012 dapat dilakukan penerapannya. Budaya kerja yang telah dirumuskan dapat dijadikan sebagai pedoman perubahan di Kemdikbud. Manfaat yang diperoleh ialah melalui peumusan budaya kerja baru pegawai Kemdikbud akan memiliki karakter unggul yang selaras dengan visi dan misi Kemdikbud untuk menciptakan pemerintahan yang profesional, bersih, dan bebas KKN. Hal tersebut di atas merupakan capaian yang perlu dijaga kesinambungannya selain program-program yang memang sengaja dirancang untuk melakukan manajemen perubahan pada tahun , sehingga perubahan dalam rangka reformasi birokrasi Kemdikbud secara menyeluruh dapat terwujud di b. Rencana Capaian yang akan diraih dalam reformasi birokrasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan khususnya dalam manajemen perubahan terdiri atas empat Program/ kegiatan utama yaitu pembentukan tim manajemen perubahan, Penyusunan strategi manajemen perubahan dan strategi komunikasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Sosialisaasi dan internalisasi dalam rangka manajemen perubahan, dan penguatan hasil perubahan. 1) Pembentukan tim manajemen perubahan Pembentukan tim manajemen perubahan ditempuh melalui tiga tahapan, yakni perencanaan, pembangunan, dan sosialisasi. a) Perencanaan Kegiatan perencanaan dalam pembentukan Tim Manajemen Perubahan dimulai dari identifikasi target dan sasaran reformasi birokrasi Kemdikbud, melakukan identifikasi area kerja dari tim manajemen perubahan, serta menyusun tugas, fungsi, dan susunan tim manajemen perubahan; Perencanaan dalam pembentukan tim manajemen perubahan dirinci dalam tahapan kerja sebagai berikut: (1) identifikasi penerapan budaya kerja baru Kemdikbud. (2) identifikasi area kerja tim manajemen perubahan. 29

42 (3) perancangan tugas, fungsi, dan susunan tim manajemen perubahan. (4) penentuan beban kerja dan kualifikasi SDM tim manajemen perubahan. b) Pembangunan Pada tahap pembangunan akan disusun struktur tim manajemen perubahan. Tim Manajemen Perubahan terdiri atas dua tingkatan. Tingkatan pertama ialah yang diangkat dengan surat keputusan menteri, sedangkan tingkatan kedua ialah tim yang diangkat dengan setiap kepala satuan kerja (Unit Eselon II). Tim kedua terdiri dari unit kerja yang kesehariannya dapat dijadikan contoh atau panutan bagi para pelaku organisasi di unit kerja tersebut. c) Sosialisasi Tahapan sosialisasi dirinci menjadi dua tahapan kerja berikut. 1. Sosialisasi awal untuk memberitahukan anggota tim mengenai keputusan menteri penetapan anggota tim; 2. sosialisasi penjelasan mengenai tugas tim manajemen perubahan guna memperjelas tugas-tugas yang harus dilakukan oleh setiap anggota tim. 2) Perumusan budaya yang dibutuhkan dan kesenjangannya Tahap berikutnya setelah terbentuknya Tim adalah melakukan perumusan budaya yang dibutuhkan dan kesenjangannya melalui identifikasi budaya kerja saat ini terhadap para pemangku kepentingan untuk mengetahui kondisi budaya kerja saat ini. Dan melakukan identifikasi budaya kerja masa mendatang sebagai model budaya kerja masa mendatang. 3) Penyusunan strategi manajemen perubahan dan strategi komunikasi Pada Tahap ini akan dilakukan kegiatan asesmen dan perumusan strategi manajemen perubahan dan komunikasi. Pertama dilakukan pemetaan (mapping) terhadap para pemangku kepentingan untuk mengetahui sejauhmana peran dan kapasitas pemangku kepentingan dalam mempengaruhi keberhasilan jalannya perubahan dan prioritas perubahannya. Selain itu juga dilakukan identifikasi awal resistensi berdasarkan sifat dan pelakunya untuk mengetahui tingkat resistensi terhadap perubahan berdasarkan katagori: a) Champion (sangat mendukung perubahan dan tingkat resistansi perubahan yang sangat rendah); b) Floating Voter (tingkat mendukung perubahan dan tingkat resistansi sama tinggi, tidak konsisten dan sewaktu-waktu dukungan perubahan atau resistansi dapat berubah); dan c) Blocker (tidak mendukung perubahan sama sekali dan berpotensi melakukan sabotase terhadap perubahan yang akan dilakukan). Berikutnya adalah melakukan pengukuran terhadap besaran perubahan yang terjadi akibat adanya reformasi untuk mengetahui seberapa besar upaya yang harus dilakukan oleh tim manajemen perubahan dalam mengelola perubahan sehingga diketahui seberapa besar kesenjangan yang terjadi dan diupayakan untuk mendekatkan. Juga dilakukan pengukuran terhadap kesiapan organisasi dalam menghadapi perubahan, hal ini dimaksudkan untuk mengetahui potensi hambatan dan tingkat resiko dari organisasi terhadap jalannya perubahan yang difokuskan pada area-area perubahan reformasi birokrasi. 30

43 Dari hasil asesmen di atas selanjutnya akan dirumuskan strategi manajemen perubahan yang akan digunakan sehingga dapat berjalan sesuai dengan rencana dan strategi komunikasi yang akan digunakan meliputi jenis-jenis kegiatan yang akan dikomunikasikan, sasaran, komunikator, dan media komunikasinya sebagai fasilitasi terjadinya perubahan dalam perilaku. Selanjutnya jika diperlukan akan dilakukan perumusan dan identifikasi struktur baru untuk memperoleh organisasi yang ideal dalam menunjang perubahan tersebut. Membuat strategi pelatihan merupakan hal terakhir pada tahap ini, untuk mengetahui strategi pelatihan yang akan dikembangkan yang dapat menunjang pelaksanaan perubahan. 4) Sosialisasi dan internalisasi manajemen perubahan dalam rangka reformasi birokrasi Tahap ini merupakan implementasi dari manajemen perubahan berupa penyelenggaraan sosialisasi dan internalisasi manajemen perubahan dalam rangka reformasi birokrasi yang telah ditetapkan oleh Kemdikbud. Sosialisasi dan Internalisasi Penerapan Manajemen Perubahan dilakukan agar semua pemangku kepentingan memahami tentang penerapan manajemen perubahan yang sedang dan akan berlangsung, meliputi: (1) Implementasi terhadap strategi dan rencana perubahan sehingga perubahan berjalan sesuai dengan yang diinginkan; (2) Implementasi terhadap rencana pelatihan dan workshop manajemen perubahan yang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan teknis dan pemahaman terhadap adanya perubahan; (3) Melaksanakan program pelatihan TOT; (4) Melakukan update terhadap strategi dan rencana perubahan; (5) Implementasi terhadap strategi dan rencana komunikasi perubahan; (6) Melakukan workshop dan program promosi (poster, brosur, dll) untuk manajemen komunikasi; dan (7) Membuat laporan dan update tentang keberhasilan dan hambatan serta rekomendasi perbaikan dan tindakan perbaikan. 5) Penerapan budaya kerja sesuai dengan tata nilai Kemdikbud a) Perencanaan Tahap perencanaan dari penerapan budaya kerja yang pertama adalah melakukan identifikasi kebutuhan materi sosialisasi terkait dengan tata nilai Kemdikbud yang dilanjutkan dengan penentuan materi, metode, rencana sosialisasi, kebutuhan teknologi, dan kualifikasi SDM; b) Pembangunan Pada tahap ini akan dilakukan penyusunan kebijakan dan regulasi yang diperlukan untuk sosialisasi tata nilai Kemdikbud; c) Sosialisasi Langkah selanjutnya adalah melakukan sosialisasi terkait peningkatan ketrampilan/kompetensi SDM pelaksanaan sosialisasi tata nilai Kemdikbud (melalui TOT) dan sosialisasi tata nilai Kemdikbud kepada seluruh pegawai di 31

44 lingkungan Kemdikbud secara bertahap (pejabat struktural maupun pejabat fungsional); d) Implementasi Berikutnya adalah melakukan implementasi terhadap penerapan Budaya Kerja sesuai dengan Tata Nilai Kemdikbud; e) Pengukuran dan Evaluasi Selanjutnya akan dilakukan pengukuran dan evaluasi pelaksanaan sosialisasi tata nilai Kemdikbud; Penyusunan instrumen evaluasi penerapan tata nilai dan sistem penghargaan dan sangsi; Evaluasi penerapan tata nilai Kemdikbud; dan Pengukuran dan evaluasi efisiensi internal dan eksternal terkait penerapan tata nilai Kemdikbud. 6) Penguatan hasil perubahan Tahap ini merupakan penguatan Hasil Perubahan difokuskan pada pengukuran kemajuan atau tingkat keberhasilan perubahan yang dikaitkan area perubahan yang ditetapkan di dalam Peraturan Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi Nomor 20 Tahun 2010 tentang , dan rencana serta tindak lanjut perbaikan atas hasil peninjauan ulang (review) dan evaluasi pelaksanaan perubahan. Kegiatannya meliputi: a) Pengukuran terhadap tingkat keberhasilan dari pelaksanaan rencana manajemen perubahan; b) Mengumpulkan dan menganalisis umpan balik dengan cara melakukan kunjungan lapangan dan mengevaluasi pelaksanaan manajemen perubahan; c) Mendiagnosa kembali kesenjangan dan mengelola penolakan yang terjadi dalam pelaksanaan manajemen perubahan; d) Mengimplementasikan tindakan perbaikan dan membuat langkah tindak lanjut untuk keberlanjutan proses perubahan; dan e) Memberikan penghargaan kepada pegawai yang berhasil mengimplementasikan perubahan dengan baik. Dari hasil kegiatan ini akan diperoleh masukan dalam melakukan pemutakhiran terhadap strategi dan rencana perubahan, pemutakhiran terhdap strategi dan rencana komunikasi untuk perubahan; dan pemutakhiran terhadap strategi dan rencana pelatihan, serta status report, evaluasi dan tindakan perbaikan berdasarkan hasil evaluasi dan feedback yang diterima. c. Kriteria Keberhasilan Dalam mengukur keberhasilan pelaksanaan perubahan telah ditetapkan kriteria keberhasilan dari masing-masing kegiatan yang tertuang dalam tabel berikut: 32

45 Tabel 2. Kriteria Keberhasilan Program Manajemen Perubahan No. Program/ Kegiatan Tahapan Kerja Kriteria Keberhasilan 1 Pembentukan tim manajemen perubahan 2 Perumusan Budaya yang dibutuhkan dan kesenjangannya 3 Penyusunan strategi manajemen perubahan dan strategi komunikasi 4 Sosialisasi dan internalisasi manajemen perubahan dalam rangka reformasi birokrasi Perencanaan Identifikasi target dan sasaran RB Kemdikbud Identifikasi area kerja tim manajemen perubahan Perancangan tugas, fungsi, dan susunan tim manajemen perubahan Pembangunan Penyusunan struktur tim manajemen perubahan Penyusunan tugas-tugas tim manajemen perubahan Pembentukan tim manajemen perubahan Sosialisasi Sosialisasi tim manajemen perubahan Sosialisasi tugas-tugas tim manajemen perubahan terkait RB Kemdikbud Identifikasi budaya kerja saat ini terhadap para pemangku kepentingan Identifikasi budaya kerja masa mendatang Pemetaan (mapping) terhadap para pemangku kepentingan Identifikasi awal resistensi berdasarkan sifat dan pelakunya (lokasi perubahan) Melakukan Pengukuran terhadap Besaran Perubahan Mengukur kesiapan organisasi dalam menghadapi perubahan Merumuskan Strategi Manajemen Perubahan Diketahuinya semua Target dan sasaran RB Kemdikbud Teridentifikasinya area kerja tim manajemen perubahan Tersusunnya rancangan uraian tugas, fungsi dan susunan tim manajemen perubahan Tersusunnya struktur tim manajemen perubahan Tersusunnya uraian tugas tim manajemen perubahan Terbentuknya Tim Kerja Manajemen Perubahan Tim Manajemen Perubahan yang mempunyai komitmen terhadap perubahan Tim manajemen perubahan dapat memahami dan melaksanakan tugasnya Diketahuinya Kondisi budaya kerja saat ini Adanya Model budaya kerja masa mendatang Diketahuinya peran dan kapasitas pemangku kepentingan dalam mempengaruhi keberhasilan jalannya perubahan dan prioritas perubahannya Diketahuinya tingkat resistensi pelaku organisasi terhadap perubahan Diketahuinya seberapa besar upaya yang harus dilakukan oleh tim manajemen perubahan dalam mengelola perubahan Diketahuinya potensi hambatan dan tingkat resiko atas jalannya perubahan Diketahuinya strategi perubahan yang dapat dilaksanakan pada unit kerja tersebut Merumuskan Strategi Komunikasi Diketahuinya strategi komunikasi yang cocok untuk memfasilitasi terjadinya perubahan dalam perilaku. Membuat Strategi Pelatihan Strategi pelatihan yang akan dikembangkan Implementasi Strategi dan Rencana Perubahan Tingkat resistensi rendah 33

46 No. Program/ Kegiatan Tahapan Kerja Kriteria Keberhasilan 5 Penerapan Budaya Kerja sesuai dengan Tata Nilai Kemdikbud Melaksanakan Program Pelatihan TOT Implementasi Rencana Pelatihan dan Workshop Manajemen Perubahan Implementasi Strategi dan Rencana Komunikasi Perubahan Implementasi Workshop dan Program Promosi untuk Manajemen Komunikasi Melakukan Update terhadap strategi dan rencana perubahan Membuat Laporan dan Update tentang Keberhasilan dan Hambatan serta Rekomendasi Perbaikan dan tindakan perbaikan Perencanaan Identifikasi kebutuhan materi sosialisasi tata nilai Kemdikbud untuk pegawai Kemdikbud Penentuan materi, metode, dan rencana sosialisasi tata nilai Kemdikbud Penentuan kebutuhan teknologi untuk sosialisasi tata nilai Kemdikbud Penetuan kualifikasi SDM untuk pelaksanaan sosialisasi tata nilai Kemdikbud Pembangunan Penyusunan kebijakan dan regulasi yang diperlukan untuk sosialisasi tata nilai Kemdikbud Sosialisasi Peningkatan ketrampilan/ kompetensi SDM pelaksanaan sosialisasi tata nilai Kemdikbud (melalui TOT) Sosialisasi tata nilai Kemdikbud kepada seluruh pegawai di lingkungan Kemdikbud secara bertahap (mulai dari pejabat struktural s.d. pegawai) Implementasi Penerapan Budaya Kerja sesuai dengan Tata Nilai Kemdikbud Pengukuran dan Evaluasi Pengukuran dan evaluasi pelaksanaan sosialisasi tata nilai Kemdikbud Agen Perubahan yang dapat menjadi contoh Perubahan dapat diikuti dengan komptensi yang sesuai Terlaksananya strategi dan rencana komunikasi perubahan Meningkatnya pemahaman terhadap perubahan Strategi dan rencana perubahan yang relevan Tersusunnya laporan dan update keberhasilan dan hambatan serta rekomendasi perbaikan dan tindakan perbaikan Tersedianya materi sosialisasi tata nilai Kemdikbud untuk pegawai Kemdikbud Tersedianya materi, metode, dan rencana sosialisasi tata nilai Kemdikbud Tersedianya kebutuhan teknologi untuk sosialisasi tata nilai Kemdikbud Tersedianya kualifikasi SDM untuk pelaksanaan sosialisasi tata nilai Kemdikbud Tersedianya kebijakan dan regulasi yang diperlukan untuk sosialisasi tata nilai Kemdikbud Terciptanya budaya kerja yang kondusif di lingkungan Kemdikbud Terlaksananya sosialisasi tata nilai Kemdikbud kepada seluruh pegawai di lingkungan Kemdikbud Terlaksananya budaya Kerja sesuai dengan Tata Nilai Kemdikbud Tersedianya laporan pengukuran dan evaluasi pelaksanaan sosialisasi tata nilai Kemdikbud 34

47 No. Program/ Kegiatan Tahapan Kerja Kriteria Keberhasilan 6 Penguatan Hasil Perubahan Penyusunan instrumen evaluasi penerapan tata nilai dan sistem penghargaan dan sangsi Evaluasi penerapan tata nilai Kemdikbud Pengukuran dan evaluasi efisiensi internal dan eksternal terkait penerapan tata nilai Kemdikbud Tersedianya instrumen evaluasi penerapan tata nilai dan sistem penghargaan dan sangsi Tersedianya laporan evaluasi penerapan tata nilai Kemdikbud Tersedianya laporan pengukuran dan evaluasi efisiensi internal dan eksternal terkait penerapan tata nilai Kemdikbud Mengukur tingkat kerberhasilan Tersajinya hasil pengukuran tingkat keberhasilan Mengumpulkan dan menganalisis umpan balik Melakukan diagnosa kembali terhadap kesenjangan dan mengelola penolakan Mengimplementasikan tindakan perbaikan dan membuat langkah tindak lanjut Melakukan pemberian penghargaan kepada pegawai yang berhasil mengimplementasikan perubahan dengan baik. terkumpulnya hasil analisis umpan balik Terlaksananya diagnosa kesenjangan Tingkat resistensi semakin rendah serta budaya kerja meningkat Budaya kerja semakin meningkat d. Agenda Prioritas Agenda prioritas dalam manajemen perubahan ialah sebagai berikut. (1) Pembentukan Tim Manajemen Perubahan Kementerian Pendidikan Nasional selesai pada bulan Oktober 2011 sebagai awal dalam pelaksanaan manajemen perubahan; (2) Berkaitan dengan integrasi fungsi kebudayaan ke Kementerian Pendidikan Nasional penyempurnaan Tim Manajemen Perubahan direncanakan selesai pada bulan September (3) Berikutnya adalah melakukan perumusan terhadap Budaya Kerja yang dibutuhkan dalam melaksanakan reformasi birokrasi. Pembentukan Tim Manajemen Perubahan. e. Waktu Pelaksanaan dan Tahapan Kerja Waktu pelaksanaan rencana aksi pada program manajemen perubahan dimulai sejak bulan September 2011 sampai dengan Desember Waktu pelaksanaan setiap kegiatan yang tertuang pada tahapan kegiatan baru untuk direncanakan pada waktu yang disesuaikan dengan kondisi saat akan diterapkankan. Berikut ialah tabel rencana waktu pelaksanaan program manajemen perubahan. 35

48 Tabel 3. Rencana Waktu Pelaksanaan Program Manajemen Perubahan No. Program/ Kegiatan Tahapan Kerja Waktu 1 Pembentukan tim manajemen perubahan Perencanaan a) Identifikasi target dan sasaran RB Kemdikbud b) Identifikasi area kerja tim manajemen perubahan c) Perancangan tugas, fungsi, dan susunan tim manajemen perubahan Oktober 2011 Oktober 2011 Oktober 2011 Pembangunan d) Penyusunan struktur tim manajemen perubahan e) Penyusunan tugas-tugas tim manajemen perubahan f) Pembentukan tim manajemen perubahan Oktober 2011 Oktober 2011 Oktober 2011 Sosialisasi g) Sosialisasi tim manajemen perubahan h) Sosialisasi tugas-tugas tim manajemen perubahan terkait RB Kemdikbud Oktober 2011 Oktober Perumusan Budaya yang dibutuhkan dan kesenjangannya 3 Penyusunan strategi manajemen perubahan dan strategi komunikasi 4 Sosialisasi dan internalisasi manajemen perubahan dalam rangka reformasi birokrasi a) Identifikasi budaya kerja saat ini terhadap para pemangku kepentingan b) Identifikasi budaya kerja masa mendatang a) Pemetaan (mapping) terhadap para pemangku kepentingan b) Identifikasi awal resistensi berdasarkan sifat dan pelakunya (lokasi perubahan) c) Melakukan Pengukuran terhadap Besaran Perubahan d) Mengukur kesiapan organisasi dalam menghadapi perubahan e) Merumuskan Strategi Manajemen Perubahan November-Desember 2011 November-Desember 2011 Januari 2012 Januari 2011 Februari 2012 Februari 2012 Maret 2012 f) Merumuskan Strategi Komunikasi Maret 2012 g) Merumuskan dan mengidentifikaskan struktur yang baru Maret 2012 h) Membuat Strategi Pelatihan Maret 2012 a) Implementasi Rencana Pelatihan dan Workshop Manajemen Perubahan b) Implementasi Strategi dan Rencana Komunikasi Perubahan Maret-Mei 2012 Maret-Mei 2013 Maret-Mei 2014 Maret 2012-Desember

49 No. Program/ Kegiatan Tahapan Kerja Waktu c) Implementasi Workshop dan Program Promosi untuk Manajemen Komunikasi Maret-Mei 2012 Maret-Mei 2013 Maret-Mei Penerapan Budaya Kerja sesuai dengan Tata Nilai Kemdikbud d) Melakukan Update terhadap strategi dan rencana perubahan e) Membuat Laporan dan Update tentang Keberhasilan dan Hambatan serta Rekomendasi Perbaikan dan tindakan perbaikan Perencanaan a) Identifikasi kebutuhan materi sosialisasi tata nilai Kemdikbud untuk pegawai Kemdikbud b) Penentuan materi, metode, dan rencana sosialisasi tata nilai Kemdikbud c) Penentuan kebutuhan teknologi untuk sosialisasi tata nilai Kemdikbud d) Penetuan kualifikasi SDM untuk pelaksanaan sosialisasi tata nilai Kemdikbud Pembangunan Penyusunan kebijakan dan regulasi yang diperlukan untuk sosialisasi tata nilai Kemdikbud Sosialisasi a) Peningkatan ketrampilan/ kompetensi SDM pelaksanaan sosialisasi tata nilai Kemdikbud (melalui TOT) b) Sosialisasi tata nilai Kemdikbud kepada seluruh pegawai di lingkungan Kemdikbud secara bertahap Implementasi Penerapan Budaya Kerja sesuai dengan Tata Nilai Kemdikbud Pengukuran dan Evaluasi a) Pengukuran dan evaluasi pelaksanaan sosialisasi tata nilai Kemdikbud b) Penyusunan instrumen evaluasi penerapan tata nilai dan sistem penghargaan dan sangsi c) Evaluasi penerapan tata nilai Kemdikbud d) Pengukuran dan evaluasi efisiensi internal dan eksternal terkait penerapan tata nilai Kemdikbud September 2012 September 2013 September 2014 Juni & Desember 2012 Juni & Desember 2013 Juni & Desember 2014 Januari 2012 Januari 2012 Februari 2012 Februari-Maret 2012 Maret-April 2012 April-Mei 2012 Mei-September 2012 Juni-Desember 2012 Oktober 2012 November 2012 Desember 2012 Desember

50 No. Program/ Kegiatan Tahapan Kerja Waktu 5 Penguatan Hasil Perubahan a) Mengukur tingkat kerberhasilan Juni & Desember 2012 Juni & Desember 2013 Juni & Desember 2014 b) Mengumpulkan dan menganalisis umpan balik Juni & Desember 2012 Juni & Desember 2013 Juni & Desember 2014 c) Melakukan diagnosa kembali terhadap kesenjangan dan mengelola penolakan Juni & Desember 2012 Juni & Desember 2013 Juni & Desember 2014 d) Mengimplementasikan tindakan perbaikan dan membuat langkah tindak lanjut Juni & Desember 2012 Juni & Desember 2013 Juni 2014 e) Melakukan pemberian penghargaan kepada pegawai yang berhasil mengimplementasikan perubahan dengan baik. Agustus 2012 Agustus 2013 Agustus 2014 f. Penanggungjawab Gambar 1. Penanggung Jawab Program Manajemen Perubahan 38

51 Tabel 4. Penanggung Jawab Program Manajemen Perubahan Posisi Sponsor Program Penasihat Menteri Sekretaris Jenderal Manajer Program 1. Direktur Jenderal PAUDNI 2. Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Jabatan Struktural 3. Direktur Jenderal Pendidikan Menengah 4. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi 5. Direktur Jenderal Kebudyaaan 6. Inspektur Jenderal 7. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Manajer Pelaksana 1. Kepala Biro Umum 8. Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa 9. Kepala Badan Pengembangan SDM Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan 2. Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri 3. Kepala Biro Keuangan 4. Kepala Biro Kepegawaian 5. Kepala Biro Hukum dan Organisasi 6. Kepala Pusat Teknologi Komunikasi dan Informasi 7. Kepala Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat 8. Kepala Pusat Data dan Statistik Pendidikan 9. Kepala Pusat Arkeologi Nasional 10. Sekretaris Direktorat Jenderal PAUDNI 11. Direktur Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini 12. Direktur Pembinaan Kursus dan Pelatihan 13. Direktur Pembinaan Pendidikan Masyarakat 14. Direktur Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal. 15. Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar 16. Direktur Pembinaan Sekolah Dasar 17. Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Pertama 18. Direktur Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Dikdas 19. Direktur Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dikdas 20. Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah 21. Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Atas 22. Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan 23. Direktur Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Pendidikan Menengah 24. Direktur Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah. 25. Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi 26. Direktur Kelembagaan dan Kerja Sama 27. Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan 28. Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan 39

52 Posisi Jabatan Struktural 29. Direktur Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat. 30. Sekretariat Direktorat Jenderal Kebudayaan 31. Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Direktorat Jenderal Kebudayaan 32. Direktorat Pembinaan Kesenian dan Perfilman Direktorat Jenderal Kebudayaan 33. Direktorat Pembinaan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Tradisi Direktorat Jenderal Kebudayaan 34. Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya Direktorat Jenderal Kebudayaan 35. Direktorat Internalisasi Nilai dan Diplomasi Budaya Direktorat Jenderal Kebudayaan 36. Sekretaris Inspektorat Jenderal 37. Inspektur I 38. Inspektur II 39. Inspektur III 40. Inspektur IV 41. Inspektur Investigasi 42. Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan 43. Kepala Pusat Penelitian Kebijakan 44. Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan 45. Kepala Pusat Penilaian Pendidikan 46. Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebudayaan 47. Sekretaris Badan Pengembangan dan Peminaan Bahasa 48. Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan 49. Kepala Pusat Pembinaan dan Pemasyarakatan. 50. Sekretaris Badan Pengembangan SDM Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan 51. Kepala Pusat Pengembangan Profesi Pendidik 52. Kepala Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan 53. Kepala Pusat Penjaminan Mutu Pendidikan. 54. Kepala LPMP Nanggroe Aceh Darussalam 55. Kepala LPMP Sumatera Utara 56. Kepala LPMP Sumatera Barat 57. Kepala LPMP Riau 58. Kepala LPMP Jambi 59. Kepala LPMP Sumatera Selatan 60. Kepala LPMP Bengkulu 61. Kepala LPMP Lampung 62. Kepala LPMP Bangka Belitung 63. Kepala LPMP Banten 64. Kepala LPMP DKI Jakarta 65. Kepala LPMP Jawa Barat 66. Kepala LPMP Jawa Tengah 67. Kepala LPMP DI. Yogyakarta 40

53 Posisi Jabatan Struktural 68. Kepala LPMP Jawa Timur 69. Kepala LPMP Kalimantan Barat 70. Kepala LPMP Kalimantan Tengah 71. Kepala LPMP Kalimantan Selatan 72. Kepala LPMP Kalimantan Timur 73. Kepala LPMP Sulawesi Tengah 74. Kepala LPMP Gorontalo 75. Kepala LPMP Sulawesi Selatan 76. Kepala LPMP Sulawesi Tenggara 77. Kepala LPMP Bali 78. Kepala LPMP Nusa Tenggara Barat 79. Kepala LPMP Nusa Tenggara Timur 80. Kepala LPMP Maluku 81. Kepala LPMP Papua 82. Kepala LPMP Maluku Utara 83. Kepala Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LP2KS) 84. Kepala P4TK Bidang Bangunan dan Listrik Medan 85. Kepala P4TK Bidang Mesin dan Teknik Industri Bandung 86. Kepala P4TK Bidang Otomotif dan Elektronika Malang 87. Kepala P4TK Bahasa Jakarta 88. Kepala P4TK Bisnis dan Pariwisata Sawangan 89. Kepala P4TK Penjas dan Bimbingan Konseling Parung 90. Kepala P4TK IPA Bandung 91. Kepala P4TK TK dan PLB Bandung 92. Kepala P4TK Matematika Yogyakarta 93. Kepala P4TK Seni dan Budaya Yogyakarta 94. Kepala P4TK PKN dan IPS Malang 95. Kepala P4TK Pertanian Cianjur 96. Kepala P2PNFI Regional I Bandung 97. Kepala P2PNFI Regional II Semarang 98. Kepala BPPNFI Regional I Medan 99. Kepala BPPNFI Regional IV Surabaya 100. Kepala BPPNFI Regional V Makassar 101. Kepala BPPNFI Regional VI Banjarbaru 102. Kepala BPPNFI Regional VII Mataram 103. Kepala BPPNFI Regional VIII Jayapura 104. Kepala Balai Bahasa Yogyakarta 105. Kepala Balai Bahasa Ujung Pandang 106. Kepala Balai Bahasa Denpasar 107. Kepala Balai Bahasa Padang 108. Kepala Balai Bahasa Banjarmasin 41

54 Posisi Jabatan Struktural 109. Kepala Balai Bahasa Jayapura 110. Kepala Balai Bahasa Surabaya 111. Kepala Balai Bahasa Bandung 112. Kepala Balai Bahasa Semarang 113. Kepala Balai Bahasa Medan 114. Kepala Balai Bahasa Pekanbaru 115. Kepala Balai Bahasa Banda Aceh 116. Kepala Balai Bahasa Palembang 117. Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Barat 118. Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah 119. Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah 120. Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Timur 121. Kepala Kantor Bahasa Provinsi Suawesi Utara 122. Kepala Kantor Bahasa Provinsi Lampung 123. Kepala Kantor Bahasa Provins Jambi 124. Kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat 125. Kepala Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara 126. Kepala Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung 127. Kepala Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu 128. Kepala Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Riau 129. Kepala Kantor Bahasa Provinsi Banten 130. Kepala Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo 131. Kepala Kantor Bahasa Provinsi Maluku Utara 132. Kepala Kantor Bahasa Provinsi Maluku 133. Kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Timur 134. Kepala P2PNFI Regional I Bandung 135. Kepala P2PNFI Regional II Semarang 136. Kepala BPPNFI Regional I Medan 137. Kepala BPPNFI Regional IV Surabaya 138. Kepala BPPNFI Regional V Makassar 139. Kepala BPPNFI Regional VI Banjarbaru 140. Kepala BPPNFI Regional VII Mataram 141. Kepala BPPNFI Regional VIII Jayapura 142. Kepala Balai Pengembangan Media Televisi Surabaya 143. Kepala Balai Pengembangan Media Radio Yogyakarta 144. Kepala Balai Pengembangan Multimedia Semarang 145. Kepala Balai Pengembangan Layanan Pendidikan Tinggi Semarang 146. Koordinator Kopertis Wilayah I Medan 147. Koordinator Kopertis Wilayah II Palembang 148. Koordinator Kopertis Wilayah III DKI Jakarta 149. Koordinator Kopertis Wilayah IV Bandung 42

55 Posisi Jabatan Struktural 150. Koordinator Kopertis Wilayah V Yogyakarta 151. Koordinator Kopertis Wilayah VI Semarang 152. Koordinator Kopertis Wilayah VII Surabaya 153. Koordinator Kopertis Wilayah VIII Denpasar 154. Koordinator Kopertis Wilayah IX Makassar 155. Koordinator Kopertis Wilayah X Padang 156. Koordinator Kopertis Wilayah XI Banjarmasin 157. Koordinator Kopertis Wilayah XII Ambon Manajer Desain 1. Kepala Bagian Perencanaan dan Penganggaran Biro Umum 2. Kepala Bagian Perencanaan Program dan Anggaran Biro PKLN 3. Kepala Bagian Pembinaan Akuntabilitas Kinerja Biro Keuangan 4. Kepala Bagian Perencanaan dan Pengadaan Biro Kepegawaian 5. Kepala Bagian Ketatalaksanaan Biro Hukum dan Organisasi 6. Kepala Bagian Perencanaan dan Penganggaran Setditjen PAUDNI 7. Kepala Bagian Perencanaan dan Penganggaran Setditjen Dikdas 8. Kepala Bagian Perencanaan dan Penganggaran Setditjen Dikmen 9. Kepala Bagian Perencanaan dan Penganggaran Setditjen Dikti 10. Kepala Bagian Perencanaan dan Penganggaran Sesditjen Kebudayaan 11. Kepala Bagian Perencanaan dan Penganggaran Sekretariat Inspektorat Jenderal 12. Kepala Bagian Perencanaan dan Penganggaran Sekretariat Balitbang Manajer Perubahan 1. Kepala Bagian Barang Milik Negara Biro Umum 2. Kepala Bagian Rumah Tangga dan Kepegawaian Biro Umum. 3. Kepala Bagian Kerja Sama Luar Negeri Biro PKLN 4. Kepala Bagian Fasilitasi Internasional Biro PKLN 5. Kepala Bagian Perbendaharaan Biro Keuangan 6. Kepala Bagian Pembiayaan Biro Keuangan 7. Kepala Bagian Mutasi Dosen Biro Kepegawaian 8. Kepala Bagian Mutasi Jabatan dan Tenaga Fungsional Non Dosen Biro Kepegawaian 9. Kepala Bagian Peraturan Perundang-undangan Biro Hukum dan Organisasi 10. Kepala Bagian Kelembagaan Biro Hukum dan Organisasi 11. Kepala Bagian Hukum dan Kepegawaian Setditjen PAUDNI 12. Kepala Subdirektorat Program dan Evaluasi Direktorat PAUD 13. Kepala Subdirektorat Pembelajaran dan Peserta Didik Direktorat PAUD 14. Kepala Subdirektorat Sarana dan Prasarana Direktorat PAUD 15. Kepala Subdirektorat Kelembagaan dan Kemitraan Direktorat PAUD 16. Kepala Subdirektorat Program dan Evaluasi Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan 17. Kepala Subdirektorat Pembelajaran dan Peserta Didik Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan 18. Kepala Subdirektorat Sarana dan Prasarana Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan 43

56 Posisi Jabatan Struktural 19. Kepala Subdirektorat Kelembagaan dan Kemitraan Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan 20. Kepala Subdirektorat Program dan Evaluasi Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat 21. Kepala Subdirektorat Pembelajaran dan Peserta Didik Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat 22. Kepala Subdirektorat Sarana dan Prasarana Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat 23. Kepala Subdirektorat Kelembagaan dan Kemitraan Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat 24. Kepala Subdirektorat Program dan Evaluasi Direktorat Pembinaan PTK PAUDNI 25. Kepala Subdirektorat PTK dan PAUD Direktorat Pembinaan PTK PAUDNI 26. Kepala Subdirektorat PTK Kursus dan Pelatihan Direktorat Pembinaan PTK PAUDNI 27. Kepala Subdirektorat PTK Pendidikan Masyarakat Direktorat Pembinaan PTK PAUDNI 28. Kepala Bagian Hukum dan Kepegawaian Setditjen Dikdas 29. Kepala Subdirektorat Program dan Evaluasi Direktorat Pembinaan SD 30. Kepala Subdirektorat Pembelajaran Direktorat Pembinaan SD 31. Kepala Subdirektorat Sarana dan Prasarana Direktorat Pembinaan SD 32. Kepala Subdirektorat Kelembagaan dan Peserta Didik Direktorat Pembinaan SD 33. Kepala Subdirektorat Program dan Evaluasi Direktorat Pembinaan SMP 34. Kepala Subdirektorat Pembelajaran Direktorat Pembinaan SMP 35. Kepala Subdirektorat Sarana dan Prasarana Direktorat Pembinaan SMP 36. Kepala Subdirektorat Kelembagaan dan Peserta Didik Direktorat Pembinaan SMP 37. Kepala Subdirektorat Program dan Evaluasi Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Pendidikan Dasar 38. Kepala Subdirektorat Pembelajaran Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Pendidikan Dasar 39. Kepala Subdirektorat Sarana dan Prasarana Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Pendidikan Dasar 40. Kepala Subdirektorat Kelembagaan dan Peserta Didik Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Pendidikan Dasar 41. Kepala Subdirektorat Program dan Evaluasi Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar 42. Kepala Subdirektorat Pendidik dan Tenaga Kependidikan Sekolah Dasar Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar 43. Kepala Subdirektorat Pendidik dan Tenaga Kependidikan Sekolah Menengah Pertama 44. Kepala Subdirektorat Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar 45. Kepala Bagian Hukum dan Kepegawaian Setditjen Dikmen 46. Kepala Subdirektorat Program dan Evaluasi Direktorat Pembinaan SMA 47. Kepala Subdirektorat Pembelajaran Direktorat Pembinaan SMA 48. Kepala Subdirektorat Sarana dan Prasarana Direktorat Pembinaan SMA 49. Kepala Subdirektorat Kelembagaan dan Peserta Didik Direktorat Pembinaan SMA 44

57 Posisi Jabatan Struktural 50. Kepala Subdirektorat Program dan Evaluasi Direktorat Pembinaan SMK 51. Kepala Subdirektorat Pembelajaran Direktorat Pembinaan SMK 52. Kepala Subdirektorat Sarana dan Prasarana Direktorat Pembinaan SMK 53. Kepala Subdirektorat Kelembagaan dan Peserta Didik Direktorat Pembinaan SMK 54. Kepala Subdirektorat Program dan Evaluasi Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Pendidikan Menengah 55. Kepala Subdirektorat Pembelajaran Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Pendidikan Menengah 56. Kepala Subdirektorat Sarana dan Prasarana Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Pendidikan Menengah 57. Kepala Subdirektorat Kelembagaan dan Peserta Didik Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Pendidikan Menengah 58. Kepala Subdirektorat Program dan Evaluasi Direktorat Pembinaan PTK Dikmen 59. Kepala Subdirektorat Pendidik dan Tenaga Kependidikan Sekolah Menengah Atas Direktorat Pembinaan PTK Dikmen 60. Kepala Subdirektorat Pendidik dan Tenaga Kependidikan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Pembinaan PTK Dikmen 61. Kepala Subdirektorat Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Direktorat Pembinaan PTK Dikmen 62. Kepala Bagian Hukum dan Kepegawaian Setditjen Dikti 63. Kepala Subdirektorat Program dan Evaluasi Direktorat Kelembagaan dan Kerja Sama Dikti 64. Kepala Subdirektorat Pengembangan Kelembagaan Direktorat Kelembagaan dan Kerja Sama Dikti 65. Kepala Subdirektorat Pemberdayaan Kelembagaan Direktorat Kelembagaan dan Kerja Sama Dikti 66. Kepala Subdirektorat Kerja Sama Antar Lembaga Direktorat Kelembagaan dan Kerja Sama Dikti 67. Kepala Subdirektorat Program dan Evaluasi Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Dikti 68. Kepala Subdirektorat Penyelarasan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Dikti 69. Kepala Subdirektorat Pembelajaran Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Dikti 70. Kepala Subdirektorat Kemahasiswaan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Dikti 71. Kepala Subdirektorat Program dan Evaluasi Direktorat Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dikti 72. Kepala Subdirektorat Perencanaan Pengadaan Direktorat Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dikti 73. Kepala Subdirektorat Karir Direktorat Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dikti 74. Kepala Subdirektorat Kualifikasi Direktorat Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dikti 75. Kepala Subdirektorat Program dan Evaluasi Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Dikti 76. Kepala Subdirektorat Penelitian Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Dikti 77. Kepala Subdirektorat Kreativitas dan Pengabdian Kepada Masyarakat Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Dikti 45

58 Posisi Jabatan Struktural 78. Kepala Subdirektorat Hak Kekayaan Intelektual dan Publikasi Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Dikti 79. Kepala Bagian Hukum dan Kepegawaian Sesditjen Kebudayaan 80. Kepala Subdirektorat Registrasi Nasional Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman 81. Kepala Subdirektorat Pelindungan Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman 82. Kepala Subdirektorat Pengembangan dan Pemanfaatan Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman 83. Kepala Subdirektorat Eksplorasi dan Dokumentasi Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman 84. Kepala Subdirektorat Pembinaan Seni Pertunjukan Direktorat Pembinaan Kesenian dan Perfilman 85. Kepala Subdirektorat Pembinaan Seni Rupa Direktorat Pembinaan Kesenian dan Perfilman 86. Kepala Subdirektorat Literasi dan Apresiasi Film Direktorat Pembinaan Kesenian dan Perfilman 87. Kepala Subdirektorat Dokumentasi dan Publikasi Direktorat Pembinaan Kesenian dan Perfilman 88. Kepala Subdirektorat Kelembagaan Kepercayaan Direktorat Pembinaan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Tradisi 89. Kepala Subdirektorat Komunitas Kepercayaan Direktorat Pembinaan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Tradisi 90. Kepala Subdirektorat Pengetahuan dan Ekspresi Budaya Tradisional Direktorat Pembinaan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Tradisi 91. Kepala Subdirektorat Lingkungan Budaya dan Pranata Sosial Direktorat Pembinaan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Tradisi 92. Kepala Subdirektorat Sejarah Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya 93. Kepala Subdirektorat Pemetaan Nilai Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya 94. Kepala Subdirektorat Verifikasi dan Perumusan Nilai Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya 95. Kepala Subdirektorat Dokumentasi dan Publikasi Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya 96. Kepala Subdirektorat Internalisasi Nilai Budaya Direktorat Internalisasi Nilai dan Diplomasi Budaya 97. Kepala Subdirektorat Kekayaan Budaya Direktorat Internalisasi Nilai dan Diplomasi Budaya 98. Kepala Subdirektorat Warisan Budaya Nasional dan Dunia Direktorat Internalisasi Nilai dan Diplomasi Budaya 99. Kepala Subdirektorat Diplomasi Budaya Direktorat Internalisasi Nilai dan Diplomasi Budaya 100. Kepala Bagian Pengolahan Laporan Pengawasan Sekretariat Inspektorat Jenderal 101. Kepala Bagian Hukum dan Kepegawaian Sekretariat Balitbang 102. Kepala Bidang Pembinaan dan Jaringan Penelitian Pusat Penelitian Kebijakan 103. Kepala Bidang Penelitian Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar, Nonformal, dan Informal Pusat Penelitian Kebijakan 104. Kepala Bidang Penelitian Pendidikan Menengah dan Tinggi Pusat Penelitian Kebijakan 46

59 Posisi Jabatan Struktural 105. Kepala Bidang Kurikulum dan Perbukuan Pendidikan Dasar Pusat Kurikulum dan Perbukuan 106. Kepala Bidang Kurikulum dan Perbukuan Pendidikan Menengah Pusat Kurikulum dan Perbukuan 107. Kepala Bidang Kurikulum dan Perbukuan Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal Pusat Kurikulum dan Perbukuan 108. Kepala Bidang Penilaian Akademik Pusat Penilaian Pendidikan 109. Kepala Bidang Penilaian Non-Akademik Pusat Penilaian Pendidikan 110. Kepala Bidang Analisis dan Sistem Informasi Penilaian Pusat Penilaian Pendidikan 111. Kepala Bidang Dokumentasi dan Publikasi Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebudayaan 112. Kepala Bagian Perencanaan dan Penganggaran Sekretariat Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa 113. Kepala Bagian Hukum dan Kepegawaian Sekretariat Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa 114. Kepala Bidang Pengkajian Pusat Pengembangan dan Pelindungan 115. Kepala Bidang Pembakuan dan Pelindungan Pusat Pengembangan dan Pelindungan 116. Kepala Bidang Informasi dan Publikasi Pusat Pengembangan dan Pelindungan 117. Kepala Bidang Pemasyarakatan Pusat Pembinaan dan Pemasyarakatan 118. Kepala Bidang Pembelajaran Pusat Pembinaan dan Pemasyarakatan 119. Kepala Bidang Peningkatan dan Pengendalian Pusat Pembinaan dan Pemasyarakatan 120. Kepala Bagian Perencanaan dan Penganggaran Sekretariat Badan Pengembangan SDM dan PMP 121. Kepala Bagian Hukum dan Kepegawaian Sekretariat Badan Pengembangan SDM dan PMP 122. Kepala Bidang Pengembangan Profesi Pendidik Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal Pusat Pengembangan Profesi Pendidik 123. Kepala Bidang Pengembangan Profesi Pendidik Pendidikan Dasar Pusat Pengembangan Profesi Pendidik 124. Kepala Bidang Pengembangan Profesi Pendidik Pendidikan Menengah Pusat Pengembangan Profesi Pendidik 125. Kepala Bidang Pengembangan Tenaga Teknis dan Fungsional Non-Pendidik Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan 126. Kepala Bidang Pengembangan Tenaga Pimpinan Pegawai Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan 127. Kepala Bidang Penjaminan Mutu Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal Pusat Penjaminan Mutu Pendidikan 128. Kepala Bidang Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar Pusat Penjaminan Mutu Pendidikan 129. Kepala Bidang Penjaminan Mutu Pendidikan Menengah dan Pendidikan Tinggi Pusat Penjaminan Mutu Pendidikan 130. Kepala Bidang Pengembangan Teknologi Pembelajaran Berbasis Radio, Televisi, dan Film Pustekkom Pendidikan 131. Kepala Bidang Pengembangan Teknologi Pembelajaran Berbasis Multimedia dan Web Pustekkom Pendidikan 132. Kepala Bidang Pengembangan Jejaring Pustekkom Pendidikan 133. Kepala Bidang Informasi Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat 47

60 Posisi Jabatan Struktural 134. Kepala Bidang Pengembangan Kemitraan Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat 135. Kepala Bidang Pencitraan Publik Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat 136. Kepala Bidang Data Peserta Didik, Pendidik, dan Tenaga Kependidikan Pusat Data dan Statistik Pendidikan 137. Kepala Bidang Data Satuan Pendidikan dan Proses Pembelajaran Pusat Data dan Statistik Pendidikan 138. Kepala Bidang Pendayagunaan dan Pelayanan Data dan Statistik Pusat Data dan Statistik Pendidikan 139. Kepala Bidang Program dan Kerja Sama Pusat Arkeologi Nasional 140. Kepala Bidang Data dan Informasi Pusat Arkeologi Nasional Manajer Penjamin Mutu 1. Kepala Bagian Tata Usaha dan Protokol Biro Umum 2. Kepala Bagian Kebijakan dan Evaluasi Program Biro PKLN 3. Kepala Bagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Biro Keuangan 4. Kepala Bagian Pengembangan, Disiplin, dan Pensiun Biro Kepegawaian 5. Kepala Bagian Bantuan Hukum Biro Hukum dan Organisasi 6. Kepala Bagian Keuangan Setditjen PAUDNI 7. Kepala Bagian Umum Setditjen PAUDNI 8. Kepala Bagian Keuangan Setditjen Dikdas 9. Kepala Bagian Umum Setditjen Dikdas 10. Kepala Bagian Keuangan Setditjen Dikmen 11. Kepala Bagian Umum Setditjen Dikmen 12. Kepala Bagian Informasi dan Pelaporan Setditjen Dikti 13. Kepala Bagian Umum Setditjen Dikti 14. Kepala Bagian Hukum dan Kepegawaian Sekretariat Inspektorat Jenderal 15. Kepala Bagian Keuangan Sesditjen Kebudayaan 16. Kepala Bagian Umum Sesditjen Kebudayaan 17. Kepala Subdirektorat Program dan Evaluasi Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman 18. Kepala Subdirektorat Program dan Evaluasi Direktorat Pembinaan Kesenian dan Perfilman 19. Kepala Subdirektorat Program dan Evaluasi Direktorat Pembinaan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Tradisi 20. Kepala Subdirektorat Program dan Evaluasi Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya 21. Kepala Subdirektorat Program dan Evaluasi Direktorat Internalisasi Nilai dan Diplomasi Budaya 22. Kepala Bagian Umum Sekretariat Inspektorat Jenderal 23. Kepala Bagian Keuangan Sekretariat Balitbang 24. Kepala Bagian Umum Sekretariat Balitbang 25. Kepala Bagian Tata Usaha Pusat Kurikulum dan Perbukuan 26. Kepala Bagian Tata Usaha Pusat Penilaian Pendidikan 27. Kepala Bidang Program dan Kerja Sama Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebudayaan 28. Kepala Bagian Keuangan Sekretariat Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa 48

61 Posisi Jabatan Struktural 29. Kepala Bagian Umum Sekretariat Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa 30. Kepala Bagian Keuangan Sekretariat Badan Pengembangan SDM dan PMP 31. Kepala Bagian Umum Sekretariat Badan Pengembangan SDM dan PMP 32. Kepala Bagian Tata Usaha Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan 33. Kepala Bagian Tata Usaha Pustekkom Pendidikan 34. Kepala Bagian Tata Usaha Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat 35. Kepala Bagian Tata Usaha Pusat Data dan Statistik Pendidikan 36. Kepala Bagian Tata Usaha Pusat Arkeologi Nasional Tabel 5. Rincian Anggaran Program Manajemen Perubahan POSISI JUMLAH Program Sponsor 1 Advisor 1 Program Manager 9 Project Manager 157 Design Manager 12 Change Manager 140 Quality Assurance Manager 36 TOTAL 356 g. Rencana Anggaran Anggaran kegiatan manajemen perubahan tahun ini bersumber dari alokasi anggaran dari masing-masing unit utama dan untuk koordinasi manajemen perubahan di tingkat Kementerian mulai tahun 2012 s.d. 2014, diperlukan dana khusus sebesar Rp ,- (lima milyar enam ratus tujuh juta lima ratus ribu rupiah). Tabel 5. Rincian Anggaran Program Manajemen Perubahan No Kegiatan Anggaran (Rp) 1 Pembentukan tim manajemen perubahan Penyusunan strategi manajemen perubahan dan strategi komunikasi Sosialisasi dan internalisasi manajemen perubahan dalam rangka reformasi birokrasi Penerapan Budaya Kerja sesuai dengan Tata Nilai Kemdikbud Penguatan Hasil Perubahan

62 B. PENATAAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Dengan adanya perubahan paradigma dan perkembangan dunia pendidikan yang mengakibatkan adanya permasalahan dalam bidang pendidikan terutama dalam hal kebijakan di bidang pendidikan sehingga menuntut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk melakukan perubahan peraturan perundang-undangan bidang pendidikan maupun yang berkaitan dengan pendidikan. Perubahan peraturan perundang-undangan bidang pendidikan dan kebudayaan dilakukan karena adanya permasalahan dalam peraturan perundang-undangan yang harus diselesaikan, antara lain: Adanya sejumlah peraturan perundang-undangan bidang pendidikan yang secara hirarkis belum harmonis dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi, contoh: masih banyak terdapat Peraturan Menteri yang merupakan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional belum diubah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional; Belum lengkapnya peta peraturan perundang-undangan yang dibutuhkan untuk memenuhi amanat Undang-Undang atau Peraturan Pemerintah bidang pendidikan dan kebudayaan yang sudah ada; Adanya peraturan perundang-undangan yang secara substansi tidak sesuai lagi dengan perkembangan pendidikan, contoh: Keputusan Bersama Menteri Luar Negeri dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 191/81/01 dan Nomor 051/U/1981 tentang Pedoman Penyelenggaraan Sekolah Indonesia Di Luar Negeri yang belum disesuaikan dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional; Implementasi peraturan perundang-undangan tidak sesuai dengan yang diharapkan, contoh: belum semua daerah melaksanakan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 28 Tahun 2010 tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah/ Madrasah; Belum adanya peraturan perundang-undangan mengenai perguruan tinggi setelah Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2009 tentang Badan Hukum Pendidikan dinyatakan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat oleh putusan Mahkamah Konstitusi Nomor /PUU-VII/2009 tanggal 31 Maret 2009, khususnya mengenai tata kelola perguruan tinggi; Perlunya penataan kewenangan pendidikan akibat adanya otonomi daerah, contoh: berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan, penyelenggaraan sekolah luar biasa merupakan tanggung jawab Provinsi, sedangkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota tidak ditentukan secara jelas sekolah luar biasa menjadi kewenangan Provinsi; Belum adanya aturan maupun kebijakan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengenai beberapa hal yang menjadi sorotan masyarakat, seperti penyelenggaraan SBI dan RSBI, pendirian sekolah, sekolah yang berafiliasi dengan 50

63 lembaga pendidikan asing, dan pendanaan pendidikan yang tidak memberatkan orang tua; dan Perlunya penataan dan penyelarasan tata cara penulisan peraturan perundangundangan yang terkait dengan penyelenggaraan pendidikan dan kebudayaan, termasuk di dalamnya persyaratan dan tata cara perizinan, contoh: perlu penyelarasan antara rancangan Permendikbud tentang: - pendirian satuan pendidikan anak usia dini; - pendirian sekolah; - penyelenggaraan sekolah bertaraf internasional; dan - penyelenggaraan pendidikan jarak jauh. Perlunya penyusunan Peraturan Pemerintah tentang Pendaftaran Cagar Budaya, Museum, dan Pelestarian Cagar Budaya sesuai amanat Undang-undang nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Perlunya penyusunan Peraturan Pemerintah tentang Perfilman sesuai amanat Undang-undang nomor 33 Tahun 2009 tentang Perfilman. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melakukan beberapa strategi sebagai berikut: Melakukan pemetaan peraturan perundang-undangan bidang pendidikan dan kebudayaan yang mengacu kepada peraturan perundang-undangan (sesuai dengan jenis dan hirarki peraturan perundang-undangan); Melakukan riset mengenai kebutuhan peraturan perundang-undangan di bidang pendidikan dan kebudayaan pada pemangku kepentingan; Melakukan koordinasi dengan instansi/unit kerja terkait dan seluruh pemangku kepentingan dalam penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan; dan Mengakomodasi kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan a. Capaian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah melakukan berbagai program/ kegiatan yaitu: 1) Penyusunan peraturan perundang-undangan bidang pendidikan sebagai implementasi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional serta Peraturan Pemerintah bidang pendidikan. Adapun manfaat yang diperoleh dari kegiatan ini adalah tersedia peraturan perundang-undangan bidang pendidikan sebagai pijakan dalam pelaksanaan sistem pendidikan nasional; 2) Penyusunan peraturan perundang-undangan bidang kebudayaan sebagai implementasi Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2009 tentang Perfilman dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Adapun manfaat yang diperoleh dari kegiatan ini adalah tersedia peraturan perundang-undangan bidang kebudayaan sebagai pijakan dalam penyelenggaraan fungsi kebudayaan; 3) Harmonisasi penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan bidang 51

64 pendidikan dan kebudayaan. Manfaat yang didapatkan dari kegiatan ini adalah terciptanya peraturan perundang-undangan yang baik melalui keselarasan antara maksud, tujuan dan kepentingan pemerintah dengan masyarakat; 4) Uji publik rancangan peraturan perundang-undangan bidang pendidikan dan kebudayaan. Kegiatan ini memiliki manfaat berupa mendapatkan masukan dalam perancangan peraturan perundang-undangan agar sesuai dengan yang dibutuhkan oleh pemangku kepentingan; 5) Penetapan peraturan perundang-undangan bidang pendidikan dan kebudayaan. Manfaat dari kegiatan ini adalah menciptakan pelaksanaan kegiatan pendidikan yang taat hukum dan taat aturan; 6) Monitoring dan evaluasi peraturan perundang-undangan bidang pendidikan dan kebudayaan. Manfaat dari kegiatan ini ialah mengetahui proses dan hasil terhadap pelaksanaan peraturan perundang-undangan bidang pendidikan dan kebudayaan, sebagai alat untuk mengukur tingkat keberhasilan dan kegagalan, sebagai perencanaan dalam merancang peraturan perundang-undangan bidang pendidikan dan kebudayaan yang lebih baik di masa mendatang, sebagai pengendali peraturan perundang-undangan bidang pendidikan dan kebudayaan; 7) Pemberian layanan informasi peraturan perundang-undangan berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Adapun manfaat yang diperoleh ialah memudahkan pemangku kepentingan untuk memperoleh layanan informasi peraturan perundangundangan secara lebih cepat, tepat, dan akurat; 8) Penerbitan buku himpunan peraturan perundang-undangan bidang pendidikan dan kebudayaan (Undang-undang dan Peraturan Pemerintah). Manfaat yang diperoleh ialah memudahkan pemangku kepentingan dalam memperoleh berbagai peraturan perundang-undangan bidang pendidikan dan kebudayaan dan sebagai bentuk dokumentasi; 9) Penerbitan dalam bentuk buku beberapa Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Manfaat yang diperoleh dari kegiatan ini adalah mempermudah sosialisasi peraturan perundang-undangan, khususnya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan kepada pemangku kepentingan. Program/kegiatan tersebut menghasilkan peraturan perundang-undangan bidang pendidikan dan kebudayaan yang harmonis. Untuk mencapai program/kegiatan tersebut dibutuhkan waktu sesuai dengan kebutuhan, sehingga peraturan perundang-undangan yang telah disusun dapat memberikan manfaat berupa pemberian layanan bagi para pemangku kepentingan. b. Rencana Kegiatan reformasi birokrasi yang sedang dilakukan Koordinator Program Penataan Peraturan Perundang-undangan ialah sebagai berikut. 1) Pengkajian peraturan perundang-undangan bidang pendidikan dan kebudayaan yang telah ada; 2) Koordinasi dengan unit kerja terkait dalam rangka penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan bidang pendidikan dan kebudayaan; dan 52

65 3) Penyusunan peraturan perundang-undangan bidang pendidikan dan kebudayaan sebagai pelaksanaan dari peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi; Program/kegiatan reformasi birokrasi yang sedang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan: 1) Mengkaji peraturan perundang-undangan bidang pendidikan dan kebudayaan yang telah ada; 2) Melakukan rapat koordinasi dengan unit kerja terkait dalam rangka penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan bidang pendidikan dan kebudayaan; 3) Menyusun peraturan perundang-undangan bidang pendidikan dan kebudayaan sebagai pelaksanaan dari sebagai pelaksanaan dari peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi; 4) Harmonisasi penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan bidang pendidikan dan kebudayaan; 5) Uji publik rancangan peraturan perundang-undangan bidang pendidikan dan kebudayaan; dan 6) Monitoring dan evaluasi peraturan perundang-undangan bidang pendidikan dan kebudayaan. c. Kriteria Keberhasilan Kriteria keberhasilan dari program/kegiatan penataan berbagai peraturan perundangundangan yang dikeluarkan/diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan: 1) Daftar peraturan perundang-undangan yang telah ditetapkan; 2) Peta peraturan perundang-undangan yang tidak harmonis atau tidak sinkron; 3) Peta peraturan perundang-undangan yang mungkin dibutuhkan oleh para pemangku kepentingan; 4) Peta peraturan perundang-undangan yang perlu direview kembali; 5) Rancangan peraturan perundang-undangan (RUU, RPP, Rancangan Permendikbud); 6) Kesesuaian rancangan peraturan perundang-undangan dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi atau sejajar; 7) Tersusunnya Peraturan perundang-undangan (UU, PP, Perpres, Permendikbud); 8) Dipahaminya peraturan perundang-undangan yang telah ditetapkan; 9) Terlaksananya peraturan perundang-undangan yang telah ditetapkan; 10) Teridentifikasinya permasalahan pelaksanaan peraturan perundang-undangan yang telah ditetapkan. d. Agenda Prioritas Program/kegiatan yang menjadi prioritas oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yaitu: 53

66 1) Menyusun Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sebagai amanat dari peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi; 2) Menyusun Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sebagai kebijakan. Program/kegiatan tersebut diprioritaskan karena merupakan amanat peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi dan kebutuhan yang mendesak. Apabila hal ini tidak dilaksanakan, maka Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dapat dianggap melakukan pelanggaran hukum. Dalam hal kebijakan, jika tidak ditindaklanjuti dengan penyusunan peraturan perundang-undangan bidang pendidikan dan kebudayaan maka para pemangku kepentingan tidak mendapat pelayanan sesuai dengan kebutuhannya. Dalam melaksanakan agenda prioritas, berikut ini ialah langkah-langkah implementasi yang perlu dilakukan: 1) Memastikan peraturan peraturan perundang-undangan bidang pendidikan dan kebudayaan yang akan disusun merupakan amanat peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi. 2) Menyusun rancangan peraturan perundang-undangan bidang pendidikan dan kebudayaan. 3) Menelaah dan mengkaji peraturan perundang-undangan bidang pendidikan dan kebudayaan. 4) Melakukan harmonisasi penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan bidang pendidikan dan kebudayaan. 5) Melakukan uji publik rancangan peraturan perundang-undangan bidang pendidikan dan kebudayaan. 6) Mengusulkan penetapan peraturan perundang-undangan bidang pendidikan dan kebudayaan. 7) Melakukan monitoring peraturan perundang-undangan bidang pendidikan dan kebudayaan. e. Waktu Pelaksanaan dan Tahapan Kerja Waktu pelaksanaan dan tahapan kerja dalam program/kegiatan penataan berbagai peraturan perundang-undangan yang dikeluarkan/diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sebagai berikut: 1) Identifikasi peraturan perundang-undangan yang dikeluarkan/diterbitkan dan dilaksanakan sepanjang tahun; 2) Penyusunan peta peraturan perundang-undangan yang tidak harmonis atau tidak sinkron di lingkungan Kementerian/Lembaga masing-masing serta lainnya dilaksanakan setiap bulan Desember; 3) Penyusunan peta peraturan perundang-undangan yang mungkin dibutuhkan oleh para pemangku kepentingan dilaksanakan setiap bulan Maret, Juni, September, dan Desember; 4) Penyusunan peta peraturan perundang-undangan yang perlu dikaji ulang (review) kembali dilaksanakan setiap bulan Maret, Juni, September, dan Desember; 54

67 5) Penyusunan rencana/rancangan regulasi dan deregulasi peraturan perundangundangan dilaksanakan sepanjang tahun; 6) Pelaksanaan harmonisasi dan sinkronisasi rancangan peraturan perundangundangan dilaksanakan sepanjang tahun; 7) Pelaksanaan regulasi dan deregulasi peraturan perundang-undangan dilaksanakan sepanjang tahun; 8) Pelaksanaan implementasi peraturan perundang-undangan yang telah ditetapkan dilaksanakan Sepanjang tahun; 9) Pelaksanaan monitoring dan evaluasi peraturan perundang-undangan yang telah ditetapkan dilaksanakan setiap bulan April dan Oktober. f. Penanggungjawab Penanggung jawab kegiatan penataan berbagai peraturan perundang-undangan yang dikeluarkan/diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ialah Kepala Biro Hukum dan Organisasi. g. Rencana Anggaran Rencana anggaran untuk program/kegiatan penataan berbagai peraturan perundangundangan yang dikeluarkan/diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebesar Rp ,- (lima milyar tujuh ratus juta rupiah) per tahun, dengan rincian masing-masing tahapan kerja sebagai berikut. Tabel 6. Rincian Anggaran Program Peraturan Perundnag-undangan No Kegiatan Anggaran (Rp) 1. Melakukan identifikasi peraturan perundang-undangan yang dikeluarkan/ diterbitkan 2. Menyusun peta peraturan perundang-undangan yang tidak harmonis atau tidak sinkron di lingkungan Kementerian/Lembaga masing-masing serta lainnya 3. Menyusun peta peraturan perundang-undangan yang mungkin dibutuhkan oleh para pemangku kepentingan Rp ,- Rp ,- Rp ,- 4. Menyusun peta peraturan perundang-undangan yang perlu direview kembali Rp ,- 5. Menyusun rencana/rancangan regulasi dan deregulasi peraturan perundangundangan 6 Melakukan harmonisasi dan sinkronisasi rancangan peraturan perundangundangan Rp ,- Rp ,- 7. Melakukan regulasi dan deregulasi peraturan perundang-undangan Rp ,- 8. Melakukan implementasi peraturan perundang-undangan yang telah ditetapkan Rp ,- 9. Melakukan monitoring dan evaluasi peraturan perundang-undangan yang telah ditetapkan Rp ,- 55

68 C. PENATAAN DAN PENGUATAN ORGANISASI Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mempunyai tugas menyelenggarakan urusan di bidang pendidikan dan kebudayaan dalam pemerintahan untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara, sebagaimana diamanatkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 1 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dalam melaksanakan tugasnya, kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan fungsi: a. perumusan, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan di bidang pendidikan dan kebudayaan; b. pengelolaan barang milik negara yang menjadi tanggung jawab Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan; c. pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan; d. pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi atas pelaksanaan urusan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di daerah; dan e. pelaksanaan kegiatan teknis yang berskala nasional. Struktur organisasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terdiri dari 10 (sepuluh) unit utama, yaitu: a. Sekretariat Jenderal; b. Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal; c. Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar; d. Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah; e. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi; f. Direktorat Jenderal Kebudayaan; g. Inspektorat Jenderal; h. Badan Penelitian dan Pengembangan; i. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa; dan j. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan. Unit kerja di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terdiri atas 84 Eselon II yang meliputi direktorat dan pusat-pusat, serta UPT (setingkat eselon II/b dan III/a, bidang pendidikan 86 unit dan UPT bidang kebudayaan 43 unit), yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia. Organisasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan disusun berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 92 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 Tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara dan Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2012 tentang Wakil Menteri. Menindaklanjuti Undang- Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara dan pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu II serta perkembangan kebijakan bidang pembangunan khususnya pembangunan di bidang pendidikan dan kebudayaan, maka perlu dilakukan penyesuaian 56

69 terhadap berbagai kebijakan di bidang pendidikan dan kebudayaan termasuk visi dan misi Kementerian. Sejalan dengan hal tersebut, perlu dilakukan pengkajian dan penataan organisasi di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Secara umum permasalahan organisasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dijabarkan sebagai berikut. a. Ditinjau dari pencapaian target pendidikan, masih terdapat tumpang tindih tugas dan fungsi tiap unit kerja, sehingga terjadi hal-hal sebagai berikut: 1) Saling lempar tanggung jawab apabila ada masalah, 2) Saling berebut anggaran dan kegiatan, serta 3) Terjadi inefisiensi karena kegiatan yang sejenis dilakukan oleh beberapa unit kerja b. Tidak dapat menjalankan fungsi pendidikan secara utuh karena pembinaan terhadap komponen-komponen pendidikan dilaksanakan terpisah pada tingkatan Direktorat Jenderal, yang lebih sulit koordinasinya dibandingkan bila pada tingkatan yang lebih rendah; c. Tanggung jawab terhadap penjaminan mutu pendidikan untuk jenjang yang sama tersebar di beberapa Direktorat Jenderal; d. Belum sepenuhnya fungsi kebudayaan dan bahasa sebagai pembentuk karakter bangsa terintegrasi dengan fungsi pendidikan. 1. Kondisi Dan Permasalahan Pelaksanaan Tugas Dan Fungsi Beberapa kondisi dan permasalahan yang muncul dalam pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan diantaranya adalah: 1) Penanganan pendidikan anak usia dini (PAUD) formal (Taman Kanak-kanak) dan nonformal (Kelompok Bermain, Taman Penitipan Anak, dan sejenisnya)) dilaksanakan oleh 2 (dua) Direktorat Jenderal yang berbeda. Dalam implementasinya sasaran peserta didik PAUD (anak usia 4 6 tahun) antara PAUD formal (TK) dan PAUD tidak jelas batasannya, sehingga seringkali terjadi tumpang tindih (kesamaan) sasaran. Hal ini cukup membingungkan masyarakat karena seolah tidak ada bedanya antara TK yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan formal dengan yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan nonformal. 2) Akreditasi dilaksanakan terpisah dari Ditjen yang membina penyelenggaraan pendidikan sehingga menyebabkan kurang selarasnya pembinaan yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal dengan arah kebijakan akreditasi. 3) Pendidik dan Tenaga Kependidikan ditangani terpisah dari Ditjen yang membina penyelenggaraan pendidikan yang menyebabkan inefisiensi dalam pembinaan pendidikan, mengingat sasaran pembinaan oleh Ditjen PMPTK dan Ditjen Mandikdasmen adalah pendidik dan tenaga kependidikan. 4) Pendidikan kesetaraan (KEJAR Paket A, B, dan C) yang lulusannya dapat disetarakan dengan pendidikan formal dalam penyelenggaraannya perlu ditingkatkan pelayanannya agar mutu lulusan terjamin dan dapat disetarakan dengan pendidikan formal. Untuk itu, pelayanannya perlu didekatkan dengan pendidikan formal 57

70 dengan memanfaatkan secara optimal sarana dan prasarana yang ada pada satuan pendidikan formal; 5) Penanganan buku masih belum terpadu karena masih dilaksanakan oleh unit yang berbeda yaitu Pusat Perbukuan dan Ditjen MPDM khususnya dalam hal fasilitasi pengadaan buku pelajaran. Penilaian buku sesuai dengan ketentuan merupakan kewenangan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). 6) Program/kegiatan pembinaan kesehatan dan kesegaran jasmani peserta didik (Pusat Pembinaan kesegaran Jasmani) masih dilakukan terpisah dengan pembinaan kesiswaan (Ditjen MPDM). 7) Kewenangan pengembangan, pembinaan, dan pelindungan bahasa dan sastra yang bersifat nasional dan lintas kementerian tidak dapat dilaksanakan secara optimal oleh unit kerja yang ada saat ini sehingga pengembangan, pembinaan, dan pelindungan Bahasa dan Sastra belum dapat dilakukan secara optimal, termasuk pengembangan bahasa Indonesia menjadi Bahasa Internasional. 8) Persepsi pemerintah pusat dan daerah dalam pengembangan layanan kebudayaan belum sama. Misalnya, pengelolaan museum dan cagar budaya tidak dikelola dengan baik oleh daerah karena dianggap tidak berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). 2. Perubahan Budaya Kerja, Pola Kerja, dan Pola Pikir Selain permasalahan tersebut di atas, perubahan juga perlu dilakukan terhadap budaya dan pola kerja dan pola pikir unit organisasi di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, yang semula dari unit organisasi pembuat dan pelaksana kebijakan pendidikan menjadi organisasi pembuat dan pengendali kebijakan di bidang pendidikan dan kebudayaan. Penataan dan penguatan organisasi di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dilakukan dalam rangka pencapaian visi dan misi Kementerian yang diarahkan pada: 1) Otonomi penyelenggaraan pendidikan; 2) Penyederhanaan prosedur; 3) Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi; 4) Pembagian kewenangan yang jelas antar unit kerja; dan 5) Perubahan pola pikir penanganan kepegawaian dari administratif menjadi pengembangan sumber daya manusia (human resources development). Pendekatan penataan tugas, fungsi, dan struktur organisasi mencangkup: 1) Pemetaan/Identifikasi substansi tugas dan sasaran/objek yang dilayani; 2) Pembagian kewenangan yang jelas antar unit kerja; 3) Perkiraan beban kerja sesuai dengan substansi tugas dan sasaran;dan 4) Pengelompokan dan penataan tugas, fungsi, dan nomenklatur sesuai dengan substansi tugas dan sasaran. 58

71 3. Penataan Tugas dan Fungsi Penataan tugas dan fungsi di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meliputi: 1) Penataan tugas, fungsi, dan organisasi unit utama dan pusat, meliputi hal-hal berikut. a. Pengintegrasian pembinaan pendidik dan tenaga kependidikan peningkatan kualifikasi, pendistribusian, penghargaan dan perlindungan, dan kesejahteraan ke dalam Direktorat Jenderal yang membina satuan pendidikan dasar dan menengah dan pendidikan nonformal dan informal b. Pengintegrasian fungsi pembinaan pendidikan kesetaraan ke dalam fungsi pembinaan pendidikan formal dalam rangka pemanfaatan dan pendayagunaan sarana dan prasarana pendidikan formal c. Pengintegrasian fungsi pembinaan pendidikan Taman Kanak-Kanak (PAUD formal) ke dalam fungsi pembinaan pendidikan anak usia dini nonformal (PAUD nonformal) d. Pengintegrasian fungsi perbukuan dalam hal pengembangan materi dan naskah buku ke dalam tugas dan fungsi Badan Penelitian dan Pengembangan dan fungsi fasilitasi perbukuan (bantuan pengadaan dan pendistribusian buku) ke dalam tugas dan fungsi Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah e. Pengintegrasian fungsi pengembangan pendidikan jasmani, kesegaran jasmani, pendidikan kecakapan hidup, dan pendidikan kesehatan yang semula merupakan tugas Pusat Pengembangan Kualitas Jasmani ke dalam tugas dan fungsi Balitbang. Fungsi pembinaan usaha kesehatan sekolah (UKS) dan kesehatan jasmani peserta didik diintegrasikan ke dalam fungsi Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah f. Pengalihan kedudukan Pusat Statistik Pendidikan menjadi berada di bawah Menteri untuk mendukung semua unit kerja di lingkungan Kementerian dalam pemenuhan data dan informasi pendidikan. g. Pengintegrasian fungsi kebudayaan ke dalam fungsi Kementerian Pendidikan Nasional sehingga nomenklatur kementerian menjadi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Fungsi kebudayaan ini semula berada di Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata merupakan tugas dan fungsi dua direktorat jenderal dan tiga pusat, yaitu Direktorat Jenderal Sejarah dan Purbakala, Direktorat Jenderal Nilai Budaya, Seni, dan Film, Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebudayaan, Pusat Penelitian Arkeologi, dan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Budaya dan Pariwisata. Setelah diintegrasikan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menjadi tugas dan fungsi satu direktorat jenderal dan tiga pusat, yaitu Direktorat Jenderal Kebudayaan, Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebudayaan pada Badan Penelitian dan Pengembangan, Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Kebudayaan pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan, dan Pusat Arkeologi Nasional yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri melalui Sekretaris Jenderal. 59

72 h. Peningkatan eselonisasi Pusat Bahasa menjadi Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa sebagai tindak lanjut dari Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2010 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan. 2) Penataan tugas, fungsi dan organisasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) fungsi pendidikan dan kebudayaan serta kebahasaan. a. Capaian Hal-hal yang telah di capai dalam penataan dan penguatan organisasi ialah sebagai berikut. 1) Tertatanya tugas, fungsi, dan susunan organisasi di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam rangka pencapaian visi dan misi kementerian yang meliputi: (a) (b) Penataan Tugas, Fungsi, dan Organisasi Unit Utama Penataan Tugas, Fungsi, dan Organisasi UPT Manfaat yang didapatkan dari kegiatan ini adalah terbentuk dan tersusunnya tugas, fungsi, dan susunan organisasi yang mencerminkan pemerintahan yang bersih, dan bebas KKN. 2) Pemetaan/Identifikasi substansi tugas dan sasaran/objek yang dilayani. Manfaat yang didapatkan dari kegiatan ini adalah tersedianya dokumen peta tugas yang merupakan langkah awal untuk menciptakan organisasi yang memiliki keberpihakan kepada masyarakat; 3) Pembagian kewenangan yang jelas antar unit kerja untuk menghindari terjadinya duplikasi pekerjaan antar unit kerja. Manfaat yang didapatkan ialah pegawai memiliki deskripsi pekerjaan yang jelas, tidak tumpang tindih, berorientasi pada proses, dan lebih produktif; 4) Pengelompokan dan penataan tugas, fungsi, dan nomenklatur sesuai dengan substansi tugas dan sasaran. Manfaat yang dirasakan oleh pegawai ialah tugas, fungsi, dan nomenklatur memiliki keselarasan dengan substansi tugas dan sasaran yang memudahkan pegawai dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi. b. Rencana Dalam rangka penataan dan penguatan organisasi di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, rencana program dan kegiatan yang sudah, sedang, dan akan dilaksanakan meliputi: 1) Program dan Kegiatan yang sudah dilaksanakan yaitu: Penataan tugas, fungsi, dan nomenklatur (Restrukturisasi) unit utama, pusat, dan UPT di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan; 2) Program dan kegiatan yang sedang dilaksanakan adalah penyusunan rincian tugas unit kerja yang meliputi: 60

73 (1) Penataan Kedudukan, tugas, dan fungsi UPT sebagai tindak lanjut dari penataan tugas, fungsi dan susunan organisasi unit utama; (2) Penyusunan rincian tugas unit kerja: (a) Unit utama dan pusat-pusat; (b) Unit pelaksana teknis. c. Kriteria Keberhasilan Keberhasilan bidang penataan dan penguatan organisasi, di ukur dengan kriteria berikut. 1) Tersusunnya tugas, fungsi, dan organisasi unit utama, pusat-pusat, dan UPT yang efisien dan dapat mendukung pelaksana visi dan misi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan; 2) Berkurangnya duplikasi tugas antar unit organisasi di lingkungan unit utama, pusatpusat, dan UPT; 3) Tersusunnya rincian tugas unit kerja di lingkungan unit utama, pusat-pusat, dan UPT dalam rangka operasionalisasi tugas dan fungsi; 4) Penyusunan program kerja unit kerja didasarkan pada tugas, fungsi, dan rincian tugas masing-masing unit kerja. d. Agenda Prioritas Pelaksanaan penataan dan penguatan organisasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, akan diprioritaskan pada kegiatan sebagai berikut. 1) Penyelesaian rincian tugas unit kerja di lingkungan unit utama, pusat-pusat, dan UPT. 2) Sosialisasi tugas, fungsi, dan rincian tugas unit kerja kepada seluruh pejabat dan pegawai serta pemangku kepentingan 3) Penyusunan intrumen pemantauan dan evaluasi organisasi unit utama, pusat-pusat, dan UPT e. Waktu Pelaksanaan dan Tahapan Kerja Pelaksanaan kegiatan Penataan dan Penguatan Organisasi di Lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan direncanakan berlangsung sampai tahun 2014, yang terdiri atas program/kegiatan restrukturisasi organisasi kementerian, restrukturisasi organisasi UPT, dan penyusunan rincian tugas unit. Adapun tahapan kerjanya kerjanya tampak dalam tabel sebagai berikut. 61

74 Tabel 7. Tahapan Kerja Program Penataan dan Penguatan Organisasi No. Program/ Kegiatan Tahapan Kerja Waktu 1 Restrukturisasi Organisasi Kementerian Perencanaan Mengevaluasi tugas, fungsi, dan struktur organisasi Kementerian sesuai dengan rencana strategis dan kebijakan di bidang pendidikan dan organisasi. Mengidentifikasi permasalahan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi saat ini dan duplikasi tugas antar unit kerja. Menyusun naskah akademik usul restrukturisasi organisasi Kementerian Pembangunan Menyusun rancangan penataan tugas, fungsi, dan struktur organisasi Kementerian yang baru. Membahas rancangan tugas, fungsi, dan struktur organisasi dengan unit utama dan instansi terkait. Penetapan tugas, fungsi, dan struktur organisasi Kementerian Sosialisasi Sosialisasi tugas, fungsi, dan struktur organisasi Kementerian yang baru Implementasi Implementasi tugas, fungsi, dan struktur organisasi Kementerian yang baru Evaluasi 2 Restrukturisasi Organisasi UPT Penyusunan instrumen evaluasi kelembagaan unit utama Pemantauan dan evaluasi kelembagaan Perencanaan Mengevaluasi tugas, fungsi, dan struktur organisasi UPT disesuaikan dengan struktur organisasi baru Kemdikbud Pusat dan kebijakan di bidang pendidikan dan organisasi. Mengidentifikasi permasalahan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi saat ini dan duplikasi tugas antar unit kerja. Menyusun naskah akademik usul restrukturisasi organisasi UPT. Januari-April 2012 Oktober-Desember 2012 Oktober-Desember 2013 Oktober-Desember

75 No. Program/ Kegiatan Tahapan Kerja Waktu Pembangunan Menyusun rancangan tugas, fungsi, dan struktur organisasi UPT yang baru. Membahas rancangan tugas, fungsi, dan struktur organisasi UPT dengan unit utama terkait dan instansi terkait. Penetapan tugas, fungsi, dan struktur organisasi UPT. Maret-Juni 2011 Agustus-September 2011 Oktober 2011 Sosialisasi Sosialisasi tugas, fungsi, dan struktur organisasi UPT yang baru. Oktober 2011-Februari 2012 Implementasi Implementasi tugas, fungsi, dan struktur organisasi UPT yang baru Evaluasi 3 Restrukturisasi Organisasi Kementerian Integrasi Fungsi Kebudayaan Penyusunan instrumen evaluasi kelembagaan UPT Pemantauan dan evaluasi kelembagaan UPT Perencanaan Mengevaluasi tugas, fungsi, dan struktur organisasi Kementerian sesuai dengan rencana strategis dan kebijakan di bidang pendidikan dan kebudayaan. Mengidentifikasi permasalahan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi saat ini dan duplikasi tugas antar unit kerja. Menyusun naskah akademik usul restrukturisasi organisasi Kementerian. Pembangunan Menyusun rancangan penataan tugas, fungsi, dan struktur organisasi Kementerian yang baru. Membahas rancangan tugas, fungsi, dan struktur organisasi dengan unit utama dan instansi terkait. Penetapan tugas, fungsi, dan struktur organisasi Kementerian Sosialisasi Sosialisasi tugas, fungsi, dan struktur organisasi Kementerian yang baru. Implementasi Juli-September 2012 Oktober-Desember 2013 Oktober-Desember

76 No. Program/ Kegiatan Tahapan Kerja Waktu Implementasi tugas, fungsi, dan struktur organisasi Kementerian yang baru Evaluasi 4 Penyusunan Rincian Tugas Unit 5 Penguatan Fungsi Organisasi dan Tata Laksana Biro Hukum dan Organisasi, Biro Kepegawaian, Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat, dan Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan Penyusunan instrumen evaluasi kelembagaan unit utama Pemantauan dan evaluasi kelembagaan Perencanaan Analisis tugas, fungsi dan kewenangan unit organisasi. Mengidentifikasi seluruh kegiatan yang dilaksanakan unit utama dan permasalahannya serta kesesuaian dengan tugas dan fungsi. Pembangunan Penyusunan rincian tugas unit kerja di pada 10 unit utama Membahas rancangan rincian tugas dengan unit utama terkait. Penetapan tugas, fungsi, dan struktur organisasi UPT. Penetapan tugas, fungsi, dan struktur organisasi unit utama kebudayaan. Sosialisasi Sosialisasi rincian tugas unit kerja pada 9 unit utama. Sosialisasi rincian tugas unit kerja pada unit utama kebudayaan. Implementasi Implementasi rincian tugas unit organisasi. Evaluasi Pemantauan dan evaluasi pelaksanaan rincian tugas unit kerja Perencanaan Identifikasi kelemahan dan kendala dalam pelaksanaan tugas di bidang organisasi, tata laksana, kepegawaian, diklat, dan layanan informasi. Januari-April 2013 Oktober-Desember 2013 Oktober-Desember Oktober-Desember 2011 Maret-Desember Oktober-Desember 2012 Oktober-Desember 2013 Oktober-Desember 2014 Januari-Februari

77 No. Program/ Kegiatan Tahapan Kerja Waktu Menyusun rencana penguatan unit kerja yang menangani fungsi organisasi, tatalaksana, kepegawaian, diklat, dan layanan informasi. menyusun rencana peningkatan kualitas SDM. menyusun rencana penguatan sarana dan prasarana serta sumber daya lainnya. menyusun rencana peningkatan peran unit kerja Februari-September 2012 Februari-Maret 2012 Mei-Juni 2012 Agustus-September 2012 Pembangunan Penyusunan program peningkatan kemampuan SDM unit kerja yang menangani organisasi, tata laksana, kepegawaian, diklat, dan layanan informasi. Penetapan kebijakan peningkatan peran unit kerja yang menangani organisasi, tata laksana, kepegawaian, diklat, dan layanan informasi. Pengembangan sistem dan mekanisme kerja unit kerja yang menangani organisasi, tata laksana, kepegawaian, diklat, dan layanan informasi yang berbasis IT dan kepuasan pelanggan dan sesuai tata nilai Kemdikbud. Pendidikan dan pelatihan bagi pegawai unit kerja yang menangani organisasi, tata laksana, kepegawaian, diklat, dan layanan informasi. November 2012-Januari 2013 Januari 2013 Februari-Desember 2013 Januari 2013-Januari 2014 Sosialisasi Sosialisasi sistem dan mekanisme kerja yang baru pada unit kerja yang menangani organisasi, tata laksana, kepegawaian, diklat, dan layanan informasi. Januari-Maret 2014 Implementasi Penerapan penguatan dan peningkatan peran unit kerja yang menangani organisasi, tata laksana, kepegawaian, diklat, dan layanan informasi. Januari-Desember 2014 Evaluasi Evaluasi pelaksanaan penguatan dan peningkatan peran unit kerja yang menangani organisasi, tata laksana, kepegawaian, diklat, dan layanan informasi. Oktober-Desember

78 f. Penanggung Jawab Penanggung jawab dari kegiatan penataan dan penguatan organisasi: Pengarah : Dirjen PAUDNI Penanggung Jawab : Pimpinan Unit Utama Koordinator : Inspektur I, Itjen Ketua : Kabag Kelembagaan, Biro Hukum dan Organisasi g. Rencana Anggaran Kegiatan penataan dan penguatan organisasi untuk tahun ini bersumber dari alokasi anggaran dari unit utama masing-masing unit utama, sedangkan untuk tahun 2012 sampai dengan 2014 diperlukan anggaran sebesar Rp ,- (dua belas milyar seratus empat puluh empat juta rupiah) yang dialokasikan pada masing-masing unit utama dan Biro Hukum dan Organisasi. D. PENATAAN TATALAKSANA Dalam rangka melaksanakan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 1 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kemdikbud telah melakukan reformasi internal yang meliputi penguatan organisasi, penguatan SDM, dan penataan tata laksana. Reformasi Internal tersebut diharapkan mampu mengungkit terjadinya reformasi layanan sehingga misi Kemdikbud dapat dicapai. Reformasi layanan merupakan upaya untuk memberikan layanan terbaik kepada para pemangku pendidikan dan kebudayaan. Para pemangku kepentingan utama ialah satuan pendidikan, peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan, serta unsur dari kebahasaan dan kebudayaan. Pemangku utama yang lain ialah orang tua, pengelola pendidikan dan kebudayaan di daerah, pegawai, dunia usaha, dunia industri, pemangku budaya dan masyarakat serta pers. Dasar pemberian layanan prima ialah Undang-Undang nomor 25 tahun 2009 tentang standar pelayanan publik, Undang-Undang Nomor 14 tahun 2009 tentang keterbukaan informasi publik dan Undang-Undang Nomor 11 tahun 2009 tentang informasi dan transaksi elektronik. Layanan-layanan di atas akan lebih efisien dan lebih cepat jika dilakukan dengan memberdayakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Layanan yang semula tidak mungkin dilakukan, dengan bantuan TIK, menjadi mungkin. Layanan yang semula lambat, dengan bantuan TIK, menjadi cepat. Layanan konvensional yang selama ini telah diberikan bersifat kurang responsif, kurang informatif, kurang accesible, kurang koordinasi, kurang terbuka, rumit karena menempuh 66

79 birokrasi berjenjang, serta kurang efisien. Dengan bantuan TIK, layanan akan menjadi lebih responsif, lebih informatif, lebih accesible, lebih terkoordinasi, lebih terbuka, lebih sederhana, dan lebih efisien. Layanan yang mendayagunakan TIK disebut e-layanan. Untuk mendukung e-layanan tersebut, Kemdikbud perlu menyusun program tata laksana layanan pendidikan dan kebudayaan berbasis TIK. Dengan program tersebut diharapkan Misi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dapat tercapai dengan lebih baik Adapun pemetaan kegiatan Reformasi Birokrasi Internal Kemdikbud Bidang Tata Laksana dapat digambarkan dalam skema berikut. Gambar 2. Pemetaan Kegiatan RB Internal Kemdikbud Bidang Tata Laksana a. Capaian Sampai dengan saat ini, capaian hasil Reformasi Birokrasi tahun 2010 yang terkait dengan Bidang Tata Laksana dapat dijelaskan sebagai berikut: (1) Reformasi Contact Center 177 dan Portal Layanan Prima Pendidikan Nasional, yaitu terintegrasinya pelayanan informasi pendidikan dan kebudayaan melalui voice, sms dan fax melalui contact center 177, dan tersedianya portal Adapun manfaat dari reformasi contact center 177 dan portal layanan prima sebagai berikut: a. Reformasi contact center

80 Tabel 8. Manfaat Kegiatan Contact Center 177 Keterangan Sebelum Setelah Efisiensi Jumlah Aktivitas Jumlah Aktivitas Manual b. Portal Layanan Prima Pendidikan dan Kebudayaan Tabel 9. Manfaat Portal Layanan Prima Pendidikan Nasional Keterangan Sebelum Setelah Jumlah Aktivitas (incoming call) Kurang lebih 25-30/ minggu Kurang lebih 150/ minggu Registrasi Penelpon Manual Tersistem Data/ FAQ Manual Tersistem Operator/ Saluran Telepon 3 6 Sistem Eskalasi/ Klarifikasi Manual Tersistem Proses Eskalasi/ Klarifikasi Tidak lebih dari 3 hari Tidak lebih dari 3 hari (2) Pengembangan Sistem Pengelolaan BMN. Manfaat yang diperoleh ialah tersedianya pedoman sistem pengelolaan BMN, dan tersedianya instrumen sistem pengelolaan BMN. (3) Sinkronisasi dan Sosialisasi Hasil Kajian Bidang Ketatalaksanaan. Manfaat yang didapatkan adalah tersedianya sistem dan mekanisme hubungan kerja di lingkungan Kemdikbud, tersedianya SOP di lingkungan Kemdikbud, dan diterapkannya hasil analisis jabatan. Namun demikian, hal-hal tersebut masih didasarkan atas struktur lama Kemdikbud. (4) Penyusunan Sistem Pendokumentasian dan Layanan Informasi Peraturan Perundang-undangan Bidang Pendidikan. Kegiatan ini menghasilkan manfaat berupa tersedianya perundang-undangan bidang pendidikan yang dapat di akses secara luas. (5) Penyusunan Sistem Layanan Bantuan Hukum. Adapun manfaat dari kegiatan ini yaitu tersedianya sistem fasilitasi bantuan hukum dan kecepatan menanggapi permintaan bantuan hukum. (6) Reformasi Sistem Perencanaan dan Penganggaran Berbasis Kinerja. Manfaat bagi Kementerian ialah untuk kemudahan, kepastian, dan kecepatan mengakses data rencana kerja dan anggaran dan pemantauan realisasi fisik dan keuangan serta evaluasi. (7) CPNS On-line. Manfaat yang didapatkan ialah dapat mengetahui laporan data jumlah formasi, jumlah pelamar, peserta seleksi dan jumlah yang dinyatakan lulus seleksi secara on-line. (8) Pengembangan Sistem Informasi Managemen Keuangan Kemdikbud berbasis web dengan sasaran seluruh kantor/satuan kerja di lingkungan Kemdikbud, termasuk satuan kerja dekonsentrasi dan tugas pembantuan yang mengelola dana dari Kemdikbud. Manfaat yang didapatkan, yaitu: 68

81 Tabel 10. Manfaat Pengembangan Sistem Manajemen Keuangan NO U R A I A N SEBELUM SETELAH 1. Pengiriman ADK Laporan Keuangan Manual melalui pos, kurir/ Online 2. Informasi Anggaran: Pagu, Laporan Daya Serap/ Realisasi Anggaran; 3. Pelaporan keuangan belum sepenuhnya berjenjang Tidak dapat segera diketahui (tidak tepat waktu) Belum optimal Dapat segera diketahui (tepat waktu) Lebih optimal (9) Pengembangan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi. Manfaat yang diharapkan ialah dapat melayani keperluan seluruh aplikasi transaksi di Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. (10) Reformasi di lingkungan Inspektorat Jenderal dalam rangka pelaksanaan tugas pengawasan. Manfaat yang dicapai meliputi pengembangan standar audit aparat pengawasan internal pemerintah, reformasi penyusunan pos portal layanan masyarakat, reformasi pengkajian standar operasional prosedur pekerjaan serta reformasi revisi Permendiknas Nomor 16 tahun 2009 dan penyusunan petunjuk teknis satuan pengendalian internal. b. Rencana Program kerja bidang penataan tata laksana berikut ini ialah program mulai tahun 2011 s.d. tahun Program tersebut meliputi kegiatan perencanaan, pengembangan, sosialisasi, implementasi, pengukuran dan evaluasi untuk setiap kegiatan. Adapun kegiatan yang akan dilakukan adalah: 1) Rekayasa proses, simplifikasi, dan integrasi prosedur dan pemanfaatan TIK; yaitu kegiatan mengidentifikasi mekanisme kerja,mengevaluasi, dan mengintegrasikan prosedur kerja berbasis TIK seluruh unit utama Kemdikbud sesuai struktur terbaru Kemdikbud. 2) Pengembangan e-government, yaitu kegiatan mengembangkan sebuah pedoman tata laksana, spesifikasi teknologi dan sistem dalam rangka penerapan layanan kepemerintahan berbasis TIK, yang meliputi: (a) (b) (c) (d) (e) Perbaikan portal layanan prima, yaitu kegiatan pengkajian terhadap portal layanan prima yang ada saat ini, penambahan fitur-fitur baru sesuai kebutuhan dan penyempurnaan sistem aplikasi, termasuk layanan bahasa dan kebudayaan. Pengembangan barang milik negara (BMN), yaitu kegiatan mengembangkan sebuah sistem pencatatan BMN berbasis web di lingkungan Kemdikbud. Manajemen dokumen, yaitu kegiatan untuk menyiapkan dan mengembangkan sebuah sistem manajemen dokumen berbasis TIK di seluruh unit utama Kemdikbud. Pengembangan sistem pengelolaan data pendidikan dan kebudayaan, yaitu kegiatan penyempurnaan sistem, sosialisasi dan implementasi sistem pengolahan data pendidikan dan kebudayaan berbasis TIK. Implementasi sistem perencanaan dan penganggaran, yaitu kegiatan 69

82 (f) penyempurnaan sistem, sosialisasi dan implementasi sistem perencanaan dan penganggaran secara lebih luas. Sistem akuntansi dan keuangan, yaitu kegiatan pengkajian terhadap web yang ada saat ini, penambahan fitur-fitur baru sesuai dengan kebutuhan dan penyempurnaan sistem aplikasi, serta peningkatan komitmen pengguna dan perluasan pemanfaatannya. c. Kriteria Keberhasilan Program reformasi birokrasi bidang penataan tata laksana diharapkan memiliki dampak positif terhadap layanan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bagi masyarakat. Kriteria Keberhasilan bidang tata laksana ialah sebagai berikut: (1) Satuan kerja Kemdikbud telah menjalankan rekayasa proses, simplifikasi, serta integrasi prosedur dan pemanfaatan TIK.. (2) Tersedianya sistem layanan e-government di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan kriteria keberhasilan sebagai berikut: a) Semua layanan informasi pendidikan dan kebudayaan bisa dilayani menggunakan portal layanan prima Kemdikbud b) Satuan kerja Kemdikbud telah mengimplementasikan sistem informasi BMN secara benar. c) Terlaksananya penerapan manajemen dokumen berbasis TIK di satuan kerja Kemdikbud d) Tersedianya sistem pengelolaan data pendidikan dan kebudayaan yang komprehensif dan valid. e) Satuan kerja Kemdikbud dan unit terkait di daerah telah mengimplementasikan sistem akuntansi dan keuangan berbasis TIK. f) Satuan kerja Kemdikbud telah mengimplementasikan sistem perencanaan dan penganggaran. d. Agenda Prioritas Dari dua program utama yang ditetapkan, prioritas pertama pada tahun 2011 ialah rekayasa proses, simplifikasi, integrasi prosedur dan pemanfaatan TIK. Hal ini didasarkan pada pertimbangan bahwa untuk melaksanakan seluruh sistem tata laksana di lingkungan Kemdikbud dengan berbasis TIK maka diperlukan adanya rancangan rekayasa proses, simplifikasi, serta integrasi prosedur dan pemanfaatan TIK sehingga dapat dibangun sistem layanan yang lebih komprehensif, baik yang menyangkut layanan internal maupun eksternal. Selain itu terdapat program lanjutan dalam Bidang Pengembangan e-government sebagai berikut: 1) Rekayasa Proses, Simplifikasi, serta Integrasi Prosedur dan Pemanfaatan TIK; 2) Pengembangan e-government. 70

83 e. Waktu Pelaksanaan dan Tahapan Kerja Waktu pelaksanaan kegiatan bidang tata laksana direncanakan berlangsung hingga tahun Pada tahap awal kegiatan lebih difokuskan pada pengkajian rekayasa proses, simplikasi dan integrasi prosedur dan pemanfaatan TIK Kemdikbud sesuai dengan struktur terbaru. Adapun tahapan kerja yang akan dilakukan tampak dalam tabel berikut. Tabel 11. Tahapan Kerja Program Penataan Tata Laksana No. Program/ Kegiatan Tahapan Kerja Waktu 1 Rekayasa Proses, Simplifikasi, dan Integrasi Prosedur dan Pemanfaatan TIK Perencanaan Identifikasi sistem dan mekanisme kerja saat ini Penentuan kebutuhan instrument evaluasi sistem dan mekanisme kerja setiap unit organisasi Evaluasi sistem dan mekanisme kerja setiap unit organisasi saat ini September 2011 September 2011 September 2011 Pembangunan Penentuan indikator kinerja setiap tahapan sistem dan mekanisme kerja Oktober 2011 Penentuan tata nilai yang terkait. Oktober 2011 Pengembangan sistem dan mekanisme kerja baru Oktober-Desember 2011 Rekayasa Proses. Oktober-Desember 2011 Simplifikasi proses dan sinkronisasi proses. Integrasi Prosedur dan pemanfaatan TIK Penyusunan kebijakan dan regulasi yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan sistem dan mekanisme kerja Penyusunan instrumen evaluasi penerapan sistem dan mekanisme kerja baru. Oktober-Desember 2011 Desember 2011-Januari 2012 Desember 2011-Januari 2012 Januari 2012 Sosialisasi Sosialisasi hasil pengembangan sistem dan mekanisme kerja baru. Sosialisasi ttg kebijakan &regulasi baru terkait dg sistem & mekanisme kerja baru. Sosialisasi instrumen evaluasi sistem dan mekanisme kerja baru. Februari-April 2012 Februari 2012-April 2012 Februari 2012-April 2012 Implementasi Implementasi sistem dan meknisme kerja baru. Pengukuran dan Evaluasi Mei November (setiap 3 bulan) 71

84 No. Program/ Kegiatan Tahapan Kerja Waktu 2 Pengembangan e-government: a) Perbaikan Portal Layanan Prima Perencanaan Mengidentifikasikan jenis pelayanan yang sudah terintegrasi dengan portal layanan prima Kemdikbud. Mendefinisikan jenis pelayanan yang belum terintegrasi Melakukan evaluasi terhadap kekurangan fitur yang ada di portal layanan prima Kemdikbud Menyusun fitur-fitur tambahan yang seharusnya ada di portal layanan prima Kemdikbud. Mengidentifikasi letak database layanan dan aplikasi Layanan. Mengembangkan standarisasi layanan berbasis web Mengembangkan standarisasi penggunan domain. Mengembangkan standarisasi database layanan Mengembangkan standarisasi komunikasi antar aplikasi Mengembangkan layanan cloud computing Mengembangkan standar layanan TIK di lingkungan Kemdikbud September-Oktober 2011 Oktober 2011 September-November 2011 November-Desember 2011 September-Oktober 2011 November-Desember 2011 November-Desember 2011 November-Desember 2011 November-Desember 2011 September-November 2011 November-Desember 2011 Pembangunan Membangun layanan cloud computing Membanguna layanan TIK di lingkungan Kemdikbud Melakukan intergrasi terhadap semua proses pelayanan yang masuk ke dalam portal layanan prima Kemdikbud Mengembangkan fitur-fitur yang sudah direncanakan untuk ditambahkan kedalam portal layanan prima Kemdikbud Oktober - Desember 2012 Januari 2012-Desember 2012 Januari 2012-Desember 2012 Januari 2012-Juni 2012 Membangun web service Januari 201-Maret 2012 Membangun portal layanan secara utuh Penyusunan kebijakan dan regulasi yang diperlukan untuk mendukung implementasi portal layanan Januari 2012-Juni 2012 Juli 2012 September 2012 Sosialisasi 72

85 No. Program/ Kegiatan Tahapan Kerja Waktu Melakukan launching terhadap pegawai dan publik tentang portal layanan prima Kemdikbud Memberikan akses kepada pihak yang berkepentingan sesuai dengan kebutuhan Juli 2012 Juli 2012 Desember 2012 Implementasi Memperbaharui segala bentuk informasi ke dalam portal layanan prima Kemdikbud Menggunakan portal layanan prima Kemdikbud sebagai pusat transaksi pelayanan Kemdikbud Juli Desember 2014 Juli Desember 2014 b) Pengembang-an Sistem Pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) Pengukuran dan Evaluasi Perencanaan Identifikasi sistem pengelolaan BMN saat ini Evaluasi dan penyusunan system pengelolaan BMN Penentuan kebutuhan teknologi/ instrumen untuk penyusunan sistem pengelolaan BMN Penentuan beban kerja dan kualifikasi SDM pengelola sistem pengelolaan BMN Pembangunan Penentuan indikator kinerja setiap proses penyusunan sisem pengelolaan BMN dan pelaksananya (Setiap 3 Bulan) September 2011 September 2011 Oktober 2011 Oktober 2011 November 2011 Penetuan tata nilai yang terkait November 2011 Penyusunan pedoman system pengelolaan BMN Pengembangan instrumen system pengelolaan BMN Penyusunan kebijakan dan regulasi yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan sistem pengelolaan BMN Sosialisasi Sosialisasi keterkaitan kegiatan penyusunan sistem pengelolaan BMN dengan pencapaian visi, misi dan strategi organisasi. Sosialisasi tentang hasil penyusunan sistem pengelolaan BMN Desember 2011 Februari 2012 Maret 2012-Mei 2012 Juni 2012-Agustus 2012 Juni 2013-Juli 2013 Juni 2014-Juli 2014 Juli 2012-September 2012 Juli 2013-Agustus 2013 Juli 2014-Agustus 2014 Juli 2012-September 2012 Juli 2013-Agustus 2013 Juli 2014-Agustus

86 No. Program/ Kegiatan Tahapan Kerja Waktu Sosialisasi tentang system pengelolaan BMN Sosialisasi tentang kebutuhan jumlah dan kualifikasi SDM pengelola sistem pengelolaan BMN Sosialisasi tentang kebijakan dan regulasi baru terkait dengan sistem pengelolaan BMN Implementasi c) Manajemen Dokumen Perencanaan Instalasi instrumen sistem pengelolaan BMN, termasuk pengadaan dan instalasi perangkat keras Implementasi sistem pengelolaan BMN Peningkatkan kapabilitas SDM pengelola sistem pengelolaan BMN Pengukuran dan Evaluasi Identifikasi pengelolaan dokumen saat ini Analisis permasalahan pengelolaan dokumen saat ini Penentuan kebutuhan teknologi/ instrumen untuk pembuatan sistem pengelolaan dokumen Penentuan beban kerja dan kualifikasi SDM pengelola sistem pengelolaan dokumen Pembangunan Analisis proses bisnis system pengelolaan dokumen Perancangan sistem pengelolaan dokumen Perancangan database system pengelolaan dokumen Perancangan sistem pengelolaan dokumen Pembangunan sistem pengelolaan dokumen Sosialisasi Sosialisasi proses bisnis system pengelolaan dokumen Sosialisasi sistem pengelolaan dokumen Implementasi Agustus 2012-Oktober 2012 Agustus 2013-September 2013 Agustus 2014-September 2014 September 2012-November 2012 September 2013-Oktober 2013 September 2014-Oktober 2014 Oktober 2012-Desember 2012 Oktober 2013-November 2013 Oktober 2014-November 2014 Agustus 2012-Oktober 2012 Juli 2013-September 2013 Juli 2014-September 2014 September 2012-November 2012 Agustus 2013-Oktober 2013 Agustus 2014-Oktober 2014 Oktober 2012-Desember 2012 September 2013-November 2013 September 2014-November 2014 September 2011 September 2011 Oktober 2011 Oktober 2011 November 2011 Februari 2012 Maret 2012-Mei 2012 Maret 2012-Mei 2012 Maret 2012-Mei 2012 Juli 2012-September 2012 Juli 2013-Agustus 2013 Juli 2014-Agustus 2014 Agustus 2012-Oktober 2012 Agustus 2013-September 2013 Agustus 2014-September

87 No. Program/ Kegiatan Tahapan Kerja Waktu d) Pengembang-an Sistem Pengelolaan Data Pendidikan dan Kebudayaan e) Implementasi Sistem Perencanaan dan Penganggaran Implementasi sistem pengelolaan dokumen Peningkapan kapabilitas SDM pengelola sistem pengelolaan dokumen Pengukuran dan Evaluasi Evaluasi hasil implementasi sistem pengelolaan dokumen Perencanaan Identifikasi sistem lama yang telah ada Evaluasi dan analisis sistem yang telah berjalan Pembangunan Pembangunan Sistem Pengelolaan Data Pendidikan dan Kebudayaan Sosialisasi Sosialisasi sistem pengelolaan data pendidikan dan Kebudayaan Implementasi Implementasi sistem pengelolaan data pendidikan dan Kebudayaan Pengukuran dan Evaluasi Perencanaan Identifikasi sistem perencanaan dan penganggaran saat ini Evaluasi dan penyusunan system penganggaran berbasis kinerja Penentuan kebutuhan teknologi/ instrumen untuk penyusunan perencanaan dan penganggaran berbasis kinerja Penentuan beban kerja dan kualifikasi SDM pengelola system perencanaan dan penganggaran berbasis kinerja Pembangunan Verifikasi dan penetapan indikator kinerja setiap proses penyusunan sistem remunerasi dan pelaksananya Penentuan dan kesepakatan tata nilai yang terkait Agustus 2012-Oktober 2012 Agustus 2013-Oktober 2013 Agustus 2014-Oktober 2014 September 2012-November 2012 September 2013-November 2013 September 2014-November 2014 Oktober 2012-Desember 2012 Oktober 2013-Desember 2013 Oktober 2014-Desember 2014 September 2011 Oktober 2011 Februari 2012-April 2012 Juni 2012-Agustus 2012 Juni 2013-Juli 2013 Juni 2014-Juli 2014 September 2011-November 2011 Agustus 2013-Oktober 2013 Agustus 2014-Oktober 2014 September 2011 September 2011 Oktober 2011 Oktober 2011 November 2011 November

88 No. Program/ Kegiatan Tahapan Kerja Waktu Penyusunan pedoman sistem perencanaan dan penganggaran berbasis kinerja Pengembangan instrumen sistem perencanaan dan penganggaran berbasis kinerja Penyusunan kebijakan dan regulasi yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan sistem perencanaan dan penganggaran berbasis kinerja Februari 2012-April 2012 Maret 2012-Mei 2012 April 2012 Juni 2012 Sosialisasi f) Sistem Akuntansi dan Keuangan. Sosialisasi keterkaitan kegiatan penyusunan sistem perencanaan dan penganggaran dangan pencapaian visi, misi da strategi organisasi Sosialisasi tentang hasil penyusunan sistem perencanaan dan penganggaran berbasis kinerja Sosialisasi tentang Sistem Perencanaan dan Penganggaran berbasis kinerja Sosialisasi tentang kebutuhan jumlah dan kualifikasi SDM pengelola sistem perencanaan dan penganggaran Sosialisasi tentang kebijakan dan regulasi baru terkait dengan sistem perencanaan dan penganggaran berbasis kinerja Implementasi Instalasi dan revitalisasi instrumen sistem penganggaran berbasis kinerja, termasuk pengadaan dan instalasi perangkat keras Uji coba instrumen sistem perencanaan dan penganggaran Implementasi sistem perencanaan dan penganggaran berbasis kinerja Peningkatan kapabilitas SDM pengelola sistem perencanaan dan penganggaran berbasis kinerja Pengukuran dan Evaluasi Perencanaan Identifikasi sistem akuntansi dan keuangan saat ini. Evaluasi dan penyusunan sistem akuntansi dan keuangan. Juni 2012-Agustus 2012 Juli 2013-Agustus 2013 Juli 2014-Agustus 2014 Juli 2012-September 2012 Agustus 2013-September 2013 Agustus 2014-September 2014 Agustus 2012-Oktober 2012 September 2013-Oktober 2013 September 2014-Oktober 2014 September 2012-November 2012 Oktober 2013-November 2013 Oktober 2014-November 2014 Oktober 2012-Desember 2012 November 2013-Desember 2013 November 2014-Desember 2014 Juli 2012-September 2012 Juli 2013-September 2013 Juli 2014-September 2014 Agustus 2012-Oktober 2012 Agustus 2013-Oktober 2013 Agustus 2014-Oktober 2014 September 2012-November 2012 September 2013-November 2013 September 2014-November 2014 Oktober 2012-Desember 2012 Oktober 2013-Desember 2013 Oktober 2014-Desember 2014 September 2011 September

89 No. Program/ Kegiatan Tahapan Kerja Waktu Penentuan kebutuhan teknologi/ instrumen untuk penyusunan akuntansi dan keuangan. Penentuan beban kerja dan kualifikasi SDM pengelola sistem akuntansi dan keuangan. Oktober 2011 Oktober 2011 Pembangunan Verifikasi dan penetapan indikator kinerja setiap proses penyusunan sistem akuntansi dan keuangan. Penentuan dan kesepakatan tata nilai yang terkait. Penyusunan pedoman sistem akuntansi dan keuangan. Pengembangan instrumen sistem akuntansi dan keuangan. Penyusunan kebijakan dan regulasi yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan sistem akuntansi dan keuangan. November 2011 November 2011 Februari 2012-April 2012 Maret 2012 April 2012 Sosialisasi Sosialisasi keterkaitan kegiatan penyusunan sistem akuntansi dan keuangan dengan pencapaian visi, misi, dan strategi organisasi Sosialisasi tentang hasil penyusunan sistem akuntansi dan keuangan Sosialisasi tentang sistem akuntansi dan keuangan Sosialisasi tentang kebutuhan jumlah dan kualifikasi SDM pengelola sistem akuntansi dan keuangan Sosialisasi tentang kebijakan dan regulasi baru terkait dengan sistem akuntansi dan keuangan Implementasi Instalasi dan revitalisasi instrumen sistem akuntansi dan keuangan, termasuk pengadaan dan instalasi perangkat keras. Uji coba instrumen system akuntansi dan keuangan. Implementasi sistem Akuntansi dan Keuangan. Pengukuran dan Evaluasi Juni 2012-Agustus 2012 Juli 2013-Agustus 2013 Juli 2014-Agustus 2014 Juli 2012-September 2012 Agustus 2013-September 2013 Agustus 2014-September 2014 Agustus 2012-Oktober 2012 September 2013-Oktober 2013 September 2014-Oktober 2014 September 2012-November 2012 Oktober 2013-November 2013 Oktober 2014-November 2014 Oktober 2012-Desember 2012 November 2013-Desember 2013 November 2014-Desember 2014 Agustus 2012-Oktober 2012 Agustus 2013-Oktober 2103 Agustus 2014-Oktober 2014 September 2012-November 2012 September 2013-November 2013 September 2014-November 2014 Oktober 2012-Desember 2012 Oktober 2013-Desember 2013 Oktober 2014-Desember

90 f. Penanggung Jawab Penangung Jawab kegiatan Tata Laksana adalah Koordinator Program Penataan Tata Laksana (Kapustekkom). Adapun penanggung jawab untuk setiap kegiatan adalah sebagai berikut: Kelompok Kerja Kegiatan Penataan Tata Laksana Pengarah : Staf Ahli Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Organisasi dan Manajemen; Pimpinan Unit Utama Koordinator : Kepala Pustekkom Sekretaris : Kepala Bagian Ketatalaksanaan Biro Hukum dan Organisasi Penanggung Jawab: 1) Kepala Pustekkom dan Kepala Biro Hukor (Rekayasa Proses, Simplifikasi, dan Integrasi Prosedur dan pemanfaatan TIK); 2) Kepala PIH dan Kepala Pustekkom (Perbaikan Portal Layanan Prima); 3) Kepala Biro Umum (Pengembangan Sistem Pengelolaan BMN) 4) Kepala PIH (Manajemen Dokumen); 5) Kepala PDSP (Pembangunan Sistem Pengelolaan Data Pendidikan dan Kebudayaan); 6) Kepala Biro Keuangan (Sistem Akuntansi Keuangan dan Akuntabilitas Kinerja); 7) Kepala Biro PKLN (Implementasi Sistem Perencanaan dan Penganggaran). g. Rencana Anggaran Anggaran yang dibutuhkan untuk keseluruhan kegiatan ini akan dialokasikan dalam anggaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan adalah Rp ,- (seratus delapan milyar lima ratus juta rupiah) yang akan dibebankan pada anggaran masingmasing Satuan Kerja sesuai dengan tanggung jawab masing-masing. Adapun Rencana Anggaran tahun 2011 s.d. tahun 2014 untuk setiap kegiatan adalah sebagai berikut. Tabel 12. Rincian Anggaran Program Penataan Tata Laksana No Kegiatan Anggaran (Rp) 1. Rekayasa Proses, Simplifikasi, dan Integrasi Prosedur dan pemanfaatan TIK Rp ,- 2. Pembangunan atau pengembangan e-government Rp ,- 3. Perbaikan Portal Layanan Prima Rp ,- 4. Pembangunan BMN Rp ,- 5. Manajemen Dokumen Rp ,- 6 Pembangunan Sistem Pengelolaan Data Pendidikan Rp ,- 7. Sistem Akuntansi dan Keuangan Rp ,- 8. Implementasi Sistem Perencanaan dan Penganggaran Rp ,- TOTAL Rp ,- E. PENATAAN SISTEM MANAJEMEN SDM APARATUR 78

91 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menetapkan tata nilai yang merupakan sikap dan perilaku dasar seluruh SDM aparatur Kemdikbud dalam mewujudkan layanan prima pendidikan dan kebudayaan. Perbaikan-perbaikan sistemik dan komprehensif yang dilakukan oleh Kemdikbud dilakukan melalui salah satunya adalah penguatan SDM. Permasalahan umum yang dihadapi dalam pembangunan pendidikan dan kebudayaan, khususnya dalam lingkup pembangunan sistem SDM Aparatur, ialah bahwa SDM Kemdikbud secara kuantitas berlebih tetapi secara kualitas kurang memadai, masih terjadi kesenjangan antara kualifikasi dan kompetensi dengan kebutuhan organisasi, belum efektifnya sistem pengelolaan kepegawaian berdasarkan kinerja. Sedangkan jika melihat permasalahan tentang data/informasi maka permasalahannya adalah masih rendahnya tingkat keakuratan, kemutakhiran, dan keterpaduan data/informasi, masih kurangnya pemanfaatan bersama data/informasi yang diperoleh dari proses layanan lainnya, belum dilakukan rekaman data elektronik serta masih lemahnya standardisasi data/informasi yang memungkinkan terjadinya pertukaran data/informasi antar satuan kerja. Dari berbagai persoalan tersebut diatas maka diperlukan partisipasi aktif dari seluruh jajaran Kemdikbud dalam mendukung keseluruhan program reformasi birokrasi. Setiap layanan yang dibangun dirancang agar pemangku kepentingan dapat terlibat. Diperlukan adanya kinerja terukur dari setiap pegawai serta pembangunan dan pengembangan sistem yang mengacu kepada beban kerja dan kinerja. a. Capaian Penataan Sistem Manajemen SDM Aparatur terdiri dari 10 (sepuluh) kegiatan. Dari ke sepuluh kegiatan tersebut, ada yang sudah mulai dilaksanakan pada tahun 2010 dengan menggunakan dana pada tahun 2010, ada yang sedang dilaksanakan, dan ada yang memang baru dapat dilaksanakan pada tahun 2012 dan Beberapa kegiatan sebenarnya sudah dilaksanakan pada tahun 2010, tetapi mengingat terjadinya perubahan struktur organisasi maka perlu dilakukan kembali pada tahun a) Sistem Perencanaan dan Pengadaan Pegawai Sistem Perencanaan dan pengadaan pegawai mengikuti ketetapan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi serta Badan Kepegawaian Negara. Setiap tahunnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan merencanakan kebutuhan tenaga berdasarkan analisis kebutuhan setiap unit kerja dan menyampaikannya kepada Kementerian PAN dan RB guna mendapat persetujuan teknis tambahan alokasi formasi bagi Kementerian. Proses Perencanaan Kebutuhan SDM merupakan upaya untuk menentukan kebutuhan SDM Kemdikbud pada suatu masa yang akan datang dari SDM yang tersedia saat ini baik jumlah kebutuhannya maupun bagaimana cara pemenuhannya. Selama kurun waktu sebelum tahun 2010 proses perencanaan belum dilakukan sesuai dengan yang diharapkan. Perencanaan kebutuhan SDM dimulai dari proses penghitungan kebutuhan SDM berdasarkan beban kerja, persediaan SDM per jabatan sesuai dengan peta jabatan yang ada serta jumlah yang pensiun. Dengan adanya perubahan struktur organisasi, maka perlu dilakukan kembali penghitungan beban kerja serta peta jabatan. 79

92 Proses pemenuhan tenaga yang dibutuhkan berdasarkan hasil perhitungan tersebut dilakukan melalui proses seleksi yang akuntabel, terbuka, dan transparan. Pada tahun 2010 telah dibangun sistem rekrutmen pegawai secara online di lingkungan unit utama. Pada tahun 2011 tengah dibangun untuk seluruh unit kerja di lingkungan Kemdikbud. Adapun manfaat dari kegiatan ini adalah seluruh unit kerja dapat menerapkan sistem rekrutmen pegawai pada tahun 2012 b) Pengembangan Karir Untuk pengembangan karir pegawai Kemdikbud, diperlukan adanya analisis jabatan, evaluasi jabatan, standar kompetensi jabatan, assessment kinerja individu, dan penetapan sistem penilaian kinerja individu. 1) Analisis Jabatan Analisis jabatan merupakan suatu teknik untuk mendapatkan informasi tentang suatu jabatan melalui proses penelitian dan pengkajian yang dilakukan secara analitis terhadap jabatan yang diperlukan dalam suatu unit organisasi untuk menjalankan misinya. Proses analisis jabatan berdasarkan struktur Kementerian yang lama sudah dilaksanakan, tetapi dengan adanya struktur organisasi kementerian yang baru sesuai dengan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 33 Tahun 2011 maka perlu dilakukan proses analisis jabatan dengan terlebih dahulu menetapkan rincian tugas dari masing-masing unit kerja. Hasil dari analisis jabatan adalah uraian jabatan setiap pemangku jabatan sesuai dengan kebutuhan organisasi. Saat ini analisis jabatan sedang dalam proses penyelesaian. Adapun manfaat dari kegiatan ini adalah seluruh pemangku jabatan dapat melaksanakan tugas sesuai uraian jabatan. 2) Evaluasi Jabatan Dari kegiatan evaluasi jabatan diharapkan tersedianya peringkat jabatan. Proses pelaksanaan evaluasi jabatan khususnya untuk unit utama pusat telah mendapatkan berita acara hasil validasi nilai jabatan dan kelas jabatan, sedangkan untuk di lingkungan UPT unit utama, Kopertis, PTN sedang dalam proses pelaksanaan. Dengan bergabungnya Direktorat Jenderal Kebudayaan ke dalam Kemdikbud sesuai OTK Kementerian yang baru yaitu Permendikbud No. 1 Tahun 2012, maka saat ini evaluasi jabatan untuk Ditjen Kebudayaan dan UPTnya juga sedang dalam proses pelaksanaan. Adapun manfaat dari kegiatan ini adalah adanya nilai atau peringkat jabatan bagi seluruh pemangku jabatan sehingga dapat melaksanakan tugas sesuai uraian jabatan. 3) Penyusunan Standar Kompetensi Jabatan Kegiatan ini dilaksanakan agar tersedia dokumen standar kompetensi jabatan sebagai acuan dalam proses penataan SDM berdasarkan kompetensi dan kualifikasi akademik yang dimiliki. Dasar dalam melakukan penyusunan pedoman ini adalah hasil dari penghitungan beban kerja organisasi dan peta jabatan. Mengingat proses evaluasi jabatan masih dalam proses penyelesaian maka penyusunan standar kompetensi jabatan belum dapat dilaksanakan. Adapun manfaat dari kegiatan ini adalah tersedia dokumen standar kompetensi jabatan sebagai acuan dalam proses penataan SDM berdasarkan 80

93 kualifikasi dan kompetensi yang dimiliki. 4) Assessment Kinerja Individu Berdasarkan Kompetensi Kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang kompetensi pegawai. Secara umum kompetensi adalah suatu kombinasi antara keterampilan (skill), atribut personal, dan pengetahuan (knowledge) yang tercermin melalui perilaku kinerja yang dapat diamati, diukur dan dievaluasi. Kompetensi terdiri dari dua tipe yaitu soft competency dan hard competency. Soft competency merupakan jenis kompetensi yang berkaitan erat dengan kemampuan untuk mengelola proses pekerjaan, hubungan antar manusia serta membangun interaksi dengan orang lain. Adapun hard competency merupakan jenis kompetensi yang berkaitan dengan kemampuan fungsional atau teknis suatu pekerjaan. Dalam penilaian kinerja selama ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan masih menggunakan penilaian atasan. Pada tahun 2010 telah dikembangkan suatu model penilaian kinerja individu. Adapun manfaat dari kegiatan ini adalah tersedianya data profil kualifikasi dan kompetensi sebagai acuan dalam proses jumlah SDM yang memenuhi kualifikasi dan kompetensi. 5) Penerapan Sistem Penilaian Kinerja Individu Sistem penilaian kinerja individu di Kemdikbud masih menggunakan sistem penilaian DP3, yang dirasa sudah tidak sesuai lagi. Oleh karena itu dalam rangka menunjang terwujudnya pembinaan karir pegawai berdasarkan sistem merit dan berbasis kompetensi pada tahun anggaran 2010 telah disusun pedoman tentang pengelolaan kinerja individu. Sistem penilaian kinerja individu ini sangat diperlukan untuk : Bagi organisasi, sistem penilaian kinerja individu akan meningkatkan pencapaian sasaran organisasi yang secara langsung berdampak pada peningkatan prestasi kerja. Bagi pengelolaan SDM, sistem penilaian kinerja individu akan menjadi dasar pemberian penghargaan dan hukuman. Bagi pegawai yang bersangkutan, sistem penilaian kinerja individu digunakan sebagai alat komunikasi baik kepada bawahan maupun kepada atasan terhadap hal-hal yang harus atau tidak dikerjakan atau saran perubahan sikap dan perilaku pegawai, sekaligus sebagai sarana pembinaan dan pelatihan. Sistem penilaian kinerja individu dirancang dengan mempertimbangkan beberapa aspek, yakni penilaian prestasi kerja individu, penilaian kompetensi, DP3, dan pengembangan diri. Sistem penilaian kinerja individu dapat dilakukan dengan terlebih dahulu membuat indikator kinerja individu. Setelah itu dilakukan kajian metode SMART untuk menentukan indikator kinerja individu. Pembuatan indikator utama dirancang oleh bagian kepegawaian masingmasing unit utama dan divalidasi oleh pejabat eselon terkait. Perbaikan dan penyesuaian dapat dilakukan pada saat validasi berlangsung. Adapun manfaat dari kegiatan ini adalah seluruh unit kerja dapat menerapkan sistem penilaian kinerja individu. 6) Pembangunan/Pengembangan Basis Data Pegawai 81

94 Dalam rangka meningkatkan pelayanan kepegawaian terhadap PNS, perlu dilakukan perubahan proses administrasi dengan memanfaatkan teknologi informasi. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah mengembangkan database kepegawaian semi elektronik. Pembangunan database sudah mulai dilaksanakan sejak tahun 2007, dilaksanakan untuk mewujudkan sistem informasi pegawai yang akurat, transparan dan akuntabel. Mengingat pegawai terbesar di lingkungan Kemdikbud adalah dosen, maka dalam rangka menunjang pembinaan karir dosen serta kelancaran pelaksanaan tugas dan pelayanan administrasi proses kenaikan pangkat/jabatan dosen maka telah dikembangkan sistem informasi kepegawaian untuk proses kenaikan pangkat dosen. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah melakukan perbaikanperbaikan sistemik dan komprehensif terhadap sistem penyelenggaraan pendidikan dan kebudayaan melalui penguatan SDM dengan memanfaatkan sebesar-besarnya Teknologi Informasi dan Komunikasi sebagai faktor pemungkin dan penunjang terlaksananya Reformasi Birokrasi secara efektif dan efisien. Oleh karena itu pada tahun 2010 telah dibangun sistem yang mampu menjadikan kinerja sebagai dasar dalam pelaksanaan pengelolaan SDM, baik perencanaan, penyediaan, pengembangan maupun pemberhentian SDM. Pembangunan ini diharapkan dapat mengatasi permasalahan yang dihadapi dalam pengelolaan SDM saat ini yaitu antara lain: Adanya beberapa sistem kepegawaian di unit utama-unit utama Kemdikbud yang sama-sama menangani informasi kepegawaian namun belum terintegrasi satu dengan lainnya. Kurang terjaganya kemutakhiran basis data pegawai kurang terbukanya sistem pengelolaan SDM yang ada saat ini untuk melibatkan partisipasi aktif pegawai dalam pengelolaan datanya. Belum jelasnya status kepegawaian tenaga perawat cagar budaya Dalam sistem pengelolaan SDM terdapat fungsi-fungsi pengelolaan kepegawaian, mulai dari perencanaan hingga evaluasi kepegawaian. Sistem kepegawaian yang tersebar di lingkungan Kemdikbud akan digeneralisir untuk kemudian disambung dengan proses pengelolaan SDM yang ada di Biro Kepegawaian, sehingga menjadi rantai fungsi manajemen pengelolaan SDM yang utuh. Adapun manfaat dari kegiatan ini adalah data kepegawaian di lingkup Kemdikbud menjadi terintegrasi dan menjadi satu basis data sehingga pengelolaan data akan jauh lebih praktis, mudah diakses dan valid, kolaborasi data bisa dilakukan dengan mudah, proses pemeliharaan data menjadi lebih mudah, akurat dan kemutakhiran data tetap terjaga. 7) Sistem Pengelolaan Mutasi Pegawai Sistem ini dibangun dengan sasaran terbentuknya sistem pengelolaan mutasi pegawai yang lebih cepat, lebih tepat dan terbuka. Berbagai permasalahan mengenai lemahnya sistem pengelolaan mutasi pegawai dapat teratasi. Kegiatan yang telah dilaksanakan ialah 1. Identifikasi sistem pengelolaan mutasi yang ada; 82

95 2. Penentuan kebutuhan teknologi untuk peningkatan kecepatan dan akurasi proses mutasi 3. Penyusunan rancangan sistem informasi pengelolaan mutasi. Adapun manfaat dari kegiatan ini adalah terbentuknya proses layanan mutasi pegawai yang lebih cepat, tepat dan terbuka. 8) Pengembangan Sistem Pengelolaan Kepegawaian Berbasis Kinerja Sistem ini dibangun dengan sasaran terbentuknya sistem dan organisasi yang dapat melaksanakan misi dan mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien. Berbagai permasalahan mengenai lemahnya sistem pengelolaan kepegawaian dapat teratasi. Pada tahun 2010 telah disiapkan sistem pengelolaan SDM berbasis kinerja walaupun belum secara keseluruhan siklus kepegawaian. Saat ini telah dilakukan evaluasi terhadap sistem yang sudah terbangun. Adapun manfaat dari kegiatan ini adalah seluruh unit kerja dapat menerapkan sistem pengelolaan kepegawaian berbasis kinerja. 9) Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Berbasis Kompetensi Kegiatan ini bertujuan untuk mewujudkan sistem pendidikan dan pelatihan pegawai yang mampu mengurangi kesenjangan antara kompetensi yang dimiliki pegawai dengan kompetensi yang dipersyaratkan. Need assessment bagi kebutuhan diklat telah dilaksanakan secara terus menerus setiap tahunnya meskipun sistem yang ada sekarang belum berdasarkan kompetensi. Kegiatan diklat di Kementerian telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku seperti, diklat penjenjangan/kepemimpinan bagi PNS yang akan menduduki jabatan struktural tertentu, dan diklat teknis. Adapun manfaat dari kegiatan ini adalah tersedianya data profil kualifikasi dan kompetensi SDM dan diterapkannya sistem dan proses pendidikan dan pelatihan pegawai berbasis kompetensi dalam pengelolaan kebijakan dan pelayanan publik. c) Pemberhentian dan Pemensiunan Proses pemberhentian dan pemensiunan didukung oleh berbagai perangkat peraturan. Beberapa proses pengelolaan proses pemberhentian dan pemensiunan secara komputerisasi telah disiapkan pada tahun Untuk tahun 2011 akan dievaluasi dan dikembangkan lebih lanjut. b. Rencana Beberapa kegiatan yang direncanakan oleh Kementerian dalam rangka penataan sistem manajemen SDM aparatur adalah sebagai berikut: 1. Sosialisasi dan penerapan sistem rekrutmen pegawai secara online untuk seluruh unit kerja di lingkungan Kementerian pada tahun 2012; 2. Evaluasi hasil analisis jabatan berdasarkan uraian jabatan sesuai OTK Kementerian yang baru yaitu Permendikbud No.1 Tahun 2012 dilaksanakan pada tahun 2012; 83

96 3. Penyusunan evaluasi jabatan berdasarkan uraian jabatan, peta jabatan, dan informasi faktor di lingkungan UPT unit utama, Kopertis, PTN serta Ditjen Kebudayaan dan UPTnya pada tahun 2012; 4. Penyusunan Peringkat jabatan di lingkungan UPT unit utama, Kopertis, PTN serta Ditjen Kebudayaan dan UPTnya pada tahun 2012; 5. Penerapan hasil evaluasi jabatan dan peringkat jabatan pada tahun 2012 dan seterusnya; 6. Pelaksanaan proses penataan SDM di lingkungan Unit Utama Pusat berdasarkan kompetensi dan kualifikasi jabatan pada tahun 2012; 7. Penyiapan assessment center pada tahun 2012; 8. Penyusunan pedoman assessment kinerja individu berdasarkan kompetensi pada tahun 2012; 9. Penyusunan pola karier pada tahun 2012; 10. Penyusunan instrumen sistem penilaian kinerja individu pada tahun 2012; 11. Penerapan sistem penilaian kinerja individu pada tahun 2012 dan seterusnya; 12. Pembangunan dan pengembangan database pegawai pada tahun 2012; 13. Penerapan sistem informasi pengelolaan mutasi pegawai, tahun 2013; 14. Pengembangan Sistem Pengelolaan Kepegawaian Berbasis Kinerja pada tahun 2012; 15. Penyusunan sistem dan proses pendidikan dan pelatihan pegawai berbasis kompetensi pada tahun 2013; 16. Penerapan/pelaksanaan sistem dan proses pendidikan dan pelatihan pegawai berbasis kompetensi pada tahun c. Kriteria Keberhasilan Hal-hal yang menjadi kriteria keberhasilan pada program/kegiatan Penataan Sistem Manajemen SDM Aparatur dalam rangka reformasi birokrasi di Kemdikbud adalah sebagai berikut: 1. Meningkatnya profesionalisme SDM aparatur di Kementerian; 2. Meningkatnya transparansi dan akutabilitas pengelolaan SDM aparatur; 3. Meningkatnya disiplin dan kinerja SDM Aparatur Kementerian; 4. Meningkatnya kesejahteraan SDM Aparatur Kementerian. Secara rinci kriteria keberhasilan dari sepuluh program/kegiatan Penataan Sistem Manajemen SDM Aparatur adalah sebagai berikut: 1. Tersedianya dan diterapkannya sistem rekrutmen pegawai Kemdikbud berbasis kompetensi yang transparan dan akuntabel; 2. Tersedianya dokumen uraian jabatan untuk seluruh jabatan struktural, fungsional umum dan fungsional tertentu sesuai dengan struktur organisasi Kemdikbud terbaru; 3. Tersedianya peringkat jabatan yang sudah divalidasi oleh Kementerian PAN 84

97 dan RB serta BKN; 4. Tersedianya dokumen standar kompetensi dan kualifikasi jabatan; 5. Terlaksananya proses penataan SDM berdasarkan kompetensi dan kualifikasi jabatan di lingkungan unit utama pusat; 6. Tersedianya peta profil kompetensi individu; 7. Tersedianya sistem penilaian kinerja individu; 8. Semua unit kerja dapat mengimplementasikan sistem penilaian kinerja individu; 9. Tersedianya database pegawai yang mutakhir dan akurat; 10. Semua layanan informasi kepegawaian dapat terlayani; 11. Tersedianya sistem pengelolaan mutasi pegawai; 12. Semua unit kerja dapat mengimplementasikan sistem pengelolaan mutasi pegawai; 13. Tersedianya sistem pengelolaan Kepegawaian Berbasis Kinerja; 14. Semua unit kerja dapat mengimplementasikan sistem pengelolaan kepegawaian berbasis kinerja; 15. Tersedianya sistem dan proses pendidikan dan pelatihan pegawai berbasis kompetensi; 16. Semua unit kerja dapat mengimplementasikan sistem dan proses pendidikan dan pelatihan pegawai berbasis kompetensi. d. Agenda Prioritas Kegiatan yang menjadi prioritas Kemdikbud dalam rangka penataan manajemen SDM aparatur saat ini adalah sebagai berikut. 1. Penataan sistem rekrutmen pegawai 2. Analisis jabatan 3. Evaluasi jabatan 4. Penyusunan standar kompetensi jabatan 5. Assessment kinerja individu berdasarkan kompetensi 6. Penerapan sistem penilaian kinerja individu 7. Pembangunan/pengembangan database pegawai 8. Sistem pengelolaan mutasi pegawai 9. Pengembangan sistem pengelolaan kepegawaian berbasis kinerja 10. Pengembangan pendidikan dan pelatihan pegawai berbasis kompetensi. e. Waktu Pelaksanaan dan Tahapan Kerja Waktu pelaksanaan dan tahapan kerja program/kegiatan penataan sistem manajemen 85

98 SDM aparatur tampak dalam tabel berikut. Tabel 13. Waktu dan Tathapan Kerja Program Penataan Sistem Manajemen SDM Aparatur No. Program/ Kegiatan Tahapan Kerja Waktu 1 Penataan Sistem Rekrutmen Pegawai Perencanaan Melakukan analisis kebutuhan sistem yang diperlukan Tahun 2010 Pembangunan Menyusun sistem rekrutmen pegawai secara online untuk lingkungan unit utama Menyusun sistem rekrutmen pegawai secara online untuk seluruh unit kerja di lingkungan Kemdikbud Melakukan uji coba sistem rekrutmen pegawai secara online untuk lingkungan unit utama Melakukan uji coba sistem rekrutmen pegawai secara online untuk seluruh unit kerja di lingkungan Kemdikbud Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2010 Agustus 2011 Sosialisasi Sosialisasi sistem rekrutmen pegawai secara online untuk seluruh unit kerja di lingkungan Kemdikbud Oktober 2011 Implementasi Menerapkan sistem rekrutmen pegawai secara online di lingkungan unit utama Menerapkan sistem rekrutmen pegawai secara online untuk seluruh unit kerja di lingkungan Kemdikbud Menerapkan data hasil rekrutmen pegawai ke dalam sistem pengelolaan sumber daya manusia Tahun 2010 Oktober 201-Desember 2014 Januari 2012-Desember 2014 Pengukuran dan Implementasi Melakukan evaluasi terhadap sistem rekrutmen pegawai secara online Januari Analisis Jabatan Perencanaan Menyusun rencana pelaksanaan proses analisis jabatan Agustus 2011 Pembangunan Menetapkan rincian tugas masingmasing unit kerja Agustus

99 No. Program/ Kegiatan Tahapan Kerja Waktu Melaksanakan proses analisis jabatan berdasarkan tugas pokok serta rincian tugas masing-masing unit Agustus 2011 Sosialisasi Sosialisasi analisis jabatan Agustus 2011 Implementasi Finalisasi analisis jabatan Agustus 2011 Pengukuran dan Evaluasi Evaluasi hasil analisis jabatan Agustus Evaluasi Jabatan Perencanaan Menyusun rencana pelaksanaan evaluasi jabatan di lingkungan Kementerian Tahun 2010 Pembangunan Melaksanakan proses penyusunan evaluasi jabatan berdasarkan uraian jabatan, peta jabatan, dan informasi faktor di lingkungan unit utama pusat Melaksanakan proses penyusunan evaluasi jabatan berdasarkan uraian jabatan, peta jabatan, dan informasi faktor di lingkungan UPT dan Kopertis Melaksanakan proses penyusunan evaluasi jabatan berdasarkan uraian jabatan, peta jabatan, dan informasi faktor di lingkungan PTN Melaksanakan proses penyusunan formasi jabatan di lingkungan unit utama pusat Melaksanakan proses penyusunan formasi jabatan di lingkungan PTN Melaksanakan proses penyusunan formasi jabatan di lingkungan UPT dan Kopertis Merumuskan peringkat jabatan di lingkungan unit utama pusat Merumuskan peringkat jabatan di lingkungan UPT dan Kopertis Merumuskan peringkat jabatan di lingkungan PTN Melakukan evaluasi peringkat jabatan di lingkungan unit utama pusat oleh tim evaluasi Kementerian Melakukan validasi hasil peringkat jabatan di lingkungan unit utama pusat dengan Kementerian PAN-RB dan BKN Agustus 2011 November 2011 Januari 2012 Agustus 2011 November 2011 November 2011 Agustus 2011 November 2011 Maret 2012 September 2011 September

100 No. Program/ Kegiatan Tahapan Kerja Waktu Melakukan evaluasi peringkat jabatan di lingkungan UPT dan Kopertis oleh tim evaluasi Kementerian Melakukan validasi hasil peringkat jabatan di lingkungan UPT dan Kopertis dengan Kementerian PAN-RB dan BKN Melakukan evaluasi peringkat jabatan di lingkungan PTN oleh tim evaluasi Kementerian Melakukan validasi hasil peringkat jabatan di lingkungan PTN dengan Kementerian PAN-RB dan BKN Menandatangani berita acara penetapan peringkat jabatan di lingkungan unit utama pusat Menandatangani berita acara penetapan peringkat jabatan di lingkungan UPT dan Kopertis Menandatangani berita acara penetapan peringkat jabatan di lingkungan PTN Menetapkan peringkat jabatan di lingkungan unit utama pusat Menetapkan peringkat jabatan di lingkungan UPT dan Kopertis Menetapkan peringkat jabatan di lingkungan PTN November 2011 Desember 2011 Februari 2012 April 2012 September 2011 Desember 2011 April 2012 September 2011 Desember 2011 April 2012 Sosialisasi Sosialisasi hasil evaluasi jabatan di lingkungan unit utama pusat, Sosialisasi hasil evaluasi jabatan di lingkungan UPT dan Kopertis Sosialisasi hasil evaluasi jabatan di lingkungan PTN September 2011 Desember 2011 April 2012 Implementasi Menerapkan hasil evaluasi jabatan di lingkungan unit utama pusat Menerapkan hasil evaluasi jabatan di lingkungan UPT dan Kopertis Menerapkan hasil evaluasi jabatan di lingkungan PTN Januari 2012-Desember 2014 Januari 2012-Desember 2014 Juni 2012-Desember 2014 Pengukuran dan Evaluasi Melakukan pengukuran/analisis beban kerja di lingkungan unit utama pusat Melakukan pengukuran/analisis beban kerja di lingkungan UPT dan Kopertis Melakukan pengukuran/analisis beban kerja di lingkungan PTN September 2011 September 2011 September

101 No. Program/ Kegiatan Tahapan Kerja Waktu 5 Penyusunan Standar Kompetensi Jabatan Perencanaan Menyusun rencana pelaksanaan penyusunan pedoman tentang standar kompetensi dan kualifikasi jabatan di lingkungan unit utama pusat Agustus 2011 Pembangunan Melaksanakan penyusunan pedoman standar kompetensi dan kualifikasi jabatan di lingkungan unit utama pusat Menetapkan pedoman standar kompetensi dan kualifikasi jabatan di lingkungan unit utama pusat Menyiapkan proses penataan SDM berdasarkan standar kompetensi dan kualifikasi jabatan di lingkungan unit utama pusat September 2011 Oktober 2011 November 2011 Sosialisasi Sosialisasi pedoman standar kompetensi dan kualifikasi jabatan di lingkungan unit utama pusat November 2011 Implementasi Melakukan pembaruan SK penempatan pegawai sesuai jabatan Melaksanakan proses penataan SDM berdasarkan standar kompetensi dan kualifikasi jabatan di lingkungan unit utama pusat November 2011 November 2011 Pengukuran dan Evaluasi Melakukan evaluasi penataan SDM berdasarkan standar kompetensi dan kualifikasi jabatan di lingkungan unit utama pusat November Assessment Kinerja individu Berdasarkan Kompetensi Perencanaan Menyusun rencana pelaksanaan assessment kinerja individu berdasarkan kompetensi di lingkungan Kementerian Januari 2012 Pembangunan Membentuk assessment center Januari 2012 Menyusun pedoman assessment kinerja individu berdasarkan kompetensi di lingkungan Kementerian Februari 2012 Sosialisasi Sosialisasi pedoman assessment kinerja individu berdasarkan kompetensi di lingkungan Kementerian Februari

102 No. Program/ Kegiatan Tahapan Kerja Waktu Implementasi Melaksanakan assessment kinerja individu berdasarkan kompetensi di lingkungan Kementerian Menyusun pola karier di lingkungan Kementerian Maret 2012 Maret 2012 Pengukuran dan Evaluasi Melaksanakan evaluasi assessment kinerja individu berdasarkan kompetensi di lingkungan Kementerian Maret Penerapan Sistem Penilaian Kinerja Individu Perencanaan Menyusun rencana pedoman penerapan sistem penilaian kinerja individu di lingkungan Kementerian Januari 2012 Pembangunan Mengevaluasi pedoman sistem penilaian kinerja individu yang telah disusun di lingkungan Kementerian Menyusun instrumen sistem penilaian kinerja individu di lingkungan Kementerian Melakukan uji coba sistem penilaian kinerja individu di lingkungan Kementerian Melakukan evaluasi sistem penilaian kinerja individu di lingkungan Kementerian Januari 2012 Februari 2012 Februari 2012 Februari 2012 Sosialisasi Melakukan sosialisasi sistem penilaian kinerja individu di lingkungan Kementerian Maret 2012 Implementasi Menerapkan sistem penilaian kinerja individu di lingkungan Kementerian April 2012-Desember 2014 Pengukuran dan Evaluasi Melakukan evaluasi penerapan sistem penilaian kinerja individu di lingkungan Kementerian Desember 2012-Desember Pembangunan/ Pengembangan Database Pegawai Perencanaan Melakukan inventarisasi data yang dibutuhkan Agustus 2011 Pembangunan Pembangunan database pegawai Agustus 2011-Desember

103 No. Program/ Kegiatan Tahapan Kerja Waktu Melakukan updating database pegawai di lingkungan unit utama pusat November 2011 Sosialisasi Melakukan sosialisasi database pegawai dengan unit kerja Implementasi Pengembangan hardware dan software Sinkronisasi database pegawai dengan unit kerja Agustus 2011 Agustus 2011 Pengukuran dan Evaluasi Melakukan evaluasi database pegawai Desember Sistem pengelolaan mutasi pegawai Perencanaan Identifikasi sistem pengelolaan pegawai saat ini Evaluasi, perancangan ulang dan penyederhanaan sistem pengelolaan pegawai Penentuan kebutuhan teknologi untuk peningkatan kecepatan dan akurasi proses mutasi Penentuan beban kerja dan kompetensi SDM untuk tiap tahap proses mutasi Penentuan indikator kinerja tiap proses mutasi dan pelaksanaannya Januari 2012 Januari 2012-Februari 2012 Februari 2012 Februari 2012 Februari 2012 Penentuan tata nilai yang terkait Maret 2012 Pembangunan Penyusunan pedoman mutasi Maret 2012 Penyusunan rancangan sistem pengelolaan mutasi Penyusunan kebijakan dan regulasi yang diperlukan Maret 2012-Mei 2012 Maret 2012-Mei 2012 Sosialisasi Sosialisasi keterkaitan kegiatan peningkatan sistem pengelolaan mutasi dengan pencapaian visi, misi dan strategi organisasi Sosialisasi tentang peningkatan sistem pengelolaan mutasi Sosialisasi tentang sistem informasi pengelolaan mutasi Sosialisasi tentang kebutuhan jumlah dan kualifikasi SDM Sosialisasi tentang kebijakan dan regulasi baru Juni 2012 Juni 2012 Juni 2012 Juni 2012 Juni 2012 Implementasi 91

104 No. Program/ Kegiatan Tahapan Kerja Waktu Pembangunan sistem informasi pengelolaan mutasi Implementasi sistem informasi pengelolaan mutasi Peningkatan kapabilitas SDM pemroses mutasi Mei 2012-Juli 2012 Juni 2012-Agustus 2012 Juli 2012-Agustus 2012 Pengukuran dan Evaluasi Penyusunan instrumen pengukuran dan evaluasi Pengukuran dan evaluasi efisiensi internal dan eksternal serta kinerja organisasi dan individu Penyesuaian standar layanan mutasi Pengukuran dan evaluasi efisiensi internal dan eksternal terkait mutasi September 2012 Oktober 2012 November 2012 Desember Pengembang-an Sistem Pengelolaan Kepegawai-an Berbasis Kinerja Perencanaan Identifikasi sistem pengelolaan kepegawaian berbasis kinerja Evaluasi dan penyusunan sistem pengelolaan kepegawaian berbasis kinerja Penentuan kebutuhan teknologi/ intrumen untuk penyusunan sistem pengelolaan kepegawaian berbasis kinerja Penetuan beban kerja dan kualifikasi SDM pengelola sistem pengelolaan kepegawaian berbasis kinerja Penentuan indikator kinerja setiap proses penyusunan sistem pengelolaan kepegawaian dan pelaksanaannya Januari 2012 Februari 2012 Maret 2012 April 2012 Mei 2012 Penentuan tata nilai yang terkait Juni 2012 Pembangunan Penyusunan pedoman sistem pengelolaan kepegawaian berbasis kinerja Pengembangan instrumen sistem pengelolaan kepegawaian berbasis kinerja Penyusunan kebijakan dan regulasi yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan sistem pengelolaan kepegawaian berbasis kinerja Juli 2012-Agustus 2012 Agustus 2012-September 2012 September 2012-Oktober 2012 Sosialisasi 92

105 No. Program/ Kegiatan Tahapan Kerja Waktu Sosialisasi tentang hasil penyusunan sistem pengelolaan kepegawaian dengan pencapaian visi, misi dan strategi organisasi Sosialisasi tentang sistem pengelolaan kepegawaian berbasisi kinerja Sosialisasi tentang kebutuhan jumlah dan kualifikasi SDM pengelola sistem pengelolaan kepegawaian berbasis kinerja Sosialisasi tentang kebijakan dan regulasi baru terkait dengan sistem pengelolaan kepegawaian berbasis kinerja November 2012-Desember 2012 November 2012-Desember 2012 November 2012-Desember 2012 November 2012-Desember 2012 Implementasi Instalasi instrumen sistem pengelolaan kepegawaian berbasis kinerja, termasuk pengadaan dan instalasi perangkat keras Implementasi sistem pengelolaan kepegawaian berbasis kinerja Peningkatan kapabilitas SDM pengelola sistem pengelolaan kepegawaian berbasis kinerja November 2012-Desember 2012 Desember 2012-Februari 2013 Februari 2013-Maret 2013 Pengukuran dan Evaluasi Pengukuran dan evaluasi efisiensi internal dan eksternal serta kinerja organisasi dan individu Pengukuran ketercapaian hasil penerapan sistem pengelolaan kepegawaian berbasis kinerja Penyesuaian persyaratan sistem pengelolaan kepegawaian berbasis kinerja dengan sistem yang ada Pengukuran dampak penerapan sistem pengelolaan kepegawaian berbasis kinerja Mei 2013-Juni 2013 Juli 2013-Agustus 2013 September 2013-Oktober 2013 November 2013-Desember Pengembang-an Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Berbasis Kompetensi Perencanaan Need assessment terhadap kebutuhan diklat Menyusun rencana pengembangan pendidikan dan pelatihan pegawai berbasis kompetensi Agustus 2011-November 2011 Januari 2012 Pembangunan Menyusun sistem dan proses pendidikan dan pelatihan pegawai berbasis kompetensi Januari 2012 Sosialisasi 93

106 No. Program/ Kegiatan Tahapan Kerja Waktu Sosialisasi penerapan sistem dan proses pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi dalam pengelolaan kebijakan dan pelayanan publik Januari 2012 Implementasi Menerapkan sistem dan proses pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi dalam pengelolaan kebijakan dan pelayanan publik Januari 2012-Desember 2014 Pengukuran dan Evaluasi Melakukan evaluasi penerapan sistem dan proses pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi dalam pengelolaan kebijakan dan pelayanan publik Desember 2012, Desember 2013, Desember 2014 f. Penanggung Jawab Penanggung jawab program/kegiatan penataan sistem manajemen SDM aparatur adalah: Koordinator : Kepala Biro Kepegawaian Tim Kerja : Ketua Anggota : Kepala Bagian Perencanaan dan Pengadaan Biro Kepegawaian : Kepala Bagian di lingkungan Biro Kepeg Kepala Bagian Hukum dan Kepegawaian di lingkungan Unit Utama g. Rencana Anggaran Biaya untuk pelaksanaan program /kegiatan penataan sistem manajemen SDM aparatur adalah sebesar Rp ,00 (Empat belas milyar tiga ratus enam juta empat puluh lima ribu ribu seratus empat puluh rupiah) dengan rincian sebagaimana berikut. Tabel 14. Rincian Anggaran Program Penataan Sistem Manajemen SDM Aparatur No. Kegiatan Rencana Anggaran Penanggung Jawab 1 Penataan sistem rekrutmen pegawai Rp Ropeg 2 Analisis Jabatan - Biro Hukum dan Organisasi 3 Evaluasi Jabatan Rp Ropeg 4 Penyusunan standar kompetensi jabatan Rp Ropeg 5 Assessment kinerja individu berdasarkan kompetensi Rp Ropeg & Unit Utama 6 Penerapan sistem penilaian kinerja individu. Rp Ropeg & Unit Utama 7 Pembangunan/ Pengembangan database pegawai Rp Ropeg 94

107 No. Kegiatan Rencana Anggaran Penanggung Jawab 8 Sistem Pengelolaan Mutasi Pegawai Rp Ropeg 9 Pengembangan Sistem Pengelolaan Kepegawaian Berbasis Kinerja 10 Pengembangan pendidikan dan pelatihan pegawai berbasis kompetensi Rp Rp Ropeg & Unit Utama BPSDM&K dan PMP&K Jumlah Rp F. PENGUATAN PENGAWASAN Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan merupakan salah satu kementerian/lembaga pemerintah yang menerima alokasi anggaran dalam jumlah yang signifikan. Hal ini menandakan bahwa pemerintah memiliki prioritas yang tinggi terhadap pembangunan di sektor pendidikan. Kemdikbud mengemban amanah yang sangat strategis untuk merumuskan dan mengimplementasikan program pembangunan pendidikan yang mampu menghasilkan SDM yang berakhlak mulia, berkarakter kuat, berkompetensi tinggi, dan memiliki daya saing. Besarnya alokasi anggaran yang dikelola Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan harus diimbangi dengan pengawasan yang ketat agar tidak terjadi kebocoran dan penyimpangan dalam penggunaannya. Amanah pengawasan diemban oleh Inspektorat Jenderal selaku aparat pengawasan internal pemerintah (APIP) yang bertanggung dalam pengawasan pelaksanaan tugas Kemdikbud. Pengawasan dimaksud dilakukan dalam berbagai bentuk, mencakup audit, inspeksi, supervisi, reviu, dan evaluasi. Selaku APIP, Inspektorat Jenderal Kemdikbud menjalankan fungsi selaku penjamin mutu (quality assurance) terhadap implementasi program Kemdikbud. Paradigma baru dalam pengawasan internal pemerintah dimulai dengan terbitnya PP Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP). Dalam PP tersebut ditegaskan bahwa APIP harus melakukan pengawasan untuk memperkuat dan menunjang SPIP yang efektif. Penyelenggaraan SPIP dilakukan oleh Presiden dan seluruh jajaran pimpinan instansi pemerintah. Dengan adanya kewajiban untuk menyelenggarakan SPIP secara efektif maka tiap pimpinan instansi, termasuk Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, diberi mandat untuk melakukan pengendalian internal terhadap seluruh aktivitas kementeriannya. Pengendalian internal pada hakikatnya ialah seluruh alat dan metode pengendalian organisasi yang terkoordinasi untuk menjaga aset, mengecek keandalan data akuntansi, mendorong efisiensi operasional, dan menaati ketentuan. Pengendalian internal ini harus dilakukan setiap saat oleh Mendikbud. Di sinilah terletak perbedaan yang sangat signifikan antara paradigma lama dan paradigma baru. Paradigma lama pengawasan bertumpu hanya pada inspektorat jenderal, sedangkan paradigma baru memberi kewenangan kepada Mendikbud dan jajarannya untuk melakukan pengendalian internal secara ketat setiap saat terhadap operasional Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sejak tahun 2009 Inspektorat Jenderal Kemdikbud telah merespon secara langsung terbitnya PP Nomor 60 Tahun 2008 dengan memprakarsai pembentukan unit-unit fungsional satuan pengawasan internal (SPI) di lingkungan Kemdikbud. Prakarsa ini telah pula dilegalkan melalui penerbitan Permendiknas Nomor 16 Tahun 2009 tentang 95

108 Satuan Pengawasan Internal Kemdikbud. Tujuan utama pembentukan unit SPI ini untuk membantu manajemen satuan kerja Kemdikbud dalam melakukan pengendalian internal terhadap operasional. Unit SPI diharapkan dapat melakukan penjaminan mutu dan pembenahan yang diperlukan sebelum satuan kerja tersebut diaudit oleh Inspektorat Jenderal dan aparat pengawasan eksternal pemerintah. Dengan demikian SPI juga akan berfungsi sebagai mitra Inspektorat Jenderal Kemdikbud dalam hal pengawasan organisasi Kemdikbud. Selain itu, Inspektorat Jenderal juga telah berperan aktif dalam melakukan pembinaan teknis pengawasan terhadap anggota-anggota SPI melalui pelatihan dan pemberian pedoman. Sampai dengan saat ini, sistem pengawasan di lingkungan Kemdikbud masih belum optimal. Penerapan SPIP belum efektif, demikian pula halnya dengan kinerja Inspektorat Jenderal dan SPI satuan kerja. Hal ini terlihat jelas dari adanya penurunan peringkat opini BPK-RI atas Laporan Keuangan Kemdikbud dari Wajar Dengan Pengecualian menjadi Disclaimer (Tidak memberikan pendapat) yang merupakan opini berperingkat terendah. Sistem pengawasan yang ada juga belum mampu mencegah tindakan KKN dan penyimpangan pengelolaan keuangan. Beberapa kasus yang termuat di media massa merupakan realita yang mengemuka dan menjadi perhatian dan konsumsi perbincangan publik. Dengan demikian, aspek pengawasan menjadi salah satu bidang manajemen pemerintahan yang harus direformasi. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah mencanangkan beberapa program reformasi birokrasi yang salah satunya ialah Program Penguatan Pengawasan. Misi utama program tersebut ialah mencegah tindakan KKN dan penyimpangan pengelolaan keuangan negara. Target terukur yang ingin dicapai adalah tercapainya opini Wajar Tanpa Pengecualian terhadap laporan keuangan Kemdikbud. Misi dan target ini dapat dicapai dengan menerapkan Sistem Pengendalian Internal Pemerintah secara efektif. Inspektorat Jenderal Kemdikbud memperoleh kepercayaan untuk mengoordinasikan implementasi program penguatan pengawasan di lingkungan Kemdikbud. Langkah-langkah pembenahan yang akan dilakukan, antara lain adalah penguatan peran Satuan Pengawasan Intern dan penguatan karakter auditor. Penguatan peran SPI diharapkan dapat meningkatkan akuntabilitas pelaksanaan program satuan kerja, sedangkan kekuatan karakter auditor diharapkan dapat meningkatkan integritas dan kepercayaan pemangku jabatan terhadap profesi auditor. Untuk memandu implementasinya selama , disusun dokumen peta jalan (Road Map) Program Penguatan Pengawasan. a. Capaian Sejak tahun 2009 Inspektorat Jenderal telah memperoleh beberapa capaian melakukan reformasi dan capaian-capaian yang telah diperoleh Inspektorat Jenderal dapat diklasifikasi dalam tiga aspek yaitu Keorganisasian, Ketatalaksanaan, dan SDM. Bagian ini juga menguraikan permasalahan yang mempengaruhi capaian kinerja dan menjabarkan faktor-faktor kunci keberhasilan yang menjadi prasyarat untuk implementasi program Penguatan Pengawasan. 96

109 a) Capaian Reformasi Birokrasi 1) Keorganisasian Inspektorat Jenderal mengawali proses reformasi birokrasi Sistem Pengawasan dengan merancang struktur dan mekanisme kerja keorganisasian yang sesuai dengan semangat reformasi, yakni menekankan pada aspek pengendalian internal yang kuat. Adapun hasil yang telah dicapai sebagai berikut. (1) Tersusunnya rencana strategis Itjen Kemdikbud Itjen Kemdikbud telah menyusun Rencana Strategis yang menjabarkan Renstra Kemdikbud ke dalam program kepengawasan. Manfaat Program Terumuskannya Rencana Strategis Inspektorat Jenderal Kemdikbud merupakan prestasi besar dan memberi manfaat yang sangat besar bagi institusi karena telah memberi arahan yang jelas kemana organisasi ini akan diorientasikan selama periode 5 tahun ke depan. Rencana Strategis telah memberi manfaat karena telah menjawab pertanyaan-pertanyaan mendasar filosofis tentang eksistensi organisasi yang mencakup di mana organisasi saat ini?, kemana organisasi akan pergi?, dan bagaimana organisasi mencapai tujuannya? (2) Terumuskannya visi dan misi baru Itjen Kemdikbud. Visi dan Misi Itjen Kemdikbud telah disesuaikan dengan visi dan misi Kemdikbud yang tercantum dalam Renstra Kemdikbud. Tabel 15. Visi dan Misi Kemdikbud dan Itjen Kemdikbud Visi Misi Kemdikbud Terselenggaranya Layanan Prima Pendidikan Nasional untuk Membentuk Insan Indonesia yang Cerdas dan Berkarakter Bangsa Kuat 1. Meningkatkan Ketersediaan Layanan Pendidikan; 2. Meningkatkan KeterJangkauan Layanan Pendidikan; 3. Meningkatkan Kualitas/Mutu dan Relevansi Layanan Pendidikan; 4. Mewujudkan Kesetaraan dalam Memperoleh Layanan Pendidikan; dan 5. Menjamin Kepastian Memperoleh Layanan Pendidikan Itjen Kemdikbud Terwujudnya Pengawasan yang Berkualitas terhadap Layanan Pendidikan dan Kebudayaan 1. Melaksanakan tata kelola yang handal dalam layanan pengawasan pendidikan; 2. Meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengawasan yang berorientasi akuntabilitas; 3. Menguatkan integritas dan kepatuhan terhadap peraturan perundangundangan bagi pengawas dan pengelola layanan pendidikan; 4. Mendorong terwujudnya pengawasan internal yang profesional dalam setiap unit layanan pendidikan; 5. Mengawal terjaminnya Laporan Keuangan dan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) yang berkualitas. Manfaat Program Terumuskannya visi dan misi baru Inspektorat Jenderal merupakan upaya penyelarasan visi dan misi Inspektorat Jenderal terhadap visi dan misi Kementerian. Visi dan misi ini telah mengakomodir penyesuaianpenyesuaian yang diperlukan terkait dengan adanya peran baru dari Inspektorat Jenderal antara lain adalah sebagai fasilitator Satuan Pengawasan Intern dan pendampingan atau asistensi dalam penyusunan Laporan Keuangan dan Laporan Akuntabilitasi Kinerja Instansi Pemerintah. 97

110 (3) Telah tersusun paradigma baru pengawasan Itjen Kemdikbud telah melakukan perumusan Paradigma Baru Pengawasan Pendidikan dan Kebudayaan sebagai pola pikir yang mendasari langkah-langkah kebijakan dan strategi organisasi. Paradigma Baru tersebut ialah sebagai berikut: Tabel 16. Paradigma Baru Pengawasan Pendidikan Manfaat Program: Terumuskannya paradigma baru merupakan terobosan yang sangat signifikan bagi institusi Inspektorat Jenderal Kemdikbud. Manfaat dari terumuskannya paradigma baru adalah perubahan pola pikir (mind set) dari auditor Itjen yang mendasari aktivitas pengawasannya. Salah satu perubahan pola pikir yang sangat signifikan adalah wacana auditor yang semula adalah Pemeriksaan menjadi Penjaminan Mutu (Quality Assurance). Paradigma baru membuat peran auditor ke depan lebih kepada konsultan manajemen dari pada pemeriksa. (4) Telah terbentuk unit satuan pengawasan intern sebanyak 77 unit. Keberadaan unit fungsional Satuan Pengawasan Intern (SPI) di lingkungan Kemdikbud merupakan sebuah prakarsa terobosan dan pencapaian yang luar biasa. Mekanisme kerja SPI diharapkan dapat diterapkan seperti 98

111 pada unit kantor audit internal pada perusahaan swasta. SPI dapat pula dipersamakan dengan satuan-satuan tugas (satgas) yang bekerja intensif untuk melakukan pengendalian internal di lingkungan satuan kerja. SPI satuan kerja merupakan mitra Inspektorat Jenderal yang bertugas melakukan penjaminan mutu (quality assurance) melalui kegiatan pengawasan terhadap penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) yang dilakukan pimpinan satuan kerja. Dengan adanya SPI diharapkan SPIP dapat terselenggarakan secara andal yang dapat menjamin efisiensi dan efektivitas keterlaksanaan operasional satuan kerja, serta tersusunnya laporan keuangan sesuai dengan standar akuntansi pemerintahan, teramankannya aset, dan terpatuhinya ketentuan peraturan yang berlaku. Terdapat lima komponen SPIP berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008, yang harus diselenggarakan oleh pimpinan satuan kerja yakni sebagai berikut. (a) Lingkungan Pengendalian (Controlling Environment) Organisasi harus memiliki struktur dan uraian tugas yang jelas serta kepemimpinan yang kuat. Hal tersebut harus didukung dengan budaya kerja dan sistem nilai yang sesuai dengan tugas dan fungsi organisasi. (b) Analisis Risiko (Risk Analysis) Organisasi harus mengidentifikasi, memetakan, dan menganalisis potensi risiko yang melekat pada setiap kegiatan. Analisis risiko harus menghasilkan suatu gambaran tentang jenis-jenis kegiatan berdasarkan tingkat risiko yang melekat di dalamnya, mencakup kegiatan yang berisiko sangat tinggi, berisiko tinggi, berisiko sedang, berisiko rendah, dan kegiatan tanpa risiko. (c) Kegiatan Pengendalian (Controlling Activities) Organisasi harus memiliki sistem pengamanan yang solid terhadap harta dan sumber daya. Perencanaan, penelaahan ketercapaian, dan pelaporan kinerja harus dilakukan secara sistematis. prosedur operasional standar (POS) kegiatan harus ditetapkan dan dipatuhi sehingga kualitas kerja dan output kegiatan dapat terjamin. Otorisasi kewenangan pejabat yang berhak untuk melakukan legalisasi administrasi harus dikendalikan secara ketat. Dokumentasi yang lengkap dan terklasifikasi dengan baik merupakan kegiatan pengendalian yang tidak boleh diabaikan. (d) Informasi dan Komunikasi (Information and Communication) Organisasi harus memiliki Sistem Informasi Manajemen (SIM) yang dapat diandalkan untuk mengolah data dan menghasilkan informasi secara tepat waktu agar dapat dikomunikasikan oleh pihak-pihak yang relevan, serta menjadi bahan pertimbangan pimpinan dalam mengambil keputusan. (e) Monitoring dan Evaluasi (Monitoring and Evaluation) Organisasi harus memiliki sistem pemantauan dan evaluasi berkala yang dapat diandalkan. Pemantauan dilakukan agar organisasi dapat melihat kemajuan pencapaian pelaksanaan. Adapun evaluasi 99

112 dilakukan untuk mengidentifikasi keberhasilan dan kendala/masalah yang harus diatasi. Kemanfaatan Program Program ini telah memberikan manfaat yang sangat signifikan karena telah merubah pola pengawasan dari yang semula hanya bergantung pada Inspektorat Jenderal menjadi pengawasan intern oleh satuan kerja masing-masing melalui Satuan Pengawasan Intern. (5) Telah dilaksanakan beberapa kegiatan pengawasan inovatif Sejak tahun 2007 Itjen telah melakukan beberapa kegiatan pengawasan inovatif terutama untuk meningkatkan opini BPK-RI atas laporan keuangan Kemdikbud. Kegiatan inovatif tersebut antara lain sebagai berikut. (1) Peninjauan ulang (review) laporan keuangan Kemdikbud Reviu laporan keuangan dilakukan pada saat laporan keuangan Kemdikbud telah selesai tersusun. Reviu oleh Itjen merupakan prasyarat yang harus dipenuhi Kemdikbud sebelum laporan keuangan disampaikan ke Kemkeu. (2) Pendampingan penyusunan laporan keuangan Kemdikbud Pendampingan dilakukan pada saat laporan keuangan Kemdikbud masih dalam proses penyusunan. Pendampingan juga merupakan proses supervisi Itjen kepada satker dalam penyusunan laporan keuangan secara taat asas dan konsisten mengacu kepada standar akuntansi pemerintahan. (3) Supervisi pengadaan barang/jasa Supervisi dilakukan untuk menilai tahapan proses pengadaan barang/jasa di lingkungan Kemdikbud berdasarkan peraturan pemerintah. Penilaian dilakukan terhadap dokumentasi panitia pengadaan. Kemanfaatan Program Program ini telah memberikan manfaat yang sangat signifikan karena membuktikan bahwa Inspektorat Jenderal Kemdikbud selalu melakukan upaya-upaya perubahan dan penyempurnaan serta reformasi terhadap kegiatan pengawasan yang dilakukannya. Program ini juga membuktikan bahwa Inspektorat Jenderal Kemdikbud dapat berkontribusi dan berproses secara aktif dalam dinamika perubahan lingkungan yang begitu tinggi di era reformasi dewasa ini. Inspektorat Jenderal tidak mengalami stagnasi dalam melakukan pengawasannya. 2) Ketatalaksanaan (Business Process) Inspektorat Jenderal melaksanakan pembaharuan dan pemutakhiran berkesinambungan terhadap ketatalaksanaan atau proses bisnis Itjen, yaitu pengawasan. Hal-hal yang telah dicapai dalam Refomasi Birokrasi ketatalaksanaan, mencakup hasil berikut. (1) Telah diterbitkan Permendiknas No 16 Tahun 2009 tentang satuan pengawasan intern 100

113 SPI satker telah memiliki instrumen awal yang bersifat bekal dasar untuk beroperasional. Dengan berpedoman kepada Permendiknas No 16 tahun 2009 dan Per-Irjen No 237 Tahun 2009, SPI dapat memiliki legalitas untuk memenuhi amanat tugas dan fungsinya. Selain itu SPI juga dapat meminta POS-POS pengawasan dari Inspektorat Jenderal untuk menjadi acuan teknis dalam melakukan pengawasan. Manfaat Program: Program ini sangat bermanfaat terhadap Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan karena telah memberikan legalitas terhadap pembentukan unit fungsional pengawasan di lingkungan satuan kerjanya masing-masing bernama Satuan Pengawasan Intern (SPI). Keberadaan SPI ini merupakan perubahan paradigma pengawasan yang sangat besar karena telah meletakkan kewenangan pengawasan kepada SPI di samping Inspektorat Jenderal yang selama ini telah menjalankan tugas audit regulernya. (2) Telah diterbitkan peraturan inspektur jenderal Kemdiknas No 275 Tahun 2009 tentang petunjuk teknis Permendiknas No 16 Tahun 2009 Petunjuk teknis Permendiknas No 16 Tahun 2009 menjabarkan secara lebih mendetail tentang ketentuan-ketentuan yang masih bersifat umum dalam Permendiknas No 16 Tahun Dengan penjelasan yang lebih terperinci maka diharapkan Satuan Pengawasan Intern dapat menjalankan operasionalnya secara lebih efektif. Manfaat Program Program ini sangat bermanfaat karena telah berhasil menguraikan mekanisme kerja secara lebih spesifik dari uraian yang masih bersifat umum yang terdapat dalam Permendiknas Nomor 16 Tahun 2009 tentang Satuan Pengawasan Intern. Dengan adanya penjelasan teknis tentang mekanisme kerja SPI, maka diharapkan anggota SPI tidak lagi memiliki keraguan dalam menjalankan operasional unitnya. Selain itu Petunjuk Teknis ini juga memiliki landasan legalitas yang kuat karena telah dikukuhkan dengan Peraturan Inspektur Jenderal Depdiknas. (3) Telah diterbitkan POS-POS pengawasan Itjen telah melakukan penyempurnaan atas Prosedur Operasional Standar (POS) pengawasan yang telah ada dan menyusun POS pengawasan baru. POS-POS yang telah disempurnakan adalah: (a) POS Audit untuk Tujuan Tertentu Merupakan prosedur baku Itjen dalam melakukan pengawasan yang dilakukan berdasarkan perintah Mendikbud, adanya perhatian publik terhadap masalah strategis pendidikan, dan analisis atas hasil audit sebelumnya. (b) POS Audit Aset Merupakan barang/jasa pemerintah merupakan prosedur baku Itjen dalam mengawasi berlangsungnya pelaksanaan kegiatan pengadaan barang/jasa pemerintah di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (c) POS Audit Keuangan 101

114 Merupakan prosedur baku Itjen dalam mengawasi administrasi pengelolaan keuangan negara. Pembukuan dan dokumentasi buktibukti transaksi keuangan menjadi objek audit ini. (d) POS Audit Kinerja Prosedur baku Itjen terhadap aktivitas satuan kerja dalam penilaian kuantitatif, sehingga dapat diketahui total nilai kinerjanya. Dengan demikian, dapat dilakukan analisis perbandingan kinerja antara satuan kerja yang satu dengan lainnya. (e) POS Penanganan Pengaduan Masyarakat Merupakan prosedur baku terhadap pengaduan masyarakat atas ketidakpuasan pelayanan pendidikan. Penanganan yang baik dapat menentukan langkah terbaik untuk menyelesaikannya, baik dalam bentuk audit maupun bentuk lainnya. POS-POS yang baru disusun adalah: (a) POS Reviu Laporan Keuangan Merupakan prosedur baku Itjen untuk melakukan penelaahan laporan keuangan secara fokus karena pertimbangan keterbatasan waktu peninjauan ulang (review). (b) Petunjuk Teknis Akuntansi Merupakan prosedur baku Itjen untuk melakukan penelaahan laporan keuangan secara fokus karena pertimbangan keterbatasan waktu peninjauan ulang (review). (c) POS Audit Berbasis Risiko Prosedur baku itjen dalam melaksanakan audit dalam hal penyusunan program kerja audit. Program tersebut harus disusun berdasarkan analisis risiko terhadap kegiatan-kegiatan auditan. (d) POS Tindak Lanjut Pengawasan Internal Merupakan prosedur baku untuk menindaklanjuti hasil pengawasan. Tindak lanjut adalah hal yang sangat penting sebagai bagian dari penjaminan mutu. (e) POS Pelayanan Keberatan Auditan Merupakan prosedur baku Itjen dalam menerima keberatan auditan terhadap hasil audit Itjen. Auditan diberi kesempatan untuk menyampaikan argumentasi yang menjadi dasar ketidakpuasannya. Manfaat Program: Ketersediaan Prosedur Operasional Standar (POS) memberi manfaat yang sangat besar bagi tim auditor dalam melaksanakan tugasnya secara sistematis dan runtun. Adanya POS-POS yang menunjang pelaksanaan tugas audit merupakan bukti konkret bahwa tim auditor Inspektorat Jenderal melaksanakan tugasnya secara profesional. (4) Telah diterbitkan Permendiknas No 37 Tahun 2009 tentang Tindak Lanjut Hasil Audit Pemantauan tindak lanjut hasil pengawasan merupakan kegiatan utama 102

115 (core activity) Itjen Kemdikbud setelah audit. Untuk mengoptimalkan pelaksanaan tindak lanjut oleh auditan, disusun mekanisme baku yang menjadi standar dalam penyelesaian tindak lanjut. Manfaat Program Program ini telah memberikan manfaat yang sangat besar bagi Inspektorat Jenderal karena telah memberi legalitas dalam melakukan pemantauan tindak lanjut hasil pengawasan yang merupakan kegiatan utama Inspektorat Jenderal setelah audit. c) Sumber Daya Manusia Dalam reformasi di bidang penguatan pengawasan, khususnya SDM telah dicapai hasil-hasil berikut. (1) Telah dilakukan sosialisasi Permendiknas No 16 tahun 2009 Pada tahun 2009 telah dilakukan workshop untuk menyosialisasikan Permendiknas Nomor 16 Tahun 2009 tentang Satuan Pengawasan Internal di lingkungan Depdiknas. Kemanfaatan Program Program ini sangat bermanfaat bagi unit utama dan satuan kerja Kemdikbud yang berguna untuk menetapkan mekanisme dan struktur organisasi Satuan Pengawasan Intern (SPI) yang akan dibentuk di lingkungannya masing-masing. Kejelasan tentang mekanisme, legalitas, dan manajemen operasional SPI merupakan manfaat utama yang dirasakan oleh para peserta sosialisasi. (2) Telah diberikan diklat untuk anggota SPI Sejak tahun 2009 Itjen Kemdiknas telah menyelenggarakan Diklat Peningkatan Kompetensi untuk anggota SPI. Tema diklat, yaitu Diklat Audit Internal, Diklat Pengadaan Barang/Jasa, dan Diklat Audit Laporan Keuangan. Manfaat Program Program ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan kompetensi di bidang pengawasan dan pemantauan bagi anggota SPI. Para anggota SPI pada umumnya masih awam dan minim pengetahuan tentang audit. Dengan terlaksananya program ini maka kompetensi mereka tentang audit dapat dengan segera dimiliki dan diterapkan dalam praktek. (3) Telah dilakukan pelatihan SPIP berstandar internasional di Australia Itjen Kemdiknas telah berpartisipasi secara aktif dalam pelatihan singkat internasional (Short Course) selama 5 hari sejak tanggal Juni 2011 di Sydney, Australia. Seorang inspektur, beberapa orang auditor dan staf sekretariat mengikuti pelatihan tentang Sistem Pengendalian Intern yang difasilitasi oleh Institute for Internal Auditor. Kemanfaatan Program Program ini telah memberi kemanfaatan berupa meningkatnya pemahaman dari peserta pelatihan tentang konsep Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP). Manfaat ini bertambah besar nilainya mengingat SPIP dipandang sebagai prasyarat kondisi utama untuk menciptakan lingkungan manajemen pemerintahan yang bebas dari praktek-praktek Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). 103

116 (4) Tersusunnya rencana induk pengembangan pegawai Itjen Kemdikbud telah Rencana Induk Pengembangan Pegawai (RIPP) untuk memproyeksikan jumlah kualifikasi dan SDM yang diperlukan sesuai dengan kebutuhan kinerja organisasi. Selain proyeksi tersebut juga dirumuskan strategi pemenuhan kebutuhan SDM Itjen Kemdikbud. Kemanfaatan Program Program ini memberikan manfaat yang sangat besar bagi institusi Inspektorat Jenderal sebagai bagian dari manajemen SDM strategis. Inspektorat Jenderal dapat memprediksi kebutuhan pegawai baik yang berstatus sebagai auditor maupun sekretariat dalam hal jumlah dan kompetensi yang diperlukan untuk mendukung operasional institusi secara efektif dan efisien. (5) Meningkatnya kualifikasi pendidikan auditor Itjen telah berhasil meningkatkan kualifikasi pendidikan 38 orang auditor, dari jenjang pendidikan S1 menjadi S2 di bidang Akuntansi Pemerintahan/Pengawasan Keuangan Negara, dengan gelar akademik magister akuntansi. Program ini didukung beasiswa proyek STAR-SDP (State Audit Reform Sector Development Program) dari dana pinjaman ADB. Dengan meningkatnya jumlah auditor yang memahami akuntansi pemerintahan, diharapkan berdampak pada kualitas audit, sehingga dapat tercapai opini wajar tanpa pengecualian (WTP) atas laporan keuangan Kemdikbud. Kemanfaatan Program Program ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan kepercayaan diri dari auditor. Penghargaan konkret atas prestasi akademik yang telah diraih selama proses pendidikan tentu sangat memiliki nilai dan arti yang tinggi bagi auditor yang bersangkutan. Selain itu program ini telah memberikan bekal dasar pengetahuan untuk meningkatkan kompetensi auditor dalam bidang yang sangat relevan dalam pelaksanaan tugas auditnya yaitu Akuntansi Pemerintahan/Pengawasan Keuangan Negara. (6) Tersusunnya kode etik auditor dan kode etik pegawai Inspektorat Jenderal Kemdikbud Itjen Kemdikbud telah menyusun Kode Etik Auditor dan Pegawai Itjen dalam rangka mengatur norma dan etika dalam berperilaku dan berkomunikasi baik dengan pihak internal maupun eksternal. Kemanfaatan program Program ini telah memberi kemanfaatan besar bagi pegawai Inspektorat Jenderal khususnya auditor karena telah memberikan panduan dalam bertingkah laku dengan auditan dan sesama kolega pegawai. Panduan ini memberikan nilai-nilai positif yang diambil dari budaya, disiplin, dan religiusitas yang sangat bermanfaat bagi pengembangan integritas. (7) Terbangun karakter pegawai Itjen Kemdikbud Dalam rangka membangun karakter pegawai telah diselenggarakan Training Emotional Spiritual Quotient (ESQ) bagi semua pejabat struktural dan auditor Itjen Kemdikbud. Kemanfaatan program Manfaat diklat ini adalah meningkatnya faktor psikologi dan etika yang 104

117 memberikan kesadaran kepada auditor dan pegawai Itjen untuk selalu melaksanakan tugas dan amanah yang dibebankan kepadanya dengan penuh tanggung jawab serta membentuk kepribadian pegawai menjadi pribadi yang berkarakter kuat. b) Permasalahan yang berpengaruh terhadap pencapaian kinerja Dalam melaksanakan proses reformasi birokrasi, Inspektorat Jenderal menghadapi beberapa permasalahan dan kendala yang mempengaruhi pencapaian kinerja. Berikut ini diuraikan permasalahan tersebut. (1) Menurunnya peringkat opini BPK dari WDP menjadi disclaimer Tahun 2011 opini BPK atas laporan keuangan Kemdiknas 2010 turun dari WDP menjadi disclaimer. Hal ini berarti Kemdikbud hanya dapat mempertahankan opini WDP selama dua tahun saja, yaitu pada tahun 2009 dan 2010 untuk laporan keuangan 2008 dan 2009, tanpa bisa mencapai opini berperingkat tertinggi yaitu, Wajar Tanpa Pengecualian. Hal ini sungguh amat disayangkan mengingat kontribusi Itjen Kemdikbud yang besar dalam memperbaiki opini Disclaimer menjadi WDP yang dicapai tahun (2) Belum dipahaminya nilai-nilai keorganisasian Itjen Kemdikbud yang baru Sistem nilai Itjen Kemdikbud belum Sepenuhnya dimengerti dan dijiwai oleh pegawai dan auditor. Nilai-nilai tersebut masih Seperti jargon yang belum tersosialisasikan secara luas. (3) Adanya auditor yang belum mengerti memahami Sistem Pengendalian Internal Pemerintah secara komprehensif Terdapat sementara kalangan auditor yang belum memahami definisi dan komponen-komponen SPIP secara utuh, pemahamannya masih parsial. Kondisi ini tidak ideal, mengingat audit Itjen Kemdikbud diharapkan dapat mengukur tingkat keandalan SPIP auditan dan mampu mendeteksi kelemahan SPIP yang perlu ditingkatkan. Selain itu, kondisi ini tidak efektif bagi auditan yang mengharapkan auditor Itjen dapat memberi nasihat (advis) selaku konsultan yang terpercaya. (4) Belum semua auditor memahami laporan keuangan Masih terbatasnya jumlah Auditor Itjen Kemdikbud yang memiliki pemahaman yang komprehensif tentang laporan keuangan berdasarkan sistem akuntansi pemerintahan. Hal tersebut disebabkan oleh terbatasnya jumlah auditor yang memiliki latar belakang pendidikan akuntansi. Kondisi ini sangat kritis mengingat Itjen Kemdikbud harus mampu mencapai target opini BPK atas Laporan Keuangan Kemdikbud dengan peringkat wajar tanpa pengecualian, selambat-lambatnya pada tahun (5) Belum semua auditor memahami SAKIP secara utuh Masih banyak auditor Itjen Kemdikbud yang belum memahami SAKIP secara utuh, sehingga pelaksanaan evaluasi LAKIP Kemdikbud tidak terlaksana secara baik. (6) Adanya sebagian auditor yang belum memahami mekanisme kerja antara 105

118 Inspektorat jenderal satuan pengawasan intern Sebagian auditor Itjen belum memahami mekanisme kerja antara Itjen SPI sebagai mitra kerja dalam penjaminan mutu. Semestinya setelah temu awal auditor Itjen dan menemui tim SPI mempelajari laporan SPI sebelum melakukan audit (7) Adanya butir dalam Permendikbud dan Per-Irjen yang perlu diralat Permendiknas Nomor 16 Tahun 2009 tentang Satuan Pengawasan Internal dan Peraturan Irjen Kemdiknas Nomor 275 tahun 2009 tentang Petunjuk Teknis SPI. Salah satu contoh adalah bahwa Ketua SPI adalah auditor Itjen dan anggaran diberikan oleh Itjen. Oleh karena itu, kedua peraturan tersebut harus segera direvisi. (8) Perlunya reformulasi definisi pengawasan yang dilakukan oleh SPI Definisi pengawasan yang menjadi lingkup tugas SPI dikritisi anggota SPI, terutama berkaitan dengan cakupan kewenangan mengingat tidak semua anggotanya SPI memiliki sertifikat auditor. Ketidakjelasan makna pengawasan internal tersebut perlu dituntaskan dengan cara memformulasi ulang pengertian pengawasan internal. (9) Adanya resistensi terhadap SPI Adanya pegawai satuan kerja yang tidak nyaman dengan keberadaan SPI. Pegawai belum memahami filosofi telaahan rekan sejawat (peer review). Bagi pegawai satuan kerja, pengawasan yang dilakukan SPI sama dengan yang dilakukan aparat pengawasan lainnya. Hal itu menimbulkan perasaan tidak enak. (10) Rendahnya kompetensi anggota SPI Kompetensi anggota SPI masih sangat terbatas walaupun telah dilakukan. Kekurangan utama terletak pada mentalitas sikap dan independensi saat melakukan tugas pengawasan terhadap rekan sesama unit kerja. (11) Adanya konflik kepentingan anggota SPI Dari hasil pemantauan diketahui bahwa masih ditemukan adanya anggota SPI yang memiliki konflik kepentingan. Dalam arti, anggota tersebut merangkap sebagai pejabat atau staf struktural pada bagian keuangan. (12) Kurangnya integritas pegawai Kemdikbud Integritas adalah satunya kata dan perbuatan yang bersumber dari kesadaran dalam diri pribadi seseorang (inside out). Penegakan integritas merupakan hal yang efektif dalam mengatasi masalah dan mencegah/mengurangi tindakan KKN. Berdasarkan survey KPK integritas aparatur pemerintah dinilai rendah berdasarkan survey KPK termasuk kondisi aparatur di Kemdikbud. (13) Itjen Kemdikbud belum membentuk Satuan Pengawasan Intern Sampai saat ini Itjen belum membentuk unit SPI. Hal ini sesungguhnya sudah merupakan keharusan karena amanat dari Permendiknas No 16 Tahun 2009 agar tiap satuan kerja wajib membentuk unit SPI. 106

119 c) Faktor Kunci Keberhasilan (Key Success Factors) Berdasarkan analisis terhadap capaian reformasi dan permasalahan yang dihadapi, dapat diidentifikasi beberapa faktor kunci keberhasilan sebagai prasyarat bagi Itjen untuk mengimplementasikan program penguatan pengawasan secara efektif. (1) Penguasaan konsep sistem pengendalian internal pemerintah yang komprehensif Auditor Itjen dan anggota SPI harus memiliki wawasan yang memadai tentang lima komponen SPIP, teori maupun aplikasi. (2) Penguasaan konsep akuntansi pemerintahan dan laporan keuangan Auditor Itjen dan anggota SPI harus memahami prinsip dan standar akuntansi pemerintahan serta ketentuan penyajian sistematika laporan keuangan. (3) Operasional satuan pengawasan intern yang efektif Satuan pengawasan intern seluruh unit/satuan kerja Kemdikbud telah beroperasional secara efektif dan optimal, sehingga dapat menguatkan penyelenggaraan SPIP yang akan menghasilkan laporan keuangan dan kinerja yang andal, operasional institusi yang efektif, keamanan aset, dan mematuhi ketentuan peraturan yang berlaku. (4) Kompetensi auditor itjen dan anggota SPI yang memadai Auditor Itjen dan anggota SPI harus memiliki pengetahuan yang luas, keterampilan teknis yang memadai, dan perilaku yang independen. (5) Integritas yang tinggi dari seluruh pegawai Kemdikbud Dengan kesamaan pola pikir dan perilaku yang bersumber dari dalam diri, maka pegawai Kemdikbud diharapkan dapat menggerakkan roda organisasi menjadi lebih akuntabel dan amanah. b. Rencana Perencanaan reformasi birokrasi berfokus pada perumusan upaya-upaya yang realistis untuk mencapai kondisi yang diharapkan pada akhir tahun 2014, yaitu terwujudnya sistem pengawasan pendidikan dan kebudayaan yang lebih akuntabel dan sinergis antara Inspektorat Jenderal dan Satuan Pengawasan Intern di lingkungan Kemdikbud. a) Kondisi yang diharapkan pada tahun 2014 (Expected Condition) Pada tahun 2014 Inspektorat Jenderal Kemdikbud dapat memenuhi amanat tanggung jawab kepengawasan dan pengawalan terhadap pembangunan pendidikan secara efektif. (1) Sistem Pengawasan mengendalikan kegiatan Kemdikbud secara efektif Sistem pengawasan yang sinergi antara Itjen dan SPI diharapkan dapat mengendalikan kegiatan Kemdikbud. Sinergitas pengawasan ini akan memantapkan SPIP yang menjamin keterlaksanaan kegiatan secara efektif dan efisien. Pengelolaan keuangan negara juga dapat dikendalikan dengan lebih baik apabila SPIP-nya terselenggara secara optimal. (2) Struktur organisasi Itjen Kemdikbud menggunakan pendekatan fungsi 107

120 108 Organisasi Itjen diwacanakan dapat menjadi lebih efektif dalam melakukan pengawalan atas program pembangunan pendidikan apabila strukturnya dikelompokkan berdasarkan bidang pendidikan. Untuk itu, perlu dilakukan kajian akademik yang memadai. (3) Seluruh satuan kerja Kemdikbud Pada tahun 2014 diharapkan seluruh satuan kerja telah membentuk unit satuan pengawasan internal. Dengan keberadaan SPI, maka satuan kerja diharapkan mampu melakukan pengelolaan keuangan negara yang akuntabel. (4) Kapasitas organisasi SPI semakin meningkat Melalui pelatihan yang berkesinambungan diharapkan dapat meningkatkan kapasitas organisasi SPI, terutama kompetensi dan kelengkapan infrastrukturnya. (5) Laporan keuangan Kemdikbud disajikan sesuai prinsip akuntansi Pemerintah Keberadaan SPI pada tiap satuan kerja diharapkan dapat berkontribusi penuh kepada pembenahan dalam penyusunan laporan keuangan. Laporan tersebut semestinya dapat menginformasikan kondisi keuangan secara faktual dan bisa dibuktikan secara fisik. (6) LAKIP Kemdikbud tersaji sesuai dengan kelengkapan SAKIP SPI diharapkan dapat memberikan supervisi kepada satuan kerja untuk melengkapi dokumentasi sebagaimana dipersyaratkan dalam SAKIP. Dengan demikian, dapat dilakukan penelusuran atas kesesuaian data antara yang tercantum dalam laporan dengan dokumen perencanaannya. (7) Jumlah auditor Itjen memadai baik dalam hal kuantitas maupun kualifikasi keahliannya Jumlah auditor Itjen diharapkan berada dalam kondisi yang ideal, baik dalam hal proporsionalitas antara beban kerja dan ketenagaan, maupun kompetensi yang relevan. Kondisi SDM yang ideal bagi Itjen Kemdikbud diharapkan dapat mengacu pada prediksi yang tertuang dalam Rencana Induk Pengembangan Pegawai. b) Permasalahan (gap analysis) Permasalahan adalah suatu kesenjangan kondisi yang diketahui dari hasil analisis perbandingan antara kondisi saat ini dengan kondisi yang diharapkan. (1) Belum efektifnya peran SPI SPI belum mampu menjalankan pengendalian secara efektif karena banyaknya permasalahan yang dihadapi antara lain adalah adanya resistensi dari pegawai satker, kurangnya kompetensi anggota SPI, dan kurangnya pedoman teknis pengawasan. (2) Status kelembagaan satuan pengawasan intern belum jelas Kelembagaan SPI belum jelas. Bila berpedoman pada Permendiknas Nomor 16 Tahun 2009 maka jelas terlihat bahwa status SPI merupakan perpanjangan tangan Itjen karena ketuanya diminta dari auditor Itjen dan bertanggung jawab kepada Inspektur Jenderal. Namun dalam prakteknya SPI diketuai oleh pegawai satuan kerja yang bersangkutan dan bertanggung jawab kepada pimpinan satker tersebut. Hal ini harus segera diperjelas dalam aturan yang berlaku.

121 (3) Eselonisasi Inspektorat dibatasi hanya pada empat esselon II kewilayahan (regional) dan satu Inspektorat investigasi Dengan cakupan tugas dan tanggung jawab pengawasan yang begitu besar dibandingkan dengan regionalisasi wilayah Inspektorat yang ada dirasakan ketimpangan dan tidak proporsionalnya beban kerja dengan sumber daya yang ada. (4) Belum semua jabatan memiliki prosedur operasional standar Proses bisnis dari pekerjaan belum semuanya memiliki POS yang mengatur tata kerja dan mekanisme hubungan koordinasi dengan pihak lain demi mencapai tujuan yang diharapkan. Ketersediaan POS merupakan kelengkapan instrumen manajerial yang penting untuk dapat melaksanakan tugas secara efektif. (5) Kondisi SDM belum proporsional dalam hal jumlah dan kompetensi untuk melakukan penguatan SPI Sumber Daya Manusia anggota SPI masih belum memadai proporsionalitasnya baik dalam hal jumlah,kualifikasi, maupun kompetensinya. c) Rencana Tindak (action plan) Program berorientasi hasil (outcomes oriented programs) untuk Inspektorat Jenderal Kemdikbud adalah program Penguatan Pengawasan. Tabel 17. Program RBI Itjen Kemdikbud Penguatan Pengawasan Program dan Kegiatan Penerapan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Kemdikbud Peningkatan peran Inspektorat Quality Assurance dan Consulting Jenderal sebagai Hasil yang Diharapkan Peningkatan ketaatan, efisiensi, dan efektivitas pelaksanaan tugas dan fungsi Peningkatan kualitas pertanggungjawaban pengelolaan keuangan negara Program Penguatan Pengawasan bertujuan untuk meningkatkan penyelenggaraan pemerintah yang bersih dan bebas KKN. Target yang ingin dicapai melalui program ini adalah: 1) Meningkatnya kepatuhan terhadap pengelolaan keuangan negara; Pengelolaan keuangan negara adalah indikator utama dalam tata kelola kepemerintahan yang baik (good governance). Pengelolaan keuangan negara yang akuntabel dan taat pada peraturan akan menjadi tolok ukur bagi instansi pemerintahan yang kinerjanya baik. 2) Meningkatnya efektivitas pengelolaan keuangan negara; Pengelolaan keuangan negara harus diawasi secara ketat agar implementasinya sesuai dengan peruntukan yang telah ditetapkan dalam alokasi anggaran. Kinerja yang telah ditargetkan di awal harus terjamin ketercapaiannya di akhir periode. Output-output yang telah ditetapkan harus dijamin keberadaannya. 3) Meningkatnya status opini BPK; Status opini BPK atas laporan keuangan Kementerian merupakan tolok ukur kinerja Inspektorat Jenderal. Laporan Keuangan Kementerian yang beropini 109

122 Wajar Tanpa Pengecualian merupakan indikator utama yang menunjukkan bukti bahwa kinerja Inspektorat Jenderal sudah berjalan secara optimal. 4) Menurunnya tingkat penyalahgunaan wewenang. Pengawasan yang dilakukan oleh Inspektorat Jenderal harus dapat menurunkan tingkat penyalahgunaan wewenang. Itjen akan melakukan pendekatan inovatif yang lebih fokus kepada revitalisasi integritas moral aparatur. Untuk mengukur keberhasilan reformasi birokrasi dilakukan melalui pencapaian sasaran reformasi birokrasi sebagaimana ditetapkan dalam Grand Design Reformasi Birokrasi dengan indikator kinerja utama berikut ini: Tabel 18. IKU Program Penguatan Pengawasan Sasaran Indikator Base line (2009) Target (2014) Terwujudnya pemerintahan yang bersih dan bebas KKN Opini BPK (WTP) 42,17% 100% Untuk mengimplementasikan dan mencapai target Program Penguatan Pengawasan maka disusunlah rencana aksi berikut ini: Tabel 19. Rencana Aksi Program Penguatan Pengawasan Program Penguatan Pengawasan No Kegiatan Rencana Aksi 1 Penerapan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Kemdikbud Penguatan peran SPI 2 Peningkatan peran Inspektorat Jenderal sebagai Quality Assurance dan Consulting Penguatan Karakter Auditor c. Kriteria Keberhasilan 110 Keberhasilan Inspektorat Jenderal Kemdikbud dalam melakukan reformasi birokrasi harus memiliki tolok ukur indikator keberhasilan yang dapat dihitung secara spesifik dan kuantitatif. Apabila indikator tersebut dapat dicapai maka dapat disimpulkan bahwa upaya reformasi yang dilakukan telah berhasil. (1) Laporan keuangan Kemdikbud memperoleh opini wajar tanpa pengecualian; Laporan keuangan Kemdikbud harus segera memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian dari BPK. Untuk itu, Itjen telah melakukan upaya reformasi terhadap proses auditnya. Audit Itjen saat ini berorientasi pada kegiatan yang sedang terlaksana (on going activities). Fokus audit ditekankan pada pembenahan laporan keuangan. Selain itu Itjen juga melakukan supervisi dan peninjauan ulang (review) terhadap laporan keuangan. (2) LAKIP Kemdikbud memperoleh peringkat terbaik; Penyusunan laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Kemdikbud harus dikawal agar sesuai dengan kaidah-kaidah sistem akuntabilitas kinerja yang mencakup perencanaan, pengukuran, dan pelaporan. Peringkat LAKIP yang

123 diberikan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi merupakan tolok ukur utama dari kinerja Inspektorat Jenderal karena Itjen diwajibkan untuk melakukan evaluasi atas LAKIP Kemdikbud sebelum LAKIP tersebut disampaikan kepada Kem-PAN dan RB untuk dinilai. Peringkat LAKIP akan disandingkan dengan LAKIP Kementerian/Lembaga pemerintah lainnya. d. Agenda Prioritas Kegiatan yang menjadi prioritas Kemdikbud dalam rangka penguatan pengawasan saat ini adalah sebagai berikut: 1) Penerapan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) di Kemdikbud; 2) Peningkatan peran Inspektorat Jenderal Kemdikbud sebagai Quality Assurance dan Consulting. e. Waktu Pelaksanaan dan Tahapan Kerja Kegiatan reformasi birokrasi harus bersifat pentahapan (sequence) yang mencerminkan kejelasan langkah di mana langkah terdahulu menjadi dasar bagi langkah selanjutnya, dan langkah kemudian menjadi pelanjut yang berkesinambungan dengan langkah sebelumnya. Tabel 20. Waktu dan Tahapan Kerja Penguatan Pengawasan No Kegiatan Rencana Aksi Tahun Tahapan Kerja 1 Penerapan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) di Kemdikbud 2 Peningkatan peran Inspektorat Jenderal Kemdikbud sebagai Quality Assurance dan Consulting Penguatan peran Satuan Pengawasan Internal Penguatan Karakter Auditor 2011 Identifikasi penerapan Satuan Pengawasan Intern 2012 Penentuan beban kerja dan kualifikasi SDM pemantau penguatan peran Satuan Pengawasan Intern 2013 Perancangan kerangka penguatan peran Satuan Pengawasan Intern 2014 Implementasi kerangka penguatan peran Satuan Pengawasan Intern 2011 Identifikasi kondisi integritas moral 2012 Peningkatan kompetensi dan integritas auditor 2013 Penentuan indikator penilaian integritas 2014 Penegakan kode etik auditor dan pegawai f. Penanggung Jawab Tabel 21. Penanggung Jawab Penguatan Pengawasan 111

124 No Kegiatan Penanggung Jawab 1 Penerapan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) di Kemdikbud 2 Peningkatan peran Inspektorat Jenderal Kemdikbud sebagai Quality Assurance dan Consulting Inspektur III Inspektur Investigasi g. Rencana Anggaran Kegiatan reformasi birokrasi untuk Program Penguatan Pengawasan akan didukung pembiayaannya dari DIPA Inspektorat Jenderal Kemdikbud untuk tahun anggaran 2011 dan 2012 sebesar Rp ,00 (dua miliar lima ratus delapan belas juta tiga puluh empat ribu empat ratus rupiah), dengan rincian sebagai berikut. Tabel 22. Rincian Anggaran Program Penguatan Pengawasan No Kegiatan Anggaran (Rp) 1 Pengembangan Satuan Pengawasan Intern ,- 2 Layanan Keberatan Auditan ,- 3 Penegakan Kode Etik Auditor ,- 4 Pedoman Pengawasan ,- 5 Manajemen SDM Auditor ,- 6 Sistem Informasi Manajemen Pengawasan ,- 7 Pendidikan dan Pelatihan Pengawasan ,- Jumlah ,- G. PENGUATAN AKUNTABILITAS KINERJA Untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan akuntabel, sangat diperlukan pengembangan dan penerapan sistem pertanggungjawaban yang tepat, jelas, terukur dan legitimate sehingga penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan dapat berlangsung secara berdayaguna, berhasil guna, bersih dan bertanggung jawab serta bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme. Upaya tersebut sejalan dengan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme. Dalam pasal 3 Undang-Undang tersebut dinyatakan bahwa salah satu asas umum penyelengaraan negara adalah asas akuntabilitas, yaitu asas yang menentukan bahwa setiap kegiatan dan hasil akhir dari kegiatan penyelenggaraan negara harus dapat dipertanggungjawabkan kepada rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi negara. Dalam rangka itu, pemerintah telah menerbitkan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Instruksi Presiden tersebut mewajibkan setiap instansi pemerintah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan negara untuk mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi serta kewenangan pengelolaan sumber daya yang didasarkan pada perencanaan strategik yang ditetapkan 112

125 oleh setiap instansi. Pertanggungjawaban dimaksud berupa laporan yang menggambarkan kinerja instansi pemerintah yang bersangkutan yang disampaikan kepada atasan sebagai pemberi mandat (amanah), lembaga pengawasan, lembaga penilai akuntabilitas dan akhirnya disampaikan kepada Presiden selaku kepala pemerintahan. Berdasarkan ketentuan tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai instansi pemerintah, setiap akhir tahun anggaran, berkewajiban untuk menyiapkan, menyusun dan menyampaikan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) secara tertulis, periodik, dan melembaga untuk mengkomunikasikan keberhasilan maupun kegagalan tingkat capaian kinerja sebagai perwujudan normatif pertanggungjawaban. a. Capaian Penguatan Tata kelola secara bertahap dan sistemik telah dimulai. Hal ini penting karena beban dan tanggung jawab Kemdikbud yang sangat besar. Dengan jumlah anggaran paling besar (20%), rentang kendali skala nasional, beragamnya cakupan layanan pendidikan, dan jumlah SDM yang banyak serta tersebar di pelosok tanah air, maka agar tugas dan tanggung jawab dapat dikelola dengan baik dan amanah perlu dikembangkan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) yang andal di lingkungan Kementerian. Untuk meningkatkan kinerja dalam pengelolaan pembangunan pendidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah mengeluarkan 9 (sembilan) langkah strategis, sebagai berikut. a) Menata kembali sistem dan prosedur kerja untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja, menurunkan potensi konflik kepentingan, meningkatkan internal check, dan memperbaiki pelindungan aset, antara lain melalui penerbitan peraturan berikut. (1) Permendiknas Nomor 5 Tahun 2005 tentang Pencabutan Pemberian Hak Monopoli Pengadaan Buku Kepada Balai Pustaka; (2) Permendiknas Nomor 43 Tahun 2007 tentang Koordinasi Dan Pengendalian Program; (3) Permendiknas Nomor 44 Tahun 2007 tentang Alokasi, Klasifikasi, Mekanisme Belanja, Dan Pertanggungjawaban Anggaran Belanja; (4) Penetapan POS Perencanaan dan Penganggaran; (5) Permendiknas Nomor 38 Tahun 2008 tentang TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi); (6) Permendiknas Nomor 42 Tahun 2008 tentang Penggunaan Ruang Kantor; (7) Permendiknas Nomor 68 Tahun 2008 tentang e-procurement; (8) Permendiknas Nomor 76 Tahun 2008 tentang Rumah Negara. Manfaat yang diperoleh dari kegiatan ini ialah pelaksanaan pengelolaan pembangunan yang taat azas dan aturan oleh pengguna untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dan bebas KKN. 113

126 b) Mengaplikasikan TIK untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi sistem dan prosedur kerja. Manfaat yang didapatkan ialah kemudahan, kecepatan, dan keakuratan dalam mengelola sistem dan prosedur kerja oleh pengguna; c) Menginventarisasi barang milik negara (BMN) sesuai sistem akuntansi instansi (SAI) dengan aplikasi SIMAK-BMN - memback-up revaluasi BMN - Hampir seluruh satker (98%) selesai. Manfaat yang diperoleh dari kegiatan tersebut adalah adanya dokumentasi mengenai barang milik negara sesuai sistem akuntansi instansi (SAI); d) Meningkatkan efektivitas dan efesiensi sistem dan prosedur pembukuan dan pelaporan keuangan sesuai SAI. Manfaat yang dirasakan adalah kemudahan dalam melakukan pembukuan dan pelaporan keuangan; e) Meningkatkan kapasitas dan kompetensi aparat. Manfaat yang didapatkan adalah profesionalitas aparat semakin meningkat untuk mendukung kinerja organisasi dan individu; f) Meningkatkan ketaatan aparat terhadap peraturan perundang-undangan. Manfaat yang dirasakan berupa pemahaman aparat terhadap peraturan perundangundangan yang diaktualisasikan melalui pelaksanaan kegiatan yang taat azas untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dan bebas KKN; g) Menindaklanjuti temuan hasil pemeriksaan Inspektorat Jenderal, BPKP, dan BPK, serta secara tegas dan konsisten memberikan sanksi kepada semua pelanggaran sesuai peraturan perundang-undangan. Manfaat yang didapatkan ialah sebagai bahan evaluasi dan perbaikan terhadap berbagai kegiatan yang dijalankan di Kemdikbud; h) Melaksanakan Inpres Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi. Dengan melaksanakan aturan tersebut akan memberikan manfaat berupa kesadaran aparat untuk mendukung pemberantasan korupsi di lingkungan Kemdikbud serta meminimalisasi segala tindakan yang tidak memberikan manfaat pada kementerian; i) Meningkatkan mutu manajemen unit kerja melalui program sertifikasi ISO. Manfaat dari kegiatan ini adalah tersosialisasikannya program sertifikasi ISO kepada unit utama di Kemdikbud untuk mendukung peningkatan mutu manajemen unit kerja; Beberapa Hal yang Telah Dihasilkan: 1) Penerapan Perencanaan Berbasis Kinerja Tahun ) Penertiban Pengelolaan BMN (Dilakukan 1 tahun lebih awal dari Keppres Nomor 17 Tahun 2007 ttg Tim Penertiban BMN) 3) Penerapan Sistem AKIP (menurut Kementerian PAN dan RB) Tahun Nomor 3 Terbaik Tahun Terbaik Tahun Terbaik Tahun Nomor 2 Terbaik 4) Pengelolaan Arsip - Terbaik (menurut Lembaga Arsip Nasional) 5) Penghematan Energi - Terbaik (menurut Kementerian ESDM) 6) E-Government - Peringkat 1 (menurut Kementerian Kominfo) 114

127 7) Desision Support System ) Mutu Pelayanan ISO 9001: Seluruh unit Eselon II 9) Laporan Keuangan WDP? Berdasarkan saran dan rekomendasi Kantor Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, hal-hal yang perlu diperhatikan dalam upaya penguatan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah sebagai berikut. (1) Menyempurnakan Renstra unit kerja di lingkungan kementerian agar lebih menggambarkan hasil (outcome oriented) yang dilengkapi dengan IKU dan target jangka menengah; (2) Penyusunan RKT harus mengacu pada Renstra serta menyajikan sasaran strategis, indikator kinerja, dan outcome yang terukur; (3) Penyusunan PK di lingkungan unit kerja Kemdikbud agar memperhatikan Renstra, RKT, dan IKU yang telah ditetapkan; (4) Menyempurnakan penyajian informasi kinerja dalam LAKIP unit kerja di lingkungan Kementerian, antara lain tentang capaian target Indikator Kinerja (IKU) sebagaimana yang telah ditetapkan dalam dokumen Penetapan Kinerja, serta melakukan pembandingan data kinerja; (5) Meningkatkan evaluasi akuntabilitas kinerja di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, memanfaatkan hasil evalusi tersebut untuk perbaikan penerapan manajemen kinerja; (6) Meningkatkan kapasitas SDM dalam bidang akuntabilitas dan manajemen kinerja di seluruh jajaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk mempercepat terwujudnya pemerintah yang berkinerja dan akuntabel. b. Rencana Program kerja bidang penguatan akuntabilitas kinerja yang akan dilaksanakan dalam reformasi birokrasi dalam Jangka waktu 2011 s.d dapat dikelompokkan menjadi 3 besaran berikut. a) Penyusunan instrumen kebijakan dan perencanaan pembangunan pendidikan dan kebudayaan yang mencakup: (1) penyusunan rencana strategis kementerian tahun dan dijabarkan ke dalam renstra unit utama, renstra unit kerja eselon II serta renstra UPT; (2) penyusunan rencana kinerja tahunan; (3) penyusunan penetapan kinerja. b) Pengembangan sistem/instrumen penunjang penguatan tata kelola untuk meningkatkan budaya kinerja Kemdikbud yang mencakup: (1) pembangunan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan; (2) pengembangan sistem pengelolaan data kinerja; (3) pengembangan sistem indikator kinerja; (4) pengembangan sistem pengukuran kinerja; 115

128 (5) pengembangan sistem evaluasi kinerja; (6) pengembangan sistem audit kinerja, dan (7) perencanaan dan penganggaran berbasis kinerja. c) Pengembangan sistem manajemen kinerja organisasi yang mencakup: (1) kelembagaan yang efektif; (2) tata laksana yang efisien; (3) pengelolaan SDM yang professional; (4) pengelolaan sumber daya yang akuntabel, dan (5) pelayanan berbasis IT. c. Kriteria Keberhasilan Program reformasi birokrasi bidang penguatan akuntabilitas kinerja diharapkan dapat memberi solusi alternatif dalam hal perbaikan dan peningkatan kualitas kinerja serta mewujudkan budaya kinerja pendidikan yang semakin mapan. Hal ini akan terwujud dan berjalan secara berkelanjutan jika diikuti dengan pelaksanaan evaluasi, monitoring, dan perbaikan berkelanjutan yang tersistem. a) Instrumen kebijakan dan perencanaan pembangunan pendidikan dan kebudayaan meliputi tiga komponen utama, yaitu rencana strategis, rencana kinerja tahunan dan penetapan kinerja. Untuk itu, setiap komponen harus memiliki indikator atau kriteria keberhasilan. Dengan demikian, rencana strategis (Renstra) harus memuat indikator visi, misi, tujuan, sasaran dan kebijakan dan program, indikator kinerja yang terukur (memiliki target). Tujuan dan sasaran sesuai dengan tugas pokok dan fungsi serta telah berorientasi pada hasil. Sasaran yang berorientasi pada hasil (outcome), selaras dengan bidang kewenangannya dan dilengkapi dengan indikator kinerja yang terukur. Renstra telah digunakan sebagai acuan dalam penyusunan RKT. Rencana Kinerja Tahunan harus memuat sasaran strategis yang berorientasi hasil, sedangkan indikator kinerja dilengkapi dengan target kinerja. Rencana kinerja telah digunakan untuk penyusunan RKA-KL. Untuk penyusunan penetapan kinerja harus memuat sasaran strategis yang berorientasi hasil, beserta indikator kinerjanya yang dilengkapi dengan target kinerja, Penetapan kinerja telah selaras dengan rencana kinerja. b) Pengembangan sistem/instrumen penunjang penguatan tata kelola untuk meningkatkan budaya kinerja Kemdikbud harus memuat indikator berikut. (1) Semua satuan kerja telah mengimplementasikan sistem penunjang penguatan tata kelola. (2) Tersedianya layanan satker yang komprehensif guna menunjang terbangunnya layanan prima bidang pendidikan. c) Pengembangan sistem manajemen kinerja organisasi harus memuat indikator : (1) pelayanan prima bidang pendidikan yang dilakukan satker-satker, (2) sistem yang dikembangkan dapat membantu pengelolaan manajemen kinerja organisasi, 116

129 (3) seluruh lembaga satker menjalankan fungsi organisasinya secara benar dan tidak ada tumpang tindih dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi organisasi. d. Agenda Prioritas Kegiatan yang menjadi prioritas Kemdikbud dalam rangka penguatan akuntabilitas kinerja saat ini adalah sebagai berikut: 1) Penguatan sistem akuntabilitas di lingkungan Kemdikbud; 2) Pengembangan sistem manajemen kinerja organisasi. e. Waktu Pelaksanaan dan Tahapan Kerja Tabel 23. Tahapan Kerja Program Penguatan Akuntabilitas Kinerja No. Program/ Kegiatan Tahapan Kerja Waktu 1 Penguatan Sistem Akuntabilitas Di Lingkungan Kemdikbud Perencanaan Tahun Pembentukan tim penyusun 2. Pengumpulan data masukan revisi IKU dan targetnya dari Unit Utama Pembangunan Tahun Penyusunan draft revisi renstra 2. Pembahasan draft revisi renstra 3. Konfirmasi draft revisi Renstra 4. Workshop draf revisi renstra 5. Finalisasi Renstra Kemdikbud Sosialisasi Tahun Sosialisasi renstra Kemdikbud di lingkungan Kemdikbud Implementasi Tahun Renstra digunakan sebagai acuan penyusunan renstra unit kerja Pengukuran dan Evaluasi Tahun Reviu Renstra Kemdikbud 2 Penyusunan Pedoman Evaluasi SAKIP Perencanaan Tahun Pembentukan tim penyusun 2. Pengumpulan bahan-bahan referensi dan materi pendukung Pembangunan Tahun Penyusunan draft pedoman evaluasi SAKIP 117

130 No. Program/ Kegiatan Tahapan Kerja Waktu 2. Pembahasan draft pedoman evaluasi SAKIP 3. Finalisasi draft pedoman evaluasisakip 4. Workshop pedoman evaluasi SAKIP 5. Uji petik pedoman evaluasisakip 6. Finalisasi pedoman evaluasi 7. Penyusunan payung hukum pedoman evaluasi SAKIP Sosialisasi Tahun Sosialisasi pedoman evaluasi di lingkungan Kemdikbud Implementasi Tahun EvaluasiSAKIP di lingkungan kemdikbud Pengukuran dan Evaluasi Tahun Reviu pedoman evaluasi SAKIP 3 Penyusunan Pedoman pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) Perencanaan Tahun Pembentukan tim penyusun 2. Pengumpulan bahan-bahan dan materi pendukung Pembangunan Tahun Penyusunan draft pedoman pelaporan AKIP 2. Pembahasan draft pedoman pelaporan AKIP 3. Finalisasi draft pedoman pelaporan AKIP 4. Pembuatan payung hukum (legalitas) Sosialisasi Tahun Sosialisasi pedoman pelaporan AKIP di lingkungan Kemdikbud Implementasi Tahun Penggunaan pedoman pelaporan AKIP lingkungan kemdikbud Pengukuran dan Evaluasi Tahun Evaluasi LAKIP di lingkungan kemdikbud 4 Penyusunan Pedoman Penetapan Kinerja Perencanaan Tahun Pembentukan tim penyusun 2. Pengumpulan bahan-bahan dan materi pendukung Pembangunan Tahun Penyusunan draft pedoman penetapan kinerja 118

131 No. Program/ Kegiatan Tahapan Kerja Waktu 2. Pembahasan draft pedoman penetapan kinerja 3. Finalisasi draft pedoman penetapan kinerja 4. Pembuatan payung hukum (legalitas) Sosialisasi Tahun Sosialisasi pedoman penetapan kinerja di lingkungan Kemdikbud Implementasi Tahun Penggunaan pedoman penetapan kinerja lingkungan kemdikbud Pengukuran dan Evaluasi Tahun Reviu pedoman penetapan kinerja 5 Penyusunan Pedoman Pengukuran Kinerja Perencanaan Tahun Pembentukan tim penyusun pengumpulan bahan-bahan dan materi pendukung Pembangunan Tahun Penyusunan draft pedoman pengukuran kinerja 2. Pembahasan draft pedoman pengukuran kinerja 3. Finalisasi draft pedoman pengukuran kinerja Sosialisasi Tahun Sosialisasi pedoman pengukuran kinerja di lingkungan Kemdikbud Implementasi Tahun Penggunaan pedoman pengukuran kinerja lingkungan kemdikbud Pengukuran dan Evaluasi Tahun Reviu pedoman pengukuran kinerja 6 Pembangunan LAKIP online (e-lakip) Perencanaan Tahun Pembentukan tim penyusun 2. Pengumpulan bahan-bahan dan materi pendukung Pembangunan Tahun Pembahasan konten dalam e-lakip 2. Pembuatan draft tampilan/layout/ flowchat e- lakip 3. Programing e-lakip 4. Uji coba sistem e-lakip 5. Reviu e-lakip 119

132 No. Program/ Kegiatan Tahapan Kerja Waktu 6. Finalisasi sistem e-lakip Sosialisasi Tahun Sosialisasi dan workshop sistem e-lakip di lingkungan Kemdikbud Implementasi Tahun Launcing dan penggunaan e-lakip di lingkungan kemdikbud Pengukuran dan Evaluasi Tahun Reviu efektifitas sistem e-lakip 7 Penyusunan Indikator Kinerja Utama Kemdikbud Perencanaan Tahun Pembentukan tim penyusun IKU Kemdikbud 2. Pengumpulan masukan IKU dari unit utama beserta target capaiannya Pembangunan Tahun Penyusunan draft IKU Kemdikbud beserta targetnya 2. Pembahasan IKU dan target capaiannya Kemdikbud 3. Finalisasi IKU dan target capaiannya Kemdikbud 4. Penyusunan payung hukum (legalitas) IKU Kemdikbud Sosialisasi Tahun Sosialisasi IKU Kementerian di lingkungan Kemdikbud Implementasi Tahun Penggunaan IKU Kementerian sebagai acuan kinerja di lingkungan kemdikbud Pengukuran dan Evaluasi Tahun Pengukuran pencapaian IKU Kemdikbud 2. Reviu IKU Kemdikbud f. Penanggung Jawab Kelompok Kerja kegiatan Penguatan Akuntabilitas Kinerja. 120 Pengarah : Staf Ahli Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Organisasi dan Manajemen Penanggung Jawab : Pimpinan Unit Utama Koordinator : Kepala Biro Keuangan Ketua : Kepala Bagian Pembinaan Akuntabilitas Kinerja Sekretaris : Intan Nurcahya, S. KOM Anggota : 1) Semua Sekretaris Unit Utama; 2) Kepala Biro Perencanaan dan Anggaran;

133 3) Kepala Pustekkom; 4) Kepala PDSP: 5) Semua Kepala Bagian Perencanaan, Unit Utama; 6) Semua Kasubbag di Bagian Pembinaan Akunbilitas Kinerja. g. Rencana Anggaran Kegiatan penguatan Akuntabilitas Kinerja ini bersumber dari alokasi anggaran dari setiap unit utama. Untuk koordinasi pengembangan dan penguatan SAKIP RBI di tingkat Kementerian mulai tahun 2012, diperlukan dana khusus. Sebesar Rp ,- (tiga ratus empat puluh tiga milyar enam ratus juta rupiah), dengan rincian sebagai berikut. Tabel 24. Rincian Anggaran Program Akuntabilitas Kinerja No Kegiatan Anggaran 1. Penyusunan Pedoman Penyusunan Renstra Rp ,- 2. Revisi dan Penyusunan Renstra Kemdikbud, Eselon I, Eselon II, Dan UPT Rp ,- 3. Penyusunan Pedoman Evaluasi Kinerja Rp ,- 4. Pembangunan Sistem Pengukuran Kinerja Rp ,- 5. Pembangunan Sistem Pengelolaan Data Kinerja Rp ,- 6. Pembangunan Sistem Perencanaan Dan Penganggaran Kinerja Rp ,- 7. Penyusunan LAKIP Kementerian, Eselon I, Eselon II Dan UPT Rp ,- 8. Pembangunan Sistem Audit Kinerja Pendidikan Rp ,- 9. Pembangunan Sistem Manajemen Kinerja Organisasi Rp ,- Kelembagaan yang efektif Tatalaksana yang efisien Pengelolaan SDM yang profesional Pengelolaan sumber daya yang akuntabel Pelayanan berbasis IT TOTAL Rp ,- H. PENINGKATAN KUALITAS LAYANAN PUBLIK Peningkatan kualitas layanan publik ini mencangkup enam jenis layanan pendidikan dan kebudayaan, yakni peningkatan kualitas layanan bagi peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan, layanan satuan pendidikan, layanan substansi pendidikan, layanan kebudayaan, dan layanan kebahasaan. 121

134 1. Peningkatan Layanan Peserta Didik Sebagai salah satu Kementerian yang memegang peranan penting dalam kehidupan kebangsaan, yaitu pendidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) selalu berupaya melakukan perbaikan-perbaikan sistemik dan komperehensif terhadap sistem penyelenggaraan pendidikan nasional. Hal itu dilakukan melalui penguatan kelembagaan, pembenahan ketatalaksanaan dan penguatan SDM serta pemanfaatan sebesar-besarnya teknologi informasi dan komunikasi sebagai pemungkin terlaksananya reformasi birokrasi secara efektif dan efisien. Sejalan dengan hal tersebut di atas, Kemdikbud melakukan perubahan paradigma dalam pemberian pelayanan perubahan paradigma itu dilandasi upaya untuk terus meningkatkan kualitas dan menjamin penyediaan pelayanan publik sesuai dengan asasasas umum pemerintahan dan korporasi yang baik serta memberi pelindungan bagi setiap warga negara dan penduduk dari penyalahgunaan wewenang di dalam penyelenggaraan pelayanan publik, dan sejalan dengan reformasi birokrasi menuju pemerintahan yang baik (Good Governance). Pelayanan yang semula berfokus pada kepentingan birokrasi berubah menjadi pelayanan untuk kepentingan publik. Pelayanan diberikan sebaik-baiknya dengan mengubah pola pemberian informasi kepada masyarakat secara terbuka. Hal itu sesuai dengan Undang- Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dimana semua informasi dapat diakses oleh masyarakat. Dengan terlaksananya reformasi birokrasi internal di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, diharapkan sistem pengelolaan kinerja organisasi dan individu serta organisasi data yang andal dapat mewujudkan visi, misi dan tujuan organisasi secara efektif dan efisien serta memberi pelayanan publik yang lebih prima dalam mewujudkan pemerintahan yang baik. a. Capaian Terkait dengan capaian rencana aksi program dan kegiatan reformasi birokrasi bidang peningkatan kualitas layanan peserta didik mencangkup tiga hal berikut ) Peningkatan Sistem Perizinan Dalam hal perizinan yang meliputi izin belajar siswa WNA, WNI sekolah kerja sama asing, penyaluran WNI dari luar negeri, penyetaraan ijazah sekolah dan PT LN, sistem perizinan sudah berjalan dengan baik karena rencana aksi ini merupakan salah satu program quick win atau program yang perlu mendapat penanganan cepat dan tepat karena menyangkut pelayanan publik RBI tahun 2010 lalu dan dapat diakses melalui Manfaat program: Berkurangnya jumlah aktivitas manual dalam proses perijinan, waktu yang dibutuhkan dalam proses perijinan berkurang, jumlah kunjungan pada proses perijinan berkurang sehingga memudahkan peserta didik dalam melakukan proses perijinan yang meliputi ijin belajar siswa WNA, WNI sekolah kerja sama asing, penyaluran WNI dari luar negeri, penyetaraan ijazah sekolah dan PT LN.

135 siswa miskin tiap jenjang pendidikan; (3) Penentuan kebutuhan teknologi untuk peningkatan kecepatan, Jangkauan dan akurasi proses pendataan siswa miskin tiap jenjang pendidikan; (4) Pengembangan sistem pendataan Beasiswa miskin sekolah. Manfaat program: Memudahkan peserta didik dalam mendapatkan beasiswa atau bantuan dana pendidikan karena aplikasi ini telah menghilangkan 17 proses yang bersifat manual sehingga aplikasi ini dapatmemberikan efisiensi yang lebih nyata. 3) Peningkatan Sistem Penjaminan Bersekolah Sistem penjaminan bersekolah mencangkup sistem pendataan dan pencocokan peserta didik dan penduduk usia sekolah, serta sistem penjaminan kepastian memperoleh layanan pendidikan. Adapun hal-hal pencapaian yang sudah dilakukan sebagai berikut. (1) Identifikasi proses pendataan anak usia sekolah dan daya tampung tiap jenjang pendidikan saat ini; (2) Verifikasi, evaluasi, perancangan ulang dan penyederhanaan proses pendataan anak usia sekolah dan daya tampung tiap jenjang pendidikan; (3) Penentuan kebutuhan teknologi untuk peningkatan kecepatan, jangkauan dan akurasi proses pendataan anak usia sekolah dan daya tampung tiap jenjang pendidikan; (4) Pengembangan sistem pendataan daya tampung sekolah. Manfaat program: Memberikan kepastian bagi peserta didik dalam mendapatkan hak memperoleh pendidikan yang layak. b. Rencana Dalam pelaksanaannya ketiga program reformasi birokrasi bidang layanan peserta tersebut akan diterapkan melalui penjelasannya hanya ada dua tahapan berikut. 1) Tahap Perencanaan Tahap perencanaan merupakan tahap untuk menentukan skema program dan strategi pencapaian target. Dalam hal ini, perencanaan yang dimaksud tidak dimulai dari tahap eksplorasi. Tahap perencanaan yang dimaksud dilakukan melalui reinventing dan revitalisasi karena praktek pemberian izin; dan pemberian beasiswa dan bantuan; serta pendataan siswa telah berlangsung. Untuk menjamin tingkat keberhasilan, maka strategi reinventing dan revitalisasi akan mengidentifikasi good practices yang sudah berlangsung menggali potensi satuan kerja yang terlibat. Penerapan teknologi informasi dimaksudkan untuk mempercepat proses secara tepat dan akurat. 2) Tahap Sosialisasi Pada tahap pengelola program dan target terdapat dua sasaran yang harus dimiliki. Keduanya ditujukan agar program reformasi birokrasi bidang kesiswaan dapat 124

136 berlangsung secara transparan dan akuntabel. Indikator transparansi setiap proses dipahami oleh pengelola dan target ditetapkan secara obyektif dan proporsional. Kriteria akuntabel ialah jika target mendapat kepuasan yang maksimal. Untuk menjamin kedua kriteria sosialisasi tidak hanya memusatkan pada pemahaman, tetapi juga commitment pengelola dan compliances target terhadap aturan main yang telah ditetapkan secara terstandar. 3) Quick Wins Layanan Penyetaraan Ijazah Berbasis TIK (Sekolah dan PT) Dalam rangka percepatan layanan penyetaraan ijazah tersebut, perlu dilakukan penyempurnaan atas proses operasional standar, dengan memanfaatkan teknologi informasi komunikasi. Proses yang dimulai dengan permohonan, verifikasi, penilaian, dan penetapan dapat dilakukan dengan memanfaatkan fasilitas teknologi informasi dan komunikasi, dalam bentuk online. Aplikasi teknologi informasi komunikasi dalam hal ini akan menghasilkan layanan yang responsif, informatif, accesible, terkoordinasi, transparan, dan efisien. Untuk itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan menjadikan layanan penyetaraan ijazah berbasik TIK sebagai salah satu ikon program percepatan reformasi birokrasi (quick wins). 4) Quick Wins Sistem Pengelolaan Bantuan Siswa dan Mahasiswa Miskin (Tepat Waktu, Tepat Sasaran, Tepat Penggunaan) Pendidikan bahkan merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi dalam memasuki era persaingan global yang sarat dengan persaingan antarbangsa yang sangat ketat. Karena melihat pentingnya peranan pendidikan dalam pembangunan bangsa, Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk terus-menerus meningkatkan layanan pendidikan yang merata dan berkualitas bagi segenap anak bangsa melalui berbagai program dan kegiatan pembangunan bidang pendidikan, antara lain perluasan akses dan pemerataan pendidikan. Dalam hal ini pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan akses keterjangkauan siswa dan mahasiswa yang kurang mampu untuk mengenyam pendidikan. Karena selama ini masih ada persepsi bahwa pendidikan masih didominasi dari keluarga menengah ke atas. c. Kriteria Keberhasilan Reformasi birokrasi bidang peningkatan layanan peserta didik mempunyai dua kriteria keberhasilan, yaitu responsibility dan accountability. Kriteria responsibility meliputi: (1) Sebanyak 100% pengelola program mempunyai kompetensi dalam menjamin keberlangsungan sistem secara efesien dan efektif; (2) sistem kerja program berfungsi secara efisien dan efektif; (3) sistem pelayanan yang tepat dan cepat dengan menggunakan teknologi informasi; serta (4) mekanisme dan sistem koordinasi antarsatuan kerja yang bertanggung jawab terhadap kesiswaan, baik di tingkat pusat maupun daerah berfungsi secara efektif. 125

137 Kriteria accountability meliputi: (1) Sebesar 85% siswa miskin mendapat bantuan subsidi; (2) Sebesar 90% siswa berprestasi mendapat beasiswa prestasi, 85% siswa tinggal di daerah terisolir dan perbatasan, serta berkebutuhan khusus mendapat layanan pendidikan; serta tersedianya data siswa yang akurat dan tepat waktu. d. Agenda Prioritas Agenda yang menjadi prioritas dalam upaya peningkatan layanan peserta didik adalah: 1) Penjaminan pelayanan secara efisien dan transparan; 2) Pemberian beasiswa tepat sasaran dan tepat guna; 3) Penyelenggaraan sistem pendataan yang akurat dan mutakhir; 4) Quick Wins Layanan Penyetaraan Ijazah Berbasis TIK (Sekolah dan PT); 5) Quick Wins Sistem Pengelolaan Bantuan Siswa dan Mahasiswa Miskin (Tepat Waktu, Tepat Sasaran, Tepat Penggunaan) e. Waktu Pelaksanaan dan Tahapan Kerja Tabel 26. Waktu Pelaksanaan dan Tahapan Kerja Peningkatan Layanan Peserta Didik Program/ Kegiatan Tahapan Kerja Waktu Perencanaan 1) Pengembangan mekanisme kerja antar unit kerja di lingkungan Ditjen Dikdas 2) Penyusunan kegiatan dan tahapan pencapaian 3) Penghitungan pembiayaan setiap pencapaian tahap kegiatan Agustus-September 2011 Pertengahan September-Oktober 2011 Oktober ) Penyusunan contigency plan Awal-pertengahan Oktober 2011 Implementasi 1) Identifikasi existing program pada setiap unit kerja Pertengahan Oktober-November ) Pengembangan sistem penjaminan pelayanan 3) Penerapan sistem penjaminan pelayanan pada beberapa daerah Pertengahan November-Desember 2011 Januari-Desember 2012 Monev Pemantauan keterlaksanaan sistem April-Agustus 2012 Evaluasi efisiensi dan efektivitas sistem September-Oktober 2012 Fine-tuning sistem November-Desember 2012 f. Penanggung Jawab Penanggung jawab dari kegiatan Peningkatan Layanan Peserta Didik Pengarah : Staf Ahli Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Organisasi dan Manajemen 126

138 Penanggung Jawab : Pimpinan Unit Utama Koordinator : Sesditjen Dikdas Ketua : Kepala Bagian Hukum dan Kepegawaian Sekretaris : Wulandoro Santoso Anggota : 1) Kepala Bagian Hukum dan Kepegawaian di Unit Utama 2) Kepala Bagian Perencanaan dan Anggaran, Setditjen Dikdas g. Rencana Anggaran Anggaran yang dibutuhkan untuk keseluruhan kegiatan ini akan dialokasikan dalam anggaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang akan dibebankan pada anggaran setiap Satuan Kerja sesuai dengan tanggung jawab masing-masing. Adapun Rencana Anggaran tahun 2011 s.d. tahun 2014 ialah sebesar Rp ,- (empat belas milyar tujuh ratus lima puluh juta rupiah) yang digunakan untuk kegiatan penyusunan program sampai dengan implementasi, pemasangan sistem kerja menggunakan TIK, operasional sistem, dan evaluasi termasuk fine tuning system. 2. Peningkatan Layanan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Reformasi birokrasi di Kemdikbud diarahkan pada pencapaian visi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2025, yaitu untuk Mewujudkan insan Indonesia Cerdas Komprehensif, Kompetitif, dan Bermartabat (Insan Kamil/Insan Paripurna). Dalam Rencana Strategis (Renstra) , Kemdikbud telah ditetapkan Visi 2014 yakni Terselenggaranya Layanan Prima Pendidikan dan Kebudayaan untuk Membentuk Insan Indonesia Cerdas Komprehensif. Sehubungan dengan hal tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berupaya melakukan perbaikan-perbaikan sistemik dan komprehensif terhadap sistem penyelenggaraan pendidikan nasional melalui penguatan kelembagaan, pembenahan ketatalaksanaan dan penguatan SDM serta pemanfaatan sebesar-besarnya teknologi informasi dan komunikasi sebagai pemungkin terlaksananya reformasi birokrasi secara efektif dan efisien. Hal itu bertujuan untuk meningkatkan sumber daya aparatur agar senantiasa menjaga amanah dalam melayani kebutuhan pendidikan bagi semua warga negara. Karena itu, setiap unit utama di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ditugaskan untuk melaksanakan reformasi sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing. Misi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk RPJMN , yaitu menjamin ketersediaan, keterjangkauan, kualitas, kesetaraan, dan kepastian layanan pendidikan (5K). Untuk menjamin 5K tersebut, Kemdikbud telah melakukan reformasi internal yang meliputi penguatan kelembagaan, penguatan SDM, dan pembenahan tata laksana. Reformasi internal tersebut diharapkan mampu mendorong terjadinya reformasi layanan sehingga misi Kemdikbud dapat dicapai. Reformasi peningkatan kualitas layanan pendidik dan tenaga kependidikan di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan merupakan upaya untuk memberikan layanan 127

139 terbaik bagi para pemangku pendidikan dan kebudayaan. Para pemangku kepentingan utama meliputi satuan pendidikan, peserta didik, dan pendidik dan tenaga kepandidikan. Pemangku utama yang lain ialah orang tua, pengelola pendidikan di daerah, pegawai, dunia usaha dunia industri, serta pers. Dasar pemberian layanan prima ialah Undang Undang Nomor 25 tahun 2009 tentang standar pelayanan publik, Undang-undang Nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik dan Undang-undang Nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik. Layanan untuk pendidik dan tenaga kependidikan mencangkup pemenuhan dan perencanaan kebutuhan, kenaikan pangkat/jabatan, mutasi, peningkatan kualifikasi dan kompetensi, persertifikasian, serta layanan informasi dan pendataan. Adapun layanan bagi para pemangku kepentingan yang lain, berupa informasi yang transparan dan akuntabel. Layanan-layanan di atas akan lebih efisien dan lebih cepat jika dilakukan dengan memberdayakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Layanan yang tidak mungkin, dengan bantuan TIK, menjadi mungkin. Layanan yang lambat, dengan bantuan TIK, menjadi cepat. Layanan konvensional yang selama ini telah diberikan bersifat kurang responsif, kurang informatif, lambat diakses, kurang koordinasi, kurang terbuka, rumit, serta kurang efisien. Dengan bantuan TIK, layanan akan menjadi lebih responsif, lebih informatif, lebih accesible, lebih terkoordinasi, lebih terbuka, lebih sederhana dan lebih efisien. Layanan yang memberdayagunakan TIK itu disebut e-layanan. Untuk mendukung e-layanan tersebut, perlu dibangun layanan pendidik dan tenaga kependidikan berbasis TIK. Dengan model tata kelola layanan ini diharapkan dapat tercapai layanan pendidik dan tenaga kependidikan yang sesuai dengan Visi dan Misi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk RPJMN a. Capaian Sampai dengan saat ini, capaian hasil Reformasi Birokrasi tahun 2010 yang terkait dengan Bidang Layanan Pendidik dan Tenaga Kependidikan ialah sebagai berikut: (1) Reformasi pemetaan kebutuhan pendidik dan tenaga kependidikan melalui SIM DAPODIK. Manfaat yang diperoleh yaitu jumlah aktivitas manual yang dilakukan berkurang, waktu yang dibutuhkan berkurang, jumlah kunjungan berkurang sehingga lebih memudahkan melakukan pemetaan kebutuhan pendidik dan tenaga kependidikan. Gambar 27. Manfaat Pendataan DAPODIK yang terintegrasi meliputi satuan pendidikan, peserta didik, PTK, dan sarana prasarana yang pemanfaatannya dapat mendukung pengambilan keputusan seluruh kegiatan pendidikan dan cakupannya lebih luas dari SIM NUPTK dan sudah mulai dikembangkan sejak

140 (2) Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam pelayanan PTK. Manfaat yang diperoleh dari kegiatan ini yaitu teknologi informasi yang dimaksud antara lain penataan portal dan di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dengan penataan tersebut diharapkan layanan pendidikan berbasis TIK, khususnya di lingkungan unit utama Kemdikbud sehingga memudahkan stakeholder untuk bekerja. (3) Peningkatan kesejahteraan pendidik dan tenaga kependidikan melalui pemberian tunjangan profesi sebagai tindak lanjut adanya peningkatan profesionalisme guru. Manfaat yang didapatkan dari kegiatan ini adalah para pendidik dan tenaga kependidikan dapat memiliki kesejahteraan yang lebih baik dan dapat bekerja lebih profesional. (4) Pembinaan Karir PTK melalui Penilaian Angka Kredit dalam rangka peningkatan karir PTK. Manfaat yang didapat dari kegiatan ini adalah para pendidik akan meningkat karirnya untuk mencapai pangkat dan jabatan fungsional sesuai amanat permenegpan dan RB no. 16 tahun 2009 dan permendiknas 35 tahun 2010 tentang jabatan fungsional guru dan Angka Kreditnya. (5) Penghargaan pendidik dan tenaga kependidikan yang berprestasi dan berdedikasi. Manfaat yang didapatkan dari kegiatan ini adalah para pendidik dan tenaga kependidikan dapat memicu terciptanya iklim penelitian dan memacu agar lebih berprestasi dan berdedikasi. (6) Perlindungan pendidik dan tenaga kependidikan dalam rangka memfasilitasi permasalahan-permasalahan guru terkait dengan pelindungan hukum, profesi serta keselamatan dan kesehatan kerja. Manfaat yang didapatkan dari kegiatan ini yaitu para pendidik dan tenaga kependidikan mendapatkan jaminan perlindungan hukum yang berkaitan dengan profesi serta keselamatan dan kesehatan kerja. (7) Perluasan akses pendidik dan tenaga kependidikan melalui pemberian insentif maupun peningkatan kompetensi dan profesionalisme. Manfaat yang didapatkan dari kegiatan ini yaitu tersebarnya pendidik dan tenaga kependidikan secara merata 129

141 tanpa ada ketimpangan sehingga peserta didik dapat mempelajari ilmu secara lebih baik. (8) Sertifikasi guru dalam jabatan yang berstatus PNS dan bukan PNS yang sudah mengajar pada satuan pendidikan baik yang diselenggarakan pemerintah/pemerintah daerah maupun masyarakat yang memiliki izin operasional dari pemerintah daerah. Manfaat yang didapatkan dari kegiatan ini yaitu guru dapat meningkatkan kinerjanya dalam proses belajar mengajar secara optimal dan profesional. (9) Peningkatan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan berkelanjutan dalam rangka meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akedemik dan kompetensi PTK secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan seni. Manfaat yang didapatkan dari kegiatan ini yaitu PTK dapat bekerja lebih profesional mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan seni. (10) Peningkatan kapasitas layanan dan akuntabilitas publik melalui peningkatan kapasitas maupun kompetensi pengelola pendidikan. Manfaat yang didapatkan dari kegiatan ini yaitu meningkatkan kapasitas layanan dan akuntabilitas publik. b. Rencana Program kerja Bidang Peningkatan Layanan Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang akan dicantumkan di bawah ini merupakan program yang di mulai tahun 2011 s.d. tahun Program tersebut meliputi kegiatan perencanaan, pengembangan, sosialisasi, implementasi,pengukuran dan evaluasi untuk setiap kegiatan. Adapun kegiatan yang akan dilakukan ialah: 1) Pemenuhan kebutuhan pendidik dan tenaga kependidikan, 2) Penataan layanan sertifikasi pendidik, 3) Peningkatan Kualifikasi Akademik bagi PTK, 4) Peningkatan Keprofesionalan Berkelanjutan (PKB) bagi PTK, 5) Peningkatan Layanan Pembinaan Karir Pendidik dalam rangka penilaian angka kredit melalui Sistem Informasi penilaian angka kredit (SIMPAK) yang terintegrasi dengan kab/kota dan provinsi. 6) Pemberian penghargaan dan perlindungan bagi pendidik dan tenaga kependidikan, 7) Pemenuhan kesejahteraan pendidik dan tenaga kependidikan, serta Pengembangan sistem informasi dan manajemen pendidik dan tenaga kependidikan. 8) Quick Wins Sistem Pengelolaan Sertifikasi dan Kualifikasi Guru Sebagai tenaga profesional, guru diharapkan dapat berfungsi untuk meningkatkan martabat dan peran guru sebagai agen pembelajaran dan berfungsi untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional. Sertifikasi guru sebagai upaya peningkatan mutu guru diharapkan dapat meningkatkan mutu pembelajaran dan mutu pendidikan di Indonesia secara berkelanjutan. c. Kriteria Keberhasilan 130

142 Program Reformasi Birokrasi bidang Layanan Pendidik dan Tenaga Kependidikan diharapkan memiliki dampak positif terhadap layanan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kepada masyarakat. Kriteria keberhasilan bidang Layanan Pendidik dan tenaga Kependidikan ialah sebagai berikut. (1) Terpenuhinya standar rasio peserta didik: pendidik pada setiap satuan pendidikan per jenis dan per jenjang pendidikan. (2) Sebesar 86% pendidik dalam jabatan bersertifikat pendidik dan tahun 2013 pendidik pra-jabatan telah bersertifikat pendidik. (3) Pada tahun 2014 PTK berkualifikasi akademik S1 sudah 100%. (4) Pada tahun 2014 sudah 100% PTK yang meningkatkan kompetensinya. (5) Pada tahun 2013 semua Guru PNS yang sudah bersertifikat pendidik mengikuti Penilaian Angka Kredit untuk menunjang peningkatan karirnya dan tahun 2014 semua guru baik PNS dan bukan PNS juga mengikuti Penilaian Angka Kredit. (6) Pemberian penghargaan PTK berprestasi dan khusus serta advokasi dan mediasi bantuan hukum bagi PTK. (7) Terpenuhinya tunjangan profesi, tunjangan khusus, subsidi tunjangan fungsional, tunjangan tambahan penghasilan, dan insentif bagi PTK. (8) Terpenuhinya 80% PTK yang ber-nuptk. (9) Quick Wins Sistem Pengelolaan Sertifikasi dan Kualifikasi Guru d. Agenda Prioritas Dari enam Program Utama yang akan dilakukan, prioritas pada tahun 2011 adalah sebagai berikut. 1) Pemenuhan kebutuhan Pendidik dan Tenaga Kependidikan; 2) Penataan Layanan Sertifikasi Pendidik; 3) Peningkatan kualifikasi Akademik bagi PTK; 4) Peningkatan keprofesionalisme berkelanjutan (PKB) bagi PTK; 5) Penyelesaian Regulasi terkait Pembinaan Karir PTK 6) Penghargaan dan perlindungan; 7) Pemenuhan Kesejahteraan PTK; 8) Penataan dan Pengembangan Sistem informasi manajemen. 9) Quick Wins Sistem Pengelolaan Sertifikasi dan Kualifikasi Guru e. Waktu Pelaksanaan dan Tahapan Kerja Waktu pelaksanaan kegiatan Bidang Peningkatan Layanan Pendidik dan Tenaga Kependidikan direncanakan berlangsung hingga tahun Pada tahap awal kegiatan lebih difokuskan pada pendataan, identifikasi dan sosialisasi standar kebutuhan PTK serta penyusunan pedoman perlindungan, penghargaan, dan kesejahteraan PTK sesuai dengan 131

143 struktur Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan berdasarkan Permendikbud Nomor 1 Tahun Adapun tahapan kerja yang akan dilakukan, seperti tampak dalam tabel berikut. Tabel 28. Tahapan Kerja Peningkatan Layanan PTK No. Program/Kegiatan Tahapan Kerja Waktu 1. Pemenuhan Kebutuhan PTK Perencanaan Terpenuhinya standar rasio peserta didik: pendidik pada setiap satuan pendidikan per jenis dan per jenjang pendidikan Identifikasi Kebutuhan PTK Oktober-November 2011 Pendataan Kebutuhan PTK Oktober-November 2011 Analisis Kebutuhan PTK Januari Maret 2012 Penentuan Beban Kerja dan Kualifikasi PTK April-Agustus 2012 Pengembangan Penataan regulasi pemenuhan kebutuhan PTK Penataan mekanisme dan tatakelola pemenuhan kebutuhan PTK Penentuan indikator kinerja proses pendataan PTK Agustus-September 2012 Agustus-September 2012 Agustus-September 2012 Pengembangan sistem pendataan PTK Oktober-Desember 2012 Sosialisasi Sosialisasi sistem dan regulasi Desember 2011 Sosialisasi tentang standar kebutuhan dan kualifikasi PTK Desember 2011 Sosialisasi mekanisme dan tatakelola Maret 2012 Implementasi Implementasi standar rasio pendidik: pendidik pada setiap satauan pendidikan per jenis dan per jenjang pendidikan November-Desember 2011 Peningkatan kapabilitas SDM PTK Januari-Mei Penataan Layanan Sertifikasi Pendidik 86 % pendidik dalam jabatan bersertifikat pendidik dan tahun 2013 pendidik pra-jabatan harus bersertifikat pendidik Perencanaan Identifikasi proses persertifikasian pendidik saat ini Pemetaan kuota pendidik yang akan memperoleh sertifikasi Pembangunan Evaluasi perancangan ulang dan penyederhanaan proses persertifikasian pendidik November-Desember 2011 Januari-April 2012 Januari-April 2013 Januari-April 2014 April-Juni 2012 April-Juni 2013 April-Juni

144 No. Program/Kegiatan Tahapan Kerja Waktu 3. Pada tahun 2014 PTK berkualifikasi akademik S1 sudah 100%. Penyaluran Bantuan Peningkatan Kualifikasi Akademik PTK ke S-1/D-IV 4. Penghargaan dan perlindungan Pemberian penghargaan PTK berprestasi dan khusus serta advokasi dan mediasi bantuan hukum bagi PTK Penentuan indikator kinerja persertifikasian pendidik Penyusunan prosedur kerja persertifikasian pendidik Sosialisasi Sosialisasi proses persertifikasian pendidik Sosialisasi tentang sistem informasi persertifikasian pendidik Sosialisasi tentang kebijakan dan regulasi baru terkait persertifikassian pendidik Peningkatan kapabilitas SDM pengelola proses persertifikasian pendidik Perencanaan Melakukan pendataan PTK yang belum berkualifikasi akademik S-1/D-IV Penentuan kuota PTK untuk bantuan biaya peningkatan kualifikasi secara bertahap Pengembangan Penyusunan kebijakan dan regulasi yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan peningkatan kualifikasi akademik ke S-1/D-IV bagi PTK Sosialisasi Sosialisasi proses peningkatan kualifikasi akademik ke S-1/D-IV bagi PTK Sosialisasi tentang kebijakan dan regulasi terkait peningkatan kualifikasi akademik ke S-1/D-IV bagi PTK Implementasi Implementasi proses peningkatan kualifikasi akademik ke S-1/D-IV bagi PTK Peningkatan kualifikasi akademik ke S-1/D-IV bagi PTK secara bertahap Perencanaan Menyusun pedoman pelaksanaan pemberian penghargaan PTK berprestasi dan khusus Juni-Agustus 2012 Juni-Agustus 2013 Juni-Agustus 2013 September-Oktober 2012 September-Oktober 2013 September-Oktober 2014 November-Desember 2012 April-Mei 2013 Agustus-September 2013 November-Desember 2011 Agustus-September 2012 Agustus-September 2013 Agustus-September 2014 Januari 2012 Februari 2012 Februari 2012 Februari 2013 Februari 2014 Maret 2012 Maret 2013 Maret 2014 Februari 2012 Februari 2013 Februari 2014 Mei 2012 Mei 2013 Mei 2014 April 2012 April 2013 April 2014 November-Desember

145 No. Program/Kegiatan Tahapan Kerja Waktu Menganalisis regulasi terkait dengan pemberian hukum PTK Pembangunan Evaluasi, perancangan ulang dan penyederhanaan proses pemberian penghargaan, dan perlindungan PTK Penentuan indikator kinerja proses pemberian penghargaan, dan perlindungan PTK Penyusunan prosedur kerja proses pemberian penghargaan, dan perlindungan PTK Sosialisasi Sosialisasi proses pemberian penghargaan, dan perlindungan PTK Sosialisasi tentang kebijakan dan regulasi baru terkait pemberian penghargaan, dan perlindungan PTK Implementasi 5. Pembinaan Karir PTK Perencanaan Pada tahun 2013 semua Guru PNS yang sudah bersertifikat pendidik mengikuti Penilaian Angka Kredit untuk menunjang peningkatan karirnya dan tahun 2014 semua guru baik PNS dan bukan PNS juga mengikuti Penilaian Angka Kredit Implementasi sistem pemberian penghargaan, dan perlindungan PTK Peningkatan kapabilitas SDM pengelola proses pemberian penghargaan, dan perlindungan PTK Identifikasi PTK yg akan disetarakan jabatan fungsionalnya Identifikasi PTK yg akan dinilai Angka Kreditnya Analisa dan Pendataan PTK yang memenuhi kriteria Pembangunan Penyelesaian Penyesuaian Jabfung dan Angka Kredit guru PNS Penyelesaian Permendibud Kesetaraan Jabfung dan Angka Kredit (AK) guru bukan PNS Januari-Maret 2012 Januari-Maret 2013 Januari-Maret 2014 April-Juni 2012 April-Juni 2013 April-Juni 2014 Januari-Maret 2012 Januari-Maret 2013 Januari-Maret 2014 Februari & Agustus 2012 Februari & Agustus 2013 Februari & Agustus 2014 April-Mei 2012 April-Mei 2013 April-Mei 2014 Juni-Juli 2012 Juni-Juli 2013 Juni-Juli 2014 Agustus-September 2012 Agustus-September 2013 Agustus-September 2014 Mei-Juli 2012 Mei-Juli 2013 Mei-Juli 2014 September 2012 September 2012 Oktober 2012 April Oktober 2013 April Oktober 2014 Mei - Oktober 2012 Juli September 2012 Pengembangan SIMPAK Mei November 2012 Sosialisasi 134

146 No. Program/Kegiatan Tahapan Kerja Waktu Sosialisasi Permenegpan dan RB no. 16 tahun 2009, Permendinas 35 tahun 2010 tentang jabfung dan angka kreditnya Oktober Penataan dan Pengembangan Sistem informasi manajemen Terpenuhinya 80% PTK yang bernuptk Bimtek dan seleksi Calon Tim penilai angka kredit Implementasi Penyesuaian Jabfung dan Angka Kredit guru PNS Penyetaraan Jabfung dan Angka Kredit guru bukan PNS Oktober 2012 Maret - Oktober 2013 November 2012 Maret November 2013 Maret November 2014 Nov 2012 Maret November 2013 Maret November 2014 Penilaian Angka Kredit Guru Maret Juli 2013 Maret Juli 2014 Penerbitan SK Jabfung dan angka kredit guru terbaru hasil penilaian Perencanaan Mengidentifikasi kebutuhan SIM PTK (data dan regulasi) Menganalisis regulasi terkait dengan SIM PTK Koordinasi dengan pihak terkait masalah SIM PTK Pembangunan Evaluasi, perancangan ulang dan penyederhanaan SIM PTK April Oktober 2013 April Oktober 2014 November 2011 Desember 2011-Februari 2012 November 2011-Desember 2012 Januari-April 2012 Penentuan indikator kinerja SIM PTK Mei-Juni 2012 Penyusunan prosedur kerja SIM PTK Juni-Agustus 2012 Sosialisasi Sosialisasi tentang SIM PTK Maret-April 2012 Maret-April 2013 Maret-April 2014 Sosialisasi tentang kebijakan dan regulasi baru terkait SIM PTK Implementasi Mei-Juli 2012 Mei-Juli 2013 Mei-Juli 2014 Implementasi SIM PTK Juli-Desember 2012 Peningkatan kapabilitas SDM pengelola SIM PTK Maret-Desember 2013 Maret-Desember 2014 f. Penanggung Jawab Penangung Jawab kegiatan Reformasi Bidang Peningkatan Layanan Pendidik dan Tenaga Kependidikan adalah sebagai berikut: Kelompok Kerja Kegiatan Tata Laksana 135

147 Pengarah Koordinator Penanggung Jawab : Staf Ahli Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Organisasi dan Manajemen; Pimpinan Unit Utama : Ses BPSDMP dan PMP : 1) Pemenuhan Kebutuhan PTK: a) Direktorat PTK PAUD Non Formal dan Informal b) Direktorat PTK Pendidikan Dasar c) Direktorat PTK Pendidikan Menengah d) Direktorat PTK Pendidikan Tinggi 2) Penataan Layanan Sertifikasi Pendidik: BPSDMP dan PMP 3) Peningkatan Kualifikasi Akademik bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan: a) Direktorat PTK PAUD Non Formal dan Informal b) Direktorat PTK Pendidikan Dasar c) Direktorat PTK Pendidikan Menengah d) Direktorat PTK Pendidikan Tinggi 4) Peningkatan Profesionalisme Berkelanjutan (PKB) bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan: a) Direktorat PTK Pendidikan Tinggi b) BPSDMP dan PMP 5) Pembinaan Karir Pendidik dan Tenaga Kependidikan : a) Direktorat PTK PAUD Non Formal dan Informal b) Direktorat PTK Pendidikan Dasar c) Direktorat PTK Pendidikan Menengah d) Direktorat PTK Pendidikan Tinggi 6) Penghargaan dan Perlindungan Pendidik dan Tenaga Kependidikan: a) Direktorat PTK PAUD Non Formal dan Informal b) Direktorat PTK Pendidikan Dasar c) Direktorat PTK Pendidikan Menengah d) Direktorat PTK Pendidikan Tinggi 7) Pemberian Kesejahteraan Pendidik dan Tenaga Kependidikan: a) Direktorat PTK PAUD Non Formal dan Informal b) Direktorat PTK Pendidikan Dasar c) Direktorat PTK Pendidikan Menengah 136

148 d) Direktorat PTK Pendidikan Tinggi 8) Penataan dan Pengembangan Sistem Informasi Manajemen yang saling terintegrasi dengan DAPODIK Kementerian a) Direktorat PTK PAUD Non Formal dan Informal b) Direktorat PTK Pendidikan Dasar c) Direktorat PTK Pendidikan Menengah d) Direktorat PTK Pendidikan Tinggi e) BPSDMP dan PMP g. Rencana Anggaran Anggaran yang dibutuhkan untuk keseluruhan kegiatan ini akan dialokasikan dalam anggaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebesar Rp ,- (tiga trilyun enam ratus dua puluh tiga milyar sembilan ratus lima puluh lima juta dua ratus ribu rupiah) yang akan dibebankan pada anggaran masing-masing Satuan Kerja sesuai dengan tanggung jawab masing-masing. Adapun Rencana Anggaran tahun 2011 s.d. tahun 2014 untuk setiap kegiatan adalah sebagai berikut. Tabel 29. Rincian Anggaran Peningkatan Layanan PTK No Kegiatan Anggaran 1. Pemenuhan Kebutuhan PTK Rp ,- 2. Penataan Layanan Sertifikasi Pendidik Rp ,- 3. Peningkatan kualifikasi dan profesionalisme berkelanjutan bagi PTK Rp ,- 4. Penghargaan dan Perlindungan Rp ,- 5. Kesejahteraan PTK Rp ,- 6. Sistem Informasi Manajemen PTK Rp ,- TOTAL Rp ,- 3. Peningkatan Layanan Satuan Pendidikan Misi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk RPJMN ialah menjamin ketersediaan, keterjangkauan, kualitas, kesetaraan dan kepastian layanan pendidikan (5K). Untuk menjamin 5K tersebut, Kemdikbud telah melakukan reformasi internal yang meliputi penguatan organisasi, penguatan SDM, dan pembenahan tata laksana. Reformasi internal tersebut diharapkan mampu mendorong terjadinya reformasi layanan sehingga misi Kemdikbud dapat dicapai. Reformasi layanan merupakan upaya untuk memberikan layanan terbaik kepada para pemangku pendidikan dan kebudayaan. Para pemangku kepentingan utama ialah satuan pendidikan, peserta didik, dan pendidik, dan tenaga kepandidikan. Pemangku utama 137

149 yang lain ialah orang tua, pengelola pendidikan di daerah, pegawai, dunia usaha dunia industri, serta pers. Dasar pemberian layanan prima ialah Undang-Undang Nomor 25 tahun 2009 tentang standar pelayanan publik, UU Nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik dan UU Nomor 11 tahun 2009 tentang informasi dan transaksi elektronik. Layanan bagi satuan pendidikan meliputi perizinan, akreditasi, mekanisme ketepatan pemberian bantuan/hibah, penentuan standar layanan, pemetaan kondisi sekolah, daya tampung dan cakupan layanan, pembukaan sekolah,serta layanan informasi dan pendataan. Layanan-layanan tersebut akan lebih efisien dan lebih cepat jika dilakukan dengan memberdayakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Layanan yang tidak mungkin, dengan bantuan TIK, menjadi mungkin. Layanan yang lambat, dengan bantuan TIK, menjadi cepat. Layanan konvensional yang selama ini telah diberikan bersifat kurang responsif, kurang informatif, kurang accesible, kurang koordinasi, kurang terbuka, birokrasi berjenjang/ rumit, serta kurang efisien. Dengan bantuan TIK, layanan akan menjadi lebih responsif, lebih informatif, lebih accesible, lebih terkoordinasi, lebih terbuka, lebih sederhana dan lebih efisien. Layanan yang memberdayagunakan TIK disebut e-layanan. Untuk mendukung e-layanan tersebut, maka Kemdikbud perlu menyusun suatu model pelayanan satuan pendidikan layanan pendidikan berbasis TIK. Dengan model tata kelola layanan ini diharapkan layanan satuan pendidikan sesuai dengan Misi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk RPJMN dapat tercapai. a. Capaian Sampai dengan saat ini, pencapaian hasil Reformasi Birokrasi tahun 2010 yang terkait dengan Bidang Pelayanan Satuan Pendidikan dapat dijelaskan sebagai berikut. 1) Perizinan satuan pendidikan tinggi yaitu pemberian izin pembukaan perguruan tinggi dan program studi baru. Sebetulnya perizinan satuan pendidikan tinggi ini merupakan produk lama yang masih bersifat konvensional dan masih tak acuh pada kebutuhan dunia kerja. Manfaat yang diperoleh dari kegiatan ini adalah berkurangnya aktivitas manual dalam proses perijinan, waktu yang dibutuhkan dalam proses perijinan berkurang, jumlah kunjungan pada proses perijinan berkurang sehingga memudahkan peserta didik dalam melakukan proses pemberian ijin pembukaan perguruan tinggi dan program studi baru. 2) Sistem akreditasi sekolah/madrasah dan perguruan tinggi telah dilaksanakan oleh sebuah badan independen, yaitu Badan Akreditasi S/M untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah. Adapun untuk jenjang pendidikan tinggi, dilaksanakan oleh Badan Akreditasi Perguruan Tinggi. Badan ini melaksanakan tugas mengacu pada PP 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Manfaat yang diperoleh dari kegiatan ini adalah proses pengajuan hingga penerbitan sertifikat akreditasi dapat terlaksana dengan baik, cepat dan akuntabel disamping hasil akreditasi 138

150 tersebut dapat digunakan sebagai acuan dalam melakukan pembinaan oleh Ditjen Dikdas dan Ditjen Dikmen terhadap sekolah-sekolah yang dirasa kurang sehingga pencapaian mutu pembelajaran dapat terwujud. 3) Prosedur dan panduan pelaksanaan pemberian hibah dari unit-unit pelaksana hibah yang cenderung masih sektoral belum terintegrasi. Manfaat yang diperoleh dari kegiatan ini adalah proses mulai dari pengajuan hingga pencairan dana hibah, terlebih dengan penggunaan sistem online dapat berlangsung dengan cepat, baik serta transparan sehingga dana hibah yang diperoleh dapat digunakan sebaikbaiknya. 4) Standar pelayanan minimal pendidikan dasar yang meliputi jenjang SD dan SMP tahun 2011 ini sudah selesai dilatih dan disosialisasikan. Manfaat yang diperoleh dari kegiatan ini adalah stakeholder dapat memperoleh pendidikan yang layak. b. Rencana Program kerja Bidang pelayanan satuan pendidikan yang akan dicantumkan di bawah ini ialah program mulai tahun 2011 s.d. tahun Program tersebut meliputi kegiatan perencanaan, pengembangan, sosialisasi, implementasi, pengukuran dan evaluasi untuk setiap kegiatan. Adapun kegiatan yang akan dilakukan adalah sebagai berikut. (1) Sistem perizinan yang didukung oleh sistem teknologi informasi dan komunikasi melalui kegiatan mengidentifikasi perizinan satuan pendidikan di seluruh unit utama dan mengintegrasikan prosedur kerja seluruh unit utama Kemdikbud berbasis TIK. (2) Penyelarasan pendidikan dengan dunia kerja melalui perizinan melalui pengunaan teknologi informasi dalam upaya menyelaraskan izin pendirian satuan pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja yang ada di semua unit utama. (3) Penyediaan sistem pengakreditasian berbasis teknologi informasi melalui kegiatan mengidentifikasi sistem pengakreditasian yang diikuti dengan kegiatan kemudian mengintegrasikan prosedur badan akreditasi yang ada berbasis TIK. (4) Penyaluran hibah dan pemantauannya yang ditempuh melalui kegiatan mengidentifikasi sistem penyaluran hibah dan pemantauannya kemudian mengintegrasikan prosedur penyaluran hibah dan pemantauannya berbasis TIK. (5) Penyediaan sistem terpadu yang mengintegrasikan sistem perizinan, akreditasi, dan penyaluran hibah berbasis teknologi informasi melalui kegiatan mengintegrasikan pelayanan pelayanan tersebut agar dapat saling memberi feedback. (6) Penyusunan standar pelayanan minimal, standar nasional dan internasional pendidikan melalui kegiatan mengidentifikasi standar yang ada selanjutnya menyusun standar yang belum semua jenjang dan jenis pendidikan, kemudian mensosialisasikan/melatihkan, dan mengevaluasi implementasinya. (7) Mengusahakan tersedianya sistem pemetaan kondisi sekolah, daya tampung dan cakupan layanan yang mengimplementasikan teknologi informasi. (8) Sistem pemantauan pemberdayaan partisipasi masyarakat berbasis teknologi informasi melalui kegiatan mengidentifikasi sistem yang ada di seluruh unit utama dengan memanfaatkan TIK untuk mendukung sistem tersebut. 139

151 (9) Quick Wins Rehabilitasi Ruang Kelas Dalam Mendukung Wajar 9 Tahun guna memberikan layanan yang efektif, efisien, dan accountable bagi satuan pendidikan sehingga tidak ada lagi pembelajaran dilaksanakan dalam kondisi tidak nyaman, tidak sehat dan tidak aman. Jumlah ruang kelas yang masih mengalami rusak berat berdasarkan data pada awal tahun 2011 ini sebanyak ruang, yaitu Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama. Rehabilitasi ruang kelas tersebut sebanyak ruang kelas telah dilaksanakan pada akhir tahun 2011 dan pada tahun 2012 telah dilaksanakan rehabilitasi ruang kelas Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama. c. Kriteria Keberhasilan Program Reformasi Birokrasi bidang Pelayanan Satuan Pendidikan diharapkan memiliki dampak positif terhadap layanan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kepada masyarakat. Kriteria keberhasilan bidang pelayanan satuan pendidikan adalah sebagai berikut: 1) Semua unit utama yang memiliki kewenangan perizinan telah menjalankan rekayasa proses, simplifikasi, dan pemanfaatan TIK serta semua perijinan tersebut telah teruntai dalam satu portal; 2) Semua sistem perizinan telah di back-up sistem penyelarasan dengan dunia kerja; 3) Semua badan akreditasi telah menjalankan rekayasa proses, simplifikasi, dan pemanfaatan TIK; 4) Semua unit utama pemberi hibah telah menjalankan rekayasa proses, simplifikasi, dan pemanfaatan TIK serta terintegrasinya semua prosedur pemberian hibah dalam satu portal; 5) Terwujudnya integrasi tiga sistem yaitu sistem perizinan, akreditasi, dan penyaluran hibah dalam satu sistem yang saling memberi feedback; 6) Tersedianya, tersosialisasinya dan terlatihnya kepada semua jajaran terkait pendidikan di tingkat kabupaten/kota Peraturan Menteri tentang standar pelayanan minimal semua satuan pendidikan formal; 7) Semua unit utama yang menangani jenjang pendidikan dasar dan menengah formal telah menjalankan rekayasa proses, simplifikasi, dan pemanfaatan TIK pada sistem pemetaan kondisi sekolah, daya tampung dan cakupan layanan yang mengimplementasikan TIK. Semua unit utama telah menjalankan rekayasa proses, simplifikasi, dan pemanfaatan TIK pada sistem pemantauan pemberdayaan partisipasi masyarakat berbasis TIK. d. Agenda Prioritas Kegiatan yang menjadi prioritas Kemdikbud dalam rangka peningkatan layanan satuan pendidikan saat ini adalah sebagai berikut: 1) Sistem perizinan; 140

152 2) Penyelarasan Pendidikan dengan Dunia Kerja melalui Perizinan; 3) Integrasi Sistem perizinan, akreditasi, dan penyaluran hibah; 4) Pengembangan Standar Pelayanan Minimal (SPM), Standar Nasional (SNP) dan Internasional Pendidikan (SBI); 5) Sistem Pemetaan Sekolah; 6) Sistem Pemantauan Pemberdayaan Partisipasi Masyarakat. 7) Quick Wins Rehabilitasi Ruang Kelas Dalam Mendukung Wajar 9 Tahun. Terkait dengan layanan satuan pendidikan, Ditjen Dikdas telah melaksanakan pengintegrasian system perizinan, akreditasi, dan beasiswa miskin berbasis IT, dimana data siswa diperoleh melalui sistem data pokok pendidikan yang sudah memetakan sekolah jenjang pendidikan dasar. Disamping itu ditahun 2012 ini Ditjen Dikdas akan melaksanakan survey keterlaksanaan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di 18 provinsi dan 54 Kabupaten/Kota yang merupakan tindaklanjut dari sosialisasi dan pelatihan SPM yang telah dilakukan sejak tahun e. Waktu Pelaksanaan dan Tahapan Kerja Waktu pelaksanaan kegiatan Bidang pelayanan satuan pendidikan direncanakan Waktu pelaksanaan kegiatan Bidang pelayanan satuan pendidikan direncanakan berlangsung hingga tahun Pada tahap awal kegiatan lebih difokuskan pada pengkajian rekayasa proses, simplikasi dan integrasi prosedur dan pemanfaatan TIK Kemdikbud sesuai dengan struktur terbaru. Adapun tahapan kerja yang akan dilakukan adalah sebagai berikut. Tabel 30. Tahapan Kerja Peningkatan Layanan Satuan Pendidikan No. Program/Kegiatan Tahapan Kerja Waktu 1 Sistem Perizinan Perencanaan Identifikasi proses perizinan sekolah saat ini Januari 2012 Verifikasi, evaluasi, perancangan ulang dan penyederhanaan proses perizinan sekolah Penentuan kebutuhan teknologi untuk peningkatan kecepatan, Jangkauan dan akurasi proses perizinan sekolah Penentuan beban kerja dan kualifikasi SDM untuk tiap tahap proses perizinan sekolah Februari-April 2012 Februari-April 2012 Februari-April 2012 Pembangunan Penentuan indikator kinerja tiap proses perizinan dan pelaksananya April 2012 Penentuan tata nilai yang terkait April 2012 Penyusunan Pedoman Perizinan Sekolah Mei 2012 Pengembangan Sistem Informasi Pengelolaan Perizinan Sekolah Penyusunan kebijakan dan regulasi yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan reformasi perizinan sekolah Mei 2012 Mei 2012 Sosialisasi 141

153 No. Program/Kegiatan Tahapan Kerja Waktu Sosialisasi keterkaitan kegiatan reformasi proses perizinan sekolah dengan pencapaian visi, misi, dan strategi organisasi Sosialisasi tentang reformasi proses perizinan sekolah Sosialisasi tentang Sistem Informasi Pengelolaan Perizinan Sekolah Sosialisasi tentang kebutuhan jumlah dan kualifikasi SDM Juni-Juli 2012 Juni-Juli 2012 Juli 2012 Juli 2012 Sosialisasi tentang kebijakan dan regulasi baru Juli 2012 Implementasi Instalasi sistem hasil rancangan dan pengembangan, termasuk pengadaan dan instalasi perangkat keras Implement.Sistem Informasi Pengelolaan Perizinan Sekolah Peningkatkan kapabilitas SDM pengelola proses perizinan sekolah Agustus 2012 Agustus 2012 Agustus 2012 Pengukuran dan Evaluasi Pengukuran dan evaluasi kinerja proses, organisasi dan individu Pengukuran ketercapaian standar layanan perizinan sekolah dan evaluasinya Agustus 2012 Agustus 2012 Penyesuaian standar layanan perizinan sekolah Agustus 2012 Pengukuran dan evaluasi efisiensi internal dan eksternal terkait perizinan sekolah Agustus Penyelarasan Pendidikan dengan Dunia Kerja melalui Perizinan Perencanaan Identifikasi ketersediaan data kebutuhan tenaga kerja saat ini Identifikasi sistem Penyelarasan pendidikan dengan dunia kerja melalui perizinan Evaluasi, analisis, rancang ulang dan penyederhanaan Penyelarasan pendidikan dengan dunia kerja melalui perizinan Januari 2013 Februari-April 2013 Februari-April 2013 Penentuan kebutuhan teknologi untuk mendukung proses integrasi perizinan Penentuan beban kerja dan kualifikasi SDM untuk tiap tahap proses Februari-April 2013 Februari-April 2013 Pembangunan Penentuan indikator kinerja tiap proses pendataan dan pelaksananya April 2013 Penentuan tata nilai terkait April 2013 Penyusunan Pedoman Penyelarasan pendidikan dengan dunia kerja melalui perizinan Pengembangan sistem informasi perencanaan sistem pendidikan sesuai data hasil pemetaan kebutuhan tenaga kerja Mei 2013 Mei

154 No. Program/Kegiatan Tahapan Kerja Waktu Penyusunan kebijakan dan regulasi yang diperlukan untuk mendukung sistem perencanaan pendidikan yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja Mei 2013 Sosialisasi Sosialisasi keterkaitan pentingnya kegiatan perencanaan pendidikan sesuai kebutuhan dunia kerja dengan pencapaian visi, misi, dan strategi organisasi Sosialisasi tentang kegiatan sitem perencanaan pendidikan berbasis kebutuhan dunia kerja Sosialisasi tentang sistem perencanaan pendidikan sesuai kebutuhan dunia kerja berbasis teknologi informasi Sosialisasi tentang kebutuhan jumlah dan kualifikasi SDM Juni-Juli 2013 Juni-Juli 2013 Juni-Juli 2013 Juni-Juli 2013 Sosialisasi tentang kebijakan dan regulasi baru Juni-Juli 2013 Implementasi Instalasi sistem hasil rancangan dan pengembangan, termasuk pengadaan dan instalasi perangkat keras Implementasi sistem informasi perencanaan pendidikan sesuai kebutuhan dunia kerja Peningkatkan kapabilitas SDM pengelola sistem informasi perencanaan pendidikan sesuai kebutuhan dunia kerja Agustus 2013 Agustus 2013 Agustus 2013 Pengukuran dan Evaluasi Pengukuran keterlaksanaan perencanaan pembukaan prodi dan sekolah berbasis kebutuhan dunia kerja dan evaluasinya Tindak lanjut hasil pemetaan kebutuhan tenaga kerja terhadap kebijakan pembukaan program studi dan sekolah baru Pengukuran dampak penerapan sistem informasi perencanaan pembukaan prodi dan sekolah berbasis kebutuhan dunia kerja Agustus-September 2013 Oktober-Desember 2013 Oktober-Desember Integrasi Sistem perizinan, akreditasi, dan penyaluran hibah Perencanaan Identifikasi proses sistem perizinan yang telah dibuat Identifikasi proses sistem akreditasi sekolah yang telah dibuat Identifikasi proses sistem Penyaluran hibah yang telah dibuat Maret 2014 Maret 2014 Maret 2014 Evaluasi dan analisis integrasi April 2014 Penentuan kebutuhan teknologi untuk peningkatan kecepatan, Jangkauan dan akurasi proses integrasi Penentuan beban kerja dan kualifikasi SDM untuk tiap proses integrasi sistem perizinan, akreditasi dan Penyaluran hibah April 2014 April

155 No. Program/Kegiatan Tahapan Kerja Waktu Pembangunan Penentuan indikator kinerja tiap proses integrasi sistem perizinan, akreditasi dan Penyaluran hibah April 2014 Penentuan tata nilai yang terkait April 2014 Penyusunan Pedoman integrasi sistem perizinan, akreditasi dan Penyaluran hibah Pengembangan sistem integrasi sistem perizinan, akreditasi dan Penyaluran hibah Penyusunan kebijakan dan regulasi yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan reformasi integrasi sistem perizinan, akreditasi dan Penyaluran hibah April 2014 Mei 2014 Mei 2014 Sosialisasi Sosialisasi keterkaitan kegiatan reformasi dengan pencapaian visi, misi, dan strategi organisasi Sosialisasi tentang reformasi integrasi sistem perizinan, akreditasi dan Penyaluran hibah Sosialisasi tentang sistem informasi pengelolaan integrasi sistem perizinan, akreditasi dan Penyaluran hibah Sosialisasi tentang kebutuhan jumlah dan kualifikasi SDM Mei 2014 Mei 2014 Juni 2014 Juni 2014 Sosialisasi tentang kebijakan dan regulasi baru Juni 2014 Implementasi Instalasi sistem hasil rancangan dan pengembangan, termasuk pengadaan dan instalasi perangkat keras Juni 2014 Implementasi sistem informasi pengelolaan integrasi sistem perizinan, akreditasi dan Penyaluran hibah Peningkatkan kapabilitas SDM pengelola proses integrasi sistem perizinan, akreditasi dan Penyaluran hibah Juni 2014 Juni 2014 Pengukuran dan Evaluasi Pengukuran dan evaluasi efisiensi internal dan eksternal serta kinerja organisasi dan individu September-November 2014 Penyesuaian standar layanan integrasi sistem Oktober-Desember 2014 Pengukuran dan evaluasi efisiensi internal dan eksternal sistem Oktober-Desember Pengembangan Standar Pelayanan Minimal (SPM), Standar Nasional (SNP) dan Internasional Pendidikan (SBI) Perencanaan Identifikasi kebutuhan aspek-aspek dalam standar pelayanan minimum pendidikan (SPM) Januari

156 No. Program/Kegiatan Tahapan Kerja Waktu Evaluasi dari proses layanan untuk pemenuhan standar pelayanan minimum pendidikan (SPM), standar nasional (SN), dan standar bertaraf internasional (SBI) saat ini Penentuan kebutuhan teknologi untuk memperoleh data yang akurat sebagai bahan penyusunan standar layanan pendidikan Penentuan beban kerja dan kualifikasi SDM untuk tiap tahap proses penyusunan SPM, SN, dan SBI Januari 2012 Januari 2012 Maret 2012 Pembangunan Penentuan indikator kinerja tiap proses penyusunan standar layanan dan pelaksananya April-Juli 2012 Penentuan tata nilai yang terkait April-Oktober 2012 Penyusunan Pedoman SPM, SN, dan SBI April-Oktober 2012 Pengembangan Sistem Informasi Pengelolaan Penyusunan SPM, SN, dan SBI Penyusunan kebijakan dan regulasi yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan pemenuhan SPM, SN, dan SBI September-Oktober 2012 September-Oktober 2012 Sosialisasi Sosialisasi keterkaitan kegiatan penyusunan SPM, SN, dan SBI dengan pencapaian visi, misi, dan strategi organisasi Sosialisasi tentang pentingnya diterapkannya SPM, SN, dan SBI dalam menjamin kepastian layanan pendidikan yang bermutu Sosialisasi tentang sistem informasi penyusunan SPM, SN, dan SBI Sosialisasi tentang kebutuhan jumlah dan kualifikasi SDM November 2012 November 2012 November 2012 November 2012 Sosialisasi tentang kebijakan dan regulasi baru November 2012 Implementasi Instalasi sistem hasil rancangan dan pengembangan, termasuk pengadaan dan instalasi perangkat keras Implementasi Sistem informasi Pemenuhan SPM, SN, dan SBI Peningkatkan kapabilitas SDM untuk keperluan pemantauan pemenuhan SPM, SN, dan SBI November 2012 November 2012 November 2012 Pengukuran dan Evaluasi Pengukuran dan evaluasi kinerja proses, organisasi dan individu Pengukuran ketercapaian standar layanan pemenuhan SPM, SN, dan SBI dan evaluasinya Penerapan standar layanan pendidikan bermutu yang mengacu pada pemenuhan SPM, SN, dan SBI Pengukuran dan evaluasi efisiensi internal dan eksternal terkait pemenuhan SPM, SN, dan SBI November-Desember 2012 November-Desember 2012 November-Desember 2012 Novmber -Desember

157 No. Program/Kegiatan Tahapan Kerja Waktu 5 Sistem Pemetaan Sekolah Perencanaan Identifikasi proses pendataan anak usia sekolah dan daya tampung tiap jenjang pendidikan saat ini Verifikasi, evaluasi, Perancangan ulang dan penyederhanaan proses pendataan anak usia sekolah dan daya tampung tiap jenjang pendidikan Penentuan kebutuhan teknologi untuk peningkatan kecepatan, Jangkauan dan akurasi proses pendataan anak usia sekolah dan daya tampung tiap jenjang pendidikan Januari-Maret 2013 Februari-Juni 2013 Februari-Juni 2013 Pembangunan Pengembangan sistem pendataan daya tampung sekolah Penentuan kualifikasi SDM untuk tiap tahap proses pemetaan daya tampung tiap jenjang pendidikan Penentuan indikator kinerja tiap proses pendataan anak usia sekolah dan daya tampung tiap jenjang pendidikan Juni-Juli 2013 Juni-Juli 2013 Juni-Juli 2013 Penentuan tata nilai yang terkait Juni-Juli 2013 Penentuan indikator kinerja pendataan anak usia sekolah dan daya tampung tiap jenjang pendidikan Penyusunan mekanisme dan prosedur kerja pendataan anak usia sekolah dan daya tampung tiap jenjang pendidikan Pengembangan Sistem Informasi pendataan anak usia sekolah dan daya tampung tiap jenjang pendidikan Penyusunan kebijakan dan regulasi yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan pendataan anak usia sekolah dan daya tampung tiap jenjang pendidikan Juni-Juli 2013 Juni-Juli 2013 Juli 2013 Juli 2013 Sosialisasi Sosialisasi keterkaitan kegiatan pendataan anak usia sekolah dan daya tampung tiap jenjang pendidikan dengan pencapaian visi, misi, dan strategi Sosialisasi tentang proses pendataan anak usia sekolah dan daya tampung tiap jenjang pendidikan Sosialisasi tentang sistem berbasis teknologi informasi pendataan anak usia sekolah dan daya tampung tiap jenjang pendidikan Sosialisasi tentang kebutuhan jumlah dan kualifikasi SDM untuk melaksanakan pendataan anak usia sekolah dan daya tampung tiap jenjang pendidikan Sosialisasi tentang kebijakan dan regulasi baru terkait pendataan anak usia sekolah dan daya tampung tiap jenjang pendidikan Juli-Agustus 2013 Juli-Agustus 2013 September 2013 September 2013 September

158 No. Program/Kegiatan Tahapan Kerja Waktu Implementasi Instalasi sistem hasil rancangan dan pengembangan, termasuk pengadaan dan instalasi perangkat keras Implementasi sistem pendataan anak usia sekolah dan daya tampung tiap jenjang pendidikan September 2013 September-Oktober 2013 Peningkatkan kapabilitas SDM pelaksana pendataan anak usia sekolah dan daya tampung tiap jenjang pendidikan September-Oktober 2013 Pengukuran dan Evaluasi Pengukuran dan evaluasi efisiensi pendataan anak usia sekolah dan daya tampung tiap jenjang pendidikan Pengukuran ketercapaian standar dan prosedur pendataan anak usia sekolah dan daya tampung tiap jenjang pendidikan dan evaluasinya Penyesuaian standar prosedur pendataan anak usia sekolah dan daya tampung tiap jenjang pendidikan Pengukuran dampak pendataan anak usia sekolah dan daya tampung tiap jenjang pendidikan Oktober 2013 Oktober-November 2013 Oktober-November 2013 Oktober-November Sistem Pemantauan Pemberdayaan Partisipasi Masyarakat Perencanaan Identifikasi proses Pemantauan Pemberdayaan Partisipasi Masyarakat saat ini Verifikasi, evaluasi, Perancangan ulang dan penyederhanaan proses Pemantauan Pemberdayaan Partisipasi Masyarakat Penentuan kebutuhan teknologi untuk peningkatan kecepatan, Jangkauan dan akurasi proses Pemantauan Pemberdayaan Partisipasi Masyarakat Penentuan beban kerja dan kualifikasi SDM untuk tiap tahap proses Pemantauan Pemberdayaan Partisipasi Masyarakat Januari-Maret 2014 Februari-Juni 2014 Februari-Juni 2014 Februari-Juni 2014 Pembangunan Penentuan indikator kinerja tiap proses Pemantauan Pemberdayaan Partisipasi Masyarakat dan pelaksananya Juni-Juli 2014 Penentuan tata nilai yang terkait Juni-Juli 2014 Penyusunan Pedoman Pemantauan Pemberdayaan Partisipasi Masyarakat sekolah Pengembangan sistem informasi pengelolaan Pemantauan Pemberdayaan Partisipasi Masyarakat Juni-Juli 2014 Juni-Juli

159 No. Program/Kegiatan Tahapan Kerja Waktu Penyusunan kebijakan dan regulasi yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan reformasi Pemantauan Pemberdayaan Partisipasi Masyarakat Juni-Juli 2014 Sosialisasi Sosialisasi keterkaitan kegiatan reformasi dengan pencapaian visi, misi, dan strategi organisasi Sosialisasi tentang reformasi proses Pemantauan Pemberdayaan Partisipasi Masyarakat Sosialisasi tentang sistem informasi pengelolaan Pemantauan Pemberdayaan Partisipasi Masyarakat Sosialisasi tentang kebutuhan jumlah dan kualifikasi SDM Juli-Agustus 2014 Juli-Agustus 2014 September 2014 September 2014 Sosialisasi tentang kebijakan dan regulasi baru September 2014 Implementasi Instalasi sistem hasil rancangan dan pengembangan, termasuk pengadaan dan instalasi perangkat keras Implementasi sistem informasi pengelolaan Pemantauan Pemberdayaan Partisipasi Masyarakat Peningkatkan kapabilitas SDM pengelola proses Pemantauan Pemberdayaan Partisipasi Masyarakat September 2014 September-Oktober 2014 September-Oktober 2014 Pengukuran dan Evaluasi Pengukuran dan evaluasi kinerja proses, organisasi dan individu Pengukuran ketercapaian pemantauan pemberdayaan Partisipasi masyarakat Penyesuaian kebijakan Pemantauan Pemberdayaan Partisipasi Masyarakat Oktober 2014 Oktober-November 2014 Oktober-November 2014 Pengukuran dampak partisipasi Meisarakat Oktober-November 2014 f. Penanggung Jawab Penanggung jawab kegiatan Pelayanan Satuan Pendidikan adalah Koordinator Program Pelayanan Satuan Pendidikan (Sesditjen Dikmen). Adapun penanggung jawab untuk setiap kegiatan adalah sebagai berikut: Kelompok Kerja Kegiatan Pelayanan Satuan Pendidikan: Pengarah : Staf Ahli Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Organisasi dan Manajemen; Pimpinan Unit Utama Koordinator : Sesditjen Dikmen Sekretaris : Kepala Bagian Hukum dan Kepegawaian Ditjen Dikmen Penanggung Jawab: 148 1) Sistem perizinan: Sekretaris Ditjen Dikti;

160 2) Penyelarasan Pendidikan dengan Dunia Kerja melalui Perizinan: Sesditjen Dikti, Direktur PSMK dan Sesditjen Paudni; 3) Sistem Pengakreditasian: sesditjen Dikdas, sesditjen Dikmen, sesditjen Dikti, sesditjen Paudni; 4) Sistem Penyaluran Hibah dan Pemantauannya: sesditjen Dikdas, sesditjen Dikmen, sesditjen Dikti, sesditjen Paudni; 5) Integrasi Sistem perizinan, akreditasi, dan penyaluran hibah: Sesditjen Dikti; 6) Pengembangan Standar Pelayanan Minimal (SPM), Standar Nasional (SNP) dan Internasional Pendidikan (SBI): Sesditjen pendidikan menengah; 7) Sistem Pemetaan Sekolah: Sesditjen Dikdas, Sesditjen Dikmen, Sesditjen Dikti, Sesditjen Paudni; 8) Sistem Pemantauan Pemberdayaan Partisipasi Masyarakat: Sesditjen Dikdas, Sesditjen Dikmen, dan Sesditjen Dikti. g. Rencana Anggaran Anggaran yang dibutuhkan untuk keseluruhan kegiatan ini akan dialokasikan dalam anggaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebesar Rp ,- (empat puluh tujuh milyar lima ratus juta rupiah) yang akan dibebankan pada anggaran masingmasing Satuan Kerja sesuai dengan tanggung jawab masing-masing. Adapun Rencana Anggaran tahun 2011 s.d. tahun 2014 untuk setiap kegiatan adalah sebagai berikut. Tabel 31. Rincian Anggaran Peningkatan Layanan Satuan Pendidika No Kegiatan Anggaran 1. Sistem perizinan Rp ,- 2. Penyelarasan Pendidikan dengan Dunia Kerja melalui Perizinan Rp ,- 3. Sistem Pengakreditasian Rp ,- 4. Sistem Penyaluran Hibah dan Pemantauannya Rp ,- 5. Pengembangan Standar Pelayanan Minimal (SPM), Standar Nasional (SNP) dan Internasional Pendidikan (SBI) Rp ,- 6. Sistem Pemetaan Sekolah Rp 6, ,- 7. Sistem Pemantauan Pemberdayaan Partisipasi Masyarakat Rp ,- TOTAL Rp ,- 4. Peningkatan Layanan Substansi Pendidikan Misi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk RPJMN ialah menjamin ketersediaan, keterjangkauan, kualitas, kesetaraan dan kepastian layanan pendidikan (5K). Untuk menjamin 5K tersebut, maka Kemdikbud telah melakukan reformasi internal yang meliputi penguatan organisasi, penguatan SDM, dan pembenahan tata laksana. Reformasi internal tersebut diharapkan mampu mendorong terjadinya reformasi layanan 149

161 sehingga misi Kemdikbud dapat dicapai. Reformasi layanan merupakan upaya untuk memberikan layanan terbaik bagi para pemangku pendidikan dan kebudayaan. Para pemangku kepentingan utama ialah satuan pendidikan, peserta didik, dan pendidik dan tenaga kependidikan. Pemangku utama yang lain ialah orang tua, pengelola pendidikan di daerah, pegawai, dunia usaha dunia industri, serta pers. Dasar pemberian layanan prima ialah Undang-Undang Nomor 25 tahun 2009 Tentang Standar Pelayanan Publik, UU Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan UU Nomor 11 tahun 2009 tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik. Layanan substansi pendidikan (1) Pendidikan Karakter dan Kewirausahaan, (2) Sistem berbagi pengetahuan dan pengalaman (rumah belajar), dan (3) Sistem Pembelajaran dan Berbagi Materi yang meliputi (a) Materi e-pembelajaran, (b) Informasi kurikulum, (c) Sistem informasi materi dan nilai ujian nasional, (d) Sistem informasi hasil penelitian pendidikan. Layanan-layanan tersebut akan lebih efisien dan lebih cepat jika dilakukan dengan memberdayakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Layanan yang tidak mungkin, dengan bantuan TIK, menjadi mungkin. Layanan yang lambat, dengan bantuan TIK, menjadi cepat. Layanan konvensional yang selama ini telah diberikan bersifat kurang responsif, kurang informatif, kurang accesible, kurang koordinasi, kurang terbuka, birokrasi berjenjang/ rumit, serta kurang efisien. Dengan bantuan TIK, layanan akan menjadi lebih responsif, lebih informatif, lebih accesible, lebih terkoordinasi, lebih terbuka, lebih sederhana dan lebih efisien. Layanan yang memberdayagunakan TIK disebut e-layanan. Untuk mendukung e-layanan tersebut, maka Kemdikbud perlu menyusun suatu model pelayanan substansi pendidikan berbasis TIK. Dengan model tata kelola layanan ini diharapkan layanan pendidikan sesuai Misi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk RPJMN dapat tercapai. a. Capaian 150 Sampai dengan saat ini, pencapaian hasil Reformasi Birokrasi tahun 2010 yang terkait dengan Bidang Pelayanan Substansi Pendidikan dapat dijelaskan sebagai berikut: 1) Penerapan pendidikan karakter, ekonomi kreatif dan kewirausahaan, meliputi konsep nilai-nilai karakter, panduan pelaksanaan pendidikan karakter, konsep kompetensi dasar kreativitas, pedoman pendidikan kewirausahaan di satuan pendidikan dasar menengah dan konsep model kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) dengan pengintegrasian nilai-nilai karakter. Manfaat yang diperoleh dari kegiatan ini adalah terwujudnya jiwa yang berkarakter, memiliki inovasi, kreativitas, dan jiwa kewirausahaan kepada peserta didik. 2) Penerapan awal model sistem berbagi pengetahuan dan pengalaman (rumah belajar) meliputi langka-langkah berikut. (1) Identifikasi sistem berbagi pengetahuan dan pengalaman yang ada saat ini. (2) Identifikasi fungsi sistem berbagi analisis proses sistem berbagi pengetahuan dan pengalaman. (3) Penentuan kebutuhan teknologi untuk peningkatan kecepatan, Jangkauan dan akurasi proses bisnis sistem berbagi pengetahuan dan pengalaman.

162 (4) Penentuan beban kerja, jumlah dan kualifikasi SDM untuk tiap tahap proses pembangunan sistem berbagi pengetahuan dan pengalaman. (5) Penentuan indikator kinerja sistem berbagi pengetahuan dan pengalaman. (6) Analisis proses sistem berbagi pengetahuan dan pengalaman. (7) Pembangunan sistem berbagi pengetahuan dan pengalaman. (8) Penyusunan kebijakan dan regulasi yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan sistem berbagi pengetahuan dan pengalaman. (9) Sosialisasi fungsi sistem berbagi pengetahuan dan pengalaman. (10) Sosialisasi proses bisnis sistem berbagi pengetahuan dan pengalaman. (11) Sosialisasi kebijakan kebijakan dan regulasi yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan sistem berbagi pengetahuan dan pengalaman. (12) Instalasi sistem hasil rancangan dan pengembangan, termasuk pengadaan dan instalasi perangkat keras, Implementasi sistem berbagi pengetahuan dan pengalaman. (13) Peningkatan kapabilitas SDM pengelola Sistem berbagi pengetahuan dan pengalaman. Manfaat yang diperoleh dari kegiatan ini adalah tersedianya fasilitas belajar secara virtual kepada peserta didik dan memudahkan peserta didik untuk mendapatkan bahan belajar. 3) Konsep awal sistem pembelajaran dan berbagi materi yang meliputi langkahlangkah berikut. (1) Identifikasi kebutuhan visualisasi dan interaksi untuk pembelajaran secara elektronik di tiap jenjang pendidikan. (2) Penyusunan pola dan format standar untuk materi dan metode pendidikan serta manajemen lembaga pendidikan. (3) Penyusunan pola keterhubungan antar modul materi maupun metode serta modul evaluasinya. (4) Penyusunan standar tingkat kesulitan modul materi dan modul evaluasi yang digunakan untuk perhitungan skor pencapaian pengguna. (5) Konversi Buku Sekolah Elektronik ke format modul standar. (6) Peletakan modul-modul dalam kerangka kurikulum. (7) Pengisian keterhubungan antar modul BSE yang relevan. (8) Penilaian tingkat kesulitan untuk masing-masing modul. (9) Konversi metode pendidikan yang menjadi standar pembelajaran di sekolah formal dan non formal ke dalam format modul standar. (10) Pemantauan umpan balik dan masukan pengguna atas modul-modul yang tersedia. (11) Evaluasi keterdukungan kurikulum oleh respon modul-modul materi pendidikan yang ada dalam sistem. (12) Analisis kebutuhan modul untuk diprioritaskan pada pengisian konten gelombang kedua dengan memperhatikan keterdukungan kurikulum secara merata serta minat pengguna. 151

163 (13) Pembuatan modul-modul materi dan metode pendidikan untuk gelombang kedua. (14) Pemberian penghargaan atas kontribusi modul oleh PTK yang mendapatkan rating/dukungan yang tinggi dari pengguna yang tersebar secara geografis. (15) Perumusan klasifikasi, kriteria dan aturan lomba kontribusi. (16) Pengumuman dan sosialisasi lomba. (17) Penjurian dan pengumuman hasil lomba. (18) Perumusan kriteria yang dapat menjamin kesinambungan jejaring, untuk dipakai sebagai dasar pemberian penghargaan secara periodik ke depan, informasi awal sejumlah hasil penelitian pendidikan dalam bentuk hard copy dan softcopy, jaringan penelitian (jarlit) di 32 Provinsi pada 270 Kabupaten/ Kota. (19) Konsep model pengembangan/pembangunan pangkalan penelitian pendidikan (clearing house). Manfaat yang diperoleh dari kegiatan ini adalah terciptanya suatu kondisi saling berbagi antar pendidik dan tenaga kependidikan. Melalui proses ini akan terbentuk suatu pertukaran ilmu dan memperkaya wawasan pendidik guna menunjang proses pembelajaran. b. Rencana Program kerja Bidang pelayanan substansi pendidikan yang akan dicantumkan di bawah ini adalah program mulai tahun 2011 s.d. tahun Program tersebut meliputi kegiatan perencanaan, pengembangan, sosialisasi, implementasi, pengukuran dan evaluasi untuk setiap kegiatan. Adapun kegiatan yang akan dilakukan adalah: 1) Pendidikan Karakter, Ekonomi Kreatif Dan Kewirausahaan a) Perencanaan: identifikasi kebijakan, sistem, dan fakta empiris penyelenggaraan pendidikan yang diterapkan saat ini, identifikasi pentingnya pendidikan karakter, analisis kebutuhan teknologi/instrumen dan tenaga SDM pengelola pendidikan karakter. b) Pengembangan sistem: pengembangan atau penyusunan kurikulum dengan penekanan pada pengintegrasian pendidikan karakter, ekonomi kreatif dan kewirausahaan, perumusan indikator keberhasilan pencapaian penerapannya di tingkat sekolah dan masyarakat, serta pengembangan dan penerapan kebijakan atau regulasi yang diperlukan untuk mendukung penerapan pendidikan karakter dan kewirausahaan di satuan pendidikan c) Implementasi: sosialisasi dan diseminasi kepada berbagai pihak pada tingkat pusat, daerah dan satuan pendidikan melalui berbagai media Seperti media elektronik (internet, televisi, radio), media cetak dan media lainnya, serta ditindaklanjuti dengan penerapan (dan evaluasinya) pendidikan karakter, ekonomi kreatif dan kewirausahaan pada program sekolah, perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, budaya dan iklim sekolah 152

164 2) Sistem Berbagi Pengetahuan Dan Pengalaman (Rumah Belajar) a) Perencanaan: identifikasi fakta empiris sistem berbagai yang ada saat ini, identifikasi komponen dan fungsi dari sistem berbagi yang telah dikembangkan, analisis dan penentuan kebutuhan untuk meningkatkan kecepatan, jangkuan dan akurasi dari sistem berbagi dengan memperhatikan cakupan dan variasi pengguna, serta analisis dan penentuan beban kerja, jumlah dan kualifikasi SDM yang dibutuhkan dalam rangkaian pengembangan sistem berbagi. b) Pengembangan sistem: pengembangan atau penyusunan indikator kinerja dari sistem berbagi yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan, analisis proses, prosedur, dan tahapan yang diperlukan dalam sistem berbagi, pengembangan sistem berbagi, serta pengembangan dan penerapan kebijakan atau regulasi yang diperlukan untuk mendukung penerapan/pelaksanaan sistem berbagi secara luas. c) Implementasi: sosialisasi dan diseminasi kepada berbagai pihak pada tingkat pusat, daerah dan satuan pendidikan melalui berbagai media Seperti media elektronik (internet, televisi, radio), media cetak maupun media lainnya, serta ditindaklanjuti dengan penerapan (dan evaluasinya) sistem berbagi dengan melibatkan berbagai partisipan dan pengguna. Selanjutnya, sistem berbagi diinstalasi secara benar dan diimplementasikan dengan menggunakan tenaga SDM yang handal dan profesional. 3) Sistem Pembelajaran Dan Berbagi Materi a) Penataan pola, format dan tata nilai. identifikasi kebutuhan visualisasi dan interaksi pembelajaran secara elektronik, penyusunan pola dan format standar untuk materi, metode pendidikan dan manajemen lembaga pendidikan, penyusunan pola konektivitas antar modul materi, serta penyusunan standar tingkat kesulitan modul materi dan modul evaluasi untuk mengukur tingkat pencapaian pengguna. b) Pengisian konten, mengisi materi dengan modul yang telah ada Seperti konversi buku sekolah elektronik ke format standar, penyusunan pola konektivitas dengan dengan kurikulum, antar modul BSE, penyusunan dan penilaian tingkat kesulitan modul, serta konversi metode pendidikan yang diterapkan pada pendidikan formal dan non formal ke bentuk format standar. c) Penggalakan kontribusi materi, metode dan manajemen lembaga pendidikan. materi setelah diakses pengguna akan mendapat balikan dan masukan dari pengguna, analisis dan evaluasi daya dukung kurikulum terhadap materi yang ada dalam sistem, analisis dan identifikasi kebutuhan modul prioritas berdasar daya dukung kurikulum, minat pengguna, dan kepentingan pengguna, penyusunan modul tambahan, serta pemberian penghargaan kepada PTK pengembang modul yang mendapat rating tinggi dari partisipan. d) Program penggalakan program yang dimulai dengan perumusan klasifikasi, kriteria dan aturan lomba pengembangan modul materi, pengumuman dan sosialisasi, penjurian dan pengumuman hasil lomba, serta perumusan kriteria untuk menjamin kontinuitas jejaring sepanjang masa. 4) Quick Wins Pengembangan sistem pengelolaan materi, metode, dan manajemen lembaga persekolahan dan PT berbasis TIK (rumah belajar) 153

165 Rumah belajar menyediakan sarana pembelajaran untuk pendidik dan tenaga kependidikan (PTK), siswa, dan masyarakat umum.rumah belajar merupakan perpustakaan maya yang dimiliki oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Sebagai sebuah perpustakaan maya, rumah belajar memiliki fasilitas antara lain: (1) Sebagai penyedia informasi yang terangkai untuk setiap mata pelajaran (2) Ajang berbagi pengetahuan dan pengalaman pembelajaran bagi pendidikan dan tenaga kependidikan (PTK) danmanajemen (3) Ajang belajar mandiri, terstruktur, terpantau, terarah bagi peserta didik (4) Ajang kolaborasi antar PTK, kolaborasi antar Peserta Didik, Kolaborasi antar Manajemen Satuan Pendidikan (5) Ajang interaksi PTK dengan Peserta Didik. Selain itu rumah belajar juga sebagai sarana berbagi resource (resource sharing) antar PTK. 5) Quick Wins Peningkatan Sistem Pengekolaan Ujian Nasional Keberadaan UN sangat disadari sebagai pengontrol dan peningkat mutu pendidikan secara nasional. Untuk itu, ukuran kualitas, akseptabilitas, dan kredibilitas sangatlah diperlukan bagi hasil UN. Dalam usaha untuk menjadikan hasil UN sebagai alat untuk meningkatkan mutu pendidikan, hasil UN dapat dimanfaatkan untuk pemetaan dan distribusi profil mutu sekolah di daerah. Dan juga dapat dijadikan sebagai bahan rujukan dalam perbaikan mutu pelajaran melalui bantuan pemerintah pusat dan daerah. c. Kriteria Keberhasilan Kriteria keberhasilan Layanan Substansi Pendidikan untuk Pendidikan Karakter, Ekonomi Kreatif dan Kewirausahaan, diukur melalui tersedianya: (1) Peraturan bidang pendidikan; (2) Nilai-nilai pendidikan karakter, konsep kompetensi dasar kreativitas dan kewirausahaan; (3) Instrumen dan SDM pengelola pendidikan karakter, ekonomi kreatif dan kewirausahaan; (4) Konsep model kurikulum pendidikan karakter, ekonomi kreatif dan kewirausahaan; (5) Daftar indikator keberhasilan pendidikan karakter, ekonomi kreatif dan kewirausahaan; (6) Konsep aturan dan regulasi untuk mendukung pendidikan karakter, ekonomi kreatif dan kewirausahaan. Kriteria keberhasilan Layanan Substansi Pendidikan untuk Sistem berbagi pengetahuan dan pengalaman (rumah belajar) adalah tersedianya: (1) Sistem rumah belajar; (2) Sistem berbagi analisis proses; (3) Kebutuhan teknologi yang diperlukan; (4) Beban kerja, jumlah dan kualifikasi SDM untuk tiap tahap proses pembangunan 154

166 sistem berbagi pengetahuan dan pengalaman (rumah belajar); (5) Indikator kinerja sistem berbagi dan pengetahuan; (6) Kebijakan dan regulasi yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan sistem berbagi pengetahuan dan pengalaman (rumah belajar). Kriteria keberhasilan Layanan Substansi Pendidikan untuk Kriteria keberhasilan Sistem Pembelajaran dan Berbagi Materi adalah tersedianya: (1) Kebutuhan visualisasi dan interaksi untuk E-pembelajaran secara elektronik di tiap jenjang pendidikan; (2) Pola dan format standar untuk materi dan metode pendidikan; (3) Pola keterhubungan antara modul materi, metode serta modul evaluasi; (4) Standar tingkat kesulitan modul materi dan modul evaluasi; (5) Format standar buku BSE, modul, peta keterhubungan, umpan balik dan masukan pengguna atas modul-modul yang tersedia; (6) Penghargaan atas kontribusi modul oleh PTK yang mendapatkan rating/dukungan yang tinggi dari pengguna yang tersebar secara geografis; (7) Konsep kriteria kesinambungan jejaring; (8) Database pangkalan penelitian pendidikan; (9) Sistem informasi pangkalan hasil penelitian ; (10) Organisasi yang menjalankan litbang pendidikan dalam memanfaatkan dan menggunakan sistem tersebut. d. Agenda Prioritas Kegiatan yang menjadi prioritas Kemdikbud dalam rangka peningkatan layanan substansi pendidikan saat ini adalah sebagai berikut: 1) Terwujudnya pendidikan karakter, ekonomi kreatif dan kewirausahaan dalam pendidikan nasional; 2) Tersedianya Sistem berbagi pengetahuan dan pengalaman (rumah belajar); 3) Tersedianya materi secara terintegrasi yang meliputi: Materi E-pembelajaran, Informasi kurikulum, Sistem informasi materi dan nilai UN, dan Sistem informasi hasil penelitian pendidikan; 4) Quick Wins Pengembangan sistem pengelolaan materi, metode, dan manajemen lembaga persekolahan dan PT berbasis TIK (rumah belajar); 5) Quick Wins Peningkatan Sistem Pengekolaan Ujian Nasional. e. Waktu Pelaksanaan dan Tahapan Kerja Waktu pelaksanaan kegiatan Bidang Pelayanan Substansi Pendidikan direncanakan berlangsung hingga tahun Pada tahap awal kegiatan lebih difokuskan pada 155

167 pengkajian rekayasa proses, simplikasi dan integrasi prosedur dan pemanfaatan TIK Kemdikbud sesuai dengan struktur terbaru. Adapun tahapan kerja yang akan dilakukan adalah sebagai berikut. Tabel 32. Tahapan Kerja Peningkatan Layanan Substansi Pendidikan No. Program/Kegiatan Tahapan Kerja Waktu 1 Terwujudnya pendidikan karakter, ekonomi kreatif dan kewirausahaan dalam pendidikan nasional Perencanaan Identifikasi sistem pendidikan yang diterapkan saat ini Identifikasi pentingnya penerapan pendidikan karakter dan kewirausahaan Analisa kebutuhan teknologi/ instrumen dan SDM pengelola pendidikan karakter dan kewirausahaan Pembangunan Perumusan kurikulum pendidikan karakter dan kewirausahaan Penentuan indikator keberhasilan pendidikan karakter dan kewirausahaan Penentuan kebijakan dan regulasi yang diperlukan untuk mendukung pendidikan karakter dan kewirausahaan Sosialisasi Sosialisasi peran penting pendidikan karakter dan kewirausahaan bagi dunia pendidikan di Indonesia Sosialisasi kurikulum pendidikan karakter dan kewirausahaan Implementasi Implementasi pendidikan karakter dan kewirausahaan Evaluasi penerapan pendidikan karakter dan kewirausahaan Tersedianya Sistem berbagi pengetahuan dan pengalaman (rumah belajar) Perencanaan Identifikasi sistem berbagi pengetahuan dan pengalaman (rumah belajar) yang ada saat ini Identifikasi fungsi sistem berbagi Analisis proses sistem berbagi pengetahuan dan pengalaman (rumah belajar)

168 No. Program/Kegiatan Tahapan Kerja Waktu Penentuan kebutuhan teknologi untuk peningkatan kecepatan, Jangkauan dan akurasi proses bisnis sistem berbagi pengetahuan dan pengalaman (rumah belajar) Penentuan beban kerja, jumlah dan kualifikasi SDM untuk tiap tahap proses pembangunan sistem berbagi pengetahuan dan pengalaman (rumah belajar) Pembangunan Penentuan indikator kinerja sistem berbagi pengetahuan dan pengalaman (rumah belajar) Analisis proses sistem berbagi pengetahuan dan pengalaman Pembangunan sistem berbagi pengetahuan dan pengalaman (rumah belajar) Penyusunan kebijakan dan regulasi yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan sistem berbagi pengetahuan dan pengalaman (rumah belajar) Sosialisasi Sosialisasi fungsi sistem berbagi pengetahuan dan pengalaman (rumah belajar) Sosialisasi proses bisnis sistem berbagi pengetahuan dan pengalaman (rumah belajar) Sosialisasi kebijakan kebijakan dan regulasi yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan sistem berbagi pengetahuan dan pengalaman (rumah belajar) Implementasi Instalasi sistem hasil rancangan dan pengembangan, termasuk pengadaan dan instalasi perangkat keras Implementasi sistem berbagi pengetahuan dan pengalaman (rumah belajar) Peningkatan kapabilitas SDM pengelola Sistem berbagi pengetahuan dan pengalaman (rumah belajar) Tersedianya materi secara terintegrasi yang meliputi: Materi E-pembelajaran, Informasi kurikulum, Sistem informasi materi dan nilai UN, dan Sistem informasi hasil penelitian pendidikan Penataan Pola, Format dan Tata Nilai 157

169 No. Program/Kegiatan Tahapan Kerja Waktu Identifikasi kebutuhan visualisasi dan interaksi untuk pembelajaran secara elektronik di tiap jenjang pendidikan. Penyusunan pola dan format standar untuk materi dan metode pendidikan, hasil-hasil penelitian serta manajemen lembaga pendidikan. Penyusunan pola keterhubungan antar modul materi maupun metode serta modul evaluasinya. Penyusunan standar tingkat kesulitan modul materi dan modul evaluasi yang digunakan untuk perhitungan skor pencapaian pengguna Pengisian konten gelombang pertama Konversi Buku Sekolah Elektronik ke format modul standar. Peletakan modul-modul dalam kerangka kurikulum. Pengisian keterhubungan antar modul BSE yang relevan. Penilaian tingkat kesulitan untuk masing-masing modul. Konversi metode pendidikan yang menjadi standar pembelajaran di sekolah formal dan non formal ke dalam format modul standar Pengisian Konten Gelombang Kedua Pemantauan umpan balik dan masukan pengguna atas modulmodul yang tersedia. Evaluasi keterdukungan kurikulum oleh respon modul-modul materi pendidikan yang ada dalam sistem. Analisis kebutuhan modul untuk diprioritaskan pada pengisian konten gelombang kedua dengan memperhatikan keterdukungan kurikulum secara merata serta minat pengguna. Pembuatan modul-modul materi dan metode pendidikan untuk gelombang kedua (model pembelajaran, kurikulum, hasil UN dan hasil-hasil penelitian) Pemberian penghargaan atas kontribusi modul oleh PTK yang mendapatkan rating/dukungan yang tinggi dari pengguna yang tersebar secara geografis Penggalakan Kontribusi Materi, Metode dan Manajemen Lembaga Pendidikan 158

170 No. Program/Kegiatan Tahapan Kerja Waktu Perumusan klasifikasi, kriteria dan aturan lomba kontribusi. Pengumuman dan sosialisasi lomba. Penjurian dan pengumuman hasil lomba. Perumusan kriteria yang dapat menjamin kesinambungan jejaring, untuk dipakai dasar pemberian penghargaan secara periodik ke depan f. Penanggung Jawab Penangung Jawab kegiatan Pelayanan Substansi Pendidikan adalah Koordinator Program Pelayanan Substansi Pendidikan (Balitbang). Adapun penanggung jawab untuk setiap kegiatan adalah sebagai berikut: Kelompok Kerja Kegiatan Pelayanan Substansi Pendidikan Pengarah : Staf Ahli Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Pimpinan Unit Utama Koordinator : Ses. Balitbang Sekretaris : Kepala Bagian Perencanaan dan Penganggaran Penanggung Jawab : 1) Pendidikan Karakter, ekonomi kreatif dan Kewirausahaan: Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan 2) Sistem berbagi pengetahuan dan pengalaman (rumah belajar): Sekretaris Balitbang 3) Sistem Pembelajaran dan Berbagi Materi yang meliputi: a) Materi E-pembelajaran: Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan. b) Informasi kurikulum: Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan. c) Sistem informasi materi dan nilai UN: Kepala Pusat Penilaian Pendidikan. d) Sistem informasi hasil-hasil penelitian pendidikan: Kepala Pusat Penelitian Kebijakan. g. Rencana Anggaran Anggaran yang dibutuhkan untuk keseluruhan kegiatan ini akan dialokasikan dalam anggaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebesar Rp ,00- (tiga puluh dua milyar lima ratus juta rupiah) yang akan dibebankan pada anggaran setiap Satuan Kerja sesuai dengan tanggung jawab masing-masing. Adapun Rencana Anggaran tahun 2011 s.d. tahun 2014 untuk setiap kegiatan adalah sebagai berikut. 159

171 Tabel 33. Rincian Anggaran Peningkatan Layanan Substansi Pendidikan No Kegiatan Anggaran 1. Layanan Substansi Pendidikan untuk Pendidikan karakter, pendidikan ekonomi kreatif dan kewirausahaan 2. Layanan Substansi Pendidikan untuk Sistem berbagi pengetahuan dan pengalaman (rumah belajar) Rp ,- Rp ,- 3. Layanan Substansi Pendidikan Sistem Pembelajaran dan Berbagi Materi Rp ,- a. Materi E-pembelajaran Rp ,- b. Informasi kurikulum Rp ,- c. Sistem informasi materi dan nilai UN Rp ,- d. Sistem informasi hasil-hasil penelitian pendidikan (clearing house) Rp ,- TOTAL Rp ,- 5. Peningkatan Layanan Kebudayaan Sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 92 tahun 2011 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara, fungsi kebudayaan kembali dileburkan dengan fungsi pendidikan. Dalam rangka implementasi Perpres tersebut, seiring dengan program reformasi birokrasi internal di lingkungan Kemdikbud yang sudah berjalan, maka perlu untuk memasukan fungsi layanan kebudayaan ke dalam rencana besar kegiatan reformasi birokrasi internal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Indonesia memiliki kekayaan budaya benda dan tak benda, tradisi, kesenian, dan sejarah yang luar biasa banyak jumlah dan tinggi nilainya. Potensi kebudayaan yang luar biasa dimiliki oleh Bangsa Indonesia tersebut merupakan kewajiban Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk melindungi, mengembangkan, dan memanfaatkan sesuai dengan Permendikbud No. 1 Tahun Melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan, peningkatan layanan kebudayaan menjadi salah satu rencana aksi dalam proses reformasi birokrasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Program peningkatan layanan kebudayaan dikemas menjadi 8 (delapan) rencana aksi yang diharapkan dapat memberikan dampak yang besar dan meluas serta menjawab kebutuhan akan layanan kebudayaan yang lebih baik. Rencana aksi tersebut adalah: (1) Registrasi Cagar Budaya; (2) Pencatatan Warisan Budaya Nasional (Warisan Budaya Tak Benda); (3) Peningkatan Fungsi Museum; (4) Peningkatan Fungsi Taman Budaya; (5) Penyensoran Film; (6) Rumah Budaya (Pusat Kebudayaan Indonesia di Luar Negeri); (7) Pelayanan Kebudayaan dalam Bidang Pendidikan; (8) Pemberdayaan Lembaga Kepercayaan dan Komunitas Adat. 160 Langkah awal dalam proses pelestarian adalah teridentifikasinya kekayaan budaya yang kita miliki. Oleh karena itu, kegiatan pembangunan sistem aplikasi registrasi cagar

172 budaya dan pencatatan warisan budaya nasional tak benda menjadi langkah awal dari keseluruhan proses fungsi layanan kebudayaan. Mekanisme registrasi cagar budaya, mengacu pada Undang - undang No. 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Data yang dimiliki akan menjadi acuan dalam peningkatan kualitas dan pengembangan layanan kebudayaan. Dalam Undang-undang No. 5 Tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya, belum ada istilah register nasional cagar budaya, tetapi menggunakan istilah pendaftaran cagar budaya yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat (sentralisasi) dengan cara manual. Setelah keluarnya Undang-undang no. 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, diatur tentang register nasional cagar budaya, oleh Pemerintah Pusat, dengan tahapan (1) pendaftaran, (2) pengkajian, dan (3) penetapan, yang dilakukan secara bertahap dari pemerintah kabupaten/kota, kemudian hasil penetapan diserahkan ke pemerintah provinsi dan terakhir diserahkan ke pemerintah pusat untuk dicatat dalam register nasional. Proses pendaftaran cagar budaya dapat dilakukan oleh masyarakat secara langsung ke pemerintah dengan cara manual dan online, sehingga mempermudah setiap orang untuk mendaftar cagar budaya yang menjadi miliknya dan menghemat biaya dan mempercepat proses pendaftaran. Proses pencatatan warisan budaya menjadi kegiatan yang sangat penting dalam usaha pelindungan dan pelestarian kekayaan budaya bangsa. Tugas pencatatan yang sebelumnya dilakukan hanya oleh pemerintah dengan sistem manual ini diubah dengan menggunakan sistem online, dimana masyarakat umum bisa juga mencatatkan kekayaan budaya yang ada di sekitarnya. Sistem online membuat proses pencatatan warisan budaya nasional tidak terbatas ruang dan waktu, sehingga mempermudah, mempercepat dan menghemat biaya proses pencatatan. Dalam mendukung peningkatan layanan kebudayaan, diperlukan suatu wadah yang dapat digunakan sebagai pusat penyajian informasi kekayaan budaya. Salah satu wadah yang efektif untuk melestarikan adalah museum dan taman budaya. Museum dan taman budaya adalah sebuah fasilitas yang dapat dimanfaatkan untuk melestarikan nilai dan kekayaan budaya yang terkandung di dalamnya, sekaligus sebuah wahana bagi kita untuk dapat memahami nilai-nilai sejarah yang terkandung di dalamnya. Saat ini, keberadaan museum dan taman budaya masih berada jauh dari fungsi yang diharapkan. Masyarakat cenderung belum sepenuhnya mengapresiasi keberadaan museum, bahkan kunjungan ke museum cenderung menjadi sebuah paksaan bagi para pelajar atau mahasiswa dalam menempuh mata pelajaran atau mata kuliah tertentu saja. Sejak berlangsungnya otonomi daerah, pengelolaan museum negeri provinsi dan taman budaya yang sebelumnya di bawah kewenangan pemerintah pusat diserahkan kepada pemerintah provinsi. Tetapi dalam kenyataannya tidak semua pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota memberikan perhatian terhadap SDM, sarana prasarana maupun pendanaannya. Akibatnya banyak museum yang seharusnya menjalankan fungsi pembelajaran, pengelolaan dan penyajian koleksi, pameran, penyimpanan dan perawatan serta pengamanan koleksi kurang maksimal sehingga perlu dilakukan revitalisasi museum yang dituangkan dalam program unggulan dan strategis yang tertuang di dalam Instruksi Presiden No. 1 tahun 2010 tentang Percepatan Pelaksanaan Program Prioritas Pembangunan. Revitalisasi museum meliputi enam aspek yaitu peningkatan kualitas penataan dan penyajian koleksi, peningkatan manajemen museum, peningkatan kualitas 161

173 sdm, perluasan jejaring, peningkatan kualitas program publik dan pencitraan museum. Selain museum, taman budaya yang secara teknis berfungsi sebagai bengkel, laboratorium, dan etalase budaya khususnya kesenian di daerah, sejak tahun 2000 (otonomi daerah) fungsi tersebut tidak berjalan dengan baik karena visi dan misi taman budaya menyesuaikan dengan kebijakan daerah masing-masing, sehingga sebagian fungsi taman budaya mengalami pergeseran. Dalam reformasi birokrasi sekarang ini diupayakan revitalisasi fungsi taman budaya yang merupakan salah satu pilar utama peningkatan kesadaran berbudaya masyarakat sekaligus sebagai tempat untuk menciptakan inovasi karya adiluhung budaya bangsa. Dalam hal ini revitalisasi taman budaya difokuskan kepada peningkatan fungsi sistem managerial, sarana dan prasarana, serta peningkatan kemampuan SDM pengelola. Peningkatan fungsi managerial di tekankan pada pembangunan dan implementasi Prosedur Operasional Standar (POS) yang berskala nasional. Selanjutnya di sektor SDM pengelola, diharapkan secara kuantitas dan kualitas dapat dimiliki SDM pengelola yang tepat formasi (right sizing) dan memiliki kompetensi yang sesuai. Di samping itu, perlu perluasan fungsi taman budaya untuk pembinaan kesenian bagi pengajar kesenian dan siswa sekolah. Sehubungan dengan itu, maka dipandang perlu dilakukan sebuah program rencana aksi khusus yang strategis. Salah satu rencana aksi strategis tersebut adalah program peningkatan fungsi museum dan taman budaya. Melalui program ini diharapkan museum dan taman budaya dapat lebih ditingkatkan perannya dalam melestarikan nilainilai budaya dan sejarah nasional. Selain itu, dengan program ini diharapkan apresiasi masyarakat terhadap kekayaan budaya dan sejarah nasional dapat meningkat. Semakin berkembangnya teknologi, penyajian seni dan budaya tak lagi hanya tersedia dalam bentuk fisik, lebih dari itu era teknologi digital telah merubah konsep pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan cagar budaya ke dalam bentuk yang lebih modern seperti dalam bentuk film. Mengikuti kemajuan teknologi, maka untuk memiliki tenaga SDM handal dan peralatan perangkat keras dan lunak yang mendukung di bidang penyensoran film adalah sebuah keharusan. Kegiatan penyensoran film mengacu pada Undang-undang No. 33 Tahun 2009 tentang Perfilman. Pada tatanan global, eksistensi Indonesia sebagai negara dengan beranekaragam nilai budaya dan sejarahnya, perlu mendapatkan tempat dan porsi yang ideal di lingkungan internasional. Untuk lebih mengenalkan sekaligus melestarikan budaya nasional Indonesia, maka dipandang perlu untuk dibangun sebuah rumah budaya yang menjadi pusat kebudayaan Indonesia di negara yang bernilai strategis bagi Indonesia. Sebagai bentuk integrasi kebudayaan ke dalam bidang pendidikan, untuk itu diperlukan peningkatan pelayanan kebudayaan dalam bidang pendidikan, berupa (1) pengayaan bahan pustaka bidang kebudayaan di bidang pendidikan, (2) pembenahan bahan pembelajaran sejarah dan kebudayaan di bidang pendidikan, (3) pemenuhan media pembelajaran dan apresiasi peserta didik dalam kesenian Indonesia, (4) penguatan kurikulum bidang kebudayaan dalam pembelajaran sejarah/ppkn serta (5) peningkatan kompetensi tenaga kependidikan dalam bidang kebudayaan. 162 Selain penguatan budaya keluar negeri dan fungsi pendidikan, perlu penguatan budaya

174 di masyarakat. Sejalan dengan pemikiran tersebut, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, memberikan Fasilitasi Sarana untuk Sanggar/Komunitas Adat/Sasana Sarasehan. Pemberdayaan lembaga kepercayaan dan komunitas adat sebagai upaya untuk menguatkan kantong-kantong budaya di daerah, kegiatan berupa pemberian fasilitasi dahulu belum mempunyai standar dan kriteria yang jelas, untuk itu diperlukan pembuatan POS dan akreditasi dari lembaga kepercayaan dan komunitas adat yang akan difasilitasi. Melalui kegiatan ini, diharapkan akan dapat melestarikan nilai budaya dan tradisi nusantara berikut masyarakat pendukungnya, meningkatkan kualitas sanggar/komunitas adat/ sasana sarasehan, untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap kearifan budaya lokal dan tradisi nusantara dan meningkatkan kualitas kegiatan sanggar/komunitas adat/ sasana sarasehan sebagai sarana interaksi, pendidikan dan sosialisasi bagi masyarakat indonesia. Dalam melaksanakan berbagai program peningkatan pelayanan kebudayaan ini, terdapat beberapa kendala berkaitan dengan (1) ketersediaan peraturan dan sistem manajerial atau prosedur operasional standar (POS) yang berskala nasional untuk masing-masing program (2) ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai dalam rangka menunjang kegiatan operasional pelaksanaan program (3) ketersediaan SDM pengelola sistem aplikasi maupun tenaga ahli yang kompeten di bidangnya. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diusulkan beberapa langkah pembenahan. Pertama, untuk memiliki peraturan perundangan dan prosedur operasional yang terstandar, hams dimiliki data menyeluruh dari seluruh kegiatan yang ada berkaitan dengan kondisi setempat, tata cara dan efektifitas pelayanan serta pemutakhiran teknologi informasi yang dibutuhkan. Kedua, ketersediaan sarana dan prasarana penunjang program dapat diwujudkan melalui program pengadaan untuk kelengkapan yang sudah usang dan tidak layak pakai dalam pelayanan kebudayaan. Ketiga, dalam rangka peningkatan mutu SDM pengelola kebudayaan, diharapkan dapat dilakukan program-program pelatihan dan pengenalan mekanisme kerja yang efektif dalam meningkatkan loyalitas, efektifitas, dan mutu SDM pengelola kebudayaan termasuk dari awal proses perekrutan kerja. a. Capaian Sampai dengan saat ini, kegiatan yang sudah tercapai dalam rangka reformasi birokrasi internal tahun 2012 yang terkait dengan bidang peningkatan layanan kebudayaan, antara lain: a. Registrasi Cagar Budaya Dalam Proses Perencanaan b. Pencatatan Warisan Budaya Nasional (Warisan Budaya Tak Benda) Dalam Proses Perencanaan c. Peningkatan Fungsi Museum Dalam Proses Perencanaan d. Peningkatan Fungsi Taman Budaya 163

175 Dalam Proses Perencanaan e. Penyensoran Film Dalam Proses Perencanaan f. Rumah Budaya (Pusat Kebudayaan Indonesia di Luar Negen) Dalam Proses Perencanaan g. Pelayanan Kebudayaan dalam Bidang Pendidikan Dalam Proses Perencanaan h. Pemberdayaan Lembaga dan Komunitas Adat Dalam Proses Perencanaan b. Rencana Program kerja yang akan dicantumkan di bawah ini adalah program mulai tahun 2012 s.d. tahun Program tersebut meliputi kegiatan perencanaan, pembangunan, sosialisasi, implementasi, pengukuran dan evaluasi untuk setiap kegiatan. Adapaun kegiatan yang akan dilakukan adalah sebagai berikut. a. Pembangunan sistem aplikasi registrasi cagar budaya nasional yang didukung oleh POS dan SDM yang memadai b. Pembangunan sistem aplikasi pencatatan warisan budaya nasional (warisan budaya tak benda) yang didukung oleh POS dan SDM yang memadai c. Pembangunan aplikasi sistem penyensoran film berbasis jaringan yang didukung oleh POS dan SDM yang memadai d. Peningkatan fungsi museum e. Peningkatan fungsi taman budaya f. Pembangunan rumah budaya yang menjadi pusat kebudayaan Indonesia di luar negeri g. Pelayanan Kebudayaan dalam Bidang Pendidikan h. Pemberdayaan lembaga kepercayaan dan komunitas adat dalam pelestarian budaya c. Kriteria Keberhasilan Program reformasi birokrasi bidang layanan kebudayaan diharapkan memberikan dampak positif terhadap layanan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kepada masyarakat. Kriteria keberhasilan bidang layanan kebudayaan adalah sebagai berikut ) Registrasi Cagar Budaya a Pendaftaran cagar budaya meningkat sekurang-kurangnya 10% sampai dengan tahun 2014 b. 10% daerah di Indonesia memiliki tim dan atau unit penyelenggara Registrasi Nasional Cagar Budaya (dibentuk pedoman / POS dalam bentuk Permen) *data awal di perkirakan berjumlah 5 KK (1%) c. Tim ahli cagar budaya telah ditetapkan di 10% daerah di Indonesia

176 2) Pencatatan Warisan Budaya Nasional (Warisan Budaya Tak Benda) a Tercatatnya minimal 2000 warisan budaya 3) (Peningkatan Layanan Administrasi) Penyensoran Film a Terstandardisasinya minimal 40% tenaga teknis penyensoran film b. Terbangunnya sistem administrasi. Penyensoran film berbasis IT (sistem online) c. Terlaksananya penyensoran film kepada 100% film yang didaftarkan 4) Peningkatan (revitalisasi) Fungsi Museum a Terevitalisasikannya 75% museum dari 275 museum sesuai dengan standar nasional 5) Peningkatan (revitalisasi) Fungsi Taman Budaya a Terevitalisasikannya 80% taman budaya dari 25 taman budaya dengan standar nasional b. Terfasilitasinya pembangunan taman budaya di 5 propinsi 6) Rumah Budaya (Pusat Kebudayaan Indonesia di Luar Negeri) a. Terbangunnya rumah budaya di 10 negara dalam kurun waktu 2 tahun b. Terselenggaranya promosi kebudayaan Indonesia di 10 negara 7) Pelayanan Kebudayaan dalam Bidang Pendidikan a. Pengayaan bahan pustaka bidang kebudayaan meningkat 10% di semua jenjang dan jenis pendidikan b. kelengkapan bahan pembelajaran sejarah dan kebudayaan meningkat 5% di semua jenjang dan jenis pendidikan c. Terpenuhinya media pembelajaran dan apresiasi peserta didik dalam kesenian Indonesia d. Penguatan kurikulum bidang kebudayaan dalam pembelajaran sejarah/ppkn e. Peningkatan kompetensi tenaga kependidikan dalam bidang kebudayaan 10% 8) Pemberdayaan lembaga dan komunitas adat dalam pelestarian budaya a. Terfasilitasinya 20% lembaga dan komunitas adat dalam pelestarian budaya d. Agenda Prioritas Dari enam program utama yang akan dilakukan, prioritas program pada tahun 2012 adalah sebagai berikut. 1) Registrasi Cagar Budaya a. Terbentuknya Tim Ahli Cagar Budaya Nasional b. Teridentifikasi Tim Ahli Cagar Budaya Daerah dan Tim Pengelola Registrasi Cagar Budaya di Daerah c. Tersusunnya Peraturan Pemerintah tentang Registrasi Cagar Budaya d. Tersusunnya program kerja registrasi cagar budaya e. Terbangunnya sistem dan mekanisme registrasi cagar budaya 165

177 f. Tersosialisasikannya peraturan dan POS tentang registrasi cagar budaya g. Terdidiknya pengelola registrasi cagar budaya h. Terlaksananya pelaksanaan registrasi cagar budaya dalam tingkat nasional i. Terevaluasinya peraturan serta sistem dan mekanisme pendaftaran cagar budaya. 2) Pencatatan Warisan Budaya Nasional (Warisan Budaya Tak Benda) a. Terbentuknya Tim Nasional Pencatatan Warisan Budaya Nasional b. Tersusunnya Peraturan Menteri tentang Pencatatan Warisan Budaya Nasional c. Tersusunnya program kerja Warisan Budaya Nasional d. Terbangunnya sistem dan mekanisme Pencatatan Warisan Budaya Nasional e. Tersosialisasikannya peraturan dan POS tentang Pencatanan Warisan Budaya Nasional f. Terdidiknya pengelola Pencatatan Warisan Budaya Nasional g. Terlaksananya pelaksanaan Pencatanan Warisan Budaya Nasional h. Terevaluasinya peraturan serta sistem dan mekanisme Pencatanan Warisan Budaya Nasional 3) (Peningkatan Layanan Administrasi) Penyensoran Film a. Tersusunnya Peraturan Pemerintah dan Peraturan Menteri tentang Sensor Film b. Tersusunnya program kerja Sensor Film c. Terbangunnya sistem administrasi layanan penyensoran film berbasis IT d. Tersosialisasikannya peraturan dan POS tentang sistem administrasi layanan penyensoran film berbasis IT e. Terdidiknya sesuai dengan standar kompetensi tenaga teknis penyensoran film f. Terlaksananya pelaksanaan penyensoran film berbasis IT g. Terevaluasinya peraturan serta sistem dan mekanisme penyensoran film berbasis IT 4) Peningkatan (Revitalisasi) Fungsi Museum a. Tersusunnya draft Peraturan Pemerintah tentang Museum b. Tersusunnya program kerja revitalisasi museum c. Terbangunnya sistem dan jaringan museum d. Tersosialisasikannya peraturan dan POS tentang revitalisasi museum e. Terdidiknya pengelola museum yang dilakukan revitalisasi f. Terlaksananya revitalisasi museum g. Terevaluasinya peraturan serta sistem dan mekanisme revitalisasi museum 5) Peningkatan (Revitalisasi) Fungsi Taman Budaya a. Tersusunnya peta potensi taman budaya b. Tersusunnya rencana induk revitalisasi taman budaya 166

178 c. Tersusunnya Peraturan Menteri tentang taman budaya d. Tersusunnya program kerja taman budaya e. Tersosialisasikannya peraturan dan POS tentang taman budaya f. Terdidiknya pengelola taman budaya 6) Rumah Budaya (Pusat Kebudayaan Indonesia di Luar Negeri) a. Tersusunnya peta potensi Negara-negara yang akan ketempatan menjadi Pusat Kebudayaan Indonesia b. Tersusunnya rencana induk Rumah Budaya (Pusat Kebudayaan Indonesia di Luar Negeri) untuk 5 negara c. Tersusunnya Peraturan Menteri tentang Rumah Budaya (Pusat Kebudayaan Indonesia di Luar Negeri) d. Tersusunnya program kerja Rumah Budaya (Pusat Kebudayaan Indonesia di Luar Negeri) e. Tersosialisasikannya peraturan dan POS tentang Rumah Budaya (Pusat Kebudayaan Indonesia di Luar Negeri) 7) Pelayanan Kebudayaan dalam Bidang Pendidikan a. Penyusunan kebijakan integrasi kebudayaan ke dalam fungsi pendidikan b. Penyusunan dan pengembangan dan sistem informasi integrasi kebudayaan ke dalam bidang pendidikan c. Tersusunnya peta kebutuhan bahan ajar, kurikulum, media pembelajaran dan kualifikasi dan kompetensi tenaga pendidik sejarah, seni dan kebudayaan lainnya d. Pengayaan bahan pustaka bidang kebudayaan di semua jenjang dan jenis pendidikan 8) Pemberdayaan lembaga dan komunitas adat dalam pelestarian budaya a. Fasilitasi kegiatan lembaga komunitas adat, sejarah dan seni e. Waktu Pelaksanaan dan Tahapan Kerja Waktu pelaksanaan reformasi birokrasi program Peningkatan Kualitas Layanan Kebudayaan direncanakan berlangsung hingga tahun Pada tahap awal kegiatan lebih difokuskan pada perencanaan dan pembangunan. Adapun jadwal pelaksanaan kegiatan dari program layanan kebudayaan adalah sebagai berikut: Tabel 34. Tahapan Kerja Peningkatan Layanan Kebudayaan No. Program/Kegiatan Tahapan Kerja Waktu 1 Registrasi nasional cagar budaya (warisan budaya benda) Perencanaan Identifikasi SOP pendaftaran CB Agustus

179 No. Program/Kegiatan Tahapan Kerja Waktu Analisis kebutuhan teknologi sistem registrasi nasional CB Identifikasi unit penyelenggara registrasi CB Agustus November 2012 Agustus November 2012 Identifikasi tim ahli CB di daerah September 2012 Analisis kebutuhan tim ahli CB Agustus-Oktober 2012 Identifikasi indikator keberhasilan sistem registrasi nasional CB September-Oktober 2012 Pembangunan Penyusunan POS pendaftaran CB Oktober-November 2012 Membangun aplikasi sistem registrasi nasional cagar budaya Oktober-November 2012 Penyusunan peta unit penyelenggara Oktober 2012-Maret 2014 Penyusunan peta ketersediaan tenaga ahli di daerah Oktober 2012-Maret 2014 Sosialisasi Sosialisasi POS pendaftaran CB November-Desember 2012 Uji coba aplikasi sistem registrasi nasional CB Sosialisasi peta unit dan tenaga ahli dan kebutuhannya November-Desember 2012 November-Desember 2012 Implementasi Pelaksanaan pendaftaran CB melalui aplikasi sistem registrasi nasional CB Desember 2012-Oktober 2014 Pembentukan unit penyelenggara Desember 2012-Oktober 2014 Pembentukan tim ahli penetapan di daerah Desember 2012-Oktober 2014 Evaluasi Evaluasi POS pendaftaran CB Januari 2013-Desember 2014 Evaluasi aplikasi sistem registrasi nasional Januari 2013-Desember 2014 Evaluasi unit penyelenggara Januari 2013-Desember 2014 Evaluasi tim ahli cagar budaya di daerah Januari 2013-Desember Pencatatan warisan budaya nasional (warisan budaya tak benda) Perencanaan Pembuatan POS identifikasi September 2012 Analisis kebutuhan teknologi/instrumen dan SDM pengelola fasilitasi layanan pencatatan warisan budaya nasional Identifikasi tenaga teknis pencatatan warisan budaya September 2012 September 2012 Pembangunan Penyusunan POS pencatatan warisan budaya nasional September-Oktober

180 No. Program/Kegiatan Tahapan Kerja Waktu Pembangunan sistem aplikasi layanan pencatatan warisan budaya nasional Penyusunan tugas dan fungsi tenaga teknis pencatatan warisan budaya September-November 2012 September-Oktober 2012 Sosialisasi Sosialisasi POS pencatatan warisan budaya nasional Sosialisasi sistem aplikasi layanan pencatatan warisan budaya nasional Sosialisasi tugas dan fungsi tenaga teknis pencatatan warisan budaya Oktober- Desember 2012 November-Desember 2012 Oktober-Desember 2012 Implementasi 3. Peningkatan Pelayanan Administrasi Penyensoran film Penerapan sistem aplikasi pencatatan warisan budaya Pengukuran dan Evaluasi Perencanaan Evaluasi POS pencatatan warisan budaya nasional Evaluasi sistem aplikasi layanan pencatatan warisan budaya nasional Evaluasi tugas dan fungsi tenaga teknis pencatatan warisan budaya Desember September 2014 Januari 2013-Oktober 2014 Januari 2013-Oktober 2014 Januari 2013-Oktober 2014 Pembuatan POS identifikasi September 2012 Analisis kebutuhan teknologi/instrumen dan SDM pengelola fasilitasi layanan penyensoran film Identifikasi tenaga teknis penyensoran film September 2012 September 2012 Pembangunan Penyusunan standar kompetensi bagi tenaga teknis penyensoran film Pembuatan aplikasi sistem penyensoran film berbasis jaringan Pembuatan kebijakan koordinasi dan fasilitasi serta regulasi penyensoran film Penyusunan indikator keberhasilan penyensoran film Oktober 2012 Oktober 2012 Oktober 2012 Oktober 2012 Sosialisasi Sosialisasi POS identifikasi Oktober-Desember 2012 Sosialisasi standar kompetensi bagi tenaga teknis penyensoran film Sosialisasi dan uji coba aplikasi sistem penyensoran film berbasis jaringan Sosialisasi kebijakan koordinasi dan fasilitasi serta regulasi penyensoran film Oktober-Desember 2012 Oktober-Desember 2012 Oktober-Desember 2012 Implementasi 169

181 No. Program/Kegiatan Tahapan Kerja Waktu Standardisasi kompetensi tenaga teknis penyensoran film Pemutakhiran aplikasi sistem penyensoran film dalam jaringan Penerapan kebijakan regulasi penyensoran film Desember Oktober 2014 Desember Oktober 2014 Desember Oktober 2014 Pengukuran dan Evaluasi Evaluasi standar kompetensi tenaga teknis penyensoran film Evaluasi pemutakhiran aplikasi sistem penyensoran film berbasis jaringan Evaluasi kebijakan regulasi penyensoran film Januari 2013-Desember 2014 Januari 2013-Desember 2014 Januari 2013-Desember Revitalisasi fungsi museum Perencanaan Identifikasi standar minimal POS nasional pelayanan, tata pamer dan penyebarluasan informasi museum Identifikasi museum yang perlu direvitalisasi Identifikasi SDM pengelola museum dalam rangka peningkatan mutu SDM Agustus 2012 Agustus 2012 Agustus 2012 Pembangunan Penyusunan standar minimal POS nasional pelayanan, tata pamer dan penyebarluasan informasi museum Penentuan kebutuhan museum yang perlu direvitalisasi Penyusunan mekanisme peningkatan mutu SDM permuseuman September-Oktober 2012 September-Oktober 2012 September-Oktober 2012 Sosialisasi Sosialisasi standar minimal POS nasional pelayanan, tata pamer dan penyebarluasan informasi museum Sosialisasi kebutuhan museum yang perlu direvitalisasi Sosialisasi peningkatan mutu SDM permuseuman Oktober-November 2012 Oktober-November 2012 Oktober-November 2012 Implementasi Revitalisasi museum November 2012-Oktober 2014 Pendidikan dan pelatihan dalam rangka peningkatan mutu SDM permuseuman November 2012-Oktober 2014 Pengukuran dan Evaluasi Evaluasi standar minimal POS nasional pelayanan, tata pamer dan penyebarluasan informasi museum Evaluasi kebutuhan museum yang perlu direvitalisasi Evaluasi mekanisme peningkatan mutu SDM permuseuman Januari 2013 Desember 2014 Januari 2013 Desember 2014 Januari 2013 Desember

182 No. Program/Kegiatan Tahapan Kerja Waktu 5. Revitalisasi fungsi taman budaya Perencanaan Identifikasi standar minimal POS nasional pelayanan, aktivitas kesenian dan penyebarluasan informasi taman budaya Identifikasi taman budaya yang perlu direvitalisasi Identifikasi SDM pengelola taman budaya dalam rangka peningkatan mutu SDM Agustus September 2012 Agustus September 2012 Agustus September 2012 Pembangunan Penyusunan standar minimal POS nasional pelayanan, aktivitas kesenian dan penyebarluasan informasi taman budaya Penentuan kebutuhan taman budaya yang perlu direvitalisasi Penyusunan mekanisme peningkatan mutu SDM taman budaya Oktober November 2012 Oktober November 2012 Oktober November 2012 Sosialisasi Sosialisasi standar minimal POS nasional pelayanan, aktivitas kesenian dan penyebarluasan informasi taman budaya Sosialisasi kebutuhan taman budaya yang perlu direvitalisasi Sosialisasi peningkatan mutu SDM taman budaya November-Desember 2012 November-Desember 2012 November-Desember 2012 Implementasi Revitalisasi taman budaya Januari 2013 Oktober 2014 Pendidikan dan pelatihan dalam rangka peningkatan mutu SDM taman budaya Januari 2013 Oktober 2014 Pengukuran dan Evaluasi Evaluasi standar minimal POS nasional pelayanan, aktivitas kesenian dan penyebarluasan informasi taman budaya Evaluasi kebutuhan taman budaya yang perlu direvitalisasi Evaluasi mekanisme peningkatan mutu SDM taman budaya Januari 2013-Oktober 2014 Januari 2013-Oktober 2014 Januari 2013-Oktober Rumah budaya (Pusat Kebudayaan Indonesia di Luar Negeri) Perencanaan Identifikasi standar minimal pelayanan POS rumah budaya di luar negeri Identifikasi negara-negara yang perlu didirikan rumah budaya September-Oktober 2012 September-November 2012 Analisis materi sajian rumah budaya November-Desember 2012 Identifikasi tenaga pengelola rumah budaya November-Desember

183 No. Program/Kegiatan Tahapan Kerja Waktu Pembangunan Penyusunan standar minimal pelayanan POS rumah budaya di luar negeri Penentuan kebutuhan pembangunan rumah budaya Koordinasi dengan pemerintah negara setempat dan KBRI Penyusunan standar kompetensi pengelola rumah budaya Januari-Maret 2013 Januari-Maret 2013 Januari-Maret 2013 Januari-Maret 2013 Sosialisasi Sosialisasi standar minimal pelayanan POS rumah budaya di luar negeri Sosialisasi dan informasi rumah budaya di luar negeri Sosialisasi standar kompetensi pengelola rumah budaya Maret-Juni 2013 Maret-Juni 2013 Maret-Juni 2013 Implementasi Membangun rumah budaya di negara yang sudah ditentukan beserta materi sajian Juni 2013-September 2014 Promosi rumah budaya di luar negeri Juni 2013-September 2014 Pendidikan dan pelatihan calon pengelola rumah budaya Juni-September 2013 Pengukuran dan Evaluasi Evaluasi standar minimal pelayanan POS rumah budaya di luar negeri Evaluasi kinerja rumah budaya di luar negeri Evaluasi standar kompetensi pengelola rumah budaya Desember 2013-Desember 2014 Desember 2013-Desember 2014 Desember 2013-Desember Pelayanan Kebudayaan dalam Bidang Pendidikan Perencanaan Identifikasi kebijakan integrasi kebudayaan ke dalam fungsi pendidikan Analisis kebutuhan sistem informasi integrasi kebudayaan ke dalam pendidikan Identifikasi peta kebutuhan bahan ajar, kurikulum, media pembelajaran Identifikasi kualifikasi dan kompetensi tenaga pendidik sejarah, seni dan kebudayaan lainnya Identifikasi bahan pustaka bidang kebudayaan di semua jenjang dan jenis pendidikan Agustus-September 2012 Agustus-September 2012 Agustus-September 2012 Agustus-September 2012 Agustus-September 2012 Pembangunan Penyusunan kebijakan integrasi kebudayaan ke dalam fungsi pendidikan September-Oktober

184 No. Program/Kegiatan Tahapan Kerja Waktu Penyusunan dan pengembangan sistem informasi integrasi kebudayaan ke dalam bidang pendidikan Penyusunan bahan ajar, kurikulum, media pembelajaran Peningkatan kualifikasi dan kompetensi tenaga pendidik sejarah, seni dan kebudayaan lainnya Penyusunan bahan pustaka bidang kebudayaan di semua jenjang dan jenis pendidikan September-Oktober 2012 September-Oktober 2012 September-Oktober 2012 September-Oktober 2012 Sosialisasi Uji petik bahan kebijakan integrasi kebudayaan ke dalam fungsi pendidikan Uji petik sistem informasi integrasi kebudayaan ke dalam bidang pendidikan Uji petik modul kualifikasi dan kompetensi tenaga pendidik sejarah, seni dan kebudayaan lainnya Sosialisasi bahan ajar, kurikulum, media pembelajaran Sosialisasi bahan pustaka bidang kebudayaan di semua jenjang dan jenis pendidikan Oktober-November 2012 Oktober-November 2012 Oktober-November 2012 Oktober-November 2012 Oktober-November 2012 Implementasi Pelaksanaan kebijakan integrasi kebudayaan ke dalam fungsi pendidikan Pelaksanaan sistem informasi integrasi kebudayaan ke dalam bidang pendidikan Pelaksanaan bimbingan teknis kualifikasi dan kompetensi tenaga pendidik sejarah, seni dan kebudayaan lainnya Pelaksanaan bahan ajar, kurikulum, media pembelajaran Pelaksanaan bahan pustaka bidang kebudayaan di semua jenjang dan jenis pendidikan November-Desember 2012 November-Desember 2012 November-Desember 2012 Desember 2012-Oktober 2014 Desember 2012-Oktober 2014 Pengukuran dan Evaluasi Evaluasi kebijakan integrasi kebudayaan ke dalam fungsi pendidikan Evaluasi sistem informasi integrasi kebudayaan ke dalam bidang pendidikan Evaluasi kualifikasi dan kompetensi tenaga pendidik sejarah, seni dan kebudayaan lainnya Evaluasi bahan ajar, kurikulum, media pembelajaran Evaluasi bahan pustaka bidang kebudayaan di semua jenjang dan jenis pendidikan Desember 2012-Oktober 2014 Desember 2012-Oktober 2014 Desember 2012-Oktober 2014 Desember 2012-Oktober 2014 Desember 2012-Oktober

185 No. Program/Kegiatan Tahapan Kerja Waktu 8. Pemberdayaan lembaga komunitas sejarah dan adat untuk pelestarian budaya Perencanaan Identifikasi POS fasilitasi lembaga komunitas adat, sejarah dan seni Analisis kebutuhan fasilitasi lembaga komunitas adat, sejarah dan seni Identifikasi lembaga komunitas adat, sejarah dan seni Identifikasi kegiatan lembaga komunitas adat, sejarah dan seni Identifikasi sarana lembaga komunitas adat, sejarah dan seni Agustus 2012 Agustus 2012 Agustus 2012 Agustus 2012 Agustus 2012 Pembangunan Penyusunan POS fasilitasi lembaga komunitas adat, sejarah dan seni dalam pelestarian budaya Penyusunan data lembaga komunitas adat, sejarah dan seni Penyusunan data kegiatan lembaga komunitas adat, sejarah dan seni Penyusunan data sarana lembaga komunitas adat, sejarah dan seni September 2012 September 2012 September 2012 September 2012 Sosialisasi Sosialisasi POS fasilitasi lembaga dan komunitas adat, sejarah dan seni Oktober 2012 Implementasi Pelaksanaan fasilitasi kegiatan lembaga komunitas adat, sejarah dan seni November 2012-Oktober 2014 Pengukuran dan Evaluasi Evaluasi pelaksanaan fasilitasi kegiatan lembaga komunitas adat, sejarah dan seni Desember 2012-Desember 2014 f. Penanggung Jawab 174 Penanggung jawab program Peningkatan Kualitas Layanan Kebudayaan adalah sebagai berikut: Pengarah : Direktur Jenderal Kebudayaan Koordinator : Sekretaris Direktorat Jenderal Kebudayaan Penanggung Jawab : 1) Registrasi Nasional Cagar Budaya (Warisan Budaya Benda) Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman 2) Pencatatan Warisan Budaya Nasional (Warisan Budaya Tak Benda) Direktur Internalisasi dan Diplomasi Budaya 3) Peningkatan Fungsi Museum Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman 4) Peningkatan Fungsi Taman Budaya

186 Direktur Pembinaan Kesenian dan Perfilman 5) Penyensoran Film Direktur Pembinaan Kesenian dan Perfilman/Kepala Sekretariat Lembaga Sensor Film 6) Rumah Budaya (Pusat Kebudayaan Indonesia Di Luar Negeri) Direktur Internalisasi dan Diplomasi Budaya 7) Pelayanan Kebudayaan Dalam Bidang Pendidikan Direktur Sejarah dan Nilai Budaya 8) Pemberdayaan Lembaga dan Komunitas Adat Direktur Pembinaan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Tradisi g. Rencana Anggaran Anggaran yang dibutuhkan untuk program Peningkatan Kualitas Layanan Kebudayaan ini akan dialokasikan dalam anggaran Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Rencana anggaran yang dialokasikan sampai dengan tahun 2014 adalah sebesar Rp ,00 (Tujuh ratus dua puluh enam milyar dua puluh juta). Adapun rincian dari anggaran tersebut ialah sebagai berikut: Tabel 35. Rincian Anggaran Peningkatan Layanan Kebudayaan No Kegiatan Anggaran 1. Registrasi Nasional Cagar Budaya Rp ,- 2. Pencatatan Warisan Budaya Nasional Rp ,- 3. Peningkatan Fungsi Museum Rp ,- 4. Peningkatan Fungsi Taman Budaya Rp ,- 5. Penyensoran Film Rp ,- 6. Rumah Budaya Rp ,- 7. Pelayanan Kbudayaan dalam Bidang Pendidikan Rp ,- 8. Pemberdayaan Lembaga dan Komunitas Adat Rp ,- TOTAL Rp ,- 6. Peningkatan Layanan Kebahasaan Bahasa Indonesia merupakan sarana pemersatu, identitas, dan wujud eksistensi bangsa yang menjadi simbol kedaulatan dan kehormatan negara sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun Di sisi lain, bahasa Indonesia merupakan manifestasi kebudayaan yang berakar pada sejarah perjuangan bangsa, kesatuan dalam keragaman budaya, dan kesamaan dalam mewujudkan cita-cita bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia berfungsi sebagai sarana pemersatu berbagai suku bangsa dan sebagai sarana komunikasi antardaerah 175

187 dan antarbudaya daerah. Sementara itu, dalam kedudukannya sebagai bahasa resmi negara, bahasa Indonesia berfungsi, antara lain, sebagai bahasa resmi kenegaraan, bahasa pengantar pendidikan, bahasa komunikasi tingkat nasional, bahasa media massa, serta bahasa pengembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan kondisi seperti itu, bahasa Indonesia memiliki kedudukan dan peran yang sangat penting dan strategis dalam upaya mencerdaskan, memperkukuh jati diri, karakter, dan martabat untuk memperkuat daya saing bangsa sejalan dengan visi Kemdiknas 2014, yaitu terselenggaranya layanan prima pendidikan nasional untuk membentuk insan Indonesia cerdas komprehensif. Penanganan masalah kebahasaan dan kesastraan, baik pengembangan maupun pembinaannya, berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan, merupakan amanat dari rakyat Indonesia untuk dilaksanakan secara sistematis dan berkelanjutan. Untuk melaksanakan amanat tersebut, dirumuskan arah layanan kebahasaan sebagai berikut. 1. Mengembangkan dan melindungi bahasa dan sastra Indonesia 2. Meningkatkan mutu penelitian bahasa dan sastra Indonesia 3. Meningkatkan sikap positif masyarakat terhadap bahasa dan sastra 4. Meningkatkan mutu pelayanan informasi kebahasaan dan kesastraan 5. Meningkatkan mutu tenaga kebahasaan dan kesastraan 6. Meningkatkan fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional 7. Mengembangkan kerja sama kebahasaan dan kesastraan 8. Mengembangkan pengelolaan organisasi dan kelembagaan Untuk menjamin ketersediaan, keterjangkauan, kualitas, dan akses layanan kebahasaan sebagaimana tertuang dalam delapan arah layanan kebahasaan tersebut, program reformasi birokrasi internal di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, mempertajam layanan kebahasaan menjadi enam program kegiatan berikut. 1. Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Dalam Jaringan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) merupakan alat uji untuk mengukur kemahiran berbahasa Indonesia penutur bahasa Indonesia. Kemahiran berbahasa Indonesia yang diukur berupa kemahiran berbahasa Indonesia lisan dan tulis, yaitu mendengarkan, membaca, menulis, dan berbicara serta pemahaman kaidah bahasa Indonesia. Sasaran pengguna UKBI secara umum adalah penutur bahasa Indonesia, baik penutur asli maupun penutur asing. Melalui Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 152/U/2003, UKBI telah dikukuhkan sebagai sarana untuk menentukan kemahiran berbahasa Indonesia di kalangan masyarakat. Selain itu, berdasarkan Surat Pendaftaran Ciptaan Nomor dan yang diterbitkan oleh Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) pada tanggal 8 Januari 2004, UKBI telah resmi dipatenkan sebagai karya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. UKBI selama ini telah digunakan untuk mengukur kemahiran berbahasa Indonesia berbagai kalangan penutur bahasa Indonesia, antara lain, siswa dan mahasiswa, guru dan dosen, pegawai pemerintah dan swasta, serta warga negara asing. Dalam pelaksanaan pengujiannya, media yang digunakan awalnya hanya berbasis kertas. Sejalan dengan 176

188 luasnya jangkauan pelayanan, banyaknya permintaan pelayanan, dan pesatnya perkembangan teknologi, sejak tahun 2004 telah dikembangkan media pengujian UKBI berbasis komputer. UKBI berbasis komputer selanjutnya dirancang untuk dikembangkan secara lebih kompleks menjadi berbasis jaringan dengan harapan pelayanan tes UKBI dapat menjangkau yang belum terjangkau dengan lebih cepat. Dalam program UKBI dalam jaringan, permasalahan yang dihadapi berkaitan dengan (1) penyediaan aplikasi sistem UKBI dalam jaringan yang andal dan termutakhir, (2) penyiapan prasarana dan sarana tempat uji kemahiran (TUK) yang memenuhi standar, (3) penyiapan dan peningkatan keterampilan sumber daya manusia pengelola program, serta (4) perumusan kebijakan dan regulasi tata kelola penyelenggaraan pelayanan tes UKBI. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diusulkan beberapa langkah pembenahan. Pertama, berkaitan dengan penyediaan aplikasi sistem yang aman, andal, dan termutakhir perlu diupayakan pemutakhiran aplikasi sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi terkini. Kedua, berkaitan dengan penyiapan prasarana dan sarana TUK yang memenuhi standar perlu dilakukan standardisasi, identifikasi, penetapan, dan verifikasi lembaga calon TUK serta analisis kebutuhan teknologinya. Ketiga, berkaitan dengan penyiapan dan peningkatan keterampilan sumber daya manusia pengelola program UKBI dalam jaringan, hal terpenting adalah perlunya analisis kebutuhan dan penyiapan sumber daya manusia pengelolanya. Keempat, berkaitan dengan perumusan kebijakan dan regulasi tata kelola penyelenggaraan pelayanan tes UKBI, perlu dilakukan langkah-langkah penguatan tata kelola penyelenggaraan pelayanan tes UKBI serta perumusan kebijakan dan regulasi yang diperlukan. 2. Fasilitasi Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) merupakan bahasa Indonesia yang khusus ditujukan untuk orang asing, bukan penutur asli bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) terutama berkaitan dengan pengajaran dan pembelajaran bahasa Indonesia untuk orang asing yang ingin mempelajari dan memiliki kemahiran atau keterampilan berbahasa Indonesia. Keterampilan berbahasa yang dipelajari meliputi bahasa lisan dan bahasa tulis yang terdiri atas empat aspek, yaitu mendengar, berbicara, menulis, dan membaca. Akan tetapi, keempat keterampilan berbahasa tersebut tidak dapat dipisahkan dari penguasaan kosakata dan tata bahasa. Sasaran BIPA adalah penutur asing bahasa Indonesia, baik di dalam negeri (Indonesia) maupun di luar negeri. Program dan kegiatan yang terkait dengan Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) telah mulai dilaksanakan oleh Pusat Bahasa sejak awal tahun 2000-an. Namun, program dan kegiatan yang dilaksanakan masih terbatas pada penyusunan dan penyediaan modul dan bahan ajar BIPA serta pelatihan pengajar BIPA dan fasilitasi asosiasi pengajar BIPA. Sejak berlakunya UU No. 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan serta Permendiknas No. 36 Tahun 2010 yang diperbarui dengan Permendikbud No. 1 Tahun 2012 program BIPA merupakan bagian strategis dalam agenda menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional. Ada berbagai permasalahan yang dihadapi terkait dengan BIPA sebagai aspek utama 177

189 dalam penginternasionalan bahasa Indonesia. Permasalahan tersebut, antara lain, belum terpetakannya data dan kondisi lembaga-lembaga penyelenggara BIPA di dalam dan luar negeri, jumlah dan mutu sumber daya manusia pengajar BIPA belum memadai, kurikulum dan bahan ajar BIPA belum terstandar dan memadai, fasilitasi pengembangan dan pembentukan pusat-pusat pembelajaran BIPA di luar negeri belum optimal, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam pengelolaan BIPA belum optimal, promosi BIPA di dalam dan luar negeri belum optimal, serta perumusan kebijakan dan regulasi tata kelola penyelenggaraan BIPA belum optimal. Untuk menangani permasalahan tersebut, perlu dilakukan beberapa langkah pembenahan, antara lain sebagai berikut. Pertama, perlu dilakukan pemetaan terhadap lembaga-lembaga penyelenggara BIPA baik di dalam maupun di luar negeri untuk mengetahui data dan kondisi penyelenggara BIPA. Kedua, perlu dilakukan berbagai program dan kegiatan pelatihan untuk meningkatkan jumlah dan mutu sumber daya manusia pengajar BIPA yang sangat penting bagi kemajuan pengajaran BIPA. Ketiga, perlu dilakukan upaya standardisasi kurikulum dan bahan ajar BIPA agar memadai bagi pengajaran BIPA. Keempat, perlu dilakukan optimalisasi kerja sama dalam rangka fasilitasi pengembangan dan pembentukan pusat-pusat pembelajaran BIPA di luar negeri sesuai dengan Renstra Badan Bahasa. Kelima, perlu dilakukan upaya optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam pengelolaan dan peningkatan program BIPA, misalnya dalam bentuk BIPA Daring. Keenam, perlu upaya optimalisasi berbagai program dan sarana untuk mempromosikan BIPA baik di dalam maupun di luar negeri. Di samping itu, terkait dengan penyelenggaraan BIPA perlu adanya perumusan kebijakan dan regulasi tata kelola. 3. Pendampingan Bahasa dalam Penyusunan Rancangan Peraturan Perundangundangan dan Dokumen Negara Pendampingan bahasa dalam penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan dokumen negara merupakan salah satu jenis layanan kebahasaan pada lembaga legislatif dan lembaga eksekutif (DPR/DPRD dan kementerian) untuk membantu lancarnya pembahasan rancangan peraturan perundang-undangan. Pendampingan bahasa dalam penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan dokumen negara diperlukan dalam proses pembahasan daftar inventarisasi masalah (DIM) antara pemerintah (eksekutif) dan DPR (legislatif). Dalam pembahasan ini pendamping bahasa dilibatkan untuk membantu menyusun produk hukum dalam bentuk undang-undang, peraturan pemerintah, peraturan presiden, peraturan menteri, dan peraturan daerah serta produk hukum lainnya. Pada kegiatan ini tenaga pendamping bahasa bahasa berpartisipasi secara aktif agar produk perundang-undangan dan dokumen negara disusun sesuai dengan UU No. 12 Tahun 2011 dan untuk peraturan tertentu sesuai dengan UU No. 24 Tahun Dengan demikian, tujuan dan manfaat kegiatan ini adalah untuk membantu lancarnya sidangsidang pembahasan materi yang ada dalam DIM sehingga selaras dan sejalan dengan undang tersebut. Sehubungan dengan itu, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menyusun program kegiatan yang berkaitan dengan pelayanan sebagai pendamping bahasa dalam penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan dokumen negara. 178

190 Tujuan kegiatan ini adalah untuk membantu kelancaran pembahasan rancangan perundang-undangan sertas produk hukum lainnya, baik di DPR RI, DPRD, maupun lembaga eksetif lainnya. Oleh karena itu, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menyusun program kegiatan yang berkaitan dengan pelayanan kebahasaan terseebut. Namun, tugas yang sangat penting itu selama ini belum ditangani secara professional. Tugas dilaksanakan secara apa adanya, tanpa pedoman kerja yang jelas dan dukungan tenaga yang masih sangat minim. Sementara itu, permintaan tenaga ahli bahasa dalam pembahasan rancangan undang-undang makin banyak. Pada sisi lain, terutama di daerah pihak DPRD dan pemerintah daerah sering tidak melibatkan kantor atau balai bahasa dalam pembahasan peraturan perundang-undangan. Seharusnya, seperti DPR RI, setiap pembahasan rancangan undang-undang melibatkan tenaga ahi bahasa yang ada di kantor atau balai bahasa setempat. Belum terlibatnya kantor/balai bahasa itu ada dua kemungkinan. Pertama, keberadaan kantor/balai bahasa di daerah mungkin belum dikenal secara baik. Kedua, pihak DPRD kemungkinan besar belum banyak yang mengetahui keberadaan kantor/balai bahasa serta tugas dan fungsinya. Untuk menunjang pelaksanaan program pendampingan bahasa dalam penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan dokumen negara, terlebih dulu harus dilakukan pengkajian kebutuhan SDM pengelola layanan pendampingan bahasa dalam penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan dokumen negara, pemebuatan peta kompetensi tenaga pendampingan bahasa dalam penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan dokumen negara di lingkungan Badan Bahasa, serta penganalisisan kebutuhan informasi teknologi. Dengan melihat kondisi tersebut, melalui program pendampingan bahasa dalam penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan dokumen negara dalam kerangka reformasi birokrasi ini, diharapkan akan tercipta kondisi ideal yang berkaitan dengan kondisi (1) kebutuhan SDM pendamping bahasa, (2) identifikasi tenaga pendamping bahasa di lingkungan Badan Bahasa, (3) peta kompetensi pendamping bahasa di lingkungan Badan Bahasa, dan (4) analisis kebutuhan teknologi informasi. Program pendampingan bahasa dalam penyusunan rancangan peraturan perundangundangan dan dokumen negara yang terdiri atas empat aplikasi tersebut diharapkan dapat dibangun dan diintegrasikan dengan baik. Aplikasi sistem tersebut selanjutnya harus didukung oleh sarana dan prasarana yang standar dan sumber daya manusia pengelola yang berkualitas dalam jumlah yang memadai. Selain itu, mekanisme dan sistem penyelenggaraan pendampingan bahasa dalam penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan dokumen negara juga harus tertata berdasarkan kebijakan dan regulasi yang jelas dan komprehensif. Dengan demikian, pelayanan pendampingan bahasa dalam penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan dokumen negara benar-benar dapat dilaksanakan secara lebih maksimal. 4. Saksi Ahli Bahasa di Lembaga Penegakan Hukum Saksi ahli bahasa di lembaga penegakan hukum merupakan salah satu jenis layanan kebahasaan berdasarkan permintaan dari kepolisian, kejaksaan, dan pengadilan untuk keperluan proses peradilan. Saksi ahli bahasa biasanya diperlukan dalam proses 179

191 penyidikan di kepolisian jika ada hal yang menyangkut dengan masalah kebahasaan yang perlu dijelaskan untuk memastikan apa makna ungkapan tersebut dari segi kaidah bahasa Indonesia. Di samping itu, tulisan atau kata-kata seseorang yang sedang berperkara apakah termasuk tulisan atau kata-kata yang dapat merugikan orang lain atau tidak. Hal itu sangat penting untuk dijadikan pertimbangan hakim dalam memutuskan suatu perkara. Dengan kata lain, saksi ahli di lembaga penegak hukum menjadi bagian yang penting dalam proses peradilan sebuah perkata. Tanggung jawab seorang yang menjadi saksi ahli tidak hanya selesai di kepolisian dengan menandatangani BAP, tetapi sampai di persidangan di pengadilan. Secara hukum memang saksi ahli yang sudah menandatangi BAP sumpah tidak wajib dating di pengadilan. Namun, secara moral saksi ahli harus bertanggung jawab sampai di pengadilan. Pada kenyataannya jaksa merasa perlu menghadirkan saksi ahli sehingga tidak ada pilihan lain seorang saksi ahli harus memenuhi permintaan tersebut. Tujuan dan manfaat kegiatan ini adalah untuk membantu lancarnya sidang-sidang pada lembaga penegakan hukum, terutama untuk masalah yang berkaitan dengan kaidah kebahasaan bahasa Indonesia. Sehubungan dengan itu, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menyusun program kegiatan yang berkaitan dengan pelayanan sebagai saksi ahli bahasa pada lembaga penegakan hukum. Namun, tugas yang sangat penting itu selama ini belum ditangani secara professional. Tugas dilaksanakan secara apa adanya, tanpa pedoman kerja yang jelas dan dukungan tenaga yang masih sangat minim. Sementara itu, permintaan tenaga saksi ahli makin banyak. Pada sisi lain, terutama di daerah pihak lambaga penegak hukum sering tidak melibatkan kantor atau balai bahasa sebagai saksi ahlinya. Padahal, secara instansional, Badan Bahasa adalah satu-satunya instansi pemerintah yang diberi kewenangan untuk membina dan mengembangkan bahasa, termasuk di dalamnya melayani permintaan dari lembaga penegak hukum. Seharusnya, seperti DPR RI, setiap pembahasan rancangan undangundang tenaga ahli yang diminta selalu dari Badan Bahasa, bukan dari instransi atau institusi yang lain. Dengan melihat kondisi tersebut, sudah saatnya Badan Bahasa mereformasi diri agar tugas pemberian layanan kebahasaan untuk lembaga penegak hukum dapat dilaksanakan secara professional. Untuk itu, perlu dibuat prosedur operasional standar (POS), menyiapan sumber daya manusia (SDM) yang memadai, perlu proaktif berkunjung ke kepolisian daerah di seluruh Indonesia. Selain itu, dalam era glabal ini pemeberian layanan tenaga ahli bahasa di lembaga penegak hukum harus dapat dilaksanakan dengan memanfaatkan teknologi informasi yang ada. Sudah tentu semua itu hanya tinggal rencana jika tidak didukung oleh sarana dan anggaran yang memadai. Program reformasi birokrasi tentang layanan saksi ahli di lembaga penegak hukum ini dapat dibenahi pada tahun anggaran Artinya, segala sesuatu yang dibutuhkan dapat diselesaikan pada tahun anggaran tersebut. Kebutuhan itu mencakupi penyusunan POS, analisis kebutuhan teknologi, identifikasi SDM, penyusunan standar kompetensi tenaha ahli bahasa, pembuatan pangkalan data materi berbasis jaringan, dan sosialisasi berbagai perangkat tersebut. Program reformasi birokrasi tahun 2013 ini berhasil apabila dapat diwujudkannya POS, kebutuhan teknologi informasi, SDM, serta teridentifikasinya 100% 180

192 tenaga ahli bahasa di lingkungan Badan Bahasa. Selanjutnya, mualai tahun anggaran 2014 pemberian layanan tenaga ahli bahasa di lembaga penegak hukum sudah dilaksanakan sesuai dengan POS yang sudah ditentukan. 5. Penterjemahan Penerjemahan merupakan kegiatan atau proses memindahkan pesan bahasa sumber/ bahasa asal ke dalam bahasa sasaran/bahasa tujuan dengan mengubah bentuk tanpa mengubah makna. Karena yang diterjemahkan adalah bahasa, penerjemahan dapat menghasilkan bentuk bahasa lisan dan bahasa tulis. Dalam program ini, penerjemahan yang dimaksud adalah penerjemahan dalam bentuk tulis. Tujuan penerjemahan adalah (1) memperkenalkan budaya asing kepada pembaca Indonesia dan/atau sebaliknya, memperkenalkan budaya lokal kepada pembaca asing, (2) mengisi kesenjangan budaya yang terdapat di antara dua bahasa yang tidak serumpun, (3) mencerdaskan bangsa dengan masuknya informasi, cakrawala ilmu, dan teknologi dari bangsa asing tanpa melanggar norma-norma dan pandangan hidup bangsa Indonesia. Program penerjemahan ini akan dirasakan oleh empat pihak, yakni penerjemah bahasa sasaran, masyarakat atau pembaca selaku pengguna karya terjemahan, dan penerbit selaku pelaku pemasaran produk penerjemahan. Di samping itu, penulis yang masih berhak juga akan memperoleh manfaat dari terjemahan ini. Sehubungan dengan hal di atas, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menyusun program kegiatan yang berkaitan dengan penerjemahan. Penerjemahan yang dilaksanakan pada program ini adalah penerjemahan buku teks berbagai bidang ilmu, bukan hanya buku bahasa dan sastra. Hal itu sangat penting karena sekurang-kurangnya tiga alasan: (1) pada era global ini perkembangan informasi sangat cepat, termasuk ilmu pengetahuan, (2) masih sangat banyak bangsa Indonesia yang tidak dapat memahami bahasa Inggris dengan baik, dan (3) ilmu pengetahuan tidak selalu ditulis dalam bahasa Inggris. Oleh karena itu, program penerjemahan perlu dilaksakan secara profesional. Selama ini penerjemahan di Badan Bahasa terkesan seadanya. Belum ada prosedur operasional standar (POS), tenaga penerjemah masih sangat terbatas, belum ada program yang jelas. Sementara itu, para penerjemah di luar Badan Bahasa pada umumnya masih cenderung bekerja masing-masing. Kondisi seperti itu perlu diberdayakan secara lebih maksimal. Dalam hubungan ini, Badan Bahasa perlu mengambil peran sebagai koordinator. Di samping itu, di luar Indonesia, terutama di Asia, terdapat lembagalembaga penerjemah yang yang tersebar di berbagai negara. Badan Bahasa tentu dapat memanfaatkan lembaga-lembaga penerjemah tersebut. Dengan memperhatikan keadaan tersebut, melalui program penerjemahan dalam kerangka reformasi birokrasi ini, diharapkan akan tercipta kondisi ideal yang berkaitan dengan kondisi (1) kebutuhan SDM dalam pemberian layanan penerjemahan, (2) peta kompetensi tenaga teknis penerjemah di lingkungan Badan Bahasa, (3) peta organisasi penerjemah di Indonesia dan di Asia, (4) peta lembaga penerjemah di Indonesia dan di Asia, serta (5) kebijakan dan regulasi tata kelola penyelenggaraan penerjemahan. Program penerjemahan ini mencakupi lima aplikasi yang diharapkan dapat dibangun dan diintegrasikan dengan baik sehingga menjadi aplikasi yang andal. Aplikasi sistem yang 181

193 andal itu selanjutnya harus didukung oleh sarana dan prasarana yang memenuhi standar dan sumber daya manusia yang berkualitas dalam jumlah yang memadai. Selain itu, mekanisme dan sistem penyelenggaraan penerjemahan juga harus tertata berdasarkan kebijakan dan regulasi yang jelas dan komprehensif. Pemanfaatan teknologi informasi sudah tentu harus pula dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Dengan demikian, pelayanan penerjemahan benar-benar dapat dilaksanakan secara lebih maksimal. 6. Penyuntingan Penyuntingan merupakan proses membaca, mencermati, dan memperbaiki naskah yang telah dikirim seorang penulis naskah sehingga naskah tersebut siap untuk dimuat atau diterbitkan oleh penerbit. Pada media noncetak, penyuntingan merupakan proses membaca, mencermati, memperbaiki naskah yang telah dikirim seorang penulis naskah sehingga naskah tersebut siap untuk disiarkan dan ditayangkan oleh media audio dan visual. Tujuan penyuntingan, baik untuk media cetak maupun noncetak, adalah (1) membuat naskah menjadi lebih baik, terutama dari segi bahasa dan sistematika penulisannya, (2) membuat naskah yang akan dimuat, diterbitkan, atau disiarkan dan ditayangkan lebih mudah dan enak dicerna, (3) menjadi jembatan yang dapat menghubungkan ide dan gagasan penulis dengan pembaca, pendengar, dan penonton, (4) mengolah naskah hingga layak terbit (siar untuk media noncetak) sesuai dengan ketentuan yang diberlakukan dan dipersyaratkan oleh penerbit atau penyelenggara program siaran. Program penyuntingan ini dapat dirasakan manfaatnya oleh tiga pihak yang terkait langsung, yakni penerbit (penyelenggara program siaran), penulis, dan pembaca (pendengar dan penonton). Sehubungan dengan itu, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menyusun program kegiatan yang berkaitan dengan penyuntingan. Untuk menunjang pelaksanaan program penyuntingan, terlebih dulu harus dilakukan pengkajian kebutuhan SDM dalam pemberian layanan penyuntingan, membuat peta kompetensi tenaga teknis penyunting di lingkungan Badan Bahasa, membuat peta organisasi penyunting di Indonesia, melakukan pemetaan terhadap lembaga penyunting di Indonesia, membuat peta tenaga teknis penyunting di Indonesia, serta menyusun pangkalan data tenaga teknis, organisasi, dan lembaga penyuntingan berbasis jaringan. Hingga saat ini belum tersedia tenaga yang secara khusus mempunyai kemampuan untuk mengelola program tersebut. Dengan melihat kondisi tersebut, melalui program penyuntingan dalam kerangka reformasi birokrasi ini, diharapkan akan tercipta kondisi ideal yang berkaitan dengan kondisi (1) kebutuhan SDM yang terstandardisasi dalam pemberian layanan penyuntingan, (2) peta tenaga teknis penyunting berbasis jaringan di lingkungan Badan Bahasa, (3) peta lembaga penyunting berbasis jaringan di Indonesia, (4) belum terjalinnya kerja sama yang efektif dengan lembaga penyunting di luar Bdan Bahasa, serta (5) belum adanya analisis kebutuhan teknologi informasi. Program penyuntingan yang terdiri atas lima aplikasi tersebut diharapkan dapat dibangun dan diintegrasikan dengan baik. Aplikasi sistem yang andal tersebut selanjutnya harus didukung oleh sarana dan prasarana yang memenuhi standar dan sumber daya manusia yang berkualitas dalam jumlah yang memadai. Selain itu, mekanisme dan sistem 182

194 penyelenggaraan penyuntingan juga harus tertata berdasarkan kebijakan dan regulasi yang jelas dan komprehensif. Dengan demikian, pelayanan penyuntingan benar-benar dapat dilaksanakan secara lebih maksimal. a. Capaian Sampai dengan saat ini pada dasarnya Badan Bahasa sudah melakukan enam program/ kegiatan di atas. Dalam pelaksanaannya masih banyak hal yang harus dibenahi sehubungan dengan program RBI. Namun, sudah ada beberapa hal yang biasa dilakukan hingga tahun 2012, antara lain, sebagai berikut. 1. Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Dalam Jaringan a. Penyusunan rancangan induk sistem UKBI dalam jaringan b. Penyusunan prosedur operasional standar (POS) tempat uji kemahiran (TUK) UKBI c. Penyusunan pedoman pendirian TUK UKBI d. Perekayasaan aplikasi sistem UKBI dalam jaringan (aplikasi informasi, administrasi, bank soal, dan pengujian) 2. Fasilitasi Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) a. penyusunan modul dan bahan ajar BIPA b. Pengembangan program BIPA dalam jaringan c. Pelatihan pengajaran BIPA d. Pemetaan lembaga BIPA dan e. Promosi BIPA ke perwakilan diplomatik negara-negara asing di Indonesia serta f. Fasilitasi pengembangan BIPA di luar negeri 3. Pendampingan Bahasa dalam Penyusunan Rancangan Peraturan Perundangundangan dan Dokumen Negara a. Penyusunan standar kompetensi bagi tenaga pendamping bahasa b. Pembuatan pangkalan data materi peraturan perundang-undangan dan dokumen negara yang berbasis jaringan. c. Peningkatan mutu tenaga teknis pendamping bahasa di lingkungan Badan Bahasa. 4. Saksi Ahli Bahasa di Lembaga Penegakan Hukum a. Penyusunan standar kompetensi bagi tenaga saksi ahli bahasa. b. Pembuatan pangkalan data materi kasus keterangan ahli bahasa berbasis jaringan. 5. Penerjemahan a. Penyusunan standar kompetensi bagi tenaga teknis penerjemah b. Pembuatan pangkalan data tenaga teknis, organisasi, dan lembaga penerjemah berbasis jaringan 183

195 c. Pembuatan kebijakan koordinasi dan fasilitasi serta regulasi penerjemahan d. Penyusunan indikator keberhasilan penerjemahan 6. Penyuntingan a. Pembuatan analisis kebutuhan sumber daya manusia b. Penyusunan standar kompetensi bagi tenaga teknis penyunting c. Pembuatan pangkalan data tenaga teknis dan lembaga penyunting berbasis jaringan d. Pembuatan kebijakan koordinasi dan fasilitasi dengan lembaga penyuntingan, dan e. Pembuatan analisis kebutuhan teknologi informasi. Hingga saat ini program reformasi birokrasi internal (RBI) di lingkungan Badan Bahasa baru sampai pada tahap perencanaan. b. Rencana Program kerja yang akan dicantumkan di bawah ini adalah program mulai tahun 2012 s.d. tahun Program tersebut meliputi kegiatan perencanaan, pembangunan, sosialisasi, implementasi, pengukuran dan evaluasi untuk setiap kegiatan. Adapun kegiatan yang akan dilakukan adalah sebagai berikut. 1. Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Dalam Jaringan 2. Fasilitasi Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) 3. Pendampingan bahasa dalam penyusunan rancangan peraturan perundangundangan dan dokumen negara 4. Saksi ahli bahasa di lembaga penegakan hukum 5. Penerjemahan 6. Penyuntingan c. Kriteria Keberhasilan Program reformasi birokrasi bidang layanan kebahasaan diharapkan memberikan dampak positif terhadap layanan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kepada masyarakat. Kriteria keberhasilan bidang layanan kebahasaan adalah sebagai berikut. 1) Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Dalam Jaringan a. Meningkatnya jumlah penutur bahasa Indonesia teruji dengan tes UKBI dalam jaringan b. Meningkatnya jumlah TUK UKBI di dalam dan luar negeri 2) Fasilitasi Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) a. Terlaksananya fasilitasi pengembangan di minimal 25% pusat pembelajaran BIPA di dalam dan luar negeri b. Terlaksananya fasilitasi pembentukan dua pusat pembelajaran BIPA baru di 184

196 dalam dan luar negeri setiap tahun c. Termutakhirkannya pangkalan data lembaga, organisasi, dan pengajar BIPA setiap tahun d. Terstandardisasinya 25% pengajar BIPA di dalam dan luar negeri e. Terstandardisasinya 25% lembaga BIPA di dalam dan luar negeri f. Terlaksananya kebijakan dan regulasi fasilitasi BIPA di dalam dan luar negeri 3) Pendampingan Bahasa dalam Penyusunan Rancangan Peraturan Perundangundangan dan Dokumen Negara a. Terwujudnya pendampingan bahasa dalam penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di DPR dan DPRD provinsi/kabupaten/kota. b. Terwujudnya pendampingan bahasa dalam penyusunan dokumen Negara di tingkat pusat dan daerah. c. Tersusunnya piagam kerja sama pendampingan bahasa dengan minimal 40% lembaga pemerintah pusat dan daerah serta DPR RI dan DPRD provinsi/ kabupaten/kota. d. Termutakhirkannya pangkalan data materi peraturan perundang-undangan dan dokumen negara tenaga teknis pendampingan bahasa dan lembaga yang dilayani dalam jaringan di lingkungan Badan Bahasa setiap enam bulan sekali. 4) Saksi ahli bahasa di lembaga penegakan hukum a. Terstandardisasinya minimal 100% tenaga saksi ahli bahasa di lingkungan Badan Bahasa. b. Termutakhirkannya pangkalan data materi kasus keterangan tenaga saksi ahli bahasa bebasis jaringan setiap enam bulan sekali. 5) Penterjemahan a. Terstandardisasinya minimal 40% tenaga teknis penerjemah di lingkungan Badan Bahasa serta lembaga dan organisasi penerjemah. b. Termutakhirkannya pangkalan data tenaga teknis penerjemah di lingkungan Badan Bahasa serta lembaga dan organisasi penerjemah setiap enam bulan sekali. c. Termutakhirkannya pangkalan data tenaga teknis penerjemah di lingkungan Badan Bahasa serta lembaga dan organisasi penerjemah setiap enam bulan sekali. d. Terlaksananya Kebijakan koordinasi dan fasilitasi serta regulasi penerjemahan kepada minimal 40% tenaga teknis penerjemah di lingkungan Badan Bahasa serta lembaga dan organisasi penerjemah. 6) Penyuntingan a. Terstandardisasinya minimal 40% tenaga teknis penyunting di lingkungan Badan Bahasa serta lembaga dan organisasi penyuntingan. b. Termutakhirkannya pangkalan data tenaga teknis penyunting di lingkungan Badan Bahasa serta lembaga dan organisasi penyuntingan setiap enam bulan sekali. 185

197 c. Terlaksananya Kebijakan koordinasi dan fasilitasi serta regulasi penyuntingan kepada minimal 40% tenaga teknis penyunting di lingkungan Badan Bahasa serta lembaga dan organisasi penyuntingan. d. Agenda Prioritas Kegiatan yang menjadi prioritas program peningkatan kualitas layanan kebahasaan pada tahun 2012 adalah sebagai berikut ) Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) dalam jaringan a. Penguatan tata kelola penyelenggaraan pelayanan tes UKBI b. Identifikasi lembaga calon tempat uji kemahiran (TUK) c. Analisis kebutuhan teknologi dan sumber daya manusia pengelola fasilitasi pelayanan UKBI dalam jaringan d. Penyempurnaan rancangan induk sistem UKBI dalam jaringan e. Penyempurnaan prosedur operasional standar (POS) tempat uji kemahiran (TUK) UKBI f. Penyempurnaan pedoman pendirian TUK UKBI g. Pemutakhiran aplikasi sistem UKBI dalam jaringan (aplikasi informasi, administrasi, bank soal, dan pengujian) h. Integrasi antaraplikasi dan penyempurnaan sistem UKBI dalam jaringan i. Pembuatan kebijakan koordinasi dan fasilitasi serta regulasi UKBI j. Penyusunan standar pelayanan minimal tes UKBI dalam jaringan k. Penentuan indikator keberhasilan TUK UKBI 2) Fasilitasi Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) a. Penyusunan prosedur operasional standar (POS) fasilitasi BIPA b. Penyusunan pedoman teknis fasilitasi BIPA c. Identifikasi lembaga, organisasi, dan pengajar BIPA di dalam dan luar negeri d. Perekayasaan aplikasi sistem BIPA dalam jaringan e. Penyusunan peta lembaga, organisasi, dan pengajar BIPA di dalam dan luar negeri f. Penyusunan peta perangkat pembelajaran BIPA g. Penyiapan fasilitasi pengembangan pusat pembelajaran BIPA di dalam dan luar negeri h. Penyiapan fasilitasi pembentukan pusat pembelajaran BIPA di dalam dan luar negeri i. Promosi program pembelajaran BIPA di dalam dan luar negeri j. Fasilitasi pengembangan pusat pembelajaran BIPA di dalam dan luar negeri k. Fasilitasi pembentukan pusat pembelajaran BIPA di dalam dan luar negeri l. Pemutakhiran pangkalan data lembaga, organisasi, dan pengajar BIPA 3) Pendampingan Bahasa dalam Penyusunan Rancangan Peraturan Perundangundangan dan Dokumen Negara

198 a. Penyusunan petunjuk teknis dan standar kompetensi bagi tenaga teknis pendamping bahasa. b. Pembuatan pangkalan data materi peraturan perundang-undangan dan dokumen negara tenaga teknis pendampingan bahasa dan lembaga yang dilayani dalam jaringan. c. Peningkatan mutu tenaga teknis pendamping bahasa di lingkungan Badan Bahasa. 4) Saksi Ahli Bahasa di Lembaga Penegakan Hukum a. Penyusunan standar kompetensi bagi tenaga saksi ahli bahasa. b. Pembuatan pangkalan data materi kasus keterangan ahli bahasa berbasis jaringan. 5) Penerjemahan a. Penyusunan standar kompetensi bagi tenaga teknis penerjemah. b. Pembuatan pangkalan data tenaga teknis, organisasi, dan lembaga penerjemah berbasis jaringan. c. Pembuatan kebijakan koordinasi dan fasilitasi serta regulasi penerjemahan. d. Penyusunan indikator keberhasilan penerjemahan. 6) Penyuntingan a. Penyusunan standar kompetensi bagi tenaga teknis penyunting. b. Pembuatan pangkalan data tenaga teknis, organisasi, dan lembaga penyunting berbasis jaringan. c. Pembuatan kebijakan koordinasi dan fasilitasi serta regulasi penyuntingan. d. Penyusunan indikator keberhasilan penyuntingan. e. Waktu Pelaksanaan dan Tahapan Kerja Waktu pelaksanaan reformasi birokrasi program Peningkatan Kualitas Layanan Kebahasaan direncanakan berlangsung hingga tahun Pada tahap awal kegiatan lebih difokuskan pada perencanaan dan pembangunan. Adapun jadwal pelaksanaan kegiatan dari program layanan kebahasaan adalah sebagai berikut: Tabel 36. Tahapan Kerja Peningkatan Layanan Kebahasaan No. Program/Kegiatan Tahapan Kerja Waktu 1 Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Dalam Jaringan Perencanaan Penguatan tata kelola penyelenggaraan pelayanan tes UKBI Identifikasi lembaga calon tempat uji kemahiran (TUK) Juli Desember 2013 Juli Desember

199 No. Program/Kegiatan Tahapan Kerja Waktu Analisis kebutuhan teknologi dan sumber daya manusia pengelola fasilitasi pelayanan UKBI dalam jaringan Juli Desember 2013 Pembangunan Penyempurnaan rancangan induk sistem UKBI dalam jaringan Penyempurnaan prosedur operasional standar (POS) tempat uji kemahiran (TUK) UKBI Penyempurnaan pedoman pendirian TUK UKBI Pemutakhiran aplikasi sistem UKBI dalam jaringan (aplikasi informasi, administrasi, bank soal, dan pengujian) Integrasi antaraplikasi dan penyempurnaan sistem UKBI dalam jaringan Pembuatan kebijakan koordinasi dan fasilitasi serta regulasi UKBI Penyusunan standar pelayanan minimal tes UKBI dalam jaringan Penentuan indikator keberhasilan TUK UKBI Penentuan lokasi dan penyiapan prasarana dan sarana TUK UKBI percontohan Penyiapan tenaga pengelola terampil TUK UKBI percontohan Verifikasi prasarana dan sarana TUK UKBI percontohan April - Desember 2012 April - Desember 2012 April - Desember 2012 April Desember 2013 Juli Desember 2013 Juli Desember 2013 Juli Desember 2013 Juli Desember 2013 Januari Desember 2014 Januari Desember 2014 Juli Desember 2014 Sosialisasi Sosialisasi POS dan pedoman pendirian TUK UKBI di lembaga-lembaga calon TUK UKBI Sosialisasi dan uji coba tes UKBI dalam jaringan di TUK UKBI percontohan Juli Desember 2014 Juli Desember 2014 Implementasi Pelaksanaan tes UKBI berbasis jaringan di TUK UKBI Perluasan jejaring TUK UKBI di dalam dan luar negeri Pengukuran dan Evaluasi Evaluasi aplikasi sistem UKBI dalam jaringan 2015 Evaluasi TUK UKBI 2015 Evaluasi pelaksanaan tes UKBI dalam jaringan Evaluasi perluasan jejaring TUK di dalam dan luar negeri

200 No. Program/Kegiatan Tahapan Kerja Waktu 2. Fasilitasi Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Perencanaan Penyusunan rancangan induk fasilitasi BIPA Penyusunan prosedur operasional standar (POS) fasilitasi BIPA Penyusunan pedoman teknis fasilitasi BIPA Analisis kebutuhan teknologi/ instrumen dan SDM pengelola fasilitasi BIPA Identifikasi lembaga, organisasi, dan pengajar BIPA di dalam dan luar negeri Identifikasi perangkat pembelajaran BIPA Januari - Juni 2013 April - September 2012 April - September 2012 Februari - Juli 2013 April - Desember 2012 Februari - April 2013 Pembangunan Perekayasaan aplikasi sistem BIPA dalam jaringan Penyusunan peta lembaga, organisasi, dan pengajar BIPA di dalam dan luar negeri Penyusunan peta perangkat pembelajaran BIPA Penyiapan fasilitasi pengembangan pusat pembelajaran BIPA di dalam dan luar negeri Penyiapan fasilitasi pembentukan pusat pembelajaran BIPA di dalam dan luar negeri Penyusunan standar kompetensi pengajar BIPA Pembuatan pangkalan data lembaga, organisasi, dan pengajar BIPA berbasis jaringan Pembuatan kebijakan dan regulasi fasilitasi BIPA Penyusunan indikator keberhasilan fasilitasi BIPA April Desember 2013 April - Desember 2012 April - Desember 2012 April - Desember 2012 April - Desember 2012 Januari - Juni 2013 Januari - Desember 2013 Januari - April 2013 Januari - Juni 2013 Sosialisasi Sosialisasi dan uji coba aplikasi sistem BIPA dalam jaringan Promosi program pembelajaran BIPA di dalam dan luar negeri Sosialisasi standar kompetensi pengajar BIPA di dalam dan luar negeri Sosialisasi standar pelayanan lembaga BIPA di dalam dan luar negeri Sosialisasi kebijakan dan regulasi fasilitasi BIPA di dalam dan luar negeri Januari - Juni 2014 April Desember 2014 Januari - September 2014 Januari - September 2014 Januari - Desember 2014 Implementasi 189

201 No. Program/Kegiatan Tahapan Kerja Waktu Fasilitasi pengembangan pusat pembelajaran BIPA di dalam dan luar negeri Fasilitasi pembentukan pusat pembelajaran BIPA di dalam dan luar negeri Pemutakhiran pangkalan data lembaga, organisasi, dan pengajar BIPA Standardisasi kompetensi pengajar BIPA di dalam dan luar negeri Standardisasi pelayanan lembaga BIPA di dalam dan luar negeri Penerapan kebijakan dan regulasi fasilitasi BIPA di dalam dan luar negeri April - Desember 2012 April - Desember 2012 April - Desember 2012 April - September 2014 April - September 2014 Oktober - Desember 2014 Pengukuran dan Evaluasi Evaluasi fasilitasi pengembangan pusat pembelajaran BIPA di dalam dan luar negeri Evaluasi fasilitasi pembentukan pusat pembelajaran BIPA di dalam dan luar negeri Evaluasi standardisasi kompetensi pengajar BIPA di dalam dan luar negeri Evaluasi standardisasi pelayanan lembaga BIPA di dalam dan luar negeri Evaluasi penerapan kebijakan dan regulasi fasilitasi BIPA di dalam dan luar negeri Pendampingan bahasa dalam penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan dokumen negara Perencanaan Pembuatan POS identifikasi Januari - Mei 2013 Identifikasi tenaga pendamping bahasa di lingkungan Badan Bahasa Analisis kebutuhan teknologi/ instrumen dan SDM pengelola fasilitasi pendampingan bahasa Juni - September 2013 Juni - Agustus 2013 Pembangunan Penyusunan petunjuk teknis dan standar kompetensi bagi tenaga pendampingan bahasa Pembuatan mekanisme inventarisasi data materi peraturan perundangundangan, dokumen negara, serta inventarisasi tenaga teknis pendamping bahasa dan lembaga yang dilayani dalam jaringan Peningkatan mutu tenaga teknis pendampingan bahasa di lingkungan Badan Bahasa Juni - Desember 2013 Juni - November 2013 Juni - November 2013 Sosialisasi 190

202 No. Program/Kegiatan Tahapan Kerja Waktu Sosialisasi petunjuk teknis dan Standar kompetensi tenaga teknis pendampingan bahasa di lingkungan Badan Bahasa Sosialisasi pangkalan data materi peraturan perundang-undangan, dokumen negara, tenaga teknis pendampingan bahasa, dan lembaga yang dilayani dalam jaringan di lingkungan Badan Bahasa Juni - Desember 2013 Juni - November 2013 Implementasi Pendampingan bahasa dalam penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di DPR RI dan DPRD Provinsi/Kabupaten/Kota Pendampingan bahasa dalam penyusunan dokumen negara di tingkat pusat dan daerah Penjajakan kerja sama dalam pendampingan bahasa dengan dengan pemerintah pusat dan daerah serta DPR RI dan DPRD provinsi/kabupaten/kota Pemutakhiran pangkalan data materi peraturan perundang-undangan, dokumen negara, tenaga teknis pendampingan bahasa, dan lembaga yang dilayani dalam jaringan di lingkungan Badan Bahasa Januari - Desember 2014 April - Juni 2014 dan Oktober - Desember 2014 Januari - Desember 2014 April - Juni 2014 dan Oktober - Desember 2014 Pengukuran dan Evaluasi Evaluasi standar kompetensi tenaga teknis pendampingan bahasa Evaluasi pemutakhiran pangkalan data materi peraturan perundangundangan, dokumen negara, tenaga teknis pendampingan bahasa, dan lembaga yang dilayani dalam jaringan di lingkungan Badan Bahasa Januari - Desember 2014 April - Juni 2014 dan Oktober - Desember Saksi ahli bahasa di lembaga penegakan hukum Perencanaan Pembuatan POS identifikasi Januari - Mei 2013 Analisis kebutuhan teknologi/instrumen dan SDM saksi ahli bahasa Identifikasi tenaga saksi ahli bahasa di lingkungan Badan Bahasa Januari - Mei 2013 Juni - September 2013 Pembangunan Penyusunan standar kompetensi bagi tenaga saksi ahli bahasa Pembuatan mekaanisme inventarisasi materi kasus keterangan ahli bahasa berbasis jaringan Juni - Desember 2013 Juni - November 2013 Sosialisasi 191

203 No. Program/Kegiatan Tahapan Kerja Waktu Sosialisasi standar kompetensi tenaga saksi ahli bahasa bagi tenaga teknis kebahasaan di lingkungan Badan Bahasa Sosialisasi pangkalan data materi kasus keterangan ahli bahasa berbasis jaringan Juni - Desember 2013 Juni - November 2013 Implementasi Standardisasi kompetensi tenaga saksi ahli bahasa Pemutakhiran pangkalan data materi kasus keterangan tenaga saksi ahli bahasa berbasis jaringan Januari - Desember 2014 April - Juni 2014 dan Oktober - Desember 2014 Pengukuran dan Evaluasi Evaluasi standar kompetensi tenaga saksi ahli bahasa Evaluasi pemutakhiran pangkalan data materi kasus keterangan tenaga saksi ahli bahasa berbasis jaringan Januari - Desember 2014 April - Juni 2014 dan Oktober - Desember Penerjemahan Perencanaan Pembuatan POS identifikasi Januari - Mei 2013 Analisis kebutuhan teknologi/instrumen dan SDM pengelola fasilitasi layanan penerjemahan Identifikasi tenaga teknis penerjemah di lingkungan Badan Bahasa Identifikasi organisasi penerjemah di Indonesia Identifikasi lembaga penerjemah di Indonesia Identifikasi tenaga teknis penerjemah di Indonesia Identifikasi organisasi penerjemah di Asia Januari - Mei 2013 Juni - September 2013 Juni - Agustus 2013 Juni - Desember 2013 Juni - Desember 2013 Juni - Desember 2013 Pembangunan Penyusunan standar kompetensi bagi tenaga teknis penerjemah Pembuatan pangkalan data tenaga teknis, organisasi, dan lembaga penerjemah berbasis jaringan Pembuatan kebijakan koordinasi dan fasilitasi serta regulasi penerjemahan Penyusunan indikator keberhasilan penerjemahan Juni - Desember 2013 Juni - November 2013 Januari - Desember 2013 Januari - Desember 2013 Sosialisasi Sosialisasi standar kompetensi bagi tenaga teknis penerjemah Sosialisasi pangkalan data tenaga teknis, organisasi, dan lembaga penerjemah berbasis jaringan Januari - Desember 2014 Januari - Desember

204 No. Program/Kegiatan Tahapan Kerja Waktu Sosialisasi kebijakan koordinasi dan fasilitasi serta regulasi penerjemahan Januari - Desember 2014 Implementasi Standardisasi kompetensi tenaga teknis penerjemah Pemutakhiran pangkalan data tenaga teknis, organisasi, dan lembaga penerjemah berbasis jaringan Penerapan kebijakan koordinasi dan fasilitasi serta regulasi penerjemahan Januari - Desember 2014 April - Juni 2014 dan Oktober - Desember 2014 Januari - Desember 2014 Pengukuran dan Evaluasi Evaluasi standar kompetensi tenaga teknis penerjemah Evaluasi pemutakhiran pangkalan data tenaga teknis, organisasi, dan lembaga penerjemah berbasis jaringan Evaluasi kebijakan koordinasi dan fasilitasi serta regulasi penerjemahan Januari - Desember 2014 April - Juni 2014 dan Oktober - Desember 2014 Januari - Desember Penyuntingan Perencanaan Pembuatan POS identifikasi Januari - Mei 2013 Analisis kebutuhan teknologi/instrumen dan SDM pengelola fasilitasi layanan penyuntingan Identifikasi tenaga teknis penyunting di lingkungan Badan Bahasa Identifikasi organisasi penyunting di Indonesia Identifikasi lembaga penyunting di Indonesia Identifikasi tenaga teknis penyunting di Indonesia Januari - Mei 2013 Juni - September 2013 Juni - Agustus 2013 Juni - Desember 2013 Juni - Desember 2013 Pembangunan Penyusunan standar kompetensi bagi tenaga teknis penyunting Pembuatan pangkalan data tenaga teknis, organisasi, dan lembaga penyunting berbasis jaringan Pembuatan kebijakan koordinasi dan fasilitasi serta regulasi penyuntingan Penyusunan indikator keberhasilan penyuntingan Juni - Desember 2013 Juni - November 2013 Januari - Desember 2013 Januari - Desember 2013 Sosialisasi Sosialisasi standar kompetensi bagi tenaga teknis penyunting Sosialisasi pangkalan data tenaga teknis, organisasi, dan lembaga penyuntingan berbasis jaringan Sosialisasi kebijakan koordinasi dan fasilitasi serta regulasi penyuntingan Januari - Desember 2014 Januari - Desember 2014 Januari - Desember 2014 Implementasi 193

205 No. Program/Kegiatan Tahapan Kerja Waktu Standardisasi kompetensi tenaga teknis penyunting Januari - Desember 2014 Pemutakhiran pangkalan data tenaga teknis, organisasi, dan lembaga penyunting berbasis jaringan Penerapan kebijakan koordinasi dan fasilitasi serta regulasi penyuntingan Januari - Desember 2014 Pengukuran dan Evaluasi Evaluasi standar kompetensi tenaga teknis penyunting Evaluasi pemutakhiran pangkalan data tenaga teknis, organisasi, dan lembaga penyuntingan berbasis jaringan Evaluasi kebijakan koordinasi dan fasilitasi serta regulasi penyuntingan Januari - Desember 2014 April - Juni 2014 dan Oktober - Desember 2014 Januari - Desember 2014 f. Penanggung Jawab Penanggung jawab program Peningkatan Kualitas Layanan Kebahasaan adalah sebagai berikut: Pengarah : Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Koordinator : Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Penanggung Jawab : 1) UKBI Dalam Jaringan Kepala Pusat Pembinaan dan Pemasyarakatan 2) Fasilitasi Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Kepala Pusat Pembinaan dan Pemasyarakatan 3) Pendampingan bahasa dalam penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan dokumen negara Kepala Pusat Pembinaan dan Pemasyarakatan 4) Saksi ahli bahasa di lembaga penegakan hukum Kepala Pusat Pembinaan dan Pemasyarakatan 5) Penerjemahan Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan 6) Penyuntingan Kepala Pusat Pembinaan dan Pemasyarakatan g. Rencana Anggaran Anggaran yang dibutuhkan untuk program Peningkatan Kualitas Layanan Kebahasaan ini akan dialokasikan dalam anggaran Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Rencana anggaran yang dialikasikan adalah sebesar Rp ,00 (Tiga belas milyar lima ratus tujuh puluh lima juta 194

206 rupiah). Adapun rincian dari anggaran tersebut ialah sebagai berikut: Tabel 37. Rincian Anggaran Peningkatan Layanan Kebahasaan No Kegiatan Anggaran 1. Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Dalam Jaringan Rp ,- 2. Fasilitasi Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Rp ,- 3. Pendampingan bahasa dalam penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan dokumen negara Rp ,- 4. Saksi ahli bahasa di lembaga penegakan hukum Rp ,- 5. Penerjemahan Rp ,- 6. Penyuntingan Rp ,- TOTAL Rp ,- I. MONITORING, EVALUASI, DAN PELAPORAN Sesuai dengan prioritas pembangunan nasional bahwa, Reformasi Birokrasi Internal (RBI) merupakan urutan pertama yang harus dicapai dan dilaksanakan oleh Kementerian/ Lembaga Non Kementerian. Sampai dengan tahun 2011, Kementerian Pendidikan Nasional sudah melakukan reformasi-reformasi di berbagai bidang. Monitoring, evaluasi, dan pengendalian merupakan hal penting yang tidak dapat dipisahkan dengan siklus perencanaan kegiatan yang akan dilakukan. Reformasi Birokrasi merupakan prioritas pembangunan nasional yang harus dilakukan oleh setiap Kementerian/Lembaga di Indonesia. Demikian juga Kemdikbud melaksanakan Reformasi Birokrasi Internal (RBI) yang diawali pada tahun 2010, kemudian lebih inten lagi pada tahun 2011 yang pelaksanaannya direncanakan sampai dengan tahun Dalam rangka mengawal pelaksanaan RBI di lingkungan Kemdikbud di atas, maka Tim RBI Kementerian membentuk Bagian Monitoring, Evaluasi, dan Pengendalian Pelaksanaan Reformasi Birokrasi. Bagian ini dibentuk sebagai penyempurnaan dari siklus yang akan dilakukan, sehingga masing-masing aksi perubahan yang akan dilakukan oleh Kemdikbud dapat berjalan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan dan dapat menghasilkan hasil yang maksimal. Di samping hal tersebut, di atas, di dalam pelaksanaan rencana-rencana monev dan pengendalian akan selalu berkoordinasi dengan Bagian Penjaminan Mutu, dengan harapan rencana dan hasil-hasil yang akan dilakukan oleh masing-masing rencana aksi area perubahan dapat tepat waktu dengan hasil yang sesuai dengan standart yang telah ditentukan. Hal-hal tersebut perlu lakukan mengingat bahwa kegiatan monev dan pengendalian merupakan hal yang masih belum dilihat sebagaimana fungsinya dan dijadikan sebagai bahan masukan untuk melakukan perubahan-perubahan kedepan untuk mencapai hasil seperti yang kita harapkan. Hal ini bisa terjadi diantaranya disebabkan bahwa kegiatan monev dan pengendalian dilakukan hanya sebatas memenuhi siklus perencanaan dan menghabiskan anggaran yang telah dialokasikan sebelumnya. Hasil-hasil yang telah dilakukan yang berkaitan dengan pelaksanaan RBI di lingkungan 195

207 Kemdikbud dapat dilihat pada laporan pelaksanaan RBI Kemdikbud tahun Atas dasar capaian-capaian tersebut di atas, maka pada tahun 2011, Kemdikbud diminta untuk menyiapkan rancangan-rancangan pelaksanaan RBI di berbagai program/bidang, yaitu: (1) Manajemen Perubahan; (2) Penataan Peraturan Perundang-undangan; (3) Penataan dan Penguatan Organisasi; (4) Penataan Tatalaksana; (5) Penataan Sistem Manajemen SDM Aparatur; (6) Penguatan Pengawasan; (7) Penguatan Akuntabilitas Kinerja; (8) Peningkatan Kualitas Layanan Publik: (a) Peningkatan Layanan Satuan Pendidikan; (b) Layanan Peserta Didik; (c) Layanan PTK; (d) Layanan Substansi Pendidikan; (e) Layanan Kebudayaan; dan (f) Layanan Kebahasaan. Dalam rangka menjamin tercapai dan terlaksananya rencana RBI tersebut di atas, maka di dalam pelaksanaan RBI tahun 2011 ditambah dengan bidang lain yang relevan, yaitu (1) monitoring, evaluasi, dan pengendalian, dan (2) quality assurance. a. Capaian Sesuai dengan Keppres Nomor 14 Tahun 2010 jo Keppres Nomor 23 Tahun 2010 telah dibentuk Komite Pengarah Reformasi Birokrasi Nasional dan Tim Reformasi Birokrasi Nasional. Di dalam pelaksanaan tugasnya komite RBI maupun Tim RBI Nasional dibantu oleh Tim Independen dan Tim quality assurance. Kedua Tim ini tugas pokoknya untuk menjamin bahwa pelaksanaan RBI dapat berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan dan menjamin bahwa semua persyaratan dan aturan telah dapat dipenuhi sebagaimana mestinya. Seperti disampaikan di atas bahwa, bidang monitoring, evaluasi, dan pengendalian sebagai suplemen di dalam pelaksanaan RBI di lingkungan Kemdikbud. Di samping itu, program monev dan pengendalian RBI ini baru dibentuk pada tahun 2011 seiring dengan dibentuknya Tim Kerja RBI di lingkungan Kemdikbud. Namun demikian, ada bebrapa hasil yang telah dihasilkan selama Bulan Agustus s.d. November 2011 ini diantaranya adalah: 1. Dari sisi perencanaan, program Monev dan Pengendalian telah membuat rencana monitoring pelaksanaan reformasi birokrasi internal, dengan telah melakukan kegiatan diantaranya: a. Menghimpun data dan informasi dari rencana aksi masing-masing Program; b. Mengolah dan menganalisis data dan informasi dari rencana aksi masingmasing Program; c. Menyusun konsep/draft rencana monitoring; d. Finalisasi rencana monitoring. Hasil dari aktivitas ini adalah Naskah Rencana Monev dan Pengendalian RBI Kemdikbud dari tahun 2011 sampai dengan tahun Adapun hasil yang diharapan adalah, dapat berjalannya seluruh rencana aksi dan peta jalan sesuai dengan jadwal dan waktu yang telah ditetapkan. Hal ini akan dapat berdampak pada layanan Kementerian Pendidikan Nasional kepada pemangku-pemangku kepentingan bidang pendidikan. Di samping itu dengan akvititas monitoring ini juga diharapkan dapat sebagai alat motivasi internal Kemdikbud dalam melaksanakan 196

208 seluruh peta jalan maupun aktivitas-aktivitas yang telah direncanakan. 2. Dari sisi pembangunan, program Monev dan Pengendalian telah membangun dan merancang/disain monitoring pelaksanaan reformasi birokrasi internal dengan aktivitas diantaranya: a. Penyusunan draft design monitoring; b. Penelaahan dan Perbaikan draft design monitoring; c. Finalisasi design/instrumen monitoring Program: (1) Manajemen Perubahan; (2) Penataan Peraturan Perundang-undangan; (3) Penataan dan Penguatan Organisasi; (4) Penataan Tatalaksana; (5) Penataan Sistem Manajemen SDM Aparatur; (6) Penguatan Pengawasan; (7) Penguatan Akuntabilitas Kinerja; (8) Peningkatan Kualitas Layanan Publik: (a) Peningkatan Layanan Satuan Pendidikan; (b) Layanan Peserta Didik; (c) Layanan PTK; (d) Layanan Substansi Pendidikan; (e) Layanan Kebudayaan; dan (f) Layanan Kebahasaan. Hasil dari aktivitas ini adalah tersusunnya Instrumen Monitoring pelaksanaan RBI Kemdikbud RBI Kemdikbud dari tahun 2011 sampai dengan tahun Dengan telah dibakukannya instrumen dan mekanisme monitoring, evaluasi, dan pengendalian, maka diharapkan seluruh koordinator program area perubahan RBI di lingkungan Kemdikbud maupun para manajernya dapat menyusun laporan kemajuan pelaksanaan aktivitasnya, baik dari segi substansi, keuangan, maupun ketepatan waktu pelaksanaannya. Dengan demikian pelaksanaan RBI di lingkungan Kemdikbud dapat berjalan sesuai dengan agenda dan waktu seperti yang telah direncanakan. 3. Di samping seperti pada butir A.2 di atas, bidang Monev dan Pengendalian telah Pengembangan Sistem Monitoring, Evaluasi, dan Pengendalian, dengan melakukan aktivitas sebagai berikut: a. Penyusunan design sistem monitoring dan Review design sistem monitoring; b. Membangun sistem aplikasi monitoring, evaluasi, dan pengendalian programprogram area perubahan RBI Kemdikbud; c. Ujicoba design dan Penelaahan dan Perbaikan sistem monitoring serta melakukan Finalisasi design/instrumen sistem monitoring. Hasil dari aktivitas ini adalah terbangunnya satu Sistem Monev dan Pengendalian yang terintegrasi pelaksanaan RBI Kemdikbud dari tahun 2011 sampai dengan tahun Manfaatkan yang diharapkan dapat diambil diantaranya (1) masingmasing koordinator dan manajer dapat lebih mudah dalam melakukan pelaporan pelaksanaan aktivitas yang ada di dalam peta jalan; (2) mempercepat penyusunan laporan monev dan pengendalian untuk disampaikan di dalam rapat mingguan; (3) akan diperoleh data dan informasi yang selalu terbarukan dan akuntabel; (4) mempermudah analisis hasil pelaksanaan monev dan pengendalian dari masingmasing koordinator dan manajer. b. Rencana Monitoring, evaluasi, dan pengendalian pelaksanaan RBI di lingkungan Kemdikbud menitikberatkan pada ketapatan waktu pelaksanaan dari masing-masing bidang dengan jadwal yang telah ditetapkan. Dengan demikian di dalam implementasi bidang monev 197

209 dan pengendalan ini akan memberikan masukan-mesukan kepada manajer ataupun koordinator dari masing-masing bidang yang menjadi konsentrasi pelaksanaan RBI dari tahun Berkaitan dengan hal tersebut di atas, maka Bidang Monev dan Pengendalian telah merencanakan kegiatan yang dapat dikelompokkan ke dalam tiga kategori, yaitu (1) Monitoring Pelaksanaan RBI; (2) Evaluasi Pelaksanaan RBI yang dilakukan setiap semesteran dan tahunan; dan (3) Evaluasi Menyeluruh pelaksanaan RBI di lingkungan Kemdikbud. Secara lebih rinci dari rencana pelaksanaan Bidang Monev dan pengendalian adalah sebagai berikut: a. Kegiatan Monitoring akan dilakukan dengan kegiatan dan tahapan kerjanya sebagai berikut: Tabel 38. Kegiatan dan Tahapan Kerja Monitoring No. Program/Kegiatan Output Tahapan Kerja Output 1 Monitoring Tersedianya laporan monitoring Perencanaan Membuat rencana monitoring pelaksanaan reformasi birokrasi internal a) Menghimpun data dan informasi dari rencana aksi masing-masing program b) Mengolah dan menganalisis data dan informasi dari rencana aksi masingmasing program c) Menyusun konsep/draf rencana monitoring Tersusunnya rencana monev RBI Kemdikbud Rekapitulasi data rencana aksi 13 program RBI Informasi pelaksanaan rencana aksi pada masing-masing program Draf rencana monitoring d) Finalisasi rencana monitoring Naskah rencana monitoring Pembangunan 1) Membuat rancangan/desain monitoring pelaksanaan RB internal a) Penyusunan draf desain monitoring b) Penelaahan dan perbaikan draf desain monitoring c) Finalisasi desain/instrumen monitoring program: Tersusunnya instrumen monitoring RBI Kemdikbud 198

210 No. Program/Kegiatan Output Tahapan Kerja Output (1) Manajemen perubahan; (2) Penataan Peraturan Perundangundangan; (3) Penataan dan Penguatan Organisasi; (4) Penataan Tatalaksana; (5) Penataan Sisten Manajemen SDM Aparatur (6) Penguatan Pengawasan; (7) Penguatan Akuntabilitas Kinerja; (8) Peningkatan Kualitas Layanan Publik: (a) Peningkatan Layanan Satuan Pendidikan; (b) Peningkatan Layanan Peserta Didik; (c) Peningkatan Layanan PTK; (d) Peningkatan Layanan Substansi Pendidikan; (e) Layanan Kebudayaan; dan (f) Layanan Kebahasaan 2) Pengembangan sistem monitoring Sistem monitoring a) Penyusunan desain sistem monitoring b) Review desain sistem monitoring c) Uji coba desain sistem monitoring d) Penelaahan dan perbaikan disain sistem monitoring e) Finalisasi desain /instrumen sistem monitoring Sosialisasi 1) Menyusun buku panduan monitoring Buku panduan monitoring 2) Melakukan launching sistem monitoring kepda pengelola program 3) Menyebarluaskan buku panduan monitoring kepada pengelola program Implementasi Menerapkan rancangan/desain monitoring pelaksanaan RB internal Pengukuran dan Evaluasi 1) Menyusun laporan monitoring perkembangan pelaksanaan program 2) Melakukan upaya perbaikan pelaksanaan program secara berkelanjutan Laporan sosialisasi sistem monitoring Buku panduan monitoring diterima oleh pengelola program Terhimpunnya data pelaksanaan RBI di semua bidang Tersusunnya laporan monitoring pelaksanaan program Tersusunnya rekomendasi perbaikan pelaksanaan program-program RBI Penanggungjawab pelaksanaan kegiatan monitoring dan aktivitas dari masingmasing tahapan kerja dapat dilihat di dalam lampiran peta jalannya. 199

211 b. Kegiatan evaluasi semesteran dan tahunan akan dilakukan kegiatan dan tahapan kerjanya sebagai berikut: Tabel 39. Kegiatan dan Tahapan Kerja Evaluasi Semesteran dan Tahunan No. Program/Kegiatan Tahapan Kerja Waktu 2 Evaluasi (dilakukan setiap tahun sekali) Tersedianya laporan evaluasi tengah tahunan/ semesteran dan tahunan Perencanaan Membuat rencana evaluasi pelaksanaan reformasi birokrasi internal a) Menghimpun data dan informasi hasil monitoring pelaksanaan program b) Mengolah dan menganalisis data dan informasi hasil monitoring pelaksanaan program c) Menyusun konsep/draf rencana evaluasi Tersusunnya rencana evaluasi pelaksanaan RBI Rencana aksi masing-masing program Informasi pelaksanaan rencana aksi pada masing-masing program Draf rencana evaluasi d) Finalisasi rencana evaluasi Rencana evaluasi Pembangunan Membuat disain evaluasi pelaksanaan RB internal a) Penyusunan draf desain evaluasi b) Review draf desain evaluasi c) Uji coba desain evaluasi d) Penelaahan dan perbaikan draf disain evaluasi e) Finalisasi desain /intrumen evaluasi Sosialisasi 1) Menyusun buku panduan evaluasi pelaksanaan program 2) Melakukan launching sistem evaluasi kepada pengelola program 3) Menyebarluaskan buku panduan evaluasi kepada pengelola program Implementasi Menerapkan desain evaluasi pelaksanaan RB internal Tersusunnya desain evaluasi RBI Kemdikbud Buku panduan evaluasi pelaksanaan program Laporan sosialisasi sistem evaluasi Buku panduan evaluasi diterima oleh pengelola program Terhimpunnya data evaluasi pelaksanaan program-program RBI 200

212 No. Program/Kegiatan Tahapan Kerja Waktu Pengukuran dan Evaluasi 1) Menyusun laporan evaluasi pelaksanaan program-program RBI 2) Melakukan rekomendasi upaya perbaikan pelaksanaan program secara berkelanjutan Tersusunnya laporan evaluasi pelaksanaan program-program RBI Tersusunnya rekomendasi perbaikan pelaksanaan program-program RBI Penanggungjawab pelaksanaan kegiatan evaluasi tengah tahun dan tahunan dan aktivitas dari masing-masing tahapan kerja dapat dilihat di dalam lampiran peta jalannya. c. Kegiatan evaluasi menyeluruh akan dilakukan pada tahun 2014, dengan kegiatan dan tahapan kerja sebagai berikut: Tabel 40. Kegiatan dan Tahapan Kerja Evaluasi Menyeluruh 2014 No. Program/Kegiatan Tahapan Kerja Waktu 3 Evaluasi Menyeluruh (dilakukan pada semester kedua 2014) Tersedianya laporan evaluasi lima tahunan Perencanaan Membuat rencana evaluasi menyeluruh (lima tahunan) pelaksanaan program-program RBI a) Menghimpun data dan informasi hasil evaluasi tahunan pelaksanaan program-program RBI b) Mengolah dan menganalisis data dan informasi hasil evaluasi tahunan pelaksanaan program-program RBI c) Menyusun konsep/draft rencana evaluasi lima tahunan pelaksanaan program-program RBI Pembangunan Sosialisasi Memfinalkan kerangka/desain evaluasi menyeluruh pelaksanaan reformasi birokrasi internal Tersusunnya rencana evaluasi menyeluruh pelaksanaan program RBI tahun Rencana aksi masing-masing program Informasi pelaksanaan rencana aksi pada masing-masing program Draft rencana evaluasi Tersusunnya instrumen evaluasi menyeluruh pelaksanaan RBI Kemdikbud 201

213 No. Program/Kegiatan Tahapan Kerja Waktu 1) Menyusun buku panduan evaluasi menyelurh pelaksanaan program 2) Melakukan louncing sistem evaluasi menyeluruh kepada pengelola program 3) Menyebarluaskan buku panduan evaluasi menyeluruh kepada pengelola program Implementasi Menerapkan rancangan/desain evaluasi menyeluruh pelaksanaan reformasi birokrasi internal Pengukuran dan Evaluasi Buku panduan evaluasi menyeluruh pelaksanaan program Laporan sosialisasi sistem evaluasi Buku panduan evaluasi menyeluruh diterima oleh pengelola program Terhimpunnya data evaluasi menyeluruh pelaksanaan RBI di semua bidang tahun Laporan evaluasi menyeluruh Tersusunnya laporan evaluasi menyeluruh di semua bidang tahun Menyusun rekomendasi upaya perbaikan pelaksanaan program secara berkelanjutan Tersusunnya rekomendasi perbaikan pelaksanaan RBI di semua bidang tahun Penanggungjawab pelaksanaan kegiatan evaluasi menyeluruh pelaksanaan RBI di lingkungan Kemdikbud dan aktivitas dari masing-masing tahapan kerja dapat dilihat di dalam lampiran peta jalannya. c. Kriteria Keberhasilan Secara umum kriteria keberhasilan dari program/bidang Monitoring, Evaluasi, dan Pengendalian pelaksanaan Reformasi Birokrasi Internal di lingkungan Kemdikbud dikelompokkan ke dalam tiga kategori secara berkala yaitu, semesteran, tahunan, dan lima tahunan. Secara keseluruhan, kriteria keberhasilan dimaksud diantaranya adalah: 1) Terhimpunnya program kerja RBI dari manajer program; 2) Terkoordinasikannya penyusunan program kerja Tim Kerja; 3) Terlaksananya monitoring terhadap pelaksanaan program kerja RBI; 4) Terlaksananya evaluasi dari hasil monitoring pelaksanaan program kerja RBI; 5) Terlaksananya pengendalian terhadap pelaksanaan program kerja RBI; 6) Tersosialisasikannya rencana pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pengendalian; 202

214 7) Tersusunnya laporan berkala dan laporan akhir hasil monitoring, evaluasi dan pengendalian; 8) Terlaksananya tugas-tugas lain yang diberikan oleh Ketua Tim Kerja. d. Agenda Prioritas Berdasarkan rencana-rencana yang telah ditentukan diatas, sudah barang tentu di dalam pelaksanaannya tidak dapat dilakukan bersamaan. Hal ini dikarenakan ada beberapa kendala maupun keterbatasan-keterbatasan, baik dari sisi teknis maupun non teknis. Ada beberapa aktivitas yang menjadi agenda prioritas di tahun 2011 sampai dengan tahun 2014 pelaksanaan Reformasi Birokrasi Internal di lingkungan Kementerian Pendidikan Nasional, yaitu: 1) Perencanaan Dari sisi perencanaan, hal penting yang harus dicapai adalah Menghasilkan Naskah Grand Desain Monitoring, Evaluasi, dan Pengendalian RBI di lingkungan Kementerian Pendidikan Nasional. 2. Pembangunan Hal penting yang harus dicapai dalam pembangunan ini adalah menghasilkan Instrumen-Instrumen dalam pelaksanaan Monitoring, Evaluasi, dan Pengendalian RBI di lingkungan Kementerian Pendidikan Nasional. Di samping itu, hal tidak kalah penting adalah Pembangunan Sistem Monev dan Pengendalian yang akan mempermudah di dalam pelaksanaan Monen dan Pengendalian RBI. 3. Sosialisasi Dari sisi sosialisasi ini hal penting yang harus dicapai adalah Tersosialisasinya Instrumen dan Sistem Monev serta Pengendalian yang telah dibangun kepada seluruh Manajer ataupun Koordinator program/bidang perubahan yang akan dilakukan oleh Kementerian Pendidikan Nasional. 4. Implementasi Di dalam implementasi Monev dan Pengendalian, hal penting yang harus dicapai adalah Ketapatan Waktu pelaksanaan dari masing-masing bidang dengan jadwal yang telah ditetapkan. 5. Pengukuran dan Evaluasi Prioritas yang akan dicapai di dalam Pengukuran dan Evaluasi ini adalah bagaimana Program/Bidang Monev dan Pengendalian dapat Memberikan Masukan-Masukan/ Rekomendasi kepada manajer ataupun koordinator dari masing-masing bidang yang menjadi konsentrasi pelaksanaan RBI dari tahun e. Waktu Pelaksanaan dan Tahapan Kerja Rencana monitoring, evaluasi, dan pengendalian terhadap pelaksanaan RBI di lingkungan Kemdikbud adalah sebagai berikut: 203

215 Tabel 41. Rencana Monitoring, Evaluasi dan Pengendalian No. Program/Kegiatan Tahapan Kerja Waktu 1 Monitoring Perencanaan: Membuat rencana monitoring pelaksanaan reformasi birokrasi internal September 2011 Pembangunan: 1) Membuat rencana monitoring pelaksanaan reformasi birokrasi internal Agustus dan September ) Pengembangan Sistem Monitoring September 2011 Sosialisasi: 1) Menyusun buku panduan monitoring September ) Melakukan lounching sistem monitoring kepada pengelola program 3) Menyebarluaskan buku panduan monitoring kepada pengelola program September 2011 September dan Oktober 2011 Implementasi: Menerapkan rancangan/disain monitoring pelaksanaan reformasi birokrasi internal September s.d. November 2011 Januari s.d. Nov Evaluasi (dilakukan setiap tahun sekali) Pengukuran dan evaluasi: 1) Menyusun laporan monitoring perkembangan pelaksanaan program 2) Melakukan upaya perbaikan pelaksanaan program secara berkelanjutan Perencanaan: Membuat rencana evaluasi pelaksanaan reformasi birokrasi internal Pembangunan: Sosialisasi: Membuat Desain evaluasi pelaksanaan reformasi birokrasi internal 1) Menyusun buku panduan evaluasi pelaksanaan program 2) Melakukan lounching sistem evaluasi kepada pengelola program 3) Menyebarluaskan buku panduan evaluasi kepada pengelola program Implementasi : Menerapkan disain evaluasi pelaksanaan reformasi birokrasi internal Pengukuran dan Evaluasi : 1) Menyusun laporan evaluasi pelaksanaan program-program RBI November dan Desember Des September s.d. Oktober 2011 September s.d. Oktober 2011 Oktober 2011 Oktober 2011 Oktober dan November 2011 November s.d. Desember Juni s.d. Juli November s.d. Desember 2011 dan 2014 Juli s.d. Agustus Desember

216 No. Program/Kegiatan Tahapan Kerja Waktu 3 Evaluasi menyeluruh (dilakukan pada semester kedua 2014) 2) Menyusun rekomendasi upaya perbaikan pelaksanaan program secara berkelanjutan Perencanaan : Membuat rencana evaluasi menyeluruh (lima tahunan) pelaksanaan programprogram RBI Pembangunan : Sosialisasi : Memfinalkan kerangka/desain evaluasi menyeluruh pelaksanaan reformasi birokrasi internal 1) Menyusun buku panduan evaluasi menyeluruh pelaksanaan program- 2) Melakukan lounching sistem evaluasi menyeluruh kepada pengelola program 3) Menyebarluaskan buku panduan evaluasi menyeluruh kepada pengelola program Implementasi : Menerapkan rancangan/disain evaluasi menyeluruh pelaksanaan reformasi birokrasi internal Pengukuran dan evaluasi : Desember s.d. Januari 2011 dan 2012 Agustus Januari Januari s.d. Februari 2014 Maret s.d. Mei 2014 Mei 2014 Juni s.d. Juli 2014 Juli s.d. September 2014 November s.d Desember ) Laporan evaluasi menyeluruh Desember ) Menyusun rekomendasi upaya perbaikan pelaksanaan program secara berkelanjutan Desember 2014 f. Penanggung Jawab Sebagai penanggungjawab pelaksanaan RBI, khususnya program monitoring, evaluasi, dan pengendalian (monev dan pengendalian) adalah kepala biro perencanaan dan kerjasama luar negeri, setjen kementerian pendidikan nasional sebagai koordinator. Di samping itu, sebagai tim kerja, koordinator monev dan pengendalian dibantu oleh manajer. adapun susunan organisasi monev dan pengendalian ini adalah sebagai berikut: Pengarah Koordinator Manajer-1 Negeri Manajer-2 : Patdono Suwignjo, Ir., M.Eng.Sc., Ph.D, Ketua Unit Kerja Menteri bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKMP-3) : Ananto Kusuma Seta, Ph.D, Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri, Setjen Kemdikbud : Budi Purwaka, Kabag di Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar : Luluk Budiono, Kasubbag di Biro Perencanaan Dan Kerjasama Luar Negeri. 205

217 Di samping penanggungjawab tersebut di atas, Bidang Monev dan Pengendalian tidak bisa bekerja sendiri tanpa ada koordinasi dengan Penanggungjawab/Koordinator/ Manajer dari masing-masing area perubahan lainnya, yaitu: 1. Kepala Pusat Informasi dan Humas, Koordinator Manajemen Perubahan; 2. Kapus Pengembangan Tenaga Kependidikan, Koordinator Quality Assurance; 3. Kabiro Kepegawaian, Koordinator Penataan Sistem Manajemen SDM Aparatur; 4. Inspektur I, Koordinator Penataan dan Penguatan Organisais; 5. Kabiro Hukum & Organisasi, Koordinator Penataan Per. Perundang-undangan; 6. Kapustekkom, Koordinator Penataan Tata Laksan; 7. Inspektur III, Koordinator Penguatan Pengawasan; 8. Kabiro Keuangan, Koordinator Penguatan Akuntabilitas Kinerja; 9. Sekretaris Ditjen Dikdas, Koordinator Penngkatan Layanan Peserta Didik; 10. Sekretaris Ditjen Dikmen, Koordinator Peningkatan Layanan Satuan Pendidikan; 11. Sekretaris Balitbang, Koordinator Peningkatan Layanan Substansi Pendidikan; 12. Sekretaris BPSDM dan PMP, Koordinator Peningkatan Layanan PTK; 13. Sekretaris Ditjen Kebudayaan, Koordinator Peningkatan Layanan Kebudayaan; 14. Sekretaris Badan PP Bahasa, Koordinator Peningkatan Layanan Kebahasaan; g. Rencana Anggaran Rencana anggaran yang diharapkan dapat mendukung dalam pelaksanaan monitoring, evaluasi, dan pengendalian terhadap Reformasi Birokrasi Internal Kemdikbud sampai dengan tahun 2014 sebesar Rp ,00- (tiga belas milyar lima ratus dua puluh juta rupiah), dengan rincian sebagai berikut: Tabel 42. Rincian Anggaran Monitoring, Evaluasi dan Pengendalian No Program/Kegiatan Tahapan kerja Rencana biaya (juta Rp) 1 Monitoring Perencanaan : Membuat rencana monitoring pelaksanaan reformasi birokrasi internal 800,0 Pembangunan : 1) Membuat rencana monitoring pelaksanaan reformasi birokrasi internal 600,0 2) Pengembangan Sistem Monitoring 600,0 Sosialisasi : 1) Menyusun buku panduan monitoring ) Melakukan lounching sistem monitoring kepada pengelola program 3) Menyebarluaskan buku panduan monitoring kepada pengelola program 200,0 400,0 Implementasi : 206

218 No Program/Kegiatan Tahapan kerja Rencana biaya (juta Rp) Menerapkan rancangan/disain monitoring pelaksanaan reformasi birokrasi internal 1,000,0 Pengukuran dan Evaluasi : 1) Menyusun laporan monitoring perkembangan pelaksanaan program 2) Melakukan upaya perbaikan pelaksanaan program secara berkelanjutan 600,0 300,0 Jumlah Anggaran 4,800,0 2 Evaluasi (dilakukan setiap tahun sekali) Perencanaan : Membuat rencana evaluasi pelaksanaan reformasi birokrasi internal 600,0 Pembangunan : Membuat Desain evaluasi pelaksanaan reformasi birokrasi internal 400,0 Sosialisasi : 1) Menyusun buku panduan evaluasi pelaksanaan program 2) Melakukan lounching sistem evaluasi kepada pengelola program 3) Menyebarluaskan buku panduan evaluasi kepada pengelola program ,0 400,0 Implementasi : Menerapkan disain evaluasi pelaksanaan reformasi birokrasi internal 800,0 Pengukuran dan evaluasi : 1) Menyusun laporan evaluasi pelaksanaan program-program RBI 2) Menyusun rekomendasi upaya perbaikan pelaksanaan program secara berkelanjutan 800,0 300,0 Jumlah Anggaran 3, 860,0 3 Evaluasi menyeluruh (dilakukan pada semester kedua 2014) Perencanaan : Membuat rencana evaluasi menyeluruh (lima tahunan) pelaksanaan program-program RBI 800,0 Pembangunan : Memfinalkan kerangka/desain evaluasi menyeluruh pelaksanaan reformasi birokrasi internal 500,0 Sosialisasi : 1) Menyusun buku panduan evaluasi menyeluruh pelaksanaan program- 2) Melakukan lounching sistem evaluasi menyeluruh kepada pengelola program 3) Menyebarluaskan buku panduan evaluasi menyeluruh kepada pengelola program ,0 400,0 Implementasi : 207

219 No Program/Kegiatan Tahapan kerja Rencana biaya (juta Rp) Menerapkan rancangan/disain evaluasi menyeluruh pelaksanaan reformasi birokrasi internal Pengukuran dan Evaluasi : 1) Laporan evaluasi menyeluruh 800,0 2) Menyusun rekomendasi upaya perbaikan pelaksanaan program secara berkelanjutan Jumlah Anggaran TOTAL ANGGARAN Rancangan monitoring, evaluasi, dan pengendalian pelakasanaan RBI di lingkungan Kemdikbud merupakan gambaran rencana aksi yang akan dilakukan dari tahun 2011 sampai dengan akhir tahun Hal ini telah sesuai dengan jadwal waktu persiapan pelaksanaan RBI di berbagai bidang yang ada. Di samping itu, sesuai dengan sifat dan tugas yang ada sebagai salah satu bidang/ program tambahan di dalam RBI di lingkungan Kemdikbud, maka bidang ini tidak akan dapat dikatakan berhasil apabila pelaksanaan RBI di bidang/program lainnya tidak berjalan seperti apa yang telah direncanakan. Dengan kata lain bahwa, keberhasil bidang/ program monev dan pengendalian akan sangat tergantung kepada komitmen manajer dan keberhasilan dari bidang/program lain. Peta jalan bidang monev dan pengendalian disusun dengan harapan dapat memberikan pedoman kepada masing-masing bidang/program yang ada, sehingga masing-masing bidang/program tersebut dapat mencapai sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan. Di samping itu, dengan adanya peta jalan ini, diharapkan dapat bermanfaat bagi pemangkupemangku kepentingan bidang pendidikan baik di dalam maupun di luar Kemdikbud. J. QUICK WINS Quick Wins adalah suatu inisiatif yang mudah dan cepat dicapai untuk mengawali suatu program besar yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Didesain untuk mendapatkan momentum positif di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam melaksanakan reformasi birokrasi secara konsisten dan berkelanjutan. Setelah melalui pertimbangan dan penilaian oleh Tim Reformasi Birokrasi Internal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, ditetapkan 6 (enam) program yang menjadi quick wins Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sebagaimana dapat dilihat pada gambar berikut: 208

220 Tabel 43. Program Percepatan (Quick Wins) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 1. REHABILITASI RUANG KELAS DALAM MENDUKUNG WAJIB BELAJAR 9 TAHUN Misi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk RPJMN adalah menjamin ketersediaan, keterjangkauan, kualitas, kesetaraan dan kepastian layanan pendidikan (5K). Untuk menjamin 5K tersebut, maka Kemdikbud telah melakukan reformasi internal yang meliputi penguatan organisasi, penguatan SDM, dan pembenahan Tatalaksana. Reformasi internal tersebut diharapkan mampu mendorong terjadinya reformasi layanan sehingga misi Kemdikbud dapat dicapai. Salah satu tugas Kemdikbud sesuai dengan Renstra tersebut adalah menjamin ketersediaan akses layanan pendidikan kepada seluruh masyarakat. Layanan akses pendidikan dimaksud dapat diberikan melalui Rehabilitasi Ruang Kelas Dalam Mendukung Wajar 9 Tahun. Selama ini rehabilitasi ruang kelas bagi Wajar 9 tahun dilaksanakan melalui Dana Alokasi Khusus yang dianggarkan melalui APBN dan pengelolaannya diserahkan sepenuhnya kepada Kabupaten/Kota. Dengan sistem ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terkendala dalam hal perencanaan untuk mengidentifikasi satuan pendidikan yang prioritas, sehingga antara daerah kreteria kerusakan menjadi berbeda-beda. Kelemahan lainnya adalah dalam hal monitoring dan evaluasi dimana terjadi kesulitan dalam penganggaran dan dalam pelaksanaanya kurang mendapat respon dari kabupaten/kota. 209

221 Pendanaan Rehabilitasi Ruang Kelas lainnya dilakukan melalui Bansos Ditjen Dikdas seperti Bansos Rehabilitasi Ruang Kelas di Daerah Bencana dan Tertinggal. Kendala program ini adalah tidak sistemik yaitu terbatas pada daerah bencana dan daerah tertinggal, sementara kerusakan ruang kelas dapat terjadi dimana saja. Disamping itu rehabilitasi dilakukan melalui program bantuan luar negeri seperti Basic Education Program (BEP) yang memberikan bantuan bagi penguatan manajemen pendidikan dasar yang salah satu programnya adalah rehabilitasi berbasis partisipasi masyarakat. Jumlah rehab yang dilakukan jumlahnya sangat sangat terbatas sesuai komitmen lembaga pemberi bantuan. Untuk itu dalam rangka memberi Layanan yang efektif, efisien dan acountable bagi satuan pendidikan perlu program quick wins bagi program rehabilitasi ruang kelas dalam mendukung wajar 9 tahun sehingga tidak ada lagi pembelajaran dilaksanakan dalam kondisi tidak nyaman, tidak sehat dan tidak aman. Dengan sistem rehabilitasi yang ada saat ini jumlah ruang kelas yang masih mengalami rusak berat yang berdasarkan data pada awal tahun 2011 ini sebanyak ruang, yaitu Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama dan sebagian pada tahun ini juga sudah dilaksanakan rehabilitasi. Dengan tetap memberdayakan sistem yang sudah ada pada tahun 2012 rehabilitasi sisanya yang sebanyak ruang terdiri dari Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama akan dilaksanakan melalui APBN dalam program quick wins reformasi birokrasi. 1) Capaian Kegiatan yang sudah dilaksanakan/dicapai oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terkait dengan kegiatan rehabilitasi ruang kelas dalam mendukung wajib belajar 9 tahun adalah sebagai berikut: (1) Rehabilitasi melalui Dana Alokasi Khusus pada tahun 2011; (2) Rehabilitasi melalui Dana Hibah/Bansos Ditjen Pendidikan Dasar; (3) Dana APBN-P; (4) Dana percepatan pembangunan infrastruktur pendidikan (DPPIP). 2) Rencana Dalam rangka meningkatkan pelayanan rehabilitasi ruang kelas dalam mendukung wajar 9 tahun di seluruh wilayah Indonesia akan dilakukan kegiatan perencanaan, sosialisasi, pembangunan, implementasi dan evaluasi pengukuran. Adapun kegiatan yang sedang dan akan dilaksanakan adalah: (1) Identifikasi ruang kelas berdasarkan kondisinya; (2) Verifikasi, evaluasi, Perancangan ulang dan penyederhanaan proses rehabilitasi ruang kelas; 210

222 (3) Penentuan kebutuhan untuk peningkatan kecepatan, jangkauan dan akurasi proses rehabilitasi; (4) Penentuan beban kerja dan kualifikasi SDM untuk tiap tahap program rehabilitasi; (5) Penyusunan Pedoman rehabilitasi ruang kelas; (6) Pengembangan sistem informasi pengelolaan rehabilitasi dan pemantauannya; (7) Penetapan Sistem pengelolaan rehabilitasi dan pemantauannya; (8) Sosialisasi tentang reformasi proram rehabilitasi dan pemantauannya; (9) Peningkatkan kapasitas SDM pengelola program rehabilitasi dan pemantauannya; (10) Implementasi rehabilitasi beserta sistem informasi, pengelolaan dan pemantauannya; (11) Pengukuran dan evaluasi efisiensi internal dan eksternal. 3) Kriteria Keberhasilan Berdasarkan kegiatan yang direncanakan maka kriteria keberhasilan dari kegiatan adalah percepatan dalam penyediaan ruang kelas yang lebih berkualitas, nyaman, dan aman sampai pada akhir 2012 akan mampu menekan jumlah ruang kelas rusak berat maksimum tinggal 10% dari semua ruang kelas yang ada secara transparan dan akuntabel serta sesuai dengan SNP Standar sarana dan prasarana. 4) Agenda Prioritas Kegiatan Pengembangan rehabilitasi ruang kelas dalam mendukung wajar 9 tahun dilaksanakan berdasarkan agenda prioritas yaitu: Penyusunan Pedoman rehabilitasi ruang kelas dimana pedoman ini akan menjadi acuan kerja keseluruhan proses rehab termasuk kreteria rusak ringan, sedang dan berat. Dalam implementasi akan diproritaskan rehabilitasi ruang kelas yang rusak berat yang potensi membahayakan warga sekolah. 5) Waktu Pelaksanaan dan Tahapan Kerja Sesuai dengan agenda prioritas pelaksanaan dan tahapan kerja program quick wins rehabilitasi ruang kelas dalam mendukung wajar 9 tahun akan dilaksanakan selama 12 bulan, mulai dari bulan Januari 2012 sampai dengan Desember 2012, dengan tahapan kerja sebagai berikut: Tabel 44. Kegiatan dan Tahapan Kerja Quick Wins Rehabilitasi Ruang Kelas Dalam Mendukung Wajib Belajar 9 Tahun Program/Kegiatan Tahapan Kerja Rencana biaya (juta Rp) Rehabilitasi Ruang Kelas Penunjang Wajar 9 Tahun Perencanaan Identifikasi ruang kelas berdasarkan kondisinya Januari

223 Program/Kegiatan Tahapan Kerja Rencana biaya (juta Rp) Verifikasi, evaluasi, Perancangan ulang dan penyederhanaan proses rehabilitasi ruang kelas Penentuan kebutuhan untuk peningkatan kecepatan, jangkauan dan akurasi proses rehabilitasi Penentuan beban kerja dan kualifikasi SDM untuk tiap tahap program rehabilitasi Maret-April 2012 Maret-April 2012 Maret-April 2012 Penyusunan Pedoman rehabilitasi ruang kelas Mei 2012 Pengembangan sistem informasi pengelolaan rehabilitasi dan pemantauannya Penetapan Sistem pengelolaan rehabilitasi dan pemantauannya Mei 2012 Mei 2012 Sosialisasi Sosialisasi tentang reformasi proram rehabilitasi dan pemantauannya Juni-Juli 2012 Pembangunan Peningkatkan kapasitas SDM pengelola program rehabilitasi dan pemantauannya Implementasi rehabilitasi beserta sistem informasi, pengelolaan dan pemantauannya Juil-Agustus 2012 Juil-Agustus ) Penanggung Jawab Pengukuran Pengukuran dan evaluasi efisiensi internal dan eksternal Oktober-Desember 2012 Penanggung jawab kegiatan Quick Win Rehabilitasi Ruang Kelas dalam mendukung Wajar 9 tahun adalah sebagai berikut: Pengarah Penanggung Jawab Koordinator : Mendikbud, Staf Ahli Menteri Bidang Organisasi dan Manajemen, Sekretaris Jenderal : Setditjen Dikmen dibantu Setditjen Dikdas : Sekretaris Ditjen Dikmen 7) Rencana Anggaran Untuk mendukung kegiatan tersebut maka diperlukan anggaran sebesar Rp , (dua puluh triliun rupiah). 2. Layanan Penyetaraan Ijazah Berbasis TIK Salah satu fenomena yang menandai terjadinya globalisasi di bidang pendidikan adalah adanya peserta didik dari Indonesia yang belajar di negara lain seperti di Malaysia, Singapura, Amerika Serikat, Australia, dan negara-negara lainnya. Adalah merupakan hak setiap warganegara Indonesia untuk menimba ilmu di negara lain sesuai minat dan kemampuannya. Setelah selesai menamatkan program studinya, ada sebahagian warganegara Indonesia yang memilih untuk bekerja di negara lain, tetapi sebahagian 212

224 lagi memilih untuk kembali dan bekerja di Indonesia. Untuk mereka yang kembali ke Indonesia, diperlukan pengakuan dan penyetaraan atas hasil belajar yang diperolehnya. Selama ini penyetaraan terhadap gelar, ijazah, sertifikat maupun kompetensi dilakukan atas permohonan peserta didik. Di dalam permohonan tersebut, peserta didik melampirkan berkas yang menunjukkan proses dan hasil belajar yang diikutinya pada satuan pendidikan di negara lain (pendidikan dasar, menengah, maupun tinggi). Atas dasar berkas tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan c.q. Direktorat Pendidikan Tinggi, atau Direktorat Pendidikan Menengah, atau Direktorat Pendidikan Dasar, melakukan penilaian dan verifikasi, dan pada akhir akan diterbitkan Surat Keterangan penyetaraan hasil belajar. Idealnya penyetaraan dapat dilakukan dalam waktu yang tidak terlalu lama, mengingat hasil belajar dapat dilihat dari kurikulum dan proses belajar yang diikuti oleh peserta didik. Dalam dunia pendidikan, proses dan materi pembelajaran relatif hampir sama di seluruh seluruh dunia. Oleh karenanya, relatif tidak sulit melakukan penyetaraan hasil belajar, mengingat ada banyak orang Indonesia yang juga adalah lulusan dari perguruan tinggi di luar negeri. Alumni perguruan tinggi luar negeri dapat dioptimalkan sebagai verifikator dan assesor untuk penyeteraan ijazah tersebut. Perlu diketahui bahwa penyetaraan ijazah adalah hal yang krusial, mengingat ketidakcermatan dalam penyetaraan tersebut mungkin saja akan menguntungkan atau merugikan pemohon. Dengan demikian perlu dipastikan bahwa penyetaraan harus berlangsung obyektif dan dilakukan oleh orang-orang yang memiliki pengetahuan dan pengalaman yang memadai di bidang ilmu dimaksud. Pada praktiknya, penyelesaian urusan penyetaraan ijazah membutuhkan waktu yang relatif cukup lama. Pada Ditjen Pendidikan Tinggi, dibutuhkan waktu lebih dari 3 bulan, mengingat kesempatan tim asesor/verifikator melakukan penilaian adalah satu kali dalam tiga bulan. Hal yang sama juga terjadi pada penyetaraan ijazah di tingkat pendidikan dasar dan menengah. Belum ada prosedur operasional standar penyetaraan ijazah, secara langsung akan menimbulkan kesan kurang responsif, kurang informatif, kurang accesible, kurang koordinasi, kurang terbuka, rumit, dan kurang efisien. Secara umum, waktu yang lama dalam penyetaraan ijazah ini lebih disebabkan oleh lambatnya transaksi data/informasi diantara para asesor/ verifikator. Ilustrasinya, terdapat 3 orang asesor/verifikator untuk satu berkas, maka yang terjadi selama ini, berkas tersebut digilir satu per-satu, sehingga jelas membutuhkan waktu yang cukup lama. Apabila waktu penilaian dapat dilakukan simultan, maka waktu untuk transaksi data/informasi dapat dipercepat. Satu hal lain yang yang perlu diperbaiki dalam layanan penyetaraan ijazah adalah memperluas ruang lingkup dengan merevitalisasi penyetaraan hasil belajar di bidang pendidikan nonformal. Perlu diketahui bahwa sebenarnya ada banyak peserta didik yang mengikuti dan mendapatkan gelar, ijazah atau sertifikat pada jalur pendidikan nonformal di luar negeri. Dalam hal gelar, ijazah dan sertifikat tersebut digunakan di Indonesia, maka penyetaraan tetap diperlukan. 213

225 Dari sisi kemudahan dan biaya, penyetaraan ijazah secara online akan memudahkan pengguna jasa yang berasal dari seluruh Indonesia. Selama ini untuk penyetaraan ijazah, setiap pengguna jasa harus berurusan dengan mendatangi Kemdikbud di Jakarta. Tentu saja pengguna jasa harus menggunakan biaya yang cukup besar untuk transportasi. Dengan penyetaraan ijazah online, pengguna jasa akan dimudahkan karena dapat menyampaikan permohonan dan kelengkapan syarat-syarat secara online. Dalam rangka percepatan layanan penyetaraan ijazah tersebut, perlu dilakukan penyempurnaan atas proses operasional standar, dengan memanfaatkan teknologi informasi komunikasi. Proses yang dimulai dengan permohonan, verifikasi, penilaian, dan penetapan dapat dilakukan dengan memanfaatkan fasilitas teknologi informasi dan komunikasi, dalam bentuk online. Aplikasi teknologi informasi komunikasi dalam hal ini akan menghasilkan layanan yang responsif, informatif, accesible, terkoordinasi, transparan, dan efisien. Untuk itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan menjadikan layanan penyetaraan ijazah berbasik TIK sebagai salah satu ikon program percepatan reformasi birokrasi (quick wins). 1) Capaian Perangkat yang telah dimiliki dalam rangka penyetaraan ijazah adalah sebagai berikut: (1) Sudah ada organisasi yang ditunjuk melakukan penyetaraan, yakni Bagian Hukum dan Kepegawaian pada Setditjen Manajemen Dikdas (untuk penyetaraan ijazah pendidikan dasar), yakni Bagian Hukum dan Kepegawaian pada Setditjen Manajemen Dikmen (untuk penyetaraan ijazah pendidikan menengah), dan Direktorat Peserta Didik dan Kemahasiswaan pada Dirjen Dikti (untuk penyetaraan ijazah pendidikan tinggi); (2) Sudah ada manual berupa Formulir Permohonan, Formulir Penilaian/ Verifikasi, dan format Surat Keterangan Penyetaraan. 2) Rencana Dalam rangka layanan penyetaraan ijazah berbasis TIK, rencana yang akan dilakukan adalah: (1) Pembentukan Tim Pengelola Penyetaraan Ijazah pada tingkat Kementerian. Tim akan mengelola penyetaraan ijazah secara terpadu, dengan empat Kelompok Kerja (Pokja), yaitu bidang yakni pendidikan dasar, menengah, tinggi dan nonformal; (2) Penyusunan rencana aplikasi penyetaraan ijazah online; (3) Ujicoba aplikasi (software) penyetaraan ijazah online; (4) Sosialisasi aplikasi penyetaraan ijazah online; (5) Penggunaan aplikasi penyetaraan ijazah online; (6) Audit aplikasi penyetaraan dan penyempurnaan aplikasi. 214

226 3) Kriteria Keberhasilan Kriteria keberhasilan layanan penyetaraan ijazah berbasis TIK, adalah sebagai berikut: (1) Terbentuknya Tim Pengelola Penyetaraan Ijazah dengan empat Kelompok Kerja (Pokja); (2) Tersusunnya rencana aplikasi penyetaraan ijazah online; (3) Teridentifikasinya kelemahan/kekuarangan aplikasi program online penyeta-raan ijazah, melalui proses uji coba; (4) Terpublikasikannya informasi penyetaraan ijazah online; (5) Terlaksananya penyetaraan ijazah online. (6) Terlaksananya perbaikan aplikasi penyetaraan ijazah online. 4) Agenda Prioritas Agenda prioritas penyetaraan ijazah online adalah pembentukan Tim Pengelola Penyetaraan Ijazah dengan empat Kelompok Kerja (Pokja). Tim inilah yang nantinya akan menyusun rencana aplikasi, melakukan uji coba, melakukan sosialisasi, melaksanakan penyetaraan ijazah secara online, dan melakukan audit serta penyempurnaan aplikasi. 5) Waktu Pelaksanaan dan Tahapan Kerja Penyetaraan ijazah online direncanakan dapat terlaksana dalam waktu 12 bulan, dengan tahapan kerja sebagai berikut: Tabel 45. Kegiatan dan Tahapan Kerja Quick Wins Layanan Penyetaraan Ijazah Berbasis TIK No. Tahapan Kerja Waktu Pelaksanaan 1 Pembentukan Tim Pengelola November Penyusunan Pedoman Kerja Tim Pengelola. Desember Penyusunan rencana aplikasi. Januari-Maret Uji coba Aplikasi April Pelatihan penyetaraan ijazah secara online bagi asesor/verifikator/ penilai. April-Mei Sosialisasi penyetaraan ijazah online. Juni Lounching penyetaraan ijazah online Juni Pelaksanaan penyetaraan ijazah online. Juni-Desember Audit aplikasi. September-Oktober Perbaikan sistem aplikasi. Desember Penguatan kapasitas pengelola, asesor, verifikator, dan penilai. Desember

227 6) Penanggung Jawab Penanggung jawab Quick Win penyetaraan ijazah online adalah Tim Pengelola, yang terdiri atas: Pengarah Ketua Tim Wakil Ketua Wakil Ketua Wakil Ketua Koord. Pokja Dikti Koord. Pokja Dikmen Koord. Pokja Dikdas Koord. Pokja PAUDNI Sekretariat Sub-Tim IT : Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan : Dirjen Pendidikan Tinggi : Dirjen Manajemen Pendidikan Menengah : Dirjen Manajemen Pendidikan Dasar : Dirjen PAUDNI : Sekretaris Ditjen Dikti : Sekretaris Ditjen Dikdas : Sekretaris Ditjen Dikmen : Sekretaris Ditjen PAUDNI : Kabag Hukum dan Kepegawaian Setditjen Dikti : Kabag Hukum dan Kepegawaian Setditjen Dikmen : Kabag Hukum dan Kepegawaian Setditjen Dikdas : Kabag Hukum dan Kepegawaian Setditjen PAUDNI : 12 orang (3 orang per-ditjen) : 5 orang 7) Rencana Anggaran Anggaran yang diperlukan untuk menjalankan Quick Win penyetaraan ijazah online (dalam waktu 11 bulan) adalah Rp (satu milyar lima ratus dua puluh juta rupiah), dengan rincian sebagai berikut: Tabel 46. Rincian Anggaran Quick Wins Layanan Penyetaraan Ijazah Berbasis TIK No. Tahapan Kerja Anggaran 1 Pembentukan Tim Pengelola Penyusunan Pedoman Kerja Tim Pengelola Penyusunan rencana aplikasi Uji coba Aplikasi Pelatihan penyetaraan ijazah secara online bagi asesor/verifikator/ penilai Sosialisasi penyetaraan ijazah online Lounching Penyetaraan Ijazah Online

228 No. Tahapan Kerja Anggaran 8 Pelaksanaan penyetaraan ijazah online, untuk Rp Audit aplikasi Perbaikan sistem aplikasi Penguatan kapasitas pengelola, asesor, verifikator dan penilai Total Keseluruhan Pengembangan Sistem Pengelolaan Materi, Metode dan Manajemen Lembaga Persekolahan dan PT Berbasis TIK (Rumah Belajar) Misi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk RPJMN adalah menjamin ketersediaan, keterjangkauan, kualitas, kesetaraan dan kepastian layanan pendidikan (5K). Untuk menjamin 5K tersebut, maka Kemdikbud telah melakukan reformasi internal yang meliputi penguatan organisasi, penguatan SDM, dan pembenahan tata laksana. Reformasi internal tersebut diharapkan mampu mendorong terjadinya reformasi layanan sehingga misi Kemdikbud dapat dicapai. Salah satu tugas Kemdikbud sesuai dengan Renstra tersebut adalah menjamin ketersediaan akses layanan pendidikan kepada seluruh masyarakat. Layanan akses pendidikan dimaksud dapat diberikan melalui kegiatan pembelajaran tatap muka maupun kegiatan pembelajaran jarak jauh dengan berbasis TIK. Kegiatan pembelajaran tatap muka maupun pembelajaran jarak jauh yang dilaksanakan selama ini masih memiliki kendala antara lain dalam penyediaan materi dan metode pembelajaran. Peserta didik memerlukan waktu yang lama untuk mendapatkan materi yang sesuai dengan kebutuhannya. Begitu juga tenaga pendidik (terutama guru) maupun lembaga persekolahan perlu waktu yang lama untuk mendapatkan model materi dan metode pembelajaran yang sesuai. Selain itu layanan konvensional yang selama ini telah diberikan bersifat kurang responsif, kurang informatif, kurang accesible, kurang koordinasi, kurang terbuka, birokrasi berjenjang/rumit, serta kurang efisien. Dengan bantuan TIK, layanan akan menjadi lebih responsif, lebih informatif, lebih accesible, lebih terkoordinasi, lebih terbuka, lebih sederhana dan lebih efisien. Untuk itu Salah satu program Reformasi Birokrasi Internal di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan adalah reformasi layanan dalam bidang substansi pendidikan yang diharapkan dapat mempercepat dan meningkatkan layanan terhadap peserta didik, tenaga kependidikan, satuan pendidikan. Dengan bantuan TIK, layanan akan menjadi lebih responsif, lebih informatif, lebih accesible, lebih terkoordinasi, lebih terbuka, lebih sederhana dan lebih efisien. Untuk itu dalam program percepatan (quick wins) yang diusulkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan adalah kegiatan Pengembangan Sistem Pengelolaan Materi, Metode dan Manajemen Lembaga Persekolahan berbasisi TIK (rumah belajar). Rumah belajar menyediakan sarana pembelajaran untuk pendidik dan tenaga kependidikan 217

229 (PTK), siswa, dan masyarakat umum.rumah belajar merupakan perpustakaan maya yang dimiliki oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Sebagai sebuah perpustakaan maya, rumah belajar memiliki fasilitas antara lain: (1) Sebagai penyedia informasi yang terangkai untuk setiap mata pelajaran (2) Ajang berbagi pengetahuan dan pengalaman pembelajaran bagi pendidikan dan tenaga kependidikan (PTK) danmanajemen (3) Ajang belajar mandiri, terstruktur, terpantau, terarah bagi peserta didik (4) Ajang kolaborasi antar PTK, kolaborasi antar Peserta Didik, Kolaborasi antar Manajemen Satuan Pendidikan (5) Ajang interaksi PTK dengan Peserta Didik. Selain itu rumah belajar juga sebagai sarana berbagi resource (resource sharing) antar PTK. 1) Capaian Kegiatan yang sudah dilaksanakan/dicapai oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terkait dengan kegiatan Pengembangan Sistem Pengelolaan Materi, Metode dan Manajemen Lembaga Persekolahan berbasisi TIK adalah sebagai berikut: (1) Pengembangan aplikasi portal rumah belajar; (2) Penyusunan dan pengembangan dokumen pendukung pengembangan konten dan pemanfaatan portal rumah belajar. (3) Pembentukan tim komunitas pengembang konten portal rumah belajar (4) Pengintegrasian materi yang sudah ada (BSE dan Edukasinet) ke dalam portal rumah belajar. 2) Rencana Dalam rangka meningkatkan pelayanan portal rumah belajar kepada peserta didik, tenaga pendidik dan kependidikan dan satuan pendidikan di seluruh wilayah Indonesia akan dilakukan kegiatan pengembangan materi, sosialisasi dan implementasi portal rumah belajar. Adapun kegiatan yang sedang dan akan dilaksanakan adalah: (1) Pengembangan Aplikasi Portal Rumah Belajar, yang terdiri atas: (a) Pengembangan Aplikasi TV Streaming terintegrasi dengan portal rumah belajar (b) (c) Pengembangan Aplikasi kelas virtual terintegrasi dengan portal rumah belajar Pemutakhiran portal rumah belajar (d) Pengintegrasian aplikasi portal rumah belajar dengan data sekolah dan NUPTK (e) (f) (g) (h) Pengembangan Prototipe aplikasi portal rumah belajar tingkat provinsi Pengembangan Aplikasi konten berbasis komunitas Pengembangan Aplikasi monev dan survey on line pemanfaatan rumah belajar Pengembangan Aplikasi Pendaftaran Peserta Didik Baru terintegrasi dengan portal rumah belajar 218

230 (2) Utilisasi dan implementasi portal rumah belajar. 3) Kriteria Keberhasilan Berdasarkan kegiatan yang direncanakan maka kriteria keberhasilan dari kegiatan Pengembangan Sistem Pengelolaan Materi, Metode dan Manajemen Lembaga Persekolahan berbasisi TIK adalah percepatan dalam penyediaan materi, metode dan manajemen persekolah yang lebih berkualitas, mudah diakses, transparan dan akuntabel. 4) Agenda Prioritas Kegiatan Pengembangan Sistem Pengelolaan Materi, Metode dan Manajemen Lembaga Persekolahan berbasisi TIK disusun berdasarkan agenda prioritas yaitu: (1) Pengembangan Aplikasi Portal Rumah Belajar (a) (b) (c) (d) Pengembangan aplikasi TV streaming terintegrasi dengan portal rumah belajar; Pengembangan aplikasi kelas virtual terintegrasi dengan portal rumah belajar; Pengembangan prototipe aplikasi portal rumah belajar tingkat provinsi; Pengembangan aplikasi konten berbasis komunitas; (2) Kegiatan utilisasi dan implementasi portal rumah belajar berupa pemeliharaan dan pengendalian implementasi server, aplikasi, update konten dan pengasuhan forum. 5) Waktu Pelaksanaan dan Tahapan Kerja Sesuai dengan agenda prioritas pelaksanaan dan tahapan kerja program quick wins akan dilaksanakan selama 12 bulan, mulai dari bulan Oktober 2011 sampai dengan Oktober 2012, dengan tahapan kerja sebagai berikut: Tabel 47. Tahapan Kerja Quick Wins Pengembangan Sistem Pengelolaan Materi, Metode dan Manajemen Lembaga Persekolahan dan PT Berbasis TIK (Rumah Belajar) Program/Kegiatan Tahapan Kerja Waktu Pengembangan Aplikasi Portal Rumah Belajar Aplikasi TV Streaming terintegrasi dengan portal rumah belajar Perencanaan Identifikasi fitur dan permasalahan aplikasi TV Streaming yang ada Analisis dan penyusunan kebutuhan aplikasi TV Streaming terintegrasi dengan portal rumah belajar Sudah Sudah 219

231 Program/Kegiatan Tahapan Kerja Waktu Perancangan aplikasi TV Streaming terintegrasi dengan portal rumah belajar Sudah Pembangunan Aplikasi kelas virtual terintegrasi dengan portal rumah belajar Pengembangan dan perbaikan aplikasi TV Streaming terinregrasi dengan portal rumah belajar Disain dan pengembangan user interface TV Streaming di Rumah Belajar Melakukan integrasi aplikasi TV Streaming di Rumah Belajar Riview integrasi aplikasi TV Streaming di Rumah Belajar Revisi hasil review aplikasi TV Streaming di Rumah Belajar Sosialisasi Diseminasi aplikasi TV Streaming terintegrasi dengan rumah belajar Implementasi Piloting implementasi TV Streaming terintegrasi dalam pembelajaran melalui portal rumah belajar di sekolah model Pengukuran dan Evaluasi Perencanaan Identifikasi fitur aplikasi kelas virtual terintegrasi Analisis dan penyusunan kebutuhan aplikasi kelas virtual terintegrasi dengan portal rumah belajar Perancangan aplikasi kelas virtual terintegrasi dengan portal rumah belajar Perancangan basis data aplikasi kelas virtual terintegrasi dengan portal rumah belajar Pembangunan Pengembangan dan perbaikan aplikasi kelas virtual terintegrasi dengan portal rumah belajar Disain dan pengembangan user interface kelas virtual terintegrasi di rumah belajar Melakukan integrasi aplikasi kelas virtual terintegrasi dengan portal rumah belajar Review integrasi aplikasi kelas virtual terintegrasi di rumah belajar Revisi hasil review aplikasi kelas virtual terintegrasi di rumah belajar Sosialisasi Diseminasi aplikasi kelas virtual terintegrasi dengan rumah belajar Orientasi Pemanfaatan aplikasi kelas virtual terintegrasi dengan rumah belajar Implementasi Implementasi kelas virtual terintegrasi dengan rumah belajar Oktober 2011 Oktober 2011 November 2011-Januari 2012 November 2011-Januari 2012 November 2011-Januari 2012 Maret-Mei 2012 Mei-Desember 2012 Sudah Oktober 2011 Oktober 2011 Oktober 2011 Oktober-Desember 2011 Januari-Desember 2012 Januari-Desember 2012 Januari-Juni 2012 Januari-Maret 2012 Juli 2012 Juli 2012 Juli-Desember

232 Program/Kegiatan Tahapan Kerja Waktu Pengukuran dan Evaluasi Prototipe aplikasi portal belajar tingkat provinsi Perencanaan Identifikasi fitur dan permasalahan aplikasi portal rumah belajar provinsi yang ada Analisis dan penyusunan kebutuhan aplikasi portal rumah belajar provinsi Sudah Sudah Perencanaan aplikasi portal rumah belajar provinsi Oktober 2011 Pembangunan Pembangunan modul aplikasi portal rumah belajar propinsi Desain dan pengembangan user interface modul aplikasi portal rumah belajar propinsi Melakukan Integrasi modul aplikasi portal rumah belajar propinsi dengan rumah belajar Review Integrasi modul aplikasi portal rumah belajar propinsi dengan rumah belajar Revisi Integrasi modul aplikasi portal rumah belajar propinsi dengan rumah belajar November 2011 Februari 2012 Maret-Mei 2012 Maret-Mei 2012 Maret-Mei 2012 Sosialisasi Diseminasi aplikasi portal rumah belajar sendiri Juli-September 2012 Agustus-Oktober 2012 Implementasi Aplikasi konten berbasis komunitas Piloting implementasi aplikasi portal rumah belajar tingkat provinsi Pengukuran dan Evaluasi Perencanaan Identifikasi fitur Aplikasi konten berbasis komunitas Analisis dan penyusunan kebutuhan Aplikasi konten berbasis komunitas Perancangan Aplikasi konten berbasis komunitas dengan portal rumah belajar Pembangunan Pembangunan modul Aplikasi konten berbasis komunitas dengan portal rumah belajar Desain dan pemngembangan user interface modul Aplikasi konten berbasis komunitas dengan portal rumah belajar Melakukan integrasi modul Aplikasi konten berbasis komunitas dengan rumah belajar Review Integrasi modul Aplikasi konten berbasis komunitas dengan rumah belajar Revisi Integrasi modul Aplikasi konten berbasis komunitas dengan rumah belajar Sosialisasi September-November 2012 Sudah Sudah Oktober 2011 November 2011 November 2011 Februari-April 2012 Maret-Mei 2012 April-Juni 2012 Diseminasi Aplikasi konten berbasis komunitas Juni-Agustus 2012 Implementasi 221

233 Program/Kegiatan Tahapan Kerja Waktu Pengembangan konten oleh komunitas di rumah belajar Agustus-Oktober 2012 Pengukuran dan Evaluasi Utilisasi dan Implementasi Portal Rumah Belajar Terjaminnya layanan portal rumah belajar sepanjang tahun, mencakup utilisasi dan implementasi server, aplikasi, update konten, pengasuhan forum dll Perencanaan Identifikasi Timutilisasi dan Implementasi portal rumah belajar Sudah Menyusun Job description Menyusun draft juklak dan juknis untuk utilisasi dan implementasi portal rumah belajar Pembangunan Menjamin keberlangsungan layanan portal rumah belajar Implementasi Sudah Oktober 2011 November 2011-Juni 2012 Stabilitas layanan portal rumah belajar dapat terjaga Juli-September 2012 Pengukuran dan Evaluasi Analisa dan evaluasi jalannya layanan portal rumah belajar September-November ) Penanggung Jawab Penanggung jawab kegiatan Quick Wins Pengembangan Sistem Pengelolaan Materi, Metode dan Manajemen Lembaga Persekolahan berbasisi TIK adalah sebagai berikut: Pengarah : Mendikbud Sekretaris Jenderal Kemdikbud Kepala Balitbang Penanggung Jawab Program : Sekretaris Balitbang Penanggung Jawab Teknis Manager Portal Staf Ahli Bidang Organisasi dan Manajemen : Kepala Pustekkom : Kepala Bidang PTP Berbasis MM dan Web Pustekkom 7) Rencana Anggaran Untuk mendukung kegiatan tersebut maka diperlukan anggaran sebesar Rp (sepuluh milyar lima ratus empat puluh lima juta rupiah) yang dapat dilihat pada tabel dibawah ini. 222

234 Tabel 48. Rincian Anggaran Quick Wins Pengembangan Sistem Pengelolaan Materi, Metode dan Manajemen Lembaga Persekolahan dan PT Berbasis TIK (Rumah Belajar) No. Kegiatan Anggaran (000) 1. Pengembangan Aplikasi Portal Rumah Belajar, dengan output: Aplikasi TV Streaming terintegrasi dengan portal rumah belajar Aplikasi kelas virtual terintegrasi dengan portal rumah belajar Prototipe aplikasi portal rumah belajar tingkat provinsi Aplikasi konten berbasis komunitas Utilisasi dan implementasi portal rumah belajar, dengan output: Terjaminnya layanan portal rumah belajar sepanjang tahun, mencakup utilisasi dan implementasi server, aplikasi, update konten, pengasuhan forum dll Jumlah Sistem Pengelolaan Sertifikasi Guru Undang-Undang Nomor 14 tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen menyatakan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Guru profesional harus memiliki kualifikasi akademik minimum sarjana (S-1) atau diploma empat (D-IV), menguasai kompetensi (pedagogik, profesional, sosial dan kepribadian), memiliki sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Guru mempunyai kedudukan sebagai tenaga profesional pada jenjang pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal yang diangkat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Pengakuan kedudukan guru sebagai tenaga profesional tersebut dibuktikan dengan sertifikat pendidik. Lebih lanjut Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen tersebut mendefinisikan bahwa profesional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi. Sebagai tenaga profesional, guru diharapkan dapat berfungsi untuk meningkatkan martabat dan peran guru sebagai agen pembelajaran dan berfungsi untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional. Sertifikasi guru sebagai upaya peningkatan mutu guru diharapkan dapat meningkatkan mutu pembelajaran dan mutu pendidikan di Indonesia secara berkelanjutan. Pelaksanaan sertifikasi guru dimulai pada tahun 2007 setelah diterbitkannya Peraturan Mendiknas Nomor 18 Tahun 2007 tentang Sertifikasi bagi Guru dalam Jabatan. Tahun 223

235 2011 ini merupakan tahun kelima pelaksanaan sertifikasi guru dalam jabatan. Landasan yang digunakan sebagai dasar penyelenggaraan sertifikasi guru tahun 2011 adalah Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru, dan peraturan yang lebih teknis tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 11 Tahun 2011 tentang Sertifikasi Bagi Guru Dalam Jabatan. Sejalan dengan kegiatan reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), maka layanan di Kemdikbud mengalami reformasi termasuk layanan sistem sertifikasi guru dengan tujuan untuk mewujudkan layanan prima kepada publik secara terbuka, efisien, berorientasi pada publik. Reformasi layanan merupakan salah satu agenda dari reformasi birokrasi yang bertujuan untuk memberikan kemudahan pemangku kepentingan dalam mendapatkan layanan. Reformasi layanan yang diberikan oleh Kemdikbud mengacu pada Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik dengan fokus pada pelayanan secara terbuka, efisien, dan akuntabel. Dalam reformasi layanan, Kemdikbud juga memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Dengan menerapkan TIK diharapkan akan terjadi perubahan layanan dari yang konvensional yang bersifat masnual ke arah layanan prima berbasis TIK dengan mengedepankan e-layanan. 1) Capaian Kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Kemdikbud terkait dengan sistem pengelolaan sertifikasi adalah sebagai berikut: (1) Sistem penetapan peserta sertifikasi guru berbasis NUPTK dan dilakukan secara online; (2) Pelaksanaan sertifikasi guru di Rayon LPTK menggunakan aplikasi berbasis web yang berpusat di Konsorsium Sertifikasi Guru; (3) Pengelolaan dan pendataan sertifikasi guru melalui jalur portofolio dan pendidikan profesi guru; (4) Bank soal uji kompetensi guru untuk 34 mata pelajaran; (5) Hasil uji kompetensi PLPG; (6) Pengelolaan pemberian NRG bagi guru yang lulus sertifikasi. 2) Rencana Dalam rangka meningkatkan pelayanan sistem pengelolaan sertifikasi guru, akan dilakukan kegiatan penataan dan pembangunan sistem, sosialisasi dan implementasi, dan pengukuran dan evaluasi. Adapun kegiatan yang sedang dan akan dilaksanakan adalah: (1) Pengembangan sistem sertifikasi guru (a) (b) (c) Evaluasi proses sertifikasi guru saat ini Identifikasi proses sertifikasi guru masa depan Perancangan sistem dan penyederhanaan proses sertifikasi guru 224

236 (d) (e) Penentuan teknologi untuk peningkatan kecepatan, jangkauan dan akurasi proses sertifikasi guru Penyusunan prosedur kerja sistem sertifikasi guru yang baru (2) Penentuan kuota sertifikasi guru (a) (b) Identifikasi jumlah guru yang layak mengikuti sertifikasi guru yaitu guru memenuhi syarat sertifikasi guru secara administrasi Penyusunan panduan penentuan kuota sertifikasi guru berdasarkan data guru yang layak mengikuti sertifikasi guru (3) Pengembangan sistem informasi sertifikasi guru (a) (b) (c) (d) (e) (f) (g) Identifikasi kebutuhan sistem informasi Penentuan beban kerja dan kualifikasi SDM Penentuan indikator kinerja proses Penyusunan tata nilai terkait Penentuan indikator kinerja rencana aksi Penyusunan prosedur kerja Pengembangan sistem berbasis teknologi (4) Penyusunan soal uji kompetensi (a) (b) (c) (d) (e) (f) Review soal yang sudah ada Pengembangan butir soal Penelaahan butir soal oleh pakar Ujicoba butir soal dan pengolahan hasil ujicoba Finalisasi butir soal Pengolahan butir soal untuk siap upload (5) Penyiapan sistem dan aplikasi tes online (a) (b) (c) Pengembangan sistem aplikasi Ujicona aplikasi Penyempurnaan aplikasi (6) Penyiapan Tes Center (a) (b) (c) (d) Pendaftaran Tes Center oleh Dinas Pendidikan ke KSG Verifikasi Tes Center oleh LPMP dan LPTK KSG memberikan nomor kode lokasi dan password login kepada Tes Center Pembekalan Penanggung Jawab dan teknisi Tes Center ToT kepada LPMP dan LPTK Pelaksanaan pembekalan di kabupaten/kota (7) Penyiapan perangkat kebijakan dan regulasi (a) Penyusunan Permendiknas tentang Sertifikasi Guru (b) Penyusunan Pedoman Sertifikasi Guru (Buku 1-5) (8) Sosialisasi (a) (b) Penyusunan bahan sosialisasi Pelaksanaan sosialisasi sertifikasi guru 225

237 (9) Pelaksanaan sertifikasi guru (a) Publikasi daftar layak peserta sertifikasi guru online (b) Pendaftaran calon peserta uji kompetensi melalui online (c) Penentuan jadwal uji kompetensi dan perangkatnya (d) Pengumuman hasil (10) Pemberian NRG (11) Pengukuran dan evaluasi efisiensi dan efektifitas sistem sertifikasi guru (12) Pengukuran dan evaluasi ketercapaian standar layanan proses sertifikasi guru. 3) Kriteria Keberhasilan Kriteria keberhasilan dalam pengelolaan sertifikasi guru meliputi: (1) Terbentuknya sistem sertifikasi guru yang memperhatikan kualitas, profesional, akuntabilitas sesuai dengan kebutuhan standar kompetensi guru yang dipersyaratkan; (2) Tersosiliasasinya proses sertifikasi guru secara luas kepada seluruh guru; (3) Tersedianya dan terlaksananya prosedur operasional standar (POS) tentang sertifikasi guru; (4) Tersedianya dan beroperasinya sistem penetapan peserta sertifikasi guru yang akurat; (5) Terlaksananya sertifikasi guru secara tepat, cepat, dan akurat sesuai dengan rencana; (6) Tersedianya data hasil sertifikasi guru yang dapat digunakan sebagai bahan pendukung kebijakan peningkatan mutu guru melalui peningkatan keprofesian berkelanjutan (PKB); (7) Terkirimnya data NRG untuk keperluan instansi lain. 4) Agenda Prioritas (1) Penyiapan perangkat kebijakan dan regulasi yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan reformasi sistem sertifikasi guru; (2) Perancangan sistem sertifikasi guru; (3) Penentuan beban kerja dan kualitas SDM untuk tiap tahapan sertifikasi guru; (4) Penentuan kebutuhan teknologi untuk peningkatan kecepatan, jangkauan, dan akurasi proses sertifikasi guru; (5) Penyusunan bank soal untuk uji kompetensi dalam proses sertifikasi guru; (6) Penetapan Tes Center sebagai tempat uji kompetensi dalam proses sertifikasi guru; 226

238 5) Waktu Pelaksanaan dan Tahapan Kerja Tabel 49. Tahapan Kerja Quick Wins Sistem Pengelolaan Sertifikasi Guru No Uraian Aktifitas Waktu 1 Pengembangan sistem sertifikasi guru Oktober-Desember 2011 (a) (b) (c) (d) (e) Evaluasi proses sertifikasi guru saat ini Identifikasi proses sertifikasi guru masa depan Perancangan sistem dan penyederhanaan proses sertifikasi guru Penentuan teknologi untuk peningkatan kecepatan, jangkauan dan akurasi proses sertifikasi guru Penyusunan prosedur kerja sistem sertifikasi guru yang baru 2 Penentuan kuota sertifikasi guru Oktober 2011 (a) (b) Identifikasi jumlah guru yang layak mengikuti sertifikasi guru yaitu guru memenuhi syarat sertifikasi guru secara administrasi Penyusunan panduan penentuan kuota sertifikasi guru berdasarkan data guru yang layak mengikuti sertifikasi guru 3 Pengembangan sistem informasi sertifikasi guru Oktober-Desember 2011 (a) (b) (c) (d) (e) (f) (g) Identifikasi kebutuhan sistem informasi Penentuan beban kerja dan kualifikasi SDM Penentuan indikator kinerja proses Penyusunan tata nilai terkait Penentuan indikator kinerja rencana aksi Penyusunan prosedur kerja Pengembangan sistem berbasis teknologi 4 Penyusunan soal uji kompetensi Oktober 2011-Februari 2012 (a) (b) (c) (d) (e) (f) Review soal yang sudah ada Pengembangan butir soal Penelaahan butir soal oleh pakar Ujicoba butir soal dan pengolahan hasil ujicoba Finalisasi butir soal Pengolahan butir soal untuk siap upload 5 Penyiapan sistem dan aplikasi tes online Oktober 2011-Februari 2012 (a) (b) (c) Pengembangan sistem aplikasi Ujicona aplikasi Penyempurnaan aplikasi 6 Penyiapan Tes Center Oktober 2011-Februari 2012 (a) (b) (c) (d) Pendaftaran Tes Center oleh Dinas Pendidikan ke KSG Verifikasi Tes Center oleh LPMP dan LPTK KSG memberikan nomor kode lokasi dan password login kepada Tes Center Pembekalan Penanggung Jawab dan teknisi Tes Center ToT kepada LPMP dan LPTK Pelaksanaan pembekalan di kabupaten/kota 7 Penyiapan perangkat kebijakan dan regulasi Oktober-Desember

239 No Uraian Aktifitas Waktu (a) Penyusunan Permendiknas tentang Sertifikasi Guru (b) Penyusunan Pedoman Sertifikasi Guru (Buku 1-5) 8 Sosialisasi November 2011 (a) (b) Penyusunan bahan sosialisasi Pelaksanaan sosialisasi sertifikasi guru 9 Pelaksanaan sertifikasi guru Februari-Agustus 2012 (a) (b) (c) (d) Publikasi daftar layak peserta sertifikasi guru online Pendaftaran calon peserta uji kompetensi melalui online Penentuan jadwal uji kompetensi dan perangkatnya Pengumuman hasil 10 Pemberian NRG September Pengukuran dan evaluasi efisiensi dan efektifitas sistem sertifikasi guru Oktober Pengukuran dan evaluasi ketercapaian standar layanan proses sertifikasi guru Oktober ) Penanggung Jawab Penanggung Jawab kegiatan Quick Wins Sistem Pengelolaan Sertifikassi Guru adalah: Pengarah : Mendikbud Sekretaris Jenderal Kemdikbud Staf Ahli Menteri Bidang Organisasi dan Manajemen Penanggung Jawab Program : Koordinator Layanan PTK Penanggung Jawab Teknis : BPSDMP dan PMP 7) Rencana Anggaran Untuk mendukung kegiatan sistem pengelolaan sertifikasi guru diperlukan anggaran sebesar Rp ,- (satu trilyun dua puluh lima milyar sembilan ratus juta lima ratus ribu rupiah) yang diambil dari sumber APBN. 5. Sistem Pengelolaan Bantuan Siswa dan Mahasiswa Miskin (Tepat Waktu, Tepat Sasaran dan Tepat Penggunaan) Pendidikan mempunyai peranan sangat strategis dalam pembangunan nasional untuk mencapai bangsa yang maju, mandiri dan beradab. Menyadari akan pentingnya pendidikan bagi seluruh anak bangsa, Pemerintah terus berupaya memenuhi hak setiap warga negara dalam memperoleh layanan pendidikan untuk meningkatkan kualitas hidup bangsa Indonesia. Hal ini penting seperti telah ditegaskan dalam UUD 1945 bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan dan Pemerintah mempunyai kewajiban dan tanggung jawab dalam penyelenggaraan pendidikan untuk mencapai tujuan 228

240 negara, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan kesejahteraan umum. Pendidikan bahkan merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi dalam memasuki era persaingan global yang sarat dengan persaingan antarbangsa yang sangat ketat. Karena melihat pentingnya peranan pendidikan dalam pembangunan bangsa, Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk terus-menerus meningkatkan layanan pendidikan yang merata dan berkualitas bagi segenap anak bangsa melalui berbagai program dan kegiatan pembangunan bidang pendidikan, antara lain perluasan akses dan pemerataan pendidikan. Dalam hal ini pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan akses keterjangkauan siswa dan mahasiswa yang kurang mampu untuk mengenyam pendidikan. Karena selama ini masih ada persepsi bahwa pendidikan masih didominasi dari keluarga menengah ke atas. Dana yang disediakan oleh pemerintah untuk tahun 2012 untuk membantu siswa dan mahasiwa miskin Rp ,- (tiga trilyun tujuh ratus dua puluh enam milyar sembilan ratus tiga puluh juta sembilan ratus sepuluh ribu rupiah). Tapi permasalahannya antara lain adalah masih kurang didukungnya pemberian beasiswa dengan ketersediaan data yang akurat dan sampai mutakhir. 1) Capaian Kegiatan yang sudah dilaksanakan/dicapai oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terkait dengan Pemberian Beasiswa miskin, adalah sebagai berikut: (1) Siswa berasal dari keluarga miskin/kurang mampun dapat memperoleh layanan pendidikan yang layak; (2) Mencegah angka putus sekolah dan peningkatan APK; (3) Membantu siswa/mahasiswa untuk memenuhi kebutuhannya dalam kegiatan pembelajaran; (4) Mendukung penuntasan wajib pendidikan dasar Sembilan tahun. 2) Rencana (1) Identifikasi permasalahan penyaluran beasiswa dan penyebabnya; (2) Evaluasi, perancangan ulang dan penyederhanaan proses penyaluran beasiswa; (3) Penentuan beban kerja, jumlah dan kualifikasi SDM untuk tiap tahap proses penyaluran beasiswa; (4) Penentuan indikator kinerja tiap proses penyaluran beasiswa dan pelaksanaannya; (5) Penentuan tata nilai yang terkait; (6) Penyusunan Pedoman Mekanisme Penyaluran Beasiswa; (7) Pengembangan Sistem Informasi Pengelolaan Penyaluran Beasiswa (SIPPB); (8) Penyusunan kebijakan dan regulasi yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan reformasi proses penyaluran beasiswa; 229

241 (9) Sosialisasi keterkaitan reformasi proses penyaluran beasiswa dengan pencapaian visi, misi, dan strategi organisasi; (10) Sosialisasi Mekanisme Reformasi Penyaluran Beasiswa; (11) Sosialisasi Sistem Informasi Pengelolaan Penyaluran Beasiswa (SIPPB); (12) Sosialisasi kebijkan dan regulasi baru terkait mekanisme proses penyaluran beasiswa; (13) Sosialisasi kebutuhan jumlah dan kualifikasi SDM untuk proses penyaluran beasiswa; (14) Peningkatan kapabilitas SDM pelaksana mekanisme penyaluran beasiswa; (15) Instalasi sistem hasil rancangan dan pengembangan, termasuk pengadaan dan instalasi perangkat keras; (16) Implementasi Sistem Informasi Pengelolaan Penyaluran Beasiswa (SIPPB); (17) Pengukuran dan evaluasi efisiensi internal dan eksternal serta kinerja organisasi dan individu; (18) Pengukuran ketercapaian reformasi proses penyaluran beasiswa; (19) Perumusan dan Penyesuaian standar layanan penyaluran beasiswa; (20) Pengukuran dampak reformasi penyaluran beasiswa. 3) Kriteria Keberhasilan Kriteria keberhasilan dalam sistem pengelolaan bantuan siswa dan mahasiswa miskin meliputi: (1) Tersedianya Pedoman Mekanisme Penyaluran Beasiswa; (2) Tersedia dan beroperasinya Sistem Informasi Pengelolaan Penyaluran Beasiswa (SIPBB); (3) Tersedianya kebijkan dan regulasi yang mendukung pelaksanaan reformasi penyaluran beasiswa. 4) Agenda Prioritas (1) Membuat Pedoman Mekanisme Penyaluran Beasiswa; (2) Membuat Pengembangan Sistim Informasi Pengelolaan Penyaluran Beasiswa (SIPPB); (3) Peningkatan kapabilitas SDM pelaksana mekanisme penyaluran beasiswa. 230

242 5) Waktu Pelaksanaan dan Tahapan Kerja Tabel 50. Tahapan Kerja Quick Wins Sistem Pengelolaan Bantuan Siswa dan Mahasiswa Miskin (Tepat Waktu, Tepat Sasaran dan Tepat Penggunaan) No Uraian Aktivitas Waktu 1. Identifikasi proses Penyaluran beasiswa/bantuan dana pendidikan saat ini Januari Penyusunan Pedoman beasiswa/bantuan dana pendidikan saat ini Januari Verifikasi, evaluasi, Perancangan ulang dan penyederhanaan proses penyaluran beasiswa/bantuan dana pendidikan saat ini 4 Penentuan kebutuhan teknologi untuk peningkatan kecepatan, jangkauan dan akurasi proses beasiswa/bantuan dana pendidikan saat ini Feb-Maret 2012 April-Mei Penentuan beban kerja dan kualifikasi SDM untuk tiap tahap proses Mei-Juni Peningkatkan kapabilitas SDM pengelola proses Penyaluran beasiswa/ bantuan dana pendidikan saat ini 7. Pengembangan sistem informasi pengelolaan beasiswa/bantuan dana pendidikan saat ini 8. Legitimasi Sistem pengelolaan beasiswa/bantuan dana pendidikan saat ini 9. Sosialisasi tentang reformasi proses beasiswa/bantuan dana pendidikan saat ini 10. Implementasi sistem informasi pengelolaan Pbeasiswa/bantuan dana pendidikan saat ini Juni-Juli 2012 Juli-Agustus 2012 Juli-Agustus 2012 Agustus-September 2012 September-Oktober Pengukuran dan evaluasi efisiensi internal dan eksternal November-Desember ) Penanggung Jawab Penanggung jawab kegiatan Quick Wins Sistem Pengelolaan Bantuan Siswa dan Mahasiswa Miskin (tepat waktu, tepat sasaran, tepat penggunaan) adalah sebagai berikut: Pengarah : Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dirjen Pendidikan Tinggi Dirjen Manajemen Pendidikan Menengah Dirjen Manajemen Pendidikan Dasar Dirjen PAUDNI Ketua Tim : Sekretaris Ditjen Dikti Wakil Ketua I : Sekretaris Ditjen Dikdas Wakil Ketua II : Sekretaris Ditjen Dikmen Wakil Ketua III : Sekretaris Ditjen PAUDNI Koord. Pokja Dikti : Kabag Hukum dan Kepegawaian Setditjen Dikti 231

243 Koord. Pokja Dikmen : Kabag Hukum dan Kepegawaian Setditjen Dikmen Koord. Pokja Dikdas : Kabag Hukum dan Kepegawaian Setditjen Dikdas Koord. Pokja PAUDNI : Kabag Hukum dan Kepegawaian Setditjen PAUDNI Sekretariat : 12 orang (3 orang per-ditjen) Sub-Tim IT : 5 orang 7) Rencana Anggaran Untuk mendukung kegiatan Sistem Pengelolaan Bantuan Siswa dan Mahasiswa Miskin diperlukan anggaran sebesar Rp ,- (empat belas milyar tujuh ratus lima puluh juta rupiah) untuk tahun 2011 sampai dengan Tabel 51. Rincian Anggaran Quick Wins Sistem Pengelolaan Bantuan Siswa dan Mahasiswa Miskin (Tepat Waktu, Tepat Sasaran dan Tepat Penggunaan) No Kegiatan Anggaran 1. Identifikasi proses Penyaluran beasiswa/bantuan dana pendidikan saat ini Penyusunan Pedoman beasiswa/bantuan dana pendidikan saat ini Verifikasi, evaluasi, Perancangan ulang dan penyederhanaan proses penyaluran beasiswa/bantuan dana pendidikan saat ini 4. Penentuan kebutuhan teknologi untuk peningkatan kecepatan, jangkauan dan akurasi proses beasiswa/bantuan dana pendidikan saat ini Penentuan beban kerja dan kualifikasi SDM untuk tiap tahap proses Peningkatkan kapabilitas SDM pengelola proses Penyaluran beasiswa/ bantuan dana pendidikan saat ini 7. Pengembangan sistem informasi pengelolaan beasiswa/bantuan dana pendidikan saat ini 8. Legitimasi Sistem pengelolaan beasiswa/bantuan dana pendidikan saat ini 9. Sosialisasi tentang reformasi proses beasiswa/bantuan dana pendidikan saat ini 10. Implementasi sistem informasi pengelolaan Pbeasiswa/bantuan dana pendidikan saat ini Pengukuran dan evaluasi efisiensi internal dan eksternal Peningkatan Sistem Pengelolaan Ujian Nasional Ujian Nasional (UN) merupakan sistem evaluasi atau penilaian standar pendidikan dasar dan menengah secara nasional dan persamaan mutu tingkat pendidik antar daerah dengan berpedoman pada Undang-Undang No. 20 Tahun Penilaian kompetensi peserta didik secara nasional pada jenjang pendidikan dasar dan menengah dilakukan sesuai dengan tuntutan Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun Keberadaan UN sangat disadari sebagai pengontrol dan peningkat mutu pendidikan secara nasional. Untuk itu, ukuran kualitas, akseptabilitas, dan kredibilitas sangatlah diperlukan bagi hasil 232

244 UN. Dalam pelaksanaannya masih ditemukan kekurangan-kekurangan, terutama dalam hal kejujuran karena berbagai pihak akan menerima jika hasil pelaksanaannya dapat dipercaya. Sehingga kejujuran merupakan pilar utama dalam pelaksanaan UN harus ditegakkan agar terjadinya pergeseran nilai dari pendidikan menjadi pengajaran pada satuan pendidikan dapat direduksi. Karena itu diperlukan usaha untuk menegakkan kejujuran dalam pelaksanaan UN. Permasalahan UN yang lain yaitu, rendahnya tingkat akseptabilitas dan pemanfaatan hasil UN untuk peningkatan mutu pendidikan. Hasil UN belum dapat dimanfaatkan secara maksimal dalam perbaikan mutu kompetensi bagi siswa dan mutu pembelajaran bagi guru, serta intervensi kebijakan pada satuan pendidikan. Selain itu terjadi conflict of interest antara para pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan UN. Untuk peningkatan akseptabilitas UN diperlukan rumusan langkah-langkah strategis dan tergalangnya dukungan dari seluruh stakeholder yang ada (DPR-RI, DPD-RI, Pemda, DPRD, sekolah, guru, siswa, orang tua, masyarakat, media massa). Dalam usaha untuk menjadikan hasil UN sebagai alat untuk meningkatkan mutu pendidikan, hasil UN dapat dimanfaatkan untuk pemetaan dan distribusi profil mutu sekolah di daerah. Dan juga dapat dijadikan sebagai bahan rujukan dalam perbaikan mutu pelajaran melalui bantuan pemerintah pusat dan daerah. Berbagai regulasi dan perangkat hukum seperti Keppres, perlu dibuat dalam rangka aspek legal formal untuk penegakan kejujuran tersebut. 1) Capaian Kegiatan yang sudah dilaksanakan/dicapai oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terkait dengan kegiatan Peningkatan Sistem Pengelolaan Ujian Nasional adalah sebagai berikut: (1) Diterbitkannya Permendiknas No. 45 Tahun 2010 tentang Kriteria Kelulusan Peserta Didik pada SMP/MTS, SMPLB, SMA/MA, SMALB, dan SMK Tahun Pelajaran 2010/2011. (2) Diterbitkannya Permendiknas No. 46 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Ujian Sekolah/Madrasah dan Ujian Nasional pada SMP/MTS, SMPLB, SMA/MA, SMALB, dan SMK Tahun Pelajaran 2010/2011. (3) Dibentuknya Tim Nasional dan Daerah Pelaksanaan UN yang melibatkan semua unsur strategis dalam pelaksanaan. (4) Dibentuknya Penyelenggara Ujian Nasional SMA, MA, dan SMK Tahun Pelajaran 2010/2011 dari Perguruan Tinggi. (5) Penentuan kriteria kelulusan dari satuan pendidikan pada tahun pelajaran 2010/2011 adalah a) menyelesaikan seluruh program pembelajaran; b) memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran yang terdiri atas: 1) kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia; 2) kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian; 3) kelompok mata pelajaran estetika, dan 4) kelompok mata pelajaran jasmani, olah raga, dan kesehatan; c) lulus Ujian Sekolah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi; dan d) lulus Ujian Nasional diperoleh dari nilai gabungan antara Nilai Sekolah dari mata pelajaran 233

245 yang diujinasionalkan dan Nilai UN, dengan pembobotan 40% (empat puluh persen) untuk Nilai Sekolah dari mata pelajaran yang diujinasionalkan dan 60% (enam puluh persen) untuk Nilai UN. 2) Rencana Dalam rangka meningkatkan pengelolaan UN di seluruh wilayah Indonesia akan dilakukan kegiatan-kegiatan untuk meningkatkan akseptabilitas, kualitas, dan transparansi. Adapun kegiatan yang sedang dan akan dilaksanakan adalah: (1) Kemdikbud akan menyiapkan perangkat hukum dalam bentuk Keputusan Presiden yang akan memayungi koordinasi dan kerjasama sinergis dengan Kementerian Agama, Kementerian Dalam Negeri, dan Kepolisian Republik Indonesia, serta berbagai unsur lain dalam pelaksanaan Ujian Nasional (percetakan, distribusi, pengawasan). (2) Akan diiventarisasi dan dikaji regulasi yang terkait dengan penyelenggaraan UN yang bebas dari conflict interest yang terkait dengan hasil UN oleh pemerintah daerah. (3) Terkait dengan penegakan kejujuran, maka akan dilanjutkan penandatanganan pakta integritas dalam penyelenggaraan Ujian Nasional 2011/2012. (4) Akan diterapkan sanksi administratif, hukum, dan sosial bagi peserta, oknum, dan penyelenggara yang melakukan pelanggaran dalam pelaksanaan Ujian Nasional, sekaligus juga diberikan penghargaan bagi pelaksana Ujian Nasional yang dengan jujur pelaksanaan UN. (5) Memperketat kriteria naskah Ujian Nasional serta meminimalisir keterlibatan pihakpihak tertentu yang berkepentingan dengan hasil UN. (6) Akan diterapkan sistem pendataan siswa calon peserta UN secara terintegrasi dengan Pusat Data dan Statistik dengan pendekatan TIK. 3) Kriteria Keberhasilan Dalam rangka pencapaian pelaksanaan UN ditetapkan minimal 5 (lima) Kriteria keberhasilan diantaranya: (1) Hasil UN secara otomatis dimanfaatkan langsung oleh sekolah dalam perbaikan mutu peserta didik, guru, dan sekolah; (2) Manajemen pengelolaan UN dilakukan secara TIK agar peserta UN terdatabase secara nasional; (3) Sistem manajemen pencetakan dan pendistribuaian naskah UN SMA, MA., dan SMK dilakukan secara nasilonal dan terkoordinasi oleh penyelenggara pusat; (4) Hasil un SMA, MA, dan SMK sudah digunakan sebagai salah satu pertimbangan dalam penerimaan SNMPTN; dan (4) Hasil UN dijadikan sebagai intervensi kebijakan dalam peningkatan mutu. 234

246 4) Agenda Prioritas Dari 5 kriteria keberhasilan, prioritas agenda yang dapat dilakukan dalam program Quick Wins tahun 2012 adalah Hasil UN secara otomatis dimanfaatkan langsung oleh sekolah dalam perbaikan mutu peserta didik, guru, dan sekolah. Hal ini penting karena dapat dimanfaatkan oleh stakeholder terutama kepala sekolah dan guru. 5) Waktu Pelaksanaan dan Tahapan Kerja Tabel 52. Tahapan Kerja Quick Wins Peningkatan Sistem Pengelolaan Ujian Nasional No. Tahap Jadwal 1 Mendata dan menganalisis hasil UN Mei Penyiapan dokumen Juni Menggandakan hasil UN Juli Sosialisasi hasil UN sekolah, kab/kota, dan provisi, dan direktoran terkaita yang rendah hasil UN September Pemberian bantuan teknis Oktober Membuat laporan Desember ) Penanggung Jawab Penanggung jawab kegiatan Quick Win Peningkatan Sistem Pengelolaan Ujian Nasional adalah sebagai berikut: Pengarah Penanggung Jawab Program : Menteri Pendidikan dan Kebudayaan : Sekretaris Jenderal Kemdikbud : Kepala Balitbang : Staf Ahli Menteri Bidang Oragnisasi dan Manajemen : Sekretaris Balitbang 7) Rencana Anggaran Anggaran yang dialokasikan dalam program Quick Wins tahun 2012 untuk sistem pengelolaan Ujian Nasional adalah Hasil UN secara otomatis dimanfaatkan langsung oleh sekolah dalam perbaikan mutu peserta didik, guru, dan sekolah adalah sebesar Rp ,- (sepuluh milyar rupiah), dengan rincian sebagai berikut: Tabel 53. Rincian Anggaran Quick Wins Peningkatan Sistem Pengelolaan Ujian Nasional No. Tahap Dana 1 Mendata dan menganalisis hasil UN Penyiapan dokumen Menggandakan hasil UN

247 No. Tahap Dana 4 Sosialisasi hasil UN sekolah, kab/kota, dan provisi, dan direktoran terkaita yang rendah hasil UN Pemberian bantuan teknis Membuat laporan K. QUALITY ASSURANCE Merujuk pada peraturan perundang-undangan, saat ini Kemdikbud sedang menyelenggarakan reformasi birokrasi, yang dimulai dengan penyusunan dokumen usulan berisi road map beserta lampirannya. Road map tersebut mencakup langkahlangkah sistematis dan terukur antara lain menjelaskan tujuan, sasaran dan pencapaian. Sebagaimana diketahui bahwa reformasi birokrasi meliputi delapan area perubahan, yakni: (1) manajemen perubahan, (2) penataan peraturan perundang-undangan, (2) penataan dan penguatan organisasi, (3) penataan tata laksana, (4) penataan sistem manajemen SDM aparatur, (5) penguatan pengawasan, (5) penguatan akuntabilitas kinerja, dan (8) peningkatan kualitas pelayanan publik. Selain itu masih terdapat satu bidang lagi, yaitu monitoring dan evaluasi, dengan demikian area perubahan mencakup 8+1 bidang yang harus termuat dalam dokumen usulan reformasi birokrasi Kemdikbud. Dokumen usulan tersebut harus menjelaskan berbagai komponen Seperti program/ kegiatan, output, tahapan kerja, indikator keberhasilan dan anggaran. Ketercapaian indikator keberhasilan yang tercantum dalam Road Map tentu saja harus merefleksikan perbaikan layanan pendidikan secara nyata. Penjaminan mutu (Quality Assurance) berperan penting dalam memastikan rencana dan pelaksanaan reformasi birokrasi Kemdikbud berjalan dengan baik sesuai dengan kriteria keberhasilan, regulasi dan kebutuhan masyarakat. Sangat mungkin terjadi bahwa layanan pendidikan sudah sesuai dengan kriteria keberhasilan namun layanan tersebut belum sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Mungkin pula terjadi bahwa kriteria keberhasilan belum sesuai dengan regulasi. Dengan demikian, penjaminan mutu diperlukan untuk memastikan bahwa reformasi birokrasi Kemdikbud berjalan sesuai dengan tuntutan regulasi dan kebutuhan masyarakat. a. Capaian Secara aktual, penyelenggaraan reformasi birokrasi Kemdikbud sudah memasuki tahap persiapan, yaitu penyusunan Dokumen Usulan yang pada pokoknya memuat rencana umum program dan kegiatan reformasi birokrasi Kemdikbud. Dokumen usulan yang telah tersusun nantinya akan diteruskan kepada Unit Pengelola Reformasi Birokrasi Nasional (UPRBN) untuk mendapatkan penilaian. Sampai dengan saat ini, pencapaian Bidang Quality Assurance (QA) dapat dijelaskan sebagai berikut: 236

248 1) secara aktif turut serta memberi masukan dalam penyusunan Dokumen Usulan. Manfaat yang diperoleh dari kegiatan ini adalah untuk menjamin kualitas dari dokumen usulan reformasi birokrasi Kemdikbud. 2) membentuk sub-tim penjaminan mutu. Manfaat yang diperoleh dari kegiatan ini adalah untuk memperlancar kegiatan reformasi birokrasi Kemdikbud. 3) menyusun rincian tugas dan program kerja Sub-Tim QA. yang diperoleh dari kegiatan ini adalah agar masing-masing anggota dapat memahami tugas dan program kerjanya masing-masing. 4) menyusun instrumen penilaian terhadap Dokumen Usulan berupa: (i) Instrumen Penilaian Dokumen Usulan Reformasi Birokrasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, (ii) Instrumen Penilaian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan (iii) Instrumen Penilaian Lampiran dan Verifikasi Lapangan Reformasi Birokrasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Seperti terlampir). yang diperoleh dari kegiatan ini adalah untuk menjamin kualitas dari dokumen usulan reformasi birokrasi. Penyusunan ketiga instrumen ini mengacu pada instrumen penilaian yang nantinya akan digunakan oleh Tim QA Nasional, dalam menilai Dokumen Usulan Kemdikbud. Penilaian pendahuluan yang dilakukan oleh Bidang QA terhadap dokumen usulan diharapkan dapat memberikan umpan balik untuk penyempurnaan Dokumen Usulan, sebelum dilakukan penilaian yang sesungguhnya oleh TIM QA Nasional. b. Rencana Program kerja Bidang QA disusun mengikuti tahapan penyelenggaraan reformasi birokrasi Kemdikbud. Pada tahap persiapan, Bidang QA mengikuti dan melakukan penilaian Dokumen Usulan sebelum diserahkan kepada Unit Pengelola Reformasi Birokrasi Nasional (UPRBN). Apabila Dokumen Usulan Kemdikbud diterima, maka akan dilanjutkan dengan tahap pelaksanaan. Pada tahapan ini, Bidang QA akan melakukan penjaminan mutu atas pelaksanaan 8+1 area perubahan pada semua tahapan kerja yang mengacu pada regulasi dan kebutuhan nyata masyarakat. Kegiatan penjaminan mutu mencakup pengukuran, validasi dan verifikasi lapangan atas pencapaian keberhasilan pada semua area perubahan. Penjaminan mutu akan dilakukan secara berkala, dan dapat pula dilakukan sewaktuwaktu sesuai dengan kepentingannya. Adapun rencana kerja sebagai berikut: 1) menyelenggarakan workshop/pelatihan penilaian Tim QA (September 2011); 2) melakukan proses penilaian terhadap Road Map RBI Kemdikbud (September Desember 2014); 3) melakukan analisis hasil penilaian QA (September 2011-Desember 2014); 4) menyampaikan hasil analisis QA kepada Tim Pelaksana program/kegiatan untuk tindak lanjut (September 2011-Desember 2014); 5) melakukan verifikasi lapangan dalam rangka identifikasi kelemahan/penyimpangan 237

249 atas rencana dan pelaksanaan program RBI Kemdikbud (Januari 2012-Desember 2014); 6) menyusun laporan hasil tindak lanjut atas rencana dan pelaksanaan program/ kegiatan (Januari 2012-Desember 2014). Gambaran lengkap mengenai rencana penjaminan mutu dapat dilihat pada Matriks Road Map Penjaminan Mutu (terlampir). c. Kriteria Keberhasilan Secara umum kriteria keberhasilan penjaminan mutu adalah mengawal, menjaga dan menjamin penyelenggaraan reformasi birokrasi di Kemdikbud agar tidak menyimpang dari regulasi yang telah ditetapkan serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Regulasi dimaksud tidak terbatas pada peraturan perundang-undangan di bidang reformasi birokrasi tetapi juga di bidang pemerintahan umum, pendidikan dan sebagainya. Dengan demikian, maka hasil reformasi birokrasi Kemdikbud dipastikan berdampak signifikan pada masyarakat umum. Kriteria keberhasilan bidang QA adalah sebagai berikut: 1) Terbentuknya Sub-Tim QA; 2) Terwujudnya pemahaman yang utuh atas tugas dan tanggung jawab setiap anggota Sub-Tim; 3) Meningkatnya kompetensi penilaian QA bagi anggota Sub-Tim; 4) Tersusunnya kegiatan dan jadwal program/kegiatan QA; 5) Terlaksananya pelaksanaan penilaian QA; 6) Tersusunnya instrumen pengukuran penjaminan mutu; 7) Tersedianya dokumen hasil penilaian setiap Program/Kegiatan RBI Kemdikbud; 8) Tersedianya laporan hasil analisis penilaian QA; 9) Tersusunnya revisi Program/Kegiatan sesuai saran/rekomendasi; 10) Tersedianya informasi yang valid hasil verifikasi lapangan; 11) Teridentifikasinya berbagai kelemahan/penyimpangan rencana dan pelaksanaan Program/Kegiatan RBI; 12) Tersusunnya dokumen/tindakan perbaikan atas rencana dan/atau pelaksanaan Program/Kegiatan. d. Agenda Prioritas Pada periode 2011, penjaminan mutu diprioritaskan pada penyusunan instrumen penilaian Dokumen Usulan Kemdikbud. Hasil penilaian tersebut akan digunakan untuk melengkapi dan memperbaiki Dokumen Usulan, berikut dengan lampirannya. Tahapan kerja untuk menilai dokumen usulan beserta lampirannya adalah sebagai berikut: 1) Menginventarisasi setiap program dan kegiatan reformasi birokrasi. Melakukan 238

250 inventarisasi program dan kegiatan dalam suatu dokumen invetarisasi. Data hasil inventarisasi yang terkumpul selanjutnya digunakan untuk menyimpulkan tingkat penyelesaian program dan kegiatan yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Untuk memudahkan proses pengambilan simpulan, data yang dikumpulkan harus disertai dengan dokumentasi yang secara obyektif dapat digunakan sebagai alat bantu; 2) Mengumpulkan dokumen yang telah ditulis dalam formulir inventarisasi. Mengumpulkan dokumen sesuai dengan hasil invetarisasi untuk dikategorisasikan sesuai dengan program dan kegiatan reformasi birokrasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan; 3) Memahami substansi dokumen yang telah dikumpulkan. Kegiatan ini untuk memahami dan menganalisis substansi dokumen untuk mencocokan keterkaitan antara dokumen yang ada dengan program dan kegiatan reformasi birokrasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan; 4) Menilai kondisi setiap program dan kegiatan reformasi birokrasi. Penilaian dilakukan sekurang-kurangnya dari dokumen yang telah diidentifikasi dan dipahami. Selanjutnya dokumen tersebut dibandingkan dengan outcomes yang telah ditentukan sebagaimana tercantum dalam roadmap reformasi birokrasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Jika Dokumen Usulan Kemdikbud disetujui UPRBN, maka program/kegiatan QA dilanjutkan sampai dengan tahap pelaksanaan RBI untuk memastikan bahwa ketaataan terhadap regulasi dan kebutuhan masyarakat terpenuhi dengan baik. e. Waktu Pelaksanaan dan Tahapan Kerja Waktu pelaksanaan penjaminan mutu mengikuti Road Map reformasi birokrasi Kemdikbud ( ). Pada tahapan kerja persiapan berupa pembentukan Sub-Tim penjaminan mutu, penyusunan program kerja, penyusunan instrumen penilaian dokumen usulan, sudah harus selesai akhir September 2011 sebelum pelaksanaan penilaian oleh Tim QA Nasional. Selanjutnya pada tahap pelaksanaan, penjaminan mutu oleh Bidang QA akan mengikuti tahapan kerja sebagaimana yang tertera pada Dokumen Usulan. f. Penanggung Jawab Penanggung jawab penjaminan mutu adalah Koordinator Penjaminan Mutu (Quality Assurance) yang tergabung pada Tim Pelaksana Reformasi Birokrasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. g. Rencana Anggaran Anggaran penjaminan mutu bersumber dari APBN yang dialokasikan pada anggaran Pusat Penjaminan Mutu Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 239

251 Tabel 54. Rencana Anggaran Penjaminan Mutu Bidang Penjaminan Mutu RBI Kemdikbud 3 dokumen Program Kerja Sub Tim QA RBI Kemdikbud yang telah Disusun 011 Penyusunan Strategi Pelaksanaan Penjaminan Mutu Internal di Kemdikbud 012 Penyusunan Rincian Tugas dan Program Kerja Sub Tim QA RBI Kemdikbud 1 Dokumen Kegiatan 139,620, ,620,000 2 Kegiatan 139,620, ,240,000 Hasil Penjaminan Mutu RBI Kemdikbud 1 Dokumen 1,535,820,000 1,535,820, Penyusunan Strategi Pelaksanaan Penjaminan Mutu RBI Kemdikbud 012 Penyusunan Instrumen Penjaminan Mutu RBI Kemdikbud 013 Capacity Building Penjaminan Mutu RBI Kemdikbud 1 Kegiatan 139,620, ,620,000 3 Kegiatan 139,620, ,860,000 1 Kegiatan 139,620, ,620, Penilaian Road Map RBI Kemdikbud 3 Kegiatan 139,620, ,860, Analisis Hasil Penjaminan Mutu RBI Kemdikbud Kepastian Tindak Lanjut atas Rekomendasi (saran) perbaikan Pelaksanaan Program/Kegiatan 011 Penyusunan Strategi Pelaksanaan Verifikasi Lapangan 3 Kegiatan 139,620, ,860,000 1 Dokumen 1,631,780,000 1,631,780,000 1 Kegiatan 139,620, ,620, Pelaksanaan Verifikasi Lapangan 3 Kegiatan 357,766,667 1,073,300, Penyusunan laporan Hasil Tindak Lanjut 3 Kegiatan 139,620, ,860,000 L. EFISIENSI / OPTIMALISASI ANGGARAN Reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menghasilkan efisiensi/optimalisasi anggaran pemerintah yang sangat signifikan, khususnya dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa yang dibiayai dari anggaran belanja modal dan belanja barang. Dari anggaran belanja modal Kemdiknas tahun 2011 yang dialokasikan sebesar Rp ,- hingga akhir November 2011 telah diperoleh efisiensi/optimalisasi sebesar Rp ,38 (26,83%). Sedangkan dari anggaran belanja barang Kemdiknas tahun 2011 yang dialokasikan sebesar Rp ,- diperoleh efisiensi/optimalisasi sebesar Rp ,49 (26,37%). Sehingga total efisiensi/optimalisasi belanja modal dan belanja barang Kemdiknas 2011 diperoleh sebesar Rp ,87. Rincian efisiensi/ optimalisasi belanja modal untuk masing-masing unit utama sebagaimana terlihat pada tabel berikut. Tabel 55. Efisiensi Belanja Modal No Unit Utama Pagu Anggaran Terkontrak Nilai Kontrak Efisiensi (%) 1 Sekretariat Jenderal , , , ,00 13,52 2 Ditjen PAUDNI , , , ,86 11,15 3 Ditjen Dikdas , , , ,00 22,11 4 Ditjen Dikmen , , , ,00 8,18 5 Ditjen Dikti , , , ,19 61,74 240

252 6 Badan PSDMP dan PMP , , , ,44 11,78 7 Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa , , , ,00 20,06 8 Balitbang , , , ,00 32,97 9 Inspektorat Jenderal , , , ,00 1,27 10 Perguruan Tinggi/ Politeknik/KOPERTIS , , , ,89 27,57 Total , , , ,38 26,83 Adapun rincian efisiensi/optimalisasi belanja barang untuk masing-masing unit utama adalah sebagai berikut. Tabel 56. Efisiensi Belanja Barang No Unit Utama Pagu Anggaran Terkontrak Nilai Kontrak Efisiensi (%) 1 Sekretariat Jenderal , , , ,00 8,44 2 Ditjen PAUDNI , , , ,00 28,63 3 Ditjen Dikdas , , , ,00 26,50 4 Ditjen Dikmen , , , ,00 15,52 5 Ditjen Dikti , , , ,00 10,49 6 Badan PSDMP dan PMP , , , ,42 2,53 7 Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa , , , ,00 1,78 8 Balitbang , , , ,84 58,63 9 Inspektorat Jenderal ,00 0,00 0,00 0,00 0,00 10 Perguruan Tinggi/ Politeknik/KOPERTIS , , , ,23 46,98 Total , , , ,49 26,37 Khusus pengadaan barang dan jasa di lingkungan Kemdiknas yang dilaksanakan melalui e-procurement (pengadaan secara elektronik), dalam portal Lembaga Kebijakan Pengadaan Pemerintah (LKPP) telah dipublikasikan bahwa sampai dengan November 2011, telah didapat efisiensi sebesar Rp , (26,49%) dengan perincian sebagai berikut: Tabel 57. Rincian Efisiensi Kemdikbud melalui e-procurement Tahun Jumlah Paket pengadaan Paket pengadaan selesai Pagu (juta Rp.) Nilai Hasil Lelang (juta Rp.) Selisih (juta Rp.) , , , Jumlah ,49 Efisiensi di atas hanya mencakup efisiensi internal organisasi Kemdikbud, belum termasuk efisiensi eksternal yang dirasakan langsung oleh masyarakat karena dampak dari pelaksanaan reformasi birokrasi di lingkungan Kemdikbud. % 241

253 Kebutuhan anggaran untuk pemenuhan tunjangan kinerja pegawai Kemdikbud yang meliputi unit utama pusat dan unit pelaksana teknis (UPT) daerah untuk 1 tahun anggaran adalah sebesar Rp ,-. Pembiayaan tunjangan kinerja tersebut dapat dipenuhi dari efisiensi/optimalisasi belanja barang dan belanja modal, yang hingga akhir November 2011 sudah mencapai Rp ,

254 LAMPIRAN Lampiran 243

255 No A 1 Program/Kegiatan, Output, Tahapan Kerja, Waktu Pelaksanaan, Kriteria Keberhasilan, Rencana Anggaran dan Penanggungjaw PROGRAM/ KEGIATAN MANAJEMEN PERUBAHAN Output Tahapan Kerja Output Kriteria Keberhasilan Perencanaan TAHUN III IV I II III IV I II III IV I II III IV Rencana Anggaran Penanggung jawab Ka. PIH Identifikasi target dan sasaran RB Kemdikbud Terkumpulnya target dan sasaran RB Kemdikbud V Ka. PIH Pembentukan tim manajemen perubahan Terbentuknya Tim Manajemen Perubahan K/L Identifikasi area kerja tim manajemen perubahan Perancangan tugas, fungsi, dan susunan tim manajemen perubahan Pembangunan Penyusunan struktur tim manajemen perubahan Penyusunan tugas-tugas tim manajemen perubahan Pembentukan tim manajemen perubahan Sosialisasi Sosialisasi tim manajemen perubahan Sosialisasi tugas-tugas tim manajemen perubahan terkait RB Kemdikbud Pemetaan (mapping) terhadap para pemangku kepentingan Identifikasi awal resistensi berdasarkan sifat dan pelakunya (lokasi perubahan) Melakukan Pengukuran terhadap Besaran Perubahan Dokumen susunan tim manajemen perubahan SK tim manajemen perubahan SK Tim Manajemen Perubahan Dokumen rencana sosialisasi tugastugas tim manajemen perubahan Dokumen pemetaan pemangku kepentingan Dokumen hasil identifikasi awal resistensi Dokumen hasil pengukuran besarnya perubahan Tersedianya area kerja tim manajemen perubahan Tersusunnya rancangan uraian tugas, fungsi dan susunan tim manajemen perubahan Tersusunnya struktur manajemen tim manajemen perubahan Tersusunnya uraian tugas tim manajemen perubahan Tersusunnya tim manajemen perubahan Terlaksananya sosiaslisasi tim manajemen perubahan Terlaksananya sosialisasi terhadap tugas-tugas tim manajemen perubahan Diketahuinya peran dan kapasitas pemangku kepentingan dalam mempengaruhi keberhasilan jalannya perubahan dan prioritas perubahannya Diketahuinya tingkat resistensi terhadap perubahan Diketahuinya seberapa besar upaya yang harus dilakukan oleh tim manajemen perubahan dalam mengelola perubahan V Ka. PIH V Ka. PIH Ka. PIH V Ka. PIH V Ka. PIH V Ka. PIH Ka. PIH V Ka. PIH V Ka. PIH V Ka. PIH V Ka. PIH V Ka. PIH t 244 Lampiran

256 2 Penyusunan strategi manajemen perubahan dan strategi komunikasi Tersedianya stratagi manajemen perubahan dan strategi komunikasi 3 Sosialisasi dan internalisasi manajemen perubahan dalam rangka reformasi birokrasi Terselenggaranya sosialisasi dan internalisasi manajemen perubahan dalam rangka reformasi birokrasi Mengukur kesiapan organisasi dalam menghadapi perubahan Merumuskan Strategi Manajemen Perubahan Merumuskan Strategi Komunikasi Merumuskan dan mengidentifikaskan struktur yang baru Membuat Strategi Pelatihan Implementasi Strategi dan Rencana Perubahan Implementasi Rencana Pelatihan dan Workshop serta promosi terkait Manajemen Perubahan Melaksanakan Program Pelatihan TOT Melakukan Update terhadap strategi dan rencana perubahan Pelaksanaan Strategi dan Rencana Komunikasi Perubahan Melakukan Workshop dan Program promosi untuk Manajemen Komunikasi Membuat Laporan dan Update tentang Keberhasilan dan Hambatan serta Rekomendasi Perbaikan dan tindakan perbaikan. Dokumen hasil pengukuran kesiapan organisasi dalam menghadapi perubahan Dokumen strategi rencana perubahan Dokumen Strategi dan Rencana Komunikasi untuk perubahan Dokumen hasil identifikasi struktur organisasi Diketahuinya potensi hambatan dan tingkat resiko atas jalannya perubahan Diketahuinya strategi perubahan yang dapat dilaksanakan pada unit kerja tersebut Diketahuinya strategi komunikasi yang cocok untuk memfasilitasi terjadinya perubahan dalam perilaku Diperolehnya struktur organisasi yang ideal V Ka. PIH V Ka. PIH V Ka. PIH V Ka. PIH Dokumen Strategi Pelatihan Dokumen laporan hasil implementasi perubahan Diketahuinya strategi pelatihan yang akan dikembangkan V Ka. PIH Tingkat resistensi rendah V V V V V V V V V V V V Ka. PIH Dokumen Laporan hasil pelaksanaan Pelatihan dan workshop meningkatnya pemahaman terhadap perubahan V V V V V V Ka. PIH Dokumen Laporan hasil pelaksanaan program TOT Tersedianya tenaga pelatih dalam pelaksanaan perubahan V V V V Ka. PIH Dokumen hasil update terkait rencanan strategi dan perubahan terupdatenya strategi dan rencana perubahan Dokumen hasil l k Terlaksananya strategi pelaksanaan strategi komunikasi perubahan Dokumen Laporan hasil pelaksanaan workshop dan Promosi Terlaksananya strategi dan rencana komunikasi perubahan terselenggaranya workshop dan program pelatihan V V V Ka. PIH V V V V V V V V V V V V Ka. PIH V V V Ka. PIH Dokumen Laporan Tersusunnya laporan dan update keberhasilan dan hambatan serta rekomendasi perbaikan dan tindakan perbaikan V V V V V V Ka. PIH Lampiran 245

257 4 Penerapan Budaya Kerja sesuai dengan Tata Nilai Kemdikbud Terbentuknya sistem dan organisasi yang dapat melaksanakan k misi dan mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien Perencanaan Identifikasi kebutuhan materi sosialisasi tata nilai Kemdikbud untuk pegawai Kemdikbud Penentuan materi, metode, dan rencana sosialisasi tata nilai Kemdikbud Penentuan kebutuhan teknologi untuk sosialisasi tata nilai Kemdikbud Penetuan kualifikasi SDM untuk pelaksanaan sosialisasi tata nilai Kemdikbud Pembangunan Penyusunan kebijakan dan regulasi yang diperlukan untuk sosialisasi tata nilai Kemdikbud Sosialisasi Peningkatan ketrampilan/kompetensi SDM pelaksanaan sosialisasi tata nilai Kemdikbud (melalui TOT) Sosialisasi tata nilai Kemdikbud kepada seluruh pegawai di lingkungan Kemdikbud secara bertahap (mulai dari pejabat struktural s.d. pegawai) Tersedianya materi sosialisasi tata nilai Kemdikbud untuk pegawai Kemdikbud Tersedianya materi, metode, dan rencana sosialisasi tata nilai Kemdikbud Tersedianya kebutuhan teknologi untuk sosialisasi tata nilai Kemdikbud Tersedianya kualifikasi SDM untuk pelaksanaan sosialisasi tata nilai Kemdikbud Tersedianya kebijakan dan regulasi yang diperlukan untuk sosialisasi tata nilai Kemdikbud Terlaksananya peningkatan ketrampilan/kompe tensi SDM pelaksanaan sosialisasi tata nilai Kemdikbud (melalui TOT) Terlaksananya sosialisasi tata nilai Kemdikbud kepada seluruh pegawai di lingkungan Kemdikbud secara bertahap (mulai dari pejabat struktural s.d. pegawai) Terciptanya budaya kerja yang kondusif di lingkungan Kemdikbud Terlaksananya sosialisasi tata nilai Kemdikbud kepada seluruh pegawai di lingkungan Kemdikbud Ka. PIH V Ka. PIH V Ka. PIH V Ka. PIH V Ka. PIH Ka. PIH V Ka. PIH Ka. PIH V Ka. PIH V V Ka. PIH 246 Lampiran

258 5 Penguatan Hasil Perubahan Terciptanya budaya kerja baru Implementasi Penerapan Budaya Kerja sesuai dengan Tata Nilai Kemdikbud Pengukuran dan Evaluasi Pengukuran dan evaluasi pelaksanaan sosialisasi tata nilai Kemdikbud Penyusunan instrumen evaluasi penerapan tata nilai dan sistem penghargaan dan sangsi Evaluasi penerapan tata nilai Kemdikbud Pengukuran dan evaluasi efisiensi internal dan eksternal terkait penerapan tata nilai Kemdikbud Mengukur tingkat kerberhasilan Mengumpulkan dan menganalisis umpan balik Melakukan diagnosa kembali terhadap kesenjangan dan mengelola penolakan Mengimplementasikan tindakan perbaikan dan membuat langkah tindak lanjut Melakukan pemberian penghargaan kepada pegawai yang berhasil mengimplementasikan perubahan dengan baik. Terlaksananya budaya Kerja sesuai dengan Tata Nilai Kemdikbud Tersedianya laporan pengukuran dan evaluasi pelaksanaan sosialisasi tata nilai Kemdikbud Tersedianya instrumen evaluasi penerapan tata nilai dan sistem penghargaan dan sangsi Tersedianya laporan evaluasi penerapan tata nilai Kemdikbud Tersedianya laporan pengukuran dan evaluasi efisiensi internal dan eksternal terkait penerapan tata nilai Kemdikbud Dokumen hasil pengukuran tingkat keberhasilan Dokumen hasil analisis umpan balik Dokumen hasil evaluasi dan tingkat efektivitas Rekomendasi perbaikan Daftar champions Penghargaan (Rewards) tersajinya hasil pengukuran tingkat keberhasilan terkumpulnya hasil analisis umpan balik Terlaksananya diagnosa kesenjangan Terlaksananya perbaikan dan tindak lanjut Terlaksananya pemberian penghargaan Ka. PIH V V Ka. PIH Ka. PIH V Ka. PIH V Ka. PIH V Ka. PIH V Ka. PIH V V V V V V Ka. PIH V V V V V V Ka. PIH V V V V V V Ka. PIH V V V V V Ka. PIH V V V Ka. PIH Lampiran 247

259 No PROGRAM/ KEGIATAN Output Tahapan Kerja Output Kriteria Keberhasilan B PENATAAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Teridentifikasi-nya peraturan perundang undangan yang dikeluarkan/ diterbitkan oleh Kementerian/ Lembaga 1. Melakukan identifikasi peraturan perundang-undangan yang dikeluarkan/diterbitkan Tersusunnya daftar peraturan perundangundangan yang telah ditetapkan Daftar peraturan perundang-undangan yang telah ditetapkan 1 Penataan berbagai peraturan perundang undangan yang dikeluarkan/ diterbitkan oleh Kementerian/ Lembaga Tersedianya peta peraturan perundang undangan yang tidak harmonis atau tidak sinkron di lingkungan Kementerian/ Lembaga masingmasing serta lainnya 1. Menyusun peta peraturan perundang-undangan yang tidak harmonis atau tidak sinkron di lingkungan Kementerian/Lembaga masing-masing serta lainnya 2. Menyusun peta peraturan perundang-undangan yang mungkin dibutuhkan oleh para pemangku kepentingan 3. Menyusun peta peraturan perundang-undangan yang perlu direview kembali 1. Menyusun rencana/rancangan regulasi dan deregulasi peraturan perundang-undangan 2. Melakukan harmonisasi dan sinkronisasi rancangan peraturan perundang-undangan Tersusunnya peta peraturan perundangundangan yang tidak harmonis atau tidak sinkron Tersusunnya peta peraturan perundangundangan yang mungkin dibutuhkan oleh para pemangku kepentingan Tersusunnya peta peraturan perundangundangan yang perlu direview kembali Tersusunnya rancangan peraturan perundangundangan (RUU, RPP, Rancangan Permendiknas) Terharmonisasikannya dan tersinkronisasikannya rancangan peraturan perundangundangan Peta peraturan perundang undangan yang tidak harmonis atau tidak sinkron Peta peraturan perundang undangan yang mungkin dibutuhkan oleh para pemangku kepentingan Peta peraturan perundang undangan yang perlu direview kembali Rancangan peraturan perundang-undangan (RUU, RPP, Rancangan Permendiknas) Kesesuaian rancangan peraturan perundangundangan terhadap peraturan perundangundangan yang lebih tinggi atau sejajar TAHUN III IV I II III IV I II III IV I II III IV V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V Rencana Anggaran Penanggung jawab Kepala Biro Hukum dan Organisasi Kepala Biro Hukum dan Organisasi Kepala Biro Hukum dan Organisasi Kepala Biro Hukum dan Organisasi Kepala Biro Hukum dan Organisasi Kepala Biro Hukum dan Organisasi 248 Lampiran

260 Terlaksananya regulasi dan deregulasi peraturan perundangundangan 3. Melakukan regulasi dan deregulasi peraturan perundangundangan 4. Melakukan sosialisasi peraturan perundang-undangan yang telah ditetapkan melalui tatap muka dan berbasis teknologi informasi dan komunikasi 5. Melakukan implementasi peraturan perundang-undangan yang telah ditetapkan 6. Melakukan monitoring dan evaluasi peraturan perundangundangan yang telah ditetapkan Ditetapkannya peraturan perundangundangan (UU, PP, Perpres, Permendiknas) Tersosialisasikannya peraturan perundangundangan yang telah ditetapkan Terimplementasikannya peraturan perundangundangan yang telah ditetapkan Diketahuinya permasalahan peraturan perundangundangan yang telah ditetapkan Peraturan perundangundangan (UU, PP, Perpres, Permendiknas) Dipahaminya peraturan perundang-undangan yang telah ditetapkan Terlaksananya peraturan perundang-undangan yang telah ditetapkan Teridentifikasinya permasalahan pelaksanaan peraturan perundang-undangan yang telah ditetapkan V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V Kepala Biro Hukum dan Organisasi Kepala Biro Hukum dan Organisasi Kepala Biro Hukum dan Organisasi Kepala Biro Hukum dan Organisasi Lampiran 249

261 No PROGRAM/ KEGIATAN C PENATAAN DAN PENGUATAN ORGANISASI Perencanaan Output Tahapan Kerja Output Kriteria Keberhasilan Mengevaluasi tugas, fungsi, dan struktur organisasi Kementerian sesuai dengan rencana strategis dan kebijakan di bidang pendidikan dan organisasi Hasil evaluasi pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi Kementerian Tersusunnya hasil evaluasi pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi Kementerian (2009) TAHUN III IV I II III IV I II III IV I II III IV Rencana Anggaran Penanggung jawab Biro Hukum dan Organisasi Mengidentifikasi permasalahan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi saat ini dan duplikasi tugas antar unit kerja Menyusun naskah akademik usul restrukturisasi organisasi Kementerian Pembangunan Menyusun rancangan penataan tugas, fungsi, dan struktur organisasi Kementerian yang baru Data permasalahan pelaksanaan tugas dan fungsi serta tugas dan fungsi yang duplikasi antar unit kerja Naskah akademik usul restrukturisasi organisasi Kementerian rancangan tugas, fungsi, dan struktur organisasi Kementerian yang baru Tersusunnya Naskah akademik usul restrukturisasi organisasi Kementerian (2010) rancangan tugas, fungsi dan struktur organisasi yang efisien dan tidak tumpang tindih Biro Hukum dan Organisasi Biro Hukum dan Organisasi Biro Hukum dan Organisasi 1 Restrukturisasi Organisasi Kementerian Tersusunnya tugas, fungsi, dan organisasi Kementerian Membahas rancangan tugas, fungsi, dan struktur organisasi dengan unit utama dan instansi terkait Penetapan tugas, fungsi, dan struktur organisasi Kementerian Sosialisasi Sosialisasi tugas, fungsi, dan struktur organisasi Kementerian yang baru Pelaksanaan pembahasan rancangan tugas, fungsi, dan struktur organisasi Ditetapkannya struktur organisasi Kementerian Pelaksanaan sosialisasi tugas, fungsi, dan struktur organisasi Kementerian yang baru kepada pejabat dan pegawai di lingkungan Kemdikbud dan Diterbitkannya persetujuan Menteri PAN dan RB tentang struktur organisasi Kementerian Biro Hukum dan Organisasi Ditetapkannya Peraturan Menteri tentang Biro Hukum Menteri tentang Organisasi Kementerian Pendidikan Nasional - Terlaksananya sosialisasi tugas, fungsi, dan struktur organisasi Kementerian yang baru (2011). - dipahaminya tugas, fungsi, dan struktur organisasi Kementerian yang baru V V V V Biro Hukum dan Organisasi Biro Hukum dan Organisasi dan semua Unit Utama Biro Hukum dan Organisasi dan semua Unit Utama 250 Lampiran

262 2 Restrukturisasi Organisasi UPT Tersusunnya organisasi, tugas, dan fungsi UPT yang tepat fungsi (right function) dan tepat ukuran (right sizing) Implementasi Implementasi tugas, fungsi, dan struktur organisasi Kementerian yang baru Evaluasi Penyusunan instrumen evaluasi kelembagaan unit utama Pemantauan dan evaluasi kelembagaan Perencanaan Mengevaluasi tugas, fungsi, dan struktur organisasi UPT disesuaikan dengan struktur organisasi baru Kemdikbud Pusat dan kebijakan di bidang pendidikan dan organisas Mengidentifikasi permasalahan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi saat ini dan duplikasi tugas antar unit kerja Menyusun naskah akademik usul restrukturisasi organisasi UPT Pembangunan Menyusun rancangan tugas, fungsi, dan struktur organisasi UPT yang baru Membahas rancangan tugas, fungsi, dan struktur organisasi UPT dengan unit utama terkait dan instansi terkait Penetapan tugas, fungsi, dan struktur organisasi UPT terlaksananya tugas dan fungsi yang baru V V V V V V V V V V V V V V Instrumen evaluasi kelembagaan unit utama Pelaksanaan pemantauan dan evaluasi kelembagaan 9 unit utama tersusunnya instrumen evaluasi yang dapat mengukur kesesuaian pelaksanaan tugas dan fungsi unit utama Tersedianya data dan informasi hasil evaluasi kelembagaan 9 unit utama V V V V V Hasil evaluasi tugas, fungsi, dan struktur organisasi UPT Tersusunnya tugas, fungsi, dan struktur organisasi UPT (2010) Data permasalahan pelaksanaan tugas dan fungsi serta tugas dan fungsi yang duplikasi antar unit kerja Naskah akademik usul restrukturisasi organisasi UPT Tersusunnya naskah akademik usul restrukturisasi organisasi UPT (2010) rancangan tugas, fungsi, dan struktur organisasi Rancangan tugas, fungsi, dan susunan organisasi yang efisien dan efektif serta mendukung pelaksanaan tugas UPT pelaksanaan tugas Kementerian Pelaksanaan pembahasan rancangan tugas, fungsi, dan struktur organisasi Ditetapkannya struktur organisasi UPT idem V Ditetapkannya Peraturan Menteri tentang Organisasi UPT V Semua Unit Utama Biro Hukum dan Organisasi Biro Hukum dan Organisasi dan semua Unit Utama Biro Hukum dan Organisasi Biro Hukum dan Organisasi Biro Hukum dan Organisasi Biro Hukum dan Organisasi Biro Hukum dan Organisasi Biro Hukum dan Organisasi Lampiran 251

263 Sosialisasi Sosialisasi tugas, fungsi, dan struktur organisasi UPT yang baru Implementasi Implementasi tugas, fungsi, dan struktur organisasi UPT yang baru Evaluasi Penyusunan instrumen evaluasi kelembagaan UPT Pemantauan dan evaluasi kelembagaan UPT Perencanaan analisis tugas, fungsi dan kewenangan unit organisasi Mengidentifikasi seluruh kegiatan yang dilaksanakan unit utama dan permasalahannya serta kesesuaian dengan tugas dan fungsi Pembangunan Penyusunan rincian tugas unit kerja di pada 9 unit utama Sosialisasi tugas, fungsi, dan struktur organisasi UPT yang baru kepada pejabat dan pegawai di lingkungan Kemdikbud dan pemangku kepentingan Instrumen evaluasi kelembagaan unit utama Pelaksanaan pemantauan dan evaluasi kelembagaan UPT hasil analisis tugas, fungsi, dan kewenangan unit kerja Data kegiatan dan kesesuaian tugas dan fungsi setiap unit kerja Rincian tugas unit kerja pada 9 unit utama - Terlaksananya sosialisasi tugas, fungsi, dan struktur organisasi UPT yang baru V V Biro Hukum dan Organisasi dan Unit Utama terkait - dipahaminya tugas, fungsi, dan struktur organisasi Kementerian yang baru V V Biro Hukum dan Organisasi dan Unit Utama terkait Terlaksananya tugas dan fungsi UPT V V V V V V V V V V V V V Semua UPT tersusunnya instrumen evaluasi yang dapat mengukur kesesuaian pelaksanaan tugas dan fungsi unit utama Tersedianya data dan informasi hasil evaluasi kelembagaan UPT V V V V Biro Hukum dan Organisasi Biro Hukum dan Organisasi dan Unit Utama terkait tersedianya hasil analisis tugas, fungsi, dan kewenangan unit kerja Biro Hukum dan Organisasi tersedianya data kegiatan dan kesesuaian nya dengan tugas dan fungsi unit kerja Biro Hukum dan Organisasi tersedianya rincian tugas unit kerja pada 9 unit utama sebagai Biro Hukum operasionalisasi tugas, dan Organisasi fungsi, dan kewenangan unit kerja 252 Lampiran

264 3 Rincian Tugas Unit Tersedianya dokumen rincian Tugas Unit Membahas rancangan rincian tugas dengan unit utama terkait Penetapan tugas, fungsi, dan struktur organisasi UPT Sosialisasi Sosialisasi rincian tugas unit kerja pada 9 unit utama Implementasi Implementasi rincian tugas unit organisasi Evaluasi Pemantauan dan evaluasi pelaksanaan rincian tugas unit kerja Perencanaan Identifikasi kelemahan dan kendala dalam pelaksanaan tugas di bidang organisasi, tata laksana, kepegawaian, diklat, dan layanan informasi Pelaksanaan pembahasan rancangan rincian setiap tugas unit kerja Ditetapkannya rincian tugas unit kerja di lingkungan Kementerian pelaksanaan sosialisasi rincian tugas unit kerja pada 9 unit utama Pelaksanaan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan rincian tugas pada 9 unit utama data tentang permasalahan dan kendala pelaksanaan tugas unit kerja yang menangani organisasi, tata laksana, kepegawaian, diklat, dan layanan informasi Terlaksananya pembahasan rancangan rincian setiap tugas unit kerja Ditetapkannya Peraturan Menteri tentang rincian tugas unit kerja di lingkungan Kementerian Terlaksananya sosialisasi tugas dan fungsi unit kerja kepada pejabat dan pegawai pada 9 unit utama - dipahaminya tugas, fungsi, dan struktur organisasi Kementerian yang baru Terlaksananya tugas, fungsi dan kewenangan unit kerja pada 9 unit utama secara lebih operasiona Tersedianya data dan informasi hasil evaluasi pelaksanaan rincian tugas unit kerja pada 9 unit utama tersedianya data permasalahan dan kendala pelaksanaan tugas unit yang menangani organisasi, tata laksana, kepegawaian, diklat, dan layanan informasi V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V Biro Hukum dan Organisasi Biro Hukum dan Organisasi Biro Hukum dan Organisasi dan semua Unit Utama Semua Unit Utama Biro Hukum dan Organisasi Biro Hukum dan Organisasi Lampiran 253

265 Penguatan fungsi organisasi dan tata laksana Rohukor, 4 Ropeg, PIH, Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan Fungsi organisasi dan tata laksana Rohukor, Ropeg, PIH, Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan yang kuat Menyusun rencana penguatan unit kerja yang menangani fungsi organisasi, tatalaksana, kepegawaian, diklat, dan layanan informasi 1. menyusun rencana peningkatan kualitas SDM 2. menyusun rencana penguatan sarana dan prasarana serta sumber daya lainnya 3. menyusun rencana peningkatan peran unit kerja Pembangunan Penyusunan program peningkatan kemampuan SDM unit kerja yang menangani organisasi, tata laksana, kepegawaian, diklat, dan layanan informasi Pengembangan sistem dan mekanisme kerja unit kerja yang menangani organisasi, tata laksana, kepegawaian, diklat, dan layanan informasi yang berbasis IT dan kepuasan pelanggan dan sesuai tata nilai Kemdikbud Penetapan kebijakan peningkatan peran unit kerja yang menangani organisasi, tata laksana, kepegawaian, diklat, dan layanan informasi Rencana penguatan unit kerja yang menangani organisasi, tata laksana, kepegawaian, diklat, dan layanan informasi Program peningkatan kemampuan SDM unit kerja yang menangani organisasi, tata laksana, kepegawaian, diklat, dan layanan informasi Rancangan sistem dan mekanisme kerja unit kerja yang menangani organisasi, tata laksana, kepegawaian, diklat, dan layanan informasi yang lebih efisien Rancangan kebijakan peningkatan peran unit kerja yang menangani organisasi, tata laksana, kepegawaian, diklat, dan layanan informasi Tersedianya rencana penguatan unit kerja yang menangani organisasi, tata laksana, kepegawaian, diklat, dan layanan informasi Tersusunnya program peningkatan kemampuan SDM yang sesuai dengan kualifikasi jabatan untuk mendukung pelaksanaan tugas unit kerja yang menangani organisasi, tata laksana, kepegawaian, diklat, dan layanan informasi tersedianya sistem dan mekanisme kerja unit kerja yang menangani organisasi, tata laksana, kepegawaian, diklat, dan layanan informasi yang sederhana dan mudah dipahami oleh pegawai dan pengguna Ditetapkannya Peraturan Menteri tentang peningkatan peran unit kerja yang menangani organisasi, tata laksana, kepegawaian, diklat, dan layanan informasi V V V V V V V V V V Biro Hukum dan Organisasi Biro Hukum dan Organisasi Biro Hukum dan Organisasi Biro Hukum dan Organisasi Pusbangtendik dan Biro Hukum dan Organisasi Biro Hukum dan Organisasi, Biro Kepegawaian, PIH, dan Pusbangtendik Biro Hukum dan Organisasi, Biro Kepegawaian, PIH, dan Pusbangtendik 254 Lampiran

266 Pendidikan dan pelatihan bagi pegawai unit kerja yang menangani organisasi, tata laksana, kepegawaian, diklat, dan layanan informasi Sosialisasi Sosialisasi sistem dan mekanisme kerja yang baru pada unit kerja yang menangani organisasi, tata laksana, kepegawaian, diklat, dan layanan informasi Implementasi Penerapan penguatan dan peningkatan peran unit kerja yang menangani organisasi, tata laksana, kepegawaian, diklat, dan layanan informasi Evaluasi Evaluasi pelaksanaan penguatan dan peningkatan peran unit kerja yang menangani organisasi, tata laksana, kepegawaian, diklat, dan layanan informasi Terlaksananya diklat bagi pegawa pada unit kerja yang menangani organisasi, tata laksana, kepegawaian, diklat, dan layanan informasi terlaksananya sosialisasi sistem dan mekanisme kerja baru pada unit kerja yang menangani organisasi, tata laksana, kepegawaian, diklat, dan layanan informasi data tentang peningkatan peran unit kerja yang menangani organisasi, tata laksana, kepegawaian, diklat, dan layanan informasi Meningkatnya pengetahuan dan kemampuan pegawai pada unit kerja yang menangani organisasi, tata laksana, kepegawaian, diklat, dan layanan informasi dalam melaksanakan tugasnya dipahaminya sistem dan mekanisme kerja baru pada unit kerja yang menangani organisasi, tata laksana, kepegawaian, diklat, dan layanan informasi Meningkatnya peran unit kerja yang menangani organisasi, tata laksana, kepegawaian, diklat, dan layanan informasi terseddianya data tentang peningkatan peran unit kerja yang menangani organisasi, tata laksana, kepegawaian, diklat, dan layanan informasi V V V V Pusbangtendik V Biro Hukum dan Organisasi V V V V Semua unit kerja yang menangani organisasi, tata laksana, kepegawaian, diklat, dan layanan informasi V Biro Hukum dan Organisasi Lampiran 255

267 No D 1 PROGRAM/ KEGIATAN PENATAAN TATALAKSANA Output Tahapan Kerja Output Kriteria Keberhasilan Perencanaan Mekanisme kerja seluruh unit utama dan instrumen evaluasinya. terkumpulnya mekanisme kerja seluruh unit utama dalam bentuk diagram aliran TAHUN III IV I II III IV I II III IV I II III IV Rencana Anggaran ,000 Penanggung jawab Biro Hukor & Pustekkom Rekayasa Proses, Simplifikasi, dan Integrasi Prosedur dan pemanfaatan TIK Terlaksananya Rekayasa Proses, Simplifikasi, dan Integrasi Prosedur dan pemanfaatan TIK Identifikasi sistem dan mekanisme kerja saat ini. Penentuan kebutuhan instrumen evaluasi sistem dan mekanisme kerja setiap unit organisasi. Evaluasi sistem dan mekanisme kerja setiap unit organisasi saat ini. Pembangunan Penentuan indikator kinerja setiap tahapan sistem dan mekanisme kerja. Mekanisme kerja seluruh unit utama. Instrumen evaluasi terhadap mekanisme kerja. Hasil analisis dari mekanisme kerja seluruh unit utama. Tersusunnya mekanisme kerja seluruh unit utama dalam satu kesatuan yang terintegrasi dan juga memanfaatkan TIK Adanya indikator kinerja setiap tahapan dari mekanisme kerja. 100% mekanisme kerja dari unit utama teridentifikas 100% mekanisme kerja dari unit utama telah ada instrumen evaluasinya 100% mekanisme kerja telah dilakukan evaluasi dan analisis 100% mekanisme kerja mempunyai indikator kinerja V V V V V V V V V V V V V V V , , , ,000 Biro Hukor & Pustekkom Biro Hukor & Pustekkom Biro Hukor & Pustekkom Pustekkom & Biro Hukor Biro Hukor & Pustekkom Penentuan tata nilai yang terkait. Adanya tata nilai 100% mekanisme kerja V V V Biro Hukor & yang terkait. yang saling terkait ,000 Pustekkom terdapat tata niainya Pengembangan sistem dan Terbentuknya 100% unit utama V V Biro Hukor & V mekanisme kerja baru. mekanisme kerja terbentuk mekanisme ,000 Pustekkom yang baru. kerja yang baru Rekayasa proses. V V V V ,000 Biro Hukor Simplifikasi proses dan sikronisasi Terbentuknya 100% prosedur di unit V V V ,000 Biro Hukor & proses. proses yang lebih utama terintegrasi dan Pustekkom Integrasi prosedur dan simple dan berbasiskan TIK V V V Biro Hukor & ,000 pemanfaatan TIK. terintegrasi. Pustekkom Penyusunan kebijakan dan Tersusunnya draft regulasi yang diperlukan untuk peraturan yang Draft peraturan sudah Biro Hukor & mendukung pelaksanaan sistem mendukung V diajukan untuk di sahkan ,000 Pustekkom dan mekanisme kerja. terlaksananya prosedur yang baru. 256 Lampiran

268 Penyusunan instrumen evaluasi penerapan sistem dan mekanisme kerja baru. Sosialisasi Sosialisasi hasil pengembangan sistem dan mekanisme kerja baru. Sosialisasi tentang kebijakan dan regulasi baru terkait dengan sistem dan mekanisme kerja baru. Sosialisasi instrumen evaluasi sistem dan mekanisme kerja baru. Implementasi Implementasi sistem dan mekanisme kerja baru. Pengukuran dan Evaluasi Tersusunnya instrumen evaluasi untuk mekanisme kerja yang baru. Semua unit utama faham dan menindaklanjuti semua hasilnya. Tersosialisasinya mekanisme kerja yang baru. Tersosialisasinya peraturan yang baru tentang mekanisme kerja yang baru. Tersosialisasinya instrumen evaluasi yang baru. Semua unit utama mengimplementas ikan mekanisme kerja yang baru. Diimplementasika nnya mekanisme kerja yang baru. Tersedianya hasil monitoring setiap langkah kegiatan mulai dari tahap perencanaan sampai dengan tahap evaluasi 100% mekansime kerja yang baru mempunyai instrumen evaluasi 70% pejabat struktural mengerti dan paham mekanisme kerja yang baru, 80% pejabat struktural mengetahu 80% pejabat struktural mengerti dan paham mekanisme kerja yang baru, 100% pejabat struktural mengetahui 100% mekanisme kerja yang baru bisa dimonitoring semua satuan kerja telah menjalankannya Setiap tahapan harus bisa diukur efektivitas pelaksanaannya. V , V V V V ,000 V V V V ,000 V V V V , V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V , Biro Hukor & Pustekkom Biro Hukor, Pustekkom & PIH Biro Hukor & Pustekkom Biro Hukor & Pustekkom Biro Hukor & Pustekkom Pustekkom & Biro Hukor Biro Hukor & Pustekkom Biro Hukor, Pustekkom & Biro PKLN Lampiran 257

269 Tersedianya Portal Layanan Prima yang baik Perencanaan Tersedianya rancangan infrastruktur untuk pelayanan TIK dan rancangan portal layanan prima. Mengidentifikasi jenis pelayanan yang sudah terintegrasi dengan portal layanan prima Kemdikbud. Mendefinisikan jenis pelayanan yang belum terintegrasi. Melakukan evaluasi terhadap kekurangan fitur yang ada di porta layanan prima Kemdikbud. Menyusun fitur-fitur tambahan yang seharusnya ada di portal layanan prima Kemdikbud Mengidentifikasi letak database layanan dan aplikasi Layanan. Mengembangkan standarisasi layanan berbasis web. Mengembangkan standarisasi penggunaan domain. Mengembangkan standarisasi database layanan. Mengembangkan standarisasi komunikasi antar aplikasi. Mengembangkan layanan cloud computing. Mengembangkan standar layanan TIK di setiap ruang. Pembangunan Daftar layanan yang sudah terintegrasi dengan portal layanan prima. Daftar layanan yang belum terintegrasi. Hasil evaluasi portal layanan prima. Desain lengkap fitur dari portal layanan. Peta posisi dan alur logika database dan server semua aplikasi layanan. database, aplikasi dan komunikasi antar layanan yang berbasiskan web. Arsitektur dan desain layanan cloud computing. Arsitektur dan desain layanan TIK di setiap ruang. Tersedianya Portal Layanan prima dengan semua layanan yang berbasis TIK terintegrasi semua layanan yang sudah terintegrasi dgn portal layanan prima bisa diakses V V V V , % daftar layanan yang belum terintegrasi bisa di data V V V ,000 analisis lengkap terhadap fiture kebutuhan portal layanan prima secara lengkap V V V V V V V , , % server aplikasi dan V V V database bisa di petakan V V V V ,000 V V V ,000 Semua layanan harus di arahkan berbasis web dan terintegrasi, resource sharing serta berstandart yang sama V V V , , , % disain dan arsitektur siap untuk di implementasikan V V V V V , , PIH PIH & Pustekkom PIH & Pustekkom PIH & Pustekkom PIH & Pustekkom PIH & Pustekkom PIH & Pustekkom Pustekkom Pustekkom Pustekkom Pustekkom Pustekkom Pustekkom & PIH 258 Lampiran

270 2 Perbaikan Portal Layanan Prima Membangun layanan cloud computing. Membangun layanan TIK di setiap ruang. Melakukan integrasi terhadap semua proses pelayanan yang masuk ke dalam portal layanan prima Kemdikbud. Mengembangkan fitur-fitur yang sudah direncanakan untuk ditambahakan ke dalam portal layanan prima Kemdikbud Membangun web service Membangun Portal Layanan secara utuh. Penyusunan kebijakan dan regulasi yang diperlukan untuk mendukung implementasi portal layanan. Sosialisasi Melakukan launching terhadap pegawai dan publik tentang portal layanan prima Kemdikbud. Memberikan akses kepada pihak yang berkepentingan sesuai dengan kebutuhannya. Selesainya layanan cloud computing. Selesainya layanan TIK di setiap ruang. Terintegrasinya semua proses layanan. Terbangunnya portal yang berbasiskan kebutuhan stakeholder. Selesainya draft peraturan yang dibutuhkan. Sebagian besar staf dan publik telah menggunakan portal layanan prima untuk pelayanan kementerian. Pertemuan untuk sosialisasi terhadap semua staf dan publik. Semua unit utama telah menggunakan portal layanan untuk layanannya 100% kebutuhan hosting, data center dll bisa dilayani 80% kebutuhan TIK staf di setiap ruangan bisa dipenuhi semua kebutuhan stakeholder bisa dipenuhi di Portal Layanan portal layanan sudah berbasis kebutuhan stakeholder semua komunikasi layanan sudah melalui pertukaran data secara otomatis semua layanan dilakukan melalui Portal Layanan Semua layanan sudah menggunakan sesuai dengan peraturan yang berlaku 50% Staf mengetahui cara akses layanan ke portal layanan yang baru, 50% dari komponen stakeholder mengetahui akses layanan ke portal layanan semua pihak yg berkepentingan bisa terlayani V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V , ,000 V ,000 V V ,000 Pustekkom & PIH Pustekkom & PIH Pustekkom & PIH Pustekkom & PIH Pustekkom & PIH Pustekkom & PIH Pustekkom & PIH PIH, Pustekkom & Biro Hukor Pustekkom, Biro Hukor & PIH Pustekkom, Biro Hukor & PIH Lampiran 259

271 Implementasi Memperbaharui segala bentuk informasi ke dalam portal layanan prima Kemdikbud. Menggunakan portal layanan prima Kemdikbud sebagai pusat transaksi pelayanan di Kemdikbud. Semua Informasi yang terbuka untuk publik sudah tersedia di portal layanan. Semua layanan di Kemdikbud menggunakan portal layanan prima. Pengukuran dan Evaluasi Tersedianya hasil monitoring setiap langkah kegiatan mulai dari tahap perencanaan sampai dengan tahap evaluasi Semua layanan informasi bisa dilayani menggunakan portal layanan yg sesuai dg UU no 14 th 2008 Semua bentuk layanan ke masyarakat harus bisa menggunakan portal layanan prima Setiap tahapan harus bisa diukur efektivitas pelaksanaannya. V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V , Perencanaan ,000 Identifikasi sistem pengelolaan barang milik negara saat ini. Evaluasi dan penyusunan sistem pengelolaan barang milik negara. Penentuan kebutuhan teknologi/instrumen untuk penyusunan sistem pengelolaan barang milik negara. Daftar layanan Barang Milik Negara saat ini. Data dan informasi tentang sistem pengelolaan Barang Milik Negara. Teknologi/instrum en yang sesuai kebutuhan pengelolaan Barang Milik Negara. V V V , , ,000 Penentuan beban kerja dan kualifikasi SDM pengelola sistem pengelolaan barang milik negara. Terpenuhinya kualifikasi SDM yang dibutuhkan dalam pengelolaan Barang Milik Negara. V ,000 Pustekkom, PIH & Biro Hukor Pustekkom, Biro Hukor & PIH Pustekkom, Biro Hukor & PIH Biro Hukor, Pustekkom & Biro PKLN Biro Umum, Pustekkom & Biro Kepeg Pustekkom, Biro Umum & Buro Kepeg Pustekkom, Biro Umum & Biro Kepeg Pustekkom, Biro Umum & Biro Kepeg Pustekkom, Biro Umum & Buro Kepeg 260 Lampiran

272 3 Pembangunan BMN Tersedianya sistem pengelolaan BMN Pembangunan Penentuan indikator kinerja setiap proses penyusunan sistem pengelolaan barang milik negaradan pelaksananya. Penentuan tata nilai yang terkait. Penyusunan Pedoman Sistem Pengelolaan Barang Milik Negara. Pengembangan instrumen Sistem Pengelolaan Barang Milik Negara. Penyusunan kebijakan dan regulasi yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan Sistem Pengelolaan Barang Milik Negara. Sosialisasi Sosialisasi keterkaitan kegiatan penyusunan Sistem Pengelolaan Barang Milik Negara dengan pencapaian visi, misi, dan strategi organisasi. Sosialisasi tentang hasil penyusunan Sistem Pengelolaan Barang Milik Negara. Sosialisasi tentang Sistem Pengelolaan Barang Milik Negara. Daftar indikator kinerja Proses Penyusunan Sistem Pengelolaan Barang Milik Negara Adanya tata nilai yang terkait Sistem Pengelolaan Barang Milik Negara.. Buku Pedoman Sistem Pengelolaan Barang Milik Negara. Instrumen Sistem Pengelolaan Barang Milik Negara. Permendiknas tentang Pelaksanaan Sistem Pengelolaan Barang Milik Negara Pertemuan/sosiali sasi keterkaitan Sistem Pengelolaan Barang Milik Negara dengan pencapaian visi, misi, dan strategi organisasi untuk pejabat dan staf. Pertemuan/sosiali sasi hasil penyusunan Sistem Pengelolaan Barang Milik Negara untuk pejabat dan staf Pertemuan/sosiali sasi Sistem Pengelolaan Barang Milik Negara untuk pejabat dan staf V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V ,000 Biro Umum, Biro Hukor & Pustekkom ,000 Pustekkom, Biro Umum & Buro Kepeg ,000 Pustekkom, Biro Umum & Buro Kepeg ,000 Pustekkom, Biro Umum & Buro Kepeg ,000 Pustekkom, Biro Umum & Buro Kepeg ,000 Pustekkom, Biro Umum & Buro Kepeg Biro Umum & PIH ,000 Biro Umum & PIH ,000 Biro Umum & PIH ,000 Biro Umum & PIH Lampiran 261

273 Sosialisasi tentang kebutuhan jumlah dan kualifikasi SDM Pengelola Sistem Pengelolaan Barang Milik Negara. Pertemuan/sosiali sasi jumlah dan kualifikasi SDM Pengelola Sistem Pengelolaan Barang Milik Negara untuk pejabat dan staf. V V V V V V ,000 Biro Umum & PIH Sosialisasi tentang kebijakan dan regulasi baru terkait dengan Sistem Pengelolaan Barang Milik Negara. Implementasi Pertemuan/sosiali sasi kebijakan dan regulasi baru Sistem Pengelolaan Barang Milik Negara untuk staf dan pejabat V V V ,000 Biro Umum & PIH Biro Umum & Pustekkom Instalasi instrumen Sistem Pengelolaan Barang Milik Negara, termasuk pengadaan dan instalasi perangkat keras. Diadakan dan diinstalasinya instrumen Sistem Pengelolaan Barang Milik Negara. V V V V V V Biro Umum & Pustekkom Implementasi Sistem Pengelolaan Barang Milik Negara. Peningkatan kapabilitas SDM pengelola Sistem Pengelolaan Barang Milik Negara. Diimplementasika nnya Sistem Pengelolaan Barang Milik Negara. Kapabilitas SDM pengelola Sistem Pengelolaan Barang Milik Negara meningkat. V V V V V V V V V ,000 Biro Umum & Pustekkom Biro Umum & Pustekkom Perencanaan , PIH Identifikasi pengelolaan dokumen saat ini. Daftar pengelolaan dokumen yang berlaku saat ini. V ,000 PIH Analisis permasalahan pengelolaan dokumen saat ini. Hasil analisis permasalahan pengelolaan dokumen yang berlaku saat ini V ,000 PIH 262 Lampiran

274 4 Manajemen Dokumen Tersedianya manajemen dokumen Penentuan kebutuhan teknologi/instrumen untuk pembuatan Sistem Pengelolaan Dokumen. Penentuan beban kerja dan kualifikasi SDM pengelola Sistem Pengelolaan Dokumen. Pembangunan Analisis proses bisnis Sistem Pengelolaan Dokumen. Perencanaan Sistem Pengelolaan Dokumen. Perancangan database Sistem Pengelolaan Dokumen. Perancangan Sistem Pengelolaan dokumen. Pembangunan Sistem Pengelolaan Dokumen. Sosialisasi Sosialisasi proses bisnis Sistem Pengelolaan Dokumen. Sosialisasi Sistem Pengelolaan Dokumen. Implementasi Impelementasi Sistem Pengelolaan Dokumen. Peningkapan kapabilitas SDM pengelola Sistem Pengelolaan Dokumen. Evaluasi hasil implementasi Sistem Pengelolaan Dokumen. Spesifikasi teknologi/ instrumen untuk pembuatan Sistem Pengelolaan Dokumen. Tabel beban kerja dan kualifikasi SDM pengelola Sistem Pengelolaan Dokumen. Selesainya analisa proses bisnis Sistem Pengelolaan Dokumen. Selesainya rencana Sistem Pengelolaan Dokumen. Selesainya rancangan database Sistem Pengelolaan Dokumen. Selesainya rancangan Sistem Pengelolaan Dokumen. Selesainya Sistem Pengelolaan Dokumen. Pertemuan/sosiali sasi proses bisnis Sistem Pengelolaan Dokumen untuk pejabat dan staf Pertemuan/sosiali sasi Sistem Pengelolaan Dokumen untuk pejabat dan staf. Semua unit utama menggunakan Sistem Pengelolaan Dokumen. SDM dapat mengelola Sistem Pengelolaan Dokumen sesuai kapabilitasnya. Hasil evaluasi menjadi acuan dalam pengembangan Sistem Pengelolaan Dokumen V ,000 PIH V ,000 PIH Pustekkom V V V V V ,000 Pustekkom V ,000 Pustekkom V V V V ,000 Pustekkom V V V V ,000 Pustekkom V V ,000 Pustekkom Biro Umum V V V ,000 Biro Umum V V V V V V ,000 Biro Umum Biro Umum & Biro PKLN V V V V V V Biro Umum & Biro PKLN V V V V V V ,000 Biro Umum & Biro PKLN V V V ,000 Biro Umum & Biro PKLN Lampiran 263

275 5 Pembangunan Sistem Pengelolaan Data Pendidikan dan Kebudayaan Tersedianya Sistem Pengelolaan Data Pendidikan dan Kebudayaan Perencanaan Identifikasi sistem lama yang telah ada. Evaluasi dan analisis sistem yang telah berjalan. Pembangunan Pembangunan Sistem Pengelolaan Data Pendidikan dan Kebudayaan. Sosialisasi Sosialisasi Sistem Pengelolaan Data Pendidikan. Implementasi Implementasi Sistem Pengelolaan Data Pendidikan dan Kebudayaan. Perencanaan Daftar sistem pengelolaan data pendidikan dan Kebudayaan lama yang berjalan saat ini Hasil evaluasi dan analisis sistem pengelolaan data yang berjalan saat ini. Terbangunnya Sistem Pengelolaan Data Pendidikan dan Kebudayaan di kementerian Pertemuan/sosiali sasi Sistem Pengelolaan Data Pendidikan dan Kebudayaan untuk pejabat dan staf. Semua unit utama memanfaatkan Sistem Pengelolaan Data Pendidikan dan Kebudayaan ,000 PDSP & Pustekkom V V ,000 PDSP & Pustekkom V V ,000 PDSP & Pustekkom PDSP & Pustekkom V V V V PDSP & Pustekkom ,000 PDSP & PIH V V V V V V ,000 PDSP & PIH PDSP V V V V V V PDSP ,000 Biro Keuangan, Biro PKLN & Pustekkom 264 Lampiran

276 Identifikasi sistem akuntansi dan keuangan saat ini. Evaluasi dan penyusunan Sistem Akuntansi dan Keuangan. Penentuan kebutuhan teknologi/instrumen untuk penyusunan Sistem Akuntansi dan Keuangan. Penentuan beban kerja dan kualifikasi SDM pengelola Sistem Akuntansi dan Keuangan. Pembangunan Verifikasi dan penetapan indikator kinerja setiap proses penyusunan Sistem Akuntansi dan Keuangan. Penentuan dan kesepakatan tata nilai yang terkait Penyusunan pedoman Sistem Akuntansi dan Keuangan. Pengembangan instrumen Sistem Akuntansi dan Keuangan. Penyusunan kebijakan dan regulasi yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan Sistem Akuntansi dan Keuangan. Sosialisasi Daftar Sistem Akuntansi dan Keuangan yang berlaku saat ini Hasil evaluasi dan penyusunan Sistem Akuntansi dan Keuangan. Spesifikasi teknologi/instrume n untuk penyusunan Sistem Akuntansi dan Keuangan. Tabel beban kerja dan kualifikasi SDM pengelola Sistem Akuntansi dan Keuangan. Selesainya verifikasi dan penetapan indikator kinerja setiap proses penyusunan Sistem Akuntansi dan Keuangan. Adanya Penentuan dan kesepakatan tata nilai yang terkait dengan Sistem Akuntansi dan Keuangan. Buku Pedoman Sistem Akuntansi dan Keuangan. Instrumen Sistem Akuntansi dan Keuangan. Permendiknas tentang Sistem Akuntansi dan Keuangan. V V , ,000 V ,000 V , V ,000 V ,000 V V ,000 V ,000 V , Biro Keuangan, KLN & Pustekkom Biro Keuangan, KLN & Pustekkom Biro Keuangan, KLN & Pustekkom Biro Keuangan, KLN & Pustekkom Biro Keuangan, Biro PKLN & Pustekkom Biro Keuangan, KLN & Pustekkom Biro Keuangan, KLN & Pustekkom Biro Keuangan, KLN & Pustekkom Biro Keuangan, KLN & Pustekkom Biro Keuangan, KLN & Pustekkom Biro Keuangan & Biro Hukor Lampiran 265

277 6 Sistem Akuntansi dan Keuangan Tersedianya Sistem Akuntansi dan Keuangan Sosialisasi keterkaitan kegiatan penyusunan Sistem Akuntansi dan Keuangan dengan pencapaian visi, misi, dan strategi organisasi. Sosialisasi tentang hasil penyusunan Sistem Akuntansi dan Keuangan. Sosialisasi tentang Sistem Akuntansi dan Keuangan. Sosialisasi tentang kebutuhan jumlah dan kualifikasi SDM pengelola Sistem Akuntansi dan Keuangan. Sosialisasi tentang kebijakan dan regulasi baru terkait dengan Sistem Akuntansi dan Keuangan. Implementasi Instalasi dan revitalisasi instrumen Sistem Akuntansi dan Keuangan, termasuk pengadaan dan instalasi perangkat keras. Pertemuan/sosiali sasi keterkaitan Sistem Akuntansi dan Keuangan dengan pencapaian visi, misi, dan strategi organisasi untuk pejabat dan staf. Pertemuan/sosiali sasi hasil penyusunan Sistem Akuntansi dan Keuangan untuk pejabat dan staf. Pertemuan/sosiali sasi Sistem Akuntansi dan Keuangan untuk pejabat dan staf. Pertemuan/sosiali sasi jumlah dan kualifikasi SDM pengelola Sistem Akuntansi dan Keuangan untuk pejabat dan staf. Pertemuan/sosiali sasi kebijakan dan regulasi baru terkait dengan Sistem Akuntansi dan Keuangan untuk pejabat dan staf. Diadakan, diinstalasi dan direvitalisasinya instrumen Sistem Akuntansi dan Keuangan V V V V ,000 Biro Keuangan, & Biro Hukor V V V ,000 Biro Keuangan, & Biro Hukor V V V V V V ,000 Biro Keuangan, & Biro Hukor V V V V ,000 Biro Keuangan, & Biro Hukor V V V V ,000 Biro Keuangan, & Biro Hukor Biro Keuangan V V V V V V Biro Keuangan 266 Lampiran

278 Uji coba instrumen Sistem Akuntansi dan Keuangan. Selesainya uji coba instrumen Sistem Akuntansi dan Keuangan. V V V V V V ,000 Biro Keuangan Implementasi Sistem Akuntansi dan Keuangan. Semua unit utama menggunakan Sistem Akuntansi dan Keuangan. V V V Biro Keuangan Peningkatan kapabilitas SDM pengelola Sistem Akuntansi dan Keuangan. SDM pengelola Sistem Akuntansi dan Keuangan sesuai kapabilitasnya ,000 Biro Keuangan Perencanaan Identifikasi sistem perencanaan dan penganggaran saat ini. Daftar sistem perencanaan dan penganggaran yang berlaku saat ini. V ,000 Biro PKLN ,000 Biro PKLN Evaluasi dan penyusunan Sistem Penganggaran Berbasis Kinerja. Penentuan kebutuhan teknologi/instrumen untuk penyusunan perencanaan dan penganggaran berbasis kinerja. Hasil evaluasi dan penyusunan Sistem Penganggaran Berbasis Kinerja. Spesifikasi teknologi/ instrumen untuk penyusunan perencanaan dan penganggaran berbasis kinerja. V V , ,000 Biro PKLN Biro PKLN Penentuan beban kerja dan kualifikasi SDM pengelola Sistem Perencanaan dan Penganggaran Berbasis Kinerja. Tabel beban kerja dan kualifikasi SDM pengelola Sistem Perencanaan dan Penganggaran Berbasis Kinerja. V ,000 Biro PKLN Pembangunan Biro PKLN, Pustekkom & Biro Hukor Lampiran 267

279 7 Verifikasi dan penetapan indikator kinerja setiap proses penyusunan Sistem Remunerasi dan Pelaksananya. Penentuan dan kesepakatan tata nilai yang terkait. Penyusunan pedoman Sistem Perencanaan dan Penganggaran Berbasis Kinerja. Pengembangan instrumen Sistem Perencanaan dan Penganggaran Berbasis Kinerja. Penyusunan kebijakan dan regulasi yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan Sistem Perencanaan dan Penganggaran Berbasis Kinerja. Selesainya verifikasi dan penetapan indikator kinerja setiap proses penyusunan Sistem Remunerasi dan Pelaksananya Selesainya penentuan dan kesepakatan tata nilai yang terkait dengan Sistem Remunerasi dan Pelaksananya Selesainya pedoman Sistem Perencanaan dan Penganggaran Berbasis Kinerja. Selesainya instrumen Sistem Perencanaan dan Penganggaran Berbasis Kinerja. Permendiknas tentang Sistem Perencanaan dan Penganggaran Berbasis Kinerja. V V V V , , ,000 V V ,000 V ,000 Biro PKLN, Pustekkom, & Biro Hukor Biro PKLN, Pustekkom, & Biro Hukor Biro PKLN, Pustekkom, & Biro Hukor Biro PKLN, Pustekkom, & Biro Hukor Biro PKLN, Pustekkom, & Biro Hukor Sosialisasi Biro PKLN & Biro Hukor Sosialisasi keterkaitan kegiatan penyusunan Sistem Perencanaan dan Penganggaran dengan pencapaian visi, misi, dan strategi organisasi. Implementasi Sistem Sistem Perencanaan dengan Implementasi Sistem Perencanaan dan Penganggaran dan Penganggaran telah diimplementasikan Pertemuan/ sosialisasi keterkaitan Sistem Perencanaan dan Penganggaran pencapaian visi, misi, dan strategi organisasi untuk V V V V ,000 Biro PKLN, & Biro Hukor Sosialisasi tentang hasil penyusunan Sistem Perencanaan dan Penganggaran Berbasis Kinerja. Pertemuan/sosiali sasi hasil penyusunan Sistem Perencanaan dan Penganggaran Berbasis Kinerja untuk pejabat dan staf. V V V ,000 Biro PKLN, & Biro Hukor 268 Lampiran

280 Sosialisasi tentang Sistem Perencanaan dan Penganggaran Berbasis Kinerja. Pertemuan/sosiali sasi Sistem Perencanaan dan Penganggaran Berbasis Kinerja untuk pejabat dan staf. Sosialisasi tentang kebutuhan jumlah dan kualifikasi SDM pengelola Sistem Perencanaan dan Penganggaran Berbasis Kinerja. Pertemuan/sosiali sasi kebutuhan dan kualifikasi SDM pengelola Sistem Perencanaan dan Penganggaran Berbasis Kinerja untuk pejabat dan staf. Sosialisasi tentang kebijakan dan regulasi baru terkait dengan Sistem Perencanaan dan Penganggaran Berbasis Kinerja. Pertemuan/sosiali sasi kebijakan dan regulasi baru terkait dengan Sistem Perencanaan dan Penganggaran Berbasis Kinerja untuk pejabat dan staf. Implementasi Instalasi dan revitalisasi instrumen Sistem Perencanaan dan Penganggaran Berbasis Kinerja., termasuk pengadaan dan instalasi perangkat keras. Diadakan, diinstalasi dan direvitalisasinya instrumen Sistem Perencanaan dan Penganggaran Berbasis Kinerja. Uji coba instrumen Sistem Selesainya uji Uji coba instrumen Sistem Perencanaan dan Penganggaran Berbasis Kinerja. Implementasi Sistem Perencanaan dan Penganggaran Berbasis Kinerja. Selesainya uji coba instrumen Sistem Perencanaan dan Penganggaran Berbasis Kinerja. Semua unit utama menerapkan Sistem Perencanaan dan Penganggaran Berbasis Kinerja. Peningkatan kapabilitas SDM pengelola Sistem Perencanaan dan Penganggaran Berbasis Kinerja. SDM pengelola Sistem Perencanaan dan Penganggaran Berbasis Kinerja sesuai kapabilitasnya V V V V V V ,000 Biro PKLN, & Biro Hukor V V V V ,000 Biro PKLN, & Biro Hukor V V V ,000 Biro PKLN, & Biro Hukor Biro PKLN & Pustekkom V V V Biro PKLN, & Pustekkom V V V V V V ,000 Biro PKLN, & Pustekkom V V V V V V Biro PKLN, & Pustekkom V V V ,000 Biro PKLN, & Pustekkom Lampiran 269

281 No E 1 PROGRAM/ KEGIATAN Output Tahapan Kerja Output Kriteria Keberhasilan Perencanaan PENATAAN SISTEM MANAJEMEN SDM APARATUR Penataan sistem rekrutmen pegawai Terbangunnya sistem rekrutmen pegawai yang terbuka, transparan, akuntabel dan berbasis kompetensi Melakukan analisis kebutuhan sistem yang diperlukan Pembangunan Menyusun sistem rekrutmen pegawai secara online untuk lingkungan unit utama Menyusun sistem rekrutmen pegawai secara online untuk seluruh unit kerja di lingkungan Kemdikbud Melakukan uji coba sistem rekrutmen pegawai secara online untuk lingkungan unit utama Melakukan uji coba sistem rekrutmen pegawai secara online untuk seluruh unit kerja di lingkungan Kemdikbud Sosialisasi Sosialisasi sistem rekrutmen pegawai secara online untuk seluruh unit kerja di lingkungan Kemdikbud Implementasi Menerapkan sistem rekrutmen pegawai secara online di lingkungan unit utama Tersedianya laporan analisis kebutuhan sistem Tersusunnya sistem rekrutmen pegawai secara online untuk unit utama Tersusunnya sistem rekrutmen pegawai secara online untuk seluruh unit kerja di lingkungan Kemdikbud Tersedianya laporan hasil uji coba sistem rekrutmen pegawai secara online untuk lingkungan unit utama Tersedianya laporan hasil uji coba sistem rekrutmen pegawai secara online untuk seluruh unit kerja di lingkungan Kemdikbud Terlaksananya sosialisasi sistem rekrutmen pegawai secara online untuk seluruh unit kerja di lingkungan Kemdikbud Terlaksananya rekrutmen pegawai secara online di lingkungan unit utama Tersedianya dan diterapkanya sistem rekrutmen pegawai yang terbuka, transparan, dan akuntabel di lingkungan unit utama TAHUN Rencana Anggaran III IV I II III IV I II III IV I II III IV Penanggung jawab Ropeg Ropeg Ropeg Ropeg Ropeg Ropeg Ropeg Ropeg Ropeg Ropeg Ropeg i 270 Lampiran

282 2 Analisis jabatan Tersedianya uraian jabatan Menerapkan sistem rekrutmen pegawai secara online untuk seluruh unit kerja di lingkungan Kemdikbud Menerapkan data hasil rekrutmen pegawai ke dalam sistem pengelolaan sumber daya manusia Pengukuran dan Evaluasi Melakukan evaluasi terhadap sistem rekrutmen pegawai secara online Perencanaan Menyusun rencana pelaksanaan proses analisis jabatan Pembangunan Menetapkan rincian tugas masingmasing unit kerja Melaksanakan proses analisis jabatan berdasarkan tugas pokok serta rincian tugas masing-masing unit Sosialisasi Sosialisasi analisis jabatan Implementasi Finalisasi analisis jabatan Pengukuran dan Evaluasi Evaluasi hasil analisis jabatan Terlaksananya rekrutmen pegawai secara online di seluruh unit kerja di lingkungan Kemdikbud Tersedianya data hasil rekrutmen pegawai dalam sistem pengelolaan SDM Tersedianya laporan evaluasi sistem rekrutmen secara online Tersusunnya rencana pelaksanaan proses analisis jabatan Tersusunnya naskah rincian tugas masingmasing unit kerja Terlaksananya proses analisis jabatan berdasarkan tugas pokok serta rincian tugas masingmasing unit Terlaksananya sosialisasi analisis jabatan Tersusunnya naskah hasil analisis jabatan Tersedianya laporan evaluasi hasil analisis jabatan Tersedianya dan diterapkanya sistem rekrutmen pegawai yang terbuka, transparan, dan akuntabel di seluruh unit kerja di lingkungan Kemdikbud Tersedianya dan terintegrasinya data hasil rekrutmen pegawai ke dalam sistem pengelolaan SDM Tersedianya analisis Jabatan-jabatan sesuai kebutuhan Tersedianya naskah hasil analisis jabatan yang telah final V V V V V V V V V V V V V V Ropeg V V V V V V V V V V V V V V Ropeg Hukor Hukor Hukor Hukor Hukor Hukor Hukor Hukor Hukor Hukor Hukor Lampiran 271

283 Perencanaan Menyusun rencana pelaksanaan evaluasi jabatan di lingkungan Kementerian Pembangunan Melaksanakan proses penyusunan evaluasi jabatan berdasarkan uraian jabatan, peta jabatan, dan informasi faktor di lingkungan unit utama pusat Melaksanakan proses penyusunan evaluasi jabatan berdasarkan uraian jabatan, peta jabatan, dan informasi faktor di lingkungan UPT dan Kopertis Tersusunnya rencana evaluasi jabatan di lingkungan Kementerian Tersusunnya evaluasi jabatan berdasarkan uraian jabatan, peta jabatan, dan informasi faktor di lingkungan unit utama pusat Tersusunnya evaluasi jabatan berdasarkan uraian jabatan, peta jabatan, dan informasi faktor di lingkungan UPT dan Kopertis Melaksanakan proses penyusunan evaluasi jabatan berdasarkan uraian jabatan, peta jabatan, dan informasi faktor di lingkungan PTN Melaksanakan proses penyusunan formasi jabatan di lingkungan unit utama pusat Melaksanakan proses penyusunan formasi jabatan di lingkungan PTN Tersusunnya evaluasi jabatan berdasarkan uraian jabatan, peta jabatan, dan informasi faktor di lingkungan PTN Tersusunnya formasi jabatan di lingkungan unit utama pusat Tersusunnya formasi jabatan di lingkungan PTN Tersedianya formasi jabatan di lingkungan unit utama pusat Tersedianya formasi jabatan di lingkungan PTN Hukor Hukor Hukor Hukor Konsultan Hukor Hukor Hukor Hukor 272 Lampiran

284 Melaksanakan proses penyusunan formasi jabatan di lingkungan UPT dan Kopertis Merumuskan peringkat jabatan di lingkungan unit utama pusat Merumuskan peringkat jabatan di lingkungan UPT dan Kopertis Merumuskan peringkat jabatan di lingkungan PTN Melakukan evaluasi peringkat jabatan di lingkungan unit utama pusat oleh tim evaluasi Kementerian Melakukan validasi hasil peringkat jabatan di lingkungan unit utama pusat dengan Kementerian PAN- RB dan BKN Melakukan evaluasi peringkat jabatan di lingkungan UPT dan Kopertis oleh tim evaluasi Kementerian Tersusunnya formasi jabatan di lingkungan UPT dan Kopertis Tersedianya rumusan peringkat jabatan di lingkungan unit utama pusat Tersedianya rumusan peringkat jabatan di lingkungan UPT dan Kopertis Tersedianya rumusan peringkat jabatan di lingkungan PTN Tersedianya hasil evaluasi peringkat jabatan di lingkungan unit utama pusat oleh tim evaluasi Kementerian Tersedianya hasil peringkat jabatan di lingkungan unit utama pusat yang telah divalidasi dengan Kementerian PAN- RB dan BKN Tersedianya hasil evaluasi peringkat jabatan di lingkungan UPT dan Kopertis oleh tim evaluasi Kementerian Tersedianya formasi jabatan di lingkungan UPT dan Kopertis Hukor Hukor Konsultan Hukor Hukor Hukor Hukor Konsultan Hukor Lampiran 273

285 3 Evaluasi jabatan Tersedianya Peringkat jabatan Melakukan validasi hasil peringkat jabatan di lingkungan UPT dan Kopertis dengan Kementerian PAN-RB dan BKN Tersedianya hasil peringkat jabatan di lingkungan UPT dan Kopertis yang telah divalidasi dengan Kementerian PAN- RB dan BKN Melakukan evaluasi peringkat jabatan di lingkungan PTN oleh tim evaluasi Kementerian Tersedianya hasil evaluasi peringkat jabatan di lingkungan PTN oleh tim evaluasi Kementerian Melakukan validasi hasil peringkat jabatan di lingkungan PTN dengan Kementerian PAN-RB dan BKN Tersedianya hasil peringkat jabatan di lingkungan PTN yang telah divalidasi dengan Kementerian PAN- RB dan BKN Menandatangani berita acara penetapan peringkat jabatan di lingkungan unit utama pusat Tersedianya berita acara penetapan peringkat jabatan di lingkungan unit utama pusat yang telah ditandatangani Menandatangani berita acara penetapan peringkat jabatan di lingkungan UPT dan Kopertis Tersedianya berita acara penetapan peringkat jabatan di lingkungan UPT g g p dan Kopertis yang telah ditandatangani Menandatangani berita acara penetapan peringkat jabatan di lingkungan PTN Tersedianya berita acara penetapan peringkat jabatan di lingkungan PTN yang telah ditandatangani V V V V V V V V V V V V V V Konsultan Hukor Hukor Hukor Hukor V V V V V V V V V V V V V V Konsultan Hukor Hukor 274 Lampiran

286 Menetapkan peringkat jabatan di lingkungan unit utama pusat Menetapkan peringkat jabatan di lingkungan UPT dan Kopertis Menetapkan peringkat jabatan di lingkungan PTN Sosialisasi Sosialisasi hasil evaluasi jabatan d lingkungan unit utama pusat Sosialisasi hasil evaluasi jabatan d lingkungan UPT dan Kopertis Sosialisasi hasil evaluasi jabatan d lingkungan PTN Implementasi Menerapkan hasil evaluasi jabatan di lingkungan unit utama pusat Menerapkan hasil evaluasi jabatan di lingkungan UPT dan Kopertis Menerapkan hasil evaluasi jabatan di lingkungan PTN Tersedianya ketetapan peringkat jabatan di lingkungan unit utama pusat Tersedianya ketetapan peringkat jabatan di lingkungan UPT dan Kopertis Tersedianya ketetapan peringkat jabatan di lingkungan PTN Terlaksananya sosialisasi evaluas jabatan di lingkungan unit utama pusat Terlaksananya sosialisasi evaluas jabatan di lingkungan UPT dan Kopertis Terlaksananya sosialisasi evaluas jabatan di lingkungan PTN Diterapkannya hasil evaluasi jabatan di lingkungan unit utama pusat Tersedianya peringkat jabatan berdasarkan hasil evaluasi jabatan di lingkungan unit utama pusat Diterapkannya Tersedianya peringkat hasil evaluasi jabatan di lingkungan UPT dan Kopertis Diterapkannya hasil evaluasi jabatan di lingkungan PTN jabatan berdasarkan hasil evaluasi jabatan di lingkungan UPT dan Kopertis Tersedianya peringkat jabatan berdasarkan hasil evaluasi jabatan di lingkungan PTN Hukor V V V V V V V V V V V V V V Konsultan Hukor Hukor Hukor V Hukor V Hukor V Hukor Hukor V V V V V V V V V V V V? Hukor V V V V V V V V V V V V Konsultan Hukor V V V V V V V V V V V? Hukor Lampiran 275

287 Pengukuran dan Evaluasi Melakukan pengukuran/analisis beban kerja di lingkungan unit utama pusat Melakukan pengukuran/analisis beban kerja di lingkungan UPT dan Kopertis Melakukan pengukuran/analisis beban kerja di lingkungan PTN Perencanaan Menyusun rencana pelaksanaan penyusunan pedoman tentang standar kompetensi dan kualifikasi jabatan di lingkungan unit utama pusat Pembangunan Melaksanakan penyusunan pedoman standar kompetensi dan kualifikasi jabatan di lingkungan unit utama pusat Menetapkan pedoman standar kompetensi dan kualifikasi jabatan di lingkungan unit utama pusat Terukurnya beban kerja di lingkungan unit utama pusat Terukurnya beban kerja di lingkungan UPT dan Kopertis Terukurnya beban kerja di lingkungan PTN Tersusunnya rencana pelaksanaan penyusunan pedoman tentang standar kompetensi dan kualifikasi jabatan Terlaksananya penyusunan pedoman standar kompetensi dan kualifikasi jabatan Ditetapkannya pedoman standar kompetensi dan kualifikasi jabatan Tersedianya pedoman standar kompetensi jabatan Tersedianya pedoman standar kompetensi jabatan Hukor V Hukor V Hukor V Hukor Hukor V Hukor Hukor V Hukor V Hukor 276 Lampiran

288 4 Penyusunan standar kompetensi jabatan Tersedianya dokumen standar kompetensi jabatan Menyiapkan proses penataan SDM berdasarkan standar kompetensi dan kualifikasi jabatan di lingkungan unit utama pusat Sosialisasi Sosialisasi pedoman standar kompetensi dan kualifikasi jabatan di lingkungan unit utama pusat Implementasi Melakukan pembaruan SK penempatan pegawai sesuai jabatan Melaksanakan proses penataan SDM berdasarkan standar kompetensi dan kualifikasi jabatan di lingkungan unit utama pusat Pengukuran dan Evaluasi Melakukan evaluasi penataan SDM berdasarkan standar kompetensi dan kualifikasi jabatan di lingkungan unit utama pusat Persiapan proses penataan SDM berdasarkan standar kompetensi dan kualifikasi jabatan tersedia Terlaksananya sosialisasi pedoman standar kompetensi dan kualifikasi jabatan di lingkungan unit utama pusat Ditetapkannya SK pembaruan penempatan pegawai sesuai jabatan Dilaksanakannya proses penataan SDM berdasarkan standar kompetensi jabatan Tersedianya laporan evaluasi penataan SDM berdasarkan standar kompetensi dan kualifikasi jabatan di lingkungan unit utama pusat Tersedianya dan diterapkannya penataan SDM berdasarkan standar kompetensi dan kualifikasi jabatan V Hukor Hukor V Hukor Hukor V Hukor V Hukor Hukor V Hukor Perencanaan Hukor Menyusun rencana pelaksanaan assessment kinerja individu berdasarkan kompetensi di lingkungan Kementerian Tersusunnya rencana pelaksanaan assessment kinerja individu berdasarkan kompetensi di lingkungan Kementerian V Hukor Lampiran 277

289 5 Assessment kinerja individu berdasarkan kompetensi Tersedianya peta profil kompetensi individu Pembangunan Membentuk assessment center Menyusun pedoman assessment kinerja individu berdasarkan kompetensi di lingkungan Kementerian Sosialisasi Sosialisasi pedoman assessment kinerja individu berdasarkan kompetensi di lingkungan Kementerian Implementasi Melaksanakan assessment kinerja individu berdasarkan kompetensi di lingkungan Kementerian Menyusun pola karier di lingkungan Kementerian Pengukuran dan Evaluasi Melaksanakan evaluasi assessment kinerja individu berdasarkan kompetensi di lingkungan Kementerian Terbentuknya assessment center Tersusunnya pedoman assessment kinerja individu berdasarkan kompetensi di lingkungan Kementerian Terlaksananya sosialisasi pedoman assessment kinerja individu berdasarkan kompetensi di lingkungan Kementerian Terlaksananya assessment kinerja individu berdasarkan kompetensi di lingkungan Kementerian Tersusunnya pola karier di lingkungan Kementerian Tersedianya laporan evaluasi assessment kinerja individu berdasarkan a kompetensi di lingkungan Kementerian Tersedianya assessment center Tersedianya peta profil kompetensi individu di lingkungan Kementerian Hukor V Hukor V Hukor Hukor V Hukor Hukor V Hukor Hukor Hukor V Hukor 278 Lampiran

290 6 Penerapan sistem penilaian kinerja individu. Tersedianya indikator kinerja individu yang terukur Perencanaan Menyusun rencana pedoman penerapan sistem penilaian kinerja individu di lingkungan Kementerian Pembangunan Mengevaluasi pedoman sistem penilaian kinerja individu yang telah disusun di lingkungan Kementerian Menyusun instrumen sistem penilaian kinerja individu di lingkungan Kementerian Melakukan uji coba sistem penilaian kinerja individu di lingkungan Kementerian Melakukan evaluasi sistem penilaian kinerja individu di lingkungan Kementerian Sosialisasi Melakukan sosialisasi sistem penilaian kinerja individu di lingkungan Kementerian Implementasi Menerapkan sistem penilaian kinerja individu di lingkungan Kementerian Pengukuran dan Evaluasi Melakukan evaluasi penerapan sistem penilaian kinerja individu di lingkungan Kementerian Perencanaan Melakukan inventarisasi data yang dibutuhkan Tersusunnya pedoman penerapan sistem penilaian kinerja individu Tersedianya laporan evaluasi terhadap pedoman sistem penilaian kinerja individu yang telah disusun Tersusunnya instrumen sistem penilaian kinerja individu Tersedianya laporan uji coba sistem penilaian kinerja individu Terlaksananya evaluasi sistem penilaian kinerja individu Terlaksananya sosialisasi sistem penilaian kinerja individu Diterapkannya sistem penilaian kinerja individu Tersedianya laporan evaluasi penerapan sistem penilaian kinerja individu di lingkungan Kementerian Tersedianya data kepegawaian yang akurat dan up to date Tersedianya dan diterapkannya sistem penilaian kinerja individu oleh semua pimpinan unit kerja di lingkungan Kementerian Tersedianya indikator kinerja individu yang terukur Hukor V Hukor Hukor V Hukor V Hukor V Hukor V Hukor Hukor V Hukor Hukor V V V V V V V V V V V V Hukor Hukor V V V Hukor Hukor Hukor Lampiran 279

291 7 Pembangunan/ Pengembangan database pegawai Tersedianya data pegawai yang mutakhir dan akurat Pembangunan Pembangunan database pegawai Tersedianya database pegawai Melakukan updating database pegawai di lingkungan unit utama pusat Sosialisasi Melakukan sosialisasi database pegawai dengan unit kerja Implementasi Pengembangan hardware dan software Sinkronisasi database pegawai dengan unit kerja Pengukuran dan Evaluasi Tersedianya updating database pegawai di lingkungan unit utama pusat Terlaksananya sosialisasi database pegawai dengan unit kerja Dikembangkannya hardware dan software Tersedianya database pegawai yang telah terintegrasi dengan unit kerja Tersedianya database pegawai yang mudah diakses dan valid Tersedianya database pegawai terbaru di lingkungan unit utama pusat Tersedianya data pegawai yang mutakhir dan akurat Hukor V V V V V V V V V V V V V V Hukor V Hukor Hukor Hukor Hukor V Hukor V Hukor Hukor Melakukan evaluasi database pegawai Tersedianya laporan evaluasi database pegawai Hukor Perencanaan Identifikasi sistem pengelolaan pegawai saat ini Evaluasi, perancangan ulang dan penyederhanaan sistem pengelolaan pegawai Penentuan kebutuhan teknologi untuk peningkatan kecepatan dan akurasi proses mutasi Penentuan beban kerja dan kompetensi SDM untuk tiap tahap proses mutasi Penentuan indikator kinerja tiap proses mutasi dan pelaksanaannya Tersedianya identifikasi sistem pengelolaan pegawai saat ini Tersedianya laporan evaluasi, Hukor V Hukor perancangan ulang dan V Hukor penyederhanaan sistem pengelolaan pegawa Tersedianya teknologi untuk peningkatan kecepatan dan akurasi proses mutasi tersedianya beban kerja dan kompetensi SDM untuk tiap tahap proses mutasi Tersedianya indikator kinerja tiap proses mutasi dan pelaksanaannya V Hukor V Hukor V Hukor 280 Lampiran

292 8 Sistem Pengelolaan Mutasi Pegawai Terbentuknya proses layanan mutasi pegawai yang lebih cepat, lebih tepat dan terbuka Penentuan tata nilai yang terkait Pembangunan Penyusunan pedoman mutasi Penyusunan rancangan sistem pengelolaan mutasi Penyusunan kebijakan dan regulasi yang diperlukan Sosialisasi Sosialisasi keterkaitan kegiatan peningkatan sistem pengelolaan mutasi dengan pencapaian visi, misi dan strategi organisasi Sosialisasi tentang peningkatan sistem pengelolaan mutasi Sosialisasi tentang sistem informasi pengelolaan mutasi Sosialisasi tentang kebutuhan jumlah dan kualifikasi SDM Sosialisasi tentang kebijakan dan regulasi baru Implementasi Pembangunan sistem informasi pengelolaan mutasi Implementasi sistem informasi pengelolaan mutasi Peningkatan kapabilitas SDM pemroses mutasi Tersedianya tata nilai yang terkait Tersedianya pedoman mutas Tersedianya rancangan sistem pengelolaan mutasi Tersedianya kebijakan dan regulasi yang diperlukan Terlaksananya sosialisasi keterkaitan kegiatan peningkatan sistem pengelolaan mutasi dengan pencapaian visi, misi dan strategi organisasi Terlaksananya sosialisasi tentang peningkatan sistem pengelolaan mutasi Terlaksananya sosialisasi tentang sistem informasi pengelolaan mutasi Terlaksananya sosialisasi tentang kebutuhan jumlah dan kualifikasi SDM Terlaksananya sosialisasi tentang kebijakan dan regulasi baru Tersedianya sistem informasi pengelolaan mutasi Terlaksananya penerapan sistem informasi pengelolaan mutasi Terlaksananya peningkatan kapabilitas SDM pemroses mutas Tersedianya pedoman mutasi Tersedianya kebijakan dan regulasi yang mendukung pelaksanaan peningkatan sistem pengelolaan mutasi Tersedia dan beroperasinya sistem informasi pengelolaan mutasi yang handa V Hukor Hukor V Hukor V V V Hukor V V V Hukor Hukor V Hukor V Hukor V Hukor V Hukor V Hukor Hukor V V Hukor V V Hukor V Hukor Lampiran 281

293 Pengukuran dan Evaluasi Penyusunan instrumen pengukuran dan evaluasi Pengukuran dan evaluasi efisiensi internal dan eksternal serta kinerja organisasi dan individu Penyesuaian standar layanan mutasi Pengukuran dan evaluasi efisiensi internal dan eksternal terkait mutasi Perencanaan Identifikasi sistem pengelolaan kepegawaian berbasis kinerja Evaluasi dan penyusunan sistem pengelolaan kepegawaian berbasi kinerja Penentuan kebutuhan teknologi/intrumen untuk penyusunan sistem pengelolaan kepegawaian berbasis kinerja Tersedianya instrumen pengukuran dan evaluasi Tersedianya laporan pengukuran dan evaluasi efisiensi internal dan eksternal serta kinerja organisasi dan individu Tersedianya standar layanan mutasi Tersedianya laporan pengukuran dan evaluasi efisiensi internal dan eksternal terkait mutasi Tersedianya sistem pengelolaan kepegawaian berbasis kinerja Tersedianya laporan evaluasi dan penyusunan sistem pengelolaan kepegawaian berbasis kinerja Tersedianya laporan kebutuhan teknologi/intrumen t untuk penyusunan sistem pengelolaan kepegawaian berbasis kinerja Hukor V Hukor V Hukor V Hukor V Hukor Hukor V Hukor V Hukor V Hukor 282 Lampiran

294 9 Pengembangan Sistem Pengelolaan Kepegawaian Berbasis Kinerja Terbentuknya sistem organisasi yang dapat melaksanakan misi dan mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien Penetuan beban kerja dan kualifikasi SDM pengelola sistem pengelolaan kepegawaian berbasi kinerja Penentuan indikator kinerja setiap proses penyusunan sistem pengelolaan kepegawaian dan pelaksanaannya Penentuan tata nilai yang terkait Pembangunan Penyusunan pedoman sistem pengelolaan kepegawaian berbasi kinerja Pengembangan instrumen sistem pengelolaan kepegawaian berbasi kinerja Penyusunan kebijakan dan regulasi yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan sistem pengelolaan kepegawaian berbasi kinerja Tersedianya laporan beban kerja dan kualifikasi SDM pengelola sistem pengelolaan kepegawaian berbasis kinerja Tersedianya indikator kinerja setiap proses penyusunan sistem pengelolaan kepegawaian dan pelaksanaannya Tersedianya tata nilai yang terkait Tersedianya pedoman sistem pengelolaan kepegawaian berbasis kinerja Tersedianya instrumen sistem pengelolaan kepegawaian berbasis kinerja Tersedianya kebijakan dan regulasi yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan sistem pengelolaan kepegawaian Tersedianya pedoman sistem pengelolaan kepegawaian berbasis kinerja Tersedianya pedoman sistem pengelolaan kepegawaian berbasis kinerja V Hukor V Hukor V Hukor Hukor V Hukor V Hukor V V Hukor berbasis kinerja Sosialisasi i Hukor Sosialisasi tentang hasil penyusunan sistem pengelolaan kepegawaian dengan pencapaian visi, misi dan strategi organisasi Sosialisasi tentang sistem pengelolaan kepegawaian berbasisi kinerja Sosialisasi tentang kebutuhan jumlah dan kualifikasi SDM pengelola sistem pengelolaan kepegawaian berbasis kinerja Terlaksananya sosialisasi tentang hasil penyusunan sistem pengelolaan kepegawaian dengan pencapaian visi, misi dan strategi organisasi Terlaksananya sosialisasi tentang sistem pengelolaan kepegawaian berbasisi kinerja Terlaksananya sosialisasi tentang kebutuhan jumlah dan kualifikasi SDM pengelola sistem pengelolaan kepegawaian berbasis kinerja V Hukor V Hukor V Hukor Lampiran 283

295 Sosialisasi tentang kebijakan dan regulasi baru terkait dengan sistem pengelolaan kepegawaian berbasis kinerja Implementasi Instalasi instrumen sistem pengelolaan kepegawaian berbasi kinerja, termasuk pengadaan dan instalasi perangkat keras Implementasi sistem pengelolaan kepegawaian berbasis kinerja Peningkatan kapabilitas SDM pengelola sistem pengelolaan kepegawaian berbasis kinerja Pengukuran dan Evaluasi Pengukuran dan evaluasi efisiensi internal dan eksternal serta kinerja organisasi dan individu Terlaksananya sosialisasi tentang kebijakan dan regulasi baru terkait dengan sistem pengelolaan kepegawaian berbasis kinerja Tersedianya instrumen sistem pengelolaan kepegawaian berbasis kinerja, termasuk pengadaan dan instalasi perangkat keras Terlaksananya sistem pengelolaan kepegawaian berbasis kinerja Terlaksananya peningkatan kapabilitas SDM pengelola sistem pengelolaan kepegawaian berbasis kinerja Tersedianya laporan pengukuran dan evaluasi efisiensi internal dan eksternal serta kinerja organisasi dan individu Tersedianya instrumen sistem pengelolaan kepegawaian berbasis kinerja, termasuk pengadaan dan instalasi perangkat keras Terlaksananya sistem pengelolaan kepegawaian berbasis kinerja Terlaksananya peningkatan kapabilitas SDM pengelola sistem pengelolaan kepegawaian berbasis kinerja V Hukor Hukor V Hukor V Hukor Hukor Hukor V Hukor 284 Lampiran

296 Pengukuran ketercapaian hasil penerapan sistem pengelolaan kepegawaian berbasis kinerja Penyesuaian persyaratan sistem pengelolaan kepegawaian berbasi kinerja dengan sistem yang ada Pengukuran dampak penerapan sistem pengelolaan kepegawaian berbasis kinerja Perencanaan Need assessment terhadap kebutuhan diklat Menyusun rencana pengembangan pendidikan dan pelatihan pegawai berbasis kompetensi Pembangunan Menyusun sistem dan proses pendidikan dan pelatihan pegawai berbasis kompetensi Sosialisasi Tersedianya laporan pengukuran ketercapaian hasil penerapan sistem pengelolaan kepegawaian berbasis kinerja Tersedianya laporan penyesuaian persyaratan sistem pengelolaan kepegawaian berbasis kinerja dengan sistem yang ada Tersedianya laporan pengukuran dampak penerapan sistem pengelolaan kepegawaian berbasis kinerja Tersedianya laporan kebutuhan diklat Tersusunnya rencana pengembangan diklat pegawai berbasis kompetensi Tersusunnya sistem dan proses diklat berbasis kompetensi V Hukor V V Hukor V Hukor Hukor V V Hukor V Hukor Hukor V Hukor Hukor Lampiran 285

297 10 Pengembangan pendidikan dan pelatihan pegawai berbasis kompetensi Terbangunnya sistem dan proses pendidikan dan pelatihan pegawai berbasis kompetensi dalam pengelolaan kebijakan dan pelayanan publik Sosialisasi penerapan sistem dan proses pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi dalam pengelolaan kebijakan dan pelayanan publik Implementasi Menerapkan sistem dan proses pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi dalam pengelolaan kebijakan dan pelayanan publik Pengukuran dan Evaluasi Melakukan evaluasi penerapan sistem dan proses pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi dalam pengelolaan kebijakan dan pelayanan publik Terlaksananya sosialisasi penerapan sistem dan proses pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi dalam pengelolaan kebijakan dan pelayanan publik Diterapkannya sistem dan proses diklat berbasis kompetensi dalam pengelolaan kebijakan dan pelayanan publik Tersedianya dan diterapkannya sistem dan proses pendidikan dan pelatihan pegawai berbasis kompetensi dalam pengelolaan kebijakan dan pelayanan publik Tersedianya laporan evaluasi penerapan sistem dan proses pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi dalam pengelolaan kebijakan dan pelayanan publik V Hukor Hukor V V V V V V V V V V V V Hukor Hukor V V Hukor 286 Lampiran

298 No PROGRAM/ KEGIATAN F 1 Penguatan peran SPI TAHUN Output Tahapan Kerja Output Kriteria Keberhasilan Rencana Anggaran III IV I II III IV I II III IV I II III IV PENGUATAN PENGAWASAN Perencanaan Terjadinya peningkatan ketaatan, efisiensi dan efektivitas pelaksanaan tugas dan fungsi Identifikasi penerapan SPI saat ini Pendataan hasil penerapan SPI saat ini Analisis kekurangan penerapan SPI saat ini Penentuan beban kerja dan kualifikasi SDM pemantau penguatan peran SPI Pembangunan Penyusunan indikator kinerja proses penguatan peran SPI Sudah terbit Permendiknas 16 Tahun 2009 tentang Satuan Pengawasan Intern Sudah terbentuk SPI pada 77 Satker Anggaran belum maksimal, kompetensi SDM kurang, POS belum lengkap, Sarpras belum lengkap Sudah terbit Per- Irjen No 275/B/KP2010 tentang Juknis Permendiknas 16 Tahun 2009 Sudah tersusun 6 POS terdiri dari Audit Tujuan Tertentu, Audit Aset, Audit Keuangan, Audit Kinerja, Pelayanan Keberatan Auditan, dan Penanganan Pengaduan Masyarakat Terbitnya Permendiknas baru untuk menyempurnakan Permendiknas 16 Tahun 2009 Terbentuk sebanyak 296 Satker SPI memiliki anggaran yang memadai serta seluruh SDM kompeten Terbitnya Per-Irjen baru untuk menyempurnakan Per-Irjen Nomor 275/B/KP2010 Penanggung jawab V Ses Itjen V V V V Ses Itjen V V V V V V Ses Itjen V Ses Itjen Ses Itjen POS diterapkan oleh SPI V V Ses Itjen Perancangan kerangka penguatan peran SPI Sudah dilatih anggota SPI agar memiliki kompetensi bidang audit internal, pengadaan barang/jasa, dan reviu laporan keuangan Semua anggota SPI memperoleh pelatihan kompetensi V V V V V V Ses Itjen Lampiran 287

299 2 Sosialisasi Ses Itjen Sosialisasi peran SPI Sosialisasi kerangka penguatan peran SPI Implementasi Implementasi kerangka penguatan peran SPI Peningkatan kapabilitas SDM pemantau pernguatan peran SPI Perencanaan Identifikasi kondisi integritas moral Revisi Permendiknas No 16 Tahun 2009 disosialisasikan POS disosialisasikan Bimbingan teknis Semua anggota SPI memiliki kompetensi Tersedia kode etik auditor, standar kompetensi, penilaian kinerja Semua satker memahami peran SPI Semua satker memahami POS Semua satker diberikan bimbingan teknis oleh auditor Anggota SPI menerima pelatihan audit internal, audit pengadaan barang/jasa, audit kinerja, reviu laporan keuangan, dan audit substansi pendidikan Terselenggaranya sidang kode etik auditor V Ses Itjen V Ses Itjen Ses Itjen V Ses Itjen V V V V Ses Itjen Ses Itjen V V V V V V V V V V V V V V Ses Itjen Penguatan Karakter Auditor Terwujudnya auditor yang memiliki integritas Pemetaan kebutuhan kompetensi dan nilai-nilai etika/moral auditor Pembangunan Penentuan indikator penilaian integritas Peningkatan kompetensi dan integritas Implementasi Penegakan kode etik auditor dan staf Penyediaan layanan keberatan auditan Tersedianya peta kompetensi dan standar kompetensi auditor Tersedianya instrumen penilaian kinerja Auditor menandatangani pakta integritas dan semua auditor mengikuti diklat kompetensi Terselenggara sidang dewan kode etik Terselenggara layanan keberatan auditan Tersusunnya penyempurnaan SKAP Tersusunnya 1 dokumen instrumen kinerja Semua auditor mengikuti diklat Diterapkannya sanksi terhadap pelanggaran kode etik Tersedia POS layanan keberatan auditan V Ses Itjen Ses Itjen V Ses Itjen V V Ses Itjen Ses Itjen V V V V V V V V V V V V V V Ses Itjen V Ses Itjen Penyediaan data base pengawasan Tersedia SIMAP dan SIMONTILA SIMAP dan SIMONTILA teraplikasikan V Ses Itjen 288 Lampiran

300 No G. PROGRAM/ KEGIATAN PENGUATAN AKUNTABILITAS KINERJA Output Tahapan Kerja Output Kriteria Keberhasilan TAHUN III IV I II III IV I II III IV I II III IV PENGUATAN SISTEM AKUNTABILITAS DI LINGKUNGAN Kemdikbud Terjadinya peningkatan kualitas perencanaan dan kebijakan pendidikan Penataan perencanaan kinerja, pengukuran kinerja, pelaporan kinerja, evaluasi kinerja dan hasil kinerja menjadi sistem yang mapan Sistem Akuntabilitas Kinerja di Lingkungan Kemdikbud Memimpin perubahan, berbudaya kinerja, berkinerja tinggi, dan sangat akuntabel V V V V V V V V V V V V V V A. PERENCANAAN 1. pembentukan tim penyusun V V V V 2. pengumpulan data masukan revisi IKU dan targetnya dari Unit Utama B. PEMBANGUNAN 1. penyusunan draft revisi renstra V V V V V V V V 2. pembahasan draft revisi renstra V V V V Revisi rencana strategis Kemdikbud konfirmasi draft revisi Renstra 4. Workshop draf revisi renstra 5 finalisasi Renstra Kemdikbud V V V V V V V V V V V V C. SOSIALISASI 1. sosialisasi renstra Kemdikbud d lingkungan Kemdikbud V V V V D. IMPLEMENTASI 1. Renstra digunakan sebagai acuan penyusunan renstra unit kerja E. PENGUKURAN DAN EVALUAS 1. Reviu Renstra Kemdikbud V V V V V V V V A. PERENCANAAN 1. pembentukan tim penyusun V V V V 2. pengumpulan bahan-bahan referensi dan materi pendukung V V V V B. PEMBANGUNAN 1. penyusunan draft pedoman V V V V evaluasi SAKIP 2. pembahasan draft pedoman V V V V evaluasi SAKIP 3. finalisasi draft pedoman V V V V evaluasisakip Rencana Anggaran Penanggung jawab Semua Unit Utama Semua Unit Utama Semua Unit Utama Semua Unit Utama Semua Unit Utama Semua Unit Utama Semua Unit Utama Semua Unit Utama Semua Unit Utama Semua Unit Utama Semua Unit Utama Semua Unit Utama Semua Unit Utama Semua Unit Utama Semua Unit Utama Semua Unit Utama Lampiran 289

301 Penyusunan Pedoman Evaluasi SAKIP Penyusunan Pedoman pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) 4. Workshop pedoman evaluasi SAKIP V V V V 5. uji petik pedoman V V V V evaluasisakip 6. finalisasi pedoman evaluasi V V V V 7. penyusunan payung hukum pedoman evaluasi SAKIP C. SOSIALISASI 1. sosialisasi pedoman evaluasi di lingkungan Kemdikbud D. IMPLEMENTASI 1. EvaluasiSAKIP di lingkungan kemdikbud E. PENGUKURAN DAN EVALUASI 1. Reviu pedoman evaluasi SAKIP V V V V V V V V V V V V V V V V A. PERENCANAAN 1. pembentukan tim penyusun V V V V 2. pengumpulan bahan-bahan dan materi pendukung V V V V B. PEMBANGUNAN 1. penyusunan draft pedoman pelaporan AKIP V V V V 2. pembahasan draft pedoman V V V V pelaporan AKIP 3. finalisasi draft pedoman V V V V pelaporan AKIP 4. pembuatan payung hukum V V V V (legalitas) C. SOSIALISASI 1. sosialisasi pedoman pelaporan AKIP di lingkungan Kemdikbud V V V V D. IMPLEMENTASI 1. penggunaan pedoman pelaporan AKIP lingkungan kemdikbud E. PENGUKURAN DAN EVALUAS 1. Evaluasi LAKIP di lingkungan kemdikbud A. PERENCANAAN 1. pembentukan tim penyusun V V V V V V V V V V V V 2. pengumpulan bahan-bahan dan materi pendukung V V V V Semua Unit Utama Semua Unit Utama Semua Unit Utama Semua Unit Utama Semua Unit Utama Semua Unit Utama Semua Unit Utama Semua Unit Utama Semua Unit Utama Semua Unit Utama Semua Unit Utama Semua Unit Utama Semua Unit Utama Semua Unit Utama Semua Unit Utama Semua Unit Utama Semua Unit Utama Semua Unit Utama 290 Lampiran

302 Penyusunan Pedoman Penetapan Kinerja Penyusunan Pedoman Pengukuran Kinerja pembangunan LAKIP online (e- Lakip) B. PEMBANGUNAN 1. penyusunan draft pedoman penetapan kinerja V V V V 2. pembahasan draft pedoman V V V V penetapan kinerja 3. finalisasi draft pedoman V V V V penetapan kinerja 4. pembuatan payung hukum V V V V (legalitas) C. SOSIALISASI 1. sosialisasi pedoman penetapan kinerja di lingkungan Kemdikbud V V V V D. IMPLEMENTASI 1. penggunaan pedoman penetapan kinerja lingkungan kemdikbud E. PENGUKURAN DAN EVALUASI 1. Reviu pedoman penetapan kinerja A. PERENCANAAN 1. pembentukan tim penyusun V V V V V V V V V V V V 2. pengumpulan bahan-bahan dan materi pendukung B. PEMBANGUNAN 1. penyusunan draft pedoman pengukuran kinerja 2. pembahasan draft pedoman pengukuran kinerja 3. finalisasi draft pedoman pengukuran kinerja C. SOSIALISASI 1. sosialisasi pedoman pengukuran kinerja di lingkungan Kemdikbud D. IMPLEMENTASI 1. penggunaan pedoman pengukuran kinerja lingkungan kemdikbud E. PENGUKURAN DAN EVALUASI 1. Reviu pedoman pengukuran kinerja A. PERENCANAAN 1. pembentukan tim kerja V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V 2. pengumpulan bahan-bahan dan materi pendukung B. PEMBANGUNAN 1. pembahasan konten dalam e- lakip 2. pembuatan draft tampilan/layout/flowchat e- lakip 3. programing e-lakip 4. uji coba sistem e-lakip 5. reviu e--lakip 6. finalisasi sistem e-lakip V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V Semua Unit Utama Semua Unit Utama Semua Unit Utama Semua Unit Utama Semua Unit Utama Semua Unit Utama Semua Unit Utama Semua Unit Utama Semua Unit Utama Semua Unit Utama Semua Unit Utama Semua Unit Utama Semua Unit Utama Semua Unit Utama Semua Unit Utama Semua Unit Utama Semua Unit Utama Semua Unit Utama Semua Unit Utama Semua Unit Utama Semua Unit Utama Semua Unit Utama Semua Unit Utama Lampiran 291

303 penyusunan Indikator Kinerja Utama Kemdikbud C. SOSIALISASI 1. sosialisasi dan workshop sistem e-lakip di lingkungan Kemdikbud V V V V D. IMPLEMENTASI 1. louncing dan penggunaan e- lakip di lingkungan kemdikbud V V V V E. PENGUKURAN DAN EVALUASI 1. Reviu efektifitas sistem e-lakip V V V V A. PERENCANAAN 1. pembentukan tim penyusun IKU Kemdikbud 2. Pengumpulan masukan IKU dari unit utama beserta target capaiannya B. PEMBANGUNAN 1. penyusunan draft IKU Kemdikbud beserta targetnya 2. pembahasan IKU dan target capaiannya Kemdikbud 3. Finalisasi IKU dan target capaiannya Kemdikbud 4. penyusunan payung hukum (legalitas) IKU Kemdikbud C. SOSIALISASI 1. sosialisasi IKU Kementerian di lingkungan Kemdikbud D. IMPLEMENTASI 1. pengunaan IKU Kementerian sebagai acuan kinerja di lingkungan kemdikbud E. PENGUKURAN DAN EVALUASI 1. pengukuran pencapaian IKU Kemdikbud 2. Reviu IKU Kemdikbud V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V Semua Unit Utama Semua Unit Utama Semua Unit Utama Semua Unit Utama Semua Unit Utama Semua Unit Utama Semua Unit Utama Semua Unit Utama Semua Unit Utama Semua Unit Utama Semua Unit Utama Semua Unit Utama Semua Unit Utama 292 Lampiran

304 No H.1 Program/Kegiatan, Output, Tahapan Kerja, Waktu Pelaksanaan, Kriteria Keberhasilan, Rencana Anggaran dan Penanggungjawab PROGRAM/ KEGIATAN Output Tahapan Kerja Output Kriteria Keberhasilan 2011 TAHUN I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV Rencana Anggaran PENINGKATAN KUALITAS LAYANAN PESERTA DIDIK Sistem penjaminan beasiswa/bantuan dana pendidikan Tersedianya penjaminan beasiswa/bantuan dana pendidikan Penyusunan TOR TOR (1) Tersedianya pedoman sistem tunggal penyaluran beasiswa/bantuan dana (2) Tersedianya dan beroperasinya sistem tunggal beasiswa/bantuan dana V 4 1 Identifikasi proses penyaluran beasiswa/bantuan dana pendidikan saat ini Verifikasi, evaluasi, perancangan ulang dan penyederhanaan proses penyaluran beasiswa/bantuan dana pendidikan saat ini Penentuan kebutuhan teknologi untuk peningkatan kecepatan jangkauan dan akurasi proses beasiswa/bantuan dana pendidikan saat ini Penentuan beban kerja dan kualifikasi SDM untuk tiap tahap proses beasiswa/bantuan dana pendidikan saat ini Penyusunan pedoman besiswa/bantuan dana pendidikan saat ini Data beasiswa Rancang bangun sistem penyaluran beasiswa/bantuan V 6 V 7 Kebutuhan teknologi V 7 Kebutuhan SDM V 10 Pedoman V 6 Pengembangan sistem informasi pengelolaan beasiswa/bantuan dana pendidikan saat ini Sistem TIK penyaluran hibah dan pemantauan V 250 Legitimasi Sistem pengelolaan beasiswa/bantuan dana pendidikan saat ini Sosialisasi tentang reformasi proses beasiswa/bantuan dana pendidikan saat ini Implementasi sistem informasi pengelolaan beasiswa/bantuan dana pendidikan saat ini Peningkatan kapabilitas SDM pengelola proses penyaluran beasiswa/bantuan dana pendidikan saat ini Pengukuran dan evaluasi efisiensi internal dan eksternal Peraturan Menteri V 150 Dinas Pendidikan Kab/Kota/Prop mengetahui V V 900 Berjalanannya sistem V V 10 SDM terlatih V V 25 Analisis dampak V 100 Penanggung jawab Sesditjen Dikdas Sesditjen Dikdas Sesditjen Dikdas Sesditjen Dikdas Sesditjen Dikdas Sesditjen Dikdas Sesditjen Dikdas Sesditjen Dikdas Sesditjen Dikdas Sesditjen Dikdas Sesditjen Dikdas Sesditjen Dikdas Lampiran 293

305 No H.2 1 Program/Kegiatan, Output, Tahapan Kerja, Waktu Pelaksanaan, Kriteria Keberhasilan, Rencana Anggaran dan Penanggungjawab PROGRAM/ KEGIATAN Output LAYANAN PUBLIK BIDANG PTK Tahapan Kerja Output Perencanaan Identifikasi Kebutuhan PTK Kriteria Keberhasilan Terpenuhinya formulasi dan data kebutuhan PTK TAHUN III II III IV I II III IV I II III IV I II III IV V Pendataan Kebutuhan PTK V Analisis Kebutuhan PTK V Penentuan Beban Kerja dan Kualifikasi PTK V V Pengembangan Penataan regulasi pemenuhan kebutuhan PTK Penataan mekanisme dan tatakelola pemenuhan kebutuhan PTK Tercapainya peningkatan, jangkauan, dan akurasi data PTK Penentuan indikator kinerja proses pendataan PTK V Pemenuhan Kebutuhan PTK Terpenuhinya standar rasio peserta didik : pendidik pada setiap satuan pendidikan per jenis dan per jenjang pendidikan Pengembangan sistem pendataan PTK Sosialisasi Sosialisasi sistem dan regulasi V V V V V V Sosialisasi tentang standar Semua stakeholder memahami standar rasio peserta didik : pendidik kebutuhan dan kualifikasi PTK pada setiap satuan pendidikan per jenis dan per jenjang pendidikan V Sosialisasi mekanisme dan tatakelola V Implementasi Implementasi standar rasio peserta didik : pendidik pada setiap satuan pendidikan per jenis dan per jenjang pendidikan Ketercapaian standar rasio peserta didik : pendidik pada setiap satuan pendidikan per jenis dan per jenjang pendidikan V Peningkatan kapabilitas SDM PTK V V Rencana Anggaran Penanggung jawab Ses BPSDMP & PMP Ses BPSDMP & PMP Ses BPSDMP & PMP Ses BPSDMP & PMP Ses BPSDMP & PMP Ses BPSDMP & PMP Ses BPSDMP & PMP Ses BPSDMP & PMP Ses BPSDMP & PMP Ses BPSDMP & PMP Ses BPSDMP & PMP Ses BPSDMP & PMP Ses BPSDMP & PMP Ses BPSDMP & PMP Ses BPSDMP & PMP 294 Lampiran

306 2 Sertifikasi Pendidik 86 % pendidik dalam jabatan bersertifikat pendidik dan tahun 2013 pendidik pra-jabatan harus bersertifikat pendidik 3 Peningkatan kualifikasi dan Profesionalisme berkelanjutan bagi PTK Penyaluran Bantuan Peningkatan Kualifikasi Akademik PTK ke S-1/D-IV Perencanaan Ses BPSDMP & PMP Identifikasi proses persetifikasian Terpenuhinya jumlah V Ses BPSDMP Pemetaan kuota pendidik yang pendidik yang akan Ses BPSDMP V V V V V V akan memperoleh bersertifikasi memperoleh sertifikasi & PMP Pembangunan Ses BPSDMP & PMP Evaluasi, perancangan ulang dan penyederhanaan proses persertifikasian pendidik Penentuan indikator kinerja persertifikasian pendidik Penyusunan prosedur kerja persertifikasian pendidik Tersedianya teknologi untuk peningkatan kecepatan, jangkauan dan akurasi proses persertifikasian pendidik V V V V V V V V V V V V V V V Ses BPSDMP & PMP Ses BPSDMP & PMP Ses BPSDMP & PMP Sosialisasi Ses BPSDMP & PMP Sosialisasi proses persertifikasian pendidik Semua stakeholder memahami tentang proses dan regulasi persertifikasian pendidik V Ses BPSDMP & PMP Sosialisasi tentang sistem informasi persertifikasian pendidik V Ses BPSDMP & PMP Sosialisasi tentang kebijakan dan regulasi baru terkait persertifikasian pendidik V Ses BPSDMP & PMP Ses BPSDMP & PMP Implementasi sistem persertifikasian pendidik Peningkatan kapabilitas SDM pengelola proses persertifikasian Ketercapaian 86 % pendidik dalam jabatan bersertifikat pendidik dan tahun 2013 pendidik prajabatan harus bersertifikat V V V V Ses BPSDMP & PMP Ses BPSDMP & PMP Perencanaan Ses BPSDMP & PMP Melakukan k pendataan PTK yang belum berkualifikasi akademik S- 1/D-IV Penentuan kuota PTK untuk bantuan biaya peningkatan kualifikasi secara bertahap Tersedianya data PTK yang belum terkualifikasi akademik S1/D-IV V V Ses BPSDMP & PMP Ses BPSDMP & PMP Pembangunan Ses BPSDMP & PMP Penyusunan kebijakan dan regulasi yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan peningkatan kualifikasi akademik ke S-1/D-IV bagi PTK Tersedianya teknologi untuk peningkatan kecepatan, jangkauan dan akurasi proses peningkatan kualifikasi akademik dan V V V Ses BPSDMP & PMP Sosialisasi Ses BPSDMP & PMP Sosialisasi proses peningkatan kualifikasi akademik ke S-1/D-IV bagi PTK Sosialisasi tentang kebijakan dan regulasi terkait peningkatan kualifikasi akademik ke S-1/D-IV bagi PTK Semua stakeholder memahami tentang proses dan regulasi peningkatan kualifikasi akademik dan kompetensi PTK V V V V V V Ses BPSDMP & PMP Ses BPSDMP & PMP Lampiran 295

307 4 Penghargaan dan Perlindungan Implementasi Ses BPSDMP & PMP Implementasi proses peningkatan kualifikasi akademik ke S-1/D-IV bagi PTK Peningkatan kualifikasi akademik ke S-1/D-IV bagi PTK secara bertahap Ketercapaian tahun 2014 PTK berkualifikasi akademik dan 100% PTK meningkatkan kompetensi V V V V V V Ses BPSDMP & PMP Ses BPSDMP & PMP Perencanaan Ses BPSDMP & PMP Menyusun pedoman pelaksanaan V Ses BPSDMP Menganalisis regukasi terkait dengan pemberian hukum PTK Tersedianya pedoman pelaksanaan pemberian penghargaan dan perlindungan PTK V V V Ses BPSDMP & PMP Pembangunan Ses BPSDMP & PMP Evaluasi, perancangan ulang dan penyederhanaan proses pemberian penghargaan, dan perlindungan PTK Penentuan indikator kinerja proses pemberian penghargaan, dan perlindungan PTK Penyusunan prosedur kerja proses pemberian penghargaan, dan perlindungan PTK Tersedianya teknologi untuk peningkatan kecepatan, jangkauan dan akurasi proses pemberian penghargaan, dan perlindungan V V V V V V V V V V V V Ses BPSDMP & PMP Ses BPSDMP & PMP Ses BPSDMP & PMP Sosialisasi Ses BPSDMP & PMP Sosialisasi proses pemberian penghargaan, dan perlindungan PTK Sosialisasi tentang kebijakan dan regulasi baru terkait pemberian penghargaan, dan perlindungan PTK Semua stakeholder memahami tentang proses dan regulasi pemberian penghargaan, dan perlindungan PTK V V V V V V V V V Ses BPSDMP & PMP Ses BPSDMP & PMP Implementasi Ses BPSDMP & PMP Implementasi sistem pemberian penghargaan, dan perlindungan PTK Peningkatan kapabilitas SDM pengelola proses pemberian penghargaan, dan perlindungan Terpenuhinya pemberian penghargaan PTK berprestasi dan khusus serta advokasi dan mediasi bantuan hukum bagi PTK V V V V V V V V V Ses BPSDMP & PMP Ses BPSDMP & PMP 296 Lampiran

308 5 Kesejahteraan PTK Pada tahun 2013 semua Guru PNS yang sudah bersertifikat pendidik mengikuti Penilaian Angka Kredit untuk menunjang peningkatan karirnya dan tahun 2014 semua guru baik PNS dan bukan PNS juga mengikuti Penilaian Angka Kredit Perencanaan Identifikasi PTK yg akan disetarakan jabatan fungsionalnya Identifikasi PTK yg akan dinilai Angka Kreditnya Tersedianya pedoman pelaksanaan pemberian kesejahteraan PTK V V V V Analisa dan Pendataan PTK yg memenuhi kriteria V V V V V V V V V Pembangunan Penyelesaian Penyesuaian Jabfung dan Angka Kredit guru PNS Penyelesaian Permendibud Kesetaraan Jabfung dan Angka Kredit (AK) guru bukan PNS Terpenuhinya teknologi untuk peningkatan kecepatan, jangkauan dan akurasi proses pemberian kesejahteraan PTK V V V V Pengembangan SIMPAK V V V Sosialisasi Sosialisasi Permenegpan dan RB no. 16 tahun 2009, Permendinas 35 tahun 2010 tentang jabfung dan angka kreditnya Bimtek dan seleksi Calon Tim penilai angka kredit Semua stakeholder memahami tentang proses dan regulasi pemberian kesejahteraan PTK V V V V V Implementasi Penyesuaian Jabfung dan Angka Kredit guru PNS Penyetaraan Jabfung dan Angka Kredit guru bukan PNS Terpenuhinya tunjangan profesi, tunjangan khusus, subsidi tunjangan fungsional, V V V V V V V V V V V V V V V V V V tunjangan tambahan Penilaian Angka Kredit Guru penghasilan, dan insentif V V V V V V V V V bagi PTK Penerbitan SK Jabfung dan V V V V V V V V V angka kredit guru terbaru hasil Ses BPSDMP & PMP Ses BPSDMP & PMP Ses BPSDMP & PMP Ses BPSDMP & PMP Ses BPSDMP & PMP Ses BPSDMP & PMP Ses BPSDMP & PMP Ses BPSDMP & PMP Ses BPSDMP & PMP Ses BPSDMP & PMP Ses BPSDMP & PMP Ses BPSDMP & PMP Ses BPSDMP & PMP Ses BPSDMP & PMP Ses BPSDMP & PMP Ses BPSDMP & PMP Lampiran 297

309 6 Sistem Informasi Manajemen PTK Terpenuhinya 80% PTK yang bernuptk Perencanaan Mengidentifikasi kebutuhan SIM V Ses BPSDMP Menganalisis regulasi terkait dengan SIM PTK Tersedianya analisis kebutuhan SIM PTK V Ses BPSDMP & PMP Koordinasi dengan pihak terkait masalah SIM PTK V V V V V V V V V V V V V Ses BPSDMP & PMP Pembangunan Ses BPSDMP & PMP Evaluasi, perancangan ulang dan penyederhanaan SIM PTK Terpenuhinya teknologi untuk peningkatan kecepatan, jangkauan dan V V Ses BPSDMP & PMP Penentuan indikator kinerja SIM PTK Penyusunan prosedur kerja SIM PTK akurasi proses pemberian kesejahteraan PTK V V V Ses BPSDMP & PMP Ses BPSDMP & PMP Sosialisasi Ses BPSDMP & PMP Semua stakeholder Ses BPSDMP Sosialisasi tentang SIM PTK memahami tentang V V V V V V & PMP proses dan regulasi SIM Sosialisasi tentang kebijakan dan PTK V V V V V V Ses BPSDMP Implementasi Ses BPSDMP & PMP Ses BPSDMP Implementasi SIM PTK Terpenuhinya 80% PTK V V & PMP yang bernuptk Peningkatan kapabilitas SDM V V V V V V V V Ses BPSDMP 298 Lampiran

310 No H.3 1 Program/Kegiatan, Output, Tahapan Kerja, Waktu Pelaksanaan, Kriteria Keberhasilan, Rencana Anggaran dan Penanggungjawab PROGRAM/ KEGIATAN LAYANAN SATUAN PENDIDIKAN Output Tahapan Kerja Output Kriteria Keberhasilan Perencanaan Identifikasi proses penyaluran hibah Identifikasi proses pemantauan saat ini Data Hibah Data Pemantauan Semua proses penyaluran hibah sudah teridentifikasi Semua proses pemantauan hibah sudah teridentifikasi TAHUN III II III IV I II III IV I II III IV I II III IV Rencana Anggaran V 8 V 8 Verifikasi, evaluasi, perancangan ulang dan penyederhanaan proses penyaluran dan pemantauan hibah Rancang bangun sistem hibah Rancang bangun sudah selesai V 8 Penentuan kebutuhan teknologi untuk peningkatan kecepatan, jangkauan dan akurasi proses penyaluran dan pemantauan hibah Penentuan beban kerja dan kualifikasi SDM untuk tiap tahap proses penyaluran dan pemantauan hibah Pembangunan Penentuan indikator kinerja tiap proses penyaluran dan pemantauan hibah dan pelaksanaannya Teknologi yang akan dipakai Beban kerja dan kualifikasi SDM Indikator kinerja Kebutuhan teknologi sudah ditetapkan Beban kerja dan kualifikasi SDM telah ditetapkan Indikator kinerja semua proses V 8 V 12 V 16 Penentuan tata nilai terkait Tata nilai Tata nilai sudah ada V 8 Sistem Penyaluran Hibah Tersedianya sistem penyaluran hibah dan pemantauan berbasis TIK Penyusunan pedoman penyaluran dan pemantauan hibah sekolah Pengembangan sistem informasi pengelolaan penyaluran dan pemantauan hibah Penyusunan Kebijakan dan regulasi yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan reformasi penyaluran dan pemantauan hibah Sosialisasi Sosialisasi keterkaitan reformasi dengan pencapaian visi, misi, dan strategi organisasi Pedoman Pedoman sudah ada V 8 Penyaluran hibah berbasis TIK Regulasi Dinas Pendidikan Kab/Kota/Prop mengetahui Sistem informasi penyaluran hibah sudah terbangun Kebijakan dan regulasi sudah ada Semua Dinas Pendidikan sudah mendapatkan sosialisasi V 300 V V 1000 Penanggung jawab Sekretaris unit Utama Ditjen Ses Ditjen Dikmen Ses Ditjen Dikmen Ses Ditjen Dikmen Ses Ditjen Dikmen Ses Ditjen Dikmen Ses Ditjen Dikmen Ses Ditjen Dikmen Ses Ditjen Dikmen Ses Ditjen Dikmen Ses Ditjen Dikmen Lampiran 299

311 Sosialisasi tentang reformasi proses penyaluran dan pemantaun hibah Sosialisasi tentang sistem informasi pengelolaan penyaluran dan pemantauan hibah Sosialisasi tentang kebutuhan jumlah dan kualifikasi SDM Sosialisasi tentang kebijakan dan regulasi baru Implementasi Instansi sistem hasil rancangan dan pengembangan, termasuk pengadaan dan instalasi perangkat keras Implementasi sistem informasi pengelolaan penyaluran dan pemantauan hibah Peningkatan kapabilitas SDM pengelola proses penyaluran dan pemantauan hibah Pengukuran dan Evaluasi Pengukuran dan evaluasi efisiensi internal dan eksternal serta kinerja organisasi dan individu Pengukuran ketercapaian standar layanan pemberian akreditasi sekolah dan evaluasinya Penyesuaian standar layanan pemberian akreditasi sekolah Dinas Pendidikan Kab/Kota/Prop mengetahui Semua Dinas Pendidikan sudah mendapatkan sosialisasi V 1000 Pemangku kepentingan utama mengetahui Semua pemangku kepentingan utama mengetahui V 2000 Pemangku kepentingan utama mengetahui Pemangku kepentingan utama mengetahui Semua pemangku kepentingan utama mengetahui Semua pemangku kepentingan utama mengetahui V 1000 V 2000 Hardware pendukung Terpasangnya hardware pendukung V 300 Berjalannya sistem Berjalanannya sistem informasi perencanaan V V 4 SDM terlatih Semua SDM terkait sudah mendapatkan pelatihan V V 20 Data efisiensi 100 sekolah sudah diukur V V V 100 Data capaian layanan 100 sekolah sudah diukur V V V 100 Standar layanan baru Perbaikan kebijakan dan regulasi sudah dilaksanakan V V V 60 Ses Ditjen Dikmen Ses Ditjen Dikmen Ses Ditjen Dikmen Ses Ditjen Dikmen Ses Ditjen Dikmen Ses Ditjen Dikmen Ses Ditjen Dikmen Ses Ditjen Dikmen Ses Ditjen Dikmen Ses Ditjen Dikmen 300 Lampiran

312 Program/Kegiatan, Output, Tahapan Kerja, Waktu Pelaksanaan, Kriteria Keberhasilan, Rencana Anggaran dan Penanggungjawab No H.4 1 PROGRAM/ KEGIATAN LAYANAN SUBSTANSI PENDIDIKAN Pendidikan Karakter dan Kewirausahaan Output Tahapan Kerja Output Kriteria Keberhasilan Terwujudnya pendidikan karakter dan kewirausahaan dalam pendidikan nasional Perencanaan Identifikasi sistem pendidikan yang diterapkan saat ini Identifikasi pentingnya penerapan pendidikan karakter dan kewirausahaan Analisa kebutuhan teknologi/instrumen dan SDM pengelola pendidikan karakter dan kewirausahaan peraturan bidang pendidikan daftar peraturan yang terdiri dari UU, PP, Permendiknas, Surat Edaran, SK nilai-nilai pendidikan karakter dan kewirausahaan instrumen dan SDM pengelola pendidikan karakter dan kewirausahaan situasi sekolah yang bersih, rapi, nyaman, disiplin, sopan, dan santun instrumen yang mudah digunakan, SDM yang kompeten TAHUN III II III IV I II III IV I II III IV I II III IV V V V V V V Ses Balitbang Ses Balitbang Ses Balitbang Pembangunan Ses Balitbang Ses Balitbang Perumusan kurikulum pendidikan karakter dan kewirausahaan Penentuan indikator keberhasilan pendidikan karakter dan kewirausahaan Penentuan kebijakan dan regulasi yang diperlukan untuk mendukung pendidikan karakter dan kewirausahaan Sosialisasi Sosialisasi peran penting pendidikan karakter dan kewirausahaan bagi dunia pendidikan di Indonesia Sosialisasi kurikulum pendidikan karakter dan kewirausahaan konsep model kurikulum pendidikan karakter dan dapat dan layak diterapkan di sekolah V V kewirausahaan daftar indikator keberhasilan operasional dan dapat diukur V V konsep aturan dan regulasi untuk mendukung pendidikan karakter dan kewirausahaan penentu kebijakan dan pelaksana kebijakan di pusat dan daerah penentu kebijakan dan pelaksana kebijakan di pusat dan daerah dapat dan layak diterapkan di sekolah jumlah peserta yang mendapat sosialisasi V V jumlah peserta yang mendapat sosialisasi V V Rencana Anggaran Penanggung jawab Ses Balitbang Ses Balitbang Ses Balitbang Ses Balitbang Implementasi Ses Balitbang satuan pendidikan pelaksana jumlah satuan pendidikan Ses Balitbang Implementasi pendidikan pendidikan karakter dan pelaksana pendidikan V V karakter dan kewirausahaan kewirausahaan karakter dan kewirausahaan data sekolah pelaksana yang jumlah sekolah pelaksana Ses Balitbang sukses yang sukses (sesuai Evaluasi penerapan pendidikan dengan indikator V V karakter dan kewirausahaan pendidikan karakter yang diterapkan) Sistem berbagi pengetahuan dan pengalaman (rumah belajar) Tersedianya Sistem berbagi pengetahuan dan pengalaman (rumah belajar) 2 Perencanaan Ses Balitbang Ses Balitbang Identifikasi sistem berbagi pengetahuan dan pengalaman (rumah belajar) yang ada saat ini Identifikasi fungsi sistem berbagi Analisis proses sistem berbagi pengetahuan dan pengalaman (rumah belajar) sistem rumah belajar bahan ajar, tutor, sarana belajar sesuai dengan karakteristik dari rumah belajar sistem berbagi analisis proses komponen-kompenen yang harus dipenuhi dalam sistem V V Ses Balitbang Lampiran 301

313 Penentuan kebutuhan teknologi untuk peningkatan kecepatan, jangkauan dan akurasi proses bisnis sistem berbagi pengetahuan dan pengalaman (rumah belajar) Penentuan beban kerja, jumlah dan kualifikasi SDM untuk tiap tahap proses pembangunan sistem berbagi pengetahuan dan pengalaman (rumah belajar) kebutuhan teknologi teknologi yang mudah dan tepat guna beban kerja SDM yang kompeten dan profesional sesuai dengan beban kerja yang ditetapkan V V Ses Balitbang Ses Balitbang Pembangunan Ses Balitbang Ses Balitbang Penentuan indikator kinerja sistem berbagi pengetahuan dan pengalaman (rumah belajar indikator kinerja sistem berbagi dan pengetahuan operasional dan dapat diukur V V Analisis proses sistem berbagi pengetahuan dan pengalaman proses sistem berbagi proses sitem berbagi yang lengkap dan rinci V V Ses Balitbang Pembangunan sistem berbagi pengetahuan dan pengalaman (rumah belajar) Penyusunan kebijakan dan regulasi yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan sistem berbagi pengetahuan dan pengalaman (rumah belajar) sistem berbagi dapat diimplementasikan, handal dan praktis V V konsep kebijakan dan regulasi dapat dan layak diterapkan dan dioperasionalkan V V Ses Balitbang Ses Balitbang Sosialisasi Ses Balitbang Ses Balitbang Sosialisasi fungsi sistem berbagi pengetahuan dan pengalaman (rumah belajar) Sosialisasi proses bisnis sistem berbagi pengetahuan dan pengalaman (rumah belajar) penentu kebijakan dan pelaksana kebijakan di pusat dan daerah penentu kebijakan dan pelaksana kebijakan di pusat dan daerah jumlah peserta yang mendapat sosialisasi V jumlah peserta yang mendapat sosialisasi V Ses Balitbang Sosialisasi kebijakan kebijakan dan regulasi yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan sistem berbagi pengetahuan dan pengalaman (rumah belajar) penentu kebijakan dan pelaksana kebijakan di pusat dan daerah jumlah peserta yang mendapat sosialisasi V Ses Balitbang 302 Lampiran

314 3 Sistem Pembelajaran dan Berbagi Materi - Materi e- pembelajaran - Informasi kurikulum - Sistem informasi materi dan nilai UN Tersedianya materi e-pembelajaran (kurikulum sampai UN) secara terintegrasi Implementasi Ses Balitbang Ses Balitbang Instalasi sistem hasil rancangan dan pengembangan, termasuk pengadaan dan instalasi perangkat keras sistem yang telah terinstal manual sistem yang mudah dipahami, sistem yang beroperasi dengan baik V V V Implementasi sistem berbagi pengetahuan dan pengalaman (rumah belajar) Peningkatan kapabilitas SDM pengelola Sistem berbagi pengetahuan dan pengalaman (rumah belajar) Penataan pola, format dan tata nilai Identifikasi kebutuhan visualisasi dan interaksi untuk pembelajaran secara elektronik di tiap jenjang pendidikan. Penyusunan pola dan format standar untuk materi dan metode pendidikan serta manajemen lembaga pendidikan. Penyusunan pola keterhubungan antar modul materi maupun metode serta modul evaluasinya. Penyusunan standar tingkat kesulitan modul materi dan modul evaluasi yang digunakan untuk perhitungan skor pencapaian pengguna. Pengisian konten gelombang pertama Konversi Buku Sekolah Elektronik ke format modul standar. Peletakan modul-modul dalam kerangka kurikulum. sistem yang stabil sistem yang selalu online, stabil V V V SDM pengelola sistem SDM pengelola sistem yang kompeten daftar kebutuhan daftar kebutuhan visualisasi dan interaksi pembelajaran yang mudah dioperasikan sesuai dengan tingkat perkembangan siswa pola dan format standar untuk materi dan metode pendidikan pola keterhubungan antara modul materi, metode serta modul evaluasi standar tingkat kesulitan modul materi dan modul evaluasi pola dan format standar untuk materi dan metode pendidikan yang mudah dilaksanakan pola keterhubungan antara modul materi, metode serta modul evaluasi yang cocok, konsisten, dan mudah dipelajari tingkat kesulitan yang disesuikan dengan materi dan cara evaluasi V Buku Sekolah Elektronik Buku Sekolah Elektronik yang sesuai dengan format modul standar modul-modul kurikulum dalam format standar modul-modul kurikulum dalam format standar yang mudah dioperasikan dan mudah dibaca V V V V V V V V V V V V Ses Balitbang Ses Balitbang Ses Balitbang Ses Balitbang Ses Balitbang Ses Balitbang Ses Balitbang Ses Balitbang Ses Balitbang Ses Balitbang Pengisian keterhubungan antar modul BSE yang relevan. Penilaian tingkat kesulitan untuk masing-masing modul. Konversi metode pendidikan yang menjadi standar pembelajaran di sekolah formal dan non formal ke dalam format modul standar. peta keterhubungan modul BSE dengan kurikulum peta keterhubungan modul BSE dengan kurikulum yang mudah dibaca dan dipahami tingkat kesulitan modul tingkat kesulitan yang metode pendidikan yang telah dikonversi sesuai dengan karakteristik modul dan pengguna metode pendidikan yang telah dikonversi yang mudah dipelajari dan dilaksanakan V V V V V V V V V Ses Balitbang Ses Balitbang Ses Balitbang Lampiran 303

315 Pengisian konten gelombang kedua Pemantauan umpan balik dan masukan pengguna atas modulmodul yang tersedia. Evaluasi keterdukungan kurikulum oleh respon modulmodul materi pendidikan yang ada dalam sistem. Analisis kebutuhan modul untuk diprioritaskan pada pengisian konten gelombang kedua dengan memperhatikan keterdukungan kurikulum secara merata serta minat pengguna. Pembuatan modul-modul materi dan metode pendidikan untuk gelombang kedua. Pemberian penghargaan atas kontribusi modul oleh PTK yang mendapatkan rating/dukungan yang tinggi dari pengguna yang tersebar secara geografis. Penggalakan kontribusi materi, metode dan manajemen lembaga pendidikan Perumusan klasifikasi, kriteria dan aturan lomba kontribusi. Pengumuman dan sosialisasi lomba. Penjurian dan pengumuman hasil lomba. Perumusan kriteria yang dapat menjamin kesinambungan jejaring, untuk dipakai dasar pemberian penghargaan secara periodik ke depan. Ses Balitbang data umpan balik data umpan balik yang valid, reliabel, dan tepat waktu data keterdukungan kurikulum data keterdukungan kurikulum yang sesuai dengan modul meteri pendidikan daftar prioritas kebutuhan modul prioritas kebutuhan modul yang sesuai dengan kurikulum, minat pengguna V V V V V V Ses Balitbang Ses Balitbang Ses Balitbang modul materi dan metode pendidikan modul materi dan metode pendidikan yang sesuai dengan kurikulum kebutuhan pengguna V V Ses Balitbang penghargaan atau pengakuan terhadap partisipasi PTK penghargaan atau pengakuan terhadap partisipasi PTK yang berkontribusi aktif V V Ses Balitbang Ses Balitbang klasifikasi, kriteria dan aturan lomba kontribusi. klasifikasi, kriteria dan aturan lomba kontribusi yang proporsional dan berkeadilan bagi peserta/pengguna V V Ses Balitbang pengumuman pengumuman yang mudah diakses, dipahami dan diikuti oleh semua pengguna V V Ses Balitbang g hasil lomba hasil lomba yang dijuri Ses Balitbang secara obyektif, adil, dan V V memotivasi pengguna konsep kriteria kesinambungan jejaring bersifat terus menerus, dan berkembang Ses Balitbang V V 304 Lampiran

316 No PROGRAM/ KEGIATAN Tahapan Kerja Output 1. Registrasi nasional cagar budaya (warisan budaya benda) Perencanaan Identifikasi SOP pendaftaran CB SOP pendaftaran CB yang teridentifikasi Analisis kebutuhan teknologi sistem registrasi nasional CB Hasil kajian kebutuhan teknologi sistem registrasi nasional CB Kriteria Keberhasilan Teridentifikasinya SOP pendaftaran CB Terwujudnya kebutuhan teknologi sistem registrasi nasional CB Status LAYANAN KEBAHASAAN III IV I II III IV I II III IV Rencana Anggaran Penanggung jawab Akn Rp Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Identifikasi unit penyelenggara registrasi CB Unit penyelenggara registrasi CB yang teridentifikasi Identifikasi tim ahli CB di daerah Tim ahli CB di daerah yang teridentifikasi Teridentifikasinya unit penyelenggara registrasi CB Teridentifikasinya tim ahli CB di daerah Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Analisis kebutuhan tim ahli CB Hasil kajian kebutuhan tim ahli CB Terwujudnya kebutuhan tim ahli CB Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Identifikasi indikator keberhasilan sistem registrasi nasional CB Indikator keberhasilan sistem registrasi nasional CB yang teridentifikasi Teridentifikasinya indikator keberhasilan sistem registrasi nasional CB Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Pembangunan Penyusunan POS pendaftaran CB POS pendaftaran CB Tersusunnya POS pendaftaran CB Membangun aplikasi sistem registrasi nasional cagar budaya Aplikasi sistem registrasi nasional cagar budaya Terbangunnya plikasi sistem registrasi nasional cagar budaya Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Penyusunan peta unit penyelenggara Peta unit penyelenggara Tersusunnya peta unit penyelenggara Penyusunan peta ketersediaan tenaga ahli di daerah Peta ketersediaan tenaga ahli di daerah Tersusunnya peta ketersediaan tenaga ahli di daerah Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Lampiran 305

317 No PROGRAM/ KEGIATAN Tahapan Kerja Output Kriteria Keberhasilan Sosialisasi Sosialisasi POS pendaftaran CB POS pendaftaran CB yang tersosialisasi Uji coba aplikasi sistem registrasi nasional CB aplikasi sistem registrasi nasional CB yang teruji Tersosialisasinya POS pendaftaran CB Terujinya aplikasi sistem registrasi nasional CB Sosialisasi peta unit dan tenaga ahli dan kebutuhannya Peta unit dan tenaga ahli dan kebutuhannya yang tersosialisasi Tersosialisasinya peta unit dan tenaga ahli dan kebutuhannya Implementasi Pelaksanaan pendaftaran CB melalui aplikasi sistem registrasi nasional CB Pendaftaran CB melalui aplikasi sistem registrasi nasional CB Terlaksananya pendaftaran CB melalui aplikasi sistem registrasi nasional CB Pembentukan unit penyelenggara Unit penyelenggara Terbentuknya unit penyelenggara Pembentukan tim ahli penetapan di daerah Tim ahli penetapan di daerah Terbentuknya tim ahli penetapan di daerah Evaluasi Evaluasi POS pendaftaran CB POS pendaftaran CB yang terevaluasi Evaluasi aplikasi sistem registrasi nasional aplikasi sistem registrasi nasional yang terevaluasi Terevaluasinya POS pendaftaran CB Terevaluasinya aplikasi sistem registrasi nasional Evaluasi unit penyelenggara unit penyelenggara yang terevaluasi Evaluasi tim ahli cagar budaya di daerah Tim ahli cagar budaya di daerah yang terevaluasi Terevaluasinya unit penyelenggara Terevaluasinya tim ahli cagar budaya di daerah Status Rencana Anggaran Penanggung jawab III IV I II III IV I II III IV Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan 306 Lampiran

318 No PROGRAM/ KEGIATAN Tahapan Kerja Output 2. Pencatatan warisan budaya nasional (warisan budaya tak benda) Kriteria Keberhasilan Status III IV I II III IV I II III IV Rencana Anggaran Penanggung jawab Perencanaan Pembuatan POS identifikasi Mekanisme identifikasi Terwujudnya POS Identifikasi Akn Rp Sekretaris Ditjen Kebudayaan Analisis kebutuhan teknologi/instrumen dan SDM pengelola fasilitasi layanan pencatatan warisan budaya nasional Hasil kajian kebutuhan/instrumen dan SDM pengelola layanan warisan budaya Terwujudnya kebutuhan teknologi/instrumen dan SDM Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Identifikasi tenaga teknis pencatatan warisan budaya Pembangunan Penyusunan POS pencatatan warisan budaya nasional Peta tenaga teknis pencatatan warisan budaya POS pencatatan warisan budaya nasional Teridentifikasinya 100% peta tenaga teknis pencatatan warisan budaya Tersusunnya POS pencatatan warisan budaya nasional Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Pembangunan sistem aplikasi layanan pencatatan warisan budaya nasional Sistem aplikasi layanan pencatatan warisan budaya nasional Terbangunnya sistem aplikasi pencatatan warisan budaya nasional Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Penyusunan tugas dan fungsi tenaga teknis pencatatan warisan budaya Dokumen tugas dan fungsi kompetensi tenaga teknis pencatatan warisan budaya Tersusunnya tugas dan fungsi tenaga teknis pencatatan warisan budaya Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Lampiran 307

319 No PROGRAM/ KEGIATAN Tahapan Kerja Output Sosialisasi Sosialisasi POS pencatatan warisan budaya nasional Jumlah --- POS pencatatan warisan budaya nasional yang tersosialisasikan Sosialisasi sistem aplikasi layanan pencatatan warisan budaya nasional Jumlah ---- Sistem aplikasi layanan pencatatan warisan budaya nasional yang tersosialisasi Sosialisasi tugas dan fungsi tenaga teknis pencatatan warisan budaya Jumlah tenaga teknis pencatatan warisan budaya yang tersosialisasikan Implementasi Penerapan sistem aplikasi pencatatan warisan budaya Jumlah warisan budaya yang tercatat Pengukuran dan Evaluasi Evaluasi POS pencatatan warisan budaya nasional POS pencatatan warisan budaya nasional yang terevaluasi Evaluasi sistem aplikasi layanan pencatatan warisan budaya nasional Sistem aplikasi layanan pencatatan warisan budaya nasional yang terevaluasi Evaluasi tugas dan fungsi tenaga teknis pencatatan warisan budaya Tugas dan fungsi tenaga teknis pencatatan warisan budaya yang terevaluasi Kriteria Keberhasilan Tersosialisasikannya POS pencatatan warisan budaya nasional kepada ---- Tersosialisasikannya sistem aplikasi pencatatan warisan budaya nasional kepada ---- Tersosialisasikannya tugas dan fungsi tenaga teknis pencatatan warisan budaya kepada seluruh calon tenaga teknis pencatatan warisan budaya Tercatatnya minimal 2000 warisan budaya Terevaluasinya POS pencatatan warisan budaya nasional satu kali dalam setahun Terevaluasinya sistem aplikasi pencatatan warisan budaya nasional satu kali dalam setahun Terevaluasinya tugas dan fungsi tenaga teknis pencatatan warisan budaya satu kali dalam setahun Status Rencana Anggaran Penanggung jawab III IV I II III IV I II III IV Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan 308 Lampiran

320 No PROGRAM/ KEGIATAN Tahapan Kerja Output 3. Penyensoran film Kriteria Keberhasilan Perencanaan Pembuatan POS identifikasi Mekanisme identifikasi Terwujudnya POS Identifikasi Akn Analisis kebutuhan teknologi/instrumen dan SDM pengelola fasilitasi layanan penyensoran film Hasil kajian kebutuhan/instrumen dan SDM pengelola layanan penyensoran film Terwujudnya kebutuhan teknologi/instrumen dan SDM Status III IV I II III IV I II III IV Rencana Anggaran Penanggung jawab Rp Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Identifikasi tenaga teknis penyensoran film Peta kompetensi tenaga teknis penyensoran film Teridentifikasinya 100% tenaga teknis penyensoran film Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Pembangunan Penyusunan standar kompetensi bagi tenaga teknis penyensoran film Pembuatan aplikasi sistem penyensoran film berbasis jaringan Pembuatan kebijakan koordinasi dan fasilitasi serta regulasi penyensoran film Standar kompetensi bagi tenaga teknis penyensoran film Aplikasi sistem penyensoran film berbasis jaringan Kebijakan koordinasi dan fasilitasi serta regulasi penyensoran film Terwujudnya standar kompetensi Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Terwujudnya aplikasi sistem Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Terwujudnya kebijakan koordinasi dan fasilitasi serta regulasi penyensoran film Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Penyusunan indikator keberhasilan penyensoran film Indikator keberhasilan penyensoran film Tersusunnya indikator penyensoran film Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Lampiran 309

321 No PROGRAM/ KEGIATAN Tahapan Kerja Output Kriteria Keberhasilan Sosialisasi Sosialisasi POS identifikasi Jumlah pemangku kepentingan di bidang perfilman yang tersosialisasi Sosialisasi standar kompetensi bagi tenaga teknis penyensoran film Sosialisasi dan uji coba aplikasi sistem penyensoran film berbasis jaringan Sosialisasi kebijakan koordinasi dan fasilitasi serta regulasi penyensoran film Jumlah tenaga teknis penyensoran film yang tersosialisasi standar kompetensi Aplikasi sistem penyensoran film berbasis jaringan tersosialisasi Kebijakan koordinasi dan fasilitasi serta regulasi penyensoran film tersosialisasi Tersosialisasikannya POS identifikasi kepada minimal 100% pemangku kepentingan di bidang perfilman Tersosialisasikannya standar kompetensi kepada minimal 100% tenaga teknis penyensoran film Tersosialisasikannya aplikasi sistem kepada minimal 60% rumah produksi dan importir perfilman Tersosialisasikannya kebijakan koordinasi dan fasilitasi serta regulasi penyensoran film kepada minimal 100% pemangku kepentingan di bidang perfilman Implementasi Standardisasi kompetensi tenaga teknis penyensoran film Pemutakhiran aplikasi sistem penyensoran film dalam jaringan Jumlah tenaga teknis penyensoran film yang terstandardisasi Aplikasi sistem penyensoran film dalam jaringan termutakhirkan Terstandardisasinya minimal 40% tenaga teknis penyensoran film Termutakhirkannya aplikasi sistem penyensoran film dalam jaringan setiap enam bulan sekali Penerapan kebijakan regulasi penyensoran film Pengukuran dan Evaluasi Evaluasi standar kompetensi tenaga teknis penyensoran film Evaluasi pemutakhiran aplikasi sistem penyensoran film berbasis jaringan Jumlah film yang disensor Terlaksananya penyensoran film kepada 100% film yang didaftarkan Jumlah tenaga teknis penyensoran film yang terevaluasi Aplikasi sistem penyensoran film berbasis jaringan yang terevaluasi Terevaluasinya minimal 40% tenaga teknis penyensoran film Terevaluasinya aplikasi sistem penyensoran film berbasis jaringan setiap enam bulan sekali Evaluasi kebijakan regulasi penyensoran film Kebijakan regulasi penyensoran film yang terevaluasi Terevaluasinya kebijakan regulasi penyuntingan Status Rencana Anggaran Penanggung jawab III IV I II III IV I II III IV Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan 310 Lampiran

322 No PROGRAM/ KEGIATAN Tahapan Kerja Output 4. Peningkatan fungsi museum Perencanaan Identifikasi standar minimal POS nasional pelayanan, tata pamer dan penyebarluasan informasi museum Identifikasi museum yang perlu direvitalisasi Identifikasi SDM pengelola museum dalam rangka peningkatan mutu SDM Bahan kajian standar minimal POS nasional pelayanan, tata pamer dan penyebarluasan informasi museum Peta museum yang perlu direvitalisasi Peta kondisi SDM pengelola museum Pembangunan Penyusunan standar minimal POS nasional pelayanan, tata pamer dan penyebarluasan informasi museum Penentuan kebutuhan museum yang perlu direvitalisasi Penyusunan mekanisme peningkatan mutu SDM permuseuman Sosialisasi Sosialisasi standar minimal POS nasional pelayanan, tata pamer dan penyebarluasan informasi museum Standar minimal POS nasional pelayanan, tata pamer dan penyebarluasan informasi museum Daftar kebutuhan museum yang akan direvitalisasi Konsep mekanisme peningkatan mutu SDM permuseuman Jumlah pengelola museum yang tersosialisasikan Kriteria Keberhasilan Tersusunnya bahan kajian standar minimal POS nasional pelayanan, tata pamer dan penyebarluasan informasi museum Tersusunnya peta museum yang perlu direvitalisasi Tersusunnya peta kondisi SDM pengelola museum Tersusunnya standar minimal POS nasional pelayanan, tata pamer dan penyebarluasan informasi museum Tersusunnya daftar kebutuhan museum yang akan direvitalisasi Tersusunnya konsep mekanisme peningkatan mutu SDM permuseuman Tersosialisasikannya standar minimal POS nasional pelayanan, tata pamer dan penyebarluasan informasi museum kepada seluruh pengelola museum di Indonesia Status Rencana Anggaran Penanggung jawab III IV I II III IV I II III IV Akn Rp Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Lampiran 311

323 No PROGRAM/ KEGIATAN Tahapan Kerja Output Sosialisasi kebutuhan museum yang perlu direvitalisasi Jumlah museum yang tersosialisasikan Sosialisasi peningkatan mutu SDM permuseuman Jumlah SDM permuseuman yang tersosialisasikan Implementasi Revitalisasi museum Jumlah museum yang direvitalisasi Pendidikan dan pelatihan dalam rangka peningkatan mutu SDM permuseuman Jumlah SDM permuseuman yang terlatih dan terdidik Pengukuran dan Evaluasi Evaluasi standar minimal POS nasional pelayanan, tata pamer dan penyebarluasan informasi museum Standar minimal POS nasional pelayanan, tata pamer dan penyebarluasan informasi museum yang terevaluasi Evaluasi kebutuhan museum yang perlu direvitalisasi Jumlah revitalisasi museum yang terevaluasi Evaluasi mekanisme peningkatan mutu SDM permuseuman Mekanisme peningkatan mutu SDM permuseuman yang terevaluasi Kriteria Keberhasilan Tersosialisasikannya kebutuhan museum yang perlu direvitalisasi kepada seluruh museum yang akan direvitalisasi Tersosialisasikannya peningkatan mutu SDM permuseuman kepada minimal 80% SDM permuseuman dari seluruh perwakilan museum di Indonesia Terevitalisasikannya seluruh museum yang telah ditentukan Terlatih dan terdidiknya minimal 80% SDM permuseuman dari seluruh perwakilan museum di Indonesia Terevaluasinya standar minimal POS nasional pelayanan, tata pamer dan penyebarluasan informasi museum sekali pertahun Terevaluasinya kebutuhan museum yang perlu direvitalisasi sekali pertahun Terevaluasinya mekanisme peningkatan mutu SDM permuseuman sekali pertahun Status III IV I II III IV I II III IV Rencana Anggaran Penanggung jawab Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan 312 Lampiran

324 No PROGRAM/ KEGIATAN Tahapan Kerja Output 5. Peningkatan fungsi taman budaya Perencanaan Identifikasi standar minimal POS nasional pelayanan, aktivitas kesenian dan penyebarluasan informasi taman budaya Standar minimal POS nasional pelayanan, aktivitas kesenian dan penyebarluasan informasi taman budaya yang teridentifikasi Identifikasi taman budaya yang perlu direvitalisasi Identifikasi SDM pengelola taman budaya dalam rangka peningkatan mutu SDM Taman budaya yang perlu direvitalisasi yang teridentifikasi SDM pengelola taman budaya dalam rangka peningkatan mutu SDM yang teridentifikasi Pembangunan Penyusunan standar minimal POS nasional pelayanan, aktivitas kesenian dan penyebarluasan informasi taman budaya Standar minimal POS nasional pelayanan, aktivitas kesenian dan penyebarluasan informasi taman budaya Penentuan kebutuhan taman budaya yang perlu direvitalisasi Kebutuhan taman budaya yang perlu direvitalisasi Penyusunan mekanisme peningkatan mutu SDM taman budaya Mekanisme peningkatan mutu SDM taman budaya Sosialisasi Sosialisasi standar minimal POS nasional pelayanan, aktivitas kesenian dan penyebarluasan informasi taman budaya Standar minimal POS nasional pelayanan, aktivitas kesenian dan penyebarluasan informasi taman budaya yang tersosialisasi Kriteria Keberhasilan Teridentifikasinya tandar minimal POS nasional pelayanan, aktivitas kesenian dan penyebarluasan informasi taman budaya Teridentifikasinya taman budaya yang perlu direvitalisasi Teridentifikasinya SDM pengelola taman budaya dalam rangka peningkatan mutu SDM Tersusunnya standar minimal POS nasional pelayanan, aktivitas kesenian dan penyebarluasan informasi taman budaya Teridentifikasinya kebutuhan taman budaya yang perlu direvitalisasi Teridentifikasinya mekanisme peningkatan mutu SDM taman budaya Tersosialisasinya standar minimal POS nasional pelayanan, aktivitas kesenian dan penyebarluasan informasi taman budaya Status Rencana Anggaran Penanggung jawab III IV I II III IV I II III IV Akn Rp Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Lampiran 313

325 No PROGRAM/ KEGIATAN Tahapan Kerja Output Sosialisasi kebutuhan taman budaya yang perlu direvitalisasi Kebutuhan taman budaya yang perlu direvitalisasi Sosialisasi peningkatan mutu SDM taman budaya Peningkatan mutu SDM taman budaya yang tersosialisasi Implementasi Revitalisasi taman budaya Taman budaya yang terrevitalisasi Pendidikan dan pelatihan dalam rangka peningkatan mutu SDM taman budaya Peningkatan mutu SDM taman budaya Pengukuran dan Evaluasi Evaluasi standar minimal POS nasional pelayanan, aktivitas kesenian dan penyebarluasan informasi taman budaya Standar minimal POS nasional pelayanan, aktivitas kesenian dan penyebarluasan informasi taman budaya yang terevaluasi Evaluasi kebutuhan taman budaya yang perlu direvitalisasi Kebutuhan taman budaya yang perlu direvitalisasi Evaluasi mekanisme peningkatan mutu SDM taman budaya Mekanisme peningkatan mutu SDM taman budaya yang terevaluasi Kriteria Keberhasilan Tersosialisasinya kebutuhan taman budaya yang perlu direvitalisasi Tersosialisasinya peningkatan mutu SDM taman budaya Status III IV I II III IV I II III IV Rencana Anggaran Penanggung jawab Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Terrevitalisasinya taman budaya Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Peningkatan mutu SDM taman budaya kepada seluruh pemangku kepentingan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Terevaluasinya standar minimal POS nasional pelayanan, aktivitas kesenian dan penyebarluasan informasi taman budaya Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Terevaluasinya kebutuhan taman budaya yang perlu direvitalisasi Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Terevaluasinya mekanisme peningkatan mutu SDM taman budaya Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan 314 Lampiran

326 No PROGRAM/ KEGIATAN Tahapan Kerja Output Kriteria Keberhasilan 6. Rumah budaya (Pusat Kebudayaan Indonesia di Luar Negeri) Perencanaan Identifikasi standar minimal pelayanan POS rumah budaya di luar negeri Identifikasi negara-negara yang perlu didirikan rumah budaya Bahan kajian standar minimal pelayanan POS rumah budaya di luar negeri Peta calon negara yang akan didirikan rumah budaya Analisis materi sajian rumah budaya Hasil kajian materi sajian rumah budaya Identifikasi tenaga pengelola rumah budaya Pembangunan Penyusunan standar minimal pelayanan POS rumah budaya di luar negeri Peta tenaga pengelola rumah budaya Standar minimal pelayanan POS rumah budaya di luar negeri Tersusunnya bahan kajian standar minimal pelayanan POS rumah budaya di luar negeri Tersusunnya peta calon negara yang akan didirikan rumah budaya Tersusunnya kajian materi sajian rumah budaya Tersusunnya peta tenaga pengelola rumah budaya Tersusunnya standar minimal pelayanan POS rumah budaya di luar negeri Penentuan kebutuhan pembangunan rumah budaya Koordinasi dengan pemerintah negara setempat dan KBRI Daftar kebutuhan rumah budaya yang akan dibangun Tersusunnya daftar kebutuhan taman budaya yang akan direvitalisasi Pakta kerja sama Terwujudnya pakta kerja sama dalam pendirian rumah budaya Penyusunan standar kompetensi pengelola rumah budaya Sosialisasi Sosialisasi standar minimal pelayanan POS rumah budaya di luar negeri Konsep standar kompetensi pengelola rumah budaya Jumlah pemangku kepentingan (Kemenlu, Kemendikbud, Kemenko Kesra, dan KBRI) rumah budaya tersosialisasikan Tersusunnya konsep standar kompetensi pengelola rumah budaya Tersosialisasikannya standar minimal pelayanan POS rumah budaya kepada pemangku kepentingan Status Rencana Anggaran Penanggung jawab III IV I II III IV I II III IV Akn Rp Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Lampiran 315

327 No PROGRAM/ KEGIATAN Tahapan Kerja Output Kriteria Keberhasilan Sosialisasi dan informasi rumah budaya di luar negeri Jumlah warga negara asing yang menerima sosialisasi dan informasi Tersosialisasikannya rumah budaya di luar negeri Sosialisasi standar kompetensi pengelola rumah budaya Jumlah calon SDM pengelola yang mendapatkan sosialisasi Tersosialisasikannya standar kompetensi kepada calon pengelola rumah budaya Implementasi Membangun rumah budaya di negara yang sudah ditentukan beserta materi sajian Rumah budaya Terbangunnya rumah budaya di 10 negara dalam kurun waktu 2 tahun Promosi rumah budaya di luar negeri Kegiatan promosi kebudayaan Indonesia Pendidikan dan pelatihan calon pengelola rumah budaya Jumlah calon SDM pengelola rumah budaya yang terlatih dan terdidik Terselenggaranya kegiatan promosi kebudayaan Indonesia minimal 10 kegiatan dalam satu tahun Terlatih dan terdidiknya minimal 80% calon SDM pengelola rumah budaya Pengukuran dan Evaluasi Evaluasi standar minimal pelayanan POS rumah budaya di luar negeri Evaluasi kinerja rumah budaya di luar negeri Evaluasi standar kompetensi pengelola rumah budaya Standar minimal pelayanan POS rumah budaya di luar negeri yang terevaluasi Hasil evaluasi kinerja rumah budaya Standar kompetensi pengelola rumah budaya yang terevaluasi Terevaluasinya standar minimal pelayanan POS rumah budaya di luar negeri sekali dalam satu tahun Terevaluasinya kinerja rumah budaya Indonesia dalam satu tahun Terevaluasinya standar kompetensi pengelola rumah belajar sekali pertahun Status III IV I II III IV I II III IV Rencana Anggaran Penanggung jawab Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan 316 Lampiran

328 No PROGRAM/ KEGIATAN Tahapan Kerja Output 7 Pelayanan Kebudayaan dalam Bidang Pendidikan Perencanaan Identifikasi kebijakan integrasi kebudayaan ke dalam fungsi pendidikan Hasil kajian kebijakan integrasi kebudayaan ke dalam fungsi pendidikan Analisis kebutuhan sistem informasi integrasi kebudayaan ke dalam pendidikan Identifikasi peta kebutuhan bahan ajar, kurikulum, media pembelajaran Identifikasi kualifikasi dan kompetensi tenaga pendidik sejarah, seni dan kebudayaan lainnya Hasil kajian kebutuhan sistem informasi integrasi kebudayaan ke dalam pendidikan Peta kebutuhan bahan ajar, kurikulum, media pembelajaran Daftar kualifikasi dan kompetensi tenaga pendidik sejarah, seni dan kebudayaan lainnya Identifikasi bahan pustaka bidang kebudayaan di semua jenjang dan jenis pendidikan Pembangunan Penyusunan kebijakan integrasi kebudayaan ke dalam fungsi pendidikan Penyusunan dan pengembangan sistem informasi integrasi kebudayaan ke dalam bidang pendidikan Daftar bahan pustaka bidang kebudayaan di semua jenjang dan jenis pendidikan Kebijakan integrasi kebudayaan ke dalam fungsi pendidikan Sistem informasi integrasi kebudayaan ke dalam bidang pendidikan Penyusunan bahan ajar, kurikulum, media pembelajaran Bahan ajar, kurikulum, media pembelajaran Peningkatan kualifikasi dan kompetensi tenaga pendidik sejarah, seni dan kebudayaan lainnya Kualifikasi dan kompetensi tenaga pendidik sejarah, seni dan kebudayaan lainnya yang meningkat Penyusunan bahan pustaka bidang kebudayaan di semua jenjang dan jenis pendidikan Sosialisasi Uji petik bahan kebijakan integrasi kebudayaan ke dalam fungsi pendidikan Bahan pustaka bidang kebudayaan di semua jenjang dan jenis pendidikan Bahan kebijakan integrasi kebudayaan ke dalam fungsi pendidikan yang telah di uji petikkan Kriteria Keberhasilan Teridentifikasinya kebijakan integrasi kebudayaan ke dalam fungsi pendidikan Tersusunnya daftar kebutuhan sistem informasi integrasi kebudayaan ke dalam pendidikan Tersusunnya peta kebutuhan bahan ajar, kurikulum, media pembelajaran Tersusunnya daftar kualifikasi dan kompetensi tenaga pendidik sejarah, seni dan kebudayaan lainnya Tersusunya daftar bahan pustaka bidang kebudayaan di semua jenjang dan jenis pendidikan Tersedianya Kebijakan integrasi kebudayaan ke dalam fungsi pendidikan Tersusunnya Sistem informasi integrasi kebudayaan ke dalam bidang pendidikan Tersusunnya Bahan ajar, kurikulum, media pembelajaran Meningkatnya kualifikasi dan kompetensi tenaga pendidik sejarah, seni dan kebudayaan lainnya Tersusunnya Bahan pustaka bidang kebudayaan di semua jenjang dan jenis pendidikan Terlaksananya uji petik bahan kebijakan integrasi kebudayaan ke dalam fungsi pendidikan Status Rencana Anggaran Penanggung jawab III IV I II III IV I II III IV Akn Rp Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Lampiran 317

329 No PROGRAM/ KEGIATAN Tahapan Kerja Output Uji petik sistem informasi integrasi kebudayaan ke dalam bidang pendidikan Sistem informasi integrasi kebudayaan ke dalam bidang pendidikan yang telah di uji petikkan Uji petik modul kualifikasi dan kompetensi tenaga pendidik sejarah, seni dan kebudayaan lainnya Modul kualifikasi dan kompetensi tenaga pendidik sejarah, seni dan kebudayaan lainnya yang telah di uji petikkan Sosialisasi bahan ajar, kurikulum, media pembelajaran Bahan ajar, kurikulum, media pembelajaran Sosialisasi bahan pustaka bidang kebudayaan di semua jenjang dan jenis pendidikan Implementasi Pelaksanaan kebijakan integrasi kebudayaan ke dalam fungsi pendidikan Pelaksanaan sistem informasi integrasi kebudayaan ke dalam bidang pendidikan Bahan pustaka bidang kebudayaan di semua jenjang dan jenis pendidikan Kebijakan integrasi kebudayaan ke dalam fungsi pendidikan yang telah dilaksanakan Sistem informasi integrasi kebudayaan ke dalam bidang pendidikan yang telah dilaksanakan Pelaksanaan bimbingan teknis kualifikasi dan kompetensi tenaga pendidik sejarah, seni dan kebudayaan lainnya Bimbingan teknis kualifikasi dan kompetensi tenaga pendidik sejarah, seni dan kebudayaan lainnya yang telah dilaksanakan Pelaksanaan bahan ajar, kurikulum, media pembelajaran Bahan ajar, kurikulum, media pembelajaran yang telah dilaksanakan Kriteria Keberhasilan Terlaksananya uji petik Sistem informasi integrasi kebudayaan ke dalam bidang pendidikan Terlaksananya uji petik Modul kualifikasi dan kompetensi tenaga pendidik sejarah, seni dan kebudayaan lainnya Tersosialisasinya Bahan ajar, kurikulum, media pembelajaran Tersosialisasinya Bahan pustaka bidang kebudayaan di semua jenjang dan jenis pendidikan Terlaksananya Kebijakan integrasi kebudayaan ke dalam fungsi pendidikan Terlaksananya Sistem informasi integrasi kebudayaan ke dalam bidang pendidikan Terlaksananya Bimbingan teknis kualifikasi dan kompetensi tenaga pendidik sejarah, seni dan kebudayaan lainnya Terlaksananya Bahan ajar, kurikulum, media pembelajaran Status III IV I II III IV I II III IV Rencana Anggaran Penanggung jawab Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan 318 Lampiran

330 No PROGRAM/ KEGIATAN Tahapan Kerja Output Pelaksanaan bahan pustaka bidang kebudayaan di semua jenjang dan jenis pendidikan Pengukuran dan Evaluasi Evaluasi kebijakan integrasi kebudayaan ke dalam fungsi pendidikan Evaluasi sistem informasi integrasi kebudayaan ke dalam bidang pendidikan Bahan pustaka bidang kebudayaan di semua jenjang dan jenis pendidikan yang telah dilaksanakan Kebijakan integrasi kebudayaan ke dalam fungsi pendidikan yang terevaluasi Sistem informasi integrasi kebudayaan ke dalam bidang pendidikan yang terevaluasi Evaluasi kualifikasi dan kompetensi tenaga pendidik sejarah, seni dan kebudayaan lainnya Kualifikasi dan kompetensi tenaga pendidik sejarah, seni dan kebudayaan lainnya yang terevaluasi Evaluasi bahan ajar, kurikulum, media pembelajaran Evaluasi bahan pustaka bidang kebudayaan di semua jenjang dan jenis pendidikan Bahan ajar, kurikulum, media pembelajaran yang terevaluasi Bahan pustaka bidang kebudayaan di semua jenjang dan jenis pendidikan yang terevaluasi Kriteria Keberhasilan Terlaksananya Bahan pustaka bidang kebudayaan di semua jenjang dan jenis pendidikan Terevaluasi Kebijakan integrasi kebudayaan ke dalam fungsi pendidikan Terevaluasi Sistem informasi integrasi kebudayaan ke dalam bidang pendidikan Terevaluasi Kualifikasi dan kompetensi tenaga pendidik sejarah, seni dan kebudayaan lainnya Terevaluasi Bahan ajar, kurikulum, media pembelajaran Terevaluasi Bahan pustaka bidang kebudayaan di semua jenjang dan jenis pendidikan Status III IV I II III IV I II III IV Rencana Anggaran Penanggung jawab Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Lampiran 319

331 No PROGRAM/ KEGIATAN Tahapan Kerja Output 8 Pemberdayaan lembaga komunitas sejarah dan adat untuk pelestarian budaya Perencanaan Identifikasi POS fasilitasi lembaga komunitas adat, sejarah dan seni Analisis kebutuhan fasilitasi lembaga komunitas adat, sejarah dan seni Identifikasi lembaga komunitas adat, sejarah dan seni Daftar POS fasilitasi lembaga komunitas adat, sejarah dan seni Hasil kajian kebutuhan fasilitasi lembaga komunitas adat, sejarah dan seni Daftar lembaga komunitas adat, sejarah dan seni Identifikasi kegiatan lembaga komunitas adat, sejarah dan seni Identifikasi sarana lembaga komunitas adat, sejarah dan seni Pembangunan Penyusunan POS fasilitasi lembaga komunitas adat, sejarah dan seni dalam pelestarian budaya Penyusunan data lembaga komunitas adat, sejarah dan seni Daftar kegiatan lembaga komunitas adat, sejarah dan seni Daftar sarana lembaga komunitas adat, sejarah dan seni POS fasilitasi lembaga komunitas adat, sejarah dan seni dalam pelestarian budaya Data lembaga komunitas adat, sejarah dan seni Penyusunan data kegiatan lembaga komunitas adat, sejarah dan seni Sosialisasi Sosialisasi POS fasilitasi lembaga dan komunitas adat, sejarah dan seni Implementasi Pelaksanaan fasilitasi kegiatan lembaga komunitas adat, sejarah dan seni Pengukuran dan Evaluasi Evaluasi pelaksanaan fasilitasi kegiatan lembaga komunitas adat, sejarah dan seni Data kegiatan lembaga komunitas adat, sejarah dan seni POS fasilitasi lembaga dan komunitas adat, sejarah dan seni yang tersosialisasi Fasilitasi kegiatan lembaga komunitas adat, sejarah dan seni yang terlaksana Pelaksanaan fasilitasi kegiatan lembaga komunitas adat, sejarah dan seni yang terevaluasi Kriteria Keberhasilan Tersusunnya Daftar POS fasilitasi lembaga komunitas adat, sejarah dan seni Tersusunnya Hasil kajian kebutuhan fasilitasi lembaga komunitas adat, sejarah dan seni Tersusunnya Daftar lembaga komunitas adat, sejarah dan seni Tersusunnya Daftar kegiatan lembaga komunitas adat, sejarah dan seni Tersusunnya Daftar sarana lembaga komunitas adat, sejarah dan seni Tersusunnya POS fasilitasi lembaga komunitas adat, sejarah dan seni dalam pelestarian budaya Tersusunnya Data lembaga komunitas adat, sejarah dan seni Tersusunnya Data kegiatan lembaga komunitas adat, sejarah dan seni Tersosialisasinya POS fasilitasi lembaga dan komunitas adat, sejarah dan seni Terlaksanannya Fasilitasi kegiatan lembaga komunitas adat, sejarah dan seni Terevaluasinya Pelaksanaan fasilitasi kegiatan lembaga komunitas adat, sejarah dan seni Status Rencana Anggaran Penanggung jawab III IV I II III IV I II III IV Akn R Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan Akn Sekretaris Ditjen Kebudayaan 320 Lampiran

332 Tahapan Kerja Layanan Kebahasaan dan Kesastraan No PROGRAM/ KEGIATAN Output Tahapan Kerja Output Kriteria Keberhasilan Status Rencana Anggaran Penanggung jawab II III IV I II III IV I II III IV LAYANAN KEBAHASAAN Layanan Tes UKBI Perencanaan Dalam Jaringan Akn Kapusbinmas 1. Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Dalam Jaringan Penguatan tata kelola penyelenggaraan pelayanan tes UKBI Identifikasi lembaga calon tempat uji kemahiran (TUK) Tata kelola penyelenggaraan pelayanan tes UKBI yang komprehensif Lembaga calon TUK teridentifikasi Terwujudnya tata kelola penyelenggaraan pelayanan tes UKBI yang komprehensif Teridentifikasinya lembaga calon TUK Akn Kapusbinmas/Sekre taris Badan Bahasa Analisis kebutuhan teknologi dan sumber daya manusia pengelola fasilitasi pelayanan UKBI dalam jaringan Hasil kajian kebutuhan teknologi dan sumber daya manusia pengelola Terwujudnya kebutuhan teknologi dan SDM pengelola Akn Sekretaris Badan Bahasa Pembangunan Penyempurnaan rancangan induk sistem UKBI dalam jaringan Penyempurnaan prosedur operasional standar (POS) tempat uji kemahiran (TUK) UKBI Penyempurnaan pedoman pendirian TUK UKBI Naskah rancangan induk sistem UKBI dalam jaringan Termutakhirkannya naskah rancangan induk sistem UKBI dalam jaringan Sdg Kapusbinmas/Sekre taris Badan Bahasa POS TUK UKBI Termutakhirkannya POS TUK UKBI Sdg Kapusbinmas/Sekre taris Badan Bahasa Pedoman pendirian TUK UKBI Termutakhirkannya pedoman pendirian TUK UKBI Sdg Kapusbinmas/Sekre taris Badan Bahasa Pemutakhiran aplikasi sistem UKBI dalam jaringan (aplikasi informasi, administrasi, bank soal, dan pengujian) Integrasi antaraplikasi dan penyempurnaan sistem UKBI dalam jaringan Pembuatan kebijakan koordinasi dan fasilitasi serta regulasi UKBI Penyusunan standar pelayanan minimal tes UKBI dalam jaringan Penentuan indikator keberhasilan TUK UKBI Aplikasi sistem UKBI dalam jaringan (aplikasi informasi, administrasi, bank soal, pengujian) termutakhir Aplikasi sistem UKBI dalam jaringan terintegrasi Kebijakan koordinasi dan fasilitasi serta regulasi UKBI Standar pelayanan minimal tes UKBI dalam jaringan Indikator keberhasilan TUK UKBI Termutakhirkannya 4 modul aplikasi sistem UKBI dalam jaringan Terintegrasinya 4 modul aplikasi UKBI dalam jaringan Terwujudnya kebijakan koordinasi dan fasilitasi serta regulasi UKBI Tersusunnya standar pelayanan minimal tes UKBI dalam jaringan Tersusunnya 100% indikator keberhasilan TUK UKBI Sdg Sekretaris Badan Bahasa Akn Sekretaris Badan Bahasa Akn Kapusbinmas/Sekre taris Badan Bahasa Akn Kapusbinmas Akn Kapusbinmas/Sekre taris Badan Bahasa Penentuan lokasi dan penyiapan prasarana dan sarana TUK UKBI percontohan Penyiapan tenaga pengelola terampil TUK UKBI percontohan Verifikasi prasarana dan sarana TUK UKBI percontohan TUK UKBI di 4 wilayah (Jakarta dan wilayah barat, tengah, dan timur Indonesia) siap prasarana dan sarana Jumlah tenaga pengelola terampil TUK UKBI percontohan TUK UKBI di 4 wilayah (Jakarta dan wilayah barat, tengah, dan timur Indonesia) terverifikasi memenuhi syarat Terbangunnya 100% TUK UKBI percontohan di 4 wilayah Terpenuhinya 100% tenaga pengelola terampil TUK UKBI percontohan Terpenuhinya standar minimal prasarana dan sarana di TUK UKBI percontohan Akn Sekretaris Badan Bahasa Akn Sekretaris Badan Bahasa Akn Sekretaris Badan Bahasa Lampiran 321

333 2. Fasilitasi Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Sosialisasi Sosialisasi POS dan pedoman pendirian TUK UKBI di lembaga-lembaga calon TUK UKBI Sosialisasi dan uji coba tes UKBI dalam jaringan di TUK UKBI percontohan POS dan pedoman pendirian TUK UKBI tersosialisasi di lembagalembaga calon TUK UKBI Jumlah penutur bahasa Indonesia mengenal dan melakukan uji coba tes UKBI dalam jaringan di TUK UKBI percontohan di 4 wilayah Tersosialisasikannya POS dan pedoman pendirian TUK UKBI di minimal 40% lembaga-lembaga calon TUK UKBI Tersosialisasikannya tes UKBI dalam jaringan di 100% di TUK UKBI percontohan di 4 wilayah Akn Sekretaris Badan Bahasa dan Kapusbinmas Akn Sekretaris Badan Bahasa dan Kapusbinmas Implementasi Pelaksanaan tes UKBI berbasis jaringan di TUK UKBI Jumlah penutur bahasa Indonesia teruji dengan tes UKBI dalam jaringan Meningkatnya jumlah penutur bahasa Indonesia teruji dengan tes UKBI dalam jaringan Akn Kapusbinmas Perluasan jejaring TUK UKBI di dalam dan luar negeri Evaluasi Evaluasi aplikasi sistem UKBI dalam jaringan Jumlah TUK UKBI di dalam dan luar negeri Aplikasi sistem UKBI dalam jaringan terevaluasi Evaluasi TUK UKBI Jumlah TUK UKBI terevaluasi Evaluasi pelaksanaan tes UKBI dalam jaringan Layanan tes UKBI dalam jaringan terevaluasi Meningkatnya jumlah TUK UKBI di dalam dan luar negeri Terevaluasinya kinerja aplikasi sistem UKBI dalam jaringan setiap enam bulan Terevaluasinya minimal 40% TUK UKBI Terevaluasinya pelayanan tes UKBI dalam jaringan setiap tahun Akn Sekretaris Badan Bahasa dan Kapusbinmas Akn Sekretaris Badan Bahasa dan Kapusbinmas Akn Kapusbinmas Akn Kapusbinmas Evaluasi perluasan jejaring TUK di dalam dan luar negeri Jumlah TUK di dalam dan luar negeri memenuhi standar minimal Terevaluasinya jejaring TUK di dalam dan luar negeri setiap tahun Akn Sekretaris Badan Bahasa dan Kapusbinmas Fasilitasi Layanan BIPA Dalam Jaringan Perencanaan Penyusunan rancangan induk fasilitasi BIPA Penyusunan prosedur operasional standar (POS) fasilitasi BIPA Penyusunan pedoman teknis fasilitasi BIPA Analisis kebutuhan teknologi/ instrumen dan SDM pengelola fasilitasi BIPA Identifikasi lembaga, organisasi, dan pengajar BIPA di dalam dan luar negeri Naskah rancangan induk fasilitasi BIPA Tersusunnya naskah rancangan induk fasilitasi BIPA Akn Sekretaris Badan Bahasa dan Kapusbinmas POS fasilitasi BIPA Tersusunnya POS fasilitasi BIPA Sdg Kapusbinmas Pedoman teknis fasilitasi BIPA Hasil kajian kebutuhan teknologi/instrumen dan SDM pengelola fasilitasi BIPA Data lembaga, organisasi, dan pengajar BIPA di dalam dan luar negeri Tersusunnya pedoman teknis fasilitasi BIPA tersusunnya kebutuhan teknologi/instrumen dan SDM pengelola fasilitasi BIPA Terdatanya minimal 75% lembaga, organisasi, dan pengajar BIPA di dalam dan luar negeri Sdg Sekretaris Badan Bahasa dan Kapusbinmas Akn Sekretaris Badan Bahasa Sdg Kapusbinmas Identifikasi perangkat pembelajaran BIPA Data perangkat pembelajaran BIPA Terdatanya minimal 75% perangkat pembelajaran BIPA Akn Kapusbinmas 322 Lampiran

334 Pembangunan Perekayasaan aplikasi sistem BIPA dalam jaringan Penyusunan peta lembaga, organisasi, dan pengajar BIPA di dalam dan luar negeri Penyusunan peta perangkat pembelajaran BIPA Penyiapan fasilitasi pengembangan pusat pembelajaran BIPA di dalam dan luar negeri Penyiapan fasilitasi pembentukan pusat pembelajaran BIPA di dalam dan luar negeri Penyusunan standar kompetensi pengajar BIPA Pembuatan pangkalan data lembaga, organisasi, dan pengajar BIPA berbasis jaringan Pembuatan kebijakan dan regulasi fasilitasi BIPA Penyusunan indikator keberhasilan fasilitasi BIPA Sosialisasi Sosialisasi dan uji coba aplikasi sistem BIPA dalam jaringan Promosi program pembelajaran BIPA di dalam dan luar negeri Sosialisasi standar kompetensi pengajar BIPA di dalam dan luar negeri Sosialisasi standar pelayanan lembaga BIPA di dalam dan luar negeri Sosialisasi kebijakan dan regulasi fasilitasi BIPA di dalam dan luar negeri Aplikasi sistem BIPA dalam jaringan Peta lembaga, organisasi, dan pengajar BIPA di dalam dan luar negeri Peta perangkat pembelajaran BIPA Naskah fasilitasi pusat pembelajaran BIPA di dalam dan luar negeri Naskah fasilitasi pusat pembelajaran BIPA di dalam dan luar negeri Standar kompetensi pengajar BIPA Pangkalan data lembaga, organisasi, dan pengajar BIPA berbasis jaringan Kebijakan dan regulasi fasilitasi BIPA Indikator keberhasilan fasilitasi BIPA Jumlah lembaga, organisasi, pengajar, dan peserta BIPA dalam jaringan Program pembelajaran BIPA di dalam dan luar negeri Jumlah pengajar BIPA yang tersosialiasi di dalam dan luar negeri Jumlah lembaga BIPA yang tersosialiasi di dalam dan luar negeri Jumlah lembaga, organisasi, pengajar, dan peserta BIPA yang tersosialisasi di dalam dan luar negeri Terwujudnya minimal 50% aplikasi sistem BIPA dalam jaringan Terpetakannya 100% lembaga, organisasi, dan pengajar BIPA di dalam dan luar negeri Terpetakannya 100% perangkat pembelajaran BIPA Tersusunnya naskah fasilitasi pengembangan pusat pembelajaran BIPA di dalam dan luar negeri Tersusunnya naskah fasilitasi pembentukan pusat pembelajaran BIPA di dalam dan luar negeri Tersusunnya 100% standar kompetensi pengajar BIPA Terbentuknya 100% pangkalan data lembaga, organisasi, dan pengajar BIPA berbasis jaringan Tersusunnya kebijakan dan regulasi fasilitasi BIPA Tersusunnya indikator keberhasilan fasilitasi BIPA Tersosialisasikannya aplikasi sistem dalam jaringan minimal kepada 25% lembaga, organisasi, pengajar, dan peserta BIPA dalam jaringan Terpromosikannya program pembelajaran BIPA sebanyak minimal empat kali setiap tahun Tersosialisasikannya standar kompetensi minimal kepada 25% pengajar BIPA di dalam dan luar negeri Tersosialisasikannya standar pelayanan minimal kepada 25% lembaga BIPA di dalam dan luar negeri Tersosialisasikannya kebijakan dan regulasi fasilitasi BIPA minimal kepada 25% lembaga, organisasi, pengajar, dan peserta BIPA di dalam dan luar negeri Sdg Sekretaris Badan Bahasa dan Kapusbinmas Sdg Kapusbinmas Sdg Kapusbinmas Sdg Sekretaris Badan Bahasa Sdg Sekretaris Badan Bahasa Akn Kapusbinmas Akn Kapusbinmas Akn Sekretaris Badan Bahasa Akn Kapusbinmas Akn Sekretaris Badan Bahasa Sdg Sekretaris Badan Bahasa dan Kapusbinmas Akn Sekretaris Badan Bahasa dan Kapusbinmas Akn Sekretaris Badan Bahasa dan Kapusbinmas Akn Sekretaris Badan Bahasa dan Kapusbinmas Lampiran 323

335 Pendampingan bahasa dalam penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan dokumen negara 3. Terlaksananya pendampingan bahasa dalam penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di DPR RI dan DPRD. Implementasi Fasilitasi pengembangan pusat pembelajaran BIPA di dalam dan luar negeri Fasilitasi pembentukan pusat pembelajaran BIPA di dalam dan luar negeri Pusat pembelajaran BIPA di dalam dan luar negeri Pusat pembelajaran BIPA baru di dalam dan luar negeri Terlaksananya fasilitasi pengembangan di minimal 25% pusat pembelajaran BIPA di dalam dan luar negeri Terlaksananya fasilitasi pembentukan dua pusat pembelajaran BIPA baru di dalam dan luar negeri setiap tahun Sdg Sekretaris Badan Bahasa dan Kapusbinmas Sdg Sekretaris Badan Bahasa dan Kapusbinmas Pemutakhiran pangkalan data lembaga, organisasi, dan pengajar BIPA Pangkalan data lembaga, organisasi dan pengajar BIPA termutakhir Termutakhirkannya pangkalan data lembaga, organisasi, dan pengajar BIPA setiap tahun Sdg Kapusbinmas Standardisasi kompetensi pengajar BIPA di dalam dan luar negeri Standardisasi pelayanan lembaga BIPA di dalam dan luar negeri Penerapan kebijakan dan regulasi fasilitasi BIPA di dalam dan luar negeri Pengukuran dan Evaluasi Evaluasi fasilitasi pengembangan pusat pembelajaran BIPA di dalam dan luar negeri Evaluasi fasilitasi pembentukan pusat pembelajaran BIPA di dalam dan luar negeri Jumlah pengajar BIPA yang terstandardisasi di dalam dan luar negeri Jumlah lembaga BIPA yang terstandardisasi di dalam dan luar negeri kebijakan dan regulasi fasilitasi BIPA di dalam dan luar negeri Pusat pembelajaran BIPA di dalam dan luar negeri yang terevaluasi Pusat pembelajaran BIPA baru di dalam dan luar negeri yang terevaluasi Terstandardisasinya 25% pengajar BIPA di dalam dan luar negeri Terstandardisasinya 25% lembaga BIPA di dalam dan luar negeri Terlaksananya kebijakan dan regulasi fasilitasi BIPA di dalam dan luar negeri Terevaluasinya fasilitasi pengembangan di minimal 25% pusat pembelajaran BIPA di dalam dan luar negeri Terevaluasinya fasilitasi pembentukan dua pusat pembelajaran BIPA baru di dalam dan luar negeri setiap tahun Akn Kapusbinmas Akn Kapusbinmas Akn Sekretaris Badan Bahasa dan Kapusbinmas Akn Sekretaris Badan Bahasa dan Kapusbinmas Akn Sekretaris Badan Bahasa dan Kapusbinmas Evaluasi standardisasi kompetensi pengajar BIPA di dalam dan luar negeri Evaluasi standardisasi pelayanan lembaga BIPA di dalam dan luar negeri Evaluasi penerapan kebijakan dan regulasi fasilitasi BIPA di dalam dan luar negeri Jumlah pengajar BIPA yang terstandardisasi di dalam dan luar negeri yang terevaluasi Jumlah lembaga BIPA di dalam dan luar negeri yang terevaluasi Kebijakan dan regulasi fasilitasi BIPA di dalam dan luar negeri yang terevaluasi Terevaluasinya 25% pengajar BIPA di dalam dan luar negeri Terevaluasinya 25% lembaga BIPA di dalam dan luar negeri Terevaluasinya penerapan kebijakan dan regulasi fasilitasi BIPA di dalam dan luar negeri Akn Kapusbinmas Akn Kapusbinmas Akn Sekretaris Badan Bahasa dan Kapusbinmas Perencanaan Pembuatan POS identifikasi Mekanisme identifikasi Terwujudnya POS Identifikasi Akn Kapusbinmas Identifikasi tenaga pendamping bahasa di lingkungan Badan Bahasa Peta kompetensi pendamping bahasa di lingkungan Badan Bahasa Teridentifikasinya 100% tenaga pendamping bahasa di lingkungan Badan Bahasa Akn Kapusbinmas Analisis kebutuhan teknologi/instrumen dan SDM pengelola fasilitasi pendampingan bahasa Hasil kajian kebutuhan/instrumen dan SDM pengelola fasilitasi pendampingan bahasa Terwujudnya kebutuhan teknologi/instrumen dan SDM Akn Sekretaris Badan Bahasa 324 Lampiran

336 Pembangunan Penyusunan petunjuk teknis dan standar kompetensi bagi tenaga pendampingan bahasa Pembuatan pangkalan data materi peraturan perundang-undangan, dokumen negara, tenaga teknis pendampingan bahasa, dan lembaga yang dilayani dalam jaringan Peningkatan mutu tenaga teknis pendampingan bahasa di lingkungan Badan Bahasa Sosialisasi Sosialisasi petunjuk teknis dan standar kompetensi tenaga teknis pendampingan bahasa di lingkungan Badan Bahasa Sosialisasi pangkalan data materi peraturan perundang-undangan, dokumen negara, tenaga teknis pendampingan bahasa, dan lembaga yang dilayani dalam jaringan di lingkungan Badan Bahasa Implementasi Pendampingan bahasa dalam penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di DPR RI dan DPRD Provinsi/Kabupaten/Kota Petunjuk teknis dan standar kompetensi bagi tenaga tenaga pendampingan bahasa Pangkalan data materi peraturan perundangundangan, dokumen negara, tenaga teknis pendampingan bahasa, dan lembaga yang dilayani dalam jaringan Meningkatnya mutu tenaga teknis pendampingan bahasa di lingkungan Badan Bahasa Jumlah tenaga teknis pendampingan bahasa di lingkungan Badan Bahasa yang tersosialisasi Pangkalan data materi peraturan perundangundangan, dokumen negara, tenaga teknis pendampingan bahasa, dan lembaga yang dilayani dalam jaringan di lingkungan Badan Bahasa tersosialisasi Terlaksananya pendampingan bahasa dalam penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di DPR RI dan DPRD Provinsi/Kabupaten/Kota Terwujudnya petunjuk teknis dan standar kompetensi Akn Kapusbinmas Terwujudnya pangkalan data Akn Sekretaris Badan Bahasa Tewujudnya mutu 100% tenaga teknis pendampingan bahasa di lingkungan Badan Bahasa Akn Kapusbinmas Tersosialisasinya petunjuk teknis dan standar kompetensi tenaga teknis pendampingan bahasa kepada 100% tenaga teknis pendamping bahasa di lingkungan Badan Bahasa Tersosialisasinya pangkalan data 100% kepada tenaga teknis pendampingan bahasa di lingkungan Badan Bahasa dan lembaga yang dilayani Akn Kapusbinmas Akn Sekretaris Badan Bahasa dan Kapusbinmas Terwujudnya pendampingan bahasa dalam penyusunan rancangan peraturan perundangundangan di DPR RI dan DPRD Provinsi/Kabupaten/Kota Akn Kapusbinmas Lampiran 325

337 4. Saksi ahli bahasa di lembaga penegakan hukum Pendampingan bahasa dalam Terlaksananya Terwujudnya pendampingan Akn Kapusbinmas penyusunan dokumen negara di tingkat pendampingan bahasa bahasa dalam penyusunan pusat dan daerah dalam penyusunan dokumen negara di tingkat pusat dokumen negara di tingkat dan daerah pusat dan daerah Penjajakan kerja sama dalam Piagam kerja sama Tersusunnya piagam kerja sama Akn Kapusbinmas pendampingan bahasa dengan dengan pendampingan bahasa pendampingan bahasa dengan pemerintah pusat dan daerah serta dengan pemerintah pusat minimal 40% lembaga DPR RI dan DPRD dan daerah serta DPR RI pemerintah pusat dan daerah provinsi/kabupaten/kota dan DPRD serta DPR RI dan DPRD provinsi/kabupaten/kota provinsi/kabupaten/kota Pemutakhiran pangkalan data materi Pangkalan data materi Termutakhirkannya pangkalan Akn Sekretaris Badan peraturan perundang-undangan, peraturan perundangundangan, dokumen undangan, dokumen negara, Kapusbinmas data materi peraturan perundang- Bahasa dan dokumen negara, tenaga teknis pendampingan bahasa, dan lembaga negara, tenaga teknis tenaga teknis pendampingan yang dilayani dalam jaringan di pendampingan bahasa, bahasa, dan lembaga yang lingkungan Badan Bahasa dan lembaga yang dilayani dilayani dalam jaringan di dalam jaringan di lingkungan Badan Bahasa setiap lingkungan Badan Bahasa enam bulan sekali termutakhirkan Pengukuran dan Evaluasi Evaluasi standar kompetensi tenaga Jumlah tenaga teknis Terevaluasinya 100% tenaga Akn Kapusbinmas teknis pendampingan bahasa pendampingan bahasa teknis pendampingan bahasa yang standar kompetensinya terevaluasi Evaluasi pemutakhiran pangkalan data Evaluasi pangkalan data Terevaluasinya pangkalan data Akn Sekretaris Badan materi peraturan perundangundangan, dokumen negara, tenaga perundang-undangan, undangan, dokumen negara, Kapusbinmas materi peraturan materi peraturan perundang- Bahasa dan teknis pendampingan bahasa, dan dokumen negara, tenaga tenaga teknis pendampingan lembaga yang dilayani dalam jaringan teknis pendampingan bahasa, dan lembaga yang di lingkungan Badan Bahasa bahasa, dan lembaga yang dilayani dalam jaringan di dilayani dalam jaringan di lingkungan Badan Bahasa setiap lingkungan Badan Bahasa enam bulan sekali Perencanaan Pembuatan POS identifikasi Mekanisme identifikasi Terwujudnya POS Identifikasi Akn Kapusbinmas Analisis kebutuhan Hasil kajian Terwujudnya kebutuhan Akn Sekretaris Badan teknologi/instrumen dan SDM saksi ahli kebutuhan/instrumen dan teknologi/instrumen dan SDM Bahasa bahasa SDM saksi ahli bahasa saksi ahli bahasa Identifikasi tenaga saksi ahli bahasa di Peta kompetensi saksi ahli Teridentifikasinya 100% tenaga Akn Kapusbinmas lingkungan Badan Bahasa bahasa di lingkungan saksi ahli bahasa di lingkungan Badan Bahasa Badan Bahasa Pembangunan Penyusunan standar kompetensi bagi Standar kompetensi bagi Terwujudnya standar kompetensi Akn Kapusbinmas tenaga saksi ahli bahasa tenaga tenaga saksi ahli bahasa Pembuatan pangkalan data materi Pangkalan data materi Terwujudnya pangkalan data Akn Sekretaris Badan kasus keterangan ahli bahasa berbasis kasus keterangan ahli Bahasa jaringan bahasa berbasis jaringan Sosialisasi Sosialisasi standar kompetensi tenaga Jumlah tenaga teknis Tersosialisasinya standar Akn Kapusbinmas saksi ahli bahasa bagi tenaga teknis kebahasaan di lingkungan kompetensi tenaga saksi ahli kebahasaan di lingkungan Badan Badan Bahasa yang bahasa kepada 100% tenaga Bahasa tersosialisasi teknis kebahasaan di lingkungan Badan Bahasa Sosialisasi pangkalan data materi kasus Pangkalan data materi Tersosialisasinya pangkalan data Akn Kapusbinmas keterangan ahli bahasa berbasis kasus keterangan ahli 100% kepada tenaga teknis jaringan bahasa berbasis jaringan pendampingan bahasa di tersosialisasi lingkungan Badan Bahasa dan lembaga yang dilayani 326 Lampiran

338 5. Penerjemahan Implementasi Standardisasi kompetensi tenaga saksi ahli bahasa Pemutakhiran pangkalan data materi kasus keterangan tenaga saksi ahli bahasa berbasis jaringan Jumlah tenaga saksi ahli bahasa yang terstandardisasi Pangkalan data materi kasus keterangan tenaga saksi ahli bahasa berbasis jaringan Terstandardisasinya minimal 100% tenaga saksi ahli bahasa Termutakhirkannya pangkalan data materi kasus keterangan tenaga saksi ahli bahasa berbasis jaringan setiap enam bulan sekali Akn Kapusbinmas Akn Kapusbinmas Pengukuran dan Evaluasi Evaluasi standar kompetensi tenaga saksi ahli bahasa Jumlah tenaga saksi ahli bahasa yang standar kompetensinya terevaluasi Terevaluasinya 100% tenaga saksi ahli bahasa Akn Kapusbinmas Evaluasi pemutakhiran pangkalan data materi kasus keterangan tenaga saksi ahli bahasa berbasis jaringan Evaluasi pangkalan data materi kasus keterangan tenaga saksi ahli bahasa berbasis jaringan Terevaluasinya pangkalan data materi kasus keterangan tenaga saksi ahli bahasa berbasis jaringan setiap enam bulan sekali Akn Kapusbinmas Perencanaan Perencanaan penerjemahan Layanan penerjemahan Terwujudnya layanan penerjemahan Kapusbanglin Pembuatan POS identifikasi Mekanisme identifikasi Terwujudnya POS Identifikasi Akn Kapusbanglin Analisis kebutuhan teknologi/instrumen dan SDM pengelola fasilitasi layanan penerjemahan Identifikasi tenaga teknis penerjemah di lingkungan Badan Bahasa Hasil kajian kebutuhan/instrumen dan SDM pengelola layanan penerjemahan Peta kompetensi tenaga teknis penerjemah di lingkungan Badan Bahasa Terwujudnya kebutuhan teknologi/instrumen dan SDM Teridentifikasinya 100% tenaga teknis penerjemah di lingkungan Badan Bahasa Akn Kapusbanglin dan Sekretaris Badan Bahasa Akn Kapusbanglin Identifikasi organisasi penerjemah di Indonesia Identifikasi lembaga penerjemah di Indonesia Peta organisasi penerjemah di Indonesia Peta lembaga penerjemah di Indonesia Teridentifikasinya 100% organisasi penerjemah di Indonesia Teridentifikasinya minimal 50% lembaga penerjemah di Indonesia Akn Kapusbanglin Akn Kapusbanglin Identifikasi tenaga teknis penerjemah di Indonesia Identifikasi organisasi penerjemah di Asia Peta tenaga teknis penerjemah di Indonesia Peta organisasi penerjemah di Asia Teridentifikasinya minimal 40% tenaga teknis penerjemah di Indonesia Teridentifikasinya minimal 40% organisasi penerjemah di Asia Akn Kapusbanglin Akn Kapusbanglin Lampiran 327

339 Pembangunan Penyusunan standar kompetensi bagi tenaga teknis penerjemah Pembuatan pangkalan data tenaga teknis, organisasi, dan lembaga penerjemah berbasis jaringan Pembuatan kebijakan koordinasi dan fasilitasi serta regulasi penerjemahan Penyusunan indikator keberhasilan penerjemahan Sosialisasi Sosialisasi standar kompetensi bagi tenaga teknis penerjemah Sosialisasi pangkalan data tenaga teknis, organisasi, dan lembaga penerjemah berbasis jaringan Sosialisasi kebijakan koordinasi dan fasilitasi serta regulasi penerjemahan Implementasi Standardisasi kompetensi tenaga teknis penerjemah Pemutakhiran pangkalan data tenaga teknis, organisasi, dan lembaga penerjemah berbasis jaringan Standar kompetensi bagi tenaga teknis penerjemah Pangkalan data tenaga teknis, organisasi, dan lembaga penerjemah berbasis jaringan Kebijakan koordinasi dan fasilitasi serta regulasi penerjemahan Indikator keberhasilan penerjemahan Jumlah tenaga teknis penerjemah yang tersosialisasi standar kompetensi Pangkalan data tenaga teknis, organisasi, dan lembaga penerjemah berbasis jaringan tersosialisasi Kebijakan koordinasi dan fasilitasi serta regulasi penerjemahan tersosialisasi Jumlah tenaga teknis penerjemah yang terstandardisasi Pangkalan data tenaga teknis, organisasi, dan lembaga penerjemah berbasis jaringan termutakhirkan Terwujudnya standar kompetensi Akn Kapusbanglin Terwujudnya pangkalan data Akn Sekretaris Badan Bahasa Terwujudnya kebijakan koordinasi dan fasilitasi serta regulasi penerjemahan Tersusunnya indikator keberhasilan Akn Kapusbanglin dan Sekretaris Badan Bahasa Akn Kapusbanglin Tersosialisasikannya standar kompetensi kepada minimal 40% tenaga teknis penerjemah di lingkungan Badan Bahasa serta lembaga dan organisasi penerjemah Tersosialisasikannya pangkalan data kepada minimal 40% tenaga teknis penerjemah di lingkungan Badan Bahasa serta lembaga dan organisasi penerjemah Akn Kapusbanglin Akn Kapusbanglin dan Sekretaris Badan Bahasa Tersosialisasikannya kebijakan koordinasi dan fasilitasi serta regulasi penerjemahan kepada minimal 40% tenaga teknis penerjemah di lingkungan Badan Bahasa serta lembaga dan organisasi penerjemah Akn Kapusbanglin dan Sekretaris Badan Bahasa Terstandardisasinya minimal 40% tenaga teknis penerjemah di lingkungan Badan Bahasa serta lembaga dan organisasi penerjemah Termutakhirkannya pangkalan data tenaga teknis penerjemah di lingkungan Badan Bahasa serta lembaga dan organisasi penerjemah setiap enam bulan sekali Akn Kapusbanglin Akn Kapusbanglin dan Sekretaris Badan Bahasa 328 Lampiran

340 6. Penyuntingan Penerapan kebijakan koordinasi dan fasilitasi serta regulasi penerjemahan Jumlah tenaga teknis penerjemah serta lembaga dan organisasi penerjemah yang menjadi sasaran penerapan kebijakan koordinasi dan fasilitasi serta regulasi Terlaksananya Kebijakan koordinasi dan fasilitasi serta regulasi penerjemahan kepada minimal 40% tenaga teknis penerjemah di lingkungan Badan Bahasa serta lembaga dan organisasi penerjemah Akn Kapusbanglin dan Sekretaris Badan Bahasa Pengukuran dan Evaluasi Evaluasi standar kompetensi tenaga teknis penerjemah Evaluasi pemutakhiran pangkalan data tenaga teknis, organisasi, dan lembaga penerjemah berbasis jaringan Evaluasi kebijakan koordinasi dan fasilitasi serta regulasi penerjemahan Jumlah tenaga teknis penerjemah yang terevaluasi Evaluasi pangkalan data tenaga teknis, organisasi, dan lembaga penerjemah berbasis jaringan Evaluasi jumlah tenaga teknis penerjemah serta lembaga dan organisasi penerjemah yang menjadi sasaran penerapan kebijakan koordinasi dan fasilitasi serta regulasi Terevaluasinya minimal 40% tenaga teknis penerjemah di lingkungan Badan Bahasa serta lembaga dan organisasi penerjemah Terevaluasinya pangkalan data tenaga teknis penerjemah di lingkungan Badan Bahasa serta lembaga dan organisasi penerjemah setiap enam bulan sekali Terevaluasinya Kebijakan koordinasi dan fasilitasi serta regulasi penerjemahan kepada minimal 40% tenaga teknis penerjemah di lingkungan Badan Bahasa serta lembaga dan organisasi penerjemah Akn Kapusbanglin Akn Kapusbanglin Akn Kapusbanglin dan Sekretaris Badan Bahasa Perencanaan Perencanaan penyuntingan Layanan penyuntingan Terwujudnya layanan penyuntingan Kapusbinmas Pembuatan POS identifikasi Mekanisme identifikasi Terwujudnya POS Identifikasi Akn Kapusbinmas Analisis kebutuhan teknologi/instrumen dan SDM pengelola fasilitasi layanan penyuntingan Identifikasi tenaga teknis penyunting di lingkungan Badan Bahasa Hasil kajian kebutuhan/instrumen dan SDM pengelola layanan penyuntingan Peta kompetensi tenaga teknis penyunting di lingkungan Badan Bahasa Terwujudnya kebutuhan teknologi/instrumen dan SDM pengelola layanan penyuntingan Teridentifikasinya 100% tenaga teknis penyunting di lingkungan Badan Bahasa Akn Sekretaris Badan Bahasa Akn Kapusbinmas Identifikasi organisasi penyunting di Indonesia Identifikasi lembaga penyunting di Indonesia Peta organisasi penyunting di Indonesia Peta lembaga penyunting di Indonesia Teridentifikasinya 100% organisasi penyunting di Indonesia Teridentifikasinya minimal 100% lembaga penyunting di Indonesia Akn Kapusbinmas Akn Kapusbinmas Identifikasi tenaga teknis penyunting di Indonesia Pembangunan Penyusunan standar kompetensi bagi tenaga teknis penyunting Peta tenaga teknis penyunting di Indonesia Standar kompetensi bagi tenaga teknis penyunting Teridentifikasinya minimal 40% tenaga teknis penyunting di Indonesia Akn Kapusbinmas Terwujudnya standar kompetensi Akn Kapusbinmas Pembuatan pangkalan data tenaga teknis, organisasi, dan lembaga penyunting berbasis jaringan Pangkalan data tenaga teknis, organisasi, dan lembaga penyuntingan berbasis jaringan Terwujudnya pangkalan data Akn Sekretaris Badan Bahasa Lampiran 329

341 Pembuatan kebijakan koordinasi dan fasilitasi serta regulasi penyuntingan Penyusunan indikator keberhasilan penyuntingan Sosialisasi Sosialisasi standar kompetensi bagi tenaga teknis penyunting Sosialisasi pangkalan data tenaga teknis, organisasi, dan lembaga penyuntingan berbasis jaringan Sosialisasi kebijakan koordinasi dan fasilitasi serta regulasi penyuntingan Implementasi Standardisasi kompetensi tenaga teknis penyunting Pemutakhiran pangkalan data tenaga teknis, organisasi, dan lembaga penyunting berbasis jaringan Penerapan kebijakan koordinasi dan fasilitasi serta regulasi penyuntingan Pengukuran dan Evaluasi Evaluasi standar kompetensi tenaga teknis penyunting Evaluasi pemutakhiran pangkalan data tenaga teknis, organisasi, dan lembaga penyuntingan berbasis jaringan Evaluasi kebijakan koordinasi dan fasilitasi serta regulasi penyuntingan Kebijakan koordinasi dan fasilitasi serta regulasi penyuntingan Indikator keberhasilan penyuntingan Jumlah tenaga teknis penyunting yang tersosialisasi standar kompetensi Pangkalan data tenaga teknis, organisasi, dan lembaga penyunting berbasis jaringan tersosialisasi Kebijakan koordinasi dan fasilitasi serta regulasi penyuntingan tersosialisasi Jumlah tenaga teknis penyunting yang terstandardisasi Pangkalan data tenaga teknis, organisasi, dan lembaga penyunting berbasis jaringan termutakhirkan Jumlah tenaga teknis penyunting serta lembaga dan organisasi penyuntingan yang menjadi sasaran penerapan kebijakan koordinasi dan fasilitasi serta regulasi Jumlah tenaga teknis penyunting yang terevaluasi Evaluasi pangkalan data tenaga teknis, organisasi, dan lembaga penyuntingan berbasis jaringan Evaluasi jumlah tenaga teknis penyunting serta lembaga dan organisasi penyuntingan yang menjadi sasaran penerapan kebijakan koordinasi dan fasilitasi serta regulasi Terwujudnya kebijakan koordinasi dan fasilitasi serta regulasi penyuntingan Tersusunnya indikator penyuntingan Tersosialisasikannya standar kompetensi kepada minimal 40% tenaga teknis penyunting di lingkungan Badan Bahasa serta lembaga dan organisasi penyuntingan Tersosialisasikannya pangkalan data kepada minimal 40% tenaga teknis penyunting di lingkungan Badan Bahasa serta lembaga dan organisasi penyuntingan Tersosialisasikannya kebijakan koordinasi dan fasilitasi serta regulasi penyuntingan kepada minimal 40% tenaga teknis penerjemah di lingkungan Badan Bahasa serta lembaga dan organisasi penyunting Terstandardisasinya minimal 40% tenaga teknis penyunting di lingkungan Badan Bahasa serta lembaga dan organisasi penyuntingan Termutakhirkannya pangkalan data tenaga teknis penyunting di lingkungan Badan Bahasa serta lembaga dan organisasi penyuntingan setiap enam bulan sekali Terlaksananya Kebijakan koordinasi dan fasilitasi serta regulasi penyuntingan kepada minimal 40% tenaga teknis penyunting di lingkungan Badan Bahasa serta lembaga dan organisasi penyuntingan Terevaluasinya minimal 40% tenaga teknis penyunting di lingkungan Badan Bahasa serta lembaga dan organisasi penyuntingan Terevaluasinya pangkalan data tenaga teknis penyunting di lingkungan Badan Bahasa serta lembaga dan organisasi penyuntingan setiap enam bulan sekali Terevaluasinya Kebijakan koordinasi dan fasilitasi serta regulasi penyuntingan kepada minimal 40% tenaga teknis penyunting di lingkungan Badan Bahasa serta lembaga dan organisasi penyunting Akn Kapusbinmas dan Sekretaris Badan Bahasa Akn Kapusbinmas Akn Kapusbinmas Akn Kapusbinmas Akn Kapusbinmas dan Sekretaris Badan Bahasa Akn Kapusbinmas Akn Kapusbinmas dan Sekretaris Badan Bahasa Akn Kapusbinmas dan Sekretaris Badan Bahasa Akn Kapusbinmas Akn Kapusbinmas dan Sekretaris Badan Bahasa Akn Kapusbinmas dan Sekretaris Badan Bahasa 330 Lampiran

342 Program/Kegiatan, Output, Tahapan Kerja, Waktu Pelaksanaan, Kriteria Keberhasilan, Rencana Anggaran dan Penanggungjawab No PROGRAM/ KEGIATAN Output MONITORING, EVALUASI, DAN PENGENDALIAN Tahapan Kerja Output Perencanaan Membuat rencana monitoring pelaksanaan reformasi birokrasi internal Menghimpun data dan informasi dari rencana aksi masing-masing Program Tersusunnya rencana monev RBI Kemdiknas Rekapitulasi data rencana aksi 10 program RBI. Kriteria Keberhasilan Naskah Rencana Monev RBI Kemdiknas V Tersedianya Rekapitulasi data rencana aksi 10 program RBI. TAHUN III II III IV I II III IV I II III IV I II III IV Rencana Anggaran 800,0 1 Monitoring Tersedianya Laporan Monitoring Mengolah dan menganalisis data dan informasi dari rencana aksi masing-masing Program informasi pelaksanaan rencana aksi pada masing-masing program. Akurasi informasi pelaksanaan rencana aksi masing-masing Program. Menyusun konsep/draft rencana monitoring draft rencana monitoring tersedianya draft rencana monitoring Finalisasi rencana monitoring Naskah rencana monitoring tersedianya naskah rencana monitoring Pembangunan Membuat rancangan/disain Tersusunnya instrumen Digunakannya instrumen 600,0 Penyusunan draft design monitoring Penelaahan dan Perbaikan draft design monitoring Finalisasi design/instrumen monitoring Program: (1) Manajemen Perubahan; (2) Penataan Peraturan Perundangundangan; (3) Penataan dan Penguatan Organisasi; (4) Penataan Tatalaksana; (5) Penataan Sistem Manajemen SDM Aparatur; (6) Penguatan Pengawasan; (7) Penguatan Akuntabilitas Kinerja; (8) Peningkatan Kualitas Layanan Publik: (a) Peningkatan Layanan Satuan Pendidikan; (b) Layanan Peserta Didik; (c) Layanan PTK; (d) Layanan Substansi Pendidikan. Penyusunan design sistem monitoring Review design sistem monitoring Sistem Monitoring Tersedianya sistem Monitoring 600,0 Ujicoba design sistem monitoring Penelaahan dan Perbaikan design sistem monitoring Finalisasi design/instrumen sistem monitoring Penanggung jawab I Lampiran 331

343 2 Evaluasi (dilakukan setiap tahun sekali) Tersedianya laporan evaluasi tengah tahunan/ semesteran dan tahunan Sosialisasi Menyusun buku panduan monitoring Melakukan lounching sistem monitoring kepada pengelola program Menyebarluaskan buku panduan monitoring kepada pengelola program Buku panduan monitoring Adanya buku panduan monitoring laporan sosialisasi sistem monitoring buku panduan monitoring diterima oleh pengelola program Digunakannya sistem monitoring oleh pengelola program buku panduan monitoring dipahami dan diacu oleh pengelola program Implementasi Menerapkan rancangan/disain monitoring pelaksanaan reformasi birokrasi internal Pengukuran dan Evaluasi Menyusun laporan monitoring perkembangan pelaksanaan program Melakukan upaya perbaikan pelaksanaan program secara berkelanjutan Perencanaan Membuat rencana evaluasi pelaksanaan reformasi birokrasi internal Menghimpun data dan informasi hasil monitoring pelaksanaan Program Mengolah dan menganalisis data dan informasi hasil monitoring pelaksanaan Program Terhimpunnya data pelaksanaan RBI di semua bidang Tersusunnya laporan monitoring pelaksanaan program Tersusunnya Rekomendasi perbaikan pelaksanaan program - program RBI Tersusunnya rencana evaluasi pelaksanaan RBI rencana aksi masing-masing Program. informasi pelaksanaan rencana aksi masing-masing Program. Data pelaksanaan RBI di semua bidang Adanya Naskah laporan monitoring pelaksanaan program Perbaikan/Penyempurna an pelaksanaan program - program RBI Naskah rencana evaluasi pelaksanaan RBI terhimpunnya rencana aksi masing-masing Program. tersusunnya informasi pelaksanaan rencana aksi masing-masing Program. Menyusun konsep/draft rencana evaluasi draft rencana evaluasi tersusunnya draft rencana evaluasi Finalisasi rencana evaluasi rencana evaluasi tersusunnya rencana evalusi Pembangunan Membuat disain evaluasi pelaksanaan reformasi birokrasi internal Tersusunnya desain evaluasi RBI Kemdiknas Digunakannya desain/instrumen evaluasi RBI Kemdiknas Penyusunan draft design evaluasi Review draft design evaluasi Ujicoba design evaluasi Penelaahan dan Perbaikan draft design evaluasi Finalisasi design/instrumen evaluasi Sosialisasi Menyusun buku panduan evaluasi pelaksanaan program Melakukan lounching sistem evaluasi kepada pengelola program Menyebarluaskan buku panduan evaluasi kepada pengelola program Implementasi Menerapkan disain evaluasi pelaksanaan reformasi birokrasi internal Buku panduan evaluasi pelaksanaan program Adanya buku panduan evaluasi pelaksanaan program laporan sosialisasi sistem evaluasi Digunakannya sistem evaluasi oleh pengelola buku panduan evaluasi diterima oleh pengelola program Terhimpunnya data evaluasi pelaksanaan program - program RBI program buku panduan evaluasi dipahami dan diacu oleh pengelola program Digunakannya data untuk evaluasi komperhensif pelaksanaan program - program RBI 300,0 200,0 400, ,0 600,0 300,0 600,0 400,0 360,0 200,0 400,0 800,0 332 Lampiran

344 3 Evaluasi menyeluruh (dilakukan pada semester kedua 2014) Tersedianya laporan evaluasi lima tahunan Pengukuran dan Evaluasi Menyusun laporan evaluasi pelaksanaan program - program RBI Menyusun rekomendasi upaya perbaikan pelaksanaan program secara berkelanjutan Perencanaan Membuat rencana evaluasi menyeluruh (lima tahunan) pelaksanaan program - program RBI Menghimpun data dan informasi hasil Evaluasi Tahunan pelaksanaan program - program RBI Mengolah dan menganalisis data dan informasi hasil Evaluasi Tahunan pelaksanaan program - program RBI Menyusun konsep/draft rencana Evaluasi lima Tahunan pelaksanaan program - program RBI Pembangunan Memfinalkan kerangka/disain evaluasi menyeluruh pelaksanaan reformasi birokrasi internal Sosialisasi Menyusun buku panduan evaluasi menyeluruh pelaksanaan program Melakukan lounching sistem evaluasi menyeluruh kepada pengelola program Menyebarluaskan buku panduan evaluasi menyeluruh kepada pengelola program Implementasi Menerapkan rancangan/ disain evaluasi menyeluruh pelaksanaan reformasi birokrasi internal Tersusunnya laporan evaluasi pelaksanaan program - program RBI Tersusunnya Rekomendasi perbaikan pelaksanaan program - program RBI Tersusunnya rencana evaluasi menyeluruh pelaksanaan program RBI tahun rencana aksi masing-masing Program. informasi pelaksanaan rencana aksi masing-masing Program. Digunakannya laporan evaluasi pelaksanaan program - program RBI untuk pengambilan kebijakan Adanya penyempurnaan dalam pelaksanaan program - program RBI Naskah rencana evaluasi menyeluruh pelaksanaan RBI tahun terhimpunnya rencana aksi masing-masing Program. tersusunnya informasi pelaksanaan rencana aksi masing-masing Program. draft rencana evaluasi tersusunnya draft rencana monev Tersusunnya instrumen Evaluasi menyeluruh pelaksanaan RBI Kemdiknas Buku panduan evaluasi menyeluruh pelaksanaan program Digunakannya desain/instrumen evaluasi menyeluruh RBI Kemdiknas Adanya buku panduan evaluasi menyeluruh pelaksanaan program laporan sosialisasi sistem evaluasi Digunakannya sistem evaluasi menyeluruh oleh buku panduan evaluasi menyeluruh diterima oleh pengelola program Terhimpunnya data evaluasi menyeluruh pelaksanaan RBI di semua bidang tahun pengelola program buku panduan evaluasi menyeluruh dipahami dan diacu oleh pengelola program Data evaluasi menyeluruh pelaksanaan RBI di semua bidang tahun Pengukuran dan Evaluasi Laporan evaluasi menyeluruh Tersusunnya laporan evaluasi menyeluruh di semua bidang tahun Naskah laporan evaluasi menyeluruh semua bidang tahun Menyusun rekomendasi upaya perbaikan pelaksanaan program secara berkelanjutan Tersusunnya Rekomendasi perbaikan pelaksanaan RBI di semua bidang tahun Rekomendasi perbaikan bidang-bidang tahun ,0 300,0 800,0 500,0 360,0 200,0 400, ,0 800,0 600,0 Lampiran 333

345 Program/Kegiatan, Output, Tahapan Kerja, Waktu Pelaksanaan, Kriteria Keberhasilan, Rencana Anggaran dan Penanggungjawab No. Kegiatan Output Kegiatan Tahapan Kerja Output Tahapan Kerja Kreteria Keberhasilan Tahun 2012 Rencana Anggara A REHABILITASI RUANG KELAS DALAM MENDUKUNG WAJIB BELAJAR 9 TAHUN Rehabilitasi Ruang Kelas Dalam Wajar 9 Tahun Tersedianya 90 % ruang belajar layak pakai pada akhir tahun 2012 Perencanaan Penyusunan TOR Identifikasi ruang kelas berdasarkan kondisinya Verifikasi, evaluasi, Perancangan ulang dan penyederhanaan proses rehabilitasi ruang kelas Penentuan kebutuhan untuk peningkatan kecepatan, jangkauan dan akurasi proses rehabilitasi TOR 5 Data Kondisi Sekolah 8 Rancang bangun sistem Rehabilitasi dan Pemantauannya (1) Terherabilitasinya Ruang Kelas Rusak Berat sampai minimal 10% dari total ruang kelas tersisa pada akhir (2) Tersedia dan beroperasinya sistem Rehabilitasi berbasis TIK. (3) Tersedianya pedoman sistem Quick Win Rehabilitasi dan pemantauannya Kebutuhan teknologi 8 8 Penentuan beban kerja dan kualifikasi SDM untuk tiap tahap program rehabilitasi Kebutuhan SDM 12 Pembangunan Penyusunan Pedoman rehabilitasi ruang kelas Pedoman 8 Pengembangan sistem informasi pengelolaan rehabilitasi dan pemantauannya Penetapan Sistem pengelolaan rehabilitasi dan pemantauannya Sistem TIK Rehabilitasi dan pemantauannya Peraturan Menteri dan PeraturanPenunjang Sosialisasi Sosialisasi tentang reformasi proram rehabilitasi dan pemantauannya kapasitas SDM pengelola program rehabilitasi dan pemantauannya Dinas Pendidikan Kab/Kot/Prop mengetahui SDM terlatih Implementasi Implementasi rehabilitasi beserta sistem informasi, pengelolaan dan pemantauannya Teerrehabilitasinya ruang kelas 2E+07 Pengukuran dan evaluasi Pengukuran dan evaluasi efisiensi internal dan eksternal Analisis dampak 100 PenanggungJa wab Sekretaris Ditjen Dikmen dan Dikdas Sekretaris Ditjen Dikmen dan Dikdas Sekretaris Ditjen Dikmen dan Dikdas Sekretaris Ditjen Dikmen dan Dikdas Sekretaris Ditjen Dikmen dan Dikdas Sekretaris Ditjen Dikmen dan Dikdas Sekretaris Ditjen Dikmen dan Dikdas Sekretaris Ditjen Dikmen dan Dikdas Sekretaris Ditjen Dikmen dan Dikdas Sekretaris Ditjen Dikmen dan Dikdas Sekretaris Ditjen Dikmen dan Dikdas Sekretaris Ditjen Dikmen dan Dikdas 334 Lampiran

346 Program/Kegiatan, Output, Tahapan Kerja, Waktu Pelaksanaan, Kriteria Keberhasilan, Rencana Anggaran dan Penanggungjawab No Program/kegiatan Output Tahapan Kerja Output Kriteria Keberhasilan TAHUN B Layanan Penyetaraan Ijazah Berbasis TIK 1 Layanan penyetaraan ijazah (sekolah dan perguruan tinggi) Tersedianya sistem layanan penyetaraan ijazah berbasis TIK Perencanaan Pembentukan Tim Pengelola. Penyusunan Pedoman Kerja Tim Pengelola. Pembangunan Penyusunan rencana aplikasi. Tersusunya keputusan pembentukan Tim Pengelola, berikut personilnya. Tersusunnya rencana kerja Tim Pengelola dalam bentuk pedoman dan mekanisme kerja. Tersusunnya rencana (draft) aplikasi yang mengadopsi perbaikan dari sistem manual yang digunakan saat ini Uji coba Aplikasi Terlaksananya pengujian atas rencana (draft) aplikasi dalam bentuk software. Pelatihan penyetaraan ijazah secara online bagi asesor/verifikator/penil ai. Sosialisasi Sosialisasi penyetaraan ijazah online. terlaksana kegiatan pelatihan. Terlaksana publikasi penyetaraan ijazah online kepada publik melalui media cetak dan atau elektronik. Adanya pembagian tugas dan kewenangan pada Tim dan personil yang melakukan pengelolaan penyetaraan ijazah. Terbagun pembagian tugas yang jelas dan mekanisme kerja Tim Pengelola. Diperoleh data/informasi mengenai kelemahan/kekurang an sistem aplikasi, sehingga dapat dilakukan perbaikan. Diperoleh data/informasi mengenai kelemahan/kekurang an sistem aplikasi, Asesor/verifikator/pe nilai mampu melaksanakan penilaian dengan menggunakan aplikasi online. Publik mengetahui adanya penyetaraan ijazah online, Rencana Anggaran Penanggung jawab Dirjen Dikdas, Dikmen, Dikti, dan PAUDNI Tim Pengelola Outsourching Tim Pengelola Tim Pengelola Tim Pengelola Lampiran 335

347 Program/kegiatan Output Tahapan Kerja Output Lounching Penyetaraan Ijazah Online Terbangun momentum penyempurnaan sistem penyetaraan ijazah secara online. Implementasi Pelaksanaan penyetaraan ijazah online. Terlaksananya penyetaraan ijazah secara online untuk paket permohonan. Perbaikan/Tindak Audit aplikasi. Terlaksana audit aplikasi penyetaraan ijazah online. Perbaikan sistem aplikasi. Terlaksana perbaikan sistem aplikasi. Penguatan kapasitas pengelola, asesor, verifikator dan penilai. Terlaksananya pelatihan dalam rangka penguatan kapasitas pengelola, asesor, verfikator dan penilai. Kriteria Keberhasilan Tersedianya tata nilai yang dapat berfungsi sebagai dasar standarisasi proses penyetaraan ijazah terselesainya permohonan penyetaraan ijazah secara online. Teridentifikasi kelemahan/kekurang an sistem aplikasi penyetaraan ijazah online. Dilakukan perbaikan untuk mengatasi kelemahan/kekurang an sistem aplikasi penyetaraan ijazah secara online. Pengelola, asesor, verifikator dan penilai dapat mengetahui perbaikan/ penyempurnaan aplikasi. TAHUN Rencana Anggaran Penanggung jawab Tim Pengelola Tim Pengelola Outsourching Outsourching Tim Pengelola 336 No Lampiran

348 Program/Kegiatan, Output, Tahapan Kerja, Waktu Pelaksanaan, Kriteria Keberhasilan, Rencana Anggaran dan Penanggungjawab No. PROGRAM/ KEGIATAN C PENGEMBANGAN SISTEM PENGELOLAAN MATERI, METODE, DAN MANAJEMEN LEMBAGA PERSEKOLAHAN BERBASIS TIK 1. Pengembangan Aplikasi Portal Rumah Belajar Output Tahapan Kerja Output Kriteria Keberhasilan Aplikasi TV Streaming terintegrasi dengan portal rumah belajar Perencanaan Sekretaris Balitbang & Identifikasi fitur dan permasalahan Aplikasi TV Streaming yang ada Hasil evaluasi fitur dan permasalahan Aplikasi TV Streaming yang ada Seluruh fitur dan permasalahan aplikasi TV Streaming yang ada teridentifikasi Rencana Anggaran Penanggung Jawab Sekretaris Balitbang Analisis dan penyusunan kebutuhan aplikasi TV Streaming terintegrasi dengan portal rumah belajar Perancangan aplikasi TV Streaming terintegrasi dengan portal rumah belajar Daftar kebutuhan aplikasi TV Streaming terintegrasi dengan portal rumah belajar Hasil rancangan aplikasi TV Streaming terintegrasi dengan portal rumah belajar Tersusun daftar kebutuhan aplikasi TV Streaming terintegrasi yang lengkap Hasil rancangan aplikasi TV Streaming terintegrasi dengan portal rumah belajar yang siap diimplementasikan Pembangunan Sekretaris Pengembangan dan perbaikan aplikasi TV Streaming terintegrasi dengan portal rumah belajar Desain dan pengembangan user interface TV Streaming di Rumah Belajar Melakukan integrasi aplikasi TV Streaming dengan portal rumah belajar Review integrasi aplikasi TV Streaming di Rumah Belajar Selesainya aplikasi TV Streaming terintegrasi dengan portal rumah belajar User Interface aplikasi TV streaming di rumah belajar Aplikasi TV Streaming sudah terintegrasi dengan portal Rumah Belajar Daftar kekurangan dan kesalahan pada aplikasi TV Streaming terintegrasi dengan portal rumah belajar Aplikasi TV Streaming terintegrasi dengan portal rumah belajar siap diintegrasikan User Interface TV Streaming di Rumah Belajar siap diimplementasikan Aplikasi TV Streaming terintegrasi dengan portal rumah belajar siap direview Aplikasi TV Streaming terintegrasi dengan portal rumah belajar selesai direview 100% Sekretaris Balitbang Sekretaris Balitbang Sekretaris Balitbang Sekretaris Balitbang Sekretaris Balitbang Sekretaris Balitbang Revisi hasil review aplikasi TV Streaming di Rumah Belajar Aplikasi TV Streaming terintegrasi dengan portal Rumah Belajar sudah direvisi Seluruh kekurangan dan kesalahan aplikasi TV Streaming terintegrasi pada rumah belajar diperbaiki Sosialisasi Sekretaris B li b & Diseminasi aplikasi TV Streaming terintegrasi dengan rumah belajar Pertemuan/Diseminasi aplikasi TV Streaming terintegrasi dengan rumah belajar 80% pengguna portal rumah belajar mengetahui aplikasi TV Streaming terintegrasi pada portal rumah belajar Sekretaris Balitbang Sekretaris Balitbang Implementasi Sekretaris Balitbang & Piloting Implementasi TV Streaming terintegrasi dalam pembelajaran melalui portal rumah belajar di sekolah model Pengguna rumah belajar menggunakan Aplikasi TV Streaming terintegrasi pada portal rumah belajar Jumlah pemanfaat program TV Streaming dalam proses pembelajaran melalui portal rumah belajar Pengukuran dan Evaluasi Sekretaris Balitbang & Sekretaris Balitbang Lampiran 337

349 Program/Kegiatan, Output, Tahapan Kerja, Waktu Pelaksanaan, Kriteria Keberhasilan, Rencana Anggaran dan Penanggungjawab No. PROGRAM/ KEGIATAN Output Tahapan Kerja Output Kriteria Keberhasilan Rencana Anggaran Aplikasi kelas virtual terintegrasi dengan portal rumah belajar Perencanaan Identifikasi fitur Aplikasi kelas virtual terintegrasi Hasil evaluasi fitur dan permasalahan Aplikasi kelas virtual terintegrasi Seluruh fitur dan permasalahan aplikasi kelas virtual terintegrasi teridentifikasi Analisis dan penyusunan kebutuhan aplikasi kelas virtual terintegrasi terintegrasi dengan portal rumah belajar Perancangan aplikasi kelas virtual terintegrasi terintegrasi dengan portal rumah belajar Daftar kebutuhan aplikasi kelas virtual terintegrasi terintegrasi dengan portal rumah belajar Hasil rancangan aplikasi kelas virtual terintegrasi terintegrasi dengan portal rumah belajar Tersusun daftar kebutuhan aplikasi kelas virtual terintegrasi terintegrasi yang lengkap Hasil rancangan aplikasi kelas virtual terintegrasi terintegrasi dengan portal rumah belajar yang siap diimplementasikan Perancangan basis data aplikasi kelas virtual terintegrasi dengan portal rumah belajar Hasil rancangan basis data kelas virtual terintegrasi dengan portal rumah belajar Hasil rancangan basis data kelas virtual terintegrasi dengan portal rumah belajar siap implementasi Pembangunan Pengembangan dan perbaikan aplikasi kelas virtual terintegrasi dengan portal rumah belajar Desain dan pengembangan user interface kelas virtual terintegrasi di Rumah Belajar Melakukan integrasi aplikasi kelas virtual terintegrasi dengan portal rumah belajar Review integrasi aplikasi kelas virtual terintegrasi di Rumah Belajar Revisi hasil review aplikasi kelas virtual terintegrasi di Rumah Belajar Selesainya aplikasi kelas virtual terintegrasi dengan portal rumah belajar User Interface aplikasi kelas virtual terintegrasi di rumah belajar Aplikasi kelas virtual sudah terintegrasi dengan portal Rumah Belajar Daftar kekurangan dan kesalahan pada aplikasi kelas virtual terintegrasi terintegrasi dengan portal rumah belajar Aplikasi kelas virtual terintegrasi terintegrasi dengan portal Rumah Belajar sudah direvisi Aplikasi kelas virtual terintegrasi dengan portal rumah belajar siap diintegrasikan User Interface kelas virtual terintegrasi di Rumah Belajar siap diimplementasikan Aplikasi kelas virtual terintegrasi dengan portal rumah belajar siap direview Aplikasi kelas virtual terintegrasi terintegrasi dengan portal rumah belajar selasai direview 100% Seluruh kekurangan dan kesalahan aplikasi kelas virtual terintegrasi terintegrasi pada rumah belajar diperbaiki Penanggung Jawab Sekretaris Balitbang & Kepala Pustekkom Sekretaris Balitbang & Kepala Pustekkom Sekretaris Balitbang & Kepala Pustekkom Sekretaris Balitbang Sekretaris Balitbang Sekretaris Balitbang Sekretaris Balitbang & Kepala Pustekkom Sekretaris Balitbang Sekretaris Balitbang Sekretaris Balitbang Sekretaris Balitbang Sekretaris Balitbang 338 Lampiran

350 Program/Kegiatan, Output, Tahapan Kerja, Waktu Pelaksanaan, Kriteria Keberhasilan, Rencana Anggaran dan Penanggungjawab Rencana Anggaran Penanggung Jawab Sekretaris Balitbang & Kepala Pustekkom Output Tahapan Kerja Output Kriteria Keberhasilan PROGRAM/ KEGIATAN No. Sosialisasi % pengguna portal rumah belajar mengetahui aplikasikelas virtual terintegrasi terintegrasi pada portal rumah belajar Sekretaris Balitbang & Kepala Pustekkom Pertemuan/Diseminasi aplikasi kelas virtual terintegrasi terintegrasi dengan rumah belajar Diseminasi aplikasi kelas virtual terintegrasi dengan rumah belajar Orientasi Pemanfaatan aplikasi kelas virtual terintegrasi dengan rumah belajar Implementasi Sekretaris Balitbang & Kepala Pustekkom Sekretaris Balitbang & Kepala 80% pengguna portal rumah belajar menggunakan aplikasi kelas virtual pada portal rumah belajar Pengguna rumah belajar menggunakan Aplikasi kelas virtual terintegrasi pada portal rumah belajar Implementasi kelas virtual terintegrasi pada pembelajaran di portal rumah belajar Pengukuran dan Evaluasi Perencanaan Seluruh fitur dan permasalahan aplikasi portal rumah belajar provinsi yang ada teridentifikasi Hasil evaluasi fitur dan permasalahan aplikasi portal rumah belajar provinsi yang ada Identifikasi fitur dan permasalahan aplikasi portal rumah belajar provinsi yang ada Tersusun daftar kebutuhan aplikasi portal rumah belajar provinsi Daftar kebutuhan aplikasi portal rumah belajar provinsi Analisis dan penyusunan kebutuhan aplikasi portal rumah belajar provinsi Hasil rancangan aplikasi portal rumah belajar provinsi Sekretaris Balitbang & Kepala Pustekkom Prototipe aplikasi portal rumah belajar tingkat provinsi yang siap diimplementasikan Hasil rancangan aplikasi portal rumah belajar provinsi Perancangan aplikasi portal rumah belajar provinsi Pembangunan Modul aplikasi portal rumah belajar provinsi siap diintegrasikan Selesainya modul aplikasi portal rumah belajar provinsi Sekretaris Balitbang Sekretaris Balitbang Sekretaris Balitbang Sekretaris Balitbang Sekretaris Balitbang Sekretaris Balitbang Sekretaris Balitbang Sekretaris Balitbang Pembangunan modul aplikasi portal rumah belajar provinsi User Interface modul aplikasi portal rumah belajar provinsi siap diimplementasikan User Interface modul aplikasi portal rumah belajar provinsi Desain dan pengembangan user interface modul aplikasi portal rumah belajar provinsi Lampiran 339

351 Program/Kegiatan, Output, Tahapan Kerja, Waktu Pelaksanaan, Kriteria Keberhasilan, Rencana Anggaran dan Penanggungjawab No. PROGRAM/ KEGIATAN Output Tahapan Kerja Output Kriteria Keberhasilan Melakukan integrasi modul aplikasi portal rumah belajar provinsi dengan rumah belajar Review Integrasi modul aplikasi portal rumah belajar provinsi dengan rumah belajar Revisi Integrasi modul aplikasi portal rumah belajar provinsi dengan rumah belajar aplikasi portal rumah belajar provinsi sudah terintegrasi dengan portal Rumah Belajar Daftar kekurangan dan kesalahan integrasi modul aplikasi portal rumah belajar provinsi dengan rumah belajar Integrasi modul aplikasi portal rumah belajar provinsi dengan rumah belajar sudah direvisi Modul aplikasi portal rumah belajar provinsi terintegrasi dengan portal rumah belajar siap direview Integrasi modul aplikasi portal rumah belajar provinsi dengan rumah belajar selasai direview 100% Seluruh kekurangan dan kesalahan Integrasi modul aplikasi portal rumah belajar provinsi dengan rumah belajar diperbaiki Rencana Anggaran Penanggung Jawab Sekretaris Balitbang Sekretaris Balitbang Sekretaris Balitbang Sosialisasi Sekretaris Balitbang & Kepala Diseminasi aplikasi portal rumah belajar provinsi Pertemuan/Diseminasi aplikasi portal rumah belajar provinsi 80% pengguna portal rumah belajar mengetahui aplikasi portal rumah belajar provinsi Sekretaris Balitbang Implementasi Piloting implementasi aplikasi portal rumah belajar tingkat provinsi Pengguna rumah belajar menggunakan aplikasi portal rumah belajar provinsi 80% pengguna portal rumah belajar menggunakan aplikasi portal rumah belajar provinsi Sekretaris Balitbang & Kepala Pustekkom Sekretaris Balitbang Pengukuran dan Evaluasi Sekretaris Balitbang & Kepala Pustekkom Aplikasi konten berbasis komunitas Perencanaan Identifikasi fitur Aplikasi konten berbasis komunitas Analisis dan penyusunan kebutuhan Aplikasi konten berbasis komunitas Perancangan Aplikasi konten berbasis komunitas dengan portal rumah belajar Hasil evaluasi fitur Aplikasi konten berbasis komunitas Daftar kebutuhan Aplikasi konten berbasis komunitas Hasil rancangan Aplikasi konten berbasis komunitas Seluruh fitur Aplikasi konten berbasis komunitas teridentifikasi Tersusun daftar kebutuhan Aplikasi konten berbasis komunitas yang lengkap Hasil rancangan Aplikasi konten berbasis komunitas yang siap diimplementasikan Sekretaris Balitbang & Kepala Pustekkom Sekretaris Balitbang Sekretaris Balitbang Sekretaris Balitbang 340 Lampiran

352 Program/Kegiatan, Output, Tahapan Kerja, Waktu Pelaksanaan, Kriteria Keberhasilan, Rencana Anggaran dan Penanggungjawab No. PROGRAM/ KEGIATAN Output Tahapan Kerja Output Kriteria Keberhasilan Rencana Anggaran Pembangunan Pembangunan modul Aplikasi konten berbasis komunitas dengan portal rumah belajar Selesainya modul Aplikasi konten berbasis komunitas dengan portal rumah belajar modul Aplikasi konten berbasis komunitas dengan portal rumah belajar siap diintegrasikan Desain dan pengembangan user interface modul Aplikasi konten berbasis komunitas dengan portal rumah belajar Melakukan integrasi modul Aplikasi konten berbasis komunitas dengan rumah belajar Review Integrasi modul Aplikasi konten berbasis komunitas dengan rumah belajar Revisi Integrasi modul Aplikasi konten berbasis komunitas dengan rumah belajar User Interface modul Aplikasi konten berbasis komunitas dengan portal rumah belajar Aplikasi konten berbasis komunitas sudah terintegrasi dengan portal Rumah Belajar Daftar kekurangan dan kesalahan integrasi modul Aplikasi konten berbasis komunitas dengan rumah belajar Integrasi modul Aplikasi konten berbasis komunitas dengan rumah belajar sudah direvisi User Interface modul Aplikasi konten berbasis komunitas dengan portal rumah belajar siap diimplementasikan Modul Aplikasi konten berbasis komunitas terintegrasi dengan portal rumah belajar siap direview Integrasi modul Aplikasi konten berbasis komunitas dengan rumah belajar selasai direview 100% Seluruh kekurangan dan kesalahan Integrasi modul Aplikasi konten berbasis komunitas dengan rumah belajar diperbaiki Sosialisasi Diseminasi Aplikasi konten berbasis komunitas Pertemuan/Diseminasi Aplikasi konten berbasis komunitas 80% pengguna portal rumah belajar mengetahui Aplikasi konten berbasis komunitas Implementasi Pengembangan konten oleh komunitas di rumah belajar Komunitas menggunakan Aplikasi konten berbasis komunitas di rumah belajar 80% pengguna portal rumah belajar menggunakan Aplikasi konten berbasis komunitas di rumah belajar Pengukuran dan Evaluasi Utilisasi dan implementasi portal rumah belajar Terjaminnya layanan portal rumah belajar sepanjang tahun, mencakup utilisasi Perencanaan Penanggung Jawab Sekretaris Balitbang & Kepala Pustekkom Sekretaris Balitbang Sekretaris Balitbang Sekretaris Balitbang Sekretaris Balitbang Sekretaris Balitbang Sekretaris Balitbang & Kepala Pustekkom Sekretaris Balitbang Sekretaris Balitbang & Kepala Pustekkom Sekretaris Balitbang Sekretaris Balitbang & Kepala Pustekkom Sekretaris Balitbang & Kepala Pustekkom Lampiran 341

353 Program/Kegiatan, Output, Tahapan Kerja, Waktu Pelaksanaan, Kriteria Keberhasilan, Rencana Anggaran dan Penanggungjawab No. PROGRAM/ KEGIATAN Output Tahapan Kerja Output Kriteria Keberhasilan p dan implementasi server, aplikasi, update konten, pengasuhan forum dll Identifikasi Tim utilisasi dan implementasi portal rumah belajar Menyusun Job description Terbentuknya tim utilisasi dan implementasi portal rumah belajar Tersusunnya draft job description tim tilisasi dan implementasi portal rumah belajar Teridentifikasinya tim untuk utilisasi dan implementasi portal rumah belajar Rencana Anggaran Menyusun draft juklak dan juknis untuk utilisasi dan implementasi portal rumah belajar Tersusunnya draft juklak dan juknis untuk utilisasi dan implementasi portal rumah belajar Pembangunan menjamin keberlangsungan layanan portal rumah belajar terjaminnya keberlangsungan layanan portal rumah belajar Implementasi Stabilitas layanan portal rumah belajar dapat terjaga Pengukuran dan Evaluasi Analisa dan evaluasi jalannya layanan portal rumah belajar Penanggung Jawab Sekretaris Balitbang Sekretaris Balitbang Sekretaris Balitbang Sekretaris Balitbang & Kepala Pustekkom Sekretaris Balitbang Sekretaris Balitbang & Kepala Pustekkom Sekretaris Balitbang Sekretaris Balitbang & Kepala Pustekkom Sekretaris Balitbang 342 Lampiran

354 Program/Kegiatan, Output, Tahapan Kerja, Waktu Pelaksanaan, Kriteria Keberhasilan, Rencana Anggaran dan Penanggungjawab JADWAL PROGRAM/ NO. OUTPUT TAHAPAN KERJA OUTPUT KRITERIA KEBERHASILAN KEGIATAN D SISTEM PENGELOLAAN SERTIFIKASI GURU 1. Pengembangan sistem sertifikasi guru Aplikasi Sertifikasi Guru, yaitu aplikasi penetapan peserta sertifikasi guru dan aplikasi penilaian kompetensi guru, yang terintegrasi dengan data base NUPTK Evaluasi proses sertifikasi guru saat ini Identifikasi proses sertifikasi guru masa depan Perancangan sistem dan penyederhanaan proses sertifikasi guru Hasil evaluasi sistem dan mekanisme sertifikasi guru yang telah berlangsung Hasil identifikasi proses sertifikasi guru masa depan dan identifikasi kendala serta permasalahannya Sistem sertifikasi guru masa depan dengan beberapa penyederhanaan proses dengan menggunakan TIK Tersusunnya hasil evaluasi sistem dan mekanisme pelaksanaan sertifikasi guru Teridentifikasinya sistem dan mekanisme sertifikasi guru masa depan dan teridentifikasinya kendala serta permasalahannya Tersusunnya sistem sertifikasi guru tahun 2012 dengan beberapa penyederhanaan proses dengan menggunakan TIK Penentuan teknologi untuk peningkatan kecepatan, jangkauan dan akurasi proses sertifikasi guru Penyusunan prosedur kerja sistem sertifikasi guru yang baru Identifikasi kebutuhan teknologi untuk kebutuhan tes online dan penilaian online yang terintegrasi dengan data base NUPTK Prosedur kerja sistem dan mekanisem sertifikasi guru tahun 2012 Teridentifikasinya kebutuhan teknologi untuk kebutuhan sertifikasi guru terutama tes online dan penilaian online yang terintegrasi dengan data base NUPTK Tersusunnya prosedur kerja sistem dan mekanisem sertifikasi guru tahun Penentuan kuota sertifikasi guru Kuota sertifikasi guru tahun 2012 Identifikasi jumlah guru yang layak mengikuti sertifikasi guru yaitu guru memenuhi syarat sertifikasi guru secara administrasi Data jumlah guru yang layak mengikuti sertifikasi guru yaitu guru memenuhi syarat mengikuti sertifikasi guru Tersedianya data guru yang layak mengikuti sertifikasi guru sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan 3. Pengembangan sistem informasi sertifikasi guru Sistem informasi sertifikasi guru yang memuat seluruh data hasil pelaksanaan sertifikasi guru Penyusunan panduan penentuan kuota sertifikasi guru berdasarkan data guru yang layak mengikuti sertifikasi guru Identifikasi kebutuhan sistem informasi Penentuan beban kerja dan kualifikasi SDM Panduan penentuan kuota sertifikasi guru berdasarkan data guru yang layak mengikuti sertifikasi guru Daftar kebutuhan sistem sistem informasi Beban kerja dan kualifikasi SDM Tersusunnya panduan penentuan kuota sertifikasi guru berdasarkan data guru yang layak mengikuti sertifikasi guru Tersusunnya daftar kebutuhan sistem sistem informasi Tersusunnya beban kerja dan kualifikasi SDM Penentuan indikator kinerja proses Indikator kinerja proses Tersusunnya indikator kinerja proses Penyusunan tata nilai terkait sistem informasi sertifikasi guru Penentuan indikator kinerja rencana aksi Tata nilai terkait sistem informasi sertifikasi guru Tersusunnya tata nilai terkait sistem informasi sertifikasi guru Indikator kinerja rencana aksi Ditentukannya indikator kinerja rencana aksi Penyusunan prosedur kerja Prosedur kerja Tersusunnya prosedur kerja RENCANA ANGGARAN PENANGGUNG JAWAB Sekretaris BPSDMP& PMP Sekretaris BPSDMP& PMP Sekretaris BPSDMP& PMP Sekretaris BPSDMP& PMP Sekretaris BPSDMP& PMP Sekretaris BPSDMP& PMP Sekretaris BPSDMP& PMP Sekretaris BPSDMP& PMP Sekretaris BPSDMP& PMP Sekretaris BPSDMP& PMP Sekretaris BPSDMP& PMP Sekretaris BPSDMP& PMP Sekretaris BPSDMP& PMP Lampiran 343

355 NO. PROGRAM/ KEGIATAN 4. Penyusunan soal uji kompetensi 5. Penyiapan sistem dan aplikasi tes online 6. Penyiapan Tes Center OUTPUT TAHAPAN KERJA OUTPUT KRITERIA KEBERHASILAN Pengembangan sistem berbasis teknologi Sistem berbasis teknologi Sistem berbasis teknologi yang siap digunakan Soal uji kompetensi untuk guru kelas dan guru mata pelajaran untuk satuan pendidikan TK, SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB Review soal yang sudah ada Soal hasil review untuk 34 mata pelajaran Pengembangan butir soal 35 set butir soal uji kompetensi untuk mata pelajaran produktif di SMK Penelaahan butir soal oleh pakar Hasil telaah butir soal oleh pakar sesuai bidang studi Tersedianya 34 soal uji kompetensi yang siap pakai Tersedianya 35 set butir soal uji kompetensi untuk mata pelajaran produktif di SMK yang siap dinilai oleh pakar Tersusunnya hasil telaah butir soal oleh pakar yang akan dijadikan bahan penyempurnaan butir soal Sistem dan aplikasi tes online Sejumlah tes center yang siap digunakan sebagai tempat uji kompetensi guru dalam rangka pelaksanaan sertifikasi guru Ujicoba butir soal dan pengolahan hasil ujicoba Hasil ujicoba butir soal dan hasil pengolahan hasil ujicoba Finalisasi butir soal Butir soal yang telah direvisi sesuai masukan dari ujicoba Pengolahan butir soal untuk siap upload Identifikasi kebutuhan untuk pembangunan sistem dan aplikasi tes online Pengembangan sistem aplikasi tes online terintegrasi dengan data base NUPTK Hasil pengolahan butir soal untuk siap upload Daftar kebutuhan untuk pembangunan sistem dan aplikasi tes online Sistem aplikasi tes online terintegrasi dengan data base NUPTK Ujicona aplikasi tes online Masukan hasil Ujicona aplikasi tes online untuk mengukur kelayakan sistem Penyusunan panduan penggunaan sistem dan aplikasi tes online dan aplikasi Panduan penggunaan sistem dan aplikasi tes online Penyempurnaan aplikasi Aplikasi tes online yang siap digunakan di tes center Pendaftaran Tes Center oleh Dinas Pendidikan ke KSG Verifikasi Tes Center oleh LPMP dan LPTK KSG memberikan nomor kode lokasi dan password login kepada Tes Center Daftar Tes Center yang diusulkan oleh Dinas Pendidikan ke KSG Daftar Tes Center yang telah diverifikasi kelayakannya Nomor kode lokasi dan password login kepada Tes Center Tersedianya hasil ujicoba butir soal dan tersedianya hasil pengolahan butir soal untuk bahan penyempurnaan Tersusunnya butir soal yang siap untuk dijadikan sebagai alat uji kompetensi guru Tersedianya butir soal yang siap upload dalam sistem online dan siap digunakan untuk uji kompetensi guru secara online Daftar kebutuhan untuk pembangunan sistem dan aplikasi tes online secara ideal namun telah disesuaikan dengan kondisi lapangan Sistem aplikasi tes online terintegrasi dengan data base NUPTK yang siap untuk diujicobakan Tersusunnya masukan hasil Ujicona aplikasi tes online untuk mengukur kelayakan sistem dan aplikasi Panduan penggunaan sistem dan aplikasi tes online yang siap disosialisasikan Tersusunnya aplikasi tes online yang siap digunakan di tes center untuk uji kompetensi guru Daftar Tes Center yang diusulkan Dinas Pendidikan ke KSG berdasarkan lokasi dan fasilitas yang dimilikinya Daftar Tes Center dengan fasilitasnya yang siap untuk direkomendasi untuk ditetapkan sebagai lokasi tes center Tersedianya nomor kode lokasi dan password login kepada Tes Center yang direkomendasi sebagai tes center JADWAL RENCANA ANGGARAN PENANGGUNG JAWAB Sekretaris BPSDMP& PMP Sekretaris BPSDMP& PMP Sekretaris BPSDMP& PMP Sekretaris BPSDMP& PMP Sekretaris BPSDMP& PMP Sekretaris BPSDMP& PMP Sekretaris BPSDMP& PMP Sekretaris BPSDMP& PMP Sekretaris BPSDMP& PMP Sekretaris BPSDMP& PMP Sekretaris BPSDMP& PMP Sekretaris BPSDMP& PMP Sekretaris BPSDMP& PMP Sekretaris BPSDMP& PMP Sekretaris BPSDMP& PMP 344 Lampiran

356 NO. PROGRAM/ KEGIATAN 7. Penyiapan perangkat kebijakan dan regulasi 8. Sosialisasi Pelaksanaan Sertifikasi Guru Tahun Pelaksanaan sertifikasi guru OUTPUT TAHAPAN KERJA OUTPUT KRITERIA KEBERHASILAN Pembekalan penanggungjawab dan teknisi Tes Center melalui kegiatan: 1) ToT kepada LPMP dan LPTK, dan 2) Pembekalan di kabupaten/kota Pelatih dari LPMP dan LPTK telah mengikuti pelatihan, dan penanggungjawab dan teknisi Tes Center telah memahami proses dan mekanisme pelaksanaan uji kompetensi guru Tersedianya pelatih dari LPMP dan LPTK siap melaksanakan pembekalan kepada penanggungjawab dan teknisi Tes Center, dan tersedianya penanggungjawab dan teknisi Tes Center telah memahami proses dan mekanisme pelaksanaan uji kompetensi serta siap melakukan uji kompetensi guru Permendiknas tentang sertifikasi guru dalam jabatan sebagai perubahan dari Permendiknas sebelumnya, dan Pedoman Sertifikasi Guru (Buku 1-5) Penyusunan Permendiknas tentang Sertifikasi Guru dalam jabatan Penyusunan Pedoman Sertifikasi Guru (Buku 1-5) Permendiknas tentang Sertifikasi Guru dalam jabatan sebagai perubahan dari Permendiknas sebelumnya (Permendiknas Nomor 11 Tahun 2011) Pedoman Sertifikasi Guru (Buku 1-5) sebagai Pedoman pelaksanaan yang digunakan oleh Dinas Pendidikan, LPMP, LPTK dalam penyelenggaraan sertifikasi guru Permendiknas tentang Sertifikasi Guru dalam jabatan sebagai perubahan dari Permendiknas sebelumnya (Permendiknas Nomor 11 Tahun 2011) yang telah ditandatangani Mendiknas dan siap untuk disosialisasikan Pedoman Sertifikasi Guru (Buku 1-5) sebagai Pedoman pelaksanaan yang digunakan oleh Dinas Pendidikan, LPMP, LPTK dalam penyelenggaraan sertifikasi guru yang siap disosialisasikan Semua unit terkait dengan pelaksanaan sertifikasi guru telah mengikuti sosialisasi pelaksanaan sertifikasi guru untuk tahun 2012 Peserta sertifikasi guru telah mengikuti proses sertifikasi guru di LPTK penyelenggara sertifikasi guru Penyusunan perangkat dan bahan sosialisasi sertifikasi guru untuk pelaksanaan tahun 2012 Pelaksanaan sosialisasi sertifikasi guru untuk penyelenggaraan sertifikasi guru tahun 2012 Publikasi daftar layak peserta sertifikasi guru online Pendaftaran calon peserta uji kompetensi melalui online Perangkat dan bahan sosialisasi sertifikasi guru untuk pelaksanaan tahun 2012 Semua unit terkait dalam pelaksanaan sosialisasi sertifikasi guru memahami kebijakan dan mekanisme sertifikasi guru tahun 2012 Pengumuman daftar peserta sertifikasi guru yang layak sesuai dengan persyaratan secara online Daftar calon peserta sertifikasi guru melalui online sesuai dengan kuota Tersedianya perangkat dan bahan sosialisasi sertifikasi guru untuk pelaksanaan tahun 2012 yang siap untuk disosialisasikan Semua unit terkait dalam pelaksanaan sosialisasi sertifikasi guru telah memahami kebijakan dan mekanisme sertifikasi guru tahun 2012 dan siap melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya sesuai kewenangannya Tersedianya daftar peserta sertifikasi guru yang layak sesuai dengan persyaratan secara online Tersedianya daftar calon peserta sertifikasi guru melalui online sesuai dengan kuota Penentuan jadwal sertifikasi guru tahun 2012 Jadwal pelaksanaan sertifikasi guru tahun 2012 Tersusunnya jadwal pelaksanaan sertifikasi guru tahun 2012 sebagai acuan pelaksanaan unit terkait Pelaksanaan sertifikasi guru di Rayon LPTk Peserta sertifikasi guru telah mengikuti seluruh proses sertifikasi guru di Rayon LPTK Tersedianya daftar nama peserta sertifikasi guru telah mengikuti seluruh proses sertifikasi guru di Rayon LPTK JADWAL RENCANA ANGGARAN PENANGGUNG JAWAB Sekretaris BPSDMP& PMP Sekretaris BPSDMP& PMP Sekretaris BPSDMP& PMP Sekretaris BPSDMP& PMP Sekretaris BPSDMP& PMP Sekretaris BPSDMP& PMP Sekretaris BPSDMP& PMP Sekretaris BPSDMP& PMP Sekretaris BPSDMP& PMP Lampiran 345

357 NO. PROGRAM/ KEGIATAN 10 Pemberian Nomor Registrai Guru (NRG) 11 Pengukuran dan evaluasi efisiensi dan efektifitas sistem sertifikasi guru 12 Pengukuran dan evaluasi ketercapaian standar layanan proses sertifikasi guru OUTPUT TAHAPAN KERJA OUTPUT KRITERIA KEBERHASILAN NRG bagi guru yang telah lulus sertifikasi guru Pengumuman hasil Daftar nama peserta sertifikasi guru dengan hasil yang diperolehnya Pemberian NRG kepada guru yang lulus sertifikasi guru Daftar NRG yang lulus sertifikasi guru Tersedianya daftar nama peserta sertifikasi guru dengan hasil yang diperolehnya untuk dipergunakan sebagai bahan kebijakan pemberian tunjangan profesi pendidik Tersedianya daftar NRG yang lulus sertifikasi guru Pengiriman NRG kepada Dirjen terkait untuk bahan pemberian tunjangan profesi pendidik Daftar NRG per jenjang pendidikan untuk dikirim kepada Dirjen terkait Terkirimnya daftar NRG per jenjang pendidikan kepada Dirjen terkait sebagai bahan pemberian tunjangan profesi pendidik Hasil evaluasi pelaksanaan sistem sertifikasi guru sebagai bahan perbaikan untuk proses berikutnya Hasil evaluasi ketercapaian standar layanan sertifikasi guru sebagai bahan perbaikan untuk proses berikutnya Pengiriman NRG kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota Penyusunan instrumen evaluasi efisiensi dan efektifitas sistem sertifikasi guru Pelaksanaan evaluasi efektifitas dan efisiensi pelaksanaan sertifikasi guru Penyusunan rekomendasi bahan kebijakan pelaksanaan sertifikasi guru Penyusunan instrumen evaluasi ketercapaian standar layanan sertifikasi guru Daftar NRG per jenjang pendidikan dan per Kabupaten/Kota Instrumen evaluasi efisiensi dan efektifitas sistem sertifikasi guru untuk semua unit pelaksana sertifikasi guru Hasil evaluasi efektifitas dan efisiensi pelaksanaan sertifikasi guru yang diperoleh dari semua unit terkait Rekomendasi hasil evaluasi sebagai bahan kebijakan pelaksanaan sertifikasi guru berikutnya Instrumen evaluasi ketercapaian standar layanan sertifikasi guru untuk semua aspek yang ditentukan sebagai pencapaian standar layanan sertifikasi guru Terkirimnya daftar NRG per jenjang pendidikan dan per Kabupaten/Kota Tersusunnya instrumen evaluasi efisiensi dan efektifitas sistem sertifikasi guru untuk semua unit pelaksana sertifikasi guru yang siap digunakan sebagai alat evaluasi Tersusunnya hasil evaluasi efektifitas dan efisiensi pelaksanaan sertifikasi guru yang diperoleh dari semua unit terkait yang siap untuk diolah sebagai bahan masukan penyusunan kebijkan selanjutnya Tersusunnya rekomendasi hasil evaluasi pelaksanaan sertifikasi guru yang akan digunakan sebagai bahan penentuan kebijakan pelaksanaan sertifikasi guru berikutnya Tersusunnya instrumen evaluasi ketercapaian standar layanan sertifikasi guru untuk semua aspek yang ditentukan sebagai pencapaian standar layanan sertifikasi guru dan siap digunakan Pelaksanaan evaluasi ketercapaian standar layanan sertifikasi guru Penyusunan rekomendasi hasil evaluasi ketercapaian standar layanan sertifikasi guru Hasil evaluasi ketercapaian standar layanan sertifikasi guru yang diperoleh dari unit terkait dalam pelaksanaan sertifikasi guru Rekomendasi hasil evaluasi ketercapaian standar layanan sertifikasi guru sebagai bahan kebijakan standar layanan sertifikasi guru berikutnya Tersusunnya hasil evaluasi ketercapaian standar layanan sertifikasi guru yang diperoleh dari unit terkait dalam pelaksanaan sertifikasi guru yang siap diolah untuk bahan rekomendasi kebijakan layanan sertifikasi guru berikutnya Tersusunnya rekomendasi hasil evaluasi ketercapaian standar layanan sertifikasi guru yang dapat digunakan sebagai bahan kebijakan standar layanan sertifikasi guru berikutnya ke arah yang lebih baik JADWAL RENCANA ANGGARAN PENANGGUNG JAWAB Sekretaris BPSDMP& PMP Sekretaris BPSDMP& PMP Sekretaris BPSDMP& PMP Sekretaris BPSDMP& PMP Sekretaris BPSDMP& PMP Sekretaris BPSDMP& PMP Sekretaris BPSDMP& PMP Sekretaris BPSDMP& PMP Sekretaris BPSDMP& PMP Sekretaris BPSDMP& PMP 346 Lampiran

358 Program/Kegiatan, Output, Tahapan Kerja, Waktu Pelaksanaan, Kriteria Keberhasilan, Rencana Anggaran dan Penanggungjawab Output Tahapan Kreteria Tahun 2012 Rencana No Kegiatan Output Kegiatan Tahapan Kerja Kerja Keberhasilan Anggaran SISTIM PENGELOLAAN BANTUAN SISWA DAN MAHASISWA MISKIN E Sistem penjaminan beasiswa/bantuan dana pendidikan Tersedianya penjaminan beasiswa/bantuan dana pendidikan Perencanaan Identifikasi proses Penyaluran beasiswa/bantuan dana pendidikan saat ini Data beasiswa Penanggung Jawab Ditjen Dikdas, Dikmen, Dikti, PAUDNI Penyusunan Pedoman beasiswa/bantuan dana pendidikan saat ini Verifikasi, evaluasi, Perancangan ulang dan penyederhanaan proses penyaluran beasiswa/bantuan dana pendidikan saat ini Pembangunan Penentuan kebutuhan teknologi untuk peningkatan kecepatan, jangkauan dan akurasi proses beasiswa/bantuan dana pendidikan saat ini Penentuan beban kerja dan kualifikasi SDM untuk tiap tahap proses beasiswa/bantuan dana pendidikan saat ini Pedoman Rancang bangun sistem penyaluran beasiswa/bantuan Kebutuhan teknologi Kebutuhan SDM Tim Pengelola (1) Tersedianya pedoman sistem tunggal penyaluran Tim Pengelola Ditjen Dikdas, Dikmen, Dikti, PAUDNI (2) Tersedia dan beroperasinya sistem tunggal Tim Pengelola Tim Pengelola 1 Peningkatkan kapabilitas SDM pengelola proses Penyaluran beasiswa/bantuan dana pendidikan saat ini Pengembangan sistem informasi pengelolaan beasiswa/bantuan dana pendidikan saat ini SDM terlatih Tim Pengelola Sistem TIK penyaluran hibah dan pemantauannya Tim Pengelola Legitimasi Sistem pengelolaan beasiswa/bantuan dana pendidikan saat ini Sosialisasi Sosialisasi tentang reformasi proses beasiswa/bantuan dana pendidikan saat ini Peraturan Menteri Tim Pengelola Ditjen Dikdas, Dikmen, Dikti, PAUDNI Dinas Pendidikan Kab/Kot/Prop mengetahui Tim Pengelola Implementasi Implementasi sistem informasi pengelolaan Pbeasiswa/bantuan dana pendidikan saat ini berjalannya sistem Tim Pengelola Perbaikan Tindak Lanjut Pengukuran dan evaluasi efisiensi internal dan eksternal Analisis dampak Tim Pengelola Lampiran 347

359 Program/Kegiatan, Output, Tahapan Kerja, Waktu Pelaksanaan, Kriteria Keberhasilan, Rencana Anggaran dan Penanggungjawab No. PROGRAM/ KEGIATAN Output Tahapan Kerja Output Kriteria Keberhasilan F PENGEMBANGAN SISTEM PENGELOLAAN MATERI, METODE, DAN MANAJEMEN LEMBAGA PERSEKOLAHAN BERBASIS TIK 1 Hasil UN secara otomatis dimanfaatkan langsung oleh sekolah dalam perbaikan mutu peserta didik, guru, dan sekolah terjaminnya Hasil UN secara otomatis dimanfaatkan langsung oleh sekolah dalam perbaikan mutu peserta didik, guru, dan sekolah Perencanaan Identifikasi Tim dan implementasi data pemanfaatan hasil UN penyusunan uraian tugas terbentuknya Tim Identifikasi dan implementasi data pemanfaatan hasil UN tersusunnya uraian tugas data pemanfaatan hasil UN teridentifikasinya Tim Identifikasi dan implementasi data pemanfaatan hasil UN teridentifikasinya uraian tugas data pemanfaatan hasil UN penyusunan juklak dan juknis tersusunya juklak dan juknis data pemanfaatan hasil UN teridentifikasinya juklak dan juknis data pemanfaatan hasil UN Pembangunan penyiapan dokumen terbentuknya dokumen pemanfaatan hasil UN teridentifikasinya dokumen pemanfaatan hasil UN pengandaan dokumen Sosialisasi hasil UN sekolah, kab/kota, dan provisi, dan direktoran terkaita yang rendah terdistribusinya dokumen pemanfaatan hasil UN tersosialisasi hasil UN sekolah, kab/kota, dan provisi, dan direktoran teridentifikasinya distribusinya dokumen pemanfaatan hasil UN teridentifikasinya sosialisasi hasil UN sekolah, kab/kota, dan provisi, dan direktoran terkaita Implementasi Pemberian bantuan teknis terlatihnya secara teknis pengembangan pemanfaatan hasil UN teridentifikasinya guru dan sekolah secara teknis pengembangan pemanfaatan Pengukuran dan Evaluasi Rencana Anggaran Penanggung Jawab Sekretaris Balitbang & puspendik Sekretaris BAlitbang & Puspendik Sekretaris BAlitbang & Puspendik Sekretaris BAlitbang & Puspendik Sekretaris Balitbang & puspendik Sekretaris BAlitbang & Puspendik Sekretaris BAlitbang & Puspendik Sekretaris BAlitbang & Puspendik Sekretaris Balitbang & puspendik Sekretaris BAlitbang & Puspendik Sekretaris Balitbang & puspendik Sekretaris BAlitbang & Puspendik 348 Lampiran

360 RENCANA KERJA BIDANG QUALITY ASSURANCE - TIM REFORMASI BIROKRASI INTERNAL - KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL Penanggung jawab Rencana Anggaran 2014 PROGRAM/ TAHUN Output Tahapan Kerja Output Kriteria Keberhasilan KEGIATAN No III IV I II III IV I II III IV I II III IV Membentuk Sub-tim QA. SK Sub-tim QA. Terbentuk Sub-tim QA. Koord. QA Setiap anggota Sub-tim QA memahami tugas dan tanggung jawabnya Rincian tugas Sub-tim QA. Menyusun rincian tugas Sub-tim QA. Tersusunnya program kerja sub-tim QA RBI Kemdiknas Koord. QA Tersusun kegiatan dan jadwal yang akan Program Kerja Sub-tim QA Menyusun program kerja Sub-tim QA ( ). dilaksanakan Sub-tim 1 Pengawalan rencana dan pelaksanaan program dan kegiatan (Rencana Aksi) RBI Kemdiknas. Koord. QA Instrumen pengukuran penjaminan mutu sesuai regulasi dan kebutuhan Instrumen penilaian Menyusun Instrumen QA Program/Kegiatan RBI Kemdiknas. masyarakat Terselenggaranya QA untuk setiap Program/Kegiatan RBI Kemdiknas. Koord. QA Meningkatnya kompetensi anggota Subtim QA untuk melakukan penilaian dalam rangka penjaminan mutu Kegiatan Pelatihan/ workshop. Menyelenggarakan pelatihan/workshop penilaian Program/Kegiatan RBI Kemdiknas. Koord. QA Tersedianya dokumen penilaian setiap Program/Kegiatan RBI Kemdiknas Hasil penilaian setiap Program/Kegiatan. Melakukan proses penilaian/penjaminan mutu pada setiap Program/Kegiatan RBI Kemdiknas sesuai ruang lingkup QA Tersedia laporan hasil analisis yang telah mempertimbangkan Laporan hasil analisis. Melakukan analisis hasil penilaian dengan mempertimbangkan kesesuaian dengan regulasi dan regulasi dan kebutuhan Menyampaikan hasil analisis penjaminan mutu kepada Tim Pelaksana Program/Kegiatan untuk kebutuhan masyarakat Koord. QA Revisi Program/Kegiatan sesuai rekomendasi (saran). Rekomendasi (saran) perbaikan pelaksanaan Program/Kegiatan. tindak lanjut perbaikan Koord. QA Diperoleh informasi yang valid. Koord. QA Koord. QA Laporan hasil verifikasi lapangan. Melakukan verifikasi lapangan melalui wawancara dan observasi. Koord. QA Dapat menjelaskan sebab-sebab terjadinya kelemahan/penyimpanga n Program/Kegiatan RBI. Daftar kelemahan/ penyimpangan rencana dan/atau pelaksanaan Program/Kegiatan RBI. Mengidentifikasi kelemahan/penyimpangan terhadap rencana dan/atau pelaksanaan Program/Kegiatan RBI. Kepastian tindak lanjut atas rekomendasi (saran) perbaikan pelaksanaan Program/Kegiatan. Koord. QA Ada perbaikan atas rencana dan/atau pelaksanaan Program/Kegiatan Revisi (perbaikan) atas rencana dan/atau Program/Kegiatan. Menyusun laporan hasil tindak lanjut atas rencana dan pelaksanaan Program/Kegiatan. Lampiran 349

361 350 Lampiran

Peta Jalan. Reformasi Birokrasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Peta Jalan. Reformasi Birokrasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Peta Jalan Reformasi Birokrasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2015-2019 KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2015 ii KATA PENGANTAR Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah berhasil

Lebih terperinci

PUSAT DATA DAN STATISTIK PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

PUSAT DATA DAN STATISTIK PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN SEKRETARIAT JENDERAL PUSAT DATA DAN STATISTIK PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN RENCANA STRATEGIS TAHUN 2015-2019 KATA PENGANTAR Berdasarkan Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004

Lebih terperinci

- 9 - BAB II PENCAPAIAN DAN ISU STRATEGIS

- 9 - BAB II PENCAPAIAN DAN ISU STRATEGIS - 9 - BAB II PENCAPAIAN DAN ISU STRATEGIS A. KEMAJUAN PELAKSANAAN REFORMASI BIROKRASI Reformasi birokrasi dilaksanakan dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Sebagai langkah strategis,

Lebih terperinci

PROGRAM MIKRO REFORMASI BIROKRASI

PROGRAM MIKRO REFORMASI BIROKRASI PROGRAM MIKRO REFORMASI BIROKRASI Manajemen Perubahan Seluruh proses reformasi birokrasi di instansi akan mengarah pada rekonseptualisasi organisasi dan mekanisme kerja instansi secara menyeluruh. Proses

Lebih terperinci

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL TAHUN 2016

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL TAHUN 2016 LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL TAHUN 2016 SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN JAKARTA, JANUARI 2017 Laporan Akuntabilitas Kinerja Sekretariat Inspektorat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Kondisi Saat Ini

BAB I PENDAHULUAN. A. Kondisi Saat Ini BAB I PENDAHULUAN A. Kondisi Saat Ini telah melaksanakan program reformasi birokrasi pada periode 2005-2009. Sampai saat ini program reformasi birokrasi masih terus berlanjut, dan telah memberikan manfaat

Lebih terperinci

RINGKASAN ROAD MAP RB KEMENTERIAN LUAR NEGERI. Agenda Prioritas Program dan Kegiatan Reformasi Birokrasi Kemlu

RINGKASAN ROAD MAP RB KEMENTERIAN LUAR NEGERI. Agenda Prioritas Program dan Kegiatan Reformasi Birokrasi Kemlu RINGKASAN ROAD MAP RB KEMENTERIAN LUAR NEGERI Agenda Prioritas mempunyai agenda prioritas yang dibagi 3 (tiga) fase yang masing-masing berlangsung selama 12 (dua belas) bulan. Untuk menjamin tercapainya

Lebih terperinci

birokrasi, agar dapat ditetapkan langkah deregulasi dan/atau reregulasi sesuai kebutuhan regulasi yang menjadi tanggung jawab Kementerian Dalam

birokrasi, agar dapat ditetapkan langkah deregulasi dan/atau reregulasi sesuai kebutuhan regulasi yang menjadi tanggung jawab Kementerian Dalam RINGKASAN EKSEKUTIF Di dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara, ditetapkan bahwa Kementerian Dalam Negeri merupakan salah satu unsur kementerian/ lembaga yang memiliki tugas

Lebih terperinci

KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI/KOMISI INDEPENDEN PEMILIHAN ACEH DAN KOMISI PEMILIHAN UMUM/KOMISI INDEPENDEN PEMILIHAN KABUPATEN/KOTA

KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI/KOMISI INDEPENDEN PEMILIHAN ACEH DAN KOMISI PEMILIHAN UMUM/KOMISI INDEPENDEN PEMILIHAN KABUPATEN/KOTA - 2-2. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 6, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5494); 3. Peraturan Presiden

Lebih terperinci

RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) BIRO HUKUM DAN ORGANISASI

RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) BIRO HUKUM DAN ORGANISASI RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) BIRO HUKUM DAN ORGANISASI 2015-2019 SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2015 KATA PENGANTAR Rencana strategis (Renstra) 2015 2019 Biro Hukum dan Organisasi

Lebih terperinci

ROAD MAP REFORMASI BIROKRASI

ROAD MAP REFORMASI BIROKRASI KEBIJAKAN Reformasi Birokrasi NASIONAL ROAD MAP REFORMASI BIROKRASI Pengorganisasian Pelaksanaan Tim Pengarah Kementerian/Lembaga Ketua: Pimpinan K/L Sekretaris: Sekjen Anggota: Pejabat Eselon I Pemerintah

Lebih terperinci

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH BIRO HUKUM DAN ORGANISASI TAHUN 2016

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH BIRO HUKUM DAN ORGANISASI TAHUN 2016 LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH BIRO HUKUM DAN ORGANISASI TAHUN 2016 SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KATA PENGANTAR Dengan mengucapkan Puji dan Syukur kehadirat

Lebih terperinci

Sekretariat Jenderal KATA PENGANTAR

Sekretariat Jenderal KATA PENGANTAR RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) SEKRETARIAT JENDERAL 2014 KATA PENGANTAR Sesuai dengan INPRES Nomor 7 Tahun 1999, tentang Akuntabilits Kinerja Instansi Pemerintah yang mewajibkan kepada setiap instansi pemerintah

Lebih terperinci

BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI

BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI 1.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas Pokok dan Fungsi Pelayanan SKPD Dalam proses penyelenggaraan pemerintahan sampai sekarang ini

Lebih terperinci

MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA

MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA buku 1 PEDOMAN pengajuan dokumen usulan reformasi birokrasi kementerian/lembaga Peraturan menteri negara pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi nomor 7 tahun 2011 kementerian pendayagunaan

Lebih terperinci

Reformasi Birokrasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2012. Latar Belakang

Reformasi Birokrasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2012. Latar Belakang Reformasi Birokrasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2012 Latar Belakang Reformasi Birokrasi didasarkan pada suatu asumsi bahwa kebijakan publik tidak bersifat diskriminatif dalam memberikan pelayanan

Lebih terperinci

1. Apa dan Mengapa diperlukan Road Map 2. Progra g m,,kegia g tan,,dan hasil yan

1. Apa dan Mengapa diperlukan Road Map 2. Progra g m,,kegia g tan,,dan hasil yan 1. Apa dan Mengapa diperlukan Road Map 2. Program, Kegiatan, dan hasil yang Diharapkan pada Tingkatan Mikro 3. Format Road Map 4. Langkah langkah Penyusunan Road Map 2 1 Road Map Road Map merupakan rencana

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KOTA SAMARINDA SALINAN

BERITA DAERAH KOTA SAMARINDA SALINAN BERITA DAERAH KOTA SAMARINDA SALINAN WALIKOTA SAMARINDA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR PERATURAN WALIKOTA SAMARINDA NOMOR 23 TAHUN 2014 TENTANG PIAGAM AUDIT INTERNAL DENGAN RAHMAT YANG MAHA ESA WALIKOTA SAMARINDA,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pertanggungjawaban rencana strategis kepada masyarakat dapat dilihat dari dua jalur utama, yaitu jalur pertanggungjawaban keuangan dan jalur pertanggungjawaban kinerja.

Lebih terperinci

BAB III PELAKSANAAN KEGIATAN

BAB III PELAKSANAAN KEGIATAN 17 A. Rincian Pelaksanaan Kegiatan BAB III PELAKSANAAN KEGIATAN Rincian pelaksanaan kegiatankegiatan reformasi birokrasi pada tahun 2011 meliputi penanggung jawab, time frame per bulan, output /hasil yang

Lebih terperinci

RENCANA KINERJA TAHUNAN SEKRETARIAT JENDERAL TAHUN 2012

RENCANA KINERJA TAHUNAN SEKRETARIAT JENDERAL TAHUN 2012 RENCANA KINERJA TAHUNAN SEKRETARIAT JENDERAL TAHUN 2012 SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN PERTANIAN 2011 KATA PENGANTAR Sesuai dengan INPRES Nomor 7 Tahun 1999, tentang Akuntabilits Kinerja Instansi Pemerintah

Lebih terperinci

Program LAYANAN KEBUDAYAAN

Program LAYANAN KEBUDAYAAN Program LAYANAN KEBUDAYAAN Reformasi Birokrasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Latar Belakang Para pakar berpendapat bahwa untuk membangun manusia yang berkarakter diperlukan pembangunan bidang kebudayaan.

Lebih terperinci

AREA PERUBAHAN 1. Program Manajemen Perubahan 2. Program Penataan Peraturan Perundang-Undangan

AREA PERUBAHAN 1. Program Manajemen Perubahan 2. Program Penataan Peraturan Perundang-Undangan AREA PERUBAHAN Pelaksanaan Reformasi Birokrasi di Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) didasarkan pada kondisi dan kebutuhan Kemenko PMK dalam mewujudkan agenda

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.221, 2012 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN KEPALA LEMBAGA SANDI NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2012 TENTANG REFORMASI BIROKRASI LEMBAGA SANDI NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

BAB I P E N D A H U L U A N

BAB I P E N D A H U L U A N 1 BAB I P E N D A H U L U A N 1.1. Latar Belakang Arah kebijakan Inspektorat Kabupaten Bandung adalah Pembangunan Budaya Organisasi Pemerintah yang bersih, akuntabel, efektif dan Profesional dan Peningkatan

Lebih terperinci

BAB III ARAH STRATEGI DAN KEBIJAKAN

BAB III ARAH STRATEGI DAN KEBIJAKAN BAB III ARAH STRATEGI DAN KEBIJAKAN 3.1 Arah Strategi dan kebijakan Nasional Arah strategi dan kebijakan umum pembangunan nasional 2010-2014 adalah sebagai berikut: 1. Melanjutkan pembangunan mencapai

Lebih terperinci

BMKG BADAN METEOROLOGI, KLIMATOLOGI, DAN GEOFISIKA LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH INSPEKTORAT TAHUN 2015

BMKG BADAN METEOROLOGI, KLIMATOLOGI, DAN GEOFISIKA LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH INSPEKTORAT TAHUN 2015 BMKG BADAN METEOROLOGI, KLIMATOLOGI, DAN GEOFISIKA LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH INSPEKTORAT TAHUN 2015 Jl. Angkasa I No. 2 Kemayoran, Jakarta 10720 Phone : (62 21) 65866230, 65866231, Fax : (62

Lebih terperinci

Pemerintah Kota Pagar Alam Jalan Laskar Wanita Mentarjo Komplek Perkantoran Gunung Gare

Pemerintah Kota Pagar Alam Jalan Laskar Wanita Mentarjo Komplek Perkantoran Gunung Gare RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) Tahun Anggaran 2016 Inspektorat Kota Pagar Alam Pemerintah Kota Pagar Alam Jalan Laskar Wanita Mentarjo Komplek Perkantoran Gunung Gare i BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Lebih terperinci

MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA

MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15/PRT/M/2016 TENTANG ROAD MAP REFORMASI BIROKRASI KEMENTERIAN

Lebih terperinci

1 KATA PENGANTAR. Jakarta, Juni 2017 a.n Kepala Pusat Analisis dan Sinkronisasi Kebijakan, Kepala Bidang Sinkronisasi Kebijakan

1 KATA PENGANTAR. Jakarta, Juni 2017 a.n Kepala Pusat Analisis dan Sinkronisasi Kebijakan, Kepala Bidang Sinkronisasi Kebijakan ( REVISI I ) KATA PENGANTAR Rencana Strategis Pusat Analisis dan Sinkronisasi Kebijakan (PASKA) 205 209 merupakan turunan dari Rencana Strategis (Renstra) Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan dan

Lebih terperinci

Kopertis Wilayah III Jakarta RENSTRA. Tahun

Kopertis Wilayah III Jakarta RENSTRA. Tahun Kopertis Wilayah III Jakarta RENSTRA Tahun 2015-2019 BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Pembahasan isu-isu strategis dan analisis situasi dalam penyusunan rencana strategis (Renstra) Kopertis Wilayah

Lebih terperinci

- 1 - PERATURAN GUBERNUR SUMATERA BARAT NOMOR 62 TAHUN 2017 TENTANG PIAGAM AUDIT INTERN DI LINGKUNGAN PEMERINTAH DAERAH PROVINSI SUMATERA BARAT

- 1 - PERATURAN GUBERNUR SUMATERA BARAT NOMOR 62 TAHUN 2017 TENTANG PIAGAM AUDIT INTERN DI LINGKUNGAN PEMERINTAH DAERAH PROVINSI SUMATERA BARAT - 1 - GUBERNUR SUMATERA BARAT PERATURAN GUBERNUR SUMATERA BARAT NOMOR 62 TAHUN 2017 TENTANG PIAGAM AUDIT INTERN DI LINGKUNGAN PEMERINTAH DAERAH PROVINSI SUMATERA BARAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

KERANGKA LOGIS PELAKSANAAN REFORMASI BIROKRASI TINGKAT MAKRO

KERANGKA LOGIS PELAKSANAAN REFORMASI BIROKRASI TINGKAT MAKRO Lampiran A 73 KERANGKA LOGIS PELAKSANAAN REFORMASI BIROKRASI 2015 2019 TINGKAT MAKRO Sasaran Reformasi A. yang bersih dan akuntabel. 1. Penerapan sistem nilai dan integritas birokrasi yang efektif. 2.

Lebih terperinci

BUPATI WONOSOBO PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI WONOSOBO NOMOR 46 TAHUN 2014 TENTANG

BUPATI WONOSOBO PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI WONOSOBO NOMOR 46 TAHUN 2014 TENTANG SALINAN BUPATI WONOSOBO PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI WONOSOBO NOMOR 46 TAHUN 2014 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI, RINCIAN TUGAS DAN TATA KERJA DINAS PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, PEMUDA DAN OLAH RAGA KABUPATEN

Lebih terperinci

Dalam upaya memberi pertanggungjawaban terhadap tingkat

Dalam upaya memberi pertanggungjawaban terhadap tingkat B A B I I I A K U N T A B I L I T A S K I N E R J A Dalam upaya memberi pertanggungjawaban terhadap tingkat pencapaian kinerja, berdasarkan visi, misi, tujuan, dan sasaran strategis, yang kemudian dijabarkan

Lebih terperinci

Sistem Manajemen Penjaminan Mutu Lembaga Berbasis Reformasi Birokrasi Internal (RBI) Di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan

Sistem Manajemen Penjaminan Mutu Lembaga Berbasis Reformasi Birokrasi Internal (RBI) Di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan PANDUAN Sistem Manajemen Penjaminan Mutu Lembaga Berbasis Reformasi Birokrasi Internal (RBI) Di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Disusun oleh Tim Pengembang Lembaga (TPL) LPMP/ BDK Klaster II BAB I PENDAHULUAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang SALINAN LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 47 TAHUN 2016 TENTANG PEDOMAN ORGANISASI PERANGKAT DAERAH BIDANG PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN A. Latar Belakang BAB I

Lebih terperinci

RENCANA ANGGARAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN RI 2018 (PROGRAM, SASARAN DAN INDIKATOR) 12

RENCANA ANGGARAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN RI 2018 (PROGRAM, SASARAN DAN INDIKATOR) 12 RENCANA ANGGARAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN RI 2018 (PROGRAM, SASARAN DAN INDIKATOR) 12 Dalam RAPBN 2018, anggaran Kementerian dan Kebudayaan sebesar Rp40.092 miliar atau meningkat sebesar 0,68

Lebih terperinci

Bandar Lampung, Desember 2015 KEPALA DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PROVINSI LAMPUNG,

Bandar Lampung, Desember 2015 KEPALA DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PROVINSI LAMPUNG, Rencana Strategis (Renstra) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung 2015-2019 ini disusun melalui beberapa tahapan dengan mengacu kepada visi RPJMD Provinsi Lampung tahun 2015-2019, yaitu Lampung

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN LEBAK NOMOR 7 TAHUN 2013 PERATURAN DAERAH KABUPATEN LEBAK NOMOR 7 TAHUN 2013 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN LEBAK NOMOR 7 TAHUN 2013 PERATURAN DAERAH KABUPATEN LEBAK NOMOR 7 TAHUN 2013 TENTANG LEMBARAN DAERAH KABUPATEN LEBAK NOMOR 7 TAHUN 2013 PERATURAN DAERAH KABUPATEN LEBAK NOMOR 7 TAHUN 2013 TENTANG PEMBENTUKAN DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN LEBAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

MENTERI NEGARA RISET DAN TEKNOLOGI REPUBLIK INDONESIA

MENTERI NEGARA RISET DAN TEKNOLOGI REPUBLIK INDONESIA MENTERI NEGARA RISET DAN TEKNOLOGI REPUBLIK INDONESIA PIAGAM AUDIT INTERN 1. Pengawasan Intern adalah seluruh proses kegiatan audit, reviu, evaluasi, pemantauan, dan kegiatan pengawasan lain terhadap penyelenggaraan

Lebih terperinci

WALIKOTA SINGKAWANG PROVINSI KALIMANTAN BARAT

WALIKOTA SINGKAWANG PROVINSI KALIMANTAN BARAT WALIKOTA SINGKAWANG PROVINSI KALIMANTAN BARAT PERATURAN WALIKOTA SINGKAWANG NOMOR 56 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 2008 TENTANG

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 2008 TENTANG PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 2008 TENTANG PENGELOLAAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DI LINGKUNGAN DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

2017, No Tertinggal, dan Transmigrasi tentang Road Map Reformasi Birokrasi Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi 2

2017, No Tertinggal, dan Transmigrasi tentang Road Map Reformasi Birokrasi Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi 2 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1140, 2017 KEMEN-DPDTT. Road Map. 2017-2019. PERATURAN MENTERI DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL, DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2017 TENTANG ROAD

Lebih terperinci

2 2. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tamba

2 2. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tamba BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.491, 2015 KEMENKOMINFO. Akuntabilitas Kinerja. Pemerintah. Sistem. Penyelenggaraan. Pedoman. PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13

Lebih terperinci

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA BAB III AKUNTABILITAS KINERJA Akuntabilitas kinerja adalah kewajiban untuk menjawab dari perorangan, badan hukum atau pimpinan kolektif secara transparan mengenai keberhasilan atau kegagalan dalam melaksanakan

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa dengan telah ditetapkannya

Lebih terperinci

RENCANA KINERJA TAHUNAN SEKRETARIAT BPPSDMP TAHUN 2013

RENCANA KINERJA TAHUNAN SEKRETARIAT BPPSDMP TAHUN 2013 RENCANA KINERJA TAHUNAN SEKRETARIAT BPPSDMP TAHUN 2013 BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERTANIAN JAKARTA - 2012 KATA PENGANTAR Rencana Kinerja Sekretariat Badan Pengembangan Sumber

Lebih terperinci

BUPATI PATI PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PATI NOMOR 21 TAHUN 2O16 TENTANG PIAGAM AUDIT INTERN DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN PATI

BUPATI PATI PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PATI NOMOR 21 TAHUN 2O16 TENTANG PIAGAM AUDIT INTERN DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN PATI SALINAN BUPATI PATI PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PATI NOMOR 21 TAHUN 2O16 TENTANG PIAGAM AUDIT INTERN DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN PATI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PATI, Menimbang

Lebih terperinci

RINGKASAN EKSEKUTIF menjadi unit kerja yang mampu mewujudkan pelayanan administrasi dan manajemen yang tertib, cepat, transparan dan akuntabel.

RINGKASAN EKSEKUTIF menjadi unit kerja yang mampu mewujudkan pelayanan administrasi dan manajemen yang tertib, cepat, transparan dan akuntabel. RINGKASAN EKSEKUTIF Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor: 61/Permentan/OT.140/10/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 2008 TENTANG PENGELOLAAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DI LINGKUNGAN DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. LAKIP tersebut

BAB I PENDAHULUAN. Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. LAKIP tersebut BAB I PENDAHULUAN I.1 LATAR BELAKANG S etiap instansi Pemerintah mempunyai kewajiban menyusun Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) atau Laporan Kinerja pada akhir periode anggaran.

Lebih terperinci

PEDOMAN PENYUSUNAN ROAD MAP REFORMASI BIROKRASI KEMENTERIAN/LEMBAGA DAN PEMERINTAH DAERAH

PEDOMAN PENYUSUNAN ROAD MAP REFORMASI BIROKRASI KEMENTERIAN/LEMBAGA DAN PEMERINTAH DAERAH buku 3 PEDOMAN PENYUSUNAN ROAD MAP REFORMASI BIROKRASI KEMENTERIAN/LEMBAGA DAN PEMERINTAH DAERAH Peraturan menteri negara pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi nomor 9 tahun 2011 kementerian

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: bahwa dengan telah ditetapkannya

Lebih terperinci

BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA

BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA Pada penyusunan Laporan Akuntabilias Kinerja Tahun 2013 ini, mengacu pada Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor

Lebih terperinci

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN 2015

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN 2015 RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN 2015 DIREKTORAT JENDERAL PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN KEMENTERIAN PERTANIAN KATA PENGANTAR Sesuai dengan INPRES

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. KONDISI UMUM Kedudukan

BAB I PENDAHULUAN 1.1. KONDISI UMUM Kedudukan 0 BAB I PENDAHULUAN 1.1. KONDISI UMUM 1.1.1. Kedudukan Balai Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 52/PMK.1/2011 tanggal 22 Maret 2011 tentang

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KOTA BEKASI

BERITA DAERAH KOTA BEKASI BERITA DAERAH KOTA BEKASI NOMOR : 46 2016 SERI : E PERATURAN WALIKOTA BEKASI NOMOR 46 TAHUN 2016 TENTANG PIAGAM AUDIT INTERNAL DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA BEKASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA

Lebih terperinci

Belanja Pegawai. Bantuan Sosial. kdindex kode uraian. jumlah nmsdana vol

Belanja Pegawai. Bantuan Sosial. kdindex kode uraian. jumlah nmsdana vol kdindex kode uraian jumlah nmsdana vol sat 02301 023.01 SEKRETARIAT JENDERAL 1,044,679,403 222,346,976 1,366,099,783-269,255,267-2,902,381,429-0230101 023.01.01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Pengawasan Intern pemerintah merupakan unsur manajemen yang penting dalam rangka mewujudkan kepemerintahan yang baik. Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) sebagai pelaksana pengawasan

Lebih terperinci

Jambi, Januari 2017 INSPEKTUR KOTA JAMBI, Drs. H. HAFNI ILYAS. Pembina Utama Muda. NIP

Jambi, Januari 2017 INSPEKTUR KOTA JAMBI, Drs. H. HAFNI ILYAS. Pembina Utama Muda. NIP KATA PENGANTAR Puji syukur senantiasa kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena hanya dengan petunjuk, taufik dan hidayah-nya, Indikator Kinerja Utama (IKU) Inspektorat Kota Jambi Tahun 2017

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : P.32/Menhut-II/2012 TENTANG

PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : P.32/Menhut-II/2012 TENTANG PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : P.32/Menhut-II/2012 TENTANG PENYELENGGARAAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KEHUTANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2013 TENTANG. RINCIAN TUGAS UNIT KERJA Dl LINGKUNGAN INSPEKTORAT JENDERAL

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2013 TENTANG. RINCIAN TUGAS UNIT KERJA Dl LINGKUNGAN INSPEKTORAT JENDERAL SALINAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2013 TENTANG RINCIAN TUGAS UNIT KERJA Dl LINGKUNGAN INSPEKTORAT

Lebih terperinci

BAB I. PENDAHULUAN. Rencana Strategis Biro Perencanaan dan Keuangan

BAB I. PENDAHULUAN. Rencana Strategis Biro Perencanaan dan Keuangan DAFTAR ISI DAFTAR ISI... i KATA PENGANTAR... ii BAB I. PENDAHULUAN... 1 1.1 Kondisi Umum... 2 1.1.1 Profil Biro Perencanaan dan Keuangan/Biro Perencanaan dan Organisasi... 2 1.1.2 Capaian Biro Perencanaan

Lebih terperinci

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA BAB III AKUNTABILITAS KINERJA Konsep dasar akuntabilitas didasarkan pada klasifikasi responsibilitas managerial dalam lingkungan organisasi yang bertujuan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan pada tiap

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi

Lebih terperinci

BUPATI WONOSOBO PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI WONOSOBO NOMOR 44 TAHUN 2014 TENTANG

BUPATI WONOSOBO PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI WONOSOBO NOMOR 44 TAHUN 2014 TENTANG SALINAN BUPATI WONOSOBO PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI WONOSOBO NOMOR 44 TAHUN 2014 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI, RINCIAN TUGAS DAN TATA KERJA INSPEKTORAT KABUPATEN WONOSOBO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

Biro Perencanaan KATA PENGANTAR

Biro Perencanaan KATA PENGANTAR RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) BIRO PERENCANAAN 2014 BIRO PERENCANAAN SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN PERTANIAN 2013 KATA PENGANTAR Sesuai dengan INPRES Nomor 7 Tahun 1999, tentang Akuntabilits Kinerja

Lebih terperinci

PERATURAN SEKRETARIS JENDERAL KOMISI YUDISIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2016 TENTANG PROGRAM KERJA PENGAWASAN INTERNAL

PERATURAN SEKRETARIS JENDERAL KOMISI YUDISIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2016 TENTANG PROGRAM KERJA PENGAWASAN INTERNAL KOMISI YUDISIAL REPUBLIK INDONESIA PERATURAN SEKRETARIS JENDERAL KOMISI YUDISIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2016 TENTANG PROGRAM KERJA PENGAWASAN INTERNAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA SEKRETARIS

Lebih terperinci

Independensi Integritas Profesionalisme

Independensi Integritas Profesionalisme BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA Independensi Integritas Profesionalisme VISI Menjadi lembaga pemeriksa keuangan negara yang kredibel dengan menjunjung tinggi nilainilai dasar untuk berperan

Lebih terperinci

Menetapkan Tim Manajemen Perubahan. Menyusun Tugas tugas dan Mekanisme Kerja Tim Manajemen Perubahan

Menetapkan Tim Manajemen Perubahan. Menyusun Tugas tugas dan Mekanisme Kerja Tim Manajemen Perubahan Program/Kegiatan, Output, Tahapan Kerja, Waktu Pelaksanaan, Kriteria Keberhasilan, Rencana Anggaran dan Penanggungjawab No PROGRAM/ KEGIATAN Output Tahapan Kerja Output Tahapan Kerja Kriteria Keberhasilan

Lebih terperinci

LAKIP LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2014 INSPEKTORAT KOTA BANDUNG JL. TERA NO. 20 BANDUNG

LAKIP LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2014 INSPEKTORAT KOTA BANDUNG JL. TERA NO. 20 BANDUNG LAKIP LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2014 INSPEKTORAT KOTA BANDUNG JL. TERA NO. 20 BANDUNG INSPEKTORAT KOTA BANDUNG RINGKASAN EKSEKUTIF Laporan Kinerja Inspektorat Kota Bandung

Lebih terperinci

EVALUASI REFORMASI BIROKRASI INSTANSI PEMERINTAH

EVALUASI REFORMASI BIROKRASI INSTANSI PEMERINTAH EVALUASI REFORMASI BIROKRASI INSTANSI PEMERINTAH Sasaran Reformasi Birokrasi Maraknya KKN Buruknya Pelayanan Publik Rendahnya Kapasitas dan Akuntabilitas Kinerja 8 Area Perubahan Bersih dari KKN Pelayanan

Lebih terperinci

Independensi Integritas Profesionalisme

Independensi Integritas Profesionalisme BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA Independensi Integritas Profesionalisme VISI Menjadi lembaga pemeriksa keuangan negara yang kredibel dengan menjunjung tinggi nilainilai dasar untuk berperan

Lebih terperinci

BERITA NEGARA. KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN. Rincian Tugas. Unit Kerja. Inspektorat Jenderal PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

BERITA NEGARA. KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN. Rincian Tugas. Unit Kerja. Inspektorat Jenderal PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN No.155, 2013 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN. Rincian Tugas. Unit Kerja. Inspektorat Jenderal PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR

Lebih terperinci

Rencana Kinerja Tahunan (RKT) INSPEKTORAT KABUPATEN MALANG

Rencana Kinerja Tahunan (RKT) INSPEKTORAT KABUPATEN MALANG Rencana Kinerja Tahunan (RKT) INSPEKTORAT KABUPATEN MALANG TAHUN 2015 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Terciptanya tata kelola pemerintahan yang baik, bersih dan berwibawa, profesional dan bertanggungjawab

Lebih terperinci

LAPORAN KINERJA SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL TAHUN 2015

LAPORAN KINERJA SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL TAHUN 2015 LAPORAN KINERJA SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL TAHUN 2015 INSPEKTORAT JENDERAL KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN JAKARTA, JANUARI 2016. KATA PENGANTAR Laporan Akuntabilitas Kinerja Sekretariat Inspektorat Jenderal

Lebih terperinci

BUPATI LEBAK PROVINSI BANTEN PERATURAN BUPATI LEBAK NOMOR 5 TAHUN 2015 TENTANG PIAGAM PENGAWASAN INTERNAL DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN LEBAK

BUPATI LEBAK PROVINSI BANTEN PERATURAN BUPATI LEBAK NOMOR 5 TAHUN 2015 TENTANG PIAGAM PENGAWASAN INTERNAL DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN LEBAK salinan BUPATI LEBAK PROVINSI BANTEN PERATURAN BUPATI LEBAK NOMOR 5 TAHUN 2015 TENTANG PIAGAM PENGAWASAN INTERNAL DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN LEBAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI LEBAK,

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2015 TENTANG

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2015 TENTANG SALINAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2015 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PENDIDIKAN

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.737, 2015 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENHUB. Pengawasan. Pelaksanaan. Tata Cara Tetap. Pencabutan. PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PM 91 TAHUN 2015 TENTANG TATA CARA TETAP

Lebih terperinci

TERBATAS (Untuk Kalangan Sendiri)

TERBATAS (Untuk Kalangan Sendiri) TERBATAS (Untuk Kalangan Sendiri) LAPORAN SINGKAT KOMISI II DPR RI ------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------ Tahun Sidang

Lebih terperinci

Rencana Kerja Tahunan (RKT) INSPEKTORAT KABUPATEN MALANG

Rencana Kerja Tahunan (RKT) INSPEKTORAT KABUPATEN MALANG Rencana Kerja Tahunan (RKT) INSPEKTORAT KABUPATEN MALANG TAHUN 2014 KATA PENGANTAR Sesuai dengan INPRES Nomor 7 Tahun 1999, tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang mewajibkan kepada setiap

Lebih terperinci

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK TAHUN ANGGARAN 2018 NOMOR : SP DIPA /2018

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK TAHUN ANGGARAN 2018 NOMOR : SP DIPA /2018 SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK NOMOR : SP DIPA-33.1-/218 A. DASAR HUKUM : 1. 2. 3. UU No. 17 Tahun 23 tentang Keuangan Negara. UU No. 1 Tahun 24 tentang Perbendaharaan

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.748, 2012 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN KEHUTANAN. Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. Pedoman. Pencabutan. PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR P.32/Menhut-II/2012

Lebih terperinci

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA Jakarta, 21 Maret 2011 Kepada, Nomor : 050 / 883 / SJ Yth. 1. Gubernur. Sifat : Penting 2. Bupati/Walikota. Lamp : Satu berkas di - Hal : Pedoman Penyusun Program

Lebih terperinci

2017, No Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembar

2017, No Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembar No.924, 2017 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BNN. Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. Pencabutan. PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 13 TAHUN 2017 TENTANG PENYELENGGARAAN SISTEM PENGENDALIAN

Lebih terperinci

RENCANA AKSI KEGIATAN (RAK) BIRO KEPEGAWAIAN SETJEN KEMENKES TAHUN

RENCANA AKSI KEGIATAN (RAK) BIRO KEPEGAWAIAN SETJEN KEMENKES TAHUN RENCANA AKSI KEGIATAN (RAK) BIRO KEPEGAWAIAN SETJEN KEMENKES TAHUN 2015-2019 BIRO KEPEGAWAIAN SEKRETARIAT JENDERAL KEMENKES Kesehatan Gedung Prof Dr. Sujudi Lantai 8 9 Jl. HR. Rasuna Said Blok X5 Kav.

Lebih terperinci

EVALUASI REFORMASI BIROKRASI INSTANSI PEMERINTAH

EVALUASI REFORMASI BIROKRASI INSTANSI PEMERINTAH EVALUASI REFORMASI BIROKRASI INSTANSI PEMERINTAH SASARAN REFORMASI BIROKRASI pemerintahan belum bersih, kurang akuntabel dan berkinerja rendah pemerintahan belum efektif dan efisien pemerintahan yang bersih,

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Bandung, Januari 2015 KEPALA BADAN PENANAMAN MODAL DAN PERIJINAN TERPADU PROVINSI JAWA BARAT

KATA PENGANTAR. Bandung, Januari 2015 KEPALA BADAN PENANAMAN MODAL DAN PERIJINAN TERPADU PROVINSI JAWA BARAT KATA PENGANTAR Sebagai tindaklanjut dari Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 Tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, yang mewajibkan bagi setiap pimpinan instansi pemerintah untuk mempertanggungjawabkan

Lebih terperinci

BAB 1 BISNIS PROSES DALAM REFORMASI BIROKRASI. A. Pendahuluan

BAB 1 BISNIS PROSES DALAM REFORMASI BIROKRASI. A. Pendahuluan BAB 1 BISNIS PROSES DALAM REFORMASI BIROKRASI A. Pendahuluan Salah satu area perubahan dalam reformasi birokrasi yang wajib dilaksanakan oleh kementerian/lembaga/pemerintah daerah adalah penataan tata

Lebih terperinci

PERAN INSPEKTORAT UTAMA DALAM MENDUKUNG REFORMASI BIROKRASI

PERAN INSPEKTORAT UTAMA DALAM MENDUKUNG REFORMASI BIROKRASI PERAN INSPEKTORAT UTAMA DALAM MENDUKUNG REFORMASI BIROKRASI INSPEKTORAT UTAMA 7 AGUSTUS 2017 OUTLINE 1 2 3 Tujuan, Sasaran, Arah dan Kerangka Kebijakan RB Ukuran Keberhasilan RB Peran Inspektorat dalam

Lebih terperinci

LAPORAN KINERJA BIRO ORGANISASI DAN KEPEGAWAIAN TAHUN 2014

LAPORAN KINERJA BIRO ORGANISASI DAN KEPEGAWAIAN TAHUN 2014 LAPORAN KINERJA BIRO ORGANISASI DAN KEPEGAWAIAN TAHUN 2014 SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN PERTANIAN Jakarta, Januari 2015 KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan atas kehadirat Allah SWT karena atas

Lebih terperinci

KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA RI SEKRETARIAT DEWAN PERTIMBANGAN PRESIDEN LAPORAN KINERJA SEKRETARIAT DEWAN PERTIMBANGAN PRESIDEN TAHUN 2015

KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA RI SEKRETARIAT DEWAN PERTIMBANGAN PRESIDEN LAPORAN KINERJA SEKRETARIAT DEWAN PERTIMBANGAN PRESIDEN TAHUN 2015 KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA RI SEKRETARIAT DEWAN PERTIMBANGAN PRESIDEN LAPORAN KINERJA SEKRETARIAT DEWAN PERTIMBANGAN PRESIDEN TAHUN 2015 JAKARTA, FEBRUARI 2016 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... i DAFTAR

Lebih terperinci

INSPEKTORAT IV INSPEKTORAT JENDERAL KEMENTERIAN KESEHATAN

INSPEKTORAT IV INSPEKTORAT JENDERAL KEMENTERIAN KESEHATAN INSPEKTORAT IV INSPEKTORAT JENDERAL KEMENTERIAN KESEHATAN BAB I PENDAHULUAN A. UMUM Memasuki awal tahun 2016 sesuai dengan Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) Inspektorat IV melakukan kegiatan yang

Lebih terperinci

BERITA NEGARA. No.787, 2011 KEMENTERIAN LUAR NEGERI. Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. Penyelenggaraan.

BERITA NEGARA. No.787, 2011 KEMENTERIAN LUAR NEGERI. Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. Penyelenggaraan. BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.787, 2011 KEMENTERIAN LUAR NEGERI. Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. Penyelenggaraan. PERATURAN MENTERI LUAR NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2011 TENTANG

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2014 TENTANG

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2014 TENTANG SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2014 TENTANG NAMA JABATAN DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2012 TENTANG

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2012 TENTANG SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2012 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI

Lebih terperinci

BUPATI PURBALINGGA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PURBALINGGA NOMOR 78 TAHUN 2016

BUPATI PURBALINGGA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PURBALINGGA NOMOR 78 TAHUN 2016 SALINAN Menimbang BUPATI PURBALINGGA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PURBALINGGA NOMOR 78 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS PENDIDIKAN DAN

Lebih terperinci