KALIBRASI DAN VERIFIKASI PERFORMA LSC PACKARD 1900TR SETELAH MASA PERBAIKAN

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "KALIBRASI DAN VERIFIKASI PERFORMA LSC PACKARD 1900TR SETELAH MASA PERBAIKAN"

Transkripsi

1 KALIBRASI DAN VERIFIKASI PERFORMA LSC PACKARD 1900TR SETELAH MASA PERBAIKAN Satrio, Evarista Ristin, Syafalni, Alip Pusat Penelitian dabpengembangan Teknologi Isotop dabradiasi-batan ABSTRAK KALIBRASI DAN VERIFIKASI PERFORMA LSC PACKARD 1900TR SETELAH MASA PERBAIKAN. Telah dilakukan proses kalibrasi clan verifikasi ulang terhadap perforrna LSC Packard 1900TR yang ada di bidang Hidrologi P3TlR. Sejak pertengahan 1997 hingga Juli 2000 sistem pencacah ini telah mengalami beberapa kali kerllsakan dan perbaikan. Setelah masa perbaikan, maka untuk memastikan bahwa performa sistem masih baik, dilakukan kalibrasi ulang dan dilanjutkan dengan proses verif1kasi. Kalibrasi clan verif1kasi dilakukan menggunakan stanclar 3H, 14C dan background Ilnquenched. Hasil kalibrasi menunjukkan bahwa nilai rata-rati'dari: cacahan background 3H clan HC masing-masing 12,38:tO,79 cpm clan 18,24:tO,69 cpm; POM 3H clan 14Cmasing-masing 285,03:!:15,95 clan 641,06:!:16,45; efisiensi 3H dan 14Cmasing-masing 59,13:!:0,28 % dan 95,O9:tO,31 %. Dari clata verifikasi diperoleh informasi bahwa parameter quenching yaitu SIS clan tsie 14C nilainya masih dalam batas-bata.~ toleransi. Kemudian efisiensi 3H dan 14C masih berada diatas batas minimunmya. Sedangkan fluktuasi background juga masih menunjukkan batas-batas yang nonnal. Dengan demikian, clapat disimpulkan bahwa hingga saat ini perfoma LSC Packard 1900TR masih berada dalam kondisi baik dan layak digunakan untuk pencacahan. ABSTRACT CALIBRATION AND PERFORMANCE VERIFICATION OF LSC PACKARD 1900TR AFTER REPAIRING. Calibration process and repeated verification of LSC Packard 1900TR at Hydrology Section-P3TlR has been done. In the period of middle 1997 to July 2000, the counting system of the instrument has damaged and repaired for several times. After reparing, the system was recalibrated and then verified. 111e calibration and verification were conducted by using standard 3H, 14C and background unquenched. The result of calibration shows that background cou11lrates of 'H and 14Cis 12,38:tO,7<) cpm and 18,24:tO.h'l '"11111 rc'sl1cctiwl); H 1M 'II and 14C is 285,O3:!:15,95 clan 641,O6:!:16,45 respectively; 'H and 14Cefficielw) is 59, IJ::O.2X '/~)dan <J:'i.O<J:HI.3I 'i;, respectively. From the verification datas, the parameter of SIS and tsie for 14C is to be in ran~c' of limit. And tl1l"n'(i and 14Cefficiency is still above minimwn limit. Whereas, the background fluctuation still show nonimii'ondition. It could be concluded that until now the perfonnance of LSC Packard 19001'1<is well condition and,"uuld be used fur counting. PENDAHULUAN Pencacah sintilasi cair Packard 1900TR yang ada di bideulg hidrologi Puslitbang Teknologi Isotop dab Radiasi - Batan digunakan untuk mencacah radioisotop 3H clan 14C,bait alam maupun buatan. NaJ.mm demikiaj.l, penggunaanya tidak hanya terbatas tultuk mencacah B dari 3H dem 14C saja. tetapi dapat pula untuk menentukam aklivitas radioisotop pemaj.lcaj."f) laulllya sepel1i 1311 daj.1 32p serta pemaj.lcar f) lainnya dellgaj.l ellergi tidak lebih daj.l 2000 key. Alat ini telah ada sejak tahun 1992 daj.l pemaj.lfaatannya" cukup optimal, tel1ltama digunakaj.l dalam rangka menunjang penelitian bidaj.lg hidrologi, geothennal daj.l enhanced oil recovery." Dismnping itu, bidaj.lg-bidang lain di lillgkungaj.l BataJ.l dan installsi lain di luaj.- Batan tdab pula lll~lllajl.faatkaj.lalai uli seperti daj.l Fisika UI, ITB, UNPAD dan Ilmu KelautaJ.l IPB. SedangkeUl dengan laea Lelah pula dilakukan studi baj.lding basil pengukuraj.l aktivitas 3H alaj.n daj.l 3H buatan dengan basil yang memuaskan. DaJ."ilahUll 1992 hingga,sekarang, alat uli lelall Illengai<uni bcberapa kali kel1lsakan clem pel haikall Kolllpollcn ) ;mg sering mengalami kcl1lsakan adal~tl; IC p~ngatur daj.l penggerak vial. YaJ.lg terakhir tahull It)l)l) dab 2000, masing -masing tctjadi kel1lsakaj.lhardisk clan Ie. Setelah perbaikanperbaikan dilakukan, selanjutnya alat dialibrasi ulang clan diverifikasi untuk mengetahui kembali perfonmmya. Kalibrasi dilakukan mengglmakan staj.ldar 3H clan 14C unquenched selta samdar background unquenched. PerfOlma dianggap bait Prosiding Semi..rl.lr Teknologi KeeeJamat./11 Radi<lsi clan Biomedika Nuk1ir I 144

2 apabila parameter-parameter yang meliputi background, efisiensi, figure of merit (FOM) clan %2 (chi-square) nilainya lllasih berada dalam barns penerimaan yang Lelah didefinisikan. Proses verifikasi alan pengeeekan kembali perfonna sistem peneaeah dilakukan menggunakan standar 3H clan 14C unquenched serta standar background unqul1nched, balk terhadap standar yang berada pacta vial keeil lllaupun besaj:. Dalam proses verifikasi ini, beberapa parameter yang harns diketahui adalah: SIS. (spectral index of the sajnple) clan tsie (transfonned spectral index of the external standard) dari standar 14C unquenched dengan nilai batas yang dideflllisikan untuk masingmasingnya 156 :t 8 clan 1O00:t 50. Efisiensi stculdar 3H unqul1nched vial keeil dan vial besar. Efisiensi standar 14C unquenched vial keeil dab vial bescu", Fluktuasi background dengan background::s;;rata-rata Untuk mengetahui nilai-nilai dcui pcu'arneter-parameter di alas, maka standar 3H clan 14C unquenched terse but dieaeah selama masingmasing batasaj.1: 1 menit 3 kali pengulcu1gcu1clan selajljutnya dihitung efisiensinya. Sedangkan siandar backgroune! unquendwe! dicacah,dama III n1l'liil ~ kali pellgulallg,u} pada daerah t'liclgi n-i X.6 kcv Wlluk 'H dab kcv untuk 14c. l'aj-ajuclcr SIS dcul ISlE akan len:elak dengan ~lidirinya llnlllk kedlla radioisolop lerschul, sehingga hasilnya dapal lculgsung dibculdingk,m dengiulnilai balas y,mg Idah didefinisikall. Kesesuaian ajllara data kalibrasi clan verifikasi, selculjulnya akan memberikcu1 infonnasi mengenai balk alan lidaknya perfonua TATA KERJA 1. KALIDRASI alai. Untllk kalihrasi in digllllak,u)"'amlar ~H ullql/l'lirlll'd. siandar 14C unqih'lidwe! JaIl SI,llUlu' background unquenched dengan umlcm scbagai berikut: 1. Stculdcu- 14C unquenched 2, Stculdar 3H unquenched 3, Stcu1dcu-background unquenched Stculdar 14C unquenched digunakan dalcuu memulai proses kalibrasi sistem untuk mendapatkan perfonna optimal melalui pengatman tegangcul pacta tabung fotomultiflier. Standcu" tersebut kemudian dieaeah selama I memt menggunakcul region key untuk menentukan efisiensi dcul key wltuk menentukan FOM(=E2/B). Selanjutnya, standar i.ni kemudian dieaeah selama 0,5 memt 20 kali pengulangan w1tuk menentukan %2 (chi-square) dari instrunlen dengcul menggwlakcul region kev (gain ehek) untuk 14c. Stculdcu' 3H unquenched dieaeah selama I memt pada region 0-18,6 key Wltuk menentukan etisiensi 3H clan pacta region 1-18,6 ke V untuk menentukan untuk 3H kemudian ditentukan perfonncu1ya. Chi-square selama 0,5 menit 20 kali pengulangan. dengan mencaeah Stculdar.. background kemudicul dieaeah selama 60 memt dengan region sebagai berikut: I. 0-18,6 key untuk penentuan background 3H key untuk penentuan 14C ,6 key untuk penentuan FOM 3H ke V untuk penentuan FOM 14C 2. VERIFIKASI A. QIPIPengecekan efisiensi /4C a, Tekcu1 Fl (EDIT PROT) dcuisistem akan menajlyakan Hornor protocol yang akan digunakajl. b, Pilih Hamor protocol yang sedculg tidak digunakan dcuimasukan angkanya melalui papan ketik. Kemudicul lekan <Enter>, layar monitor akcu1 lerlihal sejumlah pe11culyaculyang hams diisi. c, Isi jawaban beril.'ut terhadap pertculyaan: # COUNTS/VIAL? 3 RADIONUCLIDA? QIP? dcuisis 14C ISlE d. Tekan lagi Fl (EXIT EDIT) dua kali Wlluk kembali ke Status Page c. ALliSsampl; changer sebagai bclikul: Di Pilih dcul masukcul protocol plug YCUlg sesuai ke dalam varisette cassete Masllkan standar 14Cunquenched Lakukan peneaeahan f. Hitung efisiensi sebagai berikut: CPM region-a %Ef= x 100 % DPM standar 14C Prosidillg Semil13f TeknoJogi Keeelamatan Radiasi clan Biomedika Nuklir I 145

3 Millimwn efisiellsi yang dapat ditel1ma lmtuk 14Cadalah 95 % untuk vial besar dab 94 % ootuk vial keeil. B. Pengecekan efisiensi 3H a. Tekan FI (EDIT PROD dan sistem akan menanyakall Hornor protocol yang akan digunakan. b. Pilih Hamor protocol yang sedang tidak digooakan dab masukan angkanya melalui papan ketik. Kemudian tekan <Enter>. Di layar monitor akan terlihat sejmnlah pertanyaan yang hams diisi. g. Isi jawaban berik.'utterhadap pertanyaall: # COUNTS/VIAL? 3 c. Tekan FI (EXIT EDIT) dua kali. d. Atm sample changer sebagai berik.'ut: - Pilih dan masukan protocol plug yang sesuai ke dalam varisette cassete - Masukan standar 3H unquenclzed c. Isi jawaban berik.'utterhadap pertanyaan: # COUNTS TIME? 10 RADIONUCLIDE? Manual Region A: Region B: Region C: LL=O, UL=18,6 LL=O, UL=156 LL=O, UL=2000 d. Tekan Fl (EXIT EDIT) dua kali. e. Atur sample changer sebagai berikut: - Pilih dan masukan protocol plug yang sesuai ke dalam varisette ca~sete - Masukan standar background unquenched. - Lakukan pencacahan HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel-l. Aktivitas staddar 3H dad 14C unquencl1ed 'i.~".:,:,:.::.:::::::mil.:::::::: :':::::::::::::::::I~~.~:::::::::..:' :1111:1:1111::;: 3H vial kecil 12,43 3H vial besar 12,43 14Cvial kecil Cvial besar 5730 ':':'iu~::~t!~~t:..: :::::'::::MI~M:":'::::::.:::::':,:.:.:.::::Blp,;::::::::.::' , , , , , , , ,409 - Lakukan pencacahan e. HitWlgefisiensi sebagai berikut: CPM region-a %Ef= x 100% DPM standar 3H Minimum disiensi yang dapat diterima untuk 3H adalall 60 % Wltuk vial besar dab58 % ootuk vial keeil. C. Pengecekan background a. Tekan Fl (EDIT PROD dab system akan menanyakan Hamor protocol yang akan digooakan. b. Pilih nomor protocol yang sedang tidak digooakan dan masukan angkanya melalui papan ketik. Kemudian tekan <Enter>. Di layar monitor akan terlihat sejmnlah pertanyaan yang hams diisi. 1. AKTIVITAS STANDAR UNQUENCHED Standar yang digunakan ootuk kalibrasi dab veriflkasi adalall standar yang diperoleh dari Packard yang dikirim bersama alat.. Standa1. ini bersifat unquenched, artinya pacta saar dicacah spekuljinnya hampir tidak mengalarni efek quenching atau gejala pemada1nan. Akan tetapi, setelah sekitar 8 taboo aktivitas standar ini terns mengalarni peluruhan sesuai waktu parollya. Aktivitas awal dab sek;u'aug ootuk masing-masing standar dapal dilihal pada label berikut ini. 2. KALmRASI Hasil kalibrasi sistem setelah masa perbaikan dapat dilihat pacta tabel-2 di bawah ini. Kalibrasi ini dlakukan tidak seeara periodik Prosiding Semi11:lfTelmologi KeeeJ:mJatan Radiasi dan Biomedika NukJir 1 146

4 meng~lgat banyaknya sampel yang hams dieaeah. Seeara nonnal sesuai petunjuk operasionalnya, kalibrasi semestinya dilakukan tiap 23 jam 'sekali. Lelahmelewati barns minimwn 58 %. Untuk standar J4C unquenched efisiensi rata-ratanya adalah 95,09:t.O,31%. Nilai ini rnasih eukup jauh datibatas minimwllllya,sehingga dapat diperkirakan bahwa.....,.."...,.. ""...,...""""..,,..,...,, ".....:i~~ii~~~. t(au~t~im::!:::!:!rlli-i!i!!i ::!!IIII 15/07/00 01/08/00 06/08/00 04/09/00 04/ / / /03/00 18/03/00 19/03/00 12,15 13,23 11,90 11,22 11,72 12,28 12,15 12,35 13,97 12,90 18,05 18,63 17,97 17,90 17,53 17,90 17,47 18,63 19,83 18,48 Rerata 12,38 18,24 :to,79 :to,69 Tabel-2. Data kalibrasi 59,08 95,22 290,58 660,21 58,86 95,43 261,48 634,35 59,15 95,17 293,20 646,38 58, ,96 624,23 58,92 94,46 297,56 638,60 58,94 95,17 287,52 664,02 59,56 95,08 291,73 662,72 59, ,86 620,88 59,49 95,25 257,69 625,02 59,33 95,44 274,73 634,22 59, ,03 641,06 :to,28 :to.31 :tl5,95 :tl6,45 :::::::.:iilih:::::::: (::Mbt::{.',',',".'..,'.,'.'.",'," 17,21 10,18 15,65 16,14 27,41 16,28 19,10 20,07 9,79 12,26 13,35 11,64 25,08 17,72 20,19 19,32 16,83 17,43 15,20 10,78 Background Batas yang dapat diterima wltuk eacahan background adalah: (background:9:ata-rata+4cr). Dari basil kalibrasi pacta tabel-i terlihat bahwa nilai cacahan background rata-rata untuk 3H sekitar 12,38:W.79 cpm dengan energi 0-18,6 key clan untuk 14Csekitar 18,24:tO,69 epm dengan energi key. Nilai-nilai caeahan background seperti te11era pacta tabel-l masih menunjukkan bahwa tluktuasi background masih relatif kecil, ai1inya dibaildingkail terhadap rata, rata perbedaannya tidak terlalu besai'. Efisiensi Batas disiensi kalibrasi untuk standar 3H dail 14Cunquenched masing-rnasing 58 % clan 94 %. DaI-i data efisiensi seperti te11era pacta tabel-2 diatas terlihat bahwa efisiensi rata-rata staildar 3H unquenched adalah 59,13:tO,28 %. Efisiensi 3H ini tems menwlln sejalan dengan waktu pai'onya clan sekarang hampir rnendekati batas rninimwnnya yaitu 58 %. lni disebabkan karena radioisotop 3H yang dijadikail swldar tersebu~ merniliki waktu para pendek yaitu 12,43 tahun clan tems' mengalarni proses pelw1lhail. Dalam waktu tidak lama lagi staildar kalibrasi ini harns digailti jika efisiensinya standar 14C ill masili dapat digunakan lebili lama lagi dai1 tidak perlu diganti, karena waktu paronya culalp panjailg yaitu 5730 tahwl. FOM Figure of merit (FOM) mcl11lj;tliii parailleter wltuk mengetahui sensitivitas dati sish:1ii selama pengukuran. Semakin tinggi nilai FOM(=E2IB), semakin sensitif sistelll dabl1l mencacah. Pacta tabel-2 terlihat nilai rata-rata lhui parailleter ini adalah 285,03:tl5,95 untuk 3H dab 641,06+-16,45 unluk 14c. Nilai-nilai ini menwljukkan bahwa sensitivitas masih cukup bait unluk pengul'1l.rall sainpel. Batas minimwnnya tidak ditenlukan secara pasti, akan tetapi berdasiu"kan petunjuk operasionalnya, "user" dapat menentukan sendiri nilainya dengail mempertimbailgkan efisiensi dim background, Chi -~nare Stabilitas sistem pencacah ini diuji dengan pai-ailleter 'I: pacta saar kalibrasi. Berdasarkan petunjuk operasionalnya, sistern dinyatakan dalam kondisi stabil apabila nilai ehi-squarenya masili berada dalaill daerah penerimaan yang Lelah ditenlukan yaitu: 7,63 < X2 ::; 36,19, Dari data Prasiding.':>emin:lrTeknologi Keeel:ml:lt:m Radiasi d:m Biomedi.ka Nuklir I 147

5 kalibrasi terlihat bahwa nilai-nilai X2 ini masih berada dalam daerah penerimaan yang mengindikasikan kestabilatl sistem pencacah ini masih cukup baik. 3. VERIFlKASI Oirekomendasikatl ballwa statidat' dati alat hatlls selalu dikontrol dengatl jalan melakukan verifikasi setiap saat luituk mengecek performanya, Veritikasi dimaksudkatl untuk mengecek ulang dati memastikatl pedolma sistem setelall proses kalibrasi dilakukall, Untuk melakukan veriflkasi digluiakatl statidar 3H dati 14C unquenched serta statidat' background unquenched dati data selengkapnya disajikan pacta tabel-3 di bawah ini, penurunatl e1isiensi, Parmneter quenching SIS menggunakan spektrum smnpel untuk rnendapatkatl indeks quenching, Sedat1gkan tsib diliitluig dati spektnnn Compton, dimana smnpel diinduksi oleh statidat, eksternal (I33Ba), Parmneter veliflkasi quench index parameter (QIP) yaitu tsib dati SIS 14Ctersebut memiliki batas toleransi masing-masing : 10001:50 dati 1561:8. Berdasarkan data SIS dad tsie pacta tabel-3 di alas terlihat ballwa nilainya masih berada dalmn batas toleransi dad ini beratti bahwa statidat, 14C tersebut belmn mengalarni efek quenching yatlg beratti. Etisiensi Batas minimlun efisiensi vetifikasi untuk standat' 3H dati 14q unquenched vial kecil dati vial SIS dab tsib besar masing-masing sebagai berikut: Standat,3H: - vial kecil : Etisiensi ~ 58 % SIS (spectral index of sample) dati tsib - vial besm' : Efisiensi ~ 60 % (transfolmed spectral index of the external statidat'd) StatIdat'14e:- vial kecil : Efisiensi ~ 94 % mel1lpakcul pcu'atneter untuk memonitor efek - vial besm': Efisiensi ~ 95 % quellching, Efek quenching mempakatl gejala Berdasarkatl basil rata-rata basil veritikasi pemadatnatl dimatla spektmm energi ~ bergeser ke sepelti terliliat pacta tabel-4 di bawah ini energi yang lebih rendah dati menyebabkatl menunjukkan bahwa secara keselumhatl etisiensinya Tabel-3. Data verifikasi 12,80 15, , ,0 162, ,I 11,70 17, , ,0 162, Vial kecll I 11,00 15, , ,0 163, ,10 26, , ,4 149, i 16,40 26, , ,4 148, Vial besar r 16,50 24, , ,4 148, ,20 16, , ,0 163, II r 13,90 18, , ,0 163, Vial kecil I 12,60 18, , ,0 162,88" ,40 25, , , II r 18,00 26, ,0.' '39667,4 148, Vial hesat' I 16,00 24, , ,4 149, ,40 16, , ,0 162, III 12,00 18, , ,0 163, Vial kecil r 9,50 15, , ,0 163, ,90 27, , ,4 151, III r 17,70 28, , ,4 149, Vial besar r 15, , ,4 148, Prosiding.')e111inafTeknologi Keeel:JJ1JataJ1Radiasi d:lj1biomedika Nuklir I 148

6 standar 3H clan 14Cunquenched masih di atas batasbarns minimumllya sebagaimana telah didefinisikan di atas. KllUSUSwltuk standal' 3H unquenched baik standar pada vial kecil maupwi vial besar nilainya SUdall mendekati batas rninimwnllya, sehingga dalam kadaluwarsa waktu tidak lama lagi standar ini dinyatakan clan hams diganti dengan standar ham. Sedangkan efisiensi standar 14C unquenched baik pada vial kecil clan besar, walaupwi sudah mendekati batas millimumllya, kedua standar tersebut masih bisa digwlakan lebih lama lagi mengingat waktu paronya CU1..11p panjang. unquenched vial kecil clan vial besar masih tetap dapat dipergwlakan lebih lama lagi mengingat waktu paronya cukup panjang. 3. Secara wnwn, hingga saat illi perfonna LSC Packard 1900TR wltuk pengukuran "low level" masih berada dalam kondisi baik clan layak digwlakan untuk pencacahan. DAFTAR PUSTAKA 1. ARAVENA, R 0., HEEMSHERK A. R, DIEBOLT & JOHNSON J. c., RADIOCARBON DATING, Technical Procedure 17.0, Revision Standar vial kecil Standar vial besar Tabel-4. HasH rata-rata I II III I II III... ::i!~'ill X~p'ijdm 11,83 12,49 10,97 16,33 16,00 16,80 background dan efisiensi ~lllli~illll.illliilllliiilil 58,84 95,17 58,55 94,82 58,51 94,93 60,19 95,25 60,15 95,30 60,23 95,59 Background Cae allan rata-rata background berdasarkan basil rata-rata scpe11i terlihat pada Tabel 4 di atas, t1uktuasinya tidak terlalu besar, artinya antara data background satu dengan lairmya tidak teljadi penyimpang.an atau perbedaan yang mencolok. KESIMPULAN Berdascu-kan haf.:ilclan pembahasan di aras dapat diperoleh kesimpulkan sebagai berikut : 1. Hasil kalibrasi setelah masa perbaikan menunjukkan ballwa parameter-parameter cacahan bakcgrowld, efisiellsi, figure of merit (FOM) clan chi-square llilainya masih berada dalam hatas-batas yang. no1111al. 2. Dari hasil terse but terungkap bahwa etisiensi standar 3H unquenched vial kecil clan vial besar nilainya sudah hampir mendekati barns millimurnnya sebagaimana telah ditentukan didalam prosedur kalibrasi clan verifllmsi Packard, sehingga dalam waktu tidak lama lagi standar kalibrasi 3H ini barns diganti dengan standar barn. Sedangkan untuk standar 14C 01, Enviromnental Isotope Laboratory Depm1ment Of Earth Sciences University Of Waterloo, GUPTA, SUSHIL K. & POLACH, HENRY A., RADIOCARBON DATING PRACTICE AT ANU, Handbook, Radiocarbon Laboratory, Research School Of Pacific Studies, AND, Canbena, STANLEY, P. E. & SCOGGINS, B. A, liquid SCINTILlATION COUNTING, Recent Developments, Academic Press, Inc., New York mldijondon, Operation Manual, "TRI-CARB Liquid Scintillation Analyzers" Model Packard 1900TR, Packard Instmment Company. 5. Guide book, "Training Course on: RADIATION PROTECTION", Jwle 19-30, 2000, Education midtraining Center BATAN - JAERI. Prosiding Seminar TeknoJogi Keeelamatan Radiasi dail Biomedika Nuklir I 149

7 DISKUSI Nul' Robnlab - P3KRBiN Dati nilai-nilai yang saudara peroleh, clapat disimpulkatl bahwa pedolm LSC Packard 1900 TR masih dalam keadaan baik. Apakah saudara membatldingkatl nilai-nilai yang diperoleh dengan nilai-nilai statldar (dalam sertifikat)? Satdo Saya sudah membatldingkan dengan hasilbasil dat'i satuple-satupel IAEA yatlg diuk'uf di bidatlg hidrologi P3TIR, basil interkalibrasi cukup baik. Saya kmatlg begitu mengetahui banyak mengenai seltifikat "kalibrasi" LSc. Mungkin P3KRBiN bisa memberikan masukan bagi karni. Otto P. R lis/auto- P3KRBiN Dati abstrak, dinyatakatl bahwa kerusakan Yatlg ada hatlya hard disk clan IC pergerakan vial. Apakall verifikasi bacaan diperlukan untuk kel1lsakatljenis ini.."atdo Maksud veliflkasi disini adalah untuk mengetalmi ped'ormatlya setelah alat dikalihrasi, kemudiatl digwlakatl untuk pem;acahatl sampel. Setelah sekian lama melakukatl pencacahatl satuplc, maka untuk mengetahui kembali apakah pedonuatlya bel1lbah atau tidak, dilakukan verifikasi/pengecekatl UlatlgperfOnUatlyatersebut. ProsidiIlg Semin:lf Telmologi Keeela1l1atanRadiasi clan Biomedik:l Nuklir 1 150

ANTARBANDING PENGUKURAN AKTIVITAS ISOTOP 57 Co DAN 131 I (II)

ANTARBANDING PENGUKURAN AKTIVITAS ISOTOP 57 Co DAN 131 I (II) 1D0000065 ANTARBANDING PENGUKURAN AKTIVITAS ISOTOP 57 Co DAN 131 I (II) r - :' C 0 Ermi Juita, Nazaroh, Sunaryo, Gatot Wurdiyanto, Sudarsono, Susilo Widodo, Pujadi Pusat Standardisasi dan Penelitian Keselamatan

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN RADIASI DI DALAM PERISAI UNTUK SUMBER GAMMA ENERGI TINGGI BERAKTIVITAS RENDAH

PERTUMBUHAN RADIASI DI DALAM PERISAI UNTUK SUMBER GAMMA ENERGI TINGGI BERAKTIVITAS RENDAH PERTUMBUHAN RADIASI DI DALAM PERISAI UNTUK SUMBER GAMMA ENERGI TINGGI BERAKTIVITAS RENDAH Helfi Yuliati dad Mukhlis Akhadi Puslitbang Keselamatan Radiasi dadbiomedika Nuklir - BATAN ABSTRAK PERTUMBUHAN

Lebih terperinci

PENGUKURAN RADIOAKTIF MENGGUNAKAN DETEKTOR NaI, STUDI KASUS LUMPUR LAPINDO

PENGUKURAN RADIOAKTIF MENGGUNAKAN DETEKTOR NaI, STUDI KASUS LUMPUR LAPINDO PENGUKURAN RADIOAKTIF MENGGUNAKAN DETEKTOR NaI, STUDI KASUS LUMPUR LAPINDO Insan Kamil Institut Teknologi Bandung Abstrak Pengukuran radioaktif dengan metode scintillation menggunakan detektor NaI untuk

Lebih terperinci

KENDALA TANGAN TANGGA ALIH LATEKS PEMBUATAN KE INDUSTRI SA RUNG RUMAH ABSTRAK ABSTRACT PENDAHULUAN

KENDALA TANGAN TANGGA ALIH LATEKS PEMBUATAN KE INDUSTRI SA RUNG RUMAH ABSTRAK ABSTRACT PENDAHULUAN KENDALA TANGAN TANGGA ALIH LATEKS PEMBUATAN KE INDUSTRI SA RUNG RUMAH Wiwik Sofiarti, Made Sumarti, K. dad Marsongko Puslitbang Teknologi lsotop dan Radiasi Batan, Jakarta ABSTRAK KENDALA AUH TEKNOLOGI

Lebih terperinci

PENENTUAN KONDISI PENCACAHAN PADA PENGUKURAN AKTIVIT AS LIMBAH RADIOAKTIF DENGAN DETEKTOR LUDLUM

PENENTUAN KONDISI PENCACAHAN PADA PENGUKURAN AKTIVIT AS LIMBAH RADIOAKTIF DENGAN DETEKTOR LUDLUM Prosiding Seminar Pranata Nuklir dad Teknisi Litkayasa P2BGN - BATAN, Jakarta, 8 Maret 2000 ISBN, 979-8769 -10-4 PENENTUAN KONDISI PENCACAHAN PADA PENGUKURAN AKTIVIT AS LIMBAH RADIOAKTIF DENGAN DETEKTOR

Lebih terperinci

PERANCANGAN DAN PENAHAN RADIASI DI UNIT RADIOLOGI UNTUK DIAGNOSTIK MENGGUNAKAN SINAR-X

PERANCANGAN DAN PENAHAN RADIASI DI UNIT RADIOLOGI UNTUK DIAGNOSTIK MENGGUNAKAN SINAR-X PERANCANGAN DAN PENAHAN RADIASI DI UNIT RADIOLOGI UNTUK DIAGNOSTIK MENGGUNAKAN SINAR-X Tito Sutjipto. Jurusan Teknik Nuklir Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada ABSTRAK PERANC~GAN DAN PENAHAN RADIASI

Lebih terperinci

APLIKASI I PENGAKTIF NEUTRON CEPAT UNTUK PENENTUAN KANDUNGAN UNSUR N, P DAN K DI DALAM SLUDGE!

APLIKASI I PENGAKTIF NEUTRON CEPAT UNTUK PENENTUAN KANDUNGAN UNSUR N, P DAN K DI DALAM SLUDGE! APLIKASI I PENGAKTIF NEUTRON CEPAT UNTUK PENENTUAN KANDUNGAN UNSUR N, P DAN K DI DALAM SLUDGE! Supriyatni E., Yazid M., Nuraini E., Sunardi Pusat Penelitian don Pengembangan Teknologi Maju, Batan, Yogyakarta

Lebih terperinci

BAB IV Alat Ukur Radiasi

BAB IV Alat Ukur Radiasi BAB IV Alat Ukur Radiasi Alat ukur radiasi mutlak diperlukan dalam masalah proteksi radiasi maupun aplikasinya. Hal ini disebabkan karena radiasi, apapun jenisnya dan berapapun kekuatan intensitasnya tidak

Lebih terperinci

TANGGAPAN TLD-600 TERHADAP DOSIS NEUTRON CEP AT YANG DITERIMA SECARA TERUS-MENERUS DAN TERPUTUS-PUTUS

TANGGAPAN TLD-600 TERHADAP DOSIS NEUTRON CEP AT YANG DITERIMA SECARA TERUS-MENERUS DAN TERPUTUS-PUTUS Prosiding Prescntasi Iliniah Keselamatan Radiasi dan Lingkungan,20-21 Agustus 1996 ID0000061 TANGGAPAN TLD-600 TERHADAP DOSIS NEUTRON CEP AT YANG DITERIMA SECARA TERUS-MENERUS DAN TERPUTUS-PUTUS Mukhlis

Lebih terperinci

ABSTRAK ABSTRACT. Pendahuluan

ABSTRAK ABSTRACT. Pendahuluan Analisis Tingkat Kepuasan Konsumen Terhadap Kualitas Pelayanan Jasa dengan Pendekatan Metode Servqual (Studi Kasus pada Pusat Pelatihan Bahasa dan Budaya CILACS UII, Yogyakarta) Hendy Ahmad Febrian 1,

Lebih terperinci

Alat Proteksi Radiasi

Alat Proteksi Radiasi Alat Proteksi Radiasi Latar Belakang Radiasi nuklir tidak dapat dirasakan oleh manusia secara langsung, seberapapun besarnya. Agar pekerja radiasi tidak mendapat paparan radiasi yang melebihi batas yang

Lebih terperinci

STANDARDISASI F-18 MENGGUNAKAN METODE SPEKTROMETRI GAMMA

STANDARDISASI F-18 MENGGUNAKAN METODE SPEKTROMETRI GAMMA STANDARDISASI F-18 MENGGUNAKAN METODE SPEKTROMETRI GAMMA Gatot Wurdiyanto, Hermawan Candra dan Pujadi Pustek Keselamatan dan Metrologi Radiasi BATAN, Jalan Lebak Bulus No. 49 Jakarta, 12440 Email: gatot_w@batan.go.id

Lebih terperinci

PENGARUH SEA PADA KULTUR LIMFOSIT KERA EKOR PANJANG (Macaca fascicularis) YANG DIIRADIASI SINAR GAMMA SECARA IN VITRO. Abdul Wa'id dad Yanti Lusiyanti

PENGARUH SEA PADA KULTUR LIMFOSIT KERA EKOR PANJANG (Macaca fascicularis) YANG DIIRADIASI SINAR GAMMA SECARA IN VITRO. Abdul Wa'id dad Yanti Lusiyanti Prosiding Presentasi llmiah Keselamatan Radiasi dan Lingkungan Vul, 3-4 Agustus Puslitbang Keselamadiasi dan Biomedika Nuklir- BATAN PENGARUH SEA PADA KULTUR LIMFOSIT KERA EKOR PANJANG (Macaca fascicularis)

Lebih terperinci

Prinsip Dasar Pengukuran Radiasi

Prinsip Dasar Pengukuran Radiasi Prinsip Dasar Pengukuran Radiasi Latar Belakang Radiasi nuklir tidak dapat dirasakan oleh panca indera manusia oleh karena itu alat ukur radiasi mutlak diperlukan untuk mendeteksi dan mengukur radiasi

Lebih terperinci

PEMASANGAN SISTEM MONITOR PADA SISTEM BANTU REAKTOR KARTINI

PEMASANGAN SISTEM MONITOR PADA SISTEM BANTU REAKTOR KARTINI PEMASANGAN SISTEM MONITOR PADA SISTEM BANTU REAKTOR KARTINI Marsudi, Rochim Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan BATAN Jl. Babarsari Kotak Pos 6101 ykbb, Yogyakarta 55281 ABSTRAK PEMASANGAN SISTEM

Lebih terperinci

BAHAN Ba-Sr FERIT SEBAGAI KOMPONEN MAGNET SUBSTITUSI IMPOR UNTUK INSTRUMEN SEDERHANA

BAHAN Ba-Sr FERIT SEBAGAI KOMPONEN MAGNET SUBSTITUSI IMPOR UNTUK INSTRUMEN SEDERHANA ;3-' I Prosiding Seminar Nasional Bahan Magnet I Serpong, 11 Oktober 2000 ISSN1411-7630 BAHAN Ba-Sr FERIT SEBAGAI KOMPONEN MAGNET SUBSTITUSI IMPOR UNTUK INSTRUMEN SEDERHANA R. Dadan Rumdan, Rio Seto Y.

Lebih terperinci

BAB V Ketentuan Proteksi Radiasi

BAB V Ketentuan Proteksi Radiasi BAB V Ketentuan Proteksi Radiasi Telah ditetapkan Peraturan Pemerintah No. 63 Tahun 2000 tentang Keselamatan dan kesehatan terhadap pemanfaatan radiasi pengion dan Surat Keputusan Kepala BAPETEN No.01/Ka-BAPETEN/V-99

Lebih terperinci

Sistem Informasi Pemasaran Produk pada PT. Prima Dina Lestari

Sistem Informasi Pemasaran Produk pada PT. Prima Dina Lestari Sistem Informasi Pemasaran Produk pada PT. Prima Dina Lestari Meriana STMIK IBBI Jl. Sei Deli No. 18 Medan, telp. 061-4567111, fax. 061-4527548 email : meriana@yahoo.com Abstrak PT. Pima Dina Lestari adalah

Lebih terperinci

UJI TAK RUSAK DAN PROGRAM PERAWATAN ALAT DALAM JAMINAN KUALIT AS PRODUK

UJI TAK RUSAK DAN PROGRAM PERAWATAN ALAT DALAM JAMINAN KUALIT AS PRODUK Seminar Tahunan Pengawasan Pemanfaatan Tenaga Nuklir - Jakarta, II Desember 2003 ISSN 1693-7902 UJI TAK RUSAK DAN PROGRAM PERAWATAN ALAT DALAM JAMINAN KUALIT AS PRODUK Muhammad Rifai Pusat Standardisasi

Lebih terperinci

INDEKS PLASTISITAS PADA TANAH LEMPUNG DENGAN PENAMBAHAN ADDITIVE ROAD BOND EN-1 DI BUKIT SEMARANG BARU (BSB) Garup Lambang Goro

INDEKS PLASTISITAS PADA TANAH LEMPUNG DENGAN PENAMBAHAN ADDITIVE ROAD BOND EN-1 DI BUKIT SEMARANG BARU (BSB) Garup Lambang Goro INDEKS PLASTISITAS PADA TANAH LEMPUNG DENGAN PENAMBAHAN ADDITIVE ROAD BOND EN-1 DI BUKIT SEMARANG BARU (BSB) Garup Lambang Goro Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Semarang Abstract One of thrifty effort

Lebih terperinci

1. Mengaktifkan fungsi Record - Klik kanan pada layar,monitor akan menampilkan Taskbar (Lihat gambar 1) Gambar 1

1. Mengaktifkan fungsi Record - Klik kanan pada layar,monitor akan menampilkan Taskbar (Lihat gambar 1) Gambar 1 User Guide Cara Mengoprasikan DVR VGA 1. Mengaktifkan fungsi Record - Klik kanan pada layar,monitor akan menampilkan Taskbar (Lihat gambar 1) Gambar 1 - Klik Icon Record (Lihat gambar 1). Pastikan kode

Lebih terperinci

Lampiran I Surat Edaran Bank Indonesia No. 15/28/DPNP tanggal 31 Juli 2013 Perihal Penilaian Kualitas Aset Bank Umum PENETAPAN KUALITAS KREDIT

Lampiran I Surat Edaran Bank Indonesia No. 15/28/DPNP tanggal 31 Juli 2013 Perihal Penilaian Kualitas Aset Bank Umum PENETAPAN KUALITAS KREDIT Lampiran I Surat Edaran Bank Indonesia No. 15/28/DPNP tanggal 31 Juli 2013 Perihal Penilaian Kualitas Aset Bank Umum PENETAPAN KUALITAS KREDIT PROSPEK USAHA Potensi pertumbuhan usaha memiliki potensi pertumbuhan

Lebih terperinci

MANUAL BOOK ST-86 DAFTAR ISI

MANUAL BOOK ST-86 DAFTAR ISI MANUAL BOOK ST-86 DAFTAR ISI 1. Istilah 2. Sebelum Pengoperasian Sumber listrik Buka dan tutup mesin 3. Setting Setting tahun Setting tanggal Setting waktu Setting dayline change time Setting format kartu

Lebih terperinci

PENENTUAN BATAS INSERSI BATANG KENDALl M-SHIM-AP600 PADA MODE OPERASI DAYA RENDAH

PENENTUAN BATAS INSERSI BATANG KENDALl M-SHIM-AP600 PADA MODE OPERASI DAYA RENDAH Prosiding Seminar Nasional ke-8 Teknologi don Keselamatan PLTN Serlo Fasilitas Nuklir Jakarta, 15 Oktober 2002 ISSN: 0854-2910 PENENTUAN BATAS INSERSI BATANG KENDALl M-SHIM-AP600 PADA MODE OPERASI DAYA

Lebih terperinci

ABSTRAK. Pengaruh Tindak Lanjut Rekomendasi Audit Internal Bidang Kredit Investasi. Terhadap Tingkat Non Performing Loans (NPL)

ABSTRAK. Pengaruh Tindak Lanjut Rekomendasi Audit Internal Bidang Kredit Investasi. Terhadap Tingkat Non Performing Loans (NPL) ABSTRAK Pengaruh Tindak Lanjut Rekomendasi Audit Internal Bidang Kredit Investasi Terhadap Tingkat Non Performing Loans (NPL) Permasalahan kredit bermasalah merupakan masalah serius yang masih menghantui

Lebih terperinci

IDENTITAS MATA KULIAH

IDENTITAS MATA KULIAH IDENTITAS MATA KULIAH Nama Mata Kuliah : Metodologi Penelitian Sosial Kode Mata Kuliah : KPM398/3(2-2)5 Status Mata Kuliah : Wajib Prasyarat : Berfikir dan Menulis Ilmiah (KPM200) dan Metode Statistika

Lebih terperinci

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEBAK KATA TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN MAKANAN PADA MANUSIA

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEBAK KATA TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN MAKANAN PADA MANUSIA PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEBAK KATA TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN MAKANAN PADA MANUSIA (Studi Eksperimen Di kelas XI IPA SMA Negeri 4 Tasikmalaya)

Lebih terperinci

KONSENTRASI TRITIUM DALAM BENTUK MOLEKUL AIR (FWT) DI DALAM HUMUS

KONSENTRASI TRITIUM DALAM BENTUK MOLEKUL AIR (FWT) DI DALAM HUMUS Presiding Presenlasi Ilniiah Kcsclamalan Radiasi da» Lingkungaii, 20-21 Agustus 1996 ID0000088 KONSENTRASI TRITIUM DALAM BENTUK MOLEKUL AIR (FWT) DI DALAM HUMUS Poppy Intan Tjahaja Pusat Standardisasi

Lebih terperinci

KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR REPUBLIK INDONESIA

KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR REPUBLIK INDONESIA KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR REPUBLIK INDONESIA PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR NOMOR 16 TAHUN 2013 TENTANG KESELAMATAN RADIASI DALAM PENYIMPANAN TECHNOLOGICALLY ENHANCED NATURALLY

Lebih terperinci

Instalasi Sistem Operasi ( OS )

Instalasi Sistem Operasi ( OS ) Instalasi OS ( System Operasi) Setelah selesai merakit PC maka langkah selanjutnya adalah instalasi Sistem Operasi atau OS. Yang harus diperhatikan dalam menginstal / menginstal ulang windows xp : 1. Siapkan

Lebih terperinci

Gaya Dialog MENU Deskripsi Menu merupakan sekumpulan pilihan yang dapat dipilih user sesuai dengan keinginannya. Banyak variasi dari gaya dialog Menus, diantaranya : 1/16/2010 2 Contoh 1 OFFICE AUTOMATION

Lebih terperinci

ID0200243 ANALISIS KEANDALAN KOMPONEN DAN SISTEM RSG GAS DENGAN MENGGUNAKAN DATA BASE

ID0200243 ANALISIS KEANDALAN KOMPONEN DAN SISTEM RSG GAS DENGAN MENGGUNAKAN DATA BASE VrusiUinx Presentasi Ilmiah Tehmlogi Keselamatan Nukllr-V ISSN No. : 1410-0533 Serpong 2H Juni 2000 ' ID0200243 ANALISIS KEANDALAN KOMPONEN DAN SISTEM RSG GAS DENGAN MENGGUNAKAN DATA BASE Oleh : Demon

Lebih terperinci

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Badan Tenaga Nuklir Nasional

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Badan Tenaga Nuklir Nasional Pusat Pendidikan dan Pelatihan Badan Tenaga Nuklir Nasional PDL.PR.TY.PPR.00.D03.BP 1 BAB I : Pendahuluan BAB II : Prinsip dasar deteksi dan pengukuran radiasi A. Besaran Ukur Radiasi B. Penggunaan C.

Lebih terperinci

KAJIAN KANDUNGAN U DAN Th DALAM SEDIMEN SUNGAI DI SEMENANJUNG MURIA DENGAN METODA AKTIF DAN PASIF

KAJIAN KANDUNGAN U DAN Th DALAM SEDIMEN SUNGAI DI SEMENANJUNG MURIA DENGAN METODA AKTIF DAN PASIF 40 KAJIAN KANDUNGAN U DAN Th DALAM SEDIMEN SUNGAI DI SEMENANJUNG MURIA DENGAN METODA AKTIF DAN PASIF Sukirno dan J Djati Pramana P3TM BATAN ABSTRAK KAJIAN KANDUNGAN U DAN Th DALAM SEDIMEN SUNGAI DI SEMENANJUNG

Lebih terperinci

Hasil Penelitian dan Kegiatan PTLR Tahun 2012 ISSN 0852-2979

Hasil Penelitian dan Kegiatan PTLR Tahun 2012 ISSN 0852-2979 EVALUASI KESELAMATAN RADIASI DI KANAL HUBUNG INSTALASI PENYIMPANAN SEMENTARA BAHAN BAKAR NUKLIR BEKAS (KH-IPSB3) PASCA PENGISIAN BAHAN BAKAR NUKLIR BEKAS REAKTOR SERBA GUNA GA. SIWABESSY ABSTRAK L.Kwin

Lebih terperinci

Analisis Perpindahan (displacement) dan Kecepatan Sudut (angular velocity) Mekanisme Empat Batang Secara Analitik Dengan Bantuan Komputer

Analisis Perpindahan (displacement) dan Kecepatan Sudut (angular velocity) Mekanisme Empat Batang Secara Analitik Dengan Bantuan Komputer Analisis Perpindahan (displacement) dan Kecepatan Sudut (angular velocity) Mekanisme Empat Batang Secara Analitik Dengan Bantuan Komputer Oegik Soegihardjo Dosen Fakultas Teknologi Industri Jurusan Teknik

Lebih terperinci

1. Instalasi System yang diperlukan IBM PC atau kompatibel (486 DX4 100 MHz minimum, Pentium 120 MHz disarankan)

1. Instalasi System yang diperlukan IBM PC atau kompatibel (486 DX4 100 MHz minimum, Pentium 120 MHz disarankan) Created by http://www.tellmemore.cjb.net Page 1 of 9 Manual Book 1. Instalasi System yang diperlukan IBM PC atau kompatibel (486 DX4 100 MHz minimum, Pentium 120 MHz disarankan) Microsoft Windows 95 8

Lebih terperinci

Perancangan Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Mata Katarak pada Manusia Berbasis Web

Perancangan Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Mata Katarak pada Manusia Berbasis Web Perancangan Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Mata Katarak pada Manusia Berbasis Web Yudi1, Yessi Nofrima2 STMIK IBBI Jl. Sei Deli No. 18 Medan, Telp. 061-4567111 Fax. 061-4527548 e-mail: ynn_linc@yahoo.com1

Lebih terperinci

USER MANUAL ENTRY DEMAND SKEMA P TO P WWW.JOBSINFO.BNP2TKI.GO.ID

USER MANUAL ENTRY DEMAND SKEMA P TO P WWW.JOBSINFO.BNP2TKI.GO.ID USER MANUAL ENTRY DEMAND SKEMA P TO P WWW.JOBSINFO.BNP2TKI.GO.ID DIREKTORAT PROMOSI DEPUTI BIDANG KERJASAMA LUAR NEGERI DAN PROMOSI BADAN NASIONAL PENEMPATAN DAN PERLINDUNGAN TENAGA KERJA INDONESIA SEKILAS

Lebih terperinci

PENGAWASAN PEMANFAATAN TENAGA NUKLIR DALAM BIDANG ENERGI

PENGAWASAN PEMANFAATAN TENAGA NUKLIR DALAM BIDANG ENERGI Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir PENGAWASAN PEMANFAATAN TENAGA NUKLIR DALAM BIDANG ENERGI BAPETEN Sukarman Aminjoyo Badan Pengawas Tenaga Nuklir ( BAPETEN ) Jl. Gajah Mada No. 8 Jakarta INDONESIA http/www.bapeten.go.id.

Lebih terperinci

AKIBAT KETIDAKSEIMBANGAN BEBAN TERHADAP ARUS NETRAL DAN LOSSES PADA TRANSFORMATOR DISTRIBUSI

AKIBAT KETIDAKSEIMBANGAN BEBAN TERHADAP ARUS NETRAL DAN LOSSES PADA TRANSFORMATOR DISTRIBUSI AKIBAT KETIDAKEIMBANGAN BEBAN TERHADAP ARU NETRAL DAN LOE PADA TRANFORMATOR DITRIBUI Moh. Dahlan 1 email : dahlan_kds@yahoo.com surat_dahlan@yahoo.com IN : 1979-6870 ABTRAK Ketidakseimbangan beban pada

Lebih terperinci

KEMENTERIAN PERHUBUNGAN

KEMENTERIAN PERHUBUNGAN PENERBITAN DAN PENGUKUHAN DOKUMEN PENYESUAIAN MANAJEMEN KESELAMATAN (DOCUMENT OF COMPLIANCE/DOC) : SOP-PMKK-0 Tgl Berlaku : 0-0-0 kepada evaluasi kepada Auditor ISM Code Untuk penerbitan DOC pertama. Permohonan.

Lebih terperinci

SKRIPSI Diajukan ke Fakultas Kedokteran Universitas Andalas sebagai pemenuhan salah satu syarat untuk mendapatkan gelar Sarjana Kedokteran.

SKRIPSI Diajukan ke Fakultas Kedokteran Universitas Andalas sebagai pemenuhan salah satu syarat untuk mendapatkan gelar Sarjana Kedokteran. HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DALAM MENGHADAPI OBJECTIVE STRUCTURED CLINICAL EXAMINATION (OSCE) DENGAN NILAI OSCE MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ANDALAS SKRIPSI Diajukan ke Fakultas Kedokteran

Lebih terperinci

Corporate User User Guide

Corporate User User Guide Corporate User User Guide Mandiri Cash Management Corporate User Module 1. ACCOUNT INFORMATION 1.1. BALANCE INQUIRY 1.1.1. Menampilkan saldo rekening 1.1.1.1. Single Account 1. Dari menu utama, klik Account

Lebih terperinci

Evaluasi Desain Antar Muka (Interface) dengan Menggunakan Pendekatan Kemudahan Penggunaan (Studi Kasus Portal Mahasiswa Universitas X)

Evaluasi Desain Antar Muka (Interface) dengan Menggunakan Pendekatan Kemudahan Penggunaan (Studi Kasus Portal Mahasiswa Universitas X) Evaluasi Desain Antar Muka (Interface) dengan Menggunakan Pendekatan Kemudahan Penggunaan (Studi Kasus Portal Mahasiswa Universitas X) Dino Caesaron 1, Andrian, Cyndy Chandra Program Studi Teknik Industri,

Lebih terperinci

DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN

DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN MENTER! PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA PETUNJUK PELAKSANAAN PENGEWLAAN DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN BARANG MILIK NEGARA PERHUBUNGAN a. bahwa dalam rangka tertib administrasi Pelaksanaan Pengelolaan Barang

Lebih terperinci

IDENTIFIKASI DAN VERIFIKASI TANDA TANGAN STATIK MENGGUNAKAN BACKPROPAGATION DAN ALIHRAGAM WAVELET

IDENTIFIKASI DAN VERIFIKASI TANDA TANGAN STATIK MENGGUNAKAN BACKPROPAGATION DAN ALIHRAGAM WAVELET TESIS IDENTIFIKASI DAN VERIFIKASI TANDA TANGAN STATIK MENGGUNAKAN BACKPROPAGATION DAN ALIHRAGAM WAVELET ROSALIA ARUM KUMALASANTI No. Mhs. : 135302014/PS/MTF PROGRAM STUDI MAGISTER TEKNIK INFORMATIKA PROGRAM

Lebih terperinci

OLEH: IRINA KUSUMA DEWI 3203010217

OLEH: IRINA KUSUMA DEWI 3203010217 PERANCANGAN STANDARD OPERATING PROCEDURE (SOP) SISTEM PENJUALAN DALAM RANGKA MENINGKATKAN AKTIVIAS PENGENDALIAN INTERNAL (Studi Kasus Distributor Besi Beton di Sidoarjo) OLEH: IRINA KUSUMA DEWI 3203010217

Lebih terperinci

Geni Rina Sunaryo Pusat Pengembangan T eknologi Keselamatan Nuklir (P2TKN)-BA TAN

Geni Rina Sunaryo Pusat Pengembangan T eknologi Keselamatan Nuklir (P2TKN)-BA TAN Jakarta. 15 Oktober 2002 ISSN: 0854-2910 PERHITUNGAN TEKANAN GAS H2 PADA KAPSUL FPM GAGAL DI TERAS REAKTOR RSG GAS Endiah Puji Hastuti Pusat Pengembangan Teknologi Reaktor Riset (P2TRR)-BATAN Geni Rina

Lebih terperinci

INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT

INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT di Unit Pelayanan Instansi Pemerintah nuklir untuk kesejahteraan Pokja Pelayanan Publik Reformasi Birokrasi BATAN Undang Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik Peraturan

Lebih terperinci

RANCANG BANGUN SISTEM KENDALI CONVEYOR PADA PROTOYPE MONITOR PETI KEMAS DENGAN TEKNIK SERAPAN SINAR GAMA

RANCANG BANGUN SISTEM KENDALI CONVEYOR PADA PROTOYPE MONITOR PETI KEMAS DENGAN TEKNIK SERAPAN SINAR GAMA RANCANG BANGUN SISTEM KENDALI CONVEYOR PADA PROTOYPE MONITOR PETI KEMAS DENGAN TEKNIK SERAPAN SINAR GAMA Khairul Handono, Alvano Yulian, Nur Hasan, dan Sapta T Pusat Rekayasa Perangkat Nuklir- BATAN, PUSPIPTEK

Lebih terperinci

EFEK IRADIASI SINAR GAMMA TERHADAP DAY A TAHAN E.\'cher;ch;a coli DAN Salmonella DALAM KONDISI Nz, NzO DAN Oz ABSTRACT

EFEK IRADIASI SINAR GAMMA TERHADAP DAY A TAHAN E.\'cher;ch;a coli DAN Salmonella DALAM KONDISI Nz, NzO DAN Oz ABSTRACT /'enehllan don /'engembangan Aphka.{,/soIOp dan Radla.n, /999 EFEK IRADIASI SINAR GAMMA TERHADAP DAY A TAHAN E.\'cher;ch;a coli DAN Salmonella DALAM KONDISI Nz, NzO DAN Oz NikJlarn Pusal Aplikasi!SOlop

Lebih terperinci

ANALISIS URANIUM SECARA RADIOMETRI GUNA KLARIFIKASI AKUNT ANSI BAHAN NUKLIR

ANALISIS URANIUM SECARA RADIOMETRI GUNA KLARIFIKASI AKUNT ANSI BAHAN NUKLIR Prosiding Seminar T eknologi pengamanan Jakarta, 29 September 24 Bahan Nuklir ke-5 ISSN: 1412-2812 ANALISIS URANIUM SEARA RADIOMETRI GUNA KLARIFIKASI AKUNT ANSI BAHAN NUKLIR Yusuf Nampira Pusat Pengembangan

Lebih terperinci

PENGARUH AKTIFITAS FISIK TERHADAP KEJADIAN OBESITAS PADA MURID

PENGARUH AKTIFITAS FISIK TERHADAP KEJADIAN OBESITAS PADA MURID ABSTRAK PENGARUH AKTIFITAS FISIK TERHADAP KEJADIAN OBESITAS PADA MURID Ekowati Retnaningsih dan Rini Oktariza Angka kejadian berat badan lebih pada anak usia sekolah di Indonesia mencapai 15,9%. Prevalensi

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata kunci : Fluktuasi kurs, Ekspor, Impor, Peramalan. iii. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. Kata kunci : Fluktuasi kurs, Ekspor, Impor, Peramalan. iii. Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK Beberapa tahun terakhir ini kurs tukar IDR/USD terus mengalami fluktuasi yang tidak dapat diprediksi. Akibatnya para pelaku pasar sulit untuk menentukan pada saat kapan mereka harus melakukan ekspor

Lebih terperinci

GEMPA RENCANA UNTUK ANALISA RIWAYAT WAKTU

GEMPA RENCANA UNTUK ANALISA RIWAYAT WAKTU GEMPA RENCANA UNTUK ANALISA RIWAYAT WAKTU Benjamin Lumantarna Guru Besar Madya, Fakultas Teknik Jurusan Teknik Sipil, Universitas Kristen Petra Kurniawan Sutanto, Andri Zacharia Alumni, Fakultas Teknik

Lebih terperinci

MODEL PEMILIHAN MODA ANTARA ANGKUTAN UMUM DAN SEPEDA MOTOR UNTUK MAKSUD KERJA. Karnawan Joko Setyono. Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Semarang

MODEL PEMILIHAN MODA ANTARA ANGKUTAN UMUM DAN SEPEDA MOTOR UNTUK MAKSUD KERJA. Karnawan Joko Setyono. Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Semarang MODEL PEMILIHAN MODA ANTARA ANGKUTAN UMUM DAN SEPEDA MOTOR UNTUK MAKSUD KERJA Abstract Karnawan Joko Setyono Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Semarang The objectives of this research are to calibrate

Lebih terperinci

PERBAIKAN DAN VJI FVNGSI SVB SISTEM SEKSI 700

PERBAIKAN DAN VJI FVNGSI SVB SISTEM SEKSI 700 Hasil-hasil Penelitian EBN Tahun 2009 ISSN 0854-5561 PERBAIKAN DAN VJI FVNGSI SVB SISTEM SEKSI 700 R. Suryadi ABSTRAK PERBAIKAN DAN UJI FUNGSI SUB SISTEM SEKSI 700. Merujuk pada program kerja B3N-PTBN

Lebih terperinci

PENDUGAAN UMUR SIMPAN PRODUK MI INSTAN DARI PATI SAGU DENGAN METODE AKSELERASI

PENDUGAAN UMUR SIMPAN PRODUK MI INSTAN DARI PATI SAGU DENGAN METODE AKSELERASI PENDUGAAN UMUR SIMPAN PRODUK MI INSTAN DARI PATI SAGU DENGAN METODE AKSELERASI Shelf Life Estimation of Instant Noodle from Sago Starch Using Accelerared Method Dewi Kurniati (0806113945) Usman Pato and

Lebih terperinci

PETUNJUK PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PENGADAAN LANGSUNG (SIMPeL) UNTUK ADMIN SATKER, PPK, PEJABAT PENGADAAN, PPHP DAN PENYEDIA

PETUNJUK PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PENGADAAN LANGSUNG (SIMPeL) UNTUK ADMIN SATKER, PPK, PEJABAT PENGADAAN, PPHP DAN PENYEDIA Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan Pusat Layanan Pengadaan Secara Elektronik PETUNJUK PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PENGADAAN LANGSUNG (SIMPeL) UNTUK ADMIN SATKER, PPK, PEJABAT PENGADAAN,

Lebih terperinci

Klasifikasi dan Manfaat RAID (Redundant Array of Inexpensive Disks)

Klasifikasi dan Manfaat RAID (Redundant Array of Inexpensive Disks) Klasifikasi dan Manfaat (Redundant Array of Inexpensive Disks) Basuki Winoto, Agus Fatulloh Politeknik Negeri Batam Parkway, Batam Centre, Batam 29461, Indonesia bas@polibatam.ac.id, agus@polibatam.ac.id

Lebih terperinci

RANCANG BANGUN ALAT KELAPA PARUTAN KERING (DESICCATED COCONUT) SKRIPSI. Oleh: CARI MALEM KARO KARO

RANCANG BANGUN ALAT KELAPA PARUTAN KERING (DESICCATED COCONUT) SKRIPSI. Oleh: CARI MALEM KARO KARO RANCANG BANGUN ALAT KELAPA PARUTAN KERING (DESICCATED COCONUT) SKRIPSI Oleh: CARI MALEM KARO KARO PROGRAM STUDI KETEKNIKAN PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2014 RANCANG BANGUN ALAT

Lebih terperinci

Analisis Perencanaan dan Pengendalian Persediaan Bahan Baku Pada UPT. Penerbit dan Percetakan Universitas Sriwijaya Palembang

Analisis Perencanaan dan Pengendalian Persediaan Bahan Baku Pada UPT. Penerbit dan Percetakan Universitas Sriwijaya Palembang Analisis Perencanaan dan Pengendalian Persediaan Bahan Baku Pada Universitas Sriwijaya Palembang Saptalian Kurlianta (Saptalian_kurlianta@yahoo.co.id) Rizal Effendi (Rizaleffendi31@yahoo.co.id) Akuntansi

Lebih terperinci

ABSTRAK. Ronauly V. N, 2011, Pembimbing 1: dr. Sijani Prahastuti, M.Kes Pembimbing 2 : Prof. DR. Susy Tjahjani, dr., M.Kes

ABSTRAK. Ronauly V. N, 2011, Pembimbing 1: dr. Sijani Prahastuti, M.Kes Pembimbing 2 : Prof. DR. Susy Tjahjani, dr., M.Kes ABSTRAK EFEK INFUSA DAUN SALAM (Syzygium polyanthum) TERHADAP PENURUNAN KADAR KOLESTEROL LDL DAN PENINGKATAN KADAR KOLESTEROL HDL DARAH TIKUS JANTAN GALUR WISTAR MODEL DISLIPIDEMIA Ronauly V. N, 2011,

Lebih terperinci

Panduan membuat aplikasi sederhana pada Smartphone berbasis Windows Mobile 5

Panduan membuat aplikasi sederhana pada Smartphone berbasis Windows Mobile 5 Panduan membuat aplikasi sederhana pada Smartphone berbasis Windows Mobile 5 Eko Riduwan eko@ekoriduwan.com http://www.ekoriduwan.com Lisensi Dokumen: Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan,

Lebih terperinci

UNJUK KERJA METODE FLAME ATOMIC --- ABSORPTION SPECTROMETR Y (F-AAS) PASCA AKREDIT ASI

UNJUK KERJA METODE FLAME ATOMIC --- ABSORPTION SPECTROMETR Y (F-AAS) PASCA AKREDIT ASI 246 ISSN 0216-3128 Supriyanto C, Samin UNJUK KERJA METODE FLAME ATOMIC --- ABSORPTION SPECTROMETR Y (F-AAS) PASCA AKREDIT ASI Supriyanto C., Samin Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan - BATAN ABSTRAK

Lebih terperinci

Semua hak cipta. Hak cipta yang lainnya tetap menjadi milik masing-masing.

Semua hak cipta. Hak cipta yang lainnya tetap menjadi milik masing-masing. Copyright 2014 by ZTE Mobile Telecom Company. Pernyataan Hak Cipta Hak cipta buku manual ini milik SHENZHEN ZTE Mobile Telecom Co., LTD. Tanpa ijin tertulis dari pemilik hak cipta, tidak ada bagian dari

Lebih terperinci

Analisa Dan Perancangan Sistem Informasi Pemasaran Perumahan pada PT. Anugerah Bangun Cipta

Analisa Dan Perancangan Sistem Informasi Pemasaran Perumahan pada PT. Anugerah Bangun Cipta Analisa Dan Perancangan Sistem Informasi Pemasaran Perumahan pada PT. Anugerah Bangun Cipta Anton 1, Hendra 2 STMIK IBBI Jl. Sei Deli No. 18 Medan, Telp. 061-4567111 Fax. 061-4527548 Email : Anton_hwang@yahoo.com

Lebih terperinci

SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PADA PERINGA TAN HARI AKSARA INTERNASIONAL KE-38 DAN PENCANANGAN GERAKAN MEMBACA NASIONAL TAHUN 2003

SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PADA PERINGA TAN HARI AKSARA INTERNASIONAL KE-38 DAN PENCANANGAN GERAKAN MEMBACA NASIONAL TAHUN 2003 ""c.,- -.. SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PADA PERINGA TAN HARI AKSARA INTERNASIONAL KE-38 DAN PENCANANGAN GERAKAN MEMBACA NASIONAL TAHUN 2003 Jakarta, 12 Nopember 2003 SEKRETARIAT NEGARA REPUBLIK

Lebih terperinci

EVALUASI PELATIHAN TEKNIK MENGAJAR BERDASARKAN MODEL EMPAT LEVEL EVALUASI PELATIHAN KIRKPATRICK

EVALUASI PELATIHAN TEKNIK MENGAJAR BERDASARKAN MODEL EMPAT LEVEL EVALUASI PELATIHAN KIRKPATRICK EVALUASI PELATIHAN TEKNIK MENGAJAR BERDASARKAN MODEL EMPAT LEVEL EVALUASI PELATIHAN KIRKPATRICK Bagiyono Pudiklat - BATAN, Jl. Lebak Bulus Raya No. 9, Pasar Jumat, Jakarta 124401 email untuk korespondensi:

Lebih terperinci

KUIS ONLINE DAN FORUM DISKUSI

KUIS ONLINE DAN FORUM DISKUSI KUIS ONLINE DAN FORUM DISKUSI Disusun Oleh : Septian Firman Sodiq, Skom ELEARNING UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN JAKARTA 2013 Elearning UPN Veteran Jakarta 1 MODUL 3 KUIS ONLINE DAN FORUM DISKUSI

Lebih terperinci

ARTI PENTING KALIBRASI PADA PROSES PENGUKURAN ANALITIK: APLIKASI PADA PENGGUNAAN phmeter DAN SPEKTROFOTOMETER UV-Vis. Iqmal Tahir ABSTRAK

ARTI PENTING KALIBRASI PADA PROSES PENGUKURAN ANALITIK: APLIKASI PADA PENGGUNAAN phmeter DAN SPEKTROFOTOMETER UV-Vis. Iqmal Tahir ABSTRAK ARTI PENTING KALIBRASI PADA PROSES PENGUKURAN ANALITIK: APLIKASI PADA PENGGUNAAN phmeter DAN SPEKTROFOTOMETER UV-Vis Iqmal Tahir Laboratorium Kimia Dasar, Jurusan Kimia, FMIPA, Universitas Gadjah Mada

Lebih terperinci

LAMPIRAN-LAMPIRAN. Tabel 3.46 Kuisioner Materi

LAMPIRAN-LAMPIRAN. Tabel 3.46 Kuisioner Materi L1 LAMPIRAN-LAMPIRAN Tabel 3.46 Kuisioner Materi No Pertanyaan Sangat Kurang 1. Bagaimana format dan penampilan materi pelatihan (handout / buku)? 2. Bagaimana peran handout / buku materi pelatihan dalam

Lebih terperinci

SKRIPSI SESUDAH R OLEH

SKRIPSI SESUDAH R OLEH SKRIPSI ANALISIS DAMPAK ABNORMAL RETURN SAHAM SEBELUM DAN SESUDAH PENGUMUMAN MERGER DAN D AKUISISI PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR R DI BURSA EFEK INDONESIA OLEH : ADINDA PUSPITA 070503065 PROGRAM STUDI

Lebih terperinci

PERBAIKAN SURFACE AREA ANALYZER NOVA-1000 (ALAT PENGANALISIS LUAS PERMUKAAN SERBUK)

PERBAIKAN SURFACE AREA ANALYZER NOVA-1000 (ALAT PENGANALISIS LUAS PERMUKAAN SERBUK) PERBAIKAN SURFACE AREA ANALYZER NOVA-1000 (ALAT PENGANALISIS LUAS PERMUKAAN SERBUK) Moch. Rosyid, Endang Nawangsih, Dewita -BATAN, Yogyakarta Email : ptapb@batan.go.id ABSTRAK PERBAIKAN SURFACE AREA ANALYZER

Lebih terperinci

Uji Hipotesis. Atina Ahdika, S.Si, M.Si. Universitas Islam Indonesia 2015

Uji Hipotesis. Atina Ahdika, S.Si, M.Si. Universitas Islam Indonesia 2015 Uji Hipotesis Atina Ahdika, S.Si, M.Si Universitas Islam Indonesia 015 Definisi Hipotesis Suatu pernyataan tentang besarnya nilai parameter populasi yang akan diuji. Pernyataan tersebut masih lemah kebenarannya

Lebih terperinci

Pro Surveillance System Dahua Application For PC

Pro Surveillance System Dahua Application For PC Pro Surveillance System Dahua Application For PC Pro Surveillance System (PSS) merupakan sebuah aplikasi yang didukung oleh Dahua Technology Co.LTD. Aplikasi ini sangat membantu untuk menampilkan serta

Lebih terperinci

Salah sarti melode yang digunakan untuk melihat

Salah sarti melode yang digunakan untuk melihat Prosidillg PertenUlall dati Presetltasi Ilmia" PPNY-BATAN. J'o!:)'akarta 25-27 Apri/1995 ;U~ BukuI 159 PERlllTUNGAN FREKUENSI KECELAKAAN KEHILANGAN PENDINGIN PADA REAKTOR NUKLIR DTSonvT PPTKR-B:4TAN. Kawasall

Lebih terperinci

Bab 1 BEKERJA DENGAN MENGGUNAKAN MYOB ACCOUNTING PLUS V.13

Bab 1 BEKERJA DENGAN MENGGUNAKAN MYOB ACCOUNTING PLUS V.13 Bab 1 BEKERJA DENGAN MENGGUNAKAN MYOB ACCOUNTING PLUS V.13 A. MENJALANKAN PROGRAM MYOB ACCOUNTING Setelah yakin komputer Saudara dipasang dan diinstal Software MYOB Accounting Plus versi 13, maka ada 2

Lebih terperinci

KEGIATAN: PENYUSUNAN STANDARD OPERATING PROCEDURES PENYELENGGARAAN TUGAS DAN FUNGSI BATAN TAHAP: PEDOMAN EVALUASI SOP

KEGIATAN: PENYUSUNAN STANDARD OPERATING PROCEDURES PENYELENGGARAAN TUGAS DAN FUNGSI BATAN TAHAP: PEDOMAN EVALUASI SOP BATAN D11-2 Rev. 0 KEGIATAN: PENYUSUNAN STANDARD OPERATING PROCEDURES PENYELENGGARAAN TUGAS DAN FUNGSI BATAN TAHAP: PEDOMAN EVALUASI SOP TIM KERJA PENATAAN TATALAKSANA REFORMASI BIROKRASI BATAN Badan Tenaga

Lebih terperinci

EV ALUASI KANDUNGAN CS-137 DALAM AIR KALI CISALAK DAN CIPELANG

EV ALUASI KANDUNGAN CS-137 DALAM AIR KALI CISALAK DAN CIPELANG EV ALUASI KANDUNGAN CS-137 DALAM AIR KALI CISALAK DAN CIPELANG Suzie Darmawati, Sri Susilah, Sudiyati, Budi Hari Pusat Pengembang Pengelolaan Limbah Radioaktif ABSTRAK EVALUASI KANDUNGAN CS-137 DALAM AIR

Lebih terperinci

Diagram Alir Data (Data Flow Diagram) Metode Yang Digunakan Tujuan Penelitian

Diagram Alir Data (Data Flow Diagram) Metode Yang Digunakan Tujuan Penelitian - - - Level 0 Sistem Gambar 2. Level 1 Transaksi Proses Pembelian Level 1 Transaksi Proses Penjualan Gambar 5. DAD Level 1 Transaksi Proses Input Jurnal Penyesuaian DAD Level 1 Laporan Jurnal Gambar

Lebih terperinci

DP.01.34 PEDOMAN PERHITUNGAN STATISTIK UNTUK UJI PROFISIENSI JULI 2004

DP.01.34 PEDOMAN PERHITUNGAN STATISTIK UNTUK UJI PROFISIENSI JULI 2004 DP.01.34 PEDOMAN PERHITUNGAN STATISTIK UNTUK UJI PROFISIENSI JULI 2004 Komite Akreditasi Nasional National Accreditation Body of Indonesia Gedung Manggala Wanabakti, Blok IV, Lt. 4 Jl. Jend. Gatot Subroto,

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. membandingkan tersebut tiada lain adalah pekerjaan pengukuran atau mengukur.

BAB II LANDASAN TEORI. membandingkan tersebut tiada lain adalah pekerjaan pengukuran atau mengukur. BAB II LANDASAN TEORI II.I. Pengenalan Alat Ukur. Pengukuran merupakan suatu aktifitas dan atau tindakan membandingkan suatu besaran yang belum diketahui nilainya atau harganya terhadap besaran lain yang

Lebih terperinci

PENGARUH DOSIS EM-4 (EFFECTIVE MICROORGANISMS-4) DALAM AIR MINUM TERHADAP BERAT BADAN AYAM BURAS

PENGARUH DOSIS EM-4 (EFFECTIVE MICROORGANISMS-4) DALAM AIR MINUM TERHADAP BERAT BADAN AYAM BURAS PENGARUH DOSIS EM-4 (EFFECTIVE MICROORGANISMS-4) DALAM AIR MINUM TERHADAP BERAT BADAN AYAM BURAS EFFECT OF EM-4 (EFFECTIVE MICROORGANISMS-4) DOSAGE ADDED IN DRINKING WATER ON BODY WEIGHT OF LOCAL CHICKEN

Lebih terperinci

RANCANG BANGUN ALAT UKUR TINGKAT KEKERUHAN ZAT CAIR BERBASIS MIKROKONTROLLER AT89S51 MENGGUNAKAN SENSOR FOTOTRANSISTOR DAN PENAMPIL LCD

RANCANG BANGUN ALAT UKUR TINGKAT KEKERUHAN ZAT CAIR BERBASIS MIKROKONTROLLER AT89S51 MENGGUNAKAN SENSOR FOTOTRANSISTOR DAN PENAMPIL LCD RANCANG BANGUN ALAT UKUR TINGKAT KEKERUHAN ZAT CAIR BERBASIS MIKROKONTROLLER AT89S51 MENGGUNAKAN SENSOR FOTOTRANSISTOR DAN PENAMPIL LCD Yefri Hendrizon, Wildian Laboratorium Elektronika dan Instrumentasi,

Lebih terperinci

Strategi Manajemen Inovasi Produk dalam Industri Pulp dan Kertas

Strategi Manajemen Inovasi Produk dalam Industri Pulp dan Kertas Strategi Manajemen Inovasi Produk dalam Industri Pulp dan Kertas COMPANY TAGLINE EUREKA EVERYDAY! adalah rangkuman dari semangat pelayanan dan berkarya yang menggambarkan siapa diri kami. Menciptakan lebih

Lebih terperinci

ANALISA RANGKAIAN ALAT PENGHITUNG JUMLAH MOBIL PADA PELATARAN PARKIR. Noveri Lysbetti Marpaung

ANALISA RANGKAIAN ALAT PENGHITUNG JUMLAH MOBIL PADA PELATARAN PARKIR. Noveri Lysbetti Marpaung ANALISA RANGKAIAN ALAT PENGHITUNG JUMLAH MOBIL PADA PELATARAN PARKIR Noveri Lysbetti Marpaung Staf Pengajar Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik,, Universitas Riau. Kampus: Binawidya km. 12,5 Simpang

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB LANDASAN TEORI.1 Pengertian Pengukuran Untuk mendapatkan produk yang berkualitas tidak hanya memerlukan rancangan produk yang bagus sesuai dengan fungsi namun juga memerlukan rancangan proses pembuatan

Lebih terperinci

APLIKASI SISTEM PENGELOLAAN ATK (ALAT TULIS KANTOR) AKADEMI ANGKATAN UDARA YOGYAKARTA

APLIKASI SISTEM PENGELOLAAN ATK (ALAT TULIS KANTOR) AKADEMI ANGKATAN UDARA YOGYAKARTA APLIKASI SISTEM PENGELOLAAN ATK (ALAT TULIS KANTOR) AKADEMI ANGKATAN UDARA YOGYAKARTA Deny Wiria Nugraha 1, Imat Rahmat Hidayat 2 1 Jurusan Teknik Elektro Universitas Tadulako Palu Sulawesi Tengah 2 Jurusan

Lebih terperinci

DEFINISI. Definisi-definisi berikut berlaku untuk maksud-maksud dari publikasi yang sekarang.

DEFINISI. Definisi-definisi berikut berlaku untuk maksud-maksud dari publikasi yang sekarang. DEFINISI Definisi-definisi berikut berlaku untuk maksud-maksud dari publikasi yang sekarang. Batas-batas Yang Dapat Diterima (Acceptable limits) Batas-batas yang dapat diterima oleh badan pengaturan. Kondisi

Lebih terperinci

PERANCANGAN SISTEM PEMBAYARAN ALAT TRANSPORTASI SUBWAY DENGAN MENGGUNAKAN MAGNETIC CARD

PERANCANGAN SISTEM PEMBAYARAN ALAT TRANSPORTASI SUBWAY DENGAN MENGGUNAKAN MAGNETIC CARD PERANCANGAN SISTEM PEMBAYARAN ALAT TRANSPORTASI SUBWAY DENGAN MENGGUNAKAN MAGNETIC CARD Kiki Chentiano / 0122076 Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Jl. Prof. Drg. Suria Sumantri 65, Bandung 40164,

Lebih terperinci

EVALUASI PERAWATAN SISTEM PEMANTAU LAJU DOSIS GAMMA RSG-GAS MENGGUNAKAN SUMBER STANDAR TKA14/TKA17

EVALUASI PERAWATAN SISTEM PEMANTAU LAJU DOSIS GAMMA RSG-GAS MENGGUNAKAN SUMBER STANDAR TKA14/TKA17 EVALUASI PERAWATAN SISTEM PEMANTAU LAJU DOSIS GAMMA RSG-GAS MENGGUNAKAN SUMBER STANDAR TKA14/TKA17 NUGRAHA L, Y. SUMARNO, TRI ANGGONO, ANTO S. Pusat Reaktor Serba Guna (PRSG)-BATAN Kawasan Puspitek Serpong

Lebih terperinci

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) SISTEM INFORMASI MANAJEMEN (SIM) HELP DESK DINAS PERHUBUNGAN, KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KABUPATEN BANYUWANGI

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) SISTEM INFORMASI MANAJEMEN (SIM) HELP DESK DINAS PERHUBUNGAN, KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KABUPATEN BANYUWANGI STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) SISTEM INFORMASI MANAJEMEN (SIM) HELP DESK DINAS PERHUBUNGAN, KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KABUPATEN BANYUWANGI 1. Latar Belakang Dalam rangka mewujudkan komputerisasi

Lebih terperinci

Melakukan Operasi Logika

Melakukan Operasi Logika Melakukan Operasi Logika Hampir semua statemen C++ adalah ekspresi. Operator C++ selain +, -, /, * yakni operator logika. Pada dasarnya orang2 menghitung menggunakan operasi AND dan OR Mengapa Menggunakan

Lebih terperinci

ABSTRAK PENGARUH ALKOHOL GOLONGAN B TERHADAP KETELITIAN DAN KEWASPADAAN PADA PRIA DEWASA

ABSTRAK PENGARUH ALKOHOL GOLONGAN B TERHADAP KETELITIAN DAN KEWASPADAAN PADA PRIA DEWASA ABSTRAK PENGARUH ALKOHOL GOLONGAN B TERHADAP KETELITIAN DAN KEWASPADAAN PADA PRIA DEWASA Irvan Gedeon Firdaus, 2010. Pembimbing: dr. Pinandojo Djojosoewarno, AIF Latar belakang : Minum minuman beralkohol

Lebih terperinci